Kerja Tanpa Kantor Siapa Takut


Oleh : Onno Purbo, Praktisi Teknologi informasi

Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh sebagian besar orang tua kita bahwa pada hari ini & kemungkinan besar dimasa mendatang bahwa bekerja tidak identik dengan berkantor. Pada tempo doeloe, bekerja di kantoran mungkin sangat bergengsi & menjadi kelas elit tersendiri pada generasi eyang, tante, oom & para orang tua kita. Kalau kita bekerja sendiri, di rumah – wah bisa repot urusan dengan mertua & orang tua.
Di cap orang tak berguna lah, tidak terpakai dll … Sialnya, pada hari ini, para orang tua tampaknya harus gigit jari & menerima kenyataan bahwa justru semakin banyak & semakin bergengsi pekerjaan-pekerjaan yang tidak mempunyai pekerjaan eh kantor. Mengapa? Karena pada akhirnya yang di tuntut dari seorang profesional bukan absensi kantor-nya melainkan target / hasil / pencapaian objektif. Kecuali di lembaga pemerintahan, absensi tampaknya masih menjadi paradigma berkarya – yah selamat bertugaslah untuk rekan PNS.

Mungkin karena saya berada di dunia Internet, dalam banyak kesempatan saya ketemu banyak profesional dengan mobilitas tinggi, kalaupun mempunyai kantor sering kali meninggalkan kantor-nya – bahkan sangat lumrah jika pekerjaannya dikerjakan di rumah atau sambil ngobrol & minum kopi di café bersama mitra-mitra-nya. Leisure, hobby, kebebasan dan mengerjakan apa yang mereka sukai sangat dominan di diri para profesional tersebut. Bukan hal yang aneh jika kita melihat teman-teman profesional ini seakan tidak terikat pada satu kantor yang tetap. Pekerjaan kontrakan & servis yang mengandalkan profesionalitas & keahlian yang sangat spesifik menjadi sangat dominan diantara para profesional. Tampaknya, keahlian & kesukaan yang spesifik menjadi andalan para profesional yang umumnya masih muda antara usia 27-40-an tahun.

Penghasilan jangan di tanya … minimal Rp. 5-10 juta merupakan gross monthly income paling buruk diantara profesional ini. Jelas jauh lebih baik daripada fresh graduate yang umumnya Rp. 750.000 / bulan itu. Memang masih sedikit para profesional yang bekerja betul-betul bebas & sangat mobile seperti ini, tapi kecenderungan ke arah itu sangat menonjol terutama di rekan-rekan muda usia sekitar 30-an. Menjadi terbaik adalah dambaan dalam suasana kompetisi yang sehat. Pengakuan dilakukan secara langsung oleh komunitas, bahkan bukan hal yang luar biasa jika terekspose oleh media massa – karena mereka memang terbaik tanpa mekanisme KKN murni kompetisi & fight.

Laptop, palmtop, personal digital assistance (PDA), handphone menjadi peralatan yang sangat lumrah bagi para profesional tersebut. Yah minimal akses ke WARNET yang didukung dengan handphone menjadi ciri khas para rekan muda tersebut. Komunikasi yang intens menjadi ciri khas dari para profesional ini, e-mail traffic di berbagai mailing list yang diselingi oleh banyak berita SMS berseliweran di layar telepon genggam menjadi bagian integral kehidupan mereka. Bahkan sebagian besar berkas pekerjaan-pun banyak di kirim dalam bentuk attachment di e-mail. Memang kadang sebagian merupakan canda tawa diantara mereka, tapi itulah bagian dari ke akraban kehidupan di dunia tanpa batas yang banyak di nikmati terutama oleh profesional muda maupun mahasiswa / siswa.

Pada tingkat yang lebih serius, jangan kaget jika di kereta api, ruang tunggu airport, pesawat terbang melihat para profesional asik men-tik keyboard Nokia 9230 atau bekerja secara online pada PDA / Palmtop Jornada-nya yang terkait dengan PCMCIA modem dengan built-in pesawat handphone.

Unified messaging antara SMS, e-mail, FAX menjadi teknologi pemicu, teknologi unified messaging sudah sangat terasa saat ini – integrasi antara berita SMS ke e-mail ke FAX dapat menjadi saling terkait & sangat membantu para eksekutif & profesional mobile untuk bermanouver di dunia informasi.

Yah itulah kantor mereka, itulah gaya bekerja mereka, gaya hidup sebagian profesional muda yang sangat mobile pada hari ini. Bukan mustahil jumlah mereka akan semakin banyak di masa mendatang. Investasi peralatan US$400-1000 menjadi ter-justified dengan gross income minimal mereka yang antara US$500-1000 / bulan.

Kapankah anda mampu melakukan hal tersebut? Jelas bukan pada saat anda memiliki laptop, palmtop atau HP – hal tersebut akan terjadi dengan sendiri-nya pada saat anda memiliki skill keahlian yang sangat spesifik & diakui ke-profesionalisme-annya oleh komunitas. Umumnya bekas mahasiswa saya mampu mencapai tahapan tersebut dalam waktu 2-4 tahun, jika dipupuk dengan benar & baik di masa sekolah di perguruan tinggi & SMU.

Aktualisasi, ciri-ciri dan Keunggulan seorang pemimpin


Kelebihan dan Keunggulan Seorang Pemimpin Berbagai literatur dalam dan luar negeri, yang kuno maupun yang mutakhir, yang tradisional maupun modern, yang sederhana maupun yang canggih, mengajarkan kepada kita bahwa seorang pemimpin harus selalu memiliki kelebihan dan keunggulan dari pada rakyatnya.

Berikut ini petikan pendapat para pakar negara kepemimpinan :

1. ” Pemimpin adalah pengaruh “. John Maxwell deskripsi satu kata, singkat dan sederhana, yang menempatkan kepemimpinan dalam jangkauan setiap orang. Kepemimpinan bukan jabatan, posisi, atau bagan alir ( Flowchart ). Kepemimpinan adalah suatu kehidupan yang mempengaruhi kehidupan lain. 2. ” Karakter adalah kekuasaan “. Booker T. Washington, yang harus dipelajari dalam pelajaran pertama adalah kepemimpinan berwawasan luas dibangun dari karakter yang hakiki. Infrastruktur karakter yang baik sangat penting untuk mendukung tingkah laku ( behavior ) yang baik. Kepercayaan dan keterlibatan pengikut akan parallel dengan level karakter kita ( pemimpin ).

3. ” Karakter adalah hasil pembiasaan dari sebuah gagasan dan perbuatan, Stephen R. Covey: “. Taburlah gagasan, tuailah perbuatan. Taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan. Taburlah kebiasaan, tuailah KARAKTER. Taburlah karakter, tuailah nasib “. The Seven Habits of Highly Effective People.

4. ” NASIB merupakan sisa dari rancangan”, Branch Rickey selanjutnya menyatakan : “Orang banyak membicarakan nasib bagus dan nasib jelek, jarang sekali keberhasilan ditentukan oleh PELUANG. Orang bilang; ” Nasib baik terjadi ketika peluang sesuai dengan persiapan “.

5. ” Gunakan kekuasaan untuk membantu orang. Kita diberi kekuasaan tidak untuk meraih tujuan pribadi, atau membuat pertunjukan terbesar di dunia, dan bukan untuk mendapatkan nama. Hanya ada satu kegunaan kekuasaan yakni membantu orang.” George Bush.

Ciri-ciri Pemimpin Berkarakter.

Aktualisasi karakter kepemimpinan yang diharapkan bangsa dan negara adalah yang mampu mengantarkan anak bangsa dari ketergantungan (dependency) menuju kemerdekaan ( independency ), selanjutnya menuju kontinum maturasi diri yang komplit ke saling tergantungan (interdependency), memerlukan pembiasaan melalui contoh keteladanan perilaku para elite politik yang bergerak di eksekutif, yudikatif dan legislatif dalam taman sari demokrasi yang kondusif.

Habitat yang dapat dijadikan persemaian karakter pemimpin itu antara lain harus dapat menumbuh suburkan dan mengembangkan perilaku dan sifat-sifat seperti :

1. Kesadaran diri sendiri (self awareness) jujur terhadap diri sendiri dan terhadap oranglain, jujur terhadap kekuatan diri, kelemahan dan usaha yang tulus untuk memperbaikinya.

2. Dasarnya seseorang pemimpin cenderung memperlakukan orang lain dalam organisasi atas dasar persamaan derajad, tanpa harus menjilat keatas menyikut kesamping dan menindas ke bawah. Diingatkan oleh Deepak Sethi agar pemimpin berempati terhadap bawahannya secara tulus.

3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.

4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing ( lawan politik ) atau musuh, dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.

5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya. Hasil pekerjaanya berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

6. Memiliki rasa kehormatan diri ( a sense of personal honour and personal dignity ) dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya. Tidak seperti saat ini para pemimpin saling lempar ucapan pedas terhadap rekan sejawatnya yang berbeda aliran politiknya.

7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat ” team work “, kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.

Aktualisasi pemimpin yang unggul
1. Seraya menjalankan peranannya sebagai negarawan yang dipercaya oleh Rakyat melalui pemilu era reformasi yang semua pihak mengakui sebagai pemilu yang paling demokratis selama Indonesia merdeka, maka para negarawan harus dapat mengimplementasikan “Karakter kepemimpinan KONSTITUSIONAL”. Yakni suatu karakter kepemimpinan yang berdisiplin, demokratis, memiliki sifat hangat dalam bergaul tanpa meninggalkan etika berkomunikasi antarpersona. Suatu karakter kepemimpinan yang memiliki daya dorong bangkitnya INSPIRASI membentuk kerangka kerja pemerintahan yang memahami bahwa undang-undang harus jelas dan cukup spesifik untuk membantu terciptanya bentuk masyarakat yang ideal.

2. Dengan penuh keterbukaan pemimpin berprestasi menyalin komunikasi dua arah antar sesama pemimpin maupun dengan pengikutnya. Saat inilah pendidikan politik dapat diberikan kepada para pengikut. Seni dasar demokrasi dipersemaikan sejak dini oleh para pemimpin kepada para pengikutnya.

3. Pemimpin berkarakter tegas dalam menjalankan kewajiban kepemimpinannya., melakukan persuasi dalam membangun konsensus dengan seni mempengaruhi ( persuasif ). Mereka harus mampu memimpin orang untuk bekerja dengan cara yang tepat dan melakukan hal yang tepat.

4. Efek riak kepemimpinan merembet dan menular ke strata kepemimpinan yang dibawahnya, maka tidak heran bila para elite telah berhenti bertikai kata dan bersilaturahmi, ternyata dibawah dan daerah yang jauh dari rentang kendali organisasi pertikaian baru dimulai. Ini harus dicegah melalui pendidikan politik dengan keteladanan pemimpin yang bijak, mengendalikan lidah dan mulutnya.

5. Pemimpin berkarakter memiliki gaya emosi yang istimewa, senang bergaul, secara emosi lebih ekspresif dan dramatis, lebih hangat dan lebih sosial, bebas dari prasangka buruk terhadap lawan politik, lebih kooperatif, lebih menyenangkan, lebih apresiatif dan dapat dipercaya, bahkan lebih lembutdaripada pemimpin biasa.

6. Pemimpin yang berkarakter menonjol positif memiliki kemampuan visioner yang komprehensif terhadap pola-pola yang mencolok ditengah-tengah informasi yang Chaos (kacau dan membingungkan ), chaos yang tercipta secara otomatis akibat perbuatan buruk pemimpin dapat menimbulkan chaos baru yang lebih vandal dan vulgar.

7. Pemimpin berkarakter mampu memadukan realitas emosi dengan apa yang mereka lihat, sehingga dapat menghasilkan pengaruh yang mendalam bagi pengikutnya dan menjadikan visi yang mampu membangkitkan inspirasi (Bill Newman ; The Ten Laws of Leadership).

8. Pemimpin berkarakter terbaik memiliki ; ” Kecakapan yang dapat membangkitkan daya cipta orang lain, dan mengilhami mereka untuk bergerak kearah yang dikehendaki “, seperti dikatakan oleh Robert E. Kaplan dari Center for Creative Leadership.

9. Pemimpin berkarakter terbaik mampu mengalirkan Energi. Seperti Ronald Reagan yang dikenal sebagai, ” Komunikator Ulung ” selama masa kepresidenannya, ia adalah aktor professional. Daya emosi dalam karismanya menonjolkan kemampuan mempengaruhi pendengarnya dalam debat terbuka melawan Walter Mondale.

10. Sisi negatif pemimpin berkarakter kharismatik adalah mudahnya tersebar emosi kepada kelompok pengikut fanatiknya. Disini berlaku pepatah ” Ikan membusuk dari kepalanya dulu “.

Perangai kasar, angkuh dan sembarangan akan mampu menjatuhkan moral kelompoknya. Birgitta Wistrand menyebutnya sebagai ; ” Ketidak mampuan menahan emosi “, ( emotional incontinence ), untuk menularnya emosi merusak yang datangnya dari atas kebawah.

Sumber : Drs. Abdul Rahman Kadir, MM, http://artikel.total.or.id

Test Statistk non-parametrik


Statistik non parametris digunakan untuk menguji hipotesis bila datanya berbentuk nominal dan ordinal dan tidak berlandaskan asumsi bahwa distribusi data harus normal. Sehingga kita kenal beberapa tes yang digunakan dalam penelitian hipotesis antara lain :

Test binomial

Tes binomial digunakan untuk menguji hipotesis bila dalam populasi terdiri atas dua kelompok kelas, datanya berbentuk nominal dan jum,lha sampelnya kecilnya (kurang dari 25).

Chi kuadrat
Chi kuadrat satu sampel, adalah teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif bila dalam populasi terdiri atas dua atau lebi kelas, data berbentuk nominal dan smapelnya besar. yang dimaksud hipotesis deskriptif diatas adlah merupakan estimasi gugaan terhadap ada tidaknya perbedaan frekuensi anatra kategori satu dan kategori lainnya dalam sebuah sampel tentang suatu hal.

Run test
Test ini digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif satu sampel, bial datanya berbentuk ordina. pengujian dilakukan dengan dengancara mengukur kerandoman populasi yang didasarkan atas data hasil pengamatan melalui data sampel.

McNemar Test
Teknik statistik digunakan untk mengji hipotesa komparatif dua sampel yang berkorelasi bila datanya berbentuk nominal/diskrit. dancangan peneitianya biasanya bebentuk before after. jadi hipotesa penelitian merupakan perbandaingan antara nilai sebelum dan sesudah ada perlakuan.

Sign Test
test ini digunakan untuk menguji hipotesa komparatif dua sampel yang berkorelasi, bila datanya berbentuk ordinal. teknik ini dianamakan uji tanda  karena data yang akan dianalisis dinyatakan dalam bentuk tanda-tanda yaitu tanda positif dan negatif.

Wilcoxon Match Pairs Test
Teknik  ini merupakan penyempurnaan dari uji tanda (sign test). kalau dalam uji tnada besarnya selisih nilai angka antara positif dan negatif tidak diperhitungkan sedangkan dlaam uji wilcoxon ini diperhitungkan, teknik digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel yang berkorelasi bila datanya berbentuk ordinal.

Chi kuadrat dua sampel
Chi kuadrat dua sampel digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua smapel bila datanya berbentuk nominal dan sampelnya besar. cara perhitungan dapat menggunakan rumus yang telah ada atau dapat menggunakan tabel kontingensi 2×2.

Fisher Exact Probability Test
Test ini digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel kecil independen bila datanya berbentuk nominal untuk sampel yang besar duigunakan chi kuadrat.

Test median
Tes median digunakan untuk menguji signifikansi hipoteis komparatif dua smapel independen bila datanya bernbentuk nominal atau ordinal. pengjuijan didasarkaan atas median dari smapel yang diambil secara random. dengan demikian Ho yang akan diuji berbunyi : tidak terdapat perbedaan dua kelompok populasi berdasarkan mediannya.

Mann-Whitney U-Test
U-test ini digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk ordinal test ini merupakan test yang terbaik untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel indenden bila datanya berbentuk ordinal.

Test Kolmogorov-Smirnov dua sampel
Test ini digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya bernetuk ordinal yang telah tersusun pada tabel distribusi frekuensi kumulatif dengan menggunakan kela-kelas interval.

Test Run Wald-Wolfowitz
Tes ini dibgunakan untuk meguji signifikasin hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk ordinal dan disusun dalam bentuk run. oleh karena itu sebelum dtaa dua sampel (n1 + n2) dianalisis maka perlu disusun terlebih dahulu kedlaam bentuk ranking.

Test Cochran
Tes ini digunakan untuk hipotesis komparatif k sampel berpasangan bila datanya benrbnuk nominal dan frekuensi dikotomi.

Test Friedman
Friedman two way anova (analisi varian dua jalan Friedman) digunakan untuk menguji hipotesis komparatif k sampel yang berpasanga (related) bila datany aberebntuk ordinal (ranking), bila datany terkumpul berbntuk interval atau ratio maka data tersebut diubah kedalam ordinal.

Chi-kuadrat k Sampel
Test ini digunakan untuk menguji hipotesis komparatif lebih dari dua sample, bila datanya benrbntuk diskrit atau nominal.

Median Extention
test median extension digunakan untuk menguji hipotesis komparatif median k sampel independen bila datanya berbentuk ordinal dan dalam tes ini ukuran sampel tidak harus sama.

Analisis Varian satu jalan Kruskal-Walls
teknik ini digunakan untuk menguji hipotesis k sampel inedependen bila datanya berbentuk ordinal. bila dalam pengukuran ditemukan data berbentuk interval atau ratio maka perlu dirubah dulu kedlam ordinal (data berbentukr anking/peringkat).

Koefiisen Kontingensi
koefisien ini digunakan untuk menghitung hubungan antar variabel bila datanya berbentuk nominal. teknik mempunyai kaitan eratdengan chi kuadrat yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif k sampel independen, oleh karena itu rumus yang digunakan mengandung nilai cjhi kuadrat.

Korelasi Spearman Rank
Korelasi spearman rank digunakan mencari hubungan atau uji signifikansi hipotesisi asosiatif bila amsing-masing variabel yang dihubungkan berbentuk ordinal dan sumber data aantar variabel tidak harus sama.

Korelasi Kendal Tau
Sepertinya dalam korelasi spearman rank, korlasi kendal tau digunakan untuk mencari hubungan dan menguji hipotesis antara dua variabel atau lebih bila datanya berbentuk ordinal atau ranking.

Manajemen Diri (Self Management)


Manajemen diri (self management) merupakan istilah yang sangat populer saat ini. Banyak seminar, training, maupun tulisan yang mengupas subyek ini karena memang diperlukan bagi mereka yang berada di lingkungan profesional maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pada dasarnya manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar.

Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para praktisi manajemen diri.

Sebelum bisa memiliki pikiran-ucapan-perbuatan baik, terlebih dahulu seseorang harus memiliki pemahaman dan pengertian yang benar.

Jadi urutan yang benar adalah :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==>perbuatan benar.

Akan tetapi walaupun punya pemahaman terhadap kebaikan dan ketidakbaikan, belum tentu pikiran seseorang mampu diarahkan terus-menerus terhadap kebaikan. Dan walaupun seandainya pikiran seseorang sudah didominasi oleh kebaikan, belum menjamin bahwa ucapannya selalu sejalan dengan pikiran baik ini. Demikian pula tidak ada garansi bahwa perbuatannya secara fisik merefleksikan sepenuhnya pikiran yang baik ini.

Sebagai contoh, apapun latar belakang, umur, jenis kelamin, pendidikan, suku dan lain sebagainya, umumnya kita setuju bahwa olah raga dengan frekuensi dan dosis yang tepat, dapat menjaga kebugaran, daya tahan dan kesehatan seseorang. Pemahaman ini menuntun pada pikiran yang baik bahwa olah raga penting bagi kesehatan.

Pemahaman dan pikiran tentang kebaikan olah raga ini lebih mudah sejalan dengan ucapan. Sewaktu menasihati orang lain, dengan mudah kita menjelaskan pentingnya berolah raga secara teratur. Akan tetapi sewaktu harus praktek langsung, banyak di antara kita akan memunculkan berbagai alasan untuk mendukung dan memberikan pembenaran mengapa diri kita sendiri jarang atau bahkan tidak sama sekali berolah raga. Mulai dari alasan sibuk bekerja, waktunya belum tepat, tidak ada sarana, dan lain-lain.

Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang tidak atau belum sukses padahal begitu banyak kiat, taktik, strategi, dan metode sukses diajarkan melalui buku, kaset, seminar dan lain-lain. Banyak di antara kita hafal di ‘luar kepala’ dan mampu dengan cepat menyebutkan persyaratan untuk bisa sukses, mulai dari berdisiplin tinggi, tepat waktu, punya integritas, jujur, fokus pada apa yang sedang dikerjakan, kerja sama team, bertanggung jawab, bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan lain sebagainya.

Begitulah, banyak dari kita hanya bermain pada tataran pemahaman dan pikiran, atau paling jauh sampai level ucapan saja. Begitu harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari secara disiplin, kita memberikan banyak maaf kepada diri sendiri untuk menunda atau tidak melakukan berbagai kiat, taktik, strategi dan metode sukses tersebut.

Akhirnya sukses terlihat hanya menjadi hak orang lain dan bukan hak kita. Padahal kita sendirilah yang menentukan sukses tidaknya diri kita masing-masing karena setiap orang punya hak untuk sukses, seperti yang dikatakan oleh Bapak Andrie Wongso bahwa ” Success is My Right ” (sukses adalah hak saya).

Sebenarnya tanpa perlu menjalankan semua persyaratan sukses, masih terbuka lebar kesempatan meraih berbagai keberhasilan dalam hidup kita. Seringkali cukup dengan menjalankan secara disiplin dan konsisten beberapa poin saja di antaranya, maka kita akan menjadi insan-insan yang berbeda dan lebih baik dari mereka-mereka yang hanya berwacana di tataran pikiran dan ucapannya saja (OmDo = Omong Doang, NATO = No Action Talk Only, “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”).

Dari contoh-contoh di atas dapat diringkas sebagai berikut :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==> perbuatan salah.

Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.

Tidak tertutup kemungkinan juga :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.

Dan yang pasti terjadi jika pemahaman/pengertian seseorang tidak benar adalah :

Pemahaman/pengertian salah ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.

John C. Maxwell mengatakan bahwa pikiran berlanjut ke ucapan terus ke perbuatan. Jika rangkaian ini terus dilakukan dapat membentuk kebiasaan yang menghasilkan karakter seseorang dan akhirnya menentukan destiny (= nasib)-nya.

Marilah kita mulai menyelaraskan antara pikiran benar, ucapan benar dan perbuatan benar untuk membentuk kebiasaan benar dalam membangun karakter yang benar pula sehingga pada akhirnya kita bisa menuai ‘hasil’ yang baik dan benar pula dalam semua aspek kehidupan kita.

Sumber : Toni Yoyo, www.andriewongso.com/

Strategi merek


Merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya.

Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi. Dengan adanya merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lian diharapkan akan memudahkan konsumen dalam menentukan produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyalty).

Kesetiaan konsumen terhadap suatu merek atau brand yaitu dari pengenalan, pilihan dan kepatuhan pada suatu merek. Merek dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal berikut ini :

  1. Brand name (nama) : nintendo, aqua, bata, rinso, kfc, acer, windows, toyota, zyrex, sugus, gery, bagus, mister baso, gucci, c59, dan lain sebagainya.
  2. merek (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar jendela pada windows, gambar kereta kuda pada california fried chicken (cfc), simbol orang tua berjenggot pada brand orang tua (ot) dan kentucky friend chicken (kfc), simbol bulatan hijau pada sony ericsson, dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang dapat kita temui di kehidupan sehari-hari.
  3. Trade character (karakter dagang) : ronald mcdonald pada restoran mcdonalds, si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gery, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis

  1. Manufacturer Brand Manufacturer brand atau merek perusahaan adalah merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memproduksi produk atau jasa. Contohnya seperti soffel, capilanos, ultraflu, so klin, philips, tessa, benq, faster, nintendo wii, vit, vitacharm, vitacimin, dan lain-lain.
  2. Private brand atau merek pribadi adalah merek yang dimiliki oleh distributor atau pedagang dari produk atau jasa seperti zyrex ubud yang menjual laptop cloud everex, hipermarket giant yang menjual kapas merek giant, carrefour yang menjual produk elektrinik dengan merek bluesky, supermarket hero yang menjual gula dengan merek hero, dan lain sebagainya.

Ada juga produk generik yang merupakan produk barang atau jasa yang dipasarkan tanpa menggunakan merek atau identitas yang membedakan dengan produk lain baik dari produsen maupun pedagang. Contoh seperti sayur-mayur, minyak goreng curah, abu gosok, buah-buahan, gula pasir curah, bunga, tanaman, dan lain sebagainya.

Strategi Merek / Merk (Brand Strategies) Produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat melakukan strategi merek sebagai berikut di bawah ini :

  1. Individual Branding / Merek Individu Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.
  2. Family Branding / Merek Keluarga Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contoh famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda dengan merek utama gery seperti gery saluut, gery soes, gery toya toya, dan lain sebagainya. Contoh lain misalnya yaitu seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain.

Product Life Cycle


Setiap produk biasanya mengalami kelahiran dan kematian baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Suatu produk bisa saja pada suatu waktu sangat disukai banyak orang dan laku keras, namun di lain waktu produk itu tidak laku lagi dijual. Jadi pengertian daur hidup produk yaitu tahapan suatu produk mulai dari lahir, tumbuh, dewasa dan mati.

Setiap produk memiliki masa daur hidup produk yang berbeda. Produk elektronik biasanya memiliki rentang waktu yang sempit alias cepat mati sedangkan produk seperti makanan dapat bertahan lebih lama. Contohnya handphone nokia tipe tertentu akan dibatasi jumlah yang dibuat dalam beberapa tahun, lalu membuat tipe hp lainnya. Minuman aqua sudah puluhan tahun memimpin pasar dan masih berada dalam kondisi antara pertumbuhan dengan dewasa.

Langkah / Tahap Dalam Daur Hidup Produk (Product Life Cycle)

1. Tahap Perkenalan / Introduction

Pada tahap ini produk baru lahir dan belum ada target konsumen yang tahu sehingga dibutuhkan pengenalan produk dengan berbagai cara kepada target pasar dengan berbagai cara.

2. Tahap Pertumbuhan / Growth

Ketika berada pada tahap tumbuh, konsumen mulai mengenal produk yang perusahaan buat dengan jumlah penjualan dan laba yang meningkat pesat dibarengi dengan promosi yang kuat. Akan semakin banyak penjual dan distributor yang turut terlibat untuk ikut mengambil keuntungan dari besarnya animo permintaan pasar.

3. Tahap Kedewasaan / Maturity

Di tahap dewasa produk perusahaan mengalami titik jenuh dengan ditandai dengan tidak bertambahnya konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu dan jumlah keuntungan yang menurun serta penjualan cenderung akan turun jika tidak dibarengi dengan melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Karena sudah banyak pesaing, para pedagang mulai meninggalkan persaingan dan yang baru tidak akan banyak terlibat karena jumlah konsumen yang tetap dan cenderung turun.

4. Tahap Penurunan / Decline

Pada kondisi decline produk perusahaan mulai ditinggalkan konsumen untuk beralih ke produk lain sehingga jumlah penjualan dan keuntungan yang diperoleh produsen dan pedagang akan menurun drastis atau perlahan tapi pasti dan akhirnya mati.

—-

Beberapa teknik atau cara untuk memperpanjang daur hidup produk :

1. Meningkatkan Konsumsi dengan cara membujuk konsumen untuk meningkatkan penggunaan produknya dengan berbagai manfaat yang ditawarkan. Contoh : untuk hasil maksimal gunakan pasta gigi sepanjang bulu sikat, apa pun makannya minumnya teh botol sosro, memakai sampo setiap hari membuat rambut sehat, dsb.

2. Mencari fungsi lain produk dari biasanya. Contoh seperti teh tidak hanya untuk ngeteh saja tapi dapat dibuat kreasi menjadi minuman yang lebih kompleks.

3. Memodifikasi produk agar tampil baru dan segar baik dari segi isi, kemasan, takaran, ukuran, manfaat, dan lain sebagainya. Contoh misal seperti produk unilever yang biasanya terus menerus mengganti isi pepsodent beserta kemasannya agar selalu tampil baru dan segar.

4. Mencari target konsumen baru
Jika pasar yang sudah ada sudah tidak dapat diandalkan untuk meningkatkan penjualan maka dapat ditempuh jalan dengan cara membidik segmen pasar baru untuk dibujuk untuk menjadi pelanggan. Contoh : rokok sampoerna hijau yang tadinya membidik golongan menengah ke bawah kini mulai membidik golongan menengah ke atas untuk memperluas segmen pasar.

Manajemen Keuangan


Berbicara mengenai uang sebagai salah satu dari bagian faktor ekonomi selain manusia, modal, machene, metode dan money atau uang sendiri sangat fundamental sekali bagi perusahaan dan membutuhkan adanya sebuah pengelolaan yang  baik sehingga bisa memkasimalkan pembiayaan perusahaan sehingga bisa mencapai tujuan perusahaan.

Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. Manajemen keuangan berFungsi sebagai  :

  1. Perencanaan Keuangan Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolaan Keuangan Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  4. Pencarian Keuangan Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  5. Penyimpanan Keuangan Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
  6. Pengendalian Keuangan Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
  7. Pemeriksaan Keuangan Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

Selain itu juga kita memahami tugas-tugas Pokok Manejemen Keuangan  secara umum adalah :

  1. Mendapatkan Dana Perusahaan
  2. Menggunakan Dana Perusahaan
  3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan

Tujuan Manajemen Keuangan Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.

BAGAIMANA MENGHADAPI PERANG HARGA?


BAGAIMANA MENGHADAPI PERANG HARGA?Harga adalah sebuah cerminan dari nilai yang dipersepsikan oleh konsumen. Dalam sebuah persaingan untuk mendapatkan konsumen, perusahaan menggunakan taktik untuk mengalahkan pesaingnya. Salah satu taktik yang digunakan adalah harga. Dengan menciptakan harga yang nampak murah sering menjadi tujuan, tetapi hal ini justru mengarahkan kepada menurunnya keuntungan industri bersangkutan.

Perang harga dapat menciptakan situasi kehancuran secara ekonomi dan melemahkan secara psikologi yang harus dibayar mahal oleh individu, perusahaan, dan turunya keuntungan industri. Tidak peduli siapa yang menang, semua petarung kelihatan mati-matian untuk menghakhirinya dibandingkan sebelum mereka menikmati persaingan. Dan akhirnya, perang harga menjadi suatu hal yang biasa. Hal ini terlihat jelas di industri telekomunikasi Indonesia yang berada dalam situasi perang harga. Adanya pengurangan harga, per-detik tagihan, dan free calls adalah senjata utama provider telekomunikasi memasuki arena persaingan. Sedikit sekali mereka mengungkapkan tentang pelayanan, kualitas, ekuitas merek, dan faktor non harga lainnya yang mungkin menambah nilai sebuah produk dan pelayanan. Jelas terlihat bahwa setiap persaingan selalu berdasarkan pada harga dan setiap reaksi selalu berdasarkan pemotongan harga.

Umumnya, perang harga terjadi karena ada anggapan bahwa harga di pasar tertentu terlalu tinggi atau adanya keinginan untuk mendapatkan pangsa pasar dengan biaya pada marjin tersebut. Perang harga menjadi umum karena manajer cenderung melihat bahwa merubah harga sesuatu hal yang mudah, cepat, dan manjur. Dengan memahami penyebab dan karakteristiknya, manejer dapat membuat keputusan tentang kapan dan bagaimana menghadapi perang harga, kapan menghindari, dan kapan memulainya.

Cara Menghadapi sebuah Perang Harga

Taktik

Contoh

Respon non harga
Tunjukan strategic intention dan capabilities anda Tawarkan harga sama dengan pesaing anda, tawarkan everyday low price, atau tunjukan bahwa anda memliki keunggulan biaya dimata pesaing (cost advantage)
Bersaing di kualitas Tingkatkan diferensiasi produk dengan menambahkan keunggulan pada sebuah produk, atau bangun awareness terhadap keunggulan yang ada dan manfaatnya. Tekankan adanya resiko pada harga yang murah.
Manfaatkan kemungkinan kerjasama Bentuk strategic partnersip dengan menawarkan kerjasama ekslusif dengan supplier, reseller, atau penyedia jasa yang berhubungan dengna bisnis anda.
Respon Harga
Gunakan harga yang komplek Tawarkan harga paket (bundled prices), paket harga dua produk (two-part pricing), kuantiti diskon, harga promosi, atau program loyalitas untuk beberapa produk, beli dua dapat satu.
Kenalkan produk baru Perkenalkan produk baru (flanking brands) yang khusus untuk bersaing di arena dimana pesaing menerapkan strategi harga. Hal ini juga sebagai usaha untuk menghindari persaingan harga pada segmen produk anda yang telah ada.
Gunakan harga yang menarik Sesuaikan harga produk regular anda dalam merespon perubahan harga pesaing atau potensi lain untuk memasuki pasar.

Tabel di atas menunjukkan beberapa cara menghadapi persaingan harga. Jika usaha anda berada dalam kompetisi berdasarkan harga, anda dapat menggunakan beberapa cara non harga untuk menghadapinya. Namun jika anda ingin merespon dengan harga, anda harus melakukan diagnosa yang mendalam tentang situasi harga di pasar. Analisa situasi harga memberikan informasi penting untuk memilih strategi harga yang dibutuhkan. Dengan menggunakan informasi ini, menejemen membutuhkan untuk menentukan kisaran fleksibilitas harga dan menentukan bagaimana memposisikan harga relative terhadap biaya dan seberapa memungkinkan dijadikan dasar penetapan harga produk.

Demand-Cost Gap

competition
Legal and ethical influences
Demand
Cost

Gambar 1. Menentukan fleksibilitas harga

Faktor permintaan dan biaya menentukan kisaran fleksibilitas harga. Dengan batas atas dan bawah, pertimbangan persaingan dan legal-etika juga mempengaruhi pilihan sebuah strategi harga. Perbedaan harga antara permintaan dan biaya bisa lebar atau sempit. Apabila jaraknya lebar mengindikasikan sebuah kisaran strategi yang memungkinkan untuk dilakukan, perbedaan yang sempit menunjukkan bahwa strategi akan lebih sulit untuk diterapkan. Strategi harga yang dipilih dipengaruhi oleh strategi pesaing, keadaan terkini dan masa depan, pertimbangan legal-etik.

Diagnosa yang baik setidaknya menyertakan empat kunci, yaitu isu-isu konsumen seperti sensitivitas harga dan segmen konsumen yang mungkin terjadi apabila ada perubahan harga; isu-isu perusahaan seperti struktur biaya, kemampuan, dan strategic positioning; isu-isu pesaing seperti sturktur harga pesaing, kemampuan, strategic positioning; dan isu-isu pengkontribusi atau pemain di industri yang mempengaruhi dampak perang harga.

Perusahaan yang berpikir ulang dan menggunakan empat kunci tersebut dengan cermat akan menemukan pilihan yang bisa mereka dapatkan termasuk mengurai konflik, melawan dengan beberapa cara, atau mengevaluasi strategi mereka sebelumnya.

Customer Issues

Price sensitivitySegmentation

Competitor IssuesCost StructureCapabilitiesStrategic positioning
Company IssuesCost StructureCapabilitiesStrategic positioning
Contributor IssuesIncentives of reseller, supplier, allies, government

Gambar 2. Empat kunci Sebagai Alat Diagnosa

Sangat penting sekali untuk mengetahui mengapa sebuah perang harga terjadi atau mungkin akan terjadi. Pentingnya menganalisa secara cermat tentang konsumen, perusahaan, pesaing, dan pemain pendukung dalam industri maupun di luar industri yang mungkin mempunyai ketertarikan bagaimana beperilaku dalam perang harga menjadi keharusan bagi para pemain yang terlibat dalam perang harga. Misalnya, jika anda mengetahui tentang perilaku konsumen di industri tertentu, anda akan dengan mudah mendapatkan isu-isu tentang konsumen apakah mereka sensitif terhadap harga atau mereka mempunyai pertimbangan lain selain harga (bisa kualitas atau kebanggaan) dalam memutuskan melakukan pembelian sebuah produk. Ini utama dan penting karena akan mengarahkan usaha anda menjadi customer centric organization. Selain itu dengan mencermati strategic positioning produk anda akan lebih mendapatkan gambaran jelas tentang arah pengembangan produk anda di pasar tanpa harus terpengaruh perang harga yang mungkin akan terjadi. Sebuah analisis tentang pesaing sama pentingnya. Beberapa kejadian perang harga yang tidak menguntungkan terjadi karena sebuah perusahaan melihat sebuah peluang meningkatkan pangsa pasar dan keuntungan melalui harga rendah, sementara tidak memperdulikan bahwa pesaing juga akan merespon. Bisnis membutuhkan perhatian di level strategik terhadap dua pertanyaan siapa yang akan merespon dan bagaimana.

Seorang manajer produk memproyeksikan bagaimana pesaing akan menentukan harga dengan melacak pola-pola kejadian masa lampau, memahami kejadian apa yang bisa memicu perubahan harga di masa lampau dan kapan mereka merespon perubahan harga dan berapa besarnya harga yang direspon. Ketika menganalisa persaingan anda, hati-hati menentukan siapa pesaing anda, apakah harga sudah sesuai dengan strategic positioning mereka, bagaimana mereka membuat sebuah keputusan harga, dan kemampuan mereka serta sumber daya yang dimiliki. Akhirnya, penting sekali untuk memantau pemain lain di industri siapa saja yang memiliki ketertarikan didalamnya. Kadang-kadang mereka dapat membantu untuk menurunkan kompetisi harga melalui meningkatkan nilai produk. Isu-isu yang ada biasanya mengenai profit marjin bagi supplier dan distributor, komisi untuk sales, dan lain sebagainya.

Perang harga memang sebuah fenomena yang harus dihadapi. Tidak jarang perusahaan yang frustasi bahkan gulung tikar akibat salah strategi. Tidak selamanya yang besar akan menang tapi yang kecil pun masih memiliki probabilitas untuk mencuri poin. (References available upon request).

Sumber : marketing online

Sepuluh Langkah Mengevaluasi Merek


Pertempuran pasar adalah sebuah pertempuran merek, persaingan merek sangatlah dominan. Bisnis dan investor akan memandang merek sebagai aset perusahaan yang paling berharga. Sebuah merek adalah unik. Membangun dan mengelola ekuitas merek telah menjadi sebuah prioritas bagi perusahaan apapun, di semua tipe industri, dan di semua tipe pasar. Membangun dan mengelola dengan baik akan meningkatkan loyalitas konsumen dan keuntungan. Sebuah bisnis yang berorientasi pasar dimana telah mensegmenkan target pasarnya dan melacak perilaku konsumen melalui segmentasi berada dalam posisi terbaik untuk membangun sebuah merek yang sukses. Langkah pertama dalam membangun sebuah identitas merek adalah menentukan positioning produk yang diharapkan dan preposisi nilai (value preposition) untuk target pasar yang spesifik. Tanpa spesifikasi ini, proses penentuan identitas merek akan dengan cepat kabur dan hanya terjebak pada mengembangkan fitur produk daripada manfaat untuk konsumen. Strategi pengelolaan merek mutlak dibutuhkan agar supaya terbentuk sebuah taktikal yang lebih sistematik dan terencana. Gambar 1. Strategi Pengelolaan Merek (Craven, 2003) Setiap initiatif pengelolaan merek yang terlihat pada gambar 1 bisa mempunyai dampak negatif atau positif pada nilai sebuah merek. Ekuitas merek menekankan pentingnya nilai merek dan mengidentifikasi kunci dari dimensi ekuitas. Tujuanya adalah untuk membangun ekuitas merek dari waktu ke waktu. Analisis strategi merek memberikan informasi penting untuk memutuskan masalah pada tiap aktivitas pengelolaan merek. Analisis meliputi pasar, perilaku konsumen, pesaing, dan informasi merek.Setelah semua kegiatan strategi pengelolaan merek dilakukan kemudian perlu adanya evaluasi strategi dalam bentuk pelacakan kinerja merek. Evaluasi produk dalam sistem merek (portfolio) memerlukan pelacakan kinerja tiap produk. Manajemen harus mempunyai sebuah tujuan pengukuran kinerja dan acuan ukuran kinerja produk. Sebuah metode kualitatif yang dikenal sebagai brand score card membantu manajer untuk mengukur kinerja merek secara sistematis. Metode ini menggunakan sepuluh ciri merek terkuat. Ciri-ciri ini akan dijadikan acuan dalam menilai kinerja merek. Metode kualitatif diharapkan dapat menjadi dasar untuk memutuskan sesuatu yang berkenaan dengan mengevaluasi merek dan juga memantau merek dari waktu ke waktu. Penentuan skor setiap item berdasarkan persepsi anda. Dengan menggunakan skala 0 sampai 20 (sangat buruk sampai sangat baik) kemudian gambarlah dalam bentuk bar chart untuk mempermudah analisis. Gunakan bar chart untuk mengarahkan diskusi dengan associate brand management. Cara demikian akan membantu untuk mengidentifikasi area mana yang membutuhkan perbaikan, area mana yang unggul, dan mempelajari lebih mendalam bagaimana sebenarnya gambaran merek sebuah produk atau dalam portfolio. Untuk membantu menentukan skor, di bawah ini merupakan panduan bagi manajer atau associate brand management untuk memberikan skor pada tiap item.

  1. Merek mampu memberikan manfaat yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Sudah pernahkan anda mencoba untuk mengobservasi keinginan dan keperluan konsumen yang belum bisa terpenuhi?Melalui metode apa?Apakah anda tidak menaruh perhatian pada pengalaman konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan?Apakah anda memiliki sistem dimana konsumen bisa memberikan komentar tentang pengalaman menggunakan produk dan jasa?.
  2. Merek masih relevan. Apakah anda telah berinvestasi untuk meningkatkan produk guna menambah nilai untuk konsumen?Apakah anda mengetahui secara persis selera konsumen?pada kondisi pasar saat ini?Apakah segala keputusan pemasaran anda berdasarkan hal-hal tersebut?
  3. Strategi harga berdasarkan nilai yang dipersepsikan konsumen. Apakah perusahaan telah mengoptimalkan harga, biaya, dan kualitas untuk memenuhi bahkan melebihi apa yang diharapkan konsumen?Apakah anda mempunyai sebuah system untuk memonitor perubahan persepsi nilai merek anda?Apakah anda memperkirakan seberapa besar konsumen anda percaya terhadap merek produk anda?
  4. Merek diposisikan dengan tepat. Apakah anda telah mempunyai hal yang dibutuhkan sebagai dasar pembeda untuk berkompetisi dengan pesaing anda?Apakah point of different telah berhasil dimengerti oleh konsumen sebagai kesadaran mereka terhadap produk di pasar?
  5. Konsistensi merek.Apakah program pemasaran tidak menimbulkan pesan yang membingungkan dan tidak pernah terjadi selama ini?Sebaliknya,apakah ada penyesuaian program dengan keadaan terkini?
  6. Portofolio dan hirarki merek masuk akal.Dapatkah merek perusahaan menciptakan sebuah payung untuk seluruh merek dalam portfolio?Apakah setiap merek dalam portfolio memiliki peran terpisah?Seberapa ekstensifnya overlap antar merek?Di area mana?sebaliknya, apakah merek sudah mencakup pasar secara maksimal?Apakah anda memiliki hirarki merek dimana tidak mudah diperhatikan dan dapat dimengerti dengan baik?
  7. Merek menggunakan dan mengkoordinasikan seluruh daftar aktivitas pemasaran untuk membangun ekuitas merek.Apakah anda telah memilih dan mendesain nama merek, logo, symbol, slogan, kemasan, dan lain sebagainya untuk memaksimalkan brand awarness?Apakah anda telah memadukan aktivitas pemasaran pull dan push untuk menjangkau baik distribusi maupun konsumen?Apakah seluruh aktivitas pemasaran dapat dipahami dengan baik?Apakah pelaksana mengelola setiap aktivitas dan mengetahui antara aktivitas yang satu dengan lainnya?Apakah anda telah mengkapitalisasi kemampuan yang unik dalam pemilihan komunikasi yang tidak akan menghilangkan arti dari sebuah merek yang ditampilkan?
  8. Brand manager memahami apa arti merek bagi konsumen.Apakah anda mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai oleh konsumen dari merek anda?apakah anda mengenal seluruh anggota tim pemasaran dan apa yang telah dilakukannya terhadap merek, baik yang berasal dari perusahaan maupun luar perusahaan?Apakah anda telah membuat batas-batas skema berdasarkan perilaku konsumen untuk perluasan merek dan acuan untuk program pemasaran?.
  9. Merek mendapatkan dukungan yang semestinya dan dipertahankan dalam jangka panjang. Apakah kesuksesan dan kegagalan dari program pemasaran dapat dimengerti sebelum program tersebut dirubah?Apakah R&D kurang memberikan dukunganya?Sudah pernahkah menghindari keinginan untuk mengurangi dukungan pemasaran sebagai reaksi terhadap melemahnya pasar atau jatuhnya angka penjualan?
  10. Perusahaan melakukan pemantauan sumber-sumber ekuitas merek. Apakah anda mengadakan sebuah audit untuk menilai kinerja merek dan untuk merancang tujuan strategis?apakah anda secara rutin mengadakan kajian untuk mengevaluasi keadaan pasar terkini?apakah anda secara regular mendistribusikan laporan ekuitas merek yang dirangkum di seluruh penelitian dan informasi yang relevan untuk membantu pemasar dalam memutuskan sesuatu?Apakah anda telah menugaskan secara jelas tanggungjawab untuk memonitor dan mempertahankan ekuitas merek?

Pada akhirnya, kekuatan merek terletak di pikiran konsumen, dimana mereka merasakannya dan mempelajari tentang merek dari waktu ke waktu. Pengetahuan konsumen merupakan “hati” ekuitas merek. Realisasi ini mempunyai dampak manajerial yang penting. Secara imajinatif, ekuitas merek membantu pemasar dalam menjembatani strategi terdahulu dan masa datang. Sehingga, berapapun uang yang telah dikeluarkan jangan dipandang sebagai sebuah pengeluaran tapi investasi-investasi agar konsumen mengetahui, merasakan, mengingat, mempercayai,dan berpikir tentang merek-untuk itu konsumen akan memutuskan, berdasarkan kepercayaan dan sikap mereka terhadap merek. Pemasar yang membangun merek kuat telah mengetahui konsep dan menggunakannya untuk memperjelas, mengimplementasikan, dan mengkomunikasikan strategi pemasaran mereka.

REFERENCES Aaker, D. A.(1991), Managing Brand Equity. Capitalizing on The Value of A Brand Name, The Free Press. New York Best, R. J. (2005), Market-Based Management: Strategies for Growing Customer Value and Profitability, 4th ed., Pearson Education, Inc, Upper Saddle River, NJ Cravens, D. W. and N. F. Piercy (2003), Strategic Marketing, 7th ed., McGraw-Hill/Irwin, New York Keller, L.K.,(2001), The Brand Report Card, Harvard Business Review on Marketing, Harvard Business School Publishing, Boston

Menyongsong dan Membumikan Zakat Perusahaan


Masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang Esensi zakat secara “konseptual”, baik dari yang beragama Islam maupun non Islam. Islam adalah agama yang memiliki citra sangat mendalam dengan karakter “saling memberi terhadap sesama” dan selalu bersifat adjustment.

Sementara itu zakat sebagai salah satu penyangga subtansi dalam Islam, dengan tidak mengabaikan substansi-substansi yang lain, sampai kini masih memerlukan perhatian serius. Bukan saja karena zakat sebagai salah satu rukun Islam, tetapi lebih dari itu, karena kesadaran umat untuk melaksanakan zakat masih rendah, begitu juga dengan kesadaran kolektif untuk infak, amal, dan shodaqoh.

Di zaman Rasulullah S.A.W kegiatan ekonomi waktu itu merupakan sesuatu yang bersifat instan saja: sebut saja di sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan. Saat ini ketiga sektor tersebut tetap ada, tapi dengan corak yang berbeda tentunya dengan yang terjadi dizaman Rasulullah S.A.W. Dalam sektor trading atau perdagangan misalnya, akaddakad (model-model transaksi) yang dipraktekkan sekarang sangat banyak sekali dan sesuai dengan kemajuan teknologi.

Dengan semakin berkembangnya pola kegiatan ekonomi maka pemahaman tentang kewajiban zakat pun perlu diperdalam sehingga ruh syariat yang terkandung didalamnya dapat dirasakan tidak bertentangan dengan kemajuan tersebut. Maka pemahaman fiqh zakat kontemporer dengan mengemukakan ijtihad-ijtihad para ulama kontemporer mengenai zakat tersebut mesti dipahami oleh para pengelola zakat serta orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap masalah zakat ini.

Dalam zaman modern metode yang ditumbuhkan dan dikembangkan untuk memperoleh hasil yang memiliki nilai ekonomis, manusia bukan hanya mampu mengekploitasi potensi eksternal dirinya tapi manusia modern dapat juga mengekploitasi potensi yang ada dalam dirinya untuk dikembangkan dan diambil hasilnya dan kemudian mengambil untung dari keahliannya tersebut seperti para dokter, pengacara, dosen dan lainnya.

Kalau kita lihat keeenderungan saat ini, maka esensi zakat lebih mendalam dan semakin lebar: Dalam kitab-kitab klasik agak sulit ditemukan penjelasan tentang zakat perusahaan atau yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah asy-syirkah.

Dalam pandangan fikih, konsep perusahaan berasal dari syirkah. Ditinjau dari segi kepemilikan, syirkah terbagi atas dua, yaitu syirkah amlak (kebersamaan dalam kepemilikan) dan syirkah ‘uqud (akad perkongsian). Syirkah terbagi dalam beberapa kelompok.

Pertama, syirkah ‘inan, yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih dengan modal bersama dalam suatu kegiatan usaha yang mereka kelola bersama, dengan pembagian keuntungan yang disepakati bersama. Kedua,syirkah mudharabah , yaitu kerja sama antara rabbul maal (pemilik modal) dan mudharib (pengelola/ pelaksana usaha) dengan persentase bagi hasil yang disepakati.

Zakat perusahaan pada umumnya dianalogikan pad a zakat perdagangan, hal tersebut sesuai dengan pendapat Muktamar Zakat Internasional, dan berdasarkan pada pendapat para ulama, diantaranya adalah Abu Ishaq Asy Syatibi, seperti dalam ungkapannya “Hukumnya adalah seperti hukum zakat perdagangan, karena dia memproduksi dan kemudian menjualnya, atau menjadikan apa yang diproduksinya sebagai komoditas perdagangan, maka dia harus mengeluarkan zakatnya tiap tahun dari apa yang dia miliki baik berupa stok barang yang ada ditambah nilai dari hasil penjualan yang ada, apabila telah meneapai nishabnya” . Esensi Zakat Perusahaan demi kemaslahatan Zakat perusahaan hampir sama dengan zakat perdagangan dan investasi. Bedanya zakat perusahaan bersifat kolektif. Dengan kriteria sebagai berikut : Jika perusahaan bergerak dalam bidang usaha perdagangan maka perusahaan tersebut mengeluarkan harta sesuai dengan aturan zakaf perdagangan. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5%, Jika perusahaan tersebut bergerak dalam bidang produksi maka zakat yang dikeluarkan sesuai dengan aturan zakat investasi atau pertanian. Dengan demikian zakat perusahaan dikeluarkan pada saat menghasilkan sedangkan modal tidak dikenai zakat. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 5 % atau 10 %. 5 % untuk penghasilan kotor dan 10 % untuk penghasilan bersih.

Landasan kewajiban zakat pada perusahaan berpijak pada dalil yang bersifat umum, seperti termaktub dalam firman Allah SWT surat Al Baqarah ayat 267 : ” Wahai sekalian orang – orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik … ” Juga firman Allah SWT dalam surat At Taubah ayat 103 : ” Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka ….

” Secara teoritis pola perhitungan zakat perusahaan didasarkan pada laporan keuangan (neraca) dengan mengurangkan kewajiban lancar atas aktiva lancar. Metode perhitungan ini biasa disebut dengan metode sya’iyyah “. Yang perlu diperhatikan dalam perhitungan zakat perusahaan adalah pentingnya melakukan berbagai koreksi atas nilai aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek yang kemudian disesuaikan dengan ketentuan syari’ah, seperti koreksi atas pendapatan bunga, dan pendapatan haram serta subhat lainnya. Sedangkan aset tetap tidak termasuk yang diperhitungkan ke dalam harta yang dikenakan zakat, karena aset tersebut tidak untuk diperjual belikan. Zakatnya adalah selisih kali 2,5%. Jika kita meninjau pada pasal 11 ayat (2) poin (b) UU No 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat, disebutkan bahwa di antara sumber harta yang dikenai zakat adalah perdagangan dan perusahaan. Hal tersebut memberikan landasan hukum positif sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dan pedoman bagi IAI untuk tidak ragu memasukkan zakat perusahaan dalam pembahasan PSAK. Jika ditinjau dari sisi potensinya, maka potensi zakat perusahaan sangat besar.

Potensi zakat BUMN saja bisa mencapai Rp 14,4 triliun dengan asumsi kontribusi terhadap GDP tetap 24 persen. Belum lagi ditambah dengan perusahaan swasta besar nasional, BUMD-BUMD, maupun swasta menengah nasional dan daerah. Artinya, negara ini tidak perlu mengandalkan utang luar negeri untuk mengentaskan kemiskinan, melainkan cukup dengan zakat dan instrumen ekonomi syariah lainnya. Begitu pentingnya subtanable tetang zakat, sehingga ditetapkan sanksi-sanksi terhadap orang yang enggan melaksanakannya. Zakat juga sangat penting artinya untuk kepentingan umat dan kesej ahteraan. Fatwa tentang PSAK Zakat Untuk itulah IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) mempertimbangkan adanya PSAK Zakat Perusahaan sebagai suatu paradigma yang lebih relevan dan mencari dukungan penuh kepada pemerintah dan parlemen, yaitu dengan mengatur ketentuan zakat perusahaan dalam satu undang-undang. UU Zakat No 38/1999 belum lagi memuat ketentuan mengenai zakat perusahaan tersebut, pemerintah dan parlemen harus berperan aktif dengan cara mengamandemen UU Zakat yang sudah ada serta mengimplementasikan untuk mendorong agar perusahaan-perusahaan tersebut berkenan membayar zakat, pemerintah harus mempertimbangkan adanya insentif, seperti pemenuhan kewajiban zakat perusahaan melalui lembaga pengelola zakat yang diakui pemerintah dapat mengurangi pajak yang seharusnya dibayar perusahaan tersebut. Argumentasi ini sangat logis karena zakat ditujukan kepada kaum fakir dan miskin. Dengan demikian, pemenuhan kewajiban zakat dengan sendirinya akan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sumber : majalahekonomisyariah.com

Menciptakan ”brand feelings”: memberikan perasaan yang ”berarti” bagi pelanggan


Kevin L. Keller (2003) menyatakan perasaan terhadap merek (brand feelings) adalah tanggapan dan reaksi pelanggan yang secara emosi terhadap merek yang digunakan. Emosi yang ditimbulkan oleh merek ini, dapat menjadi begitu kuat, muncul ketika menggunakan atau mengkonsumsi merek.

Apakah emosi tersebut? Anda bagian dari mereka yang menggunakan Pepsodent Herbal? muncul emosi yang kuat dimana, pengguna Pepsodent Herbal merasa mendapatkan manfaat ekspresi diri dalam menggunakan merek tersebut, yaitu “gigi putih, sehat alami, dan kuat.”Secara sosialpun, dimasayarakat kita, secara turun-temurun, bahan baku herbal daun sirih, telah digunakan sebagai antiseptic, pada kesehatan mulut.

Apakah anda bagian dari mereka yang sering nongkrong di Cafe Starbucks? Mendapatkan manfaat ekspresif dengan lingkungan yang cozy, suasana nongkorong yang nyaman, dan layanan yang ramah; sedangkan secara socialapproval, tempat nongkrong ini, telah dicap sebagai tempat nongkrong-nya “anak nongkrong.

Perasaan terhadap merek (brand feelings) yaitu tanggapan dan reaksi-reaksi pelanggan yang secara emosional berkenaan dengan merek, berupa:

1.     Adanya Manfaat Ekspresi Diri (Self Experssive Benefit)

Manfaat ekspresi diri (self expressive), dimana ketika konsumen menggunakan suatu merek, maka akan menimbulkan perasaan lebih baik; konsumen merasa bangga, sukses, dan penuh percaya diri. Kita berada dan hidup di antara merek-merek: “merek memberikan kita jati diri, menggoda perasa lidah kita, dan memperkaya pengalaman kita. Kita semua ingin bergabung, dan mengelilingi hidup dengan sesuatu yang kita kenal, percaya, dan sesuai dengan aspirasi kita. Indikator munculnya manfaat ekspresi diri adalah ketika pengguna merek mendapatkan perasaan positif dan kehangatan disaat menggunakan merek; merek memberikan “arti’ bagi konsumen; dan konsumen layaknya “raja” dalam menggunakan merek tersebut.

2.     Munculnya Pengakuan Sosial (Social Approval) Pengakuan sosial (social approval) yaitu ketika menggunakan suatu merek akan menimbulkan perasaan positif bagi konsumen saat berhubungan dengan orang lain; konsumen merasa tampil lebih baik dengan penampilan mereka.  Indikator munculnya pengakuan sosial ini ketika pelanggan merasa dengan menggunakan merek, dirinya lebih ”bergaya,” dan banyak orang menggunakan merek yang sama sehingga muncul komunitas pengguna merek; serta muncul kebanggan dalam menggunakan merek tersebut.

Bagaimana menciptakan brand feeling yang baik ini? Enam langkah dalam menciptakan brand felling yang kuat, yaitu

pertama, memberikan kalitas produk yang baik, yaitu memberikan produk dan layanan berkualitas tinggi.

Kedua, memberikan kualitas pelayanan yang tinggi, dimana karyawan yang kompeten memberikan perhatian khusus kepada pelanggan, ramah, dan menolong.

Ketiga, menawarkan harga produk yang kompetitif dan layak.

Keempat, memberikan janji yang sesuai, yaitu memberikan janji yang berarti, dan sesuai dengan janjinya; memberikan citra dan asosiasi yang positif; serta inovatif dalam produk dan layanan.

Kelima, unik, yaitu berbeda dari lainnya dalam produk dan layanan yang positif; serta unik dibandingkan kompetitor.

Keenam, kredibel, yaituterpercaya dalam produk dan layanan.; serta menyampaikan komunikasi yang jujur dan terbuka.

Sumber : www.marketing.co.id

Dibalik UU Perbankan Syariah


Dalam masyarakat feodal sebenarnya peraturan (rule) dikalahkan oleh kekuatan atau wibawa personal. UU atau aturan bisa diatu atur disesuaikan denan keinginan seorang feodal (person) atau tokoh elite yang dipandang tinggi oleh suatu masyarakat. Budaya inilah yang terbangun sejak era penjajahan dan dihidup suburkan oleh rezim orde baru. Era reformasi mengharapkan pada saat yang sama meruntuhkan budaya ini. Memang Soeharto runtuh bersama kekuasaan, feodalis dan elite person yang mendapatkan keuntungan era itu. Namun dalam perjalanannya mungkin karena sang elit, sang feodal mernikmati benar situasi privelese feodal itu, makanya budaya itu kembali bersemi dan berjalan bersama dengan budaya modern yang egaliter yang ingin dibangun oleh momentum reformasi. Sebenarnya tokoh BJ Habibie termasuk elite yang bisa membangun budaya egaliter itu tetapi sayang periode kepemimpinannya secara sadar atau tidak ditumbangkan oleh kaum elite yang pada akhirnya dimenangkan oleh “sedikit bayaknya kaum feodal atau minimal menikmati budaya feodal” dimana ketoohannya yang diandalkan dan dilestarikan seperti yang diperankan oleh Gus Dur, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Jusuf Kalla bisa diharapkan sebenarnya tetapi kalah dengan UU protokoler yang demikian apik dilaksanakan / dilestarikan oleh para staf yang diuntungkannya untuk seolah budaya feodal itu menjaga kewibawaan lembaga negara seperti lembaga Wakil Presiden. Sebahagian besar dapat dikatakan beliau dikalahkan oleh budaya feodal itu.

Masyarakat kita yang hampir 75% hanya tamatan SLTP bahkan diantaranya sebahagian besar lulus atau tidak tamat SD justru tidak bisa diharap untuk menumbangkan “rezim” budaya feodal ini. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor antara lain faktor historis, budaya dan ad at lama, kualitas pendidikan yang rendah, kualitas ekonomi, dimana lebih 50 % berpendapatan dibawah Rp. 20.000,· per hari, “social capital atau trust” yang rendah, ketidak adilan dan ketimpangan sosial yang besar. Dimana sebagian besar rakyat yang menikmati “booming” ekonomi adalah yang itu itu juga (istilah Tempo: loe lagi Loe lagi) ditambah dengan koruptor. Kasus Kejaksanaan yang baru baru ini terungkap bisa menggambarkan bagaiama pola, skim, dan distribusi pembagian rezki yang terjadi di masyarakat kita. Dari situ bisa kita lihat siapa yang menikmati BLBI, siapa yang mendapat cipratan rezki, dan siapa yang dirugikan. Apa hubungan prolog ini dengan UU Perbankan Syariah yang telah di sahkan DPR pad a tanggal 17 Juni 2008 yang baru lalu?

Saya sengaja membuka prolog ini untuk menjawab beberap isu penting yang akan dibahas dalam tulisan ini. Pertama, sejauh mana peranan UU dalam perkembangan bank syariah dimasa depan? Kedua, apkah UU ini bisa diharapkan untuk mendongkrak kemajuan perbankan syariah di Tanah Air, Ketiga, apa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan perbankan syariah ini? Terakhir, Keempat, bagaimana kita menuju kedepan dalam pengembangan bank syariah ini? Isu ini akan dibahas dibawah ini.

Pertama: Sejauhmana UU ini mendorong perkembangan bank syariah. UU ini tidak banyak mempengaruhi perkembangan bank syariah jika pendorong perkembangan itu mengandalkan “stakeholder” (pemilik, nasabah funding atau penerima pembiayaan) domestik apalagi mengandalkan kekuatan investor emosional dan rasional. Stakeholders Emosional tidak bisa diharap karena uangnya tidak ada 80% dari 60% mereka ini pendapatanya dibawah Rp 20.000, jadi sebenarnya mereka ini menunggu zakat atau qardul hasan yang dikumpulkan bank syariah. Stakeholders rasional masih belum begitu mantap masuk dalam industri ini disamping mereka ini kebanyakan non- muslim. Dari 20 orang terkaya Indonesia hanya 15% muslim dan dari jumlah ini juga belum tentu berminat untuk masuk dalam industri ini. Kemungkinan besar UU ini hanya bisa menorong dan memantapkan keinginan pihak luar terutama investor Timur Tengah memasuki industri ini.

Kedua: Sesuai dengan penjelasan diatas maka untuk mendongkarak peranan perbankan syariah di tanah air khususnya dari dongkrakan kekuatan lokal sebenarnya hanya dari pemerintah. Sejauh ini Pemerintah (kecuali peran Bank Indonesia era Burhanuddin Abdullah) masih dinilai sangat lemah.

Ketiga: Masih banyak permasalahan yang dihadapi bank syariah. Hal ini bisa dilihat dari faktor eksternal bank syariah dan internal. Dari aspek eksternal misalnya: perangkat UU yang melingkupinya seperti UU Perpajakan, UU PT, regulasi yang dualistis, dukungan politik, elit, dan feodal yang masih lemah, serta silabus, program studi di Universitas yang belum mendukung pasar syariah ini ditengah kebutuhan SDM yang sangat besar. Dar aspek internal misalnya kualitas SDM, inefisiensi bank syariah, terbatasnya jenis produk yang ditawarkan, link dan kerjasama dengan lembaga sejenis yang belummapan dan lain sebagainya.

Keempat: Bagaimana kedepan? UU perbankan syariah inisiatif pemerintah ini patut dihargai kendatipun terlambat kendatipun simpul penggerak (driver) bukan UU. Dalam masyarakat dan budaya feodal serta rakyat yang mayoritas masih miskin baik spiritual/iman dan material maka kekuatan pendongkrak pengembangan bank syariah ini hanya diharapkan dari pemerintah khususnya Menteri Keuangan dan Menteri BUMN. Jika mereka menyadari korelasi positif dari misi dan kinerja banksyariah ini dengan tugas misi dan fungsi pemerintah untuk kesejahteraan rakyat melalui kebijakan pro-growth, pro-job, pro poor, mestinya Pemerintah harus sudah all out dan mengeluarkan semua jurus jitunya untuk memberikan peluang yang semakin besar terhadap bank syariah ini melalui: (1) mengkonversi sebhagaian (misalnya BRI dan BTINf kalau tidak bisa dikatakan semua bank BUMN konvensional menjadi bank syariah. Jika ini terjadi maka sebahagain besar fungsi pemerintah akan dilaksanakan oleh bank BUMN. (2) mengarahkan berbagai kebijakan pemerintah untuk mendorong perbankan syariah msialnya memerikan tax holiday, insentive pajak kepada bank syariah akrena fungsinya yang besar dalam pro poor dan kebijakan CSR efektif lainnya (3) mengutamakan bank syariah sebagai tempat menyimpan dan menyalurkan dana dana nya (seperti setoran ONH, APBN dan lain sebagainya kepada bank syariah. Dengan kebijakan ini saya yakin Pemilu 2009 akan lebih am an bagi elite sekarang ini dibandingkan jika tidak melakukan sesuatu.

Sumber : http://majalahekonomisyariah.com

Welcome To Undang-Undang Perbankan Syariah Dan Strategi Percepatan Pertumbuhan Bank Syariah


Dengan disahkannya RUU Perbankan Syariah menjadi UU Perbankan syariah; berarti kini perbankan syariah memiliki payung hukum yang selama ini didamba. Begitu juga dengan hadirnya UU SBSN maka diharapkan akan menarik para investor asing, terutama investor Timur Tengah untuk berinvestasi di Indonesia.

Hadirnya UU Perbankan Syariah sangat diharapkan dapat memacu denyut perekonomian nasional, dan kontribusi dalam mengentaskan kemiskinan, kesejahteraan rakyat, serta membuka lapangan kerja ditambah lagi UU Perbankan Syariah memperkuat fundamen hukum perbankan syariah sehingga bisa setara dengan bank konvensional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Siti Fadjrijah mengungkapkan, dengan disahkannya RUU perbankan syariah menjadi Undang-Undang Perbankan Syariah maka target pangsa pasar perbankan syariah sebesar lima persen pada 2010 dapat tercapai. Hingga saat ini aset perbankan syariah hanya 1,7 persen dari total aset perbankan nasional atau sekitar Rp 40 triliun. UU Surat Sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dinilai berpotensi untuk menggantikan Surat Utang Negara (SUN) konvensional sebagai instrumen defisit anggaran pemerintah.

Hal ini terlihat dalam mekanisme underlying asset, perhitungan bagi hasil dan proyek-proyek yang akan dibiayai. Sebaliknya, SUN konvensional cenderung tidak transparan dan cenderung spekulatif. Untuk mencapai target 5 persen pada 2010, Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah menyatakan aset perbankan syariah harus mencapai sekitar Rp 90 triliun. Dengan asumsi inilah dapat menjadi relevansi prospektus perbankan syariah, dengan asumsi dan langkah-langkah akselerasi maka pertumbuhan asset, DPK dan pembiayaan industri perbankan tahun 2008 diproyeksikan akan mencapai volume asset, DPK dan pembiayaan sesuai program akselerasi yaitu masing-masing sebesar Rp. 91,6 triliun, Rp. 73,3 triliun dan Rp. 68,9 triliun.

Percapaian share asset perbankan syariah sebesar 5 % merupakan anchor yang seyogianya menjadi semangat semua pihak, untuk bekerja keras dan berkontribusi secara lebih konkret. Mengenai perkembangan komposisi pembiayaan didominasi oleh pembiayaan berbasis murabahah (57,6%), namun share pembiayaan berbasis bagi hasil terus meningkat. Secara konkret langkah-langkah percepatan pertumbuhan bank syariah tertuang dalam API dan Blueprint perkembangan perbankan syariah serta jangka pendek dalam program akselerasi 2007-2008 dengan selalu berorentasi kepada SDM baik di BI maupun di industri bank syariah, peningkatan efektivitas dan kualitas pengawasan perbankan syariah, penyempurnaan approach sosialisasi perbankan syariah agar sesuai dengan target pasar, peningkatan kualitas service dan jaringan pada bank syariah, ditambah lagi dengan upaya mendorong bank syariah agar lebih inovatif dalam menjual produk dan jasa bank baru dan lebih market friendly.

Perkembangan peluang bisnis pasca UU Perbankan syariah adalah orientasinya meningkatkan minat investor dalam maupun luar negeri yang akan masuk dalam industri perbankan syariah, untuk itulah perlu meningkatkan kepastian hukum transaksi perbankan syariah di Indonesia.

Dengan munculnya sentra-sentra ekonomi berbasis syariah antara lain perbankan syariah, BMT, asuransi syariah, pengadilan syariah, koperasi syariah, pasar modal syariah, MLM syariah, dan seterusnya; otomotis memerlukan upaya keras untuk memunculkan konsep universal mengenai sistem ekonomi islam secara utuh dan komperhensif yang akan memayungi sentra-sentra ekonomi berbasis syariah.

Perbankan syariah di Indonesia akhirnya mendapat payung hukum setelah DPR . menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) perbankan syariah dalam rapat kerja, sembilan fraksi menyatakan setuju agar RUU ini disahkan dalam rapat paripurna. Undang-Undang Perbankan Syariah dengan draft final rancangan undang-undangini berisi 13 bab dan 70 pasal. Jumlah pasal berkurang dari draft awal sebanyak 15 bab dan 75 pasal. Menepis Ketidakpastian Adanya ketidakpastian hukum melahirkan kekhawatiran otoritas moneter kita tentang keengganan investor asing datang ke Indonesia. Kesan inilah yang pada gilirannnya melahirkan nuansa Islamphobia yang tidak semestinya hadir ditengah pengesahaan RUU Perbankan Syariah, dan yang paling penting saat ini adalah bagaimana bangsa Indonesia menyambut dengan positif, notabene harus dapat menepis Adanya kekeliruan interpretasi publik pada pasal tertentu RUU Syariah.

Beberapa point penting undang-undang Perbankan Syariah ini salah satunya adalah memberikan kewenangan pembinaan dan pengawasan perbankan syariah kepada Bank Indonesia. Kewenangan pengawasan dan kepatuhan juga dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang direpresentasikan Dewan Pengawas Syariah yang wajib dibentuk pada masing-masing bank syariah dan unit usaha syariah bank umum konvensional. Prospek perbankan syariah ke depannya sangat cerah, apalagi mengingat pangsa pasarnya yang sangat besar. Kekuatan yang dimiliki bank syariah sampai akhir 2007, menurut laporan Bank Indonesia adalah tiga bank umum syariah (BUS), 26 UUS (unit usaha syariah), 26 UUS (unit usaha syariah), dan 114 BPRS. Dengan kekuatan ini perbangkan syariah berhasil membukukan 2,8 juta rekening nasabah, sedangkan volume usaha bank syariah hingga akhir 2007 baru mencapai Rp. 36,5 triliun atau sekitar 1,8 persen dari aset perbankan nasional. Sehingga wajar jika kemudian banyak bank-bank konvensional yang membuka cabang syariah secara langsung maupun melalui konversi cabang-cabang Beberapa point penting undang-undang Perbankan Syariah ini salah satunya adalah memberikan kewenangan pembinaan dan pengawasan perbankan syariah kepada Bank Indonesia. Kewenangan pengawasan dan kepatuhan juga dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang direpresentasikan Dewan Pengawas Syariah yang wajib dibentuk pada masing-masing bank syariah dan unit usa ha syariah bank umum konvensional.

Prospek perbankan syariah ke depannya sangat cerah, apalagi mengingat pangsa pasarnya yang sangat besar. Kekuatan yang dimiliki bank syariah sampai akhir 2007, menurut laporan Bank Indonesia adalah tiga bank umum syariah (BUS), 26 UUS (unit usaha syariah), 26 UUS (unit usaha syariah), dan 114 BPRS. Dengan kekuatan ini perbangkan syariah berhasil membukukan 2,8 juta rekening nasabah, sedangkan volume usaha bank syariah hingga akhir 2007 baru mencapai Rp. 36,5 triliun atau sekitar 1,8 persen dari aset perbankan nasional. Sehingga wajar jika kemudian banyak bank-bank konvensional yang membuka cabang syariah secara langsung maupun melalui konversi cabang-cabang cabang syariah secara langsung maupun melaluikonversi cabang konvensionalnya menjadi cabang syariah. Tentu saja, kondisi saat ini membutuhkan adanya dukungan yang kuat dari berbagai pihak agar sistem ekonomi berdasarkan syariah Islamiyah dapat terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Perkembangan perbankan syariah ini merupakan sebuah fenomena yang sangat menarik dan unik, karena fenomena ini terjadi justru di saat kondisi perekonomian nasional berada pada keadaan yang mengkhawatirkan.Di tengah ketidakstabilan ekonomi saat ini dan masih kurangnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi moneter, bank syariah tetap dapat mampu berdiri tegak di tengah berbagai terpaan rintangan dan persaingan yang terjadi. Potensi yang besar tersebut, harus memacu institusi perbankan syariah sendiri untuk lebih kreatif, inovatif, dan teroganisir dengan profesional. Tantangan saat ini adalah sejauhmana pelaku perbankan syariah bisa memformulasikan kegiatan­kegiatan dalam membangun perekonomian nasioanal setelah mendapat payung hukum.

Bank syariah diharapkan mampu menjawab segala harapan dan optimisme akan pentingnya sistem Islam diterapkan dalam dunia perbankan. UU Perbankan Syariah dalam pasal 55 diatur:

  1. Penyelesaian sengketa Perbankan Syariah dilakukan oleh pengadilan daalm lingkup peradilan agama.
  2. Dalam hal para pihak telah memperjanjikan penyelesaian sengketa selain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), penyelesaian sengketa dilakukan sesuai dengan akad.Dalam penjelasan pasal 55 tsb dijelaskan bahwa yg dimaksud dengan ‘penyelesaian sengketa dilakukan sesuai dengan isi akad” adalah upaya sbb: (a) musyawarah. (b) mediasi perbankan. (c) melalui Basyarnas. (d) melalui pengadilan dalam lingkup peradilan umum.

Perbankan Syariah Dan UU Terkait

  1. UU No. 7/1992 & No. 10/ 1998 Tentang Perbankan
  2. UU No. 23/ 1999 Tentang Bank Indonesia
  3. UU No. 24/ 2004 Tentang Lembaga Penjamin
  4. UU No. 3/ 2006 Tentang Perseorangan Terbatas
  5. UU No. 40/ 2007 Tentang Perseroan Terbatas
  6. UU No. 38/ 1999 Tentang Pengelolaan Zakat 7.UU No. 19/ 2008 Tentang SBSN 8.UU & PP Perpajakan, Pertanahan, Pembiayaan DLL 9.UU Perbankan Syariah

Cara Gila Menjadi Pebisnis


Cara Gila Menjadi Pebisnis Cara Gila Jadi Pebisnis

Judul             : 10 Jurus Terlarang (Kok Masih Mau Bisnis Cara Biasa?)
Pengarang      : Ippho Santosa
Penerbit       : Elex Media Komputindo
Tahun            : 2007
Tebal             : xii + 145

Untuk maju dalam bisnis atau kegiatan apa pun, tidak jarang kita membutuhkan ide-ide sekaligus tindakan ‘gila.’ Kegilaan yang lepas dari standar baku sebuah proses usaha. Tak jarang kemajuan diperoleh dari cara-cara yang tidak biasa. Nah, dalam bukunya berjudul 10 Jurus Terlarang (Kok Masih Mau Bisnis Cara Biasa?), Ippho Santosa mengajak para pebisnis berani mengeksplorasi jalan-jalan bisnis alternatif yang tidak monoton alias biasa-biasa saja. 10 jurus yang Ippho tawarkan dalam buku ini menjadi semacam reminder bagi mereka yang mau dan sedang menjalani bisnis. Dengan cara bertutur yang sangat personal, bahasa yang renyah dibaca, nukilan-nukilan para maestro bisnis, Ippho menyajikan satu bacaan yang enak sekaligus kental gizinya. Banyak orang berbisnis dengan berbekal ragam teori. Tapi, tanpa kreativitas dari pebisnis, bisnisnya tidak bakal berkembang. Apalagi dunia kontemporer menyuguhkan kejutan-kejutan baru dan ketidakpastian. Oleh karenanya, diperlukan inovasi, kreativitas, dan terobosan-terobosan baru dalam memutar roda bisnis bila tidak ingin bisnisnya berakhir dengan kehancuran atau pailit. Jurus pertama, memulai dengan yang kanan. Ippho mengajak pembaca mengoptimalkan peran otak kanan. Pakar psikologi Daniel Goleman hemisfer otak kanan merupakan otak emosional. Ini terkait dengan kecerdasan emosional (EQ) dan dekat dengan daya intuitif, kreatif, dan ekstensif. Sementara, otak kiri merupakan otak rasional yang memuat daya analisis, kalkulasi, dan perincian. Mayoritas orang kuat otak kirinya. Sementara, mereka yang kuat otak kanannya boleh dibilang minoritas. Justru di dalam suatu yang tidak mengikuti arus besar (mainstream) inilah ‘kegilaan’ itu berada. Seorang pebisnis yang visioner berani menggunakan intuisinya. Sering terjadi petunjuk-petunjuk bisnis di pasar tidak komplit. Intuisi sangat berperan di sini. Selain itu, kreativitas menjadi penting. Guru pemasaran Philip Kotler mengakui ampuhnya kreativitas dalam marketing jeniusnya. Terakhir, satu kemampuan otak kanan adalah berpikir meluas. Seorang pebisnis butuh gambaran meluas tentang bisnisnya, impiannya, dan visinya. Jurus kedua, keberanian memiliki impian dan mengeksekusinya dalam tindakan. Ippho memaparkan beberapa teladan bisnis-bisnis maupun penemuan besar yang lahir dari sebuah impian. Sebut saja Walt Disney dengan Disneyland, Einstein dengan Teori Relativitasnya, Wright bersaudara dengan khayalan pesawat terbangnya. Tapi, impian akan tinggal impian bila tidak ada aksi. Untuk itu, Ippho membuat rumusan DNA, dream and action. Jurus ketiga, terjun seperti rollercoaster. Ippho mengajak orang menyiasati kegagalan. Pebisnis tidak akan maju jika tidak berani gagal. Kegagalan itu bumbu dalam bisnis. Donald Thrump dan Robert Kiyosaki pernah pailit. Tapi, mereka cukup ‘keras kepala’ untuk meratapi kegagalan. Layaknya rollercoaster, bisnis mereka harus kembali naik. Jurus keempat, berdamai dengan badai. Sering kali orang menemukan kelemahan dalam bisnisnya dan ia cenderung memilih meratapi ketimbang bangkit. John Foppe, seorang yang dilahirkan dalam keadaan tidak berlengan mampu mengatasi kelemahannya. Ia mampu mengendarai mobil pada usia 16 tahun. Kini, ia populer sebagai motivator kawakan di Zig Ziglar Corporation. Kuncinya tak lain adalah passion. Jurus kelima, duduk sama rendah. Semangat kebersamaan dan kerjasama tim jadi penting dalam bisnis. Ippho menyebutnya dengan team in love. Cinta (love) di sini diurai berdasarkan opini Sigmund Freud yang membagi cinta dalam 4 unsur, yakni hormat (respect), perhatian (care), tanggung jawab (responsibility), dan pengetahuan (knowledge). Empat unsur ini penting dimiliki oleh seorang pebisnis. Jurus keenam, gantilah gelar dan jabatan. Personal branding sangat penting dalam membuka relasi bisnis. Caranya bisa sangat nyentrik. Ippho memberi tips cara gila membuat gelar. Termasuk cara gila memanfaatkan dan menebar kartu nama untuk membangun jejaring bisnis. Tom Peters berpendapat kartu nama itu tak ubahnya seperti kemasan. Sedikit banyak dapat menentukan apakah produk layak dipercaya atau tidak. Satu lagi, Ippho mengajak bagaimana secara gila menyapa pelanggan agar bisa ‘terbuai’ pada tujuan bisnis kita. Jurus ketujuh, masuk surga paling dulu. Dengan judul lucu ini, Ippho mau mengajak orang bermental pengusaha maupun pemimpin. Seorang pengusaha akan membuka peluang kerja. Seorang pemimpin yang bijak akan menciptakan pemimpin di bawahnya. Dengan begitu, pondasi bisnis akan semakin kokoh. Ippho juga menawarkan satu cara gila bagaimana pembeli bisa mengejar-ngejar penjual. Sebuah cara gila yang membuat rejeki datang menghampiri kita dan bukan kita yang susah payah mencari rejeki. Jurus kedelapan, membiarkan kudeta. Dalam jurus ini, Ippho memberi cara gila membuat merek punya nilai komersial. Bahkan, pada taraf tertentu, membiarkan konsumen sendirilah yang ‘membajak’ merek tersebut. Menyitir gagasan kontroversial Alex Wipperfurth dalam Brand Hijack: Marketing without Marketing. Baginya, merek adalah kanvas kosong. Konsumen dibiarkan mewarnainya. Bahkan, ‘membajak’ merek tersebut (brand hijack). Aplikasinya, bagaiman para pelanggan loyal membentuk sebuah komunitas merek dan mereka merekrut semakin banyak anggota lagi. Jurus kesembilan, mewaspadai zaman Edan. Ippho menekankan pentingnya pandangan positif pada zaman yang berubah dengan cepat. Ia menangkap ada 5 tren bisnis kontemporer, yakni pursuit spirituality, social marketing, people power, pursuit of simplicity, dan positivity insurection. Pada saat ini, pebisnis pun mulai menggali inspirasi bisnis dari sumber-sumber spiritual. Pebisnis juga mulai memperhatikan isu-isu ekologi dan sosial kemasyarakatan dalam kebijakan bisnisnya. Konsumen punya daya pengaruh kuat. Konsumen menginginkan produk-produk yang mengusung kepraktisan. Para pebisnis mulai berfokus pada apa yang bisa dikendalikan di tengah dunia serba krisis ini. Jurus kesepuluh, mati dengan tenang. Bisnis tidak hanya perkara mengeruk keuntungan. Ippho mengajak pebisnis untuk membuka diri pada kepedulian sosial dengan passion dan compassion. Intinya, bagaimana para pebisnis juga memerhatikan etika dalam bisnis. Berbisnis dengan hati (conscience) sekaligus berbisnis dengan hati-hati (cautiousness). Nah, ide-ide yang tersebar di buku Ippho ini mungkin boleh dibilang tidak baru. Tapi, satu kelebihan Ippho adalah mampu menyajikan ide-ide kreatif dan bahkan kontroversial dalam satu lanskap yang memudahkan pembaca mampu membaca ide-ide itu dalam satu rangkaian utuh. Apalagi Ippho mampu memberi contoh kasus yang kontekstual dengan persoalan lokal. Gaya penuturan yang amat personal membuat pembaca seperti berbincang-bincang dengan Ippho sendiri. Bagi pebisnis, buku ini seperti sebuah ‘camilan’ bergizi yang layak dikonsumsi. Renyah dan menyehatkan.

Crowd: Sebuah Pengantar Bagi Revolusi Dunia Pemasaran


Apakah Anda sudah membaca buku “Crowd”, yang ditulis oleh Yuswohady? Sebagai pemasar Indonesia mungkin banyak dari Anda yang sudah membacanya. Buku ini berdasarkan klaim penulisnya langsung ludes saat pertama kali diluncurkan saat Marplus Conference 2008 di Ritz Carlton Pacific Place. Buku ini layak untuk dicermati dan dibaca, sebagai pengantar bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai konsep New Wave Marketing yang didengungkan oleh Hermawan Kertajaya. Intinya adalah saat ini pemasaran itu harus bersifat horisontal. Pemasar harus lebih banyak berdialog dan berinteraksi dengan konsumennya. Konsumen tidak bisa lagi disegmentasi dan dipaksa mengikuti segmentasi itu. Tapi justru pemasar yang harus bisa menciptakan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen, yang terbentuk dalam komunitas-komunitas tertentu. Pemasar harus lebih pintar memanfaatkan komunitas sebagai mesin word of mouth yang menjadi pendorong meningkatkan penjualan. Banyak kasus-kasus menarik yang diangkat dalam buku ini, misalnya KFC, Polygon, kemudian Yaris dll. Lalu yang dari luar negeri misalnya bagaimana Strabucks dan juga Mountain Dew melibatkan konsumennya untuk memilih dan memberikan ide apa tha sebenarnya yang inginkan dari sebuah produk. Kata Yuswohady, konsumen sekarang sudah benar-benar emosional. Sebuah produk bukan hanya harus menawarkan kualitas terbaik, tetapi juga harus menyentuh sisi emosional mereka. Ini sangat masuk akal, ketika pilihan semakin banyak, akses informasi begitu berlimpah. Maka hanya produk-produk yang menawarkan sebuah pengalaman yang mengesankan bagi konsumen yang akan menarik minat, kalo istilah ABG sekarang, pokoknya yang “gue banget” deh…. Satu lagi catatan menarik dari buku ini. Buku ini bukan hanya menandai revolusi dalam dunia pemasaran, dengan new wave marketing yang lebih banyak menggunakan aktivitas di dunia online. Pengaruh gaya menulis di dunia online pun, telah mewabah dalam penulisan buku ini. Coba Anda rasakan sendiri, bagaimana gaya menulisnya menjadi lebih gaul dan centil. Sesuatu yang tidak mengherankan, karena sekarang orang terbiasa dengan membaca tulisan di blog, yang lebih kasual, dan menggunakan bahasa percakapan sehari-hari. Kalau Anda membaca buku Beyond Buzz, maka Anda akan mengerti mengapa Yiuswohady pun tampak harus belajar menjadi lebih genit dalam menulis.

Sumber : http://www.marketing.co.id/

TEKNIK MEMERINTAH BAWAHAN


Apabila rencana telah tersusun dengan baik, struktur organsiasi sudah ditetapkan dan posisi atau jabatan dalam sturktur organisasi sudah diisi, berkewajibanlah pimpinan untuk menggerakan bawahannya, memutar roda mesin perushaan agar apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat terrealisasikan dengan baik.

Salah satunya adalah memberikan komando kepada bawahan dan pimpinan adalah orang yang menghasilkan seusatu melalui bawahanya. Bawahan hanya menghasilkan sesuatu yang diinginkan atasannya.

Tujuan pemberian perintah benar untuk merelasiasikan tujaun perintah, sehingga atasan yang memeberikan perintah harus memahami sunguh-sungguh apa yang enjadi tujuan printah. tujuan atasan adlah mengkoordinasikan kegiatan bawahan, agar kegiatan masing bawahan mengarah pada satu tujuan dan pemberina perintah itu juga semakin membuat hubungan emosi antara pimpinan dan bawahan semakin positif selain didilamnya bertujuan memdidik dan mengkaderkan bawahanya sehingga setiap perintah harus berhubngan dengan pengawasan sebagaimana bahasan diatas.

Definisi perintah itu sendiri adalah instruksi resmi dari seorang atasan kepada bawahan untk mengerjakan atau untuk tidak melakukan sesuatu guna merealisasikan tujuan perusahaan.

Dalam perintah itu ada empat unsur penting yaitu intruksi resmi, dari atasan kebawahan, mengerjakan atau tidak mengerjakan dan realisasi tujuan dan perintahpun termasuk bagian dari komunikasi didalamnya harus ada nilai positif yang melahirkan respect bawahan terhadap atasan seperti melalui pertemuan, berbicara langsung melalui telephon, mengirim surat atau email, berbicara langsung, pemberian laporan, pemberian petunjuk dan pemberian perintah.

Jenis perintah bisa berupa lisan maupun tulisan. Perintah bisa denga lisan apabila tugas yang diperinahkan itu tugas sederhana dan darurat, bawahnpun sudah pernah mengerjakan perintah sebelumnya dan selesai tepat waktu dan apabila ada kekeliruan tidak mengakibatkan persoalan besar. berbeda dengan perintah tertulis yang secara positif dapat mudah diperiksa kebenarannya, bawahan secara resmi bertanggungjawab dan sebagai standarisasi perintah dalam manajemen lini.

Perinsip perintah haruslah jelas intruksi dan petunjuk pelaksanaanya, perintah harus satu persatu biar bawahan tidak bingung untuk skala prioritas, diungkapkan secara positif dan kepada orang yang tepat diiringi dengan motivasi, reward dan evaluasi pelaporan sehingga akan terjalin hubungan baik antara atasan dengan bawahan.

Teknik memberi perintah


Apabila rencana telah tesususn dengfan baik, struktur organsiasi sudah ditetapkan dan posisi atau jabatan dalam sturktr organisasi sudah diisi, berkewajibanlah pimpinan untuk menggerakan bawahannya, memutar roda mesin perushaan agar apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat terrealisasikan dengan baik. Salah satunya adalah memberikan komando kepada bawahan dan pimpinan adalah orang yang menghasilkan seusatu melalui bawahanya. bawahan hanya menghasilkan sesuatu yang diinginkan atasannya. tujuan pemberian perintah benar untuk merelasiasikan tujaun perintah, sehingga atasan yang memeberikan perintah harus memahami sunguh-sungguh apa yang enjadi tujuan printah. tujuan atasan adlah mengkoordinasikan kegiatan bawahan, agar kegiatan masing bawahan mengarah pada satu tujuan dan pemberina perintah itu juga semakin membuat hubngan emosi antara pimpinan dan bawahan semakin positif selain didilamnya bertujuan memdidik dan mengkaderkan bawahanya sehingga setiap perintah harus berhubngan dengan pengawasan sebagaimana

Fungsi pengawasan dalam organisasi


Sering kita mendengar bahwa karyawan sangat tergopoh-gopoh  kalau ada inspeksi mendadak oleh boss besar mereka, sehingga mereka belum sediktpun mempersiapkan diri untuk memperbaiki dan melaporkan seluruh pekerjaanya.

Pengawasan adalah salah satu fungsi dari seorang pemimpin, tapi seorang pemimpin harus memahami arti dan  tujuan pengawasan.  George R. Tery (2006:395) mengartikan control is to determine what is complished, evaluate it and apply corrective measures, if need, to insure result in keeping with the plan (Pengawasan  adalah mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu, menerapkan tidankan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan). Henry Fayol mengatakan control consist in verifying whwther everything occure in conformity with the plan adopted, the instruction issued and principles established. Sedang Newman mengartikan control is assurance that the performance conform to plan.

Dari batasan diatas control bisa disimpulakan sebagai suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang sudh dilaksnakan, menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud upaya pelaksnaan pekejaan sesuai dengan rncna semula. Pengawasan kaitannya dengan mengidentifikasi komitmen terhadap tindakan yang ditunjukan untuk hasil masa yang akan datang. sehingga pengawasan dilaksanakan untuk mengusahakan agar komitmen tersbut dilaksanakan.

PRINSIP PENGAWASAN.

Intinya : memastikan  pelaksanaan pekerjaan sesuai rencana, sehingga harus ada perencanaan tertentu dan intruksi dan wewnang kepada bawahan kita. Prinsip lainnya adalah harus mengrefleksikan sifat-sifat dan kebutuhan dari aktifitas yang harus dievaluasi, dapat dengan segera melaporkan penyimpangan-penyimpangan, fleksibel, dapt merefleksikan pola organisasi, ekonomis, dpat dimengerti dan dapat menjamin diadkannya tidnakan korektif.

Promosi idelogis dalam pendidikan


Promosi didunia pendidikan mungkin tidak segemebyar di perusahaan dengan pertimbangan biaya dan tentu saja mencari alternatif promosi yang efektif dan tidak boros.

Namun lebih efektif dengan terlebih dulu mempertimbangan Need dan want customer, selain faktor yang tidak terlalu diperhitungkan  adalah faktor ideologi, karena sekolah adalah menjual respek ideologis-humanitis  selain kualitas pelayanan. Setuju atau tidak itulah permasalahan.

Contoh sebagian sekolah Muhammadiyah di Jawa barat kurang begitu berkembang dibandingkan dengan sekolah di Jawa tengah dan yogyakarta, baru dugaan lebih terbentur dengan ideologi dibanding dengan kualitas. sehingga begitu sulitnya untuk menghimpun siswa setiap tahun ajaran baru dan kebanyakan anak kader muhammadiyah atau para simpatisan. Berbeda label Muhammadiyah dihilangkan tapi sistem kurikulum masih memakai ciri khas Muhammadiyah ternyata berkembang sangat pesat.

Baru asumsi pengaruh ideologi terhadap respek customer Sehingga dapat mempengaruhi karakter pemilihan sekolah, tapi peralihan dari fase tradisional  setempat yang masih terlalu masip ternyata secara perlahan menepiskan pengaruh ideologis terhadap pemilihan sebuah jasa atau produk, padahal perbedaan  ideologis  semakin tidak terlihat lagi. Jadi Ketakutan akan ideologis “mengmuhammadiyahkan siswa” tidak terbukti dan ternyata lulusannya-pu tidak terlihat secara langsung menjadi kader muhammadiyah secara struktural.

Kita lupakan sejenak kultur ideologi tapi itu hanya salah satu penghambat dalam promosi, tapi ternyata promosi yang epektif berasal dari peserta didik itu sendiri dalam bentuk pelayanan yang maksimal dari stakhoulder sekolah selain penekanan disiplin yang membuat nyaman peserta didik sehingga tercipta ‘fun learning’ atau kita bisa meniru SDIT atau SMPIT yang dikembangkan kader PKS dengan memperkuat jaringan internal kader yang menjadi market-nya sehingga memudahkan dalam menata promosi dengan lebih baik sehingga terlihat lebih disiplin dengan menonjol unsur keunggulan pada bidang religi-nya seperti hapalan Al-Qur’an 3 juz dan displin ibadah yang positif dengan plus  kurikulum berbasis alam dimana siswa berdekatan langsung dengan alam sehingga bisa melatih unsur motorik yang terkadang tidak berimbang dengan kondisi internal siswa didik, dimana sekolah lebih menekankan pada unsur kognitif dan apketif saja.

Ringkasnya promosi sekolah bisa dilakukan melalui :

  • Promosi sekolah lebih efektif lagi dengan menata keharmonisan hubungan dengan karakter budaya masyarakat karena yang sekolah tawarkan pada masyarakat adalah unsur manusianya yang unik dan penuh karakteristik sehingga penanganan promosi sekolah harus menata hubungan yang menciptakan branch image yang bisa meyakinkan orang tua siswa berupa garansi yang diberikan sebagai point quality.
  • Media yang saat ini mesti dicoba adalah promosi melalui website sederhana  sebagai media promosi dan sebenarnya tidak begitu mahal bahkan bisa gratis seperti penggunaan wordpress.com, multiply.com ataupun situs blogger yang cukup terkenal dikalangan para blog walking.
  • promosi harus bisa menciptakan kedekatan antara sekolah dengan siswa sesuai dengan kebutuhan dasar anak didik, termasuk kualitas guru perlu teruji.
  • Nilai unggul dalam pelayanan pendidikan sebagai hal yang sering dikejar orang tua siswa selain disiplin dan beban materi yang padat-pun tidak menyurutkan usaha orang tua siswa yang menginginkan adanya pendidikan yang sesuai secara ideologis dan dari segi kemampuan sekolah untuk menciptak kultur yang sesuai dengan keinginan masyarakat.

Penelitian Sebuah Langkah


Perkembangan Skripsi, Tesis, Disertasi dan Karya Ilmiah Berbagai Universitas Negeri dan Swasta di Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa paragraf yang saya temukan waktu baca-baca artikel dari internet. Menggelitik sekali! Namun memang kenyataannya sering kali terjadi dan beginner sering kali terjebak dalam kondisi seperti di bawah ini:

Hal yang sering terlupakan oleh mahasiswa adalah audience atau pembaca dari tulisannya. Strategi penulisan akan berbeda jika yang membaca adalah orang yang mengerti teknis (dosen, insinyur, teknisi) dan orang yang kurang mengerti teknis (umum). Thesis atau laporan tugas akhir ditujukan kepada orang yang mengerti teknis. Untuk itu isi dari laporan biasanya lebih teknis. Bahasa yang digunakan untuk menjelaskan harus pas. Jika anda menganggap bahwa pembaca seorang yang bodoh, maka pembaca akan merasa terhina (insulted).

Coba pikirkan penjelasan kalimat di bawah ini. Mari kita misalkan biaya produksi dari perangkat ini dengan bakso. Jika satu mangkok baso harganya 3000 rupiah, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli 1000 mangkok baso.

Bandingkan dengan kalimat di bawah ini.

Mari kita gunakan variabel x sebagai jumlah unit yang akan diproduksi. Biaya produksi sebuah unit adalah 3000 rupiah. Maka biaya produksi 1000 unit adalah 1000x.

Dengan menggunakan permisalan mangkok baso, maka anda telah menghina intelektual pembaca! Tentunya contoh di atas terlalu ekstrim. Kasus yang terjadi tidak se-ekstrim itu namun mendekati. Misalnya, di bidang saya (bidang digital), tidak usah menjelaskan Boolean logic pada bagian pendahuluan dari thesis anda. Anda hanya akan menghabiskan tempat dan menghina pembaca pada saat yang bersamaan. Di satu sisi yang lain, ada juga mahasiswa yang menulis dengan sangat kompleks sehingga justru sulit dimengerti. Mungkin dalam pikirannya adalah ilmu dan teknologi itu secara prinsip harus sulit, sehingga penjelasannya pun harus sulit dimengerti. Penulis yang baik adalah penulis yang dapat menjelaskan sesuatu yang sulit dengan cara yang sederhana sehingga mudah dimengerti. Tentunya hal ini dilakukan dengan tanpa merendahkan intelektual pembaca.

Mencari Referensi (Super EXPRESS..!)


Memanfaatkan Ensiklopedia dan Kamus

Hampir setiap perguruan tinggi memiliki perpustakaan online yang berisi database. Database tersebut biasa digunakan untuk menemukan berbagai subyek ensiklopedia pada beberapa topik. Memanfaatkan fasilitas tersebut dalam mencari informasi yang berkaitan dengan membangun latar belakang penelitian akan sangat membantu sekali. Anda tinggal memastikan dan membatasi pencarian.

Kalau tidak kampus peneliti yang bersangkutan tidak ada, bisa juga memanfaatkan perpustakaan online (baik yang umum atau khusus).

Memanfaatkan Bibliography

Banyak orang membaca buku/artikel hanya bagian depan (daftar isi), kemudian melanjutkan dengan membaca sehubungan dengannya. Padahal bagian belakang adalah bagian yang tidak kalah pentingnya.

Bagian tersebut adalah references dan bibliography. Andaikan anda seorang reseacher, sangat penting untuk tidak melewatkan dua hal tersebut. Mengetahui isi bacaan buku, kemudian meneruskan dengan mengetahui dasar pengambilan akan memicu Anda untuk membaca artikel atau buku lain yang berkaitan dengan isi bacaan anda. Anda bisa meng-generate sejumlah besar reference hanya dengan mendapatkan satu artikel..

  1. Membaca beberapa informasi latar belakang dan berbagai catatan referensi yang bermanfaat sebagai bahan (seperti buku, jurnal atau majalah). Dan Lihatlah daftar bibliografi yang ada di akhir artikel. Bahan tersebut sangat membantu dalam memulai penelitian lebih lanjut.
  2. Kalau anda menjumpai suatu judul/kode buku, cobalah manfaatkan sebagai kata kunci untuk mencari di internet.
  3. Setiap buku atau artikel masing-masing mempunyai bibliography sendiri-sendiri. Periksa dan manfaatkan yang berkaitan penelitian Anda.

Dengan menggunakan teknik di atas pada bibliography, Anda dan meng-generate sejumlah besar buku dan artikel pada topic yang berkaitan dengan penelitian Anda secara bijaksana. Sangat menghemat waktu Anda.

Sekali Anda mendapat artikel berbentuk pdf yang sesuai dengan topik penelitian Anda, pastikan Anda juga membaca reference dan bibliography… di sana terdapat harta karun yang sering terlewatkan. inilah yang saya maksud dengan super express

Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah


Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan dan perujukan, perizinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data atau informan.

Dalam penulisan karya ilmiah, penulis harus secara jujur menyebutkan rujukan terhadap bahan atau pikiran yang diambil dari sumber lain. Pemakaian bahan atau pikiran dari suatu sumber atau orang lain yang tidak disertai dengan rujukan dapat diidentikkan dengan pencurian.

Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat. Plagiat merupakan tindak kecurangan yang berupa pengambilan tulisan atau pemikiran orang lain yang diaku sebagai hasil tulisan atau hasil pemikirannya sendiri. Oleh karena itu, penulis skripsi, tesis, dan disertasi wajib membuat dan mencantumkan penyataan dalam skripsi, tesis atau disertasinya bahwa karyanya itu bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pemikiran orang lain.

Dalam menulis karya ilmiah, rujuk-merujuk dan kutip-mengutip merupakan kegiatan yang tidak dapat dihindari. Kegiatan ini amat dianjurkan, karena perujukan dan pengutipan akan membantu perkembangan ilmu.

Dalam menggunakan bahan dari suatu sumber (misalnya instrumen, bagan, gambar, dan tabel), penulis wajib meminta ijin kepada pemilik bahan tersebut. Permintaan ijin dilakukan secara tertulis. Jika pemilik bahan tidak dapat dijangkau, penulis harus menyebutkan sumbernya dengan menjelaskan apakah bahan tersebut diambil secara utuh, diambil sebagian, dimodifikasi, atau dikembangkan. Biasanya, sehubungan dengan hal ini, Rektor masing-masing universitas telah menerbitkan Surat Keputusan tentang Pedoman Pembinaan dan Pelaksanaan Hak Cipta yang bisa menjadi pembelajaran buat para peneliti.

Nama sumber data atau informan, terutama dalam penelitian kualitatif, tidak boleh dicantumkan apabila pencantuman nama tersebut dapat merugikan sumber data atau informan. Sebagai gantinya, nama sumber data atau informan dinyatakan dalam bentuk kode atau nama samaran.

Setelah bagian Pendahuluan ini akan diuraikan secara berturut-turut tentang skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, kajian pustaka, dan hasil kerja pengembangan (projek). Pada bagian ketiga akan dibahas secara rinci mengenai artikel, makalah, dan laporan penelitian. Selanjutnya, pada bagian akhir pedoman ini akan dipaparkan secara berturut-turut: sistematika penulisan, cara merujuk dan menulis daftar rujukan, label dan gambar, bahasa dan tanda baca, serta pencetakan dan penjilidan.

Sejarah Asal Research


Salah satu sifat manusia yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa adalah sifat ingin tahu. Sejak kecil, dengan dilengkapi kepandaian menggunakan tangan dan kakinya, ia berusaha ingin tahu segala sesuatu yang ada di sekitar dan lingkungan tempat tinggalnya.

SImageemakin tumbuh dewasa dan berkembang kepandaiannya melalui pendidikan orang tuanya, semakin besar keingintahuannya. Dan segala sesuatu yang ingin diketahuinya adalah yang lebih rumit dan tentu saja memerlukan penguasaan berpikir dan berbahasa yang semakin rumit pula. Seringkali keingintahuannya tersebut dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Dan setiap pertanyaan atau permasalahan itu ia mengharapkan jawaban atau pemecahan. Maka sifat manusia lainnya yang dianugerahkan adalah usaha untuk mengetahui jawaban atau memperoleh pemecahan masalah. Dan tentunya, jawaban atau pemecahan yang diperoleh tersebut adalah suatu kenyataan yang benar mengenai masalah tersebut.

Pada hakikatnya penelitian diawali dari hasrat keingintahuan peneliti yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Setiap pertanyaan atau permasalahan tersebut perlu jawaban atau pemecahan. Dari jawaban dan pemecahan tersebut peneliti memperoleh pengetahuan yang benar mengenai suatu masalah. Pengetahuan yang benar adalah yang dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Untuk memperolehnya harus mengikuti kaidah-kaidah dan menurut cara-cara bekerjanya akal yang disebut logika, dan dalam pelaksanaannya diwujudkan melalui penalaran.. Pengetahuan yang benar tersebut disebut juga pengetahuan ilmiah atau ilmu. Dengan demikian penelitian ilmiah adalah suatu metode ilmiah untuk memperoleh pengetahuan menggunakan penalaran. Penalaran tersebut dilaksanakan melalui prosedur logika deduksi dan induksi. Dengan pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk pengembangan pengetahuan dan teknologi, perencanaan pembangunan dan untuk pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan manusia.

Penelitian atau research berasal dari kata re dan to search yang berarti mencari kembali yang menunjukkan adanya proses berbentuk siklus bersusun yang selalu berkesinambungan.. Penelitian dimulai dari hasrat keingintahuan dan permasalahan, dilanjutkan dengan pengkajian landasan teoritis yang terdapat dalam kepustakaan untuk mendapatkan jawaban sementara atau hipotesis. Selanjutnya direncanakan dan dilakukan pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang akan diperoleh kesimpulan dan jawaban permasalahan. Dalam proses pemecahan masalah dan dari jawaban permasalahan tersebut akan timbul permasalahan baru, sehingga akan terjadi siklus secara berkesinambungan.

Kerjasama Bisnis dalam Islam


Kerjasama Bisnis dalam Islam

Dalam istilah syariah, kerja sama bisnis sering disebut sebagai syirkah. Apa dan bagaimana sebenanya syirkah ini bekerja? Sebuah tulisan M. Shiddiq Al-Jawi dalam syariah.org menjelaskan praktik ini dengan runtut. Berikut petikan tulisannya.

Dalam fikih, syirkah termasuk salah satu bentuk kerjasama dagang dengan syarat dan rukun tertentu. Kata syirkah dalam bahasa Arab berasal dari kata syarika (fi’il mâdhi), yasyraku (fi’il mudhâri‘), syarikan/syirkatan/syarikatan (mashdar/kata dasar); artinya menjadi sekutu atau serikat. Menurut arti asli bahasa Arab (makna etimologis), syirkah berarti mencampurkan dua bagian atau lebih sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi dibedakan satu bagian dengan bagian lainnya. Adapun menurut makna syariat, syirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Hukum dan Rukun Syirkah

Syirkah hukumnya jâ’iz (mubah), berdasarkan dalil Hadis Nabi Muhammad SAW, berupa taqrîr (pengakuan) beliau terhadap syirkah. Rukun syirkah yang pokok ada 3 (tiga) yaitu: (1) akad (ijab-kabul), disebut juga shighat; (2) dua pihak yang berakad (‘âqidâni), syaratnya harus memiliki kecakapan (ahliyah) melakukan tasharruf (pengelolaan harta); (2) obyek akad (mahal), disebut juga ma‘qûd ‘alayhi, yang mencakup pekerjaan (amal) dan/atau modal (mâl) Adapun syarat sah akad ada 2 (dua) yaitu: (1) obyek akadnya berupa tasharruf, yaitu aktivitas pengelolaan harta dengan melakukan akad-akad, misalnya akad jual-beli; (2) obyek akadnya dapat diwakilkan (wakalah), agar keuntungan syirkah menjadi hak bersama di antara para syarîk (mitra usaha)

Macam-Macam Syirkah

Menurut An-Nabhani, berdasarkan kajian beliau terhadap berbagai hukum syirkah dan dalil-dalilnya, terdapat lima macam syirkah dalam Islam: yaitu: (1) syirkah inân; (2) syirkah abdan; (3) syirkah mudhârabah; (4) syirkah wujûh; dan (5) syirkah mufâwadhah (An-Nabhani, 1990: 148). An-Nabhani berpendapat bahwa semua itu adalah syirkah yang dibenarkan syariah Islam, sepanjang memenuhi syarat-syaratnya. Pandangan ini sejalan dengan pandangan ulama Hanafiyah dan Zaidiyah.

Menurut ulama Hanabilah, yang sah hanya empat macam, yaitu: syirkah inân, abdan, mudhârabah, dan wujûh. Menurut ulama Malikiyah, yang sah hanya tiga macam, yaitu: syirkah inân, abdan, dan mudhârabah. Menurut ulama Syafiiyah, Zahiriyah, dan Imamiyah, yang sah hanya syirkah inân dan mudhârabah (Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuhu, 4/795).

Syirkah Inân

Syirkah inân adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing memberi konstribusi kerja (‘amal) dan modal (mâl). Syirkah ini hukumnya boleh berdasarkan dalil As-Sunnah dan Ijma Sahabat (An-Nabhani, 1990: 148). Contoh syirkah inân: A dan B insinyur teknik sipil. A dan B sepakat menjalankan bisnis properti dengan membangun dan menjualbelikan rumah. Masing-masing memberikan konstribusi modal sebesar Rp 500 juta dan keduanya sama-sama bekerja dalam syirkah tersebut.

Dalam syirkah ini, disyaratkan modalnya harus berupa uang (nuqûd); sedangkan barang (‘urûdh), misalnya rumah atau mobil, tidak boleh dijadikan modal syirkah, kecuali jika barang itu dihitung nilainya (qîmah al-‘urûdh) pada saat akad.

Keuntungan didasarkan pada kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung oleh masing-masing mitra usaha (syarîk) berdasarkan porsi modal. Jika, misalnya, masing-masing modalnya 50%, maka masing-masing menanggung kerugian sebesar 50%.

Syirkah ‘Abdan

Syirkah ‘abdan adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing hanya memberikan konstribusi kerja (‘amal), tanpa konstribusi modal (mâl). Konstribusi kerja itu dapat berupa kerja pikiran (seperti pekerjaan arsitek atau penulis) ataupun kerja fisik (seperti pekerjaan tukang kayu, tukang batu, sopir, pemburu, nelayan, dan sebagainya). (An-Nabhani, 1990: 150). Syirkah ini disebut juga syirkah ‘amal (Al-Jaziri, 1996: 67; Al-Khayyath, 1982: 35). Contohnya: A dan B. keduanya adalah nelayan, bersepakat melaut bersama untuk mencari ikan. Mereka sepakat pula, jika memperoleh ikan dan dijual, hasilnya akan dibagi dengan ketentuan: A mendapatkan sebesar 60% dan B sebesar 40%.

Dalam syirkah ini tidak disyaratkan kesamaan profesi atau keahlian, tetapi boleh berbeda profesi. Jadi, boleh saja syirkah ‘abdan terdiri dari beberapa tukang kayu dan tukang batu. Namun, disyaratkan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan pekerjaan halal. (An-Nabhani, 1990: 150); tidak boleh berupa pekerjaan haram, misalnya, beberapa pemburu sepakat berburu babi hutan (celeng).

Keuntungan yang diperoleh dibagi berdasarkan kesepakatan; nisbahnya boleh sama dan boleh juga tidak sama di antara mitra-mitra usaha (syarîk).

Syirkah ‘abdan hukumnya boleh berdasarkan dalil As-Sunnah (An-Nabhani, 1990: 151Syirkah Mudhârabah

Syirkah mudhârabah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih dengan ketentuan, satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal), sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mâl). (An-Nabhani, 1990: 152). Contoh: A sebagai pemodal (shâhib al-mâl/ rabb al-mâl) memberikan modalnya sebesar Rp 10 juta kepada B yang bertindak sebagai pengelola modal (‘âmil/mudhârib) dalam usaha perdagangan umum (misal, usaha toko kelontong).

Ada dua bentuk lain sebagai variasi syirkah mudhârabah. Pertama, dua pihak (misalnya, A dan B) sama-sama memberikan konstribusi modal, sementara pihak ketiga (katakanlah C) memberikan konstribusi kerja saja. Kedua, pihak pertama (misalnya A) memberikan konstribusi modal dan kerja sekaligus, sedangkan pihak kedua (misalnya B) hanya memberikan konstribusi modal, tanpa konstribusi kerja. Kedua bentuk syirkah ini masih tergolong syirkah mudhârabah (An-Nabhani, 1990: 152).

Hukum syirkah mudhârabah adalah jâ’iz (boleh) berdasarkan dalil As-Sunnah (taqrîr Nabi saw.) dan Ijma Sahabat (An-Nabhani, 1990: 153). Dalam syirkah ini, kewenangan melakukan tasharruf hanyalah menjadi hak pengelola (mudhârib/’âmil). Pemodal tidak berhak turut campur dalam tasharruf. Namun demikian, pengelola terikat dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal.

Jika ada keuntungan, ia dibagi sesuai kesepakatan di antara pemodal dan pengelola modal, sedangkan kerugian ditanggung hanya oleh pemodal. Sebab, dalam mudhârabah berlaku hukum wakalah (perwakilan), sementara seorang wakil tidak menanggung kerusakan harta atau kerugian dana yang diwakilkan kepadanya (An-Nabhani, 1990: 152). Namun demikian, pengelola turut menanggung kerugian, jika kerugian itu terjadi karena kesengajaannya atau karena melanggar syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal. (Al-Khayyath, Asy-Syarîkât fî asy-Syarî‘ah al-Islâmiyyah, 2/66).

Syirkah Wujûh

Syirkah wujûh disebut juga syirkah ‘ala adz-dzimam (Al-Khayyath, Asy-Syarîkât fî asy-Syarî‘ah al-Islâmiyyah, 2/49). Disebut syirkah wujûh karena didasarkan pada kedudukan, ketokohan, atau keahlian (wujûh) seseorang di tengah masyarakat. Syirkah wujûh adalah syirkah antara dua pihak (misal A dan B) yang sama-sama memberikan konstribusi kerja (‘amal), dengan pihak ketiga (misalnya C) yang memberikan konstribusi modal (mâl). Dalam hal ini, pihak A dan B adalah tokoh masyarakat. Syirkah semacam ini hakikatnya termasuk dalam syirkah mudhârabah sehingga berlaku ketentuan-ketentuan syirkah mudhârabah padanya. (An-Nabhani, 1990: 154).

Bentuk kedua syirkah wujûh adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang ber-syirkah dalam barang yang mereka beli secara kredit, atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya, tanpa konstribusi modal dari masing-masing pihak. (An-Nabhani, 1990: 154). Misal: A dan B adalah tokoh yang dipercaya pedagang. Lalu A dan B ber-syirkah wujûh, dengan cara membeli barang dari seorang pedagang (misalnya C) secara kredit. A dan B bersepakat, masing-masing memiliki 50% dari barang yang dibeli. Lalu keduanya menjual barang tersebut dan keuntungannya dibagi dua, sedangkan harga pokoknya dikembalikan kepada C (pedagang).

Dalam syirkah wujûh kedua ini, keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan, bukan berdasarkan prosentase barang dagangan yang dimiliki; sedangkan kerugian ditanggung oleh masing-masing mitra usaha berdasarkan prosentase barang dagangan yang dimiliki, bukan berdasarkan kesepakatan. Syirkah wujûh kedua ini hakikatnya termasuk dalam syirkah ‘abdan (An-Nabhani, 1990: 154).

Hukum kedua bentuk syirkah di atas adalah boleh, karena bentuk pertama sebenarnya termasuk syirkah mudhârabah, sedangkan bentuk kedua termasuk syirkah ‘abdan. Syirkah mudhârabah dan syirkah ‘abdan sendiri telah jelas kebolehannya dalam syariat Islam (An-Nabhani, 1990: 154).

Namun demikian, An-Nabhani mengingatkan bahwa ketokohan (wujûh) yang dimaksud dalam syirkah wujûh adalah kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah), bukan semata-semata ketokohan di masyarakat. Maka dari itu, tidak sah syirkah yang dilakukan seorang tokoh (katakanlah seorang menteri atau pedagang besar), yang dikenal tidak jujur, atau suka menyalahi janji dalam urusan keuangan. Sebaliknya, sah syirkah wujûh yang dilakukan oleh seorang biasa-biasa saja, tetapi oleh para pedagang dia dianggap memiliki kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah) yang tinggi, misalnya dikenal jujur dan tepat janji dalam urusan keuangan. (An-Nabhani, 1990: 155-156).

Syirkah Mufâwadhah

Syirkah mufâwadhah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah di atas (syirkah inân, ‘abdan, mudhârabah, dan wujûh) (An-Nabhani, 1990: 156; Al-Khayyath, 1982: 25). Syirkah mufâwadhah dalam pengertian ini, menurut An-Nabhani adalah boleh. Sebab, setiap jenis syirkah yang sah ketika berdiri sendiri, maka sah pula ketika digabungkan dengan jenis syirkah lainnya. (An-Nabhani, 1990: 156).

Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung sesuai dengan jenis syirkah-nya; yaitu ditanggung oleh para pemodal sesuai porsi modal (jika berupa syirkah inân), atau ditanggung pemodal saja (jika berupa syirkah mudhârabah), atau ditanggung mitra-mitra usaha berdasarkan persentase barang dagangan yang dimiliki (jika berupa syirkah wujûh).

Contoh: A adalah pemodal, berkonstribusi modal kepada B dan C, dua insinyur teknik sipil, yang sebelumnya sepakat, bahwa masing-masing berkonstribusi kerja. Kemudian B dan C juga sepakat untuk berkonstribusi modal, untuk membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada B dan C.

Dalam hal ini, pada awalnya yang ada adalah syirkah ‘abdan, yaitu ketika B dan C sepakat masing-masing ber-syirkah dengan memberikan konstribusi kerja saja. Lalu, ketika A memberikan modal kepada B dan C, berarti di antara mereka bertiga terwujud syirkah mudhârabah. Di sini A sebagai pemodal, sedangkan B dan C sebagai pengelola. Ketika B dan C sepakat bahwa masing-masing memberikan konstribusi modal, di samping konstribusi kerja, berarti terwujud syirkah inân di antara B dan C. Ketika B dan C membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya, berarti terwujud syirkah wujûh antara B dan C. Dengan demikian, bentuk syirkah seperti ini telah menggabungkan semua jenis syirkah yang ada, yang disebut syirkah mufâwadhah.

Sample English Proposal


All research reports use roughly the same format. It doesn’t matter whether you’ve done a customer satisfaction survey, an employee opinion survey, a health care survey, or a marketing research survey. All have the same basic structure and format. The rationale is that readers of research reports (i.e., decision makers, funders, etc.) will know exactly where to find the information they are looking for, regardless of the individual report.

Once you’ve learned the basic rules for research proposal and report writing, you can apply them to any research discipline. The same rules apply to writing a proposal, a thesis, a dissertation, or any business research report.

The most commonly used style for writing research reports is called “APA” and the rules are described in the Publication Manual of the American Psychological Association. Any library or bookstore will have it readily available. The style guide contains hundreds of rules for grammar, layout, and syntax. This paper will cover the most important ones.

Avoid the use of first person pronouns. Refer to yourself or the research team in third person. Instead of saying “I will …” or “We will …“, say something like “The researcher will …” or “The research team will …“.

A suggestion: Never present a draft (rough) copy of your proposal, thesis, dissertation, or research paper…even if asked. A paper that looks like a draft, will interpreted as such, and you can expect extensive and liberal modifications. Take the time to put your paper in perfect APA format before showing it to anyone else. The payoff will be great since it will then be perceived as a final paper, and there will be far fewer changes.

Chapter 1 INTRODUCTION

1.1. Background

The researcher has chosen to study the language usage in the Philippines because the country is the classic example of local language policy. For over five hundred years this interference affected language usage in all sectors of life. The Philippine became an American territory on the day the Treaty of Paris was signed. The first and perhaps the master stroke in the plan to use education as an instrument of colonial policy, was the decision to use English as the medium of instruction. With American textbooks, Filipinos started learning not only a new language but also a new way of life, alien to their traditions. Based on Ethnological Databases in 1980, 52% of Filipinos in the Philippines claim to speak English as a second language. If accurate, this makes the Philippines one of the largest English speaking countries in the world. The use of English in almost every domain of Philippine life gave birth to a new variety of English, called Philippine English. Due to the multi-dialectical attribute of the Philippine, substrata varieties of Philippine English also exist (Agana, 1999).

Having lived and worked in the Philippines for a period of nearly eight nearly eight years, the researcher was constantly aware of the problems arising from this special situation. This personal experience will be invaluable in guiding the consideration of the issues and the proposals the researcher intends to make, based on this study, for future language policy.

1.2. Statement of the Problem

The present language and educational situation serves as an impetus for the researcher to study the influences of the English language in the Philippines by tracing its presence and influences from the early 1800’s to the present by looking at the language and educational policies and programs formulated and implemented across the generations. In other words, the problem here deals with the historical development of English used in the Philippines and Filipino, the national language of the Philippines.

The problems to be discussed in this research are:

1. Why is English used as the medium of instruction in all schools and universities?

2. What is the importance of English usage in educational system in relation to student’s social life and future opportunities?

To answer these questions, the writer embarked on an intensive research work geared towards the ample fulfillment of these answers and several outlying questions.

1.3. Objectives of the Study

The general objectives of this study are:

to analyze how American-English affects language policies and programs of the Philippines in terms of educational system;

to analyze how American-English affection was institutionalized in the educational system.

The special objectives of this study are:

to look at educational and language policies and see up to what extent these language policies and programs in educational system are influenced by English presence in Philippine society;

to find out the present status of the English language among Filipinos, as the result of bilingual educational system from 1974 until 1980s.

1.4. Significance of the Study

This study is particularly important because debates as to the reinstatement of English as the sole media of instruction in Philippine schools and universities are presently taking center stage given the steadily worsening performance of students in national entrance examinations and professional licensing exams given in English. Not a few blame the current Bilingual Education Policy of the Department of Education, which they contend only serves to confuse students given its dual aim of promoting both English and Filipino. Those who purposely diminish English importance in the country are to go against what the rest of the world is doing.

This research is connected with social development of tile Philippines in relation to the usage of English and development of Filipino (Tagalog) language since this language is still developing. The researcher hopes to give light on these points, to investigate the influences American – English has over the country’s language policies and why it is constantly mired in Philippine language controversies, and also how to develop better language policies in bilingual education system.

1.5. Definition of Key Terms

  1. Language Planning- Deliberate language change; changes in the system of language code or speaking or both that are planned by organizations that are established for such purpose or given a mandate to fulfill such purposes.
  2. Bilingual Education – Simultaneous teaching of two more language dialects or vernaculars. In case of the Philippines, English and Pilipino / Filipino are to be taught in schools and colleges. Experiments were done in 1960- 1966 and proved the value of adequately trained teachers, carefully prepared materials, and excellent supervision. This study disproved notion that the teaching or use of three languages simultaneously would confuse children. (Rubin, J and Jernudd, B.(eds) 1975).
  3. Pilipino/Filipino- Pilipino is the national language of the Philippines, an artificial language in development. From Pilippino a new language shall be developed, which will be called later as Filipino. Pilipino will then be replaced by Filipino as the national language. Pilipino is derived from Tagalog. Tagalog became the basis of the Pilipino language.
  4. Tagalog- was the dialect spoken in the eight united Philippine provinces during Spanish colonial rule. It is the lingua franca of Manila and its neighboring provinces and is understood in almost of the part of Luzon. Manila is the seat of the Government; became the basis of Pilipino/Filipino. No other dialect is widely spoken or understood. It also dominates the Philippine cultural lifestyle. (www.angelfire.com/aka/RJPA/ Directory/ecolinguistics.html) 27.2.2006.

Chapter 2 REVIEW OF LITERATURE

The writer has extensively covered studies and works of both Filipino and other foreign authorship in preparing for this study. The following works contributed and helped the researcher a great deal in this present study.

Regarding the early presence of American-English in the Philippines, the researcher obtained references from Cuesta (1958). Cuesta gave an account of the English language during the American Regime. It was stated that as early as 1903, the American government began sending Filipino students to American colleges and upon their return they were assigned to teach in public schools. She likewise delved into me major phases of the English language which proved difficult for Filipinos. These phases included pronunciation, grammar, rhetoric, style and idioms.

On the present Bilingual Education Policy (BEP), scholarly works have been written by authors like Pascasio (1973), Bonifacio (1977), Ramos (1990), Otanes, Sevilla, Gonzalez, Segovia and Sibayan (1988).

Gonzalez and Sibayan (1988) for instance, made a comprehensive study regarding the scholastic achievements nationwide after eleven years of the Bilingual Education Policy’s implementation. Also teacher competence and proficiency was measured through a battery of tests.

Sibayan and Gonzalez’s study revealed that: 1) almost all adults (administration, faculty and parents), except for the Pilipino faculty, were non-committal towards the BEP and were not favorably disposed to the expanded use of Pilipino; 2) Pilipino teachers in general, when compared with the rest of the faculty, fare badly and are not significantly better in Pilipino than their peers, and 3). Tagalog students enjoy a real advantage over non-Tagalogs. It is recommended by the survey team that compensatory education be given to students from minority groups to mitigate this inequality.

In a similar study to Sibayan and Gonzalez’s, Segovia (1988) investigated the BEP’s implementation in the tertiary level. Segovia and her team concluded that based on their findings, tertiary level administrators, teachers, professors, and students perceive Pilipino to be the language of unity and/or national identity; however, one can be a nationalist even without the facility for communication in Pilipino. The respondents perceive English as a language of socio-economic mobility, educational advancement and international understanding.

Sevilla’s (1988) study gave the writer an idea of the awareness levels regarding the BEP among parents and among government and non-government organizations. Sevilla’s study provided the basis for the writer’s report on English’ presence and utilization in the government and business scenes.

Of valuable assistance are the works of Fishman, Pascasio and Bowen on bilingualism included in Sibayan and Gonzalez’s edited work “Language Planning and the Building of a National Language” (1977).

Works related to the researcher’s topic are quite numerous. However, the above mentioned works provided the bulk of the materials used by the researcher in writing this study.

Chapters 3 RESEARCH METHODOLOGY

3.1. Research Framework

The framework from this study is a historical research which is based on the chronological events. This research is synthesized, abstracted and explored from theories and scientific thinking in order to solve the problem.

3.2. Research Method

In preparation for this study the researcher will trace the introduction of American English in the Philippines, using a historical approach. From there the researcher will consider the status of American English in the country at present, taking careful note of the gradual integration of American English into Philippine society, particularly education. It is the educational system which is the main channel through which language policies are carried out.

Historical research has been defined as the systematic and objective location, evaluation and synthesis of evidence in order to establish facts and draw conclusions about past events (Borg, 1963). It qualifies as a scientific endeavor from the standpoint of its subscription to the same principles and the same general scholarship that characterizes all scientific research.

The values of historical research have been categorized by Hill and Garber (1950) as follows:

It enables solutions to contemporary problems to be sought in the past;

It throws light on present and future trends;

It stresses the relative importance and the effects of the various interactions that are to be found within all cultures;

It allows for the revolution of data in relation to selected hypothesis, theories and generalizations that are presently held about the past.

There are drawbacks to historical research. It is an attempt to reconstruct a previous age using data from the personal experiences of others, from documents and records. Researchers have to contend with inadequate information so that their reconstructions tend to be sketches rather than portraits.

Ultimately, historical research is concerned with a broad view of the conditions and not necessarily the specifics which bring them about, even though such a synthesis is rarely achieved without intense debate or controversy, especially on matters of detail. Despite these drawbacks, the ability of history to employ the past to predict the future, and to use the present to explain the past, gives it a dual and unique quality which makes it especially useful for all sorts of scholarly study and research.

Indeed the particular value of historical research in the field of education is unquestioned. It can yield insights into some educational problems that could not be achieved by any other means. Furthermore, it can help to establish a sound basis for further progress and change, and show how and why educational theories and practices developed. It enables educationalists to use former practices to evaluate newer, emerging ones and it can contribute to fuller understanding of the relationship between politics and education. These elements are always interrelated.

Historical research may be structured by a flexible sequence of stages beginning with the selection and evaluation of a problem or area of study. Then follows the definition of the problem in more precise terms, the selection of sources of data, collection, classification and processing of the data, and, finally, the evaluation and synthesis of the data into a balanced and objective account of the subject under investigation. The principle difference between the method of historical research and other research method used in education is highlighted by Borg:

“In historical research, it is especially important that the student carefully defines his problem and appraises its appropriateness before committing too fully. Many problems are not adaptable to historical research methods and cannot be adequately treated using this approach.” (Borg, 1963)

Once a topic has been selected and its potential and significance for historical research evaluated, the next stage is to define it more precisely, or delimit it so that a more potent analysis will result. Too broad or too vague a statement can result in the final report lacking direction or impact “Research must be a penetrating analysis of a limited problem, rather than the superficial examination of a broad area. The weapon of research is the rifle not the shotgun” (Best, 1970). Gottschalk (1951) recommends that four questions be asked in identifying a topic:

Where do the events take place?

Who are the people involved?

When do the events occur?

What kinds of human activity are involved?

As Travers (1969) suggests, the scope of a topic can be modified by adjusting the focus of any one of the four categories; the geographical area involved can be increased or decreased; more or fewer people can be included in the topic; the time span involved can be increased or decreased; and the human activity category can be broadened or narrowed.

The student must exercise strict self-control in his study of historical documents or he will find himself collecting much information that is interesting but is not related to his area of inquiry (Hockett, 1955).

This research approach is qualitative, which means the following:

(The researcher) captures and discovers meaning once he becomes immersed in the data.

Concepts are in the form of themes, motifs, generalizations, and taxonomies.

Measures are created in an ad hoc manner and are often specific to the individual setting or researcher.

Data are in the form of words from documents, observations, and transcripts.

Theory can be causal or non causal and is often inductive.

Research procedures are particular and replication is very rare.

Analysis proceeds by extracting themes or generalizations from evidence and organizing data to present a coherent, consistent picture (Neuman, 1994).

It is historical and chronological, putting all the historical data in chronological order. Due to limited sources, most of the research done for this work will be based on a survey of the published works of noted Philippine and foreign linguists, language planners, and educators.

3.3. Research Data

One of the principal differences between historical research and other forms of research is that historical research must deal with data that already exists.

“History is not science of direct observation, like chemistry or physics. The historian like the geologist interprets past events by the traces they have left; he deals with the evidence of man’s past acts and thought. But the historian, no less than scientist, must utilize evidence resulting on reliable observation. The difference in procedure is due to the fact that the historian usually does not make his own observations, and that those upon whose observations he must depend are, or were, often if not usually untrained observers. Historical method is…a process supplementary to observations, a process by which the historian attempts to test the truthfulness of the reports of observations made by others” (Hockett, 1955).

3.4. Research Instruments

Sources of data may be classified into two main groups: primary sources, which are the life blood of historical research; and secondary sources, which may be used in the absence of, or to supplement, primary data.

Primary sources of data have been described as those items that are original to the problem under study. Category two includes not only written and oral testimony given by actual participants or witnesses, but also the participants themselves. Whether or not these sources were meant for the intent purpose of passing on information is irrelevant. If a source is, intentionally or unintentionally, capable of transmitting a first-hand account of an event, it is considered a source of primary data.

Secondary sources are those that do not bear a direct physical relationship to the event being studied. This includes third person accounts etc. Best (1970) points out those secondary sources are of limited worth because of the errors that result when information is passed on from one person to another. The importance of using primary sources where possible cannot be stressed enough. The value, too, of secondary sources should not be minimized.

The review of the literature in other forms of educational research is regarded as a preparatory stage to gathering data and serves to acquaint researchers with previous research on the topics they are studying (Travers, 1969). The function of the review of the literature in historical research is different in that it provides the data for research; the researchers’ acceptance or otherwise of their hypotheses will depend on their selection of information from the review and the interpretation they put on it. Borg (1963) has identified other differences: one is that the historical researcher will have to peruse longer documents than the empirical researcher who normally studies articles very much more succinct and precise. And one final point document in education often consists of unpublished material and is therefore less accessible than reports of empirical studies in professional journals.

3.5. Scope and Research Location

3.5.1. Scope

The scope of this research is the influence of American-English on Philippine language planning and policy. The research work done on this work is primarily concerned itself with the investigation of these influences of American-English on Philippine language policies as implemented in the educational system and the effects thereof.

This study also gives a brief account of the still existing Philippine language controversy and the “entrenchment and assimilation” of American-English in Philippine Media, Government and the society as a whole.

It would be most ideal to be able to report on the actual processes that take place in the formulation. Planning and implementation of language policies and interviewing members of the Philippine language Cultivation Council and/or of the Language Planning Board could have been carried out. However due to time and resource constraints, and their unavailability for an audience, this remains to be an ideal.

3.5.2. Research Location

The research location was inhabitants of Manila, Dagupan City, Baguio City, and Ilocos region. The researcher met and interviewed them. The researcher will elaborate this topic later in the dissertation.

3.6. Data Collection Technique

Data and information gathered from records and documents must be carefully evaluated so as to attest their worth for the purpose of the particular study. Evaluation of historical data and information is often referred to historical criticism and the reliable data yielded by the process are known as historical evidence. Historical evidence has thus been described as that body of validated facts and information which can be accepted as trustworthy. Historical criticism is usually undertaken in two stages: first, the authenticity of the source is appraised; and second, the accuracy or worth of the data is evaluated. These two processes are known as external and internal criticism respectively.

External criticism is concerned with establishing the authenticity or genuineness of data. It authenticates the document (or other source) itself rather than the information it contains. It therefore sets out to uncover frauds, forgeries, hoaxes, inventions or distortions.

After the document authenticity has been established, the next task is to evaluate the accuracy and worth of the data contained therein. This presents a more difficult problem than external criticism does. The credibility of the author of the documents has to be established. A number of factors must be taken into account, that is 1) whether they were trained observers of the events, 2) kinds of their relationships to the events, 3) to what extent they were under pressure, from fear or vanity, to distort or omit facts, 4) what the intents of the authors of the documents were, 5) to what extent they were experts at recording those particular events, 6) they were too antagonistic or too sympathetic to give true picture, 7) how long after the event they recorded their account, and 8) whether they are in agreement with other independent witnesses.

A particular problem that arises from these questions is that of bias. There are three generally recognized sources of bias: those arising from the subject being interviewed, those arising from themselves as researchers and those arising from the subject-researcher interaction (Travers, 1969).

3.6.1. Data Collected from People

The researcher met people in Dagupan City and distributed questionnaires, and the respondents answered and the researcher collected the data in 1987. The discussion oh this topic will be discussed further in the dissertation.

3.6.2. Data Collected from Documents

The researcher collected documents from Philippine Government archives, and various bureaus. The discussion on these documents will be elaborated in the dissertation.

Bibliography

Alzona, E. 1932. History of Education in the Philippines: 1965-1930. 1st ed. Manila: University of the Philippines Press

Proposal penelitian kualitatif


Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan cirri-ciri naturalistic yang penuh keotentikan.

Format Proposal Penelitian Kualitatif

1. Konteks Penelitian atau Latar Belakang

Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian, untuk maksud apa peelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang mengarahkan penelitian. (Lihat juga membuat pendahuluan skripsi )

2. Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah

Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik-topik pokok yang akan diungkap/digali dalam penelitian ini. Apabila digunakan istilah rumusan masalah, fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan.

Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan

3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini, sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan.

4. Landasan Teori

Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan kenyataan di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

5. Kegunaan Penelitian

Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.

6. Metode Penelitian

Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.

 

a. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pada bagian II peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berfikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan, atau penelitian kelas.

 

b. Kehadiran Peneliti

Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laopran penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan.

 

c. Lokasi Penelitian

Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika megutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja di situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.

 

d. Sumber Data

Pada bagian ini dilaporkan jenis data, sumber data, da teknik penjaringan data dengan keterangan yang memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling).

Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu.

 

e. Prosedur Pengumpulan Data

Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas da struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data.

 

f. Analisis Data

Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional, misalnya matriks dan logika. (lihat analisis )

 

g. Pengecekan Keabsahan Temuan

Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan mengunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, triangulasi(menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferrability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability) .

 

h. Tahap-tahap Penelitian

Bagian ini menguraikann proses pelaksanaan penelitian mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan

7. Daftar Rujukan

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.

Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi:

1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik,

2. tahun penerbitan

3. judul, termasuk subjudul

4. kota tempat penerbitan, dan

5. nama penerbit.

Cara Membuat Rujukan Skripsi

Seringkali mahasiswa masih kebingungan dalam membuat daftar rujukan pada penelitiannya. Berikut ini cara membuat rujukan beserta contoh-contoh sumber rujukan yang dipakai dalam penelitian. diantara caranya adalah: 1) mulailah dengan studi-studi di bidang anda yang paling akhir yang dimuat dalam terbitan-terbitan terbaru dan kemudian bekerjalah mundur ke terbitan-terbitan sebelumnya. 2) Bacalah abstrak atau ringkasan suatu laporan terlebih dahulu untuk menetapkan apakah laporan itu relevan dengan masalah anda atau tidak. 3) Sebelum membuat catatan, baca jelajahilah (skim) laporan tersebut dengan cepat guna mengetahui bagian-bagian yang ada kaitannya dengan masalah anda. 4) Buatlah catatan langsung pada kartu catatan, karena kartu lebih mudah diseleksi dan disusun dari pada lembaran kertas, amplop dan sebagainya. 5) Tulislah referensi bibliografi secara lengkap untuk setiap karya. 6) Untuk memudahkan pemilihan dan penyusunan, jangan memasukkan lebih dari satu referensi pada setiap kartu. 7) Jangan lupa memberi tanda bagian mana yang merupakan kutipan langsung dari pengarang dan bagian mana yang merupakan susunan kata anda sendiri

 

Berikut ini beberapa contoh cara membuat rujukan yang berasal dari beberapa sumber, diantaranya: buku, jurnal, majalah, koran, dan lain-lain.

(1) Rujukan dari Buku

Ibrahim, Hamadah. 1987. Al-ittijahat al-mu’ashirah fi tadris al-lughah al-arabiyyah wa al-lughat al-hayyah al-ukhra li ghairi al-nathiqin biha. Al-Qahirah: Dar al-fikr al-arabi.

 

(2) Artikel dalam jurnal

Mahjudin, Aliudin. 2002. Liga Arab antara Harapan dan Kenyataan. Al-Hadharah: Bahasa, Sastra dan Budaya Arab, 2(1): 69-78.

 

(3) Artikel dalam Majalah atau Koran

Suryadarma. 1990. Prosesor dan Interface: Komunikasi Data. Info Komputer, IV (4): 46-48. Huda, M. 13 November, 1991. Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering. Jawa Pos, hlm. 6.

 

(4) Rujukan dari Koran Tanpa Penulis

Jawa Pos. 22 April, 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3.

 

(5) Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah Tanpa Penulis dan Tanpa Lembaga

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.

 

(6) Rujukan dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

 

(7) Rujukan Berupa Karya Terjemahan

Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. Tanpa Tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan Oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.

 

(8) Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi

Murtadho, Nurul. 1991. Silabus Matakuliah Keterampilan Berbicara Dengan Pendekatan Komunikatif untuk Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab JPBA FPBS IKIP Malang. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Program Pascasarjana IKIP Malang.

 

(9) Rujukan Berupa Makalah Seminar, Penataran atau Lokakarya

Azhari, Abd. Rauf Dato’ Haji Hassa. 2004. Kebolehgunaan dan Kesesuaian Laman Web Arab dalam Penguasaan Bahasa Arab di Kalangan Penutur Melayu. Makalah disajikan dalam Seminar Internasional Pemanfaatan Self Access Center dan Internet untuk Pembelajaran Bahasa Arab di Era Global, Jurusan Sastra Arab FS UM, Malang, 27 Oktober 2004.

 

(10) Rujukan dari Internet

Al-afghani, Said. 2003. Al-Mujaz fi Qawaid al-Lughah al-Arabiyyah, (Online) (http://www.manarcom.com, diakses 17 Desember 2004).

Proposal Penelitian kuantitatif


Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Format Proposal Penelitian Kuantitatif
1. Latar Belakang Masalah
Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. (lihat pendahuluan )
2. Rumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Contoh: Apakah terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika?. (Tips membuat rumusan masalah )
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Contoh: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika.
4. Hipotesis Penelitian (jika ada)
Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kluantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, atau disertasi hasil penelitian kuantitatif. Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Namun secara teknis, hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. Atas dasar inilah, maka di dalam latar belakang masalah sudah harus ada paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalam bentuknya yang ringkas.
Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antarvariabel, melainkan telah ditunjukan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Contoh: Ada hubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika.
Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan yang tingkat kecerdasannya sedang. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pertanyaan, (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, serta (d) dapat diuji secara empiris.
5. Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.
6. Asumsi Penelitian (jika diperlukan)
Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Misalnya, peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu, tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian, sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian.
7. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
Yang dikemukakan pada bagian ruang lingkup adalah variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Dalam bagian ini dapat juga dipaparkan penjabaran variabel menjadi subvariabel beserta indikator-indikatornya. Keterbatasan penelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, dan disertasi. Namun, keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Pertama, keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena faktor logistik. Kedua, keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat, tradisi, etika dan kepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mencari data yang diinginkan.
8. Definisi Istilah atau Definisi Operasional
Definisi istilah atau definisi operasional diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurangjelasan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan. Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. Definisi istilah disampaikan secara langsung, dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya. Definisi istilah lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti.
Definisi istilah dapat berbentuk definisi operasional variabel yang akan diteliti. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatui variabel. Contoh definisi operasional dari variabel “prestasi aritmatika” adalah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, dan menggunakan desimal. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki akan memudahkan pengukurannya. Di samping itu, penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. (Lihat Glossary)
9. Metode Penelitian
Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian paling tidak mencakup aspek (1) rancangan penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) instrumen penelitian, (4) pengumpulan data, dan (5) analisis data.
a. Rancangan Penelitian
Penjelasan mengenai rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk setiap jenis penelitian, terutama penelitian eksperimental. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. Pada penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya; apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, atau penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal. Di samping itu, dalam bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. (Lihat beberapa kesalahan dalam desain penelitiian)
b. Populasi dan Sampel
Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survai, sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan atau subjek tergantung pada cara pengambilan datanya. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Kerepresentatifan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian sampel terhadap populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan kakarteristik populasinya, maka semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Jadi, hal-hal yang dibahas dalam bagian Populasi dan Sampel adalah (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel, serta (c) besarnya sampel.
c. Instrumen penelitian
Pada bagian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrumen pengumpulan data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya. Sebuah instrumen yang baik juag harus memenuhi persyaratan reliabilitas. Dalam tesis, terutama disertasi, harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrumen. Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti, tetap ada kewajiban untuk melaporkan tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan. Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan. Untuk alat dan bahan harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai.
Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, subbab instrumen penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan.
d. Pengumpulan Data
Bagian ini menguraikan (a) langkah-langkah yang ditempuh dab teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data, serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Proses mendapatkan ijin penelitian, menemui pejabat yang berwenang, dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan, walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian.
e. Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrikdan statistik nonparametrik. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu, yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya, bukan kecanggihannya. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrik. Penerapan statistik parametrik secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi), sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan tertentu.
Di samping penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan, perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal, maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. Sebaliknya, jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer), maka uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci. Apabila dalam analisis ini digunakan komputer perlu disebutkan programnya, misalnya SPSS for Windows.

(lihat analisis )

10. Landasan
Teori Dalam kegiatan ilmiah, dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah haruslah menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti yang dipaparkan dalam Landasan Teori atau Kajian Pustaka. Untuk tesis dan disertasi, teori yang dikaji tidak hanya teori yang mendukung, tetapi juga teori yang bertentangan dengan kerangka berpikir peneliti. Kajian pustaka memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan Bab I.
Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Selanjutnya, argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu subbab tersendiri. Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Akan lebih baik jika kajian teoretis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang. Untuk disertasi, berdasarkan kajian pustaka dapatlah diidentifikasi posisi dan peranan penelitian yang sedang dilakukan dalam konteks permasalahan yang lebih luas serta sumbangan yang mungkin dapat diberikan kepada perkembangan ilmu pengetahuan terkait. Pada bagian akhir kajian pustaka dalam tesis dan disertasi perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni (1) prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2) prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Dengan prinsip kemutakhiran, peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan-laporan penelitian. Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti.
11. Daftar Rujukan
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan. Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi: 1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik, 2. tahun penerbitan 3. judul, termasuk subjudul 4. kota tempat penerbitan, dan 5. nama penerbit.

Proposal penelitian kajian pustaka


Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

 

Format Proposal Kajian Pustaka

1. Latar Belakang Masalah

Bagian ini berisi uraian atau gambaran umum yang dapat diperoleh dari koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar, atau keadaan lapangan mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti.

Gambaran umum ini dapat bersifat mendukung atau menunjang pendapat peneliti atau pun bersifat tidak mendukung atau menolak harapan peneliti. Selain itu juga dipaparkan uraian pemantapan terhadap pemahaman masalah, misalnya mengapa masalah yang dikemukakan dipandang menarik, penting, dan perlu ditelaah.

2. Rumusan Masalah

Bagian ini merupakan pengembangan dari uraian latar belakang masalah yang menunjukkan bahwa masalah yang akan ditelaah memang belum terjawab atau belum dipecahkan secara memuaskan. Uraian tersebut didukung berbagai publikasi yang berhubungan dengan masalah yang dikaji, yang mencakup aspek yang dikaji, konsep-konsep yang berkaitan dengan hal yang akan ditulis, dan teori yang melandasi kajian. Pembahasan ini hanya berisi uraian yang memang relevan dengan masalah yang akan dikaji serta disajikan secara sistematis dan terpadu.

Selanjutnya dituliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui telaah pustaka (dalam bentuk kalimat tanya), yang memuat variabel/hubungan antarvariabel yang akan dikaji. Kata tanya yang digunakan berupa apa, mengapa, bagaimana, sejauh mana, kapan, siapa, dan sebagainya bergantung pada ruang lingkup masalah yang akan dibahas.

3. Tujuan Penelitian

Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai arah dari kegiatan kajian kepustakaan yang dilakukan, berupa keinginan realistis peneliti tentang hasil yang akan diperoleh. Tujuan kajian harus mempunyai kaitan atau hubungan yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. Sebagai contoh adalah mengkaji kehidupan orang-orang yang terkenal dalam suatu bidang studi untuk mengetahui pengalaman-pengalaman mereka, bagaimana usaha mereka untuk meneliti dan menemukan apa yang sekarang dianggap sebagai hal yang biasa saja.

4. Kegunaan Penelitian

Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai arah dari kegiatan kajian kepustakaan yang dilakukan, berupa keinginan realistis peneliti tentang hasil yang akan diperoleh. Tujuan kajian harus mempunyai kaitan atau hubungan yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. Sebagai contoh adalah mengkaji kehidupan orang-orang yang terkenal dalam suatu bidang studi untuk mengetahui pengalaman-pengalaman mereka, bagaimana usaha mereka untuk meneliti dan menemukan apa yang sekarang dianggap sebagai hal yang biasa saja.

5. Metode Kajian

Metode kajian menjelaskan semua langkah yang dikerjakan penulis sejak awal hingga akhir. Pada bagian ini dapat dimuat hal-hal yang berkaitan dengan anggapan-anggapan dasar atau fakta-fakta yang dipandang benar tanpa adanya verifikasi dan keterbatasan, yaitu aspek-aspek tertentu yang dijadikan kerangka berpikir. Selanjutnya dilakukan analisis masalah dan variabel yang terdapat dalam judul kajian. Analisis masalah menghasilkan variabel dan hubungan antarvariabel. Selanjutnya dilakukan analisis variabel dengan mengajukan pertanyaan mengenai masing-masing variabel dan pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan antarvariabel. Analisis ini diperlukan untuk menyusun alur berpikir dalam memecahkan masalah.

Perlu ditekankan bahwa tulisan tentang metode kajian hendaknya didasarkan atas kajian teori dan khasanah ilmu, yaitu paradigma, teori, konsep, prinsip,hukum, postulat, dan asumsi keilmuan yang relevan dengan masalah yang dibahas.

6. Definisi Istilah

Bagian ini memberikan penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan agar terdapat kesamaan penafsiran dan terhindar dari kekaburan. Bagian ini juga memberikan keterangan rinci pada bagian-bagian yang memerlukan uraian, misalnya alat peraga, sekolah, alat ukur, lokasi atau tempat, nilai, sikap, penghasilan, keadaan atau kondisi, keadaan sosial ekonomi, status, dan sebagainya.

7. Daftar Rujukan

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.

Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi:

1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik,

2. tahun penerbitan

3. judul, termasuk subjudul

4. kota tempat penerbitan, dan

5. nama penerbit.

 

Proposal Penelitian dan Pengembangan Produk


Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.

Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.

Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan

Format Proposal Penelitian Pengembangan

1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah mengungkapkan konteks pengembangan projek dalam masalah yang hendak dipecahkan. Oleh karena itu, uraian perlu diawali dengan identifikasi kesenjangan-kesenjangan yang ada antara kondisi nyata dengan kondisi ideal, serta dampak yang ditimbulkanoleh kesenjangan-kesenjangan itu. Berbagai alternatif untuk mengatasi kesenjangan itu perlu dipaparkan secara singkat disertai dengan identifikasi faktor penghambat dan pendukungnya. Alternatif yang ditawarkan sebagai pemecah masalah beserta rasionalnya dikemukakan pada bagian akhir dari paparan latar belakang masalah.

2. Rumusan Masalah

Sebagai penegasan dari apa yang telah dibahas dalam latar belakang masalah, pada bagian ini perlu dikemukakan rumusan spesifik dari masalah yang hendak dipecahkan. Rumusan masalah pengembangan projek hendaknya dikemukakan secara singkat, padat, jelas, dan diungkapkan dengan kalimat pernyataan, bukan dalam bentuk kalimat pertanyaan seperti dalam rumusan masalah penelitian. Rumusan masalah hendaknya disertai dengan alternatif pemecahan yang ditawarkan serta rasional mengapa alternatif itu yang dipilih sebagai cara pemecahan yang paling tepat terhadap masalah yang ada.

3. Tujuan Pengembangan

Tujuan pengembangan dirumuskan bertolak dari masalah yang ingin dipecahkan dengan menggunakan alternatif yang telah dipilih. Arahkan rumusan tujuan pengembangan ke pencapaian kondisi ideal seperti yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah.

4. Spesifikasi Produk yang Diharapkan

Bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran lengkap tentang karakteristik produk yang diharapkan dari kegiatan pengembangan. Karakteristik produk mencakup semua identitas penting yang dapat digunakan untuk membedakan satu produk dengan produk lain-nya.

Produk yang dimaksud dapat berupa kurikulum, modul, paket pembelajaran, buku teks, alat evaluasi, model, atau produk lain yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah pelatihan, pembelajaran, atau pendidikan. Setiap produk memiliki spesifikasi yang berbeda dengan produk lainnya, misalnya kurikulum bahasa Inggris memiliki spesifikasi yang berbeda jika dibandingkan dengan kurikulum bidang studi lainnya, meskipun di dalamnya dapat ditemukan komponen yang sama.

5. Pentingnya Pengembangan

Bagian ini sering dikacaukan dengan tujuan pengembangan. Tujuan pengembangan mengungkapkan upaya pencapaian kondisi yang ideal, sedangkan pentingnya pengembangan mengungkapkan argumentasi mengapa perlu ada pengubahan kondisi nyata ke kondisi ideal. Dengan kata lain, pentingnya pengembangan mengungkapkan mengapa masalah yang ada perlu dan mendesak untuk dipecahkan.

Dalam bagian ini diharapkan juga terungkap kaitan antara urgensi pemecahan masalah dengan konteks permasalahan yang lebih luas. Pengkaitan ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa pemecahan suatu masalah yang konteksnya mikro benar-benar dapat memberi sumbangan bagi pemecahan masalah lain yang konteksnya lebih luas.

6. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan

Asumsi dalam pengembangan merupakan landasan pijak untuk menentukan karakteristik produk yang dihasilkan dan pembenaran pemilihan model serta prosedur pengembangannya. Asumsi hendaknya diangkat dari teori-teori yang teruji sahih, pandangan ahli, atau data empiris yang relevan dengan masalah yang hendak dipecahkan dengan menggunakan produk yang akan dikembangkan.

Keterbatasan pegembangan mengungkapkan keterbatasan dari produk yang dihasilkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, khususnya untuk konteks masalah yang lebih luas. Paparan ini dimaksudkan agar produk yang dihasilkan dari kegiatan pengembangan ini disikapi hati-hati oleh pengguna sesuai dengan asumsi yang menjadi pijakannya dan kondisi pendukung yang perlu tersedia dalam memanfaatkannya.
7. Definisi Istilah

Pada bagian ini dikemukakan definisi istilah-istilah yang khas digunakan dalam pengembangan produk yang diinginkan, baik dari sisi model dan prosedur yang digunakan dalam pengembangan ataupun dari sisi produk yang dihasilkan. Istilah-istilah yang perlu diberi batasan hanya yang memiliki peluang ditafsirkan berbeda oleh pembaca atau pemakai produk. Batasan istilah-istilah tersebut harus dirumuskan seoperasional mungkin. Makin operasional rumusan batasan istilah makin kecil peluang istilah itu ditafsirkan berbeda oleh pembaca atau pemakai.

8. Sistematika Penulisan

Paparan pada bagian ini dimaksudkan untuk menunjukkan cara pengorganisasian keseluruhan skripsi, tesis, dan disertasi, baik untuk Bagian I, yang memuat kajian analitis, atau-pun Bagian II, yang memuat produk yang dihasilkan dari kegiatan pengembangan.

9. Landasan Teori

Bab ini dimaksudkan untuk mengungkapkan kerangka acuan komperhensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi atau dalam mengembangkan produk yang diharapkan. Kerangka acuan disusun berdasarkan kajian berbagai aspek teoretik dan empiris yang terkait dengan permasalahan dan upaya yang akan ditempuh untuk memecahkannya. Uraian-uraian dalam bab ini diharapkan menjadi landasan teoretik mengapa masalah itu perlu dipecahkan dan mengapa cara pengembangan produk tersebut dipilih

Kajian teoretik mengenai model dan prosedur yang akan digunakan dalam pengembangan juga perlu dikemukakan dalam bagian ini, terutama dalam rangka memberikan pembenaran terhadap produk yang akan dikembangkan.

Di samping itu, bagian ini juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya pengembangan dengan upaya-upaya lain yang mungkin sudah pernah ditempuh oleh ahli lain untuk mendekati permasalahan yang sama atau relatif sama. Dengan demikian, upaya pengembangan yang akan dilakukan memiliki landasan empiris yang mantap.

10. Metode Pengembangan

Metode Pengembangan hendaknya memuat butir-butir (1) model pengembangan, (2) prosedur pengembangan, dan (3) uji coba produk. Dalam butir uji coba produk perlu diungkapkan (a) desain uji coba, (b) subjek uji coba, (c) jenis data, (d) instrumen pengumpulan data, dan (e) teknik analisis data.

a. Model Pengembangan

Model pengembangan dapat berupa model prosedural, model konseptual, dan model teoretik. Model prosedural adalah model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Model konseptual adalah model yang bersifat analitis yang memerikan komponen-komponen produk yang akan dikembangkan serta keterkaitan antarkomponen (misalnya model pengembangan rancangan pengajaran Dick dan Carey, 1985). Model teoretik adalah model yang menunjukkan hubungan perubahan antar peristiwa.

Dalam bagian ini perlu dikemukakan secara singkat struktur model yang digunakan sebagai dasar pengembangan produk. Apabila model yang digunakan merupakan adaptasi dari model yang sudah ada, maka pemilihannya perlu disertai dengan alasan, komponen-komponen yang disesuaikan, serta kekuatan dan kelemahan model itu.

Apabila model yang digunakan dikembangkan sendiri, maka informasi yang lengkap mengenai setiap komponen dan kaitan antarkomponen dari model itu perlu dipaparkan. Perlu diperhatikan bahwa uraian model diupayakan seoperasional mungkin sebagai acuan dalam pengembangan produk.

b. Prosedur Pengembangan

Bagian ini memaparkan langkah-langkah prosedural yang ditempuh oleh pengembangan dalam membuat produk. Prosedur pengembangan berbeda dengan model pengembangan. Apabila model pengembangannya adalah prosedural, maka prosedur pengembangannya tinggal mengikuti langkah-langkah seperti yang terlihat dalam modelnya. Model pengembangan juga bisa berupa konseptual atau teoretik. Kedua model ini tidak secara langsung memberi petunjuk tentang bagaimana langkah prosedural yang dilalui sampai ke produk yang dispesifikasi. Oleh karena itu, perlu dikemukakan lagi langkah proseduralnya.

c. Uji coba produk

Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan/atau daya tarik dari produk yang dihasilkan.

Dalam bagian ini secara berurutan perlu dikemukakan desain uji coba, subyek uji coba, jenis data, instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data.

1) Desain Uji Coba

Secara lengkap, uji coba produk pengembangan biasanya dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu uji perseorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Dalam kegiatan pengembangan, pengembang mungkin hanya melewati dan berhenti pada tahap uji perseorangan, atau dilanjutkan dan berhenti sampai tahap uji kelompok kecil, atau sampai uji lapangan. Hal ini sangat tergantung pada urgensi dan data yang dibutuhkan melalui uji coba itu.

Desain uji coba produk bisa menggunakan desain yang biasa dipakai dalam penelitian kuantitatif, yaitu desain deskriptif atau eksperimental. Yang perlu diperhatikan adalah ketepatan memilih desain untuk tahapan tertentu (perseorangan, kelompok kecil, atau lapangan) agar data yang dibutuhkan untuk memperbaiki produk dapat diperoleh secara lengkap.

2) Subjek Uji Coba

Karakteristik subjek uji coba perlu diidentifikasi secara jelas dan lengkap, termasuk cara pemilihan subjek uji coba itu. Subjek uji coba produk bisa terdiri dari ahli di bidang isi produk , ahli di bidang perancangan produk, dan/atau sasaran pemakai produk. Subjek uji coba yang ahli di bidang isi produk dapat memiliki kualifikasi keahlian tingkat S1 (untuk skripsi), S2 (untuk tesis), dan S3 (untuk disertasi). Yang penting setiap subjek uji coba yang dilibatkan harus disertai identifikasi karekteristiknya secara jelas dan lengkap, tetapi terbatas dalam kaitannya dengan produk yang dikembangkan.

Teknik pemilihan subjek uji coba juga perlu dikemukakan agak rinci, apakah menggunakan teknik rambang, rumpun, atau teknik lainnya yang sesuai.

3) Jenis Data

Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan/atau daya tarik dari produk yang dihasilkan. Dalam konteks ini sering pengembang tidak bermaksud mengumpulkan data secara lengkap yang mencakup ketiganya. Bisa saja, sesuai dengan kebutuhan pengembangan, pengembang hanya melakukan uji coba untuk melihat daya tarik dari suatu produk, atau hanya untuk melihat tingkat efisiensinya, atau keduanya. Keputusan ini tergantung pada pemecahan masalah yang telah ditetapkan di Bab I: apakah pada keefektifan, efisiensi, daya tarik, atau ketiganya.

Penekanan pada efisiensi suatu pemecahan masalah akan membutuhkan data tentang efisiensi produk yang dikembangkan. Begitu pula halnya dengan penekanan pada keefektifan atau daya tarik. Atas dasar ini, maka jenis data yang perlu dikumpulkan harus disesuaikan dengan informasi apa yang dibutuhkan tentang produk yang dikembangkan itu.

Paparan mengenai jenis data yang dikumpulkan hendaknya dikaitkan dengan desain dan pemilihan subjek uji coba. Jenis data tertentu, bagaimanapun juga, akan menuntut desain tertentu dan subjek uji coba tertentu. Misalnya, pengumpulan data mengenai kecermatan isi dapat dilakukan secara perseorangan dari ahli isi, atau secara kelompok dalam bentuk seminar kecil, atau seminar yang lebih luas yang melibatkan ahli isi, ahli desain, dan sasaran pemakai produk.

4) Instrumen Pengumpulan Data

Bagian ini mengemukakan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data seperti yang sudah dikemukakan dalam butir sebelumnya. Jika mengunakan instrumen yang sudah ada, maka perlu ada uraian mengenai karakteristik instrumen itu, terutama mengenai keshahihan dan keterandalannya. Apabila instrumen yang digunakan dikembangkan sendiri, maka prosedur pengembangannya juga perlu dijelaskan.

5) Teknik Analisis Data

Teknik dan prosedur analisis yang digunakan untuk menganali-sis data uji coba dikemukakan dalam bagian ini dan disertai alasannya. Apabila teknik analisis yang digunakan sudah cukup dikenal, maka uraian tidak perlu rinci sekali. Akan tetapi, apabila teknik tersebut belum banyak dikenal, maka uraian perlu lebih rinci.

11. Daftar Rujukan

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.

Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi:

  1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik,
  2. tahun penerbitan
  3. judul, termasuk subjudul
  4. kota tempat penerbitan, dan
  5. nama penerbit.

 

Rencana kerja penulisan proposal skripsi


#1“Printer yang jebol gara-gara ngeprint terlalu banyak, hardisk yang ikut-ikutan jebol, sulit ketemu dosen, dicorat-coret dan dikasih catatan disana-sini hingga ditolak bimbingan sampai 2 bulan tanpa alasan.”

Sering kali dirasakan setiap mahasiswa yang lagi menyusun skripsi.

#2 “Menulis skripsi itu mudah. Betul sekali jika ada yang memiliki pendapat itu. Mengapa mudah? Karena prinsip tulis menulis karya ilmiah relatif sama dengan prinsip ketika kita belajar mengarang di SD. Hanya saja penulisan skripsi menuntut persyaratan keakuratan dan pengolahan data yang relatif ketat, di mana untuk memenuhinya…sang mahasiswa dituntut untuk rajin browsing dan belajar baik dari perpustakaan, internet, atau sumber lain. Selain itu, secara teknis tidak ada masalah lain.”

Ada juga yang berani bilang seperti itu…

Na sekarang kita ikuti yang kedua supaya tidak yang terjadi pengalaman seperti yang pertama. Saran saya hendaknya penulis menggunakan jadwal penulisan proposal/skripsi. Sangat baik jika jadwal tersebut juga diberikan kepada dosen pembimbing, dengan begitu akan sama-sama tahu dan akan mengondisikan semua kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar.

Di bawah ini contoh jadwal proposal. Silahkan dimodifikasi sendiri sesuai dengan selera.

RENCANA KERJA PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI

Bulan

Minggu ke

Kegiatan yang dikerjakan

Realisasi

 

I

Menentukan topik

 

II

Menentukan topik

 

III

Konsultasi topik

 

IV

Revisi topik dan penulisan latar belakang

 

 

I

Merumuskan masalah dan tujuan penelitian

 

II

Merumuskan Hipotesis (jika ada)
Merumuskan Manfaat penelitian teoritis;
praktis

 

III

Konsultasi Hipotesis (jika ada) dan Manfaat penelitian teoritis dan praktis

 

IV

Menulis Asumsi Penelitian (jika diperlukan);
Menulis Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian; dan Definisi Istilah atau Definisi Operasional (jika diperlukan)

 

 

I

Konsultasi Asumsi Penelitian, Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian; dan Definisi Istilah atau Definisi Operasional

 

II

Merancang kepustakaan
Merumuskan Metodologi penelitian

 

III

Konsultasi kepustakaan dan Metodologi penelitian

 

IV

Menulis pustaka acuan

 

 

I

Draf proposal siap diseminarkan

 

II

Seminar Proposal

 

III

Merevisi proposal

 

IV

proposal yang telah direvisi siap ditindaklanjuti

 

Proposal penelitian


PROPOSAL SEBAGAI RANCANGAN PENELITIAN

Seorang peneliti yang akan melaksanakaan penelitian jelas harus mengadakan persiapan, baik Persiapan fisik, administratif maupun persiapan secara teoritis. Selain harus membuat keputusan-keputusan dalam penelitian yang salah satunya dalam bentuk proposal penelitian.

Istilah lain proposal research design dapat dimaknakan oleh beberapa ahli sebagai berikut :

  • Salah satu kata design adalah rencana yang dapat diartikan pola, potongan, bentuk, model tujuan dan maksud (Echol, Hasan Shadily, 1976:177)
  • Reseach design diartikan sebagai tahap perlakuan sebelum dan sesudah eksperimen (Campbell & Stanley, 1966)
  • Tahap-tahap pelaksanaan pengumpulan data dengan membagi kedalam beberapa tahap : orientation, personal development history dan perspective (Chism, 1984:52-53)
  • Lincoln & Guba (1985:226) mendefinsisikan proposal sebagai usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsurnya masing-masing.
Komponen proposal penelitian.

Lincoln & Guba (1985:224-228)
mengemukana ada sepuluh komponen penelitian :
  1. Penentuan fokus penelitian : penentuan fokus membatasi studi berupa penentuan tempat penelitian dan penentuan fokus secara efektif menetapkan kriteria inklusi-eklusi untuk menyaring informasi yang mengalir masuk.
  2. Penentuan kesesuaian paradigma dengan fokus, belum adanya alat ukur untuk mengukur kesesuain paradigma sehingga peneliti harus mengajukan pertanyaan berdasarkan aksioma yang antara lain : 1). Apakah fenomena yang diwakili oleh kerumitan jamak itu suatu konstruksi ? 2). Apa derajat hubungan peneliti-fenomena dan apa derajat ketidakpastian yang akan diperkenalkan kedalam penelitian? 3). Apa derajat kebebasan konteksnya? 4). Apakah kiranya beralasan untuk mempersoalkan hubungan kausal konvensional itu sehubungan dengan unsur fakta yang diamati?
  3. Penentuan kesesuaian paradigma dengan teori substantif yang membimbing studi, jika suatu teori muncul dari data, maka harapannya ialah teori itu taat asas dengan paradigma metodologis yang sesuai dengan harapannya. hal ini jadi persoalan apablila teori yang digunakan untuk diuji peneliti sehingga penelaahan kesesuaian perlu diperhitungkan dalam proposal penelitian.
  4. Penentuan darimana dan dari siapa data dikumpulkan : penentuan tempat penelitian dan satuan kajian, kemudian merancang sampel bertujuan.
  5. Penentuan tahap-tahap penelitian : mengetahui sesuatu yang perlu diketahui, tahap eksplorasi fokus dan tahap pengecekan dan pemeriksaan keabsahan
  6. Penentuan teknik penelitian : berdasarkan schedul penelitian, situasi dan penelitianya bersifat individu atau tim, serta persyaratan penggunaan yang mengacu teori dasar dan jenis teknik lain yang mungkin diperlukan.
  7. Perencanaan pengumpulan dan pencatatan data : dapat dilihat dari dimensi ketepatan dan struktur.
  8. Perencanaan prosedur dan pelaksanaan analisis data: analisis data telah dimulai sejak pertama tiba pada latar penelitian.
  9. Perencanaan perlengkapan penelitian yang dapat dikelompokan kedalam lima kategori : satu, pertimbangan logistik secara keseluruhan sebelum penyelenggaraan penelitian (sponssor penelitian, jadwal penelitian rinci, pembiayaan, penelitian lembaga harus ada pengarah, tahap persiapan), Dua, pengadaan perlengkapan sebelum terjun kelapangan (pengaturan siapa yang mengsurvei pendahulu, adanya pengantian penjadwalan bergiliran, selain harus ada peneliti yang asli orang setempat selain perlengkapan penelitian) ketiga, perencanaan perlengkapan sewatu berada dilapangan, keempat, penyiapan logistik sesudah kegiatan lapangan dan kelima perencanaan logistik mengakhiri dan menutup.
  10. Perencanaan untuk pemeriksaan keabsahan data, dengan menjawab beberapa pertanyaan lanjutan :
  • Sejauhmanakah hubungan dalam rangka memenuhi perpanjangan keikutsertaan telah berlangsung?
  • Bagaimanakah mengatur kegiatan wawancara atau pengamatan dari yang longgar-terbuka makin menjadi tertutup-terstruktur?
  • Bagaimanakah triangulasi dilakukan? dengan metode? dengan sumber? dengan beberapa peneliti?
  • bagaimanakah pelaksanaan diskusi sejawat? siapakah yang akan berperan serta?
  • Hal apakah yang akan dilakukan dalam menangani kasus negatif sehingga dapat dijelaskan dari segi fenomena yang diamati?
  • Kecukupan bahan apakah yang akan dikumpulkan?bagaimanakah hal itu dapat dicapai? kapan dan siapakah yang akan memanfaatkannya?
  • Bagaimanakah teknis pelaksanaan pengecekan anggota sewaktu para peneliti kembali kelapangan penelitian? diadakan beberapa kali dan bagaimana pelaksanaannya yang terakhir?
  • Bagaimanakah menyiapkan uraian rinci itu? informasi apakah yang dapat dikumpulkan untuk mengsintesiskan dalam uraian rinci itu?
  • Bagaimana merencanakan dan melaksanakan penjajakan auditing seperti kegiatan pemeriksaan keabasahan data terakhir guna memeriksa kriteria ketergantungan dan kepastian?

Bagaimana Membangun Komunikasi Dua Arah


Lalu lintas dua arah seringkali menimbulkan kemacetan, terutama di daerah yang padat kendaraan. Tetapi, tidak demikian dengan komunikasi. Komunikasi dua arah justru memperlancar hubungan di berbagai bidang, baik di tempat kerja maupun di rumah. Membangun komunikasi dua arah memang tidak mudah, tetapi siapa tahu dengan menyimak yang berikut, Anda pun bisa melakukannya.

APAKAH PERLU KOMUNIKASI DUA ARAH?

Untuk mengetahui apakah Anda memang perlu membangun komunikasi dua arah, coba jawab beberapa pertanyaan berikut.
• Apakah anak buah atau bawahan Anda sering datang kepada Anda dan secara nyaman menyampaikan ”unek-unek” mereka?
• Apakah Anda dan tim Anda bisa saling menerima kritik tanpa mengambil sikap defensif?
• Apakah Anda tahu rasa frustrasi, masalah, keinginan, minat anggota tim Anda?
• Apakah Anda sering menanyakan pendapat atau masukan dari anggota tim tentang suatu keputusan yang akan Anda ambil?
• Apakah dalam rapat dengan tim, ada kebebasan menyatakan pendapat, memberi usulan dan saran?
Jika sebagian besar jawaban Anda adalah ”tidak”, maka kemungkinan besar Anda perlu membangun komunikasi dua arah. Namun, jika sebaliknya, jawaban Anda kebanyakan adalah ”Ya”, Anda telah memupuk terjadinya komunikasi dua arah, namun tidak ada salahnya untuk menyimak beberapa kendala komunikasi dan usulah strategi komunikasi berikut.

KENDALA KOMUNIKASI

Roger Neugebauer dalam artikelnya ”Communication: A two-way Street” mengungkapkan beberapa kendala yang sering dialami oleh sebuah organisasi dalam berkomunikasi dua arah.

Protectiveness (Perlindungan). Pimpinan seringkali tidak memberitahukan informasi tertentu pada karyawannya atau timnya karena takut akan menyakiti hati karyawan. Alasan lain adalah bahwa pimpinan menganggap bahwa informasi tersebut harus dilindungi, dan bukan untuk konsumsi karyawan karena karyawan tidak akan mungkin mengerti apa yang akan disampaikan. Demikian pula dengan karyawan, mereka sering tidak menyampaikan informasi tertentu kepada pimpinan untuk melindungi dirinya dari tindakan pemecatan atau peringatan. Mereka takut jika informasi disampaikan maka pimpinan akan marah, lalu mendiskreditkan mereka, memberikan penilaian yang negatif terhadap mereka (sehingga berdampak pada kenaikan gaji yang kecil), atau bahkan yang paling ekstrem adalah memecat mereka.

Defensiveness (Pertahanan). Selain menahan informasi, seseorang juga bisa saja tidak mau menerima informasi (menolak untuk mendengar informasi yang disampaikan). Hal ini terjadi jika mereka sudah membentuk emosi negatif terhadap orang yang memberi informasi, mungkin karena orang tersebut telah merendahkan dengan kata-kata yang menyakitkan. Hal ini membuat ia merasa ”diserang”, sehingga secara alami, orang yang merasa diserang tersebut membangun benteng pertahanan dengan menahan informasi yang masuk. Ia menganggap informasi tersebut juga akan membuatnya sakit hati. Misalnya saja ada Pak Arief yang memberi komentar kurang baik tentang prestasi seorang anak buahnya. Anak buah Pak Arief cenderung merasa bahwa masukan tersebut ”menyerang” harga dirinya, egonya, dan kualitas kerjanya. Padahal sebenarnya Pak Arief hanya ingin memberikan masukan untuk perbaikan, tetapi masukan ini disampaikan dengan kata-kata yang tidak dipikirkan dulu penyampaiannya. Ketika merasa diserang maka anak buah Pak Arief cenderung akan marah, dan menutup ”telinga” terhadap informasi lainnya yang mungkin saja berguna untuknya (misalnya: informasi mengenai strategi memperbaiki kinerjanya).

Tendency to evaluate (Kecenderungan untuk menghakimi). Jika mendapat informasi dari seseorang mengenai keburukan orang lain, pimpinan cenderung mengambil sikap yang mengevaluasi tanpa mengumpulkan data yang lengkap sebelum berkomunikasi dengan orang yang dibicarakan tersebut. Karena terpengaruh oleh pandangan satu orang, pimpinan langsung membentuk opini tertentu dan mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan orang-orang yang terkait, dan tanpa mengumpulkan fakta lapangan yang cukup. Ini bukanlah merupakan komunikasi dua arah, tetapi komunikasi satu arah, atau bahkan bisa dikatakan bahwa tidak terjadi komunikasi sama sekali.

Narrow perspectives (Perspektif yang sempit). Karena jarang meninjau pekerjaan orang lain, atau keluar dari lingkungan pekerjaan sendiri, seseroang seringkali dibatasi pada cara pandangnya sendiri. Ia tidak mencoba melihat dari sudut pandang orang lain. Pimpinan yang sering mengambil keputusan besar yang menyangkut keputusan keuangan dan strategi operasional secara umum, seringkali tidak mempertimbangkan detail pelaksanaan pekerjaan dan sudut pandang para pekerjaan. Sebaliknya, para karyawan, seringkali hanya melihat suatu masalah dari sudut pandangnya sendiri (kepentingan individunya semata, tanpa mencoba memahami sebuah situasi dari sudut pandang yang berbeda). Sempitnya perspektif inilah yang sering menyebabkan konflik (tiap orang hanya melihat dari sudut pandang sendiri, dan tidak mencoba memahami orang lain). Sebagai contoh, keputusan seorang pemimpin untuk membatasi percakapan telepon selama tiga menit saja, dianggap sebagai keputusan yang tidak populer, apalagi untuk bagian marketing yang sering kali menggunakan telepon untuk berhubungan dengan calon pelanggan atau pelanggan yang ada.

Mismatched expectations. Peter Drucker mengatakan bahwa pikiran manusia seringkali hanya membatasi informasi yang cocok dengan ekspektasinya Jika, ternyata informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, maka orang tersebut cenderung tidak termotivasi untuk mendengarkan informasi yang disampaikan. Misalnya: jika dalam rapat-rapat ternyata seringkali tanggapannya tidak diperhatikan, maka karyawan cenderung enggan menyatakan pendapat, karena ia beranggapan percuma saja menyampaikan pendapat, karena biasanya juga tidak ada follow-up-nya. Demikian pula dengan pimpinan, yang sering mendengarkan pendapat karyawan yang dianggapnya tidak relevan dengan keputusan yang akan diambil. Pimpinan tersebut cenderung tidak mendengarkan pendapat dari orang tersebut di waktu-waktu yang berikutnya.

Insufficient time. Alasan lain adalah keterbatasan waktu untuk menyampaikan informasi secara menyeluruh. Karena kegiatan rutin yang harus diselesaikan dengan segera, seringkali waktu berkomunikasi dilupakan, atau komunikasi dilakukan dengan tergesa. Akibatnya, informasi yang disampaikan kepada orang lain pun tidak lengkap. Dampaknya adalah orang lain hanya menerima sebagian informasi (tidak utuh), sehingga ada kemungkinan informasi tersebut salah dipahami.

MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH

Setelah memahami berbagai kendala yang menghambat terjadinya komunikasi dua arah, kita akan lebih mudah untuk menyusun strategi guna membangun komunikasi dua arah tersebut. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa dicoba.

Mendengar. Dalam komunikasi dua arah, ada yang berbicara, dan ada yang mendengar. Yang sering terjadi adalah tiap pihak saling menunggu kesempatan untuk berbicara tanpa meluangkan waktu untuk mendengar apa yang disampaikan pihak lain (karena ia sibuk menyiapkan apa yang akan disampaikan). Seringkali, banyak permasalahan dapat terselesaikan justru bukan karena seseorang menjadi pembicara yang handal, melainkan karena ia bersedia memahami orang lain dengan cara mendengarkan dengan saksama apa yang disampaikan (keluhan, masalah, keinginan, harapan). Informasi yang didengar inilah yang bisa dijadikan dasar untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menyelesaikan masalah.

Terbuka. Untuk mendorong tiap pihak untuk saling terbuka, seorang pimpinan hendaknya tidak menghukum orang yang menyampaikan pendapat, masalah, atau perasaannya. Keterbukaan bisa juga dibuatkan wadahnya, yaitu melalui bulletin board, kotak saran, atau media antarkaryawan. Karyawan yang menyampaikan pendapat atau ide yang bisa dimanfaatkan perusahaan, bisa diberikan hadiah, atau penghargaan. Demikian juga dengan karyawan yang bisa mengidentifikasi atau mengantisipasi masalah serta mengusulkan alternatif pemecahannya.

Menyamakan persepsi. Komunikasi dua arah sering terhambat karena adanya perbedaan persepsi terhadap suatu masalah. Dengan demikian, dalam berkomunikasi, ada baiknya disampaikan juga latar belakang pemikiran dari ide yang disampaikan, sehingga orang lain juga bisa memiliki persepsi yang sama, berangkat dari persepsi yang sama, atau paling tidak memahami persepsi orang yang menyampaikan informasi tersebut. Jika pemahaman sudah tergalang, maka komunikasi dua arah akan lebih mudah mengalir.

Komunikasi empat mata. Banyak juga karyawan yang enggan menyampaikan pendapat karena sungkan berbicara di hadapan banyak orang, padahal mungkin saja karyawan tersebut memiliki ide yang brilian. Seorang pimpinan bisa mencoba melakukan komunikasi dua arah terhadap anak buahnya secara regular untuk memahami kebutuhan, ekspektasi, masalah mereka. Dengan komunikasi empat mata, bawahan mungkin saja lebih nyaman menyatakan pendapat atau menyampaikan permasalahan yang ditemuinya di lapangan. Jadi, komunikasi empat mata penting untuk dilakukan dengan lebih sering, tidak hanya ketika melakukan evaluasi kerja tahunan.

Ada banyak cara untuk membangun komunikasi dua arah, beberapa di antaranya baru saja kita bahas bersama. Mungkin Anda bisa memilih mana yang paling cocok untuk Anda, atau mengkombinasi beberapa strategi untuk mencapai komunikasi dua arah dengan lebih mudah, dengan hasil yang lebih baik. Selamat berkomunikasi!

Sumber : http://www.sinarharapan.co.id

Spirituality Management


Ketika kita mencoba membincangkan spirituality management, setidaknya terdapat tiga jenis kontribusi yang bisa disumbangkan bagi kemajuan praktek bisnis dan manajemen. Yang pertama, dimensi spiritualitas memberikan pondasi yang kuat untuk membangun integritas moral yang kokoh bagi para pelaku bisnis (karyawan, pengusaha, kaum profesional). Itulah profil integritas yang dinaungi oleh misalnya, sikap kejujuran, kesederhanaan, dan sikap yang mengacu pada etika kebenaran. Kini misalnya, kita melihat begitu banyak perusahaan yang mencantumkan aspek integritas dalam ’core competency’ yang mereka susun. Tentu saja, aspek integritas ini akan mampu diwujudkan – dan bukan jadi sekedar kata-kata hiasan – jika semua karyawan di perusahaan tersebut memiliki kadar sprititualitas yang tidak rapuh.

Kontribusi yang kedua berkaitan dengan pengembangan etos kerja yang berorientasi pada kemajuan dan keunggulan kinerja (excellent performance). Dimensi spiritualitas semestinya mampu dijadikan driving force yang kuat untuk menancapkan motivasi dan etos kerja yang selalu mengacu pada prestasi terbaik. Dalam konteks ini mestinya ada kesadaran kuat untuk menjalankan ”teologi kerja (job theology)” : atau sebuah niatan suci untuk selalu menganggap pekerjaan kita sebagai sebuah ibadah dan bentuk pengabdian kita pada Yang Maha Agung. Ketika kita bekerja dikantor dengan asal-asalan dan menghasilkan kualitas brekele, atau ketika ketika kita hanya mempu menciptakan pelayanan yang amburadul dan membikin para pelanggan patah arang, maka mestinya kita menanggap ini semua sebagai sebuah ”dosa” dan kita mesti merasa malu dihadapan Yang Maha Tahu.Sebaliknya, ketika kita selalu bisa mempersembahkan kinerja yang istimewa, atau ketika kita mampu mengagas dan melaksanakan ide-ide kreatif untuk memajukan perusahaan, maka mestinya ini semua tidak melulu didasari oleh keinginan untuk naik pangkat, atau mendapat bonus yang besar, melainkan pertama-tama mesti dilatari oleh niatan suci untuk beribadah. Sebuah niatan yang didorong oleh kehendak untuk mengabdi dan memuliakan Yang Diatas. Dalam konteks inilah, dimensi spiritualitas dapat menjelma sebagai sebuah inner force yang kokoh dan mampu memotivasi kita untuk terus bekerja keras memberikan yang terbaik.

Kontribusi ketiga yang layak disebut adalah potensi sumbangan dimensi spiritualitas dalam membangun apa yang kini sering disebut sebagai learning organization. Tak pelak, hampir semua agama didunia selalu mendorong para umatnya untuk terus belajar dan menuntut ilmu. Dalam Islam misalnya, ayat pertama yang diturunkan berbunyi iqra’ (artinya, bacalah !) : sebuah simbolisasi yang menekankan betapa pentingnya proses belajar dan menuntut ilmu bagi kemajuan peradaban manusia. Dengan demikian, upaya untuk membangun ’learning culture’, upaya mendorong para karyawan untuk terus merengkuh ilmu, atau upaya untuk menumbuhkan ”knowledge management system”, merupakan serangkaian proses yang senantiasa perlu digerakkan. Sebab, semua ini sesungguhnya merupakan perwujudan dari dimensi spiritualitas kita dan juga bentuk ibadah kita kepada Yang Maha Mengetahui.

Sumber :www.wirausaha.com

Tips Menjalin Hubungan Kerja yang Harmonis


Seringkali orang menyepelekan soal satu ini. Kerja bagi mereka berarti tugas selesai. Titik. Padahal, hubungan dengan orang-orang di lingkungan kerja pun tak kalah penting dalam mendongkrak karier.
Hal paling penting dalam pekerjaan di abad 21 ini adalah kemampuan membangun dan menjaga hubungan. Meski Anda mempunyai ‘hobi’ gonta-ganti pekerjaan dalam perjalanan karier Anda, namun membangun jaringan dan menjaga hubungan itu adalah hal yang sangat penting. Ynag juga perlu diketahui, tempat yang paling mudah dan paling baik untuk membangun jaringan hubungan adalah di kantor.

ATASAN
Kesuksesan dan perkembangan karier Anda banyak tergantung pada atasan. Atasan Anda-lah yang dapat memberi kesempatan menangani tugas-tugas strategis atau klien-klien utama perusahaan, serta memberikan pekerjaan-pekerjaan penting lainnya. Bahkan, atasan Anda-lah yang berperan dalam menilai performance, kenaikan gaji atau kenaikan pangkat. Atasan Anda dapat pula menjadi ‘guru’ pribadi Anda. Mereka dapat memberikan sebagian pengalamannya kepada Anda, juga petunjuk dan pengarahan untuk belajar seluas-luasnya dan membiarkan Anda bertumbuh dalam pekerjaan, sekaligus menunjukkan dan membukakan ‘pintu’ kesempatan. Petiklah hal-hal tersebut sebagai keuntungan dalam perjalanan karier Anda.

Jadi, hubungan baik dengan atasan adalah hal paling berharga di dalam perkembangan karier Anda. Salah satu cara untuk mendongkrak hubungan baik dengan atasan adalah membuatnya tampak ‘baik’. Anda dapat melakukannya melalui performance pekerjaan yang bagus, mengambil tugas-tugas sulit – tetapi jangan sampai tidak sukses menyelesaikannya – dan bekerjasama dengan baik dengan bagian-bagian lain dalam perusahaan yang berada di bawah “kekuasaan” atasan.

REKAN KERJA

Rekan kerja atau kolega yang Anda temui setiap hari juga sangat berharga bagi Anda, dan sebaliknya Anda pun berguna bagi mereka. Bantulah mereka menyelesaikan pekerjaannya, terutama ketika mereka berada dalam keadaan sangat sibuk dan dikejar ‘deadline’. Jangan segan memberi pujian jika mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Kenali rekan kerja, termasuk kebiasaan dan pribadi mereka. Ajak mereka makan siang bersama atau pulang bersama. Ini dilakukan untuk lebih mengenal mereka di luar jam-jam kerja. Asal tahu saja, ketika karier Anda atau rekan melesat maju, hubungan Anda dan rekan kerja tersebut akan menjadi sangat penting dan berharga bagi Anda berdua.

KLIEN/NARASUMBER

Seorang klien yang puas tentu akan dengan senang hati menghubungi Anda kembali di masa yang akan datang. Entah itu hanya untuk mengucapkan selamat atas promosi Anda, atau bahkan menawarkan kerjasama baru dengan Anda. Jangan heran jika Andalah yang pertama kali mereka hubungi saat mereka membutuhkan orang untuk dipekerjakan atau mengambil tawaran menarik.

Hubungan dengan klien bisa rapi terjalin jika Anda tak pelit untuk mengontak mereka. Jadi, jangan hanya mengontak mereka saat Anda membutuhkan. Kalau perlu, datangi mereka di luar jam kerja, meski itu cukup menyita waktu.
Jadi, berhubungan dengan orang-orang di lingkungan pekerjaan tak hanya menolong karier, tetapi juga membuat tempat kerja Anda lebih menyenangkan. Intinya, Anda harus rajin bersosialisasi. Sekaranglah waktunya bagi Anda untuk membangun hubungan dan meraih sukses di tempat kerja.

Sumber: Nova

Meraih kebebasan Finansial ala Robert T. Kiyosaki


Meraih kebebasan Finansial ala Robert T. Kiyosaki

Meraih kebebasan finansial tentu dambaan setiap orang. Kebebasan waktu dan kebebasan bekerja inilah yang menjadi sorotan utama Robert T. Kiyosaki pengarang buku Cashflow Quadrant. Meraih kebebasan finansial yang dimaksud Robert adalah menjadi seorang entrepreneur sejati dengan mengandalkan otak kanan.
Dalam buku Cashflow Quadrant, Robert mengulas bagaimana seseorang memanfaatkan otak kanannya untuk meraih kebebasan finansial yang diwujudkan dalam empat pilihan. Pertama, employee (pegawai), self employed (pekerja lepas), business owner (pemilik usaha, dan investor (penanam modal). Selanjutnya tinggal Anda yang memilihnya. Menurut Robert, terdapat metode yang berbeda dalam memperoleh finansial. Dimana dibutuhkan kerangka berpikir, keterampilan teknis, jalur pendidikan, dan jenis orang yang berbeda. Nah, masing-masing orang yang berbeda ini tentunya tertarik pada kuadran yang berbeda pula.

Perbedaan inti dari masing-masing orang terletak pada nilai, kekuatan, kelemahan, dan minat inti kita. Selain itu dalam memperoleh penghasilan juga tidak ditentukan pada tingkat pendidikan, melainkan lebih tergantung pada siapa diri kita. Hal-hal inilah yang menentukan kita dalam memilih kuadran yang menjadi sumber penghasilan.

Robert menegaskan kita bisa kaya atau miskin di keempat kuadran yang sudah disebutkan diatas. Ada orang yang menghasilkan jutaan dan orang yang bangkrut di masing-masing kuadran. Berada di salah satu kuadran tidak menjamin keberhasilan Anda. Dengan mengetahui ciri berbeda dari masing-masing kuadran, kita akan mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang kuadran mana yang paling cocok dengan kita.

Ada orang yang senang menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan, sementara yang lain tidak. Sebenarnya menjadi sukses dalam keempat kuadran berarti kita menata ulang nilai-nilai inti yang terdapat pada diri sendiri. Banyak orang cenderung yakin bahwa cara mencapai keamanan finansial dan kebahagiaan adalah dengan melakukan keinginan sendiri atau mengembangkan sebuah produk baru yang tak dimiliki siapapun.

Cashflow Quadran yang ditulis Robert T. Kiyosaki sebenarnya memaparkan perbedaan tentang bagaimana memperoleh penghasilan, apakah sebagai karyawan, pekerja lepas, atau pemilik usaha. Tidak hanya itu, ia juga menjadi pedoman bagi siapa saja yang ingin menggunakannya.

Dengan membaca buku ini maka setidaknya kita dibimbing dari perjuangan finansial ke arah keamanan finansial kemudian kearah kebebasan finansial. Artinya, bila kita memiliki modal maka bagaimana agar modal tersebut menjadi aset yang semakin hari akan bertambah menjadi cash flow.

Satu hal lagi yang harus diingat, bahwa upaya meraih kebebasan finansial haruslah berani mengambil resiko, baik besar maupun kecil. Sebab, menjadi seorang entrepreneur tidaklah sama dengan menjadi karyawan. Karena itu ia harus belajar bagaimana menangani resiko yang bakal dihadapinya. Masalahnya, sisi kiri Cashflow Quadrant adalah sebagian besar orang berusaha menghindari resiko finansial. Langkah ini, menurut Robert, tentu saja salah. Justru kita harus berani belajar menangani resiko tersebut. Jajat

Lakukan Segmentasi Terhadap Calon pelanggan Anda


Melakukan segmentasi nasabah adalah memahami segala karakteristik dan tingkah laku nasabah Anda sehingga Anda dapat menciptakan pesan pemasaran yang secara efektif dapat berkomunikasi dengan mereka. Ini juga membantu Anda membelanjakan dolar Anda secara bijak, hanya menggunakan wahana yang dapat menjangkau semua segmen yang sudah Anda kenali.

Lakukan evaluasi nasabah Anda terhadap kelima kriteria ini untuk memastikan bahwa Anda telah melakukan segmentasi yang jelas dari hadirin Anda.

1. Jenis nasabah

Barangkali cara yang paling mendasar untuk melakukan segmentasi dari hadirin Anda adalah dengan memutuskan apakah Anda berencana menetapkan nasabah sasaran atau bisnis sasaran lainnya. Hanya sedikit perusahaan kecil yang berhasil menetapkan dua-duanya sebagai sasaran, dan meskipun ada beberapa tumpang tindih, Anda kemungkinan besar perlu menciptakan perbedaan yang lebih nyata untuk mengasah pesan pemasaran Anda.

2. Geografi

Lokasi geografis dasar nasabah Anda adalah penting sekali untuk menetapkan metode pemasaran yang akan digunakan oleh bisnis Anda. Nasabah bisa datang dari kalangan lokal, wilayah, nasional, atau internasional. Untuk beberapa bisnis, sasarannya sudah jelas – hadirin sasaran jasa cuci kering mungkin hanya beberapa mil dari lokasi bisnisnya. Dalam hal seperti ini, mungkin adalah ide yang bagus untuk memecah lokasi geografis lebih jauh – misalnya, dengan kode pos atau lingkungan tempat tinggal. Demikian pula, penjual berskala nasional atau internasional mungkin ingin menelusuri kota atau negara dimana mayoritas nasabah mereka berada untuk membantu mempertajam fokus mereka.

3. Demografi

Demografi adalah “statistik vital” mendasar dari landasan nasabah Anda. Dengan melakukan segmentasi demografis, Anda dapat menentukan karakteristik statistik khusus yang membedakan semua nasabah Anda.

Jika bisnis Anda sedang menetapkan nasabah sasaran, maka segmentasi demografis bisa meliput segala karakteristik seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, golongan pekerjaan (pekerja kantor atau pekerja pabrik), pendapatan, status pernikahan, dan latar belakang etnis atau agama. Mungkin Anda tidak perlu menggunakan semua kriteria ini; melainkan, Anda ingin memusatkan perhatian kepada riset terhadap nasabah-nasabah yang paling tepat untuk produk atau jasa Anda.

Demografi bisnis, di sisi lain, berbeda dalam pembagiannya. Mulailah dengan melihat industri dimana nasabah sasaran Anda berada. Anda juga dapat melakukan segmentasi sasaran Anda menurut ukuran bisnis berdasarkan jumlah karyawan atau jumlah penjualan. Akhirnya, pertimbangkan siapa yang mengambil keputusan membeli produk atau jasa seperti milik Anda – apa jabatan pekerjaan orang itu dan dalam departemen mana orang ini bekerja?

4. Psikografi

Psikografi mengacu kepada kepribadian dan tingkah laku emosional yang mempengaruhi pembelian. Dengan kata lain, bagaimana kebiasaan membeli dari nasabah Anda? Misalnya, apakah nasabah bersifat menurutkan kata hati atau menolak risiko? Ada kisaran variabel yang luas yang Anda dapat pertimbangkan dan mereka seringkali saling mempengaruhi, akan tetapi sebagian komponen psikografi yang paling umum mencakup:
Kecenderungan nasabah untuk membeli produk atau jasa baru kalau dibandingkan dengan yang lain

  • Pengaruh atas kebiasaan membeli nasabah (seperti tekanan dari teman atau pendidikan)
  • Perlengkapan dari produk atau jasa yang mungkin penting untuk nasabah bersangkutan
  • Kesetiaan merek atau reputasi
  • Kriteria keputusan membeli, seperti, apa pembelian akan didasarkan kepada harga atau nilai

5. Keyakinan dan gaya hidup

Bidang-bidang ini pada umumnya mengacu pada cara konsumen memandang diri mereka sendiri. Keyakinan bisa mencakup agama, politik, kebangsaan, atau nilai-nilai kebudayaan dan sikap. Segmen gaya hidup bisa berhubungan dengan cara nasabah menggunakan waktu diluar pekerjaan mereka untuk segala keperluan seperti hobi, rekreasi, hiburan dan kegemaran lainnya. Segmen-segmen ini bisa penting, karena segala variabel ini sering dapat digunakan untuk meramalkan tingkah laku pembelian masa depan.

Contoh Rencana Pemasaran


Content provided by the U.S. Small Business Administration, Online Women’s Business Center. SBA’s programs and services are provided to the public on a non-discriminatory basis.

Rencana pemasaran berikut adalah sebuah rencana sesungguhnya yang ditulis oleh seorang wanita pemilik bisnis. Nama beberapa bisnis dan kota telah disamarkan atas permintaan pemilik.

MISI

Secara teknis, misi adalah pembukaan dari seluruh Rencana Bisnis, sebagai bagian dari Rencana Pemasaran. Bagian tersebut dimasukkan disini sebagai informasi untuk pembaca…

Mosaic bermaksud memasok Michigan dengan kancing-kancing menarik paling visual yang tersedia pada saat ini. Mereka ingin menyenangkan pengguna mereka dan menyediakan batu loncatan untuk kegiatan yang kreatif. Mosaic percaya bahwa ungkapan artistik menggairahkan hidup. Mosaic menghargai ketrampilan tangan manusia dan kepekaan hati manusia. Mosaic menganggap kancing-kancing sebagai karya seni kecil dimana kita bisa melihat diri kita sendiri.

Rencana Pemasaran Mosaik

SEJARAH & KETERANGAN

Mosaic adalah sebuah toko barang eceran khusus yang menawarkan koleksi kancing antik, kontemporer dan kerajinan tangan dari segala penjuru dunia. Kancing-kancing ini berbeda dari yang tersedia di pasar dalam kualitas bahan, pengerjaan dan rancangan.

Kebutuhan sangat sederhana yang disikapi oleh Mosaic adalah kebutuhan untuk bergembira. Kancing-kancing adalah objek ungkapan perasaan yang sangat bagus yang menambah daya tak terduga pada pakaian. Perusahaan pembuat pakaian menjadi saksi dari keunggulan kompetitif untuk penggunaan kancing-kancing yang menyenangkan dan khusus. Mosaic menyediakan kancing-kancing semacam itu untuk penjahit rumahan dan siapa saja yang terlibat dalam seni menjahit dan menyulam. Penyedia pelayanan rancangan bagian dalam juga dilayani oleh Mosaic dalam menciptakan penutup ranjang, sarung bantal dan tirai jendela.

Seiring dengan pertumbuhannya, Mosaic juga akan mendirikan studio untuk rancangan permukaan kain. Lokakarya untuk lukisan, celupan dan cetakan kain akan ditawarkan sepanjang tahun. Lokakarya ini akan diadakan oleh pemilik tunggal Mosaic dan oleh seniman-seniman tamu dengan keahlian khusus.

Mosaic dibuka untuk bisnis pada tanggal 5 Agustus 1996, dengan inventaris senilai $1050. Dalam delapan bulan pertama beroperasi inventaris lain sebesar $1290 ditambahkan. Jumlah penjualan adalah $1376 untuk jangka waktu yang sama dengan jumlah rata-rata bulanan $172. Penjualan telah meningkat dengan teratur sepanjang delapan bulan ini.

Organisasi dan bisnis yang dilayani mencakup:

  • Machine Knitters Guild of Michigan
  • Michigan Embroiderers Guild
  • Sew for Profit of Michigan
  • The National Button Society
  • Home Fabrics
  • Smith-Wesson Designers
  • The Workroom

Pendanaan perusahaan datang dari pendapatan pribadi pemilik tunggal dan dari pendapatan hasil penjualan. Pendanaan tambahan dicari untuk perluasan inventaris dan untuk pemasangan iklan.

KETERANGAN PRODUK ATAU JASA

Mosaic menawarkan kancing-kancing pakaian kerajinan tangan dan buatan pabrik dari berbagai bahan dan lapisan. Sebagian besar kancing-kancing ini terbuat dari bahan alami seperti tanduk, tulang, kayu, kaca dan tanah liat. Kancing-kancing ini merupakan hasil kerajinan pekerja tangan yang ahli dari seluruh dunia dan merupakan rancangan asli. Kancing-kancing logam dan sintetis buatan pabrik juga ditawarkan, bersama dengan koleksi kancing klasik dan antik.

Semua pakaian mengambil manfaat dari kancing-kancing yang memberikan sumbangan pada watak mereka. Mosaic menawarkan sebuah peluang untuk mencipta ulang pakaian siap pakai dan mengikutsertakan orang dalam sebuah proses yang kreatif. Kancing-kancing merupakan suatu bentuk perhiasan. Mereka memungkinkan orang untuk mengungkapkan gaya pribadi mereka dengan cara baru.

Pembuat pakaian yang telah menanamkan banyak waktu dan tenaga enggan menawarkan kancing-kancing kecuali dengan harga yang menarik. Orang-orang ini sedang mencari kancing yang sempurna bagi ciptaan mereka. Mosaic membantu orang mencapai ini dan membawa proses keseluruhan pada kesimpulan yang memuaskan.

Daya tarik kancing-kancing terbukti makin terbukti di rumah, di mana mereka dimanfaatkan sebagai unsur rancangan pada bantal, penutup ranjang dan tirai jendela.

Kancing seringkali dibeli bukan untuk alasan kegunaan, tetapi demi keindahannya. Koleksi kancing-kancing antik mewakili investasi besar dan berdasarkan sejarah nilainya terus meningkat.

KETERANGAN LOKASI

Mosaic berkantor di Tower Building, 706 Main NW, Suite 200, Altamount, Michigan. Gedung ini merupakan gedung bersejarah dari hari-hari yang lamban kota itu, adalah tempat bagi dua bisnis rancangan dan selusin studio kreatif untuk ilustrasi buku, fotografi, rancangan lukisan dan permukaan, dan pembuatan perabot. Tetangganya, bekas gedung Gay-Tonekey, di 710 Main NW, juga mendukung banyak studio rancangan. Yang paling terkemuka adalah Artists’ Studio, galeri bingkai dan kado pesanan, dan LaFontaine Gallery, galeri seni halus utama. Kedua gedung ini telah mendukung komunitas artistik di wilayah tersebut selama lebih dari dua belas tahun tahun dengan menawarkan ruangan-ruangan yang menarik secara arsitektur dan sewa murah. Mereka adalah papan nama pemikiran dan kegiatan kreatif dalam masyarakat dan menarik nasabah yang menaruh minat pada ungkapan artistik. Daerah ini juga akan menerima perhatian yang diperbarui karena dimulainya renovasi terhadap bekas pabrik pembersihan air, yang akan segera menjadi restoran waralaba berskala nasional.

Mosaik pada saat ini berlokasi di sebuah ruangan lantai dua di Tower Building. Karena pertumbuhannya, Mosaic akan pindah lokasi ke ujung selatan gedung. Manfaat dari lokasi ini adalah akses lantai pertama, ruangan untuk perluasan, bidang pandang yang lebih baik dari jendela lengkungan besar, parkir yang lebih nyaman, lebih dekat dengan wilayah pengecer, dan harga yang layak.

ANALISIS PASAR

Industri
Menurut American Home Sewing and Craft Association, industri jahitan rumah menyumbang $3.5 milyar dalam penjualan eceran kepada perekonomian nasional. Dalam lima tahun dari 1987-1992, pembeli pemula mesin jahit meningkat dari 30 persen hingga 50 persen. Dalam lima tahun terakhir (1991-1996), keanggotaan dalam serikat kerja American Sewing Guild telah berlipat ukurannya dengan peningkatan 55 persen dalam jumlah cabang lokal. Tiga puluh juta orang di negara ini merupakan penggemar menjahit yang serius.

Ketersediaan serger mungkin merupakan alasan dari kenaikan ini. Mesin ini mengelim, mengobras dan menghias semuanya dalam satu gerakan, sehingga memangkas waktu menjahit hingga separuh. Dan juga, menjahit sekarang ini maju secara teknologi, menghilangkan kebutuhan memasukkan benang kedalam lobang jarum dan merapikan benang lebih. Memori komputer juga telah meningkatkan potensi kreatif dari mesin jahit.

Menjahit adalah salah satu dari beberapa industri kreatif yang dilayani Mosaic. Selagi negara ini menilai ulang semua prioritasnya, maka kegiatan-kegiatan waktu senggang berorientasi rumah sedang menikmati kenaikan dalam minat. Laporan Gallop Organization tahun 1990 tentang kecenderungan waktu senggang menunjukkan bahwa menjahit/merajut menduduki peringkat keempat dalam kegiatan yang diikuti masyarakat umum.

Di seluruh Michigan, ada perkumpulan penggemar menjahit, menenun, merajut (mesin dan tangan), menyulam dan menyambung-nyambung potongan kain. Michigan juga berlaku sebagai tuan rumah kantor cabang dari National Button Society, sebuah asosiasi pengumpul kancing.

Pasar Sasaran
Profil penjahit rumahan, seperti yang dilaporkan oleh American Home Sewing and Craft Association, nampak sebgai berikut:
  • 75 persen wanita
  • berusia 25 hingga 54 tahun
  • pendidikan perguruan tinggi
  • pendapatan rumah tangga $35 ribu atau lebih
  • artistik, keaslian nilai
  • Para penjahit dengan berbagai kemampuan

Profil ini didukung oleh pengamatan langsung dari para nasabah Mosaic.

Orang yang mengikuti industri kreatif menghargai barang-barang yang dibuat oleh tangan dan membeli mereka untuk diri sendiri, teman-teman mereka dan keluarga mereka. Mereka melibatkan diri jauh kedalam segala kegiatan waktu senggang di rumah seperti membaca, berkebun dan menjelajahi seni masak memasak.

Di dalam wilayah Altamount-Fairhills-Levine DMA, 23 persen dari jumlah rumah tangga yang ada menjahit dan 20 persen mempraktekkan pekerjaan dengan penggunaan jarum. Ini sedikit diatas rata-rata nasional dan bisa dibandingkan dengan Kota Indianapolis, yang mendukung Buttons Galore, sebuah perusahaan serupa dengan perdagangan tahunan sebesar $500.000.

Lebih banyak orang dari Altamount-Fairhills-Levine DMA yang menghadiri acara kebudayaan dan mengunjungi galeri benda seni halus dan antik dibandingkan dari Indianapolis. Pendapatan rata-rata untuk wilayah ini juga agak lebih tinggi daripada Indianapolis.

Mosaic juga melayani bisnis rancangan yang fokus pada bagian dalam rumah hunian. Kancing-kancing semakin banyak digunakan di rumah sebagai sebuah unsur dari minat dan rancangan.

Persaingan
Pesaing langsung ada di tiga kota terdekat. Mereka adalah, The Threadminder, pemasok dari perancang merajut dan menenun benang di Levine, Michigan; The Fabric Alley, sebuah toko kain kelas atas yang terletak di Cashill; dan dua toko kancing di Chicago – yaitu Twelve Buttons dan Renewal Buttons. Kekuatan dari para pesaing ini terletak pada lamanya mereka telah terjun kedalam dunia bisnis. Kesadaran akan produk mereka sangat mantap.

The Threadminder menawarkan pilihan terbatas kancing-kancing tidak biasa yang dibeli dari pemasok yang sama seperti Mosaic untuk harga yang sama. Mereka menawarkan belanja satu tempat bagi komunitas merajut dan menenun, akan tetapi kancing-kancing bukanlah fokus mereka. Kecuali jika pembelanja sedang mencari benang, mereka tidak akan tahu bahwa kancing-kancing juga tersedia di Threadbender. Mosaic akan bersaing dengan memusatkan diri pada kancing-kancing dan dengan menawarkan pilihan yang lebih luas dan lebih mengasyikkan.

The Threadminder mengembangkan pasar mereka dengan menawarkan kursus merajut dan menenun. Para peserta yang menyukai seni serabut dan tekstil akan bebas untuk menjelajahi berbagai kesempatan lain untuk berekspresi. Mosaic akan menawarkan petunjuk dalam bidang-bidang bersangkutan.

Mosaic juga akan bersaing dalam hal lokasi. Lokasi Mosaic ada di pusat kota dengan akses mudah dari segala penjuru kota.

The Fabric Alley di Cashill, Michigan, menjadi daya tarik bagi semua penjahit yang serius yang diberi kesempatan menghabiskan banyak uang untuk membeli kain halus. Mereka menawarkan pilihan yang sangat luas dari kancing-kancing dengan kisaran harga yang sama dengan Mosaic. Para penjahit dapat menemukan kancing-kancing dan kain di satu lokasi. Namun demikian, akses kepada kancing-kancing adalah sulit. Kancing-kancing tersebut dipamerkan secara buruk dan pembelanja harus sangat tekun untuk menemukan kancing-kancing mana yang mereka anggap menarik. Begitu menemukan, pramuniaga harus mendapatkan kembali dari persediaan sebelum nasabah dapat menilai mereka sepenuhnya. Ini membuat frustrasi dan menghabiskan waktu.

Kancing-kancing dipajang dengan jelas di Mosaic dengan cara yang konsisten dengan kualitas dan watak mereka. Dan lagi, Mosaic akan bersaing dengan memusatkan diri pada kancing-kancing. Perusahaan juga akan bersaing dalam lokasi. Mereka yang kebutuhannya terpenuhi oleh toko kain setempat dan yang mungkin tidak bersedia atau tidak bisa melakukan perjalanan melintasi negara bagian akan bergantung kepada Mosaic untuk kancing-kancing yang khusus.

Twelve Buttons dan Renewal Buttons menawarkan produk yang mengesankan dalam kisaran kualitas, harga dan watak. Keduanya terletak di pusat kota di wilayah metropolitan Chicago. Keduanya adalah model yang dijadikan landasan untuk rancangan Mosaic.

Mosaic akan memikat penggemar pergi dari toko-toko Chicago dengan secara tekun memasok kancing-kancing dengan keaslian tinggi. Pengrajin-pengrajin kancing independen akan dipamerkan keahliannya, kapan saja memungkinkan. Mosaic juga akan memelihara koleksi besar kancing klasik dan antik. Hubungan dengan perdagangan rancangan bagian dalam setempat juga sangat penting untuk kesuksesan.

Persaingan tidak langsung datang dari toko-toko jaringan lokal: Northeast Fabrics, Wisconsin Fabrics, Joan’s Fabrics dan Fieger’s Fabrics. Mosaic menawarkan kancing-kancing yang tidak dapat ditemukan di semua toko ini dan yang harganya pada umumnya lebih tinggi. Mosaic akan menarik nasabah yang mungkin bersedia membelanjakan uang lebih banyak untuk kancing-kancing daripada untuk kain untuk mencapai tingkat gaya dan ekspresi lebih tinggi.

TUJUAN DAN STRATEGI PROMOSI

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Mosaic dalam tahun pertama operasinya adalah keberadaannya kurang dikenal masyarakat. Saat ini, jumlah nasabah 90 orang. Tujuan perusahaan adalah menggandakan jumlah ini selama bulan Juni hingga Oktober untuk memperoleh 180 nasabah.

Strategi untuk mencapai tujuan ini mencakup:

  • Mengadakan pameran untuk membantu penjualan di pasar petani setempat setiap hari Sabtu sepanjang musim panas. Ini bisa dilakukan dengan biaya $210.
  • Membagi-bagikan kartu nama dan mencetak ulang artikel “Grandstand” tentang Mosaic yang muncul di Lifelike Magazine pada Januari 1997. Pusat peredaran adalah pasar petani, Arts Alive Gallery Hop, Underground Studio, dan wilayah bisnis pencucian kering.
  • Menempelkan papan nama tambahan di bagian luar Tower Building pada tanggal 1 Juni 1997 dengan biaya $75.
  • Mempublikasikan berita berkala kuartalan untuk semua nasabah dan bisnis pilihan yang ada. Berita berkala akan mengumpulkan rujukan, mengiklankan inventaris tambahan dan memberitahu pembaca mengenai promosi penjualan saat ini.
  • Mengadakan promosi penjualan kuartalan di bulan Mei, Agustus, November dan Februari.
    Promosi penjualan bulan Mei akan dipersembahkan untuk Hari Ibu. Para nasabah akan diundang minum teh sore; kupon potongan harga untuk para ibu akan ditawarkan.
    Selama bulan Agustus, Collage akan merayakan hari jadinya. Pameran mode/lomba busana atau kegiatan lain akan direncanakan.
    Bulan November akan fokus kepada perayaan akhir tahun.
    Bulan Februari akan menyoroti Hari Valentine.
  • Pemasangan iklan di berita berkala Woodbrook Weavers, the Michigan Quilter’s Guild dan the Greater Levine Embroiderers Guild. Biayanya sekitar $10 per edisi.
  • Melanjutkan pemasangan iklan di Greater Levine Yellow Pages dengan biaya $10.75 per bulan.
  • Mengambil bagian dalam kegiatan pengumpulan dana di radio umum, seperti WYRU Auction, dengan memberikan sumbangan dalam bentuk kupon hadiah. (Harga eceran $30; harga sebenarnya $15)
  • Memasok perancang bagian dalam dengan contoh kancing-kancing yang ditempelkan pada kain untuk digunakan oleh pelanggan mereka.

Tujuan lain yang perlu disikapi oleh Mosaic adalah inventaris gedung. Bulan-bulan musim panas akan memungkinkan porsi lebih besar dari sumber daya perusahaan untuk diarahkan pada memperbanyak inventaris.

  • Mosaic akan memasang iklan di mingguan setempat, seperti Retreat, untuk keinginan membeli kancing-kancing lama.
  • Mosaic akan mencari kancing buatan tangan dengan memasang iklan di bagian “Opportunities” pada The Art Calendar sebagai pengirim barang.

KEBIJAKAN PENETAPAN HARGA

Tiga kategori kancing-kancing dibeli oleh Mosaic untuk dijual kembali. Mereka adalah kancing-kancing kerajinan tangan, kancing-kancing buatan pabrik dan kancing-kancing klasik. Kenaikan harga industri standar mencapai 100 persen.

Harga eceran rata-rata dari kancing-kancing kerajinan tangan dan klasik adalah $4.25. Kancing-kancing buatan pabrik berkisar mulai $1.45 hingga $2.00, bergantung kepada bahan yang digunakan. Kancing-kancing dari bahan alami lebih mahal.

Dalam kurun waktu delapan bulan Mosaic terjun dalam bisnis, penjualan kancing terbesar adalah kancing dari biji corozzo alami yang dijual seharga $1.20.

PERSYARATAN PENJUALAN

Mosaic saat ini menerima uang tunai dan cek pribadi sebesar harga pembelian. Seiring pertumbuhannya, perusahaan akan menerima pembayaran dengan kartu kredit.

MENGENAL ISO/TS 16949 SISTEM MANAJEMEN MUTU UNTUK INDUSTRI OTOMOTIF


SEJARAH DAN PERKEMBANGAN

ISO 9000 Series sekarang merupakan salah satu sistem manajemen mutu yang formal serta diterapkan di hampir semua jenis organisasi, termasuk industri otomotif.

Sejak peluncuran pertamanya pada tahun 1987, ISO 9000 Series mendominasi di semua bidang yang terkait dengan sistem manajemen mutu bahkan mengecualikan beberapa issue di bidang kualitas lainnya. Seperti contoh : birokrasi prosedur, paper work , tidak ada nilai tambah. Hal ini terjadi karena standar ISO 9000 Series menjelaskan mengenai “What”, sehingga sangat bergantung kepada penerimaan suatu organisasi mengenai pemahaman persyaratan minimum yang dapat diterapkan organisasi untuk mencapai kualitas produk atau service.

Salah satu persyaratan utama dari ISO 9000 Series adalah proses yang terkait dengan supplier, dimana persyaratannya adalah bahwa organisasi harus menyediakan produk /jasa yang sesuai dengan persyaratan tersebut. Persyaratan ISO 9000 di dalam konteks bisnis merepresentasikan spesifikasi yang telah dipersyaratkan/ditetapkan. Artinya apabila organisasi tidak menyediakan produk/service yang sesuai dengan persyaratan/spesifikasi maka sistemnya sebenarnya fail, tetapi tidak berarti standardnya salah, hal ini bisa saja disebabkan karena interprestasi yang tidak sesuai dari organisasi. Atau jika spesifikasi/persyaratanya sudah ditetapkan tetapi kualitasnya lebih rendah maka dampaknya bisa saja produk tersebut menjadi tidak cukup untuk memenuhi kepuasan pelanggan.

Dari penjelasan di atas, ada dua masalah penting yang terkait khususnya di industri otomotif :

  • Kebutuhan untuk memberikan dasar yang sama kepada supplier mengenai sistem mutu dan menghilangkan interprestasi yang terlalu banyak.
  • Kebutuhan untuk mengembangkan model sertifikasi yang dapat digunakan untuk memastikan integritas dari proses sertifikasi yang bersifat ” world wide”.

Bersamaan dengan publikasi ISO 9000, beberapa negara mengembangkan sistem manajemen mutunya sendiri yang digunakan hanya untuk pembelian peralatan kemiliteran, seperti NATO Quality Control System Standards pada tahun 1973, juga Quality Panel dari UK Society of Motor Manufactures mengembangkan standar yang sama untuk penggunaan non militer, yaitu BS 4891, yang dipublikasikan pada tahun 1972.

Pada tahun 1992, Chrysler, Ford dan General Motor (GM) menyusun manual “supplier quality system” dan “assessment tools” yang kemudian disebut QS-9000. Standard ini dikembangkan dari persyaratan ISO 9000 series dan ditambah “generic requirements” , sector “specific requirements “, dan “customer spesific requirements”. QS-9000 pertama kali di publish pada bulan Agustus 1994 dan standard ini merupakan penggabungan dari Chryler s Supplier Quality Assurance Manual, Ford’s Q101, dan General s Motor’s for excellence. Dalam perkembangannya QS-9000 tidak hanya diterapkan pada proses perancangan dan perakitan dari Chrysler, Ford dan GM saja. Pada bulan maret 1998 QS- 9000 direvisi untuk yang ketiga kalinya.

Disamping Amerika dan Inggris , beberapa negara lain juga mengembangkan model standard sistem manajemen yang terkait dengan Automotive industry, diantaranya VDA (Verband der Automobilindustrie) di Jerman yang mengeluarkan VDA 6.1, kemudian di Italia, Asosiasi Industri Mobil Italia (ANFIA) mengeluarkan standard AVSQ 94 , Asosiasi Industri Mobil Perancis (PSA) menerbitkan standard EAQF.

Semakin meningkatnya persaingan di industri otomotif membuat beberapa industri melakukan penggabungan dan kerjasama tidak hanya lingkup negaranya tetapi juga antar negara, sehingga hal ini juga mendasari terjadinya penggabungan standarisasi yang telah disusun. QS-9000 tidak hanya diterapkan di Amerika, tetapi di semua negara yang men-supply ke GM, Chrysler dan Ford, sehingga harus dilakukan penyesuaian terhadap standard-standard lainnya seperti VDA 6.1, EAQF 94, AVSQ 94juga.

Pada tahun 1996 IATF (International Automotive task Force) yaitu lembaga internasional otomotif yang anggotanya terdiri dari 2 group besar yaitu industry otomotif dan asosiasi perdagangan bekerjasama dengan ISO/TC 176 mengembangkan standar yang bersifat sektoral yaitu di industri otomotif yang kemudian diberi nama ISO/TS 16949, yang dikembangkan dari QS-9000, ISO 9000 Series, VDA 6., AVSQ 94, EAQF 94 yang edisi pertamanya di keluarkan pada tahun 1999.

Dengan di kembangkannya ISO/TS 16949 oleh IATF, maka cakupannya pun semakin luas tidak hanya untuk industri mobil Eropa dan Amerika tetapi juga industri mobil di Jepang dan negara lainnya, karena asosiasi perdagangan yang menjadi anggota IATF tidak hanya Amerika (AIAG), Italia (ANFIA), Perancis (FIEV), Inggris (SMMT), Jerman (VDA-QMC), tetapi juga Jepang (JAMA), di mana JAMA merupakan asosiasi dengan jumlah anggota terbanyak diantaranya: Toyota, Mazda, Honda, Suzuki, Daihatsu, Hino, Yamaha, Nissan, Kawasaki,dsb.
KEUNTUNGAN BAGI ORGANISASI

Dengan direvisinya ISO 9001:2000, maka IS0/TS 16949 pun di revisi untuk disesuaikan dengan persyaratan ISO 9001 :2000. Beberapa persyaratan tambahan yang berarti jika dibandingkan dengan QS-9000 adalah :

  • Penetapan sasaran dan target
  • Penetapan kepuasan pelanggan
  • Continual Improvement
  • Analisis Data
  • Memastikan kesesuaian dengan persyaratan dan peraturan perundangan
  • Tinjauan manajemen dilakukan untuk memonitor sasaran mutu yang stategis dan kinerja sistem.
  • Verifikasi proses
  • Penetapan dan pemeliharaan Plant, Peralatan, dan Fasilitas
  • Review efektivitas dari pelatihan

Dengan mengadopsi ISO/TS 16949 ini, maka pemasok untuk industri otomotif akan semakin sesuai penerapannya dengan ISO 9001:2000 karena sistemnya menjadi semakin”generic”.
Beberapa keuntungan yang dapat diharapkan antara lain :

  • Meningkatkan kualitas produk dan proses ; hal ini dapat tercapai karena di dalam persyaratan baru mengcover diantaranya, mengenai : penetapan target, pengukuran dan reviewnya, pengukuran kepuasan pelanggan, keselamatan produk, ke- sesuaian dengan persyaratan dan perundangan, manajemen desain proses, penerapan teknik dan alat-alat kualitas
  • Meningkatkan keyakinan di Global Procurement ; dengan skema standard yang jelas, maka meng- eliminasi perbedaan pemahaman standar, proses sertifikasi benar-benar diseleksi berdasarkan kriteria ISO/TS 16949 dengan ruang lingkup
  • Pendekatan sistem mutu yang seragam/sama untuk pengembangan subkontraktor; dengan standar ini akan mengurangi variasi proses oleh subkontraktor sehingga hasil proses dapat lebih baik.
  • Mengurangi variasi dan meningkatkan efisiensi; dengan penerapan beberapa persyaratan yang re- levant akan mengurangi hal tersebut, antara lain : Mistake Proofing, Continous Improvement, Failure Mode effect Analisys, Statistical Process Control
  • Mengurangi audit pihak kedua ; dengan diterimanya standard ini oleh banyak negara, hal ini berdampak berkurangnya audit pihak kedua.

Dengan pemberlakuan ISO/TS 16949 ini maka industri otomotif dan turunannya memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan sistem manajemen mutunya sehingga meningkatkan kepercayaan pelangan lebih baik lagi.

1. Apa itu ISO 9001 ?

  • ISO adalah kepanjangan dari International Organization for Standardization . Artinya suatu badan internasional yang mengurusi sertifikasi ISO 9001 bagi perusahaan-perusahaan di dunia.
  • ISO 9001 adalah suatu sistem manajemen mutu nomor 9001 yang merupakan dasar bagi suatu perusahaan dalam mengelola sistem produksi dan menjamin kestabilan mutu produknya.
  • Angka 9001 sendiri merupakan nomor urut sistem mutu yang dikeluarkan oleh badan tersebut.
  • ISO 9001 harus diterapkan oleh perusahaan yang akan go international .
  • ISO 9001 berlaku bagi perusahaan manufaktur (pabrik), baik produknya berupa barang ataupun jasa.

2. Apa itu TS 16949 ?

  • TS 16949 adalah Technical Specification nomor 16949 yang dikeluarkan oleh badan ISO sebagai sistem manajemen mutu untuk industri otomotif.
  • TS 16949 dibuat oleh International Automotive Task Force (IATF) dan Japan Automobile Manufacture Association Inc (JAMA) dengan dukungan suatu komite dari ISO, yaitu komite ISO/TC 176.
  • Anggota IATF terdiri dari BMW, Daimler Chrysler, Fiat, Ford, GM, PSA Peugeot Citroen, Renault SA, Volkswagen, dan asosiasi-asosiasinya, seperti AIAG (Amerika), ANFIA (Italia), FIEV (Prancis), SMMT (Inggris), dan VDA (Jerman)
  • Anggota JAMA terdiri dari Toyota, Daihatsu, Mazda dan industri otomotif Jepang lainnya.
  • TS 16949 memuat semua persyaratan ISO 9001 ditambah dengan persyaratan khusus untuk industri otomotif.
  • ISO/TS 16949 menggantikan QS9000 dan quality system lainnya yang disyaratkan oleh masing-masing industri otomotif, misalnya VDA, AVSQ, Malcom Baldrige.
  • Dengan adanya penggabungan quality management system dari berbagai industri otomotif ini, suatu industri otomotif cukup menerapkan satu quality system meskipun memproduksi produk untuk berbagai customer. Misalnya suatu pabrik A mempunyai customer Ford, BMW dan VW. Semula dia harus menerapkan QS9000, AVSQ dan VDA 6.1. Sekarang cukup menerapkan ISO/TS 16949.
  • Tujuannya : One World, One Quality System.

3. Tujuan dari TS 16949

Pengembangan sistem manajemen mutu yang memungkinkan untuk :

  • perbaikan terus menerus,
  • penekanan pada pencegahan produk tidak OK dan,
  • pengurangan variasi dan proses yang tidak bernilai tambah pada rantai suplai.

4. Keuntungan dari TS 16949 :

  • Memperbaiki kualitas produk dan proses
  • Dapat menerapkan teknik terbaik dari industri otomotif keseluruhan
  • Menambah keyakinan untuk go international
  • Menyediakan pendekatan sistem mutu global untuk mengembangkan vendor dan memastikan konsistensinya
  • Mengurangi variasi dan meningkatkan efisiensi

5. Eight Quality Management Principles

  • ISO /TS 16949 disusun berdasarkan 8 prinsip manajemen ISO 9001:2000 atau ISO 9004:2000.
  • 8 Prinsip manajemen ini harus dijabarkan dan digunakan pada penerapan ISO/TS 16949 ke seluruh organisasi oleh top management.

Berikut adalah 8 Prinsip

  • Prinsip 1 Memusatkan pada pelanggan
  • Prinsip 2 Kepemimpinan
  • Prinsip 3 Melibatkan Orang-orang
  • Prinsip 4 Proses Pendekatan
  • Prinsip 5 Pendekatan Peningkatan System Manajemen terus menerus
  • Prinsip 7 Berdasarkan Fakta untuk Pengambilan Keputusan
  • Prinsip 8 Saling Menguntungkan Hubungan Penyalur

6. Site and Remote Location (Remote Site)

Definisi

  • Site : location at which value-added manufacturing processes occur.
  • Remote location : location that supports sites and at which non-production processes occur.
  • Supporting functions, whether on-site or remote (such as design centers, corporate headquarters and distribution centers), form part of the site audit as they support the site, but cannot obtain stand- alone certification to this TS.

Audit Time between Site and Remote Location

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>IATF Rule : A site shall be audited within 90 day from the remote location audit time. Jadi, untuk menentukan waktu audit harus mengikuti waktu audit remote location.

STRUKTUR ISO/TS 16949

Struktur ISO/TS 16949 dan beberapa persyaratannya dikembangkan dari ISO 9001:2000, kemudian juga dikembangkan dari QS 9000 serta memperhatikan masukan dari asosiasi industri otomotif, maka struktur ISO/TS 16949 adalah sebagai berikut :

1. Struktur ISO 9001:2000 terdiri dari :

  • Scope
  • Aplikasi
  • Normative reference
  • Terms and Definitions
  • Sistem Manajemen Mutu
  • Tanggung Jawab Manajemen
  • Manajemen Sumber Daya
  • Realisasi Proses
  • Pengukuran, analisa dan peningkatan

2. Automotive Standart Requirement, Adalah persyaratan tambahan lain yang spesifik dijelaskan di masing-masing persyaratan dari ISO 9001:2000. Misalnya :

  • Persyaratan dokumentasi : Engineering Specification
  • Management Responsibility: Management commitment Proses Efisiensi
  • Responsisbilit dan Authority : responsibility for quality
  • Management representative : customer representative
  • Resource Management : Product desain skill
  • Training on the Job.
  • Plan, Facility and equipment planning
  • Product Realization
  • Accepatance criteria product realisastion
  • .Change control
  • Supplier quality management system development

Measurement analysis & improvement : ada penambahan:

  • dentification of statistical tools
  • Knowledge of basic statistical concept
  • .Manufacturing process audit
  • Problem solving
  • .Error proffing

3. Customer Spesific Requirements, adalah persyaratan spesific dari masing-masing industri otomotif yang dikeluarkan dan menjadi acuan bagi semua suppliernya di dalam mengembangkan dan menerapkan persyaratan ISO /TS 16949 ini.
Contohnya :

  • BMW mengeluarkan Customer Specific Requirements
  • yaitu : Supplied Parts Quality Management
  • VW mengeluarkan Customer Specific Requirements Qual.Cap.Suppliers.,4th edition .

SISTEM ISO/TS 16949?

1. Referensi untuk Implementasi TS 16949

Referensi yang digunakan untuk Implementasi TS 16949 dapat digambarkan sebagai berikut.

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–>ts16949 references<!–[endif]–>

Note: *) Customer Specific Requirement (CSR) ditentukan oleh siapa yang menjadi customer Anda. CSR bisa diberikan langsung oleh customer atau diakses di website customer khusus untuk supplier nya.

2. Istilah pada Referensi TS 16949

a Istilah rantai suplai :

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–>supply chain<!–[endif]–>

b. Istilah Shall, Should, Note, Such :

  • Shall : indicates a requirement.
  • Should : indicates a recommendation.
  • Note : for guidance in understanding or clarifying the associated requirement.
  • Such : suggestion, for guidance only.

c. Istilah “product” dapat berarti produk atau servis.

d . ISO 9001:2000 dan ISO/TS 16949:2002

  • ISO 9001:2000 requirement : tulisan dalam kotak.
  • ISO/TS 16949 requirement : tulisan diluar kotak.

3. Sistem dokumentasi ISO/TS 16949

Sistem dokumensi quality management system (QMS) TS terdiri dari 4 level dokumen sebagai berikut.

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

Level 1 adalah Quality Manual yang memuat elemen TS yang dapat diterapkan dan tidak dapat diterapkan, lengkap dengan kebijakan dan penanggung jawab setiap aktivitas. Dokumen level 1 ini menjadi acuan untuk pembuatan dokumen level 2.

Level 2 adalah prosedur yang memuat uraian kerja terutama yang bersifat antar bagian. Dokumen level 2 ini menjadi acuan untuk pembuatan dokumen level 3.

Level 3 adalah instruksi kerja yang memuat uraian kerja dengan lebih detail. Instruksi kerja dibuat dalam beberapa bentuk yaitu : – Standard Operating Procedure (SOP) – Standar Spesifikasi, dll.

Level 4 adalah form atau blanko yang digunakan untuk mencatat hasil setiap aktivitas.

4. Dokumen dalam ISO/TS 16949

  • Quality Manual berjumlah 1 untuk satu perusahaan.
  • Sedangkan dokumen level 2 sampai 4 tidak ada batasan jumlah.
  • TS 16949 hanya mensyaratkan 7 prosedur yang harus ada, yaitu :
    • Control of document
    • Control of records
    • Corrective action
    • Preventive action
    • Internal quality audit
    • Training
    • Control of nonconforming product.
  • Beberapa prosedur diatas dapat digabungkan dalam satu prosedur, misalnya prosedur corrective action dengan preventive action.

5. Persyaratan TS 16949

  • Persyaratan-persyaratan TS 16949 terdiri dari:
    • persyaratan ISO 9001
    • persyaratan umum pada TS 16949 untuk seluruh industri otomotif.
    • persyaratan khusus yang ditentukan oleh pelanggan.
  • Contoh persyaratan TS 16949 yang bersifat umum :
    • penanggung jawab kualitas produk
    • 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke).
    • predictive maintenance
  • Contoh persyaratan TS 16949 yang bersifat khusus :
    • perencanaan pengembangan produk yang diminta Ford, GM atau lainnya.
    • sistem produksi Toyota, dsb

Pada dasarnya kita harus menerapkan apa yang diminta oleh pelanggan. Karena pelanggan adalah raja.

SISTEM PENGONTROLAN DOKUMEN DAN RECORD

1. Perbedaan antara document dan record (catatan mutu) pada TS16949.

DOCUMENT

RECORD

Suatu informasi atau data yang dapat diperbarui setiap saat dibutuhkan.

Suatu informasi atau data hasil dilakukannya suatu proses atau aktivitas.

Informasi dapat diperbarui setiap saat dibutuhkan

Informasi tidak dapat diperbarui karena merupakan bukti suatu aktivitas telah dilakukan.

Umumnya merupakan peraturan, strategi atau rencana kerja. Misalnya prosedur, Policy Management, Jadwal IQA, Assy Plan, Control Plan, FMEA, drawing, Operation Standard.

Umumnya merupakan hasil implementasi dokumen. Misalnya minutes meeting, laporan IQA, laporan proses produksi & inspeksi, PPAP, laporan maintenance, hasil kalibrasi.

Approval menyatakan persetujuan akan peraturan, strategi atau rencana kerja.

Approval menyatakan suatu aktivitas telah dilakukan sesuai peraturan yang berlaku.

Bila didistribusi, harus dikontrol pendistribusiannya dan revisinya. *

Bila didistribusi tidak perlu dikontrol.

Biasanya dilengkapi dengan nomor dokumen, nomor revisi, tanggal pembutan, catatan revisi.

Seharusnya dilengkapi dengan tanggal pelaksanaan aktivitas.

Catatan : *) Dokumen kontrol bila didistribusikan, dokumen harus diidentifikasi sebagai dokumen kontrol. Apabila ada revisi, distributor harus memastikan penerima menerima revisi terakhir dan mengidentifikasi atau mendisposisi revisi sebelumnya.

2. Control of Document dalam turtle diagram

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

3. Persyaratan Control of Document pada TS 16949

No

Element

Requirement

Implementation

1

4.1

Organisasi harus mengiden-tifikasi proses-proses yang diperlukan dan menentukan interaksi antar proses.

Membuat business process mapping.

2

4.2.1

Sistem dokumentasi meliputi Quality Manual, prosedur, dan lainnya yang diperlukan.

Membuat Quality Manual, membuat prosedur dan instruksi kerja

3

4.2.2

Quality Manual mencakup ruang lingkup QMS, daftar prosedur, deskripsi dan interaksi proses-proses yang ada.

Membuat Quality Manual dengan daftar prosedur dan business process mapping.

4

4.2.3

Dokumen yang dibutuhkan untuk menerapkan QMS harus dikontrol.

Membuat metode kontrol dokumen dan identifikasi jenis dokumen yang harus dikontrol.

5

4.2.3

Prosedur Control of document harus mencantumkan:

  • Approval dokumen sebelum dipakai
  • Review dokumen & approval ulang
  • Ada catatan perubahan dokumen
  • dokumen versi terakhir tersedia di area yang membutuhkan.
  • memastikan dokumen masih berlaku.
  • dokumen eksternal dikontrol
  • identifikasi dokumen obsolete.

Membuat prosedur “Control of Document” yang mencantumkan semua persyaratan yang diminta.

4. Control of Records dalam turtle diagram

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

5. Persyaratan Control of Records pada TS 16949

No

Element

Requirement

Implementation

1

4.2.4

Record harus ditentukan dan dipelihara sebagai bukti pelaksanaan suatu aktivitas.

Membuat daftar induk record.

 

4.2.4

Record harus sah, mudah diambil bila diperlukan dan dapat dipinjam.

Penyimpanan record mempertimbangkan hal ini.

 

4.2.4

Prosedur “Control of record” harus dibuat dan mencantumkan metode kontrol, penyimpanan, perlindungan, peminjaman, masa penyimpanan dan metode pemusnahan record.

Membuat prosedur “Control of records” yang mencantumkan semua persyaratan ini.

 

4.2.4.1

Masa penyimpanan record (retention time) harus mempertimbangkan kebutuhan peraturan pemerintah.

Menentukan masa penyimpanan record dengan memperhatikan kebutuhan customer dan peraturan pemerintah.

 

 

 

BIBLIOGRAPHY

 

Lahirnya Google


Google lahir dari sebuah pertemuan tanpa disengaja dari Larry Page dan Sergey Brin di Universitas Stanford . Pada Januari 1996 Lary dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan Search Enggine yang diberi nama BackRub. 1998 Teknologi Search Enggine itu terus di sempurnakan, keduanya mulai mencari Investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi mesin pencari mereka.

Sehingga, mereka mendapatkan suntikan dana dari Andy Bechtolsheim teman kampus sekaligus pendiri Sun Microsystem. Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS, yang uniknya di cek itu tertulis atas nama Google yang bahkan pada saat itu belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Larry dan Sergey sebelumnya pernah menawarkan kemungkinan dengan Alta Vista, tetapi ditolak dengan alasan perusahaan indu Alta Vista yaitu Digital Equipment Corp tidak suka bergantung pada orang dari luar perusahaan.

Investor di Silicon Valley, Michael Moritz (Sequa Capital) dan Jhon Doer (Kleiner Perkins) yang saling berkompetisi akhirnya bisa diyakinkan untuk menyuntik modal senilai 12,5 juta dolar AS ke perusahaan Google yang pada 7 Desember 1998 ini didirikan.

Kantor pertamanya adalah sebuah ruang garasi rumah teman mereka di Menlo Park, California. Pada tahun 1999, Google pindah ke kantor di 165 University Ace Palo Alto California sebelum akhirnya pindah ke Googleplex pada akhir tahun tersebut.

Larry dan Sergey terus menjalankan mesin pencari Google hingga tahun 2001. Setelah itu mereka merekrut Eric E. Schdimt untuk menjadi ketua umum dan CEO Google.
Google kini menjadi perusahaan yang paling berpengaruh di Internet, termasuk karena Blogger.com sudah mereka kuasai.

Googleplex menjadi tempat kerja yang sangat nyaman, karena dilengkapi sarana dan prasarana yang lengkap seperti kolam renang, bar, billiard room, futsal, voli pantai, makanan gratis, minuman kesehatan cuma-cuma, dan cemilan yang melimpah. Terlebih lagi, suasana kerja yang rileks karena karyawan google diperbolehkan untuk hanya mengenakan kaus dan celana jeans, sehingga apabila ketika kita datang ke googleplex dan melihat sesorang yang mengenakan pakaian resmi, jas dan sebagainya, hampir bisa dipastikan dia adalah Tamu.

Satu lagi yang menarik, di Google diterapkan sistem , karyawan diberikan 20 % waktu kerja mereka untuk bebas mengerjakan apa yang di minati-nya – kira-kira dalam 1 minggu sehari. Sehingga kreativitas karyawan meningkat, dan lahirlah seperti misal google earth dll. Dengan begitu google sangat konsen pada Sumber Daya Manusia yang mereka miliki.

Sebuah artikel yang ditulis oleh seorang wartawan dari Fortune, Freg Vogelstein, berjudul ” Why Google Scares Bill Gates ” menjelaskan persaingan antaran Google dengan Microsoft. Ini membuktikan betapa hebatnya google saat ini, sehingga raksasa seperti Microsoft yang sudah berusia 25 tahun lebih, menerapkan berbagai strategi untuk bersaing dengan google. Ini terlihat nyata, dengan rencana Akusisi Yahoo.com oleh Microsoft baru-baru ini, meskipun akhirnya kandas.

Di balik itu, Google juga melakukan kerja-kerja filantropis ( sosial ) dengan mendirikan Google.org. Misi dari organisasi itu adalah membantu kampanye soal perubahan iklim, pemanasan global, juga kesehatan dan kemiskinan global. Direktur dari Google.org ini adalah Dr. Larry

TANRI ABENG: Manajemen, Kunci Keberhasilan Memakmurkan Bangsa


Terlahir dengan nama Tanri Abeng, dari sebuah keluarga miskin di sebuah desa di Pulau Selayar, Propinsi Sulawesi Selatan, 65 tahun silam. Menyadari keadaan ekonomi keluarga yang kurang beruntung, sejak usia belia ia bertekad untuk belajar dan bekerja keras jika ingin menggapai cita-cita yang diinginkan. Semasapendidikannya, misalnya, Tanri bersekolah sambil berusaha mencari uang untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari di antaranya dengan memberi les, menggandakan catatan-catatan sekolah/kuliah, dan lain-lain.

Kegigihan dan ketekunan pantang menyerah tersebut kemudian membawa
berbagai keberhasilan baik dalam pendidikan maupun perjalanan karirnya. Lelaki berkumis klimis ini beberapa waktu kemudian terpilih sebagai peserta program pertukaran pelajar American Field Service. Setelah menamatkan SMA-nya, ia meneruskan kuliah pada Fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin, di Makassar. Saat itu, ia kuliah sambil bekerja paruh waktu di perusahaan eksportir dan menjadi guru bahasa Inggris di sebuah SMA. Berkat keuletannya dalam belajar, menjelang tamat kuliah, Tanri memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pasca-sarjana, Master of Business Administration (MBA) di State University, New York, Amerika Serikat.

Perjalanan karirnya dimulai sejak Tanri Abeng bergabung dengan perusahaan multi-nasional, PT. Union Carbide Indonesia, tidak berapa lama setelah lulus dan menggondol gelar MBA. Tugasnya saat itu
diawali dari management trainee di Amerika Serikat, dan dalam waktu singkat, di usianya yang ke-29 tahun, Tanri telah menduduki jabatan direktur keuangan dan Corporate Secretary di perusahaan itu.
Kecerdasan dan keteguhannya dalam bekerja keras, sekali lagi menunjukkan hasil yang gemilang bagi perusahaan tempatnya bekerja. Terbukti, hanya beberapa tahun kemudian ia dialihtugaskan keSingapura dan bertanggungjawab atas pemasaran di Asia, Afrika, dan Eropa.

Walaupun karir dan penghidupannya sangat bagus di Union Carbide, bahkan ditawarkan untuk menjadi presiden direktur di perusahaan ini dengan gaji dan fasilitas yang sangat memuaskan, Tanri Abeng lebih
memilih meninggalkan pekerjaan lamanya dan bergabung dengan PT. Perusahaan Bir Indonesia (PT. PBI) di tahun 1979. Keinginannya untuk mencoba tantangan baru yang lebih keras dan sulit rupanya menjadi
pendorong utama bagi Tanri menerima tawaran untuk mengelola PT. PBI. Ia ingin membuktikan dirinya sebagai seorang manajer yang baik dan handal. Hasilnya? Tangan dingin pria berbintang pisces ini dalam
waktu singkat mampu membawa sukses bagi perusahaan tersebut dan berkembang menjadi PT. Multi Bintang Indonesia (PT. MBI), dan mengangkat perusahaan multi-nasional ini menjadi bintang yang
merajai pasar minuman di Indonesia.

Kesuksesan Tanri Abeng di MBI menarik perhatian Aburizal Bakrie, yang kemudian menawarkannya untuk menahkodai kelompok usaha Bakrie Brothers. Kemampuan dan kehandalannya dalam mengelola sebuah
kelompok perusahaan terbuktikan selama menjadi Chief Executive Officer (CEO) dari Bakrie Brothers. Betapa tidak, hanya dalam waktu setahun Tanri, yang beristrikan Farida Nasution, mampu meningkatkan
keuntungan kelompok perusahaan tersebut hingga 30 persen. Dari rententan berbagai keberhasilan itulah kemudian Tanri Abeng dijuluki sebagai “Manajer Satu Milyard”.

Seperti lazimnya, kisah sukses seperti ini pasti akan mengundang perhatian yang lebih luas dan dari kalangan yang lebih besar atau berpengaruh. Demikian juga, berita tentang kehandalan manajerial
Tanri Abeng suatu ketika sampai juga ke telinga Suharto ketika ia masih menjadi presiden republik ini. Kepala negara zaman orde baru itu kemudian memintanya menjadi Menteri Negara Pendayagunaan BUMN
(Badan Usaha Milik Negara), sebuah kementrian baru di pemerintahan Indonesia, pada Kabinet Pembangunan VII di tahun 1997. Pada jabatan baru ini, Tanri mendapat tantangan kerja yang tidak tanggung-
tanggung, ia harus mengelola 164 BUMN dengan sekitar 1.300 anak perusahaan, yang total nilanya mencapai angka Rp. 500 triliun. Suatu tugas yang amat berat, namun Tanri pantang mengeluh. “Selain
merupakan sesuatu yang berat, tugas itu merupakan suatu kehormatan luar biasa karena saya termasuk dalam kabinet penuh tantangan,” demikian pernyataannya suatu ketika kepada media massa. Jabatan
Menteri BUMN ini tetap berlanjut diembannya hingga kepada kepemimpinan mantan Presiden BJ Habibie yang menggantikan Suharto yang lengser oleh gerakan reformasi di tahun 1998. Posisi tersebut
berakhir ketika pemerintahan beralih ke presiden Abdurrahman Wahid pada pemilu 1999.

Menilik keberhasilan demi keberhasilan yang dicapai oleh pria langsing nan ramah ini, banyak orang ingin mendengar apa komentar Tanri sendiri atas penilaian kesuksesan tersebut. Juga tentang pandangan-pandangan nya terhadap berbagai persoalan dan jalan keluar dari kemelut bangsa kita.

Bill Gates, Kevin Mitnik, Steve Jobs, dan William Joy


Pada suatu pagi di musim dingin tahun 1974, dalam perjalanan mengunjungi sahabatnya Bill Gates, Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul World’s First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models. Artikel ini memuat tentang komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates, dan mereka menyadari bahwa era “komputer rumah” akan segera hadir dan meledak, membuat keberadaan software untuk komputer-komputer tersebut sangat dibutuhkan. Bill Gates kemudian menghubungi perusahaan pembuat Altair, yaitu MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems).Dia mengatakan bahwa dia dan Allen, telah membuat BASIC yang dapat digunakan pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat tertarik pada BASIC. Dan hebatnya dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap diimplementasikan dan bekerja sempurna di Altair. Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard, dan bersama dengan Paul Allen mendirikan Microsoft.

Kisah berbeda datang dari Jerry Yang, yang pada tahun 1990 menjalani program doktor di Stanford University. Bersama dengan sahabatnya David Filo, mereka lebih menyukai kegiatan surfing di Internet, daripada aktifitas dan penelitian program doktor yang mereka ikuti. Mereka mulai mengumpulkan link situs-situs yang menarik, sampai akhirnya list yang mereka buat telah menjadi terlalu panjang dan terlalu banyak. Mereka kemudian membaginya menjadi banyak kategori dan subkategori. Inilah peristiwa bersejarah yang mengawali lahirlah perusahaan besar bernama Yahoo!. Yahoo merupakan singkatan dari ”Yet another Hierarchical Officious Oracle”. Awalnya, yang mengakses ke direktori Yahoo! hanya Yang, Filo, dan beberapa teman dekat mereka di Stanford University. Namun, dari obrolan mulut ke mulut, orang mengakses ke Yahoo! menjadi semakin banyak. Mengetahui bahwa orang yang mengakses ke Yahoo! menjadi sangat banyak, mereka akhirnya menjadikan Yahoo! sebagai bisnis.Â

Dua kisah diatas tercatat dalam sejarah bagaimana sebuah bisnis Information Technology (IT) dapat terlahir. Dan masih banyak kisah-kisah lain tentang kesuksesan bisnis IT, yang kadang dimulai dari sesuatu yang sederhana, dari sebuah hobi atau kemampuan kita membaca kebutuhan masyarakat terhadap suatu solusi. Bidang IT termasuk bidang yang unik, karena banyak sekali pebisnis dan tokoh-tokoh IT lahir justru karena kekuatan karakter dan kreatifitas.

Nah, keunggulan yang diperoleh seseorang karena pengakuan dan penghargaan publik terhadap hasil karya, produk, ide dan perjoeangan yang dilakukan adalah merupakan keunggulan defacto. Sebaliknya keunggulan yang diperoleh seseorang karena gelar (degree), sertifikasi (certification) dan pengakuan formal, sering saya sebut sebagai keunggulan dejure. Bisnis dan peluangnya bisa lahir dari keunggulan defacto maupun dejure, dan keduanya bisa saling melengkapi.

Bill Gates, Kevin Mitnik, Steve Jobs, dan William Joy, adalah nama-nama yang besar di dunia IT karena keunggulan defacto mereka. Orang mungkin juga lupa bahwa Jerry Yang adalah seorang akademisi yang menguasai dengan baik teori-teori dasar komputasi. Meskipun dia lebih terkenal karena sebagai founder dari Yahoo.Com. William Joy yang lulusan the University of California Barkeley, justru lebih terkenal karena sebagai pendiri dari Sun Microsystems. Bill Gates dan Kevin Mitnik juga memberikan nyata bagaimana keunggulan defacto menjadi sesuatu hal yang dominan dalam terlahirnya sebuah bisnis.

Menariknya fenomena ini juga dikaji secara mendalam laporan khusus Gartner 2006 (Gartner Predictcs 2006 Special Report), meskipun dengan terminologi yang berbeda. Diramalkan bahwa pada tahun 2010 pasar kerja para spesialis IT akan berkurang hingga 40%. Para spesialis (specialist) ini akan digantikan oleh versatilis (versatilist), yang mampu mengkombinasikan kompetensi dan keahlian teknis, dengan pengalaman bisnis dan kemampuan memberikan solusi komprehensif. Dengan degree dan sertifikasi, kita mungkin akan bisa menjadi seorang spesialis dalam suatu bidang (keunggulan defacto). Tapi ternyata ini saja tidak cukup, diperlukan kemampuan verbal, komunikasi memberi solusi dan berhubungan dengan orang lain (keunggulan defacto). Ini yang disebut dengan seorang versatilis, dan versatilis bukanlah generalis yang tahu banyak hal tapi dangkal atau hanya kulit-kulitnya saja.

Inilah jalan untuk survive dan menjadi seorang entrepreneur di dunia IT. Dan Sumber Daya Manusia (SDM) IT Indonesia, sejak dini sebaiknya diarahkan untuk memiliki kombinasi kedua keunggulan tersebut. Di satu sisi kita selalu encourage mahasiswa-mahasiswa kita untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Di sisi lain kita ajak untuk aktif dan kreatif lewat kerja-kerja unik yang dibutuhkan oleh masyarakat secara luas. Memberi kesempatan mereka untuk mengerjakan berbagai project atau mengembangkan produk yang bisa mereka jual. Dan pengalaman itu mematangkan teori dan konsep yang mereka dapatkan di bangku kuliah. Saya sendiri sejak duduk di tingkat 2 program studi S1 di Saitama University, sudah mulai mencoba kerja part time, bergabung ke berbagai perusahaan IT di Jepang, menjadi programmer, engineer, atau lecturer. Bekerja bersama dan berkomunikasi dengan rekan-rekan di Industri, ternyata mematangkan dan memberikan ruh ke ilmu pengetahuan konseptual yang saya dapatkan di bangku kuliah.

Yang menarik, dari ratusan tawaran mengajar, seminar, maupun kesempatan bisnis yang mampir ke saya, sebagian besar datang karena aktifitas saya di dunia maya, karena IlmuKomputer.Com yang saya buat, karena tulisan-tulisan saya di media cetak, elektronik, dan di situs blog RomiSatriaWahono.Net, ataupun karena pendapat saya di milis-milis. Ini semua (defacto). Sebagian lagi datang karena saya peneliti di LIPI atau karena degree saya (dejure).

Pesan terakhir untuk rekan-rekan generasi muda yang ingin mendaki jalan hidup sebagai seorang entrepreneur di bidang IT:

  • Sistem operasi, bahasa pemrograman, software dan teknologi hanyalah sebuah tool (alat) yang harus kita kuasai dan gunakan untuk memecahkan masalah. Tool tersebut bersifat tidak kekal, dan bukanlah agama yang harus dianut atau difanatikkan seumur hidup. Ketergantungan terhadap sebuah tool adalah kebodohan. Debat kusir tentang tool dan saling mengumpat atau membela mati-matian sebuah tool adalah tindakan sia-sia, karena mereka masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
  • Setiap peluang memiliki nilai untung dan rugi, setiap keputusan yang diambil dalam hidup harus memperhitungkan opportunity cost yang harus dibayar. Ketika kita harus mengambil cuti kuliah untuk mengerjakan sebuah project IT, harus diperhitungkan benar seberapa jauh cost yang kita keluarkan untuk mendapatkan pengalaman tesebut.
  • Pembelian buku dan komputer harus kita anggap sebagai sebuah investasi. Kita harus produktif menggunakan buku dan komputer untuk menghasilkan keuntungan baik material maupun pengalaman.
  • Cerdas dalam mengambil berbagai peluang yang ada dan usahakan mengemasnya dalam sebuah karya dan produk yang menjadi solusi bagi orang lain.
  • Mengambil kesempatan kerja part time atau full time sebagai proses pembelajaran dan melatih diri secara riil di dunia industri.
  • Latihlah kemampuan verbal. Diantara kesibukan berkomunikasi dengan mesin (komputer), tetap latih teknik dan strategi berkomunikasi dengan manusia. Berlatihlah menyampaikan pengetahuan dan teknologi yang kita kuasai dengan bahasa sederhana dan dapat dipahami dengan mudah oleh orang awam sekalipun.
  • Bangun jaringan (networking) dan kerjasama dengan berbagai pihak. Setiap pertemuan dengan orang lain, siapapun dia, akan membawa manfaat bagi kita, meskipung kadang-kadang tidak langsung datang seketika.

Siapapun kita, apapun degree kita, apapun bidang kerja kita, asal kita sudah berniat untuk terjun di bisnis dan industri IT, kita bisa mulai dari keunggulan defacto dan dejure yang kita miliki. Jadi pebisnis IT, siapa takut?

Ratu talkshow Oprah Winfrey


Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?
Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumahtangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras. “Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.

Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!

Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa televisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi. Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.

Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani! (dari berbagai sumber)

Dari Minyak Kuasai Dunia, Al-Walid Si Pemilik Four Seasons


Siapa yang diuntungkan dengan kenaikan harga minyak? Dialah Al-Walid bin Talal bin Abdul-Aziz Al-Saud. Pengusaha Arab Saudi yang menjadi pelanggan tetap dalam daftar 20 besar orang terkaya dunia versi majalah Forbes.

Pada 2007, kendati kekayaan bersihnya naik USD300 juta, pangeran Al-Walid harus merelakan posisinya turun empat peringkat. Pada 2006, “Warren Buffet” dari Arab ini, julukan yang disematkan majalah Time, berada di peringkat ke-8 dengan kekayaan mencapai USD20 miliar.

Chairman The Kingdom Holding Company ini mengumpulkan kekayaan melalui puluhan investasinya di 10 sektor usaha. Di bisnis hotel dan properti namanya banyak dikenal. Cucu pendiri Kerajaan Arab Saudi ini masyhur sebagai salah seorang pemegang saham jaringan Hotel Four Season. Dia juga tercatat sebagai pemilik Savoy Hotel (London), Plaza Hotel (New York), dan Songbird Estates Plc (London’s Canary Wharf).

Terkait bisnis hotelnya, pada 2007 dia dua kali membuat gebrakan besar, membeli Hotel Four Season Jakarta dan Four Seasons Resort di Langkawi, Malaysia. Di negeri jiran itu dia membenamkan hingga 435 juta ringgit Malaysia. Untuk Four Season Jakarta, dia merogoh kocek USD48 juta (setara dengan Rp451,5 miliar) untuk memborong 81,9 persen saham hotel di kawasan segitiga emas Jakarta itu.

Akuisisi atas hotel yang dulunya bernama Regent ini merupakan debutnya di Indonesia, sekaligus memperbesar portofolionya di tujuh negara Asia. Kingdom Hotel Investment (KHI) kini punya saham di 35 properti di 21 negara, terdiri dari 22 hotel dan resor yang sudah beroperasi, serta 13 hotel dan resor yang sedang dibangun dalam rangka ekspansi.

Bagaimana bisa si putra Arab itu menanjak ke posisi tinggi sedemikian cepat? Banyak yang menduga, itu berkait dengan peran Al-Walid sebagai ujung tombak investasi buat para pangeran Saudi lainnya yang kurang suka publisitas. Ada juga yang menyebarkan isu terkait dengan kiprah sang pangeran dalam kontrak pembangunan pangkalan militer rahasia di Arab Saudi, serta komisi-komisi melimpah dari pengapalan minyak.

Al-Walid lahir pada 7 Maret 1955. Ibunya, Mona El-Solh, adalah putri perdana menteri pertama Lebanon modern, Riad El-Sohl. Saat pangeran lahir, Riyadh masih merupakan kota gurun yang terlarang buat orang asing. Sebagai putra Pangeran Talal, Al-Walid menikmati kenyamanan istimewa yang tak dikenal oleh kebanyakan orang Saudi: air leding dan mobil.

Negeri tandus yang nyaris mengalami kebangkrutan itu berubah dalam sekejap. Ledakan harga minyak pada 1970-an mengalirkan kekayaan berlimpah, dan klan Al-Saud yang beranggotakan 6.000-an pangeran secara kolektif menjadi keluarga kerajaan terkaya di muka bumi.

Al-Walid adalah Al-Saud dengan sebuah perbedaan. Pada 1962, ayahnya bersama empat saudaranya membangkang. Talal menunjukkan simpati pada musuh Al-Saud, yakni tokoh revolusioner Mesir, Gamal Abdel Nasser. Secara terang-terangan mereka menuntut sistem politik yang lebih terbuka. Urusan ini membuat malu klan, dan Talal diusir ke Mesir. Talal memang akhirnya dibolehkan pulang ke tanah air. Sejak itu ada semacam aturan tak tertulis di klan Al-Saud bahwa Talal dan keluarganya tak boleh aktif di pemerintahan.

Terpinggirkan, Al-Walid justru memiliki motivasi berlebih. Dia memancangkan cita-cita menjadi pebisnis ketika masih menginjak usia belasan tahun. Dia mendarat di San Francisco pada 1976 untuk mulai kuliah Administrasi Bisnis. Di usia 24 tahun, Al-Walid meraih gelar bachelor of science bidang administrasi bisnis di Menlo College, dengan spesialisasi manajemen. Belakangan, dia meraih gelar MA bidang ilmu sosial di Syracuse University, negara bagian New York, pada 1985. Al-Walid memperoleh keahlian finansial melalui pekerjaan, bukan dari buku kuliah.

Ketika pulang ke Riyadh pada akhir 1979, keadaan menguntungkan untuk memulai bisnis. Harga minyak mencapai rekor, dan pemerintah memompa miliaran dolar ke sektor konstruksi, dari jalan tol dan gedung-gedung kementerian baru hingga skuadron-skuadron pesawat tempur teranyar. Dengan modal pinjaman USD30.000 dari ayahnya, dan hipotek rumah sebesar USD300.000, Al-Walid memulai bisnis. Dia mula-mula menjadi broker perusahaan asing yang ingin berbisnis di Arab Saudi.

Pada 1982, dua tahun setelah mendirikan perusahaan bernama Kingdom Establishment di Riyadh, Al-Walid mengegolkan transaksi pertamanya: membangun klub bujangan di sebuah akademi militer dekat Riyadh senilai USD8 juta. Dia mewakili kontraktor kecil dari Korea Selatan. Dari sana, bisnis Al-Walid tumbuh pesat dan menjadi lebih canggih. Tak sekadar bertindak sebagai agen, dia meningkatkan keuntungannya dengan mendirikan perusahaan sendiri, dan membentuk usaha patungan dengan swasta asing.

Aktivitas Al-Walid sebagai investor mulai mencuat ketika ia membeli saham Citicorp (kini dikenal dengan nama Citigroup) yang terlilit kesulitan likuiditas pada 1991. Dengan investasi awal sebesar USD550 juta, Pangeran mem-bail-out Citibank yang tersangkut kredit macet real estate di Amerika Serikat dan Amerika Latin. Dia juga membenamkan modal berskala raksasa di AOL, Apple Inc, Worldcom, Motorola, News Corporation Ltd, serta di bidang teknologi dan perusahaan media.
Saat ini dia memiliki 17 persen saham di Euro Disney SCA, organisasi yang mengelola Disneyland Resort Paris di Marne-la-Valle, Prancis. Pada 2007, dia sempat berbicara dengan Robert Earl, pendiri jaringan restoran Planet Hollywood, guna membahas kepemilikan saham Everton FC di Liga Inggris. Earl adalah pemilik 23 persen saham di klub sepak bola itu. (Trust//mbs)

Warren Buffett sang pendepak Bill Gates


Akhirnya dominasi Bill Gates memudar juga. Setelah 13 tahun berturut-turut bercokol sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, pendiri rakasasa peranti lunak Microsoft itu tergeser juga dari tahtanya. Tahun ini, orang tertajir sejagad adalah Warren Buffett, seorang pebisnis dan investor yang ketajamam pikirannya amat luar biasa sehinga ia diibaratkan sebagai perpaduan antara fisikawan Einstein, seniman Picasso dan raja kaya raya pencipta koin emas Croesus, dalam satu tubuh.

Warren Buffett, Sang Pendepak Bill Gates

Warrent Buffett – foto diambil dari majalah Adbuster

Gates bisa saja tetap terkaya tahun ini jika saja ia tidak ingin mengakuisisi Yahoo!. Langkahnya menawar Yahoo! awal Februari lalu diragukan pasar, sehingga harga saham Microsoft terus anjlok. Bahkan sehari sebelum Microsoft mengumumkan penawarannya ke Yahoo!, nilai sahamnya merosot 13%. Akibatnya, harta Gates yang sebagian besar masih tertumpu di Microsoft, pun ikut tergerogoti. Secara keseluruhan kekayaan Gates hanya naik US$ 2 miliar tahun lalu menjadi US$ 58 miliar. Sedangkan menurut Forbes, harta Buffett meroket US$ 10 miliar pada saat yang sama menjadi US$ 62 miliar!. Angka yang luar biasa besar. Uang sebesar itu bisa untuk membiayai belanja negara kita sedikitnya selama delapan tahun bulan! (sementara negara kita sendiri ngutang ke mana-mana untuk membiayai APBN setiap tahun!)

Warren Buffett vs Bill Gates

Pacuan harta Warrent Buffett – Bill Gates – Carlos Slim Helu. Foto diambil dari Forbes.

Dahsyatnya, kekayaan yang teramat sebesar itu bisa ia raih hanya dalam tempo sekitar 36 tahun dan hanya dengan modal sebesar US$ 100.

Cerita mengenai Sang Bijak dari Omaha ini sudah bertebaran di mana-mana. Begitu banyak buku yang membahas investor kelas wahid ini. Langkah-langkah bisnisnya begitu mempesona dan cerdik sehingga ia selalu menjadi buruan para jurnalis bisnis. Begitu banyak pula media yang sudah menuliskan profilnya. Nyaris, setiap langkah Buffet adalah langkah investasi, dengan membeli saham perusahaan.

Langkah strategis awal Buffett dimulai tatkala ia membeli saham perusahaan tekstil Berkshire Hathaway pada 1962. Ia berhasil menjadi pemegang saham terbesar tiga tahun kemudian. Ia secara cerdik menginvestasikan uang nganggur perusahaan. Ia misalnya membeli perusahaan asuransi, perusahaan permata, utilitas, dan makanan melalui Berkshire. Lewat perusahaan ini pula ia menguasai beberapa perusahaan kelas dunia seperti Coca Cola, WellsFargo dan Kraft Food. Langkah terbarunya, Desember lalu ia mengakuisisi perusahaan manufaktur dan jasa Momon Holding sebesar US$ 4,5 miliar.

Luar biasa.

Bagi saya sendiri, sosok Buffet amat menarik dan inspiratif, sedikitnya karena tiga hal.

Selalu Menciptkan Nilai Tambah.

Perusahaan yang dibelinya selalu diperbaiki sebaik mungkin, fundamental bisnisnya ditingkatkan sehingga kinerja keuanganya mengkilat. Perusahaan yang tadinya mau bangkrut, di tangannya bisa berubah menjadi perusahaan seksi yang menarik minat banyak investor lain. Tidak heran jika harga saham Berkshire Hathaway — yang dipakai sebagai alat untuk membeli banyak perusahaan — pun terus meroket di pasar modal. Harga saham Berkshire Hathaway medio Juli 2007 – Januari 2008 misalnya, melejit sebesar 35%. Bahkan Desember lalu, harga sahamnya menembus level tertinggi sepanjang masa, menjadi US$ 150.000 per lembar.

Kemampuannya menciptakan nilai tambah ini sudah kelihatan sejak kecil. Ketika berumur 11 tahun misalnya, ia hanyalah seorang loper koran. Tapi ia memanfaatkan waktunya juga untuk keliling lapangan golf, mencari bola golf yang hilang, dan menjualnya dengan harga murah ke pemain golf di sekitar lapangan golf tersebut.

Pada umur 14 tahun, saat Buffet masih duduk di banku SMA, dia memulai bekerja sehingga memiliki uang sebesar $ 1,200 untuk membeli 40 ha tanah pertanian yang akhirnya dia sewakan pada petani lokal. Dari sini ia sudah menciptakan passive income dari sewa lahan.

Bukan Spekulan.

Citra pemain saham biasanya tak jauh-jauh dari citra seorang spekulan: beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi. Buffett bukanlah Gergo Soros, sang spekulan valas (forex) kelas kakap, yang sempat diisukan sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap merosotnya nilai rupiah terhadap US$ pada awal keruntuhan presiden Soeharto, tahun 1998.

Buffet sadar, permainan jangka pendek tidak menguntungkan. Hal ini ia pelajari sejak umur 11 tahun — saat ia membeli saham pertamanya, Cities Services, seharga $38,25 per lembar. Setelah itu, dia menjual kembali saham tersebut seharga $40. Ternyata, harga saham yang dijualnya naik terus dan beberapa tahun kemudian mencapai $200 per lembar. Dari pelajaran itulah ia berkesimpulan untuk tidak erburu-buru untuk melepas sahamnya.

Langkah bisnis Buffett akhirnya adalah tentang investasi jangka panjang, pada saham-saham perusahaan yang produknya ia kenal dengan baik. Itu sebabnya,ia tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom. Meski ia pernah ditertawakan investor lain karena keenganannya ini, kini ia justru tertawa paling akhir karena sebagian besar investasi di dotcom hangus. Ia selamat dari badai dotcom awal tahun 2.000-an karena sama sekali tidak ikut-ikutan investasi di sana.

Investasi jangka panjang juga bermakna bisnis. Buffett tidak pernah menerapkan prinsip beli saham, tapi membeli bisnis (buying a business not share). Meski saham Coca-Cola sempat ambruk pada 1998-1999, ia tetap bersandar pada tren jangka panjang. Ia pertahankan saham Coca-Cola hingga kini.

Sederhana dan Tidak Pelit

Buffett sesungguhnya sudah lama berjanji untuk menyumbangkan hartanya manakala ia meninggal. Namun, Juni 2006 lalu, Buffett bertindak lebih cepat, dengan mendermakan sebagian besar sahamnya di Berkshire. Total dermanya saat itu mencapai US$ 31 miliar alias sekitar 300 triliun rupiah, hampir separo anggaran belanja negara (APBN) kita tahun lalu! Tak mengherankan jika amal itu tercatat sebagai donasi terbesar dalam sejarah Amerika. Uniknya, sebagian derma itu diserahkan ke Bill and Melinda Gates Foundation. Dana tersebut merupakan dua kali dana yang biasa dikumpulkan yayasan Bill and Melinda Gates selama ini.

Dengan hartanya yang begitu melimpah, Buffett bisa saja hidup semewah mungkin di mana saja yang ia maui. Namun ia memilih hidup sederhana di rumah yang dibelinya empat dekade lalu di Omaha. Menurut majalah Adbuster, ia hanya punya dua jet pribadi dan satu yacht mewah untuk untuk ber-glamour-ria. Kalah jauh dibanding kemewahan para pebisnis dan pesohor lain yang kekayaannya justru terpaut jauh di bawahnya.

Sumber : Lukman Lutfie, http://www.sudutpandang.com

Kolom Manajemen : “Mumpung Masih Diberi Waktu”


Oleh: Gede Prama

Setiap mengakhiri sebuah tahun, semua orang dihadang oleh sebuah kenyataan betapa cepatnya sang waktu berputar dan berlalu. Dan secara tiba-tiba, baru sadar ketika ada sahabat atau kerabat yang dipanggil kematian. Di situ kita baru merenung, kita masih diberi sisa waktu.

Mungkin Anda punya kenangan tersendiri dengan tahun 2001, demikian juga saya. Ada sejumlah catatan dan jejak waktu yang tertulis dalam sejarah saya di tahun 2001. Ada kejadian diangkat menjadi presiden direktur sebuah perusahaan swasta dengan dua ribuan karyawan di awal tahun, dan di akhir tahun diangkat lagi oleh sang kehidupan untuk menjadi presiden direktur sebuah perusahaan dengan empat puluh ribuan karyawan. Ada juga catatan-catatan yang menyedihkan seperti pernah diteror orang, didatangi karyawan yang marah sambil mengancam manajernya dibunuh di depan saya. Dan masih ada lagi catatan lain yang terlalu panjang untuk diceritakan. Boleh saja ada orang yang berdecak kagum, atau menyimpan kebencian setelah melihat catatan ini. Namun, bagi saya pribadi ada yang jauh lebih membanggakan dari diangkatnya saya oleh sang kehidupan dua kali di tahu 2001 di posisi tertinggi. Setelah mencoba beberapa kali di tahun-tahun sebelumnya, baru di tahun 2001 saya berhasil menemani sahabat-sahabat muslim berpuasa sebulan penuh. Inilah prestasi yang paling saya banggakan di tahun 2001.

Mirip dengan kejadian sebelumnya, di mana sejumlah sahabat mengira saya seorang kristiani ketika banyak menulis soal cinta dan kasih sayang, ada juga yang mengira saya seorang buddis ketika mereka tahu kalau saya seorang vegetarian, demikian juga dengan kegiatan berpuasa sebulan tadi. Bawahan di kantor yang biasa melayani saya membelikan makan siang, ada yang berbisik kalau saya sudah menjadi seorang muslim. Tentu saja semuanya hanya saya jawab dengan senyuman. Dan ada yang lebih penting dari sekadar memasukkan kegiatan-kegiatan membanggakan ini ke dalam kotak dan judul tertentu. Yakni, bagaimana sang waktu diisi.

Kadang ada anggota keluarga – terutama isteri – yang kasihan melihat saya menempuh jalan-jalan kehidupan seperti ini. Dulu, ketika berada pada kehidupan yang amat di bawah dan amat jarang bisa membeli daging, bermimpi bisa makan daging setiap hari. Sekarang, ketika membeli daging bukan lagi menjadi sebuah kegiatan yang teramat sulit untuk dilakukan, tiba-tiba saya memutuskan hubungan dengan kegiatan makan daging. Dulu, ketika makan adalah sebuah kemewahan dan hiburan yang amat menyenangkan. Sekarang ketika membeli makanan adalah sebuah perkara kecil, malah berpuasa dalam waktu sebulan. Demikianlah kira-kira isteri saya kadang mengeluh di rumah. Dan semua keluhan ini hanya saya jawab dengan senyuman sederhana plus kalimat sederhana : mumpung masih diberi waktu.

Serupa dengan lagu indah Ebiet G. Ade yang berjudul ‘Masih ada waktu’, hidup memang sebuah perjalanan abadi. Hanya karena kehendakNya, kita masih bisa melihat matahari. Ebiet memberikan kita sebuah alternatif yang layak untuk direnungkan : bersujud. Satu spirit dengan saran bersujud ala Ebiet, Kahlil Gibran dalam The Prophet pernah menulis : ‘your daily life is your temple and your religion’. Kehidupan sehari-hari Anda adalah tempat sembahyang sekaligus ‘agama’ Anda. Sulit membayangkan, bagaimana seseorang yang menyebut dirinya beragama tetapi setiap hari pekerjaannya hanya menyakiti hati orang lain. Susah dimengerti, kalau ada orang yang datang ke tempat ibadah demikian rajinnya, atau menyumbangkan dana besar untuk pembuatan tempat ibadah, tetapi hampir setiap hari mencuri uang orang lain.

Dalam bingkai-bingkai Ebiet dan Gibran, mungkin lebih menyentuh hati orang-orang biasa yang tidak pernah menyumbang, tidak pernah menyebutkan agamanya, tetapi mengisi waktu-waktunya dengan cinta dan kasih sayang. Atau orang-orang yang namanya tidak pernah menghiasi media, tidak dikenal siapapun, namun mengisi hari-harinya dengan senyuman buat kehidupan. Atau orang yang tidak pernah menduduki satu kursi jabatanpun, tidak menyandang gelar apapun, namun menunjukkan keteladanan-keteladanan kehidupan yang mengagumkan.

Terinspirasi dari pemikiran-pemikiran orang seperti Ebiet dan Gibran inilah, saya merelakan diri hidup dalam jalur-jalur yang oleh kebanyakan orang disebut menyengsarakan. Tidak untuk gagah-gagahan, tidak juga karena haus akan pujian, akan tetapi melalui solidaritas, disiplin diri, kesederhanaan saya sedang mengukir sang hidup dengan catatan-catatan waktu. Dan ketika suatu waktu putera puteri saya, atau orang lain membuka serta membacanya, mereka akan tahu, pernah ada seorang ayah atau seorang penulis yang hidup dengan tingkat solidaritas dan disiplin diri tenrtentu. Kemudian, membuahkan kehidupan yang hanya mengenal bersujud di depan Tuhan.

Sebagai orang yang bergaul ke mana-mana, kerap saya diberikan banyak kartu nama oleh banyak orang, lengkap dengan jabatan mentereng di bawah nama yang bersangkutan. Ini membuat saya berimajinasi, kalau suatu saat saya bisa memiliki sebuah kartu nama, di mana di bawah nama saya ada jabatan yang bisa mewakili kesukaan saya untuk bersujud di depan Tuhan. Mimpi ini muncul di kepala karena teringat oleh salah satu tulisan Gibran dalam The Prophet : ‘beauty is life when life unveils her holy face (kecantikan adalah kehidupan yang wajah sucinya terungkap). Dan saya berterimakasih bisa mengetahuinya ketika Tuhan masih memberi cukup waktu.

 

Abdullah Gymnastiar


keluarga-agym.jpg

SUKSES BISNIS DENGAN AKHLAK

Kalau kita mau sukses, kunci pertama adalah jujur, dengan bermodalkan kejujuran, orang akan percaya kepada kita. Kedua, professional. Kita harus cakap sehingga siapapun yang memerlukan kita merasa puas dengan yang kita kerjakan. Ketika, inovatif, artinya kita harus mampu menciptakan sesuatu yang baru, jangan hanya menjiplak atau meniru yang sudah ada.”

K.H. Abdullah Gymnastiar.

Sosok kyai muda ini sering kali muncul di acara televisi secara langsung yang selalu dihadiri oleh ribuan massa menjadi ciri khas dan fenomena tersendiri. Beliau adalah K.H. Abdullah Gymnastiar atau biasa dipanggil Aa Gym, pimpinan pesantren Daarut Tauhid Bandung. Aa Gym memulai pendidikan formal awal di SD Damar sebuah SD swasta yang kini sudah dibubarkan. Sekolah ini cukup jauh dari rumahnya, sekitar tiga kilometer. Masa itu, pilihan satu-satunya ke sekolah adalah berjalan kaki. Menjelang naik ke kelas 3 SD, pindah ke KPAD Gegerkalong. Aa Gym pun pindah sekolah ke SD Sukarasa 3. Bakat saya mulai berkembang dan nilai prestasi sekolah pun cukup bagus. Terbukti ketika tamat, beliau terpilih menjadi ranking terbaik II di sekolah dengan selisih satu nilai saja dibandingkan ranking I. Di bidang seni, bakat beliau juga berkembang, seperti menggambar dan menyanyi. Sejak itu pula Aa Gym sering ditunjuk menjadi ketua kelas dan aktif dalam gerakan Pramuka. Jiwa dagang Aa Gym sudah terbentuk sejak TK, terbawa-bawa hingga di Sekolah Dasar. Misalnya, beliau pernah menjual petasan yang memang pada waktu itu belum dilarang seperti sekarang. Alhasil, beliau pernah mendapat teguran dan pengurus DKM masjid. Namun, pada waktu itu beliau belum begitu mengerti ilmu agama dengan baik. Setelah lulus SMA dan memasuki kuliah Aa Gym tidak lulus tes Sipenmaru. Aa Gym mencoba daftar ke Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) Universitas Padjadjaran, yaitu sebuah program D3 di Fakultas Ekonomi. Alhamdulillah beliau diterima. Namun, kuliah di sini hanya bertahan selama tahun. Beliau lebih sibuk berbisnis daripada mengikuti kuliah. Teman-teman kuliah pun lebih mengenal beliau sebagai “tukang dagang”. Selepas PAAP, beliau masuk ke Akademi Tekhnik Jenderal Abmad Yani (ATA, sekarang Unjani). Kampusnya waktu itu sangat sederhana karena menumpang di SD Widyawan atau kadang di PUSDIKJAS. Maklum, karena pemiliknya adalah Yayasan Kartika Eka Paksi milik Angkatan Darat. Selama kuliah di ATA, beliau mengontrak sebuah kamar di pinggir sawah karena benar-benar ingin melatih hidup mandiri. Soal prestasi, banyak yang telah diraih. Beliau mengikuti lomba menggambar, mencipta lagu, baca puisi, sampai lomba pidato. Allhamdulillah, beliau selalu meraih juara, walaupun yang mengadakannya adalah senat mahasiswa dan kebetulan beliau sendirilah ketuanya. Selain menjadi ketua senat, beliau juga menjadi komandan resimen mahasiswa (Mlenwa) di ATA, maklumlah saingan di kala itu sedikit. Kegiatan berbisnis masa kuliah juga semakin menggebu. Beliau pernah membuat usaha keset dan perca kain. Beliau juga jadi penjual baterai dan film kamera kalau ada acara wisuda. Aa Gym juga sempat menjadi supir angkot jurusan Cibeber-Cimahi sekedar menambah pemasukan. Inti dari semua ini, memang Aa Gym sangat senang untuk membiayai kebutuhan sendiri tanpa menjadi beban siapa pun. Selain itu, beliau juga melatih diri untuk tidak dibelenggu oleh gengsi dan atribut pengekang lainnya. Aa Gym telah menyelesaikan program sarjana muda di ATA walaupun belum mengikuti ujian negara. Berarti, beliau memang tak berhak menyandang gelar apa pun. Bahkan, sampai saat ini ijazahnya pun belum beliau ambil dari kampus. Memang sesudah itu ada upaya untuk melanjutkan kuliah sampai S1, terutama karena dorongan teman-teman dan beberapa dosen yang baik hati. Beberapa kegiatan perkuliahan pun diikuti. Akan tetapi, setelah menelusuri hati, ternyata hanya sekedar untuk mencari status belaka, dan hal itu tak cukup kuat untuk memotivasi menyelesaikan kuliah. Mungkin hikmahnya untuk memotivasi orang yang belum dan tak punya gelar agar tetap optimis untuk maju dan sukses.

Untuk menyempurnakan ibadah dan melaksanakan sunnah, Aa Gym pun menikah. Tepat dua belas Rabiul Awal tahun 1987 adalah salah satu titik sejarah bagi kehidupan beliau dengan diucapkannya ijab kabul. Gadis yang menjadi pilihan beliau adalah Ninih Muthmainnah. Pernikahan yang dilaksanakan di Pesantren Kalangsari, Cijulang,ini dihadiri oleh banyak ulama karena memang berada di lingkungan pesantren. Beliau menikah dengan resepsi ala kadarnya. Bahkan, untuk menghemat jamuan bagi tamu, digunakan niru (nampan) sehingga satu niru bisa menjamu 8 orang sesudah menikah, kami tinggal di rumah orang tua di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Gegerkalong, Bandung. Aa Gym bertekad untuk memberi nafkah kepada keluarga dengan uang yang jelas kehalalannya. Jelas tak mungkin rumah tangga akan berkah dan bahagia jika ada makanan atau harta haram yang dimiliki. Untuk itu, beliau mulai merintis usaha kecil-kecilan. Usaha-usaha yang beliau rintis antara lain :

1. Buku. Setiap pagi beliau berjualan buku di Masjid al-Furqon, IMP Bandung. Sambil belajar tafsir dan ilmu hadits di sana, beliau memikul kardus berisi buku-buku agama untuk dijual. Jadi, sambil menuntut ilmu juga mencari rezeki. Alhamdulillah, usaha kecil inilah yang menjadi cikal bakal toko buku dan sekarang berkembang menjadi supermarket yang saat ini sudah dikelola dan diserahkan kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhid.

2. Handicraft. Sambil mengajar di madrasah KPAD, beliau membuat hasil kerajinan bersama anak-anak pada sore harinya. Usaha ini terus berkembang hingga bisa membeli mesin gergaji. Sejak itu kami banyak menerima order plang nama serta order sablonan. Dari usaha sederhana inilah kemudian berkembang menjadi usaha percetakan dan penerbitan buku. Subhanallah, benar-benar semuanya dimulai dari hal yang kecil.

3. Konveksi. Mengingat istri beliau punya keterampilan menjahit, maka untuk menambah penghasilan keluarga, beliau menabung agar bisa membeli mesin jahit bekas. Alhamdulillah, order jahitan berkembang dan bisa mengajak beberapa muslimah untuk ikut bergabung. Kadang seminggu sekali kami berbelanja untuk membeli kain yang dijual kiloan.. Dari kegiatan dan perjuangan inilah cikal bakal lahirnya usaha konveksi.

4. Mie Baso. Menjual mie baso, inilah pekerjaan yang paling mengesankan. Beliau mengelola usaha warung baso kecil-kedilan di Perumnas Sarijadi, bekerja sama dengan pamannya selaku pemilik rumah. Setiap pukul empat subuh beliau sudah pergi ke Pasar Sederhana untuk mencari tulang karena kuah yang enak harus dicampur dengan sumsum tulang. Aktivitas berikutnya dilanjutkan dengan menggiling daging untuk bahan baso, dan pukul sembilan pagi beliau baru bisa melayani pembeli. Karena beliau tak mau ketinggalan shalat berjamaah, setiap kali adzan, warung baso beliau tinggalkan. Beliau pergi shalat berjamaah di sebuah masjid yang letaknya agak jauh dari warung, sementara pembeli beliau tinggalkan dan dipersilahkan memasukkan uang bayarannya ke tempatnya. Memang tampaknya seperti mengajak pada kejujuran, tapi hasilnya pembeli banyak yang bingung justru yang sering datang adalah yang mau berkonsultasi. Akibatnya, tak jarang saya baru bisa pulang ke rumah sekitar jam sembilan malam. Lelah sekali rasanya sementara hasilnya pun tak seberapa. Rupanya masyarakat tak terbiasa dengan cara baru ini. Belum lagi badan yang selalu bau baso karena seharian bergulat dengan baso. Yang menyedih­kan, ternyata istri agak mual dan kurang suka mencium bau baso. Akhirnya, tutuplah warung baso ini dengan segudang pengalamannya.

Menurut Aa Gym seorang wirausahawan sejati sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya. Kalau masa kecilnya selalu dimanja, selalu dimudahkan urusan, selalu ditolong, maka bersiap-siaplah menuai anak yang tidak berdaya. Oleh karena itu, bagi yang masih muda jangan bercita-cita melamar pekerjaan, tapi berpikirlah untuk menjadi wirausahawan. Dan bagi orang tua, tanamkan kepada anak-anak kita jiwa wirausaha sejak dini. Didik anak-anak agar mandiri sejak kecil. Latih anak-anak kita untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan. Orang tua yang memanjakan anak-anak mereka dengan memberikan segala keinginannya maka akibatnya akan kembali juga kepada orang tua. Beliau pun sempat berjualan semenjak di bangku TK dengan menjual jambu tetangga. Begitu juga ketika di bangku SD dan SMP. Dengan demikian, ketika selesai kuliah, sudah hafal bagaimana cara “bangkrut efektif”, bagaimana “tertipu optimal”, dan bagaimana usaha bisa remuk. Selesai kuliah, ijazah tidak diambil sehingga sampai sekarang saya tidak tahu ijazah saya seperti apa. Namun, dengan izin Allah tidak kurang rezeki sampai sekarang. Mencoba mengurus pesantren dengan jiwa wirausaha jadilah pesantren Daarut Tauhid seperti sekarang ini. Hal ini benar-benar membuat sebuah keyakinan bahwa jikalau jiwa kewirausahaan tertanam sejak awal pada diri kita, kita tidak akan pernah takut dengan apa pun. Karena itu, kalau saja bangsa ini dikelola oleh orang-orang yang berjiwa wirausaha, tidak ada satu pun yang perlu kita takuti dan krisis ini. Hal yang paling tak enak didengar beliau adalah kalau ada yang bertanya, “Berapa sih tarifnva kalau manggil Aa Gym ceramah?” Duh, rasanya sedih sekali dengan pertanyaan seperti itu. Alhamdulillah, bagi beliau berdakwah adalah panggilan kewajiban atas amanah ilmu yang ada. Bisa menyampaikan ilmu saja sudah merupakan rezeki yang luar biasa. Kalaupun ada yang berterima kasih, itu karunia Allah yang tak diharapkan, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi banyak pihak. Itulah sebabnya beliau berusaha sekuat tenaga agar memiliki penghasilan sendiri. Apalagi sesudah regenerasi di Yayasan Daarut Tauhid sehingga beliau lebih leluasa dan sungguh-sungguh untuk membangun MQ Corporation, usaha pribadi yang beliau harapkan menjadi sumber rezeki yang halal serta mencukupi untuk keluarga dan biaya dakwah, sehingga dapat menghindari fitnah dan tak menjadi beban bagi umat. Selain itu juga bisa membuktikan bahwa bisnis berbasis moral sangat memungkinkan untuk maju, bermutu, dan bermanfaat banyak. Hal ini juga menjadi laboratorium saya untuk berlatih mengelola bisnis yang profesional sebagai bahan untuk berdakwah dan tentunya juga membuat lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para tetangga, kaum dhuafa, dan orang-orang cacat. Bagi beliau usaha yang ditekuni adalah sarana bagi teman-teman yang memiliki rezeki berlebih dan ingin usaha yang halal dan maslahat, untuk bergabung dalam sistem bagi hasil. Oleh karena itu, dan setiap keuntungan, selain disisihkan untuk zakatnya juga dikeluarkan biaya pendidikan bagi saudara kita yang dhuafa agar bisa maju bersama-sama. Alhamdulillah dengan didukung oleh tim yang berakhlak baik, konflik menjadi minimal dan kebocoran pun nyaris nihil. Bahkan, sesudah kemam­puan pengelolanya dikembangkan, kinerja perusahaan kian baik dan professional. Dulu beliau berpikir pas-pasan, yaitu pas butuh ada. Tapi kini beliau berpikir sebaliknya. Beliau ingin menjadi orang kaya yang melimpah rezekinya serta halal dan berkah. Mudah-mudahan menjadi contoh bagi orang yang mau kaya dengan tetap taat kepada Allah. Dan juga supaya orang tak memandang sebelah mata karena menganggap kita butuh terhadap kekayaan mereka. Di samping itu juga diharapkan bisa sedikitnya memberi contoh bagaimana memanfaatkan kekayaan di jalan Allah. Semoga terpelihara dari fitnah dunia karena memang luas dunia ini amat menggoda dan melalaikan.

Kebanyakan orang selalu meributkan modal berupa finansial, padahal menurut beliau modal itu adalah: Pertama, keyakinan kepada janji dan jaminan Allah. Kedua, kegigihan meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar. Ketiga, menjadi orang yang terpercaya (kredibel). Kredibel berarti sikap yang selalu jujur dan terpercaya, selalu berusaha melakukan yang terbaik dan memuaskan, serta selalu berusaha mengem­bangkan ilmu, pengalaman, wawasan, sehingga bisa tampil kreatif, inovatif dan solutif. Percayalah bahwa sebelum kita lahir, rezeki sudah lengkap disiapkan oleh Allah Yang Mahakaya. Kita hanya disuruh menjemputnya, bukan mencarinya. Yang harus diperoleh justru keberkahan dari jatah kita. Dan semua itu akan datang kalau kita bekerja di jalan yang diridhoi oleh Allah Swt. Adapun keuntungan bukan hanya berupa uang, harta, kedudukan, atau aksesoris duniawi lainnya. Bagi beliau, keuntungan itu adalah ketika bisnis yang dilakukan ada di jalan Allah, bisnis kita jadi amal shaleh yang disukai Allah, dan menjadi jalan mendekat kepada-Nya. Nama baik kita terjaga, bahkan menjadi personal guarantie. Dengan bisnis kita bertambah ilmu, pengalaman, dan wawasan, dengan bisnis bertambahnya saudara dan tersambungnya silaturahmi, dan dengan bisnis kita semakin banyak orang yang merasa beruntung.

Jadi, walaupun keuntungan finansial tak seberapa didapat atau bahkan tak mendapatkannya, apabila keuntungan seperti di atas sudah didapatkan, beliau tetap merasa sangat beruntung. Beliau yakin pada saatnya Allah akan memberikan keuntungan dunia yang sesuai dengan waktu dan jumlahnya dengan kadar kebutuhan dan kekuatan iman beliau.

Berbisnis bagi Aa Gym bukan sekedar urusan duniawi. Jika bisnis dijalankan dengan cara yang salah hanya akan melahirkan kerakusan dan ketamakkan manusia. Sebaliknya bisnis yang dijalankan dengan niat dan cara yang benar adalah ibadah yang besar sekali pahalanya, karena dengan mengokohkan harga diri bangsa. Seperti disampaikan beliau dalam sebuah kesempatan, bahwa perekonomian yang kuat akan berimbas pada tingkat kesehatan yang baik, sehingga akan meningkatkan kemampuan untuk berkarya dengan mengakses ilmu lebih banyak, hingga melahirkan sebuah bangsa yang cerdas.

Visi Aa Gym dalam membantu Pesantren Daarut Tauhid sekaligus dengan beragam kegiatan bisnisnya, tidak lepas dari konsep dasar pendidikan di pesantren ini menyatukan antara dimensi dzikir, fikir dan ikhtiar. Dimensi dzikir ini sangat menekankan pada keikhlasan dan penyerahan diri kepada Tuhan. Hal ini merupakan sisi penyeimbang hidup, dimana kita dituntut untuk senantiasa menyempatkan waktu, untuk berkontemplasi dan menjadikan setiap detik kehidupan kita bergantung kepada Tuhan. Dimensi fikir menegaskan pentingnya rasionalitas dalam setiap tindakan kesehatian kita, sehingga setiap langkah merupakan bagian dari perencanaan yang matang. Sementara dimensi ikhtiar menunjukkan pentingnya etos kerja, melalui hidup penuh kesungguhnya dan kerja keras tanpa kenal putus asa. Ketika dimensi tersebut jika dilakukan secara sinergis akan melahirkan pribadi yang unggul dan tangguh dengan tetap dilandasi oleh nilai kearifan.

Kunci kesuksesan Aa Gym dalam menjalankan roda bisnis di pesantrennya, hingga telah berkembang menjadi 24 bidang usaha dalam 12 tahun, terletak pada pembangunan kredibilitas para pengelolanya yang meliputi tiga aspek utama yaitu, nilai kejujuran, kecakapan (profesionalisme), dan inovatif. Nilai kejujuran yang diajarkan meliputi ketepatan dalam menepati janji, manajemen waktu, memiliki fakta dan data yang jelas, terbuka, kemampuan mengevaluasi, rasa tanggung jawab dan pantang putus asa.

Kecakapan dalam berbisnis ini selain diperlukan pendidikan yang penting juga adalah pelatihan nyata. Seperti ditulis oleh Syafi’i Antonio dalam artikelnya yang menceritakan tentang riwayat Rasulullah yang telah mendapat pendidikan entrepreneurship sejak usia 12 tahun, ketika bersama pamannya Abu Thalib melakukan perjalanan bisnis. Pada usia 17 tahun Beliau telah diberi tanggung jawab untuk mengurus seluruh bisnis pamannya, dan mulai merasakan persaingan dengan para pedagang yang lebih professional. Menginjak usia 25 tahun Beliau mendapatkan dukungan finansial dari konglomerat setempat Siti Khadijah yang kemudian menjadi istri Beliau.

Nilai yang ketika yang dikembangkan Daarut Tauhid yang juga dikenal dengan bengkel akhlak ini adalah inovatif. Beberapa aspek pendidikannya antara lain melatih jiwa progressive, dengan menjadikan perubahan ke arah yang lebih baik sebagai kewajiban massal, mengadakan studi banding, melakukan pelatihan-pelatihan dan senantiasa memberikan rangsangan untuk melahirkan sikap kreatif dan inovatif.

Ketiga nilai tersebut telah dilakukan secara integral di Daarut Tauhid. Bisnis bagi Aa Gym akan terasa hambar jika nilai-nilai moral dikesampingkan, hanya akan menjadi materi sebagai dewa yang dikejar dan diagung-agungkan, dan akhirnya akan melahirkan jiwa-jiwa Brutus di setiap pelaku bisnis.

Aspek-aspek modal dalam bisnis sebetulnya telah diajarkan oleh Rasul jauh 15 abad yang lalu, lewat sifat-sifat kerasulan yang dimiliki Beliau yaitu sidiq (benar), amanah (terpercaya), fathonah (cerdas) dan tabligh (komunikasi). Nilai-nilai moral ini bersifat general truth, melintasi batas waktu, agama dan budaya. Jika disinergikan dengan strategi bisnis yang tepat akan mampu membangun kepercayaan konsumen yang kuat. Kepercayaan konsumen ini merupakan aset yang tidak ternilai.

Kepemimpinan yang berkembang umum di kalangan pesantren pada umumnya masih tradisional, kyai sentries, komando tunggal, dan iklim demokrasi kurang berkembang sehingga seringkali timbul blind faith di kalangan santri. Fungsi manajemen yang dijalankan pun kurang mendapat sentuhan bahkan cenderung diabaikan. Pola kepemimpinan Darut Tauhid tidak lagi menempatkan figur sebagai sentral. Aa Gym sebagai pemimpin pesantren hadir hanya karena nilai khusus yang dimilikinya. Meminjam istilah Max Webber, pola kepemimpinan yang lahir seperti ini karena otoritas karismatik. Kepemimpinan di Daarut Tauhid telah menerapkan system pendelegasian kerja, sebagai pengalihan wewenang formal manajer kepada bawahannya. Pemimpin diajarkan untuk memiliki sikap rendah hati dan mau melayani, seperti pernah dikemukakan oleh A.M. Mangunhardjana SJ. Bahwa pada intinya pemimpin adalah tugas pengabdian mereka menjalankan the golden rule of leadership yaitu knows the way, shows the way and goes the way. Dari sisi manajemen Daarut Tauhiid telah menerapkan system lebih dari hanya sekedar menerapkan sistem manajemen modern. Dimana sistem manajemen modern. Dimana sistem manajemen yang berkembang saat ini tidak menjadikan manusia hanya objek pelaku agar materi dan kapital semakin produktif, tapi juga telah melahirkan aspek-aspek spiritual dan emosi dalam pemikiran manusia. Covey sendiri dalam hal ini telah melakukan terobosan baru dengan mengemukakan gagasannya tentang manajemen berbasis kepentingan yang kental dengan nuansa religius.

Daarut Tauhid sendiri menerapkan inti manajemen dan kepemimpinan sekaligus dalam konsep Manajemen Qolbu (MQ) yang ditawarkannya. Dalam MQ hati adalah fakultas utama dalam diri manusia yang sangat menentukan kualitas manusia itu sendiri, jika dimanajemeni dan dipimpin dengan benar akan melahirkan manusia paripurna dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam kesehariannya Daarut Tauhid tidak pernah merengek-rengek meminta sumbangan, apalagi dengan menjaring dana di pinggir jalan. Dilihat dari fasilitas dan asset Daarut Tauhid termasuk pesantren yang maju dalam waktu singkat. DT pada awalnya hanya dikenal sebagai bengkel akhlak tetapi sekarang lebih menonjol di bidang ekonomi. “Memang kami memiliki strategi tersendiri, oleh karena itu visi dan misi Daarut Tauhid sendiri harus dikenali dahulu. Secara garis besar kami ingin membentuk SDM yang memiliki keunggulan dalam zikir, fikir dan ikhtiar, suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” demikian penuturan Abdullah Gymnastiar.

Dzikir, fikir dan ikhtiar ini merupakan konsep dasar dari MQ yang diajarkan sehari-hari melalui hal-hal kecil. Untuk menerapkan Daarut Tauhid sendiri memiliki lima aturan dasar pelatihan kepada para santrinya yang juga merupakan bagian dari roda perekonomian Daarut Tauhid. Pertama, seorang santri dilatih untuk berfikir keras, mengenal diri dan potensinya sehingga ia mampu mengenal kekurangan diri lalu memperbaikinya dan menempat dirinya secara optimal. Kedua, mereka dilatih untuk mengenal situasi lingkungannya sehingga bisa mendapatkan manfaat dari lingkungannya secara optimal sekaligus memberikan manfaat balik kepada lingkungan secara professional. Ketika, mereka dilatih untuuk membuat suatu perencanaan yang matang, sehingga segala sesuatunya berjalan dalam jalur yang telah disepakati. Keempat, mereka dilatih untuk mengevaluasi setiap hasil karya mereka, bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan dan senantiasa meningkatkan kinerja mereka. Kelima, ciri SDM yang akan dibentuk adalah yang unggul dalam berikhtiar. Kombinasi ibadah yang bagus, strategi hidup yang tepat dan ikhtiar dengan bersungguh-sungguh akan menjadikan hidup sebagai mesin penghasil karya.

Pola MQ sampai sejauh ini telah menghasilkan SDM yang unggul, hal ini terbukti dari berkembangnya perekonomian di lingkungan Daarut Tauhid dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadapnya, diantaranya dengan kepercayaan untuk mengadakan pelatihan dan pendidikan manajemen untuk para eksekutif di PT Telkom, BNI, IPTN dan PT Kereta Api Indonesia. Mereka tertarik dengan konsep manajemen Daarut Tauhid karena diyakini mampu meningkatkan etos kerja dan menurunkan tingkat penyelewengan kerja, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).


MENGENAL ISO 9000


ISO 9000

ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen kualitas. ISO 9000 diawasi oleh ISO, sebuah organisasi internasional di bidang standarisasi, dan dikelola oleh badan-badan akreditasi dan sertifikasi.

ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen kualitas. ISO 9000 diawasi oleh ISO, sebuah organisasi internasional di bidang standarisasi, dan dikelola oleh badan-badan akreditasi dan sertifikasi. Untuk sebuah pabrik, beberapa persyaratan dalam ISO 9001 (salah satu standar dalam ISO 9000) adalah:

  • adanya satu set prosedur yang mencakup semua proses penting dalam bisnis;
  • adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk-produk berkualitas;
  • tersimpannya data dan arsip penting dengan baik;
  • adanya pemeriksaan barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak, dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan;
  • secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri.

Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah diaudit dan disertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001 berhak mencantumkan label “ISO 9001 Certified” atau “ISO 9001 Registered”.

Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000 standar tidak menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan. Sertifikasi hanya menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut.

Walaupan standar-standar ini pada mulanya untuk pabrik-pabrik, saat ini mereka telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi, termasuk perguruan tinggi dan universitas.

Kumpulan Standar dalam ISO 9000

ISO 9000 mencakup standar-standar di bawah ini:

  • ISO 9000:2005 – Quality Management Systems – Fundamentals and Vocabulary: mencakup dasar-dasar sistem manajemen kualitas dan daftar bahasa dan istilah dalam kumpulan ISO 9000.
  • ISO 9001:2000 – Quality Management Systems – Requirements: ditujukan untuk digunakan di organisasi manapun yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun. Standar ini memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah organisasi apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut. Implementasi standar ini adalah satu-satunya yang bisa diberikan sertifikasi oleh pihak ketiga.
  • ISO 9004:2000 – Quality Management Systems – Guidelines for Performance Improvements: mencakup perihal perbaikan sistem yang terus-menerus. Bagian ini memberikan masukan tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sistem yang telah terbentuk lama. Standar ini tidaklah ditujukan sebagai panduan untuk implementasi, hanya memberikan masukan saja.

Masih banyak lagi standar yang termasuk dalam kumpulan ISO 9000, dimana banyak juga diantaranya yang tidak menyebutkan nomor “ISO 900x” seperti di atas. Beberapa standar dalam area ISO 10000 masih dianggap sebagai bagian dari kumpulan ISO 9000. Sebagai contoh ISO 10007:1995 yang mendiskusikan Manajemn Konfigurasi dimana di kebanyakan organisasi adalah salah satu elemen dari suatu sistem manajemen.

ISO mencatat “Perhatian terhadap sertifikasi sering kali menutupi fakta bahwa terdapat banyak sekali bagian dalam kumpulan standar ISO 9000 … Suatu organisasi akan meraup keuntungan penuh ketika standar-standar baru diintegrasikan dengan standar-standar yang lain sehingga seluruh bagian ISO 9000 dapat diimplementasikan”.

Sebagai catatan, ISO 9001, ISO 9002 dan ISO 9003 telah diintegrasikan menjadi ISO 9001. Kebanyakan, sebuah organisasi yang mengumumkan bahwa dirinya “ISO 9000 Registered” biasanya merujuk pada ISO 9001.

Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi dengan ISO 9001: 2000, MBNQA, dan HACCP


artikel perdana bulan november 1999…

APA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGHADAPI KEGAGALAN


Calon wirausahawan harus siap gagal. Fahamilah makna kegagalan. Tanpa faham filosofi itu, jangan berpikir mau mengambil jalan menjadi wirausaha. Alasannya, ada yang sukses dalam usahanya, ada yang belum berhasil. Pengusaha mengetahui bahwa ”kegagalan” bukan akhir permainan dan tidak boleh takut mengalaminya. Ia menyadari dengan keberanian, bahwa bisa saja mengatasi sesuatu yang tidak mungkin untuk berhasil.

Menghadapi risiko, adalah gabungan kerja keras, kecerdikan, kehati-hatian, kecermatanmembaca peluang dan kesiapan menghadapi kegagalan maupun keberhasilan.Happy ending sebuah ikhtiar adalah keberhasilan. Ini dicapai, tentu setelah melewati keberhasilan demi keberhasilan kecil, seperti keberhasilan menyingkirkan kesulitan dan bahaya. Proses ini dibangun dari kesungguhan melahirkan segenap potensi diri seorang wirausahawan. Dengan begitu, ia mengubah “kekalahan menjadi kemenangan”, sebuah proses yang kecil peluang pencapaiannya tanpa kesiapan mental menghadapi kegagalan. Kalau Anda termasuk yang tidak siap gagal, lebih baik jangan meniti jalan ini. Bahkan, mengimpikannya saja, jangan!

Setiap kegagalan adalah pelajaran yang mendorong pengusaha untuk mencoba pendekatan baru yang belum pemah dicoba sebelumnya. Bagi pengusaha sejati, “Berani Gagal” berarti “Berani Belajar”. Dengan gagal dan dengan belajar, pengusaha bertumbuh menjadi orang yang lebih baik dan belajar bagaimana menciptakan kekayaan sejati. Walaupun pengusaha kehilangan kekayaan materi yang telah mereka peroleh, mereka tahu bagaimana menciptakan semua kekayaan itu lagi. Pelajarannya tidak pemah hilang. Sebaliknya, mereka yang tidak pemah mengalami perjalanan yang sulit dan menemukan kekayaan dengan mudah, tidak akan tahu bagaimana menciptakan kekayaan ketika mereka kehilangan. Dengan kata lain, mereka yang tidak gagal tak akan tahu kekayaan sejati.

Gemerlap materi, pada komunitas bahkan kehidupan sosial yang serba benda (materialistis), lebih banyak memperoleh penilaian tinggi. Sebaliknya, siapa pun mengalami kegagalan, sudah mendapat stempel sosial sebagai manusia yang kehilangan harga. The looser dunia usaha, sering menjadi figur yang menghadapi titik balik sikap sosial terhadapnya. Dulu, saat masih jaya, ia banyak rekan dan kolega, setelah gagal dalam usahanya, hampir semua rekan dan kolega yang dulu mendukungnya, menebar senyum ramahnya, bahkan mengajak bermitra, hilang sudah! Akibat cara pandang seperti ini, banyak wirausahawan yang traumatik terhadap kegagalan. Ini, “awal kematian” benih-benih kewirausahaan. Semua pihak harus mengubah sikapnya: doronglahmasyarakat menjadi pihak yang turut membangun keberanian banyak orang untuk respek terhadap ikhtiar orang meraih keberhasilan dalam bisnis. Gagal atau keberhasilan, bukan menjadi satu-satunya alasan menghargai atau meremehkan wirausahawan. Tentu, sembari tetap mentransfer sikap-sikap arif, bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran berharga. Seorang bijak berkata,”sukses hanyalah pijakan terakhir dari tangga kegagalan.”

Kita perlu menggalakkan orang untuk berani mengambil resiko. Hal ini membutuhkan pola pikir yang sangat berbeda. Untuk kita, itu berarti mengabaikan peraturan yang telah berlaku baik selama 30 tahun lebih.

Lee Kuan Yew, mantan PM Singapura

Yang Diperlukan Untuk Menghadapi Kegagalan

Ada banyak pembahasan tentang tips menghadapi kesuksesan. Tetapi bagi kami, sama pentingnya, menyiapkan sejumlah hal untuk menghadapi kegagalan! Billy P.S. Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan kepada peserta trainingnya tentang satu masalah menarik. ”Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?”

Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah ”Dia tak dapat berenang.” Yang hadir heran, karena Lim menyalahkan jawaban itu. Yang hadir mengira, Lim bercanda. Untuk menyakinkan mereka, Lim memberi contoh kejadian orang tenggelam di air sedalam tiga inci. Akhirnya, ia memberitahu jawabannya, yangakan ia berikan kepada Anda sekarang. Kami kutip pendapat Lim: ”Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain.”

So? Berapa kali orang jatuh tak jadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali jatuh.

Ukurannya, Bangkit Lagi

Jangan ukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah ia dengan beberapa kali dia sanggup bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, tidak akan putus asa. Menyedihkan, mendengar bahwa banyak orang seperti mereka, setelah sekali dua kali gagal, memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenar-benarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi.

Apakah kualitas diri kita akan membantu bangkit kembali setelah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yang mesti saya sebutkan, karena kalau tidak, makna buku ini tidak sempuma.

”Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Bakatpun tidak; Banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusanpun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikanpun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.”

Ya, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dan batu, air sungai senantiasa menangbukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh Anda jatuh tidak menjadi masalah, tetapi yang penting seberapa sering Anda bangkit kembali.

Apabila Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda. Seperti Thomas Alfa Edison, saat ditanya, bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General Electric ini menjawab,

”Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”

Sungai Colorado mengalir tabah terus-menerus, melahirkan Grand Canyon. Charles Goodyear yang tekun, membuahkan ban yang memungkinkan kendaraaan melaju kencang. Tabahnya Wright bersaudara membuahkan pesawat terbang. Bethoven, mengisi dunia dengan musik inspiratif, John Milton membuahkan karya puisi indah yang menyejukkan hati, perempuan tuna netra yang tegar Helen Keller, memberikan harapan kepada semua orang cacat, ketabahan Abraham Lincoln membuatnya terpilih menjadi presiden. Dan, tentu, Thomas Alfa Edison, memberi kita cahaya listrik. Kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Kurang tabah merupakan salah satu alasan orang gagal dalam bisnis, politik, dan kehidupan pribadi.

Setiap orang sukses menyatakan bahwa kesuksesan hanya berada di luar ketika mereka yakin idenya akan berhasil.”

Dr. Napoleon Hill

Menarik Hikmah, Jangan Menyerah

Anda tumbuh menjadi semakin dewasa dan bijaksana. Dulu Anda menanggung kegagalan secara pribadi. Ketika kulit Anda mulai berkerut sejalan dengan perjalanan usia, Anda cenderung belajar dari kesalahan – kesalahan Anda

Cheong Chonng Kong

Secara sederhana, kegagalan adalah situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu yang positif. Jangan lupa bahwa Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total. Karena Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia.

Eugenio Barba.

Mengantisipasi bencana sejak dini, karakteristik seorang entrepreneur. Jangan biarkan kebanggaan dan sentimen mempengaruhikeputusan-keputusan Anda. Sebuah gagasan gagal, adalah pelajaran ada saat untuk bangkit kembali untuk mengejar target-target Anda berikutnya.

Babe Ruth, pemain baseball terkenal, tidak hanya mencetak 714 home run, namun dia juga pernah luput (strike out) 1330 kali.

Ray Meyer, pelatih bola basket legendaris di DePaul University telah memimpin timnya memenangkan 37 musim, kompetisi. Saat timnya kalah, setelah kemenangannya yang ke-29, dia ditanya bagaimana perasaannya. “Luar biasa!” katanya. “Sekarang kami dapat mengkonsentrasikan diri bagaimana memenangkan permainan daripada memikirkan kekalahan ini.”

Kegagalan, jangan biarkan sebagai sesuatu yang final. Entrepreneur sejati, memandangkegagalan sebagai awal, batu loncatan untuk memperbaharui kinerja bisnis mereka di masa mendatang. Pemimpin tidak menghabiskan waktunya memikirkan kegagalan.

Untuk memicu kesiapan mental Anda, kita belajar dari cerita tentang seorang eksekutif IBM yang memiliki prospek cerah. Ia baru saja melakukan kesalahan transaksi yang merugikan perusahaan jutaan dollar. Thomas J. Watson, pendiri IBM, memanggil eksekutif muda itu ke kantornya. Spontan eksekutif itu berkata.

“Saya tahu Anda pasti meminta saya mengundurkan diri, bukan?”

”Anda tidak perlu cemas. Kami baru saja mengeluarkan jutaan dolar untuk mendidik Anda!” Begitu jawab Watson.

***

Perusahaan seperti milik kami harus menciptakan suasana di mana orang-orang tidak takut mengalami kegagalan. Ini berarti kami menciptakan sebuah organisasi dimana kegagalan tidak hanya ditoleri tetapi ketakutan dikritik karena menyampaikan gagasan bodoh juga dihilangkan. Jika tidak, maka banyak orang yang merasa cemas dan tidak nyaman. Dan gagasan-gagasan brilian yang sangat potensial tak akan pemah terucapkan dan tak akan pemah terdengar. Kegagalan masih bisa ditolerir selama itu tidak menjadi kebiasaan.

Michael Eisner, Walt Disney Corp.

Jadi? Ya, gagal bukan kiamat bisnis, tapi jangan kelewatan. Apalagi menjadi “kebiasaan”. Kerjakan yang mampu dilakukan, semakin terbatas sumber dana, Anda patut semakin bijaksana. fahami, kapan harus meminimalisasi kerugian.

Bila Jatuh, Cepatlah Bangkit

Di dunia kerja, yang disebut masalah sesungguhnya adalah kesempatan yang menunggu, dipungut.

Henry J. Kaiser

Bagi saya pribadi, krisis Asia telah berakhir pada saat dimulainya persaingan untuk mendapatkan hotel Regent Bangkok pada bulan Maret1999. Setelah melewati masa-masa sulit selama dua tahun sebelumnya, mendadak saya memutuskan mengikuti lomba balap Ferari di Perancis serta bersaing di ring dengan Goldman Sachs Co., salah satu bank investasi terbesar dunia.”

William E. Heinecke, konglomerat Thailand

Pembaca, saat banyak konglomerat bangkrut dan bank-bank mengalami kegagalan di Thailand, tujuh hotel milik Heinecke, restoran siap saji dan perusahaan lainnya terus berusaha keras keluar dari krisis serta berusaha mendulang keuntungan di tahun 1998. Meskipun banyak analis meramalkan tentang pertumbuhan ekonomi pada tahun 1999 dan menguji Baht Thailand, tidak banyak perusahaan yang bisa menandingi kemampuan kerja kelompok bisnis Heinceke.

Fantastis, hotel Heinecke mengalami kenaikan 24%, 246 restoran kelompok bisnisnya menarik lebih dari tak kurang dari lima juta pelanggan! Pada tahun 1997 kelompok perusahaan Heineke mengalami kerugian 1 milyar baht, tetapi setahun kemudian tiga perusahaannya yang telah go public, mendapatkan keuntungan bersih 500 juta baht, pada triwulan pertama tahun 1999, keuntungannya lebih banyak lagi.

Belum yakin, kegagalan, hanyalah sebuah tikungan tajam yang menuntut ”kendaraan” usaha, sedikit mengurangi kecepatan, lalu di depan, begitu melihat ”jalan mulus peluang”, Anda bisa menebusnya dengan kecepatan yang lebih tinggi. Bisnis Heinecke di Thailand, saat ini benar-benar telah pulih.

Regent Bangkok, salah satu hotel terbesar di Asia, tingkat huniannya tetap tinggi. Saat itu, Regent di bawah kontrol beberapa perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan manajerial seperti halnya perusahaan-perusahaan lainnya di Thailand sehingga mereka berusaha untuk menjual saham Regent. Regent dimiliki oleh Rajadamri Hotel Company yang kemudian 32% sahamnya dimiliki oleh sebuah perusahaan Jepang yang telah bangkrut yang diwakili oleh sebuah bank Jepang yang cukup besar.

Masih ada lagi faktor lain yang lebih penting. Rajadamri Hotel Company juga memiliki 26% saham hotel bintang lima milik Heinecke, di Thailand Utara, Regent Chiang Mai. Heineke enggan menjualnya pada orang asing karena ia tak ingin ada orang asing menguasai tanah keramat itu. Bagi Heinecke, ikut ambil bagian dalam kepemilikan saham Regent Bangkok yang dijual pada awal tahun 1999 merupakan tindakan yang tepat, setelah sebelumnya ia sudah memiliki saham Regent hampir 29%.

Apa kata Heineke tentang pelintasan bisnisnya yang penuh tikungan di masa krisis ini?

“Ini adalah persaingan dimana saya harus mengeluarkan segala strategi dan kemampuan yang telah saya pelajari : mempercayai intuisi, menggunakan jaringan kerja kontrak yang mapan, menggunakan sejumlah pakar dan merencanakan strategi-strategi dalam situasi yang selalu berubah cepat jika diperhatikan, persaingan ini merupakan mikrokosmos semua strategi. Saya berusaha menguji kemampuan saya dengan lawan-lawan yang benar-benar tangguh. Goldman Sachs, salah satu grup investasi terkuat di dunia ini, merupakan pemegang saham individu terbesar Regent Bangkok, tapi itu tidak berarti bahwa mereka bisa berbuat sesuka hatinya. Saya kira bagi seorang yang tidak lulus perguruan tinggi, hasil seperti ini sudah cukup memuaskan”.

Bila Semuanya Gagal

Tekun, mengerahkan segenap daya, dan masih gagal juga. Apa yang harus kita lakukan?

Saat gagal menimpa, kendati lelah dan kecewa berat, jangan matikan energi kreatif Anda. Tetaplah berpikir kreatif. Sempurnakan produk yang ada, atau hasilkan produk baru atau usaha baru yang mungkin belum terpikirkan.

Jangan terpaku pada karier dan keterampilan yang dimiliki, yang terlalu lama bersandar pada lingkungan di mana kita dibesarkan atau selama ini bergulat. Kadang kala apabila seseorang gagal setelah berusaha dengan tabah dan mengerahkan sepenuh tenaga untuk sekian lama, mungkin tiba saatnya ia mengkaji kembali bidang yang digeluti dan menilai apakah ia mampu untuk mendapatkan apa yang dinginkannya di bidang tersebut.

Banyak cara untuk mencapaitujuan hidup. Sebagian lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain. Sebagian kurang berisiko tetapi lebih lambat daripada yang lain.

Saran kami, janganlah terlalu kaku mengatakan bahwa Anda tidak bisa berubah. Kami sendiri, kerap berubah seiring dengan perkembangan in put dan stimulasi kondisi di sekitar kami. Tanpa itu, bagaimana mungkin kami menyusun sebuah buku, memberi pencerahan bagi banyak orang?

Kadang kala dalam kehidupan kita terpaksa menekuni bidang usaha yang berlainan dan kita mesti menyesuaikan segalaketerampilan dan bakat yang tidak kita peroleh dari bidang-bidang usaha di masa lalu. Lalu? Salurkan kekuatan itu di bidang usaha yang baru. Mungkin, kita dipaksa mempelajari keterampilan baru, sebagai konsekuensi menghadapi tantangan serba-baru itu.

Pernahkah Anda bertanya bagaimana orang Jepang bangkit kembali dari kehancuran PD II untuk menjadi pengusaha ekonomi yang unggul saat ini? Dulu, produk Jepang sempat dinilai murahan, tidak berkualitas, dan stigma jelek lainnya. Tapi sekarang, sulit bagi kita untuk hidup tanpa barang-barang buatan Jepang di dalam rumah kita. Ini tidak hanya berlaku di Negara kita saja, tetapi bahkan di seluruh dunia.

Orang-orang Jepang tidak menciptakan mobil. Tidak juga kamera, kulkas, televisi, AC, mesin cuci, penghisap debu, film atau system perangkat audio berkualitas tinggi. Mereka tidak menciptakan banyak benda. padahal yang mereka lakukan ”hanyalah” meniru.

Hakikat :peniruan ala Jepang”, sarat pesan penting bagi calon entrepeneur. Di sana ada proses penyempumaantanpa kenal lelah, sampai akhirnya ”tiruannya” lebih baik dari aslinya! Mereka menggunakan ”kreativitas” untuk menyempumakan barang yang sudah ada. Tak ada yang membantah, Jepang meraih suksesnya. Kultur entrepreneurship tumbuh subur di sana, menyebar menguasai dunia.

Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak berhasil mencapai tujuan Anda pada suatu pekerjaan di mana Anda telah dilatih untuk melakukannya, latihlah atau lengkapi diri Anda dengan pekerjaan yang memberi peluang meraih yang lebih baik di masa depan. Janganlah gantungkan diri Anda pada satu keterampilan saja. Sebagai manusia, Tuhan memberi kita kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru dan menerjuni bidang usaha lain. Jangan ”hidup-mati” Anda gantungkan pada satu bidang saja. Orang lain bisa sukses. Anda tentu juga bisa. hanya saja, ada yang lekas tercapai, ada yang masih berliku.

”Jangan malu karena gagal, …seperti Christopher Colombus.”

”Ketahuilah apa yang akan Anda lakukan, lakukanlah dan jangan menunda kembali. Jika Anda membuat kesalahan, buatlah kesalahan yang hebat. Seperti orang yang sampai di persimpangan jalan dan bertanya,”Arah manakah yang perlu saya tuju, arah sana atau sini?” Pergi saja! Pilih satu arah dan pergilah. Unsur masa itu pasti ada. Segala sesuatu mempunyai waktu dan tempat yang wajar.”

Gum Rutt

Tengok kiri-kanan Anda. Produk Cina, membanjiri negeri ini. Bayangkan, seperti apa sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang? Akankah ini kita terima sebagai ”keharusan ekonomi”? Tidakkah Anda mulai berpikir hal yang sebaliknya? Anda bisa!


Dasar-Dasar Syariah Marketing


Dari Era Rasional ke Emosional ke Spiritual

Banyak orang mengatakan, pasar syariah adalah pasar yang emosional (emotional market), sedangkan pasar konvensional adalah pasar yang rasional (rational market).

Selain itu, dalam syariah marketing, bisnis yang disertai keikhlasan semata-mata hanya untuk mencari keridhaan Allah, maka seluruh bentuk transaksinya insya Allah menjadi ibadah di hadapan Allah SWT. Ini akan menjadi bibit dan modal besar baginya untuk menjadi bisnis yang besar, yang memiliki spiritual brand, yang memiliki karisma, keunggulan, dan keunikan yang tak tertandingi. Seperti kata Al-Quran, “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu akan menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

Spiritual Marketing sebagai Jiwa Bisnis

Kita memerlukan kepemimpinan spiritual dalam mengelola suatu bisnis, terlepas dari mana sumber spiritual tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Jonathan L. Parapak, “Apabila kita dalami elemen-elemen pokok dari kepemimpinan, maka semua harus diwarnai, dicerahi, dan dilandasi oleh ajaran, nilai, dan prinsip-prinsip Agama (Kristen bagi penganut Kristen). Visinya adalah visi penyelamat, visi transformasi, visi pemeliharaan, visi kasih, visi pemberdayaan, dan visi kekekalan. Strateginya adalah strategi pemberdayaan, penyelamatan, dan pembaruan. System nilai, ajaran, dan prinsip-prinsip Kristiani menjadi pegangan, landasan, acuan, dan arahan utama dalam memilih pola komunikasi, skenario yang akan digelar.”

Sebenarnya, spiritual marketing ini dapat kita laksanakan dengan optimal jika dalam segala aktivitas sehari-hari kita menempatkan Tuhan sebagai Stakeholder utama. Ini perbedaan pokok antara pemasaran biasa dan spiritual marketing. Kita menempatkan Tuhan sebagai satu-satunya pemilik kepentingan (the ultimate stakeholder). Akuntabilitas dan responsibilitas diterjemahkan sebagai pertanggungjawaban di Padang Mahsyar (yaumul hisab) kelak, yang merupakan pengadilan abadi terhadap sepak-terjang manusia (termasuk para pelaku bisnis), baik yang tersurat maupun yang tersirat. Allah SWT berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS Al-Qiyamah [75]:36).

Karakteristik Syariah Marketing

Kata “syariah” (al-syari’ah) telah ada dalam bahasa Arab sebelum turunnya Al-Quran. Kata yang semakna dengannya juga ada dalam Taurat dan Injil. Kata syari’at dalam bahasa Ibrani disebutkan sebanyak 200 kali, yang selalu mengisyaratkan pada makna “kehendak Tuhan yang diwahyukan sebagai wujud kekuasaan-Nya atas segala perbuatan manusia.”

Pada bagian ini, saya ingin melakukan eksplorasi atas apa yang dimaksud dengan syariah marketing. Ada empat karakteristik syariah marketing yang dapat menjadi panduan bagi para pemasar sebagai berikut:

Teistis (Rabbaniyah)

Salah satu cirri khas syariah marketing yang tidak dimiliki dalam pemasaran konvensional yang dikenal selama ini adalah sifatnya yang religious (diniyyah).

Etis (Akhlaqiyyah)

Keistimewaan yang lain dari syariah marketer selain karena teistis (rabbaniyyah), juga karena ia sangat mengedepankan masalah akhlak (moral, etika) dalam seluruh aspek kehidupannya.

Realistis (Al-Waqi’iyyah)

Syariah marketing bukanlah konsep yang eksklusif, fanatis, anti-modernitas, dan kaku. Syariah marketing adalah konsep pemasaran yang fleksibel, sebagaimana keluasan dan keluwesan syariah Islamiyah yang melandasinya.

Humanistis (Al-Insaniyyah)

Keistimewaan syariah marketing yang lain adalah sifatnya yang humanistis universal.

Implementasi Syariah Marketing

Berbisnis Cara Nabi Muhammad Saw.

Muhammad adalah Rasulullah, Nabi terakhir yang diturunkan untuk menyempurnakan ajaran-ajaran Tuhan yang diturunkan sebelumnya. Rasulullah adalah suri tauladan umat-Nya, “Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi kamu, (yaitu) bagi siapa yang mengharap (rahmat) Allah dan (kebahagiaan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah” (QS Al-Ahzab [33]:21). Akan tetapi, pada sisi lain, Nabi Muhammd SAW, juga adalah manusia biasa; beliau makan, minum, berkeluarga dan bertetangga, berbisnis dan berpolitik, serta sekaligus memimpin umat.Berikut adalah bisnis syariah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Muhammad sebagai Syariah Marketer

Muhammad diutus oleh Allah SWT bukan sebagai seorang pedagang. Beliau adalah sebagai seorang nabi dengan segala kebesaran dan kemuliaanya. Rahasia keberhasilan dalam perdagangan adalah sikap jujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan para pedagang.

Nabi Muhammad sangat menganjurkan umatnya untuk berbisnis (berdagang), karena berbisnis dapat menimbulkan kemandirian dan kesejahteraan bagi keluarga, tanpa tergantung atau menjadi beban orang lain.

Muhammad sebagai Pedagang Profesional

Beliau melakukan bisnis ini karena merupakan satu-satunya pekerjaan mulia yang tersedia baginya. Beliau melibatkan diri di dalamnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Dalam transaksi bisnis sebagai seorang pedagang professional, tidak tawar-menawar dan pertengkaran antara Muhammad dan para pelanggannya.

Muhammad sebagai Pebisnis yang Jujur.

Muhammad benar-benar mengikuti prinsip perdagangan yang adil dalam transaksi-transaksinya.

Muhammad menghindari Bisnis Haram.

Nabi Muhammad melarang beberapa jenis perdagangan, baik karena sistemnya maupun karena ada unsure-unsur yang diharamkan di dalamnya.

Muhammad dengan Penghasilan Halal

Nabi Muhammad diutus untuk menghapus segala sesuatu yang kotor, keji dan gagasan-gagasan yang tidak sehat dalam masyarakat, serta memperkenalkan gagasan yang baik, murni dan bersih di kalangan umat manusia.

Berbisnis dengan Qalbu

Bagaimana Berbisnis dengan Hati

Hati adalah sumber pokok bagi segala kebaikan dan kebagahagian seseorang. Bahkan bagi seluruh makhluk yang dapat berbicara, hati merupakan kesempurnaan hidup dan cahayanya.

Muhammad sebagai Wirausahawan Sejati

Jiwa wirausaha atau entrepreneurship adalah salah satu kekuatan yang dikembangkan oleh Rasulullah. Sedangkan wirausahawan atau entrepreneur itu sendiri secara sederhana adalah kemampuan kita untuk menciptakan dan mendisain manfaat dari apapun yang ada di dalam diri dan lingkungan. Apapun yang dilihat dapat dikemas menjadi sesuatu yang bermanfaat. Wirausahawan mampu mengenal situasi dan mendayagunakan situasi tersebut sehingga bisa menghasilkan manfaat.

Sembilan Etika (Akhlak) Pemasar

Ada sembilan etika pemasar, yang akan menjadi prinsip-prinsip  bagi syariah marketer dalam menjalankan fungsi-fungsi pemasaran, yaitu:

1. Memiliki Kepribadian Spiritual (Taqwa)

2. Berprilaku baik dan Simpatik (Shidq)

3. Berlaku Adil dalam Bisnis (Al-‘Adl)

4. Bersikap Melayani dan Rendah Hati (Khidmah)

5. Menepati Janji dan Tidak Curang

6. Jujur dan Terpercaya (Al-Amanah)

7. Tidak Suka Berburuk Sangka (Su’uzh-zhann)

8. Tidak Suka Menjelek-jelekkan (Ghibah)

9. Tidak Melakukan Sogok (Riswah).

Memiliki Kepribadian Spiritual (Taqwa)

Sebuah hadist diriwayatkan dari ‘Umar r.a. yang mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sekiranya kalian bertawaqal (menyerah) kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti burung yang keluar di pagi hari dengan perut kosong (lapar), tetapi kembali di sore hari dengan perut penuh (kenyang).”

Berprilaku baik dan Simpatik (Shidq)

Al-Quran mengajarkan untuk senantiasa berwajah manis, berprilaku baik, dan simpatik.

Berlaku Adil dalam Bisnis (Al-‘Adl)

Berbisnislah kalian secara adil, kata Allah. Berbisnis secara adil hukumnya wajib, tidak hanya himbauan dari Allah.

Bersikap Melayani dan Rendah Hati (Khidmah)

Sikap melayani merupakan sikap utama dari seorang pemasar. Tanpa sikap melayani, yang melekat dalam kepribadiannya, dia bukanlah seorang yang berjiwa pemasar.Rasulullah bersabda bahwa salah satu ciri orang beriman adalah mudah bersahabat dengan orang lain, dan orang lainpun mudah bersahabat dengannya.

Menepati Janji dan Tidak Curang

Allah SWT berfirman tentang sikap amanah, “… jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanahnya dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya…”

Jujur dan Terpercaya (Al-Amanah)

Diantara akhlak yang harus menghiasi bisnis syariah dalam bisnis setiap gerak-geriknya adalah kejujuran. Beliau bersabda, “Sumpah palsu dapat melariskan barang dagangannya, tetapi menghancurkan mata penchariannya.”

Tidak Suka Berburuk Sangka (Su’uzh-zhann)

Saling menghormati satu sama lain merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW yang diimplementasikan dalam perilaku bisnis modern. Tidak boleh satu pengusaha menjelekn pengusaha yang lain, hanya bermotifkan persaingan bisnis.

Tidak Suka Menjelek-jelekkan (Ghibah)

Kita dilarang Ghibah (mengumpat/menjelek-jelekan). Seperti firman Allah, “Dan jangan dari kamu mengumpat sebagian yang lain.” Manusia tidak suka kalau bentuknya, perangainya, nasabnya, dan ciri-ciri yang tidak baik dibicarakan.

Tidak Melakukan Sogok/Suap (Risywah)

Dalam syariah, menyuap (risywah) hukumnya haram, dan menyuap termasuk dalam kategori makan harta orang lain dengan cara batil.

Membangun Bisnis dengan Nilai-Nilai Syariah

Jujur Adalah Sifat Para Nabi

Shiddiq (jujur,benar) adalah lawan kata dari kidzb (bohong atau dusta). Berikut adalah contoh-contoh kejujuran para nabi:

Kejujuran Nabi Yusuf

Allah SWT menggambarkan Nabi Yusuf sebagai orang yang amat jujur. Sang pelayan yang berjumpa dengan Yusuf itu mengambil manfaat dari pengaruh dan cahaya Yusuf.

Kejujuran Nabi Ibrahim

Ia adalah orang yang kejujurannya lebih, banyak membenarkan kegaiban dari Allah, membenarkan ayat-ayat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para utusan-Nya.

Kejujuran Nabi Isma’il

Isma’il adalah seorang rasul dan nabi. Ia menyuruh keluarganya untuk shalat dan beribadah, karena ia ingin menjadikan mereka sebagai suri tauladan bagi orang-orang di belakangnya.

Kejujuran Nabi Idris

Ia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.

Kejujuran Nabi Isa

Nabi Isa sebagai utusan Allah karena kesalehan, kejujuran, dan kepeduliannya yang sangat tinggi kepada kaumnya.

Kejujuran Nabi Muhammad SAW

Kejujuran Nabi Muhammad dibuktikan oleh para penolongnya, oleh orang-orang yang beriman kepadanya. Cukuplah bagi kita kesaksian jibril yang terpercaya membawa sebagai dalil yang paling baik bagi kejujuran Nabi Muhammad SAW.

Membangun Nilai-nilai Kejujuran Dalam Bisnis

Sifat terpenting bagi pebisnis yang diridhai Allah adalah kejujuran. Dalam sebuah hadist dikatakan: “Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya (penuh amanah) adalah bersama para nabi, orang-orang yang membenarkan risalah nabi (shiddiqin) dan para syuhada (orang yang mati syahid)” (HT Al-Tirmidzi).

Oleh karena itu, tak heran jika prinsip al-amanah ini menjadi sangat penting perannya dalam hidup bermasyarakat dan bermuamalah.

Keadilan Versus Keserakahan

Salah satu prinsip dari bermuamalah yang harus menjadi akhlaq dan harus tertanam dalam diri pemasar adalah sikap adil (al-‘adl). Lawan kata dari keadilan adalah kedzaliman (Al-Dzulm), yaitu sesuatu yang telah diharamkan Allah atas diri-Nya sebagaimana telah diharamkan-Nya atas hamba-Nya.

Empat Sifat Nabi Dalam Mengelola Bisnis

  1. Shiddiq (Benar dan Jujur)
  2. Amanah (Terpercaya, Kredibilitas)
  3. Fathanah (Cerdas)
  4. Thabligh (Komunikatif)

Shiddiq

Siddiq adalah sifat Nabi Muhammad SAW, artinya ‘benar dan jujur’. Jika seorang pemimpin, ia senantiasa berperilaku benar dan jujur dalam sepanjang kepemimpinannya.

Amanah

Amanah artinya dapat ‘dipercaya, bertanggung jawab, dan kredibel’. Konsekuensi amanah adalah mengembalikan setiap haq kepada pemiliknya, baik sedikit ataupun banyak, tidak mengambil lebih banyak daripada yang ia miliki, dan tidak mengurangi haq orang lain, baik itu berupa hasil penjualan, fee, jasa atau upah buruh.

Fathanah

Fathanah dapat diartikan sebagai intelektual, “kecerdikan atau kebijaksanaan”. Pemimpin perusahaan yang fathanah artinya pemimpin yang memahami, mengerti dan menghayati secara mendalam segala hal yang menjadi tugas dan kewajibannya.

Tabligh

Sifat tabligh artinya komunikatif dan argumentative. Orang yang memiliki sifat tabligh, akan menyampaikannya dengan benar (berbobot) dan dengan tutur kata yang tepat (bi al-hikmah).

Pemasaran dalam Perspektif Syariah

Sekilas tentang Sustainable Marketing Enterprise (SME)

Sebuah perusahaan tentu harus menjadi sebuah perusahaan yang sustainable, perusahaan yang mampu bertahan dan sukses, tidak hanya pada saat ini, tetapi juga di masa mendatang.

Ada 17 prinsip syariah marketing sebagai berikut:

Lanskap Bisnis Syariah Marketing

Prinsip #1: Information Technology Allows Us to be Transparent (Change)

Perubahan adalah suatu hal yang pasti akan terjadi. Oleh karena itu, perubahan perlu disikapi dengan cermat. Kekuatan perubahan terdiri dari lima unsur-perubahan tekhnologi, perubahan politik-legal, perubahan sosial-kultural, perubahan ekonomi, dan perubahan pasar. Dalam prinsip yang membahas perubahan (Change) ini, saya hanya menekankan perubahan pada bidang teknologi. Perubahan-perubahan di bidang lain-politik-lega, sosial-budaya, ekonomi, dan pasar-walaupun memang juga berperan penting dalam syariah marketing, sudah banyak dibahas oleh pihak lain; misalnya saja peraturan-peraturan yang menyangkut perbankan syariah.

Prinsip #2: Be Respectful to Your Competitors (Competitor)

Dalam menjalankan syariah marketing, perusahaan harus memerhartikan cara mereka menghadapi persaingan usaha yang serba-dinamis.

Prinsip #3: The Emergence of Customers Global Paradox (Customer)

Pengaruh inovasi tekhnologi medasari terjadinya perubahan sosial budaya. Hal ini bisa kita lihat dari lahirnya revolusi dalam bidang tekhnologi yang mengubah cara pandang dan prilaku masyarakat.

Prinsip #4: Develop A Spiritual-based Organization (Company)

Dalam era globalisasi dan di tengah situasi serta kondisi persaingan usaha yang semakin ketat, perusahaan harus merenungkan kembali prinsip-prinsip dasar perusahaannya.

Syariah Marketing Strategy

Prinsip #5: View Market Universally (Segmentation)

Segmentasi adalah seni mengidentifikasikan serta memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar.

Prinsip #6: Target Customer’s Heart and Soul (Targeting)

Targeting adalah strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif, karena sumber daya yang dimiliki terbatas.

Prinsip #7: Build A Belief System (Positioning)

Positioning adalah strategi untuk merebut posisi di benak konsumen, sehingga strategi ini menyangkut bagaimana membangun kepercayaan, keyakinan, dan kompetensi bagi pelanggan.

Syariah Marketing Tactic

Prinsip #8: Differ Yourself with A Good Package of Content and Context (Differentiation)

Diferensiasi didefinisikan sebagai tindakan merancang seperangkat perbedaan yang bermakna dalam tawaran perusahaan.

Prinsip #9: Be Honest with your 4 Ps (Marketing-Mix)

Kita mengenal 4P sebagai marketing-mix, yang elemen-elemennya adalah product (produk), price (harga), place (tempat/distribusi), dan promotion (promosi). Namun marketing-mix yang dimaksud adalah bagaimana mengintegarasikan tawaran dari perusahaan (company’s offers) dengan akses yang tersedia (company’s access).

Prinsip #10: Practice A Relationship-based Selling (Selling)

Selling yang dimaksud di sini bukanlah berarti aktifitas menjual produk kepada konsumen semata. Penjualan dalam arti sederhana adalah penyerahan suatu barang atau jasa dari penjual kepada pembeli dengan harga yang disepakati atas dasar sukarela.

Syariah Marketing Value

Prinsip #11: Use A Spiritual Brand Character (Brand)

Brand atau mereka adalah suatu identitas terhadap produk atau jasa perusahaan Anda. Brand mencerminkan nilai (value) yang Anda berikan kepada konsumen.

Prinsip #12: Services Should Have the Ability to Transform (Service)

Untuk menjadi perusahaan yang besar dan sustainable, perusahaan berbasis Syariah Marketing harus memerhatikan yang ditawarkan untuk menjaga kepuasan pelanggannya.

Prinsip #13: Practice A Reliable Business Process (Process)

Proses mencerminkan tingkat quality, cost, dan delivery yang sering disingkat sebagai QCD. Proses dalam tingkat qualitas adalah bagaimana menciptakan proses yang mempunyai nilai lebih untuk konsumen.

Syariah Marketing Scorecard

Prinsip #14: Create A Balanced Value to Your Stakeholders (Scorecard)

Prinsip dalam syariah marketing adalah menciptakan value bagi para stakeholders-nya. Kemampuan perusahaan untuk menciptakan value bagi para stakeholdersnya ini akan menentukan kelangsungan hidup perusahaan.

Syariah Marketing Enterprise

Prinsip #15: Create A Noble Cause (Inspiration)

Setiap perusahaan, layaknya manusia, haruslah memiliki impian (dream). Untuk mencapai kesuksesan, anda harus mempunyai impian tentang apa yang akan Anda capai. Impian inilah yang akan Anda capai sepanjang perjalanan untuk mewujudkan goals Anda.

Prinsip #16: Develop An Ethical Corporate Culture (Culture)

Pada perusahaan berbasis syariah, budaya perusahaan yang berkembang dalam perushaannya sudah pasti berbeda dengan perusahaan konvensional. Para karyawannya wajib menjaga hubungan antar-sesama, dari mulai tingkat paling atas (manajerial) sampai tingkat paling bawah (staf).

Berikut ini ada beberapa hal penting yang selayaknya menjadi buaya dasar sebuah perusahaan berbasis syariah:

  • Budaya mengucapkan salam
  • Murah hati, bersikap ramah, dan melayani
  • Cara berbusana
  • Lingkungan kerja yang bersih

Prinsip #17: Measurement Must Be Clear and Transparent (Institution)

Prinsip yang terakhir adalah bagaimana membangun organisasi/institusi Anda sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Organisasi sebagai “kendaraan” dalam menunaikan visi dan misi yang telah ditetapkan harus memiliki struktur yang baik dan target yang jelas untuk setiap milestone dari sasaran yang telah ditentukan sebelumya.

Studi Kasus

A. Bank Muamalat Indonesia

Era perbankan syariah di Indonesia dimulai pada 1992 dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) sebagai lembaga perbankan syariah yang pertama. Sejak saat itu, tingkat perumbuhan perbankan syariah di Indonesia sangat signifikan, rata-rata mencapai 70 % setiap tahun. Pada 2005 telah hadir 3 bank umum syariah, 17 unit usaha syariah dari bank umum konvensional, dan 90 bank perkreditan syariah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

B. Asuransi Tafakul

Di lihat dari pertumbuhannya selama periode 1994-1995, perkembangan asuransi syariah sangat menggembirakan. Dibandingkan dengan asuransi konvesional yang hanya mencapai rata-rata 20 %, pertumbuhan asuransi syariah bisa mencapai rata-rata 40 % dalam 5 tahun terakhir. Hal ini cukup menggambarkan bahwa peminat asuransi syariah semakin bertambah setiap tahunnya, walaupun pada akhir 2005 pangsa pasar asuransi syariah tercatat baru mencapai 1,5 % dari total pasar asuransi di Indonesia.

C. Perum Pegadaian Syariah

Perkembangan dunia pegadaian syariah di Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Jika perbankan syariah mengalami pertumbuhan rata-rata 70 % setiap tahunnya dan asuransi syariah rata-rata 40 %, pegadaian syariah mengalami pertumbuhan rata-rata 30 % setiap tahunnya.

D. Batasa Capital

Perkembangan yang pesat dalam industri syariah, khususnya perbankan dan asuransi, juga membawa dampak pada perkembangan instrumen keuangannya lainnya. Contohnya adalah pengelolaan instrumen fund dan investasi yang berupa reksadana syariah dan obligasi syariah yang baru sejak tahun 2000 ada di Indonesia. Pada akhir 2002 (November) muncul obligasi syariah dari indosat, dan sejak saat itulah obligasi-obligasi syariah bermunculan dan menjadi sarana alternatif untuk berinvestasi. Saat ini (akhir 2005), ada 16 obligasi syariah dengan total nilai sebesar Rp 2,009 triliun.

Kepustakaan

Ø Al-Quran Al-Karim dan Terjemahan, Lembaga Percetakan Al-Quran Raja Fahd, 1418 H.

Ø

Abdul Mannan, Islamic Economy Theory and Practice, Edaward Arnold Publisher Limeted, England, 1993.

Ø

Abdul A’la Maududi, Tafheem Al-Quran, Dar Al-Fikr, Vol.IV, 1980.

Ø

Abu Zahra Muhammad, Buhuth fi Al-Riba, Dar Al-Byhuth Al-Islamiyah, Dar Al-Fikr, 1970.

Ø

………….., Ushul Al-Fiqh, (terj.), Ushul Fiqih, Pustaka Firdaus Jakarta, 2002.

Ø

Abdullah Gymnastiar, Meraih Bening Hati dengan Manajemen Qolbu, Gema Insani, Jakarta, 2002.

Ø

……………, Menjemput Rezeki dengan Berkah, Penerbit Republika, Jakarta, 2003.

Ø

……………., Berbisnis dengan Hati, MQTV-MarkPlus & Co., 2004.

Ø

Dan lain-lain.

BEBERAPA PRINSIP MENINGKATKAN MINAT BELAJAR ANAK


Anak dan Kesenangannya untuk Belajar

Memahami Anak

Setelah pulang sekolah, tiba-tiba seorang anak berkata kepada ibunya, “Mama, aku mau ikut les gambar!”. Walaupun tidak langsung merespons, biasanya di benak sang ibu terbangun beberapa scenario:

  • Les dimana sebaiknya;
  • Bagaimana mengatur dengan jadwal sekolahnya, dsb.

Ternyata les yang dimaksud anak adalah kegiatan menggambar bersama teman-temannya.

( Perbedaan persepsi antara anak-anak dengan orang tua sering terjadi dalam hidup kita ).

Mendidik Anak

Seorang ibu berkata kepada anaknya, kamu harus berwibawa di depan adikmu!”. Dampaknya iya akan berusaha melakukan semua dengan sempurna, disini justru iya akan terlihat aneh di mata anak-anak lain.

( Sebenarnya anak-anak dan orang dewasa memiliki standar yang berbeda, banyak orang dewasa menerapkan standarnya kepada anak-anak).

Menumbuhkan Minat Belajar Anak

Ketika menonton televisi, sang anak berkata. “mama aku pengen bisa ngomong pakai bahasa inggris kayak di film.”

Sang ibu lalu mengajarkan beberapa kata yang ia tau, lalu menempatkan sang anak ke lembaga kursus, sang anak sangat senang dengan kursus tersebut, & hari-harinya dilalui dengan gembira.

( Disini sang ibu belajar memahami, suatu proses belajar akan disenangi jika motivasi yang tumbuh dari dalam, bukan paksaan ).

 Membentuk Suasana Belajar yang Menyenangkan

Betapapun kuat motivasi belajar anak, tetap membutuhkan lingkungan yang kondusif, memberikan keamanan dan kebebasan psikologis pada anak.

Keamanan psikologis dapat terbentuk dengan 3 proses, yaitu:

  • Orang tua menerima anak sebagaimana anaknya.
  • Orang tua mengusahakan suasana tanpa ada efek mengancam.
  • Orang tua dapat memberikan pengertian, dan dapat melihat dari sudut pandang anak.

Kebebasan psikologis dapat diberikan orang tua pada anak dengan cara memberikan kesempatan mengekspresikan pikiran-pikiran anak.

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh orang tua, dalam menciptakan keamanan dan kebebasan psikologis guna membentuk suasana belajar.

  • Membangun empati
  • Menjalin kebersamaan
  • Membangun rasa memiliki
  • Mendorong kebebasan berekspresi
  • Pendampingan
  • Mengembangkan komunikasi efektif

Pengaruh Belajar yang Menyenangkan Terhadap Kreativitas Anak

Banyak hal yang bisa meningkatkan perkembangan anak ketika sedang mengalami proses belajar yang menyenangkan, salah satunya adalah perkembangan kreativitas. Banyak cara untuk  mengoptimalkan kreativitas anak, kreativitas memang membutuhkan imajinasi yang kuat, dan orang tua dapat membantu dengan menciptakan kondisi-kondisi tersebut.

Semakin banyak pengetahuan yang diperoleh anak, semakin baik dasar untuk mencapai hasil kreatif. Dan pendapat berbagai pakar, dapat disebutkan beberapa parameter kreativitas yang dimiliki seorang anak, yang dihasilkan dari kesenangan dalam belajar.

  • Kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru & unik
  • Kemempuan untuk mentransformasikan gagasan lama ke dalam bentuk-bentuk baru.
  • Kemampuan untuk membangun imajinasi dan fantasi yang terarah
  • Kemampuan untuk melihat kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah
  • Adanya rasa ingin tahu yang luas & mendalam
  • Adanya minat yang luas dan keinginan bereksplorasi
  • Adanya perhatian pada proses, bukan sekedar hasil akhir
  • Adanya kesenangan dan kepuasan pribadi dalam melakukan pekerjaan
  • Adanya pengetahuan awal sebagai modal
  • Kepekaan akan keindahan (Sense of Beauty)
  • Kemampuan berfikir asosiatif & bermain dengan gagasan
  • Kepekaan melihat hal yang unik dari lingkungan sekitar dan aktivitas sehari-hari
  • Kemampuan mengungkapkan gagasa

22 Prinsip Komunikasi dalam Meningkatkan Minat Belajar Anak

Prinsip 1  Orang tua memberikan kebebasan anak untuk berkreasi, anak terpacu untuk membuat karya yang unik

Setiap anak memiliki keunikan sendiri. Cara berfikirnyapun unik dan khas, kebebasan yang diberikan oleh orang tua untuk berkreasi, akan membuat karya-karya unik & menarik.

Bentuk kebebasannya misalnya :

  1. Menghargai apapun hasil kreasi anak
  2. Mendorong anak berkreasi lewat karya yang unik, misalnya menggambar pelangi, dan menceritakan kembali lewat tulisan.

Prinsip 2  Orang tua menerima berbagai jawaban anak terhadap pertanyaan tertentu, anak belajar berfikir luas

Minat belajar anak bisa ditandai dengan adanya keingintahuan yang luas mengenai suatu hal. Ketika ditanyakan suatu hal,anak mempunyai minat belajar tinggi, mejawab dengan berbagai jawaban. Cara berfikir demikian disebut cara berfikir divergen ( meluas, banyak jawaban dalam suatu masalah ) dan elaborative ( membangun berbagai kemungkinan jawanab dari satu hal yang ditemukan.

Cara berfikir tersebut, dapat dibiasakan pada anak dengan jalan orang tua menerima apa pun jawaban anak terhadap satu pernyataan tertentu, bisa jadi jawaban anak salah atau tidak logis menurut cara berfikir orang dewasa, namun bisa jadi ada hal-hal menarik dari jawaban itu yang hanya bisa dipahami anak.

Prinsip 3 Orang tua menerangkan materi dengan sudut pandang yang unik, anak terpacu rasa ingin tahunya.

Hal yang mengurangi rasa ingin tahu anak atau membuatnya enggan belajar adalah rasa bosan. Kebosanan ini bisa diakibatkan oleh materi pengetahuan yang itu-itu saja & tidak bervariasi. Demikian dengan cerita, orang tua bisa mengemasnya dengan menarik yang menggugah keingintahuan anak tentang materi yang akan disampaikan, contohnya :

  1. Orang tua sedang mendampingi anak belajar mengenai pasang surut. Orang tua bisa mengawali dengan kalimat, “Mengapa permukaan air laut tiba-tiba meninggi ?”

Prinsip 4 Orang tua memberikan penjelasan awala secara jelas sebelum anak memulai pekerjaannya, anak mendapat pengetahuan awal secara efektif

Sebelum memberikan tugas pada anak untuk melakukan suatu pekerjaan, orang tua hendaknya membimbing anak dengan memberikan penjelasan awal yang bisa menjadi pedoman anak dalam melakukan sesuatu, sehingga ada gambaran awal yang dimiliki anak ketika melakukan pekerjaannya. Menyuruh tanpa memberikan contoh membuat bayangan anak menjadi samar-samar. Hal ini bisa mengakibatkan anak kebingungan dan menjadikannya enggan bertindak.

Prinsip 5 Orang tua menggunakan alat peraga, anak mempunyai modal awal yang lebih terbayang

Alat peraga penting digunakan ketika kita menerangkan sesuatu kepada anak. Alat peraga ini membantu anak membayangkan materi yang tengah disampaikan dan mengarahkan serta membimbing daya imajinasi anak pada materi yang tengah disampaikan. Contoh alat peraga bisa berupa, buku bergambar, poster, model atau miniatur.

Prinsip 6 Orang tua menerangkan dengan eksperimen, anak terpacu rasa ingin tahunya dan belajar mengamati terjadinya suatu fenomena

            Mengapa harus dengan eksperimen? Ketika anak mengalami kerepotan dalam melakukan eksperimen, anak bisa mendapatkan pengalaman yang unik, bersinggung langsung dengan apa yang diamati. Metode eksperimen bisa melatih anak tentang terjadinya suatu peristiwa. Dari pengamatan kan muncul berbagai hal yang menarik, & membuat rasa ingin tau anak lebih tinggi.

Prinsip 7 Orang tua memberikan ulasan dan kesimpulan terhadap apa yang dikerjakan anak, anak memahami maksud pekerjaan dan berpikir secara utuh

            Anak-anak sering melakukan sesuatu karena spontan. Bisa jadi ia melakukan sesuatu yang baik, namun ia tidak menyadarinya. Disinilah peran orang tua, memberikan ulasan secara keseluruhan tentang apa yang sudah dilakukan, agar anak memahami apa yang dilakukannya. Dengan pemahaman yang lebih terstruktur, anak menjadi lebih terarah dalam mengembangkan daya pikirnya menuju pemahaman yang menyeluruh (holistic).

Prinsip 8 Orang tua mengaitkan isi cerita dengan fenomena yang pernah dilihat anak, anak belajar berfikir mengaitkan satu hal dengan hal lain

            Meski anak mempunyai day imajinasi yang kuat, namun usahakan imajinasi itu terkait dengan kehidupan sehari-hari, bukan khayalan yang tak mendasar. Hal ini bisa dilatih dengan cara mengaitkan isi cerita kepada suatu hal yang pernah dilihat atau dialami anak. Keterkaitan ini bisa berupa fenomena yang ada disekitar anak, kegiatan sehari hari anak, atau hal-hal yang berkesan yang pernah dilihat anak sebelumnya. Disini orang tua akan memanfaatkan kerangka pemikiran yang sudah ada pada diri anak, sehingga materi akan mudah diterima karena telah dikenal lebih dulu, agar disini anak mulai beljar berfikir asosiatif, artinya berbagai kejadian yang dilihat dan dirasakan sehari-hari bisa saling terkait jika dipikirkan secara kreatif.

Prinsip 9 Orang tua memberikan kesempatan anak untuk bercerita, anak belajar mengungkapkan apa yang dipikirkan dan mengungkapkan gagasan secara lebih terstruktur

Bagaimana agar bisa lancar berbicara di depan orang lain? Salah satu jawabannya adalah banyak latihan. Latihan ini bisa dimulai ketika masih anak-anak. Orang tua berusaha memberikan kesempatan sebanyak mungkin bagi anak untuk mengungkapkan gagasannya dalam setiap kesempatan. Dan ketika anak sudah mampu menguasai banyak kosa kata, kita dorong anak untuk mau bercerita. Bercerita akan membuat anak belajar mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya, tidak saja kepada orang tuanya, tetapi juga kepada orang lain.

Prinsip 10  Orang tua membimbing anak tampil di depan forum, anak belajar berani berkreasi di depan banyak orang

Berbicara dan menjelaskan gagasan dengan baik di depan orang lain memerlukan banyak latihan, membutuhkan pengalaman dan keberanian. Keberanian tampil di depan forum sebaiknya dilatih ketika masih usia kanak-kanak. Hal ini akan berpengaruh terhdap kepercayaan dirinya. Kalau anak sudah mampu menguasai dirinya untuk tampil di depan orang banyak, maka akan meningkat pula keberanian anak menampilkan kemampuannya di depan umum. Dengan bimbingan dan pendamping orang tua, secara perlahan-lahan anak akan membangun keberaniannya tampil di depan banyak orang.

Prinsip 11 Orang tua melakukan pendampingan secara pribadi kepada anak, anak memiliki keamanan psikologis untuk berkreasi

Berkomunikasi dengan baik kepada anak bukan berarti bisa memberi instruksi, atau menyuruh anak melakukan apa yang diinginkan orang tua. Komunikasi yang kita lakukan kepada anak tidk akan efektif jika kita menyampaikan instruksi saja, kemudian membiarkan anak memahami pesan tersebut, tanpa arahan. Ketika anak tengah menjalankan apa yang kita sampaikan, maka pendampingan akan membuat anak merasa aman karena ia merasa ada yang siap memberikan pertolongan jika ia membutuhkan.

Prinsip 12 Orang tua melayani pertanyaan-pertanyaan anak, anak nyaman untuk berpendapat dan terpuaskan rasa ingin tahunya

            Dunia anak adalah dunia serba ingin tahu. Anak yang normal dan kreatif selalu menanyakan banyak hal sebagai wujud keingintahuannya. Apabila pertanyaan yang disampaikan selalu mendapat respons, maka anak akan merasa terpenuhi keingintahuannya. Hal ini akan mendorong anak untuk lebih berani dan banyak bertanya dalam usaha mengetahui berbagai macam hal. Sebaliknya apabila kita tidak merespons jawaban anak, kemungkinan anak menjadi enggan untuk menyampaikan pertanyaan karena keingintahuannya tidak terpenuhi.

Prinsip 13 Orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk mencoba lagi, anak belajar menyelesaikan pekerjaan dengan berbagai inovasi baru

Maju terus, pantang mundur! Kata-kata mutiara itu mungkin telah menjadi tradisi dalam perjuangan bangsa kita, terutama ketika mempertahankan kemerdekaan dulu. Malu dong, jadi anak Indonesia jika belum apa-apa sudah mundur atau menyerah. Namun anak tetaplah anak, dengan emosi yang masih labil mereka masih harus didampingi agar tidk menyerah dalam melakukan suatu pekerjaan, sampai dia berhasil menyelesaikannya.

Ketika anak mengalami kegaglan pertama, kita dorong untuk mencobanya kembali dengan cara-cara baru. Orang tua dapat memberikan semangat, hiburan, sehingga anak terhindar dari rasa putus asa. Maka ketika sudah berhasil menyelesaikan pekerjaannya, meski harus berulang kali gagal dan bersusah payah mencobanya, orang tua tetap memberikn pujian dari hasil kerja kerasnya.

Prinsip 14 Orang tua menjalin kedekatan, anak memiliki rasa aman secara psikologis untuk berkreasi

            Anak akan mudah menjalin komunikasi dengan kita bila ia merasa dekat. Maka, sebaiknya kita menghilangkan jarak dengan anak ketika berkomunikasi sehingga anak bisa merasa bebas untuk mengeluarkan isi hatinya. Dalam berbagai hal lain, kedekatan ini akan mendorong anak melakukan berbagai hal lain, kedekatan ini akan mendorong anak melakukan berbagai hal dengan kreasinya tanpa merasa dipantau dan disalahkan ketika mengeluarkan ide-ide baru.

Prinsip 15 Orang tua melibatkan anak secara aktif dalam belajar, anak merasa ikut memiliki dan tumbuh minat belajarnya

            “Libatkan saya, dan saya akan memahami apa yang anda ajarkan’, begitu ungkapan Cina kuno. Maka, melibatkan anak secara aktif dalam belajar akan membuat lebih efektif penyampaian materi yang tengah diajarkan. Rasa memiliki terhadap materi yang disampaikan lambat laun akan menumbuhkan minat anak dengan sendirinya untuk memahami dan mengikuti materi yang disampaikan. Ia juga akan bertanggungjawab dalam menjalankannya karena merasa materi itu telah menjadi miliknya.

Prinsip 16 Orang tua melibatkan diri dalam kegiatan anak, anak lebih bersemangat dalam berkreasi

            Anak akan merasa lebih bersemangat atau menyatu dalam suatu kegiatan bersama orang tua ketika orang tua melibatkan diri dengan kegiatan anak. Anak merasa sejajar dengan orang tua. Anak merasa tidk canggung dan bersemangat untuk berkreasi dalam kegiatan yang dilakukan.

Prinsip 17 Orang tua menciptakan suasana menyenangkan, anak menyenangi materi dan memiliki kepuasan pribadi dalam berkreasi

            Dalam suasana yang menyenangkan anak terbebas dari tekanan sehingga mempermudah penerimaan pesan yang disampaikan oleh orang tua. Kondisi dimana anak berada dalam suasana yang menyenangkan juga menjadi syarat penting bagi anak untuk dapat berkreasi (bebas dari tekanan).

Prinsip 18 Orang tua menciptakan suasana bersemangat dalam belajar, anak lebih termotivasi

Suasana bersemangat harus diciptakan untuk mendorong anak memusatkan perhatiannya pada materi yang sedang disampaikan dan memahami pesannya sehingga anak termotivasi dalam belajar.

Orang tua bisa membangun semangat anak dengan cara memposisikan diri sebagai partner atau teman bagi anak dalam memahami materi atau mencapai suatu hasil. Jadi anak tidak merasa harus berjuang sendiri ketika menemui materi yang sulit, tetapi ada orang tua yang memosisikan diri sebagai teman untuk bersama-sama mempelajari materi tersebut.

Prinsip 19 Orang tua menjaga konsentrasi anak, anak efektif dalam mendalami materi

Bukan anak-anak kalau konsentrasinya tidak mudah terbelah. Sudah menjadi sifat alami anak, jika ia tengah asyik bermain sesuatu, lalu ada mainan lain yang lebih menarik, maka ia meninggalkan permainannya yang lama menuju permainan yang baru. Ini menjadi kendala utama anak dalam menyerap dan memahami suatu hal, konsentrasi. Maka dalam menerima pesan yang disampaikan, perhatian adalah hal yang utama yang harus dijaga anak agar pesan dapat diterima. Untuk itu orang tua hendaknya selalu menjaga perhatian anak dengan berbagai cara agar pesan yang disampaikan dapat diterima.

Prinsip 20 Orang tua memberikan penghargaan (reward) yang bervariasi, anak mempunyai motivasi untuk menghasilkan karya yang terbaik

Pemberian penghargaan yang paling sederhana adalah memberikan pujian. Misalnya dalam kegiatan belajar mengenal buah-buahan dalm bahasa inggris. Ketika anak mampu mengelompokkan buah-buahan berdasarkan rasanya, menyebut nama buah dengan bahasa inggris yang benar, kita dapat memberikan penghargaan. Penghargaan dapat diciptakan dalam bentuk kretif, misalnya jika anak dapat memberikan jawaban yang benar, maka ia berhak mendapatkan pin dari buah-buahan itu.

Prinsip 21 Orang tua mengembangkan cara inovatif dalam mengajar, anak belajar berfikir luas

Belajar hampir sama dengan makan. Bila makan yang disantap adalah bahan makanan agar menjadi energy untuk pertumbuhan, maka belajar adalah proses menyantap berbagai informasi menjadi pengetahuan yang terstruktur. Jika makanan disajikan tanpa variasi, akan menyebabkan bosan, begitu pula dengan belajar. Anak perlu mendapat perlakuan variatif dalam belajar, agar ia terhindar dari rasa bosan. Orang tua hendaknya mengembangkan cara-cara baru atau inovatif dalam menyampaikan pesannya kepada anak. Hal lain selain untuk menghindari kebosanan anak dalam menerima pesan, juga melatih anak untuk berfikir divergen, tidak terpaku pada satu cara tetapi mampu melihat cara-cara lain yang mungkin diterapkan.

Prinsip 22 Orang tua menggunakan ekspresi mimik dan gerak, anak belajar untuk menghayati pekerjaan

Raut muka atau mimik wajah sanggup menceritakan apa isi hati kita, dan tidak pernah bohong. Kita bisa mengetahui anak kita sedih jika raut mukanya ditekuk, mata mulai berair, meski ia tidak mengatakan apa-apa tentang kesedihannya. Sebaliknya ekspresi wajah suka cita juga akan terlihat jelas, misalnya bila anak menerima hadiah dari kita dengan suka cita. Raut wajah, mimik memang bisa memperkuat suasana yang tercipta, dan ini menjadi modal kita dalam berkomunikasi dengan anak. Orang tua dapat menggunakan ekspresi wajah, mimik, dan gerakan, ketika berkomunikasi dengan anak. Ekspresi ini berfungsi untuk membangkitkan suasana, membuat anak memjadi bagian dari komunikasi yang tengah dibangun.

kesimpulan

Kurangnya pemahaman pada anak terhadap cara anak berkomunikasi menyebabkan sering terjadinya miss communication. Mulai dari orang tua yang terlalu memanjakan anaknya, hingga terlalu mengekangnya tidaklah baik juga. Membebaskannya dalam berekspresi namun tetap memperhatikan atau memberikan pengawasan apa yang dilakukan, serta kurang pahamnya orang tua terhadap apa yang anak sebenarnya inginkan.

Dalam buku ini kita banyak membahas tentang kesenangan-kesenangan anak dalam belajar yang banyak kita salah artikan, bagaimana cara anak belajar, meskipun terkesan main-main, namun anak sebenarnya banyak belajar dari apa yang mereka lakukan dan apa kesalahan mereka. Oleh karena itu, dukungan dari orang tua sangatlah penting terhadap tumbuh kembang anak. Bukan memanjakan atas apa yang selalu anak inginkan, namun tetap memberikan pengawasan pada saat anak melakukan sesuatu.

Daftar Pustaka

Junita, Ekomadyo. 2009. 22 Prinsip Komunikasi Efektif Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak. Bandung: Simbiosa Rekatama Media

SIKAP KEKAYAAN ANDA YANG PALING BERHARGA


APAKAH SIKAP POSITIF ITU

Secara sederhana, sikap positif adalah cara anda mengkomunikasikan suasana hati ( mood ) anda kepada orang lain. Bila anda merasa optimistik dan memperkirakan akan mengalami pertemuan yang berhasil, anda memancarkan sikap positif dan orang-orang biasanya akan menganggapinya dengan baik. Bila anda merasa pesimistik dan menduga hal-hal yang buruk, sikap anda seringkali negatif, dan orang-orang cenderung menjauhi anda.

Sikap adalah cara anda melihat sesuatu secara mental. Anggaplah sikap sebagai fokus mental anda dalam memandang duniu luar. Seperti menggunakan kamera, anda dapat memfokuskan atau mengarahkan pikiran anda pada sesuatu yang menarik bagi anda.

Sikap itu tidak pernah statis. Sikap merupakan proses perseptual yang dinamis dan sensitif. Kecuali anda selalu waspada, faktor-faktor negatif dapat saja menyelusup ke dalam perspektif anda. Bagaimana pun, sikap positif bukanlah akting, sikap positif harus tulus.

Para pemenang adalah mereka yang mampu memulihkan kembali sikap positif mereka dengan segera. Orang-orang yang tidak mampu memulihkan dirinya dan menarik diri atau tenggelam dalam kesialan, akan kehilangan kesempatan.

Wawasan yang positif memberikan keberanian untuk menghadapi masalah dan mengambil tindakan guna memecahkan sebelum itu berkembang menjadi terlalu besar. Meskipun seandainya tidak tercapai penyelesaian yang ideal, sikap anda untuk hidup dengan masalah secara lebih ihklas yang akan membantu menetralkan dampak negatifnya.

Rahasia keberhasilan atlit, wiraniaga, manajer dan artis-artis panggung adalah kemampuan untuk menggabungkan pengharapan yang tinggi dengan pemulihan diri yang cepat bila terjadi kegagalan. Ada orang yang mendefinisikan sukses sebagai kemampuan untuk bangkit satu kali lebih banyak ketimbang jatuh.

Sikap positif adalah keadaan jiwa hanya dapat dipertahankan melalui usaha-usaha secara sadar. Bila sesuatu terjadi sehingga membelokkan fokus mental seseorang ke arah yang negatif, mereka yang positif mengetahui bahwa guna memulihkan dirinya, penyesuaian harus dilakukan!

  1. Sikap anda adalah isyarat yang ada pancarkan kepada orang lain. Ia juga merupakan cara anda melihat sesuatu secara mental dari dalam
  2. Makin anda memusatkan perhatian pada faktor-faktor positif dari lingkungan, makin mudah untuk tetap bersikap positif
  3. Setiap orang menjumpai kejadian-kejadian yang dapat menggoncangkan sikap anda ke arah yang negatif. Nila ini terjadi dan sikap anda menjadi negatif, tantangannya adalah secar cepat menerepkan teknik penyesuaian sikap yang memungkinkan anda pulih kembali dan mengembalikan wawasan yang positif.

KEPRIBADIAN DAN SIKAP

Kepribadian seringkali diartikan sebagai bauran yang unik dari ciri-ciri fisik dan mental yang ada dalam diri seseorang. Misalnya, jika anda mengambil karektiristik-karekteristik fisik ( mata, senyum, sosok tubuh, dan sebagainya ) dan karekteristik-karekteristik mental ( kebijaksanaan, toleransi, ketekunan, dan sebagainya ) kemudian menggabungkannya, kombinasi yang muncul merupakan kepribadian seseorang.

Kepribadian seseorang ada dalam benak orang-orang lain. Bagaimana orang lain menafsirkan kepribadian anda merupakan kunci untuk untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kepribadian anda sendiri. Kepribadian anda lebih terletak pada apa yang anda tampilkan dan bukan pada bagaimana anda memandang  diri anda sendiri.

Kadang-kadang kita mendengar istilah kepribadian yang karismatik. Bebrapa tokoh olahraga atau panggung dianggap memiliki karisma. Sikap begitu pentingnya sehingga dapat menjadi lebih penting daripada karekteristik-karekteristik fisik dan mental dalam suatu kepribadian. Sikap yang positif begitu kuatnya sehingga dapat memperkuat ciri-ciri kepribadian. Sebaliknya, sikap yang negatif dapat meminimalkan atau meniadakan karekteristik yang seyogyanya menarik. Kita tentu saja tidak dapat mengatakan bahwa sikap yang positif dapat menciptakan karisma tetapi sikap ini dapat mendekatinya!

  1. Seseorang yang mempunyai sikap positif dapat mengubah kepribadian yang membosankan menjadi kepribadian yang dipandang orang sebagai menarik.
  2. Sikap yang positif dapat membuat orang cantik menjadi dua kali lebih cantik
  3. Sikap yang positif dapat menarik perhatina kepada ciri-ciri istimewa dalam suatu kepribadian yang biasanya tidak menonjol.
  4. Beberapa sikap positif tampaknya mencemerlangkan karekteristik kepribadian yang lain dan dalam proses ini cerita keseluruhan orang yang bersangkutan menjadi lebih bersinar dan lebih menarik bagi orang lain.

Kebanyakan di antaraharus belajar untuk hidup nyaman dengan ciri dan karekteristik bawaan kita. Kita dapat meningkatkan diri dengan menata rambut secara lebih rapi, mengikuti program-program kebugaran, bahkan dengan menjalani bedah plastik. Tetapi setelah ini dilakukanpun, kita perlu menyadari bahwa semua perbaikan haruslah memancarkan apa yang sudah kita miliki secara lebih baik.

KEAMPUHAN SIKAP POSITIF

Menggunakan kata ampuh untuk menekankan kekuatan dari sikap positif mungkin terasa berlebihan. Tetapi, jika anda pernah secara teliti mengamati perilaku manusia, anda barangkali pernah melihat melihat adanya sikap yang berbalik begitu drastisnya, sehingga kata ampuh rasanya merupakan satu-satunya.

Bacalah manfat-manfaat sikap yang positif berikut ini:

  1. SIKAP POSITIF MEMICU SEMANGAT

Saya belum pernah membaca tulisan dari ahli psikologi atau psikiatri manapun yang dapat secara klinis menjelaskan mengapa ini terjadi. Tetapi, pengamatan sederhana mengungkapkan bahwa mereka yang terjerumus kedalam sikap negatif dan mengalami depresi kehilangan banyak enerji. Mereka seringkali menghambat diri sendiri seakan-akan mereka diselimuti kabut tebal. Sebaliknya, orang-orang positif, cadangan enerji mereka tampaknya tidak ada habis-habisnya.

  1. SIKAP POSITIF MENDORONG KREATIVITAS

Bersikap positif akan membantu pikiran anda berpikir secara bebas. Gagasan dan pemecahan muncul ke permukaan. Sebaliknya, sikap negatif mempunyai efek mencekik dan menghambat kreativitas. Ketika mulai masuk kerja, sikap positifnya membantunya menjadi kreatif. Saat ini susi sangat membutuhkan perubahan sikap untuk memulihkan kembali kreativitasnya.

  1. SIKAP YANG TANGGUH DAPAT MENCIPTAKANHAL-HAL YANG BAI

Banyak yang percaya bahwa bilamana seseorang sedang merasa riang, peristiwa-peristiwa yang kebetulan cenderung terjadi dalam hidupnya. Kata tangguh dapat ditafsirkan bermacam-macam, tetapi dibaliknya tersembunyi konsep yang indah bahwa sikap itu sendiri dapat mengangkat seseorang menjadi diatas normal. Keajaiban akan terjadi bila kita menyadari bahwa pendekatan kita yang lebih ceria dapat menciptakan hal-hal yang baik dan yang tidak diduga-duga akan terjadi.

SIKAP DAN LINGKUNGAN PEKERJAAN

Sikap positif sangat dihargai dalam lingkungan kerja. Ada 4 sebabnya:

  1. Bagi banyak orang, pekerjaan bukanlah suatu yang sangat mereka sukai. Bekerja didekat orang yang positif membuat pekerjaan terasa lebih ternikmat.
  1. Beberapa rekan sekerja mungkin mempunyai masalah-masalh pribadi di rumah. Tempat kerja mungkin merupakan satu-satunya tempat dimana mereka dapat menjumpai orang-orang positif dan melupakan sebagian masalah mereka.
  1. Para penyelia mengandalkan sikap positif dari bawahan guna membina semangat kelompok sikap positif membuat pekerjaan setiap orang sedikit lebih mudah.
  1. Hampir separuh dari waktu jaga seseorang dihabiskan ditempat kerja. Tanpa sikap yang positif, waktu itu akan terasa sangat panjang. Baik sikap positif maupun sikap negatif sangat cepat menular ditempat kerja. Bekerja di dekat orang yang sikapnya positif merupakan pengalaman yang menggembirakan.ia dapat membuat anda merasa lebih yakin terhadap diri sendiri. Bekerja di dekat orang yang negatif adalah seperti pergi kepesta dengan orang yang terkucil. Ia dapat membuat anda ketularan bersikap negatif.

Orang luar biasanya dapat merasakan bila suatu lingkungan pekerjaan nyaman, efisien dan produktif dengan mengamati sikap para karyawan. Selalu terdengar tawa riang. Para karyawan saling bertoleransi. Pekerjaan dipandang lebih sebagai tantangan daripada sebagai rangkaian tugas-tugas yang menjemukan. Tetapi hati-hati satu saja sikap negatif dapat menyuramkan suasana hati.

Sangatlah mudah mengenali mereka yang bersikap positif atau negatif bilamana mereka sedang menjalani masa cuti. Karyawan yang positif selalu dirindukan dan disambut dengan senang hati ketika masa cutinya sudah berlalu. Karyawan yang negatif selalu ditunggu-tunggu kapan ia menjalani masa cutinya. Artinya, jelas, sikap positif anda bukan hanya berharga bagi anda tetapi juga dihargai orang lain.

PERLUNYA SERING-SERING MEREMAJAKAN SIKAP

Setiap orang, karyawan, pelajar, ibu rumah tangga, pensiunan pasti memrlukan pembaruan peremajaan sikap atau penyesuaian sikap. Tak seorangpun dapat menghindarinyaa.

Peremajaan berarti membarui atau menyegarkan kembali pandangan anda, meremajakan kembali ancangan anda, memantapkan kembali fokus positif anda, dan atau memperbaiki kemunduran dan keusanfan sikap anda. Masa-masa ini diperlukan untuk mengatasi hal-hal berikut.

  1. Kejutan Lingkungan. Seperti halnya alat seismograf mencatat intensitas dan lama suatu gempa bumi, sikap anda mencerminkan goncangan-goncangan yang disebabkan oleh kerugian, keuangan, kekecewaan pribadi, masalah keluarga, masalah kesehatan dan sebagainya
  2. Masalah Citra Pribadi. Kita seringkali lelah memikirkan diri sendiri. Mungkin berat badan kita bertambah beberapa kilo atau kita tidak setampan sebelumnya. Ini menimbulkan citra pribadi yang negatif sejenis lensa buram yang menghalangi kita memandang diri sendiri secara positif.
  3. Arus Negatif. Tak seorangpun dapat menjelaskan mengapa ini terjadi, tetapi adakalanya , meskipun suasana lingkungan tenang dan anda sendiri memiliki citra pribadi yang positif, biasa saja ada dorongan untuk bersikap negatif.

Apapun alasannya kejutan lingkungan, masalah citra pribadi  atau arus negatif setiap orang sewaktu-waktu  perlu menyesuaikan sikapnya. Peremajaan sikap pada tingkat pertama merupakan peoses sehari-hari. Bagi sementara orang, meditasi sejenak merupakan jawabannya. Banyak diantara orang-orang seperti ini akhirnya menyadari bahwa upaya penyesuaian sikap yang tidak merusak dan bersifat lebih permanen akan lebih baik.

Masalah ini terjadi bila seseorang menjalankani pola perilaku negatif yang tetap selama beberapa waktu. Walaupun ada hari-hari yang lebih baik daripada hari-hari lainnya, tampaknya fokus perhatian lebih condong pada sisi negatif.

Mungkin saja kita berada dalam keadaan ini tanpa menyadarinya. Bila nad sakit fisik, misalnya, tubuh anda biasanya akan mengirimkan tanda-tanda tertentu, sakit kepala, demam, atau rasa nyeri, isyarat ini mendorong anda untuk melakukan sesuatu guna untuk mengatasinya. Tetapi bila anda terjerumus kedalam masalah sikap seperti diatas, pikiran anda mungkin tidak mampu mengirimkan isyarat, atau mungkin anda tidak mau menerimanya. Kawan-kawan anda mungkin ingin mengatakannya  tetapi kemudian membatalkannya karena khawatir hal ini akan memancing kemarahan anda.

SIKAP DAN SUKSES DALAM BERKARIR

Dalam kehidupan pekerjaan, seperti dalam kehidupan pribadi anda, sikap andalah yang menentukan. Membina dan memelihara hubungan yang sehat diantara para atasan dan rekan kerja merupakan kunci keberhasilan dalam setiap organisasi. Tidak ada yang lebih membantu terhadap proses ini selain sikap positif.

Sikap positif akan memperluas jaringan kerja anda. Bila anda bersikap positif, anda memancarkan isyarat-isyarat yang bersahabat. Pelanggan, rekan-rekan, dan atasan akan lebih terbuka kepada anda. Sikap anda terlihat dari cara andang memandang, berdiri, berjalan, dan berbicara. Jika anda ceria dan positif, sikap anada bekerja seperti magnit. Anda tidak saja menarik orang lain, melainkan mereka juga akan merasa lebih bersahabat dengan anda akrena mereka segera merasakan bahwa anda menyukai mereka.

Sementara orang memandang rendah perlunya pembinaan dan pemeliharan hubungan antar manusia yang baik. Mereka lebih mementingkan kemampuan teknis dan mengabaikan penting aspek manusia. Sebagai akibatnya, mereka sulit memahami mengapa ada orang yang tidak bergairah terhadap pekerjaannya padahal secara teknis tidak ada salah salah.

Dalam dunia kerja, sangatlah penting untuk mencoba membedakan anatar hubungan pribadi didasarkan pada perasaan psikologis antar dua orang. Karena anda tidak dapat melihat atau merabanya, ada orang yang hanya melihat kepribadiannya.

Akibatnya, orang seringkali kehilangan obyektivitas mereka. Mereka tidak lagi berusaha melakukan sesuatu untuk meningkatkan atau memperbaiki hubungan pribadi, melainkan malah mengutak-atik kepribadian dan terjadilah konflik. Mereka yang mampu menyadari pentingnya hubungan cenderung lebih dapat menerima adanya perbedaan-perbedaan dengan orang-orang lain. Dengan lebih memusatkan pada kebutuhan pekerjaan, hambatan-hambatan dapat diatasi yang pada akhirnya akan memungkinkan seseorang lebih dapat menerima rekan kerjanya secara lebih baik.

Ada orang yang lebih suka membina hubungan baru ketimbang memperbaiki yang sudah ada. Ditempat kerja, ini dapat berarti menciptakan klik-klik dalam suatu kelompok, atau sering berpindah-pindah pekerjaan. Mereka yang ingin membina karir dengan lebih baik menyadari pentingnya memelihara hubungan yang positif. Bila diperlukan perbaikan hubungan, karyawan yang cerdas akan melakukannya secara cepat. Mereka akan bertindak terlepas dari apakah mereka sebenarnya bertanggung jawab atas masalah ini atau tidak. Mereka menganggap bahwa hubungan, jauh lebih penting daripada insiden yang merusakkannya.

Bersikap positif di tempat kerja memberikan manfaat ganda. Pertama, ini membantu anda menciptakan hubungan antar manusia yang sehat yang tidak hanya mendatangkan kawan-kawan baru, melainkan juga sukse dalam karir. Kedua, setiap hubungan bermutu yang anda ciptakan memberikan kekuatan baru bagi sikap yang selalu anda butuhkan.

SIKAP DAN KEPEMIMPINAN

Lebih banyak keberhasilan usaha yang disebabkan oleh pencapaian dalam hal sikap ketimbang pencapaian dalam hal teknis.

Manajer-manejer yang tahu bagaimana membina sikap positif dikalangan para karyawan dapat memimpin tim yang kurang berpengalaman untuk meningkatkan produktivitas dan sukses. Ini terjadi tidaklah berarti bahwa pengembangan keterampilan-keterampilan khusus dapat diabaikan. Gloria selalu memikirkan pelatihan-pelatihan yang dapat meingkatkan anak buahnya. Ia menyelanggarakan bimbingan-bimbingan baik secara perorangan maupun kelompok. Penekanan gloria pada pengembangan sikap yang positif tidaklah berarti bahwa ia menganggap perencanaan strategis tidak penting. Berikut ini ada 5 prinsip yang dapat anda perimbnagkan

  1. Sikap itu ditularkan, bukan diajarkan.

prinsip ini berarti bahwa sikap pengikut merupakan cerminan sikap pemimpin mereka. Tanggung jawab setiap pemimpin adalah memelihara sikap positifnya sendiri

  1. Kebijakan hubungan antar manusia yang layak.

prinsip hubungan antar manusia yang selayaknya, seperti memperlakkan setiap orang sebagai manusia dengan menggunakan prinsip penghargaan yang saling menguntungkan, dan peka terhadap kebutuhan orang lain, haruslah ditaati. Pemimpin yang menggunakan teknik-teknik yang tidak manusiawi, misalkan mempermalukan seseorang di depan kelompoknya, dapat merusak moral.

  1. Prinsip apel busuk.

Setelah beberapa lama, sebutir apel yang busuk dalam keranjang dapat merusak apel-apel lainnya. Setelah beberapa lama, sesorang anggota kelompok yang negatif dapat merusak sikap positif anggota kelompok yang lain. Untuk memecahkan persoalan ini, anggota yang negatif perlu diajak bicara oleh pemimpinnya agar ia mau memperbaiki sikapnya, atau, tindakan lain harus diambil.

  1. Hubungan sikap / rasa percaya diri.

Prinsip dasar ini mengatakan bahwa anggota kelompok yang mempunyai pandangan positif memiliki rasa percaya diri pribadi yang lebih besar. Yang tidak percaya diri tidak akan pernah berprestasi.

  1. Prinsip umpan balik.

Seorang pengumpan dalam sepak bola seringkali memberi umpan kepada yang baru saja gagal menyelesaikan umpan sebelumnya. Dengan baik. Hal ini dimaksudkan untuk membantu memulihkan rasa percaya diri si penerima umpan.

Resume :

Attitude: Your Most Princeless Possession-Sikap: Kekayaan Anda Yang Paling Berharga, Elwood N.Chapman, Alih Bahasa Ir. Agus Maulana, Editor Dr. Lyndon Saputra, Binarupa Aksara,Batam, 2003.

Belajar goblog dari Bob Sadino


Sejak lama Bob Sadino meyakini bahwa, sekolah formal tidak mampu mendukung potensi seseorang untuk menjadi wirausahawan tangguh.Menurutnya seorang pengusaha tidak memerlukan sekolah formal. Yang diperlukan hanyalah segera melangkah, dan belajar dari proses kehidupan. Dan itu semua harus dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang sehingga menjadi terampil.Sebab repetisi atau pengulangan jauh lebih penting daripada teori di sekolah formal.

1004971_222550534603057_1862754251_nBAGI Bob Sadino sekolah hanya menjadikan seseorang memperoleh informasi, sementara informasi itu sifatnya sudah terjadi.Untuk menjadi wirausaha, seseorang tidak perlu menjejali otaknya hanya dengan informasi melainkan perlu adanya sebuah tindakan.Bahkan Om Bob dengan berani bisa mengatakan bahwa para sarjana sebagian besar otaknya hanyalah ‘sampah’.Bagi sebagian orang jelas bahwa konotasi ‘sampah’ tersebut bernada negatif, tapi memang seperti itulah Om Bob menyatakannya.

Dengan sekolah formal, setiap orang hanya dituntut kepintaran. Padahal menurut Bob Sadino kepintaran itu hanya akan membuat orang terbelenggu. Menurutnya belenggu tersebut mencengkram banyak orang, khususnya orang pintar.

Misalnya, orang pintar terbelenggu oleh rasa takut.Hal ini membuat seseorang tidak mampu berbuat apapun.Mau jadi pengusaha takut gagal.Ingin bepergian jauh, takut naik pesawat.Hendak melaut, khawatir tenggelam.Habislah semuanya gara-gara belenggu rasa takut.Jika ingin bergerak maka belenggu rasa takut itu harus dihilangkan.

Selanjutnya orang pintar selalu banyak berharap.Hal ini memang sering tidak disadari, karena dalam ilmu manajemen modern justru harapan ini diwajibkan.Namun, banyak mengharap justru makin membuat tidak berdaya.Sebab, sebagian besar dari harapan tersebut biasanya lebih banyak yang tidak terkabul.Maka bebaskanlah diri dari harapan.

Terakhir, belenggu pikiran sendiri.Banyak orang yang tidak menyadari ketika dirinya dibelenggu oleh pikiran sendiri. Kadang belenggu itu datang dari pikiran orang lain, tapi kemudian mengendap dalam pikirin diri sendiri. Salah satu belenggu semacam ini misalnya ‘tujuan’.Jangan mau dibelenggu oleh tujuan. Sebab dengan tidak memiliki tujuan Bob Sadino menyampaikan bahwa otak akan lebih bebas tanpa tekanan.

Itulah belenggu kehidupan yang antara lain disumbang oleh ilmu manajemen modern. Seorang Bob Sadino bukan berarti anti dengan ilmu manajemen, tapi ia mencoba mengubah pandangannya terhadap ilmu tersebut sebagai sebuah seni. Sangat bagus bagi seseorang mengetahui teori manajemen, tapi yang tidak tahu teorinya pun belum tentu jelek.Bahkan bisa saja lebih bagus dari yang mengetahui teori.

Anak Guru

Bob Sadino memiliki nama lengkap Bambang Mustari Sadino, dilahirkan di Tanjung Karang Lampung pada 9 Maret 1933, dari pasangan Jawa yang hijrah ke Sumatera. Bob Sadino hanya satu tahun menikmati udara Sumatera, karena pada 1934 dia harus mengikuti orang tuanya ke Jakarta.Bapaknya, Sadino adalah seorang guru dan kemudian menjadi kepala sekolah. Saat itu Sadino termasuk  amtenaar atau pegawai negeri pemerintahan Hindia Belanda.

Bob kecil hidup dalam kecukupan, tidak seperti bocah Hindia Belanda yang kebanyakan masih kurang makan dan kasih sayang. Pendidikan pun ia dapatkan dengan leluasa mulai SR (sekolah rakyat setingkat SD) sampai SMA. Orang tuanya sebagai guru membuat Bob kecil memperoleh pelajaran yang memadai.

Sejak kecil Bob Sadino sudah bergaul dengan orang-orang berada, terutama dengan anak-anak keturunan Cina.Sehari-hari, Bob biasa bercengkrama dengan mereka dan melakukan banyak hal bersama.Berkat pergaulan masa kecilnya itu pula yang membuat Bob menjadi pria yang hebat dalam menjalin hubungan dengan banyak pihak.Sebuah pengalaman yang mendukungnya menjalani hidup sebagai pengusaha yang harus punya jaringan luas.

Selepas SMA pada 1953, Bob memulai kariernya sebagai pekerja di Unilever. Namun, karena ikut-ikutan temannya kuliah, ia pun sempat mencicipi bangku kuliah di Universitas Indonesia di Fakultas Hukum, tetapi Bob hanya bertahan beberapa bulan saja di FH UI karena merasa tidak betah akhirnya ia berhenti kuliah dan bekerja kembali.

Melanglang Buana ke Eropa

Setelah bertahun-tahun di Unilever Bob memutuskan untuk memperbaiki kariernya dengan pindah kerja ke McLain and Watson Coy (Djakarta Llyod), sebuah perusahaan pelayaran dan ekspedisi.Pekerjaan barunya mengharuskan Bob berkelana ke mancanegara khusus Eropa. Dua kota yang paling lam disinggahinya adalah Amsterdam dan Hamburg. Disana Bob menghabiskan waktu sampai 9 tahun, sehingga tak heran ia fasih berbahasa Inggris, Belanda, Jerman, dan belakangan juga fasih berbahasa Jepang. Selain itu, ia pun memiliki pergaulan yang sngat luas dan jaringan pertemanan di berbagai Negara.

Pada tahun 1967, Bob memutuskan kembali ke Jakarta, setelah bosan terus-menerus menjadi bawahan dan berkali-kali ia mengatakan stress karena tekanan atasan. Bersama Soelami Soejoed, karyawan Bank Indonesia di Amerika Serikat, Bob pulang ke Indonesia untuk menikah. Kehidupan yang mapan dan gaji yang besar mereka tinggalkan.Ia hanya membawa oleh-oleh dua sedang Mercedes sebagai hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun di Eropa. Satu dijual, uangnya dibelikan sebidang tanah di kemang, sedangkan satu lagi dijadikan taksi gelap tetapi kadang-kadang taksinya disewakan kepada pihak lain.

Hidup Penuh Peluh dan Air Mata

Awalnya semua berjalan lancer, kehidupan Bob bersama istrinya pun tercukupi dari hasil taksinya, tetapi belum genap setahun taksinya mengalami tabrakan karena Bob tidak memiliki dana untuk memperbaikinya sehingga ia harus rela taksinya hanya menjadi seonggok sampah. Bob pun merasa sangat hancur dengan kejadian tersebut. Maka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bob muda menjalani profesi sebagai tukang bangunan walupun belum punya keahlian di bidang itu. Setiap minggu ia mendapatkan upah Rp 100 dari pekerjaannya itu. Kurang lebih ia menjalankan profesi sebagai tukang bangunan selama setahun.

Mulai Berternak Ayam

Kondisi Bob pun terdengar oleh kawannya baik yang dulu bekerja di Jakarta maupun Eropa. Mereka ikut prihatin dengan keadaan Bob, sampai akhirnya datanglah pertolongan dari kawannya yang bernama Sri Mulyono Herlambang yang menyarannkan untuk berternak ayam, dan bob pun setuju dengan usulan kawannya itu. Mulailah Bob berternak ayamm dengan 50 ekor ayam Broiler yang didatangkan dari Belanda oleh temannya. Bob kemudian belajar berternak dari berbagai sumber bacaan salah satunya majalah-majalah terbitan Belanda.

Ayam memberikan pelajaran barharga bagi Bob dalam menjalani hidup. Ketika pertama kali memelihara ayam, ia berpikir “ayam yang hanya diberi paruh dan kaki saja bisa hidup dan mencari makan sendiri, kenapa manusia tidak?” dari situlah motivasi Bob bertambah berlipat-lipat, sehingga ia serius memelihara ayam, sampai akhirnya menjajakan telur di Kemang dan dikenal senagai Bandar telur.  Ayam pula yang membuat Bob terus mencari ilmu melalui majalah-majalah Belanda yang berisi segala macamhal berkaitan dengan peternakan dan perkebunan.Isinya memang luar biasa karena banyak hal yang belum ada di Indonesia. Bob menjadi pihak pertama di Indonesia yang mengetahui berbagai temuan baru ilmuan mancanegara di bidang peternakan dan perkebunan. Sehingga tak jarang ia diundang oleh IPB untuk mendiskusikan masalah peternakan, perkebunan, dan pertanian.

 

BIODATA

  • Nama        : Bob (Bambang Mustari) Sadino
  • Lahir         : Tanjung Karang, 9 Maret 1933
  • Agama      : Islam
  • Istri           : Soelami Soejoed
  • Anak        : Myra Andiani dan Shanti Dwi Ratih
  • Kegemaran: Mendengarkan music jazz dan klasik
  • Kenangan terindah: saat salat berjamaah dengan istri dan dua putrinya.

Pendidikan:

  • SD, Yogyakarta (1947)
  • SMP, Jakarta (1950)
  • SMA, Jakarta (1953)

Pekerjaan:

  •  Karyawan Unilever (1954-1955)
  • Karyawan Djakarta Llyod, Amsterdam dan Humburg (1950-1967)
  • Pemilik tunggal supermarket Kem Chicks
  • Dirut PT Boga Catur Rata (Bidang Retail)
  • PT Kem Foods

Dagang Telur dengan Sekuntum Anggrek

Bob Sadino yang sekarang menjadi buruan bnayak orang, ternyata mengawali usahanya dengan berjualan telur secara eceran.Ia bersama istrinya menjajakan telur hasil peternakannya sendiri di kawasan kemang. Beragam tanggapan dari konsumen, ada yang menolak, ada yang mau beli, bahkan ada yang komentar tentang kualitas telurnya.

Saat itu sekitar tahun 1970, telur ayam negeri belum popular di Indonesia, masyarakat pribumi hanya mengkonsumsi telur ayam kampong.Sehingga sulit memasarkan hal baru, kata ilmu manajemen perlu adanya edukasi pasar. Tetapi Bob tidak mengenal kata edukasi pasar, yang ia lakukan hanya terus menjajakan telur hasil ternaknya bersama istrinya di kawasan Kemang.

Beruntunglah Bob, karena di kawasan Kemang sudah banyak orang asing, dan mereka pun sudah familiar dengan telur ayam broiler dibandingkan dengan masyarakat pribumi. Untuk menambah greget dagangannya, Bob memasukan setangkai bunga anggrek ke dalam plastic telur dagangannya itu.Benar saja, telur dagangannya laku dan orang asing tersebut lambat laun menjadi pelanggan setia Bob Sadino.

Penambahan bunga anggrek merupakan ide yang tidak direncanakan tetapi bernilai luar biasa. Ide tersebut berawal dari pengalaman Bob yang tinggal di Eropa bertahun-tahun, sehingga ia tahu bunga anggrek dinilai istimewa bagi orang asing karena harganya mahal, padahal di Indonesia bisa didapatkan dengan gratis. Ini sebuah strategi dagang yang dahsyat.

Street Smart vs Pintar Sekolahan (Bisa vs Tahu)

       Dalam buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”, Bob menguraikan bahwa orang sekolahan diajari tahu, sedangkan orang jalanan diajarkan bisa. Sehingga orang bisa tentu berada beberapa langkah di depan orang yang hanya tahu. Lebih parah lagi, orang sekolahan biasanya hanya tahu dan belum tentu mengerti, sehingga dalam melangkah banyak ragu-ragunya.Takut begini, takut begitu, karena terlalu banyak rambu. Pintar jalanan hanya mengajarkan lakukan saja! Tidak ada teori dan pikiran negative. Orang yang pintar dijalanan berani melawan ketakutan yang biasanya membisikan terror: “bagaimana nanti kalau gagal,” “jangan-jangan nanti rugi” dan lain-lain.

Bob Sadino Memulai segalanya dari jalanan, bukan dari sekolahan.Dia memulai dengan berjualan telur, lalu daging ayam kemudian sayur-mayur dan buah-buahan.Dia tidak menghadapi segala masalah dengan senjata teori, melainkan dengan praktik dan praktik.

Manajemen Gila “Ala Bob Sadino”

Tidak ada satu pun perusahaan besar di muka bumi ini, yang menerapkan manajemen seperti Bob Sadino. Dalam banyak kesempatan, pria yang masih terlihat segar dalam usia lewat 70 tahun ini, selalu mengatakan tidak pernah punya perencanaan dan tidak pernah mau membuatnya. Pernyataan ini dibuktikan dengan tindak tanduknya yang memang tidak pernah punya rencana di atas kertas.Rencana cukup di kepalanya saja, dan sangat mungkin berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi.

Tentu sangat berbeda dengan perencanaan dalam manajemen modern. Bahkan sejumlah pakar manajemen mengatakan tidak mungkin seseorang akan berhasil tanpa perencanaan. Bob sadino dengan segala keunikannya, sukses menjungkirbalikan teori para pakar. Tidak ada plan A, plan B, plan C dan seterusnya. Yang ada adalah sejuta kemungkinan.

Sama seperti perencanaan, salah satu unsur manajemen yaitu pengorganisasian juga dilanggar oleh Bob Sadino.Dia tidak mau memiliki organisasi seperti yang dijabarkan dalam buku-buku teori manajemen.

Bob Sadino mempunyai cara unik dalam melakukan pengawasan. Dengan cara ikut bekerja bersama para karyawannya. Bahkan Bob Sadino akan“nongkrong” seharian di kantor ikut bekerja, dan tidak jarang dia juga mengajak serta istri dan anaknya berada di tempat kerja.

Bob Sadino tidak ragu-ragu bergaul dengan para karyawan mulai dari top level sampai pegawai paling rendah seperti tukang sapu atau “office boy”. Dan cara dia memperlakukan para bawahannya tidak seperti seekor singa yang sedang mengawasi mangsanya. Bob Sadino justru memosisikan diri seperti rekan kerja, teman, sahabat dan keluarga.Itulah sebabnya semua karyawan rela diangkat menjadi anak oleh Bob Sadino.

Tidak ada seorang pun anggota keluarga Bob Sadino yang sedarah, baik keluarga dekat maupun keluarga jauh yang bekerja di perusahaannya. Semua pekerjanya adalah orang lain yang tidak ada hubungan darah sedikitpun. Bob Sadino sengaja membatasi keluarganya ikut campur dalam perusahaan, apalagi menjadi bagian dari perusahaan. Dia berkeyakinan, manajemen semacam itu akan menghindarkan keluarga dari keretakan.

Sebagian besar perusahaan melakukan perekrutan pegawai dengan prosedur dan sistem yang sangat profesional.Tetapi tidak demikian dengan Bob Sadino.Dia tidak pernah membuka pengumuman lowongan pekerjaan. Dia merekrut pegawai dengan cara jalanan. Dia tidak peduli latar belakang calon pegawainya.Mau sarjana S1 atau Master, mau lulusan SMA/SMP, bekas pegawai hebat atau bahkan gelandangan. Mereka bisa bekerja di sana dengan satu syarat, mau bekerja dan belajar.

Bob Sadino membagi perjalanan bisnisnya ke dalam tiga bagian waktu:

  1. 10 tahun pertama, sebagai masa penjajakan antara bos dengan para anak buah.Pada masa ini, bos yang melakukan dan memimpin semua hal sendirian. Pada masa ini, bos mulai mencari tahu kemampuan anak buah dan anak buah mencari tahu gaya kepemimpinan dan apa yang diinginkan bos.
  2. 10 tahun kedua, sebagai masa tahu sama tahu. Bos sudah sangat mengetahui kemampuan para anak buahnya, sedangkan anak buah sudah mengerti apa yang diinginkan bos. Anak buah juga paham gaya kepemimpinan bos, sehingga bisa menjalankannya sendirian.
  3. 10 tahun ketiga, sebagai masa desentralisasi penuh.Bos mulai meninggalkan segala urusan perusahaan dan memutuskan untuk tidak ikut ambil bagian dalam segala urusan perusahaan. Bos mempercayakan sepenuhnya segala urusan kepada para anak buah, dan membiarkan mereka berbuat apa yang dianggapnya benar.

Jika percaya kepada anak buah, maka berikanlah kepercayaan sepenuhnya.Termasuk membiarkan dia berbuat kesalahan dan memperbaikinya sendiri. Bob Sadino sangat percaya diri mundur dari operasional perusahaannya karena beberapa alasan sebagai berikut:

  1. Dia membangun usaha mulai dari nol. Dia tahu betul bagaimana beratnya memulai usaha dari nol.
  2. Dia pantau para karyawannya sejak pertama kali masuk perusahaan. Akibatnya, dia tahu betul kualitas mereka.
  3. Bob Sadino mengembangkan sikap selau terbuka dalam banyak hal kepada anak buah.Salah satu dampaknya, anak buah sangat hormat dan percaya kepadanya.Demikian pula sebaliknya.
  4. Tidak segan-segan mengajarkan anak  buah cara berbisnis. Dia sama sekali tidak khawatir, ketika anak buahnya makin pintar bisnis, mereka akan kabur dan membuka usaha sendiri.
  5. Menerapkan sikap saling percaya kepada anak buah.

Sebagai entrepreneur, Bob justru menggunakan ilmu manajemen sebagai seni bukan ilmu dan memanfaatkannya lebih daripada yang dilakukan orang lain. Manajemen itu sesungguhnya adalah memanfaatkan kemampuan orang lain untuk mencapai sesuatu. Bob Sadino tidak mengenal istilah kerja keras atau kerja cerdas.Yang ada adalah lakukan saja lalu nikmati.Jika seseorang sudah menikmati sebuah pekerjaan, tidak ada kata kerja keras atau cerdas.Yang ada hanyalah menikmati pekerjaannya. Kalau sudah begitu tidak ada lagi kata capek, malas dan kata sifat sejenisnya, karena seseorang sudah menikmatinya. Menikmati berbeda dengan malas.Kalau, malas berarti tidak mengerjakan sesuatu.

Ada tiga langkah atau alternatif  Bob Sadino dalam menciptakan pasar, yaitu:

  1. Jadilah yang pertama

Dengan menjadi yang pertama di bidang tertentu, kita pasti akan mendapatkan perhatian konsumen. Ketika orang lain mengikuti, kita sudah lebih dulu mantap sebagai yang pertama.

  1. Jadilah yang berbeda

Jangan pernah memilih bisnis yang sama dengan orang lain. Kalau kita meniru bisnis orang lain, kita tidak akan memiliki nilai tambah apa-apa, sehingga pasti kalah bersaing dengan pebisnis lain. Konsep yang bisa dipakai adalah ATM (Amati,Tiru,Modifikasi). Jadi, boleh-boleh saja meniru asal ada modifikasi di dalamnya.

  1. Menjadi yang terbaik

Jika kita sudah mampu menjalankan dua langkah di atas, pasti kita mampu menjadi yang terbaik.

Konsumen adalah Paspor Saya

Dalam menjalankan usahanya, Bob Sadino sangat mengapresiasi peran konsumen. Baginya tanpa mereka Ia bukan apa-apa dan tentu saja usahanya tidak akan menjadi seperti sekarang ini.

Untuk urusan kualitas barang dagangannya, Ia tidak pernah benar-benar mengerti apa itu kualitas. Yang Ia tahu hanya berusaha menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumennya. Apa yang diminta oleh konsumen maka itulah yang akan disediakan oleh seorang Bob Sadino.

Kenapa Kem Chick Tidak Mau Buka Cabang?

Jawabannya karena 2 hal.Pertama, konsisten dan kedua adalah konsep Kem Chick ‘Kembali ke Rumah’.Terkait alasan pertama, Bob Sadino berusaha konsisten untuk fokus mengembangkan satu Kem Chick.Hal ini dilakukan untuk menjaga pelayanan agar tetap prima dan menjaga kualitas produk agar tetap sesuai dengan harapan konsumen. Bisa Anda bayangkan jika Kem Chick bercabang, fokus pengembangan akan pecah dan tidak terkonsentrasi.

Untuk alasan kedua, hal ini berkaitan dengan perlakuan istimewa Bob Sadino terhadap konsumen.Ia ingin ketika konsumen datang ke Kem Chick mereka merasakan nuansa kekeluargaan. Tak jarang Ia dan istrinya turun langsung untuk melayani konsumen dan bercengkrama dengan pelanggan. Kesan itulah yang ingin dipertahankan oleh Bob Sadino.Dengan konsep ‘kembali ke rumah’ tersebut, nampaknya agak rumit jika Kem Chick harus bercabang.Pada teirinya saja rumah itu biasanya hanya satu atau dua. Jika lebih apa bedanya dengan hotel atau appartment? Yang pasti sudah sangat minim rasa kekeluargaannya.

Fokus Di Agribisnis

Untuk mendiversifikasi usaha bukan sesuatu yang mustahil dilakukan oleh seorang Bob sadino, tapi nampaknya hal itu sangat dihindari.Baginya dunia agribisnis saja belum sepenuhnya tergrap. Dengan berpegang teguh pada prinsipnya itu  Bob sadino menjelma menjadi pebisnis agri yang sangat paham akan seluk beluk dunia dunia agribisnis.

Bob bersikukuh bergerak di bidang agribisnisdengan mengoptimalkan =nya secara maksimal. Fokus pada bidang ini dan terus mempertajam kemampuannya mengembangkan produk sekaligus meninggikan nilai jual.

Tidak Mau Berpartner

Keyakinan Bob Sadino akan hal-hal yang mungkin terjadi bila berpartner dalm bisnis:

  1. Merusak hubungan yang baik menjadi buruk akibat urusna bisnis.
  2. Kerja sama selevel pasti berakhir dengan kata bubar.
  3. Memancing sifat serakah di salah satu pihak.
  4. Saling curiga satu sama lain.

Sekolah=Racun

Dalam konteks untuk menjadi seorang pengusaha, sekolah hanya mewariskan sejumlah ketakutan.Sekolah hanya menghambat seseorang untuk bertindak bebas dan melakukan sesuatu.Di sekolah, diajarkan sebelum memulai suatu usaha harus menentukan tujuan, punya rencana jangka panjang dan jrencana jangka pendek.Diajarkan marketing dan menejemen, tapi bagi Bob Sadino itu semua hanya racun.Semua itu bisa lebih sederhana dalam kacamata seorang Bob Sadino. Misalnya dalam hal marketing, sebenarnya yang diperlukan hanyalah menyediakan apa yang dibutuhkan konsumen. Ketika konsumen meminta A, maka berikanlah A.

Memilih Tidak Punya Tujuan

Pendirian Bob Sadino memang berbeda dengan banyak orang. Tidak heran bila ia disebut unik atau aneh. Namun keunikan dan keanehannya itu mampu membuatnya berhasil menjalani hidup. Hampi semua pemikiran, ucapan, tindak-tanduknya sama seklai berbeda dengan kebanyakan orang. Tapi bukan berarti dia gila, karena keunikannya menjadi sangat masuk akal bagi orang yang mau berpikir panjang.

Salah satu keanehan Bob Sadino adalah, sebagai seorang pebisnis dia sama sekali tidak memiliki tujuan dalam hidupnya. Hal sangat bertentangan dengan beragam ilmu manajemen yang selalu mengajarkan tujuan dalam menjalani sebuah bisnis atau usaha.Namun menurut Bob Sadino tujuan justru hanya membelenggu.Sebab dengan tujuan seseorang hanya tertuju pada satu titik yang namanya tujuan itu. Orang tersebut tidak akan berusaha untuk mendapatkan hasil, yang melebihi titik tersebut. Padahal potensi setiap orang sangat mungkin bisa melampaui titik itu.

Bob Sadino memilih tidak memiliki tujuan, karena dia yakin bisa mencapai apapun melebihi tujuan banyak orang.Sejak memulai bisnisnya puluhan tahun silam, Bob tidak menentukan tujuan untuk mendapatkan apapun.Ia tidak pernah membiarkan dirinya ditekan oleh tujuan.

“Kalau saya punya tujuan, bagaimana mungkin bisa sampai sekarang ini.Masa Bob yang memulai dengan dagang telur keliling punya tujuan bisnis sebesar sekarang?Jalani aja lah, kalau anda melakukan dengan terus menerus pasti akan ada hasilnya”.

Rencana Sama dengan Bencana

Rencana itu buat orang yang belajar manajemen. Menurut orang-orang manajemen, rencana itu linier dari A sampai Z. Sedangkan dalam hidup atau bisnis, jalannya berkelok-kelok, tidak ada yang lurus dan berurutan. Sayangnya rencana itulah yang diajarkan sekolah.Menurut Bob hanya orang goblok yang membuat rencana matang, persiapan yang lama, dan rencana-rencana cadangan lainnya. Padahal jika sudah memiliki perencanaan yang matang, maka buat apa membuat rencana cadangan.

Sebab biasanya, rencana yang dibuat sangat matang pelaksanaannya akan tertunda lama. Belum lagi jika harus meyiapkan rencana cadangan. Waktu yang tersita akan lebih lama lagi. Maka akan kalah cepat nantinya dengan orang-orang yang sama sekali tidak membuat perencanaan.

Sebenarnya, alternatif dalam hidup itu akan mengalir apa adanya tanpa harus dituangkan dalam rencana. Semua itu sudah ada dengan sendirinya.Lagi pula, dalam hidup ini semua sudah terencana degan baik.Semua rencana sudah diatur dengan baik oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jadi buat apa punya rencana, karena Tuhan yang akan menetukan semuanya. Maka ikuti saja semua perencanaan Tuhan.

Menurut Bob Sadino orang yang berpikir lateral tidak memerlukan rencana yang sangat matang. Orang lateral akan berjalan, segera melakukan, dan menuai hasil yang mungkin diluar dugaan orang kebanyakan.

“Buat saya rencana justru sama saja dengan bencana.Karena rencana membuat seseorang lambat bertindak, dan membuat orang banyak harapan”.

Tidak Pernah Berharap

Dalam ilmu manajemen, setiap manusia dianjurkan agar memiliki mimpi atau harapan. Dengan harapan, seseorang dianggap akan memiliki motivasi untuk mencapai sebuah titik yang dinamakan tujuan. Mereka meyakini benar, bahwa tanpa harapan seorang anak manusia bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya, tanpa bidikan yang jelas.

Namun menurut Bob Sadini harapan justru membuat seseorang akan nampak goblok. Betapa tidak, karena sebagian harapan tidak pernah terwujud 100 persen tapi tetap saja terus berharap.

Beberapa efek negatif dari mengharap:

  1. Menimbulkan mimpi dan keinginan yang terlalu banyak, padahal sebagian besar belum tentu tercapai.
  2. Kian banyak berharap, maka bersiaplah untuk kecewa.
  3. Menutup alternatif lain dalam memotivasi diri untuk menggapai sesuatu.

Dengan tanpa harapan. Bob Sadino menjalani saja seluruh proses hidupnya. Sehingga terlihat tanpa beban.Memang itu menjadi salah satu kunci kenapa Bob Sadino begitu santai menjalani hidup.Tanpa kerja keras, tanpa tujuan, dan bahkan tanpa rencana melainkan mengalir saja seperti air.

Jangan Memfotokopi Saya!

Bob Sadino mau membuka seluruh hidupnya untuk kemanfaatan banyak orang. Tapi ia sama sekali tidak mau orang lain meniru atau bahkan menjiplak jalan hidupnya. Dia menilai kebanyakn orang mau instan mendapatkan kesuksesan sehingga maunya enak saja menjiplak orang lain yang dianggapnya sudah sukses. Padahal itu keliru dan tidak mungkin.

Semua karena belenggu yang sangat kuat mencengkeram kebanyakan orang Indonesia, yang sudah ada sejak kecil. Ketika seseorang hanya meniru orang lain yang telah terlebih dahulu sukses, maka ia tidak jauh hanya seperti mesin fotokopi. Alami saja setiap pengalaman yang dialami.

Sekali lagi, Bob Sadino meminta semua orang tidak meniru jejak langkahnya, apalagi memfotokopinya. Bob sangat sebal terhadap orang yang tidak mau berproses untuk mencapai sesuatu. Padahal hidup ini proses. Keberhasilan hanyalah sebuah titik kecil di puncak proses yang dipenuhi kegagalan dan kesalahan.

Modal Intangible Jauh Lebih Penting

Jika mendengar kata modal, biasanya yang terlintas pertama kali adalah uang. Sebab modal sama dengan uang. Tanpa uang maka tidak akan ada modal. Namun apa kata Bob Sadino? Ia sangat tidak sepaham dengan pernytaan tersebut. Karena terlalu sempit memandang arti modal.Di mata Bob modal utama itu bukan uang.Menurutnya modal intangible justru jauh lebih penting. Dari modal intangible itulah nantinya modal tangible akan mengikuti.

Modal intangible bagi seorang calon pengusaha terdiri dari:

  1. Kemauan jadi pengusaha. Untuk hidup mandiri, butuh niat dan kemauan menjadi pengusaha.Tidak ada keterpaksaan, melainkan sukarela karena adanya kemauan. Tanpa kemauan modal uang yang setimpuk tidak akan berarti apa-apa.
  2. Dengan komitmen untuk tetap menjadi pengusaha, maka cobaan seperti apapun tidak akan menggoyahkan pendirian.
  3. Berani mengambil peluang. Sebenarnya peluang di muka bumi ini sangat banyak, bahkan teramat banyak bahkan masih ada yang belum tersentuh.Tinggal berani atau tidak dalam mengambil peluang tersebut.Sering kali seseorang ragu untuk mengambil peluang.Padahal, seorang pengusaha harus berani untuk mengambil peluang. Urusan lain belakangan.
  4. Tahan banting dan tidak cengeng. Seorang pengusaha akan mengalami banyak sekali kegagalan dan tantangan. Maka dari itu jika tidak bisa menghadapi kegagalan, seseorang tidak layak dikatakan seorang pengusaha.
  5. Bersyukur pada Yang Maha Kuasa. Ini penting untuk membuat sikap mental yang sempurna.Karena semua hal yang didapatkan seorang manusia di bumi ini, tidak lepas dari campur tangan Tuhan.

Kenapa modal tak terlihat begitu penting sehingga mengalahkan modal uang?Sebab kemampuan tak terlihat sebagai modal menjadi pengusaha tidak bisa dibeli, karena harus melekat pada diri.Sedangkan uang, bisa dicari setelah modal tak terlihat itu melekat di dalam diri.Sudah banyak pengusaha yang memulai bisnisnya hanya dengan modal seadanya, modal konsep dan lain-lain.Mereka sukses menjalaninya, karena puny modal intangible yang kuat.

Emang Gue Pikirin

Dalam beberapa kesempatan, setiap selesai mengatakan sesuatu Om Bob selalu mengakhirinya dengan kalimat “emang gue pikirin”.Ucapan itu seringkali menyinggung perasaan lawan bicaranya, atau mendapat ketidaksepahaman. Sebenarnya maksud dari ucapannya tersebut, bahwa ia tidak peduli apakah ucapannya akan mendapat prsetujuan atau tidak dari orang lain. Dia juga tidak perduli apakah orang lain akan menjadi positif atau negatif akibat dari ucapannya. Yang dia yakini, apa yang diucapkannya adalah benar, tidak bohong.

Namun ada juga sebagian orang yang menganggap ucapan “emang gue pikirin” Om Bob justru bermakna sangat dalam.Provokator enterpreneur asal Batam-Jaya, menganggap ucapan itu sebagai bentuk kedalaman jiwa seorang Bob Sadino.

Dalam beberapa kesempatan, Bob Sadino selalu mengungkapkan keikhlasannya dalam bertindak.Inti dari perjalanan hidupnya sekarang sebagai seorang pengusaha yang ikhlas.

Dalam kesehariannya, Bob Sadino selalu ceplas-ceplos dalam berbicara. Kata-kata yang mungkin bagi orang lain tidak patut, buat Om Bob pantas-pantas saja. Dan sekali lagi, dia tidak peduli tanggapan orang lain terhadap perkataannya. Apakah akan bersimpati atau malah menjadi benci. Seperti kataGoblok, yang berulang kali diungkapkannya untuk menyebut seseorang yang belum faham jalan hidup enterpreneur ala Bob Sadino.

Kosongkan Diri Sebelum Belajar ‘Goblok’

Jika anda ingin mendapatkan sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman dari Bob Sadino, maka anda harus mengosongkan seluruh gelas ilmu anda.Anda mesti membuat diri anda “goblok” dulu, dan jangan pernah menjadi sok tahu. Begitu mulai sok tahu, maka ilmu yang mengalir dari Om Bob atau dari siapa pun, akan tumpah ruah dan tidak tertampung di gelas ilmu yang dimiliki.

Ternyata itulah makna kata “goblok” yang sering dilontarkan Om Bob, ketika membalas pertanyaan atau pernyataan lawan bicara.Kesannya memang kasar dan menyakitkan hati, namun bagi seseorang yang membutuhkan ilmu kata tersebut menjadi semacam refleksi. Om Bob selalu mengajak lawan bicaranya agar selalu merasa goblok bila belajar dari orang lain. Dan itulah yang dilakukan Om Bob dalam setiap kesempatan.

Banyak yang sudah merasa pintar tidak mau mengosongkan gelas ilmunya.Gelas itu terisi penuh, sehingga ketika diminta untuk mengosongkan diri mereka menolak. Mereka tidak sadar bahwa sedang berlaku goblok dalam arti sesungguhnya karena tidak mau menerima ilmu baru dari orang lain. Padahal setiap orang serendah apapun memiliki pengalaman dan ilmu.

Tidak Pernah Pelit Bagi Ilmu

Semakin banyak kita memberi, kian banyak pula kita menerima. Memberi dalam arti memberi apapun kepada orang lain. Apakah memberi dalam bentuk materi, harta benda, pertolongan dalam bentuk tenaga, semangat, inspirasi atau motivasi, dan tentu saja menyebarkan ilmu kepada orang lain. Semua akan berdampak yang sama kepada si pemberi.

Sama halnya seperti Om Bob, ia tidak pernah pelit dalam berbagi ilmu. Untuk sebagian pengusaha mungkin akan sayang untuk membagi ilmunya, namun Om Bob tidak berpikir dengan demikian. Dia justru menyebarkan seluruh ilmu bisnisnya kepada orang lain. Misalnya ilmu peternakan ayam, dia bagikan kebanyak peternak.Makin banyak justru makin baik baginya. Lalu ilmu bercocok tanaman juga ia sebarkan ke ribuan petani. Semua ilmu tidak dikunyah sendiri, melainkan mengalir ke banyak orang.

“Kalau saya membagi ilmu kepada orang lain, lalu orang lain itu menjadi lebih pintar dari kita, wah itu sangat bagus. Kita pun terpacu untuk lebih pintar lagi..”

Aliran ilmu Om Bob tidak berhenti sampai disitu saja.Banyak pihak yang mengundangnya sebagai pembicara.Dan Om Bob selalu memenuhi undangan tersebut, asalkan waktunya tepat. Dia juga tidak pernah mempermasalahkan honor seperi yang diterapkan oleh sejumlah pembicara lain.

Mau Berhasil? Cari Kegagalan Sebanyak-banyaknya

“Buat saya kalu mau berhasil, carilah kegagalan sebanyak-banyaknya.Karena sukses itu hanyalah sebuah titik puncak segunung kegagalan”.

Kebanyakan orang menghindari kegagalan.Sekolah mengajarkan agar semua muridnya menjauhi kegagalan. Hukum ekonomi pun  meyebutkan, risiko sekecil-kecilnya untuk mendaptkan keuntungan sebesar-besarnya. Padahal semakin banyak kegagalan kemungkinan untuk berhasil akan semakin besar. Tanpa kegagalan tidak mungkin ada keberhasilan.

Setelah kegagalan itu jangan baca depannya, tapi baca belakangnya.Kenapa gagal?Itulah yang merupakan hal luar biasa.Maka dari itu, memandang segala sesuatu itu harus positif. Buat Om Bob kian banyak kegagalan, akan semakin banyak pertanyaan muncul darinya. “kenapa gagal?”. Tentu karena makin banyak pertanyaan, akan makin banyak jawaban. Jawaban itu menjadi input baru, dalam melangkah lebih jauh. Ingat, setelah gagal harus terus melangkah dan jangan pernah berhenti.Karena kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika berhenti. Itu sebabnya Om Bob sangat senang dengan kegagalan, karena akan banyak mendapat input.

Untung Masih Pake Celana

Ciri khas Bob Sadino dari dulu adalah celana pendeknya.Dengan celana pendeknya itu dia pergi kemanapun dan menemui siapapun, bahkan menemui orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden. Bob penah bertemu dengan beberapa Presiden Negara ini hanya dengan menggunakan celana pendek. Tapi bukan tidak ada kisah pahit dengan celana pendeknya itu.Bob pernah ditolak masuk ke DPR karena dia menggunakan celana pendek, padahal pada saat itu dia diundang untuk mengikuti rapat dengar pendapat di DPR. Dengan kenyentrikannya itu, banyak orang bertanya-tanya akan penampilan Bob yang sering menggunakan celana pendek. Ternyata dulu saat Bob bekerja di Eropa, dia melihat orang-orang Eropa sangat menghargai matahari, karena di Eropa mengganggap cahaya matahari sangat mahal dan berharga.Bahkan banyak dari mereka berlomba-lomba menjemur kulitnya sampai ada yang tanpa menggunakan sehelai kain ditubuhnya.Setelah kembali ke Indonesia, kebiasaan Bob itu dia tanamkan, karena menurutnya dengan menggunakan celana pendek, dia lebih leluasa menikmati cahaya matahari yang merupakan karunia Sang Pencipta.Jika ingin melihat Bob tanpa celana pendeknya yaitu ketikan menghadiri keluarganya yang meninggal dan juga ketika menjalankan solat.

Keluarga Adalah Segalanya

Bob sadino adalah orang yang sangat menjaga betul hubungan dengan keluarganya, harmonis adalah kunci utama, dimana dia menjaga betul hubungan dengan istri dan anak-anaknya. Menurut Bob, dampak dari hubungan segitiga suami-istri dan anak akan berpengaruh ke semua bidang, termasuk urusan bisnis. Waktu makan dapat dirasakan sebagai rahmat Sang Pencipta, dimana seluruh anggota keluarganya berkumpul, akan terasa kenikmatannya. Maka meskipun dalam keluarga Bob Sadino terjadi pertentangan atau pertengkaran kecil, waktu makan dan berkumpul bersama, semua pertentangan tersebut haruslah hilang, itu semua yang ditanamkan oleh Bob pada keluarganya. Dan tanpa dukungan istrinya Bob berkata dia tidak akan pernah sukses seperti sekarang ini.

Mendidik Anak? Biarkan Saja

Dalam mendidik anak-anaknya Bob tidak pernah membimbing anaknya untuk menjadi apapun.Dia memberikan kebebasan secara utuh kepada semua anaknya. Dia hanya menyediakan yang terbaik apa yang diinginkan anak-anaknya karena  anaknya beruntung memiliki orang tua yang kaya. Bob membebaskan betul apa yang anak-anaknya lakukan, dia hanya berpesan pada anaknya silahkan berbuat apa saja semau kalian, tapi kalau saya sudah mati, rasain luh! Hanya itu saja yang Bob katakan.Contohnya anak pertama Bob yang ingin melanjutkan kuliah dijurusan perhotelan, maka Bob mencarikan universitas terbaik, anaknya itu berkuliah di Universitas Perhotelan terbaik di Swiss. Setelah anaknya lulus, dia tidak memaksakan anaknya untuk meneruskan usahanya, dia membiarkan anaknya untuk memilih apa yang diinginkannya. Ketika anaknya memilih untuk menjadi pedagang pecel lele dipinggir jalan, Bob tidak melarang sama sekali.

Iqro Itu Bukan Hanya Membaca

Meski Bob tidak memiliki pendalaman agama yang memadai, tapi bebrapa pandangan Bob dari sisi spiritual jauh melebihi kebanyakan orang.Seperti kketika dia memaknai ayat pertama yang diturunkan Tuhan yaitu Iqra, yang arti harfiahnya adalah membaca.Mungkin semua orang sepakat membaca yang dimaksud bukan hanya membaca deretan huruf dalam kitab suci atau buku.Membaca bisa bermakna melihat segala sesuatu yang terhampar dimuka bumi, dan yang terbentang di angkasa.Semua harus dibaca, dimaknai, serta dimengerti sebagai maha karya Tuhan.Tapi menurut Bob membaca bukan hanya seperti itu, Bob memaknai Iqra sebagai perintah Tuhan untuk bertanya. Karena dengan banyak bertanya manusia akan terus terpacu untuk mendapatkan jawabannya saja, tetapi jika hanya membaca saja manusia hany punya dua pilihan yaitu menolak atau menerima. Membaca merupakan kunci kesuksesan, oleh karena itu baca apa yang bisa kamu baca, bukan hanya sekedar buku teori tapi juga gerak-gerik menusia beserta alam semesta, maka nanti kalian akan temukan apa itu sukses.

Doa Saya: “Semoga Masuk Neraka”

Tidak banyak yang tahu bagaimana kehidupan spiritual Bob Sadino. Sebuah jawaban yang membuat orang terkejut ketika Bob menjawab bahwa doa yang setiap hari dia panjatkan adalah semoga masuk neraka. Tapi jika menelisik dan mendengarkan penjelasan dari Bob Sadino, maka tentu penjelasan itu akan bisa diterima. “Saya menyadari sudah berlumuran banyak dosa. Maka saya malu sama Tuhan jika meminta masuk surga,”  Yang terbaik yang bisa dilakukan yaitu memperbaiki hidup anda, jangan lagi berbuat terlalu banyak dosa dan perbanyaklah berbuat kebaikan. Tanpa minta masuk surge pun tuhan pasti akan menempatkan anda kesana.

Di Depan Ka’bah Hanya Bisa Tersenyum

Bob sadino mengku beragama Islam sejak lahir, tapi sampai tahun 1982 dia tidak mengerti agama dan tidak pula menjalankan kewajibannya seperti solat. Sampai suatu hari di tahun 1982, pertanyaan keluar dari mulut putri pertamanya,”Pa, koq aku ga pernah liat papah solat?” kontan pertanyaan itu terus terpikirkan.Setelah itu dia mengajak istrinya untuk pergi Umroh. Ketika berada didepan ka’bah Bob hanya bisa tersenyum karena dia yang tidak bisa gerakan solat, belum bisa menghapal surat dalam al-quran bahkan Al Fatihah pun sulit dihapalkannya masih dipanggil untuk hadir ke Ka’bah. Setelah kejadian itu Bob langsung dapat menghafal Al Fatihah dan menjalankan solat dengan lancar.

Bob Sadino Itu, Menyebalkan tapi Menarik

Untuk orang yang baru mengenal Bob, sosok kontroversi ini memang menyebalkan.Semua gerak-gerik serta perkataannya terkadang kurang mengenakan.Tapi ketika beberapa saat berbincang dengannya, maka banyak hal dari ucapannya yang bisa kita amini. Lama kelamaan akan telihat bahwa Bob seorang yang low profile.

Beberapa kisah yang bisa mengambarkan rendah hatinya seorang bob. Suatu hari Bob sedang mengendarai sepeda motor besarnya, dia melihat seorang pemuda lalu tanpa sungkan menghampiri dan mengajak ngobrol pemuda itu, setelah beberapa lama berbincang, Bob mengajak pemuda yang baru dikenalnya itu masuk kedalam rumahnya. Betapa kaget pemuda itu mengetahui bahwa Bob Sadino yang sering dia lihat di televise atau media cetak ternyata seorang yang supel dalam bergaul. Lalu ketika Bob dikerjai dalam sebuah acara reality show. Saat itu Bob hendak bertemu dengan rekan bisnisnya, tetapi ketika Bob hendak keluar rumah, sebuah mobil menghalangi didepan rumahnya, dengan santai Bob meminta pemilik mobil itu untuk menjalankan mobilnya. Setelah itu kembali sebuah mobil menghalangi dengan  alasan ban kempes, jika itu terjadi bukan pada Bob mungkin kata kasar sudah keluar, tapi ketika itu Bob dengan santai menghadapi sebuah masalah padahal bisnis puluhan miliar dipertaruhkan.

Main Film dan Sinetron

Bob Sadino pernah bermain film dan sinetron, kemunculannya bukan didasarkan atas kebutuhan karena Bob memang seorang miliyarder.Selain film dan sinetron, Bob juga membintangi beberapa produk iklan. Hebat, seorang pengusaha mau membintangi iklan produk orang lain. padahal bisnisnya sendiri tidak pernah dia iklankan di media cetak maupun elektronik. Akan tetapi nama dan perusahaannya melejit serta selalu diliput oleh media, karena kenyentrikan Bob Sadino.

Kepada siapapun media masaa, Bob selalu terbuka, tidak pernah menolak diwawancara, bahkan ketika dia sedang berada diluar negri sekalipun. Sebenarnya apa yang dilakukan Bob Sadino merupakan kategori publikasi. Dia tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mempromosikan produknya karena media selalu menjadikan dirinya sebagai sumber berita.

KESIMPULAN

Hal-hal yang bisa dipetik dari buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino” adalah “Ilmu berserak di mana-mana di seluruh muka bumi, jauh lebih banyak dibandingkan yang ada di dalam gedung sekolah atau kampus.Bahkan, seekor ayam pun bisa memberikan ilmu (inspirasi) yang sangat berharga.”

Kutipan diatas mengajarkan kita bahwa mencari ilmu itu tidak hanya di sekolah, kampus, atau lembaga pendidikan lainnya, tapi hal-hal disekitar kita adalah ilmu yang berharga, asalkan kita mau belajar dan berusaha.

“Cukup satu langkah awal.Ada kerikil saya singkirkan.Melangkah lagi.Bertemu duri saya sibakkan.Melangkah lagi.Bertemu lubang saya lompati. Berjumpa api saya mundur. Melangkah lagi.Berjalan terus dan mengatasi masalah.” (Bob Sadino)

Kutipan di atas merupakan kegigihan dari seorang Bob Sadino dalam menjalani hidupnya sampai menjadi pengusaha sukses.Ia tak butuh banyak teori yang penting lakukan saja! Dan menghadapi segala rintangan dan mengatasinya.

Resume :

Marwadi, Dodi. 2009. Belajar Goblok dari Bob Sadino. Jakarta: Kintamani Publishing.

 

Begini Seharusnya Menjadi Guru


Karakter-Karakter Yang Mesti Dimiliki Seorang Pengajar

  1. Bercanda Bersama Anak Didiknya

Canda adalah berdendau gurau dengan orang lain tanpa mencela dan menghinanya. Pengaruh positif yang ditimbulkan oleh canda dalam mengakrabkan suasana belajar dan menghilangkan rasa bosan yang dialami siswa. Selain itu guru juga harus memperhatikan diri agar tidak terlalu memperbanyak canda supaya tidak mengeluarkan proses belajar dari jalurnya dan faidah yang diharapkan darinya hilang. Dampak buruk juga ada pada banyak bercanda yakni dapat menghilangkan wibawa dan harga diri. Terdapat aturan yang harus dilakukan saat ingin bercanda yaitu tidak boleh bercanda kecuali dalam perkara yang haq (Benar), dan tidak boleh menyakiti atau menghinakan salah satu anak didik dengan candaan tersebut.

2. Menghindari Perkataan Keji yang Tidak Pantas

Berkata keji, mencaci, dan merendahkan orang lain merupakan sifat tercela yang ditentang oleh jiwa, dienggani oleh tabiat, dan dijauhi oleh orang-orang yang mulia. Guru seharusnya menjadi teladan yang diikuti jejaknyadan dititi jalan (hidup) nya. Jika guru berperangai dengan beberapa sifat-sifat ini, maka merupakan akhlak yang paling buruk. Dan jika sifat-sifat ini terkumpul pada seorang guru, maka itu merupakan bencana besar, karena siswa akan terpengaruh dengan gurunya, baik itu negatif maupun positif. Beberapa jenis perkataan keji yang wajib dihindari oleh seorang guru adalah : Ejekan, Laknat dan Caci maki, dan kata kotor atau perkataan yang sia-sia.

Tugas Dan Kewajiban Guru

  1. Memberikan Nasihat Kepada Anak Didik

Nasihat dan Pengarahan tidak kalah penting dari Ta’lim, maka seorang siswa berhak untuk mendapatkan nasihat yang sudah menjadi haknya. Nasihat adalah tuntutan syar’i sebelum menjadi tuntutan pendidikan dan pengajaran. Jadi utamakanlah memberikan nasihat kepada para siswa. Mengarahkan siswa dengan arahan yang benar, menuntunnya kepadaq apa yang berguna baginya, meluruskannya jika dia menyimpang dari jalan yang lurus, dan perkara-perkara lainnya; itu merupakan tugas dan kewajiban guru. Cobalah memberikan nasihat secara empat mata, hal itu dilakukan karena dengan empat mata nasihat kita akan cepat direspon oleh orang yang kita nasehati.

2. Tidak Menyebutkan Nama Secara Langsung Ketika Memberikan Teguran

Menjelaskna kesalahan bukan bermaksud menjelekkan pelaku kesalahan tersebut, melainkan sebagai peringatan dan penjelasan terhadap kelakuan dan ucapan yang buruk, dan agar orang tidak terjerumus kedalamnya. Tidak menyebutkan nama secara langsung ketika menjelaskan kesalahan, walaupun pelaku kesalahan tersebut diketahui oleh sebagian orang. Jika orang yang melakukan sengaja dan mengetahuinya, maka guru berhak untuk berijtihad dalam menciptakan cara yang paling tepat dalam menangani dan meluruskan pelaku kesalahan. Yang terpenting ialah kepiawaian guru terletak pada bagaimana dia membenahi kesalahan tanpa menyebutkan langsung nama orang yang bersalah.

Sistem Dan Metode Mengajar

  1. Kontak Pendengaran dan Penglihatan Antara Guru dan Siswa

            Metode menyampaikan pada saat mengajar, atau metode menyajikan materi pelajaran –menjelaskan- adalah media paling efektif di dalam kontak antara guru dan muridnya, yakni suara guru memiliki keistimewaan kontak lebih banyak daripada yang lainnya. Beberapa hal yang harus dilatih oleh seorang guru dalam mendidik anak muridnya yaitu berupa : Kontak Pendengaran dan Kontak Penglihatan / Pandangan. Berikut adalah penjelasannya.

Petama : Kontak Pendengaran

  1. Metode ceramah

Menyajikan materi pelajaran dengan cepat bisa membingungkan siswa, membuat pikirannya tidak karuan, dan menghalanginya ntuk mengambil manfaat dari berbagai faidah dan permasalahan, yang berlaku secara cepat dan tidak sempat dan tidak sempat ditangkap oleh otak. Cara yang paling tepat adalah memberikan jeda antara satu kata dengan kata yang lain, dimana antara kata yang satu dengan kata lain yang dipisahkan, tidak saling tumpang tindih supaya tidak merepotkan dan menyulitkan siswa. Begitu juga harus pertengahan dalam pembicaraan; tidak terlalu cepat dan tidak juga terlalu lambat.

2. Tidak Tasyadduq dalam ucapan dan tidak pula memaksakan bersajak

Tasyadduq adalah berbicara nagolr ngidul tanpa disertai kehati-hatian dan berjaga-jaga. Barangkali hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu mencukupkan kita dari memperluas kata dalam bab ini.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu  Bahwa Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَ

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat kelak adalah ats-tsartsarun, al-mutasyaddiqun dan al-mutafaihiqun.” Sahabat berkata: “Ya Rasulallah, kami sudah tahu arti ats-tsartsarun dan al-mutasyaddiqun, lalu apa arti al-mutafaihiqun?” Beliau menjawab, “Orang yang sombong.” (HR. Tirmidzi).

  1. Sikap terus-menerus guru didalam menyampaikan dan tidak memutusnya

Sebagian siswa kadang terpaksa menghentikan penjelasan guru untuk memperjelas sebuah poin yang rumit atau mengulangi penjelasan yang telah lewat. Adakalanya guru mengabulkan permintaan ini dan kadangkala tidak mengabulkannya. Sikap pengabulan guru ini mengandung beberapa bahaya :

  1. Mengedapankan keehendak satu atau dua siswa dengan mengorbankan sekelompok besar siswa.
  2. Memutus pembicaraan sebagian dari sebagiannya yang lain, padahal seharusnya disampaikan secara berkesinambungan.
  3. Mengacaukan pikiran siswa dengan adanya pemotongan yang muncul ini.
  4. Menggangu pikiran guru sendiri dan memutuskan rantai pikirannya

4. Diam di tengah-tengah menyampaikan (penjelasan)

Diam ditengah-tengah penjelasan guru memiliki bebrapa faidah yang sangat baik untuk kita renungkan sebentar. Pertama, bahwa hal itu dapat menarik perhatian siswa, dimana seorang guru berbicara pada tema tertentu kemudian berhenti secara tiba-tiba, maka hal ini tidak diragukan lagi akan menarik perhatian orang yang mendengar. Kedua, bahwa hal itu memberikaqn kesempatan bagi guru untuk menarik nafas dan mengambil sedikit relaks. Ketiga, hal itu memberikan guru kesempatan menata idenya, dan itu adalah aktivitas otak yang tidak akan menghabiskan waktu kecuali beberapa detik saja.

Kedua : Kontak Pandangan

  1. Kontak pandangan yang berkesinambungan antara guru dan siswa

Memelihara kontak pandangan antara guru dan muridnya bermanfaat sekali bagi guru dan anak didik. Guru mempertahankan para siswanya tetap tinggal dibawah kekuasaannya melalui pengawasan terhadap mereka dengn pandangannya, dari sana dia bisa memperhatikan yang malas lalu mengingatkannya, yang mengantuk lalu membangunkannya, yang bermain lalu mencegahnya, dan seterusnya. Karena itu, seyogyanya bagi guru agar mengarahkan pandangannya keseluruh siswanya sehingga masing-masing siswa meyakini bahwa dialah yang dimaksudkan dengan pembicaraan. Jangan sampai dia lalai memperhatikan siswa-siswanya pada saat menjelaskan. Sebagian guru mengarahkan pandangannya hanya ke satu arah tertentu pada saat mengajar, tindakan ini salah, karena dapat menyebabj=kan hilangnya penguasaan terhadap para siswanya, dan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk sibuk tidak mendengar dan menyimak pelajaran.

2. Menggunakan ekpresi wajah

Cara ini sangat efektif dipraktikkan kepada sekelompok orang, karena ada orang-orang yang cukup menegurnya dengan pandangan tajam dan tidak membutuhkan dengan menghardiknya dan mengomelinya, dan ada orang-orang yang lebih terpengaruh dengan senyuman dan muka manis daripada anda katakan kepadanya “bagus kamu” atau, “Ini bagus”, tanpa diiringi dengan ekspresi wajah yang menunjukkan terhadap perasaan lega dan suka.

3. Metode Dialog dan Pendekatan Logika

Menggunakan metode pendekatan logika adalah sarana bagus yang menjamin sampainya pelajaran kepada otak pendengar sesuai dengan yang dikehendaki pembicara. Selain itu perhatikanlah kesederhanaan dalam dialog rasional dan mengikutsertakan murid dalam dialog tersebut agar terjadi reaksi balik. Walaupun dialog mempunyai kesan menggunakan bahasa yang rumit dan sulit dicerna, akan tetapi sebisa mungkin guru harus mendekatkan dialog rasional agar mudah dipahami oleh anak didiknya. Akan tetapi janganlah memaksakan metode dialog kepada semua anak didik karena tidak semua anak didik mampu dengan mudah mencerna isi atau kesimpulan dari sebuah dialog.

4. Menggunakan isyarat (gerakan tangan dan kepala) dalam mengajar

Memfungsikan isyarat kedua tangan dan kepala untuk kemashlahatan mengajar menjadi salah satu cara untuk para anak didik merasa nyaman saat belajar bersama gurunya. Isyarat dapat membantru guru untuk menyingkat, atau memberi penekanan terhadap ucapan, atau melakukan pendalaman dengan kokoh dan menguatkan sebagian dari perkara-perkara yang penting, atau menarik perhatian pendengar, atau membantu guru mengungkapkan sebagian makna yang kadang tidak bisa diungkapkan oleh lisan dan lainnya. Masih banyak lagi fungsi isyarat yang sudah diketahui oleh khalayak, dan ia dikenal oleh kita dengan hukum adat kebiasaan. Seperti isyarat meminta untuk diam, isyarat yang menunjukkan tidak ada, isyarat untuk meminta dating dan pergi, dan yang lainnya. Akan tetapi berlebihan dalam mengerakkan tangan dapat menggangu siswa, dan sebaliknya menonaktifkan sarana ini akan menghilangkan sebagian sarana yang dapat membantu guru dalam menerangkan sebagian materi yang harus dijelaskan. Kedua tujuan perkara yang berlawanan ini tercela.

5. Menggunakan gambar untuk menjelaskan dan menerangkan

Mendukung penjelasan dengan gambar dan tulisan akan menambah kuat penjelasan. Selain itu menggabungkan antara gambar dan tulisan dengan penjelasan (Metode Ceramah) itu dapat membantu untuk menyampaikan pelajaran dengan mudah dan cepat. Sehingga tulisan dan gambar haruslah jelas, dapat dilihat oleh semua siswa dengan memperhatikan tidak adanya penghalang-penghalang yang bisa menghalangi penglihatan siswa kepadanya.

6. Menggunakan metode tanya jawab pada saat mengajar

Metode pertanyaan adalah metode yang sangat efektif untuk menarik perhatian pendengar dan mempersiapkannya untuk menerima apa yang disampaikan padanya. Adakalanya pertanyaan dilontarkan diawal pelajaran dan bisa juga ditengah-tengahnya, sesuai dengan tuntunan dan kebutuhan. Hendaknya guru melontarkan pertanyaan kepada para siswanya secara umum kemudian memberikan waktu yang cukup untuk menghadirkan jawaban, kemudian baru menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Guru juga tidak boleh menunjuk siswa tertentu sebelum melontarkan pertanyaan, karena itu akan menghilangkan keikutsertaan aktifitas otak siswa-siswa yang lain karena mencukupkan diri dengan teman mereka yang ditunjuk. Dan yang terpenting adalah guru hendaknya menunjuk siswa tertentu sebelum melontarkan pertanyaan berdasarkan kondisi-kondisi tertentu, seperti ketika guru hendak mengetahui kemampuan siswa menjawab dengan cepat, atau mengingatkan siswa dari kelalaian atau tidur dajn semisalnya, akan tetapi jangan sampai guru menjadikan cara ini sebagai kebiasannya.

7. Guru memotivasi siswanya untuk mengajukan pertanyaan

Bagi sebagian besar orang, pepatah “Malu bertanya sesat dijalan” sudah sangat populer di Indonesia. Bertanya akan menghilangkan selimut kehajilan dan meluruskan makna dan pemahaman. Dorongan dan motivasi guru kepada muridnya agar mengajukan pertanyaan itu mengandung banyak faidah, diantaranya :

  • Menilai kondisi siswanya dari segi daya paham
  • Mendorong dan memberanikan siswa yang pemalu untuk mengajukan pertanyaan
  • Siswa yang lain dapat memperoleh manfaat ketika mendegar jawaban
  • Penawaran guru (kepada murid) untuk (Bertanya kepada) dirinya di awal pertemuan, dan peninjauan kembali terhadap cara penyampaian materi pelajarannya, ketika tampak baginya ketidakpahaman siswa sebagaimana yang seharusnya dari sela-sela pertanyaan

Selain itu guru harus pandai menolak pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan menampakkan kelemahan guru atau pertanyaan-pertanyaan yang mengolok serta mengecam, dan harus menegur pelakunya.

8. Ucapan guru “saya tidak tahu” pada apa yang tidak diketahuinya, adalah bagian dari ilmu

Ketika Allah bertanya kepada para rasulNya pada hari kiamat,

يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ قَالُوا لا عِلْمَ لَنَا إِنَّكَ أَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ (١٠٩

  1. (Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul[26], lalu Dia bertanya (kepada mereka), “Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?” Mereka menjawab, “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib”

Saat ini banyak orang yang sombong dengan cara mengatakan apapun baik jujur atau bohong untuk menutupi kebodohannya. Akan tetapi orang yang berbicara tanpa dasar ilmu selamanya tercela di dalam kitab Allah dan melalui lisan RasulNya SAW.

Orang yang berbicara tanpa dasar ilmu adalah merusak, tidak memperbaiki. Tidak tahu bukanlah aib, dan bukan pula cacat bagi guru. Perasaan tidak enak dan malu (takut) dari mengatakan “saya tidak tahu” bukanlah sebab yang bisa diterima untuk terus menyampaikan pengetahuan yang salah kepada murid. Hendaknya guru wajib menanamkan prinsip ini pada jiwa anak didiknya dan menekankannya. Selain itu “ucapan tidak tahu” adalah bagian dari ilmu, bahkan Abu ad-Darda berkata tentangnya bahwa ia adalah setengah dari ilmu.

Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syalhub,  Begini Seharusnya Menjadi Guru (Panduan Lengkap Metodologi Pengajaran Cara Rasulullah SAW) Darul Haq,  Jakarta, 2015

 

Playing to win


Customer Rule

  1. Tak Cukup Hanya Kepuasan Pelanggan.

Menurut Frederich Reichheld,survey tentang kepuasaan konsumen mempunyai 2 masalah Utama yaitu satu Skor kepuasan konsumen hanyalah sarana dan cenderung tidak berarti sejauh kepuasan yang ditunjukkan melalui skor tersebut mampu diterjemahkan ke dalam penjualan maupun profit. Dua, Survey kepuasan konsumen sering kali digunakan secara kurang hati-hati sehinga memberikan hasil yang keliru. Suatu hal bahwa pengukuran kepuasan konsumen tidak dapat dipakai sebagai predictor yang dapat diandalkan untuk repeat purchase apalagi loyalitas konsumen. Pengukuran kepuasan konsumen menimbulkan banyak silang pendapat. Berbagai penelitian ternyata banyak temuan yang memprlihatkan bahwa kepuasan konsumen hanyalah mitos jika dikaitkan dengan kinerja bisnis

  1. 2. Pahami Benak Konsumen

Ada 6 kesalahan yang sering dibuat seorang pemasar dalam menafsirkan perilaku konsumen :

  1. Pemasar sering beranggapan bahwa konsumen berpikir secara linier. Kenyataannya emosi sangat bertalian dengan proes penalaran konsumen.
  2. Pemasar sering beranggapan bahwa konsumen mampu menjelaskan pikiran dan perilakunya.
  3. Pemasar cenderung berpikir bahwa otak konsumen ibaratnya kamera memotret segala hal dan mampu menyimpan begitu banyak ingatan.
  4. Pemasar meyakini bahwa pikiran konsumen terbentuk melalui kata-kata
  5. Keyakinan pemasar bahwa konsumen hanya berpikir dengan kata-kata,membuat pemasar berasumsi ia leluasa memasukkan pesan apa saja yan diinginkan—baik merek maupun positioning—ke dalam benak konsumen.
  6. Banya pemasar beranggapan pengalaman konsumen seakan-akan terisolasi dan lepas dari konteks
  7. 3. Cerdas Memilih Konsumen Yang Menguntungkan

Dalam suatu kondisi yang sulit,seharusnya perusahaan mulai secara cermat melakukan langkah proaktif dan bukannya wait and see sambl tetap mengulang pola pemasran lama. Strategi apapun yang bakal dilakukan oleh setiap perusahaan dalam memberikan respons terhadap situas eksternal,tergantung pada sejauh mana perusahaan melihat realita yang ada. Tetapi sudah saatnya setiap perusahaan,entah itu masa sulit maupun booming, mulai secara kritis melihat bahwa ‘’tidak semua konsumennya memberikan manfaat yang sama perusahaan’’.

Adagium lama yang selalu didengungkan oleh peruahaan bahwa ‘’the customer is always right’’ sudah saatnya mulai dikaji secara kritis. Adagium itu seharusnya berbunyi ’’the customer may not always be profitable’’.

Dapat disimpulkan ‘’semua konsumen itu penting bagi bisnis,tetapi ada yang paling penting daripada yang lain.’’ Gagasan itu memberi suatu perspektif bahwa perusahaan harus mampu membuat service discrimination untuk dapat mencapai pertumbuhan jangka panjangnya .

Dreamketing

  1. Pemasaran Pada Konsumen

Selling Dreams sudah menjadi paradigma baru pemasaran,cara pandang baru dari konsumen untuk mempersepsikan dan menafsirkan suatu objek. Rolf Jensen dari Copenhagen Institute for Future Studies menyebut masyarakat dewasa ini dengan istilah dream society, sosok pasar dimana orang tidak lagi membeli produk semata karena fungsinya, tetapi membeli sejumlah mimpi yang dikemas dalam produk itu. Produk itu dipersepsikan sebagai inspirasi yang dapat meralisasikan mimpi konumen.

Mimpi,bagi Gian Luigi Buitoni akan membuat sesorang menemukan kembali berbagai dimensi yang lain dari dirinya, menciptakan suatu mooddimana segala sesuatunya menjadi mungkin. Era konsumtifisme saat ini, yang oleh para penggagas postmodernisme disebut sebagai logika kapitalisme, keputusan konsumen bukan lagi didasarkan pada‘’pemilihan atas barang’’, melainkan pada ‘’pemilihan atas hubungan’’ yakni relasi-relasi social yang melekat pada barang yang hendak dipilih.

Seorang dreamketer yang kreatif harus menjadi seorang story-teller ,mampu menafsirkan berbagai motif pembelian konsumen agar dapat membangun suatu mimp yang meyakinkan dan dapat memprovokasi emosi konsumen yang terdalam.

  1. Manfaatkan Gaya Hidup Hedonis Konsumen

Untuk bisa memahami perilaku konsumen tidaklah hanya cukup dengan mengandalkan paradigm decision-oriented approach yang selama ini lazim dgunakan oleh para pemasar. Konsumen dilihat sebagai sosok yang secara sistematis mempertimbangkan pro dan kontra dari sejumlah pilhan merk yang ada di setiap keputusan yang dibuat.

Holbrook, menggunakan istilah ‘’fantasi,feeling,dan fun’’ untuk menjeaskan tentang hal-hal yang luput dari pemahaman perilaku konsumen secara rasional. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap keputusan pembelian terkandung unsure fun. Dalam paradigma ‘’ decision-oriented approach’’ para peneliti hanya mengukur kepuasan konsumen sebagai hasil akhir dari suatu proses pembelian. Jka konsumen puas,biasanya akan mendorong pembelian yang berulang dan menimbulkan loyalitas. Fenomena yang mencoba mengeksplotasi dalam bentuk fantasi,mimpi,fundan feeling tdak sebatas pada jenis industry yang sifatnya lifestyle, prestisiusm atau yang serba mewah akan tetapi juga pada industri yang sangat rasional dan scientific,seperti halnya farmasi.

  1. Menjual Mimpi Siapa Takut.. ?

Gian Luigi, setiap perusahaan yang menjual mimpi,sebaiknya janganlah membatasi dirinya pada semata menjual produk atau jasa, tetapi ia harus menjual sebuah pengalaman. Untuk itu, perusahaan harus mempraktikkan dreamketing, kemampuan untuk menginterprestasikan spririt dan keinginan dari suatu masa,dan menciptakan produk yang betul-betul dapat memuaskan mimpi para Konsumennya dengan memperhatikan aspek estitika,orsinilitas,dan inovatif. Bagi para perusahaan yang akan menjual fantasi yang dikemas dalam produknya,dbutuhkan innovator yang pragmatis,yakni para pemasar yang cerdas mengemas dan menciptakan fantasi yang dapat menggelitik emosi konsumen dan mampu meraup profit.

Strategi Harga

  1. Bijak dan Cerdas Tentukan Strategi Harga

Selagi bisnis booming,kekeliruan dalam penetapan harga sering kali di abaikan dan masih bisa di manfaatkan. Tetapi,di saat bisnis sedang lesu,strategi penetapan harga yang keliru dapat menggerogoti profit,bahkan bisa terjadi merek produk tersebut akan rusak. Tidak jarang terjadi,bila bisnis lagi lesu para pemasar lebih sering memberikan respons otomatis melakukan penurunan haraga (price cuts) dengan harapan bahwa hal ini akan memberikan dampak positif pada penjualan. Buka hal yg mengejutkan bahwa banyak perusahaan yg telalu sibuk memberikan dan memberi terlalu banyak perhatian pada sejumlah hal seperti downsizig, benchmarking, reengineering sampai dengan cut costs,ketimbang meluangkan waktu yang cukup untuk memikirkan strategi harga yang terbaik. Menurut pandangan dua orang profesor dari Wharton Business school,profesor Raju & Zhang mereka menyimpulkan bahwa seharusnya perusahaan lebih berhati-hati dan memberikan perhatian yang besar terhadap strategi harga dalam persaingan karena dampak penurunan maupun kenaikan harga ternyata berpengaruh signifikan bagi profit perusahaan.Bahkan di bayak perusahaan,harga sering kali hanya di lihat sebagai ad ho approach,artinya penetapan harga hanya diperlakukan setelah produk ada . Padahal seharusnya strategi harga sudah harus mulai dipikirkan ketika sebuah produk masih dalam taraf pengembangan dan bukanya setelah produk itu ada ada seakan diterima begitu saja tanpa keberanian untuk melihat mengapa hal ini sampai terjadi.Strategi penetapan harga seharusnya diletakan kedalam perspektif jangka panjang.Strategi yang tepat bukan hanya akan memperkuat kesehatan perusahaan,tetapi juga menjadi sarana penting pertumbuhan perusahan.Banyak perusahaan gagal memperhitingkan dampak harga terhadap volume maupun terhadap biaya. Bahkan price cutsyag tidak di barengi penguragan biaya sering kali akan menjadi kontraproduktif karena akan menguragi profit. Apabila hal ini terjadi,industri secara keseluruhan akan terkena dampaknya.

Agar perusahaan tidak terjebak ke dalam strategi harga –price cuts-yang bersifat jangka pendek,ada sejumlah aspek strategis yang perlu dikaji dengan cermat.

Pertama,coba lakukan penyesuaian pada tujuan penjualan. Alternatif lain agar tidak terjebak pada strategis harga jangka pendek,ubalah basis penetapan harga.Banyak pakar meilai bahwa penetapan harga yang berbasis pada value-entah itu manfaat ekonomis atau psikologis dari produk maupun jasa-jauh lebih efektif ketimang berbasis pada pesaing,costs ataupun customer-driven pricing strategies.Penetapan harga yang berbasis pada value akan berubah seiring dengan perubahan kondisi ekonomi.

Kedua,pahami keungulan kompetitif produk anda.Kalau keunggulan kompetitif itu berasal dari struktur biaya rendah maka cost-cutting akan dapat meningkatkan pangsa pasar.

Ketiga,cermati strategi segmentasi,terutama kalau perusahaan anda mempunyai fixed costs yang tinggi.Segmentasi seperti yang selama ini dipraktikan perusahaan peneberangan dangan first class,business class, dan economy class cukup efektif untuk menghasilkan revenue.

Keempat,manjakalah konsumen yang loyal. Ini adalah salah satu menghidari perusahaan dari jebakan price cuts yag tidak perlu.Dengan loyalty programs yang tertata denan apik,konsumen loyal ini akan membentuk fondasi yang kokoh bagi perusahaan.

Satu hal yang perlu di perhatikan,dalam kondisi ekonomi yang sedang menurun sekalipun,janganlah terjebak untuk melakukan price-cuts tanpa pertimbangan yang tepat karena bisa berdampak negatif

  1. 2. Yang Membuat Produk anda Berharga

Business is about making money not measuring macho. Kenyataanya,masih saja banyak pemasar yang lebih senang menurunkan harga untuk meraih pangsa pasar.Memang relita pasar saat ini semakin menyudutkan perusahaaan ke arah penggunaan taktik kuno: menurukan harga.Sejumlah kondisi seakan menggiring perusahaan pada pilihan ini,antara lain,ketatnya pesaingan,semakin kuatnya posisi tawar dari konsumen,pemasok mauou pengecer dalam neoisasi denan produsen sehiga emaksa terjadinya “price war”.Semua tahu bahwa peran araga bukanlah solusi karena tidak perna ada pihak yang meraup keutungan di tengah genarnya perang harga.Perang harga justru menghancurkan profitabilitas pasar secara keseluruhan.Tetapi dengan menelusuri sejumlah gagasan yang di kemukakan oleh profesor Benson P.Shapiro dari Harvard Business schol terdapat sekurang-kurangnya tujuh langkah strategis dan taktis yag bisa di tempuh perusahaan untuk tetap berada dijalur untuk menjadi price makers.

Langkah pertama,ciptakanlah customer value,dalam hal ini perusahaaan perlu fokus pada empat nilai pokok:kenyamanan,fungsional,avalaility dan relationship.

Langkah kedua,tentukanlah target konsumen,pada tahap ini perusahaan perlu realistis menyesuaikan kapability dengan ekspektasi dari target pasarnya.Fokus pada terget pasar yang benar-benar menilai value yang ada,tawarkan dan jangan segan-segan untuk mengabaikan terget pasar yang tidak sesuai dengan kapabilitas anda .

Langkah ketiga,buatlah penawaran anda berbeda dari pesaing. Ini merupakan langkah taktis untuk membuat penawaran anda sungguh berbeda di mata konsumen.Jangan tergoda melakukan imitasi karena untuk menjadi price makers,anda harus benar-benar berbeda dan tidak hanya sekedar berbeda.

 

Langkah keempat,keep it simple”,Jangan bingungkan konsemen dengan berbagai variasi produk maupun servise yang tidak perlu.

Langkah kelima,tentukan harga sesuai dengan value yang anda tawarkan (price-value).Pada tahap ini,Anda harus fokus pada basis penetapa harga.

 

Langkah keenam,eksekusi. Apabila Anda mampu membuktikan apa yang anda janjikan sebelumya kepada konsumen ada kecendrunga konsumen tidak terlalu memusigkan harga.

 

Langkah ketujuh,harus ada keberanian untuk tidak menurunkan harga,terutama pada saat-saat kritis bilamana ada tekanan yang begitu kuat dari konsumen atau pesaing untuk menurunkan harga.

Menjadi price maker memang tidak mudah karena di tuntut ketegaran dan keberanian di tengah hiruk- pikuk persaingan yang sering kali mengoda sekarang ini. Setiap langkah di atas menuntut keberaian untuk mengambil keputusan,apa pun konsekuensinya.

Strategi Merek

  1. Ukuran Kekuatan Merek Anda

Pada tangal 2 April 1993 atau yang di kenal sebagai “marlboro Friday” adalah hari bersejarah bagi produsen raksasa rokok di dunia. Ketika itu,Philps Maorries,Produsen rokok Merlboro,mengagetkan publik dengan pemberitahuan sepanjang 3 halaman mengumumkan penurunan harga jual rokoknya agar dapat tetap kompentitif. Langkah ini disebut sebagai perubahan besar dalam strategi bisnisya.Sasaran yang di tujunya untuk meninkatkan pangsa pasar dan pertubumhan jangka panjang.Langkah Marlboro ini langsung mendapat tanggapan sinis dari para analis wallstreet bahwa brand image bukanlah strategi bersaing yang baik di bandingkan dengan harga.

Hal ini berbeda degan Nike yang tidak perna berhenti melakukan reinventing produk maupun pemasarannya.Sementara itu,iklan-iklan Nike tetap segar dan imajinatif serta kreatifitas. Nike pun tidak berhenti–henti mengintroduksi produk baru dan berbagai kampanye pemasaran yang memperpendek life cycle produknya dari 1 tahun menjadi 3-4 bulan.

Dua contoh di kasus di atas memperlihatkan ada perbedaan yang cukup signifikan antara brand awareness dan brend strength.Marlboro mempresentasikan awarness yang kuat tapi kehilangan daya cengkaramnya,sebaliknya Nike,memenhi unsur baik awareness maupun kekuatanya.Nike memberikan contoh bagaimana membagu brand strenght melalui brand relevance dan brand resonance.Kedua aspek ini bahkan jauh lebih penting ketimbang awareness.Menjadi relevan artinya bahwa merek tadi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen dan selalu bergerak mengikuti perubahan yang terjadi pada konsumen.

  1. Pertimbangkan Emosi Konsumen dalam Merek

Apa artinya sebuah nama ? deikian kata Shakespeare. Ya, apa sih makna sebuah nama ? Ternyata nama atau merek mempunyai nilai strategis yang sangat besar bagi perusahaan. Siapa yang tidak kenal dengan merk Coca Cola, McDonalds, Microsoft, Malboro, KFC, dan sejumlah merek yang disebut sebagai Global Brand.

Merek telah menjadi aset yang sangat bernilai bagi perusahaan dalam era hypercompetition dan hyperfragmented market dewasa ini. Sebagai contoh, peringkat merek yang dibuat oleh Business Week dan Interbrand tahun 2003 memperlihatkan sejumlah merek yang mempunyai nilai tinggi antara lain Coca Cola US$ 70,45 miliar, Microsoft US$ 65,17 miliar, Disney US$ 28,04 miliar, McDonalds US$ 24,70 miliar, Nokia US$ 29,44 miliar dan Mercedes US$ 21,37 miliar.

Konsep ekuitas merek (brand equity) memang telah menjadi parameter yang sangat akrab di kalangan para pemasar dan perusahaan dalam upayanya untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Salah satu cara untuk meningkatkan ekuitas merek, menurut Aaker, adalah melakukan leverage (pengungkitan) terhadap merek. Mengapa merek-merek tertentu seperti Starbucks, Nike, McDonalds, Coca Cola, dan Harley Davidson mempunyai penerimaan yang begitu luas dan mempunyai daya pikat tersendiri dalam benak konsumen.

Bagi Scott Bedbury, mantan Senior VP of Marketing dari Starbucks dan Nike, serta penulis buku inspiratif tentang merek A New Brand World, kekuatan sebuah merek terletak pada dua aspek, yakni resonansi dan relevansi. Kehadiran sosok merek dengan kapasitas resonansi dan relevansi yang kuat ini antara lain karena multivalence, yakni kemampuannya untuk memberikan ragam manfaat (multiple benefits) kepada beragam konsumen dalam sebuah pasar.

Untuk dapat mengelola merek secara multidimensi, ada 2 karakteristik yang perlu diperhatikan. Pertama, merek dengan multidimensi harus diarahkan pada konsumen yang beragam. Merek tadi harus mampu memenuhiharapan dan keinginan dari beragam target psar dan relevan dengan pasar tersebut. Selain itu, merek tersebut harus mampu menyampaikan nilai di antara berbagai segmen yang berbeda tadi.

Kedua, strategi merek multidimensi biasanya mempunyai arsitektur merek yang kaya akan manfaat fungsional maupun emosional. Dalam kasus Coca Cola misalnya, gaya komunikasi yang dibangun selalu diarahkan kepada beragam khalayak dengan menekankan pada manfaat fungsional sebagai minuman yang menyegarkan dengan cita rasanya dan menfaat emosional yang selalu didengungkan sebagai sebuah pengalaman penuh keceriaan setiap saat dan lifestyle.

Konsekuensinya, merek multidimensi ini akan mampu meningkatkan frekuensi pembelian ketimbang merek yang tidak memiliki unsure tersebut karena merek multidimensi memang diarahkan pada beragam segmen dengan beragam kebutuhannya.

Bagi perusahaan (pemasar) yang ingin membangun merek multidimensi, pertama-tama pihak perusahaan perlu mendesain arsitektur merek yang mampu mengakomodasi dan mengomunikasikan secara baik manfaat fungsional dan emosional dengan target konsumen yang tepat, pada tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Untuk dapat melakukan hal ini, perlu pemahaman tentang peran yang dibebankan pada merek tersebut dan pemahaman komprehensif tentang demand-based segmentation.

Iklan tidak bisa lepas dari selebritis. Dalam budaya posmo (consumer culture) dewasa ini, dimana barang yang dibeli lebih banyak didasarkan pada hubungan atau relasi social yang melekat pada barang yang dipilih, bukan aneh lagi kalau selebriti sebagai sebuah symbol atau ikon dalam relasi social mendapat porsi yang cukup signifikan dalam bisnis era pemasaran postmandernism saat ini.

  1. Jika Model Iklan Seorang Selebriti

Sebagai gambaran, misalnya kita bias lihat bagaimana derasnya gelentoran dolar ke dalam kocek para selebriti mancanegara seperti Britney Spears, Tiger Woods, Naomi Campbell, Maria Sharapova, Madonna, David Beckham, bahkan mantan petinju yang sudah gaek seperti George Foreman pun tidak luput dari rezeki nomplok ini dengan menjadi endorsement dari Lean Mean Fat reducing Grilling machine yang di tahun 2003 lalu mencatat rekor penjualan diatas $375 juta atau diatas rata-rta penjualan industry. Itu adalah contoh dari para selebritis kelas global. Boleh dikatakan bahwa selebritis sering kali diasosiasikan dengan kelompok masyarakat tertentu dan mempunyai derajat public awareness yang tinggi, seperti misalnya beberapa selebriti mancanegara : actor (Pierce Brosnan, Meg Ryan), model (Naomi Campabell), atlet (Anna Koutnikova, Beckham), entertainers (Oprah winfrey), dan pop stars (Madonna), juga dari kalangan pebisnis seperti Bill Gates. Supaya iklan tadi juga efektif dalam penyampaian pesannya, factor daya tarik menjadi penting. Nah, disini perlunya mempertimbangkan karakter sang selebritis, misalnya : penampilan fisik, personalitas, dan kesesuaina dengan nilai-nilai social dari target audience.

Strategi dan Taktik Bersaing

  1. 7 Prinsip jadi “Pemberontak” dalam Bisnis

Persaingan bisnis saat ini menuntut tingkat kecerdasan yang tinggi untuk menyiasatinya. Sebenarnya, kalau kita telusuri lebih jauh ada banyak contoh yang menunjukkan bahwa kehadiran suatu produk baru yang impresif bukan monopoli inkumben, melainkan lahir dari para insurgents(pemain baru). Para insurgents ini mempunyai taktik bersaing yang mengacu pada tujuh prinsip pemberontak (insurgents) yang diyakini ampuh dalam realita bisnis saat ini. Ketujuh prinsip ini menjadi pilar dari model bisnis yang disebut Underdog Advantage.

Prinsip pertama, perusahaan harus fokus pada tujuan yang bisa dicapai tanpa kompromi, tidak ada kata hampir tercapai karena hal itu berarti gagal. Mao dalam bukunya Little Red Bookmengingatkan satu hal yang inspiratif. Letakkan kaki Anda selangkah di depan yang lain, tahap demi tahap. Dengan cara ini, karyawan pun terlatih untuk mencapai sasaran serta tahan banting menghadapi setiap kesulitan sekaligus akan membangun sebuah budaya keberhailan di dalam perusahaan.

Prinsip kedua, move the movable, fokus pada strategi yang dapat dilakukan untuk mencapai sasaran. Lakukan dtrategi dan taktik pemasaran yang mampu menggerakkanearly adopters (kelompok konsumen yang paling konsumerist) untuk memenangi pertarungan perebutan kekuasaan pasar.

Prinsip ketiga, play offense, rumuskan keberhasilan dan siapa musuh Anda.Kenyataan memperlihatkan bahwa musuh yang baik selalu akan memberi peluang bagi munculnya sejumlah inovasi selain perusahaan semakin pandai dalam mendeteksi keinginan konsumen.

Prinsip keempat, komunikasi inside-out, segala ide harus dijual terlebih dahulu kepada karyawan sebelum melangkah keluar. Ini adalah prinsip yang selalu dilupakan banyak perusahaan yang begitu terampil dalam merancang strategi tetapi lupa bahwa pada akhirnya yang akan mengimplementasikan adalah karyawan.

Prinsip kelima, lupakan realitas. Saat ini adalah era persepsi konsumen, dunia konsumen, jadi segala bentuk komunikasi pemasaran harus interaktif, memikat, dan merupakan percakapan yang hidup.

Prinsip keenam, perhatikan detail. Segala hal yang dikomunikasikan bisa menambah atau mengurangi nilai di mata konsumen.

Prinsip ketujuh, perlakukan krisis sebagai suatu Standard Operating Procedure (SOP). Jangan “manage”krisis, tapi “solving”. Yang berbahaya bukanlah krisis itu sendiri, melainkan reaksi terhadap krisis itulah yang membuatnya menjadi besar.

  1. Tak Bisa Inovasi, Cukup Renovasi

Ungkapan“innovate or die” telah menjadi semacam mantra dikalangan industry, konsultan, pebisnis maupun penulis buku. Di Amazon.com saja terdapat kurang lebih 2.000 judul buku tentang inovasi. Menurut Sergio Zyman, Chairman dari Zyman Group, salah satu perusahaan konsultan terkemuka di Amerika Serikat, innovation culture bahkan telah menjadi gerbong paling akhir dari rangkaian business fads. Inovasi sendiri sesungguhnya sangat dibutuhkan. Bahkan dalam banyak situasi bisnis justru memperlihatkan bahwa inovasi sangat esensial bagi pertumbuhan bisnis. Tetapi pada sisi lain, dibanyak perusahaan risiko inovasi justru jauh lebih besar ketimbang hasil yang diperoleh. Mitos bahwa inovasi adalah segala-galanya. Ada cara yang lebih elegan apabila perusahaan ingin tumbuh secara organik, yakni dengan aplikasi strategi renovasi Dengan renovasi perusahaan tidak perlu harus melakukan suatu perubahan besar yang sangat berbeda layaknya inovasi, tetapi cukup melakukan sesuatu secara lebih baik dengan aset dan kompetensi yang telah dimiliki.

 

Secara sederhana, renovasi dimulai dengan apa saja yang telah dimiliki oleh perusahaan. Apakah itu bisnis, merek, konsumen, kompetensi dan bagaimana membuatnya menjadi lebih baik. Untuk renovasi berlaku filosofi “let’s find out what we can sell and see whether we can make”. Hal ini sangat berbeda dari filosofi inovasi : “let’s start with what we can build and then see whether we can sell it”. Dari kedua filosofi ini sangat jelas bahwa kedua konsep ini berbeda bukan pada hasil yang dicapai, tetapi pada pendekatan atau cara yang dipakai untuk mencapai hasil tersebut. Dengan stretegi renovasi, perusahaan sebenarnya akan menjadi jauh lebih aman karena relasi yang telah terbentuk dengan pelanggannya yang memberi kemungkinan peluang untuk sukses lebih besar ketimbang dengan inovasi yang tantangannya akan jauh lebih besar karena harus melakukan persuasi pada konsumen baru untuk membeli produk.

 

Jauh lebih sulit mempengaruhi konsumen untuk membeli sesuatu yang baru daripada membuat sesuatu yang Anda tahu bahwa konsumen akan membelinya. Sayangnya banyak perusahaan cenderung memilih untuk melakukan inovasi yang ternyata gagal karena tidak menangkap esensi dari inovasi itu sendiri. Salah satu contoh sederhana adalah inovasi dalam rear spoilers yang dapat meningkatkan laju kendaraan dan kemudian mereka mengembangkan pengguna automatic transmission, yang justru mengurangi kenyamanan para loyalist Porsche yang lebih mendambakan shifting gears sebagai bagian integral dari pengalaman berkendara. Atau bagaimana respons dari penggemarnya saat Porsche meluncurkan Minivan. Minivan Porsche bukanlah merupakan karakter utama mengapa penggemar mobil memilih Porsche. Ternyata inovasi bukanlah segala-galanya. Bagi kebanyakan perusahaan terapi yang pas mungkin cukup dengan renovasi. Kini saatnya mempertimbangkan untuk beralih ke renovasi. Strategi yang lebih rill, yang tidak seeksotis inovasi. Tapi, mudah dilakukan dan hasilnya nyata ketimbang kita hanya berpuas diri dengan jargon-jargon inovasi tanpa hasil nyata.

  1. Bersaing Sambil Bekerjasama

Persaingan dalam dunia bisnis sering kali dianalogikan sebagai perang. Agar suatu perusahaan dapat berhasil, perusahaan harus merespon setiap tindak tanduk para pesaingnya. Apabila kita mencermati lanskap persaingan pada saat ini, ternyata banyak keberhasilan bisnis terjadi justru karena adanya kooperasi di antara para pelaku bisnis itu. Contoh klasiknya bias dicermati pada sejumlah industri, misalnya komplementarisasi yang terjadi di industry high-tech (komputer) antara intel dan sejumlah produsen komputer ataupun pada industry otomotif dalam bentuk pola network. Semuanya menggambarkan suatu pola persaingan yang tidak lagi melihat bisnis sebagai suatu perang yang harus mematikan salah satu pihak (win-lose). Pola persaingan yang melihat business is a war pada akhirnya akan memberikan efek dekstruktif yang tidak menguntungkan bagi semua pihak.

 

Apabila bisnis dianggap sebagai ekosistem, dimana setiap unsur yang ada di dalamnya saling mendukung, lalu salah satu unsure itu terganggu, maka akan timbul ketidakseimbangan. Berkembangnya fenomena network competition ini membawa paradoks tersendiri bagi para pelaku bisnis dalam menyikapi hal ini. Berfikir secara komplementer, yaitu berfikir dengan cara yang berbeda tentang suatu bisnis. “Intel Inside” adalah contoh menarik dari konsep komplementaritas ini. Baik Microsoft maupun Intel sama-sama memperoleh manfaat dari adanya komplementaritas ini. Microsoft memperoleh manfaat dari kapasitas yang tinggi dan cepat dari intel, sementara pada sisi yang lain, Microsoft pun dipaksa untuk terus menerus meningkatkan kapasitasnya dalam pengembangan software-nya. Konsep komplementaritas ini juga menjadi salah satu strategi merek bagi para pemain dalam lanskap persaingan dewasa ini.

 

Suatu strategi untuk menciptakan entitas bisnis yang lebih besar dan lebih kuat ditempuh dengan cara me-leveragemerek. Ada banyak cara untuk melakukan hal ini, antara lain yang cukup popular dilakukan adalah dengan cara co-branding.Co-branding adalah merek di- leverage (diungkit) dengan masuk ke dalam suatu kelas produk tertentu, apakah pada ingredient, seperti pada kasus Intel Inside ; ataukah dengan composite, dimana dua merek dikemas ke dalam suatu composite brand untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi konsumen. Misalnya seperti apa yang bisa kita lihat pada industry kartu kredit, antara Visa Card atau Master Card dengan sejumlah bank dan lembaga ataupun aspartame dengan sejumlah produsen minuman dan makanan.

 

Pada dasarnya, strategi co-branding yang mencerminkan prinsip komplementaritas tersebut bertujuan untuk mencari sinergi antara dua merek, baik dalam memperbesar pasar yang ada maupun memperkuat bisnisnya dengan cara menciptakan point of differentiation. Diferensiasi perlu dilakukan karena suatu produk kemungkinan akan terjebak pada persaingan harga dan jebakan ini sangat tidak menguntungkan karena berdampak negatif bukan hanya pada produk tapi juga pada industry. Untuk dapat bersaing secara efektif dipasar, pemain lapis, kedua, ketiga, dan seterusnya membutuhkan suatu strategi yang efektif. Mantan CEO Coca-Cola “Robert Goizueta”mengatakan bahwa dalam suatu bisnis, strategi tidak lain adalah diferensiasi. Dan dalam pentas pasar dimana persepsi adalah realitas, penggunaan strategi difernsiasi adalah prasyarat utama.

 

Diferensiasi haruslah di lihat dalam konsep competitive mental angel, artinya harus ada unsure yang membedakan (point of differentiation) dari setiap penawaran kita, entah itu dalam bentuk atribut, ingredients, tradisi, keunggulan tekhnologi dan lain sebagainya. Dan untuk mencapai semua ini, opsi yang dilakukan oleh pelaku bisnis antara lain melakukan co-branding atau networking baik dengan pesaing maupun dengan mitra pendukung bisnisnya. Dengan demikian, pentas bisnis saat ini menurut sikap dan strategi yang cerdas dan perubahan paradigma bahwa persaingan bukanlah untuk saling mematikan, tetapi menjadi arena untuk co-copetition, dengan cara yang elegan dan tidak destruktif.

  1. Halo Effect

Strategi merek telah menjadi source of value bagi perusahaan. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau begitu banyak perusahaan pada saat ini berlomba-lomba untuk mengembangkan mereknya. Merek telah menjadi berhala bagi perusahaan saat ini. Segala sesuatu dilakukan semata untuk membuat mereknya menjadi semakin kokoh. Namun demikian, dalam urusan membuat sebuah merek menjadi terkenal atau paling tidak menjadi perhatian dari khalayak konsumen, pemasar perlu memahami bahwa antara pemasaran dan psikologi terdapat hubungan yang sangat erat. Kalau psikolog adalah “sebuah studi yang sistematis tentang perilaku manusia”, sedangkan pemasaranadalah “sebuah studi tentang perilaku manusia di pasar”. Kalau kita suatu saat melihat seseorang yang berpenampilan menarik, dari penampilan orang tersebut kita mempersepsikan dia sebagai orang cerdas, sukses, dan popular. Inilah yang disebut dengan “the halo effect”dalam Psikologi. The halo effect juga berlaku dalam pemasaran. Mari kita lihat bagaimana bekerjanya halo effectdibalik sukses yang fenomenal dari Appel iPod belakangan ini.

 

Di tahun fiskal 2005, penjualan dari Apple Computer meningkat 68 % dibandingkan dengn tahun sebelumnya. Profit pun meningkat tajam sebesar 384 %, dan harga saham juga meningkat tajam menjadi 177 %. Net profit margin naik dari 3,3 % menjadi 9,6 %. Sebuah lompatan yang mengagumkan. Keberhasilan iPod justru meningkatkan penjualan Apple Computer. Di tahun fiskal 2005, iPod dan iTunes hanya mempunyai kontribusi penjualan 39 % dari total penjualan Apple. Selebihnya, 61 % penjualan komputer, perangkat lunak (software), dan service. Sepanjang tahun, Apple memborbardir publik dengan iklan melalui televisi, media cetak, dan billboard untuk produk iPod-nya. Merek iPod menjadi begitu dominan dan menguasai pangsa pasar musik digital sebesar7,39 %. Sementara itu, dukungan pemasaran bagi lini produk komputer Apple praktis tidak banyak kalau dikatakan bahwa hamper tidak ada. Namun, yang terjadi dengan limpahan dana yang begitu besar untuk iPod, justru telah menciptakanhalo effect untuk keseluruhan lini produk Apple, termasuk computer Macintosh.

 

Yang menarik dari fenomena halo effect ini adalah ditengah begitu berlimpahnya arus informasi yang saat ini masih diperlukan strategi yang cerdas untuk menyiasatinya. Salah satu caranya adalah dengan mengalokasikan budget pemasaran pada salah satu produk yang dianggap terbaik (best horse), kemudian biarkanlah produk (service) tersebut menciptakanhalo effect bagi keseluruhan produk yang ada. Halo effect mampu menjadi stimulans bagi konsumen untuk melakukan suatu tindakan pembelian dan mampu mempengaruhi perilaku konsumen terhadap sebuah merek tertentu yang ada di pasar.

Marketing Strategy JYAKUSYA NO SENRYAKU


Negara Jepang kondisinya semakin sulit karena jumlah penduduknya berkurang dan hal ini membuat negara-negara lain yang baru mulai maju mengambil pasaran jepang. Berpedoman pada ilmu Budha bahwa semua tidak ada yang abadi baik itu kesusahan, kegembiraan, kesuksesan, kegagalan, semua itu tidak akan berlangsung selamanya suatu saat akan hilang juga.

Berdasarkan pada hal ini dikaitkan pula bahwa tidak ada 1% pun perusahaan yang bisa berjalan dan bertahan 100 tahun lebih. Jika ingin hidup harus menang dari yang lainnya dan menjatuhkan yang lainnya hal ini alam karena kalau membuat seseorang menang pasti ada yang kala

Ada kiat cara meraih sukses yang memungkinkan orang lemah menang

Strategi bisnis adalah bagaiman memenangkan persaingan dalam bisnis. Ada peribahasa “ Tidak bisa hidup bila tidak kuat”. Tidak berhak hidup kalau tidak baik dengan orang lain. Kita harus kuat dan menang dahulu “ Small can eat big”. Ini adalah strategi orang lemah dalam konsultan bisnis dan Pengusaha yang menggunakan strategi ini adalah Mr Masayoshi Son Soft Bank, Mr Sawada Ketua H.I.S,  Seven Eleven, Tully’s Kopi, Kao, Asahi Bir dll. Dan dari semua itu ketika di tanya keberhasilannya beliau mengungkapkan Strategi Lanchester lah yang paling berguna bagi mereka.

Strategi Si lemah versi Lanchester

Mr Frederick. W. Lanchester adalah pengusaha pabrik mobil dan ahli untuk pesawat terbang dan orang yang mengungkapkan ilmu strategi perangnya pada perang dunia Pertama 1914 yang kemudian digunakan Oleh Amerika pada perang dunia kedua. Kemudian ilmu ini diterjemahkan kedalam bahasa jepang dan dimanfaatkan untuk bisnis.Di Jepang hanya 1% dari 7 juta direktur yang mempunyai pekerja lebih dari 100 orang yang 99%nya adalah perusahaan kecil dengan kata lain perusahaan orang lemah. Perusahaan lemah tidak boleh meniru perusahaan yang besar meskipun kontek kenyataannya banyak sekali perusahaan yang kecil meniru perusahaan besar.

Strategi manajemen dibagi menjadi seperti berikut ;

  1. Produk : Apa produk unggulannya?Apa jenis servisnya?
  2. Area :Dimana anda berjuang?
  3. Customer zonet/Target : Siapa pelanggannya untuk melawan pesaing?
  4. Sales/marketing :Bagaimana cara mencari pelanggannya?
  5. Organisasi : Bagaimana caranya untuk membuat pelanggan setia?
  6. Finance/keuangan :Bagaimana dengan sistem staf, latihan dan pendidikan, Keinginan kerja dan evaluasinya?
  7. Time/waktu :Bagaimana caranya mengggunakan uang?
  8. Strategi waktu : Bagaimana caranya untuk berhasil?

Dan yang paling penting adalah point 1,2,dan 3 jangan pernah memulai usaha tanpa menjelaskan ke-3 hal ini. Karena jika tidak bisa menjelaskannya pasti akan gagal.Yang disebut Strategi orang lemah adalah Cara untuk membedakan diri sendiri dari orang yang kuat atau first runner dari segi 1. Produk, 2. Daerah, 3. Target, dan orang lemah harus mengambil “satu titik konsentrasi” sebagai straegi orang lemah.

Contoh konsultan konsultan yang berkonsentrasi pada satu titik adalah : Mr Takezawa konsentrasi “Mail Magazine” dengan judul Ganbare sacho=Semangat Boss”, Mr Oka, direktur “Hard Ring” hanya menargetkan pada konsumen yang kaya yang mau renovasi rumah mewah,  Mr Kazuhiko Okubo yang berkonsentrasi pada restorannya yang unik dan dikhususkan untuk konsumen tertentu, Mr. Kagiyama dari Yellow Hut membicarakan tentang kebersihan atau clean up di restoran, dan masih banyak yang lainnya. Orang orang ini sebenarnya bisa saja membimbing untuk marketing dan manajemen atau sistem personalia maupun sdm, tetapi dari segi produk dan lapisan konsumen selalu dibatasi secara ideal dari ketiga faktor itu yaitu Produk, Area, dan Lapisan konsumen.

Contoh sukses adalah sebuah terobosan satu titik prinsip dasar

Restoran Udon Satoya di Hiroshima yang didirikan oleh Satoya sejak 2002 yang kini sudah mempunyai 4 restoran terkenal didaerahnya dengan strategi manajemen

  1. Produk : Dia belajar cara membuat udon dan kini membuatnya sendiri setiap hari mulai dari jam 3 pagi yang disesuaikan dengan cuaca dan suasana.
  2. Daerah : Dikota Hiroshima saja dan di situ tidak ada banyak Udon Hand made.
  3. Target : Orang yang suka rasa natural dan dia buat kuah supnya sendiri tanpa ada barang campuran zat kimia.
  4. Marketing : Memberikan brosur brosur ke perkantoran dengan sopan.
  5. Pelanggan : Membuat berita selebaran koran/monthly news letter dan membuka sekolah cara membuat udon agar keluarga bisa ikut bersama.
  6. Organisasi : Pemilik sendiri yang menjaga restoran
  7. Keuangan : Kehidupan pribadinya tidak mewah.
  8. Waktu : tanpa berhenti bekerja mulai dari jam 3 pagi sampai malam.

Kesimpulannya restoran tersebut adalah mempunyai produk yang hanya satu dan small production yang Hand made dari sisi daerah meghindari area yang berat saingannya dengan target pelanggan tertentu yang mengedepankan rasa natural. Marketing melakukan direct approach yang tidak dilakukan oleh perusahaan besar dan pelanggan selalu mengingatnya karena caranya yang selalu mengirimkan post card, direct mail, news letter, dll. Untuk organisasi pemilik perusahaan kecil lama.

Yang hebat adalah sekolah untuk membuat udon dengan biaya sebesar 500 yen dan sudah dibuka sebanyak 300 kali dengan kuota peserta 2 ~ 5 orang bagi Satoya untuk promosi hal ini kurang efisien tetapi bagi tamu menjadikan pengalaman yang sangat berharga dan dari sini Satoya mendapatkan pelanggan setia sebanyak 1000 orang dan palanggannya selalu mengucapkan “terimakasih” sehingga menggembirakan untuk bisnis ini dan hal ini membuat pemilik berkata “ tidak bisa menghentikan sekolah ini” meskipun persiapannya sangat repot.

Inilah strategi orang lemah yang bisa mendapatkan 3 burung dengan 1 batu.Sensasi contoh sukses besar dengan “Strategi orang lemah” ( Interview by Mr Yasomi Kodoma, freelance writer )

  • Belajar dari paling bawah
  • Peninjauan kembali bisnis dengan “Strategi orang lemah”
  • Area bisnis, jarak terbatas 500meter saja dari kantornya
  • Membuat seminar bertema kiat-kiat membuat toko ramai
  • Perlu keberanian “membuang” dan Keputusan tegas
  • Pengusaha toko sake yang bahagia dengan omzet setengah

Apa ilmu atau cara bagi orang lemah untuk memenangkan persaingan? (interview dilakukan dan ditulis oleh Mr Yasomi Kodama, freelance writer)

  • Menyenangkan “cara berhadapan langsung dengan konsumen” atau “cara perang gerilya”
  • Usaha keras jadi sia-sia kalau tidak ada strategi.

Penyebab kesuksesannya adalah karena dia  membuat “terbalik” pada pengetahuan umum atau pola pikiran perusahaan kuat atau perusahaan terlebih dahulu.

 

  • Sukses sebagai “konsultan hukum”.
  • Post Card bisa menjadi alat yang sangat berguna.
  • Menulis blog dan meluncurkan buku.
  • Ide unik untuk kartu nama yang bisa menjual diri sendiri, sambil membuka diri sendiri.
  • Kiat sukses dengan melakukan pergaulan diantara berbagai bisnis / industri

Yang paling bagus adalah “ Jangan menjual langsung “. Tetapi “Pikirkanlah dahulu bagaimana keuntungan dan manfaatnya untuk konsumen “. Sebaiknya jangan terlalu banyak berfikir mengenai untung ruginya tetapi bertemanlah seperti dengan keluarga sendiri. Memang tidak akan langsung untung, tetapi pasti akan ada yang melihat dan memuji. Pada akhirnya, kita bisa mendapatkan pelanggan yang akan setia menemani seumur hidup.

Mari kita belajar dari Yazuya tentang ilmu sukses Venture kecil dan menengah.

(diawali dari cerita tentang Mr Noboyu Yazu yang memulai Yazuya o.,Ltd. Mr Yasomi Kodama (freelance writer) menulis ini atas dasar wawancara dengan Mr Yazu).

Pertemuan pertama “Kejutan” dengan orang  yang memulai Yazuya. Yazuya Co.,Ltd adalah perusahaan direct sale untuk produk makanan bersifat alami omzetnya pada tahun 2008 mencapai 40 Milyar yen lebih dalam 14tahun dari yang awalnya hanya 1.5 milyar yen. Ada 6 kiat yang menjadi yazuya sukses

  1. Kejururan dan kesetiaan
  2. Belajar dan sadar terhadap jaringan kenalan
  3. Manajemen plan dibuat dan dipraktekkan
  4. Plan untuk kehidupan seseorang harus dibuat dan melaksanakannya
  5. Berterimakasih kepada karyawan / karyawati dan supplier
  6. Jujur dan sikap mendengar, tidak minta-minta, berbicara mimpi

 

Sukses kehidupan adalah “cita-cita” X “strategi” X “rasa berterimakasih”

Semua orang sudah menerima surat dari Tuhan

  • Kekuatan pekerjaan dari Tuhan dan kekuatan rencana manajemen kehidupan.
  • Kata “Arigatou” adalah pekerjaan saya dari Tuhan.
  • Efek yang hebat setelah “Give Up”
  • Jiwa muda = Cita-cita X semangat (Passion)

Ini pekerjaan saya, saya hanya bisa begini

Harus berubah, agar tidak berubah, apa artinya?

Salah satu filosofi Budha ada  kata Yuukou dan Shogyou Mujou. Shogyou Mujou adalah di dunia ini selalu berubah dan Yuukou adalah selalu tidak ada perubahan kedua hal ini jika dihubungkan dengan bisnis contohnya restoran ramen Ippudo semua Tamu mengatakan “ rasa ramen ippudo tidak berubah dan enak terus “ hal ini akan mengakibatkan Ippudo bangkrut karena tidak ada perubahan karena para pesaingya terus belajar dan menganalisa untuk mendapatkan rasa yang paling enak dimata konsumen dan konsumen akan mencari rasa yang paling enak dan hal ini tidak disadari oleh para pengusaha. Sedangkan sikap atau selera konsumen selalu berubah-ubah dengan Shogyo mujou. Restoran yang ramai bisa saja mendadak menjadi sepi dan restoran ippudo selalu memeriksa reaksi dari para pelanggannya dengan cara memeriksa sisa makannya setiap hari. Kalau sisanya 1/5 boleh dikatakan OK tetapi bila sisanya lebih dari 1/3 itu tidak baik. Dan mereka akan menganalisanya, kenapa?. Bukan hanya Ippudo saja, restoran/perusahaan yang baik akan selalu berubah, Mereka berubah terus agar tidak berubah…

  • Kegagalan dalam kehidupan, dibelakang hari, baru berbunga “ membuat orang terharu“
  • Menulis itu akan menjadi tenaga
  • Efek dari perencanaan manajemen kehidupan
  • Ide yang sederhana untuk membuat rencana manajemen kehidupan
  • Cita-cita kehidupan anda (terlalu besar, tidak apa-apa)
  • Cita-cita dan target tahun ini

Kita harus membuat target yang realistis untuk jadwal sebagai berikut Pekerjaan apa yang di targetkan, Ekonomi targetkan penghasilan, Sosial target jam kerja yang diinginkan, Mental tergetnya membiasakan untuk selalu mengucapkan teriamakasih, Kesehatan targetnya jogging dan tidak makan cup noodles, Kehidupan targetnya setiap hari membantu istri cuci piring dan membersihkan rumah.

Membuat rencana bagaimana mempraktekkan pekerjaan dan lebih baik memanfaatkan  ke 8 strategi “ orang lemah “

  1. Strategi produk
  2. Srategi daerah
  3. Strategi target
  4. Strategi marketing
  5. Strategi pelanggan
  6. Strategi organisasi
  7. Strategi keuangan
  8. Strategi waktu
  • Rencana aksi atau praktek

Untuk mencapai target tahunan kita harus membuat rencana bulanan, mingguan, harian contoh membaca 4buku perulan/menambah 4 pelanggan perbulan dan untuk mingguan membaca 1 buku perminggu/menambah 1 pelanggan perminggu, dan untuk harian tulis 5surat setiap hari membersihkan depan kantor setiap hari.

  • Harus ditinjau kembali cita-cita atau rencana harian. Sejarah “Jatuh 7kali, Bangun 8kali”

Sampai berusia 40 tahun saya tidak menemukan pekerjaan yang Tuhan berikan

Dulu saya benar benar seorang pekerja yang tidak baik saya suka berhenti cepat dari satu perusahaan ke perusahaan lain dan pada suatu saat ketika dua bulan saya sebelum rencana pernikahan dan sudah menyebar undangan ke teman teman, saya membuat kesalahan besar di perusahaan yang membuat saya ingin bunuh diri pada waktu itu saya mencoba apa saja yang sering dilakukan oleh orang yang jiwanya lemah banyak buku-buku dan CD motivasi saya baca. Saya ingin mengetahui bagaimana caranya saya bisa muncul dari dasar ke atas.

Kelihatannya seorang direktur akan tetapi saya seorang Part-Time yang miskin

Dulu saya berfikir kesuksesan adalah lulus dari sekolah yang terkemuka dan bekerja untuk perusahaan yang terkenal serta naik pangkat. Saya menyelesaikan kuliah saya di Universitas Ritsumeikan yang relatif bagus.  Setelah lulus saya bekerja diperusahaan yang paling terkenal yaitu Yamaha. Saya tidak pernah berfikir apakah saya cocok atau tidak diperusahaan itu hingga suatu hari saya mengalami stree berat karena tekanan pekerjaan yang tidak cocok. Lalu saya pindah ke perusahaan Recruit  Co.ltd sebagai part time dan kemuadian saya pindah lagi ke perusahaan “Lease” IBM. Diawal tahun ke-2 saya pura-pura menjadi pandai namun saya telah gagal melakukan pekerjaan yang sulit dan latar belakang saya yang gagal untuk menikah serta keluar masuk perusahaan dan hal itu membuat saya stress  saya berfikir untuk “bunuh diri” tapi takut juga. Benar-benar sial waktu itu.

Saya lari ke Tokyo dan menjadi penangguran selama 6 bulan

Setelah banyak melamar ke perusahaan besar yang banyak mengalami kegagalan dan masuk  perusahaan kecil menengah dan venture yang berpindah-pindah di 4 Perusahaan, saya putuskan bahwa saya berdikari saja untuk menjadi pengusaha besar dan saya mulai dengan “Konsultasi untuk mencari kerja dan recruiting dengan gratis” di gedung “lions Mansion” di Shinjuku Higashi yang berada di Shinjuku 7 Chrome. Pekerjaan ini membantu orang orang yang sakit dan stress karena kesulitan mendapatkan pekerjaan. Karena tidak mendapat komisi akhirnya saya tidak kuat bayar sewa kantor akhirnya pindah ke apartement yang lebih murah dan mandi dengan air dapur serta makan cari gratisan di test food corner. Akhirnya saya mengambil pekerjaan dari perusahaan edisi buku sebagai penulis lepas yang terlihat seperti direktur namun kenyataannya hanya par time yang susah makan.

Dari situ ternyata ada baiknya karena saya menemukan buku bisnis yang di tulis oleh Mr. Yoichi Takeda yang mana buku itu tentang Strategi Lanchester dan Strategi Son shi (SunTsu) Cina.

Mengembalikan pinjaman sebesar 100 juta yen

Pada bulan Juni 1992 setelah saya berdikari ibu saya di fukuoka harus bertanggungjawab membayar hutang sebesar 100 juta yen yang ditinggalkan ayah saya seorang direktur yang telah meninggal sejak saya SMA kelas 2.Jika hutang tidak dibayar dengan buka yang bertambah terus maka 2 rumah dan tanah di daerah pusat kota tenjin seharga 500 juta yen akan disita. Pada masa itu saya hampir “jobless” namu saya masih mendapat penghailan beberapa yen dari perusahaan edisi penerbitan buku.

Pertemuan dengan orang kaya yang membayar pajak tinggi

  • Bukan advertisement tetapi artikel yang berguna
  • Berdikari yang kedua, tetapi…
  • Suka mampir instansi agama atau seminar
  • Mencoba membuka seminar tapi gagal
  • Challenge mengeluarkan buku
  • Mendekati 40 perusahaan dan menjadi mustahil
  • Ada tawaran untuk mengeluarkan buku ke-2
  • Best seller dengan strategi orang lemah
  • Kenapa pengusaha kecil memakai blog
  • Saya terbuka mata di seminar
  • Saya juga bisa berguna untuk orang lain

Sukses kehidupan adalah mimpi x Strategi x Rasa terimakasih

Ada berbagai macam pengertian tentang sukses kehidupan dan kali ini akan membicarakan khususnya untuk kehidupan enterpreuneur.Setelah “bubble economy” di Jepang hancur “memnita maaf dan Ok” “memberikan sauatu” “terimakasih” telah menjadi kata kunci untuk merasa bahagia. Dalam dunia konsultan , “starategi” “taktik” dan “marketing” menjadi hal penting. Memang semuanya penting.

Sukses kehidupan bisnis bisa dibagi 3 menjadi:

  • Aliran “mimpi” = kemauan, cita cita, kesadaran untuk bekerja dan lain-lain.
  • Aliran “Strategi x Taktik” = Business Strategy, Marketing, Methode dan lain-lain.
  • Aliran “terimakasih” = selalu mempunyai rasa “terimakasih” berjasa dan lain-lain.

Saya katakan, “sukses kehidupan itu adalah : Mimpi x Strategi x Rasa terimakasih”. Dalam bahas Jepangnya adalah “ Yume x Sen Ryaku x Kansa” singkatnya Yume Sen Kan.

Mengapa mimpi sendiri tidak jelas?

Kebanyak orang tidak bisa menceritakan mimpinya karena malu. 90% pekerja di Jepang bekerja untuk perusahaan dan mimpi dan target ditentukan oleh perusahaan. Jadi tidak perlu mempunyai mimpi secara perorangan degan catatan mereka mempunyai manager yang baik. Ada draft dari pemerintah yang menyatakan bahwa hanya 10% saja dari pengusaha itu yang mempunyai mimpi dan cita-cita/rencana yang jelas. Dan struktur industri di Jepang terdiri dari Perusahaan besar + perusahaan kecil dan menengah (anak) + perusahaan yang lebih kecil lagi (cucu). Oleh karena itu perusahaan kecil selalu bergantung pada pada yang lebih besar, tanpa mimpi, seperti industri bangunan, home industri dll. Ketika saya berdikari untuk yang kedua kalinya saya mengambil alih pelanggan dari perusahaan tempat saya pernah bekerja dan harus mengembalikan uang pinjaman ini menjadi rencana utama. Setelah 8 tahun saya berdikari di usia ke-44 tahun, saya baru merasa mendapat mimpi, cita-cita yang jelas  dan bisa makan.

Negara Jepang tempat kita masih hidup tanpa mimpi

Di Jepang meskipun dalam kondisi sulit jobless hanya 5% meskipun masih rendah dibanding dengan negara negara lain yang kisarannya sekitar puluhn %. Di Jepang meskipun demikian pekerjaan apa pun ada kalau kita tidak memilih milih minimal ada bantuan dari Negara. Jadi bagaimanapun kita mash bisa hidup. Tanpa kemauan atau mimpi masih bisa makan dan bekerja meskipun perusahaannya bangkrut. Tetapi menurut Maslows Hierarchy of needs “Yokkkyu 5 dankai setsu” (setiap saat manusia mempunyai cita-cita) semua orang baru akan puas bila sudah merealisasikan dirinya kepada lingkungannya.

Tidak tahu apakah sesuatu yang kita kerjakan itu merupakan hal biasa?

Pada usia kanak-kanak orang bermimpi untuk menjadi atlet olah raga, penyanyi, artis TV dll akhirnya kondisi itu dibayangkan tanpa ada melhat kondisi yang sebenarnya maka dari itu ketika sudah mulai bekerja akhirnya mencari yang sesuai dengan keinginannya yang menyebabkan banyaknya berpindah berpindah. Kalau kebetulan anda masuk kerja dan tidak cocok dengan pekerjaaan itu silahkan berpindah . Kalau pasangan pernikahan atau pekerjaan tidak cocok tetapi anda bertahan sama halnya tinggal di Neraka.

Mengapa mimpi kanak-kanak anda hilang?

99% orang biasa tidak mempunyai tujuan

Turning point “ Di usia 44 tahun”

Bagaimana cara mencari pekerjaan yang paling cocok

Mr. Yoichi Takeda berkata, “ sulit menemukan pekerjaan yang paling cocok. Lebih baik anda berkonsentrasi pada bidang yang anda sukai, belajar sungguh-sungguh dalam waktu yang paling lama. Paling sedikit selama 3 tahun, dengan demikian anda bisa menemukan suatu kelebihan dari yang lain. Anda bisa menjadi nomor satu dari yang kecil. Kecil pun tidak apa apa. Ada yang memuji anda. Kalau dipuji, anda senang dan merasa percaya diri. Anda disebut sebagai nomor satu dibidang tertentu ditempat kerja itu. Dengan demikian anda mendapat pekerjaan yang Tuhan berikan”

STRATEGI ORANG LEMAH ITU ALAMI

Ada strategi orang lemah dalam kehidupan kita atau pelajaran kita.

Strategi Orang lemah dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Orang pandai sudah pasti mempergnakannya.

Nilai sekolah guru saya Mr. Yoichi Takeda sangat jelek kecuali teori science. Dia menemukan ilmu Lanchester yang mirip dengan ilmu energi di bidang science dan rajin belajar manajemen. Mengapa saya tidak menyukai ilmu yang menggunakan angka? Karena saya suka pusing maka saya gunakan feeling atau perasaan dan semangat. Saya menghapus ilmu-ilmu asli itu dalam buku “ perusahaan kecil dan perturan untuk mendapatkan keuntungan”. Oleh karenanya buku itu laku keras.

 Strategi orang lemah baik juga untuk pendidikan.

Mr.Takahasi Harada, yang aktif di sekolah sebagai guru berhasil buat klub olahraga di sekolah SMP, Matsumushi di Osaka menjadikan juara Jepang 13 kali, selama 7 tahun. Klub itu tadinya tidak terkenal sama sekali. Mengapa dia bisa begitu? Karena dia mempunyai daya pemimpin, tujuan jelas dan ketelitian. Dia membuka rahasianya dalam buku “Guru kharisma dan cara latihan untuk menang”. Ada peribahasa, lebih baik menjadi mulut ayam dari pada ekor sapi yang artinya lebih baik nomor satu di dunia kecil daripada nomor bawah di organissi besar.

Mendapat pekerjaan dan berganti pekerjaan juga bisa menjadi strategi

Setelah berdikari pun meggunakan strategi orang lemah saja.

Lebih baik membuka usaha sendiri untuk kehidupan sendiri. Sedikit banyak, anda gagal tetepi anda tidak mati, selama anda memegang prinsip orang lemah. Sejelek-jeleknya anda masih bisa bekerja paruh waktu di tengah malam atau pagi-pagi.

Kelaparan dan kemiskinan adalah sumber kesempatan.

Pada masa Jepang keilangan gairah dan semangat dari segi ekonomi dan keamanan negara Jepang mustahil miracle country. Ini dibuat oleh orang tua yang kini usianya 60 tahun keatas. Mereka sedikit banyak mengalami kesulitan selama perang dunia ke 2 dan pahitnya kekalahan perang. Mereka bangkit kembali dari Nol dan kelaparan. Di negara negara lain yang kini majunya sama sepeti negara Jepang seperti Shanghai, San paulo meskipun maju namun masi ada daerah miskin yang mereka kelaparan tetapi mereka mempunyai kekuatan karena mereka melihat kawan-kawan mereka mendapat sukses dan mereka pun berharap saya juga bisa sukses.Saya menonton film “3 Chrome No Yuhi” yang mengingatkan Jepang lama sekitar tahun 1958, masih banyak yang miskin tetapi bintang film pemeran utama yang miskin menyebutkan “Negara ini pasti bisa maju!”.

Apakah anda tipenya menyala sendiri atau tidak bisa menyala?

Mr. Nagamori, direktur Nihon Desan yang membuat produk nomor satu di dunia, dibidang mikro motor untuk personal computer, mengatakan: Manusia bisa dibagi dalam 3 jenis , Bisa menyalakan diri sendiri, Bisa menyala kalau kawan-kawannya menyala dan Tidak bisa menyala, bagaimanapun juga dia berkata, orang-orang seperti (1) tidak banyak, tidak sampai 10%, orang-orang seperti (2) antara 60-70%, orang seperti (3) 20-30%. Sepertinya analisa ini benar. Kebanyakan kehidupan saya (2) atau (3).

Jepang adalah negara miracle

Jepang adalah negara mustahil yang paling jeleknya kita masih bisa makan dengan bekerja apapun sebagai part time dan haken (kontak). Ada asuransi yang di proteksi dari pemerintah ketika tidak bekerja. Sistem ini yang masih jarang dimilik oleh negara-negara lainya. Saya terharu dengan dengan apa adanya yang Jepang miliki sekarang. Memang Jepang hebat, perbedaannya dengan negara lain yaitu, sebenarnya hidup keseharian orang Jepang luar biasa dan mustahil. Saya selalu berterimakasih, karena saya orang Jepang yang hidup di Jepang.

Orang sukses yang hebat memulai dengan strategi orang lemah

Strategi orang lemah itu alami. Kalau orang lemah ingin berbuat sesuatu, mereka harus memegang prinsip strategi:

  1. Product ( hasil / barang yang dijual )
  2. Area ( daerah )
  3. Customer zone ( target )
  4. Sales / marketing ( cara penjualan )
  5. Customer ( pelanggan )
  6. Organization ( organisasi )
  7. Finance ( keuangan )
  8. Time ( waktu )

Ini adalah teori dasar.

Anak bisa sukses, karena kegagalan orang tua

Orang enterpreuneur selalu lahir hanya dari lingkungan orang susah. Oleh karena itulah, orang yang mengambil alih perusahaan dari orang tuanya yang kaya cenderung menjadi orang baik yang tidak berjuang. Dan akhirnya kebanyaka generasi kedua atau generasi ketiga cenderung habis. Mr. Watanabe dari Watami telah berhasil, karena orang tuanya gagal.

Kegagalan orang lain adalah rasa madu. Dale carnegie juga mengambil strategi orang lemah. Sukses terdiri dari kepandaian asli dan kerajinan. Dengan cara apa manusia dapat dibuat ? Memang awalnya dari DNA. Dan terpengaruh dari orng tua, lingkungan keluarga atau daerah, sekolah, guru, kawan-kawan, kenalan, pesaing, pacar, pelajaran, olahraga, hobi, TV, manga(komik), mesin permainan, buku, perjalanan, tempat kerja, langganan, partner bisnis, pertemuan dengan orang yang bekrja di bidang lain, agama, insiden, adat dan lain-lain.

Ada apa lagi? Secara lebih sederhana:

  1. Kepandaian asli
  2. Keluarga
  3. Sekolah
  4. Tempat kerja
  5. Pernikahan
  6. Berdikari

Saya kira ada faktor sukses. Memang situasi berubah-ubah tergantung pada pelajaran, pekerjaan, pertemuan orang, adat, insiden, kebetulan, nasib dan lain-lain.

Faktor asli x faktor pengalaman = orang sukses

Mimpi menjadi kenyataan

Keliling dunia bersama keluarga

Sejak November 2002, kehidupan saya mendadak berubah dan cerah. Permintaan seminar 100 kali seminar pertahun. Buku saya pun laku terus. Saya mendapat 10 juta yen dari pajak buku. Dengan pendapat ini, saya berkeliling dunia bersama keluarga, selama April 2006 ~ Maret 2007.Saya meninjau kembali kehidupan saya dulu, sebelum menjadi usia 44 tahun. Saya pikir, saya berbahagia sekali. Tidak mungkin lebih baik lagi.Kita belum tahu apa yang terjadi besok. Kehidupan kita hanya sekali saja.

Dari perkumpulan pelajar, mimpi keliling dunia menjadi kenyataan

Negara kita Jepang, paling baik, aman, bahagia, kaya di dunia. Tidak ada jaminan sosial, asuransi sosial di kebanyakan negara-negara yang maju pun.Orang cacat, pengangguran, orang sakit mental, orang homeless juga berjalan-jalan di jalanan dan tidur di jalanan. Kekuatan ini juga hebat. Sedangkan saya juga baru sadar hebatnya Jepang.

  • Energi negara-negara berkembang yang harus maju cepat
  • Orang jepang jarang terlihat di dunia
  • Saya disambut baik dimana-mana karena saya orang Jepang
  • Di dunia selalu ada kesempataN

 

 

“Belajar Bisnis dari Liem Sioe Liong”


Sudono-SalimLIEM Sioe Liong lahir pada 16 Juli 1916 di Fuqing, sebuah desa kecil di wilayah fujian, Provinsi Fukien, Cina bagian selatan. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara, kakaknya bernama Liem Sioe Hie dan adiknya bernama Liem Sioe Kong. Anak pasangan keluarga petani di Desa Ngu Ha, Hai Kou. Ayah liem merupakan seorang petani biasa yang pekerjaannya sehari-hari menggarap sawah sendiri. Beliau meninggal dunia tatkala Liem Sioe Liong baru menginjak bangku sekolah. Oleh karenanya, kakak Liem Sioe Liong kemudian menggantikan persan sang ayah menjadi tulang punggung keluarga, menggarap sebagian sawah peninggalan sang ayah, sementara sisanya digarap orang lain dengan perjanjian bagi hasil.

Kesulitan hidup sering kali mampu menjadikan seseorang tampil sebagai pribadi yang matang. Itulah mungkin ang terjadi pada diri Liem Sioe Liong. Masa kecilnya bukanlah masa gemilang kesenangan, justru kesulitan dan kemiskinan yang harus dihadapi. Kelak, kesulitan hidup di masa kecilnya itu rupanya menggembleng mental Liem Sioe Liong menjadi pribadi yang bersemangat dan kokoh. Semangat untuk mengubah hidup menjadi lebih baik. Sekitar tahun 1929 Sioe Hie memutuskan untuk merantau ke Indonesia, ia merasa tidak bersemangat dengan kehidupannya sebagai petani. Tujuannya meraantau adalah untuk mencari kehidupan yang lebih baik daripada di Cina. Konon, dimasa-masa itu, bahkan sebelunya juga, banyak orang Tiongkok yang memilih merantau mencari rezeki di negara orang.

Paman Liem Sioe Liong, Liem Kiem Tjai, juga merantau ke Indonesia dan sudah berhasil mendirikan perusahaan dagang kecil di Kudus, Jawa Tengah. Sioe Hie mengikuti jejak sang paman dan memutuskan merantau ke Indonesia. Kekacauan di Cina pada pertengahan abad ke-19 dengan adanya pemberontakan Taping, Boxer, dan makin lemahnya dinasti Qing menyebabkan makin banyaknya orang Cina yang lari.

Sepeninggal sang kakak, Liem kecil yang baru berusia 13 tahun terpaksa menggantikan peran sebagai tukang punggung keluarga. Hidup keluarga ini sangat kekurangan, bahkan saking miskinnya Liem harus putus sekolah. Ia bekerja sebagai petani sekaligus nyambi berjualan mi di sekitar wilayahnya. Semua beban hidup itu dilakoninya dengan giat tanpa sempat mengeluh. Waktu terus berjalan. Namun, kehidupan keluarga Liem tak juga berubah. Hingga kemudian terjadi peristiwa yang mengubah tekad Liem Sioe Liong untuk hengkang dari tanah kelahirannya. Peristiwa yang dimaksud adalah kemelut yang melanda Cina saat itu.tiongkok diguncang perseteruan antara kaum Komunis dan nasionalis yang dimotori Chiang Kai Sek. Kian kisruh negeri itu, setelah Jepang melancarkan serangan kilat dan berhasil menduduki Beijing.

Merantau
Kisruh keadaan Cina merupakan hal utama yang mendasari tekad bulat Liem Sioe Liong untuk merantau, menyusul jejak kakak dan pamannya di tanah Jawa, tanah jajahan Belanda yang terkenal kaya dan subur. Selain karena kisruh Cina, kabar tentang perantau Cina yang sukses di Jawa sedikit banyak juga berpengaruh pada ketetapan hati Liem Sioe liong untuk merantau.

Dengan keyakinan yang kuat untuk mengubah hidupnya, akhirnya Liem Sioe liong memutuskan untuk merantau menyusul kakaknya di Jawa. Sebagian sawah milik keluarganya ia jual untuk biaya. Pada tahun 1938, Liem yang berusia 22 tahun bertekad merantau, meninggalkan Ibu dan adiknya. Menurut beberapa sumber, saat ituLiem telah menikah dengan gadis pilihan ibunya, dengan begitu ia meninggalkan istri yang baru dinikahinya selama enam bulan.

Setelah sampai di Surabaya Liem ternyata mengalami kejadian yang menyedihkan. Saat aka menuruni kapal, beberapa petugas imigrasi Hindia Belanda memeriksa orang dari Cina yang baru datang. ,ereka bertanya keras-keras dan menanyakan siapa yang menjamin. Liem Sioe Liong kelimpungan, ia sama sekali tidak melihat kakaknya. Walhasil, ia pun tertahan di pelabuhan Surabaya. Empathari kemudian, kakaknya Liem Sioe Hie menerima telegram bahwa adiknya tertahan di pelabuhan Surabaya. Menerima kabar tersebut ia pun dengan cepat pergi ke pelabuhan Surabaya dan mencari adiknya. Setelah bertemu mereka berdua bepelukan dan menangis, kemudia mereka mencari warung di dekat pelabuhandan saling bertukar cerita, lalu Liem di ajak ke kudus.

CIKAL BAKAL GURITA BISNIS LIEM SIOE LIONG

Bisnis Awal dan Jatuh Bangunnya
Di Kudus, Liem KiemTjai, sang paman, mendirikan pabrik minyak kacang. Minyak kacang merupakan komoditas yang cukup penting pada saat itu. Selain untuk memasak, minyak kacang juga bisa dipakai sebagai bahan bakar pelita. Bahan bakar minyak tanah saat itu belum dikenal masyarakat. Di pabrik kecil pamannya inilah Liem dan kakaknya bekerja. Dua tahun kemudian, sang adik, Liem Sioe Kong, menyusul ke Kudus. Jadilah tiga lelaki bersaudara ini bahu-membahu dalam membantu usaha sang paman.

Selain membantu usaha sang paman, Liem juga mulai belajar berdagang di kudus. Maklum, selama ini dunia yang dipahami Liem memang sebatas dunia tani, ia belum mengerti banyak tentang tata cara berdagang. Dipelajarinya cara berdagang dengan mengikuti teman-temannya sesama perantau dari Cina yang menjual berbagai keperluan penduduk di sekitarnya. Barang-barang tersebut ia jual kredit, orang-orang Jawa menyebut profesi mengkreditkan barang ini dengan istilah tukang mindring.

Selain mengkreditkan barang keperluan penduduk, Liem dan saudaranya juga masuk di bidang pedagangan hasil bumi, seperti beras, kedelai, dan jagung. Bahkan sebagian diekspor. Di sini mulai terlihat berkembangnya usaha-usaha bisnis yang dijalani Liem bersaudara. Pernah juga mereka menjadi pengelola tahu dan kerupuk, usaha ini juga dapat berkembang dengan baik.

Pada tahun 1943, Jepang datang dan berhasil menduduki Indonesia. Kebijakan baru di bidang ekonomi pun terjadi, seluruh perdagangan barang-barang dinasionalisasikan dan dikuasai Jepang sepenuhnya. Usaha kredit dilarang begitu juga dengan pertanian dan perkebunan. Semua lahan diwajibkan untuk ditanami tanaman jarak yang merupakan bahan untuk membuat minyak pelumas berbagai mesin, termasuk mesin pesawat yang notabene sangat dibutuhkan Jepang. Walhasil, peraturan tersebut menyebabkan bisnis yang dibangun keluarga Liem morat-marit. Bahkan Liem sempat ditangkap dan diinterogasi selama seminggu karena dicurigai memiliki senjata api. Namun untungnya, keadaan tersebut tidak berlangsung lama. Pada tahun 1945 Jepang menyerah kepada sekutu setelah Hiroshima dan Nagasaki diluluh-lantakkan dengan bom atom. Kekalahan Jepang ini mengakhiri cengkraman kekuasannya di Indonesia.

Berkah Hasan Din
Banyak orang yang tidak tahu bahwa sumbangsih orang-orang Tionghoa dalam perjuangan kemerdekaan tidak sedikit. Gerakan nasional di Tiongkok pada awal abad ke-20 telah memberi dorongan besar pada gerakan kemerdekaan Indonesia. Ketika pada tahun 1946 Konsul jenderal Chiang Chia Tung di Malang mengatakan Tiongkok sebagai salah satu dari 5 negara besar (oen of the big five) yang berdiri dibelakang Republik Indonesia, orang-orang Tionghoa disambut sebagai kawan seperjuangan.

Pada masa revolusi ini, sikap etnis Tionghoa dibedakan menjadi dua, yaitu sikap netral dan sikap properjuangan kemerdekaan. Sebagian etnis Tionghoa tidak ingin berpihak dalam konflik Indonesia-belanda, karena mereka berpendapat bahwa mereka bukanlah Belanda dan Juga bukan Indonesia. Sikap “netral” ini muncul sebagai produk devide et impera kolonial Belanda dan politik resinifikasi (pencinaan kembali) penguasa Jepang. Meskipun posisi ini sering menuai kritik, namun di beberapa daerah, ironisnya, justru sikap “netral” inilah yang diminta oleh golongan pejuang Indonesia dari golongan Tionghoa. Tidak semua etnis Tionghoa bersikao netral, banyak diantara Tionghoa peranakan/turunan maupun totok yang bersimpati dan berjuang di pihak republik. Orang-orang Tionghoa ini berperan aktif memberikan sumbangsihnya, mulai dari bertempur, penediaan logistik dan persenjataan, maupun menjalankan dapur umum bagi prajurit TNI.

Di antara orang-orang Tionghoa totok yang bersimpati pada perjuangan kemerdekaan salah satunya adalah Liem Sioe liong. Pada masa revolusi, banyak tokoh-tokoh perjuangan yang dikejar-kejar oleh Belanda. Suatu hari, di Kudus, Liem Sioe Liong diminta untuk menyembunyikan seorang buronan belanda oleh Tionghoa Chong Siang Hwee (sebuah oraganisasi pedagang antar-Cina). Dipilahnya Liem karena ia terkenal pribadi yang keras dalam memegang kepercayaan dan janji, sekaligus pendiam. Meskipun kehidupan Liem pada saat itu sedang labil, usahanya bangkrut, Liem tetap melayani sang buronan yang dititipkan kepadanya dengan baik. Ia juga senantiasa menjaga tamunya itu dari ancaman intel Belanda.

Waktu terus berjalan, setelah sudah setahun Liem melakukan tugasnya dengan tulus, Liem baru mengetahui orang tersebut adalah Hasan Din, seorang tokoh Muhammadiyah, ayahanda Fatmawati dan mertua Presiden Soekarno. Jasa baik Liem ini ternyata menjadi pembuka jalan bisnisnya yang menggurita di kemudian hari. Lewat Hasan Din inilah Liem banyak dikenal pada pemimpin tentara Republik. Perkenalan ini membuat peluan bisnis terbuka lebar bagi Liem. Ia dipercaya oleh Tentar Republik untuk memasok berbagai kebutuhan mereka. Maka, mulailah liem menekuni bisnis barunya tersebut.

Kontribusi untuk Pejuang
Bukan pekerjaan mudah menjadi pemasok kebutuhan tentara di masa pemerintahan yang labil, dibutuhkan kesabaran dan keuletan tersendiri. Tapi liem Sioe liong ternyata memiliki kemampuan itu.

Dengan modal pinjaman dari teman-temannya, Liem mulai menjalankan bisnis barunya itu, sebagai pemasok barang kebutuhan para tentara pejuang kemerdekaan. Selain memasok kebutuhan-kebutuhan tentara seperti obat-obatan dan yang lainnya, Liem pada periode 1949-1950 dikabarkan juga memasok senjata untuk gerilyawan Republik. Liem memiliki banyak kenalan di Singapura dan Hongkong, salah satunya adalah Tan Kah Kee, saudagar kaya di Singapura yang bersimpati denga perjuangan Indonesia. Dengan jaringannya yang ada di Singapura itu Liem bekerja sama dengan Kee memasok kebutuhan gerilyawan Republik. Bantuan itu disamarkan dengan kedok obat-obatan kepada tentara secara sembunyi-sembunyi. Pihak Belanda sempat curiga, namun ia mengelak dan beruntuk tidak ditangkap oleh Belanda.

Sementara itu, ditengah aktivitas bisnisnya sebagai pemasok kebutuhan tentara Republik, Liem melihat ada peluan lain yang tertangkap otak bisnisnya, yaitu kebutuhan akan cengkih. Pada tahun 1949 Belanda akhirnya mengakui secara saj kedaulatan Indonesia. Liem Sioe Liong tidak menyia-nyiakan kesempatan pada momen inni, melihat pasokan cengkih yang kosong di pasaran Indoenesia, ia mengimpor cengkih tersebut dari Zanzibar dan Madagaskar melalui jaringan perdagangannya di Singapura. Dari impor cengkih ini Liem kembali mendapatkan keuntungan yang besar. Keuntungan tersebut makin berlipat ketika pemberontakan separaatis terjadi di daerah-daerah penghasil cengkih. Aktivitas Liem sebagai pemasok cengkih ini juga yang membawanya bertemu dengan Soeharto.

DARI CENGKIH HINGGA MI INSTAN

Fondasi Bisnis Liem Sioe liong
Bisnis sebagai pemasok kebutuhan tentara dan pemasok cengkih menjadi titik tolak imperium bisnis Liem Sioe liong. Dari dua bisnis ini Liem mampu melipatgandakan modalnya. Ia juga mendapatkan jaringan perdagangan yag luas danrelasi-relasi dari kalangan militer.

Pada tahun 1952, Liem meninggalkan Kudus utnuk pindah ke Jakarta. Di sana liem mulai melebarkan sayap usahanya. Mula-mula ia merambah bidang manufaktur, didirikanlah PT Muliatex dan PT Tarumatex yang bergerak di bidang tekstil. Namun, usahanya ini kurang begitu berhasil. Tak lama berselang, Liem kemudian bertrut-turut mendirikan beberapa perusahaan, di antaranya PT Indara Mas yang memproduksi suku cadang sepeda, PT Indara Kencana yang memproduksi paku, dan PT Telok Betok yang bergerak di bidang kerajinan tangan.selain itu ia juga mendirikan pabrik sabun sebagai bisnis lanjutan dalam memasok kebutuhan tentara.

Setelah masa Orde Baru roda bisnis Liem Sioe Liong terus menggelinding. Ia mengembangkan bisnis ekspor-impor yang merupakan keahliannya sejak lama. Dibangunnya CV Waringin dan PT Permanent. Lewat perusahaan ini Liem mengekspor kopi, lada, tengkawang, kopra, serta timah, lalu ia mengimpor beras dan gula untuk dipasarkan di Indonesia. Sebagai langkah lanjutan untuk menunjang bisnis ekspor-impornya Liem mendirikan tiga perusahaan dagang lepas pantai di Singapura dan Hongkong, Liem juga mendirikan Bank Windu Kencana dan sebuah bank lagi yang saat ini dikenal sebagai Bank Central Asia (BCA).

Ekspansi bisnis Liem Sioe Liong tak berhenti di sini. Sejak dekade 1979-an, Liem Sioe Liong dengan Grup Salimnya mendirikan berbagai perusahaan dan merambah ke berbagai bidang, diantaranya pabrik tepung terigu (Bogasari Floue Mills), makanan (Indofood), semen (Indocement), dan lain sebagainya.

Di Balik Nama Soedono Salim
Liem Sioe Liong merubah nama Cinanya dengan nama Indonesia: Soedono Salim, di tahun1976-an. Pemilihan nama tersebut tidak dilakukan sembarangan, melainkan melalui beberapa pertimbangan makna yang melekat. Konon, nama Soedono Salim merupakan hasil otak-atiknya Liem, yaitu terdiri dari empat suku kata, Soe artinya baik, Dono artinya dana/modal, Sa artinya tiga (san), dan Lim diambil dari kata Liem. Jika digabungkan kurang lebih artinya menjadi ‘satu dari tiga bersaudara yang punya banyak modal’.

Adapun penggantian nama tersebut merupakan aturan yang ditetapkan pemerintah waktu itu. Hal tersebut sangat berkaitan erat dengan peristiwa bersejarah G30S/PKI. Bersamaan dengan perubahan politik itu, rezim Orde baru melarang segala sesuatu yang berbau Cina. Segla kegiatan keagamaan, kepercayaan, dan adat istiadat Cina tidak boleh dilakukan lagi. Hal ini dituangkan ke dalam Instruksi Presiden (Inpres) No.14 Tahun 1967. Di samping itu, masyarakat keturunan Cina dicurigai masih memliki ikatan yang kuat dengan tanah leluhurnya dan rasa nasionalisme mereka terhadapnegara Indonesia diragukan. Akibatnya, keluarlah kebijakan yang sangat diskriminatif terhadap masyarakat keturunan Cina baik dalam bidang politik maupun sosial budaya.

The Gang of Four
Bisa dibilang, PT Waringin Kencana merupakan awal usaha patungan Liem yang besar. Dalam hal ii Liem bekerja sama dengan tiga nama lainnya yang kemudian lebih dikenal dengan sbutan The Gang of Four, yaitu Djuhur Sutanto, Ibrahim Risjad, dan Sudwikatmono.
Terbentuknya The Gang of Four sendiri pada awalnya adlah prakarsa dari mantan Presiden Soeharto. Suatu ketika Soeharto meminta Liem untuk mengajak kelompok bisnis Djuhar Soetanto bergabung dengannya. Waktu itu Djuhur memimpin kelompok bisnis Five Stars yang memasok kebutuhan TNI Angkatan laut, sama halnya dengan Liem yang banyak menjalankan usaha dengan TNI Angkatan Darat. Setelah itu dua tokoh lainnya ikut merapat.

Bogasari
Gandum adalah sesuatu yang memiliki arti penting dalam sukses bisnis Liem Sioe Liong. Kenapa? Karena gandumlah yang kemudian membawa Liem menjadi konglomerat dengan membuat Grup Salimnya membengkak, membesar, lalu menggurita.

Setelah Grup Salim terbentuk dam sejalan dengan program pemerintah yang mengupayakan perbaikan dalam hal pangan, sandang dan papan, pada tahun 1969 Liem mendirikan pabrik penggilingan tepung terigu, PT Bogasari Flour Mills. Bogasari kemudian diresmikan dua tahun setelahnya oleh mantan presiden Soeharto dengan mengemban tugas menyediakan bahan makanan pokok selain beras. Investasi awalnya mencapai Rp. 2,2 miliar. Dengan logo “Segitiga Biru” Bogasari terus berkembang menjadi industri raksasa.
Setelah sukses dengan Bogasari, pada awal tahun 1980-an Liem mulai berpikir untuk membuat produk turunan dari tepung terigu, tentunya untuk menghasilkan nilai tambah yang pada akhirnya meningkatkan keuntungan perusahaannya. Setelah mencoba membuat berbagai jenis produk, akhirnya pada tahun 1982, Liem menciptakan produk mi instan dengan merek Indomie. Tidak ada keterangan soal apakah ketika itu produk Indomie diletakkan di bawah Bogasari atau tidak, tapi yang jelas, nama Indofood ketika itu belum ada. Selain Indomie, Grup salim juga memproduksi berbagai jenis makanan lainnya.

Kemudian pada tahun1990, Grup Salim mendirikan perusahaan makanan dengan nama PT Panganjaya Intikususma, yang di tahun 1994 berubah nama menjadi PT Indofood Sukses Makmur. Seluruh usaha makanan milik Grup Salim termasuk Indomie kemudian diletakan di bawah perusahaan baru ii, termasuk juga Bogasari yang diakusisi pada tahun 1996.
Dalam perjalanannya, Indomie tidak hanya merajai pasar Indonesia, di Afrika Barat, terutama Nigeria, Indomie adalah makanan yang paling disukai masyarakat. Di negeri ini Indomie diproduksi oleh De-United Foods Industries Ltd, anak perusahaan Dufil Grup hasil joint venture dengan Grup Salim.

Sang Raja Semen
Setelah sukses dengan PT Bogasarinya, Liem Sioe Liong kemudian mendirikan perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang semen. Terhitung ada 6 perusahaan semen yang didirikan Grup Salim, di antaranya PT Distinct Indonesia Cement Enterprise, PT Perkasa indonesia Cement Enterprise (1973), PT Perkasa Indah Indonesia Cement Putih Enterprise (1978), PT Perkasa Agung Utama (1981), PT Perkasa Inti Abadi (1984), dan PT Perkasa Abadi Mulia Indonesia Cement Enterprise (1985). Setelah itu, pada tahun 1985, enam perusahaan semen ini kemudian digabungkan menjadi satu perseroan yang bernama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (selanjutnya disbut PT Indocement) dan menjadikannya sebagai produsen semen produsen semen terbesar di Asia Tenggara.

Saham Indocement tercatat di Bursa Efek Indonesia. Pada akhir tahun 2009 perseroan mempertahankan kapitalisasi pasar sebesar Rp 50,433 miliar. Perusahaan ini mempekerjakan 5858 personel dan memiliki beberapa anak perusahaan (subsidiaries) yang bergerak di berbagai bidang dan segmentasi.

Sawit Sampai ke Mobil
Selain Bogasari dan Indocement, Grup Salim juga mendirikan perusahaan-perusahaan lain yang bergerak di berbagai bidang yang berbeda, dari hulu ke hilir. Di bidang gula misalnya, Liem Sioe Liong membuat Sugar Group (SG), perkebunan gula terpaddu miliknya yang menjadi salah satu produsen terbesar di Indonesia. Liem juga terjun di bidang perkebunan, ia bahkan memiliki lahan 549 ribu hektare lebih di Riau, Sumatra. Lahan tersebut membentang dari Kabupaten Kampar hingga Bengkalis dan kemudian dikonversikan menjadu perkebunan kelapa sawit. Dengan lahan seluas itu Liem kemudian mengembangkan industri minyak sawit Grup Salim, di antaranya PT Intiboga Sejahtera (IS) di Surabaya yang menelurkan Bimoli.

Selain di bidang perkebunan, pda tahun 1994 Liem juga membuat proyek kawasan industri di Batam. Kawasan Industri Batamindo namanya, berlokasi di Mukakuning, Batam. Kawasan Industri adalah patungan antara Liem Sioe Liong dengan Grup Bimantara dalam wadah kerjasama yang diberi nama PT Herwindo Rintis. Liem Sioe Liong seperti tidak pernah berhenti berbisnis. Berhasil atau tidaknya di suatu bidang biasanya akan diteruskan bergerak dibidang lain, begitu seterusnya. Pada tahun ’70-an Liem Sioe Liong sudah terjun ke dunia otomotif dengan Indomobilnya. Walaupun belum lama memasuki dunia mobil, kehadiran kelompik Liem waktu itu berhasil menggeser kelompok-kelompok lain yang bergerak di bidang yang sama. Indomobilnya menjadi salah satu dari tiga kelompok yang menguasai pasaran mobil di Indonesia, dua lainnya adalah Astra dan Krama Yudha.

LIEM DAN SOEHARTO

Konglomerasi
Fenomena konglomerasi di era Orde Baru memang menarik untuk diamati. Di interval 1960-an hingga 1998, banyak sekali grup bisnis dengan skala besar yang lahir. Seperti tipikal konglomerat lainnya, mereka mengumpulkan berbagai perusahaan yang bergerak di banyak bidang. Grup-grup bisnis tersebut tidak berkembang hanya karena keahlian pengusaha dalam menjalankan usahanya. Kedekatan mereka dengan penguasa, Soeharto, berimplikasi pada perlakuan eksklusif yang mereka peroleh sehingga dapat membangun imperium bisnis raksasa.

Kedeketan Liem dan Soeharto
Liem Sioe Liong telah sejak lama mengenal Soeharto, ketika ia masihg berproefesi sebagai pemasok kebutuhan tentara di masa revolusi. Dari perkenalan tersebut tampaknya hubungan Liem dan Soeharto semakin dekat. Keduanya menjalin hubungan bisnis bersama. Itu terlihat ketika di tahun 1956-1959, menurut beberapa sumber, Liem pernah bekerja sama dengan Soeharto dan Bob Hasan dalam penyelundupan gula dan segala soal yangberkaitan dengan barter ilegal. Karena itu Soeharto mendapat hukuman dari A. Yani dan Nasution. Perbuatannya tersebut dianggap sebagai korupsi.

SENJA KALA IMPERIUM BISNIS GRUP SALIM DI INDONESIA

Badai Krisis Moneter dan Perbankan Indonesia
Pada tahun 1997, krisis moneter melanda Indonesia yang kemudian diikuti dengan krisis ekonomi pada tahun-tahun berikutnya. Badai krisis ini telah meluluh llantahkan berbagai bisnis yang ada. Banyak dari pengusaha-pengusaha besar yang namanya populer dan kalangan kong-lomerat ambruk satu demi satu. Pengusaha-pengusaha yang ambruk tersebut tidak hanyya berasal dari kalangan pribumi saja, melainkan juga banyak dari kelompok nonpribumi, termasuk Cina.

Menurut analisi Bank Dunia saat itu, terjadinya krisis di Indonesia disebabkan oleh empat penyebab utama, kemudian empat penyebab itu bersama-sama membuat krisis menuju ke arah kebangkrutan. Penyebab pertama adalahakumulasi utang swasta luar negeri yang cepat daritahun 1992 hingga juli 1997, sehingga hampir 95% dari total kenaikan utang luarnegri berasal dari sektor swasta ini, dan jatuh tempo rata-ratanya hanyaalah 18 bulan.
Penyebab kedua adalah kelemahan pada sistem perbankan. Berbagai kelemahan struktural dalam sistem perbankan dan sektor riilnya jugamemberikan kontribusi atas krisis yang terjadi.

Penyebab ketiga adalah masalah governence, termasuk kemampuan pemerintah menangani dan mengatasi krisis, yang kemudia menjelma menjadi krisiskepercayaan dan keengganan donor untuk menawarkan bantuan finansial dengan cepat. Penyebab keempat adalah ketidak pastian politik menghadapi pemilu dan pertanyaan mengenai kesehatan Presiden Soeharto pada waktu itu.

Krisi yang terjadi di Indonesia ini, menurut berbagai pihak, merupakan akumulasi persoalan di masa lalu yang memuncak seiring dengan terjadinya krisis regional di hampir semua belahan Asia. Dampak dari krisis yang terjadi sangat luar biasa. Kondisi perekonomian yang hancur merambah ke berbagai sektor. Likuidasi beberapa bank, penutupan beberapa peruahaan, PHK besar-besaran, dan harga-harga sembako yang semakin melonjak.

Insiden 1998
Tak hanya bisnisnya yyang jatuh, Liem pun harus menghadapi keberingasan massa pada insiden 1998, kala Indonesia didera krisis yang begitu hebat. Rumahnya di Jalan Gunung Sahari VI, Jakarta, dan yang ada di medan dijarah Massa. Seperti diceritakan banyak media waktu itu, massa merangsek ke dalam rumahnya dan menyeret sebuah foto besar Liem Sioe liong. Penuh emosi massa mencorer lukisan tersebut dengan kata, ‘Antek Soeharto.’ Tak hanya itu, barang-barang yang ada di dalam pun di keluarkan dan dibakar di depan rumah itu.

Peristiwa kerusuhan Mei 1998 itu ternyata menyisakan trauma bagi Liem Sioe Liong, membuatnya tak pernah kembali ke Indonesia. Bahkan, hingga akhir hayatnya, rumah di Gunung Sahari itu dibiarkan penuh jelaga dan tak diperbaiki. Sejak kepergiannya ke Singapura, Liem menyerahkan semua urusan yang masih terkait dengannya kepada Anthony Salim, putranya. Termasuk urusan itu adalah pengurusan utang-utang Grup Salim dan bisnisnya yang masih tersisa di Indonesia.

Liem dan Chairul Tanjung
Ketika Liem menggelar pesta ultah perkawinan dan ulang tahunya beberapa tahun lalu, diantara tamu yang datang dan disambut hangat oleh Liem adalah Chairul Tanjung, seorang konglomerat Indonesia yang mencuat justru disaat krsis mendera. Mereka bersahabat baik karena Chairul Tanjung pernah menolong Liem di masa-masa sulit 1998, ketika yang lain justru meninggalkannya. Chairul Tanjung membantu menyediakan dana talangan saat BCA di-rush nasabah.

Mengenai kiat sukses yang dilakoni, Chairul Tanjung mengungkapkan bahwa dalam berbisnis jangan terlalu banyak berpikir., berhitung, atau banyak rencana. Hal tersebut malah menjadikan bisnis yang hendak dijalani urung dilakukan. Untuk menjadi seorang pengusaha harus memiliki keyakinan. Kegagalan bukanlah apa-apa, bukan dosa, juga bukan sesuatu yang memalukan. Yang penting tidak selalu gagal ditempat yang sama.

KEBANGKITAN BISNIS GRUP SALIM

Kembali ke Titik Awal
Krisis 1998 memang telahg merontokan beberapa perusahaan kebanggan Grup Salim. Tapi pada kenyataanya, grup ini tidak hancur begitu saja. Kini, setelah belasan tahun pascareformasi, Grup Salim kembali meraih kejayaan bisnisnya. Mereka kembali bangkit dan merajai pasar. Pada tahun 2004, di tengah kontroversi yang ada saat itu, Grup Salim akhirnya mengantongi surat keterangan lunas dari pemerintahan Megawati Soekarnoputri atas utang-utangnya.

Dengan kesigapan dan kemampuan grup ini, tak salah bila beberap pihak mereamalkan Grup Salim akan bangkit kembali sebagai konglomerat nomor satu Tanah Air, kendati pemulihannya akan memakan waktu dantak bisa segera. Ibarat pohon, akar kerjasama bisnis Salim tampaknya sudah tertanam cukup kuat. Jangan heran bila dari bekas dahanya yang patah, cepat bersemi tunas-tunas baru.

Tangan Dingin Sang Putra Mahkota
Setelah meninggalkan Indonesai, Liem Sioe Liong lebih banyak menikmati hari-harinya di Singapura. Liem memang telah memutuskan pensiun di tahun 1998, Grup Salim pun dinahkodai oleh anaknya, Anthony Salim sang putra mahkota. Anthony Salim memang begitu istimewa di mata Liem Sioe Liong dibandingkan anak-anaknya yang lain. Menjelang kelahirannya, konon Liem Sioe Liong terkena musibah kecelakaan lalu lintas yang cukuo serius. Mobil yang ditumpanginya masuk jurang. Beberapa orang yang bersama Liem di dalam mobil tewas, hanya Liem sendiri yang selamat, hanya mengalami cedera kecil saja. Sebagai rasa syukur, Liem kemudian mengaitkan keberuntungannya tersebut saat menamai anak ketiganya yang baru lahir, Liem Fung Seng. Kata Fung bermakna keberuntungan. Kelak, dunia bisnis lebih mengenal putra Liem tersebut dengan nama Anthony Salim.

Sumber :

Ganjar Tri Haryono, Belajar Bisnis dari Liem Sioe Liong (Kisah Petani Miskin yang Menjadi Orang Terkaya No. 1 di Indonesia), Kobis(Komunitas Bisnis), Jakarta, 2014.