Posts from the ‘Peluang Bisnis’ Category

Angkringan Nasi Kucing


Ada banyak alasan dan analisa, kenapa Saya lebih aman memilih usaha angkringan nasi kucing, antara lain karena :

  1. Usaha kuliner Angkringan nasi kucing ini sudah dijalankan sejak lama dimulai dari daerah Klaten, Solo &  Jogjakarta sekitar tahun 1960, sehingga sudah terbukti bahwa usaha ini kebal akan berbagai krisis. Penjual nasi kucing yang dianggap pionir sebagai penjual nasi adalah Pak Man atau Lik Man. Pak Man biasa mangkal di dekat Stasiun Kereta api Tugu Jogja. Hingga kini angkringan Pak Man masih ramai dikunjungi orang.
  2. Saat ini Usaha angkringan nasi kucing sangat populer di jawa tengah ; Jogjakarta,hampir di setiap gang kota selalu ada angkringan nasi kucing, salah satu faktornya adalah karena makanan & minumannya lezat ; nikmat serta dibandrol denganharga yang murah. Sebagian besar penikmat sajian angkringan nasi kucing adalah kalangan mahasiswa.
  3. Angkringan nasi kucing menampilkan beragam menu makanan dan minuman, dari nasi yang disajikan dengan berbagai aneka lauk seperti : teri, ikan asin, ikan bandeng, orek tempe, bakmi, dll. Berbagai jenis sajian gorengan seperti ; tempe mendoan, bakwan, tape goreng, pisang goreng. Berbagai jenis sate ; baceman, antara lain : tahu, tempe, tempe gembus, sate telor puyuh, sate ampela ati, sate usus ayam, sate kerang, sate cakar ayam, sate kulit ayam, sate paru sapi, kepala ayam. Aneka menu wedang : Teh hangat, es teh, Jeruk hangat, es jeruk, kopi hitam, kopi instan, kopi jos, jahe susu, jahe original, teh jahe, wedang uwuh, wedang sekoteng, dll. Dengan beraneka ragam pilihan menu ini, customer akan bebas leluasa menyalurkan hasrat kulinernya.
  4. Angkringan nasi kucing, mengedepankan keramah tamahan, kebersamaan, tidak memandang golongan, suku, agama maupun ras, di Angkringan nasi kucing semua orang memiliki kedudukan dan strata yang sama.
  5. Angkringan nasi kucing adalah tempat berkumpulnya para intelektual, para pegawai, para mahasiswa bahkan sampai tukang becak. Berbagai informasi dan pengetahuan bahkan teman barupun bisa didapatkan ketika kita makan & nongkrong di angkringan nasi kucing.
  6. Saat ini usaha angkringan nasi kucing sudah mulai merambah kota-kota besar di Indonesia, salah satunya adalah JABODETABEK. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian warga Jabodetabek berasal dari komunitas suku Jawa, sehingga memudahkan usaha angkringan nasi kucing untuk diterima pada kalangan masyarakat umum. Sajian makanan & minuman yang disajikan juga halal & sehat dan disukai dari kalangan muda sampai tua.
  7. Usaha Angkringan nasi kucing tidak memerlukan investasi atau modal usaha yang besar, sehingga mayoritas masyarakat bisa memulai usaha ini. Lokasi jualannya pun hanya tempat di pinggir jalan atau emperan ruko di lokasi jalan yang ramai sampai tengah malam. Namun apabila Anda memiliki dana yang cukup besar, Anda pun bias menyewa kios atau ruko untuk berjualan angkringan.
  8. Resiko rugi usaha angkringan nasi kucing tetap ada, namun resiko ini bisa disiasati dengan berbagai tekhnik promosi, kematangan skill penjual angkringan & kerahaman penjual, serta kualitas & keanekaragaman makanan & minuman yang harus selalu ditingkatkan.
  9. Angkringan nasi kucing adalah tempat makan & minum yang tidak akan pernah mengusir pelanggannya berbeda dengan tempat makan lain pada umumnya. Ciri khas angkringan nasi kucing adalah tempat nongkrong, ngobrol panjang lebar sampai dengan larut malam bahkan dini hari.
  10. Usaha angkringan nasi kucing bisa membawa usaha lain seperti jualan rokok eceran, jualan bensin eceran, jualan pulsa elektrik, jual cemilan, jadi profit yang dihasilkan bersumber tidak hanya dari penjualan produk angkringan nasi kucing saja.

Bagaimana memulai bisnis Angkringan Nasi Kucing dengan menerapkan prinsip 4P (Product,Price,Placement,Promotion)

1) Product

Dalam usaha ini produk  yang di jual yaitu :

  • Beragam menu makanan dari nasi yang disajikan dengan berbagai aneka lauk seperti : teri, ikan asin, ikan bandeng, orek tempe, bakmi, dll.
  • Berbagai jenis sajian gorengan seperti ; tempe mendoan, bakwan, tape goreng, pisang goreng.
  • Berbagai jenis sate & baceman, antara lain : tahu, tempe, tempe gembus, sate telor puyuh, sate ampela ati, sate usus ayam, sate kerang, sate cakar ayam, sate kulit ayam, sate paru sapi, kepala ayam .
  • Aneka menu wedang : Teh hangat, es teh, Jeruk hangat, es jeruk, kopi hitam, kopi instan, kopi jos, jahe susu, jahe original, teh jahe, wedang uwuh, wedang sekoteng.

2)  Price

Harga yang diterapkan untuk berbagai menu di antara lain :

ANEKA MINUMAN :
Wedang Jahe Susu  Rp      4.000
Wedang Jahe Original  Rp      3.000
Wedang Teh Jahe  Rp      3.000
Teh Anget Manis  Rp      2.000
Jeruk Anget  Rp      3.500
Kopi Instan  Rp      2.000
Wedang Uwuh  Rp      3.500
Susu Putih Anget  Rp      3.000
Es Teh  Rp      2.500
Es Jeruk  Rp      3.500
ES Kopi  Rp      3.500
Es Extra Joss  Rp      3.500
Nasi Kucing + Lauk :  Rp      2.000
Mie Rebus + Telur  Rp      3.500
Mie Goreng + Telur  Rp      4.500
ANEKA SATE
Sate Usus  Rp      2.000
Sate Ceker Ayam  Rp      2.000
Sate Kikil  Rp      2.000
Kepala Ayam  Rp      2.000
Sate Telor Puyuh  Rp      2.500
Sate Sosis  Rp      2.500
Sate Sayap Ayam  Rp      3.000
Sate Ampela Ati  Rp      3.000
Aneka Gorengan  Rp         500

3) Placement

Untuk memecahkan permasalahan mencari lokasi, berikut ini Tekhnik yang bisa diterapkan dalam mencari dan menetukan lokasi berjualan :

  • Mencaari tahu dan menentukan daerah-daerah yang potensial untuk berjualan Angkringan nasi kucing, misalnya pinggir jalan utama, dekat rumah sakit, dekat kampus dan kos-kosan mahasiswa, dekat mal, dekat perkantoran, di depan atau di dalam kompleks perumahan, dekat tempat wisata, dan sebagainya. Apabila kita menentukan lokasi di dekat atau di dalam kompleks  perumahan, silahkan pilih lokasi yang berada disisi jalan “orang pulang kerja”, bukan di sisi  jalan “orang berangkat kerja “.
  • Memilih lokasi pinggir jalan dengan karakter pengendara yang berkendara dengan kecepatan sedang maupun pelan.  Ketika pengendara berkendara cepat, maka tidak akan sempat melihat lokasi jualan kita.
  • Lokasi di dekat kampus yang banyak kos-kosan mahasiswa adalah lokasi ideal sekali untuk berjualan Angkringan nasi kucing,
  • Untuk lokasi outdoor, dapat memilih lokasi yang strategis, bisa di emperan ruko atau emperan kios, parkiran mal, pintu masuk kampus, area rumah sakit, pusat kuliner di dalam perumahan, alun-alun, dll.
  • Memastikan lokasi outdoor  representatif, kondisi tanahnya tidak becek, tidak dekat tempat sampah, tidak dekat selokan yang bau.
  • Mencari dan memilih lokasi berjualan harus dilakukan dengan survey beberapa kali di hari yang berbeda dan jam yang berbeda pula. Jam survey yang perlu di lakukan adalah jam 16.00, jam 18.00, jam 20.00, jam 22.00 dan diatas jam 00.00, karena Angkringan nasi kucing biasanya buka sampai melewati tengah malam. Dari survey berbeda hari dan jam tadi kita akan mendapatkan hasil : jumlah kendaraan yang berlalu lalang di sekitar lokasi yang Anda pilih, sifat orang disekitar lokasi apakah suka belanja kuliner atau lebih cenderung suka makan dirumah, kondisi lapangan di jam malam ( jangan pilih lokasi yang sudah sepi orang lalu lalang diatas jam 22.00 ), apakah sudah ada pelaku bisnis yang sama, kalau sudah ada dan ternyata ramai, maka kita harus siapkan segala sesuatunya bersifat”lebih” daripada kompetitor.

4)  Promotion

Dalam menjalankan bisnis diperlukan beberapa media promosi, hal ini sangat berguna agar dengan sesegera mungkin dapat memperkenalkan usaha angkringan kepada masyarakat. Adapun beberapa tekhnik promosi yang dapat di terapkan untuk mengembangkan usaha Angkringan Nasi Kucing, antara lain adalah sebagai berikut :

  • Membuat flyer special discount. Flyer ini nanti berisikan informasi mengenai nama angkringan kita, berikut beberapa menu special, misal : nasi kucing, sate kerang, jahe susu, dll. Tidak lupa juga kita berikan alamat lokasi berjualan & jam buka. Agar lebih menarik calon customer, dalam flyer kita cantumkan discount atau potongan harga, misalnya, dengan menukar flyer akan mendapatkan gratis teh hangat manis, gratis 1 bakwan, dll. Selain discount sebaiknya kita cantumkan juga tanggal dan jam berlakunya discount, hal ini akan membawa dampak pada setiap jam kita akan kedatangan pengunjung, sehingga di mata orang-orang angkringan kita ramai. Flyer ini bisa disebar di perumahan-perumahan, titip di counter pulsa HP, ditaruh di atas mesin ATM, dibagikan kepada yg lewat, bekerjasama dengan loper koran untuk menyisipkan flyer kita kedalam koran.
  • Membuat account jejaring social seperti account di facebook , twitter, dll. Jejaring sosial adalah media promosi yang murah biayanya namun hasilnya sungguh dasyat. Melalui jejaring sosial kita dengan enaknya bisa menambah teman, untuk itu secepatnya kita berupaya menambah sebanyak-banyaknya teman kita di jejaring sosial sehingga proses promosinya akan semakin mudah & murah. Ketika account jejaring kita sudah memiliki banyak teman atau follower, maka kita tinggal sering2 bikin status yang bersifat promosi & informatif, misalnya kita bisa bikin status : “malam minggu daripada bingung nongkrong, lebih enak nongkrong di angkringan nasi kucing“, “Bagi rekan-rekan yang sering kehujanan & sedangmasuk angin, atasi masalahmu dengan minim jahe susu di angkringan Kami “ .Jangan lupa juga bagi para pengunjung yang sudah akrab dengan kita, kita minta untuk bikin status di account jejaring mereka pribadi, misal “gue lg nongkrong diangkringan.. ngumpul di sini aja coy.. “, “sate usus memang josss.. mau??? Aku tunggu di angkringan.. ga aku habisin kok satenya “, dll
  • Membuat neon box yang menarik. Neon box berfungsi sebagai alat petunjuk usaha kita, atau bisa dikatakan papan nama usaha kita. Kebanyakan bentuk neon bos adalah persegi panjang dan didalamnya diberi lampu neon sehingga akan terang dimalam hari. Sebagai penjual yang kreatif, sudah saatnya kita memikirkan sebuah neonbos yang menarik atau bagaimana neonbox kita memberikan nilai lebih dan tidak hanya berfungsi sebagai papan nama saja. Berikut ini neon box yang kami buat dan kami fungsikan sebagai pengingat bagi orang yang lewat didepan lokasi angkringan kita. Menambahkan jam dinding diatasnya, sehingga akan memberikan nilai lebih untuk neon box kita. Orang-orang yang berlalu lalang didepan lokasi angkringan kita akan merasa terbantu dengan adanya jam di neon box kita, mau tidak mau mereka setiap hari atau setiap lewat akan menoleh ke arah neon box kita.Sebuah neon box yang menarik akan dibicarakan terus menerus di kalangan masyarakat, hal ini akan memudahkan kita untuk mempromosikan usaha kita.
  • Mengundang berbagai macam komunitas, Cara ini sangat efektif kita terapkan ketika pertamakali buka angkringan, komunitas yang kita undang bisa beragam, dari komunitas anak muda seperti komunitas anak klub motor, klub mobil, anak music, dll, Komunitas orang dewasa & orang tua misalnya, klub badminton, klub arisan, dll. Dalam mengundang komunitas, ada baiknya dalam kurun waktu 1 bulan kita atur jadwal kedatangan mereka, misalnya untuk malam sabtu adalah komunitas orang dewasa & orang tua, sedangkan untuk malam minggu adalah komunitas anak muda. Untuk memberikan penghargaan atas para tamu dari komunitas ini, sebaiknya kita berikan discount khusus, misalnya, gratis es teh, gratis kopi manis, dll
  • Mengadakan live music sederhana, Teknik promosi ini bisa diterapkan ketika malam hari libur, seperti malam minggu ataupun malam libur tanggal merah. Peralatan music yang kita sediakan pun ala kadarnya saja karena kita tidak memerlukan suara yang keras maupun suasana yang hingar bingar, namun yang kita cari adalah suasana kekeluargaan dan kebersamaan. Untuk pengisi acara bisa kita tawarkan kepada komunitas-komonutas yang sebelumnya sudah kita undang.
  • Mengadakan lomba catur atau sejenisnya, Perlombaan ini bisa kita lakukan kapan saja tidak tergantung event misalnya event 17 Agustus, hanya saja lebih bagus kalau kita adakan pada malam hari libur, seperti malam sabtu atau malam minggu. Peserta yang kita undang pun bisa berasal dari beberapa wilayah atau daerah, maupun dari golongan orang dengan ekonomimampu maupun tukang ojeg.Untuk hadian bisa kita bikin hadiah yang lucu, misalnya hadiah utama adalah 1 ekor ayam jago, atau 1 tandan pisang, dll
  • Memasang Wifi, Dengan memasang wifi akan membuat para pengunjung angkringan Anda akan semakin betah untuk nongkrong. Dengan berlama-lama nongkrong secara otomatis mereka akan melakukan request untuk minuman berikutnya, atau beli rokok eceran. Hal lain yang didapatkan adalah, angkringan  akan terlihat selalu ramai, sehingga akan mengunadang pengunjung lain untuk mampir .
  • Memasang banner promosi di jalan, Banner ini adalah baner digital printing yang biasanya kita pasang di pohon atau tiang listrik disekitar lokasi angkringan kita. Fungsi dari banner ini adlah sebagai pengingat dan papan informasi bagi mereka yang aklan melintasi lokasi angkringan kita. Teknik promosi ini banyak diterapkan oleh beberapa rumah makan di Pantura, misalnya RM. Pring Sewu. Apabila bapak Ibu pernah melintasi jalan Pantura atau jalur selatan Jawa, pasti tidak asing lagi dengan papan nama RM. Pring Sewu, dari jarak 100KM, RM.Pring Sewu sudah memasang plang pengingat.
  • Menampilkan suasana lesehan, Suasana lesehan adalah suasana yang paling ideal bagi usaha angkringan nasi kucing. Dengan suasana lesehan, maka pembeli akan merasa nyaman, leluasa, bebas bergerak, bebas ngobrol sepuasnya tanpa khawatir akan diusir oleh penjual angkringan. Dengan hadirnya suasana lesehan dan penerangan yang cukup ( tidak terlalu terang namun tidak terlalu gelap ), maka kita harapkan customer akan melakukan pembelian ulang, misalnya nambah nasi, nambah gorengan ataupun nambah wedang. Dengan melakukan repeat order berarti akan menambah omzet penjualan kita.
  • Bekerjasama dengan pihak lain diluar jenis usaha angkringan. Kerjasama yang dimaksud adalah melakukan kerjasama dengan beberapa unit usaha yang belainan dengan angkringan, misalnya, bengkel mobil, warnet, pengelola lapangan futsal, dealer motor, bimbingan belajar, tukang service AC, dll. Teknis kerjasama ini adalah dengan cara kita membuat voucher discount yang kita berikan kepada pihak yang kita ajak kerjasama, misalnya adalah, “ Bagi yang melakukan service mobil, akan mendapatkan voucher makan 1 nasi kucing + 1 gorengan di angkringan kita”, “ dengan membeli motor di dealer motor “X”, akan mendapatkan voucher discount makan di angkringan “, dll. Sebaiknya kita menyiapkan sebuah surat resmi yang kita tujukan kepada pihak yang akan kita ajak bekerjasama, dengan memberikan surat resmi, akan mencerminkan bahwa usaha angkringan kita adalah usaha yang profesional dan memang pantas untuk diajak kerjasama pada waktu mendatang.
  • Mencari orang-orang di daerah kita yang merupakan “ artis ” di jejaring sosial. Banyak orang-orang awam yang menjadi artis di dunia maya khususnya jejaring sosial. Cara untuk mengetahuinya adalah kita harus rajin-rajin mencari di jejaring sosial, siapa saja yang mempunyai teman yang banyak di facebook, dan siapa yang mempunyai follower yang banyak di twitter. Apabila sudah menemukan, langkah selanjutnya adalah mengirimkan email kerjasama, kirim proposal sederhana ke inbox facebook yang bersangkutan, mengirim DM ke “artis” twitter tersebut. Proposal yang kita ajukan adalah berisi permintaan kepada yang bersangkutan untuk membuat status pada account jejaringsoaial mereka, dengan status-status yang mereka buat, maka ada ribuan orang yang akan melihat dan membacanya, dan akan tergerak untuk mengikuti apa yang ditulisoleh “artis” jejaring sosial tersebut. Sebagai imbalan kepada “artis” jejaring sosial ini, ada baiknya kita berikan voucher makan 1 x dalam 1 minggu sebesar Rp.20.000,-, Coba kita hitung antara biaya dalam 1 bulan untuk “artis” jejaring sosial ini, Rp.20.000 x 4 minggu = Rp.80.000, sedangkan yang bersangkutan kita minta minimal dalam 1 minggu sekali harus menulis status mengenai angkringan kita, bayangkan kalau teman atau followernya sebanyak 2.000 orang dan yang datang ke angkringan kita hanya 1% saja = 20 orang perminggu dari efek promosi “artis” jejaring soaial tersebut. 20 Orang dengan rata-rata satu orang beli di angkringan kita sebesar Rp.10.000,- maka akan berbuah omzet = 20 x Rp.10.000 = Rp.200.000 – Rp.20.000 ( voucer makan gratis “artis “ ) = Rp.180.000,-, lumayan untuk menambah omzet bulanan angkringan kita.
  • Membuat spanduk gerakan sosial. Pembuatan spanduk jalan ini harus bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yang Anda ajak bekerjasama. Biasanya spanduk sosial spt ini jarang diturunkan paksa oleh Satpol PP.
  • Membuat kartu nama yang menarik
  • Promosi melalui permen gratis yang Anda sediakan di antara sajian makanan. Apabila dalam 1 malam anda menghabiskan 2 bungkus perms isi tiap bungkusnya adalah 40pcs, berarti anda mengeluarkan budget sekitar 9rb u/ 2 bungkus. Biaya ini bisa anda gantikan dengan untung penjualan 3 gelas jahe susu.
  • Membuat sticker, Dengan media promosi sticker motor atau sticker mobil, maka angkringan Anda akan dipromosikan oleh para pelanggan Anda ke berbagai penjuru. Semakin banyak sticker yang berhasil ditempelkan, maka semakin cepat pula proses branding angkringan Anda.
  • Membuat kaos untuk komunitas angkringan Anda. Dengan media kaos yang bertuliskan nama angkringan Anda dan bisa juga disertai oleh beberapa sponsor, maka angkringan Anda akan semakin banyak dikenal oleh masyarakat luas.
  • Bekerja sama dengan bloger yang berdomisili di daerah Anda. Adalah langkah tepat, apabila Anda berani berkomunikasi dan bekerjasama dengan beberapa bloger kondang di daerah Anda. Ajukan saja permintaan kepada sang bloger untuk membahas usaha angkringan Anda di laman Blognya.
  • Promosi melalui radio, Ada beberapa cara untuk berpromosi dengan pihak radio, diantaranya adalah request lagu, mensponsori kuis di radio dengan hadiah makan gratis, ikut mensponsori acara-acara yang diprakarsai oleh managament radio, misalnya donor darah, bakti sosial.
  • Pemberian discount khusus untuk rombongan 1 keluarga Pemberian potongan harga kepada pembeli yang datang 1 keluarga, akan sangat membuat mereka berkesan, bercerita kepada teman-temannya, dan mengajak teman-teman mereka untuk mampir ke angkringan Anda.
  • Promosi gratis makan bagi pengunjung yang ulang tahun. Diskon gratis makan bagi yang ulang tahun merupakan service yang kita berikan bagi pengunjung, apalagi kalau yang ulang Tahun mengajak teman-temannya u/ nongkrong di angkringan Anda, yg gratis 1 orang yang bayar 5 orang….. mantab kan ?
  • SMS massal, teknik promosi ini mulai banyak digunakan oleh beberapa jenis usaha, sms masal ini bisa menggunakan software sms massal ataupun sms manual. Untuk melakukan promosi ini silahkan cari operator yang biasanya memberikan gratisan sms, sehingga bisa mengurangi biaya pengeluaran.
  • Pengunjung fiktif, Teknik promosi ini sangat umum dilakukan oleh beberapa usaha kuliner khususnya restoran, dalam masa pembukaan atau masa awal berjualan, mereka selalu mengajak atau meminta teman atau saudara u/ datang dan memarkirkan kendaraan baik motor maupun mobil di parkiran restoran atau warung makannya. Hal ini akan memberikan kesan bahwa usaha kita di hari-hari pembukaan usaha sudah ramai dikunjungi orang, secara psikologis orang lain akan tertarik untuk pengen tau dan pengen mencoba menu sajian usaha kita.Skema sederhana bisnis angkringan nasi kucing.  Berikut ini skema sederhana bisnis Angkringan Nasi Kucing:

Perhitungan omset harian :

Misalkan pengunjung per hari ( tamu ) 35 orang rata2 belanja tiap tamu Rp. 10.000 (makan ditempat + bungkus ) Maka :

  • Omset brutto harian  35 x Rp 10.000                                   Rp.     350.000
  • Omzet bulanan 30 x Rp 350.000                                           Rp 10.500.000

Pengeluaran :

  • biaya masak + minuman / bulan *                Rp.  6.000.000 ( 200.000/ hari )
  • karyawan 2 orang                                              Rp.  1.800.000
  • sewa tempat                                                       Rp.    400.000
  • listrik + keamanan                                            Rp.    100.000
  • biaya lain-lain                                                    Rp.    150.000

Total                                                                      Rp 8.450.000

  • Nett profit bulanan                                                                    Rp  2.050.000
  • Investasi awal 4.000.000
  • Pembelian perlengkapan tambahan 2.000.000
  • Nett profit bulanan 2.050.000
  • ROI 3 bulan

Perhitungan belanja harian sebesar 200.000 adalah perhitungan apabila kita memasak sendiri, ada solusi yang lebih efektif adalah apabila kita bisa mengajak tetangga untuk menjadi supplier makanannya , dan menerapkan sistem konsinyasi / titip jual, jadi kita  hanya membayarkan titipan makanan yang laku terjual.

Iklan

KAFE BUKU : “BISNIS DARI HOBI MEMBACA DAN MENULIS BUKU”


stand

Budaya membaca di Jepang saat naik bis, lalu di Indonesia gimana?

Bermula dari kegemaran membaca, kita bisa mengembangkan kegiatan lain yang memberikan nilai lebih, yakni menulis. Dari menulis, kita bisa berkenalan dengan penulis lain, bahkan pembaca dan penggemar karya kita. Lalu berkembang menjadi sebuah komunitas dan melakukan kegiatan bersama untuk mengembangkan kreativitas dan kemampuan menulis yang akhirnya bisa mendatangkan keuntungan.

Berikut kegiatan yang bisa dikembangkan menjadi sebuah bisnis kafe yang menarik.

A. Hobi Membaca
Kegiatan membaca dimulai sejak usia kita masih kanak-kanak. Anak bisa belajar membaca dari tulisan sederhana yang bisa ditemui disekitar tempat bermain mereka. Jika kegemaran membaca sudah tumbuh dari kecil maka hal itu akan terus berlanjut hingga dewasa kelak.

Banyak ragam bacaan yang tersebar, mulai dari majalah, buku cerita bergambar, komik atau novel, baik kategori anak, remaja maupun dewasa. Bahan0bahan bacaan tersebut bahkan dikoleksi oleh beberapa orang, lalu disewakan hingga menghasilkan uang tambahan.

B. Hobi Menulis
Menulis merupakan kegiatan yang dekat dengan kita dan hampir setiap kali kita lakukan. Menulis bisa dilakukan diawali dari mengamati hal-hal sederhana yang terjadi disekitar kita, bahkan menulis bisa berwala dari kegiatan menulis buku diari. Seseorang yang pada awalnya hanya gemar mengoleksi dan membaca buku pun bisa termotivatisi untuk menjadi penulis yang produktif.

Jika ditekuni dengan serius, kegiatan menulis bisa menghasilkan pemasukan finansial yang tidak sedikit. Selain menguntungkan, hobi tersebut bisa bermanfaat bagi banyak orang.

C. Gemar Berinteraksi dengan Banyak Orang
Membaca dan menulis buku akan lebih lengkap jika didukung kegemaran untuk mengenal dan berinteraksi dengan banyak orang. Mengenal dan berinteraksi dengan banyak kalangan dan lingkungan akan memperkaya wawasan dan sudut pandang sebagai seorang penulis.

Menurut salah seorang konsultan Menteri Kesehatan RI, dr. Hapsoro, terdapat beberapa pandangan beliau dalam hidup dan berusaha. Beliau menuturkan hal berikut.

1. What is in the future
Kita diharapkan tanggap atau mau mengamati apa yang akan terjadi 5-10 tahun kedepan, apa yang banyak dibutuhkan orang, dan apa yang tetap akan dibutuhkan.

2. What is your strong will
Dari sekian peluang bisnis yang ada, mana yang menjadi keinginan atau minat kita? Tentukan kegiatan usaha yang paling kita sukai. Hal tersebut akan membuat kita lebih termotivatisa dan tidak jenuh.

3. What is your capacity
Apa kemampuan atau kapasit kita yang berhubungan dengan kehidupan dan bisnis?

4. Follow the God’s will (way)
Artinya, jangan melupakan khendak atau maksud Tuhan dalam hidup kita. Berusaha dengan tekun dan tetap diiringi dengan do’a, serta berpikir positif dalam menghadapi kendala.

Dari hal tersebut, kita bisa mengakomodirnya dalam sebuah tempat yang representatif dengan hobi membaca dan menulis. Toko atau kafe buku bisa dikembangkan dari sebuah kafe atau resto yang dilengkapi dengan fasilitas peprpustakaan atau tempat buku. Selain bisa dimanfaatkan sebagai acara bedah buku, tempat ini juga bisa dimanfaatkan untuk kegiatan bersama komunitas pecinta buku, selain itu juga menjual buku-buku yang sesuai dengan pangsa pasar kafe atau resto tersebut.

11 Pedoman Memulai Bisnis

M. Hariwijaya dalam buku 7 Jurus Jitu Memulai Bisnis memberikan 11 pedoma cara memulai bisnis. Dalam 11 pedoman cara memulai bisnis tersebut diuraikan sebagai berikut:

A. Keuntungan
Setiap bisnis mempunyai range keuntungan yang berbeda-beda. Ada keuntungan yang mencapai besaran 10%, 20%, 30%, 50%, hingga 100%. Bergantung pada tingkat risiko, kesulitan, kompetisi, atau kelangkaan.

Pada saat memilih bisnis toko buku atau yang dikombinasikan dengan usaha lain, seperti kafe atau butik, kita harus menentukan berapa kisaran profit. Besaran tersebut kita tentukan dengan mempertimbangkan biaya sewa tempat (toko, kios, kafe), investasi rak untuk display buku, biaya operasional promosi, faktor risiko, serta faktor keunikan atau kelangkaan.

B. Kemampuan Teknis
Kemampuan teknis dala bisnis toko buku juga diperlukan, bergantung pada sisi mana kita mengerjakan bisnis ini, baik dari sisi desain layout dan display, promosi, distribusi, atau pemasaran. Jika bergerak dibidang distribusi kita harus menguasai jalur distribusi. Jika bergerak dibidang pemasaran buku kita harus menguasai teknik komunikasi dan teknik pemasaran.

C. Pangsa Pasar
Kita bisa membedakan pangsa pasar dalam beberapa macam, yakni:
1) Berdasarkan umur : buku anak, remaja, dewasa, dan umum.
2) Berdasarkan wilayah: pemasaran dalam kota, dalam pulau, luar pulau atau luar negri.
3) Berdasarkan jenis kelamin: buku untuk pria atau wanita
4) Berdasarkan agama : buku untuk musli atau nonmuslim.
5) Berdasarkan tingkat sosal-ekonomi: menengah ke bawah, menengah ke atas, pelajar dan mahasiswa atau umum.

D. Bahan Baku
Bahan baku yang dimaksud adalah buku itu sendiri. Buku buku dengan kualitas fisik yang baik, terutama dari segi bahan, format, atau tingkat ketebalan, akan menentukan harga jual buku.

E. Tenaga Kerja

  1. Apakah kita memerlukan tenaga kerja dengan level tertentu (skill, unskilled).
  2. Apakah kita menggunakan tenaga kerja tetap, lepas kontrak atau borongan.
  3. Apakah kita menggunakan tenaga kerja lokal atau asing.
  4. Di bidang apa saja kita memerlukan tenaga kerja dengan spesifikasi khusus?

F. Modal
Sesuaikan jenis usaha yang akan kita kerjakan dengan modal yang kita miliki. Lalu, siapkan modal usahala dalam 3-6 bulan kedepan agar kita bisa berkonsentrasi dalam menjalankan bisnis.

G. Risiko
Risiko muncul disetiap tahap pekerjaan, yakni pada tahap berikut.
a) Tahap desain
b) Tahap produksi
c) Tahap penyimpanan
d) Tahap distribusi
e) Tahap penjualan
f) Tahap penagihan.

H. Persaingan
Sebaiknya kita menentukan dengan sebenar-benarnya akan bermain pada bisnis apa agar kita tahu persis siapa pesaing kita. Dengan demikian, kita dapat menentukan strategi apa yang diperlukan untuk memenangkan persaingan.

I. Fasilitas Usaha
Kita cermati, fasilitas apa yang kita miliki atau apa yang bisa kita dapatkan dari orang-orang terdekat untuk memenuhi hal-hal yang kita butuhkan dalam membuka usaha

J. Prospek Masa Depan
Kita mampu memprediksi prospek bisnis kedepan., baik jangka menengah maupun jangka panjang, termasuk pengembangan jenis usaha, penambahan cabang diluar kota, luar pulau atau luar negeri.

K. Aturan Hukum
Selain itu juga kita harus memperhatikan aturan hukum yang berlaku mulai dari legalitas usaha, perusahaan dalam bentuk PT atau CV, dan mengatur izin sesuaidengan peraturan daeraha yang berlaku.

Cara Menekan Biaya Produksi
M. Hariwijaya (Yogyakarta, 2009) memberikan beberapa panduan pada kita agar bisnis yang kita lakukan dapat menjadi lebih efisien dengan memperhatikan hal-hal berikut:

A. Menekan Harga Pokok
Menekan harga pokok bisa dimulai dari harga bahan baku dengan cara membeli dalam jumlah besar atau membeli langsung dari produsen atau distributor utama, menekan upah tenaga kerja, efisiensi proses produksi, atau memotong jalur distribusi.

B. Faktor-Faktor yang Harus Diperhatikan
Sebelum melakukan penyusutan atau pemangkasan biaya produksi, terlebih dahulu kita menentukan bagian-bagian mana saja yang dapat kita lakukan, mengurangi biaya tanpa mengganggu proses produksi, dan mengurangi kualitas atau mutu hasil produksi kita.

C. Pembelian Bahan Baku
Kita dapat menghemat pembelian bahan baku dengan cara membeli bahan baku tersebut dalam jumlah besar atau dalam jumlah tertentu dari distributor utama sehingga mendapatkan harga grosir dari supplier.

D. Kerusakan dan Penyelewengan
– Kerusakan tersebut dapat dihindari dengan memilih produk bahan baku yang baik, dengan memperhatikan proses handling dan penyimpanan yang sesuai prosedur.
– Penyelewengan dapat dihindari dengan melakukan pengawasan yang ketat, dan menempatkan orang yang tepat, disiplin serta menerapkan Standard Operating Procedure (SOP) yang baku.

E. Buku yang Lebih Murah
Buku yang murah didapat dari produsen atau tangan pertama sehingga harga pembelian buku bisa ditekan.

F. Tenaga Kerja yang Tepat
Menempatkan the right man on the right place mutlak dilakukan. Dengan menempatkan seseorang sesuai keahliannya, untuk mengurangi kesalahan operasi, pemasaran dan distribusi , yang berpengaruh pada kualitas pelayanan.

G.Semangat dan Keinginan Kerja
Manusia bukan mesin maka untuk mencapai tujuan itu pengusaha harus memperhatikan kesejahteraan para pekerjanya. Baik itu kesejahteraan sosial (gaji, jaminan, dll), tempat kerja, kebutuhan rohani, harga doro, kesadaran dan tanggung jawab, promosi dan mutasi.

H. Sistem dan Pembagian Kerja.
Dengan pembagian tugas yang jelas, diharapkan karyawan akan ahli dan profesional dibidang masing-masing, dengan sesuai standar dan kualitas yang sesuai harapan perusahaan.

I. Lokasi Usaha
Tempat usaha yang dekat dengan konsumen akan mempermudah konsumen dalam menjangkau tempat usaha kita.

JURUS JITU MERAUP PROFIT DARI HOBI
Bagaimana hobi menjadi profit diuraikan dalam penjelasan berikut sesuai dengan penjelasan dalam Bagaimana Membuat Hobi Menjadi Profit ( Sigit Rais dan Fietri Yulia, 2013)

A. Memahami Hobi Menerapkan Strategi Jitu
Terdapat banyak strategi yang dapat kita lakukan, berikut enam di antaranya.

1. Strategi Sipil
Strategi sipil tersebut membicarakam strategi sebelum perang, sebuah negara harus membangun kekuatan dan melakukan persiapan. Antara lain, menganjurkan pengangkatan pejabat berdasarkan jasa dan mendorong rakyat dengan sistem hadiah yang murah hati dan hukuman keras. Strategi tersebut untuk merekrut orang-orang pandai dalam manajemen.

2. Strategi Militer
Strategi Militer berkaitan dengan strategi yang digunakan untuk mengahadapi musuh. Strategi Militer yang baik adalah penempatan diri yang unggul. Setelah itu, memanfaatkan diplomasi. Kemudian, mengerahkan kekuatan militer sebagai ancaman. Jika semua usaha ini gagal, baru mengerahkan angkatan perang.

Kebijakan untuk kepemimpinan militer dapat juga diterapkan didalam dunia usaha. Untuk menjadi pemimpin yang berhasil, Donald G.Krause dalam bukunya Kiat Sang Pemimpin, memberi akronim yang cukup sebagai acuan agar kita bisa menjadi pemimpin yang baik, yaitu SPARKLE (Self Discipline, Purpose, Accomplish, Responsibility, Knowledge, Laadership, Example)

Penjelasan dari kiat tersebut diuraikan dalam uraian pembahasan berikut
1) Self Discipline (disiplin diri) merupakan syarat mutlak menjadi pemimpin. Kedisiplin dimulai dari diri. Kita tidak dapat menyuruh orang lain untuk berdisiplin. Sementara, kita tidak memberikan contoh tentang kedisiplinan itu sendiri.
2) Purpose (tujuan)
Setiap pemimpin harus mampu menetapkan tujuan atau visi. Baik besar,atau kecil, jangka pendek, menengah maupun panjang.
3) Accomplish (pencapaian tujuan)
penetapan tujuan (visi) tanpa diikuti pencapaian tujuan (misi) menjadi sia-sia. Oleh karena itu , perlu dilakukan tahapan untuk mencapai tujuan itu.
4) Responsibility (tanggung jawab)
Pemimpin adalah orang yang paling bertanggung jawab terhadap perusahaan. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengawasan hingga pada tahap evaluasi dan pengembangan usahanya.
5) Knowledge (pengetahuan)
Idealnya pemimpin harus memiliki pengetahuan lebih dari bawahan, minimal mampu mengatur orang-orang yang berpengetahuan untuk bisa mengelola bisnis atau usaha.
6) Laddership (berjenjang)
Hirarki kepemimpinan perlu diatur sehingga setiap hirarki mempunyai tugas, tanggung jawab dan wewenang masing-masing. Jangan sampai orang diberi tugad dan tanggung jawab tapi tanpa wewenang.

Karakter pemimpin pun dapat membentuk warna moral kepemimpinan itu sendiri. Pemimpin seorang teladan, seorang pemimpin diharapkan dapat mengikuti hal-hal berikut:
1. Belajar dari pengalalan orang lain.
2. Memahami peluang bisnis
3. Memilih lokasi yang tepat.
4. Terjun langsung.
5. Melakukan optimalisasi promosi
6. Memperluas jaringan relasi.

Jeffrey W. Meshel dalam buku Secrets of a Master Networker memberikan 35 strategi membangun relasi sebagai berikut:
1) Apa yang kita tahu akan bermanfaat bagi orang yang kita kenal. Apa yang kita tahu akan memengaruhi keberuntungan yang kita dapatkan.
2) Membuat orang yang kita ajal bicara merasa menjadi orang terpenting yang pernah kita temui.
3) Kita menjalani setiap tahapan dalam hidup bukan dengan tujuan “lulus dari” tetapi “lulus untuk”.
4) Belajar dari pengalaman.
5) Selalu menjaga reputasi diri bagaikan menjaga sesuatu yang kita sayangi.
6) Tidak semata mengejar imbalan (ganjaran).
7) Bagikan keuntungan dan peluang meskipun tidak terkait dengan pekerjaan kita. Kolega kita akan menghargainya, dan kesetiaan mereka pada kita akan tumbuh.
8) Berusaha untuk bangun, lalu segera menyadari apa yang kita lakukan dan tidak kita lakukan serta dampaknya terhadap pihak lain.
9) Orang baik akan berhenti paling awal.
10) Daripada salah persepsi lebig baik berkomunikasi dan berdiskusi secara terbuka.
11) Berusaha membuat diri kita menjadi lebih baik setiap hari.
12) Sifat pemalu mungkin sudah menjadi karakter, tetapi sifat ini bisa dihilangkan.
13) Jangan mengubah jati diri, tetapi ubahlah cara berpikir kita.
14) Komunikasi yang baik dan berhasil adalah komunikasi dengan menatap lawan bicara.
15) Setelah membuka pintu peluang, cobalah menjaga pintu itu tetap terbuka.
16) Yang lebih penting adalah apa yang kita tahu tentang siapa yang kita kenal.
17) Menindaklanjuti dan konsisten dalam mengikuti atau mengadakan suatu acara.
18) Dengan menyusun sebuah acara maka kita menciptakan banyak peluang.
19) Berupaya “menjebak” pandangan mata saat kita saling memperkenalkan diri.
20) Kelompok memiliki kekuatan. Bahkan, networker terbaik pun dapat mengambil keuntungan diri dalam kelompok network.
21) Bergabung hanya dengan kelompok nirlaba yang dikelola dengan sistem keanggotaan.
22) Memilih anggota kelompok yang sedang mengalami kemerosotan sementara. Tugas kita adalah tetap memberi semangat agar mereka tetap tegar dan siap bangkit kembali.
23) Berpikirlah mengenai “Anda”, bukan mengenai “Saya”.
24) Jangan ragu-ragu memperkenalkan dua orang yang kelihatannya memiliki sinergi.
25) Miliki kelompok kita seperti kita memiliki bisnis sendiri.
26) Menciptakan peluang dengan menyelesaikan masalah, memanfaatkan tujuan, dan menyusun strategi yang membuat kita menjadi magnet.
27) Jika mampu, cobalah terbang dengan tiket kelas satu. Kita tidak pernah bisa mendug siapa yang akan duduk di sebelah kita.
28) Memikirkan hal besar
29) Makin sedikit, makin baik mengurangi orang yang berada dalam database kita.
30) Hingga tingkat yang dapat kita terima, satukan kehidupan bisnis kita dengan kehidupan pribadi.
31) Milikilah hobi dan jadilah pakar dalam satu bidang tertentu.
32) Manfaatkan waktu secara efisien.
33) Penutupan transaksi bukanlah peristiwa besar, tetapi serangkaian peristiwa kecil.
34) Kita harus lebih sering keluar rumah. Pandangan tentang dunia yang kita dapatkan dari “balik meja” merupakan pandangan yang sempit.
35) Menjaga keseimbangan hidup sehingga mencapai kepuasan yang berarti adalah sebuah kesuksesan

MEMBUAT PERENCANAAN BISNIS
Untuk merealisasikan ide bisnis yang lebih matang, dan menentukan standar kinerja bisnis maka kita perlu membuat sebuah rencana bisnis. Beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat rencana bisnis adalah sebagai berikut.

A. Menentukan Produk atau Jasa.
Kita bisa menentukan apakah produk yang akan kita pasarkan berupa buku atau tambahan majalah, untuk umum, remaja, dan mahasiswa, untuk kalangan menengah atau menengah ke atas, bahkan bisa mengonsepnya untuk tema tertentu.

Kita juga memiliki pilihan apakah akan mengkombinasikan produk buku tersebut dengan produk jasa pendukung lainnya. Atau kita mengonsepnya sekaligus dengan usaha jasa, seperti kafe atau learning (dan training) center.

B. Menentukan Harga
Cara menentukan harga perlu mempertimbangkan banyak faktor, antara lain:
• Harga dasar buku.
• Besaran profit sangat relatif, ditentukan oleh banyak pertimbangan, mulai harga dasar buku, gaji karyawan, sewa tempat, biaya listrik dan air, biaya perawatan gedung dan rak, biaya promosi atau biaya distribus.
• Penentuan harga juga berdasarkan harga pasar.

C. Pemilihan Lokasi
Berikut adalah hal yang dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan lokasi usaha.
1) Biaya
2) Mudah Terlihat (Visibility)
3) Tingkat Kompetensi
4) Jaringan Transportasi
5) Reputasi
6) Area Tempat Parkir
7) Ruang untuk Perluasan
8) Zoning
9) Traffic Generator
10) Jumlah Pelanggan Potensial.
11) Luas Lantai yang Tersedia.
12) Ketersediaan Supplier

D. Rencana Operasional
Prosedur standar untuk operasional atau petunjuk kerja (Standard Operating Procedure/SOP) diperlukan dalam suatu proses produksi, baik produksi barang atau jasa.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan SOP.
• Tujuan dilaksanakannya aktivitas
• Detail standardisasi langkah demi langkah yang dilaksanakan dalam aktivitas.
• Perlengkapan dan peralatan yang diperlukan untuk sebuah aktivitas.
• Perlengkapan dan peralatan yang diperlukan untuk sebuah aktivitas.
• Output atau hasil yang diharapkan dari sebuah aktivitas.
• Waktu diperlukan untuk sebuah aktivitas.
• Lokasi atau tempat dilaksanakannya aktivitas.
• Penanggung jawab dan pelaksana aktivitas
• Kemungkinan terjadinya penyimpangan proses, akibat yang ditimbulkan, dan solusi yang diperlukan.

Khusus untuk hal yang menyangkut produksi barang atau makanan, perlu diperhatikan empat hal utama dalam membuat SOP, yakni:
• Pengendalian mutu (quality)
• Jumlah (quantity)
• Berkelanjutan (continuity)
• Keselamatan Kerja (safety)

Pengendalian Mutu (Quality)
Dengan SOP diharapkan kualitas atau mutu barang atau jasa mempunyai standar yang sama, baik diperusahaan induk, cabang ataupun yang bermitra dengan usaha kita. Dengan adanya SOP setiap karyawan atau bagian mempunyai pedoman dan standar yang sama dalam produksi.

Jumlah (Quantity)
Dengan SOP diharapkan kuantitas barang atau jasa yang dihasilkan akan sama jika diproduksi dalam jangka waktu yang sama dan tentu saja dengan kualitas yang sama pula, baik di perusahaan induk, cabang, maupun mitra usaha.

Berkelanjutan (Continuity)
Dengan adanya SOP diharapkan proses produksi tetap berlangsung dengan baik tanpa adanya hambatan dari ketersediaan bahan baku, atau hambatan lain.

Keselamatan Kerja (Safety)
Merupakan hal yang utama dalam menjalankan proses produksi. Jika setiap karyawan atau bagian tidak memperhatikan K3 maka keseluruhan proses produksi akan ikut terganggu jika kecelakaan kerja.

E. Distribusi
Dalam rencana distribusi perlu dipertimbangkan apakah kita akan mendistribusikan hasil produksi sendiri atau menggunakan pihak lain (distributor) yang akan membantu mendistribusi ke konsumen.

Faktor-faktor penting dalam dalam distribusi yang menunjang lancarnya proses kinerja sebuah bidang usaha adalah sebagai berikut:
a) Transporter
b) Distributor
c) Sumber Daya Manusia
d) Arah dan Tujuan Tim
e) Support (Suasana yang saling Mendukung)
f) Setiap Pribadi atau Bagian (Berperan Penting)

F. Komunikasi
Komunikasi sangat penting dalam menyelesaikan persoalan yang muncul. Komunikasi yang tidak efektif membuat setiap orang bisa memberikan perintah dan tugas semaunya sendiri.

G. Koordinasi
Koordinasi memegang peranan penting untuk mencapai target yang telah ditentukan. Jika tidak menerapkan koordinasi masing-masing anggota dapat melakukan gaya sendiri-sendiri dan tidak kompak.

H. Kepercayaan
Kepercayaan diperlukan untuk mendapatkan lingkungan kerja yang produktif. Seluruh personalia mutlak perlu menjalankan komunikasi yang terbuka dan jujur untuk meningkatkan kesadaran dan mengembangkan kerja sama.

I. Sistem
Memiliki pengetahuan tentang cara atau sistem tidaklah cukup. Pengetahuan yang telah didapatkan harus di aplikasikan secara konsisten dan berkesinambungan. Dengan begitu, baru bisa mendapatkan hasil yang maksimal.

10 Kesalahan dalam Kerja Tim
1) Lalai mengembangkan dan mempertahankan keterampilan dasar dalam manajemen dan kepemimpinan.
2) Mengadakan teknik seleksi pegawai yang buruk.
3) Lalai mendiskusikan harapan atau menetapkan tujuan yang telah disusun bersama.
4) Tidak memiliki perhatian pada kebutuhan akan pelatihan dan pengembagan anggota tim.
5) Lalai menyokong, mendukung, dan memelihara kegiatan pengembangan tim.
6) Mencegah keterlibatan anggota tim dalam kegiatan apapun dimanapun mereka dapat memberikan sumbangan.
7) Lalai memberikan dan menerima umpan balik dari tim .
8) Membiarkan konflik dan kompetisi lepas dari kendali atau berusaha menghilangkannya sama sekali.
9) Bergantung pada orang lain untuk mengakui dan mengganjar tim serta para anggota.
10) Lalai mengirim pemain yang tidak berespons terhadap pelatihan kembali ke liga kecil.

STRATEGI MARKETING
Jika kita sudah menyediakan produk atau barang yang akan kita jual maka kita memerlukan adanya jalan untuk memasarkan produk tersebut, dengan menerapkan strategi pemasaran atau strategi marketing yang tepat. 3 pilihan cara dalam menerapkan strategi untuk menembus pasar, yaitu:

A. Menjadi yang Pertama (Be the First)
Membuat jenis usaha yang produknya belum dibuat orang. Menjadi pelopor bisnis baru memerlukan kreativitas dan kejelian dalam melihat potensi.

B. Menjadi yang Terbaik (Be the Best)
Begitu kita memulai usaha jenis baru, kemungkinan jenis usaha kita akan ditiru banyak orang. Oleh karena itu, kita dapat memakai strategi baru, yaitu menjadi yang terbaik meskipun banyak yang meniru. Jadilah yang terbaik maka usaha kita akan tetap eksis.

C. Menjadi yang Berbeda (Be Different)
Terkadang sulit menjadi yang terbaik. Oleh karena itu, terdapat cara lain yang bisa dilakukan, yakni menjadi sesuatu yang berbeda. Untuk usaha kafe buku, kita bisa membuat perbedaan tersebut dari hal-hal berikut.
• Perbedaan bangunan interior, furnitur, aksesoris.
• Perbedaan dari menu makanan dan minuman.
• Perbedaan dari sisi baju seragam.
• Perbedaan dari jenis musik.
• Perbedaan dari sisi harga dan pelayanan.

Untuk mencapai target tersebut, kita pun dapat menggunakan pedoman 8P seperti pada uraian sebelumnya.

MENGHADAPI KOMPETITOR
Usaha yang sudah berdiri dan berjalan serta mulai memiliki hasil dan keuntungan akan dihadapkan pada adanya kompetitor atau pesaing, baik kompetitor yang sudah lama ada maupun kompetitor yang baru muncul. Untuk itu, diperlukan kiat-kiat khusus dalam menghadapi kompetitor, seperti dalam uraian berikut.

1. Aturan
Dalam bisnis kafe buku pun, kita harus membuat dan menerapkan aturan sehingga bisnis kita berjalan dengan lancra dan menguntungkan. Peraturan tersebut bukan hanya berlaku untuk pemilik dan karyawan, tetapi juga berlaku dengan konsumen, rekan bisnis, supplier, transporter, atau sponsor.

2. Ragam Buku
Kafe kita menyediakan banyak ragam buku dengan jumlah yang cukup, yang disesuaikan dengan ruang baca serta meja dan kursi yang cukup.

3. Kreatif
Kita memiliki tim kreatif yang selalu memiliki ide segar untuk mendatangkan customer ke kafe buku kita, dengan mengadakan acara bermanfaat dan menarik, seperti bedah buku, sharing bisnis, diskusi musik, atau kreativitas lain.

4. Jasa Antar
Kafe kita dapat melayani pesanan dan pengiriman buku dalam dan luar kota, bahkan luar pulau dan luar negeri.

5. Edukasi
Dalam berbisnis kita bukan hanya mencari keuntungan, tetapi juga berbagi pengalaman dan ilmu.

6. Menu Favorit dan Buku
Kita harus mencoba untuk menentukan menu makanan dan minuman khas kafe buku kita. Begitu juga dengan koleksi buku pribadi yang kita miliki.

7. Gratis
Kita dapat memberlakukan layanan gratis atau bonus untuk pembelian nilai tertentu

8. Hospitality (Ramah)
Diharapkan memiliki nilai lebih dengan membawa sisi keramah tamahan dalam melayani pengunjung dan pembeli sebaik mungkin.

9. Interior
Dalam berbisnis kafe buku, kita perlu mmeperhatikan interior ruangan showroom buku kita, terutama dari segi desain dan kenyamanan sehingga customer merasa nyaman saat memilih-milih buku dan membacanya.

10. Jangan Jorok
Berikan perhatian khusus terhadap kebersihan dan kerapian tempat usaha cafe buku kita.

11. Kemasan
Selain kualitas buku juga makanan dan minuman yang kita sediakan, kualitas kemasan juga perlu diperhatikan. Kemasan disini yaitu pembungkus buku untuk para pembeli buku-buku dikafe kita atau sampul khusus pada buku-buku yang kita jual. Selain itu, kemasan lain berupa goodie bag atau paper bag, bisa juga dalam bentuk boks eksklusif untuk pembelian dalam jumlah tertentu.

12. Lokasi atau Tempat
Secara umum, lokasi kafe buku yang strategis dan ruang parkir yang cukup akan menarik perhatian customer.

13. Minuman “Selamat Datang”
Memberikan “welcome drink” untuk memberi “nilai lebih” bagi pengunjung kafe buku kita.

14. Nama yang Unik
Ciptakanlah sebuah nama yang unik untuk kafe buku kita.

15. Organisasi yang Rapi
Bisnis kafe pun memerlukan organisasi dan manajemen yang rapi disemua bagian.

16. Parkir yang Memadai
Menyiadakan tempat parkir yang cukup, baik untuk kendaraan pengunjung maupun kendaraan pegawai.

17. Quota (Kuota) yang Cukup
Kuota tersebut mencakup penyediaan buku-buku yang cukup sesuai dengan pangsa pasar kita.

18. Resepsionis
Jika memungkinkan kita bisa menempatkan resepsionis untuk menyambut serta memberi layanan kepada pengunjung atau konsumen dengan baik.

19. Seragam
Seragam karyawan juga akan mendukung konsep dan imej kafe buku kita.

20. Toilet Bersih
Toilet yang bersih dan nyaman menunjukkan komitmen yang baik dari pemilik tempat usaha terhadap konsumen.

21. Unik
Ciptakanlah ide dan konsep yang unik untuk kafe buku kita sehingga memiliki daya tarik tersendiri bagi para konsumen.

22. Variasi Acara
Untuk menarik perhatian customer, kita juga dapat membuat acara-acara khusus sesuai dengan target pasar kita.

23. Waktu Tertentu
Pada waktu-waktu tertentu kita dapat membuat konsep acara atau konsep promo tematik melalui diskon khusus Hari Raya atau Tahun Baru.

24. X-traordinary
Kita bisa membuat sesuatu yang luar biasa untuk momen-momen khusus, seperti pada peringata Hari Buku, Hari Bumi, dan sebagainya melalui acara kejutan, sayembara atau kuis.

25. Yakin
Kita memiliki keyakinan yang kuata untuk menjalankan dan mengembangkan usaha kita.

26. Zero to Hero
Kita bisa memulai bisnis kafe buku tanpa modal, yakni dengan cara memasarkan produk orang lain dengan menjadi reseller atau distribusi buku, majalah, atau pernak-pernik buku.
KISAH SUKSES
Usaha kafe buku merupakan usaha yang relatif barh di indonesia. Keberadaan nya berkembang seiring dengan kebutuhan konsumen dan gaya hidup masyarakat yang juga makin modern. Berikut dipaparkan beberapa usaha kafe atau resto yang membidik kegiatan berbasis edukasi, literasi, dan kewirausahaan sebagai konsep usaha kafe atau restonya.

1. English Kafe
English Kafe adalah program dengan kegiatan kursus bahasa inggris di kafe atau resto di wilayah Yogyakarta, yang dimotori Hamli dan kawan-kawan dari Yogyakarta.

Belajar bahasa inggris di kafe didukung buku-buku yang disediakan pemilik kafe atau resto akan memunculkan simbiosis mutualisme antara pemilik kafe atau resto dan para pengunjung kafe. Pemilik kafe diuntungkan karena tidak perlu menyediakan tempat untuk kursus bahasa inggris. Sedangkan peserta atau murid juga diuntungkan karena mereka bisa belajar bahasa inggris dengan cara lebih santai.

2. Toko Buku Diskon
Toko buku diskon ini terletak di Jalan Tirtodipuran Yogyakarta dengan nama “Oemah Buku”. Toki buku ini selalu mengadakan program buku diskob bagi para pengunjung, berdampingan dengan kantor penerbitan dan percetakan Pohon Cahaya.

Selain sebagai tempat penyaluran buku dari penerbit lain yag akam mengadakan program “cuci gudang”. Dengan diskon 10-20% diharapkan toko buku ink bisa menjadi daya tarik tersendiri bagu pengunjung.

3. Java Sushi
Java Sushi merupakan sebuah resto Jepang dengan konsep unik yang memadukan budaya jawa dan masakan jepang. Resto tersebut milik Muhammad Sjairil, yang pernah tinggal dijepang selama 10 tahun.

Salah satu strategi untuk menarik pengunjung, Java Sushi mengadakan banyak acara yang menarik. Antara lain menawarkan paket khusus photo session dalam busana kimono, pemberian ketrampilan tangan origami yang dimaksudkan sebagai kenang-kenangan atau kursus gratis bahasa Jepang. Cara lain, yakni dengan menyediakan buku bahasa indonesia atau bahasa jepang bagi pengunjung dari berbagai jenis bacaan.

3. EDU Kafe
EDU Kafe didirikan di klaten dengan konsep pendidikan yang bertujuan menyelenggarakan banyak kegiatan pendidikan, mulai dari bedah buku, diskusi, hingga agrobisnis baik untuk sekolah menengah pertama dan atas serta perguruan tinggi maupun persiapan mencari pekerjaan.

4. Kelas Bisnis Yogyakarta
Kelas Bisnis Yogyakarta merupakan komunitas kelas bisnis yang bergerak di Yogyakarta dan sekitarnya. Dan beralamatkan di Jalan Mangkuyudan 43 Yogyakarta. Didalam kelas bisnis tersebut dikembangkan sejumlah kegiatan yang mendukung gerakan dan seluk-beluk enterpreneurship secara mendalam.

Komunitas tersebut memiliki fasilitas perpustakaan, ruang pertemuan, pusat pelatihan (pelatihan enterpreneur, menulis buku, atau pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta), serta kafe yang menyediakan menu tradisional.

Sumber :
{My Hobby My Bussiness} Kafe Buku, Gunawan Ardiyanto, Metagraf (Cetakan Pertama, Desember 2014)

MANAJEMEN EVEN


Manajemen even adalah bagian dari ilmu Manajemen yang menciptakan dan mengembangkan sebuah kegiatan dengan tujuan untuk mengumpulkan orang-orang di satu tempat, melakukan serangkaian aktivitas yang teratur untuk memperoleh suatu informasi atau menyaksikan suatu kejadian.

hospitalityEven dalam arti sempit dapat didefinisikan sebagai pameran, pertunjukan atau festival, dengan syarat ada penyelenggara, peserta dan pengunjung. Namun dalam arti luas even diartikan sebagai suatu kurun waktu kegiatan yang dilakukan oleh sebuah organsasi dengan mendatangkan orang-orang ke suatu tempat agar mereka memperoleh informasi atau pengalaman penting serta tujuan lain yang diharapkan oleh penyelenggara. Even termasuk kegiatan pemasaran dan komunikasi. Komunikasi pemasran adalah aplikasi komunikasiyang bertujuan untuk membantu kegiatan pemasaran dari sebuah perusahaan.
Keberhasilan dalam menyelenggarakan even ditentukan oleh kualitas manajemen, yaitu dalam pengambilan keputusan. Menurut Darmawan (2004),”Model keputusan, baik rasional maupun rasionalitas, yang dibatasi menunjukkan sejumlah langkah dalam penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan. Seluruh aktivitas itu dibantu oleh adanya informasi yang berkualitas.”

“Eksekutif yang efektif tidak banyak mengambil keputusan luar biasa. Mereka berkonsentrasi pada hal-hal penting. Mereka mencoba membuat keputusan penting berdasarkan tingkat pemahaman konseptual tertinggi.mereka mencoba menemukan hal-hal yang konstan dalam suatu yang sifatnya strategis dan generik, alih alih “memecahkan masalah”. Oleh karenanya mereka tidak terlalu tertarik pada kecepatan pengambilan keputusan.”Justru mereka menganggap bahwa keterampilan dalam memanipulasi banyak variabel adalah gejala berfikir yang ceroboh. Mereka ingin tahu segala sesuatu di balik sebuah keputusan dan alasan keputusan itu dibuat. Mereka lebih menhendaki dampak ketimbang teknik. Mereka ingin terdengar alih-alih terlihat pintar.” (Drucker, 2007: 53)

Sebaiknya keputusan yang diambil oleh eksekutif puncak, komitmen, koordinasi, rekrutmen, perencanaan dan eksekusi sangat mempengaruhi apakah sebuah even berjalan sesuai harapan.
Manajemen Even

Saat ini telah banyak jasa pendidikan yang menawarkan pengajaran mengenai manajemen even. Karena semakin meningkat  peluang karir yang dibutuhkan di industri, contohnya sebagai:

  1. Manajemen even perusahaan
  2. Konsultasi manajemen even
  3. Industri hotel, travel dan hospitalitas
  4. Perusahaan periklanan
  5. Perusahaan konsultan PR
  6. Pemerintah
  7. Media Pemberitaan (media massa dan nirmassa)
  8. Ornop atau LSM
  9. Perusahaan konsultan yang bergerak di bidang komunikasi pemasaran atau IMC

Manajer even dalam stuktur perusahaan biasanya berada dalam dua departemen, yaitu pemasaran dan PR.Tugas menejer even adalah mengelola pameran, melakukan koordinasi dengan pihak-pihak pendukung, dan melakukan negosiasi dengan peserta. Pada saat pelaksanaan, manajer even mengelola operasional pameran, mengawasi pekerjaan tiap-tiap departemen, berkoordinasi dengan kontraktor, berkomunikasi dengan peserta dan pengunjung.
Berikut beberapa kemampuan yang harus dimiliki oleh seorang menejer even:

  1.  Menguasai langkah-langkah menyelenggarakan pameran
  2.  Memiliki pengalaman pameran
  3.  Memiliki wawasan yang luas tentang berbagai hal
  4. Memiliki kemampuan dalam berkomunikasi
  5.  Memiliki kemampuan dalam menganalisis hasil kegiatan
  6. Memiliki kreativitas yang tinggi dalam pengembangan gagasan kegiatan
  7. Memiliki kemampuan dalam mengendalikan tim kerja
  8. Memiliki daya tahan fisik yang baik
  9. Memiliki konsistensi dalam pemikiran, ucapan, dan tindakan
  • Manajemen Even Dalam Promosi Penjualan

Perusahaan menujukan promosi penjualan pada dua sasaran, yaitu: Pertama adalah konsumen sebagai pengguna akhir (end user); kedua adalah pedagang grosir dan paritel yang akan mendistribusikan produk mereka kepada konsumen untuk merangsang permintaan.
“We have two promotional strategies from wich choose, push and pull. We push our promotion onto retailers who in turn push the brand to consumers, and we pull consumers to our brand by offering price promotions directly to them.”(Harvest Private Publishing, 2006: 27)
Belch (2004) disebutkan ada delapan bentuk kegiatan promosi penjualan yang ditujukan kepada konsumen, yaitu sampel, kupon, hadiah, kontes dan undian, rabat, bonus kemasan, dan even pemasaran. Kegiatan-kegiatan itu ditujukan untuk meraih tujuan dasar, yaitu:

  • Memperkenalkan produk baru atau termasuk dalam tahapan awareness konsumen kepada produk.
  • Memosisikan kekuatan produk (product equity)di benak konsumen.
  • Merangsang pembelian sebagai akibat turunnya penjualan.
  • Mempertahankan posisi produk karena gerakan pesaing atau masuknya pesaing baru.
  • Menciptakan atau mendorong terjadinya perubahan perilaku konsumen.

Program promosi bagi non-user ditujukan untuk uji coba dan daya tarik:

  •  Kupon
  • Sampel
  • Undian
  • Bonus kemasan
  •  Rabat

Program promosi bagi user ditujukan untuk meningkatkan loyalitas:

  • Kupon
  • Kontes
  • Rabat
  • Program frequency
  • Premium
  • Event Marketing atau Event Sponsorship
  • Bonus kemasan

Promosi penjualan berorientasi-middleman

  •  Point-of-Purchase Display dilakukan perusahaan untuk mempromosikan produk. Contohnya rak, poster atau flier.
  • Coorperative Advertising Progam dengan cara memberikan pembayaran sejumlah biaya yang dikeluarkan distributor/peritel dalam promosi atau iklan.
  • Specialty Advertising adalah daya tarik lain yang diberikan pada para middleman dan konsumen puncak, diberikan dalam bentuk barang atau aksesoris yang dapat mengingatkan konsumen, distributor, dan paritel akan kebearadaan produk perusahaan.
  •  Push Money adalah komisi penjualan
  • Trade show atau pameran dagang

Kegiatan yang dilaksanakan oleh bagian promosi selalu bersinergi dengan bagian penjualan dan bagian periklanan. Koordinasi ini diperlukan sebagai dukungan terhadap kegiatan promosi.

Beberapa perusahaan biasanya lebih banyak mengeluarkan biaya untuk program promosi penjualan ketimbang untuk program periklanan. Alokasi ini didasarkan pada pertimbangan atas beberapa faltor, temasuk pencapaian tujuan promosidari sebuah kampanye penjualan, situasi persaingan, upaya penguatan pasar, dan upaya mempertahankan bran di benak konsumen.
Dalam promosi penjualan ini dibutuhkan pula dukungan media dan perencanaan waktu, perencanaan media promosi, serta pameran keliling. Bagian terpenting dalam menjalankan program, menejer even perlu merumuskan rencana secara mendetail dan berkoordinasi dengan bagian promosi penjualan, bagian penjualan, dan bagian kreatif perusahaan tentang apa saja yang dilakukan, alat ukur keberhasilan, dan strategi promosi yang sinergi.
 Strategi Dalam Kegiatan Pameran

Pameran adalah alat bantu pemasaran yang merupakan bagian dari aktivitas promosi penjualan.

Menurut Munshi (1995) ada enam bentuk pameran yang merupakan peluang perusahaan dalam melaksanakan kegiatan pemasaran, yaitu:

  1. Trade exhibition merupakan pameran dagang yang bercirikan pengunjung dan dibatasi hanya para pihak yang memiiki tiket atau undangan serta para pebisnis yang berkaitan dengan pameran yang diselenggarakan.
  2. Public Exhibition merupakan pameran yang terbuka untuk umum sehingga para pengunjung tidak dibatasi atau tidak ada aturan ketat.
  3. Overseas Trade Exhibition memiliki ciri yaitu pengunjung berasal dari kalangan profesional, spesialis, dan pengusaha yang berhubungan dengan tema pameran.
  4. Outdoor Exhibition adalah pameran yang dilaksanakan di luar ruang.
  5. Portable Exhibition biasa disebut dengan Mobile Exhibition ataupun pameran keliling, pameran yang dilakukan secara berpindah tempat dari satu kota ke kota lain.
  6. Small Exhibition merupakan pameran terkecil bila dilihat dari luas ruang dan jumlah peserta.

Dalam pengambilan keputusan untuk mengikuti sebuah pameran diperlukan beberapa pertimbangan yang harus diperhatikan, yaitu:

  1.  Pertimbangan positioning perusahaan di pasar
  2. Pertimbangan kapabilitas penyelenggara pameran
  3. Pertimbangan sumberdaya manusia
  4. Pertimbangan keuangan
  5. Pertimbangan periode atau jangka waktu pameran

Perencanaan Kegiatan

Sebelum menyusun rencana untuk menjadi peserta pameran, pertama-tama yang harus dilakukan adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai. Untuk itu perlunya dibuat sebuah analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT).
Ada dua ha yang harus dianalisissecara mendalam sebelum mengikuti pameran, yaitu

  1. Analisis kekuatan perusahaan meliputi analisis situasi internal perusahaan dan analisis produk atau brand
  2. Analisis pameran, yaitu menganalisis perkiraan jumlah pengunjung yang akan hadir, membuat daftar pesaing langsung dan tidak langsung, mempelajari secara fisik layout pameran, melihat laporan hasil pameran tahun terdahulu yang diberikan penyelenggara untuk mempelajari siapa saja pesaing yang muncul dalam presentasi teknis (technical seminar), serta tanggapan pengunjung terhadap informasi-informasi yang disampaikan.

Untuk memperoleh keberhasilan dalam pameran diperlukan sebuah analisis terutama analisis keluaran sehingga dari analisis itu dapat ditentukan strategi komunikasi yang akan digunakan.

Perencanaan Waktu

  1. Sebelum pameran

Biasanya, waktu persiapan minimal bagi perusahaan untuk mengikuti pameran adalah dua bulan. Waktu ini digunakan untuk mengatur persiapan dan melakukan kordinasi dengan para mitra kerja serta departemen-departemen lain. Selain itu juga digunakan untuk mendisain stan serta kebutuhan-kebutuhan yang digunakan saat pameran, dan juga mempersiapkan hal-hal yang di berikan oleh penyalenggara even.

Sebelum melakukan pameran hendaknya dilakukan beberapa langkah guna melancarkan jalannya pameran, yaitu:

    • Membuat bagan perencanaan waktu
    • Seleksi tim
    • Kerjasama dengan kontrakto
    • Presentasi teknis
    • Perencanaan strategi promosi
    • Perencanaan distribusi barang
    • Perencanaan biaya kegiatan meliputi: biaya dasar pameran; biaya stuktur, grafis, dan display produk; biaya promosi dan presentasi; biaya hospitalitas pelanggan; biaya transportasi; biaya servis di lokasi; biaya personel; biaya riset.
  1. Pelaksanaan Pameran

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam kelangsungan pameran, yaitu:

  • Perjanjian sewa stan haruslah di mengerti sebelum disetujui dan di tandatangani
  • Menjelang pameran hal-hal yang harus diperhatikan adalah pertama pameran dagang dikunjungi oleh orang-orang yang penting bagi perusahaan, kedua untuk menarik perhatian orang lain haruslah bersaing dengan peserta lain.
  • Bagian terakhir yang harus diingat pada saat pameran adalah melakukan pemesanan untuk mengikuti pameran berikutnya.
    Manajemen Seminar, Konferensi, Lokakarya, Dan Dengar Pendapat

Seminar adalah suatu bentuk kegiatan pertemuan yang membahas masalah terkini di berbagai bidang.

Konferensi merupakan bentuk yang hampir sama dengan seminar, tetepi lebih luas dan menyangkut masalah internasional atau nasional.
Lokakarya adalah kegiatan yang bersifat peningkatan keahlian dari suatu profesi, seperti lokakarya pengolahan limbah, kontruksi, pemberdayaan manusia dan lain-lain.
Dengar pendapat biasa dilakukan oleh organisasi internasional atau pemerintah yang berfungsi melakukan diskusi publik tentang berbagai hal menyangkut hajat hidup orang banyak yang selanjutnya akan menjadi bahan masukan dalam pemuatan kebijakan.

Merencanakan dan Melaksanakan Seminar

Pertama adalah menentukan tema seminar, hendaklah memilih tema yang segar dan menarik. Kemudian menyusun tujuan dan sasaran. Berikut tahap-tahap kegiatan yang harus dilaksanakan yang biasa disingkat dengan 5P:

  1. Perencanaan: hendaknya membuat kerangka kegiataan yang tersusun mulai dari minggu ke-24 sebelum seminar dilaksanakan, sehingga proses pengumpulan dana yang dibutuhkan mendapatkan hasil yang diharapkan.
  2. Pengorganisasian: membentuk tim inti untuk membantu melaksanakan berbagai kegiatan tahap awal atau persiapan. Seperti menyusun rencana detail, menghubungi pembicara, menyusun proposal sponsorship, menyusun daftar perlengkapan, dan menentukan jadwal promosi serta periklanan.
  3. Promosi: keberhasilan promosi tergantung pada strategi dan media yang digunakan, pesan dan visual, berapa banyak undangan yang disebar, dan sebagainya. Banyak yang menganggap promosi ini tidak penting, padahal sponsor hanya tertarik pada bentuk promosi dan media promosi yang digunakan.
  4. Pelaksanaan: pada H-14 harus dilakukan berbagai kegiatan persiapan sepert konfirmasi pembicara dan peserta, mengumpulkan materi dari pembicara, memesan catering, membayar sewa ruang, mengecek kesiapan perlengkapan seminar, serta mengurus perizinan ke kepolisian dan pemerintah setempat.
  5. Pelaporan: menyusun laporan bagi sponsor dan donatur yang berisikan jumlah peserta, laporan promosi dan bukti-buktinya.

Persiapan:

  1. Minggu 24: perekrutan staf inti; penyusunan detail kegiatan atau modul kegiatan; pembuatan proposal kegiatan dan sponsorship; menghubungi pembicara untuk menanyakan kesediaannya; menyusun daftar perlengkapan dan perlengkapan yang dibutuhkan; membuat perencanaan promosi kegiatan dan mailing.
  2. Minggu 20: menghubungi calon sponsor; mengontak kembali pembicara untuk memperoleh informasi judul materi yang akan dipaparkan kepada peserta seminar; memesan tempat dan membayar deposit ( booking fee); menghubungi pembicara untuk menanyakan kesediaannya; menyusun daftar perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan; mengecek material promosi dan menyusun dftar tujuan mailing.
  3. Minggu 16: negosiasi dan kontrak kerja dengan sponsor; membayar sewa tempat tahap pertama; mencetak material promosi dan pemesanan tempat untuk iklan di majalah, surat kabar, televisi dan radio; promosi dan mailing dapat dilakukan pada minggu ke-13.
  4. Minggu 12: konfirmasi peserta dan pendaftaran peserta; pembelian matrial dan perlengkapan seminar yang dibutuhkan; pembayaran sewa tempat tahap kedua; konfirmasi pembicara dan pengumpulan materi.
  5. Minggu 8: konfirmasi peserta dan pendaftaran peserta; pemesanan sewa perlengkapan seperti infokus, sound system, dan lain-lain; iklan di surat kabar, radio dan televisi; konfirmasi pembicara dan pengumpulan materi.
  6. Minggu 4: konfirmasi peserta dan pendaftaran peserta; rekrutmen staf operasional; iklan di surat kabar, radio dan televisi; rechek kesiapan perlengkapan; konfirmasi pembicara dan pengumpulan materi.
  7. H-3 sampai H-1: konfirmasi peserta dan pendaftaran peserta; distribusi perlengkapan ke lokasi seminar; tes perlengkapan dan peralatan; menjemput pembicara dan mengantarkan ke hotel/penginapan; iklan di surat kabar, radio, dan televisi; cetak materi pembicara dan menggandakan sejumlah peserta seminar; mendekorasi ruangan dan menyusun tempat duduk serta penempatan peralatan seminar.
  8. H-0: regristrasi ulang peserta; penjemputan pembicara; menyiapkan coffee break dan lunch; meyiapkan sertifikat untuk peserta; menyiapkan pembayaran untuk pembicara; membereskan perlengkapan dan peralatan setelah seminar selesai.
  9. H+1 sampai H+12: membawa kembali perlengkapan yang masih bisa digunakan; mengamankan dokumen dan catatan kegiatan serta bukti-bukti pembayaran; menyusun laporan keuangan dan laporan kegiatan; menyampaikan laporan kegiatan kepada sponsor atau penyandang dana kegiatan.

PENYELENGGARAAN PERTEMUAN BISNIS
Hal-hal yang perlu dipersiapkan:

  1. TO Whom: siapa saja sasaran pertemuan yang menjadi kunci dari keberhasilan pertemuan ini? Memikirkan cara untuk mendatangkan mereka.
  2. Who: ada tiga macam perencana pertemua bisnis yaitu staf perusahaan, anggota asosiasi atau organisasi, dan perencanaan independen. Yang harus dilakukan adalah mendefinsikan pencapaian dari pertemuan secara rinci, pencapaian harus dapat diukur, tujuan harus mudah dicapai, acara sesuai dengan tema, kedisiplinan terhadap waktu. Serta menyusun prosedur pendaftaran mengumpulkan informasi secara cermat “sebelum, selama, dan setelah pertemuan”.
  3. When: kapan waktu yang tepat bai penyelenggaraan kegiatan?
  4. Why
  5. Where: Hal-hal yang tidak boleh dilupakan oleh perencana lokasi adalah kelengkapan fasilitas, kenyamanan, daya tampung, akses menuju lokasi.

Tahap-tahap perencanaan pertemuan:

  1. Premeeting: menentukan tema pertemuan, menentukan pilihan tempat pertemuan, merancang pos-pos pembiayaan, mengatur tim, membangun tim kerja dan pengarahan kerja, menyusun proposal pertemuan, menentukan struktur acara termasuk para pembicara, menentukan penginapan dan fasilitas antar jemput untuk undangn dan atau pembicara, mengatur posisi ruangan (set arrangement) dan menu makanan.
  2. Meeting: hal-hal yang harus diperhatikan adalah cara untuk terlibat penuhdalam semua kegiatan.
  3. Post-meeting: menyusun laporan kegiatan dan keuangan.

Akomodasi bagi tamu, yang perlu disiapkan jika pembicara atau tamu undangan bertempat tinggal di luar kota, yaitu penginapan, transportasi, makan pagi dan lain-lain.
Proses kegiatan

  1. Registrasi tamu atau undangan
  2. Protokol: perlunya dipahami mengenai aturan protokoler yang berupa bentuk-bentuk penyampaian pidato, perkenaan atau pemberitahuan undangan, program acara, bersulang, penempatan bendera, upacara ala militer, pengaturan tempat duduk, penyebutan pangkat dan jabatan, kartu nama dan sebagainya.
  3. Pengaturan tempat duduk:
  • Power position
  • Cooperative position
  • Competitive position
  • Autonomous position
  • Meeting position

Etika jamuan makan siang:

  1. Rencana jadwal makan siang, persiapan makan siang harus sudah siap tepat satu jam sebelum acara dimulai, karena tamu biasanya datang 30 menit lebih awal.
  2. Perhatikan siapa saja yang anda undang dan pastikan nama mereka sudah tertulis di tiap meja. Kalau tidak, anda perlu menugaskan penerima tamu agar mengantar para tamu ke meja masing-masing.
  3. Jadilah pembuka makan siang dan perkenalkan pimpinan anda yang akan membuka jamuan.
  4. Pilihlah musik yang tepat, lebih baik musik instrumental.
  5. Berdirilah berjajar di pintu keluar untuk mengucapkan salam perpisahan atau terimakasih kepada para undangan yang akan meninggalkan ruangan.

  KONFERENSI PERS

If a dog bites a man, that is not news; but if a man bites a dog that is news.”(Mott, 1958)

Mott menyampaikan sebuah pameo, “Jika anjing menggigit manusia, itu bukan berita; tetapi jika manusia menggigit anjiang , itu baru berita.” (Effendy, 1993: 131)
Pameo ini menggambarkan pengertian bahwa berita itu adalah sebuah informasi penting dan luar biasa sehingga banyak orang tertarik untuk membaca.
Arronson dan Spetner berkata,”In proposing and planing event, the single most importan question you must always ask yourself is ‘will anybody care?’ or, to use david Mc Clinticks phrase, ‘how board will the public reaction?”(1993: 93).
Konferensi pers adalah mengundang media masa ke lokasi dan waktu yang tepat untuk menerima informasi penting dan menerima jawaban atas pertanyaanmereka.
Kebutuhan perlengkapan konferensi pers:

  • Informasi (siaran pers, biodata perusahaan, foto, naskah sambutan, dll)
  • Penentuan lokasi dan waktu
  • Pengaturan kegiatan: sewa ruangan, menu makanan, perlengkapan audio visual, backdrop dan podium, meja kursi pembicara, stan untuk kamera, lampu penarangan, susunan kursi dan meja, papan nama dan kartu nama, kartu pengenal undangan, tiket parkir, buku tamu, alat tulis.
  • Undangan: data media, nama-nama yang diundang, daftar kontak undangan untuk konfirmasi kehadiran.
  • Kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan oleh wartawan dan draf jawaban.

Informasi berupa media–kit yang berisikan informasi singkat tentang apa saja yang akan diberitakan, biasanya sepanjang 1-2 halaman; biografi pembicara yang akan tampil; riwayat perusahaan atau sponsor kegiatan; foto dan CD/DVD interaktif audio-visual.

Biodata perusahaan secara singkat menjelaskan latar belakang dan sejarah singkat perusahaan kepada para wartawan.
Biografi pembicara guna membantu wartawan menyusun pemberitaan.”Sometimes I check the fact in them, while other reporter I know rely on them solely. Most reperters trust bios and use them more then press release. I look for the kinds of information, I would ask about if given the opportunity to interview the client, myself,” kata Andrew Edelstein, redaktur New York Newsday (dalam Aranson dan Spetner, 1993:52)
Dalam menulis biografi, garis besar (outline) merupakan awal dari penuisan berita, dan harus ditulis secara logis serta lengkap. Pada paragraf awal harus dituliskan ringkasan riwayat hidup yang menunjukkan kekuatan atau kekuasaannya.
Dibutuhkan pul factsheet guna merinci informasi rumit menjadi ringkas sepanjang satu halaman, sehingga editor dapat mudah memahami dan mengambilnya sebagai bahan tulisan.
Hal-hal lain yang perlu disiapkan dalam penyelenggaraan konferensi pers adalah sebagai berikut:

  1. Menyiapkan sambutan
  2. Penulisan naskah pidato
  3. Mengatur lokasi konferensi pers
  4. Menyiapkan draf jawaban
  5.  Mengundang wartawan
  6. Pengaturan di lokasi

WARUNG BU SASTRO “TIDAK RUGI BERBISNIS DENGAN HATI”


BY: PAULINE LEANDER

“BERSUA MASALAH, BERSUA ASA…”

PESANGON TOKO LUWES UNTUK BEKAL HIDUP
Rumah sederhana milik Pak Sastro terletak di gang Pelesiran Balubur bernomor 34A/58, Taman Sari, Bandung. Pada suatu malam, Pak Sastro dan istrinya, Ibu Sastro, sedang berbincang panjang dengan wajah serius. Waktu telah menunjukkan pukul 11 malam. Pak Sastro bermaksud menceritakan kejadian yang baru ia alami kepada istrinya. Rupanya, Toko Luwes (tempat Pak Sastro bekerja selama 33 tahun) ditutup oleh Pemerintah Daerah Bandung karena semakin sepi. Keputusan tersebut diumumkan pada pagi hari. Untunglah Toko Luwes masih memperhatikan karyawannya dengan memberi uang pesangon sebesar Rp25.000 dan sepeda onthel yang biasa ia pakai.

Sepasang suami-istri ini tentunya merasa gundah akan masa depannya, apalagi mereka telah memiliki 2 anak lelaki yang masih membutuhkan biaya besar. Namun di tengah kegusaran mereka, Ibu Sastro berpikir untuk membuka usaha yang akan mereka jalankan dari uang pesangon milik Pak Sastro. Mereka berdoa agar Tuhan tetap memelihara hidup mereka dan berusaha berpikir positif akan kejadian yang menimpa mereka.

SEPEDA ONTHEL PAK SASTRO
Tidak mudah bagi Pak Sastro untuk berdiam diri di rumah dan tidak melakukan apapun. Ia tetap bangun pukul 6 pagi, melakukan ritual paginya seperti biasa, dan membersihkan sepeda onthel yang telah resmi dimilikinya sejak kemarin. Sepeda ini telah menemaninya selama 5 tahun terakhir.

Dengan sepeda ini juga, Pak Sastro dapat menyalurkan talentanya dalam merangkai bunga. Beliau mengantarkan bunga-bunga hidup yang dipesan para pelanggan dengan sepeda onthel.

SEBENTAR LAGI SEMUA AKAN PERGI
Bu Sastro telah terbiasa memasakkan makanan bagi 10 mahasiswa. Namun kini, hanya tersisa 2 mahasiswa asal Palembang yang indekos di dekat rumah Bu Sastro. Beliau sadar bahwa sebentar lagi mereka berdua pun juga akan pergi.

Tiba-tiba pikiran Bu Sastro melayang-layang menuju 3 tahun yang lalu. Saat itu, ada seorang mahasiswa bernama Kusmay yang memaksa untuk indekos di rumahnya walaupun Bu Sastro tidak memiliki kamar lagi.

Kusmay mengeluarkan berbagai rayuan mautnya agar diizinkan tinggal di rumah Bu Sastro. Setelah berhasil indekos di rumah Bu Sastro, ia mengajak teman-temannya makan 3 kali sehari di rumah Bu Sastro. Setelah 3 tahun, Kusmay lulus sebagai Insinyur Mesin.

“ADA PELANGI SEHABIS HUJAN”

DASMAN, RINTIK MASALAH ITU REDA KARENA HADIRNYA
Hari itu merupakan hari kedua Pak Sastro berdiam diri di rumah. Ia tetap melakukan ritual paginya, namun setelah itu ia bingung harus melakukan apalagi. Berbeda dengan Bu Sastro yang masih melakukan rutinitasnya sebagai ibu rumah tangganya. Ia masih merasa sangat kuatir dengan kelangsungan hidup keluarganya. Jawaban doa dari Tuhan ternyata segera datang pada hari itu juga dalam bentuk seorang DASMAN.

Dasman adalah anak perantauan asal Padang yang telah menyelesaikan kuliahnya di jurusan Arsitek ITB dan mengadu nasib di Jakarta. Selama ia berkuliah di ITB, ia dan teman-temannya selalu makan di rumah Bu Sastro tanpa absen. Siang itu, Dasman datang untuk menengok keadaan ibu catering yang dirindukannya.

Saat itulah Bu Sastro menceritakan bagaimana keluarganya mulai sulit memutar uang, apalagi dengan di-PHKnya Pak Sastro. Tiba-tiba Dasman mulai mengajukan beberapa usulan, yaitu “Memasak dan Menjualnya dengan Metode Tionghoa”.

Metode penjualan ini selalu memasang harga lebih murah dibandingkan harga yang ada di pasaran. “Pada tahun-tahun mendatang, pasti tempat ini akan dipenuhi oleh anak mahasiswa, sampai Ibu akhirnya akan kewalahan. Tahun depan kalau saya datang kemarin, saya yakin segalanya sudah berubah”, tutur Dasman dengan yakin sambil menyalami Bu Sastro untuk memohon pamit.

Bu Sastro segera menceritakan pertemuannya dengan Dasman kepada Pak Sastro. Mulai dari ide-ide yang dipaparkan hingga keyakinannya yang begita kuat. Awalnya mereka masih ragu dengan ide tersebut. Pak Sastro pun akhirnya bertekad mendukung rencana itu. Ia yakin bahwa keahlian memasak Bu Sastro pasti dapat membuatnya berhasil.adari bahwa tiba saatnya

SELAMAT TINGGAL ONTHEL…
Pada akhirnya, Pak Sastro menyadari bahwa tiba saatnya untuk berpisah dengan si Onthel kesayangannya demi memodali bisnis Bu Sastro. Di hari ketiganya berdiam di rumah, ia merasakan kelegaan atas jalan keluar dari masalah yang dialaminya. Pagi itu, Pak Sastro berangkat ke pasar Cihapit (pasar loak) yang jaraknya ± 4 kilometer dari rumah. Sesampainya di sana, Pak Sastro langsung berkeliling. Kemudian ia tiba di sebuah kios barang loak Sagalaya (dalam bahasa Indonesia: segala sesuatu ada). Mamang, sang pemilik kios, langsung tertarik dengan si Onthel. Terjadilah tawar menawar dan timbang menimbang antara Mamang dan Pak Sastro. Dan betapa kecewanya Pak Sastro karena sepeda kesayangannya itu hanya dinilai sebesar Rp5.000. Mamang berjanji akan merawatnya sendiri dan tidak menjual si Onthel agar Pak Sastro mau menjualnya.

DIBUNGKUS YES, MAKAN DI TEMPAT NO
Kini Bu Sastro mendapat tambahan modal dari penjualan si Onthel. Dipegangnya uang Rp.30.000,- itu untuk membuka usaha. Di hari yang keempat Pak Sastro berdiam di rumah merupakan hari baru bagi keluarganya.

Semalam, mereka berdua telah berdiskusi panjang dan bersepakat menjalankan strategi berjualan. Mereka ingin mulai berjualan pada siang hari saja dengan alasan lebih banyak orang yang kebingungan mencari makan di siang hari. Jenis makanan yang akan dijual hanya sebatas pelengkap nasi, seperti sayur dan lauk pauk. Mereka tidak menyediakan nasi karena rumah sederhana mereka tidak cukup untuk orang duduk dan makan dalam waktu yang agak lama. Bu Sastro menghitung seberapa besar modal yang diperlukan untuk memasak. Hasil hitungan mereka berdua ternyata tepat bermuara di angka yang tepat, yaitu Rp30.000.

Pagi itu, Bu Sastro berangkat ke pasar sebelum matahari benar-benar tinggi. Sementara Pak Sastro mulai memotong tumpukan koran dan daun pisang, yang sudah ia persiapkan kemarin sore, sebesar 25 x 40 cm dan membersihkan setiap lembaran daunnya. Tugas Pak Sastro berikutnya adalah membantu Bu Sastro membersihkan bumbu-bumbu yang akan dimasak. Bu Sastro mulai mempersiapkan bumbu dan semua sayuran yang ada, lalu menyalakan kedua kompor minyak tanahnya.

Ketika siang semakin menjelang, wangi masakan dari menu-menu Bu Sastro mulai menyeruak di seputar rumah sederhana itu. Dengan membuka pintu rumahnya lebar-lebar, wangi masakan ini akan menggoda hidung setiap orang yang lewat dengan nakalnya. Rupanya strategi promosi ini sangat efektif. Sejak hari itu sampai kira-kira 2 bulan kemudian, “Warung Sayur Bu Sastro” tidak pernah sepi dari pelanggan.

Bu Sastro menjadwalkan memasak sekali saja setiap harinya. Akibatnya, Warung Sayur Bu Sastro sering kehabisan lauk dan selesai berjualan pada siang hari.

PELANGGAN PERTAMA
Ibu Sastro menjalankan bisnisnya dengan cara yang unik, yaitu menyediakan rumah, tangan dan kaki, bahkan telinga, dan terutama hatinya bagi setiap pelanggan yang hadir di warungnya. Semuanya disajikan kepada para mahasiswa yang menjadi pelanggan warungnya, dengan harapan mereka tetap sehat, bisa belajar dengan tenang, dan sukses dalam studinya.

Simbolon, seorang mahasiswa yang indekos di dekat rumah Bu Sastro, sangat terkejut ketika menemukan pembantunya pulang mendadak tanpa sepengetahuannya. Ia dan keduabelas teman lelakinya sangat kerepotan dengan pekerjaan rumah tangga yang tidak bisa merek lakukan. Apalagi di antara mereka tidak ada yang bisa memasak, sementara perut lapar mereka pasti akan mengganggu konsentrasi belajarnya.

Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke Warung Bu Sastro dan meminta agar Bu Sastro mau memasakkan nasi khusus untuk mereka. Simbolon pun langsung pergi membuat janji berlangganan dengan Bu sastro. Bu Sastro yang masih terkejut dengan permintaan mendadak tersebut akhirnya mengiyakan saja permintaan Simbolon ini.

Setelah memasakkan nasi goreng untuk Simbolon, Bu Sastro tampak lebih sibuk dari biasanya. Beliau pun kelihatan lebih bersemangat karena ada tambahan 13 anak, yang ukuran lambungnya besar-besar, makan di warungnya. Namun, penghitungan belanja hari itu juga menjadi rumit karena beberapa jenis lauk-pauk harus ditambah pula.

Tiba-tiba ada segerombolan mahasiswa laki-laki yang tengah kelaparan datang. Jumlah mereka kurang lebih berjumlah 10 orang. Bu Sastro kebingungan, tapi tidak bisa berkata apa-apa, melihat jatah makanan untuk Simbolon dan teman-temannya habis tak bersisa. Sesaat setelah ke-10 mahasiswa yang menghebohkan ini berlalu, Bu Sastro dilanda kepanikan. Beliau segera mengambil uangnya yang tak terlalu banyak dan pergi menuju Pasar Balubur. Ia membeli seluruh bahan memasak yang ia perlukan dan memasak semuanya dari awal. Tak lama kemudian, Simbolon dan ke-12 temannya datang. Bu Sastro semakin panik. Untunglah mereka mau menunggu karena sudah sangat kelaparan.

Karena cukup lama menunggu, mereka semua pun tertidur pulas. Hanya nasi hangat wangi lah yang mampu membangunkan mereka dari tidur nyenyaknya. Sesudah mereka pulang, Bu Sastro menutup pintu warungnya dengan hati gembira. Hal ini merupakan langkah awal menuju jualan yang lebih baik lagi, yaitu sayur dan lauk, serta nasi hangat.

“MENDAKI PERLAHAN TAPI PASTI”

PELANGGAN VIP PASAR BALUBUR
Kedatangan Simbolon dan ke-12 temannya dengan pesanan khusus menjadi sebuah titik awal “keajaiban” besar yang terjadi hingga belasan tahun berikutnya. Setelah hari itu beliau memasak 3 kilogram beras untuk 13 anak, jumlah itu terus menerus bertambah setiap harinya. Pada masa jayanya, Bu Sastro menjadi pelanggan beras nomor satu di Pasar Balubur dengan pembelian minimal 25 kilogram beras sehari (175 kilogram seminggu atau 750 kilogram sebulan).

Banyak hal yang membuat Bu Sastro dikategorikan sebagai pelanggan VIP Pasar Balubur. Setiap hari Bu Sastro membeli minimal 15 kilogram ayam negeri, 16 kilogram berbagai jenis ikan, 9 kilogram telur ayam, 5 kilogram kacang panjang, 5 kilogram terung ungu, 25 ikat kangkung, 25 ikat bayam, 30 kilogram pisang ambon lumut, 8 buah nanas, 3 kilogram papaya, 2 kilogram tomat, dan 2 kilogram mentimun.

Bu Sastro menggunakan 6 buah kompor minyak tanah. Dua buah langseng di atas 2 kompor khusus untuk menanak nasi. Dua kompor lagi digunakan untuk memasak beragam menu, sementara 2 kompor sisanya dikhususkan untuk memasak menu goreng-gorengan. Menu pelengkap lain yang paling disukai anak-anak Sumatera adalah sambal dadak (sambal yang dibuat saat itu juga). Mungkin sensasi nikmatnya terletak pada “menunggu” sambal ini siap disajikan.

Lengkaplah sudah Warung Bu Sastro dengan beraneka menu makanan hangat setiap saat. Semua menu dimasak tiada henti mulai pukul 07.00 pagi sampai pukul 09.00 malam. Menu yang disajikan berupa menu Empat Sehat yang akan sangat bermanfaat bagi para mahasiswa.

Sebagian pelanggan warungnya, menggunakan metode menitip uang terlebih dahulu. Setiap anak memiliki buku tersendiri yang sebisa mungkin berlainan antara satu dengan yang lainnya agar mudah dikenali. Buku ini berisi identitas si penitip, mulai dari nama, tempat kuliah/indekos, sampai jumlah uang yang dititipkan pada awal bulan.

Besaran uang yang ditipkan setiap anak pun bervariasi. Mereka semuanya berasal dari beragam universitas di seputaran Bandung. Setiap kali selesai makan, mereka mencatat sendiri apa yang dikonsumsinya dalam buku tersebut. Bu Sastro sejak awal memutuskan untuk percaya pada kejujuran setiap anak. Itulah prinsip dasar berbisnis Bu sastro.

Pesaing bukannya tidak ada, namun tetap saja warungn Bu Sastro menjadi tempat favorit mahasiswa untuk mengobati rasa haus dan lapar mereka. Hal demikian bukannya tanpa alasan, karena warungnya memiliki pebedaan dibanding dengan warung makan lain yang lebih disukai anak-anak mahasiswa.

METODE TIONGHOA ITU SETAHUN KEMUDIAN
DASMAN sang Motivator kini telah berkarya di Jakarta. Kebetulan ia sedang menyelesaikan tugas kantor di Bandung. Ia bermaksud kembali mengunjungi Bu Sastro dan mengenalkan pujaan hatinya. Satu tahun telah berlalu sejak kedatangannya terakhir kali ke sana. Dasman berharap sore itu cuaca sudah lebih bersahabat dan tidak terlalu panas agar ia bisa mengobrol panjang lebar dengan Bu Sastro.

Awalnya Dasman berdiri kebingungan melihat kerumunan yang cukup ramai di rumah Bu Sastro. Pikiran-pikiran yang tidak ingin dipikirkannya mulai bermunculan. Setelah ia sampai di depan pintu rumah, ia tercenung sesaat, bersyukur dalam hati, dan tersenyum lebar. Dasman menyapa sambil merangkul Bu Sastro yang masih menggoreng tempe.

Selama 1,5 jam, Dasman, pujaan hatinya, dan Bu Sastro berbincang-bincang dan tertawa-tawa. Dasman sungguh gembira karena Bu Sastro dengan serius bersedia menjalankan sarannya. Bu Sastro juga menceritakan metode Tionghoa yang dijalankan. Harga makanan yang dijual selalu Rp25 lebih murah daripada tempat lain. Semua menu sayuran yang disajikan bebas diambil tanpa berbayar. Dan istimewanya lagi, makanan selalu disajikan hangat.

KESIMPULAN
Ada lima prinsip utama yang membedakannya; harga di warung Bu Sastro relatif lebih murah dibanding harga warung yang lainnya, sayuran yang tersedia beraneka ragam meskipun digratiskan, pembeli dapat mengambil sendiri makanan yang dikehendaki sesuai takaran perut masing-masing, Bu Sastro menerapkan prinsip kejujuran dan kepercayaan, mahasiswa yang makan mencatat sendiri apa yang dimakannya, dan prinsip yang terakhir adalah Bu Sastro selalu percaya kalau rezeki ada yang mengatur, sehingga warungnya dikenal dengan slogan “Ada uang makan, tidak ada uang juga tetap makan”.

Penerapan manajemen yang dilakukan Bu sastro memungkinkannya untuk menghindari kerugian bisnis, untuk memperoleh dukungan kemitraan bisnis yang baik, menyajikan menu makanan dengan konsep deferensiasi marketing yang khas dan berbeda dari warung lainnya, sekaligus mengaplikasikan costumer care dan costumer selection yang sangat kental bagi para pelanggannya. Bu sastro menerapkan prinsip manajemen pengelolaan bisnis masa kini dalam bentuk sederhana tanpa terbebani teori-teori yang rumit. Itulah berbisnis dengan hati.

KARYAWAN JUGA BISA KAYA


PENDAHULUAN

Buku bagaimana caranya seorang karyawan karya Safir Senduk ini dapat memberikan motivasi dan merubah cara berpikir kita tentang bagaimana mengelola keuangan kita. Bagaimana caranya seorang karyawan   bisa mencapai kekayaan, banyak orang yang menyamakan kata “kaya” dengan “penghasilan tinggi”. Kalau orang mengatakan bahwa “Jika Anda mau kaya, jangan jadi karyawan”, maksud sebenarnya adalah bahwa “Kalau anda mau penghasilan tinggi, ya jangan jadi karyawan karena penghasilan anda biasanya terbatas dan dijatah oleh orang lain.

“Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam hal penghasilan. Namun, untuk

menjadi kaya, tidak perlu harus menunggu sampai punya penghasilan besar. Anda tetap bisa kaya berapa pun penghasilan Anda karena kemampuan Anda mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari bagaimana Anda mengelola penghasilan itu.”

Ada 3 pemikiran yang harus Anda miliki sebagai seorang karyawan:

  •  Berapa pun gaji yang diberikan perusahaan kepada Anda, tidak─sekali lagi tidak─menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan.

Kalau penghasilan Anda sekarang Rp.2 juta per bulan, Anda pikir hidup Anda akan lebih baik dan Anda bisa menumpuk kekayaan kalau perusahaan Anda memberikan gaji Rp.5 juta per bulan? No way, Maan … Belum tentu. Anda sering dengar nggak: ada banyak orang yang bolak-balik pindah perusahaan hanya karena mengejar gaji yang lebih tinggi? Kenyataannya,setelah ia pindah dan punya gaji yang lebih besar, gajinya teteeeeup saja habis tanpa ada kekayaan yang bisa ditumpuk. Ini karena berapa pun gaji yang Anda dapat, tidak menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan, yang menjamin adalah bagaimana cara Anda mengelola gaji tersebut, termasuk kalau gaji itu benar memang ngepas dengan kondisi Anda sekarang.

  • Jangan selalu menjadikan kondisi Anda di rumah─entah Anda banyak tanggungan, banyak utang, atau boros─sebagai alasan untuk selalu minta naik gaji.                      

Perusahaan tidak akan memberi Anda gaji yang juga lebih besar hanya karena Anda belum punya rumah, belum punya motor, dan selalu kehabisan uang di tengah bulan.

Perusahaan hanya akan memberi Anda gaji sesuai dengan job description Anda, bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. Artinya, kalau anda merasa bahwa gaji Anda koq sepertinya nggak cukup untuk membiayai keluarga Anda yang anaknya banyak, yah, itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika anda menambah anak, Anda nggak minta izin dulu ‘kan ke perusahaan?

  • Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda.    Menjadi kaya bergantung pada apa yang Anda lakukan, dan tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. Memang akan enak memang kalau perusahaan memberikan banyak hal kepada Anda sebagai karyawannya. Akan tetapi, kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang Anda dapatkan. Saya sering kali melihat ada banyak orang yang pindah kerja, berharap gaji yang lebih besar dengan harapan untuk jadi kaya, tapi ia sendiri tidak melakukan apaapa untuk bisa menjadi kaya. Ia tidak berusaha untuk jadi lebih hemat, ia tidak berusaha untuk menambah pengetahuannya agar bisa jadi kaya, ia tidak berusaha mengetahui apa cara yang baik dalam mengelola gajinya, dan tidak berusaha untuk berubah. Ia hanya meloncat dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk mendapatkan gaji yang lebih besar agar bisa jadi kaya. Kenyataannya, untuk menjadi kaya sepenuhnya bergantung pada Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda.

3 TRIK UNTUK BISA MENYISIHKAN PENGHASILAN

1.       Menabunglah dimuka, jangan dibelakang.

Coba lihat, apakah selama ini Anda selalu menabung di belakang setelah membelanjakan semua penghasilan Anda? Bila ya, pantas saja Anda jarang bisa menabung. Kenapa? Oleh karena, uang Anda selalu habis tak berbekas. Maklum, uang memang lebih enak dipakai daripada ditabung. Ya, kan? Jadi, daripada ditabung di belakang setelah membelanjakan semua penghasilan Anda, kenapa tidak mencoba untuk menabung di muka segera setelah Anda mendapatkan penghasilan? Katakan saja Anda dapat penghasilan tiap tanggal 26 setiap bulan. Cobalah menabung setiap tanggal 26, 27, atau 28 sebelum Anda memakai penghasilan itu. “Loh, nanti penghasilan saya habis dong?” begitu mungkin kata Anda. Ya biar saja, toh Anda sudah sisihkan dulu sebelum penghasilan itu dipakai, kan? “Lho, nanti uang untuk biaya hidup saya dan keluarga berkurang dong?”

2.       Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda.

Pada beberapa kasus, Anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda dan melakukan proses menabungnya buat Anda. Saya kasih contoh, kalau Anda punya investasi di reksadana, pembelian reksadana tersebut harus dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening bank custodian mereka. Nantinya uang itu oleh mereka dibelikan unit reksadana. Disini, Anda bisa meminta kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda di muka dan melakukan proses transfer itu sehingga Anda tidak perlu lagi repot-repot melakukan proses menabung. Toh, Anda tetap menabung di muka, kan? Pertanyaannya sekarang, memang bisa kantor melakukannya? Bisa dong. Cuma, Anda harus ngomong dulu ke mereka. Wong kalau anda punya utang ke kantor saja cara pengembalian yang mereka minta adalah dengan sistem potong gaji, kan? Kalau mereka bisa memotong gaji Anda untuk menutupi utang yang mereka berikan buat Anda, apalagi kalau Anda cuma minta kantor melakukan proses menabung buat Anda? All you have to do is just ask ….

Pakai celengan.

Eit, jangan kaget, yang namanya celengan itu tidak selalu buat anak kecil, tapi juga untuk orang dewasa. Bedanya adalah apa yang Anda celeng. Kalau anak kecil nyeleng koin, entah seratus, lima ratus, atau seribu, Anda bisa nyeleng─katakan─lembaran dua puluh ribu rupiah. Lho, bagaimana caranya? Gampang: setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah, tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUKBELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan. Jadi, setiap kali bertemu lembaran uang dua puluh ribu, langsung dicelengin.Setiap kali bertemu lembaran dua puluh ribu, celeng lagi. Begitu seterusnya. Andaakan kaget begitu tahu berapa jumlah yang bisa Anda kumpulkan di akhir bulan. Misalnya, Anda belanja barang senilai Rp.15.000,- dengan menggunakan lembaran uang Rp.50.000,-. Berarti, Anda akan punya kembalian sebesar Rp.35.000,-, yang terdiri atas selembar dua puluh ribu dan tiga lembar lima ribu.Nah, celengin deh uang dua puluh ribu Anda. Anda toh sudah menetapkan tekadsebelumnya untuk tidak memakai lembaran dua puluh ribu itu, kan?

Sekarang, untuk membentuk aset dan bisa menjadi kaya, apakah semuanya harusbergantung pada kemampuan Anda dalam menyisihkan penghasilan? Sebenarnya, adalagi yang menentukan, yaitu seberapa bergunanya harta yang sudah Anda kumpulkan dan miliki sepanjang hidup Anda.

Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif

Yang harus Anda lakukan adalah memiliki sebanyak mungkin Harta Produktif. Bahkan, inilah langkah pertama yang harus Anda lakukan setelah mendapatkan gaji: menyisihkan sebagian untuk dibelikan Harta Produktif. Jangan mengira Harta Produktif itu sesuatu yang sangat mahal dan hanya bisa dimiliki dengan uang sangat banyak. Jangan lupa, produk tabungan di bank pun tergolong Harta Produktif kalau Anda memakainya untuk investasi dan tidak pernah diambil, biarpun pada saat ini bunganya kecil. Apa saja yang bisa yang digolongkan Harta Produktif atau harta yang bisa memberikan penghasilan untuk Anda? Prinsipnya, hanya ada empat kelompok besar Harta produktif yang bisa Anda miliki.

a. Produk Investasi

Produk investasi adalah salah satu jenis harta yang bisa memberikan penghasilan kepada Anda, baik penghasilan rutin maupun penghasilan yang hanya sesekali atau bahkan hanya sekali saja. Produk investasi yang bisa memberikan penghasilan rutin biasanya berbentuk Produk Investasi Pendapatan Tetap. Produk ini biasanya memberikan bunga dan jumlah nominal uang yang investasikan tidak akan berkurang. Contohnya, deposito di bank.

Selain Produk Investasi Pendapatan Tetap, jenis produk investasi kedua adalah produk investasi yang memberikan keuntungan dari pertumbuhan, di mana penghasilan yang Anda dapatkan bukan berasal dari bunga, tapi dari pertumbuhan nilainya. Artinya, penghasilan yang Anda peroleh dari harta tersebut baru bisa Anda dapatkan kalau Anda menjualnya. Jadi, penghasilan yang Anda dapatkan cuma sekali. Contohnya reksadana, emas, saham, tanah, produk-produk investasi yang sifatnya jual beli.

b. Bisnis

Bisnis adalah salah satu Harta Produktif yang bisa Anda miliki. Masalahnya sekarang, ada banyak orang bisa menyisihkan gaji untuk modal bisnis, tapi masih saja takut memulai. Saran saya sederhana: mulai saja. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan kecuali Anda memulainya. Anda mempunyai kendala waktu? Ya, jangan lakukan saat jam kerja. Banyak orang bisa memulai bisnis dengan berpartner atau menyerahkan pengelolaannya kepada orang lain. Orang lain itulah yang menjalankan bisnisnya, sementara orang yang mempunyai modal bisa tetap mencurahkan waktu untuk pekerjaannya. Sekali lagi, ini memang bukan pekerjaan gampang, tapi Anda tidak akan tahu kalau tidak mencoba.

c. Harta yang Disewakan

Sebuah Harta Konsumtif, bila Anda menyewakannya dan bisa mendapatkan uang dari situ, maka bisa disebut Harta Produktif. Harta apa saja yang bisa Anda sewakan? Banyak. Sebuah rumah bisa disewakan kepada keluarga muda yang belum mampu membeli rumah sendiri. Mobil Kijang Anda bisa disewakan kepada tamu hotel yang ingin melakukan perjalanan dalam kota dan membutuhkan transportasi.

Apa yang bisa Anda lakukan sekarang dengan gaji Anda adalah mencoba menyisihkannya sedikit demi sedikit agar dapat memiliki harta yang kelak bisa Anda sewakan. Bahkan, kalau mau, jika beberapa dari harta tersebut sudah Anda miliki di rumah dan kebetulan tidak terlalu sering dipakai, Anda bisa menyewakannya.

d. Barang Ciptaan

Barang Ciptaan adalah salah satu Harta Produktif yang bisa Anda buat sendiri. Banyak orang bisa membuat sesuatu, memproduksinya secara massal (entah dengan modal sendiri atau modal orang lain), menjualnya dan mendapatkan royalti. Royalti adalah penghasilan yang umumnya diterima terus-menerus dari penjualan barang atau sesuatu yang sifatnya ciptaan.  Contoh sederhana Barang Ciptaan adalah buku yang sedang Anda baca sekarang. Saya menulis buku ini selama beberapa minggu, kemudian saya datang ke

penerbit. Penerbitlah yang akan memproduksinya secara massal dengan uang mereka. Sebagai pengarang, saya akan menerima royalti yang besarnya sekian persen dari setiap buku yang terjual. Artinya, begitu Anda membeli buku ini, Saatnya Anda berpikir dan menciptakan sendiri Barang Ciptaan yang tepat untuk

Anda. Prinsip-prinsipnya, Barang Ciptaan umumnya dibuat dengan keahlian tertentu dan biasanya hanya membutuhkan sedikit dari gaji Anda tiap bulan.

Atur Pengeluaran Anda

1. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Kalau dua keluarga memiliki penghasilan kurang lebih sama, usia sama, semua profilnya sama, tapi yang satu selalu bisa hidup berkecukupan sementara keluarga yang satu lagi tidak, biasanya keadaan ini disebabkan oleh perbedaan keinginan. Sekali lagi, perbedaan keinginan, bukan perbedaan kebutuhan. Ya, kebutuhan dua keluarga tersebut kurang lebih sama. Sembako, transportasi, telepon, pulsa HP, dan seterusnya, pasti sama. Perbedaannya adalah keinginan. Keluarga yang satu mungkin memiliki keinginan yang tidak ada batasnya, sementara keluarga yag satu lagi tidak. Bisa juga dua keluarga tersebut memiliki keinginan yang sama banyaknya, tapi keluarga yang satu bisa mengendalikannya sehingga bisa memiliki tabungan dan deposito. Sebaliknya, keluarga yang satunya lagi tidak bisa mengendalikan keinginan sehingga tidak bisa memiliki tabungan dan deposito.

Apa beda kebutuhan dan keinginan?

Dari segi bahasa, “butuh adalah kata sifat yang menunjukkan bahwa Anda memang harus melakukan satu hal (apa pun itu) karena memang di-“butuh”-kan. Misalnya, membayar ini atau membayar itu yang memang menjadi kebutuhan. Sebaliknya, “ingin” menunjukkan bahwa tindakan yang Anda lakukan lebih karena Anda memang meng-“ingin”-kannya. Pada kenyataannya, “butuh” dan “ingin” juga memiliki perbedaan-perbedaan lain yang sering kali tidak kita sadari sehingga kita sering melanggarnya. Pertama, “butuh” adalah satu hal yang harus kita prioritaskan, sementara “ingin” bisa

dilakukan dilakukan setelah yang “butuh” terpenuhi. Namun faktanya, kebanyakan kita sering kali memakai gaji untuk hal-hal yang memang kita “inginkan” terlebih dahulu sebelum membeli hal-hal yang kita “butuhkan”. Jadi, pantas saja banyak orang yang sudah kehabisan uang bahkan sebelum mereka membeli kebutuhan-kebutuhannya. Ini terjadi karena mereka mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.

Kedua, “butuh” umumnya ada batasnya, tapi “ingin” biasanya tidak. Kebutuhan membeli sembako, membayar transportasi, pulsa HP, pasti ada batasan rupiahnya, jumlahnya pasti segitu-gitu saja. Akan tetapi, “ingin”, biasanya tidak ada batasnya. Apa pun yang Anda lihat di toko atau mal saat ini bisa jadi Anda inginkan. Bahkan setiap kali Anda datang ke toko atau ke mal, setiap kali itu juga biasanya keinginan Anda untuk membeli jadi besar. Tidak ada jaminan bahwa keinginan Anda csetiap bulan akan terus sama jumlahnya kalau dilihat dari rupiahnya. Bisa jadi lebih besar pada bulan tertentu, menurun di bulan depannya, tapi meningkat dua kali dibanding bulan pertama pada bulan ketiga. Jadi, kenapa gaji Anda sering kali habis?

Pada beberapa kasus adalah karena kita, selain mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, juga memiliki keinginan tidak terbatas. Padahal, kalau hanya difokuskan pada kebutuhan, biasanya gaji Anda cukup.

Ketiga, “butuh” biasanya tidak selalu Anda “inginkan” dan “ingin” biasanya tidak selalu Anda “butuhkan”. Apa pun yang Anda beli karena Anda butuhkan seperti sembako, pulsa HP, membayar telepon, listrik, dan seterusnya tidak selalu Anda inginkan. Beberapa di antaranya bahkan tidak Anda inginkan sama sekali, tapi karena Anda butuh, ya Anda beli. Sebaliknya, barang-barang yang Anda beli karena memang “ingin”, kadang-kadang tidak selalu Anda butuhkan, tapi toh Anda beli juga karena memang Anda ingin.

2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu.

Biaya Hidup adalah semua pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan agar Anda, keluarga Anda, serta rumah Anda bisa tetap hidup. Contohnya sembako (agar Anda dan keluarga bisa tetap hidup), telepon, listrik, dan air (agar rumah Anda bisa tetap hidup), SPP anak dan semacam itu (agar anak Anda bisa menjalani hidupnya), dan seterusnya.

Cicilan Utang adalah semua pos pembayaran utang yang biasa Anda lakukan setiap bulan, seperti pembayaran cicilan rumah, cicilan kendaraan, cicilan kartu kredit, dan seterusnya.

Premi Asuransi adalah semua pengeluaran yang Anda lakukan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran asuransi Anda, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian.

Jadi, urutan prioritas yang saya sarankan ialah Cicilan Utang, kemudian Premi Asuransi, dan terakhir Biaya Hidup.

3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran

Cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran, lakukan satu kata yang sudah sering kita dengar selama hidup kita. Apa itu? Penghematan.

Selama bertahun-tahun, saya mempunyai pemahaman yang salah dengan kata “berhemat”. Kenapa? Buat saya, berhemat sering kali identik dengan hidup menderita.

Beberapa tahun terakhir, saya baru menyadari bahwa pemahaman saya terhadap kata “hemat” tenyata nggak benar. Hemat, adalah mencari cara agar Anda bisa mengeluarkan uang yang lebih sedikit untuk bisa mencapai tujuan yang sama. Penghematan bisa juga Anda lakukan dengan mencari alternatif lain, yang bisa memberikan harga lebih murah. Jadi, Dari sinilah saya lalu membuat kalimat sederhana yang sering saya munculkan ketika saya seminar: “Ketika Anda berhemat, berhematlah secara kreatif, bukan menderita …”. Jadi, berhematlah. Dengan mengetahui cara berhemat, Anda bisa mengetahui dan mencari tip mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.

Hati-hati dengan Utang

Tahukah Anda perbedaan ngutang dan nabung?

Menabung berarti bersusah-susah dulu, bersantai-santai kemudian. Artinya, Anda bekerja keras di depan, setelah itu merasakan nikmatnya di belakang. Kalau ngutang, berarti Anda bersantai-santai dulu, baru merasakan susahnya di belakang. Sekali lagi, nabung berarti Anda bekerja keras dulu, baru mendapatkan nikmatnya di belakang, sedangkan ngutang berarti Anda menikmati nikmatnya di depan, setelah itu melakukan kerja keras.

Kebanyakan orang Indonesia lebih senang ngutang daripada nabung.

“Ketahui Kapan Boleh Berutang dan Kapan Tidak ….”

A. Kapan BOLEH Berutang

1. Ketika utang itu akan digunakan untuk sesuatu yang produktif.

Misalnya, untuk bisnis. Bisnis jelas produktif, biarpun hasilnya kadang tidak selalu bisa langsung dinikmati. Harapannya hasil bisnis bisa lebih besar dibandingkan dengan bunga dan cicilan yang Anda bayar.

2. Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik.

Contohnya, rumah. Rumah adalah tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya.

Nilai bangunan biasanya akan menurun dalam jangka waktu 10─15 tahun. Sebaliknya, nilai tanah justru akan naik dari tahun ke tahun. Bahkan, kenaikan harga tanah ini sering kali jauh lebih besar daripada penurunan nilai bangunan.

3. Ketika Anda tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan, walaupun nilai barang itu menurun.

Misalnya, barang elektronik. Kulkas deh. Kulkas nilainya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi, barang ini penting dan pembeliannya sering kali tidak bisa ditunda. Bahasa kerennya: urgent. Nah, kalau tidak punya uang tunai yang cukup untuk membelinya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas utang yang ada di sekitar Anda.

B. Kapan Sebaiknya TIDAK Berutang

Ketika barang yang Anda beli nilainya menurun dan Anda punya uang untuk membelinya secara tunai.

Kembali ke contoh kulkas yang urgent itu. Kalau Anda memiliki uang tunai, lebih baik beli cash. Kenapa? Membeli secara kredit akan lebih mahal dibanding kalau Anda membeli secara tunai. Bagaimana dengan rumah? Apa harus tunai juga? Memang, membeli rumah secara tunai akan lebih murah. Akan tetapi, khusus untuk rumah, tidak apa-apa kalau Anda membelinya secara kredit. Berbeda dengan kendaraan atau barang elektronik yang nilainya menurun, nilai rumah biasanya naik sehingga kalaupun Anda membayar lebih mahal dalam bentuk pembelian secara kredit, toh persentase kenaikan nilai rumah Anda biasanya lebih besar daripada persentase suku bunga KPR.

C. Buat Anda yang ingin Mengambil Utang

Berikut sejumlah tip bila Anda ingin membeli sesuatu dengan cara berutang.

1. Pilih dengan siapa Anda berutang

Ketika ingin berutang atau membeli sesuatu dengan cara kredit, pikiran kita sering kali lebih terfokus pada bagaimana caranya agar permohonan utang kita disetujui. Kadang-kadang hanya agar permohonan itu disetujui, kita melakukan kebohongan-kebohongan kecil, seperti jumlah penghasilan, lama bekerja, atau halhal semacam itu. Padahal, kita sering kali lupa bahwa ada perjuangan baru yang harus dilakukan segera setelah mendapatkan utangan itu, yaitu bagaimana cara kita untuk bisa membayarnya kembali.

Banyak orang yang kadang-kadang tidak bisa lancar saat membayar kembali utang-utangnya. Penyebabnya macam-macam, bisa karena jumlah cicilannya yang terlalu besar dan tidak sebanding dengan penghasilannya yang kecil, bisa karena penghasilannya tiba-tiba harus hilang karena di-PHK, dan seterusnya.

Nah, repotnya, pihak Anda utangi sering kali tidak mau tahu problem Anda. Mereka ingin utang-utang yang mereka berikan dibayar. Bahkan, tidak semua pihak yang Anda utangi itu bisa bernegosiasi, dan juga bahkan terlalu sulit untuk menegosiasikan perpanjangan masa pengembaliannya  Oleh karena itu, tip dari saya untuk Anda ketika ingin berutang atau membeli sesuatu secara kredit: pilihlah pada siapa Anda ingin berutang atau membeli sesuatu secara kredit. Carilah pihak yang yang bisa fleksibel bernegosiasi kalau Anda sedang tidak mampu membayar (padahal Anda benar bermaksud ingin membayar).

Siapa saja pihak-pihak yang sulit diajak bernegosiasi dan siapa pula yang fleksibel? Berikut urutan-urutannya; mulai dari pihak yang sulit diajak bernegosiasi sampai pihak yang paling fleksibel.

a. Rentenir

b. Perusahaan Pembiayaan (leasing & leaseback)

c. Bank

d. Pegadaian

e. Kantor atau Koperasi Kantor

f. Teman atau Saudara

g. Orang Tua atau Mertua

h. Pasangan

Jadi, ingatlah, dengan siapa Anda berutang akan menentukan bagaimana “nasib” keuangan Anda bila kelak Anda sedang tidak bisa membayar kembali utang-utang Anda.

2. Ambil cicilan utang yang sesuai dengan penghasilan Anda.

Bukan satu dua kali saya mendengar bahwa hanya karena ingin mendapatkan utangan, seseorang menyanggupi jumlah cicilan yang besar. Mungkin orang itu lupa bahwa jumlah cicilan yang besar sering kali bisa memberatkan keuangannya sendiri. Usahakan total cicilan utang Anda hanya mencapai 30% dari penghasilan Anda.

Kenapa sih harus memakai aturan 30%? Kalau Anda menggunakan sekitar─katakan─60% dari penghasilan bulan Anda hanya untuk membayar cicilan, utang Anda memang akan cepat habis, tapi Anda tidak bisa membayar semua pengeluaran Anda yang lain. Akibatnya, kalau kebutuhan di rumah tidak bisa terpenuhi, konsentrasi kerja Anda terganggu. Bayangin aja, gaji lumayan, tapi Anda tidak bisa menikmatinya karena sebagian besar digunakan untuk membayar cicilan.

3. Perhatikan prosedur pembayaran utang Anda

Pernahkah Anda melihat orang yang sering kesulitan membayar cicilan utang? Bukan karena orang itu tidak sanggup membayar, bukan juga karena cicilan utangnya jauh melebihi aturan kita yang 30% dari penghasilan. Jadi, lebih pada prosedur pembayarannya. Anggap saja Anda mendapat gaji sekitar tanggal 25 setiap bulan. Anda kebetulan mempunyai utang yang cicilannya wajib dibayar setiap tanggal 20. Katakan saja pada periode tanggal 15─20 setiap bulan. Kira-kira, apa yang akan terjadi? Banyak orang bukannya membayar cicilan tersebut, tapi keburu menghabiskan uangnya untuk dibelanjakan. Kalau dapat gaji tanggal 25, sementara bayar utangnya tanggal 15─20 bulan depannya, wajar saja kalau Anda tergoda untuk memakainya terlebih dahulu. Akhirnya, uang Anda habis. Jadi, kalau gaji Anda didapat setiap tanggal 25, kenapa Anda tidak mencoba “menawar” agar periode pembayaran utang itu bisa diubah ke tanggal 27─30? Atau 1─5? Ingat, keterlambatan pembayaran utang sering berakibat denda yang sebenarnya tidak perlu.

D. Buat Anda yang Sudah Memiliki Utang.

Bagaimana kalau pada saat ini Anda sudah terlanjur memiliki utang? Banyak di antara karyawan yang memiliki utang, malah terpuruk dengan utang-utang tersebut. Suatu kali, saya pernah melihat sebuah iklan teve yang menggambarkan tentang bagaimana seorang karyawan yang bekerja dengan sangat baik di kantornya dan memiliki gaji cukup baik, tapi gara-gara utangnya banyak, ia hampir menghabiskan seluruh gajinya untuk membayar utang. Dengan demikian, ia tidak sempat lagi merasakan besarnya gaji yang ia peroleh.  Nah, kalau Anda tidak ingin seperti orang yang ada di iklan itu, bagaimana kalau Anda simak tip-tip berikut

1. Tinjau kembali kemampuan Anda dalam membayar cicilan

Total cicilan utang Anda sebaiknya tidak lebih dari 30% penghasilan Anda. Namun, bagaimana kalau setelah dihitung-hitung, total cicilan Anda mencapai 50% dari penghasilan Anda? Coba ubah ke 30%. Bagaimana caranya? Negosiasi. Misalnya saja, penghasilan Anda per bulan mencapai Rp.3,5 juta. Kebetulan Anda memiliki tiga utang sebagai berikut:

a. Motor, sebesar Rp.300 ribu per bulan, dibayar ke sebuah perusahaan leasing.

b. Rumah, sebesar Rp.500 ribu per bulan, dibayar ke bank.

c. Uang tunai, sebesar Rp.600 ribu per bulan, dibayar ke seorang teman yang

pernah berbaik hati meminjamkan uang. Total cicilan Rp.1.400.000,- per bulan. Berarti, sama dengan 40% dari penghasilan Anda. Jadikan total cicilan Anda 30% saja dari penghasilan Anda. Dalam hitungan saya, ini berarti sama dengan Rp.1.050.000,- per bulan. Bagaimana caranya? Lakukan negosiasi kepada salah satu di antara pemberi utang, dan minta agar jumlah cicilannya bisa dikurangi. Diharapkan total cicilan Anda bisa hanya sekitar 30% dari penghasilan atau berkurang sebesar Rp.350 ribu per bulan. Siapakah yang bisa dinegosiasi? Di antara ketiga pihak (leasing, bank, dan teman), yang paling fleksibel adalah teman. Jadi, cobalah datang ke teman Anda, siapa tahu Anda bisa melakukan negosiasi dengan mengubah cicilan yang tadinya Rp.600 ribu per bulan menjadi hanya Rp.250 ribu per bulan. Konsekuensinya, paling-paling Anda harus bersedia memperpanjang jangka waktu pembayaran. Nggak apa-apa, yang penting cicilan tersebut tidak memberatkan Anda setiap bulan.

2. Jalin hubungan dengan si pemberi utang.

Jalinlah hubungan dengan si pemberi utang untuk memudahkan Anda agar bisa melakukan negosiasi apabila kelak Anda bermasalah dengan pembayaran utang Anda.”

Menjalin hubungan dengan banyak orang bisa sangat banyak berguna untuk pekerjaan dan usaha kita. Selain itu, menjalin hubungan bisa sangat bermanfaat kalau suatu saat Anda mengalami kesulitan membayar utang. Hubungan yang erat dengan si pemberi utang kadang-kadang memang bisa membantu dalam memudahkan negosiasi kalau kelak Anda sedang tidak bisa membayar utang. Ini memang tidak selalu mudah dilakukan, tapi cobalah sekalisekali mengajak pemberi kredit Anda di bank untuk makan bersama. Atau, kalau Anda meminjam dari teman, sering-seringlah melakukan kegiatan bersama denganmya kalau waktu Anda memang senggang. Bayangkan kalau Anda tidak menjalin hubungan!

3. Kadang-kadang, tidak apa-apa melakukan gali lubang tutup lubang

Maksud saya, kalau kita sedang mempunyai utang dan sudah waktunya membayar kembali, kadang-kadang kita tergoda untuk meminjam fresh money dari pihak lain untuk menutup utang yang lama. Nah, ketika sudah waktunya membayar kembali, kadang kita tergoda juga untuk mengambil utangan baru guna menutup utang lama. Begitu seterusnya. Inilah yang disebut gali lubang tutup lubang. Gali lubang tutup lubang bisa dilakukan dengan kondisi berikut.

a. Bunga dari Pihak Baru yang Anda ambil utangannya (jauh) lebih kecil daripada Pihak Lama yang Anda utangi. Sebagai contoh, Anda berutang ke teman sebesar Rp.5 juta dengan bunga 2% sebulan. Tidak apa-apa kalau Anda mengambil utang baru untuk menutup utang lama kalau memang bunganya hanya 1% sebulan.

b. Terjadi perpindahan kreditor, dari yang “kaku untuk dinegosiasikan” ke menjadi pihak yang “lebih fleksibel untuk dinegosiasikan”. Contohnya, Anda meminjam uang ke orang tua untuk membayar utang-utang Anda ke bank. Orang tua jelas lebih fleksibel daripada bank kalau Anda sedang tidak bisa membayar utang-utang Anda.

c. Sudah waktunya Anda membayar utang tapi Anda tidak mempunyai uang sama sekali, dan bila tidak dibayar, Anda akan kena denda yang cukup besar. Nah, boleh deh Anda melakukan gali lubang tutup lubang sepanjang utang yang baru tersebut kelak tidak dibayar lagi dari lubang yang baru. Jangan sampai Anda terus-menerus gali lubang tutup lubang dalam membayar utangutang hanya gara-gara tidak mempunyai uang. Cukup sekali saja!

Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa yang Akan Datang

Anda pasti pernah mendengar nama PT Pegadaian. Pegadaian adalah salah satu tempat yang bisa menerima barang yang Anda gadaikan. Arti gadai disini adalah Anda bisa “menjaminkan” barang Anda dan mendapatkan pinjaman uang yang besarnya mungkin sekitar 70─80% dari nilai barang yang Anda gadaikan. Setelah satu waktu tertentu, Anda diberi hak menebus kembali barang yang Anda gadaikan. Tentunya setelah ditambah bunga. Salah satu masa puncak yang dialami pegadaian setiap tahunnya adalah ketika akan memasuki tahun ajaran baru di sekolah. Artinya, setiap menjelang tahun ajaran baru yang biasanya jatuh di bulan Juni atau Juli. Nah, pada bulan Mei, pegadaian sudahramai dikunjungi orang yang ingin menggadaikan barang. Ini karena setiap kali memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua yang tidak memiliki dana cukup untuk biaya pendidikan yang biasanya harus dibayar─kalau bisa─jauh sebelum si anak masuk sekolah. Padahal, itu terjadi bukan karena Anda “tidak punya” uang, tapi karena Anda “tidak mempersiapkan”-nya.

Ada empat alasan mengapa orang tidak mempersiapkan dana sejak sekarang untuk membayar pos-pos pengeluaran yang penting di masa depan.

1. Merasa belum urgent, toh masih lama.

Banyak orang tidak mau mempersiapkan dana sejak sekarang untuk semua pengeluarannya di masa depan hanya karena merasa belum urgent. Toh masih lama, katanya. Contohnya, anak Anda sekarang masih berusia 5 tahun. Anda merasa belum perlu mempersiapkan dana untuk si anak agar bisa masuk kuliah di usia 17 tahun nanti. Toh masi 12 tahun lagi. Justru karena masih memiliki kesempatan 12 tahun lagi, Anda bisa menyisihkan uang sedikit-sedikit saja dari sekarang. Sekadar info, kalau Anda terlambat menpersiapkan dana kuliah dan baru mempersiapkannya ketika si anak berusia 14 tahun, Anda akan merasa jauh lebih berat. Waktu Anda untuk mempersiapkannya bukan 12 tahun lagi, tapi hanya tiga tahun.

Jadi, tidak ada waktu yang terlalu dini untuk mempersiapkannya. Dalam mempersiapkan dana untuk masa depan, time is your ally … waktu adalah sekutu. Artinya, semakin lama waktu yang Anda miliki, semakin ringan beban Anda untuk mempersiapkannya dari sekarang.

2. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang sudah punya cukup dana.

Dalam sebuah seminar di Bandung, ketika saya memberikan kesempatan kepada peserta untuk saling sharing, ada seorang peserta wanita yang maju ke depan. Sambil memegang mik, dengan antusias ia mulai bercerita ….

“Pak Safir, saya pengusaha dengan dua anak. Beberapa tahun lalu, saya sempat meremehkan arti sebuah persiapan. Waktu anak pertama saya masuk SD, saya bisa membayar biaya pendidikannya dari dana yang saya miliki. Maklumlah, Pak, bisnis saya waktu itu lagi bagus-bagusnya ….”

Hmm, boleh juga … pikir saya.

Ia melanjutkan. “Lantas, ada teman yang menawari saya untuk mengambil asuransi pendidikan untuk anak kedua saya. Saya pikir, aah … buat apa sih ambil asuransi. Toh dana saya untuk membayar sekolah anak kedua pasti cukup nanti. Apalagi saya pengusaha. Nggak mungkin nggak cukup. Tapi, karena kasihan pada teman saya yang bolak-balik terus menawari saya, saya akhirnya mengambil asuransi pendidikan itu.”

Peserta seminar kelihatan mulai tertarik dengan ceritanya. Mereka menunggu klimaks apa yang akan ia berikan pada akhir cerita.

“Tapi Pak Safir, tahu nggak, ketika anak saya yang kedua akan masuk SD, bisnis saya mengalami krisis. Toko yang saya buka sejak lama dan sangat laris dengan sangat terpaksa saya tutup karena digusur oleh pemilik gedung. Walaupun saya punya pemasukan dari bisnis saya yang lain, tapi toko itulah yang memberikan pemasukan terbesar buat saya. Akhirnya, asuransi pendidikan yang saya ambil itulah yang justru menyelamatkan sekolah anak saya. Padahal asuransi pendidikan itu saya ambil hanya karena kasihan … eh, ketika toko saya ditutup, malah saya yang harus dikasihani. Untung ada asuransi pendidikan itu.” Intinya, jangan terlena dengan kekayaan atau dana besar yang Anda punyai sekarang. Bagaimana pun, itu bukan jaminan bahwa Anda bisa membayar pengeluaran-pengeluaran di masa depan. Jaminan Anda adalah berapa banyak darikekayaan yang Anda sekarang yang Anda sisihkan untuk pengeluaran di masa depan.

3. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang penghasilan saya sudah cukup besar.

Dengan penghasilan besar yang didapat sekarang, kebanyakan orang berpikir bahwa dalam lima tahun mereka pasti akan memiliki penghasilan yang lebih besar lagi. Nah, karena ada penghasilan yang lebih besar dalam lima tahun mendatang, pasti rumah itu bisa kebeli. Belum tentu! Penghasilan besar Anda sekarang bukan jaminan bahwa Anda akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi pada beberapa tahun mendatang. PHK, resesi ekonomi, pengambilalihan perusahaan, bahkan pengurangan pegawaibesar-besaran, bisa membuat penghasilan Anda yang besar sekarang menjadi stagnan atau lebih kecil dibanding sebelumnya. Bahkan, kalaupun betul penghasilan Anda naik terus, jangan lupa bahwa kenaikan harga barang dan jasa sering kali malah lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan gaji Anda. Kalau gaji Anda hanya naik 10% per tahun, harga barang dan jasa ─termasuk harga-harga dari pos-pos pengeluaran Anda di masa depan─bisa jadi naik hingga 20% per tahun.

Jadi, jangan andalkan penghasilan besar Anda sekarang karena itu bukan jaminan bahwa Anda bisa mempersiapkan dana untuk pos-pos di masa depan. Lebih aman, sisihkan deh dari sekarang.

4. Pasrah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, toh nanti uangnya pasti akan datang sendiri.

“Jangan pernah memiliki prinsip membiarkan hidup mengalir bagaikan air. Anda punya pos-pos pengeluaran di masa depan yang dananya harus dipersiapkan sejak sekarang.” Ini alasan paling “antik” yang sudah sering saya dengar. Ratusan kali saya mendengar kata-kata seperti ini: “Persiapan? Aaah, gak usahlah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, nanti juga uangnya pasti ada …. Saya kan selalu beruntung ….”

Air memang mengalir, tapi Anda ‘kan bukan air. Anda manusia yang mempunyai hak untuk menentukan ke mana Anda dan keluarga yang Anda bawa akan “mengalir”.

Ratusan kali pula saya melihat “orang-orang air” ini menyesal ketika waktunya tiba. Di usia 40 atau 50 misalnya, mereka tidak bisa pergi haji seperti yang mereka inginkan, tidak bisa pensiun sesuai dengan standar yang mereka mau, tidak bisa liburan dengan keluarga ke tempat-tempat yang mereka impikan sejak dulu, danyang paling nyesek, mereka sadar bahwa umur mereka tidak bisa diulang agar mereka bisa memperbaiki kesalahan mereka. Jangan heran kalau saya tahu ceritacerita seperti itu karena banyak di antara mereka yang akhirnya jadi klien di kantor saya.

A.Pos-pos Pengeluaran di Masa Depan yang Umumnya Harus Dipersiapkan Sejak Sekarang

1. Pendidikan Anak

Asuransi pendidikan, misalnya, adalah produk persiapan dana pendidikan yang paling popular saat ini di Indonesia. Selain asuransi pendidikan, pilihan lain yang juga mulai populer ialah tabungan pendidikan. Pada tabungan pendidikan, Anda seperti membuka tabungan biasa, tapi uang Anda dikunci. Nanti ketika anak Anda masuk TK, SD, SMP, dan seterusnya, tabungan Anda baru bisa diambil. Kalau Anda menyisihkan uang untuk biaya pendidikan dari penghasilan Anda, semetara penghasilan Anda didapat dari bekerja secara fisik, Anda harus mempertimbangkan untuk mengambil proteksi, seperti asuransi, agar bisa berjaga-aga kalau terjadi risiko kematian. Ingat, kalau Anda meninggal, penghasilan Anda pasti akan berhenti. Kalau penghasilan Anda berhenti, siapa yang akan eneruskan tabungan Anda? Dengan mengambil proteksi berupa asuransi, entah yang berdiri sendiri atau langsung dalam bentuk asuransi pendidikan atau asuransi pada tabungan pendidikan, risiko hilangnya penghasilan karena kematian bisa iantisipasi.

2. Pensiun

Pensiun adalah salah satu pos yang juga harus dipersiapkan supaya kelak Anda bisa hidup dengan standar yang Anda inginkan. Hal pertama yang harus diperhatikan ialah sumber penghasilan macam apa yang Anda inginkan ketika pensiun? Apakah cukup hanya dari jamsostek (hmm nggak begitu cukup kaliya), penghasilan pensiun bulanan dari kantor (paling hanya 70% dari gaji terakhir), atau dana pensiun lump sum (sekali bayar) yang diberikan di akhir masakerja Anda?

Bagaimana kalau Anda memcoba mempertimbangkan alternatif sumber lain untuk mmpersiapkan masa pensiun? Pertama-tama, Anda bisa mengikuti Program pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan mengambil hasil ananya pada usia yang bisa Anda pilih sendiri. Katakan saja di usia 55 tahun. ada DPLK, Anda menyetor uang setiap bulan yang diambil dari gaji Anda, kemudian uang itu akan diputar oleh Manajer Investasi yang bekerja Perusahaan DPLK Anda.

Alternatif lain ialah melakukan investasi sendiri dan menikmati hasilnya ketika pensiun. Jadi, Anda tidak perlu lagi menyetor ke Perusahaan DPLK karena di sini Andalah yang akan memutar serta menginvestasikan sendiri dana Anda setiap bulan yang diambil secara rutin dari gaji Anda. Kalau ingin melakukan cara ini, pastikan Anda menguasai dan mau belajar tentang kiat yang baik dalam investasi. Alternatif lain yang banyak juga dipilih orang untuk masa pensiun ialah membuka bisnis sejak sekarang. Ketika Anda pensiun, diharapkan bisnis itu sudah berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dinikmati dan digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran di masa pensiun. Memang tidak gampang membuka bisnis sendiri. Perlu mental yang cukup baik untuk bisa berhasil. Kalau Anda merasa belum mempunyai mental yang cukup baik, saya rasa tidak ada salahnya Anda memulai dari sekarang. Mumpung pensiun Anda masih jauh. Anda pun memiliki kesempatan untuk jatuh bangun terlebih dahulu di bisnis tersebut.

3. Properti dan kepemilikan lain

Tanah, rumah, dan kendaraan kadang-kadang menjadi tujuan di masa datang yang harus disiapkan. Bila tujuan ini merupakan salah satu pos pengeluaran di masadatang yang juga menjadi keinginan Anda, ada dua alternatif dalam mempersiapkannya.

Pertama, dengan menabung sendiri. Dengan gaji saat ini, Anda bisa menabung sedikit demi sedikit supaya bisa membeli properti itu dalam beberapa tahun mendatang.

Anda bisa menggunakan alternatif kedua memanfaatkan fasilitas pinjaman. Fasilitas pinjaman dari siapa? Pertama-tama bisa dari bank. Pada saat ini hampirsemua bank memberikan fasilitas pinjaman untuk pembelian rumah ataukendaraan yang bisa Anda manfaatkan.

4. Bisnis

Beberapa di antara Anda yang sekarang bekerja sebagai karyawan pasti pernah berpikir untuk membuka bisnis sendiri. Namun, dikarenakan alasan klise: modal,akhirnya bisnis tersebut nggak jadi dibuka.Padahal, membuka bisnis sendiri, selama tidak mengganggu waktu kerja atautidak berada di bidang yang sama dengan perusahaan tempat bekerja sekarang,sering kali menjadi impian banyak karyawan. Cuma ya itu, mentok-mentoknya

masalah modal.

Apakah bisnis Anda nggak bisa jalan karena alasan modal? Jangan lupa, bila Anda pada saat ini bekerja sebagai karyawan, bisnis yang Anda buka sekarang pasti skalanya masih sangat kecil. Dengan skala yang sangat kecil, apakah modal yangdibutuhkan harus betul-betul besar? Cobalah hitung lagi berapa sebenarnya modaluang yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis, siapa tahu bisa lebih kecil.

Pertanyaannya, dari mana modalnya? Lebih baik dari menabung sendiri. Boleh saja Anda langsung meminjam uanguntuk membuka bisnis Anda sekarang. Saran saya, pinjamlah kalau memang Andabetul-betul kepepet. Kalau tidak, saya menyarankan Anda untuk menabungsendiri. Jangan lupa, kalau Anda meminjam, toh Anda harus mengembalikannyajuga. Sama seperti menabung sendiri, kan?

5. Liburan dan perjalanan ibadah

Liburan dan perjalanan ibadah juga merupakan tujuan di masa datang yang seringkali diinginkan banyak keluarga. Jangan lupa, liburan dan perjalanan ibadah juga membutuhkan dana yang cukup besar.

Bagaimana dengan liburan? Ini juga bisa besar. Jangan lupa, biaya liburanbiasanya sangat bergantung pada lima hal: transportasi, akomodasi, makan danminum, rekreasi di objek wisata, dan oleh-oleh. Semua itu umumnya cukupmahal. Kalau Anda ingin mempersiapkan dananya, pesan saya: jangan terlalumengandalkan utang. Tabung saja uangnya. Saya sering melihat seseorang yangmemutuskan pergi berlibur ke luar negeri dengan memanfaatkan fasilitas utang,entah fasilitas utang di kartu kredit atau dari kantor. 

Miliki Proteksi

Apa yang dimaksud dengan proteksi? Proteksi adalah perlindungan bila terjadi satu risiko pada keluarga Anda. Apa yang dilindungi?Keuangannya!

Risiko-risiko yang Mungkin Terjadi pada Kehidupan Anda

Bayangkan Anda adalah pria berusia 37 tahun, memiliki istri dan tiga orang anakyang masih dibiayai secara bulanan, baik hidupnya maupun sekolahnya. Di rumah,hanya Anda yang bekerja, sementara istri Anda seorang ibu rumah tangga. Simpananuang di keluarga kebetulan tidak banyak-banyak amat, hanya sekitar Rp.32 juta. Andakebetulan juga tidak memiliki produk-produk investasi lain. Ya, ada sih. Bentuknyadeposito sekitar Rp.12 juta, di luar yang Rp.32 juta tadi. Anda bekerja di kantor yangsekarang sudah 10 tahun, dengan penghasilan sekitar Rp.4,7 juta per bulan.Pertanyaannya sederhana:

“Apa yang terjadi kalau Anda meninggal dunia?”

Secara keuangan, sudah jelas, gaji Anda berhenti. Mungkin kantor Anda akan berbaikhati memberikan pesangon, tapi berapa sih pesangonnya? Anggap saja ada pesangonyang jumlahnya enam bulan gaji terakhir. Sekarang, siapa yang akan membiayaihidup orang-orang yang Anda tinggalkan?

“Oh, bisa Pak Safir,” kata Anda, “dari simpanan tadi.”

Keluarga Anda mungkin akan memakai uang pesangon plus mencairkan depositonya.Akan tetapi, sampai kapan uang itu bertahan? Cepat atau lambat pasti habis. Nah,disinilah pentingnya melakukan proteksi sehingga kalau terjadi satu risiko, apapunrisiko itu, orang yang Anda tinggalkan tidak perlu lagi “menderita” secara keuangan.

Risiko lain, Anda sakit. Ada biaya dokter yang harus dibayar. Belum lagi biaya rumah sakit. Nginep di rumah sakit itu mahal. Per malam bisa ratusan ribu. Belum kalau

operasi. Belum obatnya. Bisa puluhan juta!

Kesimpulannya, risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan antara lain adalah:

1. Kematian

2. Kecelakaan

3. Sakit

4. Musibah pada rumah

5. Musibah pada kendaraan

6. Pemutusan Hubungan Kerja

Apa yang bisa Anda Lakukan untuk memproteksi risiko-risiko tersebut? Jawabnya ada tiga, yaitu:

1. Asuransi

Kata asuransi mungkin akan lewat di kepala Anda bila mendengar kata “proteksi”.Ya, kata “proteksi” memang selalu dikaitkan dengan asuransi. Dengan memilikiasuransi, akibat-akibat yang muncul bila terjadi risiko pada keluarga Anda bisadiantisipasi.

Ada tiga jenis jasa asuransi yang umumnya dikenal.

Pertama, Asuransi Jiwa. Dengan asuransi ini, bila terjadi risiko kematian pada diri Anda, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang yang biasa disebut Uang Pertanggungan kepada ahli waris Anda. Uang Pertanggungan inilahyang nanti diharapkan bisa dikelola oleh ahli waris Anda.

Kedua, Asuransi Kesehatan. Asuransi kesehatan adalah program asuransi yangmemberikan penggantian biaya kesehatan yang sifatnya untuk penyembuhan(sekali lagi, penyembuhan, bukan pemeliharaan). Biaya kesehatan itu terbagi atas:

a. Perawatan, dan

b. Penyembuhan Sakit.

Ketiga, Asuransi Kerugian. Asuransi ini biasanya memberikan uangpertanggungan kalau-kalau properti atau barang-barang Anda (seperti rumah ataukendaraan) kena musibah.

2. Dana cadangan

Sebagai seorang karyawan, apakah Anda terus-menerus tidak pernah memilikiuang tunai di rekening tabungan Anda?

Kalau jawabannya IYA, then you’re in a dangerous situation.

Suatu hari saya pernah memberikan pelatihan di sebuah perusahaan yang sangatbesar. Topiknya menarik: Kiat Mengelola Uang Pesangon. Pesertanya, orangorangyang ternyata SUDAH di-PHK, tetapi belum menerima uang pesangon.

Ngomong-ngomong tentang pelatihan untuk orang-orang yang di-PHK, kalau Anda kebetulan orang di divisi HRD, saran saya, jangan mengadakan pelatihanatau seminar Mengelola Uang Pesangon setelah peserta mendapatkan uangpesangonnya. Dijamin nggak bakal banyak yang datang. Kalau mau, berikan pelatihan atau seminar tentang pengelolaan uang pesangon sebelum mereka benarbenarmenerimanya. Biasanya, lebih banyak yang datang!Dalam pelatihan Mengelola Uang Pesangon yang saya berikan, saya menemukanbanyak sekali peserta yang ternyata tidak pernah bisa memiliki uang cukup di

tabungannya. Bukan karena penghasilan mereka tidak besar, tapi masalahnya,tidak banyak di antara mereka yang bisa menyisakan cukup uang di rekeningtabungan. Selalu saja habis. Alasannya macam-macam, terlalu banyak pengeluaranlah, harga-harga naiklah, selalu tekorlah, anaknya banyaklah, dan seterusnya.

Nah, ketika PHK itu datang, paniklah mereka. Kenapa? Oleh karena, ketika PHK,gaji mereka akan berhenti. Selama belum bekerja lagi, mereka mau hidup darimana? Kan nggak ada tabungan? Itulah kenapa ada uang pesangon.Untuk seorang yang mengalami PHK, perusahaan wajib memberikan uangpesangon. Ada undang-undangnya. Namun, apakah hanya karena ada undang-undangnya,perusahaan Anda akan tetap memberikan uang pesangon? Kenyataannya, uang pesangon itu nggak selalu ada. Kebanyakan kasus itu terjadidi perusahaan yang organisasinya tidak besar-besar amat. Banyak perusahaan yang lingkupnya sangat kekeluargaan, yang jumlah orang di organisasinyamungkin hanya sekitar 15 orang bahkan kurang, sering kali menyelesaikanmasalah PHK ini tanpa uang pesangon. Kalaupun ada, mungkin jumlahnya hanyasekitar 2─3 bulan gaji. Alasan tidak adanya (atau kecilnya) uang pesangon inibermacam-macam. Namun, kebanyakan alasannya seragam: kondisi perusahaansedang sakit.

“Miliki dana cadangan untuk membayar pengeluaran-pengeluarankeluarga selama beberapa bulan ke depan kalau-kalauterjadi sesuatu pada sumber penghasilan Anda.”

Jadi, apa yang harus dilakukan? Sederhana sekali: miliki dana cadangan! Gunadana cadangan adalah untuk membayar pengeluaran-pengeluaran Anda selamabelum mendapatkan pekerjaan.Seberapa besar jumlah dana cadangan yang sebaiknya dimiliki? Ya, sebesarpengeluaran keluarga selama beberapa bulan. Anggap saja bila Anda di-PHK,

Anda akan hidup dari dana cadangan untuk beberapa bulan sebelum akhirnyamendapatkan pekerjaan kembali. Berapa jumlahnya? Idealnya sih sekitar 3, 6hingga 12 bulan pengeluaran keluarga Anda Jadi, kalau pengeluaran keluarga Anda saat ini Rp.1 juta per bulan, berarti Anda harus mempunyai dana cadangan sebesar Rp. 3, 6 hingga 12 juta. Anggap saja Rp.6 juta. Ini berarti, kalau Anda di-PHK hari ini juga dan tidak mendapatkan uang pesangon, Anda masih mempunyai uang untuk membayar pengeluaranpengeluarankeluarga selama 6 bulan ke depan walaupun Anda tidak digaji lagi. Jadi, tunggu apa lagi? Miliki dana cadangan sekarang juga! Jangan sampai Anda harus di-PHK dan tidak mendapatkan uang pesangon, Anda sengsara.

3. Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terusmenerus

Sumber penghasilan lain seperti apa yang bisa didapatkan secara terus-menerus? Pertama, tentu saja bisnis. Oleh karena, pada saat masih bekerja, Anda bisa mencari peluang bisnis yang mungkin dapat dijalankan tanpa mengganggu waktu kerja Anda, Memang, untuk awalnya, penghasilan dari sumber itu mungkin nggak besar-besar amat. Akan tetapi, yang penting harapan Anda ‘kan mereka bisa terus-menerus ngasih penghasilan.

Alternatif kedua, kalau Anda menginginkan sumber penghasilan yang bisa memberikan hasil secara terus-menerus, milikilah produk-produk investasi yang bisa memberikan Pendapatan Tetap untuk Anda, seperti deposito yang memberikan pendapatan tetap berupa bunga, atau rumah yang bisa juga memberikan pendapatan tetap berupa uang sewa secara periodik. Fokuskan diri Anda terus-menerus untuk memiliki produk-produk investasi seperti ini sehingga kelak, jumlah pendapatan tetap yang masuk dari investasi ini bisa menyamai pendapatan Anda sekarang.

Kesimpulan

keberhasilan sering kali sangat membutuhkan pengorbanan. Salah satunya, mengubah cara berpikir, dan yang paling penting, bertindak. Nah, kalau Anda ingat, sekali lagi ada lima kiat dalam mengelola gaji agar Anda bisa kaya:

BAB I             : “Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif”

BAB II            : “Atur Pengeluaran Anda”

BAB III          : “Hati-hati dengan Utang”

BAB IV          : “Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa yang Akan Datang”

BAB V            : “Miliki Proteksi”

Selamat mengelola gaji Anda!” Selanjutnya, bila Anda pelan-pelan telah berhasilmenabung dan menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan Anda dalam bentuktabungan, deposito, reksadana, atau dalam bentuk aset-aset lain, mari dengan lantan kita katakan kepada orang-orang di luar sana … “Siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?”

Peluang Bisnis Warnet (3) : “Lokasi Warnet”


Memilih lokasi untuk berusaha adalah salah satu point yang paling sulit. Utamanya bagi mereka yang belum memiliki tempat berusaha milik sendiri dan berencana menyewa tempat untuk membuka usaha warnet. Lain halnya jika lokasi tersebut adalah milik sendiri dimana tidak ada pilihan selain menggunakan lokasi yang sudah ada.

Berdasarkan diskusi-diskusi yang sering saya lakukan bersama teman-teman di Awari, maka beberapa point berikut bisa menjadi patokan dalam memilih lokasi.

  • Jangan memilih lokasi yang sudah banyak warnet kecuali warnet yang akan anda dirikan memiliki kelebihan khusus yang membedakan dengan warnet lain disekitarnya.
  • Tempat yang paling cocok untuk warnet adalah dekat Kampus/Sekolah adalah mitos. Warnet-warnet yang saya dapati berhasil justru lokasinya tidak dekat kampus/sekolah. Malah lokasi dekat kampus/sekolah adalah saksi dari hidup matinya banyak warnet dalam kurun waktu yang singkat.
  • Tingkat kepadatan penduduk yang cukup dan demografi-nya sesuai dengan target pemasaran warnet. Pelanggan warnet terbesar adalah mereka yang berumur 16thn hingga 30-an thn. Jadi buka warnet di sebuah komplek perumahan yang isinya pensiunan tidak di sarankan ;) .
  • Lihat di sekitar lokasi apakah ada mini market. Ini adalah salah satu saran dari teman sesama pengusaha warnet. Alasannya sederhana, mereka yang berbelanja di mini market memiliki kemiripan demografi dengan pelanggan di warnet.
  • Tempat parkir yang cukup untuk minimal 10 sepeda motor dan atau 2 mobil. Ini berdasarkan pengalaman, warnet yang tidak memiliki tempat parkir yang cukup akan menyulitkan pelanggan dan tidak menarik untuk di kunjungi

Point-point di atas masih perlu di kombinasikan lagi dengan kemampuan investasi dan target dari pemasaran warnet. Juga bukan merupakan harga mati sebuah lokasi, sebab masih ada faktor kreativitas dari promosi dan tingkat pelayanan dari warnet itu sendiri.

Sumber : http://irwinday.web.id

PELUANG USAHA WARNET(2) : Software, Hardware, & Billing System Wanet


 A. Software Internet

Perangkat Lunak apa saja yang diperlukan di warnet? Pertanyaan seperti ini gampang-gampang susah.   Meskipun demikian, kita bisa menyederhanakan perangkat-perangkat lunak tersebut ke dalam beberapa kategori untuk memudahkan kita dalam menyusun daftar perangkat lunak apa saja yang diperlukan.

Sebagai awal, saya membagi dua kebutuhan perangkat lunak, yaitu untuk di Server dan di Komputer Pengguna.   Kemudian dari pembagian tersebut saya susun lagi menjadi beberapa kategori perangkat lunak yaitu:

  • Sistem Operasi
  • Internet
  • Perkantoran
  • Multimedia
  • Grafis
  • Tools dan Security
  • Billing System

Secara umum baik komputer server maupun di komputer pengguna bisa terdapat perangkat lunak yang sama.  Dengan pertimbangan tertentu, ada perangkat lunak yang cuma berada di server atau di pengguna dan sebaliknya.

Demi mudahnya mari kita susun Perangkat Lunak untuk pengguna terlebih dahulu:

Sistem Operasi.

Pilihan untuk sistem operasi adalah:

  • Berbasis Windows
  • Berbasis Linux

Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.  Windows adalah sistem operasi yang populer dan dikenal oleh banyak orang namun harga dan model lisensinya termasuk mahal dan merepotkan.  Belum terhitung kerepotan yang ditimbulkan oleh gangguan Virus dan Malware.   Sementara sistem Operasi Linux, walaupun terkenal sebagai sistem operasi yang tangguh, aman dari virus, lisensi yang memberikan kebebasan bagi penggunanya, namun tidak semua pengguna familiar dengan penggunannnya sehingga membutuhkan perhatian dan layanan lebih ke pengguna.

Kecuali jika anda berniat memberikan layanan Game Center, maka pilihan satu-satunyanya adalah menggunakan Sistem Operasi berbasis Windows.  Dari sisi bisnis, keduanya mampu menopang usaha warnet.  Sebab dari pengamatan terhadap pelaku bisnis warnet, pemilihan sistem operasi tidak selalu menentukan kesuksesan sebuah warnet.

B. Hardware  Internet

Perangkat Lunak yang utama tentunya adalah browser.  dengan browser-lah sebagian besar aktifitas di internet dilakukan.  Pilihan untuk browser adalah:

  • Internet Explorer ( Windows )
  • Mozilla Firefox ( Windows dan Linux )
  • Opera (Windows dan Linux )
  • Google Chrome ( saat ini baru tersedia versi Windows)
  • Apple Safari ( Windows )

Dari berbagi pilihan browser di atas, yang paling populer saat ini di warnet adalah: Mozilla Firefox.  Penulis juga menyarankan agar warnet menggunakan Browser ini dan menjadikan browser lain sebagai cadangan.  Internet Explorer tidak di sarankan, banyaknya masalah keamanan yang ditimbulkan oleh Internet Explorer membuat banyak warnet lebih memilih browser lain.

Perangkat Lunak berikutnya dalam kategori Internet adalah perangkat lunak Messaging, kegunaan perangkat lunak ini adalah untuk saling bertukar pesan pendek.  Layanan yang populer adalah: Yahoo Mesengger (Yahoo IM), MSN, Gtalk.   Baik Yahoo IM, MSN maupun Gtalk memiliki perangkat lunaknya masing-masing dan dapat di install ke komputer pengguna.  Kita juga dapat memanfaatkan perangkat lunak messaging yang dapat terkoneksi ke beberapa layanan sekaligus seperti Pidgin. Selain diakses melalui perangkat lunak tersendiri, layanan Yahoo IM, MSN dan Gtalk juga dapat di akses melalui web seperti Meebo.

Diluar kedua jenis perangkat lunak di atas, ada baiknya di komputer pengguna juga di install beberapa perangkat lunak kategori internet, misalnya:  FTP Client, namun hal ini bukanlah prioritas.  Yang prioritas adalah: Browser dan Messaging.

Perangkat Lunak Perkantoran

Biasanya masyarakat umum lebih familiar dengan istilah office software. Perangkat lunak perkantoran merupakan perangkat lunak yang diperlukan untuk melakukan pengetikan (word processing), lembar kerja (spreadsheet), dan penyusunan presentasi.  Yang populer di masyarakat adalah Microsoft Office, namun harga lisensinya yang tinggi menjadikan perangkat lunak ini tidak ekonomis untuk di sediakan di komputer pengguna.   Selain itu,  Microsoft Office cuma bisa berjalan di Sistem Operasi Windows.   Untuk Warnet, solusinya adalah menggunakan perangkat lunak perkantoran Open Office.

Open Office adalah perangkat lunak perkantoran open source yang populer.   Tampilan dan fasilitas yang disediakan oleh Open Office cukup lengkap dan dapat di jalankan di sistem operasi Windows dan Linux.  Tidak ada perbedaan menjalankan OpenOffice di sistem operasi Windows maupun Linux.  Open Office juga mampu membaca berbagai format dokumen yang ada.

Bagaimana dengan Microsoft Office? Jika memang diperlukan bisa saja warnet membeli satu lisensi untuk dipergunakan di komputer Operator bagi kepentingan pencetakan.  Hal ini karena untuk format dokumen yang rumit tidak di bisa di konversi dengan tepat oleh Open Office.

posting mengenai perbandingan harga beberapa perangkat lunak perkantoran dapat dibaca di sini.

Perangkat Lunak Multimedia

Perangkat lunak multimedia sifatnya adalah pilihan.   Kita bisa memilih apakah perlu memasangnya di komputer pengguna atau tidak.  Ini bergantung kepada kebijakan warnet tersebut.   Jika hendak memberikan akses ke berkas berkas multimedia (audio, video), maka perangkat lunak yang populer adalah:

  • WinAMP (windows)
  • Windows Media Player (windows)
  • K-Lite Code Pack (windows)
  • Amarok ( Linux )
  • VLC Media Player (linux, windows)

Perangkat Lunak Grafis

Perangkat lunak grafis yang diperlukan di warnet adalah perangkat lunak untuk melihat (preview) berkas berkas grafis/foto dan melakukan modifikasi dasar.  Karenanya dengan menggunakan perangkat lunak berbasis Open Source seperti GIMP (linux/Windows) sudah cukup memenuhi kebutuhan tersebut.  Kita juga bisa menggunakan perangkat lunak lainnya seperti GQView (linux), Gwenview (linux), IrfanView (windows)  untuk sekedar melihat (preview) berkas grafis.  Untuk Windows, sebenarnya sudah ada fasilitas untuk preview berkas grafis tanpa harus menginstall perangkat lunak tambahan sementara untuk pengguna Linux, default-nya juga sudah tersedia perangkat lunak untuk hal tersebut.

Tools dan Security

  • linux
  • windows

C. Billing System

Billing System adalah Perangkat Lunak yang harus ada di warnet.  Tanpa billing system, kita akan kesulitan melakukan pengawasan, analisa dan pencatatan terhadap segala kegiatan yang berlangsung di Warnet.   Banyak sekali pilihan Billing System yang bisa kita gunakan namun sebaiknya sebelum memutuskan menggunakan Billing System mana, pelajari dan coba cari tahu dulu segala sesuatu tentang Perangkat Lunak yang tersedia.

 Hardware internet

Perangkat keras apa saja yang dibutuhkan di warnet?  Saya membaginya atas beberapa kategori, yaitu:

  1. Perangkat Komputer
  2. Perangkat Jaringan
  3. Perangkat Kelistrikan
  4. Perangkat Tambahan

Perangkat Komputer.

Secara sederhana, perangkat komputer yang diperlukan sebuah warnet adalah komputer yang dipergunakan oleh pengguna dan komputer yang digunakan untuk pencatatan (billing).  Dalam prakteknya, sering komputer yang digunakan untuk pencatatan digunakan juga sebagai komputer untuk melayani proses pencetakan (print server) dan penyimpanan berkas (file server), bahkan kadang berfungsi juga sebagai komputer untuk melakukan pelayanan lainnya ( pengetikan, pemindaian, edit foto dst-nya)

Untuk komputer pengguna sebaiknya digunakan spesifikasi yang “cukup”.  Cukup disini dalam pengertian spesifikasi tersebut cukup nyaman untuk menjalankan aplikasi-aplikasi internet yang umum dilakukan seperti browsing dan messaging (dan sekali-kali menggunakan aplikasi perkantoran/office application).  sebuah PC dengan Memory 512MB (saat tulisan ini dibuat sudah merupakan spesifikasi umum) dan harddisk 80GB mustinya cukup.  Jenis VGA yang dibutuhkan tidaklah terlalu tinggi.  Sebuah VGA dengan memory 32-64MB sudah mencukupi.  Untuk tipe layar, penulis menyarankan penggunaan jenis LCD dengan lebar minimum 15 inci.  Tipe layar LCD selain menghemat penggunaan listrik dan menghasilkan tidak menghasilkan panas seperti layar CRT, juga harganya sudah cukup terjangkau.  Pada saat tulisan ini dibuat sebuah layar LCD bermerek terkenal dengan lebar 17 inci bisa didapatkan dengan harga Rp 1,5j juta, sementara yang berukuran 15 inci seharga Rp 1,3 juta.

Penulis sengaja tidak memberikan saran mengenai CPU, sebab tipe CPU terendah yang bisa didapatkan dipasaran saat ini pun sudah sangat cukup untuk menjalankan aplikasi-aplikasi internet.  Sehingga pemilihan CPU adalah bergantung kesediaan tipe CPU di pasaran. Mengenai ukuran casing, sebaiknya Casing dari Komputer pelanggan jangan terlalu besar.  Jika tersedia casing berukuran kecil dan hemat tempat akan sangat membantu tingkat kenyamanan dari pengguna.

Bagaimana dengan perangkat input output seperti CD-ROM, WebCam, USB Port?  Ini bergantung dengan kondisi pasar setempat.  Beberapa warnet tidak memasang CD-ROM di komputer pelanggan dengan alasan tidak banyak digunakan dan lebih praktis menggunakan USB Flashdisk sebagai media simpan.  WebCam tidak selalu dibutuhkan, karena cenderung memboroskan bandwidth.  Namun jika permintaan dari pelanggan cukup banyak, tidak ada salahnya menyediakan webcam dengan biaya tambahan.

Perangkat Jaringan

Perangkat jaringan apa saja yang diperlukan di warnet? Minimum perangkat yang kita perlukan adalah Switch dengan jumlah port yang cukup untuk semua komputer, kabel jaringan dan router/modem.  Umumnya switch tersedia dengan jumlah port 4, 8, 12, 16, 24, hingga 32.  Apa bedanya hub dengan switch? dari sisi fungsi keduanya sama, dari unjuk kerja tentu switch diatas hub.  Saat ini hub sudah hampir tidak ada dipasaran.  Harga Switch saat ini pun sudah cukup terjangkau bahkan sama dengan hub.   Beberapa switch memiliki fitur “manageable”, namun tipe ini biasanya harganya cukup mahal dan nyaris tidak diperlukan di sebuah jaringan warnet berukuran kecil (4 s/d 24 pc)

Bagi pengguna ADSL, pilihlah Modem/Router ADSL yang berkualitas bagus.  Modem standar dari Provider kadang tidak mampu dipergunakan terus menerus, atau cepat rusak.  Ini bisa dimengerti, sebab modem standar dirancang untuk penggunaan dirumah sementara Warnet menggunakannnya seharian penuh setiap harinya.  Cobalah bertanya dahulu ke toko-toko tempat anda membeli modem ataupun ke forum-forum yang membahas mengenai warnet/internet untuk mencari tahu modem apa yang cukup tahan digunakan terus menerus.

Perangkat Kelistrikan

Saya memisahkan perangkat seperti UPS, Stabilizer dan AC ke kategori perangkat kelistrikan untuk memudahkan pengelompokan saja.  Termasuk didalam perangkat kelistrikan adalah Grounding yang kadang dilupakan saat instalasi listrik.  Grounding diperlukan agar perangkat-perangkat yang kita gunakan tidak nyetrum pada saat tersentuh.  UPS juga akan lebih awet jika grounding dari sistem kelistrikan kita bagus.

Ada baiknya jalur kelistrikan dirancang menjadi beberapa bagian yang terpisah dan memiliki rangkaian pemutus/sekering tersendiri. Misalnya: jalur listrik untuk komputer client, jaringan listrik untuk komputer billing dan perangkat lainnya, jaringan listrik untuk perangkat Pendingin Ruangan, Lemari Pendingin (jika ada).  Hal ini dimaksudkan jika terjadi kelebihan beban maupun hubungan singkat dapat lebih mudah ditelusuri dan lebih aman dalam pengoperasioan sehari-hari.

Perangkat Tambahan

  1. Pencetak/Printer
  2. Pemindai/Scanner
  3. CD/DVD Burner

Pencetak/Printer adalah perangkat tambahan yang wajib ada di Warnet.   Hal ini sebenarnya telah di bahas di Bab 3 – Layanan Warnet.  Namun kali ini penulis menegaskan sekali lagi bahwa jika dana investasi tersedia, sebaiknya warnet memiliki minimal 2 macam alat pencetak.  Dimana 1 pencetak jenis laser dan 1 lagi berjenis inkjet.  Pencetak Laser di khususkan untuk pencetakan hitam putih berkualitas dan berkecepatan tinggi.   Sedang Pencetak inkjet dimaksud untuk melayani pencetakan berwarna/foto dan berkecepatan sedang.  Mengingat penghasilan dari pencetakan adalah salah satu penghasilan yang dengan persentasi tinggi, rawatlah perangkat cetak anda sebaik mungkin.

Carilah perangkat pencetak yang didukung atau dapat bekerja di OS Linux.  Printer jenis ini akan sangat membantu jika dikemudian hari warnet berniat untuk bermigrasi ke OS Linux.   Memiliki pencetak yang hanya berjalan di satu jenis OS sebenarnya merugikan.

Pemindai/Scanner sendiri adalah perangkat yang disarankan ada.   Pemindai di warnet tidak perlu yang berkemampuan tinggi.  Bahkan sebuah perangkat pemindai yang masuk dalam entry level pun sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pemindaian di warnet.  Banyak jenis pemindai di pasar, namun seperti halnya perangkat pencetak, carilah pemindai yang bisa dipasangkan dengan OS Linux untuk mengantisipasi migrasi ke OS Linux.

Walaupun USB Flash DIsk berkapasitas tinggi (kapasitas > 4GB) mulai menjadi Umum, namun media CD/DVD tetap menjadi pilihan media simpan.   Karenanya, memiliki sebuah CD/DVD Burner adalah kewajiban.  Gunakanlah perangkat yang mampu membakar CD-R, CD-RW, DVD-R dan DVD Double Density (kapasitas 8GB).  Dengan harga yang tidak terlalu berbeda, sayang rasanya jika burner anda cuma mampu menulis di CD-R dan DVD-R.

Tempatkanlah CD/DVD Burner ini di area kerja Operator/Kasir agar penggunaannya dapat dipantau.  Jangan memasangnya di komputer client sebab akan menyulitkan pengawasan dan bisa mengganggu client jika komputer tersebut sedang digunakan.

Perlu diperhatikan adalah: jagalah agar file-file yang dibakar ke dalam CD/DVD tersebut bukan file-file yang melanggar UU/Hukum yang berlaku.   Walaupun sebenarnya tanggung jawab bukanlah dari sisi warnet, tapi mencegah lebih baik daripada bermasalah dikemudian hari.

Perangkat lainnya.

Selain ke-empat perangkat yang penulis sampaikan di atas, masih ada beberapa perangkat lainnya seperti speaker, headset, webcam yang dapat di optimalkan untuk menambah penghasilan warnet.  Namun semuanya tergantung kepada pasar yang dituju dan tingkat layanan yang ingin diberikan.

Billing System Warnet

Billing system adalah aplikasi yang digunakan dalam membantu manajemen warnet. Fungsinya antara lain:

  • Mencatat pemakaian pengguna Warnet
  • Membantu pencatatan layanan lainnya (Print Out, Makanan, Minuman dll)
  • Sarana pencatatan keuangan
  • Fungsi monitoring kondisi PC Client (aktifitas, status on/off)

Pilihan aplikasi Billing system yang tersedia cukup banyak dari yang hanya berfasilitas dasar hingga memiliki kemampuan untuk melakukan report dan monitoring via internet. Baik yang berbasis Windows maupun yang berbasis Linux.

Daftar Aplikasi Billing System basis Windows diurut alfabetis:

Daftar Aplikasi Billing System basis Linux/Open Source diurut alfabetis:

%d blogger menyukai ini: