Kerja Tanpa Kantor Siapa Takut


Oleh : Onno Purbo, Praktisi Teknologi informasi

Mungkin tidak pernah terbayangkan oleh sebagian besar orang tua kita bahwa pada hari ini & kemungkinan besar dimasa mendatang bahwa bekerja tidak identik dengan berkantor. Pada tempo doeloe, bekerja di kantoran mungkin sangat bergengsi & menjadi kelas elit tersendiri pada generasi eyang, tante, oom & para orang tua kita. Kalau kita bekerja sendiri, di rumah – wah bisa repot urusan dengan mertua & orang tua.
Di cap orang tak berguna lah, tidak terpakai dll … Sialnya, pada hari ini, para orang tua tampaknya harus gigit jari & menerima kenyataan bahwa justru semakin banyak & semakin bergengsi pekerjaan-pekerjaan yang tidak mempunyai pekerjaan eh kantor. Mengapa? Karena pada akhirnya yang di tuntut dari seorang profesional bukan absensi kantor-nya melainkan target / hasil / pencapaian objektif. Kecuali di lembaga pemerintahan, absensi tampaknya masih menjadi paradigma berkarya – yah selamat bertugaslah untuk rekan PNS.

Mungkin karena saya berada di dunia Internet, dalam banyak kesempatan saya ketemu banyak profesional dengan mobilitas tinggi, kalaupun mempunyai kantor sering kali meninggalkan kantor-nya – bahkan sangat lumrah jika pekerjaannya dikerjakan di rumah atau sambil ngobrol & minum kopi di café bersama mitra-mitra-nya. Leisure, hobby, kebebasan dan mengerjakan apa yang mereka sukai sangat dominan di diri para profesional tersebut. Bukan hal yang aneh jika kita melihat teman-teman profesional ini seakan tidak terikat pada satu kantor yang tetap. Pekerjaan kontrakan & servis yang mengandalkan profesionalitas & keahlian yang sangat spesifik menjadi sangat dominan diantara para profesional. Tampaknya, keahlian & kesukaan yang spesifik menjadi andalan para profesional yang umumnya masih muda antara usia 27-40-an tahun.

Penghasilan jangan di tanya … minimal Rp. 5-10 juta merupakan gross monthly income paling buruk diantara profesional ini. Jelas jauh lebih baik daripada fresh graduate yang umumnya Rp. 750.000 / bulan itu. Memang masih sedikit para profesional yang bekerja betul-betul bebas & sangat mobile seperti ini, tapi kecenderungan ke arah itu sangat menonjol terutama di rekan-rekan muda usia sekitar 30-an. Menjadi terbaik adalah dambaan dalam suasana kompetisi yang sehat. Pengakuan dilakukan secara langsung oleh komunitas, bahkan bukan hal yang luar biasa jika terekspose oleh media massa – karena mereka memang terbaik tanpa mekanisme KKN murni kompetisi & fight.

Laptop, palmtop, personal digital assistance (PDA), handphone menjadi peralatan yang sangat lumrah bagi para profesional tersebut. Yah minimal akses ke WARNET yang didukung dengan handphone menjadi ciri khas para rekan muda tersebut. Komunikasi yang intens menjadi ciri khas dari para profesional ini, e-mail traffic di berbagai mailing list yang diselingi oleh banyak berita SMS berseliweran di layar telepon genggam menjadi bagian integral kehidupan mereka. Bahkan sebagian besar berkas pekerjaan-pun banyak di kirim dalam bentuk attachment di e-mail. Memang kadang sebagian merupakan canda tawa diantara mereka, tapi itulah bagian dari ke akraban kehidupan di dunia tanpa batas yang banyak di nikmati terutama oleh profesional muda maupun mahasiswa / siswa.

Pada tingkat yang lebih serius, jangan kaget jika di kereta api, ruang tunggu airport, pesawat terbang melihat para profesional asik men-tik keyboard Nokia 9230 atau bekerja secara online pada PDA / Palmtop Jornada-nya yang terkait dengan PCMCIA modem dengan built-in pesawat handphone.

Unified messaging antara SMS, e-mail, FAX menjadi teknologi pemicu, teknologi unified messaging sudah sangat terasa saat ini – integrasi antara berita SMS ke e-mail ke FAX dapat menjadi saling terkait & sangat membantu para eksekutif & profesional mobile untuk bermanouver di dunia informasi.

Yah itulah kantor mereka, itulah gaya bekerja mereka, gaya hidup sebagian profesional muda yang sangat mobile pada hari ini. Bukan mustahil jumlah mereka akan semakin banyak di masa mendatang. Investasi peralatan US$400-1000 menjadi ter-justified dengan gross income minimal mereka yang antara US$500-1000 / bulan.

Kapankah anda mampu melakukan hal tersebut? Jelas bukan pada saat anda memiliki laptop, palmtop atau HP – hal tersebut akan terjadi dengan sendiri-nya pada saat anda memiliki skill keahlian yang sangat spesifik & diakui ke-profesionalisme-annya oleh komunitas. Umumnya bekas mahasiswa saya mampu mencapai tahapan tersebut dalam waktu 2-4 tahun, jika dipupuk dengan benar & baik di masa sekolah di perguruan tinggi & SMU.

Aktualisasi, ciri-ciri dan Keunggulan seorang pemimpin


Kelebihan dan Keunggulan Seorang Pemimpin Berbagai literatur dalam dan luar negeri, yang kuno maupun yang mutakhir, yang tradisional maupun modern, yang sederhana maupun yang canggih, mengajarkan kepada kita bahwa seorang pemimpin harus selalu memiliki kelebihan dan keunggulan dari pada rakyatnya.

Berikut ini petikan pendapat para pakar negara kepemimpinan :

1. ” Pemimpin adalah pengaruh “. John Maxwell deskripsi satu kata, singkat dan sederhana, yang menempatkan kepemimpinan dalam jangkauan setiap orang. Kepemimpinan bukan jabatan, posisi, atau bagan alir ( Flowchart ). Kepemimpinan adalah suatu kehidupan yang mempengaruhi kehidupan lain. 2. ” Karakter adalah kekuasaan “. Booker T. Washington, yang harus dipelajari dalam pelajaran pertama adalah kepemimpinan berwawasan luas dibangun dari karakter yang hakiki. Infrastruktur karakter yang baik sangat penting untuk mendukung tingkah laku ( behavior ) yang baik. Kepercayaan dan keterlibatan pengikut akan parallel dengan level karakter kita ( pemimpin ).

3. ” Karakter adalah hasil pembiasaan dari sebuah gagasan dan perbuatan, Stephen R. Covey: “. Taburlah gagasan, tuailah perbuatan. Taburlah perbuatan, tuailah kebiasaan. Taburlah kebiasaan, tuailah KARAKTER. Taburlah karakter, tuailah nasib “. The Seven Habits of Highly Effective People.

4. ” NASIB merupakan sisa dari rancangan”, Branch Rickey selanjutnya menyatakan : “Orang banyak membicarakan nasib bagus dan nasib jelek, jarang sekali keberhasilan ditentukan oleh PELUANG. Orang bilang; ” Nasib baik terjadi ketika peluang sesuai dengan persiapan “.

5. ” Gunakan kekuasaan untuk membantu orang. Kita diberi kekuasaan tidak untuk meraih tujuan pribadi, atau membuat pertunjukan terbesar di dunia, dan bukan untuk mendapatkan nama. Hanya ada satu kegunaan kekuasaan yakni membantu orang.” George Bush.

Ciri-ciri Pemimpin Berkarakter.

Aktualisasi karakter kepemimpinan yang diharapkan bangsa dan negara adalah yang mampu mengantarkan anak bangsa dari ketergantungan (dependency) menuju kemerdekaan ( independency ), selanjutnya menuju kontinum maturasi diri yang komplit ke saling tergantungan (interdependency), memerlukan pembiasaan melalui contoh keteladanan perilaku para elite politik yang bergerak di eksekutif, yudikatif dan legislatif dalam taman sari demokrasi yang kondusif.

Habitat yang dapat dijadikan persemaian karakter pemimpin itu antara lain harus dapat menumbuh suburkan dan mengembangkan perilaku dan sifat-sifat seperti :

1. Kesadaran diri sendiri (self awareness) jujur terhadap diri sendiri dan terhadap oranglain, jujur terhadap kekuatan diri, kelemahan dan usaha yang tulus untuk memperbaikinya.

2. Dasarnya seseorang pemimpin cenderung memperlakukan orang lain dalam organisasi atas dasar persamaan derajad, tanpa harus menjilat keatas menyikut kesamping dan menindas ke bawah. Diingatkan oleh Deepak Sethi agar pemimpin berempati terhadap bawahannya secara tulus.

3. Memiliki rasa ingin tahu dan dapat didekati sehingga orang lain merasa aman dalam menyampaikan umpan balik dan gagasan-gagasan baru secara jujur, lugas dan penuh rasa hormat kepada pemimpinnya.

4. Bersikap transparan dan mampu menghormati pesaing ( lawan politik ) atau musuh, dan belajar dari mereka dalam situasi kepemimpinan ataupun kondisi bisnis pada umumnya.

5. Memiliki kecerdasan, cermat dan tangguh sehingga mampu bekerja secara professional keilmuan dalam jabatannya. Hasil pekerjaanya berguna bagi dirinya, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

6. Memiliki rasa kehormatan diri ( a sense of personal honour and personal dignity ) dan berdisiplin pribadi, sehingga mampu dan mempunyai rasa tanggungjawab pribadi atas perilaku pribadinya. Tidak seperti saat ini para pemimpin saling lempar ucapan pedas terhadap rekan sejawatnya yang berbeda aliran politiknya.

7. Memiliki kemampuan berkomunikasi, semangat ” team work “, kreatif, percaya diri, inovatif dan mobilitas.

Aktualisasi pemimpin yang unggul
1. Seraya menjalankan peranannya sebagai negarawan yang dipercaya oleh Rakyat melalui pemilu era reformasi yang semua pihak mengakui sebagai pemilu yang paling demokratis selama Indonesia merdeka, maka para negarawan harus dapat mengimplementasikan “Karakter kepemimpinan KONSTITUSIONAL”. Yakni suatu karakter kepemimpinan yang berdisiplin, demokratis, memiliki sifat hangat dalam bergaul tanpa meninggalkan etika berkomunikasi antarpersona. Suatu karakter kepemimpinan yang memiliki daya dorong bangkitnya INSPIRASI membentuk kerangka kerja pemerintahan yang memahami bahwa undang-undang harus jelas dan cukup spesifik untuk membantu terciptanya bentuk masyarakat yang ideal.

2. Dengan penuh keterbukaan pemimpin berprestasi menyalin komunikasi dua arah antar sesama pemimpin maupun dengan pengikutnya. Saat inilah pendidikan politik dapat diberikan kepada para pengikut. Seni dasar demokrasi dipersemaikan sejak dini oleh para pemimpin kepada para pengikutnya.

3. Pemimpin berkarakter tegas dalam menjalankan kewajiban kepemimpinannya., melakukan persuasi dalam membangun konsensus dengan seni mempengaruhi ( persuasif ). Mereka harus mampu memimpin orang untuk bekerja dengan cara yang tepat dan melakukan hal yang tepat.

4. Efek riak kepemimpinan merembet dan menular ke strata kepemimpinan yang dibawahnya, maka tidak heran bila para elite telah berhenti bertikai kata dan bersilaturahmi, ternyata dibawah dan daerah yang jauh dari rentang kendali organisasi pertikaian baru dimulai. Ini harus dicegah melalui pendidikan politik dengan keteladanan pemimpin yang bijak, mengendalikan lidah dan mulutnya.

5. Pemimpin berkarakter memiliki gaya emosi yang istimewa, senang bergaul, secara emosi lebih ekspresif dan dramatis, lebih hangat dan lebih sosial, bebas dari prasangka buruk terhadap lawan politik, lebih kooperatif, lebih menyenangkan, lebih apresiatif dan dapat dipercaya, bahkan lebih lembutdaripada pemimpin biasa.

6. Pemimpin yang berkarakter menonjol positif memiliki kemampuan visioner yang komprehensif terhadap pola-pola yang mencolok ditengah-tengah informasi yang Chaos (kacau dan membingungkan ), chaos yang tercipta secara otomatis akibat perbuatan buruk pemimpin dapat menimbulkan chaos baru yang lebih vandal dan vulgar.

7. Pemimpin berkarakter mampu memadukan realitas emosi dengan apa yang mereka lihat, sehingga dapat menghasilkan pengaruh yang mendalam bagi pengikutnya dan menjadikan visi yang mampu membangkitkan inspirasi (Bill Newman ; The Ten Laws of Leadership).

8. Pemimpin berkarakter terbaik memiliki ; ” Kecakapan yang dapat membangkitkan daya cipta orang lain, dan mengilhami mereka untuk bergerak kearah yang dikehendaki “, seperti dikatakan oleh Robert E. Kaplan dari Center for Creative Leadership.

9. Pemimpin berkarakter terbaik mampu mengalirkan Energi. Seperti Ronald Reagan yang dikenal sebagai, ” Komunikator Ulung ” selama masa kepresidenannya, ia adalah aktor professional. Daya emosi dalam karismanya menonjolkan kemampuan mempengaruhi pendengarnya dalam debat terbuka melawan Walter Mondale.

10. Sisi negatif pemimpin berkarakter kharismatik adalah mudahnya tersebar emosi kepada kelompok pengikut fanatiknya. Disini berlaku pepatah ” Ikan membusuk dari kepalanya dulu “.

Perangai kasar, angkuh dan sembarangan akan mampu menjatuhkan moral kelompoknya. Birgitta Wistrand menyebutnya sebagai ; ” Ketidak mampuan menahan emosi “, ( emotional incontinence ), untuk menularnya emosi merusak yang datangnya dari atas kebawah.

Sumber : Drs. Abdul Rahman Kadir, MM, http://artikel.total.or.id

Test Statistk non-parametrik


Statistik non parametris digunakan untuk menguji hipotesis bila datanya berbentuk nominal dan ordinal dan tidak berlandaskan asumsi bahwa distribusi data harus normal. Sehingga kita kenal beberapa tes yang digunakan dalam penelitian hipotesis antara lain :

Test binomial

Tes binomial digunakan untuk menguji hipotesis bila dalam populasi terdiri atas dua kelompok kelas, datanya berbentuk nominal dan jum,lha sampelnya kecilnya (kurang dari 25).

Chi kuadrat
Chi kuadrat satu sampel, adalah teknik statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif bila dalam populasi terdiri atas dua atau lebi kelas, data berbentuk nominal dan smapelnya besar. yang dimaksud hipotesis deskriptif diatas adlah merupakan estimasi gugaan terhadap ada tidaknya perbedaan frekuensi anatra kategori satu dan kategori lainnya dalam sebuah sampel tentang suatu hal.

Run test
Test ini digunakan untuk menguji hipotesis deskriptif satu sampel, bial datanya berbentuk ordina. pengujian dilakukan dengan dengancara mengukur kerandoman populasi yang didasarkan atas data hasil pengamatan melalui data sampel.

McNemar Test
Teknik statistik digunakan untk mengji hipotesa komparatif dua sampel yang berkorelasi bila datanya berbentuk nominal/diskrit. dancangan peneitianya biasanya bebentuk before after. jadi hipotesa penelitian merupakan perbandaingan antara nilai sebelum dan sesudah ada perlakuan.

Sign Test
test ini digunakan untuk menguji hipotesa komparatif dua sampel yang berkorelasi, bila datanya berbentuk ordinal. teknik ini dianamakan uji tanda  karena data yang akan dianalisis dinyatakan dalam bentuk tanda-tanda yaitu tanda positif dan negatif.

Wilcoxon Match Pairs Test
Teknik  ini merupakan penyempurnaan dari uji tanda (sign test). kalau dalam uji tnada besarnya selisih nilai angka antara positif dan negatif tidak diperhitungkan sedangkan dlaam uji wilcoxon ini diperhitungkan, teknik digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel yang berkorelasi bila datanya berbentuk ordinal.

Chi kuadrat dua sampel
Chi kuadrat dua sampel digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua smapel bila datanya berbentuk nominal dan sampelnya besar. cara perhitungan dapat menggunakan rumus yang telah ada atau dapat menggunakan tabel kontingensi 2×2.

Fisher Exact Probability Test
Test ini digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel kecil independen bila datanya berbentuk nominal untuk sampel yang besar duigunakan chi kuadrat.

Test median
Tes median digunakan untuk menguji signifikansi hipoteis komparatif dua smapel independen bila datanya bernbentuk nominal atau ordinal. pengjuijan didasarkaan atas median dari smapel yang diambil secara random. dengan demikian Ho yang akan diuji berbunyi : tidak terdapat perbedaan dua kelompok populasi berdasarkan mediannya.

Mann-Whitney U-Test
U-test ini digunakan untuk menguji signifikansi hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk ordinal test ini merupakan test yang terbaik untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel indenden bila datanya berbentuk ordinal.

Test Kolmogorov-Smirnov dua sampel
Test ini digunakan untuk menguji hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya bernetuk ordinal yang telah tersusun pada tabel distribusi frekuensi kumulatif dengan menggunakan kela-kelas interval.

Test Run Wald-Wolfowitz
Tes ini dibgunakan untuk meguji signifikasin hipotesis komparatif dua sampel independen bila datanya berbentuk ordinal dan disusun dalam bentuk run. oleh karena itu sebelum dtaa dua sampel (n1 + n2) dianalisis maka perlu disusun terlebih dahulu kedlaam bentuk ranking.

Test Cochran
Tes ini digunakan untuk hipotesis komparatif k sampel berpasangan bila datanya benrbnuk nominal dan frekuensi dikotomi.

Test Friedman
Friedman two way anova (analisi varian dua jalan Friedman) digunakan untuk menguji hipotesis komparatif k sampel yang berpasanga (related) bila datany aberebntuk ordinal (ranking), bila datany terkumpul berbntuk interval atau ratio maka data tersebut diubah kedalam ordinal.

Chi-kuadrat k Sampel
Test ini digunakan untuk menguji hipotesis komparatif lebih dari dua sample, bila datanya benrbntuk diskrit atau nominal.

Median Extention
test median extension digunakan untuk menguji hipotesis komparatif median k sampel independen bila datanya berbentuk ordinal dan dalam tes ini ukuran sampel tidak harus sama.

Analisis Varian satu jalan Kruskal-Walls
teknik ini digunakan untuk menguji hipotesis k sampel inedependen bila datanya berbentuk ordinal. bila dalam pengukuran ditemukan data berbentuk interval atau ratio maka perlu dirubah dulu kedlam ordinal (data berbentukr anking/peringkat).

Koefiisen Kontingensi
koefisien ini digunakan untuk menghitung hubungan antar variabel bila datanya berbentuk nominal. teknik mempunyai kaitan eratdengan chi kuadrat yang digunakan untuk menguji hipotesis komparatif k sampel independen, oleh karena itu rumus yang digunakan mengandung nilai cjhi kuadrat.

Korelasi Spearman Rank
Korelasi spearman rank digunakan mencari hubungan atau uji signifikansi hipotesisi asosiatif bila amsing-masing variabel yang dihubungkan berbentuk ordinal dan sumber data aantar variabel tidak harus sama.

Korelasi Kendal Tau
Sepertinya dalam korelasi spearman rank, korlasi kendal tau digunakan untuk mencari hubungan dan menguji hipotesis antara dua variabel atau lebih bila datanya berbentuk ordinal atau ranking.

Manajemen Diri (Self Management)


Manajemen diri (self management) merupakan istilah yang sangat populer saat ini. Banyak seminar, training, maupun tulisan yang mengupas subyek ini karena memang diperlukan bagi mereka yang berada di lingkungan profesional maupun dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Pada dasarnya manajemen diri merupakan pengendalian diri terhadap pikiran, ucapan, dan perbuatan yang dilakukan, sehingga mendorong pada penghindaran diri terhadap hal-hal yang tidak baik dan peningkatan perbuatan yang baik dan benar.

Manajemen diri juga menuju pada konsistensi dan keselarasan pikiran, ucapan dan perbuatan sehingga apa yang dipikirkan sama dan sejalan dengan apa yang diucapkan dan diperbuat. Integritas seperti inilah yang diharapkan akan timbul dalam diri para praktisi manajemen diri.

Sebelum bisa memiliki pikiran-ucapan-perbuatan baik, terlebih dahulu seseorang harus memiliki pemahaman dan pengertian yang benar.

Jadi urutan yang benar adalah :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==>perbuatan benar.

Akan tetapi walaupun punya pemahaman terhadap kebaikan dan ketidakbaikan, belum tentu pikiran seseorang mampu diarahkan terus-menerus terhadap kebaikan. Dan walaupun seandainya pikiran seseorang sudah didominasi oleh kebaikan, belum menjamin bahwa ucapannya selalu sejalan dengan pikiran baik ini. Demikian pula tidak ada garansi bahwa perbuatannya secara fisik merefleksikan sepenuhnya pikiran yang baik ini.

Sebagai contoh, apapun latar belakang, umur, jenis kelamin, pendidikan, suku dan lain sebagainya, umumnya kita setuju bahwa olah raga dengan frekuensi dan dosis yang tepat, dapat menjaga kebugaran, daya tahan dan kesehatan seseorang. Pemahaman ini menuntun pada pikiran yang baik bahwa olah raga penting bagi kesehatan.

Pemahaman dan pikiran tentang kebaikan olah raga ini lebih mudah sejalan dengan ucapan. Sewaktu menasihati orang lain, dengan mudah kita menjelaskan pentingnya berolah raga secara teratur. Akan tetapi sewaktu harus praktek langsung, banyak di antara kita akan memunculkan berbagai alasan untuk mendukung dan memberikan pembenaran mengapa diri kita sendiri jarang atau bahkan tidak sama sekali berolah raga. Mulai dari alasan sibuk bekerja, waktunya belum tepat, tidak ada sarana, dan lain-lain.

Ini menjelaskan mengapa banyak orang yang tidak atau belum sukses padahal begitu banyak kiat, taktik, strategi, dan metode sukses diajarkan melalui buku, kaset, seminar dan lain-lain. Banyak di antara kita hafal di ‘luar kepala’ dan mampu dengan cepat menyebutkan persyaratan untuk bisa sukses, mulai dari berdisiplin tinggi, tepat waktu, punya integritas, jujur, fokus pada apa yang sedang dikerjakan, kerja sama team, bertanggung jawab, bekerja keras, tidak mudah putus asa, dan lain sebagainya.

Begitulah, banyak dari kita hanya bermain pada tataran pemahaman dan pikiran, atau paling jauh sampai level ucapan saja. Begitu harus diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari secara disiplin, kita memberikan banyak maaf kepada diri sendiri untuk menunda atau tidak melakukan berbagai kiat, taktik, strategi dan metode sukses tersebut.

Akhirnya sukses terlihat hanya menjadi hak orang lain dan bukan hak kita. Padahal kita sendirilah yang menentukan sukses tidaknya diri kita masing-masing karena setiap orang punya hak untuk sukses, seperti yang dikatakan oleh Bapak Andrie Wongso bahwa ” Success is My Right ” (sukses adalah hak saya).

Sebenarnya tanpa perlu menjalankan semua persyaratan sukses, masih terbuka lebar kesempatan meraih berbagai keberhasilan dalam hidup kita. Seringkali cukup dengan menjalankan secara disiplin dan konsisten beberapa poin saja di antaranya, maka kita akan menjadi insan-insan yang berbeda dan lebih baik dari mereka-mereka yang hanya berwacana di tataran pikiran dan ucapannya saja (OmDo = Omong Doang, NATO = No Action Talk Only, “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”).

Dari contoh-contoh di atas dapat diringkas sebagai berikut :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan benar ==> perbuatan salah.

Kondisi yang lebih memprihatinkan adalah :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran benar ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.

Tidak tertutup kemungkinan juga :

Pemahaman/pengertian benar ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.

Dan yang pasti terjadi jika pemahaman/pengertian seseorang tidak benar adalah :

Pemahaman/pengertian salah ==> pikiran salah ==> ucapan salah ==> perbuatan salah.

John C. Maxwell mengatakan bahwa pikiran berlanjut ke ucapan terus ke perbuatan. Jika rangkaian ini terus dilakukan dapat membentuk kebiasaan yang menghasilkan karakter seseorang dan akhirnya menentukan destiny (= nasib)-nya.

Marilah kita mulai menyelaraskan antara pikiran benar, ucapan benar dan perbuatan benar untuk membentuk kebiasaan benar dalam membangun karakter yang benar pula sehingga pada akhirnya kita bisa menuai ‘hasil’ yang baik dan benar pula dalam semua aspek kehidupan kita.

Sumber : Toni Yoyo, www.andriewongso.com/

Strategi merek


Merek adalah suatu nama, simbol, tanda, desain atau gabungan di antaranya untuk dipakai sebagai identitas suatu perorangan, organisasi atau perusahaan pada barang dan jasa yang dimiliki untuk membedakan dengan produk jasa lainnya.

Merek yang kuat ditandai dengan dikenalnya suatu merek dalam masyarakat, asosiasi merek yang tinggi pada suatu produk, persepsi positif dari pasar dan kesetiaan konsumen terhadap merek yang tinggi. Dengan adanya merek yang membuat produk yang satu beda dengan yang lian diharapkan akan memudahkan konsumen dalam menentukan produk yang akan dikonsumsinya berdasarkan berbagai pertimbangan serta menimbulkan kesetiaan terhadap suatu merek (brand loyalty).

Kesetiaan konsumen terhadap suatu merek atau brand yaitu dari pengenalan, pilihan dan kepatuhan pada suatu merek. Merek dapat dipahami lebih dalam pada tiga hal berikut ini :

  1. Brand name (nama) : nintendo, aqua, bata, rinso, kfc, acer, windows, toyota, zyrex, sugus, gery, bagus, mister baso, gucci, c59, dan lain sebagainya.
  2. merek (simbol) : gambar atau simbol sayap pada motor honda, gambar jendela pada windows, gambar kereta kuda pada california fried chicken (cfc), simbol orang tua berjenggot pada brand orang tua (ot) dan kentucky friend chicken (kfc), simbol bulatan hijau pada sony ericsson, dan masih banyak contoh-contoh lainnya yang dapat kita temui di kehidupan sehari-hari.
  3. Trade character (karakter dagang) : ronald mcdonald pada restoran mcdonalds, si domar pada indomaret, burung dan kucing pada produk makanan gery, dan lain sebagainya.

Jenis-Jenis

  1. Manufacturer Brand Manufacturer brand atau merek perusahaan adalah merek yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memproduksi produk atau jasa. Contohnya seperti soffel, capilanos, ultraflu, so klin, philips, tessa, benq, faster, nintendo wii, vit, vitacharm, vitacimin, dan lain-lain.
  2. Private brand atau merek pribadi adalah merek yang dimiliki oleh distributor atau pedagang dari produk atau jasa seperti zyrex ubud yang menjual laptop cloud everex, hipermarket giant yang menjual kapas merek giant, carrefour yang menjual produk elektrinik dengan merek bluesky, supermarket hero yang menjual gula dengan merek hero, dan lain sebagainya.

Ada juga produk generik yang merupakan produk barang atau jasa yang dipasarkan tanpa menggunakan merek atau identitas yang membedakan dengan produk lain baik dari produsen maupun pedagang. Contoh seperti sayur-mayur, minyak goreng curah, abu gosok, buah-buahan, gula pasir curah, bunga, tanaman, dan lain sebagainya.

Strategi Merek / Merk (Brand Strategies) Produsen, distributor atau pedagang pengecer dapat melakukan strategi merek sebagai berikut di bawah ini :

  1. Individual Branding / Merek Individu Individual branding adalah memberi merek berbeda pada produk baru seperti pada deterjen surf dan rinso dari unilever untuk membidik segmen pasar yang berbeda seperti halnya pada wings yang memproduksi deterjen merek so klin dan daia untuk segmen pasar yang beda.
  2. Family Branding / Merek Keluarga Family branding adalah memberi merek yang sama pada beberapa produk dengan alasan mendompleng merek yang sudah ada dan dikenal mesyarakat. Contoh famili branding yakni seperti merek gery yang merupakan grup dari garudafood yang mengeluarkan banyak produk berbeda dengan merek utama gery seperti gery saluut, gery soes, gery toya toya, dan lain sebagainya. Contoh lain misalnya yaitu seperti motor suzuki yang mengeluarkan varian motor suzuki smash, suzuki sky wave, suzuki spin, suzuki thunder, suzuki arashi, suzuki shodun ,suzuki satria, dan lain-lain.

Product Life Cycle


Setiap produk biasanya mengalami kelahiran dan kematian baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Suatu produk bisa saja pada suatu waktu sangat disukai banyak orang dan laku keras, namun di lain waktu produk itu tidak laku lagi dijual. Jadi pengertian daur hidup produk yaitu tahapan suatu produk mulai dari lahir, tumbuh, dewasa dan mati.

Setiap produk memiliki masa daur hidup produk yang berbeda. Produk elektronik biasanya memiliki rentang waktu yang sempit alias cepat mati sedangkan produk seperti makanan dapat bertahan lebih lama. Contohnya handphone nokia tipe tertentu akan dibatasi jumlah yang dibuat dalam beberapa tahun, lalu membuat tipe hp lainnya. Minuman aqua sudah puluhan tahun memimpin pasar dan masih berada dalam kondisi antara pertumbuhan dengan dewasa.

Langkah / Tahap Dalam Daur Hidup Produk (Product Life Cycle)

1. Tahap Perkenalan / Introduction

Pada tahap ini produk baru lahir dan belum ada target konsumen yang tahu sehingga dibutuhkan pengenalan produk dengan berbagai cara kepada target pasar dengan berbagai cara.

2. Tahap Pertumbuhan / Growth

Ketika berada pada tahap tumbuh, konsumen mulai mengenal produk yang perusahaan buat dengan jumlah penjualan dan laba yang meningkat pesat dibarengi dengan promosi yang kuat. Akan semakin banyak penjual dan distributor yang turut terlibat untuk ikut mengambil keuntungan dari besarnya animo permintaan pasar.

3. Tahap Kedewasaan / Maturity

Di tahap dewasa produk perusahaan mengalami titik jenuh dengan ditandai dengan tidak bertambahnya konsumen yang ada sehingga angka penjualan tetap di titik tertentu dan jumlah keuntungan yang menurun serta penjualan cenderung akan turun jika tidak dibarengi dengan melakukan strategi untuk menarik perhatian konsumen dan para pedagang. Karena sudah banyak pesaing, para pedagang mulai meninggalkan persaingan dan yang baru tidak akan banyak terlibat karena jumlah konsumen yang tetap dan cenderung turun.

4. Tahap Penurunan / Decline

Pada kondisi decline produk perusahaan mulai ditinggalkan konsumen untuk beralih ke produk lain sehingga jumlah penjualan dan keuntungan yang diperoleh produsen dan pedagang akan menurun drastis atau perlahan tapi pasti dan akhirnya mati.

—-

Beberapa teknik atau cara untuk memperpanjang daur hidup produk :

1. Meningkatkan Konsumsi dengan cara membujuk konsumen untuk meningkatkan penggunaan produknya dengan berbagai manfaat yang ditawarkan. Contoh : untuk hasil maksimal gunakan pasta gigi sepanjang bulu sikat, apa pun makannya minumnya teh botol sosro, memakai sampo setiap hari membuat rambut sehat, dsb.

2. Mencari fungsi lain produk dari biasanya. Contoh seperti teh tidak hanya untuk ngeteh saja tapi dapat dibuat kreasi menjadi minuman yang lebih kompleks.

3. Memodifikasi produk agar tampil baru dan segar baik dari segi isi, kemasan, takaran, ukuran, manfaat, dan lain sebagainya. Contoh misal seperti produk unilever yang biasanya terus menerus mengganti isi pepsodent beserta kemasannya agar selalu tampil baru dan segar.

4. Mencari target konsumen baru
Jika pasar yang sudah ada sudah tidak dapat diandalkan untuk meningkatkan penjualan maka dapat ditempuh jalan dengan cara membidik segmen pasar baru untuk dibujuk untuk menjadi pelanggan. Contoh : rokok sampoerna hijau yang tadinya membidik golongan menengah ke bawah kini mulai membidik golongan menengah ke atas untuk memperluas segmen pasar.

Manajemen Keuangan


Berbicara mengenai uang sebagai salah satu dari bagian faktor ekonomi selain manusia, modal, machene, metode dan money atau uang sendiri sangat fundamental sekali bagi perusahaan dan membutuhkan adanya sebuah pengelolaan yang  baik sehingga bisa memkasimalkan pembiayaan perusahaan sehingga bisa mencapai tujuan perusahaan.

Manajemen Keuangan Manajemen Keuangan adalah suatu kegiatan perencanaan, penganggaran, pemeriksaan, pengelolaan, pengendalian, pencarian dan penyimpanan dana yang dimiliki oleh organisasi atau perusahaan. Manajemen keuangan berFungsi sebagai  :

  1. Perencanaan Keuangan Membuat rencana pemasukan dan pengeluaraan serta kegiatan-kegiatan lainnya untuk periode tertentu.
  2. Penganggaran Keuangan Tindak lanjut dari perencanaan keuangan dengan membuat detail pengeluaran dan pemasukan.
  3. Pengelolaan Keuangan Menggunakan dana perusahaan untuk memaksimalkan dana yang ada dengan berbagai cara.
  4. Pencarian Keuangan Mencari dan mengeksploitasi sumber dana yang ada untuk operasional kegiatan perusahaan.
  5. Penyimpanan Keuangan Mengumpulkan dana perusahaan serta menyimpan dana tersebut dengan aman.
  6. Pengendalian Keuangan Melakukan evaluasi serta perbaikan atas keuangan dan sistem keuangan pada paerusahaan.
  7. Pemeriksaan Keuangan Melakukan audit internal atas keuangan perusahaan yang ada agar tidak terjadi penyimpangan.

Selain itu juga kita memahami tugas-tugas Pokok Manejemen Keuangan  secara umum adalah :

  1. Mendapatkan Dana Perusahaan
  2. Menggunakan Dana Perusahaan
  3. Membagi Keuntugan / Laba Perusahaan

Tujuan Manajemen Keuangan Tujuan dengan adanya manajer keuangan untuk mengeloka dana perusahaan pada suatu perusahaan secara umum adalah untuk memaksimalisasi nilai perusahaan. Dengan demikian apabila suatu saat perusahaan dijual maka harganya dapat ditetapkan setinggi mungkin.

BAGAIMANA MENGHADAPI PERANG HARGA?


BAGAIMANA MENGHADAPI PERANG HARGA?Harga adalah sebuah cerminan dari nilai yang dipersepsikan oleh konsumen. Dalam sebuah persaingan untuk mendapatkan konsumen, perusahaan menggunakan taktik untuk mengalahkan pesaingnya. Salah satu taktik yang digunakan adalah harga. Dengan menciptakan harga yang nampak murah sering menjadi tujuan, tetapi hal ini justru mengarahkan kepada menurunnya keuntungan industri bersangkutan.

Perang harga dapat menciptakan situasi kehancuran secara ekonomi dan melemahkan secara psikologi yang harus dibayar mahal oleh individu, perusahaan, dan turunya keuntungan industri. Tidak peduli siapa yang menang, semua petarung kelihatan mati-matian untuk menghakhirinya dibandingkan sebelum mereka menikmati persaingan. Dan akhirnya, perang harga menjadi suatu hal yang biasa. Hal ini terlihat jelas di industri telekomunikasi Indonesia yang berada dalam situasi perang harga. Adanya pengurangan harga, per-detik tagihan, dan free calls adalah senjata utama provider telekomunikasi memasuki arena persaingan. Sedikit sekali mereka mengungkapkan tentang pelayanan, kualitas, ekuitas merek, dan faktor non harga lainnya yang mungkin menambah nilai sebuah produk dan pelayanan. Jelas terlihat bahwa setiap persaingan selalu berdasarkan pada harga dan setiap reaksi selalu berdasarkan pemotongan harga.

Umumnya, perang harga terjadi karena ada anggapan bahwa harga di pasar tertentu terlalu tinggi atau adanya keinginan untuk mendapatkan pangsa pasar dengan biaya pada marjin tersebut. Perang harga menjadi umum karena manajer cenderung melihat bahwa merubah harga sesuatu hal yang mudah, cepat, dan manjur. Dengan memahami penyebab dan karakteristiknya, manejer dapat membuat keputusan tentang kapan dan bagaimana menghadapi perang harga, kapan menghindari, dan kapan memulainya.

Cara Menghadapi sebuah Perang Harga

Taktik

Contoh

Respon non harga
Tunjukan strategic intention dan capabilities anda Tawarkan harga sama dengan pesaing anda, tawarkan everyday low price, atau tunjukan bahwa anda memliki keunggulan biaya dimata pesaing (cost advantage)
Bersaing di kualitas Tingkatkan diferensiasi produk dengan menambahkan keunggulan pada sebuah produk, atau bangun awareness terhadap keunggulan yang ada dan manfaatnya. Tekankan adanya resiko pada harga yang murah.
Manfaatkan kemungkinan kerjasama Bentuk strategic partnersip dengan menawarkan kerjasama ekslusif dengan supplier, reseller, atau penyedia jasa yang berhubungan dengna bisnis anda.
Respon Harga
Gunakan harga yang komplek Tawarkan harga paket (bundled prices), paket harga dua produk (two-part pricing), kuantiti diskon, harga promosi, atau program loyalitas untuk beberapa produk, beli dua dapat satu.
Kenalkan produk baru Perkenalkan produk baru (flanking brands) yang khusus untuk bersaing di arena dimana pesaing menerapkan strategi harga. Hal ini juga sebagai usaha untuk menghindari persaingan harga pada segmen produk anda yang telah ada.
Gunakan harga yang menarik Sesuaikan harga produk regular anda dalam merespon perubahan harga pesaing atau potensi lain untuk memasuki pasar.

Tabel di atas menunjukkan beberapa cara menghadapi persaingan harga. Jika usaha anda berada dalam kompetisi berdasarkan harga, anda dapat menggunakan beberapa cara non harga untuk menghadapinya. Namun jika anda ingin merespon dengan harga, anda harus melakukan diagnosa yang mendalam tentang situasi harga di pasar. Analisa situasi harga memberikan informasi penting untuk memilih strategi harga yang dibutuhkan. Dengan menggunakan informasi ini, menejemen membutuhkan untuk menentukan kisaran fleksibilitas harga dan menentukan bagaimana memposisikan harga relative terhadap biaya dan seberapa memungkinkan dijadikan dasar penetapan harga produk.

Demand-Cost Gap

competition
Legal and ethical influences
Demand
Cost

Gambar 1. Menentukan fleksibilitas harga

Faktor permintaan dan biaya menentukan kisaran fleksibilitas harga. Dengan batas atas dan bawah, pertimbangan persaingan dan legal-etika juga mempengaruhi pilihan sebuah strategi harga. Perbedaan harga antara permintaan dan biaya bisa lebar atau sempit. Apabila jaraknya lebar mengindikasikan sebuah kisaran strategi yang memungkinkan untuk dilakukan, perbedaan yang sempit menunjukkan bahwa strategi akan lebih sulit untuk diterapkan. Strategi harga yang dipilih dipengaruhi oleh strategi pesaing, keadaan terkini dan masa depan, pertimbangan legal-etik.

Diagnosa yang baik setidaknya menyertakan empat kunci, yaitu isu-isu konsumen seperti sensitivitas harga dan segmen konsumen yang mungkin terjadi apabila ada perubahan harga; isu-isu perusahaan seperti struktur biaya, kemampuan, dan strategic positioning; isu-isu pesaing seperti sturktur harga pesaing, kemampuan, strategic positioning; dan isu-isu pengkontribusi atau pemain di industri yang mempengaruhi dampak perang harga.

Perusahaan yang berpikir ulang dan menggunakan empat kunci tersebut dengan cermat akan menemukan pilihan yang bisa mereka dapatkan termasuk mengurai konflik, melawan dengan beberapa cara, atau mengevaluasi strategi mereka sebelumnya.

Customer Issues

Price sensitivitySegmentation

Competitor IssuesCost StructureCapabilitiesStrategic positioning
Company IssuesCost StructureCapabilitiesStrategic positioning
Contributor IssuesIncentives of reseller, supplier, allies, government

Gambar 2. Empat kunci Sebagai Alat Diagnosa

Sangat penting sekali untuk mengetahui mengapa sebuah perang harga terjadi atau mungkin akan terjadi. Pentingnya menganalisa secara cermat tentang konsumen, perusahaan, pesaing, dan pemain pendukung dalam industri maupun di luar industri yang mungkin mempunyai ketertarikan bagaimana beperilaku dalam perang harga menjadi keharusan bagi para pemain yang terlibat dalam perang harga. Misalnya, jika anda mengetahui tentang perilaku konsumen di industri tertentu, anda akan dengan mudah mendapatkan isu-isu tentang konsumen apakah mereka sensitif terhadap harga atau mereka mempunyai pertimbangan lain selain harga (bisa kualitas atau kebanggaan) dalam memutuskan melakukan pembelian sebuah produk. Ini utama dan penting karena akan mengarahkan usaha anda menjadi customer centric organization. Selain itu dengan mencermati strategic positioning produk anda akan lebih mendapatkan gambaran jelas tentang arah pengembangan produk anda di pasar tanpa harus terpengaruh perang harga yang mungkin akan terjadi. Sebuah analisis tentang pesaing sama pentingnya. Beberapa kejadian perang harga yang tidak menguntungkan terjadi karena sebuah perusahaan melihat sebuah peluang meningkatkan pangsa pasar dan keuntungan melalui harga rendah, sementara tidak memperdulikan bahwa pesaing juga akan merespon. Bisnis membutuhkan perhatian di level strategik terhadap dua pertanyaan siapa yang akan merespon dan bagaimana.

Seorang manajer produk memproyeksikan bagaimana pesaing akan menentukan harga dengan melacak pola-pola kejadian masa lampau, memahami kejadian apa yang bisa memicu perubahan harga di masa lampau dan kapan mereka merespon perubahan harga dan berapa besarnya harga yang direspon. Ketika menganalisa persaingan anda, hati-hati menentukan siapa pesaing anda, apakah harga sudah sesuai dengan strategic positioning mereka, bagaimana mereka membuat sebuah keputusan harga, dan kemampuan mereka serta sumber daya yang dimiliki. Akhirnya, penting sekali untuk memantau pemain lain di industri siapa saja yang memiliki ketertarikan didalamnya. Kadang-kadang mereka dapat membantu untuk menurunkan kompetisi harga melalui meningkatkan nilai produk. Isu-isu yang ada biasanya mengenai profit marjin bagi supplier dan distributor, komisi untuk sales, dan lain sebagainya.

Perang harga memang sebuah fenomena yang harus dihadapi. Tidak jarang perusahaan yang frustasi bahkan gulung tikar akibat salah strategi. Tidak selamanya yang besar akan menang tapi yang kecil pun masih memiliki probabilitas untuk mencuri poin. (References available upon request).

Sumber : marketing online

Sepuluh Langkah Mengevaluasi Merek


Pertempuran pasar adalah sebuah pertempuran merek, persaingan merek sangatlah dominan. Bisnis dan investor akan memandang merek sebagai aset perusahaan yang paling berharga. Sebuah merek adalah unik. Membangun dan mengelola ekuitas merek telah menjadi sebuah prioritas bagi perusahaan apapun, di semua tipe industri, dan di semua tipe pasar. Membangun dan mengelola dengan baik akan meningkatkan loyalitas konsumen dan keuntungan. Sebuah bisnis yang berorientasi pasar dimana telah mensegmenkan target pasarnya dan melacak perilaku konsumen melalui segmentasi berada dalam posisi terbaik untuk membangun sebuah merek yang sukses. Langkah pertama dalam membangun sebuah identitas merek adalah menentukan positioning produk yang diharapkan dan preposisi nilai (value preposition) untuk target pasar yang spesifik. Tanpa spesifikasi ini, proses penentuan identitas merek akan dengan cepat kabur dan hanya terjebak pada mengembangkan fitur produk daripada manfaat untuk konsumen. Strategi pengelolaan merek mutlak dibutuhkan agar supaya terbentuk sebuah taktikal yang lebih sistematik dan terencana. Gambar 1. Strategi Pengelolaan Merek (Craven, 2003) Setiap initiatif pengelolaan merek yang terlihat pada gambar 1 bisa mempunyai dampak negatif atau positif pada nilai sebuah merek. Ekuitas merek menekankan pentingnya nilai merek dan mengidentifikasi kunci dari dimensi ekuitas. Tujuanya adalah untuk membangun ekuitas merek dari waktu ke waktu. Analisis strategi merek memberikan informasi penting untuk memutuskan masalah pada tiap aktivitas pengelolaan merek. Analisis meliputi pasar, perilaku konsumen, pesaing, dan informasi merek.Setelah semua kegiatan strategi pengelolaan merek dilakukan kemudian perlu adanya evaluasi strategi dalam bentuk pelacakan kinerja merek. Evaluasi produk dalam sistem merek (portfolio) memerlukan pelacakan kinerja tiap produk. Manajemen harus mempunyai sebuah tujuan pengukuran kinerja dan acuan ukuran kinerja produk. Sebuah metode kualitatif yang dikenal sebagai brand score card membantu manajer untuk mengukur kinerja merek secara sistematis. Metode ini menggunakan sepuluh ciri merek terkuat. Ciri-ciri ini akan dijadikan acuan dalam menilai kinerja merek. Metode kualitatif diharapkan dapat menjadi dasar untuk memutuskan sesuatu yang berkenaan dengan mengevaluasi merek dan juga memantau merek dari waktu ke waktu. Penentuan skor setiap item berdasarkan persepsi anda. Dengan menggunakan skala 0 sampai 20 (sangat buruk sampai sangat baik) kemudian gambarlah dalam bentuk bar chart untuk mempermudah analisis. Gunakan bar chart untuk mengarahkan diskusi dengan associate brand management. Cara demikian akan membantu untuk mengidentifikasi area mana yang membutuhkan perbaikan, area mana yang unggul, dan mempelajari lebih mendalam bagaimana sebenarnya gambaran merek sebuah produk atau dalam portfolio. Untuk membantu menentukan skor, di bawah ini merupakan panduan bagi manajer atau associate brand management untuk memberikan skor pada tiap item.

  1. Merek mampu memberikan manfaat yang benar-benar dibutuhkan konsumen. Sudah pernahkan anda mencoba untuk mengobservasi keinginan dan keperluan konsumen yang belum bisa terpenuhi?Melalui metode apa?Apakah anda tidak menaruh perhatian pada pengalaman konsumen terhadap produk dan jasa yang ditawarkan?Apakah anda memiliki sistem dimana konsumen bisa memberikan komentar tentang pengalaman menggunakan produk dan jasa?.
  2. Merek masih relevan. Apakah anda telah berinvestasi untuk meningkatkan produk guna menambah nilai untuk konsumen?Apakah anda mengetahui secara persis selera konsumen?pada kondisi pasar saat ini?Apakah segala keputusan pemasaran anda berdasarkan hal-hal tersebut?
  3. Strategi harga berdasarkan nilai yang dipersepsikan konsumen. Apakah perusahaan telah mengoptimalkan harga, biaya, dan kualitas untuk memenuhi bahkan melebihi apa yang diharapkan konsumen?Apakah anda mempunyai sebuah system untuk memonitor perubahan persepsi nilai merek anda?Apakah anda memperkirakan seberapa besar konsumen anda percaya terhadap merek produk anda?
  4. Merek diposisikan dengan tepat. Apakah anda telah mempunyai hal yang dibutuhkan sebagai dasar pembeda untuk berkompetisi dengan pesaing anda?Apakah point of different telah berhasil dimengerti oleh konsumen sebagai kesadaran mereka terhadap produk di pasar?
  5. Konsistensi merek.Apakah program pemasaran tidak menimbulkan pesan yang membingungkan dan tidak pernah terjadi selama ini?Sebaliknya,apakah ada penyesuaian program dengan keadaan terkini?
  6. Portofolio dan hirarki merek masuk akal.Dapatkah merek perusahaan menciptakan sebuah payung untuk seluruh merek dalam portfolio?Apakah setiap merek dalam portfolio memiliki peran terpisah?Seberapa ekstensifnya overlap antar merek?Di area mana?sebaliknya, apakah merek sudah mencakup pasar secara maksimal?Apakah anda memiliki hirarki merek dimana tidak mudah diperhatikan dan dapat dimengerti dengan baik?
  7. Merek menggunakan dan mengkoordinasikan seluruh daftar aktivitas pemasaran untuk membangun ekuitas merek.Apakah anda telah memilih dan mendesain nama merek, logo, symbol, slogan, kemasan, dan lain sebagainya untuk memaksimalkan brand awarness?Apakah anda telah memadukan aktivitas pemasaran pull dan push untuk menjangkau baik distribusi maupun konsumen?Apakah seluruh aktivitas pemasaran dapat dipahami dengan baik?Apakah pelaksana mengelola setiap aktivitas dan mengetahui antara aktivitas yang satu dengan lainnya?Apakah anda telah mengkapitalisasi kemampuan yang unik dalam pemilihan komunikasi yang tidak akan menghilangkan arti dari sebuah merek yang ditampilkan?
  8. Brand manager memahami apa arti merek bagi konsumen.Apakah anda mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai oleh konsumen dari merek anda?apakah anda mengenal seluruh anggota tim pemasaran dan apa yang telah dilakukannya terhadap merek, baik yang berasal dari perusahaan maupun luar perusahaan?Apakah anda telah membuat batas-batas skema berdasarkan perilaku konsumen untuk perluasan merek dan acuan untuk program pemasaran?.
  9. Merek mendapatkan dukungan yang semestinya dan dipertahankan dalam jangka panjang. Apakah kesuksesan dan kegagalan dari program pemasaran dapat dimengerti sebelum program tersebut dirubah?Apakah R&D kurang memberikan dukunganya?Sudah pernahkah menghindari keinginan untuk mengurangi dukungan pemasaran sebagai reaksi terhadap melemahnya pasar atau jatuhnya angka penjualan?
  10. Perusahaan melakukan pemantauan sumber-sumber ekuitas merek. Apakah anda mengadakan sebuah audit untuk menilai kinerja merek dan untuk merancang tujuan strategis?apakah anda secara rutin mengadakan kajian untuk mengevaluasi keadaan pasar terkini?apakah anda secara regular mendistribusikan laporan ekuitas merek yang dirangkum di seluruh penelitian dan informasi yang relevan untuk membantu pemasar dalam memutuskan sesuatu?Apakah anda telah menugaskan secara jelas tanggungjawab untuk memonitor dan mempertahankan ekuitas merek?

Pada akhirnya, kekuatan merek terletak di pikiran konsumen, dimana mereka merasakannya dan mempelajari tentang merek dari waktu ke waktu. Pengetahuan konsumen merupakan “hati” ekuitas merek. Realisasi ini mempunyai dampak manajerial yang penting. Secara imajinatif, ekuitas merek membantu pemasar dalam menjembatani strategi terdahulu dan masa datang. Sehingga, berapapun uang yang telah dikeluarkan jangan dipandang sebagai sebuah pengeluaran tapi investasi-investasi agar konsumen mengetahui, merasakan, mengingat, mempercayai,dan berpikir tentang merek-untuk itu konsumen akan memutuskan, berdasarkan kepercayaan dan sikap mereka terhadap merek. Pemasar yang membangun merek kuat telah mengetahui konsep dan menggunakannya untuk memperjelas, mengimplementasikan, dan mengkomunikasikan strategi pemasaran mereka.

REFERENCES Aaker, D. A.(1991), Managing Brand Equity. Capitalizing on The Value of A Brand Name, The Free Press. New York Best, R. J. (2005), Market-Based Management: Strategies for Growing Customer Value and Profitability, 4th ed., Pearson Education, Inc, Upper Saddle River, NJ Cravens, D. W. and N. F. Piercy (2003), Strategic Marketing, 7th ed., McGraw-Hill/Irwin, New York Keller, L.K.,(2001), The Brand Report Card, Harvard Business Review on Marketing, Harvard Business School Publishing, Boston

Menyongsong dan Membumikan Zakat Perusahaan


Masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang Esensi zakat secara “konseptual”, baik dari yang beragama Islam maupun non Islam. Islam adalah agama yang memiliki citra sangat mendalam dengan karakter “saling memberi terhadap sesama” dan selalu bersifat adjustment.

Sementara itu zakat sebagai salah satu penyangga subtansi dalam Islam, dengan tidak mengabaikan substansi-substansi yang lain, sampai kini masih memerlukan perhatian serius. Bukan saja karena zakat sebagai salah satu rukun Islam, tetapi lebih dari itu, karena kesadaran umat untuk melaksanakan zakat masih rendah, begitu juga dengan kesadaran kolektif untuk infak, amal, dan shodaqoh.

Di zaman Rasulullah S.A.W kegiatan ekonomi waktu itu merupakan sesuatu yang bersifat instan saja: sebut saja di sektor pertanian, peternakan, dan perdagangan. Saat ini ketiga sektor tersebut tetap ada, tapi dengan corak yang berbeda tentunya dengan yang terjadi dizaman Rasulullah S.A.W. Dalam sektor trading atau perdagangan misalnya, akaddakad (model-model transaksi) yang dipraktekkan sekarang sangat banyak sekali dan sesuai dengan kemajuan teknologi.

Dengan semakin berkembangnya pola kegiatan ekonomi maka pemahaman tentang kewajiban zakat pun perlu diperdalam sehingga ruh syariat yang terkandung didalamnya dapat dirasakan tidak bertentangan dengan kemajuan tersebut. Maka pemahaman fiqh zakat kontemporer dengan mengemukakan ijtihad-ijtihad para ulama kontemporer mengenai zakat tersebut mesti dipahami oleh para pengelola zakat serta orang-orang yang memiliki kepedulian terhadap masalah zakat ini.

Dalam zaman modern metode yang ditumbuhkan dan dikembangkan untuk memperoleh hasil yang memiliki nilai ekonomis, manusia bukan hanya mampu mengekploitasi potensi eksternal dirinya tapi manusia modern dapat juga mengekploitasi potensi yang ada dalam dirinya untuk dikembangkan dan diambil hasilnya dan kemudian mengambil untung dari keahliannya tersebut seperti para dokter, pengacara, dosen dan lainnya.

Kalau kita lihat keeenderungan saat ini, maka esensi zakat lebih mendalam dan semakin lebar: Dalam kitab-kitab klasik agak sulit ditemukan penjelasan tentang zakat perusahaan atau yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah asy-syirkah.

Dalam pandangan fikih, konsep perusahaan berasal dari syirkah. Ditinjau dari segi kepemilikan, syirkah terbagi atas dua, yaitu syirkah amlak (kebersamaan dalam kepemilikan) dan syirkah ‘uqud (akad perkongsian). Syirkah terbagi dalam beberapa kelompok.

Pertama, syirkah ‘inan, yaitu kerja sama antara dua orang atau lebih dengan modal bersama dalam suatu kegiatan usaha yang mereka kelola bersama, dengan pembagian keuntungan yang disepakati bersama. Kedua,syirkah mudharabah , yaitu kerja sama antara rabbul maal (pemilik modal) dan mudharib (pengelola/ pelaksana usaha) dengan persentase bagi hasil yang disepakati.

Zakat perusahaan pada umumnya dianalogikan pad a zakat perdagangan, hal tersebut sesuai dengan pendapat Muktamar Zakat Internasional, dan berdasarkan pada pendapat para ulama, diantaranya adalah Abu Ishaq Asy Syatibi, seperti dalam ungkapannya “Hukumnya adalah seperti hukum zakat perdagangan, karena dia memproduksi dan kemudian menjualnya, atau menjadikan apa yang diproduksinya sebagai komoditas perdagangan, maka dia harus mengeluarkan zakatnya tiap tahun dari apa yang dia miliki baik berupa stok barang yang ada ditambah nilai dari hasil penjualan yang ada, apabila telah meneapai nishabnya” . Esensi Zakat Perusahaan demi kemaslahatan Zakat perusahaan hampir sama dengan zakat perdagangan dan investasi. Bedanya zakat perusahaan bersifat kolektif. Dengan kriteria sebagai berikut : Jika perusahaan bergerak dalam bidang usaha perdagangan maka perusahaan tersebut mengeluarkan harta sesuai dengan aturan zakaf perdagangan. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 2,5%, Jika perusahaan tersebut bergerak dalam bidang produksi maka zakat yang dikeluarkan sesuai dengan aturan zakat investasi atau pertanian. Dengan demikian zakat perusahaan dikeluarkan pada saat menghasilkan sedangkan modal tidak dikenai zakat. Kadar zakat yang dikeluarkan sebesar 5 % atau 10 %. 5 % untuk penghasilan kotor dan 10 % untuk penghasilan bersih.

Landasan kewajiban zakat pada perusahaan berpijak pada dalil yang bersifat umum, seperti termaktub dalam firman Allah SWT surat Al Baqarah ayat 267 : ” Wahai sekalian orang – orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik … ” Juga firman Allah SWT dalam surat At Taubah ayat 103 : ” Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka ….

” Secara teoritis pola perhitungan zakat perusahaan didasarkan pada laporan keuangan (neraca) dengan mengurangkan kewajiban lancar atas aktiva lancar. Metode perhitungan ini biasa disebut dengan metode sya’iyyah “. Yang perlu diperhatikan dalam perhitungan zakat perusahaan adalah pentingnya melakukan berbagai koreksi atas nilai aktiva lancar dan kewajiban jangka pendek yang kemudian disesuaikan dengan ketentuan syari’ah, seperti koreksi atas pendapatan bunga, dan pendapatan haram serta subhat lainnya. Sedangkan aset tetap tidak termasuk yang diperhitungkan ke dalam harta yang dikenakan zakat, karena aset tersebut tidak untuk diperjual belikan. Zakatnya adalah selisih kali 2,5%. Jika kita meninjau pada pasal 11 ayat (2) poin (b) UU No 38/1999 tentang Pengelolaan Zakat, disebutkan bahwa di antara sumber harta yang dikenai zakat adalah perdagangan dan perusahaan. Hal tersebut memberikan landasan hukum positif sehingga dapat dijadikan sebagai acuan dan pedoman bagi IAI untuk tidak ragu memasukkan zakat perusahaan dalam pembahasan PSAK. Jika ditinjau dari sisi potensinya, maka potensi zakat perusahaan sangat besar.

Potensi zakat BUMN saja bisa mencapai Rp 14,4 triliun dengan asumsi kontribusi terhadap GDP tetap 24 persen. Belum lagi ditambah dengan perusahaan swasta besar nasional, BUMD-BUMD, maupun swasta menengah nasional dan daerah. Artinya, negara ini tidak perlu mengandalkan utang luar negeri untuk mengentaskan kemiskinan, melainkan cukup dengan zakat dan instrumen ekonomi syariah lainnya. Begitu pentingnya subtanable tetang zakat, sehingga ditetapkan sanksi-sanksi terhadap orang yang enggan melaksanakannya. Zakat juga sangat penting artinya untuk kepentingan umat dan kesej ahteraan. Fatwa tentang PSAK Zakat Untuk itulah IAI (Ikatan Akuntan Indonesia) mempertimbangkan adanya PSAK Zakat Perusahaan sebagai suatu paradigma yang lebih relevan dan mencari dukungan penuh kepada pemerintah dan parlemen, yaitu dengan mengatur ketentuan zakat perusahaan dalam satu undang-undang. UU Zakat No 38/1999 belum lagi memuat ketentuan mengenai zakat perusahaan tersebut, pemerintah dan parlemen harus berperan aktif dengan cara mengamandemen UU Zakat yang sudah ada serta mengimplementasikan untuk mendorong agar perusahaan-perusahaan tersebut berkenan membayar zakat, pemerintah harus mempertimbangkan adanya insentif, seperti pemenuhan kewajiban zakat perusahaan melalui lembaga pengelola zakat yang diakui pemerintah dapat mengurangi pajak yang seharusnya dibayar perusahaan tersebut. Argumentasi ini sangat logis karena zakat ditujukan kepada kaum fakir dan miskin. Dengan demikian, pemenuhan kewajiban zakat dengan sendirinya akan membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat Indonesia.

Sumber : majalahekonomisyariah.com

Menciptakan ”brand feelings”: memberikan perasaan yang ”berarti” bagi pelanggan


Kevin L. Keller (2003) menyatakan perasaan terhadap merek (brand feelings) adalah tanggapan dan reaksi pelanggan yang secara emosi terhadap merek yang digunakan. Emosi yang ditimbulkan oleh merek ini, dapat menjadi begitu kuat, muncul ketika menggunakan atau mengkonsumsi merek.

Apakah emosi tersebut? Anda bagian dari mereka yang menggunakan Pepsodent Herbal? muncul emosi yang kuat dimana, pengguna Pepsodent Herbal merasa mendapatkan manfaat ekspresi diri dalam menggunakan merek tersebut, yaitu “gigi putih, sehat alami, dan kuat.”Secara sosialpun, dimasayarakat kita, secara turun-temurun, bahan baku herbal daun sirih, telah digunakan sebagai antiseptic, pada kesehatan mulut.

Apakah anda bagian dari mereka yang sering nongkrong di Cafe Starbucks? Mendapatkan manfaat ekspresif dengan lingkungan yang cozy, suasana nongkorong yang nyaman, dan layanan yang ramah; sedangkan secara socialapproval, tempat nongkrong ini, telah dicap sebagai tempat nongkrong-nya “anak nongkrong.

Perasaan terhadap merek (brand feelings) yaitu tanggapan dan reaksi-reaksi pelanggan yang secara emosional berkenaan dengan merek, berupa:

1.     Adanya Manfaat Ekspresi Diri (Self Experssive Benefit)

Manfaat ekspresi diri (self expressive), dimana ketika konsumen menggunakan suatu merek, maka akan menimbulkan perasaan lebih baik; konsumen merasa bangga, sukses, dan penuh percaya diri. Kita berada dan hidup di antara merek-merek: “merek memberikan kita jati diri, menggoda perasa lidah kita, dan memperkaya pengalaman kita. Kita semua ingin bergabung, dan mengelilingi hidup dengan sesuatu yang kita kenal, percaya, dan sesuai dengan aspirasi kita. Indikator munculnya manfaat ekspresi diri adalah ketika pengguna merek mendapatkan perasaan positif dan kehangatan disaat menggunakan merek; merek memberikan “arti’ bagi konsumen; dan konsumen layaknya “raja” dalam menggunakan merek tersebut.

2.     Munculnya Pengakuan Sosial (Social Approval) Pengakuan sosial (social approval) yaitu ketika menggunakan suatu merek akan menimbulkan perasaan positif bagi konsumen saat berhubungan dengan orang lain; konsumen merasa tampil lebih baik dengan penampilan mereka.  Indikator munculnya pengakuan sosial ini ketika pelanggan merasa dengan menggunakan merek, dirinya lebih ”bergaya,” dan banyak orang menggunakan merek yang sama sehingga muncul komunitas pengguna merek; serta muncul kebanggan dalam menggunakan merek tersebut.

Bagaimana menciptakan brand feeling yang baik ini? Enam langkah dalam menciptakan brand felling yang kuat, yaitu

pertama, memberikan kalitas produk yang baik, yaitu memberikan produk dan layanan berkualitas tinggi.

Kedua, memberikan kualitas pelayanan yang tinggi, dimana karyawan yang kompeten memberikan perhatian khusus kepada pelanggan, ramah, dan menolong.

Ketiga, menawarkan harga produk yang kompetitif dan layak.

Keempat, memberikan janji yang sesuai, yaitu memberikan janji yang berarti, dan sesuai dengan janjinya; memberikan citra dan asosiasi yang positif; serta inovatif dalam produk dan layanan.

Kelima, unik, yaitu berbeda dari lainnya dalam produk dan layanan yang positif; serta unik dibandingkan kompetitor.

Keenam, kredibel, yaituterpercaya dalam produk dan layanan.; serta menyampaikan komunikasi yang jujur dan terbuka.

Sumber : www.marketing.co.id

Dibalik UU Perbankan Syariah


Dalam masyarakat feodal sebenarnya peraturan (rule) dikalahkan oleh kekuatan atau wibawa personal. UU atau aturan bisa diatu atur disesuaikan denan keinginan seorang feodal (person) atau tokoh elite yang dipandang tinggi oleh suatu masyarakat. Budaya inilah yang terbangun sejak era penjajahan dan dihidup suburkan oleh rezim orde baru. Era reformasi mengharapkan pada saat yang sama meruntuhkan budaya ini. Memang Soeharto runtuh bersama kekuasaan, feodalis dan elite person yang mendapatkan keuntungan era itu. Namun dalam perjalanannya mungkin karena sang elit, sang feodal mernikmati benar situasi privelese feodal itu, makanya budaya itu kembali bersemi dan berjalan bersama dengan budaya modern yang egaliter yang ingin dibangun oleh momentum reformasi. Sebenarnya tokoh BJ Habibie termasuk elite yang bisa membangun budaya egaliter itu tetapi sayang periode kepemimpinannya secara sadar atau tidak ditumbangkan oleh kaum elite yang pada akhirnya dimenangkan oleh “sedikit bayaknya kaum feodal atau minimal menikmati budaya feodal” dimana ketoohannya yang diandalkan dan dilestarikan seperti yang diperankan oleh Gus Dur, Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono. Jusuf Kalla bisa diharapkan sebenarnya tetapi kalah dengan UU protokoler yang demikian apik dilaksanakan / dilestarikan oleh para staf yang diuntungkannya untuk seolah budaya feodal itu menjaga kewibawaan lembaga negara seperti lembaga Wakil Presiden. Sebahagian besar dapat dikatakan beliau dikalahkan oleh budaya feodal itu.

Masyarakat kita yang hampir 75% hanya tamatan SLTP bahkan diantaranya sebahagian besar lulus atau tidak tamat SD justru tidak bisa diharap untuk menumbangkan “rezim” budaya feodal ini. Hal ini disebabkan karena beberapa faktor antara lain faktor historis, budaya dan ad at lama, kualitas pendidikan yang rendah, kualitas ekonomi, dimana lebih 50 % berpendapatan dibawah Rp. 20.000,· per hari, “social capital atau trust” yang rendah, ketidak adilan dan ketimpangan sosial yang besar. Dimana sebagian besar rakyat yang menikmati “booming” ekonomi adalah yang itu itu juga (istilah Tempo: loe lagi Loe lagi) ditambah dengan koruptor. Kasus Kejaksanaan yang baru baru ini terungkap bisa menggambarkan bagaiama pola, skim, dan distribusi pembagian rezki yang terjadi di masyarakat kita. Dari situ bisa kita lihat siapa yang menikmati BLBI, siapa yang mendapat cipratan rezki, dan siapa yang dirugikan. Apa hubungan prolog ini dengan UU Perbankan Syariah yang telah di sahkan DPR pad a tanggal 17 Juni 2008 yang baru lalu?

Saya sengaja membuka prolog ini untuk menjawab beberap isu penting yang akan dibahas dalam tulisan ini. Pertama, sejauh mana peranan UU dalam perkembangan bank syariah dimasa depan? Kedua, apkah UU ini bisa diharapkan untuk mendongkrak kemajuan perbankan syariah di Tanah Air, Ketiga, apa permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan perbankan syariah ini? Terakhir, Keempat, bagaimana kita menuju kedepan dalam pengembangan bank syariah ini? Isu ini akan dibahas dibawah ini.

Pertama: Sejauhmana UU ini mendorong perkembangan bank syariah. UU ini tidak banyak mempengaruhi perkembangan bank syariah jika pendorong perkembangan itu mengandalkan “stakeholder” (pemilik, nasabah funding atau penerima pembiayaan) domestik apalagi mengandalkan kekuatan investor emosional dan rasional. Stakeholders Emosional tidak bisa diharap karena uangnya tidak ada 80% dari 60% mereka ini pendapatanya dibawah Rp 20.000, jadi sebenarnya mereka ini menunggu zakat atau qardul hasan yang dikumpulkan bank syariah. Stakeholders rasional masih belum begitu mantap masuk dalam industri ini disamping mereka ini kebanyakan non- muslim. Dari 20 orang terkaya Indonesia hanya 15% muslim dan dari jumlah ini juga belum tentu berminat untuk masuk dalam industri ini. Kemungkinan besar UU ini hanya bisa menorong dan memantapkan keinginan pihak luar terutama investor Timur Tengah memasuki industri ini.

Kedua: Sesuai dengan penjelasan diatas maka untuk mendongkarak peranan perbankan syariah di tanah air khususnya dari dongkrakan kekuatan lokal sebenarnya hanya dari pemerintah. Sejauh ini Pemerintah (kecuali peran Bank Indonesia era Burhanuddin Abdullah) masih dinilai sangat lemah.

Ketiga: Masih banyak permasalahan yang dihadapi bank syariah. Hal ini bisa dilihat dari faktor eksternal bank syariah dan internal. Dari aspek eksternal misalnya: perangkat UU yang melingkupinya seperti UU Perpajakan, UU PT, regulasi yang dualistis, dukungan politik, elit, dan feodal yang masih lemah, serta silabus, program studi di Universitas yang belum mendukung pasar syariah ini ditengah kebutuhan SDM yang sangat besar. Dar aspek internal misalnya kualitas SDM, inefisiensi bank syariah, terbatasnya jenis produk yang ditawarkan, link dan kerjasama dengan lembaga sejenis yang belummapan dan lain sebagainya.

Keempat: Bagaimana kedepan? UU perbankan syariah inisiatif pemerintah ini patut dihargai kendatipun terlambat kendatipun simpul penggerak (driver) bukan UU. Dalam masyarakat dan budaya feodal serta rakyat yang mayoritas masih miskin baik spiritual/iman dan material maka kekuatan pendongkrak pengembangan bank syariah ini hanya diharapkan dari pemerintah khususnya Menteri Keuangan dan Menteri BUMN. Jika mereka menyadari korelasi positif dari misi dan kinerja banksyariah ini dengan tugas misi dan fungsi pemerintah untuk kesejahteraan rakyat melalui kebijakan pro-growth, pro-job, pro poor, mestinya Pemerintah harus sudah all out dan mengeluarkan semua jurus jitunya untuk memberikan peluang yang semakin besar terhadap bank syariah ini melalui: (1) mengkonversi sebhagaian (misalnya BRI dan BTINf kalau tidak bisa dikatakan semua bank BUMN konvensional menjadi bank syariah. Jika ini terjadi maka sebahagain besar fungsi pemerintah akan dilaksanakan oleh bank BUMN. (2) mengarahkan berbagai kebijakan pemerintah untuk mendorong perbankan syariah msialnya memerikan tax holiday, insentive pajak kepada bank syariah akrena fungsinya yang besar dalam pro poor dan kebijakan CSR efektif lainnya (3) mengutamakan bank syariah sebagai tempat menyimpan dan menyalurkan dana dana nya (seperti setoran ONH, APBN dan lain sebagainya kepada bank syariah. Dengan kebijakan ini saya yakin Pemilu 2009 akan lebih am an bagi elite sekarang ini dibandingkan jika tidak melakukan sesuatu.

Sumber : http://majalahekonomisyariah.com

Welcome To Undang-Undang Perbankan Syariah Dan Strategi Percepatan Pertumbuhan Bank Syariah


Dengan disahkannya RUU Perbankan Syariah menjadi UU Perbankan syariah; berarti kini perbankan syariah memiliki payung hukum yang selama ini didamba. Begitu juga dengan hadirnya UU SBSN maka diharapkan akan menarik para investor asing, terutama investor Timur Tengah untuk berinvestasi di Indonesia.

Hadirnya UU Perbankan Syariah sangat diharapkan dapat memacu denyut perekonomian nasional, dan kontribusi dalam mengentaskan kemiskinan, kesejahteraan rakyat, serta membuka lapangan kerja ditambah lagi UU Perbankan Syariah memperkuat fundamen hukum perbankan syariah sehingga bisa setara dengan bank konvensional.

Deputi Gubernur Bank Indonesia, Siti Fadjrijah mengungkapkan, dengan disahkannya RUU perbankan syariah menjadi Undang-Undang Perbankan Syariah maka target pangsa pasar perbankan syariah sebesar lima persen pada 2010 dapat tercapai. Hingga saat ini aset perbankan syariah hanya 1,7 persen dari total aset perbankan nasional atau sekitar Rp 40 triliun. UU Surat Sukuk atau Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) dinilai berpotensi untuk menggantikan Surat Utang Negara (SUN) konvensional sebagai instrumen defisit anggaran pemerintah.

Hal ini terlihat dalam mekanisme underlying asset, perhitungan bagi hasil dan proyek-proyek yang akan dibiayai. Sebaliknya, SUN konvensional cenderung tidak transparan dan cenderung spekulatif. Untuk mencapai target 5 persen pada 2010, Deputi Gubernur BI Siti Fadjrijah menyatakan aset perbankan syariah harus mencapai sekitar Rp 90 triliun. Dengan asumsi inilah dapat menjadi relevansi prospektus perbankan syariah, dengan asumsi dan langkah-langkah akselerasi maka pertumbuhan asset, DPK dan pembiayaan industri perbankan tahun 2008 diproyeksikan akan mencapai volume asset, DPK dan pembiayaan sesuai program akselerasi yaitu masing-masing sebesar Rp. 91,6 triliun, Rp. 73,3 triliun dan Rp. 68,9 triliun.

Percapaian share asset perbankan syariah sebesar 5 % merupakan anchor yang seyogianya menjadi semangat semua pihak, untuk bekerja keras dan berkontribusi secara lebih konkret. Mengenai perkembangan komposisi pembiayaan didominasi oleh pembiayaan berbasis murabahah (57,6%), namun share pembiayaan berbasis bagi hasil terus meningkat. Secara konkret langkah-langkah percepatan pertumbuhan bank syariah tertuang dalam API dan Blueprint perkembangan perbankan syariah serta jangka pendek dalam program akselerasi 2007-2008 dengan selalu berorentasi kepada SDM baik di BI maupun di industri bank syariah, peningkatan efektivitas dan kualitas pengawasan perbankan syariah, penyempurnaan approach sosialisasi perbankan syariah agar sesuai dengan target pasar, peningkatan kualitas service dan jaringan pada bank syariah, ditambah lagi dengan upaya mendorong bank syariah agar lebih inovatif dalam menjual produk dan jasa bank baru dan lebih market friendly.

Perkembangan peluang bisnis pasca UU Perbankan syariah adalah orientasinya meningkatkan minat investor dalam maupun luar negeri yang akan masuk dalam industri perbankan syariah, untuk itulah perlu meningkatkan kepastian hukum transaksi perbankan syariah di Indonesia.

Dengan munculnya sentra-sentra ekonomi berbasis syariah antara lain perbankan syariah, BMT, asuransi syariah, pengadilan syariah, koperasi syariah, pasar modal syariah, MLM syariah, dan seterusnya; otomotis memerlukan upaya keras untuk memunculkan konsep universal mengenai sistem ekonomi islam secara utuh dan komperhensif yang akan memayungi sentra-sentra ekonomi berbasis syariah.

Perbankan syariah di Indonesia akhirnya mendapat payung hukum setelah DPR . menyelesaikan Rancangan Undang-Undang (RUU) perbankan syariah dalam rapat kerja, sembilan fraksi menyatakan setuju agar RUU ini disahkan dalam rapat paripurna. Undang-Undang Perbankan Syariah dengan draft final rancangan undang-undangini berisi 13 bab dan 70 pasal. Jumlah pasal berkurang dari draft awal sebanyak 15 bab dan 75 pasal. Menepis Ketidakpastian Adanya ketidakpastian hukum melahirkan kekhawatiran otoritas moneter kita tentang keengganan investor asing datang ke Indonesia. Kesan inilah yang pada gilirannnya melahirkan nuansa Islamphobia yang tidak semestinya hadir ditengah pengesahaan RUU Perbankan Syariah, dan yang paling penting saat ini adalah bagaimana bangsa Indonesia menyambut dengan positif, notabene harus dapat menepis Adanya kekeliruan interpretasi publik pada pasal tertentu RUU Syariah.

Beberapa point penting undang-undang Perbankan Syariah ini salah satunya adalah memberikan kewenangan pembinaan dan pengawasan perbankan syariah kepada Bank Indonesia. Kewenangan pengawasan dan kepatuhan juga dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang direpresentasikan Dewan Pengawas Syariah yang wajib dibentuk pada masing-masing bank syariah dan unit usaha syariah bank umum konvensional. Prospek perbankan syariah ke depannya sangat cerah, apalagi mengingat pangsa pasarnya yang sangat besar. Kekuatan yang dimiliki bank syariah sampai akhir 2007, menurut laporan Bank Indonesia adalah tiga bank umum syariah (BUS), 26 UUS (unit usaha syariah), 26 UUS (unit usaha syariah), dan 114 BPRS. Dengan kekuatan ini perbangkan syariah berhasil membukukan 2,8 juta rekening nasabah, sedangkan volume usaha bank syariah hingga akhir 2007 baru mencapai Rp. 36,5 triliun atau sekitar 1,8 persen dari aset perbankan nasional. Sehingga wajar jika kemudian banyak bank-bank konvensional yang membuka cabang syariah secara langsung maupun melalui konversi cabang-cabang Beberapa point penting undang-undang Perbankan Syariah ini salah satunya adalah memberikan kewenangan pembinaan dan pengawasan perbankan syariah kepada Bank Indonesia. Kewenangan pengawasan dan kepatuhan juga dilakukan Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang direpresentasikan Dewan Pengawas Syariah yang wajib dibentuk pada masing-masing bank syariah dan unit usa ha syariah bank umum konvensional.

Prospek perbankan syariah ke depannya sangat cerah, apalagi mengingat pangsa pasarnya yang sangat besar. Kekuatan yang dimiliki bank syariah sampai akhir 2007, menurut laporan Bank Indonesia adalah tiga bank umum syariah (BUS), 26 UUS (unit usaha syariah), 26 UUS (unit usaha syariah), dan 114 BPRS. Dengan kekuatan ini perbangkan syariah berhasil membukukan 2,8 juta rekening nasabah, sedangkan volume usaha bank syariah hingga akhir 2007 baru mencapai Rp. 36,5 triliun atau sekitar 1,8 persen dari aset perbankan nasional. Sehingga wajar jika kemudian banyak bank-bank konvensional yang membuka cabang syariah secara langsung maupun melalui konversi cabang-cabang cabang syariah secara langsung maupun melaluikonversi cabang konvensionalnya menjadi cabang syariah. Tentu saja, kondisi saat ini membutuhkan adanya dukungan yang kuat dari berbagai pihak agar sistem ekonomi berdasarkan syariah Islamiyah dapat terus tumbuh dan berkembang di Indonesia.

Perkembangan perbankan syariah ini merupakan sebuah fenomena yang sangat menarik dan unik, karena fenomena ini terjadi justru di saat kondisi perekonomian nasional berada pada keadaan yang mengkhawatirkan.Di tengah ketidakstabilan ekonomi saat ini dan masih kurangnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap institusi moneter, bank syariah tetap dapat mampu berdiri tegak di tengah berbagai terpaan rintangan dan persaingan yang terjadi. Potensi yang besar tersebut, harus memacu institusi perbankan syariah sendiri untuk lebih kreatif, inovatif, dan teroganisir dengan profesional. Tantangan saat ini adalah sejauhmana pelaku perbankan syariah bisa memformulasikan kegiatan­kegiatan dalam membangun perekonomian nasioanal setelah mendapat payung hukum.

Bank syariah diharapkan mampu menjawab segala harapan dan optimisme akan pentingnya sistem Islam diterapkan dalam dunia perbankan. UU Perbankan Syariah dalam pasal 55 diatur:

  1. Penyelesaian sengketa Perbankan Syariah dilakukan oleh pengadilan daalm lingkup peradilan agama.
  2. Dalam hal para pihak telah memperjanjikan penyelesaian sengketa selain sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), penyelesaian sengketa dilakukan sesuai dengan akad.Dalam penjelasan pasal 55 tsb dijelaskan bahwa yg dimaksud dengan ‘penyelesaian sengketa dilakukan sesuai dengan isi akad” adalah upaya sbb: (a) musyawarah. (b) mediasi perbankan. (c) melalui Basyarnas. (d) melalui pengadilan dalam lingkup peradilan umum.

Perbankan Syariah Dan UU Terkait

  1. UU No. 7/1992 & No. 10/ 1998 Tentang Perbankan
  2. UU No. 23/ 1999 Tentang Bank Indonesia
  3. UU No. 24/ 2004 Tentang Lembaga Penjamin
  4. UU No. 3/ 2006 Tentang Perseorangan Terbatas
  5. UU No. 40/ 2007 Tentang Perseroan Terbatas
  6. UU No. 38/ 1999 Tentang Pengelolaan Zakat 7.UU No. 19/ 2008 Tentang SBSN 8.UU & PP Perpajakan, Pertanahan, Pembiayaan DLL 9.UU Perbankan Syariah

Cara Gila Menjadi Pebisnis


Cara Gila Menjadi Pebisnis Cara Gila Jadi Pebisnis

Judul             : 10 Jurus Terlarang (Kok Masih Mau Bisnis Cara Biasa?)
Pengarang      : Ippho Santosa
Penerbit       : Elex Media Komputindo
Tahun            : 2007
Tebal             : xii + 145

Untuk maju dalam bisnis atau kegiatan apa pun, tidak jarang kita membutuhkan ide-ide sekaligus tindakan ‘gila.’ Kegilaan yang lepas dari standar baku sebuah proses usaha. Tak jarang kemajuan diperoleh dari cara-cara yang tidak biasa. Nah, dalam bukunya berjudul 10 Jurus Terlarang (Kok Masih Mau Bisnis Cara Biasa?), Ippho Santosa mengajak para pebisnis berani mengeksplorasi jalan-jalan bisnis alternatif yang tidak monoton alias biasa-biasa saja. 10 jurus yang Ippho tawarkan dalam buku ini menjadi semacam reminder bagi mereka yang mau dan sedang menjalani bisnis. Dengan cara bertutur yang sangat personal, bahasa yang renyah dibaca, nukilan-nukilan para maestro bisnis, Ippho menyajikan satu bacaan yang enak sekaligus kental gizinya. Banyak orang berbisnis dengan berbekal ragam teori. Tapi, tanpa kreativitas dari pebisnis, bisnisnya tidak bakal berkembang. Apalagi dunia kontemporer menyuguhkan kejutan-kejutan baru dan ketidakpastian. Oleh karenanya, diperlukan inovasi, kreativitas, dan terobosan-terobosan baru dalam memutar roda bisnis bila tidak ingin bisnisnya berakhir dengan kehancuran atau pailit. Jurus pertama, memulai dengan yang kanan. Ippho mengajak pembaca mengoptimalkan peran otak kanan. Pakar psikologi Daniel Goleman hemisfer otak kanan merupakan otak emosional. Ini terkait dengan kecerdasan emosional (EQ) dan dekat dengan daya intuitif, kreatif, dan ekstensif. Sementara, otak kiri merupakan otak rasional yang memuat daya analisis, kalkulasi, dan perincian. Mayoritas orang kuat otak kirinya. Sementara, mereka yang kuat otak kanannya boleh dibilang minoritas. Justru di dalam suatu yang tidak mengikuti arus besar (mainstream) inilah ‘kegilaan’ itu berada. Seorang pebisnis yang visioner berani menggunakan intuisinya. Sering terjadi petunjuk-petunjuk bisnis di pasar tidak komplit. Intuisi sangat berperan di sini. Selain itu, kreativitas menjadi penting. Guru pemasaran Philip Kotler mengakui ampuhnya kreativitas dalam marketing jeniusnya. Terakhir, satu kemampuan otak kanan adalah berpikir meluas. Seorang pebisnis butuh gambaran meluas tentang bisnisnya, impiannya, dan visinya. Jurus kedua, keberanian memiliki impian dan mengeksekusinya dalam tindakan. Ippho memaparkan beberapa teladan bisnis-bisnis maupun penemuan besar yang lahir dari sebuah impian. Sebut saja Walt Disney dengan Disneyland, Einstein dengan Teori Relativitasnya, Wright bersaudara dengan khayalan pesawat terbangnya. Tapi, impian akan tinggal impian bila tidak ada aksi. Untuk itu, Ippho membuat rumusan DNA, dream and action. Jurus ketiga, terjun seperti rollercoaster. Ippho mengajak orang menyiasati kegagalan. Pebisnis tidak akan maju jika tidak berani gagal. Kegagalan itu bumbu dalam bisnis. Donald Thrump dan Robert Kiyosaki pernah pailit. Tapi, mereka cukup ‘keras kepala’ untuk meratapi kegagalan. Layaknya rollercoaster, bisnis mereka harus kembali naik. Jurus keempat, berdamai dengan badai. Sering kali orang menemukan kelemahan dalam bisnisnya dan ia cenderung memilih meratapi ketimbang bangkit. John Foppe, seorang yang dilahirkan dalam keadaan tidak berlengan mampu mengatasi kelemahannya. Ia mampu mengendarai mobil pada usia 16 tahun. Kini, ia populer sebagai motivator kawakan di Zig Ziglar Corporation. Kuncinya tak lain adalah passion. Jurus kelima, duduk sama rendah. Semangat kebersamaan dan kerjasama tim jadi penting dalam bisnis. Ippho menyebutnya dengan team in love. Cinta (love) di sini diurai berdasarkan opini Sigmund Freud yang membagi cinta dalam 4 unsur, yakni hormat (respect), perhatian (care), tanggung jawab (responsibility), dan pengetahuan (knowledge). Empat unsur ini penting dimiliki oleh seorang pebisnis. Jurus keenam, gantilah gelar dan jabatan. Personal branding sangat penting dalam membuka relasi bisnis. Caranya bisa sangat nyentrik. Ippho memberi tips cara gila membuat gelar. Termasuk cara gila memanfaatkan dan menebar kartu nama untuk membangun jejaring bisnis. Tom Peters berpendapat kartu nama itu tak ubahnya seperti kemasan. Sedikit banyak dapat menentukan apakah produk layak dipercaya atau tidak. Satu lagi, Ippho mengajak bagaimana secara gila menyapa pelanggan agar bisa ‘terbuai’ pada tujuan bisnis kita. Jurus ketujuh, masuk surga paling dulu. Dengan judul lucu ini, Ippho mau mengajak orang bermental pengusaha maupun pemimpin. Seorang pengusaha akan membuka peluang kerja. Seorang pemimpin yang bijak akan menciptakan pemimpin di bawahnya. Dengan begitu, pondasi bisnis akan semakin kokoh. Ippho juga menawarkan satu cara gila bagaimana pembeli bisa mengejar-ngejar penjual. Sebuah cara gila yang membuat rejeki datang menghampiri kita dan bukan kita yang susah payah mencari rejeki. Jurus kedelapan, membiarkan kudeta. Dalam jurus ini, Ippho memberi cara gila membuat merek punya nilai komersial. Bahkan, pada taraf tertentu, membiarkan konsumen sendirilah yang ‘membajak’ merek tersebut. Menyitir gagasan kontroversial Alex Wipperfurth dalam Brand Hijack: Marketing without Marketing. Baginya, merek adalah kanvas kosong. Konsumen dibiarkan mewarnainya. Bahkan, ‘membajak’ merek tersebut (brand hijack). Aplikasinya, bagaiman para pelanggan loyal membentuk sebuah komunitas merek dan mereka merekrut semakin banyak anggota lagi. Jurus kesembilan, mewaspadai zaman Edan. Ippho menekankan pentingnya pandangan positif pada zaman yang berubah dengan cepat. Ia menangkap ada 5 tren bisnis kontemporer, yakni pursuit spirituality, social marketing, people power, pursuit of simplicity, dan positivity insurection. Pada saat ini, pebisnis pun mulai menggali inspirasi bisnis dari sumber-sumber spiritual. Pebisnis juga mulai memperhatikan isu-isu ekologi dan sosial kemasyarakatan dalam kebijakan bisnisnya. Konsumen punya daya pengaruh kuat. Konsumen menginginkan produk-produk yang mengusung kepraktisan. Para pebisnis mulai berfokus pada apa yang bisa dikendalikan di tengah dunia serba krisis ini. Jurus kesepuluh, mati dengan tenang. Bisnis tidak hanya perkara mengeruk keuntungan. Ippho mengajak pebisnis untuk membuka diri pada kepedulian sosial dengan passion dan compassion. Intinya, bagaimana para pebisnis juga memerhatikan etika dalam bisnis. Berbisnis dengan hati (conscience) sekaligus berbisnis dengan hati-hati (cautiousness). Nah, ide-ide yang tersebar di buku Ippho ini mungkin boleh dibilang tidak baru. Tapi, satu kelebihan Ippho adalah mampu menyajikan ide-ide kreatif dan bahkan kontroversial dalam satu lanskap yang memudahkan pembaca mampu membaca ide-ide itu dalam satu rangkaian utuh. Apalagi Ippho mampu memberi contoh kasus yang kontekstual dengan persoalan lokal. Gaya penuturan yang amat personal membuat pembaca seperti berbincang-bincang dengan Ippho sendiri. Bagi pebisnis, buku ini seperti sebuah ‘camilan’ bergizi yang layak dikonsumsi. Renyah dan menyehatkan.

Crowd: Sebuah Pengantar Bagi Revolusi Dunia Pemasaran


Apakah Anda sudah membaca buku “Crowd”, yang ditulis oleh Yuswohady? Sebagai pemasar Indonesia mungkin banyak dari Anda yang sudah membacanya. Buku ini berdasarkan klaim penulisnya langsung ludes saat pertama kali diluncurkan saat Marplus Conference 2008 di Ritz Carlton Pacific Place. Buku ini layak untuk dicermati dan dibaca, sebagai pengantar bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai konsep New Wave Marketing yang didengungkan oleh Hermawan Kertajaya. Intinya adalah saat ini pemasaran itu harus bersifat horisontal. Pemasar harus lebih banyak berdialog dan berinteraksi dengan konsumennya. Konsumen tidak bisa lagi disegmentasi dan dipaksa mengikuti segmentasi itu. Tapi justru pemasar yang harus bisa menciptakan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen, yang terbentuk dalam komunitas-komunitas tertentu. Pemasar harus lebih pintar memanfaatkan komunitas sebagai mesin word of mouth yang menjadi pendorong meningkatkan penjualan. Banyak kasus-kasus menarik yang diangkat dalam buku ini, misalnya KFC, Polygon, kemudian Yaris dll. Lalu yang dari luar negeri misalnya bagaimana Strabucks dan juga Mountain Dew melibatkan konsumennya untuk memilih dan memberikan ide apa tha sebenarnya yang inginkan dari sebuah produk. Kata Yuswohady, konsumen sekarang sudah benar-benar emosional. Sebuah produk bukan hanya harus menawarkan kualitas terbaik, tetapi juga harus menyentuh sisi emosional mereka. Ini sangat masuk akal, ketika pilihan semakin banyak, akses informasi begitu berlimpah. Maka hanya produk-produk yang menawarkan sebuah pengalaman yang mengesankan bagi konsumen yang akan menarik minat, kalo istilah ABG sekarang, pokoknya yang “gue banget” deh…. Satu lagi catatan menarik dari buku ini. Buku ini bukan hanya menandai revolusi dalam dunia pemasaran, dengan new wave marketing yang lebih banyak menggunakan aktivitas di dunia online. Pengaruh gaya menulis di dunia online pun, telah mewabah dalam penulisan buku ini. Coba Anda rasakan sendiri, bagaimana gaya menulisnya menjadi lebih gaul dan centil. Sesuatu yang tidak mengherankan, karena sekarang orang terbiasa dengan membaca tulisan di blog, yang lebih kasual, dan menggunakan bahasa percakapan sehari-hari. Kalau Anda membaca buku Beyond Buzz, maka Anda akan mengerti mengapa Yiuswohady pun tampak harus belajar menjadi lebih genit dalam menulis.

Sumber : http://www.marketing.co.id/

TEKNIK MEMERINTAH BAWAHAN


Apabila rencana telah tersusun dengan baik, struktur organsiasi sudah ditetapkan dan posisi atau jabatan dalam sturktur organisasi sudah diisi, berkewajibanlah pimpinan untuk menggerakan bawahannya, memutar roda mesin perushaan agar apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat terrealisasikan dengan baik.

Salah satunya adalah memberikan komando kepada bawahan dan pimpinan adalah orang yang menghasilkan seusatu melalui bawahanya. Bawahan hanya menghasilkan sesuatu yang diinginkan atasannya.

Tujuan pemberian perintah benar untuk merelasiasikan tujaun perintah, sehingga atasan yang memeberikan perintah harus memahami sunguh-sungguh apa yang enjadi tujuan printah. tujuan atasan adlah mengkoordinasikan kegiatan bawahan, agar kegiatan masing bawahan mengarah pada satu tujuan dan pemberina perintah itu juga semakin membuat hubungan emosi antara pimpinan dan bawahan semakin positif selain didilamnya bertujuan memdidik dan mengkaderkan bawahanya sehingga setiap perintah harus berhubngan dengan pengawasan sebagaimana bahasan diatas.

Definisi perintah itu sendiri adalah instruksi resmi dari seorang atasan kepada bawahan untk mengerjakan atau untuk tidak melakukan sesuatu guna merealisasikan tujuan perusahaan.

Dalam perintah itu ada empat unsur penting yaitu intruksi resmi, dari atasan kebawahan, mengerjakan atau tidak mengerjakan dan realisasi tujuan dan perintahpun termasuk bagian dari komunikasi didalamnya harus ada nilai positif yang melahirkan respect bawahan terhadap atasan seperti melalui pertemuan, berbicara langsung melalui telephon, mengirim surat atau email, berbicara langsung, pemberian laporan, pemberian petunjuk dan pemberian perintah.

Jenis perintah bisa berupa lisan maupun tulisan. Perintah bisa denga lisan apabila tugas yang diperinahkan itu tugas sederhana dan darurat, bawahnpun sudah pernah mengerjakan perintah sebelumnya dan selesai tepat waktu dan apabila ada kekeliruan tidak mengakibatkan persoalan besar. berbeda dengan perintah tertulis yang secara positif dapat mudah diperiksa kebenarannya, bawahan secara resmi bertanggungjawab dan sebagai standarisasi perintah dalam manajemen lini.

Perinsip perintah haruslah jelas intruksi dan petunjuk pelaksanaanya, perintah harus satu persatu biar bawahan tidak bingung untuk skala prioritas, diungkapkan secara positif dan kepada orang yang tepat diiringi dengan motivasi, reward dan evaluasi pelaporan sehingga akan terjalin hubungan baik antara atasan dengan bawahan.

Teknik memberi perintah


Apabila rencana telah tesususn dengfan baik, struktur organsiasi sudah ditetapkan dan posisi atau jabatan dalam sturktr organisasi sudah diisi, berkewajibanlah pimpinan untuk menggerakan bawahannya, memutar roda mesin perushaan agar apa yang menjadi tujuan perusahaan dapat terrealisasikan dengan baik. Salah satunya adalah memberikan komando kepada bawahan dan pimpinan adalah orang yang menghasilkan seusatu melalui bawahanya. bawahan hanya menghasilkan sesuatu yang diinginkan atasannya. tujuan pemberian perintah benar untuk merelasiasikan tujaun perintah, sehingga atasan yang memeberikan perintah harus memahami sunguh-sungguh apa yang enjadi tujuan printah. tujuan atasan adlah mengkoordinasikan kegiatan bawahan, agar kegiatan masing bawahan mengarah pada satu tujuan dan pemberina perintah itu juga semakin membuat hubngan emosi antara pimpinan dan bawahan semakin positif selain didilamnya bertujuan memdidik dan mengkaderkan bawahanya sehingga setiap perintah harus berhubngan dengan pengawasan sebagaimana

Fungsi pengawasan dalam organisasi


Sering kita mendengar bahwa karyawan sangat tergopoh-gopoh  kalau ada inspeksi mendadak oleh boss besar mereka, sehingga mereka belum sediktpun mempersiapkan diri untuk memperbaiki dan melaporkan seluruh pekerjaanya.

Pengawasan adalah salah satu fungsi dari seorang pemimpin, tapi seorang pemimpin harus memahami arti dan  tujuan pengawasan.  George R. Tery (2006:395) mengartikan control is to determine what is complished, evaluate it and apply corrective measures, if need, to insure result in keeping with the plan (Pengawasan  adalah mendeterminasi apa yang telah dilaksanakan, maksudnya mengevaluasi prestasi kerja dan apabila perlu, menerapkan tidankan-tindakan korektif sehingga hasil pekerjaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan). Henry Fayol mengatakan control consist in verifying whwther everything occure in conformity with the plan adopted, the instruction issued and principles established. Sedang Newman mengartikan control is assurance that the performance conform to plan.

Dari batasan diatas control bisa disimpulakan sebagai suatu proses untuk menetapkan pekerjaan apa yang sudh dilaksnakan, menilainya dan mengoreksi bila perlu dengan maksud upaya pelaksnaan pekejaan sesuai dengan rncna semula. Pengawasan kaitannya dengan mengidentifikasi komitmen terhadap tindakan yang ditunjukan untuk hasil masa yang akan datang. sehingga pengawasan dilaksanakan untuk mengusahakan agar komitmen tersbut dilaksanakan.

PRINSIP PENGAWASAN.

Intinya : memastikan  pelaksanaan pekerjaan sesuai rencana, sehingga harus ada perencanaan tertentu dan intruksi dan wewnang kepada bawahan kita. Prinsip lainnya adalah harus mengrefleksikan sifat-sifat dan kebutuhan dari aktifitas yang harus dievaluasi, dapat dengan segera melaporkan penyimpangan-penyimpangan, fleksibel, dapt merefleksikan pola organisasi, ekonomis, dpat dimengerti dan dapat menjamin diadkannya tidnakan korektif.

Promosi idelogis dalam pendidikan


Promosi didunia pendidikan mungkin tidak segemebyar di perusahaan dengan pertimbangan biaya dan tentu saja mencari alternatif promosi yang efektif dan tidak boros.

Namun lebih efektif dengan terlebih dulu mempertimbangan Need dan want customer, selain faktor yang tidak terlalu diperhitungkan  adalah faktor ideologi, karena sekolah adalah menjual respek ideologis-humanitis  selain kualitas pelayanan. Setuju atau tidak itulah permasalahan.

Contoh sebagian sekolah Muhammadiyah di Jawa barat kurang begitu berkembang dibandingkan dengan sekolah di Jawa tengah dan yogyakarta, baru dugaan lebih terbentur dengan ideologi dibanding dengan kualitas. sehingga begitu sulitnya untuk menghimpun siswa setiap tahun ajaran baru dan kebanyakan anak kader muhammadiyah atau para simpatisan. Berbeda label Muhammadiyah dihilangkan tapi sistem kurikulum masih memakai ciri khas Muhammadiyah ternyata berkembang sangat pesat.

Baru asumsi pengaruh ideologi terhadap respek customer Sehingga dapat mempengaruhi karakter pemilihan sekolah, tapi peralihan dari fase tradisional  setempat yang masih terlalu masip ternyata secara perlahan menepiskan pengaruh ideologis terhadap pemilihan sebuah jasa atau produk, padahal perbedaan  ideologis  semakin tidak terlihat lagi. Jadi Ketakutan akan ideologis “mengmuhammadiyahkan siswa” tidak terbukti dan ternyata lulusannya-pu tidak terlihat secara langsung menjadi kader muhammadiyah secara struktural.

Kita lupakan sejenak kultur ideologi tapi itu hanya salah satu penghambat dalam promosi, tapi ternyata promosi yang epektif berasal dari peserta didik itu sendiri dalam bentuk pelayanan yang maksimal dari stakhoulder sekolah selain penekanan disiplin yang membuat nyaman peserta didik sehingga tercipta ‘fun learning’ atau kita bisa meniru SDIT atau SMPIT yang dikembangkan kader PKS dengan memperkuat jaringan internal kader yang menjadi market-nya sehingga memudahkan dalam menata promosi dengan lebih baik sehingga terlihat lebih disiplin dengan menonjol unsur keunggulan pada bidang religi-nya seperti hapalan Al-Qur’an 3 juz dan displin ibadah yang positif dengan plus  kurikulum berbasis alam dimana siswa berdekatan langsung dengan alam sehingga bisa melatih unsur motorik yang terkadang tidak berimbang dengan kondisi internal siswa didik, dimana sekolah lebih menekankan pada unsur kognitif dan apketif saja.

Ringkasnya promosi sekolah bisa dilakukan melalui :

  • Promosi sekolah lebih efektif lagi dengan menata keharmonisan hubungan dengan karakter budaya masyarakat karena yang sekolah tawarkan pada masyarakat adalah unsur manusianya yang unik dan penuh karakteristik sehingga penanganan promosi sekolah harus menata hubungan yang menciptakan branch image yang bisa meyakinkan orang tua siswa berupa garansi yang diberikan sebagai point quality.
  • Media yang saat ini mesti dicoba adalah promosi melalui website sederhana  sebagai media promosi dan sebenarnya tidak begitu mahal bahkan bisa gratis seperti penggunaan wordpress.com, multiply.com ataupun situs blogger yang cukup terkenal dikalangan para blog walking.
  • promosi harus bisa menciptakan kedekatan antara sekolah dengan siswa sesuai dengan kebutuhan dasar anak didik, termasuk kualitas guru perlu teruji.
  • Nilai unggul dalam pelayanan pendidikan sebagai hal yang sering dikejar orang tua siswa selain disiplin dan beban materi yang padat-pun tidak menyurutkan usaha orang tua siswa yang menginginkan adanya pendidikan yang sesuai secara ideologis dan dari segi kemampuan sekolah untuk menciptak kultur yang sesuai dengan keinginan masyarakat.

Penelitian Sebuah Langkah


Perkembangan Skripsi, Tesis, Disertasi dan Karya Ilmiah Berbagai Universitas Negeri dan Swasta di Indonesia.

Berikut ini adalah beberapa paragraf yang saya temukan waktu baca-baca artikel dari internet. Menggelitik sekali! Namun memang kenyataannya sering kali terjadi dan beginner sering kali terjebak dalam kondisi seperti di bawah ini:

Hal yang sering terlupakan oleh mahasiswa adalah audience atau pembaca dari tulisannya. Strategi penulisan akan berbeda jika yang membaca adalah orang yang mengerti teknis (dosen, insinyur, teknisi) dan orang yang kurang mengerti teknis (umum). Thesis atau laporan tugas akhir ditujukan kepada orang yang mengerti teknis. Untuk itu isi dari laporan biasanya lebih teknis. Bahasa yang digunakan untuk menjelaskan harus pas. Jika anda menganggap bahwa pembaca seorang yang bodoh, maka pembaca akan merasa terhina (insulted).

Coba pikirkan penjelasan kalimat di bawah ini. Mari kita misalkan biaya produksi dari perangkat ini dengan bakso. Jika satu mangkok baso harganya 3000 rupiah, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli 1000 mangkok baso.

Bandingkan dengan kalimat di bawah ini.

Mari kita gunakan variabel x sebagai jumlah unit yang akan diproduksi. Biaya produksi sebuah unit adalah 3000 rupiah. Maka biaya produksi 1000 unit adalah 1000x.

Dengan menggunakan permisalan mangkok baso, maka anda telah menghina intelektual pembaca! Tentunya contoh di atas terlalu ekstrim. Kasus yang terjadi tidak se-ekstrim itu namun mendekati. Misalnya, di bidang saya (bidang digital), tidak usah menjelaskan Boolean logic pada bagian pendahuluan dari thesis anda. Anda hanya akan menghabiskan tempat dan menghina pembaca pada saat yang bersamaan. Di satu sisi yang lain, ada juga mahasiswa yang menulis dengan sangat kompleks sehingga justru sulit dimengerti. Mungkin dalam pikirannya adalah ilmu dan teknologi itu secara prinsip harus sulit, sehingga penjelasannya pun harus sulit dimengerti. Penulis yang baik adalah penulis yang dapat menjelaskan sesuatu yang sulit dengan cara yang sederhana sehingga mudah dimengerti. Tentunya hal ini dilakukan dengan tanpa merendahkan intelektual pembaca.

Mencari Referensi (Super EXPRESS..!)


Memanfaatkan Ensiklopedia dan Kamus

Hampir setiap perguruan tinggi memiliki perpustakaan online yang berisi database. Database tersebut biasa digunakan untuk menemukan berbagai subyek ensiklopedia pada beberapa topik. Memanfaatkan fasilitas tersebut dalam mencari informasi yang berkaitan dengan membangun latar belakang penelitian akan sangat membantu sekali. Anda tinggal memastikan dan membatasi pencarian.

Kalau tidak kampus peneliti yang bersangkutan tidak ada, bisa juga memanfaatkan perpustakaan online (baik yang umum atau khusus).

Memanfaatkan Bibliography

Banyak orang membaca buku/artikel hanya bagian depan (daftar isi), kemudian melanjutkan dengan membaca sehubungan dengannya. Padahal bagian belakang adalah bagian yang tidak kalah pentingnya.

Bagian tersebut adalah references dan bibliography. Andaikan anda seorang reseacher, sangat penting untuk tidak melewatkan dua hal tersebut. Mengetahui isi bacaan buku, kemudian meneruskan dengan mengetahui dasar pengambilan akan memicu Anda untuk membaca artikel atau buku lain yang berkaitan dengan isi bacaan anda. Anda bisa meng-generate sejumlah besar reference hanya dengan mendapatkan satu artikel..

  1. Membaca beberapa informasi latar belakang dan berbagai catatan referensi yang bermanfaat sebagai bahan (seperti buku, jurnal atau majalah). Dan Lihatlah daftar bibliografi yang ada di akhir artikel. Bahan tersebut sangat membantu dalam memulai penelitian lebih lanjut.
  2. Kalau anda menjumpai suatu judul/kode buku, cobalah manfaatkan sebagai kata kunci untuk mencari di internet.
  3. Setiap buku atau artikel masing-masing mempunyai bibliography sendiri-sendiri. Periksa dan manfaatkan yang berkaitan penelitian Anda.

Dengan menggunakan teknik di atas pada bibliography, Anda dan meng-generate sejumlah besar buku dan artikel pada topic yang berkaitan dengan penelitian Anda secara bijaksana. Sangat menghemat waktu Anda.

Sekali Anda mendapat artikel berbentuk pdf yang sesuai dengan topik penelitian Anda, pastikan Anda juga membaca reference dan bibliography… di sana terdapat harta karun yang sering terlewatkan. inilah yang saya maksud dengan super express

Kode Etik Penulisan Karya Ilmiah


Kode etik adalah seperangkat norma yang perlu diperhatikan dalam penulisan karya ilmiah. Norma ini berkaitan dengan pengutipan dan perujukan, perizinan terhadap bahan yang digunakan, dan penyebutan sumber data atau informan.

Dalam penulisan karya ilmiah, penulis harus secara jujur menyebutkan rujukan terhadap bahan atau pikiran yang diambil dari sumber lain. Pemakaian bahan atau pikiran dari suatu sumber atau orang lain yang tidak disertai dengan rujukan dapat diidentikkan dengan pencurian.

Penulis karya ilmiah harus menghindarkan diri dari tindak kecurangan yang lazim disebut plagiat. Plagiat merupakan tindak kecurangan yang berupa pengambilan tulisan atau pemikiran orang lain yang diaku sebagai hasil tulisan atau hasil pemikirannya sendiri. Oleh karena itu, penulis skripsi, tesis, dan disertasi wajib membuat dan mencantumkan penyataan dalam skripsi, tesis atau disertasinya bahwa karyanya itu bukan merupakan pengambilalihan tulisan atau pemikiran orang lain.

Dalam menulis karya ilmiah, rujuk-merujuk dan kutip-mengutip merupakan kegiatan yang tidak dapat dihindari. Kegiatan ini amat dianjurkan, karena perujukan dan pengutipan akan membantu perkembangan ilmu.

Dalam menggunakan bahan dari suatu sumber (misalnya instrumen, bagan, gambar, dan tabel), penulis wajib meminta ijin kepada pemilik bahan tersebut. Permintaan ijin dilakukan secara tertulis. Jika pemilik bahan tidak dapat dijangkau, penulis harus menyebutkan sumbernya dengan menjelaskan apakah bahan tersebut diambil secara utuh, diambil sebagian, dimodifikasi, atau dikembangkan. Biasanya, sehubungan dengan hal ini, Rektor masing-masing universitas telah menerbitkan Surat Keputusan tentang Pedoman Pembinaan dan Pelaksanaan Hak Cipta yang bisa menjadi pembelajaran buat para peneliti.

Nama sumber data atau informan, terutama dalam penelitian kualitatif, tidak boleh dicantumkan apabila pencantuman nama tersebut dapat merugikan sumber data atau informan. Sebagai gantinya, nama sumber data atau informan dinyatakan dalam bentuk kode atau nama samaran.

Setelah bagian Pendahuluan ini akan diuraikan secara berturut-turut tentang skripsi, tesis, dan disertasi hasil penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif, kajian pustaka, dan hasil kerja pengembangan (projek). Pada bagian ketiga akan dibahas secara rinci mengenai artikel, makalah, dan laporan penelitian. Selanjutnya, pada bagian akhir pedoman ini akan dipaparkan secara berturut-turut: sistematika penulisan, cara merujuk dan menulis daftar rujukan, label dan gambar, bahasa dan tanda baca, serta pencetakan dan penjilidan.

Sejarah Asal Research


Salah satu sifat manusia yang dianugerahkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa adalah sifat ingin tahu. Sejak kecil, dengan dilengkapi kepandaian menggunakan tangan dan kakinya, ia berusaha ingin tahu segala sesuatu yang ada di sekitar dan lingkungan tempat tinggalnya.

SImageemakin tumbuh dewasa dan berkembang kepandaiannya melalui pendidikan orang tuanya, semakin besar keingintahuannya. Dan segala sesuatu yang ingin diketahuinya adalah yang lebih rumit dan tentu saja memerlukan penguasaan berpikir dan berbahasa yang semakin rumit pula. Seringkali keingintahuannya tersebut dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Dan setiap pertanyaan atau permasalahan itu ia mengharapkan jawaban atau pemecahan. Maka sifat manusia lainnya yang dianugerahkan adalah usaha untuk mengetahui jawaban atau memperoleh pemecahan masalah. Dan tentunya, jawaban atau pemecahan yang diperoleh tersebut adalah suatu kenyataan yang benar mengenai masalah tersebut.

Pada hakikatnya penelitian diawali dari hasrat keingintahuan peneliti yang dinyatakan dalam bentuk pertanyaan atau permasalahan. Setiap pertanyaan atau permasalahan tersebut perlu jawaban atau pemecahan. Dari jawaban dan pemecahan tersebut peneliti memperoleh pengetahuan yang benar mengenai suatu masalah. Pengetahuan yang benar adalah yang dapat diterima akal dan berdasarkan fakta empirik. Untuk memperolehnya harus mengikuti kaidah-kaidah dan menurut cara-cara bekerjanya akal yang disebut logika, dan dalam pelaksanaannya diwujudkan melalui penalaran.. Pengetahuan yang benar tersebut disebut juga pengetahuan ilmiah atau ilmu. Dengan demikian penelitian ilmiah adalah suatu metode ilmiah untuk memperoleh pengetahuan menggunakan penalaran. Penalaran tersebut dilaksanakan melalui prosedur logika deduksi dan induksi. Dengan pengetahuan tersebut dapat digunakan untuk berbagai keperluan, antara lain untuk pengembangan pengetahuan dan teknologi, perencanaan pembangunan dan untuk pemecahan masalah-masalah dalam kehidupan manusia.

Penelitian atau research berasal dari kata re dan to search yang berarti mencari kembali yang menunjukkan adanya proses berbentuk siklus bersusun yang selalu berkesinambungan.. Penelitian dimulai dari hasrat keingintahuan dan permasalahan, dilanjutkan dengan pengkajian landasan teoritis yang terdapat dalam kepustakaan untuk mendapatkan jawaban sementara atau hipotesis. Selanjutnya direncanakan dan dilakukan pengumpulan data untuk menguji hipotesis yang akan diperoleh kesimpulan dan jawaban permasalahan. Dalam proses pemecahan masalah dan dari jawaban permasalahan tersebut akan timbul permasalahan baru, sehingga akan terjadi siklus secara berkesinambungan.

Kerjasama Bisnis dalam Islam


Kerjasama Bisnis dalam Islam

Dalam istilah syariah, kerja sama bisnis sering disebut sebagai syirkah. Apa dan bagaimana sebenanya syirkah ini bekerja? Sebuah tulisan M. Shiddiq Al-Jawi dalam syariah.org menjelaskan praktik ini dengan runtut. Berikut petikan tulisannya.

Dalam fikih, syirkah termasuk salah satu bentuk kerjasama dagang dengan syarat dan rukun tertentu. Kata syirkah dalam bahasa Arab berasal dari kata syarika (fi’il mâdhi), yasyraku (fi’il mudhâri‘), syarikan/syirkatan/syarikatan (mashdar/kata dasar); artinya menjadi sekutu atau serikat. Menurut arti asli bahasa Arab (makna etimologis), syirkah berarti mencampurkan dua bagian atau lebih sedemikian rupa sehingga tidak dapat lagi dibedakan satu bagian dengan bagian lainnya. Adapun menurut makna syariat, syirkah adalah suatu akad antara dua pihak atau lebih, yang bersepakat untuk melakukan suatu usaha dengan tujuan memperoleh keuntungan.

Hukum dan Rukun Syirkah

Syirkah hukumnya jâ’iz (mubah), berdasarkan dalil Hadis Nabi Muhammad SAW, berupa taqrîr (pengakuan) beliau terhadap syirkah. Rukun syirkah yang pokok ada 3 (tiga) yaitu: (1) akad (ijab-kabul), disebut juga shighat; (2) dua pihak yang berakad (‘âqidâni), syaratnya harus memiliki kecakapan (ahliyah) melakukan tasharruf (pengelolaan harta); (2) obyek akad (mahal), disebut juga ma‘qûd ‘alayhi, yang mencakup pekerjaan (amal) dan/atau modal (mâl) Adapun syarat sah akad ada 2 (dua) yaitu: (1) obyek akadnya berupa tasharruf, yaitu aktivitas pengelolaan harta dengan melakukan akad-akad, misalnya akad jual-beli; (2) obyek akadnya dapat diwakilkan (wakalah), agar keuntungan syirkah menjadi hak bersama di antara para syarîk (mitra usaha)

Macam-Macam Syirkah

Menurut An-Nabhani, berdasarkan kajian beliau terhadap berbagai hukum syirkah dan dalil-dalilnya, terdapat lima macam syirkah dalam Islam: yaitu: (1) syirkah inân; (2) syirkah abdan; (3) syirkah mudhârabah; (4) syirkah wujûh; dan (5) syirkah mufâwadhah (An-Nabhani, 1990: 148). An-Nabhani berpendapat bahwa semua itu adalah syirkah yang dibenarkan syariah Islam, sepanjang memenuhi syarat-syaratnya. Pandangan ini sejalan dengan pandangan ulama Hanafiyah dan Zaidiyah.

Menurut ulama Hanabilah, yang sah hanya empat macam, yaitu: syirkah inân, abdan, mudhârabah, dan wujûh. Menurut ulama Malikiyah, yang sah hanya tiga macam, yaitu: syirkah inân, abdan, dan mudhârabah. Menurut ulama Syafiiyah, Zahiriyah, dan Imamiyah, yang sah hanya syirkah inân dan mudhârabah (Wahbah Az-Zuhaili, Al-Fiqh al-Islâmî wa Adillatuhu, 4/795).

Syirkah Inân

Syirkah inân adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing memberi konstribusi kerja (‘amal) dan modal (mâl). Syirkah ini hukumnya boleh berdasarkan dalil As-Sunnah dan Ijma Sahabat (An-Nabhani, 1990: 148). Contoh syirkah inân: A dan B insinyur teknik sipil. A dan B sepakat menjalankan bisnis properti dengan membangun dan menjualbelikan rumah. Masing-masing memberikan konstribusi modal sebesar Rp 500 juta dan keduanya sama-sama bekerja dalam syirkah tersebut.

Dalam syirkah ini, disyaratkan modalnya harus berupa uang (nuqûd); sedangkan barang (‘urûdh), misalnya rumah atau mobil, tidak boleh dijadikan modal syirkah, kecuali jika barang itu dihitung nilainya (qîmah al-‘urûdh) pada saat akad.

Keuntungan didasarkan pada kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung oleh masing-masing mitra usaha (syarîk) berdasarkan porsi modal. Jika, misalnya, masing-masing modalnya 50%, maka masing-masing menanggung kerugian sebesar 50%.

Syirkah ‘Abdan

Syirkah ‘abdan adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang masing-masing hanya memberikan konstribusi kerja (‘amal), tanpa konstribusi modal (mâl). Konstribusi kerja itu dapat berupa kerja pikiran (seperti pekerjaan arsitek atau penulis) ataupun kerja fisik (seperti pekerjaan tukang kayu, tukang batu, sopir, pemburu, nelayan, dan sebagainya). (An-Nabhani, 1990: 150). Syirkah ini disebut juga syirkah ‘amal (Al-Jaziri, 1996: 67; Al-Khayyath, 1982: 35). Contohnya: A dan B. keduanya adalah nelayan, bersepakat melaut bersama untuk mencari ikan. Mereka sepakat pula, jika memperoleh ikan dan dijual, hasilnya akan dibagi dengan ketentuan: A mendapatkan sebesar 60% dan B sebesar 40%.

Dalam syirkah ini tidak disyaratkan kesamaan profesi atau keahlian, tetapi boleh berbeda profesi. Jadi, boleh saja syirkah ‘abdan terdiri dari beberapa tukang kayu dan tukang batu. Namun, disyaratkan bahwa pekerjaan yang dilakukan merupakan pekerjaan halal. (An-Nabhani, 1990: 150); tidak boleh berupa pekerjaan haram, misalnya, beberapa pemburu sepakat berburu babi hutan (celeng).

Keuntungan yang diperoleh dibagi berdasarkan kesepakatan; nisbahnya boleh sama dan boleh juga tidak sama di antara mitra-mitra usaha (syarîk).

Syirkah ‘abdan hukumnya boleh berdasarkan dalil As-Sunnah (An-Nabhani, 1990: 151Syirkah Mudhârabah

Syirkah mudhârabah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih dengan ketentuan, satu pihak memberikan konstribusi kerja (‘amal), sedangkan pihak lain memberikan konstribusi modal (mâl). (An-Nabhani, 1990: 152). Contoh: A sebagai pemodal (shâhib al-mâl/ rabb al-mâl) memberikan modalnya sebesar Rp 10 juta kepada B yang bertindak sebagai pengelola modal (‘âmil/mudhârib) dalam usaha perdagangan umum (misal, usaha toko kelontong).

Ada dua bentuk lain sebagai variasi syirkah mudhârabah. Pertama, dua pihak (misalnya, A dan B) sama-sama memberikan konstribusi modal, sementara pihak ketiga (katakanlah C) memberikan konstribusi kerja saja. Kedua, pihak pertama (misalnya A) memberikan konstribusi modal dan kerja sekaligus, sedangkan pihak kedua (misalnya B) hanya memberikan konstribusi modal, tanpa konstribusi kerja. Kedua bentuk syirkah ini masih tergolong syirkah mudhârabah (An-Nabhani, 1990: 152).

Hukum syirkah mudhârabah adalah jâ’iz (boleh) berdasarkan dalil As-Sunnah (taqrîr Nabi saw.) dan Ijma Sahabat (An-Nabhani, 1990: 153). Dalam syirkah ini, kewenangan melakukan tasharruf hanyalah menjadi hak pengelola (mudhârib/’âmil). Pemodal tidak berhak turut campur dalam tasharruf. Namun demikian, pengelola terikat dengan syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal.

Jika ada keuntungan, ia dibagi sesuai kesepakatan di antara pemodal dan pengelola modal, sedangkan kerugian ditanggung hanya oleh pemodal. Sebab, dalam mudhârabah berlaku hukum wakalah (perwakilan), sementara seorang wakil tidak menanggung kerusakan harta atau kerugian dana yang diwakilkan kepadanya (An-Nabhani, 1990: 152). Namun demikian, pengelola turut menanggung kerugian, jika kerugian itu terjadi karena kesengajaannya atau karena melanggar syarat-syarat yang ditetapkan oleh pemodal. (Al-Khayyath, Asy-Syarîkât fî asy-Syarî‘ah al-Islâmiyyah, 2/66).

Syirkah Wujûh

Syirkah wujûh disebut juga syirkah ‘ala adz-dzimam (Al-Khayyath, Asy-Syarîkât fî asy-Syarî‘ah al-Islâmiyyah, 2/49). Disebut syirkah wujûh karena didasarkan pada kedudukan, ketokohan, atau keahlian (wujûh) seseorang di tengah masyarakat. Syirkah wujûh adalah syirkah antara dua pihak (misal A dan B) yang sama-sama memberikan konstribusi kerja (‘amal), dengan pihak ketiga (misalnya C) yang memberikan konstribusi modal (mâl). Dalam hal ini, pihak A dan B adalah tokoh masyarakat. Syirkah semacam ini hakikatnya termasuk dalam syirkah mudhârabah sehingga berlaku ketentuan-ketentuan syirkah mudhârabah padanya. (An-Nabhani, 1990: 154).

Bentuk kedua syirkah wujûh adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang ber-syirkah dalam barang yang mereka beli secara kredit, atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya, tanpa konstribusi modal dari masing-masing pihak. (An-Nabhani, 1990: 154). Misal: A dan B adalah tokoh yang dipercaya pedagang. Lalu A dan B ber-syirkah wujûh, dengan cara membeli barang dari seorang pedagang (misalnya C) secara kredit. A dan B bersepakat, masing-masing memiliki 50% dari barang yang dibeli. Lalu keduanya menjual barang tersebut dan keuntungannya dibagi dua, sedangkan harga pokoknya dikembalikan kepada C (pedagang).

Dalam syirkah wujûh kedua ini, keuntungan dibagi berdasarkan kesepakatan, bukan berdasarkan prosentase barang dagangan yang dimiliki; sedangkan kerugian ditanggung oleh masing-masing mitra usaha berdasarkan prosentase barang dagangan yang dimiliki, bukan berdasarkan kesepakatan. Syirkah wujûh kedua ini hakikatnya termasuk dalam syirkah ‘abdan (An-Nabhani, 1990: 154).

Hukum kedua bentuk syirkah di atas adalah boleh, karena bentuk pertama sebenarnya termasuk syirkah mudhârabah, sedangkan bentuk kedua termasuk syirkah ‘abdan. Syirkah mudhârabah dan syirkah ‘abdan sendiri telah jelas kebolehannya dalam syariat Islam (An-Nabhani, 1990: 154).

Namun demikian, An-Nabhani mengingatkan bahwa ketokohan (wujûh) yang dimaksud dalam syirkah wujûh adalah kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah), bukan semata-semata ketokohan di masyarakat. Maka dari itu, tidak sah syirkah yang dilakukan seorang tokoh (katakanlah seorang menteri atau pedagang besar), yang dikenal tidak jujur, atau suka menyalahi janji dalam urusan keuangan. Sebaliknya, sah syirkah wujûh yang dilakukan oleh seorang biasa-biasa saja, tetapi oleh para pedagang dia dianggap memiliki kepercayaan finansial (tsiqah mâliyah) yang tinggi, misalnya dikenal jujur dan tepat janji dalam urusan keuangan. (An-Nabhani, 1990: 155-156).

Syirkah Mufâwadhah

Syirkah mufâwadhah adalah syirkah antara dua pihak atau lebih yang menggabungkan semua jenis syirkah di atas (syirkah inân, ‘abdan, mudhârabah, dan wujûh) (An-Nabhani, 1990: 156; Al-Khayyath, 1982: 25). Syirkah mufâwadhah dalam pengertian ini, menurut An-Nabhani adalah boleh. Sebab, setiap jenis syirkah yang sah ketika berdiri sendiri, maka sah pula ketika digabungkan dengan jenis syirkah lainnya. (An-Nabhani, 1990: 156).

Keuntungan yang diperoleh dibagi sesuai dengan kesepakatan, sedangkan kerugian ditanggung sesuai dengan jenis syirkah-nya; yaitu ditanggung oleh para pemodal sesuai porsi modal (jika berupa syirkah inân), atau ditanggung pemodal saja (jika berupa syirkah mudhârabah), atau ditanggung mitra-mitra usaha berdasarkan persentase barang dagangan yang dimiliki (jika berupa syirkah wujûh).

Contoh: A adalah pemodal, berkonstribusi modal kepada B dan C, dua insinyur teknik sipil, yang sebelumnya sepakat, bahwa masing-masing berkonstribusi kerja. Kemudian B dan C juga sepakat untuk berkonstribusi modal, untuk membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada B dan C.

Dalam hal ini, pada awalnya yang ada adalah syirkah ‘abdan, yaitu ketika B dan C sepakat masing-masing ber-syirkah dengan memberikan konstribusi kerja saja. Lalu, ketika A memberikan modal kepada B dan C, berarti di antara mereka bertiga terwujud syirkah mudhârabah. Di sini A sebagai pemodal, sedangkan B dan C sebagai pengelola. Ketika B dan C sepakat bahwa masing-masing memberikan konstribusi modal, di samping konstribusi kerja, berarti terwujud syirkah inân di antara B dan C. Ketika B dan C membeli barang secara kredit atas dasar kepercayaan pedagang kepada keduanya, berarti terwujud syirkah wujûh antara B dan C. Dengan demikian, bentuk syirkah seperti ini telah menggabungkan semua jenis syirkah yang ada, yang disebut syirkah mufâwadhah.

Sample English Proposal


All research reports use roughly the same format. It doesn’t matter whether you’ve done a customer satisfaction survey, an employee opinion survey, a health care survey, or a marketing research survey. All have the same basic structure and format. The rationale is that readers of research reports (i.e., decision makers, funders, etc.) will know exactly where to find the information they are looking for, regardless of the individual report.

Once you’ve learned the basic rules for research proposal and report writing, you can apply them to any research discipline. The same rules apply to writing a proposal, a thesis, a dissertation, or any business research report.

The most commonly used style for writing research reports is called “APA” and the rules are described in the Publication Manual of the American Psychological Association. Any library or bookstore will have it readily available. The style guide contains hundreds of rules for grammar, layout, and syntax. This paper will cover the most important ones.

Avoid the use of first person pronouns. Refer to yourself or the research team in third person. Instead of saying “I will …” or “We will …“, say something like “The researcher will …” or “The research team will …“.

A suggestion: Never present a draft (rough) copy of your proposal, thesis, dissertation, or research paper…even if asked. A paper that looks like a draft, will interpreted as such, and you can expect extensive and liberal modifications. Take the time to put your paper in perfect APA format before showing it to anyone else. The payoff will be great since it will then be perceived as a final paper, and there will be far fewer changes.

Chapter 1 INTRODUCTION

1.1. Background

The researcher has chosen to study the language usage in the Philippines because the country is the classic example of local language policy. For over five hundred years this interference affected language usage in all sectors of life. The Philippine became an American territory on the day the Treaty of Paris was signed. The first and perhaps the master stroke in the plan to use education as an instrument of colonial policy, was the decision to use English as the medium of instruction. With American textbooks, Filipinos started learning not only a new language but also a new way of life, alien to their traditions. Based on Ethnological Databases in 1980, 52% of Filipinos in the Philippines claim to speak English as a second language. If accurate, this makes the Philippines one of the largest English speaking countries in the world. The use of English in almost every domain of Philippine life gave birth to a new variety of English, called Philippine English. Due to the multi-dialectical attribute of the Philippine, substrata varieties of Philippine English also exist (Agana, 1999).

Having lived and worked in the Philippines for a period of nearly eight nearly eight years, the researcher was constantly aware of the problems arising from this special situation. This personal experience will be invaluable in guiding the consideration of the issues and the proposals the researcher intends to make, based on this study, for future language policy.

1.2. Statement of the Problem

The present language and educational situation serves as an impetus for the researcher to study the influences of the English language in the Philippines by tracing its presence and influences from the early 1800’s to the present by looking at the language and educational policies and programs formulated and implemented across the generations. In other words, the problem here deals with the historical development of English used in the Philippines and Filipino, the national language of the Philippines.

The problems to be discussed in this research are:

1. Why is English used as the medium of instruction in all schools and universities?

2. What is the importance of English usage in educational system in relation to student’s social life and future opportunities?

To answer these questions, the writer embarked on an intensive research work geared towards the ample fulfillment of these answers and several outlying questions.

1.3. Objectives of the Study

The general objectives of this study are:

to analyze how American-English affects language policies and programs of the Philippines in terms of educational system;

to analyze how American-English affection was institutionalized in the educational system.

The special objectives of this study are:

to look at educational and language policies and see up to what extent these language policies and programs in educational system are influenced by English presence in Philippine society;

to find out the present status of the English language among Filipinos, as the result of bilingual educational system from 1974 until 1980s.

1.4. Significance of the Study

This study is particularly important because debates as to the reinstatement of English as the sole media of instruction in Philippine schools and universities are presently taking center stage given the steadily worsening performance of students in national entrance examinations and professional licensing exams given in English. Not a few blame the current Bilingual Education Policy of the Department of Education, which they contend only serves to confuse students given its dual aim of promoting both English and Filipino. Those who purposely diminish English importance in the country are to go against what the rest of the world is doing.

This research is connected with social development of tile Philippines in relation to the usage of English and development of Filipino (Tagalog) language since this language is still developing. The researcher hopes to give light on these points, to investigate the influences American – English has over the country’s language policies and why it is constantly mired in Philippine language controversies, and also how to develop better language policies in bilingual education system.

1.5. Definition of Key Terms

  1. Language Planning- Deliberate language change; changes in the system of language code or speaking or both that are planned by organizations that are established for such purpose or given a mandate to fulfill such purposes.
  2. Bilingual Education – Simultaneous teaching of two more language dialects or vernaculars. In case of the Philippines, English and Pilipino / Filipino are to be taught in schools and colleges. Experiments were done in 1960- 1966 and proved the value of adequately trained teachers, carefully prepared materials, and excellent supervision. This study disproved notion that the teaching or use of three languages simultaneously would confuse children. (Rubin, J and Jernudd, B.(eds) 1975).
  3. Pilipino/Filipino- Pilipino is the national language of the Philippines, an artificial language in development. From Pilippino a new language shall be developed, which will be called later as Filipino. Pilipino will then be replaced by Filipino as the national language. Pilipino is derived from Tagalog. Tagalog became the basis of the Pilipino language.
  4. Tagalog- was the dialect spoken in the eight united Philippine provinces during Spanish colonial rule. It is the lingua franca of Manila and its neighboring provinces and is understood in almost of the part of Luzon. Manila is the seat of the Government; became the basis of Pilipino/Filipino. No other dialect is widely spoken or understood. It also dominates the Philippine cultural lifestyle. (www.angelfire.com/aka/RJPA/ Directory/ecolinguistics.html) 27.2.2006.

Chapter 2 REVIEW OF LITERATURE

The writer has extensively covered studies and works of both Filipino and other foreign authorship in preparing for this study. The following works contributed and helped the researcher a great deal in this present study.

Regarding the early presence of American-English in the Philippines, the researcher obtained references from Cuesta (1958). Cuesta gave an account of the English language during the American Regime. It was stated that as early as 1903, the American government began sending Filipino students to American colleges and upon their return they were assigned to teach in public schools. She likewise delved into me major phases of the English language which proved difficult for Filipinos. These phases included pronunciation, grammar, rhetoric, style and idioms.

On the present Bilingual Education Policy (BEP), scholarly works have been written by authors like Pascasio (1973), Bonifacio (1977), Ramos (1990), Otanes, Sevilla, Gonzalez, Segovia and Sibayan (1988).

Gonzalez and Sibayan (1988) for instance, made a comprehensive study regarding the scholastic achievements nationwide after eleven years of the Bilingual Education Policy’s implementation. Also teacher competence and proficiency was measured through a battery of tests.

Sibayan and Gonzalez’s study revealed that: 1) almost all adults (administration, faculty and parents), except for the Pilipino faculty, were non-committal towards the BEP and were not favorably disposed to the expanded use of Pilipino; 2) Pilipino teachers in general, when compared with the rest of the faculty, fare badly and are not significantly better in Pilipino than their peers, and 3). Tagalog students enjoy a real advantage over non-Tagalogs. It is recommended by the survey team that compensatory education be given to students from minority groups to mitigate this inequality.

In a similar study to Sibayan and Gonzalez’s, Segovia (1988) investigated the BEP’s implementation in the tertiary level. Segovia and her team concluded that based on their findings, tertiary level administrators, teachers, professors, and students perceive Pilipino to be the language of unity and/or national identity; however, one can be a nationalist even without the facility for communication in Pilipino. The respondents perceive English as a language of socio-economic mobility, educational advancement and international understanding.

Sevilla’s (1988) study gave the writer an idea of the awareness levels regarding the BEP among parents and among government and non-government organizations. Sevilla’s study provided the basis for the writer’s report on English’ presence and utilization in the government and business scenes.

Of valuable assistance are the works of Fishman, Pascasio and Bowen on bilingualism included in Sibayan and Gonzalez’s edited work “Language Planning and the Building of a National Language” (1977).

Works related to the researcher’s topic are quite numerous. However, the above mentioned works provided the bulk of the materials used by the researcher in writing this study.

Chapters 3 RESEARCH METHODOLOGY

3.1. Research Framework

The framework from this study is a historical research which is based on the chronological events. This research is synthesized, abstracted and explored from theories and scientific thinking in order to solve the problem.

3.2. Research Method

In preparation for this study the researcher will trace the introduction of American English in the Philippines, using a historical approach. From there the researcher will consider the status of American English in the country at present, taking careful note of the gradual integration of American English into Philippine society, particularly education. It is the educational system which is the main channel through which language policies are carried out.

Historical research has been defined as the systematic and objective location, evaluation and synthesis of evidence in order to establish facts and draw conclusions about past events (Borg, 1963). It qualifies as a scientific endeavor from the standpoint of its subscription to the same principles and the same general scholarship that characterizes all scientific research.

The values of historical research have been categorized by Hill and Garber (1950) as follows:

It enables solutions to contemporary problems to be sought in the past;

It throws light on present and future trends;

It stresses the relative importance and the effects of the various interactions that are to be found within all cultures;

It allows for the revolution of data in relation to selected hypothesis, theories and generalizations that are presently held about the past.

There are drawbacks to historical research. It is an attempt to reconstruct a previous age using data from the personal experiences of others, from documents and records. Researchers have to contend with inadequate information so that their reconstructions tend to be sketches rather than portraits.

Ultimately, historical research is concerned with a broad view of the conditions and not necessarily the specifics which bring them about, even though such a synthesis is rarely achieved without intense debate or controversy, especially on matters of detail. Despite these drawbacks, the ability of history to employ the past to predict the future, and to use the present to explain the past, gives it a dual and unique quality which makes it especially useful for all sorts of scholarly study and research.

Indeed the particular value of historical research in the field of education is unquestioned. It can yield insights into some educational problems that could not be achieved by any other means. Furthermore, it can help to establish a sound basis for further progress and change, and show how and why educational theories and practices developed. It enables educationalists to use former practices to evaluate newer, emerging ones and it can contribute to fuller understanding of the relationship between politics and education. These elements are always interrelated.

Historical research may be structured by a flexible sequence of stages beginning with the selection and evaluation of a problem or area of study. Then follows the definition of the problem in more precise terms, the selection of sources of data, collection, classification and processing of the data, and, finally, the evaluation and synthesis of the data into a balanced and objective account of the subject under investigation. The principle difference between the method of historical research and other research method used in education is highlighted by Borg:

“In historical research, it is especially important that the student carefully defines his problem and appraises its appropriateness before committing too fully. Many problems are not adaptable to historical research methods and cannot be adequately treated using this approach.” (Borg, 1963)

Once a topic has been selected and its potential and significance for historical research evaluated, the next stage is to define it more precisely, or delimit it so that a more potent analysis will result. Too broad or too vague a statement can result in the final report lacking direction or impact “Research must be a penetrating analysis of a limited problem, rather than the superficial examination of a broad area. The weapon of research is the rifle not the shotgun” (Best, 1970). Gottschalk (1951) recommends that four questions be asked in identifying a topic:

Where do the events take place?

Who are the people involved?

When do the events occur?

What kinds of human activity are involved?

As Travers (1969) suggests, the scope of a topic can be modified by adjusting the focus of any one of the four categories; the geographical area involved can be increased or decreased; more or fewer people can be included in the topic; the time span involved can be increased or decreased; and the human activity category can be broadened or narrowed.

The student must exercise strict self-control in his study of historical documents or he will find himself collecting much information that is interesting but is not related to his area of inquiry (Hockett, 1955).

This research approach is qualitative, which means the following:

(The researcher) captures and discovers meaning once he becomes immersed in the data.

Concepts are in the form of themes, motifs, generalizations, and taxonomies.

Measures are created in an ad hoc manner and are often specific to the individual setting or researcher.

Data are in the form of words from documents, observations, and transcripts.

Theory can be causal or non causal and is often inductive.

Research procedures are particular and replication is very rare.

Analysis proceeds by extracting themes or generalizations from evidence and organizing data to present a coherent, consistent picture (Neuman, 1994).

It is historical and chronological, putting all the historical data in chronological order. Due to limited sources, most of the research done for this work will be based on a survey of the published works of noted Philippine and foreign linguists, language planners, and educators.

3.3. Research Data

One of the principal differences between historical research and other forms of research is that historical research must deal with data that already exists.

“History is not science of direct observation, like chemistry or physics. The historian like the geologist interprets past events by the traces they have left; he deals with the evidence of man’s past acts and thought. But the historian, no less than scientist, must utilize evidence resulting on reliable observation. The difference in procedure is due to the fact that the historian usually does not make his own observations, and that those upon whose observations he must depend are, or were, often if not usually untrained observers. Historical method is…a process supplementary to observations, a process by which the historian attempts to test the truthfulness of the reports of observations made by others” (Hockett, 1955).

3.4. Research Instruments

Sources of data may be classified into two main groups: primary sources, which are the life blood of historical research; and secondary sources, which may be used in the absence of, or to supplement, primary data.

Primary sources of data have been described as those items that are original to the problem under study. Category two includes not only written and oral testimony given by actual participants or witnesses, but also the participants themselves. Whether or not these sources were meant for the intent purpose of passing on information is irrelevant. If a source is, intentionally or unintentionally, capable of transmitting a first-hand account of an event, it is considered a source of primary data.

Secondary sources are those that do not bear a direct physical relationship to the event being studied. This includes third person accounts etc. Best (1970) points out those secondary sources are of limited worth because of the errors that result when information is passed on from one person to another. The importance of using primary sources where possible cannot be stressed enough. The value, too, of secondary sources should not be minimized.

The review of the literature in other forms of educational research is regarded as a preparatory stage to gathering data and serves to acquaint researchers with previous research on the topics they are studying (Travers, 1969). The function of the review of the literature in historical research is different in that it provides the data for research; the researchers’ acceptance or otherwise of their hypotheses will depend on their selection of information from the review and the interpretation they put on it. Borg (1963) has identified other differences: one is that the historical researcher will have to peruse longer documents than the empirical researcher who normally studies articles very much more succinct and precise. And one final point document in education often consists of unpublished material and is therefore less accessible than reports of empirical studies in professional journals.

3.5. Scope and Research Location

3.5.1. Scope

The scope of this research is the influence of American-English on Philippine language planning and policy. The research work done on this work is primarily concerned itself with the investigation of these influences of American-English on Philippine language policies as implemented in the educational system and the effects thereof.

This study also gives a brief account of the still existing Philippine language controversy and the “entrenchment and assimilation” of American-English in Philippine Media, Government and the society as a whole.

It would be most ideal to be able to report on the actual processes that take place in the formulation. Planning and implementation of language policies and interviewing members of the Philippine language Cultivation Council and/or of the Language Planning Board could have been carried out. However due to time and resource constraints, and their unavailability for an audience, this remains to be an ideal.

3.5.2. Research Location

The research location was inhabitants of Manila, Dagupan City, Baguio City, and Ilocos region. The researcher met and interviewed them. The researcher will elaborate this topic later in the dissertation.

3.6. Data Collection Technique

Data and information gathered from records and documents must be carefully evaluated so as to attest their worth for the purpose of the particular study. Evaluation of historical data and information is often referred to historical criticism and the reliable data yielded by the process are known as historical evidence. Historical evidence has thus been described as that body of validated facts and information which can be accepted as trustworthy. Historical criticism is usually undertaken in two stages: first, the authenticity of the source is appraised; and second, the accuracy or worth of the data is evaluated. These two processes are known as external and internal criticism respectively.

External criticism is concerned with establishing the authenticity or genuineness of data. It authenticates the document (or other source) itself rather than the information it contains. It therefore sets out to uncover frauds, forgeries, hoaxes, inventions or distortions.

After the document authenticity has been established, the next task is to evaluate the accuracy and worth of the data contained therein. This presents a more difficult problem than external criticism does. The credibility of the author of the documents has to be established. A number of factors must be taken into account, that is 1) whether they were trained observers of the events, 2) kinds of their relationships to the events, 3) to what extent they were under pressure, from fear or vanity, to distort or omit facts, 4) what the intents of the authors of the documents were, 5) to what extent they were experts at recording those particular events, 6) they were too antagonistic or too sympathetic to give true picture, 7) how long after the event they recorded their account, and 8) whether they are in agreement with other independent witnesses.

A particular problem that arises from these questions is that of bias. There are three generally recognized sources of bias: those arising from the subject being interviewed, those arising from themselves as researchers and those arising from the subject-researcher interaction (Travers, 1969).

3.6.1. Data Collected from People

The researcher met people in Dagupan City and distributed questionnaires, and the respondents answered and the researcher collected the data in 1987. The discussion oh this topic will be discussed further in the dissertation.

3.6.2. Data Collected from Documents

The researcher collected documents from Philippine Government archives, and various bureaus. The discussion on these documents will be elaborated in the dissertation.

Bibliography

Alzona, E. 1932. History of Education in the Philippines: 1965-1930. 1st ed. Manila: University of the Philippines Press

Proposal penelitian kualitatif


Penelitian yang dimaksudkan untuk mengungkapkan gejala secara holistic-kontekstual melalui pengumpulan data dari latar alami dengan memanfaatkan diri peneliti sebagai instrumen kunci. Penelitian kualitatif bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis dengan pendekatan induktif. Proses dan makna (perspektif subyek) lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif.

Ciri-ciri penelitian kualitatif mewarnai sifat dan bentuk laporannya. Oleh karena itu, laporan penelitian kualitatif disusun dalam bentuk narasi yang bersifat kreatif dan mendalam serta menunjukkan cirri-ciri naturalistic yang penuh keotentikan.

Format Proposal Penelitian Kualitatif

1. Konteks Penelitian atau Latar Belakang

Bagian ini memuat uraian tentang latar belakang penelitian, untuk maksud apa peelitian ini dilakukan, dan apa/siapa yang mengarahkan penelitian. (Lihat juga membuat pendahuluan skripsi )

2. Fokus Penelitian atau Rumusan Masalah

Fokus penelitian memuat rincian pernyataan tentang cakupan atau topik-topik pokok yang akan diungkap/digali dalam penelitian ini. Apabila digunakan istilah rumusan masalah, fokus penelitian berisi pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab dalam penelitian dan alasan diajukannya pertanyaan. Pertanyaan-pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui gambaran apa yang akan diungkapkan di lapangan. Pertanyaan-pertanyaan yang diajukan harus didukung oleh alasan-alasan mengapa hal tersebut ditampilkan.

Alasan-alasan ini harus dikemukakan secara jelas, sesuai dengan sifat penelitian kualitatif yang holistik, induktif, dan naturalistik yang berarti dekat sekali dengan gejala yang diteliti. Pertanyaan-pertanyaan tersebut diajukan setelah diadakan studi pendahuluan di lapangan

3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian merupakan sasaran hasil yang ingin dicapai dalam penelitian ini, sesuai dengan fokus yang telah dirumuskan.

4. Landasan Teori

Landasan teori dimanfaatkan sebagai pemandu agar fokus penelitian sesuai dengan kenyataan di lapangan. Selain itu landasan teori juga bermanfaat untuk memberikan gambaran umum tentang latar penelitian dan sebagai bahan pembahasan hasil penelitian. Terdapat perbedaan mendasar antara peran landasan teori dalam penelitian kuantitatif dengan penelitian kualitatif. Dalam penelitian kuantitatif, penelitian berangkat dari teori menuju data, dan berakhir pada penerimaan atau penolakan terhadap teori yang digunakan; sedangkan dalam penelitian kualitatif peneliti bertolak dari data, memanfaatkan teori yang ada sebagai bahan penjelas, dan berakhir dengan suatu “teori”.

5. Kegunaan Penelitian

Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.

6. Metode Penelitian

Bab ini memuat uraian tentang metode dan langkah-langkah penelitian secara operasional yang menyangkut pendekatan penelitian, kehadiran peneliti, lokasi penelitian, sumber data, prosedur pengumpulan data, analisis data, pengecekan keabsahan data, dan tahap-tahap penelitian.

 

a. Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pada bagian II peneliti perlu menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dan menyertakan alasan-alasan singkat mengapa pendekatan ini digunakan. Selain itu juga dikemukakan orientasi teoretik, yaitu landasan berfikir untuk memahami makna suatu gejala, misalnya fenomenologis, interaksi simbolik, kebudayaan, etnometodologis, atau kritik seni (hermeneutik). Peneliti juga perlu mengemukakan jenis penelitian yang digunakan apakah etnografis, studi kasus, grounded theory, interaktif, ekologis, partisipatoris, penelitian tindakan, atau penelitian kelas.

 

b. Kehadiran Peneliti

Dalam bagian ini perlu disebutkan bahwa peneliti bertindak sebagai instrumen sekaligus pengumpul data. Instrumen selain manusia dapat pula digunakan, tetapi fungsinya terbatas sebagai pendukung tugas peneliti sebagai instrumen. Oleh karena itu, kehadiran peneliti di lapangan untuk penelitian kualitatif mutlak diperlukan. Kehadiran peneliti ini harus dilukiskan secara eksplisit dalam laopran penelitian. Perlu dijelaskan apakah peran peneliti sebagai partisipan penuh, pengamat partisipan, atau pengamat penuh. Di samping itu perlu disebutkan apakah kehadiran peneliti diketahui statusnya sebagai peneliti oleh subjek atau informan.

 

c. Lokasi Penelitian

Uraian lokasi penelitian diisi dengan identifikasi karakteristik lokasi dan alasan memilih lokasi serta bagaimana peneliti memasuki lokasi tersebut. Lokasi hendaknya diuraikan secara jelas, misalnya letak geografis, bangunan fisik (jika perlu disertakan peta lokasi), struktur organisasi, program, dan suasana sehari-hari. Pemilihan lokasi harus didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan kemenarikan, keunikan, dan kesesuaian dengan topik yang dipilih. Dengan pemilihan lokasi ini, peneliti diharapkan menemukan hal-hal yang bermakna dan baru. Peneliti kurang tepat jika megutarakan alasan-alasan seperti dekat dengan rumah peneliti, peneliti pernah bekerja di situ, atau peneliti telah mengenal orang-orang kunci.

 

d. Sumber Data

Pada bagian ini dilaporkan jenis data, sumber data, da teknik penjaringan data dengan keterangan yang memadai. Uraian tersebut meliputi data apa saja yang dikumpulkan, bagaimana karakteristiknya, siapa yang dijadikan subjek dan informan penelitian, bagaimana ciri-ciri subjek dan informan itu, dan dengan cara bagaimana data dijaring, sehingga kredibilitasnya dapat dijamin. Misalnya data dijaring dari informan yang dipilih dengan teknik bola salju (snowball sampling).

Istilah pengambilan sampel dalam penelitian kualitatif harus digunakan dengan penuh kehati-hatian. Dalam penelitian kualitatif tujuan pengambilan sampel adalah untuk mendapatkan informasi sebanyak mungkin, bukan untuk melakukan rampatan (generalisasi). Pengambilan sampel dikenakan pada situasi, subjek, informan, dan waktu.

 

e. Prosedur Pengumpulan Data

Dalam bagian ini diuraikan teknik pengumpulan data yang digunakan, misalnya observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Terdapat dua dimensi rekaman data: fidelitas da struktur. Fidelitas mengandung arti sejauh mana bukti nyata dari lapangan disajikan (rekaman audio atau video memiliki fidelitas tinggi, sedangkan catatan lapangan memiliki fidelitas kurang). Dimensi struktur menjelaskan sejauh mana wawancara dan observasi dilakukan secara sistematis dan terstruktur. Hal-hal yang menyangkut jenis rekaman, format ringkasan rekaman data, dan prosedur perekaman diuraikan pada bagian ini. Selain itu dikemukakan cara-cara untuk memastikan keabsahan data dengan triangulasi dan waktu yang diperlukan dalam pengumpulan data.

 

f. Analisis Data

Pada bagian analisis data diuraikan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkrip-transkrip wawancara, catatan lapangan dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis ini melibatkan pengerjaan, pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola, pengungkapan hal yang penting, dan penentuan apa yang dilaporkan. Dalam penelitian kualitatif, analisis data dilakukan selama dan setelah pengumpulan data, dengan teknik-teknik misalnya analisis domain, analisis taksonomis, analisis komponensial, dan analisis tema. Dalam hal ini peneliti dapat menggunakan statistik nonparametrik, logika, etika, atau estetika. Dalam uraian tentang analisis data ini supaya diberikan contoh yang operasional, misalnya matriks dan logika. (lihat analisis )

 

g. Pengecekan Keabsahan Temuan

Bagian ini memuat uraian tentang usaha-usaha peneliti untuk memperoleh keabsahan temuannya. Agar diperoleh temuan dan interpretasi yang absah, maka perlu diteliti kredibilitasnya dengan mengunakan teknik-teknik perpanjangan kehadiran peneliti di lapangan, observasi yang diperdalam, triangulasi(menggunakan beberapa sumber, metode, peneliti, teori), pembahasan sejawat, analisis kasus negatif, pelacakan kesesuaian hasil, dan pengecekan anggota. Selanjutnya perlu dilakukan pengecekan dapat-tidaknya ditransfer ke latar lain (transferrability), ketergantungan pada konteksnya (dependability), dan dapat-tidaknya dikonfirmasikan kepada sumbernya (confirmability) .

 

h. Tahap-tahap Penelitian

Bagian ini menguraikann proses pelaksanaan penelitian mulai dari penelitian pendahuluan, pengembangan desain, penelitian sebenarnya, sampai pada penulisan laporan

7. Daftar Rujukan

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.

Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi:

1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik,

2. tahun penerbitan

3. judul, termasuk subjudul

4. kota tempat penerbitan, dan

5. nama penerbit.

Cara Membuat Rujukan Skripsi

Seringkali mahasiswa masih kebingungan dalam membuat daftar rujukan pada penelitiannya. Berikut ini cara membuat rujukan beserta contoh-contoh sumber rujukan yang dipakai dalam penelitian. diantara caranya adalah: 1) mulailah dengan studi-studi di bidang anda yang paling akhir yang dimuat dalam terbitan-terbitan terbaru dan kemudian bekerjalah mundur ke terbitan-terbitan sebelumnya. 2) Bacalah abstrak atau ringkasan suatu laporan terlebih dahulu untuk menetapkan apakah laporan itu relevan dengan masalah anda atau tidak. 3) Sebelum membuat catatan, baca jelajahilah (skim) laporan tersebut dengan cepat guna mengetahui bagian-bagian yang ada kaitannya dengan masalah anda. 4) Buatlah catatan langsung pada kartu catatan, karena kartu lebih mudah diseleksi dan disusun dari pada lembaran kertas, amplop dan sebagainya. 5) Tulislah referensi bibliografi secara lengkap untuk setiap karya. 6) Untuk memudahkan pemilihan dan penyusunan, jangan memasukkan lebih dari satu referensi pada setiap kartu. 7) Jangan lupa memberi tanda bagian mana yang merupakan kutipan langsung dari pengarang dan bagian mana yang merupakan susunan kata anda sendiri

 

Berikut ini beberapa contoh cara membuat rujukan yang berasal dari beberapa sumber, diantaranya: buku, jurnal, majalah, koran, dan lain-lain.

(1) Rujukan dari Buku

Ibrahim, Hamadah. 1987. Al-ittijahat al-mu’ashirah fi tadris al-lughah al-arabiyyah wa al-lughat al-hayyah al-ukhra li ghairi al-nathiqin biha. Al-Qahirah: Dar al-fikr al-arabi.

 

(2) Artikel dalam jurnal

Mahjudin, Aliudin. 2002. Liga Arab antara Harapan dan Kenyataan. Al-Hadharah: Bahasa, Sastra dan Budaya Arab, 2(1): 69-78.

 

(3) Artikel dalam Majalah atau Koran

Suryadarma. 1990. Prosesor dan Interface: Komunikasi Data. Info Komputer, IV (4): 46-48. Huda, M. 13 November, 1991. Menyiasati Krisis Listrik Musim Kering. Jawa Pos, hlm. 6.

 

(4) Rujukan dari Koran Tanpa Penulis

Jawa Pos. 22 April, 1995. Wanita Kelas Bawah Lebih Mandiri, hlm. 3.

 

(5) Rujukan dari Dokumen Resmi Pemerintah Tanpa Penulis dan Tanpa Lembaga

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. 1990. Jakarta: PT Armas Duta Jaya.

 

(6) Rujukan dari Lembaga yang Ditulis Atas Nama Lembaga Tersebut

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. 1978. Pedoman Penulisan Laporan Penelitian. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

 

(7) Rujukan Berupa Karya Terjemahan

Ary, D., Jacobs, L.C. & Razavieh, A. Tanpa Tahun. Pengantar Penelitian Pendidikan. Terjemahan Oleh Arief Furchan. 1982. Surabaya: Usaha Nasional.

 

(8) Rujukan Berupa Skripsi, Tesis, atau Disertasi

Murtadho, Nurul. 1991. Silabus Matakuliah Keterampilan Berbicara Dengan Pendekatan Komunikatif untuk Mahasiswa Program Pendidikan Bahasa Arab JPBA FPBS IKIP Malang. Tesis tidak diterbitkan. Malang: Program Pascasarjana IKIP Malang.

 

(9) Rujukan Berupa Makalah Seminar, Penataran atau Lokakarya

Azhari, Abd. Rauf Dato’ Haji Hassa. 2004. Kebolehgunaan dan Kesesuaian Laman Web Arab dalam Penguasaan Bahasa Arab di Kalangan Penutur Melayu. Makalah disajikan dalam Seminar Internasional Pemanfaatan Self Access Center dan Internet untuk Pembelajaran Bahasa Arab di Era Global, Jurusan Sastra Arab FS UM, Malang, 27 Oktober 2004.

 

(10) Rujukan dari Internet

Al-afghani, Said. 2003. Al-Mujaz fi Qawaid al-Lughah al-Arabiyyah, (Online) (http://www.manarcom.com, diakses 17 Desember 2004).

Proposal Penelitian kuantitatif


Suatu penelitian yang pada dasarnya menggunakan pendekatan deduktif-induktif. Pendekatan ini berangkat dari suatu kerangka teori, gagasan para ahli, ataupun pemahaman peneliti berdasarkan pengalamannya, kemudian dikembangkan menjadi permasalahan-permasalahan beserta pemecahan-pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh pembenaran (verifikasi) dalam bentuk dukungan data empiris di lapangan.

Format Proposal Penelitian Kuantitatif
1. Latar Belakang Masalah
Di dalam bagian ini dikemukakan adanya kesenjangan antara harapan dan kenyataan, baik kesenjangan teoretik ataupun kesenjangan praktis yang melatarbelakangi masalah yang diteliti. Di dalam latar belakang masalah ini dipaparkan secara ringkas teori, hasil-hasil penelitian, kesimpulan seminar dan diskusi ilmiah ataupun pengalaman/pengamatan pribadi yang terkait erat dengan pokok masalah yang diteliti. Dengan demikian, masalah yang dipilih untuk diteliti mendapat landasan berpijak yang lebih kokoh. (lihat pendahuluan )
2. Rumusan Masalah
Perumusan masalah merupakan upaya untuk menyatakan secara tersurat pertanyaan-pertanyaan yang hendak dicarikan jawabannya. Perumusan masalah merupakan pernyataan yang lengkap dan rinci mengenai ruang lingkup masalah yang akan diteliti berdasarkan identifikasi dan pembatasan masalah. Rumusan masalah hendaknya disusun secara singkat, padat, jelas, dan dituangkan dalam bentuk kalimat tanya. Rumusan masalah yang baik akan menampakkan variabel-variabel yang diteliti, jenis atau sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut, dan subjek penelitian. Selain itu, rumusan masalah hendaknya dapat diuji secara empiris, dalam arti memungkinkan dikumpulkannya data untuk menjawab pertanyaan yang diajukan. Contoh: Apakah terdapat hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika?. (Tips membuat rumusan masalah )
3. Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian mengungkapkan sasaran yang ingin dicapai dalam penelitian. Isi dan rumusan tujuan penelitian mengacu pada isi dan rumusan masalah penelitian. Perbedaannya terletak pada cara merumuskannya. Masalah penelitian dirumuskan dengan menggunakan kalimat tanya, sedangkan rumusan tujuan penelitian dituangkan dalam bentuk kalimat pernyataan. Contoh: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besarnya hubungan antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika.
4. Hipotesis Penelitian (jika ada)
Tidak semua penelitian kuantitatif memerlukan hipotesis penelitian. Penelitian kluantitatif yang bersifat eksploratoris dan deskriptif tidak membutuhkan hipotesis. Oleh karena itu subbab hipotesis penelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, atau disertasi hasil penelitian kuantitatif. Secara prosedural hipotesis penelitian diajukan setelah peneliti melakukan kajian pustaka, karena hipotesis penelitian adalah rangkuman dari kesimpulan-kesimpulan teoretis yang diperoleh dari kajian pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian yang secara teoretis dianggap paling mungkin dan paling tinggi tingkat kebenarannya. Namun secara teknis, hipotesis penelitian dicantumkan dalam Bab I (Bab Pendahuluan) agar hubungan antara masalah yang diteliti dan kemungkinan jawabannya menjadi lebih jelas. Atas dasar inilah, maka di dalam latar belakang masalah sudah harus ada paparan tentang kajian pustaka yang relevan dalam bentuknya yang ringkas.
Rumusan hipotesis hendaknya bersifat definitif atau direksional. Artinya, dalam rumusan hipotesis tidak hanya disebutkan adanya hubungan atau perbedaan antarvariabel, melainkan telah ditunjukan sifat hubungan atau keadaan perbedaan itu. Contoh: Ada hubungan positif antara tingkat kecerdasan siswa SMP dengan prestasi belajar mereka dalam matapelajaran Matematika.
Jika dirumuskan dalam bentuk perbedaan menjadi: Siswa SMP yang tingkat kecerdasannya tinggi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dalam matapelajaran Matematika dibandingkan dengan yang tingkat kecerdasannya sedang. Rumusan hipotesis yang baik hendaknya: (a) menyatakan pertautan antara dua variabel atau lebih, (b) dituangkan dalam bentuk kalimat pertanyaan, (c) dirumuskan secara singkat, padat, dan jelas, serta (d) dapat diuji secara empiris.
5. Kegunaan Penelitian
Pada bagian ini ditunjukkan kegunaan atau pentingnya penelitian terutama bagi pengembangan ilmu atau pelaksanaan pembangunan dalam arti luas. Dengan kata lain, uraian dalam subbab kegunaan penelitian berisi alasan kelayakan atas masalah yang diteliti. Dari uraian dalam bagian ini diharapkan dapat disimpulkan bahwa penelitian terhadap masalah yang dipilih memang layak untuk dilakukan.
6. Asumsi Penelitian (jika diperlukan)
Asumsi penelitian adalah anggapan-anggapan dasar tentang suatu hal yang dijadikan pijakan berfikir dan bertindak dalam melaksanakan penelitian. Misalnya, peneliti mengajukan asumsi bahwa sikap seseorang dapat diukur dengan menggunakan skala sikap. Dalam hal ini ia tidak perlu membuktikan kebenaran hal yang diasumsikannya itu, tetapi dapat langsung memanfaatkan hasil pengukuran sikap yang diperolehnya. Asumsi dapat bersifat substantif atau metodologis. Asumsi substantif berhubungan dengan permasalahan penelitian, sedangkan asumsi metodologis berkenaan dengan metodologi penelitian.
7. Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian
Yang dikemukakan pada bagian ruang lingkup adalah variabel-variabel yang diteliti, populasi atau subjek penelitian, dan lokasi penelitian. Dalam bagian ini dapat juga dipaparkan penjabaran variabel menjadi subvariabel beserta indikator-indikatornya. Keterbatasan penelitian tidak harus ada dalam skripsi, tesis, dan disertasi. Namun, keterbatasan seringkali diperlukan agar pembaca dapat menyikapi temuan penelitian sesuai dengan kondisi yang ada. Keterbatasan penelitian menunjuk kepada suatu keadaan yang tidak bisa dihindari dalam penelitian. Keterbatasan yang sering dihadapi menyangkut dua hal. Pertama, keterbatasan ruang lingkup kajian yang terpaksa dilakukan karena alasan-alasan prosedural, teknik penelitian, ataupun karena faktor logistik. Kedua, keterbatasan penelitian berupa kendala yang bersumber dari adat, tradisi, etika dan kepercayaan yang tidak memungkinkan bagi peneliti untuk mencari data yang diinginkan.
8. Definisi Istilah atau Definisi Operasional
Definisi istilah atau definisi operasional diperlukan apabila diperkirakan akan timbul perbedaan pengertian atau kekurangjelasan makna seandainya penegasan istilah tidak diberikan. Istilah yang perlu diberi penegasan adalah istilah-istilah yang berhubungan dengan konsep-konsep pokok yang terdapat di dalam skripsi, tesis, atau disertasi. Kriteria bahwa suatu istilah mengandung konsep pokok adalah jika istilah tersebut terkait erat dengan masalah yang diteliti atau variabel penelitian. Definisi istilah disampaikan secara langsung, dalam arti tidak diuraikan asal-usulnya. Definisi istilah lebih dititikberatkan pada pengertian yang diberikan oleh peneliti.
Definisi istilah dapat berbentuk definisi operasional variabel yang akan diteliti. Definisi operasional adalah definisi yang didasarkan atas sifat-sifat hal yang didefinisikan yang dapat diamati. Secara tidak langsung definisi operasional itu akan menunjuk alat pengambil data yang cocok digunakan atau mengacu pada bagaimana mengukur suatui variabel. Contoh definisi operasional dari variabel “prestasi aritmatika” adalah kompetensi dalam bidang aritmatika yang meliputi menambah, mengurangi, mengalikan, membagi, dan menggunakan desimal. Penyusunan definisi operasional perlu dilakukan karena teramatinya konsep atau konstruk yang diselidiki akan memudahkan pengukurannya. Di samping itu, penyusunan definisi operasional memungkinkan orang lain melakukan hal yang serupa sehingga apa yang dilakukan oleh peneliti terbuka untuk diuji kembali oleh orang lain. (Lihat Glossary)
9. Metode Penelitian
Pokok-pokok bahasan yang terdapat dalam bab metode penelitian paling tidak mencakup aspek (1) rancangan penelitian, (2) populasi dan sampel, (3) instrumen penelitian, (4) pengumpulan data, dan (5) analisis data.
a. Rancangan Penelitian
Penjelasan mengenai rancangan atau desain penelitian yang digunakan perlu diberikan untuk setiap jenis penelitian, terutama penelitian eksperimental. Rancangan penelitian diartikan sebagai strategi mengatur latar penelitian agar peneliti memperoleh data yang valid sesuai dengan karakteristik variabel dan tujuan penelitian. Dalam penelitian eksperimental, rancangan penelitian yang dipilih adalah yang paling memungkinkkan peneliti untuk mengendalikan variabel-variabel lain yang diduga ikut berpengaruh terhadap variabel-variabel terikat. Pemilihan rancangan penelitian dalam penelitian eksperimental selalu mengacu pada hipotesis yang akan diuji. Pada penelitian noneksperimental, bahasan dalam subbab rancangan penelitian berisi penjelasan tentang jenis penelitian yang dilakukan ditinjau dari tujuan dan sifatnya; apakah penelitian eksploratoris, deskriptif, eksplanatoris, survai, atau penelitian historis, korelasional, dan komparasi kausal. Di samping itu, dalam bagian ini dijelaskan pula variabel-variabel yang dilibatkan dalam penelitian serta sifat hubungan antara variabel-variabel tersebut. (Lihat beberapa kesalahan dalam desain penelitiian)
b. Populasi dan Sampel
Istilah populasi dan sampel tepat digunakan jika penelitian yang dilakukan mengambil sampel sebagai subjek penelitian. Akan tetapi jika sasaran penelitiannya adalah seluruh anggota populasi, akan lebih cocok digunakan istilah subjek penelitian, terutama dalam penelitian eksperimental. Dalam survai, sumber data lazim disebut responden dan dalam penelitian kualitatif disebut informan atau subjek tergantung pada cara pengambilan datanya. Penjelasan yang akurat tentang karakteristik populasi penelitian perlu diberikan agar besarnya sampel dan cara pengambilannya dapat ditentukan secara tepat. Tujuannya adalah agar sampel yang dipilih benar-benar representatif, dalam arti dapat mencerminkan keadaan populasinya secara cermat. Kerepresentatifan sampel merupakan kriteria terpenting dalam pemilihan sampel dalam kaitannya dengan maksud menggeneralisasikan hasil-hasil penelitian sampel terhadap populasinya. Jika keadaan sampel semakin berbeda dengan kakarteristik populasinya, maka semakin besar kemungkinan kekeliruan dalam generalisasinya. Jadi, hal-hal yang dibahas dalam bagian Populasi dan Sampel adalah (a) identifikasi dan batasan-batasan tentang populasi atau subjek penelitian, (b) prosedur dan teknik pengambilan sampel, serta (c) besarnya sampel.
c. Instrumen penelitian
Pada bagian ini dikemukakan instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel yang diteliti. Sesudah itu barulah dipaparkan prosedur pengembangan instrumen pengumpulan data atau pemilihan alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian. Dengan cara ini akan terlihat apakah instrumen yang digunakan sesuai dengan variabel yang diukur, paling tidak ditinjau dari segi isinya. Sebuah instrumen yang baik juag harus memenuhi persyaratan reliabilitas. Dalam tesis, terutama disertasi, harus ada bagian yang menjelaskan proses validasi instrumen. Apabila instrumen yang digunakan tidak dibuat sendiri oleh peneliti, tetap ada kewajiban untuk melaporkan tingkat validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan. Hal lain yang perlu diungkapkan dalam instrumen penelitian adalah cara pemberian skor atau kode terhadap masing-masing butir pertanyaan/pernyataan. Untuk alat dan bahan harus disebutkan secara cermat spesifikasi teknis dari alat yang digunakan dan karakteristik bahan yang dipakai.
Dalam ilmu eksakta istilah instrumen penelitian kadangkala dipandang kurang tepat karena belum mencakup keseluruhan hal yang digunakan dalam penelitian. Oleh karena itu, subbab instrumen penelitian dapat diganti dengan Alat dan Bahan.
d. Pengumpulan Data
Bagian ini menguraikan (a) langkah-langkah yang ditempuh dab teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, (b) kualifikasi dan jumlah petugas yang terlibat dalam proses pengumpulan data, serta (c) jadwal waktu pelaksanaan pengumpulan data. Jika peneliti menggunakan orang lain sebagai pelaksana pengumpulan data, perlu dijelaskan cara pemilihan serta upaya mempersiapkan mereka untuk menjalankan tugas. Proses mendapatkan ijin penelitian, menemui pejabat yang berwenang, dan hal lain yang sejenis tidak perlu dilaporkan, walaupun tidak dapat dilewatkan dalam proses pelaksanaan penelitian.
e. Analisis Data
Pada bagian ini diuraikan jenis analisis statistik yang digunakan. Dilihat dari metodenya, ada dua jenis statistik yang dapat dipilih, yaitu statistik deskriptif dan statistik inferensial. Dalam statistik inferensial terdapat statistik parametrikdan statistik nonparametrik. Pemilihan jenis analisis data sangat ditentukan oleh jenis data yang dikumpulkan dengan tetap berorientasi pada tujuan yang hendak dicapai atau hipotesis yang hendak diuji. Oleh karena itu, yang pokok untuk diperhatikan dalam analisis data adalah ketepatan teknik analisisnya, bukan kecanggihannya. Beberapa teknik analisis statistik parametrik memang lebih canggih dan karenanya mampu memberikan informasi yang lebih akurat jika dibandingkan dengan teknik analisis sejenis dalam statistik nonparametrik. Penerapan statistik parametrik secara tepat harus memenuhi beberapa persyaratan (asumsi), sedangkan penerapan statistik nonparametrik tidak menuntut persyaratan tertentu.
Di samping penjelasan tentang jenis atau teknik analisis data yang digunakan, perlu juga dijelaskan alasan pemilihannya. Apabila teknik analisis data yang dipilih sudah cukup dikenal, maka pembahasannya tidak perlu dilakukan secara panjang lebar. Sebaliknya, jika teknik analisis data yang digunakan tidak sering digunakan (kurang populer), maka uraian tentang analisis ini perlu diberikan secara lebih rinci. Apabila dalam analisis ini digunakan komputer perlu disebutkan programnya, misalnya SPSS for Windows.

(lihat analisis )

10. Landasan
Teori Dalam kegiatan ilmiah, dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu masalah haruslah menggunakan pengetahuan ilmiah (ilmu) sebagai dasar argumentasi dalam mengkaji persoalan. Hal ini dimaksudkan agar diperoleh jawaban yang dapat diandalkan. Sebelum mengajukan hipotesis peneliti wajib mengkaji teori-teori dan hasil-hasil penelitian yang relevan dengan masalah yang diteliti yang dipaparkan dalam Landasan Teori atau Kajian Pustaka. Untuk tesis dan disertasi, teori yang dikaji tidak hanya teori yang mendukung, tetapi juga teori yang bertentangan dengan kerangka berpikir peneliti. Kajian pustaka memuat dua hal pokok, yaitu deskripsi teoritis tentang objek (variabel) yang diteliti dan kesimpulan tentang kajian yang antara lain berupa argumentasi atas hipotesis yang telah diajukan Bab I.
Untuk dapat memberikan deskripsi teoritis terhadap variabel yang diteliti, maka diperlukan adanya kajian teori yang mendalam. Selanjutnya, argumentasi atas hipotesis yang diajukan menuntut peneliti untuk mengintegrasikan teori yang dipilih sebagai landasan penelitian dengan hasil kajian mengenai temuan penelitian yang relevan. Pembahasan terhadap hasil penelitian tidak dilakukan secara terpisah dalam satu subbab tersendiri. Bahan-bahan kajian pustaka dapat diangkat dari berbagai sumber seperti jurnal penelitian, disertasi, tesis, skripsi, laporan penelitian, buku teks, makalah, laporan seminar dan diskusi ilmiah, terbitan-terbitan resmi pemerintah dan lembaga-lembaga lain. Akan lebih baik jika kajian teoretis dan telaah terhadap temuan-temuan penelitian didasarkan pada sumber kepustakaan primer, yaitu bahan pustaka yang isinya bersumber pada temuan penelitian. Sumber kepustakaan sekunder dapat dipergunakan sebagai penunjang. Untuk disertasi, berdasarkan kajian pustaka dapatlah diidentifikasi posisi dan peranan penelitian yang sedang dilakukan dalam konteks permasalahan yang lebih luas serta sumbangan yang mungkin dapat diberikan kepada perkembangan ilmu pengetahuan terkait. Pada bagian akhir kajian pustaka dalam tesis dan disertasi perlu ada bagian tersendiri yang berisi penjelasan tentang pandangan atau kerangka berpikir yang digunakan peneliti berdasarkan teori-teori yang dikaji. Pemilihan bahan pustaka yang akan dikaji didasarkan pada dua kriteria, yakni (1) prinsip kemutakhiran (kecuali untuk penelitian historis) dan (2) prinsip relevansi. Prinsip kemutakhiran penting karena ilmu berkembang dengan cepat. Sebuah teori yang efektif pada suatu periode mungkin sudah ditinggalkan pada periode berikutnya. Dengan prinsip kemutakhiran, peneliti dapat berargumentasi berdasar teori-teori yang pada waktu itu dipandang paling representatif. Hal serupa berlaku juga terhadap telaah laporan-laporan penelitian. Prinsip relevansi diperlukan untuk menghasilkan kajian pustaka yang erat kaitannya dengan masalah yang diteliti.
11. Daftar Rujukan
Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan. Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi: 1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik, 2. tahun penerbitan 3. judul, termasuk subjudul 4. kota tempat penerbitan, dan 5. nama penerbit.

Proposal penelitian kajian pustaka


Telaah yang dilaksanakan untuk memecahkan suatu masalah yang pada dasarnya bertumpu pada penelaahan kritis dan mendalam terhadap bahan-bahan pustaka yang relevan. Telaah pustaka semacam ini biasanya dilakukan dengan cara mengumpulkan data atau informasi dari berbagai sumber pustaka yang kemudian disajikan dengan cara baru dan atau untuk keperluan baru.

Dalam hal ini bahan-bahan pustaka itu diperlukan sebagai sumber ide untuk menggali pemikiran atau gagasan baru, sebagai bahan dasar untuk melakukan deduksi dari pengetahuan yang sudah ada, sehingga kerangka teori baru dapat dikembangkan, atau sebagai dasar pemecahan masalah.

 

Format Proposal Kajian Pustaka

1. Latar Belakang Masalah

Bagian ini berisi uraian atau gambaran umum yang dapat diperoleh dari koran, majalah, buku, jurnal, laporan penelitian, seminar, atau keadaan lapangan mengenai hal-hal yang ada kaitannya dengan masalah yang diteliti.

Gambaran umum ini dapat bersifat mendukung atau menunjang pendapat peneliti atau pun bersifat tidak mendukung atau menolak harapan peneliti. Selain itu juga dipaparkan uraian pemantapan terhadap pemahaman masalah, misalnya mengapa masalah yang dikemukakan dipandang menarik, penting, dan perlu ditelaah.

2. Rumusan Masalah

Bagian ini merupakan pengembangan dari uraian latar belakang masalah yang menunjukkan bahwa masalah yang akan ditelaah memang belum terjawab atau belum dipecahkan secara memuaskan. Uraian tersebut didukung berbagai publikasi yang berhubungan dengan masalah yang dikaji, yang mencakup aspek yang dikaji, konsep-konsep yang berkaitan dengan hal yang akan ditulis, dan teori yang melandasi kajian. Pembahasan ini hanya berisi uraian yang memang relevan dengan masalah yang akan dikaji serta disajikan secara sistematis dan terpadu.

Selanjutnya dituliskan pertanyaan-pertanyaan yang akan dijawab melalui telaah pustaka (dalam bentuk kalimat tanya), yang memuat variabel/hubungan antarvariabel yang akan dikaji. Kata tanya yang digunakan berupa apa, mengapa, bagaimana, sejauh mana, kapan, siapa, dan sebagainya bergantung pada ruang lingkup masalah yang akan dibahas.

3. Tujuan Penelitian

Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai arah dari kegiatan kajian kepustakaan yang dilakukan, berupa keinginan realistis peneliti tentang hasil yang akan diperoleh. Tujuan kajian harus mempunyai kaitan atau hubungan yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. Sebagai contoh adalah mengkaji kehidupan orang-orang yang terkenal dalam suatu bidang studi untuk mengetahui pengalaman-pengalaman mereka, bagaimana usaha mereka untuk meneliti dan menemukan apa yang sekarang dianggap sebagai hal yang biasa saja.

4. Kegunaan Penelitian

Bagian ini memberikan gambaran yang khusus atau spesifik mengenai arah dari kegiatan kajian kepustakaan yang dilakukan, berupa keinginan realistis peneliti tentang hasil yang akan diperoleh. Tujuan kajian harus mempunyai kaitan atau hubungan yang relevan dengan masalah yang akan diteliti. Sebagai contoh adalah mengkaji kehidupan orang-orang yang terkenal dalam suatu bidang studi untuk mengetahui pengalaman-pengalaman mereka, bagaimana usaha mereka untuk meneliti dan menemukan apa yang sekarang dianggap sebagai hal yang biasa saja.

5. Metode Kajian

Metode kajian menjelaskan semua langkah yang dikerjakan penulis sejak awal hingga akhir. Pada bagian ini dapat dimuat hal-hal yang berkaitan dengan anggapan-anggapan dasar atau fakta-fakta yang dipandang benar tanpa adanya verifikasi dan keterbatasan, yaitu aspek-aspek tertentu yang dijadikan kerangka berpikir. Selanjutnya dilakukan analisis masalah dan variabel yang terdapat dalam judul kajian. Analisis masalah menghasilkan variabel dan hubungan antarvariabel. Selanjutnya dilakukan analisis variabel dengan mengajukan pertanyaan mengenai masing-masing variabel dan pertanyaan yang berkaitan dengan hubungan antarvariabel. Analisis ini diperlukan untuk menyusun alur berpikir dalam memecahkan masalah.

Perlu ditekankan bahwa tulisan tentang metode kajian hendaknya didasarkan atas kajian teori dan khasanah ilmu, yaitu paradigma, teori, konsep, prinsip,hukum, postulat, dan asumsi keilmuan yang relevan dengan masalah yang dibahas.

6. Definisi Istilah

Bagian ini memberikan penjelasan mengenai istilah-istilah yang digunakan agar terdapat kesamaan penafsiran dan terhindar dari kekaburan. Bagian ini juga memberikan keterangan rinci pada bagian-bagian yang memerlukan uraian, misalnya alat peraga, sekolah, alat ukur, lokasi atau tempat, nilai, sikap, penghasilan, keadaan atau kondisi, keadaan sosial ekonomi, status, dan sebagainya.

7. Daftar Rujukan

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.

Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi:

1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik,

2. tahun penerbitan

3. judul, termasuk subjudul

4. kota tempat penerbitan, dan

5. nama penerbit.

 

Proposal Penelitian dan Pengembangan Produk


Kegiatan yang menghasilkan rancangan atau produk yang dapat dipakai untuk memecahkan masalah-masalah aktual. Dalam hal ini, kegiatan pengembangan ditekankan pada pemanfaatan teori-teori, konsep-konsep, prinsip-prinsip, atau temuan-temuan penelitian untuk memecahkan masalah.

Skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil kerja pengembangan menuntut format dan sistematika yang berbeda dengan skripsi, tesis, dan disertasi yang ditulis berdasarkan hasil penelitian, karena karakteristik kegiatan pengembangan dan kegiatan penelitian tersebut berbeda.

Kegiatan penelitian pada dasarnya berupaya mencari jawaban terhadap suatu permasalahan, sedangkan kegiatan pengembangan berupaya menerapkan temuan atau teori untuk memecahkan suatu permasalahan

Format Proposal Penelitian Pengembangan

1. Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah mengungkapkan konteks pengembangan projek dalam masalah yang hendak dipecahkan. Oleh karena itu, uraian perlu diawali dengan identifikasi kesenjangan-kesenjangan yang ada antara kondisi nyata dengan kondisi ideal, serta dampak yang ditimbulkanoleh kesenjangan-kesenjangan itu. Berbagai alternatif untuk mengatasi kesenjangan itu perlu dipaparkan secara singkat disertai dengan identifikasi faktor penghambat dan pendukungnya. Alternatif yang ditawarkan sebagai pemecah masalah beserta rasionalnya dikemukakan pada bagian akhir dari paparan latar belakang masalah.

2. Rumusan Masalah

Sebagai penegasan dari apa yang telah dibahas dalam latar belakang masalah, pada bagian ini perlu dikemukakan rumusan spesifik dari masalah yang hendak dipecahkan. Rumusan masalah pengembangan projek hendaknya dikemukakan secara singkat, padat, jelas, dan diungkapkan dengan kalimat pernyataan, bukan dalam bentuk kalimat pertanyaan seperti dalam rumusan masalah penelitian. Rumusan masalah hendaknya disertai dengan alternatif pemecahan yang ditawarkan serta rasional mengapa alternatif itu yang dipilih sebagai cara pemecahan yang paling tepat terhadap masalah yang ada.

3. Tujuan Pengembangan

Tujuan pengembangan dirumuskan bertolak dari masalah yang ingin dipecahkan dengan menggunakan alternatif yang telah dipilih. Arahkan rumusan tujuan pengembangan ke pencapaian kondisi ideal seperti yang telah diuraikan dalam latar belakang masalah.

4. Spesifikasi Produk yang Diharapkan

Bagian ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran lengkap tentang karakteristik produk yang diharapkan dari kegiatan pengembangan. Karakteristik produk mencakup semua identitas penting yang dapat digunakan untuk membedakan satu produk dengan produk lain-nya.

Produk yang dimaksud dapat berupa kurikulum, modul, paket pembelajaran, buku teks, alat evaluasi, model, atau produk lain yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah pelatihan, pembelajaran, atau pendidikan. Setiap produk memiliki spesifikasi yang berbeda dengan produk lainnya, misalnya kurikulum bahasa Inggris memiliki spesifikasi yang berbeda jika dibandingkan dengan kurikulum bidang studi lainnya, meskipun di dalamnya dapat ditemukan komponen yang sama.

5. Pentingnya Pengembangan

Bagian ini sering dikacaukan dengan tujuan pengembangan. Tujuan pengembangan mengungkapkan upaya pencapaian kondisi yang ideal, sedangkan pentingnya pengembangan mengungkapkan argumentasi mengapa perlu ada pengubahan kondisi nyata ke kondisi ideal. Dengan kata lain, pentingnya pengembangan mengungkapkan mengapa masalah yang ada perlu dan mendesak untuk dipecahkan.

Dalam bagian ini diharapkan juga terungkap kaitan antara urgensi pemecahan masalah dengan konteks permasalahan yang lebih luas. Pengkaitan ini dimaksudkan untuk menjelaskan bahwa pemecahan suatu masalah yang konteksnya mikro benar-benar dapat memberi sumbangan bagi pemecahan masalah lain yang konteksnya lebih luas.

6. Asumsi dan Keterbatasan Pengembangan

Asumsi dalam pengembangan merupakan landasan pijak untuk menentukan karakteristik produk yang dihasilkan dan pembenaran pemilihan model serta prosedur pengembangannya. Asumsi hendaknya diangkat dari teori-teori yang teruji sahih, pandangan ahli, atau data empiris yang relevan dengan masalah yang hendak dipecahkan dengan menggunakan produk yang akan dikembangkan.

Keterbatasan pegembangan mengungkapkan keterbatasan dari produk yang dihasilkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi, khususnya untuk konteks masalah yang lebih luas. Paparan ini dimaksudkan agar produk yang dihasilkan dari kegiatan pengembangan ini disikapi hati-hati oleh pengguna sesuai dengan asumsi yang menjadi pijakannya dan kondisi pendukung yang perlu tersedia dalam memanfaatkannya.
7. Definisi Istilah

Pada bagian ini dikemukakan definisi istilah-istilah yang khas digunakan dalam pengembangan produk yang diinginkan, baik dari sisi model dan prosedur yang digunakan dalam pengembangan ataupun dari sisi produk yang dihasilkan. Istilah-istilah yang perlu diberi batasan hanya yang memiliki peluang ditafsirkan berbeda oleh pembaca atau pemakai produk. Batasan istilah-istilah tersebut harus dirumuskan seoperasional mungkin. Makin operasional rumusan batasan istilah makin kecil peluang istilah itu ditafsirkan berbeda oleh pembaca atau pemakai.

8. Sistematika Penulisan

Paparan pada bagian ini dimaksudkan untuk menunjukkan cara pengorganisasian keseluruhan skripsi, tesis, dan disertasi, baik untuk Bagian I, yang memuat kajian analitis, atau-pun Bagian II, yang memuat produk yang dihasilkan dari kegiatan pengembangan.

9. Landasan Teori

Bab ini dimaksudkan untuk mengungkapkan kerangka acuan komperhensif mengenai konsep, prinsip, atau teori yang digunakan sebagai landasan dalam memecahkan masalah yang dihadapi atau dalam mengembangkan produk yang diharapkan. Kerangka acuan disusun berdasarkan kajian berbagai aspek teoretik dan empiris yang terkait dengan permasalahan dan upaya yang akan ditempuh untuk memecahkannya. Uraian-uraian dalam bab ini diharapkan menjadi landasan teoretik mengapa masalah itu perlu dipecahkan dan mengapa cara pengembangan produk tersebut dipilih

Kajian teoretik mengenai model dan prosedur yang akan digunakan dalam pengembangan juga perlu dikemukakan dalam bagian ini, terutama dalam rangka memberikan pembenaran terhadap produk yang akan dikembangkan.

Di samping itu, bagian ini juga dimaksudkan untuk memberikan gambaran tentang kaitan upaya pengembangan dengan upaya-upaya lain yang mungkin sudah pernah ditempuh oleh ahli lain untuk mendekati permasalahan yang sama atau relatif sama. Dengan demikian, upaya pengembangan yang akan dilakukan memiliki landasan empiris yang mantap.

10. Metode Pengembangan

Metode Pengembangan hendaknya memuat butir-butir (1) model pengembangan, (2) prosedur pengembangan, dan (3) uji coba produk. Dalam butir uji coba produk perlu diungkapkan (a) desain uji coba, (b) subjek uji coba, (c) jenis data, (d) instrumen pengumpulan data, dan (e) teknik analisis data.

a. Model Pengembangan

Model pengembangan dapat berupa model prosedural, model konseptual, dan model teoretik. Model prosedural adalah model yang bersifat deskriptif, yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Model konseptual adalah model yang bersifat analitis yang memerikan komponen-komponen produk yang akan dikembangkan serta keterkaitan antarkomponen (misalnya model pengembangan rancangan pengajaran Dick dan Carey, 1985). Model teoretik adalah model yang menunjukkan hubungan perubahan antar peristiwa.

Dalam bagian ini perlu dikemukakan secara singkat struktur model yang digunakan sebagai dasar pengembangan produk. Apabila model yang digunakan merupakan adaptasi dari model yang sudah ada, maka pemilihannya perlu disertai dengan alasan, komponen-komponen yang disesuaikan, serta kekuatan dan kelemahan model itu.

Apabila model yang digunakan dikembangkan sendiri, maka informasi yang lengkap mengenai setiap komponen dan kaitan antarkomponen dari model itu perlu dipaparkan. Perlu diperhatikan bahwa uraian model diupayakan seoperasional mungkin sebagai acuan dalam pengembangan produk.

b. Prosedur Pengembangan

Bagian ini memaparkan langkah-langkah prosedural yang ditempuh oleh pengembangan dalam membuat produk. Prosedur pengembangan berbeda dengan model pengembangan. Apabila model pengembangannya adalah prosedural, maka prosedur pengembangannya tinggal mengikuti langkah-langkah seperti yang terlihat dalam modelnya. Model pengembangan juga bisa berupa konseptual atau teoretik. Kedua model ini tidak secara langsung memberi petunjuk tentang bagaimana langkah prosedural yang dilalui sampai ke produk yang dispesifikasi. Oleh karena itu, perlu dikemukakan lagi langkah proseduralnya.

c. Uji coba produk

Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan/atau daya tarik dari produk yang dihasilkan.

Dalam bagian ini secara berurutan perlu dikemukakan desain uji coba, subyek uji coba, jenis data, instrumen pengumpulan data, dan teknik analisis data.

1) Desain Uji Coba

Secara lengkap, uji coba produk pengembangan biasanya dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu uji perseorangan, uji kelompok kecil, dan uji lapangan. Dalam kegiatan pengembangan, pengembang mungkin hanya melewati dan berhenti pada tahap uji perseorangan, atau dilanjutkan dan berhenti sampai tahap uji kelompok kecil, atau sampai uji lapangan. Hal ini sangat tergantung pada urgensi dan data yang dibutuhkan melalui uji coba itu.

Desain uji coba produk bisa menggunakan desain yang biasa dipakai dalam penelitian kuantitatif, yaitu desain deskriptif atau eksperimental. Yang perlu diperhatikan adalah ketepatan memilih desain untuk tahapan tertentu (perseorangan, kelompok kecil, atau lapangan) agar data yang dibutuhkan untuk memperbaiki produk dapat diperoleh secara lengkap.

2) Subjek Uji Coba

Karakteristik subjek uji coba perlu diidentifikasi secara jelas dan lengkap, termasuk cara pemilihan subjek uji coba itu. Subjek uji coba produk bisa terdiri dari ahli di bidang isi produk , ahli di bidang perancangan produk, dan/atau sasaran pemakai produk. Subjek uji coba yang ahli di bidang isi produk dapat memiliki kualifikasi keahlian tingkat S1 (untuk skripsi), S2 (untuk tesis), dan S3 (untuk disertasi). Yang penting setiap subjek uji coba yang dilibatkan harus disertai identifikasi karekteristiknya secara jelas dan lengkap, tetapi terbatas dalam kaitannya dengan produk yang dikembangkan.

Teknik pemilihan subjek uji coba juga perlu dikemukakan agak rinci, apakah menggunakan teknik rambang, rumpun, atau teknik lainnya yang sesuai.

3) Jenis Data

Uji coba produk dimaksudkan untuk mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar untuk menetapkan tingkat keefektifan, efisiensi, dan/atau daya tarik dari produk yang dihasilkan. Dalam konteks ini sering pengembang tidak bermaksud mengumpulkan data secara lengkap yang mencakup ketiganya. Bisa saja, sesuai dengan kebutuhan pengembangan, pengembang hanya melakukan uji coba untuk melihat daya tarik dari suatu produk, atau hanya untuk melihat tingkat efisiensinya, atau keduanya. Keputusan ini tergantung pada pemecahan masalah yang telah ditetapkan di Bab I: apakah pada keefektifan, efisiensi, daya tarik, atau ketiganya.

Penekanan pada efisiensi suatu pemecahan masalah akan membutuhkan data tentang efisiensi produk yang dikembangkan. Begitu pula halnya dengan penekanan pada keefektifan atau daya tarik. Atas dasar ini, maka jenis data yang perlu dikumpulkan harus disesuaikan dengan informasi apa yang dibutuhkan tentang produk yang dikembangkan itu.

Paparan mengenai jenis data yang dikumpulkan hendaknya dikaitkan dengan desain dan pemilihan subjek uji coba. Jenis data tertentu, bagaimanapun juga, akan menuntut desain tertentu dan subjek uji coba tertentu. Misalnya, pengumpulan data mengenai kecermatan isi dapat dilakukan secara perseorangan dari ahli isi, atau secara kelompok dalam bentuk seminar kecil, atau seminar yang lebih luas yang melibatkan ahli isi, ahli desain, dan sasaran pemakai produk.

4) Instrumen Pengumpulan Data

Bagian ini mengemukakan instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data seperti yang sudah dikemukakan dalam butir sebelumnya. Jika mengunakan instrumen yang sudah ada, maka perlu ada uraian mengenai karakteristik instrumen itu, terutama mengenai keshahihan dan keterandalannya. Apabila instrumen yang digunakan dikembangkan sendiri, maka prosedur pengembangannya juga perlu dijelaskan.

5) Teknik Analisis Data

Teknik dan prosedur analisis yang digunakan untuk menganali-sis data uji coba dikemukakan dalam bagian ini dan disertai alasannya. Apabila teknik analisis yang digunakan sudah cukup dikenal, maka uraian tidak perlu rinci sekali. Akan tetapi, apabila teknik tersebut belum banyak dikenal, maka uraian perlu lebih rinci.

11. Daftar Rujukan

Bahan pustaka yang dimasukkan dalam daftar rujukan harus sudah disebutkan dalam teks. Artinya, bahan pustaka yang hanya digunakan sebagai bahan bacaan tetapi tidak dirujuk dalam teks tidak dimasukkan dalam daftar rujukan. Sebaliknya, semua bahan pustaka yang disebutkan dalam skripsi, tesis, dan disertasi harus dicantumkan dalam daftar rujukan. Tatacara penulisan daftar rujukan.

Unsur yang ditulis secara berurutan meliputi:

  1. nama penulis ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, nama tengah, tanpa gelar akademik,
  2. tahun penerbitan
  3. judul, termasuk subjudul
  4. kota tempat penerbitan, dan
  5. nama penerbit.

 

Rencana kerja penulisan proposal skripsi


#1“Printer yang jebol gara-gara ngeprint terlalu banyak, hardisk yang ikut-ikutan jebol, sulit ketemu dosen, dicorat-coret dan dikasih catatan disana-sini hingga ditolak bimbingan sampai 2 bulan tanpa alasan.”

Sering kali dirasakan setiap mahasiswa yang lagi menyusun skripsi.

#2 “Menulis skripsi itu mudah. Betul sekali jika ada yang memiliki pendapat itu. Mengapa mudah? Karena prinsip tulis menulis karya ilmiah relatif sama dengan prinsip ketika kita belajar mengarang di SD. Hanya saja penulisan skripsi menuntut persyaratan keakuratan dan pengolahan data yang relatif ketat, di mana untuk memenuhinya…sang mahasiswa dituntut untuk rajin browsing dan belajar baik dari perpustakaan, internet, atau sumber lain. Selain itu, secara teknis tidak ada masalah lain.”

Ada juga yang berani bilang seperti itu…

Na sekarang kita ikuti yang kedua supaya tidak yang terjadi pengalaman seperti yang pertama. Saran saya hendaknya penulis menggunakan jadwal penulisan proposal/skripsi. Sangat baik jika jadwal tersebut juga diberikan kepada dosen pembimbing, dengan begitu akan sama-sama tahu dan akan mengondisikan semua kegiatan berlangsung dengan baik dan lancar.

Di bawah ini contoh jadwal proposal. Silahkan dimodifikasi sendiri sesuai dengan selera.

RENCANA KERJA PENULISAN PROPOSAL SKRIPSI

Bulan

Minggu ke

Kegiatan yang dikerjakan

Realisasi

 

I

Menentukan topik

 

II

Menentukan topik

 

III

Konsultasi topik

 

IV

Revisi topik dan penulisan latar belakang

 

 

I

Merumuskan masalah dan tujuan penelitian

 

II

Merumuskan Hipotesis (jika ada)
Merumuskan Manfaat penelitian teoritis;
praktis

 

III

Konsultasi Hipotesis (jika ada) dan Manfaat penelitian teoritis dan praktis

 

IV

Menulis Asumsi Penelitian (jika diperlukan);
Menulis Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian; dan Definisi Istilah atau Definisi Operasional (jika diperlukan)

 

 

I

Konsultasi Asumsi Penelitian, Ruang Lingkup dan Keterbatasan Penelitian; dan Definisi Istilah atau Definisi Operasional

 

II

Merancang kepustakaan
Merumuskan Metodologi penelitian

 

III

Konsultasi kepustakaan dan Metodologi penelitian

 

IV

Menulis pustaka acuan

 

 

I

Draf proposal siap diseminarkan

 

II

Seminar Proposal

 

III

Merevisi proposal

 

IV

proposal yang telah direvisi siap ditindaklanjuti

 

Proposal penelitian


PROPOSAL SEBAGAI RANCANGAN PENELITIAN

Seorang peneliti yang akan melaksanakaan penelitian jelas harus mengadakan persiapan, baik Persiapan fisik, administratif maupun persiapan secara teoritis. Selain harus membuat keputusan-keputusan dalam penelitian yang salah satunya dalam bentuk proposal penelitian.

Istilah lain proposal research design dapat dimaknakan oleh beberapa ahli sebagai berikut :

  • Salah satu kata design adalah rencana yang dapat diartikan pola, potongan, bentuk, model tujuan dan maksud (Echol, Hasan Shadily, 1976:177)
  • Reseach design diartikan sebagai tahap perlakuan sebelum dan sesudah eksperimen (Campbell & Stanley, 1966)
  • Tahap-tahap pelaksanaan pengumpulan data dengan membagi kedalam beberapa tahap : orientation, personal development history dan perspective (Chism, 1984:52-53)
  • Lincoln & Guba (1985:226) mendefinsisikan proposal sebagai usaha merencanakan kemungkinan-kemungkinan tertentu secara luas tanpa menunjukan secara pasti apa yang akan dikerjakan dalam hubungan dengan unsurnya masing-masing.
Komponen proposal penelitian.

Lincoln & Guba (1985:224-228)
mengemukana ada sepuluh komponen penelitian :
  1. Penentuan fokus penelitian : penentuan fokus membatasi studi berupa penentuan tempat penelitian dan penentuan fokus secara efektif menetapkan kriteria inklusi-eklusi untuk menyaring informasi yang mengalir masuk.
  2. Penentuan kesesuaian paradigma dengan fokus, belum adanya alat ukur untuk mengukur kesesuain paradigma sehingga peneliti harus mengajukan pertanyaan berdasarkan aksioma yang antara lain : 1). Apakah fenomena yang diwakili oleh kerumitan jamak itu suatu konstruksi ? 2). Apa derajat hubungan peneliti-fenomena dan apa derajat ketidakpastian yang akan diperkenalkan kedalam penelitian? 3). Apa derajat kebebasan konteksnya? 4). Apakah kiranya beralasan untuk mempersoalkan hubungan kausal konvensional itu sehubungan dengan unsur fakta yang diamati?
  3. Penentuan kesesuaian paradigma dengan teori substantif yang membimbing studi, jika suatu teori muncul dari data, maka harapannya ialah teori itu taat asas dengan paradigma metodologis yang sesuai dengan harapannya. hal ini jadi persoalan apablila teori yang digunakan untuk diuji peneliti sehingga penelaahan kesesuaian perlu diperhitungkan dalam proposal penelitian.
  4. Penentuan darimana dan dari siapa data dikumpulkan : penentuan tempat penelitian dan satuan kajian, kemudian merancang sampel bertujuan.
  5. Penentuan tahap-tahap penelitian : mengetahui sesuatu yang perlu diketahui, tahap eksplorasi fokus dan tahap pengecekan dan pemeriksaan keabsahan
  6. Penentuan teknik penelitian : berdasarkan schedul penelitian, situasi dan penelitianya bersifat individu atau tim, serta persyaratan penggunaan yang mengacu teori dasar dan jenis teknik lain yang mungkin diperlukan.
  7. Perencanaan pengumpulan dan pencatatan data : dapat dilihat dari dimensi ketepatan dan struktur.
  8. Perencanaan prosedur dan pelaksanaan analisis data: analisis data telah dimulai sejak pertama tiba pada latar penelitian.
  9. Perencanaan perlengkapan penelitian yang dapat dikelompokan kedalam lima kategori : satu, pertimbangan logistik secara keseluruhan sebelum penyelenggaraan penelitian (sponssor penelitian, jadwal penelitian rinci, pembiayaan, penelitian lembaga harus ada pengarah, tahap persiapan), Dua, pengadaan perlengkapan sebelum terjun kelapangan (pengaturan siapa yang mengsurvei pendahulu, adanya pengantian penjadwalan bergiliran, selain harus ada peneliti yang asli orang setempat selain perlengkapan penelitian) ketiga, perencanaan perlengkapan sewatu berada dilapangan, keempat, penyiapan logistik sesudah kegiatan lapangan dan kelima perencanaan logistik mengakhiri dan menutup.
  10. Perencanaan untuk pemeriksaan keabsahan data, dengan menjawab beberapa pertanyaan lanjutan :
  • Sejauhmanakah hubungan dalam rangka memenuhi perpanjangan keikutsertaan telah berlangsung?
  • Bagaimanakah mengatur kegiatan wawancara atau pengamatan dari yang longgar-terbuka makin menjadi tertutup-terstruktur?
  • Bagaimanakah triangulasi dilakukan? dengan metode? dengan sumber? dengan beberapa peneliti?
  • bagaimanakah pelaksanaan diskusi sejawat? siapakah yang akan berperan serta?
  • Hal apakah yang akan dilakukan dalam menangani kasus negatif sehingga dapat dijelaskan dari segi fenomena yang diamati?
  • Kecukupan bahan apakah yang akan dikumpulkan?bagaimanakah hal itu dapat dicapai? kapan dan siapakah yang akan memanfaatkannya?
  • Bagaimanakah teknis pelaksanaan pengecekan anggota sewaktu para peneliti kembali kelapangan penelitian? diadakan beberapa kali dan bagaimana pelaksanaannya yang terakhir?
  • Bagaimanakah menyiapkan uraian rinci itu? informasi apakah yang dapat dikumpulkan untuk mengsintesiskan dalam uraian rinci itu?
  • Bagaimana merencanakan dan melaksanakan penjajakan auditing seperti kegiatan pemeriksaan keabasahan data terakhir guna memeriksa kriteria ketergantungan dan kepastian?

Bagaimana Membangun Komunikasi Dua Arah


Lalu lintas dua arah seringkali menimbulkan kemacetan, terutama di daerah yang padat kendaraan. Tetapi, tidak demikian dengan komunikasi. Komunikasi dua arah justru memperlancar hubungan di berbagai bidang, baik di tempat kerja maupun di rumah. Membangun komunikasi dua arah memang tidak mudah, tetapi siapa tahu dengan menyimak yang berikut, Anda pun bisa melakukannya.

APAKAH PERLU KOMUNIKASI DUA ARAH?

Untuk mengetahui apakah Anda memang perlu membangun komunikasi dua arah, coba jawab beberapa pertanyaan berikut.
• Apakah anak buah atau bawahan Anda sering datang kepada Anda dan secara nyaman menyampaikan ”unek-unek” mereka?
• Apakah Anda dan tim Anda bisa saling menerima kritik tanpa mengambil sikap defensif?
• Apakah Anda tahu rasa frustrasi, masalah, keinginan, minat anggota tim Anda?
• Apakah Anda sering menanyakan pendapat atau masukan dari anggota tim tentang suatu keputusan yang akan Anda ambil?
• Apakah dalam rapat dengan tim, ada kebebasan menyatakan pendapat, memberi usulan dan saran?
Jika sebagian besar jawaban Anda adalah ”tidak”, maka kemungkinan besar Anda perlu membangun komunikasi dua arah. Namun, jika sebaliknya, jawaban Anda kebanyakan adalah ”Ya”, Anda telah memupuk terjadinya komunikasi dua arah, namun tidak ada salahnya untuk menyimak beberapa kendala komunikasi dan usulah strategi komunikasi berikut.

KENDALA KOMUNIKASI

Roger Neugebauer dalam artikelnya ”Communication: A two-way Street” mengungkapkan beberapa kendala yang sering dialami oleh sebuah organisasi dalam berkomunikasi dua arah.

Protectiveness (Perlindungan). Pimpinan seringkali tidak memberitahukan informasi tertentu pada karyawannya atau timnya karena takut akan menyakiti hati karyawan. Alasan lain adalah bahwa pimpinan menganggap bahwa informasi tersebut harus dilindungi, dan bukan untuk konsumsi karyawan karena karyawan tidak akan mungkin mengerti apa yang akan disampaikan. Demikian pula dengan karyawan, mereka sering tidak menyampaikan informasi tertentu kepada pimpinan untuk melindungi dirinya dari tindakan pemecatan atau peringatan. Mereka takut jika informasi disampaikan maka pimpinan akan marah, lalu mendiskreditkan mereka, memberikan penilaian yang negatif terhadap mereka (sehingga berdampak pada kenaikan gaji yang kecil), atau bahkan yang paling ekstrem adalah memecat mereka.

Defensiveness (Pertahanan). Selain menahan informasi, seseorang juga bisa saja tidak mau menerima informasi (menolak untuk mendengar informasi yang disampaikan). Hal ini terjadi jika mereka sudah membentuk emosi negatif terhadap orang yang memberi informasi, mungkin karena orang tersebut telah merendahkan dengan kata-kata yang menyakitkan. Hal ini membuat ia merasa ”diserang”, sehingga secara alami, orang yang merasa diserang tersebut membangun benteng pertahanan dengan menahan informasi yang masuk. Ia menganggap informasi tersebut juga akan membuatnya sakit hati. Misalnya saja ada Pak Arief yang memberi komentar kurang baik tentang prestasi seorang anak buahnya. Anak buah Pak Arief cenderung merasa bahwa masukan tersebut ”menyerang” harga dirinya, egonya, dan kualitas kerjanya. Padahal sebenarnya Pak Arief hanya ingin memberikan masukan untuk perbaikan, tetapi masukan ini disampaikan dengan kata-kata yang tidak dipikirkan dulu penyampaiannya. Ketika merasa diserang maka anak buah Pak Arief cenderung akan marah, dan menutup ”telinga” terhadap informasi lainnya yang mungkin saja berguna untuknya (misalnya: informasi mengenai strategi memperbaiki kinerjanya).

Tendency to evaluate (Kecenderungan untuk menghakimi). Jika mendapat informasi dari seseorang mengenai keburukan orang lain, pimpinan cenderung mengambil sikap yang mengevaluasi tanpa mengumpulkan data yang lengkap sebelum berkomunikasi dengan orang yang dibicarakan tersebut. Karena terpengaruh oleh pandangan satu orang, pimpinan langsung membentuk opini tertentu dan mengambil keputusan sepihak tanpa melibatkan orang-orang yang terkait, dan tanpa mengumpulkan fakta lapangan yang cukup. Ini bukanlah merupakan komunikasi dua arah, tetapi komunikasi satu arah, atau bahkan bisa dikatakan bahwa tidak terjadi komunikasi sama sekali.

Narrow perspectives (Perspektif yang sempit). Karena jarang meninjau pekerjaan orang lain, atau keluar dari lingkungan pekerjaan sendiri, seseroang seringkali dibatasi pada cara pandangnya sendiri. Ia tidak mencoba melihat dari sudut pandang orang lain. Pimpinan yang sering mengambil keputusan besar yang menyangkut keputusan keuangan dan strategi operasional secara umum, seringkali tidak mempertimbangkan detail pelaksanaan pekerjaan dan sudut pandang para pekerjaan. Sebaliknya, para karyawan, seringkali hanya melihat suatu masalah dari sudut pandangnya sendiri (kepentingan individunya semata, tanpa mencoba memahami sebuah situasi dari sudut pandang yang berbeda). Sempitnya perspektif inilah yang sering menyebabkan konflik (tiap orang hanya melihat dari sudut pandang sendiri, dan tidak mencoba memahami orang lain). Sebagai contoh, keputusan seorang pemimpin untuk membatasi percakapan telepon selama tiga menit saja, dianggap sebagai keputusan yang tidak populer, apalagi untuk bagian marketing yang sering kali menggunakan telepon untuk berhubungan dengan calon pelanggan atau pelanggan yang ada.

Mismatched expectations. Peter Drucker mengatakan bahwa pikiran manusia seringkali hanya membatasi informasi yang cocok dengan ekspektasinya Jika, ternyata informasi yang disampaikan tidak sesuai dengan apa yang diharapkan, maka orang tersebut cenderung tidak termotivasi untuk mendengarkan informasi yang disampaikan. Misalnya: jika dalam rapat-rapat ternyata seringkali tanggapannya tidak diperhatikan, maka karyawan cenderung enggan menyatakan pendapat, karena ia beranggapan percuma saja menyampaikan pendapat, karena biasanya juga tidak ada follow-up-nya. Demikian pula dengan pimpinan, yang sering mendengarkan pendapat karyawan yang dianggapnya tidak relevan dengan keputusan yang akan diambil. Pimpinan tersebut cenderung tidak mendengarkan pendapat dari orang tersebut di waktu-waktu yang berikutnya.

Insufficient time. Alasan lain adalah keterbatasan waktu untuk menyampaikan informasi secara menyeluruh. Karena kegiatan rutin yang harus diselesaikan dengan segera, seringkali waktu berkomunikasi dilupakan, atau komunikasi dilakukan dengan tergesa. Akibatnya, informasi yang disampaikan kepada orang lain pun tidak lengkap. Dampaknya adalah orang lain hanya menerima sebagian informasi (tidak utuh), sehingga ada kemungkinan informasi tersebut salah dipahami.

MEMBANGUN KOMUNIKASI DUA ARAH

Setelah memahami berbagai kendala yang menghambat terjadinya komunikasi dua arah, kita akan lebih mudah untuk menyusun strategi guna membangun komunikasi dua arah tersebut. Berikut adalah beberapa strategi yang bisa dicoba.

Mendengar. Dalam komunikasi dua arah, ada yang berbicara, dan ada yang mendengar. Yang sering terjadi adalah tiap pihak saling menunggu kesempatan untuk berbicara tanpa meluangkan waktu untuk mendengar apa yang disampaikan pihak lain (karena ia sibuk menyiapkan apa yang akan disampaikan). Seringkali, banyak permasalahan dapat terselesaikan justru bukan karena seseorang menjadi pembicara yang handal, melainkan karena ia bersedia memahami orang lain dengan cara mendengarkan dengan saksama apa yang disampaikan (keluhan, masalah, keinginan, harapan). Informasi yang didengar inilah yang bisa dijadikan dasar untuk menentukan langkah selanjutnya untuk menyelesaikan masalah.

Terbuka. Untuk mendorong tiap pihak untuk saling terbuka, seorang pimpinan hendaknya tidak menghukum orang yang menyampaikan pendapat, masalah, atau perasaannya. Keterbukaan bisa juga dibuatkan wadahnya, yaitu melalui bulletin board, kotak saran, atau media antarkaryawan. Karyawan yang menyampaikan pendapat atau ide yang bisa dimanfaatkan perusahaan, bisa diberikan hadiah, atau penghargaan. Demikian juga dengan karyawan yang bisa mengidentifikasi atau mengantisipasi masalah serta mengusulkan alternatif pemecahannya.

Menyamakan persepsi. Komunikasi dua arah sering terhambat karena adanya perbedaan persepsi terhadap suatu masalah. Dengan demikian, dalam berkomunikasi, ada baiknya disampaikan juga latar belakang pemikiran dari ide yang disampaikan, sehingga orang lain juga bisa memiliki persepsi yang sama, berangkat dari persepsi yang sama, atau paling tidak memahami persepsi orang yang menyampaikan informasi tersebut. Jika pemahaman sudah tergalang, maka komunikasi dua arah akan lebih mudah mengalir.

Komunikasi empat mata. Banyak juga karyawan yang enggan menyampaikan pendapat karena sungkan berbicara di hadapan banyak orang, padahal mungkin saja karyawan tersebut memiliki ide yang brilian. Seorang pimpinan bisa mencoba melakukan komunikasi dua arah terhadap anak buahnya secara regular untuk memahami kebutuhan, ekspektasi, masalah mereka. Dengan komunikasi empat mata, bawahan mungkin saja lebih nyaman menyatakan pendapat atau menyampaikan permasalahan yang ditemuinya di lapangan. Jadi, komunikasi empat mata penting untuk dilakukan dengan lebih sering, tidak hanya ketika melakukan evaluasi kerja tahunan.

Ada banyak cara untuk membangun komunikasi dua arah, beberapa di antaranya baru saja kita bahas bersama. Mungkin Anda bisa memilih mana yang paling cocok untuk Anda, atau mengkombinasi beberapa strategi untuk mencapai komunikasi dua arah dengan lebih mudah, dengan hasil yang lebih baik. Selamat berkomunikasi!

Sumber : http://www.sinarharapan.co.id

Spirituality Management


Ketika kita mencoba membincangkan spirituality management, setidaknya terdapat tiga jenis kontribusi yang bisa disumbangkan bagi kemajuan praktek bisnis dan manajemen. Yang pertama, dimensi spiritualitas memberikan pondasi yang kuat untuk membangun integritas moral yang kokoh bagi para pelaku bisnis (karyawan, pengusaha, kaum profesional). Itulah profil integritas yang dinaungi oleh misalnya, sikap kejujuran, kesederhanaan, dan sikap yang mengacu pada etika kebenaran. Kini misalnya, kita melihat begitu banyak perusahaan yang mencantumkan aspek integritas dalam ’core competency’ yang mereka susun. Tentu saja, aspek integritas ini akan mampu diwujudkan – dan bukan jadi sekedar kata-kata hiasan – jika semua karyawan di perusahaan tersebut memiliki kadar sprititualitas yang tidak rapuh.

Kontribusi yang kedua berkaitan dengan pengembangan etos kerja yang berorientasi pada kemajuan dan keunggulan kinerja (excellent performance). Dimensi spiritualitas semestinya mampu dijadikan driving force yang kuat untuk menancapkan motivasi dan etos kerja yang selalu mengacu pada prestasi terbaik. Dalam konteks ini mestinya ada kesadaran kuat untuk menjalankan ”teologi kerja (job theology)” : atau sebuah niatan suci untuk selalu menganggap pekerjaan kita sebagai sebuah ibadah dan bentuk pengabdian kita pada Yang Maha Agung. Ketika kita bekerja dikantor dengan asal-asalan dan menghasilkan kualitas brekele, atau ketika ketika kita hanya mempu menciptakan pelayanan yang amburadul dan membikin para pelanggan patah arang, maka mestinya kita menanggap ini semua sebagai sebuah ”dosa” dan kita mesti merasa malu dihadapan Yang Maha Tahu.Sebaliknya, ketika kita selalu bisa mempersembahkan kinerja yang istimewa, atau ketika kita mampu mengagas dan melaksanakan ide-ide kreatif untuk memajukan perusahaan, maka mestinya ini semua tidak melulu didasari oleh keinginan untuk naik pangkat, atau mendapat bonus yang besar, melainkan pertama-tama mesti dilatari oleh niatan suci untuk beribadah. Sebuah niatan yang didorong oleh kehendak untuk mengabdi dan memuliakan Yang Diatas. Dalam konteks inilah, dimensi spiritualitas dapat menjelma sebagai sebuah inner force yang kokoh dan mampu memotivasi kita untuk terus bekerja keras memberikan yang terbaik.

Kontribusi ketiga yang layak disebut adalah potensi sumbangan dimensi spiritualitas dalam membangun apa yang kini sering disebut sebagai learning organization. Tak pelak, hampir semua agama didunia selalu mendorong para umatnya untuk terus belajar dan menuntut ilmu. Dalam Islam misalnya, ayat pertama yang diturunkan berbunyi iqra’ (artinya, bacalah !) : sebuah simbolisasi yang menekankan betapa pentingnya proses belajar dan menuntut ilmu bagi kemajuan peradaban manusia. Dengan demikian, upaya untuk membangun ’learning culture’, upaya mendorong para karyawan untuk terus merengkuh ilmu, atau upaya untuk menumbuhkan ”knowledge management system”, merupakan serangkaian proses yang senantiasa perlu digerakkan. Sebab, semua ini sesungguhnya merupakan perwujudan dari dimensi spiritualitas kita dan juga bentuk ibadah kita kepada Yang Maha Mengetahui.

Sumber :www.wirausaha.com

Tips Menjalin Hubungan Kerja yang Harmonis


Seringkali orang menyepelekan soal satu ini. Kerja bagi mereka berarti tugas selesai. Titik. Padahal, hubungan dengan orang-orang di lingkungan kerja pun tak kalah penting dalam mendongkrak karier.
Hal paling penting dalam pekerjaan di abad 21 ini adalah kemampuan membangun dan menjaga hubungan. Meski Anda mempunyai ‘hobi’ gonta-ganti pekerjaan dalam perjalanan karier Anda, namun membangun jaringan dan menjaga hubungan itu adalah hal yang sangat penting. Ynag juga perlu diketahui, tempat yang paling mudah dan paling baik untuk membangun jaringan hubungan adalah di kantor.

ATASAN
Kesuksesan dan perkembangan karier Anda banyak tergantung pada atasan. Atasan Anda-lah yang dapat memberi kesempatan menangani tugas-tugas strategis atau klien-klien utama perusahaan, serta memberikan pekerjaan-pekerjaan penting lainnya. Bahkan, atasan Anda-lah yang berperan dalam menilai performance, kenaikan gaji atau kenaikan pangkat. Atasan Anda dapat pula menjadi ‘guru’ pribadi Anda. Mereka dapat memberikan sebagian pengalamannya kepada Anda, juga petunjuk dan pengarahan untuk belajar seluas-luasnya dan membiarkan Anda bertumbuh dalam pekerjaan, sekaligus menunjukkan dan membukakan ‘pintu’ kesempatan. Petiklah hal-hal tersebut sebagai keuntungan dalam perjalanan karier Anda.

Jadi, hubungan baik dengan atasan adalah hal paling berharga di dalam perkembangan karier Anda. Salah satu cara untuk mendongkrak hubungan baik dengan atasan adalah membuatnya tampak ‘baik’. Anda dapat melakukannya melalui performance pekerjaan yang bagus, mengambil tugas-tugas sulit – tetapi jangan sampai tidak sukses menyelesaikannya – dan bekerjasama dengan baik dengan bagian-bagian lain dalam perusahaan yang berada di bawah “kekuasaan” atasan.

REKAN KERJA

Rekan kerja atau kolega yang Anda temui setiap hari juga sangat berharga bagi Anda, dan sebaliknya Anda pun berguna bagi mereka. Bantulah mereka menyelesaikan pekerjaannya, terutama ketika mereka berada dalam keadaan sangat sibuk dan dikejar ‘deadline’. Jangan segan memberi pujian jika mereka berhasil menyelesaikan pekerjaan dengan baik.

Kenali rekan kerja, termasuk kebiasaan dan pribadi mereka. Ajak mereka makan siang bersama atau pulang bersama. Ini dilakukan untuk lebih mengenal mereka di luar jam-jam kerja. Asal tahu saja, ketika karier Anda atau rekan melesat maju, hubungan Anda dan rekan kerja tersebut akan menjadi sangat penting dan berharga bagi Anda berdua.

KLIEN/NARASUMBER

Seorang klien yang puas tentu akan dengan senang hati menghubungi Anda kembali di masa yang akan datang. Entah itu hanya untuk mengucapkan selamat atas promosi Anda, atau bahkan menawarkan kerjasama baru dengan Anda. Jangan heran jika Andalah yang pertama kali mereka hubungi saat mereka membutuhkan orang untuk dipekerjakan atau mengambil tawaran menarik.

Hubungan dengan klien bisa rapi terjalin jika Anda tak pelit untuk mengontak mereka. Jadi, jangan hanya mengontak mereka saat Anda membutuhkan. Kalau perlu, datangi mereka di luar jam kerja, meski itu cukup menyita waktu.
Jadi, berhubungan dengan orang-orang di lingkungan pekerjaan tak hanya menolong karier, tetapi juga membuat tempat kerja Anda lebih menyenangkan. Intinya, Anda harus rajin bersosialisasi. Sekaranglah waktunya bagi Anda untuk membangun hubungan dan meraih sukses di tempat kerja.

Sumber: Nova

Meraih kebebasan Finansial ala Robert T. Kiyosaki


Meraih kebebasan Finansial ala Robert T. Kiyosaki

Meraih kebebasan finansial tentu dambaan setiap orang. Kebebasan waktu dan kebebasan bekerja inilah yang menjadi sorotan utama Robert T. Kiyosaki pengarang buku Cashflow Quadrant. Meraih kebebasan finansial yang dimaksud Robert adalah menjadi seorang entrepreneur sejati dengan mengandalkan otak kanan.
Dalam buku Cashflow Quadrant, Robert mengulas bagaimana seseorang memanfaatkan otak kanannya untuk meraih kebebasan finansial yang diwujudkan dalam empat pilihan. Pertama, employee (pegawai), self employed (pekerja lepas), business owner (pemilik usaha, dan investor (penanam modal). Selanjutnya tinggal Anda yang memilihnya. Menurut Robert, terdapat metode yang berbeda dalam memperoleh finansial. Dimana dibutuhkan kerangka berpikir, keterampilan teknis, jalur pendidikan, dan jenis orang yang berbeda. Nah, masing-masing orang yang berbeda ini tentunya tertarik pada kuadran yang berbeda pula.

Perbedaan inti dari masing-masing orang terletak pada nilai, kekuatan, kelemahan, dan minat inti kita. Selain itu dalam memperoleh penghasilan juga tidak ditentukan pada tingkat pendidikan, melainkan lebih tergantung pada siapa diri kita. Hal-hal inilah yang menentukan kita dalam memilih kuadran yang menjadi sumber penghasilan.

Robert menegaskan kita bisa kaya atau miskin di keempat kuadran yang sudah disebutkan diatas. Ada orang yang menghasilkan jutaan dan orang yang bangkrut di masing-masing kuadran. Berada di salah satu kuadran tidak menjamin keberhasilan Anda. Dengan mengetahui ciri berbeda dari masing-masing kuadran, kita akan mempunyai gambaran yang lebih jelas tentang kuadran mana yang paling cocok dengan kita.

Ada orang yang senang menjadi seorang karyawan di sebuah perusahaan, sementara yang lain tidak. Sebenarnya menjadi sukses dalam keempat kuadran berarti kita menata ulang nilai-nilai inti yang terdapat pada diri sendiri. Banyak orang cenderung yakin bahwa cara mencapai keamanan finansial dan kebahagiaan adalah dengan melakukan keinginan sendiri atau mengembangkan sebuah produk baru yang tak dimiliki siapapun.

Cashflow Quadran yang ditulis Robert T. Kiyosaki sebenarnya memaparkan perbedaan tentang bagaimana memperoleh penghasilan, apakah sebagai karyawan, pekerja lepas, atau pemilik usaha. Tidak hanya itu, ia juga menjadi pedoman bagi siapa saja yang ingin menggunakannya.

Dengan membaca buku ini maka setidaknya kita dibimbing dari perjuangan finansial ke arah keamanan finansial kemudian kearah kebebasan finansial. Artinya, bila kita memiliki modal maka bagaimana agar modal tersebut menjadi aset yang semakin hari akan bertambah menjadi cash flow.

Satu hal lagi yang harus diingat, bahwa upaya meraih kebebasan finansial haruslah berani mengambil resiko, baik besar maupun kecil. Sebab, menjadi seorang entrepreneur tidaklah sama dengan menjadi karyawan. Karena itu ia harus belajar bagaimana menangani resiko yang bakal dihadapinya. Masalahnya, sisi kiri Cashflow Quadrant adalah sebagian besar orang berusaha menghindari resiko finansial. Langkah ini, menurut Robert, tentu saja salah. Justru kita harus berani belajar menangani resiko tersebut. Jajat

Lakukan Segmentasi Terhadap Calon pelanggan Anda


Melakukan segmentasi nasabah adalah memahami segala karakteristik dan tingkah laku nasabah Anda sehingga Anda dapat menciptakan pesan pemasaran yang secara efektif dapat berkomunikasi dengan mereka. Ini juga membantu Anda membelanjakan dolar Anda secara bijak, hanya menggunakan wahana yang dapat menjangkau semua segmen yang sudah Anda kenali.

Lakukan evaluasi nasabah Anda terhadap kelima kriteria ini untuk memastikan bahwa Anda telah melakukan segmentasi yang jelas dari hadirin Anda.

1. Jenis nasabah

Barangkali cara yang paling mendasar untuk melakukan segmentasi dari hadirin Anda adalah dengan memutuskan apakah Anda berencana menetapkan nasabah sasaran atau bisnis sasaran lainnya. Hanya sedikit perusahaan kecil yang berhasil menetapkan dua-duanya sebagai sasaran, dan meskipun ada beberapa tumpang tindih, Anda kemungkinan besar perlu menciptakan perbedaan yang lebih nyata untuk mengasah pesan pemasaran Anda.

2. Geografi

Lokasi geografis dasar nasabah Anda adalah penting sekali untuk menetapkan metode pemasaran yang akan digunakan oleh bisnis Anda. Nasabah bisa datang dari kalangan lokal, wilayah, nasional, atau internasional. Untuk beberapa bisnis, sasarannya sudah jelas – hadirin sasaran jasa cuci kering mungkin hanya beberapa mil dari lokasi bisnisnya. Dalam hal seperti ini, mungkin adalah ide yang bagus untuk memecah lokasi geografis lebih jauh – misalnya, dengan kode pos atau lingkungan tempat tinggal. Demikian pula, penjual berskala nasional atau internasional mungkin ingin menelusuri kota atau negara dimana mayoritas nasabah mereka berada untuk membantu mempertajam fokus mereka.

3. Demografi

Demografi adalah “statistik vital” mendasar dari landasan nasabah Anda. Dengan melakukan segmentasi demografis, Anda dapat menentukan karakteristik statistik khusus yang membedakan semua nasabah Anda.

Jika bisnis Anda sedang menetapkan nasabah sasaran, maka segmentasi demografis bisa meliput segala karakteristik seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, golongan pekerjaan (pekerja kantor atau pekerja pabrik), pendapatan, status pernikahan, dan latar belakang etnis atau agama. Mungkin Anda tidak perlu menggunakan semua kriteria ini; melainkan, Anda ingin memusatkan perhatian kepada riset terhadap nasabah-nasabah yang paling tepat untuk produk atau jasa Anda.

Demografi bisnis, di sisi lain, berbeda dalam pembagiannya. Mulailah dengan melihat industri dimana nasabah sasaran Anda berada. Anda juga dapat melakukan segmentasi sasaran Anda menurut ukuran bisnis berdasarkan jumlah karyawan atau jumlah penjualan. Akhirnya, pertimbangkan siapa yang mengambil keputusan membeli produk atau jasa seperti milik Anda – apa jabatan pekerjaan orang itu dan dalam departemen mana orang ini bekerja?

4. Psikografi

Psikografi mengacu kepada kepribadian dan tingkah laku emosional yang mempengaruhi pembelian. Dengan kata lain, bagaimana kebiasaan membeli dari nasabah Anda? Misalnya, apakah nasabah bersifat menurutkan kata hati atau menolak risiko? Ada kisaran variabel yang luas yang Anda dapat pertimbangkan dan mereka seringkali saling mempengaruhi, akan tetapi sebagian komponen psikografi yang paling umum mencakup:
Kecenderungan nasabah untuk membeli produk atau jasa baru kalau dibandingkan dengan yang lain

  • Pengaruh atas kebiasaan membeli nasabah (seperti tekanan dari teman atau pendidikan)
  • Perlengkapan dari produk atau jasa yang mungkin penting untuk nasabah bersangkutan
  • Kesetiaan merek atau reputasi
  • Kriteria keputusan membeli, seperti, apa pembelian akan didasarkan kepada harga atau nilai

5. Keyakinan dan gaya hidup

Bidang-bidang ini pada umumnya mengacu pada cara konsumen memandang diri mereka sendiri. Keyakinan bisa mencakup agama, politik, kebangsaan, atau nilai-nilai kebudayaan dan sikap. Segmen gaya hidup bisa berhubungan dengan cara nasabah menggunakan waktu diluar pekerjaan mereka untuk segala keperluan seperti hobi, rekreasi, hiburan dan kegemaran lainnya. Segmen-segmen ini bisa penting, karena segala variabel ini sering dapat digunakan untuk meramalkan tingkah laku pembelian masa depan.

Contoh Rencana Pemasaran


Content provided by the U.S. Small Business Administration, Online Women’s Business Center. SBA’s programs and services are provided to the public on a non-discriminatory basis.

Rencana pemasaran berikut adalah sebuah rencana sesungguhnya yang ditulis oleh seorang wanita pemilik bisnis. Nama beberapa bisnis dan kota telah disamarkan atas permintaan pemilik.

MISI

Secara teknis, misi adalah pembukaan dari seluruh Rencana Bisnis, sebagai bagian dari Rencana Pemasaran. Bagian tersebut dimasukkan disini sebagai informasi untuk pembaca…

Mosaic bermaksud memasok Michigan dengan kancing-kancing menarik paling visual yang tersedia pada saat ini. Mereka ingin menyenangkan pengguna mereka dan menyediakan batu loncatan untuk kegiatan yang kreatif. Mosaic percaya bahwa ungkapan artistik menggairahkan hidup. Mosaic menghargai ketrampilan tangan manusia dan kepekaan hati manusia. Mosaic menganggap kancing-kancing sebagai karya seni kecil dimana kita bisa melihat diri kita sendiri.

Rencana Pemasaran Mosaik

SEJARAH & KETERANGAN

Mosaic adalah sebuah toko barang eceran khusus yang menawarkan koleksi kancing antik, kontemporer dan kerajinan tangan dari segala penjuru dunia. Kancing-kancing ini berbeda dari yang tersedia di pasar dalam kualitas bahan, pengerjaan dan rancangan.

Kebutuhan sangat sederhana yang disikapi oleh Mosaic adalah kebutuhan untuk bergembira. Kancing-kancing adalah objek ungkapan perasaan yang sangat bagus yang menambah daya tak terduga pada pakaian. Perusahaan pembuat pakaian menjadi saksi dari keunggulan kompetitif untuk penggunaan kancing-kancing yang menyenangkan dan khusus. Mosaic menyediakan kancing-kancing semacam itu untuk penjahit rumahan dan siapa saja yang terlibat dalam seni menjahit dan menyulam. Penyedia pelayanan rancangan bagian dalam juga dilayani oleh Mosaic dalam menciptakan penutup ranjang, sarung bantal dan tirai jendela.

Seiring dengan pertumbuhannya, Mosaic juga akan mendirikan studio untuk rancangan permukaan kain. Lokakarya untuk lukisan, celupan dan cetakan kain akan ditawarkan sepanjang tahun. Lokakarya ini akan diadakan oleh pemilik tunggal Mosaic dan oleh seniman-seniman tamu dengan keahlian khusus.

Mosaic dibuka untuk bisnis pada tanggal 5 Agustus 1996, dengan inventaris senilai $1050. Dalam delapan bulan pertama beroperasi inventaris lain sebesar $1290 ditambahkan. Jumlah penjualan adalah $1376 untuk jangka waktu yang sama dengan jumlah rata-rata bulanan $172. Penjualan telah meningkat dengan teratur sepanjang delapan bulan ini.

Organisasi dan bisnis yang dilayani mencakup:

  • Machine Knitters Guild of Michigan
  • Michigan Embroiderers Guild
  • Sew for Profit of Michigan
  • The National Button Society
  • Home Fabrics
  • Smith-Wesson Designers
  • The Workroom

Pendanaan perusahaan datang dari pendapatan pribadi pemilik tunggal dan dari pendapatan hasil penjualan. Pendanaan tambahan dicari untuk perluasan inventaris dan untuk pemasangan iklan.

KETERANGAN PRODUK ATAU JASA

Mosaic menawarkan kancing-kancing pakaian kerajinan tangan dan buatan pabrik dari berbagai bahan dan lapisan. Sebagian besar kancing-kancing ini terbuat dari bahan alami seperti tanduk, tulang, kayu, kaca dan tanah liat. Kancing-kancing ini merupakan hasil kerajinan pekerja tangan yang ahli dari seluruh dunia dan merupakan rancangan asli. Kancing-kancing logam dan sintetis buatan pabrik juga ditawarkan, bersama dengan koleksi kancing klasik dan antik.

Semua pakaian mengambil manfaat dari kancing-kancing yang memberikan sumbangan pada watak mereka. Mosaic menawarkan sebuah peluang untuk mencipta ulang pakaian siap pakai dan mengikutsertakan orang dalam sebuah proses yang kreatif. Kancing-kancing merupakan suatu bentuk perhiasan. Mereka memungkinkan orang untuk mengungkapkan gaya pribadi mereka dengan cara baru.

Pembuat pakaian yang telah menanamkan banyak waktu dan tenaga enggan menawarkan kancing-kancing kecuali dengan harga yang menarik. Orang-orang ini sedang mencari kancing yang sempurna bagi ciptaan mereka. Mosaic membantu orang mencapai ini dan membawa proses keseluruhan pada kesimpulan yang memuaskan.

Daya tarik kancing-kancing terbukti makin terbukti di rumah, di mana mereka dimanfaatkan sebagai unsur rancangan pada bantal, penutup ranjang dan tirai jendela.

Kancing seringkali dibeli bukan untuk alasan kegunaan, tetapi demi keindahannya. Koleksi kancing-kancing antik mewakili investasi besar dan berdasarkan sejarah nilainya terus meningkat.

KETERANGAN LOKASI

Mosaic berkantor di Tower Building, 706 Main NW, Suite 200, Altamount, Michigan. Gedung ini merupakan gedung bersejarah dari hari-hari yang lamban kota itu, adalah tempat bagi dua bisnis rancangan dan selusin studio kreatif untuk ilustrasi buku, fotografi, rancangan lukisan dan permukaan, dan pembuatan perabot. Tetangganya, bekas gedung Gay-Tonekey, di 710 Main NW, juga mendukung banyak studio rancangan. Yang paling terkemuka adalah Artists’ Studio, galeri bingkai dan kado pesanan, dan LaFontaine Gallery, galeri seni halus utama. Kedua gedung ini telah mendukung komunitas artistik di wilayah tersebut selama lebih dari dua belas tahun tahun dengan menawarkan ruangan-ruangan yang menarik secara arsitektur dan sewa murah. Mereka adalah papan nama pemikiran dan kegiatan kreatif dalam masyarakat dan menarik nasabah yang menaruh minat pada ungkapan artistik. Daerah ini juga akan menerima perhatian yang diperbarui karena dimulainya renovasi terhadap bekas pabrik pembersihan air, yang akan segera menjadi restoran waralaba berskala nasional.

Mosaik pada saat ini berlokasi di sebuah ruangan lantai dua di Tower Building. Karena pertumbuhannya, Mosaic akan pindah lokasi ke ujung selatan gedung. Manfaat dari lokasi ini adalah akses lantai pertama, ruangan untuk perluasan, bidang pandang yang lebih baik dari jendela lengkungan besar, parkir yang lebih nyaman, lebih dekat dengan wilayah pengecer, dan harga yang layak.

ANALISIS PASAR

Industri
Menurut American Home Sewing and Craft Association, industri jahitan rumah menyumbang $3.5 milyar dalam penjualan eceran kepada perekonomian nasional. Dalam lima tahun dari 1987-1992, pembeli pemula mesin jahit meningkat dari 30 persen hingga 50 persen. Dalam lima tahun terakhir (1991-1996), keanggotaan dalam serikat kerja American Sewing Guild telah berlipat ukurannya dengan peningkatan 55 persen dalam jumlah cabang lokal. Tiga puluh juta orang di negara ini merupakan penggemar menjahit yang serius.

Ketersediaan serger mungkin merupakan alasan dari kenaikan ini. Mesin ini mengelim, mengobras dan menghias semuanya dalam satu gerakan, sehingga memangkas waktu menjahit hingga separuh. Dan juga, menjahit sekarang ini maju secara teknologi, menghilangkan kebutuhan memasukkan benang kedalam lobang jarum dan merapikan benang lebih. Memori komputer juga telah meningkatkan potensi kreatif dari mesin jahit.

Menjahit adalah salah satu dari beberapa industri kreatif yang dilayani Mosaic. Selagi negara ini menilai ulang semua prioritasnya, maka kegiatan-kegiatan waktu senggang berorientasi rumah sedang menikmati kenaikan dalam minat. Laporan Gallop Organization tahun 1990 tentang kecenderungan waktu senggang menunjukkan bahwa menjahit/merajut menduduki peringkat keempat dalam kegiatan yang diikuti masyarakat umum.

Di seluruh Michigan, ada perkumpulan penggemar menjahit, menenun, merajut (mesin dan tangan), menyulam dan menyambung-nyambung potongan kain. Michigan juga berlaku sebagai tuan rumah kantor cabang dari National Button Society, sebuah asosiasi pengumpul kancing.

Pasar Sasaran
Profil penjahit rumahan, seperti yang dilaporkan oleh American Home Sewing and Craft Association, nampak sebgai berikut:
  • 75 persen wanita
  • berusia 25 hingga 54 tahun
  • pendidikan perguruan tinggi
  • pendapatan rumah tangga $35 ribu atau lebih
  • artistik, keaslian nilai
  • Para penjahit dengan berbagai kemampuan

Profil ini didukung oleh pengamatan langsung dari para nasabah Mosaic.

Orang yang mengikuti industri kreatif menghargai barang-barang yang dibuat oleh tangan dan membeli mereka untuk diri sendiri, teman-teman mereka dan keluarga mereka. Mereka melibatkan diri jauh kedalam segala kegiatan waktu senggang di rumah seperti membaca, berkebun dan menjelajahi seni masak memasak.

Di dalam wilayah Altamount-Fairhills-Levine DMA, 23 persen dari jumlah rumah tangga yang ada menjahit dan 20 persen mempraktekkan pekerjaan dengan penggunaan jarum. Ini sedikit diatas rata-rata nasional dan bisa dibandingkan dengan Kota Indianapolis, yang mendukung Buttons Galore, sebuah perusahaan serupa dengan perdagangan tahunan sebesar $500.000.

Lebih banyak orang dari Altamount-Fairhills-Levine DMA yang menghadiri acara kebudayaan dan mengunjungi galeri benda seni halus dan antik dibandingkan dari Indianapolis. Pendapatan rata-rata untuk wilayah ini juga agak lebih tinggi daripada Indianapolis.

Mosaic juga melayani bisnis rancangan yang fokus pada bagian dalam rumah hunian. Kancing-kancing semakin banyak digunakan di rumah sebagai sebuah unsur dari minat dan rancangan.

Persaingan
Pesaing langsung ada di tiga kota terdekat. Mereka adalah, The Threadminder, pemasok dari perancang merajut dan menenun benang di Levine, Michigan; The Fabric Alley, sebuah toko kain kelas atas yang terletak di Cashill; dan dua toko kancing di Chicago – yaitu Twelve Buttons dan Renewal Buttons. Kekuatan dari para pesaing ini terletak pada lamanya mereka telah terjun kedalam dunia bisnis. Kesadaran akan produk mereka sangat mantap.

The Threadminder menawarkan pilihan terbatas kancing-kancing tidak biasa yang dibeli dari pemasok yang sama seperti Mosaic untuk harga yang sama. Mereka menawarkan belanja satu tempat bagi komunitas merajut dan menenun, akan tetapi kancing-kancing bukanlah fokus mereka. Kecuali jika pembelanja sedang mencari benang, mereka tidak akan tahu bahwa kancing-kancing juga tersedia di Threadbender. Mosaic akan bersaing dengan memusatkan diri pada kancing-kancing dan dengan menawarkan pilihan yang lebih luas dan lebih mengasyikkan.

The Threadminder mengembangkan pasar mereka dengan menawarkan kursus merajut dan menenun. Para peserta yang menyukai seni serabut dan tekstil akan bebas untuk menjelajahi berbagai kesempatan lain untuk berekspresi. Mosaic akan menawarkan petunjuk dalam bidang-bidang bersangkutan.

Mosaic juga akan bersaing dalam hal lokasi. Lokasi Mosaic ada di pusat kota dengan akses mudah dari segala penjuru kota.

The Fabric Alley di Cashill, Michigan, menjadi daya tarik bagi semua penjahit yang serius yang diberi kesempatan menghabiskan banyak uang untuk membeli kain halus. Mereka menawarkan pilihan yang sangat luas dari kancing-kancing dengan kisaran harga yang sama dengan Mosaic. Para penjahit dapat menemukan kancing-kancing dan kain di satu lokasi. Namun demikian, akses kepada kancing-kancing adalah sulit. Kancing-kancing tersebut dipamerkan secara buruk dan pembelanja harus sangat tekun untuk menemukan kancing-kancing mana yang mereka anggap menarik. Begitu menemukan, pramuniaga harus mendapatkan kembali dari persediaan sebelum nasabah dapat menilai mereka sepenuhnya. Ini membuat frustrasi dan menghabiskan waktu.

Kancing-kancing dipajang dengan jelas di Mosaic dengan cara yang konsisten dengan kualitas dan watak mereka. Dan lagi, Mosaic akan bersaing dengan memusatkan diri pada kancing-kancing. Perusahaan juga akan bersaing dalam lokasi. Mereka yang kebutuhannya terpenuhi oleh toko kain setempat dan yang mungkin tidak bersedia atau tidak bisa melakukan perjalanan melintasi negara bagian akan bergantung kepada Mosaic untuk kancing-kancing yang khusus.

Twelve Buttons dan Renewal Buttons menawarkan produk yang mengesankan dalam kisaran kualitas, harga dan watak. Keduanya terletak di pusat kota di wilayah metropolitan Chicago. Keduanya adalah model yang dijadikan landasan untuk rancangan Mosaic.

Mosaic akan memikat penggemar pergi dari toko-toko Chicago dengan secara tekun memasok kancing-kancing dengan keaslian tinggi. Pengrajin-pengrajin kancing independen akan dipamerkan keahliannya, kapan saja memungkinkan. Mosaic juga akan memelihara koleksi besar kancing klasik dan antik. Hubungan dengan perdagangan rancangan bagian dalam setempat juga sangat penting untuk kesuksesan.

Persaingan tidak langsung datang dari toko-toko jaringan lokal: Northeast Fabrics, Wisconsin Fabrics, Joan’s Fabrics dan Fieger’s Fabrics. Mosaic menawarkan kancing-kancing yang tidak dapat ditemukan di semua toko ini dan yang harganya pada umumnya lebih tinggi. Mosaic akan menarik nasabah yang mungkin bersedia membelanjakan uang lebih banyak untuk kancing-kancing daripada untuk kain untuk mencapai tingkat gaya dan ekspresi lebih tinggi.

TUJUAN DAN STRATEGI PROMOSI

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Mosaic dalam tahun pertama operasinya adalah keberadaannya kurang dikenal masyarakat. Saat ini, jumlah nasabah 90 orang. Tujuan perusahaan adalah menggandakan jumlah ini selama bulan Juni hingga Oktober untuk memperoleh 180 nasabah.

Strategi untuk mencapai tujuan ini mencakup:

  • Mengadakan pameran untuk membantu penjualan di pasar petani setempat setiap hari Sabtu sepanjang musim panas. Ini bisa dilakukan dengan biaya $210.
  • Membagi-bagikan kartu nama dan mencetak ulang artikel “Grandstand” tentang Mosaic yang muncul di Lifelike Magazine pada Januari 1997. Pusat peredaran adalah pasar petani, Arts Alive Gallery Hop, Underground Studio, dan wilayah bisnis pencucian kering.
  • Menempelkan papan nama tambahan di bagian luar Tower Building pada tanggal 1 Juni 1997 dengan biaya $75.
  • Mempublikasikan berita berkala kuartalan untuk semua nasabah dan bisnis pilihan yang ada. Berita berkala akan mengumpulkan rujukan, mengiklankan inventaris tambahan dan memberitahu pembaca mengenai promosi penjualan saat ini.
  • Mengadakan promosi penjualan kuartalan di bulan Mei, Agustus, November dan Februari.
    Promosi penjualan bulan Mei akan dipersembahkan untuk Hari Ibu. Para nasabah akan diundang minum teh sore; kupon potongan harga untuk para ibu akan ditawarkan.
    Selama bulan Agustus, Collage akan merayakan hari jadinya. Pameran mode/lomba busana atau kegiatan lain akan direncanakan.
    Bulan November akan fokus kepada perayaan akhir tahun.
    Bulan Februari akan menyoroti Hari Valentine.
  • Pemasangan iklan di berita berkala Woodbrook Weavers, the Michigan Quilter’s Guild dan the Greater Levine Embroiderers Guild. Biayanya sekitar $10 per edisi.
  • Melanjutkan pemasangan iklan di Greater Levine Yellow Pages dengan biaya $10.75 per bulan.
  • Mengambil bagian dalam kegiatan pengumpulan dana di radio umum, seperti WYRU Auction, dengan memberikan sumbangan dalam bentuk kupon hadiah. (Harga eceran $30; harga sebenarnya $15)
  • Memasok perancang bagian dalam dengan contoh kancing-kancing yang ditempelkan pada kain untuk digunakan oleh pelanggan mereka.

Tujuan lain yang perlu disikapi oleh Mosaic adalah inventaris gedung. Bulan-bulan musim panas akan memungkinkan porsi lebih besar dari sumber daya perusahaan untuk diarahkan pada memperbanyak inventaris.

  • Mosaic akan memasang iklan di mingguan setempat, seperti Retreat, untuk keinginan membeli kancing-kancing lama.
  • Mosaic akan mencari kancing buatan tangan dengan memasang iklan di bagian “Opportunities” pada The Art Calendar sebagai pengirim barang.

KEBIJAKAN PENETAPAN HARGA

Tiga kategori kancing-kancing dibeli oleh Mosaic untuk dijual kembali. Mereka adalah kancing-kancing kerajinan tangan, kancing-kancing buatan pabrik dan kancing-kancing klasik. Kenaikan harga industri standar mencapai 100 persen.

Harga eceran rata-rata dari kancing-kancing kerajinan tangan dan klasik adalah $4.25. Kancing-kancing buatan pabrik berkisar mulai $1.45 hingga $2.00, bergantung kepada bahan yang digunakan. Kancing-kancing dari bahan alami lebih mahal.

Dalam kurun waktu delapan bulan Mosaic terjun dalam bisnis, penjualan kancing terbesar adalah kancing dari biji corozzo alami yang dijual seharga $1.20.

PERSYARATAN PENJUALAN

Mosaic saat ini menerima uang tunai dan cek pribadi sebesar harga pembelian. Seiring pertumbuhannya, perusahaan akan menerima pembayaran dengan kartu kredit.

MENGENAL ISO/TS 16949 SISTEM MANAJEMEN MUTU UNTUK INDUSTRI OTOMOTIF


SEJARAH DAN PERKEMBANGAN

ISO 9000 Series sekarang merupakan salah satu sistem manajemen mutu yang formal serta diterapkan di hampir semua jenis organisasi, termasuk industri otomotif.

Sejak peluncuran pertamanya pada tahun 1987, ISO 9000 Series mendominasi di semua bidang yang terkait dengan sistem manajemen mutu bahkan mengecualikan beberapa issue di bidang kualitas lainnya. Seperti contoh : birokrasi prosedur, paper work , tidak ada nilai tambah. Hal ini terjadi karena standar ISO 9000 Series menjelaskan mengenai “What”, sehingga sangat bergantung kepada penerimaan suatu organisasi mengenai pemahaman persyaratan minimum yang dapat diterapkan organisasi untuk mencapai kualitas produk atau service.

Salah satu persyaratan utama dari ISO 9000 Series adalah proses yang terkait dengan supplier, dimana persyaratannya adalah bahwa organisasi harus menyediakan produk /jasa yang sesuai dengan persyaratan tersebut. Persyaratan ISO 9000 di dalam konteks bisnis merepresentasikan spesifikasi yang telah dipersyaratkan/ditetapkan. Artinya apabila organisasi tidak menyediakan produk/service yang sesuai dengan persyaratan/spesifikasi maka sistemnya sebenarnya fail, tetapi tidak berarti standardnya salah, hal ini bisa saja disebabkan karena interprestasi yang tidak sesuai dari organisasi. Atau jika spesifikasi/persyaratanya sudah ditetapkan tetapi kualitasnya lebih rendah maka dampaknya bisa saja produk tersebut menjadi tidak cukup untuk memenuhi kepuasan pelanggan.

Dari penjelasan di atas, ada dua masalah penting yang terkait khususnya di industri otomotif :

  • Kebutuhan untuk memberikan dasar yang sama kepada supplier mengenai sistem mutu dan menghilangkan interprestasi yang terlalu banyak.
  • Kebutuhan untuk mengembangkan model sertifikasi yang dapat digunakan untuk memastikan integritas dari proses sertifikasi yang bersifat ” world wide”.

Bersamaan dengan publikasi ISO 9000, beberapa negara mengembangkan sistem manajemen mutunya sendiri yang digunakan hanya untuk pembelian peralatan kemiliteran, seperti NATO Quality Control System Standards pada tahun 1973, juga Quality Panel dari UK Society of Motor Manufactures mengembangkan standar yang sama untuk penggunaan non militer, yaitu BS 4891, yang dipublikasikan pada tahun 1972.

Pada tahun 1992, Chrysler, Ford dan General Motor (GM) menyusun manual “supplier quality system” dan “assessment tools” yang kemudian disebut QS-9000. Standard ini dikembangkan dari persyaratan ISO 9000 series dan ditambah “generic requirements” , sector “specific requirements “, dan “customer spesific requirements”. QS-9000 pertama kali di publish pada bulan Agustus 1994 dan standard ini merupakan penggabungan dari Chryler s Supplier Quality Assurance Manual, Ford’s Q101, dan General s Motor’s for excellence. Dalam perkembangannya QS-9000 tidak hanya diterapkan pada proses perancangan dan perakitan dari Chrysler, Ford dan GM saja. Pada bulan maret 1998 QS- 9000 direvisi untuk yang ketiga kalinya.

Disamping Amerika dan Inggris , beberapa negara lain juga mengembangkan model standard sistem manajemen yang terkait dengan Automotive industry, diantaranya VDA (Verband der Automobilindustrie) di Jerman yang mengeluarkan VDA 6.1, kemudian di Italia, Asosiasi Industri Mobil Italia (ANFIA) mengeluarkan standard AVSQ 94 , Asosiasi Industri Mobil Perancis (PSA) menerbitkan standard EAQF.

Semakin meningkatnya persaingan di industri otomotif membuat beberapa industri melakukan penggabungan dan kerjasama tidak hanya lingkup negaranya tetapi juga antar negara, sehingga hal ini juga mendasari terjadinya penggabungan standarisasi yang telah disusun. QS-9000 tidak hanya diterapkan di Amerika, tetapi di semua negara yang men-supply ke GM, Chrysler dan Ford, sehingga harus dilakukan penyesuaian terhadap standard-standard lainnya seperti VDA 6.1, EAQF 94, AVSQ 94juga.

Pada tahun 1996 IATF (International Automotive task Force) yaitu lembaga internasional otomotif yang anggotanya terdiri dari 2 group besar yaitu industry otomotif dan asosiasi perdagangan bekerjasama dengan ISO/TC 176 mengembangkan standar yang bersifat sektoral yaitu di industri otomotif yang kemudian diberi nama ISO/TS 16949, yang dikembangkan dari QS-9000, ISO 9000 Series, VDA 6., AVSQ 94, EAQF 94 yang edisi pertamanya di keluarkan pada tahun 1999.

Dengan di kembangkannya ISO/TS 16949 oleh IATF, maka cakupannya pun semakin luas tidak hanya untuk industri mobil Eropa dan Amerika tetapi juga industri mobil di Jepang dan negara lainnya, karena asosiasi perdagangan yang menjadi anggota IATF tidak hanya Amerika (AIAG), Italia (ANFIA), Perancis (FIEV), Inggris (SMMT), Jerman (VDA-QMC), tetapi juga Jepang (JAMA), di mana JAMA merupakan asosiasi dengan jumlah anggota terbanyak diantaranya: Toyota, Mazda, Honda, Suzuki, Daihatsu, Hino, Yamaha, Nissan, Kawasaki,dsb.
KEUNTUNGAN BAGI ORGANISASI

Dengan direvisinya ISO 9001:2000, maka IS0/TS 16949 pun di revisi untuk disesuaikan dengan persyaratan ISO 9001 :2000. Beberapa persyaratan tambahan yang berarti jika dibandingkan dengan QS-9000 adalah :

  • Penetapan sasaran dan target
  • Penetapan kepuasan pelanggan
  • Continual Improvement
  • Analisis Data
  • Memastikan kesesuaian dengan persyaratan dan peraturan perundangan
  • Tinjauan manajemen dilakukan untuk memonitor sasaran mutu yang stategis dan kinerja sistem.
  • Verifikasi proses
  • Penetapan dan pemeliharaan Plant, Peralatan, dan Fasilitas
  • Review efektivitas dari pelatihan

Dengan mengadopsi ISO/TS 16949 ini, maka pemasok untuk industri otomotif akan semakin sesuai penerapannya dengan ISO 9001:2000 karena sistemnya menjadi semakin”generic”.
Beberapa keuntungan yang dapat diharapkan antara lain :

  • Meningkatkan kualitas produk dan proses ; hal ini dapat tercapai karena di dalam persyaratan baru mengcover diantaranya, mengenai : penetapan target, pengukuran dan reviewnya, pengukuran kepuasan pelanggan, keselamatan produk, ke- sesuaian dengan persyaratan dan perundangan, manajemen desain proses, penerapan teknik dan alat-alat kualitas
  • Meningkatkan keyakinan di Global Procurement ; dengan skema standard yang jelas, maka meng- eliminasi perbedaan pemahaman standar, proses sertifikasi benar-benar diseleksi berdasarkan kriteria ISO/TS 16949 dengan ruang lingkup
  • Pendekatan sistem mutu yang seragam/sama untuk pengembangan subkontraktor; dengan standar ini akan mengurangi variasi proses oleh subkontraktor sehingga hasil proses dapat lebih baik.
  • Mengurangi variasi dan meningkatkan efisiensi; dengan penerapan beberapa persyaratan yang re- levant akan mengurangi hal tersebut, antara lain : Mistake Proofing, Continous Improvement, Failure Mode effect Analisys, Statistical Process Control
  • Mengurangi audit pihak kedua ; dengan diterimanya standard ini oleh banyak negara, hal ini berdampak berkurangnya audit pihak kedua.

Dengan pemberlakuan ISO/TS 16949 ini maka industri otomotif dan turunannya memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan sistem manajemen mutunya sehingga meningkatkan kepercayaan pelangan lebih baik lagi.

1. Apa itu ISO 9001 ?

  • ISO adalah kepanjangan dari International Organization for Standardization . Artinya suatu badan internasional yang mengurusi sertifikasi ISO 9001 bagi perusahaan-perusahaan di dunia.
  • ISO 9001 adalah suatu sistem manajemen mutu nomor 9001 yang merupakan dasar bagi suatu perusahaan dalam mengelola sistem produksi dan menjamin kestabilan mutu produknya.
  • Angka 9001 sendiri merupakan nomor urut sistem mutu yang dikeluarkan oleh badan tersebut.
  • ISO 9001 harus diterapkan oleh perusahaan yang akan go international .
  • ISO 9001 berlaku bagi perusahaan manufaktur (pabrik), baik produknya berupa barang ataupun jasa.

2. Apa itu TS 16949 ?

  • TS 16949 adalah Technical Specification nomor 16949 yang dikeluarkan oleh badan ISO sebagai sistem manajemen mutu untuk industri otomotif.
  • TS 16949 dibuat oleh International Automotive Task Force (IATF) dan Japan Automobile Manufacture Association Inc (JAMA) dengan dukungan suatu komite dari ISO, yaitu komite ISO/TC 176.
  • Anggota IATF terdiri dari BMW, Daimler Chrysler, Fiat, Ford, GM, PSA Peugeot Citroen, Renault SA, Volkswagen, dan asosiasi-asosiasinya, seperti AIAG (Amerika), ANFIA (Italia), FIEV (Prancis), SMMT (Inggris), dan VDA (Jerman)
  • Anggota JAMA terdiri dari Toyota, Daihatsu, Mazda dan industri otomotif Jepang lainnya.
  • TS 16949 memuat semua persyaratan ISO 9001 ditambah dengan persyaratan khusus untuk industri otomotif.
  • ISO/TS 16949 menggantikan QS9000 dan quality system lainnya yang disyaratkan oleh masing-masing industri otomotif, misalnya VDA, AVSQ, Malcom Baldrige.
  • Dengan adanya penggabungan quality management system dari berbagai industri otomotif ini, suatu industri otomotif cukup menerapkan satu quality system meskipun memproduksi produk untuk berbagai customer. Misalnya suatu pabrik A mempunyai customer Ford, BMW dan VW. Semula dia harus menerapkan QS9000, AVSQ dan VDA 6.1. Sekarang cukup menerapkan ISO/TS 16949.
  • Tujuannya : One World, One Quality System.

3. Tujuan dari TS 16949

Pengembangan sistem manajemen mutu yang memungkinkan untuk :

  • perbaikan terus menerus,
  • penekanan pada pencegahan produk tidak OK dan,
  • pengurangan variasi dan proses yang tidak bernilai tambah pada rantai suplai.

4. Keuntungan dari TS 16949 :

  • Memperbaiki kualitas produk dan proses
  • Dapat menerapkan teknik terbaik dari industri otomotif keseluruhan
  • Menambah keyakinan untuk go international
  • Menyediakan pendekatan sistem mutu global untuk mengembangkan vendor dan memastikan konsistensinya
  • Mengurangi variasi dan meningkatkan efisiensi

5. Eight Quality Management Principles

  • ISO /TS 16949 disusun berdasarkan 8 prinsip manajemen ISO 9001:2000 atau ISO 9004:2000.
  • 8 Prinsip manajemen ini harus dijabarkan dan digunakan pada penerapan ISO/TS 16949 ke seluruh organisasi oleh top management.

Berikut adalah 8 Prinsip

  • Prinsip 1 Memusatkan pada pelanggan
  • Prinsip 2 Kepemimpinan
  • Prinsip 3 Melibatkan Orang-orang
  • Prinsip 4 Proses Pendekatan
  • Prinsip 5 Pendekatan Peningkatan System Manajemen terus menerus
  • Prinsip 7 Berdasarkan Fakta untuk Pengambilan Keputusan
  • Prinsip 8 Saling Menguntungkan Hubungan Penyalur

6. Site and Remote Location (Remote Site)

Definisi

  • Site : location at which value-added manufacturing processes occur.
  • Remote location : location that supports sites and at which non-production processes occur.
  • Supporting functions, whether on-site or remote (such as design centers, corporate headquarters and distribution centers), form part of the site audit as they support the site, but cannot obtain stand- alone certification to this TS.

Audit Time between Site and Remote Location

<!–[if !supportLists]–>· <!–[endif]–>IATF Rule : A site shall be audited within 90 day from the remote location audit time. Jadi, untuk menentukan waktu audit harus mengikuti waktu audit remote location.

STRUKTUR ISO/TS 16949

Struktur ISO/TS 16949 dan beberapa persyaratannya dikembangkan dari ISO 9001:2000, kemudian juga dikembangkan dari QS 9000 serta memperhatikan masukan dari asosiasi industri otomotif, maka struktur ISO/TS 16949 adalah sebagai berikut :

1. Struktur ISO 9001:2000 terdiri dari :

  • Scope
  • Aplikasi
  • Normative reference
  • Terms and Definitions
  • Sistem Manajemen Mutu
  • Tanggung Jawab Manajemen
  • Manajemen Sumber Daya
  • Realisasi Proses
  • Pengukuran, analisa dan peningkatan

2. Automotive Standart Requirement, Adalah persyaratan tambahan lain yang spesifik dijelaskan di masing-masing persyaratan dari ISO 9001:2000. Misalnya :

  • Persyaratan dokumentasi : Engineering Specification
  • Management Responsibility: Management commitment Proses Efisiensi
  • Responsisbilit dan Authority : responsibility for quality
  • Management representative : customer representative
  • Resource Management : Product desain skill
  • Training on the Job.
  • Plan, Facility and equipment planning
  • Product Realization
  • Accepatance criteria product realisastion
  • .Change control
  • Supplier quality management system development

Measurement analysis & improvement : ada penambahan:

  • dentification of statistical tools
  • Knowledge of basic statistical concept
  • .Manufacturing process audit
  • Problem solving
  • .Error proffing

3. Customer Spesific Requirements, adalah persyaratan spesific dari masing-masing industri otomotif yang dikeluarkan dan menjadi acuan bagi semua suppliernya di dalam mengembangkan dan menerapkan persyaratan ISO /TS 16949 ini.
Contohnya :

  • BMW mengeluarkan Customer Specific Requirements
  • yaitu : Supplied Parts Quality Management
  • VW mengeluarkan Customer Specific Requirements Qual.Cap.Suppliers.,4th edition .

SISTEM ISO/TS 16949?

1. Referensi untuk Implementasi TS 16949

Referensi yang digunakan untuk Implementasi TS 16949 dapat digambarkan sebagai berikut.

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–>ts16949 references<!–[endif]–>

Note: *) Customer Specific Requirement (CSR) ditentukan oleh siapa yang menjadi customer Anda. CSR bisa diberikan langsung oleh customer atau diakses di website customer khusus untuk supplier nya.

2. Istilah pada Referensi TS 16949

a Istilah rantai suplai :

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–>supply chain<!–[endif]–>

b. Istilah Shall, Should, Note, Such :

  • Shall : indicates a requirement.
  • Should : indicates a recommendation.
  • Note : for guidance in understanding or clarifying the associated requirement.
  • Such : suggestion, for guidance only.

c. Istilah “product” dapat berarti produk atau servis.

d . ISO 9001:2000 dan ISO/TS 16949:2002

  • ISO 9001:2000 requirement : tulisan dalam kotak.
  • ISO/TS 16949 requirement : tulisan diluar kotak.

3. Sistem dokumentasi ISO/TS 16949

Sistem dokumensi quality management system (QMS) TS terdiri dari 4 level dokumen sebagai berikut.

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

Level 1 adalah Quality Manual yang memuat elemen TS yang dapat diterapkan dan tidak dapat diterapkan, lengkap dengan kebijakan dan penanggung jawab setiap aktivitas. Dokumen level 1 ini menjadi acuan untuk pembuatan dokumen level 2.

Level 2 adalah prosedur yang memuat uraian kerja terutama yang bersifat antar bagian. Dokumen level 2 ini menjadi acuan untuk pembuatan dokumen level 3.

Level 3 adalah instruksi kerja yang memuat uraian kerja dengan lebih detail. Instruksi kerja dibuat dalam beberapa bentuk yaitu : – Standard Operating Procedure (SOP) – Standar Spesifikasi, dll.

Level 4 adalah form atau blanko yang digunakan untuk mencatat hasil setiap aktivitas.

4. Dokumen dalam ISO/TS 16949

  • Quality Manual berjumlah 1 untuk satu perusahaan.
  • Sedangkan dokumen level 2 sampai 4 tidak ada batasan jumlah.
  • TS 16949 hanya mensyaratkan 7 prosedur yang harus ada, yaitu :
    • Control of document
    • Control of records
    • Corrective action
    • Preventive action
    • Internal quality audit
    • Training
    • Control of nonconforming product.
  • Beberapa prosedur diatas dapat digabungkan dalam satu prosedur, misalnya prosedur corrective action dengan preventive action.

5. Persyaratan TS 16949

  • Persyaratan-persyaratan TS 16949 terdiri dari:
    • persyaratan ISO 9001
    • persyaratan umum pada TS 16949 untuk seluruh industri otomotif.
    • persyaratan khusus yang ditentukan oleh pelanggan.
  • Contoh persyaratan TS 16949 yang bersifat umum :
    • penanggung jawab kualitas produk
    • 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke).
    • predictive maintenance
  • Contoh persyaratan TS 16949 yang bersifat khusus :
    • perencanaan pengembangan produk yang diminta Ford, GM atau lainnya.
    • sistem produksi Toyota, dsb

Pada dasarnya kita harus menerapkan apa yang diminta oleh pelanggan. Karena pelanggan adalah raja.

SISTEM PENGONTROLAN DOKUMEN DAN RECORD

1. Perbedaan antara document dan record (catatan mutu) pada TS16949.

DOCUMENT

RECORD

Suatu informasi atau data yang dapat diperbarui setiap saat dibutuhkan.

Suatu informasi atau data hasil dilakukannya suatu proses atau aktivitas.

Informasi dapat diperbarui setiap saat dibutuhkan

Informasi tidak dapat diperbarui karena merupakan bukti suatu aktivitas telah dilakukan.

Umumnya merupakan peraturan, strategi atau rencana kerja. Misalnya prosedur, Policy Management, Jadwal IQA, Assy Plan, Control Plan, FMEA, drawing, Operation Standard.

Umumnya merupakan hasil implementasi dokumen. Misalnya minutes meeting, laporan IQA, laporan proses produksi & inspeksi, PPAP, laporan maintenance, hasil kalibrasi.

Approval menyatakan persetujuan akan peraturan, strategi atau rencana kerja.

Approval menyatakan suatu aktivitas telah dilakukan sesuai peraturan yang berlaku.

Bila didistribusi, harus dikontrol pendistribusiannya dan revisinya. *

Bila didistribusi tidak perlu dikontrol.

Biasanya dilengkapi dengan nomor dokumen, nomor revisi, tanggal pembutan, catatan revisi.

Seharusnya dilengkapi dengan tanggal pelaksanaan aktivitas.

Catatan : *) Dokumen kontrol bila didistribusikan, dokumen harus diidentifikasi sebagai dokumen kontrol. Apabila ada revisi, distributor harus memastikan penerima menerima revisi terakhir dan mengidentifikasi atau mendisposisi revisi sebelumnya.

2. Control of Document dalam turtle diagram

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

3. Persyaratan Control of Document pada TS 16949

No

Element

Requirement

Implementation

1

4.1

Organisasi harus mengiden-tifikasi proses-proses yang diperlukan dan menentukan interaksi antar proses.

Membuat business process mapping.

2

4.2.1

Sistem dokumentasi meliputi Quality Manual, prosedur, dan lainnya yang diperlukan.

Membuat Quality Manual, membuat prosedur dan instruksi kerja

3

4.2.2

Quality Manual mencakup ruang lingkup QMS, daftar prosedur, deskripsi dan interaksi proses-proses yang ada.

Membuat Quality Manual dengan daftar prosedur dan business process mapping.

4

4.2.3

Dokumen yang dibutuhkan untuk menerapkan QMS harus dikontrol.

Membuat metode kontrol dokumen dan identifikasi jenis dokumen yang harus dikontrol.

5

4.2.3

Prosedur Control of document harus mencantumkan:

  • Approval dokumen sebelum dipakai
  • Review dokumen & approval ulang
  • Ada catatan perubahan dokumen
  • dokumen versi terakhir tersedia di area yang membutuhkan.
  • memastikan dokumen masih berlaku.
  • dokumen eksternal dikontrol
  • identifikasi dokumen obsolete.

Membuat prosedur “Control of Document” yang mencantumkan semua persyaratan yang diminta.

4. Control of Records dalam turtle diagram

<!–[if gte vml 1]> <![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

5. Persyaratan Control of Records pada TS 16949

No

Element

Requirement

Implementation

1

4.2.4

Record harus ditentukan dan dipelihara sebagai bukti pelaksanaan suatu aktivitas.

Membuat daftar induk record.

 

4.2.4

Record harus sah, mudah diambil bila diperlukan dan dapat dipinjam.

Penyimpanan record mempertimbangkan hal ini.

 

4.2.4

Prosedur “Control of record” harus dibuat dan mencantumkan metode kontrol, penyimpanan, perlindungan, peminjaman, masa penyimpanan dan metode pemusnahan record.

Membuat prosedur “Control of records” yang mencantumkan semua persyaratan ini.

 

4.2.4.1

Masa penyimpanan record (retention time) harus mempertimbangkan kebutuhan peraturan pemerintah.

Menentukan masa penyimpanan record dengan memperhatikan kebutuhan customer dan peraturan pemerintah.

 

 

 

BIBLIOGRAPHY

 

Lahirnya Google


Google lahir dari sebuah pertemuan tanpa disengaja dari Larry Page dan Sergey Brin di Universitas Stanford . Pada Januari 1996 Lary dan Sergey mulai melakukan kolaborasi dalam pembuatan Search Enggine yang diberi nama BackRub. 1998 Teknologi Search Enggine itu terus di sempurnakan, keduanya mulai mencari Investor untuk mengembangkan kecanggihan teknologi mesin pencari mereka.

Sehingga, mereka mendapatkan suntikan dana dari Andy Bechtolsheim teman kampus sekaligus pendiri Sun Microsystem. Sebuah cek senilai 100 ribu dolar AS, yang uniknya di cek itu tertulis atas nama Google yang bahkan pada saat itu belum didirikan oleh Sergey dan Larry.

Larry dan Sergey sebelumnya pernah menawarkan kemungkinan dengan Alta Vista, tetapi ditolak dengan alasan perusahaan indu Alta Vista yaitu Digital Equipment Corp tidak suka bergantung pada orang dari luar perusahaan.

Investor di Silicon Valley, Michael Moritz (Sequa Capital) dan Jhon Doer (Kleiner Perkins) yang saling berkompetisi akhirnya bisa diyakinkan untuk menyuntik modal senilai 12,5 juta dolar AS ke perusahaan Google yang pada 7 Desember 1998 ini didirikan.

Kantor pertamanya adalah sebuah ruang garasi rumah teman mereka di Menlo Park, California. Pada tahun 1999, Google pindah ke kantor di 165 University Ace Palo Alto California sebelum akhirnya pindah ke Googleplex pada akhir tahun tersebut.

Larry dan Sergey terus menjalankan mesin pencari Google hingga tahun 2001. Setelah itu mereka merekrut Eric E. Schdimt untuk menjadi ketua umum dan CEO Google.
Google kini menjadi perusahaan yang paling berpengaruh di Internet, termasuk karena Blogger.com sudah mereka kuasai.

Googleplex menjadi tempat kerja yang sangat nyaman, karena dilengkapi sarana dan prasarana yang lengkap seperti kolam renang, bar, billiard room, futsal, voli pantai, makanan gratis, minuman kesehatan cuma-cuma, dan cemilan yang melimpah. Terlebih lagi, suasana kerja yang rileks karena karyawan google diperbolehkan untuk hanya mengenakan kaus dan celana jeans, sehingga apabila ketika kita datang ke googleplex dan melihat sesorang yang mengenakan pakaian resmi, jas dan sebagainya, hampir bisa dipastikan dia adalah Tamu.

Satu lagi yang menarik, di Google diterapkan sistem , karyawan diberikan 20 % waktu kerja mereka untuk bebas mengerjakan apa yang di minati-nya – kira-kira dalam 1 minggu sehari. Sehingga kreativitas karyawan meningkat, dan lahirlah seperti misal google earth dll. Dengan begitu google sangat konsen pada Sumber Daya Manusia yang mereka miliki.

Sebuah artikel yang ditulis oleh seorang wartawan dari Fortune, Freg Vogelstein, berjudul ” Why Google Scares Bill Gates ” menjelaskan persaingan antaran Google dengan Microsoft. Ini membuktikan betapa hebatnya google saat ini, sehingga raksasa seperti Microsoft yang sudah berusia 25 tahun lebih, menerapkan berbagai strategi untuk bersaing dengan google. Ini terlihat nyata, dengan rencana Akusisi Yahoo.com oleh Microsoft baru-baru ini, meskipun akhirnya kandas.

Di balik itu, Google juga melakukan kerja-kerja filantropis ( sosial ) dengan mendirikan Google.org. Misi dari organisasi itu adalah membantu kampanye soal perubahan iklim, pemanasan global, juga kesehatan dan kemiskinan global. Direktur dari Google.org ini adalah Dr. Larry

TANRI ABENG: Manajemen, Kunci Keberhasilan Memakmurkan Bangsa


Terlahir dengan nama Tanri Abeng, dari sebuah keluarga miskin di sebuah desa di Pulau Selayar, Propinsi Sulawesi Selatan, 65 tahun silam. Menyadari keadaan ekonomi keluarga yang kurang beruntung, sejak usia belia ia bertekad untuk belajar dan bekerja keras jika ingin menggapai cita-cita yang diinginkan. Semasapendidikannya, misalnya, Tanri bersekolah sambil berusaha mencari uang untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari di antaranya dengan memberi les, menggandakan catatan-catatan sekolah/kuliah, dan lain-lain.

Kegigihan dan ketekunan pantang menyerah tersebut kemudian membawa
berbagai keberhasilan baik dalam pendidikan maupun perjalanan karirnya. Lelaki berkumis klimis ini beberapa waktu kemudian terpilih sebagai peserta program pertukaran pelajar American Field Service. Setelah menamatkan SMA-nya, ia meneruskan kuliah pada Fakultas Ekonomi Universitas Hasanudin, di Makassar. Saat itu, ia kuliah sambil bekerja paruh waktu di perusahaan eksportir dan menjadi guru bahasa Inggris di sebuah SMA. Berkat keuletannya dalam belajar, menjelang tamat kuliah, Tanri memperoleh beasiswa untuk melanjutkan studi ke jenjang pasca-sarjana, Master of Business Administration (MBA) di State University, New York, Amerika Serikat.

Perjalanan karirnya dimulai sejak Tanri Abeng bergabung dengan perusahaan multi-nasional, PT. Union Carbide Indonesia, tidak berapa lama setelah lulus dan menggondol gelar MBA. Tugasnya saat itu
diawali dari management trainee di Amerika Serikat, dan dalam waktu singkat, di usianya yang ke-29 tahun, Tanri telah menduduki jabatan direktur keuangan dan Corporate Secretary di perusahaan itu.
Kecerdasan dan keteguhannya dalam bekerja keras, sekali lagi menunjukkan hasil yang gemilang bagi perusahaan tempatnya bekerja. Terbukti, hanya beberapa tahun kemudian ia dialihtugaskan keSingapura dan bertanggungjawab atas pemasaran di Asia, Afrika, dan Eropa.

Walaupun karir dan penghidupannya sangat bagus di Union Carbide, bahkan ditawarkan untuk menjadi presiden direktur di perusahaan ini dengan gaji dan fasilitas yang sangat memuaskan, Tanri Abeng lebih
memilih meninggalkan pekerjaan lamanya dan bergabung dengan PT. Perusahaan Bir Indonesia (PT. PBI) di tahun 1979. Keinginannya untuk mencoba tantangan baru yang lebih keras dan sulit rupanya menjadi
pendorong utama bagi Tanri menerima tawaran untuk mengelola PT. PBI. Ia ingin membuktikan dirinya sebagai seorang manajer yang baik dan handal. Hasilnya? Tangan dingin pria berbintang pisces ini dalam
waktu singkat mampu membawa sukses bagi perusahaan tersebut dan berkembang menjadi PT. Multi Bintang Indonesia (PT. MBI), dan mengangkat perusahaan multi-nasional ini menjadi bintang yang
merajai pasar minuman di Indonesia.

Kesuksesan Tanri Abeng di MBI menarik perhatian Aburizal Bakrie, yang kemudian menawarkannya untuk menahkodai kelompok usaha Bakrie Brothers. Kemampuan dan kehandalannya dalam mengelola sebuah
kelompok perusahaan terbuktikan selama menjadi Chief Executive Officer (CEO) dari Bakrie Brothers. Betapa tidak, hanya dalam waktu setahun Tanri, yang beristrikan Farida Nasution, mampu meningkatkan
keuntungan kelompok perusahaan tersebut hingga 30 persen. Dari rententan berbagai keberhasilan itulah kemudian Tanri Abeng dijuluki sebagai “Manajer Satu Milyard”.

Seperti lazimnya, kisah sukses seperti ini pasti akan mengundang perhatian yang lebih luas dan dari kalangan yang lebih besar atau berpengaruh. Demikian juga, berita tentang kehandalan manajerial
Tanri Abeng suatu ketika sampai juga ke telinga Suharto ketika ia masih menjadi presiden republik ini. Kepala negara zaman orde baru itu kemudian memintanya menjadi Menteri Negara Pendayagunaan BUMN
(Badan Usaha Milik Negara), sebuah kementrian baru di pemerintahan Indonesia, pada Kabinet Pembangunan VII di tahun 1997. Pada jabatan baru ini, Tanri mendapat tantangan kerja yang tidak tanggung-
tanggung, ia harus mengelola 164 BUMN dengan sekitar 1.300 anak perusahaan, yang total nilanya mencapai angka Rp. 500 triliun. Suatu tugas yang amat berat, namun Tanri pantang mengeluh. “Selain
merupakan sesuatu yang berat, tugas itu merupakan suatu kehormatan luar biasa karena saya termasuk dalam kabinet penuh tantangan,” demikian pernyataannya suatu ketika kepada media massa. Jabatan
Menteri BUMN ini tetap berlanjut diembannya hingga kepada kepemimpinan mantan Presiden BJ Habibie yang menggantikan Suharto yang lengser oleh gerakan reformasi di tahun 1998. Posisi tersebut
berakhir ketika pemerintahan beralih ke presiden Abdurrahman Wahid pada pemilu 1999.

Menilik keberhasilan demi keberhasilan yang dicapai oleh pria langsing nan ramah ini, banyak orang ingin mendengar apa komentar Tanri sendiri atas penilaian kesuksesan tersebut. Juga tentang pandangan-pandangan nya terhadap berbagai persoalan dan jalan keluar dari kemelut bangsa kita.

Bill Gates, Kevin Mitnik, Steve Jobs, dan William Joy


Pada suatu pagi di musim dingin tahun 1974, dalam perjalanan mengunjungi sahabatnya Bill Gates, Paul Allen membaca artikel majalah Popular Electronics dengan judul World’s First Microcomputer Kit to Rival Commercial Models. Artikel ini memuat tentang komputer mikro pertama Altair 9090. Allen kemudian berdiskusi dengan Bill Gates, dan mereka menyadari bahwa era “komputer rumah” akan segera hadir dan meledak, membuat keberadaan software untuk komputer-komputer tersebut sangat dibutuhkan. Bill Gates kemudian menghubungi perusahaan pembuat Altair, yaitu MITS (Micro Instrumentation and Telemetry Systems).Dia mengatakan bahwa dia dan Allen, telah membuat BASIC yang dapat digunakan pada Altair. Tentu saja ini adalah bohong. Bahkan mereka sama sekali belum menulis satu baris kode pun. MITS, yang tidak mengetahui hal ini, sangat tertarik pada BASIC. Dan hebatnya dalam waktu 8 minggu BASIC telah siap diimplementasikan dan bekerja sempurna di Altair. Setahun kemudian Bill Gates meninggalkan Harvard, dan bersama dengan Paul Allen mendirikan Microsoft.

Kisah berbeda datang dari Jerry Yang, yang pada tahun 1990 menjalani program doktor di Stanford University. Bersama dengan sahabatnya David Filo, mereka lebih menyukai kegiatan surfing di Internet, daripada aktifitas dan penelitian program doktor yang mereka ikuti. Mereka mulai mengumpulkan link situs-situs yang menarik, sampai akhirnya list yang mereka buat telah menjadi terlalu panjang dan terlalu banyak. Mereka kemudian membaginya menjadi banyak kategori dan subkategori. Inilah peristiwa bersejarah yang mengawali lahirlah perusahaan besar bernama Yahoo!. Yahoo merupakan singkatan dari ”Yet another Hierarchical Officious Oracle”. Awalnya, yang mengakses ke direktori Yahoo! hanya Yang, Filo, dan beberapa teman dekat mereka di Stanford University. Namun, dari obrolan mulut ke mulut, orang mengakses ke Yahoo! menjadi semakin banyak. Mengetahui bahwa orang yang mengakses ke Yahoo! menjadi sangat banyak, mereka akhirnya menjadikan Yahoo! sebagai bisnis.Â

Dua kisah diatas tercatat dalam sejarah bagaimana sebuah bisnis Information Technology (IT) dapat terlahir. Dan masih banyak kisah-kisah lain tentang kesuksesan bisnis IT, yang kadang dimulai dari sesuatu yang sederhana, dari sebuah hobi atau kemampuan kita membaca kebutuhan masyarakat terhadap suatu solusi. Bidang IT termasuk bidang yang unik, karena banyak sekali pebisnis dan tokoh-tokoh IT lahir justru karena kekuatan karakter dan kreatifitas.

Nah, keunggulan yang diperoleh seseorang karena pengakuan dan penghargaan publik terhadap hasil karya, produk, ide dan perjoeangan yang dilakukan adalah merupakan keunggulan defacto. Sebaliknya keunggulan yang diperoleh seseorang karena gelar (degree), sertifikasi (certification) dan pengakuan formal, sering saya sebut sebagai keunggulan dejure. Bisnis dan peluangnya bisa lahir dari keunggulan defacto maupun dejure, dan keduanya bisa saling melengkapi.

Bill Gates, Kevin Mitnik, Steve Jobs, dan William Joy, adalah nama-nama yang besar di dunia IT karena keunggulan defacto mereka. Orang mungkin juga lupa bahwa Jerry Yang adalah seorang akademisi yang menguasai dengan baik teori-teori dasar komputasi. Meskipun dia lebih terkenal karena sebagai founder dari Yahoo.Com. William Joy yang lulusan the University of California Barkeley, justru lebih terkenal karena sebagai pendiri dari Sun Microsystems. Bill Gates dan Kevin Mitnik juga memberikan nyata bagaimana keunggulan defacto menjadi sesuatu hal yang dominan dalam terlahirnya sebuah bisnis.

Menariknya fenomena ini juga dikaji secara mendalam laporan khusus Gartner 2006 (Gartner Predictcs 2006 Special Report), meskipun dengan terminologi yang berbeda. Diramalkan bahwa pada tahun 2010 pasar kerja para spesialis IT akan berkurang hingga 40%. Para spesialis (specialist) ini akan digantikan oleh versatilis (versatilist), yang mampu mengkombinasikan kompetensi dan keahlian teknis, dengan pengalaman bisnis dan kemampuan memberikan solusi komprehensif. Dengan degree dan sertifikasi, kita mungkin akan bisa menjadi seorang spesialis dalam suatu bidang (keunggulan defacto). Tapi ternyata ini saja tidak cukup, diperlukan kemampuan verbal, komunikasi memberi solusi dan berhubungan dengan orang lain (keunggulan defacto). Ini yang disebut dengan seorang versatilis, dan versatilis bukanlah generalis yang tahu banyak hal tapi dangkal atau hanya kulit-kulitnya saja.

Inilah jalan untuk survive dan menjadi seorang entrepreneur di dunia IT. Dan Sumber Daya Manusia (SDM) IT Indonesia, sejak dini sebaiknya diarahkan untuk memiliki kombinasi kedua keunggulan tersebut. Di satu sisi kita selalu encourage mahasiswa-mahasiswa kita untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Di sisi lain kita ajak untuk aktif dan kreatif lewat kerja-kerja unik yang dibutuhkan oleh masyarakat secara luas. Memberi kesempatan mereka untuk mengerjakan berbagai project atau mengembangkan produk yang bisa mereka jual. Dan pengalaman itu mematangkan teori dan konsep yang mereka dapatkan di bangku kuliah. Saya sendiri sejak duduk di tingkat 2 program studi S1 di Saitama University, sudah mulai mencoba kerja part time, bergabung ke berbagai perusahaan IT di Jepang, menjadi programmer, engineer, atau lecturer. Bekerja bersama dan berkomunikasi dengan rekan-rekan di Industri, ternyata mematangkan dan memberikan ruh ke ilmu pengetahuan konseptual yang saya dapatkan di bangku kuliah.

Yang menarik, dari ratusan tawaran mengajar, seminar, maupun kesempatan bisnis yang mampir ke saya, sebagian besar datang karena aktifitas saya di dunia maya, karena IlmuKomputer.Com yang saya buat, karena tulisan-tulisan saya di media cetak, elektronik, dan di situs blog RomiSatriaWahono.Net, ataupun karena pendapat saya di milis-milis. Ini semua (defacto). Sebagian lagi datang karena saya peneliti di LIPI atau karena degree saya (dejure).

Pesan terakhir untuk rekan-rekan generasi muda yang ingin mendaki jalan hidup sebagai seorang entrepreneur di bidang IT:

  • Sistem operasi, bahasa pemrograman, software dan teknologi hanyalah sebuah tool (alat) yang harus kita kuasai dan gunakan untuk memecahkan masalah. Tool tersebut bersifat tidak kekal, dan bukanlah agama yang harus dianut atau difanatikkan seumur hidup. Ketergantungan terhadap sebuah tool adalah kebodohan. Debat kusir tentang tool dan saling mengumpat atau membela mati-matian sebuah tool adalah tindakan sia-sia, karena mereka masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.
  • Setiap peluang memiliki nilai untung dan rugi, setiap keputusan yang diambil dalam hidup harus memperhitungkan opportunity cost yang harus dibayar. Ketika kita harus mengambil cuti kuliah untuk mengerjakan sebuah project IT, harus diperhitungkan benar seberapa jauh cost yang kita keluarkan untuk mendapatkan pengalaman tesebut.
  • Pembelian buku dan komputer harus kita anggap sebagai sebuah investasi. Kita harus produktif menggunakan buku dan komputer untuk menghasilkan keuntungan baik material maupun pengalaman.
  • Cerdas dalam mengambil berbagai peluang yang ada dan usahakan mengemasnya dalam sebuah karya dan produk yang menjadi solusi bagi orang lain.
  • Mengambil kesempatan kerja part time atau full time sebagai proses pembelajaran dan melatih diri secara riil di dunia industri.
  • Latihlah kemampuan verbal. Diantara kesibukan berkomunikasi dengan mesin (komputer), tetap latih teknik dan strategi berkomunikasi dengan manusia. Berlatihlah menyampaikan pengetahuan dan teknologi yang kita kuasai dengan bahasa sederhana dan dapat dipahami dengan mudah oleh orang awam sekalipun.
  • Bangun jaringan (networking) dan kerjasama dengan berbagai pihak. Setiap pertemuan dengan orang lain, siapapun dia, akan membawa manfaat bagi kita, meskipung kadang-kadang tidak langsung datang seketika.

Siapapun kita, apapun degree kita, apapun bidang kerja kita, asal kita sudah berniat untuk terjun di bisnis dan industri IT, kita bisa mulai dari keunggulan defacto dan dejure yang kita miliki. Jadi pebisnis IT, siapa takut?

Ratu talkshow Oprah Winfrey


Bermodal keberanian “Menjadi Diri Sendiri”, Oprah menjadi presenter paling populer di Amerika dan menjadi wanita selebritis terkaya versi majalah Forbes, dengan kekayaan lebih dari US $ 1 Milyar. Copy acara “The Oprah Winfrey Show” telah diputar di hampir seluruh penjuru bumi ini.

TAHUKAH ANDA?
Lahir di Mississisipi dari pasangan Afro-Amerika dengan nama Oprah Gail Winfrey. Ayahnya mantan serdadu yang kemudian menjadi tukang cukur, sedang ibunya seorang pembantu rumahtangga. Karena keduanya berpisah maka Oprah kecil pun diasuh oleh neneknya di dilingkungan yang kumuh dan sangat miskin. Luarbiasanya, di usia 3 tahun Oprah telah dapat membaca Injil dengan keras. “Membaca adalah gerai untuk mengenal dunia” katanya dalam suatu wawancaranya.

Pada usia 9 tahun, Oprah mengalami pelecehan sexual, dia diperkosa oleh saudara sepupu ibunya beserta teman-temannya dan terjadi berulang kali. Di usia 13 tahun Oprah harus menerima kenyataan hamil dan melahirkan, namun bayinya meninggal dua minggu setelah dilahirkan.

Setelah kejadian itu, Oprah lari ke rumah ayahnya di Nashville. Ayahnya mendidik dengan sangat keras dan disiplin tinggi. Dia diwajibkan membaca buku dan membuat ringkasannya setiap pekan. Walaupun tertekan berat, namun kelak disadari bahwa didikan keras inilah yang menjadikannya sebagai wanita yang tegar, percaya diri dan berdisiplin tinggi.

Prestasinya sebagai siswi teladan di SMA membawanya terpilih menjadi wakil siswi yang diundang ke Gedung Putih. Beasiswa pun di dapat saat memasuki jenjang perguruan tinggi. Oprah pernah memenangkan kontes kecantikan, dan saat itulah pertama kali dia menjadi sorotan publik..

Karirnya dimulai sebagai penyiar radio lokal saat di bangku SMA. Karir di dunia TV di bangun diusia 19 tahun. Dia menjadi wanita negro pertama dan termuda sebagai pembaca berita stasiun TV lokal tersebut. Oprah memulai debut talkshow TVnya dalam acara People Are Talking. Dan keputusannya untuk pindah ke Chicago lah yang akhirnya membawa Oprah ke puncak karirnya. The Oprah Winfrey Show menjadi acara talkshow dengan rating tertinggi berskala nasional yang pernah ada dalam sejarah pertelevisian di Amerika. Sungguh luar biasa!

Latar belakang kehidupannya yang miskin, rawan kejahatan dan diskriminatif mengusik hatinya untuk berupaya membantu sesama. Tayangan acaranya di telivisi selalu sarat dengan nilai kemanusiaan, moralitas dan pendidikan. Oprah sadar, bila dia bisa mengajak seluruh pemirsa televisi, maka bersama, akan mudah mewujudkan segala impiannya demi membantu mereka yang tertindas.

Oprah juga dikenal dengan kedermawanannya. Berbagai yayasan telah disantuni, antara lain, rumah sakit dan lembaga riset penderita AIDs, berbagai sekolah, penderita ketergantungan, penderita cacat dan banyak lagi. Dan yang terakhir, pada 2 januari 2007 lalu, Oprah menghadiri peresmian sekolah khusus anak-anak perempuan di kota Henley-on-Klip, di luar Johannesburg, Afrika selatan, yang didirikannya bersama dengan pemirsa acara televisinya. Oprah menyisihkan 20 juta pounsterling ( 1 pons kira2 rp. 17.000,- )atau 340 milyiar rupiah dari kekayaannya. “Dengan memberi pendidikan yang baik bagi anak2 perempuan ini, kita akan memulai mengubah bangsa ini” ujarnya berharap.

Kisah Oprah Winfrey ialah kisah seorang anak manusia yang tidak mau meratapi nasib. Dia berjuang keras untuk keberhasilan hidupnya, dan dia berhasil. Dia punya mental baja dan mampu mengubah nasib, dari kehidupan nestapa menjadi manusia sukses yang punya karakter. Semangat perjuangannya pantas kita teladani! (dari berbagai sumber)

Dari Minyak Kuasai Dunia, Al-Walid Si Pemilik Four Seasons


Siapa yang diuntungkan dengan kenaikan harga minyak? Dialah Al-Walid bin Talal bin Abdul-Aziz Al-Saud. Pengusaha Arab Saudi yang menjadi pelanggan tetap dalam daftar 20 besar orang terkaya dunia versi majalah Forbes.

Pada 2007, kendati kekayaan bersihnya naik USD300 juta, pangeran Al-Walid harus merelakan posisinya turun empat peringkat. Pada 2006, “Warren Buffet” dari Arab ini, julukan yang disematkan majalah Time, berada di peringkat ke-8 dengan kekayaan mencapai USD20 miliar.

Chairman The Kingdom Holding Company ini mengumpulkan kekayaan melalui puluhan investasinya di 10 sektor usaha. Di bisnis hotel dan properti namanya banyak dikenal. Cucu pendiri Kerajaan Arab Saudi ini masyhur sebagai salah seorang pemegang saham jaringan Hotel Four Season. Dia juga tercatat sebagai pemilik Savoy Hotel (London), Plaza Hotel (New York), dan Songbird Estates Plc (London’s Canary Wharf).

Terkait bisnis hotelnya, pada 2007 dia dua kali membuat gebrakan besar, membeli Hotel Four Season Jakarta dan Four Seasons Resort di Langkawi, Malaysia. Di negeri jiran itu dia membenamkan hingga 435 juta ringgit Malaysia. Untuk Four Season Jakarta, dia merogoh kocek USD48 juta (setara dengan Rp451,5 miliar) untuk memborong 81,9 persen saham hotel di kawasan segitiga emas Jakarta itu.

Akuisisi atas hotel yang dulunya bernama Regent ini merupakan debutnya di Indonesia, sekaligus memperbesar portofolionya di tujuh negara Asia. Kingdom Hotel Investment (KHI) kini punya saham di 35 properti di 21 negara, terdiri dari 22 hotel dan resor yang sudah beroperasi, serta 13 hotel dan resor yang sedang dibangun dalam rangka ekspansi.

Bagaimana bisa si putra Arab itu menanjak ke posisi tinggi sedemikian cepat? Banyak yang menduga, itu berkait dengan peran Al-Walid sebagai ujung tombak investasi buat para pangeran Saudi lainnya yang kurang suka publisitas. Ada juga yang menyebarkan isu terkait dengan kiprah sang pangeran dalam kontrak pembangunan pangkalan militer rahasia di Arab Saudi, serta komisi-komisi melimpah dari pengapalan minyak.

Al-Walid lahir pada 7 Maret 1955. Ibunya, Mona El-Solh, adalah putri perdana menteri pertama Lebanon modern, Riad El-Sohl. Saat pangeran lahir, Riyadh masih merupakan kota gurun yang terlarang buat orang asing. Sebagai putra Pangeran Talal, Al-Walid menikmati kenyamanan istimewa yang tak dikenal oleh kebanyakan orang Saudi: air leding dan mobil.

Negeri tandus yang nyaris mengalami kebangkrutan itu berubah dalam sekejap. Ledakan harga minyak pada 1970-an mengalirkan kekayaan berlimpah, dan klan Al-Saud yang beranggotakan 6.000-an pangeran secara kolektif menjadi keluarga kerajaan terkaya di muka bumi.

Al-Walid adalah Al-Saud dengan sebuah perbedaan. Pada 1962, ayahnya bersama empat saudaranya membangkang. Talal menunjukkan simpati pada musuh Al-Saud, yakni tokoh revolusioner Mesir, Gamal Abdel Nasser. Secara terang-terangan mereka menuntut sistem politik yang lebih terbuka. Urusan ini membuat malu klan, dan Talal diusir ke Mesir. Talal memang akhirnya dibolehkan pulang ke tanah air. Sejak itu ada semacam aturan tak tertulis di klan Al-Saud bahwa Talal dan keluarganya tak boleh aktif di pemerintahan.

Terpinggirkan, Al-Walid justru memiliki motivasi berlebih. Dia memancangkan cita-cita menjadi pebisnis ketika masih menginjak usia belasan tahun. Dia mendarat di San Francisco pada 1976 untuk mulai kuliah Administrasi Bisnis. Di usia 24 tahun, Al-Walid meraih gelar bachelor of science bidang administrasi bisnis di Menlo College, dengan spesialisasi manajemen. Belakangan, dia meraih gelar MA bidang ilmu sosial di Syracuse University, negara bagian New York, pada 1985. Al-Walid memperoleh keahlian finansial melalui pekerjaan, bukan dari buku kuliah.

Ketika pulang ke Riyadh pada akhir 1979, keadaan menguntungkan untuk memulai bisnis. Harga minyak mencapai rekor, dan pemerintah memompa miliaran dolar ke sektor konstruksi, dari jalan tol dan gedung-gedung kementerian baru hingga skuadron-skuadron pesawat tempur teranyar. Dengan modal pinjaman USD30.000 dari ayahnya, dan hipotek rumah sebesar USD300.000, Al-Walid memulai bisnis. Dia mula-mula menjadi broker perusahaan asing yang ingin berbisnis di Arab Saudi.

Pada 1982, dua tahun setelah mendirikan perusahaan bernama Kingdom Establishment di Riyadh, Al-Walid mengegolkan transaksi pertamanya: membangun klub bujangan di sebuah akademi militer dekat Riyadh senilai USD8 juta. Dia mewakili kontraktor kecil dari Korea Selatan. Dari sana, bisnis Al-Walid tumbuh pesat dan menjadi lebih canggih. Tak sekadar bertindak sebagai agen, dia meningkatkan keuntungannya dengan mendirikan perusahaan sendiri, dan membentuk usaha patungan dengan swasta asing.

Aktivitas Al-Walid sebagai investor mulai mencuat ketika ia membeli saham Citicorp (kini dikenal dengan nama Citigroup) yang terlilit kesulitan likuiditas pada 1991. Dengan investasi awal sebesar USD550 juta, Pangeran mem-bail-out Citibank yang tersangkut kredit macet real estate di Amerika Serikat dan Amerika Latin. Dia juga membenamkan modal berskala raksasa di AOL, Apple Inc, Worldcom, Motorola, News Corporation Ltd, serta di bidang teknologi dan perusahaan media.
Saat ini dia memiliki 17 persen saham di Euro Disney SCA, organisasi yang mengelola Disneyland Resort Paris di Marne-la-Valle, Prancis. Pada 2007, dia sempat berbicara dengan Robert Earl, pendiri jaringan restoran Planet Hollywood, guna membahas kepemilikan saham Everton FC di Liga Inggris. Earl adalah pemilik 23 persen saham di klub sepak bola itu. (Trust//mbs)

Warren Buffett sang pendepak Bill Gates


Akhirnya dominasi Bill Gates memudar juga. Setelah 13 tahun berturut-turut bercokol sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Forbes, pendiri rakasasa peranti lunak Microsoft itu tergeser juga dari tahtanya. Tahun ini, orang tertajir sejagad adalah Warren Buffett, seorang pebisnis dan investor yang ketajamam pikirannya amat luar biasa sehinga ia diibaratkan sebagai perpaduan antara fisikawan Einstein, seniman Picasso dan raja kaya raya pencipta koin emas Croesus, dalam satu tubuh.

Warren Buffett, Sang Pendepak Bill Gates

Warrent Buffett – foto diambil dari majalah Adbuster

Gates bisa saja tetap terkaya tahun ini jika saja ia tidak ingin mengakuisisi Yahoo!. Langkahnya menawar Yahoo! awal Februari lalu diragukan pasar, sehingga harga saham Microsoft terus anjlok. Bahkan sehari sebelum Microsoft mengumumkan penawarannya ke Yahoo!, nilai sahamnya merosot 13%. Akibatnya, harta Gates yang sebagian besar masih tertumpu di Microsoft, pun ikut tergerogoti. Secara keseluruhan kekayaan Gates hanya naik US$ 2 miliar tahun lalu menjadi US$ 58 miliar. Sedangkan menurut Forbes, harta Buffett meroket US$ 10 miliar pada saat yang sama menjadi US$ 62 miliar!. Angka yang luar biasa besar. Uang sebesar itu bisa untuk membiayai belanja negara kita sedikitnya selama delapan tahun bulan! (sementara negara kita sendiri ngutang ke mana-mana untuk membiayai APBN setiap tahun!)

Warren Buffett vs Bill Gates

Pacuan harta Warrent Buffett – Bill Gates – Carlos Slim Helu. Foto diambil dari Forbes.

Dahsyatnya, kekayaan yang teramat sebesar itu bisa ia raih hanya dalam tempo sekitar 36 tahun dan hanya dengan modal sebesar US$ 100.

Cerita mengenai Sang Bijak dari Omaha ini sudah bertebaran di mana-mana. Begitu banyak buku yang membahas investor kelas wahid ini. Langkah-langkah bisnisnya begitu mempesona dan cerdik sehingga ia selalu menjadi buruan para jurnalis bisnis. Begitu banyak pula media yang sudah menuliskan profilnya. Nyaris, setiap langkah Buffet adalah langkah investasi, dengan membeli saham perusahaan.

Langkah strategis awal Buffett dimulai tatkala ia membeli saham perusahaan tekstil Berkshire Hathaway pada 1962. Ia berhasil menjadi pemegang saham terbesar tiga tahun kemudian. Ia secara cerdik menginvestasikan uang nganggur perusahaan. Ia misalnya membeli perusahaan asuransi, perusahaan permata, utilitas, dan makanan melalui Berkshire. Lewat perusahaan ini pula ia menguasai beberapa perusahaan kelas dunia seperti Coca Cola, WellsFargo dan Kraft Food. Langkah terbarunya, Desember lalu ia mengakuisisi perusahaan manufaktur dan jasa Momon Holding sebesar US$ 4,5 miliar.

Luar biasa.

Bagi saya sendiri, sosok Buffet amat menarik dan inspiratif, sedikitnya karena tiga hal.

Selalu Menciptkan Nilai Tambah.

Perusahaan yang dibelinya selalu diperbaiki sebaik mungkin, fundamental bisnisnya ditingkatkan sehingga kinerja keuanganya mengkilat. Perusahaan yang tadinya mau bangkrut, di tangannya bisa berubah menjadi perusahaan seksi yang menarik minat banyak investor lain. Tidak heran jika harga saham Berkshire Hathaway — yang dipakai sebagai alat untuk membeli banyak perusahaan — pun terus meroket di pasar modal. Harga saham Berkshire Hathaway medio Juli 2007 – Januari 2008 misalnya, melejit sebesar 35%. Bahkan Desember lalu, harga sahamnya menembus level tertinggi sepanjang masa, menjadi US$ 150.000 per lembar.

Kemampuannya menciptakan nilai tambah ini sudah kelihatan sejak kecil. Ketika berumur 11 tahun misalnya, ia hanyalah seorang loper koran. Tapi ia memanfaatkan waktunya juga untuk keliling lapangan golf, mencari bola golf yang hilang, dan menjualnya dengan harga murah ke pemain golf di sekitar lapangan golf tersebut.

Pada umur 14 tahun, saat Buffet masih duduk di banku SMA, dia memulai bekerja sehingga memiliki uang sebesar $ 1,200 untuk membeli 40 ha tanah pertanian yang akhirnya dia sewakan pada petani lokal. Dari sini ia sudah menciptakan passive income dari sewa lahan.

Bukan Spekulan.

Citra pemain saham biasanya tak jauh-jauh dari citra seorang spekulan: beli saat harga rendah, jual saat harga tinggi. Buffett bukanlah Gergo Soros, sang spekulan valas (forex) kelas kakap, yang sempat diisukan sebagai orang yang bertanggungjawab terhadap merosotnya nilai rupiah terhadap US$ pada awal keruntuhan presiden Soeharto, tahun 1998.

Buffet sadar, permainan jangka pendek tidak menguntungkan. Hal ini ia pelajari sejak umur 11 tahun — saat ia membeli saham pertamanya, Cities Services, seharga $38,25 per lembar. Setelah itu, dia menjual kembali saham tersebut seharga $40. Ternyata, harga saham yang dijualnya naik terus dan beberapa tahun kemudian mencapai $200 per lembar. Dari pelajaran itulah ia berkesimpulan untuk tidak erburu-buru untuk melepas sahamnya.

Langkah bisnis Buffett akhirnya adalah tentang investasi jangka panjang, pada saham-saham perusahaan yang produknya ia kenal dengan baik. Itu sebabnya,ia tidak pernah mau membeli saham Microsoft atau perusahaan dotcom. Meski ia pernah ditertawakan investor lain karena keenganannya ini, kini ia justru tertawa paling akhir karena sebagian besar investasi di dotcom hangus. Ia selamat dari badai dotcom awal tahun 2.000-an karena sama sekali tidak ikut-ikutan investasi di sana.

Investasi jangka panjang juga bermakna bisnis. Buffett tidak pernah menerapkan prinsip beli saham, tapi membeli bisnis (buying a business not share). Meski saham Coca-Cola sempat ambruk pada 1998-1999, ia tetap bersandar pada tren jangka panjang. Ia pertahankan saham Coca-Cola hingga kini.

Sederhana dan Tidak Pelit

Buffett sesungguhnya sudah lama berjanji untuk menyumbangkan hartanya manakala ia meninggal. Namun, Juni 2006 lalu, Buffett bertindak lebih cepat, dengan mendermakan sebagian besar sahamnya di Berkshire. Total dermanya saat itu mencapai US$ 31 miliar alias sekitar 300 triliun rupiah, hampir separo anggaran belanja negara (APBN) kita tahun lalu! Tak mengherankan jika amal itu tercatat sebagai donasi terbesar dalam sejarah Amerika. Uniknya, sebagian derma itu diserahkan ke Bill and Melinda Gates Foundation. Dana tersebut merupakan dua kali dana yang biasa dikumpulkan yayasan Bill and Melinda Gates selama ini.

Dengan hartanya yang begitu melimpah, Buffett bisa saja hidup semewah mungkin di mana saja yang ia maui. Namun ia memilih hidup sederhana di rumah yang dibelinya empat dekade lalu di Omaha. Menurut majalah Adbuster, ia hanya punya dua jet pribadi dan satu yacht mewah untuk untuk ber-glamour-ria. Kalah jauh dibanding kemewahan para pebisnis dan pesohor lain yang kekayaannya justru terpaut jauh di bawahnya.

Sumber : Lukman Lutfie, http://www.sudutpandang.com

Kolom Manajemen : “Mumpung Masih Diberi Waktu”


Oleh: Gede Prama

Setiap mengakhiri sebuah tahun, semua orang dihadang oleh sebuah kenyataan betapa cepatnya sang waktu berputar dan berlalu. Dan secara tiba-tiba, baru sadar ketika ada sahabat atau kerabat yang dipanggil kematian. Di situ kita baru merenung, kita masih diberi sisa waktu.

Mungkin Anda punya kenangan tersendiri dengan tahun 2001, demikian juga saya. Ada sejumlah catatan dan jejak waktu yang tertulis dalam sejarah saya di tahun 2001. Ada kejadian diangkat menjadi presiden direktur sebuah perusahaan swasta dengan dua ribuan karyawan di awal tahun, dan di akhir tahun diangkat lagi oleh sang kehidupan untuk menjadi presiden direktur sebuah perusahaan dengan empat puluh ribuan karyawan. Ada juga catatan-catatan yang menyedihkan seperti pernah diteror orang, didatangi karyawan yang marah sambil mengancam manajernya dibunuh di depan saya. Dan masih ada lagi catatan lain yang terlalu panjang untuk diceritakan. Boleh saja ada orang yang berdecak kagum, atau menyimpan kebencian setelah melihat catatan ini. Namun, bagi saya pribadi ada yang jauh lebih membanggakan dari diangkatnya saya oleh sang kehidupan dua kali di tahu 2001 di posisi tertinggi. Setelah mencoba beberapa kali di tahun-tahun sebelumnya, baru di tahun 2001 saya berhasil menemani sahabat-sahabat muslim berpuasa sebulan penuh. Inilah prestasi yang paling saya banggakan di tahun 2001.

Mirip dengan kejadian sebelumnya, di mana sejumlah sahabat mengira saya seorang kristiani ketika banyak menulis soal cinta dan kasih sayang, ada juga yang mengira saya seorang buddis ketika mereka tahu kalau saya seorang vegetarian, demikian juga dengan kegiatan berpuasa sebulan tadi. Bawahan di kantor yang biasa melayani saya membelikan makan siang, ada yang berbisik kalau saya sudah menjadi seorang muslim. Tentu saja semuanya hanya saya jawab dengan senyuman. Dan ada yang lebih penting dari sekadar memasukkan kegiatan-kegiatan membanggakan ini ke dalam kotak dan judul tertentu. Yakni, bagaimana sang waktu diisi.

Kadang ada anggota keluarga – terutama isteri – yang kasihan melihat saya menempuh jalan-jalan kehidupan seperti ini. Dulu, ketika berada pada kehidupan yang amat di bawah dan amat jarang bisa membeli daging, bermimpi bisa makan daging setiap hari. Sekarang, ketika membeli daging bukan lagi menjadi sebuah kegiatan yang teramat sulit untuk dilakukan, tiba-tiba saya memutuskan hubungan dengan kegiatan makan daging. Dulu, ketika makan adalah sebuah kemewahan dan hiburan yang amat menyenangkan. Sekarang ketika membeli makanan adalah sebuah perkara kecil, malah berpuasa dalam waktu sebulan. Demikianlah kira-kira isteri saya kadang mengeluh di rumah. Dan semua keluhan ini hanya saya jawab dengan senyuman sederhana plus kalimat sederhana : mumpung masih diberi waktu.

Serupa dengan lagu indah Ebiet G. Ade yang berjudul ‘Masih ada waktu’, hidup memang sebuah perjalanan abadi. Hanya karena kehendakNya, kita masih bisa melihat matahari. Ebiet memberikan kita sebuah alternatif yang layak untuk direnungkan : bersujud. Satu spirit dengan saran bersujud ala Ebiet, Kahlil Gibran dalam The Prophet pernah menulis : ‘your daily life is your temple and your religion’. Kehidupan sehari-hari Anda adalah tempat sembahyang sekaligus ‘agama’ Anda. Sulit membayangkan, bagaimana seseorang yang menyebut dirinya beragama tetapi setiap hari pekerjaannya hanya menyakiti hati orang lain. Susah dimengerti, kalau ada orang yang datang ke tempat ibadah demikian rajinnya, atau menyumbangkan dana besar untuk pembuatan tempat ibadah, tetapi hampir setiap hari mencuri uang orang lain.

Dalam bingkai-bingkai Ebiet dan Gibran, mungkin lebih menyentuh hati orang-orang biasa yang tidak pernah menyumbang, tidak pernah menyebutkan agamanya, tetapi mengisi waktu-waktunya dengan cinta dan kasih sayang. Atau orang-orang yang namanya tidak pernah menghiasi media, tidak dikenal siapapun, namun mengisi hari-harinya dengan senyuman buat kehidupan. Atau orang yang tidak pernah menduduki satu kursi jabatanpun, tidak menyandang gelar apapun, namun menunjukkan keteladanan-keteladanan kehidupan yang mengagumkan.

Terinspirasi dari pemikiran-pemikiran orang seperti Ebiet dan Gibran inilah, saya merelakan diri hidup dalam jalur-jalur yang oleh kebanyakan orang disebut menyengsarakan. Tidak untuk gagah-gagahan, tidak juga karena haus akan pujian, akan tetapi melalui solidaritas, disiplin diri, kesederhanaan saya sedang mengukir sang hidup dengan catatan-catatan waktu. Dan ketika suatu waktu putera puteri saya, atau orang lain membuka serta membacanya, mereka akan tahu, pernah ada seorang ayah atau seorang penulis yang hidup dengan tingkat solidaritas dan disiplin diri tenrtentu. Kemudian, membuahkan kehidupan yang hanya mengenal bersujud di depan Tuhan.

Sebagai orang yang bergaul ke mana-mana, kerap saya diberikan banyak kartu nama oleh banyak orang, lengkap dengan jabatan mentereng di bawah nama yang bersangkutan. Ini membuat saya berimajinasi, kalau suatu saat saya bisa memiliki sebuah kartu nama, di mana di bawah nama saya ada jabatan yang bisa mewakili kesukaan saya untuk bersujud di depan Tuhan. Mimpi ini muncul di kepala karena teringat oleh salah satu tulisan Gibran dalam The Prophet : ‘beauty is life when life unveils her holy face (kecantikan adalah kehidupan yang wajah sucinya terungkap). Dan saya berterimakasih bisa mengetahuinya ketika Tuhan masih memberi cukup waktu.

 

Abdullah Gymnastiar


keluarga-agym.jpg

SUKSES BISNIS DENGAN AKHLAK

Kalau kita mau sukses, kunci pertama adalah jujur, dengan bermodalkan kejujuran, orang akan percaya kepada kita. Kedua, professional. Kita harus cakap sehingga siapapun yang memerlukan kita merasa puas dengan yang kita kerjakan. Ketika, inovatif, artinya kita harus mampu menciptakan sesuatu yang baru, jangan hanya menjiplak atau meniru yang sudah ada.”

K.H. Abdullah Gymnastiar.

Sosok kyai muda ini sering kali muncul di acara televisi secara langsung yang selalu dihadiri oleh ribuan massa menjadi ciri khas dan fenomena tersendiri. Beliau adalah K.H. Abdullah Gymnastiar atau biasa dipanggil Aa Gym, pimpinan pesantren Daarut Tauhid Bandung. Aa Gym memulai pendidikan formal awal di SD Damar sebuah SD swasta yang kini sudah dibubarkan. Sekolah ini cukup jauh dari rumahnya, sekitar tiga kilometer. Masa itu, pilihan satu-satunya ke sekolah adalah berjalan kaki. Menjelang naik ke kelas 3 SD, pindah ke KPAD Gegerkalong. Aa Gym pun pindah sekolah ke SD Sukarasa 3. Bakat saya mulai berkembang dan nilai prestasi sekolah pun cukup bagus. Terbukti ketika tamat, beliau terpilih menjadi ranking terbaik II di sekolah dengan selisih satu nilai saja dibandingkan ranking I. Di bidang seni, bakat beliau juga berkembang, seperti menggambar dan menyanyi. Sejak itu pula Aa Gym sering ditunjuk menjadi ketua kelas dan aktif dalam gerakan Pramuka. Jiwa dagang Aa Gym sudah terbentuk sejak TK, terbawa-bawa hingga di Sekolah Dasar. Misalnya, beliau pernah menjual petasan yang memang pada waktu itu belum dilarang seperti sekarang. Alhasil, beliau pernah mendapat teguran dan pengurus DKM masjid. Namun, pada waktu itu beliau belum begitu mengerti ilmu agama dengan baik. Setelah lulus SMA dan memasuki kuliah Aa Gym tidak lulus tes Sipenmaru. Aa Gym mencoba daftar ke Pendidikan Ahli Administrasi Perusahaan (PAAP) Universitas Padjadjaran, yaitu sebuah program D3 di Fakultas Ekonomi. Alhamdulillah beliau diterima. Namun, kuliah di sini hanya bertahan selama tahun. Beliau lebih sibuk berbisnis daripada mengikuti kuliah. Teman-teman kuliah pun lebih mengenal beliau sebagai “tukang dagang”. Selepas PAAP, beliau masuk ke Akademi Tekhnik Jenderal Abmad Yani (ATA, sekarang Unjani). Kampusnya waktu itu sangat sederhana karena menumpang di SD Widyawan atau kadang di PUSDIKJAS. Maklum, karena pemiliknya adalah Yayasan Kartika Eka Paksi milik Angkatan Darat. Selama kuliah di ATA, beliau mengontrak sebuah kamar di pinggir sawah karena benar-benar ingin melatih hidup mandiri. Soal prestasi, banyak yang telah diraih. Beliau mengikuti lomba menggambar, mencipta lagu, baca puisi, sampai lomba pidato. Allhamdulillah, beliau selalu meraih juara, walaupun yang mengadakannya adalah senat mahasiswa dan kebetulan beliau sendirilah ketuanya. Selain menjadi ketua senat, beliau juga menjadi komandan resimen mahasiswa (Mlenwa) di ATA, maklumlah saingan di kala itu sedikit. Kegiatan berbisnis masa kuliah juga semakin menggebu. Beliau pernah membuat usaha keset dan perca kain. Beliau juga jadi penjual baterai dan film kamera kalau ada acara wisuda. Aa Gym juga sempat menjadi supir angkot jurusan Cibeber-Cimahi sekedar menambah pemasukan. Inti dari semua ini, memang Aa Gym sangat senang untuk membiayai kebutuhan sendiri tanpa menjadi beban siapa pun. Selain itu, beliau juga melatih diri untuk tidak dibelenggu oleh gengsi dan atribut pengekang lainnya. Aa Gym telah menyelesaikan program sarjana muda di ATA walaupun belum mengikuti ujian negara. Berarti, beliau memang tak berhak menyandang gelar apa pun. Bahkan, sampai saat ini ijazahnya pun belum beliau ambil dari kampus. Memang sesudah itu ada upaya untuk melanjutkan kuliah sampai S1, terutama karena dorongan teman-teman dan beberapa dosen yang baik hati. Beberapa kegiatan perkuliahan pun diikuti. Akan tetapi, setelah menelusuri hati, ternyata hanya sekedar untuk mencari status belaka, dan hal itu tak cukup kuat untuk memotivasi menyelesaikan kuliah. Mungkin hikmahnya untuk memotivasi orang yang belum dan tak punya gelar agar tetap optimis untuk maju dan sukses.

Untuk menyempurnakan ibadah dan melaksanakan sunnah, Aa Gym pun menikah. Tepat dua belas Rabiul Awal tahun 1987 adalah salah satu titik sejarah bagi kehidupan beliau dengan diucapkannya ijab kabul. Gadis yang menjadi pilihan beliau adalah Ninih Muthmainnah. Pernikahan yang dilaksanakan di Pesantren Kalangsari, Cijulang,ini dihadiri oleh banyak ulama karena memang berada di lingkungan pesantren. Beliau menikah dengan resepsi ala kadarnya. Bahkan, untuk menghemat jamuan bagi tamu, digunakan niru (nampan) sehingga satu niru bisa menjamu 8 orang sesudah menikah, kami tinggal di rumah orang tua di Kompleks Perumahan Angkatan Darat (KPAD) Gegerkalong, Bandung. Aa Gym bertekad untuk memberi nafkah kepada keluarga dengan uang yang jelas kehalalannya. Jelas tak mungkin rumah tangga akan berkah dan bahagia jika ada makanan atau harta haram yang dimiliki. Untuk itu, beliau mulai merintis usaha kecil-kecilan. Usaha-usaha yang beliau rintis antara lain :

1. Buku. Setiap pagi beliau berjualan buku di Masjid al-Furqon, IMP Bandung. Sambil belajar tafsir dan ilmu hadits di sana, beliau memikul kardus berisi buku-buku agama untuk dijual. Jadi, sambil menuntut ilmu juga mencari rezeki. Alhamdulillah, usaha kecil inilah yang menjadi cikal bakal toko buku dan sekarang berkembang menjadi supermarket yang saat ini sudah dikelola dan diserahkan kepada Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Daarut Tauhid.

2. Handicraft. Sambil mengajar di madrasah KPAD, beliau membuat hasil kerajinan bersama anak-anak pada sore harinya. Usaha ini terus berkembang hingga bisa membeli mesin gergaji. Sejak itu kami banyak menerima order plang nama serta order sablonan. Dari usaha sederhana inilah kemudian berkembang menjadi usaha percetakan dan penerbitan buku. Subhanallah, benar-benar semuanya dimulai dari hal yang kecil.

3. Konveksi. Mengingat istri beliau punya keterampilan menjahit, maka untuk menambah penghasilan keluarga, beliau menabung agar bisa membeli mesin jahit bekas. Alhamdulillah, order jahitan berkembang dan bisa mengajak beberapa muslimah untuk ikut bergabung. Kadang seminggu sekali kami berbelanja untuk membeli kain yang dijual kiloan.. Dari kegiatan dan perjuangan inilah cikal bakal lahirnya usaha konveksi.

4. Mie Baso. Menjual mie baso, inilah pekerjaan yang paling mengesankan. Beliau mengelola usaha warung baso kecil-kedilan di Perumnas Sarijadi, bekerja sama dengan pamannya selaku pemilik rumah. Setiap pukul empat subuh beliau sudah pergi ke Pasar Sederhana untuk mencari tulang karena kuah yang enak harus dicampur dengan sumsum tulang. Aktivitas berikutnya dilanjutkan dengan menggiling daging untuk bahan baso, dan pukul sembilan pagi beliau baru bisa melayani pembeli. Karena beliau tak mau ketinggalan shalat berjamaah, setiap kali adzan, warung baso beliau tinggalkan. Beliau pergi shalat berjamaah di sebuah masjid yang letaknya agak jauh dari warung, sementara pembeli beliau tinggalkan dan dipersilahkan memasukkan uang bayarannya ke tempatnya. Memang tampaknya seperti mengajak pada kejujuran, tapi hasilnya pembeli banyak yang bingung justru yang sering datang adalah yang mau berkonsultasi. Akibatnya, tak jarang saya baru bisa pulang ke rumah sekitar jam sembilan malam. Lelah sekali rasanya sementara hasilnya pun tak seberapa. Rupanya masyarakat tak terbiasa dengan cara baru ini. Belum lagi badan yang selalu bau baso karena seharian bergulat dengan baso. Yang menyedih­kan, ternyata istri agak mual dan kurang suka mencium bau baso. Akhirnya, tutuplah warung baso ini dengan segudang pengalamannya.

Menurut Aa Gym seorang wirausahawan sejati sangat dipengaruhi oleh masa kecilnya. Kalau masa kecilnya selalu dimanja, selalu dimudahkan urusan, selalu ditolong, maka bersiap-siaplah menuai anak yang tidak berdaya. Oleh karena itu, bagi yang masih muda jangan bercita-cita melamar pekerjaan, tapi berpikirlah untuk menjadi wirausahawan. Dan bagi orang tua, tanamkan kepada anak-anak kita jiwa wirausaha sejak dini. Didik anak-anak agar mandiri sejak kecil. Latih anak-anak kita untuk selalu bertanggung jawab terhadap apa yang dia lakukan. Orang tua yang memanjakan anak-anak mereka dengan memberikan segala keinginannya maka akibatnya akan kembali juga kepada orang tua. Beliau pun sempat berjualan semenjak di bangku TK dengan menjual jambu tetangga. Begitu juga ketika di bangku SD dan SMP. Dengan demikian, ketika selesai kuliah, sudah hafal bagaimana cara “bangkrut efektif”, bagaimana “tertipu optimal”, dan bagaimana usaha bisa remuk. Selesai kuliah, ijazah tidak diambil sehingga sampai sekarang saya tidak tahu ijazah saya seperti apa. Namun, dengan izin Allah tidak kurang rezeki sampai sekarang. Mencoba mengurus pesantren dengan jiwa wirausaha jadilah pesantren Daarut Tauhid seperti sekarang ini. Hal ini benar-benar membuat sebuah keyakinan bahwa jikalau jiwa kewirausahaan tertanam sejak awal pada diri kita, kita tidak akan pernah takut dengan apa pun. Karena itu, kalau saja bangsa ini dikelola oleh orang-orang yang berjiwa wirausaha, tidak ada satu pun yang perlu kita takuti dan krisis ini. Hal yang paling tak enak didengar beliau adalah kalau ada yang bertanya, “Berapa sih tarifnva kalau manggil Aa Gym ceramah?” Duh, rasanya sedih sekali dengan pertanyaan seperti itu. Alhamdulillah, bagi beliau berdakwah adalah panggilan kewajiban atas amanah ilmu yang ada. Bisa menyampaikan ilmu saja sudah merupakan rezeki yang luar biasa. Kalaupun ada yang berterima kasih, itu karunia Allah yang tak diharapkan, mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi banyak pihak. Itulah sebabnya beliau berusaha sekuat tenaga agar memiliki penghasilan sendiri. Apalagi sesudah regenerasi di Yayasan Daarut Tauhid sehingga beliau lebih leluasa dan sungguh-sungguh untuk membangun MQ Corporation, usaha pribadi yang beliau harapkan menjadi sumber rezeki yang halal serta mencukupi untuk keluarga dan biaya dakwah, sehingga dapat menghindari fitnah dan tak menjadi beban bagi umat. Selain itu juga bisa membuktikan bahwa bisnis berbasis moral sangat memungkinkan untuk maju, bermutu, dan bermanfaat banyak. Hal ini juga menjadi laboratorium saya untuk berlatih mengelola bisnis yang profesional sebagai bahan untuk berdakwah dan tentunya juga membuat lapangan kerja yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya para tetangga, kaum dhuafa, dan orang-orang cacat. Bagi beliau usaha yang ditekuni adalah sarana bagi teman-teman yang memiliki rezeki berlebih dan ingin usaha yang halal dan maslahat, untuk bergabung dalam sistem bagi hasil. Oleh karena itu, dan setiap keuntungan, selain disisihkan untuk zakatnya juga dikeluarkan biaya pendidikan bagi saudara kita yang dhuafa agar bisa maju bersama-sama. Alhamdulillah dengan didukung oleh tim yang berakhlak baik, konflik menjadi minimal dan kebocoran pun nyaris nihil. Bahkan, sesudah kemam­puan pengelolanya dikembangkan, kinerja perusahaan kian baik dan professional. Dulu beliau berpikir pas-pasan, yaitu pas butuh ada. Tapi kini beliau berpikir sebaliknya. Beliau ingin menjadi orang kaya yang melimpah rezekinya serta halal dan berkah. Mudah-mudahan menjadi contoh bagi orang yang mau kaya dengan tetap taat kepada Allah. Dan juga supaya orang tak memandang sebelah mata karena menganggap kita butuh terhadap kekayaan mereka. Di samping itu juga diharapkan bisa sedikitnya memberi contoh bagaimana memanfaatkan kekayaan di jalan Allah. Semoga terpelihara dari fitnah dunia karena memang luas dunia ini amat menggoda dan melalaikan.

Kebanyakan orang selalu meributkan modal berupa finansial, padahal menurut beliau modal itu adalah: Pertama, keyakinan kepada janji dan jaminan Allah. Kedua, kegigihan meluruskan niat dan menyempurnakan ikhtiar. Ketiga, menjadi orang yang terpercaya (kredibel). Kredibel berarti sikap yang selalu jujur dan terpercaya, selalu berusaha melakukan yang terbaik dan memuaskan, serta selalu berusaha mengem­bangkan ilmu, pengalaman, wawasan, sehingga bisa tampil kreatif, inovatif dan solutif. Percayalah bahwa sebelum kita lahir, rezeki sudah lengkap disiapkan oleh Allah Yang Mahakaya. Kita hanya disuruh menjemputnya, bukan mencarinya. Yang harus diperoleh justru keberkahan dari jatah kita. Dan semua itu akan datang kalau kita bekerja di jalan yang diridhoi oleh Allah Swt. Adapun keuntungan bukan hanya berupa uang, harta, kedudukan, atau aksesoris duniawi lainnya. Bagi beliau, keuntungan itu adalah ketika bisnis yang dilakukan ada di jalan Allah, bisnis kita jadi amal shaleh yang disukai Allah, dan menjadi jalan mendekat kepada-Nya. Nama baik kita terjaga, bahkan menjadi personal guarantie. Dengan bisnis kita bertambah ilmu, pengalaman, dan wawasan, dengan bisnis bertambahnya saudara dan tersambungnya silaturahmi, dan dengan bisnis kita semakin banyak orang yang merasa beruntung.

Jadi, walaupun keuntungan finansial tak seberapa didapat atau bahkan tak mendapatkannya, apabila keuntungan seperti di atas sudah didapatkan, beliau tetap merasa sangat beruntung. Beliau yakin pada saatnya Allah akan memberikan keuntungan dunia yang sesuai dengan waktu dan jumlahnya dengan kadar kebutuhan dan kekuatan iman beliau.

Berbisnis bagi Aa Gym bukan sekedar urusan duniawi. Jika bisnis dijalankan dengan cara yang salah hanya akan melahirkan kerakusan dan ketamakkan manusia. Sebaliknya bisnis yang dijalankan dengan niat dan cara yang benar adalah ibadah yang besar sekali pahalanya, karena dengan mengokohkan harga diri bangsa. Seperti disampaikan beliau dalam sebuah kesempatan, bahwa perekonomian yang kuat akan berimbas pada tingkat kesehatan yang baik, sehingga akan meningkatkan kemampuan untuk berkarya dengan mengakses ilmu lebih banyak, hingga melahirkan sebuah bangsa yang cerdas.

Visi Aa Gym dalam membantu Pesantren Daarut Tauhid sekaligus dengan beragam kegiatan bisnisnya, tidak lepas dari konsep dasar pendidikan di pesantren ini menyatukan antara dimensi dzikir, fikir dan ikhtiar. Dimensi dzikir ini sangat menekankan pada keikhlasan dan penyerahan diri kepada Tuhan. Hal ini merupakan sisi penyeimbang hidup, dimana kita dituntut untuk senantiasa menyempatkan waktu, untuk berkontemplasi dan menjadikan setiap detik kehidupan kita bergantung kepada Tuhan. Dimensi fikir menegaskan pentingnya rasionalitas dalam setiap tindakan kesehatian kita, sehingga setiap langkah merupakan bagian dari perencanaan yang matang. Sementara dimensi ikhtiar menunjukkan pentingnya etos kerja, melalui hidup penuh kesungguhnya dan kerja keras tanpa kenal putus asa. Ketika dimensi tersebut jika dilakukan secara sinergis akan melahirkan pribadi yang unggul dan tangguh dengan tetap dilandasi oleh nilai kearifan.

Kunci kesuksesan Aa Gym dalam menjalankan roda bisnis di pesantrennya, hingga telah berkembang menjadi 24 bidang usaha dalam 12 tahun, terletak pada pembangunan kredibilitas para pengelolanya yang meliputi tiga aspek utama yaitu, nilai kejujuran, kecakapan (profesionalisme), dan inovatif. Nilai kejujuran yang diajarkan meliputi ketepatan dalam menepati janji, manajemen waktu, memiliki fakta dan data yang jelas, terbuka, kemampuan mengevaluasi, rasa tanggung jawab dan pantang putus asa.

Kecakapan dalam berbisnis ini selain diperlukan pendidikan yang penting juga adalah pelatihan nyata. Seperti ditulis oleh Syafi’i Antonio dalam artikelnya yang menceritakan tentang riwayat Rasulullah yang telah mendapat pendidikan entrepreneurship sejak usia 12 tahun, ketika bersama pamannya Abu Thalib melakukan perjalanan bisnis. Pada usia 17 tahun Beliau telah diberi tanggung jawab untuk mengurus seluruh bisnis pamannya, dan mulai merasakan persaingan dengan para pedagang yang lebih professional. Menginjak usia 25 tahun Beliau mendapatkan dukungan finansial dari konglomerat setempat Siti Khadijah yang kemudian menjadi istri Beliau.

Nilai yang ketika yang dikembangkan Daarut Tauhid yang juga dikenal dengan bengkel akhlak ini adalah inovatif. Beberapa aspek pendidikannya antara lain melatih jiwa progressive, dengan menjadikan perubahan ke arah yang lebih baik sebagai kewajiban massal, mengadakan studi banding, melakukan pelatihan-pelatihan dan senantiasa memberikan rangsangan untuk melahirkan sikap kreatif dan inovatif.

Ketiga nilai tersebut telah dilakukan secara integral di Daarut Tauhid. Bisnis bagi Aa Gym akan terasa hambar jika nilai-nilai moral dikesampingkan, hanya akan menjadi materi sebagai dewa yang dikejar dan diagung-agungkan, dan akhirnya akan melahirkan jiwa-jiwa Brutus di setiap pelaku bisnis.

Aspek-aspek modal dalam bisnis sebetulnya telah diajarkan oleh Rasul jauh 15 abad yang lalu, lewat sifat-sifat kerasulan yang dimiliki Beliau yaitu sidiq (benar), amanah (terpercaya), fathonah (cerdas) dan tabligh (komunikasi). Nilai-nilai moral ini bersifat general truth, melintasi batas waktu, agama dan budaya. Jika disinergikan dengan strategi bisnis yang tepat akan mampu membangun kepercayaan konsumen yang kuat. Kepercayaan konsumen ini merupakan aset yang tidak ternilai.

Kepemimpinan yang berkembang umum di kalangan pesantren pada umumnya masih tradisional, kyai sentries, komando tunggal, dan iklim demokrasi kurang berkembang sehingga seringkali timbul blind faith di kalangan santri. Fungsi manajemen yang dijalankan pun kurang mendapat sentuhan bahkan cenderung diabaikan. Pola kepemimpinan Darut Tauhid tidak lagi menempatkan figur sebagai sentral. Aa Gym sebagai pemimpin pesantren hadir hanya karena nilai khusus yang dimilikinya. Meminjam istilah Max Webber, pola kepemimpinan yang lahir seperti ini karena otoritas karismatik. Kepemimpinan di Daarut Tauhid telah menerapkan system pendelegasian kerja, sebagai pengalihan wewenang formal manajer kepada bawahannya. Pemimpin diajarkan untuk memiliki sikap rendah hati dan mau melayani, seperti pernah dikemukakan oleh A.M. Mangunhardjana SJ. Bahwa pada intinya pemimpin adalah tugas pengabdian mereka menjalankan the golden rule of leadership yaitu knows the way, shows the way and goes the way. Dari sisi manajemen Daarut Tauhiid telah menerapkan system lebih dari hanya sekedar menerapkan sistem manajemen modern. Dimana sistem manajemen modern. Dimana sistem manajemen yang berkembang saat ini tidak menjadikan manusia hanya objek pelaku agar materi dan kapital semakin produktif, tapi juga telah melahirkan aspek-aspek spiritual dan emosi dalam pemikiran manusia. Covey sendiri dalam hal ini telah melakukan terobosan baru dengan mengemukakan gagasannya tentang manajemen berbasis kepentingan yang kental dengan nuansa religius.

Daarut Tauhid sendiri menerapkan inti manajemen dan kepemimpinan sekaligus dalam konsep Manajemen Qolbu (MQ) yang ditawarkannya. Dalam MQ hati adalah fakultas utama dalam diri manusia yang sangat menentukan kualitas manusia itu sendiri, jika dimanajemeni dan dipimpin dengan benar akan melahirkan manusia paripurna dalam kehidupan dunia dan akhirat.

Dalam kesehariannya Daarut Tauhid tidak pernah merengek-rengek meminta sumbangan, apalagi dengan menjaring dana di pinggir jalan. Dilihat dari fasilitas dan asset Daarut Tauhid termasuk pesantren yang maju dalam waktu singkat. DT pada awalnya hanya dikenal sebagai bengkel akhlak tetapi sekarang lebih menonjol di bidang ekonomi. “Memang kami memiliki strategi tersendiri, oleh karena itu visi dan misi Daarut Tauhid sendiri harus dikenali dahulu. Secara garis besar kami ingin membentuk SDM yang memiliki keunggulan dalam zikir, fikir dan ikhtiar, suatu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan,” demikian penuturan Abdullah Gymnastiar.

Dzikir, fikir dan ikhtiar ini merupakan konsep dasar dari MQ yang diajarkan sehari-hari melalui hal-hal kecil. Untuk menerapkan Daarut Tauhid sendiri memiliki lima aturan dasar pelatihan kepada para santrinya yang juga merupakan bagian dari roda perekonomian Daarut Tauhid. Pertama, seorang santri dilatih untuk berfikir keras, mengenal diri dan potensinya sehingga ia mampu mengenal kekurangan diri lalu memperbaikinya dan menempat dirinya secara optimal. Kedua, mereka dilatih untuk mengenal situasi lingkungannya sehingga bisa mendapatkan manfaat dari lingkungannya secara optimal sekaligus memberikan manfaat balik kepada lingkungan secara professional. Ketika, mereka dilatih untuuk membuat suatu perencanaan yang matang, sehingga segala sesuatunya berjalan dalam jalur yang telah disepakati. Keempat, mereka dilatih untuk mengevaluasi setiap hasil karya mereka, bertanggung jawab terhadap tugas yang dibebankan dan senantiasa meningkatkan kinerja mereka. Kelima, ciri SDM yang akan dibentuk adalah yang unggul dalam berikhtiar. Kombinasi ibadah yang bagus, strategi hidup yang tepat dan ikhtiar dengan bersungguh-sungguh akan menjadikan hidup sebagai mesin penghasil karya.

Pola MQ sampai sejauh ini telah menghasilkan SDM yang unggul, hal ini terbukti dari berkembangnya perekonomian di lingkungan Daarut Tauhid dan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadapnya, diantaranya dengan kepercayaan untuk mengadakan pelatihan dan pendidikan manajemen untuk para eksekutif di PT Telkom, BNI, IPTN dan PT Kereta Api Indonesia. Mereka tertarik dengan konsep manajemen Daarut Tauhid karena diyakini mampu meningkatkan etos kerja dan menurunkan tingkat penyelewengan kerja, seperti korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN).


MENGENAL ISO 9000


ISO 9000

ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen kualitas. ISO 9000 diawasi oleh ISO, sebuah organisasi internasional di bidang standarisasi, dan dikelola oleh badan-badan akreditasi dan sertifikasi.

ISO 9000 adalah kumpulan standar untuk sistem manajemen kualitas. ISO 9000 diawasi oleh ISO, sebuah organisasi internasional di bidang standarisasi, dan dikelola oleh badan-badan akreditasi dan sertifikasi. Untuk sebuah pabrik, beberapa persyaratan dalam ISO 9001 (salah satu standar dalam ISO 9000) adalah:

  • adanya satu set prosedur yang mencakup semua proses penting dalam bisnis;
  • adanya pengawasan dalam proses pembuatan untuk memastikan bahwa sistem menghasilkan produk-produk berkualitas;
  • tersimpannya data dan arsip penting dengan baik;
  • adanya pemeriksaan barang-barang yang telah diproduksi untuk mencari unit-unit yang rusak, dengan disertai tindakan perbaikan yang benar apabila dibutuhkan;
  • secara teratur meninjau keefektifan tiap-tiap proses dan sistem kualitas itu sendiri.

Sebuah perusahaan atau organisasi yang telah diaudit dan disertifikasi sebagai perusahaan yang memenuhi syarat-syarat dalam ISO 9001 berhak mencantumkan label “ISO 9001 Certified” atau “ISO 9001 Registered”.

Sertifikasi terhadap salah satu ISO 9000 standar tidak menjamin kualitas dari barang dan jasa yang dihasilkan. Sertifikasi hanya menyatakan bahwa bisnis proses yang berkualitas dan konsisten dilaksanakan di perusahaan atau organisasi tersebut.

Walaupan standar-standar ini pada mulanya untuk pabrik-pabrik, saat ini mereka telah diaplikasikan ke berbagai perusahaan dan organisasi, termasuk perguruan tinggi dan universitas.

Kumpulan Standar dalam ISO 9000

ISO 9000 mencakup standar-standar di bawah ini:

  • ISO 9000:2005 – Quality Management Systems – Fundamentals and Vocabulary: mencakup dasar-dasar sistem manajemen kualitas dan daftar bahasa dan istilah dalam kumpulan ISO 9000.
  • ISO 9001:2000 – Quality Management Systems – Requirements: ditujukan untuk digunakan di organisasi manapun yang merancang, membangun, memproduksi, memasang dan/atau melayani produk apapun atau memberikan bentuk jasa apapun. Standar ini memberikan daftar persyaratan yang harus dipenuhi oleh sebuah organisasi apabila mereka hendak memperoleh kepuasan pelanggan sebagai hasil dari barang dan jasa yang secara konsisten memenuhi permintaan pelanggan tersebut. Implementasi standar ini adalah satu-satunya yang bisa diberikan sertifikasi oleh pihak ketiga.
  • ISO 9004:2000 – Quality Management Systems – Guidelines for Performance Improvements: mencakup perihal perbaikan sistem yang terus-menerus. Bagian ini memberikan masukan tentang apa yang bisa dilakukan untuk mengembangkan sistem yang telah terbentuk lama. Standar ini tidaklah ditujukan sebagai panduan untuk implementasi, hanya memberikan masukan saja.

Masih banyak lagi standar yang termasuk dalam kumpulan ISO 9000, dimana banyak juga diantaranya yang tidak menyebutkan nomor “ISO 900x” seperti di atas. Beberapa standar dalam area ISO 10000 masih dianggap sebagai bagian dari kumpulan ISO 9000. Sebagai contoh ISO 10007:1995 yang mendiskusikan Manajemn Konfigurasi dimana di kebanyakan organisasi adalah salah satu elemen dari suatu sistem manajemen.

ISO mencatat “Perhatian terhadap sertifikasi sering kali menutupi fakta bahwa terdapat banyak sekali bagian dalam kumpulan standar ISO 9000 … Suatu organisasi akan meraup keuntungan penuh ketika standar-standar baru diintegrasikan dengan standar-standar yang lain sehingga seluruh bagian ISO 9000 dapat diimplementasikan”.

Sebagai catatan, ISO 9001, ISO 9002 dan ISO 9003 telah diintegrasikan menjadi ISO 9001. Kebanyakan, sebuah organisasi yang mengumumkan bahwa dirinya “ISO 9000 Registered” biasanya merujuk pada ISO 9001.

Pedoman Implementasi Program Six Sigma Terintegrasi dengan ISO 9001: 2000, MBNQA, dan HACCP


artikel perdana bulan november 1999…

APA YANG DIPERLUKAN UNTUK MENGHADAPI KEGAGALAN


Calon wirausahawan harus siap gagal. Fahamilah makna kegagalan. Tanpa faham filosofi itu, jangan berpikir mau mengambil jalan menjadi wirausaha. Alasannya, ada yang sukses dalam usahanya, ada yang belum berhasil. Pengusaha mengetahui bahwa ”kegagalan” bukan akhir permainan dan tidak boleh takut mengalaminya. Ia menyadari dengan keberanian, bahwa bisa saja mengatasi sesuatu yang tidak mungkin untuk berhasil.

Menghadapi risiko, adalah gabungan kerja keras, kecerdikan, kehati-hatian, kecermatanmembaca peluang dan kesiapan menghadapi kegagalan maupun keberhasilan.Happy ending sebuah ikhtiar adalah keberhasilan. Ini dicapai, tentu setelah melewati keberhasilan demi keberhasilan kecil, seperti keberhasilan menyingkirkan kesulitan dan bahaya. Proses ini dibangun dari kesungguhan melahirkan segenap potensi diri seorang wirausahawan. Dengan begitu, ia mengubah “kekalahan menjadi kemenangan”, sebuah proses yang kecil peluang pencapaiannya tanpa kesiapan mental menghadapi kegagalan. Kalau Anda termasuk yang tidak siap gagal, lebih baik jangan meniti jalan ini. Bahkan, mengimpikannya saja, jangan!

Setiap kegagalan adalah pelajaran yang mendorong pengusaha untuk mencoba pendekatan baru yang belum pemah dicoba sebelumnya. Bagi pengusaha sejati, “Berani Gagal” berarti “Berani Belajar”. Dengan gagal dan dengan belajar, pengusaha bertumbuh menjadi orang yang lebih baik dan belajar bagaimana menciptakan kekayaan sejati. Walaupun pengusaha kehilangan kekayaan materi yang telah mereka peroleh, mereka tahu bagaimana menciptakan semua kekayaan itu lagi. Pelajarannya tidak pemah hilang. Sebaliknya, mereka yang tidak pemah mengalami perjalanan yang sulit dan menemukan kekayaan dengan mudah, tidak akan tahu bagaimana menciptakan kekayaan ketika mereka kehilangan. Dengan kata lain, mereka yang tidak gagal tak akan tahu kekayaan sejati.

Gemerlap materi, pada komunitas bahkan kehidupan sosial yang serba benda (materialistis), lebih banyak memperoleh penilaian tinggi. Sebaliknya, siapa pun mengalami kegagalan, sudah mendapat stempel sosial sebagai manusia yang kehilangan harga. The looser dunia usaha, sering menjadi figur yang menghadapi titik balik sikap sosial terhadapnya. Dulu, saat masih jaya, ia banyak rekan dan kolega, setelah gagal dalam usahanya, hampir semua rekan dan kolega yang dulu mendukungnya, menebar senyum ramahnya, bahkan mengajak bermitra, hilang sudah! Akibat cara pandang seperti ini, banyak wirausahawan yang traumatik terhadap kegagalan. Ini, “awal kematian” benih-benih kewirausahaan. Semua pihak harus mengubah sikapnya: doronglahmasyarakat menjadi pihak yang turut membangun keberanian banyak orang untuk respek terhadap ikhtiar orang meraih keberhasilan dalam bisnis. Gagal atau keberhasilan, bukan menjadi satu-satunya alasan menghargai atau meremehkan wirausahawan. Tentu, sembari tetap mentransfer sikap-sikap arif, bahwa dalam setiap kegagalan selalu ada pelajaran berharga. Seorang bijak berkata,”sukses hanyalah pijakan terakhir dari tangga kegagalan.”

Kita perlu menggalakkan orang untuk berani mengambil resiko. Hal ini membutuhkan pola pikir yang sangat berbeda. Untuk kita, itu berarti mengabaikan peraturan yang telah berlaku baik selama 30 tahun lebih.

Lee Kuan Yew, mantan PM Singapura

Yang Diperlukan Untuk Menghadapi Kegagalan

Ada banyak pembahasan tentang tips menghadapi kesuksesan. Tetapi bagi kami, sama pentingnya, menyiapkan sejumlah hal untuk menghadapi kegagalan! Billy P.S. Lim, motivator kelas dunia yang berbasis di Malaysia, pernah menanyakan kepada peserta trainingnya tentang satu masalah menarik. ”Mengapa orang akan tenggelam apabila jatuh ke dalam air?”

Berbagai jawaban diberikan tetapi yang paling sering ialah ”Dia tak dapat berenang.” Yang hadir heran, karena Lim menyalahkan jawaban itu. Yang hadir mengira, Lim bercanda. Untuk menyakinkan mereka, Lim memberi contoh kejadian orang tenggelam di air sedalam tiga inci. Akhirnya, ia memberitahu jawabannya, yangakan ia berikan kepada Anda sekarang. Kami kutip pendapat Lim: ”Orang tenggelam karena dia menetap disitu dan tidak menggerakkan dirinya ke tempat lain.”

So? Berapa kali orang jatuh tak jadi soal. Yang penting kemampuannya untuk bangkit kembali setiap kali jatuh.

Ukurannya, Bangkit Lagi

Jangan ukur seseorang dengan menghitung berapa kali dia jatuh, ukurlah ia dengan beberapa kali dia sanggup bangkit kembali. Seseorang yang mampu bangkit kembali setelah jatuh, tidak akan putus asa. Menyedihkan, mendengar bahwa banyak orang seperti mereka, setelah sekali dua kali gagal, memilih untuk menetap di situ dan akhirnya mati sebagai orang yang sebenar-benarnya gagal, tersungkur, dan tidak bangkit lagi.

Apakah kualitas diri kita akan membantu bangkit kembali setelah kita terjatuh? Kualitas diri sendiri adalah sesuatu yang mesti saya sebutkan, karena kalau tidak, makna buku ini tidak sempuma.

”Tidak ada apapun di dunia ini yang bisa menggantikannya. Bakatpun tidak; Banyak sekali orang berbakat yang tidak sukses. Kejeniusanpun tidak; Jenius yang tidak sukses sudah hampir menjadi olok-olokan. Pendidikanpun tidak; dunia ini penuh dengan orang terpelajar. Hanya kemauan dan ketabahan saja yang paling ampuh.”

Ya, ketabahan, yakni kemampuan bangkit kembali untuk kesekian kalinya setelah terjatuh. Dalam benturan antara sungai dan batu, air sungai senantiasa menangbukan dengan kekuatan tapi dengan ketabahan. Seberapa jauh Anda jatuh tidak menjadi masalah, tetapi yang penting seberapa sering Anda bangkit kembali.

Apabila Anda dapat terus mencoba setelah tiga kegagalan, Anda dapat mempertimbangkan diri untuk menjadi pemimpin dalam pekerjaan Anda sekarang. Jika Anda terus mencoba setelah mengalami belasan kegagalan, ini berarti benih kejeniusan sedang tumbuh dalam diri Anda. Seperti Thomas Alfa Edison, saat ditanya, bagaimana ia bisa bertahan setelah ribuan kali gagal? Penemu bola lampu dan pendiri perusahaan kelas dunia, General Electric ini menjawab,

”Saya tidak gagal, tetapi menemukan 9994 cara yang salah dan hanya satu cara yang berhasil. Saya pasti akan sukses karena telah kehabisan percobaan yang gagal.”

Sungai Colorado mengalir tabah terus-menerus, melahirkan Grand Canyon. Charles Goodyear yang tekun, membuahkan ban yang memungkinkan kendaraaan melaju kencang. Tabahnya Wright bersaudara membuahkan pesawat terbang. Bethoven, mengisi dunia dengan musik inspiratif, John Milton membuahkan karya puisi indah yang menyejukkan hati, perempuan tuna netra yang tegar Helen Keller, memberikan harapan kepada semua orang cacat, ketabahan Abraham Lincoln membuatnya terpilih menjadi presiden. Dan, tentu, Thomas Alfa Edison, memberi kita cahaya listrik. Kesuksesan tergantung pada kekuatan untuk bertahan. Kurang tabah merupakan salah satu alasan orang gagal dalam bisnis, politik, dan kehidupan pribadi.

Setiap orang sukses menyatakan bahwa kesuksesan hanya berada di luar ketika mereka yakin idenya akan berhasil.”

Dr. Napoleon Hill

Menarik Hikmah, Jangan Menyerah

Anda tumbuh menjadi semakin dewasa dan bijaksana. Dulu Anda menanggung kegagalan secara pribadi. Ketika kulit Anda mulai berkerut sejalan dengan perjalanan usia, Anda cenderung belajar dari kesalahan – kesalahan Anda

Cheong Chonng Kong

Secara sederhana, kegagalan adalah situasi tak terduga yang menuntut transformasi dalam sesuatu yang positif. Jangan lupa bahwa Amerika Serikat merupakan hasil dari kegagalan total. Karena Columbus sebenarnya ingin mencari jalan ke Asia.

Eugenio Barba.

Mengantisipasi bencana sejak dini, karakteristik seorang entrepreneur. Jangan biarkan kebanggaan dan sentimen mempengaruhikeputusan-keputusan Anda. Sebuah gagasan gagal, adalah pelajaran ada saat untuk bangkit kembali untuk mengejar target-target Anda berikutnya.

Babe Ruth, pemain baseball terkenal, tidak hanya mencetak 714 home run, namun dia juga pernah luput (strike out) 1330 kali.

Ray Meyer, pelatih bola basket legendaris di DePaul University telah memimpin timnya memenangkan 37 musim, kompetisi. Saat timnya kalah, setelah kemenangannya yang ke-29, dia ditanya bagaimana perasaannya. “Luar biasa!” katanya. “Sekarang kami dapat mengkonsentrasikan diri bagaimana memenangkan permainan daripada memikirkan kekalahan ini.”

Kegagalan, jangan biarkan sebagai sesuatu yang final. Entrepreneur sejati, memandangkegagalan sebagai awal, batu loncatan untuk memperbaharui kinerja bisnis mereka di masa mendatang. Pemimpin tidak menghabiskan waktunya memikirkan kegagalan.

Untuk memicu kesiapan mental Anda, kita belajar dari cerita tentang seorang eksekutif IBM yang memiliki prospek cerah. Ia baru saja melakukan kesalahan transaksi yang merugikan perusahaan jutaan dollar. Thomas J. Watson, pendiri IBM, memanggil eksekutif muda itu ke kantornya. Spontan eksekutif itu berkata.

“Saya tahu Anda pasti meminta saya mengundurkan diri, bukan?”

”Anda tidak perlu cemas. Kami baru saja mengeluarkan jutaan dolar untuk mendidik Anda!” Begitu jawab Watson.

***

Perusahaan seperti milik kami harus menciptakan suasana di mana orang-orang tidak takut mengalami kegagalan. Ini berarti kami menciptakan sebuah organisasi dimana kegagalan tidak hanya ditoleri tetapi ketakutan dikritik karena menyampaikan gagasan bodoh juga dihilangkan. Jika tidak, maka banyak orang yang merasa cemas dan tidak nyaman. Dan gagasan-gagasan brilian yang sangat potensial tak akan pemah terucapkan dan tak akan pemah terdengar. Kegagalan masih bisa ditolerir selama itu tidak menjadi kebiasaan.

Michael Eisner, Walt Disney Corp.

Jadi? Ya, gagal bukan kiamat bisnis, tapi jangan kelewatan. Apalagi menjadi “kebiasaan”. Kerjakan yang mampu dilakukan, semakin terbatas sumber dana, Anda patut semakin bijaksana. fahami, kapan harus meminimalisasi kerugian.

Bila Jatuh, Cepatlah Bangkit

Di dunia kerja, yang disebut masalah sesungguhnya adalah kesempatan yang menunggu, dipungut.

Henry J. Kaiser

Bagi saya pribadi, krisis Asia telah berakhir pada saat dimulainya persaingan untuk mendapatkan hotel Regent Bangkok pada bulan Maret1999. Setelah melewati masa-masa sulit selama dua tahun sebelumnya, mendadak saya memutuskan mengikuti lomba balap Ferari di Perancis serta bersaing di ring dengan Goldman Sachs Co., salah satu bank investasi terbesar dunia.”

William E. Heinecke, konglomerat Thailand

Pembaca, saat banyak konglomerat bangkrut dan bank-bank mengalami kegagalan di Thailand, tujuh hotel milik Heinecke, restoran siap saji dan perusahaan lainnya terus berusaha keras keluar dari krisis serta berusaha mendulang keuntungan di tahun 1998. Meskipun banyak analis meramalkan tentang pertumbuhan ekonomi pada tahun 1999 dan menguji Baht Thailand, tidak banyak perusahaan yang bisa menandingi kemampuan kerja kelompok bisnis Heinceke.

Fantastis, hotel Heinecke mengalami kenaikan 24%, 246 restoran kelompok bisnisnya menarik lebih dari tak kurang dari lima juta pelanggan! Pada tahun 1997 kelompok perusahaan Heineke mengalami kerugian 1 milyar baht, tetapi setahun kemudian tiga perusahaannya yang telah go public, mendapatkan keuntungan bersih 500 juta baht, pada triwulan pertama tahun 1999, keuntungannya lebih banyak lagi.

Belum yakin, kegagalan, hanyalah sebuah tikungan tajam yang menuntut ”kendaraan” usaha, sedikit mengurangi kecepatan, lalu di depan, begitu melihat ”jalan mulus peluang”, Anda bisa menebusnya dengan kecepatan yang lebih tinggi. Bisnis Heinecke di Thailand, saat ini benar-benar telah pulih.

Regent Bangkok, salah satu hotel terbesar di Asia, tingkat huniannya tetap tinggi. Saat itu, Regent di bawah kontrol beberapa perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan dan manajerial seperti halnya perusahaan-perusahaan lainnya di Thailand sehingga mereka berusaha untuk menjual saham Regent. Regent dimiliki oleh Rajadamri Hotel Company yang kemudian 32% sahamnya dimiliki oleh sebuah perusahaan Jepang yang telah bangkrut yang diwakili oleh sebuah bank Jepang yang cukup besar.

Masih ada lagi faktor lain yang lebih penting. Rajadamri Hotel Company juga memiliki 26% saham hotel bintang lima milik Heinecke, di Thailand Utara, Regent Chiang Mai. Heineke enggan menjualnya pada orang asing karena ia tak ingin ada orang asing menguasai tanah keramat itu. Bagi Heinecke, ikut ambil bagian dalam kepemilikan saham Regent Bangkok yang dijual pada awal tahun 1999 merupakan tindakan yang tepat, setelah sebelumnya ia sudah memiliki saham Regent hampir 29%.

Apa kata Heineke tentang pelintasan bisnisnya yang penuh tikungan di masa krisis ini?

“Ini adalah persaingan dimana saya harus mengeluarkan segala strategi dan kemampuan yang telah saya pelajari : mempercayai intuisi, menggunakan jaringan kerja kontrak yang mapan, menggunakan sejumlah pakar dan merencanakan strategi-strategi dalam situasi yang selalu berubah cepat jika diperhatikan, persaingan ini merupakan mikrokosmos semua strategi. Saya berusaha menguji kemampuan saya dengan lawan-lawan yang benar-benar tangguh. Goldman Sachs, salah satu grup investasi terkuat di dunia ini, merupakan pemegang saham individu terbesar Regent Bangkok, tapi itu tidak berarti bahwa mereka bisa berbuat sesuka hatinya. Saya kira bagi seorang yang tidak lulus perguruan tinggi, hasil seperti ini sudah cukup memuaskan”.

Bila Semuanya Gagal

Tekun, mengerahkan segenap daya, dan masih gagal juga. Apa yang harus kita lakukan?

Saat gagal menimpa, kendati lelah dan kecewa berat, jangan matikan energi kreatif Anda. Tetaplah berpikir kreatif. Sempurnakan produk yang ada, atau hasilkan produk baru atau usaha baru yang mungkin belum terpikirkan.

Jangan terpaku pada karier dan keterampilan yang dimiliki, yang terlalu lama bersandar pada lingkungan di mana kita dibesarkan atau selama ini bergulat. Kadang kala apabila seseorang gagal setelah berusaha dengan tabah dan mengerahkan sepenuh tenaga untuk sekian lama, mungkin tiba saatnya ia mengkaji kembali bidang yang digeluti dan menilai apakah ia mampu untuk mendapatkan apa yang dinginkannya di bidang tersebut.

Banyak cara untuk mencapaitujuan hidup. Sebagian lebih cepat atau lebih lambat daripada yang lain. Sebagian kurang berisiko tetapi lebih lambat daripada yang lain.

Saran kami, janganlah terlalu kaku mengatakan bahwa Anda tidak bisa berubah. Kami sendiri, kerap berubah seiring dengan perkembangan in put dan stimulasi kondisi di sekitar kami. Tanpa itu, bagaimana mungkin kami menyusun sebuah buku, memberi pencerahan bagi banyak orang?

Kadang kala dalam kehidupan kita terpaksa menekuni bidang usaha yang berlainan dan kita mesti menyesuaikan segalaketerampilan dan bakat yang tidak kita peroleh dari bidang-bidang usaha di masa lalu. Lalu? Salurkan kekuatan itu di bidang usaha yang baru. Mungkin, kita dipaksa mempelajari keterampilan baru, sebagai konsekuensi menghadapi tantangan serba-baru itu.

Pernahkah Anda bertanya bagaimana orang Jepang bangkit kembali dari kehancuran PD II untuk menjadi pengusaha ekonomi yang unggul saat ini? Dulu, produk Jepang sempat dinilai murahan, tidak berkualitas, dan stigma jelek lainnya. Tapi sekarang, sulit bagi kita untuk hidup tanpa barang-barang buatan Jepang di dalam rumah kita. Ini tidak hanya berlaku di Negara kita saja, tetapi bahkan di seluruh dunia.

Orang-orang Jepang tidak menciptakan mobil. Tidak juga kamera, kulkas, televisi, AC, mesin cuci, penghisap debu, film atau system perangkat audio berkualitas tinggi. Mereka tidak menciptakan banyak benda. padahal yang mereka lakukan ”hanyalah” meniru.

Hakikat :peniruan ala Jepang”, sarat pesan penting bagi calon entrepeneur. Di sana ada proses penyempumaantanpa kenal lelah, sampai akhirnya ”tiruannya” lebih baik dari aslinya! Mereka menggunakan ”kreativitas” untuk menyempumakan barang yang sudah ada. Tak ada yang membantah, Jepang meraih suksesnya. Kultur entrepreneurship tumbuh subur di sana, menyebar menguasai dunia.

Jika Anda menyadari bahwa Anda tidak berhasil mencapai tujuan Anda pada suatu pekerjaan di mana Anda telah dilatih untuk melakukannya, latihlah atau lengkapi diri Anda dengan pekerjaan yang memberi peluang meraih yang lebih baik di masa depan. Janganlah gantungkan diri Anda pada satu keterampilan saja. Sebagai manusia, Tuhan memberi kita kemampuan untuk mempelajari keterampilan baru dan menerjuni bidang usaha lain. Jangan ”hidup-mati” Anda gantungkan pada satu bidang saja. Orang lain bisa sukses. Anda tentu juga bisa. hanya saja, ada yang lekas tercapai, ada yang masih berliku.

”Jangan malu karena gagal, …seperti Christopher Colombus.”

”Ketahuilah apa yang akan Anda lakukan, lakukanlah dan jangan menunda kembali. Jika Anda membuat kesalahan, buatlah kesalahan yang hebat. Seperti orang yang sampai di persimpangan jalan dan bertanya,”Arah manakah yang perlu saya tuju, arah sana atau sini?” Pergi saja! Pilih satu arah dan pergilah. Unsur masa itu pasti ada. Segala sesuatu mempunyai waktu dan tempat yang wajar.”

Gum Rutt

Tengok kiri-kanan Anda. Produk Cina, membanjiri negeri ini. Bayangkan, seperti apa sepuluh atau duapuluh tahun yang akan datang? Akankah ini kita terima sebagai ”keharusan ekonomi”? Tidakkah Anda mulai berpikir hal yang sebaliknya? Anda bisa!


Dasar-Dasar Syariah Marketing


Dari Era Rasional ke Emosional ke Spiritual

Banyak orang mengatakan, pasar syariah adalah pasar yang emosional (emotional market), sedangkan pasar konvensional adalah pasar yang rasional (rational market).

Selain itu, dalam syariah marketing, bisnis yang disertai keikhlasan semata-mata hanya untuk mencari keridhaan Allah, maka seluruh bentuk transaksinya insya Allah menjadi ibadah di hadapan Allah SWT. Ini akan menjadi bibit dan modal besar baginya untuk menjadi bisnis yang besar, yang memiliki spiritual brand, yang memiliki karisma, keunggulan, dan keunikan yang tak tertandingi. Seperti kata Al-Quran, “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu akan menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.

Spiritual Marketing sebagai Jiwa Bisnis

Kita memerlukan kepemimpinan spiritual dalam mengelola suatu bisnis, terlepas dari mana sumber spiritual tersebut. Seperti yang dikatakan oleh Jonathan L. Parapak, “Apabila kita dalami elemen-elemen pokok dari kepemimpinan, maka semua harus diwarnai, dicerahi, dan dilandasi oleh ajaran, nilai, dan prinsip-prinsip Agama (Kristen bagi penganut Kristen). Visinya adalah visi penyelamat, visi transformasi, visi pemeliharaan, visi kasih, visi pemberdayaan, dan visi kekekalan. Strateginya adalah strategi pemberdayaan, penyelamatan, dan pembaruan. System nilai, ajaran, dan prinsip-prinsip Kristiani menjadi pegangan, landasan, acuan, dan arahan utama dalam memilih pola komunikasi, skenario yang akan digelar.”

Sebenarnya, spiritual marketing ini dapat kita laksanakan dengan optimal jika dalam segala aktivitas sehari-hari kita menempatkan Tuhan sebagai Stakeholder utama. Ini perbedaan pokok antara pemasaran biasa dan spiritual marketing. Kita menempatkan Tuhan sebagai satu-satunya pemilik kepentingan (the ultimate stakeholder). Akuntabilitas dan responsibilitas diterjemahkan sebagai pertanggungjawaban di Padang Mahsyar (yaumul hisab) kelak, yang merupakan pengadilan abadi terhadap sepak-terjang manusia (termasuk para pelaku bisnis), baik yang tersurat maupun yang tersirat. Allah SWT berfirman, “Apakah manusia mengira bahwa ia akan dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggungjawaban)?” (QS Al-Qiyamah [75]:36).

Karakteristik Syariah Marketing

Kata “syariah” (al-syari’ah) telah ada dalam bahasa Arab sebelum turunnya Al-Quran. Kata yang semakna dengannya juga ada dalam Taurat dan Injil. Kata syari’at dalam bahasa Ibrani disebutkan sebanyak 200 kali, yang selalu mengisyaratkan pada makna “kehendak Tuhan yang diwahyukan sebagai wujud kekuasaan-Nya atas segala perbuatan manusia.”

Pada bagian ini, saya ingin melakukan eksplorasi atas apa yang dimaksud dengan syariah marketing. Ada empat karakteristik syariah marketing yang dapat menjadi panduan bagi para pemasar sebagai berikut:

Teistis (Rabbaniyah)

Salah satu cirri khas syariah marketing yang tidak dimiliki dalam pemasaran konvensional yang dikenal selama ini adalah sifatnya yang religious (diniyyah).

Etis (Akhlaqiyyah)

Keistimewaan yang lain dari syariah marketer selain karena teistis (rabbaniyyah), juga karena ia sangat mengedepankan masalah akhlak (moral, etika) dalam seluruh aspek kehidupannya.

Realistis (Al-Waqi’iyyah)

Syariah marketing bukanlah konsep yang eksklusif, fanatis, anti-modernitas, dan kaku. Syariah marketing adalah konsep pemasaran yang fleksibel, sebagaimana keluasan dan keluwesan syariah Islamiyah yang melandasinya.

Humanistis (Al-Insaniyyah)

Keistimewaan syariah marketing yang lain adalah sifatnya yang humanistis universal.

Implementasi Syariah Marketing

Berbisnis Cara Nabi Muhammad Saw.

Muhammad adalah Rasulullah, Nabi terakhir yang diturunkan untuk menyempurnakan ajaran-ajaran Tuhan yang diturunkan sebelumnya. Rasulullah adalah suri tauladan umat-Nya, “Sesungguhnya pada diri Rasulullah terdapat suri teladan yang baik bagi kamu, (yaitu) bagi siapa yang mengharap (rahmat) Allah dan (kebahagiaan) hari kiamat dan ia banyak menyebut Allah” (QS Al-Ahzab [33]:21). Akan tetapi, pada sisi lain, Nabi Muhammd SAW, juga adalah manusia biasa; beliau makan, minum, berkeluarga dan bertetangga, berbisnis dan berpolitik, serta sekaligus memimpin umat.Berikut adalah bisnis syariah yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Muhammad sebagai Syariah Marketer

Muhammad diutus oleh Allah SWT bukan sebagai seorang pedagang. Beliau adalah sebagai seorang nabi dengan segala kebesaran dan kemuliaanya. Rahasia keberhasilan dalam perdagangan adalah sikap jujur dan adil dalam mengadakan hubungan dagang dengan para pedagang.

Nabi Muhammad sangat menganjurkan umatnya untuk berbisnis (berdagang), karena berbisnis dapat menimbulkan kemandirian dan kesejahteraan bagi keluarga, tanpa tergantung atau menjadi beban orang lain.

Muhammad sebagai Pedagang Profesional

Beliau melakukan bisnis ini karena merupakan satu-satunya pekerjaan mulia yang tersedia baginya. Beliau melibatkan diri di dalamnya untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.Dalam transaksi bisnis sebagai seorang pedagang professional, tidak tawar-menawar dan pertengkaran antara Muhammad dan para pelanggannya.

Muhammad sebagai Pebisnis yang Jujur.

Muhammad benar-benar mengikuti prinsip perdagangan yang adil dalam transaksi-transaksinya.

Muhammad menghindari Bisnis Haram.

Nabi Muhammad melarang beberapa jenis perdagangan, baik karena sistemnya maupun karena ada unsure-unsur yang diharamkan di dalamnya.

Muhammad dengan Penghasilan Halal

Nabi Muhammad diutus untuk menghapus segala sesuatu yang kotor, keji dan gagasan-gagasan yang tidak sehat dalam masyarakat, serta memperkenalkan gagasan yang baik, murni dan bersih di kalangan umat manusia.

Berbisnis dengan Qalbu

Bagaimana Berbisnis dengan Hati

Hati adalah sumber pokok bagi segala kebaikan dan kebagahagian seseorang. Bahkan bagi seluruh makhluk yang dapat berbicara, hati merupakan kesempurnaan hidup dan cahayanya.

Muhammad sebagai Wirausahawan Sejati

Jiwa wirausaha atau entrepreneurship adalah salah satu kekuatan yang dikembangkan oleh Rasulullah. Sedangkan wirausahawan atau entrepreneur itu sendiri secara sederhana adalah kemampuan kita untuk menciptakan dan mendisain manfaat dari apapun yang ada di dalam diri dan lingkungan. Apapun yang dilihat dapat dikemas menjadi sesuatu yang bermanfaat. Wirausahawan mampu mengenal situasi dan mendayagunakan situasi tersebut sehingga bisa menghasilkan manfaat.

Sembilan Etika (Akhlak) Pemasar

Ada sembilan etika pemasar, yang akan menjadi prinsip-prinsip  bagi syariah marketer dalam menjalankan fungsi-fungsi pemasaran, yaitu:

1. Memiliki Kepribadian Spiritual (Taqwa)

2. Berprilaku baik dan Simpatik (Shidq)

3. Berlaku Adil dalam Bisnis (Al-‘Adl)

4. Bersikap Melayani dan Rendah Hati (Khidmah)

5. Menepati Janji dan Tidak Curang

6. Jujur dan Terpercaya (Al-Amanah)

7. Tidak Suka Berburuk Sangka (Su’uzh-zhann)

8. Tidak Suka Menjelek-jelekkan (Ghibah)

9. Tidak Melakukan Sogok (Riswah).

Memiliki Kepribadian Spiritual (Taqwa)

Sebuah hadist diriwayatkan dari ‘Umar r.a. yang mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sekiranya kalian bertawaqal (menyerah) kepada Allah dengan sungguh-sungguh, maka Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti burung yang keluar di pagi hari dengan perut kosong (lapar), tetapi kembali di sore hari dengan perut penuh (kenyang).”

Berprilaku baik dan Simpatik (Shidq)

Al-Quran mengajarkan untuk senantiasa berwajah manis, berprilaku baik, dan simpatik.

Berlaku Adil dalam Bisnis (Al-‘Adl)

Berbisnislah kalian secara adil, kata Allah. Berbisnis secara adil hukumnya wajib, tidak hanya himbauan dari Allah.

Bersikap Melayani dan Rendah Hati (Khidmah)

Sikap melayani merupakan sikap utama dari seorang pemasar. Tanpa sikap melayani, yang melekat dalam kepribadiannya, dia bukanlah seorang yang berjiwa pemasar.Rasulullah bersabda bahwa salah satu ciri orang beriman adalah mudah bersahabat dengan orang lain, dan orang lainpun mudah bersahabat dengannya.

Menepati Janji dan Tidak Curang

Allah SWT berfirman tentang sikap amanah, “… jika sebagian kamu memercayai sebagian yang lain, hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanahnya dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya…”

Jujur dan Terpercaya (Al-Amanah)

Diantara akhlak yang harus menghiasi bisnis syariah dalam bisnis setiap gerak-geriknya adalah kejujuran. Beliau bersabda, “Sumpah palsu dapat melariskan barang dagangannya, tetapi menghancurkan mata penchariannya.”

Tidak Suka Berburuk Sangka (Su’uzh-zhann)

Saling menghormati satu sama lain merupakan ajaran Nabi Muhammad SAW yang diimplementasikan dalam perilaku bisnis modern. Tidak boleh satu pengusaha menjelekn pengusaha yang lain, hanya bermotifkan persaingan bisnis.

Tidak Suka Menjelek-jelekkan (Ghibah)

Kita dilarang Ghibah (mengumpat/menjelek-jelekan). Seperti firman Allah, “Dan jangan dari kamu mengumpat sebagian yang lain.” Manusia tidak suka kalau bentuknya, perangainya, nasabnya, dan ciri-ciri yang tidak baik dibicarakan.

Tidak Melakukan Sogok/Suap (Risywah)

Dalam syariah, menyuap (risywah) hukumnya haram, dan menyuap termasuk dalam kategori makan harta orang lain dengan cara batil.

Membangun Bisnis dengan Nilai-Nilai Syariah

Jujur Adalah Sifat Para Nabi

Shiddiq (jujur,benar) adalah lawan kata dari kidzb (bohong atau dusta). Berikut adalah contoh-contoh kejujuran para nabi:

Kejujuran Nabi Yusuf

Allah SWT menggambarkan Nabi Yusuf sebagai orang yang amat jujur. Sang pelayan yang berjumpa dengan Yusuf itu mengambil manfaat dari pengaruh dan cahaya Yusuf.

Kejujuran Nabi Ibrahim

Ia adalah orang yang kejujurannya lebih, banyak membenarkan kegaiban dari Allah, membenarkan ayat-ayat-Nya, kitab-kitab-Nya, dan para utusan-Nya.

Kejujuran Nabi Isma’il

Isma’il adalah seorang rasul dan nabi. Ia menyuruh keluarganya untuk shalat dan beribadah, karena ia ingin menjadikan mereka sebagai suri tauladan bagi orang-orang di belakangnya.

Kejujuran Nabi Idris

Ia adalah orang yang sangat membenarkan dan seorang nabi.

Kejujuran Nabi Isa

Nabi Isa sebagai utusan Allah karena kesalehan, kejujuran, dan kepeduliannya yang sangat tinggi kepada kaumnya.

Kejujuran Nabi Muhammad SAW

Kejujuran Nabi Muhammad dibuktikan oleh para penolongnya, oleh orang-orang yang beriman kepadanya. Cukuplah bagi kita kesaksian jibril yang terpercaya membawa sebagai dalil yang paling baik bagi kejujuran Nabi Muhammad SAW.

Membangun Nilai-nilai Kejujuran Dalam Bisnis

Sifat terpenting bagi pebisnis yang diridhai Allah adalah kejujuran. Dalam sebuah hadist dikatakan: “Pedagang yang jujur dan dapat dipercaya (penuh amanah) adalah bersama para nabi, orang-orang yang membenarkan risalah nabi (shiddiqin) dan para syuhada (orang yang mati syahid)” (HT Al-Tirmidzi).

Oleh karena itu, tak heran jika prinsip al-amanah ini menjadi sangat penting perannya dalam hidup bermasyarakat dan bermuamalah.

Keadilan Versus Keserakahan

Salah satu prinsip dari bermuamalah yang harus menjadi akhlaq dan harus tertanam dalam diri pemasar adalah sikap adil (al-‘adl). Lawan kata dari keadilan adalah kedzaliman (Al-Dzulm), yaitu sesuatu yang telah diharamkan Allah atas diri-Nya sebagaimana telah diharamkan-Nya atas hamba-Nya.

Empat Sifat Nabi Dalam Mengelola Bisnis

  1. Shiddiq (Benar dan Jujur)
  2. Amanah (Terpercaya, Kredibilitas)
  3. Fathanah (Cerdas)
  4. Thabligh (Komunikatif)

Shiddiq

Siddiq adalah sifat Nabi Muhammad SAW, artinya ‘benar dan jujur’. Jika seorang pemimpin, ia senantiasa berperilaku benar dan jujur dalam sepanjang kepemimpinannya.

Amanah

Amanah artinya dapat ‘dipercaya, bertanggung jawab, dan kredibel’. Konsekuensi amanah adalah mengembalikan setiap haq kepada pemiliknya, baik sedikit ataupun banyak, tidak mengambil lebih banyak daripada yang ia miliki, dan tidak mengurangi haq orang lain, baik itu berupa hasil penjualan, fee, jasa atau upah buruh.

Fathanah

Fathanah dapat diartikan sebagai intelektual, “kecerdikan atau kebijaksanaan”. Pemimpin perusahaan yang fathanah artinya pemimpin yang memahami, mengerti dan menghayati secara mendalam segala hal yang menjadi tugas dan kewajibannya.

Tabligh

Sifat tabligh artinya komunikatif dan argumentative. Orang yang memiliki sifat tabligh, akan menyampaikannya dengan benar (berbobot) dan dengan tutur kata yang tepat (bi al-hikmah).

Pemasaran dalam Perspektif Syariah

Sekilas tentang Sustainable Marketing Enterprise (SME)

Sebuah perusahaan tentu harus menjadi sebuah perusahaan yang sustainable, perusahaan yang mampu bertahan dan sukses, tidak hanya pada saat ini, tetapi juga di masa mendatang.

Ada 17 prinsip syariah marketing sebagai berikut:

Lanskap Bisnis Syariah Marketing

Prinsip #1: Information Technology Allows Us to be Transparent (Change)

Perubahan adalah suatu hal yang pasti akan terjadi. Oleh karena itu, perubahan perlu disikapi dengan cermat. Kekuatan perubahan terdiri dari lima unsur-perubahan tekhnologi, perubahan politik-legal, perubahan sosial-kultural, perubahan ekonomi, dan perubahan pasar. Dalam prinsip yang membahas perubahan (Change) ini, saya hanya menekankan perubahan pada bidang teknologi. Perubahan-perubahan di bidang lain-politik-lega, sosial-budaya, ekonomi, dan pasar-walaupun memang juga berperan penting dalam syariah marketing, sudah banyak dibahas oleh pihak lain; misalnya saja peraturan-peraturan yang menyangkut perbankan syariah.

Prinsip #2: Be Respectful to Your Competitors (Competitor)

Dalam menjalankan syariah marketing, perusahaan harus memerhartikan cara mereka menghadapi persaingan usaha yang serba-dinamis.

Prinsip #3: The Emergence of Customers Global Paradox (Customer)

Pengaruh inovasi tekhnologi medasari terjadinya perubahan sosial budaya. Hal ini bisa kita lihat dari lahirnya revolusi dalam bidang tekhnologi yang mengubah cara pandang dan prilaku masyarakat.

Prinsip #4: Develop A Spiritual-based Organization (Company)

Dalam era globalisasi dan di tengah situasi serta kondisi persaingan usaha yang semakin ketat, perusahaan harus merenungkan kembali prinsip-prinsip dasar perusahaannya.

Syariah Marketing Strategy

Prinsip #5: View Market Universally (Segmentation)

Segmentasi adalah seni mengidentifikasikan serta memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar.

Prinsip #6: Target Customer’s Heart and Soul (Targeting)

Targeting adalah strategi mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektif, karena sumber daya yang dimiliki terbatas.

Prinsip #7: Build A Belief System (Positioning)

Positioning adalah strategi untuk merebut posisi di benak konsumen, sehingga strategi ini menyangkut bagaimana membangun kepercayaan, keyakinan, dan kompetensi bagi pelanggan.

Syariah Marketing Tactic

Prinsip #8: Differ Yourself with A Good Package of Content and Context (Differentiation)

Diferensiasi didefinisikan sebagai tindakan merancang seperangkat perbedaan yang bermakna dalam tawaran perusahaan.

Prinsip #9: Be Honest with your 4 Ps (Marketing-Mix)

Kita mengenal 4P sebagai marketing-mix, yang elemen-elemennya adalah product (produk), price (harga), place (tempat/distribusi), dan promotion (promosi). Namun marketing-mix yang dimaksud adalah bagaimana mengintegarasikan tawaran dari perusahaan (company’s offers) dengan akses yang tersedia (company’s access).

Prinsip #10: Practice A Relationship-based Selling (Selling)

Selling yang dimaksud di sini bukanlah berarti aktifitas menjual produk kepada konsumen semata. Penjualan dalam arti sederhana adalah penyerahan suatu barang atau jasa dari penjual kepada pembeli dengan harga yang disepakati atas dasar sukarela.

Syariah Marketing Value

Prinsip #11: Use A Spiritual Brand Character (Brand)

Brand atau mereka adalah suatu identitas terhadap produk atau jasa perusahaan Anda. Brand mencerminkan nilai (value) yang Anda berikan kepada konsumen.

Prinsip #12: Services Should Have the Ability to Transform (Service)

Untuk menjadi perusahaan yang besar dan sustainable, perusahaan berbasis Syariah Marketing harus memerhatikan yang ditawarkan untuk menjaga kepuasan pelanggannya.

Prinsip #13: Practice A Reliable Business Process (Process)

Proses mencerminkan tingkat quality, cost, dan delivery yang sering disingkat sebagai QCD. Proses dalam tingkat qualitas adalah bagaimana menciptakan proses yang mempunyai nilai lebih untuk konsumen.

Syariah Marketing Scorecard

Prinsip #14: Create A Balanced Value to Your Stakeholders (Scorecard)

Prinsip dalam syariah marketing adalah menciptakan value bagi para stakeholders-nya. Kemampuan perusahaan untuk menciptakan value bagi para stakeholdersnya ini akan menentukan kelangsungan hidup perusahaan.

Syariah Marketing Enterprise

Prinsip #15: Create A Noble Cause (Inspiration)

Setiap perusahaan, layaknya manusia, haruslah memiliki impian (dream). Untuk mencapai kesuksesan, anda harus mempunyai impian tentang apa yang akan Anda capai. Impian inilah yang akan Anda capai sepanjang perjalanan untuk mewujudkan goals Anda.

Prinsip #16: Develop An Ethical Corporate Culture (Culture)

Pada perusahaan berbasis syariah, budaya perusahaan yang berkembang dalam perushaannya sudah pasti berbeda dengan perusahaan konvensional. Para karyawannya wajib menjaga hubungan antar-sesama, dari mulai tingkat paling atas (manajerial) sampai tingkat paling bawah (staf).

Berikut ini ada beberapa hal penting yang selayaknya menjadi buaya dasar sebuah perusahaan berbasis syariah:

  • Budaya mengucapkan salam
  • Murah hati, bersikap ramah, dan melayani
  • Cara berbusana
  • Lingkungan kerja yang bersih

Prinsip #17: Measurement Must Be Clear and Transparent (Institution)

Prinsip yang terakhir adalah bagaimana membangun organisasi/institusi Anda sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Organisasi sebagai “kendaraan” dalam menunaikan visi dan misi yang telah ditetapkan harus memiliki struktur yang baik dan target yang jelas untuk setiap milestone dari sasaran yang telah ditentukan sebelumya.

Studi Kasus

A. Bank Muamalat Indonesia

Era perbankan syariah di Indonesia dimulai pada 1992 dengan berdirinya Bank Muamalat Indonesia (BMI) sebagai lembaga perbankan syariah yang pertama. Sejak saat itu, tingkat perumbuhan perbankan syariah di Indonesia sangat signifikan, rata-rata mencapai 70 % setiap tahun. Pada 2005 telah hadir 3 bank umum syariah, 17 unit usaha syariah dari bank umum konvensional, dan 90 bank perkreditan syariah yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

B. Asuransi Tafakul

Di lihat dari pertumbuhannya selama periode 1994-1995, perkembangan asuransi syariah sangat menggembirakan. Dibandingkan dengan asuransi konvesional yang hanya mencapai rata-rata 20 %, pertumbuhan asuransi syariah bisa mencapai rata-rata 40 % dalam 5 tahun terakhir. Hal ini cukup menggambarkan bahwa peminat asuransi syariah semakin bertambah setiap tahunnya, walaupun pada akhir 2005 pangsa pasar asuransi syariah tercatat baru mencapai 1,5 % dari total pasar asuransi di Indonesia.

C. Perum Pegadaian Syariah

Perkembangan dunia pegadaian syariah di Indonesia juga mengalami pertumbuhan yang signifikan. Jika perbankan syariah mengalami pertumbuhan rata-rata 70 % setiap tahunnya dan asuransi syariah rata-rata 40 %, pegadaian syariah mengalami pertumbuhan rata-rata 30 % setiap tahunnya.

D. Batasa Capital

Perkembangan yang pesat dalam industri syariah, khususnya perbankan dan asuransi, juga membawa dampak pada perkembangan instrumen keuangannya lainnya. Contohnya adalah pengelolaan instrumen fund dan investasi yang berupa reksadana syariah dan obligasi syariah yang baru sejak tahun 2000 ada di Indonesia. Pada akhir 2002 (November) muncul obligasi syariah dari indosat, dan sejak saat itulah obligasi-obligasi syariah bermunculan dan menjadi sarana alternatif untuk berinvestasi. Saat ini (akhir 2005), ada 16 obligasi syariah dengan total nilai sebesar Rp 2,009 triliun.

Kepustakaan

Ø Al-Quran Al-Karim dan Terjemahan, Lembaga Percetakan Al-Quran Raja Fahd, 1418 H.

Ø

Abdul Mannan, Islamic Economy Theory and Practice, Edaward Arnold Publisher Limeted, England, 1993.

Ø

Abdul A’la Maududi, Tafheem Al-Quran, Dar Al-Fikr, Vol.IV, 1980.

Ø

Abu Zahra Muhammad, Buhuth fi Al-Riba, Dar Al-Byhuth Al-Islamiyah, Dar Al-Fikr, 1970.

Ø

………….., Ushul Al-Fiqh, (terj.), Ushul Fiqih, Pustaka Firdaus Jakarta, 2002.

Ø

Abdullah Gymnastiar, Meraih Bening Hati dengan Manajemen Qolbu, Gema Insani, Jakarta, 2002.

Ø

……………, Menjemput Rezeki dengan Berkah, Penerbit Republika, Jakarta, 2003.

Ø

……………., Berbisnis dengan Hati, MQTV-MarkPlus & Co., 2004.

Ø

Dan lain-lain.

KIAT-KIAT PEMASARAN DARI REGIS McKENNA


REGIS MCKENNASELAMA dua puluh tahun terakhir ini, saya telah belajar di suatu sekolah bisnis terbaik dunia. Namanya Lembah Silikon (Silicon Valley). Bila orang mendengar Lembah Silikon, yang terbayang adalah teknologi maju. Bits dan bytes, chips dan RAMs. Tetapi untuk diri saya, kehebatan dan pentingnya Lembah Silikon bukan sekedar pada teknologi-teknologi barunya. Bagi diri saya, Lembah Silikon adalah sebuah laboratorium bagi gagasan-gagasan baru tentang bisnis dan pemasaran.

Pada saat saya pindah dari Pennsylvania ke California pada tahun 1963, orang belum mengenal Lembah Silikon. Tetapi daerah itu sudah tampak kekhasannya. Sekelompok insinyur berada disana. Mereka melakukan percobaan-percobaan dengan teknologi-teknologi baru dan menciptakan industri-industri baru. Laju perubahan di situ sungguh luar biasa. Tampaknya setiap hari terjadi penemuan baru, produk baru, dan perusahaan baru. Walau teknologi maju dengan sangat cepat, tampaknya cara orang melakukan bisnis di Lembah Silikon tak banyak berubah. Perusahaan-perusahaan disana masih juga memasarkan hasil-hasilnya dengan cara tradisional. Para insinyur menjual kepada para insinyur. Para penjual menekankan komunikasinya pada perincian teknis dan harga. Pendeknya, bisnis disana berorientasi pada teknologi dan penjualan.

Tak lama kemudian, menjadi jelas bagi saya bahwa pendekatan-pendekatan tradisional itu tidaklah sesuai dengan dunia yang pasarnya berubah sangat cepat dan produknya kompleks. Perusahaan-perusahaan di Lembah Silikon itu memerlukan strategi-strategi pemasaran semutakhir dan seinovatif produk-produk mereka. Karena itu, sementra para insinyur bereksperimen dengan teknolog-teknologi baru, saya memulai bereksperimen dengan gagasan baru tentang pemasaran dan komunikasi.

Pada tahun 1970 saya mendirikan perusahaan yang saya beri nama Regis McKenna. Inc. Perusahaan ini saya gunakan sebagai sarana dalam menguji-coba gagasan-gagasan saya. Bertahun-bertahun saya dan kawan-kawan telah bekerja bersama dengan beberapa perusahaan yang dikenal paling inovatif dan dinamis di dunia bisnis Amerika. Lebih dari satu dasawarsa kami telah bertindak selaku konsultan bagi manajemen puncak pada Intel, raja inovasi industri semikonduktor. Kami sudah membantu Apple Computer pada saat pendirinya, yaitu Steve Jobs masih bekerja di bengkelnya dengan modal di bank kurang dari $ 1.000. Secara keseluruhan kami sudah bekerja dengan lebih dari 150 perusahaan teknologi tinggi. Berdasar pengalaman-pengalaman itu, kami telah mengembangkan suatu ancangan baru terhadap pemasaran. Suatu ancangan yang memperhitungkan perubahan-perubahan dinamis dari industri dan pasar.

Suatu ancangan yang menekankan pada upaya membangun hubungan ketimbang sekedar promosi produk. Mengkonsumsikan konsep-konsep ketimbang sekedar informasi yang bercerai-cerai, dan menciptakan pasar-pasar baru ketimbang sekedar berbagi pangsa pasar yang sudah ada. Walaupun gagasan-gagasan pemasaran ini diuji-coba dan disempurnaka melalui perusahaan-perusahaan teknologi tinggi, mereka dapat pula diterapkan di banyak perusahaan lain. Kenyataannya memang semakin banyak perusahaan yang meninggalkan kaidah-kaidah tradisional dalam pemasaran. Dunia bisnis berubah dengan cepat, sementara gagasan-gagasan pemasaran tertinggal di belakang.

Dalam banyak hal, pengalaman-pengalaman Lembah Silikon dapat digunakan sebagai petunjuk yang berharga bagi industri lain. Lembah silikon, yang duduk di singgasana panglma perubahan, memberikan suatu cara bagi industri Amerika untuk memandang ke masa depan. Masalah-masalah pemasaran dan manajemen yang dihadapi perusahaan-perusahaan Lembah Silikon kemarin, hari ini akan dijumpai oleh dunia bisnis lain. Sedangkan masalah-masalah yang dihadapi Lembah Silikon hari ini, besok akan mengunjungi perusahaan-perusahaan lain.

Ada beberapa faktor penting yang mendorong munculnya kebutuhan akan ancangan-ancangan baru pemasaran. Yang terpenting adalah meningkatnya laju perubahan. Kaidah-kaidah pemasaran tradisional dirumuskan bagi pasar-pasar dan industri-industri yang statis. Kaidah-kaidah itu dilandasi asumsi bahwa teknologi dan pasar hanya berubah secara lambat. Tetapi dunia bisnis modern tidak mengenal istilah statis. Kemajuan-kemajuan teknologi menyebabkan produk-produk dan perusahaan-perusahaan berubah dengan lebih cepat. Strategi-strategi bisnis yang suatu hari tampak meyakinkan, di hari berikutnya segera saja tampak ketinggaln jaman.

Di masa lampau, perubahan teknologi memang berlangsung setahap demi setahap. Untuk membawa antibiotika dari sebuah konsep di dunia penelitian ke kenyataan di dunia bisnis diperlukan tiga puluh tahun. Juga diperlukan waktu yang sama untuk mengkomersilkan ritsleting (zipper). Namun kini segalanya berbeda. Produk-produk yang berlandaskan rekombinan DNA mencapai pasar dalam waktu kurang dari satu dasawarsa sejak dari dibelahnya genes yang pertama.

Alvin Troffler adalah orang yang pertama kali mencatat peningkatan laju perubahan ini. Dalam bukunya yang berjudul Future Shock ia menjelaskan :

“Di bidang apapun kita menyaksikan kecenderungan percepatan – semakin jauh jarak dapat kita tempuh, semakin tinggi tempat dapat kita capai, semakin banyak mineral dapat kita tambang, atau semakin hebat tenaga dapat kita peroleh. Polanya begitu jelas dan tak diragukan. Beribu dan beratus tahun berlalu, dan kini, pada jaman kita ini, kita saksikan kejutan-kejutan, perubahan-perubahan di luar dugaan suatu loncatan ke depan yang sungguh fantastis”.

Percepatan ini tampak saling menonjol pada industri-industri teknologi tinggi. Satu tahun umur anjing setara dengan tujuh tahun umur manusia. Demikian pula kiranya, satu tahun dalam bisnis teknologi tinggi setara dengan tujuh tahun dalam bisnis bidang lain. Menurut perhitungan, dalam setiap tiga puluh detik terjadi satu inovasi di Lembah Silikon. Produk-produk serasa berpindah dari meja disain ke pasaran dalam kecepatan cahaya. Gagasan baru yang muncul hari ini, besok sudah dapat anda temui sebagai produk baru di pasaran.

Laju perubahan kini meningkat juga di industri-industri jalur lama, dan ini membuat para manajer disana menjadi pusing tujuh keliling. Teknologi-teknologi yang telah mendorong terbentuknya Lembah Silikon, akhirnya mulai merayah pula industri-industri dewasa. Pemroses mikro, komputer baru, paket piranti lunak baru dapat secara serius mempengaruhi arah dan laju perubahan di industri-industri lain.

Corak dan mode baru akan sampai ke pasar dalam waktu yang lebih cepat. Bila seorang perancang mode pada suatu hari menyelesaikan desainnya, maka pada hari itu juga baju-baju rancangannya sudah akan terpasang di took-toko. Sinyal-sinyal elektronis dari computer milik si perancang akan mengirim instruksi-istruksi kepada computer milik pabrik. Sesudah itu, sinar laser akan mengambil alih proses kerja berikutnya.

Sistem jenis ini akan memungkinkan pabrik-pabrik pakaian jadi mendapat keluwasan yang luar biasa. Biasanya, baju-baju dibuat dalam mode dan ukuran-ukuran yang terbatas. Kini, keterbatasan itu tak aka ada lagi. Bukankah untuk mengubah ukuran atau mode sebuah baju misalnya, orang cukup memprogram kembali lasernya? Mesin yang memproduksi baju ukuran 6 kini juga akan mampu menghasilkan baju ukuran 16. Kini, kita telah bergeser dari jaman barang-barang kodian ke jaman barang sesuai pesanan. Dulu Henry Ford menghasilkan mobil-mobil hitamnya yang anggun. Kini, mobil akan keluar dari pabrik setiap saat dengan beragam bentuk, ukuran, warna dan kekhasan. KIni, keanekaragaman tidaklah lebih mahal disbanding dengan keseragaman.

Dalam lingkungan baru ini, manajer-manajer pemasaran harus belajar untuk menghadapi setiap pelanggan sebagai perorangan (individu). Semakin lama, para pelanggan akan menuntut semakin banyak keanekaragaman produk. Setiap orang ingin sedikit berbeda dengan yang lain. Mengapa banyak orang yang menginginkan boneka-boneka Cabbage Patch? Tak lain karena setiap boneka itu unik, memliki perbedaan dengan yang lain, walau sedikit. Petumbuhan keanekaragaman produk-produk industri ini tampak nyata terjadi di sekitar kita. Anda dapat membuktikannya dengan menyaksikan kehadiran berbagai model mobil di jalan raya. Atau berbagai model baju yang dikenakan orang. Di Amerika serikat sebuah toserba yang sedang besarnya, menjajakan tidak kurang dari 10.000 produk atau merek. Menurut sebuah artikel pada Wall Street Journal, setiap hari diperkenalkan tujuh jenis produk makanan baru. Dalam 8 bulan pertama di tahun 1984, misalnya, tak kurang dari Sembilan produk granola-bar(sejenis permen coklat) memasuki pasar.

Jelasnya, para manajer banyak disibukkan untuk berpacu dengan laju perubahan-perubahan ini. Majalah Business Week mengungkapkan hal ini pada saat mengevaluasi kembali sejumlah perusahaan yang telah diamati dan dipuji dalam buku terlaris tahun 1982 In Searchof Excellent. Artikel Business Week mengungkapkan tentang banyaknya perusahaan “hebat” yang telah tergelincir. Penyebab utamanya: kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam pasar.

Sebuah artikel yang terbit tahun 1981 dalam Journal of Marketting juga sampai pada kesimpulan yang sama. Dalam mempersiapkan artikel yang berjudul “Top Managements Conserns About Marketing: Issues for the 1980’s” itu, Frederick Webster, Jr. mewawancara eksekutif puncak dari dua puluh satu perusahaan, termasuk Kodak, General Electric, General Foods, IBM, dan Mobil. Hampir semua dari mereka setuju bahwa perubahan mendasar memang diperlukan. Mereka mengeluh bahwa para manajer pemasaran “kurang inovatif dan berjiwa wiraswasta dalam berfikir dan membuat keputusan.”

Dalam kegiatan ini kami sebagai konsultan, melalui Regis McKenna, Inc, kami membantu perusahaan-perusahaan mengatasi masalah-masalah tersebut. Dengan setiap klien, kami mempelajari kelemahan-kelemahan, harapan-harapan dan tujuan-tujuan dari perusahaannya. Kemudian kami bandingkan tujuan-tujuan dari peusahaannya. Kemudian kami bandingkan tujuan-tujuan perusahaan itu dengan sikap-sikap, persepsi-persepsi, dan kecenderungan-kecenderungan pasar. Dalam kerangka ini, kami membantu perusahaan mengembangkan strategi pencapaian posisi, yaitu suatu rencana agar perusahaan dapat menunjukkan dan mempertahankan kehadirannya di arena pasar.

Di atas semuanya itu, para manajer harus bersedia mengubah rencananya bila pasar berubah. Perusahaan-perusahaan, teknologi dan produk-produk adalah sesuatu yang selalu berubah. Karena itu strategi pemasaran pun harus pula selalu berubah. Memasarkan suatu produk adalah suatu eksperimen terus-menerus. Tak satupun yang pasti. Para manajer harus selalu memantau, mengubah, memantau dan mengubah.

Pencapaian Posisi Secara Dinamis: Tulang Punggung Pemasaran Baru

Berpikir secara dinamis
Jika anda mengatakan “foto kilat” kepada seseorang, mungkin ia akan segera teringat Polaroid. Jika anda berkata “komputer inovatif” barangkali pikirannya akan segera melayangkan kepada Apple. Dan jika anda berbicara kepada beberapa rekan tentang “fotokopi yang bagus”, mungkin sekali mereka akan segera berpikir tentang Xerox.

Perusahaan-perusahaan tersebut memang perusahaan yang telah berhasil menempatkan dirinya dalam kancah pasar. Masing-masing mereka telah membangun citra keberadaan diri dan citra produknya yang khas. Citra keberadaan dir yang telah sampai pada taraf demikian itu, sungguh merupakan kekuatan yang ampuh pemasaran. Memang, inti dari setiap strategi pemasaran yang baik tak lain adalah suatu strategi pencapaian posisi secara tepat. Pemasaran gaya baru adalah, dalam arti luas, suatu pertempuran untuk merebut posisi.

Pendekatan-pendekatan standard terhadap pencapaian posisi tidak dapat dijamin selalu berhasil. Sebuah perusahaan yang hari ini No. 1 tak dapat dijamin untuk tetap menduduki No. 1 besok pagi. Teknologi-teknologi yang tampaknya menduduki posisi kokoh dapat berubah menjadi rawan hanya dalam tempo semalam. Tak ada iklan, berapapun banyaknya, yang dapat mencegah kejadian itu. Walau dengan slogan-slogan terbaik sekalipun, sebuah perusahaan dapat saja kehilangan posisinya dalam pasar.

Tulang Punggung Baru
Inti dari proses pencapaian posisi secara dinamis mengandung beberapa gagasan penting. Gagasan-gagasan itu juga mempengaruhi setiap tahap dari proses pencapaian posisi. Dan karena itu, mereka sangat menentukan keberhasilan dari suatu strategi pemasaran.

Gagasan kunci ini dapat dianggap sebagai tulang punggung bagi proses penentuan posisi secara dinamis. Mereka merupakan penopang dan kerangka bagi proses itu. Tanpa mereka, proses itu akan berantakan.

Meraih Posisi Produk: Empat Kaidah Berharga

(1). Memahami Lingkungan
Mari kita bayangkan tentang dua buah merk anggur. Keduanya dibuat dari buah anggur yang sama kualitasnya, ditempatkan dalam botol-botol yang sama jenisnya, dan disimpan (diperam) dalam ruang penyimpanan yang sama. Pokoknya, segalanya sama. Sulit untuk membedakan satu dengan lainnya. Tetapi marilah kita bayangkan bahwa salah satu dari kedua merek itu dipajang di rak sebuah toko serba ada. Sedangkan yang lain hanya dapat dijumpai di restoran-restoran mewah. Nah, kini keduanya jadi berbeda. Anggur yang berderet di rak toko serba ada tadi segera saja akan mengesankan minuman kualitas menengah. Sedang merek yang satu lagi, yang berderet di lemari dingin restoran mewah akan memberikan citra minuan kualitas istimewa.

Contoh diatas menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan. Sebagaimana saya utarakan di muka, lingkunganlah yang menentukan citr suatu produk. Suatu produk tak akan dipandang secara tersendiri. Unsur-unsur dari lingkungan, yaitu kecenderungan teknologis, dinamika pasar, persaingan, kecenderungan-kecenderungan social dan ekonomi, semuanya berpengaruh terhadap cara masyarakatpembeli memandang produk itu.

(2). Memusatkan Diri Pada Hal-hal Tak Tampak
Perusahaan pada umumnya senang membandingkan produk. Sudah jamak bila ada sebuah perusahaan mengunggul-unggulka produknya sebagai yang berharga paling murah atau 25 persen lebih kuat dibandingkan produk lain. Jadi, sebagian besar perusahaan tampaknya memusatkan strategi meraih posisi produknya pada harga dan “specsmanship” (yaitu mempromosikan suatu produk melalui keandalan spesifikasi teknisnya, atau “specs”).

(3). Mendapatkan Sasaran Yang Tepat
Upaya meraih posisi produk tidak melulu bersandar pada ciri-ciri produk, baik itu tampak ataupun tak tampak. Ia juga ditentukan oleh bagaimana mengarahkan produk itu ke sasaran. Perusahaan dapat memperoleh posisi produk yang kuat dengan memusatkan diri pada pangsa atau segmen pasar tertentu. Pemain-pemain baseball tempo dulu kerap berujar: “Pukul mereka selagi lengah.” Perusahaan-perusahaanpun dapat berlaku serupa. Mereka dapat mengambil segmen pasar yang diabaikan oleh perusahaan-perusahaan lain.

Jarang perusahaan yang telah berhasil memilih sasaran pasar sebaik yang dicapai Metaphor Computer System. Didirikan pada tahun 1983 oleh sekelompok usahawan dari Xerox, Metaphor mengembangkan suatu sistem komputer yang memungkinkan para manajer dan analis mendapatkan akses yang cepat dan mudah ke data bisnis. Sistem itu menghimpun angka-angka statistik dari computer besar (mainframe) perusahaan-perusahaan itu sendiri dan data dari sumber-sumber luar, kemudia menggabungkan semua informasi yang terhimpun menjadi bentuk yang mudah digunakan oleh para manajer di meja kerjanya.

(4). Bereksperimen dan Berubah
Upaya meraih posisi produk bukanlah upaya yang cukup dilakukan sekali saja. Ia adalah sebuah proses yang tak pernah ada akhirnya. Seorang presiden direktur sebuah perusahaan pernah berkata kepada saya begini: “Bagaimana kita bias meraih posisi dalam kancah pasar yang selalu berubah setiap tiga bulan?” Pertanyaan ini bagus sekali. Pencapaian posisi secara dinamis adalah suatu proses yang rumit. Satu-satunya cara untuk dapat bertahan hidup dalam kancah-kancah pasar yang dinamis adalah dengan memelihara agar proses pencapaian posisi tetap luwes (flexible). Perusahaan harus mau bereksperimen dan belajar serta berubah. Taka da benar dan salah. Dalam kenyataan, jalan menuju sukses kerap kali bahkan penuh dengan kegagalan.

Mengapa Rencana-rencana Pemasaran Gagal: Sepuluh Pesaing

Persaingan Tak Tampak

Para pesaing tak tampak ini merupakan penyebab utama kegagalan rencana-rencana pemasaran. Jika perusahaan dapat mengatasi para pesaing ini, maka ia akan mencapai sukses tak peduli apapun yang dilakukan perusahaan-perusahaan lain sejenis. Berikut sepuluh pesaing tak tampak yang umumnya dihadapi perusahaan-perusahaan tak peduli di industri apapun.

Mereka itu adalah:
1. Perubahan
2. Penolakan terhadap perubahan
3. Pengetahuan masyarakat tentang produk
4. Jalan pikiran para pembeli
5. Mentalitas kebesaran
6. Mentalitas Komoditi
7. Rantai-rantai putus
8. Konsep tentang produk
9. Guncangan di malam hari
10. Anda sendiri

Pesaing Ke-1: Perubahan

Masyarakat kita perubahan berada dalam keadaan berubah terus menerus. Segala sesuatu berubah. Perubahan-perubahan berubah. Suatu hari sebuah surat kabar memberitakan tentang sebuah perusahaan komputer yang mencapai penjualan $ 100 juta. Beberapa minggu kemudian, surat kabar yang sama memberitakan bahwa perusahaan yang sama sedang mengalami kebangkrutan. Perubahan telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sesuatu akan selalu menggeser yang lain.Kita menghancurkan yang lama dan menciptakan baru.

Di semua industry, perubahan-perubahan merupakan pesaing yang tangguh. Apa yang dapat dilakukan para manajer pemasaran untuk mengatasi pesaing ini? Ada dua hal. Pertama, para manajer pemasaran harus terus-menurus meninjau kembali asumsi mereka. Mereka harus selalu bertanya terhadap diri sendiri. Kedua, para manajer pemasaran harus selalu menempelkan telinganya ke tanah. Mereka harus bias menangkap gejolak perubahan pada saat awal dia muncul. Mereka harus memantau pasar, hidup bersama pasar, bekerja bersama pasar. Kerapkali, perubahan tidak menempakkan sosoknya dalam bentuk angka-angka dan statistik sebelum ia lewat. Karena itu orang-orang pemasaran harus mengembangkan kemampuannya intuisinya terhadap pasar. Mereka harus rajin menemui para agenatau penyalur dan mendengar pendapat-pendapatnya. Danmereka harus benar-benar mendengarkan. Inilah cara satu-satunya untuk mengenali perubahan sehingga dapat bereaksi tepat pada waktunya.

Pesaing Ke-2: Penolakan Terhadap Perubahan

Kadangkala perusahaan-perusahaan menyadari bahwa perubahan sedang terjadi, tetapi mereka tetap bereaksi. Bagi perusahaan-perusahaan semacam ini, pesaingnya adalah penolakan (resistensi) terhadap perubahan. Menolak perubahan dapat saa parah akibatnya dengan mengabaikan perubahan. Perusahaan dapat tertinggal oleh laju perkembangan ekonomi.

Apa yang menyebabkan perusahaan-perusahaan resisiten terhadap perubahan? Kadangkala birokrasilah yang menjadi kambing hitam. Kadangkala hanya karena orang takut dan ngeri terhadap hal-hal baru. Orang cenderung untuk tidak sreg (klop) dengan gagasan-gagasan. Mereka lebih suka memandang ke masa lampau, ketimbang ke masa depan. Hantu resistensi terhadap perubahan jarang mencengkam perusahaan-perusahaan wirausaha muda. Para wirausaha tumbuh sumbuh diatas lahan inovasi dan perubahan. Mereka selalu dengan senang hati bereksperimen dengan gagasan-gagasan dan teknologi-teknologi baru.

Resistensi terhadap perubahan adalah sesuatu yang terkutuk bagi para wirausaha.
Namun demikian, pada saat perusahaan-perusahaan wirausaha tumbuh menjadi besar, mereka lambat laun menjadi resisten terhadap perubahan. Mereka mulai lebih banyak memikirkan tentang produksi skala besar. Mereka menanam modal dalam peralatan yang bersifat khusus yang menyebabkan mereka harus memproduksi barang-barang tertentu secara berulang-ulang. Mereka mulai mempertanyakan hal-hal seperti: “Bagaimana mempertahankan pabrik-pabrik saya tetap berjalan?” dan “Bagaimanan mengusahakan agar dapat mempertahankan laju penjualan produk saya setiap bulan?”.

Pesaing Ke-3: Pengetahuan Masyarakat Tentang Produk

Seorang pembeli yang kurang informasi memang mudah merasa puas. Tetapi dewasa ini tak banyak pembeli yang kurang informasi. Masyarakat pembeli dewasa ini memiliki akses lebih besar terhadap informasi tentang produk. Mereka juga memelajari informasi itu dengan cermat. Dengan produk-produk teknologi, pembeli tak bisa lagi diabaikan. Mereka kini telah “melek teknologi”.

Kemelekan teknologi jelas merupakan tantangan bagi pabrik-pabrik. Para pembeli tidak lagi bisa dibohongi. Mereka ingin mengetahui lebih banyak. Mereka skeptis dan kritis, serta lebih sering merasa tidak puas. Pabrik-pabrik dituntut untuk dapat memenuhi harapan-harapan yang lebih tinggi.Perhatikan betapa banyak informasi tentang komputer yang sampai ke masyarakat dewasa ini. Beberapa tahun yang lalu baru ada beberapa majalahtentang komputer. Kini jumlahnya telah mencapai ratusan.

Untuk berhasil, perusahaan-perusahaan harus dapat mengubah peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap produk-produk mereka dari hambatan menjadi modal. Daripada menentang masyarakat yang skeptis dan kritis tadi, lebih baik belajar dari mereka. Mereka harus mau menampung umpan balikdari masyarakat, kemudian menyesuaikan produk dan strateginya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Perusahaam-perusahaan yang berbasis teknologi harus belajar dari kenyataan ini. Karena pembeli menjadi semakin luas pengetahuannya dan semakin kritis terhadap produk-produk teknologi. Perusahaan-perusahaan pun harus semakin sensitive terhadap kebutuhan para pembeli itu. Filsuf John Stuart Mill pernah berkata begini: “Lebih baik menjadi Aristoteles yang kecewa ketimbang menjadi si dungu yang puas.” Para pembeli produk-produk teknologi tampaknya mengikuti nasihat Mill ini. Mengapa perusahaan-perusahaan tidak mengikuti juga?

Pesaing Ke-4: Jalan Fikiran Pembeli

Orang-orang yang bergerak di bisnis berbasis teknologi cenderung menganggap bahwa pengambilan keputusan adalah proses yang sederhana dan rasional. Mereka keliru. Kenyataannya, pada saat seseorang mempertimbangkan untuk membeli sesuatu, proses pengambilan keputusannya tidaklah sederhana dan rasional. Segala bentuk rasa khawatir, curiga, dan factor-faktor psikolois lain memainkan perannya.

Memenangkan dan menguasai jalan pikiran pembeli adalah tantangan utama bagi pemasaran. Jalan pikiran pembeli dapat dilihat baik sebagai pesaing atau alat yang kompetitif. Kadang kala jalan pikiran pembeli dapat bertindak sebagai halangan bagi keberhasilan. Tetapi bila perusahaan dapat memahami jaln pikiran pembeli, mereka dapat memanfaatkan faktor-faktor psikologis yang ada.

Sikap pembeli terhadap sebuah produk tidaklah timbul akibat satu kejadian atau satu iklan. Sikap mereka berkembang sedikit demi sedikit. Secara terus-menerus berubah dan berputar mengikuti proses pengambilan keputusan dan akan tetap berkembang setelah keputusan diambil. “Citra produk” adalah sekedar himpunan dari semua sikap ini. Jalan pikiran pembeli dapat dipengaruhi pada dipengaruhi pada setiap tahap proses pengambilan keputusan. Mula-mula, orang menjadi maklum akan adanya sesuatu produk. Kemudian, mereka menyadari akan kebutuhan produk itu. Pada fase itu mereka akan mencoba mencari informasi lebih banyak tentang produk itu. Mereka mengharap memperoleh kepuasan selama menggunakan produk tersebut. Bila kepuasan itu ternyata kurang dari harapannya, sikap mereka akan berubah menjadi negative.

Untuk memenangkan pertempuran melawan jalan pikiran pembeli ini, perusahaan harus bertempur dengan para hantu psikologis tadi. Mereka harus dapat menyediakan “faktor-faktor penyenang” yang dapat membuat pembeli merasa tenang dan aman. Faktor penyenang ini amat penting, apalagi bagi produk-produk yang secara teknis bersifat rumit. Perusahaan juga harus menunjukan kepada pembeli bahwa ia cukup kuat secara finansial maupun teknis untuk memenuhi semua kebutuhan pembeli di masa mendatang.

Untuk berhasil di pasar, perusahaan-perusahaan juga harus bergiat untuk memahami jalan pikiran pembeli. Tidaklah cukup sekedar mengetahui apa saja produk pesaing yang ada di pasar dan siapa saja pemakainya. Para pemasar harus memahami hantu-hantu psikologis dan faktor-faktor penyenang yang mempengaruhi jalan pikiran pembeli. Kemudian berupaya memanfaatkan faktor-faktor penyenang itu untuk kepentingan mereka.

Pesaing Ke-5: Mentalitas Komoditi

Apa yang baik bagi proses pembuat produk tidak selalu baik bagi pemasaran. Untuk efisiensi, rendahnya biaya produksi, tak ada yang mengalahkan komoditi. Dengan mebuat produk komoditi, yang sama dari waktu ke waktu, perusahaan dapat menghalau hambatan-hambatan proses produksi. Dengan meningkatnya volume produksi, perusahaan akan bergerak menuruni apa yang disebut kurva belajar, dan biaya produksipun akan semakin menurun dan menurun.

Perusahaan-perusahaan yang memandang produk-produknya sebagai komuditi, akan menghadapi kesulitan dalam bersaing, yang semakin lama semakn meningkat. Khusunya pada pasar-pasar yang terus berkembang. Bagaimana cara perusahaan menghindari dari perangkap komuditi ini? Mengawinkan kepentingan yang berbeda antara proses produksi dan pemasaran tidak selamanya mudah. Tetapi itu dapat dilakukan. Kuncinya adalah dengan memandang produk tidak sekedar sebagai sesuatu yang bersifat fisik. Walaupun sebuah perusahaan menjual produk-produk komoditi, ia toh tetap dapat membuat produk-produknya berbeda melalui layanan, dukungan, atau pemasaran bertarget. Ia dapat meninggalkan mentalitas komoditinya di pabrik, dan membawa mentalitas keanekaragaman ke kancah pasar.

Pesaing Ke-6: Mentalitas Kebesaran
Memang, berbagai penelitian yang dilakukan selalu menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan kecil lebih inovatif dan lebih produktif di banding perusahaan-perusahaan besar. Sayangnya, begitu perusahaan kecil tumbuh menjadi besar, sebagian besar terjebak pada masalah yang dialami perusahaan-perusahaan besar. Mereka menjadi kurang kreatif dan kurang dinamis. Mereka mulai kejangkit penyakit mentalitas kebesaran.

Unsur utama dari mentalitas kebesaran ini adalah keengganan mengambil resiko. Perusahaan-perusahaan kecil memang tak mampu untuk bermewah-mewah dijalan mulus. Mereka tak mungkin bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dibidang ini. Karena itu mereka harus selalu berfikir, mencari gagasan-gagasan baru, bereksperimen dengan pendekatan-pendekatan baru, dan mencoba hal-hal baru. Mereka dihadapkan pada jalan simbang: berinovasi atau mati konyol.

Pesaing Ke-7: Rantai-rantai Putus
Dunia bisnis penuh dengan rantai-rantai dan hubungan-hubungan. Proses-proses dan produk-produk dihubungkan satu sama lain dalam rantai besar yang pada akhirnya akan menjembatani perusahaan-perusahaan dengan masyarakat pembeli. Untuk lebih jelasnya lagi, marilah kita simak rantai yang paling penting: Rantai produk-pembeli. Rantai ini menghubungkan segala sesuatu yang terdapat dalam proses pembuatan produk dan proses pemasaran. Ia bermula dari desain produk dan perencanaan produk. Kemudian menjalar ke pengembangan produk, pembuatan, pemasaran, penjualan, distribusi, dukungan terhadap produk, dan pelayanan. Mata rantai ujungnya adalah pembeli.

Mata rantai penting lain dalam pemasaran adalah apa yang kita kenal dengan “pola-pola konsumsi”. Pola-pola ini pada hakikatnya adalah rantai-rantai produk ke produk. Mereka meranglaikan penjualan berbagai jenis produk dalam satu untaian. Rantai lain yang juga penting adalah rantai antara berbagai pasar. Penjualan suatu produk ke suatu pasar mempengaruhi penjualan produ yang sama ke pasar-pasar lain. Dalam bisnis komputer pribadi misalnya, pasar rumah tangga dan pasar perkantoran erat berkaitan. Orang yang menggunakan komputer pribadi di kantornya, cenderung ingin membelinya untuk di rumah. Demikian juga sebaliknya, orang yang memiliki komputer pribadi dirumahnya cenderung untuk mempengaruhi kantornya agar menggunakan komputer.

Pesaing ke-8: Konsep Tentang Produk
Perusahaan-perusahaan tak akan bisa bertahan dengan memandang produk-produk mereka secara sempit. Mereka harus mencari peluang dan mengantisipasi persaingan ke setiap arah. Sebuah perusahaan dengan komsep tentang produk yang sempit akan melangkah ke pasar dengan mata setengah buta. Pasti ia ia akan segera dihadang kesulitan. Konsep tentang produk itu sendiri akan menjadi pesaing bagi dirinya.

Pesaing Ke-9: Guncangan
Tak peduli betapa hebatnya kepahaman sebuah perusahaan terhadap pasar, kadang kala ia masih kena pukul secara tiba-tiba. Teknologi-teknologi baru, perusahaan-perusahaan baru, aplikasi-aplikasi baru, semuanya dapat mengguncangkan sebuah industry dalam tempo yang tak terduga. Saya namakan kejadian-kejadian yang tak dapat diantisipasi ini sebagai “guncangan di malam hari”. Perusahaan-perusahaan tak melihat kedatangan mereka. Secara mendadak, seperti guncangan es yang mengkandaskan Titanic, mereka dapat mengakibatkan kerusakan hebat.

Pesaing Ke-10: Anda Sendiri
Inilah pesaing yang paling bandel. Mesin-mesin tak mungkin melakukan persaingan. Tetapi manusia gemar sekali melakukan itu. Mereka bersaing mengincar peluang-peluang di pasar untuk dapat memanfaatkannya. Tetapi manusia juga bersaing dengan dirinya sendiri. Banyak hal yang membawa seseorang melakukan hal itu. Pada saat seseorang meremehkan gagasannya sendiri hanya karena gagasan-gagasan itu belum pernah di coba, ia sedang bersaing dengan diri sendiri. Pada saat seseorang, di pihak lain, menganggap dirinya amat kuat sehingga tak mungkin pernah gagal, ia pun sedang bersaing dengan diri sendiri. Demikian pun bila seseorang tak mau mendengar omongan orang lain, enggan terhadap perubahan, dan tak suka bereksperimen.

Kita harus membiarkan diri kita terbuka agar dapat berfikir secara kreatif. Dengan pasar-pasar yang berubah begitu cepatnya, para manajer harus dapat menganalisa situsi-situasi baru dan melakukan pendekatan-pendekatan kreatif. Pendekatan- pendekatan lama tak akan efektif bagi persoalan-persoalan baru.

Sumber : Regis Mckenna, Kiat Pemasaran, Pustaka Binaman Pressindo Jakarta, 1996

IDE PENJUALAN DOSIS TINGGI


hp1A. Maanfaatkan Tim Penjualan anda
Dalam sebuah bisnis, penghubung yang paling penting antara anda dengan konsumen adalah tim penjualan. Tim penjualan merupakan garda terdepan yang bisa menghasilkan keuntungan bagi bisnis anda. Tim penjualan tidak hanya menjual produk atau jasa anda, namum mereka juga mempunyai akses informasi penjualan yang penting bagi perusahaan. Entah mengenai kebutuhan konsumen, minat konsumen atau kebiasaan membeli konsumen.

Oleh karena itu penting bagi anda untuk mengetahui struktur tenaga penjualan anda. Karena struktur penjualan anda tersebut akan menggambarkan bentuk atau metode penjualan anda. Tim penjualan bisa dalam bentuk berbeda-beda dan banyak ragamnya. Tetapi tanggung jawab mereka pada umumnya hanya terbagi menjadi tiga kategori.

  1. Penjualan di dalam. Mereka melakukan penjualan saat berada di kantor. Telemarketer dan staf penjualan toko eceran termasuk dalam kategori ini.
  2. Penjualan di luar. Mereka mengunjungi konsumen untuk memberikan penawaran dan sering kali memelihara hubungan profesional yang berkelanjutan dengan konsumen. Agen farmasi yang mengunjungi dokter dan rumah sakit serta karyawan yang menjual produk secara pribadi ke klien termasuk dalam kategori ini.
  3. Agen penjualan independen. Yang termasuk dalam kategori ini adalah karyawan kontrak independen (bukan pegawai) yang menjual produk atu jasa anda pada suatu wilayah atau konsumen tertentu. Bisa jadi mereka mungkin hanya mewakili perusahaan anda. Tetapi sering kali mereka juga menjual produk dari beberapa perusahaan sekaligus.

Dengan ulasan di atas, kita harus mendeskripsikan dengan tepat kebutuhan kita. Garis bawahi selalu tim penjualan anda. Selain sebagai penghubung antara anda dengan konsumen, tim penjualan adalah orang yang pertama kali anda tanya mengenai informasi konsumen anda.

B. Membangun Hubungan lewat Kepuasan, Nilai dan Mutu
Dewasa ini pemasaran menghadapi persaingan paling sengit dalam banyak dasawarsa dan segalanya akan semakin sengit di tahun-tahun mendatang. Agar sukses dalam pasar dengan persaingan ketat, perusahaan harus beralih dari falsafah produk dan penjualan menjadi falsafah pelanggan dan pemasaran. Perusahaan ini harus bekerja lebih giat lagi dengan konsep pemasaran mereka guna memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Berbeda dengan sekarang, beberapa dasawarsa lalu pasar di dunia lebih dikuasai oleh pasar penjual. Pasar penjual bercirikan dengan sedikitnya barang dan nyaris monopoli dari perusahaan. Perusahaan tidak melakukan usaha khusus untuk memuaskan pelanggan. Pada saat ini pasar penjual hanya terjadi di negara-negara terbelakang dan miskin.

Agar sukses atau hanya sekedar bertahan, perusahaan perlu memiliki falsafah baru. Agar unggul di pasar dewasa ini, perusahaan harus berpusat pada pelanggan. Mereka harus memberikan nilai superior kepada pelanggan sasaran dan harus ahli dalam membangun pelanggan, bukan hanya sekedar membangun produk. Bagian pemasaran terbaik di dunia tidak dapat sukses menjual produk yang dibuat sembarangan , yang tidak memenuhi kebutuhan pelanggan. Bagian pemasaran hanya dapat efektif dalam perusahaan yang semua bagian dan karyawannya bersatu padu membentuk sistem penyerahan nilai bagi pelanggan yang unggul dalam bersaing. Dengan memberikan yang terbaik, di setiap segi dalam perusahaan, dipercaya bisa meningkatkan mutu dan kualitas perusahaan sehingga menciptakan kepausan dari masyarakat dan mau menjadikan produk kita sebagai produk unggulan mereka.

Perhatikan McDonalds. Orang berduyun-duyun datang ke resoran McDonalds bukan hanya karena mereka menyukai hamburger yang dijual. Banyak restoran lain membuat hamburger yang lebih enak. Konsumen mencari sistem McDonalds bukan hanya produk makanannya. Di seluruh dunia, McDonalds menyesuaikan sistem yang memberikan standar tinggi dari apa yang disebut QSCV quality, service, cleanliness dan value (mutu, pelayanan, kebersihan dan nilai). Sistem ini meliputi banyak komponen, internal dan eksternal. McDonalds hanya efektif sejauh perusahaan sukses bermitra dengan karyawan, waralaba, pemasok dan lain-lain untuk bersama-sama menyerahkan nilai yang tinggi kepada pelanggan.

Dengan menjaga mutu, kualitas dan kepuasan pelanggan, perusahaan bisa menjadi sosok besar yang akan menguasai market yang ditargetkannya. Ketiga hal ini merupakan hal pokok yang harus diketahui, dipatuhi dan diamalkan dalam setiap kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam mencapai kesuksesan.

C. Bentuk Aliansi Bisnis
Dalam bahasa sederhana, aliansi bisnis dapat diartikan sebagai sebuah perkongsian yang melibatkan beberapa bidang dalam satu bisnis line yang masih sama, namun spesifikasi produk atau jasanya berbeda. Beberapa aliansi bisnis ternyata dapat bertahan hingga sekarang dan ini sangat menguntungkan konsumen sebab nilai produk yang mereka terima bisa lebih besar dari jumlah yang dibayar. Setidaknya ada beberapa poin manfaat yang bisa diperoleh jika melakukan aliansi bisnis dengan beberapa rekan yang punya integritas yang tinggi dalam menjalankan bisnis berkelanjutan

  1. Meningkatkan kualitas tenaga pemasaran. Disadari atau tidak sebenarnya ketika aliansi bisnis telah memungkinkan bertambahnya tenaga pemasaran. Ini terkait erat dengan dengan besaran nilai produk yang ditawarkan kepada konsumen. Sehingga investasi yang tertanam bisa lebh efisien dikelola dan tidak dihamburkan di kegiatan promosi dan hardselling saja.
  2. Membuka pasar lebih luas. Perhatikan, ketika sebuah bisnis travel beraliansi dengan sebuah maskapai penerbangan, akan memungkinkan konsumen membeli tiket pesawat sekaligus membeli paket tour dalam satu atap, bukankah ini sekaligus membuka pasar yang lebih luas? Bisa jadi calon konsumen awalnya hanya bermaksud membeli tiket pesawat saja. Namun karena penawaran paket tour-nya juga menatik maka ia akan membeli keduanya.
  3. Lebih produktif. Produktivitas sebuah bisnis merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Aliansi bisnis memungkinkan beberapa unit bisnis tersebut tumbuh terus dalam kurva produktivitas yang baik sebab hampir selalu saja ada next action yang harus dilakukan.
  4. Lebih mudah menemukan solusi. Aliansi bisnis memungkinkan partner bisnis anda untuk turut serta memberi penilaian. Sehingga solusi yang dihasilkan bisa jadi lebih baik dan komprehensif memecahkan masalah-masalah bisnis tersebut.
  5. Pertukaran informasi dan testimoni. Aliansi dalam sebuah bisnis juga memungkinkan pertukaran informasi pasar perilaku konsumen dan mungkin juga informasi penting mengenai gerak-gerik pesaing yang bisa diantisipasi secepatnya.
  6. Bangun relasi pemasaran. Setiap orang yang ingin mencapai kesuksesan dalam pemasaran membutuhkan relasi atau hubungan yang baik dengan banyak pihak.

Bagaimana anda menjalin hubungan dengan orang lain, baik itu klien atau pelanggan sangat menentukan keberhasilan anda. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi pedoman anda.

  1. Kepercayaan diri. Jika anda ingin membangun hubungan dengan orang lain, anda harus menunjukkan kepercayaan diri dengan mengenal jati diri anda yang sesungguhnya.
  2. Jujur dan tulus. Anda harus menyampaikan pujian yang jujur, menolong dengan tulus, dan menjaga agar hubungan anda dengan pelanggan dengan penuh kasih.
  3. Beradaptasi. Robohkanlah tembok pemisah. Bicaralah dengan bahasa lawan bicara, sesuaikan diri anda dengan budaya, latar belakang, pendidikan, dan sebagainya.
  4. Pusatkan perhatian kepada mereka. Setiap orang senang menjadi pusat perhatian, dilayani dan diperhatikan.
  5. Beri kepercayaan. Dengan mempercayai, kita dapat membantu orang tersebut menunjukkan potensi yang ada dalam dirinya. Rasa percaya anda, dapat membantu orang tersebut semakin memaksimalkan kehidupannya.
  6. Tawarkan bantuan dan harapan. Tawarkan pertolongan kepada pelanggan anda. Berilah mereka harapan. Dengan menawarkan harapan, anda memberikan mereka masa depan. Pada prinsipnya dalam membangun relasi, hampir semua bidang usaha melakukan cara yang sama, yaitu memberikan pelayanan yang baik. Jika pelanggan merasa puas, mereka akan melakukan repeat order dan juga pasti akan merekomendasikannya kepada yang lainnya. Sehingga anda kan menambah relasi varu dan pasti akan mendatangkan keuntungan bagi anda sendiri.

D. Komunikasi efektif dalam penjualan
Tujuan komunikasi menjual, selain untuk mendapatkan hasil yang maksimal yang lebih penting lagi sebetulnya adalah meningkatkan keyakinan pada diri sendiri. Dengan berbekal keyakinan pada diri sendiri, maka kita kan dapat menterjemahkan kemampuannya di dalam persentasi penjualan. Komunikasi penjualan yang baik akan memberikan citra yang positif bagi diri sendiri maupun perusahaan. Komunikasi penjualan juga mempermudah pemahaman dan menemukan dominant buying motive dari konsumen yang dihadapinya.

Kriteria komunikasi efektif
Komunikasi dalam menjual, yang meliputi kemampuan berbicatra dan mendengar memerlukan beberapa kriteria yang wajib dimiliki oleh para armada penjual. Yaitu:

  1. Jelas atau transparan. Sudah menjadi kewajiban bagi jajaran penjual untuk menyampaikan segala kegiatan maupun program promosi dan penjualannya kepada konsumen konsumen dan pelanggannya secara jelas, transparan, tidak memberikan interpretasi dari orang-orang yang dihadapinya dengan makna yang berbeda serta fair dalam menjalankan program-programnya.
  2. Konten atau isi. Misi presentasi penjualan yang ingin disampaikan mempunyai manfaat bagi berbagai pihak (penjual, pembeli dan konsumen akhir). Karena itu, konten dari informasi produk atau jasa dan manfaat yang diterima dapat menjadi kesatuan dalam meneruskan setiap program dan manfaat ke pihak yang dituju.
  3. Cara atau metode penyampaian. Keterampilan di dalam mengemas informasi yang ingin disampaikan memperhatikan situasi pada saat berkomunikasi, karakter pelanggan yang dituju serta teknik dan taktik yang paling soft namun tepat sasaran, sehingga konsumen yang dibidik dapat menerima penjual karena caranya yang tidak terkesan memaksa.
  4. Konsisten. Konsisten adalah sikap yang perlu dimiliki oleh jajaran penjual maupun perusahaanya atas setiap yang telah dikomunikasikan ke pelanggan.
  5. Klarifikasi. Adalah menguji keterampilan penjual dalam berkomunikasi sehingga setiap percakapan, harapan maupun keberatan perlu diklarifikasikan.
  6. Klasifikasi. Hal ini perlu dilakukan agar dapat memilah-milah dan mengklasifikasi setiap harapan maupun hambatan di dalam proses klasifikasi setiap harapan maupun hambatan di dalam proses komunikasi.

Dengan demikian, tentunya akan sangat membantu tingkat efektivitas komunikasi penjualan sekaligus menjawab setiap solusi yang perlu dikemukakan lebih terarah.

Berbekal enam kriteria di atas, kembangkanlah komunikasi pemasaran atau penjualan anda dengan baik dan tentunya efektif. Komunikasi yang anda sampaikan dengan efektif akan membawa kebaikan pada produk yang dijual. Dengan demikian, kriteria komunikasi efektif di atas sangat diperlukan jika anda menginginkan produk yang anda jual laris manis.

E. Strategi Penjualan yang Indah

a. Perhatikan selera dan trend pasar
Pemasaran tidak boleh berjalan terlalu jauh dari fenomena sekitar kita. Yang disebut dengan pasar adalah sekumpulan orang yang mempunyai keinginan, kebutuhan dan daya beli. Tanpa satu hal ini, maka belum bisa dikatakan sebagai pasar. Maka sudah tugas kita untuk terus membaca dan mempelajari trend pasar yang sedang berkembang saat ini. Setelah itu bangun sebuah mindset yang menakjubkan. Orientasikan tujuan pemasaran anda pada meraih sebanyak-banyaknya kebaikan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

b. Perluas jangkauan distribusi
Kalau mau menjangkau pasar yang lebih luas, maka tidak ada pilihan yang lain kecuali memperluas jaringan distribusi. Banyak produk hebat yang kemudian menjadi slowmoving karena jaringan distribusinya tidak luas dan kurang menjangkau pasar terluar. Akibatnya konsumen harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan produk tersebut.

c. Private label
Setelah semua tahapan terpenuhi, maka tugas anda selanjutnya adalah melakukan branding. Sebuah tugas marketing yang tidak pernah selesai adalah branding. Hal ini terkait dengan wajah bisnis anda di mata konsumen, pesaing di mata calon pasar yang tertarik dengan produk-produk anda. Apalagi sekarang pertukaran informasi sangat cepat dan realtime, brand bisa saja dibangun dengan cepat. Pemasaran yang indah adalah sebuah gagasan menarik tentang bagaimana kolaborasi dalam takran yang tepat tentang bagaimana membangun sebuah bisnis yang berkarakter baik, mengsejahterakan dan yang paling penting adalah fair.

d. Menghasilkan lebih banyak penjualan
Dalam bisnis, pemasaran menjadi ujung tombak. Tanpa pemasaran yang bagus, bisnis sulit untuk berkembang baik. Sebagus apapun produknya, namun bila tidak dibarengi dengan kemampuan memasarkan secara efektif, bisnis hanya kan jalan di tempat saja. Untuk itulah kita perlu strategi pemasaran yang jitu untuk menerobos ketatnya persaingan. Lalu strategi pemasaran seperti apakah yang harus dilakukan ketika anda merasa buntu untuk memasarkan semua produk.

  1. Coba pendekatan baru. Ketika satu cara pemasaran yang anda lakukan kurang efektif, anda harus siapkan cara pemasaran baru. Anda butuh pendekatan untuk memasarkan produk anda. Namun ada satu hal yang tak berubah dalam dunia pemasaran, yaitu anda harus selalu berbicara tentang nilai manfaat produk atau layanan anda.
  2. Lakukan tes. Selalu upayakan untuk melakukan tes dalam setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan. Sebab dengan hanya demikian, anda bisa tahu seperti apa strategi pemasaran paling efektif untuk produk anda. Dengan melakukan tes, anda juga juga menghemat waktu dan biaya
  3. Berikan deal terbaik. Anda sudah memberikan penawaran terhadap prospek anda, namun ternyata sambutannya dingin saja. Penyebabnya bisa jadi prospek penawaran anda bukanlah deal terbaik. Cobalah lihat kembali penawaran anda. Cari di bagian mana yang bisa anda tingkatkan sehingga menjadi nilai jual yang diinginkan konsumen. Mungkin soal keuntungan yang anda berikan atau bisa juga soal harga.

F. Tepat mengukur efektivitas pemasaran
Setiap perusahaan beroperasi dalam batas-batas yang berbeda. Ini ditentukan oleh ukuran mereka, anggaran mereka dan kemampuan mereka untuk melakukan perubahan organisasi. Dengan adanya keterbatasan ini, pelaku pemasaran menjalankan enam buah faktor, yaitu:

  1. Kompetitif. Setiap perusahaan dalam menjalankan kerangka kerja pemasaran tharus menjalankan kategori ini. Pada masa yang ideal, pemasar harus memiliki informasi yang sempurna tentang bagaimana langkah pesaing mereka. Anda bisa mendapatkan banyak informasi mengenai hal ini dari berbagai sumber.
  2. Memahami pelanggan atau konsumen. Memahami bagaimana cara konsumen membuat keputusan pembelian dapat membantu pemasar meningkatkan efektivitas pemasaran mereka. Konsumen percaya pada merek melalui informasi. Informasi yang diterima melalui berbagai sumber, seperti iklan, mulut ke mulut dan dari saluran (distribusi) sering ditandai dengan pembelian saluran.
  3. Faktor-faktor exogenus. Ada banyak faktor yang tidak dapat kita kendalikan sehingga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas pemasaran. Hal ini seperti cuaca, tingkat bunga, peraturan pemerintah dan bayak hal lainnya.
  4. Strategi pemasaran. Peningkatan efektivitas pemasaran bisa dicapai dengan menggunakan strategi pemasaran yang mutakhir. Dengan menempatkan produk atau brand dengan tepat, produk atau brand tersebut bisa lebih berhasil di pasar dibandingkan produk atau layanan dari pesaing. Meskpun dengan menggunakan strategi yang paling bagus, tenaga pemasar harus menjalankan program mereka dengan benar untuk dapat mencapai hasil yang luar biasa.
  5. Kreativitas pemasaran. Meski tanpa adanya perubahan strategi, kreativitas yang baik dapat meningkatkan hasil yang ada. Dengan menggunakan konsep kreatif baru, tingkat pertumbuhan perusahaan meningkat pesat dari 12% menjadi 28%.
  6. Menjalankan pemasaran. Dengan meningkatkan cara pemasar masuk ke pasar, mereka dapat mencapai hasil yang yang signifikan tanpa perlu melakukan perubahan strategi atau usaha menjalankan kreasi. Pda tingkat pemasaran dengan berbagai level, tenaga pemasaran dapat meningkatkan usaha menjalankannya dengan membuat perubahan kecil di beberapa atau keseluruhan dari 4P (product, price, place dan promotion).

G.Jangan Remehkan Promosi
Promosi adalah suatu penawaran atau cara untuk mengajak serta mempengaruhi konsumen agar dapat terlibat di dalamnya, sehingga konsumen tertarik dan berminat dengan apa yang ditawarkan oleh pihak yang melakukan promosi. Promosi juga bisa diartikan sebagai metode komunikasi yang dilakukan oleh pihak tertentu yang ditujukan kepada target sasaran dalam kegiatan memperkenalkan atau menawarkan sebuah produk, barang atau jasa.

Promosi biasanya dilakukan untuk memperkenalkan atau menawarkan suatu produk, barang atau jasa kepada konsumen dengan target sasaran yang berbeda-beda sesuai dengan produk, barang atau jasa yang ditawarkan. Promosi bisa dilakukan oleh perorangan bahkan perusahaan yang memproduksi suatu barang atau produk. Promosi juga bisa dilakukan oleh berbagai instansi-instansi tertentu seperti pemerintahan atau perusahaan yang bergerak di bidang jasa.

Semua yang dilakukan dalam melakukan promosi hanya memiliki satu tujuan, yaitu dapat mempengaruhi target sasaran yang dimaksud, sehingga konsumen tertarik dengan penawaran tersebut. Peran utama dari promosi adalah penyampaian komunikasi yang bersifat bujukan atau ajakan kepada pihak yang dituju, biasanya bujukan atau ajakan tersebut berhubungan dengan informasi mengenai barang atau jasa.

Fungsi promosi
1. Media komunikasi. Fungsi promosi adalah sebagai media komunikasi untuk meningkatkan, memperkenalkan, menawarkan, mengajak dan memberikan informasi kepada target sasaran agar dapat mengetahui dan memahami dari semua pesan-pesan yang disampaikan baik mengenai sebuah produk, barang atau jasa melalui berbagai macam media promosi.
2. Media informasi. Promosi juga dapat berfungsi sebagai media informasi yang dapat mempengaruhi target sasaran untuk dapat menarik massa agar berminat dengan mengenal dan memahami terhadap apa yang telah disampaikan melalui media promosi yang telah dibuat.

Media promosi
Terdapat dua macam media promosi yang biasa dilakukan dalam melakukan berpromosi, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Media promosi berbasis cetak. Media promosi berbasis cetak adalah media promosi yang dilakukan atau dibuat dengan menggunakan bantuan jasa percetakan dalam pembuatan media-media atau alat yang dipakai dalam berpromosi dan hasil akhir yang dijadikan sebagai media promosi tersebut adalah hasil dari proses percetakan.
2. Media promosi berbasis elektronik atau digital. Media promosi atau digital adalah media yang digunakan dalam sebagai alat penyampaian informasi dengan menggunakan jasa media elektronik atau digital. Media promosi ini biasanya digunakan untuk promosi yang penyebaran informasinya cukup luas.

Selain dengan menggunakan media-media promosi yang tercantum di atas, promosi juga bisa dilakukan dengan berbagai macam cara penyebaran dan penyampaiannya dilakukan secara langsung. Seperti penyelenggaraan berbagai macam event, talk show, pameran dan pembuatan outlet.

Fungsi komunikasi dalam promosi
Promosi tidak lepas dari penyampaian sebuah pesan kepada pihak yang dituju agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami tentunya harus menggunakan cara berkomunikasi yang baik dalam penyampaiannya.
1. Ajakan untuk dapat menarik minat terhadap suatu hal baik produk, barang atau jasa.
2. Ajakan untuk dapat menilai suatu hal dari segi baik dan buruknya.
3. Ajakan untuk merubah perilaku yang mengarah kepada hal yang lebih baik.

Peranan dari fungsi komunikasi dalam berpromosi sangatlah penting karena salah satu yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan promosi adalah mengenai cara komunikasi yang digunakan dalam penyampaian pesan. Pesan yang disampaikan pada promosi akan sangat tergantung dari cara komunikasi itu sendiri apakah mudah dipahami atau dimengerti oleh pihak yang dituju sebagai target sasaran informasi

H. Manajemen Pemasaran dan Iklan yang Jelas
Manajemen pemasaran merupakan bidang ilmu dan praktek manajemen yang bertujuan untuk mengkomunikasikan produk dan jasa agar bisa terjual di pasaran atau kepada pelanggan. Manajemen pemasaran mengenal adanya empat aspek utama dalam pemasaran yaitu aspek produk, aspek harga, aspek komunikasi pemasaran dan aspek saluran distribusi.

Pemasaran dimulai dengan adanya produk yang bagus mutunya dan kemudian dikomunikasikan dengan baik sehingga mampu menciptakan citra produk yang bagus. Contohnya, produk mobil Toyota atau AC merek Samsung. Dua produk ini merupakan marketleader dalam bidangnya masing-masing dan dianggap sebagai produk bagus untuk dua kategori tersebut. Selain produk harus bagus, maka ia juga harus diiklankan atau dikomunikasikan secara intensif kepada para calon pelanggan. Iklan berfungsi untuk membuat produk perusahaan dikenal oleh para pelanggan. Maksud dari iklan itu tentu saja adalah membuat brand image yang bagus di mata konsumen. Manajemen pemasaran dan iklan merupakan dua hal yang berkaitan untuk sukses dalam menjual produk.

Di dalam setiap promosi pemasaran, anda harus mengembangkan rencana dan strategi untuk dapat mengenali hal-hal berikut:
1. Tujuan kuantitatif dan kualitatif
2. Anggaran promosi
3. Strategi untuk menindak lanjuti
4. Observasi dan pengujian kriteria promosi anda

Tergantung kepada objeknya, kebanyakan tujuan dapat diukur dengan menggunakan salah satu dari ketiga metode berikut ini:
1. Biaya setiap penjualan
2. Biaya untuk setiap angka yang berkualitas
3. Biaya per promosi

Dengan menggunakan formula di atas, dan dengan mengembangkan rencana untuk setiap promosi, maka akan memberikan anda informasi yang anda perlukan untuk memutuskan apakah promosi tersebut efektif untuk bisnis anda.

I. Pemasaran Gerilya
Trend dunia yang semakin kecil dan daya informasi masyarakat yang semakin besar menantang para pebisnis untuk bisa mengembangkan teknik promosi yang lebih baik untuk bisa menggaet pembeli dengan lebih maksimal dan lebih terfokus, Menghadapi persaingan pasar yang semakin brutal, setiap pebisnis ditantang untuk dapat berkompetisi dengan lebih baik untuk menciptakan marketshare yang lebih baik. Beberapa perusahaan berhasil melakukan promosi untuk merebut pelanggan dengan cara yang tidak biasa dan sedikit aneh. Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai pemasaran gerilya.

Dalam bukunya the Guirella Marketing Book, Jay C. Levinson mengatakan konsep marketing gerilya adalah sebuah proses membangun hubungan dengan pelanggan, proses membangun kepercayaan dan motivasi dan sebuah proses mempelajari apa yang sebenarnya diinginkan oleh pembeli itu sendiri.

Adapun beberapa kriteria dari pemasaran gerilya adalah sebagai berikut:

  1. Kreatif
  2. Lebih terspesifik pada bisnis kecil menengah dan enterpreteur namun tidak tertutup pada bisnis besar yang mau mencoba teknik ini.
  3. Lebih mendasar pada kebutuhan human psychology daripada analisis dan kebutuhan pasar yang sebenarnya.
  4. Dibandingkan dengan uang, pemasaran gerilya lebih mementingkan pada sumber daya yang besar, energi, imajinasi dan kreasi.
  5. Statistik utama dalam perhitungan sukses dalam konsep ini lebih terfokus pada keuntungan, bukan penjualan
  6. Menggunakan teknologi dalam proses promosi
  7. Targetting lebih terfokus pada small group, the smaller dan the better

Berikut ini adalah beberapa macam dari teknik pemasaran gerilya:

  1. Viral marketing. Adalah marketing dengan menggunakan social networking sebagai media promosi.
  2. Buzz marketing. Adalah promosi dengan menitikberatkan pada kekuatan word of mouth yakni memberikan isu-isu yang menatik pada pengunjung dan pembeli sehingga mereka akan bercerita tentang produk kita.
  3. Live in marketing. Adalah memberikan produk yang dipasarkan dipakai oleh artis, olahragawan sampai politikus untuk mendapatkan popularitas produk
  4. Wait marketing. Adalah proses promosi dengan meletakkan dan membuat media promosi yang kreatif dan inovatif di tempat-tempat yang ramai seperti halte bus stasiun kereta dan tempat-tempat ramai lainnya dengan memasang iklan yang lucu, menarik dan kreatif.

Dengan proses yang kreatif dan maksimal, sebuah promosi dipercaya akan memberikan sebuah nilai yang baru. Dengan konsep pemasaran gerilya, sebuah perusahaan diharapkan menggunakan pelurunya dengan lebih efektif dan efisien. Setiap pebisnis bisa mempraktekkan atau minimal mengadopsi informasi dari konsep ini.

J. New wave marketing
Di era horisontal ini, elemen-elemen ini bergeser. Intinya, pasar tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek karena penciptaan nilai pemasaran akan bertambah kalau kita mau melibatkan pelanggannya. Pergeseran itu misalnya dari segmentasi ke komunitisasi, targetting ke confirmation, positoning ke clarfication dan differentation ke codification. Sementara, bauran marketing 4p (product, price, place dan promotion) bergeser menjadi co-creation, currency communal activation dan conversation Berikut ringkasan pengertiannya:

  1. Communitization. Di sini, pemasar harus bisa membentuk suatu komuniats maupun memanfaatkan komunitas untuk mendukung aktivitas pemasaran. Dalam komunitas, ada ikatan antara anggota komunitas karena mereka memiliki faktor pengikat. Seperti kesamaan hobi, nilai dan sebagainya.
  2. Confirming. Proses ini sejalan dengan langkah awal komunitasasi di atas. Setelah kita mengidentifikasi sejumlah komunitas, kita akan mengkonfirmasi ke komunitas mana kita akan bergabung.
  3. Clarification. Klarifikasi dilakukan dengan menjelaskan persona maupun karakter kita kepada komunitas yang sudah kita konfirmasi sebelumnya dengan memberikan jawaban siapa diri kita sebenarnya.
  4. Codification. Kodifikasi merupakan proses memasukkan diferensiasi ke dalam DNA merek apapun pelanggannya.
  5. Co-creation. Langkah ini merupakan proses menciptakan produk dengan menjalin kemitraan dengan para pelanggan. Pelanggan dilibatkan dalam proses penciptaan produk.
  6. Currency. Harga biasanya dimakan secara tetap, sementara currency itu lebih fleksibel.
  7. Communal Activation. Ini merupakan upaya meningkatkan komunitas melaui pemimpin maupun akitifis komunitas sebagai pihak yang mampu memasarkan produk kepada para pelanggan komunitas lainnya.
  8. Conversation. Ini merupakan upaya menciptakan percakapan, baik antara produsen dengan konsumennya maupun konsumen dengan konsumen lainnya. Dalam percakapan, semua pihak yang terlibat adalah sejajar.
  9. Commercialization. Proses ini bersifat dua arah dimana terjadi pertukaran nilai antara perusahaan dan pelanggan. Proses ini tidak dilakukan secara langsung. Ada pengoptimalan peran rekomendasi antaranggota komunitas itu sendiri maupun pelanggan.

K. Ide pemasaran holistik
Ide pemasaran holistik adalah ide pemasaran yang sering dipakai pada akhir dekade ini. Komponen dalam orientasi ada 4, yaitu:

  1. Relationship marketing. Relationship marketing adalah pendekatan pemasaran pada pelanggannya yang meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan. Relationship marketing berkembang dalam dunia bisnis karena para pelaku bisnis menyadari bahwa untuk mengembangkan dan mempertahankan suatu bisnis, tidak hanya dengan mendapat pelanggan yang banyak tetapi juga bagaimana caranya mendapatkan pelanggan, memeliharanya dan mempertahankan pelanggan tersebut. Relationship marketing juga merupakan suatu praktik membagun hubungan jangka panjang yang memuasakan dengan pihak-pihak kunci meliputi pelanggan, pemasik dan penyalur guan mempertahankan preferensi dan bisnis jangka panjang.
  2. Integrated marketing atau pemasaran terpadu akan menimbulkan dua pemikiran yang hadir menyertainya. Pemikiran pertama tantang koordinasi dalam fungsi pemasaran itu sendiri dan pemikiran kedua mengenai keterkaitan antara fungsi. Ini berarti semua tugas dalam fungsi pemasaran dan fungsi bisnis lainnya mengarah serta berkomitmen memberikan kekuasaan kepada pelanggan. Keterpaduan antara tugas dan antara fungsi diukur melalui kemampuan memberikan kepuasan terhadap pelanggan yang dalam keberadaannya membentuk hirarki dan ordinal.
  3. Internal marketing atau pemasaran internal adalah proses yang terjadi dalam suatu perusahaan atau organisasi dimana proses fungsional sejajar, memotivasi dan memberdayakan karyawan di semua tingkat manajemen untuk memberikan pengalaman pelanggan yang memuaskan.
  4. Social Responbility. Social Responbility atau tanggung jawab sosial adalah ideologi atau teori bahwa entitas, baik itu organisasi atau individu memiliki kewajiban untuk bertindak menguntungkan masyarakat pada umumnya. Tanggung jawab ini dapat pasif, dengan menghindari terlibat dalam tindakan sosial berbahaya atau aktif dengan melakukan kegiatan yang secara langsung memajukan tujuan sosial.

L. Memahami karakter Konsumen
Indonesia memiliki lebih dari 220 juta penduduk dengan ratusan suku besar yang tersebar di berbagai pulau. Sekalipun berbeda-beda suku dan bahasa, namum pasti ada persamaan karakter yang bisa dijadikan patokan bagi para marketer atau penjual untuk menjalankan strategi marketing. 10 karakter konsumen Indonesia berikut ini bisa dijadikan referensi yang pas untuk itu. Namun anda harus meyelami karakter ini. Inilah karakter-karakter konsumen Indonesia yang harus dipahami agar lebih muda menyusun strategi pemasaran.

  1. Berpikir jangka pendek. Sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit diajak berpikir jangka panjang. Salah satu caranya adalah dengan mencari barang yang serba instan. Produk instan tersebut sangat laris manis di Indonesia. Hal ini tentu akan menyulitkan untuk memasarkan asuransi pada sebagian besar penduduk Indonesia karena konsumen cenderung enggan melakukan investasi. Salah satu strategi yang masih ampuh untuk konsumen berpikiran pendek adalah dengan memberikan diskon dan hadiah langsung pada produk yang tidak instan.
  2. Tidak terencana dalam membeli barang. Konsumen Indonesia termasuk konsumen yang tidak terbiasa merencanakan sesuatu. Sekalipun sudah, tapi mereka akan mengambil keputusan di saat-saat terakhir. Kebiasaan ini mirip dengan kebiasaan konsumen kelas satu. Namun jika kebiasaan pertama tidak melihat jauh ke depan, kebiasaan kedua ini tidak menyiapkan sesuatu jauh di belakang. Salah satu bentuk perilaku konsumen yang tidak punya rencana adalah terjadinya impulse buying (membeli tanpa rencana atau spontan membeli ketika tertarik pada sebuah produk). Strategi yang paling baik untuk karakter ini adalah dengan membuat display semenarik mungkin dan strategis tempatnya atau bisa juga dibantu dengan SPG.
  3. Suka berkumpul. Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita. Strategi paling aktif untuk karakter ini adalah strategi komunikasi dari mulut ke mulut. Hal ini terbukti dari riset para pembeli rumah lewat KPR. Awareness tertinggi konsumen terhadap produk KPR bukanlah berasal dari iklan atau brosur tetapi justru datang dari teman atau relasi. Kata kunci dari strategi mulut ke mulut ini adalah terletak pada opini leader dari komunitas yang ada. Sebab jika sang pemimpin bisa diyakinkan pada sebuah merek, maka dia akan memberikan rekomendasi kepada komunitasnya.
  4. Gagap teknologi. Rendahnya penetrasi teknologi tinggi di Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas konsumen kita relatif masih gaptek sehingga adopsi terhadap suatu teknologi relatif jauh lebih lambat. Hal ioni tampak dalam survei frontier tentang alasan konsumen tidak menggunakan mobile banking, 32,66% meyatakan tidak tahu mengoperasikannya dan 16,75% menganggapnya tidak aman. Rendahnya tingkat penetrasi produk teknologi tinggi berhubungan erat dengan tingkat pendidikan masyarakat kita. Namun jangan pesimis dulu. Untuk mengatasi masalah daya beli ini, pemasar bisa mengusung strategi price bundling, seperti yang dilakukan Fren, Exia, Flexi dan yang lainnya.
  5. Orientasi pada konteks. Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Tiga ciri spesifik konsumen kita dalam menyerap informasi adalah memiliki minat baca yang rendah, memilih segala sesuatu baik dari membaca atau meninton yang ringan dan menghibur dan mudah diubah persepsinya. Dampak dari ciri tersebut terhadap perilaku konsumsi orang Indonesi dibutuhkan dengan layanan informasi SMS yang didominsai layanan ringtones dan musik. Keengganan membaca juga menyebabkan konsumen kurang memperhatikan informasi yang terdapat pada suatu produk.
  6. Suka merek luar negeri. Penjajahan selama berabad-abad, mau tidak mau membuat bangsa Indonesia sering memandang inferior terhada diri sendiri atau bisa juga karena sifat gengsi sehingga membuat merek-merek dari luar negeri begitu mendominasi pasar Indonesia dibandingkan merek lokal.
  7. Religius. Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama. Sudah lama para pelaku bisnis memanfaatkan simbol-simbol agama dalam melakukan strategi pemasarannya. Promag adalah contoh sukses yang memanfaatkan hal itu. Kepedulian konsumen soal agama juga tercermin dari perilaku mereka dalam memilih produk yang berlabel halal walaupun kadang harus membayar lebih mahal.
  8. Gengsi. Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik status walaupun belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris terjual di negeri kita pada saat krisi ekonomi sekalipun.
  9. Kuat di subkultur. Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun unsur fanatisme kedaerahannya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain. Pada produk-produk tertentu, ada hal yang bersifat lokal yang memang harus diperhatikan. Contohnya, orang jawa suka manis, orang padang suka yang pedas dan lain sebagainya. Strategi pemasaran yang bisa dipakai adalah dengan membuat konten-konten lokal untuk kegiatan komunikasi atau dengan memperkuat aktivitas below the line di daerah dengan mengadopsi budaya lokal sehingga lebih mudah diterima konsumen setempat.
  10. Kurang peduli pada lingkungan. Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurang pedualian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jika melihat  prospek ke depan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah yang relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga lebih mudah memasarkan priodik dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka. Sebaliknya akan susah sekali memasarkan produk dengan tema remah lingkungan untuk kalangan bawah.

Mengerti jelas Tipe konsumen
Tipe-tipe konsumen sebaiknya dipelajari oleh penjual. Hal ini erkaitan dengan perilaku konsumen dengan memutuskan pembelian barang dan jasa serta untuk mempelajati tentang beberapa sebab atau faktor-faktor mengapa seseorang membeli barang dan jasa tertentu dengan merek tertentu pula. Beberapa cara yang paling tepat dalam memahami konsumen adalah dengan mempelajari faktor-faktor yang menjadi pendorong bagi seseorang serta respon mereka terhadap faktor tersebut. Terdapat dua kekuatan dari faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen, yaitu:

  1. Kekuatan sosial budaya. Perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh faktor budaya dan sikapnya sangat luas seperti sikap, pendapat, agama, bahasa dan lain-lain. Panutan masyarakat yang merupakan kelompok orang yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma dan perilaku konsumen. Bentuknya berupa kumpulan keluarga atau kelompok organisasi tertentu. Faktor keluarga juga merupakan kelompok terkecil yang mampu mempengaruhi dan menentukan sikap dalam mengambil keputusan
  2. Kekuatan faktor psikologis. Kepribadian konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti motif, IQ,cara berpikir, persepsi serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat san lain-lain. Sikap dan keyakinan sangat berpengaruh salam menentukan suatu produk, merek dan pelayanan.

Tipe Konsumen

  1. Tipe konsumen piknis. Tipe konsumen ini menunjukkan bentuk badan bulat, anggota badan berbentuk pendek dan wajahnya bulat dan lebar. Menunjukkan sifat peramah, suka berbicara, tenang, suka humor dan pendiam.
  2. Tipe konsumen Leptosom. Tipe ini menunjukkan tipe konsumen dengan tubuh yang agak kecil dan lemah, bahu tampak kecil. Menunjukkan orang yang angkuh dan idealis.
  3. Tipe konsumen atletis. Tipe konsumen ini dengan bentuk badan kokoh, pundak tampak lebar dan pinggul yang berisi. Menunjukkan karakter sifat konsumen yang banyak bergerak, penampilannya kalem dan jarang humor serta kaku.

Tipe-tipe di atas dapat menjadi referensi agar anda mudah dalam menjual barang. Dengan mengenali tipe-tipe konsumen, maka anda tentu dapat menerapkan beberapa trik yang ada dalam buku ini untuk mengembangkannya sendiri.

M. Pelayanan Prima
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merebut hati pelanggan. Di antaranya adalah dengan memberikan pelayanan prima. Ada beberapa tingkatan model pelayanan pelanggan yang dapat diterapkan oleh pemasar, yaitu:

  1. Pemberian pelayanan standar . Pemberian pelayanan standar merupakan tingkat pelayanan yang paling dasar. Pda level ini, pelanggan tidak perlu membeda-bedakan bagaimana cara melayani pelanggan antara yang satu dengan yang lainnya dengan asumsi mereka memiliki common needs dan interest yang relatif samaatau paling tidak bisa dianggap sama. Hal itu banyak diterpkan pemasar untuk melayani pelanggan segmen massa.
  2. Branded service. Yaitu pelayanan yang tidak hanya menonjolkan aspek excellence namun juga harus unik atau berbeda dengan para pesaing serta disesuaikan dengan brand promise yang dijanjikan pemasar kepada target pemasarnya. Dengan demikian, pada level ini model pelayanan setiap pemasar tidak harus sama dengan model pelayanan dari bank lain.
  3. Service with care. Merupakan pelayanan yang paling tinggi. Care dalam model pelayanan ini bukannya sekedar care dalam arti berempati kepada pelanggan seperti dalam konsep dasar dalam pelayanan service excellence. Namun di sini lebih mengutamakan esensi dari sebuah pelayanan yaitu mengutamakan pemberian solusi kepada pelanggan. Pada model pelayanan ini, care baru dapat diberikan kepda pelanggan jika pemasar memilliki budaya pelayanan kuat yang didukung dengan SDM yang memiliki karakter. Karakter yang dimaksud adalah trustworthiness, fairness, responbilit, respect, corporate citizenship dan caring.

Pelayanan penuh cinta
Persaingan dalam dunia pemasaran dewasa ini semakin dekat, apa lagi dengan berubahnya perilaku konsumen secara terus-menerus yang mengikuti perkembangan teknologi, ditambah dengan semakin cerdasnya konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Oleh karena itu diperlukan pendekatan baru agar perusahaan dapat menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Kecendrungan yang dilakuakn oleh pelanggan dalam mengambil keputusan pembelian dewasa ini lebih cenderung dipengaruhi oleh hati (emosional) pelanggan.

Oleh karena itu layanilah pelanggan dengan penuh cinta. Gagasan ini cukup sederhana, yaitu suatu cara agar pelanggan mencintai produk dan pemasaran yang dilakukan oleh pemasar. Karakteristik pelanggan adalah sangat mencintai produk dan layanan pemasaran, memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap produk perusahaan, adanya rasa memiliki dan bangga terhadap perusahaan, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan produk, perbaikan produk, kesempurnaan produk dan lain-lain. Agar pelanggan yang kita miliki menjadi pelanggan utama maka kita harus benar-benar mencintai pelanggan kita.

Hal-hal yang perlu pemasar lakukan adalah sebagai berikut:
1. Mencintai pelanggan dengan hati. Rasa cinta terhadap pelanggan bisa kita lakukan dengan menjadikan pelanggan sebagai bagian dari perusahaan kemudian mengkomunikasikannya. Dengan begitu hubungan timbal balik akan dirasakan. Ketika perusahaan dan pelanggan telah menjadi keluarga besar, maka harus ada sebuah komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Pemasar harus memiliki komitemen untuk bisa meningkatkan kesejahteraan pelanggan dengan cara seperti: Melayani pelanggan dengan penuh kasih sayang, memberikan perhatian yang optimal kepda pelanggan, memberikan kepuasan optimal, memberikan kepedulian dan dorongan kepada pelanggan untuk bisa selalu sukses dalam hal-hal tertentu dan lain-lain. Pemasar harus mengetahui kondisi kepuasan pelanggannya setiap waktunya, mengetahui dan memnuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan setiap waktu dan terus melakukan perbaikan secara terus menerus. Dengan begitu pelanggan pun akan mencintai perusahaan.
2. Menjadi pemasar yang dipercaya. Pemasar harus memiliki citra yang baik di mata pelanggannya agar pelanggan mencintai dan merasa bangga dalam mengonsumsi produk perusahaan. Pemasar harus terkenal dengan kejujurannya dengan memberikan informasi apa adanya, memberitahukan kekurangan dan kelebihan produk. Dari situlah pelanggan akan menilai kejujuran dari pemasar. Jika ternyata apa yang dikatakan pemasar tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, maka pelanggan akan kecewa dan mereka akan cenderung menceritakan pengalaman kekecewaannya kepada lingkungannya akibat pemasar tidak dipercaya lagi oleh pelanggan dan orang banyak. Pemasar pun harus mampu memberikan layanan prima kepada pelanggannya misalnya mampu melayani 24 jam sehari atau siap mengantarkan produk kepda konsumen dengan segera.

Intinya adalah pemasar yang mencintai pelanggannya tidak rela jika pelanggannya merasa kecewa. Oleh karena itu mereka harus mengetahui kondisi kepuasan pelanggannya setiap waktu, mengetahui dan memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan dan terus menerus melakukan perbaikan. Perusahaan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelanggannya. Dengan begitu, pelangganpun akan mencintai perusahaan dan pelayanan pemasar.

Layanan harus oke
Saat ini kualitas produk yang dijual oleh semua pemasar, rata-rata mendekati sama. Artinya pelanggan membeli produk apapun, tipis sekali perbedaanya. Kalau sudah begini, hanya perusahaan yang bisa melayani pelanggan dengan baik akan dipilih oleh pelanggan. Pelayanan berkualitas belum tentu mahal.

Untuk menciptakan layanan yang berkualitas, harus mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  1. Keandalan. Pemasar diharapkan menjual produk yang andal dan jangan mudah rusak. Selain itu, pemasar harus bertindak jujur dalam melayani pelanggan dan tepat janji. Janji yang diberikan bukan hanya sekedar janji, namun harus ditepati.
  2. Cepat tanggap. Restoran cepat saji MC Donald’s menggunakan jam pengukur sebagai komitmen untuk melayani pelanggan dengan dengan layanan yang cepat. Bila layanan lebih dari satu menit, maka pelanggan akan menerima bonus menu lain secara gratis. Staf perusahaan juga harus memperhatikan janji spesifik kepada pelanggan. Unsur lain yang penting adalah siap membantu pelanggan. Apapun posisi seseorang di dalam perusahaan, hendaknya selalu siap membantu pelanggan yang datang

N. Blog sebaga personal branding
Bagi kita semua blog adalah sesuatu yang biasa. Tempat kita semua menumpahkan unek-unek, tempat kita berbagi atau bahkan banyak juga yang menggunakan blog sebagai tempat menggunakan blog sebagai tempat menjalankan uasaha. Ya, sosial media itu bak kertas putih bersih dan kita sebagai pengguna dibebaskan untuk menggunakan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Beberapa blogger yang tekenal memulai aktivitas mereka pada saat mereka ada dalam situasi in between jobs dan menjadikan masa-masa tersebut sebagai waktu untuk melatih dan memposisikan mereka di dunia online sesuai dengan passion dan expertise yang mereka miliki.

Intinya dengan blog, anda bisa menciptakan kesempatan untuk membangun online personal brand anda. Anda tinggal melihat blogger-blogger yang berhasil menorehkan personal brand mereka di dunia online. Seperti: Rama Mamuaya (Daily social), Budi Putra (budiputra.com) dan lain sebagainya.

Jadi tiap orang dengan blog mereka bisa memposisikan diri mereka sesuai dengan apa yang mereka minati. Misalnya Dan Schwabel yang dikenal sebagai ekspert di bidang personal branding menggunakan blognya yang dikenal sebagai ekspert di bidang personal branding untuk memposisikan dirinya sebagai ahli di bidang tersebut.

Di bawah ini adalah cara-cara dasar blogging untuk membangun personal brand yang bisa membantu anda ditemukan di dunia online untuk mendapatkan pekerjaan atau karir baru.

  1. Gunakan domain sendiri dengan nama anda atau brand yang ingin anda angkat dan tetapbisa diasosiasikan dengan anda.
  2. Pilihlah hosting yang baik dalam hal SEO
  3. Selalu gunakan judul atau headline news yang menarik. Ini adalah faktor yang bisa menarik pengunjung untuk membaca lebih jauh.
  4. Gunakan sosial media lainnya untuk memperpanjang jangkauan blog anda ke jaringan yang lebih luas. Misalnya buka akun facebook atau twitter.
  5. Promosikan blog anda di social media yang punya banyak pengguna seperti twitter ataupun facebook.
  6. Jika perlu gunakan imafe untuk memperindah tampilan blog anda. Patikan anda menggunakan image yang legal bukan mengambil tanpa ijin di internet.
  7. Content. Gunakan bullet points daripada menulis blog dengan gaya bercerita. Ini akan memudahkan pembaca untuk mendapatkan poin-poin penting yang ingi anda sampaikan.
  8. Bergaul. Mengunjungi blog-blog lain yang sama fokusnya dan ikuta berkomentar pada posting-posting mereka.

Kini bagi anda yang merasa kesulitan untuk menentukan pilihan, dengan blogging anda bisa mulai melatih, belajar dan membangun passion anda sekaligus menaikka personal branding anda di mata dunia.

N. Atasi Rasa takut saat presentase penjualan

  1. Kenali sumber rasa takut. Perasaan takut pada saat menjual muncul dengan beraga pola. Umnya yang terjadi, takut salah menjelaskan seluk-beluk produk dan jasa dan senantiasa dihantui penolakan. Oleh karena itu, mengenal sumber rasa takut merupakan bagian terpenting ketika ingin menaklukkan rasa takut.
  2. Bertindak. Mendalami pengetahuan tantang produk atau jasa amat sangat diperlukan. Itu bisa dilakukan setelah mengetahui respons konsumen, atau mencari gaya tersenditri agar penyampaian terkesan asli dan lebih alami. Di tahap ini, seorang penjual tidak menilai kata tidak dari prospek atau calon pembeli secara pribadi.
  3. Antusias terhadap produk dan jasa. Salah satu teknik terbaik menanggulangi rasa takut adalah dengan mengubanhnya menjadi sifat antusias. Buat daftar sejumlah konsumen yang telah berhasil memetik keuntungan dari produk atau jasa yang pernah anda tawarkan. Simpan daftar tersebut di tempat yang mudah dilihat setiap hari, agar rasa percaya diri semakin terbentuk.
  4. Mengubah sudut pandang. Apakah anda menilai apa yang sedang anda kerjakan hanya berbagi informasi? Atau menunjukkan benefit dan Cuma berbagi sifat antusias? Jika anda tidak nyaman dengan kata menjual maka ubah sudut pandang tersebut lebih dari sekedar meyakinkan konsumen agar membeli.
  5. Mulai dari yang kecil. Pebisnis cenderung memilih proyek lebih besar dari yang bisa diselesaikan. Cara lain yang bisa ditempuh untuk mengatasi rasa takut saat menjual adalah dengan menjual produk atau jasa kepada teman-teman dekat , lalu relasi-relasi mereka dan seterusnya. Sebagai tambahan, penjual yang sukses senantiasa berinteraksi secara alami, bersemangat menciptakan suasana nyaman kepada prospek.
  6. Menjaga prestasi yang telah diraih. Kalau kita termasuk sukses dalam melakukan presentasi maka perlu menjaga posisi tersebut dan mencatatnya setiap hari. Hal sepele itu akan membantu meningkatkan rasa percaya diri betapa beban yang anda pikul terlepas secara istimewa.
  7. Menikmati pekerjaan. Jadikan tugas-tugas suatu aktivitas yang menyenangkan dan menarik, bukan sekedar sesuatu yang wajib. Contohnya dengan mengadakan acara yang menghibur saat berjualan, membagikan souvenir gratis, menyumbangkan produk atau jasa kepada yayasan sosial dan sebaginya.
  8. Fokus. Pelaku bisnis yang sukses meraih cita-cita dikarenakan mereka selalu fokus. Mereka mengingat keinginan, mengapa melakukannya, sehingga mereka mudah memiliki langkah selanjutnya.
  9. Memutuskan tindakan yang akan diambil. Sering kali kita menilai kata menjual adalah sesuatu yang sangat menekan konsumen. Lakukan penjualan melalui sikap “aku akan menawarkannya dengan cara menyenagkan dan penuh hasrat.” Pernyataan itu lebih baik dibanding “mereka pasti akan membeli dalam jumlah yang besar.”
  10. Selalu berlatih. Layaknya di bisnis konvesional, “menjual” akan semakin terasa ringan jika sering dilakukan. Mulailah dari yang kecil, ketakutan bagaimanapun meski dihadapi, kemudian berlatih menghadapinya setiap hari.

Angkringan Nasi Kucing


Ada banyak alasan dan analisa, kenapa Saya lebih aman memilih usaha angkringan nasi kucing, antara lain karena :

  1. Usaha kuliner Angkringan nasi kucing ini sudah dijalankan sejak lama dimulai dari daerah Klaten, Solo &  Jogjakarta sekitar tahun 1960, sehingga sudah terbukti bahwa usaha ini kebal akan berbagai krisis. Penjual nasi kucing yang dianggap pionir sebagai penjual nasi adalah Pak Man atau Lik Man. Pak Man biasa mangkal di dekat Stasiun Kereta api Tugu Jogja. Hingga kini angkringan Pak Man masih ramai dikunjungi orang.
  2. Saat ini Usaha angkringan nasi kucing sangat populer di jawa tengah ; Jogjakarta,hampir di setiap gang kota selalu ada angkringan nasi kucing, salah satu faktornya adalah karena makanan &amp; minumannya lezat ; nikmat serta dibandrol denganharga yang murah. Sebagian besar penikmat sajian angkringan nasi kucing adalah kalangan mahasiswa.
  3. Angkringan nasi kucing menampilkan beragam menu makanan dan minuman, dari nasi yang disajikan dengan berbagai aneka lauk seperti : teri, ikan asin, ikan bandeng, orek tempe, bakmi, dll. Berbagai jenis sajian gorengan seperti ; tempe mendoan, bakwan, tape goreng, pisang goreng. Berbagai jenis sate ; baceman, antara lain : tahu, tempe, tempe gembus, sate telor puyuh, sate ampela ati, sate usus ayam, sate kerang, sate cakar ayam, sate kulit ayam, sate paru sapi, kepala ayam. Aneka menu wedang : Teh hangat, es teh, Jeruk hangat, es jeruk, kopi hitam, kopi instan, kopi jos, jahe susu, jahe original, teh jahe, wedang uwuh, wedang sekoteng, dll. Dengan beraneka ragam pilihan menu ini, customer akan bebas leluasa menyalurkan hasrat kulinernya.
  4. Angkringan nasi kucing, mengedepankan keramah tamahan, kebersamaan, tidak memandang golongan, suku, agama maupun ras, di Angkringan nasi kucing semua orang memiliki kedudukan dan strata yang sama.
  5. Angkringan nasi kucing adalah tempat berkumpulnya para intelektual, para pegawai, para mahasiswa bahkan sampai tukang becak. Berbagai informasi dan pengetahuan bahkan teman barupun bisa didapatkan ketika kita makan &amp; nongkrong di angkringan nasi kucing.
  6. Saat ini usaha angkringan nasi kucing sudah mulai merambah kota-kota besar di Indonesia, salah satunya adalah JABODETABEK. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian warga Jabodetabek berasal dari komunitas suku Jawa, sehingga memudahkan usaha angkringan nasi kucing untuk diterima pada kalangan masyarakat umum. Sajian makanan &amp; minuman yang disajikan juga halal &amp; sehat dan disukai dari kalangan muda sampai tua.
  7. Usaha Angkringan nasi kucing tidak memerlukan investasi atau modal usaha yang besar, sehingga mayoritas masyarakat bisa memulai usaha ini. Lokasi jualannya pun hanya tempat di pinggir jalan atau emperan ruko di lokasi jalan yang ramai sampai tengah malam. Namun apabila Anda memiliki dana yang cukup besar, Anda pun bias menyewa kios atau ruko untuk berjualan angkringan.
  8. Resiko rugi usaha angkringan nasi kucing tetap ada, namun resiko ini bisa disiasati dengan berbagai tekhnik promosi, kematangan skill penjual angkringan &amp; kerahaman penjual, serta kualitas &amp; keanekaragaman makanan &amp; minuman yang harus selalu ditingkatkan.
  9. Angkringan nasi kucing adalah tempat makan &amp; minum yang tidak akan pernah mengusir pelanggannya berbeda dengan tempat makan lain pada umumnya. Ciri khas angkringan nasi kucing adalah tempat nongkrong, ngobrol panjang lebar sampai dengan larut malam bahkan dini hari.
  10. Usaha angkringan nasi kucing bisa membawa usaha lain seperti jualan rokok eceran, jualan bensin eceran, jualan pulsa elektrik, jual cemilan, jadi profit yang dihasilkan bersumber tidak hanya dari penjualan produk angkringan nasi kucing saja.

Bagaimana memulai bisnis Angkringan Nasi Kucing dengan menerapkan prinsip 4P (Product,Price,Placement,Promotion)

1) Product

Dalam usaha ini produk  yang di jual yaitu :

  • Beragam menu makanan dari nasi yang disajikan dengan berbagai aneka lauk seperti : teri, ikan asin, ikan bandeng, orek tempe, bakmi, dll.
  • Berbagai jenis sajian gorengan seperti ; tempe mendoan, bakwan, tape goreng, pisang goreng.
  • Berbagai jenis sate &amp; baceman, antara lain : tahu, tempe, tempe gembus, sate telor puyuh, sate ampela ati, sate usus ayam, sate kerang, sate cakar ayam, sate kulit ayam, sate paru sapi, kepala ayam .
  • Aneka menu wedang : Teh hangat, es teh, Jeruk hangat, es jeruk, kopi hitam, kopi instan, kopi jos, jahe susu, jahe original, teh jahe, wedang uwuh, wedang sekoteng.

2)  Price

Harga yang diterapkan untuk berbagai menu di antara lain :

ANEKA MINUMAN :
Wedang Jahe Susu  Rp      4.000
Wedang Jahe Original  Rp      3.000
Wedang Teh Jahe  Rp      3.000
Teh Anget Manis  Rp      2.000
Jeruk Anget  Rp      3.500
Kopi Instan  Rp      2.000
Wedang Uwuh  Rp      3.500
Susu Putih Anget  Rp      3.000
Es Teh  Rp      2.500
Es Jeruk  Rp      3.500
ES Kopi  Rp      3.500
Es Extra Joss  Rp      3.500
Nasi Kucing + Lauk :  Rp      2.000
Mie Rebus + Telur  Rp      3.500
Mie Goreng + Telur  Rp      4.500
ANEKA SATE
Sate Usus  Rp      2.000
Sate Ceker Ayam  Rp      2.000
Sate Kikil  Rp      2.000
Kepala Ayam  Rp      2.000
Sate Telor Puyuh  Rp      2.500
Sate Sosis  Rp      2.500
Sate Sayap Ayam  Rp      3.000
Sate Ampela Ati  Rp      3.000
Aneka Gorengan  Rp         500

3) Placement

Untuk memecahkan permasalahan mencari lokasi, berikut ini Tekhnik yang bisa diterapkan dalam mencari dan menetukan lokasi berjualan :

  • Mencaari tahu dan menentukan daerah-daerah yang potensial untuk berjualan Angkringan nasi kucing, misalnya pinggir jalan utama, dekat rumah sakit, dekat kampus dan kos-kosan mahasiswa, dekat mal, dekat perkantoran, di depan atau di dalam kompleks perumahan, dekat tempat wisata, dan sebagainya. Apabila kita menentukan lokasi di dekat atau di dalam kompleks  perumahan, silahkan pilih lokasi yang berada disisi jalan “orang pulang kerja”, bukan di sisi  jalan “orang berangkat kerja “.
  • Memilih lokasi pinggir jalan dengan karakter pengendara yang berkendara dengan kecepatan sedang maupun pelan.  Ketika pengendara berkendara cepat, maka tidak akan sempat melihat lokasi jualan kita.
  • Lokasi di dekat kampus yang banyak kos-kosan mahasiswa adalah lokasi ideal sekali untuk berjualan Angkringan nasi kucing,
  • Untuk lokasi outdoor, dapat memilih lokasi yang strategis, bisa di emperan ruko atau emperan kios, parkiran mal, pintu masuk kampus, area rumah sakit, pusat kuliner di dalam perumahan, alun-alun, dll.
  • Memastikan lokasi outdoor  representatif, kondisi tanahnya tidak becek, tidak dekat tempat sampah, tidak dekat selokan yang bau.
  • Mencari dan memilih lokasi berjualan harus dilakukan dengan survey beberapa kali di hari yang berbeda dan jam yang berbeda pula. Jam survey yang perlu di lakukan adalah jam 16.00, jam 18.00, jam 20.00, jam 22.00 dan diatas jam 00.00, karena Angkringan nasi kucing biasanya buka sampai melewati tengah malam. Dari survey berbeda hari dan jam tadi kita akan mendapatkan hasil : jumlah kendaraan yang berlalu lalang di sekitar lokasi yang Anda pilih, sifat orang disekitar lokasi apakah suka belanja kuliner atau lebih cenderung suka makan dirumah, kondisi lapangan di jam malam ( jangan pilih lokasi yang sudah sepi orang lalu lalang diatas jam 22.00 ), apakah sudah ada pelaku bisnis yang sama, kalau sudah ada dan ternyata ramai, maka kita harus siapkan segala sesuatunya bersifat”lebih” daripada kompetitor.

4)  Promotion

Dalam menjalankan bisnis diperlukan beberapa media promosi, hal ini sangat berguna agar dengan sesegera mungkin dapat memperkenalkan usaha angkringan kepada masyarakat. Adapun beberapa tekhnik promosi yang dapat di terapkan untuk mengembangkan usaha Angkringan Nasi Kucing, antara lain adalah sebagai berikut :

  • Membuat flyer special discount. Flyer ini nanti berisikan informasi mengenai nama angkringan kita, berikut beberapa menu special, misal : nasi kucing, sate kerang, jahe susu, dll. Tidak lupa juga kita berikan alamat lokasi berjualan &amp; jam buka. Agar lebih menarik calon customer, dalam flyer kita cantumkan discount atau potongan harga, misalnya, dengan menukar flyer akan mendapatkan gratis teh hangat manis, gratis 1 bakwan, dll. Selain discount sebaiknya kita cantumkan juga tanggal dan jam berlakunya discount, hal ini akan membawa dampak pada setiap jam kita akan kedatangan pengunjung, sehingga di mata orang-orang angkringan kita ramai. Flyer ini bisa disebar di perumahan-perumahan, titip di counter pulsa HP, ditaruh di atas mesin ATM, dibagikan kepada yg lewat, bekerjasama dengan loper koran untuk menyisipkan flyer kita kedalam koran.
  • Membuat account jejaring social seperti account di facebook , twitter, dll. Jejaring sosial adalah media promosi yang murah biayanya namun hasilnya sungguh dasyat. Melalui jejaring sosial kita dengan enaknya bisa menambah teman, untuk itu secepatnya kita berupaya menambah sebanyak-banyaknya teman kita di jejaring sosial sehingga proses promosinya akan semakin mudah &amp; murah. Ketika account jejaring kita sudah memiliki banyak teman atau follower, maka kita tinggal sering2 bikin status yang bersifat promosi &amp; informatif, misalnya kita bisa bikin status : “malam minggu daripada bingung nongkrong, lebih enak nongkrong di angkringan nasi kucing“, “Bagi rekan-rekan yang sering kehujanan &amp; sedangmasuk angin, atasi masalahmu dengan minim jahe susu di angkringan Kami “ .Jangan lupa juga bagi para pengunjung yang sudah akrab dengan kita, kita minta untuk bikin status di account jejaring mereka pribadi, misal “gue lg nongkrong diangkringan.. ngumpul di sini aja coy.. “, “sate usus memang josss.. mau??? Aku tunggu di angkringan.. ga aku habisin kok satenya “, dll
  • Membuat neon box yang menarik. Neon box berfungsi sebagai alat petunjuk usaha kita, atau bisa dikatakan papan nama usaha kita. Kebanyakan bentuk neon bos adalah persegi panjang dan didalamnya diberi lampu neon sehingga akan terang dimalam hari. Sebagai penjual yang kreatif, sudah saatnya kita memikirkan sebuah neonbos yang menarik atau bagaimana neonbox kita memberikan nilai lebih dan tidak hanya berfungsi sebagai papan nama saja. Berikut ini neon box yang kami buat dan kami fungsikan sebagai pengingat bagi orang yang lewat didepan lokasi angkringan kita. Menambahkan jam dinding diatasnya, sehingga akan memberikan nilai lebih untuk neon box kita. Orang-orang yang berlalu lalang didepan lokasi angkringan kita akan merasa terbantu dengan adanya jam di neon box kita, mau tidak mau mereka setiap hari atau setiap lewat akan menoleh ke arah neon box kita.Sebuah neon box yang menarik akan dibicarakan terus menerus di kalangan masyarakat, hal ini akan memudahkan kita untuk mempromosikan usaha kita.
  • Mengundang berbagai macam komunitas, Cara ini sangat efektif kita terapkan ketika pertamakali buka angkringan, komunitas yang kita undang bisa beragam, dari komunitas anak muda seperti komunitas anak klub motor, klub mobil, anak music, dll, Komunitas orang dewasa &amp; orang tua misalnya, klub badminton, klub arisan, dll. Dalam mengundang komunitas, ada baiknya dalam kurun waktu 1 bulan kita atur jadwal kedatangan mereka, misalnya untuk malam sabtu adalah komunitas orang dewasa &amp; orang tua, sedangkan untuk malam minggu adalah komunitas anak muda. Untuk memberikan penghargaan atas para tamu dari komunitas ini, sebaiknya kita berikan discount khusus, misalnya, gratis es teh, gratis kopi manis, dll
  • Mengadakan live music sederhana, Teknik promosi ini bisa diterapkan ketika malam hari libur, seperti malam minggu ataupun malam libur tanggal merah. Peralatan music yang kita sediakan pun ala kadarnya saja karena kita tidak memerlukan suara yang keras maupun suasana yang hingar bingar, namun yang kita cari adalah suasana kekeluargaan dan kebersamaan. Untuk pengisi acara bisa kita tawarkan kepada komunitas-komonutas yang sebelumnya sudah kita undang.
  • Mengadakan lomba catur atau sejenisnya, Perlombaan ini bisa kita lakukan kapan saja tidak tergantung event misalnya event 17 Agustus, hanya saja lebih bagus kalau kita adakan pada malam hari libur, seperti malam sabtu atau malam minggu. Peserta yang kita undang pun bisa berasal dari beberapa wilayah atau daerah, maupun dari golongan orang dengan ekonomimampu maupun tukang ojeg.Untuk hadian bisa kita bikin hadiah yang lucu, misalnya hadiah utama adalah 1 ekor ayam jago, atau 1 tandan pisang, dll
  • Memasang Wifi, Dengan memasang wifi akan membuat para pengunjung angkringan Anda akan semakin betah untuk nongkrong. Dengan berlama-lama nongkrong secara otomatis mereka akan melakukan request untuk minuman berikutnya, atau beli rokok eceran. Hal lain yang didapatkan adalah, angkringan  akan terlihat selalu ramai, sehingga akan mengunadang pengunjung lain untuk mampir .
  • Memasang banner promosi di jalan, Banner ini adalah baner digital printing yang biasanya kita pasang di pohon atau tiang listrik disekitar lokasi angkringan kita. Fungsi dari banner ini adlah sebagai pengingat dan papan informasi bagi mereka yang aklan melintasi lokasi angkringan kita. Teknik promosi ini banyak diterapkan oleh beberapa rumah makan di Pantura, misalnya RM. Pring Sewu. Apabila bapak Ibu pernah melintasi jalan Pantura atau jalur selatan Jawa, pasti tidak asing lagi dengan papan nama RM. Pring Sewu, dari jarak 100KM, RM.Pring Sewu sudah memasang plang pengingat.
  • Menampilkan suasana lesehan, Suasana lesehan adalah suasana yang paling ideal bagi usaha angkringan nasi kucing. Dengan suasana lesehan, maka pembeli akan merasa nyaman, leluasa, bebas bergerak, bebas ngobrol sepuasnya tanpa khawatir akan diusir oleh penjual angkringan. Dengan hadirnya suasana lesehan dan penerangan yang cukup ( tidak terlalu terang namun tidak terlalu gelap ), maka kita harapkan customer akan melakukan pembelian ulang, misalnya nambah nasi, nambah gorengan ataupun nambah wedang. Dengan melakukan repeat order berarti akan menambah omzet penjualan kita.
  • Bekerjasama dengan pihak lain diluar jenis usaha angkringan. Kerjasama yang dimaksud adalah melakukan kerjasama dengan beberapa unit usaha yang belainan dengan angkringan, misalnya, bengkel mobil, warnet, pengelola lapangan futsal, dealer motor, bimbingan belajar, tukang service AC, dll. Teknis kerjasama ini adalah dengan cara kita membuat voucher discount yang kita berikan kepada pihak yang kita ajak kerjasama, misalnya adalah, “ Bagi yang melakukan service mobil, akan mendapatkan voucher makan 1 nasi kucing + 1 gorengan di angkringan kita”, “ dengan membeli motor di dealer motor “X”, akan mendapatkan voucher discount makan di angkringan “, dll. Sebaiknya kita menyiapkan sebuah surat resmi yang kita tujukan kepada pihak yang akan kita ajak bekerjasama, dengan memberikan surat resmi, akan mencerminkan bahwa usaha angkringan kita adalah usaha yang profesional dan memang pantas untuk diajak kerjasama pada waktu mendatang.
  • Mencari orang-orang di daerah kita yang merupakan “ artis ” di jejaring sosial. Banyak orang-orang awam yang menjadi artis di dunia maya khususnya jejaring sosial. Cara untuk mengetahuinya adalah kita harus rajin-rajin mencari di jejaring sosial, siapa saja yang mempunyai teman yang banyak di facebook, dan siapa yang mempunyai follower yang banyak di twitter. Apabila sudah menemukan, langkah selanjutnya adalah mengirimkan email kerjasama, kirim proposal sederhana ke inbox facebook yang bersangkutan, mengirim DM ke “artis” twitter tersebut. Proposal yang kita ajukan adalah berisi permintaan kepada yang bersangkutan untuk membuat status pada account jejaringsoaial mereka, dengan status-status yang mereka buat, maka ada ribuan orang yang akan melihat dan membacanya, dan akan tergerak untuk mengikuti apa yang ditulisoleh “artis” jejaring sosial tersebut. Sebagai imbalan kepada “artis” jejaring sosial ini, ada baiknya kita berikan voucher makan 1 x dalam 1 minggu sebesar Rp.20.000,-, Coba kita hitung antara biaya dalam 1 bulan untuk “artis” jejaring sosial ini, Rp.20.000 x 4 minggu = Rp.80.000, sedangkan yang bersangkutan kita minta minimal dalam 1 minggu sekali harus menulis status mengenai angkringan kita, bayangkan kalau teman atau followernya sebanyak 2.000 orang dan yang datang ke angkringan kita hanya 1% saja = 20 orang perminggu dari efek promosi “artis” jejaring soaial tersebut. 20 Orang dengan rata-rata satu orang beli di angkringan kita sebesar Rp.10.000,- maka akan berbuah omzet = 20 x Rp.10.000 = Rp.200.000 – Rp.20.000 ( voucer makan gratis “artis “ ) = Rp.180.000,-, lumayan untuk menambah omzet bulanan angkringan kita.
  • Membuat spanduk gerakan sosial. Pembuatan spanduk jalan ini harus bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yang Anda ajak bekerjasama. Biasanya spanduk sosial spt ini jarang diturunkan paksa oleh Satpol PP.
  • Membuat kartu nama yang menarik
  • Promosi melalui permen gratis yang Anda sediakan di antara sajian makanan. Apabila dalam 1 malam anda menghabiskan 2 bungkus perms isi tiap bungkusnya adalah 40pcs, berarti anda mengeluarkan budget sekitar 9rb u/ 2 bungkus. Biaya ini bisa anda gantikan dengan untung penjualan 3 gelas jahe susu.
  • Membuat sticker, Dengan media promosi sticker motor atau sticker mobil, maka angkringan Anda akan dipromosikan oleh para pelanggan Anda ke berbagai penjuru. Semakin banyak sticker yang berhasil ditempelkan, maka semakin cepat pula proses branding angkringan Anda.
  • Membuat kaos untuk komunitas angkringan Anda. Dengan media kaos yang bertuliskan nama angkringan Anda dan bisa juga disertai oleh beberapa sponsor, maka angkringan Anda akan semakin banyak dikenal oleh masyarakat luas.
  • Bekerja sama dengan bloger yang berdomisili di daerah Anda. Adalah langkah tepat, apabila Anda berani berkomunikasi dan bekerjasama dengan beberapa bloger kondang di daerah Anda. Ajukan saja permintaan kepada sang bloger untuk membahas usaha angkringan Anda di laman Blognya.
  • Promosi melalui radio, Ada beberapa cara untuk berpromosi dengan pihak radio, diantaranya adalah request lagu, mensponsori kuis di radio dengan hadiah makan gratis, ikut mensponsori acara-acara yang diprakarsai oleh managament radio, misalnya donor darah, bakti sosial.
  • Pemberian discount khusus untuk rombongan 1 keluarga Pemberian potongan harga kepada pembeli yang datang 1 keluarga, akan sangat membuat mereka berkesan, bercerita kepada teman-temannya, dan mengajak teman-teman mereka untuk mampir ke angkringan Anda.
  • Promosi gratis makan bagi pengunjung yang ulang tahun. Diskon gratis makan bagi yang ulang tahun merupakan service yang kita berikan bagi pengunjung, apalagi kalau yang ulang Tahun mengajak teman-temannya u/ nongkrong di angkringan Anda, yg gratis 1 orang yang bayar 5 orang….. mantab kan ?
  • SMS massal, teknik promosi ini mulai banyak digunakan oleh beberapa jenis usaha, sms masal ini bisa menggunakan software sms massal ataupun sms manual. Untuk melakukan promosi ini silahkan cari operator yang biasanya memberikan gratisan sms, sehingga bisa mengurangi biaya pengeluaran.
  • Pengunjung fiktif, Teknik promosi ini sangat umum dilakukan oleh beberapa usaha kuliner khususnya restoran, dalam masa pembukaan atau masa awal berjualan, mereka selalu mengajak atau meminta teman atau saudara u/ datang dan memarkirkan kendaraan baik motor maupun mobil di parkiran restoran atau warung makannya. Hal ini akan memberikan kesan bahwa usaha kita di hari-hari pembukaan usaha sudah ramai dikunjungi orang, secara psikologis orang lain akan tertarik untuk pengen tau dan pengen mencoba menu sajian usaha kita.Skema sederhana bisnis angkringan nasi kucing.  Berikut ini skema sederhana bisnis Angkringan Nasi Kucing:

Perhitungan omset harian :

Misalkan pengunjung per hari ( tamu ) 35 orang rata2 belanja tiap tamu Rp. 10.000 (makan ditempat + bungkus ) Maka :

  • Omset brutto harian  35 x Rp 10.000                                   Rp.     350.000
  • Omzet bulanan 30 x Rp 350.000                                           Rp 10.500.000

Pengeluaran :

  • biaya masak + minuman / bulan *                Rp.  6.000.000 ( 200.000/ hari )
  • karyawan 2 orang                                              Rp.  1.800.000
  • sewa tempat                                                       Rp.    400.000
  • listrik + keamanan                                            Rp.    100.000
  • biaya lain-lain                                                    Rp.    150.000

Total                                                                      Rp 8.450.000

  • Nett profit bulanan                                                                    Rp  2.050.000
  • Investasi awal 4.000.000
  • Pembelian perlengkapan tambahan 2.000.000
  • Nett profit bulanan 2.050.000
  • ROI 3 bulan

Perhitungan belanja harian sebesar 200.000 adalah perhitungan apabila kita memasak sendiri, ada solusi yang lebih efektif adalah apabila kita bisa mengajak tetangga untuk menjadi supplier makanannya , dan menerapkan sistem konsinyasi / titip jual, jadi kita  hanya membayarkan titipan makanan yang laku terjual.

MARKETING INSTANT


BAURAN pemasaran atau marketing mix,seperti apa yang dikemukakan oleh Philip Kotler yakni: harga (price), promosi (promotion),  distribusi(place), dan produk(product) menjadi faktor dominan di dalam menuju pangsa pasar (target market). Maka pemasaran (markrting) secara sederhana dapat di ilustrasikan sebagai wadah atau tempat memproses yang mengaplikasikan atau meramu bumbu-bumbu dan bahan baku secara khas untuk membuat produk atau jasa yang dapat menarik konsumen.

Adanya unsur keras dalam bauran pemasaran cenderung bersifat kuantitatif, dan merupakan unsur yang mahal jika dibandingkan dengan unsur lunak yang bersifat kualitatif (unsur kreatifitas, unsur pikologis, unsur perasaan, dan unsur keterampilan).Dalam himpitan persaingan bisnis yang semakin kompetitif, masing-masing  organisasi/perusahaan saling berlomba dan dituntut pandai melakukan kiat-kiat membidik pasar secara akurat agar memperoleh bagian pasar. Peran strategi yang ketat ini tampak dirasakan oleh industri fastfood.

Manusia yang telah terikat dalam suatu sistem organisasi tidak dapat melakukan suatu kegiatan dalam konteks sendiri-sendiri. Melainkan  harus  terintegrasi secara menyaluruh utuk mencapai tujuan. Karena  tujuan  organisasi  dapat  terwujud  manakala masing-masing bagian bekerja sama dalam suasana yang hamonis, tanpa memaksakan kehendak masing-masing. Dalam dunia pemasaran, aspek gaya atau trik yang dapat meyakinkan pembeli sangat mutlak diperlukan. Salah satu trik tersebut adalah apa yang disebut dengan salesmanship atau seni menjual. Dalam seni menjual, sangat terkait dengan “skill”.

13  Unsur Borden’s  Mix.

Tahun 1929, Niel Borden dari Harvard Business Research sudah menentukan bahwa tersedianya jenis resep yang tidak terbatas untuk  menciptakan nilai tambah dalam pasar. Kita banyak mengenal konsep marketing mix  seperti yang dipaparkan oleh Philip Kotler dengan konsep The Four P’s, yaitu : product, promotion, place, and price, dan konsep marketig mix yang lain, yakni The Three R’s (Relationship, Reability, and Reserch).

Dari berbagai mix tersebut di atas, ternyata Borden’s mix yang terdiri dari 13 unsur sampai saat ini masih relevan keberadaannya, namun kurang mendapat perhatian yang serius dari pelaku bisnis. Artinya di dalam melakukan proses marketing sebenarnya kita tidak hanya menentukan bumbunya,akan tetapi bagaimana cara memasak bumbu tersebut dan mencampurnya.Ke-13 unsur tersebut meliputi :

  1. Arsitektur produk. Dari segi lunaknya, arsitektur memberikan perasaan kerasan (at home) dan kecocokan dengan kebutuhan pelanggan.              
  2. Assortmen (pilihan). Dengan adanya tambahan pilihan produk, maka pelanggan akan lebih tertarik karena dengan tambahan assortmen, harga produksi relatif lebih  ringan.  
  3. Package (kemasan). Package merupupakan faktor ekonomis, yaitu terkait dengan faktor mengurangi resiko supaya  dalam pengiriman lebih aman.
  4. Brand name. Bila hanya terdapat satu produk saja, maka tidak perlu dipikirkan adanya brand name, karena merk dan produk menjadi identik.  Dulu orang membeli Philip selalu mendapatkan lampu tanpa komentar, sekarang perlu menjelaskan lebih lanjut.  
  5. Design. Integrasi dari faktor-faktor mix menciptakan kepribadian dari segiproduk yang relevan pada design. Sebagai contoh, Pabrik Olivetti untuk produk komputer menjadi leadingdalam hal design. 
  6. Harga. Adanya prinsip bahwa harga murah lebih laku dari pada harga mahal belum tentu berlaku. Di bidang kosmetik orang tidak membeli barangnya, akan  tetapi lebih pada membeli kecantikan atau cita-cita (dream) supaya awet muda.  
  7.  Distribusi. Distribusi merupakan faktor yang dari segi kerasmenentukan keuntungan dan volume, karena dapat menciptakan nilai tambah, sebab distribusi dapat meningkatkan pelayanan pada pelanggan. Dengan demikian distribusi merupakan strategi yang paling efektif.
  8.  Penjualan. Penjualan merupakan puncak dari proses marketing, sehingga dari segi keras, penjualan terkait dengan pendidikan dan keterlibatan pada company.
  9.  Reklame. Reklame merupakan pembawa message, kepuasan dan selera yang terkait dengan media, design serta pengaruh psikologis.
  10. Merchandising. Kegiatan yang terkait dengan  merchandising adalah melakukan seleksi, kombinasi,presentasi serta memberikan informasi dari sebuah produk tertentu agar supaya barangnya laku terjual.   
  11. Promosi. Kegiatan ini merupakan usaha untuk menarik pelanggan, caranya dapat dilakukan dengan cara memberi kesempatan untuk mencoba produknya. Hal yang sangat penting dalam promosi adalah menciptakan tawaran yang atraktif , misalnya dengan hadiah, kupon, penjualan di bawah harga umum dan sebagainya. 
  12.  Client servis. Perlu disadari bahwa seorang marketing  tidak hanya menjual barang,akan tetapi menjual nilai. Selam pelanggan belum bisa menikmati nilai tambah dari barang tersebut, maka marketing belum berhasil. Dengan demikian hubungan secara personal dengan pelanggan sangat dominan.  
  13. Public relations. Tidak semua stockholder mendapat perhatian secara maksimal, oleh karena peran public relations adalah menjaga agar kepuasan semua stakholder benar-benar dapat terpenuhi, yakni stocholder benefit. Itulah unsur-unsur dari borden’s mix yang masih terlupakan.

Public  Relations, mempunyai falsafah yang sangat mulia, yakni mengangkat martabat manusia, masyarakat tidak daoat dianggap bodoh, masyarakat perlu diberi informasi secara benar dan  jujur  serta masyarakat perlu dihormati dan ditingkatkan pendidikannya. Dalam konteks ini jelas bahwa public relations merupakan suatu pendekatan yang paling strategis, karena teknik yang digunakan sangat terkait dengan konsep komunikasi multi arah.

Public Relation sebagai sebuah fungsi manajemen yang memfokuskan diri pada membangun/mengembangkan relasi serta komunikasi yang dilakukan individual maupun organisasi terhadap public guna menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Publick yang dimaksud ada tujuh kategori publik, yaitu para Employees-Stocholders-Communities-Media-Government-Investment-Community-Cutomers. Dari pengertian tersebut tampak bahwa aktifitas Public Relations berada pada kata manajemen relasi dan komunikasi yang berujung pada terciptanya hubungan baik dengan berbagai pihak demi meningkatkan pencitraan individu atauperusahaan tersebut. Pencitraan yang terbentuk dengan baik akan memberikan dampak yang baik pula demi terciptanya tujuan-tujuan yang ditetapkan individu atau pun organisasi.

Ada 5 (lima) M peran dan tugas seorang pemasar. Pertama, meningkatkan kepuasan pelanggan. Ketua, menciptakan pembeli potensial. Ketiga, meningkatkan permintaan. Keempat, menjadikan permintaan inalistik. Kelima, menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kelima aspek tersebut dapat tercapai apabila kita mampu memahami adanya konsep dasar dari pemasaran, yakni: adanya, kebutuhan, keinginan, permintaan, produk, nilai, pertukaran, transaksi, dan pasar.

Sumber : Bambang Darmadi, Marketing instans, Universitas Atma Jaya,  Yogyakarta, 2010.

 

“Permainkan Market Anda”


Bermain game pada prinsipnya sama dengan menjalani kehidupan nyata dimana kita harus berlatih mengambil keputusan (decision making) dan memecahkan masalah (problem solving). Bedanya di kehidupan nyata kita tidak dapat mengulang kembali waktu seenaknya seperti saat bermain game (tidak ada fitur Save Game dan Load Game di dunia nyata). Game tidak bisa dianggap terlalu serius dan kehidupan nyata juga senantiasa harus dibawa fun.

PADA  prinsipnya, ada jiwa anak kecil dalam diri setiap konsumen, tak peduli berapapun umurnya. Kuncinya adalah bagaimana kita memicu dan menggerakkan jiwa anak kecil tersebut. Tidak ada orang yang menolak jika disuguhi hiburan yang menarik dan bermanfaat. Setiap orang akan cepat memahami sesuatu dan melakukan sesuatu jika mereka merasa “fun” dalam melakukannya dan tidak merasa terpaksa. Maka dari itu, marketer harus menghindari segala hal yang bersifat memaksa dan rutinitas bagi konsumen dalam memasarkan produk. Dan sebagai gantinya, marketer harus berusaha agar segala proses pemasaran dan penjualan produk menjadi “fun” bagi konsumen.

Berubahnya zaman membuat semuanya berubah, termasuk perilaku konsumen. Contohnya, dengan maraknya social media sekarang ini, para konsumen sudah enggan untuk menghubungi langsung customer care jika mereka merasa tidak puas dengan suatu produk dan lebih memilih untuk mengeluh lewat social media seperti facebook atau twitter ke semua teman dan kerabat. Padahal lebih efektif jika keluhan mereka itu disampaikan langsung dengan menghubungi nomor customer care yang sering tertera pada kemasan dan biasanya tidak dikenakan biaya pulsa.

Contoh lainnya suatu toko merek telepon genggam yang terkenal meski sudah memasang iklan atau promosi di media cetak dan sebagainya, toko tersebut tetap sepi pengunjung. Namun ketika toko tersebut menggelar perlombaan game yang saat itu sedang populer, toko tersebut pun menjadi ramai pengunjung. Ini membuktikan bahwa mereka tidak lagi tertarik hanya dengan promosi biasa atau cara lama perusahaan. Konsumen harus ditarik atau digerakkan dengan cara lain. Dan Game terbukti bisa menjadi channel yang mampu menyedot perhatian pasar dan juga bisa menyatukan (engage) pasar dan menggerakkan (drive) konsumen untuk tujuan tertentu. Engagement tersebut pun dapat menggairahkan kembali segmen pasar yang tadinya lesu atau sudah berpindah ke pesaing lain.

Industri game dan marketing adalah industri yang tak akan pernah mati. Semakin zaman berubah dan berkembang, kedua industri ini justru akan semakin bergairah. Ini adalah dua industri yang selalu mampu menyesuaikan dirinya dengan segala macam perubahan dan perkembangan. Hal terpenting lainnya, kedua industri yang sama-sama menuntut kreativitas ini ternyata bisa saling mendukung dan melengkapi satu sama lainnya.

Teori atau konsep utama marketing adalah tentang STP (Segmentation, Targeting, Positioning), serta 4P (People, Price, Product, Place). Namun semua itu dapat disederhanakan menjadi 1P, yaitu Perception (Persepsi). Jika persepsi konsumen sudah sesuai dengan keinginan kita, maka hanya masalah waktu saja sampai mereka akan bergerak sendiri untuk membeli dan menjadi loyal terhadap produk kita.

Digital Marketing menjadi salah satu faktor utama mengapa marketing kini bisa memanfaatkan industri game untuk mencapai hasil yang lebih maksimal. Digital Marketing itu sendiri dapat diartikan sebagai marketing yang sudah berevolusi karena perkembangan internet dan teknologi digital. Dan guna atau kelebihan Digital Marketing dibanding marketing yang konvensional yaitu supaya kita bisa menciptakan kebutuhan lebih cepat dan praktis, bahkan sebelum konsumen merasa membutuhkannya.

Pengertian kampanye Gaming Your Market (GYM) dengan menggunakan channel game adalah menerapkan mekanisme-mekanisme yang ada di dalam game dan mengadopsinya sedemikian rupa sehingga mampu menarik dan dapat memberikan experience baru kepada konsumen. Sebelum menentukan langkah-langkah di dalam GYM, ada faktor-faktor yang perlu diperhatikan terlebih dulu seperti apa jenis produk, perilaku pasar, segmen pasar, dan masih banyak lagi. Setelah itu barulah menyusun dan merencanakan mekanisme game apa saja dan mana saja yang cocok untuk dimasukkan dan diterapkan pada kampanye GYM.

Langkah-langkah persiapan sebelum memulai GYM adalah Segment (Target Pasar), Purpose (Tujuan),  PositioningActivity, PlatformBudget, Timeline, dan  People. Setelah itu ada 12 elemen penting yang harus diperhitungkan dan dipertimbangkan dalam strategi yang telah di susun sebelum meluncurkan kampanye GYM. Dua belas elemen tersebut antara lain: Mampu menarik perhatian, mudah disesuaikan dengan segmen pasar, bersifat interaktif, tantangan dan persaingan, tidak memaksa, kepuasan tersendiri, positive feedback, positive gaming, mampu membangun komunitas, peluang tidak terbatas, bisa diukur efek dan efektivitasnya, serta budget vs benefit. Elemen-elemen tersebut dapat dijadikan patokan atau petunjuk (guidelines) dalam menyusun strategi GYM. Ada kemungkinan juga tidak semua dari 12 elemen penting tersebut bisa dimasukkan semua, tergantung dari level GYM mana yang dioperasikan.

Mekanisme-mekanisme yang terdapat di dalam game antara lain: Points atau Experience (PTS atau EXP), Level, Difficulty Level, Save/Load Game, Visual Display (tampilan), Interface (alat pengontrol seperti keyboard untuk game PC, pistol-pistolan pada mesin game di game center), Arcade (Electro-Mechanical), Storytelling, Inventory (semua benda yang dapat dibawa atau dimiliki setiap karakter dalam game), Karakterisasi, dan Random Events.

Ada 3 level berdasarkan bagaimana GYM dijalankan yaitu

  1. Applicator: jika perusahaan tersebut hanya menerapkan mekanisme game atau memanfaatkan suatu game, tanpa membuat game sendiri atau menciptakan game yang mengusung merek perusahaan itu sendiri.
  2. Creator: jika perusahaan tersebut menciptakan game yang mengusung mereknya sendiri.
  3. Booster: jika strategi dan kampanye GYM-nya sudah menjadi inti dari Marketing Plan secara keseluruhan. Namun bukan berarti level yang satu adalah lebih baik dari level yang lain, karena level yang dimaksud di sini bukanlah menjelaskan tentang kualitas atau tinggi rendahnya aktivitas GYM yang dijalankan melainkan ketiga level tersebut tergantung dari kebutuhan dan tujuan yang hendak diraih oleh merek atau perusahaan.

Bagi perusahaan yang hendak beroperasi di level Creator dan Booster harus memahami proses/tahapan-tahapan dalam pembuatan game. Tahapan tersebut terdiri dari

  1. Tahap Planning: merupakan tahap awal perencanaan dimana tugas pengembang game adalah mengumpulkan dan mengeksplorasi segala data dan informasi tentang kebutuhan perusahaan klien.
  2. Tahap Pengembangan: tim desain mulai akan mulai menerjakan mekanisme game yang diperlukan dan mendetilkannya.
  3. Tahapan QC (Quality Control): menguji kestabilan game dan menjamin kualitasnya.
  4. Tahapan Polishing: feedback dari tahapan QC untuk memoles lebih matang lagi experience bermain yang bisa diberikan.
  5. Tahapan Delivery/Deployment: game siap dirilis atau diserahkan ke klien.
  6. Tahapan Post Development: merupakan tahapan perawatan (maintenance dan update).

Marketing Your Game berarti bagaimana memasarkan game yang sudah dirilis ke pasar agar game tersebut mampu men-drive pasar sesuai dengan keinginan kita. Karena percuma menciptakan game yang bagus dan canggih jika ternyata pasar tidak tertarik memainkan atau bahkan tidak aware akan keberadaan game tersebut. Dan strategi untuk memasarkan game tersebut bisa dimulai dengan menciptakan kesan pertama yang kuat dan orisinil.

Selanjutnya game harus mampu meninggalkan kesan yang membekas dan melekat erat di benak setiap pemainnya. Selama proses penciptaan game, kita harus berpikir seperti alien untuk bisa menghasilkan konsep yang kreatif dan bahkan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Kemudian sebisa mungkin membuat game yang seakan-akan telah memegang kendali dalam kehidupan pemainnya seperti mereka akan merasa kehilangan apabila tidak memainkannya satu hari saja.

Cara untuk mempromosikan atau mengiklankan game yang paling bagus ialah tidak dengan cara promosi atau beriklan melainkan dengan memberikan fakta dan bukti nyata bahwa game tersebut memang terkenal dan layak dimainkan. Kampanye GYM harus membangun basis yang kuat dan batu loncatannya sendiri suapya bisa mencapai tujuannya. Selain itu, game yang bagus juga harus didukung oleh halamn Wiki atau manual yang dikelola dengan baik untuk menjadi sumber segala informasi tentang game yang bersangkutan. Strategi lainnya untuk memasarkan game tersebut ialah dengan terus meng-update-nya, dan memperhatikan replayability (semua faktor dan fitur yang dapat membuat game tetap terasa fun walaupun dimainkan berulang-ulang) serta etika.

Hal yang perlu diperhatikan menyangkut etika dalam game ialah: Hindari membuat game yang mengandung hal-hal yang secara pengetahuan tidak benar (melebih-lebihkan boleh, tapi tetap harus mengandung kebenaran); Hindari unsur kekerasan yang berlebihan; Hindari unsur seks yang berlebihan; Hindari faktor rasis atau segala hal yang bisa memojokkan SARA; Sesuaiakan game dengan segmen pasar yang hendak dituju; Hindari memakai segala atribut yang punya hak paten atau milik pihak lain, kecuali sudah memiliki izin dari pihak yang bersangkutan.

Dalam kampanye GYM, konsep Gaming your Market dan Marketing your Game harus berjalan secara paralel dan sinkron untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dan beberapa indikator atau patokan untuk menentukan sukses atau tidaknya kampanye GYM yang dijalankan adalah:

  1. Engagement dan interaksi mendalam (Customer Engagement). merupakan indiaktor pertama dari keberhasilan GYM, yaitu apakah Anda mampu mengumpulkan dan melibatkan sebanyak mungkin konsumen dan bagaimana memicu, mengelola serta mengarahkan segala interaksi yang terjadi di dalamnya agar bisa mencapai tujuan yang diinginkan.
  1. Awareness dan positioning yang benar. yaitu jika konsumen tidak salah (tidak tertukar) antara merek Anda dengan yang lain, dan juga mereka memahami benar apa positioning, diferensiasi dan kelebihan produk Anda dibanding yang lain.
  1. Kualitas hubungan meningkat (Customer Relation). Kualitas yang dimaksud di sini adalah meningkatnya mutu interaksi yang terjadi baik antara perusahaan dengan konsumen, atau konsumen dengan sesama konsumen. Karena percuma jika banyak interaksi tetapi yang ada hanya saling menjelekkan dan mencela. Hubungan atau interaksi tidak hanya harus banyak secara kuantitas, tetapi juga harus baik (positif) secara kualitas.
  1. Mengubah perilaku konsumen. Yaitu terjadinya perubahan perilaku konsumen atau pelanggan ke arah yang kita inginkan.
  1. Terbentuknya komunitas. Merupakan indikator terpenting dalam GYM. Setelah komunitas terbentuk dan interaksinya menjadi hidup dan ramai, maka komunitas tersebut sudah siap difungsikan untuk berbagai macam tujuan.
  1. Peluang pengumpulan data (Data Gathering). Metode pengumpulan data lewat bermain game atau melaksanakan aktivitas yang menerapkan mekanisme game bisa dilakukan dan disiasati dengan berbagai cara, tergantung dari jenis game atau mekanisme game yang digunakan. Dengan demikian GYM sangat bisa membantu dalam keperluan riset dan survei pelanggan yang dilakukan banyak perusahaan.
  1. Timbal balik online dan offline. Kesuksesan kampanye GYM yang dijalankan juga dapat dilihat jika segala aktivitas yang terjadi di ranah online bisa “diterjemahkan” atau memicu aktivitas di offline, dan sebaliknya.

Contoh aplikasi dari suatu perusahaan yang menerapkan GYM yaitu Pocari Futsal Online, Baby Write Number, NutriSari Social Garden, L’oreal Reveal, dan sebagainya.

Kesimpulan

Konsumen adalah individu yang dibesarkan dengan bermain. Maka dari itu, ada baiknya jika perusahaan memandan para konsumennya sebagai gamer. Dan “fun” merupakan satu-satunya unsur yang dapat menggerakkan mereka. Perusahaan kini juga harus menyadari bahwa bukan kebutuhan yang menggerakkan konsumen, melainkan keinginan. Lalu, yang memicu keinginan atau desire dari konsumen mereka bukanlah iklan dan segala bentuk promosi lainnya, melainkan hiburan (entertainment).

Hal itu dikarenakan perilaku konsumen sudah berubah. Mereka tidak lagi terkesan dan terpengaruh oleh iklan. Sudah tertanam di pikiran mereka, bahwa iklan selalu menyajikan sesuatu yang bersifat berlebihan dan bahkan terkadang tidak masuk di akal. Bahasa, suara, serta visual yang digunakan sesekali bisa memukau penonton, tapi ternyata tidak menjamin konsumen bisa menyerap informasinya dengan benar. Tidak sedikit konsumen yang menyukai iklan tertentu sampai mengingat adegan, musik, atau bahkan tagline-nya tapi tidak bisa mengingat merek produk yang diiklankan. Namun bukan berarti buku ini menganggap iklan sudah tidak layak, melainkan buku ini menyarankan agar kita melakukan cara yang lebih menarik lagi untuk menggerakkan konsumen.

Pada prinsipnya, ada jiwa anak kecil dalam diri setiap konsumen, tak peduli berapapun umurnya. Kuncinya adalah bagaimana kita memicu dan menggerakkan jiwa anak kecil tersebut. Tidak ada orang yang menolak jika disuguhi hiburan yang menarik dan bermanfaat. Setiap orang akan cepat memahami sesuatu dan melakukan sesuatu jika mereka merasa “fun” dalam melakukannya dan tidak merasa terpaksa. Maka dari itu, marketer harus menghindari segala hal yang bersifat memaksa dan rutinitas bagi konsumen dalam memasarkan produk. Dan sebagai gantinya, marketer harus berusaha agar segala proses pemasaran dan penjualan produk menjadi “fun” bagi konsumen. Karena itulah game merupakan channel yang paling bisa melibatkan (engage) sekaligus menggerakkan (drive) pasar.

Sumber: Ivan Mulyadi, Gaming Your Market, Publishing One, Jakarta, 2012.

Integralitas Etika Bisnis


salesETIKA berasal dari kata ethos diartikan sebagai adat istiadat atau kebiasaan. Etika dihubungkan dengan filsafat moral, ilmu yang membahas nilai dan norma yang diberikan oleh moralitas dan etika dalam pengertian pertama di atas.Nietzsche berpendapat Etika sebagai ilmu menghimbau orang untuk memiliki moralitas tuan dan bukan moralitas hamba.

Etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdibud)[1] : Etika adalah : a. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, b. tentang hak dan kewajiban moral (akhlak), c. nilai mengenai benar dan salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarkat umum.  Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan bertanggungjawab.

Etika (Ethics) dapat  diartikan sebagai berikut : (a). dasar moral yaitu nilai-nilai tentang apa yang baik dan apa yang buruk, dan berkaitan dengan hak dan kewajiban. (b). Sebagai pedoman perilaku, sikap atau tindakan yang diterima dan diakui sehubungan dengan kegiatan manusia atau  kelompok tertentu. (c). Merupakan persoalan pendidikan, memberikan contoh yang benar dan pelayanan untuk mempraktekan perilaku moral dengan dialog yang jujur. Dalam hal ini, etika merupakan proses pembelajaran mengenai benar dan salah dan kemudian melakukan hal yang benar. (d). Etika dipandang sebagai ilmu tentang berperilaku mencakup aturan dasar yang dianut dalam hidup dan kehidupan.

Pada prinsipnya etika (ethics) mengacu  pada; a). Norma moral. Moral berhubungan dengan suatu tindakan antara yang benar dan salah dan  mengacu pada standar yang diakui tentang sikap yang benar dan baik. Tindakan yang sesuai norma disebut tindakan bermoral  baik, dan sebaliknya yang tidak sesuai dengan norma tersebut bermoral buruk atau immoral. b). Sikap dari kelompok tertentu atau seprofesi. C). Rambu-rambu prinsip moral yang menyeluruh, terutama rambu-rambu profesi tertentu.

Arti Bisnis dari yang telah dijelaskan di BAB 1 diatas adalah “keseluruhan kegiatan usaha yang dijalankan oleh orang atau badan secara teratur dan terus menerus yaitu berupa kegiatan mengadakan barang-barang atau jasa-jasa maupun fasilitas-fasilitas untuk diperjualbelikan, dipertukarakan, atau  disewakan dengan  tujuan mendapatkan keuntungan.  Menurut Kamus Besar Indonesia :  “Bisnis adalah usaha dagang, usaha komersial dalam dunia perdagangan”

Etika Bisnis

Dalam Etika Bisnis diterapkan secara khusus prinsip-prinsip dan norma-norma moral di bidang bisnis. The World Book Encyclopedia (2008), mengungkapkan etika mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang benar dan salah dengan menggunakan metode “reasoning”, bukan benar-salah menurut kepercayaan atau tradisi.

Oleh karena itu, selalu ada ”reason” (alasan) mengapa kita harus memegang teguh etika. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan berikut ini dan lihatlah apa yang Anda akan dapatkan kalau Anda konsisten menjalankan apa yang Anda katakan (Maxwell, 1982):

Apa yang Saya Katakan Apa yang Saya Lakukan Apa Yang Mereka Kerjakan
Saya bilang pada karyawan: “Datanglah ke kantor tepat waktu.” Saya  tiba tepat waktu Mereka datang tepat waktu
Saya katakan pada karyawan: “Bersikaplah positif” Saya menunjukkan sikap positif Mereka akan berperilaku positif
Saya katakan pada karyawan: “Utamakan pelanggan” Saya mendahulukan konsumen Mereka mengutamakan konsumen

Boone and Curtz (2002:44) mengartikan etika bisnis sebagai standar perilaku dan nilai-nilai moral yang mengontrol tindakan serta keputusan pelaku bisnis sedangkan Bertens (2000) mengartikannya sebagai sebuah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis Responsibility- Consequences of management actions and decision.  Kant mengungkapkan kalau Kebebasan dan tanggung jawab adalah unsur pokok dari otonomi moral yang merupakan salah satu prinsip utama moralitas, termasuk etika bisnis.

Etika Bisnis merupakan salah satu bentuk dari Etika Terapan. Sehingga kenapa berbisnis perlu menggunakan etika antara lain :

  1. Bisnis tidak hanya bertujuan untuk profit melainkan perlu mempertimbangkan nilai-nilai manusiawi, nilai-nilai kejujuran dan nilai hokum positif apabila tidak akan mengorbankan hidup banyak orang, sehingga masyarakat pun berkepentingan agar bisnis dilaksanakan secara etis;
  2. Bisnis dilakukan diantara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, sehingga membutuhkan etika sebagai pedoman dan orientasi bagi pengambilan keputusan, kegiatan, dan tindak tanduk manusia dalam berhubungan (bisnis) satu dengan lainnya;
  3. Bisnis saat ini dilakukan dalam persaingan yang sangat ketat, maka dalam persaingan bisnis tersebut, orang yang bersaing dengan tetap memperhatikan norma-norma etis pada iklim yang semakin profesional justru akan menang.
  4. Etika dalam berbisnis ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri. Perkembangan dunia usaha untuk kemajuan teknologi perusahaan yang berskala produksi besar dan menyerap banyak tenaga kerja. khususnya dengan adanya perubahan perusahaan tersebut  harus menyadari bahwa dalam beroperasi harus memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
  5. Dunia usaha berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat denga mempertimbangkan pula faktor lingkungan hidup. Dunia usaha tidak lagi hanya memperhatikan catatan keuangan perusahaan semata (single bottom line), melainkan sudah meliputi aspek keuangan, aspek sosial, dan aspek lingkungan yang biasa disebut triple bottom line.  Lingkungan hidup dan permasalahan sosial yang ditimbulkan semakin tegas, juga standar dan hukum yang akan berlaku. Beberapa investor dan perusahaam manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR (Corporate Social Responsibility)

Berbisnis dengan Etis?

Berperilaku jujur dalam menjalankan aktivitas bisnis. Ini meliputi seluruh aspek dalam menjalankan usaha. Misalnya dalam aspek produksi berarti kita menghasilkan produksi sesuai dengan standar kualitas, aman dikonsumsi orang lain, dan memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh hukum maupun pembeli. Jujur berarti terbuka, menyebutkan segala kekurangan dan bahaya yang timbul dari produk anda. Jujur dalam berproduksi, memasarkan dan jujur dalam membayar pajak.

Perusahaan yang tumbuh menjadi besar didirikan oleh:

  1. Orang-orang biasa yang sedari awal memegang teguh nilai-nilai moral dan etika.
  2. Menjaga kepercayaan dan tidak sembarangan dalam berkata-kata, apalagi dalam bertindak.
  3. Bekerja dengan tata nilai, dan merekrut orang dengan melihat nilai-nilai yang dianutnya. Mereka menanamkan nilai-nilai yang sehat sedari awal.

Peter Koestenbaum (2002) memberikan formula untuk memahami etika sebagai “melayani sesama”.  Karena keberadaan kita ditentukan oleh adanya orang lain, maka janganlah melakukan sesuatu pada   orang lain atas apa yang kita sendiri tidak senang menerimanya. Misalnya, anda tak senang tertipu, maka janganlah melakukan penipuan pada orang lain. Melayani sesama juga berarti Anda mau melihat dari kacamata orang lain. Masuklah ke dalam alam berpikir orang lain (another person’s point of view) dan lihatlah apakah perbuatan Anda menyenangkan atau tidak.

Seringkali orang tidak menyadari perbuatannya akan mencelakakan orang lain sebelum waktunya tiba “Melayani sesama” juga berarti Anda menjadi seorang yang lebih dari orang yang mengembangkan orang lain (karyawan)

Anda berarti menjadi mentor/ guru yang membantu karyawan – karyawan anda menemukan hidupnya, melepaskan belenggu – belenggu mereka dan membuat hidup mereka lebih bermakna, lebih bernilai.

  1. Jangan masuk ke dalam bisnis yang tidak riil, apalagi yang menjanjikan kekayaan dalam waktu cepat (instant). Hindarilah membaca buku-buku yang menjanjikan cara-cara cepat, instan dan memotong kompas.
  2. Yakinkan dan ucapkan terus dalam diri Anda bahwa Anda mampu bekerja keras dan kerja keras selalu berakhir baik.
  3. Berbisnislah dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan, persamaan, keterbukaan, win-win, melayani dan tanamkanlah nilai-nilai itu di usaha yang Anda bangun.
  4. Jangan tergoda untuk cepat berhasil. Ingatlah semua ada waktunya. Waktu yang terlalu cepat dipacu dapat beresiko negatif.
  5. Rekrutlah karyawan yang jujur dan jalankan apa yang Anda ucapkan.

PERAN ETIKA DALAM BISNIS

Cutlip,et.al (1007:141) berpendapat etika dan pemberlakuan aturan perilaku ini penting untuk melindungi orang-orang yang mempercayakan dirinya kepada kalangan professional yaitu antara lain : a). privelese profesi yaitu tinjauan berdasarkan pada kepercayaa public terhadap keahlian dan kebenaran tindakan profesional b). Status profesi. C). Otoritas profesi.

Untuk lebih lengkap lagi, Peran etika dalam bisnis begitu penting antara lain :

  1. Untuk membangun kultur bisnis yang sehat, idealnya dimulai dari perumusan etika yang akan digunakan sebagai norma perilaku sebelum aturan (hukum) perilaku dibuat dan laksanakan, atau aturan (norma) etika tersebut diwujudkan dalam bentuk aturan hukum.
  2. Sebagai kontrol terhadap individu.pelaku dalam bisnis yaitu melalui penerapan kebiasaan atau budaya moral atas pemahaman dan penghayatan nilai-nilai dalam prinsip moral sebagai inti kekuatan suatu perusahaan dengan mengutamakan kejujuran, bertanggung jawab, disiplin, berperilaku tanpa diskriminasi.
  3. Etika bisnis hanya bisa berperan dalam suatu komunitas moral, tidak merupakan komitmen individual saja, tetapi tercantum dalam suatu kerangka sosial;
  4. Etika bisnis menjamin bergulirnya kegiatan bisnis dalam jangka panjang, tidak terfokus pada keuntungan jangka pendek saja;
  5. Etika bisnis akan meningkatkan kepuasan pegawai yang merupakan stakeholders yang penting untuk diperhatikan.
  6. Etika bisnis membawa pelaku bisnis untuk masuk dalam bisnis internasional.
  7. Pengelolaan bisnis secara profesional ; berdasarkan keahlian dan ketrampilan khusus, mempunyai komitmen moral yang tinggi, menjalankan usahanya berdasarkan profesi/keahlian

TEORI ETIKA DAN ALIRAN FILSAFAT

Etika ditinjau dari segi filsafat : Etika sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk sebagai pedoman sikap dan  tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan norma-norma.

  1. Etika Utilitarian

Etika utilitarian menitik beratkan pada utilitas atau hasil yang diharapkan daris etiap keputusan untuk menentukan apa yang Baik atau buruk dan setiap tindakan diukur dari apakah tindakan itu menghasilkan tingkat kesenangan atau kebahagian dan kemanfaatan yang terbanyak dengan pengorbanan yang sedikit. Filsafat ini dipelopori oleh Jeremy bentham (1780) dan john stuart mills (1861) yang berusaha memaksimalkan manfaat dari keputusan untuk orang sebanyak-banyaknya dan meminimalkan konsekuensi negative bagi orang lain.[2]

  1. Etika Deontologi

Etika Deontologi berasal dari kata Yunani Deon artinya kewajiban. penekanan pada kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. “baik atau buruk setiap tindakan tidak diukur dari hasil nya, tetapi merupakan kewajiban moral /tugas yang bersumber dari kehendak secara mandiri.

Suatu tindakan itu baik  dinilai berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri bukan pada akibat atau tujuan baik dari tindakan itu Tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan berdasarkan kewajiban yang memang  harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat tindakan itu. Menekankan motivasi, kemauan baik dari pelaku bisnis. Filsafat etika ini dipelopori oleh imanuel kant (1724-1804) yang mengungkapkan etika harus dipandu oleh kewajiban ketimbang konsekuensi.

Tiga prinsip supaya tindakan itu mempunyai nilai moral:

  1. Tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban;
  2. Tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu, melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu;
  3. Dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal.

3. EtikaTeleologi.

Etika yang mengukur  baik  buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan  yang hendak  dicapai,  atau berdasarkan   akibat  yang    ditimbulkan   oleh tindakan tersebut.

PRINSIP DAN LANDASAN ETIKA BISNIS

Prinsip etika bisnis pada umumnya melihat juga bagaimana budaya yang ada disekitarnya atau lingkungannya turut mewarisi budaya perusahaan. Seperti halnya pada bangsa Jepang dengan budaya “Bushido” dan bisnis yang bermula/berasal dari team work  keluarga yang terus melekat pada budaya perusahaan. Semangat” Bushido” dilandasi; kejujuran, keberanian, keadilan, kesetiaan, kedermawanan dan pengendalian diri.

Permasalahan yang sering kita temukan dalam kehidupan bisnis yaitu apabila terjadi penyimpangan etika bisnis yang sudah mendarah daging, sangat sulit diatasi dalam waktu singkat, seperti halnya budaya sogok, suap, dan sebagainya.

Oleh karena itu peranan dan penegakkan hukum sangat penting dan diperlukan,  sebagai sarana  yang tepat untuk mendorong ditaatinya nilai etis tertentu dalam bisnis. Ada beberapa prinsip dasar dalam etika bisnis antara lain :

  1. Prinsip Otonomi yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keselarasan tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
  2. Prinsip Kejujuran; dalam hal ini kejujuran adalah merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis, kejujuran dalam pelaksanaan kontrol terhadap konsumen, dalam hubungan kerja, dan sebagainya.
  3. Prinsip Keadilan bahwa setiap orang dalam berbisnis diperlakukan sesuai dengan haknya masing-masing dan tidak ada yang boleh dirugikan.
  4. Prinsip Saling menguntungkan; juga dalam bisnis yang kompetitif.
  5. Prinsip integritas moral; ini merupakan dasar dalam berbisnis, harus menjaga nama baik perusahaan tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.
  6. Prinsip berbagi; saling membantu dan saling menjaga antara produsen dan konsumen.

Dalam pengelolaan perusahaan yang baik dikenal prinsip “GCG”( Good Corporate Governance) , dengan memperhatikan prinsip-prinsip bisnis : prinsip fairness, prinsip transparancy, prinsip accountability, prinsip responsibility.

1)     Transparansi: yaitu ketebukaan dalam melaksanakan prosespengambilan keputusan dalam mengemukakan informasi materriil dan relevan mengenai perusahaan.

2)     Kemandirian, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa bentruran kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak ,manapun yang i manapun yang tidak sesuai denag peraturan perundan-undangan yang berlaku.

3)     Akuntabilitas yaitu kejelasan fungsi,pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelola perusahaan terlaksana secara efektif.

4)     Pertanggungjawaban, yaitu kesesuain di dalam pengelolaan prsh terhadap peraturan per-uu-an yang berlaku.

5)     Kewajaran, yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peratutan per-uu-an yang berlaku.

PELANGGARAN ETIKA BISNIS

Masalah yang sering terjadi dalam kegiatan berbisnis misalnya :

1)     Bidang Periklanan.

yang dilihat dari persepektif etika bisnis : iklan tidak ada unsur kebohongan/penipuan; Pernyataan yang     menyesatkan; bertentangan dengan moral/etika; serta menghina ras dan agama.

2)     Pelanggaran Terhadap Haki.

Pelanggaran, penjiplakan terhadap hak Cipta, Merk, Paten, Disain Industri, Rahasia Dagang, dan sebagainya.

3)     Menjalin usaha yang ilegal.

Berhubungan dengan bisnis illegal seperti memperjual belikan minuman keras, rokok, narkoba atau bisnis malah meningkatkan rusaknya kehidupan masyarakat konsumen.

4)     Persaingan tidak sehat.

Persaingan menunjukan adanya dinamisasi dan bsia meningkatkan sehatnya suatu organisasi bisnis, tetapi akan berubah kalau dilakukan dengan tidak sehat, seperti monopoli, duopoly, oligopoly.

5)     Moralitas.

  1. Membangun bisnis untuk usaha besar, tanpa memperhitungkan faktor/dampak lingkungan (fisik, non fisik) dan tanpa prosedur yang benar
  2. Untuk memperbesar keuntungan sehingga menurunkan kualitas produksinya.
  3. Bisnis yang hanya memfokuskan pada bagian efisiensi (biaya/cost, overhead) dan rasionalisasi tanpa memperhatikan unsur moral.

6).  Penegakan Hukum dan Etika.

Reformasi moral melalui pemberdayaan hukum dan upaya-upaya yang dapat dilaksanakan di bidang hukum antara lain pemberian atau penegakan sanksi, perlindungan di bidang HAKI  (Hak Atas Kekayaan Intelektual seperti Hak Cipta, hak Paten, Merk, Perlidungan Tahasia Dagang, Desain Industri), perlindungan  hukum bagi tenaga kerja di bidang hukum ketenagakerjaan, perlindungan  konsumen dan persaingan usaha tidak  sehat, dan sebagainya).

Midian Simanjuntak (Kompas, 16 Sepetember 1989, h.5) membagi Prilaku bisnis yang tidak etis kedalam 5 kelompok objek atau sasaran pengusaha : pembeli dan penjual, kompetitor, pejabat government, assets dan lingkungan.

Pembeli dan penjual

Berbagai prilaku yang dapat dianggap tidak etis terhadap customers (pihak pembeli maupun penjual terhadap suatu perusahaan) adalah sebagai berikut :

  1. Diskriminsasi harga (Price discrimination)
  2. Penjualan suatu barang yang dikaitkan dengan penjualan barang lain yang sebenarnya tidak termasuk suatu kesatuan (Tying arrangement/contract)
  3. Mengenakan persyaratan perjanjian dengan pembeli yang menyatakan bahwa pembeli tidak akan membeli barang yang serupa dari kompetitor penjual. (Exclusive dealing)
  4. Penetapan harga eceran minimm oleh produsen kepada pengecer (Price fixing) atau penetapan harga jual kembali kepada pembelinya (Resale price maintenance) atau produsen membatasi daerah penjualan penyalurnya sehingga diantara sesama penyalurnya tdiak erjadi kompetisi (Territorial restriction)
  5. Praktik dagang yang menyesatkan atau menipu pembeli (Deceptive trade practices)

Kompetitor

perusahaan dengan monopoli akan mendapatkan keuntungan yang abnormal tinggi dengan harga jual tinggi dibanding dengan adanya kompetitor, kemampuan mendikte pasar yang dilakukan sekelompok atau satu perusahaan, keinginan untuk menguasai pasar dengan fair competition bukan free competition, selain prilaku tidak etis untuk menghancurkan kompetitor seperti :

  1. Dumping. Tindakan dumping dimaksudkan untuk merebut pasangsa pasar melalui penjualan dengan harga yang sangat rendah, biasanya dibawah biaya pokok. Perusahaan seperti ini bersedia menderita rugi untuk periode tertentu sampai mendapat pangsa pasar, akibatnya kompetitor lemah akan terdepak dari arena bisnis, setelah kompetitor hilang barulah meningkatkan harga yang abnormal.
  2. Concerted activities by competitors yaitu aksi bersama dari beberapa perusahaan yang sebanarnya konpetitor. Misalnya pertukaran informasi harga. Prilaku ini semodel dengan group boycott yakni kelompok pembeli/penjual bersepakat untuk menolak untuk menuual kepada atau mebeli dari seseorang atau kelompok orang. Bentuk ekstrim lainnya seperti kartel.
  3. Interlocking directorates. Seseorang menjadi anggota direksi dari dua atau lebih perushaan besar yang merupakan kompetitor, besar sekali kemungkinan perushaan itu secara bersama memiliimkemampuan berprilaku seperti monopolis/monopsonis.

Pejabat  government

Perilaku tidak etis terhadap para perilaku pejabat government ini ialah penyogokan dan kolaborasi.

ETIKA BISNIS TINJAUAN HUKUM DAN AGAMA

1). Hukum Dan Etika

Etika dipandang sebagai “state of the art” hukum yaitu dimana pedoman perilaku yang ada saat ini ditafsirkan ke dalam hukum dan digunakan sebagai pedoman selanjutnya untuk masa yang akan datang.

Hukum akan mengkodifikasi harapan dari etika dalam melaksanakan kegiatan bisnis. Meskipun disadari tidak semua harapan etika tersebut dapat dipenuhi oleh hukum. Norma etika memang bersifat dinamis, tetapi begitu ia dituangkan dalam ketentuan hukum sifat dinamisnya menjadi berkurang/bahkan mungkin menjadi statis. Maka di sini hukum tentunya harus memperhatikan pula apabila adanya perubahan-perubahan.

2).  Landasan Hukum Bisnis

  1. a) Landasan Ideal : Pancasila
  2. b) Landasan Konstitusional : UUD 1945 è Pasal 33, Pasal 26 ayat 2

Ketentuan hukum lainnya  :

  1. Hukum Perdata (KUH Perdata, KUH dagang)
  2. Hukum Pidana
  3. UU Perpajakan dan Peraturan Pelaksanaanya
  4. UU Perseroan Terbatas (UU No. 1/1995)
  5. UU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU No.5/1999
  6. UU Perlindungan Konsumen (UU No. 8/1999)
  7. Hukum dagang
  8. Hukum Ketenagakerjaan dan Peraturan pelaksanaanya
  9. UU HAKI : UU No. 14/2001 tentang paten, UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek, UU No. 19/2002 tentang Hak Cipta
  10. UU tentang Rahasua Dagang (UU No. 30/2000)
  11. UU Kepailitan dan Peniadaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU No. 37/2004)
  12. UU Perkoperasian (UU No. 25/1992)
  13. UU Tindak Pidana Pencucian Utang (UU No. 15/2002 dan UU No. 25/2003)
  14. Peraturan Daerah.

3). Bisnis Dalam Tinjuan Agama

Etika bisnis dalam tinjauan agama sudah tertata dengan baik sebagaimana diungkapkan dalam tinjauan Islam. Pengertian “Akhlak” berasal dari bahasa Arab, jamak dari “ khuluqun”, artinya budi pekerti, tingkah laku. Akhlak sebagai ilmu menurut Islam adalah mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, yang berlakunya universal dan komprehensif bagi seluruh umat manusia disegala waktu dan tempat. Apakah dalam bisnis diperlukan etika atau moral? Jawabannya sangat diperlukan dalam rangka untuk melangsungkan bisnis secara teratur, terarah dan bermartabat. Bukanlah manusia adalah makhluk yang bermartabat?

Islam sebagai agama yang telah sempurna sudah barang tentu memberikan rambu-rambu dalam melakukan transaksi, istilah al-tijarah, al-baiu, tadayantum dan isytara (Muhammad dan Lukman Fauroni, 2002: 29) yang disebutkan dalam al-Qur’an sebagai pertanda bahwa Islam memiliki perhatian yang serius tentang dunia usaha atau perdagangan.

Dalam menjalankan usaha dagangnya tetap harus berada dalam rambu-rambu tersebut. Rasulullah Saw telah memberikan contoh yang dapat diteladani dalam berbisnis, misalnya:

  1.   Kejujuran.

Sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang, baik harta, ilmu pengetahuan, dan hal-hal yang bersifat rahasia yang wajib diperlihara atau disampaikan kepada yang berhak menerima, harus disampaikan apa adanya tidak dikurangi atau ditambah-tambahi (Barmawie Umary, 1988: 44).

يأيها الذين امنوا اتقوا الله وكونوا مع الصادقين #

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan  hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur(Q.S. al-Taubah: 119)

والذين هم لأماناتهم وعهدهم راعون #

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amant (yang dipikulnya) dan janjinya(Q.S. al-Mu’minun: 8)

Rasulullah Saw pada suatu hari melewati pasar, dimana dijual seonggok makanan. Beliau masukkan tangannya keonggokan itu, dan jari-jarinya menemukannya basah. Beliau bertanya: “Apakah ini hai penjual”? Dia berkata “Itu meletakannya di atas agar orang melihatnya? Siapa yang menipu kami, maka bukan dia kelompok kami” (Quraish Shihab, Ibid.: 8).

  1. Keadilan

Islam sangat mengajurkan untuk berbuat adil dalam berbisnis, dan melarang berbuat curang atau berlaku dzalim. Rasulullah diutus Allah untuk membangun keadilan.   Kecelakaan besar bagi orang yang berbuat curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain meminta untuk dipenuhi, sementara kalau menakar atau menimbang untuk orang selalu dikurangi.

واوفوا الكيل اذا كلتم وزنوا بالقسطاس المستقيم ذالك خير وأحسن تأويلا

(الإسراء:35)

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

(Q.S. al-Isra’: 35)

Dalam ayat lain yakni Q.S. al-Muthaffifin: 1-3 yang artinya:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang), yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar  atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”

Dari ayat di atas jelas bahwa berbuat curang dalam berbisnis sangat dibenci oleh Allah, maka mereka termasuk orang-orang yang celaka (wail). Kata ini menggambarkan kesedihan, kecelakaan dan kenistaan. Berbisnis dengan cara yang curang menunjukkan suatu tindakan yang nista, dan hal ini menghilangkan nilai kemartabatan manusia yang luhur dan mulia.

  1. Barang atau produk yang dijual haruslah barang yang halal, baik dari segi dzatnya maupun cara mendapatkannya. Berbisnis dalam Islam boleh dengan siapapun dengan tidak melihat agama dan keyakinan dari mitra bisnisnya, karena ini persoalan mu’amalah dunyawiyah, yang penting barangnya halal. Halal dan haram adalah persoalan prinsipil. Memperdagangkan atau melakukan transaksi barang yang haram, misalnya alkohol, obat-obatan terlarang, dan barang yang gharar dilarang dalam Islam (Muhammad dan R.Lukman F, op.cit.: 136-138). Di bawah ini tabel tentang prinsip-prinsip halal dan haram dalam Islam, adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1

Prinsip Halal dan Haram

No. Prinsip Halal dan Haram
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Prinsip dasarnya adalah diperbolehkan segala sesuatu.

Untuk membuat absah dan untuk melarang adalah hak Allah semata.

Melarang yang halal dan menbolehkan yang haram sama dengan syirik.

Larangan atas segala sesuatu didasarkan atas sifat najis dan melukai.

Apa yang halal adalah yang diperbolehkan, dan yang haram adalah yang dilarang.

Apa yang mendorong pada yang haram adalah juga haram.

Menganggap yang haram sebagai halal adalah dilarang.

Niat yang baik tidak membuat yang haram bisa diterima.

Hal-hal yang meragukan sebaiknya dihindari.

Yang haram terlarang bagi siapapun.

Keharusan menetukan adanya pengecualian.

 

Sumber: Lihat Muhammad dan R. Luman Faurani, Visi Al-Quran Tentang Etika dan Bisnis, Jakarta: Salemba Diniyah, 2002, hlm. 132. Lihat juga Choril Fuad Yusuf, “Etika Bisnis Islam: Sebuah Perspektif Lingkungan Global”, dalam Ulumul Quran, No. 3/V/1997, hlm. 16.

Secara umum Islam menawarkan nilai-nilai dasar atau prinsip-prinsip umum yang penerapannya dalam bisnis disesuaikan dengan perkembangan zaman dan mempertimbangkan dimensi ruang dan waktu. Nilai-nilai dasar etika bisnis dalam Islam adalah tauhid, khilafah, ibadah, tazkiyah dan ihsan. Dari nilai dasar ini dapat diangkat ke prinsip umum tentang keadilan, kejujuran, keterbukaan (transparansi), kebersamaan, kebebasan, tanggungjawab dan akuntabilitas. Semua ini akan lebih mudah dipahami dalam bentuk tabel berikut ini:

Tabel 2.2

Nilai Dasar dan Prinsip Umum Etika Bisnis Islami

Nilai Dasar Prinsip Umum Pemaknaan
Tauhid Kesatuan dan Integrasi

Kesamaan

1.   Integrasi antar semua bidang kehidupan, agama, ekonomi, dan sosial-politik-budaya.

2.   Kesatuan antara kegiatan bisnis dengan moralitas dan pencarian ridha Allah.

3.   Kesatuan pemilikan manusia dengan pemilikan Tuhan. Kekayaan (sebagai hasil bisnis) merupakan amanah Allah, oleh karena itu didalam kekayaan terkandung kewajiban sosial.

4.   Tidak ada diskriminasi diantara pelaku bisnis atas dasar pertimbangan ras, warna kulit, jenis kelamin, atau agama.

 Sumber: M.A. Fattah Santoso, “Etika Bisnis: Perspektif Islam”, dalam Maryadi dan Syamsuddin (ed.)., Agama Spiritualisme dalam Dinamika Ekonomi Politik. Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2001, hlm. 213-214.

  1.  Tidak Ada Unsur Penipuan

Penipuan atau al-tadlis / al-ghabn sangat dibenci oleh Islam, karena hanya akan merugikan orang lain, dan sesungguhnya juga merugikan dirinya sendiri. Apabila seseorang menjual sesuatu barang, dikatakan bahwa barang tersebut kualitasnya sangat baik, kecacatan yang ada dalam barang disembunyikan, dengan maksud agar transaksi dapat berjalan lancar. Tetapi setelah terjadi transaksi, barang sudah pindah ke tangan pembeli, ternyata ada cacat dalam barang tersebut. Berbisnis yang mengandung penipuan sebagai titik awal kehancuran bisnis tersebut.

Sedangkan menurut ajaran konghucu budaya kerja ditinjau dari budaya Ren yang terdiri dari lima sifat mulia manusia antara lain :

  1. Ren (hubungan industrial supaya mengutamakan keterbatasan, kebutuhan dan kualitas hidup manusia)
  2. Yi (tipu muslihat, timbangan yang tidak benar, kualitas barang dan jasa supaya disingkirkan atau dibenarkan agar tidak merugikan para stakehoulder)
  3. Li (Instruksi kerja, penilaian unjuk kerja, peranan manajemen harus dilandaskan pada kesopanan dan kesantunan)
  4. Zhi (kearifan dan kebijaksanaan dituntut dalam perencanaan, pengambilan keputusan dan ketatalaksanaan kerja, khususnya dalam perencanaan strategi dan kebijakan)
  5. Xing (setiap manajer dan karyawan harus saling dapat dipercaya)

REFERENSI

    • Keraf, Sonny, Etika Bisnis, Tuntutan dan Relevansinya
    • John Pieris c.s, Etika Bisnis &amp; Good Corporate Governance
    • Peter Pratley, The Essence of Business Ethic/ Etika Bisnis
    • Chaeruman Pasaribu, Surahwadi, Hukum Perjanjian Dalam Islam
    • Tom Gunadi, Ekonomi dan Sistem Ekonomi menurut Pancasila dan UUD 1945, Dasar Falsafah dan Hukum Corporate Governance, Tantangan dan Kesempatan bagi Komunitas Bisnis
    • Abdullah, Taufik (ed.),. 1982. Agama, Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi. Jakarta: LP3ES.
    • Ahmad, Mustaq. 2001. Etika Bisnis dalam Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
    • Ebenstein, W. 1980. Todays Ism. New Jersey: Prentice Hall.
    • Kunio, Yoshihara. 1990. Kapitalisme Semu Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.
    • Maryadi dan Syamsuddin, (ed.),. 2001. Agama Spiritualisme dalam Dinamika Ekonomi Politik. Surakarta: Muhamamdiyah University Press.

[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2010.

[2] Scott M. Cutliff.2007. Effective Public Relations, prenada media, Jakarta, h.138

RAHASIA BISNIS ORANG PADANG


Oleh : Bustami Narda *

images(1)   ORANG PADANG DAN ORANG MINANG
Kalau kita berada di Jakarta, di Surabaya, di Medan sekali pun, setiap orang yang berasal dari Provinsi Sumatra Barat(Sumbar) akan dikatakan orang dengan sebutan orang Padang. Dari kabupaten atau kota mana pun di Sumbar asalnya, orang akan mengatakan dia orang Padang.

Orang mana pun yang mendirikan rumah makan, kalau masakannya berasal dari masakan Sumtra Barat, orang akan menamakannya rumah makan Padang. Meskipun pada rumah makan tersebut dijelaskan hanya masakan Padang. Tak peduli apakah berasal dari Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmas Raya dan lain sebagainya di Sumbar, tetap akan disebut rumah makan masakan Padang. Masyarakat luas menyebutnya rumah makan Padang.

Namun, sesungguhnya Padang itu adalah sebuah kota. Dia adalah ibu kota Provinsi Sumbar. Jika anda ke Sumtra Barat, kalau anda menanyakan teman anda berasal dari Padang, orang akan menganggapnya orang yang berasal dari Kota Padang. Orang Payakumbuh, orang Solok, dia akan dikatakan di Sumtra Barat orang Payakumbuh dan orang Solok. Bukan orang Padang. Jadi, kalau ada teman anda orang Padang, tanyakan saja di mana dia di Padang. Apakah benar-benar di Kota Padang atau hanya sekadar sebutannya saja orang Padang, sedangkan dia berasal dari Payakumbuh, 50 Kota, Solok dan lain sebagainya.

Maksud dari sebutan orang Padang di Jakarta, Surabaya, Bandung dan lain sebagainya itu, lebih tepatnya adalah orang Minang. Suku atau etnis Minang adalah nama suku dari orang yang berada di alam Minangkabau. Minangkabau jauh lebih luas dibandingkan Padang. Bahkan jauh lebih luas lagi dari Provinsi Sumtra Barat. Minangkabau meliputi Provinsi Sumtra Barat, sebahagian Provinsi Jambi, sebahagian Provinsi Bengkulu, sebahagian Provinsi Riau dan sebahagian Provinsi Sumtra Utara.

Dalam sejarah alam Minangkabau dikatakan, bahwa alam Minangkabau itu meliputi,” Sipisak Sipisau Hanyuik (di Provinsi Bengkulu) sampai ke Durian Ditakuak Rajo (di Provinsi Riau), terus ke tempat Buayo Putiah Daguak (di Provinsi Jambi), sampai ke Sikilang Aia Bangih (di Provinsi Sumatra Utara). Tempat-tempat yang disebutkan dalam Bahasa Minang ini meliputi sebahagian dari provinsi-provinsi yang disebutkan tadi. Untuk lebih komunikatif dan lebih mudahnya kita memahami, dalam buku ini saya sengaja menyebut orang Minang atau orang Sumatra Barat dengan sebutan orang Padang. *

(2)  ORANG PADANG DALAM BERBISNIS
Perlu diakui, bahwa sejak lama orang Padang sudah terkenal ulet dalam berbisnis. Mereka tak mau jadi anak buah. mereka maunya hanya jadi bos, meskipun hanya dengan mendorong satu gerobak sate hilir mudik lorong menjajakan dagangannya siang dan malam.

Jiwa bisnis orang Padang sudah terbentuk semenjak dari nenek moyangnya tempo dulu secara turun temurun. Semenjak dahulu kala orang Padang sudah terkenal senang merantau. Merantau merupakan wujud dari kemauan kerasnya menjadi seorang pebisnis, menjadi seorang pengusaha. Mereka suka sekali pergi ke negeri orang. Mereka pergi bukan membawa modal agar bisa berbisnis di rantau orang. Bukan demikian. Mereka merantau mengadu nasib. Bahkan mereka dibekali hanya dengan semangat,”Merantaulah bujang(buyung) dahulu, di kampung belum berguna”.

Jadi secara tak langsung, para anak muda Padang seperti ada yang menyuruh pergi merantau, dan setelah ada gunanya di kampung nanti baru boleh pulang. Maksudnya, merantaulah ketika miskin, dan sesampai di rantau orang berusahalah sekuat tenaga dan pikiran. Setelah berhasil kelak baru boleh pulang. Inilah yang membuat orang Padang punya semangat baja di rantau orang untuk mengubah nasibnya. Mereka berjuang mati-matian di rantau orang, agar kelak bisa pulang kampung membawa keberhasilan.Semangat seperti ini sungguh sangat berguna di dalam berbisnis. Orang pemalas, orang yang hanya menerima kondisi kehidupan apa adanya saja, taklah akan bisa berhasil dalam berbisnis.

Orang Padang tak segan-segan memulai usaha dengan menjual peniti, sisir rambut dan ikat pinggang di emperan-emperan toko, di pangkal jembatan penyeberangan, dalam memperjuangkan perubahan nasibnya. Prinsip mau mulai melangkah dari bawah, mau berusaha dari nol seperti ini sungguh sangat perlu bagi seorang pebisnis. Dan orang Padang memilikinya.
Orang Padang dalam berbisnis benar-benar sulit mencari tandingannya. Dia tak segan-segan melakukan apa saja asal halal demi untuk berjalan selangkah demi selangkah dalam memulai kariernya di dunia bisnis.
Dia mau saja jadi tukang cuci piring di rumah makan. Tetapi sambil bekerja sebagai tukang cuci piring, pikirannya selalu menjelajah kian kemari mencari peluang usaha, agar suatu saat yang tak terlalu lama nanti bisa buka usaha rumah makan sendiri. Orang Padang tak segan-segan kerja bangunan, namun sambil membanting tulang sebagai buruh kasar, pikirannya akan selalu menelusup kian kemarin mencari peluang usah, agar suatu ketika yang tak terlalu lama nanti dia bisa memulai usaha berjualan bahan bangunan atau memulai usaha perumahan atau properti. Orang Padang menjadi pekerja bukan hanya sekadar bekerja saja di sana, tetapi sambil bekerja dia selalu berupaya untuk bisa nanti menjadi pengusaha seperti yang dilakoni bosnya.

Yang membuat orang Padang berhasil mencapai keinginannya itu adalah karena dia tak hanya sekadar bermimpi, tak hanya sekadar berangan-angan, tetapi benar-benar mau memulai mempraktikkannya secara nyata.
Begitu dia dapatkan ide untuk melakukan usaha, dia mulai tanpa harus mempersiapkan modal yang banyak, tanpa harus mendapatkan tempat usaha yang bagus, tanpa memikirkan terlalu lama, apakah lokasinya refresentatif atau tidak. Bahkan dia tak peduli sama sekali apakah akan dicemoohkan orang ataukah tidak. Baginya yang penting lakukan dulu, mulai dengan apa adanya. Kalau hanya bisa melakukan usaha dengan berjualan peniti, sisir rambut sesuai modal; usaha yang dimiliki di emperan toko, di pangkal jembatan penyeberangan, di pinggir jalan, lakukan saja itu. Mulai saja dari sana. Jangan tunggu punya modal untuk membeli barang dagangan jutaan rupiah dan bisa menyewa toko belasan atau puluhan juta rupiah.

Demikian pula, bagi orang Padang dalam berbisnis, cibiran, cemooh, ledekan dan lain sejenisnya itu dia jadikan dorongan untuk bisa berhasil. Bukan sebaliknya membuat dirinya kecut, bukan membuat semangatnya turun dan bukan pula menjadikannya mundur.

Kalau ada orang mematahkan semangatnya untuk memulai usaha, bukannya membuat dia tak jadi melakukan usaha, tetapi sebaliknya membuatnya semakin terdorong untuk cepat-cepat memulainya.
Anda tentu ada yang sudah tahu, bahwa orang Padang terkenal dengan cemoohnya. Dalam bahasa Padang disebut cameeh. Orang yang bermental kerupuk akan dengan mudah patah arang olehnya. Orang Padang dalam berbisnis memakai mental baja. Itulah salah satu kunci sukses orang Padang dalam berbisnis.

Orang Padang dalam berbisnis tidak mengenal tempat, apakah harus di kampung, di rantau dan di mana saja. Mengapa dia bisa demikian? Adalah karena orang Padang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi di mana dia berada. Orang Padang sangat piawai menyesuaikan diri kepada alam di mana dia berada. Anda bisa melihat orang Padang ada di mana-mana. Di mana saja dia berada, dia mampu menyesuaikan diri dengan tingkah laku masyarakat setempat.  Orang Padang pergi merantau bukan membawa orangtua, bukan membawa karib kerabat, tetapi di rantau itulah dia mencari orangtua dan mencari karib kerabat. Pepatah Minang mengatakan, ”Ditinggalkan orangtua di kampung, haruslah dicari pula orangtua di rantau orang”. Pantun Minang mengatakan:

Kalau anda pergi ke pekan,
hiu beli belanak beli,
ikan Padang beli dahulu
Kalau anda pergi berjalan(merantau),
ibu cari, dunsanak(famili) cari,
induk semang cari dahulu.

Kalau pandai berkain panjang,
bisa lebih dari kain sarung.
Kalau pandai berinduk semang,
bisa lebih dari ibu kandung.

Pantun ini menjadi pegangan orang Padang pergi merantau, sehingga dia bisa dengan cepat menyesuaikan diri di mana dia berada. Selanjutnya bagi orang Padang yang pergi merantau, sebelum berangkat biasanya dia dinasehati oleh orangtua dan mamak(pamannya), yang antara lain bunyinya:

Kalau engkau pergi merantau,
hati-hati di rantau orang.
Ingatlah ranting yang akan mencucuk.
Ingatlah pohon yang akan menimpa.
Hati-hati dengan yang di atas,
waspadai yang di bawah kalau menimpa.
Ingat sebelum ken.
melantai sebelum terpuruk.
Mandi haruslah di hilir-hilir.
Berbicara di bawah-bawah.

Semua ini adalah kata-kata kiasan, yang mengajarkan kepada seseorang yang akan pergi mengadu nasib di rantau orang, agar berhati-hati, jangan sombong dan jangan pula merasa rendah diri. Kalau berbicara jangan besar mulut, tetapi jangan pula merasa kecut. Jadi, maksud agar mandi hilir-hilir berbicara di bawah-bawah itu, adalah agar jangan sombong, jangan suka membusungkan dada, tetapi jangan pula terlalu merendah, yang bisa membuat merasa rendah diri, tak bersemangat.

Dengan berbekalkan prinsip-prinsip hidup inilah orang Padang mengubah nasibnya berjuang mencapai kesuksesan dalam berbisnis di mana saja di muka bumi ini. Orang Padang tak pernah memilih-milih tempat usaha. Di mana saja di muka bumi ini, orang Padang bisa menjalankan usaha, bisa memperjuangkan nasib dan bisa sukses.

Satu hal yang menjadi rahasia kesuksesan orang Padang pula dalam berbisnis, dia fokus pada tujuan hidupnya dalam situasi dan kondisi apa pun juga. Kalau sudah dia putuskan merantau untuk berdagang atau berbisnis, dia tidak akan pernah mengubah tujuannya itu. Dia akan tetap memperjuangkan itu terus menerus tanpa kenal lelah.

Siapa pun orang yang mengajaknya untuk beralih ke tujuan lain, dia tak akan menurutinya. Dan kalaupun terpaksa melakukan pekerjaan lain, muara dari pekerjaannya itu tetap akan dia arahkan kepada tujuannya semula. Jadi, orang Padang tak mudah mengubah haluan dalam hidupnya. Sekali dia menentukan sikap menjadi pengusaha, akan diperjuangkannya terus sampai tercapai. *

(3)  PRINSIP ORANG PADANG DALAM BERBISNIS
Kalaulah ada orang di bulan atau di planet lainnya bermukim, orang Padang akan berdagang ke sana. Orang Padang tak peduli, apakah di bulan, di matahari, planet mars, di Papua, di Mesir dan di mana saja, asal ada peluang usaha, dia akan berbisnis di sana.

Utamanya bagi orang Padang, dalam berbisnis tak mengenal ruang dan waktu. Baginya, ada satu prinsip, ” Di mana ada gula di sana ada semut. Semut harus piawai mencari dan mendapatkan gula. Misalkan gula adalah uang, orang Padang adalah semutnya. Dia tidak mau menunggu, tetapi mendatangi. Menurutnya, keberhasilan bukan didapat, tetapi harus diraih. Kalau bisa didapat, tak perlu dicari tetapi cukup ditunggu saja. Karena harus diraih, maka harus dicari, harus direbut dengan kerja keras dan usaha maksimal.

Dalam hal ini, ada beberapa prinsip orang Padang dalam berbisnis yang patut ditiru, sebagai berikut :

1). Melangkah Dari Bawah. Dalam berbisnis harus mau melangkah dari bawah. Tak peduli meskipun untuk mengawali usaha yang dijalani harus terlebih dahulu dimulai dari berjualan jarum pentul, berjualan sendok makan dari rumah ke rumah. Orang yang maunya langsung jadi pengusaha besar dalam memulai usaha, sulit bisa mencapai keberhasilan. Sebab, mustahil bisa menginjak anak tangga ke delapan atau sembilan tanpa terlebih dahulu menginjak anak tangga pertama, kedua dan seterusnya. Prinsip inilah yang membuat orang Padang tidak merasa malu memulai usaha dari bawah atau dari kondisi yang sangat kecil sekalipun.

2). Selalu Fokus. Dalam berbisnis harus selalu fokus pada tujuan atau target yang telah ditetapkan untuk dicapai. Jangan mudah berubah-ubah haluan. Dalam perjalanan mengembangkan usaha, tak tertutup kemungkinan akan ditemui berbagai kendala, rintangan dan hambatan, bahkan kegagalan. Akan tetapi semua itu jangan sampai membuat pikiran berubah. Sekali memasang tekad, jangan sampai goyah. Niat menjadi seorang pengusaha sukses, tekad menjadi seorang pebisnis berhasil, jangan sampai berubah niat menjadi petani atau nelayan gara-gara dalam perjalanan meniti karier usaha bertemu dengan kesulitan. Jadikanlah kesulitan itu suplemen penambah kekuatan untuk terus maju pantang mundur dalam mencapai cita-cita yang telah ditancapkan ketika memulai usaha dulu. Banyak sekali orang yang gagal mencapai tonggak cita-cita yang telah ditancapkannya sejak lama, karena dalam perjalanan menuju ke sana dia menemui rintangan, hambatan bahkan kegagalan yang tak mampu dilewatinya. Padahal kalau dia tegar, kalau dia tidak mundur, beberapa langkah lagi tonggak yang dia tancapkan itu akan didapatkannya. Dalam prinsip bisnis orang Padang, sebelum yang dia inginkan tercapai, meskipun langit runtuh, bumi bergoyang, namun dia akan tetap berjuang.

3). Sepenuh Hati. Dalam berbisnis harus sepenuh hati. Maksudnya, jangan berbisnis setengah-setengah. Setiap detak jantung orang Padang yang sedang menjalankan bisnis, selalu menyebut usaha yang tengah dilakoninya. Setiap aliran darah orang Padang yang sedang berbisnis, selalu mengalir usaha yang sedang ia lakukan. Artinya, usaha yang sedang dilakukan haruslah membuatnya asyik. Kalau sudah demikian, dia tidak menempatkan bisnis pada lapisan kedua atau ketiga dalam hidupnya, tetapi berada pada lapisan pertama. Orang Padang meyakini benar bahwa setiap usaha yang dilakukan setengah-setengah, hasilnya pun besar kemungkinan akan setengah-setengah pula. Karena itu, usaha yang dilakukan, bisnis yang dijalani haruslah sepenuh hati. Jangan sekali-kali menjadikan bisnis yang sedang dijalankan sebagai tempat pelarian karena tidak ada pekerjaan lain. Jadikanlah bisnis sebagai tumpuan hidup, sebagai kebanggaan diri, sebagai pengangkat prestise di tengah-tengah masyarakat.

4). Tidak Ragu-Ragu. Dalam berbisnis, orang Padang sangat melarang ragu-ragu. Sikap ragu-ragu akan membuat bisnis berantakan. Setelah diambil keputusan melangkah, langsunglah melangkah. Jangan berpikir lagi balik ke belakang. Dalam pepatah orang Padang dikatakan, asa hilang dua terbilang, kalau tak berhasil biar nyawa berpulang. Maksudnya, kalau sudah ditetapkan melakukan sesuatu, langsung lakukan. Dalam berjuang, termasuk memperjuangkan hidup dalam berbisnis, daripada balik gagal lebih baik mati di medan juang. Jadi, tidak ada keraguan sedikit pun. Sikap inilah yang membuat orang Padang ada di mana-mana dan mau bekerja keras dalam bentuk apa pun juga, demi tercapai cita-cita kesuksesan hidupnya. Sekali layar terkembang, baginya berpantang surut ke belakang.
Semua itu tadi sangat berguna bagi siapa pun dalam berbisnis. Bukan hanya berguna bagi orang Padang saja. Anda pun perlu memakai prinsip tersebut untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

(4)  JIWA BISNIS ORANG PADANG
Jiwa bisnis orang Padang telah terbentuk sejak lama. Telah terkenal ke mana-mana, bahwa orang Padang adalah orang pebisnis, orang yang berjiwa dagang. Jiwa bisnis orang Padang terkenal sangat tajam. Ketajaman jiwa bisnisnya itu diiringi oleh kemauannya yang sangat keras, pantang menyerah dan mau memulai dari nol.

Jiwa bisnis orang Padang bisa pula dikatakan terbentuk dari kondisi alam kampung halamannya. Sumatra Barat tidak banyak memiliki industri, tidak kaya oleh pabrik dan hasil tambang. Dulu hanya ada dua yang cukup dikenal, yakni PT. Semen Padang di Kota Padang dan Tambang Batu Bara Ombilin di Kota Sawah Lunto. Sekarang tambang Batu Bara Ombilin telah boleh dikatakan tak beraktivitas lagi. Cadangan batu baranya telah habis. Tinggal lagi hanya PT. Semen Padang. Itulah yang menyebabkan masyarakatnya terbiasa bekerja keras, memutar otak mengadu nasib di rantau orang.

Kemiskinan orang Padang dari sisi industri, pabrik dan tambang, telah membuat jiwa bisnisnya tinggi. Ini pulalah agaknya, yang menyebabkan Sumtra Barat dikenal sebagai tempat berdirinya industri otak.
Orang yang dari kecil hidup ditempa kesulitan, dan tidak bisa banyak menggantungkan harapan kepada pihak lain, biasanya cerdas, kreatif, inovatif dan tak mudah menyerah.

Seorang pebisnis biasanya memerlukan kecerdasan, kreatifitas dan inovatif. Sebab dengan demikian, dia akan bisa melakukan kegiatan bernas, melakukan hal-hal yang bersifat baru yang belum dilakukan orang lain.
Jiwa bisnis sangat memerlukan yang disebutkan ini, guna menjadikan bisnis yang dijalankan seseorang lancar, sukses dan mencapai hasil yang benar-benar memenuhi kepuasan pelakunya. Itu pulalah bedanya antara jiwa bisnis dengan jiwa pekerja. Jiwa bisnis memerlukan kemandirian, memerlukan kegesitan, keuletan, agar usaha bisa berkembang, agar bisnis bisa berhasil.

Bagi orang Padang, jiwa bisnis demikian sudah seperti tertanam dalam dirinya, sehingga orang Padang lebih dikenal sebagai orang yang kreatif, inovatif, gesit, ulet dan pandai menyesuaikan diri dengan kondisi di mana dia berada.

Karena jiwa bisnis orang Padang demikian kental dalam dirinya, di mana saja dia berada, dalam kondisi apa saja dan sesulit apa pun, dia bisa memainkan keuletannya untuk menjalankan bisnis.Sebenarnya jiwa bisnis seperti ini tidak saja milik orang Padang, tetapi milik semua orang, dan sekaligus bisa juga milik anda. Tinggal lagi bagaimana bisa anda membangkitkan jiwa bisnis tersebut dalam diri anda.

Anda boleh saja mengatakan tidak memiliki jiwa bisnis sama sekali. Akan tetapi sadarilah bahwa dalam diri anda pasti ada jiwa bisnis, seperti dalam diri saya dan dalam diri siapa pun. Namun mungkin selama ini anda belum tahu bahwa anda memilikinya.

Setiap orang pasti ingin hidup lebih baik dari hari ke hari. Kalau dia sedang memiliki sebuah sepeda, pasti ada keinginannya untuk memiliki motor. Kalau sudah memiliki motor, pasti ada keinginannya untuk memiliki mobil. Kalau sedang memiliki sepasang pakaian, pastilah ada keinginannya untuk memiliki dua atau tiga pasang pakaian. Untuk mencapai keinginannya tadi tentu dia menginginkan memiliki uang. Sebab dengan uang itulah dia membelinya. Untuk mendapatkan uang pastilah ada keinginannya memiliki mata pencaharian. Untuk itu tentu harus ada usaha. Kalau sudah keinginan berusaha pastilah dia menginginkan usahanya tersebut berkembang, bertambah maju dan bertambah sukses dari waktu ke waktu. Rentang perjalanan itu tadilah yang disebut bisnis. Kalau selama ini anda belum tahu, maka dengan ini anda pastilah mengetahui. Dan dengan ini pastilah anda akan mengatakan bahwa anda punya jiwa bisnis pula. Kalau anda sudah mengetahui bahwa anda pun punya jiwa bisnis, mulailah berusaha, mulailah berbisnis dan jangan terlalu banyak pikir untuk memulainya.

Orang Padang memulai usaha, pun seperti anda juga. Tak akan jauh berbeda. Sekali lagi ingin saya tekankan, yakinkan diri anda bahwa anda memiliki jiwa bisnis, dan langsung bereaksi melakukan bisnis apa saja yang anda yakini akan berhasil. *

(5)  MERANTAU DENGAN SEMANGAT MENGUBAH NASIB
Kata John C. Maxell, ”Kenyataan hidup mengajarkan, bukan peluang yang menciptakan kemauan, tetapi kemauanlah yang menciptakan peluang”. Pantun orang Padang mengatakan, ”Keratau Medang di hulu, berbuah berbunga belum. Merantaulah bujang (buyung) dahulu, di rumah berguna belum”.

Keduanya ini sama-sama memberikan dorongan kepada semua orang untuk tidak takut menghadapi tantangan, untuk selalu siap menderita demi mencapai sesuatu keberhasilan. Orang yang maunya senang saja, tak mau menghadapi tantangan, rintangan dan hambatan, tak akan mencapai titik keberhasilan yang berarti.Sesungguhnya, merantau merupakan gambaran kehidupan orang Padang yang ulet, gesit, berjiwa wirausaha, mandiri dan rela mengalami kesulitan demi untuk mendapatkan kesuksesan.

Menurut orang Padang, orang merantau sama seperti benih padi yang dipindahkan dari lokasi persemaian ke sawah. Padi yang tidak pernah pindah dari persemaiannya ke sawah, tak akan mau besar dan sulit untuk berbuah. Orang yang tak pernah merantau, sulit sekali bisa sukses dalam hidupnya. Paling tidak, untuk memperjuangkan hidup, untuk mencapai keberhasilan, pergilah merantau.

Bagaimana agar bisa berhasil hidup merantau? Bertekadlah merantau untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik. Dengan tekad demikian, kita melihat betapa gesitnya orang Padang berusaha di rantau.Orang Padang berusaha di rantau tak mengenal lelah. Siang, malam, pagi, dan sore, seakan tak ada hari baginya selain untuk berusaha, selain untuk memperjuangkan hidup, selain untuk mencari uang.

Dengan berbekalkan semangat mengubah nasib, orang Padang merantau bisa pulang membawa keberhasilan, membawa kesuksesan. Orang Padang di rantau orang selalu teringat kampung halamannya. Orang Padang merantau selalu ingat pantun tadi, yakni biarlah kini dia merantau karena masih miskin, dan setelah berhasil nanti, setelah bisa membangun kampung halaman melalui keberhasilannya di rantau orang nanti, setelah berguna nanti, baru dia akan pulang.

Kalau anda ke Padang saat lebaran tiba, anda akan menyaksikan orang Padang Pulang Basamo (pulang bersama). Mereka pulang berombongan dengan mobil pribadinya berderet-deret, dan jangan lupa bahwa mereka pulang dengan biaya masing-masing. Kenapa bisa pulang bersama dengan biaya masing-masing? Karena mereka pulang membawa keberhasilan. Sesampai di kampung mereka akan mengeluarkan uang pribadi masing-masing pula untuk membangun kampung halamannya. Mereka akan mengeluarkan uang untuk membangun masjid, gedung sekolah, jalan kampung, rumah gadang dan lain sebagainya.

Ada satu kampung di Kabupaten Solok, bernama Sulit Air. Kampung Sulit Air itu merupakan daerah sulit. Topografinya berbukit-bukit. Air sulit di sana. Namanya saja Sulir Air. Anda tentu dapat membayangkan bagaimana keadaan kampung itu. Namun jika lebaran datang, kampung itu seakan seperti show room mobil-mobil mewah. Sepanjang jalan di kampung itu penuh berjejer mobil-mobil mewah. Jalannya mulus. Rumah gadangnya bagus. Gedung sekolahnya bagus-bagus pula. Ada di sana Pondok Pesantren Modern yang sangat bagus. Kenapa demikian? Adalah karena peran serta perantaunya sangat besar dalam membangun kampung halamannya. Para perantau dari Sulit Air terkenal sukses. Banyak sekali pengusaha sukses asal Sulit Air pada berbagai kota besar di Indonesia dan luar negeri. Mereka tak banyak yang menjadi Pegawai Negeri. Tetapi sangat banyak yang menjadi pengusaha sukses.
Seorang pengusaha sukses asal Sulit Air, H. Rainal Rais suatu kali mengatakan kepada saya, modal utamanya merantau hanyalah tekad. Dia berangkat dari Sulit Air dulunya, pergi merantau ke Jakarta tak membawa apa-apa, kecuali tekad.

Sesampai di rantau, berbagai kesulitan hidup ia alami. Namun dia tak mengeluh. Dia tetap berusaha, tetap berinisiatif untuk mencari peluang-peluang usaha yang bisa ia lakukan. Dia bertekad, sebelum berhasil belum akan pulang ke kampung. Alhasil, dia menjadi pengusaha sukses. Setelah menjadi orang sukses di rantau, perhatiannya ke kampung sungguh sangat besar. Dia benar-benar membuktikan, bahwa setelah berguna barulah dia pulang.

Begitulah orang Padang merantau. Dia merantau bukan main-main, bukan membesar-besarkan badan, bukan menghabiskan uang yang dibawanya dari kampung. Dia merantau benar-benar pergi memperjuangkan hidup.
Semangat merantau orang Padang ini sangat penting artinya untuk modal dasar seseorang dalam berbisnis. Dan bagi orang Padang, memang dijadikannya ini sebagai modal utama dalam berbisnis.

Orang Padang menjadikan tekadnya yang kuat, semangatnya yang membaja, sebagai bekal menghadang medan kehidupan dalam meraih sukses. Orang Padang tak mudah menyerah karena kepahitan hidup. Orang Padang dalam memperjuangkan kesuksesan, hampir sama seperti air yang berada dalam plastik. Semakin tertekan, semakin terdesak, dia semakin kuat, semakain bersemangat untuk menembus kantong plastik tersebut.
Anda dalam berbisnis pun harusnya demikian pula. Tirulah kunci sukses orang Padang dalam berbisnis. Kalau anda orang Padang generasi baru tumbuh sekarang, jangan sampai tak mewarisi rahasia kesuksesan orang Padang pendahulu anda dalam berbisnis. Kalau anda bukan orang Padang, jangan segan-segan meniru rahasia sukses orang Padang dalam berbisnis.
Dalam berbisnis, dalam menjalankan usaha, meniru tak jadi persoalan. Bahkan lebih baik meniru kesuksesan orang lain ketimbang anda tak bisa dan tak pula mau tahu dengan rahasia kesuksesan bisnis orang lain. Yang tak boleh, meniru uang orang lain(membuat uang palsu). Namun kalau meniru rahasia sukses orang lain, boleh saja.

Semangat mengubah nasib sangat penting bagi seseorang. Orang yang tak mau mengubah nasib kepada yang lebih baik dari sebelumnya, akan sangat merugi dalam hidupnya. Orang itu tak akan sukses dalam melakukan usaha apa pun juga. Kalau dalam agama dianjurkan agar hijrah atau pindah untuk mengubah nasib ke arah yang lebih baik, meneladani hijrah(pindah) yang pernah dilakukan Rasululullah saw dari Mekah ke Madina, kita harus pula mau hijrah kepada yang lebih baik dari sebelumnya. Bagi orang Padang, merantau merupakan upaya mengubah nasib yang paling digemarinya. *

(6)  AWAK BUKAN CARI KERJA TETAPI CARI UANG
”Awak bukan cari kerja tetapi cari uang”. Inilah kalimat yang selalu memotivasi orang Padang untuk menjadi pengusaha atau pebisnis yang ulet. Sebagai seorang yang sudah memilih membulatkan tekad mencari uang dan bukan mencari kerja, orang Padang ke mana saja pergi selalu menyimpan impian dalam hatinya untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Karena itu pulalah orang Padang lebih enjoi berjualan es tebak di pinggir jalan, mendorong gerobak sate dari lorong ke lorong, daripada bekerja di tempat orang lain. Walaupun berjualan es tebak atau sate, ini adalah usaha sendiri. Itu menurutnya lebih baik ketimbang jadi pekerja. Kalau ada yang kelihatan bekerja di tempat orang lain, seperti tukang batu, tukang angkat, dia akan selalu memeras otaknya sambil memeras keringat agar secepatnya berhenti bekerja di sana, dan segera buka usaha sendiri walaupun dengan sangat sederhana sekali.

Karena itulah, di mana-mana orang Padang selalu mengatakan cari uang, bukan cari kerja. Menurutnya, tak ada gunanya cari kerja kalau tak akan mendapatkan uang. Agar dapat uang, apalagi uang sebanyak-banyaknya, harus berusaha. Karena itu, harus diusahakannya selalu dengan berbagai taktik dan strategi agar menjadi pengusaha.

Seorang pekerja sulit sekali bisa menjadi orang kaya raya. Namun seorang pengusaha sukses, jelaslah jadi orang kaya raya. Karena itu, orang Padang sebagai orang yang berjiwa bisnis, selalu ingin jadi pengusaha dan enggan jadi pekerja.Banyak sekali orang merasa puas jika telah memiliki gaji besar ketika bekerja pada suatu tempat. Dia tak ada lagi berniat untuk membuka usaha sendiri karena takut dengan segala resiko.

Namun bagi orang Padang lain halnya. Dia selalu berpikir, bahwa sebesar apa pun gaji seorang pekerja pada suatu perusahaan, pastilah akan lebih besar penghasilan pemilik perusahaan tersebut dibandingkan dengan gajinya. Mustahil akan besar pula gajinya dibandingkan penghasdilan pemilik perusahaan tersebut. Sebagai orang yang berjiwa bisnis, orang Padang tak pernah merasa puas sebagai pekerja, karena masih ada penghasilan orang di perusahaan tersebut di atas gajinya.

Dengan demikian, di mana pun orang Padang bekerja, dia akan selalu memutar otak agar suatu saat nanti dia memiliki perusahaan seperti bosnya sekarang itu.Hal ini cocok sekali dengan prinsip orang yang berada di negara maju. Sebab, orang di negara maju selalu berpikir bagaimana bisa menjadi pengusaha atau pebisnis. Bukan berpikir bagaimana bisa menjadi pekerjaan. Sedangkan di negara berkembang atau negara miskin, rakyatnya masih berpikir bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan.

Seperti dikemukakan dalam buku berjudul,”The Power Of Mimpi yang ditulis Akbar Kaelola, inilah suatu fakta yang menjelaskan bahwa Indonesia tertinggal oleh negara Singapura, Amerika Serikat, Rusia, Brasil, China dan India. Negara Indonesia masih berkategori negara buruh, belum lagi negara bisnis

Bahkan David McClelland mengemukakan, untuk bisa suatu negara makmur, paling tidak membutuhkan 2% dari warganya menjadi intreprenur. Fakta menunjukkan, tahun 2007 Indonesia baru memiliki 0,18% atau 400.000 intrepreneur atau pengusaha dari jumlah pendudukny yang telah mencapai 230 juta jiwa lebih.

Seharusnya, apabila dilihat dari jumlah penduduk Indonesia, negeri ini telah memiliki 4,4 juta jiwa intrepreneur. Sebab, sebagai bahan perbandingan bagi Indonesia, tahun 2005 saja, Singapura sudah punya 7,2 % intrepreneur. Sedangkan Amerika Serikat pada tahun 2007 telah memiliki 11,5 % intrepreneur.

Sebagai akibat dari masih kurangnya pengusaha di negara Indonesia, membuat pengangguran semakin hari semakin tak terkendali. Semakin hari semakin menggunung tinggi dan menakutkan. Sesuai data Februari tahun 2007, negeri ini memiliki 740.206 penganggur tamatan perguruan tinggi. Yang menakutkan lagi, selang waktu beberapa bulan, pada Agustus 2006 sampai Februari 2007, jumlah pengangguran lulusan perguruan tinggi naik menjadi 66.578 jiwa atau 9,88 %.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kalau bangsa ini masih saja berkutat sebagai bangsa buruh, yang sehari-hari penduduknya selalu mencari kerja dan tidak membuat usaha, pengangguran tentu akan semakin menggunung. Kalau pengangguran bertambah banyak, maka sudah dapat dipastikan kemiskinan akan semakin menggila atau semakin tak terkendali.

Karena itu, prinsip orang Padang yang mengatakan mereka cari uang bukan cari kerja, sungguh sudah saatnya dikedepankan untuk menjadikan negeri ini menjadi negeri yang makmur. Kalau tidak, negeri yang memiliki kekayaan alam melimpah ruah ini akan tetap saja menjadi negeri buruh, menjadi negeri penumpuk pengangguran, menjadi negeri miskin, yang akibatnya tak jauh berbeda dengan ayam yang mati kelaparan di lumbung padi. *

(7)  SI PADANG ORANG PANGGALE
Di mana-mana di seantero dunia ini sudah terkenal, bahwa si Padang itu adalah orang panggale. Si Padang maksudnya adalah orang Padang(orang Sumatra Barat/orang Minang. Panggale maksudnya adalah pedagang, pebisnis atau pengusaha).

Jika ditarik kembali ke belakang, orang Padang yang menjadi pedagang-pedagang besar atau pengusaha-pengusaha sukses itu telah melakoni dunia bisnis dan sudah menguasai kemajuan perekonomian Samudra Hindia semenjak abad ke-7.

Selama berabad-abad, pedagang asal Padang telah menguasai bisnis tambang dan pertanian. Mereka pun telah menjadi pebisnis sangat berpengaruh di pantai barat dan pantai timur Sumtra.  Kendatipun peranan perdagangan Padang(Minangkabau) mengalami penurunan semenjak dikuasainya pantai barat Sumatra oleh Belanda di abad ke-19, namun pada pasca kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1950-an, pengusaha asal Padang kembali banyak yang sukses di pentas nasional. Sebut saja misalnya, pengusaha sukses Hasyim Ning, Rahman Tamin, Agus Musin Dasaad, Sidi Tandao, Abdul Latif dan sederet nama lainnya.

Bagi orang Padang, berdagang tak saja hanya sekadar untuk mencari uang semata, tetapi sekaligus juga untuk menunjukkan eksisten dirinya kepada orang lain sebagai seorang yang merdeka.

Sebagai orang yang hidup di dalam lingkungan masyarakat yang egaliter, orang Padang selalu berusaha membentuk dirinya untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan demikian, dia tidak menyiapkan diri untuk diperintah-perintah, untuk disuruh-suruh. Orang Padang lebih memilih menjadi pemimpin kelompok masyarakat kecil dibandingkan menjadi anak buah di kelompok masyarakat besar. Itulah sebabnya, kalau diperhatikan, banyak sekali orang Padang yang lebih memilih menjadi pendorong gerobak sate Padang, menjual peniti atau sisir di emperan-emperan toko atau bersorak-sorak menjual kain tiga seribu di kaki lima, daripada menjadi pekerja kantoran. Hanya dengan menjadi pengusaha kemerdekaan dalam berusaha bisa dinikmati seratus persen. Tidak akan pernah didapati di kantoran.

Berkembangnya kultur pebisnis bagi orang Padang, taklah pula terlepas dari adanya harta pusaka tinggi dalam ketentuan adat Minang. Dalam hal ini, harta pusaka tinggi menjamin kepemilikan tanah dan keberlangsungannya pada setiap kaum. Dengan kepemilikan tanah tersebut, posisi masyarakat tidak saja hanya sebagai penggarap tanah semata, melainkan juga sekaligus sebagai pebisnis, pedagang atau pengusaha yang bisa menjual secara langsung hasil garapannya ke pasaran. Di samping itu, kultur merantau yang sudah mendarah daging bagi orang Padang, telah membuat budaya mandiri, budaya kerja keras dan kerja cerdas yang telah tertanam kokoh dalam dirinya. Bahkan orang Padang lebih mengutamakan budaya kerja cerdas daripada kerja keras. Kerja cerdas menunjukkan seseorang berusaha sekuat tenaga secara cerdas, dengan memutar otak untuk bisa mengubah keadaan dari yang sedang dia alami. Sedangkan pekerja keras, hanya semata-mata bekerja dengan mengandalkan kekuatan tenaga tanpa diiringi kekuatan pikiran.

Apabila diperhatikan, orang Padang melakoni berbagai jenis usaha. Namun yang terlihat lebih dominan, antara lain sebagai berikut :

1) Usaha restoran. Berbicara tentang restoran. Siapa yang tak kenal dengan restoran Padang. Di mana-mana sangat dikenal restoran atau rumah makan masakan Padang. Sebut saja rumah makan Sederhana yang dirinstis pengusaha sukses Bustaman yang punya tak kurang dari 60 cabang di seluruh Indonesia. Di samping itu, rumah makan Simpang Raya, restoran Sari Ratu dan lain sebagainya. Ada pula yang dikenal dengan Nasi Kapau. Kapau terletak di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Nasi Kapau sangat terkenal ke mana-mana. Sejenis nasi ramas namun masakannya sangat enak. Ada pula restoran Kubang yang berasal dari Kabupaten 50 Kota, Sumtra Barat. Martabak Kubang sangat terekenal ke mana-mana. Dari Kabupaten Padang Pariaman, Sumtra Barat sangat terkenal pula sate-nya. Semua ini tak saja menguasai nusantara, tetapi menyeruak ke berbagai belahan dunia.

2) Tekstil. Pedagang tekstil asal Padang selama ini telah mendominasi pasar tradisional di kota-kota besar seluruh nusantara. Di Jakarta misalnya, pedagang asal Padang mendominasi pusat-pusat perdagangan di Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Blok M, Pasar Jati Negara dan Pasar Bendungan Hilir. Selain di jakarta, di daerah-daerah juga demikian. Di Medan misalnya, pedagang tekstil asal Padang mendominasi Pasar Sukaramai. Di Pekan Baru pedagang asal Padang mendominasi Pasar Pusat dan Pasar Bawah. Sedangkan di Surabaya, pedagang tekstil asal Padang akan banyak ditemui di Pasar Turi.

3) Kerajinan. Orang Padang pun banyak pula yang menggeluti dunia binas dari hasil kerajinan. Antara lain jenis kerajinan yang menjadi ajang bisnis orang Padang; kerajinan perak, emas dan sepatu. Pada umumnya mereka berasal dari Silungkang, Sawah Lunto dan Pandai Sikek. Perdagangan barang antik pun banyak pula digeluti pedagang asal Padang. Mereka lebih banyak berasal dari Sungai Puar, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Di Jakarta banyak sekali ditemui di Cikini, Jakarta Pusat dan di Ciputat, Tanggerang Selatan.

4) Percetakan. Bisnis percetakan merupakan jenis usaha yang cukup banyak pula digeluti pebisnis orang Padang. Pada umumnya percetakan yang ditekuninya, percetakan undangan dan buku. Bahkan tak sedikit pula usaha percetakan ini yang berkembang pesat menjadi usaha penerbitan buku dan toko buku. Kebanyakan yang menekuni usaha ini dari pebisnis asal Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Antara lain pengusaha sukses yang bergerak di bidang ini Muhammad Arbie, Rainal Rais dan sejumlah yang lainnya.

5) Hotel dan Travel. Bisnis pariwisata yang bergerak di bidang perhotelan dan travel, sungguh sangat banyak digeluti oleh pengusaha Padang. Di Jakarta, antara lain ada hotel Ambhara, Hotel Sofyan, Hotel Grand Mahakam dan sejumlah yang lainnya. Sedangkan jaringan usaha hotel Grand Menteng adalah jaringan bisnis hotel terbesar yang dimiliki oleh orang Padang. Jenis usaha travel, antara lain yang digeluti pengusaha asal Payakumbuh, Sumtra Barat, yang didirikan Rahimi Sutan, di bawah bendera Natrabu Tour.

6) Pendidikan. Bisnis di bidang pendidikan merupakan bisnis yang sangat digandrungi pula oleh pengusaha Padang. Pada umumnya, mereka yang bergerak pada dunia bisnis pendidikan berawal dari mereka sebagai karyawan di dunia pendidikan baik negeri maupun swasta. Setelah terasa matang, mereka buka sendiri, baik berupa sekolah, bimbingan belajar maupu perguruan tinggi. Pada mulanya mereka akan tampak sebagai seorang pekerja biasa, baik menjadi guru, pegawai tata usaha dan lain sebagainya. Namun diam-diam mereka akan berupaya mendalami pemahaman terhadap bisnis dunia pendidikan tersebut di tempat mereka bekerja. Setelah mendapatkan rasa percaya diri, mereka akan langsung mulai buka sendiri. Mereka tak peduli membuka dalam bentuk yang sangat sederhana dan kecil sekali pun. Mereka tak peduli ditertawakan orang. Di Jakarta sedikitnya ada tiga perguruan tinggi milik orang Padang. Yakni; Universitas Jayabaya didirikan Moeslim Taher, Universitas Persada Indonesia YAI didirikan Julius Sukur dan Universitas Borobudur didirikan Basir Barthos.

7) Media. Sesungguhnya bakat menulis orang Padang yang sudah terkenal ke mana-mana semenjak dahulu, ternyata telah mampu melahirkan perusahaan media yang berskala besar di Indonesia. Sebut saja; koran Oetoesan Melajoe yang didirikan Sutan Maharaja tahun 1915. Di samping itu ada lagi majalah Panji Masyarakat didirikan Hamka, koran Pedoman didirikan Rosihan Anwar, koran Waspada didirikan Ani Idrus, majalah Kartini didirikan Lukmar Umar, majalah Femina dirikan putra-putri Sutan Takdir Alisjahbana dan jaringan TV One didirikan Abdul Latif.

8) Keuangan. Bisnis di dunia industri keuangan, tak sedikit pula digeluti orang Padang. Antara lain jenis usaha yang dilakoninya, perbankan, sekuritas dan asuransi. Pengusaha sukses Sutan Sjahsam misalnya, adalah perinstis pasar modal di Indonesia. Adik kandung perdana menteri Indonesia pertama, Sutan Sjahrir ini adalah seorang pialang dan saham, dan pendiri perusahaan sekuritas, Perdana. Di bisnis perbankan, ada pengusaha sukses Anwar Sutan Saidi yang mendirikan Bank Nasional tahun 1930.

Dari sini, terlihatlah bahwa si Padang memang benar–benar orang
Panggale. Orang Padang berupaya untuk tidak memilih menjadi orang yang disuruh-suruh. Karena itulah mereka sebagian besar memilih menjadi pengusaha.Hidup sebagai seorang pengusaha, diyakininya hidup yang benar-benar merdeka. Tak diatur-atur harus masuk jam sekian dan pulang jam sekian. Pengusaha merdeka berinovasi, berkreativitas untuk kemajuan usahanya. Orang kantoran, apalagi pegawai negeri, diatur oleh berbagai ketentuan, yang jika salah sedikit saja berbahaya.

Di dunia usaha, keliru atau gagal merupakan hal biasa yang bisa dijadikan pembelajaran untuk diwaspadai di masa datang. Sedangkan di dunia kantoran terutama pegawai negeri atau BUMN/BUMD, sama sekali tidak boleh salah atau keliru. Kalau salah atau keliru, penjara menunggu. Sebab kesalahan atau kekeliruan dianggap penyimpangan atau penyelewengan.
Dengan demikian, kalau anda ingin hidup merdeka, merdeka dalam berinovasi dan berkreativitas, bebas melakukan kegiatan dengan memeras otak dan keringat semaksimal mungkin, bebas mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, bebas menjadi orang kaya raya, jadilah pengusaha, jadilah pebisnis dan jadilah pedagang. *

(8)  PULANG MISKIN DICUEKIN PULANG KAYA DISANJUNG
Salah satu hikmah dari merantau yang merupakan kultur orang Padang, adalah menjadikan diri mandiri. Hidup di rantau orang jauh dari sanak saudara. Tak ada tempat mengadukan nasib.

Seandainya badan ditimpa sakit, tanggungkanlah sendiri. Sekiranya tak ada uang untuk makan, tahanlah lapar sendiri. Seandainya ingin berusaha, carilah modal sendiri. Kalau sudah membuka usaha, seandainya ingin berkembang, berusahalah sendiri.

Hidup sebatang kara di rantau orang merupakan tempaan bagi seseorang untuk bisa hidup mandiri, tak mudah mengadukan nasib pada orangtua, pada sanak saudara, pada teman sejawat dan lain sebagainya.
Seandainya tetap di kampung, jika menganggur, tak akan terlalu pusing. Bisa minta uang pada orangtua, bisa minta rokok pada teman sejawat dan bisa mengutang atau meminjam pada sanak saudara kiri dan kanan. Di rantau orang, semua itu tak akan ada.Karena itu, bagi orang Padang merantau boleh dikatakan suatu kewajiban. Kalau belum pernah merantau, kalau hanya tinggal di kampung saja, dapat dikatakan belum bisa lagi disebut mampu hidup mandiri, karena belum terbiasa lagi hidup getir, hidup susah dan hidup menderita.

Satu hikmah lagi yang bisa diambil untuk menjadi pengusaha tangguh dari kultur merantau orang Padang, dengan merantau orang Padang punya semangat pantang menyerah, punya tekad kuat untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik.

Seorang perantau Padang akan malu pulang ke kampung jika belum berhasil. Dia akan merasa khawatir dicuekin kalau pulang miskin. Dan sebaliknya dia yakin akan disanjung kalau pulang kaya raya. Karena itu, orang Padang di rantau orang benar-benar memeras otak dan keringat, mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam menjalankan strategi dan taktik untuk bisa mengubah hidupnya kepada yang lebih baik.

Bagi orang Padang, bergerak di bidang bisnis merupakan satu-satunya jalan hidup yang paling tepat untuk mengubah nasib. Mereka pulang ingin membawa mobil, ingin membawa uang banyak. Jika ini diharapkan dari kerja kantoran, sulit sekali. Bahkan mungkin terasa mustahil. Karena harus pulang kaya raya, di dalam meniti kehidupan di rantau, orang Padang memegang teguh prinsip dalam berusaha, sebagai berikut :

1) Dapat dipercaya. Orang Padang dalam berusaha memegang teguh kepercayaan orang. Sebab, kepercayaan merupakan modal utama dalam menjalankan usaha. Sekali saja orang kehilangan kepercayaan dari seseorang, selamanya yang bersangkutan akan sulit memperolehnya kembali. Karena itu, kepercayaan merupakan prinsip orang Padang yang tidak bisa ditawar-tawar. Kehilangan kepercayaan berarti kehilangan jalan hidup untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik. Karena itu, orang Padang selalu bertekad untuk dapat dipercaya.

2) Berani. Dalam berbisnis, orang Padang selalu berani melakukan tindakan. Seorang pengusaha, seorang pedagang atau pebisnis yang selalu ragu-ragu, apalagi takut melakukan tindakan, tak akan pernah bisa berkembang. Karena itu keberanian dalam melakukan tindakan untuk kemajuan usaha yang sedang dijalankan sangat diperlukan. Orang Padang memilikinya.

3) Ulet. Keuletan orang Padang dalam berbisnis sangat terkenal selama ini. Karena keuletannya ini pulalah rata-rata mereka berhasil sukses. Orang Padang tak mengenal menyerah, tak mengenal lelah dan tak mengenal putus asa dalam berbisnis. Seluruh prinsip ini sangat diperlukan dalam berbisnis.

4) Punya mimpi besar. Seorang pebisnis harus memiliki mimpi besar. Mimpi besar di sini artinya punya keinginan yang besar dalam mencapai kesuksesan. Dengan adanya mimpi besar itu, dia merasa terdorong untuk bekerja keras, untuk berjuang sekuat tenaga dan pikiran dalam mencapai mimpi besar yang bergayut di benaknya. Orang Padang punya mimpi besar tersebut. Antara lain mimpi besarnya, kalau nanti sudah sukses, dia akan pulang kampung saat lebaran tiba, guna memberikan bantuan untuk pembangunan tanah kerlahirannya. Untuk bisa memberikan bantuan, tentu harus sukses. Mungkin saja bantuannya dalam bentuk membangun masjid, membangun jalan desa atau membangun rumah gadang. Uang yang diperlukan untuk semua ini bukan sedikit. Karena itu, di rantau harus sukses. Kalau ongkos pulang saja susah mencarinya, bagaimana pula akan membantu membangun kampung halaman saat pulang lebaran.

5) Rendah hati. Dalam berusaha di rantau orang, salah satu modal yang harus dimiliki pula adalah rendah hati. Dengan memiliki sifat rendah hati, dia seseorang mudah menarik simpati orang. Kalau simpati orang sudah didapatkan, jaringan bisnis akan mudah dibuat. Jika jaringan bisnis sudah luas, usaha yang dilakukan akan berjalan lancar dan akan mudah berkembang. Karena itu, sifat rendah hati menjadi salah satu modal usaha bagi orang Padang. Dan dengan ini, orang Padang dikenal mudah bergaul. Dia tidak sombong. Sifat sombong diyakini pengusaha Padang menjauhkan rezeki. Sebaliknya sifat rendah hati mendatangkan rezeki. D sinilah perlunya pepatah yang sekaligus telah menjadi falsafah hidup orang Padang seperti yang telah saya kemukakan sebelum ini dipegang teguh, yang mengatakan, bahwa kalau mandi hilir-hilir, berkata di bawah-bawah. Hati-hati dengan yang di atas, waspadai yang di bawah kalau menimpa. Ingat sebelum kena, pasang lantai sebelum terpuruk. Semua ini adalah kata kiasan yang mengharuskan seseorang rendah hati, menjauhi sifat sombong.

6) Menepati janji. Orang Padang memegang prinsip wajib hukumnya menepati janji. Orang yang suka tak menepati janji atau suka mangkir janji, akan sulit dipercaya orang. Seperti dikatakan pada poin pertama tadi, kepercayaan adalah modal utama dalam berusaha. Kalau berjanji pukul 07.00, harusnya pukul 6.55 sudah hadir. Lebih baik menunggu daripada ditunggu. Dalam hal berjanji ini, pepatah orang Padang mengatakan, bahwa kalau licin bertongkat keris, kalau hujan berpayung destar, namun janji tetap harus ditepati. Jangan ada alasan untuk tidak menepati janji. Kalau ada utang dan berjanji akan membayarnya tanggal 16 Februari, tanggal 15 Februari harusnya sudah siap. Dengan ini, untuk menemui tanggal 16 sudah siap. Jangan sampai kalau berjanji membayar utang tanggal 16, tanggal 20 baru akan diusahakan. Berutang dalam berbisnis biasa, bahkan lebih baik. Namun dengan catatan, jangan sampai utang tak dibayar. Apalagi kalau sempat tidak ada niat untuk membayar utang. Walaupun bisa tak dibayar utang dengan berbagai dalih, dengan beribu alasan, tetapi ingatlah bahwa ke depan nanti orang tempat berutang itu tak akan pernah lagi mempiutangi. Malahan mungkin akan diinformasikannya kepada orang lain agar jangan dipinjami. Karena itu, menepati janji bagi orang Padang sungguh sangat penting artinya.

7) Fokus. Satu hal yang sangat penting pula, adalah fokus pada setiap usaha, pada setiap kegiatan yang dilakukan. Kalau beranjak dari kampung pergi merantau untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik, setiba di rantau harus fokus kepada tujuan semula itu. Apa pun godaan dan rayuan setiba di rantau untuk berubah haluan kepada yang lain, jangan sampai terpedaya. Jangan setiap sebentar tujuan hidup berubah. Orang Padang pergi merantau selalu fokus pada perjuangan mengubah nasib kepada yang lebih baik. Itu pulalah yang menyebabkan mereka tak segan-segan bersorak-sorak berdagang di kaki lima. Sebab di balik itu dia punya mimpi sangat besar, ingin jadi pengusaha sukses, ingin memperlihatkan pada orang kampungnya setelah berhasil nanti.

8) Berusaha sambil berdoa. Seperti diketahui, orang Padang terkenal dengan kekuatan adat dan agamanya. Dengan berbekalkan ini pulalah orang Padang bisa sukses dalam meniti kariernya sebagai pengusaha sukses yang dimulainya dari bawah. Antara berdoa dengan berusaha harus sejalan. Jangan berdoa saja tanpa berdoa. Sebaliknya jangan pula berusaha saja tanpa berdoa. Dalam memperjuangkan hidup, dalam perjuangan untuk mencapai kesuksesan, salah satu prinsip yang dipakai orang Padang adalah berusaha sambil berdoa.

Semua prinsip yang dipakai orang Padang ini sungguh sangat penting artinya bagi Siapa pun dalam melakukan usaha. Sebab, dengan ini seseorang akan dihargai orang, akan dipercayai orang, akan disegani dan dihormati orang. Anda bisa meniru prinsip-prinsip orang Padang ini. *

(9)  JADI BOS YES, JADI ANAK BUAH NO
Sikap hidup memilih menjadi bos dan menjauhi menjadi anak buah, merupakan sikap hidup yang membuat orang Padang sebahagian besar memilih jalan hidupnya sebagai pengusaha atau pebisnis.

Orang Padang sebahagian besar bersikap, tak nyaman menjadi pekerja, menjadi pegawai kantoran, karena diperitah-perintah, disuruh-disuruh, dengan gaji sudah ditentukan setiap bulan. Tak ada ketentuan, semakin sering disuruh-suruh atau diperintah-perintah semakin besar pula gaji.

Sikap memilih jadi bos dengan segala resiko yang sudah siap dihadapinya ini telah terpatri di hati orang Padang semenjak dia kecil. Bahkan semenjak masih bayi, orang Padang telah menidurkan anaknya melalui bernyanyi dengan menyenandungkan pantun-pantun pemotivasi. Antara lain yang selalu disenandungkan seorang ibu kalau menidurkan anaknya,” Anak kandung cepatlah besar. Setelah engkau besar nanti, jadilah pembangkit batang terendam. Jadilah penuntut malu oleh ibunda. Jadilah tempat mengadukan nasib dan tempat berlindung oleh orang di kampung !”.

Senandung yang dilagukan dengan irama memukau sehingga anaknya tidur dengan nyenyak ini, merupakan kata-kata pemotivasi bagi si anak.
Kata-kata pembangkit batang terendam merupakan kata-kata penggugah hati agar si anak setelah dewasa nanti bisa menjadi pengangkat harkat dan martabat keluarganya. Penuntut malu berarti bisa menjadi pejuang bagi keluarganya kalau nanti ada persoalan-persoalan yang dialami keluarganya. Tempat mengadukan nasib dan tempat berlindung bagi orang di kampung, maksudnya agar bisa nanti si anak ini setelah dewasa tempat orang di kampung atau orang lain meminjam jika terdesak uang, mendapatkan solusi dalam suatu kesulitan hidup. Atau, bisa pula untuk berlindung bagi orang di kampung dari berbagai kesulitan dan kesusahan hidup. Jadi, tidak hanya sebatas bisa membahagiakan dirinya saja, melainkan diharapkan juga bisa membias kepada orang lain.

Satu hal lagi yang merupakan penanaman sikap jadi bos bagi orang Padang, adalah ketika masih bayi, ada semacam kebiasaan dilakukan orang Padang beberapa hari setelah si bayi lahir, yakni dilangsungkanlah acara turun mandi. Dalam acara turun mandi itu, akan disuguhi ke lidah si bayi cabe dan garam. Ini maksudnya, semenjak dari bayi si anak telah diingatkan bahwa setelah dewasa nanti harus bisa mandiri, harus mau berusaha keras dalam memperjuangkan hidup. Jadi maksudnya, rasakanlah dari sekarang pedasnya cabe dan asinnya garam. Setelah dewasa nanti, kalau ingin merasakan pedasnya cabe berjuanglah mendapatkan cabe dan kalau ingin merasakan asinnya garam berjuanglah untuk mendapatkan garam. Jangan ditunggu pemberian orang dan jangan jadi orang pemalas. Kalau pemalas tak akan bisa merasakan pedasnya cabe dan asinnya garam.

Semangat yang ditanamkan di sini adalah semangat menjadi bos. Sebab semangat bos adalah semangat jadi pemimpin. Semangat jadi pemimpin adalah semangat berada di garis depan dengan segala resiko yang harus dihadapi.Semangat bos, untuk memperoleh penghasilan besar harus berjuang keras dan berjuang cerdas, harus bekerja keras dan bekerja cerdas, harus perbanyak bangun ketimbang tidur, harus menjauhi sikap hidup berleha-leha dan membudayakan sikap hidup memeras keringat dan memutar otak. Bekerja keras di sini bukan berarti sebagai pekerja, tetapi sebagai seorang bos yang tak mau santai-santai saja.

Jadi, menjadi bos memang sudah menjadi sikap hidup orang Padang. Untuk bisa menjadi bos, sudah barang tentu harus menghindari jadi pegawai kantoran. Untuk jadi bos harus mau membuka usaha sendiri.
Farrah Gray, seorang anak kulit hitam Afro Amerika yang hidup di pemukiman kumuh bersama ibunya yang sudah bercerai dengan ayahnya dengan 5 orang beradik kakak, dapat menjadi pemotivasi bagi anda dan saya dalam mengubah hidup ke arah yang lebih baik, dengan sikap hidup menjadi bos.

Kendatipun Farrah Gray hidup dalam keluarga miskin, namun cita-citanya bukan jadi pekerja untuk dapat makan pagi dan petang. Namun sebaliknya dia punya mimpi besar ingin menjadi bos, ingin punya perusahaan. Si kecil Farrah Gray, kecil-kecil sudah berani membuat kartu nama dengan nama Farrah Gray yang di bawahnya bertuliskan, ”CEO ABAD 21”. Bayangkan, betapa beraninya dia. Namun apa yang terjadi? Ketika baru saja berumur 14 tahun, Farrah Gray telah menjadi seorang miliarder di negara adi daya Amerika Serikat. Sejak kapan Farrah memulai kariernya? Lelaki yang selalu tampak bersemangat itu lahir 9 September 1984, dan memulai karier di dunia usaha semenjak berumur 6 tahun.

Dengan ini terlihat sekali bahwa dorongan atau motivasi yang menjadikan seseorang punya mimpi besar dalam menghadapi kehidupannya ke depan sangatlah penting. Orang Padang telah mendapatkan itu semenjak kecil.
Semangat menjadi bos telah didapatkannya semenjak kecil. Semangat menjadi bos telah merasuk ke darah daging orang Padang semenjak dia masih dalam gendongan ibundanya.

Setelah besar, orang Padang mengimplementasikan semangat itu dalam bentuk nyata dengan pergi merantau. Di rantaulah orang Padang menemukan jati didirnya sebagai seorang yang harus hidup mandiri demi untuk mencapai mimpi besarnya menjadi seorang bos, menjadi seorang pemilik perusahaan dan menjadi seorang pengusaha sukses.*

(10)  PENGUSAHA PADANG DAN PENGUSAHA CINA
Apabila diperhatikan, pengusaha Padang dengan pengusaha Cina memiliki banyak kemasaan. Kendatipun dalam beberapa hal mungkin memiliki perbedaan. Namun pada intinya, pengusaha Padang dan pengusaha Cina sama-sama pekerja keras dan pekerja cerdas, sama-sama punya semangat pantang menyerah dan sama-sama memegang teguh kejujuran. Keduanya pun sama-sama terkenal karena keuletannya dalam menjalankan usaha.
Disamping itu, baik pengusaha Padang maupun pengusaha Cina, sama-sama punya kultur hidup merantau. Orang Cina sangat dikenal sebagai orang perantau. Di belahan dunia mana pun ada orang Cina. Dan mereka pun dikenal pandai menyesuaikan diri.

Dari sisi kesabaran memperjuangkan usaha, baik pengusaha Padang maupun pengusaha Cina, tampak sama-sama memilikinya. Kesabaran pengusaha Padang dalam berjuang untuk bisa menjadi pengusaha sukses, seperti telah disinggung dalam bab terdahulu, mereka rela berpanas-panas berjualan peniti, sisir dan ikat pinggang di pinggir-pinggir jalan. Mereka pun mau bersorak-sorak di pasar-pasar tradisional untuk menjual pakaian tiga seribu. Orang Cina pun tak kalah sabarnya. Mereka pun mau mengawali berusaha dari bawah. Mereka relah bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun hidup menderita untuk sebuah mimpi besar menjadi seorang pengusaha sukses.

Secara umum banyak sekali kesamaan antara pengusaha Padang dengan pengusaha Cina. Dan semua kesamaannya ini bisa anda jadikan sebagai suatu pedoman untuk membuka, menjalankan dan mengembangkan usaha.
Kalau pengusaha Padang memiliki prinsip teguh tentang memegang kepercayaan, pengusaha Cina pun demikian pula. Bagi orang Cina, kepercayaan sungguh sangat tinggi nilainya. Kalau anda mendapat kepercayaan dari seorang pengusaha Cina, anda akan menjadi orang kaya raya. Sebab, bagi pengusaha Cina, kalau seseorang sudah dipercayainya, dia akan mau memodali anda berusaha. Uang bagi orang Cina tak jadi persoalan, kalau sudah bisa dia percayai. Tetapi anda harus ingat, sekali saja anda diketahuinya tak jujur, sekali saja anda mencoba mengkhianati kepercayaan yang diberikannya, selama hidupnya tidak akan pernah lagi anda dia percayai. Tidak mudah mendapatkan kepercayaan orang Cina.
Karena itu, baik pengusaha Padang maupun pengusaha Cina, harus mampu anda jadikan mereka mempercayai anda, jika anda ingin berhubungan lama dengannya. Sebenarnya kepercayaan ini amat penting, tidak saja terhadap orang Padang atau orang Cina, tetapi terhadap siapa saja.

Dari segi disiplin, baik pengusaha Padang maupun pengusaha Cina, sama-sama disiplin dalam masalah keuangan. Bagi pengusaha Cina, satu sen uang sangat berarti. Bagi pengusaha Padang pun demikian pula.
Mungkin karena itu pulalah, maka banyak orang mengatakan, bahwa pengusaha Cina dan pengusaha Padang selama ini yang menguasai perdagangan di Tanah Abang, di Blok M dan lain sebagainya.
Namun dari segi merantau, kalau orang Cina terkenal dengan istilah ”merantau Cina”-nya, tetapi orang Padang merantau bukan demikian. Merantau Cina yang dimaksudkan di sini, orang Cina merantau benar-benar pergi untuk selamanya. Di mana saja dia berada, orang Cina pada umumnya menganggap di sana kampung halamannya. Seakan-akan dia tak ingat pulang kampung lagi. Namun orang Padang merantau, selalu ingat pulang kalau sudah berhasil. Bagi orang Padang, suatu kepuasan tersendiri kalau bisa mengeluarkan uangnya sebanyak mungkin untuk membangun kampung halamannya. Di Pariaman, Sumatra Barat misalnya, ada istilah badoncek. Maksudnya, kalau lebaran datang mereka pulang kampung bersama-sama. Sebelum kembali ke rantau mereka akan mengadakan suatu pertemuan dengan masyarakat di kampungnya Dalam pertemuan itu mereka akan saling mengeluarkan uang secara bersama-sama untuk membangun kampung halamannya. Dalam kegiatan badoncek ini ada satu orang yang mengumumkan melalui pengeras suara setiap ada yang memberikan sumbangan. Semua orang akan mendengarkan siapa saja yang memberikan sumbangan. Biasanya akan berlomba-lomba mnengeluarkan uang saat acara badoncek tersebut. Hal ini sangat besar dampak positifnya untuk kemajuan pembangunan kampung halamannya masing-masing.

Bagi seseorang yang akan pergi merantau, biasanya ada nasehat dari orangtua dan pamannya, yang mengatakan agar jangan pergi merantau seperti merantau Cina. Maksudnya, jangan sampai merantau tak ingat lagi kampung halaman selama-lamanya. Namun begitu, tidak sedikit pula orang Padang yang merantau tak pulang-pulang sampai mati. Tidak sedikit pula yang semenjak pergi merantau tak ada kabar beritanya ke kampung.
Namun yang jelas, banyak sekali persamaan pengusaha Padang dengan pengusaha Cina. Dan semua ini patut anda ambil menjadi pedoman dalam meniti karier di dunia usaha. *

(11)  RUMAH MAKAN PADANG KAPAN ADA DI BULAN?
Suatu pertanyaan yang menggelitik, adalah kapan rumah makan Padang ada di bulan? Namun melihat keuletan orang Padang dalam berbisnis, asal ada peluang pasar di bulan, rumah makan Padang akan berdiri di sana.
Artinya, sungguh sangat ulet orang Padang dalam berbisnis. Kalau saja ada orang bermukim di bulan sana, kemungkinan besar akan berdiri rumah makan Padang di sana. Bahkan kalau ada orang bermukim di mata hari, orang Padang akan memberanikan diri pula mendirikan rumah makan di sana.

Orang Padang tak memilih-milih tempat usaha, tak mau berpikir berlama-lama untuk mendirikan usaha. Asal ada peluang, dia akan masuk. Dan dalam berbisnis memang harus demikian. Berbisnis taklah berteori, tetapi melakukan praktik secara langsung. Orang yang banyak berteori tak pas untuk melakukan usaha. Sebab, teori adakalanya tak sama dengan kenyataan praktik di lapangan. Bahkan banyak sekali yang tak sesuai dengan praktik di lapangan. Usaha memerlukan praktik di lapangan.
Teori berjalan tak selamanya cocok dengan praktik berjalan. Teori berenang tak selamanya cocok dengan praktik berenang. Teori berbisnis tak selamanya cocok dengan praktik berbisnis di lapangan.

Orang Padang dalam berbisnis tak berpatokan seratus persen pada teori, tetapi selalu berpedoman pada pengalaman lapangan secara praktis. Itulah yang menyebabkan bisnis orang Padang lancar.Orang Padang tak peduli di puncak gunung, di pinggiran kali, di pusat kota dan di mana saja untuk melakukan kegiatan bisnisnya. Baginya, asal ada peluang usaha, asal ada terbetik peluang pasar, dia akan langsung berbisnis di sana.

Ketika Timor Timur melepaskan diri dari Negara Indonesia, sesaat setelah berlangsung referendum, banyak sekali orang Padang yang berbisnis di sana terkena imbasnya. Maksudnya, orang Padang banyak sekali yang berbisnis di sana. Di samping orang Padang banyak yang pulang ke kampung halamannya kembali, atau pindah ke daerah lain di Indonesia, banyak juga yang memilih tinggal di sana. Inilah bukti, bahwa jangankan di Timor Timur (Timor Leste-sekarang), di bulan pun orang Padang berani berbisnis, jika sudah ada konsumen di sana.

Mengapa secekatan itu orang Padang berbisnis? Dapat dijelaskan, sebagai berikut:

1) Tidak Mau Manja. Pengusaha Padang tidak mau hidup bermanja-manja. Dia rela hidup menderita, hidup dengan pahit getir demi untuk mencapai mimpi besarnya menjadi orang kaya raya. Orang Padang punya satu prinsip, yakni,” Di mana bumi diinjak, di sanalah langit harus dijunjung. Di mana ranting di patah, di sanalah sumur harus disauk. Janganlah beraja di rantau raja dan bersultan di rantau sultan”. Maksudnya, di maman pun berada harus dituruti atau dipatuhi setiap ketentuan yang ada di sana. Jangan sekali-kali menyombongkan diri dan jangan sekali-kali membawa adat kebiasaan kita ke rantau orang.

2) Teguh Pendirian. Pengusaha Padang terkenal teguh pendiriannya. Dia tak mudah terpengaruh atau terpedaya oleh hal-hal yang tidak menguntungkan kepada usaha yang sedang ia lakukan. Prinsip yang dipegang pengusaha Padang dalam hal ini,”Dihembus orang jangan mudah gembung, dihirup orang jangan mudah kempis”. Maksudnya, jangan mudah terpedaya oleh masukan kiri dan kanan, yang tak ada manfaatnya bagi kesuksesan usaha yang sedang dijalankan.

3) Pantang Menyerah. Bagi orang Padang, dalam berbisnis berpantang menyerah. Tak ada kamus menyerah, meski sesulit apa pun kendala yang dia hadapi. Biar makan sekali sehari pun, dia tak akan menyerah, tak akan putus asa dan tak akan pernah tak melanjutkan kariernya di dunia usaha. Pengusaha itu akalnya seribu satu. Pengusaha Padang yakin betul dengan itu. Namun apabila mengalami kegagalan, dia akan menjadikan kegagalan itu sebagai guru, sehingga ke depan semakin hati-hati, semakin matang dan semakin arif bijaksana. Pepatah orang Padang mengatakan, ”Tuhan bersifat kadim, manusia bersifat gawa”. Maksudnya, Tuhan-lah yang bisa punya sifat pasti, tak pernah salah, tak pernah keliru. Sedangkan manusia punya sifat kilaf, keliru, salah dan lain sebagainya. Karena manusia punya sifat itu tadi, maka dia harus banyak belajar dari segala kekhilafan, kesalahan dan kekeliruannya tersebut, dalam menuju mimpi besarnya ke depan agar tercapai. Jadi, kegagalan pun tak perlu diratapi dan disesali, tetapi dijadikan pelajaran untuk mencapai keberhasilan.

4) Tidak Mendua Hati. Dalam berbisnis, bagi orang Padang berpantang mendua hati. Maksudnya, tidak ada cabang pikiran kepada yang lain selain berbisnis, selain menjalankan usaha dan selain berdagang.Tidak dikenal dalam perdagangan orang Padang, sambil berdagang ada pula pikiran untuk bertani dan lain sejenisnya. Kalau akan berbisnis, betul-betul berbisnis. Kalau akan bertani, bertani betul. Jangan nyambil berdagang. Jangan setengah-setengah. Dalam pepatah orang Padang dikatakan,”Kalau tak kaya, berani pakai. Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan ini harus benar-benar fokus pada satu jalan hidup. Jangan setengah-tengah. Orang yang punya banyak cabang pikiran dalam mengarungi kehidupan ini biasanya selalu ragu atau terlalu banyak pertimbangan. Orang yang dibalut ragu atau yang terlalu banyak pertimbangan, akan mengalami kegagalan. Sebab, karena selalu ragu, tak bisa mengambil keputusan, akhirnya tak ada yang dilaksanakan satu pun. Jadi, kalau sudah diambil keputusan, harus dijalankan, tanpa menghiraukan tantangan, rintangan dan hambatan. Sekali layar terkembang, berpantang surut ke belakang.

5) Dekatkan Diri Pada Yang Maha Kuasa. Orang Padang yang sejak dari kecilnya telah mendapatkan ilmu agama melalui mengaji di surau, di dalam menjalankan usaha, di dalam berbisnis selalu mendekatkan dirinya kepada Yang Maha Kuasa. Kebiasaan beusaha sambil berdo’a sudah menjadi darah daging bagi orang Padang. Sebab dalam agama sudah dijelaskan, bahwa manusia hanya diharuskan berusaha semaksimal mungkin, dan selanjutnya harus diserahkan kepada Yang Maha Kuasa dengan cara berdo’a.
Dengan berpegang teguh kepada beberapa hal ini, pengusaha Padang terbukti bisa menjalankan usahanya di mana saja. Tak peduli di bulan sekali pun, kalau sudah ada konsumen atau pasar di sana.

Dengan ini dapat dikatakan, bahwa jika ada pertanyaan, kapan rumah makan Padang ada di bulan? Jawabnya adalah apabila ada konsumen atau pasar di sana nanti. Jika ada konsumen atau pasar di sana, peluang pasar tersebut akan diambil oleh orang Padang, meskipun yang merinstis jalan ke sana bukan dia.. *

(12) KEULETAN ORANG PADANG DALAMN BERBISNIS
Tak bisa lagi dipungkiri, bahwa keuletan orang Padang dalam berbisnis telah terkenal ke mana-mana. Bahkan seperti dikatakan dalam bab terdahulu, kalaulah sekarang ada konsumen atau pasar di bulan, orang Padang akan membuka rumah makan Padang di sana. Keuletan orang Padang dalam berbisnis, sungguh mengagumkan semua orang. Dia tak peduli dengan berbagai hambatan dan rintangan. Bahkan segala hambatan dan rintangan itu dia jadikan sebagai suplemen untuk lebih berani dan lebih bersemangat lagi melangkah ke depan menuju mimpi besarnya menjadi pengusaha sukses.

Ada beberapa hal menyangkut keuletan orang Padang yang mungkin bisa menjadi pedoman bagi anda dalam menjalankan usaha :

1) Berpantang Ketinggalan. Dalam berbisnis atau menjalankan usaha, orang Padang menyatakan berpantang ketinggalan. Maksud ketinggalan di sini adalah terlambat dari orang lain dalam menangkap peluang bisnis. Agar tak ketinggalan, dia selalu ulet dalam memantau, mengamati dan memperhatikan peluang-peluang usaha yang bisa ditangkapnya. Begitu peluang usaha melintas, akan dia sabet langsung tanpa banyak pertimbangan, tanpa banyak pikir. Suatu contoh, saat lebaran tinggal lagi sekitar 3 bulan ke depan. Dari sekarang biasanya dia sudah mempersiapkan dagangannya yang sesuai dengan kebutuhan lebaran tersebut. Bisa saja, berbagai jenis kue, pakaian bagi yang punya usaha di bidang pakaian jadi dan berbagai hal lainnya. Begitu datang lebaran nanti, dia langsung bisa star.

2) Hebat Melobi. Kemampuan orang Padang dalam melobi, tak diragukan lagi. Dalam berbisnis, kemampuan lobi sangat diperlukan. Dengan kemampuannya melobi, orang Padang dalam berbisnis mampu meyakinkan orang, apakah dia konsumen atau pelanggan, perbankan dan lain sebagainya untuk memperoleh pinjaman atau berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan usaha yang sedang ia jalankan. Sehebat apa pun hasil produk suatu perusahaan, kalau orang tidak yakin dengan kehebatannya, niscaya tidak akan pernah laku di pasaran. Karena itu, kemampuan melobi sangat penting di sini. Dengan lobi yang bagus, pun akan bisa pula membuat jaringan bisnis semakin luas kiri dan kanan, atas dan bawah, hulu dan hilir.

3) Tidak Pemalas. Malas adalah penyakit yang harus dihindari oleh siapa pun, terutama dalam berbisnis. Orang pemalas tak akan bisa maju. Orang Padang sudah terkenal ulet. Orang ulet mustahil pemalas. Bagi orang Padang, dalam berbisnis tak kenal kata malas. Sebaliknya harus mau menjadi pekerja keras, mau bersimbah keringat dan mau melangkah dari bawah. Kalaulah orang pemalas yang punya peluang besar untuk kaya raya, Indonesia mungkin saat ini telah menjadi sebuah negara kaya raya. Tetapi malangnya, malas itu pangkal miskin dan rajinlah yang menjadi pangkal kaya. Bagi orang Padang tak ada dalam diri seseorang yang boleh menyebabkan dia pemalas. Sebaliknya, kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya haruslah dia jadikan untuk mendorong semangat menjadi rajin. Seperti dikatakan dalam prinsip hidup orang Padang, ” Orang buta bisa untuk penghebus lesung(tempat penumbuk padi atau tepung), orang pekak bisa untuk pelepas senjata, orang ganteng atau cantik bisa untuk menanti tamu dalam berpesta, orang bertampang jelek sekali ada juga gunanya, yakni untuk pengupaskulit pisang”. Jadi, semua manusia di muka bumi ini dalam prinsip hidup orang Padang bisa berkiprah, bisa berkreativitas, asalkan mau memeras keringat, mau berusaha.

4) Pemberani. Sikap pemberani yang dimiliki orang Padang dalam berbisnis, bukan main pula besar manfaatnya. Sebab, seorang pebisnis jika tak berani, tak akan pernah satu ide pun bisa dia jalankan. Sebab semua yang akan dilakukan itu pasti ada tantangannya. Orang penakut mana mungkin bisa menghadapi tantangan. Pemberani di sini bukan maksudnya berani membabi buta tanpa perhitungan. Tetapi berani yang penuh perhitungan. Pemberani di sini bukan pula senangnya hanya berkelahi. Berani di sini maksudnya adalah berani mencoba, berani melakukan, berani bereaksi dengan ide-ide bisnis yang telah ada pada pikirannya. Orang berani akan sukses jika dia mampu menghindari hal-hal yang mungkin menggagalkannya. Orang berani akan terjungkal kalau keinginannya hanya menabrak tantangan yang ada di depannya saja. Kemampuan menghindar itu akan dilakukan pemberani cerdas atau pemberani otak. Tetapi berani menabrak, berani membabi buta akan dilakukan oleh pemberani fisik atau pemberani tak cerdas. Pemberani fisik akan dengan mudah dilkalahkan oleh pemberani cerdas. Dalam berbisnis yang dibutuhkan bukan pemberani fisik, tetapi pembrenai cerdas atau otak.

5) Tegas. Ketegasan dalam berbisnis sangat penting. Ketegasan akan menghilangkan keragu-raguan, akan menghilangkan kebimbangan dan akan menghilangkan rasa was-was yang terlalu besar. Apa yang dialakukan pebisnis yang memiliki ketegasan akan tampak jelas, akan terang benderang, tidak abu-abu. Orang Padang dalam berbisnis, tegas. Sekali diputuskan untuk melangkah, dengan jelas dan dengan tanpa ragu-ragu dia akan melakukannya. Dan dalam berbisnis, kejelasan tujuan yang hendak dicapai sangat penting. Jangan seperti kapal berlayar di tengah lautan yang tak tentu pulau hendak dituju. Begitu sauh diangkat, begitu tali dilepaskan, begitu kapal bergerak dari dermaga, harus jelas pulau yang hendak dituju. Kalau tak demikian, anda akan terkatung-katung di tengah lautan lepas. Lapangan dunia usaha adalah bagaikan lautan luas yang sulit sekali menentukan di mana tepinya.

Lima hal pokok keuletan orang Padang ini sangat penting artinya dalam
mengembangkan usaha bagi siapa saja. Karena itu, tak salah kalau anda mempedomani pula kelima hal ini. *

(13)  SEMANGAT MEMBANGKIT BATANG TERENDAM DALAM MEMBANGUN USAHA
Membangkit batang terendam merupakan kalimat sakti orang Padang dalam memperjuangkan hidupnya. Khusus dalam membangun usaha, kalimat pendek ini sangat besar artinya bagi orang Padang.

Batang atau pohon kayu terendam adalah tamsilan dari suatu kehidupan yang terbenam, yang terpuruk, miskin. Jadi, seseorang yang berjuang bangkit dari keterpurukan itu, disebutlah membangkit batang terendam.
Bayangkan, betapa sulitnya mengangkat pohon kayu yang telah terbenam di dasar air, seperti di dasar sungai yang deras atau di dasar lautan yang demikian dalam. Untuk membangkitnya membutuhkan semangat yang tinggi, membutuhkan mental yang kuat, membutuhkan kemauan keras yang bukan main. Namun kalau terangkat nanti, betapa tingginya rasa puas yang dimiliki si pembangkit batang terendam tersebut. Dan semangat inilah yang dipatrikan orang Padang kepada anak-anaknya mulai sejak kecil, mulai semenjak dari buayaian, mulai semenjak si bayi dibuai disenandungkan ibunya.

Semangat membangkit batang terendam ini pulalah yang diterapkan orang Padang dalam membangun usahanya. Seorang yang tengah membangun usaha, baik saat memulai, mengembangkan atau melanjutkannya, disebut membangkit batang terendam. Semangat ini sungguh sama seperti suntikan motivasi yang sangat kuat bagi orang Padang dalam berbisnis.
Mungkin banyak yang bertanya selama ini, kenapa orang Padang itu dalam membangun usaha seperti tak kenal lelah, seperti tak kenal putus asa dan ada-ada saja ide yang muncul di benaknya untuk membangun kerajaan bisnisnya. Rahasianya adalah dia punya suplemen penguat yang disebut dengan membangkit batang terendam.

Bagi orang Padang, daripada membawa kegagalan pulang, lebih baik larek (larut atau tak pulang-pulang), dan tetap saja di rantau sampai mati. Sebab, kegagalan berjuang mengubah nasib di rantau orang, sama saja dengan tak mampu membangkit batang terendam.

Jika diperhatikan, semangat membangkit batang terendam ini sangat besar artinya dalam mencapai kesuksesan bagi orang Padang dalam membangun usaha. Tak berlebihan agaknya jika dikatakan sama dengan semangat ara kiri orang Jepang.Orang Padang akan merasa tak ada gunanya hidup di dunia ini kalau tidak akan terbangkit batang terendam. Tak ada gunanya pulang kampung dari rantau kalau tak akan terbangkit batang terendam.

Dengan kesuksesan membangun usaha, dengan kesuksesan jadi konglomerat, akan mengangkat harkat dan martabat diri sendiri, keluarga dan kaum yang yang sebelumnya mungkin tak begitu dipandang orang di kampung.

Semangat ini sungguh sangat besar artinya bagi orang Padang di dalam memicu semangatnya memperjuangkan hidup melalui membangun usaha. Dengan semangat ini orang Padang mau berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu untuk bersenang-senang kemudian.Keberhasilan seseorang dalam sisi apa saja, terutama dalam sisi bisnis, sangat tergantung kepada motivasi yang ada pada dirinya. Kalau motivasi dirinya dalam berbisnis lemah, maka usahanya akan lemah pula. Kalau motivasi dirinya kuat, maka bisnisnya akan sukses pula. Karena itu, dalam berbisnis motivasi sangat diperlukan. Mustahil seorang pengusaha akan sukses dalam meniti kariernya kalau dia tidak termotivasi untuk menjalankan bisnisnya. Karena motivasi adalah daya dorong yang dimiliki seseorang untuk mencapai apa yang diinginkannya. Seperti saya katakan tadi, orang Padang punya motivasi yang sangat ampuh, yaitu membangkit batang terendam.

Anda sebagai pengusaha, orang yang berencana memulai usaha atau yang sudah dalam tahap mengembangkan usaha, sangat memerlukan motivasi seperti yang dmiliki pengusaha Padang ini. Anda boleh saja mengambil motivasi orang Padang ini untuk anda jadikan pemotivasi diri anda.
Tidaklah benar kalau hanya orang Padang yang boleh memanfaatkannya. Sebab, semangat membangkit batang terendam ini boleh dimiliki oleh siapa saja yang mau maju dalam menjalankan usahanya. Rasa malu gagal, rasa terhina kalau tak sukses, harus anda jadikan pemicu semangat untuk lebih giat lagi berusaha dalam membangun dan mengembangkan usaha anda. Semoga anda menjadi seorang pengusaha sukses yang disegani di mana saja anda berada. Amin…!

(14)  BERANI BERUSAHA CARA ORANG PADANG
Agaknya, cara orang Padang berusaha tak jauh berbeda dengan cara orang lain. Namun seperti dikatakan pada bab terdahulu, orang Padang itu punya motivasi yang kuat, sehingga dia berani seperti tentara di medan perang, pantang menyerah sebelum berhasil. Lebih dari itu, yang membuat orang Padang itu sukses berusaha, dia tak pernah mengharapkan modal usaha berupa uang yang banyak dalam memulai usaha. Dia pun seakan-akan tak peduli dengan modal usaha uang tersebut sama sekali.

Bagi orang Padang, modalnya dalam memulai dan menjalankan usaha, cukup hanya dengan bermodalkan kesabaran saja. Dia bisa sabar bertahun-tahun hidup menderita untuk memperjuangkan sebuah mimpi besar yang ingin dicapainya. Tak banyak orang yang bisa sabar seperti itu, tetapi dalam kenyataannya orang Padang bisa.

Bagi orang Padang yang telah menjadi pengusaha sukses di rantau orang, kalau ada sanak familinya dari kampung mendatanginya untuk mencari penghidupan, dia tak langsung mengambilnya sebagai pekerja atau pegawai di perusahaannya. Dia hanya akan mempersilakan menginap di rumahnya. Setelah beberapa hari, dia akan memberinya modal untuk berdagang asongan, seperti berdagang asongan rokok di jalanan.

Untuk diingat, dia hanya satu kali itu saja akan memberi. Ketika modal itu diserahkannya, dia akan menekankan bahwa hanya sekali itu akan memberi. Kalau bisa hidup berkelanjutan oleh modal yang diberikannya itu, silakan berlanjut terus sampai besar dan menjadi pengusaha sukses. Sebaliknya kalau tak bisa mengembangkan usaha tersebut, tak akan pernah lagi diberinya. Malah dia akan memberinya ongkos pulang kampung. Gaya seperti ini rata-rata diberikan pengusaha sukses asal Padang kepada familinya yang coba mendatanginya dari kampung untuk berusaha.
Maksudnya memperlakukan seperti ini, supaya dia sadar bahwa hidup ini tidak gampang. Karena hidup tak gampang, dia tak boleh menjadi orang yang bertangan di bawah terus. Sekali diberi modal usaha, besoknya diberi lagi. Akhirnya dia akan menjadi peminta-minta, akan menjadi pengemis. Kalau diberi terus menerus, semangat juangnya untuk mencapai keberhasilan tak akan muncul. Orang Padang tak menginginkan sanak familinya menjadi pengemis. Daripada menjadi pengemis, daripada menjadi peminta-minta terus menerus dengan alasan untuk modal, lebih baik pulang saja ke kampung. Mungkin dia lebih baik menokak tanah menjadi petani di kampung. Mungkin itu kerja yang cocok untuk dia.
Dengan ini, seorang yang sepenakut apa pun, akan berani melakukan usaha. Sebab, kalau sempat modal yang diberikan familinya yang pengusaha sukses itu habis, tak bakalan ditambahnya lagi. Malahan hanya akan diberinya ongkos pulang kampung. Kalau sempat ini terjadi, bukan main beratnya rasa malu yang akan berada di pundaknya. Dia akan diledek orang kampung dengan mengatakan,”Sudah jelas bodoh, merantau pula. Bikin malu saja”.

Jadi, karena dia harus bisa mengembangkan usaha dengan modal yang diberikan padanya tadi, dia harus berani bertarung di pasar dengan sesama penjaja rokok asongan lainnya. Dia harus menang. Dia tak boleh kalah. Kalah berarti pulang miskin ke kampung. Kalau itu terjadi, malunya bukan main. Berani bertarung ini bukan berkelahi, tetapi berani mengadu strategi dan taktik di antara sesama pedagang asongan.

Untuk keberanian berkelahi, sulit terdengar orang Padang tawuran di rantau orang. Ini dikarenakan orang Padang selalu memegang prinsip bahwa merantau bukan mencari lawan tetapi mencari uang.Lagi pula, karena demikian beratnya beban moral sebagai orang yang ingin mencapai mimpi besar di rantau orang, membuat dia tak sempat lagi memikirkan yang lain-lain selain memikirkan bagaimana agar usahanya berhasil. Tak ada lagi waktu baginya untuk memikirkan yang tak penting, yang di luar jalur usahanya. Dia berhenti memikirkan usahanya kalau telah tertidur. Namun begitu tersentak tengah malam atau terbangun di pagi hari, langsung dia teringat pada usahanya, langsung dia teringat kepada modal usahanya yang hanya segitu banyaknya, ingat dia bahwa jika sempat tak berujung dagangannya, dia akan pulang kampung dengan miskin. Dia akan pulang dengan menyandang rasa malu yang bukan main beratnya.
Orang Padang akan sangat malu kalau baru beberapa bulan merantau lantas pulang. Semakin lama merantau, semakin menambah kewibawaannya setiba di kampung. Apalagi kalau perantau yang sudah lama tak pulang-pulang itu pulang kampung membawa keberhasilan.
Keberanian orang Padang dalam berusaha, toh disebabkan pula oleh kekuatan agama dan adat yang dipakainya dalam kehidupan sehari-hari semenjak kecil. Semenjak kecil, semenjak masih tidur di surau bagi yang lelaki, dia telah diajarkan hidup dalam ikatan agama dan adat yang kuat. Adat Minang yang sangat terkenal ke mana-mana itu sendinya adalah syarak(agama). Sedangkan syarak yang menjadi pegangan hidup dan mati baginya itu sendinya adalah kitabullah(kitab Allah swt, yakni Al-Qur’an). Bagi orang Padang sangat dikenal sebutan,”Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah. Syarak mengatakan, adat memakaikan”.

Ke mana pun dan langkah apa pun yang dilakukan orang Padang dalam menjalankan usaha, taklah pernah dia merasa takut. Sebab, untuk apa dia takut karena dia yakini bahwa Allah swt selalu bersamanya. Bisnis yang dijalankan orang Padang selalu berpedoman kepada adat dan agama. Etika yang diajarkan oleh adat dan agama, menjadi pedoman bagi orang Padang dalam berbisnis, dalam menjalankan usaha.

Menurut keyakinan orang Padang, kalau sudah bersandar kepada ketentuan Allah swt dan Rasul, tak ada lagi gunanya ragu, khawatir dan takut berbuat dalam menjalankan usaha.

Bisnis yang dilandasi adat dan agama, tak akan keluar dari ketentuan etika dan moral. Orang yang mematuhi ketentuan adat dan agama tidak akan mau menipu dalam berbisnis, tidak akan mau mangkir dalam berjanji dan tidak akan mau merugikan orang lain untuk mendapatkan keuntungan besar.

Dalam adat Minang dan agama Islam diajarkan, bahwa janji binasa mangkir, titian binasa lapuk. Apabila dipercaya dilarang berkhianat. Berani karena benar, takut karena salah. Seseorang yang merasa berada di garis kebenaran, dia akan berani. Sebaliknya seseorang yang dalam hati nuraninya merasa bersalah, dia akan merasa takut. Semua ini sangat penting artinya bagi seorang pebisnis.*

(15)  MODAL SATU GEROBAK DAPAT UANG SEGEROBAK
Kalau anda berjalan-jalan pada malam hari di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang dan lain sebagainya, anda akan menemukan para pedagang sate dengan sebuah gerobak dorong.
Pada umumnya hanya dua saja asal orang ini, kalau tak berasal dari Padang berarti dia berasal dari Madura. Sate yang terkenal pun dua itu pula, sate Padang dan sate Madura.

Apabila dilakukan investigasi secara mendalam dengan teknik investigasi atau dengan teknik wawancara yang bagus, pada umumnya orang Padang yang berjualan sate itu akan mengatakan bahwa dia berjualan sate ini menginginkan suatu waktu nanti jadi bos sate. Atau, dia akan mengatakan dagang sate ini sebagai batu loncatan untuk menjadi pengusaha sukses. Apalagi kalau anda menanyakan kepada pedagang sate yang masih bujangan atau lajang.Apa yang tersirat dapat diambil dari sini? Sekecil apa pun profesi yang sedang dijalani orang Padang, dia tak akan mau berpikir hanya sampai di situ. Dia tetap akan berpikir bagaimana agar bisa lebih baik kehidupannya dari waktu ke waktu.

Seperti berjualan sate ini, misalnya. Seorang pedagang sate yang berkeliling dari lorong ke lorong menjajakan dagangannya dengan satu gerobak sate akan bisa suatu waktu nanti menjadi bos atau juragan sate.
Caranya, si pedagang sate dengan satu gerobak ini harus memutar otak, bagaimana agar dapat menyisihkan keuntungan berjualan sate ini sedikit demi sedikit setiap malam sepulang berjualan. Setelah sampai uangnya untuk membuat satu gerobak sate, dia buat satu gerobak lagi. Bagaimana menjalankan usaha berjualan sate karena tenaga tak ada lagi? Dia cari orang yang bisa dipercaya, dan dia buat perjanjian bagi hasil dengan pedagang sate tersebut. Untung dari hasil penjualan dua gerobak sate tersebut dia sisihkan lagi untuk membuat satu lagi gerobak sate berikutnya. Begitu selanjutnya. Akhirnya nanti si penjaja sate yang pada awalnya hanya punya satu gerobak sate tersebut akan memiliki banyak gerobak sate nanti. Kalau sudah banyak, uang yang masuk dari setiap gerobak sate tersebut tentu makin banyak pula. Mungkin saja gerobak satenya yang beroperasi setiap malam bisa mencapai 5, 10, 20, 30, 50 dan begitu selanjutnya. Apabila dia memiliki 20 gerobak sate yang berjualan setiap malam, dan satu gerobak sate bisa menghasilkan untung Rp 100.000,- saja, berarti dalam satu malam dia berhasil mengumpulkan uang Rp 2.000.000,- Sesuai informasi yang saya dapatkan dari pedagang sate gerobak itu di Jakarta, Semarang, Surabaya dan Medan, rata-rata mereka yang saya tanya mengaku bisa memperoleh untung Rp 200.000 sampai Rp 250.000 setiap malam. Dengan memutar otak cara begini, dia akan bisa terus berupaya untuk menambah gerobak sate miliknya setiap bulan, setiap tiga bulan, setiap enam bulan dan seterusnya.

Inilah cara orang Padang menjalankan usahanya, sehingga dari usaha yang teramat kecil sekalipun pada suatu saat nanti dia bisa menjadi bos, menjadi pengusaha sukses. Dia tak mau cukup saja dengan yang sudah ada. Dia tak mau cepat puas. Selalu ingin bertambah, ingin bertambah dan bertambah.
Kalau tidak dengan jiwa bisnis, besar kemungkinan si tukang sate tersebut akan begitu saja keadaan hidupnya sampai mati. Dia akan puas dengan satu gerobak sate saja. Sebab dengan mendapatkan uang Rp 100.000,- atau Rp 200.000,- satu malam menurutnya sudah besar karena sudah bisa menghidupi keluarganya. Padahal apabila dia berpikir lebih jauh lagi, kalau dia tak puas dengan yang sudah didapatkannya itu, tentu akan selalu dia berjuang untuk menambah gerobak sate dengan memakai orang lain untuk menjalankannya. Kita dapat mengambil pelajaran dari seorang Rangga Utama. Seperti diuraikannya pada majalah Elshinta, edisi Februari 2011, bahwa dengan uang pesangon PHK(Pemutusan Hubungan Kerja) di tempat dia bekerja sebesar Rp 3.000.000,- pada awalnya, lelaki masih muda ini akhirnya bisa menjadi bos kuliner Pecel Lele Lela. Dari usaha yang benar-benar dari bawah ini, Rangga pada bulan Februari 2011 telah bisa memiliki 27 cabang kuliner Pecel Lele Lela dengan omset telah mencapai Rp 1,8 milyar. Bayangkan, pasaran hidangannya hanya berkisar Rp 12.000,-/porsi.

Jadi, sebenarnya tidak saja orang Padang yang harus bisa bermodalkan satu buah gerobak untuk mendapatkan uang segerobak. Siapa pun bisa. Namun tentu harus punya kemauan keras. Di sinilah berlakunya pendapat, bahwa anda adalah apa yang anda pikirkan. Kalau anda berpikir kecil, maka hasil yang akan anda dapatkan kecil pula. Sebaliknya kalau anda berpikir besar yang akan anda peroleh besar pula. Untuk itu, anda harus berpikir besar. Anda harus punya mimpi besar untuk kesuksesan usaha anda.Anda jangan sampai mengatakan tidak bisa, tidak mungkin, tidak mampu, pada hal usaha anda belum apa-apa dibandingkan usaha orang yuang sudah sekian jauh sebelum anda. Orang yang anda lihat sukses itu, yakinilah bahwa bukanlah karena dia santai, bukanlah karena dia malas berusaha dan bukan pula karena dia tak bersemangat. Dia berhasil karena berusaha keras, karena memutar otak, karena tak kenal lelah, karena tak kenal siang dan malam dalam berusaha untuk mencapai impiannya.Kalau dengan modal besar mendapatkan untung besar, sudah biasa. Kalau anda menginginkan yang luar biasa, harus anda capai untung besar dengan modal seadanya. Yang paling menggelikan sekali, sudahlah modal besar, untung kecil pula. Bahkan bangkrut pula.

Mulai hari ini, saya sarankan kepada anda agar meniru cara berbisnis orang Padang, karena cara berbisnis orang Padang itu benar-benar menakjubkan, benar-benar luar biasa. Bahkan saya sarankan kepada anda, termasuk kepada diri saya sendiri, agar meniru siapa pun dia kalau anda pandang dia punya kelebihan, punya keistimewaan dalam melakukan usaha, dalam berbisnis. Sebab dalam berbisnis tidak dilarang meniru. Apa salahnya meniru kepada orang yang telah berhasil berbisnis dibandingkan kita yang belum lagi berhasil mau mencoba.

Jangan anda cepat-cepat mengatakan tak mungkin mendapatkan uang segerobak dengan modal hanya satu gerobak sate, es tebak dan lain sebagainya. Kuncinya, anda harus berpikir besar, bermimpi besar, dan anda selalu mengejar pikiran dan mimpi anda itu terus menerus tanpa kenal lelah, tanpa kenal putus asa. Sebab, itu merupakan bahagian dari rahasia orang Padang untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis. *

(16)  ADAT DAN SYARAK KUNCI KEKUATAN BISNIS ORANG PADANG
Mungkin anda bertanya-tanya, apa sih kekuatan bisnis orang Padang itu? Kunci kekuatan bisnis orang Padang terletak pada adatnya yang bersendikan syarak, syaraknya yang bersendikan kepada kitabullah.
Yang dimaksudkan dengan adat adalah kebiasaan yang sudah turun temurun diwarisinya dari generasi ke generasi, yang dikenal dengan adat Minangkabau. Yang dimaksud dengan syarak adalah agama. Sendi adalah dasar atau landasan. Sedangkan yang dimaksudkan dengan kitabullah adalah kitab Al-Qur’an, yakni kitab suci umat Islam.

Dengan demikian, yang menjadi pegangan bagi orang Padang itu dalam berbisnis adalah adatnya yang bersendikan kepada agama, dan agamanya bersendikan kepada Al-Qur’an dan ditambah lagi dengan hadist Nabi Muhammad saw.Kekuatan adat dan agama yang antara satu dengan yang lain tidak bisa dilepaspisahkan, merupakan kunci kekuatan bisnis orang Padang. Adat dan agama orang Padang itu tidak membolehkan berkhianat kalau dipercaya. Seorang pengusaha, seorang pebisnis harus jujur. Jujur kepada pelanggan atau konsumen, sehingga barang yang jelek dikatakan jelek dan barang yang bagus dikatakan bagus. Jujur kepada sesama pengusaha, sehingga tidak boleh menipu teman sesama pengusaha, seperti menohok teman seiring. Jujur kepada anak buah atau pegawai, tidak boleh mengatakan usaha rugi kalau memang beruntung. Jangan gara-gara enggan menaikkan gaji pegawai, setiap mendapatkan untung dikatakan juga rugi. Apalagi kalau sempat tidak membayar gaji pegawai sesuai ketentuan yang sudah ada. Jujur kepada Allah swt, harus mau membayar zakat sesuai ketentuan agama. Dan jujur kepada negara, harus taat membayar pajak sesuai ketentuan yang ada. Jadi, curang dilarang agama. Selanjutnya disiplin. Agama memerintahkan agar setiap orang disiplin. Dalam agama sudah diatur, bahwa shalat isya 4 rakaat, shalat subuh 2 rakaat, shalat magrib 3 rakaat, shalat zuhur 4 rakaat dan shalat asyar 4 rakaat. Waktu shalat itu sudah ditentukan pula. Shalat magrib harus senja hari, syalat isya harus malam hari, shalat subuh harus benar-benar diwaktu subuh dan shalat asyar harus antara shalat zuhur dengan shalat magrib. Karena harus dilakukan dengan displin, tak boleh shalat subuh 4 rakaat atau shalat magrib 2 rakaat. Kalau dua rakaat ya 2 rakaat. Jangan sampai ditambah dan dikurangi.

Dalam berbisnis pun demikian pula. Orang bisnis harus disiplin. Kalau berjanji menyetor uang tanggal 12 Januari, jangan disetor tanggal 20 Januari. Harus tanggal 12 Januari. Kalau menjual jeruk 2 kg, harus benar-benar 2 kg. Jangan sampai yang dibayar konsumen 2 kg tetapi berat jeruknya hanya 1,5 kg. Dalam agama perbuatan ini merupakan dosa.
Dalam agama tidak diperbolehkan hidup boros atau berfoya-foya. Dalam berbisnis pun tidak diperbolehkan pula hidup berfoya-foya. Seorang pebisnis atau pengusaha yang hidupnya berfoya-foya, usahanya ada harapan akan segera bangkrut.

Adat dan agama melarang orang sombong. Seorang pebisnis atau pengusaha yang sombong, biasanya tak akan bisa bertahan lama menjadi pengusaha sukses. Biasanya orang sombong sangat mudah jatuhnya. Orang sombong senang sekali menyepelekan orang lain, menganggap enteng orang lain. Seorang pembeli atau seorang konsumen yang merasa sakit hatinya atau jengkel perasaannya melihat kesombongan pebisnis atau pengusaha, dia tak akan mau berhubungan dengan pebisnis sombong itu. Kalau saja dalam sehari ada 1 orang pembeli atau pelanggan menghilang karena kesombongan pebisnis atau pengusaha tersebut, dalam jangka waktu yang tak terlalu lama, usaha si sombong itu pastilah akan bangkrut.
Dengan demikian, kunci sukses usaha orang Padang itu sangat ditentukan oleh kekuatannya dalam menaati adat dan agama yang dianutnya, yang diamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Anda bisa memperhatikan, setiap orang Padang yang kaya raya, pastilah dia dekat dengan Tuhan, taat terhadap adat dan agamanya. Sebagai bukti, orang Padang yang sudah kaya raya di rantau orang, kalau dia pulang banyak sekali yang mau diangkat menjadi datuk oleh kaumnya. Datuk di Minangkabau merupakan gelar pusaka yang sangat tinggi nilainya dalam sebuah kaum. Dia merupakan pimpinan adat di kaumnya. Kalau saja orang Padang yang kaya raya itu enggan dengan adat dan agamanya, pastilah dia akan menolak diberi gelar datuk.

Demikian pula, setiap orang Padang yang sukses di rantau orang, ketika pulang ke kampungnya, dia bersicepat membangun rumah ibadah, baik surau maupun masjid. Bahkan tidak sedikit orang kaya perantau Padang yang ketika pulang kampung langsung membangun sebuah surau atau masjid dengan uang pribadinya sendiri. Ini menunjukkan bahwa orang Padang selalu memegang teguh adat dan agamanya.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kekuatan bisnis orang Padang terletak pada komitmennya yang demikian kuat terhadap adat dan agamanya. Dia tak mau bermanja-manja, bermalas-malasan, karena agama menyuruhnya bekerja keras, berusaha maksimal. Bahkan, begitu selesai shalat subuh, tak boleh lagi melakukan shalat sunat, karena harus langsung bertebar di muka bumi ini untuk berusaha sesuai dengan profesi masing-masing.

Dalam agama diajarkan untuk tidak mudah lupa daratan. Ingatlah selalu bahwa rezeki yang dinikmati manusia itu merupakan pemberian dari Allah swt yang diberikan-Nya melalui perantaraan usaha umat-Nya. Karena itu, semakin sukses orang Padang, biasanya dia akan semakin rendah hati. Sebab, kesuksesannya itu disadarinya dalah karena dia semakin merasakan banyaknya pemberian Yang Maha Kuasa. Seorang mamak atau paman biasanya akan mengajarkan kepada keponakannya yang berumur menjelang remaja, bahwa dalam hidup hendaklah memakai sifat padi, semakin berisi semakin merunduk. Maksudnya, semakin sukses, semakin kaya raya haruslah makin rendah hati, dan harus pula makin pandai bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Orang yang tidak pandai bersyukur kepada Allah swt, rezekinya akan dikurangi-Nya. Sebaliknya orang yang pandai bersyukur kepada Allah swt, rezekinya akan ditambah-Nya. Jadi, inilah kekuatan bisnis orang Padang. *

(17)  FALSAFAH HIDUP ORANG PADANG DALAM BERBISNIS
Semenjak dari kecil, semenjak beberapa hari baru lahir, sebenarnya orang Padang sudah diajari oleh orangtuanya menghadapi kehidupan yang garang. Hidup yang garang adalah kehidupan seorang pebisnis.Akan mudah terjungkal, kalau seorang pebisnis senang bermanja-manja, suka hidup santai. Dengan disuguhi cabe dan garam ketika acara turun mandi terhadap seorang bayi yang baru saja lahir sekitar 2 bulan, menunjukkan bahwa orang Padang menginginkan anaknya kelak bisa hidup mandiri. Kalau hendak merasakan pedasnya cabe, berusahalah!

Demikian pula, jika ingin merasakan asinnya garam, haruslah dengan berusaha pula! Jangan cengeng. Jangan sok manja. Berjuanglah, bekerja keraslah, dan rasakanlah garangnya dunia ini !Setelah tumbuh remaja, pergilah merantau. Rasakanlah hidup sendirian di rantau orang. Kalau ingin berhasil hidup di rantau orang, berusahalah. Kalau bermalas-malasan, akan mati tertelungkup di kolong jembatan. Tak akan ada sanak saudara mengirimi uang dari kampung.Apa yang ditanamkan kepada orang Padang mulai sejak bayi hingga remaja dan seterusnya itu tadi, adalah sebagai wujud nyata dari falsafah hidup orang Padang dalam berbisnis.

Bagi orang Padang, berbisnis bukanlah pelarian, bukanlah pekerjaan sampingan dan bukan pula sebagai perintang-rintang hari, menunggu penerimaan pegawai negeri dibuka. Berbisnis bagi orang Padang adalah garis kehidupannya, yang harus dia turuti dari waktu ke waktu.
Orang Padang berbisnis benar-benar untuk bisa mengangkat harkat dan martabatnya di mata masyarakat banyak. Orang Padang berbisnis untuk mencapai kejayaan hidupnya.

Sesuai ajaran agama, orang Padang mengajarkan kepada anak cucunya dari generasi ke generasi, bahwa kalau ingin kaya berdaganglah. Sebab, dengan berdagang, dengan berbisnis, dengan meniti karier di dunia usaha, terbuka lebar jalan menuju kaya raya tanpa harus korupsi.

Seorang pengusaha tidak dibatasi penghasilannya. Dia boleh memperoleh uang sebanyak-banyaknya dari hasil kerja kerasnya. Pegawai kantoran sudah punya plafon gaji dan tambahan dari gaji, sehingga apabila melambung di atas itu patut dicurigai.Seorang pengusaha memiliki rumah sepuluh buah dengan berpuluh-puluh tingkat dengan bangunan yang sangat mewah sekalipun tak ada yang mencurigai. Sebab rezeki pengusaha itu tak ada batasannya. Tetapi kalau seorang pegawai kantoran, terutama pegawai negeri, membangun rumah mewah, memiliki mobil mewah tahun terbaru, menyekolahkan anak-anaknya pula ke luar negeri, akan janggal kelihatannya. Orang akan bertanya, duit dari mana dia pergunakan untuk semua itu?Sebagai orang yang hidup di lingkungan masyarakat egaliter, orang Padang tak ingin dicurigai kekayaannya. Itulah sebabnya orang Padang sebahagian besar memilih jalan hidupnya di dunia usaha.

Bagi orang Padang menjadi pejabat negara atau pemerintah taklah merupakan suatu hal yang mencengangkan. Sebab bagi orang Padang, pemimpin itu hanya ditinggikan seranting didahulukan selangkah. Maksudnya, pemimpin bagi orang Padang bukanlah segala-galanya. Dia hanya memiliki sedikit(selangkah) di depan dan sedikit(seranting) di atas masyarakat banyak lainnya. Kalau dia salah akan dengan mudah ditarik atau direnggutkan yang dipimpinnya.

Bagi orang Padang sangat tabu merunduk-runduk, menyembah-nyembah kepada pemimpinnya, baik kepada pemimpin pemerintahan maupun kepada pemimpin yang ada di kaumnya sendiri.

Bagi orang Padang, kalau akan menginjak-injak harga dirinya, apa pun resiko akan dia hadapi, seperti resiko dipecat dan lain sebagainya. Dalam pepatah dikatakan, ”Raja benar raja disembah, raja tak benar raja disanggah”. Maksudnya, siapa pun, meskipun dia pemimpin, kalau benar dihargai, tetapi kalau tak benar harus diprotes, harus ditantang. Sebab menurut keyakinan orang Padang, kebenaran adalah di atas segala-galanya. Seperti dikatakan dalam pepatah, ”Kemenakan beraja kepada mamak(pamam), mamak beraja kepada penghulu(datuk dalam kaum), penghulu beraja kepada yang benar, dan kebenaran berdiri sendiri”.

Falsafah hidup seperti inilah yang membuat orang Padang memilih jalan hidup di jalur bisnis. Sebab prinsip-prinsip orang Padang itu tadi, mencerminkan bahwa dia suka berada dalam kerangka berpikir yang merdeka, tanpa ada tekanan. Orang yang bisa dalam meniti kariernya berpikir merdeka, merdeka bertindak, merdeka berkreativitas dan merdeka berinovasi, adalah yang meniti karier di dunia usaha. Seorang pengusaha tak diatur-atur kapan harus masuk kantor, kapan harus pulang kantor, dan kapan harus istirahat. Seorang pengusaha tak apa berkeliling dunia tanpa diatur-atur oleh siapa pun. Baginya yang penting, ke mana pun dia pergi, usahanya tetap jalan, uang tetap mengalir melalui berbagai perusahaan yang dimilikinya.

Kalau seorang pejabat pemerintahan, semakin tinggi jabatan akan semakin sibuk, semakin pusing, semakin cepat pergi ke kantor dan semakin lambat pulang kantor. Sebaliknya seorang pengusaha, semakin banyak perusahaannya, semakin tinggi jabatannya di perusahaan, seperti menjadi seorang Presiden Komisaris(Preskom) atau Komisaris Utama(Komut), dia semakin bisa santai. Sebab dia hanya tinggal menggaji orang-orang pintar untuk menjalankan perusahaannya. Berbeda sekali pemimpin di pemerintahan dengan pemimpin di perusahaan.

Dengan demikian, kalau anda ingin benar-benar merdeka dalam meniti karier, jalanilah karier di jalur bisnis. Dan jangan segan-segan memulai karier dari bawah, dari nol, supaya anda dapat merasakan kenikmatan dari hasil usaha anda itu. Kesuksesan tanpa didahului oleh penderitaan tak memiliki makna.

Jadi, falsafah hidup orang Padang ini bukan saja bisa berlaku semata untuk orang Padang. Namun lebih luas dari itu, bisa berlaku untuk siapa saja yang ingin hidup di jalur bisnis.Dan yakinlah anda, bahwa semakin maju perkembangan dunia, karier sebagai pengusaha akan semakin mendapat tempat yang terhormat di tengah-tengah masyarakat. Akan jauh mengalahkan tempat karier seorang pekerja, seperti pegawai kantoran.
Di negara-negara maju telah lama orang menempatkan posisi pengusaha sebagai posisi yang terhormat, yang sangat dihargai, jauh di atas posisi orang kerja kantoran, yang makan gaji.

Pengusaha merupakan pembayar pajak terbesar. Pemerintah di negara maju sangat menyadari peranan pengusaha dalam menjadikan negaranya makmur, karena pengusaha merupakan pemasok uang yang sangat besar untuk membiayai pembangunan di negaranya. *

(18)  ORANG PADANG BERBISNIS MEMAKAI FALSAFAH BERSILAT
Orang Padang terkenal pandai bersilat. Karenanya, sejak dahulu hingga kini sangat terkenal orang Padang sebagai pendekar. Semenjak kecil, semenjak masih berumur beranjak remaja, mereka telah diajari bersilat.
Malam hari di surau, sebelum tidur mereka akan diajari oleh para pendekar bersilat, setelah selesai belajar mengaji (membaca kitab suci Al-Quran). Setelah belajar bersilat, mereka diajari lagi berpidato adat. Maka tak hayal lagi kalau orang Padang terkenal sebagai orang yang jago berdiplomasi atau bernegosiasi. Anda tentu ingat dengan Agus Salim, Mr. Muhammad Yamin, M. Natsir, Sutan Syahrir dan sederet nama lainnya, yang merupakan orang-orang jago berdiplomasi. Kepiawaian berdiplomasi sangat penting dalam pemerintahan. Sedangkan negosiasi sungguh sangat penting dalam berbisnis.

Bagi orang Padang, dalam berbisnis mereka memakai falsafah bersilat yang disejalankannya dengan kemampuan bernegosiasi. Di mana, dalam bersilat mata harus liar, tangan dan kaki harus lincah, dan mata hati harus mampu menembus rasa yang mungkin mengungkap kemungkinan-kemungkinan di luar dugaan bisa terjadi.

Dalam berbisnis, falsafah bersilat ini sangat penting. Harus lincah, harus punya feeling yang tajam, sehingga mampu mempergunakan mata hati yang bisa menelusup ke mana-mana secara tajam. Dengan demikian, ibaratkan sebuah peperangan, kalau hal ini sudah mampu bergerak secara maksimal, persaingan bisnis akan bisa dimenangkan.

Dalam falsafah bersilat orang Padang, beradu kekuatan secara pisyik harus dihindari. Karena itu, dalam bersilat orang Padang sangat mahir dengan gerak dan gerik. Artinya, mereka tak akan menyerang duluan, tetapi setiap lawan datang menyerang akan terpental dengan sendirinya. Di sinilah lahirnya pepatah, ” Lawan tidak dicari, tetapi kalau datang tidak akan dielakkan”. Orang Padang tidak akan mencari lawan. Namun kalau datang juga, toh tak akan pernah orang Padang lari.

Falafah ini sangat penting artinya dalam berbisnis. Dalam berbisnis tidak boleh menganggap siapa pun sebagai lawan bisnis. Semua orang haruslah dianggap teman bisnis. Malahan semakin banyak teman bisnis tentu akan semakin baik, semakin bagus dan akan membuat jaringan bisnis semakin luas.

Dan dengan memakai falsafah bersilat, dalam menjalankan usaha, seorang pengusaha harus selalu siap menghadapi berbagai tantangan, rintangan dan hambatan yang mungkin saja sewaktu-waktu bisa terjadi.
Artinya, seorang pengusaha tidak boleh lalai, lengah, apalagi terlena atau lupa daratan karena suatu keberhasilan yang dia dapatkan. Dia harus selalu ingat dengan berbagai kemungkinan yang bisa saja sewaktu-waktu menghantamnya.

Kalau kita mau mengingat kembali ke belakang, siapa menyangka pada tahun 1997-’98 akan terjadi badai krisis besar yang melanda para pengusaha Indonesia. Betapa banyak perusahaan-perusahaan besar yang rontok berjatuhan waktu itu. Namun yang bisa bertahan dari terpaan badai besar itu adalah pengusaha yang selalu waspada, yang tak pernah lengah dari berbagai kemungkinan yang bisa saja sewaktu-waktu terjadi di luar dugaan. Mereka ini, walaupun sedikit goncang, tetapi cepat bisa stabil kembali. Mereka tak sampai rontok atau gulung tikar. Ibaratkan orang yang sedang bersilat, hanya sedikit sempoyongan ketika terkena tendangan lawan, namun kemudian bisa cepat kembali berdiri kokoh.

Dalam falsafah bersilat orang Padang, setiap ada gerakan di ujung sana, di sini kita harus tahu, sehingga bisa secepat kilat mengambil langkah. Kalau tak cepat tahu, ketika nanti serangan datang kita akan kelabakan, kita akan dengan mudah jatuh. Kalau anda melihat orang Padang bersilat, mereka sulit beradu fisyik, mereka jarang beradu kekuatan. Namun mereka akan jatuh karena gerakan lawan dari jauh. Hanya karena gerakan ujung jari lawan bisa tumbang. Bahkan bisa menyembur darah dari hidung, telinga dan mulut seketika.

Di dunia usaha, semakin halus permainan dalam bernisnis maka akan semakin cantik kelihatannya seorang pebisnis dalam mencapai kesuksesannya. Seorang pebisnis yang hebat, sedikit saja terjadi perubahan di belahan dunia sana, dia di sini sudah bisa mengambil sikap. Tidak perlu pula dia harus pergi ke sana dulu.

Dengan memakai falsafah bersilat, orang Padang dalam berbisnis mampu menggerakkan seluruh kekuatan yang ada, sehingga tidak ada yang tak berfungsi dari seluruh jenis kemampuan yang dimilikinya.

Apabila disejalankan dengan kemampuannya dalam bernegosiasi, maka kemampuan negosiasi dalam berbisnis sangat menentukan sukses atau tidaknya seseorang dalam menjalankan bisnisnya.Kemampuan negosiasi sangat penting bagi siapa pun dalam menjalankan usahanya. Apa pun jenis usaha yang dijalankan seorang pengusaha, negosiasi amat menentukan kesuksesannya. Dalam berjualan memerlukan negosiasi, dalam berjanji perlu negosiasi, dalam membuat kontrak memerlukan negosiasi, dalam kerja sama dengan pihak kedua atau ketiga memerlukan negosiasi. Karena itu, negosiasi amat penting bagi seorang pengusaha. Kemampuan bersilat dan bernegosiasi inilah yang dipelajari orang Padang semenjak mereka masih kecil, ketika masih tidur di surau.

Setelah lengkap kemampuan bersilat dan bernegosiasi, barulah mereka pergi merantau, mengadu nasib di negeri orang, jauh dari sanak saudara, jauh dari kaum kerabat, hidup mandiri meniti karier menuju masa depan yang lebih baik dengan penuh suka dan duka.Anda tak perlu belajar bersilat dan belajar berpidato adat pula ke Padang. Atau, bagi anda orang Padang yang sudah lahir dan besar di rantau orang, tak perlu pula harus pulang ke kampung belajar bersilat dan belajar berpidato adat agar campin bernegosiasi. Namun yang penting, anda harus memahami falsafah bersilat dalam berbisnis.Maksudnya, dalam berbisnis, dalam menjalankan usaha, dalam meniti karier sebagai seorang pengusaha anda jangan sekali-kali pernah lengah, terlena apalagi sampai lupa daratan. Anda harus selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu tanpa anda duga. Di tengah-tengah kesuksesan yang sedang anda nikmati, bukan mustahil akan datang dengan tiba-tiba badai krisis menerpa bisnis anda. Kalau anda sudah hati-hati, waspada dan tak lupa daratan, sekiranya datang badai dengan tiba-tiba, anda akan dengan sikap bisa berdiri kokoh, tak hilang keseimbangan.

Berbisnis tak ubahnya dengan bersilat, yang mengharuskan seorang pebisnis selalu hati-hati, selalu arief dengan gerak gerik yang terjadi di sekitarnya, dan di samping itu harus selalu memperluas sasaran silat, sehingga semakin hari daerah sasaran silat semakin luas, semakin luas dan semakin luas. Kalau dalam bisnis, inilah yang dikenal dengan jaringan bisnis. Semakin luas jaringan bisnis seorang pengusaha akan semakin sukses seorang pengusaha dalam meniti kariernya di dunia usaha.
Seorang pebisnis, seorang pengusaha harus punya keinginan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, harus punya keinginan memperluas kerajaan bisnisnya seluas-luasnya, tanpa ada batasan dan tanpa dibatas-batasi.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang datang tidak diduga dalam berbisnis :

1) Persiapkan Uang di Bank. Untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi tanpa diduga sebelumnya, salah satunya adalah dengan mempersiapkan uang tabungan di bank. Anda jangan terlena dengan usaha anda yang sedang sukses. Anda harus menabung di bank dengan jumlah yang banyak. Dengan demikian, seandainya ada hantaman badai seperti kerugian usaha, anda masih punya simpanan yang merupakan cadangan modal untuk melanjutkan usaha atau untuk membuka usaha lain. Kalau tidak ada simpanan di bank, anda bisa kalang kabut karena hanya berharap bisa mendapatkan pinjaman dari bank. Bank biasanya tidak semudah yang dibayangkan meminjamkan uang kepada seorang pengusaha yang usahanya sedang jatuh.

2) Buat Jaringan Bisnis Seluas-luasnya. Selagi anda punya kesempatan, buatlah jaringan bisnis seluas-luasnya. Jaringan bisnis bisa melalui kerja sama bisnis sejenis atau dengan jalan memasuki organisasi bisnis. Dengan ini, seandainya terjadi hal-hal yang tak diinginkan dalam tubuh perusahaan anda, anda masih punya banyak teman, punya banyak jaringan yang bisa minta dibantu mencarikan solusi tentang permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan anda. Kalau anda berdiri sendiri saja, tanpa ada jaringan atau tanpa memasuki organisasi usaha, anda akan menanggungkan sendiri tanpa bisa menggapai ke kiri dan ke kanan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semakin luas jaringan bisnis anda, semakin banyak organisasi bisnis yang anda masuki, anda akan semakin punya banyak kesempatan untuk berbagi apabila terjadi hal-hal yang tak diinginkan dalam perusahaan anda.

3) Perbanyak Jenis Usaha. Ketika usaha anda telah mulai berkembang, berusahalah memperbanyak jenis usaha, sehingga usaha anda tidak hanya satu jenis saja. Kalau jenis usaha anda banyak, apabila terkena masalah satu, seperti mengalami kerugian, yang lainnya bisa mengimbangi. Tetapi kalau hanya satu jenis usaha saja, apabila kolap satu, maka gelaplah dunia ini bagi anda. Selagi ada kesempatan, bukalah usaha sebanyak-banyaknya. Di sinilah pentingnya kemampuan anda menjalankan usaha dengan mempergunakan orang lain.

4) Jadilah Yang Terbaik Dari Yang Lain. Anda harus menjadi yang terbaik dari pengusaha lain dari berbagai sisi, seperti dari sisi pelayanan, dari sisi kualitas produk, dari sisi kedisiplinan dan lain sebagainya. Apabila anda yang terbaik, ketika datang badai krisis menghantam pengusaha di sekitar anda, anda tetap akan bisa berdiri karena kepercayaan masyarakat akan tetap berpihak kepada anda. Kalau ada orang lain yang baik atau terbaik, anda harus lebih baik dan lebih terbaik dari semua itu.
Dengan mempedomani keempat hal ini, diharapkan seorang pebisnis akan mampu bertahan apabila ada terjadi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan dalam tubuh perusahaan.Memang harus diakui, bahwa tidak mudah bertahan dalam gelombang atau badai yang menimpa perusahaan, seperti krisis moneter dan lain sebagainya. Akan tetapi harus bisa bertahan. Biasanya pengusaha asal Padang, di sinilah dia piawai memainkan langkah seperti seorang pendekar sedang bersilat.*

(19)  1001 AKAL BERBISNIS ORANG PADANG
Sebenarnya, kelebihan orang Padang dalam berbisnis adalah terletak pada akalnya yang 1001. Akal pengusaha Padang yang 1001 inilah yang membuat mereka tak kehabisan akal apabila mengalami permasalahan dalam berbisnis.

Begitu orang Padang memulai usaha, sekecil apa pun usaha yang mulai dijalankannya, dia akan menekuninya. Dia akan menjalankannya dengan serius, tanpa merasa gengsi, tanpa merasa berkecil hati dan tanpa berpikir suatu saat nanti akan menyerah. Mengapa demikian? Sebab dengan akalnya yang 1001 tersebut, dia selalu mampu memikirkan apa yang akan dialaminya sekian tahun, sekian belas tahun atau sekian puluh tahun ke depan, dengan usaha yang sekarang sangat kecil dilakukannya ini.Ketika dia sedang menjual sisir dan ikat pinggang di pinggir jalan, ketika dia sedang mencuci piring untuk penyambung hidup, dia tak pernah kehabisan akal. Dia selalu akan berpikir bagaimana supaya bisa nanti jadi pengusaha sukses.

Banyak orang tak habis pikir, kenapa orang Padang kok begitu banyak akalnya dalam berbisnis? Kenapa kok ada-ada saja yang bisa dijadikannya sebagai objek bisnis. Bagi orang lain tak masuk akal, tetapi ternyata baginya bisa maju, berkembang dan menjadikannya sebagai seorang pengusaha sukses.Banyak pula orang heran dan bertanya-tanya, kenapa kok orang Padang itu pergi merantau rata-rata dalam kondisi sangat sederhana atau bisa disebut sangat miskin, tetapi bisa menjadi orang kaya raya di rantau orang, sehingga mencengangkan tatkala pulang kampung.
Bagi orang Padang, membawa harta pusaka atau harta peninggalan nenek moyang ke rantau orang untuk modal usaha dan lain sejenisnya merupakan malu besar yang bukan kepalang.

Orang Padang merantau akan merasa percaya diri kalau pergi apa adanya. rantau orang atau di mana saja. Sebab dengan itulah mereka akan bisa mencapai sukses dalam meniti kariernya sebagai seorang pedagang, pebisnis atau pengusaha.Karena itu, tak pernah orang Padang pusing karena tak punya modal uang yang banyak untuk memulai usaha. Tetapi bagi orang Padang yang menakutkan adalah apabila kehilangan akal dalam memulai usaha. Berapa pun banyaknya modal usaha berupa uang di kantong, kalau sudah kehilangan akal, taklah akan bisa usaha dijalankan dengan baik.Karena itu, orang Padang dulunya, kalau akan pergi merantau bukanlah dibekali dengan uang banyak. Namun dia akan dibekali dengan kemampuan bersilat dan kemampuan mengaji. Kemampuan bersilat sangat berguna untuk bisa berusaha dengan 1001 akal. Sedangkan kemampua mengaji atau memahami agama, supaya di rantau orang tidak tergelincir kepada hal-hal yang dilarang oleh agama.

Banyak uang saja bagi orang Padang belumlah cukup. Akan menjadi lengkap apabila uang yang banyak diiringi dengan akhlak yang baik. Akhlak yang baik akan sangat bergantung kepada sejauh mana dia bisa mendalami dan mengamalkan agamanya. Dan sejauh mana pula dia mampu memahami dan mengimplementasikan adatnya dalam kehidupan sehari-hari.Kalau seseorang yang sudah kaya raya lantas taat pula beragama dan berbudi luhur pula, itu namanya adalah sudah bisa disebut seseorang yang hidup bahagia berakhlak mulia.

Bagi orang Padang belum lengkap kalau seseorang hanya baru berada pada sebatas kaya raya, tetapi sama sekali tidak berbudi, tidak berakhlak mulia. Karena itu, seseorang yang kaya raya haruslah bisa menjaga diri, sesuai dengan adat dan agama.

Di sinilah perlunya 1001 akal tadi, sehingga tidak saja akal itu semata-mata untuk kepentingan mendapatkan uang saja, melainkan juga bisa dipergunakan untuk bisa hidupnya bermanfaat bagi orang lain, bisa tempat mengadukan nasib oleh orang lain, bisa pula tempat berguru oleh orang lain dan bisa menjadi teladan dalam berbagai aspek kehidupan oleh orang lain.

Dengan 1001 akal ini, membuat seorang pengusaha tidak kapok kalau mengalami kegagalan, tidak menyerah kalau mengalami kesulitan dan tidak pula merasa takut memulai usaha. Apabila mengalami semua itu tadi, dia bisa mempergunakan akalnya tersebut untuk bangkit lagi dari kegagalan, bisa berpikir dengan berbagai ide apabila mengalami kesulitan dan tak pernah merasa gentar memulai usaha karena akalnya yang banyak. Tertumbuk biduk dikelokkan, tetrumbuk akal dipikirkan. Dalam berbisnis, jangan pernah anda kehilangan akal.*

(20)  POLITIK BISNIS ORANG PADANG
Orang Padang terkenal piawai berpolitik. Semenjak dari era sebelum kemerdekaan, era kemerdekaan sampai ke era setelah kemerdekaan, banyak sekali tokoh-tokoh dari Padang yang tampil dalam perpolitikan nasional. Kita sebut sajalah nama Muhammad Hatta, Sutan Syahrir, Agus Salim, Mr. Muhammad Yamin dan sederet nama yang lainnya hingga hari ini.

Dalam hal ini saya tak akan bercerita tentang dunia perpoolitikan kenegaraan tersebut. Saya akan mengemukakan dalam kesempatan ini menyangkut politik bisnis orang Padang.

Politik bisnis orang Padang sudah terbukti mampu membuat orang Padang itu sukses dalam dunia bisnis di mana pun mereka berada. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan dan lain sebagainya, orang Padang banyak yang sukses berbisnis dalam berbagai jenis usaha. Keberhasilannya ini taklah terlepas dari kepiawaiannya menjalankan politik bisnis.
Dalam menjalankan politik bisnisnya, orang Padang mencapai kesuksesan dikarenakan kemampuannya menyesuaikan diri dengan kondisi di mana dia menjalankan usaha.

Demikian pula, dikaitkan dengan dunia politik, orang Padang dalam menjalankan usahanya mampu menyesuaikan dengan kondisi perpolitikan yang sedang terjadi di tempat dia menjalankan usaha tersebut.
Karena itu, dia tak pernah terkesan melawan arus, yang bisa membuat tersendat usaha yang sedang dijalankannya gara-gara ketidakmampuannya menyesuaikan diri dengan kondisi politik yang ada di sekitarnya.

Pengusaha Padang tak mau masuk mencampuri perpolitikan yang sedang terjadi di tempat dia berusaha. Dia tak mau terpengaruh oleh dunia perpoltikan yang ada di tempatnya berusaha. Akan tetapi dia tidak pula berarti tidak mengerti dengan perpolitikan di mana dia menjalankan usaha. Orang Padang diam-diam selalu memahami perpolitikan yang sedang berjalan di mana dia menjalankan usaha.

Dengan demikian, dalam politik bisnis orang Padang, dia selalu mampu mengembangkan usahanya, dengan mendapatkan dukungan dari pemerintahan di mana dia menjalankan usaha.

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang dilakukan pebisnis asal Padang agar politik bisnis bisa menjadikan usahanya berjalan dan berkembang sesuai dengan perkembangan politik yang terjadi di tempatnya menjalankan usaha:

1) Taati Aturan Perundang-undangan Yang Berlaku. Dalam menjalankan usaha, dalam berbisnis, haruslah taat terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku di mana saja usaha sedang berjalan. Jangan sekali-kali dalam berbisnis, dalam menjalankan usaha, melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di daerah setempat. Karena itu, seorang pengusaha harus memahami perkembangan di tempat dia berusaha. Jangan hanya terpaku kepada usahanya saja, tanpa mau tahu dengan kondisi di sekitarnya.

2) Pahami Perkembangan Politik Di Tempat Menjalankan Usaha. Sebagai seorang pengusaha, haruslah selalu bisa membaca perkembangan politik di tempat menjalankan usaha. Memahami bukan berarti harus masuk ke dalamnya, bukan berarti harus terlibat di dalamnya. Tetapi harus mampu memahami, sehingga berdampak positif kepada kelancaran usaha. Suatu contoh, kalau berusaha atau berbisnis di satu tempat yang mendominasi masyarakatnya partai ”A”, atau di suatu negara yang sedang berkuasa partai ”A”, jangan sampai berlawanan dengan partai tersebut. Contoh berlawanan di sini, di suatu negara yang sedang berkuasa partai ”A” anda jangan sampai mengumumkan telah membantu partai ”B”. Atau, jangan anda ikut-ikutan berbicara kian kemari turut pula membenci partai ”B” jika mendengar orang sedang mempergunjingkannya. Mungkin saja orang itu oposisi dari partai tersebut dan mungkin juga dia intelijen dari partai tersebut. Kalau bisa, upayakanlah mendekati partai sedang berkuasa tersebut. Kegunaannya bukan untuk kepentingan politik bagi anda, tetapi semata-mata untuk kelancaran usaha anda. Paling tidak, dengan memahami perkembangan politik di tempat anda menjalankan usaha tersebut, anda akan mampu tidak menjadi pengusaha yang dibenci oleh partai yang berkuasa atau partai oposisi. Kalau sempat anda dibenci partai sedang berkuasa, apa pun alasannya, kelancaran usaha anda akan terpengaruh olehnya.

3) Dekati Pihak Mana pun. Sebagai seorang pengusaha, haruslah berusaha dekat dengan pihak mana pun, terutama tentu dengan pihak yang sedang berkuasa. Apalagi kalau anda berada di negara kerajaan. Di negara kerajaan anda harus mampu mendekati pihak kerajaan. Dan jangan sekali-kali anda berlawanan dengan pihak kerajaan. Mendekati di sini bukan dalam artian negatif, tetapi dalam artian positif. Mungkin anda bisa melakukan pendekatan melalui menjalin hubungan baik secara pribadi dengan orang-orang kerajaan yang dibangun secara beransur-ansur, mungkin juga dengan cara turun tangan dalam masalah kemanusiaan, dalam masalah sosial dan lain sebagainya.

4) Jaga Profesionalitas. Jagalah selalu profesionalitas sebagai seorang pengusaha. Maksudnya, hindari terlibat ke dalam salah satu pihak, ke dalam salah satu partai. Kecuali kalau anda memang telah memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Tetapi kalau hanya sebatas ingin melanggengkan usaha, sebaiknya tidak terlibat langsung secara praktis dalam salah satu partai mana pun. Selalulah berada di jalur bisnis yang sedang anda geluti. Bagi orang Padang, di sinilah berlakunya pepatah,”Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Di mana ranting dipatah, di sana sumur disauk. Di mana negeri dihuni, di sana ketentuan dipatuhi. Jangan ingin pula menjadi raja di negeri raja, dan jangan pula ingin menjadi sultan di negeri sultan”.

Jadi, politik bisnis orang Padang itu sebenarnya terletak pada kemampuannya menempatkan diri sesuai dengan perkembangan politik yang sedang terjadi pada tempat-tempat dia menjalankan usaha.
Politik bisnis orang Padang bukan masuk ke dunia politik praktis untuk melanggengkan usahanya. Tetapi berusaha memahami perkembangan politik yang sedang terjadi, dan berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan politik yang sedang terjadi tersebut untuk kelancaran usaha yang sedang dijalankannya. *

(21)  RAHASIA BISNIS ORANG PADANG
Adalah merupakan sebuah pertanyaan yang selalu muncul dari waktu ke waktu, tentang apa sesungguhnya yang menjadi rahasia bagi orang Padang, sehingga dia sukses dalam berbisnis, yang hanya orang Cina sebagai tandingan utamanya di negeri ini?

Selaku pengusaha pribumi, kepiawaian orang Padang dalam berbisnis sulit sekali ditandingi. Suatu bukti, usaha restoran yang sangat dikenal di seantero bumi persada Indonesia, adalah restoran Padang. Di mana-mana kita akan menemukan restoran Padang. Sebutlah Bundo Sati, Sari Bundo, Sederhana, Sri Ratu dan banyak sekali nama restoran Padang lainnya. Bahkan tak saja di Indonesia, di negara lainnya seperti di Malaysia, Singapura dan sederet negara lainnya di dunia, restoran Padang pun tumbuh bagaikan cendawan di musim hujan.

Pada jenis usaha lainnya, orang Padang pun banyak sekali yang menonjol, yang menggambaran kesuksesan bisnis orang Padang. Seperti telah disinggung juga pada bab terdahulu, sebutlah pada jenis usaha travel biro. Siapa yang tak kenal dengan travel biro Natrabu, usaha travel biro yang sudah sangat melegenda di tanah air ini. Usaha penerbitan demikian pula. Siapa yang tak kenal dengan penerbit dan toko buku Gunung Agung yang berpusat di Bandung, dan lain sebagainya. Dalam bisnis hotel, sebutlah jaringan hotel Grand Menteng di Jakarta, hotel Grand Mahakam dan banyak lagi. Di dunia perbankan pun bukan sedikit pula pengusaha Padang yang sukses. Mungkin anda masih ingat dengan Bank Nasional yang didirikan Anwar Sutan Saidi tahun 1930. Inilah beberapa contoh kesuksesan orang Padang di dunia usaha.

Apabila kita perhatikan satu persatu dari setiap orang Padang yang mengalami kesuksesan di dunia usaha ini, pada umumnya mereka bukanlah terdiri dari orang kaya turun temurun. Artinya, bukanlah mereka kaya karena harta bawaan atau harta turunan dari nenek moyangnya tempo dulu.
Bahkan rata-rata bisa dikatakan mereka berasal dari orang miskin sebelumnya. Kebanyakan dari mereka, pergi merantau dari kampung dengan pakaian hanya sekadar terpasang di badan. Namun setelah lama berjuang dengan berbagai kekerasan hidup yang mereka alami di negeri orang, mereka menjadi orang sukses di dunia usaha.

Banyak orang mengatakan, bahwa kemauan merantau-lah yang membuat orang Padang menjadi orang sukses, menjadi orang kaya raya. Kenapa demikian? Sebab, menurut adat Minang, harta pusaka turunnya kepada perempuan, sesuai dengan garis keturunan dalam adat Minang yang matrilineal(garis keturunan pada ibu). Kaum lelaki sama sekali tidak dapat apa-apa dari harta pusaka, seperti sawah dan ladang, rumah dan lain sebagainya. Laki-laki hanya pihak yang berwenang mengawasi. Sebagai pemegang hak memiliki adalah kaum perempuan.Mungkin mengingat tak punya hak apa-apa dari harta pusaka dalam kaumnya inilah, maka kaum lelakinya memilih hidup berjuang di rantau orang untuk mendapatkan kekayaan milik pribadi. Begitu sampai di rantau, mereka selalu bekerja keras untuk mencapai cita-citanya menjadi orang sukses, menjadi orang yang bisa mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Dalam berjuang di rantau orang mereka selalu ingat bahwa jika sempat gagal mengubah nasib di rantau orang, kalau pulang nanti bisa-bisa tidur di surau menghabiskan sisa umur dengan mengharapkan nasi pemberian famili perempuan sepiring pagi – sepiring petang. Lebih dari itu, seperti rumah, sawah dan ladang tak bakalan dapat. Seperti dikatakan tadi, semuanya menjadi hak milik perempuan.

Boleh jadi hal ini yang membuat kaum lelaki Padang sukses hidup di rantau orang menjadi pebisnis ulung di mana mereka berada. Ketentuan adat mereka yang menetapkan bahwa kaum lelaki tidak mendapat bagian sama sekali dalam harta pusaka yang sifatnya turun temurun dalam kaumnya, membuat mereka termotivasi untuk mendapatkan harta sendiri sebanyak-banyaknya. Mereka dengan sendirinya termotivasi untuk bekerja keras, untuk menjadi pengusaha, meskipun memulainya dari bawah.
Seiring dengan ketentuan adat Minang yang mengharuskan laki-laki beranjak ke rumah perempuan apabila dia sudah menikah, sehingga semua harta milik orangtua mereka harus ditinggalkan untuk famili perempuannya, otomatis membuat kaum laki-lakinya selalu berpikir bagaimana agar bisa menjadi orang yang ulet berusaha. Sebab, kepergiannya yang tanpa modal apa-apa ke rumah istrinya begitu menikah, tak mungkin akan menjadi orang kaya raya nanti kalau tidak ulet berusaha.
Kondisi adatnya inilah agaknya yang membuat orang Padang itu ulet berbisnis, punya motivasi tinggi dalam berusaha, dan tak mengenal menyerah, tak mengenal putus asa saat berusaha mencapai kesuksesan dalam hidupnya.

Di sini dapat diambil hikmahnya, bahwa orang yang terlahir dari sebuah lingkungan tidak banyak harapan akan mendapatkan kebahagiaan dari pemberian orang lain atau lingkungan keluarganya sendiri, mempunyai semangat yang kuat dan motivasi yang tinggi untuk mengubah nasibnya sendiri kepada yang lebih baik.Sebaliknya, orang yang punya banyak harapan akan mendapatkan kebahagiaan dari pemberian orang atau lingkungannya sendiri, cenderung mempunyai semangat agak rendah dan suka hidup santai.

Mungkin ini pulalah yang menyebabkan adakalanya anak orang kaya raya atau anak seorang pejabat tinggi yang kehidupannya semenjak kecil bergelimang kemewahan, masa depannya kurang beruntung. Setelah orangtuanya meninggal dunia, setelah harta orangtuanya yang berlimpah ruah tinggal bersamanya, lama kelamaan habis satu persatu. Akhirnya dia hidup dalam penderitaan yang sebelumnya mungkin tak pernah ia bayangkan. Namun sebaliknya, bagi mereka yang tak terlena oleh kesuksesan orangtuanya itu, dia jauh-jauh hari mempersiapkan diri dengan semangat dan motivasi diri yang tinggi untu menjadi seorang yang mau bekerja keras, guna melanjutkan dan meningkatkan kesuksesan orangtuanya.Kembali kepada pokok pembicaraan pada bab ini. Keberhasilan orang Padang dalam berbisnis bukanlah karena dia mampu mengelola harta kekayaan orangtuanya, bukanlah karena dia pandai mengendalikan harta pusaka turunan dari nenek moyangnya. Sama sekali bukan demikian.

Keberhasilan yang dia capai adalah dikarenakan ketekunannya dalam menjalankan usaha yang dia mulai dari bawah. Selama bertahun-tahun, bahkan rata-rata berpuluh-puluh tahun menekuni dunia usaha merangkak lambat-lambat dari bawah, dengan segala pahit, getir dan penuh penderitaan yang dialaminya tanpa diketahui banyak orang, barulah dia mencapai kesuksesan.

Di samping yang mencapai sukses, yang berhasil pulang kampung membawa kesuksesan, tidak sedikit pula dari mereka yang hilang lenyap saja di rantau orang. Tak tahu kabar beritanya sampai mati. Namun karena demikian kuatnya motivasi yang tertanam dalam dirinya, karena demikian bulatnya tekadnya dalam memperjuangkan hidup, dia malah lebih memilih hilang lenyap di rantau orang daripada pulang membawa kegagalan. Seperti ada sebuah sumpah dalam diri orang Padang yang merantau memperjuangkan kehidupan. Yakni,” Asa(satu) hilang dua terbilang, ketiga nyawa berpulang”. Maksudnya, dalam berjuang mencapai kesuksesan hidup bagi orang Padang, pertama hilang dari kampung, pergi merantau. Kedua, setelah merantau memperoleh kesuksesan dan menjadi orang terkenal. Kalau nyampang gagal, telah bersedia nyawa berpulang ke haribaan-Nya. Itulah bentuk kebulatan tekad orang Padang dalam memperjuangkan kesuksesan dalam hidupnya. Bukan main-main.
Tekad ini pulalah yang membuat orang Padang dalam berusaha, dalam berbisnis atau berdagang, benar-benar tekun, sabar dan tak mementingkan menjadi orang kaya mendadak atau kaya raya secara instan. Menurut keyakinan orang Padang, setiap yang mudah mendapatkannya, mudah pula perginya. Setiap yang dicapai secara instan atau secara cepat, akan cepat pula habisnya. Sebaliknya setiap yang dengan susah payah mendapatkannya, sulit pula perginya. Setiap yang dengan lambat atau berlama-lama mendapatkannya, lama pula bertahannya.
Jadi rahasia bisnis orang Padang, antara lain adalah mereka bisa tekun, sabar dan bekerja keras tanpa kenal lelah selama berpuluh-puluh tahun, jatuh bangun, tanpa mengenal putus asa dalam berjuang untuk mencapai keinginan menjadi orang sukses dalam meniti karier sebagai seorang pebisnis, pedagang atau pengusaha. *

(22)  FALSAFAH BERAKIT KE HULU BERENANG KE TEPIAN DALAM BISNIS ORANG PADANG
Orang Padang seringkali mengatakan dalam pepatahnya,”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenag-senang kemudian”. Pepatah ini seakan-akan telah mendarah daging di tengah-tengah kehidupan bisnis orang Padang.Pepatah ini pulalah yang membuat orang Padang lebih memilih hidup susah dahulu untuk mencapai kesenangan kemudian. Orang Padang pun sangat meyakini, bahwa sejauh-jauh mendaki, pasti akan bertemu dengan penurunan. Selama-lama menderita akan bertemu nantinya dengan kesenangan. Tinggal lagi, apakah kita sabar atau tidak. Kalau tak sabar, bisa jadi tak ketemu penurunan tersebut nantinya, karena baru setengah pendakian telah berbalik ke belakang. Atau, bisa jadi di saat-saat akan sampai kepada penurunan, lantas balik kanan karena tak sabar lagi menelusuri pendakian yang membikin bosan dan sangat melelahkan.

Di sinilah dituntut seseorang sabar. Di sini pulalah dikehendaki seseorang menekuni pekerjaannya. Kesabaran dan ketekunan-lah yang bisa menjadikan seseorang terhindar dari jiwa putus asa. Orang yang tak mengenal putus asa, tak akan mengenal berhenti berjuang untuk mencapai yang diimpikannya.

Seorang pebisnis, seorang pedagang atau pengusaha yang tak mengenal putus asa, yang tak mengenal lelah, yang mau menghadapi tantangan, rintangan, hambatan bahkan kegagalan sekalipun, akan berjibaku terhadap impian yang dicita-citakannya. Dia akan menjadikan semua itu tadi sebagai suplemen, sebagai penambah kekuatan, sebagai penambah tenaga dan semangat di dalam mengarungi berbagai suka dan duka, guna menuju kesuksesan yang dicita-citakannya.

Seseorang yang memiliki prinsip hidup bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, adalah orang yang telah memiliki target dalam perjuangan hidupnya. Karena telah memiliki target capaian, dia tak meraba-raba, dia pun tak sekadar menunggu nasib yang datangnya dengan tiba-tiba. Dia benar-benar mengejarnya, dia benar-benar memperjuangkannya, dan dia benar-benar merebutnya dengan segala kekuatan, kemampuan dan semangat yang ada.

Itulah yang menyebabkan orang Padang pada umumnya memiliki semangat tak pernah pudar dalam mencapai kesuksesanya berbisnis. Bayangkan, dari berjualan peniti, dari berjualan sisir dan ikat pinggang di pinggir jalan, dari mengosong-osong kotak berisi rokok, permen dan tisu di pasar-pasar tradisional, dari berjualan sumbu kompor di emperan-emperan toko, setelah sekian puluh tahun kemudian dia bisa menjadi pengusaha sukses. Dia bisa memiliki sejumlah perusahaan, baik berupa hotel, restoran, bank dan lain sebagainya.

Orang yang punya target capaian dalam hidupnya, taklah akan pernah mengenal putus asa, taklah akan pernah mengenal berhenti dalam memperjuangkan hidupnya sebelum tercapai apa yang telah ditargetkannya itu. Seorang yang ingin meniti karier di dunia bisnis, haruslah memiliki target capaian dalam kariernya. Seseorang yang tidak punya target capaian, dia akan mudah terombang ambing, dia akan mudah berputus asa, dan dia tidak akan tahan banting apabila diterpa badai dan gelombang hidup ketika meniti kariernya. Jadi, target capaian itu sama dengan impian, sama pula dengan garis finish yang hendak dicapai oleh seorang pelari. Seorang pelari yang tidak punya garis finish yang hendak ditujunya, pastilah tak akan memiliki semangat untuk berlari kencang. Sebab, apalah gunanya berlari kencang, sementara garis finish yang hendak dicapai tidak ada. Sama pula jadinya dengan sebuah kapal yang tengah berlayar di tengah lautan lepas, yang tidak punya pantai hendak dituju.

Karena itu, bagi orang Padang, sebelum dia melangkah, sebelum dia terjun ke rantau, dia telah menetapkan target yang hendak dicapainya dalam meniti karier sebagai seorang yang ingin hidup di dunia bisnis, di dunia perdagangan dan di dunia usaha. Setelah mulai bergerak, dia tak pernah berputus asa, tetapi sebaliknya selalu bersemangat karena ada harapan kesuksesan yang dalam bayangannya, yang dalam mimpi besarnya telah menanti di sana. Dia tidak berjalan tanpa tujuan.

Jadi, ketika memilih bersakit-sakit dahulu dalam menelusuri jalan hidupnya sebagai orang yang tidak akan menjadi tenaga gajian pada puncak kariernya nanti, dia telah menargetkan kesenangan atau kesuksesan yang ia inginkan nanti nun di sana. Dia kejar itu terus, dia kejar terus dengan semangat yang selalu menyala-nyala. Bukan dengan semangat hangat-hangat tahi ayam. Dia berikhtiar dengan segala daya dan upaya. Dia berdoa serta berserah diri kepada Yang Maha Kuasa agar mimpi besarnya, agar cita-cita kesuksesannya, agar target capaian yang telah ditetapkannya bisa diraihnya dengan gemilang pada saatnya nanti.

Dalam bisnis orang Padang tidak dikenal menampungkan tangan saja, tidak dikenal berusaha tanpa ada target yang hendak dicapai, tidak dikenal berusaha seperti kapal berlayar di tengaha lautan tanpa tahu pantai tujuan yang hendak dicapai.

Dalam berusaha, penetapan awal jenis usaha yang menjadi titik fokus, sungguh perlu pula. Dengan demikian, tidak menjadi orang yang tiap sebentar bertukar jenis usaha. Suatu contoh, sebulan belakangan berjualan mangga. Baru saja beberapa orang langganan didapatkan, bulan berikutnya pindah lagi berjualan ikan. Baru dikenal oleh beberapa pelanggan sebagai pedagang ikan, bulan berikutnya pindah lagi berjualan es tebak. Akhirnya tak satu pun usaha yang fokus.

Pada awal-awal berusaha memang pasti akan ditemukan kesulitan, hambatan dan rintangan yang disebabkan oleh banyak hal, seperti pengalaman yang kurang, pelanggan yang belum ada dan lain sebagainya. Tetapi jangan dijadikan hal itu sebagai penyebab tiap sebentar berubah jenis usaha. Sebab, apa pun jenis usaha yang dilakoni, kalau baru digeluti pastilah akan mengalami kekurangan pengalaman. Karena itu, haruslah bisa bertahan, sehingga makin lama akan semakin memahami jenis usaha tersebut.Terhadap seorang pengusaha, yang bagus adalah memperbanyak jenis usaha, tapi bukan menukar tiap sebentar jenis usaha. Memperbanyak jenis usaha, sama dengan memperbanyak sumber uang masuk. Tetapi kalau menukar tiap sebentar jenis usaha, sama dengan menjadikan diri selalu pada status pengusaha pemula.

Orang yang tiap sebentar menukar jenis usaha, bisa diindikasikan sebagai orang yang tak mampu bertahan ketika datang kesulitan atau goncangan. Orang ini tidak punya daya tahan yang kuat untuk menghadapi tantangan yang makin besar usahanya akan semakin besar pula tantangan yang menghadang di depannya.

Anda cobalah menyaksikan pohon kayu di hutan. Pohon kayu yang mampu menjulang tinggi, rimbun dan besar, adalah yang telah lolos dari berbagai terpaan angin dan badai. Bagaimana dengan yang masih kecil sudah bertumbangan? Itulah yang tidak lolos, yang tidak tahan terhadap terpaan angin, serangan badai dan topan. Seorang pengusaha sukses adalah yang telah berhasil lolos dari segala bentuk terpaan gelombang hidup selama dia meniti karier di dunia usaha yang digelutinya. Bagaimana dengan yang tidak tahan terhadap segala tantangan itu tadi? Itulah yang bertumbangan ketika masih menjadi pengusaha pemula.

Apabila dikaitkan dengan falsafah bisnis orang Padang yang dikenal dengan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, pengusaha pemula yang bertumbangan tadi, atau pengusaha pemula yang tiap sebentar menukar jenis usaha ini adalah termasuk kepada jenis pengusaha pemula yang tidak tahan bersakit-sakit dahulu untuk bersenang-senang kemudian. Sebab, sesuatu yang baru, apalagi menjadi pengusaha, pebinis atau pedagang, sudah barang tentu yang lebih banyak ditemuinya adalah kesulitan. Jarang sekali yang menemui kemudahan begitu terjun mengawali karier di dunia usaha. Saya belum pernah mendengar ada orang yang begitu mengawali karier sebagai pengusaha, pedagang atau pebisnis, langsung sukses. Kecuali mungkin orang yang melanjutkan usaha warisan dari orangtuanya. Itu pun belum bisa dipastikan langsung sukses tanpa ada kesulitan atau rintangan sedikit pun.Karena itu, bagi anda yang mau bersakit-sakit dahulu untuk mengharapkan bisa bersenang-senang kemudian, janganlah takut menghadapi tantangan atau kesulitan, dan jadilah anda bagaikan pohon kayu menjulang tinggi yang berhasil lolos dari terpaan angin, topan dan badai.*

(23)  JANJI BISNIS ORANG PADANG
Di dunia bisnis, baik sebagai seorang pedagang biasa, pengusaha pemula atau pengusaha sukses, janji merupakan suatu hal yang sangat penting artinya bagi kelanjutan perkembangan suatu usaha.

Bagi orang Padang, janji merupakan kekayaan yang bisa dijadikan modal utama dalam menjalankan usaha. Biarlah modal berupa uang kurang atau seadanya, asalkan modal kepercayaan banyak atau kuat.

Kenapa dalam hal ini saya sebutkan bagi orang Padang? Sebab, menurut adat Minang, janji merupakan hal yang amat penting. Seseorang akan dapat dilihat baik atau buruk budi pekertinya, ketika melihat komitmennya dalam berjanji.Bahkan dalam pepatah orang Padang dikatakan, ” Titian(jembatan) binasa lapuk, janji binasa mangkir. Kalau hujan bertudung destar, kalau licin bertongkat keris, namun janji harus ditepati”.

Jadi, melihat kepada pepatah ini, orang Padang sungguh sangat menganggap penting artinya janji. Dalam pepatah lain dikatakan, ” Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak akan percaya”. Maksudnya, sekali saja seseorang ketahuan tak menepati janji atau tak lolos ujian dalam berjanji, selama hidup orang tak akan percaya kepadanya. Janji bagi orang Padang adalah utang yang sulit sekali bisa dibayar apabila telah sempat satu kali mangkir.

Apabila dikaitkan dengan dunia bisnis, janji di dunia bisnis sungguh sangat penting artinya. Modal utama bagi seorang pebisnis, pedagang atau pengusaha adalah kepercayaan yang diwujudkan dengan janji.
Kalaulah seorang pelaku bisnis suka mangkir janji, tak bisa dipercaya, alamat yang bersangkutan akan menemui kegagalan dalam maniti kariernya di dunia bisnis. Mustahil seorang pebisnis akan mampu berkembang bisnisnya jika orang tidak percaya kepadanya. Apalagi dalam agama sangat dilarang apabila berjanji mangkir dan dipercaya khianat.
Ketika seorang anak akan pergi merantau, orangtua dan pamannya biasanya akan memberikan nasehat atau wejangan, yang antara lain yang sangat menjadi penekanan bagi mereka adalah, jangan sampai tak bisa dipercaya. Sebab kepercayaan merupakan modal utama dalam merenangi alam kehidupan di mana saja berada.

Dalam menjalankan usaha, seperti telah kita singgung juga pada pembicaraan sebelumnya, modal kepercayaan merupakan modal yang paling utama dan mutlak harus dimiliki.Kendati pun modal uang berlimpah, jika modal kepercayaan tak dimiliki, taklah bakalan berkembang usaha yang sedang dijalankan tersebut. Karena itu, modal kepercayaan sungguh sangat melebihi pentingnya modal dari sisi lain. Apalah artinya modal usaha berupa uang berlimpah ruah, jika setiap konsumen tak percaya kepada si pengusaha tersebut. Pembeli hasil produk adalah konsumen. Uang banyak tersebut lama kelamaan akan ludes, jika setiap usaha yang dibuat tak pernah mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Apalah artinya modal usaha berupa uang banyak, kalau tak seorang pun masyarakat mempercayai janji yang dikemukakan si pengusaha tersebut. Suatu contoh, si pengusaha tadi berjanji akan menyerahkan barang produknya setiap tanggal 25 sebanyak 35 ton. Tapi tak ada orang yang percaya dikarenakan sebelumnya janji pengusaha tersebut tak ada yang tepat waktu. Bahkan lebih banyak yang mangkir dibandingkan yang menepati janji. Berjanji tanggal 25, sudah tanggal 29 atau 31 belum juga tentu ujung pangkalnya.

Demikian pula, kalau berjanji akan menyetorkan uang setiap tanggal 15, setelah tanggal 25 atau setelah ditagih berulang kali belum juga ada setoran tersebut. Selalu berjanji dan berjanji lagi.Karena itu, di dunia bisnis, janji benar-benar modal utama yang jauh melebihi modal uang dan yang lainnya. Apabila kepercayaan orang sudah hilang, jangan harap usaha yang dilakukan akan bisa berkembang.

Itulah sebabnya, orang Padang terutama yang terjun ke dunia usaha, benar-benar memegang teguh janji. Kalau kita ingin dipercaya, tepatilah janji, jauhi kebohongan dan anggaplah kebohongan tersebut malapetaka yang bisa menghancurluluhkan usaha yang dibangun dengan susah payah sebelumnya. Belum ada hingga hari ini saya mendapat informasi, ada pengusaha yang sukses atau menjadi orang kaya raya karena suka berbohong atau karena suka mangkir janji.

Jangan sekali-kali menganggap janji itu hal sepele. Sekecil apa pun janji, haruslah ditepati, kalau kita ingin mendapatkan kepercayaan dari semua orang. Dan jangan sekali-kali membiasakan diri mangkir janji, karena kebiasaan itu sangatlah tidak baik.Bayangkan, kalau bank yang sedianya akan mengucurkan kredit kepada perusahaan anda Rp 20 milyar tiba-tiba batal gara-gara anda tidak dipercaya, karena ketika diberinya kredit Rp 250 juta dulunya tidak anda bayar sesuai perjanjian.

Demikian pula, dapat anda bayangkan, betapa ruginya anda ketika uang kontan akan dipinjamkan seorang rekan bisnis anda Rp 10 milyar tiba-tiba batal, hanya gara-gara seorang rekan bisnisnya memperlihatkan kwitansi pinjaman anda yang tidak anda bayar kepadanya sesuai perjanjian sebesar Rp 100 juta.Karena itu, latihlah diri anda untuk bisa menepati janji, untuk bisa tidak mangkir janji. Kalau sudah terbiasa, enak sekali rasanya. Dunia ini terasa lapang apabila semua orang bisa mempercayai kita. Jangan sampai ada sekali saja anda lancung ke ujian, karena seumur hidup anda orang tak bakalan percaya lagi.

Adat Minang benar-benar menekankan pada pentingnya menepati janji. Orang yang tak menepati janji dianggap orang rendah budi, orang yang tak berakhlak karena dia sudah tidak lagi bisa dipercaya.

Ada beberapa hal yang bisa dipedomani, agar selalu bisa dipercaya orang:
1) Berjanjilah Sesuai Kemampuan Untuk Bisa Menepati. Agar anda bisa dipercaya orang, ketika berjanji, buatlah janji yang sudah dipertimbangkan akan bisa ditepai. Jangan sekali-kali membuat janji yang sudah diperkirakan tidak akan bisa ditepati. Bukan tak ada orang yang membuat janji di luar kemampuannya untuk menepati. Suatu contoh, anda sangat memerlukan uang. Ada orang yang bisa meminjamkannya kepada anda, dengan catatan harus anda bayar kembali pada tanggal yang ditentukannya. Di satu sisi anda sangat memerlukan uang tersebut. Namun di sisi lain anda merasa tidak akan mampu membayar sesuai tenggat waktu yang ditentukan pemiliknya tersebut. Dalam kemelut ini, anda lantas mengatakan akan membayarnya sesuai waktu yang sudah ditentukannya itu. Padahal dalam hati anda sudah dapat anda pastikan tidak akan mampu membayarnya sesuai janji tersebut. Ini memang sangat dilematis. Akan tetapi tak ada salahnya anda berterus terang mengatakan tidak bisa mengembalikan uang tersebut sesuai jadwal yang sudah ditentukannya. Namun anda harus pula terus terang mengatakan sangat membutuhkannya. Mungkin anda katakan terus terang, agar diundur satu minggu, dua mingggu atau satu bulan dari jadwal yang ditentukannya itu. Yakinlah anda, bahwa keterusterangan anda akan membuat hatinya lentur. Tetapi dengan catatan anda harus benar-benar menepati janji.

2) Jangan Biasakan Mangkir Janji. Mangkir janji itu apabila dibiasakan memang akan terasa indah. Apalagi mangkir terhadap utang. Tetapi anda harus ingat, jangan sampai membiasakan diri mangkir janji. Mangkir janji adalah kebiasaan buruk, kebiasaan tak terpuji. Apabila kebiasaan tersebut anda turuti, anda akan dinilai masyarakat sebagai seorang yang memiliki prilaku tak terpuji. Dapat tentunya anda bayangkan, betapa rendahnya nilai anda dari mata sesama manusia, kalau sudah memperoleh prediket sebagai orang yang berprilaku tak terpuji. Ingatlah, bahwa janji bukanlah biasa mangkir. Sebaliknya, janji adalah binasa kalau sempat mangkir. Sama seperti titian, bukanlah biasa lapuk. Tetapi adalah binasa lapuk.

3) Jauhi Sifat Pembohong. Seseorang yang punya kebiasaan pembohong, sama artinya dengan mangkir janji. Karena itu, anda harus bisa dipercaya, agar anda selalu bisa dianggap sebagai orang yang punya komitmen teguh dalam menepati janji. Apabila anda mendapat cap sebagai seorang pembohong, sepanjang apa pun titel anda, sebanyak apa pun uang anda dan setinggi apa pun pangkat anda, di mata orang banyak anda adalah orang yang memiliki derajat jauh di kulit tanah. Anda akan dipandang hina oleh semua orang. Karena itu, jauhilah sifat pembohong dan dekatilah sifat jujur atau berterus terang.

4) Jadikan Kepercayaan Modal Utama. Kalau anda ingin sukses dalam berbisnis, jadikanlah kepercayaan sebagai modal utama. Dengan menjadikan kepercayaan sebagai modal utama, anda tidak akan mau menyia-nyiakan kepercayaan orang. Sebab sebagai seorang pebisnis, sebagai seorang pedagang atau pengusaha, sudah barang tentu anda tidak akan mau kehilangan modal dalam menjalankan usaha. Apalagi kalau sampai modal utama yang hilang. Karena itu, jadikanlah kepercayaan sebagai modal utama, agar bisa selalu dipercaya orang.

Memang harus diakui, bahwa tidaklah mudah menjadi orang yang bisa dipercaya.Akan tetapi anda akan kehilangan segala-galanya, apabila tidak bisa lagi dipercayai orang.Sesungguhnya kekayaan yang paling tinggi nilainya yang melekat pada diri seseorang adalah kepercayaan. Tidak akan ada lagi arti seseorang, kalau tidak bisa dipercaya oleh orang lain. Dengan demikian, jadilah anda seorang yang bisa dipercaya orang. *

(24) CARA CERDIK PANDAI ORANG PADANG DALAM BERBISNIS
Dalam kehidupan sehari-hari orang Padang, ada yang dikenal dengan, ”Cerdik pandai”. Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, penerbit Lintas Media Jombang, yang ditulis Indrawan WS, ”cerdik” berarti: punya akal pintar, mampu/pandai memecahkan persoalan, cepat memahami situasi yang sulit dan menemukan pemecahannya, banyak akal. Sedangkan ”pandai” berarti: pintar, cerdik. Dengan demikian, orang cerdik pandai bisa diartikan orang yang arief bijaksana.

Kearifan dan kebijaksanaan ini sangatlah penting artinya bagi orang Padang dalam menggeluti dunia usaha. Seorang pebisnis, seorang pedagang atau pengusaha, bagi orang Padang adalah orang yang arief bijaksana. Dengan kata lain, dia adalah orang yang pintar, cerdas, cepat memahami situasi sulit, dan bisa pula dengan segera menemukan pemecahan malasah atau solusinya.

Seorang yang arief bijaksana, dalam pepatah Minang dikatakan, ”Cedpat tangan tidak melukai, cepat kaki tidak memecah”. Maksudnya, benar-benar bisa mengambil langkah dengan cepat dan tepat, baik dalam situasi sulit maupun dalam kondisi normal.

Bagi orang Padang, dalam meniti karier di dunia usaha, cerdik saja belum cukup dan pandai saja belum pula lengkap. Karenanya, sangat diperlukan seorang yang cerdik dan pandai.Orang yang cerdik dan pandai, setahun orang akan ditimpa musibah kelaparan, dia sudah tahu. Jauh-jauh hari harga gabah akan naik atau turun, dia sudah bisa membaca, dia sudah dapat memahami.

Jadi, orang Padang berdagang tidak hanya sekadar berdagang saja, melainkan melengkapi diri dengan kearifan dan kebijaksanaan. Setiap langkah yang diambilnya selalu ada pertimbangan. Tetapi bukan berarti terlalu lama baru bisa mengambil keputusan. Atau terlalu cepat pula dalam mengambil keputusan.Seorang pengusaha kalau terelalu gegabah mengambil keputusan, bisa-bisa mengalami kerugian. Sebaliknya, terlalu lambat pula dalam mengambil keputusan, bisa pula rugi besar. Karena itu, kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan atau langkah sangatlah penting.

Bagaimana agar bisa dengan cepat dan tepat mengambil keputusan atau langkah dalam berbisnis? Di sinilah perlunya keberanian mencoba. Dengan ini akan muncul yang disebut dengan kemahiran. Orang yang sudah terasah otaknya oleh keberanian mencoba, tingkat kecerdasannya akan tinggi. Orang yang telah memiliki tingkat kecerdasan tinggi karena selalu diasah otaknya, dia akan arief dan bijaksana.

Dalam berbisnis, suatu langkah atau keputusan untuk melangkah apabila diambil dengan arief dan bijaksana, tingkat keberuntungannya akan sangat tinggi dan tingkat kerugiannya akan sangat rendah.Seorang pengusaha selalu dituntut bertindak cepat dan tepat dalam menangkap sebuah peluang usaha. Untuk ini, sangat diperlukan kemahiran dalam mengambil langkah atau keputusan tadi, sehinga bisa diambil langkah atau keputusan yang tepat, yang membawa untung besar terhadap perusahaan.Orang Padang membagi masyarakat kepada tiga golongan. Pertama alim ulama, kedua cerdik pandai dan ketiga bundo kanduang. Alim ulama adalah tergolong kepada orang yang memahami atau yang ditokohkan di bidang agama. Cerdik pandai adalah orang yang tergolong kepada pemimpin formal dan non formal termasuk di dalamnya pengusaha, seperti tokoh atau pemimpin dari segi pemerintahan, tokoh atau pemimpin dari segi adat dan swasta lainnya, termasuk di dalamnya pengusaha. Sedangkan bundo kanduang adalah tokoh atau pemimpin dari golongan kaum perempuan.

Seorang pengusaha atau seorang yang meniti karier di dunia usaha, sungguh sangat dituntut arief dan bijaksana, agar usahanya sukses. Kalau tidak demikian, besar kemungkinan tidak tahan hempasan badai dan gelombang.Cerdik pandai di sini bukan pula harus berpendidikan tinggi. Akan tetapi dia harus memiliki pengalaman hidup yang banyak, tingkat kecerdasan yang tinggi, sehingga mampu cepat menyesuaikan diri dengan situasi di mana dia menjalankan usaha.
Banyak sekali orang Padang yang berhasil menjadi pengusaha sukses, yang bukan seorang yang berpendidikan tinggi. Namun dia sudah kaya pengalaman, sudah banyak asam garam kehidupan di dunia bisnis yang dia alami.

Dalam berbisnis, dalam menjalankan usaha, pendidikan formal sangat perlu. Tetapi bukan berarti pendidikan formal itu segala-galanya bagi seseorang untuk sukses dalam menjalankan usahanya. Ini dapat dibuktikan, banyak sekali pengusaha yang berhasil sukses, terutama pengusaha asal Padang, yang bukan memiliki pendidikan formal tinggi. Banyak sekali di antara mereka yang ketika memulai usaha hanya mengantongi ijazah pendidikan seadanya. Jangankan untuk mendapatkan ijazah tamatan perguruan tinggi, untuk mendapatkan pakaian seadanya saja orangtua mereka susah. Jangankan untuk menempuh pendidikan sampai ke jenjang S2 atau S3, untuk makan pagi dan petang saja susah orangtuanya memenuhi. Tetapi toh akhirnya mereka bisa menjadi pengusaha sukses.

Kalau demikian, apa sesungguhnya yang dimilikinya? Jawabnya adalah, mereka itu merupakan orang cerdik pandai. Orang yang punya kearifan dan kebijaksanaan yang demikian tinggi. Hal ini mereka peroleh, antara lain dari pengalaman yang sudah demikian banyak mereka alami selama meniti karier sebagai pebisnis, pedagang atau pengusaha dari bawah.
Pengalaman panjang dipenuhi oleh lika-liku kehidupan yang berbumbu suka dan duka selama berpuluh-puluh tahun-lah yang membuat mereka para pengusaha sukses itu bisa menjadi bintang, bisa menggapai mimpi besarnya.Memang benar pendapat pengusaha sukses Bob Sadino yang mengatakan, bahwa kematangan seorang pengusaha itu dalam meniti kariernya sebagai seorang pengusaha memakan waktu sekitar 30 tahun.
Kematangan di sini, mungkin lebih mendekati pada pengertian kemampuan seseorang menjadi pengusaha yang tergolong kepada taraf tingkatan masyarakat cerdik pandai tadi.

Dari itu, seorang yang berkeinginan menjadi pengusaha sukses, sekali lagi, sungguh sangat memerlukan ketabahan, kesabaran, ketekunan, ketelatenan, keuletan, dan lain sebagainya. Sebab waktu yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan itu bukanlah singkat. Bayangkan, mencapai sekitar 30 tahun. Para pengusaha Padang yang menikmati kesuksesan sekarang ini, rata-rata telah mencapai waktu selama itu dalam meniti kariernya. Bahkan banyak yang lebih dari 30 tahun.

Anda harus bisa mencapai puncak kematangan yang berbuah kesuksesan itu. Karena itu, anda harus tabah, anda harus sabar, anda harus ulet, anda harus telaten, dan anda harus punya motivasi yang kuat untuk bisa mencapai tingkatan sebagai seorang pengusaha sukses. Jauhilah sifat putus asa, jauhi rasa takut mencoba memulai usaha. Dunia usaha bukanlah dunia angan-angan, tetapi dunia nyata yang harus dijalani dengan melakukannya. Lakukanlah! Mulailah segera! Dan jalani terus!*

(25) ORIENTASI ORANG PADANG DALAM BERBISNIS
Mungkin ada benarnya, kalau ada orang berpendapat, bahwa orang Padang dalam berbisnis benar-benar tak peduli siang dan malam, tak hirau terhadap lawan dan kawan. Seakan-akan tiada hari baginya selain untuk mengurus bisnisnya.

Kalau anda berjalan-jalan di Tanah Abang Jakarta, di Pasar Sukaramai Medan, di Pasar Pusat Pekan Baru, di Pasar Angso Duo Jambi, di samping di tempat-tempat lainnya, anda akan melihat betapa pedagang, pebisnis atau pengusaha asal Padang disibukkan oleh usahanya dengan kesibukan yang bukan main tinggi intensitasnya.Memang benar, mereka seperti tak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekelilingnya. Mereka benar-benar sibuk dengan usahanya. Semua ini adalah menujukkan bahwa orang Padang itu benar-benar tekun dalam berbisnis.

Orang Padang dalam berbisnis memiliki orientasi jauh ke kesuksesan hari depan atau jangka panjang. Karena itu, usaha yang dilakukannya bukan acak-acakan, bukan hanya untuk kepentingan hidup jangka pendek.
Bagi orang Padang yang menekuni dunia bisnis sebagai jalan hidupnya, dia mengharapkan anak cucunya nanti bisa mewarisi usaha yang sedang ia jalankan sekarang. Jangan sampai usaha yang sedang ia jalankan itu turut pula mati ketika dia dijemput kelak oleh Yang Maha Kuasa.

Kalau dibilang menjanjikan, jauh lebih menjanjikan perusahaan untuk diwariskan kepada anak cucu nanti dibandingkan jabatan di pemerintahan. Suatu contoh, kalau sekarang seseorang menjadi bupati, walikota, gubernur, menteri, kepala dinas, anggota DPR dan lain sebagainya, ketika dia meninggal nanti, semua itu taklah bisa diwariskannya kepada anak dan cucunya. Akan tetapi kalau perusahaan, jika kelak dia meninggal dunia, anak cucunya akan bisa mewarisinya. Tinggal lagi bagaimana dia mempersiapkan anak cucunya tersebut untuk sebagai pelanjutnya. Suatu contoh, mantan Presiden Soeharto begitu meninggal, sama sekali tidak bisa mewariskan jabatan Presiden kepada anaknya. Di saat dia hidup saja sudah diambil alih oleh orang lain. Namun Rachmat Gobel bisa mewarisi kepemimpinan ayahnya sebagai generasi kedua dari kerajaan bisnis milik orangtuanya, H. Thayeb Mohammad Gobel(alm) sebagai perintis dan pemimpin kerajaan bisnis elektronik Indonesia di bawah bendera Panasonic-Gobel.

Karena itu, orang Padang tidak terlalu terkejut terhadap seseorang yang memperoleh pangkat tinggi di pemerintahan. Namun dia lebih mengagumi seseorang yang sukses di dunia usaha. Ini mungkin juga dipengaruhi oleh sifat orang Padang yang hidup di lingkungan masyarakat egaliter.
Orang egaliter lebih memilih hidup di alam merdeka, dalam artian tidak berada pada tatananan diperintah-perintah, disuruh-suruh, apalagi dibentak-bentak. Mereka lebih memilih pada kehidupan yang setara. Seperti pepatah Minang mengatakan,”Berselang kayu talam tungku, di sana api baru bisa hidup”. Maksudnya, untuk mengambil suatu keputusan haruslah melalui perdebatan, pembicaraan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang setara, tidak ada yang terlalu tinggi dan terlalu rendah. Tidak ada yang terlalu dahulu dan terlalu di belakang. Perselangan pendapatlah yang membuat lahirnya kesepakatan yang bernas. Di lingkungan pemerintah sulit sekali menemukan hal ini.

Jadi, orang Padang dalam berbisnis, dalam menelusuri karier di dunia usaha, pun lebih berorientasi kepada eksistensi diri. Posisi seorang pengusaha cukup dihargai di tengah-tengah masyarakat.Profesi sebagai pengusaha cukup terhormat di tengah-tengah masyarakat. Bahkan orang Padang memandang pengusaha itu sebagai sebuah profesi yang mengagumkan karena mereka lahir dari jerih payahnya sendiri, disebabkan hasil keringatnya sendiri. Sulit terdengar pengusaha yang lahir karena dikarbit. Namun tak jarang kita mendengar pejabat karbitan.

Orang Padang memandang kesuksesan seorang pengusaha tak bisa disamakan dengan kesuksesan seorang pejabat pemerintahan. Kesuksesan seorang pengusaha pasti melalui proses yang panjang, yang penuh dengan suka duka dan penuh dengan pengalaman cukup berarti. Sedangkan kesuksesan seorang pejabat pemerintahan, adakalanya bagaikan simsalabim. Tanpa proses yang panjang dan penuh pengalaman pahit dan getir, seseorang bisa saja menjadi pejabat negara, seperti anggota DPRD, DPR, MPR, DPD, Gubernur, Bupati dan Walikota. Kadangkala untuk pejabat karier di pemerintah pun sudah terbawa-bawa pula gaya perjalanan karier pada lingkungan pejabat negara itu.Karena itu, orang Padang memandang kesuksesan di dunia usaha sungguh sangat besar artinya dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Apalagi bagi seseorang yang sebelumnya benar-benar hidup dalam kondisi kemiskinan yang amat memprihatinkan. Nilai perjuangannya, nilai ketekunan, ketabahan, keuletan dan kesabaran yang dimiliki seorang pengusaha sukses, mendapat tempat tersendiri di tengah orang Padang.

Seandainya eksistensi pengusaha sudah sama di seluruh wilayah Republik Indonesia seperti di tengah-tengah orang Padang, tentu perkembangan dunia usaha di negeri ini akan semakin maju pesat. Keinginan menjadikan 2 % dari seluruh penduduk suatu negara menjadi pengusaha untuk bisa menjadikan negara tersebut makmur, mungkin segera akan tercapai di negeri ini. *

(26) KEYAKINAN BISNIS ORANG PADANG
Banyak orang merasa heran, dari mana datangnya keyakinan orang Padang itu dalam berbisnis, sehingga dia mau memulai karier dari kondisi yang benar-benar dari bawah, dari nol dan dari kemiskinan yang benar-benar miskin.Kalau kebanyakan seseorang dikatakan miskin apabila dia tidur di atas rumah belantai tanah, makan dengan nasi dan sambal seadanya, baju sekadar yang terpakai di badan. Kemiskinan kebanyakan orang Padang yang pada akhirnya menjadi seorang yang kaya raya itu, melebihi kondisi si miskin yang disebutkan itu tadi.

Kemiskinan orang Padang yang setelah sekian puluh tahun didera penderitaan muncul menjadi seorang pengusaha sukses itu, tidak saja sekadar tidur di rumah berlantai tanah, tetapi sama sekali tidak punya rumah tempat tinggal. Kemiskinannya tidak sebatas berbaju hanya sekadar yang terpakai di badan, tetapi baju yang dia pakai itu pun pinjaman dari temannya pula. Tidak saja sekadar nasi dan sambal seadanya untuk makan, tetapi sampai-sampai tidak punya nasi dan sambal sama sekali berhari-hari, sehingga terpaksa menahan tak makan.

Kalau demikian, bisakah dia dikatakan lebih miskin dari pengemis yang sedang menadahkan tangan di pinggiran jalan menunggu belas kasihan orang? Bisa jadi. Dan memang demikianlah adanya mereka.
Lantas, keyakinan apa yang membuat orang Padang itu tidak pernah putus asa dan selalu punya harapan akan bisa suatu saat nanti menggapai mimpi besarnya nun sekarang sedang menanti jauh di sana?

Inilah yang patut dikagumi dari keteguhan hati, kekuatan mental dan ketabahan serta kesabaran orang Padang itu dalam menahan penderitaan, demi sebuah mimpi besar menjadi pengusaha sukses.Bukan tak pernah dia menangis setelah didera terus menerus oleh penderitaan hidup. Akan tetapi tangisnya bukanlah tangis keputusasaan. Sebaliknya, tetesan air matanya yang keluar itu adalah air mata motivasi, air mata pendorong semangatnya untuk selalu berjuang, berjuang dan berjuang sampai tercapai kesuksesan sesuai dengan impian yang sedang bergelayut di kepalanya.Seberat apa pun kesulitan hidup yang dia alami, semangatnya tak pernah kendur, apalagi menyerah. Malahan sebaliknya, setiap tetesan keringatnya yang keluar, selalu berisikan dorongan semangat untuk lebih gesit lagi berusaha, untuk lebih ulet lagi bekerja, sehingga cepat tercapai yang dicita-citakannya.

Lagi pula, semangat orang Padang dalam berbisnis, sama seperti air yang dibungkus dengan plastik. Semakin dipencet plastiknya, tekanan airnya semakin kuat hendak menembus plastik tersebut.Semakin kuat tekanan penderitaan hidup menderanya, semakin kuat pula semangatnya untuk bangkit, semakin kuat dorongan dari dalam dirinya untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik, dan semakin kokoh keyakinannya mengatakan bahwa di balik penderitaan ini akan ada kesuksesan. Keyakinanya pun mengatakan bahwa keputusasaan hanya akan menjadikan kegagalan. Karena itu, dalam sebuah perjuangan harus dijauhi keputusasaan. Sebab, keputusasaan hanya akan menggagalkan keinginan.

Keyakinan orang Padang dalam berbisnis, ternyata telah mampu membuatnya menjadi orang yang sukses dalam berbisnis. Kalaulah tidak karena kekuatan keyakinannya, mustahil akan mampu mereka menjadi bintang dunia bisnis di pentas nasional bahkan internasional.
Keyakinan telah membuat orang Padang menjadi percaya diri, menjadi berjiwa optimis, menjadi berpikiran jernih dan jujur, menjadi seorang yang dekat dengan agamanya dan menjadi orang yang mampu menggapai cita-cita sebagai seorang pengusaha sukses.Tidak mudah menanamkan keyakinan diri pada seseorang, karena membutuhkan ketangguhan prinsip, membutuhkan keteguhan pendirian, sehingga tidak mudah goyah ketika rintangan, halangan dan hambatan silih berganti datang dari kiri dan kanan, depan dan belakang, atas dan bawah.

Dengan demikian, keyakinan sungguh sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam memperjuangkan keinginannya untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Tanpa keyakinan yang benar-benar kuat, berat sekali melanjutkan usaha keras ketika kesulitan datang menghadang.Orang yang memiliki keyakinan terhadap sesuatu yang diinginkannya bisa dia capai, dia akan tetap fokus kepada usahanya untuk mencapai yang diinginkannya itu, tanpa mempedulikan apa pun rintangan dan hambatan. Demikian pula dengan seseorang yang punya keyakinan terhadap keberhasilannya dalam mencapai keinginan untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Dia akan tetap fokus dalam berusaha untuk mencapainya, tanpa mempedulikan hambatan dan rintangan apa pun juga. Setiap ada hambatan dan rintangan, dia anggap sebagai pendorong semangatnya untuk lebih bekerja keras lagi, untuk lebih ulet lagi dalam menjalankan usaha.

Dengan keyakinan yang tinggi, tidak ada kesulitan yang tidak bisa teratasi, tidak ada kepahitan hidup yang tidak bisa terlewati, dan tidak ada pula mimpi kesuksesan yang tidak bisa dicapai. Karena itu, dalam meniti karier di dunia usaha, keyakinan sungguh sangat penting dan sungguh sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam kariernya.

Dalam menjalankan usaha, keyakinan akan menjadikan cara berpikir seseorang jauh ke depan, akan menjadikan seseorang berwawasan luas. Semua ini akan sangat besar dampaknya terhadap perluasan jaringan bisnisnya atau akan berdampak positif sangat besar terhadap perkembangan usaha yang sedang ia jalankan.

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan untuk memperkuat keyakinan dalam menjalankan usaha atau dalam menggeluti dunia bisnis yang rata-rata dilakukan pengusaha asal Padang :
1) Tentukan Keinginan Yang Hendak Dicapai. Dengan telah adanya keinginan yang hendak dicapai dalam meniti karier di dunia usaha atau dunia bisnis, anda akan memperoleh keyakinan yang kuat dalam berjuang habis-habisan untuk mencapainya. Anda belum akan berhenti berusaha sebelum yang anda inginkan itu tercapai.
2) Tentukan Target Berapa Lama Keinginan Anda Itu Baru Akan Bisa Dicapai. Untuk memperkuat keyakinan anda, haruslah anda tentukan target berapa lama anda harus berusaha, bekerja keras, berjuang tanpa kenal lelah, baru yang anda inginkan itu bisa dicapai. Anda harus meyakinkan diri anda, bahwa usaha anda akan bisa berhasil. Kekuatan keyakinan anda itu akan sangat menetukan keberhasilan anda mencapai keinginan anda.

3) Dekatkan Diri Kepada Yang Maha Kuasa. Dalam upaya memperkuat keyakinan anda untuk mencapai kesuksesan dalam menjalankan usaha, dekatkanlah diri anda selalu kepada Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, anda akan rajin berdo’a kepada-Nya, anda akan rajin berserah diri kepada-Nya. Selanjutnya, anda akan semakin yakin bahwa Yang Maha Kuasa akan menolong dalam mencapai keinginan anda. Keyakinan yang dilandasi oleh kedekatan diri kepada Yang Maha Kuasa, akan menjadikan anda memiliki keyakinan yang hakiki, yakni keyakinan yang tidak mendahului kekuasaan-Nya, tetapi keyakinan yang anda miliki itu adalah keyakinan yang berada dalam ridha-Nya.

Dengan anda miliki tiga hal ini sebagai untuk memperkuat keyakinan anda dalam menjalankan usaha, anda akan merasa mendapatkan kekuatan tersendiri, yang merupakan kekuatan dalam lindungan-Nya.Percayalah anda, bahwa keyakinan yang anda miliki itu akan mampu menjadi kekuatan yang amat berarti bagi anda dalam meniti karier sebagai seorang pebisnis, pedagang atau pengusaha. Orang Padang dalam menggeluti dunia usahnya memakai hal ini.*

(27)  KEBAIKAN MEMBERI DALAM BISNIS ORANG PADANG
Dalam kepercayaan orang Padang sesuai dengan agama dan adat yang dianutnya, bahwa semakin banyak memberikan kelebihan harta kekayaan yang dimiliki, baik berupa uang atau sejenis yang lainnya kepada orang lain, baik untuk perorangan maupun untuk kepentingan umum, akan semakin banyak pula kembalinya sebagai wujud dari pembalasan dari Yang Maha Kuasa.

Sangat dipercayainya bahwa seseorang yang suka memberi, sama dengan seseorang itu suka menaburkan kebaikan. Setiap kebaikan yang ditaburkan, maka dia akan menerima kebaikan pula yang jauh lebih besar dari kebaikan yang ditaburkannya itu.

Dengan demikian, kalau dibawakan kepada prinsip bisnis, memberikan bantuan, pertolongan atau sumbangan itu tidak ada ruginya. Sebaliknya hanya akan semakin menambah besar keuntungan yang akan didapat.
Sebagai implementasi dari kepercayaan orang Padang itu, betapa banyaknya bantuan baik untuk perorangan maupun untuk kepentingan orang banyak dari hasil pemberian orang Padang di kampung halamannya, setelah dia sukses.

Orang Padang setelah menjadi orang sukses tidak segan-segan mengeluarkan uang pribadinya puluhan milyar untuk pembangunan masjid, surau, rumah sekolah, jalan umum dan lain sebagainya.
Banyak sekali masjid yang dibangun seseorang dengan uang pribadinya, yang nilai bangunannya memakan biaya puluhan milyar berdiri di Sumtra Barat sekarang. Tidak jarang pula orang Padang yang telah sukses berani mengeluarkan uang pribadinya puluhan milyar untuk membangun jalan umum, membangun gedung sekolah dan lain sebagainya. Sangat banyak pula orang Padang yang telah sukses memberikan bantuan untuk orang miskin di kampung halamannya.

Semua ini dia lakukan tak lain adalah karena dia meyakini bahwa kebaikan memberi itu sangat tinggi dinilainya di mata sesama manusia dan dalam pandangan Yang Maha Kuasa.

Jadi, dalam prinsip bisnis orang Padang, uang yang didapat bukanlah harus untuk dia semuanya. Dalam harta kekayaan yang dimilikinya, ada hak orang lain, seperti anak yatim, fakir miskin, orang terlantar, dan orang banyak lainnya yang harus dikeluarkan melalui zakat, infak, sedakah dan sumbangan lainnya. Kalau disimpan bukannya akan membuat uang atau harta kekayaannya bertambah banyak, tetapi hanya akan membuat berkurang tanpa diduga-duga.

Apabila diperhatikan, memang harus diakui bahwa orang yang suka memberi, kekayaannya selalu bertambah-tambah. Artinya, tak ada kurangnya harta kekayaan atau uang yang ia miliki karena kesukaannya memberi.

Pada berbagai kabupaten dan kota di Sumatra Barat, anda akan dapat membuktikan bahwa di daerah yang banyak orang sukses, daerahnya atau kampungnya akan terlihat lebih maju dibandingkan dengan di daerah atau di kampung yang kurang orang suksesnya.

Jadi, salah satu dari sekian banyak rahasia kesuksesan bisnis orang Padang itu, termasuk di dalamnya dilatarbelakangi keyakinan yang dia miliki bahwa memberi itu bukanlah merugikan tetapi melipatgandakan harta kekayaan.
Keinginan memberi ini pun salah satu dari sekian banyak daya dorong bagi orang Padang dalam berusaha keras untuk memperjuangkan hidupnya berubah kepada yang lebih baik dari waktu ke waktu.Sebab, semakin sukses dia dalam menjalankan usaha, semakin tercapai prediket kaya raya bagi seseorang, dengan sendirinya akan semakin terbuka peluang baginya untuk memberi lebih banyak.

Dalam berusaha terbayang di benaknya, bahwa jika suatu saat nanti dia menjadi seorang yang kaya raya, dia akan bisa membangun masjid, surau, rumah adat, jalan kampung, memberi bantuan kepada fakir miskin, anak yatim dan lain sebagainya. Bayangan itu membuat dia semakin bersemangat menjalankan usaha.Ukuran kesuksesan seseorang bagi orang Padang, dapat dilihat dari seberapa besar dia mampu memberi kepada orang atau pihak lain. Orang yang sama sekali belum mampu memberi, berarti belum sedikit pun berhasil. Bagi yang sudah memberi, berarti sudah mulai ada keberhasilan. Selanjutnya, bagi yang sudah bisa memberi dengan jumlah besar, seperti kemampuannya dalam membangun rumah ibadah berupa masjid dan surau sendirian, membangun rumah adat sendirian, membangun jalan kampung sendirian, membangung gedung sekolah sendirian, berarti yang bersangkutan sudah masuk kategori orang sukses.
Seseorang yang berhasil sukses dalam hidupnya, dia akan pulang dengan segala persiapan memberi. Namun bagi yang belum sukses, biasanya dia enggan pulang sebelum berhasil sukses.

Pada setiap lebaran tiba, banyak orang Padang yang pulang ke kampungnya dari rantau secara bersama-sama, yang disebutnya ”Pulang Basamo(pulang bersama)”. Dalam pulang basamo ini, akan terlihat mana yang sukses, mana yang hampir sukses dan mana pula yang belum sukses. Hal ini dapat dilihat dari besar kecilnya dia memberi kepada orang atau pihak lain di kampungnya.

Dan ini pun secara tak langsung sekaligus membuat ketokohan seseorang bisa diukur. Dalam hal ini bukan berarti orang Padang itu mata duitan atau materialistis. Tetapi memperlihatkan bahwa orang Padang itu telah memandang bisnis atau usaha adalah suatu posisi yang sangat mampu mendongkrak harkat dan martabat seseorang. Orang Padang sudah sejak lama tidak hanya memberikan posisi yang istimewa dalam masyarakat kepada pegawai, pejabat pemerintah atau pejabat negara. Tetapi sudah sejak lama sangat memberi tempat terhormat pula kepada posisi seorang pengusaha di tengah-tengah masyarakat.Karena demikian tinggi penilaian masyarakat kepada seorang pengusaha, orang Padang sudah sejak lama berpacu, berlomba-lomba terjun ke dunia usaha, dan berusaha keras selalu untuk bisa mencapai posisi pengusaha sukses.

Orang Padang yakin benar bahwa semakin sukses seseorang dalam menjalankan usahanya, akan semakin suka pula dia memberi. Semakin suka seseorang memberi, akan semakin maju kampung halamannya. Begitulah guliran rangkaian rantai kesuksesan orang Padang, sehingga menjadi seorang yang sukses di dunia usaha adalah impian bagi orang Padang.

Orang yang sukses di dunia usaha, seseorang yang berhasil mencapai anak tangga pengusaha sukses, menurut orang Padang sangat berpeluang untuk menjadi seorang orang kaya raya yang penuh berkah. Alasannya cukup tepat. Orang yang kaya raya karena menjadi seorang pengusaha, dia kaya benar-benar karena hasil kerja kerasnya, karena kucuran keringatnya. Bukan karena hasil korupsi. Uang yang dia cari dengan usahanya sendiri sambil berdoa kepada Yang Maha Kuasa, apabila dia berikan pula sebahagian dengan ikhlas kepada orang lain atau untuk kepentingan umum dan agama, sudah barang tentu akan beroleh berkah dari-Nya. Seseorang yang kaya raya dan beroleh berkah dari-Nya, sesungguhnya dialah orang yang memperoleh kebahagiaan yang sesungguhnya. Kita semua tentu mengharapkannya. Semoga!*

(28)   KISAH-KISAH INSPIRATIF PENGUSAHA PADANG

Apabila ditelusuri satu persatu perjalanan karier orang Padang yang sukses di dunia usaha, sungguh sangat menarik. Banyak sekali yang dapat diambil pelajaran dari mereka. Antara lain; kegigihannya, kesabarannya, keuletannya dan kemauannya yang demikian keras untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik.

Tidak mudah melengkapi diri dengan semua ini. Namun dengan kebulatan tekadnya, dengan keyakinannya, orang Padang yang telah memilih menerjunkan dirinya ke dunia usaha, ternyata mampu. Inilah di antara mereka:

BASRIZAL KOTO “PERNAH MAKAN SEKALI SEHARI KARENA MISKIN”
Sosok pengusaha Basrizal Koto, memberikan inspirasi kepada siapa saja yang mengenal lebih jauh tentang dirinya. Dia adalah seorang yang gigih, ulet dan sekaligus juga seorang yang sabar.

Kehidupannya sejak kecil sungguh sangat menyedihkan. Bayangkan, untuk makan sekali sehari saja, si ibunya harus meminjam beras ke tetangga di kampung kelahirannya, Kampung Ladang, Pariaman, Sumatra Barat.
Ayah Basko, begitu dia akrab dipanggil, hanyalah seorang petani kecil di Kampung Ladang. Karena kesusahan hidup yang tak terperikan lagi, ayahnya pak Ali Absyar pergi merantau ke Provinsi Riau. Ketabahan ibu Djaninar, orang tua Basko yang dipanggilnya amak, dalam menghadapi segala kegetiran hidup yang selalu membekas di hati Basko, sungguh telah menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk bangkit, untuk bekerja keras, untuk berusaha dengan segala kemampuan yang ada padanya, tanpa kenal lelah dan putus asa.

Ketika telah duduk di bangku kelas lima SD, Basko mengambil kesimpulan, bahwa kemiskinan harus dilawan dan bukan hanya dinikmati. Bertolak dari pikiran demikian, mengingat kondisi kehidupan orangtuanya yang begitu susah, Basko mohon izin pada amak-nya pergi merantau. Dia memilih merantau ke Pekan Baru.Walau dengan berat hati, ibu Djaninar melepas anaknya juga pergi. Namun sebelum Basko pergi, si amak ini meminta kepada Basko agar di rantau orang nanti menerapkan K3. Maksud dari K3 tersebut; pandai-pandai berkomunikasi, manfaatkan peluang dan kesempatan, dan bekerjalah dengan komitmen tinggi.

Ketiga pesan amaknya ini benar-benar diamalkan Basko. Dia jadikan bagaikan tongkat untuk berjalan di siang hari dan bagaikan bantal untuk tidur di malam hari. Dia jadikan pakaian hidupnya sehari-hari.
Dalam berbisnis, Basko merasakan prinsip yang ada dalam tiga pesan amaknya ini sangat penting. Bahkan dia merasakan ketiga pesan ini benar-benar sangat berpengaruh dalam kesuksesan usahanya.

Setiba di Pekan Baru, dengan bermodalkan tiga pesan amaknya tadi, si kecil Basko setelah subuh berangkat ke terminal bus. Maksudnya mencari pekerjaan sebagai kernet. Berkat kemampuannya berkomunikasi, pada hari pertama datang ke terminal dia langsung dapat pekerjaan membantu supir oplet. Ketika pertama bisa menjadi kernet, Basko bekerja siang malam tanpa kenal lelah. Dia berpikir sambil bekerja, bagaimana agar bisa mendapatkan uang untuk penyewa rumah kontrakan, guna menampung keluarganya dari Kampung Ladang. Beranjak dari seorang kernet oplet, dasar seorang yang visioner, ulet dan berpikir jauh ke depan, Basko mengawali buka usaha dengan berjualan pete. Kendati tak punya uang, namun karena dasar kepercayaan, pete yang belum dibayarnya itu bisa dibawanya, dan dijualnya ke restoran Padang dengan keuntungan lumayan.

Lelaki yang pernah juga menjadi tukang jahit ini semakin hari semakin memperlihatkan kemauannya yang demikian keras dalam menggeluti dunia usaha. Dengan tetap memegang teguh prinsip bijak berkomunikasi, mampu membangun jaringan, taat menepati janji dan bisa menjaga kepercayaan, makin hari bisnisnya semakin lancar. Kian lama jaringan bisnisnya semakin luas.

Lama kelamaan Basko ternyata mampu membangun kerajaan bisnis yang mengagumkan semua orang yang mengenalnya. Usahanya merambah kian kemari, seperti air bah yang tak terbendung. Terakhir perusahaan yang dikelolanya mencapai 15 perusahaan. Sejak tahun 2006, usaha Basko pun telah menggurita ke jasa Televisi kabel dan internet di kawasan Sumtra.

Sejumlah perusahaan Basko yang masuk ke dalam MCB Group miliknya adalah PT. Bako Minang Plaza yang bergerak di bidang usaha perbelanjaan dan hotel. PT. Cerya Riau Mandiri Printing bergerak di bidang percetakan. PT. Cerya Zico Utama bergerak di bidang properti. PT. Bastara Jaya Muda bergerak di dunia tambang batu bara. PT. Riau Agro Mandiri bergerak di bidang usaha penggemukan, impor dan eskpor ternak. PT. Riau Agro Mandiri Perkasa bergerak di bidang usaha pembibitan, pengalengan gading. PT. Indonesia Mesh Network bergerak di bidang usaha TV kabel dan internet. Selanjutnya ada PT. Best Western Hotel yang bergerak di dunia perhotelan.

MUHAMMAD ARBIE : “MEMBELI AL QURAN DI SINGAPURA MENJUALNYA DI MEDAN”
Muhammad Arbie lahir dari pasangan pak L. Sidi Marah(ayah) dan ibu Rafiah(ibu), berasal dari Bayur, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Di kampung kelahirannya, keluarga Arbie, begitu laki-laki kelahiran tahun 1920 ini akrab dipanggil, hidup dalam serba kurang berkecukupan.
Namun semenjak kecil Arbi telah menampakkan jiwa bisnisnya.

Sehari-hari di Bayur, Arbie rajin sekali membantu berjualan di kedai kelontong milik orangtuanya. Namun kegiatannya membantu orangtua berjualan terhenti ketika Arbie pindah ke Sigli mengikuti kakeknya. Di rantau Sigli, Arbie memasuki pendidikan di Holland Indians School(HIS) sambil sekolah di sekolah agama Diniyah selama tiga tahun.

Perjalanan bisnis Arbie, bermula dari membuka usaha pakaian jadi. Ini dijalaninya jauh sebelum zaman kemerdekaan atau di era penjajahan. Usaha ini dia jalani dengan tekun, sehingga makin hari semakin menampakkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
Namun setelah berada di era kemerdekaan, Arbie beralih ke usaha penjualan kitab suci Al Quran. Dia membeli Al Quran di Singapura seharga SIN$ 3 dan menjualnya di Medan seharga $ 20.

Arbie sungguh merasa enjoi dengan usaha barunya ini. Keuntungan penjualan Al Quran dia dapatkan berlipat-lipat. Di samping untung secara materi, Arbie pun merasa memperoleh keuntungan berupa pahala. Karena demikian berkembangnya usaha Arbie, dalam waktu satu bulan dia berhasil mampu melunasi kreditnya di bank.

Arbie sebenarnya bisa saja belum melunasi kredit bank dalam tempo satu bulan. Tetapi karena tingkat kejujuran yang demikian tinggi, begitu dapat uang langsung dilunasinya. Menurut prinsip Arbie, kalau bisa melunasi kredit lebih cepat kenapa harus diperlambat.

Arbie tak puas hanya dengan kesuksesannya di dunia usaha yang satu ini saja. Dari keuntungan yang cukup besar dia peroleh dalam usaha berjualan Al Quran, tahun 1949 Arbie membeli mesin cetak letter press. Arbie ingin mengembangkan usaha ke bidang percetakan. Seiring dengan ini, dia pun mendirikan toko buku kecil bernama Pustaka Madju.

Usaha Arbie makin hari semakin menampakkan kesuksesan. Selanjutnya toko buku dia ubah menjadi usaha penerbitan, dan selanjutnya dia jadikan perusahaan PT. Madju Medan Cipta. Akhirnya, perusahaan ini berkembang pesat menjadi perusahaan penerbitan sekaligus percetakan. Usaha penerbitan dan percetakan buku-buku pelajaran yang dijalankan Arbie sangat laris dan berkembang pesat.

Perjalanan karier Arbi di dunia usaha semakin menggurita. Pada tahun 1985 dia berekspansi dengan membuka percetakan baru di kawasan Pulogadung, Jakarta. Percetakan ini bergerak pada usaha mencetak buku-buku pesanan pemerintah untuk program SD Inpres di seluruh Indonesia.

Pengembangan kerajaan bisnis Arbie belum berakhir. Selanjutnya dia membuka usaha baru di bidang perhotelan. Dia membangun dua buah hotel dengan nama Hotel Garuda Plaza dan Hotel Garuda Citra. Belum puas juga dengan kerajaan bisnis yang sudah dia miliki, kemudian Arbie merambah ke dunia usaha bidang kesehatan. Dia mendirikan usaha rumah sakit Permata Bunda dan klinik Bunda.

FAHMI IDRIS : “PENGUSAHA YANG SANGAT MENGHARGAI WAKTU”
Kita di sini tak akan bercerita tentang sepak terjang Fahmi Idris di dunia politik atau sebagai seorang aktivis. Namun hanya tentang dirinya sebagai seorang pengusaha. Orang Padang yang ”gadang” di rantau ini adalah putra dari pak Idris Marah Bagindo. Dalam buku ”101 Orang Minang di Pentas Sejarah”, yang ditulis Hsril Chaniago”, dikatakan bahwa Fahmi Idris menyebut ayahnya bergaya spartan dalam menanamkan disiplin pribadi kepadanya.

Namun akhirnya, si bungsu dari lima orang bersaudara ini, menyadari benar betapa pentingnya penerapan disiplin oleh ayahnya itu baginya setelah dewasa, terutama dalam segi menghargai waktu.Darah bisnis mengalir dari ayahnya. Pak Idris Marah Bagindo adalah seorang pebisnis. Dia punya toko sepatu di Pasar Senen, Jakarta. Dia dan kakaknya pernah diberi tugas oleh ayahnya menjaga toko.

Semasa di SMA, Fahmi yang sempat menjadi Menteri di era Orde Baru dan era reformasi ini telah mulai menggeluti dunia usaha. Contohnya, dia berjualan baju kaos. Saat itu kebetulan sedang marak-maraknya anak-anak muda mencelup baju kaos dengan wantex. Fahmi sengaja membikinnya dua warna. Alasannya, kalau dibikin berbeda-beda warna, jualannya akan lebih laris karena pembeli bisa memilih.

Setiba di perguruan tinggi, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) yang sekaligus dipercaya sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia(FE-UI) di tempat Fahmi kuliah ini pada tahun 1967, dia bersama teman sekampusnya Muchtar Mandala yang pernah menjadi Dirut Bank Bukopin, mendirikan bursa buku. Kemudian bursa buku FE-UI yang didirikannya ini berkembang pesat menjadi bursa buku terbesar.
Fahmi mulai menceburkan diri secara serius ke dunia bisnis pada tahun 1969, merinstis usaha bersama rekan-rekannya Adi Sasono dan Sugeng Saryadi, dengan mendirikan Firma Kwarta Daya.

Dari mendirikan Firma Kwarta Daya ini, akhirnya muncullah Fahmi sebagai seorang pengusaha nasional terkemuka. Malahan menurut Fahmi, hidup menjadi pengusaha sangat menyenangkan, karena lebih merdeka menentukan jalan hidup.

Perhatian Fahmi ke kampung halamannya Sumatra Barat sangat besar, baik selaku dia seorang pengusaha maupun selaku dia seorang tokoh nasional di bidang politik dan lain sebagainya.

Apabila diamati, kesuksesan Fahmi di dunia usaha tak terlepas dari kedisiplinannya dalam menghargai waktu, di samping kedisiplinannya dalam bidang yang lain.Fahmi terkesan seorang yang keras dalam berprinsip. Dia tak mau terkena bujuk rayu siapa pun apabila telah menetapkan sebuah keputusan yang akan diturutinya. Dia pun tak takut dengan resiko apa pun kalau sudah mengambil suatu langkah yang menurutnya benar.

Dalam berbisnis, ternyata prinsip seperti ini sangat penting. Kalau tidak kuat prinsip, bisa saja tiap sebentar berubah pendirian terhadap suatu usaha yang akan dijalankan. Kalau tak kuat dengan prinsip, bisa sebentar berjualan es tebak, sebentar lagi bertukar pada berjualan cabe, besok pagi pindah pula berjualan kain dan begitu seterusnya, sehingga tidak ada satu pun usaha yang matang. Kalau ada orang mengatakan usaha ini bagus, itu pula yang dijalankan. Kalau ada pula orang mengatakan usaha ini yang bagus, pindah pula ke usaha itu. Jadi, berpegang teguh pada prinsip yang diyakini akan berhasil, sangat penting di dunia usaha.

RAHIMI SUTAN : “DEKAT DENGAN ORANG TERKENAL MALAYSIA
KARENA RENDANG DAN DENDENG”

Pada awalnya Rahimi Sutan adalah seorang polisi. Dia aktif bertugas di kepolisian RI semasa Pemerintahan Presiden Soekarno. Namun akhirnya, Rahimi muda yang sudah aktif di kepolisian sejak tahun 1951 itu, tahun 1958 banting stir dari profesi polisi pada profesi pengusaha. Dia merintis berdirinya Natrabu yang kepanjangannya adalah,”National Travel Bureau”. Hengkangnya Rahimi dari dunia kepolisian pada dunia bisnis, kemungkinan karena pengaruh jiwa bisnis yang bergelora dalam tubuhnya, sebagai seorang putra asal Padang.

Usaha yang dirintis Rahimi Sutan ini bergerak pada biro perjalanan dan restoran Padang. Semasa jayanya, kantor Natrabu sebagai biro perjalanan tidak saja tersebar di berbagai pelosok tanah air, tetapi juga menyambangi berbagai pelosok dunia. Antara lain berdiri kantor Natrabu di Jepang, San Frasco, New York dan sejumlah negara lainnya di dunia.

Dalam usaha restoran Padang, Natrabu merupakan restoran Padang papan atas yang telah merambah ke berbagai kota besar di tanah air di samping ke sejumlah negara di dunia.

Semenjak usaha travel biro Natrabu berdiri tahun 1958, usaha nasi Padang sudah mendampinginya sebagai usaha sampingan. Namun dalam perjalanan waktu, sampai kini usaha nasi Padang ini pulalah yang tak hanya sekadar bertahan, tetapi malah semakin maju dengan pesat.

Dalam rentang waktu usaha nasi Padang yang dijalankan pria kelahiran Payakumbuh, Sumatra Barat tanggal 17 Juli 1927 ini, dia bisa menempati tempat di Jalan Haji Agus Salim, Jakarta pada sekitar tahun 1965. Tempat berjualan sekaligus dijadikannya sebagai tempat tinggal. Sebelum di sini, usaha nasi Padang milik Rahimi Sutan di Taman Tanah Abang III Nomor 14. Selanjutnya pindah ke Tanah Abang III Nomor 29. Selanjutnya, barulah dia pindah ke Jalan Haji Agus Salim ini, yang nomornya juga 29.

Untuk nasi Padang Natrabu, unggulannya adalah rendang dan dendeng. Dan tak salah lagi kalau dikatakan ibunda Rahimi Sutan, Amay Rokayah sangat berperan penting dalam kesuksesan usaha nasi Padang milik Rahimi Sutan.
Bayangkan, pada awal-awal usaha nasi Padang dia buka, ibunya turut serta dalam urusan meracik bumbu hingga cita rasanya tidak tersaingi oleh nasi Padang lainnya. Amay tak segan-segan menegur karyawan berkaitan dengan makanan yang tidak enak. Ibu Rokayah kelihatan sangat disiplin tentang cita rasa makanan. Gara-gara dendeng, rendang dan ayam goreng berbumbu pedas ini pulalah rumah makan/restoran Padang Natrabu mampu menjadikan mantan Perdana Menteri Malaysia Doktor Mahathir Muhammad sebagai pelanggan setianya.

Setiap Doktor Mahathir Muhammad ke Jakarta, dia tak akan melupakan makan ke restoran Padang Natrabu. Bahkan Doktor Mahathir tak lagi sekadar pelanggan biasa oleh Rahimi Sutan, tetapi sudah menjadi kerabat dekat. Hubungan dekat antara keluarga Dokor Mahathir Muhammad dengan keluarga Rahimi Sutan sudah terjalin akrab karena selera.
Diakui Rahimi Sutan, bahwa anak perempuannya yang melanjutkan usaha ini, yang pernah ia sekolahkan ke swiss untuk belajar tentang restoran dan perhotelan, sudah sangat dekat dengan putri Mahathir Muhammad.

Sebagai seorang pengusaha, tampak sekali keuletan usaha cara Padang pada Rahimi Sutan. Dia mampu menjalin hubungan baik dengan siapa pun, seperti dengan Doktor Mahathir Muhammad. Ini merupakan salah satu kunci kesuksesan usaha yang sangat tinggi nilainya.
Karena itu, sungguh teramat penting belajar kepada para orang Padang yang telah berhasil menjadi pengusaha sukses, karena banyak sekali rahasia kesuksesan seorang pengusaha yang tersimpan pada mereka.

ABDUL LATIEF : PERNAH BERJUALAN TELUR BUSUK
Abdul Latief merupakan salah seorang pengusaha nasional yang mampu menginspirasi banyak orang dalam menjalani karier di dunia bisnis. Dia berbadan kecil, tetapi sangat lincah, pintar, cerdas dan ulet. Buktinya, ketika Indonesia dilanda krisis tahun 1997 yang menyebabkan banyak perusahaan bertumbangan gulung tikar, perusahaan Abdul Latief seperti biasa-biasa saja. Terkesan tak terpengaruh.

Kerajaan bisnis Abdul Latief dia bangun dari bawah. Seperti diungkapkan dalam buku ”101 Orang Minang di Pentas Sejarah” yang ditulis Hasril Chaniago, naluri dagang Abdul Latief sudah tampak semenjak berusia muda.

Semenjak masih kuliah di Akademi Pimpinan Perusahaan misalnya, Latief demikian dia akrab dipanggil, sudah menjadi pedagang bawang dan telur. Bahkan pernah malah kala itu dia kena tipu oleh pemasok telur. Setengah truk telur dari Krawang yang dibelinya ternyata busuk. Namun dasar seorang yang pintar, cerdas dan ulet, dia menjual telur busuk itu kepada panitia perpeloncoan mahasiswa, buat dijadikannya untuk melempar peserta pelonco atau mahasiswa.

Ide Latief ternyata jitu. Telur busuk tersebut laku. Para mahasiswa membelinya. Ketimbang membeli telur bagus yang harganya tentu jauh lebih mahal dari telur busuk, para mahasiswa menerima tawaran Latief.
Abdul Latief yang berasal dari Pasa Gadang, Kota Padang ini, punya ayah Mohammad Latief dan ibu Sitti Rahmah yang merantau ke Aceh. Ayahnya merantau ke Aceh sejak berumur 19 tahun, sehingga Abdul Latief lahir di Kampung Baru, Kota Raja( sekarang bernama Banda Aceh), 27 April 1940.
Latief yang merupakan anak ke enam dari sembilan bersaudara, ketika berusia empat tahun dan adik bungsunya masih bayi, ayahnya meninggal dunia. Kemudian dia diasuh neneknya. Namun dua tahun kemudian nenek Latief pun meninggal dunia pula. Tahun 1950, ketika usia Latief 10 tahun, ibu Sitti Rahmah memboyong anak-anaknya ke Jakarta. Dia asuh dan besarkan anak-anaknya dengan sabar, dengan segala suka dan duka yang bukan main.

Setamat kuliah di Akademi Pimpinan Perusahaan, Latief bekerja di PT. Sarinah Departement Store sambil melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Krisna Dwipayana, Jakarta.

Setelah mengikuti latihan manajemen tentang toserba di Seribu Group Departemen Store Tokyo Jepang selama lima bulan pada tahun 1966 yang dikirim perusahaan tempat Latief bekerja, dan sebelumnya telah pula melakukan studi lapangan keliling negara Eropa, yakni ke Swiss, Jerman, Prancis, Belanda dan Australia, mengenai pengembangan industri kecil dan teknik pemasaran barang-barang kerajinan yang disponsori UNDP dan ILO, dia membuat suatu konsepk baru dan menyodorkan ke atasannya.
Namun apa yang terjadi? Konsep Latief ditolak. Meskipun pimpinannya menganggap konsep itu sangat ideal, tetapi pimpinan beralasan belum bisa dilaksanakan karena pertimbangan kondisi yang belum memungkinkan. Latief merasa buntu karena gagasannya tersebut merasa terhambat. Dasar orang Padang yang cerdas dan pintar, Latief tak tinggal diam. Dia memilih mengambil kemungkinan resiko yang bukan main besarnya. Dia keluar dari perusahaan yang telah memberinya jabatan strategis sebagai pimpinan bagian promosi dan penjualan itu. Begitu keluar, Latief memberanikan diri mendirikan perusahaan sendiri.

Untuk menopang perusahaan yang baru didirikannya itu, Latief lagi-lagi memberanikan diri mengambil pilihan sangat sulit, yakni menjual mobilnya untuk membeli sebuah toko kecil di daerah Grogol Jakarta.
Berawal dari toko kecil di Grogol inilah Latief menanjak naik. Tahun 1972 Latief mendirikan PT. Latief Marda Corporation. Makin berkembang pesat saja usahanya, sehinga dua tahun kemudian Latief mendirikan PT. Indonesia Product Centre(IPC) Sarinah Jaya. Perusahaan yang disebutkan terakhir ini bergerak di bidang usaha barang kerajinan dan garmen. Selanjutnya, perkembangan kerajaan bisnis Latief semakin meluas dan terus meluas. Kerajaan bisnisnya itu kemudian dia satukan dalam holding company raksasa, dengan nama Latief Corporation. Nama ini kemudian ia cantumkan pada dinding pesawat jet pribadinya yang dibelinya tahun 1990-an.

Usaha Latief yang pernah menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di era Orde Baru ini tidak saja sekadar di Jakarta. Malahan sampai ke luar negeri, seperti Sarinah Jaya Singapore PTE Ltd yang didirikannya di Singapure. Usahanya berkecambah bagaikan pohon yang rindang dengan tidak sedikit cabangnya. Ada usaha tambak udang, hotel, media televisi dan lain sebagainya, yang sangat sulit untuk dihitung satu persatu.

IRMAN GUSMAN : SUKSES MEMBENAHI USAHA KELUARGA YANG TERLILIT UTANG

Seakan tak ada yang kurang dianugerahkan Tuhan kepada pengusaha sukses yang satu ini. Ganteng, masih muda dan energik, cerdas, pintar, pengusaha sukses, pejabat tinggi dan sederet kelebihan lainnya seakan diberikan Tuhan kepada Irman Gusman, laki-laki kelahiran Kota Serambi Mekah Padang Panjang, Sumtra Barat, 11 Februari 1962 ini.

Namun, semudah yang dibayangkankah dia peroleh semua kesuksesan ini, terutama menyangkut kesuksesan dalam menjalankan usahanya? Jelaslah bukan. Penuh perjuangan, tantangan, hambatan dan rintangan pula.
Tetapi, seperti diungkapkan salah seorang bekas karyawannya yang sekarang telah beroleh gelar Doktor, yakni Dr. Ir. H. Prima Ananda, Irman Gusman katanya seorang yang disiplin, mudah bergaul dan selalu optimis.
Irman merupakan seorang pengusaha yang beranjak dari seorang pelanjut usaha orangtuanya. Sepulang dari Amerika Serikat, menamatkan pendidikan di School of Business University of Bridgeport, Connecticut, AS dengan meraih gelar (Master of Business Administration(MBA), dia kembali ke Padang mengurus usaha orangtuanya.

Anak kedua dari tiga belas bersaudara hasil perkawinan H. Gusman Gaus dengan Hj. Janimar Kamili ini, sukses merestrukturisasi dan mengembangkan usaha orangtuanya, PT. Khage Lestari Timber yang sedang terlilit utang.

Setelah berhasil membenahi perusahaan orantuanya tersebut, Irman Gusman tak tinggal diam di Padang. Dia mengembangkan sayap terbang merantau ke Jakarta. Bersama-sama dengan teman sesama alumni Amerika, Irman mendirikan PT. Prinavin Prakarsa.

Irman Gusman yang sekarang Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia(DPD-RI) untuk periode tahun 2009-2014 ini semakin hari semakin menampakkan kesuksesannya di ibu kota.

Irman juga mengelola bisnis Teknologi Informasi dengan bendera perusahaannya, Kopitime.com. Banyak lagi jabatan penting di dunia usaha yang pernah ia pegang. Di antaranya, Direktur Utama PT. Prinavin Prakarsa yang bergerak di bidang usaha perdagangan dan investasi. Selanjutnya menjadi Komisaris Utama PT. Padang Industrial Park yang bergerak di bidang usaha kawasan industri, Komisaris Utama PT. Guthrie Pasaman Nusantara yang bergerak di bidang usaha perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, Komisaris Utama PT. Kaghe Lestari Timber bergerak di bidang usaha pengelolaan dan ekspor kayu. Terakhir dia juga sebagai Komisaris Utama PT. Sumtera Korea Motor.

(29)  PENUTUP
Setelah sekian lama kita bertemu, berbincang dan berbagi pengalaman dalam kesempatan ini, tibalah saatnya kini kita berpisah. Namun dengan harapan, kehadiran buku ini ke hadapan anda akan dapat memberi nilai tambah yang sangat besar bagi anda dalam menapak kehidupan ke depan.
Kita semua tentu menyadari, bahwa kehidupan ke depan semakin akan sarat tantangan dan saingan. Akan tetapi orang yang mau berusaha keras, yang mau mandiri, yang ulet, lincah, optimis dan pantang menyerah, akan menang dan akan sukses.

Memang harus diakui, bahwa hidup ini tak semudah yang dibayangkan orang-orang berjiwa terlalu optimis. Namun sebaliknya, hidup ini tidak pula sesulit yang dibayangkan orang-orang yang berjiwa terlalu pesimis.
Karena itu, jika anda dihadapkan pada dua pilihan, antara terlalu otomis dengan terlalu pesimis, saya ajak anda untuk memilih hidup terlalu optimis. Namun kalau saja bisa memilih empat pilihan; terlalu otimis, optimis, terlalu pesimis dan pesimis, saya ajak anda untuk menjatuhkan pilihan kepada optimis. Jauhilah terlalu pesimis dan pesimis. Sebab kedua-duanya tak ada yang baik dibandingkan dengan terlalu otimis dengan optimis.

Marilah sama-sama kita hadapi kehidupan ke depan dengan penuh semangat, dengan penuh keyakinan bahwa hari esok akan jauh lebih baik dibandingkan dengan hari kemarin atau hari yang sudah berlalu.
Banyak angkatan perang memenangkan peperangan tidak hanya semata-mata karena kemampuannya berperang, tetapi karena semangat otimismenya dalam memenangkan peperangan yang sangat tinggi.
Banyak pengusaha pemula yang berjatuhan dalam membangun usahanya bukan dikarenakan kemampuannya yang kurang, tetapi hanya karena semangat atau jiwa optimisnya yang kurang.

Orang Padang memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan usahanya mulai dari bawah, mulai dari bersorak-sorak di kaki lima sebagai penjual sisir rambut, ikat pinggang dan sumbu kompor. Inilah rahasia bisnis orang Padang yang membuat dia mampu mencapai puncak keberhasilan sebagai seorang pengusaha sukses. Orang Padang tak enggan mendorong gerobak sate dari lorong-lorong sempit di malam hari, dan tak pula malu berjualan pisang goreng di pinggir-pinggir jalan dari sore hingga dinihari.

Sebab di balik kondisi kehidupannya yang demikian pahit, dia punya mimpi besar, ingin menjadi seorang yang kaya raya dengan prediket seorang pengusaha sukses. Dia selalu mengejar mimpi besarnya itu dengan penuh semangat dan jiwa optimis. Rasa enggan dan rasa malunya tertutupi oleh mimpinya yang demikian besar untuk menjadi orang sukses di dunia usaha.
Mengakhiri kesempatan ini, saya kemukakan kepada anda pendapat Jason Jennings dalam bukunya,”Think Big ACT Small”, yang mengatakan bahwa setiap tahun jutaan bisnis baru dimulai di dunia. Ada yang memulai dengan berkantor di rumah. Ada juga yang mengumpulkan modal dari mitra dan teman untuk mencapai mimpinya. Orang lain mendirikan perusahaan manufaktur atau penyedia jasa yang memperjakan ribuan orang. Namun menurut Jason, dalam setiap bisnis baru terdapat dua hal yang pasti: Pertama, ada pemikiran besar sebelum membuat keputusan besar. Kedua, tidak ada satu bisnis pun yang didirikan untuk gagal.

Kedua hal ini jelaslah mengharuskan seseorang berusaha keras, berjiwa optimis, berdo’a kepada Yang Maha Kuasa, supaya menjadi pengusaha sukses yang tangguh dan tahan banting. Selamat memulai, menjalankan dan mengembangkan usaha ! **

DAFTAR PUSTAKA
Akbar Kaelola, Power of Mimpi, PT. Suka Buku, 2011
Bardiatul R, Potret Orang-Orang Luar Biasa, Buku Biri, 2010
Farrah Gray&Fran Harris, Reallionaire, Daras Books, 2009
Hasril Chaniago, 101 Orang Minang Di Pentas Sejarah, Citra Budaya Indonesia, 2010
Indrawan WS, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Lintas Media, Jombang
Jason Jennings, Think Big ACT Small, PT. Bhuana Ilmu Populer, 2007
Majalah Elshinta, edisi Februari 2011, Tahun 3

Wibsite :

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/abdul-latief/index.shtml
http:id.wikipedia.org/wiki/Basrizal-Koto
http:/id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Arbie
http://www.pelaminanminang.com/dapur_minang.html
Kompas.com

*Seorang wartawan, kolumnis dan penulis buku.