Posts from the ‘Matthew Mullenweg’ Category

Inspirasi Raja Blogger WordPress Matt Mullenweg Jutawan Muda : Tak Pernah Berhenti dalam Kegagalan


Bahkan, seorang Matt Mullenweg pun seorang mahasiswa yang DO alias Drop Out. Setelah Bill Gates Microsoft dan Mark Zuckerberg Facebook, Mark Mullenweg pun menyusul dalam deretan tokoh sukses yang kuliahnya berantakan. Atau memang harus mengalami nasib seperti itu kalau mau sukses? Harus terbengkalai dulu kuliahnya? Tentu tidak bisa kita generalisasi seperti itu. Yang jelas, ada satu kesamaan antara ketiganya. Bill, Mark, dan Matt tidak pernah berhenti ketika gagal, mereka terus mencoba meraih apa yang mereka yakini, dengan dibantu dengan teman yang memiliki konsep dan pemikiran yang sama. Kuliah bukan segalanya, tapi bagaimanapun juga ilmu dari kampus akan sangat bermanfaat kita aplikasikan di pekerjaan kita saat ini (mungkin, termasuk aku yang di bidang media).

Berikut ini cerita tentang Matt Mullenweg, pendiri WordPress, blog tempat aku menulis, tempat kamu membaca tulisanku ini, dan tempat kita berdiskusi mengenai semua hal yang ada di pikiran kita dan (sempat) kita tuliskan ke media blog.Pada usia yang masih muda, 24 tahun, Matthew Charles Mullenweg atau dikenal dengan Matt Mullenweg, telah menjadi jutawan. Dia adalah pendiri WordPress, situs bagi para blogger. Dengan mengandalkan WordPress.com, Mullenweg sudah meraih pundi-pundi kekayaan senilai USD 40 juta. Matt mengembangkan WordPress sebagai aplikasi blog yang terbuka (open source), sehingga peranti lunak dan kodenya terbuka bagi publik.

Kenapa WordPress harus open source? ”Jika melakukan sesuatu demi uang, kamu akan menemui banyak kesulitan untuk menjual. Namun lakukan apa yang kamu sukai, maka uang akan mengikuti kamu,” ujarnya.Dia menginginkan WordPress menjadi bernilai bagi komunitasnya. Komunitas yang terdiri atas beragam kepentingan dan pandangan, bahkan perbedaan. ”Tapi pada suatu hari, semuanya dipenuhi dengan cinta,” ujarnya. Melalui semangat demokrasi ini, dia berharap WordPress bisa memberi inspirasi. Melalui blog, menurut dia, semua orang berhak mengungkapkan apa saja yang ada dalam pikirannya.

Namun, ekspresi melalui blog masih menghadapi tantangan dan rintangan di beberapa negara. Seperti di Turki yang memblokir WordPress atas perintah pengadilan. ”Kita juga menghadapi permasalahan rumit di China,” ujarnya kepada Sydney Morning Herald. Mullenweg juga berusaha menangkal WordPress dari pemanfaatan untuk kepentingan terorisme.

Dia telah menghapus sekitar 200 blog (termasuk blog-ku yang sempat kena suspend) yang tergabung dengan WordPress karena berkaitan dengan kejahatan dan terorisme. Dia ingin mencitrakan bahwa situs yang dikelolanya benar-benar bersih dari tindakan kejahatan. Berbagai fasilitas tambahan terus dibuat untuk menyempurnakan WordPress.

Pengembangan demi pengembangan membuat WordPress makin disukai pengguna. Totalitas membuat WordPress makin lengkap, dari fasilitas untuk add-on, pembuatan statistik, hingga anti-spam. Berkat WordPress.com” target=”_blank”>WordPress, Mullenweg dinobatkan sebagai 50 orang paling penting di dunia jejaring (web) oleh PC World pada tahun lalu.

Selanjutnya pada 2005, dia mendirikan Automatti dan Akismet yang menjadi anak perusahaan WordPress. Dia juga dinobatkan sebagai salah satu dari 25 pengusaha paling berpengaruh dalam industri teknologi informasi versi majalah Businessweek pada tahun ini. Sebenarnya,pemuda yang lahir pada 11 Januari 1984 di Houston,Texas ini meluncurkan WordPress pada usia 21 tahun.

Namun, cerita baru dimulai Juni 2002, ketika Mullenweg mulai menggunakan perangkat lunak blog, b2/ cafelog. Pada Januari 2003, Matt Mullenweg mengumumkan melalui blog-nya bahwa dia akan mengembangkan b2 sehingga sesuai dengan standar jejaring saat itu. Bersama Mike Little, dia mulai mengembangkan WordPress berbasis b2.

Kemudian, mereka juga bergabung dengan pengembang asli b2, yaitu Michel Valdrighi. Itulah cikal bakal berdirinya WordPress. Pengembangan demi pengembangan membuat WordPress sebagai perangkat lunak blog paling hebat.Pada April 2004,WordPress mengumumkan fasilitas Ping-O-Matic yang berfungsi untuk mengirim notifikasi kepada search engine blog seperti technorati.com.

WordPress sangat diminati pengguna internet. Beberapa situs terkenal seperti The New York Times, The Wall Street Journal,CNN, dan Friendster menggunakan WordPress.com” target=”_blank”>WordPress dalam situs mereka. Hingga saat ini, tidak kurang dari 700.000 blogger menggunakan WordPress. com.Menurut Businessweek, situs WordPress dikunjungi lebih dari 103 juta pengunjung di seluruh dunia pada tahun lalu.

Selain WordPress, Mullenweg juga mendirikan Global Multimedia Protocol Group (GMPG), format yang lebih kompleks dari HTML. Pada April 2004, Matt Mullenweg drop out kuliah dan pindah dari Houston ke San Fransisco untuk bekerja pada CNET selama setahun. Di sana, Mullenweg berhasil meluncurkan Automatic dan Askimet, sebuah peranti lunak untuk mengeblok spam.

”Uang dan gaji bukanlah motivasi utama kita. Namun, fokus pada yang disukai adalah motivasi Anda,” ujarnya. Mullenweg mengaku ada beragam alasan di balik pengembangan WordPress. Pertama, dia ingin membuat situs blog yang memudahkan para pengguna membuat situs online. Dia ingin semua orang dapat membuat blog. Kemudahan itu yang pada akhirnya membuat WordPress cenderung populer dibandingkan lainnya.

Kedua, dia ingin memenuhi keinginan pengguna, termasuk pemenuhan open source yang terus berkembang. Mullenweg mengaku sangat menyukai semua pekerjaan yang menyangkut WordPress. ”Apalagi, pekerjaan saya seperti memberikan hadiah pada dunia ini, gratis untuk semua orang, semua orang dapat menggunakan hasil kerja saya,” ujarnya pada bloginterviewer.

Mullenweg mengaku kesuksesan yang didapat WordPress adalah buah kerja sama dengan banyak orang. ”Saya bekerja dengan orang-orang yang luar biasa dan membantu mendemonstrasikan kegiatan publishing di website. Inilah yang membuat WordPress berkembang pesat,” ujar pria yang kini tinggal di San Francisco, Amerika Serikat tersebut. Mullenweg menuturkan, meski berhubungan dengan banyak bahasa teknis komputer saat membuat WordPress, dia pada awalnya justru tidak mengetahui secara mendalam masalah-masalah tersebut.

Dia bahkan mengaku harus belajar banyak untuk mengetahui bahasa pemrograman komputer. Menurut Mullenweg, justru bukan semata bahasa komputer yang diperlukan untuk mengembangkan sebuah program,melainkan sentuhan komunikasinya yang perlu diperhatikan.”Code(bahasa teknis komputer) bukan hal terpenting dalam sebuah perangkat lunak. Justru soal desain, warna, pencitraan merek,dan kegunaanlah yang perlu diperhatikan,” ujarnya. (seputar-indonesia.com/andika hendra mustaqim/foto: bloggingpro.com)

Source : http://lunjap.wordpress.com

Facebook Bisnis yang menciptakan bisnis baru


Salah satu fenomena online dua tahun terakhir ini adalah Facebook. Situs jejaring sosial ini mengharubirukan rakyat AS dalam kampanye Obama, kemudian mewabah di seluruh dunia.

Kalau mau, Facebook bisa mendirikan negara online mengingat anggotanya mencapai 200 juta jiwa, setara sebuah negara besar. Sebentar lagi masyarakat Facebookiah akan mengalahkan jumlah rakyat Indonesia. Sungguh fenomelan. Tapi fenomena Facebook kini merambah ke bidang lain: bisnis.

Soal sang pencipta Facebook, Mark Zuckerberg, yang tahun lalu menjadi pengusaha terkaya di dunia paling muda versi Forbes, sudah banyak yang tahu. Pada saat yang sama, barangkali juga banyak yang sudah tahu, meski jumlah penggunanya melesat tajam, Facebook kesulitan menemukan model bisnis untuk meningkatkan income perusahaan. Namun, di kala krisis finansial melanda seluruh dunia tahun lalu, dan berdampak buruk ke hampir semua perusahaan, Facebook justru tumbuh. Perusahaan yang menaungi 800 karyawana tersebut membukukan nilai penjualan sekitar US$ 300 juta tahun lalu.  ”Kami sedikit dari perusahaan dunia yang masih bisa tumbuh di tengah resesi,” kata Mark Zuckerberg.

Tahun ini, pertumbuhan akan semakin tinggi. Jumlah karyawan Facebook akan mencapai angka seribu orang tahun ini. Pada saat yang sama, nilai penjualan Facebook pada tutup tahun 2009 nanti diperkirakan mencapai US$ 500 juta alias lima triliun rupiah dengan kurs 1 USD = Rp 10 ribu. Kenaikan 40% di tengah resesi jelas prestasi yang fenomenal.

Namun, ada yang tidak kalah fenomenalnya. Facebook berhasil menciptakan sebuah lingkungan bisnis bagi pihak lain dengan nilai yang juga luar biasa besar. Facebook mempersilahkan siapa saja untuk membangun aplikasi dan game di Facebookasal memenuhi standarnya. Tahukah anda berapa nilai bisnis yang berhasil diraup oleh para pembuat aplikasi di Facebook? Venturebeat memperkirakan, uang senilai USD 500 juta akan masuk ke kantong para pembuat aplikasi Facebook tahun ini. USD 500 juta? Ya, betul. Itu artinya sama dengan income yang diraih Facebook pada tahun yang sama.

Bahkan ada yang berani meramalkan pasar aplikasi Facebook itu akan melampai angka tersebut. “Saya tidak akan heran jika pendapatan para pembuat aplikasi Facebook akan lebih besar ketimbang pendapatan Facebook tahun ini,” kata Tim O’Shaughnessy, CEO LivingSocial, salah satu pembangun aplikasi terpopuler di Facebook.

Apa artinya?

Facebook berhasil membuat penciptanya kaya raya …

Facebook berhasil menentramkan para investornya dengan pertumbuhan salesnya ….

Facebook telah membuka lapangan kerja begitu banyak dengan prospek karir yang cerah ….

Bahkan Facebook membuka bisnis baru untuk pihak lain — para pembuat aplikasi, pembuat game, dan sejenisnya yang memanfaafkan platfrom Facebook — dengan skala bisnis yang lebih besar dari Facebook sendiri….

Sumber : Nukman Luthfi, http://sudutpandang.com

Matthew Mullenweg (Wordpres.com)


Saat ini, dengan mudahnya orang punya akses internet. Karena itu, media internet semakin jadi idola untuk menyampaikan apa saja. Mulai dari berita resmi, gosip, hingga uneg-uneg belaka. Untuk soal uneg-uneg, sekarang terkenal istilah blogging alias membuat catatan harian, semacam diary di internet. Salah satu media yang paling dikenal untuk nge-blog adalah WordPress (www.wordpress.com).

Ternyata, media blog yang sangat terkenal itu digawangi oleh seorang muda yang penuh inspirasi. Ia adalah Matthew Charles Mullenweg. Pria kelahiran Houston Texas ini baru akan berusia 25 tahun pada 11 Januari tahun depan. Tapi, di usianya yang masih sangat belia itu, dengan WordPress, ia sudah menangguk keuntungan sekitar US$40 juta!

Di tengah prestasinya, Matthew tetap tampil sahaja. Dalam beberapa kali wawancara, ia menyebut kesuksesan yang didapat WordPress adalah buah dari kerja samanya dengan banyak orang. “Saya bekerja dengan orang-orang yang luar biasa dan membantu mendemonstrasikan kegiatan publishing di website. Inilah yang membuat WordPress berkembang pesat,” sebut pria yang kini tinggal di San Francisco Amerika tersebut.

Sikap Matthew memang patut diteladani. Salah satu sikap yang menonjol darinya adalah kemauan untuk belajar. Konon, meski berhubungan dengan banyak coding atau bahasa teknis komputer saat membuat WordPress, Matthew pada awalnya justru tak tahu banyak. Ia bahkan mengaku harus belajar banyak untuk mengetahui coding demi pengembangan WordPress. Tapi, menurutnya, justru bukan semata soal coding yang diperlukan untuk mengembangkan sebuah program, tapi sentuhan “komunikasi”-nya yang perlu diperhatikan. “Code bukan hal terpenting dalam sebuah software. Justru soal desain, warna, pencitraan merek, dan kegunaanlah yang perlu diperhatikan,” sebutnya.

Memang, saat ini, WordPress dilihat dari sisi kegunaan dan kemudahan menjadi salah satu media blogging yang paling sederhana. Kekuatan kesederhanaan inilah yang justru jadi nilai lebih dari WordPress.

Semua itu pun berawal dari niatan sederhana. Sekitar pertengahan tahun 2002, Matthew menggunakan software blog b2/cafelog untuk melengkapi foto-foto yang didapat ketika mengunjungi Washington. Beberapa bulan setelah pengembangan software b2 dihentikan, pada Januari 2003, pria yang akrab dipanggil Matt ini kemudian mengumumkan bahwa dirinya akan mengembangkan b2 agar sesuai dengan standard web saat itu. Ia pun mengajak rekannya, Mike Little dan kemudian juga dibantu oleh pengembang asli dari b2, Michel Valdrighi.

Sejak saat itu, berbagai fasilitas tambahan terus dibuat untuk menyempurnakan WordPress. Pengembangan demi pengembangan membuat WordPress makin disukai penggunanya. Totalitas Matthew membuat WordPress makin lengkap. Mulai dari fasilitas untuk add-on, pembuatan statistik, hingga anti spam. Inilah yang membuatnya sempat dinobatkan sebagai 50 orang paling penting di dunia web oleh PC World. Hebatnya, semua perolehan itu disebutnya hanya bagian dari kesenangan yang timbul dari motivasinya. “Bagi saya, uang dan gaji bukanlah motivasi utama. Tapi fokus pada yang kita sukai adalah motivasi sebenarnya.”

Kemauan belajar dan kerendahatian menjadi kombinasi yang klop sebagai jalan sukses bagi seorang Matthew Charles Mullenweg. Keberhasilannya mengembangkan WordPress sebagai salah satu media blog tersukses adalah contoh nyata buah kerja kerasnya. Sungguh, sikap yang patut diteladani oleh generasi muda kita

%d blogger menyukai ini: