Posts from the ‘Budaya bisnis’ Category

MENGENAL BISNIS TIONGHOA


Benarkah keberhasilan sebagian besar para pengusaha etnis Tionghoa lantaran dekat dengan penguasa?. Bisa benar dan bisa juga salah, karena ada juga yang berjuang tanpa dekat dengan kekuasaan bahkan sangat prihatin sekali, terkadang malah ada diskriminasi ras.

Ada juga yang mengatakan kehidupan mereka maju karena etos kerjanya yang luar biasa, selain itu sejak kecil warga keturunan selalu diajarkan untuk tahu diri. Mereka merasa sebagai kaum minoritas termasuk dalam bertindak tidak boleh terlalu menonjol atau berlebihan dan gampang minta bantuan pada orang lain, sebab kalau minta bantuan biasanya orang yang mau bantu jadi sungkan. Beda kalau bantuan itu diberikan karena kemauan yang membantu, biasanya lebih tulus.

Dalam kehidupan sehari-hari kalau memiliki penghasilan Rp10, hanya Rp 2 yang biasa digunakan selebihnya mereka tabung. semuanya sudah disosialisasikan sejak kecil dilingkungan keluarga. Sedang dalam kerja, orang tionghoa selalu diajarkan agar tidak tergantung pada orang lain dan harus mampu menguasai jenis pekerjaan dari yang paling mudah sampai yang sulit. Bahkan beranggapan kalau pekerjaan itu tidak permanen seperti layaknya roda berputar, suatu saat diatas, lain waktu dibawah.Maka modal yang paling penting bagi etnis tionghoa adalah sikap dapat dipercaya. Berapapun uang yang diberikan kalau tidak bisa dipercaya, ya tidak akan berhasil. Begitu juga kalau memiliki usaha sendiri.

Bisnis bagian dari budaya

Prinsip orang Tionghoa, ”Apa yang kami lakukan hari ini, bukan untuk hari ini saja, tapi untuk kedepan” Jadi kedepan untuk apa ? Sehingga perlu modal, modal bukan hanya uang saja, tapi bisa juga keterampilan, semangat dan kepercayaan sehingga harus pandai bergaul serta berkomunikasi. Nah, perdagangan adalah lahan satu-satunya yang paling memungkinkan untuk saling berkomunikasi dan bergaul, saling kenal dan membangun relasi.

Begitu juga menjadi pedagang bukan karena faktor keturunan. Ini lebih berkaitan dengan pendidikan awal di lingkungan keluarga sebagai akar budaya khas, dengan alasan keluarga Tionghoa tidak semudah suku lain sehingga mereka bekerja keras. Lalu kenapa banyak orang Tionghoa jarang menekuni profesi lain? Sebagai kaum minoritas, mereka menyadari akan keterbatasan peluang bagi mereka. Namun setelah reformasi politik sejak mulai priode Gusdur sedikit banyak perubahan paradigma perubahan profesi, banyak orang Tionghoa yang terjun ke dunia politik dan birokrasi. Banyak dari keturunan Tionghoa yang terjun ke politik, kita kenal Kwiek Kian Gie, Alvin Lie, dll. Mungkin yang belum terdengar kalau mereka masuk ABRI atau birokrat, mereka beranggapan masih sulit. Keterbatasan dan diskriminasi inilah yang menyebabkan mereka harus memaksakan diri memilih wiraswasta atau perdagangan. Dan disektor inilah mereka leluasa mengatur hidup. Itulah sebabnya ilmu berdagang ditanamkan dilingkungan keluarga sejak kecil yang akhirnya menjadi bagian dari budaya khas dan mereka jauh lebih survival hidupnya dibandingkan dengan penduduk peribumi. “Janganlah kebencian kepada suatu kaum menyebabkan kita berlaku tidak adil terhadap kaum tersebut”, mungkin kata yang pantas kita ungkapkan pada kita.

Kesimpulan

Dalam mengikuti system bisnis orang Tionghoa ada banyak hal yang menjadi pembelajaran di dalam diri kita baik itu dalam bentuk saham, usaha, bahkan investasi.Dalam hal kedisplinan, usaha, pengturan keuanga yang bagus dapat di jadikan contoh.Serta pengambilan keputusan yang penuh pertimbangan walau beresiko orang tionghoa tetap berupaya bertahan.Startegi yang bagus dan pemilihan bisnis yang bijaksana sesuai dengan skill masing – masing.

Dan orang Indonesia serng kali kalah terhadap orang Tionghoa karna orang Tionghoa belajar untuk menemukanskill mereka dan mengembangkannya, namun orang Indonesia hanya mengejar kursi dan tanpa disadari kursi yang dikejar bukanlah hal yang membuat kita lebih maju. Namun tetap pada titik yang sama yaitu di bawah kepemimpina. Bukan menjadi pemimpin.

Sumber : Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa, Liem You Tjwan, Visimedia, Jakarta, 2008.

Iklan

Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa


GambarAda  sebuah cerita tentang dua orang pria yang bersahabat yang bernama A Coan dan Untung.Mereka harus hidup sederhana dan harus bekerja keras untuk menyambung hidup. Mereka mencari-cari informasi berkaitan dengan hal yang bias dilakukan agar masa depan mereka lebih terjamin. Mereka melamar kerja dari satu tempat ketempat yang lain.

NAMUN, mereka tidak mendapat pekerjaan seperti yang mereka idamkan karna pendidikan mereka sangat rendah.Menghadpi kenyataan bahwa mencari pekerjaan sangat sulit mereka memutuskan utuk berwiraswata. Mereka kemudian mengumpulkan uang yang masih mereka miliki dan membangun usaha tambal ban di suatu tempat.

Usaha mereka perlahan-lahan menjadi lancar dan membuahkan keuntungan yang cukup besar untuk ukuran mereka.Setiap bulannya mereka selalu membagi hasil keuntungan. Keuntungan yang diterima A Coan selalu ditabung dengan sangat disiplin hingga suatu hari A Coan mendapat tawaran menyewa sebuah tempat untuk bisnis tambal bannya yang lebih dekat dengan pusat keramaian, meskipun keadaannya tidak lebih baik dari pada tempat yang digunakannya saat ini. Setelah menghitung masak-masak, A Coan dan Untung sepakat untuk berpisah.A Coan mengeluarkan modal tambahan untuk menempati lokasi yang baru, sedangkan untung masih berbisnis ditempat yang lama.

Dua bisnis tersebut masing-masing berjalan lancar hingga singkat cerita tiapuluh tahun telah berlalu.A Coan dan Untung masing- masing telah memiliki keluarga dan siap memberikan tongkat kepemimpinana bisnis kepada putranya. A coan meyerahkan kepada putranya sebuah bisnis karoseri mobil yang cukup besar dan memiliki aset puluhan miliar, sedang untung menyerahkan kepada putranya sebuah bisnis bengkel motor yang bertempat di sebuah kios berukuran 3 x 4 meter yang hanya memiliki aset puluhan juta rupiah.

Bukankah A Coan dan Untung sama-sama merintis usaha dari nol? Bukankah usaha yang mereka geluti adalah bidang usaha yang sama?.Timbul pertanyaan di benak kita tentang hal-hal yang dilakuakan oleh A Coan selama 30tahun sehingga menimbulkan perbedaan ekonomi yang cukup drastis jika dibandingkan dengan keadaan ekonomi Untung.Apakah A Coan lebih pintar dari pada Untung?Toh, baik A Coan dan Untung sama-sama tidak memiliki pendidikan yang tinggi.Ternyata bukan itu masalahnya. Orang Tionghoa di Indonesia tidak semuanya kaya-raya, tetapi sebagian besar dari mereka memiliki prinsip-prinsip yang mereka jalankan secara disiplin sehingga kemudian hari membuahkan hasil yang sangat luar biasa.

Tiga Pilar Utama
Ada banyak prinsip yang diajarkan oleh orangtua Tionghoa kepada putra-putrinya.Namun, jika ditarik benang merahnya ada tiga pilar utama dari sekian banyak prinsip tersebut yang telah berhasil membawa orang Tionghoa menuju kesuksesan finansil.Ketiga pilar tersebuat adalah KERJA KERAS, HIDUP HEMAT, dan PUTARKAN UANG YANG ADA.

1. Kerja keras
Orang tionghoa di indonesia dikenal dengan memiliki sifat kerja keras dan tak kenal lelah. Prinsip ini adalah hal utama yang membuat mereka lebih sukses secara finansial dibandingkan dengan orang (etnis) lain. Kita bias melihat pebedaan bengkel milik A Coan dan Untung. A Coan sangat tau betul ketika berbisnis dengan cara yang sama yang dilakuan oleh orang lain, bisnisnya tidak akan memiliki nilai lebih. Jika tidak ada nilai lebih, maka penghasilannya juga tidak melebihi bengkel lain. Cara yang paling bias dilakukan A Coan dalam bisnisnya adalah memberikan jam buka yang melebihi jam buka bengkel lain.

2. Hidup Hemat
Saya masih ingat ktika sekolah dasar di kelas dua. Saat itu, saya selalu diberi uang saku Rp200. Ketika memberi uang saku tersebut, papa saya berpesan saya hanya boleh mempergunakannnya utuk uang jajan sebesar Rp100, sedangkan Rp100 lagi harus saya tabung secara disiplin. “Mengapa harus menabung?” Papa saya menjawab dengan sabar, “Agar kalau sewaktu-waktu papa tidak bias memberi uang saku, kamu masih tetap mempunyai uang jajan sebesar Rp100 dari tabunganmu”. Hal tersebut memaksa saya untuk selalu hidup hemat dan memaksa saya selalu hidup di bawah kemampuan finansial saya. Banyak orang yang paham prinsip hemat, tetapi sedikit yang bias mengikuti prinsip Tioghoa karna mereka sudah merasa tidak cukup dengan penghasilannya. Mereka merasa penghasilannya tidak pernah cukup tetapi sebetulnya hanya disebabkan mereka tidak dapat mengekang kinginan-keinginannya.

3. Putar Uang Yang Ada
Prinsip kerja keras dan hidup hemat adalah prinsip yang memberikan peluang lebih besar bagi siapapun untuk memiliki dana cadangan dalam hidupnya. Dana cadangan tersebut harus dikelola dengan sebaik-baiknya agar suatu saat jika dibutuhkan dapat di gunakan.Orang Tionghoa tidak terlalu tertarik menyimpan rupiah dalam jumlah besar karena mereka harus berjuang mengalahkan inflasi. Orang Tionghoa akan berfikir sedemikian rupa untuk mengelola dana cadangannya dengan dua buah tujuan, yaitu mengalahkan inflasi dan mengembangkan dana cadangan.

25 Prinsip Penunjang

1. Prinsip Harus Bisa
Prinsip “Harus bisa” ini selalu tertanam dalam diri orang Tionghoa. Mereka selalu berfikir jika orng lain bisa, kita juga harus bisa. Mereka tidak pernah berpuas diri ketika mencapai suatu tingkat tertentu, tetapi selalu melihat hal yang ada di atas mereka.Hal ini yang membuat orang Tionghoa selalu terpacu untuk meraih kesuksesan.

2. Prinsip Wirausaha
Selain nama, apa pertannyaan yang paling umum diajukan oleh dua orang Tionghoa ketika baru saja bertemu dan berkenalan? Pertanyaan tersebut bukanlah mengenai pekerjaan, tapi “Apa Usaha Anda”? Orang Tionghoa akan jauh lebih bangga jika memiliki usaha sendiri, mekipin usaha yang dirintis masih sangat kecil. Dengan Mereka berfikir dengan menjadi seorang wirausaha atau pengusaha, mereka akan memiliki peluang jauh lebih luas untuk mendapatkan kesuksesan finansial. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pemikiran banyak orang Indonesia yang saling bereput pekerjaan selepas kuliah.

3. Prinsip Memulai dari Kecil
Dalam hal memulai segala sesuatu dari yang kecil tampaknya orang Tionghoa jagonya.Pada saat memulai tersebut mungkin mereka tidak mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang mereka harapkan, tetapi mereka selalu berfikir tentang peningkatan yang bisa dicapai setiap harinya.

4. Prinsip Harus Bisa Dipercaya
Orang Tionghoa selalu mengajarkan kepada putra-putrinya sebuah prinsip yang sangat penting dalam kehidupan, yaitu prinsip dapat dipercaya. Ketika kita bisa dipercaya oleh orang lain, akan muncul banyak peluang dan kesempatan baru dihadapan kita.

5. Prinsip Tidak Mudah Percaya
Ketika ada tawaran yang seakan-akan bisa mendatangkan keuntungan dengan sangat mudah, orang Tionghoa cendrung tidak percaya.Hal ini yang menyebabkan banyak orang Tionghoa selamat dari praktik kecurangan di masyarakat. Mereka sangat berhati-hati sekali kerja sama dengan orang baru. Pada umumnya ada tahapan ketika orang baru itu harus berjuang menunjukkan bahwa dirinya dapat dipercaya.

6. Prinsip Pinjam Orang Dalam
Tidak setiap orang Tionghoa selalu bergelimang dana tunai, ada saatnya sebagian dari mereka juga membutuhkan dana tunai, entah untuk keperluan sehari-hari atau menambah modal usaha. Pada saat seperti itu terjadi, biasanya mereka tidak tergiur oleh berbagai macam tawaran kartu kredit.Mereka justru cendring menghindari kartu kredit dari luar.Mereka sangat paham betul ketika meminjam dari pihak luar, ada beban bunga yang harus dibayar, dan itu berarti kita harus membayar lebih mahal untuk sebuah manfaat.Untuk mengatasi kesulitan keuangannya, yang biasa dilakuakn orang Tionghoa adalah mencari pinjaman dari orang dalam.Orang dalam disini terutama adalah keluarga.

Umumnya mereka saling meminkan uang yang dihitung dalam bentuk emas. Misalnya, saya membutuhkan dana Rp100 juta untuk memulai usaha, saya akan meminjam uang kepada kakak saya yang dikonversi dalam bentuk emas. Saya akan menggunakan dana tersebut dan suatu saat nanti bisa tahun depan atau dua tahun lagi, saya harus mengembalikan uang tersebut dengan harga sebesar emas yang dikoversikan tadi.

7. Prinsip Tidak Mudah Membuka Diri
Pada umumnya orang Tionghoa akan mengambil sikap merendah tentang keadaan dirinya jika ditanya oleh orang asing. Mereka tidak mudah membeberkan apa yang mereka miliki. Selain mereka tidak suka pamer, hal tersebut juga untuk keamanan diri mereka. Mereka Tahu betul jika orang lain mendapakan semua informasi berkaitan dengan yang dimilikinya, keamanan mereka sangat rentan sekali.

8. Prinsip Modal Bergulir
Pada umumnya orang Tionghoa tidak mudah menggunakan keuntungan usahanya. Ketika mendapatkan keuntungan, orang-orang Tionghoa akan cepat-cepat membelikan barang dagangan untuk melengkapi toko atau bisnisnya. Mereka hanya mengambil sebagian kecil keuntungan untuk kebtuhan sehari-hari. Prinsip ini tidak dilakukan oleh orang lain. Pebisnis lain biasanya ketika mendapatkan keuntungan akan cepat-cepat membelikan barang-barang komsumtif sehingga bisnisnya selama bertahun-tahun hanya berjalan di tempat.

9. Prinsip Beli Dalam Jumlah Partai
Salah satu ciri orang Tionghoa dalam melakukan bisnis perdagangan adalah keberaniannya mengambil resiko. Pada umumnya mereka akan bergerak maju untuk pemain partai. Pemain partai adalah mereka akan membeli produk dalam jumlah besar kemudian menjualnya kepada pedagang atau pengecer.

10. Prinsip Buang Sial
Orang Tionghoa pada umumnya tidak menyukai masalah.Mereka menginginkan semua berjalan dan terkendali. Hal itu menyebabkan jika mereka menghadapi masalah yang menuntut pengorbanan waktu, energi, dan pemikiran, mereka cenderung menggunakan sebagian kecil uangnya untuk menyelesaikan masalahnya dan terlepas dai masalah tersebut sesegera mungkin. Mereka menganggap dana-dana tersebut sebagai buang sial.Prinsip buang sial ini hanya berlaku sekali. Jika mereka mengalami hal ini berkali-kali, mereka akan mencari jalan yang lebih aman untuk menghindari kejadian seperti ini berulang kembali.

11. Prinsip Simpan Receh
Orang Tionghoa merasakan betul sulitnya mencari uang sehingga kepingan recehpun mereka hargai. Mereka memiliki pemikiran bahwa uang satu juta tidak bisa di sebut dengan satu juta tanpa ada uang seratus rupiah.

12. Prinsip Paling Lengkap
Tentu kita pernah berkunjung ke counter hanpone yang di miliki oleh orang Tionghoa. Apa yang kita alami ketika mencari suatu barang? Apapun yang kita Tanya mereka selalu menjawab kami ada barang sehingga kita memiliki kesan bahwa toko itu lengkap.Bila kita cermati lebih jauh, toko orang Tionghoa itu tidak selengkap kesan yang ditimbulkannya. Mereka akan selalu berusaha melengkappi toko mereka selengkap mungkin, tetapi jika kemampun mereka belum mencukupi, mereka akan berkolaborasi dengan toko lain. Inilah salah satu prinsip yang menunjang berkembangnya toko-toko milik orang Tionghoa.

13. Prinsip hulu-Hilir
Prinsip yang menguasai dari hulu kehilir ini yang membuat bisnis yang dimiliki oleh orang Tionghoa berkembang dengan sangat cepat.Contohnya, seorang pengusaha yang memiliki bisnis utama di bidang tepung gandum. Pada mulanya mereka akan berbisnis dengan sekala kecil. Ketika bisnis berkembang pesat, mereka akan membeli dengan partai besar, dan seterunya hingga mereka menguasai seluruh alur bisnis gandum. Dengan menguasai dari hulu sampai kehilir, keuntungan melipah dengan sendirinyapun dating.

14. Prinsip Pandai Berhitug
Bagi kebanyakan orang Tionghoa, kesuksesan tidak didasarkan pada pandainya seseorang di sekolah atau deretan gelar yang sangat panjang.Mereka lebih banyak menekankan kesuksesan pada seberapa banyak uang yang didapat ketika berbisnis.Orang Tionghoa lebih berprinsip sekolah untuk belajar pengetahuan yang bisa di manfaatkan untuk bisnis dan bisa mendatangkan keeuntungan pribadi.

15. Prinsip Investasi
Orang Tionghoa tidak begitu suka menabung.Mereka lebih suka berinvestasi sehingga uang yang mereka miliki berputar dan dapat menghasilkan keuntungan dikemudian hari.

16. Prinsip Tampil Seadanya
Jika kita berkunjung ke Plaza Senayan yang banyak menjual berbagai macam pakaian yang berkelas dengan harga yang mahal, kita hanya sedikit menemukan orang Tionghoa di tempat itu.Hal ini terjadi bukan karna orang Tionghoa tidak punya uang, tetapi mereka memilih untuk tampl seadanya.Mereka tidak terlalu peduli dengan merek dan prestise, mereka hanya memedulikan fungsi dan kenyamanan pakaian.

17. Prinsip Lokasi Strategis
Ketika kita membangun sebuah bisnis, akan jauh lebih baik jika kita memiliki lokasi yang sangat strategis, dalam arti mudah dijangkau dan dekat dengan pusat keramaian. Jika memiliki lokasi strategis dan dekat dengan keramaian, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk promosi.

18. Prinsip Membina Relasi
Orang Tionghoa sangat paham bahwa dirinya tidak bisa hidup sendiri.Sehingga mereka menekankan kepada putra-putrinya untuk dapat membina relasi dengan siapapun.Membina relasi tidak hanya bermanfaat ketika kita mendapat sebuah masalah, tetapi berguna juga untuk kemajuan bisnis yang kita lakukan.

19. Prinsip Makan Harus Dihabiskan
Orangtua saya mengatakan bahwa perlu beberapa bulan untuk menghasilkan satu butir nasi.Jadi, jangan pernah membuangnya dan setiap kali makan kita harus menghabiskannya.Hal ini membuat orang Tionghoa selalu menyediakan atau membeli makanan secukupnya. Berbeda dengan orang lain yang biasa membeli makanan yang berlebihan dan pada akhirnya tidak habis.

20. Prinsip Mencari Yang Terbaik
Prinsip mencari yang terbaik ini diterapkan ketika kita hendak membeli sesuatu untuk dipergunakan dalam jangka panjang. Misalnya, dalam sebuah membeli mobil pada umumnya orang Tionghoa akan membeli mobil terbaik yang mampu dibeli sesuai dengan kebutuhannya.

21. Prinsip Menahan Diri
Orang Tionghoa sangat jago dalam hal menahan diri.Mereka tidak mudah untuk mengigini sesuatu hal yang baru. Mereka lebih peduli dengan hal-hal yyang berkaitan dengan bagaimana cara semakin memperbesar pundi-pundi keuangannya.

22. Prinsip Tidak Menyakiti Hati Orang Lain
Dalam banyak hal prinsip ini membuat kita lebih rendah hati.Tentunya, hal ini adalah hal yang sangat positip untuk kita terapkan.

23. Prinsip Menghormati Leluhur
Orang Tionghoa sangat menekankan prinsip menghormati leluhur.Mereka berprisip jika tidak ada orangtua kita juga tidak ada.

24. Prinsip Orang Lain Sebagai Saudara
Saya pernah diajarkan untuk melakukan bisnis dengan memperlakukan orang lain sebagai saudara dan saudara seperti orang lain. Maksudnya, ketika kita melakukan bisis dengan orang lain, kita harus memperlakukan mereka dengan berbagai macam toleransi yang wajar, dan ketika ada hubungan bisnis dengan saudara, kita harus memperlakukan mereka seperti orang lain.

25. Prinsip Mengutamakan Keluarga
Orang Tionghoa memiliki pemikiran bahwa keluargalah yang paling utama.Mereka bekerja untuk keluarga sehingga ketika keluarga lebih membutuhkan kehadiran mereka, dengan sangat mudah mereka menomor duakan pekerjaan.

INVESTASI EMAS
Disini kita akan membahas bebagai macam sarana investasi yang dilakukan oleh orang Tionghoa dalam memutarkan dana cadangannya sehingga kemudian hari peningkatan dana tersebut dapat mengalahkan inflasi, bahkan dapat mendatangkan keuntungan dalam jumlah besar. Investasi yang kita bahas dalam bab ini adalah investasi emas.
Emas adalah logam mulia yang sangat diminati oleh siapapun. Emas menjadi sesatu yang menarik untuk diinvestasikan karena harga emas dalam rupiah telah terbukti naik secara terus-menerus dan mengikuti alur inflasi.

Bentuk Investasi Emas
1. Investasi Emas Perhiasan
Perhiasan emas sngat dikenaluas oleh semua orang karena selain dapat digunakan untuk sarana investasi, juga dapat digunakan untuk mempercantik penampilan.Harga emas perhiasan ditentukan oleh beberapa macam factor. Diantaranya warna, kadar, dan bentuknya. Selain berdasarkan warna da karat, emas perhiasan juga dinilai dari bentuk dan keunikan sehingga sangat sering dijumpai seebuah gelang yang sama dan kadar karat yang sama, harga jah berbeda. Biasanya semakin unik sebuah bentuk perhiasan akan semakin mahal harga untuk pembuatannya. Dalam perhitungan harga emas, biaya keunikan tersebut biasanya dikenal dengan ongkos pembuatan.

2. Investasi Emas Lantakan
Jenis emas yang kedua adalah emas latakan. Emas ini hanya tersedia dalam kadar 24 karat. Emas ini sering disebut dengan emas batangan atau dengan istilah fine gold. Bentuk emas latakan atau batangan inilah yang menjadi incaran orang Tionghoa untuk diinvestasikan karena kandungan emas 24 karat dapat meminimalisasi permainan harga oleh pedagang, tidak ada ppn, dan ongkos pembuatannya relatif kecil. Untu emas latakan tidak dikenai pajak.Hal inilah yang membuat investasi dalam bentuk emas menjadi semakin menarik.

3. Investasi Emas Koin
Pada prinsipnya emas koin sama dengan emas latakan. Hanya bentuknya berupa koin.Bentuk koin emas ini berupa koin emas cetakan, koin emas mata uang, dan koin emas kuno. Investasi dalam bentuk koin emas biasanya dilakukan oleh orang-orang yang cukup memiliki dana cadangan yang banyak karena investasi dalam bidang ini dapat dikategorikan investasi benda seni. Biasanya orang yang berinvestasi dalam bentuk koin emas kuno sudah lebih dulu membangun fondasi ivestasi dalam bentuk emas latakan.

INVESTASI MATA UANG ASING
Ada Apa Dengan Mata Uang Asing?
Masing-masing negara memiliki mata uang yang berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Perbedaan mata uang ini mengakibatkan munculnya sebuah harga mata uang suatu Negara jika dibeli dengan mata uang Negara lain. Harga tersebut bisa berubah-ubah setiap waktu yang disebabkan oleh begitu banyak factor, diantaranya permintaan dan penawaran yang berkaitan dengan masalah ekspor, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, serta tindakan-tindakan spekulasi.Orang Tionghoa di Indonesia sangat tau betul bahwa rupiah sangat rentan mengalami pelemahan dari waktu ke waktu dibandingkan dengan mata uang Negara-negara maju. Berdasarkan hal tersebut, investasi dalam bentuk penyimpanan mata uang asing menjadi salah satu investasi yang diminati orang Tionghoa. Jenis transaksi mata uang asing dapat di uraikan sebagai berikut.

1. Transaksi Forward
Transaksi forward merupakan transaksi pembelian dan penjualan mata uang asing yang harganya ditentukan saat ini dan berlaku untuk beberapa waktu kedepan. Misalnya, tiga bulan atau enam bulan kedepan.

2. Transaksi Dual Currecy Deposite
Merupakan transaksi untuk membeli atau menjual satu mata uang asing dengan mata uang asing lainnya.Misalnya, GBP/USD.

3. Transaksi Margin
Transaksi margin mirip dengan transaksi dual currecy deposite, tetapi menggunakan margin jaminan. Artinya, ketika kita membeli suatu mata uang asing, kita hanya mengeluarkan dana jaminan sebesar sekian persen.

4. Transaksi Spot
Transaksi spot merupakan transaksi yang dilakukan di bank dengan penyerahan secara fisik mata uang asing atau yang kita beli. Mata uang tesebut dapat juga kita simpan di bank dengan aturan yang berbeda untuk setiap bank dan setiap mata uang.
Komponen Perhitungan Transaksi

Perhitungan transaksi mata uang asing secara fisik di money charger lebih sederhana jika dibandinkan dengan perhitungan transaksi emas latakan karena dalam transaksi mata uang asing tidak dikenal adanya biaya ongkos pembuatan, sehingga cara perhitungan transaksipun hanya berdasarkan pada harga jual dan harga beli. Berikut ini adalah komponen-komponen perhitungan transaksi mata uang asing di money charger.

1. Harga Bid dan Ask
Harga bid adalah harga beli pihak bank di money charger. Artinya, ketika kita akan menjual mata uang asing yang kita miliki, perhitungannya didasarkan pada harga bid. Harga ask adalah harga jual pihak bank sehingga ketika kita membeli suatu mata uang asing, yang menjadi perhitungan adalah harga ask.

2. Kurs Tengah
Kita melakukan penjualan atau pembelian mata uang asing lebih banyak melalui bank atau money charger sehingga kita harus mengetahui kurs yang berlaku di bank atau money charger tersebut. Contohnya, seandainya kita akan melakukan transaksi pembeelian atau penjualan mata uang asing melalui BCA, kurs yang berlaku adalah kurs yang dikeluarkan dari BCA.

3. Yield
Perhitngan yield dalam investasi mata uang asing sangat mudah, yaitu dengan mengurangkan hasil penjualan dengan harga perolehan.

Investasi Saham
Saham menjadi salah satu alternative selanjudnya yang diminati oleh orang Tionghoa setelah mereka mempangn fondasi investasi dalam bentuk emas dan mata uang. Dibanding investasi dalam bentuk emas atau mata uang, dapat dikatakan saham lebih beresiko besar.Pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan perusahaan menjadi factor penentu naik-turunnya harga saham.

Hal-Hal Seputar Saham

1. Saham dan Emiten
Saham merupakan bukti keikut sertaan dalam modal perusahaan.Perusahaan yang mengeluarkan saham tempat saham tersebut dicatat dan diperdagangkan melalui bursa efek disebut dengan emiten.Ketika kita membeli dapat diartikan pula bahwa kita membeli kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan ini berfungsi untuk memprediksi tingkat keuntungan perusahaan pada masa yang akan datang. Laba yang akan diterima masih dalam bentuk prediksi sehinga setiap orang meemberikan prediksi yang bermacam-macam.

2. Broker
Dalam transaksi saham, kita tidak bisa menjual atau membeli langsung kepada perusahaan yang menerbitkan saham.Kita harus melakukan transaksi melalui jasa broker.Atas jasanya sebagai perantara, umumnya broker mengenakan komisi untuk setiap transaksi, baik beli maupun jual.

3. Lot
Lot merupakan satuan transaksi saham.Di Indonesia satu lot saham sebanyak 500 lembar.Setiap kali melakukan transaksi, jumlah minimum yang kita transaksikan adalah satu lot.

4. Harga Beli (Bid) dan Harga Jual (Offer)
Harga beli adalah harga yang berlaku sebagai dasar perhitungan saat kita melakukan transaksi jual.Harga jual adalah harga yang berlaku sebagai dasar perhitungan saat kita melakukan transaksi beli.

5. Mekanisme Transaksi
Mekanisme transaksi adalah menggunakan system antrian dan masing-masing penjual dan pembeli bebas menentukan harga jual atau harga beli yang di inginkan. Setiap penawaran tersebut diurutkan sesuai dengan waktu masuknya dan dipertemukannya antara penawaran harga beli tertinggi dan penawaran harga jual terendah.

6. Waktu Transaksi
Kita dapat melakukan transaksi jual-beli saham pada hari bursa dan jam bursa.

Komponen Perhitungan Transaksi Saham
1. Harga saham
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam transaksi saham kita mengenal ada harga beli dan harga jual yang digunakan sebagai dasar perhitungan transaksi.
2. Komisi ini selalu kita bayarkan kepada broker setiap kali kita melakuan transaksi jual dan beli.
3. Pajak Atas Komisiadalah biaya yang selalu kita keluarkan setiap melakukan transaksi yang
besarnya 10% dari komisi yang kita bayarkan kepada broker
4. Levyadalah biaya yang kita keluarkan untuk bursa efek, besarnya 0,0043% dari nilai transaksi
5. Pph adalah pajak yang harus kita keluarkan untuk pemerintah setiap kita melakukan transaksi jual.
6. Capital GainKeuntungan yang kita peroleh dari selisih harga perolehan dan hasil penjualan.

 Investasi Properti
Seiring dengan bertambahnya dana cadangan yang dimilikinya, pada umumnya orang Tionghoa akan mulai melirik investasi dibidan properti. Properti yang dimaksud di sini adalah bangunan rumah, rumah toko, dan apartemen.Dalam memilih sebuah investasi properti ada hal yang paling utama diperhatikan oleh orang Tionghoa yaitu lokasi.Kita dapat melihat bahwa lokasi sangatlah penting ketika memutuskan untuk melakukan investasi property.

Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan
Dalam membeli sebuah rumah, selain pprinsip yang diajarkan orang Tionghoa diatas, kita juga perlu mengetahui beberapa factor yang harus kita perhatikan. Yaitu, faktor lokasi, faktor bangunan, faktor harga, faktor pengembang, faktor fasilita, faktor prospek, faktor dokumen, dan faktor investasi.

Komponen Perhitungan Investasi Properti
Ketika memutuskan untuk melakukan investasi property, kita harus mengetahui biaya-biaya yang muncul akibat investasi tersebut. Biaya-biaya tersebut ialah, pajak bumi dan bangunan, biaya perolehan hak atas tanah atau bangunan, pajak penghasilan, biaya balik nama, biaya notaris,komisi agen, dan biaya perawatan.

 Investasi Tanah
Jika sudah terbiasa melakukan investasi property, umumnya orang akan mencoba investasi tanah. Investasi tanah secara umum memiliki resiko lebih besar dibandingkan dengan investasi rumah atau property.Namun yeal yang dihasilkanpun cukup besar.Disebabkan resikonya yang relative besar itulah umumnya orang yang melakukan investasi tanah adalah orang yang memiliki kemampuan finansil berlebih.

Tips Sebelum Melakukan Investasi Tanah

1. Faktor Lokasi
Sepertihalnya ketika kita melakukan investasi rumah, factor lokasi merupakan factor penting yng harus diperhatikan pertama kali.

2. Faktor Peruntukan
Faktor peruntukan sangat penting untuk kita ketahuisebelum membeli tanah.Kita harus mengetaui rencana pemerintah untuk pembangunan atas tanah yang kita beli, jangan sampai kita membeli tanah yang kecil, padahal peruntukan untuk gudang. Suatu saat nanti kita akan kesulitan menjual tanah tersebut karna pada umumnya perusahaan yang membangun gudang akan membeli tanah yang dengan ukuran luas.

3. Faktor Harga
Dalam investasi tanah usahakan kita mendapatkan harga dibawah pasaran karena pada umumnya kita membeli ukuran yang sangat luas dan keadaan wilayah yang belum berkembang.
4. Faktor Legalitas

Kita harus mengetahui pengetahuan status hukum atas tanah yang akan kita investasikan.

5. Faktor Keamanan
Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, jika kita membeli tanah untuk investasi, berarti kita akan mengeluarkan biaya tambahan untuk membangun pagar sekeliling tanah yang kita miliki dan melakukan pengawasan secara berkala.

6. Faktor Pematangan
Ada baiknya ketika melakukan investasi tanah, kita melakukan usaha pematangan.Misalnya, membangun pondasi keliling.

Investasi Bangunan Gedung
Pada prinsipnya investasi bangunan gedung ini dilakukan oleh orang Tionghoa ketika tingkat kekayaan semakin meningkat.Karenanya, tidak semua orang bisa memulai melakukan investasi bangunan.Investasi bangunan intinya adalah membeli atau membangun sebuah bangunan dan menyewakannya secara retail. Investasi bangunan ini bisa dikatakan hampir menyerupai sebuah bisnis sehingga perlu ada alokasi dana yang dimannfaatkan untuk biaya operasional

Investasi Barang Produktif
Banyak orang berfikir bahwa untuk menikmati keuntungan dari perusahaan taksi harus menanamkan modal yang sangat besar, terutama untuk membangun system dan produser operasional yang sangat komplek, sehingga orang-orang yang tergolong kaya yang bisa melakukannya.

Orang Tionghoa tidak berfikir seperti itu.Orang Tionghoa juga berfikir bahwa namanya investasi seharusnya hannya membutuhkan campurtangan seminimal mungkin.Yang dilakukan orang Tionghoa untuk ikut serta menikmati dari sebuah perusahaan taksi adalah ikut menanamkan modalnya dalam bentuk mobil.Mereka membeli sebuah mobil yang sesuai dengan kriteria perusahaan taksi, kemudian menyewakannya untuk digunakan kendaraan operasional perusahaan taksi tersebut.Sebagai imbalannya, setiap bulannya mereka mendapatkan biaya sewa dari perusahaan tersebut.

Jadi, mulai sekarang marilah memikirkan hal-hal yang bisa dilakukan untuk menambah yield investasi kita.Masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan prinsip investasi terhadap barang produktif ini.Kuncinya adalah kita harus selalu awas melihat kebutuhan disekitar kita.

Investasi Pabrik
Prinsip investasi pabrik disi tidak selalu harus berwujud pabrik yang besar, melainkan focus pada mengelola sesuatu secara global kemudian menjualnya secara retal. Mengelola secara global artinya membuat sesuatu atau membeli sesuatu dalam jumlah yang banyak kemudian menjual sebagian demi sebagian dengan harga yang lebih mahal.Konsep pabrik bagi kalangan orang Tionghoa di dasarkan pada prinsip menguasi bisnis dari hulu hingga hilir.

Jika kita memiliki sebuah perusahaan, misalnya penerbitan buku, selain mengmbangkannya kearah toko buku, kita juga harus memikirkan bagaimana bisa membeli percetkan buku beserta seluruh mesin dan sistemnya. Jika ha itu terjadi , kita akan mendapatkan keuntungan ganda, yaitu dari penjualan buku dan sekaligus jasa percetakan buku. Tentu prinsip tersebut sangat berbeda dengan prinsip kebanyakan orang yang sudah cukup merasa puas ketika sudah mencapai suatu pencapaian tertentu sehingga tidak memikirkan langkah selanjutnya untuk maju.

Investasi Pendidikan

Motivasi dan Kemampuan
Setiap dari kita pernah mendengar kata kursus, training, atau pelatihan.Ada banyak macam kursus dan pelatihan, ada yang hanya menyampaikan hal baru tentang sebuah penggunaan teknologi, ada kursus yang mengajarkan suatu keterampilan, ada juga kursus yang hanya berisi pendapat ahli dan diskusi.Ada beberapa hal yang dapat kita cermati ketertarikan orang Tionghoa terhadap masalah kursus ini.

Pada dasarnya sebagian besar orang Tionghoa bahwa biaya yang digunakan untuk membeli tiket seminar atau kursus adalah biaya investasi. Artinya, biaya investasi adalah biaya tersebut harus kembali berkali-kali lipat setelah kursus selesai.Orang Tionghoa sangat sadar bahwa untuk meraih kesuksesan setidaknya harus ada dua hal, yaitu motivasi dan kemampuan.Sangat disarankan bagi kita untuk mengikuti berbagai macam seminar motivasi, tetapi kita juga harus melengkapi diri untuk menambah kemampuan.

Franchise Sebagai Bisnis Sampingan

Bisnis Tanpa Campur Tangan
Suatu ketika saya pernah tergiur untuk membeli franchise (waralaba) murah di bidang makanan kecil. Awal ketertarikan saya terhadap franchise tersebut adalah ketika saya membaca sebuah majalah yang mengatakan jika kita membeli franchise P, dana investasi kita akan kembali dalam sebulan. Singkat cerita saya memutuskan untuk joint sebagai mitra franchise P.

Pada awalnya semua berjalan lancar dan segala fasilitas yang dijanjikan diberikan kepada saya. Namun, hasil investasi tidak pernah kembali.Mengapa terjadi hal seperti itu?Karena baru mengetahui bahwa ternyata saya harus menutup biaya operasional yang cukup besar dari kantong saya sendiri, serta mencari dan mengelola karyawan sendiri. Fungsi dari franchise P ternya hanya sebagai penjual gerobak dan penyedia bahan baku.

Saya menjadi pemikir, saya benar-benar merasakan mengeluarkan uang secara terus-menerus, sedang pemilik franchise mendapatkan uang dari saya secara terus menerus karna setiap bahan baku yang ada harus saya beli darinya, sementara bahan baku yang sama juga tersedia dipasaran dengan harga yang lebih murah.

Dari kegagalan tersebut, saya mulai merenungkan apa penyebab banyak orang Tionghoa tidak tertarik dengan penawaran franchise murah. Salah satu penyebab utama adalah bagi orang Tionghoa yang disebut dengan investasi adalah bisnis sampingan yang tidak menuntut campur tangan kita lagi.

Prediksi Bisnis Lancar Pada Masa Krisis
Pada saat ini dunia sedang menghadapi masa yang tidak pasti dalam bidang finansial. Bermula dari kejatuhan pasar saham di amerika serikat yang mengakibatkan kejatuhan seluruh pasar saham di Negara-negara lain, termasuk Indonesia. Melihat kenyataan yang akan kita hadapi pada tahun-tahun mendatang, kita memiliki dua pilihan, yaitu hidup dalam kekhwatiran dan ketakutan atau melihat semua ini dengan cara yang lebih kreatif dan menjadikannya sebagai peluang.

Kita harus memiliki fikiran terbuka bahwa dalam bisnis apa pun setidaknya ada satu orang kaya di sana. Hal tersebut cukup menegaskan bahwa semua bisnis sebetulnya adalah baik dan layak dikerjakan. Permasalahan utama adalah saat ini kita cocok melakukan bisnis di bidang apa. Jika itu menjawab, akan sangat mudah bagi siapapun mengembangkan bisnis dan menguasainya dari hulu hingga hilir.

Kursus
Salah satu bisnis yang diminati oleh orang Tionghoa adalah menyelenggarakan kursus.Bisnis ini di prediksikan akan tetap eksis pada masa krisis. Tentunya hal tersebut harus diimbangi dengan kreativitas para tenaga pemasaran dan pemberian materi latihan yang beragam.

Event Organizer Job Fair
Masih berkaitan dengan banyaknya pengangguran selama masa krisis, bisnis event organizer fair akan tetap berjalan, bahkan akan menuai keuntungan yang besar.

Creative Marketing
Bisnis selanjutnya yang di prediksikan eksis pada masa krisis adalah bisnis creative marketing. Apapun bisnisnya, tentunya pada masa krisis sangat dibutuhkan cara-cara pemasaran yang creative mengingat pada masa tersebut daya beli konsumen akan menurun tajam.

Bisnis Makanan
Bisnis makanan ini diprediksikan akan tetap eksis pada masa mendatang asalkan pengelolanya dapat menyajikan sesuatu hal yang unik dengan harga wajar dan tentunya dengan pelayanan yang baik.

Investasi

1. Emas
Bagaimana dengan investasi?Infestasi dalam bentuk emas latakan masih tetap diprediksikan menjadi investasi yang aman.Investasi emas di Indonesia telah terbukti bertahan ditengah gejolak finansial dunia. Pada saat harga minyak dunia mencapai lever tertinggi, yaitu di atas 140 dolar as perbarel, harga emas menju level harga 1000 dolar as per troy once. Setelah terjadi gejolak finansial, hrga minyak turun hingga mencapai 40 dolar as perbarer.Sementara harga emas hanya turun hingga kisaran 750 dolar as per troy once.

2. Saham
Berbicara masalah saham, pada masa krisis di predisikan harga saham di perusahaan yang bergerak dibidang Consumer good akan tetap eksis. Penjelasannya sama dengan penjelasan bisnis makanan. Apapun keadaan ekonominya, setiap orang akan tetap menggunakan barang-barang konsumtif, seperti sabun, sampo, atau pasta gigi. Akan ada saatnyaa setelah melewati krisis, ekonomi akan berangsur membaik, pembangunan mulai normal, dan pasar mulai bergairah. Saat itulah saat yang tepat bagi kita untuk mengoleksi saham-saham yang berbasis komoditif karena harganya akan naik tinggi dalam waktu yang singkat.

Kesimpulan

Dalam mengikuti system bisnis orang Tionghoa ada banyak hal yang menjadi pembelajaran di dalam diri kita baik itu dalam bentuk saham, usaha, bahkan investasi.Dalam hal kedisplinan, usaha, pengturan keuanga yang bagus dapat di jadikan contoh.Serta pengambilan keputusan yang penuh pertimbangan walau beresiko orang tionghoa tetap berupaya bertahan.Startegi yang bagus dan pemilihan bisnis yang bijaksana sesuai dengan skill masing – masing.
Dan orang Indonesia serng kali kalah terhadap orang Tionghoa karna orang Tionghoa belajar untuk menemukanskill mereka dan mengembangkannya, namun orang Indonesia hanya mengejar kursi dan tanpa disadari kursi yang dikejar bukanlah hal yang membuat kita lebih maju. Namun tetap pada titik yang sama yaitu di bawah kepemimpina. Bukan menjadi pemimpin.

Sumber : Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa, Liem You Tjwan, Visimedia, Jakarta, 2008.

Budaya Dagang Etnis Tionghoa :


”Dapat keuntungan sepuluh rupiah, yang digunakan dua rupiah”

Benarkah keberhasilan sebagian besar para pengusaha etnis Tionghoa lantaran dekat dengan penguasa?. Bisa benar dan bisa juga salah, karena ada juga yang berjuang tanpa dekat dengan kekuasaan bahkan sangat prihatin sekali, terkadang malah ada diskriminasi ras.

Ada juga yang mengatakan kehidupan mereka maju karena etos kerjanya yang luar biasa, selain itu sejak kecil warga keturunan selalu diajarkan untuk tahu diri. Mereka merasa sebagai kaum minoritas termasuk dalam bertindak tidak boleh terlalu menonjol atau berlebihan dan gampang minta bantuan pada orang lain, sebab kalau minta bantuan biasanya orang yang mau bantu jadi sungkan. Beda kalau bantuan itu diberikan karena kemauan yang membantu, biasanya lebih tulus.

Dalam kehidupan sehari-hari kalau memiliki penghasilan Rp10, hanya Rp 2 yang biasa digunakan selebihnya mereka tabung. semuanya sudah disosialisasikan sejak kecil dilingkungan keluarga. Sedang dalam kerja, orang tionghoa selalu diajarkan agar tidak tergantung pada orang lain dan harus mampu menguasai jenis pekerjaan dari yang paling mudah sampai yang sulit. Bahkan beranggapan kalau pekerjaan itu tidak permanen seperti layaknya roda berputar, suatu saat diatas, lain waktu dibawah.

Maka modal yang paling penting bagi etnis tionghoa adalah sikap dapat dipercaya. Berapapun uang yang diberikan kalau tidak bisa dipercaya, ya tidak akan berhasil. Begitu juga kalau memiliki usaha sendiri.

Bisnis bagian dari budaya

Prinsip orang Tionghoa, ”Apa yang kami lakukan hari ini, bukan untuk hari ini saja, tapi untuk kedepan” Jadi kedepan untuk apa ? Sehingga perlu modal, modal bukan hanya uang saja, tapi bisa juga keterampilan, semangat dan kepercayaan sehingga harus pandai bergaul serta berkomunikasi. Nah, perdagangan adalah lahan satu-satunya yang paling memungkinkan untuk saling berkomunikasi dan bergaul, saling kenal dan membangun relasi.

Begitu juga menjadi pedagang bukan karena faktor keturunan. Ini lebih berkaitan dengan pendidikan awal di lingkungan keluarga sebagai akar budaya khas, dengan alasan keluarga Tionghoa tidak semudah suku lain sehingga mereka bekerja keras. Lalu kenapa banyak orang Tionghoa jarang menekuni profesi lain? Sebagai kaum minoritas, mereka menyadari akan keterbatasan peluang bagi mereka. Namun setelah reformasi politik sejak mulai priode Gusdur sedikit banyak perubahan paradigma perubahan profesi, banyak orang Tionghoa yang terjun ke dunia politik dan birokrasi. Banyak dari keturunan Tionghoa yang terjun ke politik, kita kenal Kwiek Kian Gie, Alvin Lie, dll. Mungkin yang belum terdengar kalau mereka masuk ABRI atau birokrat, mereka beranggapan masih sulit. Keterbatasan dan diskriminasi inilah yang menyebabkan mereka harus memaksakan diri memilih wiraswasta atau perdagangan. Dan disektor inilah mereka leluasa mengatur hidup. Itulah sebabnya ilmu berdagang ditanamkan dilingkungan keluarga sejak kecil yang akhirnya menjadi bagian dari budaya khas dan mereka jauh lebih survival hidupnya dibandingkan dengan penduduk peribumi. “Janganlah kebencian kepada suatu kaum menyebabkan kita berlaku tidak adil terhadap kaum tersebut”, mungkin kata yang pantas kita ungkapkan pada kita.

 

Sikap yang Benar untuk Memulai Bisnis


Oleh : Pri Notowidigdo

Memulai bisnis pribadi merupakan hal yang menakutkan sekaligus menarik. Mengapa? Di satu sisi, ini dapat menimbulkan risiko besar. Di sisi lain, kesempatan besar dalam kehidupan juga menanti. Alhasil, masuk akal bila orang — katakanlah Anda -? menjadi ingin tahu, apa saja sih yang melibatkan diri kita ketika memulai bisnis, dan apa saja yang bisa membuat langkah ini sukses.

Saya punya jawaban untuk hal tersebut: carilah jalan dari beberapa cara konvensional, tidak perlu langsung melakukan cara yang benar. Jadilah orang yang kreatif, fleksibel dan cepat tanggap terhadap perubahan yang terjadi dengan mendapatkan informasi tentang pangsa pasar dan peristiwa-peristiwa yang baru saja terjadi.

Bila diamati, orang-orang yang menjalankan bisnis pribadi kerap membicarakan beberapa hal penting. Yang paling sering: Apa tujuan pribadi mereka? Ya, apa sebenarnya tujuan pribadi melakukan hal ini? Mereka juga bertanya, apakah yang saya kehendaki dalam hidup? Di manakah saya berada 10 tahun mendatang? Jenis penghasilan seperti apa yang saya ingini?

Di sini, hasur saya nyatakan, tujuan pribadi bukanlah hal sepele. Anda harus memiliki atau mengetahui tujuan pribadi yang benar-benar penting bagi Anda. Ini penting, karena bukankah bisnis itu sesuatu yang menuntut?

Jadi, tanyakan pada diri sendiri, apakah sedang melakukan sesuatu yang ingin dilakukan. Tanya juga, apakah Anda bekerja dengan orang-orang yang Anda ingin bekerja sama untuk melakukannya? Apakah pengembalian investasi sudah seperti yang diharapkan? Bila muncul perasaan tidak senang, Anda tidak akan menjadi pengusaha yang baik.

Setelah tujuan pribadi, ide bisnis Anda haruslah disertai hasrat pribadi untuk memulai dan mengoperasikannya. Hasrat pribadi mesti menjadi bagian dari apa yang Anda kehendaki dalam hidup. Bila tidak, percayalah, semua ide yang Anda keluarkan tidak berarti sama sekali, dan jangan berharap bisa mengubah bisnis yang ada menjadi bisnis yang sukses.

Sekarang, katakanlah Anda tahu tujuan pribadi dan sangat berhasrat. Lantas, dari mana harus memulainya?

Jangan pusing. Pengalaman kerja adalah bagian dari ide bisnis. Sebagai contoh, bila Anda ingin membuka restoran dan belum pernah berkecimpung di dunia ini sebelumnya, masuk akal bila Anda bekerja terlebih dulu pada orang lain. Dengan cara ini, Anda akan terhindar dari kesalahan dalam membuat perhitungan biaya. Atau, bahkan tak jadi membuat bisnis resto karena setelah bekerja di situ dan mengerti pengoperasiannya, Anda jadi mengetahui resto bukan jenis usaha yang ingin Anda jalankan sebagai bisnis pribadi.

Selain pengalaman, pengetahuan dasar juga salah satu pintu masuk untuk memulai bisnis Anda. Di sini, Anda haruslah memiliki ide atau konsep yang lebih banyak Anda ketahui ketimbang orang lain. Insting atau perasaan bukanlah pengganti untuk pengetahuan. Anda bisa memperoleh pengetahuan dasar ini secara natural dengan memiliki pekerjaan yang relevan atau pengalaman berbisnis. Bisa juga diperoleh dengan banyak bertanya, mendengar, membaca, atau melakukan penelitian.

Terlepas dari apakah itu pengalaman atau pengetahuan dasar, yang pasti, pada kebanyakan orang, melimpahnya ide untuk memulai bisnis baru kerap bersumber pada keinginan yang sama: menjadi kaya dengan cepat. Benarkah hal ini?

Saya cenderung menyatakan bahwa memulai bisnis dengan sikap seperti itu bukan hal yang benar. Memang uang itu penting. Dan uang akan datang kemudian seperti yang kita ingini setelah melalui usaha yang keras. Namun, bertanyalah pada nurani kita, sebetulnya, penghargaan intrinsik seperti apakah yang akan Anda terima untuk semua usaha Anda?

Menurut saya, langkah pertama ketika memulai bisnis pribadi adalah: lakukanlah semua dengan sebaik-sebaiknya! Berikan sesuatu yang dibutuhkan orang. Dengan cara ini, yakinlah Anda akan dihargai terus-menerus meskipun barangkali Anda tidak menghasilkan uang banyak pada awalnya. Saya pikir hal ini merupakan inner vision. Dan, bukankah Anda sendiri tidak bisa selalu dimotivasi untuk menghasilkan profit?

Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dengan bersikap melakukan semua dengan sebaik-baiknya. Sikap ini akan menjadikan Anda memiliki komitmen sukses. Sikap ini juga membuat Anda terus melangkah dari keadaan sekarang untuk menjadi lebih baik dari hari ke hari sehingga Anda pun bakal menjadi seseorang yang kaya ide, bervisi, dan sanggup menerapkan sesuatu yang lebih baik ketimbang orang yang mungkin Anda lihat merupakan sosok terbaik pada saat ini. Pendek kata, sikap ini menjadikan Anda orang yang tidak puas dengan pekerjaan yang average (rata-rata), melainkan orang yang puas dengan melakukan sesuatu yang besar (superior).

Inilah sikap yang penting ketika memulai bisnis pribadi. Dan, kalau Anda merasa memilikinya, Anda pantas memulai bisnis pribadi. Jadi, tunggu apa lagi?

Sumber: http://www.swa.co.id/swamajalah/periskop/details.php?cid=1&id=287

 

MEMBANGUN DAN MENGEMBANGKAN ETIKA BISNIS DALAM PERUSAHAAN


.… being ethically literate is not just about giving large sums of money for charity. It is about recognizing and acting on potential ethical
issues before they become legal problem ( Berenheim).

Kalimat pembuka yang disampaikan oleh Ronald E. Berenheim dari New York University (2001) tampaknya sangat relevan dengan topik kita saat ini. Karena semenjak terjadinya kasus Enron (2001) dan Worldcom (2002) perhatian perusahaan-perusahaan besar kelas dunia terhadap upaya melakukan revitalisasi penerapan etika bisnis dalam perusahaan makin berkembang. Hal ini terutama didesak oleh kepentingan para pemegang saham agar Direksi lebih mendasarkan pengelolaan perusahaan pada etika bisnis, karena pemegang saham tidak ingin kehancuran yang terjadi pada Enron dan Worldcom terulang pada perusahaan mereka. Demikian pula stakeholders (pemangku kepentingan) lainnya pun tidak ingin tertipu dan ditipu oleh pengelola perusahaan. Walaupun sebelumnya telah diperingatkan pula dengan kasus Baring dengan aktornya Nicholas Leeson (1995).

Di Indonesia tampaknya masalah penerapan etika perusahaan yang lebih intensif masih belum dilakukan dan digerakan secara nyata. Pada umumnya baru sampai tahap pernyataan-pernyaaatn atau sekedar “lips-service” belaka. Karena memang enforcement dari pemerintah pun belum tampak secara jelas.

Sesungguhnya Indonesia harus lebih awal menggerakan penerapan etika bisnis secara intensif terutama setelah tragedi krisis ekonomi tahun 1998. Sayangnya bangsa ini mudah lupa dan mudah pula memberikan maaf kepada suatu kesalahan yang menyebabkan bencana nasional sehingga penyebab krisis tidak diselesaikan secara tuntas dan tidak berdasarkan suatu pola yang mendasar. Sesungguhnya penyebab utama krisis ini, dari sisi korporasi, adalah tidak berfungsinya praktek etika bisnis secara benar, konsisten dan konsekwen. Demikian pula penyebab terjadinya kasus Pertamina tahun (1975), Bank Duta (1990) adalah serupa.

Praktek penerapan etika bisnis yang paling sering kita jumpai pada umunya diwujudkan dalam bentuk buku saku “code of conducts” atau kode etik dimasing-masing perusahaan. Hal ini barulah merupakan tahap awal dari praktek etika bisnis yakni mengkodifikasi-kan nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis bersama-sama corporate-culture atau budaya perusahaan, kedalam suatu bentuk pernyataan tertulis dari perusahaan untuk dilakukan dan tidak dilakukan oleh manajemen dan karyawan dalam melakukan kegiatan bisnis.

Secara sederhana yang dimaksud dengan etika bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industri dan juga masyarakat. Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil (fairness), sesuai dengan hukum yang berlaku (legal) tidak tergantung pada kedudukani individu ataupun perusahaan di masyarakat.

Etika bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hukum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hukum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan “grey-area” yang tidak diatur oleh ketentuan hukum.

Menurut Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Managemen Jouurnal (1988) yang berjudul Managerial Ethics Hard Decisions on Soft Criteria, membedakan antara ethics, morality dan law sebagai berikut :

  • • Ethics is defined as the consensually accepted standards of behavior for an occupation, trade and profession
  • • Morality is the precepts of personal behavior based on religious or philosophical grounds
  • • Law refers to formal codes that permit or forbid certain behaviors and may or may not enforce ethics or morality.

Berdasarkan pengertian tersebut, terdapat tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika kita :

  1. Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensi nya. Oleh karena itu dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
  2. Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuan nya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
  3. Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

Dari pengelompokan tersebut Cavanagh (1990) memberikan cara menjawab permasalahan etika dengan merangkum dalam 3 bentuk pertanyaan sederhana yakni :

  • Utility : Does it optimize the satisfactions of all stakeholders ?
  • Rights : Does it respect the rights of the individuals involved ?
  • Justice : Is it consistent with the canons oif justice ?

Mengapa etika bisnis dalam perusahaan terasa sangat penting saat ini? Karena untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh. Biasanya dimulai dari perencanaan strategis , organisasi yang baik, sistem prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekwen.

Contoh kasus Enron yang selain menhancurkan dirinya telah pula menghancurkan Kantor Akuntan Publik Arthur Andersen yang memiliki reputasi internasional, dan telah dibangun lebih dari 80 tahun, menunjukan bahwa penyebab utamanya adalah praktek etika perusahaan tidak dilaksanakan dengan baik dan tentunya karena lemahnya kepemimpinan para pengelolanya. Dari pengalaman berbagai kegagalan tersebut, kita harus makin waspada dan tidak terpana oleh cahaya dan kilatan suatu perusahaan hanya semata-mata dari penampilan saja, karena berkilat belum tentu emas.

Haruslah diyakini bahwa pada dasarnya praktek etika perusahaan akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang karena :

  • Akan dapat mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
  • Akan dapat meningkatkan motivasi pekerja.
  • Akan melindungi prinsip kebebasan ber-niaga
  •  Akan meningkatkan keunggulan bersaing.

Tindakan yang tidak etis, bagi perusahaan akan memancing tindakan balasan dari konsumen dan masyarakat dan akan sangat kontra produktif, misalnya melalui gerakan pemboikotan, larangan beredar, larangan beroperasi. Hal ini akan dapat menurunkan nilai penjualan maupun nilai perusahaan. Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika pada umumnya perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yany tidak etis misalnya diskriminasi dalam sistem remunerasi atau jenjang karier. Karyawan yang berkualitas adalah aset yang paling berharga bagi perusahaan oleh karena itu semaksimal mungkin harus tetap dipertahankan.

Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :

  • Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct)
  • Memperkuat sistem pengawasan
  • Menyelenggarakan pelatihan (training) untuk karyawan secara terus menerus.

Ketentuan tersebut seharusnya diwajibkan untuk dilaksanakan, minimal oleh para pemegang saham, sebagaimana dilakukan oleh perusahaan yang tercatat di NYSE ( antara lain PT. TELKOM dan PT. INDOSAT) dimana diwajibkan untuk membuat berbagai peraturan perusahaan yang sangat ketat sesuai dengan ketentuan dari Sarbannes Oxley yang diterbitkan dengan maksud untuk mencegah terulangnya kasus Enron dan Worldcom.

Kesemuanya itu adalah dari segi korporasi, bagaimana penerapan untuk individu dalam korporasi tersebut ? Anjuran dari filosuf Immanual Kant yang dikenal dengan Golden Rule bisa sebagai jawabannya, yakni :

  • Treat others as you would like them to treat you
  • An action is morally wrong for a person if that person uses others, merely as means for advancing his own interests.

Apakah untuk masa depan etika perusahaan ini masih diperlukan ? Bennis, Spreitzer dan Cummings (2001) menjawab “ Young leaders place great value on ethics. Ethical behavior was identified as a key characteristic of the leader of the future and was thought to be sorely lacking in current leaders.”

Dan kasus Enron pun merupakan pukulan berat bagi sekolah-sekolah bisnis karena ternyata etika belum masuk dalam kurikulum misalnya di Harvard Business School. Sebelumnya mahasiswa hanya beranggapan bahwa “ethics as being about not getting caught rather than how to do the right thing in the first place”

DAFTAR PUSTAKA

1. Bennis Warren, Spreitzer Gretchen M, Cummings Thomas, The Future of Leadership, Jossey-Bass, San Fransisco (2001).

2. Berenheim Ronald, The Enron Ethics Breakdown, The Conference Board Inc., New York (2001).

3. Cavanagh, G.F. , American Business Values, 3rd Edition, Prentice Hall, New Jersey ( 1990).

4. Fusaro Peter C., and Miller Ross M., What Went Wrong at Enron, John Willey & Sons, New Jersey, 2002.

5. Von der Embse and Wagley R.A.., Managerial Ethics Hard Decisions on Soft Criteria, SAM Advanced Management Journal (1994).

6. Zhang Peter G., Baring Bankruptcy and Financial Derivatives, World Scientific, Singapore (1995)

 

(Disampaikan oleh : Setyanto P. Santosa pada acara Seminar Nasional Audit Internal YPIA, Yogyakarta, 12 – 13 April 2006)

 

 

ERA BISNIS RAMAH LINGKUNGAN


Bisnis adalah bagian dari sosial karena bisnis melakukan hubungan hubungan yang berarti dengan komunitas. Program CSR (Corporate Sosial Responsibility/ Tanggung jawab sosial perusahaan) adalah upaya pendekatan yang dilakukan kepada masyarakat untuk memperkuat citra perusahaan di mata khalayak. Tujuan bisnis mereka adalah untuk meningkatkan kualitas hidup karyawan. Melalui berbagai saluran media, mereka berusaha menyampaikan kepada konsumen bhawa produk mereka memang dirancang untuk membantu konsumen mendapatkan apa yang mereka inginkan. Tanggung jawab sosial perusahaan kini tidak saja dihubungkan dengan peningkatan kualitas sumberdaya semisal tenaga kerja atau pemberdayaan masyarakat setempat.Tanggung jawab perusahaan terhadap lingkungan memainkan peran penting dalam bisnis saat ini dank e depan.karena krisis lingkungan yang kita hadapi saat ini mengancam setiap orang dimana pun, hari ini danhari esok.Permasalahannya adalah sejauh mana konsumen dapat memahami tindakan yang dilakukan perusahaan.

Lingkungan hidup dan prinsip usaha

Sejumlah penggunaan produk dan proses produksinya turut berdampak besar terhadap pemanasan global(global warning), juga mencemari lingkungan sehingga mutu kesehatan lingkungan semakin rendah. Melihat kondisi lingkungan, dipastikan keterlibatan perusahaan perusahaan sangat besar terhadap penurunan kualitasnya. Kerusakan ini adalah tanggung jawab perusahaan, perlu argumentasi yang kuat untukuntuk menentukan di mana posisi perusahaan seharusnya dan bagaimana hubungannya dengan lingkungannya.

Pengertian bisnis adalah sebuah kata yang dimasukkan dalam ekonomi dan kegiatan komersial dari suatu institusi guna mencapai sebuah tujuan.

Peran bisnis dan masalah lingkungan

Produktifitas dan ledakan penduduk dicurigai sebagai penyebab kerusakan lingkungan dan pemanasan global. Masih banyak orang yang kurang memahami apa yang harus dilakukan bagi lingkungan.Sebagian mereka melakukan perbaikan lingkungan karena sekedar peduli, padahal kepedulian itu merupakan perwujudan dari rasa iba, dan bukannya rasa takut, sehingga hal itu hanya berdampak kecil saja.

Pihak manajemen dan lingkungan hidup

Dasar ekonomi berasas lingkungan dan manajemen berbasis lingkungan adalah bagaiman informasi yang berkaitan dengan moneter dan non moneter memengaruhi proses pengambilan keputusan dalam mneningkatkan kesadaran lingkungan. Dasar ini memberikan cara yang dapat mengurangi dampak lingkungan atas kegiatan perusahaan dan bagaiman mengevaluasinya.

Teknologi dan perubahan sosial

Teknologi selalu beriringan dengan perubahan perilaku manusia, hubungan keduanya sangat erat. Perubahan perilaku itu dimulai dari perubahan individu yang mewabah.Perubahan padaindividu terjadi disebabkan oleh tumbuhnya kesadaran diri sebagai hasil dari pengalaman atau informasi yang didapatkan. Dampak buruk terhadap lingkungan ini antaranya ;

  1. Perubahan iklim
  2. Lapisan ozon rusak
  3. Hujan asam
  4. Formasi ozon troposferik
  5. Eutrofikasi air
  6. Materi partikulat
  7. Racun di lingkungan
  8. Racun dalam tubuh manusia
  9. Sumber daya alam menipis
  10. Keragaman hayati cedera
  11. Dampak dampak lain terkait pemanfaatan lahan

KOMUNIKASI PEMASARAN MASA DEPAN

Pada awal tahun 1890, konsep pemasaran belum dikenal, jika digambarkan orang membutuhkan lebih banyak barang konsumsi ketimbang yang mampu dihasilkan perusahaan. Era ini disebut era berorientasi produk, dimana prioritas utamanya adalah membuat barang sesuai dengan daya beli konsumen. Konsep pemasaran muncul saat situasi pasar berubah cepat, dimana suhu persaingan menjadi lebih tinggi padatahun 1950 an. Saat itu muncul berbagai konsep pemasaran, beberapa diantaranya :

  1. Bauran pemasaran( marketing mix), dimana perusahaan menggabungkan berbagai unsur untuk memasarkan produk pada konsumen.
  2. Daur hidup pokok(product life cycle), dimana produk memalui tahap pertumbuhan, kematangan dan penurunan penjualan.
  3. Citra band(brand image), dimana perusahaan berusaha membuat konsumen terhubung secara emosi dengan produk.
  4. Konsep pemasaran(marketing concept), dimana ditekankan menjual barang yang dibutuhkan konsumen dan bukan yang dibuat perusahaan.
  5. Segmentasi pasar(market segmentation), dimana pasar terbagi menjadi kelompok-kelompok yang memiliki banyak pengertian dan fokus pada upaya pemasaran.
  6. Audit pemasaran(marketing audit), dimana dikembangkan proses pengawasan terhadap strategi, struktur, dan sistem agar perusahaan tetap bertahan dalam kondisi pasar yang berubah-ubah.

Praktisi komunikasi pemasaran perlu memperhatikan karekteristik dari pasar sasaran, pada umumnya, kondisi pasar sasaran yang kita temui saat ini merupakan pasar sasaran yang mengambang (lfloating consumer) dimana konsumen berada dalam kondisi mudah beralih dari satu brand ke brand lainnya secara tetap.

Ada 3(tiga) hal yang menyebabkan terbentuknya floating consumer yaitu :

  1. Banyaknya jenis dan klasifikasiproduk yang dapat memenuhi kebutuhan mereka. Untuk memenuhi kebutuhan rasa akan lapar, mereka dihadapkan pada berbagai plihan keputusan, mulai dari bentuk, rasa, fungsi, dan manfaat.
  2. Konsumen bersifat invisible artinya jumlah pasar sasaran di peta dan angka terlihat sangat besar serta menggiurkan, tetapi perusahaan sulit mencapai mereka. Seakan akan tidak kasatmata.
  3. Pada era bisnib berbasis lingkunga, perusahaan harus bersiap-siapmenyambut the green community dimana perusahaan harus memiliki bahasa yang sama dengan mereka.

Strategi komunikasi

Konsep an indifferent quality menunjukkan bahwa pasar dikuasai oleh beberapa produk unggulan dengan kualitas dan layanan yang sama sama unggul. Begitu pula, ekonomi dunia menghadapi gejolak hebat akibat melambungnya harga bahan bakar yang memengaruhi daya beli masyarakat sehingga produk-produk unggulan itu harus bersaing ketat dalam masalah harga.

Dalam strategi pesan dibutuhkan 5A (accurate, accountable, appeals, accesbility, adaptife) untuk menghasilkan dampak komunikasi pemasaran yaitu :

  1. Accurate. Pesan yang anda sampaikan harus tepat pada pasar-pasar.
  2. Accountable. Pesan yang anda sampaikan harus benar, dapat dipertanggungjawabkan, dan tidak membodohi apalagi membohongi sasaran.
  3. Appeals. Pesan yang anda sampaikan harus menyentuh dan mengubah sikap pasar sasaran.
  4. Accesibility. Pesan produk harus dapat membantu pasar sasaran dalam menjangkau informasi penting tentang produk dan dimana produk itu didapatkan.
  5. Adaptife. Pesan yang anda sampaikan harus mudah diingat dan meresap dalam benak pasar sasaran melalui jargon kata atau ikon visual yang menanrik, sederhana dan mudah dibedakan.

Menggunakan kekuatan public relations

Public relations mempunyai tugas komunikasi ke dalam dan ke luar,ia bertugas menjembatani komunikasi manajemen dengan public internal maupun eksternal. PR yang bertugas membangun citra perusahaan dengan sendirinya harus membangun citra produk di mata masyarakat. Citra perusahaan yang buruk dapat menyebabkan perusahaan kehilangan posisi di pasar, begitu pula para mitra mereka pun enggan berbisnis karena takut terbawa arus yang dapat merugikan posisi mereka pula.

Komunikasi Pemasaran

Organisasi membutuhkan cara berkomunikasi dengan pelanggan yang lebih efektif dan efisien, Transaksi penjualan yang dihasilkan dari periklanan dan promosi hanyalah bentuk transaksi yang tunggal, Banyak perusahaan yang lebih banyak menggunakan pendekatan pelanggan dengan membangun hubungan yang kuat, berulang-ulang dan nyata.Tujuan membangun hubungan dengan pelanggan adalah untuk menjaga pangsa pasar yang dimiliki agar tidak berpindah ke produk pesaing.

Beragam Teknik Komunkasi

Teknik komunikasi pemasaran yang bisa diterapkan antara lain :

Simbol. Symbol yang komunikatif adalah symbol yang memungkinkan seseorang mengenalnya, yaitu sesuai yang ia dapatkan dari pengalaman. Salah satu keuntungan dari penggunaansimbol adalah tercipta kesan yang kuat dibenak khalayak, selain itu symbol dapat membangun hubungan emosional antara produk dan khalayak.

Pemuka pendapat, Salah satu teknik promosi yang dapat memengaruhi khalayak adalah membangun citra perusahaan dan citra produk dengan menggunakan figure/opini public.

Kejelasan Pesan,Pesan yang terlalu rumit dapat menjadi bencana untuk anda karena pesan itu dapat menyesatkan. Memberikan informasi yang terlalu sulit dipahami dapat menbahayakan posisi produk anda. Beberapa vara dilakukan untuk meluruskan penyimpangan persepsi, misalnya membuka hotline atau costumer service all untuk menerima keluhan dan meluruskan informasi, dan minta bantuan tokoh masyarakat untuk memegaruhi kelompknya melalui penyampaian informasi yang benar.

Edukasi Konsumen, Perusahaanbisa dianggap mendukung program lingkungan bila mereka turut menginformasikan pessn lingkungan hidup. Salah satu contoh dari kegiatan edukasi pasar adalah mengajarkan prinsip dan perilaku yang baik, seperti mengurangi penggunaan plastic.

Media dan Kegiatan promosi, Di era bisnis berbasis lingkungan, pemasar diminta untuk lebih cermat memilih media promosi secara efisien dengan meminimalkan sampah dan pemborosan energy.Penggunaan spanduk dan media promosi di luar ruang lainnya lebih baik dikurangi dan ini merujuk pada efektifitas dan efisiensi.

Isu Lingkungan sebagai Nilai Tambah bagi Strategi promosi dan Periklanan, Dalam penerapan strategi promosi dan periklanan membutuhkan ide cemerlang agar pesan kita menarik perhatian.Semakin anda kreatif membawakan pesan lingkungan hidup dalam materi promosi, maka semakin kuat posisi produk anda dibenak pelanggan ketimbang pesaing.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sejarah Bisnis Starbuck – Toko Kafe Kopi Dunia


Pada 1983, Howard Schultz yang baru setahun bergabung dengan Starbucks, melakukan lawatan bisnis ke Milan, Italia. Dia kesengsem dengan gaya warung-warung kopi di sana, yang menyediakan kehangatan tempat ngobrol, selain berjualan kopi dan espresso yang telah kondang.

Kembali ke Seattle, Schultz mengusulkan Starbucks menirunya. Dalam benaknya, warga Amerika Serikat (AS) pasti menyukai warung-warung kopi seperti itu. Tapi, trio guru bahasa Inggris Jerry Baldwin, guru sejarah Zev Siegel, dan penulis Gordon Bowker, yang mendirikan Starbucks pada 1971, tak setuju.

Alasannya, ide memasukkan bisnis minuman akan menjauhkan perusahaan itu dari fokus utamanya: berdagang biji kopi olahan kualitas tinggi dan peralatan pengolah kopi. Lagi pula, menurut mereka, orang minum kopi ya di rumah.

Schultz, yang begitu yakin dengan idenya, akhirnya keluar dari Starbucks dan mendirikan jaringan warung kopi Il Giornalle pada 1985. Rupanya, pada 1987, trio Baldwin-Siegel-Bowker menyerah dan menjual Starbucks. Dengan bantuan beberapa investor lokal Schultz mendapatkan perusahaan itu. Selanjutnya, Schultz mengubah nama warung-warung kopinya menjadi Starbucks.

Singkat cerita, sampai akhir Maret 2008, Starbucks punya lebih 16.226 outlet di seluruh dunia. Jumlah pegawainya 172.000, dengan total aset US$5,343 miliar dan pendapatan bersih US$72,64 juta (2007). Malah, Starbucks kini punya beberapa anak perusahaan: Tazo Tea Company, Seattle’s Best Coffee, Torrefazione Italia, Hear Music dan Ethos Water.

Schultz, yang lahir pada 19 Juli 1953, dibesarkan di permukiman miskin Brooklyn, New York. Beasiswa rugby di Northern Michigan University menjadi semacam tiketnya untuk keluar dari impitan kemiskinan. Lulus kuliah, dia melakukan berbagai pekerjaan hingga menjadi manajer operasi Hammarplast (produsen alat mengolah kopi dari Swedia) untuk AS.

Pekerjaan itu membawanya berkunjung pada 1981 ke toko kopi terkenal di Seattle, Starbucks, salah satu pembeli setia produk yang dijualnya. Schultz terkesan dengan aroma kopi olahan di toko itu yang aduhai.

Akan tetapi, yang lebih memikatnya adalah totalitas orang-orangnya dalam memilih dan mengolah kopi. “Saya pergi dari tempat itu seraya berkata, ‘Tuhan, betapa hebatnya perusahaan itu, betapa hebatnya kota itu. Saya ingin sekali menjadi bagian darinya’,” kata Schultz mengenang.

Setahun kemudian, impian Schultz terwujud. Bos Starbucks menerimanya dan mengangkatnya sebagai direktur pemasaran dan operasi. Itulah titik balik perjalanan Schultz, dengan misi “menyuguhkan secangkir kopi hebat” kepada dunia. Namun, lekat menempel di bawah tujuan itu adalah, seperti dikemukakannya sendiri, “prinsip membangun sebuah perusahaan dengan jiwa.”

Prinsip itu begitu dalam menancap di sanubari Schultz karena getirnya hidup sang ayah. Ayahnya bekerja mati-matian dengan gaji rendah dan sampai akhir hayatnya tetap menderita. “Dia direndahkan dan tidak dihormati. Dia tidak punya asuransi kesehatan dan dia tak mendapat kompensasi ketika terluka saat bekerja,” katanya.

Itu sebabnya Schultz menerapkan kebijakan yang tak lazim dalam dunia ritel. Seluruh pegawai, organik ataupun tidak, yang bekerja paling sedikit 20 jam dalam sepekan berhak mendapat tanggungan kesehatan komprehensif, termasuk untuk pasangan dari pegawai yang tak terikat pernikahan sekalipun. Pegawai mendapat opsi kepemilikan saham, termasuk pegawai paruh waktu.

Terapkan CSR

Selain itu, Starbucks juga menjaga komitmen tinggi pada tanggung jawab sosial korporat (corporate social responsibility/CSR). Menurut Orin Smith, pengganti Schultz sebagai CEO pada 2000, CSR menjadi bagian tak terpisahkan dari Starbucks, yang menjadi langganan daftar Fortune’s 100 Best Company. “Tanpa itu, perusahaan kami tak mungkin beroperasi,” kata Smith.

Starbucks sangat memedulikan pemangku kepentingan (stakeholders), mulai mitra (pegawai), petani kopi sampai ke pelestarian lingkungan. Dan, kepentingan pemegang saham tetap terpenuhi dengan laju pertumbuhan tinggi.

Kepada petani yang meningkatkan standar kualitas, kepedulian lingkungan, sosial dan ekonomi, Starbucks menghadiahinya status “pemasok pilihan” dan membayar harga tertinggi.

Pada 2004, Starbucks membayar rata-rata US$1,20 per pon kopi hijau (belum dipanggang), 74% lebih tinggi dari harga pasar. Dampaknya, petani Kolombia lebih suka menanam kopi daripada koka -bahan kokain yang merusak masyarakat.

Starbucks mendorong pertanian berkelanjutan dan keanekaragaman hayati dengan mendukung kopi yang ditanam di bawah naungan hutan (shade-grown). Cara ini bisa menyelamatkan hutan tropis yang mungkin dipakai untuk produksi kopi.

Pada 2002, Starbucks membeli 20 kali lebih banyak kopi jenis ini dari 1999. Pada 2003 jumlahnya naik menjadi 1,8 juta pon dan pada 2004 sebanyak 2,1 juta pon. Untuk upayanya ini, Starbucks dan mitranya, Conservation International, meraih World Summit Business Award for Stustainable Development Partnership.

Pelajaran yang bisa dipetik dari pengalaman Starbucks adalah bahwa dasar moral yang tinggi sesungguhnya sangat menguntungkan. Sebaliknya, booming era 1990-an, rontoknya pasar modal, resesi, dan skandal korporat besar seperti Enron dan World.com, telah menyadarkan banyak orang betapa runyamnya hasil doktrin bisnis kapitalis yang semata-mata bertujuan mencapai keuntungan finansial.

Pada akhirnya, pengalaman ini menunjukkan keniscayaan suatu manajemen bisnis yang menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan isi dan suara hati manusia. Dengan begitu, hasil yang akan muncul adalah pola keteraturan dan manajemen yang berkelanjutan.

Ingat, manajemen bukanlah bekerja atas dasar tekanan atau hasil saja, tapi harus bekerja secara alami sesuai dengan harkat dan martabat manusia. Manajemen yang meniru Allah dalam menata manusia dan alam semesta, dalam rangka menciptakan kemakmuran Bumi sebagai visinya.


Diambil dari artikel Visi Kemakmuran Bumi
Ary ginanjar – Bisnis.com

Sumber : http://boskhamim.wordpress.com/

%d blogger menyukai ini: