Pos-pos oleh Ahmad Elqorni

PENGANTAR ETIKA BISNIS DAN PROFESI


A. Pengertian dan Teori Etika

Apakah etika, dan apakah etika profesi itu ? Kata etik (atau etika) berasal dari kata ethos (bahasa Yunani) yang berarti karakter, watak kesusilaan atau adat. Sebagai suatu subyek, etika akan berkaitan dengan konsep yang dimilki oleh individu ataupun kelompok untuk menilai apakah tindakan-tindakan tersebut yang telah dikerjakannya itu salah atau benar, buruk atau baik.

Menurut Martin (1993), etika didefinisikan sebagai “the discpline which can act as the performance index or reference for our control system”. Dengan demikian, etika akan memberikan semacam batasan maupun standar yang akan mengatur pergaulan manusia di dalam kelompok sosialnya.

Dalam pengertiannya yang secara khusus dikaitkan dengan seni pergaulan manusia atau sosialisasi, etika ini kemudian dirupakan dalam bentuk aturan (code) tertulis yang secara sistematik sengaja dibuat berdasarkan prinsipprinsip moral yang ada dan pada saat yang dibutuhkan akan bisa difungsikan sebagai alat untuk menghakimi segala macam tindakan yang secara logika-rasional umum (common sense) dinilai menyimpang dari kode etik.

Dengan demikian etika adalah refleksi dari apa yang disebut dengan “self control”, karena segala sesuatunya dibuat dan diterapkan dari dan untuk kepenringan kelompok social (profesi) itu sendiri.

B. Prinsip-prinsip Etika

Dalam peradaban sejarah manusia sejak abad keempat sebelum Masehi para pemikir telah mencoba menjabarkan berbagai corak landasan etika sebagai pedoman hidup bermasyarakat. Para pemikir itu telah mengidentifikasi sedikitnya terdapat ratusan macam ide agung (great ideas). Seluruh gagasan atau ide agung tersebut dapat diringkas menjadi enam prinsip yang merupakan landasan penting etika, yaitu keindahan, persamaan, kebaikan, keadilan, kebebasan, dan kebenaran.

  • Prinsip Keindahan

Prinsip ini mendasari segala sesuatu yang mencakup penikmatan rasa senang terhadap keindahan. Berdasarkan prinsip ini, manusia memperhatikan nilai-nilai keindahan dan ingin menampakkan sesuatu yang indah dalam perilakunya.

  • Prinsip Kebaikan

Prinsip ini mendasari perilaku individu untuk selalu berupaya berbuat kebaikan dalam berinteraksi dengan lingkungannya. Prinsip ini biasanya berkenaan dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti hormat- menghormati, kasih sayang, membantu orang lain, dan sebagainya. Manusia pada hakikatnya selalu ingin berbuat baik, karena dengan berbuat baik dia akan dapat diterima oleh lingkungannya.

  • Prinsip Keadilan

Pengertian keadilan adalah kemauan yang tetap dan kekal untuk memberikan kepada setiap orang apa yang semestinya mereka peroleh. Oleh karena itu, prinsip ini mendasari seseorang untuk bertindak adil dan proporsional serta tidak mengambil sesuatu yang menjadi hak orang lain.

  • Prinsip Kebebasan

Kebebasan dapat diartikan sebagai keleluasaan individu untuk bertindak atau tidak bertindak sesuai dengan pilihannya sendiri. Dalam prinsip kehidupan dan hak asasi manusia, setiap manusia mempunyai hak untuk melakukan sesuatu sesuai dengan kehendaknya sendiri sepanjang tidak merugikan atau mengganggu hak-hak orang lain.

  • Prinsip Kebenaran

Kebenaran biasanya digunakan dalam logika keilmuan yang muncul dari hasil pemikiran yang logis/rasional. Kebenaran harus dapat dibuktikan dan ditunjukkan agar kebenaran itu dapat diyakini oleh individu dan masyarakat. Tidak setiap kebenaran dapat diterima sebagai suatu kebenaran apabila belum dapat dibuktikan.

  1. Basis Teori Etika
  2. Teori Teleologi

Teleologi berasal dari bahasa Yunani yaitu telos. Menurut teori ini kualitas etis suatu perbuatan atau tindakan diperoleh dengan dicapainya tujuan dari perbuatan itu sendiri.

Ada dua macam aliran dalam teori teleologi ini yaitu:

  • Utilitarisme
  • Egoisme etis

Dilema Etika

Dilema etika merupakan suatu keadaan dimana seseorang harus membuat keputusan tentang perilaku seperti apa yang tepat akan dilakukannya. Menurut Arens dan Loebbecke (1995: 74) yang dimaksud dengan dilema etika adalah situasi yang dihadapi seseorang dimana keputusan mengenai perilaku yang pantas harus dibuat.

Ada beberapa alternatif pemecahan dilema etika, tetapi harus berhati-hati untuk menghindari cara yang merupakan rasionalisasi perilaku pendekatan sederhana untuk memecahkan dilemma etika:

  1. Memperoleh fakta-fakta yang relevan.
  2. Mengidentifikasi issue-issue etika dari fakta-fakta yang ada.
  3. Menentukan siapa dan bagaimana orang atau kelompok yang dipengaruhi oleh dilema.
  4. Mengidentifikasi alternatif yang tersedia bagi orang yang harus memecahkan dilema.
  5. Mengidentifikasi konsekuensi yang mungkin timbul dari setiap alternatif.
  6. Memutuskan tindakan yang tepat untuk dilakukan.
  1. Egoism

Menurut Rachels (2004: 146) artinya teori mengenai bagaimana kita seharusnya bertindak, tanpa memandang bagaimana kita biasanya bertindak. Menurut teori ini hanya ada satu prinsip perilaku yang utama, yakni prinsip kepentingan diri, dan prinsip ini merangkum semua tugas dan kewajiban alami seseorang.

  1. Utilitarism

Utilitarisme adalah sebuah teori yang dikemukakan oleh David Hume. Dalam teori ini suatu perbuatan atau tindakan dapat dikatakan baik jika dapat menghasilkan manfaat. Akan tetapi bukan bermanfaat untuk pribadi seseorang saja, tapi untuk sekelompok orang atau sekelompok masyarakat.

3. Deontology

Deontologi berasal dari bahasa Yunani deon, yang berarti kewajiban. Etika deontologi memberikan pedoman moral agar manusia melakukan apa yang menjadi kewajiban sesuai dengan nilainilai atau norma-norma yang ada. Suatu perilaku akan dinilai baik atau buruk berdasarkan kewajiban yang mengacu pada nilai-nilai atau norma-norma moral. Tindakan sedekah kepada orang miskin adalah tindakan yang baik karena perbuatan tersebut merupakan kewajiban manusia untuk melakukannya. Sebaliknya, tindakan mencuri, penggelapan dan korupsi adalah perbuatan buruk dan kewajiban manusia untuk menghindarinya.

Etika deontologi tidak membahas apa akibat atau konsekuensi dari suatu perilaku. Suatu perilaku dibenarkan bukan karena perilaku itu berakibat baik, tetapi perilaku itu memang baik dan perilaku itu didasarkan kewajiban yang memang harus dilaksanakan.

4. Virtue Etics

Virtue Etics atau teori keutamaan dapat didefinisikan sebagai cara pikir seseorang yang memungkinkan dia untuk bertindak baik secara moral. Teori ini cenderung memandang sikap atau akhlak seseorang.

  1. Perilaku Etika dalam Profesi Akuntansi
  2. Akuntansi Sebagai Profesi dan Peran Akuntan

Akuntan sebagai suatu profesi dituntut untuk mengikuti perkembangan dunia yang semakin global. Profesi akuntan Indonesia di masa yang akan datang menghadapi tantangan yang semakin berat, terutama jika dikaitkan dengan berlakunya kesepakatan Internasional mengenai pasar bebas. Profesi akuntan Indonesia harus menanggapi tantangan tersebut secara kritis khususnya mengenai keterbukaan pasar jasa yang berarti akan member peluang yang besar sekaligus memberikan tantangan yang semakin berat.

Menurut Machfoedz (1997), profesionalisme suatu profesi mensyaratkan tiga hal utama yang harus dipunyai oleh setiap anggota profesi tersebut, yaitu: keahlian (skill), karakter (character), dan pengetahuan (knowledge).

Timbul dan berkembangnya profesi akuntan publik di suatu negara adalah sejalan dengan berkembangnya perusahaan dan berbagai bentuk badan hukum perusahaan di negara tersebut. Dari profesi akuntan publik inilah masyarakat kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan.

Peran akuntan antara lain :

  • Akuntan Publik (Public Accountants)

Akuntan publik atau juga dikenal dengan akuntan eksternal adalah akuntan independen yangmemberikan jasa-jasanya atas dasar pembayaran tertentu.

  • Akuntan Intern (Internal Accountant)

Akuntan intern adalah akuntan yang bekerja dalam suatu perusahaan atau organisasi. Akuntan intern ini disebut juga akuntan perusahaan atau akuntan manajemen.

  • Akuntan Pemerintah (Government Accountants)

Akuntan pemerintah adalah akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah, misalnya dikantor Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Badan Pengawas Keuangan (BPK).

  • Akuntan Pendidik

Akuntan pendidik adalah akuntan yang bertugas dalam pendidikan akuntansi, melakukan penelitian dan pengembangan akuntansi, mengajar, dan menyusun kurikulum pendidikan akuntansi di perguruan tinggi.

  1. Ekpektasi Publik

Masyarakat umumnya mempersepsikan akuntan sebagai orang yang profesional dibidang akuntansi. Ini berarti bahwa mereka mempunyai sesuatu kepandaian yang lebih dibidang ini dibandingkan dengan orang awam. Selain itu masyarakat pun berharap bahwa para akuntan mematuhi standar dan tata nilai yang berlaku dilingkungan profesi akuntan, sehingga masyarakat dapat mengandalkan kepercayaannya terhadap pekerjaan yang diberikan. Dengan demikian unsur kepercayaan memegang peranan yang sangat penting dalam hubungan antara akuntan dan pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam hal ini, seorang akuntan dipekerjakan oleh sebuah organisasi atau KAP, tidak akan ada undang-undang atau kontrak tanggung jawab terhadap pemilik perusahaan atau publik.Walaupun demikian, sebagaimana tanggung jawabnya pada atasan, akuntan professional publik mengekspektasikannya untuk mempertahankan nilai-nilai kejujuran, integritas, objektivitas, serta pentingannya akan hak dan kewajiban dalam perusahaan.

  1. Nilai-Nilai Etika VS Teknik Akuntansi Auditing

Sebagain besar akuntan dan kebanyakan bukan akuntan memegang pendapat bahwa penguasaan akuntansi dan atau teknik audit merupakan sejata utama proses akuntansi. Tetapi beberapa skandal keuangan disebabkan oleh kesalahan dalam penilaian tentang kegunaan teknik atau yang layak atau penyimpangan yang terkait dengan hal itu.

Beberapa kesalahan dalam penilaian berasal dari salah mengartikan permasalahan dikarenakan kerumitannya, sementara yang lain dikarenakan oleh kurangnnya perhatian terhadap nilai etik kejujuran, integritas, objektivitas, perhatian, rahasia dan komitmen terhadap mendahulukan kepentingan orang lain dari pada kepentingan diri sendiri.

  •  Integritas

Setiap tindakan dan kata-kata pelaku profesi menunjukan sikap transparansi, kejujuran dan konsisten.

  • Kerjasama

Mempunyai kemampuan untuk bekerja sendiri maupun dalam tim.

  • Inovasi

Pelaku profesi mampu memberi nilai tambah pada pelanggan dan proses kerja dengan metode baru.

  • Simplisitas

Pelaku profesi mampu memberikan solusi pada setiap masalah yang timbul, dan masalah yang kompleks menjadi lebih sederhana.

Teknik akuntansi (akuntansi technique) adalah aturan aturan khusus yang diturunkan dari prinsip prinsip akuntan yang menerangkan transaksi transaksi dan kejadian kejadian tertentu yang dihadapi oleh entitas akuntansi tersebut.

  • Perilaku Etika dalam Pemberian Jasa Akuntan Publik

Masyarakat, kreditur dan investor mengharapkan penilaian yang bebas serta tidak memihak terhadap informasi yang disajikan dalam laporan keuangan oleh manajemen perusahaan. Profesi akuntan publik menghasilkan berbagai jasa bagi masyarakat, antara lain:

  • Jasa Assurance

Jasa profesional independen yang meningkatkan mutu informasi bagi pengambil keputusan.

  • Jasa Atestasi

Jasa atestasi terdiri dari audit, pemeriksaan (examination), review, dan prosedur yang disepakati (agreed upon procedure). Jasa atestasi adalah suatu pernyataan pendapat, pertimbangan orang yang independen dan kompeten tentang apakah asersi suatu entitas sesuai dalam semua hal yang material dan kriteria yang telah ditetapkan.

  • Jasa Non Assurance

Jasa yang dihasilkan oleh akuntan publik yang tidak memberikan suatu pendapat, keyakinan negatif, ringkasan temuan, atau bentuk lain keyakinan.

Setiap profesi yang menyediakan jasanya kepada masyarakat memerlukan kepercayaan dari masyarakat yang dilayaninya. Kepercayaan masyarakat terhadap mutu jasa akuntan publik akan menjadi lebih tinggi, jika profesi tersebut menerapkan standar mutu tinggi terhadap pelaksanaan pekerjaan profesional yang dilakukan oleh anggota profesinya.

Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik merupakan etika profesional bagi akuntan yang berpraktik sebagai akuntan publik Indonesia. Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik bersumber dari prinsip etika yang ditetapkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia.

  • Kode Etik Profesi Akuntansi

Akuntan sebagai suatu profesi untuk memenuhi fungsi auditing harus tunduk pada kode etik profesi dan melaksanakan audit terhadap suatu laporan keuangan dengan cara tertentu. Etik sebagai suatu prinsip moral dan perbuatan yang menjadi landasan bertindaknya seseorang sehingga apa yang dilakukannya dipandang oleh masyarakat sebagai perbuatan yang terpuji dan meningkatkan martabat dan kehormatan seseorang. Etik yang telah disepakati bersama oleh anggota suatu profesi disebut dengan Kode Etik Profesi.

Akuntan sebagai suatu profesi mempunyai kode etik profesi yang dinamakan Kode Etik Akuntan Indonesia. Khusus untuk akuntan public terdapat Kode Etik Profesi Akuntan Publik yang sebelumnya disebut Aturan Etika Kompartemen Akuntan Publik. Kode Etik Profesi Akuntan Publik adalah aturan etika yang harus diterapkan oleh anggota Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) yang sebelumnya dinamakan Ikatan Akuntan Indonesia-Kompartemen Akuntan Publik (IAI KAP) dan staf profesional (baik yang anggota IAPI maupun yang bukan anggota IAPI) yang bekerja pada satu Kantor Akuntan Publik/ (KAP).

  • Kode Perilaku Profesional

Perilaku etika merupakan fondasi peradaban modern. Etika mengacu pada suatu sistem atau kode perilaku berdasarkan kewajiban moral yang menunjukkan bagaimana seorang individu harus berperilaku dalam masyarakat. Profesionalisme didefinisikan secara luas mengacu pada perilaku, tujuan dan kualitas yang membentuk karakter atau ciri suatu profesi atau orang-orang profesional. Seluruh profesi menyusun aturan atau kode perilaku yang mendefinisikan perilaku etika bagi anggota profesi tersebut.

  1. Prinsip-Prinsip Etika
  2. IFAC

IFAC atau International Federation of Accountants mempunyai tugas untuk membuat standar internasional pada etika, auditing dan assurance, pendidikan akunting, dan akuntansi sector public.Langkah pertama yang harus dilakukan oleh seorang auditor dalam menjalankan tugasnya adalah dengan memahami  IFAC’s International Ethics Standards Board for Accountants (IESBA). Dimana ketika terjadi perbedaan spesifkasi maka anggota harus patuh terhadap standar yang lebih ketat yang  berlaku.

Prinsip-prinsip Fundamental Etika IFAC:

  • Integritas

Seorang akuntan profesional harus bertindak tegas dan jujur dalam semua hubungan bisnis dan profesionalnya.Dalam kasus Waste Management Inc, akuntan yang ada di perusahaan tidak secara jujur dan tegas dalam mengungkapkan keadaan keuangan WMI yang sebenarnya.Serta ikut berpartisipasi dalam melakukan penipuan atau manipulasi laporan keuangan.

  • Objektivitas

Seorang akuntan profesional seharusnya tidak boleh membiarkan terjadinya bias, konflik kepentingan, atau dibawah pengaruh orang lain sehingga mengesampingkan pertimbangan bisnis dan profesional. Auditor eksternal di Waste Management berada di bawah pengaruh para eksekutif WMI, yang banyak melakukan manupulasi terhadap laporan keuangan perusahaan.

  • Kompetensi profesional dan kehati-hatian

Seorang akuntan profesional mempunyai kewajiban untuk memelihara pengetahuan dan keterampilan profesional secara berkelanjutan pada tingkat yang dipelukan untuk menjamin seorang klien atau atasan menerima jasa profesional yang kompeten yang didasarkan atas perkembangan praktik, legislasi, dan teknik terkini.Seorang akuntan profesional harus bekerja secara tekun serta mengikuti standar-standar profesional dan teknik yang berlaku dalam memberikan jasa profesional. Akuntan WMI secara sengaja memberikan opini wajar tanpa pengecualian terhadap laporan keuangan yang salah saji secara demi kepentingan kliennya.

  • Kerahasiaan

Seorang akuntan profesional harus menghormati kerahasiaan informasi yang diperolehnya sebagai hasil dari hubungan profesional dan bisnis serta tidak boleh mengungkapkan informasi apapun kepada pihak ketiga tanpa izin yang benar dan spesifik, kecuali terdapat kewajiban hukum atau terdapat hak profesional untuk mengungkapkannya.

  • Perilaku Profesional

Seorang akuntan profesional harus patuh pada hukum dan perundang-undangan yang relevan dan harus menghindari tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi.Akuntan WMI jelas telah melanggar hukum yang berlaku dengan melakukan penipuan laporan keuangan yang menyebabkan banyak kerugian terjadi dan hanya menguntungkan diri sendiri dan kliennya saja.

AICPA

Prinsip-prinsip AIPCA:

  • Tanggung Jawab

Dalam melaksanakan tanggung jawab mereka sebagai professional, anggota harus menerapkan penilaian professional dan moral yang sensitive dalam segala kegiatannya. (section 52, article I)

  • Kepentingan Umum

Anggota harus menerima kewajiban mereka untuk bertindak dengan cara yang dapat melayani kepentingan publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen terhadap profesionalisme. (section 53, article II)

  • Integritas

Untuk mempertahankan dan memperluas kepercayaan masyarakat, anggota harus melakukan semua tanggung jawab professional dengan integritas tertinggi. (section 54, article III)

  • Objectivitas dan Independensi

Seorang anggota harus mempertahankan  objectivitas dan bebas dari konflik kepentingan dalam melaksanakan tanggung jawab professional. Seorang anggota dalam praktik publik harus independen dalam penyajian fakta dan tampilan ketika memberikan layanan audit dan jasaatestasi lainnya. (section 55, article IV).

  • Due Care

Seorang anggota harus mematuhi standar teknis dan etis profesi, berusaha terus menerus untuk menigkatkan kompetensi dan layanan dalam melaksanakan tanggung jawab professional dengan kemampuan terbaik yang dimiliki anggota. (section 56, article V)

  • Sifat dan Cakupan Layanan

Seorang anggota dalam praktik publik harus memerhatikan Prinsip-prinsip dari Kode Etik Profesional dalam menentukan lingkup dan sifat jasa yang akan disediakan. (section 57, article VI).

IAI

Prinsip Etika Profesi menurut Ikatan Akuntansi Indonesia yaitu:

  • Tanggung Jawab Profesi

Dalam melaksanakan tanggung-jawabnya sebagai profesional setiap anggota harus senantiasa menggunakan pertimbangan moral dan profesional dalam semua kegiatan yang dilakukannya.

Sebagai profesional, anggota mempunyai peran penting dalam masyarakat. Sejalan dengan peranan tersebut, anggota mempunyai tanggung jawab kepada semua pemakai jasa profesional mereka. Anggota juga harus selalu bertanggung jawab untuk bekerja sarna dengan sesama anggota untuk mengembangkan profesi akuntansi, memelihara kepercayaan masyarakat, dan menjalankan tanggung-jawab profesi dalam mengatur dirinya sendiri. Usaha kolektif semua anggota diperlukan untuk memelihara dan meningkatkan tradisi profesi.

  • Kepentingan Publik

Setiap anggota berkewajiban untuk senantiasa bertindak dalam kerangka pelayanan kepada publik, menghormati kepercayaan publik, dan menunjukkan komitmen atas profesionalisme.Satu ciri utama dari suatu profesi adalah penerimaan tanggung-jawab kepada publik. Profesi akuntan memegang peranan yang penting di masyarakat, di mana publik dari profesi akuntan yang terdiri dari klien, pemberi kredit, pemerintah, pemberi kerja, pegawai, investor, dunia bisnis dan keuangan, dan pihak lainnya bergantung kepacla obyektivitas dan integritas akuntan dalam memelihara berjalannya fungsi bisnis secara tertib. Ketergantungan ini menimbulkan tanggung-jawab akuntan terhadap kepentingan publik. Kepentingan publik didefinisikan sebagai kepentingan masyarakat dan institusi yang dilayani anggota secara keseluruhan. Ketergantungan ini menyebabkan sikap dan tingkah laku akuntan dalam menyediakan jasanya mempengaruhi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan negara.

Profesi akuntan dapat tetap berada pada posisi yang penting ini hanya dengan terus menerus memberikan jasa yang unik ini pada tingkat yang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat dipegang teguh. Kepentingan utama profesi akuntan adalah untuk membuat pemakai jasa akuntan paham bahwa jasa akuntan dilakukan dengan tingkat prestasi tertinggi dan sesuai dengan persyaratan etika yang diperlukan untuk mencapai tingkat prestasi tersebut.

Dalam mememuhi tanggung-jawab profesionalnya, anggota mungkin menghadapi tekanan yang saling berbenturan dengan pihak-pihak yang berkepentingan. Dalam mengatasi benturan ini, anggota harus bertindak dengan penuh integritar, dengan suatu keyakinan bahwa apabila anggota memenuhi kewajibannya kepada publik, maka kepentingan penerima jasa terlayani dengan sebaik-baiknya.

Mereka yang memperoleh pelayanan dari anggota mengharapkan anggota untuk memenuhi tanggungjawabnya dengan integritas, obyektivitas, keseksamaan profesional, dan kepentingan untuk melayani publik. Anggota diharapkan untuk memberikan jasa berkualitas, mengenakan imbalan jasa yang pantas, serta menawarkan berbagai jasa, semuanya dilakukan dengan tingkat profesionalisme yang konsisten dengan Prinsip Etika Profesi ini.

Semua anggota mengikat dirinya untuk menghormati kepercayaan publik. Atas kepercayaan yang diberikan publik kepadanya, anggota harus secara terus-menerus menunjukkan dedikasi mereka untuk mencapai profesionalisme yang tinggi.

Tanggung-jawab seorang akuntan tidak semata-mata untuk memenuhi kebutuhan klien individual atau pemberi kerja. Dalam melaksanakan tugasnya seorang akuntan harus mengikuti standar profesi yang dititik-beratkan pada kepentingan publik, misalnya:

  1. Auditor independen membantu memelihara integritas dan efisiensi dari laporan keuangan yang disajikan kepada lembaga keuangan untuk mendukung pemberian pinjaman dan kepada pemegang saham untuk memperoleh modal.
  2. Eksekutif keuangan bekerja di berbagai bidang akuntansi manajemen dalam organisasi dan memberikan kontribusi terhadap efisiensi dan efektivitas dari penggunaan sumber daya organisasi.
  3. Auditor intern memberikan keyakinan tentang sistem pengendalian internal yang baik untuk meningkatkan keandalan informasi keuangan dari pemberi kerja kepada pihak luar.
  4. Ahli pajak membantu membangun kepercayaan dan efisiensi serta penerapan yang adil dari sistem pajak; dan
  5. Konsultan manajemen mempunyai tanggung-jawab terhadap   kepentingan umum dalam membantu pembuatan keputusan   manajemen yang baik.
  • Integritas

Integritas mengharuskan seorang anggota untuk, bersikap jujur dan berterus terang tanpa harus mengorbankan rahasia penerima jasa. Pelayanan dan kepercayaan publik tidak boleh dikalahkan oleh keuntungan pribadi. Integritas dapat menerima kesalahan yang tidak disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

Integritas diukur dalam bentuk apa yang benar dan adil. Dalam hal tidak terdapat aturan, standar, panduan khusus atau dalam menghadapi pendapat yang bertentangan, anggota harus menguji keputusan atau perbuatannya dengan bertanya apakah anggota telah melakukan apa yang seorang berintegritas akan lakukan dan apakah anggota telah menjaga integritas dirinya. Integritas mengharuskan anggota untuk menaati baik bentuk maupun jiwa standar teknis dan etika.

  • Obyektivitas

Obyektivitas adalah suatu kualitas yang memberikan nilai atas jasa yang diberikan anggota. Prinsip obyektivitas mengharuskan anggota bersikap adil, tidak memihak, jujur secara intelektual, tidak berprasangka atau bias, serta bebas dari benturan kepentingan atau dibawah pengaruh pihak lain.

Anggota dalam praktek publik memberikan jasa atestasi, perpajakan, serta konsultasi manajemen. Anggota yang lain menyiapkan laporan keuangan sebagai seorang bawahan, melakukan jasa audit internal dan bekerja dalam kapasitas keuangan dan manajemennya di industri, pendidikan, dan pemerintah. Mereka juga mendidik dan melatih orang-orang yang ingin masuk kedalam profesi. Apapun jasa dan kapasitasnya, anggota harus melindungi integritas pekerjaannya dan memelihara obyektivitas.

  • Kompetensi dan Kehati-hatian Profesional

Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk memenuhi tanggung jawab profesionalnya dengan kompetensi dan ketekunan. Hal ini mengandung arti bahwa anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan jasa profesional dengan sebaik-baiknya sesuai dengan kemampuannya, derni kepentingan pengguna jasa dan konsisten dengan tanggung-jawab profesi kepada publik.

Anggota harus tekun dalam memenuhi tanggung-jawabnya kepada penerima jasa dan publik. Ketekunan mengandung arti pemenuhan tanggung-jawab untuk memberikan jasa dengan segera dan berhati-hati, sempurna dan mematuhi standar teknis dan etika yang berlaku.

Kehati-hatian profesional mengharuskan anggota untuk merencanakan dan mengawasi secara seksama setiap kegiatan profesional yang menjadi tanggung-jawabnya.

  • Kerahasiaan

Setiap anggota harus, menghormati kerahasiaan informasi iyang diperoleh selama melakukan jasa profesional dan tidak boleh memakai atau mengungkapkan informasi tersebut tanpa persetujuan, kecuali bila ada hak atau kewajiban profesional atau hukum untuk mengungkapkannya. Kewajiban kerahasiaan berlanjut bahkan setelah hubungan antar anggota dan klien atau pemberi jasa berakhir.

  • Perilaku Profesional

Setiap anggota harus berperilaku yang konsisten dengan reputasi profesi yang baik dan menjauhi tindakan yang dapat mendiskreditkan profesi. Kewajiban untuk menjauhi tingkah laku yang dapat mendiskreditkan profesi harus dipenuhi oleh anggota sebagai perwujudan tanggung jawabnya kepada penerima jasa, pihak ketiga, anggota yang lain, staf, pemberi kerja dan masyarakat umum.

  • Standar Teknis

Setiap anggota harus melaksanakan jasa profesionalnya sesuai dengan standar teknis dan standar profesional yang relevan. Sesuai dengan keahliannya dan dengan berhati-hati, anggota mempunyai kewajiban untuk melaksanakan penugasan dari penerima jasa selama penugasan tersebut sejalan dengan prinsip integritas dan obyektivitas.

Standar teknis dan standar professional yang harus ditaati anggota adalah standar yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntan Indonesia. Internasional Federation of Accountants, badan pengatur, dan pengaturan perundang-undangan yang relevan.

  • Aturan dan Interpretasi Etika

Aturan Etika Akuntan Publik Indonesia telah diatur dalam SPAP dan berlaku sejak tahun 2000. Aturan etika IAI-KAP ini memuat lima hal:

  1. Standar umum dan prinsip akuntansi
  2. Tanggung jawab dan praktik lain
  3. Tanggung jawab kepada klien
  4. Independensi, integritas, dan objektivitas
  5. Tanggung jawab kepada rekan seprofesi

Interpretasi Aturan Etika merupakan interpretasi yang dikeluarkan oleh Badan yang dibentuk oleh Himpunan setelah memperhatikan tanggapan dari anggota, dan pihak-pihak berkepentingan lainnya, sebagai panduan dalam penerapan Aturan Etika, tanpa dimaksudkan untuk membatasi lingkup dan penerapannya.

Pernyataan Etika Profesi yang berlaku saat ini dapat dipakai sebagai Interpretasi dan atau Aturan Etika sampai dikeluarkannya aturan dan interpretasi baru untuk menggantikannya. Kepatuhan Kepatuhan terhadap Kode Etik, seperti juga dengan semua standar dalam masyarakat terbuka, tergantung terutama sekali pada pemahaman dan tindakan sukarela anggota.

Di samping itu, kepatuhan anggota juga ditentukan oleh adanya pemaksaan oleh sesama anggota dan oleh opini publik, dan pada akhirnya oleh adanya mekanisme pemrosesan pelanggaran Kode Etik oleh organisasi, apabila diperlukan, terhadap anggota yang tidak menaatinya.

Sumber:

  • Abdullah, Syukry dan Abdul Halim. 2002. Pengintegrasian Etika dalam Pendidikan dan Riset Akuntansi . Kompak, STIE YO.
  • Badjuri Achmad. Peranan Etika Akuntan Terhadap Pelaksanaan Fraud Audit No 3 vol 9.Desember, 2010.
  • Robiatul Auliyah. Sociological Perspective on Auditing: Postmodernisme Perspective Internal Auditor dan Dilema Etika. No 1 Vol 4. April 2011
  • Silvia Syahraini . Pemetaan Perilaku Mahasiswa Ekonomi Ditinjau dari Perspektif Etika Teleologi. 2010
  • http://wartawarga.gunadarma.ac.id/2011/11/prinsip-prinsip-etika-2/
  • http://digilib.usu.ac.id/download/fe/akuntansi-syahelmi.pdf
  •         Feronika Dwi Asih. Persepsi Akuntan Publik, Akuntan Pendidik, Dan Mahasiswa Akuntansi Terhadap Etika Bisnis Dan Etika Profesi Akuntan

 

Pengantar : “Mahasiswa Visioner antara kerja dan kuliah”


Berbicara tetantang mahasiswa selalu tidak pernah kehabisan dengan berbagai macam permasalahan yang terkadang bisa membelenggu anda untuk bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan kuliah dan memikirkan kehidupan lainnya.  Sebenarnya bukan tahapan-tahapan fokus kehidupan, artinya kita belum merencanakan menikah karena kuliah belum kelar atau karier belum mapan, tapi semuanya harus berjalan seperti layaknya roda kehidupan yang terus bergulir dan waktu terasa sedikit manakala pencapaian cita-cita masih jauh.

mahasiswa

Selain fase lainnya seperti menikah, berwirausaha, dan semuanya harus punya visi yang jelas, inilah alasannya kenapa kita perlu memiliki perencanaan yang baik, bukan sekedar hayalan anak muda yang merasa lebih bebas berekspresi, walaupun terkadang kehidupan yang akan datang harus berbenturan dengan takdir, tapi kita dituntut ikhtiar secara maksimal.

Dalam kehidupan terdapat banyak cara untuk mendapatkan apa yang anda inginkan, ada cara yang mudah dan ada pula cara yang susah. Terserah anda, mana yang hendak anda pilih. Seperti apa yang dikatakan oleh Lester Levenso (1993) dalam “Keys to the Ultimate Freedom”, “Jika kita tidak senang terhadap apa yang sedang terjadi kepada kita di dunia ini, yang harus kita lakukan adalah mengubah kesadaran kita – niscaya dunia diluar sana akan berubah untuk kita!”

Artinya Yang harus anda lakukan adalah melangkah maju dan melakukan hal-hal yang harus anda lakukan menurut desakan hati, tetapi anda harus mengetahui strategi-strategi yang diperlukan. Rad Bradbury mengatakan “Janganlah menentang bahaya jika anda tidak memiliki strategi-strategi yang jitu untuk mengatasinya.”[2]

JADI mahasiswapun bukan hal yang mudah membutuhkan adanya keberanian untuk mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Ada cerita lama betapa tekunnya mahasiswa temanku yang kebetulan berasal dari sumatera dengan modal hanya untuk ikut UMPTN dia berani meninggalkan kampungnya dan berjuang untuk sehari-hari dengan menjadi kernet dan biaya SPP mengandalkan beasiswa dikampus atau kiriman wesel yang telat pada jaman itu bisa mendorong penulis untuk menjadi seorang sales peralatan masak ataupun bagi mahasiswa yang berjuang dengan sejumlah pekerjaan dan berjuang untuk ikut kuliah malam.

Semuanya hanya satu jawaban ingin berubah dan memperbaiki kehidupan dan diyakini pendidikan masih menempati posisi penting dalam menata kehidupan  yang lebih baik walau ada yang sukses justru karena tidak melanjutkan kuliahnya.

Ingat pidato Steven Job di Harvard University, Bill Gate pendiri Microsoft atau pendiri Primagama yang drop-out dari UGM justru mereka sukses bukan karena kuliah tapi berhenti kuliah Tapi diyakini kesuksesan bukan semata materi tapi pencapaian juga masih diperlukan dan pendidikan masih terbaik. walaupun pendidikan kehidupan jauh lebih baik menempa seseorang untuk sukses.

Abraham Perrils[3] (2010) secara praktis mengungkapkan  Lima Langkah yang yang berlandaskan pada tahu bahwa kehidupan dapat berubah dan tahu bahwa kehidupan itu sendiri akan mendukung anda terhadap apa saja yang anda inginkan. Caranya adalah sebagai berikut:

Langkah pertama, ketahuilah apa yang anda tidak inginkan. Kebanyakan orang memperlihatkan apa yang tidak mereka inginkan. Mengeluh adalah hal yang dianggap sangat wajar oleh semua orang, tetapi kita jarang mengambil proses ini dalam pandangan yang berbeda. Jarang sekali ada orang yang mau berhenti mengeluh atau berjuang cukup lama untuk terfokus pada kebalikan dari apa yang mereka alami. Hal ini dapat mendatangkan manifestasi yang mereka inginkan dan menunjukkan realitas yang ada.

Langkah kedua, pilih apa yang ingin anda miliki, lakukan, atau anda ingin jadi apa. Caranya adalah mengubah setiap keluhan anda menjadi sesuatu yang benar-benar anda inginkan. Singkirkan keluhan-keluhan itu sampai anda memiliki keyakinan yang kuat dalam diri anda. Bila anda sudah memiliki keyakinan yang kuat dalam diri anda, untuk mewujudkan apapun yang anda inginkan akan menjadi lebih mudah. Karena keyakinan itu adalah bagaimana kita menciptakan realitas. Hasil yang anda dapatkan adalah akibat-akibat langsung dari keyakinan-keyakinan yang anda pegang. Keyakinan itu juga dapat membentuk kepribadian.

Langkah ketiga, pahami semuanya. Abraham Perrils berpendapat bahwa manusia memiliki batas yang telah mereka tempatkan sendiri terhadap kebebasan yang mereka miliki. Kita sebagai manusia membutuhkan pelatihan untuk membantu kita memahami bahwa sesungguhnya kita tidak dibatasi. Caranya adalah fokus kepada apa yang kita inginkan dan percayalah keinginan tersebut dapat terwujud. Kata-kata ini terinspirasi dari buku “What Can a Man Believe?” Karya Bruce Barton. Di dalam buku itu dia menjelaskan bahwa bukti adanya surga setelah dunia ini sedikit sekali, tetapi percaya terhadap adanya surga jauh lebih arif daripada tidak percaya sama sekali. Jadi maksud buku ini adalah percaya itu lebih bijak daripada tidak percaya. Fokuskan kepada apa yang anda inginkan dan buat salah satu maksud anda untuk menemukan seseorang yang bisa membantu membebaskan anda dari keyakinan-keyakinan lama anda, sehingga anda dapat menciptakan kehidupan yang anda inginkan. Anda harus tahu bagaimana caranya mendapatkan apa yang anda inginkan sebelum anda memperolehnya. Ubahlah keyakinan-keyakinan lama anda dan bentuklah keyakinan-keyakinan yang baru. Karena keyakinan membentuk cara kita merasa, berpikir dan bertindak. Seperti yang dokatakan oleh Raymond Charles Barker dalam bukunya “Treate Yourself to Life” pada tahun 1954, “Kemakmuran adalah kemampuan untuk melakukan apa yang anda lakukan ketika anda ingin melakukannya.” Dan dengan hati yang jernih anda akan dapat memiliki, melakukan atau menjadi apa yang anda inginkan.

Langkah keempat, rasakan betapa menyenangkan dapat memiliki, melakukan, atau menjadi apa yang kita inginkan. Para spesialis pemasaran tahu bahwa orang-orang tidak bertindak karena alasan-alasan yang logis, tetapi kerena alasan-alasan emosional. Emosi memiliki kekuatan untuk menciptakan apa yang anda inginkan. Kekuatan itu juga mendatangkan energi. Salah satu energi yang paling kuat yang pernah anda alami adalah bersyukur. Sebagaimana yang ditulis oleh Joseph Murphy dalam bukunya “Your Infinite Power to be Rich” pada tahun 1996, “seluruh proses kekayaan mental, spiritual, dan material bisa dirangkum dalam satu kata: Bersyukur.” Rasakan rasa syukur atas apapun yang anda dapatkan dan kemudian anda akan dapat mulai memaafkan dan selanjutnya hati anda akan menjadi jernih dan anda akan dapat memiliki, melakukan atau menjadi apa yang anda inginkan.

Energi lain yang anda ingin alami adalah energi yang berasal dari membayangkan bagaimana rasanya memiliki, menjadi, atau melakukan apa yang sedang anda inginkan,untuk melakukan apa yang anda mimpikan. Bagaimanpun perasaan-perasaan itu menuntun dan mengarahkan anda untuk melakukan hal-hal yang akan membuat peristiwa-peristiwa yang bermakna.

Inti penting langkah ini adalah bahwa dengan rasa senang anda harus merasakan sesuatu energi yang ingin anda ingin lakukan, miliki, atau energi ingin jadi apa anda. Sebagaimana pernah ditulis oleh Joseph Murphy dalam buku kecilnya “How to Attract Money”, “merasa kaya menghasilkan kekayaan.” Jadi rasakan kesenangan itu niscaya anda akan mulai menariknya pada anda dan ia akan menarik anda padanya.

Langkah kelima, berserah diri. Di dalam diri manusia memiliki dua wujud yang berbeda, bukan kepribadian (personality) persis seperti aspek-aspek pikiran yang kita miliki. Gallwey dalam bukunya “The Inner Game of Tennis” menyebutnya sebagai Self One dan Self Two. Self One dapat dihubungkan dengan ego manusia, bagian diri manusia yang ingin berkuasa. Self Two dapat dikaitkan dengan guru batin dalam diri manusia, bagian diri manusia yang berkaitan dengan segala sesuatu. Tugas Self One adalah menyeleksi apa yang anda iginkan dan pasrah. Sedangkan tugas dari Self Two adalah mendatangkan apa yang anda inginkan kepada anda. Sekali lagi intinya adalah belajar bertawakal secara mutlak.

Sukses anda mahasiswa manakala anda bisa menikmati semua sesuai dengan koridor ikhtiar anda, dalam tulisan sederhana ini penulis akan mengulas mengenai

  • Sejauhmanakah visi anda?
  • Sukses Kuliah
  • Dilemma Bekerja Sambil Kuliah
  • Berburu Beasiswa
  • Anda Kuliah Terjadwal Dengan Hasil Terukur
  • Aktivis Kampuskah Anda ?
  • Menikah Disela Kuliah, Mungkinkah?
  • Bisnis Mahasiswa
  • Deadline Skripsi
  • Spiritual Mahasiswa
  • Sarjana Visioner

[2] Lima Formula Mewujudkan Impian Anda(Five Ways to Make Your Dream Come True), Abraham Perrils, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2010

[3] Abraham Perrils Lima Formula Mewujudkan Impian Anda(Five Ways to Make Your Dream Come True), , Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2010.

Pengantar Psikologi Komunikasi


1.1. PENDAHULUAN.

Para ahli tentang perilaku manusia bukan hal yang baru dan menjadi kajian dalam ilmu psikologi dan komunikasi. Ada beberapa alasan penting, kenapa kita harus memahami perilaku manusia dalam berkomunikasi?

Manusia semass-mediabagai makhluk sosial senang menjalin hubungan dengan orang lain sebagai upaya mencari eksistensi dan pengakuan diri dalam lingkungan sosial sehingga lahirlah komunitas, paguyuban, kelompok sosial dan organisasi masyarakat serta keagamaan yang memperkokoh komunikasi antar anggotanya. Pemahaman perilaku manusia dalam berkomunikasi juga akan  mengetahui hakikat manusia secara utuh dan akan meningkatkan keyakinan kita kalau manusia termasuk makhluk yang unik dalam penciptaannya.

Psikologi komunikasi yang terdiri dari dua kata yang berdiri sendiri sebagai suatu ilmu yaitu dari kata “psikologi” dan kata “komunikasi”. Kata Psikologi biasa di sebut ilmu jiwa itu berasal dari kata Bahasa Inggris “Psychology”. Kata psychology merupakan dua akar kata yang bersumber dari bahasa Greek (Yunani), yaitu: 1) Psyche yang berarti jiwa; 2) Logos yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi adalah ilmu jiwa atau bisa di sebut ilmu yang mempelajari kejiwaan atau ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala jiwa manusia.

Chaplin (1972) dalam Dictionary of psychology Dalam Dictionary of Psychology mendefinisikan psikologi sebagai “ …the science of humen and animal behavior, the study of the organism in all its variety and complexity as it responds to the flux and flow of the physical and social events which make up the environment”. (Psikologi ialah ilmu pengetahuan mengenai prilaku manusia dan hewan, juga penyelidikan terhadap organisme dalam segala ragam kerumitannya ketika bereaksi arus dan perubahan alam sekitar dan peristiwa-peristiwa kemasyarakan yang mengubah lingkungan).

Kenneth Clark dan George Millter (2001) Psikologi biasanya didefinisikan sebagai studi ilmiah mengenai perilaku. Lingkungan psikologi mencakup berbagai proses perilaku yang dapat diamati, seperti gerak tangan; cara berbicara dan perubahan kejiwaan dan proses yang hanya dapat diartikan sebagai pikiran dan mimpi. Begitu juga menurut Norman Munn(2005) Sekarang psikologi secara umum didefinisikan sebagai “ilmu mengenai perilaku”, tetapi hal yang menarik pengertian “perilaku” yang telah mengalami perkembangan sehingga sekarang ikut menangani hal yang pada masa lampau disebut pengalaman. Hal-hal pribadi seperti proses-proses (subjektif) seperti berpikir, sekarang berhubungan dengan “perilaku dalam”.

Lebih mendalam pendapat dari Mussen dan Rosenzwieg (2006) mengartikan psikologi pada masa lampau psikologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang  “mind” (pikiran) atau the study of mind, tapi dalam perkembangannya, kata mind berubah menjadi “behavior” (tingkah laku), sehingga psikologi  didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku manusia.

Begitu juga pendapat Bruno (1987) Pengertian Psikologi dibagi dalam tiga bagian, yaitu: Pertama, psikologi adalah studi (penyelidikan) mengenai “roh”. Kedua, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “kehidup mental”. Ketiga, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisme.

Para ahli jiwa mempunyai penekanan yang berbeda, maka definisi yang dikemukakan juga berbeda-beda. Beberapa pengertian yang dirumuskan oleh para ahli psikologi dan ensiklopedia antara lain sebagai berikut:

  1. Ensiklopedi Nasional Indonesia (1990) Jilid 13, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dan binatang baik yang dapat dilihat  secara langsung maupun yang tidak dapat dilihat secara langsung.
  2. Plato dan Aritoteles Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hakikat jiwa serta prosesnya sampai akhir.
  3. Jhon Broadus Watson, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari tingkah laku lahiriah dengan menggunakan metode observasi yang objektif terhadap rangsangan.
  4. Wilhem Wundt, Psikologi adalah ilmu yang mempelajari pengalaman-pengalaman yang timbul pada diri manusia, seperti perasaan panca indra, pikiran, feeling, dan kehendak.
  5. Knight and Knight mengartikan Psychology may be defined as the systematic study of ekperience and behavior human and animal, normal and abnormal, individual and social.(Psikologi adalah ilmu yang  mempelajari secara sistematis tentang pengalaman dan tingkah laku manusia dan hewan, normal dan abnormal, individu atau social).
  6. Munn dan Fernald Psychology is defined  as the science of human behavior, itsinvestigations are not limited to human beings and they sometimes extend beyond observable behavior.
  7. Moskowitz dan Orgel Psychology is  an empirical science based on objective observation and experimental investigation, its focus is on behavior, its purpose is to provide on understanding  of the mechanisms of human activity and adaptation so that man might improve himself. Artinya,  psikologi adalah suatu ilmu pengetahuan empirik yang berdasarkan atas observasi dan penelitian eksperimental, pokok persoalannya adalah tentang tingkah laku manusia.

Psikologi menurut para pakar diatas dapat disimpulkan bahwa Psikologi adalah ilmu yang mempelajari kondisi kejiwaan (kesadaran) manusia dalam melakukan aktifitas-aktifitasnya, baik aktivitas motorik, kognitif maupun emosionalnya. Seperti yang dikemukakan di atas mengenai pengertian psikologi merupakan ilmu yang membicarakan tentang jiwa itu sendiri tidak nampak, maka yang dapat dilihat atau diobsevasi ialah perilaku atau aktivitas-aktivitas yang merupakan manifestasi atau penjelmaan kehidupan jiwa. Psikologi merupakan suatu ilmu yang meneliti dan mempelajari perilaku,  aktivitas-aktivitas dan perilaku sebagai manifestasi hidup kejiwaan. Perilaku dalam hal ini yaitu meliputi perilaku yang nampak (overt behavior) dan perilaku yang tidak menampak (innert behavior).

Kata yang kedua adalah ’komunikasi’ yaitu sebuah seni dan keterampilan dalam hal pengembangan dan pencapaian suatu pengertian. Komunikasi sangat berguna bagi seorang pemimpin ketika ingin menyampaikan sebuah visi dan misi organisasi, penyelesaian konflik dan proses pengambilan keputusan. Bagi individu bermanfaat untuk meningkatkan pemahaman proses sosial antara dirinya dengan orang lain. Sedangkan  bagi organisasi untuk meningkatkan pola hubungan yang kokoh antar dan inter anggota organisasi, pimpinan dan dunia luar sehingga akan melahirkan ethos dan budaya organisasi yang secara positif bisa meningkatkan peran sosial dan kinerja organisasi.

Ada beberapa definisi lain tentang komunikasi antara lain :

  • Komunikasi adalah suatu upaya yang disengaja serta mempunyai tujuan. Komunikasi adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelakunya.
  • Komunikasi adalah suatu proses Komunikasi sebagai suatu proses artinya bahwa komunikasi merupakan serangkaian tindakan atau peristiwa yang terjadi secara berurutan (ada tahapan atau sekuensi) serta berkaitan satu sama lainnya dalam kurun waktu tertentu.
  • Komunikasi menuntut adanya partisipasi dan kerja sama dari para pelaku yang terlibat kegiatan komunikasi akan berlangsung baik apabila pihak-pihak yang berkomunikasi (dua orang atau lebih) sama-sama ikut terlibat dan sama-sama mempunyai perhatian yang samaterhadap topik pesan yang disampaikan.
  • Komunikasi bersifat simbolis Komunikasi pada dasarnya merupakan tindakan yang dilakukan dengan menggunakan lambang-lambang. Lambang yang paling umum digunakan dalam komunikasi antar manusia adalah bahasaverbal dalam bentuk kata-kata, kalimat, angka-angka atau tanda-tanda lainnya.
  • Komunikasi bersifat transaksional Komunikasi pada dasarnya menuntut dua tindakan, yaitu memberi dan menerima. Dua tindakan tersebut tentunya perlu dilakukan secara seimbang atau porsional.
  • Komunikasi menembus faktor ruang dan waktu Maksudnya adalah bahwa para peserta atau pelaku yang terlibat dalam komunikasi tidak harus hadir pada waktu serta tempat yang sama.
  • Dengan adanya berbagai produk teknologi komunikasi seperti telepon, internet, faximili, dan lain-lain, faktor ruang dan waktu tidak lagi menjadi masalah dalam berkomukasi.

Bagaimana hubungan antara komunikasi dan psikologi dari pengertian diatas dapat dilihat dua aspek yaitu Secara Historis, Sesungguhnya psikologi adalah  akar dari ilmu komunikasi, selain sosiologi, antropologi, dan filsafat dan founding fathers ilmu komunikasi juga terdiri dari  sarjana psikologi  seperti  Wilbur Schraam, Kurt Lewin, Paul Lazarfeld dan Carl I Hovland. Sedangkan Secara Taxonomi  Keilmuan bisa dikatakan Komunikasi merupakan instrumen atau bagian dari psikologi sosial sebagai sarana  memenuhi kebutuhan dorongan untuk berhubungan dengan orang lain. Walaupun begitu,  komunikasi bukan sub disiplin dari psikologi, apa yang menjadi bahan kajian dalam komunikasi juga dipelajari dalam psikologi. George A. Miller (2006) mengartikan psikologi komunikasi sebagai “ilmu yang berusaha menguraikan, meramalkan, dan mengendalikan peristiwa mental dan behavioral (perilaku) dalam komunikasi  atau bisa diartiak Psikologi komunikasi diartikan sebagai ilmu perilaku yang berhubungan dengan cara dan etika dalam berkomunikasi antara personal, interpersonal, antara pimpinan dan bawahan, antara institusi dan struktur kepemimpinan sehingga tercapai keharmonisan maksimal, dll.

1.2. FUNGSI KOMUNIKASI

Dalam pembahasan fungsi komunikasi terlihat ada tiga tolak ukur untuk menyatakan bahwa komunikasi itu efektif atau tidaknya, yaitu : a) Pemahaman diri sendiri dan orang lain. b) Mapannya hubungan sosial yang bermakna. c) Perubahan sikap dan perilaku. Sedangkan menurut Tubbs dan Moss dalam Jalaluddin Rakhmat (1994) menyebutkan lima tolok ukur efektivitas komunikasi

  1. Pengertian, artinya peneriman yang cermat dari isi stimuli seperti yang dimaksudkan komunikator.
  2. Kesenangan.Tidak semua komunikasi ditujukan untuk menyampaikan informasi dan membentuk pengertian.
  3. Pengaruh pada sikap. Inilah komunikasi yang paling sering kita lakukan, yakni untuk mempengaruhi orang lain. Dalam hal ini dikenal apa yang disebut persuasi.
  4. Hubungan yang makin baik. Komunikasi juga bertujuan untukmenumbuhkan hubungan sosial yang baik.
  5. Tindakan. Terkait dengan persuasi maka komunikasi dimaksudkan untuk melahirkan tindakan yang dikehendaki.

1.3. RUANG LINGKUP KOMUNIKASI

Komunikasi bisa ditinjau dari berbagai sudut ilmu yang masing-masing-masing berdiri sendiri sebagai suatu ilmu. Sehingga melahirkan kajian komunikasi seperti komunikasi bisnis, komunikasi organisasi, komunikasi manajemen, komunikasi psikologi, komunikasi sosial, dll.

Psikologi komunikasi pada Intinya sama tapi berbeda dalam persepsi dan tinjauannya, dimana psikologi komunikasi dapat dilihat  dari sudut komunikasi sebagai suatu perilaku. Perilaku manusia dalam berkomunikasi dapat dilihat dari  pola perilaku dan keunikannya, pola hubungan, tingkatan hubungan, metode hubungan dan konteks dalam berkomunikasi. Konteks komunikasi terbagi menjadi enam bagian yang memiliki ciri khas, namun memiliki kesamaan yaitu menciptakan makna diantara dua orang atau lebih yang melibatkan komunikasi antar budaya.

Keenam konteks komunikasi tersebut antara lain adalah

a). Komunikasi dua orang (Dyadic communication)

Komunikasi dyadic sebagai satuan dasar komunikasi yang hanya dilakukan oleh dua orang yang saling bergantian menjadi komunikator maupun komunikan. Dengan alasan inilah maka kita memilih melukiskan konteks ini dalam model komunikasi Tubbs. Komunikasi diadik juga merupakan komuniksi yang mencangkup hubungan antar manusia yang paling erat.

b). Wawancara.

Jika dua orang berbicara dengan maksud tertentu, maka dapat disebut sebagai wawancara. Dapat juga dipandang sebagai bentuk komunikasi dyadic khusus.Wawancara dimaksudkan untuk mendapatkan sesuatu yang spesifik dengan lebih jauh dibandingkan dengan kebanyakan komunikasi dua orang lainnya.Biasanya digunakan dalam kegiatan penelitian dan observasi dilapangan.

c). Komunikasi dalam kelompok kecil.

Dapat diartikan sebagai “ proses pertukaran verbal dan nonverbal, antara tiga orang atau lebih anggota kelompok yang bertujuan untuk saling mempengaruhi ”. Komunikasi kelompok kecil ini dapat terjadi dimana saja ruang kelas, ruang dosen, ataupun ruang rapat, karena konteks komunikasi ini melibatkan tiga orang atau lebih, maka tingkat kearaban, partisipasi, dan kepuasannya cenderung lebih kecil dibanding dengan komunikasi diadik.

d). Komunikasi Publik Biasa (public speaking.)

Public speaking memiliki beberapa ciri dari konteks ini pertama, komunikasi publik lebih sering muncul di tempat umum daripada tempat pribadi dan juga memiliki peserta yang lebih banyak misanya saja ruang kelas, ruang pertemuan, auditorium dan lain – lain. Kedua, komunikasi publik cenderung lebih normal dibandingkan dengan komunikasi yang informal serta tidak terstruktur. Ketiga, ada sejumlah norma yang cukup jelas, yang harus dipatuhi. Misalnya saja pertanyaan hanya boleh diajukan bila si pembicara telah menyelesaikan pembicaraannya, terkadang kita harus mengangkat tangan untuk mengajukan pertanyaan dan beberapa norma yang lain.Biasanya pembicara dalam komunikasi publik melakukan persiapan yang matang, dan harus menghadapi keadaan yang lebih formal daripada dalam komunikasi dua orang atau komunikasi kelompok kecil.

e) Komunikasi Organisasi

Didefinisikan sebagai arus pesan dalam suatu jaringan hubungan yang saling bergantung. Definisi ini sesuai untuk komunikasi dalam perusahaan, rumah sakit, dan lain–lain. Yang diperhatikan dalam komunikasi ini bukan hanya efektifitas komunikasi perseorangan saja namun juga peranan komunikasi dalam meningkatkan atau menurunkan kinerja secara keseluruhan.

f) Komunikasi yang menggunakan media.

Secara sederhana diistilahkan komunikasi massa yang diartikan Bittner dalam Jalaludin Rakhmat (2007:188) adalah, “mass communication is meddages communicated through a mass medium to large number of people ” (komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang).

Akhirnya ruang lingkup psikologi komunikasi secara khusus akan dibahas dalam beberapa bab selanjutnya yaitu:

a) Komunikasi Intrapersonal

Komunikasi intrapribadi atau Komunikasi intrapersonal adalah penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri antara dirinya (Self) dengan Alloh SWT. Komunikasi intrapersonal merupakan keterlibatan internal secara aktif dari individu dalam pemrosesan simbolik dari pesan-pesan yang diterimanya. Seorang individu menjadi pengirim sekaligus penerima pesan, memberikan umpan balik bagi dirinya sendiri dalam proses internal yang berkelanjutan.

Komunikasi intrapersonal dapat menjadi pemicu bentuk komunikasi yang lainnya. Pemahaman individu terhadap komunikasi  mengenai diri pribadi melalui proses-proses psikologis seperti persepsi (perception), kesadaran (awareness), berfikir (thinks) terjadi saat berlangsungnya komunikasi intrapribadi oleh komunikator. Untuk memahami apa yang terjadi ketika orang saling berkomunikasi, maka seseorang perlu untuk mengenal diri mereka sendiri dan orang lain. Karena pemahaman ini diperoleh melalui proses persepsi. Maka pada dasarnya letak persepsi adalah pada orang yang mempersepsikan, bukan pada suatu ungkapan ataupun obyek.

b)  Komunikasi Interpersonal

Kita dapat memahami makna komunikasi interpersonal dengan mudah,  jika sebelumnya sudah memahami makna atau pengertian dari komunikasi intrapersonal. Seperti menganonimkan saja, komunikasi intrapersonal dapat diartikan sebagai penggunaan bahasa atau pikiran yang terjadi di dalam diri komunikator sendiri.

Jadi dapat diartikan bahwa komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang membutuhkan pelaku atau personal lebih dari satu orang. R. Wayne Pace (1998) mengatakan bahwa komunikasi interpersonal adalah Proses komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka. Komunikasi Interpersonal menuntut berkomunikasi dengan orang lain dan berlaku secara kontekstual bergantung kepada keadaan, budaya, dan juga konteks psikologikal. Komunikasi jenis ini dibagi lagi menjadi komunikasi diadik (Dyadic Communication), komunikasi publik (Public Communication), dan komunikasi kelompok kecil.

c) Komunikasi Kelompok

Komunikasi kelompok adalah komunikasi yang berlangsung antara beberapa orang dalam suatu kelompok “kecil” seperti dalam rapat, pertemuan, konferensi, seminar dan sebagainya (Anwar Arifin, 1984).

Michael Burgoon & Michael Ruffner (2005) dalam bukunya
Human Communiation, A Revisian of Approaching Speech Comumunication mendefinisikan komunikasi kelompok sebagai interaksi secara tatap muka antara tiga orang atau lebih, dengan tujuan yang telah diketahui, seperti berbagi informasi, menjaga diri, pemecahan masalah, yang mana anggota-anggotanya dapat mengingat karakteristik pribadi anggota-anggota yang lain secara tepat. Kedua definisi komunikasi kelompok di atas mempunyai kesamaan, yakni adanya komunikasi tatap muka, peserta komunikasi lebih dari dua orang, dan memiliki susunan rencana kerja tertentu untuk mencapai tujuan kelompok.

d)  Komunikasi Massa

Bittner (1980:10) mendefinisikan komunikasi massa adalah “pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang.” Sedangkan Garbner(1967) mengartikan komunikasi massa adalah “produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industry.” Begitu juga Ruben (1992)  “Komunikasi massa adalah proses di mana informasi diciptakan dan disebarkan oleh organisasi untuk dikonsumsi oleh khalayak.”

Dari definisi-definisi diatas dapat diambil suatu rangkuman definisi bahwa komunikasi massa diartikan sebagai jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media cetak atau media elektronik sehingga pesan yang sama dapat disampaikan secara serempak dan sesaat. Atau dengan kata lain, komunikasi massa adalah proses penyampaian pesan yang berlangsung dimana pesannya dikirim dari sumber yang melembaga kepada klayak yang sifatnya missal melalui alat-alat yang bersifat mekanis.

Ada tiga bagian fungsi utama ruang lingkup komunikasi, yaitu :

  1. Memahami diri sendiri dan orang lain.

Salah satu yang harus kita perhatikan dari komunikasi adalah memahami diri sendiri dan orang lain. Dengan kata lain, kita bergantung pada komunikasi untuk membangun kesadaran diri kita. Pakar komunikasi Thomas Hora menyatakan, “ untuk memahami dirinya sendiri orang lain ia butuh untuk memahami orang lain “. Melalui proses komunikasi, kita sampaikan dengan jelas, pada kondisi apa sajakah kita memiliki kekuatan untuk mempengaruhi orang lain, serta apakah kita mampu secara efektif membuat keputusan atau menyelesaikan konflik dan masalah.

2. Memapankan Hubungan yang Bermakna.

Komunikasi menawarkan kita kesempatan untuk memuaskan apa yang disebut oleh psikologi William Schutz sebagai “ kebutuhan kita untuk inkluisi, control, dan efeksi”. Inkluisi adalah kebutuhan kita untuk bersama dengan orang lain, untuk mengadakan kontak sosial. Kebutuhan untuk control adalah kebutuhan kita untuk merasa bahwa kita itu mampu bertanggung jawab bahwa kita mampu untuk bekerja sama dan mengelola lingkungan kita. Kebutuhan efeksi adalah kebutuhan kita untuk menyatakan dan menerima cinta atau kasih sayang.

3. Mengubah Sikap dan Perilaku.

Kita menghabiskan banyak waktu untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar berpikir, seperti apa yang kita pikir, bertindak sebagaimana kita lakukan, dan menyukai apa yang kita suka. Kadangkala upaya kita berhasil dan kadangkala kita gagal.

Baca lebih lanjut…

BEBERAPA PRINSIP MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK


Anak dan Kesenangannya untuk Belajar

Memahami Anak

Setelah pulang sekolah, tiba-tiba seorang anak berkata kepada ibunya, “Mama, aku mau ikut les gambar!”. Walaupun tidak langsung merespons, biasanya di benak sang ibu terbangun beberapa scenario:

  • Les dimana sebaiknya;
  • Bagaimana mengatur dengan jadwal sekolahnya, dsb.

Ternyata les yang dimaksud anak adalah kegiatan menggambar bersama teman-temannya.

( Perbedaan persepsi antara anak-anak dengan orang tua sering terjadi dalam hidup kita ).

Mendidik Anak

Seorang ibu berkata kepada anaknya, kamu harus berwibawa di depan adikmu!”. Dampaknya iya akan berusaha melakukan semua dengan sempurna, disini justru iya akan terlihat aneh di mata anak-anak lain.

( Sebenarnya anak-anak dan orang dewasa memiliki standar yang berbeda, banyak orang dewasa menerapkan standarnya kepada anak-anak).

Menumbuhkan Minat Belajar Anak

Ketika menonton televisi, sang anak berkata. “mama aku pengen bisa ngomong pakai bahasa inggris kayak di film.”

Sang ibu lalu mengajarkan beberapa kata yang ia tau, lalu menempatkan sang anak ke lembaga kursus, sang anak sangat senang dengan kursus tersebut, & hari-harinya dilalui dengan gembira.

( Disini sang ibu belajar memahami, suatu proses belajar akan disenangi jika motivasi yang tumbuh dari dalam, bukan paksaan ).

 Membentuk Suasana Belajar yang Menyenangkan

Betapapun kuat motivasi belajar anak, tetap membutuhkan lingkungan yang kondusif, memberikan keamanan dan kebebasan psikologis pada anak.

Keamanan psikologis dapat terbentuk dengan 3 proses, yaitu:

  • Orang tua menerima anak sebagaimana anaknya.
  • Orang tua mengusahakan suasana tanpa ada efek mengancam.
  • Orang tua dapat memberikan pengertian, dan dapat melihat dari sudut pandang anak.

Kebebasan psikologis dapat diberikan orang tua pada anak dengan cara memberikan kesempatan mengekspresikan pikiran-pikiran anak.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua, dalam menciptakan keamanan dan kebebasan psikologis guna membentuk suasana belajar.

  • Membangun empati
  • Menjalin kebersamaan
  • Membangun rasa memiliki
  • Mendorong kebebasan berekspresi
  • Pendampingan
  • Mengembangkan komunikasi efektif

Pengaruh Belajar yang Menyenangkan Terhadap Kreativitas Anak

Banyak hal yang bisa meningkatkan perkembangan anak ketika sedang mengalami proses belajar yang menyenangkan, salah satunya adalah perkembangan kreativitas. Banyak cara untuk  mengoptimalkan kreativitas anak, kreativitas memang membutuhkan imajinasi yang kuat, dan orang tua dapat membantu dengan menciptakan kondisi-kondisi tersebut.

Semakin banyak pengetahuan yang diperoleh anak, semakin baik dasar untuk mencapai hasil kreatif. Dan pendapat berbagai pakar, dapat disebutkan beberapa parameter kreativitas yang dimiliki seorang anak, yang dihasilkan dari kesenangan dalam belajar.

  • Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru & unik
  • Kemempuan untuk mentransformasikan gagasan lama ke dalam bentuk-bentuk baru.
  • Kemampuan untuk membangun imajinasi dan fantasi yang terarah
  • Kemampuan untuk melihat kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah
  • Adanya rasa ingin tahu yang luas & mendalam
  • Adanya minat yang luas dan keinginan bereksplorasi
  • Adanya perhatian pada proses, bukan sekedar hasil akhir
  • Adanya kesenangan dan kepuasan pribadi dalam melakukan pekerjaan
  • Adanya pengetahuan awal sebagai modal
  • Kepekaan akan keindahan (Sense of Beauty)
  • Kemampuan berfikir asosiatif & bermain dengan gagasan
  • Kepekaan melihat hal yang unik dari lingkungan sekitar dan aktivitas sehari-hari
  • Kemampuan mengungkapkan gagasa

22 Prinsip Komunikasi dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak

Prinsip 1  Orang tua memberikan kebebasan anak untuk berkreasi, anak terpacu untuk membuat karya yang unik

Setiap anak memiliki keunikan sendiri. Cara berfikirnyapun unik dan khas, kebebasan yang diberikan oleh orang tua untuk berkreasi, akan membuat karya-karya unik & menarik.

Bentuk kebebasannya misalnya :

  1. Menghargai apapun hasil kreasi anak
  2. Mendorong anak berkreasi lewat karya yang unik, misalnya menggambar pelangi, dan menceritakan kembali lewat tulisan.

Prinsip 2  Orang tua menerima berbagai jawaban anak terhadap pertanyaan tertentu, anak belajar berfikir luas

Minat belajar anak bisa ditandai dengan adanya keingintahuan yang luas mengenai suatu hal. Ketika ditanyakan suatu hal,anak mempunyai minat belajar tinggi, mejawab dengan berbagai jawaban. Cara berfikir demikian disebut cara berfikir divergen ( meluas, banyak jawaban dalam suatu masalah ) dan elaborative ( membangun berbagai kemungkinan jawanab dari satu hal yang ditemukan.

Cara berfikir tersebut, dapat dibiasakan pada anak dengan jalan orang tua menerima apa pun jawaban anak terhadap satu pernyataan tertentu, bisa jadi jawaban anak salah atau tidak logis menurut cara berfikir orang dewasa, namun bisa jadi ada hal-hal menarik dari jawaban itu yang hanya bisa dipahami anak.

Prinsip 3 Orang tua menerangkan materi dengan sudut pandang yang unik, anak terpacu rasa ingin tahunya.

Hal yang mengurangi rasa ingin tahu anak atau membuatnya enggan belajar adalah rasa bosan. Kebosanan ini bisa diakibatkan oleh materi pengetahuan yang itu-itu saja & tidak bervariasi. Demikian dengan cerita, orang tua bisa mengemasnya dengan menarik yang menggugah keingintahuan anak tentang materi yang akan disampaikan, contohnya :

  1. Orang tua sedang mendampingi anak belajar mengenai pasang surut. Orang tua bisa mengawali dengan kalimat, “Mengapa permukaan air laut tiba-tiba meninggi ?”

Prinsip 4 Orang tua memberikan penjelasan awala secara jelas sebelum anak memulai pekerjaannya, anak mendapat pengetahuan awal secara efektif

Sebelum memberikan tugas pada anak untuk melakukan suatu pekerjaan, orang tua hendaknya membimbing anak dengan memberikan penjelasan awal yang bisa menjadi pedoman anak dalam melakukan sesuatu, sehingga ada gambaran awal yang dimiliki anak ketika melakukan pekerjaannya. Menyuruh tanpa memberikan contoh membuat bayangan anak menjadi samar-samar. Hal ini bisa mengakibatkan anak kebingungan dan menjadikannya enggan bertindak.

Prinsip 5 Orang tua menggunakan alat peraga, anak mempunyai modal awal yang lebih terbayang

Alat peraga penting digunakan ketika kita menerangkan sesuatu kepada anak. Alat peraga ini membantu anak membayangkan materi yang tengah disampaikan dan mengarahkan serta membimbing daya imajinasi anak pada materi yang tengah disampaikan. Contoh alat peraga bisa berupa, buku bergambar, poster, model atau miniatur.

Prinsip 6 Orang tua menerangkan dengan eksperimen, anak terpacu rasa ingin tahunya dan belajar mengamati terjadinya suatu fenomena

            Mengapa harus dengan eksperimen? Ketika anak mengalami kerepotan dalam melakukan eksperimen, anak bisa mendapatkan pengalaman yang unik, bersinggung langsung dengan apa yang diamati. Metode eksperimen bisa melatih anak tentang terjadinya suatu peristiwa. Dari pengamatan kan muncul berbagai hal yang menarik, & membuat rasa ingin tau anak lebih tinggi.

Prinsip 7 Orang tua memberikan ulasan dan kesimpulan terhadap apa yang dikerjakan anak, anak memahami maksud pekerjaan dan berpikir secara utuh

            Anak-anak sering melakukan sesuatu karena spontan. Bisa jadi ia melakukan sesuatu yang baik, namun ia tidak menyadarinya. Disinilah peran orang tua, memberikan ulasan secara keseluruhan tentang apa yang sudah dilakukan, agar anak memahami apa yang dilakukannya. Dengan pemahaman yang lebih terstruktur, anak menjadi lebih terarah dalam mengembangkan daya pikirnya menuju pemahaman yang menyeluruh (holistic).

Prinsip 8 Orang tua mengaitkan isi cerita dengan fenomena yang pernah dilihat anak, anak belajar berfikir mengaitkan satu hal dengan hal lain

            Meski anak mempunyai day imajinasi yang kuat, namun usahakan imajinasi itu terkait dengan kehidupan sehari-hari, bukan khayalan yang tak mendasar. Hal ini bisa dilatih dengan cara mengaitkan isi cerita kepada suatu hal yang pernah dilihat atau dialami anak. Keterkaitan ini bisa berupa fenomena yang ada disekitar anak, kegiatan sehari hari anak, atau hal-hal yang berkesan yang pernah dilihat anak sebelumnya. Disini orang tua akan memanfaatkan kerangka pemikiran yang sudah ada pada diri anak, sehingga materi akan mudah diterima karena telah dikenal lebih dulu, agar disini anak mulai beljar berfikir asosiatif, artinya berbagai kejadian yang dilihat dan dirasakan sehari-hari bisa saling terkait jika dipikirkan secara kreatif.

Prinsip 9 Orang tua memberikan kesempatan anak untuk bercerita, anak belajar mengungkapkan apa yang dipikirkan dan mengungkapkan gagasan secara lebih terstruktur

Bagaimana agar bisa lancar berbicara di depan orang lain? Salah satu jawabannya adalah banyak latihan. Latihan ini bisa dimulai ketika masih anak-anak. Orang tua berusaha memberikan kesempatan sebanyak mungkin bagi anak untuk mengungkapkan gagasannya dalam setiap kesempatan. Dan ketika anak sudah mampu menguasai banyak kosa kata, kita dorong anak untuk mau bercerita. Bercerita akan membuat anak belajar mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, tidak saja kepada orang tuanya, tetapi juga kepada orang lain.

Prinsip 10  Orang tua membimbing anak tampil di depan forum, anak belajar berani berkreasi di depan banyak orang

Berbicara dan menjelaskan gagasan dengan baik di depan orang lain memerlukan banyak latihan, membutuhkan pengalaman dan keberanian. Keberanian tampil di depan forum sebaiknya dilatih ketika masih usia kanak-kanak. Hal ini akan berpengaruh terhdap kepercayaan dirinya. Kalau anak sudah mampu menguasai dirinya untuk tampil di depan orang banyak, maka akan meningkat pula keberanian anak menampilkan kemampuannya di depan umum. Dengan bimbingan dan pendamping orang tua, secara perlahan-lahan anak akan membangun keberaniannya tampil di depan banyak orang.

Prinsip 11 Orang tua melakukan pendampingan secara pribadi kepada anak, anak memiliki keamanan psikologis untuk berkreasi

Berkomunikasi dengan baik kepada anak bukan berarti bisa memberi instruksi, atau menyuruh anak melakukan apa yang diinginkan orang tua. Komunikasi yang kita lakukan kepada anak tidk akan efektif jika kita menyampaikan instruksi saja, kemudian membiarkan anak memahami pesan tersebut, tanpa arahan. Ketika anak tengah menjalankan apa yang kita sampaikan, maka pendampingan akan membuat anak merasa aman karena ia merasa ada yang siap memberikan pertolongan jika ia membutuhkan.

Prinsip 12 Orang tua melayani pertanyaan-pertanyaan anak, anak nyaman untuk berpendapat dan terpuaskan rasa ingin tahunya

            Dunia anak adalah dunia serba ingin tahu. Anak yang normal dan kreatif selalu menanyakan banyak hal sebagai wujud keingintahuannya. Apabila pertanyaan yang disampaikan selalu mendapat respons, maka anak akan merasa terpenuhi keingintahuannya. Hal ini akan mendorong anak untuk lebih berani dan banyak bertanya dalam usaha mengetahui berbagai macam hal. Sebaliknya apabila kita tidak merespons jawaban anak, kemungkinan anak menjadi enggan untuk menyampaikan pertanyaan karena keingintahuannya tidak terpenuhi.

Prinsip 13 Orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba lagi, anak belajar menyelesaikan pekerjaan dengan berbagai inovasi baru

Maju terus, pantang mundur! Kata-kata mutiara itu mungkin telah menjadi tradisi dalam perjuangan bangsa kita, terutama ketika mempertahankan kemerdekaan dulu. Malu dong, jadi anak Indonesia jika belum apa-apa sudah mundur atau menyerah. Namun anak tetaplah anak, dengan emosi yang masih labil mereka masih harus didampingi agar tidk menyerah dalam melakukan suatu pekerjaan, sampai dia berhasil menyelesaikannya.

Ketika anak mengalami kegaglan pertama, kita dorong untuk mencobanya kembali dengan cara-cara baru. Orang tua dapat memberikan semangat, hiburan, sehingga anak terhindar dari rasa putus asa. Maka ketika sudah berhasil menyelesaikan pekerjaannya, meski harus berulang kali gagal dan bersusah payah mencobanya, orang tua tetap memberikn pujian dari hasil kerja kerasnya.

Prinsip 14 Orang tua menjalin kedekatan, anak memiliki rasa aman secara psikologis untuk berkreasi

            Anak akan mudah menjalin komunikasi dengan kita bila ia merasa dekat. Maka, sebaiknya kita menghilangkan jarak dengan anak ketika berkomunikasi sehingga anak bisa merasa bebas untuk mengeluarkan isi hatinya. Dalam berbagai hal lain, kedekatan ini akan mendorong anak melakukan berbagai hal lain, kedekatan ini akan mendorong anak melakukan berbagai hal dengan kreasinya tanpa merasa dipantau dan disalahkan ketika mengeluarkan ide-ide baru.

Prinsip 15 Orang tua melibatkan anak secara aktif dalam belajar, anak merasa ikut memiliki dan tumbuh minat belajarnya

            “Libatkan saya, dan saya akan memahami apa yang anda ajarkan’, begitu ungkapan Cina kuno. Maka, melibatkan anak secara aktif dalam belajar akan membuat lebih efektif penyampaian materi yang tengah diajarkan. Rasa memiliki terhadap materi yang disampaikan lambat laun akan menumbuhkan minat anak dengan sendirinya untuk memahami dan mengikuti materi yang disampaikan. Ia juga akan bertanggungjawab dalam menjalankannya karena merasa materi itu telah menjadi miliknya.

Prinsip 16 Orang tua melibatkan diri dalam kegiatan anak, anak lebih bersemangat dalam berkreasi

            Anak akan merasa lebih bersemangat atau menyatu dalam suatu kegiatan bersama orang tua ketika orang tua melibatkan diri dengan kegiatan anak. Anak merasa sejajar dengan orang tua. Anak merasa tidk canggung dan bersemangat untuk berkreasi dalam kegiatan yang dilakukan.

Prinsip 17 Orang tua menciptakan suasana menyenangkan, anak menyenangi materi dan memiliki kepuasan pribadi dalam berkreasi

            Dalam suasana yang menyenangkan anak terbebas dari tekanan sehingga mempermudah penerimaan pesan yang disampaikan oleh orang tua. Kondisi dimana anak berada dalam suasana yang menyenangkan juga menjadi syarat penting bagi anak untuk dapat berkreasi (bebas dari tekanan).

Prinsip 18 Orang tua menciptakan suasana bersemangat dalam belajar, anak lebih termotivasi

Suasana bersemangat harus diciptakan untuk mendorong anak memusatkan perhatiannya pada materi yang sedang disampaikan dan memahami pesannya sehingga anak termotivasi dalam belajar.

Orang tua bisa membangun semangat anak dengan cara memposisikan diri sebagai partner atau teman bagi anak dalam memahami materi atau mencapai suatu hasil. Jadi anak tidak merasa harus berjuang sendiri ketika menemui materi yang sulit, tetapi ada orang tua yang memosisikan diri sebagai teman untuk bersama-sama mempelajari materi tersebut.

Prinsip 19 Orang tua menjaga konsentrasi anak, anak efektif dalam mendalami materi

Bukan anak-anak kalau konsentrasinya tidak mudah terbelah. Sudah menjadi sifat alami anak, jika ia tengah asyik bermain sesuatu, lalu ada mainan lain yang lebih menarik, maka ia meninggalkan permainannya yang lama menuju permainan yang baru. Ini menjadi kendala utama anak dalam menyerap dan memahami suatu hal, konsentrasi. Maka dalam menerima pesan yang disampaikan, perhatian adalah hal yang utama yang harus dijaga anak agar pesan dapat diterima. Untuk itu orang tua hendaknya selalu menjaga perhatian anak dengan berbagai cara agar pesan yang disampaikan dapat diterima.

Prinsip 20 Orang tua memberikan penghargaan (reward) yang bervariasi, anak mempunyai motivasi untuk menghasilkan karya yang terbaik

Pemberian penghargaan yang paling sederhana adalah memberikan pujian. Misalnya dalam kegiatan belajar mengenal buah-buahan dalm bahasa inggris. Ketika anak mampu mengelompokkan buah-buahan berdasarkan rasanya, menyebut nama buah dengan bahasa inggris yang benar, kita dapat memberikan penghargaan. Penghargaan dapat diciptakan dalam bentuk kretif, misalnya jika anak dapat memberikan jawaban yang benar, maka ia berhak mendapatkan pin dari buah-buahan itu.

Prinsip 21 Orang tua mengembangkan cara inovatif dalam mengajar, anak belajar berfikir luas

Belajar hampir sama dengan makan. Bila makan yang disantap adalah bahan makanan agar menjadi energy untuk pertumbuhan, maka belajar adalah proses menyantap berbagai informasi menjadi pengetahuan yang terstruktur. Jika makanan disajikan tanpa variasi, akan menyebabkan bosan, begitu pula dengan belajar. Anak perlu mendapat perlakuan variatif dalam belajar, agar ia terhindar dari rasa bosan. Orang tua hendaknya mengembangkan cara-cara baru atau inovatif dalam menyampaikan pesannya kepada anak. Hal lain selain untuk menghindari kebosanan anak dalam menerima pesan, juga melatih anak untuk berfikir divergen, tidak terpaku pada satu cara tetapi mampu melihat cara-cara lain yang mungkin diterapkan.

Prinsip 22 Orang tua menggunakan ekspresi mimik dan gerak, anak belajar untuk menghayati pekerjaan

Raut muka atau mimik wajah sanggup menceritakan apa isi hati kita, dan tidak pernah bohong. Kita bisa mengetahui anak kita sedih jika raut mukanya ditekuk, mata mulai berair, meski ia tidak mengatakan apa-apa tentang kesedihannya. Sebaliknya ekspresi wajah suka cita juga akan terlihat jelas, misalnya bila anak menerima hadiah dari kita dengan suka cita. Raut wajah, mimik memang bisa memperkuat suasana yang tercipta, dan ini menjadi modal kita dalam berkomunikasi dengan anak. Orang tua dapat menggunakan ekspresi wajah, mimik, dan gerakan, ketika berkomunikasi dengan anak. Ekspresi ini berfungsi untuk membangkitkan suasana, membuat anak memjadi bagian dari komunikasi yang tengah dibangun.

kesimpulan

Kurangnya pemahaman pada anak terhadap cara anak berkomunikasi menyebabkan sering terjadinya miss communication. Mulai dari orang tua yang terlalu memanjakan anaknya, hingga terlalu mengekangnya tidaklah baik juga. Membebaskannya dalam berekspresi namun tetap memperhatikan atau memberikan pengawasan apa yang dilakukan, serta kurang pahamnya orang tua terhadap apa yang anak sebenarnya inginkan.

Dalam buku ini kita banyak membahas tentang kesenangan-kesenangan anak dalam belajar yang banyak kita salah artikan, bagaimana cara anak belajar, meskipun terkesan main-main, namun anak sebenarnya banyak belajar dari apa yang mereka lakukan dan apa kesalahan mereka. Oleh karena itu, dukungan dari orang tua sangatlah penting terhadap tumbuh kembang anak. Bukan memanjakan atas apa yang selalu anak inginkan, namun tetap memberikan pengawasan pada saat anak melakukan sesuatu.

Daftar Pustaka

Junita, Ekomadyo. 2009. 22 Prinsip Komunikasi Efektif Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

SIKAP KEKAYAAN ANDA YANG PALING BERHARGA


APAKAH SIKAP POSITIF ITU

Secara sederhana, sikap positif adalah cara anda mengkomunikasikan suasana hati ( mood ) anda kepada orang lain. Bila anda merasa optimistik dan memperkirakan akan mengalami pertemuan yang berhasil, anda memancarkan sikap positif dan orang-orang biasanya akan menganggapinya dengan baik. Bila anda merasa pesimistik dan menduga hal-hal yang buruk, sikap anda seringkali negatif, dan orang-orang cenderung menjauhi anda.

Sikap adalah cara anda melihat sesuatu secara mental. Anggaplah sikap sebagai fokus mental anda dalam memandang duniu luar. Seperti menggunakan kamera, anda dapat memfokuskan atau mengarahkan pikiran anda pada sesuatu yang menarik bagi anda.

Sikap itu tidak pernah statis. Sikap merupakan proses perseptual yang dinamis dan sensitif. Kecuali anda selalu waspada, faktor-faktor negatif dapat saja menyelusup ke dalam perspektif anda. Bagaimana pun, sikap positif bukanlah akting, sikap positif harus tulus.

Para pemenang adalah mereka yang mampu memulihkan kembali sikap positif mereka dengan segera. Orang-orang yang tidak mampu memulihkan dirinya dan menarik diri atau tenggelam dalam kesialan, akan kehilangan kesempatan.

Wawasan yang positif memberikan keberanian untuk menghadapi masalah dan mengambil tindakan guna memecahkan sebelum itu berkembang menjadi terlalu besar. Meskipun seandainya tidak tercapai penyelesaian yang ideal, sikap anda untuk hidup dengan masalah secara lebih ihklas yang akan membantu menetralkan dampak negatifnya.

Rahasia keberhasilan atlit, wiraniaga, manajer dan artis-artis panggung adalah kemampuan untuk menggabungkan pengharapan yang tinggi dengan pemulihan diri yang cepat bila terjadi kegagalan. Ada orang yang mendefinisikan sukses sebagai kemampuan untuk bangkit satu kali lebih banyak ketimbang jatuh.

Sikap positif adalah keadaan jiwa hanya dapat dipertahankan melalui usaha-usaha secara sadar. Bila sesuatu terjadi sehingga membelokkan fokus mental seseorang ke arah yang negatif, mereka yang positif mengetahui bahwa guna memulihkan dirinya, penyesuaian harus dilakukan!

  1. Sikap anda adalah isyarat yang ada pancarkan kepada orang lain. Ia juga merupakan cara anda melihat sesuatu secara mental dari dalam
  2. Makin anda memusatkan perhatian pada faktor-faktor positif dari lingkungan, makin mudah untuk tetap bersikap positif
  3. Setiap orang menjumpai kejadian-kejadian yang dapat menggoncangkan sikap anda ke arah yang negatif. Nila ini terjadi dan sikap anda menjadi negatif, tantangannya adalah secar cepat menerepkan teknik penyesuaian sikap yang memungkinkan anda pulih kembali dan mengembalikan wawasan yang positif.

KEPRIBADIAN DAN SIKAP

Kepribadian seringkali diartikan sebagai bauran yang unik dari ciri-ciri fisik dan mental yang ada dalam diri seseorang. Misalnya, jika anda mengambil karektiristik-karekteristik fisik ( mata, senyum, sosok tubuh, dan sebagainya ) dan karekteristik-karekteristik mental ( kebijaksanaan, toleransi, ketekunan, dan sebagainya ) kemudian menggabungkannya, kombinasi yang muncul merupakan kepribadian seseorang.

Kepribadian seseorang ada dalam benak orang-orang lain. Bagaimana orang lain menafsirkan kepribadian anda merupakan kunci untuk untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kepribadian anda sendiri. Kepribadian anda lebih terletak pada apa yang anda tampilkan dan bukan pada bagaimana anda memandang  diri anda sendiri.

Kadang-kadang kita mendengar istilah kepribadian yang karismatik. Bebrapa tokoh olahraga atau panggung dianggap memiliki karisma. Sikap begitu pentingnya sehingga dapat menjadi lebih penting daripada karekteristik-karekteristik fisik dan mental dalam suatu kepribadian. Sikap yang positif begitu kuatnya sehingga dapat memperkuat ciri-ciri kepribadian. Sebaliknya, sikap yang negatif dapat meminimalkan atau meniadakan karekteristik yang seyogyanya menarik. Kita tentu saja tidak dapat mengatakan bahwa sikap yang positif dapat menciptakan karisma tetapi sikap ini dapat mendekatinya!

  1. Seseorang yang mempunyai sikap positif dapat mengubah kepribadian yang membosankan menjadi kepribadian yang dipandang orang sebagai menarik.
  2. Sikap yang positif dapat membuat orang cantik menjadi dua kali lebih cantik
  3. Sikap yang positif dapat menarik perhatina kepada ciri-ciri istimewa dalam suatu kepribadian yang biasanya tidak menonjol.
  4. Beberapa sikap positif tampaknya mencemerlangkan karekteristik kepribadian yang lain dan dalam proses ini cerita keseluruhan orang yang bersangkutan menjadi lebih bersinar dan lebih menarik bagi orang lain.

Kebanyakan di antaraharus belajar untuk hidup nyaman dengan ciri dan karekteristik bawaan kita. Kita dapat meningkatkan diri dengan menata rambut secara lebih rapi, mengikuti program-program kebugaran, bahkan dengan menjalani bedah plastik. Tetapi setelah ini dilakukanpun, kita perlu menyadari bahwa semua perbaikan haruslah memancarkan apa yang sudah kita miliki secara lebih baik.

KEAMPUHAN SIKAP POSITIF

Menggunakan kata ampuh untuk menekankan kekuatan dari sikap positif mungkin terasa berlebihan. Tetapi, jika anda pernah secara teliti mengamati perilaku manusia, anda barangkali pernah melihat melihat adanya sikap yang berbalik begitu drastisnya, sehingga kata ampuh rasanya merupakan satu-satunya.

Bacalah manfat-manfaat sikap yang positif berikut ini:

  1. SIKAP POSITIF MEMICU SEMANGAT

Saya belum pernah membaca tulisan dari ahli psikologi atau psikiatri manapun yang dapat secara klinis menjelaskan mengapa ini terjadi. Tetapi, pengamatan sederhana mengungkapkan bahwa mereka yang terjerumus kedalam sikap negatif dan mengalami depresi kehilangan banyak enerji. Mereka seringkali menghambat diri sendiri seakan-akan mereka diselimuti kabut tebal. Sebaliknya, orang-orang positif, cadangan enerji mereka tampaknya tidak ada habis-habisnya.

  1. SIKAP POSITIF MENDORONG KREATIVITAS

Bersikap positif akan membantu pikiran anda berpikir secara bebas. Gagasan dan pemecahan muncul ke permukaan. Sebaliknya, sikap negatif mempunyai efek mencekik dan menghambat kreativitas. Ketika mulai masuk kerja, sikap positifnya membantunya menjadi kreatif. Saat ini susi sangat membutuhkan perubahan sikap untuk memulihkan kembali kreativitasnya.

  1. SIKAP YANG TANGGUH DAPAT MENCIPTAKANHAL-HAL YANG BAI

Banyak yang percaya bahwa bilamana seseorang sedang merasa riang, peristiwa-peristiwa yang kebetulan cenderung terjadi dalam hidupnya. Kata tangguh dapat ditafsirkan bermacam-macam, tetapi dibaliknya tersembunyi konsep yang indah bahwa sikap itu sendiri dapat mengangkat seseorang menjadi diatas normal. Keajaiban akan terjadi bila kita menyadari bahwa pendekatan kita yang lebih ceria dapat menciptakan hal-hal yang baik dan yang tidak diduga-duga akan terjadi.

SIKAP DAN LINGKUNGAN PEKERJAAN

Sikap positif sangat dihargai dalam lingkungan kerja. Ada 4 sebabnya:

  1. Bagi banyak orang, pekerjaan bukanlah suatu yang sangat mereka sukai. Bekerja didekat orang yang positif membuat pekerjaan terasa lebih ternikmat.
  1. Beberapa rekan sekerja mungkin mempunyai masalah-masalh pribadi di rumah. Tempat kerja mungkin merupakan satu-satunya tempat dimana mereka dapat menjumpai orang-orang positif dan melupakan sebagian masalah mereka.
  1. Para penyelia mengandalkan sikap positif dari bawahan guna membina semangat kelompok sikap positif membuat pekerjaan setiap orang sedikit lebih mudah.
  1. Hampir separuh dari waktu jaga seseorang dihabiskan ditempat kerja. Tanpa sikap yang positif, waktu itu akan terasa sangat panjang. Baik sikap positif maupun sikap negatif sangat cepat menular ditempat kerja. Bekerja di dekat orang yang sikapnya positif merupakan pengalaman yang menggembirakan.ia dapat membuat anda merasa lebih yakin terhadap diri sendiri. Bekerja di dekat orang yang negatif adalah seperti pergi kepesta dengan orang yang terkucil. Ia dapat membuat anda ketularan bersikap negatif.

Orang luar biasanya dapat merasakan bila suatu lingkungan pekerjaan nyaman, efisien dan produktif dengan mengamati sikap para karyawan. Selalu terdengar tawa riang. Para karyawan saling bertoleransi. Pekerjaan dipandang lebih sebagai tantangan daripada sebagai rangkaian tugas-tugas yang menjemukan. Tetapi hati-hati satu saja sikap negatif dapat menyuramkan suasana hati.

Sangatlah mudah mengenali mereka yang bersikap positif atau negatif bilamana mereka sedang menjalani masa cuti. Karyawan yang positif selalu dirindukan dan disambut dengan senang hati ketika masa cutinya sudah berlalu. Karyawan yang negatif selalu ditunggu-tunggu kapan ia menjalani masa cutinya. Artinya, jelas, sikap positif anda bukan hanya berharga bagi anda tetapi juga dihargai orang lain.

PERLUNYA SERING-SERING MEREMAJAKAN SIKAP

Setiap orang, karyawan, pelajar, ibu rumah tangga, pensiunan pasti memrlukan pembaruan peremajaan sikap atau penyesuaian sikap. Tak seorangpun dapat menghindarinyaa.

Peremajaan berarti membarui atau menyegarkan kembali pandangan anda, meremajakan kembali ancangan anda, memantapkan kembali fokus positif anda, dan atau memperbaiki kemunduran dan keusanfan sikap anda. Masa-masa ini diperlukan untuk mengatasi hal-hal berikut.

  1. Kejutan Lingkungan. Seperti halnya alat seismograf mencatat intensitas dan lama suatu gempa bumi, sikap anda mencerminkan goncangan-goncangan yang disebabkan oleh kerugian, keuangan, kekecewaan pribadi, masalah keluarga, masalah kesehatan dan sebagainya
  2. Masalah Citra Pribadi. Kita seringkali lelah memikirkan diri sendiri. Mungkin berat badan kita bertambah beberapa kilo atau kita tidak setampan sebelumnya. Ini menimbulkan citra pribadi yang negatif sejenis lensa buram yang menghalangi kita memandang diri sendiri secara positif.
  3. Arus Negatif. Tak seorangpun dapat menjelaskan mengapa ini terjadi, tetapi adakalanya , meskipun suasana lingkungan tenang dan anda sendiri memiliki citra pribadi yang positif, biasa saja ada dorongan untuk bersikap negatif.

Apapun alasannya kejutan lingkungan, masalah citra pribadi  atau arus negatif setiap orang sewaktu-waktu  perlu menyesuaikan sikapnya. Peremajaan sikap pada tingkat pertama merupakan peoses sehari-hari. Bagi sementara orang, meditasi sejenak merupakan jawabannya. Banyak diantara orang-orang seperti ini akhirnya menyadari bahwa upaya penyesuaian sikap yang tidak merusak dan bersifat lebih permanen akan lebih baik.

Masalah ini terjadi bila seseorang menjalankani pola perilaku negatif yang tetap selama beberapa waktu. Walaupun ada hari-hari yang lebih baik daripada hari-hari lainnya, tampaknya fokus perhatian lebih condong pada sisi negatif.

Mungkin saja kita berada dalam keadaan ini tanpa menyadarinya. Bila nad sakit fisik, misalnya, tubuh anda biasanya akan mengirimkan tanda-tanda tertentu, sakit kepala, demam, atau rasa nyeri, isyarat ini mendorong anda untuk melakukan sesuatu guna untuk mengatasinya. Tetapi bila anda terjerumus kedalam masalah sikap seperti diatas, pikiran anda mungkin tidak mampu mengirimkan isyarat, atau mungkin anda tidak mau menerimanya. Kawan-kawan anda mungkin ingin mengatakannya  tetapi kemudian membatalkannya karena khawatir hal ini akan memancing kemarahan anda.

SIKAP DAN SUKSES DALAM BERKARIR

Dalam kehidupan pekerjaan, seperti dalam kehidupan pribadi anda, sikap andalah yang menentukan. Membina dan memelihara hubungan yang sehat diantara para atasan dan rekan kerja merupakan kunci keberhasilan dalam setiap organisasi. Tidak ada yang lebih membantu terhadap proses ini selain sikap positif.

Sikap positif akan memperluas jaringan kerja anda. Bila anda bersikap positif, anda memancarkan isyarat-isyarat yang bersahabat. Pelanggan, rekan-rekan, dan atasan akan lebih terbuka kepada anda. Sikap anda terlihat dari cara andang memandang, berdiri, berjalan, dan berbicara. Jika anda ceria dan positif, sikap anada bekerja seperti magnit. Anda tidak saja menarik orang lain, melainkan mereka juga akan merasa lebih bersahabat dengan anda akrena mereka segera merasakan bahwa anda menyukai mereka.

Sementara orang memandang rendah perlunya pembinaan dan pemeliharan hubungan antar manusia yang baik. Mereka lebih mementingkan kemampuan teknis dan mengabaikan penting aspek manusia. Sebagai akibatnya, mereka sulit memahami mengapa ada orang yang tidak bergairah terhadap pekerjaannya padahal secara teknis tidak ada salah salah.

Dalam dunia kerja, sangatlah penting untuk mencoba membedakan anatar hubungan pribadi didasarkan pada perasaan psikologis antar dua orang. Karena anda tidak dapat melihat atau merabanya, ada orang yang hanya melihat kepribadiannya.

Akibatnya, orang seringkali kehilangan obyektivitas mereka. Mereka tidak lagi berusaha melakukan sesuatu untuk meningkatkan atau memperbaiki hubungan pribadi, melainkan malah mengutak-atik kepribadian dan terjadilah konflik. Mereka yang mampu menyadari pentingnya hubungan cenderung lebih dapat menerima adanya perbedaan-perbedaan dengan orang-orang lain. Dengan lebih memusatkan pada kebutuhan pekerjaan, hambatan-hambatan dapat diatasi yang pada akhirnya akan memungkinkan seseorang lebih dapat menerima rekan kerjanya secara lebih baik.

Ada orang yang lebih suka membina hubungan baru ketimbang memperbaiki yang sudah ada. Ditempat kerja, ini dapat berarti menciptakan klik-klik dalam suatu kelompok, atau sering berpindah-pindah pekerjaan. Mereka yang ingin membina karir dengan lebih baik menyadari pentingnya memelihara hubungan yang positif. Bila diperlukan perbaikan hubungan, karyawan yang cerdas akan melakukannya secara cepat. Mereka akan bertindak terlepas dari apakah mereka sebenarnya bertanggung jawab atas masalah ini atau tidak. Mereka menganggap bahwa hubungan, jauh lebih penting daripada insiden yang merusakkannya.

Bersikap positif di tempat kerja memberikan manfaat ganda. Pertama, ini membantu anda menciptakan hubungan antar manusia yang sehat yang tidak hanya mendatangkan kawan-kawan baru, melainkan juga sukse dalam karir. Kedua, setiap hubungan bermutu yang anda ciptakan memberikan kekuatan baru bagi sikap yang selalu anda butuhkan.

SIKAP DAN KEPEMIMPINAN

Lebih banyak keberhasilan usaha yang disebabkan oleh pencapaian dalam hal sikap ketimbang pencapaian dalam hal teknis.

Manajer-manejer yang tahu bagaimana membina sikap positif dikalangan para karyawan dapat memimpin tim yang kurang berpengalaman untuk meningkatkan produktivitas dan sukses. Ini terjadi tidaklah berarti bahwa pengembangan keterampilan-keterampilan khusus dapat diabaikan. Gloria selalu memikirkan pelatihan-pelatihan yang dapat meingkatkan anak buahnya. Ia menyelanggarakan bimbingan-bimbingan baik secara perorangan maupun kelompok. Penekanan gloria pada pengembangan sikap yang positif tidaklah berarti bahwa ia menganggap perencanaan strategis tidak penting. Berikut ini ada 5 prinsip yang dapat anda perimbnagkan

  1. Sikap itu ditularkan, bukan diajarkan.

prinsip ini berarti bahwa sikap pengikut merupakan cerminan sikap pemimpin mereka. Tanggung jawab setiap pemimpin adalah memelihara sikap positifnya sendiri

  1. Kebijakan hubungan antar manusia yang layak.

prinsip hubungan antar manusia yang selayaknya, seperti memperlakkan setiap orang sebagai manusia dengan menggunakan prinsip penghargaan yang saling menguntungkan, dan peka terhadap kebutuhan orang lain, haruslah ditaati. Pemimpin yang menggunakan teknik-teknik yang tidak manusiawi, misalkan mempermalukan seseorang di depan kelompoknya, dapat merusak moral.

  1. Prinsip apel busuk.

Setelah beberapa lama, sebutir apel yang busuk dalam keranjang dapat merusak apel-apel lainnya. Setelah beberapa lama, sesorang anggota kelompok yang negatif dapat merusak sikap positif anggota kelompok yang lain. Untuk memecahkan persoalan ini, anggota yang negatif perlu diajak bicara oleh pemimpinnya agar ia mau memperbaiki sikapnya, atau, tindakan lain harus diambil.

  1. Hubungan sikap / rasa percaya diri.

Prinsip dasar ini mengatakan bahwa anggota kelompok yang mempunyai pandangan positif memiliki rasa percaya diri pribadi yang lebih besar. Yang tidak percaya diri tidak akan pernah berprestasi.

  1. Prinsip umpan balik.

Seorang pengumpan dalam sepak bola seringkali memberi umpan kepada yang baru saja gagal menyelesaikan umpan sebelumnya. Dengan baik. Hal ini dimaksudkan untuk membantu memulihkan rasa percaya diri si penerima umpan.

Resume :

Attitude: Your Most Princeless Possession-Sikap: Kekayaan Anda Yang Paling Berharga, Elwood N.Chapman, Alih Bahasa Ir. Agus Maulana, Editor Dr. Lyndon Saputra, Binarupa Aksara,Batam, 2003.

Belajar goblog dari Bob Sadino


Sejak lama Bob Sadino meyakini bahwa, sekolah formal tidak mampu mendukung potensi seseorang untuk menjadi wirausahawan tangguh.Menurutnya seorang pengusaha tidak memerlukan sekolah formal. Yang diperlukan hanyalah segera melangkah, dan belajar dari proses kehidupan. Dan itu semua harus dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang sehingga menjadi terampil.Sebab repetisi atau pengulangan jauh lebih penting daripada teori di sekolah formal.

1004971_222550534603057_1862754251_nBAGI Bob Sadino sekolah hanya menjadikan seseorang memperoleh informasi, sementara informasi itu sifatnya sudah terjadi.Untuk menjadi wirausaha, seseorang tidak perlu menjejali otaknya hanya dengan informasi melainkan perlu adanya sebuah tindakan.Bahkan Om Bob dengan berani bisa mengatakan bahwa para sarjana sebagian besar otaknya hanyalah ‘sampah’.Bagi sebagian orang jelas bahwa konotasi ‘sampah’ tersebut bernada negatif, tapi memang seperti itulah Om Bob menyatakannya.

Dengan sekolah formal, setiap orang hanya dituntut kepintaran. Padahal menurut Bob Sadino kepintaran itu hanya akan membuat orang terbelenggu. Menurutnya belenggu tersebut mencengkram banyak orang, khususnya orang pintar.

Misalnya, orang pintar terbelenggu oleh rasa takut.Hal ini membuat seseorang tidak mampu berbuat apapun.Mau jadi pengusaha takut gagal.Ingin bepergian jauh, takut naik pesawat.Hendak melaut, khawatir tenggelam.Habislah semuanya gara-gara belenggu rasa takut.Jika ingin bergerak maka belenggu rasa takut itu harus dihilangkan.

Selanjutnya orang pintar selalu banyak berharap.Hal ini memang sering tidak disadari, karena dalam ilmu manajemen modern justru harapan ini diwajibkan.Namun, banyak mengharap justru makin membuat tidak berdaya.Sebab, sebagian besar dari harapan tersebut biasanya lebih banyak yang tidak terkabul.Maka bebaskanlah diri dari harapan.

Terakhir, belenggu pikiran sendiri.Banyak orang yang tidak menyadari ketika dirinya dibelenggu oleh pikiran sendiri. Kadang belenggu itu datang dari pikiran orang lain, tapi kemudian mengendap dalam pikirin diri sendiri. Salah satu belenggu semacam ini misalnya ‘tujuan’.Jangan mau dibelenggu oleh tujuan. Sebab dengan tidak memiliki tujuan Bob Sadino menyampaikan bahwa otak akan lebih bebas tanpa tekanan.

Itulah belenggu kehidupan yang antara lain disumbang oleh ilmu manajemen modern. Seorang Bob Sadino bukan berarti anti dengan ilmu manajemen, tapi ia mencoba mengubah pandangannya terhadap ilmu tersebut sebagai sebuah seni. Sangat bagus bagi seseorang mengetahui teori manajemen, tapi yang tidak tahu teorinya pun belum tentu jelek.Bahkan bisa saja lebih bagus dari yang mengetahui teori.

Anak Guru

Bob Sadino memiliki nama lengkap Bambang Mustari Sadino, dilahirkan di Tanjung Karang Lampung pada 9 Maret 1933, dari pasangan Jawa yang hijrah ke Sumatera. Bob Sadino hanya satu tahun menikmati udara Sumatera, karena pada 1934 dia harus mengikuti orang tuanya ke Jakarta.Bapaknya, Sadino adalah seorang guru dan kemudian menjadi kepala sekolah. Saat itu Sadino termasuk  amtenaar atau pegawai negeri pemerintahan Hindia Belanda.

Bob kecil hidup dalam kecukupan, tidak seperti bocah Hindia Belanda yang kebanyakan masih kurang makan dan kasih sayang. Pendidikan pun ia dapatkan dengan leluasa mulai SR (sekolah rakyat setingkat SD) sampai SMA. Orang tuanya sebagai guru membuat Bob kecil memperoleh pelajaran yang memadai.

Sejak kecil Bob Sadino sudah bergaul dengan orang-orang berada, terutama dengan anak-anak keturunan Cina.Sehari-hari, Bob biasa bercengkrama dengan mereka dan melakukan banyak hal bersama.Berkat pergaulan masa kecilnya itu pula yang membuat Bob menjadi pria yang hebat dalam menjalin hubungan dengan banyak pihak.Sebuah pengalaman yang mendukungnya menjalani hidup sebagai pengusaha yang harus punya jaringan luas.

Selepas SMA pada 1953, Bob memulai kariernya sebagai pekerja di Unilever. Namun, karena ikut-ikutan temannya kuliah, ia pun sempat mencicipi bangku kuliah di Universitas Indonesia di Fakultas Hukum, tetapi Bob hanya bertahan beberapa bulan saja di FH UI karena merasa tidak betah akhirnya ia berhenti kuliah dan bekerja kembali.

Melanglang Buana ke Eropa

Setelah bertahun-tahun di Unilever Bob memutuskan untuk memperbaiki kariernya dengan pindah kerja ke McLain and Watson Coy (Djakarta Llyod), sebuah perusahaan pelayaran dan ekspedisi.Pekerjaan barunya mengharuskan Bob berkelana ke mancanegara khusus Eropa. Dua kota yang paling lam disinggahinya adalah Amsterdam dan Hamburg. Disana Bob menghabiskan waktu sampai 9 tahun, sehingga tak heran ia fasih berbahasa Inggris, Belanda, Jerman, dan belakangan juga fasih berbahasa Jepang. Selain itu, ia pun memiliki pergaulan yang sngat luas dan jaringan pertemanan di berbagai Negara.

Pada tahun 1967, Bob memutuskan kembali ke Jakarta, setelah bosan terus-menerus menjadi bawahan dan berkali-kali ia mengatakan stress karena tekanan atasan. Bersama Soelami Soejoed, karyawan Bank Indonesia di Amerika Serikat, Bob pulang ke Indonesia untuk menikah. Kehidupan yang mapan dan gaji yang besar mereka tinggalkan.Ia hanya membawa oleh-oleh dua sedang Mercedes sebagai hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun di Eropa. Satu dijual, uangnya dibelikan sebidang tanah di kemang, sedangkan satu lagi dijadikan taksi gelap tetapi kadang-kadang taksinya disewakan kepada pihak lain.

Hidup Penuh Peluh dan Air Mata

Awalnya semua berjalan lancer, kehidupan Bob bersama istrinya pun tercukupi dari hasil taksinya, tetapi belum genap setahun taksinya mengalami tabrakan karena Bob tidak memiliki dana untuk memperbaikinya sehingga ia harus rela taksinya hanya menjadi seonggok sampah. Bob pun merasa sangat hancur dengan kejadian tersebut. Maka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bob muda menjalani profesi sebagai tukang bangunan walupun belum punya keahlian di bidang itu. Setiap minggu ia mendapatkan upah Rp 100 dari pekerjaannya itu. Kurang lebih ia menjalankan profesi sebagai tukang bangunan selama setahun.

Mulai Berternak Ayam

Kondisi Bob pun terdengar oleh kawannya baik yang dulu bekerja di Jakarta maupun Eropa. Mereka ikut prihatin dengan keadaan Bob, sampai akhirnya datanglah pertolongan dari kawannya yang bernama Sri Mulyono Herlambang yang menyarannkan untuk berternak ayam, dan bob pun setuju dengan usulan kawannya itu. Mulailah Bob berternak ayamm dengan 50 ekor ayam Broiler yang didatangkan dari Belanda oleh temannya. Bob kemudian belajar berternak dari berbagai sumber bacaan salah satunya majalah-majalah terbitan Belanda.

Ayam memberikan pelajaran barharga bagi Bob dalam menjalani hidup. Ketika pertama kali memelihara ayam, ia berpikir “ayam yang hanya diberi paruh dan kaki saja bisa hidup dan mencari makan sendiri, kenapa manusia tidak?” dari situlah motivasi Bob bertambah berlipat-lipat, sehingga ia serius memelihara ayam, sampai akhirnya menjajakan telur di Kemang dan dikenal senagai Bandar telur.  Ayam pula yang membuat Bob terus mencari ilmu melalui majalah-majalah Belanda yang berisi segala macamhal berkaitan dengan peternakan dan perkebunan.Isinya memang luar biasa karena banyak hal yang belum ada di Indonesia. Bob menjadi pihak pertama di Indonesia yang mengetahui berbagai temuan baru ilmuan mancanegara di bidang peternakan dan perkebunan. Sehingga tak jarang ia diundang oleh IPB untuk mendiskusikan masalah peternakan, perkebunan, dan pertanian.

 

BIODATA

  • Nama        : Bob (Bambang Mustari) Sadino
  • Lahir         : Tanjung Karang, 9 Maret 1933
  • Agama      : Islam
  • Istri           : Soelami Soejoed
  • Anak        : Myra Andiani dan Shanti Dwi Ratih
  • Kegemaran: Mendengarkan music jazz dan klasik
  • Kenangan terindah: saat salat berjamaah dengan istri dan dua putrinya.

Pendidikan:

  • SD, Yogyakarta (1947)
  • SMP, Jakarta (1950)
  • SMA, Jakarta (1953)

Pekerjaan:

  •  Karyawan Unilever (1954-1955)
  • Karyawan Djakarta Llyod, Amsterdam dan Humburg (1950-1967)
  • Pemilik tunggal supermarket Kem Chicks
  • Dirut PT Boga Catur Rata (Bidang Retail)
  • PT Kem Foods

Dagang Telur dengan Sekuntum Anggrek

Bob Sadino yang sekarang menjadi buruan bnayak orang, ternyata mengawali usahanya dengan berjualan telur secara eceran.Ia bersama istrinya menjajakan telur hasil peternakannya sendiri di kawasan kemang. Beragam tanggapan dari konsumen, ada yang menolak, ada yang mau beli, bahkan ada yang komentar tentang kualitas telurnya.

Saat itu sekitar tahun 1970, telur ayam negeri belum popular di Indonesia, masyarakat pribumi hanya mengkonsumsi telur ayam kampong.Sehingga sulit memasarkan hal baru, kata ilmu manajemen perlu adanya edukasi pasar. Tetapi Bob tidak mengenal kata edukasi pasar, yang ia lakukan hanya terus menjajakan telur hasil ternaknya bersama istrinya di kawasan Kemang.

Beruntunglah Bob, karena di kawasan Kemang sudah banyak orang asing, dan mereka pun sudah familiar dengan telur ayam broiler dibandingkan dengan masyarakat pribumi. Untuk menambah greget dagangannya, Bob memasukan setangkai bunga anggrek ke dalam plastic telur dagangannya itu.Benar saja, telur dagangannya laku dan orang asing tersebut lambat laun menjadi pelanggan setia Bob Sadino.

Penambahan bunga anggrek merupakan ide yang tidak direncanakan tetapi bernilai luar biasa. Ide tersebut berawal dari pengalaman Bob yang tinggal di Eropa bertahun-tahun, sehingga ia tahu bunga anggrek dinilai istimewa bagi orang asing karena harganya mahal, padahal di Indonesia bisa didapatkan dengan gratis. Ini sebuah strategi dagang yang dahsyat.

Street Smart vs Pintar Sekolahan (Bisa vs Tahu)

       Dalam buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”, Bob menguraikan bahwa orang sekolahan diajari tahu, sedangkan orang jalanan diajarkan bisa. Sehingga orang bisa tentu berada beberapa langkah di depan orang yang hanya tahu. Lebih parah lagi, orang sekolahan biasanya hanya tahu dan belum tentu mengerti, sehingga dalam melangkah banyak ragu-ragunya.Takut begini, takut begitu, karena terlalu banyak rambu. Pintar jalanan hanya mengajarkan lakukan saja! Tidak ada teori dan pikiran negative. Orang yang pintar dijalanan berani melawan ketakutan yang biasanya membisikan terror: “bagaimana nanti kalau gagal,” “jangan-jangan nanti rugi” dan lain-lain.

Bob Sadino Memulai segalanya dari jalanan, bukan dari sekolahan.Dia memulai dengan berjualan telur, lalu daging ayam kemudian sayur-mayur dan buah-buahan.Dia tidak menghadapi segala masalah dengan senjata teori, melainkan dengan praktik dan praktik.

Manajemen Gila “Ala Bob Sadino”

Tidak ada satu pun perusahaan besar di muka bumi ini, yang menerapkan manajemen seperti Bob Sadino. Dalam banyak kesempatan, pria yang masih terlihat segar dalam usia lewat 70 tahun ini, selalu mengatakan tidak pernah punya perencanaan dan tidak pernah mau membuatnya. Pernyataan ini dibuktikan dengan tindak tanduknya yang memang tidak pernah punya rencana di atas kertas.Rencana cukup di kepalanya saja, dan sangat mungkin berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi.

Tentu sangat berbeda dengan perencanaan dalam manajemen modern. Bahkan sejumlah pakar manajemen mengatakan tidak mungkin seseorang akan berhasil tanpa perencanaan. Bob sadino dengan segala keunikannya, sukses menjungkirbalikan teori para pakar. Tidak ada plan A, plan B, plan C dan seterusnya. Yang ada adalah sejuta kemungkinan.

Sama seperti perencanaan, salah satu unsur manajemen yaitu pengorganisasian juga dilanggar oleh Bob Sadino.Dia tidak mau memiliki organisasi seperti yang dijabarkan dalam buku-buku teori manajemen.

Bob Sadino mempunyai cara unik dalam melakukan pengawasan. Dengan cara ikut bekerja bersama para karyawannya. Bahkan Bob Sadino akan“nongkrong” seharian di kantor ikut bekerja, dan tidak jarang dia juga mengajak serta istri dan anaknya berada di tempat kerja.

Bob Sadino tidak ragu-ragu bergaul dengan para karyawan mulai dari top level sampai pegawai paling rendah seperti tukang sapu atau “office boy”. Dan cara dia memperlakukan para bawahannya tidak seperti seekor singa yang sedang mengawasi mangsanya. Bob Sadino justru memosisikan diri seperti rekan kerja, teman, sahabat dan keluarga.Itulah sebabnya semua karyawan rela diangkat menjadi anak oleh Bob Sadino.

Tidak ada seorang pun anggota keluarga Bob Sadino yang sedarah, baik keluarga dekat maupun keluarga jauh yang bekerja di perusahaannya. Semua pekerjanya adalah orang lain yang tidak ada hubungan darah sedikitpun. Bob Sadino sengaja membatasi keluarganya ikut campur dalam perusahaan, apalagi menjadi bagian dari perusahaan. Dia berkeyakinan, manajemen semacam itu akan menghindarkan keluarga dari keretakan.

Sebagian besar perusahaan melakukan perekrutan pegawai dengan prosedur dan sistem yang sangat profesional.Tetapi tidak demikian dengan Bob Sadino.Dia tidak pernah membuka pengumuman lowongan pekerjaan. Dia merekrut pegawai dengan cara jalanan. Dia tidak peduli latar belakang calon pegawainya.Mau sarjana S1 atau Master, mau lulusan SMA/SMP, bekas pegawai hebat atau bahkan gelandangan. Mereka bisa bekerja di sana dengan satu syarat, mau bekerja dan belajar.

Bob Sadino membagi perjalanan bisnisnya ke dalam tiga bagian waktu:

  1. 10 tahun pertama, sebagai masa penjajakan antara bos dengan para anak buah.Pada masa ini, bos yang melakukan dan memimpin semua hal sendirian. Pada masa ini, bos mulai mencari tahu kemampuan anak buah dan anak buah mencari tahu gaya kepemimpinan dan apa yang diinginkan bos.
  2. 10 tahun kedua, sebagai masa tahu sama tahu. Bos sudah sangat mengetahui kemampuan para anak buahnya, sedangkan anak buah sudah mengerti apa yang diinginkan bos. Anak buah juga paham gaya kepemimpinan bos, sehingga bisa menjalankannya sendirian.
  3. 10 tahun ketiga, sebagai masa desentralisasi penuh.Bos mulai meninggalkan segala urusan perusahaan dan memutuskan untuk tidak ikut ambil bagian dalam segala urusan perusahaan. Bos mempercayakan sepenuhnya segala urusan kepada para anak buah, dan membiarkan mereka berbuat apa yang dianggapnya benar.

Jika percaya kepada anak buah, maka berikanlah kepercayaan sepenuhnya.Termasuk membiarkan dia berbuat kesalahan dan memperbaikinya sendiri. Bob Sadino sangat percaya diri mundur dari operasional perusahaannya karena beberapa alasan sebagai berikut:

  1. Dia membangun usaha mulai dari nol. Dia tahu betul bagaimana beratnya memulai usaha dari nol.
  2. Dia pantau para karyawannya sejak pertama kali masuk perusahaan. Akibatnya, dia tahu betul kualitas mereka.
  3. Bob Sadino mengembangkan sikap selau terbuka dalam banyak hal kepada anak buah.Salah satu dampaknya, anak buah sangat hormat dan percaya kepadanya.Demikian pula sebaliknya.
  4. Tidak segan-segan mengajarkan anak  buah cara berbisnis. Dia sama sekali tidak khawatir, ketika anak buahnya makin pintar bisnis, mereka akan kabur dan membuka usaha sendiri.
  5. Menerapkan sikap saling percaya kepada anak buah.

Sebagai entrepreneur, Bob justru menggunakan ilmu manajemen sebagai seni bukan ilmu dan memanfaatkannya lebih daripada yang dilakukan orang lain. Manajemen itu sesungguhnya adalah memanfaatkan kemampuan orang lain untuk mencapai sesuatu. Bob Sadino tidak mengenal istilah kerja keras atau kerja cerdas.Yang ada adalah lakukan saja lalu nikmati.Jika seseorang sudah menikmati sebuah pekerjaan, tidak ada kata kerja keras atau cerdas.Yang ada hanyalah menikmati pekerjaannya. Kalau sudah begitu tidak ada lagi kata capek, malas dan kata sifat sejenisnya, karena seseorang sudah menikmatinya. Menikmati berbeda dengan malas.Kalau, malas berarti tidak mengerjakan sesuatu.

Ada tiga langkah atau alternatif  Bob Sadino dalam menciptakan pasar, yaitu:

  1. Jadilah yang pertama

Dengan menjadi yang pertama di bidang tertentu, kita pasti akan mendapatkan perhatian konsumen. Ketika orang lain mengikuti, kita sudah lebih dulu mantap sebagai yang pertama.

  1. Jadilah yang berbeda

Jangan pernah memilih bisnis yang sama dengan orang lain. Kalau kita meniru bisnis orang lain, kita tidak akan memiliki nilai tambah apa-apa, sehingga pasti kalah bersaing dengan pebisnis lain. Konsep yang bisa dipakai adalah ATM (Amati,Tiru,Modifikasi). Jadi, boleh-boleh saja meniru asal ada modifikasi di dalamnya.

  1. Menjadi yang terbaik

Jika kita sudah mampu menjalankan dua langkah di atas, pasti kita mampu menjadi yang terbaik.

Konsumen adalah Paspor Saya

Dalam menjalankan usahanya, Bob Sadino sangat mengapresiasi peran konsumen. Baginya tanpa mereka Ia bukan apa-apa dan tentu saja usahanya tidak akan menjadi seperti sekarang ini.

Untuk urusan kualitas barang dagangannya, Ia tidak pernah benar-benar mengerti apa itu kualitas. Yang Ia tahu hanya berusaha menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumennya. Apa yang diminta oleh konsumen maka itulah yang akan disediakan oleh seorang Bob Sadino.

Kenapa Kem Chick Tidak Mau Buka Cabang?

Jawabannya karena 2 hal.Pertama, konsisten dan kedua adalah konsep Kem Chick ‘Kembali ke Rumah’.Terkait alasan pertama, Bob Sadino berusaha konsisten untuk fokus mengembangkan satu Kem Chick.Hal ini dilakukan untuk menjaga pelayanan agar tetap prima dan menjaga kualitas produk agar tetap sesuai dengan harapan konsumen. Bisa Anda bayangkan jika Kem Chick bercabang, fokus pengembangan akan pecah dan tidak terkonsentrasi.

Untuk alasan kedua, hal ini berkaitan dengan perlakuan istimewa Bob Sadino terhadap konsumen.Ia ingin ketika konsumen datang ke Kem Chick mereka merasakan nuansa kekeluargaan. Tak jarang Ia dan istrinya turun langsung untuk melayani konsumen dan bercengkrama dengan pelanggan. Kesan itulah yang ingin dipertahankan oleh Bob Sadino.Dengan konsep ‘kembali ke rumah’ tersebut, nampaknya agak rumit jika Kem Chick harus bercabang.Pada teirinya saja rumah itu biasanya hanya satu atau dua. Jika lebih apa bedanya dengan hotel atau appartment? Yang pasti sudah sangat minim rasa kekeluargaannya.

Fokus Di Agribisnis

Untuk mendiversifikasi usaha bukan sesuatu yang mustahil dilakukan oleh seorang Bob sadino, tapi nampaknya hal itu sangat dihindari.Baginya dunia agribisnis saja belum sepenuhnya tergrap. Dengan berpegang teguh pada prinsipnya itu  Bob sadino menjelma menjadi pebisnis agri yang sangat paham akan seluk beluk dunia dunia agribisnis.

Bob bersikukuh bergerak di bidang agribisnisdengan mengoptimalkan =nya secara maksimal. Fokus pada bidang ini dan terus mempertajam kemampuannya mengembangkan produk sekaligus meninggikan nilai jual.

Tidak Mau Berpartner

Keyakinan Bob Sadino akan hal-hal yang mungkin terjadi bila berpartner dalm bisnis:

  1. Merusak hubungan yang baik menjadi buruk akibat urusna bisnis.
  2. Kerja sama selevel pasti berakhir dengan kata bubar.
  3. Memancing sifat serakah di salah satu pihak.
  4. Saling curiga satu sama lain.

Sekolah=Racun

Dalam konteks untuk menjadi seorang pengusaha, sekolah hanya mewariskan sejumlah ketakutan.Sekolah hanya menghambat seseorang untuk bertindak bebas dan melakukan sesuatu.Di sekolah, diajarkan sebelum memulai suatu usaha harus menentukan tujuan, punya rencana jangka panjang dan jrencana jangka pendek.Diajarkan marketing dan menejemen, tapi bagi Bob Sadino itu semua hanya racun.Semua itu bisa lebih sederhana dalam kacamata seorang Bob Sadino. Misalnya dalam hal marketing, sebenarnya yang diperlukan hanyalah menyediakan apa yang dibutuhkan konsumen. Ketika konsumen meminta A, maka berikanlah A.

Memilih Tidak Punya Tujuan

Pendirian Bob Sadino memang berbeda dengan banyak orang. Tidak heran bila ia disebut unik atau aneh. Namun keunikan dan keanehannya itu mampu membuatnya berhasil menjalani hidup. Hampi semua pemikiran, ucapan, tindak-tanduknya sama seklai berbeda dengan kebanyakan orang. Tapi bukan berarti dia gila, karena keunikannya menjadi sangat masuk akal bagi orang yang mau berpikir panjang.

Salah satu keanehan Bob Sadino adalah, sebagai seorang pebisnis dia sama sekali tidak memiliki tujuan dalam hidupnya. Hal sangat bertentangan dengan beragam ilmu manajemen yang selalu mengajarkan tujuan dalam menjalani sebuah bisnis atau usaha.Namun menurut Bob Sadino tujuan justru hanya membelenggu.Sebab dengan tujuan seseorang hanya tertuju pada satu titik yang namanya tujuan itu. Orang tersebut tidak akan berusaha untuk mendapatkan hasil, yang melebihi titik tersebut. Padahal potensi setiap orang sangat mungkin bisa melampaui titik itu.

Bob Sadino memilih tidak memiliki tujuan, karena dia yakin bisa mencapai apapun melebihi tujuan banyak orang.Sejak memulai bisnisnya puluhan tahun silam, Bob tidak menentukan tujuan untuk mendapatkan apapun.Ia tidak pernah membiarkan dirinya ditekan oleh tujuan.

“Kalau saya punya tujuan, bagaimana mungkin bisa sampai sekarang ini.Masa Bob yang memulai dengan dagang telur keliling punya tujuan bisnis sebesar sekarang?Jalani aja lah, kalau anda melakukan dengan terus menerus pasti akan ada hasilnya”.

Rencana Sama dengan Bencana

Rencana itu buat orang yang belajar manajemen. Menurut orang-orang manajemen, rencana itu linier dari A sampai Z. Sedangkan dalam hidup atau bisnis, jalannya berkelok-kelok, tidak ada yang lurus dan berurutan. Sayangnya rencana itulah yang diajarkan sekolah.Menurut Bob hanya orang goblok yang membuat rencana matang, persiapan yang lama, dan rencana-rencana cadangan lainnya. Padahal jika sudah memiliki perencanaan yang matang, maka buat apa membuat rencana cadangan.

Sebab biasanya, rencana yang dibuat sangat matang pelaksanaannya akan tertunda lama. Belum lagi jika harus meyiapkan rencana cadangan. Waktu yang tersita akan lebih lama lagi. Maka akan kalah cepat nantinya dengan orang-orang yang sama sekali tidak membuat perencanaan.

Sebenarnya, alternatif dalam hidup itu akan mengalir apa adanya tanpa harus dituangkan dalam rencana. Semua itu sudah ada dengan sendirinya.Lagi pula, dalam hidup ini semua sudah terencana degan baik.Semua rencana sudah diatur dengan baik oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jadi buat apa punya rencana, karena Tuhan yang akan menetukan semuanya. Maka ikuti saja semua perencanaan Tuhan.

Menurut Bob Sadino orang yang berpikir lateral tidak memerlukan rencana yang sangat matang. Orang lateral akan berjalan, segera melakukan, dan menuai hasil yang mungkin diluar dugaan orang kebanyakan.

“Buat saya rencana justru sama saja dengan bencana.Karena rencana membuat seseorang lambat bertindak, dan membuat orang banyak harapan”.

Tidak Pernah Berharap

Dalam ilmu manajemen, setiap manusia dianjurkan agar memiliki mimpi atau harapan. Dengan harapan, seseorang dianggap akan memiliki motivasi untuk mencapai sebuah titik yang dinamakan tujuan. Mereka meyakini benar, bahwa tanpa harapan seorang anak manusia bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya, tanpa bidikan yang jelas.

Namun menurut Bob Sadini harapan justru membuat seseorang akan nampak goblok. Betapa tidak, karena sebagian harapan tidak pernah terwujud 100 persen tapi tetap saja terus berharap.

Beberapa efek negatif dari mengharap:

  1. Menimbulkan mimpi dan keinginan yang terlalu banyak, padahal sebagian besar belum tentu tercapai.
  2. Kian banyak berharap, maka bersiaplah untuk kecewa.
  3. Menutup alternatif lain dalam memotivasi diri untuk menggapai sesuatu.

Dengan tanpa harapan. Bob Sadino menjalani saja seluruh proses hidupnya. Sehingga terlihat tanpa beban.Memang itu menjadi salah satu kunci kenapa Bob Sadino begitu santai menjalani hidup.Tanpa kerja keras, tanpa tujuan, dan bahkan tanpa rencana melainkan mengalir saja seperti air.

Jangan Memfotokopi Saya!

Bob Sadino mau membuka seluruh hidupnya untuk kemanfaatan banyak orang. Tapi ia sama sekali tidak mau orang lain meniru atau bahkan menjiplak jalan hidupnya. Dia menilai kebanyakn orang mau instan mendapatkan kesuksesan sehingga maunya enak saja menjiplak orang lain yang dianggapnya sudah sukses. Padahal itu keliru dan tidak mungkin.

Semua karena belenggu yang sangat kuat mencengkeram kebanyakan orang Indonesia, yang sudah ada sejak kecil. Ketika seseorang hanya meniru orang lain yang telah terlebih dahulu sukses, maka ia tidak jauh hanya seperti mesin fotokopi. Alami saja setiap pengalaman yang dialami.

Sekali lagi, Bob Sadino meminta semua orang tidak meniru jejak langkahnya, apalagi memfotokopinya. Bob sangat sebal terhadap orang yang tidak mau berproses untuk mencapai sesuatu. Padahal hidup ini proses. Keberhasilan hanyalah sebuah titik kecil di puncak proses yang dipenuhi kegagalan dan kesalahan.

Modal Intangible Jauh Lebih Penting

Jika mendengar kata modal, biasanya yang terlintas pertama kali adalah uang. Sebab modal sama dengan uang. Tanpa uang maka tidak akan ada modal. Namun apa kata Bob Sadino? Ia sangat tidak sepaham dengan pernytaan tersebut. Karena terlalu sempit memandang arti modal.Di mata Bob modal utama itu bukan uang.Menurutnya modal intangible justru jauh lebih penting. Dari modal intangible itulah nantinya modal tangible akan mengikuti.

Modal intangible bagi seorang calon pengusaha terdiri dari:

  1. Kemauan jadi pengusaha. Untuk hidup mandiri, butuh niat dan kemauan menjadi pengusaha.Tidak ada keterpaksaan, melainkan sukarela karena adanya kemauan. Tanpa kemauan modal uang yang setimpuk tidak akan berarti apa-apa.
  2. Dengan komitmen untuk tetap menjadi pengusaha, maka cobaan seperti apapun tidak akan menggoyahkan pendirian.
  3. Berani mengambil peluang. Sebenarnya peluang di muka bumi ini sangat banyak, bahkan teramat banyak bahkan masih ada yang belum tersentuh.Tinggal berani atau tidak dalam mengambil peluang tersebut.Sering kali seseorang ragu untuk mengambil peluang.Padahal, seorang pengusaha harus berani untuk mengambil peluang. Urusan lain belakangan.
  4. Tahan banting dan tidak cengeng. Seorang pengusaha akan mengalami banyak sekali kegagalan dan tantangan. Maka dari itu jika tidak bisa menghadapi kegagalan, seseorang tidak layak dikatakan seorang pengusaha.
  5. Bersyukur pada Yang Maha Kuasa. Ini penting untuk membuat sikap mental yang sempurna.Karena semua hal yang didapatkan seorang manusia di bumi ini, tidak lepas dari campur tangan Tuhan.

Kenapa modal tak terlihat begitu penting sehingga mengalahkan modal uang?Sebab kemampuan tak terlihat sebagai modal menjadi pengusaha tidak bisa dibeli, karena harus melekat pada diri.Sedangkan uang, bisa dicari setelah modal tak terlihat itu melekat di dalam diri.Sudah banyak pengusaha yang memulai bisnisnya hanya dengan modal seadanya, modal konsep dan lain-lain.Mereka sukses menjalaninya, karena puny modal intangible yang kuat.

Emang Gue Pikirin

Dalam beberapa kesempatan, setiap selesai mengatakan sesuatu Om Bob selalu mengakhirinya dengan kalimat “emang gue pikirin”.Ucapan itu seringkali menyinggung perasaan lawan bicaranya, atau mendapat ketidaksepahaman. Sebenarnya maksud dari ucapannya tersebut, bahwa ia tidak peduli apakah ucapannya akan mendapat prsetujuan atau tidak dari orang lain. Dia juga tidak perduli apakah orang lain akan menjadi positif atau negatif akibat dari ucapannya. Yang dia yakini, apa yang diucapkannya adalah benar, tidak bohong.

Namun ada juga sebagian orang yang menganggap ucapan “emang gue pikirin” Om Bob justru bermakna sangat dalam.Provokator enterpreneur asal Batam-Jaya, menganggap ucapan itu sebagai bentuk kedalaman jiwa seorang Bob Sadino.

Dalam beberapa kesempatan, Bob Sadino selalu mengungkapkan keikhlasannya dalam bertindak.Inti dari perjalanan hidupnya sekarang sebagai seorang pengusaha yang ikhlas.

Dalam kesehariannya, Bob Sadino selalu ceplas-ceplos dalam berbicara. Kata-kata yang mungkin bagi orang lain tidak patut, buat Om Bob pantas-pantas saja. Dan sekali lagi, dia tidak peduli tanggapan orang lain terhadap perkataannya. Apakah akan bersimpati atau malah menjadi benci. Seperti kataGoblok, yang berulang kali diungkapkannya untuk menyebut seseorang yang belum faham jalan hidup enterpreneur ala Bob Sadino.

Kosongkan Diri Sebelum Belajar ‘Goblok’

Jika anda ingin mendapatkan sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman dari Bob Sadino, maka anda harus mengosongkan seluruh gelas ilmu anda.Anda mesti membuat diri anda “goblok” dulu, dan jangan pernah menjadi sok tahu. Begitu mulai sok tahu, maka ilmu yang mengalir dari Om Bob atau dari siapa pun, akan tumpah ruah dan tidak tertampung di gelas ilmu yang dimiliki.

Ternyata itulah makna kata “goblok” yang sering dilontarkan Om Bob, ketika membalas pertanyaan atau pernyataan lawan bicara.Kesannya memang kasar dan menyakitkan hati, namun bagi seseorang yang membutuhkan ilmu kata tersebut menjadi semacam refleksi. Om Bob selalu mengajak lawan bicaranya agar selalu merasa goblok bila belajar dari orang lain. Dan itulah yang dilakukan Om Bob dalam setiap kesempatan.

Banyak yang sudah merasa pintar tidak mau mengosongkan gelas ilmunya.Gelas itu terisi penuh, sehingga ketika diminta untuk mengosongkan diri mereka menolak. Mereka tidak sadar bahwa sedang berlaku goblok dalam arti sesungguhnya karena tidak mau menerima ilmu baru dari orang lain. Padahal setiap orang serendah apapun memiliki pengalaman dan ilmu.

Tidak Pernah Pelit Bagi Ilmu

Semakin banyak kita memberi, kian banyak pula kita menerima. Memberi dalam arti memberi apapun kepada orang lain. Apakah memberi dalam bentuk materi, harta benda, pertolongan dalam bentuk tenaga, semangat, inspirasi atau motivasi, dan tentu saja menyebarkan ilmu kepada orang lain. Semua akan berdampak yang sama kepada si pemberi.

Sama halnya seperti Om Bob, ia tidak pernah pelit dalam berbagi ilmu. Untuk sebagian pengusaha mungkin akan sayang untuk membagi ilmunya, namun Om Bob tidak berpikir dengan demikian. Dia justru menyebarkan seluruh ilmu bisnisnya kepada orang lain. Misalnya ilmu peternakan ayam, dia bagikan kebanyak peternak.Makin banyak justru makin baik baginya. Lalu ilmu bercocok tanaman juga ia sebarkan ke ribuan petani. Semua ilmu tidak dikunyah sendiri, melainkan mengalir ke banyak orang.

“Kalau saya membagi ilmu kepada orang lain, lalu orang lain itu menjadi lebih pintar dari kita, wah itu sangat bagus. Kita pun terpacu untuk lebih pintar lagi..”

Aliran ilmu Om Bob tidak berhenti sampai disitu saja.Banyak pihak yang mengundangnya sebagai pembicara.Dan Om Bob selalu memenuhi undangan tersebut, asalkan waktunya tepat. Dia juga tidak pernah mempermasalahkan honor seperi yang diterapkan oleh sejumlah pembicara lain.

Mau Berhasil? Cari Kegagalan Sebanyak-banyaknya

“Buat saya kalu mau berhasil, carilah kegagalan sebanyak-banyaknya.Karena sukses itu hanyalah sebuah titik puncak segunung kegagalan”.

Kebanyakan orang menghindari kegagalan.Sekolah mengajarkan agar semua muridnya menjauhi kegagalan. Hukum ekonomi pun  meyebutkan, risiko sekecil-kecilnya untuk mendaptkan keuntungan sebesar-besarnya. Padahal semakin banyak kegagalan kemungkinan untuk berhasil akan semakin besar. Tanpa kegagalan tidak mungkin ada keberhasilan.

Setelah kegagalan itu jangan baca depannya, tapi baca belakangnya.Kenapa gagal?Itulah yang merupakan hal luar biasa.Maka dari itu, memandang segala sesuatu itu harus positif. Buat Om Bob kian banyak kegagalan, akan semakin banyak pertanyaan muncul darinya. “kenapa gagal?”. Tentu karena makin banyak pertanyaan, akan makin banyak jawaban. Jawaban itu menjadi input baru, dalam melangkah lebih jauh. Ingat, setelah gagal harus terus melangkah dan jangan pernah berhenti.Karena kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika berhenti. Itu sebabnya Om Bob sangat senang dengan kegagalan, karena akan banyak mendapat input.

Untung Masih Pake Celana

Ciri khas Bob Sadino dari dulu adalah celana pendeknya.Dengan celana pendeknya itu dia pergi kemanapun dan menemui siapapun, bahkan menemui orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden. Bob penah bertemu dengan beberapa Presiden Negara ini hanya dengan menggunakan celana pendek. Tapi bukan tidak ada kisah pahit dengan celana pendeknya itu.Bob pernah ditolak masuk ke DPR karena dia menggunakan celana pendek, padahal pada saat itu dia diundang untuk mengikuti rapat dengar pendapat di DPR. Dengan kenyentrikannya itu, banyak orang bertanya-tanya akan penampilan Bob yang sering menggunakan celana pendek. Ternyata dulu saat Bob bekerja di Eropa, dia melihat orang-orang Eropa sangat menghargai matahari, karena di Eropa mengganggap cahaya matahari sangat mahal dan berharga.Bahkan banyak dari mereka berlomba-lomba menjemur kulitnya sampai ada yang tanpa menggunakan sehelai kain ditubuhnya.Setelah kembali ke Indonesia, kebiasaan Bob itu dia tanamkan, karena menurutnya dengan menggunakan celana pendek, dia lebih leluasa menikmati cahaya matahari yang merupakan karunia Sang Pencipta.Jika ingin melihat Bob tanpa celana pendeknya yaitu ketikan menghadiri keluarganya yang meninggal dan juga ketika menjalankan solat.

Keluarga Adalah Segalanya

Bob sadino adalah orang yang sangat menjaga betul hubungan dengan keluarganya, harmonis adalah kunci utama, dimana dia menjaga betul hubungan dengan istri dan anak-anaknya. Menurut Bob, dampak dari hubungan segitiga suami-istri dan anak akan berpengaruh ke semua bidang, termasuk urusan bisnis. Waktu makan dapat dirasakan sebagai rahmat Sang Pencipta, dimana seluruh anggota keluarganya berkumpul, akan terasa kenikmatannya. Maka meskipun dalam keluarga Bob Sadino terjadi pertentangan atau pertengkaran kecil, waktu makan dan berkumpul bersama, semua pertentangan tersebut haruslah hilang, itu semua yang ditanamkan oleh Bob pada keluarganya. Dan tanpa dukungan istrinya Bob berkata dia tidak akan pernah sukses seperti sekarang ini.

Mendidik Anak? Biarkan Saja

Dalam mendidik anak-anaknya Bob tidak pernah membimbing anaknya untuk menjadi apapun.Dia memberikan kebebasan secara utuh kepada semua anaknya. Dia hanya menyediakan yang terbaik apa yang diinginkan anak-anaknya karena  anaknya beruntung memiliki orang tua yang kaya. Bob membebaskan betul apa yang anak-anaknya lakukan, dia hanya berpesan pada anaknya silahkan berbuat apa saja semau kalian, tapi kalau saya sudah mati, rasain luh! Hanya itu saja yang Bob katakan.Contohnya anak pertama Bob yang ingin melanjutkan kuliah dijurusan perhotelan, maka Bob mencarikan universitas terbaik, anaknya itu berkuliah di Universitas Perhotelan terbaik di Swiss. Setelah anaknya lulus, dia tidak memaksakan anaknya untuk meneruskan usahanya, dia membiarkan anaknya untuk memilih apa yang diinginkannya. Ketika anaknya memilih untuk menjadi pedagang pecel lele dipinggir jalan, Bob tidak melarang sama sekali.

Iqro Itu Bukan Hanya Membaca

Meski Bob tidak memiliki pendalaman agama yang memadai, tapi bebrapa pandangan Bob dari sisi spiritual jauh melebihi kebanyakan orang.Seperti kketika dia memaknai ayat pertama yang diturunkan Tuhan yaitu Iqra, yang arti harfiahnya adalah membaca.Mungkin semua orang sepakat membaca yang dimaksud bukan hanya membaca deretan huruf dalam kitab suci atau buku.Membaca bisa bermakna melihat segala sesuatu yang terhampar dimuka bumi, dan yang terbentang di angkasa.Semua harus dibaca, dimaknai, serta dimengerti sebagai maha karya Tuhan.Tapi menurut Bob membaca bukan hanya seperti itu, Bob memaknai Iqra sebagai perintah Tuhan untuk bertanya. Karena dengan banyak bertanya manusia akan terus terpacu untuk mendapatkan jawabannya saja, tetapi jika hanya membaca saja manusia hany punya dua pilihan yaitu menolak atau menerima. Membaca merupakan kunci kesuksesan, oleh karena itu baca apa yang bisa kamu baca, bukan hanya sekedar buku teori tapi juga gerak-gerik menusia beserta alam semesta, maka nanti kalian akan temukan apa itu sukses.

Doa Saya: “Semoga Masuk Neraka”

Tidak banyak yang tahu bagaimana kehidupan spiritual Bob Sadino. Sebuah jawaban yang membuat orang terkejut ketika Bob menjawab bahwa doa yang setiap hari dia panjatkan adalah semoga masuk neraka. Tapi jika menelisik dan mendengarkan penjelasan dari Bob Sadino, maka tentu penjelasan itu akan bisa diterima. “Saya menyadari sudah berlumuran banyak dosa. Maka saya malu sama Tuhan jika meminta masuk surga,”  Yang terbaik yang bisa dilakukan yaitu memperbaiki hidup anda, jangan lagi berbuat terlalu banyak dosa dan perbanyaklah berbuat kebaikan. Tanpa minta masuk surge pun tuhan pasti akan menempatkan anda kesana.

Di Depan Ka’bah Hanya Bisa Tersenyum

Bob sadino mengku beragama Islam sejak lahir, tapi sampai tahun 1982 dia tidak mengerti agama dan tidak pula menjalankan kewajibannya seperti solat. Sampai suatu hari di tahun 1982, pertanyaan keluar dari mulut putri pertamanya,”Pa, koq aku ga pernah liat papah solat?” kontan pertanyaan itu terus terpikirkan.Setelah itu dia mengajak istrinya untuk pergi Umroh. Ketika berada didepan ka’bah Bob hanya bisa tersenyum karena dia yang tidak bisa gerakan solat, belum bisa menghapal surat dalam al-quran bahkan Al Fatihah pun sulit dihapalkannya masih dipanggil untuk hadir ke Ka’bah. Setelah kejadian itu Bob langsung dapat menghafal Al Fatihah dan menjalankan solat dengan lancar.

Bob Sadino Itu, Menyebalkan tapi Menarik

Untuk orang yang baru mengenal Bob, sosok kontroversi ini memang menyebalkan.Semua gerak-gerik serta perkataannya terkadang kurang mengenakan.Tapi ketika beberapa saat berbincang dengannya, maka banyak hal dari ucapannya yang bisa kita amini. Lama kelamaan akan telihat bahwa Bob seorang yang low profile.

Beberapa kisah yang bisa mengambarkan rendah hatinya seorang bob. Suatu hari Bob sedang mengendarai sepeda motor besarnya, dia melihat seorang pemuda lalu tanpa sungkan menghampiri dan mengajak ngobrol pemuda itu, setelah beberapa lama berbincang, Bob mengajak pemuda yang baru dikenalnya itu masuk kedalam rumahnya. Betapa kaget pemuda itu mengetahui bahwa Bob Sadino yang sering dia lihat di televise atau media cetak ternyata seorang yang supel dalam bergaul. Lalu ketika Bob dikerjai dalam sebuah acara reality show. Saat itu Bob hendak bertemu dengan rekan bisnisnya, tetapi ketika Bob hendak keluar rumah, sebuah mobil menghalangi didepan rumahnya, dengan santai Bob meminta pemilik mobil itu untuk menjalankan mobilnya. Setelah itu kembali sebuah mobil menghalangi dengan  alasan ban kempes, jika itu terjadi bukan pada Bob mungkin kata kasar sudah keluar, tapi ketika itu Bob dengan santai menghadapi sebuah masalah padahal bisnis puluhan miliar dipertaruhkan.

Main Film dan Sinetron

Bob Sadino pernah bermain film dan sinetron, kemunculannya bukan didasarkan atas kebutuhan karena Bob memang seorang miliyarder.Selain film dan sinetron, Bob juga membintangi beberapa produk iklan. Hebat, seorang pengusaha mau membintangi iklan produk orang lain. padahal bisnisnya sendiri tidak pernah dia iklankan di media cetak maupun elektronik. Akan tetapi nama dan perusahaannya melejit serta selalu diliput oleh media, karena kenyentrikan Bob Sadino.

Kepada siapapun media masaa, Bob selalu terbuka, tidak pernah menolak diwawancara, bahkan ketika dia sedang berada diluar negri sekalipun. Sebenarnya apa yang dilakukan Bob Sadino merupakan kategori publikasi. Dia tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mempromosikan produknya karena media selalu menjadikan dirinya sebagai sumber berita.

KESIMPULAN

Hal-hal yang bisa dipetik dari buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino” adalah “Ilmu berserak di mana-mana di seluruh muka bumi, jauh lebih banyak dibandingkan yang ada di dalam gedung sekolah atau kampus.Bahkan, seekor ayam pun bisa memberikan ilmu (inspirasi) yang sangat berharga.”

Kutipan diatas mengajarkan kita bahwa mencari ilmu itu tidak hanya di sekolah, kampus, atau lembaga pendidikan lainnya, tapi hal-hal disekitar kita adalah ilmu yang berharga, asalkan kita mau belajar dan berusaha.

“Cukup satu langkah awal.Ada kerikil saya singkirkan.Melangkah lagi.Bertemu duri saya sibakkan.Melangkah lagi.Bertemu lubang saya lompati. Berjumpa api saya mundur. Melangkah lagi.Berjalan terus dan mengatasi masalah.” (Bob Sadino)

Kutipan di atas merupakan kegigihan dari seorang Bob Sadino dalam menjalani hidupnya sampai menjadi pengusaha sukses.Ia tak butuh banyak teori yang penting lakukan saja! Dan menghadapi segala rintangan dan mengatasinya.

Resume :

Marwadi, Dodi. 2009. Belajar Goblok dari Bob Sadino. Jakarta: Kintamani Publishing.

 

Begini Seharusnya Menjadi Guru


Karakter-Karakter Yang Mesti Dimiliki Seorang Pengajar

  1. Bercanda Bersama Anak Didiknya

Canda adalah berdendau gurau dengan orang lain tanpa mencela dan menghinanya. Pengaruh positif yang ditimbulkan oleh canda dalam mengakrabkan suasana belajar dan menghilangkan rasa bosan yang dialami siswa. Selain itu guru juga harus memperhatikan diri agar tidak terlalu memperbanyak canda supaya tidak mengeluarkan proses belajar dari jalurnya dan faidah yang diharapkan darinya hilang. Dampak buruk juga ada pada banyak bercanda yakni dapat menghilangkan wibawa dan harga diri. Terdapat aturan yang harus dilakukan saat ingin bercanda yaitu tidak boleh bercanda kecuali dalam perkara yang haq (Benar), dan tidak boleh menyakiti atau menghinakan salah satu anak didik dengan candaan tersebut.

2. Menghindari Perkataan Keji yang Tidak Pantas

Berkata keji, mencaci, dan merendahkan orang lain merupakan sifat tercela yang ditentang oleh jiwa, dienggani oleh tabiat, dan dijauhi oleh orang-orang yang mulia. Guru seharusnya menjadi teladan yang diikuti jejaknyadan dititi jalan (hidup) nya. Jika guru berperangai dengan beberapa sifat-sifat ini, maka merupakan akhlak yang paling buruk. Dan jika sifat-sifat ini terkumpul pada seorang guru, maka itu merupakan bencana besar, karena siswa akan terpengaruh dengan gurunya, baik itu negatif maupun positif. Beberapa jenis perkataan keji yang wajib dihindari oleh seorang guru adalah : Ejekan, Laknat dan Caci maki, dan kata kotor atau perkataan yang sia-sia.

Tugas Dan Kewajiban Guru

  1. Memberikan Nasihat Kepada Anak Didik

Nasihat dan Pengarahan tidak kalah penting dari Ta’lim, maka seorang siswa berhak untuk mendapatkan nasihat yang sudah menjadi haknya. Nasihat adalah tuntutan syar’i sebelum menjadi tuntutan pendidikan dan pengajaran. Jadi utamakanlah memberikan nasihat kepada para siswa. Mengarahkan siswa dengan arahan yang benar, menuntunnya kepadaq apa yang berguna baginya, meluruskannya jika dia menyimpang dari jalan yang lurus, dan perkara-perkara lainnya; itu merupakan tugas dan kewajiban guru. Cobalah memberikan nasihat secara empat mata, hal itu dilakukan karena dengan empat mata nasihat kita akan cepat direspon oleh orang yang kita nasehati.

2. Tidak Menyebutkan Nama Secara Langsung Ketika Memberikan Teguran

Menjelaskna kesalahan bukan bermaksud menjelekkan pelaku kesalahan tersebut, melainkan sebagai peringatan dan penjelasan terhadap kelakuan dan ucapan yang buruk, dan agar orang tidak terjerumus kedalamnya. Tidak menyebutkan nama secara langsung ketika menjelaskan kesalahan, walaupun pelaku kesalahan tersebut diketahui oleh sebagian orang. Jika orang yang melakukan sengaja dan mengetahuinya, maka guru berhak untuk berijtihad dalam menciptakan cara yang paling tepat dalam menangani dan meluruskan pelaku kesalahan. Yang terpenting ialah kepiawaian guru terletak pada bagaimana dia membenahi kesalahan tanpa menyebutkan langsung nama orang yang bersalah.

Sistem Dan Metode Mengajar

  1. Kontak Pendengaran dan Penglihatan Antara Guru dan Siswa

            Metode menyampaikan pada saat mengajar, atau metode menyajikan materi pelajaran –menjelaskan- adalah media paling efektif di dalam kontak antara guru dan muridnya, yakni suara guru memiliki keistimewaan kontak lebih banyak daripada yang lainnya. Beberapa hal yang harus dilatih oleh seorang guru dalam mendidik anak muridnya yaitu berupa : Kontak Pendengaran dan Kontak Penglihatan / Pandangan. Berikut adalah penjelasannya.

Petama : Kontak Pendengaran

  1. Metode ceramah

Menyajikan materi pelajaran dengan cepat bisa membingungkan siswa, membuat pikirannya tidak karuan, dan menghalanginya ntuk mengambil manfaat dari berbagai faidah dan permasalahan, yang berlaku secara cepat dan tidak sempat dan tidak sempat ditangkap oleh otak. Cara yang paling tepat adalah memberikan jeda antara satu kata dengan kata yang lain, dimana antara kata yang satu dengan kata lain yang dipisahkan, tidak saling tumpang tindih supaya tidak merepotkan dan menyulitkan siswa. Begitu juga harus pertengahan dalam pembicaraan; tidak terlalu cepat dan tidak juga terlalu lambat.

2. Tidak Tasyadduq dalam ucapan dan tidak pula memaksakan bersajak

Tasyadduq adalah berbicara nagolr ngidul tanpa disertai kehati-hatian dan berjaga-jaga. Barangkali hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu mencukupkan kita dari memperluas kata dalam bab ini.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu  Bahwa Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَ

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat kelak adalah ats-tsartsarun, al-mutasyaddiqun dan al-mutafaihiqun.” Sahabat berkata: “Ya Rasulallah, kami sudah tahu arti ats-tsartsarun dan al-mutasyaddiqun, lalu apa arti al-mutafaihiqun?” Beliau menjawab, “Orang yang sombong.” (HR. Tirmidzi).

  1. Sikap terus-menerus guru didalam menyampaikan dan tidak memutusnya

Sebagian siswa kadang terpaksa menghentikan penjelasan guru untuk memperjelas sebuah poin yang rumit atau mengulangi penjelasan yang telah lewat. Adakalanya guru mengabulkan permintaan ini dan kadangkala tidak mengabulkannya. Sikap pengabulan guru ini mengandung beberapa bahaya :

  1. Mengedapankan keehendak satu atau dua siswa dengan mengorbankan sekelompok besar siswa.
  2. Memutus pembicaraan sebagian dari sebagiannya yang lain, padahal seharusnya disampaikan secara berkesinambungan.
  3. Mengacaukan pikiran siswa dengan adanya pemotongan yang muncul ini.
  4. Menggangu pikiran guru sendiri dan memutuskan rantai pikirannya

4. Diam di tengah-tengah menyampaikan (penjelasan)

Diam ditengah-tengah penjelasan guru memiliki bebrapa faidah yang sangat baik untuk kita renungkan sebentar. Pertama, bahwa hal itu dapat menarik perhatian siswa, dimana seorang guru berbicara pada tema tertentu kemudian berhenti secara tiba-tiba, maka hal ini tidak diragukan lagi akan menarik perhatian orang yang mendengar. Kedua, bahwa hal itu memberikaqn kesempatan bagi guru untuk menarik nafas dan mengambil sedikit relaks. Ketiga, hal itu memberikan guru kesempatan menata idenya, dan itu adalah aktivitas otak yang tidak akan menghabiskan waktu kecuali beberapa detik saja.

Kedua : Kontak Pandangan

  1. Kontak pandangan yang berkesinambungan antara guru dan siswa

Memelihara kontak pandangan antara guru dan muridnya bermanfaat sekali bagi guru dan anak didik. Guru mempertahankan para siswanya tetap tinggal dibawah kekuasaannya melalui pengawasan terhadap mereka dengn pandangannya, dari sana dia bisa memperhatikan yang malas lalu mengingatkannya, yang mengantuk lalu membangunkannya, yang bermain lalu mencegahnya, dan seterusnya. Karena itu, seyogyanya bagi guru agar mengarahkan pandangannya keseluruh siswanya sehingga masing-masing siswa meyakini bahwa dialah yang dimaksudkan dengan pembicaraan. Jangan sampai dia lalai memperhatikan siswa-siswanya pada saat menjelaskan. Sebagian guru mengarahkan pandangannya hanya ke satu arah tertentu pada saat mengajar, tindakan ini salah, karena dapat menyebabj=kan hilangnya penguasaan terhadap para siswanya, dan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk sibuk tidak mendengar dan menyimak pelajaran.

2. Menggunakan ekpresi wajah

Cara ini sangat efektif dipraktikkan kepada sekelompok orang, karena ada orang-orang yang cukup menegurnya dengan pandangan tajam dan tidak membutuhkan dengan menghardiknya dan mengomelinya, dan ada orang-orang yang lebih terpengaruh dengan senyuman dan muka manis daripada anda katakan kepadanya “bagus kamu” atau, “Ini bagus”, tanpa diiringi dengan ekspresi wajah yang menunjukkan terhadap perasaan lega dan suka.

3. Metode Dialog dan Pendekatan Logika

Menggunakan metode pendekatan logika adalah sarana bagus yang menjamin sampainya pelajaran kepada otak pendengar sesuai dengan yang dikehendaki pembicara. Selain itu perhatikanlah kesederhanaan dalam dialog rasional dan mengikutsertakan murid dalam dialog tersebut agar terjadi reaksi balik. Walaupun dialog mempunyai kesan menggunakan bahasa yang rumit dan sulit dicerna, akan tetapi sebisa mungkin guru harus mendekatkan dialog rasional agar mudah dipahami oleh anak didiknya. Akan tetapi janganlah memaksakan metode dialog kepada semua anak didik karena tidak semua anak didik mampu dengan mudah mencerna isi atau kesimpulan dari sebuah dialog.

4. Menggunakan isyarat (gerakan tangan dan kepala) dalam mengajar

Memfungsikan isyarat kedua tangan dan kepala untuk kemashlahatan mengajar menjadi salah satu cara untuk para anak didik merasa nyaman saat belajar bersama gurunya. Isyarat dapat membantru guru untuk menyingkat, atau memberi penekanan terhadap ucapan, atau melakukan pendalaman dengan kokoh dan menguatkan sebagian dari perkara-perkara yang penting, atau menarik perhatian pendengar, atau membantu guru mengungkapkan sebagian makna yang kadang tidak bisa diungkapkan oleh lisan dan lainnya. Masih banyak lagi fungsi isyarat yang sudah diketahui oleh khalayak, dan ia dikenal oleh kita dengan hukum adat kebiasaan. Seperti isyarat meminta untuk diam, isyarat yang menunjukkan tidak ada, isyarat untuk meminta dating dan pergi, dan yang lainnya. Akan tetapi berlebihan dalam mengerakkan tangan dapat menggangu siswa, dan sebaliknya menonaktifkan sarana ini akan menghilangkan sebagian sarana yang dapat membantu guru dalam menerangkan sebagian materi yang harus dijelaskan. Kedua tujuan perkara yang berlawanan ini tercela.

5. Menggunakan gambar untuk menjelaskan dan menerangkan

Mendukung penjelasan dengan gambar dan tulisan akan menambah kuat penjelasan. Selain itu menggabungkan antara gambar dan tulisan dengan penjelasan (Metode Ceramah) itu dapat membantu untuk menyampaikan pelajaran dengan mudah dan cepat. Sehingga tulisan dan gambar haruslah jelas, dapat dilihat oleh semua siswa dengan memperhatikan tidak adanya penghalang-penghalang yang bisa menghalangi penglihatan siswa kepadanya.

6. Menggunakan metode tanya jawab pada saat mengajar

Metode pertanyaan adalah metode yang sangat efektif untuk menarik perhatian pendengar dan mempersiapkannya untuk menerima apa yang disampaikan padanya. Adakalanya pertanyaan dilontarkan diawal pelajaran dan bisa juga ditengah-tengahnya, sesuai dengan tuntunan dan kebutuhan. Hendaknya guru melontarkan pertanyaan kepada para siswanya secara umum kemudian memberikan waktu yang cukup untuk menghadirkan jawaban, kemudian baru menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Guru juga tidak boleh menunjuk siswa tertentu sebelum melontarkan pertanyaan, karena itu akan menghilangkan keikutsertaan aktifitas otak siswa-siswa yang lain karena mencukupkan diri dengan teman mereka yang ditunjuk. Dan yang terpenting adalah guru hendaknya menunjuk siswa tertentu sebelum melontarkan pertanyaan berdasarkan kondisi-kondisi tertentu, seperti ketika guru hendak mengetahui kemampuan siswa menjawab dengan cepat, atau mengingatkan siswa dari kelalaian atau tidur dajn semisalnya, akan tetapi jangan sampai guru menjadikan cara ini sebagai kebiasannya.

7. Guru memotivasi siswanya untuk mengajukan pertanyaan

Bagi sebagian besar orang, pepatah “Malu bertanya sesat dijalan” sudah sangat populer di Indonesia. Bertanya akan menghilangkan selimut kehajilan dan meluruskan makna dan pemahaman. Dorongan dan motivasi guru kepada muridnya agar mengajukan pertanyaan itu mengandung banyak faidah, diantaranya :

  • Menilai kondisi siswanya dari segi daya paham
  • Mendorong dan memberanikan siswa yang pemalu untuk mengajukan pertanyaan
  • Siswa yang lain dapat memperoleh manfaat ketika mendegar jawaban
  • Penawaran guru (kepada murid) untuk (Bertanya kepada) dirinya di awal pertemuan, dan peninjauan kembali terhadap cara penyampaian materi pelajarannya, ketika tampak baginya ketidakpahaman siswa sebagaimana yang seharusnya dari sela-sela pertanyaan

Selain itu guru harus pandai menolak pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan menampakkan kelemahan guru atau pertanyaan-pertanyaan yang mengolok serta mengecam, dan harus menegur pelakunya.

8. Ucapan guru “saya tidak tahu” pada apa yang tidak diketahuinya, adalah bagian dari ilmu

Ketika Allah bertanya kepada para rasulNya pada hari kiamat,

يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ قَالُوا لا عِلْمَ لَنَا إِنَّكَ أَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ (١٠٩

  1. (Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul[26], lalu Dia bertanya (kepada mereka), “Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?” Mereka menjawab, “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib”

Saat ini banyak orang yang sombong dengan cara mengatakan apapun baik jujur atau bohong untuk menutupi kebodohannya. Akan tetapi orang yang berbicara tanpa dasar ilmu selamanya tercela di dalam kitab Allah dan melalui lisan RasulNya SAW.

Orang yang berbicara tanpa dasar ilmu adalah merusak, tidak memperbaiki. Tidak tahu bukanlah aib, dan bukan pula cacat bagi guru. Perasaan tidak enak dan malu (takut) dari mengatakan “saya tidak tahu” bukanlah sebab yang bisa diterima untuk terus menyampaikan pengetahuan yang salah kepada murid. Hendaknya guru wajib menanamkan prinsip ini pada jiwa anak didiknya dan menekankannya. Selain itu “ucapan tidak tahu” adalah bagian dari ilmu, bahkan Abu ad-Darda berkata tentangnya bahwa ia adalah setengah dari ilmu.

Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syalhub,  Begini Seharusnya Menjadi Guru (Panduan Lengkap Metodologi Pengajaran Cara Rasulullah SAW) Darul Haq,  Jakarta, 2015

 

%d blogger menyukai ini: