Posts from the ‘MANAJEMEN DIRI’ Category

BERFIKIR KREATIF


Kreativitas adalah bagian dari pikiran dan jiwa yang memungkinkan kita mewujudkan sesuatu yang berguna, tatanan, keindahan atau makna penting yang seolah muncul dari kehampaan.

5134654297_cb4487f426_mAnda bisa mengembangkan kemampuan untuk memunculkan ide-ide baru dalam profesi ataupun lingkungan pekerjaan anda. Tujuannya membantu Anda mempraktekkan cara-cara berfikir dengan lebih kreatif. Proses berpikir kreatif, seperti juga dalam kretivitas pada umumnya. Imajinasi kreatif kita harus memiliki sesuatu agar bisa bekerja. Kita tidak bisa membentuk gagasan-gagasan baru dari ruang hampa. Henry Ford mengatakan, seluruh bahan mentah telah tersedia. Pikiran kreatif akan mampu menerangkan pelbagai kemungkinan atau hubungan beragam bahan yang tak terlihat oleh pikiran yang kurang kreatif. Tugas anda selaku pemikir kreatif adalah mengolah gagasan-gagasan atau unsur-unsur yang sudah ada. Apabila hasilnya adalah sebuah kombinasi gagasan atau hal-hal yang tidak terbayangkan sebelumnya namun bernilai, maka Anda akan dianggap sebagai pemikir kreatif.

Secara garis besar dengan kreatifitas, kita memulai dengan apa yang sudah ada. Kita menganggap sesuatu sebagai kreativitas ketika sang seniman atau pemikir jenius berhasil mengubah bahan yang tersedia menjadi kreasi baru bernilai tinggi. “Orang yang paling orisinil ialah orang yang mengadaptasi dari banyak sumber,” begitu kata pepatah. Anda akan menjadi seseorang yang kreatif ketika Anda mulai melihat atau membuat hubungan di antara pelbagai ide yang dianggap orang laintak dapat disatukan: kian luas jarak yang terlihat, kian tinggi derajat kreativitas.

Analogi sebagai Pijakan
Berpikir dengan analogi atau membuat analogi merupakan kunci dalam berpikir imajinatif. Ini terjadi terutama ketika diterapkan dalam pemikiran kreatif.Alam menyediakan model dan prinsip bagi penyelesaian masalah. Ada model atau analogi lain yang bisa ditemukan dalam produk-produk dan organisasi-organisasi yang sudah ada.

Prinsip mendasar yang sama, model-model untuk mengatasi persoalan kita bisa saja masih sangat banyak, kita tidak harus menciptakannya dari ketiadaan. Dapat diterapkan pada seluruh pemikiran kreatif, tidak hanya untuk menemukan produk-produk baru. Organisasi manusia contohnnya. Sebagian besar prinsip yang ada di sana ditemukan di alam: hierarki, pembagian kerja, jaringan, dan lain-lain. Mengapa kita harus bersusah payah menemukan ulang prinsip roda ketika roda sudah ditemukan? Anda, dengan penelitian sederhana, tidak perlu memikirkan gagasan mengganggu yang muncul dari dalam diri Anda.

Menjadikan Hal Asing sebagai Hal Biasa dan Hal Biasa sebagai Hal Asing
Proses terbaik dalam memahami sesuatu atau seseorang yang tidak dikenal, asing, tidak lazim, tak terjelaskan apa yang belum diketahui, didengar, atau dilihat ialah dengan cara mencari persamaannya dengan hal-hal yang sudah kita ketahui. Namun sebaiknya tidak hanya berhenti di situ.Proses sebaliknya, yaitu membuat hal yang biasa menjadi asing, juga penting bagi proses berpikir kreatif. Kita tidak pernah memikirkan segala sesuatu yang sudah kita ketahui. Di sini eorang seniman bisa membantu kita untuk menyadari hal-hal baru yang tersembunyi dalam hal-hal lama.

Menurut John Steinbeck “Tak ada seorang pun yang benar-benar mengetahui manusia. Satu-satunya hal terbaik yang bisa dia lakukan ialah menganggap bahwa mereka sama dengan dirinya sendiri.”

Kebiasaan berpikir yang mandek, kecanduan yang beerlebihan terhadap hal-hal yang biasa, akan melemahkan mimpi dan gagasan yang muncul di malam hari dan setiap menit adalah unik.

Memperluas Ruang Lingkup Hubungan
Pengalihan teknologi dari satu bidang ke bidang lain, dengan sedikit perubahan dan penyesuaian, merupakan satu cara di mana Anda bisa member sumbangsih kreatif.

Anda mungkin saja akrab dengan pengetahuan atau kemampuaan teknis yang tidak diketahui oleh orang lain di bidang Anda, karena Anda bekerja pada lebih dari satu induustri.Atau mungkin, kemampuan itu bersumber dari lawatan Anda ke negara lain.

Orang-orang dengan ruang lingkup hubungan yang sempit berpikir dalam jalur dan batasan-batasan industry mereka sendiri. Kemampuan akan sangat menentukan dalam menautkan segala hal yang tampaknya tidak berhubungan, atau setidaknya segala sesuatu yang hingga saat ini belum disatukan dalam sebuah jalinan yang baru dan menarik.

Fungsi orang-orang kreatif ialah melihat hubungan antara pikiran, benda-benda atau bentuk ekspresi yang secara sekilas terlihat berbeda, dan menggabungkan itu semua ke dalam bentuk-bentuk baru. Kekuatan untuk menghubungkan segala sesuatu yang seolah tak berhubungan.

Merayakan Kebetulan
Marcel Proust mengatakan, keajaiban penemuan yang sesungguhnya bukanlah mencari pemandangan baru, melainkan memiliki pandangan baru. Kebetulan sangat berbeda dengan pemikiran yang fokusnya terbatas, saat di mana kiata berkonsentrasi penuh pada satu tujuan atau cita-cita hingga melupakan hal lain. Ini mengharuskan kita memiliki perhatian yang luas, perhatian yang cukup luas untuk mengetahui makna penting sesuatu, bahkan meski pada waktu itu tampak tidak relevan di mata kita. Kebetulan berarti menemukan gagasan atau benda atau menjumpai manusia yang berharga dan dapat diterima luas saat kita tidak mencarinnya.

Akan lebih berpeluang mengalami peristiwa yang bersifat kebetulan jika memiliki perhatian dan minat yang luas. Terlalu fokus dalam merencanakan kehidupan sampai pada hal-hal terkecil sungguh bertentangan dengan kreativitas. Sebab, kekacauan bisa memantik ide.

Seperti yang diungkapkan Milne: “Salah satu keuntungan menjadi orang tidak teratur ialah bisa terus membuat penemuan menarik.”
Mengembangkan kemampuan berpikir kreatif akan memberikan ganjaran pada kita, namun saat ini hal itu tidak menjadi suatu yang tidak diharapkan. Seorang pemikir kreatif harus menyukai bepergian dan berpikiran terbuka layaknya penjelajah yang panjang akal.

Kebetulan Hanya Mendatangi Pikiran yang Siap
Segala sesuatu yang terjadi tanpa diramalkan, tanpa diharapkan manusia atau tanpa sebab yang tampak, bisa dirajut ke dalam proses pemikiran kreatif. Kebetulan semacam itu lebih sering terjadi pada orang-orang yang pantas menerimanya. Jangan menunggu hal tersebut muncul, tetapi belajarlah untuk mengamatinya.

Melihat dan menyadari keberadaan petunjuk dalam sebuah kejadian yang tak terduga menuntut kepekaan dan pengamatan. Hal ini dimaksudkan agar bisa menafsirkan tanda dan menganggapnya sebagai hal penting, diperlukan pengetahuan tanpa prasangka, pemikiran yang imajinatif, kebiasaan merenungkan pengamatan yang tidak terjelaskan, pengamatan yang tajam Sekali lagi, arti penting memiliki pemikiran yang terbuka dan tingkat rasa ingin tahu yang tinggi adalah hal yang tak bisa disangkal. Kita harus terus bertanya kepada diri sendiri mengenai segala sesuatu yang terjadi di sekeliling, dan siap menerima jawaban yang mengejutkan.

Rasa Ingin Tahu
Menurut John Locke: “Rasa ingin tahu anak-anak tidak lain adalah hasrat untuk memperoleh pengetahuan.”

Sepanjang hidup kita harus bisa mempertahankan hasrat untuk melihat, belajar, atau mengetahui. Rasa ingin tahu adalah pikiran di ujung kaki. Para pemikir kreatif cenderung memiliki keingintahuan yang menuntun mereka mencari segala sesuatu yang menarik perhatian. Berpikir adalah cara untuk berikhtiar menemukan diri sendiri. Apabila kita selalu menekan mentah-mentah apa yang dikatakan orang lain, itu sama artinya dengan tidak ada lagi hal lain yang ingin kita ketahui.

Untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kita harus lebih banyak bertanya, baik ketika berbicara dengan orang lain maupun ketika berbicara kepada diri sendiri. Bertanya, yang dilakukan secara hati-hati, akan membantu kita membedakan antara apa yang diketahui dan apa yang tidak diketahui.

Buka Mata Anda
Kemampuan untuk memberikan perhatian yang cermat, analitis, dan jujur kepada segala sesuatu yang dilihat adalah hal yang esensial. Apabila tidak memberi perhatian dan melakukan pengamatan.Observasi berarti berupaya melihat seseorang, benda, atau panorama seolah-olah belum pernah melihatnya dalam kehidupan.

Konon, hal yang benar-benar memberi pelajaran kepada kita bukanlah pengalaman, melainkan pengamatan.
Langkah observasi tidak bisa lengkap sebelum kita merekam apa yang kita lihat, membantu mengguratkannya dalam ingatan. Pengamatan berperan besar dalam memunculkan ilham. Seperti yang dikatakan Leonardo da Vinci, “Seluruh pengetahuan kita berasal dari persepsi kita.” Karena ketertarikan dan perhatian adalah induk dari persepsi.

Menyimak Beragam Gagasan
Pikiran terbuka yang disertai keterampilan analitis tajam dan penilaian yang peka, merupakan hal yang dibutuhkan menjadi seorang pendemgar yang baik. Menyerap sisi alamiah dan kebermaknaan segala sesuatu yang diucapkan kepada kita harus selalu menjadi prioritas. Biasanya pemahaman selalu dating sebelum penilaian.

Menyimak dengan baik beraga ide dan fakta relevan serta informasi potensial, sekalipun tidak lengkap dan ambigu. Menurut Oliver Wendell Holmes “Berbicara adalah bagian dari pengetahuan, sedangkan menyimak adalah bagian dari kearifan.”

Membaca Untuk Menggali Gagasan
Buku adalah gudang gagasan, pemikiran, fakta, opini, deskripsi, informasi, dan mimpi. Beberapa hal ini, terlepas dari keadaannya, boleh jadi berhubungan dengan minat saat ini atau masa mendatang selaku seorang pemikir.

Sir Richard Steele mengungkapkan, “Membaca bagi ppikiran sama artinya dengan olahraga bagi tubuh.” Puisi dan prosa yang bagus, baik fakta maupun fiksi, menuntut imajinasi dan kekuatan rekreati. Itu sebabnya, bacaan bisa memberi cara-cara menyenangkan guna mengembangkan kemampuan. Yang diungkapkan John Locke yakni, membaca hanya membekali pikiran dengan bahan pengetahuan, berpikir membuat segala yang kita baca menjadi milik kita. Tujuan hakiki dari pendidikan ialah menempatkan Anda pada kondisi untuk terus bertanya.

Sediakan Selalu Buku Catatan
Selalu membawa catatan bukan hanya kebiasaan yang amat bermanfaat; sebaliknya kebiasaan ini justru sangan penting bagi proses berpikir kreatif. Mencatat sebuah kutipan atau ucapan, fakta atau potongan informasi, adalah sarana untuk merenungkan fakta secara menyeluruh dan merangkulnya secara pribadi sehingga ia menjadi bagian dari diri kita. Membayangkan buku catatan seperti sebuah kaleidoskop. Saat kita merasa didatangi gagasan kreatif, tambahi catatan sedikit metafora. Bisa jadi hal itu akan memunculkan gagasan-gagasan atau garis-garis pemikiran baru. Karena berpikir kreatif membutuhkan stimulus, dorongan, dan ilham.

Teruslah Menguji Asumsi
Sangat penting untuk mampu menjelajahi berbagai kemungkinan dengan cara membuat asumsi-asumsi yang hati-hati. Asumsi-asumsi itu dibuat dengan tanpa beban, layaknya mencoba baju baru di sebuah took sebelum memutuskan untuk membeli (atau tidak membeli) baju baru itu. Opini kerap terlihat lebih indah daripada kebenaran. Opini berubah-ubah mengikuti faktor-faktor semisal kelompok organisasi atau komunitas, waktu, dan tempat di mana Anda berada. Berpikirlah diluar kotak. Jangan biarkan diri sendiri terbelenggu oleh ketrbatasan tau kekungkungan mental yang terkadang membentuk situasi tanpa jaminan ataupun kebenaran.

Memanfaatkan Pikiran Terdalam
Funsi-fungsipikiran sadar (analisis, sintesis, dan evaluasi) bisa juga bertempat dalam tingkatan yang lebih dalam. Pikiran Terdalam membedah sesuatu untuk Anda, tepat seperti cairan dalam perut yang bisa mengurai makanan menjadi bermacam unsur.

Pikiran terdalam, misalnya, dapat menganalisis data yang mungkin Anda tidak tahu kapan menyimpannya, dan membandingkannya dengan apa yang sudah ada dalam ingatan. Pikiran ini sanggup melakukan hal lebih baik dari sekedar analisis. Ia juga berada di dekat tempat ingatan dan gudang nilai-nilai Anda.

Kita semua bisa menjumlahkan dua dan dua menjadi empat, atau membentuk potongan-potongan kulit menjadi sepatu. Namun, sintesis kreatif ialah menggabungkan berbegai elemen yang tidak mirip, berjarak, atau unsure-unsur yang tampaknya (di mata orang lain) tidak berjalinan, menjadi satu kesatuan. Sedangkan bahan-bahan mentah yang dipakai akan mengalami perubahan bentuk yang amat penting. Ketika sintesis semacam ini dibutuhkan, pikiran yang dalam akan muncul.

Sebuah analogi organik yang tepat bagi fungsi-fungsi Pikiran Terdalam adalah kandungan. Anda mungkin juga pernah merasakan nilai piker dari tetangga Pikiran Terdalam yang kita sebut sebagai kata hati dalam betuk penyesalan di saat ia membuat sebuah evaluasi atau penghakiman moral terhadap tingkah laku Anda.

Meningkatkan Keterampilan Analitis
Ketrampilan menganalisis, menguraikan sesuatu demi menemukan prinsip-prinsip atau gagasan-gagasan dasar adalah alat penting dalam kotak peralatan seorang pemikir kreatif. Tidak ada proses atau system standar dalam berpikir kreatif. Karena secara esensial berpikir kreatif yang terbaik adalha soal kebebasan. Berpikir bebas sama artinya dengan bebas dari proses, sistem, dan latihan.

Pikiran kreatif yang baik adalah pikiran yang sejak awal sudah menerima bermacam disiplin, lalu kembali kepada kecenderungan alamiahnya. Saat menganalisis, jangan terburu-buru mendefinisikan masalah. Bermain-mainlah dengan formulasi yang bisa mendukung.

Menangguhkan Penilaian
Menangguhkan penilaian di satu sisi berarti membangun satu batasan sementara di antara bagian analisis dan sintesis pikiran, dan sisi lain menilai kemapuan Anda. Kritik dini dari orang lain bisa mematikan benih-benih pikiran kreatif. Selain itu, harus mengubah kritik orang lain menjadi masukan yang bagus. Hal semacam itu membutuhkan pemahaman tentang kapan dan bagaimana waktu yang tepat untuk menampik kritik, serta kapan dan bagaimana meminta kritik.

Iklim-iklim social tertentu dalam keluarga, lingkungan kerja, atau organisasi bisa mendorong dan merangsang pemikiran kreatif, sementara lingkungan yang lain justru menghambat atau menekannya. Lingkungan yang kedua cenderung menilai analisis dan kritik di atas orisinalitas dan inovasi.

Bukan pujian atau celaan yang merupakan tujuan dari kritik sejati. Membedakan dengan tepat, mengokohkan secara tegas, menjelaskan secara bijaksana, dan memberi peringatan secara jujur, itulah tujuan dan kewajiban dari kritik sejati.

Belajar Bertenggang Rasa terhadap Ambiguitas
Kemampuan negative adalah kemampuan Anda untuk hidup dengan keraguan dan ketidakjelasan dalam waktu yang panjang. Sebagai bagian dari tenggang rasa yang lebih besar terhadap ambiguitas, kita harus tumbuh layaknya manusia. Karena pada akhirnya kehidupan tidak dapat dipahami secara jelas. Berpikir kreatif adalah sebentuk kesabaran aktif dan energik.

Berhenti, Menunggu, dan Patuh
Mengetahui saat-saat untuk meninggalkan sebuah persoalan dan mengabaikannya untuk sementara waktu merupakan keterampilan penting dalam seni berpikir kreatif.

Ketika ide-ide mulai muncul kepermukaan, lawanlah gadaan untuk mulai memikirkannya secara sadar. Biarkan mereka berjalan-jalan pada waktu dan tempat mereka sendiri. Kesadaran yang tinggi dan minat yang lemah akan menciptakan ide yang tepat.

Seluruh pemikran kreatif berasal dari melihat atau menciptakanpelbagai hubungan. Segala sesuatu berhubungan dengan hal-hal lain, namun pikiran kita tidak selalu bisa memahami hubungan itu. Dari begitu banyak kemungkinan kombinasi, kita harus memilihnya menurut pelbagai kriteria berbeda berdasarkan bidang kita.

Memikirkan Sungguh-sungguh Persoalan
Sebagioan besar dari Anda sudah merasakan bermacam dampak menguntungkan dari memikirkan secara sungguh-sungguh masalah dan menemukan bahwa pikiran Anda sudah mengatasi masalah itu.
Nasihat Francis Bacon “Sebaiknya orang menyimpan sebatang pensil di saku dan mencatat pikiran-pikiran yang muncul pada saat itu juga. Pikiran yang datang ddengan sendirinya biasanya adalah yang paling berharga dan sebaiknya dicatat, karena pikiran-pikiran itu jarang muncul kembali. ”

Mengolah Kreativitas
Menggarap gagasan hingga berusaha keras untuk membuat atau menghasilkan sesuatu adalah sebuah cara untuk meneruskan proses berpikir kreatif. Karena ilham hanya memberi sedikit hal kepada Anda, Anda bisa melangkah di jaln yang salh, tersesat, dan kebingungan, bahkan sampai pada titik putus asa.

Karena pelaksanaan merupakan bagian dari berpikir kreatif, Anda harus berusaha mengembangkan produk dengan cara Anda sendiri, setidaknya sampai titik tertentu. Untuk beranjak jauh dari titik itu, jelas dibutuhkan lebih banyak usaha kelompok, terutama dengan menawarkan gagasan itu kepada pasar.

Kreatif dalam Memikirkan Kehidupan
Seandainya pekerjaan tidak memerlukan imajinasi, seni berpikir kreatif tetaplah penting. Karena kehidupan kita adalah ihwal yang tidak pernah selesai. Membentuk dan megubah bahan-bahan mentah dan kondisi kehidupan kita merupakan suatu yang menarikdan menantang.

Persoalannya bukanlah apa yang menimpa dalam kehidupan., melainkan bagaimana cara kita menanggapinya. Memberi respons secara kreatif berarti mengubah hal-hal buruk menjadi baik, mengubah masalah menjadi peluang. Kebebasan yang Anda berikan kepada diri sendiri untuk melakukan kekeliruan-kekeliruan adalah lahan terbaik bagi kreativitas.

Sumber :

Berpikir Kreatif, Berpikir Sukses, John Adair. Terj.Izi Ibrahim, Cetakan pertama, Penerbit Rumpun, Jakarta, 2009.

Breaking the Time


 Penyusunan buku Breaking The Time ini diilhami oleh pertanyaan berikut : Mengapa ada orang yang sukses dan gagal dalam hidup? Apakah ada “hukum” yang sama bagi orang-orang yang sukses? Bagaimana agar “hukum” tersebut dapat dipelajari oleh orang lain secara mudah dan praktis?

Jawabannya, tentu tidak ada fenomenadi dalam semesta ini yang luput dari hukum alam.Termasuk “hukum” untuk menjadi orang sukses.“Hukum” tersebut berinti pada pengaturan waktu yang efektif. Orang yang dapatmengatur waktunya dengan efektif insaya Allah akan memperoleh kesuksesan.

Namun, banyak orang yang luput untuk mempelajari bagaimana cara mengatur waktunya secara efektif. Yang mempelajari pun kadang enggan untuk melaksanakannya.Mungkin karena dirasa sulit atau tidak tahu harus memulai dari mana.Inilah buku yang secara praktis menjawab kebutuhan anda tenteng metode meraih kesuksesan hidup dengan mengatur waktu secara efektif.

Akhirnya, ucapan syukur kami ucapkan syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT atas selessainya buku ini.Selain itu, kami mengucapkan terimakasih kepada rekan-rekan yang selalu memberikan dukungan dan masukan yang berharga.

Satria Hadi Lubis

 

PENDAHULUAN

Sebagai manusia normal, tentu kita menginginkan kehidupan yang sukses.Tidak ada seorang pun di antara kita ynag ingin hidupnya gagal.Pepetah mengatakan bahwa “taka da kesuksesan tanpa usaha” artinya kesuksesan memang bukan suatu hal yang datangtiba-tiba.Ia datang kepada kita melalui jalan keteguhan dan ketekunan.

Tak mungkin kita memanen tanaman tanpaadanya kemauan untuk menanamnya terlebih  dahulu. Mengetahui  cara menanam yang benar dan sabar memeliharanya juga merupakan syarat agar hasil panen kita bias baik. Sukses dalam hidup merupakan hassil panen dari “bibit” usaha yang kita tanam. Anda tak mungkin mengingkari “hukum memanen” itu.itulah hukum alam yang tak akan berubah.

Buku ini memeberikan panduan kepada anda bagaimana cara mencapai sukses  yang anda idamkan  melalui pengelolaan waktu yang lebih baik lagi. Memebuat anda mendobrak keterbatasan waktu dan memperoleh keberlimpahan waktu (breaking the time). Dengan penjelasan  yang mudah dan praktis, buku ini menjelaskan secara berurutan langkah –langkah sederhana untuk mencapai keberhasilan. Keberhasilan yang  bukan  hanya bersifat parsial dan material, tapi bersifat integral (menyeluruh) dan spiritual (rohani).

Rumus Kesuksesan

SUKSES = KETEGUHAN + KECERDIKAN + KETEKUNAN

MENGAPA PERLU WAKTU?

Manajemen waktu adalah suatu keterampilan untuk mengatur waktu agar berhasil mencapai cita-cita atau tujuan hidup yang positif yang dikehendaki.Jika tujuan hidup telah tercapai, itu berrarti anda telah menjadi orang yang sukses.Sebab orang yang sukses adalah orang yang berhasil mencapai tujuan hidup yang positif yang dikehendakinya.

Beberapa manfaat yang didapatkan jika anda terampil mengatur waktu, antara lain :

  1. Mantap dan semangat menjalani hidup. Anda tahu apa dan bagaimana cara mengisi hidup ini. Anda tidak mudah bingung dan terombang-ambing dalam mengambil keputusan.
  2. Hidup secara seimbang dan selaras. Semua orang yang perlu anda layani akan terpenuhi secara cukup. Tidak ada lagi ketidakseimbangan antara pekerjaan dan keluarga.
  3. Mencapai cita-cita atau tujuan hidup yang anda kehendaki. Merencanakan adalah setengah dari keberhasilan anda untuk mencapai apa yang anda inginkan.
  4. Termotivasi  untuk melakukan apa yang anda inginkan. Anda telah memilih tujuan hidup yang anda sukai dan and atelah merencanakannya sendiri.
  5. Dapat memenfaatkan waktu dengan  dengan baik . Waktu-waktu anda akan berlalu secara produktif. Anda tidak akan menyesali waktu yang telah berlalu dikemudian hari.
  6. Terhindar dari keletihan kronis dan stres yang dapat berakibat pada gangguan psikologis dan fisik. Perencanaan kegiatan membuat anda terhindar dari keterdesakan waktu dan dari jebakan kegiatan yang tak perlu.
  7. Menjadi orang yang lebih percaya diri dan kreatif. Anda akan lebih bersungguh-sungguh untuk meraih masa depan tanpa sikap pesimis. Kepercayaan diri dan kreativitas merupakan modal untuk meraih kesuksessan.
  8. Tak lagi kesepian. Anda akan menjadi orang yang suka bekerjasama dan bersosialisasi.

Tahapan manajemen waktu

Untuk dapat mengatur waktu secara efektif, ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan. Tahapan tersebut adalah:

  1. Membuat misi
  2. Menentukan peran
  3. Membuat visi peran
  4. Membuat rencana pekanan
  5. Membuat rencan harian

 

Renungan

Ada 4 macam orang

  1. Orang yang tidak tahu tujuan hidupnya
  2. Orang yang tahu tujuan hidupnya tapi tak tahu bagaimana cara mencapainya
  3. Orang yang tahu tujuan  hidupnya dan tahu bagaimana cara mencapainya
  4. Orang yang tahu tujuan hidup yang benar dan tahu bagaimana cara mencapainya

 

MEMBUAT MISI

“Bagianmu yang sesungguhnya dari dunia ini ialah yang memberimu kemuliaan diri”(ALI BIN ABU THALIB)

Manajemen waktu dimulai dari membuat misi.Mengapa?Sebab misi menjawab pertanyaan yang paling mendasar dari keberadaan kita didunia.Siapa sebetulnya kita? Dan apa maksud keberadaan kita di dunia? Setiap orang mungkin saja mempunyai jawaban yang berbeda-beda. Namun, apa pun jawaban anda, hal itu disadari atau tidak, mencerminkan misi hidup anda.

Istilah misi sebetulnya lebih popular dalam dunia bisnis dan manajemen.Perusahaan-perusahaan maju menjadikan misi sebagai “jiwa” yang mewarnai tindakan dan pengambilan keputusan mereka. Misi dalam bisnis diartikan sebagai  maksud utama yang unik yang menggambarkan produk atau jasa utama dari perusahaan, segmen pasar yang diambil, dan ruang lingkup yang ditekankan agar dapat beersaing dengan perusahaan sejenis.

Misi bukanlah monopoli dunia bisnis dan manajemen.Misi dapat digunakan untuk semua bidang, baik dalam lingkup kelompok maupun perorangan.ketika misi digunakan dalam lingkup perorangan, misi berarti kristalisasi nilai-nilai yang diyakini kebenarannya oleh seseorang.Ini mencakup seluruh nilai-nilai yang membentuk sifat, sikap, dan perilaku seseorang.Baik nilai yang berasal orangtua, keluarga, budaya, bangsa, maupun agama.Pendek kata, misi adalah asas dari setiap pribadi.Misi merupakan intisari dari seluruh nilai yang mempengaruhi pola pikir dan perasaan seseorang.Misi adalah dasar kepribadian seseorang.Misi sangat mempengaruhi kehidupan kita.Semua tindakan dan keputusan kita dipengaruhi oleh misi. Jika hidup ini berarti memilih untuk  melakukan sesuatu, maka misilah yang menuntun kita untuk menentukan pilihan.

Misi Positif Dan Negatif

Misi hidup seseorang ada dua macam, misi hidup positif dan negative. Misi hidup positif  adalah misi hidup yang luhur. Misi hidup yang dipengaruhi oleh nilai-nilai prinsip seperti kebaikan, kejujuran, keadilan, kedamaian, kesetiaan, keselamatan, kesejahteraan, ketenteraman dan kebahagiaan.Nilai-nilai tersebut berlaku universal dan abadi.Misi hidup negative adalah misi yang dipengaruhi oleh nilai-nilai hedonis dan semu, seperti kedustaan, kelicikan, kezaliman, kesewenangan, kejahatan, kekikiran, keegoisan dan ketidaksetiaan.

Ciri-Ciri Misi

  1. Luhur . Misi hidup yang positif adalah misi yang luhur dan idealis.Misi yang bersumber pada nilai-nilai universal yang berasal dari Allah.Bukan bersumber pada nilai-nilai negative yang destruktif.
  2. Fleksibel. Misi yang tidak fleksibel membuat orang yang menyandang misi tersebut kehilangan kreativitasnya untuk menerjemahkan niat tersebut kedalam langkah operasional.
  3. Menarik. Misi yang menarik berarti misi yang memotivasi orang yang menyandang misi tersebut untuk menjalankan dan mempertahankan misinya dalam berbagai situasi.
  4. Spiritual . Spiritual di sini berarti misi yang bersifat non materi dan abstrak.Ia tak dapat diukur secara kuantitatif, hanya dapat dirasakan secara Subyektif melalui pendekatan kualitatif.
  5.  Jelas . Misi yang jelas biasanya mengandung kata-kata yang tidak mempunyai makna ganda.
  6.  Singkat . Misi perlu dibuat singkat dan padat agar lebih mudah diingat dan dihafal.

CARA MEMBUAT MISI

  • Langkah 1 :Menjawab enam unsur misi :
  1. Siapa saya ?
  2. Mengapa ssaya ada ?
  3. Apa keunggulan/kelebihan yang saya miliki ?
  4. Untuk siapa saya bekerja?
  5. Apa hasil/produk dari pekerjaan saya ?
  6. Di mana saya menegerjakannya ? (opsiona)
  • Langkah 2 : Menggabungkan jawaban pertanyaan tentang misi menjadi satu atau beberapa kalimat. Setelah keenam unsur misi dijawab, langkah selanjutnya adalah menyatukannya menjadi satu  atau beberapa kalimat. Buat dalam KISS (keep it short and simple) kalimat simple yang sederhana.

 

MENENTUKAN PERAN

“Barang siapa yang naik panggung tanpa persiapan, maka ia akan turun panggung dengan kehinaan”  (SHAKESPEARE)

Misi hidup tak ada gunanya jika tidak diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.Ketika mengaplikasikan misi, kita mengaplikasikannya dalam berbagai peran hidup kita.Peran adalah posisi atau kedudukan dimana seseorang diharapkan melakukan perilaku tertentu. Orang yang tidak dapat seimbang memenuhi semua perannya kemungkinan besar akan mengalami kegagalan dan kekecewaan hidup. Karena itu, dibutuhkan kemampuan untuk dapat mengatur berbagai peran hidup anda.Manajemen waktu bermanfaat untuk bisa mengatur berbagai peran hidup secara seimbang dan harmonis.Manajemen waktu mengajarkan kepada kita untuk dapat memenuhi setiap tuntutan peran tersebut secara proposional.Sebab masing-masing peran dalam kehidupan kita merupakan bagian yang tak terpisah dari kebahagiaan dan kesuksesan kita.Orang yang mampu mengatur dirinya sendiri berarti mampu memainkan perannya dengan baik.Bukan hanya pada satu peran, tapi pada semua peran dalam hidupnya.

               Keseimbangan Antar Peran

Keseimbangan meerupakan nilai-nilai universal yang kita lihat perwujudannya setiap hari.Keseimbangan alam, keseimbangan kekuatan, keseimbangan neeraca perdagangan, keseimbangan makanan merupakan bagian dari keseimbangan universal.Keseimbangan merupakan kunci dari keharmonisan.Keseimbangan peran juga merupakan kunci dari kesuksesan dan ketenangan hidup.

Pada kenyataannya, peran-peran itu merupakan bagian dari suatu keseluruhan yang amat saling terkait, di mana masing-masing peran merupakan satu kesatuan yang saling mempengaruhi.Sebagaimana dikatakan oleh Gandhi, “Orang tidak dapat melakukan sesuatu yang benar dalam satu bidang kehidupan sementara dia sibuk melakukan kesalahan di bidang lain.Kehidupan adalah satu keseluruhan yang tak terbagi.”

Keimbangan adalah suatu ekuilibrium dinamis.Keseimbangan berarti bahwa semua bagian beroperasi secara bersama-sama secara sinergis dalam suatu keseluruhan yang amat saling terkait.Keseimbangan bukan “atau-atau,” melainkan “dan.”

Menciptakan Sinergi Antar Peran

Sinergi antar peran dapat menghemat banyak waktu maupun tenaga. Memahami sinergi antar peran akan membantu kita mengatasi dikotomi “atau-atau.” Seorang wanita yang bekerja dan mempunyai anak dapat mengatasi dikotomiyang membingungkan antara bersama dengan anak-anak atau bekerja.Ia bergairah menjadi ibu karena memahami perannya sebagai ibu yang tak kan dapat ditinggalkan dan tidak lupa untuk mengembangkan potensinya melalui kerja.

Dengan sinergi antar peran, dapat menumbuhkan mentalitas kelimpahan waktu.Waktu yang banyak dan dapat dipergunakan secara cukup untuk memenuhi peran.Memandang peran-peran sebagai bagian dari suatu keseluruhan yang saling terkait.Kecerdikan dan kreativitas dibutuhkan untuk mampu melakukan sinergi antar peran dalam hidup keseharian.

Cara Menentukan Peran

Lalu Apa Langkah Aplikatif Untuk Menentukan Peran Anda?

Langkah 1 :  Menginventarisasi peran

Beberapa petunjuk di bawah ini dapat di gunakan untu mengklafikasi peran:

  1. Aktivitas yang membutuhkan tanggung jawab.
  2. Aktivitas yang sering/rutin dilakukan (setiap hari, setiap pecan, setiap bulan atau setiap tahun).
  3. Aktivitas yang berhubungan dengan orang lain.
  4. Aktivitas yang membutuhkan cukup banyak waktu untuk melakukannya.

Langkah 2 :  Menyeleksi peran

Seleksi peran dilakukan dengan 2 cara:

A.menyisihkan peran yang tidak sesuai dengan misi hidup

peran yang telah diinventerisasi harus dinilai secara jujur apakah sesuai dengan misi atau tidak.peran yang tidak sesuai dengan misi harus ditinggalkan.jangan segan-segan untuk menghilangkan peran yang tidak sesuai dengan misi.harus berani mengambil keputusan, jangan takut meninggalkan peran yang tidak sesuai denan misi hidup. Jika belu mampu meninggalkan peran yang tidak sesuai dengan misi, jadikan ia sebagai peran tersendiri. Lalu buatkan visi untuk masa depan.

B. Mengelompokkan peran sejenis

Pengelompokan ini bertujuan untuk mengurangi jumlah peran. Kelompokkan peran berdasarkan sifatnya yang sama. Peran yang sangat penting bagi misi, sebaiknya jangan dikelompokkan. Biarkan ia menjadi satu peran tersendiri karena membutuhkan waktu dan tenaga yang banyak untuk menjalankannya.kelompokkan juga peran menjadi peran utama atau pembantu.peran utama adalah peran yang sangat penting untuk pencapaian misi hidup dan yang membutuhkan lebih banyak waktu untuk mengerjakannya.sedang peran pembantu adalah peran yang perlu ada sebagai tuntutan untuk menunjang pencapaian misi dan tidak membutuhkan waktu terlalu banyak disbanding peran utama.perlu juga membuat peran pengembangan diri secara tersendiri.peran ini sebaiknya selalu ada dan tidak digabung dengan peran lainnya.hal ini agar mempunyai waktu untuk mengembangkan diri, baik secara moral, intelektual, social maupun fisik.

  • Renungan : 2 langkah menentukan peran
  1. Investigasi
  2. Seleksi

 

MEMBUAT VISI PERAN

“Visi membuat kita bergairah dengan pemahaman akan sumbangan khas yang dapat kita buat”( STEPHEN R. COVEY )

Setelah menentukan peran sesuai dengan misi yang di buat, tibalah saatnya untuk “bermimpi.”Visi ibarat mimpi, karena kita membayangkan sesuatu yang masih bersifat harapan. Visi adalah kemampuan untuk melihat apa yang saat ini belum terwujud.Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak memiliki “gambaran peran yang berorientasi ke masa depan” berhasil lebih baik disekolah dan lebih handal dalam menghadapi tantangan hidup.Tim dan organisasi yang memiliki pemahaman yang kuat mengenai suatu misi tak cukup kuat untuk mewujudkan misi itu tanpa kehadiran visi.Keberhasilan individu, kelompok, atau organisasi salah satunya akibat kekuatan visi yang mereka miliki.

Visi Yang Menggairahkan

Apabila visi kita terbatas , hanya sebatas harapan tentang apa yang akan terjadi pada esok hari atau lusa, kita cenderung membuat pilihan berdasarkan apa-apa yang persis berada didepan kita.Kita bereaksi terhadap apa-apa yang mendesak, dorongan perasaan sesaat, atau suana hati. Kita membuat pilihan berdasarkan pertimbangan orang lain atau kecenderungan lingkungan disekitar kita. Kita jadi tidak bias mengambil keputusan sendiri. Langkah kita terombang-ambing.Keputusan kita menjadi tidak konsisten dan berubah-ubah setiap hari.

Visi adalah cita-cita dan harrapan tentang masa depan anda sendiri. Jika visi sesuai dengan misi hidup , maka pada saat itu visi berubah menjadi motivator yang begitu kuat, yang pada gilirannya menjadi “pembakar”semangat anda. Ini merupakan energy yang membuat hidup anda menjadi suatu petualangan yang menarik dan untuk meraih cita-cita, sehingga berani berkata “ya!” terhadap peluang atau pilihan sesuai dengan cita-cita.Sebaliknya  berkata “tidak!” dengan damai dan penuh keyakinan diri terhadap hal-hal yang kurang sesuai dengan cita-cita.

Ciri-ciri visi :

  1. Terukur

Visi yang baik adalah visi yang dpat diukur.Kalimat yang digunakan dalam visi sebaiknya bersifat kuantitatif dan spesifik.

  1. Fleksibel

Visi yang fleksibel juga berarti visi yang dapat diubah jika situasi memang mengharuskannya ddemikian.Visi perlu ditinjau minimal 3 bulan sekali.

  1. Terjangkau

Visi yang baik juga visi yang dapat dijangkau.Bukan merupakan khayalan tanpa dasar. Visi perlu menggambarkan tujuan masa depan kita dalam “beberapa langkah”, bukan dalam “ratusan atau ribuan langkah” juga bukan dalam :satuan langkah.”

  1. Menarik

Visi perlu menarik untuk dicapai.untuk itu visi harus merupakan kehendak yang datang dari hati nurani, bukan beerasal dari cermin social- keinginan orang lain atau kehendak lingkungan.

  1. Jelas

Visi sebaiknya menggunakan kalimat yang jelas dan mudah dipahami.

  1. Singkat

Kalimat visi juga jangan terlalu panjang.Jadi buatlah visi dengan kalimat yang singkat dan sederhana.

Cara untuk membuat visi misalnya dengan membayangkan dengan mata terpejam selama satu menit:

  •  Sebuah gambar mengenai anda yang sukses.
  •  Sebuah gamabar  mengenai anda yang berbahagia, santai dan puas.
  •  Sebuah gambar mengenai anda sepuluh tahun mendatang.
  • Sebuah gamabar mengenai anda yang lebih berat atau ringan 10 kg.
  • Sebuah gamabar yang mengenai anda yang sedang mengerjakan sesuatu yang anda impikan untuk dikerjakan.
  •  Sebuah gambar yang mengenai anda sedang bermain dengan cucu anda.
  • Sebuah gamabar yang mengenai anda yang mempunyai banyak uang di bank.
  •   Cara Membuat Visi Peran
  1. Menciptakan visi besar.

Visi hidup ini berlaku sepanjang hidup dan biasanya merupakan gambaran umum tentang akhir dari masa depan kita. Karena bersifat global, visi ini tidak dapat dikatakan sebagai visi yang sebenarnya.Ia hanya berfungsi sebagai penuntun dalam membuat visi dari setiap peran hidup.

  1. Menciptakan visi peran anda.

Visi besar yang berlaku seumur hidup perlu dijabarkan dalam setiap peran.Sebab jika tidak dijabarkan, gambarannya masih terlalu umum, sehingga sulit dievaluasi tingkat keberhasilannya dari waktu ke waktu.

Berbeda dengan visi besar yang target pencapaiannya seumur hidup, visi peran memiliki jangka waktu pencapaian tertentu.Anda dapt memakai tenggang waktu tiga bulan, eanm bulan, atau setahun.Namun waktu yang disarankan adalah tiga atau enam bulan.Hal ini karena lingkungan di sekitar kita semakin cepat berubah, sehingga perlu diantisipasi dengan visi peran fleksibel.

Setiap habis waktu pencapaiannya visi peran, anda perlu mengevaluasinya.Mana diantara visi peran anda yang sudah tercapai dan mana yang belum.Apa saja factor keberhasilan dan kegagalan anda dalam mencapi visi peran yang telah ditentukan. Hal ini sangat berguna dalam membuat kembali visi peran anda pada periode mendatang dan menyesuaikannya denagan peluang dan tantangan baru yang anda hadapi.Khusus untuk pengembangan diri, perlu dibuat visi peran tersendiri yang tidak boleh dihilangkan.Hal ini agr kualitas diri anda senantiasa meningkat secara intelektual, moral, social dan fisik.

Visi peran perlu dibuat dalam kalimat yang memenuhi ciri visi yang baik-terukur, fleksibel, terjangkau, menarik, jelas, dan singkat.Jika visi peran masih sulit untuk dapat diukur, anda perlu dapat membuat keterangan berupa indicator keberhasilan visi yang berisi parameter kuantitatif dari visi yang dibuat.

Visi peran perlu dibuat tertulis pada lembar visi peran.Hal ini agar lebih mudah dibaca dan diingat-ingat.Kebiasaan tidak menulis tujuan (visi) adalah kebiasaan buruk.Sebab jika hanya mengandalkan ingatan, besar kemungkinan kita akn lupa.Lupa menyebabkan kita, tanpa disadari, tak lagi konsisten dengan visi awal kita.

  1. Letakkan ditempat yang mudah dilihat atau mudah dibawa-bawa.

Sebaiknya, lembar visi peran dibuat dalam kertas yang cukup besar agar mudah dibaca.Temple lembar visi peran anda ditempat yang mudah anda lihat.Misalnya didinding kamar, didekat cermin atau dibalik lemari pakaian. Lembar visi juga bias ditulis pada kertas kecil agar mudah dibawa-bawa. Misalnya dapat mudah disimpan dalam dompet atau tas. Fungsi visi peran yang mudah diliahat atau dibawa-bawa adalah agar anda selalu ingat dengan visi anda.Setiap pagi sebelum anda beraktifitas liahtlah dan baca kembali visi peran anda. Semakin sering anda membaca dan mengingat-ingat visi peran , visi perna anda akan  semakin tertanam dalam pikiran bawah sadar anda. Semakin terserap dialam bawah sadar anda, tanpa anda sadari, semakin terkendali gerak hidup anda menuju pencapaian visi peran.Karena sebagaimana yang ditunjukkan oleh penelitian, sebagian besar pola hidup dan kebiasaan kita sebenarnya dipengaruhi oleh pikiran bawah sadar kita, bukan oleh pikiran sadar kita.

MEMBUAT RENCANA PEKANAN

“Waktu adalah kehidupan”(Hasan Al Banna)

Kini tibalah saatnya bagi anda untuk merealisasikan apa yang telah anda buat! Anda telah memiliki komitmen manajemen waktu dengan membuat pernyataan misi, peran, dan visi peran anda.Komitmen itu tidak ada gunanya jika tidak ada upaya untuk mencapainya. Pada tahapan ini, anda akan mendapatkan manfaat tentang bagaimana cara menjabarkan visi peran anda dalam rencana pekanan.

Mengapa perlu menjabarkan visi peran dalam rencana pekanan?Mengapa bukan rencana bulanan atau langsung kepada rencana harian?Hal ini karena visi peran merupakan sasaran jangka panjang, sehingga perlu ada sasaran jangka menengah.Rencana pekanan merupakan sasaran jangka menengah yang klebih cocok digunakan dari pada rencana bulanan.Sebab rentang waktu rencana bulanan terlalu panjang, sehingga sulit mempertahankan konsistensi pencapaian visi peran.Sedang rencana pekanan rentang waktunya tidak terlalu panjang dan juga tidak terlalu sempit, sehingga cukup efektif untuk mempertahankan konsistensi pencapaian visi peran.Jika visi peran langsung dituangkan dalam rencana harian, maka tidak ada sasaran jangka menengah sebagai arah yang mengantar sasaran jangka panjang (visi peran) dan sasaran jangka pendek (rencana harian).

Sebenarnya memebuat rencana pekanan berarti mau bersungguh-sungguh menyesuaikan waktu anda dengan apa yang menurut anda penting. Visi peran menggambarkan apa yang menurut anda penting. Jadi mengatur waktu pekanan berarti meenyesuaikan waktu anda dengan pencapaian visi peran anda. Persoalan pengaturan  waktu mulai muncul ketika anda tidak lagi menggunakan waktu anda sesuai dengan visi peran anda, sehingga membiarkan waktu berjalan tanpa arah yang jelas.

Sifat-sifat waktu

Sebelum sampai pada cara membuat rencana pekanan, kita perlu mengetahui tiga sifat waktu.

  1. Waktu tidak dapat diganti.

Waktu akan terus berjalan, tanpa ada yang dapat menghentikannya. Waktu bagaikan air yang terus mengalir menuju muara.Di mana setiap orang mempunyai muaranya masing-masing.Pada muara itulah kehidupan seseorang berakhir dan menemui ajalnya.Kita tidak tahu kapan waktu hidup kita berakhir.Namun yang jelas, setiap orang mempunyai jatah waktu bebeda-beda.Ada yang singkat, ada pula yang panjang, terrgantung jatah umur yang disediakan Tuhan kepadanya. Jatah waktu itu akan terus berlalu tanpa peduli apakh di isi dengan aktivitas yang penting atau tidak. Jika anda membiarkan waktu berjalan tanpa melakukan aktivitas yang sesuai dengan misi hidup, anda tak dapat mengganti waktu yang telah anda sia-siakan itu dengan waktu yang lain. Anda merugi karena telah membiarkan salah satu modal kehidupan anda berlalu tanpa ada hasil untuk anda dan masa depan anda. Biasanya yang timbul hanyalah penyesalan di kemudian hari.Penyesalan yang tak ada gunanya, karena waktu tak dapat di ganti oleh apapun.

  1. Waktu dapat melenakan.

Waktu berlalu tanpa terasa.Banyak orang yang merasa hidupnya amat singkat.Masa kecil yang sudah puluhan tahun ditinggalkannya terasa seperti baru kemarin.Begitu pula masa remaja dan masa dewasa terasa berlalu amat cepat.Waktu memang melenakan.Ia membuat orang lupa bahwa waktu terus berjalan menuju batasnya, dan ketika batas itu tiba tak dapat seorang pun yang dapat mengundurkannya walau sedetik. Ketika itulah mungkin kita baru menyadari bahwa waktu itu ada dan sangat berharga.Namun ini adalah kesadaran yang terlambat dan penyesalan yang taka da gunanya. Karena itu, sejak dini anda perlu menyadari  bahwa waktu dapat membuat anda terlena dan membiarkannya berlalu dengan sia-sia.

  1. Waktu adalah momen.

Waktu merupakan kesempatan yang tidak akan terulang untuk kedua kalinya. Para pakar sejarahmemperkirakan, jika para pendiri Negara Indonesia tidak memproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 agustus 1945 mungkin sampai saat inibangsa Indonesia masih dijajah.

Kehidupan setiap manusia juga terdiri dari momen-momen yang seharusnya tidak dibiarkan berlalu begitu saja.Ada orang yang menyia-nyiakan masa mudanya.Padahal masa muda adalah momen untuk belajar.Ada juga orang yang menyia-nyiakan bakatnya dengan tetap bekerja di tempat yang tidak sesuai dengan bakatnya yang sebetulnya dapat mengubah taraf hidupnya.

Orang yang mampu mengatur waktu seharusnya jeli memanfaatkan setiap momen dalam hidupnya.Ia jeli mengambil setiap peluang yang ada dan menggunakannya untuk keberhasilan hidupnya. Sebaliknya orang yang kurang mampu mengatur waktu akan sering menyia-nyiakan momen dalam hidupnya, sehingga momen tersebut terbuang percuma. Padahal ia merupakan kesempatan emas yang mungkin tidak akan terulang lagi diwaktu yang lain.

Dampak Pengaturan Waktu Yang Buruk

Pengaturan waktu Yng buruk berarti kita tidak dapat menyesuaikan waktu kita dengan misi dan visi peran kita.Ketidakmampuan menyesuaikan waktu dengan misi berarti kita menelantarkan nilai-nilai yang kita anggap penting.Sedang ketidakmampuan menyesuaikan waktu dengan visi peran berarti kita tidak memiliki tujuan hidup yg jelas.Jika itu terjadi maka waktu kita terbuang percuma. Kita tidak akan memperoleh apa-apa yang berarti dalam kehidupan ini. Padahal orang yang sukses dan berhasil adalah orang-orang yang melakukan aktivitas yang berarti dan bermanfaat untuk dirinya maupun orang lain.

Beberapa hal yang merupakan indikasi dari pengaturan waktu yang buruk tampak dari beberapa kebiasaan berikut ini.

  • Sebagian besar jadwal waktunya ditentukan oleh orang lain.

Orang yang kurang mampu mengatur waktu akan mengisi sebagian besar waktunya dengan janji dan rencana orang lain, sehingga waktu yang diatur sendiri oleh dirinya menjadi sangat berkurang, bahkan tidak ada sama sekali. Orang sperti ini hidup dengan program orang lain.Ia terjebak pada rutinitas menjemukan yang membuat ia sulit mengevaluasi apakah program dari orang lain itu sesuai atau tidak dengan misi hidupnya. Penentuan jadwal waktu oleh orang lain bias saja ditolerir jika sesuai dengan misi hidup kita.

  • Sering menghadiri acara-acara yang kurang penting

Acara yang kurang penting adalah acara yang tidak sesuai dengan misi hidup atau kurang menunjang pencapaian visi peran kita. Banyak orang yang terjebak dengan acaara yang kurang penting karena merasa tidak enak menolak ajakan orang lain atau karena tidak mampu memanfaatkan waktu luang, sehingga akhirnya waktunya dihabiskan untuk kegiatan yang tidak sesuai dengan misi hidup atau pencapaian visi peran.

  • Suka menunda-nunda pekerjaan

Dampak dari suka menunda-nunda pekerjaan adalah bertumpuknya pekerjaan pada suatu waktu, sehingga keetika deadline nya tiba, kita terburu-buru dalam mengerjakannya.Akhirnya, hasil pekerjaan itu tidak maksimal atau malah tidak selesai.Orang yang suka menunda –nunda pekerjaan biasanya karena menunggu perasaan mood (girah) lebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan. Padahal mood tidak datang sesuai kemauan kita, bahkan sering kali ia tidak muncul ketika kita inginkan. Karena itu tak perlu menunggu mood lebih dahulu sebelum melakukan pekerjaan, lakukan saja apa yang harus dilakukan. Malah seringkali mood itu datang justru ketika kita sedang melakukan suatu pkerjaan.

  • Suka melakukan pekerjaan dalam kondisi mendesak

Ada sebagian orang yang memiliki kebiasaan rampung bekerja karena dikejar deadline.Ia tidak bis bekerja kecuali dalam kondisi terdesak. Kebiasaan ini dalam jangka panjang dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Stress berkepanjangan dapat mengakibatkan berbagi penyakit jiwa dan fisik.

  • Terlalu banyak menghabiskan waktu untuk santai dan bersenang-senang

Bersantai dan bersenang-senang bukanlah suatu hal yang tabu kita lakukan. Namun jika dilakukan tanpa perencanaan, kita akan menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bersenang-senang. Akibatnya waktu kita banyak terbuang untuk suatu yang kurang bermanfaat.Biasanya ini terjadi karena balas dendam.Setelah selesai melakukan pekerjaan yang urgen dan menguras tenaga, kita lalu balas dendam denagan bersantai sepuas mungkin.Karena itu, hindari sebanyak mungkin bekerja dalam situasi urgen agar tidak balas dendam denagan bersantai sebanyak mungkin.

  • Sering merasa terlalu sibuk dan kekurangan waktu

Perasaan terlalu sibuk dan kekurangan waktu hanya akan dialami oleh mereka yang tak mampu mengatur waktunya dengan baik. Orang yang tidak mengatur waktunya tak akan tahu mana pekerjaan yang penting yang harus dilakukan dan mana pekerjaan yang tidak penting yang tidak perlu dilakukannya. Akibatnya ia akan merasa terlalu banyak yang harus dilakukannya dan tidak sebanding denagan waktu yang tersedia. Karena itu wajar jika ia merasa terlalu sibuk dan kekurangan waktu.

  • Sering merasa bersalah karena tak mampu menyelesaikan suatu pekerjaan

Sering merasa bersalah karena belum melaksanakan apa yang mesti dilakukan merupakan dampak dari pengaturan waktu yang buruk. Perasaan ini biasanya muncul dalam penyesalan.Menyesal karena tidak melakukanya dari dulu, menyesal karena terlalu banyak membuang waktu untuk kegiatan yang tidak bermanfaat, dan menyesal karena menyia-nyiakan peluang dan kesempatan.Hingga akhirnya merasa dirinya tidak banyak kemajuan atau gagal meraih cita-cita yang diharapkannya, padahal umur semakin bertambah dan jatah waktu hidup semakin berkurang.

  • Banyak masalah yang tertunda penyelesaiannya

Orang yang tidak mampu mengatur waktu akan banyak menunda pekerjaan yang mestinya di lakukan. Menunda pekerjaan pada hakikatnya menumpuk masalah,sehingga masalah semakin bertambah dan semakin sulit untuk di selesaikan.

  • Sering bingung dalam mengambil keputusan

Konsekuensi logis dari orang yang tidak mampu mengatur waktunya dengan baik adalah bingung dengan prioritas pekerjaannya.Mana yang harus lebih dulu di lakukan dan mana yang dapat di tunda. Wajar saja akhirnya dia bingung engambil keputusan, karena bagaimana ia dapat mengambil keputusa dengan baik jika menentukan prioritas pekerjaan saja sudah bingung.

  • Produktivitas berkurang atau tidak efektif

Pengaturan waktu yang buruk berdampak pada produktivitas kerja.Ini di sebabkan karena terbiasa melakukan pekerjaan dalam kondisi terburu-buru dan terdesak, sehingga hasilnya tanggung dan kurang berkualitas atau karena salah menetukan tingkat kepentingan pekerjaan itu sendiri, sehingga produktivitasnya tidak sesuai dengan yang di harapkan.

  • Sering melakukan pekerjaan secara tidak efisien

Tentu saja dampak selanjutnya dari pengaturan waktu yang buruk adalah tidak efisien dalam bekerja.Terlalu banyak sumber daya yang di habiskan dari pada hasil yang di peroleh. Salah satunya karena melakukan pekerjaan dalam kondisi terburu-buru,biasanya dalam situasi kondisi seperti itu akan banyak tenaga dan biaya yang terkuras lebih dari semestinya.

Jika indikasi diatas sering dialami beerarti anda perlu waspada.Sebab kemungkinan besar anda mengalami problem mengatur waktu (manajemen waktu). Jika anda tidak segera memperbaiki dengan cara mengatur kembali waktu anda, maka anda akan mengalami dampak dari pengaturan waktu yang buruk, seperti :

  1. Menimbulakan stress dan merasa bersalah
  2. Mangabaikan apa yang penting dan bermakna dalam hidup
  3. Selalu terburu-buru sehingga memprioritaskan jadwal dari pada hubungan.
  4. Kurang luwes dan spontan
  5. Tidak mempunyai waktu untuk pengembangan diri
  6. Terjebak pada berbagai masalah yang sebenarmya tidak perlu terjadi
  7. Tidak sukses mencapai tujuan hidup 

Matriks Manajemen Waktu

Untuk menghindari diri dari berbagai dampak pengaturan waktu yang buruk, anda perlu menjaga agar sebagian besar aktivitas anda selalu sesuai denagn misi hidup dan visi peran anda serta tidak dikerjakan dalam kondisi mendesak.

Dari matriks manajemen waktu, terlihat enam kuadran waktu.Kuadran waktu I adalah aktivitas yang mendesak dan seauai misi hidup sekaligus sesuai visi peran.Kuadran waktu II adalah aktivitas tidak mendesak dan sesuai misi hidup sekaligus sesuai visi peran.Kuadran waktu III adalah aktivitas mendesak sesuai misi hidup, tapi tidak sesuai visi peran.Kuadran waktu IV adalah aktivitas yang tidak mendesak dan sesuai misi hidup, tapi tidak sesuai visi peran.Kuadran V adalah aktivitas yang mendesak tapi tidak sesuai misi hidup sekaligus tidak sesuai dengan visi peran.Kuadran VI adalah aktivitas yang tidak mendesak dan tidak sesuai misi hidup sekaligus tidak sesuai dengan visi peran.

Cara untuk mengoptimalkan pemanfaatan waktu :

  1. Jangan menunda-nunda malakukan pekerjaan
  2. Dahulukan tindakan preventif (pencegahan) daripada tindakan kuratif (pengobatan)
  3. Hati-hati dengan waktu luang di antara dua waktu sibuk yang acapkali melenakan
  4. Sempatkan membuat perencanaan , walau sederhana
  5. Sempatkan melakukan evaluasi dan introspeksi diri.

Cara Mengisi Lembar Waktu Pekanan

Aplikasi dari matriks manajemen waktu dapat terlihat dari cara Anda melakukan aktivitas pekanan.Agar aktivitas pekanan Anda lebih banyak padaberada di kuadran II,ebagai kuadran terbaik,Anda perlu membuat rencana pekanan.Untuk itu,Anda perlumempunyai lembar waktu pekanan berikut ini.

Lembar waktu pekanan tersebut perlu diisi dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

  1.  Isi pada kolom peran Anda sesuai dengan lembar visi peran.
  2. Isi aktivitas untuk pencapaian visi peran di kolom janji.Namun jika Anda belum mengetahui waktunya secara pasti isi pada kolom prioritas Hari Ini atau prioritas Pekan Ini.Prioritas hari ini adalah hal-halyang harus anda kerjakan dalam sehari,tapi Anda belum mengetahui pasti jadwalnya.Sedangkan Prioritas Pekan Ini adalah hal-hal yang harus Anda lakukan dalam sepekan, tapi Anda belum mengetahui pasti kapan hari mengerjakannya.
  3. Pada waktu mengisi aktivitas Yng sesuai peran, nomori aktifitas tersebut dengan nomor pearan yang terdapat pada kolom peran.
  4. Sebaiknya semua peran dan aktivitasnya dalam Lambar Waktu Pekanan. Namun jumlah aktivitasnya blum tentu sama, Biasanya peran –peran  utama akn dapat waktu yang lebih banyak dari pada peran pembantu. Misalnya, peran sebagai karywan jumlah waktunya akan lebih banyak dari pada peran sebagai masyarakt
  5. Untuk mengajar agar anda dapat memenuhi berbagai tugas dan tsnggung jawab, idealnya setiap peran ada aktivitasnya, dalam Lembar Waktu Pekanan. Jika ada peran yang tidak ada aktivitasnya dalam Lembar waktu Pekanan hal itu hanya dapat di telorir untuk sementara. Upayakan agar dalam Lembar Waktu Pekanan pecan selanjutnya peran tersebut ada aktivitasnya. Toleransi untuk tidak melaksanakansuatu peran dalm sepekan adlah relative. Jika hal itu termasuk peran utama maka tidak boleh terlalu lama. Jika termasuk peran pembantu maka tergantung dari sejuah mana tuntunan terhadap peran tersebut. Namun hindari ada peran yang sama sekalitidak ada aktivititasnya selama jangka waktu pencapain visi peran.
  6. Upaya agar Lembar Waktu Pekanan Anda tidak seluruhnya terisi dengan aktivitas. Beri ruang kosong antara satu aktivitas dengan aktivitas lainya. Hal itu menjaga kemungkinan adnaya aktivitas kuadran IV (aktivitas berdasarkan peluang, aktivitas pengembangan diri dan membina hubungan)
  7. Aktivita pada Lembar Waktu Pekananharus lebih banyak aktivitas Kuadran II, bukan kuadran lainya. Jika anda terpaksa membuat janji untuk aktivitas kuadran lainya batasi agar tidak terlalu banyak.
  8. Lembar Waktu Pekanan sebaiknya diisi tiap pekan (hari yang di anjurkan adlah hari ahad malam atau hari senin pagi). Evaluasi Lembar Waktu Pekananuntuk pekan lalu. Evalaluasi, mana yang telah di kerjakan, dan mana yang belum. Jika belum, avaluasi apa sebabnya. Kemudioan isi Lembar Waktu Pekananuntuk pekan ini berdasarkan avaluasi pekan lalu. Biasanya waktu yang di butuhkan untuk mengisi Lembar Waktu Peknan hanya 15-30 menit. Luangkan Waktu Anda untuk mengisinya. Karena hal itu akan mengaruhkan Anda Pada pencapain visi peran peran secara beralangsung

Renungan : 3 Sifat Waktu

  • Tidak Dapat Diganti
  • Dapat Melenakan
  • Dia Adalah Momen

 

Apakah Anda Sudah Memiliki Waktu Yang Bermakna?

MEMBUAT RENCANA HARIAN

            “Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin,mka ia celaka.Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin,maka ia merugi.Dan barang siapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin,maka ia beruntung” (Al-hadis)

Membiarkan hari-harinya berlalu bagai A ir yangmengalir.Ia tidak mempunyai rencana tentang

apa yang akan dikerja kan hari ini.Ia bekerja berdasarkan mood dan kesenangan,bukan berdasarkan misi dan pencapaian visi peran.Ia sering menunda-nunda pekerjaan.Dampaknya,pekerjaanya menjadi menumpuk pada suatu waktu.Iamenjadi sibuk pada suatu peran dan mengabaikan peran yang laianya.

Ahirnya,ada kekecewaan dan stress berkepanjangan dalam hidupnya.Hanya penyesalan lah yang akan diraih,bukan keberhasilan.

Menghilangkan Kebiasaan Menunda Pekerjaan

Menunda pekerjaan sudah menjadi ciri yang universal, sampai-sampai ada sebuah organisasi Penundaan Internasional yang anggotanya mempunyai rencana untuk menyelenggarakan pertemanan, tetapi sampai sekarang belum pernah terlaksana karena teus ditunda.

Memunda pekerjaan berarti tidak melaksanakan pekerjaan atau tidak menuntaskan pekerjaan yang seharusnya anda kerjakan pada saat itu juga. Penundaan akan menjadi masalah yang besar bila anda mengabaikan atau menunda pelaksanaan hal-hal yang sebenarnya penting bagi diri anda sendiri.

Sudah banyak contoh tentang akhir buruk yang timbul karena kita sering terlena oleh keasyikan menuruti kata hati untuk selalu menunda-nunda pekerjaan.Ini adalah penghambat kesuksesan dan efektivitas hidup.

Salah satu akibat menunda pekerjaan adalah menyia-nyiakan waktu sekarang yang tak mungkin kembali lagi. Dale Carnegie pernah berkata “ salah satu hal yang paling tragis yang saya ketahui mengenai sifat manusia adalah bahwa kita semua cenderung menyia-nyiakan waktu sepanjang kehidupan ini. Kita sering kali hanyut memimpikan taman bunga mawar surgawi diatas cakrawala sana, dan bukannya menikmati keindahan bunga mawar yang sedang berkembang diluar jendela kamar pada pagi hari ini.”

Agaknya ini merupakan kerugian terbesar yang kita alami akibat penundaan.Karena hari ini satu-satunya waktu yang kita miliki. Semua pembicaraan, harapan dan keinginan dimasa depan tidak lebih dari omong kosong jika kita tidak segera memanfaatkan masa sekarang dengan sebaik-baiknya.

Kerugian lain dari menunda pekerjaan adalah meningkatnya rasa bersalah dan frustasi karena pekerjaan semakin menumpuk dan keinginan tidak tercapai. Apabila anda ingin membuat pekerjaan yang ringan menjadi pekerjaan yang berat, tunda saja pelaksanaan pekerjaan itu (Ohlin Milter).Karir juga tak kunjung maju, hidup menjadi penuh dengan ketidakpastian, hubungan personal menjadi kurang serasi, dan terjadi keletihan kronis karena kesibukan tak berkesudahan yang dapat berakibat pada gangguan fisik dan jiwa.

Untuk tidak membiasakan diri menunda-nunda pekerjaan, ada beberapa kiat yang dapat membantu umtuk mengatasi kebiasaan buruk tersebut :

  1. Sadari dan akuilah bahwa penundaan merupakan suatu cara hidup yang tidak ada manfaatnya, bahkan banyak merugikan kita. Dengan menunda pekerjaan, maka emosi anda akan selalu tegang.
  2. Salah satu sebab menunda-nunda pekerjaan karena anggapan sulitnya pkerjaan tersebut. Karena itu pecahlah pekerjaan yang tampaknya terlalu berat menjadi pekerjaan kecil. Hanry Ford suatu ketika berkata “ tidak ada pekerjaan yang terlalu sulit bila hal tersebut dibagi menjadi beberapa bagian pekerjaan kecil.”
  3. Hadapilah tugas-tugas yang tidak menyenangkan secara sungguh-sungguh. Jika memungkinkan berikan waktu sedikit misalnya lima atau sepuluh menit, tetapi secara secara berkala. Kemudian laksanakan tugas saat itu juga dan berhentilah apabila waktunya habis. Sehari sepenuhnya bahwa jika anda tidak melakukan saat itu juga maka anda akan menggabungkan beban pekerjaan sekarang dengan beban pekerjaan mendatang yang semakin lama semakin memberatkan dan tidak menyenangkan.
  4.  Lakukan pekerjaan yang memerlukan gerakan fisik pada saat awal memulai pekerjaan. Kadang-kadang diperlukan sedikit gerakan fisik untuk membangkitkan semangat dalam rangka melaksanakan tugas penting. Jika anda ingin membuat laporan, ambillah sehelai kertas dan susun daftar pokok pokiran, sekarang juga. Apakah ada kesalahpahaman yang perlu diselesaikan secara tuntas dengan seorang relasi?
  5. Catatlah hal-hal yang menyenangkan yang akan terjadi bila anda melaksanakan suatu pekerjaan. Cata juga segala macam kerugia yang timbul jika anda terus menunda pekerjaan.
  6. Buatlah perjanjia dengan orang lain atau ceritakanlah apa yang anda akan lakukan kepada orang lain. Teknik ini akan memacu kita untuk menepati jadwal waktu menyelesaikan pekerjaan karena adanya perasaan malu jika tidak selesai.
  7. Berikan hadiah untuk diri anda sendiri bila anda berhasil menyelesaikan pekerjaan. Sebaliknya berikan hukuman apabila gagal.
  8.  Bersikaplah tegas dan milikilah keberanian untuk bertindak. Keberanian adalah kemampuan untuk bertindak pada saat anda merasa takut melakukan sesuatu. Ali Bin Abi Thalib berkata “ketakutan yang kita bayangkan biasanya lebih besar dari pada kejadian yang sebenarnya.” Menunda-nunda bertindak akan membuat bayangan kegagalan semakin lama semakin besar. Karen aitu, bertindaklah sekarang juga agar bayangan kegagalan tidak mengahntui anda.
  9.  Janganlah terlalu mudah merasa bosan. Ambil jalan lain untuk menuju kantor, agar anda tidak jenuh. Adakan makan siang direstauran yang berbeda. Baca buku yang berbeda. Dunia ini sungguh beragam, tetapi waktu untuk menikmatinya terlalu sedikit.
  10. Sering-seringlah bertanya pada diri sendiri “bagaimana saya dapat memanfaatkan waktu dan tenaga dengan sebaik-baiknya sekarang ini juga.
  11. Akhirnya, ajukan pertanyaan ini kepada diri sendiri setiap pagi “masalah terbesar apakah yang akan saya hadapi sekarang, dan apa yang harus saya lakukan untuk mengatasinya hari juga?”

Langkah Melakukan Rencana Harian

Setelah mengisi lembar waktu pekanan, maka perlu membuat rencana harian.Rencana harian adalah pencapaian dari hari kehari visi peran anda.Ia merupakan langkah-langkah kecil tanpa penundaan menuju terwujudnya misi dan visi besar anda.

Rencana harian sebenarnya sudah tercermin dalam lembar wakltu pekanan. Namun belum detail dan masih ada kemungkinan terjadinya perubahan. Karena itu, lembar waktu pekanan perlu dijabarkan lebih lanjut dalam rencana harian.

Beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam membuat Lembar Waktu Harian adalah :

  1. Dengan mengacu pada lembar waktu pekanan, jabarkan lebih lanjut apa yang akan anda kerjakan hari ini.
  2. Tulis perkiraan waktu untuk mengerjakannya. Perkiraan waktu secara maksimal, bukan minimal. Misalnya, jika anda pergi ketempat klien, masukkan juga lama waktu berangkat dan pulang dan ri tempat klien, bukan hanya waktu berapa lama anda bertemu klien.
  3. Urutkan pekerjaan pada hari ini dengan cara memberi nomor urut. Kemudian kategori kan aktivitas anda berdasarkan kuadran matriks Manajemen Waktu.
  4. Jika masih ada waktu luang dalam Lembar Waktu Harian anda, biarkan itu kososng untuk memberi peluang melakukan aktivitas mendadak dan spontan.atau bias juga anda mengisinya dengan rencana aktivitas kuadran IV.
  5. Isi Lembar Waktu Harian anda setiap hari. Evaluasi Lembar Waktu Harian setiap hari. Evaluasi mana yang berhasil dikerjakan dan mana yang luput dikerjakan. Eavaluasi mengapa anda luput menegrjakannya. Kemudian isi Lembar Waktu Harian untuk hari esok berdasarkan evaluasi hari kemarin. Biasanya waktu yang dibutuhkan untuk mengisi LWH hanya 10 menit. Luangkan waktu anda untuk mengisinya. Karena hal itu akan mengarahkan anda kepadapencapaian visi peran anda secara berangsur-angsur.

Renungan

5 langkah menyusun rencana harian

  1. Jabarkan apa yang akan anda kerjakan hari ini
  2. Tulis perkiraan waktu untuk mengerjakannya
  3. Urutkan pekerjaan anda setiap hari dengan cara memberi nomor urut
  4. Biarkan waktu luang dalam lembar waktu harian anda untuk memberi peluang melakukan aktivitas mendadak dan spontan.

KESIMPULAN

Selamat! Anda telah membaca buku ini.Mudah-muadahan buku ini memberikan sumbangsih bagi perubahan hidup anda di masa mendatang. Dalam buku ini, anda telah belajar tentang cara mencapai kesuksesan dengan meraihnya sedikit demi sedikit. Anda telah belajar tentang caramengatur waktu sebagai modal utama untuk sukses. Anda telah mengetahui cara membuat misi, peran, visi peran, rencana pekanan, dan rencana harian sebagai langkah mengatur waktu yang efektif. Sekarang tinggal bagaimana anda merealisasikan apa yang terdapat dibuku ini. Mungkin pada tahap awal anda mengalami kesulitan dan canggungan untuk merealisasikan apa yang terdapat dalam buku ini. Tapi percayalah! Hal ini merupakan sesuatu yang wajar ketika anda melakukannya pertama kali. Ada pepatah mengatakan “mudah karena terbiasa.” Jika anda terbiasa melakukan apa yang terdapat dalam buku ini. Anda akan menjadi mudah melakukannya. Bahkan bias menjadi suatu karakter baru yang terus melekat sepanjang hidup anda. Lakukanlah secara konsisten apa yang dapat dalam buku ini.

Sumber : Judul buku Satria Hadi Lubis, MM, MBA. Breaking the Time, Pro You (kelompok Pro U Media), Yogyakarta,2010.

 

MANAJEMEN ALHAMDULILLAH


Meraih sukses kehidupan dunia akhirat

Hakikat sukses

Sukses. Kata yang begitu akrab di telinga kita. Sebagai luapan atas kelahiran anak, kita sering mendengar oran mengatakan ”Alhamdulillah, anak saya lahir dengan sukses”, beranjak balita ucapan ini sering terlontar, “Alhamdulillah anak saya sukses diterima di TK itu”, dan seterusnya. Termasuk ketika sukses mendapatkan pekerjaan diperusahaan yang besar, ataupun ketika sukses membangun rumah dan mendapatkan mobil mewah.

Esensi kehidupan dibangun diatas definisi sukses yang sering kali berbasis pada  materi semata. Kesuksesan materi menjadi standar hidup kebanyakan manusia. Padahal, kesuksesan material akan berbahaya bagi seorang jika dibarengi dengan terjangkitnya penyakit jiwa yanbg bernama kesombongan. Biasanya penyakit kesombongan menempel dengan materialisme. Dan hampir semua manusia tak lepas dari penyakit kesombongan ini, kecuali hamba-hamba yang diselamatkan Alla.

Itulah gambaran sukses yang berkembang ditengah-tengah masyarakat saat ini. Persis seperti yang dialami pada zaman jahiliah saat Muhammad Saw. diutus menjadi rosul Saw. lebih dari 14 abad yang lalu. Ketika itu, sukses dikait-kaitkan dengan pencapaian dunia matei, seperti kemampuan bersyair, keturunan, suku, harta, takhta, dan wanita, tanpa ada sistem fitri yang mengaturnya. Semua cenderung berlandaskan hawa nafsu, bukan kecerdasan spiritual, emosional, dan intelektual yang memadai. Itulah suskses yang dibungkus dengan kebanggan semu.

Suskses dalam pandangan Al-Qur’an bisa terlihat dari spirit ayat-ayat tesebut:

Wahai orang-orang yang beriman! Maukah kutunjukkan kalian pada suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kalian pada azab yang pedih?. Yaitu kamu beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya dan berjihad dijalan Alloh dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahuinya. (QS. Al-Shaff : 10-11)

Ini adalah suatu haru yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran (iman) mereka. Bagi meraka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai. Mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Alloh ridho terhadapnya. Itulah kesuksesan yang paling besar. (QS. Al-Maidah : 119)

Brdasarkan wahyu dari segala sumber informasi, yakni Allah Swt., makna atau definisi sukses dari seorang anak manusia bukan hanya diukur dari pencapaian berbagai materi, pangkat dan kedudukan di dunia. Akan tetapi, sejauh mana ia berhasil manjalankan misi ibadah, dan visi kekhalifahan yang telah ditentukan olehTuhan.

Materi dengan segala fasilitas hidup yang diciptakan Allah Swt., didunia ini hanyalah sarana untuk merealisasakian misi ibadah dan visi khalifah, bukan sebagai tujuan hidup. Tujuan hidup didunia yang fana ini adalah kejhidupan abadi diakhirat kelak. Disanalah ditentukan manusia sukses atau tidak. Saat Allah Swt., menganugerahkan kepadanya surga dan terhindar dari neraka, itulah kesuksesan sesungguhnya, yaitu kesuksesan tanpa batas.

Pimpin Keyakinan Dengan Prinsip

Sukses atau kesuksesan itu berkaitan juga dengan keyakinan kita. Keyakinan (faith) adalah seperangkat prinsip dan nilai yang sekaligus menjadi misi suci hidup kita. Dan agar lebih optimalmembantu kita meraih sukses masa sekarangdan yang akan datang, tentunya kita harus memipin dan mengarahkan keyakina itu dengan psinsip. Yang dimaksud dengan prinsip dalam konteks ini bukan sebatas teori pemikiran, melainkan narasi nyata dari optimisme kita sebagai manusia. Segala sesuatu memang harus dimulai dari dan dengan keyakinan. Keyakinan akan memberikan kekuatan dalam kehidupan kita. Karena itu, ada 3 prinsip yang harus anda yakini. Yakni, yaitu prinsip manusia, prinsip alam, dan prinsip Tuhan.

Prinsip manusia akan mengajak memahami pilihan-pilihan dan membantu mengarahkan hidup kita untuk meraih sukses jangka panjang.

Prinsip alam akan mengajak kita melihat bagaimana bekerja dan memanfaatkan hukum alam yang ada untuk senantiasa menghadirkan keberuntungan dalam hidup. Alam memiliki seperangkat hukum yang mengikat makhluk di dalamnya. Hukum kekekalam enegi menjamin bahwa tidak ada energi di dunia ini yang sia-sia. Kita akan mendapat hasil yang sama dengan usaha yang kita lakukan.

Adapun dalam prinsip Tuhan, kita akan diajak kaitan erat antara Tuhan dan makhluk-Nya serta bagaimana bisa mengakses energi Tuhan untuk memperoleh kekuatan tanpa batas, sehingga kita menjadi orang yang berprestasi dan memiliki kebermanfaatan yang tinggi bagi lingkungan kita.

Ketiga prinsip keyakinan tadi pada gilirannya akan memberikan motivasi pada dirikita untuk bisa lebih berkembang. Bahkan spirit tiga prinsip keyakinan tadi akan terus menjadi jaminan terhadap kebersehajaan mental dan sosial kita. Dengan keyakinan yang rasional dan berkualitas, seluruh aktifitas hidup kita akan menjadi inspirasi terbaik bagi lingkungan kita. Itulah kerja yang sungguh-sungguh. Dan Al-Qur’an telah menegaskan bahwa siapa saja yang bekerja dengan penuh keyakinan (keusngguhan), maka ia akan bertemu dengan Tuhannya.

Prinsip Becermin untuk Manajemen Diri

Manusia sebagai makhluk Allah Swt., yang ditakdirkan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini dibekali keunikan-keunikan dibanding dengan makhluk lainnya. Karea itu, pengetahuan akan diri merupakan sesuatu yang wajib dilakukan oleh manusia untuk mengembangkan kapasitas dirinya didalam kehidupan ini.

Dalam konteks etika sosial, misalnya, pengetahuan akan diri sesuatu yang sangat dibutuhkan. Kalau kita sakit ketika dipukul, jangan memukul orang lain. Kalau kita tidak suka dikhianati, jangan mengkhianati orang lain.

Begitulah pelajaran akan diri sendiri menjadi sangat penting dalam hidup dan kehidupan ini. Diri mita adalah cermin bai orang lainm, begitu juga sebaliknya. Tengggang rasa, empati, dan merasakan penderitaan orang lain merupakan bukti bahwa kesadaran diri kita semakin meluas. Sesama muslim, bahkan sesama manusia adalah ibarat satu tubuh. Ketika yang lain sakit, tentunya kitapun merasakannya.

Para CEO perusahaan-perusahaan besar, baik lokal maupun multinasional, merupakan orang yang selalu berusaha mengenal dirinya. Sekali dia lupa dirinya, maka tak lama lagi kariernya akan tenggelam. Mereka mengoptimalkan potensi yang ada dalam dirinya, baik potensi yang berasal dari tubuh, akal, maupun jiwanya.

Proses pembacaan diri harus dilakukan dalam kerangka untuk pencapaian masa depan yang sukses. Pembacaan diri harus dilakukan sebelum menentukan visi yang akan diraih, sehingga impian yang ada bukan sekedar angan-angan kosong, melainkan berpijak pada kemampuan diri yang bisa terus dikembangkan.

Minimal ada dua tahapan dalam proses pembacaan diri. Pertama: membaca diri sebelum menentukan target dan impian yang akan dicapai. Kedua: membaca diri ketika sedang menjalani proses pencapaian taget itu sendiri.

Self Leadership Berbasis Quranic Spiritual Commitment

Membangun budaya kepemimpinan berbasis spiritualitas Al-Qur’an, setidaknya bisa ditransformasikan melalui semangat ayat-ayat berikut:

Sesungguhnya orang-orang yang (1) membaca kitab Allah, (2) mendirikan sholat, (3) menfkahkan dari sebagian yang telah kami rizqikan kepada mereka, baik secara sembunyi atau terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan pernah merugi. (QS. Al-Fathir [35]:29).

Spirit ayat ini akan malendasi kualita kerja-kerja sosial dalam kehidupan.Semangat ayat ini menjadi bukti bahwa manusia memang bukan makhluk yang hanya memperkuat nialai vertikalitasnya, tetapi ia juga harus mampu melejitkan niali horizontalnya. Sebab mengingkari syukur kepada manusia, menurut agama adalah ingkar juga kepada Tuhannya.

 

Gambar berikut ini sebagai salah satu upaya melukiskan kaitan dasar spiritualitas dalam kehidupan.

 

Self Leadership

Membaca Kitab Allah                                                  Self Development        

Mendirikan Sholat                                                              Self Conciousness

Menafkahkan Sebagian Rizqi Allah                               Self Contribution

 

 Membaca Kitab Allah

Membaca kitab Allah Swt., merupakan aktifitas yang bukan sekedar memahami makna lahir dari teks-teks yang ada. Kitab Allah Swt., baik yang tertulis (ayat-ayat qauliyyah)  maupun yang berupa ayat semesta (kauniyyah) harus kita kaji dan dalami untuk proses kehidupan. Pembacaan atas kitab Allah Swt., menjadi sangat wajib karena disanalah lautan ilmu bisa kita dapatkan. Kita bisa merenungkan bahwa didalam kitab-Nya semua peroslan sudah tercakup.

Mendirikan Sholat

Setelah kita membaca kitab Allah Swt., perintah yang selanjutnya adalah mendirikan sholat. Mendirikan sholat mempunyai makna filosofis bahwa ia bukan ritual belaka, melainkan bagaimana sholat bisa terimplementasikan nilai-nilainya dalam kehidupan dalam keseharian.

Sholat merupakan latihan diri untuk terus menerus mengasah jiwa dan ruh kita agar bersih terang benderang, sehingga bisa tersingkap bahwa diri kita yang sebenarnya adalah makhluk spiritual. Makna kesadaran terdalam mendirikan sholat inilah yang saya sebut dalam gambar tadi sebagai proses self conciousness (kesadaran diri)

Menafkahkan Sebagian Rizqi Allah Swt.

Perintah ketiga adalah menafkahkan sebagian rizqi Allah Swt., kita harus sadar bahwa pada hakikatnya, kekayaan dan rizqi Allah Swt., yang dikaruniakan kepada kita dalah milik Dia semata. Allah menitipkannya agar kita sebarkan kepada mereka yang berhak. Karenanya, proses yang ketiga ini saya sebut sebagai self contribution (kontribusi diri).

Panduan Manajemen Alhamdulillah

Strategi 1: Self Conciousness

Menjadi Manusia Berkesadaran: Ulul Albab

Salah satu ungkapan Al-Qur’an berkaitan dengan karaker manusia yang paling menggambarkan sinergi antara kompetensi dan akhlak terpuji adalah Karakter Ulul Albab. Karakter ini sama sekali tidak dilekatkan oleh Al-Qur’an kepada makhluk selain manusia, karena ia merupakan karakter khas khlaifah Tuhan dimuka bumi. Firman Allah Swt., seungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal (ulil albab) (yaitu) orang-oranbg yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Mahasuci Engkau, maka peliharakanlah kami dari siksa neraka” (QS. Ali Imran [3]: 190-191).

Dari ayat ini jelaslah bahwa Ulul Albab adalah orang-orang yang senantiasa mengingat Tuhan dalam keadaan apapun, baik ketika senang maupun susah.selain itu, mereka juga senantiasa negoptimalkan akal budinya untuk mengamati, memikirkan, dan menelaah alam semesta ciptaan Tuhan, serta mampu memahami bahwa alam semesta itu tidak acak-acakan, tetapi teratur sesuai Sunnatullah. Gambaran ini menunjukan bahwa Ulul Albab adalah pribadi-pribadi yang mendapatkan dua karunia sekaligus, yaitu kecerdasan  dan keimanan atau karunia pikir dan karunia zikir.

Dalam tataran psikologi modern, Ulul Albab adalah pribadi-pribadi beriman yang mampu memfungsikan secara optimal potensi-potensi rasional (IQ), emosional (SQ). Mereka tidak saja mamou bersikap dan berpikir empiris, tetapi juga transendental serta mampu mewujudkan sebaik-baiknya hubungan dengan Tuhan hablun min Allah), hubungan antar pribadi (hablum min al-nas) termasuk hubungan dengan diri sendiri serta kepada alam sekitar.

Tidak Ada Kebetulan

Dalam sehari-hari kita sering kali menjumpai atau mengalami berbagai peristiwa yang seolah-olah itu merupakan sebuah kebetulan. Misalkan, tiba-tiba dalam perjalanan dinas kita bertemu dengan sahabat lama yan bertahun-tahun tidak ketemu, atau mendadak mendapat promosi jabatan tertentu tanpa disangka-sangka sebelumnya.

Kalau kita menyadari kebesaran dang keagungan-Nya, sebenarnya peristiwa-peristiwa yang seolah-olah kebetulan tersebut sejatinya “bukan kebetulan”. Kita harus mengimani bahwa hal itu memang skenario besar Tuhan dalam kehidupan ini. Sesungguhnya  Allah itu Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Persoalan yang mengemuka adalah pesoalan-pesoalann yang muncul secara “kebetulan” itu membuat kita merasa tidak nyata. Ketika seperti inilah kita perlu mengedepankan 2 hal secara instan: ikhlas dan berbaik sangka. Melalui komitmen keikhlasan, kita akan lapang dada dan berprasangka baik kepada Allah atas apa yang terjadi dan kita alami. Sebab, Allah pasti Mahatahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya.

Kalau sudah sampai pada tahap ikhlas, kita tidak akan menganggap semua peristiwa sebagai sebuah kebetulan. Semua adalah rencana Allah untuk hamba-hamba-Nya yang sadar, dan semua merupakan pesan Allah yang harus kita baca.

Ketika hati telah terbuka, boleh jadi peristiwa-peristiwa yang kita sebut sebagai kebetulan itu justru jawaban dari isyarat Allah. Pada tahap inilah kita akan berkata dengan sepenuh kesadaran, sebagaimana ungkapan Al-Qur’an: “Robbana maa kholaqta haadzaa baathilaa” Wahai Allah, tidak ada ciptaan-Mu yang sia-sia.

Rasa Berlimpah

Kemampuan atau kapasitas mental yang diaktualisasikan secara optimal akan menghasilkan kebiasaan berpikir “menang, menang, dan menang” dalam menjalin hubungan dengan orang lain. “Menang” disni tidak dapat diartikan sebagai perilaku gampang menyikat dan mengalahkan orang lain dengan seenaknya. Istilah menang ini berorientasi pada aktualisasi sikap positif dan empatik dalam diri ketika bersentuhan langsung dengan apa yang ada diluar diri kita, termasuk kerabat dan mitra kerja. Itulah yang dimaksud dengan mentalitas berlimpah (sense of abudance).

Pibadi yang memiliki rasa berlimpah akan melihat setiap kejadian sebagai peluang untuk memperbaiki diri. Sering kali, dalam pekerjaan,kita mendapat sumber daya yang terbatas. Mentalitas berlipah akan berkatan, “Alhamdulillah, anggaran terbatas, waktu mendesak, berarti kita harus lebih kreatif”. Atau, ketika menghadapi bos yang sulit, pribadi berlimpah akan menyikapi dengan perkataan, “Alhamdulillah ini kesempatan untuk belajar sabar dan mengasah keterampilan menjual”. Pribadi berlimpah hanya memiliki energi positif dan tidak ada tempat untuk energi negatif mengelih dan menyalahkan. Mentalitas berlimpah seperti itu akan menghasilkan karakter kepribadian berprinsip.

Memilih Respons Terbaik

Kita harus memilih sikap kita. Sikap terbaiklah yang harus kita pilih. Yakni, bagaimana kita selalu menjadikan pengalaman dan pengetahuan hidup untuk terus menerus memperbaiki kualitas diri kita. Inlah yabng mengantarkan kita menjadi pribadi yang unggul. Tidak pernah berkelu kesah pada diri sendiri, orang lain, atau bahka kepada Allah Swt. sekalipun kesalahan, kegagalan, penderitaan dan sejenisnya senantias ditempatkan sebagai ujian mengasah ketajaman hati dan kebesaran jiwa dalam memaksimalkan dinamika hidup.

Sikap kita mencerminkan bagaimana pola pikir dan kesadaran yang kita miliki. Dengan mengembil sikap yang terbaik dala hidup kesadaran dan pengetahuan kitapun akan memperoleh umpan balik berupa hkmah yang terus berlimpah dalam kehidupan ini.

Bersandar Hanya Kepada Allah

Ketika manusia dikaruniai akal dan hati, tentu akan sampai pada suat kesimpulan bahwa diri kita ini sebenarnya fana. Sebagai makhluk yang fana tentunya kita akan tetap bergantung kepada Tuhan Yang Mahakekal, bukan bergantung kepada orang lain. Kita harus selalu menyandarkan diri kepada Allah Swt., karena kita bukan apa-apa ditengah-tengah hamparan semesta yang luas ini. Kita tak lebuh percikan kecil dari potensi yang Allah hidangkan di muka bumi.

Ketika kita bersandar secara total kepada-Nya, maka Dia yang akan menggerakan seluruh kehidupan kita. Inilah salah satu kunci sukses manusia baik untuk kehidupan di dunia maupun untuk kehidupan di akhirat kelak.

Memungut  Hikah Dari Semua Peristiwa

Ketika kita menyadari bahwa setiap peristiwa yang datang kepada kita asalnya dari Allah Swt., dan akan kembali kepadaNya, hati ini sebenarnya menjadi lapang. Kita tidak mempunyai beban apapun, karena kjita sadar bahwa setiap peristiwa mengandung hikmah didalamnya. Bukan peristiwa yang mengubah seseorang , melainkan orang tersebut yang mengubah dirinya dengan mengambil suatu pelajaran dari kejadian itu.

Benar hal itu sering kali kita praktikan, tetapi kita harus terus belajar untuk bisa berma’rifat kepada Allah sehingga segala sesuatu bisa kita jalani dengan suka cita. Setiap detik kita dilimpahi hkmah. Ilmupun kita bertambah. Dan ketika kita mengeluh atas setiap paristiwa yang dialami, kita sendirilah yang menghijab datangnya hikmah yang sebenarnya berlimpah ruah dalam kehidupan ini.

Strategi 2: Self-Development (pengembangan Diri)

Be Proactive: Sebagai Agen dan Aktor Perubahan

Pribadi unggul adalah orang yang terus menerus mengambil peran dalam setiap kesempatan dimanapun dan apapun posisinya. Ia bukanlah objek yang terombang – ambing gelombang perubahan yang terjadi di lingkungannya. Ia mampu menjadi subjek perubahan.

Dalam lingkungan kelompoknyam, ia  mampu bergerak sebagai inisiator: agen dan aktor perubahan. Ia juga proaktif didalam meberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang ada. Ia aktif sebagai pemecah masalah (problem solver), bukan malah menjadi sumber masalah (problem makera). Inilah bukti bahwa adanya kualitas pengembangan diri dalam kehidupan seseorang.

4K: Komitmen, Kompeten, Konsisten, dan Konsekuen

Ketika seseorang ingin sukses dalam pengembangan dirinya, baik dalam persoalan bisnis ataupun lainnya, ia harus menjalankan 4K ini.

  1. Komitmen mengandung pengertian bahwa bisnis (misalnya) bukan haya dipertanggungjawabkan pengelolaannya, namun juga harus mempertanggungjawabkan.
  2. Kompeten seseorang harus mempunyai kemampuan dan keunggulan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang sedang ia geluti.
  3. Konsisten seseorang harus fokus terhadap bidang pekerjaan yang sedang digarapnya.
  4. Konsekuen dalam setiap pekerjaan kita harus siap dengan resiko yang nantinya akan kita temui baik dalam kondisi menguntungkan mauoun kondisi merugikan.

Menjadi Pendaki : Ikhtiar Tanpa Henti

Pendakian sebuah tujuan merupakan ikhtiar yang tiada henti dalam berbagai persoalan kehidupan. Mereka yang bermental pendaki akan selalu menjadikan segala rintangannya sebagai pendorong untuk mencapai kesuksesan dalam segala hal, terutama tujuan dan cita-citanya.

Proses pendakian memang akan dikacaukan oleh berbagai jalan penyelesaian yang beragam. Tapi percayalah, ketika sudah mantap dan teguh dan mantap dalam usaha mencapai visi, kita akan lebih fokus dalam memilih jalan mana yang bisa menghantarkan pencapaian cita-cita itu dengan benar.

Strategi 3 : Self-Contribution

Manusia Bernilai Tambah

Kalau kita renungkan secara mendalam, Tuhan yang Maha Pengasih berkehendak baik bagi kita. Semua bergantung kepada kita untuk meraih dan menikmatinya atau hanya berhenrti ditengah jalan. Seorang yang sukses adalah kalau ia berhasil membawa nilai tambah bagi dirinya sendiri dan juga berhasil membawa niali tambah bagi lingkungannya. Sebagai makhluk sosial, manusia selalu berhubungan dengan manusia lainnya, dengan makhluk hidup lainnya, bahkan dengan benda mati sekalipun.

Mereka yang sukses dan signifikan, adalah orang-orang yang pandai dan cerdas dalam memnfaatkan lingkungan secara fokus. Prinsip dasar hidup mereka adalah bersosialisasi membangun jejaring.

Team Player & Solution Finder

Kita tidak bisa menganggap bahwa suksesnya sebuah pekerjaan adalah hasilkerja keras kita sendiri. Semua pihak mempunya andil, berapapun kecilnya, sesuai dengan bidang yang ditanganinya masing-masing. Dalam sebuah tim kerja, pribadi yang selalu berpikir sukses tim dan bukan sukses dirinya sendiri, akan semakin meningkat nilai dirinya dimata anggota tim atau anggota lainnya, begitu pula sebaliknya.

Karena itu, dalam bekerja untuk mencapai hasil kita adalah sebuah tim. Dalam sebuah tim tentunya diperluakan solideritas, rasa hormat, dan kerja sama diantara para anggotanya. Solideritas diantara anggota tim akan memberiak jalan yang lebih mulus bagi tercapainya sebuah tujuan.

Dalam sebuah tim pula, kita semestinya menjaditeam player, yaitu aktor, dan kontributor keberhasilan tim sesuai peran dan tangung jawab kita. Pada saat yang sama juga bisa memberikan dan menemukan penyelesai solusi bagi masalaha anggota tim lainnya. Penyelesai solusi adalah orang yang berikhtiar mencari solusi dari sumber manapun, tidak semata-mata dari dirinya, selama bisa menjadi jawaban terbaik bagi persoalan anggota dan timnya.

Logis Tapi Empati

Dalam upaya pencapaian tujuan, hal yang perlu dilakukan juga adalah kita bersikap logis. Maksudnya, dalam membuat rencana kerja atau tahapan-tahapan pencapaian tujuan dilakuakan dengan menggunakan logika sehat, sehingga semua hal tersebut bisa kita kontrol dalam prosesnya. Selain dengan logis, disisi lain kita harus berrempati dengan pihak lain, atau juga bawahan kita. Sebab, yang kita hadap bukan mesin yang tidak mempunyai perasaan, melainkan orang-orang yang mempunyai perasaan.

Logis tetapi juga empati merupakan sebuah langkah yang bijak dalam bersikap. Jadi, kita tetap bersikap logis tanpa harus bersikap cuek terhadap lingkungan kita. Intinya, kita tifdak bisa mengunakan kaca mata kuda. Dalam setiuap tindakan kita yang logis haruslah menjaga kesantunan, menyenangkan, membangun rasa hormat, dan menjadi solusi bagi pelanggan, bawahan, atau rekan kerja kita.

Mnejadi Manusia Yang Signifikan

Manusia signifikan adalah manusia yang merasa sukses dan beruntung kalau membuat orang lain sukses. Mereka dalah orang-orang besar (great people) dan mulia. Orang-orang besar adalah mereka yang bersedia berkorban dan menunda kepentingan diri sendiri untuk kepentingan orang banyak. Sukses kita hari ini sesungguhnya adalah sukses perjuangan dan pengorbanan orangtua kita,vserta orang-orang jyabng membantu di sekitar kita.

Pemimpin yang signifikan adalah pemimpin yang dapat melahirkan kader-kader pengganti yang lebih baik dari dirinya. Tidak ada jalan pintas bagi manusia signifikan. Kebesaran dan kemuliaan bukan pemberian, tetapi buah atau hasil dari proses perjalanan yang teguh dan konsisten untuk memberi manfaat dan energi positif dimanapun dia berada.

PENUTUPAN

Menyikapi Setiap Kejadian dengan Bijak

Sikap terbaik yang harus kita lakukan adalah tetap berprasangka baik kepada Allah Swt., dalam segala sesuatu. Sebab, dari sikap itulah lahr motivasi dalam diri kita untuk bisa mencapai kesuksesan yang seharusnya. Berpikirlah positif bahwa segala sesuatu pasti menyimpan hikmah. Kita tidak perlu kecewa atas apa yang terjadi. Karena semua yang terjadi dalam hidup merupakan pelajaran bagi kita untuk terus mendaki kesuksesan yang menanti didepan kita.

Beberapa hal yang dapat dijadikan kunci meraih sukses antara lain….:

Berilmu Sebagai Setir

Berilmu berarti harus memperbanyak pengetahuan, meningkatkan keilmuan, dan mengelaborasi pengalaman. Dengan ilmu dan penglaman, segala persoalan akan lebih mudah dicarikan jalan keluarnya. Dengan ilmu pula, berbagai antisipasi bisa kita lakukan untuk menghadapi situasi yang mungkin saja terjadi. Seseorang yang berilmu akan memiliki kemampuan untuk mengerjakan bukan hanya hal-hal yang kecil, termasuk pekerjaan yang besar.

Disinilah ilmu berperan sebagai setir, yang akan mengarahkan setiap gerak langkah kita dalam meraih tujuan.

Bersyukur Sebagai Gas

Bersukur merupakan gas, yaitu media mengakselerasi motivasi dan tindakan untuk mencapai kesuksesan. Bersyukur berarti semakin mendidik diri kita untuk menjadi lebih ikhlas dan optimis dalam menggapai cita-cita. Orang yang jarang atau tidak bersyukur, berarti ia tidak mengerti dan tidak pula menghargai potensi dirinya.

Sabar Sebagai Rem

Bersabar merupakan kemampuan seseorang untuk bisa mengendalikan diri dari hasrat yang belebihan terhadap dunia, atau cobaan yang Allah berikan kepada kita. Sabar harus dijadikan rem bagi kita untuk bisa menahan keinginan berlebihan yang mungkin bisa menghancurkan jalan kesuksesan yang sedang dan akan kita rintis. Orang yang sabar adalah oran yang penuh ketelitian. Dari ketelitian dan kejelian, akan lahir kematangan. Dan dari kematangan, akan tumbuh subur keberhasilan.

resume dari MANAJEMEN ALHAMDULILLAH, Indra Utoyo, Mizan Bandung, Januari 2011, 142 Halaman

Agar “NGAMPUS” tak Sekadar “STATUS”!


 

Oleh: Dina Fauziah


Kirim Print

Ilustrasi (inet)

 “Jangan sekolah apalagi kuliah jika Anda hanya ingin menjadi kaya, tenar, dan hidup mapan”!

Tagline di atas adalah bentuk sindiran terhadap anak-anak bangsa yang bersekolah ataupun mengenyam bangku perkuliahan hanya untuk mendapatkan hidup mapan setelah mereka lulus.

Tak terasa, bangsa ini akan memperingati hari pendidikan nasional. Momentum baik ini sebaiknya sebagai ajang refleksi status kaum intelek yang bernama mahasiswa. Kuliah atau yang biasa disebut “ngampus” bukan lagi masanya untuk mencari jati diri. Mahasiswa bukan lagi orang yang ragu-ragu dalam melangkah. Di masa ini, mahasiswa lebih fokus untuk mengasah life skill mereka sehingga dapat berkontribusi sebaik-baiknya pada masyarakat. Menjadi mahasiswa dalam makna sebenarnya adalah pilihan. Pilihan untuk bermetamorfosa dari dunia SMA menuju dunia kedewasaan dengan pemikirannya yang matang dari segala macam aspek.

Kehidupan kampus sepenuhnya adalah tanggung jawab kita. Bebas menentukan apapun. Tidak ada lagi guru yang mengingatkan ketika belum mengumpulkan tugas. Tidak ada lagi hukuman, berdiri di depan kelas karena tidak memperhatikan pelajaran. Tidak ada lagi pemeriksaan atribut seragam yang kurang lengkap. Namun, menjadi seorang yang bernama “mahasiswa” bukanlah perkara yang mudah. Ada tujuh poin yang harus melekat pada mahasiswa. Ada nilai yang sarat akan karakter mahasiswa yang sesungguhnya, dan yang terpenting agar “ngampus” tak sekadar status!

Mahasiswa idealnya punya visi dan berpandangan visioner. Stephen R Covey (penulis buku motivasi internasional) menyatakan bahwa visi adalah tujuan akhir. Visi membuat hidup semakin bergairah, sebab kita mempunyai target yang jelas untuk kita capai. Mahasiswa yang tak mempunyai visi akan membuat hidupnya berjalan bagaikan air. Hanya mengalir tanpa tujuan dan ambisi yang ingin dicapai. “Let it flow” adalah jurus ampuh ketika mahasiswa tak ingin dibebankan oleh sederet kerja keras dalam meningkatkan kualitas akademik dan segudang amanah dalam berorganisasi. Tidak ingin merasakan sedikit pun ada beban di punggung yang harus di bawa sepanjang perjalanan menuju kesuksesan. Meskipun sukses, namun sukses yang disebabkan oleh kemujuran atau keberuntungan yang bersifat sementara bukanlah petikan buah manis yang dipetik dari pohon perjuangan. Maka dari itu, sebagai seorang mahasiswa yang sesungguhnya, mulailah memiliki visi yang jelas. Buatlah perencanaan hidup agar hidup semakin terarah. Banyak buku yang mengulas mengenai visi. “7 Habits of effective people”, Stephen R Covey dan “I can do it” 9 Cara meraih sukses-nya Stedmen Graham bisa menjadi bahan referensi untuk memaknai kembali pentingnya menancapkan visi bagi mahasiswa ataupun orang lain.

Mahasiswa juga harus memiliki konsep yang jelas. Konsep yang jelas di sini adalah kemampuan seseorang dalam mengenali dirinya sendiri dengan baik. Terkadang kita menganggap diri kita lemah dan memiliki banyak kekurangan. Hal yang paling fatal bagi seorang mahasiswa adalah ketika dia belum mengenal dirinya sendiri. Apa kelebihan dan kekurangannya. Padahal banyak potensi dalam diri yang tanpa disadari dapat melejitkan prestasi-prestasi kita. Bagaimana mungkin kita mengasah kemampuan diri kalau kita saja belum mengenal baik diri kita sendiri. Dengan mengetahui kekurangan kita, kita akan berusaha untuk mengubah kesulitan menjadi tantangan. Rintangan menjadi peluang sehingga setiap detik selalu ada karya tercetak dan tak ada waktu yang terbuang sia-sia.

Mahasiswa tak ragu untuk berimajinasi. Imajinasi bukan hanya untuk anak-anak. Mahasiswa pun perlu berimajinasi. Perbedaan antara imajinasi anak-anak dan mahasiswa adalah proses implikasi dan realisasi imajinasi tersebut. Imajinasi itu diperbolehkan asal imajinasi yang produktif. Tak ada larangan untuk terus menyuburkan imajinasi kita. Dengan adanya imajinasi kita mempunyai gambaran atau bayangan bagaimana kita ke depan.  Jangan remehkan dahsyatnya berimajinasi! Berimajinasi tentunya harus didukung oleh kerja keras nyata demi merealisasikan mimpi-mimpi kita.

Mahasiswa harus punya target yang jelas. Banyak orang yang keliru menginterpretasikan antara target dan visi. Visi adalah rencana kita ke depan secara global dan general. Lain halnya dengan target yang sudah kita uraikan menjadi beberapa spesifikasi. Target harus bersifat realistis. Realistis terhadap kemampuan kita. Target pun harus bertahap. Langkah yang besar diawali dari langkah yang kecil.

Mahasiswa pembelajar atau pengumpul nilai? Mahasiswa pembelajar tidak berorientasi pada nilai, nilai hanyalah sebuah bonus yang didapat setelah kerja keras. Mahasiswa pembelajar mengedepankan ilmu dan usaha untuk mendapatkan ilmu dari pengalaman yang berharga. Berbeda dengan pengumpul nilai yang hanya terpaku pada nilai. Menghalalkan segala cara untuk mendapatkan nilai sempurna, namun aplikasi ilmu nihil. Sehingga lulusannya hanya menambah deretan panjang pengangguran intelektual yang menghambat laju perkembangan Indonesia. Mahasiswa pembelajar adalah mahasiswa yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, tidak akan pernah merasa puas, menghargai proses kerja keras dan menganggap setiap tempat adalah sekolah pembelajaran. Itulah mahasiswa pembelajar!

Mahasiswa bukan Penghafal! Sistem pendidikan di hampir seluruh universitas negeri ataupun swasta dimana satu kelas memiliki 40-an lebih mahasiswa membuat suasana tak kondusif untuk belajar. Dosen hanya membaca buku literatur di depan kelas, tanpa menghiraukan keadaan kelas yang hiruk-pikuk. Secara tak langsung, menyuruh mahasiswanya untuk menghafal. Hal ini dibuktikan dengan tidak sependapatnya dosen apabila jawaban ujian esai mahasiswanya berbeda dengan yang tertera di buku-buku referensi. Tak segan-segan dosen memberi nilai kecil ketika kita tidak lagi patuh terhadap bacaan di buku-buku. Semoga dosen seperti ini tak ada di kampus kita.

Mahasiswa aktivis atau “pasivis”? Jangan jadi mahasiswa kupu-kupu (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Waktu kuliah selama 4-5 tahun adalah waktu yang berharga jika dilewatkan begitu saja. Jika kita hanya disibukkan dengan tugas kuliah, hadir kuliah setiap hari rasanya begitu hambar. Banyak keuntungan yang akan kita dapati sebagai seorang aktivis. Mulai dari banyak teman, kenal dengan beberapa jaringan media, mengasah kemampuan berkomunikasi dengan baik, dan memiliki sejuta pengalaman berharga lainnya yang tak dapat dibeli dengan apapun. Pengalaman terlibat di berbagai macam kegiatan kampus akan mengasah ideologi kita, meningkatkan kematangan berfikir, lebih tanggap untuk menangani persoalan. Karena kita tidak disibukkan dengan permasalahan pribadi namun permasalahan organisasi. Akan tampak jelas perbedaan aktivis kampus dan non aktivis ketika terjun langsung ke masyarakat.

Menjadi mahasiswa memang tidak mudah. Kampus notabene adalah sebuah tempat untuk memperluas penanaman nilai dan idealisme, sebuah kampus diharapkan dapat memproduksi generasi “pelurus” bangsa yang berkualitas. Kampus adalah medan dimana kita bebas memilih ideologi, bebas mengeluarkan pendapat, mengasah critical thinking sebagai mahasiswa.  “Ngampus” adalah pilihan. Pilihan apakah kita ingin mewarnai kehidupan kampus dengan segala macam potensi yang membuahkan prestasi, ataupun menjadi mahasiswa yang biasa saja yang memiliki ideologinya tersendiri “study oriented”. Pilihan untuk mendapatkan IP rusak atau memukau. Pilihan untuk mengembangkan diri atau menjatuhkan diri ke lubang “buaya”.  Pilihan untuk sukses pun ada di tangan kita. Kita yang berhak atas masa depan kita.

Memaknai kembali hari pendidikan nasional, tidak hanya berlaku bagi mahasiswa namun juga segenap masyarakat untuk meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Indonesia. Mencetak generasi pemuda yang dapat mengimplementasikan ilmu dan nilai-nilai semasa kuliah adalah tujuan besar dan harapan berbagai pihak. Pasca kampus, mereka dapat mengabdi kepada masyarakat, sekaligus turut serta dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. Memajukan bangsa Indonesia di kancah Internasional. Hidup Mahasiswa!

Sumber: http://www.dakwatuna.com/

 

Lima Formula Mewujudkan Impian Anda (Five Ways to Make Your Dream Come True)


Dalamkehidupaninimanusiadiberikansegalaapa yang mereka inginkan, tetapi melalui berbagai cara dan bagaimana mereka menyikapinya. Seperti yang dikatakan oleh Elizabeth Towne dalam bukunya yang berjudul “The Life Power and How to use It” pada tahun 1906, “Manusia ibarat magnet dan setiap garis dan titik serta detail berbagai pengalamannya datang karena daya tariknya sendiri.”

Dalam kehidupan terdapat banyak cara untuk mendapatkan apa yang anda inginkan, ada cara yang mudah dan ada pula cara yang susah. Terserah anda, mana yang hendak anda pilih. Seperti apa yang dikatakan oleh Lester Levenso dalam “Keys to the Ultimate Freedom” pada tahun 1993, “Jika kita tidak senang terhadap apa yang sedang terjadi kepada kita di dunia ini, yang harus kita lakukan adalah mengubah kesadaran kita – niscaya dunia diluar sana akan berubah untuk kita!”

Abraham Perrils, selaku pengarang buku ini, senang belajar hukum dan pemasaran (marketing), secara efektif dia telah menggabungkan kedua disiplin ilmu tersebut. Abraham telah melaksanakan tugas yang boleh dibilang sangat rumit dan menguras banyak tenaga serta merangkumnya dalam lima langkah sederhana. Kelima langkah yang akan dijelaskan secara garis besar dalam “Lima Formula MewujudkanImpianAndatersebutakanmembantuanda mewujudkan atau memperoleh apa saja yang sangatanda inginkan.

Meskipun anda merasa masing-masing langkah ini mudah untuk dipahami, namun untuk mengikutinya anda dituntut untuk disiplin. Paradigma lama anda, yang lebih umum disebut “pengkondisian lama” yang akan menentang anda. Sesungguhnya pengkondisian lama anda dapat mendatangkan pergulatan yang hebat.

Paradigma memang tidak mudah hilang dan senjata yang digunakan oleh paradigma-paradigma tersebut untuk mengembalikan anda pada pola kehidupan yang lama dan memiliki kekuatan yang besar. Bob Proctor sering menyebutnya sebagai trio kekuatan yang memiliki kemampuan untuk melumpuhkan…yang sesungguhnyabersifat laten dan berbahaya. Trio kekuatan tersebut adalah KERAGUAN, KETAKUTAN, dan KECEMASAN. Ketiganya memiliki kekuatan untuk menghentikan perkembangan anda secara tiba-tiba tepat pada saat anda sedang mengambil keputusan untuk melakukan sesuatu. Hubungannya adalah bila keraguan sudah ada dalam diri anda dan menyebabkan ketakutan, yang sebaliknya kemudian menyebabkan kecemasan. Ketiga hal tersebut berjalan dengan sangat cepat. Namun demikian, ketiganya dapat dan harus dihentikan. Penyebab utama ketiga faktor perusak ini adalah KEBODOHAN. Yang harus anda lakukan adalah melangkah maju dan melakukan hal-hal yang harus anda lakukan menurut desakan hati, tetapi anda harus mengetahui strategi-strategi yang diperlukan. Rad Bradbury mengatakan “Janganlah menentang bahaya jika anda tidak memiliki strategi-strategi yang jitu untuk mengatasinya.”

Landasan bagi proses Lima Langkah yang diterangkan dalam buku ini adalah tahu bahwa kehidupan dapat berubah dan tahu bahwa kehidupan itu sendiri akan mendukung anda terhadap apa saja yang anda inginkan. Caranya adalah sebagai berikut:

“Coba ingat bahwa gambar yang anda pikirkan, rasakan dan lihat tercermin ke dalam Pikiran Universal dan dengan hukum alam aksi timbal balik pasti kembali kepada anda dalam bentuk spiritual ataupun fisik,” Your Invisible Power oleh Genevieve Behrend, 1921 –

Langkah pertama, ketahuilah apa yang anda tidak inginkan. Kebanyakan orang memperlihatkan apa yang tidak mereka inginkan. Mengeluh adalah hal yang dianggap sangat wajar oleh semua orang, tetapi kita jarang mengambil proses ini dalam pandangan yang berbeda. Jarang sekali ada orang yang mau berhenti mengeluh atau berjuang cukup lama untuk terfokus pada kebalikan dari apa yang mereka alami. Hal ini dapat mendatangkan manifestasi yang mereka inginkan dan menunjukkan realitas yang ada.

Langkah kedua, pilih apa yang ingin anda miliki, lakukan, atau anda ingin jadi apa. Caranya adalah mengubah setiap keluhan anda menjadi sesuatu yang benar-benar anda inginkan. Singkirkan keluhan-keluhan itu sampai anda memiliki keyakinan yang kuat dalam diri anda. Bila anda sudah memiliki keyakinan yang kuat dalam diri anda, untuk mewujudkan apapun yang anda inginkan akan menjadi lebih mudah. Karena keyakinan itu adalah bagaimana kita menciptakan realitas. Hasil yang anda dapatkan adalah akibat-akibat langsung dari keyakinan-keyakinan yang anda pegang. Keyakinan itu juga dapat membentuk kepribadian.

Langkah ketiga, pahami semuanya. Abraham Perrils berpendapat bahwa manusia memiliki batas yang telah mereka tempatkan sendiri terhadap kebebasan yang mereka miliki. Kita sebagai manusia membutuhkan pelatihan untuk membantu kita memahami bahwa sesungguhnya kita tidak dibatasi. Caranya adalah fokus kepada apa yang kita inginkan dan percayalah keinginan tersebut dapat terwujud. Kata-kata ini terinspirasi dari buku “What Can a Man Believe?” Karya Bruce Barton. Di dalam buku itu dia menjelaskan bahwa bukti adanya surga setelah dunia ini sedikit sekali, tetapi percaya terhadap adanya surga jauh lebih arif daripada tidak percaya sama sekali. Jadi maksud buku ini adalah percaya itu lebih bijak daripada tidak percaya. Fokuskan kepada apa yang anda inginkan dan buat salah satu maksud anda untuk menemukan seseorang yang bisa membantu membebaskan anda dari keyakinan-keyakinan lama anda, sehingga anda dapat menciptakan kehidupan yang anda inginkan. Anda harus tahu bagaimana caranya mendapatkan apa yang anda inginkan sebelum anda memperolehnya. Ubahlah keyakinan-keyakinan lama anda dan bentuklah keyakinan-keyakinan yang baru. Karena keyakinan membentuk cara kita merasa, berpikir dan bertindak. Seperti yang dokatakan oleh Raymond Charles Barker dalam bukunya “Treate Yourself to Life” pada tahun 1954, “Kemakmuran adalah kemampuan untuk melakukan apa yang anda lakukan ketika anda ingin melakukannya.” Dan dengan hati yang jernih anda akan dapat memiliki, melakukan atau menjadi apa yang anda inginkan.

Langkah keempat, rasakan betapa menyenangkan dapat memiliki, melakukan, atau menjadi apa yang kita inginkan. Para spesialis pemasaran tahu bahwa orang-orang tidak bertindak karena alasan-alasan yang logis, tetapi kerena alasan-alasan emosional. Emosi memiliki kekuatan untuk menciptakan apa yang anda inginkan. Kekuatan itu juga mendatangkan energi. Salah satu energi yang paling kuat yang pernah anda alami adalah bersyukur. Sebagaimana yang ditulis oleh Joseph Murphy dalam bukunya “Your Infinite Power to be Rich” pada tahun 1996, “seluruh proses kekayaan mental, spiritual, dan material bisa dirangkum dalam satu kata: BERSYUKUR.” Rasakan rasa syukur atas apapun yang anda dapatkan dan kemudian anda akan dapat mulai memaafkan dan selanjutnya hati anda akan menjadi jernih dan anda akan dapat memiliki, melakukan atau menjadi apa yang anda inginkan.

Energi lain yang anda ingin alami adalah energi yang berasal dari membayangkan bagaimana rasanya memiliki, menjadi, atau melakukan apa yang sedang anda inginkan,untuk melakukan apa yang anda mimpikan. Bagaimanpun perasaan-perasaan itu menuntun dan mengarahkan anda untuk melakukan hal-hal yang akan membuat peristiwa-peristiwa yang bermakna.

Inti penting langkah ini adalah bahwa dengan rasa senang anda harus merasakan sesuatu energi yang ingin anda ingin lakukan, miliki, atau energi ingin jadi apa anda. Sebagaimana pernah ditulis oleh Joseph Murphy dalam buku kecilnya “How to Attract Money”, “merasa kaya menghasilkan kekayaan.” Jadi rasakan kesenangan itu niscaya anda akan mulai menariknya pada anda dan ia akan menarik anda padanya.

Langkah kelima, berserah diri. Di dalam diri manusia memiliki dua wujud yang berbeda, bukan kepribadian (personality) persis seperti aspek-aspek pikiran yang kita miliki. Gallwey dalam bukunya “The Inner Game of Tennis” menyebutnya sebagai Self One dan Self Two. Self One dapat dihubungkan dengan ego manusia, bagian diri manusia yang ingin berkuasa. Self Two dapat dikaitkan dengan guru batin dalam diri manusia, bagian diri manusia yang berkaitan dengan segala sesuatu. Tugas Self One adalah menyeleksi apa yang anda iginkan dan pasrah. Sedangkan tugas dari Self Two adalah mendatangkan apa yang anda inginkan kepada anda. Sekali lagi intinya adalah belajar bertawakal secara mutlak.

Sumber : Abraham Perrils, Lima Formula Mewujudkan Impian Anda, Five Ways to Make Your Dream Come True, 2007. Prestasi Pustaka Publisher,106 halaman.

Berbicara komunikatif


By : Ahmad Kurnia, SPd, MM *

  •    Pengertian

Berbicara bukanlah hal yang baru sebab sejak lahir manusia sudah bisa berbicara, tapi berbicara adalah seni dan ketrampilan yang bisa dipelajari yang juga bisa dengan sendirinya apabila ada media yang bisa membantu kita untuk mengekspresikan ilmu kita secara komunikatif dan persuatif. Coba kita lihat pendapat  beberapa ahli komunikasi tentang berbicara komunikatif.

Berbicara komunikatif adalah „Kemampuan mengirimkan pesan dengan jelas, manusiawi, efisien dan menerima pesan secara akurat” (D.B. Curtis, 1992). Sedangkan J.A Devito (1997) mendefinisikan : „Suatu tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirim dan menerima pesan yang terdistorsi oleh gangguan terjadi dalam satu konteks tertentu, mempunyai pengaruh tertentu dan ada kesempatan untuk melakukan umpan balik” Begitu juga lebih jauh berbicara efektif adalah „Aktifitas menyampaikan apa yang ada dipikiran, konsep yang kita miliki dan keinginan yang ingin kita sampaikan pada orang lain. Atau sebagai seni mempengaruhi orang lain untuk memperoleh apa yang kita inginkan”. (B.S.Wibowo, 2002)

        Prinsip berbicara komunikatif.

  1. Seluruh prilaku mengkomunikasikan sesuatu dengan sengaja atau tidak sengaja (tangan, mulut, wajah, baju, kerudung, dll)
  2.  Komunikasi non-verbal sangat berpengaruh terhadap persepsi.
  3. Konteks berpengaruh terhadap komunikasi
  4.  Arti/makna terdapat pada orang, bukan dalam kata-kata.
  5.  Komunikasi tidak dapat diubah, sekali mereka dapat begitulah persepsinya.
  6. Komunikasi  adalah sirkular bukan linier dan Komunikasi tidak mungkin dihindari
  7. Komunikasi memerlukan keterbukaan dari pengirim dan penerima
  8. Komunikasi bisa memberikan beberapa efek.

        Enam jenis komunikasi

  • komunikasi dengan diri sendiri
  • komunikasi dan hubungan antar pribadi
  • komunikasi antar kelompok kecil dan organisasi.
  • Komunikasi terbuka
  • Komunikasi massa
  • Komunikasi antar budaya

        Teknik berkomunikasi.

  • Ucapan yang jelas dan idenya tidak ada makna ganda, utuh.
  • Berbicara dengan tegas, tidak berbelit-belit
  • Memahami betul siapa yang diajak bicara, hadapkan wajah dan badan, pahami pikiran lawan bicara.
  • Menyampaikan tidak berbelit-belit, tulus dan terbuka.
  • Sampaikan informasi dengan bahasa penerima informasi.
  • Menyampaikan dengan kemampuan dan kadar akal penerima informasi
  • Sampaikan informasi dengan global dan tujuannya baru detailnya.
  • Berikan contoh nyata, lebih baik jadikan anda sebagai model langsung.
  • Sampaikan informasi dengah lembut, agar berkesan, membuat sadar dan menimbulkan kecemasan yang mengcerahkan.
  • Kendalikan noise dan carilah umpan balik untuk meyakinkan informasi anda diterima. Contoh dengan bertanya atau menyuruh mengulanginya.

komunikator yang baik.

  • Menyampaikan sesuatu yang formal dan tidak rahasia, maka sampaikanlah dengan bahasa yang sudah dikenal (Qaaulan ma’rifa)
  • Bangunlah silaturahmi, hindari kata-kata yang menyakiti dan berkatalah dengan baik (Qaulan sadidan).
  • Deengan orang yang berpenyakit hati maka beri pelajaran dan berkatalah denagn perkataan yang berbekas pada jiwa (Qaulan baligha)
  • Untukmelayani orang dengan baik maka sampaikan perkataan yang mulia (qaulan maisura)
  • Hindarilah untuk berkata sesuatu yang dosa besarr (Qaulan Azhima)
  • Untuk mempengaruhi orang lain samapai dengan perkataan yang lemah lembut (Qaulan layina)
  • Perkataan yang paling baik adalah perkataan seseorang yang menyeru kepada Allah (qaulan minma da’a ilallah)
  • Sesungguhnya Allah menurunkan sesuatu yang berat (qaulan tsaqila) ketika anda menyampaikan sesuatu yang berat untuk dilaksanakan, akan tepat, khusyuk dan berkonsestrasi jika disampaikan saat menjelang shubuh.

        Hal lain dalam berkomunikasi

  • Ekspresi mata (Eyes to eyes contact)
  • Menjadi kawan berbicara yang empatik.
  • Mendengar  sarana komunikasi yang paling banyak digunakan.
  • Melayani orang sepenuh hati (relatinoshif)
  • Ketidak sepahaman dapat dihadapi dengan negosiasi.
  • Symbol dan penampilan diri.
  • Menerapkan etika komunikasi terhadap siapapun.

Sumber :

B.S. Wibowo. 2002. Sharpening our concept and tool, Kiat praktis manajemen, Jakarta : PT Syaamil Cipta Media.
James K. Van Fleet, 1996, Conversational power : The key to success with people, New york : Preentice hall, Inc.
Dr. Akrim Ridha, 2003, Seni Menghadapi public,  Jakarta : PT Syaamil Cipta

* Penulis dosen STBA JIA Bekasi dan STIE swadaya Cikarang

Semua diawali dari sebuah catatan


By Ahmad Kurnia, SPd,MM*

  •  Semua serba tercatat

Langkah penataan diri diawali dari sebuah catatan yang merekam prilaku anda, karier, aktiftas organisasi dan banyak orang besar dalam sejarah yang mencatatkan seluruh aktiftas hidupnya dengan sebuah tulisan pribadi yang tidak bermaksud dipublikasikan seperti diary, atau bisa juga melaui website pribadi seperti weblog tapi setelah sekian lama mereka publikasikan dan menjadi sebuah catatan sejarah yang luar biasa dan berguna bagi pengembangan eksistensi anda.

Hampir semua orang membutuhkan adanya eksistensi sebagai wujud pengakuan dari masyarakat, kenapa banyak orang yang ingin menuliskan catatan hariannya dan membuat biogrfinya kalau bukan sebuah pengakuan dan tidak ada yang melarang berbagi kesuksesan dengan orang lain. Dan catatan tak terduga anda yang anda tulis dalam keadaan kalut, prustasi, marah, bahagia dan tanpa sadar anda telah mencoba merekam kehidupan anda. Masalahnya banyak orang yang malas untuk menuliskannya dengan anggapannya itu pekerjaan anak kecil atau ABG saja.

Bisa saja catatan anda itu sebagai sebuah dreamlife yang ingin anda wujudkan dalam goresal kecil kartu anda setelah sekian lama memendam dalam hati dan sesuatu waktu terbaca oleh sahabat dan keluarga kita. Suatu waktu keinginan anda justru diwujudkan oleh keluarga anda sebagai sesuatu yang surfrise dalam hidup anda. Banyak hal-hal kecil yang hanya sekedar hayalan semata, seperti anda ingin menjadi seorang fotografer dan menghayalkan memiliki handycamp tercanggih yang suatu waktu bisa merekam perjalanan bisnis dan pekerjaan anda bisa melalui HP anda lalu anda salurkan kedalam weblog yang sedang trend akhir-akhir ini. Hanya sekedar curahan hati anda, tapi suatu waktu tulisan anda meningkat menjadi isi pemikiran anda yang lebih intelek sehingga bisa mempromosikan ide, pikiran dan keinginan anda terhadap dunia, karier dan bisnis yang sedang anda geluti.

Sekali lagi seandainya anda punya ide catatlah dengan baik dan kumpulkan catatan anda sehingga bisa mengisi pundi-pundi intelektual anda selain koleksi buku anda dan saya rasa masih langka ada yang mau mencatat seluruh idenya dalam sebuah catatan rapi sehingga ikuti bagaimana biar catatan kita bisa efektif dan mudah terbaca.

  • Mencatat dengan efektif

Bagaimana cara mencatat yang efektif bukan sekedar goresan semata yang suatu akan anda baca kembali, coba kita tengok pendapat Dr. C.C. Crawford, prof psikologi dari Universitas California Selatan dalam bukunya How to study mengungkapkan langkah-langkah mencatat yang ekfektif  antara lain :

  1. Mulailah sekarang dengan sistem catatan yang pasti, kalau anda belum memulainya.
  2. Menggunakan buku catatan dengan halaman lepas (loose-leaf notebook)
  3. Pakailah buku catatan yang berukuran besar
  4. Rencanakan sebuah system filing bersama dengan system pencatatan anda
  5. Unit kecil
  6. Berilah tiap halaman suatu jdul untuk menunjukan sumbernya dan subjeknya
  7. Bubuhi pada setiap catata itu nomor atau huruf untuk mengetahui status dan garis besarnya.
  8. Gunakan banyak identitas
  9. Indent melampaui garis-garis agak lebih dari awal garis pertama
  10. Berilah sisi (tepi) yang cukup lebar
  11. Hindari alenia panjang dalam membuat catatan
  12. Membuat catatan dalam bentuk kutipan hanya baik untuk tujuan tertentu
  13. Menyatakan poin secara ringkas dan pendek
  14. Pelajari dan terapkan teknik meringkas
  15. Susun poin-poin dalam hubngan logis dan gnakan kata-kata transisi
  16. Usahakan upaya kecepatan anda untk membuat catatan meningkat
  17. Buatlah catatan dalam bentuk yang sebaik mungkin, seringlah anda revisi actatan anda
  18. Jangan gunakan steno
  19. Bersikpalah tepat dalam membuiat catatan
  • Haluskan fikiran anda dengan menulis.

Menulis bukan dominasi para penulis tapi hampir semua orang bisa melakukannya, hampir sama dengan para remaja yang mendadak jadi penyair cinta saat mereka kasamaran, begitu juga nada bisa menyalurkan keterampilan alami ini dalam berbagai hal. Mungkin sarana yang dicoba penulis adalah menyalurkannya dalam sebuah blog di internet dan anda dengan bebas meluangkan seluruh keluh kesah dan kemarahan anda melalui tulisan yang mungkin kualitas tulisan anda semakin meningkat bukan sekedar ungkapan hati semata tapi jauh lebih ilmiah. Dan cara yang lebih praktis ketika anda punya niat untuk menulis adalah paksakan anda untuk menulis walau sekedar

* Penulisa dosen manajemen STBA JIA Bekasi dan STIE Cikarang.

 

%d blogger menyukai ini: