Posts from the ‘Product & Price’ Category

Menciptakan Produk Yang Menjual


Dari sini semuanya bermula, apakah nasehat ini dilakukan atau tidak, pengusaha setuju bahwa tidak ada bisnis yang dapat bertahan tanpa passion.
Passion adalah isu emosional. Seperti layaknya bisnis dan penciptaan produk yang akan mempertahankan bisnis harus dimulai dengan apa yang kita ketahui dengan baik.

Pengusaha memiliki gaya bisnis dan pendekatan yang beragam. Masing-masing berdasarkan teknik yang diajarkan oleh lingkungannya yang memungkinkan membuat keputusan dan deviasi.

Namun ada metode umum yang telah teruji di semua bisnis dan tanggapannya terhadap penciptaan produk:

  1. Setahap demi setahap. Seperti halnya meciptakan pekerjaan yang aktual, dimulai dengan perencanaan yang sangat hati-hati.
  2. Mulai dan tuliskan. Buatlah rancangan produk yang ada dipikiran anda. Dengan menulisnya anda akan berhadapan langsung dengan ide. Apa yang sebelumnya abstrak menjadi lebih hidup. Anda dapat menambahkan, mengurangi, memperkaya, mempelajarinya dari semua sudut yang memungkinkan, membuat revisi dan alternatif atau terkadang menulis ulang hingga apa yang sebelumnya hanya berupa ide menjadi sebuah bentuk.
  3. Gunakan waktu anda dan nikmati rencana anda. Terburu-buru hanya akan menciptakan hasil yang tidak diinginkan.
  4. Spesifik – Buatlah kata kunci yang spesifik. Jangan lupa menyertakan daftar pertanyaan berikut. Apakah tujuannya? Rencana apa yang ingin anda raih?
  5. Penciptaan produk ditujukan untuk kebutuhan tertentu yang tidak ada dipasar. Jika sebuah produk telah memilikinya, versi anda harus menawarkan sesuatu yang baru sehingga menimbulkan ketertarikan dan memberikan alternatif tertentu yang dapat bertahan lama daripada yang sudah ada. Semakin populer ketersediaan produk, akan semakin baik untuk pengenalan produk anda di pasar dan penerimaannya.
  6. Penciptaan produk harus membidik segmen pasar tertentu, yang terbaik adalah mengidentifikasi sebuah produk dengan segmen yang lebih kecil, misal kelompok usia yang ingin anda dapatkan, pria atau wanita, kelas/status konsumen yang anda bidik. Ini akan membantu anda untuk tetap fokus. Jika anda seorang pembelanja, anda akan menemukan bahwa produk baru akan dengan mudah tersesat di hutan belantara produk yang telah ada. Jika anda mengunjungi toko online, anda akan berpikir bahwa semua produk yang tersedia untuk dikonsumsi telah ada di luar sana. Tapi mimpi masih menghantui anda. Anda tahu sesuatu masih bisa dilakukan. Jadi elemen apa saya yang dapat meningkatkan kesempatan produk anda di penentrasi pasar?
  7. Mencoba ceruk pemasaran. Ceruk pemasaran adalah menempatkan produk anda pada kategori khusus untuk memenuhi keinginan tertentu. Beberapa strategi yang telah diuji menemukan tempat di hati konsumen, misalnya, produk rendah karbohidrat, rendah kalori, protein tinggi, bebas gula, tanpa lemak, menambah energi, tahan lama, dan sederatan lainnya. Ceruk pemasaran membuat produk anda lebih spesifik bagi orang dengan kebutuhan spesifik.
  8. Memberikan nama. Bagian yang sulit telah dilewati. Kini saatnya memberi nama produk anda. Sebuah poin yang perlu dipertimbangkan adalah, kata-kata yang mendatangkan ide. Misalkan disebutkan awan gelap datang, ide yang muncul dalam pikiran adalah angin dingin, hujan, atau bahkan akan datang badai.

Seseorang tidak harus beranjak keluar dan melihatnya. Ide sudah ada disana. Sebaliknya, dengan segera mengambil kata, ide akan kehilangan maknanya. Akan kehilangan identitasnya dan tidak menjadi apapun. Inilah mengapa nama menjadi sangat penting. Begitu juga dengan label serta pengemasan.

Mudah untuk mengingat nama yang pendek adalah hal yang menakjubkan terlebih jika kemasan produk sangat menarik.Terkadang, tidak peduli apa yang dibilang orang bagus dan dot.com yang atraktif yang menarik trafik produk anda sehingga dapat memperkaya nilai yang diterimanya.

9. Ucapkan lagi. Pengulangan yang konstan. Pengulangan di pikiran. Ini adalah maksud dari pertempuran. Ini sebabnya mengapa firma marketing memperpanjang pemasangan iklan. Bagi beberapa produk, newsletter dan brosur dapat digunakan.

10. Segera Bertindak. Anda telah memiliki semuanya untuk diluncurkan. Channel distribusi telah diputuskan, model distribusi juga telah dipilih. Anda membuat produk anda tersedia, visibel dan kompetitif. Kemudian anda menahan nafas. Pada saat produk dikenalkan, pangsa pasar yang luas akan bereaksi. Ketika hal itu terjadi, daya tahan produk akan tergantung pada seberapa bagus produk anda seperti yang dijanjikan. Sekarang yang perlu anda khawatirkan adalah keuntungan kompetitif yang anda dapatkan.

Sumber: Joseph Then

 

 

Menciptakan Produk Yang Menjual


Dari sini semuanya bermula, apakah nasehat ini dilakukan atau tidak, pengusaha setuju bahwa tidak ada bisnis yang dapat bertahan tanpa passion.

Passion adalah isu emosional. Seperti layaknya bisnis dan penciptaan produk yang akan mempertahankan bisnis harus dimulai dengan apa yang kita ketahui dengan baik.

Pengusaha memiliki gaya bisnis dan pendekatan yang beragam. Masing-masing berdasarkan teknik yang diajarkan oleh lingkungannya yang memungkinkan membuat keputusan dan deviasi.

Namun ada metode umum yang telah teruji di semua bisnis dan tanggapannya terhadap penciptaan produk:

1.Setahap demi setahap. Seperti halnya meciptakan pekerjaan yang aktual, dimulai dengan perencanaan yang sangat hati-hati.

Mulai dan tuliskan. Buatlah rancangan produk yang ada dipikiran anda. Dengan menulisnya anda akan berhadapan langsung dengan ide. Apa yang sebelumnya abstrak menjadi lebih hidup. Anda dapat menambahkan, mengurangi, memperkaya, mempelajarinya dari semua sudut yang memungkinkan, membuat revisi dan alternatif atau terkadang menulis ulang hingga apa yang sebelumnya hanya berupa ide menjadi sebuah bentuk.

2. Gunakan waktu anda dan nikmati rencana anda. Terburu-buru hanya akan menciptakan hasil yang tidak diinginkan.

3. Spesifik – Buatlah kata kunci yang spesifik. Jangan lupa menyertakan daftar pertanyaan berikut. Apakah tujuannya? Rencana apa yang ingin anda raih?

4. Penciptaan produk ditujukan untuk kebutuhan tertentu yang tidak ada dipasar. Jika sebuah produk telah memilikinya, versi anda harus menawarkan sesuatu yang baru sehingga menimbulkan ketertarikan dan memberikan alternatif tertentu yang dapat bertahan lama daripada yang sudah ada. Semakin populer ketersediaan produk, akan semakin baik untuk pengenalan produk anda di pasar dan penerimaannya.

5. Penciptaan produk harus membidik segmen pasar tertentu, yang terbaik adalah mengidentifikasi sebuah produk dengan segmen yang lebih kecil, misal kelompok usia yang ingin anda dapatkan, pria atau wanita, kelas/status konsumen yang anda bidik. Ini akan membantu anda untuk tetap fokus.

6. Jika anda seorang pembelanja, anda akan menemukan bahwa produk baru akan dengan mudah tersesat di hutan belantara produk yang telah ada. Jika anda mengunjungi toko online, anda akan berpikir bahwa semua produk yang tersedia untuk dikonsumsi telah ada di luar sana. Tapi mimpi masih menghantui anda. Anda tahu sesuatu masih bisa dilakukan. Jadi elemen apa saya yang dapat meningkatkan kesempatan produk anda di penentrasi pasar?

7. Mencoba ceruk pemasaran. Ceruk pemasaran adalah menempatkan produk anda pada kategori khusus untuk memenuhi keinginan tertentu. Beberapa strategi yang telah diuji menemukan tempat di hati konsumen, misalnya, produk rendah karbohidrat, rendah kalori, protein tinggi, bebas gula, tanpa lemak, menambah energi, tahan lama, dan sederatan lainnya. Ceruk pemasaran membuat produk anda lebih spesifik bagi orang dengan kebutuhan spesifik.

8. Memberikan nama. Bagian yang sulit telah dilewati. Kini saatnya memberi nama produk anda. Sebuah poin yang perlu dipertimbangkan adalah, kata-kata yang mendatangkan ide. Misalkan disebutkan awan gelap datang, ide yang muncul dalam pikiran adalah angin dingin, hujan, atau bahkan akan datang badai.

Seseorang tidak harus beranjak keluar dan melihatnya. Ide sudah ada disana. Sebaliknya, dengan segera mengambil kata, ide akan kehilangan maknanya. Akan kehilangan identitasnya dan tidak menjadi apapun. Inilah mengapa nama menjadi sangat penting. Begitu juga dengan label serta pengemasan.

Mudah untuk mengingat nama yang pendek adalah hal yang menakjubkan terlebih jika kemasan produk sangat menarik.

Terkadang, tidak peduli apa yang dibilang orang bagus dan dot.com yang atraktif yang menarik trafik produk anda sehingga dapat memperkaya nilai yang diterimanya.

9. Ucapkan lagi. Pengulangan yang konstan. Pengulangan di pikiran. Ini adalah maksud dari pertempuran. Ini sebabnya mengapa firma marketing memperpanjang pemasangan iklan. Bagi beberapa produk, newsletter dan brosur dapat digunakan.

10. Segera Bertindak. Anda telah memiliki semuanya untuk diluncurkan. Channel distribusi telah diputuskan, model distribusi juga telah dipilih. Anda membuat produk anda tersedia, visibel dan kompetitif. Kemudian anda menahan nafas. Pada saat produk dikenalkan, pangsa pasar yang luas akan bereaksi. Ketika hal itu terjadi, daya tahan produk akan tergantung pada seberapa bagus produk anda seperti yang dijanjikan.

Sekarang yang perlu anda khawatirkan adalah keuntungan kompetitif yang anda dapatkan.

Sumber: Joseph Then

 

 

Harga Boleh Dipangkas, Tidak Dengan Kualitas


Beberapa perusahaan menerapkan pelayanan istimewa kepada “konsumen pareto”. Bagi perusahaan seperti ini, meski jumlahnya kecil, namun sumbangan mereka pada pendapatan perusahaan jauh lebih besar daripada konsumen kebanyakan. Lantas, bagaimana dengan konsumen kebanyakan?

Jika kini Sari Husada dikenal dengan produk-produk yang terjangkau oleh kalangan menengah-bawah, ada sejarah yang melatarinya. Saat didirikan lima puluh tahun yang lalu di Yogyakarta, perusahaan ini memang didedikasikan pemerintah dengan dukungan Unicef untuk membantu masyarakat Indonesia keluar dari masalah kekurangan gizi. Misi awal perusahaan itu terbawa hingga kini.

Tonggak kedua adalah ketika krisis mulai menghajar negeri ini. Gara-gara harga kebutuhan pokok melejit, daya beli masyarakat anjlok drastis. Jangankan beli susu, untuk mendapatkan beras saja mereka mesti kerja keras. Banyak ibu menyusui yang tidak lagi mampu memberikan susu pada bayinya. Kalau pun mampu, ibu-ibu itu memperbanyak air sehingga susu menjadi encer. Tragisnya, malah ada yang terpaksa menggantikan susu itu dengan air hasil mencuci beras. Padahal, bayi mereka amat membutuhkan asupan ASI.

Tergerak oleh situasi seperti itulah Sari Husada melakukan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tindakan nyata itu berupa penurunan harga produk-produknya. “Itu merupakan komitmen kami terhadap perkembangan anak dan ibu hamil,” cetus Jenny Go, Marketing Director PT Sari Husada Tbk kepada MARKETING.

Komitmen itu dipegang sampai sekarang, bahkan ketika kondisi ekonomi mulai sedikit membaik. Saat kompetitor menaikkan harganya, kata Jenny, tidak demikian dengan Sari Husada. Kalau pun naik, harga yang baru ini hanya “mengembalikan” harga sebelum pemotongan.

Diakui Jenny, sejatinya penurunan harga tersebut tidak menyelesaikan masalah lesunya daya beli masyarakat. Strategi ini hanya sebentuk upaya untuk membantu masyarakat menjangkau produk yang memang mereka butuhkan. Ada yang lebih penting, yakni bahwa kendati pun harga turun, tidak demikian dengan kualitas.

“Memang, masyarakat kalangan ini tidak terlalu menuntut macam-macam pada produk yang mereka beli. Yang penting mereka mampu menjangkau. Namun, kami tetap harus memperhatikan kualitas,” tegas Jenny. Ia perlu menegaskan pernyataan itu mengingat acap terdengar tudingan bahwa produk murah seringkali tidak berkualitas. Penghasil SGM, Lactamil, dan Vitalac ini ingin membuktikan sebaliknya. Bahwa kendati murah, untuk kalangan kebanyakan, kualitas tetap diutamakan. Lima sertifikasi internasional dikantonginya sebagai sebentuk pengakuan atas kualitas tersebut. Di luar itu, beberapa organisasi seperti IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), POGI (Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia), dan IBI (Ikatan Bidan Indonesia), mereka ajak bekerja sama sebagai semacam “key-spoke person” kualitas produk yang akan dikonsumsi masyarakat.

Bentuk lain pelayanan mereka adalah lewat call center. Mystery Shopping MARKETING, pada awal tahun ini pernah menguji call center mereka. Dan memang petugas penerima telepon menjelaskan dengan baik pertanyaan dan keluhan yang diajukan. Namun, mengingat persebaran konsumen Sari Husada yang merata di seluruh Tanah Air, tidak semua dilayani lewat call center. Sebab, sebagian besar masyarakat belum dijangkau layanan sambungan telepon. Nah, kepada mereka ini ditawarkan media lain, yakni surat-menyurat atau kunjungan berupa seminar dan simposium.

Secara keseluruhan, papar Jenny, setiap maksimal tiga tahun sekali diadakan “penyegaran” terhadap setiap produk. Bukan hanya pembaruan packaging atau pemunculan produk baru –sesuai tuntutan life cycle produk jenis ini, melainkan juga penyesuaian formula atas kebutuhan masyarakat seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Semua ini menunjukkan, kendati bukan “konsumen pareto”, konsumen seperti ini tetap membutuhkan pelayanan yang baik.

(AA Kunto A, Marketing edisi Agustus 04)

 

Iklan Produk Turun-temurun


Kepercayaan terhadap kualitas produk menjadi salah satu daya tarik paling mujarab bagi konsumen. Cara yang efektif bisa ditempuh lewat iklan heritage.

“Sudah tradisi…” Demikian kalimat yang dipergunakan oleh biskuit Roma dalam setiap iklannya. Kalimat itu menjadi penguat bahwa produk tersebut sudah dikonsumsi sejak lama dan turun-temurun, mulai dari kakek-nenek, ibu-bapak, hingga cucu atau cicit. Kalimat itu juga mendorong konsumen untuk percaya terhadap kualitas produk karena dikonsumsi terus menerus sejak zaman baheula. Cara yang ditempuh Roma lewat iklan tersebut adalah mewarisi produk kepada turunannya untuk terus dikonsumsi. Inilah yang disebut iklan heritage.

Umumnya, brand heritage dipakai oleh produk jamu. Hal itu sesuai dengan sifat produk jamu yang merupakan warisan yang diturunkan dari nenek moyang. Salah satu contoh paling konkrit adalah perusahaan jamu Nyonya Meneer yang berkembang hingga sekarang karena warisan resep yang diturunkan oleh pendirinya. Produk jamu itu kemudian dipercaya konsumen karena kekuatan warisan (heritage) resep nenek moyang tadi. Lihat saja, logo perusahaan ini yang hingga kini menggunakan foto Nyonya Meneer.

Belakangan, banyak pemain yang menempatkan produknya sebagai brand heritage. Beberapa langkah bisa menjadi acuan dalam menciptakannya. Tapi, satu syarat yang pasti harus dimiliki; produk tersebut harus sudah lama dikenal oleh konsumen.

Menurut Doni Prianto, pengamat periklanan dari Avicom, setidaknya ada tiga cara yang bisa ditempuh untuk mengenalkan produk sebagai brand heritage. Pertama, menggunakan orang yang sudah establish. Maksudnya, menggunakan endorser yang sudah dikenal oleh khalayak konsumen sebagai orang yang kuat untuk mengajak kepada produk yang bersangkutan. Kedua, memakai event seperti lebaran atau perkawinan. Dan ketiga, menggunakan kata tradisi.

Salah satu contoh yang masih anyar mengkomunikasikan brand heritage adalah Woods. Produk yang masuk ke pasar Indonesia sejak 1905 itu menggunakan keluarga penyanyi Katon Bagaskara sebagai endorser. Dalam iklan tersebut, terlihat keluarga harmonis terdiri dari Katon Bagaskara, Nugie dan sang Ibu yang menggunakan Woods jika batuk.

Arwin Hutasoit, Brand Manager PT Kalbe Farma, mengatakan bahwa pihaknya mengusung tema iklan brand heritage sekaligus bertujuan untuk menyampaikan dua jenis penyakit batuk yang obatnya disediakan Wood. “Kami coba mengangkat dalam iklan bahwa Woods ini sudah terbukti dan sudah lama, turun temurun, digunakan oleh konsumen Indonesia,” papar Hutasoit.

Alasan memilih keluarga Katon menurutnya terjadi secara kebetulan. Awalnya, Kalbe Farma bersama agensi Dian Mentari Pratama mencari keluarga artis yang sudah menggunakan Woods untuk menjadi endorser. Waktu yang dibutuhkan cukup lama, hingga akhirnya bertemu dengan Katon dan Nugie yang kebetulan tahu Woods dari ibunya. Jadilah mereka dipakai. Apalagi mereka dinilai cocok untuk dikaitkan dengan ide cerita yang diinginkan Woods. Hasilnya, kata Hutasoit, memang belum terlihat secara signifikan mengingat iklan tersebut baru diluncurkan sekitar dua bulan. Tetapi, dari beberapa riset kecil-kecilan, paparnya, Woods sudah dikenal sebagai obat batuk merek lama dan terpercaya, digunakan oleh keluarga secara turun temurun.

Doni menilai iklan tersebut cukup bagus dari sisi kreatif, yang secara tidak langsung kelihatan heritage-nya terutama dengan kehadiran “ibu” dari Katon dan Nugie. Namun, iklan tersebut di mata Doni belum tentu efektif. Pasalnya, Katon dan Nugie bukan anak-anak lagi, plus tokoh sang ibu yang belum dikenal oleh konsumen. “Apakah tokoh ibu itu benar-benar ibunya Katon-Nugie atau bukan?” tanya Doni.

Menurutnya, membuat iklan heritage memang tidak harus dari keluarga, bisa juga dari figur yang sudah diketahui umum. Untuk yang bukan famili, bisa menggunakan kata tradisi sebagai pesan heritage. (Tajwini Jahari/Rofian Akbar,Majalah Marketing Sept 04)

PENGEMBANGAN PRODUK


Produk menurut J. Stanton diartikan sebagai “…Is a set of tangible and tangible attributes, including packaging, color, price, manufacturer’s prestige and manufacturer’s and retailer which the buyer may accept as offering want-satisfaction” (W.J.Stanton, 1981:192).

(Produk adalah seperangkat atribut baik berwujud maupun tidak berwujud termasuk didalamnya masalah warna, harga, nama baik pabrik, nama baik toko yang menjual dan pelayanan pabrik serta pelayanan pengecer yang diterima pembeli untuk memuaskan keinginannya).

Philip Kotler menjelaskan “A product is anything that can be offered to a market to satisfy a want or need, product that are marketed include physical goods, services, experiences, events, persons, places, properties, organizations, informations and ideas” (Kotler : 200:234)

  • Beberapa tingkatan produk.

Tingkatan produk bisa dilihat dari jenis dan nilai tambah produknya. Bisa juga dilihat dari siklus kehidupan produk (product life cyle). Nilai tambah bisa meningkatkan kualitas produk dalam persaingan. Persaingan produsen bukan sekedar dalam proses saja, tapi juga dalam hal aspek tambahan yaitu pembungkus, service, iklan, pemberian kredit, pengiriman dan faktor bisa meningkatkan kepuasan konsumen. Tingkatan produk sesuai dengan nilai tambahnya Kotler membagi kedalam beberapa tingkatan :

1. Core benefit.

Keuntungan yang mendasar dari sesuatu yang dibeli oleh konsumen.seperti orang menginap di hotel agar bisa tidur dan istirahat secara memuaskan, orang masuk restoran agar bisa makan enak, dsb.

2. Basic product.

Produk dasar yang harus dipenuhi dan harus dilengkapi dari keuntungan dasar. Dalam hal ini core benefit berubah menjadi basic product. Agar tercapai kepuasan maka hotel harus melengkapi menyediakan kamar, tempat tidur, toilet, Ac dan kebutuhan lainnya secara lengkap.

3. Expected product

Konsumne memiliki harapan terhadap barang dan jasa yang telah dibelinya. Sehingga barang yang dibeli harus yang terbaik, hotel yang bisa memberikan pelayanan dan fasilitas terbaik sehingga memberikan kepuasan maksimal.

4. Augmented product.

Suatu nilai tambah yang diluar apa yang dibayangkan oleh benak konsumen. Misalnya dikamar ada TV kabel dengan chanell, SPA dan karaoke gratis, dll. Augmented produk ini punya kelemahan yang bias digunakan sebgai alat persaingan. Bisa jadi augmented product suatu waktu bisa menjadi expected product, karena konusmen telah terbiasa dengan perlengkapan tambahan tersebut yang biayanya menjadi biaya tambahan sehingga harga jadi mahal. Namun bisa juga dengan adanya augmented product biaya tidak terlalu mahal dengan tujuan untuk memenangkan persiangan.

5. Potential product

Mencari nilai tambah produk yang lain untuk dimasa depan setelah konsumen menggunakan produk dan jasa kita. Seperti pelayanan after sales, menawarkan discount member, dll

Dilihat dari siklus kehidupan produk maka sebuah produk akan mengalami tahapan-tahapan yang niscaya akan dilalui kedalam lima tingkatan antara lain :

  1. Tahap pengenalan produk (introduction)
  2.  Tahap pengembangan (Growth)
  3. Tahap kematangan (Maturity)
  4. Tahap menurun (Decline)
  5. Tahap ditingalkan (Abandonment)

Merek (brand) dan kemasan (Packaging)

Pemberian merek sangat penting untuk membantu kelancaran penjualan dan besar kecilnya merek harus dipikirkan dengan matang jangan sampai menyimpang dari keadaan dan kualitas serta kemampuan perusahaan.

Tujuan yang ingin dicapai dalam pemberian merek adalah jaminan dari para pengusaha terhadap konsumen bahwa barang yang dibeli benar-benar dari perusahaannya. Selain sebagai pembuktian akan kualitas barang, mudah diingat dan disebut sehingga konsumen dapat menyebutkan mereknya dan bisa meningkatkan ekuitas merek yang memungkinkan memperoleh margin lebih tinggi, memberi kemudahan dalam mempertahnkan kesetiaan konsumen. Serta memberi motivasi pada saluran distribusi, karena barang dengan merek terkenal akan cepat laku dan mudah disalurkan dan penangananya.

Dalam Pengembangan produk tentu masalah merek dan kemasan sangat penting sekali sehingga kita mengenal beberapa istilah yang berhubungan dengan merek :

1. Brand.

Philip kotler dan Garry Amstrong mendefinisikan : “Brand is name, term, sign, symbol or design or a combination of these, intended to identify the goods or service of one seller or group of sellers and to differentiate them from those of competitor(Kotler & Garry, 1991:260). Aaker mendefisikan :Brand is distinguishing nam or symbol such as a logo, trademark or package design, intended to identify the goods or services of either one sellers and to differentiate those goods or services from those competitor.”

Begitu juga American Marketing association (AMA) A Brand is name, term, sign, symbol or design or combination of them, intended to identify the goods or services of one seller or groups of seller and to differentiate them from those of competitor (2000:404)

Intinya Brand adalah sebuah nama, istilah, tanda, symbol atau desain atau kombinasinya yang bertujuan untuk mengidentifikasi barang dan jasa yang membedakan suatu produk dengan produk saingan.

2. Brand name

Sedang istilah brand name adalah ”..Is that part of a brand which can be vocalized-the unterable”. Nama cap adalah bagian dari cap yang dapat diucapkan, biasanya menunjukan nama perusahaan atau institusi organisasinya. Seperti Honda, Panasonic, Telkom, dll.

3. Brand mark

Brand mark adalah bagian dari merek/cap yang dapat dikenal atau diketahui, tetapi tidak dapat diucapkan, karena berupa simbol, lambang, logo, desain atau bentuk spesifik huruf atau warna. (”A brand mark is that part of brand which can be recognized but is not unterabel, such a symbol, design or distinctive coloring or lettering) Contoh : Gambar singa-MGM, gambar stir-MercedezBenz.

4. Trademark

Begitu juga dengan Trademark bisa diartikan sebagai : ”…Is a brand or part of a brand that is given legal protection, it protects the seller’s exclusive rights to use brand name or brand mark. (Cap dagang ialah merek atau bagian dari merek yang memberikan perlindungan hokum, melindungi hak-hak pemilik merek atau cap).

David A. Aaker (1997:7) mengartikan image sebagai : ”…is the total impression of what person or group people think and know about and objectEngel mendefinisikan “Imaginary is a process by which sensory information and experiences are refresented in working memory”. Kotler (1997:607) mengartikan sebagai “Image is the set of beliefs, ideas and impressions that are person holds regarding an object. Peoples attitude and actions towards an object are highly conditioned by that object’s image”.

Citra terbentuk dalam jangka waktu tertentu sebab merupakan sebuah akumulasi persepsi terhadap suatu objek apa yang terpikirkan, diketahui dialami yang masuk kedalam memori manusia berdasarkan masukan-masukan dari berbagai sumber sepanjang waktu.

6. Brand Equity.

Kotler & Amstrong (1999:glossary) Brand equity the value of a brand, based on the ectent to which it has high brand loyalty, name awareness, perceived quality strong brand associations and other asses suc as patents, trademarks an channel relationships.

Lynn B. Upshaw memberikan batasan bahwa :”Brand equiy is the total accumulated value or worth of brand the tangible assets that the brand contributes to its corporate parent, both financially and interest of selling leverage”

Artinya brand equity ialah nilai dari suatu merek didasarkan atas tingginya brand loyalty, kesdaran, kualitas, kekuatan, adanya paen yang memberi kekuatan pada suatu merek, bisa juga merupakan kumpulan dari adanya persepsi merek pada benak konsumen, mulai dari adanya brand awareness-kesadaran merek, brand acceptability-penerimaan merek, brand preference-pembeda merek yang melaihirkan brand priority-prioritas barang yang akan dibeli dan akhirnya tumbuh brand loyalty-tidak mau berganti merek.

Kalau brand equity merupakan nilai konsumen terhadap merek kita, sedang brand identity lebih merupakan seperangkat asosiasi merek yang digunakan oleh ahli strategi merek dan janji kepada konsumen yang harus dipenuhi. Brand identity sebagai bagian dari brand equity.

Brand equity memberikan nilai melalui empat fase yaitu :

1. Dimensi kesadaran merek (brand awareness) adalah kesanggupan konsumen untuk mengenali suatu produk atau seberapa kuat merek tertanam dalam ingatan konsumen. Kesadaran merek ini tertanam dalam benak konsumen.menurut Aaker bergerak mulai dari recognition=pengenalan, to recall = pengingatan, top of mind = puncak pikiran, unware of brand = tidak menyadari merek.

2. Dimensi kesan kualitas (perceived quality).

Kesan konsumen terhadap kualitas bias memberikan penilaian positif dan negative yang menghasilkan nilai. Barnes, (2001:104) ada 4 kesan seorang pelanggan terhadap produk yaitu “Value is low price, the quality I get for price I pay or everyting I want in service and is all that I get for all that I give” selain perusahaan bisa memberikan experiential dan emotional brand sesuai dengan gaya hidupnya.

3. Dimensi asosiasi (brand association)

Untuk menanmkan sebuah asosiasi brand membutuhkan waku yang sangat lama melalui periklanan dan promosi yang gencar sampai mencapai tahap kematangan produk salah satunya produk menjadi marketing leader. Coba apa yang anda pikirkan tentang produk Sanyo, odol, orson, aspirin, cellopane, nylon, Xerox,dll. Sanyo identik dengan pompa, padahal sanyo bukan hanya memproduksi pompa saja tapi alat elektronik yang lainnya. Atau aqua sudah menjadikan produk untuk brand asosiciation untuk air galonan.

4. Dimensi loyalitas (brand & customer loyalty)

Setelah melali proses diatas kesan yang kuat mealu pengalaman dan penanaman emotional brand akan melahirkan brand loyalty yang berlanjut pada customer loyalty. Jill Griffin (2002:5) mengartikan “a customer has a specific bias about what to buy and from whom. Two important conditions associated with loyalty are customer retention and total share of customer. Many companies operate under the false impression that a retained customer is automatically a loyal customer”. Lebih lanjut Griffin mengartikan “loyalty is defined as non-random purchase expressed over time by some decision-making unit”.

Ciri-ciri konsumen yang loyal terhadap produk kita dapat dilihat konsumen melakukan pembelian ulang secara teratur, juga membeli produk lain yang ditawarkan penjual, merkomendasikan teman-temannya untuk membeli produk yang sama ketempat sama dan mereka tidak mudah beralih ke produk lain.

Hermawan karta jaya menkelompokan para konsmen dilihat tingkat loyalitasnya kedalam lima kelompok :

  • Terorist customer yaitu mereka yang seperti bermusuhan dengan perusahaan karena suka mengungkapkan cerita tidak bai tentang perusahaan.
  • Trasactional customer yaitu mereka berhubungan hanya sebatas transaki saja.
  • Relationship customer yaitu mereka yang telah melakukan repeat buying.
  • Loyal customer yaitu konsumen yang selalu setia dengan perusahaan walaupun orang lain mneceritakan keburukan perusahaan tersebut.
  • Advocator customer, inilah pelanggan istimewa dan excellent.

Jill Griffin (2002:219) dalam bukunya “customer loyalty” menyatakan ada 12 hukum loyalty yaitu :

  1. Build staff loyalty, konsumen akan senang dengan staf yang dekat dengannya yang penuh pengertian.
  2. Practice the 80/20 rule artinya 80 % pendapatan lembaga bisa datang dari 20% konsumen.
  3. Know your loyalty stages and ensure your customer are moving through them, lembaga harus selalu memperbaiki tingkat loyalitsnya sehingga konsumen bias dibentuk makin lama loyal.
  4. Serve first, sell second, utamakan pelayanan, penjualan belakangan karena penjualan adalah sebagai hasil dari layanan yang baik.
  5. Aggresivelly seek out customer complaints, cari dan teliti secara aktif apa sebenarnya yang dikeluhkan oleh langganan.
  6. Get responsive and stay that way, harus responsif dan pertahankan sikap tersebut.
  7. Know your customer’s definitions of value, pahami danc ari nilai-nilai apa yang diharapkan oleh konsumen.
  8. Win back lost customers, dekati dan wawancara konsumen yang lari, kenapa mereka berpindah, shingga mereka bias ditark kembali.
  9. Use multiple channels to serve the same customer well, Konsumen biasanya memperoleh pelayaan dari berbagai personil.
  10. Give your front line the skills to perform, karyawan berdiri digaris depan dan memayani konsumen harus trampil dan professional.
  11.  Collaborate with your channel patners, gunakan chanel yang bisa dimanfaatkan oleh lembaga penjualan.
  12. Store your data in one centralized database. Kepuasan konsumen kunci utama biar konsumen loyal pada produk kita.

 

Sumber pustaka :

David A. Aaker, 2001. Strategic Market Management, John wiley & Sons, Inc, New York.
Hermawan Kartajaya. 2002, Mark Plus on Strategy, Gramedia, Jakarta.
Hermawan Kartajaya. 2007, Marketing in Venus, Gramedia, Jakarta.
Hermawan Kartajaya. 2003, Martha Tilaar, Marketing in Venus, Pt Matina Berto Jakarta.
James G. Barne. 2003. Secret of Customer Relationship Management, McGrawHill.
Jame F Angel .1994, Prilaku konsumen, Nina Aksara , Jakarta.
Jill Griffin .2002. Customer Loyalty, How to Earn It, How to Keep It, Joosey Bass. Lynn B. Upshaw. 1999. Merek sebagai Aset Perusahaan, Jurnal Pasca Sarjana Unpad Bandung.
Phlip Kotler & garry Amstrong, 1999. Priciples of Marketing, Prentice Hall International, Inc.
Phlip Kotler, 2000. Marketing Management, Prentice Hall International, Inc.
William J. Stanton. 1993. Prinsip Pemasaran, Jilid I, Erlangga, Jakarta.



Harga Boleh Dipangkas, Tidak Dengan Kualitas


Beberapa perusahaan menerapkan pelayanan istimewa kepada “konsumen pareto”. Bagi perusahaan seperti ini, meski jumlahnya kecil, namun sumbangan mereka pada pendapatan perusahaan jauh lebih besar daripada konsumen kebanyakan. Lantas, bagaimana dengan konsumen kebanyakan?

Jika kini Sari Husada dikenal dengan produk-produk yang terjangkau oleh kalangan menengah-bawah, ada sejarah yang melatarinya. Saat didirikan lima puluh tahun yang lalu di Yogyakarta, perusahaan ini memang didedikasikan pemerintah dengan dukungan Unicef untuk membantu masyarakat Indonesia keluar dari masalah kekurangan gizi. Misi awal perusahaan itu terbawa hingga kini.

Tonggak kedua adalah ketika krisis mulai menghajar negeri ini. Gara-gara harga kebutuhan pokok melejit, daya beli masyarakat anjlok drastis. Jangankan beli susu, untuk mendapatkan beras saja mereka mesti kerja keras. Banyak ibu menyusui yang tidak lagi mampu memberikan susu pada bayinya. Kalau pun mampu, ibu-ibu itu memperbanyak air sehingga susu menjadi encer. Tragisnya, malah ada yang terpaksa menggantikan susu itu dengan air hasil mencuci beras. Padahal, bayi mereka amat membutuhkan asupan ASI.

Tergerak oleh situasi seperti itulah Sari Husada melakukan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tindakan nyata itu berupa penurunan harga produk-produknya. “Itu merupakan komitmen kami terhadap perkembangan anak dan ibu hamil,” cetus Jenny Go, Marketing Director PT Sari Husada Tbk kepada MARKETING.

Komitmen itu dipegang sampai sekarang, bahkan ketika kondisi ekonomi mulai sedikit membaik. Saat kompetitor menaikkan harganya, kata Jenny, tidak demikian dengan Sari Husada. Kalau pun naik, harga yang baru ini hanya “mengembalikan” harga sebelum pemotongan.

Diakui Jenny, sejatinya penurunan harga tersebut tidak menyelesaikan masalah lesunya daya beli masyarakat. Strategi ini hanya sebentuk upaya untuk membantu masyarakat menjangkau produk yang memang mereka butuhkan. Ada yang lebih penting, yakni bahwa kendati pun harga turun, tidak demikian dengan kualitas.

“Memang, masyarakat kalangan ini tidak terlalu menuntut macam-macam pada produk yang mereka beli. Yang penting mereka mampu menjangkau. Namun, kami tetap harus memperhatikan kualitas,” tegas Jenny. Ia perlu menegaskan pernyataan itu mengingat acap terdengar tudingan bahwa produk murah seringkali tidak berkualitas. Penghasil SGM, Lactamil, dan Vitalac ini ingin membuktikan sebaliknya. Bahwa kendati murah, untuk kalangan kebanyakan, kualitas tetap diutamakan. Lima sertifikasi internasional dikantonginya sebagai sebentuk pengakuan atas kualitas tersebut. Di luar itu, beberapa organisasi seperti IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), POGI (Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia), dan IBI (Ikatan Bidan Indonesia), mereka ajak bekerja sama sebagai semacam “key-spoke person” kualitas produk yang akan dikonsumsi masyarakat.

Bentuk lain pelayanan mereka adalah lewat call center. Mystery Shopping MARKETING, pada awal tahun ini pernah menguji call center mereka. Dan memang petugas penerima telepon menjelaskan dengan baik pertanyaan dan keluhan yang diajukan. Namun, mengingat persebaran konsumen Sari Husada yang merata di seluruh Tanah Air, tidak semua dilayani lewat call center. Sebab, sebagian besar masyarakat belum dijangkau layanan sambungan telepon. Nah, kepada mereka ini ditawarkan media lain, yakni surat-menyurat atau kunjungan berupa seminar dan simposium.

Secara keseluruhan, papar Jenny, setiap maksimal tiga tahun sekali diadakan “penyegaran” terhadap setiap produk. Bukan hanya pembaruan packaging atau pemunculan produk baru –sesuai tuntutan life cycle produk jenis ini, melainkan juga penyesuaian formula atas kebutuhan masyarakat seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Semua ini menunjukkan, kendati bukan “konsumen pareto”, konsumen seperti ini tetap membutuhkan pelayanan yang baik.(AA Kunto A, Marketing edisi Agustus 04)

 

Marketing Our Brand or Products through the Facebook Network


Awal Agustus 2009 pengguna jejaring social Facebook (FB) di seluruh dunia telah menembus angka 245 juta lebih, tepatnya 246,060,640 per 3 Agustus 2009 (data diambil dari checkfacebook.com). Tentu angka ini bukanlah angka real dilapangan, karena tidak jarang satu orang mempunyai dua atau tiga account yang berbeda. Walaupun begitu, dapat diyakini jika angka real juga tidak terlalu signifikan perbedaanya dengan angka diatas, karena FB cukup tegas dalam memberlakukan TOS mereka, serta kebanyakan users juga sudah cukup terpuaskan dengan hanya memiliki satu account di FB. Fenomena perkembangan situs social networks besutan Mark Zuckerberg ini memang menyedot perhatian banyak orang, FB telah berhasil menggeser posisi Myspace sebagai pemegang tahta situs jejaring social terbesar di dunia, serta FB mampu menghadirkan trend dan mindset baru dalam dunia online advertising.

Yup,.. Facebook telah membawa trend baru online advertising “from keyword targeting to people targeting”. Sekarang para online marketer mempunyai lebih banyak keleluasaan berkreasi dalam melancarkan strategi pemasaran mereka via online ads, tidak lagi hanya berkutat dengan keywords yang selama ini di pakai di Google adwords, tapi lebih dari itu. Di Facebook anda dapat dengan leluasa men-set target market anda berdasarkan lokasi, keywords, connection, relationship, age, birthday, education, sex serta language targeting [Pembahasan lebih mendalam mengenai hal ini, akan hadir dalam tulisan tersendiri].

Di Indonesia sendiri Facebook telah menjadi bagian dari lifestyle, “gak gaul kalo gak punya fesbuk”, ungkapan yang menggambarkan betapa pesatnya “Facebook Fever” di Negeri ini. Saat ini Indonesia menempati urutan ke-7 negara dengan pengguna terbanyak di dunia, sekitar 7,547,160 users (per 3 Agustus 2009) di Indonesia juga menjadikan Negara ini berada di posisi puncak Negara dengan pengguna Facebook paling banyak di Asia. Tingkat pertumbuhan yang fantastis ini banyak dimanfaatkan oleh bisnis skala besar, menengah maupun kecil untuk me-leverage performa strategi pemasaran dan menjangkau target market mereka. Ada Apple di Facebook, ada juga BlackBerry, Garuda Indonesia, Air Asia dan masih banyak lagi yang lainya.

Namun ternyata masih cukup banyak juga pelaku bisnis yang belum memahami betul tentang potensi besar jejaring Facebook, atau mungkin sudah mengetahui tapi masih bingung harus mulai dari mana. Karena itulah saya berusaha mengumpulkan bermacam referensi, menyatukannya dengan hasil pengamatan saya sendiri dan menghadirkan artikel ini yg InsyaAllah dapat membantu anda dalam memanfaatkan FB sebagai media penetrasi produk-produk anda ke customer.

Berikut adalah beberapa hal penting yg patut anda ketahui dalam memanfaatkan Facebook secara efektif untuk mencapai marketing goals anda, reach your target audience and drive more business to you.

Create a Facebook Page

Ini adalah strategi paling mendasar yang harus anda lakukan dalam marketing presence anda di jaringan FB. Facebook Page bertujuan untuk menghubungkan target audience anda dengan landing page produk atau brand anda. Idealnya page berfungsi sebagai “hub” yang akan men-drive traffic ke landing page, entah itu berupa blog atau static web, pusat segala informasi yang dibutuhkan konsumen mengenai brand atau produk anda.

Dengan hadirnya Facebook Page, maka para pengguna FB akan dapat menjadi “fan” dari produk, brand atau mungkin perusahaan anda. Jika hal itu terjadi, maka nama dan logo anda akan muncul dalam profile page dan profile feed mereka. Disinilah “kesaktian” Facebook akan berbicara, Facebook Page anda dapat secara “virally” tumbuh tanpa anda perlu melakukan banyak hal. how that’s happen? Karena nantinya akan ada lebih banyak users yg mampu menemukan Page anda melalui profile teman mereka, highlights info di home page user itu sendiri (terletak di right sidebar, home page Facebook kita yg berisi tentang update terkini perkembangan teman-teman kita), atau melalui hasil facebook searches. Semakin besar jumlah “fan” anda maka semakin besar pula kesempatan anda untuk men-drive traffic tersebut ke landing page anda dan mengakuisisi mereka.

Jika anda belum memiliki blog/web sebagai landing page, maka Facebook Page inilah yang akhirnya berfungsi sebagai landing page anda dan mewakili program pemasaran anda secara keseluruhan di dalam Facebook. Namun, sangat saya sarankan agar anda mengambil option yg pertama, membangun sebuah landing page yg independent, baik menggunakan platform blog atau web portal, karena selain keterbatasan fungsi dan fasilitas Facebook Page, nantinya anda akan lebih fleksibel dalam melancarkan strategi pemasaran, brand awareness bahkan selling sekalipun melalui landing page anda tersebut.

Beberapa Kesalahan Dalam Manajemen Facebook Page

Abandon Your Audience

Diatas saya menyebutkan bahwa Facebook Page dapat tumbuh secara virally tanpa anda perlu melakukan banyak hal. Yup,.. memang benar, tapi itu bukan berarti anda dapat membiarkanya begitu saja dan abandon your audience. Bagaimana caranya agar page anda tetap exist dan membuat betah konsumen dalam berinteraksi dengan page anda? Berikut diantanya:

1. Talk to the audience: Ajak fan/audience anda untuk memberikan kontribusi dalam pengambilan keputusan sebuah project, event, peningkatan mutu service dan lain sebagainya melalui voting, contest ataupun diskusi. Saat ini tersedia ratusan aplikasi dari para Facebook Developer, baik gratis maupun berbayar yang dapat anda tambahkan kedalam Facebook Page untuk mendukung pola komunikasi interaktif semacam ini. Terlepas dari nantinya pendapat mereka akan anda akomodasi atau tidak, trust me, audience menyukai dan merasa di hargai sebagai manusia, bukan hanya target market semata saat anda mengajak mereka untuk berkomunikasi. voting juga merupakan bentuk resmi dalam menjalin hubungan emosional antara anda sebagai institusi dengan mereka sebagai customer. Facebook dibuat untuk manusia, maka anda pun harus melakukan pendekatan yang lebih manusiawi kepada audience.

2. Rewards: Masih berkaitan dengan point diatas, rewards akan menjadikan kegiatan voting ataupun contest di page anda semakin menarik. Untuk korporasi besar, rewards bukanlah hal yg sulit untuk direalisasikan, tapi bagi anda para business owner yg memiliki bisnis dalam skala yang lebih kecil, terkadang banyak pertimbangan untuk merealisasikanya. Namun anda tidak usah pusing memikirkan rewards, cukup hadiah kecil seperti voucher makan di café anda, merchandise lucu dari butik/distro anda, atau mungkin voucher creambath dan spa gratis di salon anda, dan masih banyak lagi pilihanya. Jika target market anda di area lokal, create-lah local event atau contest yg menarik bagi audience anda dan siapkan rewards yg menarik pula. Just make it simple, unique and attractive!

3. Regular updates: Sejatinya, fungsi dasar Facebook Page adalah media untuk community development bagi brand maupun produk anda. Untuk melakukan fungsi tersebut secara maksimal, page membutuhkan regular update yang berisi konten-konten menarik, otentik dan tentu saja community generated content. Konten dapat berupa informasi text, gambar maupun video seputar produk atau brand anda. Gaya penyampain pesan hendaknya juga diperhatikan, komunikasi interaktif akan lebih powerful dalam men-deliver message dibanding komunikasi searah yg terkesan kaku. Ingat, kita melakukan engagement dalam ruang jejaring social, jadi anda harus siap untuk melakukan direct conversation dengan audience. Karena memang social networks diciptakan sebagai media peng-eliminir batasan birokrasi dan prosedur dalam melakukan contact antar anggota, serta penyambung silaturrahmi yang fun dan tidak berbelit-belit. if you don’t enter the conversation they invite you into, they’ll stop paying you much attention. Dibutuhkan semua fungsi dalam management Facebook Page, baik marketing communication, public relation maupun customer care and services.

Spamming

Ini adalah kesalahan “terberat” yg sering tidak disadari oleh admin sebuah Facebook Page. Dengan tujuan ingin menjaga agar audience selalu ter-update dengan info terkini, tidak jarang para admin mengirim banyak sekali informasi via message blast ke audience. Berjejalnya informasi dalam inbox adalah hal yang sangat annoying, mengapa? Karena inbox adalah area privacy bagi users, sama halnya dengan wall. Kita hendaknya memahami ini dan tidak sembarangan “menjajah” area pribadi mereka guna mencapai tujuan yang kita inginkan. Ada etika dan pendekatan tersendiri yang harus kita jaga, karena sekali lagi kita berhubungan dengan manusia dalam dunia yang flat, tanpa melihat status social dan minim birokrasi. Semua orang punya power didalam account mereka masing-masing, dan itu harus kita hargai.

Jika kesalahan seperti ini tetap anda dilakukan, itu berarti anda telah melakukan spamming ke audience anda, dan tentu saja hal ini tidak baik bagi strategi pemasaran anda kedepan. everybody hates spam, dan ingat less then 5 second dengan mudah mereka dapat me-remove membership sebagai fan dari page anda jika mereka merasa terganggu. Jika hal itu terjadi, congratulation! you’ve lost many potential audiences yang seharusnya dapat anda edukasi untuk dijadikan sebagai loyal customer anda nantinya.

Lalu apakah hal ini berarti kita tidak boleh menggunakan fasilitas mssg blast tersebut? Bukan seperti itu, kita tetap dapat memanfaatkan fasilitas itu tapi dengan tidak berlebihan. Anda dapat men-set perioda pengiriman mssg secara berkala, atau mungkin memilih moment dan event penting tertentu baru anda mengirimkan mssg. Aktiflah berkomunikasi dengan audience anda, pelajari karakter mereka, maka anda akan tahu kapan waktu yang tepat untuk mengirimkan mssg kepada mereka.

Pertanyaan selanjutnya, apa yang harus kita lakukan jika banyak sekali informasi yang harus kita kirimkan kepada audience, tapi kita juga tidak ingin melakukan spam kepada mereka? Poin berikut ini adalah jawabannya.

Create an Icon

Untuk menghindari kegiatan spamming terhadap audience, mengingat banyak sekali informasi yg harus dikirimkan kepada audience, solusi terbaik adalah menciptakan Icon special bagi produk atau brand anda. Icon ini adalah personifikasi dari brand dan produk anda yang mampu menjalankan fungsi sebagai product/brand ambassador, public relation, serta ujung tombak marketing communication dan customer care anda di Facebook.

Mari kita ambil contoh, brand otomotif Honda menugaskan Asimo sebagai brand ambassador dan ujung tombak strategi pemasaran mereka di Facebook. Asimo hadir melalui regular account (bukan page/groups) dan berinteraksi social layaknya manusia biasa. Dia menjalin persahabatan, menebar pesona kesana kemari dan menjaring sebanyak-banyaknya teman guna membangun sebuah jaringan.

Main idea-nya adalah bagaimana anda dapat menghadirkan brand/product anda layaknya manusia melalui ambassador ini. Jika hal itu berhasil anda lakukan, maka anda akan mampu membangun sebuah hubungan emosional antara brand/product anda dengan konsumen. Sebagian besar tugas delivery mssg dapat anda bebankan kepada Icon anda ini melaui update statusnya, posting link atau notes-nya, comment-comment-nya, wall to wall post dan masih banyak lagi. Design-lah ia semenarik mungkin, mainkan emosi layaknya manusia biasa, kadang bergembira, lucu, gokil, sedikit sedih, bingung atau apalah, sedikit naughty lewat flirty juga boleh, tapi tetap jaga profesionalitas dia sebagai ambassador yg bertanggung jawab terhadap fungsi-fungsi dasarnya tadi. Rajinlan meng-update status yang mampu menjaring sebanyak mungkin komentar dari teman-temanya.

Buat audience sedekat mungkin dengan Icon anda, dan trust me! Batasan privacy akan menjadi jauh lebih longgar bagi anda dalam berhubungan dengan mereka, karena brand/product anda yg diwakili Icon sudah menjadi sahabat bagi mereka, bagian dari hidupnya, bukan lagi sebagai benda asing yang datang kepada mereka, hanya untuk alasan mencari keuntungan bisnis semata. Sampai di level ini, artinya anda telah berhasil merebut hati customer anda, salah satu wujud dari Personal Touch Campaign.

Variasi pemilihan Icon juga hendaknya disesuaikan dengan karakter segmen market yang dibidik, tidak lucu kan kalau misalnya IM3 datang dengan ambassador yang serius dan identik dengan kematangan, Icon-nya haruslah lucu, fun, funky, gokil and smart sesuai dengan target generasi muda yang diincar, begitupun dengan Matrix, Halo, X-Plor, Yarris, Jazz atau brand-brand lainya, harus selalu disesuaikan dengan karakter pasar masing-masing.

Apakah ambassador harus selalu berwujud karakter kartun, robot atau semacamnya? Tidak juga, anda sendiri dapat menjadi brand ambassador bagi brand/produk anda. Let say anda memiliki salon atau butik, hadirlah dengan karakter yang sesuai dengan pasar yg anda bidik, entah itu melalui foto-foto anda, info di profil atau yang lainya. Bedakan antara account pribadi anda dengan account ambassador yg anda miliki. Sekali lagi ingat, anda hadir sebagai icon yg harus mampu menjalankan fungsi-fungsi penting diatas tadi. Jadi jika nanti suatu saat ada konsumen yang complain dengan service bisnis anda, maka hadapilah secara professional.

Tehnik-tehnik yang saya sebutkan diatas adalah tehnik yang dapat anda manfaatkan secara gratis, tetapi tetap powerful dan efektif jika anda melakukanya secara benar. Sinergi antara page dengan icon ambassador anda dapat menjadi senjata ampuh untuk “menakhlukkan” hati konsumen anda. Pada article selanjutnya, saya akan membahas tentang bagaimana memperkuat Marketing Strategy anda menggunakan Facebook Engagement Ads. Tehnik ini akan menjelaskan bagaimana anda dapat menjangkau audience yang lebih luas dan lebih efektif dalam mencapai sasaran.

Untuk mencapai hasil maksimal, hendaknya Marketing Strategy on Facebook anda menjadi bagian dari large marketing strategy dalam perusahaan anda, tempatkan “man behind the wheels” yang secara serius meng-handle program pemasaran ini, bisa anda sendiri atau salah satu staff anda. Ketika customer menyadari bahwa ada real people yang concern melayani mereka, maka kepercayaan mereka terhadap anda akan semakin meningkat. Dan bukan tidak mungkin mereka akan dengan sukarela memberitahukan hal ini kepada orang yang dikenalnya. Masih ingat the power of trust and word of mouth? Yup itu yang akan anda dapatkan nantinya. Seriuslah dan manfaatkan sebesar-besarnya potensi social networks yang masih akan terus berkembang ditahun-tahun mendatang.

Tidak gratis memang, namun hal ini sangat berpotensi untuk membesarkan bisnis anda dan meraih hasil yang lebih dari expectasi anda. Yaa,.. sekarang saatnya anda spend some money di Facebook, setelah bermain dengan yg gratisan. Manfaatkan fasilitas berbayar di Facebook dan perkuat engagement anda melalui facebook advertising solutions and applications on the facebook platform dan generate more traffic to your bussiness.
Saya tunggu feedback dari anda guna perbaikan article ini dimasa mendatang. I’ll see you on the next article “Power up Your Marketing Strategy with Facebook Engagement Ads”.

Hope it’s useful! Powered by http://al-mansur.info

%d blogger menyukai ini: