Posts from the ‘Ekonomi & Manajemen’ Category

Menyembuhkan masalah depresi


MEMAHAMI MASALAH ANDA

Ada empat kasus dengan permasalahan mengenai depresi. Ben yang depresi karena tidak ingin menjadi tua, Marissa yang mudah marah dan tidak bias mengontrol diri, Vic yang merasa dirinya tidak berharga, dan Linda yang selalu mengalami kecemasan. Untuk memahami masalah-masalah mereka, para ahli terapi mereka melakukan hal yang sama yaitu mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan lima aspek kehidupan: 1) Pikiran(Keyakinan, bayangan, kenangan), 2) suasana hati, 3) perilaku, 4) reaksi fisik, dan 5) lingkungan(yang dulu maupun yang saat ini).  Setelah memberikan pertanyaan-pertanyaan tersebut, para pasien yang mengalami depresi jadi mengetahui apa yang menyebabkan mereka depresi, selain itu ahli terapi pun jadi mengetahui apa tindakan yang harus dilakukannya.

Lima aspek yang telah disebutkan tersebut lebih dikenal dengan lima komponen untuk setiap yang masalah yang saling berpengaruh dan berkaitan satu sama lain. Dan jika sedikit saja perubahan terjadi pada salah satu dari lima komponen tersebut dapat menyebakan perubahan pada komponen yang lainnya. Jika terjadi perubahan maka dapat menimbulkan stres, dengan mengetahui ada perubahan yang terjadi dalam pikiran, kita bisa menciptakan peningkatan yang positif yang dapat berlangsung lama.

YANG PENTING ADALAH PEMIKIRAN

Pemikiran membantu menentukan suasana hati yang kita alami. Selain itu pemikiran juga memengaruhi bagaimana kita berperilaku, apa yang akan kita lakukan dan yang tidak akan kita lakukan, dan kualitas kinerja kita. Bahkan respon biologis kita pun dipengaruhi oleh pemikiran dan keyakinan. Karena pada bab ini kita belajar bagaimana pemikiran memengaruhi suasana hati yang kita alami, tentu kita bertanya-tanya mengapa sebagian orang cenderung memiliki pemikiran dan suasana hati tertentu, hal ini bisa dikarenakan faktor biologis atau genetis, tetapi sebenarnya pengaruh faktor lingkungan juga membantu menentukan sikap, keyakinan, dan pemikiran yang berkembang selama masa kanak-kanak dan sering terus berlangsung hingga masa dewasa.

Mengubah cara berfikir kita agar merasa lebih baik bisa diidentifikasikan dan mengubah pemikiran merupakan bagian penting dari terapi kognitif. Terapi ini bisa membantu kita melihat semua informasi yang tersedia, jadi bukan semata-mata hanya pemikiran positif saja. Meskipun perubahan pemikiran sering kali sangat penting, banyak persoalan memerlukan perubahan perilaku, fungsi fisik, dan lingkungan.

MENGIDENTIFIKASI DAN MEMERINGKAT SUASANA HATI

Suasana hati yang kuat akan menunjukkan bahwa sesuatu yang penting sedang terjadi dalam hidup kita. Biasanya, suasana hati bisa digambarkan dalam satu kata, misalnya senang. Dengan mengidentifikasi suasana hati tertentu bisa membantu kita nenentukan dan mencatat tujuan, serta membuat kita mampu memilih intervensi yang dimaksudkan untuk mengurangi suasana hati tertentu. Tetapi penting sekali untuk bisa membedakan antara situasi, suasana hati dan pemikiran karena ketiganya merupakan hal yang berbeda. Di samping mengidentifikasi suasana hati, penting juga untuk belajar memeringkat intensitas suasana hati yang sedang kita alami. Dengan memeringkat suasana hati kita, membuat kita mampu mengevaluasi kekuatan dan catatan fluktuasi reaksi emosi kita. Mengidentifikasi dan memeringkat suasana hati merupaka  keterampilan yang penting. Semakin kita mengetahui suasana hati, semakin mudah bagi kita untuk mengenali dan memberinya nama.

SITUASI, SUASANA HATI, DAN PEMIKIRAN

Dengan catatan pemikiran, membantu kita mengembangkan seperangkat keterampilan yang bisa memperbaiki suasana hati dan hubungan kita, dan juga menyebabkan terjadinya perubahan perilaku yang positif. Tiga kolom dari catatan pemikiran membedakan satu situasi dari perasaan dan pemikiran yang kita miliki dalam situasi tersebut. Selain itu, catatan pemikiran juga berisi daftar bukti, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung pemikiran yang kita identifikasi.Dari catatan pemikiran, kita diberikan peluang untuk mengembangkan cara-cara berfikir yang baru yang bisa membuat kita merasa lebih baik. Seperti halnya dalam mengembangkan setiap keterampilan baru, kita harus banyak berlatih mengisi banyak catatan pemikiran sebelum mencapai hasil yang konsisten.

PEMIKIRAN OTOMATIS

Pemikiran otomatis adalah pemikiran yang muncul dibenak kita secara spontan pada suatu saat tertentu dalam sehari. Pemikirian otomatis selalu ada setiap kali kita memiliki suasana hati yang kuat, karena pemikiran otomatis merupakan kunci untuk memahami reaksi emosional kita. Pemikiran otomatis ini bisa berupa kata-kata, bayangan, atau memori. Kita juga bisa mengidentifikasi pemikiran otomatis. Untuk mengidentifikasinya, perhatikan apa yang terlintas dalam benak Anda ketika Anda memiliki suasana hati tertentu yang kuat. Mengidentifikasi pemikiran otomatis kita merupakan satu langkah penting untuk merasa lebih baik dan mengatasi masalah dengan lebih baik. Selain itu ada juga yang disebut dengan pemikiran panas. Pemikiran panas ini juga merupakan pemikiran otomatis hanya saja mengandung muatan emosional yang paling kuat.

DIMANAKAH BUKTI ITU?

Saat kita memiliki pemikiran otomatis negatif, biasanya kita berpegang pada data yang menegaskan kesimpulan kita. Tetapi meskipun begitu, penting sekali untuk mempertimbangkan pemikiran panas kita juga sebagai hipotesis atau kesimpulan. Dengan mengumpulkan bukti yang mendukung atau tidak mendukung pemikiran panas kita, bisa membantu mengklarifikasi pemikiran kita dan bisa mengurangi intensitas suasana hati yang menimbulkan stres. Bukti-bukti tersebut terdiri atas data, informasi, dan fakta bukan interpretasi. Penting sekali untuk menuliskan semua bukti yang menunjukkan bahwa pemikiran panas kita ini tidaklah 100% benar. Dengan mempertimbangkan informasi yang tidak sesuai dengan pemikiran panas kita, hal ini bisa membantu kita agar merasa lebih baik.

PEMIKIRAN ALTERNATIF ATAU SEIMBANG

Pada Catatan Pemikiran kolom 6, terdapat “Pemikiran Alternatif atau Seimbang”, kolom ini merupakan ringkasan bukti-bukti penting yang dikumpulkan dan ditulis pada kolom 4 (Bukti yang mendukung pemikiran panas) dan kolom 5(Bukti yang tidak mendukung pemikiran panas). Jika bukti pada kolom 4 dan 5 tidak mendukung pemikiran panas awal, tuliskan pandangan alternatif pada kolom 6. Dan jika hanya sedikit yang mendukung pemikiran panas awal, maka tuliskan pemikiran seimbang yang merupakan ringkasan, baik yang mendukung maupun tidak memdukung pemikiran awal. Pemikiran alternatif atau seimbang bukanlah semata-mata pemikiran positif atau rasionalisasi. Justru kebalikannya, semua itu mencermikankan makna baru dari berbagai situasi yang ada berdasarkan semua bukti yang ada. Perubahan respons emosional terhadap suatu situasi sering kali berkaitan dengan besarnya tingkat kepercayaan kita pada pemikiran alternarif atau seimbang yang kita tuliskan.

Semakin banyak Catatan Pemikiran yang kita isi, akan semakin mudah bagi kita untuk berfikir secara fleksibel tentang berbagai macam situasi dan mulai mempertimbangkan penjelasan alternatif atau seimbang berbagai peristiwa secara otomatis tanpa harus menuliskan bukti-bukti yang sudah ada.

EKSPERIMEN DAN RENCANA TINDAKAN

Pada awalnya mungkin kita tidak akan langsung percaya sepenuhnya pada pemikiran alternatif atau seimbang kita. Tapi kita bisa melakukan eksperimen untuk mengujinya, eksperimen ini bisamembantu meningkatkan keyakinan kita terhadap pemikiran baru. Saat kepercayaan kita pada pemikiran alternarif atau seimbang meningkat. Suasana hati kita yang semakin baik akan menjadi stabil. Tapi apabila eksperimen tadi tidak mendukung kepercayaan baru kita, kita bisa mempergunakan informasi ini untuk membangun berbagai keyakinan yang berbeda yang mencerminkan pengalaman kita. Lakukanlah eksperimen dalam langkah-langkah kecil agar mudah dilaksanakan, dari langkah kecil ini membantu kita membuat langkah-langkah besar kemudian. Selain itu, penting untuk mencatat eksperimen kita guna mengetahui hasilnya di kemudian hari. Sedangkan rencana tindakan bisa membantu kita mengatasi masalah yang telah kita antisipasi sebelumnya. Rencana tindakan haruslah spesifik, artinya mencakup rencana-rencana untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul, menentukan waktu untuk mulai, dan mencatat kemajuan yang dicapai.

ASUMSI DAN KEYAKINAN INTI

Asumsi dan keyakinan inti merupakan akar pemikiran otomatis kita. Asumsi bisa dinyatakan dalam kalimat “Jika.. maka…,” sementara keyakinan inti merupakan pernyataan absolut atau mutlak. Asumsi dan keyakinan yang merusak bisa diperlemah pada saat asumsi baru bisa diidentifikasi dan diperkuat. Sedangkan keyakinan inti bisa diidentifikasi dengan mencari tema-tema dalam Catatan

Pemikiran dan/atau dengan teknik anak panah menurun. Keyakinan inti ini bisa tentang diri sendiri, orang lain, atau dunia. Agar keyakinan itu benar 100% atau tidak, bisa diuji dengan mencari berbagai bukti. keyakinan inti yang baru bisa diperkuat dengan mencatat berbagai pengalaman yang sesuai dengan keyakinan baru tersebut, memberi peringkat tingkat kepercayaan baru kita, melakukan eksperimen untuk mengujinya, lalu melakukan uji historis pada keyakinan baru tersebut. Keyakinan inti sering kali berubah dengan sangat lambat, tetapi lama-lama akan menjadi kuat dan lebih stabil juga memberikan pengaruh yang kuat terhadap cara berfikir dan berperilaku kita serta pada perasaan kita.

MEMAHAMI DEPRESI

Depresi tidak hanya menggambarkan suasana hati, tetapi juga meliputi perubahan dalam pemikiran, perilaku, dan biologis kita. Inventaris Depresi Manajemen Pikiran bisa digunakan untuk memeringkat gejala-gejala depresi. Skor mingguan dalam inventaris tersebut bisa dituliskan untuk mencatat berbagai perubahan depresi. Belajar untuk mengubah cara berfikir kita merupakan fokus utama terapi kognitif terhadap depresi. Sebenarnya pengobatan juga bisa membantu, terutama untukorang yang mengalami depresi yang intens atau depresi jangka panjang. Jangan lupa untuk memeringkat suasana hati kita selama melakukan berbagai aktifitas, tuliskan pada jadwal mingguan. Hal tersebut dapat membantu kita menemukan hubungan antara perilaku dan depresi. Selain itu, melakukan analisis Jadwal Aktifitas Mingguan bisa menunjukkan perubahan perilaku untuk membantu kita merasa lebih baik. Dengan melakukan berbagai aktifitas menyenangkan yang membuat kita menyelesaikan sesuatu, membantu kita merasa lebih baik ketika kita sedang mengalami depresi.

MEMAHAMI KECEMASAN

Gangguan kecemasan ada beberapa, yaitu fobia, gangguan stres pascatrauma, obsesi, tekanan (compulsion), dan kecemasan secara umum.

Sedangkan gejala-gejala kecemasan, meliputi otot tegang, detak jantung cepat, pusing-pusing, menghindar, dan gugup. Lalu ada juga komponen kognitif kecemasan yangmeliputi persepsi terhadap bahaya, daya tahan yang rentan, atau ancaman.

Pemikiran yang menyertai kecemasan sering dimulai dengan “Bagaimana kalau…,” dan mengandung tema bahwa “sesuatu yang buruk akan terjadi”. Sebenarnya panik juga merupakan kecemasan, hanya saja panik merupakan kecemasan ekstrem yang disertai dengan misinterpretasi yang sifatnya kastatrofik terhadap sensasi fisik atau mental, misalnya”Aku mendapat serangan jantung,””Aku akan mati,” atau “Aku gila.”Kecemasan bisa dikurangi atau dihilangkan dengan restrukturisasi kognitif, latihan relaksasi, dan mengatasi kebiasaan menghindar.

MEMAHAMI KEMARAHAN, RASA BERSALAH DAN RASA MALU

Kemarahan ditandai oleh otot tegang, meningkatnya detak jantung, meningkatnya tekanan darah, dan sikap bertahan atau menyerang. Sedangkan komponen kognitif kemarahan meliputi persepsi karena diperlakukan tidak adil atau tidak semestinya atau menganggap orang lain berbahaya atau tidak adil. Kemarahan bisa berkisar mulai dari sedikit jengkel hingga sangat marah. Agardapat mengontrol kemarahan, ada metode-metode yang efektif untuk dilakukan, yaitu restrukturisasi kognitif, mempersiapkan diri untuk menghadap berbagai peristiwa yang beresiko tinggi membuat kita marah, imajinasi, mengenali tanda-tanda kemarahan sejak dini, mengambil waktu sejenak (timeout), latihan mengungkapkan isi hati dengan tegas,  dan terapi pasangan.

Rasa bersalah adalah saat kita merasa bersalah ketika kita percaya bahwa kita telah melakukan sesuatu yang salah. Rasa bersalah ini sering kali disertai oleh pemikiran yang mengandung kata-kata “mestinya” dan “harusnya”.

Sedangkan rasa malu meliputi persepsi bahwa kita telah melakukan kesalahan, bahwa kita perlu menyimpannya sebagai rahasia, dan bahwa apa yang pernah kita lakukan berarti sesuatu yang buruk tentang kita.

Rasa bersalah dan malu bisa dikurangi atau dihilangkan dengan cara menilai keseriusan tindakan-tindakan kita, menimbang tanggung jawab pribadi, mengakhiri sikap diam, memaafkandiri sendiri, dan membuat perbaikan.

SUMBERDennis Greenberger, Ph.D., Christine A.Padesky, Ph.D. (2004) Manajemen Pikiran: Metode Ampuh Menata Pikiran Untuk Mengatasi Despresi, Kemarahan, kecemasan, dan Perasaan Merusak Lainnya, Terj. Yosep Bambang Margono, Kaifa, Jakarta.

Spirit Hidup Samurai


1Seseorang yang akan menjadi Prajurit harus selalu ingat akan kematian sepanjang waktu, setiap hari, setiap malam, dari pagi Tahun Baru hingga malam Akhir Tahun. Kesadaran siap mati harus ditanamkan di dalam otak, karena bila selalu ingat kematian di sepanjang waktu tentu akan menunjang untuk siap mengemban tugas dan setia pada kaisar serta menghindari dari segala perbuatan setan  dan kejahatan serta dapat memelihara fisik agar tetap sehat dan kuat serta menjadi pribadi yang lebih baik. Kehidupan setiap manusia ibarat embun pagi hari yang sangat rapuh dan gampang lenyap karena terkena sinar matahari, tiupan angin, gerakan daun, atau lainnya. Jika itu merupakan kehidupan rata-rata manusia maka kehidupan Prajurit jauh lebih rawan karena Prajurit lebih terkait dengan peperangan. Sebagai Prajurit harus menyadari bahwa hidup adalah hanya saat ini dan tidak tahu pasti apa yang akan terjadi besok, jika mengemban tugas dari Kaisar/Majikan atau memenuhi memenuhi kewajiban untuk orang tua maka akan punya perasaan bahwa itu adalah kesempatan terakhir. Dan memotivasi diri untuk tidak boleh gagal dalam mengemban tugas dan membantu orang tua.

  • Pendidikan

Kaum prajurit berada di posisi lebih atas daripada tiga kelas lainnya. Kaum perajurit juga diharapkan menjadi administratur profesional. Karena itu, mereka perlu mempelajari dan mendapatkan pemahaman sangat ekstentif tentang berbagai prinsip apa saja. Para prajurit uang hidup dalam zaman perang sudah terjun pertama kalinya dalam perang sungguhan di usia 17 atau 16 tahun dan langsung melakukan pekerjaan mereka sebagai ksatria, sehingga mereka harus berlatih bela diri saat usia 12 atau 13 tahun. Dalam era Zaman Perang, ada sejumlah prajurit yang sama sekali tidak bisa membaca huruf dalam kamus. Hal itu terjadi karena mereka harus kosentrasi pada seni militer. Bagi prajurit yang dilahirkan di era sekarang saat suasana sudah damai, dari usia 7 atau 8 tahun mereka harus tetap diajari sastra klasik, membaca, dan menulis. Kemudian saat di usia 15 atau 16 tahun mereka juga harus diajari berlatih memanah, berkuda dan semua bentuk seni bela diri.

  • Kewajiban Keluarga

Bagi prajurit, menyayangi orang tua adalah hal yang sangat fundamental. Jika seseorang tidak lagi memperdulikan orang tua, meski ia luar biasa pandai, ganteng, atau bertutur cukup bagus maka, ia bukanlah oarang yang baik. Untuk paham Bushido, kau harus menjalan kan dari akar sampai ranting. Jika tidak bisa memahami dari akar sampai rantingnya, kau tidak akan bisa tahu apa kewajibanmu. Seseorang yang tidak tahu kewajibannya tentu sangat tidak layak untuk disebut prajurit. Ada dua cara untuk menyayangi dan memperdulikan orang tua dengan baik. Pertama, jika mereka tekah memperlakukan kita dengan baik dan pernah  membantu kita secara personal maupun finansial, kita tidak boleh meremehkannya jika mereka membutuhkan pertolongan. Kita harus bersedia menyisihkan sejenak urusan pribadi kita untuk menolong mereka. Kedua, harus menghargai, menghormati, menghibur dan membantu saat menghadapi proses penuaan dan penurunan kualitas hidup, serta harus merawat dengan setulus hati. Ini adalah tujuan anak yang berbakti. Prajurit dengan spirit seperti ini menunjukan bahwa ia paham persyaratan-persyaratan tentang loyalitas (kesetiaan) dan kewajiban. Sehingga, dapat menjadi prajurit yang setia mengabdi pada majikannya dan rela mengorbankan nyawanya sendiri.

  • Prinsip-Prinsip Keprajuritan

Dalam Bushido, ada dua jenis prinsip dengan empat level; kedua prinsip itu adalah prinsip kedaaan normal dan prinsip keadaan darurat perang. Prinsip keadaan normal meliputi prinsip kesatriaan dan prinsip persenjataan, prinsip keadaan darurat perang meliputi prinsip kerentaraan dan prinsip tempur. Di depan publik, meski sedang tidak bertugas, kau tidak boleh sembarangan bersantai. Lebih baik membaca, berlatih kaligrafi, mengkaji kisah-kisah kuno atau tata krama keprajuritan kuno. Seorang prajurit yang sudah menjalani empat level prinsip keadaan normal dan prinsip keadaan darurat perang dengan sempurna akan dianggap sebagai ksatria level tinggi. Jika sudah menampung dua prinsip keadaan normal, maka cukup kompeten untuk mengemban tugas ksatria. Namun, jika belum menguasai dua level dalam prinsip keadaan darurat perang, maka tidak akan bisa menjadi komandan samurai, pemimpin kelompok, hakim atau yang setara dengan itu. Untuk itu diperlukan keteguhan hati untuk menjadi ksatria kelas tinggi.

  • Selalu Waspada Pertempuran

Bagi prajurit penting untuk terus memelihara spirit tempur di dalam hati selama 24 jam sehari, saat berjalan atau berdiri, saat duduk atau bersandar dan tidak pernah melupakan kewajibannya. Adat istiadat orang Jepang berbeda dengan adat istiadat negara lain. Di Jepang orang dari kelas rendah seperti petani, pedagang dan seniman tetap membawa pedang meski pendek dan berkarat. Namun, adat istiadat Jepang pulalah yang menentukan bahwa ketiga kelas rendah ini tidak menjadikan ketentaraan sebagai profesi. Jika kau tidak pernah melupakan spirit bertempur, kau juga akan secara spontan bertindak seiring dengan realita tetap memikirkan kematian di sepanjang waktu. Seorang prajurit yang mengenakan dua pedang di pinggang namun, tidak memiliki spirit tempur bukanlah seorang prajurit melainkan hanya seorang petani atau pedagang yang berkulit prajurit.

  • Biarawan-Prajurit

Sejak era sangat lama, sudah ada tradisi yang mengkaitkan biarawan dengan prajurit. Maka, atas dasar itu selalu ada kesamaan antar biarawan dan prajurit. Misalnya dalam sekolah-sekolah Zen, orang yang disebut Pustakawan dan Pemimpin Majelis adalah bara niarawan biasa sama dengan status para prajurit. Level berikutnya yang lebih tinggi, dalam biara adalah Asisten Guru, yang setara dengan tatanan dlam milliter, seperti kelompok dalam keksatriaan, atau kepala pasukan darat. Yang lebih tinggi lagi, meski tanpa gelar saat biarawan sudah mengenakan pakaian keagamaan penuh warna, memegang simbol-simbol otorita dan sudah memimpin sekelompok besar, maka mereka sudah patut disebut Sesepuh atau Master. Para biarawan ini levelnya sudah setara dengan prajurit yang sudah memiliki bendera sendiri, lencana sendiri serta tongkat komando, memimpin para ksatria atau infanri, yang memimpin tentara dan mngekomando pasukan atau komndan regu pemanah. Saat seorang prajurit yang memegang komando melakukan kekeliruan dalam kepemimpinannya, maka itu bisa membahayakan nyawa tentaranya dan menyebakan musibah besar. Karena itu, sangat penting untuk memahami hal ini, gunakan waktu senggangmu diluar masa tugasmu untuk menyempurnakan pemahaman prinsip-prinsip militer. Belajarlah dan berlatihlah sehingga tidak ada posisi yang kau tidak bisa jalankan bahkan saat posisi tertinggi sebagai komandan.

  • Benar dan Salah

Sepanjang, itu disadari dan diterima, para prajurit harus paham mana yang benar dan yang salah serta berusaha keras melakukan yang benar dan menhindari yang salah dengan cara itulah Bushido bisa hidup. Benar dan salah bisa berarti baik dan jahat, benar adalah baik, salah adalah jahat. Prajurit sangat perlu untuk mengetahui yang keliru dan yang benar, serta menghindari yang keliru dan memburu yang benar. Proses memanen manfaat dari praktik melakukan hal yang benar itu diawali dengan ketakutan akan tidak dihargai oleh orang-orang yang dekat dengan dirimu, diawali dari anggota keluarga dan pembantu. Proses ini kemudian berkembang ke menjaga diri dari melakukan yang keliru dan melakukan yang benar. Bila kau terbiasa melakukan ini maka akan menjadi kebiasaan dan kau bisa mengembangkan mentalitas yang lebih memilih mengikuti yang benar dan menghindari yang salah.

  • Pemberani

Dalam Bushido, ada tiga hal yang dipertimbangkan sangat esensial; kesetiaan, tugas dan keberanian. Prajurit yang memiliki kombinasi tuga sosok, baik berupa kesetiaan, pengembanan tugas dan keberanian, bisa dipertimbangkan sebagai ksatria dengan orde tinggi. Seseorang yang batinnya memang pemberani akan menunjukan loyalitas dan kasih sayang pada majikannya dan orang tuanya. Jika ada waktu luang ia akan mempelajari literatur dan terus berlatih seni bela diri. Ia menghindari kemewahan personal, tidak berfoya-foya atau menghambur-hamburkan sepersen uang. Ia juga tidak tamak, ia membelanjakan uang hanya jika memang diperlukan. Ia juga menjaga tubuh agar tetap fit, karena selalu ingin menuntaskan kewajiban di dalam hidupnya. Ia akan selalu menjaga kesehatannya, memoderatkan makanan dan tidak minum-minuman keras. Semua ini merupakan cerminan mentalitas pemberani.

  • Sopan Santun dan Rasa Hormat

Saat orang muda atau samurai secara tidak sopan melakukan pembicaraan atau interaksi lain dengan majikan atau orang tuanya dan tidak sempat diperhatikan sepanjang mereka tetap santun terhadap majikan atau orang tua, maka, kewajiban dan loyalitas keluarga lah yang membedakan tiga kelas lebih rendah ini. Dalam Bushido, tak peduli seberapa banyak kau menanamkan loyalitas dan kewajiban keluarga didalam hati, jika tanpa perilaku yang baik untuk mengekspresikan ras hormat pada majikan dan orang tua maka kau tidak bia diakatakan sudah menghargai cara hidup seorang samurai.

  • Berkuda

Pada era emas, dikatakan bahwa prajuit dari semua peringkat bependapatan memanah atau berkuda adalah seni bela diri tertinggi. Prajurit di masa kini lebih terkonsentrasi pada berlatih pedang, tombak, dan berkuda, yang tak kalah pentingnya. Seperti halnya seni bela diri lain seperti, memanah, menembak dan jujitsu, tentu para prajurit muda berlatih rutin setiap pagi dan sore. Prajurit dijajaran lebih rendah sangat diharapkan bisa belajar berkendara kuda dengan baik. Ini akan membuat mereka bisa mengendarai kuda apa saja, bahkan yang masih liar dan yang susah di atur. Kuda bagus dan gampang dinaiki jaranga ada. Kalau ada, kuda-kuda seperti itu digunakan untuk para prajurit besar dan jarang di temukan di istal-istal untuk prajurit berpangkat lebih rendah. Maka, jika kau jago berkuda, maka kau bisa mengenali kuda yang bagus meski masih terlalu liar, terlalu tempramental,atau susah diatur, lalu kau bisa selalu memiliki kuda lebih baik daripada kau secara normal mendapatkannya.

  • Prinsip Tentara dan Prinsip Tempur

Jika ingin mempelajari ilmu militer, jangan sekali-sekali berhenti ditengah jalan. Kau harus berlatih hingga mencapai rahasia-rahasia terdalamnya lalu akhirnya kembali ke kesederhanaan sejati dan hidup dalam damai. Namun, jika kau menggunakan waktu untuk belajar dan berlatih ilmu militer dengan setengah-setengah, lalu tidak tahu jalan kembali kesederhanaannya, maka itu akan membuat kau menjadi frustasi dan kehilangan moral. Dalam konteks ini yang dimaksud dengan kembali kesederhanan adalah merujuk pada kondisi-kondisi fikiranmu sendiri saat sebelum mempelajari ilmu militer.

  • Mengelola Rumah Tangga

Jika prajurit kecewa atas perilaku istrinya, maka ia harus menjelaskan alasannya lalu membimbing istrinya sedemikian rupa sehingga mengerti. Jika kekecewaan itu terkait hal-hal yang remeh, maka lebih baik ia memaafkan dan toleran untuk menyisihkannya. Namun, jika sang istri itu memiliki sifat dan perilaku buruk dan tampaknya tidak akan bisa diubah jadi lebih baik, maka si prajurit disarankan menceraikannya lalu mengembalikannya kepada orang tuanya. Jika kau tidak mengikuti nasehat ini dan malahan memaki-maki istri yang harusnya dihargai sebagai orang kedua. Didalam rumah tangga dan menyiksanya dengan kata-kata kasar seperti umpatan kotor orang-orang dijalanan, maka tentu itu bukan perilaku yang patut bagi prajurit ksatria. Yang juga sangat tidak patut adalah mengacungkan pedang atau melontarkan tinju ke istri. Ini sungguh perilaku yan tidak terhormat dan karakteristik dari prajurit yang pengecut. Menyiksa orang yang tidak bisa membalas adalah sesuatu yang tidak patut dilakukan oleh prajurit. Jika ada prajurit yang melakukannya prajurit itu tergolong pengecut.

  • Keluarga Besar

Suatu dari garis keturunan langsung kepala keluarga besar, atau dari garis keturunan langsung nenek moyang tiba-tiba menderita kehancuran dan tumbang dalam urusan dunia. Sikap layaknya ksatria adalah tidak menjauhkan diri dari mereka. Kau harus tetap memelihara hubungan baik dan menghubungi mereka dari waktu ke waktu. Menjadi oportunis, Cuma manghargai saat mereka berjaya namun meningalkan mereka saat jatuh adalah mentalitas petai atau pedagang bukan mentalitas prajurit.

  • Hemat

Prajurit dalam dinas publik, tak peduli statusnya besar atau kecil harus selalu hemat dan berhati-hati agar tidak belanja berlebihan. Kehidupan individual adalah urusan pribadi. Maka bila hidup dengan belanja yang sedang-sedang saja, berusaha keras untuk menghindari belanja yang tidak berguna , bahkan meski hanya sedikit. Belanjakan uang hanya kenutuhan yang memang sangat dibutuhkan, inilah salah satu cara berhemat. Namun, saat kau terobsesi dengan berhemat, enggan membelanjakan uang dan terkonsentrasi hanya untuk menabung. Kemudian, saat kau bisa dengan cepat memulihkan kondisi keuangan dan bahkan menjadi lebih kaya daripada sebelumnya, kau menjadi lebih serakah dan kikir pda akhirnya mengabaikan tugas dan kewajiban karena semua yang kau fikirkan hanya lah menghemat uang, maka ini disebut pelit atau kikir. Orang-orang kuno bilang ‘kikir’ adalah kata lain dari ‘pengecut’.

  • Membangun rumah

Saat seorang prajurit dalam dinas publik membangun rumah, bisa dipahami jika ia ingin membuat penampilan luarnya, misalnya; pagarnya, petak penjaganya, berandanya dan tuang tamunya sebagus mungkin untuk mencerminkan statusnya. Dalam setiap kota kastil, orang dari tempat lain dan dari provinsi lain diperbolehkan masuk sejauh mungkin hanya di lingkaran luar dan boleh melihat-lihat sekitar. Jika rumah prajurit itui bagus dan tampak damai, ini akan tampak menjadi nilai plus bagi si empunya kastil.  Dalam era peperangan, bahkan baron  terbesar yang jadi master dalam kastil pun selalu khawatir akan dikepung lalu di sergap di dalam istananya sendiri. Maka, rumah-rumah untuk para prajurit di lingkar kedua dan ketiga dibuat rendah, sempit dan di bangun ringan-ringan saja. Bahkan, untuk para prajurit di lingkar terluar yang akan membakar rumah-rumah mereka sendiri saat ada krisis tidak ada keperluan untuk membangun rumah secara permanen. Bahkan, rumah-rumah dengan kontruksi yang sangat ringan sampai-sampai digambarkan seperti sekedar tenda untuk tidur. Dari sudut pandang ini, bahkan saat era damai, ksatria yang menjalankan Bushido tidak diperkenankan membangun rumah terlalu indah yang seolah-olah akan mereka tinggali selamanya.

  • Perlengkapan Militer

Ksatria yang sedang dalam tugas publik harus menjaga dan memelihara perlengkapan militernya dan persenjataannya denga sebaik-baiknya seiring dengan status mereka. Ini meliputi barang-barang yang ada dalam kode-kode militer di dalam setiap rumah dan yang diperintahkan oleh majikan mereka, misalnya; emblem individu, tutup kepala, emblem tombak, emblem tameng dan emblem pengangkut. Maka, pengenalan emblem-emblem semacam itu harus selalu di berikan untuk rumah secara keseluruhan. Seorang ksatria harus selalu siap untuk bertugas, tak peduli betapa damainya keadaan, jika sudah mau menerima gaji untuk dinas militer namun, gagal mempertimbangkan kemungkinan perang dan gagal melengakapi diri sepenuhnya dengan persenjataan dan perlengkapan militer, maka ia seratus kali lebih lalai daripada mereka yang mengganti bilah pedang dengan keping bambu atau pemuda dan ksatria muda yang tidak mengenakan pelindung tubuh.

  • Mempersenjatai Anak Buah

Seorang prajurit level rendah tidak boleh mengomando satu kontigen besar pengikut bahkan dalam keadaan darurat. Maka, ia tidak bisa mempersenjatai mereka lebih dari sebatang tombak. Jika tombak itu patah, maka akan ada satu batang tombak yang hilang, sehingga masuk akal jika menyiapkan mata tombaknya dan memasangkannya dengan apa saja yang cocok pada saat itu. Misalnya, dengan batang bambu. Juga, pasok pedang-pedang panjang yang kokoh, bahkan jika sedikit rusak untuk digunakan para prajurit pemula. Beri juga baju besi dan helm besi untuk kaum muda pemberani, alat pelindung dada,  pelindung kepala, dan bahkan topi baja untuk pesuruh dan calon ksatria; bahkan jiak kau prajurit tingkat lebih rendah, kau juga harus mengenakan pelindung tubuh.

  • Prajurit

Prajurit adalah fungsionaris yang harusnya bisa menghukum penjahat pengganggu masyarakat dan memberikan keamanan bagi tiga kelas lainnya. Karena itu, meski kau hanya prajurit di peringkat sangat bawah, sebagai prajurit kau tidak boleh melanggar dan mengganggu tiga kelas lainnya. Prajurit tugasnya memberantas penyamun, dan jangan sampai bertindak seperti penyamun.

  • Rendah Hati

Para prajurit yang sedang mencari pekerjaan pada majikan, harus selalu merendahkan diri saat berurusan dengan gaji. Sikap rendah hati dan sopan-santun prajurit seperti itu masih ada. Ekspresi semacam itu bermuasal dari ketidak-sediaan untuk menyuarakan jumlah spesifik untuk gaji. Kala itu ada pepatah “Seekor elang, meski sangat kelaparan, tidak akan makan padi; seorang prajurit, bahkan meski belum makan, tetap memainkan tusuk gigi.” Orang muda tidak akan berbicara tentang hal-hal semacam gaji atau harga komoditas dan wajah mereka akan memerah malu jika mendengar pembicaraan tentang seks. Bagi mereka-mereka yang bakal menjadi prajurit, sangat diharapkan mencoba meniru sikap para prajurit era lama.

  • Melilih Teman

Seorang prajurit dalam tugas boleh punya banyak kolega, namun sangat alami jika mengembangkan pertemanan khusus dengan prajurit yang berani, cerdas, adil dan berpengaruh. Sayangnya, tidak banyak prajurit yang seperti itu. Maka, jika ada bahkan cuma seorang saja yang bisa menghubungkan dengan teman-teman lain seperti itu, bisa menjadi bantuan besar saat kau sedang membutuhkan. Para prajurit bisa menjadi sahabat dekat hanya saat mereka bisa saling melihat hati masing-masing. Prajurit tidak boleh bergaul secara kasual hanya untuk saat luang yang bagus atau dalam obrolan santai. Jika mereka tiba-tiba kehilangan total perilaku taat adat, bertindak terlalu familiar, bergadang malam-malam, jika mereka harus merasa dalam keadaan tidak baik sehingga akhirnya bicara sembrono, maka mereka tidak akan bicara lebih banyak lagi, karena tidak akan bisa dipercaya. Jika sudah tidak ada lagi orang yang mendamaikan mereka, maka pada akhirnya mereka akan angkat bahu tanpa ada kebanggaan untuk meluruskan omongan. Penampilan luar mereka boleh saja sebagai prajurit, namun jiwa mereka tak lebih dari buruh kasar biasa.

  • Hubungan Bersahabat

Bagi prajurit menjadi bergantung pada orang lain itu boleh sepanjang masih sesuai dengan Bushido. Akan tetapi, jika kau menunjukan kebergantungan tanpa alasan yang tepat, menunjuk-nunjukan diri saat kau seharusnya tidak ada urusan, berbicara tentang beban yang sebenarnya tidak terlalu memberatkanmu, maka kau pantas disebut sebagai oarang yang suka mencampuri urusan orang lain. Ini sama sekali tidak baik. Jika kau tidak ada kepentingan dan tidak diminta, maka lebih baik tidak usah terlibat. Jika kau prajurit, saat kau menerima permintaan untuk membantu seseorang maka kau harus siap mengembannya sendiri tak peduli seberapa sulit. mengekspersikan pda orang lain atau menunjukan penolakan pada pandangan orang lain adalah hal yang harus dipertimbangkan dengan matang. Apapun yang dikatakan prajurit harus bijaksana dan dengan penuh perhatian. Seberapa banyak kau berbicara dengan teman atau kolega; bijaksana adalah lebih pas dalam keadaan seperti itu. Jika seseorang mendatangimu meminta nasihat, beranilah dengan tegas menolaknya atas dasar jika hal itu jauh di luar wewenangmu. Begitu kau sudah menjadi orang kepercayaan seseorang, itu sudah menunjukan ketergantungan untuk memburu kebenaran dan mengungkapkan fikiranmu lebih bebas bahkan jika orang lain itu tidak suka apa yang kau katakan. Jika ada orang yang begitu kurang kecerdasan sehingga menolak nasihat dan membuat kekeliruan karena berkepala batu serta bersikeras melakukan sesuatu dengan cara mereka sendiri, maka kau tidak perlu membina hubungan persahabatan dengan mereka.

  • Hubungan yang Sulit

Seorang prajurit dalam tugas publik mungkin saja memiliki beberapa kolega yang sulit membina hubungan dengan beberapa alasan. Bukan karena bermusuhan atau bersaing, namun hanya merasa kurang cocok. Anggap saja ada seorang prajurit yang kurang baik. Ia melihat ada pendatang baru yang kurang pengalaman, namun berusaha keras untuk menjalankan tugasnya. Ia ingin dan senang sekali melihat pendatang baru melakukan kesalahan.ini jelas mentalitas yang tidak baik. Prajurit dengan mentalitas seperti itu pasti bakal melakukan sesuatu yang pengecut jika berada dalam masa-masa kritis, misalnya mencuri piala peperangan orang lain demi kepentingannya sendiri atau membunuh orang dari pihaknya sendiri.

  • Kemasyuran

Seorang prajurit harus membaca kitab-kitab lama secara rutin untuk memperkuat jati diri. Dalam buku-buku terkenal semisal Koyo Gunkan, Nobunaga-ki, Taiko-ki dan lain-lain. Serta dalam rekaman kisah-kisah peperangan, tercatat nama-nama orang yang melakukan hal-hal yang luar biasa hebat dan tercatat jumlah kematian. Diantara ribuan kematian tentu ada sejumlah ksatria denga status tinggi yang nama-namanya tidak tercatat karena mereka tidak melakukan hal yang patut. Hany prajurit dengan prestasi militer hebatlah yang namanya tercatat meski status prajurit itu rendah. Sikap dasar bagi parjurit sejati adalah bertekad jika haru mempertaruhkan nyawa. Maka, secara heroik, disegani oleh kawan maupun lawan, sehingga kematian justru membuat majikan dan komandan merasa sangat kehilangan, serta menjadi kehormatan bagi keturunan sepanjang masa.

  • Omong Besar dan Kritik

Dikalangan prajurit ada sebagian yang suka omong besar dan ada yang hanya suka mengkritik. Kedua jenis ini tampaknya serupa namun harus disadari bahwa mereka sangan berbeda. Mereka yang punya omongan besar itu sudah melakukan beberapa kali tugas militer besar dan tak kurang apa pun dalam hal kode peperangan; namun mereka terhambat secara sosial dan profesional oleh fakta bahwa mereka kadang bisa sangat keras kepala, sehingga mereka tidak bisa diandalkan sebagai penasihat. Gaji dan posisi mereka tidak bisa menjangkau reputasi terkenal mereka. Jadi mereka mengembangkan sikap ‘masa bodoh’ dengan mengatakan apapun yang mereka inginkan kapanpun mereka mau. Meski demikian, atasan dan konselor tinggi tidak mengindahkan mereka sehingga mereka menjadi semakin tak terkendali, menyatakan kebaikan dan kejelekan orang lain tanpa ampun atau tanpa maaf dan menjadi pembual hingga akhir hayat.

  • Berpergian

Saat para ksatria sedang melakukan perjalanan, mereka yang diperingkat rendah mungkin harus naik kuda beban. Dalam kasus itu, mereka harus mengamankan pedang panjang dan pedang pendek mereka agar tidak terlontar dari sarungnya jika terjatuh dari kuda. Ada puisi dari jaman kuno yang berbunyi sebagai berikut :

Bahkan jika menyeberangi Jembatan Panah

Adalah jalan pintas bagi prajurit,

Jika kau sedang terburu

Tetap saja ambil jalan memutar di jembatan

Panjang Seta

Instruksi ini tidak hanya berlaku untuk mereka yang melakukan perjalanan; orang harus memiliki sikap seperti ini di segala hal.

  • Jangan Menyakiti Hati

Bagi ksatria yang dipekerjakan dalam dinas publik, penting untuk selalu waspada tidak menggosip, bahkan jika kau melihat atau mendengar hal-hal buruk tentang kolega. Alasan untuk ini adalah kau tidak pernah tahu jenis kaesalahan atau kesalah pahaman apa yang kau buat sendiri. Terlebih, para eksekutif dan perwira senior ditunjuk oleh majikan yang memperkerjakan kau akan menilai menurut persepsi dia sendiri. Maka, berbicara buruk tentang mereka adalah setara dengan mencela majikanmu sendiri.

  • Pengasuhan

Dalam era Zaman Perang, jika seorang ksatria tumbang dalam peperangan setelah melakukan pertarungan sengit atau jika ia terluka fatal dan akhirnya mati, dengan pertimbangan tertentu maka majikan atau komandan akan membolehkan putra ksatria itu untuk mewarisi posisinya tanpa harus tes dulu, bahkan jika si putra itu baru dilahirkan beberapa tahun sebelumnya. Karena si anak masih terlalu muda untuk dinas militer, jika adik ayahnya tidak dalam tugas, maka si adik ini bisa ditunjuk oleh komandan tertinggi untuk mengantikan kakaknya sementara dan mendidik si anak saat masih kecil, ini disebut sebagai pengasuhan.

  • Menghadapi Maut

Perhatian paling utama bagi prajurit, tak peduli apapun pangkatnya, adalah bagaimana ia akan bertindak dan bersikap saat sedang menghadapi ajal. Tak masalah betapa cerdas dan lancar kau berbicara sebagaimana tampak dalam kondisi normal, jika kau sudah kehilangan bentuk menjelang ajal dalam kondisi yang tak terbayangkan, lalu tiba-tiba sikapmu itu berubah menjadi kecongkakan, maka kau setelah mati akan dipandang rendah oleh orang lain. Membuat pernyataan akhir yang definitif adalah tugas dari prajurit sejati. Bahkan, ada saga yang mengatakan “saat orang menjelang ajal, biarkan kata-katanya yang bagus saja.” Jika kau masuk ke medan tempur dengan sikap pengecut, tidak ada cara lain buat kau untuk menjalani kematian yang baik dengan membawa kesetiaan mengemban tugas. Karena itulah, mereka yang paham betul tentang keprajuritan akan merujuk kematian bahkan saat di tempat tidur karena sakit sebagai “Peristiwa besar sekali seumur hidup.”

  • Pelayanan

Sejak era kuno, bahkan hingga sekarang, sudah ada aturan baku di rumah-rumah samurai untuk selalu bersama-sama dan saling membantu saat sang majikan sedang dalam kesulitan. Sebaliknya, majikan juga menggunakan kekuasaannya untuk membantu rumah-rumah samurai jika dalam kesulitan. Saat majikan sedang dalam masalah keuangan, maka ini akan berpengaruh pada publik. Bahkan, hal-hal yang seharusnya dilakukan majikan, misalnya urusan kantor tuan tanah, umumnya harus di tunda. Bagi para samurai, memang mengecewakan jika majikan saat itu sedang tidak bisa berbuat banyak. Dalam era damai, prosesi pasukan bela diri di depan mata publik semua kelas adalah pemandangan yang bagus. Karena hal ini untuk kekuatan, jika barisan manusia dan kuda bagianmu tampak inferior daripada pasukan dari majikan lainnya, maka itu akan menjadi pemandangan yang timpang. Itu juga akan bisa menjadi sumber rasa malu sepanjang hidup bagi majikan dan komandan. Dalam periode saat mana uang gajimu terpangkas, kau harus berfikir untuk berhemat di segala bidang, mengurangi jumlah personel dan kuda, mengenakan pakaian kertas dan katun pada musim dingin dan pakaian rami pada musim panas, makan beras kasar dan sup miso tambah sekam pada pagi dan sore. Ambil sendiri air untuk minum dan mandi, belahan kayu bakar sendiri; perintahkan istri sendiri untuk masak. Bertahanlah, sebaik-baiknya dalam kondisi berat ini, fokuskan pada kehendak untuk membantu agar kondisi finansial majikan membaik; ini adalah motivasi dasar dari pelayanan terhadap majikan.

  • Pengabdian

Ada dua level orang yang mengabdi di rumah-rumah prajurit. Ksatria muda dan prajurit tingkat rendah memang harus bekerja keras, sehingga tampak sibuk baik siang maupun malam. Namun, tidak ada konvensi bahwa mereka harus rela mengorbankan nyawa untuk kepentingan majikan. Karena itu, jika mereka bertindak tidak tegas di medan tempur, maka tidak ada sanksi khusus terhadap mereka dalam keadaan itu. Jadi, mereka bisa disebut sebagai pembantu yang hanya menjual raga. Sebaliknya, seorang ksatria mempersembahkan seluruh hidupnya untuk melakukan pelayanan tugas. Karena pekerjaan pada majikan itu pada dasarnya adalah tugas militer, maka dalam kondisi darurat si tuan harusnya menyiapkan milisi yang setara dengan statusnya. Sebagai samurai yang tugasnya membantu majikan, kau harus mengetahui hubungan khusus dengan majikanmu sendiri diantara semua majikan-majikan lain di level lokal maupun level provinsi di seantero Jepang. Ksatria yang loyal dan bertanggung jawab atau mereka yang dikatakan cerdas adalah orang yang menyadari betul hal diatas, bisa menahan diri dari keterlibatan dengan pertengakaran dan mengingatkan diri bahwa ia telah menyerahkan raga dan jiwa pada tuannya.

  • Dinas Militer

Umumnya tugas-tugas militer resmi dari prajurit ada dua jalur; perang dan kontruksi. Saat dunia sedang dalam peperangan, hari-hari berjalan dipenuhi dengan pertempuran dan perkelahian sehingga prajurit tidak akan bisa istirahat bahkan cuma sehari. Dalam masa damai, tidak ada peperangan sehingga tidak ada konstruksi khusus untuk tujuan itu. Karena itu, para ksatria di bawah seorang komandan militer mendapat berbagai tugas semisal penjagaan, pengawalan, jadi utusan dan lain-lain.

  • Penilaian yang Baik

Saat ada sakit parah atau peristiwa tragis di kediaman kolega yang masih tergolong bertetangga meski kau tidak terlalu kenal dengan dia kau harus menjaga diri agar tidak tertawa keras-keras, menyanyi riang dan sejenisnya. Kau harus memerintahkan istrimu, anak-anakmu dan pembantumu untuk melakukan hal serupa. Ini bukan sekedar karena apa yang akan difikirkan orang tertentu. Ini sebenarnya juga masalah diskresi malu karena dipandang orang lain sebagai individu yang tidak sopan dan tidak peka.

  • Ekspresi Verbal

Saat seorang ksatria dalam tugas di beri tugas pentung berupa tarung sampai mati oleh tuannya, maka ia harus berkata tegas, “Bagi saya, di tunjuk untuk tugas penting ini, diantara bnyak orang di dalam tatanan ini, adalah takdir yang tepat sebagai seorang prajurit; dan saya sangat berterima kasih. Tentu saya menerimanya tanpa ragu.” Jika kau yakin berani menjalankan eksekusi itu dengan sikap terpuji dihadapan tuanmu, maka ituakan memberi tanda kebaikan. Jika kau beruntung dan semua berjalan baik, orang akan memujimu. Meski kau sudah cukup meyakinkan bisa menjalankan tugas itu begitu kau menerimanya. Pada akhirnya kau memang bisa menjalankannya dengan baik. Perhatian paling utama bagi semua prajurit adalah jangan pernah sampai melakukan kekeliruan konyol atau terpeleset kedalam kesalahan.

  • Sejarah Keluarga

Ksatria yang dalam tugas, bahkan jika ia masih pendatang baru, harus menanyakan pada senior sehingga ia jadi tahu betul tentang asal-usul tatanan rumah majikannya, para pendahulunya, kerabat sedarah, kerabat hasil pernikahannya, dan bahkan para kolega tertentu yang belum banyak dikenal dunia luar.

  • Pengawalan

Saat seorang ksatria sedang mengawal tuannya dalam suatu perjalanan, saat mereka tiba di suatu tempat penghentian maka ia harus segera bicara dan bertanya pada penduduk setempat. Ia harus segera bisa menemukan arah utama terkait gunung, hutan, kuil, atau tempat suci, yang bisa dilihat di lingkungan terdekat. Ia juga harus bisa mendapatkan semua informasi itu dengan ketepatan tinggi sebelum matahari terbenam. Alasannya adalah; jika ada masalah pada malam hari, misalnya ada kebakaran, maka ia bisa membimbing dan menunjukan jalan pada tuannya untuk menyelamatkan diri. Kemudian, saat bertugas melakukan pengawalan dengan jalan kaki, ia harus bisa memastikan diri berada di depan tuannya saat menuruni bukit. Ini tampaknya biasa-biasa saja, namun sebenarnya ini bagian dari tugas utama.

  • Pejabat

Ada ucapan umum mengatakan, “Jaket putih dan penjabat itu sama-sama bagusnya hanya kalau masih baru.” Saat jaket putih masih baru, penampilannya memang sangat bagus. Namun, setelah digunakan berapa lama, jaket putih itu mulai menampakan warna kotor terutama di krah leher dan ujung lengannya. Tak lama kemudian, warnanya semakin memudar dan bahkan kelabu. Kalau sudah begini, jaket itu sudah jadi kotor dan jelek. Hal itu serupa dengan penjabat yang masih baru dalam pekerjaan tertentu yang merasa berdosa, selalu mengikuti perintah atasan dengan tepat dan cermat serta selalu memperhatikan atas hal-hal kecil sekalipun. Dalam proses, mereka amat sadar untuk tidak melanggar sumpah jabatan. Maka, mereka menjalankan tugas hingga di atas garis batas celaan. Bahkan, penjabat yang bagus, tegas, lurus dan tidak egois suatu saat bisa menjadi tidak terlalu efektif setelah menduduki jabatan dalam waktu lama dan sudah mempelajari semua sela dari aturan-aturan.

  • Meminjam Kewenangan dan Mencuri Kewenangan

Bagi ksatria yang dalam tugas, ad asatu hal yang harus disebut dengan ‘meminjam kewenangan’ tuannya dan ada hal lain yang disebut ‘mencuri kewenangan’ dari tuannya. Bagi sang tuan, juga ada hal yang disebut ‘meminjamkan kewenangan’ pada pembantunya dan ada hal lain saat ‘kewenangannya dicuri’ oleh pembantunya. Bagi sang tuan, meminjamkan kewenangan pada para pembantu untuk meningkatkan powernya. Hal ini membuat para ksatria juga pada akhirnya mempertimbangakan untuk mendapatkan keuntungan sendiri dan tidak memikirkan kepentingan tuannya lagi.

  • Ketepatan

Bagi ksatria yang dalam pelayanan publik, tugas-tugas yang terkait dengan dinas keuangan adalah sangat sulit. Itu karena sulit bagi seseorang dengan kecerdasan dan kemampuan biasa untuk mengurusi pembelanjaan sang tuan tanpa menyebabkan kesulitan di pihak fungsionaris besar dan kecil di rumah besar itu, orang-orang kota yang hidup di sekitar kastil, hingga petani di pedesaan. Jika hanya memikirkan kepentingan sang tuan, itu hanya akan menimbulkan kesulitan bagi mereka yang ada dibawah. Jika hanya mencoba memuaskan mereka yang ada dibawah, maka kondisi keuangan sang tuan akan jadi hancur. Pada era lama ada perbedaan jelas antara pembantu yang mencuri dan pembantu yang memeras, orang kuno mengatakan pembantu yang mencuri lebih baik dari pada pembantu yang memeras.

  • Menjadi Komandan atau Pengawas

Ksatria dari jajaran rendah dalam tugas di bawah pengawasan komandan dan superintendent (pengawas) menyadari betul bahwa ia harus mengemban tanggung jawab personal atas suasana hati para atasannya dan harus mengemban tanggung jawab personal atas atribut baik atau buruk terhadap sekelompoknya. Pemimpin harus memperlakukan anggota kelompok secara simpatik sebagaimana menjalankan tugas-tugas kantornya. Tentu setiap orang menyadari bahwa harus tidak ada keberpihakan atau favoritisme bagi semua.

  • Kemalasan

Kebiasaan menunda-nunda pekerjaan hingga hari berikutnya atau mengklain pekerjaan yang sudah tertata dan terencana atau mengalihkan pekerjaan pada kolega atau orang baru. Tak ada orang yang tidak mengemban bertangung jawab personal untuk mengawasi, tugas-tugas akan menumpuk untuk orang yang keliru bahwa masih ada hari esok.

  • Menghadapi Keadaan Darurat

Kau harus menyadari bahwa ‘permasalahan itu bisa muncul dari bawah.’ Maka, kau harus ekstra hati-hati saat mengawal majikanmu dalam perjalanan. Tidak hanya waspada untuk diri sendiri tapi juga harus waspada pada kolega. Penting bagimu untuk memberi peringatan pada mereka yang ada dibawahmu, bahkan hingga ke jajaran terbawah, untuk tidak melakukan hal-hal yang bodoh. Saat kau mengawal majikanmu ke ibukota dan berpapasan dengan rombongan pengawalan tuan besar lain di jalanan, jika para pegawai muda pemberani di masing-masing pengawalan mulai saling olok dan berselisih sehingga terlibat pertengkaran maka segeralah mengambil tindakan dengan mengambil tombak majikanmu dari pembawa senjata dan bawa kesisi majikan.

  • Ekspresi Diri

Para ksatria pada Zaman Perang pergi ke medan tempur tak terhitung beberapa kali jumlahnya di sepanjang umur. Mereka rela mengorbankan nyawa demi tuan besar dan para komandan. Tentu, mereka tidak akan menggembar-gemborkan diri karena telah mendapat kemasyuran atas prestasi tertentu. Pada sikap loyalitas dan pengembanan tugas, tak ada bedanya antara era perang atau era damai. Itu adalah kewajiban resmi bagi ksatria yang sedang bertugas. Apapun yang sebenarnya patut untuk dihargai khusus sebagai sesuatu yang luar biasa adalah sepenuhnya tertanggung pada pertimbangan tuan besar. Yang bisa dan harus kau lakukan adalah yakin kau sudah melakukan tugas prefesionalmu dan kau tidak punya alasan untuk mengekspresikan ketidak puasan.

  • Masalah Mati

Ksatria yang sedang bertugas adalah begitu diistimewakan oleh majikannya sehingga tidak perlu bagi mereka membayar hutang. Sebagai imbalan atas kebaikan itu, mungkin saja para ksatria ingin setidaknya mengikuti majikannya menuju kematian dengan cara mereka melakukan bunuh diri. Namun, sekarang sudah tidak diperkenankan bersadarkan hukum. Para ksatria pada dasarnya sama saja dengan sudah mati jika mereka harus menghabiskan sisa waktu di dalam ruang untuk mengerjakan tugas-tugas awam. Terkait dengan mati, rumah milik orang dengan status tinggi bisa ‘dihantui’ oleh arwah yang menaruh dendam.

Ada dua cara arwah pendendam itu menimbulkan permasalahan.

  1. Dengan cara kematian yang belum datang pada waktunya.
  2. Arwah pendendam menyebabkan masalah dengan cara mengambil alih fikiran para ksatria yang khususnya disukai oleh majikannya.

Berikut 6 cara seorang ksatria samurai bisa memperdaya tuannya :

  1. Menutup mata dan telinga sang majikan, sehingga tidak ada penjabat atau siapapun yang bisa mengekspresikan pendapat.
  2. Kstria bisa mengelabui majikannya dengan mengatur rotasi tugas para ksatria di seputar rumah besar majikan.
  3. Ksatria menipu majikannya dengan menjejali otak tuannya dengan godaan wanita. Secara bertahap godaan ini dilakukan semakin intensif.
  4. Saat banyak pengeluaran ksatria turut ikut campur sedemikian rupa untuk menghambat apa yang seharusnya dilakukan anggota.
  5. Ksatria memperdaya majikan terjadi saat ia sendiri tidak terlalu peduli pada seni bela diri dalam era damai.
  6. Saat sang tuan suka mabuk-mabukan dan gila kerusakan modal.

Hal yang paling logis menghadapi ksatria yang memperdaya tuanya adalah dengan meringkus di ksatria jahat, si setan didalam istana, si musuh dalam selimut majikan  lalu memperlakukan dia sekehendak hatimu.

  • Penyulingan Budaya

Jika hanya kekuatan yang kau miliki, maka kau akan hanya tampak seperti petani yang menjadi samurai dan tidak akan pernah berhasil. Kau juga harus mendapatkan pendidikan, yang patut dipertimbangkan adalah harus mempelajari puisi atau tata cara minum teh. Jika punya pemahaman tentang Jepang dan negara-negara lain, jika dengan hati-hati mempertimbangkan elemen-elemen waktu, tempat dan posisi dalam upaya untuk mengatur hal-hal sesuai dengan apa yang sepatutnya, maka tidak akan melakukan banyak kekeliruan dalam menjalankan tugas. Jika terlalu menyisihkan hal-hal lain sejenak untuk berkonsentrasi sepenuhnya pada puisi, sebelum menyadarinya maka hati dan wajahmu akan lebih melunak. Akan tampak lebih mirip sebagai samurai aristokratik dan sudah kehilangan wajah prajurit. Lebih khusus bila menjadi terlalu sayang pada model modern haikai maka bahkan dalam kumpulan teman-teman akan cenderung memainkan kata-kata. Itu mungkin agak membingungkan namun, itu sesuatu yang perlu dihindari oleh seseorang prajurit. Jika prajurit mulai menjadi seperti pedagang yang hanya bicara tentang apapun dari segi komersial, maka akan kehilangan makna sejati dari keksatriaan Bushido.

 SUMBER : 

Taira Shigesuke, Spirit Hidup Samurai, terj. Teguh Wahyu Utomo,  Selasar Surabaya Publishing, 2009.

 

20 buku penuh inspirasi


 

“Anda akan menjadi orang yang sama seperti Anda saat ini, kecuali untuk orang yang Anda temui, tempat-tempat yang Anda kunjungi, dan buku-buku yang Anda baca.”
– Charlie “Tremendous” Jones

Yang mana merupakan sebuah kejahatan besar? Untuk dapat membaca dan kemudian tidak membacanya- atau tidak bisa sama sekali  membaca?

Buku bisa memberikan kita sebuah kebijaksanaan, wawasan, pengetahuan, perspektif, ide-ide baru dan pemikiran. Mereka memberikan sudut pandang,  inspirasi dan pemahaman.

Jika Anda membaca 17 halaman sehari, Anda akan membaca 31. 200 halaman buku selama setahun. Awal  yang baik!

Ada  daftar buku favorit yang terdiri dari  10 buku klasik dan top 10 buku modern. kita  percaya Anda akan terinspirasi oleh para penulis besar dan kata-kata mereka dengan kebijaksanaan yang ada di buku dibawah ini :

Buku klasik:

1. “How to Win Friends & Influence People” oleh Dale Carnegie. Bisa dikatakan buku ini paling klasik?

2. “The Greatest Salesman in the World” oleh Og Mandino. Sebuah panduan praktis untuk mengubah diri Anda menjadi orang yang lebih baik. Ditulis oleh seorang pria yang telah meninggalkan pesannya.

3. “Think and Grow Rich” oleh Napoleon Hill. Sebagai seorang pria yang memperhitungkan  hatinya,bukan.

4. “Power of Positive Thinking” oleh Norman Vincent Peale. Sebagian besar pasti salah satu klasik.

5. Psycho-Cybernetics oleh Maxwell Maltz. Menyediakan alasan rasional dan metodologi tentang cara mengubah kebiasaan Anda dan diri Anda sendiri.

6. “How Showmanship Sells oleh Elmer G. Letterman. 1.965 biaya: $ 3,95.

7. Man’s Search for Meaning” oleh Viktor Frankl. Semua orang harus membaca buku ini!

8. “Atlas Shruggedoleh Ayn Rand. Sebuah kisah tentang seorang Amerika di masa depan di mana pikiran terbaik di dunia harus membawa beban masyarakat yang tidak beres.

9. “The Republic oleh Plato. Dasar-dasar argumentasi dan debat.

10. The Pilgrim’s Progress – From This World to That Which is to Come oleh John Bunyan. Ini alegori Kristen ditulis pada 1678. Kontemporer dalam dampak dan kenabian dalam kebijaksanaannya.

Buku modern:

1.. The Magic of Thinking Big by Dr. David Schwartz. Sebuah buku motivasi / berpikir positif klasik.

2. Uncommon Friends”  oleh Jim Newton. Besar wawasan kehidupan dari lima pemimpin yang disebut “Orang-orang yang menemukan karya abad ke-20.”

3. Today Matters oleh John Maxwell.

4. “Courageous Leadership oleh Bill Hybels. Hanya buku terbaik tentang kepemimpinan – bagaimana untuk mencapai itu dan menggunakannya.

5. “The 21 Irrefutable Laws of Leadership” oleh John Maxwell.

6. Wooden on Leadership” oleh John Wooden.

7. “Outliers” oleh Malcolm Gladwell.

8. “Made to Stick oleh Chip Heath dan Dan Heath. Membantu seseorang memahami bagaimana “kebenaran,” apakah atau tidak didukung oleh fakta-fakta, yang dibentuk dan mendapatkan dibawa ke budaya.

9. “You and Your Network” oleh Fred Smith. Praktis buku saran tertulis dari kebijaksanaan agung.

10. “Good to Great” oleh Jim Collins.

 

Lima Buku manajemen terbaik sepanjang masa


book_stack.jpgSetiap tahun ribuan buku manajemen diterbitkan dan didistribusikan. Sebagian menjelma menjadi best-sellers, sebagian lainnya hanya teronggok disudut terpencil rak-rak toko buku, dan sebagian besar lainnya segera dilupakan orang.

LECTURE RESUME’S – Lalu, LIMA buku manajemen apa yang kira-kira layak dinobatkan sebagai the best of all times, buku manajemen terbaik sepanjang masa?

Pilihan yang saya lakukan disini mungkin tidak lepas dari elemen subyektivitas; namun setidaknya terdapat dua acuan kriteria penting yang dijadikan dasar. Yang pertama, buku itu mesti memberikan sumbangan yang signifikan bagi pengembangan ilmu dan praktek manajemen. Dan kedua, ide yang digagas dalam buku itu tetap relevan hingga hari ini, dan kiranya tetap akan relevan hingga masa-masa jauh di depan. Tanpa perlu berpanjang-panjang lagi, inilah 5 buku manajemen yang saya kira layak dinobatkan sebagai buku manajemen terbaik sepanjang masa.

practice-of-management.jpg1. The Practice of Management by Peter F. Drucker
Buku ini pertama kali diterbitkan pada tahun 1954, namun isinya tetap memiliki relevansi yang kuat dengan realitas manajemen mutakhir, dan boleh jadi akan tetap relevan hingga beberapa dekade mendatang. Isi buku ini secara jernih dan tajam mengeksplorasi tiga tema sentral dalam manajemen : managing business, managing managers; dan managing employees and works. Lewat analisanya yang jitu dan mendalam, buku ini tak pelak telah memberikan batu pijakan yang sedemikian kokoh bagi perkembangan praktek manajemen.

Semua buku yang ditulis Peter Drucker pasti bagus (ia telah menulis lebih dari 15 judul buku); namun buku ini rasanya merupakan yang terbaik, masterpiece. Dan lewat buku ini pulalah, Drucker kemudian dikenang sebagai “dewa diantara para dewa manajemen dunia”.

 

good-to-great-re.jpg2. Good to Great by Jim Collins
Buku yang berbulan-bulan menduduki peringkat best-seller ini pada dasarnya ingin menjawab satu pertanyaan fundamental : apa sih sebenarnya key succes factors untuk membangun great company? Demikianlah, melalui serangkaian observasi yang mendalam, serta riset yang panjang dan melibatkan ribuan orang, buku ini kemudian berhasil membongkar faktor-faktor kunci yang – secara empirik – terbukti menjadi pemicu tumbuhnya great companies.

Buku yang ditulis dengan elegan ini berkisah tentang strategi dan proses penciptaan great organization. Dan tampaknya kita akan sepakat kalau buku ini juga layak dikategorikan sebagai salah satu a GREAT management book of all times.

 

juran.jpg3. Juran’s Quality Handbook by Joseph Juran
Josep Juran – penulis buku ini – dan juga Edwards Deming acap disebuat sebagai Duet Guru Mutu yang paling berpengaruh dalam era manajemen modern. Dan predikat itu rasanya tetap relevan hingga hari ini.

Juran melalui bukunya yang fenomenal ini memberikan eksplanasi yang menyeluruh dan mendalam mengenai apa itu manajemen mutu, serta bagaimana aplikasinya dalam strategi bisnis. Buku ini telah memberikan sumbangan yang amat berharga bagi sejarah dan praktek manajemen mutu. Hampir semua perusahaan besar, mulai dari Toyota hingga Nokia, dari Samsung hingga Sony, mestinya menaruh hutang budi yang teramat besar dengan buku legendaris ini. Dan, siapapun yang berhasrat membangun keunggulan mutu – termasuk para peminat gerakan Six Sigma – mestinya tak melewatkan buku ini sebagai salah satu bacaan wajib.

human-side.jpg4. The Human Side of Enterprise by Douglas McGregor
Satu lagi buku klasik yang ditulis pada tahun 1960 oleh seorang tokoh raksasa dalam bidang psikologi organisasi. Isinya berfokus pada pada sebuah isu penting dan tetap relevan hingga saat ini, yaitu : bagaimana menstimulasi potensi yang paling optimal dari seorang insan sehingga ia mampu tumbuh menjadi individu yang happy, productive dan satisfied. Dan sungguh, tema fundamental semacam ini pasti akan terus relevan hingga peradaban manusia masih eksis.

Kini kian banyak buku manajemen praktis tentang people management. Namun buku yang ditulis lebih dari 40 tahun silam ini rasanya tetap yang terbaik dibanding ribuan buku serupa yang diterbitkan kemudian hari. Dan bagi Anda yang ingin mendalami “human side of enterprise” secara bening dan inspiratif, buku ini mestinya tidak boleh dilewatkan.

 

winning.jpg5. Winning by Jack Welch
Kekuatan utama buku ini mungkin terletak pada isinya yang berdasar pengalaman yang amat kaya dari penulisnya, Jack Welch – bos GE dalam era sepanjang 1981 – 2001, seorang praktisi manajemen yang pernah dinobatkan oleh majalah BusinessWeek sebagai salah satu Best CEO in Century.

Jack ternyata bukan hanya seorang great CEO. Melalui buku ini, ia dengan amat lugas dan brilian membagi serangkaian gagasan dan pengalamannya bagaimana seharusnya mengelola bisnis dan manajemen. Secara ekspansif ia mengeskplorasi tema-tema penting dalam praktek manajemen, seperti bagaimana cara terbaik mengelola great people dan juga bagaimana strategi mengembangkan future leaders.

Kedalaman analisa, gaya penulisan yang inspiratif serta kekuatan pengalaman yang solid tak pelak telah membuat buku ini sebagai salah satu karya yang mungkin akan tetap dikenang dalam waktu yang amat panjang di era mendatang.

Demikianlah, lima buku yang menurut saya layak ditempatkan sebagai 5 Buku Manajemen Terbaik Sepanjang Masa. Tentu, masih ada banyak buku manajemen lain yang bermutu yang juga sebenarnya layak dicatat, namun karena jatahnya hanya lima, ya hanya lima buku diatas yang dipilih.

Kalau kelak Anda ingin membangun perpustakaan keluarga, pastikan bahwa kelima buku brilian itu ada dalam koleksi yang menghias rak buku di rumah Anda.

 

 

 

18 WISDOM & SUCCESS


RESENSI BUKU
Classical Motivation Stories 3

Oleh: Andrie Wongso
Penerbit: AW Publishing
Cetakan I: Agustus 2007
Ukuran: 14 X 21 cm
Halaman: xiii + 228
ISBN: 978-979-99744-1-9
Harga: Rp60.000

PRAKATA

Buku adalah jendela dunia. Tapi, bagi saya buku tidak sekadar jendela dunia, namun ada yang lebih luar biasa, yakni sebagai jendela hati, pikiran, dan terutama jendela nurani. Betapa tidak. Sejak saya meluncurkan buku 15 Wisdom & Success pada bulan Mei 2005 dan disusul buku 16 Wisdom & Success pada bulan Maret 2006, sambutan yang muncul terhadap kedua buku itu begitu luaaarr biasa. Penjualannya laris manis. Di beberapa toko buku sempat mengalami kehabisan stok. Telepon yang masuk menanyakan keberadaan buku itu pun sangat banyak. Jujur, hal itu tentu membanggakan. Namun sebenarnya, ada yang jauh lebih berkesan dari sekadar angka-angka hasil penjualan. Adalah semangat luar biasa masyarakat yang membaca buku yang membuat saya jauh lebih merasakan efek luar biasa dari kedua buku tersebut.

Banyak testimoni yang datang langsung kepada saya, baik melalui telepon, fax, email, atau bahkan datang langsung ke kantor, yang menceritakan betapa berbagai cerita dalam kedua buku tersebut telah menginspirasi mereka. Ada yang sampai menitikkan air mata membaca uraian kisah penuh makna itu. Banyak pula yang menjadikan cerita-cerita itu untuk menyemangati orang yang dikasihi. Tak jarang, ada yang kemudian menyebarkan berbagai kisah itu dalam aneka forum dan mailist sehingga makin banyak orang merasakan dampak positif dari berbagai kisah yang saya sampaikan.

Itulah mengapa kini saya makin meyakini, bahwa buku juga dapat menjembatani perubahan yang mendasar bagi pembacanya. Dengan kisah yang menyentuh, maka hati, pikiran, dan nurani menjadi tergugah untuk melakukan berbagai perbaikan, baik untuk diri pribadi maupun lingkungannya. Sungguh, sebuah dampak positif yang luar biasa. Apalagi, cerita-cerita itu bukan hanya bisa dipahami oleh orang dewasa, namun anak-anak hingga orang tua sekalipun bisa memetik hikmah di dalamnya.

Tak heran, ketika saya juga meluncurkan CD Audio Book cerita-cerita tersebut, sambutannya pun tak kalah luar biasa. CD yang sudah memasuki seri ke-3 itu terus menuai banyak permintaan. Diperkuat dengan kisah-kisah lain yang terus saya kumandangkan melalui Radio SMART FM yang di-relay ke berbagai kota di penjuru tanah air, gulungan ombak semangat dan motivasi itu makin membesar di mana-mana. Antusiasme penelepon yang ingin masuk melalui siaran langsung di SMART FM setiap hari Senin pukul 7 pagi itu selalu saja tak bisa ditampung. Belum lagi sms yang masuk pada saat acara. Jumlahnya yang sangat banyak menunjukkan bahwa semangat dan motivasi ini terus bergema ke mana-mana.

Bahkan, sejak saya meluncurkan program the power SMS, program motivasi melalui sms dengan mendaftarkan REG AW ke nomor 2425, sambutannya pun mengalir deras. Hingga kini, ribuan orang yang terdaftar terus memberikan berbagai respon balik yang sangat positif. Mereka mengatakan bahwa ucapan singkat melalui sms itu mampu menggelorakan semangat setiap harinya. Meski pendek, kalimat-kalimat itu dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang.

Tak cukup sampai di situ. Website saya di http://www.andriewongso.com yang didesain ulang sejak Oktober 2006, juga mendapat banyak sambutan. Website yang memuat berbagai cerita, kisah, pengalaman, dan semua hal yang berbau motivasi telah menjadi sarana pertemuan antarindividu di dunia maya, sehingga terus memperkuat gelombang motivasi ke mana-mana.

Berkaca dari semua hal itu, saya rasa inilah momen yang tepat bagi kita untuk kembali bangkit dari keterpurukan bangsa. Sebab, saya merasakan betul, semangat luar biasa yang terpancar dari audiens yang datang ke seminar-seminar saya. Bertubi-tubi testimoni yang datang, juga menandakan bahwa virus positif bernama motivasi ini telah menjalar ke mana-mana.

Dari sekian banyak tanggapan, dukungan, dan testimoni itu, ada sebagian yang menanyakan tentang seri-seri kelanjutan dari buku Wisdom & Success. Saya sendiri memang sudah jauh-jauh hari ingin melanjutkan seri buku tersebut. Sebab, masih banyak kisah menarik lain yang perlu terus diberikan kepada pembaca untuk memperkuat efek gelombang semangat dan motivasi. Karena itu, saya sebenarnya juga sangat bergembira karena belakangan ini muncul begitu banyak buku-buku sejenis yang makin menginspirasi banyak orang.

Tapi, mengingat dampak buku yang luar biasa, saya tidak ingin sekadar menuangkan sejumlah kisah dalam barisan kalimat, tanpa ada ruh cerita yang dapat menggugah semangat. Karena itu, untuk sebuah cerita saja, butuh perenungan mendalam. Sebab, bagi saya sebuah cerita akan sangat kuat memengaruhi orang jika mengandung kedalaman isi yang berasal dari pengalaman, tindakan nyata, dan perbuatan luhur yang juga harus terus saya tanamkan pada diri sendiri dan orang-orang.

Dari reaksi yang muncul berdasar pengalaman itulah, maka buku ketiga 18 Wisdom & Success ini hadir. Dengan 18 kisah yang berbeda, ada banyak hal yang bisa kita dalami dan pelajari tentang kehidupan untuk menjadikan hidup lebih bahagia, optimis, ceria, dan penuh makna. Selain itu, untuk memperkuat efek positif, buku ini dibuat jauh lebih berwarna dan dibuat dengan kesan dinamis, sehingga berbeda dengan kedua seri sebelumnya. Bahkan, saya juga menyelipkan CD gratis yang berisi lima cerita yang saya ambil dari lima CD saya (jika Anda ingin mendengarkan selebihnya, Anda bisa memiliki versi lengkap di seri CD Audio books saya)

Tak lupa, semua ini bisa menjadi nyata berkat bantuan Anda. Semua teguran, sapaan, kritikan, dan saran yang masuk menjadi bahan renungan lain yang memperkuat isi buku ini. Sekali lagi, saya tak akan bisa menjadi seperti ini tanpa bantuan dan dukungan dari berbagai pihak. Karena itu, tak lupa saya terus memohon dukungan dalam bentuk apapun dari Anda semua. Silakan buka website http://www.andriewongso.com untuk menyalurkan semua hal yang bisa menginspirasi, baik untuk saya maupun orang lain. Dengan begitu, gelombang motivasi yang membawa hawa positif ini akan makin menyebar ke berbagai penjuru negeri. Salam Sukses Luar Biasa!

PUJIAN UNTUK BUKU INI

”Kebesaran seseorang bisa dilihat dari hasil dan buah karyanya dalam membantu seseorang menjadi lebih baik. Sebagai Presiden dari Asosiasi Management (AMA) Indonesia, Saya banyak berjumpa dengan orang yang berubah karena sosok Andrie Wongso. Persistensi, determinasi, dan konsistensi dari Penulis buku ini telah menjadikan buah karyanya. Saya yakin termasuk buku ini, akan mengubah bagian hidup Anda baik karir dan kehidupan pribadi.”
Handi Irawan D
President AMA-Indonesia
Chairman Frontier Consulting Group

“Sejak tulisan pertamanya muncul di http://www.pembelajar.com saya sudah yakin seorang Andrie Wongso akan menyumbangkan karya tulisnya kepada bangsa ini. Dan dengan gaya bertuturnya yang khas, unik, dan luar biasa itu, karya Andrie Wongso bagai embun bagi jiwa-jiwa yang bosan dengan sekadar kiat, teknik, trik-trik, dan pengetahuan tanpa kearifan (wisdom). Sukses dicari oleh jiwa-jiwa belia, sementara kearifan disukai oleh jiwa-jiwa yang matang. Dan Andrie Wongso memadukan keduanya. Bacalah!”
Andrias Harefa
Penulis 28 Buku Laris
Pendiri Sekolah-sekolah Tanpa Dinding, termasuk Pembelajar.com

“Inspirasi boleh terpatri melalui berbagai sendi dan lini kehidupan hakiki insani. Berkesan mendalam atau dangkalnya kisah itu adalah masalah selanjutnya. Sejatinya, cerita kehidupan akan bersemayam lama di hati jika dituturkan oleh pejalan nyata di lorong-lorong waktu kehidupan itu sendiri. Tiada kemunafikan, tiada kepalsuan, tiada kepura-puraan. Semuanya alami bagaikan mentari bersinar setiap pagi. Dan, di buku ini, sang pejalan itu adalah seorang legenda sejati kehidupan yang telah mengarungi fluktuasi kehidupannya dengan aneka pilihan menu hidup alami, Andrie Wongso. Beliau layak bertutur dan berbagi karena seluruh kisah inspiratif dan motivasional di lembar-lembar buku ini memang telah menjadi menu sehari-hari sepanjang perjalanan kehidupan sang legenda motivasi ini sampai hari ini. Karenanya, tidak berlebihan jika publik akhirnya menyampirkan gelar Motivator No. 1 Indonesia di pundaknya karena memang ia layak menempati posisi bergengsi itu. Semoga selancar sukses dan bahagia akan dapat terbagi selepas membaca buku bak permata ini.”
Ponijan Liaw
Penulis Buku-buku Bestseller Komunikasi & Zen terbitan Elex Media Komputindo

“Yet another inspiring book by Indonesia´s Number 1 Motivator! Some more moving stories, some more ancient wisdom, some more powerful ideas to ENERGIZE your team members to achieve greater heights!”
James Gwee
Indonesia´s Favourite Seminar Speaker

10 artikel klasik dari dekade lalu, karya Harvard Business Review (HBR)


Selama liburan tahun baru 2010 ini, saya sempat jalan-jalan di sebuah mall dan mampir ke sebuah toko buku. Pada sebuah rak majalah di toko buku tersebut, saya menemukan sebuah majalah, dengan judul, “10 must reads from HBR” yang dibuat oleh Harvard Business Review (HBR) OnPoint – lihat foto. Karena sangat gemar membaca tulisan-tulisan karya HBR, dan juga relatif sering menerapkan kiat-kiatnya dalam pengelolaan perusahaan, maka hampir sebagian besar dari artikel-artikel “klasik” tersebut, saya agak kenal isinya dan juga sangat menyukainya. Sehingga timbul rasa keinginan saya untuk membeli rangkuman artikel-artikel klasik, yang telah disusun menjadi sebuah buku (majalah) oleh HBR.

Tapi sewaktu melihat harga buku, yang ternyata Rp 275.000, maka timbul rasa “sayang uang”, untuk membelinya. Namun karena bagusnya tulisan-tulisan klasik tersebut, maka di hari-hari libur ini, saya mencoba mencari kesepuluh artikel tersebut di internet.

Sebagai sebuah hadiah tahun baru dari saya, bersama ini saya tuliskan “download links” kesepuluh artikel “klasik dan abadi” karya HBR, yang menurut saya sangat baik bila disempatkan untuk dibaca oleh para sahabat. Saya yakin artikel-artikel tersebut, telah membuat banyak perusahaan-perusahaan di seluruh dunia menjadi lebih baik. Saya juga mencoba memberikan ulasan sedikit tentang artikel-artikel tersebut dengan iringan doa semoga bermanfaat, khususnya bagi kalangan yang ingin mengembangkan dirinya, perusahaannya maupun institusi tempat ia bekerja.

Berikut “10 must reads” dari HBR, yang saya susun berdasarkan kronologi tahun terbitnya dengan lokasi untuk men-download-nya :

1.Marketing Myopia,by Theodore Levitt yang ditulis pada bulan Oktober 1975. Download disini.

Artikel bersejarah ini memperkenalkan konsep perubahan yang mendasar, supaya kita jangan terlalu fokus pada “penjualan produk” tetapi justru “melayani keinginan customer”. Selama bermitra dan bersaing, saya sering melihat banyak perusahaan di Indonesia, yang hampir seluruh jajaran organisasinya, hanya terpaku pada produksi dan penjualan produk. Mereka tidak pernah berusaha mencari tahu, apa keinginan dari para pelanggan (customer) mereka.

2. The Core Competence of the Corporation, by C.K. Prahalad and Gary Hamel yang ditulis pada bulan Mei 1990. Download disini.

Inilah tulisan pertama yang membahas tentang “core competence”. Apa definisinya dan bagaimana menerapkannya agar sebuah perusahaan bisa tumbuh dengan mengandalkan core competence-nya. Diperkenalkan juga tentang perbedaan dari istilah core competence, core products dan end products. Great article.

3.What Is Strategy? by Michael E. Porter yang ditulis pada bulan November 1996. Download disini

Sewaktu pertama kali membaca artikel ini, saya sempat tertarik pada caption, “Hampir sebagian besar perusahaan Jepang, jarang yang mempunyai strategi”. Tulisan ini bila semakin dibaca, akan semakin merubah pemikiran kita tentang perlunya strategi dan bukan hanya fokus pada operational effectiveness saja.

4. Putting the Balanced Scorecard to Work,by Robert S. Kaplan and David P. Norton ditulis pada bulan Februari 1996. Download disini.

Siapa yang tidak mengenal 4 (empat) perspective financial, customer, business process, learning and growth, yang diperkenalkan oleh kedua penulis legendaris ini. Keempat perspective ini kemudian menjadi mantra bagi banyak perusahaan di dunia, untuk melakukan pengembangan perusahaan secara berimbang (balanced).

5. What Makes a Leader?“by Daniel Goleman yang ditulis pada tahun 1998. Download disini.

Daniel Goleman adalah seseorang yang memperkenalkan kita pada kata “Emotional inteligence“. Saya sangat terkesan dengan cara Daniel mengulas tentang peran motivasi pada diri seseorang. Inilah salah satu artikel terbaik untuk pengembangan diri dan tentunya juga bisa dipakai untuk mengevaluasi anak buah anda.

6.Managing Oneself,” by Peter F. Drucker ditulis pada tahun 1999. Download disini

Semakin kita berumur, seharusnya kita semakin mudah untuk menjawab 5 (lima) pertanyaan dari Peter Drucker, seorang management guru. “What are my strengths ?’, “How do I perform?”, “What are my values ?”, “Where do I belong ?”, “What can I contribute ?”. Sebuah tulisan klasik yang mengingatkan kita untuk “me-manage” diri kita sendiri.

7. Competing on Analytics by Thomas H Davenport ditulis pada bulan April 2000. Download disini

Sebuah konsep untuk merubah IT dari hanya sebagai alat pendukung, menjadi sebuah senjata persaingan yang ampuh. Banyak sekali contoh-contoh yang diulas pada artikel ini, yang pasti akan merubah cara pengelolaan perusahaan anda, bila anda telah selesai membacanya.

8.Meeting the Challenge of Disruptive Change,” by Clayton M. Christensen and Michael Overdorf ditulis pada bulan Januari 2006 . Download disini

Kenapa ada sebagian perusahaan yang tampaknya mampu berinovasi terus menerus, namun banyak juga perusahaan yang mempunyai dana serta sumber daya yang cukup, tetapi gagal ber-inovasi. Artikel ini mengulas cara menyusun team dalam sebuah organisasi untuk melakukan inovasi. Simple guidelines.

9. “Innovation: The Classic Traps,” by Rosabeth Moss Kanter yang ditulis pada November 2006. Download disini

Strategi Inovasi terkadang datang dan pergi dalam sebuah perusahaan. Rosabeth Moss Kanter mencoba menyelidiki kenapa banyak inisiatif-inisiatif gagal dalam perusahaan. Ia kemudian menjadi salah seorang pembicara terkenal dalam bidang kegagalan inovasi. Seminarnya sangat mahal untuk mengikutinya.

10. Leading Change: Why Transformation Efforts Fail,” by John P. Kotter yang ditulis pada Januari 2007. Download disini.

John Kotter menyederhanakan 8 (delapan) tahapan transformasi dan beberapa contoh-contoh yang bisa menyebabkan transformasi gagal pada setiap tahapan.

Itulah hadiah tahun baru dari saya. Selamat membaca dan juga selamat mencobanya (bila belum) di tahun 2010. Percayalah bila diterapkan dengan baik, maka kinerja anda, ataupun perusahaan anda, ataupun institusi tempat anda bekerja akan menjadi lebih baik di tahun 2010. 

Sumber : http://www.triharyo.com/

Hermawan On MarketinG


RESENSI
Ukuran : 15 x 23 cm

Tebal    : 868 halaman

Terbit     : Januari 2002

Soft Cover

Sama dengan buku larisnya yang terbit 1996 lalu, Marketing Plus 2000: Siasat Memenangkan Persaingan Global (kini telah memasuki cetakan ketujuh), dalam buku ini pun Hermawan sekali lagi ngomong banyak soal marketing melalui kolom-kolom menggelitiknya. Bedanya, kalau di buku tersebut ia menggunakan konsep Marketing Plus 2000 yang masih sangat sederhana dan tradisional sebagai dasar penulisan kolomnya, maka di buku ini ia menggunakan model yang jauh lebih komprehensif.

Ia menggunakan Sustainable Market-ing Enterprise(SME) model merupakan pengembangan lebih lanjut dari model awal tersebut. Harap diketahui, SME model ini kini sudah menjadi buku yang diterbitkan untuk konsumen Asia berjudul Rethinking Marketing: Sustainance Market-ing Enterprise in Asia, yang ditulis bersama marketing guru, Philip Kotler.

Di model baru ini beberapa submodel ditambahkan. Kalau Marketing Plus 2000 hanya mencakup pembahasan mengenai Sembilan Elemen Pemasaran, maka di dalam buku ini ditambahkan 4C-Diamond(tool untuk analisis lingkungan bisnis); Scorecard (tools untuk mengukur value yang diberikan kepada tiga stakeholder utama perusahaan); Sustainable (tool untuk memahami posisi perusahaan dalam sustainability loop-nya); dan Enterprise (tool untuk perusahaan Visi, Misi, Goal, Business Scope, Corporate Culture, Organisasi, Target, Balance, Result).

Karena konsepnya sudah dikembangkan sedemikian luasnya, tentu saja kolom-kolom Hermawan dalam buku ini juga menjadi lebih kaya, komprehensif, dan sangat kental muatan konsep strategisnya. Dan yang tak kalah penting, lebih deep dan full of wisdom, karena selama enam tahun setelah buku pertama terbit, semakin bertambah klien yang ditangani, semakin bertambah buku yang ia baca, semakin bertambah model-model yang ia bikin, semakin bertambah pula seminar dan workshop yang ia lakukan. ISBN : 979-22-0095-9; 20802036

 

 

 

 

Influencing & Empowering People :“Kiat Memberdayakan dan Mempengaruhi Orang Lain”.


Penulis : Andrew Smith.
Penerbit : Prestasi Pustakaraya.
Cetakan : 1 (Pertama), 2007.
Tebal : 155 Halaman.

Didalam buku yang ditulis oleh Andrew Smith ini dia telah mengemukakan beberapa hal penting, diantaranya adalah:

Apa yang dimaksud dengan pemberdayaan dan bagaimana hal tersebut memberikan keuntungan terhadap organisasi dan individu.

Pemberdayaan orang artinya mendorong mereka untuk lebih melibatkan diri dalam keputusan dan aktifitas yang mempengaruhi kerja mereka. Memberikan mereka kesempatan untuk menunjukkan bahwa mereka bisa memunculkan ide-ide yang brilian dan mempraktekkan ide tersebut dengan berbekal skill yang mereka miliki.

Konsep Pemberdayaan

  • Mendorong orang untuk memainkan peranan yang lebih aktif dalam pekerjaan mereka
  • Dengan jalan melibatkan mereka dalam mengambil tanggung-jawab untuk mengembangkan cara-cara dalam mengerjakan sesuatu.
  • Memungkinkan mereka untuk membuat keputusan-keputusan yang lebih banyak dan lebih besar tanpa campur tangan seseorang yang lebih senior.

Dalam sebuah organisasi, anda mungkin memiliki beberapa kelompok atau individu-individu yang telah diberdayakan. Bagi sebagian orang beranggapan bahwa pembedayaan membuka jalan hidup baru. Orang-orang dan tim-tim tersebut adalah yang mau menerima sebuah tanggung-jawab yang berangkat di luar pekerjaan mereka yang dilakukan dalam waktu dekat dan menyumbangkan hal tersebut demi keberhasilan organisasi yang lebih baik secara keseluruhan. Mereka aktif dalam menyelesaikan permasalahan dan mudah melakukan kerjasama dengan individu atau kelompok lain. Sebelum anda memberdayakan orang lain, maka anda harus memberdayakan diri anda terlebih dulu.

Pemberdayaan bukanlah suatu hal yang sekedar main-main, akan tetapi dibutuhkan konsistensi. Hal ini sangat penting untuk segera dilakukan karena merupakan dasar pengembangan-pengembangan bisnis saat ini. Poin pentingnya adalah ketika pemberdayan terjadi di tempat kerja, maka keuntungannya:

  • Untuk organisasi, karena bakat individual adalah suatu manfaat yang maksimal.
  • Untuk departemen atau tim, karena hal tersebut menjadikan departemen atau tim lebih antusias,aktif dan berhasil.
  • Untuk setiap individu, karena hal tersebut akan memperlunak pemikiran mereka sebelumnya mengenai apa yang mereka capai.

Untuk memberdayakan orang lain, para menejer harus percaya pada kemampuan dan komitmen karyawannya. Untuk berkomitmen pada diri mereka dan menumbuhkan rasa memiliki atas tujuan-tujuan organisasi, para karyawan juga harus mempercayai dan menghormati para menejernya. Sebelum hal tersebut terjadi, para menejer harus mempercayai bahwasanya pemberdayaan memberikan keuntungan dan kemungkinan.

Tipe budaya dimana pemberdayaan akan tumbuh subur.

Pembahasan mengenai lingkungan dimana anda membutuhkan karyawan yang diberdayakan, dengan menekankan pada konstribusi yang bisa anda buat dengan jalan mempengaruhi budaya yang ada, dengan jalan menciptakan hubungan yang sesuai dan membangun hubungan yang terberdayakan.

Pada tahun-tahun ini orang mulai menyadari bahwasanya organisasi-organisasi juga memiliki budaya-budaya mereka sendiri. Bisnis memiliki cara-cara yang berbeda ketika mereka mengerjakan sesuatu, perbedaan tipe personalitas yang cenderung melakukan sesuatu yang baik, bermacam-macam hubungan yang berbeda yang didukung. Budaya-budaya organisasional dibentuk oleh tipe pekerjaan yang dilakukan orang, apa yang sudah terjadi pada masa lalu dan oleh bermacam-macam orang yang bekerja di sana. Divisi-divisi, bagian-bagian atau tim-tim juga cenderung memiliki pola keunikan mereka tersendiri. Budaya local tersebut baik yang mempengaruhi atau yang dipengaruhi oleh budaya organisasi yang lebih besar.

  • Nilai-nilai dan budaya organisasi tersebut mempengaruhi bagaimana orang lain bertingkah laku.
  • Bagaimana orang bertingkah laku mempengaruhi kebudayaan tersebut

Wujud hubungan-hubungan pemberdayaan.

Untuk mengembangkan hubungan kerja yang efektif anda harus:

1.Menghargai mereka

2.Tunjukkan sikap Empati

3.Bersikap Tulus

Hubungan kerja yang baik akan memberdayakan orang lain karena hal tersebut:

  • Mendorong komunikasi yang reguler dan terbuka
  • Memastikan bahwa gagasan siapapun akan didengarkan dan dipertimbangkan
  • Menyadari akan kekurangan keahlian orang lain, namun memberikan pengetahuan yang dibutuhkan untuk menutupi kelemahan tersebut.

Hubungan kerja yang buruk akan mengganggu pemberdayaan karena hal tersebut menyebabkan:

  • Keengganan dalam memberikan informasi mengenai perkembangan dan kemajuan yang dicapai kepada orang lain.
  • Permusuhan dan ketidak percayaan masing-masing individu yang bisa menyebabkan terrsingkirnya orang yang tepat dari kerja sama.
  • Kesulitan dalam membuat keputusan-keputusan karena konflik yang tidak terslesaikan.
  • Frustasi dan kehilangan moralitas.

Bagaimana cara anda memberdayakan orang dengan berkomunikasi secara sederhana dengan mereka.

Untuk memberdayakan orang lain maka anda harus berkomunikasi seakan-akan anda tidak pernah berkomunikasi sebelumnya yang artinya anda bertanya dan mendengarkan untuk mendapatkan informasi yang berguna bagi anda. Orang lain tidak bisa diberdayakan kecuali mereka mengetahui seperti apa mereka inginkan untuk ikut terlibat.

Menyediakan informasi yang berkualitas kepada orang lain adalah salah satu kunci untuk membantu mereka mengembangkan kebebasannya. Seringkali atas informasi yang anda berikan akan membantu orang lain dalam membuat keputusan-keputusan.

Bagaimanapun bagusnya informasi yang anda miliki, namun hal tersebut akan tidak berguna sama sekali jika anda tidak menyampaikannya dengan cara yang efektif.

Meskipun sudah tersedianya memo, laporan-laporan, catatan, surat, presentasi dan briefing ‘manajemen’ semua tersebut berada dalam jaringan kerja atau network komunikasi organisasi, bentuk sistem-sistem ini hanyalah separuh dari proses penting ini. Organisasi saat ini telah memperkenalkan sejumlah perlengkapan untuk memastikan bahwasanya komunikasi tetap dengan proses dua arah.

Mendengarkan bukan berarti hanya mendengarkan kata-kat atau kalimat-kalimat saja, akan tetapi berusaha untuk memahami apa yang sedang dikatakan orang lain kepada anda. Dari semua skill yang anda gunakan dalam berkomunikasi, skill mendengarkan mungkin yang paling penting dari semuanya. Sayangnya sebagian besar kita bukanlah seorang pendengar yang alamiah; kita memahami outputnya lebih mudah dari pada inputnya. Tanda-tanda seorang pendengar yang buruk adalah ingin langsung pada konklusinya, suka menginterupsi orang lain, hanya mengira-ngira dari kalimat yang diucapkan oleh lawan bicaranya. Suatu cara cmerlang untuk memastikan bahwasanya anda benar-benar mendengarkan lawan bicara anda adalah dengan menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang efektif.

Mendengarkan jawaban pertanyaan-pertanyaan anda tidak boleh dengan hanya diam saja, akan tetapi anda harus benar-benar berkonsentrasi atas hal tersebut, jadi anda tidak hanya mendengarkan apa yang diucapkan oleh lawan bicara anda, akn tetapi mendengarkan bagaimana dia mengucapkannya. Dengan menunjukan bahwa benar-benar memperhatikan dengan menampakan bahasa tubuh yang positif maka lawan bicara anda akan merasa dihargai.

Pertemuan adalah alat yang penting untuk menginformasikan dan memberdayakan orang lain. Sayangnya kalau itu juga bisa membuang-buang waktu dan akn menggagalkan semua perhatian kita, kecuali jika hal tersebut dipertimbangkan dan direncanakan dahulu.

Briefing hampir sama seperti rapat-rapat bisa, hanya saja briefing cenderung terfokus pada berbagi informasi dari pada penyelesaian permasalahan dan membuat keputusan-keputusan. Briefing yang dilakukan seharusnya tidak hanya sekedar memberiakan informasi. Akan tetapi hal tersebut merupaka sebuah kesempatan yang sangat baik untuk melibatkan orang lain , berbagi tanggung-jawab dan meningkatkan antusias dan komitmen mereka.

Menjalani pekerjaan merupakan sebuah alat yang sangat kuat dalam melakukan komunikasi informal dengan para tenaga kerja dan untuk membuat semua orang merasa menjadi bagian dari bisnis yang lebih luas. Ini sangat penting untuk anda lakukan dalam kegiatan rutin anda, khususnya ketika anda menemukan pendekatan personal yang sulit.

Peranan pengembangan dalam memberdayakan orang.

Orang perlu dikembangkan jika mereka mampu menerima tugas-tugas dan tanggung jawab yang baru. Namun, pengembangan yang anda lakukan harus sesuai, fleksibel dan disampaikan pada saat yang tepat. Seseorang tidak akan berkembang dengan sukses jika anda mengirimnya pada kursus belajar yang tidak ada relevansinya terhadap pekerjaan mereka dalam waktu dekat.

Metode pengembangan yang paling kita kenal adalah metode program pelatihan, biasanya jauh dari masalah pekerjaan. Umumnya, orang akan lebih terberdayakan oleh pengembangan yang terjadi ‘dalam pekerjaan’ divbanding yang mereka dapatkan dalam kursus. Salah satu jalan yang paling efisien agar anggota tim anda benar-benar berhasil adalah dengan jalan melakukan pembinaan.

Pentingnya pengembangan diri anda pribadi.

Sebagai seorang menejer yang terus mencari jalan untuk memberdayakan orang lain, sangatlah vital bagi anda untuk mengatasi segala perlawanan sehingga membuat pengembangan personal professional anda sebagai prioritas. Anda tentu saja tidak bisa mengajar orang lain kecuali anda belajar pada diri anda sebelumnya.

Anda harus memberikan motivasi kepada orang-orang yang bekerja pada anda untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal dari kesempatan-kesempatan pengembangan yang terjadi secara alamiah di tempat kerja mereka. Pada saat yang bersamaan anda juga bisa melatih diri anda sendiri untuk belajar dari pengalaman-pengalaman yang baik dan buruk yang terjadi setiap hari selama anda memimpin.

Seorang pengembang diri professional cenderung menggunakan beberapa poin yang ada di bawah ini untuk membuat pengembangan mereka kurang istimewa.

  • Menggunakan seorang mentor
  • Sebuah network pendukung
  • Menyusun sebuah portfolio pengembangan
  • Terus belajar denga sistem Learning log

Bagaimana cara mendapatkan komitmen orang.

Anda tidak bisa memberdayakan orang lain kecuali mereka ingin terberdayakan dan mereka tidak akan memberiakan yang terbaik kecuali mereka termotivasi untuk melakukannya. Dalam bab ini dibahas mengenai bagaimana mendapatkan komitmen orang lain dan menjelajahi cara-cara di mana anda bisa memproduksi banyak pemenang. Diantaranya adalah:

  • Mendorong orang lain untuk lebih berkomitmen
  • Membuang sistem memberi hadiah dan menghukum
  • Hal yang menggerakan orang lain untuk melakukan sesuatu
  • Motivasi melalui penghargaan
  • Penguatan yang positif
  • Memberikan timbal balik
  • Timbal balik yang positif
  • Timbal balik yang negative
  • Pengakuan
  • Belajar mencintai konflik

Beberapa hal praktis yang bisa anda lakukan untuk memberdayakan orang.

Ada beberapa ide-ide praktis yang bisa anda praktekkan saat ini juga. Dimulai dari sebuah disskusi cara-cara yang yang bisa mempengaruhi orang-orang yang ada di organisasi anda sehingga mereka akan mendukung anda dalam melaksanakan aktivitas pemberdayaan. Dan kemudian diakhiri dengan rencana tindakan yang akan membantu anda menjadikan pemberdayaan sebagai sebuah jalan hidup.

Hal-hal yang perlu anda lakukan adalah:

  • Mempengaruhi : Ketika pengaruh anda dibutuhkan
  • Memilih strategi yang jitu Strategi menekan dan Strategi menarik
  • Meletakkan jari kaki di atas air
  • Mengembangkan tim kerja
  • Melibatkan orang lain dalam membuat keputusan : Analisa yang logis dan Proses-proses yang kreatif
  • Quality circles
  • Pemberdayaan sebagai jalan hidup
  • Melibatkan orang lain dalam evaluasi

Membaca buku ini hanya merupakan satu langkah dalam memberdayakan orang lain, sekarang sangat penting untuk menata tujuan-tujuan anda, membuat perencanaan, menentukan pendukung anda dan bertindak.

Namun demikian seberapa banyak semangat anda untuk menjadi seorang menejer pemberdayaan, jangan lupa kalau anda akan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk berhasil jika anda mendapatkan dukungan menejer yang lain dan organisasi secara menyeluruh. Berhati-hatilah dalam melibatkan orang-orang kunci sejak dini bangun akan kemampuan yang berpengaruh yang anda miliki untuk mendapatkan komitmen dan dukungan mereka.

 

 

RAHASIA KESUKSESAN GE


HIDUP LEBIH BAIK DENGAN LISTRIK

Tahapan pertama dipimpin oleh Thomas Alva Edison yang legendaries.Edisonadalah seorang pengusaha yang disiplin dan gemar mengambil resiko serta tujuan utama yang ini dicapainya adalah memecahkan permasalahan  besar dan dalam prosesnya menciptakan pasar serta industri baru.

KEPEMIMPINAN EDISON 1879 – 1939

Strategi Edison

  • Berfokus pada permasalahan riil dan secara sistematis berusaha menyelesaikannya.
  • Mematenkan dan melindungi hak cipta dari semua hal.
  • Mengendalikan elemen kunci dari rantai nilai.
  • Membiayai dan mengembangkan perangkat sendiri.
  • Melisensi dan membentuk lisensi.
  • Mengibarkan merek dengan nama Edison.
  • Menjual dan mempertahankan solusi teknologi secara agresif, bahkan walaupun hal tersebut bukanlah solusi terbaik.

Edison hanya menyakinkan masyarakat untuk lebih memilih listrik dibandingan gas sebagai tenaga penerang, namun ia juga bersaing melawan teknologi lain yang didesain untuk melakukan hal yang sama. Sayangnya, Edison tidak memilih solusi yang lebih disukai pelanggan, sehingga harus mempertahankan tekhnologi yang kalah.

Edison, walaupun memiliki banyak kekurangan, dapat dilihat sebagai contoh yang sangat baik tentang pengusaha yang berani mengambil resiko timggi. Edison berfokus pada apa yang ia yakini sebagai solusi terbaik, dan tidak mudah dialihkan dari jalan yang ditempuhnya. Edison adalah seorang pemimpin “ pemimpin misionaris”, sesuai untuk memimpin tantangan bisnis baru. Namun, contohEdisonjuga mengilustrasikan keterbatasan dari pemimpin jenis ini ketika situasi berubah dan perusahaan terlanjur bertaruh dikuda pacuan yang salah. Untungnya, bagi kesejahteraan jangka panjang GE, investor perusahaan menyadari keterbatasanEdisondan mereka bergerak maju ke arah pemimpin dan strategis baru.

Edisonberfokus pada pemecahan masalah untuk mendapat keuntungan. Hal ini (dan sudah seharusnya) menjadi fokus dari seluruh usaha bisnis. Mari kita lihat elemen strategi ini dan lihat bagaimana dapat memanfaatkannya.

  • Evaluasi dan penelitian disiplin.Edisonbersedia mengevaluasi gagasan dan konsep orang lain – bahkan walaupun konsep tersebut gagal, untuk menentukan adalah cara membuat hal-hal tersebut berhasil diterapkan. Berkebalikan dari mitos historis, ia tidak menemukan bola lampu, namun memperbaiki gagasan orang lain, dan dengan sedikit bantuan dari orang-orang terlatih dibidangnya, mampu menjawab tantangan penyediaan sumber cahaya yang tahan lama. Karena itu,Edisonmengembangkan produk dan bisnis yang sangat sukses. Ia juga mendokumentasikan semuanya secara signifikan, bahkan catatan kegagalannya. Satu abad kemudian, ekseskutif bisnis Amerika sangat terkesan dengan system dokumentasi Jepang dalam mencatat kegagalan mereka dalam bidang teknik dan desain.Edisonmelakukan hal ini lebih dulu.
  • Lindungi hak paten dan catatkan hak cipta semuanya. Edison adalah pendaftar hak paten yang agresif. Edison juga mengalami lebih dari 500 penolakan bersama dengan 1000 paten yang berhasil didapatnya. Harus memiliki kemauan untuk mempertahankan hak paten dan wajib untuk tidak mengijinkan pihak lain memanfaatkan investasi yang sudah ditanam. Hal ini sesungguhnya sangat relevan, terutama saat ini, dimana banyak orang bahkan seluruh negara yang tidak segan-segan mencuri gagasan dan menggunakan tanpa mengakui kepemilikan atau membayar sebagai imbalan memanfaatkan gagasan tersebut. Pembajakan musik, film, dan peranti lunak adalah contoh sangat jelas tentang pencurian gagasan ditengah perekonomian global saat ini.
  • Buatlah teknologi menjadi standar industri. Edison menyadari adanya kebutuhan untuk mendominasi pasar dan mengontrol seluruh bagian yang penting dalam system. Edison melakukan hal ini melalui kepemilikan modal, lisensi, kemitraan, dan bantuan untuk membiayai pelanggannya. Sangat penting untuk memperoleh pangsa pasar yang besar darI pasar baru, khususnya jika terdapat produk lain atau tekhnologi pesaing.
  • Bantulan pelanggan untuk sukses. Edison membiayai banyak perusahaan listrik pelanggannya, dan menyediakan segala bantuan yang mereka butuhkan agar berhasil. Ia memberikan ijin kepada pelanggannya untuk menggunakan nama Edison, sehingga memberikan kredibilitas kepada mereka dan saat ini yang sama memperkuat merek ” Edison”. Membuat perusahaan pelanggan anda mampu menghasilkan keuntungan dan menjadikannya pemenang jangka panjang merupakan hal yang umum dan penting dilakukan dalam industri baru.
  • Jika tebakan salah, perbaiki masalah yang timbul. Edison memilih tekhnologi yang keliru dan tidak mau menerima keyataan ini. Bahkan, ia mencoba menggunakan keamanan sebagai isu untuk menekan kompetisi, namun gagal. Ia menunggu terlalu lama untuk menerima realitas yang ada dan akibatnya kehilangan perusahaan.

KEPEMIMPINAN 1892 – 1921 COFFIN

Coffin adalah seorang pemimpin partisipatif dan konsultatif yang bersedia berbagi kepeminpinan dan kekuasaanya. Hal ini sangat penting agar perusahaan yang baru melakukan merger tersebut terintegrasi secara penuh. Coffin diangkat menjadi president dan CEO pada tahun 1892. Ia seorang pria sejati dan sahabat yang menyenangkan. Gaya kepeminpinan konsultatifnya memperlihatkan perbedaan yang tajam di antara pemimpin bisnis di jamannya, yang cenderung sedikit banyak bersikap otokratik. Ujian terbesar Coffin muncul pada tahun pertama sebagai direktur yang mengalami masa panik tahun 1893. Perusahaan yang terbebani oleh pinjaman Edison untuk membeli saham dibanyak perusahaan yang dimiliki pelanggan utama mereka. Saat inilah Coffin menunjukkan keahlian negosiasinya yang kuat, melalui tercapainya kesepakatan penting dengan J.P Morgan. Morgan setuju untuk mengucurkan dana dimuka sebagai pembayaran atas saham – saham investasi yang dimiliki GE. Nyaris bangkrutnya  perusahaan membuat Coffin dan timnya menyadari bahwa mereka harus menghindari resiko inheren yang timbul dari pembiayaan pelanggan–pelanggan utama mereka. Perusahaan akhirnya membentuk sistem keuangan dan akutansi yang transparan dan arus kas sebagai patokan utama.

Coffin menyadari adanya kebutuhan untuk merengkrut orang-orang terbaik dan membuat mereka tetap loyal. Coffin menciptakan sejumlah program dan pelatihan utama yang masih ada hingga saat ini dan merengkrut orang – orang berkualifikasi tinggi terlepas dari ras, agama, maupun pandangan politik mereka. Coffin merupakan seorang pemimpin konsultatif dan partisipatif dan penerusnya, yaitu Swope dan Young, meneruskan komitmen ini ke tingkat yang lebih tinggi melalui penusunan cara yang dapat digunakan para manajer dan karyawan untuk memberi kontribusi pada strategi dan kebijakan perusahaan. Swope dan Young serta penerusnya bersedia berbagai keuntungan perusahaan diantara para pemangku kepentingannya dan tidak hanya memaksimalkan tingkat pengembalian untuk sebagian kecil orang. Swope dan Young juga menjamin bahwa program –program sumber daya manusia mereka lebih dari sekedar pelatihan, meliputi manfaat, pensiun dan sistem penghargaan lainya yang memberi kemampuan bagi karyawan untuk tumbuh sejahtera serta memandang masa pensiun mereka dengan tingkat kepercayaan yang tinggi. Jelas terlihat bahwa Swope dan Young bertindak melampui tugas-tugasnya, yang ditunjukkan melalui bantuan mereka dalam menyelesaikan permasalah besar di bidang ekonomi, sosial dan politik.

KEPEMIMPINAN 1922 – 1939 SWOPE/YOUNG

Strategi Pertumbuhan Swope dan Young

  • Strategi ” Siklus Terselubung ”
  • Waralaba secara ritel
  • Mengontrol harga jual ritel; penjualan secara konsinyasi
  • Membiayai pedagang titel dan konsumen; GE Kredit
  • Periklanan dan promosi yang agresif
  • Penjualan berdasarkan hubungan yang baik
  • Usaha memanfaatkan kompetensi utama untuk berdiversifikasi
  • Menggunakan modal dan lisensi untuk melindungi pasar domestik

Jelaslah bahwa Swope dan Young memelihara bisnis mereka “ mereka mengembangkan strategi yang lengkap dan efektif untuk menumbuhkan industri listrik dan tetap menjadi yang terdepan. Seperti Coffin, mereka juga mengambil keuntungan dari apa yang diijinkan oleh undang-undang dan secara efektif memperoleh manfaat dari undang-undang untuk meningkatkan pertumbuhan perusahaan. Seluruh strategi ini merupakan model yang layak ditiru oleh pasar dan industri berkembang.

KEPEMIMPINAN 1940 – 1950 WILSON/ READ

Pada tahun 1940, Swope dan Young melimpahkan kepemimpinan kepada tim baru. Chralie Wilson ditunjuk sebagai president meneruskan kepemimpinan Swope, dan Reed menjadi chairman.  Wilson merupakan ahli dalam bidang produksi dan manufaktur. Di awal masa jabatannya, Wilson dan Reed menjabat sebagai direksi GE untuk kurun waktu selama 2 tahun. Di tahun 1942 , Wilson ditunjuk pemerintah menjadi wakil president Dewan Produksi di Perang Dunia. Sedangkan Reed menjabat sebagai karyawan yang digaji $1 pertahun di Kantor Manajemen Produksi sekaligus anggota Misi Urusan Perekonomian AS. Oleh karena itu Swope dan Young dipanggil kembali dari masa pensiun untuk memimpin GE selama tiga tahun, perang telah menciptakan situasi tak terduga sehingga Swope dan Young diminta kembali.

Pada masa akhir perang, di tahun 1945, Wilson dan Reed kembali ke posisi mereka sebelumnya; Wilson sebagai president dan Reed sebagai Chairman. Wilson hanya menjabat selama lima tahun dan kembali meninggalkan perusahaan untuk mengabdi pada negara. Reed meneruskan tanggung jawabnya sebagai chairman hingga tahun 1959.  Wilson adalah seorang yang membentuk dirinya sendiri dan contoh tentangnya menggambarkan pro sekaligus kontra atas pengembangan atas kepemimpinan. Pemimpin dapat berupaya untuk mengubah dunia, namun mereka terlebih dahulu harus cocok dengan lingkungan dunia yang sesungguhnya disekitar mereka.  Jika tidak, mereka harus diganti, sisi baik Wilson adalah menyadari fakta ini dan berhenti atas kemauannya sendiri. Perang telah mempengaruhi kemampuan GE dalam melatih dan mengembangkan sumber dayanya, namun hal tersebut juga memperlihatkan bahwa GE memiliki jajaran SDM yang cukup kuat untuk melakukan tugas-tugasnya, bahkan ketika manajemen muda dan seniornya harus bertugas melayani rakyat. Ini merupakan bukti kuat atas efektifitas dari program SDM dari hulu ke hilir yang dipelopori oleh Coffin, Swope, dan Young.

Walaupun Wilson menghadapi unjuk rasa besar yang mungkin dapat bersifat komtarproduktif dan tidak perlu, ia dengan jelas memperlihatkan kemauan untuk berhadapan dengan permintaan serikat pekerja dan pemerintah yang tidak masuk akal. Filosofi ini, jika bukan merupakan hasil yang khusus, menjadi fondasi dari respons GE di masa depan terhadap kebijakan tenaga kerja dan pemerintah. Selain itu, hal ini telah membuat perusahaan mampu menghindari trauma yang dialami banyak perusahaan AS saat ini, yang dimasa lalu memberi angin kepada serikat pekerja dan pemerintah, serta menaikkan harga jual untuk menutup biaya atas tindakan ini. Kinerja GE dalam memberdayakan talentanya untuk membentuk sistem dan produk baru kebutuhan perang merupakan hal yang sangat mengagumkan. Ini menunjukkan seberapa dalam dan teimplementasinya sistem manajemen GE dimasa lalu.

KEPEMIMPINAN 1950 – 1963 CORDINER / REED

Pada tahun 1950, Charlie Wilson menunjuk assisten eksekutifnya, Ralph Cordiner sebagai penerus GE, sementara Philip Reed tetap menjabat sebagai chairman. Cordiner mengawali karirnya sebagai penjual peralatan listrik yang meniti tangga karier melalui divisi penjualan dan produk Edison General Electric Appliance Company. Di tahun 1939, ia meninggalkan GE dan menjadi direktur Schick Razor. Tiga tahun berikutnya, ia bergabung kembali dengan mantan atasannya Charlie Wilson, di Dewan Produksi Perang. Di tahun 1950, Wilson yang sedang berada dibawah tekanan memutuskan untuk kembali ke sektor publik. Ia mengalihkan kepemimpinan kepada Cordiner, yang menjabat sebagai president pada tahun  1950 – 1958 , dan sebagai chairman pada tahun 1958 – 1963. Cordiner memilih untuk mengembangkan bisnisnya sendiri dan tidak tergantung pada akuisisi dan merger. Ia mendirikan sebuah sistem untuk mengenali dan memanfaatkan kemampuan, keahlian, dan pengetahuan untuk bertumbuh.

Dengan sejumlah cara, Cordiner membuat manajemen profesional seolah menjadi agama sekuler:

  • Menyusun daftar berisi orang-orang dengan pemikiran terbaik untuk menemukan dan mendokumentasikan prinsip-prinsip terbaik dari manajemen.
  • Mendirikan “kuil “ ( Crontonvile) untuk melakukan penelitian, pengembangan, dan pengajaran.
  • Menerbitkan kitab suci sendiri, yang kemudian terkenal dengan nama “Buku Biru” dan delapan perintah.
  • ” Menahbiskan ”pastur dan misionaris ala GE.
  • Mengaudit dan mereview kinerja manajer untuk memastikan bahwa prinsip dan tekhnik manajemen yang disusunnya akan diaplikasikan dengan baik.
  • Memberi penghargaan dan sanksi bagi manajer berdasarkan kepatuhan (implementasi) mereka atas delapan perintah.

Isi dari delapan perintah :

  • Profitabilitas
  • Pangsa Pasar
  • Kinerja
  • Kepemimpinan produk
  • Pengembangan Karyawan
  • Perilaku Karyawan
  • Tangung jawab publik

Cordiner dan timnya menyadari bahwa jika terus berdiversifikasi, mereka tidak dapat terus memimpin dengan pola dari atas ke bawah. Faktor penting dari keberhasilan desentraliasi adalah semua tersedianya manajer yang ahli, terlatih, dan kompeten di semua tingkatan. Hal ini membutuhkan pelatihan yang intensif dan berkesinambungan. Kekurangan besar dari kerangka kerja konseptual ini adalah bahwa manajer dapat dipindahtugaskan dengan mudah dan melalui pelatihan dapat berhasil di situasi atau industri apapun. Bisnis membutuhkan upaya tim. Sebuah tim harus memiliki talenta yang tepat disetiap fungsi utamanya. Pendekatan ini relatif sukses, namun membutuhkan waktu lama dan mahal. Hanya sedikit perusahaan yang mampu menanggung ukuran dan kedalaman program GE. Cordiner mengidentifikasi apa yang dianggapnya sebagai alat ukur atau hasil kunci. Sayangnya alat ukur ini tidak setara, beberapa diantaranya saling berbenturan.

Di antara pemimpin bisnis di Amerika, Cordiner dan timnya memiliki perspektif yang sangat berbeda tentang peran serikat pekerja dan pemerintah. Cordiner percaya bahwa kedua kelompok ini berkonspirasi mengambil alih kekuasaan untuk mengontrol nasib mereka sendiri, sehingga ia mengambil alih tindakan tang agresif untuk melawan mereka. Hal ini termasuk perekrutan dan pemanfaatan talenta dari Ronald Reagan, yang kemudian menjadi president AS.

KEPEMIMPINAN 1963 – 1968 BORCH

Fred Borch mengawali kariernya di General Electric sebagai auditor keuangan, menghabiskan sebagian besar karier profesionalnya dibagian penjualan dan pemasaran, dan pernah menjadi staf Layanan Konsultasi Manajemen yang berbasis di Crotonville, wakil direktur Layanan Pemasaran Korporat dan tahun 1959 ditunjuk memimpin kelompok produk konsumen. Pada bulan Desember 1963 , ia ditunjuk menjadi president dan CEO GE. Kesalahan terbesar GE terletak pada kepercayaan yang terlalu tinggi bahwa perusahaan dapat mengelola semua unit bisniss ini saat ini yang sama dan memiliki sumber daya keuangan dan manusia untuk menyukseskan semuanya.Tidak diragukan lagi, Borch menumbuhkan perusahaa: pendapatan meningkat lebih dari $3 milyar dalam tiga tahun. Pertumbuhan ini tanpa laba. Jelas memperlihatkan bahwa GE harus menemukan sebuah cara baru dalam hal perencanaan dan penentuan prioritas.

Asumsi Borch adalah bahwa ia dapat mengurangi staff dengan membuat mereka bekerja banting tulang adalah hal yang salah. Gagasan untuk memiliki staf tidak tetap yang digaji berdasarkan jasa yang mereka berikan merupakan hal yang layak diberikan. Pendekatan ini memiliki sejumlah kentungan. Pertama sesuai dengan teori Darwin: Hanya yang cocok yang mampu bertahan. Kedua , hal ini memaksa staff berkontribusi untuk mempertahankan klien dan dengan demikian memaksa mereka berusaha sekuat tenaga. Bahay besar timbul jika sejumlah orang teryata mampu bertahan hanya karena mereka memiliki rekan dalam perusahaan dan jika staf menjadi berpikiran terlalu sempit.

Untunglah bagi Borch, meyadari kesalahan ini, dan pada separuh akhir masa jabatannya, ia mengubah sistem manajemen perusahaan untuk menjamin bahwa kesalahan seperti ini tidak akan terulang kembali. Kemampuan untuk mengakui kesalahan dan membuat perubahan besar jelas merupakan salah satu dari kontribusi utama yang diwariskan Borch untuk GE.

Pada tahun 1968, Borch mendirikan sistem manajemen portofolio strategis yang sangat inovatif. Konsisten dengan tradisi perusahaan yang menyediakan pelatuhan yang intensif, seluruh manajer dan profesional kunci diharuskan menghadiri seminar dan pelatihan kerja guna memastikan bahwa mereka dapat menaplikasikan pemikiran dan proses pengambilan keputusan baru. Keunikan Borch tampak dari kesediaannya untuk menyadari apa yang dilakukannya secara berlebihan dan hasilnya ia mau berubah. Borch berkomitment untuk memberi pengaruh dan agar GE memberi pengaruh pada masyarakat dan dunia yang berubah. Karena itu ia memutuskan membentuk aliansi eksekutif bisnis untuk memainkan peran aktif dalam mempengaruhi masyarakat dan kebijakan pemerintah. Hasilnya adalah berdisrinya Meja Bundar Dinas ( Business Roundtable ) di tahun 1972.

KEPEMIMPINAN 1972 – 1981 JONES

Seorang Jones adalah mempunyai kemauan untuk menyisihkan waktu dalam mempelajari staretegi dan respon inisiatif oleh dirinya sendiri serta memanfaatkan staf untk memberikan pandangan lain. Ia melakukan analisis yang mendalam, melontarkan pertanyaan yang baik, dan mendengarkan. Ia mengambil keputusan sendiri, mengkomunikasikan berita baik dan buruk secara pribadi. Jones adalah ahli dalam menyusun ekspektasi yang realitis untuk semua pemangku kepentingan utamanya. Ia memenuhi sebagian besar janjinya dan ketika tidak, ia jelaskan alasannya.

KEPEMIMPINAN 1981 – 2001 WELCH

Penunjukan Jack Welch cukup mengejutkan banyak pihak luar dan didalam perusahaan. Welch adalah contoh eksekutif muda, bersemangat dan mungkin menjadi yang sangat tidak tradisional. Reg, Jones menyadari GE membutuhkan ide baru dan gaya kepemimpinan yang berbeda, dan ia menyimpulkan bahwa Welch merupakan orang terbaik untuk menggerakkan perusahaan menuju arah baru.  Welch  menjabat sebagai CEO di tahun yang sama dengan komunikator besar GE, Ronald Reagan menjadi president Amerika Serikat. Inflasi menjadi tantangan besar. Jones memprediksi elektronik mikro mulai mengubah produk, prosedur tempat verja, dan sistem manufaktur.

Kemimpinan Jones membuahkan hasil , GE saat ini sangat kaya secara keuangan berhasil memulihkan kepercayaan Wall Street. Sandaran SDM yang kokoh telah dibentuk dan perusahaan mampu melakukan perubahan untuk menjamin penghargaan bagi para eksekutif muda, manager dan profesional yang paling berbakat sekaligus memotivasi agar mereka tetap loyal pada perusahaan. Saat ini GE dianggap sebagai salah satu perusahaan yang paling baik pengelolaannya didunia, dan Jones yang disegani oleh comunitas bisnis dan pemerintahan  dan dianggap sebagai pemimpin industri.

Ada perbedaan yang siginificant antara Jones dan Wlech. Jones adalah pemimpin yang sangat sopan, diplomatis, didalam maupun diluir perusahaan.  Welch memiliki sifat kebalikannya. Ia sangat terbuka akan memberikan tantangan, kritik, dan bahkan mempermalukan orang jika ia percaya bahwa dengan melakukan hal tersebut ia akan dapat memotivasi mereka. Welch sangat menikmati dalam memberi dan menerima tantangan. Perbedaan antara Jones dan Welch tidak terbatas hanya pada gaya pribadi mereka. Perbedaan besar antara Jones dan Welch terletak pada perilaku mereka terhadap pemanfaatan rantai komando untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi. Jones hanya bekerja melalui tingkatan organisasi yang resma, ia tidak mencari informasi tentang bisnis dan isu – isu utama dari orang-orang dibawah para bawahannya langsung.

Sebaliknya, Welch memanfaatkan Crotonville dan pertemuan manajemennnya untuk mengidentifikasikan orang-orang diunit bisnis strategis yang dapat ia hubungi, untuk memperoleh pandangan lain mengenai hal yang sedang terjadi pada unit bisnis dan mengidentifikasikan sejumlah isu untuk strategis atau sesi sumber daya manusiannya.

KEPEMIMPINAN ERA IMMELT 2001 – HINGGA SEKARANG

            Meneruskan seorang legenda dan peristiwa 11 September , Jeff Immelt baru menjabat empat hai ketika teradi tragedi 11 September 2001. Immelt menekankan perlunya tim verja dengan secara teratur menemui karyawan, mengirimkan email yang tulus dan menggunakan humor untuk menurunkan tekanan. Immelt harus merespon peristiwa 11 September dengan cepat dan meminimalkan dampaknya bagi GE.

Strategi Immelt :

  1. Kembali ke warisan teknologi GE dalam skala global
  2. Globalisasi
  3. Bertaruh pada tiga bidang

Masing-masing bagian ini untuk proses penciptaan kembali dan untuk menjadi BESAR.  Pada tahun 2006 Jelf Immelt, “ Kita harus mengubah perusahaan jadi lebih inovatif dan kuat sehingga mampu menghadapi lingkungan baru.

Kesuksesan General Electric dapat disimpulkan dengan akronim LATIN, yang merupakan singkatan darilimafactor kesuksesan berikut :

  • Leadership ( kepemimpinan )
  • Adaptability ( kemampuan beradaptasi )
  • Talent ( SDM berbakat )
  • Influence ( pengaruh )
  • Network ( jaringan kerjasama )

SUMBERRAHASIA KESUKSESAN GE, “Pengungkapan mantan orang dalam mengenai strategi dari perusahaan paling kompettitf didunia, William R. Rothschild, penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2008.

The Holocaust Industry


Penulis          : Norman G. Finkelstein
Penerbit        : Ufuk Press
ISBN               : 979-333-01-20
Sampul          : Soft Cover
Dimensi        : 13,5 x 20,5 cm
Tebal             : 333 halaman

Mengungkap Penipuan dan Pemerasan Bangsa Yahudi
Pengantar : Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR RI
Menjadi buku laris di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika, dan sudah diterjemahkan ke dalam enam belas bahasa, The Holocaust Industry dinobatkan sebagai “buku paling kontroversial sepanjang tahun” oleh surat kabar Guardian, London, saat kali pertama diterbitkan tahun 2000. Dalam catatan tambahannya yang amat mengena di edisi sampul tipis kedua ini, Norman G. Finkelstein membuktikan kebenaran skandal Holocaust.

“…serangannya yang berani atas pemerasan keuangan yang dilakukan kelompok-kelompok seperti WJC (World Jewish Congress [Kongres Yahudi se-Dunia]) merupakan hal yang amat penting dan diharapkan dapat membuahkan hasil. Nadanya yang sumbang, yang menuai kritik pedas dari lawan-lawannya, mengejutkan saya karena memang begitu mengena, apalagi ia juga menyertakan sumber-sumber terpercaya atas klaim-klaimnya.”
—Profesor William Rubenstein, University of Wales

“Jaringan penipuan ini perlu dibongkar, dan Finkelstein yakin kalau dialah yang harus tuduhannya itu terbukti benar, haruslah ada tuntutan, pemberangusan, dan protes atas mereka. Buku ini meneriakkan skandal. Ini adalah sebuah polemik yang disuarakan dengan keras.”
—The Times

“Buku paling laris dan heboh sepanjang tahun ini.”
—The Guardian

“…Finkelstein telah memunculkan beberapa masalah penting yang membuat gelisah…contoh-contoh yang diutarakannya…bisa jadi menyesakkan di tengah kemarahan dan ironi mereka.”
—Jewish Quarterly

“…sebuah polemik singkat yang tajam dan amat sering mendapat perhatian.”
—Times Higher Educational Supplement

“Finkelstein memang jagonya mengubah pikiran mereka yang berniat menyakralkan tragedi Holocaust.”
—Los Angeles Times Book Review

“…argumen dasarnya bahwa memori atas tragedi Holocaust tengah dilecehkan benar-benar serius dan selayaknya mendapat perhatian.”
—The Economist

“Finkelstein telah berani mengangkat beberapa masalah yang penting dan riskan.”
—The Jewish Quarterly

Buku ini mengulas fakta dengan statistika dan bukti betulkah enam juta orang Yahudi dibantai di Eropa pada masa holocaust oleh Nazi, salah satu hal yang diungkap jika kamp Auschwitz yang terkenal buruk hanya mempunyai 11.000 orang yang dievakuasi Jerman saat penyerbuan Rusia, maka Jerman harus mempunyai kamp berjumlah ratusan untuk membantai 137 orang perjam sehingga hasilnya enam juta jiwa. Fakta lainnya Charles A Lindbergh mengunjungi salah satu kamp dan diketahui disana 25.000 orang mati dalam 1,5 tahun, maka seratus kamp pun jumlahnya tidak menjadi enam juta jiwa. Fakta kedua, jika di seluruh dunia jumlah mereka sekarang sekitar dua puluh juta jiwa, bagaimana mungkin di Eropa saja enam puluhan tahun yang lalu jumlahnya mencapai enam juta, jiwa belum termasuk yang selamat. Saya yakin pembaca resensi inipun mulai berpikir tentang kebenaran saat baru mulai membaca tulisan di atas.

Setelah pembebasan maka pemerintahan Jerman memberikan kompensasi buat Yahudi yang selamat dari pembantaian, banyak Yahudi yang mengaku sebagai orang yang selamat dari pembantaian karena berharap mendapat kompensasi itu, jika begitu banyak orang Yahudi yang mengaku selamat, jadi siapa yang dibunuh Nazi?

Korban dan kehancuran di perang Vietnam karena penyerbuan Amerika jauh lebih banyak daripada pembantaian Yahudi tetapi bagaimana sikap dan reaksi Amerika?
Bagaimana dengan film Schlinder’s List (salah satu film favorit saya), buku inipun membahas dan mengungkap fakta dan kepalsuan dari film itu. Iya kah?

Perbandingan antara korban rakyat sipil Yahudi dengan orang Rusia lebih banyak yang menjadi korban orang Rusia daripada orang Yahudi, tetapi sepertinya memang karena adanya kepentingan politik Amerika yang lebih mengekspos penderitaan Yahudi dibandingkan dengan Rusia yang jelas menjadi lawan politiknya. Hal-hal seperti ini hampir tidak pernah kita pikir sebelumnya.

The Holocaust Industry adalah sebuah buku yang ditulis oleh Norman Finkelstein. Dia dosen di salah satu universitas di Amerika. Buku ini inspiring banget dan bener2 membuatku memiliki pemahaman baru mengenai holocaust.

Norman, seorang berdarah Yahudi yang orangtuanya pernah mengalami pahitnya hidup dalam ghetto dan kamp konsentrasi, menuduh secara terang-terangan bahwa segelintir elit dan organisasi Yahudi telah mengeksploitasi kejadian pada masa pemerintahan Hitler untuk memeras beberapa negara. Ia menuduh para elit tersebut telah memperkaya diri dengan berlindung di balik satu kata: Holocaust. Dan tidak tanggung-tanggung salah satu orang yang jadi sasaran tembak utamanya adalah penerima Nobel Perdamaian tahun 1986: Elie Wiesel. Bagiku apa yang dilakukannya itu sangat luar biasa. Sangat jelas bahwa dia bukanlah orang yang berprinsip ‘right or wrong is my country’ tapi ‘right is right and wrong is wrong’.

Anyway, buku itu menjelaskan bagaimana istilah ‘Holocaust’ telah digunakan untuk memberikan imej bahwa orang Yahudi itu berbeda dengan orang biasa, mereka lebih baik, karena itu pembantaian oleh Nazi kepada mereka tidak bisa disamakan dengan pembantaian terhadap orang2 lain. bagi mereka pembantaian oleh Nazi itu unik, yaitu pembantaian yang dilatarbelakangi kebencian yang paripurna terhadap orang Yahudi. Mereka menolak istilah genosida, karena bagi mereka istilah itu membuat orang yahudi tidak ada bedanya dengan orang lain. Norman memaparkan kekacauan logika yang muncul dari konsep tersebut. Tapi elit-elit Yahudi tidak ada yang peduli. Menurut Norman adalah suatu watak khas dari elit Yahudi yang jahat bahwa ketika ide mereka dipatahkan, mereka bukannya mengakui kesalahannya, tetapi malah membuat argumen baru lagi. intinya mereka selalu merasa yang paling benar. Hmm….pantes saja mereka dibenci.

Norman juga memaparkan bagaimana para elit Yahudi memproduksi dan mengekspor kebohongan demi kebohongan. Berbagai cerita tentang jumlah orang yahudi yang meninggal pada masa Nazi dan jumlah mereka yang selamat dari Nazi penuh dengan kebohongan. Dan Norman menguraikan bagaimana kebohongan itu dimanfaatkan untuk tujuan pemerasan. Canggihnya, elit Yahudi itu ternyata setali tiga uang dengan elit2 di pemerintahan Amerika. Karena itu tekanan yang mereka lancarkan bisa efektif. Coba bayangkan saja, banyak bukti yang menunjukkan bahwa Amerika juga memetik keuntungan dari harta orang Yahudi yang lari dari Jerman pada masa Nazi. Tetapi mengapa yang dihajar hanya Swiss, Jerman, dan negara Eropa lain.

Sebenarnya aku ingin sekali menumpahkan semua isi buku itu disini. Tapi nanti jadi enggak enak bacanya. Saranku baca deh buku itu. sangat bermanfaat kok. Dan ingatlah mulai saat ini jangan lagi sebut pembantaian Nazi itu Holocaust, tapi sebut saja: Genosida. Supaya propaganda elit Yahudi itu gagal dan hancur bersama dengan kesombongan dan kerakusannya.

6 KUNCI KEBERHASILAN PERUSAHAAN


PENGARANG         :    KURT NAGEL

PENERBIT               :    ELEX MEDIA KOMPUTINDO

TAHUN TERBIT :     2007

Kebaikan dan keburukan

Dalam buku 6 Kunci Keberhasilan Perusahaan, Kurt Nagel telah memberikan terobosan-terobosan yang menarik untuk meraih kesuksesan bagi sebuah perusahaan. Kurt Nagel menjelaskan keenam kunci tersebut secara mendalam yang bisa dilihat melalui bagan-bagan dan matriks-matriks yang dibuat Kurt Nagel untuk menggambarkan hal-hal tersebut secara lebih detail. Namun disisi lain, hal ini justru membuat isi buku ini tampak sangat rumit.

Tetapi buku ini juga memiliki kelebihan lain yaitu Kurt Nagel juga mengutip banyak pendapat ahli seperti Hendri Fayol, Fredrick Taylor, Max Weber dsb. sebagai pembanding dan pendukung teori-teori yang dipaparkan oleh Kurt Nagel sehingga dapat dipastikan bahwa 6 kunci tersebut merupakan faktor-faktor yang benar-benar berpengaruh terhadap keberhasilan perusahaan.

Kesimpulan

Didalam buku ini, Kurt Nagel memaparkan 6 kunci keberhasilan perusahaan yaitu; strategi, organisasi, sumber daya manusia, gaya kepemimpinan, sistem informasi, orientasi pelanggan. Namun, hal-hal tersebut juga memiliki beberapa dasar-dasar yang penting yaitu:

  • Prinsip-prinsip bisnis dasardan sistem-sistem target/kontrol.
  • Organisasi yang berorientasikan strategi.
  • Pemakaian potensi pegawai dengan lebih baik.
  • Sebuah gaya kepemimpinan yang efisien.
  • Sistem-sistem informasi dan komunikasi yang market intelligent
  • Mempraktikkan orientasi pelanggan

Benang yang menghubungkan kunci-kunci keberhasilan disuplai melalui orientasi pelanggan dan sistem-sistem informasi. Orientasi pelanggan sebenarnya telah dipromosikan secara luas selama paling tidak dua dekade namun dalam prakteknya manajemen bisnis sering sekali tampak asing.

Sekarang ini semakin dianjurkan bahwa adalah jauh lebih sensible untuk menempatkan pelanggan ditengah-tengah pemikiran seseorang dan untuk menempatkan biaya-biaya terkait sebagai operating overheads (biaya overhead pengoperasian) yang diperlukan daripada memperlakukan kepentingan pelanggan sebagai cost center (pusat biaya) yang tersendiri.

Dukungan penting untuk semua faktor keberhasilan disediakan oleh sistem informasi yang tersedia yang berasumsikan tempat yang lebih tinggi dalam aktifitas perusahaan. Faktor-faktor ini bukan hanya dilihat sebagai kesempatan untuk rasionalisasi yang efektif namun lebih sebagai sebuah faktor dalam menangkap peluang-peluang pasar secara lebih kompetitif.lebih jauh lagi, sistem-sistem informasi yang efisien mempunyai efek positif pada faktor-faktor keberhasilan lainnya.

Sebagai contoh, pengaruh teknologi informasi dan komunikasi modern pada faktor-faktor keberhasilan dapat dilihat inter alia dalam hal-hal berikut:

  1. Prinsip-prinsip bisnis dasar dan sistem-sistem target/kontrol
  • Keterbukaan yang lebih luas bagi semua yang terlibat
  • Transmisi lebih cepat ke pasar
  • Reaksi cepat dari pasar
  • Sebuah representasi dari realitas yang selengkap mungkin
  • Pemasukan dan pencatatan data pada waktu yang tepat (secepat terjadinya)
  • Penyimpanan informasi yang lebih up-to-date
  • Derajat pengontrolan yang lebih efisien
  1. Struktur organisasi yang berorientasikan strategi
  • Kesesuaian yang lebih baik antara struktur dengan kebutuhan-kebutuhan pasar dan produk
  • Fleksibilitas lebih besar melalui hubungan yang dipikirkan dengan lebih matang antara faktor-faktor organisasi yang standar dengan yang tersendiri
  • Perbaikan kemampuan organisasi untuk bereaksi
  • Tingkat pelayanan yang lebih tinggi
  • Sebuah alur komunikasi yang dirancang dengan lebih baik diseluruh organisasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kompetitif
  1. Penggunaan potensi pegawai dengan lebih baik
  • Pemisahan antara kerja rutin dan kreatif
  • Dorongan dan dukungan dari tugas-tugas kreatif
  • Kerja tim oleh para spesialis
  • Motivasi yang lebih tinggi untuk mencoba hal-hal baru
  • Tersedianya data untuk analisis sendiri
  1. Gaya kepemimpinan
  • Dalam hubungan-hubungan pelanggan internal dan eksternal
  • Komunikasi timbal balik yang bebas
  • Prosedur-prosedur administrasi yang rasional
  1. Orientasi Pelanggan
  • Informasi yang lebih baik tentang pelanggan
  • Layanan advis yang lebih menyeluruh
  • Dukungan dalam memecahkan masalah-masalah individual
  • Prosedur-prosedur penjualan yang lebih efisien

Pentingnya pengaruh teknologi informasi dan komunikasi pada faktor-faktor keberhasilan lainnya tidak dapat diabaikan. Pemrosesan informasi semakin menjadi bagian utama dari perusahaan-perusahaan yang dikelola dengan berhasil.

MANAJEMEN TEAM WORK


MANAJEMEN TEAM WORK

Pengarang      : M. Ahmad Abdul Jawwad

Penerbit          : PT. Syaamil Cipta Media

Tebal buku     : xvi, 88 halaman, 23,5 cm

Tahun Terbit  : 2006

Pada abad 21, yakni abad tim kerja dan membangun kerja tim dalam bingkai globalisasi dengan kebutuhan dan persaingan yang semakin kompleks dan cenderung menghalalkan segala macam cara untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Maka untuk dapat bertahan pada era globalisasi tersebut kita harus memiliki kekuatan yang lebih dari saat ini, dengan besarnya kebutuhan yang semakin meningkat dan ketatnya persaingan, kita tidak cukup mengandalkan kemampuan diri kita sendiri yang memiliki keterbatasan ini. Kekuatan itu antara lain adalah kerja kolektif dengan orang lain di luar diri kita dalam menjalankan suatu tugas untuk mendapatkan hasil lebih baik lagi, kerja sama itu sering di kenal dengan istilah TEAM WORK.

Team Work berasal dari bahasa asing terdiri dari dua suku kata Team dan Work. Tim adalah sekumpulan orang berakal yang terdiri atas dua, lima, hingga dua puluh orang dan memenuhi syarat terpenuhinya kesepahaman sehingga terbentuk sinergi antar berbagai aktifitas yang dilakukan anggotanya. Work(kerja) adalah kegiatan yang dijalankan oleh tiap individu yang telah terpenuhinya syarat kesepahaman di dalam tim itu sendiri.

Dalm buku ini Tim dikelompokan menjadi dua, pertama disebut co-acting, kedua disebut interacting.

Dalam tim co-acting, semua individu anggota tim bertindak secara independent dari yang lain. Kerja keras kolektif adalah hasil dari kerja keras individu anggotanya. Contoh dalam dunia olahraga  adalah renang, golf, dll.

Adapun tim yang interacting, semua anggota tim berperan aktif dalam merealisasikan tujuan-tujuan bersama yang menjadi focus tim. Contoh dalam dunia olah raga adalah permainan sepak bola, basket, dll.

Urgensi Team Work

Tim adalah media agar setiap individu dapat bekerja secara kolektif dengan penuh sinergi sebagai satu kesatuan yang senyawa. Divisi-divisi kecil merupakan pondasi bagi divisi-divisi yang lebih besar lagi. Divisi-divisi kecil dari sekelompok orang duduk bersama pada akhirnya membentuk keputusan-keputusan dalam suatu pekerjaan atau aktivitas yang dilakukan dalam sebuah tim memiliki nilai lebih karena tersedilanya berbagai jalinan relasli manusia secara langsung tanpa adanya rintangan-rintangan formal antar individu yang berdampak positif , yaitu dapat memompa semangat anggota tim untuk bekerja secara produktif. Tim kerja dapat membantu menyingkirkan rintangan-rintangan antar divisi , seta dapat mengangkat semangat dan motivasi para pekerja.

Jika prinsip-prinsip di atas terpenuhi, persepsi yang ada pada individu berubah menjadi interaktif, institusional, dan organisasionalbesar sepanjang zaman yang kita lalui. Disisi lain, tim yang baik merupakan kunci masa depan, terutama dalam menghadapi persaingan global. Karena hanya dengan tim yang kokoh dan terprogram rapihlah yang memiliki peran sentral dalam meningkatkan kualitas. Disamping itu, sebuah tim dapat menentukan bentuk dan jenis aktivitas atau pekerjaan yang dapat diterima. Hal tersebut dapat berpengaruh positif pada produktivitas di dalam team work.

Hal yang tidak kalah pentingnya adalah bahwa tim kerja merupakan sumber penting bagi peroses pemutakhiran pengetahuan. Karena interaksi yang tidak dapat dihindari, terciptalah sifat-sifat bersama yang membentuk kepribadian setiap individu dalam tim. Agar organisasi atau suatu lembaga dapat membuktikan kemampuan pribadinya dalam pengembangan dan kreativitas, organisasi tersebut wajib menciptakan suasana kondusif yang dapat melicinkan jalan untuk maju dengan menciptakan kesempatan-kesempatan kerja kolektif dam menumbuhkembangkan semangat tim.

Dengan demikian, mencapai puncak tertinggi tidak mungkin bisa dicapai hanya karena kerja keras seseorang saja. Bagai manapun tinggi dan supernya kemampuan seorang pemimpin, tetap saja ia membutuhkan bantuan dari yang lainnya agar ia mampu mengerahkan segala potensi yang dimiliki tim semaksimal mungkin.

Jumlah Team Work Ideal

Sebagian pendapat menyatakan bahwa jumlah ideal bagi sebuah tim kerja terdiri atas tiga hingga sepuluh orang, bergantung pada pembentukan tim dan fungsi yang dibutuhkan. Karena tim dapat memberikan kontribusi optimal dan berkesinambungan antara anggota, ekspresi pribadi masih tetap terbuka bagi setiap anggota tim, dan dapat dengan mudah membagi tugas tanpa kehilangan visi integrative seputar pekerjaan dan tugas. Di sisi lain dapat memecahkan berbagi masalah structural internal tim.

Jika tujuan dan fungsi sangat sulit dan menuntut kemahiran yang tinggi, jumlah anggota tim ideal sebaiknya terdiri atas enam hingga dua belas orang anggota. Agar setiap anggota mendapatkan tugas atau pekerjaan yang menjadi wewenangnya. Sebaiknya, penujukan dan penugasan untuk sebagian tugas kepada divisi-divisi kecil yang merupakan penjabaran dari tim yang besar tadi.

Berdasarkan kajian di atas, terdapat beberapa masalah mengenai jumlah anggota tim, diantaranya adalah:

  1. Semakin besar jumlah anggota tim komunikasi semakin kompleks dan sulit, kondisi seperti ini membuat upaya untuk menyamakan persepsi semakin minim.
  2. Semakin besar jumlah tim, focus terhadap masalah pribadi dapat mengalahkan keutuhan agenda tim yang telah terprogram.
  3. Dalam tim yang terlalu kecil, gap akan muncul dan diskusi akan melebar dari focus utama yang dibahas dalam forum.
  4. Dalam jumlah tim yang seimbang, terjadi kesulitan mendapatkan suara mayoritas. Celah gap pun semakin terbuka lebar. Oleh karena itu, disarankan anggota tim bersifat individual.

Rangkaian di atas mencerminkan sikap yang fleksibel dalam menentukan jumlah anggota tim yang ideal dalam sebuah tugas kerja .Berikut ini beberapa prinsip yang harus diambil dan menjadi konsideran sebelum menentukan jumlah anggota tim:

  1. Karakteristik  pemimpin tim, baik dari segi psikis maupun fisik .
  2. Karakteristik anggota tim  berdasarkan kapabilitas dan semangat  bekerja .
  3. Sejauh mana seorang pemimpin menyediakan waktu bagi dirinya untuk melakukan tugas nonmanajerial dan manajerial.
  4. Tabiat pekerjaan yang ditinjau dari segi kompleksitas dan kesederhanaannya.
  5. Gaya manajerial, dari segi pembagian tugas, apakah focus pada implementasi kebijakan dan anggaran untuk membuat program dari pada mementingkan kepentingan pribadi.

ANALISA DAN PEMBAHASAN

I. Interaksi Antar Anggota Tim

Setiap individu team work memiliki latar belakang kemampan yang istimewa, berupa pemahaman, pengalaman, maupun prediksi tantangan yang dihadapi team work. Sinergi team work dapat dicapai ketika setiap individu tim merubah diri dari sifatnya yang individualis kedalam sebuah tim yang sifatnya kolektif. Kesuksesan perpindahan tersebut bergantung pada kemampuan anggota tim dalam interaksi positif dan dalam kerjasama konstruktif dalam setiap aktivitas tim.

Jadi, membuka diri dan mau menerima peran serta orang lain merupakan permulaan  dan membuka jalan bagi kita untuk mempercepat perpindahan menuju satu tim. Lebih dari itu, membuat orang lain lebih terbuka dan lapang dada untuk menerima kita, dengan sendiriya telah menghilangkan area tak bertuan yagn kita sendiri tidak mengetahuinya jika hanya bersandar pada reaksi orang lain terhadap diri kita.

II. Mengelola Kerja Team Work

Untuk dapat mengelola tim dengan baik, langkah pertama yang perlu diambil ialah menentukan target dan tujuan team work, spesifikasi tugas kepada setiap individu tim. Divisi-divisi besar meringkas tugas kepada divisi-divisi yang lebih kecil agar setiap anggota ikut andil dan merasa bagian dari tim, agar dalam pelaksanaannya dapat dikontrol dengan mudah. Pembagian tugas dan wewenang terhadap tiap divisi telah mencapai kesepakatan dari awal pembbentukan team work.

Apabila terjadi perubahan rencana dan target tim, dipelajari terlebih dahulu. Setelah tercapai kesepakatan terhadap perubahan target dan rencana tim, salah seorang dari anggota tim yang melakukan perubahan tersebut memberikan instruksi kepada setiap divisi dan membantunya saat dibutuhkan. Pada saat kegiatan tersebut dijalan, tim beserta anggota melakukan evaluasi dari awal pelaksanaan hingga puncak acara selesai dilaksanakan senantiasa untuk memastikan (mengawasi) secara rutin dan disiplin tentang peran setiap anggota tim dalam menyukseskan kerja tim.

III. Studi Komparatif

1. Pengalaman Jepang

Manajemen dalam pandangan bangsa Jepang adalah komitmen kolektif yang lahir dari kesadaran diri dan rasionalitas untuk mengabdi pada institusi (perusahaan) tempat kami bekerja, baik secara fisik maupun nalar. Manajemen kolektif atau manajemen konsesus yang terdapat dalam perusahaan Jepang ialah kolektivitas dengan makna bahwa kerjasama, sinergi, dan berkarya bukan hanya saling mendorong satu sama lain, namun lebih dari itu dilakukan secara hand in hand, aktif dalam mengambil keputusan, menentukan tujuan dari team work. Filosofi manajemen kolektif ini ternyata tidak hanya berlaku dan diterapkan di dalam perusahaan saja, namun berlaku diseluruh sendi kehidupan bangsa Jepang.

Keunggulan manajemen bangsa Jepang lainnya ialah bahan mereka sangat mengandalkan kualitas atau nilai kerja tim dan budaya yang menjadi spirit dan budaya setiap orang. Disitu setiap orang merasa bahwa dirinya adalah bagian dari anggota tim (perusahaan/institusi) dan ia sangat terkait erat dengan teman-temannya atau para karyawan yang bekerja dengannya. Maka, tidak diragukan lagi, kelangsungan, ketahanan, dan pertumbuhan merupakan target strategis bagi setiap perusahaan yang bersifat profit center. Selain itu, bangsa Jepang benar-benar mefokuskan pada kemahiran dan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan orang lain.

2. Pengalaman Amerika

Perbedaan terpenting antara Jepang dengan Amerika adalah kecenderunga dan focus mereka terhadap kolektivitas dan individualitas. Bangsa Jepang lebih cenderung bersifat kolektivitas dari pada individualitas, demikian sebaliknya dengan bangsa Amerika yang lebih mengedepankan pekerjaan secara independent dan individualitas.

Dari perbedaan itu menghasilkan kesimpulan sebagai berikut:

  • Tatanan keluarga Jepang relative lebih kuat.
  • Usah orang Amerika ialah merealisasikan independensi dan ambisi individualitasnya.
  • Individu Amerika cederung lebih tahan banting.
  • Tidak ada kepemimpina , kultus atau charisma individu untuk bangsa Jepang.
  • Bangsa Amerika sangat menikmati terhadap skill dan kemampuan individu yang secara khusus dimilikinya.

Dari dua model system manajemen yang diterapkan oleh Jepang dan Amerika dapat disatukan dalam satu titik temu yang dapat saling memperkuat, melengkapi, dan berkesinambungan seperti halnya system yang diterapkan dalam dunia islam, yaitu dengan menyeimbangkan antara kemempuan individu kedalam kerja kolektif dalam mencapai tujuan bersama..

IV. Spirit Jiwa dan Pendidikan untuk Berinteraksi dengan Pihak Lain dalam Bingkai  Team Work

Poin-poin beikut merupakan panduan yang diharapkan menjadi pembuka jalan bagi terciptanya harmonisasi potensi yang dimiliki demi tercapainya kepentingan anggota secara luas dan penataan agenda bersama.

Bekerja sama dalam hal yang disepakati dan saling toleran terhadap hal yang belum disepakati, merengkuh manfaat dari kebersamaan yang melahirkan gagasan utuh yang saling melengkapi. Atas dasar itulah kerja tim merupakan hal terpenting dalam menghadapi era globalisasi.

Jika kerja keras dan upaya kita dapat bersinergi serta saling membangun fondamen jiwa dan pendidikan , juga meresponsif terhadap nilai-nilai, norma-norma, dan visi misi kita hingga terciptanya rancangan aksi strategis di kemudian hari. Itulah spirit yang menjadi energi bagi setiap pergerakan dan aksi.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN

I. Kelebihan

Dalam buku ini dibahas beberapa syarat dan ketentuan yang perlu dipenuhi dalam membentuk suatu tim, serta methode yang digunakan untuk menjalankannya, juga disertai dengan tips yang mendukung kelangsungan tim tersebut. Diantaranya ialah, sifat-sifat kepemimpinan, jumlah tim yang ideal sesuai dengan besar dan ruang lingkupnya, mengelola kerja tim dan interaksi antar anggotanya, kiat menjaga loyalitas team work dan  mengoptimalkannya.

Selain itu , dalam buku ini juga terdapat rujukan dari tiga sudut pandang yang dapat dijadikan referensi. Pertama, ciri manajemen Jepang yang memfokuskan pada sitem kerja kolektif yang melibatkan semua unsur di dalam tim sehingga setiap anggota merasa memiliki dan menjadi bagian dari tim tersebut, hingga pelaksanaannya menjadi lebih mudah dan terarah karena setiap anggota diberikan wewenang dan tanggung jawab menurut kemampuannya. Kedua, ciri manajemen Amerika yang lebih menekankan pada kemapuan skill individu, sehingga setiap individu lebih siap dan tahan banting dalam memhadapi masalah tim. Tetapi tidak terlalu menekankan sinergi antar tim tersebut. Ketiga, Sudut pandang dunua islam yang memadukan kedua unsur tersebut hingga tercipta individu yang handal dengan sinegi positif antar anggota tim yang semakin memperkuat pelaksanaan tim dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan..

Buku ini juga dilengkapi dengan ilustrasi gambar, sehingga para pembacanya tidak terlalu jenuh. Selain itu, gambar yang disuguhkan dapat mempermudah pembaca dalam memahami isi buku tanpa perlu membacanya berulang-ulang. Maka, buku ini sangat cocok dijadikan referensi bagi kalangan pemula yang ingin menjalankan suatu kerja kolektif dengan sinergi antar anggota di dalamnya.

II, Kekurangan

Dalam buku ini juga masih terdapat beberapa kekurangan yang perlu dilengakapi dengan pedoman lain untuk memantapkan pelaksanaan suatu kerja kolektif atau team work. Diantaranya, pembahasannya masih dalam skala umum atau garis besar yang kurang menyeluruh dan mendetail mengenai metode dan langkah-langkah yang perlu diambil dalam menjalankan suatu kerja kolektif. Bahasa yang digunakan dalam pembahasannya juga kurang familiar, sehingga cukup menyulitkan bagi sebagian kalangan terutama para pemula yang ingin menjalankan suatu kerja kolektif dengan sinergi yang tepat bagi setiap anggota tim.

Selain itu juga terdapat beberapa kuisioner berisi pertanyaan-pertanyaan yang terlalu benyak dari pada pembahasan tentan team work itu sendiri. Yang terkadang dapat membingungkan karena tanpa disertainya jawaban yang mungkin dapat membantu para pembaca lebih baik lagi.

The Holocaust Industry



RESENSI BUKU

Pengarang       : Norman G. Finkelstein
Penerbit           : Ufuk Press
ISBN                  : 979-333-01-20
Terbit                : Agustus 2006
Sampul              : Soft Cover
Dimensi            : 13,5 x 20,5 cm
Tebal                 : 333 halaman

Mengungkap Penipuan dan Pemerasan Bangsa Yahudi

Pengantar : Hidayat Nur Wahid, Ketua MPR RI

Menjadi buku laris di Eropa, Timur Tengah, Asia, dan Amerika, dan sudah diterjemahkan ke dalam enam belas bahasa, The Holocaust Industry dinobatkan sebagai “buku paling kontroversial sepanjang tahun” oleh surat kabar Guardian, London, saat kali pertama diterbitkan tahun 2000. Dalam catatan tambahannya yang amat mengena di edisi sampul tipis kedua ini, Norman G. Finkelstein membuktikan kebenaran skandal Holocaust.

“…serangannya yang berani atas pemerasan keuangan yang dilakukan kelompok-kelompok seperti WJC (World Jewish Congress [Kongres Yahudi se-Dunia]) merupakan hal yang amat penting dan diharapkan dapat membuahkan hasil. Nadanya yang sumbang, yang menuai kritik pedas dari lawan-lawannya, mengejutkan saya karena memang begitu mengena, apalagi ia juga menyertakan sumber-sumber terpercaya atas klaim-klaimnya.”
—Profesor William Rubenstein, University of Wales

“Jaringan penipuan ini perlu dibongkar, dan Finkelstein yakin kalau dialah yang harus tuduhannya itu terbukti benar, haruslah ada tuntutan, pemberangusan, dan protes atas mereka. Buku ini meneriakkan skandal. Ini adalah sebuah polemik yang disuarakan dengan keras.”
—The Times

“Buku paling laris dan heboh sepanjang tahun ini.”
—The Guardian

“…Finkelstein telah memunculkan beberapa masalah penting yang membuat gelisah…contoh-contoh yang diutarakannya…bisa jadi menyesakkan di tengah kemarahan dan ironi mereka.”
—Jewish Quarterly

“…sebuah polemik singkat yang tajam dan amat sering mendapat perhatian.”
—Times Higher Educational Supplement

“Finkelstein memang jagonya mengubah pikiran mereka yang berniat menyakralkan tragedi Holocaust.”
—Los Angeles Times Book Review

“…argumen dasarnya bahwa memori atas tragedi Holocaust tengah dilecehkan benar-benar serius dan selayaknya mendapat perhatian.”
—The Economist

“Finkelstein telah berani mengangkat beberapa masalah yang penting dan riskan.”
—The Jewish Quarterly

Buku ini mengulas fakta dengan statistika dan bukti betulkah enam juta orang Yahudi dibantai di Eropa pada masa holocaust oleh Nazi, salah satu hal yang diungkap jika kamp Auschwitz yang terkenal buruk hanya mempunyai 11.000 orang yang dievakuasi Jerman saat penyerbuan Rusia, maka Jerman harus mempunyai kamp berjumlah ratusan untuk membantai 137 orang perjam sehingga hasilnya enam juta jiwa. Fakta lainnya Charles A Lindbergh mengunjungi salah satu kamp dan diketahui disana 25.000 orang mati dalam 1,5 tahun, maka seratus kamp pun jumlahnya tidak menjadi enam juta jiwa. Fakta kedua, jika di seluruh dunia jumlah mereka sekarang sekitar dua puluh juta jiwa, bagaimana mungkin di Eropa saja enam puluhan tahun yang lalu jumlahnya mencapai enam juta, jiwa belum termasuk yang selamat. Saya yakin pembaca resensi inipun mulai berpikir tentang kebenaran saat baru mulai membaca tulisan di atas.

Setelah pembebasan maka pemerintahan Jerman memberikan kompensasi buat Yahudi yang selamat dari pembantaian, banyak Yahudi yang mengaku sebagai orang yang selamat dari pembantaian karena berharap mendapat kompensasi itu, jika begitu banyak orang Yahudi yang mengaku selamat, jadi siapa yang dibunuh Nazi?

Korban dan kehancuran di perang Vietnam karena penyerbuan Amerika jauh lebih banyak daripada pembantaian Yahudi tetapi bagaimana sikap dan reaksi Amerika?
Bagaimana dengan film Schlinder’s List (salah satu film favorit saya), buku inipun membahas dan mengungkap fakta dan kepalsuan dari film itu. Iya kah?

Perbandingan antara korban rakyat sipil Yahudi dengan orang Rusia lebih banyak yang menjadi korban orang Rusia daripada orang Yahudi, tetapi sepertinya memang karena adanya kepentingan politik Amerika yang lebih mengekspos penderitaan Yahudi dibandingkan dengan Rusia yang jelas menjadi lawan politiknya. Hal-hal seperti ini hampir tidak pernah kita pikir sebelumnya.

The Holocaust Industry adalah sebuah buku yang ditulis oleh Norman Finkelstein. Dia dosen di salah satu universitas di Amerika. Buku ini inspiring banget dan bener2 membuatku memiliki pemahaman baru mengenai holocaust.

Norman, seorang berdarah Yahudi yang orangtuanya pernah mengalami pahitnya hidup dalam ghetto dan kamp konsentrasi, menuduh secara terang-terangan bahwa segelintir elit dan organisasi Yahudi telah mengeksploitasi kejadian pada masa pemerintahan Hitler untuk memeras beberapa negara. Ia menuduh para elit tersebut telah memperkaya diri dengan berlindung di balik satu kata: Holocaust. Dan tidak tanggung-tanggung salah satu orang yang jadi sasaran tembak utamanya adalah penerima Nobel Perdamaian tahun 1986: Elie Wiesel. Bagiku apa yang dilakukannya itu sangat luar biasa. Sangat jelas bahwa dia bukanlah orang yang berprinsip ‘right or wrong is my country’ tapi ‘right is right and wrong is wrong’.

Anyway, buku itu menjelaskan bagaimana istilah ‘Holocaust’ telah digunakan untuk memberikan imej bahwa orang Yahudi itu berbeda dengan orang biasa, mereka lebih baik, karena itu pembantaian oleh Nazi kepada mereka tidak bisa disamakan dengan pembantaian terhadap orang2 lain. bagi mereka pembantaian oleh Nazi itu unik, yaitu pembantaian yang dilatarbelakangi kebencian yang paripurna terhadap orang Yahudi. Mereka menolak istilah genosida, karena bagi mereka istilah itu membuat orang yahudi tidak ada bedanya dengan orang lain. Norman memaparkan kekacauan logika yang muncul dari konsep tersebut. Tapi elit-elit Yahudi tidak ada yang peduli. Menurut Norman adalah suatu watak khas dari elit Yahudi yang jahat bahwa ketika ide mereka dipatahkan, mereka bukannya mengakui kesalahannya, tetapi malah membuat argumen baru lagi. intinya mereka selalu merasa yang paling benar. Hmm….pantes saja mereka dibenci.

Norman juga memaparkan bagaimana para elit Yahudi memproduksi dan mengekspor kebohongan demi kebohongan. Berbagai cerita tentang jumlah orang yahudi yang meninggal pada masa Nazi dan jumlah mereka yang selamat dari Nazi penuh dengan kebohongan. Dan Norman menguraikan bagaimana kebohongan itu dimanfaatkan untuk tujuan pemerasan. Canggihnya, elit Yahudi itu ternyata setali tiga uang dengan elit2 di pemerintahan Amerika. Karena itu tekanan yang mereka lancarkan bisa efektif. Coba bayangkan saja, banyak bukti yang menunjukkan bahwa Amerika juga memetik keuntungan dari harta orang Yahudi yang lari dari Jerman pada masa Nazi. Tetapi mengapa yang dihajar hanya Swiss, Jerman, dan negara Eropa lain.

Sebenarnya aku ingin sekali menumpahkan semua isi buku itu disini. Tapi nanti jadi enggak enak bacanya. Saranku baca deh buku itu. sangat bermanfaat kok. Dan ingatlah mulai saat ini jangan lagi sebut pembantaian Nazi itu Holocaust, tapi sebut saja: Genosida. Supaya propaganda elit Yahudi itu gagal dan hancur bersama dengan kesombongan dan kerakusannya.

Ancaman Sang Naga – Strategi China Menggempur Dominasi Pesaing Mapan di pasar Gobal



Pengarang     :    Ming Zeng, dan Peter J. Williamson
Penerbit         :   Harvard Business school PUblishing Corp, 2007
Penterjemah :   Harris Setiajid

Buku ini menarik sekali, karena terus terang, sampai sebelum baca buku ini saya punya pandangan keliru tentang strategi  RRC menguasai pasar dunia,,,dan lebih keliru lagi mengikuti pandangan umumnya pakar dan penguasa negara ini menghadapi serbuan produk RRC.

Semuanya dipatahkan dalam buku kecil yang enak dibaca ini. Teknisnya mendetail, tapi herannya masih layak baca untuk orang awam sekalipun. Tidak terjebak menjadi buku yang teknis-ekonomi. Pengarang pandai sekali memberi contoh dan hitungan-hitungan secara terselubung, sehingga tidak bikin puyeng yang baca.

Bodoh sekali kita kalau percaya bahwa produk Cina bisa murah, karena mendapat proteksi dan perlakuan  khusus, dan fasilitas gratis dari pemerintahnya, bodoh sekali kita kalau percaya dengan kata-kata pemerintah kita dan para pakar yang mengatakan kita sulit bersaing, karena inilah kita terbelenggu dengan ketakutan akibat free trade dunia dengan maraknya serbuan produk murah china ke negara berkembang dan itulah dan beribu macam alasan seharusnya kita banyak belajar dengan kemajuan ekonomi china.

Buku ini menakjubkan, karena mengungkap fakta yang selama ini keliru kita terima…
Sebenarnya keadaan di cina sana dulu itu tidak terlalu kondusif juga Tidak ada juga dukungan pemerintah untuk industri, mirip jg dengan kondisi di negara kita bukan,,,?

Diceritakan, bahkan banyak departemen  pemerintahan sana menolak produk dari suatu perusahaan  BUMN Cina, dan lebih memilih buatan amerika sampai akhirnya dengan berbagai taktik marketing yang fair, perusahaan BUMN itu diterima oleh salah satu departemen untuk memasok produknya.

Berarti sama  dengan keadaan di Indonesia Inilah yang membuat buku ini istimewa, karena saya membaca buku ini seperti bercermin yaitu bercermin dengan keadaan di negara kita. bahwa sebenarnya keadaan cina bahkan sampai 15 tahun lalu itu tidak jauh beda dengan indonesia yang
kurang fasilitas, jalanan buruk, pelabuhan buruk, listrik kurang,dll tapi mengapa perusahaan cina itu dengan cepat dapat bangkit untk menjadi penguasa dunia?

Jawabnya ada di buku ini ” Sangat mencerahkan”

Jadi,sebetulnya kitapun bisa seperti mereka,tapi mengapa kita tidak bisa?

12 Prinsip Bisnis Tao Zhu-gong, falsafah bisnis klasik China


Resensi Buku :

Prinsip-Prinsip Tao Zhu-gong, Pelajaran Bisnis Modern dalam Falsafah klasik – oleh Wee Chow Hou

Buku ini membahas 12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong dan memperlihatkan penerapannya dalam situasi korporasi masa kini. Prinsip-prinsip ini mengungkapkan 12 kemampuan vital yang dibutuhkan seseorang untuk meraih sukses bisnis. prinsip-prinsip ini mencakup cara menangani pelanggan dan karyawan, cara mengelola sebuah perusahaan dan produk-produknya hingga cara membuat keputusan-keputusan bisnis. Hampir semua bidang yang perlu untuk pengembangan bisnis.

Keduabelas prinsip bisnis ini berasal dari masa 2000 tahun lalu. Meskipun demikian, prinsip-prinsip bisnis ini tetap memiliki arti penting yang besar sehubungan dengan cara menjalankan bisnis yang sifatnya universal dan kompleks itu. Buku ini juga mendemontrasikan relevansi prinsip-prinsip tersebut pada bisnis berukuran apapun, mulai dari toko kelontong, korporasi internasional, hingga perusahaan-perusahaan dot.com.

Tao Zhu-gong sendiri, adalah seorang ahli strategi militer yang mengundurkan diri dari kedudukan tinggi seorang perdana mentri untuk menjadi seorang pebisnis. Dengan menerapkan apa yang telah dipelajarinya ketika masih aktif dimiliter, ia membangun kekayaannya yang setara dengan kekayaan Bill Gate dijaman modern. Dimasa hidupnya, Tao Zhu-gong menyusun 12 prinsip ini, yang, sayangnya, bukan hanya tidak dikenal didunia Barat, tetapi juga oleh ornag-orang Cina sendiri. Baik di Timur atau di Barat, setiap pebisnis akan mendapatkan banyak masukan dari 12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong.

Sebuah buku yang harus dibaca oleh setiap pebisnis yang tertarik untuk memahami rahasia sukses bisnis orang Cina. Hikmat yang terkandung dalam falsafah Tao Zhu-gong sangat relevan dengan dunia TI / bisnis modern. Saya sangat terkesan oleh kelihaian penulis dalam menerapkan ajaran dari masa lampau kedalam situasi di ruang direksi jaman modern.
Vijay Mahajan, John P. Harbin Centennial Chair in Business, The University of Texas at Austin, USA

Buku ini menawarkan kombinasi langka antara pemahaman perseptif budaya Cina, bahasa dan sejarah serta kepakaran pemasaran modern dalam tradisi Levitt, Drucker, Porter dan Ohmae. Pembaca akan terkagum-kagum melihat bagaimana Profesor Wee menjembatani dua dunia pemikiran strategis klasik dan modern, dan menawarkan pelajaran-pelajaran praktis dan serat makna bagi lingkungan bisnis global masa kini. Profesor Wee patut mendapat penghargaan untuk tulisannya yang secara ilmiah tajam tetapi juga prakmatis.
Lys S. Amine, Professor of Marketing and International Business, Saint Louis University, USA. Distinguished  Fellow of the Academy of Maketing Science.

Tahun 1978, Cina membuka diri terhadap dunia luar. Sejak itu, perekonomian Cina mulai tumbuh secara signifikan dan investasi asing semakin banyak masuk ke Cina. Setelah hampir 30 tahun, kini Cina tampil sebagai raksasa ekonomi baru dalam tataran global. Banyak buku yang menulis mengenai fenomena kemajuan ekonomi Cina yang luar biasa saat ini, namun saya tertarik kepada sebuah buku dari Bapak Wee Chow Hou yang berjudul: Prinsip-prinsip Tau Zho-gong, Pelajaran bisnis modern dalam falsafah klasik. Dengan referensi buku tersebut, saya ingin mencoba menuliskan beberapa poin penting dalam buku tersebut yang berkenaan dengan dunia bisnis.

Jika kita melihat sepak terjang ekonomi Cina dewasa ini, dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 10% pertahun, tentu banyak membuat bangsa lain terkagum-kagum, bahkan beberapa Negara maju gerah dengan kemajuan ekonomi Cina yang luar biasa ini. Oleh karena itu, tak salah kiranya jika kita mencoba belajar dan memahami ekonomi Cina, penting untuk juga mempelajari peradabannya, hal ini dikarenakan:

Pertama, bahwa peradaban Cina telah berlangsung dan tidak terputus untuk kurun waktu yang panjang, yaitu 2.500 tahun. Dan peradaban tersebut telah mengatasi berbagai ujian ketahanan, baik perang, bencana alam, proses distorsi budaya dan lain sebagainya, namun peradaban ini tetap bertahan sampai saat ini. Di dunia ini, dalam sejarah kehidupan umat manusia, telah banyak suku, peradaban, bangsa, ras dan budaya yang telah musnah. Sejak dari zaman kaisar pertamanya, Qin Shi-huang, peradaban Cina mengalami masa-masa cemerlang dan gelap, dan peradaban Cina telah bertahan dalam ujian waktu. Dengan demikian, tentu banyak hal berharga yang dapat diperoleh dengan mempelajari peradaban Cina ini.

Kemampuan untuk bertahan hidup juga berlaku didalam dunia bisnis. Ukuran keberhasilan sebuah perusahaan tidak dapat hanya diukur dari moment-moment penjualan yang tinggi, atau pengsa pasar atau kuntungan semata. Sebaliknya, kesuskesan sebuah perusahaan dinilai dari kemampuannya untuk bertahan dalam berbagai tantangan pasar, kompetisi, aplikasi teknologi, tuntutan costomer dan lain sebagainya. Sebagai contoh, tahun 1998, Citibank melakukan merger dengan Travelers. Travelers adalah sebuah perusahaan asuaransi yang berdiri sejak tahun 1864 dan telah berusia lebih dari 130. Pada saat kedua perusaan tersebut bergabung, nama Citigroup di pakai sebagai entities baru kedua perusahaan tersebut, dan nama Travelers dihapuskan sama sekali. Padahal, pada tahun sebelumnya Traveler barusan mengakuisisi Solomon (sebuah bank investasi). Bukan hanya Travelers satau-satunya nama yang telah terkubur dalam sejarah oleh karena merger atau akuisisi perusahaan. Beberapa nama lain yang juga terkenal juga bernasib serupa, seperti: Seagram, MCI dan Donalson. Seperti peradaban, hanya perusahaan yang berjalan atas prinsip yang paling sehat dan paling kuat yang akan menang. Dan perusahaan-perusahaan yang lemah suatau saat akan berakhir, entah terserap melalui merger atau hancur melalui akuisisi.

Kedua, supaya dapat memahami pola pikir para ahli strategi Cina, pemahaman yang dalam bisa didapatkan dengan mempelajari karya-karya klasik dan falsafah Cina. Karena sejarah Cina yang terentang begitu panjang, banyak sekali falsafah yang masih terpelihara dengan baik, dimana falsafat tersebut telah dipelajari dengan baik dan telah teruji dalam rentang tahun yang panjang. Umumnya diketahui bahwa pemikiran, perencanaan  dan strategi manajemen bersumber dari kalangan militer. Cina, dengan sejarahnya yang panjang, adalah salah satu negara yang paling banyak mengalami perang sepanjang sejarahnya. Tak mengherankan pula bahwa perjanjian militer paling tua yang tertulis sekitar tahun 400 – 320 SM dibuat oleh Sun Zi yang menulis buku Sun Zi bing fa (seni perang). Buku tersebut menjadi buku bacaan wajib di banyak akademi militer diseluruh dunia, dan juga merupakan buku yang banyak mempengaruhi banyak praktek bisnis. Pribahasa populer orang Cina:

Dunia bisnis tak ubahnya sebuah medan pertempuran (Shang chang rú chang)

Jadi, memang pada masa-masa awal, para pebisnis Cina cenderung menggunakan perspektif militer dalam berbisnis. Dan tentu saja, sikap demikian dapat menghasilkan kemunduran yang besar dan dapat mempengaruhi sikap umum dalam urusan bisnis. Dan sebagai akibatnya, sewaktu Cina pertama kali membuka diri terhadap investor Barat, mereka cenderung memperlakukan para investor asing dengan penuh kegamangan, sketisime dan kecurigaan. Baru beberapa tahun terakhirlah Cina menghargai pentingnya investasi asing. Apalagi dengan masuknya Cina ke World Trade Organization pada akhir tahun 2001, Cina telah mampu memahami aturan-aturan persaingan internasional dengan lebih baik. Bahkan saat ini, Cina telah berkembang menjadi salah satu raksasa ekonomi dunia.

PENDAHULUAN

Dalam dunia bisnis, hanya sedikit orang yang tidak mengenal nama Bill gates. Saat ini, Bill Gates, pendiri microsoft adalah orang terkaya nomor 3 di dunia, dengan kakayaan sebesar US$ 58 milyar menurut majalah Forbes. Sedangkan posisi nomor satu manusia terkaya didunia saat ini ditempati Warren Buffett dengan kekayaan senilai US$ 62 milyar. Dari 500 orang terkaya didunia menurut majalah forbes, hanya sebagian kecil berasal dari Asia, dan jumlah kekayaan mereka masih jauh lebi kecil dari para miliuner barat. Jelas orang Cina dan Asia masih harus menjalani perjalanan panjang untuk menduduki peringkat lebih tinggi  dalam kelompok multi-miliuner tersebut.

Yang menarik, sejak terbukanya Cina terhadap dunia barat sejak akhir tahun 1970, terjadi perubahan besar terhadap masyarakat Cina. Mereka sangat ingin belajar bagaimana caranya berhasil dalam usaha dan bisnis. Banyak pemuda Cina mulai belajar praktik bisnis modern dari dunia Barat. Permintaan program MBA dan program bisnis lainnya tidak pernah berkurang. Hampir semua universitas di Cina saat ini, dengan agresif bersaing menawarkan berbagai macam pelatihan bisnis yang kebanyakan mengikoti pola Barat. Tiba-tiba saja seluruh pemuda Cina terinspirasi untuk menjadi pengusaha dan menjadi miliuner atau setidaknya jutawan. Dengan adanya internet serta menjamurnya perusahaan dot.com, keinginan untuk segera menjadi orang kaya telah mencapai titik yang belum pernah ada. Saat ini, orang hanya perlu memasuki toko-toko buku di Shanghai, Shenzen, Guangzhou, atau Beijing untuk menyadari betapa gigihnya orang Cina mencari pengetahuan. Mereka tidak hanya haus akan buku-buku komputer dan bisnis, tetapi juga terlihat aktif bertukar pengetahuan di toko buku tersebut. Mereka sangat tekun belajar, terutama dari Amerika. Dan hasilnya seperti yang kita ketahui sekarang, perekonomian Cina mulai menyamai perekonomian Amerika.

Untuk mencari gaya berbisnis yang lebih baik, perlu meneliti lebih jauh ke dalam sejarah Cina. Bagi komunitas bisnis Cina diluar negeri ada dua karakter usahawan Cina masa lampau yang sangat di hormati. Kedua orang ini adalah Guan Gong dan Fan Li. Guan Gong dan Guan Yun-cang sangat dikenal oleh orang Cina yang ada diluar negeri, sedangkan Fan Li dikenal oleh mereka yang benar-benar mengenal sejarh Cina. Kebanyakan pengusaha Cina sangat mengenal nama Tao Zhu-gong. Sebenarnya, Tao Zhu-gong dan Fan Li adalah orang yang sama. Namun, sejalan dengan waktu, orang Cina cenderung lebih akrab dengan nama Tao Zhu-gong , sebab kebanyakan pengusaha Cina di Asia tenggara pada tahun 1950-an sampai 1970-an selalu memajang prinsip Tao Zhu-gong dikantor mereka. Bahkan orang dengan mudah dapat membaca 12 prinsip yang umum dikenal dengan sebutan Prinsip Bisnis Tao Zhu-gong dalam bentuk poster berbingkai yang digantung di dinding kedai minum dan toko-toko makanan. Sayangnya, menjelang tahun 1990-an, poster-poster itu mulai menghilang, penyebabnya ada berbagai alasan.

Pertama, dalam usaha mencari bentuk praktis bisnis modern, prinsip bisnis Tao Zhu-gong lambat laun dianggap kuno, ketinggalan zaman dan kolot, sebab prinsip-prinsip tersebut ditulis sekitar abad 500 sebelum masehi. Kedua, penggunaan bahasa Cina yang tergeser oleh bahasa lainnya, terutama bahasa Inggris. Misalnya di Singapura, bahasa Inggris sangat cepat mengantikan bahasa Cina sebagai bahasa pengantar pendidikan. Selain itu, disaat banyak pengusaha Cina memajang poster-poster prinsip bisnis Tao Zhu-gong, hampir tidak ada usaha dari kaum cendikiawan untuk membantu mencerna kekayaan maknanya, implikasi dan bagaimana aplikasi prinsip-prinsip tersebut dalam bisnis.

Dengan tampilnya Cina sebagai kekuatan ekonomi baru, sejak tahun 1980-an, dan semakin kuat sejak tahun 2000, minat terhadap segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah Cina kembali muncul di seluruh dunia, termasuk dinegara-negara Asia Tenggara. Lukisan Cina, Kaligrafi, barang-barang antik, pahatan batu giok, dan lain-lain terus-menerus diburu oleh para kolektor diseluruh dunia. Dengan semakin makmurnya negara Cina, semakin banyak pula perusahaan multinasional yang menginvestasikan modalnya besar-besaran di Cina. Saat ini Cina merupakan penerima investasi terbesar diseluruh dunia. Karena itu, tidak heran jika semkin banyak pengusaha non-Cina yang juga mulai berminat untuk mencoba memahami cara berfikir dan strategi bisnis pengusaha Cina. Misalnya, tahun-tahun terakhir ini, seminar seni berperang Sun Zi (Sun Zï bing fä) dan 36 strategi orang Cina (san shí liù jì) sangat populer didunia Barat. Penulis sendiri, secara teratur memimpin berbagai seminar tersebut diberbagai perusahaan eropa dan Amerika.

Prinsip bisnis Tao Zhu-gong merupakan pelajaran filosofi bisnis yang perlu diperhatikan dan dipelajari. Tidak seperti strategi Cina kuno, prinsip yang ditawarkan Tao Zhu-gong berhubungan langsung dengan bisnis karena ia merupakan pengusaha sukses pada zamannya. Bahkan Tao Zho-gong dikenal sebagai Taipan atau multi-milyuner pertama di zaman Cina kuno.

Guan Gong

Guan Gong adalah pahlawan yang menjadi tokoh dalam kisah klasik Cina yang berjudul Kisah Tiga Kerajaan (san guó yän yì). Ia merupakan saudara angkat pendekar perang Liu Bei dan Zang Fei. Sebagai seorang lelaki pemberani, Guan Gong dikagumi karena kesetiaannya dan rasa keadilannya. Dia orang yang tidak pernah mengkhianati teman dan rekannya. Sebagai seorang yang sangat dapat dipercaya, ia hanya mengabdi kepada satu majikan. Dia hidup sangat rendah hati dan tidak pernah menyombongkan apa yang telah dicapainya walaupun ia merupakan kesatria andal dan komandan militer yang hebat.

Guan Gong juga merupakan orang yang tidak pernah melupakan kebaikan yang dilakukan orang untuknya. Dengan kata lain, dia adalah orang yang tahu balas budi. Disamping itu dia berhati emas. Dia bersimpati kepada orang yang memerlukan bantuan. Guan Gong adalah orang yang sangat berfikiran logis dan analitis. Karena itu, tidak heran jika ia sangat dihargai masyarakat Cina di Hongkong, Taiwan, Singapura, dan Malaysia. Yang lebih hebat lagi, dia diidolakan dan dipuja baik oleh mafia Cina maupun penegak hukum Cina!. Misalnya, di Hongkong dan Taiwan, tak jarang ditemukan altar Guan Gong  dipasang diperkantoran penegak hukum maupun kelompok mafia. Jelas, baik penjahat maupun penegak hukum sama-sama mengagumi kualitas Guan Gong.

Namun, Guan Gong bukanlah pengusaha. Ketenarannya di mata pengusaha Cina lebih disebabkan karakter yang ia miliki. Dalam banyak hal kepribadian Guan Gong merefleksikan hal-hal yang sangat di kagumi oleh pengusaha Cina. Seperti dijelaskan sebelumnya, kesetiaannya (zhong chéng), bisa dipercaya (xìn yì), keadilan (yì qì), keberanian (yong meng) serta kebaikannya (rén cí) merupakan hal-hal yang penting dalam dunia wairausaha. Hal-hal tersebut diatas membuat Guan Gong dipuja oleh banyak pengusaha Cina.

Tao Zhu-Gong atau Fan Li

Tidak seperti Guan Gong, Fan Li bukan hanya ahli strategi militer, tetapi belakangan juga menjadi pengusaha. Dia adalah tangan kanan kaisar Yue, yaiu Gou Jian sekitar abad 500 SM. Karena tidak mengikuti nasihat Fan Li, tahun 498 SM Gou Jian dan keluarganya ditangkap dan dijadikan budak oleh Kaisar Wu, Fu Chai. Selama beberapa tahun, Gou Jian bekerja di kandang kuda dan merawat kuda-kuda Fu Chai. Karena kebaikan sikapnya, Gou Jian akhirnya diizinkan pulang. Kepulangan Gou Jian menandai masa mulainya Fan Li membantu Gou Jian merencanakan perebutan kembali wilayah kekuasannya yang hilang. Salah satu strateginya adalah memanfaatkan gadis Cina (mei rén zì) yang kecantikannya sangat terkenal untuk menaklukkan Fu Chai. Menyadari bahwa Fu Chai memiliki kelemahan terhadap wanita cantik, Xi Shi, yang dikenal sebagai salah satu dari 4 wanita tercantik Cina kuno, dikirim sebagai selir kaisar. Selama diam di kerajaan Wu, Xi Shi bertindak sebagai mata-mata Yue, yang membantu menyulut perpecahan antara Fu Chai dan jendralnya yang sangat pintar dan sangat dipercayainya, Wu Zi x u. Akhirnya, karena sangat terpukau dengan kecantikan Xi Shi maka Fu Chai hanya mau mendengarkan nasihat Xi Shi. Wu Zi-xu tidak lagi berharga dimata Fu Chai, dan bahkan ia akhirnya mati. Akhirnya Fu Chai kehilangan kerajaannya, direbut kembali oleh Gou Jian.

Kisah diatas menunjukkan Fan Li, merupakan seorang yang hebat dalam menilai karakter orang lain. Dia mengetahui kekuatan militer dan kekuasaan Fu Chai dan kecerdasan dan kesetiaan Wu Zi-xu. Tak mudah menghancurkan kerajaan Wu dalam waktu yang singkat. Tetapi ia juga mengetahui kelemahan Fu Chai terhadap wanita cantik. Fan Li tak hanya mampu memanfaatkan kemampuannya dalam menilai kelemahan Fu Chai tetapi ia juga mampu melakukan rencananya dengan penuh kesabaran (Fan Li memerlukan waktu bertahun-tahun untuk melatih Xi Shi sebelum ia dikirim sebagai selir kaisar) sehingga rencananya bisa berjalan dengan mulus. Penilaiannya yang sangat hebat terhadap karakter tidak berhenti sampai pada menolong Gou Jian memperoleh kembali kerajaannya. Fan Li mampu mengenali bahwa Gou Jian memang pemimpin hebat untuk diajak bekerja sama dalam masa-masa sulit, tetapi bukan tuan yang baik dimasa jaya dan damai. Fan Li mengundurkan diri dari tugasnya di pengadilan. Sebelum pergi, ia bahkan memperingatkan sahabat dekatnya akan bahayanya mengabdi kepada Gou Jian karena zaman sudah berubah. Sayangnya, teman baiknya itu tidak mendengarkannya dan akhirnya dihukum mati oleh Gou Jian.

Fan Li mengembara ke berbagai darah di Cina, tetapi akhirnya menetap dan menjadi seorang pengusaha. Belakangan ia mengganti namanya menjadi Tao Zhu-gong. Karena ia hebat dalam menilai karakter, dia tidak mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain dan memperoleh kepercayaan mereka. Tidak heran ia menjadi sangat sukses. Dia dikenal umum sebagai multi-milioner pertama di Cina. Jika kekayaannya dihitung berdasarkan nilainya saat ini, saya yakin kekayaan Fan Li tidak akan kurang dari kekayaan Bill Gates. Ke-12 Prinsip Bisnis yang kita kenal sekarang biasanya dipandang berasal dari Fan Li. Ke-12 prinsip bisnis ini ditulis dalam bahasa Cina klasik dan merupakan kristalisasi dari filosofi Fan Li. Prinsip-prinsip bisnis tersebut patut dipalajari karena, seperti yang akan dijabarkan diseluruh buku ini, prinsip-prinsip bisnis tersebut sangat komprehensif. Prinsip bisnis yang disumbangkan Fan Li jauh melebihi guanzi yang dipraktekkan Hu Xue-yan semasa Dinasti Qing.

Selama bertahun-tahun, para sarjana berusaha mengembangkan 12 prinsip bisnis tersebut dengan menambahkan 12 pantangan bisnis dan 16 pelajaran bisnis. Hal ini menimbulkan kebingungan karena kebanyakan orang menganggap seluruhnya dihasilkan oleh Tao Zhu-gong. Pada saat yang sama, penambahan berupa ke-12 pantangan bisnis dan 16 pelajaran bisnis tersebut menyebabkan larutnya dampak filosofi bisnis Tao Zhu-gong. Sesungguhnya, bagi orang yang benar-benar mengerti sastra Cina, tidak sulit membedakannya. Ke-12 prinsip bisnis yang asli ditulis dalam bahasa Cina klasik, sementara tulisan yang muncul belakangan, khususnya 16 pelajaran bisnis ditulis dalam bahasa Cina modern. Disamping itu, terdapat bukti-bukti yang menunjukkan bahwa ke 12 pantangan bisnis dan ke 16 pelajaran bisnis tersebut bukanlah karya yang memiliki ciri khas tulisan yang umum dipakai sekitar abad 500 SM (semasa hidup Fan Li). Misalnya, hurup Cina untuk pantangan bisnis ke-12 (wu chi huo), jelas bukan merupakan cara penulisan klasik. Kata “ch” adalah cara penulisan Kantonis, dan “Chi huò” merupakan ciri khas Kantonis yang mengekspresikan kepercayaan yang berlebihan terhadap produk yang ada.

Selain isu keaslian, penting juga dijelaskan bahwa cara orang Cina menanamkan ilmu pengetahuan cenderung lebih filosofis dan artistik. Biasanya mereka memilih pendekatan tak langsung. Berdasarkan alasan ini, seorang guru biasanya tidak langsung memberitahu muridnya bagaimana cara menyelesaikan permasalahan. Guru cenderung akan memberikan beberapa konsep, ide dan pendapat yang filosofis agar murid memikirkan penyelesaiannya. Bila murid sudah dapat menangkap makna dan hal yang tersirat dibalik masing-masing filsafat tersebut, maka kemungkinan menerapkan apa yang dipelajarinya menjadi tidak terbatas. Bangsa Cina berpendapat bahwa sang guru berada didalam diri murid. Bagi mereka bila murid siap belajar, maka guru akan muncul dengan sendirinya (dang xué shen xiang xué xí de shi hòu, lao shi zì rán  huì chu xín). Jelasnya, sang guru ada ditengah-tengah kita jika kita siap belajar.

Sebaliknya, cara belajar orang Barat cenderung terpusat pada “bagaimana“. Pendekatan belajar yang digunakan bersifat analitik, logis, sistematik dan saintifik. Tentu saja pendekatan seperti ini tidak salah. Bahkan melihat keberhasilan bisnis dan ekonomi Barat saat ini, ada banyak hal yang dapat kita pelajari dari institusi pendidikan dan korporasi mereka. Pasti mereka melakukan berbagai hal dengan lebih baik dari orang Timur. Namun yang penting disadari adalah ada lebih dari satu pendekatan dalam belajar. Masing-masing sistem pendekatan memiliki kekuarangan dan kelebihan. Yang menjadi tantangan adalah bagaiamana menyaring yang terbaik dari masing-masing pendekatan tersebut, dan menggabungkannya menjadi sesuatu yang dapat diterapkan dalam organisasi anda.

Disamping itu, penting diketahui bahwa walaupun prinsip dan filosofi bisnis yang disampaikan Tao Zhu-gong sudah berusia hampir 2.500 tahun, namun prinsip bisnis tersebut tidak kadaluarsa. Seperti yang akan diilustrasikan dalam buku ini, sangat menakjubkan bahwa aplikasi prinsip-prinsip bisnis ini mampu menembus waktu, ruang bahkan ruang lingkup berbagai jenis bisnis dan industri. Meskipun kita tinggal dalam abad teknologi tinggi serta jaringan kerja yang berdasarkan ilmu pengetahuan, namun prinsip bisnis dan filsafat bisnis Tao Zhu-gong mudah ditemui didalam berbagai ruang rapat korporasi.

12 PRINSIP BISNIS TAO ZHU-gong (Tao Zhu-gong shang xun shi er ze)

Seperti dijelaskan sebelumnya, ada 12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong. Masing-masing prinsip dimulai dengan tiga karakter Cina klasik dan diperkuat oleh delapan karakter tambahan. Untuk memahami masing-masing prinsip, saya menganjurkan pembaca, saya menganjurkan pembaca untuk memusatkan perhatian ada ketiga karakter pertama, karena karakter inilah yang membentuk inti masing-masing prinsip. Bahkan menurut pendapat saya, kedelapan karakter tambahannya cenderung membatasi cakupan dan interpretasi ketiga karakter inti yang mendahuluinya. Sama halnya seperti 12 pantangan bisnis dan 16 pelajaran bisnis, ada alasan yang tepat untuk mencurigai bahwa kedelapan karakter tambahan tersebut ditambahi oleh sarjana-sarjana sesudahnya. Saya akan mengilustrasikan hal ini melalui penjelasan ke-12 prinsip Tao Zhu-gong. namun, agar tetap konsisten dengan literatur dan publikasi yang ada tentang Tao Zhu-gong, saya akan mencantukan ke -12 prinsip bisnis tersebut secara lengkap berikut ini:

Prinsip bisnis ke 1: Kemampuan mengenali orang: mengetahui karakter orang akan menjamin kestabilan keuangan anda. (neng shi ren: zhi ren shan  e, zhang mu fu)

Prinsip bisnis ke 2: Kemampuan menangani orang, memperlakukan orang dengan rasa hormat akan membuat anda diterima dikalangan luas dan membuat bisnis berkembang. (neng jie na: li wen  xiang  dai, jiao guan zhe zhong)

Prinsip bisnis ke 3: Kemampuan berfokus pada bisnis: mengabaikan yang lama untuk mendapatkan yang baru merupakan kutukan dalam bisnis.

Prinsip bisnis ke 4: Kemampuan mengorganisasikan: bila produk ditampilkan dengan baik, ia akan menarik perhatian banyak orang. (neng zheng dun: huo wu zheng qi, duo ren xin mu)

Prinsip bisnis ke 5: Kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel: keengganan dan keraguan akan menghasilkan kesia-siaan. (neng min jie: you yi bu jue, zhong gui wu cheng)

Prinsip bisnis ke 6: Kemampuan menagih pembayaran: rajin dan rewel akan memberikan keuntungan bagi perusahaan (neng tao zhang: qin jin bu dai, qu tao zi duo)

Prinsip bisnis ke 7: Kemampuan memperkerjakan dan menempatkan sumber daya manusia: memilih orang yang tepat untuk pembayaran yang tepat akan menjamin bahwa orang tersebut dapat dipercaya dan diandalkan. (neng yong ren: yin cai qi shi, ren shi you lai)

Prinsip bisnis ke 8: Kemampuan berbicara: kepandaian berbicara bisa mendatangkan keberuntungan dan memberikan pencerahan kepada orang lain. (neng bian lun: zuo cai you dao, chan fa yu meng)

Prinsip bisnis ke 9: Kemampuan unggul dalam pembelian: dalam pembelian, menawar sampai setiap ons-nya tidak akan mengurangi modal anda. (neng ban huo: zhi huo bu ke, shi ben bian jing)

Prinsip bisnis ke 10: Kemampuan mendiagnosa dan menyambar peluang serta melawan ancaman: Praktik bisnis yang bijaksana membutuhkan kemampuan untuk menjual dan menyimpan pada waktu yang tepat. (neng zhi ji: shou zhu zui zhi, ke cheng ming zhe)

Prinsip bisnis ke 11: Kemampuan memulai dan menjadi contoh: persahabatan dan kepercayaan akan muncul secara alami jika disiplin dan standar yang tinggi ditegakkan. (neng chang lu: gong xing yi lu: qin gan zhi sheng)

Prinsip bisnis ke 12: Kemampuan melihat jauh ke depan: kapan harus mencari lebih banyak, mengencangkan dan mengendurkan, tergantung pada situasi. (neng yuan shu: duo gua kuan jin, zhuo zhong er xing)

12 PANTANGAN BISNIS

Seperti dijelaskan sebelumnya, ke 12 pantangan bisnis ditambahkan ke dlam 12 prinsip bisnis oleh para sarjana dan komentator, lama setelah masa hidup Tao Zhu-gong. Tujuan penambahan ini adalah untukmemperlihatkan kontras terhadap prinsip bisnis yang positif, serta diharapkan menjadi peringatan kepada pengusaha. Beberapa analis berpendapat, bahwa ke-12 pantangan bisnis ini mungkin ditambahkan pada zaman dinasty Qing, dan ada juga yang berpendapat pada periode sebelumnya lagi. Jadi secara umum, para ahli sependapat bahwa pantangan bisnis tersebut bukan merupakan karya Tao Zhu-gong ataupun diambil dari zaman yang sama sekitar 500 SM. Tanda lain yang menunjukkan bahwa pantangan bisnis tersebut bukan merupakan karya Tao Zhu-gong adalah tidak adanya pantangan yang berhubungan langsung dengan tiga prinsip bisnis yang paling mencolok, yaitu prinsip pertama, kedua dan ketujuh mengenai bagaimana mengenali, menangani dan menempatkan orang.

Perhatikan juga bahwa ke-12 pantangan bisnis tersebut juga dimulai dengan tiga karakter setiap pantangannya. Dalam usahanya untuk membuat pantangan bisnis tersebut lebih “otentik” dan mirip dengan karya Tao Zhu-gong, beberapa publikasi yang kelewat antusias bahkan menambahkan 8 karakter tambahan pada masing-masing pantangan tersebut. Untuk kepentingan ilustrasi, saya membatasi ke-12 pantangan bisnis tersebut hanya untuk tiga karakter pertama saja. Karena pantangan ini bukan berasal dari Tao Zhu-gong, saya tidak akan membicarakannya secara rinci satu persatu. Tetapi, saya akan menunjukkan bagaimana hubungannya dengan ke-12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong. Berikut ini, secara ringkas saya akan berikan komentar terhadap keduabelas pantangan bisnis tersebut:

Pantangan bisnis pertama: Jangan lamur dan berpandangan sempit (wu bi lou)

Pantangan bisnis ini dapat dengan mudah dikontraskan dengan prinsip bisnis ke-12, yaitu kemampuan melihat jauh kedepan (neng yuan shu). Agar menjadi orang yang berpandangan jauh kedepan, orang harus memiliki cara pandang yang luas dan mampu menganalisa serta menghargai sesuatu secara keseluruhan. Sebaliknya orang yang lamur dan berfikiran sempit akan mencemaskan hal-hal yang kecil. Dia tidak mungkin memiliki cara pandang seperti helikopter yang sangat diperlukan ornag untuk melihat jauh dan membangun perspektif jangka panjang.

Pantangan bisnis kedua: Jangan terlalu mengagungkan kebesaran. (wu xu hua)

Pantangan ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ketiga, yaitu kemampuan berfokus pada bisnis (neng a n ye). Orang yang terlalu mengagungkan kebesaran cenderung mudah digoyahkan. Dia akan cenderung didikte oleh kejadian dan perubahan-perubahan, bukan mengendalikannya. Akibatnya, bisnisnya pasti kehilangan fokus, sehingga tidak mungkin ia membangun kompetisi inti perusahaannya.

Pantangan bisnis ketiga: Jangan ragu-ragu. (wu you rou)

Pantangan bisnis ini dengan mudah dapat dikontraskan dengan prinsip bisnis ke-5, yaitu kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie), dan prinsip ke-10 yaitu kemampuan mendiagnosa, menyambar peluang dan melawan ancaman (neng zhi ji). Apabila ornag rgau-ragu, dia tidak akan mungkin menangkap peluang walaupun sudah didepan mata. Disamping itu, dia juga tidak akan memapu merespon ancaman dengan cepat. Untuk mengambil keuntungan dari peluang yang ada dan untuk menyikapi ancaman dengan efektif, orna harus tangkas dan fleksibel.

Pantangan bisnis keempat: Jangan malas (wu lan duo)

Ini merupakan pantangan bisnis yang cakupannya cukup luas, dapat dihubungkan dengan berbagai prinsip bisnis, misalnya, dengan prinsip bisnis ke-4, kemampuan mengorganisasikan (neng zheng dun). Organisasi yang efektif memerlukan kerja keras dan usaha. Kemalasan tentu menjadi penghalang. Bermalasan juga berlawanan dengan prinsip bisnis ke-5. Kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie). Orang yang malas juga tidak akan mau menghabiskan waktu dan usaha untuk mendiagnosa peluang dan ancaman yang muncul di lingkungannya (neng zhi ji) yang merupakan prinsip bisnis ke-10. Terakhir, kemalasan juga dikontraskan dengan prinsip ke-11, kemampuan untuk memulai dan menjadi contoh (neng chang lu). Tidak diragukan lagi, untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses, kerja keras dan jiwa kepemimpinan yang patut dijadikan teladan merupakan kualitas yang penting. Tidak ada ruang untuk diam berpangku-tangan.

Pantangan bisnis kelima: Jangan keras kepala (wu gu zhi)

Keras kepala menunjukkan ketidakluwesan, ketidakmauan untuk berubah dan menyesuaikan diri. Karena itu, pantangan bisnis ini dapat dikontraskan dengan prinsip bisnis ke-5 yaitu kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie), dan prinsip bisnis ke-10, kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji). Orang yang keras kepala tidak akan mungkin mengenali peluang dan ancaman yang akan datang, apalagi untuk mengambil tindakan pencegahan. Dari perspektif lain, orang yang keras kepala juga tidak mungkin menjadi pemimpin yang baik. Karena itu, pantangan bisnis kelima ini, seperti pantangan bisnis sebelumnya, juga dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-11, kemampuan untuk memulai dan menjadi contoh (neng chang lu).

Pantangan bisnis keenam: Jangan terlalu argumentatif (wu qiang bian)

Pantangan bisnis ke enam ini dengan mudah dapat di gunakan  untuk mendukung prinsip bisnis ke-8, kemampuan berbicara (neng bian lun). Seorang pengusaha memang perlu memiliki kepandaian berbicara agar dapat memanangkan perdebatan, adu pendapat dan kesepakatan bisnis. Tetapi jika ia terlalu argumentatif, hasilnya akan berbeda. Terutama, apabila ia bersikukuh mempertahankan pendapat dan pandangan pribadinya, tanpa didasari fakta dan bukti kongkrit. Hal seperti ini bisa membuat teman-teman, pelanggan serta kontrak bisnisnya menjauh. Seorang yang terlalu argumentatif mudah disalahmengerti sebagai orang yang kasar, tidak sopan, dan tidak berperasaan. Ini semua merupakan faktor negatif yang dapat mempengaruhi hubungan bisnis. Pada akhirnya, perlu dicamkan bahwa seseorang tidak harus selalu memenangkan perdebatan. Sebaliknya, orang harus belajar kapan harus menang dan kapan harus mundur dengan keanggunan.

Pantangan bisnis ketujuh: Jangan mudah membuka diri (wu qing chu)

Ada berbagai cara untuk menafsirkan apa yang dimaksud dengan mudah membuka diri. Dalam mengelola bisnis, orang tidak boleh mengembangkannya dengan serampangan karena hal itu dapat menyebabkan meningkatnya kerentanan, dan membuat perusahaan kehilangan fokus terhadap inti bisnisnya. Dilihat dari perspektif diatas, pantangan bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip binsis ke-3, kemampuan memusatkan usaha (neng an ye). Dari sudut pandang finansial, pada bagian akutansi penagihan, tidak perlu memberikan posisi simpatik perusahaan terhadap keterlambatan pembayaran, juga tidak perlu membeberkan informasi keuangan perusahaan. Karena itu, pantangan bisnis ini juga dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang).

Pantangan bisnis kedelapan: Jangan rakus akan pinjaman (wu tan she)

Dalam perspektif finansial, prinsip bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-3, kemempuan untuk berfokus pada usaha (neng an ye), dan berlawanan dengan prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Jika pengusaha tidak mengetahui cara agar tetap terfokus, dia akan mudah dipengaruhi oleh bermacam hal yang kelihatannya seperti peluang bisnis yang besar. Dalam semangat yang berlebihan untuk berkembang, dia mungkin ingin mengambil pinjaman yang tidak perlu sehingga terlalu membebani keuangan perusahaan, apalagi jika kredit tersedia dengan mudah. Menggunakan kredit dalam bisnis tidaklah salah, bahkan sudah merupakan cara yang biasa dalam transaksi bisnis. Tantangan sebenarnya dalam menggunakan fasilitas kredit adalah kemampuan untuk menanganinya. Disinilah pentingnya perancanaan dana cair. Karena itu, pengusaha yang mampu menagih pembayaran biasanya menghargai pentingnya perencanaan kas serta dampaknya terhadap operasional perusahaan. Kemungkinan besar, dia akan cenderung lebih bijaksana dalam menggunakan kredit.

Pantangan bisnis ke sembilan: Jangan terlibat dalam persaingan yang tidak perlu (wu zheng qu)

Apabila hurup Cina (wu zheng qu) digunakan untuk menggambarkan sesorang, maka gambaran yang ditunjukkan adalah orang yang mudah tergoda dan suka melibatkan diri dalam berbagai tindakan. Secara umum melukiskan orang-orang yang suka menjadi pusat perhatian dan mengagungkan kebesaran (pantangan bisnis ke-2). Jadi, pantangan bisnis ini berlawanan dengan prinsip bisnis ke-3, kemampuan berfokus pada usaha  (neng an ye). Seorang pengusaha yang sangat terfokus tidak akan mudah tergoda dan bergegas masuk ke dalam pertempuran dengan kompetitornya.

Pantangan bisnis kesepuluh: Jangan melemahkan simpanan dan surplus (wu bo xu)

Prinsip ini sangat berhubungan dengan prinisip bisnis ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Jika perusahaan mampu menagih dengan tegas, maka perusahaan akan mampu menyimpan lebih banyak, dan mengakumulasikan surplus untuk mengembangkan bisnisnya. Pantangan ini bisa juga dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-12, kemampuan melihat jauh ke depan (neng yuan shu). Bisnis harus terdorong untuk tumbuh dan bertahan dalam waktu yang panjang. Pengusaha yang berwawasan kedepan akan mengetahui pentingnya membangun surplus agar dapat digunakan saat muncul berbagai peluang bisnis. Surplus juga diperlukan untuk mengatasi masa-masa sulit yang bisa muncul kapan saja, dari waktu ke waktu.

Pantangan bisnis kesebelas: Jangan abaikan perubahan kondisi dan trend bisnis (wu mei shi)

Pantangan ini jelas berhubungan dengan prinsip bisnis ke-10, kemampuan untuk mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji). Apabila trend dan kondisi bisnis berubah, pengusaha yang bijak pasti segera menganalisis implikasinya. Apa peluang yang muncul dan ancaman yang harus dihadapi, sehingga dapat mengambil tindakan yang tepat. Jika ia terlalu lamban, dia tidak hanya akan kehilangan peluang yang ada, tetapi ia juga bisa ditimpa oleh ancamannya. kemampuan untuk mengetahui trend dan kondisi bisnis, dalam jangka pendek maupun jangka panjang, merupakan keunggulan pengusaha yang mempu melihat jauh ke depan, seperti yang tergambar dalam prinsip bisnis ke-12 (neng yuan shu). Dia mengetahui bahwa agar bisnisnya tumbuh pesat, perusahaan tidak hanya harus beroperasi dalam lingkungan yang sangat dinamis dan berubah-ubah, tetapi ia juga harus berinteraksi dengan kondisi tersebut.

Pantangan bisnis keduabelas: Jangan terlalu mengandalkan produk yang ada (wu chi huo)

Terlalu mengandalkan produk yang ada menunjukkan bahwa anda berasumsi trend dan kondisi bisnis , termasuk selera dan keinginan konsumen, tidak akan berubah. Sehingga pada saat perubahaan tersebut terjadi, perusahaan akan menghadapi stok produk lama yang melimpah, ancaman kadaluarsa dan ketinggalan zaman. Terlalu percaya akan produk yang ada, juga dapat membuat perusahaan buta akan peluang keuntungan yang bisa didapat dari produk-produk baru yang lebih baik. Yang jelas, salah satu cara menghindari hal ini adalah dengan menerapkan prinisp bisnis ke-9; kemampuan unggul dalam pembelian (neng  ban huo).

16 PELAJARAN BISNIS

Tidak seperti 12 prinsip bisnis dan 12 pantangan bisnis, ke-16 pelajaran bisnis ini ditulis dalam tulisan Cina modern. Karena itu, mereka yang mengerti bahasa Cina pasti tidak akan sulit memahami ke-16 pelajaran bisnis ini. Pelajaran bisnis ini juga lebih mudah diterjemahkan kedalam bahasa inggirs. Perlu diperhatikan bahwa dalam penulisannya ke-16 pelajaran bisnis ini, masing-masing dimulai dengan lima karakter yang membentuk suatu frase yang membantu memberikan nasihat kepada para pengusaha. Enam karakter berikutnya, menguraikan secara terperinci inlikasi ataupun konsekuensi dari nasihat tersebut. Karena itu, dalam hal gaya penulisan, ke-16 pelajaran bisnis tersebut sangat perbeda dengan penulisan prinsip dan pantangan bisnis. Pelajaran bisnis ini sudah pasti merupakan karya yang ditambahkan jauh sesudahnya oleh para sarjana lain. Sama seperti keduabelas pantangan bisnis, keenambelas pelajaran bisnis ini bertindak mendukung 12 prinsip bisnis Tao Zhu-gong . pelajaran tersebut adalah sebagai berikut:

Pelajaran bisnis pertama: Dalam mengelola bisnis, diperlukan kerajinan, kemalasan akan menghancurkan segalanya. (sheng yi yao qin jin, lan duo ze bai shi fei)

Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-5, kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie), prinsip ke-10, kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji), dan prinsip ke-11, kemampuan menilai dan menjadi contoh (neng chang lu)

Pelajaran bisnis kedua : Orang harus di hadapi dengan rasa hormat; temperamen pemarah dan sikap yang buruk akan benar-benar menghilangkan penjualan.

Bisa dikatakan bahwa ke-12 pantangan bisnis tidak berisi ungkapan  yang ada hubungnanya dengan prinsip bisnis ke-7 mengenai: mengenali, menangani dan menempatkan orang. Sebaliknya, pelajaran bisnis ke-2 ini langsung berhubungan dengan prinsip bisnis ke-2, kemampuan menangani orang  (neng jie na).

Pelajaran bisnis ketiga: Harga produk harus ditampilkan dengan jelas, harga yang samar akan menyebabkan perdebatan dan perselisihan (yi jia yao ding ming, han hu ze zheng zhi duo)

Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke-4, kemampuan untuk mengorganisasikan (neng zheng dun)

Pelajaran bisnis keempat: Rekening harus di cek dengan teliti  dan dimonitor, kecerobohan dan kesilapan akan membuat modal tak bergerak (zhang mu yao ji cha, dai ze zi ben zhi)

Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang).

Pelajaran bisnis kelima: Produk harus ditata dan dipajang dengan baik, ketidakrapian akan menimbulkan kesan kadaluarsa dan rongsokan (huo wu yao zheng li, san man ze bi fei can)

Seperti pelajaran bisnis ke-3, pelajaran bisnis in juga berhubungan dengan prinsip bisnis ke-4, kemampuan mengorganisasikan (neng zheng dun)

Pelajaran bisnis keenam: Untuk mengabulkan kredit dan mengeluarkan dana diperlukan kebijaksanaan dan perhatian, kecerobohan hanya akan mengakibatkan kerugian dan kelemahan (chu na yao jin shen, da yi ze cuo lou duo)

Pelajaran bisnis ini langsung berhubungan dengan prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Cara perusahaan mengabulkan kredit yang diminta kliennya, akan mempengaruhi mudah tidaknya proses dalam penagihan. Pelajaran bisnis ke-6 juga dapat dihubungkan, jika perusahaan memiliki mekanisme yang efektif  dalam menyaring pelanggannya (yaitu, mengenal mereka secara mendalam), potensi gagal bayar akan semakin kecil.

Pelajaran bisnis ketujuh: Pembayaran harus dilakukan pada waktu yang sudah disepakati, penundaan akan menyebabkan hilangnya kredibilitas (qi yin yao yue ding, yan chi ze shi xin yong shi)

Pelajaran bisnis ini merupakan kebalikan dari Prinsip bisnis ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Disatu sisi perusahaan harus berani meminta debitor untuk membayar, namun disisi lain perushaan juga harus memiliki sikap bertanggung jawab terhadap krediturnya. Pelajaran bisnis ke-7 ini dapat juga dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-12, kemampuan melihat jauh kedepan (neng yuan shu). Kredibilitas akan sangat diperlukan jika perusahaan memasuki masa-masa keuangan yang sulit. Namun, kredibilitas perlu dibina secara konsisten dalam waktu yang cukup lama dengan cara mendapatkan kepercayaan para kreditur. Seorang pengusaha yang berfikiran jauh kedepan, pasti bisa memahami pentingnya hal ini.

Pelajaran bisnis kedelapan: Kejadian yang tidak diharapkan harus dihadapi dengan tanggung jawab; mengabaikannya hanya akan mendatangkan lebih banyak kerugian (lin shi yao ze ren, fang qi ze shou hai da)

Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke-3, kemampuan memusatkan usaha (neng a n ye). Dengan kata lain, bila seseorang telah mendirikan suatu usaha, dia harus tetap menekuninya, dan tidak mudah menyerah. Pelajaran bisnis ini dapat juga dihubungkan dengan dua prinsip bisnis lainnya, yaitu, prinsip bisnis ke-5, kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie), dan prinsip bisis ke-10, kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji).

Pelajaran bisnis kesembilan: Sumber daya harus digunakan secara cermat; pemborosan akan mengikis kekayaan. (yong du yao jie jian, she chi ze yong tu jie)

Pelajaran bisnis ini ada hubungannya dengan Prinsip Bisnis ke-11, kemampuan untuk memulai dan menjadi contoh (neng chang lu). Seorang pemimpin harus bisa menjadi contoh moral melalui gaya hidupnya dan bagaimana ia mengelola sumber daya perusahaan. Jika dia bersifat serampangan, maka harta perusahaan akan dikelola bagaikan usaha untung-untungan. Pelajaran bisnis ini, dapat juga dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-3, kemampuan memusatkan usaha (neng an ye), dan prinsip ke-12, kemampuan melihat jauh kedepan (neng yuan shu). Jika bisnis perusahaan difokuskan dengan baik, kecil sekali kemungkinan penggunaan dana untuk hal yang tidak perlu dan tidak membantu meningkatkan kompetensi dan daya saing. Demikian juga bila pemimpin perusahaan mampu melihat jauh kedepan, mereka akan mengetahui bagaimana menggunakan sumber daya dengan lebih hemat dan menumbuhkembangkan bisnis.

Pelajaran bisnis kesepuluh: Penjualan harus dilakukan setiap saat; penundaan akan menyebabkan hilangnya peluang (mai mai yao  sui shi, ai yan ze ji hui shi)

Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-10, kemampuan mendiagnosa peluang dan ancaman (neng zhi ji), dan prinsip bisnis ke-5, kemampuan bersikap tangkas dan fleksibel (neng min jie). Tidak bisa disnagkal bahwa bisnis adalah usaha memanfaatkan peluang dan menghindari ancaman sehingga bisa menghasilkan uang, dan uang. Untuk mencapainya, pengusaha haruslah tangkas dan fleksibel sehingga dapat memberikan respons dengan cepat dan efektif.

Pelajaran bisnis kesebelas: Debitur harus benar-benar dicermati, memberi pinjaman tanpa seleksi akan mengakibatkan pengikisan modal (she qian yao shi ren, lan chu ze xue ben kui)

Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis pertama, kemampuan mengenali orang (neng shi ren). Pada dasarnya dalam menjalankan bisnisnya pengusaha Cina sangat bergantung pada guangxi (hubungan/ relasi), sebab itu mengenal baik pelanggannya sebelum mengabulkan pemberian kredit menjadi sangat penting; jika tidak mereka akan terbebani oleh utang yang tidak tertagih. Tak hanya itu, kekuatan finansial perusahaan juga akan sangat terpengaruh.

Pelajaran bisnis keduabelas: Yang baik dan buruk harus dapat dibedakan dengan jelas, kelalaian akan menyebabkan kekacauan dan kebingungan. (you lie yao fen qing, gou qie ze bi hu tu)

Pelajaran bisnis ini dapat dihubungkan dengan prinsip bisnis ke-8, kemampuan berbicara (neng bian lun). Untuk dapat berbicara dengan baik, orang harus memiliki pikiran jernih yang mampu memisahkan “kambing” dari “domba” dan mempu memberikan argumen dengan cara yang paling mudah dimengerti. Pelajaran bisnis keduabelas dapat juga diaplikasikan pada prinsip bisnis ke-9, kemampuan unggul dalam pembelian (neng ban huo). Pada saat membeli, orang harus mengetahui barang mana yang nantinya akan laku. Jika tidak, perusahaan bisa menumpuk terlalu banyak barang dan produk tak terjual yang akhirnya menjadi kadaluarsa.

Pelajaran bisnis ketigabelas: Karyawan harus jujur dan tulus, karyawan yang licik dan tidak jujur akan menyusahkan pimpinan. (yong ren yao fang zheng, gui jue ze shou qi lei)

Pelajaran bisnis ini hampir sama dengan prinsip bisnis ke-7, kemampuan menempatkan orang (neng yong ren); dapat pula dihubungkan dengan prinsip bisnis pertama, kemampuan mengenali orang (neng shi ren). Pemimpin yang tahu bagaimana memilih karyawan yang tepat tidak akan terlalu ditimbuni berbagai masalah yang berhubungan dengan manajemen sumber daya manusia.

Pelajaran bisnis keempatbelas:  Barang-barang harus diteliti dengan baik; membeli dengan serampangan dan tidak berhati-hati akan menyebabkan harga menjadi turun. (huo wu yao mian yan, lan shou ze shou jia di)

Pelajaran bisnis ini jelas memiliki hubungnan dengan prinsip bisnis ke-9, kemampuan unggul dalam pembelian.

Pelajaran bisnis kelimabelas: Masalah keuangan harus diatur dengan bijaksana, kecerobohan akan menyebabkan masalah dan kesusahan ( qian cai yao qing chu,  hu tu ze bi dou sheng )

Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisis ke-6, kemampuan menagih pembayaran (neng tao zhang). Kemampuan mengutip pembayaran baru merupakan salah satu bagian dari manajemen keuangan yang seimbang, sedangkan bagian lainnya adalah belajar mengendalikan dana secara bijaksana.

Pelajaran bisnis keenambelas: Pemimpin harus mantap dan tenang; kesembronoan dan ketergesa-gesaan akan menyebabkan kesilapan dan kesalahan (zhu xin yao zen ding, wang zuo ze wu shi duo).

Pelajaran bisnis ini berhubungan dengan prinsip bisnis ke-11, kemampuan untuk memulai dan menjadi teladan (neng chang lu)

Demikian secara singkat pendahuluan tentang 12 prinsip bisnis Tao Zhu Gong, dan jika anda memiliki buku tersebut, anda akan melihat secara detail penjelasan dan contoh serta aplikasi masing-masing prinisip. Berikut adalah beberapa contoh penjelasan buku tersebut, untuk prinsip bisnis pertama, yakni: “kemampuan mengenali orang“, saya cantumkan disini:

Contoh Seni mengenal orang: microsoft

Strategi penyaringan dan seleksi merupakan ilustrasi yang baik tentang bagaimana menerapkan prinsip mengenali orang untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Karena persaingan antara perusahaan semakin ketat, banyak CEO induk perusahaan multinasional (MNCs) menyadari bahwa agar perusahaan berkembang menjadi penentu pasar, maka sangat penting untuk bisa merekrut orang-ornag yang pintar. Itulah sebabnya perusahaan-perusahaan multinasional bersedia berkorban supaya orang-orang pintar mau bergabung. Merancang paket gaji yang menarik tidak cukup untuk memikat mereka yang sangat berbakat.

Biasanya perusahaan-perusahaan besar akan menggunakan rekrutor perusahaan sendiri yang profesional, badan pencari tenaga kerja dari luar, dan sumber-sumber lai untukmenyaring calon yang potensial. beberapa perusahaan bahkan menjalankan proses yang berlebihan dengan mendekati calon jauh sebelum ia memikirkan meninggalkan pekerjaannya. Adakalanya, untuk calon-calon posisi kunci, CEO dan anggota staff senirnya terlibat langsung dalam proses rekrutmen. Mungkin “Microsoft”, perusahaan softwere komputer raksasa bisa menjadi ilustrasi yang baik betapa panjangnya proses rekrutmen tenaga kerja.

Di perusahaan “Microsoft”, menarik perhatian orang-orang yang memiliki bakat-bakat terbaik hampir merupakan budaya perusahaan. Di muali dari Bill Gates, dan kemudian melibatkan seluruh manajer senior. Prosesnya sangat teliti, ekstensif dan mahal, tetapi sangat berarti. Perusahaan bisa mencari bibit terbaik di pasar softwere setiap tahunnya. Misalnya, di akhir tahun 1990-an, setiap tahunnya ada sekitar 25.000 lulusan ilmu komputer di Amerika dan Microsoft akan menyaring 8.000 diantaranya. dari jumlah 8.000 ini, 2.600 akan diwawancarai di kampus. Dari jumlah tersebut, 800 orang akan diundang untuk berkunjung ke kampus Microsoft di Redmon, di dekat Seattle untuk wawancara lanjutan.

Di kampus Redmon, masing-masing calon yang potensial akan diwawancarai oleh 3 sampai 10 pewawancara, biasanya secara bertahap. Masing-masing pewawancara akan memberikan komentar dan hasil pengamatannya kepada pewawancara berikutnya melalui email sehingga ia bisa meneliti si calon lebih jauh dan terinci. Dari sekitar 800 calon, tawaran akan diberikan kepada 500 diantaranya, dimana 400 calon biasanya akan menerima tawaran itu dan bergabung dengan “Microsoft”.

Microsoft tidak hanya merekrut bibit berbakat dari mahasiswa yang baru lulus saja. Karena sejak akhir tahun 1990-an Microsoft memperkerjakan 2.000 karyawan baru setiap tahunnya, ia harus melihat kemungkinan merekrut orang-orang terbaik dan terpintar dikalangan industri softwere. Untuk mencari para profesional berbakat ini, Microsoft menggunakan apa yang diistilahkan perusahaan sebagai “strike force” dari 200 karyawan penuh yang tugas utamanya adalah mengintai, mencari tahu, dan menarik orang-orang berbakat yang ada.

Seringkali, anggota “strike force” dengan aktif menghubungi calon potensial, walaupun orang tersebut sudah benar-benar puas dengan pekerjaan yang dimilikinya atau mungkin ia malah memiliki kesan negatif terhadap Microsoft. Jika orang yang dituju benar-benar di inginkan oleh Microsoft, “strike force” akan berusaha mati-matian untuk memperolehnya. Misalnya, anggota tim rekrut akan menghubungi calon potensial tersebut secara tetap, dan mengundangnya untuk makan malam atau kegiatan lain agar bisa tetap membuka jalur komunikasi dan dialog dengan calon. Tujuannya adalah untuk menanamkan ide kepada calon bahwa kapan saja ia  berniat meninggalkan pekerjaannya, dengan alasan apapun, Microsoft akan selalu menerimanya dan memberikan imbalan kerja yang terbaik.

Setiap musim panas, Bill gates mengundang orang-orang baru diperusahaannya (biasanya berkisar 500 – 1.000) datang ke rumahnya yang bernilai US$60 juta. Dia akan berbaur dengan tamu-tamu muda, menjawab pertanyaan mereka, memberi nasihat dan menguatkan keinginan mereka untuk berkarir dalam perusahaannya.

Semakin hebatnya persaingan perusahaan dan banyaknya perusahaan yang berambisi menjadi pemain dunia mengakibatkan diperlukannya bakat-bakat taraf dunia. Dengan semakin banyaknya negara maju yang bergerak menuju perekonomian berdasarkan ilmu pengetahuan, perusahaan antar perusahaan akan ditentukan oleh kualitas daripada kuantitas tenaga kerja.

Karena itu, petualangan memenangkan bakat-bakat teratas akan dilakukan lebih gigih daripada sebelumnya. Gejala ini sudah muncul di Amerika dan Eropa dimana perusahaan-perusahaan multinasional mati-matian mencari dan menarik hati bakat-bakat terbaik dari universitas-universitas dan industri-industri. Bagi perusahaan multi nasional seperti Microsoft, kemampuan mengenal dan menilai orang (yaitu karyawan yang akan mereka perkerjakan) akan menentukan seberapa besar sukses perusahaan dalam persaingan dimasa depan.

Contoh Seni mengenal orang: Kurir Pengirim Uang di Perkampungan India di Singapura.

Seni mengenal orang dalam perilaku bisnis tidak hanya terbatas pada orang Cina saja. Keturunan Asia lainnya seperti India, arab, Melayu dan Indonesia juga sangat mengandalkan hubungan pribadi dalam kesepakatan bisnis mereka. Di Eropa, orang Italia juga mengandalkan hubungan seperti ini dalam perilaku bisnis mereka. Penting diketahui bahwa mengandalkan hubungan pribadi dan pertalian merupakan sesuatu yang alami, khususnya bila kesepakatan atau transaksi tersebut dalam pelaksanaannya harus mengandalkan seseorang. contohnya di bawah ini:

Di Singapura, disuatu tempat yang cukup terkenal bernama Little India (India Kecil) di sepanjang jalan Serangon, terdapat suatu pasar penukaran mata uang asing yang ramai. Pasar ini melayani pekerja-pekerja Bangladesh maupun India yang bermaksud mengirmkan hasil kerja kerasnya ke keluarga didesa asal mereka. pada hari Minggu sore, jumlah orang dipasar itu mencapai ribuan orang. Para pekerja ini akan membentuk kelompok-kelompok kecil di sekeliling setiap kurir pengirim uang (dalam bahasa Bengali disebut Hundi). Setiap Hundi memiliki “bodyguard” dan pembantu-pembantu. Harga nilai tukar mata uang asing diumumkan ke orang-orang yang mengelilinginya. Jika seorang pekerja telah memilih hundi-nya, ia akan mengatakan kepada hundi itu kemana dan kepada siapa ia ingin mengirimkan uang itu. Hundi akan mencatat tujuan uang itu dalam sebuah buku kumal,  dan “memetraikan” kesepakatan bisnis ini dengan janji dan jabatan tangan. Selesai sudah – – tidak ada tanda terima yang diberikan kepada kliennya (para pekerja asing itu).

Singapura tidak kekurangan bank atau agen pengirim uang, namun para pekerja asing tetap memilih hundi. Ada beberapa alasan. Para hundi biasanya datang dari negara, latar belakang bahkan desa yang sama dengan para pekerja. Beberapa diantaranya juga dulu bekerja sebagai pekerja kasar seperti mereka. Jadi hundi bukan hanya bisa merasakan kerja keras dan keadaan kliennya, mereka juga memiliki keterkaitan dengan rumah dan keluarga para pekerja. Lagipula para hundi ini memberikan harga nilai tukar yang jauh lebih baik daripada bank atau agen penukaran uang lainnya. Juga tidka ada beban biaya tambahan, administrasi ataupun komisi. Yang lebih penting lagi, Hundi yang usahanya telah mapan mendapatkan reputasi yang baik karena mereka terbukti bisa diandalkan dan dipercaya dalam memegang janjinya dan mengirimkan barang yang disepekati.

Sistem penukaran dan pengiriman uang seperti Hundi ini tidak hanya ada di Singapura saja. Kenyataannya dinegara-negara dimana banyak tenaga kerja asing, jaringan kerja imformal semacam ini biasanya akan muncul. Selain alasan-alasan yang dikemukakan sebelumnya, perlu diperhatikan bahwa tenaga kerja asing yang tidak punya kemampuan khusus biasanya adalah orang-orang yang tidak berpendidikan atau berpendidikan sangat rendah. Jadi mereka cenderung takut memasuki bank dan segala birokrasi dan pelayanannya yang impersonal. Juga adanya biaya tambahan. Sebaliknya, Hundi adalah orang-orang yang mereka kenal. Jika sampai keluarga mereka tidak menerima uangnya maka mereka akan memburu Hundi itu karena mereka mengenalnya secara pribadi. Ini adalah sistem yang dibangun diatas dasar kepercayaan, sebab itu para Hundi diharapkan menjaga kepercayaan mereka sehingga bisnisnya bisa terus berlanjut.

Dari contoh-contoh diatas, tidaklah mengejutkan jika para pengusaha Cina menempatkan kemampuan “mengenal orang” pada tempat yang penting. Ini karena secara tradisional, pengusaha cina selalu mementingkan hubungan (guanxi) dan rasa percaya (xin yu) dalam kesepakatan bisnis mereka daripada kontrak tertulis. Sebab itu bisa dimengerti jika bisnis mereka cenderung berpusat paa orang (zhong ren).

Bila seseorang mempercayai orang lain, perjanjian tidak diperlukan lagi. Siapa yang perlu membuat perjanjian dengan anaknya tentang tugas dan kewajiban kedua pihak? Jaman dahulu di Cina tidak ada surat pernikahan. Pasangan yang akan menikah hanya berjanji didepan penduduk desa. Tidak ada dokumen yang membuktikan bahwa mereka sudah menikah. Namun mereka menjalani hidup dengan mematuhi kewajiban masing-masing. Karena itu, dari sudut pandang orang Cina, bila bisnis semakin lama semakin tebal, menunjukkan kedua pihak semakin tidak percaya satu sama alain. Oleh karena itu, kenapa susah payah melanjutkan hubungan bisnis?

Pepatah berikut ini menekankan terbinanya hubungan langsung:

Bertemu secara pribadi akan memastikan adanya rasa (jian mian san fen qing)

Lama mendengar berita tentang seseorang tidak sebanding dengan menemuinya (jiu wen bu ru yi jian)

Saat kita bertemu, serasa seperti kita sudah berteman lama (yi jian ru gu)

Manajemen dengan pendekatan yang berorientasi pada manusia memerlukan adanya investasi waktu dan usaha dalam membina hubungan dan jaringan bisnis. Karena itu tidaklah mengejutkan bila sekali guanxi terbina maka akan berlangsung dalam waktu yang lama. Akibatnya, hubungan bisnis orang Cina cenderung lebih berorientasi pada perasaan (zong qing). Konsep “wajah” (mian zi) menjadi manifestasi dan representasi hubungan dan perasaan yang sangat penting.

Karena itu, jika ada ketidaksepakatan atau perselisihan antara kedua pihak, menghargai perasaan orang lain sangat penting artinya. Ini bisa juga termasuk menyelamatkan muka orang lain. Jika tidak bisa dicapai persetujuan, mereka akan selalu mencoba menyelesaikan masalah, perbedaan, pertikaian atau ketiksepakatan mereka melalui perantara, biasanya menggunakan orang lain yang bisa diterima keduanya. Disinilah biasanya logika mulai muncul, karena penengah harus seadil dan seobjektif mungkin agar bisa dipercaya dan dihormati. Hanya apabila usaha penengah gagal, mereka dengan berat hati akan meneruskan ke pengadilan. Bagi orang Cina, sekali dilakukan usaha hukum, maka seluruh hubungan akan rusak dan akan sulit bagi kedua pihak untuk bekerja sama kembali.

Pendekatan “perasaan-logika-hukum” (qing, li, fa) sangat mewarnai cara berbisnis di kalangan orang Cina. Hal ini sangat bertolak belakang dengan yang terjadi dikalangan  orang Amerika yang secara umum lebih memilih sebaliknya, yaitu: “hukum-logika-perasaan” (fa, li, qing). Bagi pengusaha Amerika, perjanjian berdasarkan hukum bukan saja merupakan jaminana terbaik dalam hubungan bisnis, tetapi juga memuat kewajiban bersama kedua pihak, dan bagaimana menyelesaikan pertikaian yang mungkin muncul. Pendekatan ini lebih disenangi karena di Amerika ada sistem yuridis yang begitu kuat menjamin bahwa perjanjian bisa ditegakkan sebagai hukum. Menariknya, selama pembicaraan-pembicaraan yang saya sampaikan dalam konsultasi di Eropa, saya melihat bahwa orang Eropa cenderung menggunakan pendekatan “logika-hukum-perasaan” (li, fa, qing).

Jika kita bicara tentang mengenali orang, ada satu hal penting lagi yang harus diperhatikan. Bersama dengan berlalunya waktu, perbedaan situasi dan keadaan , sifat dan kepribadian seseorang bisa berubah. Hal ini harus disadari. Sayangnya, orang Cina dan banyak suku Bangsa di Asia melupakan hal itu. Jarang sekali orang yang sudah mendapat reputasi “bisa dipercaya”  (xin yu) dan bisa diandalkan (ke kao) diuji lagi untuk melihat apakah atribut tersebut masih tetap melekat padanya. Tidak jarang sebaliknya yang terjadi. Seringkali terlalu banyak pujian dan kepercayaan yang diberikan padanya, orang yang dekat padanya atau yang direkomendasikannya.

Misalnya: pinjamana sering diberikan pada seseorang tanpa diteliti lebih dahulu sepanjang ia didukung oleh orang yang cukup dikenal. Akibatnya, saat pinjaman tidak terbayar, keuangan perusahaan sangat sulit diselamatkan. Inilah salah satu penyebab utama terjadinya krisis keuangan di kebanyakan negara Asia 1997/ 1998. Sistem mempercayai orang yang dikenal semacam inilah yang membangkitkan nepotisme dan praktik korupsi lainnya yang akhirnya diketahui umum setelah terjadinya krisis ekonomi Asia tahun 1997 / 1998. Hal ini disebabkan oleh kecendrungan melupakan pentingnya transparansi, pemeriksaan dan keseimbangan.

Sebaliknya, sistem masyarakat Barat yang mengandalkan kontrak tertulis mendorong tumbuhnya transparansi, objektivitas dan pertanggungjawaban. Dalam masalah pinjaman bank, misalnya, orang Barat akan melakukan tes dan penyelidikan yang jauh lebih ketat. Hal seperti inilah yang harus dipelajari orang Timur dari orang Barat. Kita harus berupaya memadukan hal yang terbaik dari Timur dan di Barat sehingga bisa memperoleh yang terbaik dari kedua sistem tersebut.

Demikian Resensi Partisimon.Com Mengenai buku : Prinsip-prinsin Tao Zhu-Gong, Pelajaran Bisnis Modern Dalam Falsafah Klasik — Karya Wee Chow Hou , jika anda ingin mengetahui lebih detail, silakan kunjungi toko buku terdekat untuk memilikinya. Apa yang barusan partisimon.com paparkan diatas hanyalah baru Bab pendahuluannya saja, sedangkan inti dan uraiannya yang lebih detail dapat diketahui dengan memiliki buku tersebut.

Partisimon.Com

%d blogger menyukai ini: