Posts from the ‘Ekonomi & Manajemen’ Category

Spirit Hidup Samurai


1Seseorang yang akan menjadi Prajurit harus selalu ingat akan kematian sepanjang waktu, setiap hari, setiap malam, dari pagi Tahun Baru hingga malam Akhir Tahun. Kesadaran siap mati harus ditanamkan di dalam otak, karena bila selalu ingat kematian di sepanjang waktu tentu akan menunjang untuk siap mengemban tugas dan setia pada kaisar serta menghindari dari segala perbuatan setan  dan kejahatan serta dapat memelihara fisik agar tetap sehat dan kuat serta menjadi pribadi yang lebih baik. Kehidupan setiap manusia ibarat embun pagi hari yang sangat rapuh dan gampang lenyap karena terkena sinar matahari, tiupan angin, gerakan daun, atau lainnya. Jika itu merupakan kehidupan rata-rata manusia maka kehidupan Prajurit jauh lebih rawan karena Prajurit lebih terkait dengan peperangan. Sebagai Prajurit harus menyadari bahwa hidup adalah hanya saat ini dan tidak tahu pasti apa yang akan terjadi besok, jika mengemban tugas dari Kaisar/Majikan atau memenuhi memenuhi kewajiban untuk orang tua maka akan punya perasaan bahwa itu adalah kesempatan terakhir. Dan memotivasi diri untuk tidak boleh gagal dalam mengemban tugas dan membantu orang tua.

  • Pendidikan

Kaum prajurit berada di posisi lebih atas daripada tiga kelas lainnya. Kaum perajurit juga diharapkan menjadi administratur profesional. Karena itu, mereka perlu mempelajari dan mendapatkan pemahaman sangat ekstentif tentang berbagai prinsip apa saja. Para prajurit uang hidup dalam zaman perang sudah terjun pertama kalinya dalam perang sungguhan di usia 17 atau 16 tahun dan langsung melakukan pekerjaan mereka sebagai ksatria, sehingga mereka harus berlatih bela diri saat usia 12 atau 13 tahun. Dalam era Zaman Perang, ada sejumlah prajurit yang sama sekali tidak bisa membaca huruf dalam kamus. Hal itu terjadi karena mereka harus kosentrasi pada seni militer. Bagi prajurit yang dilahirkan di era sekarang saat suasana sudah damai, dari usia 7 atau 8 tahun mereka harus tetap diajari sastra klasik, membaca, dan menulis. Kemudian saat di usia 15 atau 16 tahun mereka juga harus diajari berlatih memanah, berkuda dan semua bentuk seni bela diri.

  • Kewajiban Keluarga

Bagi prajurit, menyayangi orang tua adalah hal yang sangat fundamental. Jika seseorang tidak lagi memperdulikan orang tua, meski ia luar biasa pandai, ganteng, atau bertutur cukup bagus maka, ia bukanlah oarang yang baik. Untuk paham Bushido, kau harus menjalan kan dari akar sampai ranting. Jika tidak bisa memahami dari akar sampai rantingnya, kau tidak akan bisa tahu apa kewajibanmu. Seseorang yang tidak tahu kewajibannya tentu sangat tidak layak untuk disebut prajurit. Ada dua cara untuk menyayangi dan memperdulikan orang tua dengan baik. Pertama, jika mereka tekah memperlakukan kita dengan baik dan pernah  membantu kita secara personal maupun finansial, kita tidak boleh meremehkannya jika mereka membutuhkan pertolongan. Kita harus bersedia menyisihkan sejenak urusan pribadi kita untuk menolong mereka. Kedua, harus menghargai, menghormati, menghibur dan membantu saat menghadapi proses penuaan dan penurunan kualitas hidup, serta harus merawat dengan setulus hati. Ini adalah tujuan anak yang berbakti. Prajurit dengan spirit seperti ini menunjukan bahwa ia paham persyaratan-persyaratan tentang loyalitas (kesetiaan) dan kewajiban. Sehingga, dapat menjadi prajurit yang setia mengabdi pada majikannya dan rela mengorbankan nyawanya sendiri.

  • Prinsip-Prinsip Keprajuritan

Dalam Bushido, ada dua jenis prinsip dengan empat level; kedua prinsip itu adalah prinsip kedaaan normal dan prinsip keadaan darurat perang. Prinsip keadaan normal meliputi prinsip kesatriaan dan prinsip persenjataan, prinsip keadaan darurat perang meliputi prinsip kerentaraan dan prinsip tempur. Di depan publik, meski sedang tidak bertugas, kau tidak boleh sembarangan bersantai. Lebih baik membaca, berlatih kaligrafi, mengkaji kisah-kisah kuno atau tata krama keprajuritan kuno. Seorang prajurit yang sudah menjalani empat level prinsip keadaan normal dan prinsip keadaan darurat perang dengan sempurna akan dianggap sebagai ksatria level tinggi. Jika sudah menampung dua prinsip keadaan normal, maka cukup kompeten untuk mengemban tugas ksatria. Namun, jika belum menguasai dua level dalam prinsip keadaan darurat perang, maka tidak akan bisa menjadi komandan samurai, pemimpin kelompok, hakim atau yang setara dengan itu. Untuk itu diperlukan keteguhan hati untuk menjadi ksatria kelas tinggi.

  • Selalu Waspada Pertempuran

Bagi prajurit penting untuk terus memelihara spirit tempur di dalam hati selama 24 jam sehari, saat berjalan atau berdiri, saat duduk atau bersandar dan tidak pernah melupakan kewajibannya. Adat istiadat orang Jepang berbeda dengan adat istiadat negara lain. Di Jepang orang dari kelas rendah seperti petani, pedagang dan seniman tetap membawa pedang meski pendek dan berkarat. Namun, adat istiadat Jepang pulalah yang menentukan bahwa ketiga kelas rendah ini tidak menjadikan ketentaraan sebagai profesi. Jika kau tidak pernah melupakan spirit bertempur, kau juga akan secara spontan bertindak seiring dengan realita tetap memikirkan kematian di sepanjang waktu. Seorang prajurit yang mengenakan dua pedang di pinggang namun, tidak memiliki spirit tempur bukanlah seorang prajurit melainkan hanya seorang petani atau pedagang yang berkulit prajurit.

  • Biarawan-Prajurit

Sejak era sangat lama, sudah ada tradisi yang mengkaitkan biarawan dengan prajurit. Maka, atas dasar itu selalu ada kesamaan antar biarawan dan prajurit. Misalnya dalam sekolah-sekolah Zen, orang yang disebut Pustakawan dan Pemimpin Majelis adalah bara niarawan biasa sama dengan status para prajurit. Level berikutnya yang lebih tinggi, dalam biara adalah Asisten Guru, yang setara dengan tatanan dlam milliter, seperti kelompok dalam keksatriaan, atau kepala pasukan darat. Yang lebih tinggi lagi, meski tanpa gelar saat biarawan sudah mengenakan pakaian keagamaan penuh warna, memegang simbol-simbol otorita dan sudah memimpin sekelompok besar, maka mereka sudah patut disebut Sesepuh atau Master. Para biarawan ini levelnya sudah setara dengan prajurit yang sudah memiliki bendera sendiri, lencana sendiri serta tongkat komando, memimpin para ksatria atau infanri, yang memimpin tentara dan mngekomando pasukan atau komndan regu pemanah. Saat seorang prajurit yang memegang komando melakukan kekeliruan dalam kepemimpinannya, maka itu bisa membahayakan nyawa tentaranya dan menyebakan musibah besar. Karena itu, sangat penting untuk memahami hal ini, gunakan waktu senggangmu diluar masa tugasmu untuk menyempurnakan pemahaman prinsip-prinsip militer. Belajarlah dan berlatihlah sehingga tidak ada posisi yang kau tidak bisa jalankan bahkan saat posisi tertinggi sebagai komandan.

  • Benar dan Salah

Sepanjang, itu disadari dan diterima, para prajurit harus paham mana yang benar dan yang salah serta berusaha keras melakukan yang benar dan menhindari yang salah dengan cara itulah Bushido bisa hidup. Benar dan salah bisa berarti baik dan jahat, benar adalah baik, salah adalah jahat. Prajurit sangat perlu untuk mengetahui yang keliru dan yang benar, serta menghindari yang keliru dan memburu yang benar. Proses memanen manfaat dari praktik melakukan hal yang benar itu diawali dengan ketakutan akan tidak dihargai oleh orang-orang yang dekat dengan dirimu, diawali dari anggota keluarga dan pembantu. Proses ini kemudian berkembang ke menjaga diri dari melakukan yang keliru dan melakukan yang benar. Bila kau terbiasa melakukan ini maka akan menjadi kebiasaan dan kau bisa mengembangkan mentalitas yang lebih memilih mengikuti yang benar dan menghindari yang salah.

  • Pemberani

Dalam Bushido, ada tiga hal yang dipertimbangkan sangat esensial; kesetiaan, tugas dan keberanian. Prajurit yang memiliki kombinasi tuga sosok, baik berupa kesetiaan, pengembanan tugas dan keberanian, bisa dipertimbangkan sebagai ksatria dengan orde tinggi. Seseorang yang batinnya memang pemberani akan menunjukan loyalitas dan kasih sayang pada majikannya dan orang tuanya. Jika ada waktu luang ia akan mempelajari literatur dan terus berlatih seni bela diri. Ia menghindari kemewahan personal, tidak berfoya-foya atau menghambur-hamburkan sepersen uang. Ia juga tidak tamak, ia membelanjakan uang hanya jika memang diperlukan. Ia juga menjaga tubuh agar tetap fit, karena selalu ingin menuntaskan kewajiban di dalam hidupnya. Ia akan selalu menjaga kesehatannya, memoderatkan makanan dan tidak minum-minuman keras. Semua ini merupakan cerminan mentalitas pemberani.

  • Sopan Santun dan Rasa Hormat

Saat orang muda atau samurai secara tidak sopan melakukan pembicaraan atau interaksi lain dengan majikan atau orang tuanya dan tidak sempat diperhatikan sepanjang mereka tetap santun terhadap majikan atau orang tua, maka, kewajiban dan loyalitas keluarga lah yang membedakan tiga kelas lebih rendah ini. Dalam Bushido, tak peduli seberapa banyak kau menanamkan loyalitas dan kewajiban keluarga didalam hati, jika tanpa perilaku yang baik untuk mengekspresikan ras hormat pada majikan dan orang tua maka kau tidak bia diakatakan sudah menghargai cara hidup seorang samurai.

  • Berkuda

Pada era emas, dikatakan bahwa prajuit dari semua peringkat bependapatan memanah atau berkuda adalah seni bela diri tertinggi. Prajurit di masa kini lebih terkonsentrasi pada berlatih pedang, tombak, dan berkuda, yang tak kalah pentingnya. Seperti halnya seni bela diri lain seperti, memanah, menembak dan jujitsu, tentu para prajurit muda berlatih rutin setiap pagi dan sore. Prajurit dijajaran lebih rendah sangat diharapkan bisa belajar berkendara kuda dengan baik. Ini akan membuat mereka bisa mengendarai kuda apa saja, bahkan yang masih liar dan yang susah di atur. Kuda bagus dan gampang dinaiki jaranga ada. Kalau ada, kuda-kuda seperti itu digunakan untuk para prajurit besar dan jarang di temukan di istal-istal untuk prajurit berpangkat lebih rendah. Maka, jika kau jago berkuda, maka kau bisa mengenali kuda yang bagus meski masih terlalu liar, terlalu tempramental,atau susah diatur, lalu kau bisa selalu memiliki kuda lebih baik daripada kau secara normal mendapatkannya.

  • Prinsip Tentara dan Prinsip Tempur

Jika ingin mempelajari ilmu militer, jangan sekali-sekali berhenti ditengah jalan. Kau harus berlatih hingga mencapai rahasia-rahasia terdalamnya lalu akhirnya kembali ke kesederhanaan sejati dan hidup dalam damai. Namun, jika kau menggunakan waktu untuk belajar dan berlatih ilmu militer dengan setengah-setengah, lalu tidak tahu jalan kembali kesederhanaannya, maka itu akan membuat kau menjadi frustasi dan kehilangan moral. Dalam konteks ini yang dimaksud dengan kembali kesederhanan adalah merujuk pada kondisi-kondisi fikiranmu sendiri saat sebelum mempelajari ilmu militer.

  • Mengelola Rumah Tangga

Jika prajurit kecewa atas perilaku istrinya, maka ia harus menjelaskan alasannya lalu membimbing istrinya sedemikian rupa sehingga mengerti. Jika kekecewaan itu terkait hal-hal yang remeh, maka lebih baik ia memaafkan dan toleran untuk menyisihkannya. Namun, jika sang istri itu memiliki sifat dan perilaku buruk dan tampaknya tidak akan bisa diubah jadi lebih baik, maka si prajurit disarankan menceraikannya lalu mengembalikannya kepada orang tuanya. Jika kau tidak mengikuti nasehat ini dan malahan memaki-maki istri yang harusnya dihargai sebagai orang kedua. Didalam rumah tangga dan menyiksanya dengan kata-kata kasar seperti umpatan kotor orang-orang dijalanan, maka tentu itu bukan perilaku yang patut bagi prajurit ksatria. Yang juga sangat tidak patut adalah mengacungkan pedang atau melontarkan tinju ke istri. Ini sungguh perilaku yan tidak terhormat dan karakteristik dari prajurit yang pengecut. Menyiksa orang yang tidak bisa membalas adalah sesuatu yang tidak patut dilakukan oleh prajurit. Jika ada prajurit yang melakukannya prajurit itu tergolong pengecut.

  • Keluarga Besar

Suatu dari garis keturunan langsung kepala keluarga besar, atau dari garis keturunan langsung nenek moyang tiba-tiba menderita kehancuran dan tumbang dalam urusan dunia. Sikap layaknya ksatria adalah tidak menjauhkan diri dari mereka. Kau harus tetap memelihara hubungan baik dan menghubungi mereka dari waktu ke waktu. Menjadi oportunis, Cuma manghargai saat mereka berjaya namun meningalkan mereka saat jatuh adalah mentalitas petai atau pedagang bukan mentalitas prajurit.

  • Hemat

Prajurit dalam dinas publik, tak peduli statusnya besar atau kecil harus selalu hemat dan berhati-hati agar tidak belanja berlebihan. Kehidupan individual adalah urusan pribadi. Maka bila hidup dengan belanja yang sedang-sedang saja, berusaha keras untuk menghindari belanja yang tidak berguna , bahkan meski hanya sedikit. Belanjakan uang hanya kenutuhan yang memang sangat dibutuhkan, inilah salah satu cara berhemat. Namun, saat kau terobsesi dengan berhemat, enggan membelanjakan uang dan terkonsentrasi hanya untuk menabung. Kemudian, saat kau bisa dengan cepat memulihkan kondisi keuangan dan bahkan menjadi lebih kaya daripada sebelumnya, kau menjadi lebih serakah dan kikir pda akhirnya mengabaikan tugas dan kewajiban karena semua yang kau fikirkan hanya lah menghemat uang, maka ini disebut pelit atau kikir. Orang-orang kuno bilang ‘kikir’ adalah kata lain dari ‘pengecut’.

  • Membangun rumah

Saat seorang prajurit dalam dinas publik membangun rumah, bisa dipahami jika ia ingin membuat penampilan luarnya, misalnya; pagarnya, petak penjaganya, berandanya dan tuang tamunya sebagus mungkin untuk mencerminkan statusnya. Dalam setiap kota kastil, orang dari tempat lain dan dari provinsi lain diperbolehkan masuk sejauh mungkin hanya di lingkaran luar dan boleh melihat-lihat sekitar. Jika rumah prajurit itui bagus dan tampak damai, ini akan tampak menjadi nilai plus bagi si empunya kastil.  Dalam era peperangan, bahkan baron  terbesar yang jadi master dalam kastil pun selalu khawatir akan dikepung lalu di sergap di dalam istananya sendiri. Maka, rumah-rumah untuk para prajurit di lingkar kedua dan ketiga dibuat rendah, sempit dan di bangun ringan-ringan saja. Bahkan, untuk para prajurit di lingkar terluar yang akan membakar rumah-rumah mereka sendiri saat ada krisis tidak ada keperluan untuk membangun rumah secara permanen. Bahkan, rumah-rumah dengan kontruksi yang sangat ringan sampai-sampai digambarkan seperti sekedar tenda untuk tidur. Dari sudut pandang ini, bahkan saat era damai, ksatria yang menjalankan Bushido tidak diperkenankan membangun rumah terlalu indah yang seolah-olah akan mereka tinggali selamanya.

  • Perlengkapan Militer

Ksatria yang sedang dalam tugas publik harus menjaga dan memelihara perlengkapan militernya dan persenjataannya denga sebaik-baiknya seiring dengan status mereka. Ini meliputi barang-barang yang ada dalam kode-kode militer di dalam setiap rumah dan yang diperintahkan oleh majikan mereka, misalnya; emblem individu, tutup kepala, emblem tombak, emblem tameng dan emblem pengangkut. Maka, pengenalan emblem-emblem semacam itu harus selalu di berikan untuk rumah secara keseluruhan. Seorang ksatria harus selalu siap untuk bertugas, tak peduli betapa damainya keadaan, jika sudah mau menerima gaji untuk dinas militer namun, gagal mempertimbangkan kemungkinan perang dan gagal melengakapi diri sepenuhnya dengan persenjataan dan perlengkapan militer, maka ia seratus kali lebih lalai daripada mereka yang mengganti bilah pedang dengan keping bambu atau pemuda dan ksatria muda yang tidak mengenakan pelindung tubuh.

  • Mempersenjatai Anak Buah

Seorang prajurit level rendah tidak boleh mengomando satu kontigen besar pengikut bahkan dalam keadaan darurat. Maka, ia tidak bisa mempersenjatai mereka lebih dari sebatang tombak. Jika tombak itu patah, maka akan ada satu batang tombak yang hilang, sehingga masuk akal jika menyiapkan mata tombaknya dan memasangkannya dengan apa saja yang cocok pada saat itu. Misalnya, dengan batang bambu. Juga, pasok pedang-pedang panjang yang kokoh, bahkan jika sedikit rusak untuk digunakan para prajurit pemula. Beri juga baju besi dan helm besi untuk kaum muda pemberani, alat pelindung dada,  pelindung kepala, dan bahkan topi baja untuk pesuruh dan calon ksatria; bahkan jiak kau prajurit tingkat lebih rendah, kau juga harus mengenakan pelindung tubuh.

  • Prajurit

Prajurit adalah fungsionaris yang harusnya bisa menghukum penjahat pengganggu masyarakat dan memberikan keamanan bagi tiga kelas lainnya. Karena itu, meski kau hanya prajurit di peringkat sangat bawah, sebagai prajurit kau tidak boleh melanggar dan mengganggu tiga kelas lainnya. Prajurit tugasnya memberantas penyamun, dan jangan sampai bertindak seperti penyamun.

  • Rendah Hati

Para prajurit yang sedang mencari pekerjaan pada majikan, harus selalu merendahkan diri saat berurusan dengan gaji. Sikap rendah hati dan sopan-santun prajurit seperti itu masih ada. Ekspresi semacam itu bermuasal dari ketidak-sediaan untuk menyuarakan jumlah spesifik untuk gaji. Kala itu ada pepatah “Seekor elang, meski sangat kelaparan, tidak akan makan padi; seorang prajurit, bahkan meski belum makan, tetap memainkan tusuk gigi.” Orang muda tidak akan berbicara tentang hal-hal semacam gaji atau harga komoditas dan wajah mereka akan memerah malu jika mendengar pembicaraan tentang seks. Bagi mereka-mereka yang bakal menjadi prajurit, sangat diharapkan mencoba meniru sikap para prajurit era lama.

  • Melilih Teman

Seorang prajurit dalam tugas boleh punya banyak kolega, namun sangat alami jika mengembangkan pertemanan khusus dengan prajurit yang berani, cerdas, adil dan berpengaruh. Sayangnya, tidak banyak prajurit yang seperti itu. Maka, jika ada bahkan cuma seorang saja yang bisa menghubungkan dengan teman-teman lain seperti itu, bisa menjadi bantuan besar saat kau sedang membutuhkan. Para prajurit bisa menjadi sahabat dekat hanya saat mereka bisa saling melihat hati masing-masing. Prajurit tidak boleh bergaul secara kasual hanya untuk saat luang yang bagus atau dalam obrolan santai. Jika mereka tiba-tiba kehilangan total perilaku taat adat, bertindak terlalu familiar, bergadang malam-malam, jika mereka harus merasa dalam keadaan tidak baik sehingga akhirnya bicara sembrono, maka mereka tidak akan bicara lebih banyak lagi, karena tidak akan bisa dipercaya. Jika sudah tidak ada lagi orang yang mendamaikan mereka, maka pada akhirnya mereka akan angkat bahu tanpa ada kebanggaan untuk meluruskan omongan. Penampilan luar mereka boleh saja sebagai prajurit, namun jiwa mereka tak lebih dari buruh kasar biasa.

  • Hubungan Bersahabat

Bagi prajurit menjadi bergantung pada orang lain itu boleh sepanjang masih sesuai dengan Bushido. Akan tetapi, jika kau menunjukan kebergantungan tanpa alasan yang tepat, menunjuk-nunjukan diri saat kau seharusnya tidak ada urusan, berbicara tentang beban yang sebenarnya tidak terlalu memberatkanmu, maka kau pantas disebut sebagai oarang yang suka mencampuri urusan orang lain. Ini sama sekali tidak baik. Jika kau tidak ada kepentingan dan tidak diminta, maka lebih baik tidak usah terlibat. Jika kau prajurit, saat kau menerima permintaan untuk membantu seseorang maka kau harus siap mengembannya sendiri tak peduli seberapa sulit. mengekspersikan pda orang lain atau menunjukan penolakan pada pandangan orang lain adalah hal yang harus dipertimbangkan dengan matang. Apapun yang dikatakan prajurit harus bijaksana dan dengan penuh perhatian. Seberapa banyak kau berbicara dengan teman atau kolega; bijaksana adalah lebih pas dalam keadaan seperti itu. Jika seseorang mendatangimu meminta nasihat, beranilah dengan tegas menolaknya atas dasar jika hal itu jauh di luar wewenangmu. Begitu kau sudah menjadi orang kepercayaan seseorang, itu sudah menunjukan ketergantungan untuk memburu kebenaran dan mengungkapkan fikiranmu lebih bebas bahkan jika orang lain itu tidak suka apa yang kau katakan. Jika ada orang yang begitu kurang kecerdasan sehingga menolak nasihat dan membuat kekeliruan karena berkepala batu serta bersikeras melakukan sesuatu dengan cara mereka sendiri, maka kau tidak perlu membina hubungan persahabatan dengan mereka.

  • Hubungan yang Sulit

Seorang prajurit dalam tugas publik mungkin saja memiliki beberapa kolega yang sulit membina hubungan dengan beberapa alasan. Bukan karena bermusuhan atau bersaing, namun hanya merasa kurang cocok. Anggap saja ada seorang prajurit yang kurang baik. Ia melihat ada pendatang baru yang kurang pengalaman, namun berusaha keras untuk menjalankan tugasnya. Ia ingin dan senang sekali melihat pendatang baru melakukan kesalahan.ini jelas mentalitas yang tidak baik. Prajurit dengan mentalitas seperti itu pasti bakal melakukan sesuatu yang pengecut jika berada dalam masa-masa kritis, misalnya mencuri piala peperangan orang lain demi kepentingannya sendiri atau membunuh orang dari pihaknya sendiri.

  • Kemasyuran

Seorang prajurit harus membaca kitab-kitab lama secara rutin untuk memperkuat jati diri. Dalam buku-buku terkenal semisal Koyo Gunkan, Nobunaga-ki, Taiko-ki dan lain-lain. Serta dalam rekaman kisah-kisah peperangan, tercatat nama-nama orang yang melakukan hal-hal yang luar biasa hebat dan tercatat jumlah kematian. Diantara ribuan kematian tentu ada sejumlah ksatria denga status tinggi yang nama-namanya tidak tercatat karena mereka tidak melakukan hal yang patut. Hany prajurit dengan prestasi militer hebatlah yang namanya tercatat meski status prajurit itu rendah. Sikap dasar bagi parjurit sejati adalah bertekad jika haru mempertaruhkan nyawa. Maka, secara heroik, disegani oleh kawan maupun lawan, sehingga kematian justru membuat majikan dan komandan merasa sangat kehilangan, serta menjadi kehormatan bagi keturunan sepanjang masa.

  • Omong Besar dan Kritik

Dikalangan prajurit ada sebagian yang suka omong besar dan ada yang hanya suka mengkritik. Kedua jenis ini tampaknya serupa namun harus disadari bahwa mereka sangan berbeda. Mereka yang punya omongan besar itu sudah melakukan beberapa kali tugas militer besar dan tak kurang apa pun dalam hal kode peperangan; namun mereka terhambat secara sosial dan profesional oleh fakta bahwa mereka kadang bisa sangat keras kepala, sehingga mereka tidak bisa diandalkan sebagai penasihat. Gaji dan posisi mereka tidak bisa menjangkau reputasi terkenal mereka. Jadi mereka mengembangkan sikap ‘masa bodoh’ dengan mengatakan apapun yang mereka inginkan kapanpun mereka mau. Meski demikian, atasan dan konselor tinggi tidak mengindahkan mereka sehingga mereka menjadi semakin tak terkendali, menyatakan kebaikan dan kejelekan orang lain tanpa ampun atau tanpa maaf dan menjadi pembual hingga akhir hayat.

  • Berpergian

Saat para ksatria sedang melakukan perjalanan, mereka yang diperingkat rendah mungkin harus naik kuda beban. Dalam kasus itu, mereka harus mengamankan pedang panjang dan pedang pendek mereka agar tidak terlontar dari sarungnya jika terjatuh dari kuda. Ada puisi dari jaman kuno yang berbunyi sebagai berikut :

Bahkan jika menyeberangi Jembatan Panah

Adalah jalan pintas bagi prajurit,

Jika kau sedang terburu

Tetap saja ambil jalan memutar di jembatan

Panjang Seta

Instruksi ini tidak hanya berlaku untuk mereka yang melakukan perjalanan; orang harus memiliki sikap seperti ini di segala hal.

  • Jangan Menyakiti Hati

Bagi ksatria yang dipekerjakan dalam dinas publik, penting untuk selalu waspada tidak menggosip, bahkan jika kau melihat atau mendengar hal-hal buruk tentang kolega. Alasan untuk ini adalah kau tidak pernah tahu jenis kaesalahan atau kesalah pahaman apa yang kau buat sendiri. Terlebih, para eksekutif dan perwira senior ditunjuk oleh majikan yang memperkerjakan kau akan menilai menurut persepsi dia sendiri. Maka, berbicara buruk tentang mereka adalah setara dengan mencela majikanmu sendiri.

  • Pengasuhan

Dalam era Zaman Perang, jika seorang ksatria tumbang dalam peperangan setelah melakukan pertarungan sengit atau jika ia terluka fatal dan akhirnya mati, dengan pertimbangan tertentu maka majikan atau komandan akan membolehkan putra ksatria itu untuk mewarisi posisinya tanpa harus tes dulu, bahkan jika si putra itu baru dilahirkan beberapa tahun sebelumnya. Karena si anak masih terlalu muda untuk dinas militer, jika adik ayahnya tidak dalam tugas, maka si adik ini bisa ditunjuk oleh komandan tertinggi untuk mengantikan kakaknya sementara dan mendidik si anak saat masih kecil, ini disebut sebagai pengasuhan.

  • Menghadapi Maut

Perhatian paling utama bagi prajurit, tak peduli apapun pangkatnya, adalah bagaimana ia akan bertindak dan bersikap saat sedang menghadapi ajal. Tak masalah betapa cerdas dan lancar kau berbicara sebagaimana tampak dalam kondisi normal, jika kau sudah kehilangan bentuk menjelang ajal dalam kondisi yang tak terbayangkan, lalu tiba-tiba sikapmu itu berubah menjadi kecongkakan, maka kau setelah mati akan dipandang rendah oleh orang lain. Membuat pernyataan akhir yang definitif adalah tugas dari prajurit sejati. Bahkan, ada saga yang mengatakan “saat orang menjelang ajal, biarkan kata-katanya yang bagus saja.” Jika kau masuk ke medan tempur dengan sikap pengecut, tidak ada cara lain buat kau untuk menjalani kematian yang baik dengan membawa kesetiaan mengemban tugas. Karena itulah, mereka yang paham betul tentang keprajuritan akan merujuk kematian bahkan saat di tempat tidur karena sakit sebagai “Peristiwa besar sekali seumur hidup.”

  • Pelayanan

Sejak era kuno, bahkan hingga sekarang, sudah ada aturan baku di rumah-rumah samurai untuk selalu bersama-sama dan saling membantu saat sang majikan sedang dalam kesulitan. Sebaliknya, majikan juga menggunakan kekuasaannya untuk membantu rumah-rumah samurai jika dalam kesulitan. Saat majikan sedang dalam masalah keuangan, maka ini akan berpengaruh pada publik. Bahkan, hal-hal yang seharusnya dilakukan majikan, misalnya urusan kantor tuan tanah, umumnya harus di tunda. Bagi para samurai, memang mengecewakan jika majikan saat itu sedang tidak bisa berbuat banyak. Dalam era damai, prosesi pasukan bela diri di depan mata publik semua kelas adalah pemandangan yang bagus. Karena hal ini untuk kekuatan, jika barisan manusia dan kuda bagianmu tampak inferior daripada pasukan dari majikan lainnya, maka itu akan menjadi pemandangan yang timpang. Itu juga akan bisa menjadi sumber rasa malu sepanjang hidup bagi majikan dan komandan. Dalam periode saat mana uang gajimu terpangkas, kau harus berfikir untuk berhemat di segala bidang, mengurangi jumlah personel dan kuda, mengenakan pakaian kertas dan katun pada musim dingin dan pakaian rami pada musim panas, makan beras kasar dan sup miso tambah sekam pada pagi dan sore. Ambil sendiri air untuk minum dan mandi, belahan kayu bakar sendiri; perintahkan istri sendiri untuk masak. Bertahanlah, sebaik-baiknya dalam kondisi berat ini, fokuskan pada kehendak untuk membantu agar kondisi finansial majikan membaik; ini adalah motivasi dasar dari pelayanan terhadap majikan.

  • Pengabdian

Ada dua level orang yang mengabdi di rumah-rumah prajurit. Ksatria muda dan prajurit tingkat rendah memang harus bekerja keras, sehingga tampak sibuk baik siang maupun malam. Namun, tidak ada konvensi bahwa mereka harus rela mengorbankan nyawa untuk kepentingan majikan. Karena itu, jika mereka bertindak tidak tegas di medan tempur, maka tidak ada sanksi khusus terhadap mereka dalam keadaan itu. Jadi, mereka bisa disebut sebagai pembantu yang hanya menjual raga. Sebaliknya, seorang ksatria mempersembahkan seluruh hidupnya untuk melakukan pelayanan tugas. Karena pekerjaan pada majikan itu pada dasarnya adalah tugas militer, maka dalam kondisi darurat si tuan harusnya menyiapkan milisi yang setara dengan statusnya. Sebagai samurai yang tugasnya membantu majikan, kau harus mengetahui hubungan khusus dengan majikanmu sendiri diantara semua majikan-majikan lain di level lokal maupun level provinsi di seantero Jepang. Ksatria yang loyal dan bertanggung jawab atau mereka yang dikatakan cerdas adalah orang yang menyadari betul hal diatas, bisa menahan diri dari keterlibatan dengan pertengakaran dan mengingatkan diri bahwa ia telah menyerahkan raga dan jiwa pada tuannya.

  • Dinas Militer

Umumnya tugas-tugas militer resmi dari prajurit ada dua jalur; perang dan kontruksi. Saat dunia sedang dalam peperangan, hari-hari berjalan dipenuhi dengan pertempuran dan perkelahian sehingga prajurit tidak akan bisa istirahat bahkan cuma sehari. Dalam masa damai, tidak ada peperangan sehingga tidak ada konstruksi khusus untuk tujuan itu. Karena itu, para ksatria di bawah seorang komandan militer mendapat berbagai tugas semisal penjagaan, pengawalan, jadi utusan dan lain-lain.

  • Penilaian yang Baik

Saat ada sakit parah atau peristiwa tragis di kediaman kolega yang masih tergolong bertetangga meski kau tidak terlalu kenal dengan dia kau harus menjaga diri agar tidak tertawa keras-keras, menyanyi riang dan sejenisnya. Kau harus memerintahkan istrimu, anak-anakmu dan pembantumu untuk melakukan hal serupa. Ini bukan sekedar karena apa yang akan difikirkan orang tertentu. Ini sebenarnya juga masalah diskresi malu karena dipandang orang lain sebagai individu yang tidak sopan dan tidak peka.

  • Ekspresi Verbal

Saat seorang ksatria dalam tugas di beri tugas pentung berupa tarung sampai mati oleh tuannya, maka ia harus berkata tegas, “Bagi saya, di tunjuk untuk tugas penting ini, diantara bnyak orang di dalam tatanan ini, adalah takdir yang tepat sebagai seorang prajurit; dan saya sangat berterima kasih. Tentu saya menerimanya tanpa ragu.” Jika kau yakin berani menjalankan eksekusi itu dengan sikap terpuji dihadapan tuanmu, maka ituakan memberi tanda kebaikan. Jika kau beruntung dan semua berjalan baik, orang akan memujimu. Meski kau sudah cukup meyakinkan bisa menjalankan tugas itu begitu kau menerimanya. Pada akhirnya kau memang bisa menjalankannya dengan baik. Perhatian paling utama bagi semua prajurit adalah jangan pernah sampai melakukan kekeliruan konyol atau terpeleset kedalam kesalahan.

  • Sejarah Keluarga

Ksatria yang dalam tugas, bahkan jika ia masih pendatang baru, harus menanyakan pada senior sehingga ia jadi tahu betul tentang asal-usul tatanan rumah majikannya, para pendahulunya, kerabat sedarah, kerabat hasil pernikahannya, dan bahkan para kolega tertentu yang belum banyak dikenal dunia luar.

  • Pengawalan

Saat seorang ksatria sedang mengawal tuannya dalam suatu perjalanan, saat mereka tiba di suatu tempat penghentian maka ia harus segera bicara dan bertanya pada penduduk setempat. Ia harus segera bisa menemukan arah utama terkait gunung, hutan, kuil, atau tempat suci, yang bisa dilihat di lingkungan terdekat. Ia juga harus bisa mendapatkan semua informasi itu dengan ketepatan tinggi sebelum matahari terbenam. Alasannya adalah; jika ada masalah pada malam hari, misalnya ada kebakaran, maka ia bisa membimbing dan menunjukan jalan pada tuannya untuk menyelamatkan diri. Kemudian, saat bertugas melakukan pengawalan dengan jalan kaki, ia harus bisa memastikan diri berada di depan tuannya saat menuruni bukit. Ini tampaknya biasa-biasa saja, namun sebenarnya ini bagian dari tugas utama.

  • Pejabat

Ada ucapan umum mengatakan, “Jaket putih dan penjabat itu sama-sama bagusnya hanya kalau masih baru.” Saat jaket putih masih baru, penampilannya memang sangat bagus. Namun, setelah digunakan berapa lama, jaket putih itu mulai menampakan warna kotor terutama di krah leher dan ujung lengannya. Tak lama kemudian, warnanya semakin memudar dan bahkan kelabu. Kalau sudah begini, jaket itu sudah jadi kotor dan jelek. Hal itu serupa dengan penjabat yang masih baru dalam pekerjaan tertentu yang merasa berdosa, selalu mengikuti perintah atasan dengan tepat dan cermat serta selalu memperhatikan atas hal-hal kecil sekalipun. Dalam proses, mereka amat sadar untuk tidak melanggar sumpah jabatan. Maka, mereka menjalankan tugas hingga di atas garis batas celaan. Bahkan, penjabat yang bagus, tegas, lurus dan tidak egois suatu saat bisa menjadi tidak terlalu efektif setelah menduduki jabatan dalam waktu lama dan sudah mempelajari semua sela dari aturan-aturan.

  • Meminjam Kewenangan dan Mencuri Kewenangan

Bagi ksatria yang dalam tugas, ad asatu hal yang harus disebut dengan ‘meminjam kewenangan’ tuannya dan ada hal lain yang disebut ‘mencuri kewenangan’ dari tuannya. Bagi sang tuan, juga ada hal yang disebut ‘meminjamkan kewenangan’ pada pembantunya dan ada hal lain saat ‘kewenangannya dicuri’ oleh pembantunya. Bagi sang tuan, meminjamkan kewenangan pada para pembantu untuk meningkatkan powernya. Hal ini membuat para ksatria juga pada akhirnya mempertimbangakan untuk mendapatkan keuntungan sendiri dan tidak memikirkan kepentingan tuannya lagi.

  • Ketepatan

Bagi ksatria yang dalam pelayanan publik, tugas-tugas yang terkait dengan dinas keuangan adalah sangat sulit. Itu karena sulit bagi seseorang dengan kecerdasan dan kemampuan biasa untuk mengurusi pembelanjaan sang tuan tanpa menyebabkan kesulitan di pihak fungsionaris besar dan kecil di rumah besar itu, orang-orang kota yang hidup di sekitar kastil, hingga petani di pedesaan. Jika hanya memikirkan kepentingan sang tuan, itu hanya akan menimbulkan kesulitan bagi mereka yang ada dibawah. Jika hanya mencoba memuaskan mereka yang ada dibawah, maka kondisi keuangan sang tuan akan jadi hancur. Pada era lama ada perbedaan jelas antara pembantu yang mencuri dan pembantu yang memeras, orang kuno mengatakan pembantu yang mencuri lebih baik dari pada pembantu yang memeras.

  • Menjadi Komandan atau Pengawas

Ksatria dari jajaran rendah dalam tugas di bawah pengawasan komandan dan superintendent (pengawas) menyadari betul bahwa ia harus mengemban tanggung jawab personal atas suasana hati para atasannya dan harus mengemban tanggung jawab personal atas atribut baik atau buruk terhadap sekelompoknya. Pemimpin harus memperlakukan anggota kelompok secara simpatik sebagaimana menjalankan tugas-tugas kantornya. Tentu setiap orang menyadari bahwa harus tidak ada keberpihakan atau favoritisme bagi semua.

  • Kemalasan

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan hingga hari berikutnya atau mengklain pekerjaan yang sudah tertata dan terencana atau mengalihkan pekerjaan pada kolega atau orang baru. Tak ada orang yang tidak mengemban bertangung jawab personal untuk mengawasi, tugas-tugas akan menumpuk untuk orang yang keliru bahwa masih ada hari esok.

  • Menghadapi Keadaan Darurat

Kau harus menyadari bahwa ‘permasalahan itu bisa muncul dari bawah.’ Maka, kau harus ekstra hati-hati saat mengawal majikanmu dalam perjalanan. Tidak hanya waspada untuk diri sendiri tapi juga harus waspada pada kolega. Penting bagimu untuk memberi peringatan pada mereka yang ada dibawahmu, bahkan hingga ke jajaran terbawah, untuk tidak melakukan hal-hal yang bodoh. Saat kau mengawal majikanmu ke ibukota dan berpapasan dengan rombongan pengawalan tuan besar lain di jalanan, jika para pegawai muda pemberani di masing-masing pengawalan mulai saling olok dan berselisih sehingga terlibat pertengkaran maka segeralah mengambil tindakan dengan mengambil tombak majikanmu dari pembawa senjata dan bawa kesisi majikan.

  • Ekspresi Diri

Para ksatria pada Zaman Perang pergi ke medan tempur tak terhitung beberapa kali jumlahnya di sepanjang umur. Mereka rela mengorbankan nyawa demi tuan besar dan para komandan. Tentu, mereka tidak akan menggembar-gemborkan diri karena telah mendapat kemasyuran atas prestasi tertentu. Pada sikap loyalitas dan pengembanan tugas, tak ada bedanya antara era perang atau era damai. Itu adalah kewajiban resmi bagi ksatria yang sedang bertugas. Apapun yang sebenarnya patut untuk dihargai khusus sebagai sesuatu yang luar biasa adalah sepenuhnya tertanggung pada pertimbangan tuan besar. Yang bisa dan harus kau lakukan adalah yakin kau sudah melakukan tugas prefesionalmu dan kau tidak punya alasan untuk mengekspresikan ketidak puasan.

  • Masalah Mati

Ksatria yang sedang bertugas adalah begitu diistimewakan oleh majikannya sehingga tidak perlu bagi mereka membayar hutang. Sebagai imbalan atas kebaikan itu, mungkin saja para ksatria ingin setidaknya mengikuti majikannya menuju kematian dengan cara mereka melakukan bunuh diri. Namun, sekarang sudah tidak diperkenankan bersadarkan hukum. Para ksatria pada dasarnya sama saja dengan sudah mati jika mereka harus menghabiskan sisa waktu di dalam ruang untuk mengerjakan tugas-tugas awam. Terkait dengan mati, rumah milik orang dengan status tinggi bisa ‘dihantui’ oleh arwah yang menaruh dendam.

Ada dua cara arwah pendendam itu menimbulkan permasalahan.

  1. Dengan cara kematian yang belum datang pada waktunya.
  2. Arwah pendendam menyebabkan masalah dengan cara mengambil alih fikiran para ksatria yang khususnya disukai oleh majikannya.

Berikut 6 cara seorang ksatria samurai bisa memperdaya tuannya :

  1. Menutup mata dan telinga sang majikan, sehingga tidak ada penjabat atau siapapun yang bisa mengekspresikan pendapat.
  2. Kstria bisa mengelabui majikannya dengan mengatur rotasi tugas para ksatria di seputar rumah besar majikan.
  3. Ksatria menipu majikannya dengan menjejali otak tuannya dengan godaan wanita. Secara bertahap godaan ini dilakukan semakin intensif.
  4. Saat banyak pengeluaran ksatria turut ikut campur sedemikian rupa untuk menghambat apa yang seharusnya dilakukan anggota.
  5. Ksatria memperdaya majikan terjadi saat ia sendiri tidak terlalu peduli pada seni bela diri dalam era damai.
  6. Saat sang tuan suka mabuk-mabukan dan gila kerusakan modal.

Hal yang paling logis menghadapi ksatria yang memperdaya tuanya adalah dengan meringkus di ksatria jahat, si setan didalam istana, si musuh dalam selimut majikan  lalu memperlakukan dia sekehendak hatimu.

  • Penyulingan Budaya

Jika hanya kekuatan yang kau miliki, maka kau akan hanya tampak seperti petani yang menjadi samurai dan tidak akan pernah berhasil. Kau juga harus mendapatkan pendidikan, yang patut dipertimbangkan adalah harus mempelajari puisi atau tata cara minum teh. Jika punya pemahaman tentang Jepang dan negara-negara lain, jika dengan hati-hati mempertimbangkan elemen-elemen waktu, tempat dan posisi dalam upaya untuk mengatur hal-hal sesuai dengan apa yang sepatutnya, maka tidak akan melakukan banyak kekeliruan dalam menjalankan tugas. Jika terlalu menyisihkan hal-hal lain sejenak untuk berkonsentrasi sepenuhnya pada puisi, sebelum menyadarinya maka hati dan wajahmu akan lebih melunak. Akan tampak lebih mirip sebagai samurai aristokratik dan sudah kehilangan wajah prajurit. Lebih khusus bila menjadi terlalu sayang pada model modern haikai maka bahkan dalam kumpulan teman-teman akan cenderung memainkan kata-kata. Itu mungkin agak membingungkan namun, itu sesuatu yang perlu dihindari oleh seseorang prajurit. Jika prajurit mulai menjadi seperti pedagang yang hanya bicara tentang apapun dari segi komersial, maka akan kehilangan makna sejati dari keksatriaan Bushido.

 SUMBER : 

Taira Shigesuke, Spirit Hidup Samurai, terj. Teguh Wahyu Utomo,  Selasar Surabaya Publishing, 2009.

 

Iklan

20 buku penuh inspirasi


 

“Anda akan menjadi orang yang sama seperti Anda saat ini, kecuali untuk orang yang Anda temui, tempat-tempat yang Anda kunjungi, dan buku-buku yang Anda baca.”
– Charlie “Tremendous” Jones

Yang mana merupakan sebuah kejahatan besar? Untuk dapat membaca dan kemudian tidak membacanya- atau tidak bisa sama sekali  membaca?

Buku bisa memberikan kita sebuah kebijaksanaan, wawasan, pengetahuan, perspektif, ide-ide baru dan pemikiran. Mereka memberikan sudut pandang,  inspirasi dan pemahaman.

Jika Anda membaca 17 halaman sehari, Anda akan membaca 31. 200 halaman buku selama setahun. Awal  yang baik!

Ada  daftar buku favorit yang terdiri dari  10 buku klasik dan top 10 buku modern. kita  percaya Anda akan terinspirasi oleh para penulis besar dan kata-kata mereka dengan kebijaksanaan yang ada di buku dibawah ini :

Buku klasik:

1. “How to Win Friends & Influence People” oleh Dale Carnegie. Bisa dikatakan buku ini paling klasik?

2. “The Greatest Salesman in the World” oleh Og Mandino. Sebuah panduan praktis untuk mengubah diri Anda menjadi orang yang lebih baik. Ditulis oleh seorang pria yang telah meninggalkan pesannya.

3. “Think and Grow Rich” oleh Napoleon Hill. Sebagai seorang pria yang memperhitungkan  hatinya,bukan.

4. “Power of Positive Thinking” oleh Norman Vincent Peale. Sebagian besar pasti salah satu klasik.

5. Psycho-Cybernetics oleh Maxwell Maltz. Menyediakan alasan rasional dan metodologi tentang cara mengubah kebiasaan Anda dan diri Anda sendiri.

6. “How Showmanship Sells oleh Elmer G. Letterman. 1.965 biaya: $ 3,95.

7. Man’s Search for Meaning” oleh Viktor Frankl. Semua orang harus membaca buku ini!

8. “Atlas Shruggedoleh Ayn Rand. Sebuah kisah tentang seorang Amerika di masa depan di mana pikiran terbaik di dunia harus membawa beban masyarakat yang tidak beres.

9. “The Republic oleh Plato. Dasar-dasar argumentasi dan debat.

10. The Pilgrim’s Progress – From This World to That Which is to Come oleh John Bunyan. Ini alegori Kristen ditulis pada 1678. Kontemporer dalam dampak dan kenabian dalam kebijaksanaannya.

Buku modern:

1.. The Magic of Thinking Big by Dr. David Schwartz. Sebuah buku motivasi / berpikir positif klasik.

2. Uncommon Friends”  oleh Jim Newton. Besar wawasan kehidupan dari lima pemimpin yang disebut “Orang-orang yang menemukan karya abad ke-20.”

3. Today Matters oleh John Maxwell.

4. “Courageous Leadership oleh Bill Hybels. Hanya buku terbaik tentang kepemimpinan – bagaimana untuk mencapai itu dan menggunakannya.

5. “The 21 Irrefutable Laws of Leadership” oleh John Maxwell.

6. Wooden on Leadership” oleh John Wooden.

7. “Outliers” oleh Malcolm Gladwell.

8. “Made to Stick oleh Chip Heath dan Dan Heath. Membantu seseorang memahami bagaimana “kebenaran,” apakah atau tidak didukung oleh fakta-fakta, yang dibentuk dan mendapatkan dibawa ke budaya.

9. “You and Your Network” oleh Fred Smith. Praktis buku saran tertulis dari kebijaksanaan agung.

10. “Good to Great” oleh Jim Collins.

 

Lima Buku manajemen terbaik sepanjang masa


book_stack.jpgSetiap tahun ribuan buku manajemen diterbitkan dan didistribusikan. Sebagian menjelma menjadi best-sellers, sebagian lainnya hanya teronggok disudut terpencil rak-rak toko buku, dan sebagian besar lainnya segera dilupakan orang.

LECTURE RESUME’S – Lalu, LIMA buku manajemen apa yang kira-kira layak dinobatkan sebagai the best of all times, buku manajemen terbaik sepanjang masa?

Pilihan yang saya lakukan disini mungkin tidak lepas dari elemen subyektivitas; namun setidaknya terdapat dua acuan kriteria penting yang dijadikan dasar. Yang pertama, buku itu mesti memberikan sumbangan yang signifikan bagi pengembangan ilmu dan praktek manajemen. Dan kedua, ide yang digagas dalam buku itu tetap relevan hingga hari ini, dan kiranya tetap akan relevan hingga masa-masa jauh di depan. Tanpa perlu berpanjang-panjang lagi, inilah 5 buku manajemen yang saya kira layak dinobatkan sebagai buku manajemen terbaik sepanjang masa.

practice-of-management.jpg1. The Practice of Management by Peter F. Drucker
Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1954, namun isinya tetap memiliki relevansi yang kuat dengan realitas manajemen mutakhir, dan boleh jadi akan tetap relevan hingga beberapa dekade mendatang. Isi buku ini secara jernih dan tajam mengeksplorasi tiga tema sentral dalam manajemen : managing business, managing managers; dan managing employees and works. Lewat analisanya yang jitu dan mendalam, buku ini tak pelak telah memberikan batu pijakan yang sedemikian kokoh bagi perkembangan praktek manajemen.

Semua buku yang ditulis Peter Drucker pasti bagus (ia telah menulis lebih dari 15 judul buku); namun buku ini rasanya merupakan yang terbaik, masterpiece. Dan lewat buku ini pulalah, Drucker kemudian dikenang sebagai “dewa diantara para dewa manajemen dunia”.

 

good-to-great-re.jpg2. Good to Great by Jim Collins
Buku yang berbulan-bulan menduduki peringkat best-seller ini pada dasarnya ingin menjawab satu pertanyaan fundamental : apa sih sebenarnya key succes factors untuk membangun great company? Demikianlah, melalui serangkaian observasi yang mendalam, serta riset yang panjang dan melibatkan ribuan orang, buku ini kemudian berhasil membongkar faktor-faktor kunci yang – secara empirik – terbukti menjadi pemicu tumbuhnya great companies.

Buku yang ditulis dengan elegan ini berkisah tentang strategi dan proses penciptaan great organization. Dan tampaknya kita akan sepakat kalau buku ini juga layak dikategorikan sebagai salah satu a GREAT management book of all times.

 

juran.jpg3. Juran’s Quality Handbook by Joseph Juran
Josep Juran – penulis buku ini – dan juga Edwards Deming acap disebuat sebagai Duet Guru Mutu yang paling berpengaruh dalam era manajemen modern. Dan predikat itu rasanya tetap relevan hingga hari ini.

Juran melalui bukunya yang fenomenal ini memberikan eksplanasi yang menyeluruh dan mendalam mengenai apa itu manajemen mutu, serta bagaimana aplikasinya dalam strategi bisnis. Buku ini telah memberikan sumbangan yang amat berharga bagi sejarah dan praktek manajemen mutu. Hampir semua perusahaan besar, mulai dari Toyota hingga Nokia, dari Samsung hingga Sony, mestinya menaruh hutang budi yang teramat besar dengan buku legendaris ini. Dan, siapapun yang berhasrat membangun keunggulan mutu – termasuk para peminat gerakan Six Sigma – mestinya tak melewatkan buku ini sebagai salah satu bacaan wajib.

human-side.jpg4. The Human Side of Enterprise by Douglas McGregor
Satu lagi buku klasik yang ditulis pada tahun 1960 oleh seorang tokoh raksasa dalam bidang psikologi organisasi. Isinya berfokus pada pada sebuah isu penting dan tetap relevan hingga saat ini, yaitu : bagaimana menstimulasi potensi yang paling optimal dari seorang insan sehingga ia mampu tumbuh menjadi individu yang happy, productive dan satisfied. Dan sungguh, tema fundamental semacam ini pasti akan terus relevan hingga peradaban manusia masih eksis.

Kini kian banyak buku manajemen praktis tentang people management. Namun buku yang ditulis lebih dari 40 tahun silam ini rasanya tetap yang terbaik dibanding ribuan buku serupa yang diterbitkan kemudian hari. Dan bagi Anda yang ingin mendalami “human side of enterprise” secara bening dan inspiratif, buku ini mestinya tidak boleh dilewatkan.

 

winning.jpg5. Winning by Jack Welch
Kekuatan utama buku ini mungkin terletak pada isinya yang berdasar pengalaman yang amat kaya dari penulisnya, Jack Welch – bos GE dalam era sepanjang 1981 – 2001, seorang praktisi manajemen yang pernah dinobatkan oleh majalah BusinessWeek sebagai salah satu Best CEO in Century.

Jack ternyata bukan hanya seorang great CEO. Melalui buku ini, ia dengan amat lugas dan brilian membagi serangkaian gagasan dan pengalamannya bagaimana seharusnya mengelola bisnis dan manajemen. Secara ekspansif ia mengeskplorasi tema-tema penting dalam praktek manajemen, seperti bagaimana cara terbaik mengelola great people dan juga bagaimana strategi mengembangkan future leaders.

Kedalaman analisa, gaya penulisan yang inspiratif serta kekuatan pengalaman yang solid tak pelak telah membuat buku ini sebagai salah satu karya yang mungkin akan tetap dikenang dalam waktu yang amat panjang di era mendatang.

Demikianlah, lima buku yang menurut saya layak ditempatkan sebagai 5 Buku Manajemen Terbaik Sepanjang Masa. Tentu, masih ada banyak buku manajemen lain yang bermutu yang juga sebenarnya layak dicatat, namun karena jatahnya hanya lima, ya hanya lima buku diatas yang dipilih.

Kalau kelak Anda ingin membangun perpustakaan keluarga, pastikan bahwa kelima buku brilian itu ada dalam koleksi yang menghias rak buku di rumah Anda.

 

 

 

18 WISDOM & SUCCESS


RESENSI BUKU
Classical Motivation Stories 3

Oleh: Andrie Wongso
Penerbit: AW Publishing
Cetakan I: Agustus 2007
Ukuran: 14 X 21 cm
Halaman: xiii + 228
ISBN: 978-979-99744-1-9
Harga: Rp60.000

PRAKATA

Buku adalah jendela dunia. Tapi, bagi saya buku tidak sekadar jendela dunia, namun ada yang lebih luar biasa, yakni sebagai jendela hati, pikiran, dan terutama jendela nurani. Betapa tidak. Sejak saya meluncurkan buku 15 Wisdom & Success pada bulan Mei 2005 dan disusul buku 16 Wisdom & Success pada bulan Maret 2006, sambutan yang muncul terhadap kedua buku itu begitu luaaarr biasa. Penjualannya laris manis. Di beberapa toko buku sempat mengalami kehabisan stok. Telepon yang masuk menanyakan keberadaan buku itu pun sangat banyak. Jujur, hal itu tentu membanggakan. Namun sebenarnya, ada yang jauh lebih berkesan dari sekadar angka-angka hasil penjualan. Adalah semangat luar biasa masyarakat yang membaca buku yang membuat saya jauh lebih merasakan efek luar biasa dari kedua buku tersebut.

Banyak testimoni yang datang langsung kepada saya, baik melalui telepon, fax, email, atau bahkan datang langsung ke kantor, yang menceritakan betapa berbagai cerita dalam kedua buku tersebut telah menginspirasi mereka. Ada yang sampai menitikkan air mata membaca uraian kisah penuh makna itu. Banyak pula yang menjadikan cerita-cerita itu untuk menyemangati orang yang dikasihi. Tak jarang, ada yang kemudian menyebarkan berbagai kisah itu dalam aneka forum dan mailist sehingga makin banyak orang merasakan dampak positif dari berbagai kisah yang saya sampaikan.

Itulah mengapa kini saya makin meyakini, bahwa buku juga dapat menjembatani perubahan yang mendasar bagi pembacanya. Dengan kisah yang menyentuh, maka hati, pikiran, dan nurani menjadi tergugah untuk melakukan berbagai perbaikan, baik untuk diri pribadi maupun lingkungannya. Sungguh, sebuah dampak positif yang luar biasa. Apalagi, cerita-cerita itu bukan hanya bisa dipahami oleh orang dewasa, namun anak-anak hingga orang tua sekalipun bisa memetik hikmah di dalamnya.

Tak heran, ketika saya juga meluncurkan CD Audio Book cerita-cerita tersebut, sambutannya pun tak kalah luar biasa. CD yang sudah memasuki seri ke-3 itu terus menuai banyak permintaan. Diperkuat dengan kisah-kisah lain yang terus saya kumandangkan melalui Radio SMART FM yang di-relay ke berbagai kota di penjuru tanah air, gulungan ombak semangat dan motivasi itu makin membesar di mana-mana. Antusiasme penelepon yang ingin masuk melalui siaran langsung di SMART FM setiap hari Senin pukul 7 pagi itu selalu saja tak bisa ditampung. Belum lagi sms yang masuk pada saat acara. Jumlahnya yang sangat banyak menunjukkan bahwa semangat dan motivasi ini terus bergema ke mana-mana.

Bahkan, sejak saya meluncurkan program the power SMS, program motivasi melalui sms dengan mendaftarkan REG AW ke nomor 2425, sambutannya pun mengalir deras. Hingga kini, ribuan orang yang terdaftar terus memberikan berbagai respon balik yang sangat positif. Mereka mengatakan bahwa ucapan singkat melalui sms itu mampu menggelorakan semangat setiap harinya. Meski pendek, kalimat-kalimat itu dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Tak cukup sampai di situ. Website saya di http://www.andriewongso.com yang didesain ulang sejak Oktober 2006, juga mendapat banyak sambutan. Website yang memuat berbagai cerita, kisah, pengalaman, dan semua hal yang berbau motivasi telah menjadi sarana pertemuan antarindividu di dunia maya, sehingga terus memperkuat gelombang motivasi ke mana-mana.

Berkaca dari semua hal itu, saya rasa inilah momen yang tepat bagi kita untuk kembali bangkit dari keterpurukan bangsa. Sebab, saya merasakan betul, semangat luar biasa yang terpancar dari audiens yang datang ke seminar-seminar saya. Bertubi-tubi testimoni yang datang, juga menandakan bahwa virus positif bernama motivasi ini telah menjalar ke mana-mana.

Dari sekian banyak tanggapan, dukungan, dan testimoni itu, ada sebagian yang menanyakan tentang seri-seri kelanjutan dari buku Wisdom & Success. Saya sendiri memang sudah jauh-jauh hari ingin melanjutkan seri buku tersebut. Sebab, masih banyak kisah menarik lain yang perlu terus diberikan kepada pembaca untuk memperkuat efek gelombang semangat dan motivasi. Karena itu, saya sebenarnya juga sangat bergembira karena belakangan ini muncul begitu banyak buku-buku sejenis yang makin menginspirasi banyak orang.

Tapi, mengingat dampak buku yang luar biasa, saya tidak ingin sekadar menuangkan sejumlah kisah dalam barisan kalimat, tanpa ada ruh cerita yang dapat menggugah semangat. Karena itu, untuk sebuah cerita saja, butuh perenungan mendalam. Sebab, bagi saya sebuah cerita akan sangat kuat memengaruhi orang jika mengandung kedalaman isi yang berasal dari pengalaman, tindakan nyata, dan perbuatan luhur yang juga harus terus saya tanamkan pada diri sendiri dan orang-orang.

Dari reaksi yang muncul berdasar pengalaman itulah, maka buku ketiga 18 Wisdom & Success ini hadir. Dengan 18 kisah yang berbeda, ada banyak hal yang bisa kita dalami dan pelajari tentang kehidupan untuk menjadikan hidup lebih bahagia, optimis, ceria, dan penuh makna. Selain itu, untuk memperkuat efek positif, buku ini dibuat jauh lebih berwarna dan dibuat dengan kesan dinamis, sehingga berbeda dengan kedua seri sebelumnya. Bahkan, saya juga menyelipkan CD gratis yang berisi lima cerita yang saya ambil dari lima CD saya (jika Anda ingin mendengarkan selebihnya, Anda bisa memiliki versi lengkap di seri CD Audio books saya)

Tak lupa, semua ini bisa menjadi nyata berkat bantuan Anda. Semua teguran, sapaan, kritikan, dan saran yang masuk menjadi bahan renungan lain yang memperkuat isi buku ini. Sekali lagi, saya tak akan bisa menjadi seperti ini tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, tak lupa saya terus memohon dukungan dalam bentuk apapun dari Anda semua. Silakan buka website http://www.andriewongso.com untuk menyalurkan semua hal yang bisa menginspirasi, baik untuk saya maupun orang lain. Dengan begitu, gelombang motivasi yang membawa hawa positif ini akan makin menyebar ke berbagai penjuru negeri. Salam Sukses Luar Biasa!

PUJIAN UNTUK BUKU INI

”Kebesaran seseorang bisa dilihat dari hasil dan buah karyanya dalam membantu seseorang menjadi lebih baik. Sebagai Presiden dari Asosiasi Management (AMA) Indonesia, Saya banyak berjumpa dengan orang yang berubah karena sosok Andrie Wongso. Persistensi, determinasi, dan konsistensi dari Penulis buku ini telah menjadikan buah karyanya. Saya yakin termasuk buku ini, akan mengubah bagian hidup Anda baik karir dan kehidupan pribadi.”
Handi Irawan D
President AMA-Indonesia
Chairman Frontier Consulting Group

“Sejak tulisan pertamanya muncul di http://www.pembelajar.com saya sudah yakin seorang Andrie Wongso akan menyumbangkan karya tulisnya kepada bangsa ini. Dan dengan gaya bertuturnya yang khas, unik, dan luar biasa itu, karya Andrie Wongso bagai embun bagi jiwa-jiwa yang bosan dengan sekadar kiat, teknik, trik-trik, dan pengetahuan tanpa kearifan (wisdom). Sukses dicari oleh jiwa-jiwa belia, sementara kearifan disukai oleh jiwa-jiwa yang matang. Dan Andrie Wongso memadukan keduanya. Bacalah!”
Andrias Harefa
Penulis 28 Buku Laris
Pendiri Sekolah-sekolah Tanpa Dinding, termasuk Pembelajar.com

“Inspirasi boleh terpatri melalui berbagai sendi dan lini kehidupan hakiki insani. Berkesan mendalam atau dangkalnya kisah itu adalah masalah selanjutnya. Sejatinya, cerita kehidupan akan bersemayam lama di hati jika dituturkan oleh pejalan nyata di lorong-lorong waktu kehidupan itu sendiri. Tiada kemunafikan, tiada kepalsuan, tiada kepura-puraan. Semuanya alami bagaikan mentari bersinar setiap pagi. Dan, di buku ini, sang pejalan itu adalah seorang legenda sejati kehidupan yang telah mengarungi fluktuasi kehidupannya dengan aneka pilihan menu hidup alami, Andrie Wongso. Beliau layak bertutur dan berbagi karena seluruh kisah inspiratif dan motivasional di lembar-lembar buku ini memang telah menjadi menu sehari-hari sepanjang perjalanan kehidupan sang legenda motivasi ini sampai hari ini. Karenanya, tidak berlebihan jika publik akhirnya menyampirkan gelar Motivator No. 1 Indonesia di pundaknya karena memang ia layak menempati posisi bergengsi itu. Semoga selancar sukses dan bahagia akan dapat terbagi selepas membaca buku bak permata ini.”
Ponijan Liaw
Penulis Buku-buku Bestseller Komunikasi & Zen terbitan Elex Media Komputindo

“Yet another inspiring book by Indonesia´s Number 1 Motivator! Some more moving stories, some more ancient wisdom, some more powerful ideas to ENERGIZE your team members to achieve greater heights!”
James Gwee
Indonesia´s Favourite Seminar Speaker

10 artikel klasik dari dekade lalu, karya Harvard Business Review (HBR)


Selama liburan tahun baru 2010 ini, saya sempat jalan-jalan di sebuah mall dan mampir ke sebuah toko buku. Pada sebuah rak majalah di toko buku tersebut, saya menemukan sebuah majalah, dengan judul, “10 must reads from HBR” yang dibuat oleh Harvard Business Review (HBR) OnPoint – lihat foto. Karena sangat gemar membaca tulisan-tulisan karya HBR, dan juga relatif sering menerapkan kiat-kiatnya dalam pengelolaan perusahaan, maka hampir sebagian besar dari artikel-artikel “klasik” tersebut, saya agak kenal isinya dan juga sangat menyukainya. Sehingga timbul rasa keinginan saya untuk membeli rangkuman artikel-artikel klasik, yang telah disusun menjadi sebuah buku (majalah) oleh HBR.

Tapi sewaktu melihat harga buku, yang ternyata Rp 275.000, maka timbul rasa “sayang uang”, untuk membelinya. Namun karena bagusnya tulisan-tulisan klasik tersebut, maka di hari-hari libur ini, saya mencoba mencari kesepuluh artikel tersebut di internet.

Sebagai sebuah hadiah tahun baru dari saya, bersama ini saya tuliskan “download links” kesepuluh artikel “klasik dan abadi” karya HBR, yang menurut saya sangat baik bila disempatkan untuk dibaca oleh para sahabat. Saya yakin artikel-artikel tersebut, telah membuat banyak perusahaan-perusahaan di seluruh dunia menjadi lebih baik. Saya juga mencoba memberikan ulasan sedikit tentang artikel-artikel tersebut dengan iringan doa semoga bermanfaat, khususnya bagi kalangan yang ingin mengembangkan dirinya, perusahaannya maupun institusi tempat ia bekerja.

Berikut “10 must reads” dari HBR, yang saya susun berdasarkan kronologi tahun terbitnya dengan lokasi untuk men-download-nya :

1.Marketing Myopia,by Theodore Levitt yang ditulis pada bulan Oktober 1975. Download disini.

Artikel bersejarah ini memperkenalkan konsep perubahan yang mendasar, supaya kita jangan terlalu fokus pada “penjualan produk” tetapi justru “melayani keinginan customer”. Selama bermitra dan bersaing, saya sering melihat banyak perusahaan di Indonesia, yang hampir seluruh jajaran organisasinya, hanya terpaku pada produksi dan penjualan produk. Mereka tidak pernah berusaha mencari tahu, apa keinginan dari para pelanggan (customer) mereka.

2. The Core Competence of the Corporation, by C.K. Prahalad and Gary Hamel yang ditulis pada bulan Mei 1990. Download disini.

Inilah tulisan pertama yang membahas tentang “core competence”. Apa definisinya dan bagaimana menerapkannya agar sebuah perusahaan bisa tumbuh dengan mengandalkan core competence-nya. Diperkenalkan juga tentang perbedaan dari istilah core competence, core products dan end products. Great article.

3.What Is Strategy? by Michael E. Porter yang ditulis pada bulan November 1996. Download disini

Sewaktu pertama kali membaca artikel ini, saya sempat tertarik pada caption, “Hampir sebagian besar perusahaan Jepang, jarang yang mempunyai strategi”. Tulisan ini bila semakin dibaca, akan semakin merubah pemikiran kita tentang perlunya strategi dan bukan hanya fokus pada operational effectiveness saja.

4. Putting the Balanced Scorecard to Work,by Robert S. Kaplan and David P. Norton ditulis pada bulan Februari 1996. Download disini.

Siapa yang tidak mengenal 4 (empat) perspective financial, customer, business process, learning and growth, yang diperkenalkan oleh kedua penulis legendaris ini. Keempat perspective ini kemudian menjadi mantra bagi banyak perusahaan di dunia, untuk melakukan pengembangan perusahaan secara berimbang (balanced).

5. What Makes a Leader?“by Daniel Goleman yang ditulis pada tahun 1998. Download disini.

Daniel Goleman adalah seseorang yang memperkenalkan kita pada kata “Emotional inteligence“. Saya sangat terkesan dengan cara Daniel mengulas tentang peran motivasi pada diri seseorang. Inilah salah satu artikel terbaik untuk pengembangan diri dan tentunya juga bisa dipakai untuk mengevaluasi anak buah anda.

6.Managing Oneself,” by Peter F. Drucker ditulis pada tahun 1999. Download disini

Semakin kita berumur, seharusnya kita semakin mudah untuk menjawab 5 (lima) pertanyaan dari Peter Drucker, seorang management guru. “What are my strengths ?’, “How do I perform?”, “What are my values ?”, “Where do I belong ?”, “What can I contribute ?”. Sebuah tulisan klasik yang mengingatkan kita untuk “me-manage” diri kita sendiri.

7. Competing on Analytics by Thomas H Davenport ditulis pada bulan April 2000. Download disini

Sebuah konsep untuk merubah IT dari hanya sebagai alat pendukung, menjadi sebuah senjata persaingan yang ampuh. Banyak sekali contoh-contoh yang diulas pada artikel ini, yang pasti akan merubah cara pengelolaan perusahaan anda, bila anda telah selesai membacanya.

8.Meeting the Challenge of Disruptive Change,” by Clayton M. Christensen and Michael Overdorf ditulis pada bulan Januari 2006 . Download disini

Kenapa ada sebagian perusahaan yang tampaknya mampu berinovasi terus menerus, namun banyak juga perusahaan yang mempunyai dana serta sumber daya yang cukup, tetapi gagal ber-inovasi. Artikel ini mengulas cara menyusun team dalam sebuah organisasi untuk melakukan inovasi. Simple guidelines.

9. “Innovation: The Classic Traps,” by Rosabeth Moss Kanter yang ditulis pada November 2006. Download disini

Strategi Inovasi terkadang datang dan pergi dalam sebuah perusahaan. Rosabeth Moss Kanter mencoba menyelidiki kenapa banyak inisiatif-inisiatif gagal dalam perusahaan. Ia kemudian menjadi salah seorang pembicara terkenal dalam bidang kegagalan inovasi. Seminarnya sangat mahal untuk mengikutinya.

10. Leading Change: Why Transformation Efforts Fail,” by John P. Kotter yang ditulis pada Januari 2007. Download disini.

John Kotter menyederhanakan 8 (delapan) tahapan transformasi dan beberapa contoh-contoh yang bisa menyebabkan transformasi gagal pada setiap tahapan.

Itulah hadiah tahun baru dari saya. Selamat membaca dan juga selamat mencobanya (bila belum) di tahun 2010. Percayalah bila diterapkan dengan baik, maka kinerja anda, ataupun perusahaan anda, ataupun institusi tempat anda bekerja akan menjadi lebih baik di tahun 2010. 

Sumber : http://www.triharyo.com/

Hermawan On MarketinG


RESENSI
Ukuran : 15 x 23 cm

Tebal    : 868 halaman

Terbit     : Januari 2002

Soft Cover

Sama dengan buku larisnya yang terbit 1996 lalu, Marketing Plus 2000: Siasat Memenangkan Persaingan Global (kini telah memasuki cetakan ketujuh), dalam buku ini pun Hermawan sekali lagi ngomong banyak soal marketing melalui kolom-kolom menggelitiknya. Bedanya, kalau di buku tersebut ia menggunakan konsep Marketing Plus 2000 yang masih sangat sederhana dan tradisional sebagai dasar penulisan kolomnya, maka di buku ini ia menggunakan model yang jauh lebih komprehensif.

Ia menggunakan Sustainable Market-ing Enterprise(SME) model merupakan pengembangan lebih lanjut dari model awal tersebut. Harap diketahui, SME model ini kini sudah menjadi buku yang diterbitkan untuk konsumen Asia berjudul Rethinking Marketing: Sustainance Market-ing Enterprise in Asia, yang ditulis bersama marketing guru, Philip Kotler.

Di model baru ini beberapa submodel ditambahkan. Kalau Marketing Plus 2000 hanya mencakup pembahasan mengenai Sembilan Elemen Pemasaran, maka di dalam buku ini ditambahkan 4C-Diamond(tool untuk analisis lingkungan bisnis); Scorecard (tools untuk mengukur value yang diberikan kepada tiga stakeholder utama perusahaan); Sustainable (tool untuk memahami posisi perusahaan dalam sustainability loop-nya); dan Enterprise (tool untuk perusahaan Visi, Misi, Goal, Business Scope, Corporate Culture, Organisasi, Target, Balance, Result).

Karena konsepnya sudah dikembangkan sedemikian luasnya, tentu saja kolom-kolom Hermawan dalam buku ini juga menjadi lebih kaya, komprehensif, dan sangat kental muatan konsep strategisnya. Dan yang tak kalah penting, lebih deep dan full of wisdom, karena selama enam tahun setelah buku pertama terbit, semakin bertambah klien yang ditangani, semakin bertambah buku yang ia baca, semakin bertambah model-model yang ia bikin, semakin bertambah pula seminar dan workshop yang ia lakukan. ISBN : 979-22-0095-9; 20802036

 

 

 

 

Influencing & Empowering People :“Kiat Memberdayakan dan Mempengaruhi Orang Lain”.


Penulis : Andrew Smith.
Penerbit : Prestasi Pustakaraya.
Cetakan : 1 (Pertama), 2007.
Tebal : 155 Halaman.

Didalam buku yang ditulis oleh Andrew Smith ini dia telah mengemukakan beberapa hal penting, diantaranya adalah:

Apa yang dimaksud dengan pemberdayaan dan bagaimana hal tersebut memberikan keuntungan terhadap organisasi dan individu.

Pemberdayaan orang artinya mendorong mereka untuk lebih melibatkan diri dalam keputusan dan aktifitas yang mempengaruhi kerja mereka. Memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka bisa memunculkan ide-ide yang brilian dan mempraktekkan ide tersebut dengan berbekal skill yang mereka miliki.

Konsep Pemberdayaan

  • Mendorong orang untuk memainkan peranan yang lebih aktif dalam pekerjaan mereka
  • Dengan jalan melibatkan mereka dalam mengambil tanggung-jawab untuk mengembangkan cara-cara dalam mengerjakan sesuatu.
  • Memungkinkan mereka untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih banyak dan lebih besar tanpa campur tangan seseorang yang lebih senior.

Dalam sebuah organisasi, anda mungkin memiliki beberapa kelompok atau individu-individu yang telah diberdayakan. Bagi sebagian orang beranggapan bahwa pembedayaan membuka jalan hidup baru. Orang-orang dan tim-tim tersebut adalah yang mau menerima sebuah tanggung-jawab yang berangkat di luar pekerjaan mereka yang dilakukan dalam waktu dekat dan menyumbangkan hal tersebut demi keberhasilan organisasi yang lebih baik secara keseluruhan. Mereka aktif dalam menyelesaikan permasalahan dan mudah melakukan kerjasama dengan individu atau kelompok lain. Sebelum anda memberdayakan orang lain, maka anda harus memberdayakan diri anda terlebih dulu.

Pemberdayaan bukanlah suatu hal yang sekedar main-main, akan tetapi dibutuhkan konsistensi. Hal ini sangat penting untuk segera dilakukan karena merupakan dasar pengembangan-pengembangan bisnis saat ini. Poin pentingnya adalah ketika pemberdayan terjadi di tempat kerja, maka keuntungannya:

  • Untuk organisasi, karena bakat individual adalah suatu manfaat yang maksimal.
  • Untuk departemen atau tim, karena hal tersebut menjadikan departemen atau tim lebih antusias,aktif dan berhasil.
  • Untuk setiap individu, karena hal tersebut akan memperlunak pemikiran mereka sebelumnya mengenai apa yang mereka capai.

Untuk memberdayakan orang lain, para menejer harus percaya pada kemampuan dan komitmen karyawannya. Untuk berkomitmen pada diri mereka dan menumbuhkan rasa memiliki atas tujuan-tujuan organisasi, para karyawan juga harus mempercayai dan menghormati para menejernya. Sebelum hal tersebut terjadi, para menejer harus mempercayai bahwasanya pemberdayaan memberikan keuntungan dan kemungkinan.

Tipe budaya dimana pemberdayaan akan tumbuh subur.

Pembahasan mengenai lingkungan dimana anda membutuhkan karyawan yang diberdayakan, dengan menekankan pada konstribusi yang bisa anda buat dengan jalan mempengaruhi budaya yang ada, dengan jalan menciptakan hubungan yang sesuai dan membangun hubungan yang terberdayakan.

Pada tahun-tahun ini orang mulai menyadari bahwasanya organisasi-organisasi juga memiliki budaya-budaya mereka sendiri. Bisnis memiliki cara-cara yang berbeda ketika mereka mengerjakan sesuatu, perbedaan tipe personalitas yang cenderung melakukan sesuatu yang baik, bermacam-macam hubungan yang berbeda yang didukung. Budaya-budaya organisasional dibentuk oleh tipe pekerjaan yang dilakukan orang, apa yang sudah terjadi pada masa lalu dan oleh bermacam-macam orang yang bekerja di sana. Divisi-divisi, bagian-bagian atau tim-tim juga cenderung memiliki pola keunikan mereka tersendiri. Budaya local tersebut baik yang mempengaruhi atau yang dipengaruhi oleh budaya organisasi yang lebih besar.

  • Nilai-nilai dan budaya organisasi tersebut mempengaruhi bagaimana orang lain bertingkah laku.
  • Bagaimana orang bertingkah laku mempengaruhi kebudayaan tersebut

Wujud hubungan-hubungan pemberdayaan.

Untuk mengembangkan hubungan kerja yang efektif anda harus:

1.Menghargai mereka

2.Tunjukkan sikap Empati

3.Bersikap Tulus

Hubungan kerja yang baik akan memberdayakan orang lain karena hal tersebut:

  • Mendorong komunikasi yang reguler dan terbuka
  • Memastikan bahwa gagasan siapapun akan didengarkan dan dipertimbangkan
  • Menyadari akan kekurangan keahlian orang lain, namun memberikan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menutupi kelemahan tersebut.

Hubungan kerja yang buruk akan mengganggu pemberdayaan karena hal tersebut menyebabkan:

  • Keengganan dalam memberikan informasi mengenai perkembangan dan kemajuan yang dicapai kepada orang lain.
  • Permusuhan dan ketidak percayaan masing-masing individu yang bisa menyebabkan terrsingkirnya orang yang tepat dari kerja sama.
  • Kesulitan dalam membuat keputusan-keputusan karena konflik yang tidak terslesaikan.
  • Frustasi dan kehilangan moralitas.

Bagaimana cara anda memberdayakan orang dengan berkomunikasi secara sederhana dengan mereka.

Untuk memberdayakan orang lain maka anda harus berkomunikasi seakan-akan anda tidak pernah berkomunikasi sebelumnya yang artinya anda bertanya dan mendengarkan untuk mendapatkan informasi yang berguna bagi anda. Orang lain tidak bisa diberdayakan kecuali mereka mengetahui seperti apa mereka inginkan untuk ikut terlibat.

Menyediakan informasi yang berkualitas kepada orang lain adalah salah satu kunci untuk membantu mereka mengembangkan kebebasannya. Seringkali atas informasi yang anda berikan akan membantu orang lain dalam membuat keputusan-keputusan.

Bagaimanapun bagusnya informasi yang anda miliki, namun hal tersebut akan tidak berguna sama sekali jika anda tidak menyampaikannya dengan cara yang efektif.

Meskipun sudah tersedianya memo, laporan-laporan, catatan, surat, presentasi dan briefing ‘manajemen’ semua tersebut berada dalam jaringan kerja atau network komunikasi organisasi, bentuk sistem-sistem ini hanyalah separuh dari proses penting ini. Organisasi saat ini telah memperkenalkan sejumlah perlengkapan untuk memastikan bahwasanya komunikasi tetap dengan proses dua arah.

Mendengarkan bukan berarti hanya mendengarkan kata-kat atau kalimat-kalimat saja, akan tetapi berusaha untuk memahami apa yang sedang dikatakan orang lain kepada anda. Dari semua skill yang anda gunakan dalam berkomunikasi, skill mendengarkan mungkin yang paling penting dari semuanya. Sayangnya sebagian besar kita bukanlah seorang pendengar yang alamiah; kita memahami outputnya lebih mudah dari pada inputnya. Tanda-tanda seorang pendengar yang buruk adalah ingin langsung pada konklusinya, suka menginterupsi orang lain, hanya mengira-ngira dari kalimat yang diucapkan oleh lawan bicaranya. Suatu cara cmerlang untuk memastikan bahwasanya anda benar-benar mendengarkan lawan bicara anda adalah dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang efektif.

Mendengarkan jawaban pertanyaan-pertanyaan anda tidak boleh dengan hanya diam saja, akan tetapi anda harus benar-benar berkonsentrasi atas hal tersebut, jadi anda tidak hanya mendengarkan apa yang diucapkan oleh lawan bicara anda, akn tetapi mendengarkan bagaimana dia mengucapkannya. Dengan menunjukan bahwa benar-benar memperhatikan dengan menampakan bahasa tubuh yang positif maka lawan bicara anda akan merasa dihargai.

Pertemuan adalah alat yang penting untuk menginformasikan dan memberdayakan orang lain. Sayangnya kalau itu juga bisa membuang-buang waktu dan akn menggagalkan semua perhatian kita, kecuali jika hal tersebut dipertimbangkan dan direncanakan dahulu.

Briefing hampir sama seperti rapat-rapat bisa, hanya saja briefing cenderung terfokus pada berbagi informasi dari pada penyelesaian permasalahan dan membuat keputusan-keputusan. Briefing yang dilakukan seharusnya tidak hanya sekedar memberiakan informasi. Akan tetapi hal tersebut merupaka sebuah kesempatan yang sangat baik untuk melibatkan orang lain , berbagi tanggung-jawab dan meningkatkan antusias dan komitmen mereka.

Menjalani pekerjaan merupakan sebuah alat yang sangat kuat dalam melakukan komunikasi informal dengan para tenaga kerja dan untuk membuat semua orang merasa menjadi bagian dari bisnis yang lebih luas. Ini sangat penting untuk anda lakukan dalam kegiatan rutin anda, khususnya ketika anda menemukan pendekatan personal yang sulit.

Peranan pengembangan dalam memberdayakan orang.

Orang perlu dikembangkan jika mereka mampu menerima tugas-tugas dan tanggung jawab yang baru. Namun, pengembangan yang anda lakukan harus sesuai, fleksibel dan disampaikan pada saat yang tepat. Seseorang tidak akan berkembang dengan sukses jika anda mengirimnya pada kursus belajar yang tidak ada relevansinya terhadap pekerjaan mereka dalam waktu dekat.

Metode pengembangan yang paling kita kenal adalah metode program pelatihan, biasanya jauh dari masalah pekerjaan. Umumnya, orang akan lebih terberdayakan oleh pengembangan yang terjadi ‘dalam pekerjaan’ divbanding yang mereka dapatkan dalam kursus. Salah satu jalan yang paling efisien agar anggota tim anda benar-benar berhasil adalah dengan jalan melakukan pembinaan.

Pentingnya pengembangan diri anda pribadi.

Sebagai seorang menejer yang terus mencari jalan untuk memberdayakan orang lain, sangatlah vital bagi anda untuk mengatasi segala perlawanan sehingga membuat pengembangan personal professional anda sebagai prioritas. Anda tentu saja tidak bisa mengajar orang lain kecuali anda belajar pada diri anda sebelumnya.

Anda harus memberikan motivasi kepada orang-orang yang bekerja pada anda untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari kesempatan-kesempatan pengembangan yang terjadi secara alamiah di tempat kerja mereka. Pada saat yang bersamaan anda juga bisa melatih diri anda sendiri untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baik dan buruk yang terjadi setiap hari selama anda memimpin.

Seorang pengembang diri professional cenderung menggunakan beberapa poin yang ada di bawah ini untuk membuat pengembangan mereka kurang istimewa.

  • Menggunakan seorang mentor
  • Sebuah network pendukung
  • Menyusun sebuah portfolio pengembangan
  • Terus belajar denga sistem Learning log

Bagaimana cara mendapatkan komitmen orang.

Anda tidak bisa memberdayakan orang lain kecuali mereka ingin terberdayakan dan mereka tidak akan memberiakan yang terbaik kecuali mereka termotivasi untuk melakukannya. Dalam bab ini dibahas mengenai bagaimana mendapatkan komitmen orang lain dan menjelajahi cara-cara di mana anda bisa memproduksi banyak pemenang. Diantaranya adalah:

  • Mendorong orang lain untuk lebih berkomitmen
  • Membuang sistem memberi hadiah dan menghukum
  • Hal yang menggerakan orang lain untuk melakukan sesuatu
  • Motivasi melalui penghargaan
  • Penguatan yang positif
  • Memberikan timbal balik
  • Timbal balik yang positif
  • Timbal balik yang negative
  • Pengakuan
  • Belajar mencintai konflik

Beberapa hal praktis yang bisa anda lakukan untuk memberdayakan orang.

Ada beberapa ide-ide praktis yang bisa anda praktekkan saat ini juga. Dimulai dari sebuah disskusi cara-cara yang yang bisa mempengaruhi orang-orang yang ada di organisasi anda sehingga mereka akan mendukung anda dalam melaksanakan aktivitas pemberdayaan. Dan kemudian diakhiri dengan rencana tindakan yang akan membantu anda menjadikan pemberdayaan sebagai sebuah jalan hidup.

Hal-hal yang perlu anda lakukan adalah:

  • Mempengaruhi : Ketika pengaruh anda dibutuhkan
  • Memilih strategi yang jitu Strategi menekan dan Strategi menarik
  • Meletakkan jari kaki di atas air
  • Mengembangkan tim kerja
  • Melibatkan orang lain dalam membuat keputusan : Analisa yang logis dan Proses-proses yang kreatif
  • Quality circles
  • Pemberdayaan sebagai jalan hidup
  • Melibatkan orang lain dalam evaluasi

Membaca buku ini hanya merupakan satu langkah dalam memberdayakan orang lain, sekarang sangat penting untuk menata tujuan-tujuan anda, membuat perencanaan, menentukan pendukung anda dan bertindak.

Namun demikian seberapa banyak semangat anda untuk menjadi seorang menejer pemberdayaan, jangan lupa kalau anda akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berhasil jika anda mendapatkan dukungan menejer yang lain dan organisasi secara menyeluruh. Berhati-hatilah dalam melibatkan orang-orang kunci sejak dini bangun akan kemampuan yang berpengaruh yang anda miliki untuk mendapatkan komitmen dan dukungan mereka.

 

 

%d blogger menyukai ini: