Posts from the ‘MANAJEMEN BISNIS’ Category

Angkringan Nasi Kucing


Ada banyak alasan dan analisa, kenapa Saya lebih aman memilih usaha angkringan nasi kucing, antara lain karena :

  1. Usaha kuliner Angkringan nasi kucing ini sudah dijalankan sejak lama dimulai dari daerah Klaten, Solo &  Jogjakarta sekitar tahun 1960, sehingga sudah terbukti bahwa usaha ini kebal akan berbagai krisis. Penjual nasi kucing yang dianggap pionir sebagai penjual nasi adalah Pak Man atau Lik Man. Pak Man biasa mangkal di dekat Stasiun Kereta api Tugu Jogja. Hingga kini angkringan Pak Man masih ramai dikunjungi orang.
  2. Saat ini Usaha angkringan nasi kucing sangat populer di jawa tengah ; Jogjakarta,hampir di setiap gang kota selalu ada angkringan nasi kucing, salah satu faktornya adalah karena makanan & minumannya lezat ; nikmat serta dibandrol denganharga yang murah. Sebagian besar penikmat sajian angkringan nasi kucing adalah kalangan mahasiswa.
  3. Angkringan nasi kucing menampilkan beragam menu makanan dan minuman, dari nasi yang disajikan dengan berbagai aneka lauk seperti : teri, ikan asin, ikan bandeng, orek tempe, bakmi, dll. Berbagai jenis sajian gorengan seperti ; tempe mendoan, bakwan, tape goreng, pisang goreng. Berbagai jenis sate ; baceman, antara lain : tahu, tempe, tempe gembus, sate telor puyuh, sate ampela ati, sate usus ayam, sate kerang, sate cakar ayam, sate kulit ayam, sate paru sapi, kepala ayam. Aneka menu wedang : Teh hangat, es teh, Jeruk hangat, es jeruk, kopi hitam, kopi instan, kopi jos, jahe susu, jahe original, teh jahe, wedang uwuh, wedang sekoteng, dll. Dengan beraneka ragam pilihan menu ini, customer akan bebas leluasa menyalurkan hasrat kulinernya.
  4. Angkringan nasi kucing, mengedepankan keramah tamahan, kebersamaan, tidak memandang golongan, suku, agama maupun ras, di Angkringan nasi kucing semua orang memiliki kedudukan dan strata yang sama.
  5. Angkringan nasi kucing adalah tempat berkumpulnya para intelektual, para pegawai, para mahasiswa bahkan sampai tukang becak. Berbagai informasi dan pengetahuan bahkan teman barupun bisa didapatkan ketika kita makan & nongkrong di angkringan nasi kucing.
  6. Saat ini usaha angkringan nasi kucing sudah mulai merambah kota-kota besar di Indonesia, salah satunya adalah JABODETABEK. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian warga Jabodetabek berasal dari komunitas suku Jawa, sehingga memudahkan usaha angkringan nasi kucing untuk diterima pada kalangan masyarakat umum. Sajian makanan & minuman yang disajikan juga halal & sehat dan disukai dari kalangan muda sampai tua.
  7. Usaha Angkringan nasi kucing tidak memerlukan investasi atau modal usaha yang besar, sehingga mayoritas masyarakat bisa memulai usaha ini. Lokasi jualannya pun hanya tempat di pinggir jalan atau emperan ruko di lokasi jalan yang ramai sampai tengah malam. Namun apabila Anda memiliki dana yang cukup besar, Anda pun bias menyewa kios atau ruko untuk berjualan angkringan.
  8. Resiko rugi usaha angkringan nasi kucing tetap ada, namun resiko ini bisa disiasati dengan berbagai tekhnik promosi, kematangan skill penjual angkringan & kerahaman penjual, serta kualitas & keanekaragaman makanan & minuman yang harus selalu ditingkatkan.
  9. Angkringan nasi kucing adalah tempat makan & minum yang tidak akan pernah mengusir pelanggannya berbeda dengan tempat makan lain pada umumnya. Ciri khas angkringan nasi kucing adalah tempat nongkrong, ngobrol panjang lebar sampai dengan larut malam bahkan dini hari.
  10. Usaha angkringan nasi kucing bisa membawa usaha lain seperti jualan rokok eceran, jualan bensin eceran, jualan pulsa elektrik, jual cemilan, jadi profit yang dihasilkan bersumber tidak hanya dari penjualan produk angkringan nasi kucing saja.

Bagaimana memulai bisnis Angkringan Nasi Kucing dengan menerapkan prinsip 4P (Product,Price,Placement,Promotion)

1) Product

Dalam usaha ini produk  yang di jual yaitu :

  • Beragam menu makanan dari nasi yang disajikan dengan berbagai aneka lauk seperti : teri, ikan asin, ikan bandeng, orek tempe, bakmi, dll.
  • Berbagai jenis sajian gorengan seperti ; tempe mendoan, bakwan, tape goreng, pisang goreng.
  • Berbagai jenis sate & baceman, antara lain : tahu, tempe, tempe gembus, sate telor puyuh, sate ampela ati, sate usus ayam, sate kerang, sate cakar ayam, sate kulit ayam, sate paru sapi, kepala ayam .
  • Aneka menu wedang : Teh hangat, es teh, Jeruk hangat, es jeruk, kopi hitam, kopi instan, kopi jos, jahe susu, jahe original, teh jahe, wedang uwuh, wedang sekoteng.

2)  Price

Harga yang diterapkan untuk berbagai menu di antara lain :

ANEKA MINUMAN :
Wedang Jahe Susu  Rp      4.000
Wedang Jahe Original  Rp      3.000
Wedang Teh Jahe  Rp      3.000
Teh Anget Manis  Rp      2.000
Jeruk Anget  Rp      3.500
Kopi Instan  Rp      2.000
Wedang Uwuh  Rp      3.500
Susu Putih Anget  Rp      3.000
Es Teh  Rp      2.500
Es Jeruk  Rp      3.500
ES Kopi  Rp      3.500
Es Extra Joss  Rp      3.500
Nasi Kucing + Lauk :  Rp      2.000
Mie Rebus + Telur  Rp      3.500
Mie Goreng + Telur  Rp      4.500
ANEKA SATE
Sate Usus  Rp      2.000
Sate Ceker Ayam  Rp      2.000
Sate Kikil  Rp      2.000
Kepala Ayam  Rp      2.000
Sate Telor Puyuh  Rp      2.500
Sate Sosis  Rp      2.500
Sate Sayap Ayam  Rp      3.000
Sate Ampela Ati  Rp      3.000
Aneka Gorengan  Rp         500

3) Placement

Untuk memecahkan permasalahan mencari lokasi, berikut ini Tekhnik yang bisa diterapkan dalam mencari dan menetukan lokasi berjualan :

  • Mencaari tahu dan menentukan daerah-daerah yang potensial untuk berjualan Angkringan nasi kucing, misalnya pinggir jalan utama, dekat rumah sakit, dekat kampus dan kos-kosan mahasiswa, dekat mal, dekat perkantoran, di depan atau di dalam kompleks perumahan, dekat tempat wisata, dan sebagainya. Apabila kita menentukan lokasi di dekat atau di dalam kompleks  perumahan, silahkan pilih lokasi yang berada disisi jalan “orang pulang kerja”, bukan di sisi  jalan “orang berangkat kerja “.
  • Memilih lokasi pinggir jalan dengan karakter pengendara yang berkendara dengan kecepatan sedang maupun pelan.  Ketika pengendara berkendara cepat, maka tidak akan sempat melihat lokasi jualan kita.
  • Lokasi di dekat kampus yang banyak kos-kosan mahasiswa adalah lokasi ideal sekali untuk berjualan Angkringan nasi kucing,
  • Untuk lokasi outdoor, dapat memilih lokasi yang strategis, bisa di emperan ruko atau emperan kios, parkiran mal, pintu masuk kampus, area rumah sakit, pusat kuliner di dalam perumahan, alun-alun, dll.
  • Memastikan lokasi outdoor  representatif, kondisi tanahnya tidak becek, tidak dekat tempat sampah, tidak dekat selokan yang bau.
  • Mencari dan memilih lokasi berjualan harus dilakukan dengan survey beberapa kali di hari yang berbeda dan jam yang berbeda pula. Jam survey yang perlu di lakukan adalah jam 16.00, jam 18.00, jam 20.00, jam 22.00 dan diatas jam 00.00, karena Angkringan nasi kucing biasanya buka sampai melewati tengah malam. Dari survey berbeda hari dan jam tadi kita akan mendapatkan hasil : jumlah kendaraan yang berlalu lalang di sekitar lokasi yang Anda pilih, sifat orang disekitar lokasi apakah suka belanja kuliner atau lebih cenderung suka makan dirumah, kondisi lapangan di jam malam ( jangan pilih lokasi yang sudah sepi orang lalu lalang diatas jam 22.00 ), apakah sudah ada pelaku bisnis yang sama, kalau sudah ada dan ternyata ramai, maka kita harus siapkan segala sesuatunya bersifat”lebih” daripada kompetitor.

4)  Promotion

Dalam menjalankan bisnis diperlukan beberapa media promosi, hal ini sangat berguna agar dengan sesegera mungkin dapat memperkenalkan usaha angkringan kepada masyarakat. Adapun beberapa tekhnik promosi yang dapat di terapkan untuk mengembangkan usaha Angkringan Nasi Kucing, antara lain adalah sebagai berikut :

  • Membuat flyer special discount. Flyer ini nanti berisikan informasi mengenai nama angkringan kita, berikut beberapa menu special, misal : nasi kucing, sate kerang, jahe susu, dll. Tidak lupa juga kita berikan alamat lokasi berjualan & jam buka. Agar lebih menarik calon customer, dalam flyer kita cantumkan discount atau potongan harga, misalnya, dengan menukar flyer akan mendapatkan gratis teh hangat manis, gratis 1 bakwan, dll. Selain discount sebaiknya kita cantumkan juga tanggal dan jam berlakunya discount, hal ini akan membawa dampak pada setiap jam kita akan kedatangan pengunjung, sehingga di mata orang-orang angkringan kita ramai. Flyer ini bisa disebar di perumahan-perumahan, titip di counter pulsa HP, ditaruh di atas mesin ATM, dibagikan kepada yg lewat, bekerjasama dengan loper koran untuk menyisipkan flyer kita kedalam koran.
  • Membuat account jejaring social seperti account di facebook , twitter, dll. Jejaring sosial adalah media promosi yang murah biayanya namun hasilnya sungguh dasyat. Melalui jejaring sosial kita dengan enaknya bisa menambah teman, untuk itu secepatnya kita berupaya menambah sebanyak-banyaknya teman kita di jejaring sosial sehingga proses promosinya akan semakin mudah & murah. Ketika account jejaring kita sudah memiliki banyak teman atau follower, maka kita tinggal sering2 bikin status yang bersifat promosi & informatif, misalnya kita bisa bikin status : “malam minggu daripada bingung nongkrong, lebih enak nongkrong di angkringan nasi kucing“, “Bagi rekan-rekan yang sering kehujanan & sedangmasuk angin, atasi masalahmu dengan minim jahe susu di angkringan Kami “ .Jangan lupa juga bagi para pengunjung yang sudah akrab dengan kita, kita minta untuk bikin status di account jejaring mereka pribadi, misal “gue lg nongkrong diangkringan.. ngumpul di sini aja coy.. “, “sate usus memang josss.. mau??? Aku tunggu di angkringan.. ga aku habisin kok satenya “, dll
  • Membuat neon box yang menarik. Neon box berfungsi sebagai alat petunjuk usaha kita, atau bisa dikatakan papan nama usaha kita. Kebanyakan bentuk neon bos adalah persegi panjang dan didalamnya diberi lampu neon sehingga akan terang dimalam hari. Sebagai penjual yang kreatif, sudah saatnya kita memikirkan sebuah neonbos yang menarik atau bagaimana neonbox kita memberikan nilai lebih dan tidak hanya berfungsi sebagai papan nama saja. Berikut ini neon box yang kami buat dan kami fungsikan sebagai pengingat bagi orang yang lewat didepan lokasi angkringan kita. Menambahkan jam dinding diatasnya, sehingga akan memberikan nilai lebih untuk neon box kita. Orang-orang yang berlalu lalang didepan lokasi angkringan kita akan merasa terbantu dengan adanya jam di neon box kita, mau tidak mau mereka setiap hari atau setiap lewat akan menoleh ke arah neon box kita.Sebuah neon box yang menarik akan dibicarakan terus menerus di kalangan masyarakat, hal ini akan memudahkan kita untuk mempromosikan usaha kita.
  • Mengundang berbagai macam komunitas, Cara ini sangat efektif kita terapkan ketika pertamakali buka angkringan, komunitas yang kita undang bisa beragam, dari komunitas anak muda seperti komunitas anak klub motor, klub mobil, anak music, dll, Komunitas orang dewasa & orang tua misalnya, klub badminton, klub arisan, dll. Dalam mengundang komunitas, ada baiknya dalam kurun waktu 1 bulan kita atur jadwal kedatangan mereka, misalnya untuk malam sabtu adalah komunitas orang dewasa & orang tua, sedangkan untuk malam minggu adalah komunitas anak muda. Untuk memberikan penghargaan atas para tamu dari komunitas ini, sebaiknya kita berikan discount khusus, misalnya, gratis es teh, gratis kopi manis, dll
  • Mengadakan live music sederhana, Teknik promosi ini bisa diterapkan ketika malam hari libur, seperti malam minggu ataupun malam libur tanggal merah. Peralatan music yang kita sediakan pun ala kadarnya saja karena kita tidak memerlukan suara yang keras maupun suasana yang hingar bingar, namun yang kita cari adalah suasana kekeluargaan dan kebersamaan. Untuk pengisi acara bisa kita tawarkan kepada komunitas-komonutas yang sebelumnya sudah kita undang.
  • Mengadakan lomba catur atau sejenisnya, Perlombaan ini bisa kita lakukan kapan saja tidak tergantung event misalnya event 17 Agustus, hanya saja lebih bagus kalau kita adakan pada malam hari libur, seperti malam sabtu atau malam minggu. Peserta yang kita undang pun bisa berasal dari beberapa wilayah atau daerah, maupun dari golongan orang dengan ekonomimampu maupun tukang ojeg.Untuk hadian bisa kita bikin hadiah yang lucu, misalnya hadiah utama adalah 1 ekor ayam jago, atau 1 tandan pisang, dll
  • Memasang Wifi, Dengan memasang wifi akan membuat para pengunjung angkringan Anda akan semakin betah untuk nongkrong. Dengan berlama-lama nongkrong secara otomatis mereka akan melakukan request untuk minuman berikutnya, atau beli rokok eceran. Hal lain yang didapatkan adalah, angkringan  akan terlihat selalu ramai, sehingga akan mengunadang pengunjung lain untuk mampir .
  • Memasang banner promosi di jalan, Banner ini adalah baner digital printing yang biasanya kita pasang di pohon atau tiang listrik disekitar lokasi angkringan kita. Fungsi dari banner ini adlah sebagai pengingat dan papan informasi bagi mereka yang aklan melintasi lokasi angkringan kita. Teknik promosi ini banyak diterapkan oleh beberapa rumah makan di Pantura, misalnya RM. Pring Sewu. Apabila bapak Ibu pernah melintasi jalan Pantura atau jalur selatan Jawa, pasti tidak asing lagi dengan papan nama RM. Pring Sewu, dari jarak 100KM, RM.Pring Sewu sudah memasang plang pengingat.
  • Menampilkan suasana lesehan, Suasana lesehan adalah suasana yang paling ideal bagi usaha angkringan nasi kucing. Dengan suasana lesehan, maka pembeli akan merasa nyaman, leluasa, bebas bergerak, bebas ngobrol sepuasnya tanpa khawatir akan diusir oleh penjual angkringan. Dengan hadirnya suasana lesehan dan penerangan yang cukup ( tidak terlalu terang namun tidak terlalu gelap ), maka kita harapkan customer akan melakukan pembelian ulang, misalnya nambah nasi, nambah gorengan ataupun nambah wedang. Dengan melakukan repeat order berarti akan menambah omzet penjualan kita.
  • Bekerjasama dengan pihak lain diluar jenis usaha angkringan. Kerjasama yang dimaksud adalah melakukan kerjasama dengan beberapa unit usaha yang belainan dengan angkringan, misalnya, bengkel mobil, warnet, pengelola lapangan futsal, dealer motor, bimbingan belajar, tukang service AC, dll. Teknis kerjasama ini adalah dengan cara kita membuat voucher discount yang kita berikan kepada pihak yang kita ajak kerjasama, misalnya adalah, “ Bagi yang melakukan service mobil, akan mendapatkan voucher makan 1 nasi kucing + 1 gorengan di angkringan kita”, “ dengan membeli motor di dealer motor “X”, akan mendapatkan voucher discount makan di angkringan “, dll. Sebaiknya kita menyiapkan sebuah surat resmi yang kita tujukan kepada pihak yang akan kita ajak bekerjasama, dengan memberikan surat resmi, akan mencerminkan bahwa usaha angkringan kita adalah usaha yang profesional dan memang pantas untuk diajak kerjasama pada waktu mendatang.
  • Mencari orang-orang di daerah kita yang merupakan “ artis ” di jejaring sosial. Banyak orang-orang awam yang menjadi artis di dunia maya khususnya jejaring sosial. Cara untuk mengetahuinya adalah kita harus rajin-rajin mencari di jejaring sosial, siapa saja yang mempunyai teman yang banyak di facebook, dan siapa yang mempunyai follower yang banyak di twitter. Apabila sudah menemukan, langkah selanjutnya adalah mengirimkan email kerjasama, kirim proposal sederhana ke inbox facebook yang bersangkutan, mengirim DM ke “artis” twitter tersebut. Proposal yang kita ajukan adalah berisi permintaan kepada yang bersangkutan untuk membuat status pada account jejaringsoaial mereka, dengan status-status yang mereka buat, maka ada ribuan orang yang akan melihat dan membacanya, dan akan tergerak untuk mengikuti apa yang ditulisoleh “artis” jejaring sosial tersebut. Sebagai imbalan kepada “artis” jejaring sosial ini, ada baiknya kita berikan voucher makan 1 x dalam 1 minggu sebesar Rp.20.000,-, Coba kita hitung antara biaya dalam 1 bulan untuk “artis” jejaring sosial ini, Rp.20.000 x 4 minggu = Rp.80.000, sedangkan yang bersangkutan kita minta minimal dalam 1 minggu sekali harus menulis status mengenai angkringan kita, bayangkan kalau teman atau followernya sebanyak 2.000 orang dan yang datang ke angkringan kita hanya 1% saja = 20 orang perminggu dari efek promosi “artis” jejaring soaial tersebut. 20 Orang dengan rata-rata satu orang beli di angkringan kita sebesar Rp.10.000,- maka akan berbuah omzet = 20 x Rp.10.000 = Rp.200.000 – Rp.20.000 ( voucer makan gratis “artis “ ) = Rp.180.000,-, lumayan untuk menambah omzet bulanan angkringan kita.
  • Membuat spanduk gerakan sosial. Pembuatan spanduk jalan ini harus bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yang Anda ajak bekerjasama. Biasanya spanduk sosial spt ini jarang diturunkan paksa oleh Satpol PP.
  • Membuat kartu nama yang menarik
  • Promosi melalui permen gratis yang Anda sediakan di antara sajian makanan. Apabila dalam 1 malam anda menghabiskan 2 bungkus perms isi tiap bungkusnya adalah 40pcs, berarti anda mengeluarkan budget sekitar 9rb u/ 2 bungkus. Biaya ini bisa anda gantikan dengan untung penjualan 3 gelas jahe susu.
  • Membuat sticker, Dengan media promosi sticker motor atau sticker mobil, maka angkringan Anda akan dipromosikan oleh para pelanggan Anda ke berbagai penjuru. Semakin banyak sticker yang berhasil ditempelkan, maka semakin cepat pula proses branding angkringan Anda.
  • Membuat kaos untuk komunitas angkringan Anda. Dengan media kaos yang bertuliskan nama angkringan Anda dan bisa juga disertai oleh beberapa sponsor, maka angkringan Anda akan semakin banyak dikenal oleh masyarakat luas.
  • Bekerja sama dengan bloger yang berdomisili di daerah Anda. Adalah langkah tepat, apabila Anda berani berkomunikasi dan bekerjasama dengan beberapa bloger kondang di daerah Anda. Ajukan saja permintaan kepada sang bloger untuk membahas usaha angkringan Anda di laman Blognya.
  • Promosi melalui radio, Ada beberapa cara untuk berpromosi dengan pihak radio, diantaranya adalah request lagu, mensponsori kuis di radio dengan hadiah makan gratis, ikut mensponsori acara-acara yang diprakarsai oleh managament radio, misalnya donor darah, bakti sosial.
  • Pemberian discount khusus untuk rombongan 1 keluarga Pemberian potongan harga kepada pembeli yang datang 1 keluarga, akan sangat membuat mereka berkesan, bercerita kepada teman-temannya, dan mengajak teman-teman mereka untuk mampir ke angkringan Anda.
  • Promosi gratis makan bagi pengunjung yang ulang tahun. Diskon gratis makan bagi yang ulang tahun merupakan service yang kita berikan bagi pengunjung, apalagi kalau yang ulang Tahun mengajak teman-temannya u/ nongkrong di angkringan Anda, yg gratis 1 orang yang bayar 5 orang….. mantab kan ?
  • SMS massal, teknik promosi ini mulai banyak digunakan oleh beberapa jenis usaha, sms masal ini bisa menggunakan software sms massal ataupun sms manual. Untuk melakukan promosi ini silahkan cari operator yang biasanya memberikan gratisan sms, sehingga bisa mengurangi biaya pengeluaran.
  • Pengunjung fiktif, Teknik promosi ini sangat umum dilakukan oleh beberapa usaha kuliner khususnya restoran, dalam masa pembukaan atau masa awal berjualan, mereka selalu mengajak atau meminta teman atau saudara u/ datang dan memarkirkan kendaraan baik motor maupun mobil di parkiran restoran atau warung makannya. Hal ini akan memberikan kesan bahwa usaha kita di hari-hari pembukaan usaha sudah ramai dikunjungi orang, secara psikologis orang lain akan tertarik untuk pengen tau dan pengen mencoba menu sajian usaha kita.Skema sederhana bisnis angkringan nasi kucing.  Berikut ini skema sederhana bisnis Angkringan Nasi Kucing:

Perhitungan omset harian :

Misalkan pengunjung per hari ( tamu ) 35 orang rata2 belanja tiap tamu Rp. 10.000 (makan ditempat + bungkus ) Maka :

  • Omset brutto harian  35 x Rp 10.000                                   Rp.     350.000
  • Omzet bulanan 30 x Rp 350.000                                           Rp 10.500.000

Pengeluaran :

  • biaya masak + minuman / bulan *                Rp.  6.000.000 ( 200.000/ hari )
  • karyawan 2 orang                                              Rp.  1.800.000
  • sewa tempat                                                       Rp.    400.000
  • listrik + keamanan                                            Rp.    100.000
  • biaya lain-lain                                                    Rp.    150.000

Total                                                                      Rp 8.450.000

  • Nett profit bulanan                                                                    Rp  2.050.000
  • Investasi awal 4.000.000
  • Pembelian perlengkapan tambahan 2.000.000
  • Nett profit bulanan 2.050.000
  • ROI 3 bulan

Perhitungan belanja harian sebesar 200.000 adalah perhitungan apabila kita memasak sendiri, ada solusi yang lebih efektif adalah apabila kita bisa mengajak tetangga untuk menjadi supplier makanannya , dan menerapkan sistem konsinyasi / titip jual, jadi kita  hanya membayarkan titipan makanan yang laku terjual.

MENGENAL BISNIS TIONGHOA


Benarkah keberhasilan sebagian besar para pengusaha etnis Tionghoa lantaran dekat dengan penguasa?. Bisa benar dan bisa juga salah, karena ada juga yang berjuang tanpa dekat dengan kekuasaan bahkan sangat prihatin sekali, terkadang malah ada diskriminasi ras.

Ada juga yang mengatakan kehidupan mereka maju karena etos kerjanya yang luar biasa, selain itu sejak kecil warga keturunan selalu diajarkan untuk tahu diri. Mereka merasa sebagai kaum minoritas termasuk dalam bertindak tidak boleh terlalu menonjol atau berlebihan dan gampang minta bantuan pada orang lain, sebab kalau minta bantuan biasanya orang yang mau bantu jadi sungkan. Beda kalau bantuan itu diberikan karena kemauan yang membantu, biasanya lebih tulus.

Dalam kehidupan sehari-hari kalau memiliki penghasilan Rp10, hanya Rp 2 yang biasa digunakan selebihnya mereka tabung. semuanya sudah disosialisasikan sejak kecil dilingkungan keluarga. Sedang dalam kerja, orang tionghoa selalu diajarkan agar tidak tergantung pada orang lain dan harus mampu menguasai jenis pekerjaan dari yang paling mudah sampai yang sulit. Bahkan beranggapan kalau pekerjaan itu tidak permanen seperti layaknya roda berputar, suatu saat diatas, lain waktu dibawah.Maka modal yang paling penting bagi etnis tionghoa adalah sikap dapat dipercaya. Berapapun uang yang diberikan kalau tidak bisa dipercaya, ya tidak akan berhasil. Begitu juga kalau memiliki usaha sendiri.

Bisnis bagian dari budaya

Prinsip orang Tionghoa, ”Apa yang kami lakukan hari ini, bukan untuk hari ini saja, tapi untuk kedepan” Jadi kedepan untuk apa ? Sehingga perlu modal, modal bukan hanya uang saja, tapi bisa juga keterampilan, semangat dan kepercayaan sehingga harus pandai bergaul serta berkomunikasi. Nah, perdagangan adalah lahan satu-satunya yang paling memungkinkan untuk saling berkomunikasi dan bergaul, saling kenal dan membangun relasi.

Begitu juga menjadi pedagang bukan karena faktor keturunan. Ini lebih berkaitan dengan pendidikan awal di lingkungan keluarga sebagai akar budaya khas, dengan alasan keluarga Tionghoa tidak semudah suku lain sehingga mereka bekerja keras. Lalu kenapa banyak orang Tionghoa jarang menekuni profesi lain? Sebagai kaum minoritas, mereka menyadari akan keterbatasan peluang bagi mereka. Namun setelah reformasi politik sejak mulai priode Gusdur sedikit banyak perubahan paradigma perubahan profesi, banyak orang Tionghoa yang terjun ke dunia politik dan birokrasi. Banyak dari keturunan Tionghoa yang terjun ke politik, kita kenal Kwiek Kian Gie, Alvin Lie, dll. Mungkin yang belum terdengar kalau mereka masuk ABRI atau birokrat, mereka beranggapan masih sulit. Keterbatasan dan diskriminasi inilah yang menyebabkan mereka harus memaksakan diri memilih wiraswasta atau perdagangan. Dan disektor inilah mereka leluasa mengatur hidup. Itulah sebabnya ilmu berdagang ditanamkan dilingkungan keluarga sejak kecil yang akhirnya menjadi bagian dari budaya khas dan mereka jauh lebih survival hidupnya dibandingkan dengan penduduk peribumi. “Janganlah kebencian kepada suatu kaum menyebabkan kita berlaku tidak adil terhadap kaum tersebut”, mungkin kata yang pantas kita ungkapkan pada kita.

Kesimpulan

Dalam mengikuti system bisnis orang Tionghoa ada banyak hal yang menjadi pembelajaran di dalam diri kita baik itu dalam bentuk saham, usaha, bahkan investasi.Dalam hal kedisplinan, usaha, pengturan keuanga yang bagus dapat di jadikan contoh.Serta pengambilan keputusan yang penuh pertimbangan walau beresiko orang tionghoa tetap berupaya bertahan.Startegi yang bagus dan pemilihan bisnis yang bijaksana sesuai dengan skill masing – masing.

Dan orang Indonesia serng kali kalah terhadap orang Tionghoa karna orang Tionghoa belajar untuk menemukanskill mereka dan mengembangkannya, namun orang Indonesia hanya mengejar kursi dan tanpa disadari kursi yang dikejar bukanlah hal yang membuat kita lebih maju. Namun tetap pada titik yang sama yaitu di bawah kepemimpina. Bukan menjadi pemimpin.

Sumber : Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa, Liem You Tjwan, Visimedia, Jakarta, 2008.

KAFE BUKU : “BISNIS DARI HOBI MEMBACA DAN MENULIS BUKU”


stand

Budaya membaca di Jepang saat naik bis, lalu di Indonesia gimana?

Bermula dari kegemaran membaca, kita bisa mengembangkan kegiatan lain yang memberikan nilai lebih, yakni menulis. Dari menulis, kita bisa berkenalan dengan penulis lain, bahkan pembaca dan penggemar karya kita. Lalu berkembang menjadi sebuah komunitas dan melakukan kegiatan bersama untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis yang akhirnya bisa mendatangkan keuntungan.

Berikut kegiatan yang bisa dikembangkan menjadi sebuah bisnis kafe yang menarik.

A. Hobi Membaca
Kegiatan membaca dimulai sejak usia kita masih kanak-kanak. Anak bisa belajar membaca dari tulisan sederhana yang bisa ditemui disekitar tempat bermain mereka. Jika kegemaran membaca sudah tumbuh dari kecil maka hal itu akan terus berlanjut hingga dewasa kelak.

Banyak ragam bacaan yang tersebar, mulai dari majalah, buku cerita bergambar, komik atau novel, baik kategori anak, remaja maupun dewasa. Bahan0bahan bacaan tersebut bahkan dikoleksi oleh beberapa orang, lalu disewakan hingga menghasilkan uang tambahan.

B. Hobi Menulis
Menulis merupakan kegiatan yang dekat dengan kita dan hampir setiap kali kita lakukan. Menulis bisa dilakukan diawali dari mengamati hal-hal sederhana yang terjadi disekitar kita, bahkan menulis bisa berwala dari kegiatan menulis buku diari. Seseorang yang pada awalnya hanya gemar mengoleksi dan membaca buku pun bisa termotivatisi untuk menjadi penulis yang produktif.

Jika ditekuni dengan serius, kegiatan menulis bisa menghasilkan pemasukan finansial yang tidak sedikit. Selain menguntungkan, hobi tersebut bisa bermanfaat bagi banyak orang.

C. Gemar Berinteraksi dengan Banyak Orang
Membaca dan menulis buku akan lebih lengkap jika didukung kegemaran untuk mengenal dan berinteraksi dengan banyak orang. Mengenal dan berinteraksi dengan banyak kalangan dan lingkungan akan memperkaya wawasan dan sudut pandang sebagai seorang penulis.

Menurut salah seorang konsultan Menteri Kesehatan RI, dr. Hapsoro, terdapat beberapa pandangan beliau dalam hidup dan berusaha. Beliau menuturkan hal berikut.

1. What is in the future
Kita diharapkan tanggap atau mau mengamati apa yang akan terjadi 5-10 tahun kedepan, apa yang banyak dibutuhkan orang, dan apa yang tetap akan dibutuhkan.

2. What is your strong will
Dari sekian peluang bisnis yang ada, mana yang menjadi keinginan atau minat kita? Tentukan kegiatan usaha yang paling kita sukai. Hal tersebut akan membuat kita lebih termotivatisa dan tidak jenuh.

3. What is your capacity
Apa kemampuan atau kapasit kita yang berhubungan dengan kehidupan dan bisnis?

4. Follow the God’s will (way)
Artinya, jangan melupakan khendak atau maksud Tuhan dalam hidup kita. Berusaha dengan tekun dan tetap diiringi dengan do’a, serta berpikir positif dalam menghadapi kendala.

Dari hal tersebut, kita bisa mengakomodirnya dalam sebuah tempat yang representatif dengan hobi membaca dan menulis. Toko atau kafe buku bisa dikembangkan dari sebuah kafe atau resto yang dilengkapi dengan fasilitas peprpustakaan atau tempat buku. Selain bisa dimanfaatkan sebagai acara bedah buku, tempat ini juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bersama komunitas pecinta buku, selain itu juga menjual buku-buku yang sesuai dengan pangsa pasar kafe atau resto tersebut.

11 Pedoman Memulai Bisnis

M. Hariwijaya dalam buku 7 Jurus Jitu Memulai Bisnis memberikan 11 pedoma cara memulai bisnis. Dalam 11 pedoman cara memulai bisnis tersebut diuraikan sebagai berikut:

A. Keuntungan
Setiap bisnis mempunyai range keuntungan yang berbeda-beda. Ada keuntungan yang mencapai besaran 10%, 20%, 30%, 50%, hingga 100%. Bergantung pada tingkat risiko, kesulitan, kompetisi, atau kelangkaan.

Pada saat memilih bisnis toko buku atau yang dikombinasikan dengan usaha lain, seperti kafe atau butik, kita harus menentukan berapa kisaran profit. Besaran tersebut kita tentukan dengan mempertimbangkan biaya sewa tempat (toko, kios, kafe), investasi rak untuk display buku, biaya operasional promosi, faktor risiko, serta faktor keunikan atau kelangkaan.

B. Kemampuan Teknis
Kemampuan teknis dala bisnis toko buku juga diperlukan, bergantung pada sisi mana kita mengerjakan bisnis ini, baik dari sisi desain layout dan display, promosi, distribusi, atau pemasaran. Jika bergerak dibidang distribusi kita harus menguasai jalur distribusi. Jika bergerak dibidang pemasaran buku kita harus menguasai teknik komunikasi dan teknik pemasaran.

C. Pangsa Pasar
Kita bisa membedakan pangsa pasar dalam beberapa macam, yakni:
1) Berdasarkan umur : buku anak, remaja, dewasa, dan umum.
2) Berdasarkan wilayah: pemasaran dalam kota, dalam pulau, luar pulau atau luar negri.
3) Berdasarkan jenis kelamin: buku untuk pria atau wanita
4) Berdasarkan agama : buku untuk musli atau nonmuslim.
5) Berdasarkan tingkat sosal-ekonomi: menengah ke bawah, menengah ke atas, pelajar dan mahasiswa atau umum.

D. Bahan Baku
Bahan baku yang dimaksud adalah buku itu sendiri. Buku buku dengan kualitas fisik yang baik, terutama dari segi bahan, format, atau tingkat ketebalan, akan menentukan harga jual buku.

E. Tenaga Kerja

  1. Apakah kita memerlukan tenaga kerja dengan level tertentu (skill, unskilled).
  2. Apakah kita menggunakan tenaga kerja tetap, lepas kontrak atau borongan.
  3. Apakah kita menggunakan tenaga kerja lokal atau asing.
  4. Di bidang apa saja kita memerlukan tenaga kerja dengan spesifikasi khusus?

F. Modal
Sesuaikan jenis usaha yang akan kita kerjakan dengan modal yang kita miliki. Lalu, siapkan modal usahala dalam 3-6 bulan kedepan agar kita bisa berkonsentrasi dalam menjalankan bisnis.

G. Risiko
Risiko muncul disetiap tahap pekerjaan, yakni pada tahap berikut.
a) Tahap desain
b) Tahap produksi
c) Tahap penyimpanan
d) Tahap distribusi
e) Tahap penjualan
f) Tahap penagihan.

H. Persaingan
Sebaiknya kita menentukan dengan sebenar-benarnya akan bermain pada bisnis apa agar kita tahu persis siapa pesaing kita. Dengan demikian, kita dapat menentukan strategi apa yang diperlukan untuk memenangkan persaingan.

I. Fasilitas Usaha
Kita cermati, fasilitas apa yang kita miliki atau apa yang bisa kita dapatkan dari orang-orang terdekat untuk memenuhi hal-hal yang kita butuhkan dalam membuka usaha

J. Prospek Masa Depan
Kita mampu memprediksi prospek bisnis kedepan., baik jangka menengah maupun jangka panjang, termasuk pengembangan jenis usaha, penambahan cabang diluar kota, luar pulau atau luar negeri.

K. Aturan Hukum
Selain itu juga kita harus memperhatikan aturan hukum yang berlaku mulai dari legalitas usaha, perusahaan dalam bentuk PT atau CV, dan mengatur izin sesuaidengan peraturan daeraha yang berlaku.

Cara Menekan Biaya Produksi
M. Hariwijaya (Yogyakarta, 2009) memberikan beberapa panduan pada kita agar bisnis yang kita lakukan dapat menjadi lebih efisien dengan memperhatikan hal-hal berikut:

A. Menekan Harga Pokok
Menekan harga pokok bisa dimulai dari harga bahan baku dengan cara membeli dalam jumlah besar atau membeli langsung dari produsen atau distributor utama, menekan upah tenaga kerja, efisiensi proses produksi, atau memotong jalur distribusi.

B. Faktor-Faktor yang Harus Diperhatikan
Sebelum melakukan penyusutan atau pemangkasan biaya produksi, terlebih dahulu kita menentukan bagian-bagian mana saja yang dapat kita lakukan, mengurangi biaya tanpa mengganggu proses produksi, dan mengurangi kualitas atau mutu hasil produksi kita.

C. Pembelian Bahan Baku
Kita dapat menghemat pembelian bahan baku dengan cara membeli bahan baku tersebut dalam jumlah besar atau dalam jumlah tertentu dari distributor utama sehingga mendapatkan harga grosir dari supplier.

D. Kerusakan dan Penyelewengan
– Kerusakan tersebut dapat dihindari dengan memilih produk bahan baku yang baik, dengan memperhatikan proses handling dan penyimpanan yang sesuai prosedur.
– Penyelewengan dapat dihindari dengan melakukan pengawasan yang ketat, dan menempatkan orang yang tepat, disiplin serta menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) yang baku.

E. Buku yang Lebih Murah
Buku yang murah didapat dari produsen atau tangan pertama sehingga harga pembelian buku bisa ditekan.

F. Tenaga Kerja yang Tepat
Menempatkan the right man on the right place mutlak dilakukan. Dengan menempatkan seseorang sesuai keahliannya, untuk mengurangi kesalahan operasi, pemasaran dan distribusi , yang berpengaruh pada kualitas pelayanan.

G.Semangat dan Keinginan Kerja
Manusia bukan mesin maka untuk mencapai tujuan itu pengusaha harus memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya. Baik itu kesejahteraan sosial (gaji, jaminan, dll), tempat kerja, kebutuhan rohani, harga doro, kesadaran dan tanggung jawab, promosi dan mutasi.

H. Sistem dan Pembagian Kerja.
Dengan pembagian tugas yang jelas, diharapkan karyawan akan ahli dan profesional dibidang masing-masing, dengan sesuai standar dan kualitas yang sesuai harapan perusahaan.

I. Lokasi Usaha
Tempat usaha yang dekat dengan konsumen akan mempermudah konsumen dalam menjangkau tempat usaha kita.

JURUS JITU MERAUP PROFIT DARI HOBI
Bagaimana hobi menjadi profit diuraikan dalam penjelasan berikut sesuai dengan penjelasan dalam Bagaimana Membuat Hobi Menjadi Profit ( Sigit Rais dan Fietri Yulia, 2013)

A. Memahami Hobi Menerapkan Strategi Jitu
Terdapat banyak strategi yang dapat kita lakukan, berikut enam di antaranya.

1. Strategi Sipil
Strategi sipil tersebut membicarakam strategi sebelum perang, sebuah negara harus membangun kekuatan dan melakukan persiapan. Antara lain, menganjurkan pengangkatan pejabat berdasarkan jasa dan mendorong rakyat dengan sistem hadiah yang murah hati dan hukuman keras. Strategi tersebut untuk merekrut orang-orang pandai dalam manajemen.

2. Strategi Militer
Strategi Militer berkaitan dengan strategi yang digunakan untuk mengahadapi musuh. Strategi Militer yang baik adalah penempatan diri yang unggul. Setelah itu, memanfaatkan diplomasi. Kemudian, mengerahkan kekuatan militer sebagai ancaman. Jika semua usaha ini gagal, baru mengerahkan angkatan perang.

Kebijakan untuk kepemimpinan militer dapat juga diterapkan didalam dunia usaha. Untuk menjadi pemimpin yang berhasil, Donald G.Krause dalam bukunya Kiat Sang Pemimpin, memberi akronim yang cukup sebagai acuan agar kita bisa menjadi pemimpin yang baik, yaitu SPARKLE (Self Discipline, Purpose, Accomplish, Responsibility, Knowledge, Laadership, Example)

Penjelasan dari kiat tersebut diuraikan dalam uraian pembahasan berikut
1) Self Discipline (disiplin diri) merupakan syarat mutlak menjadi pemimpin. Kedisiplin dimulai dari diri. Kita tidak dapat menyuruh orang lain untuk berdisiplin. Sementara, kita tidak memberikan contoh tentang kedisiplinan itu sendiri.
2) Purpose (tujuan)
Setiap pemimpin harus mampu menetapkan tujuan atau visi. Baik besar,atau kecil, jangka pendek, menengah maupun panjang.
3) Accomplish (pencapaian tujuan)
penetapan tujuan (visi) tanpa diikuti pencapaian tujuan (misi) menjadi sia-sia. Oleh karena itu , perlu dilakukan tahapan untuk mencapai tujuan itu.
4) Responsibility (tanggung jawab)
Pemimpin adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap perusahaan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga pada tahap evaluasi dan pengembangan usahanya.
5) Knowledge (pengetahuan)
Idealnya pemimpin harus memiliki pengetahuan lebih dari bawahan, minimal mampu mengatur orang-orang yang berpengetahuan untuk bisa mengelola bisnis atau usaha.
6) Laddership (berjenjang)
Hirarki kepemimpinan perlu diatur sehingga setiap hirarki mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang masing-masing. Jangan sampai orang diberi tugad dan tanggung jawab tapi tanpa wewenang.

Karakter pemimpin pun dapat membentuk warna moral kepemimpinan itu sendiri. Pemimpin seorang teladan, seorang pemimpin diharapkan dapat mengikuti hal-hal berikut:
1. Belajar dari pengalalan orang lain.
2. Memahami peluang bisnis
3. Memilih lokasi yang tepat.
4. Terjun langsung.
5. Melakukan optimalisasi promosi
6. Memperluas jaringan relasi.

Jeffrey W. Meshel dalam buku Secrets of a Master Networker memberikan 35 strategi membangun relasi sebagai berikut:
1) Apa yang kita tahu akan bermanfaat bagi orang yang kita kenal. Apa yang kita tahu akan memengaruhi keberuntungan yang kita dapatkan.
2) Membuat orang yang kita ajal bicara merasa menjadi orang terpenting yang pernah kita temui.
3) Kita menjalani setiap tahapan dalam hidup bukan dengan tujuan “lulus dari” tetapi “lulus untuk”.
4) Belajar dari pengalaman.
5) Selalu menjaga reputasi diri bagaikan menjaga sesuatu yang kita sayangi.
6) Tidak semata mengejar imbalan (ganjaran).
7) Bagikan keuntungan dan peluang meskipun tidak terkait dengan pekerjaan kita. Kolega kita akan menghargainya, dan kesetiaan mereka pada kita akan tumbuh.
8) Berusaha untuk bangun, lalu segera menyadari apa yang kita lakukan dan tidak kita lakukan serta dampaknya terhadap pihak lain.
9) Orang baik akan berhenti paling awal.
10) Daripada salah persepsi lebig baik berkomunikasi dan berdiskusi secara terbuka.
11) Berusaha membuat diri kita menjadi lebih baik setiap hari.
12) Sifat pemalu mungkin sudah menjadi karakter, tetapi sifat ini bisa dihilangkan.
13) Jangan mengubah jati diri, tetapi ubahlah cara berpikir kita.
14) Komunikasi yang baik dan berhasil adalah komunikasi dengan menatap lawan bicara.
15) Setelah membuka pintu peluang, cobalah menjaga pintu itu tetap terbuka.
16) Yang lebih penting adalah apa yang kita tahu tentang siapa yang kita kenal.
17) Menindaklanjuti dan konsisten dalam mengikuti atau mengadakan suatu acara.
18) Dengan menyusun sebuah acara maka kita menciptakan banyak peluang.
19) Berupaya “menjebak” pandangan mata saat kita saling memperkenalkan diri.
20) Kelompok memiliki kekuatan. Bahkan, networker terbaik pun dapat mengambil keuntungan diri dalam kelompok network.
21) Bergabung hanya dengan kelompok nirlaba yang dikelola dengan sistem keanggotaan.
22) Memilih anggota kelompok yang sedang mengalami kemerosotan sementara. Tugas kita adalah tetap memberi semangat agar mereka tetap tegar dan siap bangkit kembali.
23) Berpikirlah mengenai “Anda”, bukan mengenai “Saya”.
24) Jangan ragu-ragu memperkenalkan dua orang yang kelihatannya memiliki sinergi.
25) Miliki kelompok kita seperti kita memiliki bisnis sendiri.
26) Menciptakan peluang dengan menyelesaikan masalah, memanfaatkan tujuan, dan menyusun strategi yang membuat kita menjadi magnet.
27) Jika mampu, cobalah terbang dengan tiket kelas satu. Kita tidak pernah bisa mendug siapa yang akan duduk di sebelah kita.
28) Memikirkan hal besar
29) Makin sedikit, makin baik mengurangi orang yang berada dalam database kita.
30) Hingga tingkat yang dapat kita terima, satukan kehidupan bisnis kita dengan kehidupan pribadi.
31) Milikilah hobi dan jadilah pakar dalam satu bidang tertentu.
32) Manfaatkan waktu secara efisien.
33) Penutupan transaksi bukanlah peristiwa besar, tetapi serangkaian peristiwa kecil.
34) Kita harus lebih sering keluar rumah. Pandangan tentang dunia yang kita dapatkan dari “balik meja” merupakan pandangan yang sempit.
35) Menjaga keseimbangan hidup sehingga mencapai kepuasan yang berarti adalah sebuah kesuksesan

MEMBUAT PERENCANAAN BISNIS
Untuk merealisasikan ide bisnis yang lebih matang, dan menentukan standar kinerja bisnis maka kita perlu membuat sebuah rencana bisnis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat rencana bisnis adalah sebagai berikut.

A. Menentukan Produk atau Jasa.
Kita bisa menentukan apakah produk yang akan kita pasarkan berupa buku atau tambahan majalah, untuk umum, remaja, dan mahasiswa, untuk kalangan menengah atau menengah ke atas, bahkan bisa mengonsepnya untuk tema tertentu.

Kita juga memiliki pilihan apakah akan mengkombinasikan produk buku tersebut dengan produk jasa pendukung lainnya. Atau kita mengonsepnya sekaligus dengan usaha jasa, seperti kafe atau learning (dan training) center.

B. Menentukan Harga
Cara menentukan harga perlu mempertimbangkan banyak faktor, antara lain:
• Harga dasar buku.
• Besaran profit sangat relatif, ditentukan oleh banyak pertimbangan, mulai harga dasar buku, gaji karyawan, sewa tempat, biaya listrik dan air, biaya perawatan gedung dan rak, biaya promosi atau biaya distribus.
• Penentuan harga juga berdasarkan harga pasar.

C. Pemilihan Lokasi
Berikut adalah hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi usaha.
1) Biaya
2) Mudah Terlihat (Visibility)
3) Tingkat Kompetensi
4) Jaringan Transportasi
5) Reputasi
6) Area Tempat Parkir
7) Ruang untuk Perluasan
8) Zoning
9) Traffic Generator
10) Jumlah Pelanggan Potensial.
11) Luas Lantai yang Tersedia.
12) Ketersediaan Supplier

D. Rencana Operasional
Prosedur standar untuk operasional atau petunjuk kerja (Standard Operating Procedure/SOP) diperlukan dalam suatu proses produksi, baik produksi barang atau jasa.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan SOP.
• Tujuan dilaksanakannya aktivitas
• Detail standardisasi langkah demi langkah yang dilaksanakan dalam aktivitas.
• Perlengkapan dan peralatan yang diperlukan untuk sebuah aktivitas.
• Perlengkapan dan peralatan yang diperlukan untuk sebuah aktivitas.
• Output atau hasil yang diharapkan dari sebuah aktivitas.
• Waktu diperlukan untuk sebuah aktivitas.
• Lokasi atau tempat dilaksanakannya aktivitas.
• Penanggung jawab dan pelaksana aktivitas
• Kemungkinan terjadinya penyimpangan proses, akibat yang ditimbulkan, dan solusi yang diperlukan.

Khusus untuk hal yang menyangkut produksi barang atau makanan, perlu diperhatikan empat hal utama dalam membuat SOP, yakni:
• Pengendalian mutu (quality)
• Jumlah (quantity)
• Berkelanjutan (continuity)
• Keselamatan Kerja (safety)

Pengendalian Mutu (Quality)
Dengan SOP diharapkan kualitas atau mutu barang atau jasa mempunyai standar yang sama, baik diperusahaan induk, cabang ataupun yang bermitra dengan usaha kita. Dengan adanya SOP setiap karyawan atau bagian mempunyai pedoman dan standar yang sama dalam produksi.

Jumlah (Quantity)
Dengan SOP diharapkan kuantitas barang atau jasa yang dihasilkan akan sama jika diproduksi dalam jangka waktu yang sama dan tentu saja dengan kualitas yang sama pula, baik di perusahaan induk, cabang, maupun mitra usaha.

Berkelanjutan (Continuity)
Dengan adanya SOP diharapkan proses produksi tetap berlangsung dengan baik tanpa adanya hambatan dari ketersediaan bahan baku, atau hambatan lain.

Keselamatan Kerja (Safety)
Merupakan hal yang utama dalam menjalankan proses produksi. Jika setiap karyawan atau bagian tidak memperhatikan K3 maka keseluruhan proses produksi akan ikut terganggu jika kecelakaan kerja.

E. Distribusi
Dalam rencana distribusi perlu dipertimbangkan apakah kita akan mendistribusikan hasil produksi sendiri atau menggunakan pihak lain (distributor) yang akan membantu mendistribusi ke konsumen.

Faktor-faktor penting dalam dalam distribusi yang menunjang lancarnya proses kinerja sebuah bidang usaha adalah sebagai berikut:
a) Transporter
b) Distributor
c) Sumber Daya Manusia
d) Arah dan Tujuan Tim
e) Support (Suasana yang saling Mendukung)
f) Setiap Pribadi atau Bagian (Berperan Penting)

F. Komunikasi
Komunikasi sangat penting dalam menyelesaikan persoalan yang muncul. Komunikasi yang tidak efektif membuat setiap orang bisa memberikan perintah dan tugas semaunya sendiri.

G. Koordinasi
Koordinasi memegang peranan penting untuk mencapai target yang telah ditentukan. Jika tidak menerapkan koordinasi masing-masing anggota dapat melakukan gaya sendiri-sendiri dan tidak kompak.

H. Kepercayaan
Kepercayaan diperlukan untuk mendapatkan lingkungan kerja yang produktif. Seluruh personalia mutlak perlu menjalankan komunikasi yang terbuka dan jujur untuk meningkatkan kesadaran dan mengembangkan kerja sama.

I. Sistem
Memiliki pengetahuan tentang cara atau sistem tidaklah cukup. Pengetahuan yang telah didapatkan harus di aplikasikan secara konsisten dan berkesinambungan. Dengan begitu, baru bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

10 Kesalahan dalam Kerja Tim
1) Lalai mengembangkan dan mempertahankan keterampilan dasar dalam manajemen dan kepemimpinan.
2) Mengadakan teknik seleksi pegawai yang buruk.
3) Lalai mendiskusikan harapan atau menetapkan tujuan yang telah disusun bersama.
4) Tidak memiliki perhatian pada kebutuhan akan pelatihan dan pengembagan anggota tim.
5) Lalai menyokong, mendukung, dan memelihara kegiatan pengembangan tim.
6) Mencegah keterlibatan anggota tim dalam kegiatan apapun dimanapun mereka dapat memberikan sumbangan.
7) Lalai memberikan dan menerima umpan balik dari tim .
8) Membiarkan konflik dan kompetisi lepas dari kendali atau berusaha menghilangkannya sama sekali.
9) Bergantung pada orang lain untuk mengakui dan mengganjar tim serta para anggota.
10) Lalai mengirim pemain yang tidak berespons terhadap pelatihan kembali ke liga kecil.

STRATEGI MARKETING
Jika kita sudah menyediakan produk atau barang yang akan kita jual maka kita memerlukan adanya jalan untuk memasarkan produk tersebut, dengan menerapkan strategi pemasaran atau strategi marketing yang tepat. 3 pilihan cara dalam menerapkan strategi untuk menembus pasar, yaitu:

A. Menjadi yang Pertama (Be the First)
Membuat jenis usaha yang produknya belum dibuat orang. Menjadi pelopor bisnis baru memerlukan kreativitas dan kejelian dalam melihat potensi.

B. Menjadi yang Terbaik (Be the Best)
Begitu kita memulai usaha jenis baru, kemungkinan jenis usaha kita akan ditiru banyak orang. Oleh karena itu, kita dapat memakai strategi baru, yaitu menjadi yang terbaik meskipun banyak yang meniru. Jadilah yang terbaik maka usaha kita akan tetap eksis.

C. Menjadi yang Berbeda (Be Different)
Terkadang sulit menjadi yang terbaik. Oleh karena itu, terdapat cara lain yang bisa dilakukan, yakni menjadi sesuatu yang berbeda. Untuk usaha kafe buku, kita bisa membuat perbedaan tersebut dari hal-hal berikut.
• Perbedaan bangunan interior, furnitur, aksesoris.
• Perbedaan dari menu makanan dan minuman.
• Perbedaan dari sisi baju seragam.
• Perbedaan dari jenis musik.
• Perbedaan dari sisi harga dan pelayanan.

Untuk mencapai target tersebut, kita pun dapat menggunakan pedoman 8P seperti pada uraian sebelumnya.

MENGHADAPI KOMPETITOR
Usaha yang sudah berdiri dan berjalan serta mulai memiliki hasil dan keuntungan akan dihadapkan pada adanya kompetitor atau pesaing, baik kompetitor yang sudah lama ada maupun kompetitor yang baru muncul. Untuk itu, diperlukan kiat-kiat khusus dalam menghadapi kompetitor, seperti dalam uraian berikut.

1. Aturan
Dalam bisnis kafe buku pun, kita harus membuat dan menerapkan aturan sehingga bisnis kita berjalan dengan lancra dan menguntungkan. Peraturan tersebut bukan hanya berlaku untuk pemilik dan karyawan, tetapi juga berlaku dengan konsumen, rekan bisnis, supplier, transporter, atau sponsor.

2. Ragam Buku
Kafe kita menyediakan banyak ragam buku dengan jumlah yang cukup, yang disesuaikan dengan ruang baca serta meja dan kursi yang cukup.

3. Kreatif
Kita memiliki tim kreatif yang selalu memiliki ide segar untuk mendatangkan customer ke kafe buku kita, dengan mengadakan acara bermanfaat dan menarik, seperti bedah buku, sharing bisnis, diskusi musik, atau kreativitas lain.

4. Jasa Antar
Kafe kita dapat melayani pesanan dan pengiriman buku dalam dan luar kota, bahkan luar pulau dan luar negeri.

5. Edukasi
Dalam berbisnis kita bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga berbagi pengalaman dan ilmu.

6. Menu Favorit dan Buku
Kita harus mencoba untuk menentukan menu makanan dan minuman khas kafe buku kita. Begitu juga dengan koleksi buku pribadi yang kita miliki.

7. Gratis
Kita dapat memberlakukan layanan gratis atau bonus untuk pembelian nilai tertentu

8. Hospitality (Ramah)
Diharapkan memiliki nilai lebih dengan membawa sisi keramah tamahan dalam melayani pengunjung dan pembeli sebaik mungkin.

9. Interior
Dalam berbisnis kafe buku, kita perlu mmeperhatikan interior ruangan showroom buku kita, terutama dari segi desain dan kenyamanan sehingga customer merasa nyaman saat memilih-milih buku dan membacanya.

10. Jangan Jorok
Berikan perhatian khusus terhadap kebersihan dan kerapian tempat usaha cafe buku kita.

11. Kemasan
Selain kualitas buku juga makanan dan minuman yang kita sediakan, kualitas kemasan juga perlu diperhatikan. Kemasan disini yaitu pembungkus buku untuk para pembeli buku-buku dikafe kita atau sampul khusus pada buku-buku yang kita jual. Selain itu, kemasan lain berupa goodie bag atau paper bag, bisa juga dalam bentuk boks eksklusif untuk pembelian dalam jumlah tertentu.

12. Lokasi atau Tempat
Secara umum, lokasi kafe buku yang strategis dan ruang parkir yang cukup akan menarik perhatian customer.

13. Minuman “Selamat Datang”
Memberikan “welcome drink” untuk memberi “nilai lebih” bagi pengunjung kafe buku kita.

14. Nama yang Unik
Ciptakanlah sebuah nama yang unik untuk kafe buku kita.

15. Organisasi yang Rapi
Bisnis kafe pun memerlukan organisasi dan manajemen yang rapi disemua bagian.

16. Parkir yang Memadai
Menyiadakan tempat parkir yang cukup, baik untuk kendaraan pengunjung maupun kendaraan pegawai.

17. Quota (Kuota) yang Cukup
Kuota tersebut mencakup penyediaan buku-buku yang cukup sesuai dengan pangsa pasar kita.

18. Resepsionis
Jika memungkinkan kita bisa menempatkan resepsionis untuk menyambut serta memberi layanan kepada pengunjung atau konsumen dengan baik.

19. Seragam
Seragam karyawan juga akan mendukung konsep dan imej kafe buku kita.

20. Toilet Bersih
Toilet yang bersih dan nyaman menunjukkan komitmen yang baik dari pemilik tempat usaha terhadap konsumen.

21. Unik
Ciptakanlah ide dan konsep yang unik untuk kafe buku kita sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi para konsumen.

22. Variasi Acara
Untuk menarik perhatian customer, kita juga dapat membuat acara-acara khusus sesuai dengan target pasar kita.

23. Waktu Tertentu
Pada waktu-waktu tertentu kita dapat membuat konsep acara atau konsep promo tematik melalui diskon khusus Hari Raya atau Tahun Baru.

24. X-traordinary
Kita bisa membuat sesuatu yang luar biasa untuk momen-momen khusus, seperti pada peringata Hari Buku, Hari Bumi, dan sebagainya melalui acara kejutan, sayembara atau kuis.

25. Yakin
Kita memiliki keyakinan yang kuata untuk menjalankan dan mengembangkan usaha kita.

26. Zero to Hero
Kita bisa memulai bisnis kafe buku tanpa modal, yakni dengan cara memasarkan produk orang lain dengan menjadi reseller atau distribusi buku, majalah, atau pernak-pernik buku.
KISAH SUKSES
Usaha kafe buku merupakan usaha yang relatif barh di indonesia. Keberadaan nya berkembang seiring dengan kebutuhan konsumen dan gaya hidup masyarakat yang juga makin modern. Berikut dipaparkan beberapa usaha kafe atau resto yang membidik kegiatan berbasis edukasi, literasi, dan kewirausahaan sebagai konsep usaha kafe atau restonya.

1. English Kafe
English Kafe adalah program dengan kegiatan kursus bahasa inggris di kafe atau resto di wilayah Yogyakarta, yang dimotori Hamli dan kawan-kawan dari Yogyakarta.

Belajar bahasa inggris di kafe didukung buku-buku yang disediakan pemilik kafe atau resto akan memunculkan simbiosis mutualisme antara pemilik kafe atau resto dan para pengunjung kafe. Pemilik kafe diuntungkan karena tidak perlu menyediakan tempat untuk kursus bahasa inggris. Sedangkan peserta atau murid juga diuntungkan karena mereka bisa belajar bahasa inggris dengan cara lebih santai.

2. Toko Buku Diskon
Toko buku diskon ini terletak di Jalan Tirtodipuran Yogyakarta dengan nama “Oemah Buku”. Toki buku ini selalu mengadakan program buku diskob bagi para pengunjung, berdampingan dengan kantor penerbitan dan percetakan Pohon Cahaya.

Selain sebagai tempat penyaluran buku dari penerbit lain yag akam mengadakan program “cuci gudang”. Dengan diskon 10-20% diharapkan toko buku ink bisa menjadi daya tarik tersendiri bagu pengunjung.

3. Java Sushi
Java Sushi merupakan sebuah resto Jepang dengan konsep unik yang memadukan budaya jawa dan masakan jepang. Resto tersebut milik Muhammad Sjairil, yang pernah tinggal dijepang selama 10 tahun.

Salah satu strategi untuk menarik pengunjung, Java Sushi mengadakan banyak acara yang menarik. Antara lain menawarkan paket khusus photo session dalam busana kimono, pemberian ketrampilan tangan origami yang dimaksudkan sebagai kenang-kenangan atau kursus gratis bahasa Jepang. Cara lain, yakni dengan menyediakan buku bahasa indonesia atau bahasa jepang bagi pengunjung dari berbagai jenis bacaan.

3. EDU Kafe
EDU Kafe didirikan di klaten dengan konsep pendidikan yang bertujuan menyelenggarakan banyak kegiatan pendidikan, mulai dari bedah buku, diskusi, hingga agrobisnis baik untuk sekolah menengah pertama dan atas serta perguruan tinggi maupun persiapan mencari pekerjaan.

4. Kelas Bisnis Yogyakarta
Kelas Bisnis Yogyakarta merupakan komunitas kelas bisnis yang bergerak di Yogyakarta dan sekitarnya. Dan beralamatkan di Jalan Mangkuyudan 43 Yogyakarta. Didalam kelas bisnis tersebut dikembangkan sejumlah kegiatan yang mendukung gerakan dan seluk-beluk enterpreneurship secara mendalam.

Komunitas tersebut memiliki fasilitas perpustakaan, ruang pertemuan, pusat pelatihan (pelatihan enterpreneur, menulis buku, atau pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta), serta kafe yang menyediakan menu tradisional.

Sumber :
{My Hobby My Bussiness} Kafe Buku, Gunawan Ardiyanto, Metagraf (Cetakan Pertama, Desember 2014)

MANAJEMEN EVEN


Manajemen even adalah bagian dari ilmu Manajemen yang menciptakan dan mengembangkan sebuah kegiatan dengan tujuan untuk mengumpulkan orang-orang di satu tempat, melakukan serangkaian aktivitas yang teratur untuk memperoleh suatu informasi atau menyaksikan suatu kejadian.

hospitalityEven dalam arti sempit dapat didefinisikan sebagai pameran, pertunjukan atau festival, dengan syarat ada penyelenggara, peserta dan pengunjung. Namun dalam arti luas even diartikan sebagai suatu kurun waktu kegiatan yang dilakukan oleh sebuah organsasi dengan mendatangkan orang-orang ke suatu tempat agar mereka memperoleh informasi atau pengalaman penting serta tujuan lain yang diharapkan oleh penyelenggara. Even termasuk kegiatan pemasaran dan komunikasi. Komunikasi pemasran adalah aplikasi komunikasiyang bertujuan untuk membantu kegiatan pemasaran dari sebuah perusahaan.
Keberhasilan dalam menyelenggarakan even ditentukan oleh kualitas manajemen, yaitu dalam pengambilan keputusan. Menurut Darmawan (2004),”Model keputusan, baik rasional maupun rasionalitas, yang dibatasi menunjukkan sejumlah langkah dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan. Seluruh aktivitas itu dibantu oleh adanya informasi yang berkualitas.”

“Eksekutif yang efektif tidak banyak mengambil keputusan luar biasa. Mereka berkonsentrasi pada hal-hal penting. Mereka mencoba membuat keputusan penting berdasarkan tingkat pemahaman konseptual tertinggi.mereka mencoba menemukan hal-hal yang konstan dalam suatu yang sifatnya strategis dan generik, alih alih “memecahkan masalah”. Oleh karenanya mereka tidak terlalu tertarik pada kecepatan pengambilan keputusan.”Justru mereka menganggap bahwa keterampilan dalam memanipulasi banyak variabel adalah gejala berfikir yang ceroboh. Mereka ingin tahu segala sesuatu di balik sebuah keputusan dan alasan keputusan itu dibuat. Mereka lebih menhendaki dampak ketimbang teknik. Mereka ingin terdengar alih-alih terlihat pintar.” (Drucker, 2007: 53)

Sebaiknya keputusan yang diambil oleh eksekutif puncak, komitmen, koordinasi, rekrutmen, perencanaan dan eksekusi sangat mempengaruhi apakah sebuah even berjalan sesuai harapan.
Manajemen Even

Saat ini telah banyak jasa pendidikan yang menawarkan pengajaran mengenai manajemen even. Karena semakin meningkat  peluang karir yang dibutuhkan di industri, contohnya sebagai:

  1. Manajemen even perusahaan
  2. Konsultasi manajemen even
  3. Industri hotel, travel dan hospitalitas
  4. Perusahaan periklanan
  5. Perusahaan konsultan PR
  6. Pemerintah
  7. Media Pemberitaan (media massa dan nirmassa)
  8. Ornop atau LSM
  9. Perusahaan konsultan yang bergerak di bidang komunikasi pemasaran atau IMC

Manajer even dalam stuktur perusahaan biasanya berada dalam dua departemen, yaitu pemasaran dan PR.Tugas menejer even adalah mengelola pameran, melakukan koordinasi dengan pihak-pihak pendukung, dan melakukan negosiasi dengan peserta. Pada saat pelaksanaan, manajer even mengelola operasional pameran, mengawasi pekerjaan tiap-tiap departemen, berkoordinasi dengan kontraktor, berkomunikasi dengan peserta dan pengunjung.
Berikut beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang menejer even:

  1.  Menguasai langkah-langkah menyelenggarakan pameran
  2.  Memiliki pengalaman pameran
  3.  Memiliki wawasan yang luas tentang berbagai hal
  4. Memiliki kemampuan dalam berkomunikasi
  5.  Memiliki kemampuan dalam menganalisis hasil kegiatan
  6. Memiliki kreativitas yang tinggi dalam pengembangan gagasan kegiatan
  7. Memiliki kemampuan dalam mengendalikan tim kerja
  8. Memiliki daya tahan fisik yang baik
  9. Memiliki konsistensi dalam pemikiran, ucapan, dan tindakan
  • Manajemen Even Dalam Promosi Penjualan

Perusahaan menujukan promosi penjualan pada dua sasaran, yaitu: Pertama adalah konsumen sebagai pengguna akhir (end user); kedua adalah pedagang grosir dan paritel yang akan mendistribusikan produk mereka kepada konsumen untuk merangsang permintaan.
“We have two promotional strategies from wich choose, push and pull. We push our promotion onto retailers who in turn push the brand to consumers, and we pull consumers to our brand by offering price promotions directly to them.”(Harvest Private Publishing, 2006: 27)
Belch (2004) disebutkan ada delapan bentuk kegiatan promosi penjualan yang ditujukan kepada konsumen, yaitu sampel, kupon, hadiah, kontes dan undian, rabat, bonus kemasan, dan even pemasaran. Kegiatan-kegiatan itu ditujukan untuk meraih tujuan dasar, yaitu:

  • Memperkenalkan produk baru atau termasuk dalam tahapan awareness konsumen kepada produk.
  • Memosisikan kekuatan produk (product equity)di benak konsumen.
  • Merangsang pembelian sebagai akibat turunnya penjualan.
  • Mempertahankan posisi produk karena gerakan pesaing atau masuknya pesaing baru.
  • Menciptakan atau mendorong terjadinya perubahan perilaku konsumen.

Program promosi bagi non-user ditujukan untuk uji coba dan daya tarik:

  •  Kupon
  • Sampel
  • Undian
  • Bonus kemasan
  •  Rabat

Program promosi bagi user ditujukan untuk meningkatkan loyalitas:

  • Kupon
  • Kontes
  • Rabat
  • Program frequency
  • Premium
  • Event Marketing atau Event Sponsorship
  • Bonus kemasan

Promosi penjualan berorientasi-middleman

  •  Point-of-Purchase Display dilakukan perusahaan untuk mempromosikan produk. Contohnya rak, poster atau flier.
  • Coorperative Advertising Progam dengan cara memberikan pembayaran sejumlah biaya yang dikeluarkan distributor/peritel dalam promosi atau iklan.
  • Specialty Advertising adalah daya tarik lain yang diberikan pada para middleman dan konsumen puncak, diberikan dalam bentuk barang atau aksesoris yang dapat mengingatkan konsumen, distributor, dan paritel akan kebearadaan produk perusahaan.
  •  Push Money adalah komisi penjualan
  • Trade show atau pameran dagang

Kegiatan yang dilaksanakan oleh bagian promosi selalu bersinergi dengan bagian penjualan dan bagian periklanan. Koordinasi ini diperlukan sebagai dukungan terhadap kegiatan promosi.

Beberapa perusahaan biasanya lebih banyak mengeluarkan biaya untuk program promosi penjualan ketimbang untuk program periklanan. Alokasi ini didasarkan pada pertimbangan atas beberapa faltor, temasuk pencapaian tujuan promosidari sebuah kampanye penjualan, situasi persaingan, upaya penguatan pasar, dan upaya mempertahankan bran di benak konsumen.
Dalam promosi penjualan ini dibutuhkan pula dukungan media dan perencanaan waktu, perencanaan media promosi, serta pameran keliling. Bagian terpenting dalam menjalankan program, menejer even perlu merumuskan rencana secara mendetail dan berkoordinasi dengan bagian promosi penjualan, bagian penjualan, dan bagian kreatif perusahaan tentang apa saja yang dilakukan, alat ukur keberhasilan, dan strategi promosi yang sinergi.
 Strategi Dalam Kegiatan Pameran

Pameran adalah alat bantu pemasaran yang merupakan bagian dari aktivitas promosi penjualan.

Menurut Munshi (1995) ada enam bentuk pameran yang merupakan peluang perusahaan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran, yaitu:

  1. Trade exhibition merupakan pameran dagang yang bercirikan pengunjung dan dibatasi hanya para pihak yang memiiki tiket atau undangan serta para pebisnis yang berkaitan dengan pameran yang diselenggarakan.
  2. Public Exhibition merupakan pameran yang terbuka untuk umum sehingga para pengunjung tidak dibatasi atau tidak ada aturan ketat.
  3. Overseas Trade Exhibition memiliki ciri yaitu pengunjung berasal dari kalangan profesional, spesialis, dan pengusaha yang berhubungan dengan tema pameran.
  4. Outdoor Exhibition adalah pameran yang dilaksanakan di luar ruang.
  5. Portable Exhibition biasa disebut dengan Mobile Exhibition ataupun pameran keliling, pameran yang dilakukan secara berpindah tempat dari satu kota ke kota lain.
  6. Small Exhibition merupakan pameran terkecil bila dilihat dari luas ruang dan jumlah peserta.

Dalam pengambilan keputusan untuk mengikuti sebuah pameran diperlukan beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, yaitu:

  1.  Pertimbangan positioning perusahaan di pasar
  2. Pertimbangan kapabilitas penyelenggara pameran
  3. Pertimbangan sumberdaya manusia
  4. Pertimbangan keuangan
  5. Pertimbangan periode atau jangka waktu pameran

Perencanaan Kegiatan

Sebelum menyusun rencana untuk menjadi peserta pameran, pertama-tama yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu perlunya dibuat sebuah analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT).
Ada dua ha yang harus dianalisissecara mendalam sebelum mengikuti pameran, yaitu

  1. Analisis kekuatan perusahaan meliputi analisis situasi internal perusahaan dan analisis produk atau brand
  2. Analisis pameran, yaitu menganalisis perkiraan jumlah pengunjung yang akan hadir, membuat daftar pesaing langsung dan tidak langsung, mempelajari secara fisik layout pameran, melihat laporan hasil pameran tahun terdahulu yang diberikan penyelenggara untuk mempelajari siapa saja pesaing yang muncul dalam presentasi teknis (technical seminar), serta tanggapan pengunjung terhadap informasi-informasi yang disampaikan.

Untuk memperoleh keberhasilan dalam pameran diperlukan sebuah analisis terutama analisis keluaran sehingga dari analisis itu dapat ditentukan strategi komunikasi yang akan digunakan.

Perencanaan Waktu

  1. Sebelum pameran

Biasanya, waktu persiapan minimal bagi perusahaan untuk mengikuti pameran adalah dua bulan. Waktu ini digunakan untuk mengatur persiapan dan melakukan kordinasi dengan para mitra kerja serta departemen-departemen lain. Selain itu juga digunakan untuk mendisain stan serta kebutuhan-kebutuhan yang digunakan saat pameran, dan juga mempersiapkan hal-hal yang di berikan oleh penyalenggara even.

Sebelum melakukan pameran hendaknya dilakukan beberapa langkah guna melancarkan jalannya pameran, yaitu:

    • Membuat bagan perencanaan waktu
    • Seleksi tim
    • Kerjasama dengan kontrakto
    • Presentasi teknis
    • Perencanaan strategi promosi
    • Perencanaan distribusi barang
    • Perencanaan biaya kegiatan meliputi: biaya dasar pameran; biaya stuktur, grafis, dan display produk; biaya promosi dan presentasi; biaya hospitalitas pelanggan; biaya transportasi; biaya servis di lokasi; biaya personel; biaya riset.
  1. Pelaksanaan Pameran

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kelangsungan pameran, yaitu:

  • Perjanjian sewa stan haruslah di mengerti sebelum disetujui dan di tandatangani
  • Menjelang pameran hal-hal yang harus diperhatikan adalah pertama pameran dagang dikunjungi oleh orang-orang yang penting bagi perusahaan, kedua untuk menarik perhatian orang lain haruslah bersaing dengan peserta lain.
  • Bagian terakhir yang harus diingat pada saat pameran adalah melakukan pemesanan untuk mengikuti pameran berikutnya.
    Manajemen Seminar, Konferensi, Lokakarya, Dan Dengar Pendapat

Seminar adalah suatu bentuk kegiatan pertemuan yang membahas masalah terkini di berbagai bidang.

Konferensi merupakan bentuk yang hampir sama dengan seminar, tetepi lebih luas dan menyangkut masalah internasional atau nasional.
Lokakarya adalah kegiatan yang bersifat peningkatan keahlian dari suatu profesi, seperti lokakarya pengolahan limbah, kontruksi, pemberdayaan manusia dan lain-lain.
Dengar pendapat biasa dilakukan oleh organisasi internasional atau pemerintah yang berfungsi melakukan diskusi publik tentang berbagai hal menyangkut hajat hidup orang banyak yang selanjutnya akan menjadi bahan masukan dalam pemuatan kebijakan.

Merencanakan dan Melaksanakan Seminar

Pertama adalah menentukan tema seminar, hendaklah memilih tema yang segar dan menarik. Kemudian menyusun tujuan dan sasaran. Berikut tahap-tahap kegiatan yang harus dilaksanakan yang biasa disingkat dengan 5P:

  1. Perencanaan: hendaknya membuat kerangka kegiataan yang tersusun mulai dari minggu ke-24 sebelum seminar dilaksanakan, sehingga proses pengumpulan dana yang dibutuhkan mendapatkan hasil yang diharapkan.
  2. Pengorganisasian: membentuk tim inti untuk membantu melaksanakan berbagai kegiatan tahap awal atau persiapan. Seperti menyusun rencana detail, menghubungi pembicara, menyusun proposal sponsorship, menyusun daftar perlengkapan, dan menentukan jadwal promosi serta periklanan.
  3. Promosi: keberhasilan promosi tergantung pada strategi dan media yang digunakan, pesan dan visual, berapa banyak undangan yang disebar, dan sebagainya. Banyak yang menganggap promosi ini tidak penting, padahal sponsor hanya tertarik pada bentuk promosi dan media promosi yang digunakan.
  4. Pelaksanaan: pada H-14 harus dilakukan berbagai kegiatan persiapan sepert konfirmasi pembicara dan peserta, mengumpulkan materi dari pembicara, memesan catering, membayar sewa ruang, mengecek kesiapan perlengkapan seminar, serta mengurus perizinan ke kepolisian dan pemerintah setempat.
  5. Pelaporan: menyusun laporan bagi sponsor dan donatur yang berisikan jumlah peserta, laporan promosi dan bukti-buktinya.

Persiapan:

  1. Minggu 24: perekrutan staf inti; penyusunan detail kegiatan atau modul kegiatan; pembuatan proposal kegiatan dan sponsorship; menghubungi pembicara untuk menanyakan kesediaannya; menyusun daftar perlengkapan dan perlengkapan yang dibutuhkan; membuat perencanaan promosi kegiatan dan mailing.
  2. Minggu 20: menghubungi calon sponsor; mengontak kembali pembicara untuk memperoleh informasi judul materi yang akan dipaparkan kepada peserta seminar; memesan tempat dan membayar deposit ( booking fee); menghubungi pembicara untuk menanyakan kesediaannya; menyusun daftar perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan; mengecek material promosi dan menyusun dftar tujuan mailing.
  3. Minggu 16: negosiasi dan kontrak kerja dengan sponsor; membayar sewa tempat tahap pertama; mencetak material promosi dan pemesanan tempat untuk iklan di majalah, surat kabar, televisi dan radio; promosi dan mailing dapat dilakukan pada minggu ke-13.
  4. Minggu 12: konfirmasi peserta dan pendaftaran peserta; pembelian matrial dan perlengkapan seminar yang dibutuhkan; pembayaran sewa tempat tahap kedua; konfirmasi pembicara dan pengumpulan materi.
  5. Minggu 8: konfirmasi peserta dan pendaftaran peserta; pemesanan sewa perlengkapan seperti infokus, sound system, dan lain-lain; iklan di surat kabar, radio dan televisi; konfirmasi pembicara dan pengumpulan materi.
  6. Minggu 4: konfirmasi peserta dan pendaftaran peserta; rekrutmen staf operasional; iklan di surat kabar, radio dan televisi; rechek kesiapan perlengkapan; konfirmasi pembicara dan pengumpulan materi.
  7. H-3 sampai H-1: konfirmasi peserta dan pendaftaran peserta; distribusi perlengkapan ke lokasi seminar; tes perlengkapan dan peralatan; menjemput pembicara dan mengantarkan ke hotel/penginapan; iklan di surat kabar, radio, dan televisi; cetak materi pembicara dan menggandakan sejumlah peserta seminar; mendekorasi ruangan dan menyusun tempat duduk serta penempatan peralatan seminar.
  8. H-0: regristrasi ulang peserta; penjemputan pembicara; menyiapkan coffee break dan lunch; meyiapkan sertifikat untuk peserta; menyiapkan pembayaran untuk pembicara; membereskan perlengkapan dan peralatan setelah seminar selesai.
  9. H+1 sampai H+12: membawa kembali perlengkapan yang masih bisa digunakan; mengamankan dokumen dan catatan kegiatan serta bukti-bukti pembayaran; menyusun laporan keuangan dan laporan kegiatan; menyampaikan laporan kegiatan kepada sponsor atau penyandang dana kegiatan.

PENYELENGGARAAN PERTEMUAN BISNIS
Hal-hal yang perlu dipersiapkan:

  1. TO Whom: siapa saja sasaran pertemuan yang menjadi kunci dari keberhasilan pertemuan ini? Memikirkan cara untuk mendatangkan mereka.
  2. Who: ada tiga macam perencana pertemua bisnis yaitu staf perusahaan, anggota asosiasi atau organisasi, dan perencanaan independen. Yang harus dilakukan adalah mendefinsikan pencapaian dari pertemuan secara rinci, pencapaian harus dapat diukur, tujuan harus mudah dicapai, acara sesuai dengan tema, kedisiplinan terhadap waktu. Serta menyusun prosedur pendaftaran mengumpulkan informasi secara cermat “sebelum, selama, dan setelah pertemuan”.
  3. When: kapan waktu yang tepat bai penyelenggaraan kegiatan?
  4. Why
  5. Where: Hal-hal yang tidak boleh dilupakan oleh perencana lokasi adalah kelengkapan fasilitas, kenyamanan, daya tampung, akses menuju lokasi.

Tahap-tahap perencanaan pertemuan:

  1. Premeeting: menentukan tema pertemuan, menentukan pilihan tempat pertemuan, merancang pos-pos pembiayaan, mengatur tim, membangun tim kerja dan pengarahan kerja, menyusun proposal pertemuan, menentukan struktur acara termasuk para pembicara, menentukan penginapan dan fasilitas antar jemput untuk undangn dan atau pembicara, mengatur posisi ruangan (set arrangement) dan menu makanan.
  2. Meeting: hal-hal yang harus diperhatikan adalah cara untuk terlibat penuhdalam semua kegiatan.
  3. Post-meeting: menyusun laporan kegiatan dan keuangan.

Akomodasi bagi tamu, yang perlu disiapkan jika pembicara atau tamu undangan bertempat tinggal di luar kota, yaitu penginapan, transportasi, makan pagi dan lain-lain.
Proses kegiatan

  1. Registrasi tamu atau undangan
  2. Protokol: perlunya dipahami mengenai aturan protokoler yang berupa bentuk-bentuk penyampaian pidato, perkenaan atau pemberitahuan undangan, program acara, bersulang, penempatan bendera, upacara ala militer, pengaturan tempat duduk, penyebutan pangkat dan jabatan, kartu nama dan sebagainya.
  3. Pengaturan tempat duduk:
  • Power position
  • Cooperative position
  • Competitive position
  • Autonomous position
  • Meeting position

Etika jamuan makan siang:

  1. Rencana jadwal makan siang, persiapan makan siang harus sudah siap tepat satu jam sebelum acara dimulai, karena tamu biasanya datang 30 menit lebih awal.
  2. Perhatikan siapa saja yang anda undang dan pastikan nama mereka sudah tertulis di tiap meja. Kalau tidak, anda perlu menugaskan penerima tamu agar mengantar para tamu ke meja masing-masing.
  3. Jadilah pembuka makan siang dan perkenalkan pimpinan anda yang akan membuka jamuan.
  4. Pilihlah musik yang tepat, lebih baik musik instrumental.
  5. Berdirilah berjajar di pintu keluar untuk mengucapkan salam perpisahan atau terimakasih kepada para undangan yang akan meninggalkan ruangan.

  KONFERENSI PERS

If a dog bites a man, that is not news; but if a man bites a dog that is news.”(Mott, 1958)

Mott menyampaikan sebuah pameo, “Jika anjing menggigit manusia, itu bukan berita; tetapi jika manusia menggigit anjiang , itu baru berita.” (Effendy, 1993: 131)
Pameo ini menggambarkan pengertian bahwa berita itu adalah sebuah informasi penting dan luar biasa sehingga banyak orang tertarik untuk membaca.
Arronson dan Spetner berkata,”In proposing and planing event, the single most importan question you must always ask yourself is ‘will anybody care?’ or, to use david Mc Clinticks phrase, ‘how board will the public reaction?”(1993: 93).
Konferensi pers adalah mengundang media masa ke lokasi dan waktu yang tepat untuk menerima informasi penting dan menerima jawaban atas pertanyaanmereka.
Kebutuhan perlengkapan konferensi pers:

  • Informasi (siaran pers, biodata perusahaan, foto, naskah sambutan, dll)
  • Penentuan lokasi dan waktu
  • Pengaturan kegiatan: sewa ruangan, menu makanan, perlengkapan audio visual, backdrop dan podium, meja kursi pembicara, stan untuk kamera, lampu penarangan, susunan kursi dan meja, papan nama dan kartu nama, kartu pengenal undangan, tiket parkir, buku tamu, alat tulis.
  • Undangan: data media, nama-nama yang diundang, daftar kontak undangan untuk konfirmasi kehadiran.
  • Kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan oleh wartawan dan draf jawaban.

Informasi berupa media–kit yang berisikan informasi singkat tentang apa saja yang akan diberitakan, biasanya sepanjang 1-2 halaman; biografi pembicara yang akan tampil; riwayat perusahaan atau sponsor kegiatan; foto dan CD/DVD interaktif audio-visual.

Biodata perusahaan secara singkat menjelaskan latar belakang dan sejarah singkat perusahaan kepada para wartawan.
Biografi pembicara guna membantu wartawan menyusun pemberitaan.”Sometimes I check the fact in them, while other reporter I know rely on them solely. Most reperters trust bios and use them more then press release. I look for the kinds of information, I would ask about if given the opportunity to interview the client, myself,” kata Andrew Edelstein, redaktur New York Newsday (dalam Aranson dan Spetner, 1993:52)
Dalam menulis biografi, garis besar (outline) merupakan awal dari penuisan berita, dan harus ditulis secara logis serta lengkap. Pada paragraf awal harus dituliskan ringkasan riwayat hidup yang menunjukkan kekuatan atau kekuasaannya.
Dibutuhkan pul factsheet guna merinci informasi rumit menjadi ringkas sepanjang satu halaman, sehingga editor dapat mudah memahami dan mengambilnya sebagai bahan tulisan.
Hal-hal lain yang perlu disiapkan dalam penyelenggaraan konferensi pers adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan sambutan
  2. Penulisan naskah pidato
  3. Mengatur lokasi konferensi pers
  4. Menyiapkan draf jawaban
  5.  Mengundang wartawan
  6. Pengaturan di lokasi

WARUNG BU SASTRO “TIDAK RUGI BERBISNIS DENGAN HATI”


BY: PAULINE LEANDER

“BERSUA MASALAH, BERSUA ASA…”

PESANGON TOKO LUWES UNTUK BEKAL HIDUP
Rumah sederhana milik Pak Sastro terletak di gang Pelesiran Balubur bernomor 34A/58, Taman Sari, Bandung. Pada suatu malam, Pak Sastro dan istrinya, Ibu Sastro, sedang berbincang panjang dengan wajah serius. Waktu telah menunjukkan pukul 11 malam. Pak Sastro bermaksud menceritakan kejadian yang baru ia alami kepada istrinya. Rupanya, Toko Luwes (tempat Pak Sastro bekerja selama 33 tahun) ditutup oleh Pemerintah Daerah Bandung karena semakin sepi. Keputusan tersebut diumumkan pada pagi hari. Untunglah Toko Luwes masih memperhatikan karyawannya dengan memberi uang pesangon sebesar Rp25.000 dan sepeda onthel yang biasa ia pakai.

Sepasang suami-istri ini tentunya merasa gundah akan masa depannya, apalagi mereka telah memiliki 2 anak lelaki yang masih membutuhkan biaya besar. Namun di tengah kegusaran mereka, Ibu Sastro berpikir untuk membuka usaha yang akan mereka jalankan dari uang pesangon milik Pak Sastro. Mereka berdoa agar Tuhan tetap memelihara hidup mereka dan berusaha berpikir positif akan kejadian yang menimpa mereka.

SEPEDA ONTHEL PAK SASTRO
Tidak mudah bagi Pak Sastro untuk berdiam diri di rumah dan tidak melakukan apapun. Ia tetap bangun pukul 6 pagi, melakukan ritual paginya seperti biasa, dan membersihkan sepeda onthel yang telah resmi dimilikinya sejak kemarin. Sepeda ini telah menemaninya selama 5 tahun terakhir.

Dengan sepeda ini juga, Pak Sastro dapat menyalurkan talentanya dalam merangkai bunga. Beliau mengantarkan bunga-bunga hidup yang dipesan para pelanggan dengan sepeda onthel.

SEBENTAR LAGI SEMUA AKAN PERGI
Bu Sastro telah terbiasa memasakkan makanan bagi 10 mahasiswa. Namun kini, hanya tersisa 2 mahasiswa asal Palembang yang indekos di dekat rumah Bu Sastro. Beliau sadar bahwa sebentar lagi mereka berdua pun juga akan pergi.

Tiba-tiba pikiran Bu Sastro melayang-layang menuju 3 tahun yang lalu. Saat itu, ada seorang mahasiswa bernama Kusmay yang memaksa untuk indekos di rumahnya walaupun Bu Sastro tidak memiliki kamar lagi.

Kusmay mengeluarkan berbagai rayuan mautnya agar diizinkan tinggal di rumah Bu Sastro. Setelah berhasil indekos di rumah Bu Sastro, ia mengajak teman-temannya makan 3 kali sehari di rumah Bu Sastro. Setelah 3 tahun, Kusmay lulus sebagai Insinyur Mesin.

“ADA PELANGI SEHABIS HUJAN”

DASMAN, RINTIK MASALAH ITU REDA KARENA HADIRNYA
Hari itu merupakan hari kedua Pak Sastro berdiam diri di rumah. Ia tetap melakukan ritual paginya, namun setelah itu ia bingung harus melakukan apalagi. Berbeda dengan Bu Sastro yang masih melakukan rutinitasnya sebagai ibu rumah tangganya. Ia masih merasa sangat kuatir dengan kelangsungan hidup keluarganya. Jawaban doa dari Tuhan ternyata segera datang pada hari itu juga dalam bentuk seorang DASMAN.

Dasman adalah anak perantauan asal Padang yang telah menyelesaikan kuliahnya di jurusan Arsitek ITB dan mengadu nasib di Jakarta. Selama ia berkuliah di ITB, ia dan teman-temannya selalu makan di rumah Bu Sastro tanpa absen. Siang itu, Dasman datang untuk menengok keadaan ibu catering yang dirindukannya.

Saat itulah Bu Sastro menceritakan bagaimana keluarganya mulai sulit memutar uang, apalagi dengan di-PHKnya Pak Sastro. Tiba-tiba Dasman mulai mengajukan beberapa usulan, yaitu “Memasak dan Menjualnya dengan Metode Tionghoa”.

Metode penjualan ini selalu memasang harga lebih murah dibandingkan harga yang ada di pasaran. “Pada tahun-tahun mendatang, pasti tempat ini akan dipenuhi oleh anak mahasiswa, sampai Ibu akhirnya akan kewalahan. Tahun depan kalau saya datang kemarin, saya yakin segalanya sudah berubah”, tutur Dasman dengan yakin sambil menyalami Bu Sastro untuk memohon pamit.

Bu Sastro segera menceritakan pertemuannya dengan Dasman kepada Pak Sastro. Mulai dari ide-ide yang dipaparkan hingga keyakinannya yang begita kuat. Awalnya mereka masih ragu dengan ide tersebut. Pak Sastro pun akhirnya bertekad mendukung rencana itu. Ia yakin bahwa keahlian memasak Bu Sastro pasti dapat membuatnya berhasil.adari bahwa tiba saatnya

SELAMAT TINGGAL ONTHEL…
Pada akhirnya, Pak Sastro menyadari bahwa tiba saatnya untuk berpisah dengan si Onthel kesayangannya demi memodali bisnis Bu Sastro. Di hari ketiganya berdiam di rumah, ia merasakan kelegaan atas jalan keluar dari masalah yang dialaminya. Pagi itu, Pak Sastro berangkat ke pasar Cihapit (pasar loak) yang jaraknya ± 4 kilometer dari rumah. Sesampainya di sana, Pak Sastro langsung berkeliling. Kemudian ia tiba di sebuah kios barang loak Sagalaya (dalam bahasa Indonesia: segala sesuatu ada). Mamang, sang pemilik kios, langsung tertarik dengan si Onthel. Terjadilah tawar menawar dan timbang menimbang antara Mamang dan Pak Sastro. Dan betapa kecewanya Pak Sastro karena sepeda kesayangannya itu hanya dinilai sebesar Rp5.000. Mamang berjanji akan merawatnya sendiri dan tidak menjual si Onthel agar Pak Sastro mau menjualnya.

DIBUNGKUS YES, MAKAN DI TEMPAT NO
Kini Bu Sastro mendapat tambahan modal dari penjualan si Onthel. Dipegangnya uang Rp.30.000,- itu untuk membuka usaha. Di hari yang keempat Pak Sastro berdiam di rumah merupakan hari baru bagi keluarganya.

Semalam, mereka berdua telah berdiskusi panjang dan bersepakat menjalankan strategi berjualan. Mereka ingin mulai berjualan pada siang hari saja dengan alasan lebih banyak orang yang kebingungan mencari makan di siang hari. Jenis makanan yang akan dijual hanya sebatas pelengkap nasi, seperti sayur dan lauk pauk. Mereka tidak menyediakan nasi karena rumah sederhana mereka tidak cukup untuk orang duduk dan makan dalam waktu yang agak lama. Bu Sastro menghitung seberapa besar modal yang diperlukan untuk memasak. Hasil hitungan mereka berdua ternyata tepat bermuara di angka yang tepat, yaitu Rp30.000.

Pagi itu, Bu Sastro berangkat ke pasar sebelum matahari benar-benar tinggi. Sementara Pak Sastro mulai memotong tumpukan koran dan daun pisang, yang sudah ia persiapkan kemarin sore, sebesar 25 x 40 cm dan membersihkan setiap lembaran daunnya. Tugas Pak Sastro berikutnya adalah membantu Bu Sastro membersihkan bumbu-bumbu yang akan dimasak. Bu Sastro mulai mempersiapkan bumbu dan semua sayuran yang ada, lalu menyalakan kedua kompor minyak tanahnya.

Ketika siang semakin menjelang, wangi masakan dari menu-menu Bu Sastro mulai menyeruak di seputar rumah sederhana itu. Dengan membuka pintu rumahnya lebar-lebar, wangi masakan ini akan menggoda hidung setiap orang yang lewat dengan nakalnya. Rupanya strategi promosi ini sangat efektif. Sejak hari itu sampai kira-kira 2 bulan kemudian, “Warung Sayur Bu Sastro” tidak pernah sepi dari pelanggan.

Bu Sastro menjadwalkan memasak sekali saja setiap harinya. Akibatnya, Warung Sayur Bu Sastro sering kehabisan lauk dan selesai berjualan pada siang hari.

PELANGGAN PERTAMA
Ibu Sastro menjalankan bisnisnya dengan cara yang unik, yaitu menyediakan rumah, tangan dan kaki, bahkan telinga, dan terutama hatinya bagi setiap pelanggan yang hadir di warungnya. Semuanya disajikan kepada para mahasiswa yang menjadi pelanggan warungnya, dengan harapan mereka tetap sehat, bisa belajar dengan tenang, dan sukses dalam studinya.

Simbolon, seorang mahasiswa yang indekos di dekat rumah Bu Sastro, sangat terkejut ketika menemukan pembantunya pulang mendadak tanpa sepengetahuannya. Ia dan keduabelas teman lelakinya sangat kerepotan dengan pekerjaan rumah tangga yang tidak bisa merek lakukan. Apalagi di antara mereka tidak ada yang bisa memasak, sementara perut lapar mereka pasti akan mengganggu konsentrasi belajarnya.

Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke Warung Bu Sastro dan meminta agar Bu Sastro mau memasakkan nasi khusus untuk mereka. Simbolon pun langsung pergi membuat janji berlangganan dengan Bu sastro. Bu Sastro yang masih terkejut dengan permintaan mendadak tersebut akhirnya mengiyakan saja permintaan Simbolon ini.

Setelah memasakkan nasi goreng untuk Simbolon, Bu Sastro tampak lebih sibuk dari biasanya. Beliau pun kelihatan lebih bersemangat karena ada tambahan 13 anak, yang ukuran lambungnya besar-besar, makan di warungnya. Namun, penghitungan belanja hari itu juga menjadi rumit karena beberapa jenis lauk-pauk harus ditambah pula.

Tiba-tiba ada segerombolan mahasiswa laki-laki yang tengah kelaparan datang. Jumlah mereka kurang lebih berjumlah 10 orang. Bu Sastro kebingungan, tapi tidak bisa berkata apa-apa, melihat jatah makanan untuk Simbolon dan teman-temannya habis tak bersisa. Sesaat setelah ke-10 mahasiswa yang menghebohkan ini berlalu, Bu Sastro dilanda kepanikan. Beliau segera mengambil uangnya yang tak terlalu banyak dan pergi menuju Pasar Balubur. Ia membeli seluruh bahan memasak yang ia perlukan dan memasak semuanya dari awal. Tak lama kemudian, Simbolon dan ke-12 temannya datang. Bu Sastro semakin panik. Untunglah mereka mau menunggu karena sudah sangat kelaparan.

Karena cukup lama menunggu, mereka semua pun tertidur pulas. Hanya nasi hangat wangi lah yang mampu membangunkan mereka dari tidur nyenyaknya. Sesudah mereka pulang, Bu Sastro menutup pintu warungnya dengan hati gembira. Hal ini merupakan langkah awal menuju jualan yang lebih baik lagi, yaitu sayur dan lauk, serta nasi hangat.

“MENDAKI PERLAHAN TAPI PASTI”

PELANGGAN VIP PASAR BALUBUR
Kedatangan Simbolon dan ke-12 temannya dengan pesanan khusus menjadi sebuah titik awal “keajaiban” besar yang terjadi hingga belasan tahun berikutnya. Setelah hari itu beliau memasak 3 kilogram beras untuk 13 anak, jumlah itu terus menerus bertambah setiap harinya. Pada masa jayanya, Bu Sastro menjadi pelanggan beras nomor satu di Pasar Balubur dengan pembelian minimal 25 kilogram beras sehari (175 kilogram seminggu atau 750 kilogram sebulan).

Banyak hal yang membuat Bu Sastro dikategorikan sebagai pelanggan VIP Pasar Balubur. Setiap hari Bu Sastro membeli minimal 15 kilogram ayam negeri, 16 kilogram berbagai jenis ikan, 9 kilogram telur ayam, 5 kilogram kacang panjang, 5 kilogram terung ungu, 25 ikat kangkung, 25 ikat bayam, 30 kilogram pisang ambon lumut, 8 buah nanas, 3 kilogram papaya, 2 kilogram tomat, dan 2 kilogram mentimun.

Bu Sastro menggunakan 6 buah kompor minyak tanah. Dua buah langseng di atas 2 kompor khusus untuk menanak nasi. Dua kompor lagi digunakan untuk memasak beragam menu, sementara 2 kompor sisanya dikhususkan untuk memasak menu goreng-gorengan. Menu pelengkap lain yang paling disukai anak-anak Sumatera adalah sambal dadak (sambal yang dibuat saat itu juga). Mungkin sensasi nikmatnya terletak pada “menunggu” sambal ini siap disajikan.

Lengkaplah sudah Warung Bu Sastro dengan beraneka menu makanan hangat setiap saat. Semua menu dimasak tiada henti mulai pukul 07.00 pagi sampai pukul 09.00 malam. Menu yang disajikan berupa menu Empat Sehat yang akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa.

Sebagian pelanggan warungnya, menggunakan metode menitip uang terlebih dahulu. Setiap anak memiliki buku tersendiri yang sebisa mungkin berlainan antara satu dengan yang lainnya agar mudah dikenali. Buku ini berisi identitas si penitip, mulai dari nama, tempat kuliah/indekos, sampai jumlah uang yang dititipkan pada awal bulan.

Besaran uang yang ditipkan setiap anak pun bervariasi. Mereka semuanya berasal dari beragam universitas di seputaran Bandung. Setiap kali selesai makan, mereka mencatat sendiri apa yang dikonsumsinya dalam buku tersebut. Bu Sastro sejak awal memutuskan untuk percaya pada kejujuran setiap anak. Itulah prinsip dasar berbisnis Bu sastro.

Pesaing bukannya tidak ada, namun tetap saja warungn Bu Sastro menjadi tempat favorit mahasiswa untuk mengobati rasa haus dan lapar mereka. Hal demikian bukannya tanpa alasan, karena warungnya memiliki pebedaan dibanding dengan warung makan lain yang lebih disukai anak-anak mahasiswa.

METODE TIONGHOA ITU SETAHUN KEMUDIAN
DASMAN sang Motivator kini telah berkarya di Jakarta. Kebetulan ia sedang menyelesaikan tugas kantor di Bandung. Ia bermaksud kembali mengunjungi Bu Sastro dan mengenalkan pujaan hatinya. Satu tahun telah berlalu sejak kedatangannya terakhir kali ke sana. Dasman berharap sore itu cuaca sudah lebih bersahabat dan tidak terlalu panas agar ia bisa mengobrol panjang lebar dengan Bu Sastro.

Awalnya Dasman berdiri kebingungan melihat kerumunan yang cukup ramai di rumah Bu Sastro. Pikiran-pikiran yang tidak ingin dipikirkannya mulai bermunculan. Setelah ia sampai di depan pintu rumah, ia tercenung sesaat, bersyukur dalam hati, dan tersenyum lebar. Dasman menyapa sambil merangkul Bu Sastro yang masih menggoreng tempe.

Selama 1,5 jam, Dasman, pujaan hatinya, dan Bu Sastro berbincang-bincang dan tertawa-tawa. Dasman sungguh gembira karena Bu Sastro dengan serius bersedia menjalankan sarannya. Bu Sastro juga menceritakan metode Tionghoa yang dijalankan. Harga makanan yang dijual selalu Rp25 lebih murah daripada tempat lain. Semua menu sayuran yang disajikan bebas diambil tanpa berbayar. Dan istimewanya lagi, makanan selalu disajikan hangat.

KESIMPULAN
Ada lima prinsip utama yang membedakannya; harga di warung Bu Sastro relatif lebih murah dibanding harga warung yang lainnya, sayuran yang tersedia beraneka ragam meskipun digratiskan, pembeli dapat mengambil sendiri makanan yang dikehendaki sesuai takaran perut masing-masing, Bu Sastro menerapkan prinsip kejujuran dan kepercayaan, mahasiswa yang makan mencatat sendiri apa yang dimakannya, dan prinsip yang terakhir adalah Bu Sastro selalu percaya kalau rezeki ada yang mengatur, sehingga warungnya dikenal dengan slogan “Ada uang makan, tidak ada uang juga tetap makan”.

Penerapan manajemen yang dilakukan Bu sastro memungkinkannya untuk menghindari kerugian bisnis, untuk memperoleh dukungan kemitraan bisnis yang baik, menyajikan menu makanan dengan konsep deferensiasi marketing yang khas dan berbeda dari warung lainnya, sekaligus mengaplikasikan costumer care dan costumer selection yang sangat kental bagi para pelanggannya. Bu sastro menerapkan prinsip manajemen pengelolaan bisnis masa kini dalam bentuk sederhana tanpa terbebani teori-teori yang rumit. Itulah berbisnis dengan hati.

Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa


GambarAda  sebuah cerita tentang dua orang pria yang bersahabat yang bernama A Coan dan Untung.Mereka harus hidup sederhana dan harus bekerja keras untuk menyambung hidup. Mereka mencari-cari informasi berkaitan dengan hal yang bias dilakukan agar masa depan mereka lebih terjamin. Mereka melamar kerja dari satu tempat ketempat yang lain.

NAMUN, mereka tidak mendapat pekerjaan seperti yang mereka idamkan karna pendidikan mereka sangat rendah.Menghadpi kenyataan bahwa mencari pekerjaan sangat sulit mereka memutuskan utuk berwiraswata. Mereka kemudian mengumpulkan uang yang masih mereka miliki dan membangun usaha tambal ban di suatu tempat.

Usaha mereka perlahan-lahan menjadi lancar dan membuahkan keuntungan yang cukup besar untuk ukuran mereka.Setiap bulannya mereka selalu membagi hasil keuntungan. Keuntungan yang diterima A Coan selalu ditabung dengan sangat disiplin hingga suatu hari A Coan mendapat tawaran menyewa sebuah tempat untuk bisnis tambal bannya yang lebih dekat dengan pusat keramaian, meskipun keadaannya tidak lebih baik dari pada tempat yang digunakannya saat ini. Setelah menghitung masak-masak, A Coan dan Untung sepakat untuk berpisah.A Coan mengeluarkan modal tambahan untuk menempati lokasi yang baru, sedangkan untung masih berbisnis ditempat yang lama.

Dua bisnis tersebut masing-masing berjalan lancar hingga singkat cerita tiapuluh tahun telah berlalu.A Coan dan Untung masing- masing telah memiliki keluarga dan siap memberikan tongkat kepemimpinana bisnis kepada putranya. A coan meyerahkan kepada putranya sebuah bisnis karoseri mobil yang cukup besar dan memiliki aset puluhan miliar, sedang untung menyerahkan kepada putranya sebuah bisnis bengkel motor yang bertempat di sebuah kios berukuran 3 x 4 meter yang hanya memiliki aset puluhan juta rupiah.

Bukankah A Coan dan Untung sama-sama merintis usaha dari nol? Bukankah usaha yang mereka geluti adalah bidang usaha yang sama?.Timbul pertanyaan di benak kita tentang hal-hal yang dilakuakan oleh A Coan selama 30tahun sehingga menimbulkan perbedaan ekonomi yang cukup drastis jika dibandingkan dengan keadaan ekonomi Untung.Apakah A Coan lebih pintar dari pada Untung?Toh, baik A Coan dan Untung sama-sama tidak memiliki pendidikan yang tinggi.Ternyata bukan itu masalahnya. Orang Tionghoa di Indonesia tidak semuanya kaya-raya, tetapi sebagian besar dari mereka memiliki prinsip-prinsip yang mereka jalankan secara disiplin sehingga kemudian hari membuahkan hasil yang sangat luar biasa.

Tiga Pilar Utama
Ada banyak prinsip yang diajarkan oleh orangtua Tionghoa kepada putra-putrinya.Namun, jika ditarik benang merahnya ada tiga pilar utama dari sekian banyak prinsip tersebut yang telah berhasil membawa orang Tionghoa menuju kesuksesan finansil.Ketiga pilar tersebuat adalah KERJA KERAS, HIDUP HEMAT, dan PUTARKAN UANG YANG ADA.

1. Kerja keras
Orang tionghoa di indonesia dikenal dengan memiliki sifat kerja keras dan tak kenal lelah. Prinsip ini adalah hal utama yang membuat mereka lebih sukses secara finansial dibandingkan dengan orang (etnis) lain. Kita bias melihat pebedaan bengkel milik A Coan dan Untung. A Coan sangat tau betul ketika berbisnis dengan cara yang sama yang dilakuan oleh orang lain, bisnisnya tidak akan memiliki nilai lebih. Jika tidak ada nilai lebih, maka penghasilannya juga tidak melebihi bengkel lain. Cara yang paling bias dilakukan A Coan dalam bisnisnya adalah memberikan jam buka yang melebihi jam buka bengkel lain.

2. Hidup Hemat
Saya masih ingat ktika sekolah dasar di kelas dua. Saat itu, saya selalu diberi uang saku Rp200. Ketika memberi uang saku tersebut, papa saya berpesan saya hanya boleh mempergunakannnya utuk uang jajan sebesar Rp100, sedangkan Rp100 lagi harus saya tabung secara disiplin. “Mengapa harus menabung?” Papa saya menjawab dengan sabar, “Agar kalau sewaktu-waktu papa tidak bias memberi uang saku, kamu masih tetap mempunyai uang jajan sebesar Rp100 dari tabunganmu”. Hal tersebut memaksa saya untuk selalu hidup hemat dan memaksa saya selalu hidup di bawah kemampuan finansial saya. Banyak orang yang paham prinsip hemat, tetapi sedikit yang bias mengikuti prinsip Tioghoa karna mereka sudah merasa tidak cukup dengan penghasilannya. Mereka merasa penghasilannya tidak pernah cukup tetapi sebetulnya hanya disebabkan mereka tidak dapat mengekang kinginan-keinginannya.

3. Putar Uang Yang Ada
Prinsip kerja keras dan hidup hemat adalah prinsip yang memberikan peluang lebih besar bagi siapapun untuk memiliki dana cadangan dalam hidupnya. Dana cadangan tersebut harus dikelola dengan sebaik-baiknya agar suatu saat jika dibutuhkan dapat di gunakan.Orang Tionghoa tidak terlalu tertarik menyimpan rupiah dalam jumlah besar karena mereka harus berjuang mengalahkan inflasi. Orang Tionghoa akan berfikir sedemikian rupa untuk mengelola dana cadangannya dengan dua buah tujuan, yaitu mengalahkan inflasi dan mengembangkan dana cadangan.

25 Prinsip Penunjang

1. Prinsip Harus Bisa
Prinsip “Harus bisa” ini selalu tertanam dalam diri orang Tionghoa. Mereka selalu berfikir jika orng lain bisa, kita juga harus bisa. Mereka tidak pernah berpuas diri ketika mencapai suatu tingkat tertentu, tetapi selalu melihat hal yang ada di atas mereka.Hal ini yang membuat orang Tionghoa selalu terpacu untuk meraih kesuksesan.

2. Prinsip Wirausaha
Selain nama, apa pertannyaan yang paling umum diajukan oleh dua orang Tionghoa ketika baru saja bertemu dan berkenalan? Pertanyaan tersebut bukanlah mengenai pekerjaan, tapi “Apa Usaha Anda”? Orang Tionghoa akan jauh lebih bangga jika memiliki usaha sendiri, mekipin usaha yang dirintis masih sangat kecil. Dengan Mereka berfikir dengan menjadi seorang wirausaha atau pengusaha, mereka akan memiliki peluang jauh lebih luas untuk mendapatkan kesuksesan finansial. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pemikiran banyak orang Indonesia yang saling bereput pekerjaan selepas kuliah.

3. Prinsip Memulai dari Kecil
Dalam hal memulai segala sesuatu dari yang kecil tampaknya orang Tionghoa jagonya.Pada saat memulai tersebut mungkin mereka tidak mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang mereka harapkan, tetapi mereka selalu berfikir tentang peningkatan yang bisa dicapai setiap harinya.

4. Prinsip Harus Bisa Dipercaya
Orang Tionghoa selalu mengajarkan kepada putra-putrinya sebuah prinsip yang sangat penting dalam kehidupan, yaitu prinsip dapat dipercaya. Ketika kita bisa dipercaya oleh orang lain, akan muncul banyak peluang dan kesempatan baru dihadapan kita.

5. Prinsip Tidak Mudah Percaya
Ketika ada tawaran yang seakan-akan bisa mendatangkan keuntungan dengan sangat mudah, orang Tionghoa cendrung tidak percaya.Hal ini yang menyebabkan banyak orang Tionghoa selamat dari praktik kecurangan di masyarakat. Mereka sangat berhati-hati sekali kerja sama dengan orang baru. Pada umumnya ada tahapan ketika orang baru itu harus berjuang menunjukkan bahwa dirinya dapat dipercaya.

6. Prinsip Pinjam Orang Dalam
Tidak setiap orang Tionghoa selalu bergelimang dana tunai, ada saatnya sebagian dari mereka juga membutuhkan dana tunai, entah untuk keperluan sehari-hari atau menambah modal usaha. Pada saat seperti itu terjadi, biasanya mereka tidak tergiur oleh berbagai macam tawaran kartu kredit.Mereka justru cendring menghindari kartu kredit dari luar.Mereka sangat paham betul ketika meminjam dari pihak luar, ada beban bunga yang harus dibayar, dan itu berarti kita harus membayar lebih mahal untuk sebuah manfaat.Untuk mengatasi kesulitan keuangannya, yang biasa dilakuakn orang Tionghoa adalah mencari pinjaman dari orang dalam.Orang dalam disini terutama adalah keluarga.

Umumnya mereka saling meminkan uang yang dihitung dalam bentuk emas. Misalnya, saya membutuhkan dana Rp100 juta untuk memulai usaha, saya akan meminjam uang kepada kakak saya yang dikonversi dalam bentuk emas. Saya akan menggunakan dana tersebut dan suatu saat nanti bisa tahun depan atau dua tahun lagi, saya harus mengembalikan uang tersebut dengan harga sebesar emas yang dikoversikan tadi.

7. Prinsip Tidak Mudah Membuka Diri
Pada umumnya orang Tionghoa akan mengambil sikap merendah tentang keadaan dirinya jika ditanya oleh orang asing. Mereka tidak mudah membeberkan apa yang mereka miliki. Selain mereka tidak suka pamer, hal tersebut juga untuk keamanan diri mereka. Mereka Tahu betul jika orang lain mendapakan semua informasi berkaitan dengan yang dimilikinya, keamanan mereka sangat rentan sekali.

8. Prinsip Modal Bergulir
Pada umumnya orang Tionghoa tidak mudah menggunakan keuntungan usahanya. Ketika mendapatkan keuntungan, orang-orang Tionghoa akan cepat-cepat membelikan barang dagangan untuk melengkapi toko atau bisnisnya. Mereka hanya mengambil sebagian kecil keuntungan untuk kebtuhan sehari-hari. Prinsip ini tidak dilakukan oleh orang lain. Pebisnis lain biasanya ketika mendapatkan keuntungan akan cepat-cepat membelikan barang-barang komsumtif sehingga bisnisnya selama bertahun-tahun hanya berjalan di tempat.

9. Prinsip Beli Dalam Jumlah Partai
Salah satu ciri orang Tionghoa dalam melakukan bisnis perdagangan adalah keberaniannya mengambil resiko. Pada umumnya mereka akan bergerak maju untuk pemain partai. Pemain partai adalah mereka akan membeli produk dalam jumlah besar kemudian menjualnya kepada pedagang atau pengecer.

10. Prinsip Buang Sial
Orang Tionghoa pada umumnya tidak menyukai masalah.Mereka menginginkan semua berjalan dan terkendali. Hal itu menyebabkan jika mereka menghadapi masalah yang menuntut pengorbanan waktu, energi, dan pemikiran, mereka cenderung menggunakan sebagian kecil uangnya untuk menyelesaikan masalahnya dan terlepas dai masalah tersebut sesegera mungkin. Mereka menganggap dana-dana tersebut sebagai buang sial.Prinsip buang sial ini hanya berlaku sekali. Jika mereka mengalami hal ini berkali-kali, mereka akan mencari jalan yang lebih aman untuk menghindari kejadian seperti ini berulang kembali.

11. Prinsip Simpan Receh
Orang Tionghoa merasakan betul sulitnya mencari uang sehingga kepingan recehpun mereka hargai. Mereka memiliki pemikiran bahwa uang satu juta tidak bisa di sebut dengan satu juta tanpa ada uang seratus rupiah.

12. Prinsip Paling Lengkap
Tentu kita pernah berkunjung ke counter hanpone yang di miliki oleh orang Tionghoa. Apa yang kita alami ketika mencari suatu barang? Apapun yang kita Tanya mereka selalu menjawab kami ada barang sehingga kita memiliki kesan bahwa toko itu lengkap.Bila kita cermati lebih jauh, toko orang Tionghoa itu tidak selengkap kesan yang ditimbulkannya. Mereka akan selalu berusaha melengkappi toko mereka selengkap mungkin, tetapi jika kemampun mereka belum mencukupi, mereka akan berkolaborasi dengan toko lain. Inilah salah satu prinsip yang menunjang berkembangnya toko-toko milik orang Tionghoa.

13. Prinsip hulu-Hilir
Prinsip yang menguasai dari hulu kehilir ini yang membuat bisnis yang dimiliki oleh orang Tionghoa berkembang dengan sangat cepat.Contohnya, seorang pengusaha yang memiliki bisnis utama di bidang tepung gandum. Pada mulanya mereka akan berbisnis dengan sekala kecil. Ketika bisnis berkembang pesat, mereka akan membeli dengan partai besar, dan seterunya hingga mereka menguasai seluruh alur bisnis gandum. Dengan menguasai dari hulu sampai kehilir, keuntungan melipah dengan sendirinyapun dating.

14. Prinsip Pandai Berhitug
Bagi kebanyakan orang Tionghoa, kesuksesan tidak didasarkan pada pandainya seseorang di sekolah atau deretan gelar yang sangat panjang.Mereka lebih banyak menekankan kesuksesan pada seberapa banyak uang yang didapat ketika berbisnis.Orang Tionghoa lebih berprinsip sekolah untuk belajar pengetahuan yang bisa di manfaatkan untuk bisnis dan bisa mendatangkan keeuntungan pribadi.

15. Prinsip Investasi
Orang Tionghoa tidak begitu suka menabung.Mereka lebih suka berinvestasi sehingga uang yang mereka miliki berputar dan dapat menghasilkan keuntungan dikemudian hari.

16. Prinsip Tampil Seadanya
Jika kita berkunjung ke Plaza Senayan yang banyak menjual berbagai macam pakaian yang berkelas dengan harga yang mahal, kita hanya sedikit menemukan orang Tionghoa di tempat itu.Hal ini terjadi bukan karna orang Tionghoa tidak punya uang, tetapi mereka memilih untuk tampl seadanya.Mereka tidak terlalu peduli dengan merek dan prestise, mereka hanya memedulikan fungsi dan kenyamanan pakaian.

17. Prinsip Lokasi Strategis
Ketika kita membangun sebuah bisnis, akan jauh lebih baik jika kita memiliki lokasi yang sangat strategis, dalam arti mudah dijangkau dan dekat dengan pusat keramaian. Jika memiliki lokasi strategis dan dekat dengan keramaian, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk promosi.

18. Prinsip Membina Relasi
Orang Tionghoa sangat paham bahwa dirinya tidak bisa hidup sendiri.Sehingga mereka menekankan kepada putra-putrinya untuk dapat membina relasi dengan siapapun.Membina relasi tidak hanya bermanfaat ketika kita mendapat sebuah masalah, tetapi berguna juga untuk kemajuan bisnis yang kita lakukan.

19. Prinsip Makan Harus Dihabiskan
Orangtua saya mengatakan bahwa perlu beberapa bulan untuk menghasilkan satu butir nasi.Jadi, jangan pernah membuangnya dan setiap kali makan kita harus menghabiskannya.Hal ini membuat orang Tionghoa selalu menyediakan atau membeli makanan secukupnya. Berbeda dengan orang lain yang biasa membeli makanan yang berlebihan dan pada akhirnya tidak habis.

20. Prinsip Mencari Yang Terbaik
Prinsip mencari yang terbaik ini diterapkan ketika kita hendak membeli sesuatu untuk dipergunakan dalam jangka panjang. Misalnya, dalam sebuah membeli mobil pada umumnya orang Tionghoa akan membeli mobil terbaik yang mampu dibeli sesuai dengan kebutuhannya.

21. Prinsip Menahan Diri
Orang Tionghoa sangat jago dalam hal menahan diri.Mereka tidak mudah untuk mengigini sesuatu hal yang baru. Mereka lebih peduli dengan hal-hal yyang berkaitan dengan bagaimana cara semakin memperbesar pundi-pundi keuangannya.

22. Prinsip Tidak Menyakiti Hati Orang Lain
Dalam banyak hal prinsip ini membuat kita lebih rendah hati.Tentunya, hal ini adalah hal yang sangat positip untuk kita terapkan.

23. Prinsip Menghormati Leluhur
Orang Tionghoa sangat menekankan prinsip menghormati leluhur.Mereka berprisip jika tidak ada orangtua kita juga tidak ada.

24. Prinsip Orang Lain Sebagai Saudara
Saya pernah diajarkan untuk melakukan bisnis dengan memperlakukan orang lain sebagai saudara dan saudara seperti orang lain. Maksudnya, ketika kita melakukan bisis dengan orang lain, kita harus memperlakukan mereka dengan berbagai macam toleransi yang wajar, dan ketika ada hubungan bisnis dengan saudara, kita harus memperlakukan mereka seperti orang lain.

25. Prinsip Mengutamakan Keluarga
Orang Tionghoa memiliki pemikiran bahwa keluargalah yang paling utama.Mereka bekerja untuk keluarga sehingga ketika keluarga lebih membutuhkan kehadiran mereka, dengan sangat mudah mereka menomor duakan pekerjaan.

INVESTASI EMAS
Disini kita akan membahas bebagai macam sarana investasi yang dilakukan oleh orang Tionghoa dalam memutarkan dana cadangannya sehingga kemudian hari peningkatan dana tersebut dapat mengalahkan inflasi, bahkan dapat mendatangkan keuntungan dalam jumlah besar. Investasi yang kita bahas dalam bab ini adalah investasi emas.
Emas adalah logam mulia yang sangat diminati oleh siapapun. Emas menjadi sesatu yang menarik untuk diinvestasikan karena harga emas dalam rupiah telah terbukti naik secara terus-menerus dan mengikuti alur inflasi.

Bentuk Investasi Emas
1. Investasi Emas Perhiasan
Perhiasan emas sngat dikenaluas oleh semua orang karena selain dapat digunakan untuk sarana investasi, juga dapat digunakan untuk mempercantik penampilan.Harga emas perhiasan ditentukan oleh beberapa macam factor. Diantaranya warna, kadar, dan bentuknya. Selain berdasarkan warna da karat, emas perhiasan juga dinilai dari bentuk dan keunikan sehingga sangat sering dijumpai seebuah gelang yang sama dan kadar karat yang sama, harga jah berbeda. Biasanya semakin unik sebuah bentuk perhiasan akan semakin mahal harga untuk pembuatannya. Dalam perhitungan harga emas, biaya keunikan tersebut biasanya dikenal dengan ongkos pembuatan.

2. Investasi Emas Lantakan
Jenis emas yang kedua adalah emas latakan. Emas ini hanya tersedia dalam kadar 24 karat. Emas ini sering disebut dengan emas batangan atau dengan istilah fine gold. Bentuk emas latakan atau batangan inilah yang menjadi incaran orang Tionghoa untuk diinvestasikan karena kandungan emas 24 karat dapat meminimalisasi permainan harga oleh pedagang, tidak ada ppn, dan ongkos pembuatannya relatif kecil. Untu emas latakan tidak dikenai pajak.Hal inilah yang membuat investasi dalam bentuk emas menjadi semakin menarik.

3. Investasi Emas Koin
Pada prinsipnya emas koin sama dengan emas latakan. Hanya bentuknya berupa koin.Bentuk koin emas ini berupa koin emas cetakan, koin emas mata uang, dan koin emas kuno. Investasi dalam bentuk koin emas biasanya dilakukan oleh orang-orang yang cukup memiliki dana cadangan yang banyak karena investasi dalam bidang ini dapat dikategorikan investasi benda seni. Biasanya orang yang berinvestasi dalam bentuk koin emas kuno sudah lebih dulu membangun fondasi ivestasi dalam bentuk emas latakan.

INVESTASI MATA UANG ASING
Ada Apa Dengan Mata Uang Asing?
Masing-masing negara memiliki mata uang yang berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Perbedaan mata uang ini mengakibatkan munculnya sebuah harga mata uang suatu Negara jika dibeli dengan mata uang Negara lain. Harga tersebut bisa berubah-ubah setiap waktu yang disebabkan oleh begitu banyak factor, diantaranya permintaan dan penawaran yang berkaitan dengan masalah ekspor, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, serta tindakan-tindakan spekulasi.Orang Tionghoa di Indonesia sangat tau betul bahwa rupiah sangat rentan mengalami pelemahan dari waktu ke waktu dibandingkan dengan mata uang Negara-negara maju. Berdasarkan hal tersebut, investasi dalam bentuk penyimpanan mata uang asing menjadi salah satu investasi yang diminati orang Tionghoa. Jenis transaksi mata uang asing dapat di uraikan sebagai berikut.

1. Transaksi Forward
Transaksi forward merupakan transaksi pembelian dan penjualan mata uang asing yang harganya ditentukan saat ini dan berlaku untuk beberapa waktu kedepan. Misalnya, tiga bulan atau enam bulan kedepan.

2. Transaksi Dual Currecy Deposite
Merupakan transaksi untuk membeli atau menjual satu mata uang asing dengan mata uang asing lainnya.Misalnya, GBP/USD.

3. Transaksi Margin
Transaksi margin mirip dengan transaksi dual currecy deposite, tetapi menggunakan margin jaminan. Artinya, ketika kita membeli suatu mata uang asing, kita hanya mengeluarkan dana jaminan sebesar sekian persen.

4. Transaksi Spot
Transaksi spot merupakan transaksi yang dilakukan di bank dengan penyerahan secara fisik mata uang asing atau yang kita beli. Mata uang tesebut dapat juga kita simpan di bank dengan aturan yang berbeda untuk setiap bank dan setiap mata uang.
Komponen Perhitungan Transaksi

Perhitungan transaksi mata uang asing secara fisik di money charger lebih sederhana jika dibandinkan dengan perhitungan transaksi emas latakan karena dalam transaksi mata uang asing tidak dikenal adanya biaya ongkos pembuatan, sehingga cara perhitungan transaksipun hanya berdasarkan pada harga jual dan harga beli. Berikut ini adalah komponen-komponen perhitungan transaksi mata uang asing di money charger.

1. Harga Bid dan Ask
Harga bid adalah harga beli pihak bank di money charger. Artinya, ketika kita akan menjual mata uang asing yang kita miliki, perhitungannya didasarkan pada harga bid. Harga ask adalah harga jual pihak bank sehingga ketika kita membeli suatu mata uang asing, yang menjadi perhitungan adalah harga ask.

2. Kurs Tengah
Kita melakukan penjualan atau pembelian mata uang asing lebih banyak melalui bank atau money charger sehingga kita harus mengetahui kurs yang berlaku di bank atau money charger tersebut. Contohnya, seandainya kita akan melakukan transaksi pembeelian atau penjualan mata uang asing melalui BCA, kurs yang berlaku adalah kurs yang dikeluarkan dari BCA.

3. Yield
Perhitngan yield dalam investasi mata uang asing sangat mudah, yaitu dengan mengurangkan hasil penjualan dengan harga perolehan.

Investasi Saham
Saham menjadi salah satu alternative selanjudnya yang diminati oleh orang Tionghoa setelah mereka mempangn fondasi investasi dalam bentuk emas dan mata uang. Dibanding investasi dalam bentuk emas atau mata uang, dapat dikatakan saham lebih beresiko besar.Pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan perusahaan menjadi factor penentu naik-turunnya harga saham.

Hal-Hal Seputar Saham

1. Saham dan Emiten
Saham merupakan bukti keikut sertaan dalam modal perusahaan.Perusahaan yang mengeluarkan saham tempat saham tersebut dicatat dan diperdagangkan melalui bursa efek disebut dengan emiten.Ketika kita membeli dapat diartikan pula bahwa kita membeli kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan ini berfungsi untuk memprediksi tingkat keuntungan perusahaan pada masa yang akan datang. Laba yang akan diterima masih dalam bentuk prediksi sehinga setiap orang meemberikan prediksi yang bermacam-macam.

2. Broker
Dalam transaksi saham, kita tidak bisa menjual atau membeli langsung kepada perusahaan yang menerbitkan saham.Kita harus melakukan transaksi melalui jasa broker.Atas jasanya sebagai perantara, umumnya broker mengenakan komisi untuk setiap transaksi, baik beli maupun jual.

3. Lot
Lot merupakan satuan transaksi saham.Di Indonesia satu lot saham sebanyak 500 lembar.Setiap kali melakukan transaksi, jumlah minimum yang kita transaksikan adalah satu lot.

4. Harga Beli (Bid) dan Harga Jual (Offer)
Harga beli adalah harga yang berlaku sebagai dasar perhitungan saat kita melakukan transaksi jual.Harga jual adalah harga yang berlaku sebagai dasar perhitungan saat kita melakukan transaksi beli.

5. Mekanisme Transaksi
Mekanisme transaksi adalah menggunakan system antrian dan masing-masing penjual dan pembeli bebas menentukan harga jual atau harga beli yang di inginkan. Setiap penawaran tersebut diurutkan sesuai dengan waktu masuknya dan dipertemukannya antara penawaran harga beli tertinggi dan penawaran harga jual terendah.

6. Waktu Transaksi
Kita dapat melakukan transaksi jual-beli saham pada hari bursa dan jam bursa.

Komponen Perhitungan Transaksi Saham
1. Harga saham
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam transaksi saham kita mengenal ada harga beli dan harga jual yang digunakan sebagai dasar perhitungan transaksi.
2. Komisi ini selalu kita bayarkan kepada broker setiap kali kita melakuan transaksi jual dan beli.
3. Pajak Atas Komisiadalah biaya yang selalu kita keluarkan setiap melakukan transaksi yang
besarnya 10% dari komisi yang kita bayarkan kepada broker
4. Levyadalah biaya yang kita keluarkan untuk bursa efek, besarnya 0,0043% dari nilai transaksi
5. Pph adalah pajak yang harus kita keluarkan untuk pemerintah setiap kita melakukan transaksi jual.
6. Capital GainKeuntungan yang kita peroleh dari selisih harga perolehan dan hasil penjualan.

 Investasi Properti
Seiring dengan bertambahnya dana cadangan yang dimilikinya, pada umumnya orang Tionghoa akan mulai melirik investasi dibidan properti. Properti yang dimaksud di sini adalah bangunan rumah, rumah toko, dan apartemen.Dalam memilih sebuah investasi properti ada hal yang paling utama diperhatikan oleh orang Tionghoa yaitu lokasi.Kita dapat melihat bahwa lokasi sangatlah penting ketika memutuskan untuk melakukan investasi property.

Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan
Dalam membeli sebuah rumah, selain pprinsip yang diajarkan orang Tionghoa diatas, kita juga perlu mengetahui beberapa factor yang harus kita perhatikan. Yaitu, faktor lokasi, faktor bangunan, faktor harga, faktor pengembang, faktor fasilita, faktor prospek, faktor dokumen, dan faktor investasi.

Komponen Perhitungan Investasi Properti
Ketika memutuskan untuk melakukan investasi property, kita harus mengetahui biaya-biaya yang muncul akibat investasi tersebut. Biaya-biaya tersebut ialah, pajak bumi dan bangunan, biaya perolehan hak atas tanah atau bangunan, pajak penghasilan, biaya balik nama, biaya notaris,komisi agen, dan biaya perawatan.

 Investasi Tanah
Jika sudah terbiasa melakukan investasi property, umumnya orang akan mencoba investasi tanah. Investasi tanah secara umum memiliki resiko lebih besar dibandingkan dengan investasi rumah atau property.Namun yeal yang dihasilkanpun cukup besar.Disebabkan resikonya yang relative besar itulah umumnya orang yang melakukan investasi tanah adalah orang yang memiliki kemampuan finansil berlebih.

Tips Sebelum Melakukan Investasi Tanah

1. Faktor Lokasi
Sepertihalnya ketika kita melakukan investasi rumah, factor lokasi merupakan factor penting yng harus diperhatikan pertama kali.

2. Faktor Peruntukan
Faktor peruntukan sangat penting untuk kita ketahuisebelum membeli tanah.Kita harus mengetaui rencana pemerintah untuk pembangunan atas tanah yang kita beli, jangan sampai kita membeli tanah yang kecil, padahal peruntukan untuk gudang. Suatu saat nanti kita akan kesulitan menjual tanah tersebut karna pada umumnya perusahaan yang membangun gudang akan membeli tanah yang dengan ukuran luas.

3. Faktor Harga
Dalam investasi tanah usahakan kita mendapatkan harga dibawah pasaran karena pada umumnya kita membeli ukuran yang sangat luas dan keadaan wilayah yang belum berkembang.
4. Faktor Legalitas

Kita harus mengetahui pengetahuan status hukum atas tanah yang akan kita investasikan.

5. Faktor Keamanan
Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, jika kita membeli tanah untuk investasi, berarti kita akan mengeluarkan biaya tambahan untuk membangun pagar sekeliling tanah yang kita miliki dan melakukan pengawasan secara berkala.

6. Faktor Pematangan
Ada baiknya ketika melakukan investasi tanah, kita melakukan usaha pematangan.Misalnya, membangun pondasi keliling.

Investasi Bangunan Gedung
Pada prinsipnya investasi bangunan gedung ini dilakukan oleh orang Tionghoa ketika tingkat kekayaan semakin meningkat.Karenanya, tidak semua orang bisa memulai melakukan investasi bangunan.Investasi bangunan intinya adalah membeli atau membangun sebuah bangunan dan menyewakannya secara retail. Investasi bangunan ini bisa dikatakan hampir menyerupai sebuah bisnis sehingga perlu ada alokasi dana yang dimannfaatkan untuk biaya operasional

Investasi Barang Produktif
Banyak orang berfikir bahwa untuk menikmati keuntungan dari perusahaan taksi harus menanamkan modal yang sangat besar, terutama untuk membangun system dan produser operasional yang sangat komplek, sehingga orang-orang yang tergolong kaya yang bisa melakukannya.

Orang Tionghoa tidak berfikir seperti itu.Orang Tionghoa juga berfikir bahwa namanya investasi seharusnya hannya membutuhkan campurtangan seminimal mungkin.Yang dilakukan orang Tionghoa untuk ikut serta menikmati dari sebuah perusahaan taksi adalah ikut menanamkan modalnya dalam bentuk mobil.Mereka membeli sebuah mobil yang sesuai dengan kriteria perusahaan taksi, kemudian menyewakannya untuk digunakan kendaraan operasional perusahaan taksi tersebut.Sebagai imbalannya, setiap bulannya mereka mendapatkan biaya sewa dari perusahaan tersebut.

Jadi, mulai sekarang marilah memikirkan hal-hal yang bisa dilakukan untuk menambah yield investasi kita.Masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan prinsip investasi terhadap barang produktif ini.Kuncinya adalah kita harus selalu awas melihat kebutuhan disekitar kita.

Investasi Pabrik
Prinsip investasi pabrik disi tidak selalu harus berwujud pabrik yang besar, melainkan focus pada mengelola sesuatu secara global kemudian menjualnya secara retal. Mengelola secara global artinya membuat sesuatu atau membeli sesuatu dalam jumlah yang banyak kemudian menjual sebagian demi sebagian dengan harga yang lebih mahal.Konsep pabrik bagi kalangan orang Tionghoa di dasarkan pada prinsip menguasi bisnis dari hulu hingga hilir.

Jika kita memiliki sebuah perusahaan, misalnya penerbitan buku, selain mengmbangkannya kearah toko buku, kita juga harus memikirkan bagaimana bisa membeli percetkan buku beserta seluruh mesin dan sistemnya. Jika ha itu terjadi , kita akan mendapatkan keuntungan ganda, yaitu dari penjualan buku dan sekaligus jasa percetakan buku. Tentu prinsip tersebut sangat berbeda dengan prinsip kebanyakan orang yang sudah cukup merasa puas ketika sudah mencapai suatu pencapaian tertentu sehingga tidak memikirkan langkah selanjutnya untuk maju.

Investasi Pendidikan

Motivasi dan Kemampuan
Setiap dari kita pernah mendengar kata kursus, training, atau pelatihan.Ada banyak macam kursus dan pelatihan, ada yang hanya menyampaikan hal baru tentang sebuah penggunaan teknologi, ada kursus yang mengajarkan suatu keterampilan, ada juga kursus yang hanya berisi pendapat ahli dan diskusi.Ada beberapa hal yang dapat kita cermati ketertarikan orang Tionghoa terhadap masalah kursus ini.

Pada dasarnya sebagian besar orang Tionghoa bahwa biaya yang digunakan untuk membeli tiket seminar atau kursus adalah biaya investasi. Artinya, biaya investasi adalah biaya tersebut harus kembali berkali-kali lipat setelah kursus selesai.Orang Tionghoa sangat sadar bahwa untuk meraih kesuksesan setidaknya harus ada dua hal, yaitu motivasi dan kemampuan.Sangat disarankan bagi kita untuk mengikuti berbagai macam seminar motivasi, tetapi kita juga harus melengkapi diri untuk menambah kemampuan.

Franchise Sebagai Bisnis Sampingan

Bisnis Tanpa Campur Tangan
Suatu ketika saya pernah tergiur untuk membeli franchise (waralaba) murah di bidang makanan kecil. Awal ketertarikan saya terhadap franchise tersebut adalah ketika saya membaca sebuah majalah yang mengatakan jika kita membeli franchise P, dana investasi kita akan kembali dalam sebulan. Singkat cerita saya memutuskan untuk joint sebagai mitra franchise P.

Pada awalnya semua berjalan lancar dan segala fasilitas yang dijanjikan diberikan kepada saya. Namun, hasil investasi tidak pernah kembali.Mengapa terjadi hal seperti itu?Karena baru mengetahui bahwa ternyata saya harus menutup biaya operasional yang cukup besar dari kantong saya sendiri, serta mencari dan mengelola karyawan sendiri. Fungsi dari franchise P ternya hanya sebagai penjual gerobak dan penyedia bahan baku.

Saya menjadi pemikir, saya benar-benar merasakan mengeluarkan uang secara terus-menerus, sedang pemilik franchise mendapatkan uang dari saya secara terus menerus karna setiap bahan baku yang ada harus saya beli darinya, sementara bahan baku yang sama juga tersedia dipasaran dengan harga yang lebih murah.

Dari kegagalan tersebut, saya mulai merenungkan apa penyebab banyak orang Tionghoa tidak tertarik dengan penawaran franchise murah. Salah satu penyebab utama adalah bagi orang Tionghoa yang disebut dengan investasi adalah bisnis sampingan yang tidak menuntut campur tangan kita lagi.

Prediksi Bisnis Lancar Pada Masa Krisis
Pada saat ini dunia sedang menghadapi masa yang tidak pasti dalam bidang finansial. Bermula dari kejatuhan pasar saham di amerika serikat yang mengakibatkan kejatuhan seluruh pasar saham di Negara-negara lain, termasuk Indonesia. Melihat kenyataan yang akan kita hadapi pada tahun-tahun mendatang, kita memiliki dua pilihan, yaitu hidup dalam kekhwatiran dan ketakutan atau melihat semua ini dengan cara yang lebih kreatif dan menjadikannya sebagai peluang.

Kita harus memiliki fikiran terbuka bahwa dalam bisnis apa pun setidaknya ada satu orang kaya di sana. Hal tersebut cukup menegaskan bahwa semua bisnis sebetulnya adalah baik dan layak dikerjakan. Permasalahan utama adalah saat ini kita cocok melakukan bisnis di bidang apa. Jika itu menjawab, akan sangat mudah bagi siapapun mengembangkan bisnis dan menguasainya dari hulu hingga hilir.

Kursus
Salah satu bisnis yang diminati oleh orang Tionghoa adalah menyelenggarakan kursus.Bisnis ini di prediksikan akan tetap eksis pada masa krisis. Tentunya hal tersebut harus diimbangi dengan kreativitas para tenaga pemasaran dan pemberian materi latihan yang beragam.

Event Organizer Job Fair
Masih berkaitan dengan banyaknya pengangguran selama masa krisis, bisnis event organizer fair akan tetap berjalan, bahkan akan menuai keuntungan yang besar.

Creative Marketing
Bisnis selanjutnya yang di prediksikan eksis pada masa krisis adalah bisnis creative marketing. Apapun bisnisnya, tentunya pada masa krisis sangat dibutuhkan cara-cara pemasaran yang creative mengingat pada masa tersebut daya beli konsumen akan menurun tajam.

Bisnis Makanan
Bisnis makanan ini diprediksikan akan tetap eksis pada masa mendatang asalkan pengelolanya dapat menyajikan sesuatu hal yang unik dengan harga wajar dan tentunya dengan pelayanan yang baik.

Investasi

1. Emas
Bagaimana dengan investasi?Infestasi dalam bentuk emas latakan masih tetap diprediksikan menjadi investasi yang aman.Investasi emas di Indonesia telah terbukti bertahan ditengah gejolak finansial dunia. Pada saat harga minyak dunia mencapai lever tertinggi, yaitu di atas 140 dolar as perbarel, harga emas menju level harga 1000 dolar as per troy once. Setelah terjadi gejolak finansial, hrga minyak turun hingga mencapai 40 dolar as perbarer.Sementara harga emas hanya turun hingga kisaran 750 dolar as per troy once.

2. Saham
Berbicara masalah saham, pada masa krisis di predisikan harga saham di perusahaan yang bergerak dibidang Consumer good akan tetap eksis. Penjelasannya sama dengan penjelasan bisnis makanan. Apapun keadaan ekonominya, setiap orang akan tetap menggunakan barang-barang konsumtif, seperti sabun, sampo, atau pasta gigi. Akan ada saatnyaa setelah melewati krisis, ekonomi akan berangsur membaik, pembangunan mulai normal, dan pasar mulai bergairah. Saat itulah saat yang tepat bagi kita untuk mengoleksi saham-saham yang berbasis komoditif karena harganya akan naik tinggi dalam waktu yang singkat.

Kesimpulan

Dalam mengikuti system bisnis orang Tionghoa ada banyak hal yang menjadi pembelajaran di dalam diri kita baik itu dalam bentuk saham, usaha, bahkan investasi.Dalam hal kedisplinan, usaha, pengturan keuanga yang bagus dapat di jadikan contoh.Serta pengambilan keputusan yang penuh pertimbangan walau beresiko orang tionghoa tetap berupaya bertahan.Startegi yang bagus dan pemilihan bisnis yang bijaksana sesuai dengan skill masing – masing.
Dan orang Indonesia serng kali kalah terhadap orang Tionghoa karna orang Tionghoa belajar untuk menemukanskill mereka dan mengembangkannya, namun orang Indonesia hanya mengejar kursi dan tanpa disadari kursi yang dikejar bukanlah hal yang membuat kita lebih maju. Namun tetap pada titik yang sama yaitu di bawah kepemimpina. Bukan menjadi pemimpin.

Sumber : Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa, Liem You Tjwan, Visimedia, Jakarta, 2008.

Kewirausahaan


  1. Pengertian Kewirausahaan

organisasi3Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin  ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis, menurut ThomasW. Zimmerer (1996), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.Dahulu, kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. Sebab itu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir, sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Sekarang kewirausahaan bukan hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan lapangan, tapi juga dapat dipelajari dan diajarkan.

Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradigma pertumbuhan yang wajar dan perubahan ke arah globalisasi yang menuntut adanya keunggulan, pemerataan, dan persaingan, maka dewasa sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan. Pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu displin ilmu tersendiri yang independen.[1] Hal itu menurut Soeharto Prawirokusuma (1997) dikarenakan,

  1. Kewirausahaan berisi “body of knowledge” yang utuh dan nyata (distinctive), yaitu ada teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.
  2. Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu posisi “venture start-up” dan “venture-growth”, ini tidak jelas masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.
  3. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri
  4. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan.

Disiplin ilmukewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat, yaitu berkembang bukan hanya pada dunia usaha semata melainkan juga pada berbagai bidang seperti bidang industri, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan institusi- institusi lainnya, misalnya birokrasi pemerintah, perguruan tinggi, dan swadaya lainnya. Pada mulanya, kewirausahaan berkembang  dalam bidang perdagangan. Dalam bidang-bidang tertentu, kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti dalam menciptakan perubahan, pembaharuan, dan kemajuan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum yang berjangka panjang untuk menciptakan peluang.

Secara harfiah Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ked an akhiran an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis.

Dalam bahasa Inggris wirausaha adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang diambil dari berbagai sumber :

Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.

 B. Tujuan Kewirausahaan

Seorang sosiolog bernama David McCleland mengemukakan bahwa, apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari prosetase keseluruhan penduduk di negara tersebut menjadi wirausahawan, Indonesia sendiri sampai saat ini menurut sebuah riset jumlah penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar 0,18%, menurut informasi yang saya baca di internet hari ini tanggal 5 Maret 2012 jumlahnya telah melonjak tajam menjadi  maka tidaklah mengherankan apabila saat ini, kondisi pereekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negera tetangga yaitu Singapura yang memiliki prosentase wirausaha sebesar 7%, Malaysia 5%, China 10%, apalagi jika harus dibandingkan dengan negara adidaya Amerika Serikat yang hampir 13%  penduduknya menjadi wirausahawan.

Maka dari itu, dengan ditumbuh kembangkanya pengetahuan seputar kewirausahaan, akan membangkitkan semangat masyarakat Indonesia khusunya generasi muda atau mahasiswa, untuk ikut menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha, tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeking). Dengan dilandasi semangat nasionalisme bahwa bangsa Indonesia harus mampu bersaing dikancah percaturan perekonomian dunia, maka akan banyak mahasiswa yang termotivasi untuk meningktakan kualitas dirinya dan mencetuskan ide-ide kretaif dalam bidang kewirausahaan yang berdaya saing tinggi.

Mengapa dengan semakin banyak wirausahawan disuatu negara akan meningkatkan daya saing negara tersebut ?, jawabanya saya kira cukup jelas. Pertama, sebuah negara yang memiliki wirausahawan banyak tentunya akan mendapatkan penghasilan yang besar dari sektor pajak, atas kegiatan ekonomi yang mereka lakukan, coba bayangkan apabila suatu negara terlalu banyak pegawai negeri sipil yang kurang atau bahkan tidak produktif, maka mereka setiap bulan memakan anggaran negara untuk menggaji mereka, namun sumbangsih mereka pada perekonimian nasional sangat minim baik dari segi pajak maupun tingkat konsumsi.

Mari kita lihat contoh lainya, dengan semakin banyak penduduk menjadi wirausaha, maka ekonomi mereka akan mandiri, tidak akan bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam hal ini pemerintah harus pro aktif menyediakan modal bagi para pengusaha agar benar-benar produktif dengan bunga yang kompetitif, dan tidak menghancurkan pengusaha maupun pemerintah, hasil keuntungan usaha mereka akan disimpan di bank-bank dalam negeri, sehingga perputaran uang semakin lancar, dengan hal tersebut modal mereka akan bertambah sehingga mampu menembus pangsa pasar global, yang nantinya menaikkan neraca ekspor-impor dan akan menambah devisa negara secara signifakan, maka dengan hal tersebut sangatlah jelas, bahwa kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting untuk menaikkan harkat martabat suatu bangsa dikancah internasional.

Selanjutnya ditinjau dari segi GNP (Gross National Product), apabila semakin banyak uang yang dihasilkan oleh putra-putri bangsa Indonesia, karena berwirausaha maka uang yang dihasilkan berpeluang semakin besar, berbeda dengan gaji yang nominalnya relatif tetap. Akan meningkatkan GNP yaitu keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi warga negara penduduk tersebut dimanapun berada (di dalam dan luar negeri), dengan meningkatkan GNP ini akan semakin memperkuat ekonomi nasional secara makro, dan mempercepat roda pembangunan nasional, karena ketersediaan anggaran semakin meningkat.

Dari beberapa dampak positif kewirausahaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara, dengan pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara Indonesia khusunya mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha, namun perlu diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan kejujuran, sehingga apa yang dihasilkan dapat bermanfa’at bagi masyarakat luas

TEORI DASAR KEWIRAUSAHAAN

Seiring berjalanya waktu, kewirausahaan semakin berkembang, maka lahirlah berbagai macam teori tentang kewirausahaan, akan coba saya uraikan berbagai teori kewirausahaan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Neo Klasik

Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian sangat tidak terlihat, wajar saja, karena ini memang pada masa lampau dimana belum begitu urgen masalah kemandirian, namun cukup bisa menjadi teori awal untuk melahirkan teori-teori berikutnya.

2. Kirzerian Entrepreneur

Dalam teori Kirzer menyoroti tentang kinerja manusia, keuletanya, keseriusanya, kesungguhanya, untuk swa(mandiri), dalam berusaha, sehingga maju mundurnya suatu usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang pengusaha.

Dari berbagai disiplin ilmu, lahirlah teori kewirausahaan yang dipandang dari sudut pandang mereka masing-masing, Teori ekonomi memandang bahwa lahirnya wirausaha disebabkan karena adanya peluang, dan ketidakpastian masa depanlah yang akan melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini berkaitan dengan keberanian mengambil peluang, berspekulasi, menata organisasi, dan melahirkan berbagai macam inovasi. Teori Sosiologi lebih mempelajari tentang, asal-usul budaya dan nilai-nilai sosial disuatu masyarakat, yang akan berdampak pada kemampuanya menanggapi peluang usaha dan mengolah usaha, sebagai contoh orang etnis cina dan padang dikenal sebagai orang yang ulet berusaha, maka fakta dilapangan menunjukkan, bahwa banyak sekali orang cina dan padang yang meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Selanjutnya teori psikologi, menurut saya teori ini lebih menekankan pada motif individu yang melatarbelakangi dirinya untuk berwirausaha, apabila sejak kecil ditanamkan untuk berprestasi, maka lebih besar kemungkinan seorang individu lebih berani dalam menanggapi peluang usaha yang diperolehnya.

Yang terakhir adalah teori perilaku, bagaimana seorang wirausahawan harus memiliki kecakapan dalam mengorganisasikan suatu usaha, memanajen keuangan dan hal-hal terkait, membangun jaringan, dan memasarkan produk, dibutuhkan pribadi yang supel dan pandai bergaul untuk memajukan suatu usaha.

Disiplin Ilmu Kewirausahaan

Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin  ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis, menurut ThomasW. Zimmerer (1996), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.

Dahulu, kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. Sebab itu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir, sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Sekarang kewirausahaan bukan hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan lapangan, tapi juga dapat dipelajari dan diajarkan.

Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradigma pertumbuhan yang wajar dan perubahan ke arah globalisasi yang menuntut adanya keunggulan, pemerataan, dan persaingan, maka dewasa sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan. Pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu displin ilmu tersendiri yang independen.[1] Hal itu menurut Soeharto Prawirokusuma (1997) dikarenakan,

1)      Kewirausahaan berisi “body of knowledge” yang utuh dan nyata (distinctive), yaitu ada teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.

2)      Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu posisi “venture start-up” dan “venture-growth”, ini tidak jelas masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.

3)      Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri

4)      Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan.[2]

Disiplin ilmukewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat, yaitu berkembang bukan hanya pada dunia usaha semata melainkan juga pada berbagai bidang seperti bidang industri, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan institusi- institusi lainnya, misalnya birokrasi pemerintah, perguruan tinggi, dan swadaya lainnya. Pada mulanya, kewirausahaan berkembang  dalam bidang perdagangan. Dalam bidang-bidang tertentu, kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti dalam menciptakan perubahan, pembaharuan, dan kemajuan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum yang berjangka panjang untuk menciptakan peluang.

B.  Objek Studi Kewirausahaan

Objek studi kewirausahaan adalah  nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut Soemahamidjaja (1997:14-15), kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausahaan meliputi;[3]

  1. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha
  2. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala.
  3. Kemampuan untuk berinisiatif
  4. Kemampuan berinovasi, yang melahirkan kreativitas(daya cipta)setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi.
  5. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal
  6. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yangselalu tidak menundak pekerjaan.
  7. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama
  8. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.

C.  Hakikat Kewirausahaan

Secara sederhana arti wirausahawan(entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti.

Ada dua pendapat tentang pengertian kewirausahaan, yaitu Peter F. Drucker mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Sementara itu Zimmerer mengartian kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).[4] 

Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Seorang wirausahawan harus memilki kemampuan yang kreatif dan inovatif dalam menemukan dan menciptakan berbagai ide.

Kegiatan wirausaha dapat dijalankan sesorangatau sekelompok orang. Dengan kata lain seseorang baik secara pribadi maupun bergabung dengan orang lain dapat menjalankan kegiatan usaha atau membuka usaha. Secara pribadi artinya membuka perusahaan dengan inisiatif dan modal serang diri. Sementara itu berkelompok adalah secara bersama- sama dua orang atau lebih dengan cara masing- masing menyetor modal dalam bentuk uang atau keahliannya. Jadi, untuk berwirausaha dapat dilakukan dengan cara

  1. Memiliki modal sekaligus menjadi pengelola
  2. Menyetor modal dan pengelolaan ditangani pihak mitra
  3. Hanya menyerahkan tenaga namun dikonversikan ke dalam bentuk saham sebagai bukti kepemilikan usaha.

Dewasa ini belum ada terminologi yang persis sama tentang kewirausahaan. Kewirausahaan pada hakikatnya adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, keinovasian,dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Dari beberapa konsep kewirausahaan, ada enam hakikat penting kewirausahaan, yaitu:

  1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994).
  2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959).
  3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer,1996).
  4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (verture growth) (Soeharto Prawiro, 1997)
  5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih.
  6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

Berdasarkan keenam konsep di atas, secara ringkas kewirausahaan dapat definisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses, dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko.

D.  Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan

1.    Karakteristik kewirausahaan

Banyak para ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan berbagai konsep yang berbeda-beda. Dalam Islam karakteristik wirausaha antara lain[5]:

  • Sifat takwa, tawakkal, zikir dan syukur.
  • Jujur.
  • Bangun Subuh dan bekerja.
  • Toleransi.
  • Berzakat dan berinfaq.

2.    Nilai-nilai hakiki kewirausahaan

Masing-masing karakteristik kewirausahaan memiliki makna dan perangai tersendiri yang disebut nilai. Nilai-nilai kewirausahaan identik dengan sistem nilai yang melekat pada sistem nilai manajer. Ada empat nilai dengan orientasi dan ciri masing-masing sebagai berikut:

  1. Wirausaha yang berorientasi kemajuan untuk memperoleh materi, ciri-cirinya pengambilan risiko, terbuka terhadap teknologi, dan mengutamakan materi.
  2. Wirausaha yang berorientasi padab kemajuan tetapi bukan untuk mengejar materi. Wirausaha ini hanya ingin mewujudkan rasa tanggung jawab, pelayanan, sikap positiv dan kreativitas.
  3. Wirausaha yang berorientasi pada materi, dengan berpatokan pada kebiasaan yang sudah ada, misalnya dalam perhitungan usaha dengan kira-kira, sering menhadap ke arah tertentu(aliran fengshui)supaya berhasil.
  4. Wirausaha yang berorientasi pada non meteri, dengan bekerja berdasarkan kebiasaan, wirausaha model ini biasanya tergantung pada pengalaman, berhitung dengan mengunakan mistik, paham etnosentris, dan taat pada tata cara leluhur.

D.  Berfikir Kreatif dalam Kewiraussahaan

Menurut Zimmerer tujuh langkah proses kreatif yaitu dengan menggunakan otak sebelah kiri yaitu[6]:

  1. Persiapan (preparation), yaitu menyangkut kesiapan kita untuk berpikir kreatif.
  2. Penyelidikan (investigation) dalam penyelidikan diperlukan individu yang dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang masalah atau keputusan.
  3. Transformasi (transformation), yaitu menyangkut kesamaan dan perbedaan pandangan diantara informasi yang terkumpul.
  4. Penetasan (incubation), yaitu menyiapkan pikiran bawah sadar untuk merenungkan informasi yang terkumpul.
  5. Penerangan (illimination), yaitu ketika ada pemecahan spontan yang menyebabkan adanya titik terang yang terus-menerus.
  6. Pengujian (verivication), yaitu menyangkut ketepatan ide-ide seakurat mungkin dan semanfaat mungkin.
  7. Implementasi  (implemetation), yaitu mentransformasikan ide-ide ke dalanm praktek bisnis

E.  Sikap dan Kepribadian Wirausaha

Alex Inkeles dan David H.Smith (1974:19-24) adalah salah satu diantara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern.Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap, nilai, dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru, selalu membaca perubahan sosial, lebih realistis terhadap fakta dan pendapat, berorientasi pada masa kini daan masa yang akan datang bukan pada masa lalu, berencana, percaya diri, memiliki aspirasi, berpendidikan dan mempunyai keahlian, respek, hati-hati, dan memahami produksi.

Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Gunar Myrdal,yaitu:

  1. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi
  2. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional
  3. Selalu berencana dalam segala kegiatan
  4. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang
  5. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian,1972)

Menurut Harsojo (1978:5),modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan[7]:

  1. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan
  2. Meyakini kemampuan sendiri
  3. Berorientasi pada masa kini dan masa depan
  4. Meyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis

Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang, tantangan dan perubahan sosial, misalnya dalam mengubah standar hidupnya. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Dalam konteks ini,juga dijumpai perpaduan yang nyata antara kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani, karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan.

Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikianrupa yang kemudian terbukti benar, mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah,dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo,1982:1). Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi yaitu menemukan pasar-pasar baru, pengenalan barang-barang baru,  metode produksi baru,  sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru,  serta organisasi industri baru. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru.

Dalam perusahaan, wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. Menurut Dusselman (1989:16),seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut:

  1. Inovasi, yaitu usaha untuk menciptakan, menemukan dan menerima ide-ide baru
  2. Keberanian untuk menghadapi risiko, yaitu usaha untuk menimbang dan menerima risiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian
  3. Kemampuan manajerial, yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, meliputi:
  • Usaha perencanaan
  • Usaha untuk mengkoordinir
  • Usaha untuk menjaga kelancaran usaha
  • Usaha untuk mengawasi dan mengevaluasi usaha

4.    Kepemimpinan, yaitu usaha memotivasi,melaksanakan,dan mengarahkan tujuan usaha.

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. Menurut Sujuti Jahja (1977),faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan,kemampuan,dan kelemahan. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perilaku adalah kesempatan atau peluang.

Sikap kewirausahaan meliputi keterbukaan, kebebasan, pandangan yang luas, berorietasi pada masa depan, berencana, berkeyakinan, sadar, menghormati orang lain dan menghargai pendapat orang lain.

Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk merespons segala peluang, dan tanggap terhadap tantangan dan perubahan sosial. Orang yang terbuka terhadap ide-ide inilah merupakan wirausaha yang inovatif dan kratif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan.

Menurut Kathlen L. Hawkins dan Peter A. Turla(1986) pola tingkah laku kewirausahaan akan terggambar dalam kepribadian, kemampuan hubungan, kemampuan pemasaran, keahlian mengatur dan sikap terhadap uang. Kepribadian wirausaha tercermin dalam kretivitas, disiplin, kepercayaan diri, keberanian menghadapi risiko, dan dorongan dari kemauan diri yang kuat.

Motif Berprestasi Kewirausahaan

Menurut Lerry Farel, untuk maju atau prestatif seorang pengusaha harus memiliki motifasi yang tinggi, inovatif, dan memiliki ambisi untuk maju/berkembang. Syarat lain untuk maju (prestatif) antara lain:

  1. Memiliki komitmen dan tanggungjawab yang tinggi terhadap karir
  2. Bersemangat terhadap masukkan dari berbagai pihak
  3. Memiliki orientasi kedepan
  4. Memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi superior.
  5.  Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi(Gede Anggan Suhandana, 1980:55).

Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingg sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi memiliki ciri-ciri:

  1. Mengatasi sendiri kesulitan yang terjadi pada dirinya.
  2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera.
  3. Memiliki tanggung jawab personal yan tinggi.
  4. Berani menghadapi risiko dan penuh perhitungan.
  5. Menyukai tantangan.

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu,yaitu motif berprestasi (achievement motive). Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana,1980:55). Factor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.

Teori Maslow kemudian oleh Clayton Alderfer dikelompokkan menjadi tiga kelompok,yang dikenal dengan  teori existence,relatedness,and growth (ERG).

Pertama, kebutuhan akan eksistensi (existence) yaitu menyangkut keperluan material yang harus ada (termasuk  physiological need and security need dari Maslow).

Kedua, ketergantungan (relatedness), yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hubungan interpersonal (termasuk social and esteem need dari Maslow)

Ketiga, kebutuhan perkembangan (growth), yaitu kebutuhan intrinsik untuk perkembangan personal (termasuk self-actualization and esteem need dari Maslow).

Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
  2. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.
  3. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan.
  4. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.

Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow), yaitu hasrat untuk mempengaruhi, mengendalikan,dan menguasai orang lain. Ciri umumnya adalah senang bersaing, berorientasi pada status, dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain.

Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff), yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan,bekerja sama daripada persaingan,dan saling pengertian. Menurut Stephen P.Robbins (1993:214),kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini.

Menurut Nasution (1982:26), Louis Allen (1986:70),ada tiga fungsi motif, yaitu[10]:

  1. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energy
  2. Menentukan arah perbuatan ke tujuan tertentu
  3. Menyeleksi perbuatan,yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu

Dalam “Entrepreneur’s Handbook”,yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8),dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwirausaha,yakni:

  1. Alasan keuangan.
  2. Alasan sosial.
  3. Alasan pelayanan.
  4. Alasan pemenuhan diri.

 APLIKASI KEWIRAUSAHAAN

Rencana usaha atau business plan hadir sebagai pedoman bagi sebagian orang sebelum memulai bisnis. Segala rincian target pasar, apa yang hendak dijual, sampai bagaimana mengembalikan modal bisa dituliskan dalam rencana usaha.

Tak semua orang memilki waktu yang cukup untuk membuat business plan ini. Namun, ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk membantu seseorang dalam menguraikan ide bisnis di dalam otak ke dalam sebuah rencana usaha. Seseorang hanya perlu menyediakan informasi kemudian aplikasi ini akan menjadikannya sebuah rencana.

  • Business Plan Premiere

Aplikasi ini disediakan untuk para pengguna perangkat iPad. Tidak hanya membantu untuk membuatkan rencana bisnis dalam rincian yang mendalam, Business Plan Premiere juga menyediakan layanan untuk membantu penggunanya memperkenalkan rencana bisnisnya ke 3.000 investor yang tergabung dalam firma Ben Stein & Accredited Members Inc. Aplikasi ini juga membantu penggunanya untuk menuliskan pernyataan visi dan misi, deskripsi produk dan rencana pemasaran, analisis SWOT, serta mendefinisikan target pasar.

  • Enloop

Ketika seseorang memasukkan informasi tentang bisnis yang akan dijalankan, aplikasi Enloop secara otomatis akan memperlihatkan kemungkinan potensi penjualan, keuntungan, kerugian, serta cash flow. Selain informasi-informasi tersebut, Enloop juga menawarkan grafik penjelasan dengan elemen visual. Selain itu, hasil dari rencana bisnis tersebut bisa diunduh dalam bentuk PDF. Enloop merupakan aplikasi berbasis website dan belum tersedia untuk format mobile.

  • MyBizPlan

Aplikasi ini juga bisa dijalankan pada gadget berbasis Android dan juga produk Apple. MyBizPlan menyediakan berbagai template untuk membuat rencana usaha yang resmi. Penjual yang menggunakan aplikasi ini bisa dibantu untuk mendefinisikan apa tujuan dari bisnis yang dijalankan secara sistematis. Selain itu, aplikasi MyBizPlan juga dapat membantu seseorang mengelola finansial bisnisnya.

  • Plan & Startup Small Business

Aplikasi keluaran Google PlayStore ini membantu calon penjual untuk memikirkan rencana usahanya secara personal. Mulai dari fondasi-fondasi atau sumber ide dari bisnis yang dijalankan hingga motivasi-motivasi dari tokoh bisnis ternama. Selain itu, pengguna aplikasi ini bisa membaca berbagai artikel yang berkaitan dengan mendirikan sebuah usaha di internet. Fitur to do list juga melengkapi aplikasi Plan & Startup Small Business ini.

  • StratPad

StratPad merupakan aplikasi yang membantu entrepreneur untuk berpikir dan mengambil keputuskan saat menjalankan sebuah bisnis. Hal tersebut diungkapkan oleh Alex Glassey, orang yang mendesain aplikasi StratPad. Dalam aplikasi ini, Alex menyediakan fitur how-to untuk menyediakan informasi tentang hal-hal yang sering ditanyakan seseorang saat pertama kali akan menjalankan sebuah bisnis.

KESIMPULAN

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh sifat dan kepribadian seseorang. The officer of Advocacy of Small Business Administration. bahwa kewirausahaan yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian.

Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar, mempunyai semangat.

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi.

Kewirausahaan menuntut pula kesadaran individu yang dimotivasi oleh potensi usaha yang lebih besar; bahwa keberhasilan lebih baik daripada kegagalan hanya dapat dikendalikan dan diperoleh orang-orang yang selalu mencari bentuk-bentuk peluang yang superior. Kesadaran ini akan merupakan modal yang kuat untuk mendorong kewirausahaan dan wirausahawan menimisasi resiko wirausaha.

Disarankan mahasiswa yang menkaji tentang Ilmu Ekonomi Islam mampu memiliki sifat-sifat seperti yang dikemukakan di atas, agar mnejadi seorang Ekonom yang handal di bidang wirausaha, seperti yang diharapkan

DAFTAR PUSTAKA

Hendro. Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta : Penerbit Erlangga. 2011.
Kasali Rhenald. Modul Kewirausahaan. Jakarta Selatan : PT Mizan Publika. 2010.
Justin G Longecker, Kewirausahaan, Manajemen Usaha Kecil. Yogyakarta : Salemba Empat. 2000.
Mas’ud Machfoedz, Kewirausahaan, Suatu Pendekatan Kontemporer, Yogyakarta : UPP AMP YKPN. 2004.

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 5.612 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: