Posts from the ‘MANAJEMEN KEUANGAN’ Category

MANAJEMEN CASHFLOW UNTUK AWAM DAN PEMULA


I. CASH IN VS CASH OUT

A. Mengenal Lebih Dekat dengan Cash In – Cash Out
Cash in dan cash out adalah istilah lain dari pemasukan dan pengeluaran. Bila diibaratkan dengan keran, cash in dan cash out adalah keran air. Bila keran itu dibuka lebar, maka seluruh air akan tumpah dan kita akan basah. Namun, apabila keran sama sekali tidak dibuka, kita akan kering dan kehausan.

Oleh karena itu, sebaiknya kita membuka keran di waktu yang tepat serta dalam porsi yang secukupnya, tidak terlalu lebar dan tidak terlalu sempit. Sama dengan penghasilan, jika tidak digunakan sama sekali maka kita tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Namun, bila menggunakannya untuk membeli barang-barang yang tidak bemanfaat, hal itu sama saja dengan membuang uang di sepanjang jalan, walaupun sebenarnya uang tersebut masih dibutuhkan.

B. Kebutuhan Real Vs Kebutuhan yang Direncanakan
Tujuan dari perencanaan keuangan pribadi adalah untuk mengetahui total kebutuhan hidup kita, serta membandingkannya dengan yang sesungguhnya terjadi. Dengan begitu, kita bisa mengetahui mengapa bisa terjadi selisih dan bagaimana memperbaikinya.

Beberapa alasan yang menyebabkan pengeluaran sesungguhnya melenceng dari perencanaan :
1. Tidak mengetahui persis harga di pasaran ( harga sesungguhnya).
2. Pengaruh lingkungan
3. Kebutuhan yang tak terduga
4. Peristiwa di luar rencana

C. Kebutuhan Vs Keinginan
Keinginan merupakan dorongan emosional, sedangkan kebutuhan merupakan dorongan logika. Banyak di antara kita yang membeli karena faktor keinginan (dengan dorongan emosional) dan bukan karena faktor kebutuhan (dengan dorongan logika).

D. Sumber-Sumber Cash on Hand
Cash on Hand adalah istilah dalam akuntansi yang berarti meminjam. Atau dapat diartikan dengan uang yang berhasil didapat atau dihasilkan. Mendata dan mencatat dari mana saja sumber pemasukan yang diterima akan membantu mengetahui kemampuan diri selama ini. Seberapa besar kemampuan diri dalam menghasilkan uang.

Sumber-sumber cash on hand dibedakan menjadi 2 :

1. Sumber rutin.Adalah sumber yang setiap bulan pasti kita terima dengan jumlah yang relatif sama. Contohnya : diri sendiri dan orang lain.

2. Sumber tidak rutin. Adalah sumber yang diperoleh sekali-sekali saja dan jumlahnya tidak tetap. Contohnya : bonus dari perusahaan, royalti menulis buku, hasil usaha sampingan dll.

Manfaat dari mendata sumber-sumber pemasukan adalah :

  1. Bisa mengetahui secara terperinci dari mana saja sumber penghasilan selama ini.
  2. Bisa mengetahui sumber-sumber penghasilan yang paling banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan kita.
  3. Bisa mengetahui apakah kita sudah memberdayakan seluruh kemampuan untuk mendatangkan sumber-sumber penghasilan tersebut.
  4. Bisa menemukan cata atau strategi bagaimana cara meningkatkan pendapatan yang dapat diterima.

E. Cash In dan Cash Out adalah Dua Hal yang Saling “Meniadakan”
Cash in dan cash out adalah unsur berbeda yang bersaing satu sama lain. Cash in adalah unsur yang membuat kita memiliki keinginan untuk mendapatkan sumber-sumber pemasukan yang sebesar-besarnya. Selain itu, cash in juga merupakan salah satu ukuran apakah kita dikatakan makmur atau tidak.

Beberapa faktor yang membuat pengeluaran lebih besar daripada pemasukan :

  1. Godaan gaya hidup
  2. Adanya kebutuhan tidak terduga yang tidak disiapkan sebelumnya
  3. Faktor alamiah. Adalah faktor asli penyebab tidak cukupnya pendapatan akibat harga kebutuhan yang tinggi, sedangkan pendapatan tidak terlalu tinggi. Misalnya : penghasilan di bawah UMR atau bisa saja penghasilan sama dengan UMR namun tanggungan/beban yang dimiliki sangat banyak.
  4. Adanya peristiwa tidak terduga
  5. Faktor lain. Adalah memang beban hidup yang lebih besar daripada kemampuan yang seharusnya.

II. PENGARUH CASH FLOW MANAGEMENT TERHADAP MASA DEPAN
Pada dasarnya, manajemen arus kas untuk keuangan pribadi adalah cara-cara yang digunakan untuk membuat arus kas pribadi menjadi sehat , yaitu pengeluaran bisa ditekan dan pemasukan bisa dioptimalkan.

A. Pentingnya Cash Flow Management

Pentingnya cash flow management adalah :

1. Nilai uang akan semakin turun dari waktu ke waktu karena adanya inflasi.
Inflasi merupakan alasan yang membuat daya beli uang turun. Sebelum terjadi inflasi, sebaiknya kita menyisihkan uang untuk disimpan. Simpanan uang tersebut dapat digunakan sebagai dana ketika inflasi terjadi.

2. Kenaikan pemasukan kadang tidak sebanding dengan kenaikan inflasi.
Sebagian besar masyarakat hanya memiliki pemasukan sebesar UMR, sedangkan pengeluarannya jauh lebih besar dari penghasilan tersebut. Namun, banyak di antara kita yang tidak mengetahui berapa penghasilan dan pengeluaran pasti yang dimiliki. Tanpa mengetahui pos-pos yang membuat keuangan menjadi demikian rumit.

3. Uang adalah sesuatu yang riskan atau elastis atau sensitif.
Uang selain mendatangkan berkah, juga dapat mendatangkan musibah. Tidak heran jika ada ungkapan bahwa uang adalah sesuatu yang sensitif. Biasanya kita akan lebih “care” dan berhati-hati dalam memperlakukan sesuatu yang sensitif.

4. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang bisa berhasil tanpa adanya pengaturan yang baik.
Tujuan tidak akan tercapai bila tidak ada perencanaan yang baik. Begitu pula dengan masalah keuangan.

5. Manusia adalah makhluk yang mudah terlena.
Tidak bisa dipungkiri, manusia adalah makhluk yang mudah terlena terhadap kondisi yang sedang dialami. Terlebih bila kondisi tersebut tergolong “comfort zone” atau zona nyaman. Kenyamanan tersebut biasanya membuat kita kurang berhati-hati dalam membelanjakan uang. Oleh karena itu, buatlah perencanaan keuangan apapun kondisinya.

B. Pengaruh Cash Flow Management terhadap Masa Depan
Cash flow management berpengaruh terhadap masa depan dan pada kondisi kita dalam jangka panjang. Perencanaan keuangan serta pengaturan cash in dan cash out akan membuat kita memiliki persiapan dan tujuan keuangan yang matang dan terstruktur.

Pengaruh cash flow management terhadap masa depan :

1. Cash flow management membantu kita untuk memetakan tujuan jangka panjang.
Pengaturan kas masuk dan kas keluar bisa memetakan tujuan jangka panjang. Dengan adanya arus kas yang terjadi pada masa sekarang, kita bisa memetakan kondisi kita lima tahun ke depan. Misalnya, bila cash out selalu lebih besar dari pada cash in, maka kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi bila terus menerus mempertahankan kondisi seperti itu.

2. Cash flow management memandu apa yang harus dilakukan pada masa sekarang demi tujuan tertentu di masa depan.
Dengan manajemen yang baik, kita dapat mengatur keuangan seberapapun penghasilan yang diperoleh. Dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan tujuan masa depannyapun tercapai dengan baik. Besar atau kecilnya penghasilan bergantung pada sudut pandang dan cara mengelola pemasukan tersebut. Dengan pencatatan arus kas masuk dan keluar, kita akan mengetahui kemampuan serta probabilitas untuk mewujudkan rencana jangka panjang.

3. Mengetahui kemampuan keuangan kita adalah sangat penting.
Dengan mengetahui rasio keuangan pribadi, kita dapat mengetahui kemampuan keuangan kita.

4. Cash flow management akan mengantarkan kita untuk membuat strategi keuangan yang tepat.

5. Manajemen arus kas akan membuat kita bisa memutuskan strategi yang tepat dalam merencanakan keuangan.

Dengan jumlah penghasilan tertentu, maka kita bisa memutuskan beberapa hal :

  • Berapa yang akan ditabung
  • Berapa persen pendapatan yang digunakan untuk investasi
  • Kapan kita akan mengambil asuransi.
  • Bagaimana cara meningkatkan pendapatan.
  • Bagaimana cara mengoptimalkan pendapatan dan pengeluaran.Dll.

C. Inflasi dan Turunnya Nilai Uang
Inflasi adalah salah satu alasan mengapa kita harus melakukan manajemen arus kas. Inflasi merupakan kenaikan harga barang secara terus menerus yang diakibatkan oleh beberapa hal. Akibatnya inflasi dapat menurunkan nilai mata uang.

Ada beberapa sebab terjadinya inflasi :
a) Kenaikan permintaan
b) Kenaikan harga bahan baku
c) Berkurangnya penawaran
d) Faktor-faktor lain
Contohnya : kondisi perekonomian suatu negara

D. Hubungan Inflasi dengan Perencanaan Keuangan dan Cash Flow Management
Inflasi merupakan masalah bagi sebagian besar masyarakat. Untuk itu, kita harus mengalokasikan pendapatan untuk menutupi kebutuhan kebutuhan kita jika terjadi inflasi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan besarnya presentase pendapatan yang sebaiknya disisihkan untuk cadangan jika terjadi inflasi :

1. Jumlah inflasi rata-rata per tahun
Misalnya prediksi inflasi tahun depan adalah 6%. Dengan demikian, pada akhir tahun ini hingga tahun depan kita harus menyisihkan pendapatan sebesar 5%-7% untuk cadangan inflasi. Jumlah cadangan inflasi yang dialokasikan harus selalu menyesuaikan dengan rata-rata inflasi per tahun. Dengan demikian, jumlah cadangan inflasi yang kita buat selalu berubah atau bersifat fluktuatif. Saat inflasi tinggi, cadangan yang dialokasikanpun tinggi, begitu juga sebaliknya.

2. Jumlah pendapatan
jumlah cadangan inflasi dapat pula diambil berdasarkan jumlah pendapatan per bulan. Misalnya, kita menyisihkan 10% penghasilan untuk cadangan inflasi. Dengan demikian setiap bulan kita akan memotong penghasilan kita sebesar 10% untuk cadangan inflasi.

III. CASH FLOW MANAGEMENT UNTUK BERBAGAI JENJANG

A. Pengelolaan Cash Flow untuk Pelajar dan Mahasiswa

1. Ubahlah mindset terlebih dahulu
Pelajar atau mahasiswa adalah subjek aktif yang menentukan sehat tidaknya keuangan pribadi

2. Mencatat sumber pemasukan
Dengan mencatat sumber pemasukan, dapat membantu memberi gambaran sejauh mana kita tergantung pada pihak ketiga, dalam hal ini adalah orang tua.

3. Mencatat pengeluaran
Berikut ini adalah cara-cara yang bisa dilakukan ketika membuat daftar rencana pengeluaran dari berbagai jenjang, yaitu :

• SD. Pengeluaran yang harus dicatat : Pengeluaran rutin; Pengeluaran Tetap : bayar SPP, Pengeluaran Tidak Tetap : naik angkot, jajan, dan pengeluaran lain;Pengeluaran Tidak Rutin ( Pengeluaran yang hanya terjadi secara berkala) : rekreasi kelas, santunan, dll.

• SMP. Pengeluaran yang harus dicatat :
a. Pengeluaran rutin : SPP, Transport dan uang makan, Uang ekstrakulikuler, Biaya kesehatan, Infak, Membeli buku,Menabung.
b. Pegeluaran tidak rutin : Nonton, Membeli puls, Membeli majalah remaja.

Oleh karena pengeluaran pada waktu SMP lebih banyak dari pada ketika SD, maka sebaiknya kita sudah mulai memikirkan untuk mencari uang tambahan. tetapi pekerjaan sampingan yang dilakukan tidak boleh mengganggu kegiatan utama pelajar yaitu “belajar”. Namun, bila belum berniat untuk mecari uang tambahan, maka kita bisa melakukan tindakan penghematan yaitu dengan memangkas pengeluaran untuk bisa menabung.

• SMA. Saat SMA, sudah harus mulai memikirkan cara mencari uang tambahan. Selain untuk meringankan beban orang tua, kita harus mulai memikirkan cara mencari uang. Memikirkan cara mencari uang akan membuat otak kanan bekerja, oleh karena itu kita akan terbentuk menjadi orang yang kreatif. Gunakankah kreatifitas untuk mendapatkan uang, misalnya  Aktif mencari beasiswa, Membuka les privat, Memiliki toko online, Berjualan pada waktu luang, Dll.

Kuliah
a. Lulus SMA langsung kuliah
Sudah seharusnya kita mencari uang tambahan yaitu dengan cara : Mencari beasiswa, Mengajar di bimbel, Menjadi asisten dose, Ikut MLM, Bisnis kecil-kecilan, Dll.

b• Kerja Dulu Baru Kuliah
Oleh karena sudah mendapatkan pekerjaan yang pasti, maka kita sudah mulai untuk memikirkan membentuk passive income melalui kergiatan investasi.

B. Pengelolaan Cash Flow Management untuk Pekerja yang Belum Menikah. Hal-hal yang harus dilakukan :
1. Memperlakukan gaji pertama
a. Menyimpannya sebagai kenang-kenangan
b. Mengalokasikan untuk kegiatan hiburan
c. Mengalokasikan untuk beragam kebutuhan

2. Mengalokasikan gaji kedua dan seterusnya. Gaji kedua dan seterusnya bukan untuk dihambur-hamburkan.

3. Mengalokasikan gaji untuk investasi dan rencana masa depan
Beberapa rencana yang biasanya dimiliki sebagai seorang lajang ;
o Menikah
o Memiliki rumah
o Memiliki kendaraan
o Sekolah lagi
o Dll
Selain hal-hal tersebut, satu hal lagi yang tidak boleh terlupakan, yaitu investasi.

4. Masalah yang biasanya dihadapi

a. Bila gaji jauh di bawah standar
Cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi masalah ini adalah dengan memiliki side job atau pekerjaan sampingan.

b. Perlukah memiliki kartu kredit?
Beberapa cara yang bisa digunakan agar tidak terjebak kartu kredit :

  • Menganggap kartu kredit sebagai ATM.
  • Menyimpannya dan hanya membawanya saat diperlukan.
  • Mangalokasikan pengeluaran rutin untuk kartu kredit.
  • Berpikir ulang sebelum kita mengajukan pembuatan kartu kredit dengan menganalisa cost dan benefitnya.
  • Membayar kartu kredit tepat waktu agar tidak kena denda.
  • Jangan terlalu banyak memiliki kartu kredit.
  • Jangan mudah tergiur dengan berbagai tawaran dan kemudahan yang diberikan oleh bank untuk menerbitkan kartu kredit.
  • Bila kita orang yang mudah tergiur, menghindarlah ketika ada sales CS bank yang menawarkan kartu kredit.
    c. Cara memperlakukan bonus akhir tahun dan Tunjangan Hari Raya (THR).
    -THR
    o Meningkatkan porsi untuk infak
    o Mengalokasikan untuk mudik dan keperluan hari raya dengan porsi yang tidak terlalu berlebihan.
    o Alokasikan untuk dana cadangan.
    -Bonus Tahunan
    o Segera lunasi hutang jika kita berhutang.
    o Alokasikan untuk investasi.
    o Memperbesar infak.

C. Pengelolaan Cash Flow untuk Pasangan Muda

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan bersama pasangan :

a. Perlukah suami-istri sama-sama bekerja?
Bekerja bukan sarana untuk mengumpulkan materi. Bisa jadi dari sisi finansial suami sudah bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun dari sisi psikologis, bekerja adalah sarana untuk mengaktualisasikan diri bagi istri.

b. Bekerja tak harus ke luar rumah atau ke kantor setiap hari.
Jika suami tidak mengijinkan seorang istri untuk bekerja dengan alasan keamanan atau dan lain sebagainya, seorang istri bisa bekerja di rumah.

c. Bila belum memiliki momongan
Ketika belum memiliki momongan, tetap alokasikan dana untuk menabung.

d. Siapa yang menjadi freelancer.
Pekerjaan seorang freelancer banyak dilakukan di rumah asal ada teknologi pendukung seperti komputer dan internet. Sebaiknya salah satu saja yang menjadi freelancer. Jangan dua-duanya. Jika keduanya menjadi freelancer, pikirkan dulu masak masak untung ruginya.

e. Bila kedua belah pihak ingin sekolah lagi.
Bila kedua belah pihak ingin kuliah lagi, sebaiknya pelaksanaannya secara bergantian, suami atau istri telebih dahulu.

f. Mengambil kredit rumah, perlukah?
Haruskah kita mengkredit rumah atau menyewa saja? Sebelum memutuskan ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan :

  • Apakah kita berada dalam jangka waktu lama di kota tersebut?
  • Bila hanya tinggal sementara, kemungkinan untuk pindah sangat besar, maka kita tidak perlu membeli rumah di kota tersebut.
  • Yakinkan kemampuan diri sendiri dan pasangan ketika akan membeli rumah.
  • Pada intinya membeli rumah bukanlah sebuah kerugian namun sebaliknya.

g. Menangkal ego dari masing-masing pihak. Sudah seharusnya suami istri adalah satu sinergi yang harus saling mendukung. Masalah-masalah yang timbul biasanya akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia pernikahan.

D. Pengelolaan Cash Flow untuk Ibu Rumah Tangga.

1. Ibu rumah tangga yang bekerja
Bagi ibu rumah tangga yang memiliki usaha, sebaiknya pencatatan transaksi keuangan dipisahkan antara keuangan “perusahaan” dan keuangan keluarga demi alasan profesionalisme.
2. Ibu rumah tangga yang sama sekali tidak bekerja
Karena ibu rumah tangga ini tidak memiliki keuangan pribadi, maka haruslah pintar-pintar dalam mengelola keuangan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh semua golongan ibu rumah tangga terhadap penerimaan dan pengeluaran keluarga :

  1. Setelah menerima pemasukan, segeralah alokasikan ke dalam pos-pos primer.
  2. Jangan menunda untuk mengaolokasikan pendapatan ke dalam pos-pos yang sudah ditentukan.
  3. Bila uang bulanan tidak diberikan dalam bentuk tunai melainkan dalam bentuk rekening, maka sarana kita untuk bertransaksi adalah melalui ATM.
  4. Ambil uang yang ada di ATM satu minggu sekali. Jangan diambil sekaligus.
  5. Pos-pos yang biasanya harus diwaspadai adalah pos untuk berbrlanja.
  6. Jangan lupa untuk selalu mencatat pengeluaran dan pemasukan yang terjadi.
  7. Simpan bukti transaksi. Supaya bisa membandingkan harga di tempat mana yang lebih murah.
  8. Belanjalah di beberapa tempat, jangan hanya di satu tempat. Saat akhir tahun biasanya pelanggan setia akan mendapatkan bonus dari penjual.
  9. Manfaatkan momen diskon.
  10. Memiliki rekening di beberapa bank bisa menjadi alternatif bila kondisi keuangan sudah stabil.

E. Pengelolaan Cash Flow untuk Keluarga.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan keluarga :
1. Memberikan uang saku pada anak. Sebelum memutuskan cara memberikan uang saku pada anak, kita harus memperhatikan kondisi, karakter, serta jenjang setiap anak. Memberikan uang saku per bulan akan mengajarkan anak bertanggung jawab pada diri sendiri. Terlalu memberikan kelonggaran pada keuangan anak juga bukan sikap yang tepat. Karena anak akan menganggap bahwa mendapatkan uang itu mudah.
2. Sejak kapan anak diajarkan untuk menghasilkan uang?
Beberapa cara mengajarkan anak akan arti pentingnya uang di antaranya mengajak anak bergabung dalam proyek yang kita miliki kemudian memberinya upah, mengarahkan hobi anak agar menghasilkan uang, dan mengajari cara-cara mencari uang dengan kreativitas.
3. Setiap angota keluarga memiliki rekening.
Tujuan setiap keluarga memiliki rekening di bank adalah agar setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab.
4. Setiap anggota keluarga hendaknya membuat laporan keuangan pribadi mengenai pemasukan dan pengeluaran keluarga.
5. Membuat bisnis yang bisa dikelola oleh semua anggota keluarga.
Bisnis yang dikelola keluarga bisa mempererat hubungan keluarga dan bisa untuk investasi jangka panjang.

F. Pengelolaan Cash Flow untuk Freelancer

Yang harus diperhatikan oleh seorang freelancer :
1. Catat pemberi kerja dan jenis pekerjaan yang kita lakukan.
Tujuan dari pencatatan ini adalah melihat dan mengukur seberapa besar kemampuan kita untuk “hidup” dengan mengandalkan hasil seorang freelancer.
2. Catat setiap tanggal kapan kita menerima honor.
3. Mencatat klien potensial dan non potensial.
Kita harus memiliki catatan tersendiri tentang karakteristik dari setiap pemberi kerja.
4. Investasi menjadi hal yang wajib.
Di saat kita sedang di puncak dengan penghasilan yang besar maka porsi untuk investasi juga seharusnya besar.
5. Penghasilan sebagai freelancer bersifat variable sedangkan pengeluaran bersifat fixed.
Untuk mengantisipasi saat ketika tidak punya pekerjaan dan tentu tidak punya penghasilan, sebaiknya kita membuat pos baru. Pos yang diisi dengan menyisakan honor setiap bulannya.
6. Passive Income adalah hal yang sangat penting.
Passive incame bisa kita ciptakan melalui kegiatan : investasi dan menabung.

IV. MENINGKATKAN CASH IN DAN MENEKAN CASH OUT

A. Meningkatkan Cash In
1. Pelajar dan Mahasiswa
Apa saja yang bisa dilakukan sebagai pelajar untuk menambah penghasilan?
a. Membuka bisnis tanpa modal atau dengan modal minimal. Bisnis online bisa menjadi pilihan dalam menjalankan bisnis dengan modal minimal.
b. Meraup keuntungan dengan blogging.
c. Menjadi pengajar privat.
d. Menjadi asisten dosen.
e. Berinvestasi.
f. Mengikuti lomba atau kuis-kuis berhadiah yang sesuai dengan kemampuan kita.
g. Mengikuti lomba karya tulis.

2. Pekerja baik freelance maupun tetap
Apa saja yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan ?
a. Membuka bisnis online.
b. Merintis usaha.
c. Berinvestasi.
d. Menjalin relasi dengan banyak orang.
e. Meningkatkan kinerja agar mendapatkan promosi jabatan.

3. Ibu rumah tangga
Selain mengurus keluarga, ibu rumah tangga juga bisa menghasilkan uang, yaitu dengan cara : Berbisnis onlin; Membuka usaha yang sesuai dengan minat dan bakat.Contoh : konveksi, catering, les privat, dll;Menjadi freelancer.

Terlepas dari usaha untuk meningkatkan pandapatan dari berbagai jenjang, ada beberapa cara untuk meningkatkan pendapatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, di antaranya :
1. Investasi
Meliputi investasi jangka panjang, investasi jangka menengah, dan investasi jangka panjang. Disesuaikan dengan rencana dan kemampuan keuangan keluarga. Adapun beberapa jenis investasi yang bisa kita pilih, antara lain : Saham, Obligasi, Forex (foreign exchange) atau pertukaran mata uang asing, Reksadana.
Reksandana hampir sama dengan arisan:Tanah, Properti, Emas.
2. Mencari pekerjaan yang lebih baik
3. Berbisnis

B. Menekan Cash Out
Meningkatkan pendapatan adalah hal yang tidak mudah. Namun, lebih tidak mudah lagi menekan pengeluaran. Agar terhindar dari pengeluaran yang sia-sia, bisa diterapkan hal-hal di bawah ini :

  1. Tentukan pos wajib dan tidak wajib
  2. Kebutuhan lebih penting dari keinginan
  3. Alokasikan dana untuk infak di awal
  4. Jangan membawa banyak uang tunai ketika bepergian terutama ber belanja
  5. Jangan membawa semua ATM dan kartu kredit
  6. Jika berbelanja, sebaiknya ditemani dengan orang yang memiliki karakter berbeda dengan kita
  7. Jangan meletakkan uang pada dompet yang sama
  8. Waspada terhadap hal-hal yang membuat kita tergoda
  9. Jangan terlalu sering makan di luar
  10. Sebisa mungkin hindari berhutang pada pos lain untuk memenuhi pos lainnya

V. MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA

A. Fungsi Laporan Keuangan Sederhana
Tujuan perusahan membuat laporan keuangan adalah untuk pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut terdiri atas pihak internal (pemilik perusahaan, karyawan, dan menajemen perusahaan) dan pihak eksternal (kreditur, investor, masyarakat, dan pemerintah). Manfaat laporan keuangan untuk pemilik perusahaan adalah untuk menilai perusahaan tersebut maju atau tidak. Sedangkan untuk kreditur adalah untuk menilai apakah perusahaan tersebut pantas atau tidak diberikan kredit.

Adapun jenis-jenis laporan keuangan secara umum :
1. Neraca
Dalam neraca disebutkan berapa jumlah aktiva, jumlah hutang, dan jumlah modal perusahaan yang merupakan selisih antara harta dan utang.
2. Laporan Laba Rugi
Adalah catatan mengenai aktivitas pemasukan dan pengeluaran perusahaan.
3. Laporan Perubahan Modal
Adalah catatan mengenai modal awal ditambah dengan laba dikurangi laba yang dibagikan atau prive (pengambilan untuk kepentingan pribadi).
4. Catatan atas Laporan Keuangan
Menggambarkan tentang keterangan-keterangan yang membutuhkan penjelasan atas transaksi yang dilakukan perusahaan.

Adapun pentingnya membuat laporan keuangan keluarga atau pribadi adalah :
1. Mengetahui pisisi keuangan kita
Sama halnya dengan perusahaan yang akan memutuskan mengembangkan usaha atau menghentikan usaha setelah melihat posisi keuangan perusahaan. Kita juga dapat memutuskan sesuatu setelah mengetahui kondisi keuangan kita.
2. Mengetahui tingkat produktivitas kita dalam bulan atau periode tersebut.
Selisih antara pemasukan dan pengeluaran disebut dengan laba atau selisih positif. Semakin besar selisih positif maka keuntungan yang didapatkan semakin besar.
3. Mengetahui kenaikan pendapatan, biaya, aset, utang dan selisih positif dari tahun ke tahun.

Untuk mengetahui apakah dari tahun ke tahun pendapatan mengalami kenaikan atau tetap sama. Selain itu, bisa mengukur sejauh mana kemampuan dalam menghasilkan uang dan strategi-strategi untuk meningkatkan pendapatan.

VI. CASH FLOW MANAGEMENT DI MASA KRISIS

Krisis di sini bisa diartikan dengan krisis negara dan krisis keuangan pribadi.

Beberapa langkah yang harus dilakukan di masa-masa krisis :
1. Mencari sebab-sebab kita mengalami krisis
Beberapa sebab di antaranya adalah :
o Gaya hidup yang terlewat konsumtif.
o Terkena PHK
o Tak ada job buat kita lagi (bila kita adalah seorang full time freelancer)
o Kedua orang tua mengalami kebangkrutan
o Memiliki banyak utang
o Bertambahnya beban hidup yang tidak disertai dengan bertambahnya kemampuan untuk survive.
o Bisnis bangkrut
o Suami meninggal

2. Melakukan tindakan kuratif
Tindakan kuratif atau tindakan “pengobatan” adalah hal-hal yang dilakukan ketika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.

Hal-hal apa saja yang akan dilakukan saat krisis keuangan melanda :
a. Mencari pekerjaan lagi bila sebab krisis adalah karena kehilangan pekerjaan.
b. Menekan biaya hidup dan memangkas hal-hal yang tidak penting.
3. Menggunakan keuntungan investasi untuk memulai usaha lagi.
4. Berhutang kepada pihak ketiga.

Evaluasi

Evaluasi dilakukan di akhir periode. Alasan melakukan evaluasi adalah :
1. Evaluasi adalah sarana untuk membandingkan rencana dengan realisasi.
2. Untuk mengetahui sebab ketidak samaan antara rencana dan realisasi.
3. Evaluasi adalah sarana untuk memperbaiki strategi keuangan di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

Ariefiansyah, Miyoshi. 2011. Sim Salabim! Jago Investasi. Bekasi: Laskar Askara.
P. Pratomo, Eko & Tim Hijrah Institue. 2007. Membangun Kecerdasan Finansial dengan Nilai-Nilai Spiritual. Jakarta: Arga Publishing.
Rini, Mike. 2006. 120 Solusi Mengelola Keuangan Pribadi. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Senduk, Safir. 2000. Mengelola Keuangan Keluarga. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Hidayat, Taufik, S.E., M.Si. 2010. Mengelola & Merencanakan Keuangan Pribadi dan Keluarga. Jakarta: Mediakita.

http://www.perencanaankeuangan.com
http://www.perencanaankeuangan123.com
http://www.tipsoke.com
http://www.bi.go.id
http://id.wikipedia.org
http://www.bps.go.id/
http://ilmumanajemen.com/
http://keluargacerdas.com
http://manajemenusaha.com/?p=259

Mengenal Dunia Perbankan


dolarA.  Pengertian Perbankan di Indonesia

Bank menurut Prof. G.M. Verryn Stuart dalam bukunya Bank Politik, ”Bank adalah suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit, baik dengan alat-alat pembayaran sendiri atau dengan uang yang diperolehnya dari orang lain, manapun dengan jalan memperedarkan alat-alat penukaran dan tempat uang giral.”

Menurut A. Abdurahman (2001) dalam Ensiklopedia Ekonomi Keuangan dan Perdagangan, ” bank adalah suatu jenis lembaga keuangan yang melaksanakan berbagai macam jasa, seperti memberikan pinjaman, mengedarkan mata uang, pengawasa  terhadap mata uang, bertindak sebagai tempat penyimpanan benda-benda berharga, membiayai usaha perusahaan-perusahaan dan lain-lain.”

Menurut Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1967 Pasal 1 tentang Pokok-pokok Perbankan, ”bank adalah lembaga keuangan yang usaha pokonya memberikan kredit dan jasa-jasa dalam lalu lintas pembayaran dan peredaran uang.”

Dari uraian di atas jelaslah, bahwa selain mengemban tugas sebagai agent of development (melayani penyaluran kredit), juga bertindak selaku agent of trust (melayani jasa-jasa dalam bentuk pengamanan pengawasan harta milik) baik perorangan, kelompok atau perusahaan.

B. Sejarah Singkat Perbankan di Indonesia

a. Keadaan Perbankan sebelum Perang Dunia II

      Di Indonesia terdapat tiga bank yang mendapat campur tangan dari pemerintah, ketiga bank tersebut adalah

  1.  DE Javasche Bank NV
  2. De Algemene Volkscrediet Bank
  3. De Postpaar Bank

Selain itu, terdapat juga bank-bank yang bermodal nasional, Belanda, Inggris, Jepang, dan Cina, diantaranya:

  1. Bank bermodal nasional diantaranya Bank Nasional Indonesia, Bank Nasional ”Abuan Saudagar” dan NV. Bank Boemi
  2. Bank bermodal Belanda diantaranya Nederland Handels Maatschappij (NHM), Rationale Handels Bank (NHB), De Esxomptobank NV.
  3. Bank bermodal Inggris diantaranya The Chartered Bank of India, dan The Hong Kong and Shanghai Banking Corporation.
  4. Bank bermodal Jepang diantaranya The Bank of Taiwan, The Yokohama Species Bank dan The Mitsui Bank.
  5. Bank bermodal Cina diantaranya The Overseas Chinese Banking Corporation, The Bank of China, NV Batavia Bank dan NV Bankuereeniging Oei Tiong Ham.

b. Keadaan Perbankan setelah Perang Dunia II

Setelah kekalahan Jepang, terbentuklah dua wilayah yakni Daerah Republik yang dikuasai oleh RI dan Daerah Federal yang diduduki Belanda.

Perkembangan perbankan di Daerah Republik pada masa itu ada dua bank pemerintah, yakni Bank Negara Indonesia dan Bank Rakyat Indonesia. Selain bank milik pemerintah tersebut, terdapat pula bank-bank swasta nasional yang telah membantu pemerintah dalam penukaran uang Jepang dengan Oeang Repoeblik Indonesia (ORI). Bank-bank tersebut adalah Bank Surakarta MAI, Bank Indonesia, Bank Dagang Nasional Indonesia, Indonesian Banking Corporation (IBC), dan Bank Nasional Indonesia.

Sedangkan perkembangan perbankan di Daerah Federal memunculkan beberapa bank-bank nasional swasta yang merupakan bank umum dan bergerak di bidang perdagangan. Bank-bank tersebut adalah NV Bank Sulawesi, NV Bank Perniagaan Indonesia, Bank Timur NV, Bank Dagang Indonesia NV, dan Kalimantan Traiding Corporation NV.

Lembaga Keuangan Bukan Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya

1.   Lembaga Keuangan Bukan Bank

Lembaga keuangan bukan bank ialah semua badan yang melakukan kegiatan di bidang keuangan, yang menghimpun dana dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkan ke dalam masyarakat, terutama guna menghimpun investasi perusahaan-perusahaan.

      Dasar hukum bagi pendirian dan usaha Lembaga Keuangan Bukan Bank adalah :

  • Undang-Undang Nomor 15 Tahun 1952 tentang Bursa (Lembaran Negara Nomor 67 Tahun 1952)
  • Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor Kep.38/MK/IV/1972 Tanggal 18 Januari 1972 tentang Perubahan dan tambahan Surat Keputusan Menteri Keuangan Nomor Kep 792.MK/IV/12/1970 tanggal 7 Desember 1970.

a. Jenis Lembaga Keuangan Bukan Bank :

  • Lembaga Pembiayaan Pembangunan (Development Finance Corporation) seperti PT Private Development Finance Company of Indonesia, Limited (PDFCI)
  • Lembaga Perantara Penerbitan dan Perdagangan Surat-surat berharga (Investment Finance Corporation) yang terdiri dari PT Indonesia Investment Corporation (Merincrop), PT First Indonesia Finance and Investment Corporation (Ficoinvest), PT Mutual Internationa Finance Corporation (MIFC), PT Asian and Euro American Capital (Aseam), PT Inter Pacific Financial Corporation  (Inter Pacific)
  • Lembaga keuangan bukan bank jenis lainnya adalah PT Papan Sejahtera dan PT Sarana Bersama Pembiayaan Indonesia.

b. Macam Usaha lembaga Keuangan Bukan Bank:

  • Lembaga Keuangan jenis Pembiayaan Pembangunan (Development Finance Corporation) dengan usaha utama memberikan kredit jangka menengah (1-5 tahun) dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun)
  •   Lembaga Keuangan. Jenis pembiayaan/Lembaga Perantara Penerbitan dan Perdagangan Surat-surat Berharga (Investment Finance Corporation) usa utamanya hádala sebagai perantara dalam penerbitan dan menjamin serta menanggung terjualnya surat-surat berharga (underwriting). Lembaga keuangan ini tidak diperkenankan memberikan kredit.

2.   Lembaga Keuangan Lainnya

      Yang dapat dimasukkan ke dalam golongan lembaga keuangan lainnya adalah perusahaan asuransi. Asuransi menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perniagaan ayat 246 adalah sebagai berikut: “Asuransi atau pertanggungan merupakan statu persetujuan antara dua pihak yaitu pihak penanggung (assurandeur) akan mengganti kerugian pada tertanggung nila terjadi statu peristiwa tertentu, sebaliknya pihak tertanggung akan membayar suatu jumlah yang dinamakan premi kepada pihak penanggungan.

      Perusahaan asuransi di Indonesia dapat dikelompokkan atas perusahaan asuransi jiwa, asuransi sosial, asuransi kerugian dan reasuransi yang jumlahnya cukup banyak.

Sistem Lembaga Keuangan bukan Bank

      Pendirian Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) didasarkan pada Keputusan Menteri Keuangan Nomor 792/MK/IV/12/40 tanggal 7 Desember 1970 kemudian diubah dan ditambah dengan Keputusan Menteri Keuangan No. 38/MK/IV/I/72 tanggal 18 Januari 1972. LKBB menurut ketentuan ini hádala badan usa yang melakukan kegiatan di bidang keuangan yang menghimpun dana dengan mengeluarkan kertas berharga dan menyalurkannya untuk membiayai investasi perusahaan. LKBB tidak diperbolehkan menerima dana dari masyarakat dalam bentuk giro, tabungan dan deposito. Namur berdasarkan Pakto 27, 1988, LKBB dapat menerbitkan sertifikat deposito sebagai sumber dana dan dapat mendirikan kantor-kantor cabang di daerah-daerah.sehubungan dengan fungsinya, LKBB dapat digolongkan berdasarkan jenis usahanya sebagai berikut:

  • Lembaga pembiayaan bangunan, yaitu lembaga keuangan yang kegiatan utamanya memberikan kredit jangka menengah dan jangka panjang.
  • Lembaga perantar penerbitan dan perdagangan surat-surat berharga, yaitu lembaga keuangan yang usa utamanya bertindak sebagai perantara dan penjamin dalam penjualan surat-surat berharga yang diterbitkan oleh emitmen.

Jenis-jenis LKBB yang saat ini beroperasi di Indonesia antara lain:

a.   Lembaga Pembiayaan

adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk penyediaan dana atau barang modal dengan tidak menarik dana secara langsung dari masyarakat.

b.   Perusahaan Perasuransian

      Pada praktiknya usaha asuransi di Indonesia dibedakan sebagai berikut:

  • Asuransi kebakaran
  • Asuransi pengangkutan (marine insurance)
  • Asuransi aneka (asuransi kendaraan bermotor, kecelakaan diri)
  • Asuransi jiwa
  • Reasuransi (asuransi yang diasuransikan).

c.   Dana Pensiun

      Jenis dana pensiun terdiri atas Dana Pensiun Pemberi Kerja dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan. Sedangkan program pensiun yang diperkenankan dijalankan bagi setiap dana pensiun adalah Program Pensiun Iuran Pasti dan Program Pensiun Manfaat Pasti.

d.   Perusahaan Efek

      hádala perusahaan yang mengkhususkan diri dalam perdagangan surat-surat berharga yang tercatat di bursa efek.

e.   Reksa Dana

      adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portafolio efek oleh manajer investasi sebagai pengelola dana.

f.    Perusahaan Penjamin

      adalah perusahaan yang melakukan kegiatan dalam bentuk pemberian jasa penjaminan untuk menanggung pembayaran kewajiban keuangan terjamin.

g.   Perusahaan Modal Ventura

h.   Pegadaian

      Usaha gadai adalah kegiatan menjaminkan barang-barang berharga kepada pihak tertentu guna memperoleh sejumlah uang dan barang yang dijaminkan akan ditebus kembali sesuai dengan perjanjian nasabah dan lembaga gadai.

C. Jenis, Tugas dan Lapangan Usaha Perbankan

1. Jenis Bank

      Dari segi fungsinya dikenal beberapa jenis bank, seperti:

  • Bank Sentral (Central Bank)
  • Bank Umum (Commercial Bank)
  • Bang Tabungan (Saving Bank
  • Bank Pembangunan (DevelopmentBank)
  • Bank Desa (Rural Bank)

      Dari segi pemiliknya, bank terbagi atas:

  • Bank Milik Negara, seperti :Bank Sentral atau Bank Indonesia, BNI 1946, Bank Dagang Negara, Bank Bumi Daya, Bank Rakyat Indonesia, Bank Ekspor Impor Indonesia, Bank Tabungan Negara, dan Bank Pembangunan Indonesia.
  • Bank Milik Pemerintah Daerah adalah bank-bank pembangunan daerah yang terdapat pada setiap Daerah Tingkat I. Bank ini didirikan berdasarkan UU No. 13 Tahun 1962.
  • Bank Milik Swasta. Bank milik swasta dikelompokkan menjadi tiga bagian:
  1. bank-bank milik swasta nasional
  2. bank-bank milik swasta asing
  3. kerja sama antara bank Swasta Nasional dengan Bank Swasta Asing.
  • Bank Koperasi adalah bank yang modalnya berasal dari perkumpulan-perkumpulan koperasi. Contohnya Bank Umum Koperasi Indonesia (BUKOPIN)

      Dari segi penciptaan uang giral dikenal dua jenis bank yaitu,

  1. Bank Primer, adalah bank yang dapat menciptakan uang giral.
  2. Bank Sekunder, adalah bank yang bertugas sebagai perantara dalam menyalurkan kredit.

2. Tugas Bank Indonesia

      Berdasarkan UU No. 13 Tahun 1968 tentang bank Sentral, tugas Bank Indonesia terdiri dari:

  1. membantu pemerintah dalam mengatur, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah, mendorong kelancaran produksi dan pembangunan, serta memperluas desempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.
  2. Mengeluarkan uang yertas, uang logam yang merupakan alat pembayaran yang sah di Indonesia.
  3.   Memajukan perkembangan yang sehat dari urusan kredit dan perbankan, mengadakan pengawasan terhadap urusan kredit, membina perbankan dengan jalan memperluas, memperlancar, dan mengatur lalu lintas pembayaran, giral dan menyelenggarakan clearing antar bank, menetapkan solvabilitas dan liquiditas bank-bank, serta memberikan bimbingan kepada bank-bank guna penataan liquiditas bank-bank.
  4. Menyelenggarakan pemindahan uang untuk pemerintah di antara kantor-kantor di seluruh wilayah RI, membantu pemerintah dalam penempatan surat-surat utang negara, penatausahaan serta pembayaran kupon dan pelunasannya.
  5. Mendorong pengerahan dana-dana masyarakat oleh perbankan untuk tujuan usaha pembangunan yang produktif dan berencana.
  6. Menyusun rencana devisa yang mencerminkan pemeliharaan ekonomi nasional dan memperlancar usaha pembangunan dengan memperhatikan posisi likuiditas dan solvabilitas internasional untuk diajukan kepada pemerintah melalui Dewan Moneter.
  7. Memindahkan uang secara telegram maupun wesel, menerima dan membayarkan kembali uang, dalam rekening koran mendiskonto surat wesel dan surat order, membeli dan menjual wesel, cek dan kertas dagang lainnya, memberi jaminan bank dengan tanggungan yang cukup dan menyediakan tempat pemyimpanan barang-barang berharga.

3. Lapangan Usaha Perbankan

  1. Lapangan Usaha Bank Umum disesuaikan dengan ketentuan sebagai berikut, yaitu menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito, memberi kredit, memindahkan uang, menerima dan membayarkan kembali uang, dan banyak lagi.
  2. Lapangan Usaha Bank Umum Milik Negara diarahkan untuk perbaikan ekonomi rakyat dan pembangunan nasional.

Tugas Bank Indonesia dan Lapangan Usaha Bank Umum

1. Tugas Bank Indonesia

Berdasarkan UU No. 13 Tahun 1968 tentang bank Sentral, tugas Bank Indonesia terdiri dari:

  • membantu pemerintah dalam mengatur, menjaga dan memelihara kestabilan nilai rupiah, mendorong kelancaran produksi dan pembangunan, serta memperluas desempatan kerja guna meningkatkan taraf hidup rakyat.
  • Mengeluarkan uang yertas, uang logam yang merupakan alat pembayaran yang sah di ndonesia.
  • Memajukan perkembangan yang sehat dari urusan kredit dan perbankan, mengadakan pengawasan terhadap urusan kredit, membina perbankan dengan jalan memperluas, memperlancar, dan mengatur lalu lintas pembayaran, giral dan menyelenggarakan clearing antar bank, menetapkan solvabilitas dan liquiditas bank-bank, serta memberikan bimbingan kepada bank-bank guna penataan liquiditas bank-bank.
  • Menyelenggarakan pemindahan uang untuk pemerintah di antara kantor-kantor di seluruh wilayah RI, membantu pemerintah dalam penempatan surat-surat utang negara, penatausahaan serta pembayaran kupon dan pelunasannya.
  • Mendorong pengerahan dana-dana masyarakat oleh perbankan untuk tujuan usaha pembangunan yang produktif dan berencana.
  • Menyusun rencana devisa yang mencerminkan pemeliharaan ekonomi nasional dan memperlancar usaha pembangunan dengan memperhatikan posisi likuiditas dan solvabilitas internasional untuk diajukan kepada pemerintah melalui Dewan Moneter.
  • Memindahkan uang secara telegram maupun wesel, menerima dan membayarkan kembali uang, dalam rekening koran mendiskonto surat wesel dan surat order, membeli dan menjual wesel, cek dan kertas dagang lainnya, memberi jaminan bank dengan tanggungan yang cukup dan menyediakan tempat pemyimpanan barang-barang berharga.
  • Larangan bagi Bank Indonesia yaitu tidak diperkenankan melakukan penyertaan modal dalam perusahaan-perusahaan.

2. Lapangan Usaha Bank Umum

  • menerima simpanan dalam bentuk giro dan deposito
  • memberi kredit jangka pendek
  • memberi kredit jangka menengah
  • meminahkan uang
  • menerima dan membayar kembali uang
  • mendiskontokan surat wesel
  • membeli dan menjual wesel
  • membeli dan mensual cek
  • memberi jaminan bank
  • menyewakan tempat menyimpan barang berharga
  • menjalankan usaha lain yang lazim.

3. Lapangan Usaha Bank Umum Milik Negara

      Tugas utama bank umum milik negara:

  • BNI 1946 mengutamakan di sektor industri
  • Bank Dagang Negara mengutamakan tugas di sektor pertambangan
  • Bank Bumi Daya mengutamakan tugas di sektor perkebunan dan kehutanan
  • BRI mengutamakan membantu perkembangan koperasi, tani, dan nelayan.

4. Lapangan Usaha Bank Pembangunan

  • Lapangan Usaha Bank Pembangunan Milik Negara. Menerima simpanan, mengadakan penyertaan modal, memberikan kredit, memberikan pinjaman, mengadakn pinjaman dalam negeri, mendapat pinjaman dari luar negeri.
  • Lapangan Usaha Bank Pembangunan Daerah. Pada umumnya sama dengan lapangan usaha bank pembangunan milik negara. Lapangan utamanya adalah menyediakan pembiayaan bagi pelaksanaan usaha-usaha pembangunan di daerah dalam rangka pembangunan nasional.

5. Lapangan Usaha Bank Lainnya

  • Lapangan usaha bank swasta pada umumnya sama dengan usaha bank tabungan milik negara, hanya pelaksanaannya pihak swasta.
  • Lapangan usaha bank pembangunan swasta sama dengan lapangan usaha bank pembangunan milik negara.
  • Lapangan usaha bank umum asing sama dengan lapangan usaha bank umum milik negara.
  • Lapangan usaha bank milik campuran tidak diperkenankan menerima uang tabungan, dapat memberikan kredit kepada perdagangan internasional.
  • Lapangan usaha bank perkreditan rakyat, tidak diperkenankan mengeluarkan cek, tidak diperkenankan memberikan kredit tanpa jaminan suku bunga yang berlaku.

TEORI DASAR KEUANGAN DI INDONESIA

A. Sistem Moneter dan Perbankan

      Fungsi utama sistem moneter antara lain:

  1. memajukan lalu lintas pembayaran yang efisien
  2. sebagai perantara dalam usaha mempercepat pertumbuhan ekonomi
  3. mempertahankan tingkat bunga yang stabil.

1. Jenis-jenis Bank

Perbankan di Indonesia dibedakan berdasarkan fungsinya, yaitu bank sentral, bank umum, bank pembangunan, bank tabungan, bank koperasi, dan bank perkreditan rakyat.

2. Pengaturan dan Pengawasan Bank

Usaha perbankan diatur dalam UU Nomor 7 tahun 1992 dilaksanakan oleh Bank Indonesia bekerjasama dengan Departemen Keuangan.Sedangkan pengawasan dan pembinaan teknis operasional perbankan dilakukan oleh Bank Indonesia.

3. Pembinaan dan Pengawasan

pembinaan dan pengawasan terhadap bank umum dilakukan oleh Bank Indonesia. Bank umum wajib memlihara tingkat kesehatan bank sesuai dengan ketentuan kecukupan modal, kualitas aset, kualitas manajemen, likuiditas, rentabilitas, solvabilitas dan aspek lain yang berhubungan dengan usaha bank.

B. Bank Indonesia

Bank Indonesia adalah Bank Sentral Republik Indonesia dan Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen, bebas dari campur tangan pemerintah dan pihak-pihak lainnya, kecuali untuk hal-hal yang secara tegas diatur dalam undang0undang yang mengaturnya. Bank Indonesia adalah badan hukum berdasarkan UU No. 23 Tahun 1999 memiliki modal yang ditetapkan berjumlah sekurang-kurangnya Rp2 triliun.

      Untuk menjaga stabilitas nilai rupiah sebagai tujuan utama Bank Indonesia didukung dengan tiga pilar utama :

  1. kebijakan moneter dengan prinsip kehati-hatian
  2. sistem pembayaran yang cepat dan murah
  3. sistem perbankan dan keuangan yang sehat.

Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter Bank Indonesia mempunyai wewenang :

  1. menetapkan sasaran moneter dengan memerhatikan laju inflasi yang ditetapkan
  2. melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang telah ditetapkan, tetapi tidak terbatas pada:
  • operasi pasar terbuka di pasar uang baik rupiah maupun valuta asing
  • menetapkan tingkat diskonto
  • penetapan cadangan wajib minimum
  • pengaturan kredit dan pembiayaan.

Kebijakan ekonomi pada dasarnya bertujuan memengaruhi putusan pelaku ekonomi dalam pengeluaran. Bank Indonesia berwenang menetapkan sasaran-sasaran moneter dan melakukan pengendalian moneter sebagai berikut:

  1. melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang ditetapkan
  2. menelola cadangan devisauntuk memenuhi kewajiban luar negeri
  3. memelihara keseimbangan neraca pembayaran luar negeri
  4. menerima pinjaman luar negeri.

c  [ b

1. Tujuan Bank Indonesia

      Menurut UU No. 23 Tahun 1999 dalam Pasal 7, tujuan Bank Indonesia adalah mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Hal ini didukung oleh tiga pilar yang merupakan tiga bidang tugas Bank Indonesia yaitu,

a.   menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter

b.   mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran

c.   mengatur dan mengawasi bank.

2. Tugas Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter

      Untuk mencapai tujuan Bank Indonesia dalam rangka menjaga kestabilan nilai rupiah, Pasal 10 UU No. 23 Tahun 1999, Bank Indonesia dalam menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter berwenang:

a.   menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memerhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkan

b.   melaksanakan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk, tetapi tidak terbatas pada operasi pasar terbuka, penetapan tingkat diskonto, penetapan cadangan wajib minimum, dan pengaturan kredit atau pembiayaan.

      Dalam rangka pelaksanaan pengendalian moneter yang dilakukan Bank Indonesia ditetapkan pokok-pokok ketentuan, antara lain:

a.   tata cara pelaksanaan operasi pasar terbuka

b.   tata cara pelaksanaan investasi valuta asing dalam rangka stabilitas rupiah

c.   instrumen yang digunakan dalam operasi pasar terbuka

d.   tata cara penetapan tingkat diskonto

e.   penetapan jenis dan besarnya cadangan wajib minimum bagi bank

f.    menetapkan sanksi administratif terhadap pelanggaran cadangan wajib minimum

g.   pembatasan kredit

3. Kebijakan Nilai Tukar

      Bank Indonesia melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan kebijakan nilai tukar yang ditetapkan sesuai dengan sistem nilai tukar yang dianut, antara lain berupa:

a.   dalam sistem nilai tukar tetap berupa devaluasi atau revaluasi terhadap mata uang asing

b.   dalam sistem nilai tukar mengambang berupa intervensi pasar

c.   dalam sistem nilai tukar mengambang terkendali berupa penetapan nilai tukar harian serta besar tingkat intervensi.

4. Kewenangan dalam Mengelola Cadangan Devisa

      Cadangan devisa adalah cadangan devisa negara yang dikuasai oleh Bank Indonesia, yang tercatat pada sisi aktiva neraca Bank Indonesia, yang antara lain berupa emas, uang kertas asing dan tagihan lainnya dalam valuta asing kepada pihak luar negeri yang dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran luar negeri.

5. Penyelenggaraan Survei

      Yang dimaksud dengan penyelenggaraan survei adalah berupa pengumpulan informasi yang bersifat makro atau mikro seperti survei mengenai kegiatan usaha, survei konsumen, survei perkembangan harga aset, dan survei dalam rangka penyusunan dan penyempurnaan statistik neraca pembayaran.

6. Tugas Mengatur dan Menjaga Kelancaran Sistem Pembayaran

      Dalam rangka menagtur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, Bank Indonesia berwenang:

a.   melaksanakan dan memberikan persetujuan dan izin atas penyelenggaraan jasa sistem pembayaran

b.   mewajibklan penyelenggara jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan tentang kegiatannya

c.   menetapkan penggunaan alat pembayaran.

      Dalam rangka pelaksanaan tugas pengaturan, bank Indonesia mengeluarkan pokok-pokok ketentuan antara lain memuat:

a.   perizinan bank

b.   kelembagaan bank

c.   kegiatan bank pada umumnya

d.   kegiatan usaha bank berdasarkan prinsip syariah

e.   merger, konsolidasi dan akuisisi

f.    sister informasi antarbank

g.   tata cara pengawasan bank

h.   sistem pelaporan bank lepada Bank Indonesia

i.    penyehatan perbankan

j.    pencabutan izin usaha, likuidasi, dan pembubaran bentuk hukum bank

k.   lembaga-lembaga pendukung sistem perbankan.

7. Pengalihan Tugas Pengawasan Bank

      Tugas mengawasi bank akan dialihkan kepada lembaga pengawas sektor jasa keuangan independen yang dibentuk berdasarkan UU. Tugas yang dialihkan lepada lembaga independen tidak termasuk tugas pengaturan bank serta tugas yang berkaitan dengan perizinan.

8. Dewan Gubernur

      Dalam melaksanakan tugasnya Bank Indonesia dipimpin oleh Dewan Gubernur yang terdiri atas:

a.   seorang Gubernur

b.   seorang Deputi Gubernur Senior sebagai Wakil Gubernur

c.   sekurang-kurangnya 4 orang atau sebanyak-banyaknya 7 Deputi Gubernur, dengan Gubernur sebagai pimpinan Dewan Gubernur.

9. Pengangkatan Dewan Gubernur

      Untuk dapat diangkat sebaga Dewan Gubernur, calon yang bersangkutan harus memenuhi syarat antara lain:

a.   WNI

b.   memiliki akhlak dan moral tinggi

c.   memiliki keahlian dan pengalaman di bidang ekonomi keuangan, perbankan, atau hukum.

10. Rapat Dewan Gubernur

      Rapat Dewan Gubernur sebagai suatu forum pengambilan keputusan tertinggi, diselenggarakan minimal sekali dalam sebulan untuk menetapkan kebijakan umum di bidang moneter yang dapat dihadiri oleh seorang menteri atau lebih yang mewakili pemerintah dengan hak bicara tanpa hak suara dan minimal sekali dalam seminggu untuk melakukan evaluasi atas pelaksaan kebijakan moneter atau kebijakan lain yang prinsipal dan strategis.

      Anggota Dewan Gubernur harus tunduk pada ketentuan sebagai berikut:

a.   antara sesama angota Dewan Gubernur dilarang mempunyai hubungan keluarga sampai derajat ketiga atau besan

b.   anggota Dewan Gubernur baik sendiri maupun bersama dilarang mempunyai kepentingan langsung/tidak pada perusahaan manapun, merangkap jabatan pada lembaga lain, memangku jabatan tersebut, menjadi pengurus dan/ atau anggota partai politik.

C.RAHASIA BANK

1 .Tinjauan Umum Rahasia Bank

Bank adalah bagian dari system keuangan dan system pembayaran suatu Negara, bank juga telah menjadi bagian dari sistem keuangan dan sistem pembayaran dunia.

Kewajibana rahasia bank bertujua untuk melindungi kepentinagan nasabah seacara individual.

Menurut pasal 1 angka 28 undang-undang perbankkan, yang di maksud dengan rahasia bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah peyimpan dan simpanannya.

Unsur-unsur rahasia bank :

1.      Rahasia tersebut berhubungan dengan keterangan mengenai nasabah penyimpan dan simpanannya

2.      Hal tersebut wajib dirahasiakan oleh bank, kecuali termasuk kedalam kategori perkecualian berdasarkan prosedur dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

3.      Pihak yang dilarang membuka rahasia bank adalah pihak bank sendiri dan atau pihak terafiliasi.

Ada dua teori tentang asas rahasia bank yaitu :

1.      Teori mutlak

2.      Teori relative

2.Dasar Hukum Rahasia Bank

Undang-undang nomor 10 tahun 1998 tentang perubahan atas undang-undang nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankkan yang diundangkan pada tanggal 10 novenber 1998, dalam pasal 40, 41A, 42, 42A, 44A, 47, 47A dan 48 telah mengatur mengenai Rahasia Bank dengan segala pengecualian dan sanksinya.

3.Beberapa Pengecualian Rahasia Bank

Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 memberikan pengecualian terhadap rahasia bank, yakni sebagai berikut.

1.      Untuk kepentingan perpajakan, kepada pejabat pajak berdasarkan perintah Pimpinan Bank Indonesia atas permintaan Menteri Keuangan ( Pasal 41).

2.      Untuk penyelesaian piutang bank, kepada pejabat Badan Urusan Piutang dan Lelang Negara/Panitia Urusan Piutang Negara atas izin Pimpinan Bank Indonesia ( pasal 41 A ).

3.      Untuk kepentingan peradilan, kepada polisi, jaksa, atau hakimatas izin Pimpinan Bank Indonesia ( Pasal 42 A).

4.      Perkara perdata antar bank dengan nasabahnya tanpa haru memperoleh izin Pimpinan Bank Indonesia ( Pasal 42 ).

5.      Tukar-menukar informasi di antara Bank kepada pihak bank lain tanpa harus memperoleh izin Pimpinan Bank Indonesia ( Pasal 44 ).

6.      Atas persetujuan, permintaan atau kuasa dari Nasabah penyimpan secara tertulis tanpa haru memperoleh izin Pimpinan Bank Indonesia ( Pasal 44 A ).

Sanksi Pelanggaran Rahasia Bank

Secara eksplisit ada dua jenis tindak pidana yang di tentuka oleh Pasal 47 Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 yang berkaitan dengan rahasia bank. Pertama, tindak pidana yang dilakukan oleh mereka yang tanpa membawa perintah atau izin dari Pimpinan Bank Indonesia dengan sengaja memaksa bank atau pihak yang terafiliasi untuk member keterangan yang harus dirahasiakan oleh bank. Hal ini ditentukan oleh Pasal 47 ayat (1). Kedua, tindak pidana yang dilakukan oleh anggota Dewan Komisaris, Direksi, Pegawai Bank atau pihak terafiliasi lainnya, yang dengan sengaja memberikan keterangan yang wajib dirahasiakan oleh bank. Tindak pidana tersebut ditentukan oleh Pasal 47 Ayat ( 1) dan Ayat ( 2).

APLIKASI MANAJEMEN PERBANKAN

 

A. Konsep Manajemen Perbankan

      Langkah pertama yang dilakukan oleh top management bank yaitu para anggota Direksi (bersama-sama dengan komisaris) adalah menyusun ramalan business dengan melihat kondisi internal (pendapatandan biaya) dan kondisi eksternal.(peraturan yang berlaku, situasi moneter lokal dan nasional, kondisi perdagangan, situasi moneter dan perdagangan internasional.

      Secara ringkas, ada dua macam kebijaksanaanbank yang perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh yaitu,

1.   kebijaksanaan yang dirumuskan sesudah pertimbangan-pertimbangan matang terhadap konsekuensi dari semua pilihan yang tersedia.

2.   kebijaksanaan yang timbul dari tindakan tunggal atau berulang-ulang.

      Bidang kegiatan bank yang perlu dirumuskan dalam wujud kebijaksanaan dasar umumnya meliputi bidang penting bagi aktivitas bank, yaitu sebagai berikut:

1.   tipe nasabah yang dilayani

2.   jenis pelayanan nasabah

3.   daerah atau wilayah pelayanan

4.   metode meraih bisnis

5.   distribusi aktiva produktif

6.   preferensi likuiditas

7.   persaingan

8.   pengembangan dan latihan staf

9.   kantor atau ruangan bank.

1. Perencanaan dan Pengembangan Organisasi

      Suatu langkah utama untuk mencapai tujuan organisasi dan untuk menunaikan kewajiban dan tanggung jawab adalah merencanakn organisasi dan pengembangannya. Pada dasarnya perencanaan oranisasi dan pengembangannya dilakukan dengan cara:

a.   pembagian kerja (division of work) logis

b.   pengelompokkan fungsi-fungsip

c.   pelimpahan tanggung jawab

d.   garis wewenang

e.   lingkup pengawasan (span of control)

f.    hubungan staf dan garis

g.   fleksibilitas struktur organisasi

h.   spesifikasi dan prosedur

2. Staffing dan Manajemen Skill

      Ada lima program dalam pengisian rencana organisasi ini, yaitu:

a.   proyeksi kebutuhan tenaga kerja

b.   investasi tenaga kerja

c.   program dan pengembangan latihan

d.   penempatan pejabat/pegawai

e.   administrasi gaji pegawai

3. Pengawasan Internal

      Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pengawasan internal  antara lain:

a.   penetapan tujuan

b.   pentingnya pengawasan

c.   standar pengawasan

d.   anggaran pengawasan

e.   akuntansi tanggung jawab

f.    perencanaan laba

g.   sistem informasi manajemen

h.   program internal audit.

4. Sistem Manajemen Bank

      Ada empat sistem manajemen bank yang harus diketahui:

a.   Unit Banking System

b.   Branch Banking System

c.   Group and Chained System

d.   Mixed System

5. Sound Banking Business

      Pengelolaan business harus berdasarkan norma-norma perbankan yang sehat dengan memadukan unsur agent of development dan financial intermediary, sehingga peranan bank dalam ekonomi akan benar-benar terasa manfaatnya.

B. Mengatur dan Menata Aktiva Bank

      Mengatur dan menata aktiva adalah pengelolaan semua harta kekayaan bank dan semua kewajiban bank, dan dapat dilakukan dengan cara:

a.   mengenal pos-pos neraca bank komersial

b.   penggolongan kolektibilitas surat berharga

c.   penggolongan kolektibilitas penempatan dana pada bank lain

d.   penggolongan kolektibilitas penyertaan

e.   pembentukan cadangan penutup risiko

f.    pengelolaan aktiva, pasiva, dan risiko

g.   assets and liability commitee (ALCO)

LIKUIDASI DAN KEPAILITAN BANK

1. Pencabutan Izin Usaha dan Likuidasi Bank

           Keadaan suatu bank yang membahayakan sistem perbankkan, maka bank tersebut harus keluar dari sistem perbankkan ( exit policy )

Pencabutan izin usaha bank adalah pilihan keputusan yang terakhir. Pasal 37 ayat 1 Undang-Undang perbankkan mengamanatkan agar bank Indonesia terlebih dahulu mengupayakan tindakan penyelamatan bank yang mengalami kesulitan yang membahayakan sistem perbankkan, apabila tindak penyelamatan yang ditempuh bank Indonesia atas dasar Pasal 37 ayat 1 Undang-Undang perbankkan tidak berhasil,maka lembaga Penjamin Simpanan masih dimungkinkan untuk melakukan tindakan penyelamatan, konsekuensi yuridis dicabutnya izin usaha suatu bank, bank tersebut tidak dimungkinkan untuk hidup kembali. Undang-undang perbankkan memerintahkan untuk dilakukannya proses likuidasi bank dan memerintahkan direksi bank untuk segera menyelenggarakan Raoat Umum pemegang saham.

2.Kedudukan Peraturan Bank Indonesia

            Dalam hirearki peraturan perundang-undangan, pertauran bank Indonesia adalah salah satubdari dua jenis peraturan di bidang perbankkan  yang lahir berdasarkan undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 tentang bank Indonesia, yang kemudian di revisi dengan undang-undang Nomor 3 Tahun 2004 tentang perubahan atas undang-undang Nomor 23 Tahun 1999 Tentang Bank Indonesia.

3.Permasalahan hokum status tujuan, tugas, dan kewengan Bank Indonesia

            Status bank Indonesia, oleh undang-undang Nomor 23 tahun1999 ditetapkan pada pasal 4 . Sebagai bank sentraldan Lembaga Negara independen das seabagai badan hokum berdasarkan undang-undang. Bertujuan untuk kestabilan nilai rupiah.

4.Kewenangan Bank Indonesia Dalam Likuidasi Bank

  1. Menetapkan peraturan
  2. Memberikan dan mencabut izin atas kelembagaan dan kegiatan usaha
  3. Melaksakan pengawasan bank

D.    Mengenakan sanksi terhadap bank sesuai dengan ketentuan perundang-undangan

5.Perlindungan Hukum Nasabah Dalam Likuidasi Bank

  1. Perlindungan hokum menurut ketentuan perbankkan
  2. Perlindungan hokum menurut KUH Perdata
  3. Asuransi Deposito

 /      vnhnj?.,n  dbvv,,,,,,,,,,,

6.Alternatif  Penyelesaian Bank Yang Bemasalah

1.      Peranan Lembaga Penjamin Simpanan ( LPS )

2.      Prioritas Utama Perlindungan terhadap Nasabah Penyimpan Dana

3.      Penyelesaian sengketa terhadap asset BANK DALAM Likuidasi

4.      Peenyelesaian Aktiva dan Pasiva

7.Pengertian kepailitan

Kepailitan adalah suatu sitaan dan eksekusi atas seluruh kekayaan si debitur untuk kepentingan semua kreditornya yang pada waktu itu debiturnya dinyatakan pailit

Tujuan Kepailitan

Tujuan utamanya adalah untuk melakukan pembagian antara para kreditor atas kekayaan debitur oleh curator

Syarat Kepailitan

Pasal 1 ayat 1 UU Kepailitan menentukan bahwa yang dapat dipailitkan adalah debitur yang mempunyai 2 atau lebih kreditur dan tidak sedikitnya membayar satu utang yang telah jatuh tempo dan dapat ditagih, dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan yang berwenang.

Berakhirnya kepailitan

1.      Kepailitan tersebut batal

2.      Kepailitan tersebut dicabut

3.      Adanya perdamaian

4.      Kekuatan daftar pembagian

Jenis kreditor dalam kepailitan

1.      Kreditor Separatis ( Secured Creditor )

2.      Kreditor Preferen ( Preferetial Creditor )

3.      Kreditor Kongruen ( Unsecured Creditor )

KESIMPULAN

 

Berdasarkan pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :

1.      Bank dapat diartikan sebagai Suatu badan yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan kredit,baik dengan alat pembayaran sendiri atau dengan uang yang di perolehnya dari orang lain,dengan jalan memperedarkan alat-a;at penkar dan tempat uang giral.

2.      Jenis Bank :

a.Bank Sentral

b.Bank Umum

c.Bank Tabungan

d.Bank Pembangunan

e.Bank Desa

3.   Dilihat dari segi pemiliknya bank dibagi menjadi 4 jenis :

      a.Bank Milik Negara

      b.Bank Bank Pemerintah Daerah

      c.Bank Milik Swasta

      d.Bank Koperasi

4.   Tujuan Bank Indonesia

      a.Menetapkan ystem dan melaksanakan kebijakan moneter

      b.Mengatur dan menjaga kelancaran ystem pembayaran

      c.Mengatur dan mengawasi bank

5.   Rahasia Bank adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan keterangan mengenai

      nasabah penyimpan simpanannya.”Namun ketika nasabah juga sebagai peminjam

      maka rahasia akan tetap terjamin oleh bank”.

4R hadapi gejolak finansial


Dalam beberapa kesempatan acara halal bihalal saya amati banyak undangan yang hadir mengadakan diskusi kecil-kecilan seputar pailitnya Lehman Brothers, salah satu bank investasi Amerika yang sudah berusia ratusan tahun.

Rupanya isu pailit susulan oleh sederet raksasa finansial Amerika lainnya adalah salah satu topik yang paling hangat dibicarakan saat ini. Tidak heran para undangan mendiskusikan hal yang kurang lebih sama mengenai arah pasar ke depan dan apa yang harus mereka lakukan terkait investasi mereka di sektor finansial saat ini.

Jika kita tarik kebelakang, kebanyakan investor sudah menikmati kenaikan harga saham setelah masa krisis 1997-1998. Saat krisis, IHSG melorot dari 740 ke 300-400-an. Tapi, memasuki 2007, indeks naik sekitar tujuh kali lipat. Ini bisa membuat para pelaku investasi menjadi sangat percaya diri (super confidence). Namun agaknya keyakinan ini mulai goyah sebab sampai saat ini indeks kembali terkoreksi dan terjerembab ke level 1.600-an.

Dalam teori investasi kita mengenal behavior of finance, dan salah satu perilaku yang biasa kita temui adalah sikap investor yang over-reaction ketika harga naik tajam, begitu pula saat harga turun drastis.

Buat mereka yang belum lama berinvestasi di sektor finansial, koreksi indeks sungguh meresahkan. Sebab total nilai investasi yang makin terpangkas dari sejak awal tahun 2008. Seorang ibu rumah tangga yang rajin berinvestasi beberapa kali meng-sms saya menanyakan hal; mengapa NAB reksa dana saham turun? Haruskah setoran investasi kami hentikan dulu? Apakah lebih baik sebagian portfolio investasi kami jual saja?

Hati-hati jangan sampai Anda terkena krisis kepercayaan diri yang mengakibatkan panic selling. Padahal para pakar justru meyakini bahwa penurunan IHSG merupakan sinyal beli dan saat yang tepat untuk masuk pasar.

Apalagi panic selling biasanya ibarat department store yang menggelar obralan sehingga menjadikan harga barang murah meriah. Ada banyak saham dengan valuasi sangat murah, padahal mempunyai fundamental yang sangat kokoh.

Itu terjadi karena banyak investor amatir yang terlalu takut dan panik. Umumnya saham-saham bervaluasi murah namun punya fundamental bagus itu akan mencapai titik pembalikan.

Yang penting saat ini jangan panik, tapi tetap harus waspada. Untuk mengantisipasi kemungkinan harga turun lagi dalam jangka pendek, investor bisa mengoleksi saham secara bertahap, jangan sekaligus.

4 R

Selain mengatasi krisis percaya diri tadi, secara teknis dari waktu ke waktu portofolio investasi kita harus dimonitor. Sebab alokasi aset dalam portofolio cenderung berubah-ubah, termasuk profil trade-off return dan risiko – sejalan dengan fluktuasi harga.

Untuk menghadapi perubahan komposisi susunan aset atau portofolio maka reoptimasi investasi perlu dilakukan. Reoptimasi sendiri terdiri dari empat kegiatan yang nyaris kelihatannya hampir sama, namun sesungguhnya berbeda :

Reevaluating adalah tindakan menguji dengan cara mengamati, mempelajari, memahami, mengidentifikasi perubahan yang belakangan atau saat ini terjadi dalam kehidupan pribadi Anda yang berpengaruh langsung terhadap portofolio investasi. Banyak hal yang terjadi sejak Anda mendesain dan membangun portfolio Anda. Hal ini bisa menimbulkan dampak bagi pencapaian tujuan-tujuan keuangan dan profil risiko Anda. Mungkin Anda sudah pindah kerja, menikah, bercerai, memiliki lebih banyak anak, atau mengalami musibah yang menimbulkan kerugian finansial. Pada saat itulah Anda harus melihat kembali gambaran kondisi hidup Anda dan keseluruhan rencana keuangan serta portofolio dan melakukan penyesuaian jika perlu.

Rebalancing adalah tindakan menjual dan membeli produk investasi dalam portofolio investasi dengan tujuan untuk mengembalikan komposisi aset dalam portofolio saat ini kepada komposisi aset portofolio optimal yang ditetapkan sebelumnya. Rebalancing melibatkan tindakan menjual sejumlah kelas aset tertentu yang porsinya kelebihan dan melakukan pembelian pada sejumlah kelas aset tertentu yang porsinya kurang. Tujuannya adalah untuk memaksimalkan return dan risiko suatu portfolio. Beberapa pakar investasi menyarankan untuk melakukan rebalancing setahun sekali daripada melalukannya berulang kali tiap kali terjadi pergerakan, atau bahkan tidak pernah sama sekali kecuali terjadi pergerakan.

Relocating adalah tindakan mempertukarkan suatu aset dengan aset lainnya pada kelas aset yang sama sehingga tidak mengubah komposisi susunan aset atau tidak juga mengubah profil return dan risiko. Relocating bisa saja melibatkan pertukaran suatu jenis obligasi yang satu dengan obligasi yang lain untuk memperoleh tingkat kupon bunga yang lebih tinggi atau yang lebih rendah yang dilakukan berdasarkan perubahan kebutuhan investor terhadap imbal hasil investasi berupa pendapatan tetap.

Reallocating adalah tindakan penyesuaian jumlah yang Anda kontribusikan dan bagaimana kontribusi itu akan dilakukan terhadap suatu jenis kelas aset tertentu dalam portfolio Anda. Dalam konteks ini reallocating juga tidak mengubah komposisi susunan aset, hanya bagaimana kontribusi tersebut ingin diterima atau akan dilaksanakan suatu saat nanti.

Biaya reoptimasi

Ada dua jenis biaya yang harus kita pertimbangkan sebelum melakukan reoptimasi investasi, yaitu saat kita akan melakukan rebalancing, relocating dan reallocating.

Hal ini disebabkan terjadinya perubahan komposisi aset karena tindakan menjual, membeli dan menukar aset yang satu dengan yang lain.

Yang pertama adalah biaya transaksi, yaitu selisih harga jual belinya (bid-ask spread) dan komisi transaksi yang dikenakan. Melakukan switching (pengalihan) dari suatu jenis reksa dana ke reksa dana yang lain pada manajer investasi yang sama umumnya juga dikenakan biaya.

Yang kedua adalah pajak transaksi yang dikenakan terhadap potensi capital gain (keuntungan) dari penjualan surat-surat berharga.

 

 

Teori Investasi Nilai Ala Buffett


Siapa tak kenal Warren Buffett? Orang terkaya sekaligus investor jempolan asal negeri Paman Sam ini terbilang investor jenius yang menciptakan pemikiran-pemikiran dalam memutar uang untuk menjadi investor tulen.

Salah satu kejeniusan pemikirannya adalah teori nilai yang diringkas menjadi kesadaran bahwa harga pasar harus lebih rendah dari nilai.

Siapa sangka dengan teorinya itu, seorang Buffett yang memulai investasi dengan US$ 3.700 pada tahun 1965 berhasil melipatgandakannya menjadi US$ 100 miliar di tahun 2006.

Hal ini disampaikan oleh Robert P. Miles seorang penulis sekaligus sahabat Warren Buffett dalam acara Danareksa Sekuritas Investor Gathering, the science of investing and the art of managing yang di paparkan oleh penulis Robert Miles, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Sudirman, Jakarta, Selasa (12/8/2008).

Menurut Miles, Buffett adalah sosok investor yang jenius yang memiliki teori value investing, yang selalu mengedepankan investasi dibawah nilai. Ia tidak takut masuk ke pasar pada saat nilai pasar sedang turun, namun ia akan mendapatkan keuntungan (gain) pada saat harga pasar naik.

“Ia juga tidak lupa selalu mengontrol emosinya,” kata Miles.

Miles menambahkan, Buffett seorang investor yang tidak hanya terpaku dengan harga pasar karena hal itu tidak benar-benar mewakili bisnis tertentu. Menurutnya, sosok Buffet selalu berprinsip bahwa market adalah pelayan kita bukan tuan bagi kita (investor).

Ia juga menambahkan, sosok Buffett adalah fenomena baru dalam dunia investasi sekarang ini, ia telah memadukan kemampuan berfikir, matematika dan keterampilan dirinya.

Perjalanan pertualangan memutar uangnya, berawal saat mendirikan sebuah perusahaan tekstil kecil, dan menyulapnya menjadi sebuah konglomerat dunia yang paling dihormati. Kisah hidupnya ini sering dinilai sebagai sebuah dongeng ajaib yang dipadukan dengan kejeniusan dan karakter.

Pria berusia 77 tahun ini telah menyandang sebagai orang terkaya, menggeser orang terkaya sebelumnya Bill Gates yang telah menyandangnya selama 8 tahun berturut-turut.

Dikatakan oleh Miles, bahwa Buffett orang yang mampu membedakan antara karakter dan reputasi, serta menggunakannya dalam berinvestasi.

Melalui bendera Berkshire Hathaway Inc, Buffett juga memiliki anak usaha bisnis yang beragam, mulai dari properti, asuransi dan reasuransi, perlengkapan dan energi, keuangan, manufaktur, hingga jasa dan ritel.

Salah satu anak usahanya yang menjadi satu dari empat perusahaan asuransi terbesar di AS, dan satu dari dua perusahaan reasuransi terbesar didunia adalah GEICO.

Buffett juga memiliki International Dairy Queen yang merupakan pemegang lisensi dan pelayanan di lebih dari 6.000 outlet yang menawarkan Dairy Treats and Food. Bahkan induk usaha (Berkshire Hathaway Inc) yang dimilikinya tersebut berhasil membukukan Compounded Annual Gain (1965-2007) sebesar 21,1% berbanding 10,3% yang dimiliki oleh indeks S&P 500 di AS.

Buffet sangat konsisten dengan portofolio investasinya, ia memiliki komposisi investasi 30% di asuransi, 10% di energi, dan 60% di manufaktur serta jasa dan ritel.

Ia juga pernah mengalami kegagalan, pernah merugi ketika berinvestasi pada sebuah maskapai yang membuatnya kehilangan uang hingga ratusan ribu bahkan jutaan dolar. Namun sebagai investor ulung Buffet tidak melihat itu sebagai aksi yang salah, namun ia memandangnya sebagai jalan yang berbeda.

Dan Buffet di tahun 2008 sukses menjadi orang terkaya versi majalah Forbes dengan harta US$ 62 miliar, sekaligus mengalahkan cadangan devisa Indonesia yang per akhir Juli hanya mencapai US$ 60,56 miliar.

Pria kelahiran Nebraska, 30 Agustus 1930 itu sukses mendepak sahabatnya, Bill Gates yang sudah bertahun-tahun menduduki tahta sebagai orang terkaya di dunia.

 

Teori Investasi Nilai Ala Buffett


Siapa tak kenal Warren Buffett? Orang terkaya sekaligus investor jempolan asal negeri Paman Sam ini terbilang investor jenius yang menciptakan pemikiran-pemikiran dalam memutar uang untuk menjadi investor tulen.

Salah satu kejeniusan pemikirannya adalah teori nilai yang diringkas menjadi kesadaran bahwa harga pasar harus lebih rendah dari nilai.

Siapa sangka dengan teorinya itu, seorang Buffett yang memulai investasi dengan US$ 3.700 pada tahun 1965 berhasil melipatgandakannya menjadi US$ 100 miliar di tahun 2006.

Hal ini disampaikan oleh Robert P. Miles seorang penulis sekaligus sahabat Warren Buffett dalam acara Danareksa Sekuritas Investor Gathering, the science of investing and the art of managing yang di paparkan oleh penulis Robert Miles, di Hotel Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Sudirman, Jakarta, Selasa (12/8/2008).

Menurut Miles, Buffett adalah sosok investor yang jenius yang memiliki teori value investing, yang selalu mengedepankan investasi dibawah nilai. Ia tidak takut masuk ke pasar pada saat nilai pasar sedang turun, namun ia akan mendapatkan keuntungan (gain) pada saat harga pasar naik.

“Ia juga tidak lupa selalu mengontrol emosinya,” kata Miles.

Miles menambahkan, Buffett seorang investor yang tidak hanya terpaku dengan harga pasar karena hal itu tidak benar-benar mewakili bisnis tertentu. Menurutnya, sosok Buffet selalu berprinsip bahwa market adalah pelayan kita bukan tuan bagi kita (investor).

Ia juga menambahkan, sosok Buffett adalah fenomena baru dalam dunia investasi sekarang ini, ia telah memadukan kemampuan berfikir, matematika dan keterampilan dirinya.

Perjalanan pertualangan memutar uangnya, berawal saat mendirikan sebuah perusahaan tekstil kecil, dan menyulapnya menjadi sebuah konglomerat dunia yang paling dihormati. Kisah hidupnya ini sering dinilai sebagai sebuah dongeng ajaib yang dipadukan dengan kejeniusan dan karakter.

Pria berusia 77 tahun ini telah menyandang sebagai orang terkaya, menggeser orang terkaya sebelumnya Bill Gates yang telah menyandangnya selama 8 tahun berturut-turut.

Dikatakan oleh Miles, bahwa Buffett orang yang mampu membedakan antara karakter dan reputasi, serta menggunakannya dalam berinvestasi.

Melalui bendera Berkshire Hathaway Inc, Buffett juga memiliki anak usaha bisnis yang beragam, mulai dari properti, asuransi dan reasuransi, perlengkapan dan energi, keuangan, manufaktur, hingga jasa dan ritel.

Salah satu anak usahanya yang menjadi satu dari empat perusahaan asuransi terbesar di AS, dan satu dari dua perusahaan reasuransi terbesar didunia adalah GEICO.

Buffett juga memiliki International Dairy Queen yang merupakan pemegang lisensi dan pelayanan di lebih dari 6.000 outlet yang menawarkan Dairy Treats and Food. Bahkan induk usaha (Berkshire Hathaway Inc) yang dimilikinya tersebut berhasil membukukan Compounded Annual Gain (1965-2007) sebesar 21,1% berbanding 10,3% yang dimiliki oleh indeks S&P 500 di AS.

Buffet sangat konsisten dengan portofolio investasinya, ia memiliki komposisi investasi 30% di asuransi, 10% di energi, dan 60% di manufaktur serta jasa dan ritel.

Ia juga pernah mengalami kegagalan, pernah merugi ketika berinvestasi pada sebuah maskapai yang membuatnya kehilangan uang hingga ratusan ribu bahkan jutaan dolar. Namun sebagai investor ulung Buffet tidak melihat itu sebagai aksi yang salah, namun ia memandangnya sebagai jalan yang berbeda.

Dan Buffet di tahun 2008 sukses menjadi orang terkaya versi majalah Forbes dengan harta US$ 62 miliar, sekaligus mengalahkan cadangan devisa Indonesia yang per akhir Juli hanya mencapai US$ 60,56 miliar.

Pria kelahiran Nebraska, 30 Agustus 1930 itu sukses mendepak sahabatnya, Bill Gates yang sudah bertahun-tahun menduduki tahta sebagai orang terkaya di dunia.

 

Lebih Dekat dengan Akuntansi Syariah


Ingin membangun usaha yang sesuai syariah, pebisnis sudah harus memikirkan segala proses bisnis yang dijalankan sesuai syariah, termasuk dalam hal pembukuan, yang saat ini secara modern menggunakan istilah akuntansi. Seperti diutarakan Sofyan S Harahap, (Direktur Islamic Economic and Finance, Post Graduate Program, Universitas Trisakti), dalam sebuah seminar di Jakarta, akuntansi syariah berfungsi membantu manusia menjalankan tugas yang diamanahkan kepadanya dalam suatu perusahaan atau organisasi sehingga semua kegiatan tetap dalam keridhaan Allah SWT.

Sesuai kerangka teori yang ada, akuntansi syariah didasarkan kepada tauhid, tujuan, paradigma, konsep, prinsipnya harus sesuai dengan nilai-nilai Islam yang diatur dalam Alqur’an dan Hadist. Oleh karena itu laporan keuangan akuntansi syariah berisi tentang laporan pelaksanaan syariah di perusahaan baik aspek produk maupun operasional, tanggung jawab perusahaan dan kinerja perusahaan.

Ada persamaan dan perbedaan antara akuntansi syariah dengan akuntansi konvensional. Seperti diuraikan oleh pengkaji sosial ekonomi islam Merza Gamal dalam sebuah tulisannya, adapun persamaan kaidah akuntansi syariah dengan akuntansi konvensional terdapat pada hal-hal sebagai berikut:

1. Prinsip pemisahan jaminan keuangan dengan prinsip unit ekonomi

2. Prinsip penahunan (hauliyah) dengan prinsip periode waktu atau tahun pembukuan keuangan; prinsip pembukuan langsung dengan pencatatan bertanggal

3. Prinsip kesaksian dalam pembukuan dengan prinsip penentuan barang

4. Prinsip perbandingan (muqabalah) dengan prinsip perbandingan income dengan cost (biaya)

5. Prinsip kontinuitas (istimrariah) dengan kesinambungan perusahaan

6. Prinsip keterangan (idhah) dengan penjelasan atau pemberitahuan.

 

Sedangkan perbedaan, yang dikutip Gamal dari tulisan Husein Syahatah, dalam buku Pokok-Pokok Pikiran akuntansi Islam, antara lain, terdapat pada hal-hal sebagai berikut:

1. Para ahli akuntansi modern berbeda pendapat dalam cara menentukan nilai atau harga untuk melindungi modal pokok, dan juga hingga saat ini apa yang dimaksud dengan modal pokok (kapital) belum ditentukan. Sedangkan konsep Islam menerapkan konsep penilaian berdasarkan nilai tukar yang berlaku, dengan tujuan melindungi modal pokok dari segi kemampuan produksi di masa yang akan datang dalam ruang lingkup perusahaan yang kontinuitas

2. Modal dalam konsep akuntansi konvensional terbagi menjadi dua bagian, yaitu modal tetap (aktiva tetap) dan modal yang beredar (aktiva lancar), sedangkan di dalam konsep Islam barang-barang pokok dibagi menjadi harta berupa uang (cash) dan harta berupa barang (stock), selanjutnya barang dibagi menjadi barang milik dan barang dagang

3. Dalam konsep Islam, mata uang seperti emas, perak, dan barang lain yang sama kedudukannya, bukanlah tujuan dari segalanya, melainkan hanya sebagai perantara untuk pengukuran dan penentuan nilai atau harga, atau sebagi sumber harga atau nilai

4. Konsep konvensional mempraktekan teori pencadangan dan ketelitian dari menanggung semua kerugian dalam perhitungan, serta mengenyampingkan laba yang bersifat mungkin, sedangkan konsep Islam sangat memperhatikan hal itu dengan cara penentuan nilai atau harga dengan berdasarkan nilai tukar yang berlaku serta membentuk cadangan untuk kemungkinan bahaya dan resiko

5. Konsep konvensional menerapkan prinsip laba universal, mencakup laba dagang, modal pokok, transaksi, dan juga uang dari sumber yang haram, sedangkan dalam konsep Islam dibedakan antara laba dari aktivitas pokok dan laba yang berasal dari kapital (modal pokok) dengan yang berasal dari transaksi, juga wajib menjelaskan pendapatan dari sumber yang haram jika ada, dan berusaha menghindari serta menyalurkan pada tempat-tempat yang telah ditentukan oleh para ulama fiqih. Laba dari sumber yang haram tidak boleh dibagi untuk mitra usaha atau dicampurkan pada pokok modal

6. Konsep konvensional menerapkan prinsip bahwa laba itu hanya ada ketika adanya jual-beli, sedangkan konsep Islam memakai kaidah bahwa laba itu akan ada ketika adanya perkembangan dan pertambahan pada nilai barang, baik yang telah terjual maupun yang belum. Akan tetapi, jual beli adalah suatu keharusan untuk menyatakan laba, dan laba tidak boleh dibagi sebelum nyata laba itu diperoleh. (SH)

 

 

 

 

Pilih Investasi Emas?


An assortment of United States coins, includin...

Image via Wikipedia

Emas, memiliki stabilitas lebih baik ketimbang jenis investasi lainnya. Data Indonesia Commodity and Derivatives Exchange menunjukkan, volatilitas emas dalam satu tahun sebesar 18,7 persen. “Ini yang menyebabkan China switch (beralih) investasi ke emas,” kata Megian. Sementara itu, tingkat imbal hasil dari emas dalam dua tahun sebesar 27-30 persen.

Investasi emas menawarkan cara yang sangat baik bagi investor untuk menyimpan kekayaan saat ekonomi sulit. Logam emas jauh lebih stabil dibandingkan dengan investasi jenis lain.

Saat ini harga emas tengah melonjak menyusul kekhawatiran investor terhadap perekonomian Amerika Serikat. Permintaan emas terus meningkat karena investor lebih percaya diri memegang emas daripada uang tunai.Lihat saja, dalam satu tahun terakhir, harga emas melambung hingga 30 persen. Pada September 2009, harga emas masih di bawah US$1000 per ons (28,35 gram), saat ini telah mendekati US$1.300. Bahkan ini merupakan angka tertinggi sepanjang masa.

Connell Shaun, blogger yang juga investor keuangan menulis tujuh cara berinvestasi di logam mulia ini. Tulisan ini dipublikasikan DoughRoller.net,  situs perusahaan manajemen investasi dan keuangan di Amerika Serikat. Mengacu artikel tersebut, VIVANews memformulasikan kembali tips investasi emas disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.

1. Emas batangan

Investor yang berinvestasi emas akan memilih emas batangan. Emas batangan dianggap sah bila kemurniannya mencapai 22-24 karat. Di Indonesia, emas batangan bisa dibeli di PT Aneka Tambang Tbk divisi Logam Mulia maupun di Perum Pegadaian. Anda bisa bertransaksi online melalui logammulia.com atau menghubungi nomor telepon 021-299 80 900.

Emas batangan terdiri dari bermacam ukuran, mulai dari 25 gram, 50 gram, 100 gram, dan 1 kilogram. Emas dalam bentuk ini sangat cocok untuk sarana Investasi. Di mana pun kapan pun kita ingin menjualnya, nilainya tetap mengikuti standar international.

2. Emas simpanan
Anda mungkin tidak ingin menyimpan emas fisik di rumah karena risiko pencurian. Karena alasan ini, emas bisa disimpan di safety box di bank maupun yang lain. Atau bila Anda melihat bullionvault.com, perusahaan ini menyediakan transaksi emas sekaligus menyimpannya.

3. Reksa dana emas
Reksa dana emas merupakan cara lain untuk berinvestasi di logam mulia ini. Anda tak perlu benar-benar memegang fisik emas, tapi Anda bisa mengambil manfaatnya.
Reksa dana emas biasanya tidak hanya ditanamkan pada perdagangan emas fisik, tetapi juga melibatkan transaksi saham perusahaan-perusahaan tambang emas. Sebelum menentukan investasi di reksa dana ini, biaya pengelolaan, beban dana, dan nilai aktiva bersih harus dipertimbangkan.

Konsultasikan dulu dengan penasihat keuangan penyedia reksa dana. Reksa dana emas mungkin akan memberikan kestabilan dalam investasi Anda, tapi emas fisik jauh lebih stabil. Namun, di Indonesia, reksa dana emas tampaknya belum cukup populer.

4. Saham pertambangan emas
Investor yang ingin berinvestasi emas tanpa memiliki fisik logam juga dapat memilih jenis ini. Anda bisa membeli saham pada perusahaan pertambangan emas. Investor mengharapkan harga saham perusahaan pertambangan emas naik karena harga emas naik. Namun, dua peristiwa ini tidak selalu kongruen.

Investor dapat menentukan keberhasilan saham dengan memeriksa biaya biaya produksi emas versus harga emas. Jika harga emas adalah US$700 per ons dan biaya untuk memproduksi emas adalah US$300, maka profit margin tambang emas adalah US$400.

Jika harga emas meningkat 10 persen, akan ada peningkatan laba tambang emas itu sekitar 20 persen. Sebaliknya, penurunan harga juga akan menghasilkan penurunan 20 persen. Karena itu, beberapa perusahaan pertambangan emas melindungi investasi mereka dengan lindung nilai harga emas 18 bulan ke depan. Di Indonesia, salah satu emiten di tambang emas adalah PT Aneka Tambang Tbk.

5. ETF emas
Exchange Traded Fund (ETF) merupakan reksa dana yang diperdagangkan di bursa efek. Anda bisa melakukan transaksi ini dengan reksa dana yang berbasis emas. Sayangnya investasi ETF di Indonesia belum berjalan baik.

6. Emas berjangka
Emas berjangka merupakan cara lain berinvestasi emas tanpa memiliki fisik emas. Jual beli emas membutuhkan kontrak dengan jangka tertentu. Harganya juga dinyatakan dalam kontrak. Jika harga emas pada tanggal kontrak lebih tinggi dari harga emas saat kontrak dibuat, maka investor akan menghasilkan keuntungan. Namun, jika harga lebih rendah, investor akan rugi.

Berinvestasi dalam emas berjangka mungkin merupakan investasi yang berisiko, karena investor harus memprediksi gerak harga emas ke depan.

7. Perhiasan dan koin emas
Koin emas, terutama yang langka, sangat bernilai dalam investasi. Ini bukan hanya karena nilai emasnya tetapi juga karena nilai kelangkaan. Sedangkan perhiasan emas adalah cara umum investasi di logam ini. Perhiasan emas bisa Anda pilih sekaligus sebagai investasi dan gaya hidup.

Sayangnya keuntungan investasi ini sangat sedikit. Sebab ketika Anda membeli perhiasan, uang yang Anda bayarkan terdiri untuk harga emasnya, ongkos pembuatan, desain, dan merk. Sedangkan bila dijual, Anda hanya mendapatkan nilai emasnya saja. (hs)

SUMBER : VIVAnews

%d blogger menyukai ini: