Posts from the ‘SDM’ Category

Pengantar : “Mahasiswa Visioner antara kerja dan kuliah”


Berbicara tetantang mahasiswa selalu tidak pernah kehabisan dengan berbagai macam permasalahan yang terkadang bisa membelenggu anda untuk bergerak lebih cepat untuk menyelesaikan kuliah dan memikirkan kehidupan lainnya.  Sebenarnya bukan tahapan-tahapan fokus kehidupan, artinya kita belum merencanakan menikah karena kuliah belum kelar atau karier belum mapan, tapi semuanya harus berjalan seperti layaknya roda kehidupan yang terus bergulir dan waktu terasa sedikit manakala pencapaian cita-cita masih jauh.

mahasiswa

Selain fase lainnya seperti menikah, berwirausaha, dan semuanya harus punya visi yang jelas, inilah alasannya kenapa kita perlu memiliki perencanaan yang baik, bukan sekedar hayalan anak muda yang merasa lebih bebas berekspresi, walaupun terkadang kehidupan yang akan datang harus berbenturan dengan takdir, tapi kita dituntut ikhtiar secara maksimal.

Dalam kehidupan terdapat banyak cara untuk mendapatkan apa yang anda inginkan, ada cara yang mudah dan ada pula cara yang susah. Terserah anda, mana yang hendak anda pilih. Seperti apa yang dikatakan oleh Lester Levenso (1993) dalam “Keys to the Ultimate Freedom”, “Jika kita tidak senang terhadap apa yang sedang terjadi kepada kita di dunia ini, yang harus kita lakukan adalah mengubah kesadaran kita – niscaya dunia diluar sana akan berubah untuk kita!”

Artinya Yang harus anda lakukan adalah melangkah maju dan melakukan hal-hal yang harus anda lakukan menurut desakan hati, tetapi anda harus mengetahui strategi-strategi yang diperlukan. Rad Bradbury mengatakan “Janganlah menentang bahaya jika anda tidak memiliki strategi-strategi yang jitu untuk mengatasinya.”[2]

JADI mahasiswapun bukan hal yang mudah membutuhkan adanya keberanian untuk mandiri dan tidak tergantung pada orang lain. Ada cerita lama betapa tekunnya mahasiswa temanku yang kebetulan berasal dari sumatera dengan modal hanya untuk ikut UMPTN dia berani meninggalkan kampungnya dan berjuang untuk sehari-hari dengan menjadi kernet dan biaya SPP mengandalkan beasiswa dikampus atau kiriman wesel yang telat pada jaman itu bisa mendorong penulis untuk menjadi seorang sales peralatan masak ataupun bagi mahasiswa yang berjuang dengan sejumlah pekerjaan dan berjuang untuk ikut kuliah malam.

Semuanya hanya satu jawaban ingin berubah dan memperbaiki kehidupan dan diyakini pendidikan masih menempati posisi penting dalam menata kehidupan  yang lebih baik walau ada yang sukses justru karena tidak melanjutkan kuliahnya.

Ingat pidato Steven Job di Harvard University, Bill Gate pendiri Microsoft atau pendiri Primagama yang drop-out dari UGM justru mereka sukses bukan karena kuliah tapi berhenti kuliah Tapi diyakini kesuksesan bukan semata materi tapi pencapaian juga masih diperlukan dan pendidikan masih terbaik. walaupun pendidikan kehidupan jauh lebih baik menempa seseorang untuk sukses.

Abraham Perrils[3] (2010) secara praktis mengungkapkan  Lima Langkah yang yang berlandaskan pada tahu bahwa kehidupan dapat berubah dan tahu bahwa kehidupan itu sendiri akan mendukung anda terhadap apa saja yang anda inginkan. Caranya adalah sebagai berikut:

Langkah pertama, ketahuilah apa yang anda tidak inginkan. Kebanyakan orang memperlihatkan apa yang tidak mereka inginkan. Mengeluh adalah hal yang dianggap sangat wajar oleh semua orang, tetapi kita jarang mengambil proses ini dalam pandangan yang berbeda. Jarang sekali ada orang yang mau berhenti mengeluh atau berjuang cukup lama untuk terfokus pada kebalikan dari apa yang mereka alami. Hal ini dapat mendatangkan manifestasi yang mereka inginkan dan menunjukkan realitas yang ada.

Langkah kedua, pilih apa yang ingin anda miliki, lakukan, atau anda ingin jadi apa. Caranya adalah mengubah setiap keluhan anda menjadi sesuatu yang benar-benar anda inginkan. Singkirkan keluhan-keluhan itu sampai anda memiliki keyakinan yang kuat dalam diri anda. Bila anda sudah memiliki keyakinan yang kuat dalam diri anda, untuk mewujudkan apapun yang anda inginkan akan menjadi lebih mudah. Karena keyakinan itu adalah bagaimana kita menciptakan realitas. Hasil yang anda dapatkan adalah akibat-akibat langsung dari keyakinan-keyakinan yang anda pegang. Keyakinan itu juga dapat membentuk kepribadian.

Langkah ketiga, pahami semuanya. Abraham Perrils berpendapat bahwa manusia memiliki batas yang telah mereka tempatkan sendiri terhadap kebebasan yang mereka miliki. Kita sebagai manusia membutuhkan pelatihan untuk membantu kita memahami bahwa sesungguhnya kita tidak dibatasi. Caranya adalah fokus kepada apa yang kita inginkan dan percayalah keinginan tersebut dapat terwujud. Kata-kata ini terinspirasi dari buku “What Can a Man Believe?” Karya Bruce Barton. Di dalam buku itu dia menjelaskan bahwa bukti adanya surga setelah dunia ini sedikit sekali, tetapi percaya terhadap adanya surga jauh lebih arif daripada tidak percaya sama sekali. Jadi maksud buku ini adalah percaya itu lebih bijak daripada tidak percaya. Fokuskan kepada apa yang anda inginkan dan buat salah satu maksud anda untuk menemukan seseorang yang bisa membantu membebaskan anda dari keyakinan-keyakinan lama anda, sehingga anda dapat menciptakan kehidupan yang anda inginkan. Anda harus tahu bagaimana caranya mendapatkan apa yang anda inginkan sebelum anda memperolehnya. Ubahlah keyakinan-keyakinan lama anda dan bentuklah keyakinan-keyakinan yang baru. Karena keyakinan membentuk cara kita merasa, berpikir dan bertindak. Seperti yang dokatakan oleh Raymond Charles Barker dalam bukunya “Treate Yourself to Life” pada tahun 1954, “Kemakmuran adalah kemampuan untuk melakukan apa yang anda lakukan ketika anda ingin melakukannya.” Dan dengan hati yang jernih anda akan dapat memiliki, melakukan atau menjadi apa yang anda inginkan.

Langkah keempat, rasakan betapa menyenangkan dapat memiliki, melakukan, atau menjadi apa yang kita inginkan. Para spesialis pemasaran tahu bahwa orang-orang tidak bertindak karena alasan-alasan yang logis, tetapi kerena alasan-alasan emosional. Emosi memiliki kekuatan untuk menciptakan apa yang anda inginkan. Kekuatan itu juga mendatangkan energi. Salah satu energi yang paling kuat yang pernah anda alami adalah bersyukur. Sebagaimana yang ditulis oleh Joseph Murphy dalam bukunya “Your Infinite Power to be Rich” pada tahun 1996, “seluruh proses kekayaan mental, spiritual, dan material bisa dirangkum dalam satu kata: Bersyukur.” Rasakan rasa syukur atas apapun yang anda dapatkan dan kemudian anda akan dapat mulai memaafkan dan selanjutnya hati anda akan menjadi jernih dan anda akan dapat memiliki, melakukan atau menjadi apa yang anda inginkan.

Energi lain yang anda ingin alami adalah energi yang berasal dari membayangkan bagaimana rasanya memiliki, menjadi, atau melakukan apa yang sedang anda inginkan,untuk melakukan apa yang anda mimpikan. Bagaimanpun perasaan-perasaan itu menuntun dan mengarahkan anda untuk melakukan hal-hal yang akan membuat peristiwa-peristiwa yang bermakna.

Inti penting langkah ini adalah bahwa dengan rasa senang anda harus merasakan sesuatu energi yang ingin anda ingin lakukan, miliki, atau energi ingin jadi apa anda. Sebagaimana pernah ditulis oleh Joseph Murphy dalam buku kecilnya “How to Attract Money”, “merasa kaya menghasilkan kekayaan.” Jadi rasakan kesenangan itu niscaya anda akan mulai menariknya pada anda dan ia akan menarik anda padanya.

Langkah kelima, berserah diri. Di dalam diri manusia memiliki dua wujud yang berbeda, bukan kepribadian (personality) persis seperti aspek-aspek pikiran yang kita miliki. Gallwey dalam bukunya “The Inner Game of Tennis” menyebutnya sebagai Self One dan Self Two. Self One dapat dihubungkan dengan ego manusia, bagian diri manusia yang ingin berkuasa. Self Two dapat dikaitkan dengan guru batin dalam diri manusia, bagian diri manusia yang berkaitan dengan segala sesuatu. Tugas Self One adalah menyeleksi apa yang anda iginkan dan pasrah. Sedangkan tugas dari Self Two adalah mendatangkan apa yang anda inginkan kepada anda. Sekali lagi intinya adalah belajar bertawakal secara mutlak.

Sukses anda mahasiswa manakala anda bisa menikmati semua sesuai dengan koridor ikhtiar anda, dalam tulisan sederhana ini penulis akan mengulas mengenai

  • Sejauhmanakah visi anda?
  • Sukses Kuliah
  • Dilemma Bekerja Sambil Kuliah
  • Berburu Beasiswa
  • Anda Kuliah Terjadwal Dengan Hasil Terukur
  • Aktivis Kampuskah Anda ?
  • Menikah Disela Kuliah, Mungkinkah?
  • Bisnis Mahasiswa
  • Deadline Skripsi
  • Spiritual Mahasiswa
  • Sarjana Visioner

[2] Lima Formula Mewujudkan Impian Anda(Five Ways to Make Your Dream Come True), Abraham Perrils, Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2010

[3] Abraham Perrils Lima Formula Mewujudkan Impian Anda(Five Ways to Make Your Dream Come True), , Prestasi Pustaka Publisher, Jakarta, 2010.

Iklan

Rahasia Manajemen Tim Yang Sukses


showImage.php

  • Judul Buku: The Secrets of Successful Team Management – How to lead a team to innovation, creativity and success
  • Pengarang : Prof. Michael West
  • Penerbit     : Duncan Baird Publishers
  • halaman     : 160 halaman, termasuk index

Sejarah kerjasama tim dalam kehidupan manusia hampir setua umur manusia itu sendiri. Kerjasama tim menjadi vital ketika dunia kemiliteran dan bisnis berkembang dengan cepat. Sejalan dengan perkembangan pasar dan teknologi, industri tidak lagi bisa berjalan secara mekanistis. Ia harus bisa bertindak secara fleksibel, dan kebutuhan terhadap kelompok kerja makin terasa. Para peneliti menemukan bahwa pengaruh kelompok kerja terhadap produktifitas sama besarnya dengan pengaruh seorang manajer. Hanya saja, saat organisasi menjadi semakin besar, para pekerja kesulitan untuk saling berbagi pengetahuan tentang material, proses, dan metode kerja untuk meningkatkan daya saing organisasi. Ini terjadi karena saluran pertukaran ide dan keahlian di antara karyawan mampet.

Inovasi model bisnis berkembang selama masarekonstruksi pasca Perang Dunia II. Jepang memimpin dengan menerapkan etika tim sebagai prinsip-prinsip produksi massal. Karyawan mereka sangat termotivasi, komit terhadap teknologi, dan sangat produktif. Kemudian, perusahaan-perusahaan Amerika dan Eropa mengkopi cara Jepang mengelola pekerjaan itu, sembari menghapus hambatan birokrasi yang sering menghambat inovasi dalam kultur orang-orang Jepang. Upaya mencontoh itu ternyata bukanlah resep yang mudah. Hingga saat ini pun upaya mengadopsi pendekatan tim itu masih menjadi tantangan terbesar pada banyak perusahaan. Direktur HR dari 100 perusahaan paling top di Amerika (Fortune 100) melaporkan bahwa perhatian utamanya tertuju pada upaya membangun struktur berbasis tim agar perusahaan mereka bisa bergerak fleksibel, produktif, tangguh, dan efektif.

Menurut Profesor Michael West, pengarang buku The Secrets of Successful Team Management, upaya membangun tim bukan hanya soal laba dan inovasi, tetapi ia juga penting bagi kesehatan kita. Saat bekerja dalam sebuah tim, kita memiliki hubungan pertemanan yang bagus, dan kita merasa dimengerti dan dihargai. “Kita mempunyai rasa memiliki yang kini semakin hilang di perusahaanperusahaan besar,”� ujar professor psikologi organisasi itu. Karyawan melihat adanya gap yang lebar antara retorika sang CEO (yang selalu mengatakan, “…SDM adalah asset utama terpenting”) dengan kenyataan yang dihadapi sebagai karyawan. Sebagai akibatnya, karyawan sering merasa tidak dihargai oleh perusahaan dan merasakan minimnya kontrol terhadap kerjanya.

Alienasi semacam itu tercampur saat perusahaan harus merampingkan diri untuk merespons tekanan ekonomi, karena adanya beban pekerjaan berlebihan dan seringnya terjadi pengulangan pekerjaan yang dirasakan karyawan.

Manfaat dari kerjasama tim, menurut penulis, sangat banyak. Biasanya organisasi berbasis tim memiliki struktur yang ramping. Berkerjasama dalam sebuah tim berarti memberi tanggung jawab dan otoritas kepada tim untuk membuat keputusan tentang bagaimana bekerja paling efisien, dan ini menyebabkan jumlah manajer dan level manajer lebih sedikit. Oleh sebab itu, organisasi akan bisa merespons dengan cepat dan efektif lingkungan yang cepat berubah.

Tim bisa melakukan pengembangan dan peluncuran produk dengan cepat. Tim memungkinkan organisasi untuk terus belajar (dan mengambil manfaat dari proses itu) secara lebih efektif. Tim yang melibatkan banyak fungsi akan membantu meningkatkan manajemen mutu. Ia juga mendorong berkembangnya kreatifitas dan inovasi.         Kerjasama tim juga menghasilkan manfaat finansial, termasuk karena kenaikan produktifitas. Begitu pula, perubahan dalam sebuah organisasi lebih efektif bila melibatkan kerjasama tim. Masih banyak manfaat lain dari kerjasama tim.

Selain memberikan analisis teoritis dan praktis tentang manajemen tim, yang menarik dalam buku ini, penulis memberikan kiat atau tips yang amat berguna untuk menghasilkan kerjasama tim terbaik. Penulis menyebut kiat atau tips itu dengan istilah Work Solution, yang berjumlah 23 buah. Penerapan Work Solution ini secara baik diyakini akan melahirkan kerjasama tim yang kuat di perusahaan Anda. Work Solution 1 mengulas kenapa Anda harus membentuk kerjasama tim, karena tidak semua hal mengharuskan Anda melakukannya. Work Solution 2 berisi cara untuk menelaah kompetensi dari tim. Work Solution 3 menyarankan pembuatan jurnal manajemen waktu. Work Solution 4 mengupas tema “…meditasi pikiran” untuk meresapi tugas tim.

Work Solution 5 berisi cara merespons umpan balik formal. Work Solution 6 tentang cara mengatasi anggota tim yang sulit. Work Solution 7, jurus mempersiapkan presentasi dari seorang juru bicara bagi tim. Work Solution 8, tentang seni dari persuasi. Work Solution 9 berbicara tentang penyusunan aturan main. Work Solution 10 berisi klarifikasi peran. Work Solution 11 tentang bagaimana memproses informasi yang berguna. Work Solution 12 mengupas kiat membangun hubungan dua arah. Work Solution 13 tentang cara menyusun objektif.

Work Solution 14 tentang penyusunan agenda. Work Solution 15, bagaimana melakukan debat yang positif. Work Solution 16, analisis tentang stakeholder. Work Solution 17 mengupas cara bertukar pikiran dua tahap. Work Solution 18, mengelola risiko. Work Solution 19 tentang memaksimalkan upaya. Work Solution 20 tentang cara menghadapi hal-hal rutin. Work Solution 21 mengupas tema bagaimana mengevaluasi kerjasama tim. Work Solution 22 tentang pembentukan sebuah tim perubahan. Terakhir Work Solution 24 mengupas hal menghilangkan hambatan keterbukaan

Manajemen Kantor Advokat di Indonesia (Lawfirm Management in Indonesia )


Dari HukumPedia
Para pengacara boleh saja mengagumi karya-karya William Shakespeare. Tetapi dalam karya penyair asal Inggris itu, pengacara adalah profesi yang paling dibenci. Tindakan yang pertama layak dilakukan adalah membunuh semua pengacara. The first thing we do, let’s kill all the lawyers!

Bagi Achmad Zen Umar Purba, pernyataan Shakespeare bisa mengandung dua arti. Pertama, kurangnya pengetahuan masyarakat sehingga menganggap advokat sering membuat gaduh. Kedua, bisa juga karena rasa kagum masyarakat terhadap profesi ini sehingga banyak orang tua yang mengharapkan anaknya kelak menjadi pengacara..

Masih belum lekang pandangan pada sebagian anggota masyarakat bahwa kalau mau hidup berlimpah harta maka jadilah seorang advokat. Gaya hidup segelintir advokat semakin mendukung asumsi itu: mengenakan pakaian merek ternama, mengendarai mobil berharga selangit, dan menenteng hape tercanggih. Kesannya, bekerja menjadi advokat bisa menghasilkan uang dengan mudah. Bahwa yang dibela adalah orang yang diduga melakukan korupsi, itu lain soal. Toh, si advokat bisa dengan mudah mematahkan pandangan itu dengan argumen menjunjung tinggi asas praduga tidak bersalah.

Tetapi sebenarnya, kehidupan advokat tidak semanis dan segampang yang dibayangkan. Apalagi kalau si advokat mengelola sebuah firma hukum berskala besar. Ada banyak hal yang musti disiapkan sejak awal. Mendapatkan klien memang penting, namun mengelola jalannya firma hukum tidak kalah pentingnya. “Untuk mengelola suatu lawfirm bukanlah suatu hal yang mudah,” papar Sri Indratuti Hadiputranto (hal.106).

Persiapan yang matang, termasuk mengatur detail hal-hal kecil, turut menentukan kelanggengan suatu firma hukum. Karena itu, pendiri atau partner lawfirm perlu menguasai ilmu manajemen. Di Amerika Serikat, sudah biasa sebuah kantor hukum berusia lebih dari satu abad meskipun para pendiri dan partners-nya sudah gonta ganti. Sebaliknya, di Indonesia masih jarang ditemukan kantor advokat yang bertahan dalam waktu yang lama. Bisa jadi penyebabnya karena firma hukum tersebut tidak dikelola dengan baik.

Manajemen kantor hukum sebenarnya bukan hanya bertujuan melanggengkan usaha. Ia juga bertujuan untuk memastikan tersedianya pelayanan jasa profesional hukum yang andal (hal. 4). Pengelolaan memang sangat tergantung pada tipologi kantor hukum. Kalau bentuknya praktisi tunggal (sole practitioner), tentu saja relatif gampang karena organisasi yang harus dikelola begitu ramping. Beda halnya kalau firma hukum sudah berukuran menengah hingga kantor besar dengan jumlah advokat di atas 75 orang.

Pengelolaan firma hukum besar dengan sistem partnership terbuka tentu membutuhkan manajemen yang lebih rumit. Misalnya, bagaimana mengatur modal, sumber daya manusia, kepengurusan, kompensasi atas pekerjaan dan pembagian fee, hingga hal-hal detail seperti jam kantor dan hubungan dengan klien.

Nah, buku ini mencoba menjawab rasa ingin tahu para advokat tentang hal-hal apa saja yang perlu dipersiapkan dalam mengelola sebuah firma hukum. Buku bersampul putih hijau ini sebenarnya merupakan kumpulan makalah-makalah yang disajikan pada Pendidikan Hukum Lanjutan Advokat (Continuing Legal Education) yang diselenggarakan Center for Finance, Investment and Securities Law (CFISEL) dengan Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Jakarta, dua tahun silam.

Ada sebelas makalah yang disajikan dan dituangkan ke dalam buku ini. Meskipun berupa kompilasi makalah, salah satu kelebihannya adalah materi yang disajikan beragam dan penyajinya kebanyakan adalah praktisi alias advokat yang bekerja di kantor hukum ternama. Sehingga, sayang kalau kompilasi ini tak dibaca secara lengkap.. Mari kita mulai dari perencanaan. Wahyuni Bahar, penulis sekaligus salah seorang editor buku ini, menguraikan pentingnya menyusun rencana strategis firma hukum. Ketika mendirikan firma hukum, yang terbersit di benak sebagian orang mungkin adalah keuntungan. Wahyuni Bahar, managing partner pada Bahar & Partners mengingatkan kita agar tak melulu memikirkan profitabilitas, tetapi juga faktor lain yang ikut mendukung kesuksesan firma.

Achmad Zen Umar Purba dari Ali, Budiardjo, Nugroho, Reksodiputro (ABNR) menyinggung pentingnya tata kelola sekutu. Dalam konteks ini, pengelola firma hukum jangan melupakan persoalan modal, sumber daya manusia, dan tentu saja pajak! Tetapi jangan pula melupakan tujuan pendirian firma tersebut. Sri Indriastuti Hadiputranto, pendiri sekaligus Senior Partner pada Hadiputranto, Hadinoto & Partners menegaskan bahwa seluruh awak firma mestinya paham tujuan yang hendak dicapai (hal. 102). Menurut Ira A. Eddymurthy, kontributor utama terhadap pencapaian tujuan itu adalah manajemen sumber daya manusia (hal. 33).

Influencing & Empowering People :“Kiat Memberdayakan dan Mempengaruhi Orang Lain”.


Penulis : Andrew Smith.
Penerbit : Prestasi Pustakaraya.
Cetakan : 1 (Pertama), 2007.

Tebal : 155 Halaman.

Didalam buku yang ditulis oleh Andrew Smith ini dia telah mengemukakan beberapa hal penting, diantaranya adalah:

Apa yang dimaksud dengan pemberdayaan dan bagaimana hal tersebut memberikan keuntungan terhadap organisasi dan individu.

Pemberdayaan orang artinya mendorong mereka untuk lebih melibatkan diri dalam keputusan dan aktifitas yang mempengaruhi kerja mereka. Memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka bisa memunculkan ide-ide yang brilian dan mempraktekkan ide tersebut dengan berbekal skill yang mereka miliki.

Konsep Pemberdayaan

  • Mendorong orang untuk memainkan peranan yang lebih aktif dalam pekerjaan mereka
  • Dengan jalan melibatkan mereka dalam mengambil tanggung-jawab untuk mengembangkan cara-cara dalam mengerjakan sesuatu.
  • Memungkinkan mereka untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih banyak dan lebih besar tanpa campur tangan seseorang yang lebih senior.

Dalam sebuah organisasi, anda mungkin memiliki beberapa kelompok atau individu-individu yang telah diberdayakan. Bagi sebagian orang beranggapan bahwa pembedayaan membuka jalan hidup baru. Orang-orang dan tim-tim tersebut adalah yang mau menerima sebuah tanggung-jawab yang berangkat di luar pekerjaan mereka yang dilakukan dalam waktu dekat dan menyumbangkan hal tersebut demi keberhasilan organisasi yang lebih baik secara keseluruhan. Mereka aktif dalam menyelesaikan permasalahan dan mudah melakukan kerjasama dengan individu atau kelompok lain. Sebelum anda memberdayakan orang lain, maka anda harus memberdayakan diri anda terlebih dulu.

Pemberdayaan bukanlah suatu hal yang sekedar main-main, akan tetapi dibutuhkan konsistensi. Hal ini sangat penting untuk segera dilakukan karena merupakan dasar pengembangan-pengembangan bisnis saat ini. Poin pentingnya adalah ketika pemberdayan terjadi di tempat kerja, maka keuntungannya:

  • Untuk organisasi, karena bakat individual adalah suatu manfaat yang maksimal.
  • Untuk departemen atau tim, karena hal tersebut menjadikan departemen atau tim lebih antusias,aktif dan berhasil.
  • Untuk setiap individu, karena hal tersebut akan memperlunak pemikiran mereka sebelumnya mengenai apa yang mereka capai.

Untuk memberdayakan orang lain, para menejer harus percaya pada kemampuan dan komitmen karyawannya. Untuk berkomitmen pada diri mereka dan menumbuhkan rasa memiliki atas tujuan-tujuan organisasi, para karyawan juga harus mempercayai dan menghormati para menejernya. Sebelum hal tersebut terjadi, para menejer harus mempercayai bahwasanya pemberdayaan memberikan keuntungan dan kemungkinan.

Tipe budaya dimana pemberdayaan akan tumbuh subur.

Pembahasan mengenai lingkungan dimana anda membutuhkan karyawan yang diberdayakan, dengan menekankan pada konstribusi yang bisa anda buat dengan jalan mempengaruhi budaya yang ada, dengan jalan menciptakan hubungan yang sesuai dan membangun hubungan yang terberdayakan.

Pada tahun-tahun ini orang mulai menyadari bahwasanya organisasi-organisasi juga memiliki budaya-budaya mereka sendiri. Bisnis memiliki cara-cara yang berbeda ketika mereka mengerjakan sesuatu, perbedaan tipe personalitas yang cenderung melakukan sesuatu yang baik, bermacam-macam hubungan yang berbeda yang didukung. Budaya-budaya organisasional dibentuk oleh tipe pekerjaan yang dilakukan orang, apa yang sudah terjadi pada masa lalu dan oleh bermacam-macam orang yang bekerja di sana. Divisi-divisi, bagian-bagian atau tim-tim juga cenderung memiliki pola keunikan mereka tersendiri. Budaya local tersebut baik yang mempengaruhi atau yang dipengaruhi oleh budaya organisasi yang lebih besar.

  • Nilai-nilai dan budaya organisasi tersebut mempengaruhi bagaimana orang lain bertingkah laku.
  • Bagaimana orang bertingkah laku mempengaruhi kebudayaan tersebut.


Wujud hubungan-hubungan pemberdayaan.

Untuk mengembangkan hubungan kerja yang efektif anda harus:

1. Menghargai mereka

2. Tunjukkan sikap Empati

3. Bersikap Tulus

Hubungan kerja yang baik akan memberdayakan orang lain karena hal tersebut:

  • Mendorong komunikasi yang reguler dan terbuka
  • Memastikan bahwa gagasan siapapun akan didengarkan dan dipertimbangkan
  • Menyadari akan kekurangan keahlian orang lain, namun memberikan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menutupi kelemahan tersebut.

Hubungan kerja yang buruk akan mengganggu pemberdayaan karena hal tersebut menyebabkan:

  • Keengganan dalam memberikan informasi mengenai perkembangan dan kemajuan yang dicapai kepada orang lain.
  • Permusuhan dan ketidak percayaan masing-masing individu yang bisa menyebabkan terrsingkirnya orang yang tepat dari kerja sama.
  • Kesulitan dalam membuat keputusan-keputusan karena konflik yang tidak terslesaikan.
  • Frustasi dan kehilangan moralitas.

Bagaimana cara anda memberdayakan orang dengan berkomunikasi secara sederhana dengan mereka.

Untuk memberdayakan orang lain maka anda harus berkomunikasi seakan-akan anda tidak pernah berkomunikasi sebelumnya yang artinya anda bertanya dan mendengarkan untuk mendapatkan informasi yang berguna bagi anda. Orang lain tidak bisa diberdayakan kecuali mereka mengetahui seperti apa mereka inginkan untuk ikut terlibat.

Menyediakan informasi yang berkualitas kepada orang lain adalah salah satu kunci untuk membantu mereka mengembangkan kebebasannya. Seringkali atas informasi yang anda berikan akan membantu orang lain dalam membuat keputusan-keputusan.

Bagaimanapun bagusnya informasi yang anda miliki, namun hal tersebut akan tidak berguna sama sekali jika anda tidak menyampaikannya dengan cara yang efektif.

Meskipun sudah tersedianya memo, laporan-laporan, catatan, surat, presentasi dan briefing ‘manajemen’ semua tersebut berada dalam jaringan kerja atau network komunikasi organisasi, bentuk sistem-sistem ini hanyalah separuh dari proses penting ini. Organisasi saat ini telah memperkenalkan sejumlah perlengkapan untuk memastikan bahwasanya komunikasi tetap dengan proses dua arah.

Mendengarkan bukan berarti hanya mendengarkan kata-kat atau kalimat-kalimat saja, akan tetapi berusaha untuk memahami apa yang sedang dikatakan orang lain kepada anda. Dari semua skill yang anda gunakan dalam berkomunikasi, skill mendengarkan mungkin yang paling penting dari semuanya. Sayangnya sebagian besar kita bukanlah seorang pendengar yang alamiah; kita memahami outputnya lebih mudah dari pada inputnya. Tanda-tanda seorang pendengar yang buruk adalah ingin langsung pada konklusinya, suka menginterupsi orang lain, hanya mengira-ngira dari kalimat yang diucapkan oleh lawan bicaranya. Suatu cara cmerlang untuk memastikan bahwasanya anda benar-benar mendengarkan lawan bicara anda adalah dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang efektif.

Mendengarkan jawaban pertanyaan-pertanyaan anda tidak boleh dengan hanya diam saja, akan tetapi anda harus benar-benar berkonsentrasi atas hal tersebut, jadi anda tidak hanya mendengarkan apa yang diucapkan oleh lawan bicara anda, akn tetapi mendengarkan bagaimana dia mengucapkannya. Dengan menunjukan bahwa benar-benar memperhatikan dengan menampakan bahasa tubuh yang positif maka lawan bicara anda akan merasa dihargai.

Pertemuan adalah alat yang penting untuk menginformasikan dan memberdayakan orang lain. Sayangnya kalau itu juga bisa membuang-buang waktu dan akn menggagalkan semua perhatian kita, kecuali jika hal tersebut dipertimbangkan dan direncanakan dahulu.

Briefing hampir sama seperti rapat-rapat bisa, hanya saja briefing cenderung terfokus pada berbagi informasi dari pada penyelesaian permasalahan dan membuat keputusan-keputusan. Briefing yang dilakukan seharusnya tidak hanya sekedar memberiakan informasi. Akan tetapi hal tersebut merupaka sebuah kesempatan yang sangat baik untuk melibatkan orang lain , berbagi tanggung-jawab dan meningkatkan antusias dan komitmen mereka.

Menjalani pekerjaan merupakan sebuah alat yang sangat kuat dalam melakukan komunikasi informal dengan para tenaga kerja dan untuk membuat semua orang merasa menjadi bagian dari bisnis yang lebih luas. Ini sangat penting untuk anda lakukan dalam kegiatan rutin anda, khususnya ketika anda menemukan pendekatan personal yang sulit.

Peranan pengembangan dalam memberdayakan orang.

Orang perlu dikembangkan jika mereka mampu menerima tugas-tugas dan tanggung jawab yang baru. Namun, pengembangan yang anda lakukan harus sesuai, fleksibel dan disampaikan pada saat yang tepat. Seseorang tidak akan berkembang dengan sukses jika anda mengirimnya pada kursus belajar yang tidak ada relevansinya terhadap pekerjaan mereka dalam waktu dekat.

Metode pengembangan yang paling kita kenal adalah metode program pelatihan, biasanya jauh dari masalah pekerjaan. Umumnya, orang akan lebih terberdayakan oleh pengembangan yang terjadi ‘dalam pekerjaan’ divbanding yang mereka dapatkan dalam kursus. Salah satu jalan yang paling efisien agar anggota tim anda benar-benar berhasil adalah dengan jalan melakukan pembinaan.

Pentingnya pengembangan diri anda pribadi.

Sebagai seorang menejer yang terus mencari jalan untuk memberdayakan orang lain, sangatlah vital bagi anda untuk mengatasi segala perlawanan sehingga membuat pengembangan personal professional anda sebagai prioritas. Anda tentu saja tidak bisa mengajar orang lain kecuali anda belajar pada diri anda sebelumnya.

Anda harus memberikan motivasi kepada orang-orang yang bekerja pada anda untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari kesempatan-kesempatan pengembangan yang terjadi secara alamiah di tempat kerja mereka. Pada saat yang bersamaan anda juga bisa melatih diri anda sendiri untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baik dan buruk yang terjadi setiap hari selama anda memimpin.

Seorang pengembang diri professional cenderung menggunakan beberapa poin yang ada di bawah ini untuk membuat pengembangan mereka kurang istimewa.

  • Menggunakan seorang mentor
  • Sebuah network pendukung
  • Menyusun sebuah portfolio pengembangan
  • Terus belajar denga sistem Learning log

Bagaimana cara mendapatkan komitmen orang.

Anda tidak bisa memberdayakan orang lain kecuali mereka ingin terberdayakan dan mereka tidak akan memberiakan yang terbaik kecuali mereka termotivasi untuk melakukannya. Dalam bab ini dibahas mengenai bagaimana mendapatkan komitmen orang lain dan menjelajahi cara-cara di mana anda bisa memproduksi banyak pemenang. Diantaranya adalah:

  • Mendorong orang lain untuk lebih berkomitmen
  • Membuang sistem memberi hadiah dan menghukum
  • Hal yang menggerakan orang lain untuk melakukan sesuatu
  • Motivasi melalui penghargaan
  • Penguatan yang positif
  • Memberikan timbal balik
  • Timbal balik yang positif
  • Timbal balik yang negative
  • Pengakuan
  • Belajar mencintai konflik

Beberapa hal praktis yang bisa anda lakukan untuk memberdayakan orang.

Ada beberapa ide-ide praktis yang bisa anda praktekkan saat ini juga. Dimulai dari sebuah disskusi cara-cara yang yang bisa mempengaruhi orang-orang yang ada di organisasi anda sehingga mereka akan mendukung anda dalam melaksanakan aktivitas pemberdayaan. Dan kemudian diakhiri dengan rencana tindakan yang akan membantu anda menjadikan pemberdayaan sebagai sebuah jalan hidup.

Hal-hal yang perlu anda lakukan adalah:

  • Mempengaruhi : Ketika pengaruh anda dibutuhkan
  • Memilih strategi yang jitu Strategi menekan dan Strategi menarik
  • Meletakkan jari kaki di atas air
  • Mengembangkan tim kerja
  • Melibatkan orang lain dalam membuat keputusan : Analisa yang logis dan Proses-proses yang kreatif
  • Quality circles
  • Pemberdayaan sebagai jalan hidup
  • Melibatkan orang lain dalam evaluasi

Membaca buku ini hanya merupakan satu langkah dalam memberdayakan orang lain, sekarang sangat penting untuk menata tujuan-tujuan anda, membuat perencanaan, menentukan pendukung anda dan bertindak.

Namun demikian seberapa banyak semangat anda untuk menjadi seorang menejer pemberdayaan, jangan lupa kalau anda akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berhasil jika anda mendapatkan dukungan menejer yang lain dan organisasi secara menyeluruh. Berhati-hatilah dalam melibatkan orang-orang kunci sejak dini bangun akan kemampuan yang berpengaruh yang anda miliki untuk mendapatkan komitmen dan dukungan mereka.

7 Pilar Perusahaan Unggul: Implementasi Kriteria Baldrige untuk Meningkatkan Kinerja Perusahaan


Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Edisi : Soft Cover

ISBN : 979-22-1246-9; 20805012

Halaman : 212

Ukuran : 16 x 24 cm

Sinopsis Buku:

“Sebagai salah satu kolega kami di Telkom, kami turut bergembira menyambut penerbitan ‘7 Pilar Perusahaan Unggul’ karena akan memberikan kontribusi kepada perkembangan pengetahuan khususnya mengenai konsep kinerja ekselen”Kristiono(Direktur Utama Telkom)”Abdul Haris’ idea — for lauching an Indonesia Quality Award based on the Baldrige Cri-teria — represents a strategic breaktrough for driving other corporate leaders to achieve excellence in today’s more challenging and competitive business environment. This book reveals his insight and his approach that can be adapted to a wide variety of corporate revitalization and repositioning challenges.

“Paul SteelSenior Assessor Baldrige Criteria dan COB Total Quality Inc. USA”Daya saing Indonesia tergantung dari daya saing perusahaan-perusahaannya yang pada gilirannya tergantung dari kemampuan merebut praktik-praktik terbaik global. Salah satu praktik terbaik yang merupakan kebutuhan dasar dalam upaya perebutan daya saing global Indonesia adalah keunggulan dalam manajemen mutu.

“Djisman S. SimanjuntakPengamat Ekonomi”Pada saat setiap orang masih berbicara mengenai kehebatan TQM, ISO Series, Balance Score Cards, Six Sigma, dan sebagainya, tanpa banyak bicara, Abdul Haris langsung mempraktekkan model Baldrige Criteria dan membuktikan model ini mampu menjadikan TELKOM perusahaan kelas dunia. Budaya ekselen tidak lagi menjadi tujuan, tetapi sudah menjadi kebiasaan sehari-hari.”Freddy RangkutiSenior IBII Consultant serta Penulis Buku-buku laris mengenai bisnis pemasaran

Tentang Pengarang:

Abdul Haris

Dilahirkan di Binjai, Sumatra Utara, pada 23 Desember 1955, berhasil mendapatkan gelar insiyur (Ir) untuk Bidang Kelistrikan dari Universitas Sumatra Utara, Medan, pada tahun 1980 dan gelar Master of Business Administration (MBA) dari Prasetya Mulya pada tahun 1990.Bekal yang dia peroleh dari berbagai pelatihan di dalam dan di luar negeri serta hasil studi banding (benchmark) di beberapa perusahaan berkinerja ekselen di beberapa negara, membuatnya dipercaya menjadi Quality Management Representative atau Team Leader dalam mengimplementasikan Kriteria Baldrige sebagai Sistem Manajemen Kinerja untuk mencapai kinerja ekselen dan meningkatkan daya saing TELKOM secara keseluruhan.Saat menjadi Team Leader implementasi Kriteria Baldrige, dia mengantarkan Divisi Regional V Jawa Timur mencapai ..

THINK AND ACT LIKE A WINNER


Penulis      :  Muk Kuang
Penerbit     :  Bhuana Ilmu Populer
Cetakan 1  :  November – 2007
No             :   ISBN 978-979-798-550-9
Ukuran      :   15 x 23 cm
Halaman   :   xx+195

Testimoni

“This book is full of ideas and insights you can use to succeed.”
Brian Tracy
Chairman and CEO of Brian Tracy International
Speaker, Author, Consultant

“If you want to become successful, then you have to learn and model the way successful people think and act. Muk Kuang has written a great book that will teach you exactly how to do this.”
Adam Khoo
CEO Adam Khoo Learning Technologies Group Pte Ltd
Bestselling Author “Master Your Mind, Desain Your Destiny”

“Think and Act Like a Winner” captures the timeless wisdom of successful achievers all over the world. Read this book and follow the steps to your own magnificent success. Make your greatest achievement be a light to inspire and uplift others.”
Ron Kaufman
Bestselling Author “UP Your Service!”

“Buku ini merupakan salah satu buku ‘pembuka mata’ yang ditulis dengan jeli dan keyakinan diri yang besar. Tidak banyak motivator seusianya (masih 20-an) yang berani menulis buku sendiri, malah sangat jarang saya jumpai para kawula muda yang berprofesi sebagai seorang pembicara publik dan penulis motivasi…. Sudah saatnya para kawula muda untuk meniru langkahnya yang cukup langka namun sangat berani ini.”
Jennie S. Bev
Penulis Buku Bestseller ”Rahasia Sukses Terbesar”
Pengusaha, Penulis di USA

“Muk Kuang adalah seorang muda yang antusias dan penuh energi. Ia berani memulai hal baru dan menuntaskannya. Buku ini adalah contohnya. Masih banyak lagi pencapaian yang telah diraihnya berkat winning attitude yang dimilikinya. Mau tahu resepnya? Bacalah buku ini! …”
Prof. DR. Roy Sembel
Penulis buku ”ENERGIZE YOURLIFE”

“Ambillah jeda sejenak untuk duduk tenang sambil minum teh hangat, buka saja buku ini tanpa perlu memilih judul artikel. Baca sebagai renungan diri, maka Anda akan menyeruput hikmah.”
Krishnamurti
Mindset Motivator

Pengantar oleh Jennie S.Bev

Para Pembaca Yang Baik,

Saya sangat berbahagia hari ini karena buku Think and Act Like A Winner (Berpikir dan Bertindak Layaknya Seorang Pemenang) yang ditulis oleh salah satu motivator termuda Indonesia bernama Muk Kuang, sedang mengukir sejarah. Tidak banyak motivator seusianya (masih 20-an) yang berani menulis buku sendiri, malah sangat jarang saya jumpai para kawula muda yang berprofesi sebagai seorang pembicara publik dan penulis motivasi. (Bisa dimaklumi karena sebagian besar para kawula muda seusianya masih sibuk dengan hal-hal lain, bahkan ada yang masih mencari “jati diri.”)

Buku bisa dibaca secara berurutan maupun tidak, yang juga merupakan salah satu kelebihan buku ini, sehingga sangat jauh dari membosankan. Tanpa terasa, dalam beberapa jam saja, buku ini sudah selesai saya lahap dengan memuaskan. Betapa tidak tipikal dan sangat menggugah hati. Beberapa konsep lama dikemas kembali dengan renyah sehingga meningkatkan motivasi baru untuk berkarya dan mendefinisikan sukses bagi saya sendiri.

Saya sendiri, sebagai seorang motivator yang sedikit lebih senior dari Muk Kuang, berpendapat bahwa, “Success is a mindset, not a journey, nor a destination. It is already within you.” Tampaknya, Muk Kuang pun memiliki pandangan serupa, namun dikemas dengan cara yang berbeda dan malah menggugah pembaca untuk mencarinya di dalam diri mereka sendiri. Ini sangat sejalan dengan pandangan saya soal sukses.

Kebahagiaan saya berikutnya ditambah lagi dengan bukti bahwa buku ini merupakan salah satu buku “pembuka mata” yang ditulis dengan jeli dan keyakinan diri yang besar. Tampaknya, usia dari penulisnya bukan merupakan halangan untuk menulis karya yang matang dan applicable. Dan untuk itu, saya sangat bangga akan prestasinya ini, baik sebagai sesama motivator maupun sebagai seorang penulis sekaligus pelahap buku-buku motivasi.

Kebahagiaan saya yang selanjutnya adalah sebagai salah satu anggota etnis Tionghoa Indonesia. Saya sangat merasa berbesar hati karena melihat penulis sangat peduli akan Indonesia, tanah air tercinta. Dengan menuliskan buku ini dan terus menyebarkan antusiasme motivasinya melalui berbicara di muka publik, Muk Kuang telah memberikan sumbangsih besar yang mewakili antusiasme kita semua untuk melihat Indonesia maju.

Saya sendiri sangat yakin akan potensi besar Muk Kuang dalam memberikan sumbangsih lebih banyak lagi dalam bidang inspirasi dan motivasi, serta tulis-menulis. Sudah saatnya para kawula muda untuk meniru langkahnya yang cukup langka namun sangat berani ini. Sudah bukan waktunya lagi untuk mempertanyakan masa depan dan makna sukses karena dengan apa yang penulis lakukan, ini membuktikan bahwa profesi apa pun bisa dijalankan dengan mindset sukses terlepas dari berapa usia seseorang. Asalkan dijalankan kesungguhan dan ketulusan hati, maka apa pun bisa.

Akhir kata, selamat bagi Muk Kuang yang telah mengukir sejarah sebagai salah satu motivator termuda Indonesia. Saya sangat rindu untuk melihat semakin banyak lagi motivator-motivator muda yang mempunyai semangat besar dan berani mengambil langkah maju yang tidak tipikal.

Bagi saya, seorang Muk Kuang adalah inspirator dan motivator bagi para kawula muda Indonesia, bangsa Indonesia seluruhnya, dan tidak ketinggalan bagi saya sendiri.

Salam dari San Francisco Bay Area,
Jennie S. Bev

[Penulis buku laris Rahasia Sukses Terbesar yang dikenal dengan kutipannya, “Success is a mindset, not a journey, nor a destination. It is already within you.” Kini bermukim di Kalifornia Utara dan dikenal sebagai penulis 1.000 artikel dan 60 buku dan e-book yang diterbitkan di mancanegara. Bisa dijumpai di rumah virtualnya JennieForIndonesia.com.]

18 WISDOM & SUCCESS : “Classical Motivation Stories 3”


Oleh: Andrie Wongso
Penerbit: AW Publishing
Cetakan I: Agustus 2007
Ukuran: 14 X 21 cm
Halaman: xiii + 228
ISBN: 978-979-99744-1-9
Harga: Rp60.000

PRAKATA

Buku adalah jendela dunia. Tapi, bagi saya buku tidak sekadar jendela dunia, namun ada yang lebih luar biasa, yakni sebagai jendela hati, pikiran, dan terutama jendela nurani. Betapa tidak. Sejak saya meluncurkan buku 15 Wisdom & Success pada bulan Mei 2005 dan disusul buku 16 Wisdom & Success pada bulan Maret 2006, sambutan yang muncul terhadap kedua buku itu begitu luaaarr biasa. Penjualannya laris manis. Di beberapa toko buku sempat mengalami kehabisan stok. Telepon yang masuk menanyakan keberadaan buku itu pun sangat banyak. Jujur, hal itu tentu membanggakan. Namun sebenarnya, ada yang jauh lebih berkesan dari sekadar angka-angka hasil penjualan. Adalah semangat luar biasa masyarakat yang membaca buku yang membuat saya jauh lebih merasakan efek luar biasa dari kedua buku tersebut.

Banyak testimoni yang datang langsung kepada saya, baik melalui telepon, fax, email, atau bahkan datang langsung ke kantor, yang menceritakan betapa berbagai cerita dalam kedua buku tersebut telah menginspirasi mereka. Ada yang sampai menitikkan air mata membaca uraian kisah penuh makna itu. Banyak pula yang menjadikan cerita-cerita itu untuk menyemangati orang yang dikasihi. Tak jarang, ada yang kemudian menyebarkan berbagai kisah itu dalam aneka forum dan mailist sehingga makin banyak orang merasakan dampak positif dari berbagai kisah yang saya sampaikan.

Itulah mengapa kini saya makin meyakini, bahwa buku juga dapat menjembatani perubahan yang mendasar bagi pembacanya. Dengan kisah yang menyentuh, maka hati, pikiran, dan nurani menjadi tergugah untuk melakukan berbagai perbaikan, baik untuk diri pribadi maupun lingkungannya. Sungguh, sebuah dampak positif yang luar biasa. Apalagi, cerita-cerita itu bukan hanya bisa dipahami oleh orang dewasa, namun anak-anak hingga orang tua sekalipun bisa memetik hikmah di dalamnya.

Tak heran, ketika saya juga meluncurkan CD Audio Book cerita-cerita tersebut, sambutannya pun tak kalah luar biasa. CD yang sudah memasuki seri ke-3 itu terus menuai banyak permintaan. Diperkuat dengan kisah-kisah lain yang terus saya kumandangkan melalui Radio SMART FM yang di-relay ke berbagai kota di penjuru tanah air, gulungan ombak semangat dan motivasi itu makin membesar di mana-mana. Antusiasme penelepon yang ingin masuk melalui siaran langsung di SMART FM setiap hari Senin pukul 7 pagi itu selalu saja tak bisa ditampung. Belum lagi sms yang masuk pada saat acara. Jumlahnya yang sangat banyak menunjukkan bahwa semangat dan motivasi ini terus bergema ke mana-mana.

Bahkan, sejak saya meluncurkan program the power SMS, program motivasi melalui sms dengan mendaftarkan REG AW ke nomor 2425, sambutannya pun mengalir deras. Hingga kini, ribuan orang yang terdaftar terus memberikan berbagai respon balik yang sangat positif. Mereka mengatakan bahwa ucapan singkat melalui sms itu mampu menggelorakan semangat setiap harinya. Meski pendek, kalimat-kalimat itu dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Tak cukup sampai di situ. Website saya di http://www.andriewongso.com yang didesain ulang sejak Oktober 2006, juga mendapat banyak sambutan. Website yang memuat berbagai cerita, kisah, pengalaman, dan semua hal yang berbau motivasi telah menjadi sarana pertemuan antarindividu di dunia maya, sehingga terus memperkuat gelombang motivasi ke mana-mana.

Berkaca dari semua hal itu, saya rasa inilah momen yang tepat bagi kita untuk kembali bangkit dari keterpurukan bangsa. Sebab, saya merasakan betul, semangat luar biasa yang terpancar dari audiens yang datang ke seminar-seminar saya. Bertubi-tubi testimoni yang datang, juga menandakan bahwa virus positif bernama motivasi ini telah menjalar ke mana-mana.

Dari sekian banyak tanggapan, dukungan, dan testimoni itu, ada sebagian yang menanyakan tentang seri-seri kelanjutan dari buku Wisdom & Success. Saya sendiri memang sudah jauh-jauh hari ingin melanjutkan seri buku tersebut. Sebab, masih banyak kisah menarik lain yang perlu terus diberikan kepada pembaca untuk memperkuat efek gelombang semangat dan motivasi. Karena itu, saya sebenarnya juga sangat bergembira karena belakangan ini muncul begitu banyak buku-buku sejenis yang makin menginspirasi banyak orang.

Tapi, mengingat dampak buku yang luar biasa, saya tidak ingin sekadar menuangkan sejumlah kisah dalam barisan kalimat, tanpa ada ruh cerita yang dapat menggugah semangat. Karena itu, untuk sebuah cerita saja, butuh perenungan mendalam. Sebab, bagi saya sebuah cerita akan sangat kuat memengaruhi orang jika mengandung kedalaman isi yang berasal dari pengalaman, tindakan nyata, dan perbuatan luhur yang juga harus terus saya tanamkan pada diri sendiri dan orang-orang.

Dari reaksi yang muncul berdasar pengalaman itulah, maka buku ketiga 18 Wisdom & Success ini hadir. Dengan 18 kisah yang berbeda, ada banyak hal yang bisa kita dalami dan pelajari tentang kehidupan untuk menjadikan hidup lebih bahagia, optimis, ceria, dan penuh makna. Selain itu, untuk memperkuat efek positif, buku ini dibuat jauh lebih berwarna dan dibuat dengan kesan dinamis, sehingga berbeda dengan kedua seri sebelumnya. Bahkan, saya juga menyelipkan CD gratis yang berisi lima cerita yang saya ambil dari lima CD saya (jika Anda ingin mendengarkan selebihnya, Anda bisa memiliki versi lengkap di seri CD Audio books saya)

Tak lupa, semua ini bisa menjadi nyata berkat bantuan Anda. Semua teguran, sapaan, kritikan, dan saran yang masuk menjadi bahan renungan lain yang memperkuat isi buku ini. Sekali lagi, saya tak akan bisa menjadi seperti ini tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, tak lupa saya terus memohon dukungan dalam bentuk apapun dari Anda semua. Silakan buka website http://www.andriewongso.com untuk menyalurkan semua hal yang bisa menginspirasi, baik untuk saya maupun orang lain. Dengan begitu, gelombang motivasi yang membawa hawa positif ini akan makin menyebar ke berbagai penjuru negeri. Salam Sukses Luar Biasa!

PUJIAN UNTUK BUKU INI

”Kebesaran seseorang bisa dilihat dari hasil dan buah karyanya dalam membantu seseorang menjadi lebih baik. Sebagai Presiden dari Asosiasi Management (AMA) Indonesia, Saya banyak berjumpa dengan orang yang berubah karena sosok Andrie Wongso. Persistensi, determinasi, dan konsistensi dari Penulis buku ini telah menjadikan buah karyanya. Saya yakin termasuk buku ini, akan mengubah bagian hidup Anda baik karir dan kehidupan pribadi.”
Handi Irawan D
President AMA-Indonesia
Chairman Frontier Consulting Group

“Sejak tulisan pertamanya muncul di http://www.pembelajar.com saya sudah yakin seorang Andrie Wongso akan menyumbangkan karya tulisnya kepada bangsa ini. Dan dengan gaya bertuturnya yang khas, unik, dan luar biasa itu, karya Andrie Wongso bagai embun bagi jiwa-jiwa yang bosan dengan sekadar kiat, teknik, trik-trik, dan pengetahuan tanpa kearifan (wisdom). Sukses dicari oleh jiwa-jiwa belia, sementara kearifan disukai oleh jiwa-jiwa yang matang. Dan Andrie Wongso memadukan keduanya. Bacalah!”
Andrias Harefa
Penulis 28 Buku Laris
Pendiri Sekolah-sekolah Tanpa Dinding, termasuk Pembelajar.com

“Inspirasi boleh terpatri melalui berbagai sendi dan lini kehidupan hakiki insani. Berkesan mendalam atau dangkalnya kisah itu adalah masalah selanjutnya. Sejatinya, cerita kehidupan akan bersemayam lama di hati jika dituturkan oleh pejalan nyata di lorong-lorong waktu kehidupan itu sendiri. Tiada kemunafikan, tiada kepalsuan, tiada kepura-puraan. Semuanya alami bagaikan mentari bersinar setiap pagi. Dan, di buku ini, sang pejalan itu adalah seorang legenda sejati kehidupan yang telah mengarungi fluktuasi kehidupannya dengan aneka pilihan menu hidup alami, Andrie Wongso. Beliau layak bertutur dan berbagi karena seluruh kisah inspiratif dan motivasional di lembar-lembar buku ini memang telah menjadi menu sehari-hari sepanjang perjalanan kehidupan sang legenda motivasi ini sampai hari ini. Karenanya, tidak berlebihan jika publik akhirnya menyampirkan gelar Motivator No. 1 Indonesia di pundaknya karena memang ia layak menempati posisi bergengsi itu. Semoga selancar sukses dan bahagia akan dapat terbagi selepas membaca buku bak permata ini.”
Ponijan Liaw
Penulis Buku-buku Bestseller Komunikasi & Zen terbitan Elex Media Komputindo

“Yet another inspiring book by Indonesia´s Number 1 Motivator! Some more moving stories, some more ancient wisdom, some more powerful ideas to ENERGIZE your team members to achieve greater heights!”
James Gwee
Indonesia´s Favourite Seminar Speaker

%d blogger menyukai ini: