Posts from the ‘TIP DAN TRIK’ Category

101 TIPS KILAT! KEPEMIMPINAN


stroryeum_2Berbicara kepemimpinan sangat rumit dan panjang untuk diulas dan teori kepemimpinan pun semakin berkembang pesat mengikuti perkembangan jaman. dibawah ini diringkskan 101 tip kilat kepemimpinan. Semoga memberikan inspirasi.

A.   Karakter kuat Seorang Pemimpin

1.      Karismatik

“ Karisma adalah hasil dari kepemimpinan yang efektif, bukan sebaliknya “. (Warren Bennis)

Seorang Pemimpin yang Karismatik akan disegani lawan maupun kawannya. Karismatik bukan lah sikap yang dibuat-buat, tetapi lebih cenderung pada pancaran alami yang  muncul dari dalam diri.

 

2.      Memiliki Integritas

“ Bukan posisi yang menjadikan seorang dianggap sebagai pemimpin tetapi kepemimpinannya lah yang membuat posisi. “ (Stanley Huffty)

Pemimpin yang memiliki integritas akan lebih disegani teman ataupun lawannya. Integritas seorang pemimpin akan membawa perubahan baik, karena dengan integritas tersebut, campur tangan pihak lain bisa diminimalisasi. Jika terlalu banyak campur tangan dari pihak luar, maka semakin banyak pula keinginan dari banyak pihak yang berbenturan. Integritas berguna untuk menjaga agar pemimpin tetap pada jalurnya, sehingga apa yang dengan terpenuhi.

 

3.      Gunakan Kekuasaan Sesuai Porsinya.

“ Karakter adalah kekuasaan ; itu membuat teman- teman, menarik patronase dan dukungan, serta membuka jalan menuju kejayaan, kehormatan, dan kebahagiaan. “ ( J.Howe )

Kekuasaan adalah hal penting dalam kepemimpinan. Dengan kekuasaan, kita tahu batas-batas dalam memimpin. Tetapi kekuasaan bukanlah inti dari kepemimpinan sebab jika kekuasaan digunakan secara sewenang-wenang tentu akan membuat orang lain / orang yang dipimpin akan lengah dan cenderung akan memberontak. Jika sudah memberontak tentu akan terjadi konflik yang bisa menghancurkan tujuan yang hendak dicapai.

 

4.      Komitmen Tinggi

“ Seseorang yang belum pernah belajar untuk taat maka tidak akan menjadi komandan yang baik. “ (Aristoteles)

Komitmen bisa diibaratkan seperti ikatan. Orang yang sudah merasa terikat pada komitmen tertentu akan sulit untuk pindah pada komitmen lain. Jika seorang pemimpin memiliki komitmen tinggi, maka akan sangat efektif kerana bisa menjadi contoh bagi anak buah / bawahan.

 

5.      Memiliki Ketenangan

“ Jangan pernah mengungkapkan selluruh diri anda untuk orang lain ; menahan sesuatu dalam cadangan sehingga orang tidak pernah yakin jika mereka benar-benar tahu anda.” (Michael Korda)

Disaat sedang tegang dan genting, yang diperlukan bukanlah ketergesa-gesaan, tetapi suatu ketenangan. Ketenangan diperlukan untuk menata pikiran serta mengendalikan ketegangan dan kegentingan. Ketenangan dalam menghadapi masalah merupakan ciri seorang pemimpin yang berfikiran matang dan dewasa. Melihat para pemimpin dunia, kebanyakan dari mereka memiliki ketenangan dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan atau memerintah sesuatu.

 

6.      Bersikap Adil

Ingat bahwa seni besar dalam memrintah adalah untuk mengambil bagian yang adil dari sebuah pekerjaan.” (Nuh Porter)

Sikap adalah sikap mutlak yang harus dimiliki seorang pemimpin. Keadilan harus dimulai dari diri sendiri karena jika sudah mampu bersikap adil terhadap diri sendiri, maka akan lebih mudah adil terhadap terhadap orang lain. Dalam menangani masalah terhadap bawahan juga harus adil, jangan mentolerir kesalahan secara berlabihan sebab bisa membentuk semacam kebiasaan.

 

7.      Beretika

“ Hal utama dan kemenangan terbaik adalah menaklukkan diri sendiri.” (Plato)

Etika adalah hal penting dalam hubungannya dengan orang lain. Pemimpin yang beretika akan mampu menyesuaikan diri dimana pun dan kapan pun ia berada. Etika seorang pemimpin akan mencerminkan bagaimana kemampuan seorang pemimpin dan bagaimana dalam memimpin.

 

8.      Penuh Tanggung Jawab

“ Tanggung jawab pertama seorang pemimpin adalah mendefinisikan realitas dan yang terakhir  adalah mengucapkan terimakasih.” ( Max de Pree )

Semua keputusan dan tindakan selalu membawa pada banyak kemungkinan, disamping itu, juga memiliki konsekuensi tertentu yang bisa berakibat baik dan buruk. Seorang pemimpin pun harus memiliki rasa tanggung jawab apabila terjadi kesalahan yang dilakukan dirinya maupun yang dipimpinnya. Yang membedakan pemimpn dan yang dipmpin adalah tanggung jawabnya.

 

9.      Kepercayaan Diri Tinggi

“Optimisme dan kepercayaan diri adalh kekuatan pengganda.” (Colin Powell)

Percaya diri adalah hal peting dalam setiap melakukan tindakan . tanpa adanya rasa percaya diri, maka semua tindakan akan menjadi ragu-ragu. Pemimpin yang memiliki kepercayaan diri tinggi bisa diibaratkan sudah melangkah setengah jalan sebelum tujuan tercapai.Sikap percaya diri mutlak ada didalam jiwa seorang pemimipin, Percaya diri adalah salah satu modal dalam melakukan tindakan sebagai pemimpin.

 

10.  Tidak Tkut Perubahan

“Anda harus menjadi perubahan yang ingin anda lihat di dunia.” (M.K. Gandhi)

Perbahan dari seorang pemiimpin bukanlah untuk ditakuti, tetapi utnuk dikelola dengan baik. Perubahan adalah dinamika yang tidak bisa dihindarkan dalam sendi kehidupan. Adanya perubahan juga menuntut seorang pemimpin mau untuk dikoreksi dan belajar sesuatu yang baru

 

11.  Berani Berkorban

“Pengorbanan adalah proses berkelanjutan, bukan sesuatu pengorbanan suatu pengorbanan sekali bayar.” (John C. Maxwell)

Sifat sesungguhnya dari seorang pemimpin adalah pengorbanan. Semakin tinggi kepemimpinan maka akan semakin tinggi pula pengorbanannya. Pemimpin ideal adalah pemimpin yang tidak hanya memikirkan diri sendiri, tetapi juga anak buah/ karyawannya. Dengan sikap seperti itu maka loyalitas akan terbangun dengan sendirinya.

 

12.  Menjunjung Tingi Kejujuran

“ Kejujuran adalah bab pertama dalam buku kebijaksanaan.” (Thomas Jefferson)

Kejujuran adalah hal mutlak dalam rangka menccapai tujuan. Tanpa adanya kejujuran, maka akan banyak hambatan yang berujung pada kegagalan pencapaian.

 

13.  Disiplin

“Bakat tanpa disiplin, seperti gurita dalam sepatu roda. Ada banyak gerakan, tetapi anda tidak pernah tahu apakah akan maju, mundur atau kesamping.” (H.Jackson Brown Junior)

Disiplin merupakan salah satu kunci utama keberhasilan. Banyak kegagalan yang diakibatkan karena tidak disiplin. Disiplin harus dimulai dari awal pengonsepan hingga sampai pelaksanaannya, sehingga dalam menjalankan tugas akan terarah dan tidak mengalami  hambatan.

 

14.  Memandang dari Sudut Lain

“ Riwayat seseorang belum selesai ketika ia kalah, riwayatnya selesai ketika ia menyerah.” (Richad Nixon)

Kemampuan memandang dari sudut lain merupakan kemampuan yang harus dimiliki setiap pemimpin. Seorang pemimpin harus pandai menempatkan diri dan harus mampu memahami berbagai sudut pandang  yang berbeda. Jika mampu memandang dari sudut yang berbeda dengan baik, maka tujuan akan mudah tercapai

 

15.  Berwibawa

“Wibawa adalah kilau pada orang dan tidak dapat dibeli dengan uang. Wibawa adalah energi tidak terlihat dengan efek terlihat.” (Marianne Williamson)

Berwibawa adalah salah satu syarat seorang pemimpin. Seorang pemimpin yang berwibawa akan membuat orang segan padanya. Akan tetapi, jika seorang pemimpin tidak memiliki wibawa maka akan diremehkan oleh lawannya, bahkan diremehkan pula oleh anak buahnya. Dengan wibawa pula, seorang pemimpin akan dengan mudah mempengaruhi anak buah

 

16.  Keinginan untuk Memimpin

“seorang pemimpin ibarat seorang pedagang di harapan.” (Napoleon Bonaparte)

Keinginan memimpin adalah hal penting yang harus dimiliki seorang pemimpin. Jika tidak memiliki keinginan memimpin, maka yang ada hanyalah persaan terpaksa dan akan menemui kegagalan. Persaan terpaksa tersebut akan berpengaruh pada kinerja karena dengan keterpaksaan akan membuat kerja tidak sepenuh hati dan tidak memiliki gairah untuk memimpin. Pemimpin yang baik akan menganggap sebuah kepercayaan sebagai tanggung jawab bukan keterpaksaan.

 

17.  Proaktif

“Ketepatan kata-kata yang anda gunakan adalah jauh lebih penting dibandingkan dengan energi, intensitas, dan keyakinan anda menggunakannya.” (Jules Rose)

Sikap proaktif bisa diartikan sebagai sikap menahan diri terhadap situasi, namun dengan toleransi tertentu. Seorang pemimpin juga harus memiliki sikap proaktif karena dengan proaktif, maka akan dicintai bawahannya.

 

18.  Objektif Dalam Menilai

“ Yang paling menarik informasi berasal dari anak-anak karena mereka mengatakan semua yang mereka tahu dan kemudian berhenti.” (Mark Twain)

Kemampuan menilai segala hal secara objektif sangatlah diperlukan agar mampu melihat sesuat secara jujur dan menyeluruh.  Jika memiliki kemampuan menilai secara objektif tentu tidak ada yang namanya kolusi dan nepotisme, pemimipin yang memiliki kemapuan demikian maka akan mampu membentuk tim yang solid, sehingga akan memudahkan dalam mencapai tujuan. Penilian secara objectif akan berpengaruh pada keutuhan tim dalam jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Jika mampu menilai secara objektif maka tidak ada lagi pihak yang merasa iri atau dianaktirikan

 

B.   Memiliki Visi dan Misi yang jelas

 

19.            Fokus terhadap Tujuan

“jika akan mengalihkan pandangan tujuan anda, maka sebuah hambatan akan menjadi hal yang sangat menakutkan.” (Hendry Ford)

Tanpa adanya fokus maka akan berpindah-pindah sesuai mood. Jika sudah tidak fokus maka bisa ditebak bahwa anda akan terombang-ambing dalam ketidakpastian yang mengkibatkan tujuan tidak tercapai.

 

20.  Orientasi untuk Melayani

“Hal pertama untuk menajadi seorang pemimpin adalah dengan menjadi pelayan.” ( John C. Maxwell)

Seorang pemimpin pada dasarnya ada kerana diangkat oleh yang dipimpin. Dengan kata lain ada beban yang harus dipikul oleh seorang pemimpindan harus dipertanggungjawabkan  bersama. Orintasi untuk melayani berhubungan dengan apa yang harus diberikan seorang pemimpin terhadap yang dipimpin  dan juga tanggung jawab moral. Seorang pemimin tidak hanya dinilai dari kemampuan intelektual saja, namun juga kemampuan berhubungan dengan orang lain. Jadi, pemimpin yang baik harus memiliki orientasi untuk melayani bukan dilayani.

 

 

21.  Berorientasi pada Pengembangan

“hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.” (Pepatah)

Sesuatu itu butuh pengembangan guna menyesuaikan dengan perubahan. Hal itu juga berlaku dalam mengembangkan cara kerja dan keutuhan tim. Oleh karena itu, diperlukan adanya pengembangan, mencari ide baru, dan eksperimen yang berguna untuk tim. Dan jangan lupa menginplementasikan pengembangan, ide, dan eksperimen yang dlakukan.

 

22.  Pemimpin bukan Majikan

“ Ciri pemimpin adalah mereka tidak memulai dengan pertanyaan (apa yang saya inginkan?), mereka memulai dengan bertanya (apa yang perlu dilakukan?).” (Peter Drucker)

Pemimpin sangat berbeda dengan majikan. Pemimpin ada karena ada yang dipimpin. Memimpin sama saja mamanggul amanat yang berguna demi kemaslahatan bersama. Jadi, seorang pemimpin harus membuang jauh-jauh pemikiran terus-menerus dilayani.

 

23.  Rencana kerja yang Matang

“Aku memimpikan oran-orang yang mengambil langkah berikutnya, bukannya mencemaskan ribuan langkah berikutnya.” (Theodore Roosevelt)

Rencana kerja yang matang dan tidak terburu-buru, akan membawa hasil lebih baik dibandingkan dengan renana yang dibuat terburu-buru dan asal-asalan. Kunci penyusunan rencana yang matang adalah adanya kesiapan untuk melaksanakan dan kemampuan yang sesuai dengan rencana-rencana kedepan.

Kemampuan lebih merujuk pada tingkat kemampuan sumber daya manusia untuk merealisasikan rencana

 

24.  Penuh denga Inovasi Brilian

“Inovasi membedakan antara pemimpin dan pengikut.” (Steve Jobs)

Inovasi bisa dikatakan sebagai sebuah pembaruan. Dalam memimpin diperlukan sebuah pembaruan yang akan membuat tim semakin solid karena adanya pembaruan akan membuat penyegaran, sehingga tidak membosankan. Pembaruan tidak harus dilakukan secara radikal, namun ada tahap-tahap tertentu sehingga tidak menimbulkan kekagetan tim. Mulailah pembaruan tersebut dari hal-hal kecil yang kadang terabaikan.

 

25.  Teruslah Melangkah walaupun setapak

“Sukses itu tergantung usaha.” (Sophocles)

Pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mangarahkan diri sendiri dan bawahannya untuk selalu tetap melanngkah dalam rangka mencapai tuk=juan, meskipun langkah tersebut setapak demi setapak. Yang dibutuhkan bukan langkah cepat atau tidak beraturan, tetapi langkah yang konsisten. Adanya konsistensi tersebut tidak akan membuat Stagnan. Jadi melangkah secara konsisten walaupun setapak.

 

26.  Mampu Mengagendakan sesuatu

“ Kunci Sukses adalah turun langsung kebawah dan mendengarkan apa yaang dikatakan oleh teman. Keterlibatan semua orang adalah penting. Ide-ide terbaik kami datang dari karyawan pada tingkat bawah.” ( sam Walton)

Kemampuan mengagendakan sesuatu akan berpengaruh pada kinerja secara kontinu. Mengagendakan sesuatu bisa diwujudkan dalam bentuk mencatat semua aktivitas dan pelaksanaan tugas. Perjanjian-perjanjian dengan pihaktertentu yang berhubungan dengan dengan tim juga perlu diagendakan supaya tidak terjadi kekacauan jadwal. Dan perlu diperhatikan untuk mengagendakan pertemuan dengan anak buah. Dengan pertemuan dengan anak buah akan diketahui kesulitan dan saran dari bawahan secara langsung. Hal ini merupakan hal penting karena yang melaksanakan dilapangan adalah bawahnanya, sedangkan pemimpin cenderung sebagai konseptor.

 

27.  Pertumbuhan Eksplosif

“ untuk menambahkan pertumbuhan, pemimpinlah para pengikut. Untuk melipatgandakan pertumbuhan maka pimpinlah para pemimpin.” (John C. Maxwell)

Untuk memperoleh pertumbuhan yang eksplosif diperlukan adanya semangat ekstra dan konsisten dengan apa yang akan dicapai. Bahkan, harus senang dan fokus pada target. Bukan tingkat pendidikan, kemampuan intelektual, dan keberuntungan semata faktor yang membuat sesorang sukses, tetapi semangan juga berperann sangat penting. Jika menginginkan pertumbuhan yang eksplosif makan harus memimpin para pemimpin. Hal itu dengan pertimbangan bahwa jika memimpin para pemimpin maka pertumbuhan berlipat akan mudah dicapai.

 

C.   Menggiring tanpa Paksaan

 

28.  Memiliki pengaruh

“ Kepemimpinan adalah Pengaruh.” (John C. Maxwell)

Syarat utama untuk memimpin adalah mempunyai pengaruh. Kunci memiliki pengaruh adalah kemampuan menggiring orang lain untuk mengikuti. Jika sudah mampu mempengaruhi orang lain, maka akan lebih mudah mewujudkan apa yang akan dicanangkan.

 

29.  Menggiring tanpa paksaan

“Jika orang menghormati seseorang sebagai individu, mereka akan mengaguminya. Jika mereka menghormatinya sebagai sahabat, mereka akan mengasihinya. Jika menghormatinya sebagai pemimpin, mereka akan mengikutinya.” (John C. Maxwell)

Pengaruh dalam kepemimpinan adalah hal vital, namun hal lain yang cukup vital adalah menggiring tanpa paksaan. Memimpin orang lain dengan elegan. Elegan bisa diartikan membuat orang lain mengikuti kemuan anda dengan sukarela tanpa terbebani oleh rasa takut ataupun terpaksa. Dengan demikian tujuan akan lebih cepat terwujud.

 

30.  Kemampuan Memotivasi Siri Sendiri dan Orang Lain

“ Jika tindakan anda mengilhami orang lain untuk bermimpi lebih, belajar lebih, dan menjadi lebih baik maka anda adalh seorang pemimpin.” (John Q.Adam)

Seorang pemimpin harus memiliki motivasi kuat karana dengan motivasi yang kuat, pemimpin akan sanggup untuk memotivasi yang dipimpinnya. Kamampuan untuk memotivasi orang lain akan sangat berguna manakala orang lain terpuruk. Disaat orang lain terpuruk, tentunya memerlukan motivasi untuk bangkit. Jika seorang pemimipin mampu memotivasi  orang yang di pimpin, jika orang tersebut sudah bangkit, tentu loyalitas terhadap pemimpin akan semakin kuat karena adanya ikatan emosional. Ikatan emosinal tersebut muncul karena pemimpin seolah menjadi pencerah terhadap orang tersebut.

 

31.  Mampu membuat ketergantungan

“anda telah mecapai kesempurnaan sebagai seorang pemimpin jika orang mengikuti anda ke mana-mana walaupun hanya karena ingin tahu.” (Colin Powell)

Jika memiliki kemampuan membuat orang lain ketergantungan terhadapa anda, maka anda memiliki ciri seorang pemimpin. Seorang pemimpin adalah orang yang memilliki kelebihan tertentu. Kelebihan itulah yang membuat orang lain sangat bergantung pada anda. Seorang pemimpin adalah sosok pemersatu yang mampu membuat massa yang dipimpinya merasa tergantung padanya. Pada dasarnya, seorang pemimpin pun tergantung pada massa yang dipimpinnya dalam rangka mencapai tujuan.

 

32.  Memiliki Daya Tarik

“Seorang pemimpin memiliki visi dan keyakinan bahwa mimpi dapat dicapai. Ia menginspirasi kekuatan dan energi untuk menyelesaikannya.” ( Ralph Lauren)

Pemimpin harus memiliki daya tarik agar disenangiorang lain. Daya tarik seorang pemimpin akan memikat anak buah atau lawan sekalipun. Daya tarik bisa ditunjukan dari perkataan, gesture, ataupun tindakan nyata. Daya tarik seorang pemimpin bisa diibaratkan sebuah magnet, orang lain akan mendekat dengan sendirinya tanpa disuruh manakala pemimpin memiliki daya tarik yang baik. Daya tarik juga bisa mengubah lawan menjadi kawan.

 

33.  Perkataan dan tindakan beriringan

“ Tanyakanlah pada diri sendiri apakah perkataan anda cocok dengan perbuatan anda.” (John C. Maxwell)

Banyak kasus ketidakpercayaan, ketidakpatuhan, hingga ketidaknyamanan karena kepemimpinan yang tidak sesuai antara ucapan dan tindakan. Pemimpin adalah panutan yang dipimpin. Oleh karena itu, setiap tindak tanduk pemimpin akan selalu diperhatikan bawahannya. Jika pemimpin berbuat baik, tentu saja ada kecendurungan bawahannya akan berlaku demikian.

 

34.  Sentuh Hati dan Orang akan mengikutinya

“ untuk memimpin diri sendiri gunakanlah rasio anda dan untuk memimpin orang lain gunakanlah hati anda.” (Anonim)

Memahami karakter setiap orang agar mudah diterima dan jangan sekali-kali menyamaratakan bahwa orang harus sesuai keinginan pemimpin. Pendekatan dari hati ke hati itu lebih penting daripada mengedepankan akal dalam menghadapi orang lain. Ikatan emosional seseorang kadang lebih besar dibandingkan rasionalnya. Oleh karena itu, sentuh hati orang lain dan orang lain akan dengan sukarela mengikuti.

 

35.  Pencitraan diri yang kuat

“ Sebuah nama baik akan bersinar selamanya.” (Anonim)

Setiap pemimpin harus memiliki pencitraan diri positif yang kuat sebab dari pencitraan tersebut akan membuat yakin pihak lawan maupun kawan. Pencitraan diri luar bisa dilihat dari penampilan fisik, bahasa tubuh, dan suara. Penampilan fisik yang rapih akan membawa kesan berwibawa. Bahasa tubuh pun demikian harus mencerminkan seorang pemimpin dan jangan sampai selengekan. Bahasa tubuh yang selengekan akan menurunkan wibawa sebagai seorang pemimpin. Sedangkan pencitraan diri dari dalam erat hubungannya dengan kebiasaan yang tercermin dari karakter pribadi. Jika pencitraan bagus, baik dilihat dari luar ataupun dalam, maka anda adalah ciri pemimpin sejati.

 

36.  Banyak Memiliki Prestasi

“Keteladanan adalah kepemimpinan.” (A. Schweitzer)

Orang yang berprestasi tentu lebih memiliki karisma lebih dibandingkan dengan orang yang tidak memiliki prestasi sama sekali. Prestasi bukan hanya kemampuan dalam intelektual semata, namun juga dalam pergaulan dan memimpin keluarga.  Prestasi bisa diwujudkan dalam bentuk apapun. Semakin memiliki banyak prestasi, maka semakin disegani dan dihormati pula oleh bawahan atau anak buah.

 

D.   Efektif dan Efisien dalam berkomunikasi

 

37.  Komunikasi Efektif

“ Mengembangkan kemampuan komunikasi yang baik adalah sangat penting untuk kepemimpinan yang efektif. Pemimpin harus dapat berbagi pengetahuan dan ide-ide untuk mengirimkan rasa urgensi dan antusiasme pada orang lain.” ( Gilbert Amelio)

Jika sebagai seoarang pemimpin, maka komunikasi dengan orang yang dipimpin harus intens dan berkelanjutan. Tidak pernah berkomunikasi dengan bawahan adalah kesalahan fatal seoarang pemimpin. Dengan bekomunikasi bisa diketahui segala hanbatan dan berbagai masalah. Bukan berarti sebagai seorang pemimpin harus menunggu laporan dari bawahan, tetapi juga harus aktif bertanya pada bawahan agar informasi tetap up to date. Adanya komunikasi juga diharapkan akan menambah kekuatan emosional antara pimpinan dan bawahan. Disamping itu, adanya komunikasi yang efektif juga membuat anak buah merasa dipehatikan oleh pemimpinnya.

 

38.  Menghargai bawahan

“Hal yang terbaik dari para pemimpin adalah ketika pekerjaan telah selesai dan tugas pun selesai, kemudian akan mengatakan bahwa kami telah melakukannya.” (Lao Tzu)

Tidak hanya pemimpin saja yang butuh dihargai, bawahan pun membutuhkan penghargaan karena pada dasarnya antara pemimpin dan bawahan adalah manusia biasa. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang menghargai bawahannya. Pemimpin tidak pernah ada jika tidak ada yang dipimpin. Pemimpin dan bawahan adalah satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Hal yang terpenting adalah sikap saling mengerti dan menghargai batas-batas antara pimpinan dan bawahan.

 

39.  Memiliki Fleksibilitas

“ ada orang yang dapat terus memimpin ketika laut tenang.” (Pabililius Syrus)

Seorang pemimpin juga harus fleksibel tehadap keadaan tertentu. Pemimpin yang kaku cenderung akan menemui banyak kesulitan. Usahaknlah membuat anakbuah nyaman dan memahaimi masalah yang dialaminya.

40.  Koordinasi Intens

“ Akal sehat adalah bakat melihat hal-hal sebagaiman adanya dan melakukan hal-hal sebagaimana seharusnya dilakukan.” (Harriet Beecher Stowe)

Salah satu tugas pemimpin adalah mengoordinasi anak buah atau bawahannya. Tanpa adanya koordinasi yang baik, maka mustahil tugas-tugas yang diberikan pada bawahan akan terlaksana. Banyak kegagalan diakibatkan karena tidak ada pengoorganisasian  tugas dan wewenang dengan baik.  Koordinasi harus dilakukan secara intens atau pun secara bekala karena dari koordinasi tersebut dapat dilihat sejauh mana pelaksanaan tugas dan kemampuan setiap anggota.

 

41.  Pendengar yang baik

“ Pengetahuan berbicara, tetapi kebijaksanaan  mendengarkan.” (Jimi Hendrix)

Seorang pemimpin juga harus menjadi pendengar yang aktif. Pendengar yang aktif disini bisa diartikan sebagai pendengar yang mampu menganalisis setiap informasi yang berasal dari mana pun. Kepekaan terhadap permasalahan dan isu  yang sedang berkembang mutlak diperlukan. Kemampuan sebagai pendengar yang aktif perlu diasah setiap hari dengan cara memahami permasalahan dan isu secara menyeluruh dan tidak sepotong –sepotong untuk menghindari salah penafsiran dan salah pemahaman.

 

42.  Kemampuan berbicara dengan tepat

“ Karakter mannusia dapat dipelajari dari kata sifat yang biasa digunakan dalam percakapan.” (Mark Twain)

Hal ini berkaitan dengan kecepatan dan tekanan intonasidalam berbicara. Banyak sekali kegagalan diakibatkan oleh ketidakmampuan dalam berbicara secara tepat. Kecepatan dalam mengucapkan sesuatu itu sangat berpengaruh pada penangkapan si anak buah. 

 

43.  Berikan Perintah secara halus

“Hidup adalah pelajaran panjang dalam kerendahan hari.” (James M. Barrie)

Sifat orang pada dasarnya adalah ingin dihargai orang lain. Setidaknya ada kata kunci dalam memberikan perintah, yaitu ‘Maaf’, ‘Tolong,’ dan ‘terimakasih’. Ketiga kata tersebut adalah kata ampuh dalam melakukan perintah terhadap bawahan. Pemimpin yang memiliki sopan santun lebih akan dicintai anak buah atau bawahannya.

 

44.  Kemampuan Membangun Fondasi hubungan

“ Bahan paling penting untuk membangun kesuksesan adalah mengetahui bagaimana bergaul dengan banyak orang.” (Theodore Roosevelt)

Hal penting yang tidak boleh dilupakan seorang pemimpin adalah kemampuannya dalam membangun fondasi hubungan dengan orang lain. Adanya hubungan dengan pihak lain berguna dalam rangka mencapai tujuan. Semakin banyak berhubungan dengan orang lain, maka semakin banyak pula relasi. Dari banyaknya relasi tersebut bisa dipelajari kekurangan dan kelebihannya, sehingga bisa bermanfaat. Fondasi hubungan yang kuat dengan relasi akan embuat ikatan emosional tersendiri, sehingga ketika membutuhkan bantuan , maka akan dengan mudah relasi kita akan mengulurkan bantuan.

 

45.  Kecerdasan Diplomasi

“ Seni Komunikasi adalah bahasa kepemimpinan.” (James humes)

Kecerdasan berdiplomasi akan sangat berguna manakala menghadapi masalah pelik dengan menghasilkan kemenangan yang elegan. Seorang pemimpin akan lebih memilih berdiplomasi terlebih dahulu dibandingkan dengan langsung menyerang lawan. Dari diplomasi tentu bisa didapatkan mengapa pihak lawan bertindak demikian. Kecerdasan diplomasi seorang pemimpin akan mencerminkan seberapa hebat kemampuannya dalam memimpin.

 

46.  Selalu mengucapkan kata-kata baik

“ Hidup adalah pelajaran panjang dalam kerendahan hari.” (James M. Barrie)

Kat –kata baik yang diucapkan seorang pemmimpin akan memberikan dorongan kuat bagi anak buahnya. Kata-kata baik juga akan berpengaruh pada teman dan orang lain disekitar anda. Baik dan buruknya kata akan memengaruhi penilaian terhadap terhadap diri kita. Sangat tidak pantas seorang pemimpin sering mengucaapkannn kata-kata kotor.

 

47.  Hindari permusuhan Pribadi

“Teman bisa datang dan pergi, tetapi musuh menumpuk.” (Thomas jones)

Sekecil apapun permusuhan antara pemimpin dan bawahan atau antara bawahan dengan bawahan, maka akan berefek terhadap kinerja tim secara keseluruhan. Pemimpin dengan bawahan adalah sebuah tim yang tidak bisa dipisahkan. Jadi, seorang pemimpin jangan sampai menuai permusuhan dengan bawahannya. Pemimpin juga harus bisa menjadi penengah jika terjadi permusuhan antara bawahan dengan bawahan.

 

48.  Adakalanya Diam

“Diam adalah argumen yang dilakukann dengan cara lain.” (Ernesto “Che” Guevara)

Adakalanya pemimpin bersikap diam. Diam disini dalam konteks ketika orang lain atau bawahan sedang berbicara atau mengemukankan sesuatu. Pemimpin yang baik adalah pendengar yang baik. Diamnya seorang pemimpin bisa diartikan sedang berfikir atau menelaah sesuatu yang mungkin bisa berguna dalam hubungannya dengan tujuan yang hendak dicapai. Diam juga berarti fokus terhadap apa yang diingikan atau diungkapkan orang lain.

 

49.  Biasakan Tersenyum

“ Senyuman adalah sebuah pelukan verbal.” (Anonim)

Senyum adalah kekuatna ampuh yang terkadang dilalaikan. Senyum bisa mengubah keadaan tegang menadi lebih cair dan bersahabat. Satu senyum bisa mewujudkan banyak harapan. Seorang pemimpin tentunya akan berhubungan dengan banyak orang, termasuk anak buahnya. Orang yang diberikan senyuman akan merasa dihargai dibandingkan tatapan yang seakan mengejek.

 

50.  Kecerdasan Toleransi

“Tidak adanya toleransi adalah salah satu penyebab ketiadaan imam.” ( M. K. Gandhi)

Kecerdasan toleransi yang dimaksud disini adalah kemampuan untuk menoleransi tanpa merugikan diri sendiri dan orang lain. Kemampuan seperti inilah yang sangat penting. Namun, untuk hal yang sangat penting dan menimbulkan dampak sistematik, jangan gunakan toleransi secara berlebihan karena akan membawa pada kerugian.sebagai seorang pemimpin, maka harus tahu mana yang boleh ditoleransi dan mana yang tidak boleh ditoleransi.

  • E.   Pimpinan yang Antisipatif terhadap Masalah

 

51.  Antisipatif terhadap Permasalahan

“ Salah satu ujian kepemimpinan adalah kemampuan dalam mengenali masalah sebelum masalah itu menjadi berat.” (Arnold H. Glasow)

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang selalu bersifat antisipatif terhadap permasalahan. Dengan kata lain bahwa tidak menunggu berbagai masalah baru muncul, tetapi mengatisipasi sebelum masalah baru muncul. Jika seorang pemimpin bersikap demikian, maka bisa diminimalisasi masalah yang muncul.  Masalah yang berlarut dan telat diantisipasi akan membuat permasalahan dan guncangan besar terhadap keberadaan sebuah tim. Oleh karena itu, sekecil apapun masalah, hendaknya segeralah diselesaikan sebelum semakin membesar.

 

52.  Selalu Konstruktif

“ cara untuk maju adalah dengan mempebaiki diri dalam segala hal, tanpa pernah mencurigai siapa pun yang ingin menghalanginya.”  (Abraham Lincoln)

Ciri khas Pemimipin jempolan adalah selalu konstruktif terhadap yang dipinpinnya. Konstruktif disini bisa diartikan dengan selalu memberikan dorongan positif pada bawahan, dan tidak membuat bawahan berkecil hati. Konstruktif akan lebih efektif dalam memberikan semangat, dibandingkan sikap yang destrutif. Sikap konstruktif akan menmbuhkan rasa percaya diri pada orang lain, sedangkan destrutif lebih bersifat menghancurkan, menghakimi, dan cenderung menyalahkan.

 

53.  Menerima Kritik dengan Elegan

“ Kritikus harus mendidik publik ; seniman harus mendidik kritikus.” (Oscar Wilde)

Kritik tidak selamanya bersifat destruktif / merusak, tetapi jika ditanggapi dengan baik, maka kritik akan bersifat konstruktif. Adanya kritik tentu ada sesuatu yang kurang dan yang mengetahui kekurangan kita adalah orang lain. Sejelek apapun kritik, bisa dijadikan bahan evaluasi guna memperbaiki diri.

 

 

54.  Membuat keputusan tepat

“ Dia yang ragu-ragu adalah tolol.” (Mae West)

Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan untuk membuat sebuah keputusan tepat, sekalipun keputusan tersebut diambil secara cepat. Mengambil keputusan tepatdiperlukan pertimabangan matang karena sebuah keputusan tentu akan berdampak bagi banyak pihak. Oleh karena itu seorang pemimpin harus terus melatih diri dalam membuat keputusan tepat. Hal tersebut bisa dilakukan dengan belajar dari pengalaman siri sendiri ataupun pengalaman orang lain yang relevan.

 

55.  Menarik kesimpulan secara akurat

“ ukuran akhir seorang manusia bukanlah saat ia berdiri saat nyaman, melainkan berdiri saat ada tantangan dan kontroversi.” (martin Luther King Jr.)

Pemimpin kadang dihadapkan pada pengambilan kesimpulan pada kejadian atau kasus tertentu. Kemampuan untuk menarik kesimpulan secara akurat merupakan hal penting karena kesimpulan yang diambil secara akurat akan berpengaruh banyak pada kelangsungan tim. Untuk mengambil kesimpulan secara akurat, maka diperlukan pertimbangan matang antar manfaat dan mudharatnya.

 

56.  Efektif dan Efisien

“ Kepemimpinan yang efektif adlahan meletakan hal pertama ditempat pertama.” ( Stephen Covey)

Efektif dan efeisien akan mejadi dasar untuk mencapai tujuan. Dan mempertahankan tujuan tersebut bila telah dicapai. Tujua yang bisa dicapai dengan mudah jangan sampai dipersulit dalam mencapainya. Jia hal mudah dipersulit maka seorang pemimpin yang berlaku demikian, dikatakan sebagai pemimpin yang bertindak tidak efektif dan efisien.

 

57.  Menjauhakan Masalah Pribadi dengan Tim

“ Bersikaplah sopan pada semua, tapi intim dengan sedikit.” (thomas Jeferson)

Profesionalitas seorang pemimpin bisa dilihat dari kemampuannya dalam memisahkan antara masalah pribadi dengan tim. Jika masalah pribadi sudah dicampuradukan dengan tim, maka  akan rugi dua kali, yaitu pribadi dan tim. Baiknya selesaikan masalah pribadi terlebih dahulu kemudian baru mengurus tim. Tahan emosi dan jangan tunjukan kepada tim agar tidak mempengaruhi kinerja tim.

 

58.  Memperbaiki diri

“ Pemimpin adalah orang yang belajar.” ( John C. Maxweel)

Seorang pemimpin bukan berarti selalu lepas dari kesalahan. Namun, kesalahan yang pernah dilakukan bisa dijadikan sebuah pengalaman berharga untuk perbaikan selanjutnya. Memperbaiki diri adalah sikap yang harus dilakukan seorang pemimpin, sehingga dapat menjadi contoh teladan anak buahnya. Memperbaiki diri dilakukan bukan hanya dilakukan disaat melakukan kesalahan, tetapi dilakukan setiap saat agar semakin menjadi baik.

 

59.  Reaktif Positif

“ Perbuatan adalah indikasi karakter yang sesungguhnya.” ( John C.  Maxwell)

Yang dimaksud dengan reaktif positif disini adalah menanggapi sesuatu dengan cepat dan selalu berfikir dari sisi positif dahulu. Misalkan ada orang mengatakan perusahaan yang anda pimpin kurang cepat dalam menanggapi komplain. Untuk mengetahui kebenaran tersebut maka anda tidak perlu marah menanggapinya, tetapi menyelidiki kebenarannya. Jika terbukti benar maka berikanlah reward pada orang yang komplain tadi. Namun jika tidak terbukti kenyataannya maka hal itu bisa dijadikan pelajaran bahwa karakter orang itu bermacam-macam, sehingga lebih antiipatif terhadap berbagai kemungkinan.

 

60.  Mampu bertahan Ekstra

“ Kekalahan bukanlah kegagalan yang buruk. Tidak mencoba adalah kegagalan sejati.” ( George Edward Woodberry)

Pemimipin terkadang dihadapkan pada situasi yang dilamatis  dan tidak mengenakkan. Namun, seorang Pemimpin harus mampu bertahan dalam berbagai kemungkinan situasi dan kondisi. Tidak selamanya sesuatu dilakukan sendirian dan tidak selamanya pula sesuatu bisa dilakukan secara besama-sama. Jika sudah memiliki pertahanan ekstra tentu saja akan lebih kebal dan lebih siap dalam menghadapi berbagai kemungkinan.

 

 

61.  Berani mengambil resiko

“ Tanpa masuk sarang harimau, bagaimana dapat menangkap menangkap anak harimau.” ( Peribahasa Cina)

Dalam setiap keputusan dan tujuan tentu ada resiko yang dihadapi. Seorang pemipin yang baik harus berani mengambil resiko. Namun demikian, adanya resiko-resiko yang akan menghambat tentu harus dipikirkan secar matang dan tidak asal-asalan dalam mengambil keputusan. Perimbangan baik buruk yang akan dihadapi harus diperhitungkan secara matang. Resiko hanya mengenal dua kemungkinan,  yaitu keberhasilan dan kegagalan.

 

62.  Mengerti Medan

“ Layang – layang terbang tinggi karena menentang angin, bukan terbaawa angin.” (Winston Churcill)

Sebagai seorang pemimpin tentu tidak ingin terjerumus pada medan yang tidak jelas sebab banyak resiko yang akan dihadapinya. Proses mengerti medan bisa dilakukan dengan cara melakukan pengamatan atau bisa saja langsung turun ke lapangan. Mengerti medan tidak bisa disepelekan begitu saja sebab dengan mengerti medan, maka akan mengetahui karakter-karakter dari hulu hingga hilir.

 

63.  Mampu mengelola amarah

“ Ketika marah, maka pikirkanlah konsekuensinya.” (Konfusius)

Suatu kemarahan bisa mengakibatkan banyak kemungkinan negatif yang ditimbulkan. Bentuk kemarahan yang tidak terkendali akan membuat hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin menjadi renggang. Jika selalu marah-marah, maka konsekuensinya adalah hubungan sosial dengan orang-orang disekitar akan terganggu dan akan menujukan kelemahan anda dalam megontrol emosi.

 

64.  Kemampuan Observasi

“Pemimpin-pemimpin efektif bukanlah pengkhotbah, Mereka adalah pelaku.” (Peter Drucker)

Sebelum melakukan tindakan, alangkah lebih baiknya melakukan observasi terlebih dahulu. Dengan melakukan observasi, maka diperoleh gambaran secara umum mengenai objek yang hendak menjadi tujuan. Kemampuan seorang pemimpin untuk memfokuskan hal tertentu untuk diobservasi untuk menghindari informasi atau objek yang tidak valid dan tidak layak dijadikan pertimbangan.

 

65.  Pandai memonitoring

“ Buat masa depan anda dari masa depan, bukan masa lalu.” (Werner Erhard)

Memonitoring berguna untuk mengetahui kinerja anak buah dilapangan. Memonitoring juga berguna sebagai tindakan langsung melihat kendala dilapangan. Adanya monitoring dari pimpinan akan membuat anak buah meras diperhatikan. Namun, monitoring jangan samai menganggu pelaksanaan kerja dilapangan dan jangan sampai membebani anak buah.

 

66.  Realistis

“ Kalau anda melakukan perkerjaan anda 51% anda akan menjadi pahlawan.” (Alferd P. Sloan)

Adakalanya seoranng pemimpin harus bersikap realistis. Misalkan, seorang jendral dalam peperangan hanya memiliki 100 orang prajurit dan musuh mimiliki 10 ribu unit prajurit, tentu kemungkinan menang sangat kecil. Hal paling relaistis adalah lebih baik menyingkir dan membangun kekuatan yang lebih besar untuk mengimbangi musuh. Intinya seoarang pemimpin harus realistis terhadap kemampuan dan keadaan, setelah mumpuni barulah siap untuk bertempur.

 

67.  Selektif

“ Asumsi keliru bisa menjai bencana.” (Peter Drucker)

Sebagai seorang pemimpin haruslah menerapkan sifat dan sikap selektif agar terhindar dari barbagai kemungkinan yag tidak diinginkan. Selektivitas dalam mimilih anggota tim akan berpengaruh besar terhadap knerja pelaksanaan program dan tujuan. Jika tim yang dipilih tepat, maka akan dengan mudah mencapai tujuan.

 

68.  Penuh Keseimbangan

“ sebagian besar kepemimpinan adalah menemukan keseimbangan antara dua kegiatan yang sering bertentangan, yaitu menegaskan wewenang dan menanggapi orang lain.” (Belle Linda Halpern dan Kathy Lubar)

 

Adanya keseimbangan pada diri seorang pemimpin akan sangat berpengaruh pada gaya kepemimpinannya. Pemimpin harus pandai memilah hal yang penting dan tidak penting. Kemampuan mengendalikan emosi juga merupakan bentuk keseimbangan. Hindari juga fanatisme berlebihan sebab akan menggangu keseimbangan. Jika seorang pemimpin penuh dengan keseimbangan, maka akan berani melihat bahwa sebuah keberhasilan tentu berdampingan dengan kegagalan.

 

69.  Kemapanan

“ Tidak ada hambatan yang lebih besar dalam menjalin hubungan baik dengan sesama ketimbang tidak menerima diri sendiri.” ( Honore de Balzac)

Kemapanan disini bisa diartikan sebagai sebuah pendirian kuat dengan dasar yang kuat pula. Menurut John C. Maxwell, ada empat ciri pemimpin yang tidak memiliki kemapanan

1.      Mereka tidak memberikan kemapanan pada orang lain

2.      Mereka lebih banyak mengambil daripada memberi

3.      Mereka terus mambatasi orang-orang yang terbaik

4.      Mereka terus membatasi organisasinya

Adapun untuk meningkatkan kemampuan seorang pemimpin maka yang  diperlukan  adalah

1.      Mengenali diri sendiri

2.      Bagilah kredit atas suatu prestasi

3.      Mencari bantuan para profesional untuk mengatasi rasa ketidakmapanan tersebut.

 

70.  Berikan Alternatif

“ Tentukanlah hal yang dapat dan harus dilakukan dan kemudian kita akan menemukan jalan.” (Abraham Lincoln)

Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan antisipatif dengan banyak memiliki alternatif dalam setiap kebijakan. Semakin banyak alternatif, maka semakin banyak pula cara yang bisa dilakukan guna mencapai tujuan. Tentunya alternatif harus disesuaikan dengan misi dan visi yang dicanangkan. Dari sekian banyak alternatif, harus disesuaikan pula dengan kemampuan tim, sehingga tidak terjadi kesalahan.

71.  Mengevaluasi hasil

“ tidak semua yang dapat dihitung itu diperhitungkan dan tidak semua yang diperhitungkan dapat dihitung.” ( Albert Einstein)

Setiap kegiatan atau pelaksanaan tentu diperlukan adanya evaluasi. Dari evaluasi tersebut dapat diketahui kemajuan, keberhasilan, atau kegagalan dalam pelaksanaan tujuan. Jika mengalami kemajuan, maka perlu ada peningkaan supaya tujuan dengan mudah tercapai. Jika mengalami keberhasilan, tentu hal itu bisa dijadikan pijakan dalam menentukan arah tujuan berikutnya. Akan tetapi, jika mengalami kegagalan, maka dengan adanya evaluasi bisa dicarikan solusi dari permasalahan yang dihadapi.

 

  • F.   Sukses Memberdayakan Tim

 

72.  Mampu memberdayakan tim

“ Jangan pernah memberi tahu orang bagaimana melakukan sesuatu. Katakan pada mereka apa yang harus dilakukan.” ( Goerge S. Patton)

Memberdayakan tim disini diartikan sebagai pengondisian terhadap tim untuk mengeluarkan segala kemampuan dan potensi yang dimiliki guna mencapai tujuan yang ditetapkan. Hal ini bukan sebagai bentuk eksploitasi besar-besaran terhadap anak buah, namun lebih diartikan sebagai ajang kemampuan.

 

73.  Mampu mengidentifikasi kebutuhan tim

“ pemimpin tidak menunggu. Mereka membentuk batas mereka sendiri. Semakin besar tantangan, semakin besar kesempatan.” (Anonim)

Sebagai pemimpin harus memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi kebutuhan tim. Jangan sampai salah mengidentifiksaikan kebutuhan. Jangan sekali-kali menyamaratakan kebutuhan tim karena  tugas –tugas mereka berbeda. Identifikasi kebutuhan dengan baik akan memperlancar dan mempernyaman jalannya pelaksanaan tugas.

 

74.  Mampu melatih

“ Kepemimpinan dan belajar  adalah hal yang sangat diperlukan satu sama lain.” ( John F. Kennedy )

Pemimpin biasanya merupakan orang pilihan yang sudah terlatih dibidangnya. Seorang pemimpin yang sudah terlatih, baik otodidak atau belajar dari orang lain, dapat menurunkan kemampuan itu pada anak buahnya. Namun demikian, tidak semua pemmimpin mampu melatih anak buahnya dengan baik. Jika pemimpin mampu melatih anak buahnya dengan baik, maka pekerjaan seorang pemimpin akan lebih ringan sebab dengan sedikit perintah saja anak buah akan cepat tanggap untuk melaksanakan perintah.

 

75.  Pendamping yang Baik

“ Reputasi adalah apa yang pria dan wanita pikirkan tentang kita.” ( Thomas Paine)

Seorang pemimpin harus menjadi pendamping yang baik bagi anak buahnya. Pendampingan akan sangat berguna karan dengan pendampingan, anak buah akan lebih memahami instruksi yang diberikan. Dalam pendampingan biasanya ada pengarahan – pengarahan dan dukungan yang berguna dalam mencapai tujuan

 

76.  Belajarlah saat ini dan Esok anda menjadi pemimpin

“ Kesenangan dan tindakan membuatjam tampak pendek.” (William Shakespeare)

Menurut John C. Maxwell, kepemimpinan itu berkembang setiap harinya dan bukan dalam satu hari saja. Pernyataan tersebut berhubungan erat dengan hukum proses. Semua memerlukan proses dan tidak diperoleh secara instan. Jika menginginkan menjadi pemimpin yang baik, tentu segeralah untuk memulainya. Semakin menunda, maka semakin lama keinginan itu terwujud.

 

77.  Mampu Memanajemen Waktu

“ Ketepatan waktu adalah satu kebajikan utama dalam segala hal.” ( Don Marquis)

Kemampuan lain yang harus dimiliki seorang pemimin adalah memanajemen waktu. Jika sudah merencanakan tujuan secara matang, tentu ada dealine waktu yang harus dipatuhi. Setiap rencana tentu ada tenggat waktu yang berguna untuk mengatur dan mengukur tercapai tidaknya tujuan / target.

 

 

78.  Etos Kerja Sama

“Anda harus berfikir tentang hal – hal besar saat anda sedang melakukan hal-hal kecil sehingga semua hal-hal kecil menuju ke arah yang benar.” (Alvin Toffler)

Semangat kerja sama harus diutamakan karena dengan kerja sama kekuatan menajadi lebih besar.  Sebagai seorang pemimpin, maka harus mamahami bawahan, kawan, bahkan lawan yang hendak bekerja sama. Dari sudut pandang sosiologis, menurut soerjono soekanto (Sosiolog) menyatakan pelaksanaan kerja sama anteeer kelompok masyarakat ada tiga bentuk, antara lain

 

79.  Pemberi Dukungan

“ Pemimpin adalah seorang pembagi harapan.” (Napoleon Nonaparte)

Dukungan seorang pemimpin terhadap anak buah, bawahan atau tim sangat besar  karena akan memacu kinerja menjadi lebih baik. Pemimpin yang mampu memberikan dukungan disaat anak buah sedang bersemangat, tentu akan membuat anak buah lebih semangat lagi. Jika memberikan dukungan disaat anak buah terpuruk, maka dukungan tersebut akan sangat berguna untuk membuatnya bangkit  kembali.

 

80.  Mempunyai Loyalitas

“Barangsiapa yang mematuhi pemimpin, dia mentaati aku dan barangsiapa yang medurhakai pemimpin, ia mendurhakaiku.” (HR Muslim)

Loyalitasakan membuat eksistensi seseorang diperhitungkan dimana pun dan kapan pun berbeda. Loyalitas adalah barang mahal yang tidak semua orang memilikinya. Anak buah harus memiliki loyalitas pada pimpinannya, sedangkan seorang pemimpin harus memiliki loyalitas pada tujuan yang hendak dicapai.

 

81.  Mampu mengarahkan

“Kepemimpinan adalah kemampuan untuk mendapatkan prestasi yang luar biasa dari orang biasa.” (Brian Tracy)

Mengarahkan disini berarti seorang pemimpin harus mampu menerjemahkan dan memberikan arahan mengenai sasaran dan peran setiap anak buah. Apalagi jika anak buah merupakan orang baru, tentu memerlukan arahan yang intens. Pemimpin juga jangan sampai lepas tangan dalam pelaksanaan, tetapi mengikuti kinerja anak buahnya. Hal tersebut untuk memberikan respons dan masukan dari pencapaian yang telah ditentukan.

 

82.  Saatnya Mendelegasikan Tugas

“Pendelegasian tugas dapat berjalan jika orang yang mendelegasikan tugas tugas juga menjalankannya.” (Robert Half)

Seorang pemimipin tidak selamanya mampu berada ditengah-tengah massa yang dipimpinnya. Oleh karena itu, dibutuhkan adanya pendelegasian tugas. Dengan pendelegasian tugas sesuai kemampuan tentu akan lebih efektif jika dijalankan dengan benar. Untuk mendelegasikan tugas dibutuhkan oran yang benar-benar dapat dipercaya dan memiliki kemampuan mumpuni dalam pelaksanaan tugas.

 

83.  Regenerasi Berkelanjutan

“Nilai Seorang pemimpin yang langgeng akan diukur oleh suksesi.” (John C. Maxwell)

Dalam sebuah institusi mutlak dibutuhkan adanya regenerasi. Hal itu dimaksudkan agar pada saat tertentu, terutama ketika seorang pemimpin sedang tidak ada, maka dapat menggantikannya sebagai pemimpin baru. Regenerasi tidak bisa dilakukan secara instan, tetapi setahap demi setahap. Tahapan tersebut dilalui guna pemetangan pada calon pemimpin baru. Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mampu menghasilkan pemimpin-pemimpin yang siap menggantikannya.

 

G.   Menggapai Kesuksesan Berikutnya

 

84.  Kreaktif dalam segala Hal

“setelah anda membuat keputusan, alam semesta bersekongkol untuk mewujudkannya.” (Ralph Waldo Emerson)

Kreatifitas adalah hal yang harus dimiliki seorang pemimpin. Kreatifitas disini adalah kemampuan untuk merencanakan tujuan, melaksanakan tujuan, dan mengatasi hambatan dengan baik. Perencenaan juga memerlukan kreatifitas karena dalam perencanaan biasanya tersusun strategi yang hendak digunakan. Kreatifitas juga dibutuhkan dalam memecahkan masalah. Pemimpin yang kreaktif adalah pemimpin yang memiliki 1001 cara untuk menyelesaikan masalah. Jadi jika ingin menjadi seorang pemimpin teladan,maka harus kreaktif dalam segala al.

 

85.  Penuh dengan Ide dan Gagasan baru

“Tanpa petumbuhan yang berkelanjutan dan kemajuan, kata-kata seperti perbaikan, prestasi, dan kesuksesan tidak ada artinya.” (Benjamin Franklin)

Pemimipin yang penuh ide atau gagasan baru akan lebih dihargai anak buahnya. Semakin banyak ide, maka semakin banyak pula kemungkinan. Yang terpenting adalah ide atau gagasan tersebut cukup aplikatif. Perlu di ingat bahwa ide atau gagasan jangan sekali-kali bertentangan ataupun banyak merugikan orang lain. Jika bertentangan dan merugikan, tentu jika tetap dilaksanakan akan berjalan dengan berat hati dan akhirnya tujuan tidak tercapai.

 

86.  Memegang Teguh Kepercayaan

“ Mendapatkan kepercayaan adalah pujian yang lebih besar daripada dicintai.” (George McDonald)

Kepercayaan adalah modal terpenting ketika oranglain mengangkat anda sebagai pemmimpin. Para pemimpin sejati tidak pernah menganggap bahwa suatu jabatan adalah suatu kehormaatan yang patut disyukuri, tetapi jabatan dianggap sebagai suatu amatnat yang harus dijalani sebaik-baiknya guna menyejahterakan orang yang dipimpinnya. Memegang teguh kepercayaan adalah citi pemimpin sejati yang akan berjuang dengan sekuat tenaga demi kebaikan bersama.

 

87.  Memberikan reward dan Punishment

“ Kualitas seorang pemimpin dapat dilihat dari cara memberikan alasan dan penilaian.” (Tacitus)

Dalam tindakan tentu ada dua kemungkinan berhasil atau gagal. Jika mencapai keberhasilan tentu layak diberikan penghargaan (Reward) sebagai pemacu untuk lebih meningkatkan atau pun mencapai keberhasilan berikutnya. Namun, jika terjadi  kegagalan, sebagai pemimpin harus mengevaluasi kegagalan tersebut. Bila dalam evaluasi disimpulkan bahwa kegagalan diakibatkan karena kecerobohan, maka layak diberikan sanksi (Punishment) 

 

88.  Demokratis

“ Kebebasan bukan semata-mata melepaskan rantai dari tangan seseorang. Kebebesan adalah hidup dengan cara yang saling menghormati dan saling membantu kebebasan orang lain.” (nelson Mandela)

Pemimpin ideal adalah pemimpin yang tidak terlalu otoriter. Bersikap demokratis akan menjadikan tim lebih hidup karena anggota tim tidak merasa diperlakukan seperti robot. Dengan bersikap demokratis pula akan banyak muncul ide atau gagasan yang berfariatif. Bersikap demmokratis bukam berarti harus melaksanakan semua ide atau gagasan, tetapi harus pandai memilah-milah

 

89.  Pola pikir positif

“ Anda akan memiliki hasil yang positif jika mengganti pikiran negatif menjadi pikiran positif.” ( Willie Nelson )

Pola pokir positif akan membentuk kepribadian yang sabar,  rendah hati, dan percaya diri. Dengan pikiran positif, maka akan memudahkan dalam menggapai harapan dan cita-cita. Sebiknya, Pola pikir negatif akan membentuk perilaku yang pesimis, tidak sabaran dan selalu dalam keraguan. Seorang pemimpin yang berfikir positif akan selalu memiliki harapan positif bagi dirinya dan orang lain.

 

90.  Hindari Kebiasaan Menunda

“ Kesempatan idak boleh dilewatkan karena waktu tidak dapat diputar balik.” (Peribahasa Cina)

Banyak alasan menunda pekerjaan, menunda pekerjaan bisa kerana takut salah, tidak tahu, malas. Jika hanya takut salah atau tidak tahu mungkin anda bisa mencari solusi dengan bertanya pada orang yang mampu dan telah banyak pengalaman. Tidak ada kata sungkan atau pun malu jika anda ingin tahu dan pekerjaan akan berjalan lancar. Namun, jika anda menunda pekerjaan hanya karena malas, itu akan bersifat fatal. Sebagai seorang pemimpin harus menghilangkan sikap kebiasaan menunda.

 

91.  Mengutamakan Prioritas

“Periksalah kehidupan pemimpin besar mana pun maka anda akan menemukan dia menentukan prioritasnya.” (John C. Maxwell)

Sebagai pemimpin harus pandai memilah-milah prioritas mana yang menjadi prioritas dan mana yang bukan. Biasanya terdapat prioritas jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Dari ketiga prioritas tersebut harus berjalan berurutan sebab jika sampai lompat-lompat akan menghambat dan membuat tidak fokus pada tujuan. Pemimpin harus mendelegasikan prioritas tersebut pada anak buahnya secara gamblang supaya tidak terjadi kekeliruan.

 

92.  Kaya akan Referensi

“Pengetahuan itu adalah kekuasaan.” (Fancois Bacon)

Pemimpin yang baik tidak akan menggunakan satu referensi saja dalam mengambil kebijakan yang dianggap penting. Semakin banyak referensi, maka akan semakin baik dalam proses pengambilan kebijakan. Jika salah memilih referensi, maka akan berakibat pada gagalnya tim dalam mencapai tujuan, bila pun berhasil makan dalam pelaksanaannya akan terseok-seok. Jadi pahamilah karakter tim dan sesuaikan dengan referensi yang sesuai dengan tim anda.

 

93.  Memiliki Antusiasme

“Menurut saya antusiasme itu berada diatas keterampilan professional” (Edward Appleton)

Antusiasme seorang pemimpin terhadap ide cemerlang dari anak buahnya merupakan salah satu penghargaan yang bisa meningkatkan kinerja anak buah. Tapi jangan sekali-kali sikap antusiasme ditunjukan secara berlebihan sebab bisa saja orang menyalahartikannya sebagai bentuk ejekan atau penghinaan. Sika antusiasme harus ditunjukan secara wajar dan proposional sehingga tidak disalah artikan.

 

94.  Peka terhadap Momentum

“ Momentum adalah sahabat paling baik seorang pemimpin.” (John C. Maxwell)

Pemimpin yang baik adalah pemimpin yang mengetahui mementum secara tepat. Ketepatan menangkap mementum akan sangat berguna karena disaat lawan sedang lengah bisa kita manfaatka situasi tersebut. Dengan kemampuan memahami momentum, maka tim akan selalu berada didepan lawan-lawan kita.

 

95.  Hindari Keraguan

“Semua kehidupan adalah percobaan. Percobaan banyak anda membuat lebih baik.” (Ralph Waldo Emerson)

Pemimpin yang peragu cenderung akan mengikuti arus yang sedang gencar tanpa memperhatikan dengan matang. Keraguan sudah saatnya ditinggalkan karena dengan keraguan, maka segala sesuatu menjadi tidak fokus dan menjadi setengah-setengah. Untuk mengatasi rasa ragu, maka yang diperlukan adalah keyakinan yang berdasarkan pertimbangan matang.

 

96.  Pembelajar yang ulung

“Anda bisa belajar dari siapa pun, bahkan musuh anda.” (Ovid)

Pemimpin itu tidak selamanya sempurna, namun juga memiliki kekurangan. Oleh karena itu, bersikap selalu belajar dan belajar adalah ciri pemimpin yang baik. Hidup adalah proses belajar dari sejak lahir sampai menginggal. Pentingnya belajar adalah untuk selalu mengembangkan lingkaran pengetahuan yang akan berguna didalam kehidupan. Pada dasarnya ilmu tidak akan hilang jika dibandingkan dengan harta benda yang bisa saja hilang.

 

97.  Keterbukaan

“Berfikir besar mendahului prestasi besar.” (Wilferd Paterson)

Keterbukan berhubungan dengan kejujuran, sikap, dan tindakan. Adanya keterbukaan seorang pemimping akan membuat anak buah mengetahui bagaimana arah dan tujuan yang hendak dicapai, sehingga anak buah tidak merasa sebagai pelaksana saja, tetapi merasa ikut andil dalam mencapai tujuan.

 

98.  Lincahkan Pikiran

“ Berfikirlah positif dan visualisasikan kelebihanmu.” (Vic Braden)

Lincahkan pikiran yang dimaksudkan disini adalah kemampuan berfikir menjadi yang terbaik diantara yang terbaik. Melincahkan sama saja membiarkan ide-ide baru muncul dan kemudian mewujudkan ide tersebut. Melincahkan pikiran juga membuat seorang pemimpin tidak terkukung seperti katak dalam tempurung. 

 

99.  Intuisi Tajam

“Yang nyata satu-satunya hal yang berharga adalah intuisi.” (Albert Einstein)

Intuisi yang dimiliki seorang pemimpin bisa diperoleh secara alami maupun dengan belajar. Jika diperoleh dengan cara belajar, tentunya harus dilatih secara kontinu agar meningkat kemampuan intuisinya. Menurut John C. Maxwell, ada tiga tingkatan intuisi kepemimpinanan, yaitu (1) Mereka yang secara alami melihatnya, (2) Mereka yang dilatih untuk melihatnya, dan (3) Mereka yang tidak akan melihatnya. Untuk kepemimpinan yang melihatnya secara alami dan yang dilatih, kemungkinan menjadi pemimpin yang berhasil cukup terbuka lebar. Namun, untuk yang tidak melihat ada kepemimpinan, maka ia tidak akan menjadi seorang pemimpin yang berhasil.

 

100.          Penuh Inisiatif

“ Kata tidak mungkin, tidak ada dalam kamus saya.” (Napoleon Bonaparte)

Para pemimipin memiliki tanggung jawab untuk menginisiatifkan hubungan dengan pengikutnya. Selain itu, pemimipin harus selalu mencari peluan dan mengambil sebuah tindakan. Untuk itu, diperlukan kualitas dalam memimpin, yaitu dengan cara (1) Mengetahui apa yang diinginkan, (2) memotivasi diri sendiri bahwa anda sanggup melakukannya, (3) Berani mengambil Resiko, dan (4) Mengubah cara pikir anda bahwa persoalan yang ada itu timbul dari dalam diri, bukan dari orang lain, serta (5) Carilah peluang dengan menyesuaikan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki.

 

101.          Tidak Cepat Puas Diri

“ Jangan berbicara tentang apa yang telah anda lakukan atau apa yang akan anda lakukan.” (Thomas jafferson)

Banyak pemimpin besar yang merasa bahwa pencapaian yang diperolehnya tidak berhenti pada satu titik saja. Namun, semakin banyak pencapaian yang diraih maka semakin haus akan pencapaian berikutnya. Pemimipin harus memiliki sikap untuk menjadi selalu yang terbaik dan membuat sesuatu semakin baik. Dengan seperti itu maka ada semacam tantangan-tantangan baru yang akan membawa pada pencapaian-pencapaian yang akan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.  

Referensi Resume dari :  

/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin-top:0in;
mso-para-margin-right:0in;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0in;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:IN;}

101 TIPS KILAT ! KEPEMIMPINAN, Hegar Pangarep, Media Pressindo, Jakarta, 2010

Iklan

10 TIPS MENDONGKRAK BISNIS ANDA


Setelah seseorang memutuskan untuk menjadi pelanggan dari produk dan jasa Anda, apa yang Anda lakukan selanjutnya? Apakah Anda akan berjabat tangan dengan pelanggan baru Anda tersebut dan mengantarnya keluar dari ruangan Anda karena tujuan Anda telah tercapai atau… Apakah Anda akan duduk dengan tenang bersama pelanggan baru Anda tersebut dan menyempatkan diri selama beberapa menit untuk meyakinkannya bahwa ia telah melakukan hal yang benar?

Saya harap Anda mengambil keputusan yang terakhir…

Ada suatu pendapat di industri pemasaran bahwa Anda tidak seharusnya menjual setelah pembelian terjadi . Dengan kata lain, ketika seseorang telah memutuskan untuk membeli produk dan jasa Anda, berhentilah menjual. Saya sependapat. Namun demikian, jangan pernah berhenti untuk kembali meyakinkan keputusan pembelian yang telah dilakukan oleh pelanggan baru Anda.

Segera setelah transaksi pembelian dilakukan, pekerjaan Anda sebagai customer support dimulai dan hal tersebut tidak akan pernah berakhir.

Ketika suatu keputusan pembelian telah dibuat, yakinkan kembali pelanggan baru Anda bahwa ia tidak akan pernah menyesali keputusan tersebut. Kekecewaan pelanggan setelah melakukan keputusan pembelian terkadang adalah hal yang wajar dan Anda tentu saja tidak mau membiarkan hal tersebut berkepanjangan sehingga mereka akan kabur dari daftar pelanggan setia Anda hanya karena Anda lupa menyisihkan sedikit dari waktu Anda untuk meyakinkan mereka kembali. Bila Anda bisa menciptakan suatu kondisi dimana pelanggan Anda sangat paham mengenai produk dan jasa yang mereka beli, maka hubungan bisnis yang sebenarnya pun baru bisa dimulai.

Berikut adalah 10 cara untuk mengukuhkan keputusan pembelian yang telah dibuat dan memulai hubungan bisnis jangka panjang dengan pelanggan baru Anda:

Tips 1:

Hubungi kembali pelanggan-pelanggan baru Anda tersebut sehari setelah pembelian produk dan jasa Anda. Ungkapkan kembali betapa senangnya Anda bahwa mereka sekarang adalah pelanggan dari produk dan jasa Anda dan betapa Anda mengharapkankan bahwa produk dan jasa tersebut memang benar menguntungkan bagi mereka. Anda bisa menghubungi pelanggan-pelanggan baru Anda tersebut dengan telepon atau e-mail tergantung dari jenis bisnis Anda dan mungkin produk dan jasa yang dibeli.

Tips 2:

Ceritakan mengenai pelanggan lainnya yang telah membeli produk dan jasa Anda dan betapa puasnya mereka saat ini.

Tips 3:

Kirim ucapan kartu terima kasih karena telah menjadi pelanggan Anda.

Tips 4:

Ajari pelanggan baru Anda perihal prospek dari produk dan jasa Anda di masa yang akan datang. Berikan kepada mereka penjelasan yang singkat, jelas, dan padat perihal apa yang seharusnya mereka lakukan paska pembelian dan apa yang akan Anda lakukan sebagai penjual untuk menjamin kenyamanan mereka terhadapa produk dan jasa Anda.

Tips 5:

Beritahukan kepada pelanggan baru Anda bagaimana caranya untuk mendapatkan informasi dan bantuan teknis andaikan mereka memiliki pertanyaan atau mendapatkan masalah dari produk dan jasa yang telah mereka beli dari Anda di kemudian hari.

Tips 6:

Apabila Anda sedang mengirimkan produk melalui jasa pihak ketiga (kurir), beritahukan kapan persisnya produk tersebut diberangkatkan dari tempat Anda. Anda pun harus proaktif untuk menanyakan kepada kurir Anda untuk memastikan produk tersebut selamat sampai di tujuan. Apabila bisnis Anda tidak menggunakan telepon sebagai media untuk menghubungkan Anda dengan pelanggan-pelanggan Anda, Anda bisa kirimkan e-mail automatis kepada mereka.

Tips 7:

Sehubungan dengan tip di atas, sediakan suatu sistem dimana pelanggan Anda dapat melacak status pengiriman dari produk Anda tersebut.

Tips 8:

Hubungi kembali pelanggan Anda tersebut seminggu setelah pembelian atau pengiriman untuk memastikan produk tersebut sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Lakukan hal yang sama sebulan setelahnya.

Tips 9:

Simpan e-mail pelanggan-pelanggan Anda dan secara periodik, kirim berita perkembangan seputar bisnis Anda (atau mungkin produk dan jasa baru dari Anda). Lanjutkan hubungan baik Anda dengan pelanggan-pelanggan Anda setelah pembelian dilakukan dan jangan pernah berhenti.

Tips 10:

Beritahukan kepada pelanggan-pelanggan Anda saat ini seputar penawaran terbaru dan diskon special dari waktu ke waktu. Biarkan mereka tahu bahwa ada sesuatu yang spesial dengan menjadi pelanggan Anda. Pelanggan-pelanggan Anda saat ini seperti orang dalam dengan akses khusus dan ketika mereka puas dengan kinerja Anda, mereka tak akan segan-segan memberitahukan hal tersebut kepada yang lainnya.

Itulah 10 tips dari penulis kepada pebisnis lainnya yang saat ini sedang menjalankan usaha mereka dengan gigih. Ingatlah selalu bahwa kesan pertama memegang peranan penting dalam sebuah bisnis, sama pentingnya di kehidupan sosial kita. Dan memastikan bahwa pelanggan-pelanggan Anda terintegrasi dengan sistem pendukung penjualan yang telah Anda buat dan meyakinkan mereka perihal keputusan pembelian yang telah dilakukan sangatlah penting untuk kesuksesan bisnis Anda di masa yang akan datang. Salam sukses!

Tips impor barang dari China


Sedikit tips nih untuk para seller Kayaknya sekarang ini barang import dari china sedang membanjiri pasar di indonesia mungkin juga di dunia karena setahu saya barang barang yang dijual di amerika pun kebanyakan made in china mungkin karena harga yang sangat gila-gilaan murahnya itu mangkanya jadi laku keras.Saya sebetulnya baru juga didalam bisnis import ini,mungkin pengalaman saya juga tidak begitu banyak dibandingkan dengan para seller senior yang sudah ahli didalam masalah import barang.But karena saya merasa newbie dan saya melihat banyak juga newbie di multiply,saya akan share aja tips saya ini. Berikut Tipsnya:

  1. Lakukan research terlebih dahulu didalam mencari supplier, jangan tergoda dengan supplier yang memberikan janji janji manis.
  2. Untuk berbelanja lebih aman saya menyarankan sis or bro berbelanja melalui situs situs yang sudah terbukti dapat dipercaya ex: dhgate,alibaba,taobao (untuk taobao sebaiknya sis or bro fasih lisan dan tulisan mandarin ya karena tidak ada versi bahasa inggrisnya dan agak ribet juga rata-rata sellernya nggak bisa bahasa inggris,kalau mau pakai taobao agent kena biaya komisi…so pikir pikir dulu deh)
  3. Tanyakan secara detail apa produk yang kita akan beli benar benar asli atau copy brand,karena kebanyakan produk produk china adalah copy brand.Dan pastikan kualitas produk sama dengan seperti yang digambar ( dalam hal ini saya sarankan agar benar benar berhati hati,karena sering sekali produk yang kita terima sangat buruk kualitasnya/tidak sesuai dengan gambar)
  4. Lihat status supplier tersebut dan lihat komentar dari para buyer terdahulu,karena status supplier yang baik akan mendapat rank yang baik dan isi komentar dari para buyer positif.
  5. Untuk metode pembayaran sebaiknya sis siapkan Paypal dan Kartu Kredit karena kebanyakan seller dari china lebih memilih metode pembayaran tersebut.
  6. Pastikan Transaksi dilindungi oleh Buyer Protection,karena jika terjadi hal hal yang tidak diinginkan,seperti misalnya:barang yang diterima tidak sesuai dengan yang dibeli,atau barang tidak kita terima.Maka kita bisa mengajukan claim dan 100% uang pasti kembali.
  7. Pastikan sis or bro sudah mengetahui masalah bea cukai dan pajak yang berlaku di Indonesia,karena boleh saja sis or bro membeli barang dengan harga murah.akan tetapi setibanya disini dan dikenakan bea cukai maka nilai barang tersebut akan menjadi sangat mahal.
Ok itu sedikit tip dari saya,jika sis or bro ingin bertanya tanya mengenai import barang dan yang lainnya,silahkan PM saya.Saya akan dengan senang hati membantu 🙂

Tips Menjalin Hubungan Kerja yang Harmonis


Karir – Seringkali orang menyepelekan soal satu ini. Kerja bagi mereka berarti tugas selesai. Titik. Padahal, hubungan dengan orang-orang di lingkungan kerja pun tak kalah penting dalam mendongkrak karier.

Hal paling penting dalam pekerjaan di abad 21 ini adalah kemampuan membangun dan menjaga hubungan. Meski Anda mempunyai ‘hobi’ gonta-ganti pekerjaan dalam perjalanan karier Anda, namun membangun jaringan dan menjaga hubungan itu adalah hal yang sangat penting. Ynag juga perlu diketahui, tempat yang paling mudah dan paling baik untuk membangun jaringan hubungan adalah di kantor.

ATASAN
Kesuksesan dan perkembangan karier Anda banyak tergantung pada atasan. Atasan Anda-lah yang dapat memberi kesempatan menangani tugas-tugas strategis atau klien-klien utama perusahaan, serta memberikan pekerjaan-pekerjaan penting lainnya. Bahkan, atasan Anda-lah yang berperan dalam menilai performance, kenaikan gaji atau kenaikan pangkat. Atasan Anda dapat pula menjadi ‘guru’ pribadi Anda. Mereka dapat memberikan sebagian pengalamannya kepada Anda, juga petunjuk dan pengarahan untuk belajar seluas-luasnya dan membiarkan Anda bertumbuh dalam pekerjaan, sekaligus menunjukkan dan membukakan ‘pintu’ kesempatan. Petiklah hal-hal tersebut sebagai keuntungan dalam perjalanan karier Anda.

Jadi, hubungan baik dengan atasan adalah hal paling berharga di dalam perkembangan karier Anda. Salah satu cara untuk mendongkrak hubungan baik dengan atasan adalah membuatnya tampak ‘baik’. Anda dapat melakukannya melalui performance pekerjaan yang bagus, mengambil tugas-tugas sulit – tetapi jangan sampai tidak sukses menyelesaikannya – dan bekerjasama dengan baik dengan bagian-bagian lain dalam perusahaan yang berada di bawah “kekuasaan” atasan.

REKAN KERJA
Rekan kerja atau kolega yang Anda temui setiap hari juga sangat berharga bagi Anda, dan sebaliknya Anda pun berguna bagi mereka. Bantulah mereka menyelesaikan pekerjaannya, terutama ketika mereka berada dalam keadaan sangat sibuk dan dikejar ‘deadline’. Jangan segan memberi pujian jika mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Kenali rekan kerja, termasuk kebiasaan dan pribadi mereka. Ajak mereka makan siang bersama atau pulang bersama. Ini dilakukan untuk lebih mengenal mereka di luar jam-jam kerja. Asal tahu saja, ketika karier Anda atau rekan melesat maju, hubungan Anda dan rekan kerja tersebut akan menjadi sangat penting dan berharga bagi Anda berdua.

KLIEN/NARASUMBER
Seorang klien yang puas tentu akan dengan senang hati menghubungi Anda kembali di masa yang akan datang. Entah itu hanya untuk mengucapkan selamat atas promosi Anda, atau bahkan menawarkan kerjasama baru dengan Anda. Jangan heran jika Andalah yang pertama kali mereka hubungi saat mereka membutuhkan orang untuk dipekerjakan atau mengambil tawaran menarik.

Hubungan dengan klien bisa rapi terjalin jika Anda tak pelit untuk mengontak mereka. Jadi, jangan hanya mengontak mereka saat Anda membutuhkan. Kalau perlu, datangi mereka di luar jam kerja, meski itu cukup menyita waktu.
Jadi, berhubungan dengan orang-orang di lingkungan pekerjaan tak hanya menolong karier, tetapi juga membuat tempat kerja Anda lebih menyenangkan. Intinya, Anda harus rajin bersosialisasi. Sekaranglah waktunya bagi Anda untuk membangun hubungan dan meraih sukses di tempat kerja.

Sumber: Nova – URL Sumber: klik di sini

Kiat Kampus Memburu Devisa


TEKAD kalangan perguruan tinggi di negeri ini masuk dalam jajaran kampus bertaraf dunia (word class university), tampaknya, tidak main-main. Kendati masih dinilai terlalu dini, indikasi ke arah sana sudah mulai tampak. Salah satunya, berdasarkan pemeringkatan 500 Worlds Top Universities versi The Times Higher Education SupplementQS World University Rankings yang dilansir tahun lalu, paling tidak, sudah ada empat perguruan tinggi nasional (Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Gajah Mada, dan Universitas Airlangga) yang dinilai patut masuk dalam daftar tersebut.

Maklum saja, di kalangan perguruan tinggi dunia, pemeringkatan tersebut—tak lain merupakan hasil penilaian 3.000 pakar pendidikan dari seluruh dunia—dipandang cukup bergengsi. Lebih dari itu, pemeringkatan ini bisa dijadikan ukuran menilai kualitas pendidikan yang diselenggarakan perguruan tinggi. Contohnya saja Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam daftar The Times Higher Education Supplement- QS World University Rankings 2006 menduduki ranking ke-258. Menurut Djoko Santoso, Rektor ITB, ranking yang didapat institut ini pada tahun itu mengalami peningkatan. Pada tahun sebelumnya, peringkat ITB berada di urutan 420.

Selain kualitas pendidikan, uniknya, pemeringkatan juga dinilai berdasarkan banyaknya mahasiswa asing yang belajar di perguruan tinggi tersebut. Seperti di ITB, dalam beberapa tahun belakangan, minat mahasiswa asing swadaya yang kuliah di institut ini semakin banyak. ”Kini sudah lebih dari 100 orang,” kata Djoko. Mereka kebanyakan mengambil studi di bidang teknik mesin, penerbangan, farmasi, dan planologi.

Dengan kata lain, pemeringkatan tersebut bisa dijadikan media promosi bagi perguruan tinggi yang dimaksud untuk lebih banyak lagi menarik minat mahasiswa asing. Peluangnya ke arah sana memang masih terbuka. Hal itu terungkap dari hasil survei Institute of Internationale Education (lembaga riset dari Amerika) pada tahun lalu.
Dari 2,5 juta responden, notabene dari kalangan mahasiswa di seluruh dunia yang disurvei, tak sedikit di antara mereka—tak terkecuali mahasiswa berasal dari negara maju—yang mulai berminat menimba ilmu di sejumlah perguruan tinggi negara berkembang. Di antaranya, sekitar 6% berminat memilih kuliah di Cina. Angka ini mengalahkan peminat yang ingin belajar di Jepang (hanya 5%) dan Kanada (3%). Sementara, kebanyakan dari mereka (22%), memang masih memilih Amerika sebagai tujuan utama untuk meraih gelar kesarjanaan.

Atas dasar itu, antara lain, berbagai upaya pun dilakukan ITB guna menarik mahasiswa asing lebih banyak lagi agar berminat kuliah di perguruan ini. Di antaranya, secara terus-menerus memperbaiki kurikulum pendidikan. Untuk itu ITB menjalin kerja sama dengan puluhan universitas, baik di kawasan Asia maupun Eropa. Strategi ini juga merupakan bentuk promosi ITB agar lebih dikenal di berbagai negara.

Semua langkah itu perlu dilakukan, mengingat ”daya jual” ITB dibandingkan dengan sejumlah perguruan tinggi lainnya di Indonesia tergolong lemah. Terutama di kalangan perguruan tinggi yang memiliki fakultas kedokteran, pertanian, atau perikanan.

Fakultas kedokteran misalnya, yang dipandang memiliki daya pikat tersendiri karena berpeluang bisa dikembangkan lewat berbagai kajian mengenai pengobatan penyakit khas yang kerap ditemui di daerah tropis. Atau daya tarik di bidang pertanian dan perikanan. Maklum saja, di mata dunia, negeri ini amat kesohor oleh ragam kekayaan sumber daya alamnya yang sangat eksklusif. Semua itu, tentunya, sangat menarik dipelajari.

Berbeda dengan ITB, sebagai perguruan tinggi yang mengkaji masalah teknologi, sudah barang tentu akan kalah bersaing dengan perguruan tinggi beken lainnya, terutama yang bercokol di negara maju. Toh, ”Belajar soal mesin, di mana saja sama,” kata Djoko.

LADANG BISNIS YANG MENJANJIKAN
Hal yang hampir serupa juga gencar dilakukan oleh para pengelola di Universitas Indonesia (UI). ”Kami memang memiliki target, 10% dari mahasiswa yang belajar di UI berasal dari mancanegara,” kata Gumilar Rusliwa Somantri, Rektor Universitas Indonesia. Sekadar informasi, saat ini mahasiswa asing yang belajar di UI baru mencapai 1% dari total 40 ribu mahasiswanya.

Seiring dengan itu, UI juga menargetkan dalam lima tahun mendatang akan menjadi perguruan tinggi terbaik di Asia Tenggara. ”Setidaknya masuk dalam kelompok lima besar,” ujar Gumilar. Untuk mencapai target itu UI telah mempersiapkan berbagai langkah. Di antaranya, mempersiapkan layanan yang maksimal bagi mahasiswa asing. Untuk itu, universitas ini telah mendirikan international office yang berfungsi sebagai pusat pelayanan dan informasi bagi mahasiswa asing yang berminat belajar atau melakukan penelitian di UI.
Langkah nyata lainnya, sampai saat ini UI telah menyelenggarakan lima fakultas khusus bagi mahasiswa dari luar negeri yang ingin mengambil jenjang strata 1 (S1), yakni Fakultas Kedokteran, Mesin, Psikologi, Ilmu Komputer, dan Ekonomi. Sebelum mengikuti perkuliahan di UI, lazimnya mahasiswa asing tersebut harus mengikuti pendidikan Program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing, yang lamanya antara enam bulan hingga dua tahun.

Soal sarana pendidikan, UI juga sudah siap. Staf pengajar misalnya, dari 3.000 dosen yang ada, 700 di antaranya menyandang gelar doktor dan 250 lainnya bergelar profesor. Ditambah lagi dengan fasilitas ruang kuliah yang memadai, laboratorium yang lengkap, pusat bahasa, perpustakaan, serta sarana olahraga. Satu lagi yang dinilai menjadi nilai jual kampus ini, yakni lingkungan kampus yang asri. ”Jadi tak ada alasan bagi UI untuk tidak mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain di luar negeri,” kata Gumilar.
Lebih dari semua itu, biaya kuliah yang ditawarkan UI juga relatif lebih kompetitif, paling tidak jika dibandingkan dengan biaya di negara maju. Di luar ongkos hidup, untuk setiap semesternya, berkisar antara US$ 2.500 hingga US$ 5.000.

Sejatinya, berikhtiar menjaring mahasiswa asing bukan semata untuk meningkatkan citra perguruan tinggi yang dimaksud. Di negeri maju seperti di Amerika, pendidikan sudah menjadi ladang bisnis yang amat menggiurkan. Negara adikuasa ini, setiap tahunnya berhasil mengeduk devisa hingga US$ 13 miliar, hanya dari ”menjual” kampus.
Begitu juga di Singapura. Jumlah mahasiswa dan pelajar asing yang belajar di negara jiran itu, saat ini mencapai sekitar 80 ribu orang, bisa dibilang, sudah menjadi indikator kemajuan ekonominya. Ada yang memperkirakan, hanya dari sektor pendidikan saja, setiap tahunnya Pemerintah Singapura mendapatkan pemasukan sekitar Rp 4 triliun. Tak heran, Singapura begitu gencar berpromosi ke mancanegara lewat lembaga Singapura Education Service Centre (SESC). Dus, tanpa perjuangan yang memadai, target yang diharapkan mustahil tercapai. 

10 Trik Rahasia Kesuksesan Bill Gates


Munculnya bill gates di indonesia menjadi inspirasi tersendiri bagi saya, karena penasaran apa sih yang membuat bill gates menjadi sesukses sekarang?

Yang jelas saya sempat terkesima tentang rahasia awal dia bisa menjadi sukses yaitu :

“Dia beruntung mempunyai orangtua yang suka memberikan buku ke padanya, baik buku tentang ensiklopedi, sampai buku tentang hukum milik ayahnya. dia juga mempunyai teman yang bisa menjadi teman barter buku nya ketika semua bukunya telah habis terbaca”

Bagi saya itu adalah sumber inspirasi bagaimana saya akan menerapkan disiplin membaca pada anak-anak saya nanti….he3x ngehayal….tetapi menurut saya buku adalah kunci gerbang menuju pintu kesuksesan. disini bill gates merupakan contoh nyata bahwa membaca merupakan kunci pintu untuk membuka gerbang pengetahuan dan wawasan. jadi gak ada salahnya kita ngebahas rahasia kesuksesan om bill ini, siapa tau bisa jadi kayak om bill…aminnn

Bill Gates selalu muncul bagaikan magnet sehingga ada banyak alasan untuk membicarakan dan mempersoalkan Bill Gates. Ketika masih kanak-kanak, ia telah dikenal sebagai bocah ajaib karena kejeniusannya.

Langkah-langkah bisnisnya dianggap fenomenal, dan selalu dianggap ancaman bagi pihak pesaing. Walaupun setiap langkahnya menuai berbagai reaksi kontra, hal tersebut tetap tidak bisa membendung kesuksesannya.

Gates terus menerus menggunakan monopolinya untuk menguasai hampir seluruh bisnis yang bisa dikaitkan dengan komputer. Saat ini boleh dibilang hampir seluruh bisnis komputer bergandengan dengan bisnis yang dirintis oleh Gates.

Walhasil… dia pun hidup bergelimangan harta, bahkan ia termasuk orang terkaya di dunia. Jadi, gimana…., tertarik untuk memperoleh kesuksesan dan kekayaan seperti layaknya seorang Bill Gates, si orang terkaya di dunia…? Yuk… kita lihat trik-triknya…

1. Kawan adalah aset berharga
Dengan menempatkan kawan sebagai aset berharga, maka kita akan menghargai komitmen dan kerjasama dengan siapapun.

2. Kepercayaan adalah modal jangka panjang
Butuh waktu bertahun-tahun untuk membangun sebuah kepercayaan dan hanya sekian detik saja untuk menghancurkannya. Maka berusahalah membina kepercayaan baik kepada siapapun.

3. Menjual dengan harga lebih tinggi dari pembelian, bukan harga tertinggi
Namun berbisnis dan berusaha adalah bagaimana dapat memberikan kontribusi dan manfaat bagi orang lain sebesar-besarnya, tanpa mengabaikan kelayakan usaha. Nilai kebahagiaan dan keberhasilan usahanya bukan pada berapa besarnya keuntungan materi, tetapi berapa banyak manfaat yang diberikan.

4. Mendengarkan kata hati
Gunakan ketajaman mata hati untuk dapat mengambil keputusan berdasarkan kata hati bukan berdasarkan emosi atau nafsu duniawi.

5. Bekerja dengan hati
Mereka yang bekerja dengan hati akan selalu bersikap baik kepada siapapun.

6. Kekayaan bukan dinilai dari uang yang dimiliki
Menjadi kaya bukan sekedar berhubungan dengan memiliki banyak uang. Namun kekayaan yang utama adalah seberapa besar uang yang kita dapatkan dapat digunakan untuk menolong orang lain, untuk memberikan manfaat bagi orang lain.

7. Berorientasi pada manfaat sebesar-besarnya
Berbisnis bukan sekedar berorientasi pada profit atau keuntungan materi sebesar-besarnya, tetapi memperoleh keuntungan untuk memberikan manfaat bagi orang lain sebanyak-banyaknya.

8. Fokus pada apa yang diperoleh bukan yang hilang
Fokuslah memikirkan pada apa yang Anda peroleh saat ini. Biarkan kesempatan yang hilang berlalu dari Anda, karena akan ada kesempatan baru kalau kita dapat mensyukuri apa yang dimiliki saat ini.

9. Gagal hanyalah sebuah proses
Gagal bukanlah akhir dari segalanya, tetapi bagian dari proses untuk menghasilkan rencana-rencana baru.

10. Akui Kesalahan Dengan rendah Hati
Segera lakukan evaluasi untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi.

Sumber : Arsip Digital Online

 

Menjadi Penulis Artikel, Buku & Cerita, Mudahkah?


Onno W. Purbo

Mengarang barangkali merupakan pelajaran yang paling membosankan pada masa SD. Pernahkan kita berfikir bahwa pekerjaan mengarang, menulis merupakan pekerjaan yang sebetulnya paling menyenangkan di dunia ini? Bayangkan, berbeda dengan pekerjaan lainnya yang harus datang ke kantor tepat waktu; pulang kadang malam hari; kekurangan waktu untuk keluarga karena harus pergi bekerja; persaingan yang ketat & membuat kita stress sukur-sukur tidak jantungan & mati karena terserang stroke. Dalam dunia menulis, mengarang ternyata kejadian-kejadian di atas tidak terjadi. Bahkan yang membuat dunia ini menjadi lebih ceria lagi adalah tidak adanya (sangat kurang) persaingan dalam pekerjaan sebagai penulis. Betul di Indonesia jarang sekali orang yang mendedikasikan hidup-nya untuk menulis saja, artinya persaingan sebagai penulis amat sangat tidak seru & hampir tidak perlu bersaing untuk menjadi penulis lepas. Bisa di maklumi karena bangsa Indonesia bukan bangsa yang suka menulis, mereka lebih suka berbicara, berdebat & berteriak bahkan mungkin berkelahi – bisa kita lihat contohnya pada kelakuan para elit politik.

Asiknya menulis, sebagian besar waktu kerja anda dapat dilakukan di rumah, atau jika anda memiliki laptop dapat dilakukan dimana saja. Artinya, waktu untuk keluarga praktis menjadi lebih banyak, hampir setiap hari jika anda menghendaki dapat hidup bersama keluarga anda di rumah. Hidupkah anda dari menulis saja? Insya Allah anda akan hidup – bayangkan satu tulisan kadang di hargai Rp. 250.000 s/d Rp. 1 juta untuk panjang 6000-15000 huruf yang dapat dilakukan dalam waktu sekitar 2 jam saja. Rasanya membutuhkan waktu kerja satu bulan bagi sarjana yang baru lulus untuk memperoleh uang sebanyak itu, belum lagi biaya transportasi yang demikian tinggi. Jika anda sanggup menulis buku agak lumayan hasilnya sekitar Rp. 3-4 juta / buku (untuk 10000 eksemplar). Yang paling mengasyikan sebagai penulis adalah undangan memberikan ceramah, sekali ceramah 1-2 jam bukan mustahil akan memperoleh antara Rp. 250.000 s/d Rp. 6 juta / ceramah tergantung penyelenggaranya. Kalau saya perhatikan semua ini sangat tergantung pada tingkat produktifitas anda dalam menulis & menyebarkan ilmu pengetahuan. Pada sisi ekstrim, semakin banyak pengetahuan anda menyebar ke masyarakat melalui berbagai media (bahkan yang gratis sekalipun seperti melalui Web), maka Insya Allah rizki akan datang kepada anda berlipat ganda, sesuai janji Sang Pencipta.

Pada saat ini, kebetulan sekali dunia teknologi informasi tampaknya sedang sangat booming, kebutuhan akan informasi tentang teknologi informasi menjadi demikian besar. Banyak sekali majalah, koran, surat kabar, tabloid yang berkaitan dengan Teknologi Informasi, mulai dari Koran Tempo, Telset, Infokomputer, NeoTek, Chip, Majalah Internet, infolinux, dotcom, dotnet, majalah teknologi, KOMPAS, Republika, Bisnis Indonesia, Jakarta Post banyak sekali. Di samping itu, ada beberapa penerbit buku yang mempunyai fokus ke Teknologi Informasi, seperti Elexmedia Komputindo, Penerbit ITB, Gramedia. Belum lagi berbagai media online seperti detik.com, astaga.com dll yang akan dengan senang hati menerima penerbitan tulisan / artikel anda. Jelas kebutuhan akan berbagai tulisan khususnya bidang teknologi informasi menjadi sangat banyak, dengan jumlah penulis yang demikian sedikit – betapa nikmatnya hidup hampir tanpa saingan & rizki yang melimpah.

Apa yang perlu kita lakukan dalam memulai karir sebagai penulis ini? Sebetulnya tidak banyak, sudah tentu bekal pengetahuan yang cukup tentang bidang yang akan kita tulis akan sangat membantu. Khususnya untuk dunia Teknologi Informasi, sebetulnya anda cukup beruntung karena ilmu di teknologi informasi berkembang terus dengan sangat pesat sehingga dari bidang apapun anda dapat menulis tentang berbagai aspek teknologi informasi. Kunci utamanya adalah kemauan untuk membaca berbagai tulisan, artikel tentang teknologi informasi yang sebetulnya banyak sekali & dapat di ambil secara gratis di Internet, seperti http://www.linuxdoc.org, http://pandu.dhs.org, http://ecommerce.internet.com, http://www.infolinux.web.id dsb. Jika kita perhatikan di berbagai tulisan yang ada, sebetulnya latar belakang ekonomi, sosial, hukum dsb. juga dibutuhkan di dunia teknologi informasi.

Tentunya bergabung & berdiskusi dengan rekan penulis teknologi informasi lainnya juga akan sangat membantu. Salah satu pangkalan bagi penulis teknologi informasi Indonesia adalah penulis-ti@yahoogroups.com yang saat ini beranggotakan hampir seratusan penulis TI & sebagian sudah menulis beberapa buku tentang TI.

Bagi pemula yang ingin mencoba mendalami dunia tulis menulis, alangkah baiknya jika dapat dilakukan sejak dini bahkan kalau mungkin sejak SD. Ada beberapa situs di Internet yang akan dapat membantu kita sebagai penulis, saya coba fokuskan justru ke situs-situs yang memberikan inspirasi bagi anak-anak dalam mencoba menulis sejak dini. Bagi yang ingin serius sebagai penulis, ada baiknya search di http://www.google.com dengan menggunakan keyword “technical writer” atau “technical writing”. Memang sebagian besar informasi masih berbahasa Inggris, tapi paling tidak akan memberikan inspirasi proses menjadi seorang penulis yang baik. Situs tersebut antara lain adalah:

  • Buddy’s Bearded Collie Literacy Notebook http://www.skylinc.net/~scarfone/buddy.htm Buddy, a Bearded Collie, menolong anak-anak untuk menulis & membaca. Untuk mendapat berbagai ide untuk menulis, bahkan memasukan ceRita sendiri.
  • Candlelight Stories http://www.candlelightstories.com/ – tempat banyak e-book di simpan. Beberapa di antara di tulis oleh anak-anak. Jika anda masuk ke writing area, anda akan mengetahui bagaimana cara mempublikasi tulisan anda.
  • CBC 4 Kids: Words http://www.cbc4kids.ca/general/words/default.html – anda dapat mengikuti perlombaan menulis, berpartisipasi dalam cerita yang tak pernah berhenti (never ending story), mencek buku & pengarang yang baik, mendengarkan drama radio dll.
  • HP Student Center http://www.hpstudentcenter.com/ – berbagai resensi buku, proyek, game, aktifitas, dan workshop tentang menulis untuk anak-anak di tingkat SMP.
  • Page by Page: Creating a Children’s Book http://www.nlc-bnc.ca/pagebypage/ – Tour step-by-step proses pembuatan buku menggunakan buku dari Tim Wynne-Jones yang berjudul Zoom Upstream sebagai contoh.

 

  • The Write Site http://www.writesite.org/ – untuk mengeksplorasi dunia jurnalistik, termasuk informasi bagaimana cara melakukan penelitian dan membangun gaya anda sendiri.

 

%d blogger menyukai ini: