Posts from the ‘RESENSI BUKU’ Category

KIAT-KIAT PEMASARAN DARI REGIS McKENNA


REGIS MCKENNASELAMA dua puluh tahun terakhir ini, saya telah belajar di suatu sekolah bisnis terbaik dunia. Namanya Lembah Silikon (Silicon Valley). Bila orang mendengar Lembah Silikon, yang terbayang adalah teknologi maju. Bits dan bytes, chips dan RAMs. Tetapi untuk diri saya, kehebatan dan pentingnya Lembah Silikon bukan sekedar pada teknologi-teknologi barunya. Bagi diri saya, Lembah Silikon adalah sebuah laboratorium bagi gagasan-gagasan baru tentang bisnis dan pemasaran.

Pada saat saya pindah dari Pennsylvania ke California pada tahun 1963, orang belum mengenal Lembah Silikon. Tetapi daerah itu sudah tampak kekhasannya. Sekelompok insinyur berada disana. Mereka melakukan percobaan-percobaan dengan teknologi-teknologi baru dan menciptakan industri-industri baru. Laju perubahan di situ sungguh luar biasa. Tampaknya setiap hari terjadi penemuan baru, produk baru, dan perusahaan baru. Walau teknologi maju dengan sangat cepat, tampaknya cara orang melakukan bisnis di Lembah Silikon tak banyak berubah. Perusahaan-perusahaan disana masih juga memasarkan hasil-hasilnya dengan cara tradisional. Para insinyur menjual kepada para insinyur. Para penjual menekankan komunikasinya pada perincian teknis dan harga. Pendeknya, bisnis disana berorientasi pada teknologi dan penjualan.

Tak lama kemudian, menjadi jelas bagi saya bahwa pendekatan-pendekatan tradisional itu tidaklah sesuai dengan dunia yang pasarnya berubah sangat cepat dan produknya kompleks. Perusahaan-perusahaan di Lembah Silikon itu memerlukan strategi-strategi pemasaran semutakhir dan seinovatif produk-produk mereka. Karena itu, sementra para insinyur bereksperimen dengan teknolog-teknologi baru, saya memulai bereksperimen dengan gagasan baru tentang pemasaran dan komunikasi.

Pada tahun 1970 saya mendirikan perusahaan yang saya beri nama Regis McKenna. Inc. Perusahaan ini saya gunakan sebagai sarana dalam menguji-coba gagasan-gagasan saya. Bertahun-bertahun saya dan kawan-kawan telah bekerja bersama dengan beberapa perusahaan yang dikenal paling inovatif dan dinamis di dunia bisnis Amerika. Lebih dari satu dasawarsa kami telah bertindak selaku konsultan bagi manajemen puncak pada Intel, raja inovasi industri semikonduktor. Kami sudah membantu Apple Computer pada saat pendirinya, yaitu Steve Jobs masih bekerja di bengkelnya dengan modal di bank kurang dari $ 1.000. Secara keseluruhan kami sudah bekerja dengan lebih dari 150 perusahaan teknologi tinggi. Berdasar pengalaman-pengalaman itu, kami telah mengembangkan suatu ancangan baru terhadap pemasaran. Suatu ancangan yang memperhitungkan perubahan-perubahan dinamis dari industri dan pasar.

Suatu ancangan yang menekankan pada upaya membangun hubungan ketimbang sekedar promosi produk. Mengkonsumsikan konsep-konsep ketimbang sekedar informasi yang bercerai-cerai, dan menciptakan pasar-pasar baru ketimbang sekedar berbagi pangsa pasar yang sudah ada. Walaupun gagasan-gagasan pemasaran ini diuji-coba dan disempurnaka melalui perusahaan-perusahaan teknologi tinggi, mereka dapat pula diterapkan di banyak perusahaan lain. Kenyataannya memang semakin banyak perusahaan yang meninggalkan kaidah-kaidah tradisional dalam pemasaran. Dunia bisnis berubah dengan cepat, sementara gagasan-gagasan pemasaran tertinggal di belakang.

Dalam banyak hal, pengalaman-pengalaman Lembah Silikon dapat digunakan sebagai petunjuk yang berharga bagi industri lain. Lembah silikon, yang duduk di singgasana panglma perubahan, memberikan suatu cara bagi industri Amerika untuk memandang ke masa depan. Masalah-masalah pemasaran dan manajemen yang dihadapi perusahaan-perusahaan Lembah Silikon kemarin, hari ini akan dijumpai oleh dunia bisnis lain. Sedangkan masalah-masalah yang dihadapi Lembah Silikon hari ini, besok akan mengunjungi perusahaan-perusahaan lain.

Ada beberapa faktor penting yang mendorong munculnya kebutuhan akan ancangan-ancangan baru pemasaran. Yang terpenting adalah meningkatnya laju perubahan. Kaidah-kaidah pemasaran tradisional dirumuskan bagi pasar-pasar dan industri-industri yang statis. Kaidah-kaidah itu dilandasi asumsi bahwa teknologi dan pasar hanya berubah secara lambat. Tetapi dunia bisnis modern tidak mengenal istilah statis. Kemajuan-kemajuan teknologi menyebabkan produk-produk dan perusahaan-perusahaan berubah dengan lebih cepat. Strategi-strategi bisnis yang suatu hari tampak meyakinkan, di hari berikutnya segera saja tampak ketinggaln jaman.

Di masa lampau, perubahan teknologi memang berlangsung setahap demi setahap. Untuk membawa antibiotika dari sebuah konsep di dunia penelitian ke kenyataan di dunia bisnis diperlukan tiga puluh tahun. Juga diperlukan waktu yang sama untuk mengkomersilkan ritsleting (zipper). Namun kini segalanya berbeda. Produk-produk yang berlandaskan rekombinan DNA mencapai pasar dalam waktu kurang dari satu dasawarsa sejak dari dibelahnya genes yang pertama.

Alvin Troffler adalah orang yang pertama kali mencatat peningkatan laju perubahan ini. Dalam bukunya yang berjudul Future Shock ia menjelaskan :

“Di bidang apapun kita menyaksikan kecenderungan percepatan – semakin jauh jarak dapat kita tempuh, semakin tinggi tempat dapat kita capai, semakin banyak mineral dapat kita tambang, atau semakin hebat tenaga dapat kita peroleh. Polanya begitu jelas dan tak diragukan. Beribu dan beratus tahun berlalu, dan kini, pada jaman kita ini, kita saksikan kejutan-kejutan, perubahan-perubahan di luar dugaan suatu loncatan ke depan yang sungguh fantastis”.

Percepatan ini tampak saling menonjol pada industri-industri teknologi tinggi. Satu tahun umur anjing setara dengan tujuh tahun umur manusia. Demikian pula kiranya, satu tahun dalam bisnis teknologi tinggi setara dengan tujuh tahun dalam bisnis bidang lain. Menurut perhitungan, dalam setiap tiga puluh detik terjadi satu inovasi di Lembah Silikon. Produk-produk serasa berpindah dari meja disain ke pasaran dalam kecepatan cahaya. Gagasan baru yang muncul hari ini, besok sudah dapat anda temui sebagai produk baru di pasaran.

Laju perubahan kini meningkat juga di industri-industri jalur lama, dan ini membuat para manajer disana menjadi pusing tujuh keliling. Teknologi-teknologi yang telah mendorong terbentuknya Lembah Silikon, akhirnya mulai merayah pula industri-industri dewasa. Pemroses mikro, komputer baru, paket piranti lunak baru dapat secara serius mempengaruhi arah dan laju perubahan di industri-industri lain.

Corak dan mode baru akan sampai ke pasar dalam waktu yang lebih cepat. Bila seorang perancang mode pada suatu hari menyelesaikan desainnya, maka pada hari itu juga baju-baju rancangannya sudah akan terpasang di took-toko. Sinyal-sinyal elektronis dari computer milik si perancang akan mengirim instruksi-istruksi kepada computer milik pabrik. Sesudah itu, sinar laser akan mengambil alih proses kerja berikutnya.

Sistem jenis ini akan memungkinkan pabrik-pabrik pakaian jadi mendapat keluwasan yang luar biasa. Biasanya, baju-baju dibuat dalam mode dan ukuran-ukuran yang terbatas. Kini, keterbatasan itu tak aka ada lagi. Bukankah untuk mengubah ukuran atau mode sebuah baju misalnya, orang cukup memprogram kembali lasernya? Mesin yang memproduksi baju ukuran 6 kini juga akan mampu menghasilkan baju ukuran 16. Kini, kita telah bergeser dari jaman barang-barang kodian ke jaman barang sesuai pesanan. Dulu Henry Ford menghasilkan mobil-mobil hitamnya yang anggun. Kini, mobil akan keluar dari pabrik setiap saat dengan beragam bentuk, ukuran, warna dan kekhasan. KIni, keanekaragaman tidaklah lebih mahal disbanding dengan keseragaman.

Dalam lingkungan baru ini, manajer-manajer pemasaran harus belajar untuk menghadapi setiap pelanggan sebagai perorangan (individu). Semakin lama, para pelanggan akan menuntut semakin banyak keanekaragaman produk. Setiap orang ingin sedikit berbeda dengan yang lain. Mengapa banyak orang yang menginginkan boneka-boneka Cabbage Patch? Tak lain karena setiap boneka itu unik, memliki perbedaan dengan yang lain, walau sedikit. Petumbuhan keanekaragaman produk-produk industri ini tampak nyata terjadi di sekitar kita. Anda dapat membuktikannya dengan menyaksikan kehadiran berbagai model mobil di jalan raya. Atau berbagai model baju yang dikenakan orang. Di Amerika serikat sebuah toserba yang sedang besarnya, menjajakan tidak kurang dari 10.000 produk atau merek. Menurut sebuah artikel pada Wall Street Journal, setiap hari diperkenalkan tujuh jenis produk makanan baru. Dalam 8 bulan pertama di tahun 1984, misalnya, tak kurang dari Sembilan produk granola-bar(sejenis permen coklat) memasuki pasar.

Jelasnya, para manajer banyak disibukkan untuk berpacu dengan laju perubahan-perubahan ini. Majalah Business Week mengungkapkan hal ini pada saat mengevaluasi kembali sejumlah perusahaan yang telah diamati dan dipuji dalam buku terlaris tahun 1982 In Searchof Excellent. Artikel Business Week mengungkapkan tentang banyaknya perusahaan “hebat” yang telah tergelincir. Penyebab utamanya: kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam pasar.

Sebuah artikel yang terbit tahun 1981 dalam Journal of Marketting juga sampai pada kesimpulan yang sama. Dalam mempersiapkan artikel yang berjudul “Top Managements Conserns About Marketing: Issues for the 1980’s” itu, Frederick Webster, Jr. mewawancara eksekutif puncak dari dua puluh satu perusahaan, termasuk Kodak, General Electric, General Foods, IBM, dan Mobil. Hampir semua dari mereka setuju bahwa perubahan mendasar memang diperlukan. Mereka mengeluh bahwa para manajer pemasaran “kurang inovatif dan berjiwa wiraswasta dalam berfikir dan membuat keputusan.”

Dalam kegiatan ini kami sebagai konsultan, melalui Regis McKenna, Inc, kami membantu perusahaan-perusahaan mengatasi masalah-masalah tersebut. Dengan setiap klien, kami mempelajari kelemahan-kelemahan, harapan-harapan dan tujuan-tujuan dari perusahaannya. Kemudian kami bandingkan tujuan-tujuan dari peusahaannya. Kemudian kami bandingkan tujuan-tujuan perusahaan itu dengan sikap-sikap, persepsi-persepsi, dan kecenderungan-kecenderungan pasar. Dalam kerangka ini, kami membantu perusahaan mengembangkan strategi pencapaian posisi, yaitu suatu rencana agar perusahaan dapat menunjukkan dan mempertahankan kehadirannya di arena pasar.

Di atas semuanya itu, para manajer harus bersedia mengubah rencananya bila pasar berubah. Perusahaan-perusahaan, teknologi dan produk-produk adalah sesuatu yang selalu berubah. Karena itu strategi pemasaran pun harus pula selalu berubah. Memasarkan suatu produk adalah suatu eksperimen terus-menerus. Tak satupun yang pasti. Para manajer harus selalu memantau, mengubah, memantau dan mengubah.

Pencapaian Posisi Secara Dinamis: Tulang Punggung Pemasaran Baru

Berpikir secara dinamis
Jika anda mengatakan “foto kilat” kepada seseorang, mungkin ia akan segera teringat Polaroid. Jika anda berkata “komputer inovatif” barangkali pikirannya akan segera melayangkan kepada Apple. Dan jika anda berbicara kepada beberapa rekan tentang “fotokopi yang bagus”, mungkin sekali mereka akan segera berpikir tentang Xerox.

Perusahaan-perusahaan tersebut memang perusahaan yang telah berhasil menempatkan dirinya dalam kancah pasar. Masing-masing mereka telah membangun citra keberadaan diri dan citra produknya yang khas. Citra keberadaan dir yang telah sampai pada taraf demikian itu, sungguh merupakan kekuatan yang ampuh pemasaran. Memang, inti dari setiap strategi pemasaran yang baik tak lain adalah suatu strategi pencapaian posisi secara tepat. Pemasaran gaya baru adalah, dalam arti luas, suatu pertempuran untuk merebut posisi.

Pendekatan-pendekatan standard terhadap pencapaian posisi tidak dapat dijamin selalu berhasil. Sebuah perusahaan yang hari ini No. 1 tak dapat dijamin untuk tetap menduduki No. 1 besok pagi. Teknologi-teknologi yang tampaknya menduduki posisi kokoh dapat berubah menjadi rawan hanya dalam tempo semalam. Tak ada iklan, berapapun banyaknya, yang dapat mencegah kejadian itu. Walau dengan slogan-slogan terbaik sekalipun, sebuah perusahaan dapat saja kehilangan posisinya dalam pasar.

Tulang Punggung Baru
Inti dari proses pencapaian posisi secara dinamis mengandung beberapa gagasan penting. Gagasan-gagasan itu juga mempengaruhi setiap tahap dari proses pencapaian posisi. Dan karena itu, mereka sangat menentukan keberhasilan dari suatu strategi pemasaran.

Gagasan kunci ini dapat dianggap sebagai tulang punggung bagi proses penentuan posisi secara dinamis. Mereka merupakan penopang dan kerangka bagi proses itu. Tanpa mereka, proses itu akan berantakan.

Meraih Posisi Produk: Empat Kaidah Berharga

(1). Memahami Lingkungan
Mari kita bayangkan tentang dua buah merk anggur. Keduanya dibuat dari buah anggur yang sama kualitasnya, ditempatkan dalam botol-botol yang sama jenisnya, dan disimpan (diperam) dalam ruang penyimpanan yang sama. Pokoknya, segalanya sama. Sulit untuk membedakan satu dengan lainnya. Tetapi marilah kita bayangkan bahwa salah satu dari kedua merek itu dipajang di rak sebuah toko serba ada. Sedangkan yang lain hanya dapat dijumpai di restoran-restoran mewah. Nah, kini keduanya jadi berbeda. Anggur yang berderet di rak toko serba ada tadi segera saja akan mengesankan minuman kualitas menengah. Sedang merek yang satu lagi, yang berderet di lemari dingin restoran mewah akan memberikan citra minuan kualitas istimewa.

Contoh diatas menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan. Sebagaimana saya utarakan di muka, lingkunganlah yang menentukan citr suatu produk. Suatu produk tak akan dipandang secara tersendiri. Unsur-unsur dari lingkungan, yaitu kecenderungan teknologis, dinamika pasar, persaingan, kecenderungan-kecenderungan social dan ekonomi, semuanya berpengaruh terhadap cara masyarakatpembeli memandang produk itu.

(2). Memusatkan Diri Pada Hal-hal Tak Tampak
Perusahaan pada umumnya senang membandingkan produk. Sudah jamak bila ada sebuah perusahaan mengunggul-unggulka produknya sebagai yang berharga paling murah atau 25 persen lebih kuat dibandingkan produk lain. Jadi, sebagian besar perusahaan tampaknya memusatkan strategi meraih posisi produknya pada harga dan “specsmanship” (yaitu mempromosikan suatu produk melalui keandalan spesifikasi teknisnya, atau “specs”).

(3). Mendapatkan Sasaran Yang Tepat
Upaya meraih posisi produk tidak melulu bersandar pada ciri-ciri produk, baik itu tampak ataupun tak tampak. Ia juga ditentukan oleh bagaimana mengarahkan produk itu ke sasaran. Perusahaan dapat memperoleh posisi produk yang kuat dengan memusatkan diri pada pangsa atau segmen pasar tertentu. Pemain-pemain baseball tempo dulu kerap berujar: “Pukul mereka selagi lengah.” Perusahaan-perusahaanpun dapat berlaku serupa. Mereka dapat mengambil segmen pasar yang diabaikan oleh perusahaan-perusahaan lain.

Jarang perusahaan yang telah berhasil memilih sasaran pasar sebaik yang dicapai Metaphor Computer System. Didirikan pada tahun 1983 oleh sekelompok usahawan dari Xerox, Metaphor mengembangkan suatu sistem komputer yang memungkinkan para manajer dan analis mendapatkan akses yang cepat dan mudah ke data bisnis. Sistem itu menghimpun angka-angka statistik dari computer besar (mainframe) perusahaan-perusahaan itu sendiri dan data dari sumber-sumber luar, kemudia menggabungkan semua informasi yang terhimpun menjadi bentuk yang mudah digunakan oleh para manajer di meja kerjanya.

(4). Bereksperimen dan Berubah
Upaya meraih posisi produk bukanlah upaya yang cukup dilakukan sekali saja. Ia adalah sebuah proses yang tak pernah ada akhirnya. Seorang presiden direktur sebuah perusahaan pernah berkata kepada saya begini: “Bagaimana kita bias meraih posisi dalam kancah pasar yang selalu berubah setiap tiga bulan?” Pertanyaan ini bagus sekali. Pencapaian posisi secara dinamis adalah suatu proses yang rumit. Satu-satunya cara untuk dapat bertahan hidup dalam kancah-kancah pasar yang dinamis adalah dengan memelihara agar proses pencapaian posisi tetap luwes (flexible). Perusahaan harus mau bereksperimen dan belajar serta berubah. Taka da benar dan salah. Dalam kenyataan, jalan menuju sukses kerap kali bahkan penuh dengan kegagalan.

Mengapa Rencana-rencana Pemasaran Gagal: Sepuluh Pesaing

Persaingan Tak Tampak

Para pesaing tak tampak ini merupakan penyebab utama kegagalan rencana-rencana pemasaran. Jika perusahaan dapat mengatasi para pesaing ini, maka ia akan mencapai sukses tak peduli apapun yang dilakukan perusahaan-perusahaan lain sejenis. Berikut sepuluh pesaing tak tampak yang umumnya dihadapi perusahaan-perusahaan tak peduli di industri apapun.

Mereka itu adalah:
1. Perubahan
2. Penolakan terhadap perubahan
3. Pengetahuan masyarakat tentang produk
4. Jalan pikiran para pembeli
5. Mentalitas kebesaran
6. Mentalitas Komoditi
7. Rantai-rantai putus
8. Konsep tentang produk
9. Guncangan di malam hari
10. Anda sendiri

Pesaing Ke-1: Perubahan

Masyarakat kita perubahan berada dalam keadaan berubah terus menerus. Segala sesuatu berubah. Perubahan-perubahan berubah. Suatu hari sebuah surat kabar memberitakan tentang sebuah perusahaan komputer yang mencapai penjualan $ 100 juta. Beberapa minggu kemudian, surat kabar yang sama memberitakan bahwa perusahaan yang sama sedang mengalami kebangkrutan. Perubahan telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sesuatu akan selalu menggeser yang lain.Kita menghancurkan yang lama dan menciptakan baru.

Di semua industry, perubahan-perubahan merupakan pesaing yang tangguh. Apa yang dapat dilakukan para manajer pemasaran untuk mengatasi pesaing ini? Ada dua hal. Pertama, para manajer pemasaran harus terus-menurus meninjau kembali asumsi mereka. Mereka harus selalu bertanya terhadap diri sendiri. Kedua, para manajer pemasaran harus selalu menempelkan telinganya ke tanah. Mereka harus bias menangkap gejolak perubahan pada saat awal dia muncul. Mereka harus memantau pasar, hidup bersama pasar, bekerja bersama pasar. Kerapkali, perubahan tidak menempakkan sosoknya dalam bentuk angka-angka dan statistik sebelum ia lewat. Karena itu orang-orang pemasaran harus mengembangkan kemampuannya intuisinya terhadap pasar. Mereka harus rajin menemui para agenatau penyalur dan mendengar pendapat-pendapatnya. Danmereka harus benar-benar mendengarkan. Inilah cara satu-satunya untuk mengenali perubahan sehingga dapat bereaksi tepat pada waktunya.

Pesaing Ke-2: Penolakan Terhadap Perubahan

Kadangkala perusahaan-perusahaan menyadari bahwa perubahan sedang terjadi, tetapi mereka tetap bereaksi. Bagi perusahaan-perusahaan semacam ini, pesaingnya adalah penolakan (resistensi) terhadap perubahan. Menolak perubahan dapat saa parah akibatnya dengan mengabaikan perubahan. Perusahaan dapat tertinggal oleh laju perkembangan ekonomi.

Apa yang menyebabkan perusahaan-perusahaan resisiten terhadap perubahan? Kadangkala birokrasilah yang menjadi kambing hitam. Kadangkala hanya karena orang takut dan ngeri terhadap hal-hal baru. Orang cenderung untuk tidak sreg (klop) dengan gagasan-gagasan. Mereka lebih suka memandang ke masa lampau, ketimbang ke masa depan. Hantu resistensi terhadap perubahan jarang mencengkam perusahaan-perusahaan wirausaha muda. Para wirausaha tumbuh sumbuh diatas lahan inovasi dan perubahan. Mereka selalu dengan senang hati bereksperimen dengan gagasan-gagasan dan teknologi-teknologi baru.

Resistensi terhadap perubahan adalah sesuatu yang terkutuk bagi para wirausaha.
Namun demikian, pada saat perusahaan-perusahaan wirausaha tumbuh menjadi besar, mereka lambat laun menjadi resisten terhadap perubahan. Mereka mulai lebih banyak memikirkan tentang produksi skala besar. Mereka menanam modal dalam peralatan yang bersifat khusus yang menyebabkan mereka harus memproduksi barang-barang tertentu secara berulang-ulang. Mereka mulai mempertanyakan hal-hal seperti: “Bagaimana mempertahankan pabrik-pabrik saya tetap berjalan?” dan “Bagaimanan mengusahakan agar dapat mempertahankan laju penjualan produk saya setiap bulan?”.

Pesaing Ke-3: Pengetahuan Masyarakat Tentang Produk

Seorang pembeli yang kurang informasi memang mudah merasa puas. Tetapi dewasa ini tak banyak pembeli yang kurang informasi. Masyarakat pembeli dewasa ini memiliki akses lebih besar terhadap informasi tentang produk. Mereka juga memelajari informasi itu dengan cermat. Dengan produk-produk teknologi, pembeli tak bisa lagi diabaikan. Mereka kini telah “melek teknologi”.

Kemelekan teknologi jelas merupakan tantangan bagi pabrik-pabrik. Para pembeli tidak lagi bisa dibohongi. Mereka ingin mengetahui lebih banyak. Mereka skeptis dan kritis, serta lebih sering merasa tidak puas. Pabrik-pabrik dituntut untuk dapat memenuhi harapan-harapan yang lebih tinggi.Perhatikan betapa banyak informasi tentang komputer yang sampai ke masyarakat dewasa ini. Beberapa tahun yang lalu baru ada beberapa majalahtentang komputer. Kini jumlahnya telah mencapai ratusan.

Untuk berhasil, perusahaan-perusahaan harus dapat mengubah peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap produk-produk mereka dari hambatan menjadi modal. Daripada menentang masyarakat yang skeptis dan kritis tadi, lebih baik belajar dari mereka. Mereka harus mau menampung umpan balikdari masyarakat, kemudian menyesuaikan produk dan strateginya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Perusahaam-perusahaan yang berbasis teknologi harus belajar dari kenyataan ini. Karena pembeli menjadi semakin luas pengetahuannya dan semakin kritis terhadap produk-produk teknologi. Perusahaan-perusahaan pun harus semakin sensitive terhadap kebutuhan para pembeli itu. Filsuf John Stuart Mill pernah berkata begini: “Lebih baik menjadi Aristoteles yang kecewa ketimbang menjadi si dungu yang puas.” Para pembeli produk-produk teknologi tampaknya mengikuti nasihat Mill ini. Mengapa perusahaan-perusahaan tidak mengikuti juga?

Pesaing Ke-4: Jalan Fikiran Pembeli

Orang-orang yang bergerak di bisnis berbasis teknologi cenderung menganggap bahwa pengambilan keputusan adalah proses yang sederhana dan rasional. Mereka keliru. Kenyataannya, pada saat seseorang mempertimbangkan untuk membeli sesuatu, proses pengambilan keputusannya tidaklah sederhana dan rasional. Segala bentuk rasa khawatir, curiga, dan factor-faktor psikolois lain memainkan perannya.

Memenangkan dan menguasai jalan pikiran pembeli adalah tantangan utama bagi pemasaran. Jalan pikiran pembeli dapat dilihat baik sebagai pesaing atau alat yang kompetitif. Kadang kala jalan pikiran pembeli dapat bertindak sebagai halangan bagi keberhasilan. Tetapi bila perusahaan dapat memahami jaln pikiran pembeli, mereka dapat memanfaatkan faktor-faktor psikologis yang ada.

Sikap pembeli terhadap sebuah produk tidaklah timbul akibat satu kejadian atau satu iklan. Sikap mereka berkembang sedikit demi sedikit. Secara terus-menerus berubah dan berputar mengikuti proses pengambilan keputusan dan akan tetap berkembang setelah keputusan diambil. “Citra produk” adalah sekedar himpunan dari semua sikap ini. Jalan pikiran pembeli dapat dipengaruhi pada dipengaruhi pada setiap tahap proses pengambilan keputusan. Mula-mula, orang menjadi maklum akan adanya sesuatu produk. Kemudian, mereka menyadari akan kebutuhan produk itu. Pada fase itu mereka akan mencoba mencari informasi lebih banyak tentang produk itu. Mereka mengharap memperoleh kepuasan selama menggunakan produk tersebut. Bila kepuasan itu ternyata kurang dari harapannya, sikap mereka akan berubah menjadi negative.

Untuk memenangkan pertempuran melawan jalan pikiran pembeli ini, perusahaan harus bertempur dengan para hantu psikologis tadi. Mereka harus dapat menyediakan “faktor-faktor penyenang” yang dapat membuat pembeli merasa tenang dan aman. Faktor penyenang ini amat penting, apalagi bagi produk-produk yang secara teknis bersifat rumit. Perusahaan juga harus menunjukan kepada pembeli bahwa ia cukup kuat secara finansial maupun teknis untuk memenuhi semua kebutuhan pembeli di masa mendatang.

Untuk berhasil di pasar, perusahaan-perusahaan juga harus bergiat untuk memahami jalan pikiran pembeli. Tidaklah cukup sekedar mengetahui apa saja produk pesaing yang ada di pasar dan siapa saja pemakainya. Para pemasar harus memahami hantu-hantu psikologis dan faktor-faktor penyenang yang mempengaruhi jalan pikiran pembeli. Kemudian berupaya memanfaatkan faktor-faktor penyenang itu untuk kepentingan mereka.

Pesaing Ke-5: Mentalitas Komoditi

Apa yang baik bagi proses pembuat produk tidak selalu baik bagi pemasaran. Untuk efisiensi, rendahnya biaya produksi, tak ada yang mengalahkan komoditi. Dengan mebuat produk komoditi, yang sama dari waktu ke waktu, perusahaan dapat menghalau hambatan-hambatan proses produksi. Dengan meningkatnya volume produksi, perusahaan akan bergerak menuruni apa yang disebut kurva belajar, dan biaya produksipun akan semakin menurun dan menurun.

Perusahaan-perusahaan yang memandang produk-produknya sebagai komuditi, akan menghadapi kesulitan dalam bersaing, yang semakin lama semakn meningkat. Khusunya pada pasar-pasar yang terus berkembang. Bagaimana cara perusahaan menghindari dari perangkap komuditi ini? Mengawinkan kepentingan yang berbeda antara proses produksi dan pemasaran tidak selamanya mudah. Tetapi itu dapat dilakukan. Kuncinya adalah dengan memandang produk tidak sekedar sebagai sesuatu yang bersifat fisik. Walaupun sebuah perusahaan menjual produk-produk komoditi, ia toh tetap dapat membuat produk-produknya berbeda melalui layanan, dukungan, atau pemasaran bertarget. Ia dapat meninggalkan mentalitas komoditinya di pabrik, dan membawa mentalitas keanekaragaman ke kancah pasar.

Pesaing Ke-6: Mentalitas Kebesaran
Memang, berbagai penelitian yang dilakukan selalu menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan kecil lebih inovatif dan lebih produktif di banding perusahaan-perusahaan besar. Sayangnya, begitu perusahaan kecil tumbuh menjadi besar, sebagian besar terjebak pada masalah yang dialami perusahaan-perusahaan besar. Mereka menjadi kurang kreatif dan kurang dinamis. Mereka mulai kejangkit penyakit mentalitas kebesaran.

Unsur utama dari mentalitas kebesaran ini adalah keengganan mengambil resiko. Perusahaan-perusahaan kecil memang tak mampu untuk bermewah-mewah dijalan mulus. Mereka tak mungkin bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dibidang ini. Karena itu mereka harus selalu berfikir, mencari gagasan-gagasan baru, bereksperimen dengan pendekatan-pendekatan baru, dan mencoba hal-hal baru. Mereka dihadapkan pada jalan simbang: berinovasi atau mati konyol.

Pesaing Ke-7: Rantai-rantai Putus
Dunia bisnis penuh dengan rantai-rantai dan hubungan-hubungan. Proses-proses dan produk-produk dihubungkan satu sama lain dalam rantai besar yang pada akhirnya akan menjembatani perusahaan-perusahaan dengan masyarakat pembeli. Untuk lebih jelasnya lagi, marilah kita simak rantai yang paling penting: Rantai produk-pembeli. Rantai ini menghubungkan segala sesuatu yang terdapat dalam proses pembuatan produk dan proses pemasaran. Ia bermula dari desain produk dan perencanaan produk. Kemudian menjalar ke pengembangan produk, pembuatan, pemasaran, penjualan, distribusi, dukungan terhadap produk, dan pelayanan. Mata rantai ujungnya adalah pembeli.

Mata rantai penting lain dalam pemasaran adalah apa yang kita kenal dengan “pola-pola konsumsi”. Pola-pola ini pada hakikatnya adalah rantai-rantai produk ke produk. Mereka meranglaikan penjualan berbagai jenis produk dalam satu untaian. Rantai lain yang juga penting adalah rantai antara berbagai pasar. Penjualan suatu produk ke suatu pasar mempengaruhi penjualan produ yang sama ke pasar-pasar lain. Dalam bisnis komputer pribadi misalnya, pasar rumah tangga dan pasar perkantoran erat berkaitan. Orang yang menggunakan komputer pribadi di kantornya, cenderung ingin membelinya untuk di rumah. Demikian juga sebaliknya, orang yang memiliki komputer pribadi dirumahnya cenderung untuk mempengaruhi kantornya agar menggunakan komputer.

Pesaing ke-8: Konsep Tentang Produk
Perusahaan-perusahaan tak akan bisa bertahan dengan memandang produk-produk mereka secara sempit. Mereka harus mencari peluang dan mengantisipasi persaingan ke setiap arah. Sebuah perusahaan dengan komsep tentang produk yang sempit akan melangkah ke pasar dengan mata setengah buta. Pasti ia ia akan segera dihadang kesulitan. Konsep tentang produk itu sendiri akan menjadi pesaing bagi dirinya.

Pesaing Ke-9: Guncangan
Tak peduli betapa hebatnya kepahaman sebuah perusahaan terhadap pasar, kadang kala ia masih kena pukul secara tiba-tiba. Teknologi-teknologi baru, perusahaan-perusahaan baru, aplikasi-aplikasi baru, semuanya dapat mengguncangkan sebuah industry dalam tempo yang tak terduga. Saya namakan kejadian-kejadian yang tak dapat diantisipasi ini sebagai “guncangan di malam hari”. Perusahaan-perusahaan tak melihat kedatangan mereka. Secara mendadak, seperti guncangan es yang mengkandaskan Titanic, mereka dapat mengakibatkan kerusakan hebat.

Pesaing Ke-10: Anda Sendiri
Inilah pesaing yang paling bandel. Mesin-mesin tak mungkin melakukan persaingan. Tetapi manusia gemar sekali melakukan itu. Mereka bersaing mengincar peluang-peluang di pasar untuk dapat memanfaatkannya. Tetapi manusia juga bersaing dengan dirinya sendiri. Banyak hal yang membawa seseorang melakukan hal itu. Pada saat seseorang meremehkan gagasannya sendiri hanya karena gagasan-gagasan itu belum pernah di coba, ia sedang bersaing dengan diri sendiri. Pada saat seseorang, di pihak lain, menganggap dirinya amat kuat sehingga tak mungkin pernah gagal, ia pun sedang bersaing dengan diri sendiri. Demikian pun bila seseorang tak mau mendengar omongan orang lain, enggan terhadap perubahan, dan tak suka bereksperimen.

Kita harus membiarkan diri kita terbuka agar dapat berfikir secara kreatif. Dengan pasar-pasar yang berubah begitu cepatnya, para manajer harus dapat menganalisa situsi-situasi baru dan melakukan pendekatan-pendekatan kreatif. Pendekatan- pendekatan lama tak akan efektif bagi persoalan-persoalan baru.

Sumber : Regis Mckenna, Kiat Pemasaran, Pustaka Binaman Pressindo Jakarta, 1996

IDE PENJUALAN DOSIS TINGGI


hp1A. Maanfaatkan Tim Penjualan anda
Dalam sebuah bisnis, penghubung yang paling penting antara anda dengan konsumen adalah tim penjualan. Tim penjualan merupakan garda terdepan yang bisa menghasilkan keuntungan bagi bisnis anda. Tim penjualan tidak hanya menjual produk atau jasa anda, namum mereka juga mempunyai akses informasi penjualan yang penting bagi perusahaan. Entah mengenai kebutuhan konsumen, minat konsumen atau kebiasaan membeli konsumen.

Oleh karena itu penting bagi anda untuk mengetahui struktur tenaga penjualan anda. Karena struktur penjualan anda tersebut akan menggambarkan bentuk atau metode penjualan anda. Tim penjualan bisa dalam bentuk berbeda-beda dan banyak ragamnya. Tetapi tanggung jawab mereka pada umumnya hanya terbagi menjadi tiga kategori.

  1. Penjualan di dalam. Mereka melakukan penjualan saat berada di kantor. Telemarketer dan staf penjualan toko eceran termasuk dalam kategori ini.
  2. Penjualan di luar. Mereka mengunjungi konsumen untuk memberikan penawaran dan sering kali memelihara hubungan profesional yang berkelanjutan dengan konsumen. Agen farmasi yang mengunjungi dokter dan rumah sakit serta karyawan yang menjual produk secara pribadi ke klien termasuk dalam kategori ini.
  3. Agen penjualan independen. Yang termasuk dalam kategori ini adalah karyawan kontrak independen (bukan pegawai) yang menjual produk atu jasa anda pada suatu wilayah atau konsumen tertentu. Bisa jadi mereka mungkin hanya mewakili perusahaan anda. Tetapi sering kali mereka juga menjual produk dari beberapa perusahaan sekaligus.

Dengan ulasan di atas, kita harus mendeskripsikan dengan tepat kebutuhan kita. Garis bawahi selalu tim penjualan anda. Selain sebagai penghubung antara anda dengan konsumen, tim penjualan adalah orang yang pertama kali anda tanya mengenai informasi konsumen anda.

B. Membangun Hubungan lewat Kepuasan, Nilai dan Mutu
Dewasa ini pemasaran menghadapi persaingan paling sengit dalam banyak dasawarsa dan segalanya akan semakin sengit di tahun-tahun mendatang. Agar sukses dalam pasar dengan persaingan ketat, perusahaan harus beralih dari falsafah produk dan penjualan menjadi falsafah pelanggan dan pemasaran. Perusahaan ini harus bekerja lebih giat lagi dengan konsep pemasaran mereka guna memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Berbeda dengan sekarang, beberapa dasawarsa lalu pasar di dunia lebih dikuasai oleh pasar penjual. Pasar penjual bercirikan dengan sedikitnya barang dan nyaris monopoli dari perusahaan. Perusahaan tidak melakukan usaha khusus untuk memuaskan pelanggan. Pada saat ini pasar penjual hanya terjadi di negara-negara terbelakang dan miskin.

Agar sukses atau hanya sekedar bertahan, perusahaan perlu memiliki falsafah baru. Agar unggul di pasar dewasa ini, perusahaan harus berpusat pada pelanggan. Mereka harus memberikan nilai superior kepada pelanggan sasaran dan harus ahli dalam membangun pelanggan, bukan hanya sekedar membangun produk. Bagian pemasaran terbaik di dunia tidak dapat sukses menjual produk yang dibuat sembarangan , yang tidak memenuhi kebutuhan pelanggan. Bagian pemasaran hanya dapat efektif dalam perusahaan yang semua bagian dan karyawannya bersatu padu membentuk sistem penyerahan nilai bagi pelanggan yang unggul dalam bersaing. Dengan memberikan yang terbaik, di setiap segi dalam perusahaan, dipercaya bisa meningkatkan mutu dan kualitas perusahaan sehingga menciptakan kepausan dari masyarakat dan mau menjadikan produk kita sebagai produk unggulan mereka.

Perhatikan McDonalds. Orang berduyun-duyun datang ke resoran McDonalds bukan hanya karena mereka menyukai hamburger yang dijual. Banyak restoran lain membuat hamburger yang lebih enak. Konsumen mencari sistem McDonalds bukan hanya produk makanannya. Di seluruh dunia, McDonalds menyesuaikan sistem yang memberikan standar tinggi dari apa yang disebut QSCV quality, service, cleanliness dan value (mutu, pelayanan, kebersihan dan nilai). Sistem ini meliputi banyak komponen, internal dan eksternal. McDonalds hanya efektif sejauh perusahaan sukses bermitra dengan karyawan, waralaba, pemasok dan lain-lain untuk bersama-sama menyerahkan nilai yang tinggi kepada pelanggan.

Dengan menjaga mutu, kualitas dan kepuasan pelanggan, perusahaan bisa menjadi sosok besar yang akan menguasai market yang ditargetkannya. Ketiga hal ini merupakan hal pokok yang harus diketahui, dipatuhi dan diamalkan dalam setiap kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam mencapai kesuksesan.

C. Bentuk Aliansi Bisnis
Dalam bahasa sederhana, aliansi bisnis dapat diartikan sebagai sebuah perkongsian yang melibatkan beberapa bidang dalam satu bisnis line yang masih sama, namun spesifikasi produk atau jasanya berbeda. Beberapa aliansi bisnis ternyata dapat bertahan hingga sekarang dan ini sangat menguntungkan konsumen sebab nilai produk yang mereka terima bisa lebih besar dari jumlah yang dibayar. Setidaknya ada beberapa poin manfaat yang bisa diperoleh jika melakukan aliansi bisnis dengan beberapa rekan yang punya integritas yang tinggi dalam menjalankan bisnis berkelanjutan

  1. Meningkatkan kualitas tenaga pemasaran. Disadari atau tidak sebenarnya ketika aliansi bisnis telah memungkinkan bertambahnya tenaga pemasaran. Ini terkait erat dengan dengan besaran nilai produk yang ditawarkan kepada konsumen. Sehingga investasi yang tertanam bisa lebh efisien dikelola dan tidak dihamburkan di kegiatan promosi dan hardselling saja.
  2. Membuka pasar lebih luas. Perhatikan, ketika sebuah bisnis travel beraliansi dengan sebuah maskapai penerbangan, akan memungkinkan konsumen membeli tiket pesawat sekaligus membeli paket tour dalam satu atap, bukankah ini sekaligus membuka pasar yang lebih luas? Bisa jadi calon konsumen awalnya hanya bermaksud membeli tiket pesawat saja. Namun karena penawaran paket tour-nya juga menatik maka ia akan membeli keduanya.
  3. Lebih produktif. Produktivitas sebuah bisnis merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Aliansi bisnis memungkinkan beberapa unit bisnis tersebut tumbuh terus dalam kurva produktivitas yang baik sebab hampir selalu saja ada next action yang harus dilakukan.
  4. Lebih mudah menemukan solusi. Aliansi bisnis memungkinkan partner bisnis anda untuk turut serta memberi penilaian. Sehingga solusi yang dihasilkan bisa jadi lebih baik dan komprehensif memecahkan masalah-masalah bisnis tersebut.
  5. Pertukaran informasi dan testimoni. Aliansi dalam sebuah bisnis juga memungkinkan pertukaran informasi pasar perilaku konsumen dan mungkin juga informasi penting mengenai gerak-gerik pesaing yang bisa diantisipasi secepatnya.
  6. Bangun relasi pemasaran. Setiap orang yang ingin mencapai kesuksesan dalam pemasaran membutuhkan relasi atau hubungan yang baik dengan banyak pihak.

Bagaimana anda menjalin hubungan dengan orang lain, baik itu klien atau pelanggan sangat menentukan keberhasilan anda. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi pedoman anda.

  1. Kepercayaan diri. Jika anda ingin membangun hubungan dengan orang lain, anda harus menunjukkan kepercayaan diri dengan mengenal jati diri anda yang sesungguhnya.
  2. Jujur dan tulus. Anda harus menyampaikan pujian yang jujur, menolong dengan tulus, dan menjaga agar hubungan anda dengan pelanggan dengan penuh kasih.
  3. Beradaptasi. Robohkanlah tembok pemisah. Bicaralah dengan bahasa lawan bicara, sesuaikan diri anda dengan budaya, latar belakang, pendidikan, dan sebagainya.
  4. Pusatkan perhatian kepada mereka. Setiap orang senang menjadi pusat perhatian, dilayani dan diperhatikan.
  5. Beri kepercayaan. Dengan mempercayai, kita dapat membantu orang tersebut menunjukkan potensi yang ada dalam dirinya. Rasa percaya anda, dapat membantu orang tersebut semakin memaksimalkan kehidupannya.
  6. Tawarkan bantuan dan harapan. Tawarkan pertolongan kepada pelanggan anda. Berilah mereka harapan. Dengan menawarkan harapan, anda memberikan mereka masa depan. Pada prinsipnya dalam membangun relasi, hampir semua bidang usaha melakukan cara yang sama, yaitu memberikan pelayanan yang baik. Jika pelanggan merasa puas, mereka akan melakukan repeat order dan juga pasti akan merekomendasikannya kepada yang lainnya. Sehingga anda kan menambah relasi varu dan pasti akan mendatangkan keuntungan bagi anda sendiri.

D. Komunikasi efektif dalam penjualan
Tujuan komunikasi menjual, selain untuk mendapatkan hasil yang maksimal yang lebih penting lagi sebetulnya adalah meningkatkan keyakinan pada diri sendiri. Dengan berbekal keyakinan pada diri sendiri, maka kita kan dapat menterjemahkan kemampuannya di dalam persentasi penjualan. Komunikasi penjualan yang baik akan memberikan citra yang positif bagi diri sendiri maupun perusahaan. Komunikasi penjualan juga mempermudah pemahaman dan menemukan dominant buying motive dari konsumen yang dihadapinya.

Kriteria komunikasi efektif
Komunikasi dalam menjual, yang meliputi kemampuan berbicatra dan mendengar memerlukan beberapa kriteria yang wajib dimiliki oleh para armada penjual. Yaitu:

  1. Jelas atau transparan. Sudah menjadi kewajiban bagi jajaran penjual untuk menyampaikan segala kegiatan maupun program promosi dan penjualannya kepada konsumen konsumen dan pelanggannya secara jelas, transparan, tidak memberikan interpretasi dari orang-orang yang dihadapinya dengan makna yang berbeda serta fair dalam menjalankan program-programnya.
  2. Konten atau isi. Misi presentasi penjualan yang ingin disampaikan mempunyai manfaat bagi berbagai pihak (penjual, pembeli dan konsumen akhir). Karena itu, konten dari informasi produk atau jasa dan manfaat yang diterima dapat menjadi kesatuan dalam meneruskan setiap program dan manfaat ke pihak yang dituju.
  3. Cara atau metode penyampaian. Keterampilan di dalam mengemas informasi yang ingin disampaikan memperhatikan situasi pada saat berkomunikasi, karakter pelanggan yang dituju serta teknik dan taktik yang paling soft namun tepat sasaran, sehingga konsumen yang dibidik dapat menerima penjual karena caranya yang tidak terkesan memaksa.
  4. Konsisten. Konsisten adalah sikap yang perlu dimiliki oleh jajaran penjual maupun perusahaanya atas setiap yang telah dikomunikasikan ke pelanggan.
  5. Klarifikasi. Adalah menguji keterampilan penjual dalam berkomunikasi sehingga setiap percakapan, harapan maupun keberatan perlu diklarifikasikan.
  6. Klasifikasi. Hal ini perlu dilakukan agar dapat memilah-milah dan mengklasifikasi setiap harapan maupun hambatan di dalam proses klasifikasi setiap harapan maupun hambatan di dalam proses komunikasi.

Dengan demikian, tentunya akan sangat membantu tingkat efektivitas komunikasi penjualan sekaligus menjawab setiap solusi yang perlu dikemukakan lebih terarah.

Berbekal enam kriteria di atas, kembangkanlah komunikasi pemasaran atau penjualan anda dengan baik dan tentunya efektif. Komunikasi yang anda sampaikan dengan efektif akan membawa kebaikan pada produk yang dijual. Dengan demikian, kriteria komunikasi efektif di atas sangat diperlukan jika anda menginginkan produk yang anda jual laris manis.

E. Strategi Penjualan yang Indah

a. Perhatikan selera dan trend pasar
Pemasaran tidak boleh berjalan terlalu jauh dari fenomena sekitar kita. Yang disebut dengan pasar adalah sekumpulan orang yang mempunyai keinginan, kebutuhan dan daya beli. Tanpa satu hal ini, maka belum bisa dikatakan sebagai pasar. Maka sudah tugas kita untuk terus membaca dan mempelajari trend pasar yang sedang berkembang saat ini. Setelah itu bangun sebuah mindset yang menakjubkan. Orientasikan tujuan pemasaran anda pada meraih sebanyak-banyaknya kebaikan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

b. Perluas jangkauan distribusi
Kalau mau menjangkau pasar yang lebih luas, maka tidak ada pilihan yang lain kecuali memperluas jaringan distribusi. Banyak produk hebat yang kemudian menjadi slowmoving karena jaringan distribusinya tidak luas dan kurang menjangkau pasar terluar. Akibatnya konsumen harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan produk tersebut.

c. Private label
Setelah semua tahapan terpenuhi, maka tugas anda selanjutnya adalah melakukan branding. Sebuah tugas marketing yang tidak pernah selesai adalah branding. Hal ini terkait dengan wajah bisnis anda di mata konsumen, pesaing di mata calon pasar yang tertarik dengan produk-produk anda. Apalagi sekarang pertukaran informasi sangat cepat dan realtime, brand bisa saja dibangun dengan cepat. Pemasaran yang indah adalah sebuah gagasan menarik tentang bagaimana kolaborasi dalam takran yang tepat tentang bagaimana membangun sebuah bisnis yang berkarakter baik, mengsejahterakan dan yang paling penting adalah fair.

d. Menghasilkan lebih banyak penjualan
Dalam bisnis, pemasaran menjadi ujung tombak. Tanpa pemasaran yang bagus, bisnis sulit untuk berkembang baik. Sebagus apapun produknya, namun bila tidak dibarengi dengan kemampuan memasarkan secara efektif, bisnis hanya kan jalan di tempat saja. Untuk itulah kita perlu strategi pemasaran yang jitu untuk menerobos ketatnya persaingan. Lalu strategi pemasaran seperti apakah yang harus dilakukan ketika anda merasa buntu untuk memasarkan semua produk.

  1. Coba pendekatan baru. Ketika satu cara pemasaran yang anda lakukan kurang efektif, anda harus siapkan cara pemasaran baru. Anda butuh pendekatan untuk memasarkan produk anda. Namun ada satu hal yang tak berubah dalam dunia pemasaran, yaitu anda harus selalu berbicara tentang nilai manfaat produk atau layanan anda.
  2. Lakukan tes. Selalu upayakan untuk melakukan tes dalam setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan. Sebab dengan hanya demikian, anda bisa tahu seperti apa strategi pemasaran paling efektif untuk produk anda. Dengan melakukan tes, anda juga juga menghemat waktu dan biaya
  3. Berikan deal terbaik. Anda sudah memberikan penawaran terhadap prospek anda, namun ternyata sambutannya dingin saja. Penyebabnya bisa jadi prospek penawaran anda bukanlah deal terbaik. Cobalah lihat kembali penawaran anda. Cari di bagian mana yang bisa anda tingkatkan sehingga menjadi nilai jual yang diinginkan konsumen. Mungkin soal keuntungan yang anda berikan atau bisa juga soal harga.

F. Tepat mengukur efektivitas pemasaran
Setiap perusahaan beroperasi dalam batas-batas yang berbeda. Ini ditentukan oleh ukuran mereka, anggaran mereka dan kemampuan mereka untuk melakukan perubahan organisasi. Dengan adanya keterbatasan ini, pelaku pemasaran menjalankan enam buah faktor, yaitu:

  1. Kompetitif. Setiap perusahaan dalam menjalankan kerangka kerja pemasaran tharus menjalankan kategori ini. Pada masa yang ideal, pemasar harus memiliki informasi yang sempurna tentang bagaimana langkah pesaing mereka. Anda bisa mendapatkan banyak informasi mengenai hal ini dari berbagai sumber.
  2. Memahami pelanggan atau konsumen. Memahami bagaimana cara konsumen membuat keputusan pembelian dapat membantu pemasar meningkatkan efektivitas pemasaran mereka. Konsumen percaya pada merek melalui informasi. Informasi yang diterima melalui berbagai sumber, seperti iklan, mulut ke mulut dan dari saluran (distribusi) sering ditandai dengan pembelian saluran.
  3. Faktor-faktor exogenus. Ada banyak faktor yang tidak dapat kita kendalikan sehingga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas pemasaran. Hal ini seperti cuaca, tingkat bunga, peraturan pemerintah dan bayak hal lainnya.
  4. Strategi pemasaran. Peningkatan efektivitas pemasaran bisa dicapai dengan menggunakan strategi pemasaran yang mutakhir. Dengan menempatkan produk atau brand dengan tepat, produk atau brand tersebut bisa lebih berhasil di pasar dibandingkan produk atau layanan dari pesaing. Meskpun dengan menggunakan strategi yang paling bagus, tenaga pemasar harus menjalankan program mereka dengan benar untuk dapat mencapai hasil yang luar biasa.
  5. Kreativitas pemasaran. Meski tanpa adanya perubahan strategi, kreativitas yang baik dapat meningkatkan hasil yang ada. Dengan menggunakan konsep kreatif baru, tingkat pertumbuhan perusahaan meningkat pesat dari 12% menjadi 28%.
  6. Menjalankan pemasaran. Dengan meningkatkan cara pemasar masuk ke pasar, mereka dapat mencapai hasil yang yang signifikan tanpa perlu melakukan perubahan strategi atau usaha menjalankan kreasi. Pda tingkat pemasaran dengan berbagai level, tenaga pemasaran dapat meningkatkan usaha menjalankannya dengan membuat perubahan kecil di beberapa atau keseluruhan dari 4P (product, price, place dan promotion).

G.Jangan Remehkan Promosi
Promosi adalah suatu penawaran atau cara untuk mengajak serta mempengaruhi konsumen agar dapat terlibat di dalamnya, sehingga konsumen tertarik dan berminat dengan apa yang ditawarkan oleh pihak yang melakukan promosi. Promosi juga bisa diartikan sebagai metode komunikasi yang dilakukan oleh pihak tertentu yang ditujukan kepada target sasaran dalam kegiatan memperkenalkan atau menawarkan sebuah produk, barang atau jasa.

Promosi biasanya dilakukan untuk memperkenalkan atau menawarkan suatu produk, barang atau jasa kepada konsumen dengan target sasaran yang berbeda-beda sesuai dengan produk, barang atau jasa yang ditawarkan. Promosi bisa dilakukan oleh perorangan bahkan perusahaan yang memproduksi suatu barang atau produk. Promosi juga bisa dilakukan oleh berbagai instansi-instansi tertentu seperti pemerintahan atau perusahaan yang bergerak di bidang jasa.

Semua yang dilakukan dalam melakukan promosi hanya memiliki satu tujuan, yaitu dapat mempengaruhi target sasaran yang dimaksud, sehingga konsumen tertarik dengan penawaran tersebut. Peran utama dari promosi adalah penyampaian komunikasi yang bersifat bujukan atau ajakan kepada pihak yang dituju, biasanya bujukan atau ajakan tersebut berhubungan dengan informasi mengenai barang atau jasa.

Fungsi promosi
1. Media komunikasi. Fungsi promosi adalah sebagai media komunikasi untuk meningkatkan, memperkenalkan, menawarkan, mengajak dan memberikan informasi kepada target sasaran agar dapat mengetahui dan memahami dari semua pesan-pesan yang disampaikan baik mengenai sebuah produk, barang atau jasa melalui berbagai macam media promosi.
2. Media informasi. Promosi juga dapat berfungsi sebagai media informasi yang dapat mempengaruhi target sasaran untuk dapat menarik massa agar berminat dengan mengenal dan memahami terhadap apa yang telah disampaikan melalui media promosi yang telah dibuat.

Media promosi
Terdapat dua macam media promosi yang biasa dilakukan dalam melakukan berpromosi, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Media promosi berbasis cetak. Media promosi berbasis cetak adalah media promosi yang dilakukan atau dibuat dengan menggunakan bantuan jasa percetakan dalam pembuatan media-media atau alat yang dipakai dalam berpromosi dan hasil akhir yang dijadikan sebagai media promosi tersebut adalah hasil dari proses percetakan.
2. Media promosi berbasis elektronik atau digital. Media promosi atau digital adalah media yang digunakan dalam sebagai alat penyampaian informasi dengan menggunakan jasa media elektronik atau digital. Media promosi ini biasanya digunakan untuk promosi yang penyebaran informasinya cukup luas.

Selain dengan menggunakan media-media promosi yang tercantum di atas, promosi juga bisa dilakukan dengan berbagai macam cara penyebaran dan penyampaiannya dilakukan secara langsung. Seperti penyelenggaraan berbagai macam event, talk show, pameran dan pembuatan outlet.

Fungsi komunikasi dalam promosi
Promosi tidak lepas dari penyampaian sebuah pesan kepada pihak yang dituju agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami tentunya harus menggunakan cara berkomunikasi yang baik dalam penyampaiannya.
1. Ajakan untuk dapat menarik minat terhadap suatu hal baik produk, barang atau jasa.
2. Ajakan untuk dapat menilai suatu hal dari segi baik dan buruknya.
3. Ajakan untuk merubah perilaku yang mengarah kepada hal yang lebih baik.

Peranan dari fungsi komunikasi dalam berpromosi sangatlah penting karena salah satu yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan promosi adalah mengenai cara komunikasi yang digunakan dalam penyampaian pesan. Pesan yang disampaikan pada promosi akan sangat tergantung dari cara komunikasi itu sendiri apakah mudah dipahami atau dimengerti oleh pihak yang dituju sebagai target sasaran informasi

H. Manajemen Pemasaran dan Iklan yang Jelas
Manajemen pemasaran merupakan bidang ilmu dan praktek manajemen yang bertujuan untuk mengkomunikasikan produk dan jasa agar bisa terjual di pasaran atau kepada pelanggan. Manajemen pemasaran mengenal adanya empat aspek utama dalam pemasaran yaitu aspek produk, aspek harga, aspek komunikasi pemasaran dan aspek saluran distribusi.

Pemasaran dimulai dengan adanya produk yang bagus mutunya dan kemudian dikomunikasikan dengan baik sehingga mampu menciptakan citra produk yang bagus. Contohnya, produk mobil Toyota atau AC merek Samsung. Dua produk ini merupakan marketleader dalam bidangnya masing-masing dan dianggap sebagai produk bagus untuk dua kategori tersebut. Selain produk harus bagus, maka ia juga harus diiklankan atau dikomunikasikan secara intensif kepada para calon pelanggan. Iklan berfungsi untuk membuat produk perusahaan dikenal oleh para pelanggan. Maksud dari iklan itu tentu saja adalah membuat brand image yang bagus di mata konsumen. Manajemen pemasaran dan iklan merupakan dua hal yang berkaitan untuk sukses dalam menjual produk.

Di dalam setiap promosi pemasaran, anda harus mengembangkan rencana dan strategi untuk dapat mengenali hal-hal berikut:
1. Tujuan kuantitatif dan kualitatif
2. Anggaran promosi
3. Strategi untuk menindak lanjuti
4. Observasi dan pengujian kriteria promosi anda

Tergantung kepada objeknya, kebanyakan tujuan dapat diukur dengan menggunakan salah satu dari ketiga metode berikut ini:
1. Biaya setiap penjualan
2. Biaya untuk setiap angka yang berkualitas
3. Biaya per promosi

Dengan menggunakan formula di atas, dan dengan mengembangkan rencana untuk setiap promosi, maka akan memberikan anda informasi yang anda perlukan untuk memutuskan apakah promosi tersebut efektif untuk bisnis anda.

I. Pemasaran Gerilya
Trend dunia yang semakin kecil dan daya informasi masyarakat yang semakin besar menantang para pebisnis untuk bisa mengembangkan teknik promosi yang lebih baik untuk bisa menggaet pembeli dengan lebih maksimal dan lebih terfokus, Menghadapi persaingan pasar yang semakin brutal, setiap pebisnis ditantang untuk dapat berkompetisi dengan lebih baik untuk menciptakan marketshare yang lebih baik. Beberapa perusahaan berhasil melakukan promosi untuk merebut pelanggan dengan cara yang tidak biasa dan sedikit aneh. Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai pemasaran gerilya.

Dalam bukunya the Guirella Marketing Book, Jay C. Levinson mengatakan konsep marketing gerilya adalah sebuah proses membangun hubungan dengan pelanggan, proses membangun kepercayaan dan motivasi dan sebuah proses mempelajari apa yang sebenarnya diinginkan oleh pembeli itu sendiri.

Adapun beberapa kriteria dari pemasaran gerilya adalah sebagai berikut:

  1. Kreatif
  2. Lebih terspesifik pada bisnis kecil menengah dan enterpreteur namun tidak tertutup pada bisnis besar yang mau mencoba teknik ini.
  3. Lebih mendasar pada kebutuhan human psychology daripada analisis dan kebutuhan pasar yang sebenarnya.
  4. Dibandingkan dengan uang, pemasaran gerilya lebih mementingkan pada sumber daya yang besar, energi, imajinasi dan kreasi.
  5. Statistik utama dalam perhitungan sukses dalam konsep ini lebih terfokus pada keuntungan, bukan penjualan
  6. Menggunakan teknologi dalam proses promosi
  7. Targetting lebih terfokus pada small group, the smaller dan the better

Berikut ini adalah beberapa macam dari teknik pemasaran gerilya:

  1. Viral marketing. Adalah marketing dengan menggunakan social networking sebagai media promosi.
  2. Buzz marketing. Adalah promosi dengan menitikberatkan pada kekuatan word of mouth yakni memberikan isu-isu yang menatik pada pengunjung dan pembeli sehingga mereka akan bercerita tentang produk kita.
  3. Live in marketing. Adalah memberikan produk yang dipasarkan dipakai oleh artis, olahragawan sampai politikus untuk mendapatkan popularitas produk
  4. Wait marketing. Adalah proses promosi dengan meletakkan dan membuat media promosi yang kreatif dan inovatif di tempat-tempat yang ramai seperti halte bus stasiun kereta dan tempat-tempat ramai lainnya dengan memasang iklan yang lucu, menarik dan kreatif.

Dengan proses yang kreatif dan maksimal, sebuah promosi dipercaya akan memberikan sebuah nilai yang baru. Dengan konsep pemasaran gerilya, sebuah perusahaan diharapkan menggunakan pelurunya dengan lebih efektif dan efisien. Setiap pebisnis bisa mempraktekkan atau minimal mengadopsi informasi dari konsep ini.

J. New wave marketing
Di era horisontal ini, elemen-elemen ini bergeser. Intinya, pasar tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek karena penciptaan nilai pemasaran akan bertambah kalau kita mau melibatkan pelanggannya. Pergeseran itu misalnya dari segmentasi ke komunitisasi, targetting ke confirmation, positoning ke clarfication dan differentation ke codification. Sementara, bauran marketing 4p (product, price, place dan promotion) bergeser menjadi co-creation, currency communal activation dan conversation Berikut ringkasan pengertiannya:

  1. Communitization. Di sini, pemasar harus bisa membentuk suatu komuniats maupun memanfaatkan komunitas untuk mendukung aktivitas pemasaran. Dalam komunitas, ada ikatan antara anggota komunitas karena mereka memiliki faktor pengikat. Seperti kesamaan hobi, nilai dan sebagainya.
  2. Confirming. Proses ini sejalan dengan langkah awal komunitasasi di atas. Setelah kita mengidentifikasi sejumlah komunitas, kita akan mengkonfirmasi ke komunitas mana kita akan bergabung.
  3. Clarification. Klarifikasi dilakukan dengan menjelaskan persona maupun karakter kita kepada komunitas yang sudah kita konfirmasi sebelumnya dengan memberikan jawaban siapa diri kita sebenarnya.
  4. Codification. Kodifikasi merupakan proses memasukkan diferensiasi ke dalam DNA merek apapun pelanggannya.
  5. Co-creation. Langkah ini merupakan proses menciptakan produk dengan menjalin kemitraan dengan para pelanggan. Pelanggan dilibatkan dalam proses penciptaan produk.
  6. Currency. Harga biasanya dimakan secara tetap, sementara currency itu lebih fleksibel.
  7. Communal Activation. Ini merupakan upaya meningkatkan komunitas melaui pemimpin maupun akitifis komunitas sebagai pihak yang mampu memasarkan produk kepada para pelanggan komunitas lainnya.
  8. Conversation. Ini merupakan upaya menciptakan percakapan, baik antara produsen dengan konsumennya maupun konsumen dengan konsumen lainnya. Dalam percakapan, semua pihak yang terlibat adalah sejajar.
  9. Commercialization. Proses ini bersifat dua arah dimana terjadi pertukaran nilai antara perusahaan dan pelanggan. Proses ini tidak dilakukan secara langsung. Ada pengoptimalan peran rekomendasi antaranggota komunitas itu sendiri maupun pelanggan.

K. Ide pemasaran holistik
Ide pemasaran holistik adalah ide pemasaran yang sering dipakai pada akhir dekade ini. Komponen dalam orientasi ada 4, yaitu:

  1. Relationship marketing. Relationship marketing adalah pendekatan pemasaran pada pelanggannya yang meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan. Relationship marketing berkembang dalam dunia bisnis karena para pelaku bisnis menyadari bahwa untuk mengembangkan dan mempertahankan suatu bisnis, tidak hanya dengan mendapat pelanggan yang banyak tetapi juga bagaimana caranya mendapatkan pelanggan, memeliharanya dan mempertahankan pelanggan tersebut. Relationship marketing juga merupakan suatu praktik membagun hubungan jangka panjang yang memuasakan dengan pihak-pihak kunci meliputi pelanggan, pemasik dan penyalur guan mempertahankan preferensi dan bisnis jangka panjang.
  2. Integrated marketing atau pemasaran terpadu akan menimbulkan dua pemikiran yang hadir menyertainya. Pemikiran pertama tantang koordinasi dalam fungsi pemasaran itu sendiri dan pemikiran kedua mengenai keterkaitan antara fungsi. Ini berarti semua tugas dalam fungsi pemasaran dan fungsi bisnis lainnya mengarah serta berkomitmen memberikan kekuasaan kepada pelanggan. Keterpaduan antara tugas dan antara fungsi diukur melalui kemampuan memberikan kepuasan terhadap pelanggan yang dalam keberadaannya membentuk hirarki dan ordinal.
  3. Internal marketing atau pemasaran internal adalah proses yang terjadi dalam suatu perusahaan atau organisasi dimana proses fungsional sejajar, memotivasi dan memberdayakan karyawan di semua tingkat manajemen untuk memberikan pengalaman pelanggan yang memuaskan.
  4. Social Responbility. Social Responbility atau tanggung jawab sosial adalah ideologi atau teori bahwa entitas, baik itu organisasi atau individu memiliki kewajiban untuk bertindak menguntungkan masyarakat pada umumnya. Tanggung jawab ini dapat pasif, dengan menghindari terlibat dalam tindakan sosial berbahaya atau aktif dengan melakukan kegiatan yang secara langsung memajukan tujuan sosial.

L. Memahami karakter Konsumen
Indonesia memiliki lebih dari 220 juta penduduk dengan ratusan suku besar yang tersebar di berbagai pulau. Sekalipun berbeda-beda suku dan bahasa, namum pasti ada persamaan karakter yang bisa dijadikan patokan bagi para marketer atau penjual untuk menjalankan strategi marketing. 10 karakter konsumen Indonesia berikut ini bisa dijadikan referensi yang pas untuk itu. Namun anda harus meyelami karakter ini. Inilah karakter-karakter konsumen Indonesia yang harus dipahami agar lebih muda menyusun strategi pemasaran.

  1. Berpikir jangka pendek. Sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit diajak berpikir jangka panjang. Salah satu caranya adalah dengan mencari barang yang serba instan. Produk instan tersebut sangat laris manis di Indonesia. Hal ini tentu akan menyulitkan untuk memasarkan asuransi pada sebagian besar penduduk Indonesia karena konsumen cenderung enggan melakukan investasi. Salah satu strategi yang masih ampuh untuk konsumen berpikiran pendek adalah dengan memberikan diskon dan hadiah langsung pada produk yang tidak instan.
  2. Tidak terencana dalam membeli barang. Konsumen Indonesia termasuk konsumen yang tidak terbiasa merencanakan sesuatu. Sekalipun sudah, tapi mereka akan mengambil keputusan di saat-saat terakhir. Kebiasaan ini mirip dengan kebiasaan konsumen kelas satu. Namun jika kebiasaan pertama tidak melihat jauh ke depan, kebiasaan kedua ini tidak menyiapkan sesuatu jauh di belakang. Salah satu bentuk perilaku konsumen yang tidak punya rencana adalah terjadinya impulse buying (membeli tanpa rencana atau spontan membeli ketika tertarik pada sebuah produk). Strategi yang paling baik untuk karakter ini adalah dengan membuat display semenarik mungkin dan strategis tempatnya atau bisa juga dibantu dengan SPG.
  3. Suka berkumpul. Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita. Strategi paling aktif untuk karakter ini adalah strategi komunikasi dari mulut ke mulut. Hal ini terbukti dari riset para pembeli rumah lewat KPR. Awareness tertinggi konsumen terhadap produk KPR bukanlah berasal dari iklan atau brosur tetapi justru datang dari teman atau relasi. Kata kunci dari strategi mulut ke mulut ini adalah terletak pada opini leader dari komunitas yang ada. Sebab jika sang pemimpin bisa diyakinkan pada sebuah merek, maka dia akan memberikan rekomendasi kepada komunitasnya.
  4. Gagap teknologi. Rendahnya penetrasi teknologi tinggi di Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas konsumen kita relatif masih gaptek sehingga adopsi terhadap suatu teknologi relatif jauh lebih lambat. Hal ioni tampak dalam survei frontier tentang alasan konsumen tidak menggunakan mobile banking, 32,66% meyatakan tidak tahu mengoperasikannya dan 16,75% menganggapnya tidak aman. Rendahnya tingkat penetrasi produk teknologi tinggi berhubungan erat dengan tingkat pendidikan masyarakat kita. Namun jangan pesimis dulu. Untuk mengatasi masalah daya beli ini, pemasar bisa mengusung strategi price bundling, seperti yang dilakukan Fren, Exia, Flexi dan yang lainnya.
  5. Orientasi pada konteks. Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Tiga ciri spesifik konsumen kita dalam menyerap informasi adalah memiliki minat baca yang rendah, memilih segala sesuatu baik dari membaca atau meninton yang ringan dan menghibur dan mudah diubah persepsinya. Dampak dari ciri tersebut terhadap perilaku konsumsi orang Indonesi dibutuhkan dengan layanan informasi SMS yang didominsai layanan ringtones dan musik. Keengganan membaca juga menyebabkan konsumen kurang memperhatikan informasi yang terdapat pada suatu produk.
  6. Suka merek luar negeri. Penjajahan selama berabad-abad, mau tidak mau membuat bangsa Indonesia sering memandang inferior terhada diri sendiri atau bisa juga karena sifat gengsi sehingga membuat merek-merek dari luar negeri begitu mendominasi pasar Indonesia dibandingkan merek lokal.
  7. Religius. Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama. Sudah lama para pelaku bisnis memanfaatkan simbol-simbol agama dalam melakukan strategi pemasarannya. Promag adalah contoh sukses yang memanfaatkan hal itu. Kepedulian konsumen soal agama juga tercermin dari perilaku mereka dalam memilih produk yang berlabel halal walaupun kadang harus membayar lebih mahal.
  8. Gengsi. Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik status walaupun belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris terjual di negeri kita pada saat krisi ekonomi sekalipun.
  9. Kuat di subkultur. Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun unsur fanatisme kedaerahannya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain. Pada produk-produk tertentu, ada hal yang bersifat lokal yang memang harus diperhatikan. Contohnya, orang jawa suka manis, orang padang suka yang pedas dan lain sebagainya. Strategi pemasaran yang bisa dipakai adalah dengan membuat konten-konten lokal untuk kegiatan komunikasi atau dengan memperkuat aktivitas below the line di daerah dengan mengadopsi budaya lokal sehingga lebih mudah diterima konsumen setempat.
  10. Kurang peduli pada lingkungan. Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurang pedualian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jika melihat  prospek ke depan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah yang relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga lebih mudah memasarkan priodik dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka. Sebaliknya akan susah sekali memasarkan produk dengan tema remah lingkungan untuk kalangan bawah.

Mengerti jelas Tipe konsumen
Tipe-tipe konsumen sebaiknya dipelajari oleh penjual. Hal ini erkaitan dengan perilaku konsumen dengan memutuskan pembelian barang dan jasa serta untuk mempelajati tentang beberapa sebab atau faktor-faktor mengapa seseorang membeli barang dan jasa tertentu dengan merek tertentu pula. Beberapa cara yang paling tepat dalam memahami konsumen adalah dengan mempelajari faktor-faktor yang menjadi pendorong bagi seseorang serta respon mereka terhadap faktor tersebut. Terdapat dua kekuatan dari faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen, yaitu:

  1. Kekuatan sosial budaya. Perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh faktor budaya dan sikapnya sangat luas seperti sikap, pendapat, agama, bahasa dan lain-lain. Panutan masyarakat yang merupakan kelompok orang yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma dan perilaku konsumen. Bentuknya berupa kumpulan keluarga atau kelompok organisasi tertentu. Faktor keluarga juga merupakan kelompok terkecil yang mampu mempengaruhi dan menentukan sikap dalam mengambil keputusan
  2. Kekuatan faktor psikologis. Kepribadian konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti motif, IQ,cara berpikir, persepsi serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat san lain-lain. Sikap dan keyakinan sangat berpengaruh salam menentukan suatu produk, merek dan pelayanan.

Tipe Konsumen

  1. Tipe konsumen piknis. Tipe konsumen ini menunjukkan bentuk badan bulat, anggota badan berbentuk pendek dan wajahnya bulat dan lebar. Menunjukkan sifat peramah, suka berbicara, tenang, suka humor dan pendiam.
  2. Tipe konsumen Leptosom. Tipe ini menunjukkan tipe konsumen dengan tubuh yang agak kecil dan lemah, bahu tampak kecil. Menunjukkan orang yang angkuh dan idealis.
  3. Tipe konsumen atletis. Tipe konsumen ini dengan bentuk badan kokoh, pundak tampak lebar dan pinggul yang berisi. Menunjukkan karakter sifat konsumen yang banyak bergerak, penampilannya kalem dan jarang humor serta kaku.

Tipe-tipe di atas dapat menjadi referensi agar anda mudah dalam menjual barang. Dengan mengenali tipe-tipe konsumen, maka anda tentu dapat menerapkan beberapa trik yang ada dalam buku ini untuk mengembangkannya sendiri.

M. Pelayanan Prima
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merebut hati pelanggan. Di antaranya adalah dengan memberikan pelayanan prima. Ada beberapa tingkatan model pelayanan pelanggan yang dapat diterapkan oleh pemasar, yaitu:

  1. Pemberian pelayanan standar . Pemberian pelayanan standar merupakan tingkat pelayanan yang paling dasar. Pda level ini, pelanggan tidak perlu membeda-bedakan bagaimana cara melayani pelanggan antara yang satu dengan yang lainnya dengan asumsi mereka memiliki common needs dan interest yang relatif samaatau paling tidak bisa dianggap sama. Hal itu banyak diterpkan pemasar untuk melayani pelanggan segmen massa.
  2. Branded service. Yaitu pelayanan yang tidak hanya menonjolkan aspek excellence namun juga harus unik atau berbeda dengan para pesaing serta disesuaikan dengan brand promise yang dijanjikan pemasar kepada target pemasarnya. Dengan demikian, pada level ini model pelayanan setiap pemasar tidak harus sama dengan model pelayanan dari bank lain.
  3. Service with care. Merupakan pelayanan yang paling tinggi. Care dalam model pelayanan ini bukannya sekedar care dalam arti berempati kepada pelanggan seperti dalam konsep dasar dalam pelayanan service excellence. Namun di sini lebih mengutamakan esensi dari sebuah pelayanan yaitu mengutamakan pemberian solusi kepada pelanggan. Pada model pelayanan ini, care baru dapat diberikan kepda pelanggan jika pemasar memilliki budaya pelayanan kuat yang didukung dengan SDM yang memiliki karakter. Karakter yang dimaksud adalah trustworthiness, fairness, responbilit, respect, corporate citizenship dan caring.

Pelayanan penuh cinta
Persaingan dalam dunia pemasaran dewasa ini semakin dekat, apa lagi dengan berubahnya perilaku konsumen secara terus-menerus yang mengikuti perkembangan teknologi, ditambah dengan semakin cerdasnya konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Oleh karena itu diperlukan pendekatan baru agar perusahaan dapat menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Kecendrungan yang dilakuakn oleh pelanggan dalam mengambil keputusan pembelian dewasa ini lebih cenderung dipengaruhi oleh hati (emosional) pelanggan.

Oleh karena itu layanilah pelanggan dengan penuh cinta. Gagasan ini cukup sederhana, yaitu suatu cara agar pelanggan mencintai produk dan pemasaran yang dilakukan oleh pemasar. Karakteristik pelanggan adalah sangat mencintai produk dan layanan pemasaran, memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap produk perusahaan, adanya rasa memiliki dan bangga terhadap perusahaan, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan produk, perbaikan produk, kesempurnaan produk dan lain-lain. Agar pelanggan yang kita miliki menjadi pelanggan utama maka kita harus benar-benar mencintai pelanggan kita.

Hal-hal yang perlu pemasar lakukan adalah sebagai berikut:
1. Mencintai pelanggan dengan hati. Rasa cinta terhadap pelanggan bisa kita lakukan dengan menjadikan pelanggan sebagai bagian dari perusahaan kemudian mengkomunikasikannya. Dengan begitu hubungan timbal balik akan dirasakan. Ketika perusahaan dan pelanggan telah menjadi keluarga besar, maka harus ada sebuah komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Pemasar harus memiliki komitemen untuk bisa meningkatkan kesejahteraan pelanggan dengan cara seperti: Melayani pelanggan dengan penuh kasih sayang, memberikan perhatian yang optimal kepda pelanggan, memberikan kepuasan optimal, memberikan kepedulian dan dorongan kepada pelanggan untuk bisa selalu sukses dalam hal-hal tertentu dan lain-lain. Pemasar harus mengetahui kondisi kepuasan pelanggannya setiap waktunya, mengetahui dan memnuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan setiap waktu dan terus melakukan perbaikan secara terus menerus. Dengan begitu pelanggan pun akan mencintai perusahaan.
2. Menjadi pemasar yang dipercaya. Pemasar harus memiliki citra yang baik di mata pelanggannya agar pelanggan mencintai dan merasa bangga dalam mengonsumsi produk perusahaan. Pemasar harus terkenal dengan kejujurannya dengan memberikan informasi apa adanya, memberitahukan kekurangan dan kelebihan produk. Dari situlah pelanggan akan menilai kejujuran dari pemasar. Jika ternyata apa yang dikatakan pemasar tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, maka pelanggan akan kecewa dan mereka akan cenderung menceritakan pengalaman kekecewaannya kepada lingkungannya akibat pemasar tidak dipercaya lagi oleh pelanggan dan orang banyak. Pemasar pun harus mampu memberikan layanan prima kepada pelanggannya misalnya mampu melayani 24 jam sehari atau siap mengantarkan produk kepda konsumen dengan segera.

Intinya adalah pemasar yang mencintai pelanggannya tidak rela jika pelanggannya merasa kecewa. Oleh karena itu mereka harus mengetahui kondisi kepuasan pelanggannya setiap waktu, mengetahui dan memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan dan terus menerus melakukan perbaikan. Perusahaan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelanggannya. Dengan begitu, pelangganpun akan mencintai perusahaan dan pelayanan pemasar.

Layanan harus oke
Saat ini kualitas produk yang dijual oleh semua pemasar, rata-rata mendekati sama. Artinya pelanggan membeli produk apapun, tipis sekali perbedaanya. Kalau sudah begini, hanya perusahaan yang bisa melayani pelanggan dengan baik akan dipilih oleh pelanggan. Pelayanan berkualitas belum tentu mahal.

Untuk menciptakan layanan yang berkualitas, harus mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  1. Keandalan. Pemasar diharapkan menjual produk yang andal dan jangan mudah rusak. Selain itu, pemasar harus bertindak jujur dalam melayani pelanggan dan tepat janji. Janji yang diberikan bukan hanya sekedar janji, namun harus ditepati.
  2. Cepat tanggap. Restoran cepat saji MC Donald’s menggunakan jam pengukur sebagai komitmen untuk melayani pelanggan dengan dengan layanan yang cepat. Bila layanan lebih dari satu menit, maka pelanggan akan menerima bonus menu lain secara gratis. Staf perusahaan juga harus memperhatikan janji spesifik kepada pelanggan. Unsur lain yang penting adalah siap membantu pelanggan. Apapun posisi seseorang di dalam perusahaan, hendaknya selalu siap membantu pelanggan yang datang

N. Blog sebaga personal branding
Bagi kita semua blog adalah sesuatu yang biasa. Tempat kita semua menumpahkan unek-unek, tempat kita berbagi atau bahkan banyak juga yang menggunakan blog sebagai tempat menggunakan blog sebagai tempat menjalankan uasaha. Ya, sosial media itu bak kertas putih bersih dan kita sebagai pengguna dibebaskan untuk menggunakan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Beberapa blogger yang tekenal memulai aktivitas mereka pada saat mereka ada dalam situasi in between jobs dan menjadikan masa-masa tersebut sebagai waktu untuk melatih dan memposisikan mereka di dunia online sesuai dengan passion dan expertise yang mereka miliki.

Intinya dengan blog, anda bisa menciptakan kesempatan untuk membangun online personal brand anda. Anda tinggal melihat blogger-blogger yang berhasil menorehkan personal brand mereka di dunia online. Seperti: Rama Mamuaya (Daily social), Budi Putra (budiputra.com) dan lain sebagainya.

Jadi tiap orang dengan blog mereka bisa memposisikan diri mereka sesuai dengan apa yang mereka minati. Misalnya Dan Schwabel yang dikenal sebagai ekspert di bidang personal branding menggunakan blognya yang dikenal sebagai ekspert di bidang personal branding untuk memposisikan dirinya sebagai ahli di bidang tersebut.

Di bawah ini adalah cara-cara dasar blogging untuk membangun personal brand yang bisa membantu anda ditemukan di dunia online untuk mendapatkan pekerjaan atau karir baru.

  1. Gunakan domain sendiri dengan nama anda atau brand yang ingin anda angkat dan tetapbisa diasosiasikan dengan anda.
  2. Pilihlah hosting yang baik dalam hal SEO
  3. Selalu gunakan judul atau headline news yang menarik. Ini adalah faktor yang bisa menarik pengunjung untuk membaca lebih jauh.
  4. Gunakan sosial media lainnya untuk memperpanjang jangkauan blog anda ke jaringan yang lebih luas. Misalnya buka akun facebook atau twitter.
  5. Promosikan blog anda di social media yang punya banyak pengguna seperti twitter ataupun facebook.
  6. Jika perlu gunakan imafe untuk memperindah tampilan blog anda. Patikan anda menggunakan image yang legal bukan mengambil tanpa ijin di internet.
  7. Content. Gunakan bullet points daripada menulis blog dengan gaya bercerita. Ini akan memudahkan pembaca untuk mendapatkan poin-poin penting yang ingi anda sampaikan.
  8. Bergaul. Mengunjungi blog-blog lain yang sama fokusnya dan ikuta berkomentar pada posting-posting mereka.

Kini bagi anda yang merasa kesulitan untuk menentukan pilihan, dengan blogging anda bisa mulai melatih, belajar dan membangun passion anda sekaligus menaikka personal branding anda di mata dunia.

N. Atasi Rasa takut saat presentase penjualan

  1. Kenali sumber rasa takut. Perasaan takut pada saat menjual muncul dengan beraga pola. Umnya yang terjadi, takut salah menjelaskan seluk-beluk produk dan jasa dan senantiasa dihantui penolakan. Oleh karena itu, mengenal sumber rasa takut merupakan bagian terpenting ketika ingin menaklukkan rasa takut.
  2. Bertindak. Mendalami pengetahuan tantang produk atau jasa amat sangat diperlukan. Itu bisa dilakukan setelah mengetahui respons konsumen, atau mencari gaya tersenditri agar penyampaian terkesan asli dan lebih alami. Di tahap ini, seorang penjual tidak menilai kata tidak dari prospek atau calon pembeli secara pribadi.
  3. Antusias terhadap produk dan jasa. Salah satu teknik terbaik menanggulangi rasa takut adalah dengan mengubanhnya menjadi sifat antusias. Buat daftar sejumlah konsumen yang telah berhasil memetik keuntungan dari produk atau jasa yang pernah anda tawarkan. Simpan daftar tersebut di tempat yang mudah dilihat setiap hari, agar rasa percaya diri semakin terbentuk.
  4. Mengubah sudut pandang. Apakah anda menilai apa yang sedang anda kerjakan hanya berbagi informasi? Atau menunjukkan benefit dan Cuma berbagi sifat antusias? Jika anda tidak nyaman dengan kata menjual maka ubah sudut pandang tersebut lebih dari sekedar meyakinkan konsumen agar membeli.
  5. Mulai dari yang kecil. Pebisnis cenderung memilih proyek lebih besar dari yang bisa diselesaikan. Cara lain yang bisa ditempuh untuk mengatasi rasa takut saat menjual adalah dengan menjual produk atau jasa kepada teman-teman dekat , lalu relasi-relasi mereka dan seterusnya. Sebagai tambahan, penjual yang sukses senantiasa berinteraksi secara alami, bersemangat menciptakan suasana nyaman kepada prospek.
  6. Menjaga prestasi yang telah diraih. Kalau kita termasuk sukses dalam melakukan presentasi maka perlu menjaga posisi tersebut dan mencatatnya setiap hari. Hal sepele itu akan membantu meningkatkan rasa percaya diri betapa beban yang anda pikul terlepas secara istimewa.
  7. Menikmati pekerjaan. Jadikan tugas-tugas suatu aktivitas yang menyenangkan dan menarik, bukan sekedar sesuatu yang wajib. Contohnya dengan mengadakan acara yang menghibur saat berjualan, membagikan souvenir gratis, menyumbangkan produk atau jasa kepada yayasan sosial dan sebaginya.
  8. Fokus. Pelaku bisnis yang sukses meraih cita-cita dikarenakan mereka selalu fokus. Mereka mengingat keinginan, mengapa melakukannya, sehingga mereka mudah memiliki langkah selanjutnya.
  9. Memutuskan tindakan yang akan diambil. Sering kali kita menilai kata menjual adalah sesuatu yang sangat menekan konsumen. Lakukan penjualan melalui sikap “aku akan menawarkannya dengan cara menyenagkan dan penuh hasrat.” Pernyataan itu lebih baik dibanding “mereka pasti akan membeli dalam jumlah yang besar.”
  10. Selalu berlatih. Layaknya di bisnis konvesional, “menjual” akan semakin terasa ringan jika sering dilakukan. Mulailah dari yang kecil, ketakutan bagaimanapun meski dihadapi, kemudian berlatih menghadapinya setiap hari.

Angkringan Nasi Kucing


Ada banyak alasan dan analisa, kenapa Saya lebih aman memilih usaha angkringan nasi kucing, antara lain karena :

  1. Usaha kuliner Angkringan nasi kucing ini sudah dijalankan sejak lama dimulai dari daerah Klaten, Solo &  Jogjakarta sekitar tahun 1960, sehingga sudah terbukti bahwa usaha ini kebal akan berbagai krisis. Penjual nasi kucing yang dianggap pionir sebagai penjual nasi adalah Pak Man atau Lik Man. Pak Man biasa mangkal di dekat Stasiun Kereta api Tugu Jogja. Hingga kini angkringan Pak Man masih ramai dikunjungi orang.
  2. Saat ini Usaha angkringan nasi kucing sangat populer di jawa tengah ; Jogjakarta,hampir di setiap gang kota selalu ada angkringan nasi kucing, salah satu faktornya adalah karena makanan & minumannya lezat ; nikmat serta dibandrol denganharga yang murah. Sebagian besar penikmat sajian angkringan nasi kucing adalah kalangan mahasiswa.
  3. Angkringan nasi kucing menampilkan beragam menu makanan dan minuman, dari nasi yang disajikan dengan berbagai aneka lauk seperti : teri, ikan asin, ikan bandeng, orek tempe, bakmi, dll. Berbagai jenis sajian gorengan seperti ; tempe mendoan, bakwan, tape goreng, pisang goreng. Berbagai jenis sate ; baceman, antara lain : tahu, tempe, tempe gembus, sate telor puyuh, sate ampela ati, sate usus ayam, sate kerang, sate cakar ayam, sate kulit ayam, sate paru sapi, kepala ayam. Aneka menu wedang : Teh hangat, es teh, Jeruk hangat, es jeruk, kopi hitam, kopi instan, kopi jos, jahe susu, jahe original, teh jahe, wedang uwuh, wedang sekoteng, dll. Dengan beraneka ragam pilihan menu ini, customer akan bebas leluasa menyalurkan hasrat kulinernya.
  4. Angkringan nasi kucing, mengedepankan keramah tamahan, kebersamaan, tidak memandang golongan, suku, agama maupun ras, di Angkringan nasi kucing semua orang memiliki kedudukan dan strata yang sama.
  5. Angkringan nasi kucing adalah tempat berkumpulnya para intelektual, para pegawai, para mahasiswa bahkan sampai tukang becak. Berbagai informasi dan pengetahuan bahkan teman barupun bisa didapatkan ketika kita makan & nongkrong di angkringan nasi kucing.
  6. Saat ini usaha angkringan nasi kucing sudah mulai merambah kota-kota besar di Indonesia, salah satunya adalah JABODETABEK. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian warga Jabodetabek berasal dari komunitas suku Jawa, sehingga memudahkan usaha angkringan nasi kucing untuk diterima pada kalangan masyarakat umum. Sajian makanan & minuman yang disajikan juga halal & sehat dan disukai dari kalangan muda sampai tua.
  7. Usaha Angkringan nasi kucing tidak memerlukan investasi atau modal usaha yang besar, sehingga mayoritas masyarakat bisa memulai usaha ini. Lokasi jualannya pun hanya tempat di pinggir jalan atau emperan ruko di lokasi jalan yang ramai sampai tengah malam. Namun apabila Anda memiliki dana yang cukup besar, Anda pun bias menyewa kios atau ruko untuk berjualan angkringan.
  8. Resiko rugi usaha angkringan nasi kucing tetap ada, namun resiko ini bisa disiasati dengan berbagai tekhnik promosi, kematangan skill penjual angkringan & kerahaman penjual, serta kualitas & keanekaragaman makanan & minuman yang harus selalu ditingkatkan.
  9. Angkringan nasi kucing adalah tempat makan & minum yang tidak akan pernah mengusir pelanggannya berbeda dengan tempat makan lain pada umumnya. Ciri khas angkringan nasi kucing adalah tempat nongkrong, ngobrol panjang lebar sampai dengan larut malam bahkan dini hari.
  10. Usaha angkringan nasi kucing bisa membawa usaha lain seperti jualan rokok eceran, jualan bensin eceran, jualan pulsa elektrik, jual cemilan, jadi profit yang dihasilkan bersumber tidak hanya dari penjualan produk angkringan nasi kucing saja.

Bagaimana memulai bisnis Angkringan Nasi Kucing dengan menerapkan prinsip 4P (Product,Price,Placement,Promotion)

1) Product

Dalam usaha ini produk  yang di jual yaitu :

  • Beragam menu makanan dari nasi yang disajikan dengan berbagai aneka lauk seperti : teri, ikan asin, ikan bandeng, orek tempe, bakmi, dll.
  • Berbagai jenis sajian gorengan seperti ; tempe mendoan, bakwan, tape goreng, pisang goreng.
  • Berbagai jenis sate & baceman, antara lain : tahu, tempe, tempe gembus, sate telor puyuh, sate ampela ati, sate usus ayam, sate kerang, sate cakar ayam, sate kulit ayam, sate paru sapi, kepala ayam .
  • Aneka menu wedang : Teh hangat, es teh, Jeruk hangat, es jeruk, kopi hitam, kopi instan, kopi jos, jahe susu, jahe original, teh jahe, wedang uwuh, wedang sekoteng.

2)  Price

Harga yang diterapkan untuk berbagai menu di antara lain :

ANEKA MINUMAN :
Wedang Jahe Susu  Rp      4.000
Wedang Jahe Original  Rp      3.000
Wedang Teh Jahe  Rp      3.000
Teh Anget Manis  Rp      2.000
Jeruk Anget  Rp      3.500
Kopi Instan  Rp      2.000
Wedang Uwuh  Rp      3.500
Susu Putih Anget  Rp      3.000
Es Teh  Rp      2.500
Es Jeruk  Rp      3.500
ES Kopi  Rp      3.500
Es Extra Joss  Rp      3.500
Nasi Kucing + Lauk :  Rp      2.000
Mie Rebus + Telur  Rp      3.500
Mie Goreng + Telur  Rp      4.500
ANEKA SATE
Sate Usus  Rp      2.000
Sate Ceker Ayam  Rp      2.000
Sate Kikil  Rp      2.000
Kepala Ayam  Rp      2.000
Sate Telor Puyuh  Rp      2.500
Sate Sosis  Rp      2.500
Sate Sayap Ayam  Rp      3.000
Sate Ampela Ati  Rp      3.000
Aneka Gorengan  Rp         500

3) Placement

Untuk memecahkan permasalahan mencari lokasi, berikut ini Tekhnik yang bisa diterapkan dalam mencari dan menetukan lokasi berjualan :

  • Mencaari tahu dan menentukan daerah-daerah yang potensial untuk berjualan Angkringan nasi kucing, misalnya pinggir jalan utama, dekat rumah sakit, dekat kampus dan kos-kosan mahasiswa, dekat mal, dekat perkantoran, di depan atau di dalam kompleks perumahan, dekat tempat wisata, dan sebagainya. Apabila kita menentukan lokasi di dekat atau di dalam kompleks  perumahan, silahkan pilih lokasi yang berada disisi jalan “orang pulang kerja”, bukan di sisi  jalan “orang berangkat kerja “.
  • Memilih lokasi pinggir jalan dengan karakter pengendara yang berkendara dengan kecepatan sedang maupun pelan.  Ketika pengendara berkendara cepat, maka tidak akan sempat melihat lokasi jualan kita.
  • Lokasi di dekat kampus yang banyak kos-kosan mahasiswa adalah lokasi ideal sekali untuk berjualan Angkringan nasi kucing,
  • Untuk lokasi outdoor, dapat memilih lokasi yang strategis, bisa di emperan ruko atau emperan kios, parkiran mal, pintu masuk kampus, area rumah sakit, pusat kuliner di dalam perumahan, alun-alun, dll.
  • Memastikan lokasi outdoor  representatif, kondisi tanahnya tidak becek, tidak dekat tempat sampah, tidak dekat selokan yang bau.
  • Mencari dan memilih lokasi berjualan harus dilakukan dengan survey beberapa kali di hari yang berbeda dan jam yang berbeda pula. Jam survey yang perlu di lakukan adalah jam 16.00, jam 18.00, jam 20.00, jam 22.00 dan diatas jam 00.00, karena Angkringan nasi kucing biasanya buka sampai melewati tengah malam. Dari survey berbeda hari dan jam tadi kita akan mendapatkan hasil : jumlah kendaraan yang berlalu lalang di sekitar lokasi yang Anda pilih, sifat orang disekitar lokasi apakah suka belanja kuliner atau lebih cenderung suka makan dirumah, kondisi lapangan di jam malam ( jangan pilih lokasi yang sudah sepi orang lalu lalang diatas jam 22.00 ), apakah sudah ada pelaku bisnis yang sama, kalau sudah ada dan ternyata ramai, maka kita harus siapkan segala sesuatunya bersifat”lebih” daripada kompetitor.

4)  Promotion

Dalam menjalankan bisnis diperlukan beberapa media promosi, hal ini sangat berguna agar dengan sesegera mungkin dapat memperkenalkan usaha angkringan kepada masyarakat. Adapun beberapa tekhnik promosi yang dapat di terapkan untuk mengembangkan usaha Angkringan Nasi Kucing, antara lain adalah sebagai berikut :

  • Membuat flyer special discount. Flyer ini nanti berisikan informasi mengenai nama angkringan kita, berikut beberapa menu special, misal : nasi kucing, sate kerang, jahe susu, dll. Tidak lupa juga kita berikan alamat lokasi berjualan & jam buka. Agar lebih menarik calon customer, dalam flyer kita cantumkan discount atau potongan harga, misalnya, dengan menukar flyer akan mendapatkan gratis teh hangat manis, gratis 1 bakwan, dll. Selain discount sebaiknya kita cantumkan juga tanggal dan jam berlakunya discount, hal ini akan membawa dampak pada setiap jam kita akan kedatangan pengunjung, sehingga di mata orang-orang angkringan kita ramai. Flyer ini bisa disebar di perumahan-perumahan, titip di counter pulsa HP, ditaruh di atas mesin ATM, dibagikan kepada yg lewat, bekerjasama dengan loper koran untuk menyisipkan flyer kita kedalam koran.
  • Membuat account jejaring social seperti account di facebook , twitter, dll. Jejaring sosial adalah media promosi yang murah biayanya namun hasilnya sungguh dasyat. Melalui jejaring sosial kita dengan enaknya bisa menambah teman, untuk itu secepatnya kita berupaya menambah sebanyak-banyaknya teman kita di jejaring sosial sehingga proses promosinya akan semakin mudah & murah. Ketika account jejaring kita sudah memiliki banyak teman atau follower, maka kita tinggal sering2 bikin status yang bersifat promosi & informatif, misalnya kita bisa bikin status : “malam minggu daripada bingung nongkrong, lebih enak nongkrong di angkringan nasi kucing“, “Bagi rekan-rekan yang sering kehujanan & sedangmasuk angin, atasi masalahmu dengan minim jahe susu di angkringan Kami “ .Jangan lupa juga bagi para pengunjung yang sudah akrab dengan kita, kita minta untuk bikin status di account jejaring mereka pribadi, misal “gue lg nongkrong diangkringan.. ngumpul di sini aja coy.. “, “sate usus memang josss.. mau??? Aku tunggu di angkringan.. ga aku habisin kok satenya “, dll
  • Membuat neon box yang menarik. Neon box berfungsi sebagai alat petunjuk usaha kita, atau bisa dikatakan papan nama usaha kita. Kebanyakan bentuk neon bos adalah persegi panjang dan didalamnya diberi lampu neon sehingga akan terang dimalam hari. Sebagai penjual yang kreatif, sudah saatnya kita memikirkan sebuah neonbos yang menarik atau bagaimana neonbox kita memberikan nilai lebih dan tidak hanya berfungsi sebagai papan nama saja. Berikut ini neon box yang kami buat dan kami fungsikan sebagai pengingat bagi orang yang lewat didepan lokasi angkringan kita. Menambahkan jam dinding diatasnya, sehingga akan memberikan nilai lebih untuk neon box kita. Orang-orang yang berlalu lalang didepan lokasi angkringan kita akan merasa terbantu dengan adanya jam di neon box kita, mau tidak mau mereka setiap hari atau setiap lewat akan menoleh ke arah neon box kita.Sebuah neon box yang menarik akan dibicarakan terus menerus di kalangan masyarakat, hal ini akan memudahkan kita untuk mempromosikan usaha kita.
  • Mengundang berbagai macam komunitas, Cara ini sangat efektif kita terapkan ketika pertamakali buka angkringan, komunitas yang kita undang bisa beragam, dari komunitas anak muda seperti komunitas anak klub motor, klub mobil, anak music, dll, Komunitas orang dewasa & orang tua misalnya, klub badminton, klub arisan, dll. Dalam mengundang komunitas, ada baiknya dalam kurun waktu 1 bulan kita atur jadwal kedatangan mereka, misalnya untuk malam sabtu adalah komunitas orang dewasa & orang tua, sedangkan untuk malam minggu adalah komunitas anak muda. Untuk memberikan penghargaan atas para tamu dari komunitas ini, sebaiknya kita berikan discount khusus, misalnya, gratis es teh, gratis kopi manis, dll
  • Mengadakan live music sederhana, Teknik promosi ini bisa diterapkan ketika malam hari libur, seperti malam minggu ataupun malam libur tanggal merah. Peralatan music yang kita sediakan pun ala kadarnya saja karena kita tidak memerlukan suara yang keras maupun suasana yang hingar bingar, namun yang kita cari adalah suasana kekeluargaan dan kebersamaan. Untuk pengisi acara bisa kita tawarkan kepada komunitas-komonutas yang sebelumnya sudah kita undang.
  • Mengadakan lomba catur atau sejenisnya, Perlombaan ini bisa kita lakukan kapan saja tidak tergantung event misalnya event 17 Agustus, hanya saja lebih bagus kalau kita adakan pada malam hari libur, seperti malam sabtu atau malam minggu. Peserta yang kita undang pun bisa berasal dari beberapa wilayah atau daerah, maupun dari golongan orang dengan ekonomimampu maupun tukang ojeg.Untuk hadian bisa kita bikin hadiah yang lucu, misalnya hadiah utama adalah 1 ekor ayam jago, atau 1 tandan pisang, dll
  • Memasang Wifi, Dengan memasang wifi akan membuat para pengunjung angkringan Anda akan semakin betah untuk nongkrong. Dengan berlama-lama nongkrong secara otomatis mereka akan melakukan request untuk minuman berikutnya, atau beli rokok eceran. Hal lain yang didapatkan adalah, angkringan  akan terlihat selalu ramai, sehingga akan mengunadang pengunjung lain untuk mampir .
  • Memasang banner promosi di jalan, Banner ini adalah baner digital printing yang biasanya kita pasang di pohon atau tiang listrik disekitar lokasi angkringan kita. Fungsi dari banner ini adlah sebagai pengingat dan papan informasi bagi mereka yang aklan melintasi lokasi angkringan kita. Teknik promosi ini banyak diterapkan oleh beberapa rumah makan di Pantura, misalnya RM. Pring Sewu. Apabila bapak Ibu pernah melintasi jalan Pantura atau jalur selatan Jawa, pasti tidak asing lagi dengan papan nama RM. Pring Sewu, dari jarak 100KM, RM.Pring Sewu sudah memasang plang pengingat.
  • Menampilkan suasana lesehan, Suasana lesehan adalah suasana yang paling ideal bagi usaha angkringan nasi kucing. Dengan suasana lesehan, maka pembeli akan merasa nyaman, leluasa, bebas bergerak, bebas ngobrol sepuasnya tanpa khawatir akan diusir oleh penjual angkringan. Dengan hadirnya suasana lesehan dan penerangan yang cukup ( tidak terlalu terang namun tidak terlalu gelap ), maka kita harapkan customer akan melakukan pembelian ulang, misalnya nambah nasi, nambah gorengan ataupun nambah wedang. Dengan melakukan repeat order berarti akan menambah omzet penjualan kita.
  • Bekerjasama dengan pihak lain diluar jenis usaha angkringan. Kerjasama yang dimaksud adalah melakukan kerjasama dengan beberapa unit usaha yang belainan dengan angkringan, misalnya, bengkel mobil, warnet, pengelola lapangan futsal, dealer motor, bimbingan belajar, tukang service AC, dll. Teknis kerjasama ini adalah dengan cara kita membuat voucher discount yang kita berikan kepada pihak yang kita ajak kerjasama, misalnya adalah, “ Bagi yang melakukan service mobil, akan mendapatkan voucher makan 1 nasi kucing + 1 gorengan di angkringan kita”, “ dengan membeli motor di dealer motor “X”, akan mendapatkan voucher discount makan di angkringan “, dll. Sebaiknya kita menyiapkan sebuah surat resmi yang kita tujukan kepada pihak yang akan kita ajak bekerjasama, dengan memberikan surat resmi, akan mencerminkan bahwa usaha angkringan kita adalah usaha yang profesional dan memang pantas untuk diajak kerjasama pada waktu mendatang.
  • Mencari orang-orang di daerah kita yang merupakan “ artis ” di jejaring sosial. Banyak orang-orang awam yang menjadi artis di dunia maya khususnya jejaring sosial. Cara untuk mengetahuinya adalah kita harus rajin-rajin mencari di jejaring sosial, siapa saja yang mempunyai teman yang banyak di facebook, dan siapa yang mempunyai follower yang banyak di twitter. Apabila sudah menemukan, langkah selanjutnya adalah mengirimkan email kerjasama, kirim proposal sederhana ke inbox facebook yang bersangkutan, mengirim DM ke “artis” twitter tersebut. Proposal yang kita ajukan adalah berisi permintaan kepada yang bersangkutan untuk membuat status pada account jejaringsoaial mereka, dengan status-status yang mereka buat, maka ada ribuan orang yang akan melihat dan membacanya, dan akan tergerak untuk mengikuti apa yang ditulisoleh “artis” jejaring sosial tersebut. Sebagai imbalan kepada “artis” jejaring sosial ini, ada baiknya kita berikan voucher makan 1 x dalam 1 minggu sebesar Rp.20.000,-, Coba kita hitung antara biaya dalam 1 bulan untuk “artis” jejaring sosial ini, Rp.20.000 x 4 minggu = Rp.80.000, sedangkan yang bersangkutan kita minta minimal dalam 1 minggu sekali harus menulis status mengenai angkringan kita, bayangkan kalau teman atau followernya sebanyak 2.000 orang dan yang datang ke angkringan kita hanya 1% saja = 20 orang perminggu dari efek promosi “artis” jejaring soaial tersebut. 20 Orang dengan rata-rata satu orang beli di angkringan kita sebesar Rp.10.000,- maka akan berbuah omzet = 20 x Rp.10.000 = Rp.200.000 – Rp.20.000 ( voucer makan gratis “artis “ ) = Rp.180.000,-, lumayan untuk menambah omzet bulanan angkringan kita.
  • Membuat spanduk gerakan sosial. Pembuatan spanduk jalan ini harus bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yang Anda ajak bekerjasama. Biasanya spanduk sosial spt ini jarang diturunkan paksa oleh Satpol PP.
  • Membuat kartu nama yang menarik
  • Promosi melalui permen gratis yang Anda sediakan di antara sajian makanan. Apabila dalam 1 malam anda menghabiskan 2 bungkus perms isi tiap bungkusnya adalah 40pcs, berarti anda mengeluarkan budget sekitar 9rb u/ 2 bungkus. Biaya ini bisa anda gantikan dengan untung penjualan 3 gelas jahe susu.
  • Membuat sticker, Dengan media promosi sticker motor atau sticker mobil, maka angkringan Anda akan dipromosikan oleh para pelanggan Anda ke berbagai penjuru. Semakin banyak sticker yang berhasil ditempelkan, maka semakin cepat pula proses branding angkringan Anda.
  • Membuat kaos untuk komunitas angkringan Anda. Dengan media kaos yang bertuliskan nama angkringan Anda dan bisa juga disertai oleh beberapa sponsor, maka angkringan Anda akan semakin banyak dikenal oleh masyarakat luas.
  • Bekerja sama dengan bloger yang berdomisili di daerah Anda. Adalah langkah tepat, apabila Anda berani berkomunikasi dan bekerjasama dengan beberapa bloger kondang di daerah Anda. Ajukan saja permintaan kepada sang bloger untuk membahas usaha angkringan Anda di laman Blognya.
  • Promosi melalui radio, Ada beberapa cara untuk berpromosi dengan pihak radio, diantaranya adalah request lagu, mensponsori kuis di radio dengan hadiah makan gratis, ikut mensponsori acara-acara yang diprakarsai oleh managament radio, misalnya donor darah, bakti sosial.
  • Pemberian discount khusus untuk rombongan 1 keluarga Pemberian potongan harga kepada pembeli yang datang 1 keluarga, akan sangat membuat mereka berkesan, bercerita kepada teman-temannya, dan mengajak teman-teman mereka untuk mampir ke angkringan Anda.
  • Promosi gratis makan bagi pengunjung yang ulang tahun. Diskon gratis makan bagi yang ulang tahun merupakan service yang kita berikan bagi pengunjung, apalagi kalau yang ulang Tahun mengajak teman-temannya u/ nongkrong di angkringan Anda, yg gratis 1 orang yang bayar 5 orang….. mantab kan ?
  • SMS massal, teknik promosi ini mulai banyak digunakan oleh beberapa jenis usaha, sms masal ini bisa menggunakan software sms massal ataupun sms manual. Untuk melakukan promosi ini silahkan cari operator yang biasanya memberikan gratisan sms, sehingga bisa mengurangi biaya pengeluaran.
  • Pengunjung fiktif, Teknik promosi ini sangat umum dilakukan oleh beberapa usaha kuliner khususnya restoran, dalam masa pembukaan atau masa awal berjualan, mereka selalu mengajak atau meminta teman atau saudara u/ datang dan memarkirkan kendaraan baik motor maupun mobil di parkiran restoran atau warung makannya. Hal ini akan memberikan kesan bahwa usaha kita di hari-hari pembukaan usaha sudah ramai dikunjungi orang, secara psikologis orang lain akan tertarik untuk pengen tau dan pengen mencoba menu sajian usaha kita.Skema sederhana bisnis angkringan nasi kucing.  Berikut ini skema sederhana bisnis Angkringan Nasi Kucing:

Perhitungan omset harian :

Misalkan pengunjung per hari ( tamu ) 35 orang rata2 belanja tiap tamu Rp. 10.000 (makan ditempat + bungkus ) Maka :

  • Omset brutto harian  35 x Rp 10.000                                   Rp.     350.000
  • Omzet bulanan 30 x Rp 350.000                                           Rp 10.500.000

Pengeluaran :

  • biaya masak + minuman / bulan *                Rp.  6.000.000 ( 200.000/ hari )
  • karyawan 2 orang                                              Rp.  1.800.000
  • sewa tempat                                                       Rp.    400.000
  • listrik + keamanan                                            Rp.    100.000
  • biaya lain-lain                                                    Rp.    150.000

Total                                                                      Rp 8.450.000

  • Nett profit bulanan                                                                    Rp  2.050.000
  • Investasi awal 4.000.000
  • Pembelian perlengkapan tambahan 2.000.000
  • Nett profit bulanan 2.050.000
  • ROI 3 bulan

Perhitungan belanja harian sebesar 200.000 adalah perhitungan apabila kita memasak sendiri, ada solusi yang lebih efektif adalah apabila kita bisa mengajak tetangga untuk menjadi supplier makanannya , dan menerapkan sistem konsinyasi / titip jual, jadi kita  hanya membayarkan titipan makanan yang laku terjual.

MARKETING INSTANT


BAURAN pemasaran atau marketing mix,seperti apa yang dikemukakan oleh Philip Kotler yakni: harga (price), promosi (promotion),  distribusi(place), dan produk(product) menjadi faktor dominan di dalam menuju pangsa pasar (target market). Maka pemasaran (markrting) secara sederhana dapat di ilustrasikan sebagai wadah atau tempat memproses yang mengaplikasikan atau meramu bumbu-bumbu dan bahan baku secara khas untuk membuat produk atau jasa yang dapat menarik konsumen.

Adanya unsur keras dalam bauran pemasaran cenderung bersifat kuantitatif, dan merupakan unsur yang mahal jika dibandingkan dengan unsur lunak yang bersifat kualitatif (unsur kreatifitas, unsur pikologis, unsur perasaan, dan unsur keterampilan).Dalam himpitan persaingan bisnis yang semakin kompetitif, masing-masing  organisasi/perusahaan saling berlomba dan dituntut pandai melakukan kiat-kiat membidik pasar secara akurat agar memperoleh bagian pasar. Peran strategi yang ketat ini tampak dirasakan oleh industri fastfood.

Manusia yang telah terikat dalam suatu sistem organisasi tidak dapat melakukan suatu kegiatan dalam konteks sendiri-sendiri. Melainkan  harus  terintegrasi secara menyaluruh utuk mencapai tujuan. Karena  tujuan  organisasi  dapat  terwujud  manakala masing-masing bagian bekerja sama dalam suasana yang hamonis, tanpa memaksakan kehendak masing-masing. Dalam dunia pemasaran, aspek gaya atau trik yang dapat meyakinkan pembeli sangat mutlak diperlukan. Salah satu trik tersebut adalah apa yang disebut dengan salesmanship atau seni menjual. Dalam seni menjual, sangat terkait dengan “skill”.

13  Unsur Borden’s  Mix.

Tahun 1929, Niel Borden dari Harvard Business Research sudah menentukan bahwa tersedianya jenis resep yang tidak terbatas untuk  menciptakan nilai tambah dalam pasar. Kita banyak mengenal konsep marketing mix  seperti yang dipaparkan oleh Philip Kotler dengan konsep The Four P’s, yaitu : product, promotion, place, and price, dan konsep marketig mix yang lain, yakni The Three R’s (Relationship, Reability, and Reserch).

Dari berbagai mix tersebut di atas, ternyata Borden’s mix yang terdiri dari 13 unsur sampai saat ini masih relevan keberadaannya, namun kurang mendapat perhatian yang serius dari pelaku bisnis. Artinya di dalam melakukan proses marketing sebenarnya kita tidak hanya menentukan bumbunya,akan tetapi bagaimana cara memasak bumbu tersebut dan mencampurnya.Ke-13 unsur tersebut meliputi :

  1. Arsitektur produk. Dari segi lunaknya, arsitektur memberikan perasaan kerasan (at home) dan kecocokan dengan kebutuhan pelanggan.              
  2. Assortmen (pilihan). Dengan adanya tambahan pilihan produk, maka pelanggan akan lebih tertarik karena dengan tambahan assortmen, harga produksi relatif lebih  ringan.  
  3. Package (kemasan). Package merupupakan faktor ekonomis, yaitu terkait dengan faktor mengurangi resiko supaya  dalam pengiriman lebih aman.
  4. Brand name. Bila hanya terdapat satu produk saja, maka tidak perlu dipikirkan adanya brand name, karena merk dan produk menjadi identik.  Dulu orang membeli Philip selalu mendapatkan lampu tanpa komentar, sekarang perlu menjelaskan lebih lanjut.  
  5. Design. Integrasi dari faktor-faktor mix menciptakan kepribadian dari segiproduk yang relevan pada design. Sebagai contoh, Pabrik Olivetti untuk produk komputer menjadi leadingdalam hal design. 
  6. Harga. Adanya prinsip bahwa harga murah lebih laku dari pada harga mahal belum tentu berlaku. Di bidang kosmetik orang tidak membeli barangnya, akan  tetapi lebih pada membeli kecantikan atau cita-cita (dream) supaya awet muda.  
  7.  Distribusi. Distribusi merupakan faktor yang dari segi kerasmenentukan keuntungan dan volume, karena dapat menciptakan nilai tambah, sebab distribusi dapat meningkatkan pelayanan pada pelanggan. Dengan demikian distribusi merupakan strategi yang paling efektif.
  8.  Penjualan. Penjualan merupakan puncak dari proses marketing, sehingga dari segi keras, penjualan terkait dengan pendidikan dan keterlibatan pada company.
  9.  Reklame. Reklame merupakan pembawa message, kepuasan dan selera yang terkait dengan media, design serta pengaruh psikologis.
  10. Merchandising. Kegiatan yang terkait dengan  merchandising adalah melakukan seleksi, kombinasi,presentasi serta memberikan informasi dari sebuah produk tertentu agar supaya barangnya laku terjual.   
  11. Promosi. Kegiatan ini merupakan usaha untuk menarik pelanggan, caranya dapat dilakukan dengan cara memberi kesempatan untuk mencoba produknya. Hal yang sangat penting dalam promosi adalah menciptakan tawaran yang atraktif , misalnya dengan hadiah, kupon, penjualan di bawah harga umum dan sebagainya. 
  12.  Client servis. Perlu disadari bahwa seorang marketing  tidak hanya menjual barang,akan tetapi menjual nilai. Selam pelanggan belum bisa menikmati nilai tambah dari barang tersebut, maka marketing belum berhasil. Dengan demikian hubungan secara personal dengan pelanggan sangat dominan.  
  13. Public relations. Tidak semua stockholder mendapat perhatian secara maksimal, oleh karena peran public relations adalah menjaga agar kepuasan semua stakholder benar-benar dapat terpenuhi, yakni stocholder benefit. Itulah unsur-unsur dari borden’s mix yang masih terlupakan.

Public  Relations, mempunyai falsafah yang sangat mulia, yakni mengangkat martabat manusia, masyarakat tidak daoat dianggap bodoh, masyarakat perlu diberi informasi secara benar dan  jujur  serta masyarakat perlu dihormati dan ditingkatkan pendidikannya. Dalam konteks ini jelas bahwa public relations merupakan suatu pendekatan yang paling strategis, karena teknik yang digunakan sangat terkait dengan konsep komunikasi multi arah.

Public Relation sebagai sebuah fungsi manajemen yang memfokuskan diri pada membangun/mengembangkan relasi serta komunikasi yang dilakukan individual maupun organisasi terhadap public guna menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Publick yang dimaksud ada tujuh kategori publik, yaitu para Employees-Stocholders-Communities-Media-Government-Investment-Community-Cutomers. Dari pengertian tersebut tampak bahwa aktifitas Public Relations berada pada kata manajemen relasi dan komunikasi yang berujung pada terciptanya hubungan baik dengan berbagai pihak demi meningkatkan pencitraan individu atauperusahaan tersebut. Pencitraan yang terbentuk dengan baik akan memberikan dampak yang baik pula demi terciptanya tujuan-tujuan yang ditetapkan individu atau pun organisasi.

Ada 5 (lima) M peran dan tugas seorang pemasar. Pertama, meningkatkan kepuasan pelanggan. Ketua, menciptakan pembeli potensial. Ketiga, meningkatkan permintaan. Keempat, menjadikan permintaan inalistik. Kelima, menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kelima aspek tersebut dapat tercapai apabila kita mampu memahami adanya konsep dasar dari pemasaran, yakni: adanya, kebutuhan, keinginan, permintaan, produk, nilai, pertukaran, transaksi, dan pasar.

Sumber : Bambang Darmadi, Marketing instans, Universitas Atma Jaya,  Yogyakarta, 2010.

 

Integralitas Etika Bisnis


salesETIKA berasal dari kata ethos diartikan sebagai adat istiadat atau kebiasaan. Etika dihubungkan dengan filsafat moral, ilmu yang membahas nilai dan norma yang diberikan oleh moralitas dan etika dalam pengertian pertama di atas.Nietzsche berpendapat Etika sebagai ilmu menghimbau orang untuk memiliki moralitas tuan dan bukan moralitas hamba.

Etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdibud)[1] : Etika adalah : a. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, b. tentang hak dan kewajiban moral (akhlak), c. nilai mengenai benar dan salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarkat umum.  Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan bertanggungjawab.

Etika (Ethics) dapat  diartikan sebagai berikut : (a). dasar moral yaitu nilai-nilai tentang apa yang baik dan apa yang buruk, dan berkaitan dengan hak dan kewajiban. (b). Sebagai pedoman perilaku, sikap atau tindakan yang diterima dan diakui sehubungan dengan kegiatan manusia atau  kelompok tertentu. (c). Merupakan persoalan pendidikan, memberikan contoh yang benar dan pelayanan untuk mempraktekan perilaku moral dengan dialog yang jujur. Dalam hal ini, etika merupakan proses pembelajaran mengenai benar dan salah dan kemudian melakukan hal yang benar. (d). Etika dipandang sebagai ilmu tentang berperilaku mencakup aturan dasar yang dianut dalam hidup dan kehidupan.

Pada prinsipnya etika (ethics) mengacu  pada; a). Norma moral. Moral berhubungan dengan suatu tindakan antara yang benar dan salah dan  mengacu pada standar yang diakui tentang sikap yang benar dan baik. Tindakan yang sesuai norma disebut tindakan bermoral  baik, dan sebaliknya yang tidak sesuai dengan norma tersebut bermoral buruk atau immoral. b). Sikap dari kelompok tertentu atau seprofesi. C). Rambu-rambu prinsip moral yang menyeluruh, terutama rambu-rambu profesi tertentu.

Arti Bisnis dari yang telah dijelaskan di BAB 1 diatas adalah “keseluruhan kegiatan usaha yang dijalankan oleh orang atau badan secara teratur dan terus menerus yaitu berupa kegiatan mengadakan barang-barang atau jasa-jasa maupun fasilitas-fasilitas untuk diperjualbelikan, dipertukarakan, atau  disewakan dengan  tujuan mendapatkan keuntungan.  Menurut Kamus Besar Indonesia :  “Bisnis adalah usaha dagang, usaha komersial dalam dunia perdagangan”

Etika Bisnis

Dalam Etika Bisnis diterapkan secara khusus prinsip-prinsip dan norma-norma moral di bidang bisnis. The World Book Encyclopedia (2008), mengungkapkan etika mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang benar dan salah dengan menggunakan metode “reasoning”, bukan benar-salah menurut kepercayaan atau tradisi.

Oleh karena itu, selalu ada ”reason” (alasan) mengapa kita harus memegang teguh etika. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan berikut ini dan lihatlah apa yang Anda akan dapatkan kalau Anda konsisten menjalankan apa yang Anda katakan (Maxwell, 1982):

Apa yang Saya Katakan Apa yang Saya Lakukan Apa Yang Mereka Kerjakan
Saya bilang pada karyawan: “Datanglah ke kantor tepat waktu.” Saya  tiba tepat waktu Mereka datang tepat waktu
Saya katakan pada karyawan: “Bersikaplah positif” Saya menunjukkan sikap positif Mereka akan berperilaku positif
Saya katakan pada karyawan: “Utamakan pelanggan” Saya mendahulukan konsumen Mereka mengutamakan konsumen

Boone and Curtz (2002:44) mengartikan etika bisnis sebagai standar perilaku dan nilai-nilai moral yang mengontrol tindakan serta keputusan pelaku bisnis sedangkan Bertens (2000) mengartikannya sebagai sebuah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis Responsibility- Consequences of management actions and decision.  Kant mengungkapkan kalau Kebebasan dan tanggung jawab adalah unsur pokok dari otonomi moral yang merupakan salah satu prinsip utama moralitas, termasuk etika bisnis.

Etika Bisnis merupakan salah satu bentuk dari Etika Terapan. Sehingga kenapa berbisnis perlu menggunakan etika antara lain :

  1. Bisnis tidak hanya bertujuan untuk profit melainkan perlu mempertimbangkan nilai-nilai manusiawi, nilai-nilai kejujuran dan nilai hokum positif apabila tidak akan mengorbankan hidup banyak orang, sehingga masyarakat pun berkepentingan agar bisnis dilaksanakan secara etis;
  2. Bisnis dilakukan diantara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, sehingga membutuhkan etika sebagai pedoman dan orientasi bagi pengambilan keputusan, kegiatan, dan tindak tanduk manusia dalam berhubungan (bisnis) satu dengan lainnya;
  3. Bisnis saat ini dilakukan dalam persaingan yang sangat ketat, maka dalam persaingan bisnis tersebut, orang yang bersaing dengan tetap memperhatikan norma-norma etis pada iklim yang semakin profesional justru akan menang.
  4. Etika dalam berbisnis ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri. Perkembangan dunia usaha untuk kemajuan teknologi perusahaan yang berskala produksi besar dan menyerap banyak tenaga kerja. khususnya dengan adanya perubahan perusahaan tersebut  harus menyadari bahwa dalam beroperasi harus memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
  5. Dunia usaha berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat denga mempertimbangkan pula faktor lingkungan hidup. Dunia usaha tidak lagi hanya memperhatikan catatan keuangan perusahaan semata (single bottom line), melainkan sudah meliputi aspek keuangan, aspek sosial, dan aspek lingkungan yang biasa disebut triple bottom line.  Lingkungan hidup dan permasalahan sosial yang ditimbulkan semakin tegas, juga standar dan hukum yang akan berlaku. Beberapa investor dan perusahaam manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR (Corporate Social Responsibility)

Berbisnis dengan Etis?

Berperilaku jujur dalam menjalankan aktivitas bisnis. Ini meliputi seluruh aspek dalam menjalankan usaha. Misalnya dalam aspek produksi berarti kita menghasilkan produksi sesuai dengan standar kualitas, aman dikonsumsi orang lain, dan memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh hukum maupun pembeli. Jujur berarti terbuka, menyebutkan segala kekurangan dan bahaya yang timbul dari produk anda. Jujur dalam berproduksi, memasarkan dan jujur dalam membayar pajak.

Perusahaan yang tumbuh menjadi besar didirikan oleh:

  1. Orang-orang biasa yang sedari awal memegang teguh nilai-nilai moral dan etika.
  2. Menjaga kepercayaan dan tidak sembarangan dalam berkata-kata, apalagi dalam bertindak.
  3. Bekerja dengan tata nilai, dan merekrut orang dengan melihat nilai-nilai yang dianutnya. Mereka menanamkan nilai-nilai yang sehat sedari awal.

Peter Koestenbaum (2002) memberikan formula untuk memahami etika sebagai “melayani sesama”.  Karena keberadaan kita ditentukan oleh adanya orang lain, maka janganlah melakukan sesuatu pada   orang lain atas apa yang kita sendiri tidak senang menerimanya. Misalnya, anda tak senang tertipu, maka janganlah melakukan penipuan pada orang lain. Melayani sesama juga berarti Anda mau melihat dari kacamata orang lain. Masuklah ke dalam alam berpikir orang lain (another person’s point of view) dan lihatlah apakah perbuatan Anda menyenangkan atau tidak.

Seringkali orang tidak menyadari perbuatannya akan mencelakakan orang lain sebelum waktunya tiba “Melayani sesama” juga berarti Anda menjadi seorang yang lebih dari orang yang mengembangkan orang lain (karyawan)

Anda berarti menjadi mentor/ guru yang membantu karyawan – karyawan anda menemukan hidupnya, melepaskan belenggu – belenggu mereka dan membuat hidup mereka lebih bermakna, lebih bernilai.

  1. Jangan masuk ke dalam bisnis yang tidak riil, apalagi yang menjanjikan kekayaan dalam waktu cepat (instant). Hindarilah membaca buku-buku yang menjanjikan cara-cara cepat, instan dan memotong kompas.
  2. Yakinkan dan ucapkan terus dalam diri Anda bahwa Anda mampu bekerja keras dan kerja keras selalu berakhir baik.
  3. Berbisnislah dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan, persamaan, keterbukaan, win-win, melayani dan tanamkanlah nilai-nilai itu di usaha yang Anda bangun.
  4. Jangan tergoda untuk cepat berhasil. Ingatlah semua ada waktunya. Waktu yang terlalu cepat dipacu dapat beresiko negatif.
  5. Rekrutlah karyawan yang jujur dan jalankan apa yang Anda ucapkan.

PERAN ETIKA DALAM BISNIS

Cutlip,et.al (1007:141) berpendapat etika dan pemberlakuan aturan perilaku ini penting untuk melindungi orang-orang yang mempercayakan dirinya kepada kalangan professional yaitu antara lain : a). privelese profesi yaitu tinjauan berdasarkan pada kepercayaa public terhadap keahlian dan kebenaran tindakan profesional b). Status profesi. C). Otoritas profesi.

Untuk lebih lengkap lagi, Peran etika dalam bisnis begitu penting antara lain :

  1. Untuk membangun kultur bisnis yang sehat, idealnya dimulai dari perumusan etika yang akan digunakan sebagai norma perilaku sebelum aturan (hukum) perilaku dibuat dan laksanakan, atau aturan (norma) etika tersebut diwujudkan dalam bentuk aturan hukum.
  2. Sebagai kontrol terhadap individu.pelaku dalam bisnis yaitu melalui penerapan kebiasaan atau budaya moral atas pemahaman dan penghayatan nilai-nilai dalam prinsip moral sebagai inti kekuatan suatu perusahaan dengan mengutamakan kejujuran, bertanggung jawab, disiplin, berperilaku tanpa diskriminasi.
  3. Etika bisnis hanya bisa berperan dalam suatu komunitas moral, tidak merupakan komitmen individual saja, tetapi tercantum dalam suatu kerangka sosial;
  4. Etika bisnis menjamin bergulirnya kegiatan bisnis dalam jangka panjang, tidak terfokus pada keuntungan jangka pendek saja;
  5. Etika bisnis akan meningkatkan kepuasan pegawai yang merupakan stakeholders yang penting untuk diperhatikan.
  6. Etika bisnis membawa pelaku bisnis untuk masuk dalam bisnis internasional.
  7. Pengelolaan bisnis secara profesional ; berdasarkan keahlian dan ketrampilan khusus, mempunyai komitmen moral yang tinggi, menjalankan usahanya berdasarkan profesi/keahlian

TEORI ETIKA DAN ALIRAN FILSAFAT

Etika ditinjau dari segi filsafat : Etika sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk sebagai pedoman sikap dan  tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan norma-norma.

  1. Etika Utilitarian

Etika utilitarian menitik beratkan pada utilitas atau hasil yang diharapkan daris etiap keputusan untuk menentukan apa yang Baik atau buruk dan setiap tindakan diukur dari apakah tindakan itu menghasilkan tingkat kesenangan atau kebahagian dan kemanfaatan yang terbanyak dengan pengorbanan yang sedikit. Filsafat ini dipelopori oleh Jeremy bentham (1780) dan john stuart mills (1861) yang berusaha memaksimalkan manfaat dari keputusan untuk orang sebanyak-banyaknya dan meminimalkan konsekuensi negative bagi orang lain.[2]

  1. Etika Deontologi

Etika Deontologi berasal dari kata Yunani Deon artinya kewajiban. penekanan pada kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. “baik atau buruk setiap tindakan tidak diukur dari hasil nya, tetapi merupakan kewajiban moral /tugas yang bersumber dari kehendak secara mandiri.

Suatu tindakan itu baik  dinilai berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri bukan pada akibat atau tujuan baik dari tindakan itu Tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan berdasarkan kewajiban yang memang  harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat tindakan itu. Menekankan motivasi, kemauan baik dari pelaku bisnis. Filsafat etika ini dipelopori oleh imanuel kant (1724-1804) yang mengungkapkan etika harus dipandu oleh kewajiban ketimbang konsekuensi.

Tiga prinsip supaya tindakan itu mempunyai nilai moral:

  1. Tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban;
  2. Tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu, melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu;
  3. Dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal.

3. EtikaTeleologi.

Etika yang mengukur  baik  buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan  yang hendak  dicapai,  atau berdasarkan   akibat  yang    ditimbulkan   oleh tindakan tersebut.

PRINSIP DAN LANDASAN ETIKA BISNIS

Prinsip etika bisnis pada umumnya melihat juga bagaimana budaya yang ada disekitarnya atau lingkungannya turut mewarisi budaya perusahaan. Seperti halnya pada bangsa Jepang dengan budaya “Bushido” dan bisnis yang bermula/berasal dari team work  keluarga yang terus melekat pada budaya perusahaan. Semangat” Bushido” dilandasi; kejujuran, keberanian, keadilan, kesetiaan, kedermawanan dan pengendalian diri.

Permasalahan yang sering kita temukan dalam kehidupan bisnis yaitu apabila terjadi penyimpangan etika bisnis yang sudah mendarah daging, sangat sulit diatasi dalam waktu singkat, seperti halnya budaya sogok, suap, dan sebagainya.

Oleh karena itu peranan dan penegakkan hukum sangat penting dan diperlukan,  sebagai sarana  yang tepat untuk mendorong ditaatinya nilai etis tertentu dalam bisnis. Ada beberapa prinsip dasar dalam etika bisnis antara lain :

  1. Prinsip Otonomi yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keselarasan tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
  2. Prinsip Kejujuran; dalam hal ini kejujuran adalah merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis, kejujuran dalam pelaksanaan kontrol terhadap konsumen, dalam hubungan kerja, dan sebagainya.
  3. Prinsip Keadilan bahwa setiap orang dalam berbisnis diperlakukan sesuai dengan haknya masing-masing dan tidak ada yang boleh dirugikan.
  4. Prinsip Saling menguntungkan; juga dalam bisnis yang kompetitif.
  5. Prinsip integritas moral; ini merupakan dasar dalam berbisnis, harus menjaga nama baik perusahaan tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.
  6. Prinsip berbagi; saling membantu dan saling menjaga antara produsen dan konsumen.

Dalam pengelolaan perusahaan yang baik dikenal prinsip “GCG”( Good Corporate Governance) , dengan memperhatikan prinsip-prinsip bisnis : prinsip fairness, prinsip transparancy, prinsip accountability, prinsip responsibility.

1)     Transparansi: yaitu ketebukaan dalam melaksanakan prosespengambilan keputusan dalam mengemukakan informasi materriil dan relevan mengenai perusahaan.

2)     Kemandirian, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa bentruran kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak ,manapun yang i manapun yang tidak sesuai denag peraturan perundan-undangan yang berlaku.

3)     Akuntabilitas yaitu kejelasan fungsi,pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelola perusahaan terlaksana secara efektif.

4)     Pertanggungjawaban, yaitu kesesuain di dalam pengelolaan prsh terhadap peraturan per-uu-an yang berlaku.

5)     Kewajaran, yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peratutan per-uu-an yang berlaku.

PELANGGARAN ETIKA BISNIS

Masalah yang sering terjadi dalam kegiatan berbisnis misalnya :

1)     Bidang Periklanan.

yang dilihat dari persepektif etika bisnis : iklan tidak ada unsur kebohongan/penipuan; Pernyataan yang     menyesatkan; bertentangan dengan moral/etika; serta menghina ras dan agama.

2)     Pelanggaran Terhadap Haki.

Pelanggaran, penjiplakan terhadap hak Cipta, Merk, Paten, Disain Industri, Rahasia Dagang, dan sebagainya.

3)     Menjalin usaha yang ilegal.

Berhubungan dengan bisnis illegal seperti memperjual belikan minuman keras, rokok, narkoba atau bisnis malah meningkatkan rusaknya kehidupan masyarakat konsumen.

4)     Persaingan tidak sehat.

Persaingan menunjukan adanya dinamisasi dan bsia meningkatkan sehatnya suatu organisasi bisnis, tetapi akan berubah kalau dilakukan dengan tidak sehat, seperti monopoli, duopoly, oligopoly.

5)     Moralitas.

  1. Membangun bisnis untuk usaha besar, tanpa memperhitungkan faktor/dampak lingkungan (fisik, non fisik) dan tanpa prosedur yang benar
  2. Untuk memperbesar keuntungan sehingga menurunkan kualitas produksinya.
  3. Bisnis yang hanya memfokuskan pada bagian efisiensi (biaya/cost, overhead) dan rasionalisasi tanpa memperhatikan unsur moral.

6).  Penegakan Hukum dan Etika.

Reformasi moral melalui pemberdayaan hukum dan upaya-upaya yang dapat dilaksanakan di bidang hukum antara lain pemberian atau penegakan sanksi, perlindungan di bidang HAKI  (Hak Atas Kekayaan Intelektual seperti Hak Cipta, hak Paten, Merk, Perlidungan Tahasia Dagang, Desain Industri), perlindungan  hukum bagi tenaga kerja di bidang hukum ketenagakerjaan, perlindungan  konsumen dan persaingan usaha tidak  sehat, dan sebagainya).

Midian Simanjuntak (Kompas, 16 Sepetember 1989, h.5) membagi Prilaku bisnis yang tidak etis kedalam 5 kelompok objek atau sasaran pengusaha : pembeli dan penjual, kompetitor, pejabat government, assets dan lingkungan.

Pembeli dan penjual

Berbagai prilaku yang dapat dianggap tidak etis terhadap customers (pihak pembeli maupun penjual terhadap suatu perusahaan) adalah sebagai berikut :

  1. Diskriminsasi harga (Price discrimination)
  2. Penjualan suatu barang yang dikaitkan dengan penjualan barang lain yang sebenarnya tidak termasuk suatu kesatuan (Tying arrangement/contract)
  3. Mengenakan persyaratan perjanjian dengan pembeli yang menyatakan bahwa pembeli tidak akan membeli barang yang serupa dari kompetitor penjual. (Exclusive dealing)
  4. Penetapan harga eceran minimm oleh produsen kepada pengecer (Price fixing) atau penetapan harga jual kembali kepada pembelinya (Resale price maintenance) atau produsen membatasi daerah penjualan penyalurnya sehingga diantara sesama penyalurnya tdiak erjadi kompetisi (Territorial restriction)
  5. Praktik dagang yang menyesatkan atau menipu pembeli (Deceptive trade practices)

Kompetitor

perusahaan dengan monopoli akan mendapatkan keuntungan yang abnormal tinggi dengan harga jual tinggi dibanding dengan adanya kompetitor, kemampuan mendikte pasar yang dilakukan sekelompok atau satu perusahaan, keinginan untuk menguasai pasar dengan fair competition bukan free competition, selain prilaku tidak etis untuk menghancurkan kompetitor seperti :

  1. Dumping. Tindakan dumping dimaksudkan untuk merebut pasangsa pasar melalui penjualan dengan harga yang sangat rendah, biasanya dibawah biaya pokok. Perusahaan seperti ini bersedia menderita rugi untuk periode tertentu sampai mendapat pangsa pasar, akibatnya kompetitor lemah akan terdepak dari arena bisnis, setelah kompetitor hilang barulah meningkatkan harga yang abnormal.
  2. Concerted activities by competitors yaitu aksi bersama dari beberapa perusahaan yang sebanarnya konpetitor. Misalnya pertukaran informasi harga. Prilaku ini semodel dengan group boycott yakni kelompok pembeli/penjual bersepakat untuk menolak untuk menuual kepada atau mebeli dari seseorang atau kelompok orang. Bentuk ekstrim lainnya seperti kartel.
  3. Interlocking directorates. Seseorang menjadi anggota direksi dari dua atau lebih perushaan besar yang merupakan kompetitor, besar sekali kemungkinan perushaan itu secara bersama memiliimkemampuan berprilaku seperti monopolis/monopsonis.

Pejabat  government

Perilaku tidak etis terhadap para perilaku pejabat government ini ialah penyogokan dan kolaborasi.

ETIKA BISNIS TINJAUAN HUKUM DAN AGAMA

1). Hukum Dan Etika

Etika dipandang sebagai “state of the art” hukum yaitu dimana pedoman perilaku yang ada saat ini ditafsirkan ke dalam hukum dan digunakan sebagai pedoman selanjutnya untuk masa yang akan datang.

Hukum akan mengkodifikasi harapan dari etika dalam melaksanakan kegiatan bisnis. Meskipun disadari tidak semua harapan etika tersebut dapat dipenuhi oleh hukum. Norma etika memang bersifat dinamis, tetapi begitu ia dituangkan dalam ketentuan hukum sifat dinamisnya menjadi berkurang/bahkan mungkin menjadi statis. Maka di sini hukum tentunya harus memperhatikan pula apabila adanya perubahan-perubahan.

2).  Landasan Hukum Bisnis

  1. a) Landasan Ideal : Pancasila
  2. b) Landasan Konstitusional : UUD 1945 è Pasal 33, Pasal 26 ayat 2

Ketentuan hukum lainnya  :

  1. Hukum Perdata (KUH Perdata, KUH dagang)
  2. Hukum Pidana
  3. UU Perpajakan dan Peraturan Pelaksanaanya
  4. UU Perseroan Terbatas (UU No. 1/1995)
  5. UU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU No.5/1999
  6. UU Perlindungan Konsumen (UU No. 8/1999)
  7. Hukum dagang
  8. Hukum Ketenagakerjaan dan Peraturan pelaksanaanya
  9. UU HAKI : UU No. 14/2001 tentang paten, UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek, UU No. 19/2002 tentang Hak Cipta
  10. UU tentang Rahasua Dagang (UU No. 30/2000)
  11. UU Kepailitan dan Peniadaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU No. 37/2004)
  12. UU Perkoperasian (UU No. 25/1992)
  13. UU Tindak Pidana Pencucian Utang (UU No. 15/2002 dan UU No. 25/2003)
  14. Peraturan Daerah.

3). Bisnis Dalam Tinjuan Agama

Etika bisnis dalam tinjauan agama sudah tertata dengan baik sebagaimana diungkapkan dalam tinjauan Islam. Pengertian “Akhlak” berasal dari bahasa Arab, jamak dari “ khuluqun”, artinya budi pekerti, tingkah laku. Akhlak sebagai ilmu menurut Islam adalah mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, yang berlakunya universal dan komprehensif bagi seluruh umat manusia disegala waktu dan tempat. Apakah dalam bisnis diperlukan etika atau moral? Jawabannya sangat diperlukan dalam rangka untuk melangsungkan bisnis secara teratur, terarah dan bermartabat. Bukanlah manusia adalah makhluk yang bermartabat?

Islam sebagai agama yang telah sempurna sudah barang tentu memberikan rambu-rambu dalam melakukan transaksi, istilah al-tijarah, al-baiu, tadayantum dan isytara (Muhammad dan Lukman Fauroni, 2002: 29) yang disebutkan dalam al-Qur’an sebagai pertanda bahwa Islam memiliki perhatian yang serius tentang dunia usaha atau perdagangan.

Dalam menjalankan usaha dagangnya tetap harus berada dalam rambu-rambu tersebut. Rasulullah Saw telah memberikan contoh yang dapat diteladani dalam berbisnis, misalnya:

  1.   Kejujuran.

Sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang, baik harta, ilmu pengetahuan, dan hal-hal yang bersifat rahasia yang wajib diperlihara atau disampaikan kepada yang berhak menerima, harus disampaikan apa adanya tidak dikurangi atau ditambah-tambahi (Barmawie Umary, 1988: 44).

يأيها الذين امنوا اتقوا الله وكونوا مع الصادقين #

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan  hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur(Q.S. al-Taubah: 119)

والذين هم لأماناتهم وعهدهم راعون #

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amant (yang dipikulnya) dan janjinya(Q.S. al-Mu’minun: 8)

Rasulullah Saw pada suatu hari melewati pasar, dimana dijual seonggok makanan. Beliau masukkan tangannya keonggokan itu, dan jari-jarinya menemukannya basah. Beliau bertanya: “Apakah ini hai penjual”? Dia berkata “Itu meletakannya di atas agar orang melihatnya? Siapa yang menipu kami, maka bukan dia kelompok kami” (Quraish Shihab, Ibid.: 8).

  1. Keadilan

Islam sangat mengajurkan untuk berbuat adil dalam berbisnis, dan melarang berbuat curang atau berlaku dzalim. Rasulullah diutus Allah untuk membangun keadilan.   Kecelakaan besar bagi orang yang berbuat curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain meminta untuk dipenuhi, sementara kalau menakar atau menimbang untuk orang selalu dikurangi.

واوفوا الكيل اذا كلتم وزنوا بالقسطاس المستقيم ذالك خير وأحسن تأويلا

(الإسراء:35)

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

(Q.S. al-Isra’: 35)

Dalam ayat lain yakni Q.S. al-Muthaffifin: 1-3 yang artinya:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang), yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar  atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”

Dari ayat di atas jelas bahwa berbuat curang dalam berbisnis sangat dibenci oleh Allah, maka mereka termasuk orang-orang yang celaka (wail). Kata ini menggambarkan kesedihan, kecelakaan dan kenistaan. Berbisnis dengan cara yang curang menunjukkan suatu tindakan yang nista, dan hal ini menghilangkan nilai kemartabatan manusia yang luhur dan mulia.

  1. Barang atau produk yang dijual haruslah barang yang halal, baik dari segi dzatnya maupun cara mendapatkannya. Berbisnis dalam Islam boleh dengan siapapun dengan tidak melihat agama dan keyakinan dari mitra bisnisnya, karena ini persoalan mu’amalah dunyawiyah, yang penting barangnya halal. Halal dan haram adalah persoalan prinsipil. Memperdagangkan atau melakukan transaksi barang yang haram, misalnya alkohol, obat-obatan terlarang, dan barang yang gharar dilarang dalam Islam (Muhammad dan R.Lukman F, op.cit.: 136-138). Di bawah ini tabel tentang prinsip-prinsip halal dan haram dalam Islam, adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1

Prinsip Halal dan Haram

No. Prinsip Halal dan Haram
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Prinsip dasarnya adalah diperbolehkan segala sesuatu.

Untuk membuat absah dan untuk melarang adalah hak Allah semata.

Melarang yang halal dan menbolehkan yang haram sama dengan syirik.

Larangan atas segala sesuatu didasarkan atas sifat najis dan melukai.

Apa yang halal adalah yang diperbolehkan, dan yang haram adalah yang dilarang.

Apa yang mendorong pada yang haram adalah juga haram.

Menganggap yang haram sebagai halal adalah dilarang.

Niat yang baik tidak membuat yang haram bisa diterima.

Hal-hal yang meragukan sebaiknya dihindari.

Yang haram terlarang bagi siapapun.

Keharusan menetukan adanya pengecualian.

 

Sumber: Lihat Muhammad dan R. Luman Faurani, Visi Al-Quran Tentang Etika dan Bisnis, Jakarta: Salemba Diniyah, 2002, hlm. 132. Lihat juga Choril Fuad Yusuf, “Etika Bisnis Islam: Sebuah Perspektif Lingkungan Global”, dalam Ulumul Quran, No. 3/V/1997, hlm. 16.

Secara umum Islam menawarkan nilai-nilai dasar atau prinsip-prinsip umum yang penerapannya dalam bisnis disesuaikan dengan perkembangan zaman dan mempertimbangkan dimensi ruang dan waktu. Nilai-nilai dasar etika bisnis dalam Islam adalah tauhid, khilafah, ibadah, tazkiyah dan ihsan. Dari nilai dasar ini dapat diangkat ke prinsip umum tentang keadilan, kejujuran, keterbukaan (transparansi), kebersamaan, kebebasan, tanggungjawab dan akuntabilitas. Semua ini akan lebih mudah dipahami dalam bentuk tabel berikut ini:

Tabel 2.2

Nilai Dasar dan Prinsip Umum Etika Bisnis Islami

Nilai Dasar Prinsip Umum Pemaknaan
Tauhid Kesatuan dan Integrasi

Kesamaan

1.   Integrasi antar semua bidang kehidupan, agama, ekonomi, dan sosial-politik-budaya.

2.   Kesatuan antara kegiatan bisnis dengan moralitas dan pencarian ridha Allah.

3.   Kesatuan pemilikan manusia dengan pemilikan Tuhan. Kekayaan (sebagai hasil bisnis) merupakan amanah Allah, oleh karena itu didalam kekayaan terkandung kewajiban sosial.

4.   Tidak ada diskriminasi diantara pelaku bisnis atas dasar pertimbangan ras, warna kulit, jenis kelamin, atau agama.

 Sumber: M.A. Fattah Santoso, “Etika Bisnis: Perspektif Islam”, dalam Maryadi dan Syamsuddin (ed.)., Agama Spiritualisme dalam Dinamika Ekonomi Politik. Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2001, hlm. 213-214.

  1.  Tidak Ada Unsur Penipuan

Penipuan atau al-tadlis / al-ghabn sangat dibenci oleh Islam, karena hanya akan merugikan orang lain, dan sesungguhnya juga merugikan dirinya sendiri. Apabila seseorang menjual sesuatu barang, dikatakan bahwa barang tersebut kualitasnya sangat baik, kecacatan yang ada dalam barang disembunyikan, dengan maksud agar transaksi dapat berjalan lancar. Tetapi setelah terjadi transaksi, barang sudah pindah ke tangan pembeli, ternyata ada cacat dalam barang tersebut. Berbisnis yang mengandung penipuan sebagai titik awal kehancuran bisnis tersebut.

Sedangkan menurut ajaran konghucu budaya kerja ditinjau dari budaya Ren yang terdiri dari lima sifat mulia manusia antara lain :

  1. Ren (hubungan industrial supaya mengutamakan keterbatasan, kebutuhan dan kualitas hidup manusia)
  2. Yi (tipu muslihat, timbangan yang tidak benar, kualitas barang dan jasa supaya disingkirkan atau dibenarkan agar tidak merugikan para stakehoulder)
  3. Li (Instruksi kerja, penilaian unjuk kerja, peranan manajemen harus dilandaskan pada kesopanan dan kesantunan)
  4. Zhi (kearifan dan kebijaksanaan dituntut dalam perencanaan, pengambilan keputusan dan ketatalaksanaan kerja, khususnya dalam perencanaan strategi dan kebijakan)
  5. Xing (setiap manajer dan karyawan harus saling dapat dipercaya)

REFERENSI

    • Keraf, Sonny, Etika Bisnis, Tuntutan dan Relevansinya
    • John Pieris c.s, Etika Bisnis & Good Corporate Governance
    • Peter Pratley, The Essence of Business Ethic/ Etika Bisnis
    • Chaeruman Pasaribu, Surahwadi, Hukum Perjanjian Dalam Islam
    • Tom Gunadi, Ekonomi dan Sistem Ekonomi menurut Pancasila dan UUD 1945, Dasar Falsafah dan Hukum Corporate Governance, Tantangan dan Kesempatan bagi Komunitas Bisnis
    • Abdullah, Taufik (ed.),. 1982. Agama, Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi. Jakarta: LP3ES.
    • Ahmad, Mustaq. 2001. Etika Bisnis dalam Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
    • Ebenstein, W. 1980. Todays Ism. New Jersey: Prentice Hall.
    • Kunio, Yoshihara. 1990. Kapitalisme Semu Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.
    • Maryadi dan Syamsuddin, (ed.),. 2001. Agama Spiritualisme dalam Dinamika Ekonomi Politik. Surakarta: Muhamamdiyah University Press.

[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2010.

[2] Scott M. Cutliff.2007. Effective Public Relations, prenada media, Jakarta, h.138

RAHASIA BISNIS ORANG PADANG


Oleh : Bustami Narda *

images(1)   ORANG PADANG DAN ORANG MINANG
Kalau kita berada di Jakarta, di Surabaya, di Medan sekali pun, setiap orang yang berasal dari Provinsi Sumatra Barat(Sumbar) akan dikatakan orang dengan sebutan orang Padang. Dari kabupaten atau kota mana pun di Sumbar asalnya, orang akan mengatakan dia orang Padang.

Orang mana pun yang mendirikan rumah makan, kalau masakannya berasal dari masakan Sumtra Barat, orang akan menamakannya rumah makan Padang. Meskipun pada rumah makan tersebut dijelaskan hanya masakan Padang. Tak peduli apakah berasal dari Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, Kabupaten Dharmas Raya dan lain sebagainya di Sumbar, tetap akan disebut rumah makan masakan Padang. Masyarakat luas menyebutnya rumah makan Padang.

Namun, sesungguhnya Padang itu adalah sebuah kota. Dia adalah ibu kota Provinsi Sumbar. Jika anda ke Sumtra Barat, kalau anda menanyakan teman anda berasal dari Padang, orang akan menganggapnya orang yang berasal dari Kota Padang. Orang Payakumbuh, orang Solok, dia akan dikatakan di Sumtra Barat orang Payakumbuh dan orang Solok. Bukan orang Padang. Jadi, kalau ada teman anda orang Padang, tanyakan saja di mana dia di Padang. Apakah benar-benar di Kota Padang atau hanya sekadar sebutannya saja orang Padang, sedangkan dia berasal dari Payakumbuh, 50 Kota, Solok dan lain sebagainya.

Maksud dari sebutan orang Padang di Jakarta, Surabaya, Bandung dan lain sebagainya itu, lebih tepatnya adalah orang Minang. Suku atau etnis Minang adalah nama suku dari orang yang berada di alam Minangkabau. Minangkabau jauh lebih luas dibandingkan Padang. Bahkan jauh lebih luas lagi dari Provinsi Sumtra Barat. Minangkabau meliputi Provinsi Sumtra Barat, sebahagian Provinsi Jambi, sebahagian Provinsi Bengkulu, sebahagian Provinsi Riau dan sebahagian Provinsi Sumtra Utara.

Dalam sejarah alam Minangkabau dikatakan, bahwa alam Minangkabau itu meliputi,” Sipisak Sipisau Hanyuik (di Provinsi Bengkulu) sampai ke Durian Ditakuak Rajo (di Provinsi Riau), terus ke tempat Buayo Putiah Daguak (di Provinsi Jambi), sampai ke Sikilang Aia Bangih (di Provinsi Sumatra Utara). Tempat-tempat yang disebutkan dalam Bahasa Minang ini meliputi sebahagian dari provinsi-provinsi yang disebutkan tadi. Untuk lebih komunikatif dan lebih mudahnya kita memahami, dalam buku ini saya sengaja menyebut orang Minang atau orang Sumatra Barat dengan sebutan orang Padang. *

(2)  ORANG PADANG DALAM BERBISNIS
Perlu diakui, bahwa sejak lama orang Padang sudah terkenal ulet dalam berbisnis. Mereka tak mau jadi anak buah. mereka maunya hanya jadi bos, meskipun hanya dengan mendorong satu gerobak sate hilir mudik lorong menjajakan dagangannya siang dan malam.

Jiwa bisnis orang Padang sudah terbentuk semenjak dari nenek moyangnya tempo dulu secara turun temurun. Semenjak dahulu kala orang Padang sudah terkenal senang merantau. Merantau merupakan wujud dari kemauan kerasnya menjadi seorang pebisnis, menjadi seorang pengusaha. Mereka suka sekali pergi ke negeri orang. Mereka pergi bukan membawa modal agar bisa berbisnis di rantau orang. Bukan demikian. Mereka merantau mengadu nasib. Bahkan mereka dibekali hanya dengan semangat,”Merantaulah bujang(buyung) dahulu, di kampung belum berguna”.

Jadi secara tak langsung, para anak muda Padang seperti ada yang menyuruh pergi merantau, dan setelah ada gunanya di kampung nanti baru boleh pulang. Maksudnya, merantaulah ketika miskin, dan sesampai di rantau orang berusahalah sekuat tenaga dan pikiran. Setelah berhasil kelak baru boleh pulang. Inilah yang membuat orang Padang punya semangat baja di rantau orang untuk mengubah nasibnya. Mereka berjuang mati-matian di rantau orang, agar kelak bisa pulang kampung membawa keberhasilan.Semangat seperti ini sungguh sangat berguna di dalam berbisnis. Orang pemalas, orang yang hanya menerima kondisi kehidupan apa adanya saja, taklah akan bisa berhasil dalam berbisnis.

Orang Padang tak segan-segan memulai usaha dengan menjual peniti, sisir rambut dan ikat pinggang di emperan-emperan toko, di pangkal jembatan penyeberangan, dalam memperjuangkan perubahan nasibnya. Prinsip mau mulai melangkah dari bawah, mau berusaha dari nol seperti ini sungguh sangat perlu bagi seorang pebisnis. Dan orang Padang memilikinya.
Orang Padang dalam berbisnis benar-benar sulit mencari tandingannya. Dia tak segan-segan melakukan apa saja asal halal demi untuk berjalan selangkah demi selangkah dalam memulai kariernya di dunia bisnis.
Dia mau saja jadi tukang cuci piring di rumah makan. Tetapi sambil bekerja sebagai tukang cuci piring, pikirannya selalu menjelajah kian kemari mencari peluang usaha, agar suatu saat yang tak terlalu lama nanti bisa buka usaha rumah makan sendiri. Orang Padang tak segan-segan kerja bangunan, namun sambil membanting tulang sebagai buruh kasar, pikirannya akan selalu menelusup kian kemarin mencari peluang usah, agar suatu ketika yang tak terlalu lama nanti dia bisa memulai usaha berjualan bahan bangunan atau memulai usaha perumahan atau properti. Orang Padang menjadi pekerja bukan hanya sekadar bekerja saja di sana, tetapi sambil bekerja dia selalu berupaya untuk bisa nanti menjadi pengusaha seperti yang dilakoni bosnya.

Yang membuat orang Padang berhasil mencapai keinginannya itu adalah karena dia tak hanya sekadar bermimpi, tak hanya sekadar berangan-angan, tetapi benar-benar mau memulai mempraktikkannya secara nyata.
Begitu dia dapatkan ide untuk melakukan usaha, dia mulai tanpa harus mempersiapkan modal yang banyak, tanpa harus mendapatkan tempat usaha yang bagus, tanpa memikirkan terlalu lama, apakah lokasinya refresentatif atau tidak. Bahkan dia tak peduli sama sekali apakah akan dicemoohkan orang ataukah tidak. Baginya yang penting lakukan dulu, mulai dengan apa adanya. Kalau hanya bisa melakukan usaha dengan berjualan peniti, sisir rambut sesuai modal; usaha yang dimiliki di emperan toko, di pangkal jembatan penyeberangan, di pinggir jalan, lakukan saja itu. Mulai saja dari sana. Jangan tunggu punya modal untuk membeli barang dagangan jutaan rupiah dan bisa menyewa toko belasan atau puluhan juta rupiah.

Demikian pula, bagi orang Padang dalam berbisnis, cibiran, cemooh, ledekan dan lain sejenisnya itu dia jadikan dorongan untuk bisa berhasil. Bukan sebaliknya membuat dirinya kecut, bukan membuat semangatnya turun dan bukan pula menjadikannya mundur.

Kalau ada orang mematahkan semangatnya untuk memulai usaha, bukannya membuat dia tak jadi melakukan usaha, tetapi sebaliknya membuatnya semakin terdorong untuk cepat-cepat memulainya.
Anda tentu ada yang sudah tahu, bahwa orang Padang terkenal dengan cemoohnya. Dalam bahasa Padang disebut cameeh. Orang yang bermental kerupuk akan dengan mudah patah arang olehnya. Orang Padang dalam berbisnis memakai mental baja. Itulah salah satu kunci sukses orang Padang dalam berbisnis.

Orang Padang dalam berbisnis tidak mengenal tempat, apakah harus di kampung, di rantau dan di mana saja. Mengapa dia bisa demikian? Adalah karena orang Padang mampu menyesuaikan diri dengan kondisi di mana dia berada. Orang Padang sangat piawai menyesuaikan diri kepada alam di mana dia berada. Anda bisa melihat orang Padang ada di mana-mana. Di mana saja dia berada, dia mampu menyesuaikan diri dengan tingkah laku masyarakat setempat.  Orang Padang pergi merantau bukan membawa orangtua, bukan membawa karib kerabat, tetapi di rantau itulah dia mencari orangtua dan mencari karib kerabat. Pepatah Minang mengatakan, ”Ditinggalkan orangtua di kampung, haruslah dicari pula orangtua di rantau orang”. Pantun Minang mengatakan:

Kalau anda pergi ke pekan,
hiu beli belanak beli,
ikan Padang beli dahulu
Kalau anda pergi berjalan(merantau),
ibu cari, dunsanak(famili) cari,
induk semang cari dahulu.

Kalau pandai berkain panjang,
bisa lebih dari kain sarung.
Kalau pandai berinduk semang,
bisa lebih dari ibu kandung.

Pantun ini menjadi pegangan orang Padang pergi merantau, sehingga dia bisa dengan cepat menyesuaikan diri di mana dia berada. Selanjutnya bagi orang Padang yang pergi merantau, sebelum berangkat biasanya dia dinasehati oleh orangtua dan mamak(pamannya), yang antara lain bunyinya:

Kalau engkau pergi merantau,
hati-hati di rantau orang.
Ingatlah ranting yang akan mencucuk.
Ingatlah pohon yang akan menimpa.
Hati-hati dengan yang di atas,
waspadai yang di bawah kalau menimpa.
Ingat sebelum ken.
melantai sebelum terpuruk.
Mandi haruslah di hilir-hilir.
Berbicara di bawah-bawah.

Semua ini adalah kata-kata kiasan, yang mengajarkan kepada seseorang yang akan pergi mengadu nasib di rantau orang, agar berhati-hati, jangan sombong dan jangan pula merasa rendah diri. Kalau berbicara jangan besar mulut, tetapi jangan pula merasa kecut. Jadi, maksud agar mandi hilir-hilir berbicara di bawah-bawah itu, adalah agar jangan sombong, jangan suka membusungkan dada, tetapi jangan pula terlalu merendah, yang bisa membuat merasa rendah diri, tak bersemangat.

Dengan berbekalkan prinsip-prinsip hidup inilah orang Padang mengubah nasibnya berjuang mencapai kesuksesan dalam berbisnis di mana saja di muka bumi ini. Orang Padang tak pernah memilih-milih tempat usaha. Di mana saja di muka bumi ini, orang Padang bisa menjalankan usaha, bisa memperjuangkan nasib dan bisa sukses.

Satu hal yang menjadi rahasia kesuksesan orang Padang pula dalam berbisnis, dia fokus pada tujuan hidupnya dalam situasi dan kondisi apa pun juga. Kalau sudah dia putuskan merantau untuk berdagang atau berbisnis, dia tidak akan pernah mengubah tujuannya itu. Dia akan tetap memperjuangkan itu terus menerus tanpa kenal lelah.

Siapa pun orang yang mengajaknya untuk beralih ke tujuan lain, dia tak akan menurutinya. Dan kalaupun terpaksa melakukan pekerjaan lain, muara dari pekerjaannya itu tetap akan dia arahkan kepada tujuannya semula. Jadi, orang Padang tak mudah mengubah haluan dalam hidupnya. Sekali dia menentukan sikap menjadi pengusaha, akan diperjuangkannya terus sampai tercapai. *

(3)  PRINSIP ORANG PADANG DALAM BERBISNIS
Kalaulah ada orang di bulan atau di planet lainnya bermukim, orang Padang akan berdagang ke sana. Orang Padang tak peduli, apakah di bulan, di matahari, planet mars, di Papua, di Mesir dan di mana saja, asal ada peluang usaha, dia akan berbisnis di sana.

Utamanya bagi orang Padang, dalam berbisnis tak mengenal ruang dan waktu. Baginya, ada satu prinsip, ” Di mana ada gula di sana ada semut. Semut harus piawai mencari dan mendapatkan gula. Misalkan gula adalah uang, orang Padang adalah semutnya. Dia tidak mau menunggu, tetapi mendatangi. Menurutnya, keberhasilan bukan didapat, tetapi harus diraih. Kalau bisa didapat, tak perlu dicari tetapi cukup ditunggu saja. Karena harus diraih, maka harus dicari, harus direbut dengan kerja keras dan usaha maksimal.

Dalam hal ini, ada beberapa prinsip orang Padang dalam berbisnis yang patut ditiru, sebagai berikut :

1). Melangkah Dari Bawah. Dalam berbisnis harus mau melangkah dari bawah. Tak peduli meskipun untuk mengawali usaha yang dijalani harus terlebih dahulu dimulai dari berjualan jarum pentul, berjualan sendok makan dari rumah ke rumah. Orang yang maunya langsung jadi pengusaha besar dalam memulai usaha, sulit bisa mencapai keberhasilan. Sebab, mustahil bisa menginjak anak tangga ke delapan atau sembilan tanpa terlebih dahulu menginjak anak tangga pertama, kedua dan seterusnya. Prinsip inilah yang membuat orang Padang tidak merasa malu memulai usaha dari bawah atau dari kondisi yang sangat kecil sekalipun.

2). Selalu Fokus. Dalam berbisnis harus selalu fokus pada tujuan atau target yang telah ditetapkan untuk dicapai. Jangan mudah berubah-ubah haluan. Dalam perjalanan mengembangkan usaha, tak tertutup kemungkinan akan ditemui berbagai kendala, rintangan dan hambatan, bahkan kegagalan. Akan tetapi semua itu jangan sampai membuat pikiran berubah. Sekali memasang tekad, jangan sampai goyah. Niat menjadi seorang pengusaha sukses, tekad menjadi seorang pebisnis berhasil, jangan sampai berubah niat menjadi petani atau nelayan gara-gara dalam perjalanan meniti karier usaha bertemu dengan kesulitan. Jadikanlah kesulitan itu suplemen penambah kekuatan untuk terus maju pantang mundur dalam mencapai cita-cita yang telah ditancapkan ketika memulai usaha dulu. Banyak sekali orang yang gagal mencapai tonggak cita-cita yang telah ditancapkannya sejak lama, karena dalam perjalanan menuju ke sana dia menemui rintangan, hambatan bahkan kegagalan yang tak mampu dilewatinya. Padahal kalau dia tegar, kalau dia tidak mundur, beberapa langkah lagi tonggak yang dia tancapkan itu akan didapatkannya. Dalam prinsip bisnis orang Padang, sebelum yang dia inginkan tercapai, meskipun langit runtuh, bumi bergoyang, namun dia akan tetap berjuang.

3). Sepenuh Hati. Dalam berbisnis harus sepenuh hati. Maksudnya, jangan berbisnis setengah-setengah. Setiap detak jantung orang Padang yang sedang menjalankan bisnis, selalu menyebut usaha yang tengah dilakoninya. Setiap aliran darah orang Padang yang sedang berbisnis, selalu mengalir usaha yang sedang ia lakukan. Artinya, usaha yang sedang dilakukan haruslah membuatnya asyik. Kalau sudah demikian, dia tidak menempatkan bisnis pada lapisan kedua atau ketiga dalam hidupnya, tetapi berada pada lapisan pertama. Orang Padang meyakini benar bahwa setiap usaha yang dilakukan setengah-setengah, hasilnya pun besar kemungkinan akan setengah-setengah pula. Karena itu, usaha yang dilakukan, bisnis yang dijalani haruslah sepenuh hati. Jangan sekali-kali menjadikan bisnis yang sedang dijalankan sebagai tempat pelarian karena tidak ada pekerjaan lain. Jadikanlah bisnis sebagai tumpuan hidup, sebagai kebanggaan diri, sebagai pengangkat prestise di tengah-tengah masyarakat.

4). Tidak Ragu-Ragu. Dalam berbisnis, orang Padang sangat melarang ragu-ragu. Sikap ragu-ragu akan membuat bisnis berantakan. Setelah diambil keputusan melangkah, langsunglah melangkah. Jangan berpikir lagi balik ke belakang. Dalam pepatah orang Padang dikatakan, asa hilang dua terbilang, kalau tak berhasil biar nyawa berpulang. Maksudnya, kalau sudah ditetapkan melakukan sesuatu, langsung lakukan. Dalam berjuang, termasuk memperjuangkan hidup dalam berbisnis, daripada balik gagal lebih baik mati di medan juang. Jadi, tidak ada keraguan sedikit pun. Sikap inilah yang membuat orang Padang ada di mana-mana dan mau bekerja keras dalam bentuk apa pun juga, demi tercapai cita-cita kesuksesan hidupnya. Sekali layar terkembang, baginya berpantang surut ke belakang.
Semua itu tadi sangat berguna bagi siapa pun dalam berbisnis. Bukan hanya berguna bagi orang Padang saja. Anda pun perlu memakai prinsip tersebut untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

(4)  JIWA BISNIS ORANG PADANG
Jiwa bisnis orang Padang telah terbentuk sejak lama. Telah terkenal ke mana-mana, bahwa orang Padang adalah orang pebisnis, orang yang berjiwa dagang. Jiwa bisnis orang Padang terkenal sangat tajam. Ketajaman jiwa bisnisnya itu diiringi oleh kemauannya yang sangat keras, pantang menyerah dan mau memulai dari nol.

Jiwa bisnis orang Padang bisa pula dikatakan terbentuk dari kondisi alam kampung halamannya. Sumatra Barat tidak banyak memiliki industri, tidak kaya oleh pabrik dan hasil tambang. Dulu hanya ada dua yang cukup dikenal, yakni PT. Semen Padang di Kota Padang dan Tambang Batu Bara Ombilin di Kota Sawah Lunto. Sekarang tambang Batu Bara Ombilin telah boleh dikatakan tak beraktivitas lagi. Cadangan batu baranya telah habis. Tinggal lagi hanya PT. Semen Padang. Itulah yang menyebabkan masyarakatnya terbiasa bekerja keras, memutar otak mengadu nasib di rantau orang.

Kemiskinan orang Padang dari sisi industri, pabrik dan tambang, telah membuat jiwa bisnisnya tinggi. Ini pulalah agaknya, yang menyebabkan Sumtra Barat dikenal sebagai tempat berdirinya industri otak.
Orang yang dari kecil hidup ditempa kesulitan, dan tidak bisa banyak menggantungkan harapan kepada pihak lain, biasanya cerdas, kreatif, inovatif dan tak mudah menyerah.

Seorang pebisnis biasanya memerlukan kecerdasan, kreatifitas dan inovatif. Sebab dengan demikian, dia akan bisa melakukan kegiatan bernas, melakukan hal-hal yang bersifat baru yang belum dilakukan orang lain.
Jiwa bisnis sangat memerlukan yang disebutkan ini, guna menjadikan bisnis yang dijalankan seseorang lancar, sukses dan mencapai hasil yang benar-benar memenuhi kepuasan pelakunya. Itu pulalah bedanya antara jiwa bisnis dengan jiwa pekerja. Jiwa bisnis memerlukan kemandirian, memerlukan kegesitan, keuletan, agar usaha bisa berkembang, agar bisnis bisa berhasil.

Bagi orang Padang, jiwa bisnis demikian sudah seperti tertanam dalam dirinya, sehingga orang Padang lebih dikenal sebagai orang yang kreatif, inovatif, gesit, ulet dan pandai menyesuaikan diri dengan kondisi di mana dia berada.

Karena jiwa bisnis orang Padang demikian kental dalam dirinya, di mana saja dia berada, dalam kondisi apa saja dan sesulit apa pun, dia bisa memainkan keuletannya untuk menjalankan bisnis.Sebenarnya jiwa bisnis seperti ini tidak saja milik orang Padang, tetapi milik semua orang, dan sekaligus bisa juga milik anda. Tinggal lagi bagaimana bisa anda membangkitkan jiwa bisnis tersebut dalam diri anda.

Anda boleh saja mengatakan tidak memiliki jiwa bisnis sama sekali. Akan tetapi sadarilah bahwa dalam diri anda pasti ada jiwa bisnis, seperti dalam diri saya dan dalam diri siapa pun. Namun mungkin selama ini anda belum tahu bahwa anda memilikinya.

Setiap orang pasti ingin hidup lebih baik dari hari ke hari. Kalau dia sedang memiliki sebuah sepeda, pasti ada keinginannya untuk memiliki motor. Kalau sudah memiliki motor, pasti ada keinginannya untuk memiliki mobil. Kalau sedang memiliki sepasang pakaian, pastilah ada keinginannya untuk memiliki dua atau tiga pasang pakaian. Untuk mencapai keinginannya tadi tentu dia menginginkan memiliki uang. Sebab dengan uang itulah dia membelinya. Untuk mendapatkan uang pastilah ada keinginannya memiliki mata pencaharian. Untuk itu tentu harus ada usaha. Kalau sudah keinginan berusaha pastilah dia menginginkan usahanya tersebut berkembang, bertambah maju dan bertambah sukses dari waktu ke waktu. Rentang perjalanan itu tadilah yang disebut bisnis. Kalau selama ini anda belum tahu, maka dengan ini anda pastilah mengetahui. Dan dengan ini pastilah anda akan mengatakan bahwa anda punya jiwa bisnis pula. Kalau anda sudah mengetahui bahwa anda pun punya jiwa bisnis, mulailah berusaha, mulailah berbisnis dan jangan terlalu banyak pikir untuk memulainya.

Orang Padang memulai usaha, pun seperti anda juga. Tak akan jauh berbeda. Sekali lagi ingin saya tekankan, yakinkan diri anda bahwa anda memiliki jiwa bisnis, dan langsung bereaksi melakukan bisnis apa saja yang anda yakini akan berhasil. *

(5)  MERANTAU DENGAN SEMANGAT MENGUBAH NASIB
Kata John C. Maxell, ”Kenyataan hidup mengajarkan, bukan peluang yang menciptakan kemauan, tetapi kemauanlah yang menciptakan peluang”. Pantun orang Padang mengatakan, ”Keratau Medang di hulu, berbuah berbunga belum. Merantaulah bujang (buyung) dahulu, di rumah berguna belum”.

Keduanya ini sama-sama memberikan dorongan kepada semua orang untuk tidak takut menghadapi tantangan, untuk selalu siap menderita demi mencapai sesuatu keberhasilan. Orang yang maunya senang saja, tak mau menghadapi tantangan, rintangan dan hambatan, tak akan mencapai titik keberhasilan yang berarti.Sesungguhnya, merantau merupakan gambaran kehidupan orang Padang yang ulet, gesit, berjiwa wirausaha, mandiri dan rela mengalami kesulitan demi untuk mendapatkan kesuksesan.

Menurut orang Padang, orang merantau sama seperti benih padi yang dipindahkan dari lokasi persemaian ke sawah. Padi yang tidak pernah pindah dari persemaiannya ke sawah, tak akan mau besar dan sulit untuk berbuah. Orang yang tak pernah merantau, sulit sekali bisa sukses dalam hidupnya. Paling tidak, untuk memperjuangkan hidup, untuk mencapai keberhasilan, pergilah merantau.

Bagaimana agar bisa berhasil hidup merantau? Bertekadlah merantau untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik. Dengan tekad demikian, kita melihat betapa gesitnya orang Padang berusaha di rantau.Orang Padang berusaha di rantau tak mengenal lelah. Siang, malam, pagi, dan sore, seakan tak ada hari baginya selain untuk berusaha, selain untuk memperjuangkan hidup, selain untuk mencari uang.

Dengan berbekalkan semangat mengubah nasib, orang Padang merantau bisa pulang membawa keberhasilan, membawa kesuksesan. Orang Padang di rantau orang selalu teringat kampung halamannya. Orang Padang merantau selalu ingat pantun tadi, yakni biarlah kini dia merantau karena masih miskin, dan setelah berhasil nanti, setelah bisa membangun kampung halaman melalui keberhasilannya di rantau orang nanti, setelah berguna nanti, baru dia akan pulang.

Kalau anda ke Padang saat lebaran tiba, anda akan menyaksikan orang Padang Pulang Basamo (pulang bersama). Mereka pulang berombongan dengan mobil pribadinya berderet-deret, dan jangan lupa bahwa mereka pulang dengan biaya masing-masing. Kenapa bisa pulang bersama dengan biaya masing-masing? Karena mereka pulang membawa keberhasilan. Sesampai di kampung mereka akan mengeluarkan uang pribadi masing-masing pula untuk membangun kampung halamannya. Mereka akan mengeluarkan uang untuk membangun masjid, gedung sekolah, jalan kampung, rumah gadang dan lain sebagainya.

Ada satu kampung di Kabupaten Solok, bernama Sulit Air. Kampung Sulit Air itu merupakan daerah sulit. Topografinya berbukit-bukit. Air sulit di sana. Namanya saja Sulir Air. Anda tentu dapat membayangkan bagaimana keadaan kampung itu. Namun jika lebaran datang, kampung itu seakan seperti show room mobil-mobil mewah. Sepanjang jalan di kampung itu penuh berjejer mobil-mobil mewah. Jalannya mulus. Rumah gadangnya bagus. Gedung sekolahnya bagus-bagus pula. Ada di sana Pondok Pesantren Modern yang sangat bagus. Kenapa demikian? Adalah karena peran serta perantaunya sangat besar dalam membangun kampung halamannya. Para perantau dari Sulit Air terkenal sukses. Banyak sekali pengusaha sukses asal Sulit Air pada berbagai kota besar di Indonesia dan luar negeri. Mereka tak banyak yang menjadi Pegawai Negeri. Tetapi sangat banyak yang menjadi pengusaha sukses.
Seorang pengusaha sukses asal Sulit Air, H. Rainal Rais suatu kali mengatakan kepada saya, modal utamanya merantau hanyalah tekad. Dia berangkat dari Sulit Air dulunya, pergi merantau ke Jakarta tak membawa apa-apa, kecuali tekad.

Sesampai di rantau, berbagai kesulitan hidup ia alami. Namun dia tak mengeluh. Dia tetap berusaha, tetap berinisiatif untuk mencari peluang-peluang usaha yang bisa ia lakukan. Dia bertekad, sebelum berhasil belum akan pulang ke kampung. Alhasil, dia menjadi pengusaha sukses. Setelah menjadi orang sukses di rantau, perhatiannya ke kampung sungguh sangat besar. Dia benar-benar membuktikan, bahwa setelah berguna barulah dia pulang.

Begitulah orang Padang merantau. Dia merantau bukan main-main, bukan membesar-besarkan badan, bukan menghabiskan uang yang dibawanya dari kampung. Dia merantau benar-benar pergi memperjuangkan hidup.
Semangat merantau orang Padang ini sangat penting artinya untuk modal dasar seseorang dalam berbisnis. Dan bagi orang Padang, memang dijadikannya ini sebagai modal utama dalam berbisnis.

Orang Padang menjadikan tekadnya yang kuat, semangatnya yang membaja, sebagai bekal menghadang medan kehidupan dalam meraih sukses. Orang Padang tak mudah menyerah karena kepahitan hidup. Orang Padang dalam memperjuangkan kesuksesan, hampir sama seperti air yang berada dalam plastik. Semakin tertekan, semakin terdesak, dia semakin kuat, semakain bersemangat untuk menembus kantong plastik tersebut.
Anda dalam berbisnis pun harusnya demikian pula. Tirulah kunci sukses orang Padang dalam berbisnis. Kalau anda orang Padang generasi baru tumbuh sekarang, jangan sampai tak mewarisi rahasia kesuksesan orang Padang pendahulu anda dalam berbisnis. Kalau anda bukan orang Padang, jangan segan-segan meniru rahasia sukses orang Padang dalam berbisnis.
Dalam berbisnis, dalam menjalankan usaha, meniru tak jadi persoalan. Bahkan lebih baik meniru kesuksesan orang lain ketimbang anda tak bisa dan tak pula mau tahu dengan rahasia kesuksesan bisnis orang lain. Yang tak boleh, meniru uang orang lain(membuat uang palsu). Namun kalau meniru rahasia sukses orang lain, boleh saja.

Semangat mengubah nasib sangat penting bagi seseorang. Orang yang tak mau mengubah nasib kepada yang lebih baik dari sebelumnya, akan sangat merugi dalam hidupnya. Orang itu tak akan sukses dalam melakukan usaha apa pun juga. Kalau dalam agama dianjurkan agar hijrah atau pindah untuk mengubah nasib ke arah yang lebih baik, meneladani hijrah(pindah) yang pernah dilakukan Rasululullah saw dari Mekah ke Madina, kita harus pula mau hijrah kepada yang lebih baik dari sebelumnya. Bagi orang Padang, merantau merupakan upaya mengubah nasib yang paling digemarinya. *

(6)  AWAK BUKAN CARI KERJA TETAPI CARI UANG
”Awak bukan cari kerja tetapi cari uang”. Inilah kalimat yang selalu memotivasi orang Padang untuk menjadi pengusaha atau pebisnis yang ulet. Sebagai seorang yang sudah memilih membulatkan tekad mencari uang dan bukan mencari kerja, orang Padang ke mana saja pergi selalu menyimpan impian dalam hatinya untuk menjadi seorang pengusaha sukses.

Karena itu pulalah orang Padang lebih enjoi berjualan es tebak di pinggir jalan, mendorong gerobak sate dari lorong ke lorong, daripada bekerja di tempat orang lain. Walaupun berjualan es tebak atau sate, ini adalah usaha sendiri. Itu menurutnya lebih baik ketimbang jadi pekerja. Kalau ada yang kelihatan bekerja di tempat orang lain, seperti tukang batu, tukang angkat, dia akan selalu memeras otaknya sambil memeras keringat agar secepatnya berhenti bekerja di sana, dan segera buka usaha sendiri walaupun dengan sangat sederhana sekali.

Karena itulah, di mana-mana orang Padang selalu mengatakan cari uang, bukan cari kerja. Menurutnya, tak ada gunanya cari kerja kalau tak akan mendapatkan uang. Agar dapat uang, apalagi uang sebanyak-banyaknya, harus berusaha. Karena itu, harus diusahakannya selalu dengan berbagai taktik dan strategi agar menjadi pengusaha.

Seorang pekerja sulit sekali bisa menjadi orang kaya raya. Namun seorang pengusaha sukses, jelaslah jadi orang kaya raya. Karena itu, orang Padang sebagai orang yang berjiwa bisnis, selalu ingin jadi pengusaha dan enggan jadi pekerja.Banyak sekali orang merasa puas jika telah memiliki gaji besar ketika bekerja pada suatu tempat. Dia tak ada lagi berniat untuk membuka usaha sendiri karena takut dengan segala resiko.

Namun bagi orang Padang lain halnya. Dia selalu berpikir, bahwa sebesar apa pun gaji seorang pekerja pada suatu perusahaan, pastilah akan lebih besar penghasilan pemilik perusahaan tersebut dibandingkan dengan gajinya. Mustahil akan besar pula gajinya dibandingkan penghasdilan pemilik perusahaan tersebut. Sebagai orang yang berjiwa bisnis, orang Padang tak pernah merasa puas sebagai pekerja, karena masih ada penghasilan orang di perusahaan tersebut di atas gajinya.

Dengan demikian, di mana pun orang Padang bekerja, dia akan selalu memutar otak agar suatu saat nanti dia memiliki perusahaan seperti bosnya sekarang itu.Hal ini cocok sekali dengan prinsip orang yang berada di negara maju. Sebab, orang di negara maju selalu berpikir bagaimana bisa menjadi pengusaha atau pebisnis. Bukan berpikir bagaimana bisa menjadi pekerjaan. Sedangkan di negara berkembang atau negara miskin, rakyatnya masih berpikir bagaimana bisa mendapatkan pekerjaan.

Seperti dikemukakan dalam buku berjudul,”The Power Of Mimpi yang ditulis Akbar Kaelola, inilah suatu fakta yang menjelaskan bahwa Indonesia tertinggal oleh negara Singapura, Amerika Serikat, Rusia, Brasil, China dan India. Negara Indonesia masih berkategori negara buruh, belum lagi negara bisnis

Bahkan David McClelland mengemukakan, untuk bisa suatu negara makmur, paling tidak membutuhkan 2% dari warganya menjadi intreprenur. Fakta menunjukkan, tahun 2007 Indonesia baru memiliki 0,18% atau 400.000 intrepreneur atau pengusaha dari jumlah pendudukny yang telah mencapai 230 juta jiwa lebih.

Seharusnya, apabila dilihat dari jumlah penduduk Indonesia, negeri ini telah memiliki 4,4 juta jiwa intrepreneur. Sebab, sebagai bahan perbandingan bagi Indonesia, tahun 2005 saja, Singapura sudah punya 7,2 % intrepreneur. Sedangkan Amerika Serikat pada tahun 2007 telah memiliki 11,5 % intrepreneur.

Sebagai akibat dari masih kurangnya pengusaha di negara Indonesia, membuat pengangguran semakin hari semakin tak terkendali. Semakin hari semakin menggunung tinggi dan menakutkan. Sesuai data Februari tahun 2007, negeri ini memiliki 740.206 penganggur tamatan perguruan tinggi. Yang menakutkan lagi, selang waktu beberapa bulan, pada Agustus 2006 sampai Februari 2007, jumlah pengangguran lulusan perguruan tinggi naik menjadi 66.578 jiwa atau 9,88 %.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kalau bangsa ini masih saja berkutat sebagai bangsa buruh, yang sehari-hari penduduknya selalu mencari kerja dan tidak membuat usaha, pengangguran tentu akan semakin menggunung. Kalau pengangguran bertambah banyak, maka sudah dapat dipastikan kemiskinan akan semakin menggila atau semakin tak terkendali.

Karena itu, prinsip orang Padang yang mengatakan mereka cari uang bukan cari kerja, sungguh sudah saatnya dikedepankan untuk menjadikan negeri ini menjadi negeri yang makmur. Kalau tidak, negeri yang memiliki kekayaan alam melimpah ruah ini akan tetap saja menjadi negeri buruh, menjadi negeri penumpuk pengangguran, menjadi negeri miskin, yang akibatnya tak jauh berbeda dengan ayam yang mati kelaparan di lumbung padi. *

(7)  SI PADANG ORANG PANGGALE
Di mana-mana di seantero dunia ini sudah terkenal, bahwa si Padang itu adalah orang panggale. Si Padang maksudnya adalah orang Padang(orang Sumatra Barat/orang Minang. Panggale maksudnya adalah pedagang, pebisnis atau pengusaha).

Jika ditarik kembali ke belakang, orang Padang yang menjadi pedagang-pedagang besar atau pengusaha-pengusaha sukses itu telah melakoni dunia bisnis dan sudah menguasai kemajuan perekonomian Samudra Hindia semenjak abad ke-7.

Selama berabad-abad, pedagang asal Padang telah menguasai bisnis tambang dan pertanian. Mereka pun telah menjadi pebisnis sangat berpengaruh di pantai barat dan pantai timur Sumtra.  Kendatipun peranan perdagangan Padang(Minangkabau) mengalami penurunan semenjak dikuasainya pantai barat Sumatra oleh Belanda di abad ke-19, namun pada pasca kemerdekaan Republik Indonesia di tahun 1950-an, pengusaha asal Padang kembali banyak yang sukses di pentas nasional. Sebut saja misalnya, pengusaha sukses Hasyim Ning, Rahman Tamin, Agus Musin Dasaad, Sidi Tandao, Abdul Latif dan sederet nama lainnya.

Bagi orang Padang, berdagang tak saja hanya sekadar untuk mencari uang semata, tetapi sekaligus juga untuk menunjukkan eksisten dirinya kepada orang lain sebagai seorang yang merdeka.

Sebagai orang yang hidup di dalam lingkungan masyarakat yang egaliter, orang Padang selalu berusaha membentuk dirinya untuk menjadi seorang pemimpin. Dengan demikian, dia tidak menyiapkan diri untuk diperintah-perintah, untuk disuruh-suruh. Orang Padang lebih memilih menjadi pemimpin kelompok masyarakat kecil dibandingkan menjadi anak buah di kelompok masyarakat besar. Itulah sebabnya, kalau diperhatikan, banyak sekali orang Padang yang lebih memilih menjadi pendorong gerobak sate Padang, menjual peniti atau sisir di emperan-emperan toko atau bersorak-sorak menjual kain tiga seribu di kaki lima, daripada menjadi pekerja kantoran. Hanya dengan menjadi pengusaha kemerdekaan dalam berusaha bisa dinikmati seratus persen. Tidak akan pernah didapati di kantoran.

Berkembangnya kultur pebisnis bagi orang Padang, taklah pula terlepas dari adanya harta pusaka tinggi dalam ketentuan adat Minang. Dalam hal ini, harta pusaka tinggi menjamin kepemilikan tanah dan keberlangsungannya pada setiap kaum. Dengan kepemilikan tanah tersebut, posisi masyarakat tidak saja hanya sebagai penggarap tanah semata, melainkan juga sekaligus sebagai pebisnis, pedagang atau pengusaha yang bisa menjual secara langsung hasil garapannya ke pasaran. Di samping itu, kultur merantau yang sudah mendarah daging bagi orang Padang, telah membuat budaya mandiri, budaya kerja keras dan kerja cerdas yang telah tertanam kokoh dalam dirinya. Bahkan orang Padang lebih mengutamakan budaya kerja cerdas daripada kerja keras. Kerja cerdas menunjukkan seseorang berusaha sekuat tenaga secara cerdas, dengan memutar otak untuk bisa mengubah keadaan dari yang sedang dia alami. Sedangkan pekerja keras, hanya semata-mata bekerja dengan mengandalkan kekuatan tenaga tanpa diiringi kekuatan pikiran.

Apabila diperhatikan, orang Padang melakoni berbagai jenis usaha. Namun yang terlihat lebih dominan, antara lain sebagai berikut :

1) Usaha restoran. Berbicara tentang restoran. Siapa yang tak kenal dengan restoran Padang. Di mana-mana sangat dikenal restoran atau rumah makan masakan Padang. Sebut saja rumah makan Sederhana yang dirinstis pengusaha sukses Bustaman yang punya tak kurang dari 60 cabang di seluruh Indonesia. Di samping itu, rumah makan Simpang Raya, restoran Sari Ratu dan lain sebagainya. Ada pula yang dikenal dengan Nasi Kapau. Kapau terletak di Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Nasi Kapau sangat terkenal ke mana-mana. Sejenis nasi ramas namun masakannya sangat enak. Ada pula restoran Kubang yang berasal dari Kabupaten 50 Kota, Sumtra Barat. Martabak Kubang sangat terekenal ke mana-mana. Dari Kabupaten Padang Pariaman, Sumtra Barat sangat terkenal pula sate-nya. Semua ini tak saja menguasai nusantara, tetapi menyeruak ke berbagai belahan dunia.

2) Tekstil. Pedagang tekstil asal Padang selama ini telah mendominasi pasar tradisional di kota-kota besar seluruh nusantara. Di Jakarta misalnya, pedagang asal Padang mendominasi pusat-pusat perdagangan di Pasar Tanah Abang, Pasar Senen, Pasar Blok M, Pasar Jati Negara dan Pasar Bendungan Hilir. Selain di jakarta, di daerah-daerah juga demikian. Di Medan misalnya, pedagang tekstil asal Padang mendominasi Pasar Sukaramai. Di Pekan Baru pedagang asal Padang mendominasi Pasar Pusat dan Pasar Bawah. Sedangkan di Surabaya, pedagang tekstil asal Padang akan banyak ditemui di Pasar Turi.

3) Kerajinan. Orang Padang pun banyak pula yang menggeluti dunia binas dari hasil kerajinan. Antara lain jenis kerajinan yang menjadi ajang bisnis orang Padang; kerajinan perak, emas dan sepatu. Pada umumnya mereka berasal dari Silungkang, Sawah Lunto dan Pandai Sikek. Perdagangan barang antik pun banyak pula digeluti pedagang asal Padang. Mereka lebih banyak berasal dari Sungai Puar, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Di Jakarta banyak sekali ditemui di Cikini, Jakarta Pusat dan di Ciputat, Tanggerang Selatan.

4) Percetakan. Bisnis percetakan merupakan jenis usaha yang cukup banyak pula digeluti pebisnis orang Padang. Pada umumnya percetakan yang ditekuninya, percetakan undangan dan buku. Bahkan tak sedikit pula usaha percetakan ini yang berkembang pesat menjadi usaha penerbitan buku dan toko buku. Kebanyakan yang menekuni usaha ini dari pebisnis asal Sulit Air, Kabupaten Solok, Sumatra Barat. Antara lain pengusaha sukses yang bergerak di bidang ini Muhammad Arbie, Rainal Rais dan sejumlah yang lainnya.

5) Hotel dan Travel. Bisnis pariwisata yang bergerak di bidang perhotelan dan travel, sungguh sangat banyak digeluti oleh pengusaha Padang. Di Jakarta, antara lain ada hotel Ambhara, Hotel Sofyan, Hotel Grand Mahakam dan sejumlah yang lainnya. Sedangkan jaringan usaha hotel Grand Menteng adalah jaringan bisnis hotel terbesar yang dimiliki oleh orang Padang. Jenis usaha travel, antara lain yang digeluti pengusaha asal Payakumbuh, Sumtra Barat, yang didirikan Rahimi Sutan, di bawah bendera Natrabu Tour.

6) Pendidikan. Bisnis di bidang pendidikan merupakan bisnis yang sangat digandrungi pula oleh pengusaha Padang. Pada umumnya, mereka yang bergerak pada dunia bisnis pendidikan berawal dari mereka sebagai karyawan di dunia pendidikan baik negeri maupun swasta. Setelah terasa matang, mereka buka sendiri, baik berupa sekolah, bimbingan belajar maupu perguruan tinggi. Pada mulanya mereka akan tampak sebagai seorang pekerja biasa, baik menjadi guru, pegawai tata usaha dan lain sebagainya. Namun diam-diam mereka akan berupaya mendalami pemahaman terhadap bisnis dunia pendidikan tersebut di tempat mereka bekerja. Setelah mendapatkan rasa percaya diri, mereka akan langsung mulai buka sendiri. Mereka tak peduli membuka dalam bentuk yang sangat sederhana dan kecil sekali pun. Mereka tak peduli ditertawakan orang. Di Jakarta sedikitnya ada tiga perguruan tinggi milik orang Padang. Yakni; Universitas Jayabaya didirikan Moeslim Taher, Universitas Persada Indonesia YAI didirikan Julius Sukur dan Universitas Borobudur didirikan Basir Barthos.

7) Media. Sesungguhnya bakat menulis orang Padang yang sudah terkenal ke mana-mana semenjak dahulu, ternyata telah mampu melahirkan perusahaan media yang berskala besar di Indonesia. Sebut saja; koran Oetoesan Melajoe yang didirikan Sutan Maharaja tahun 1915. Di samping itu ada lagi majalah Panji Masyarakat didirikan Hamka, koran Pedoman didirikan Rosihan Anwar, koran Waspada didirikan Ani Idrus, majalah Kartini didirikan Lukmar Umar, majalah Femina dirikan putra-putri Sutan Takdir Alisjahbana dan jaringan TV One didirikan Abdul Latif.

8) Keuangan. Bisnis di dunia industri keuangan, tak sedikit pula digeluti orang Padang. Antara lain jenis usaha yang dilakoninya, perbankan, sekuritas dan asuransi. Pengusaha sukses Sutan Sjahsam misalnya, adalah perinstis pasar modal di Indonesia. Adik kandung perdana menteri Indonesia pertama, Sutan Sjahrir ini adalah seorang pialang dan saham, dan pendiri perusahaan sekuritas, Perdana. Di bisnis perbankan, ada pengusaha sukses Anwar Sutan Saidi yang mendirikan Bank Nasional tahun 1930.

Dari sini, terlihatlah bahwa si Padang memang benar–benar orang
Panggale. Orang Padang berupaya untuk tidak memilih menjadi orang yang disuruh-suruh. Karena itulah mereka sebagian besar memilih menjadi pengusaha.Hidup sebagai seorang pengusaha, diyakininya hidup yang benar-benar merdeka. Tak diatur-atur harus masuk jam sekian dan pulang jam sekian. Pengusaha merdeka berinovasi, berkreativitas untuk kemajuan usahanya. Orang kantoran, apalagi pegawai negeri, diatur oleh berbagai ketentuan, yang jika salah sedikit saja berbahaya.

Di dunia usaha, keliru atau gagal merupakan hal biasa yang bisa dijadikan pembelajaran untuk diwaspadai di masa datang. Sedangkan di dunia kantoran terutama pegawai negeri atau BUMN/BUMD, sama sekali tidak boleh salah atau keliru. Kalau salah atau keliru, penjara menunggu. Sebab kesalahan atau kekeliruan dianggap penyimpangan atau penyelewengan.
Dengan demikian, kalau anda ingin hidup merdeka, merdeka dalam berinovasi dan berkreativitas, bebas melakukan kegiatan dengan memeras otak dan keringat semaksimal mungkin, bebas mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, bebas menjadi orang kaya raya, jadilah pengusaha, jadilah pebisnis dan jadilah pedagang. *

(8)  PULANG MISKIN DICUEKIN PULANG KAYA DISANJUNG
Salah satu hikmah dari merantau yang merupakan kultur orang Padang, adalah menjadikan diri mandiri. Hidup di rantau orang jauh dari sanak saudara. Tak ada tempat mengadukan nasib.

Seandainya badan ditimpa sakit, tanggungkanlah sendiri. Sekiranya tak ada uang untuk makan, tahanlah lapar sendiri. Seandainya ingin berusaha, carilah modal sendiri. Kalau sudah membuka usaha, seandainya ingin berkembang, berusahalah sendiri.

Hidup sebatang kara di rantau orang merupakan tempaan bagi seseorang untuk bisa hidup mandiri, tak mudah mengadukan nasib pada orangtua, pada sanak saudara, pada teman sejawat dan lain sebagainya.
Seandainya tetap di kampung, jika menganggur, tak akan terlalu pusing. Bisa minta uang pada orangtua, bisa minta rokok pada teman sejawat dan bisa mengutang atau meminjam pada sanak saudara kiri dan kanan. Di rantau orang, semua itu tak akan ada.Karena itu, bagi orang Padang merantau boleh dikatakan suatu kewajiban. Kalau belum pernah merantau, kalau hanya tinggal di kampung saja, dapat dikatakan belum bisa lagi disebut mampu hidup mandiri, karena belum terbiasa lagi hidup getir, hidup susah dan hidup menderita.

Satu hikmah lagi yang bisa diambil untuk menjadi pengusaha tangguh dari kultur merantau orang Padang, dengan merantau orang Padang punya semangat pantang menyerah, punya tekad kuat untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik.

Seorang perantau Padang akan malu pulang ke kampung jika belum berhasil. Dia akan merasa khawatir dicuekin kalau pulang miskin. Dan sebaliknya dia yakin akan disanjung kalau pulang kaya raya. Karena itu, orang Padang di rantau orang benar-benar memeras otak dan keringat, mengeluarkan seluruh kemampuannya dalam menjalankan strategi dan taktik untuk bisa mengubah hidupnya kepada yang lebih baik.

Bagi orang Padang, bergerak di bidang bisnis merupakan satu-satunya jalan hidup yang paling tepat untuk mengubah nasib. Mereka pulang ingin membawa mobil, ingin membawa uang banyak. Jika ini diharapkan dari kerja kantoran, sulit sekali. Bahkan mungkin terasa mustahil. Karena harus pulang kaya raya, di dalam meniti kehidupan di rantau, orang Padang memegang teguh prinsip dalam berusaha, sebagai berikut :

1) Dapat dipercaya. Orang Padang dalam berusaha memegang teguh kepercayaan orang. Sebab, kepercayaan merupakan modal utama dalam menjalankan usaha. Sekali saja orang kehilangan kepercayaan dari seseorang, selamanya yang bersangkutan akan sulit memperolehnya kembali. Karena itu, kepercayaan merupakan prinsip orang Padang yang tidak bisa ditawar-tawar. Kehilangan kepercayaan berarti kehilangan jalan hidup untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik. Karena itu, orang Padang selalu bertekad untuk dapat dipercaya.

2) Berani. Dalam berbisnis, orang Padang selalu berani melakukan tindakan. Seorang pengusaha, seorang pedagang atau pebisnis yang selalu ragu-ragu, apalagi takut melakukan tindakan, tak akan pernah bisa berkembang. Karena itu keberanian dalam melakukan tindakan untuk kemajuan usaha yang sedang dijalankan sangat diperlukan. Orang Padang memilikinya.

3) Ulet. Keuletan orang Padang dalam berbisnis sangat terkenal selama ini. Karena keuletannya ini pulalah rata-rata mereka berhasil sukses. Orang Padang tak mengenal menyerah, tak mengenal lelah dan tak mengenal putus asa dalam berbisnis. Seluruh prinsip ini sangat diperlukan dalam berbisnis.

4) Punya mimpi besar. Seorang pebisnis harus memiliki mimpi besar. Mimpi besar di sini artinya punya keinginan yang besar dalam mencapai kesuksesan. Dengan adanya mimpi besar itu, dia merasa terdorong untuk bekerja keras, untuk berjuang sekuat tenaga dan pikiran dalam mencapai mimpi besar yang bergayut di benaknya. Orang Padang punya mimpi besar tersebut. Antara lain mimpi besarnya, kalau nanti sudah sukses, dia akan pulang kampung saat lebaran tiba, guna memberikan bantuan untuk pembangunan tanah kerlahirannya. Untuk bisa memberikan bantuan, tentu harus sukses. Mungkin saja bantuannya dalam bentuk membangun masjid, membangun jalan desa atau membangun rumah gadang. Uang yang diperlukan untuk semua ini bukan sedikit. Karena itu, di rantau harus sukses. Kalau ongkos pulang saja susah mencarinya, bagaimana pula akan membantu membangun kampung halaman saat pulang lebaran.

5) Rendah hati. Dalam berusaha di rantau orang, salah satu modal yang harus dimiliki pula adalah rendah hati. Dengan memiliki sifat rendah hati, dia seseorang mudah menarik simpati orang. Kalau simpati orang sudah didapatkan, jaringan bisnis akan mudah dibuat. Jika jaringan bisnis sudah luas, usaha yang dilakukan akan berjalan lancar dan akan mudah berkembang. Karena itu, sifat rendah hati menjadi salah satu modal usaha bagi orang Padang. Dan dengan ini, orang Padang dikenal mudah bergaul. Dia tidak sombong. Sifat sombong diyakini pengusaha Padang menjauhkan rezeki. Sebaliknya sifat rendah hati mendatangkan rezeki. D sinilah perlunya pepatah yang sekaligus telah menjadi falsafah hidup orang Padang seperti yang telah saya kemukakan sebelum ini dipegang teguh, yang mengatakan, bahwa kalau mandi hilir-hilir, berkata di bawah-bawah. Hati-hati dengan yang di atas, waspadai yang di bawah kalau menimpa. Ingat sebelum kena, pasang lantai sebelum terpuruk. Semua ini adalah kata kiasan yang mengharuskan seseorang rendah hati, menjauhi sifat sombong.

6) Menepati janji. Orang Padang memegang prinsip wajib hukumnya menepati janji. Orang yang suka tak menepati janji atau suka mangkir janji, akan sulit dipercaya orang. Seperti dikatakan pada poin pertama tadi, kepercayaan adalah modal utama dalam berusaha. Kalau berjanji pukul 07.00, harusnya pukul 6.55 sudah hadir. Lebih baik menunggu daripada ditunggu. Dalam hal berjanji ini, pepatah orang Padang mengatakan, bahwa kalau licin bertongkat keris, kalau hujan berpayung destar, namun janji tetap harus ditepati. Jangan ada alasan untuk tidak menepati janji. Kalau ada utang dan berjanji akan membayarnya tanggal 16 Februari, tanggal 15 Februari harusnya sudah siap. Dengan ini, untuk menemui tanggal 16 sudah siap. Jangan sampai kalau berjanji membayar utang tanggal 16, tanggal 20 baru akan diusahakan. Berutang dalam berbisnis biasa, bahkan lebih baik. Namun dengan catatan, jangan sampai utang tak dibayar. Apalagi kalau sempat tidak ada niat untuk membayar utang. Walaupun bisa tak dibayar utang dengan berbagai dalih, dengan beribu alasan, tetapi ingatlah bahwa ke depan nanti orang tempat berutang itu tak akan pernah lagi mempiutangi. Malahan mungkin akan diinformasikannya kepada orang lain agar jangan dipinjami. Karena itu, menepati janji bagi orang Padang sungguh sangat penting artinya.

7) Fokus. Satu hal yang sangat penting pula, adalah fokus pada setiap usaha, pada setiap kegiatan yang dilakukan. Kalau beranjak dari kampung pergi merantau untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik, setiba di rantau harus fokus kepada tujuan semula itu. Apa pun godaan dan rayuan setiba di rantau untuk berubah haluan kepada yang lain, jangan sampai terpedaya. Jangan setiap sebentar tujuan hidup berubah. Orang Padang pergi merantau selalu fokus pada perjuangan mengubah nasib kepada yang lebih baik. Itu pulalah yang menyebabkan mereka tak segan-segan bersorak-sorak berdagang di kaki lima. Sebab di balik itu dia punya mimpi sangat besar, ingin jadi pengusaha sukses, ingin memperlihatkan pada orang kampungnya setelah berhasil nanti.

8) Berusaha sambil berdoa. Seperti diketahui, orang Padang terkenal dengan kekuatan adat dan agamanya. Dengan berbekalkan ini pulalah orang Padang bisa sukses dalam meniti kariernya sebagai pengusaha sukses yang dimulainya dari bawah. Antara berdoa dengan berusaha harus sejalan. Jangan berdoa saja tanpa berdoa. Sebaliknya jangan pula berusaha saja tanpa berdoa. Dalam memperjuangkan hidup, dalam perjuangan untuk mencapai kesuksesan, salah satu prinsip yang dipakai orang Padang adalah berusaha sambil berdoa.

Semua prinsip yang dipakai orang Padang ini sungguh sangat penting artinya bagi Siapa pun dalam melakukan usaha. Sebab, dengan ini seseorang akan dihargai orang, akan dipercayai orang, akan disegani dan dihormati orang. Anda bisa meniru prinsip-prinsip orang Padang ini. *

(9)  JADI BOS YES, JADI ANAK BUAH NO
Sikap hidup memilih menjadi bos dan menjauhi menjadi anak buah, merupakan sikap hidup yang membuat orang Padang sebahagian besar memilih jalan hidupnya sebagai pengusaha atau pebisnis.

Orang Padang sebahagian besar bersikap, tak nyaman menjadi pekerja, menjadi pegawai kantoran, karena diperitah-perintah, disuruh-disuruh, dengan gaji sudah ditentukan setiap bulan. Tak ada ketentuan, semakin sering disuruh-suruh atau diperintah-perintah semakin besar pula gaji.

Sikap memilih jadi bos dengan segala resiko yang sudah siap dihadapinya ini telah terpatri di hati orang Padang semenjak dia kecil. Bahkan semenjak masih bayi, orang Padang telah menidurkan anaknya melalui bernyanyi dengan menyenandungkan pantun-pantun pemotivasi. Antara lain yang selalu disenandungkan seorang ibu kalau menidurkan anaknya,” Anak kandung cepatlah besar. Setelah engkau besar nanti, jadilah pembangkit batang terendam. Jadilah penuntut malu oleh ibunda. Jadilah tempat mengadukan nasib dan tempat berlindung oleh orang di kampung !”.

Senandung yang dilagukan dengan irama memukau sehingga anaknya tidur dengan nyenyak ini, merupakan kata-kata pemotivasi bagi si anak.
Kata-kata pembangkit batang terendam merupakan kata-kata penggugah hati agar si anak setelah dewasa nanti bisa menjadi pengangkat harkat dan martabat keluarganya. Penuntut malu berarti bisa menjadi pejuang bagi keluarganya kalau nanti ada persoalan-persoalan yang dialami keluarganya. Tempat mengadukan nasib dan tempat berlindung bagi orang di kampung, maksudnya agar bisa nanti si anak ini setelah dewasa tempat orang di kampung atau orang lain meminjam jika terdesak uang, mendapatkan solusi dalam suatu kesulitan hidup. Atau, bisa pula untuk berlindung bagi orang di kampung dari berbagai kesulitan dan kesusahan hidup. Jadi, tidak hanya sebatas bisa membahagiakan dirinya saja, melainkan diharapkan juga bisa membias kepada orang lain.

Satu hal lagi yang merupakan penanaman sikap jadi bos bagi orang Padang, adalah ketika masih bayi, ada semacam kebiasaan dilakukan orang Padang beberapa hari setelah si bayi lahir, yakni dilangsungkanlah acara turun mandi. Dalam acara turun mandi itu, akan disuguhi ke lidah si bayi cabe dan garam. Ini maksudnya, semenjak dari bayi si anak telah diingatkan bahwa setelah dewasa nanti harus bisa mandiri, harus mau berusaha keras dalam memperjuangkan hidup. Jadi maksudnya, rasakanlah dari sekarang pedasnya cabe dan asinnya garam. Setelah dewasa nanti, kalau ingin merasakan pedasnya cabe berjuanglah mendapatkan cabe dan kalau ingin merasakan asinnya garam berjuanglah untuk mendapatkan garam. Jangan ditunggu pemberian orang dan jangan jadi orang pemalas. Kalau pemalas tak akan bisa merasakan pedasnya cabe dan asinnya garam.

Semangat yang ditanamkan di sini adalah semangat menjadi bos. Sebab semangat bos adalah semangat jadi pemimpin. Semangat jadi pemimpin adalah semangat berada di garis depan dengan segala resiko yang harus dihadapi.Semangat bos, untuk memperoleh penghasilan besar harus berjuang keras dan berjuang cerdas, harus bekerja keras dan bekerja cerdas, harus perbanyak bangun ketimbang tidur, harus menjauhi sikap hidup berleha-leha dan membudayakan sikap hidup memeras keringat dan memutar otak. Bekerja keras di sini bukan berarti sebagai pekerja, tetapi sebagai seorang bos yang tak mau santai-santai saja.

Jadi, menjadi bos memang sudah menjadi sikap hidup orang Padang. Untuk bisa menjadi bos, sudah barang tentu harus menghindari jadi pegawai kantoran. Untuk jadi bos harus mau membuka usaha sendiri.
Farrah Gray, seorang anak kulit hitam Afro Amerika yang hidup di pemukiman kumuh bersama ibunya yang sudah bercerai dengan ayahnya dengan 5 orang beradik kakak, dapat menjadi pemotivasi bagi anda dan saya dalam mengubah hidup ke arah yang lebih baik, dengan sikap hidup menjadi bos.

Kendatipun Farrah Gray hidup dalam keluarga miskin, namun cita-citanya bukan jadi pekerja untuk dapat makan pagi dan petang. Namun sebaliknya dia punya mimpi besar ingin menjadi bos, ingin punya perusahaan. Si kecil Farrah Gray, kecil-kecil sudah berani membuat kartu nama dengan nama Farrah Gray yang di bawahnya bertuliskan, ”CEO ABAD 21”. Bayangkan, betapa beraninya dia. Namun apa yang terjadi? Ketika baru saja berumur 14 tahun, Farrah Gray telah menjadi seorang miliarder di negara adi daya Amerika Serikat. Sejak kapan Farrah memulai kariernya? Lelaki yang selalu tampak bersemangat itu lahir 9 September 1984, dan memulai karier di dunia usaha semenjak berumur 6 tahun.

Dengan ini terlihat sekali bahwa dorongan atau motivasi yang menjadikan seseorang punya mimpi besar dalam menghadapi kehidupannya ke depan sangatlah penting. Orang Padang telah mendapatkan itu semenjak kecil.
Semangat menjadi bos telah didapatkannya semenjak kecil. Semangat menjadi bos telah merasuk ke darah daging orang Padang semenjak dia masih dalam gendongan ibundanya.

Setelah besar, orang Padang mengimplementasikan semangat itu dalam bentuk nyata dengan pergi merantau. Di rantaulah orang Padang menemukan jati didirnya sebagai seorang yang harus hidup mandiri demi untuk mencapai mimpi besarnya menjadi seorang bos, menjadi seorang pemilik perusahaan dan menjadi seorang pengusaha sukses.*

(10)  PENGUSAHA PADANG DAN PENGUSAHA CINA
Apabila diperhatikan, pengusaha Padang dengan pengusaha Cina memiliki banyak kemasaan. Kendatipun dalam beberapa hal mungkin memiliki perbedaan. Namun pada intinya, pengusaha Padang dan pengusaha Cina sama-sama pekerja keras dan pekerja cerdas, sama-sama punya semangat pantang menyerah dan sama-sama memegang teguh kejujuran. Keduanya pun sama-sama terkenal karena keuletannya dalam menjalankan usaha.
Disamping itu, baik pengusaha Padang maupun pengusaha Cina, sama-sama punya kultur hidup merantau. Orang Cina sangat dikenal sebagai orang perantau. Di belahan dunia mana pun ada orang Cina. Dan mereka pun dikenal pandai menyesuaikan diri.

Dari sisi kesabaran memperjuangkan usaha, baik pengusaha Padang maupun pengusaha Cina, tampak sama-sama memilikinya. Kesabaran pengusaha Padang dalam berjuang untuk bisa menjadi pengusaha sukses, seperti telah disinggung dalam bab terdahulu, mereka rela berpanas-panas berjualan peniti, sisir dan ikat pinggang di pinggir-pinggir jalan. Mereka pun mau bersorak-sorak di pasar-pasar tradisional untuk menjual pakaian tiga seribu. Orang Cina pun tak kalah sabarnya. Mereka pun mau mengawali berusaha dari bawah. Mereka relah bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun hidup menderita untuk sebuah mimpi besar menjadi seorang pengusaha sukses.

Secara umum banyak sekali kesamaan antara pengusaha Padang dengan pengusaha Cina. Dan semua kesamaannya ini bisa anda jadikan sebagai suatu pedoman untuk membuka, menjalankan dan mengembangkan usaha.
Kalau pengusaha Padang memiliki prinsip teguh tentang memegang kepercayaan, pengusaha Cina pun demikian pula. Bagi orang Cina, kepercayaan sungguh sangat tinggi nilainya. Kalau anda mendapat kepercayaan dari seorang pengusaha Cina, anda akan menjadi orang kaya raya. Sebab, bagi pengusaha Cina, kalau seseorang sudah dipercayainya, dia akan mau memodali anda berusaha. Uang bagi orang Cina tak jadi persoalan, kalau sudah bisa dia percayai. Tetapi anda harus ingat, sekali saja anda diketahuinya tak jujur, sekali saja anda mencoba mengkhianati kepercayaan yang diberikannya, selama hidupnya tidak akan pernah lagi anda dia percayai. Tidak mudah mendapatkan kepercayaan orang Cina.
Karena itu, baik pengusaha Padang maupun pengusaha Cina, harus mampu anda jadikan mereka mempercayai anda, jika anda ingin berhubungan lama dengannya. Sebenarnya kepercayaan ini amat penting, tidak saja terhadap orang Padang atau orang Cina, tetapi terhadap siapa saja.

Dari segi disiplin, baik pengusaha Padang maupun pengusaha Cina, sama-sama disiplin dalam masalah keuangan. Bagi pengusaha Cina, satu sen uang sangat berarti. Bagi pengusaha Padang pun demikian pula.
Mungkin karena itu pulalah, maka banyak orang mengatakan, bahwa pengusaha Cina dan pengusaha Padang selama ini yang menguasai perdagangan di Tanah Abang, di Blok M dan lain sebagainya.
Namun dari segi merantau, kalau orang Cina terkenal dengan istilah ”merantau Cina”-nya, tetapi orang Padang merantau bukan demikian. Merantau Cina yang dimaksudkan di sini, orang Cina merantau benar-benar pergi untuk selamanya. Di mana saja dia berada, orang Cina pada umumnya menganggap di sana kampung halamannya. Seakan-akan dia tak ingat pulang kampung lagi. Namun orang Padang merantau, selalu ingat pulang kalau sudah berhasil. Bagi orang Padang, suatu kepuasan tersendiri kalau bisa mengeluarkan uangnya sebanyak mungkin untuk membangun kampung halamannya. Di Pariaman, Sumatra Barat misalnya, ada istilah badoncek. Maksudnya, kalau lebaran datang mereka pulang kampung bersama-sama. Sebelum kembali ke rantau mereka akan mengadakan suatu pertemuan dengan masyarakat di kampungnya Dalam pertemuan itu mereka akan saling mengeluarkan uang secara bersama-sama untuk membangun kampung halamannya. Dalam kegiatan badoncek ini ada satu orang yang mengumumkan melalui pengeras suara setiap ada yang memberikan sumbangan. Semua orang akan mendengarkan siapa saja yang memberikan sumbangan. Biasanya akan berlomba-lomba mnengeluarkan uang saat acara badoncek tersebut. Hal ini sangat besar dampak positifnya untuk kemajuan pembangunan kampung halamannya masing-masing.

Bagi seseorang yang akan pergi merantau, biasanya ada nasehat dari orangtua dan pamannya, yang mengatakan agar jangan pergi merantau seperti merantau Cina. Maksudnya, jangan sampai merantau tak ingat lagi kampung halaman selama-lamanya. Namun begitu, tidak sedikit pula orang Padang yang merantau tak pulang-pulang sampai mati. Tidak sedikit pula yang semenjak pergi merantau tak ada kabar beritanya ke kampung.
Namun yang jelas, banyak sekali persamaan pengusaha Padang dengan pengusaha Cina. Dan semua ini patut anda ambil menjadi pedoman dalam meniti karier di dunia usaha. *

(11)  RUMAH MAKAN PADANG KAPAN ADA DI BULAN?
Suatu pertanyaan yang menggelitik, adalah kapan rumah makan Padang ada di bulan? Namun melihat keuletan orang Padang dalam berbisnis, asal ada peluang pasar di bulan, rumah makan Padang akan berdiri di sana.
Artinya, sungguh sangat ulet orang Padang dalam berbisnis. Kalau saja ada orang bermukim di bulan sana, kemungkinan besar akan berdiri rumah makan Padang di sana. Bahkan kalau ada orang bermukim di mata hari, orang Padang akan memberanikan diri pula mendirikan rumah makan di sana.

Orang Padang tak memilih-milih tempat usaha, tak mau berpikir berlama-lama untuk mendirikan usaha. Asal ada peluang, dia akan masuk. Dan dalam berbisnis memang harus demikian. Berbisnis taklah berteori, tetapi melakukan praktik secara langsung. Orang yang banyak berteori tak pas untuk melakukan usaha. Sebab, teori adakalanya tak sama dengan kenyataan praktik di lapangan. Bahkan banyak sekali yang tak sesuai dengan praktik di lapangan. Usaha memerlukan praktik di lapangan.
Teori berjalan tak selamanya cocok dengan praktik berjalan. Teori berenang tak selamanya cocok dengan praktik berenang. Teori berbisnis tak selamanya cocok dengan praktik berbisnis di lapangan.

Orang Padang dalam berbisnis tak berpatokan seratus persen pada teori, tetapi selalu berpedoman pada pengalaman lapangan secara praktis. Itulah yang menyebabkan bisnis orang Padang lancar.Orang Padang tak peduli di puncak gunung, di pinggiran kali, di pusat kota dan di mana saja untuk melakukan kegiatan bisnisnya. Baginya, asal ada peluang usaha, asal ada terbetik peluang pasar, dia akan langsung berbisnis di sana.

Ketika Timor Timur melepaskan diri dari Negara Indonesia, sesaat setelah berlangsung referendum, banyak sekali orang Padang yang berbisnis di sana terkena imbasnya. Maksudnya, orang Padang banyak sekali yang berbisnis di sana. Di samping orang Padang banyak yang pulang ke kampung halamannya kembali, atau pindah ke daerah lain di Indonesia, banyak juga yang memilih tinggal di sana. Inilah bukti, bahwa jangankan di Timor Timur (Timor Leste-sekarang), di bulan pun orang Padang berani berbisnis, jika sudah ada konsumen di sana.

Mengapa secekatan itu orang Padang berbisnis? Dapat dijelaskan, sebagai berikut:

1) Tidak Mau Manja. Pengusaha Padang tidak mau hidup bermanja-manja. Dia rela hidup menderita, hidup dengan pahit getir demi untuk mencapai mimpi besarnya menjadi orang kaya raya. Orang Padang punya satu prinsip, yakni,” Di mana bumi diinjak, di sanalah langit harus dijunjung. Di mana ranting di patah, di sanalah sumur harus disauk. Janganlah beraja di rantau raja dan bersultan di rantau sultan”. Maksudnya, di maman pun berada harus dituruti atau dipatuhi setiap ketentuan yang ada di sana. Jangan sekali-kali menyombongkan diri dan jangan sekali-kali membawa adat kebiasaan kita ke rantau orang.

2) Teguh Pendirian. Pengusaha Padang terkenal teguh pendiriannya. Dia tak mudah terpengaruh atau terpedaya oleh hal-hal yang tidak menguntungkan kepada usaha yang sedang ia lakukan. Prinsip yang dipegang pengusaha Padang dalam hal ini,”Dihembus orang jangan mudah gembung, dihirup orang jangan mudah kempis”. Maksudnya, jangan mudah terpedaya oleh masukan kiri dan kanan, yang tak ada manfaatnya bagi kesuksesan usaha yang sedang dijalankan.

3) Pantang Menyerah. Bagi orang Padang, dalam berbisnis berpantang menyerah. Tak ada kamus menyerah, meski sesulit apa pun kendala yang dia hadapi. Biar makan sekali sehari pun, dia tak akan menyerah, tak akan putus asa dan tak akan pernah tak melanjutkan kariernya di dunia usaha. Pengusaha itu akalnya seribu satu. Pengusaha Padang yakin betul dengan itu. Namun apabila mengalami kegagalan, dia akan menjadikan kegagalan itu sebagai guru, sehingga ke depan semakin hati-hati, semakin matang dan semakin arif bijaksana. Pepatah orang Padang mengatakan, ”Tuhan bersifat kadim, manusia bersifat gawa”. Maksudnya, Tuhan-lah yang bisa punya sifat pasti, tak pernah salah, tak pernah keliru. Sedangkan manusia punya sifat kilaf, keliru, salah dan lain sebagainya. Karena manusia punya sifat itu tadi, maka dia harus banyak belajar dari segala kekhilafan, kesalahan dan kekeliruannya tersebut, dalam menuju mimpi besarnya ke depan agar tercapai. Jadi, kegagalan pun tak perlu diratapi dan disesali, tetapi dijadikan pelajaran untuk mencapai keberhasilan.

4) Tidak Mendua Hati. Dalam berbisnis, bagi orang Padang berpantang mendua hati. Maksudnya, tidak ada cabang pikiran kepada yang lain selain berbisnis, selain menjalankan usaha dan selain berdagang.Tidak dikenal dalam perdagangan orang Padang, sambil berdagang ada pula pikiran untuk bertani dan lain sejenisnya. Kalau akan berbisnis, betul-betul berbisnis. Kalau akan bertani, bertani betul. Jangan nyambil berdagang. Jangan setengah-setengah. Dalam pepatah orang Padang dikatakan,”Kalau tak kaya, berani pakai. Maksudnya, dalam mengarungi kehidupan ini harus benar-benar fokus pada satu jalan hidup. Jangan setengah-tengah. Orang yang punya banyak cabang pikiran dalam mengarungi kehidupan ini biasanya selalu ragu atau terlalu banyak pertimbangan. Orang yang dibalut ragu atau yang terlalu banyak pertimbangan, akan mengalami kegagalan. Sebab, karena selalu ragu, tak bisa mengambil keputusan, akhirnya tak ada yang dilaksanakan satu pun. Jadi, kalau sudah diambil keputusan, harus dijalankan, tanpa menghiraukan tantangan, rintangan dan hambatan. Sekali layar terkembang, berpantang surut ke belakang.

5) Dekatkan Diri Pada Yang Maha Kuasa. Orang Padang yang sejak dari kecilnya telah mendapatkan ilmu agama melalui mengaji di surau, di dalam menjalankan usaha, di dalam berbisnis selalu mendekatkan dirinya kepada Yang Maha Kuasa. Kebiasaan beusaha sambil berdo’a sudah menjadi darah daging bagi orang Padang. Sebab dalam agama sudah dijelaskan, bahwa manusia hanya diharuskan berusaha semaksimal mungkin, dan selanjutnya harus diserahkan kepada Yang Maha Kuasa dengan cara berdo’a.
Dengan berpegang teguh kepada beberapa hal ini, pengusaha Padang terbukti bisa menjalankan usahanya di mana saja. Tak peduli di bulan sekali pun, kalau sudah ada konsumen atau pasar di sana.

Dengan ini dapat dikatakan, bahwa jika ada pertanyaan, kapan rumah makan Padang ada di bulan? Jawabnya adalah apabila ada konsumen atau pasar di sana nanti. Jika ada konsumen atau pasar di sana, peluang pasar tersebut akan diambil oleh orang Padang, meskipun yang merinstis jalan ke sana bukan dia.. *

(12) KEULETAN ORANG PADANG DALAMN BERBISNIS
Tak bisa lagi dipungkiri, bahwa keuletan orang Padang dalam berbisnis telah terkenal ke mana-mana. Bahkan seperti dikatakan dalam bab terdahulu, kalaulah sekarang ada konsumen atau pasar di bulan, orang Padang akan membuka rumah makan Padang di sana. Keuletan orang Padang dalam berbisnis, sungguh mengagumkan semua orang. Dia tak peduli dengan berbagai hambatan dan rintangan. Bahkan segala hambatan dan rintangan itu dia jadikan sebagai suplemen untuk lebih berani dan lebih bersemangat lagi melangkah ke depan menuju mimpi besarnya menjadi pengusaha sukses.

Ada beberapa hal menyangkut keuletan orang Padang yang mungkin bisa menjadi pedoman bagi anda dalam menjalankan usaha :

1) Berpantang Ketinggalan. Dalam berbisnis atau menjalankan usaha, orang Padang menyatakan berpantang ketinggalan. Maksud ketinggalan di sini adalah terlambat dari orang lain dalam menangkap peluang bisnis. Agar tak ketinggalan, dia selalu ulet dalam memantau, mengamati dan memperhatikan peluang-peluang usaha yang bisa ditangkapnya. Begitu peluang usaha melintas, akan dia sabet langsung tanpa banyak pertimbangan, tanpa banyak pikir. Suatu contoh, saat lebaran tinggal lagi sekitar 3 bulan ke depan. Dari sekarang biasanya dia sudah mempersiapkan dagangannya yang sesuai dengan kebutuhan lebaran tersebut. Bisa saja, berbagai jenis kue, pakaian bagi yang punya usaha di bidang pakaian jadi dan berbagai hal lainnya. Begitu datang lebaran nanti, dia langsung bisa star.

2) Hebat Melobi. Kemampuan orang Padang dalam melobi, tak diragukan lagi. Dalam berbisnis, kemampuan lobi sangat diperlukan. Dengan kemampuannya melobi, orang Padang dalam berbisnis mampu meyakinkan orang, apakah dia konsumen atau pelanggan, perbankan dan lain sebagainya untuk memperoleh pinjaman atau berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan usaha yang sedang ia jalankan. Sehebat apa pun hasil produk suatu perusahaan, kalau orang tidak yakin dengan kehebatannya, niscaya tidak akan pernah laku di pasaran. Karena itu, kemampuan melobi sangat penting di sini. Dengan lobi yang bagus, pun akan bisa pula membuat jaringan bisnis semakin luas kiri dan kanan, atas dan bawah, hulu dan hilir.

3) Tidak Pemalas. Malas adalah penyakit yang harus dihindari oleh siapa pun, terutama dalam berbisnis. Orang pemalas tak akan bisa maju. Orang Padang sudah terkenal ulet. Orang ulet mustahil pemalas. Bagi orang Padang, dalam berbisnis tak kenal kata malas. Sebaliknya harus mau menjadi pekerja keras, mau bersimbah keringat dan mau melangkah dari bawah. Kalaulah orang pemalas yang punya peluang besar untuk kaya raya, Indonesia mungkin saat ini telah menjadi sebuah negara kaya raya. Tetapi malangnya, malas itu pangkal miskin dan rajinlah yang menjadi pangkal kaya. Bagi orang Padang tak ada dalam diri seseorang yang boleh menyebabkan dia pemalas. Sebaliknya, kekurangan dan kelebihan yang ada pada dirinya haruslah dia jadikan untuk mendorong semangat menjadi rajin. Seperti dikatakan dalam prinsip hidup orang Padang, ” Orang buta bisa untuk penghebus lesung(tempat penumbuk padi atau tepung), orang pekak bisa untuk pelepas senjata, orang ganteng atau cantik bisa untuk menanti tamu dalam berpesta, orang bertampang jelek sekali ada juga gunanya, yakni untuk pengupaskulit pisang”. Jadi, semua manusia di muka bumi ini dalam prinsip hidup orang Padang bisa berkiprah, bisa berkreativitas, asalkan mau memeras keringat, mau berusaha.

4) Pemberani. Sikap pemberani yang dimiliki orang Padang dalam berbisnis, bukan main pula besar manfaatnya. Sebab, seorang pebisnis jika tak berani, tak akan pernah satu ide pun bisa dia jalankan. Sebab semua yang akan dilakukan itu pasti ada tantangannya. Orang penakut mana mungkin bisa menghadapi tantangan. Pemberani di sini bukan maksudnya berani membabi buta tanpa perhitungan. Tetapi berani yang penuh perhitungan. Pemberani di sini bukan pula senangnya hanya berkelahi. Berani di sini maksudnya adalah berani mencoba, berani melakukan, berani bereaksi dengan ide-ide bisnis yang telah ada pada pikirannya. Orang berani akan sukses jika dia mampu menghindari hal-hal yang mungkin menggagalkannya. Orang berani akan terjungkal kalau keinginannya hanya menabrak tantangan yang ada di depannya saja. Kemampuan menghindar itu akan dilakukan pemberani cerdas atau pemberani otak. Tetapi berani menabrak, berani membabi buta akan dilakukan oleh pemberani fisik atau pemberani tak cerdas. Pemberani fisik akan dengan mudah dilkalahkan oleh pemberani cerdas. Dalam berbisnis yang dibutuhkan bukan pemberani fisik, tetapi pembrenai cerdas atau otak.

5) Tegas. Ketegasan dalam berbisnis sangat penting. Ketegasan akan menghilangkan keragu-raguan, akan menghilangkan kebimbangan dan akan menghilangkan rasa was-was yang terlalu besar. Apa yang dialakukan pebisnis yang memiliki ketegasan akan tampak jelas, akan terang benderang, tidak abu-abu. Orang Padang dalam berbisnis, tegas. Sekali diputuskan untuk melangkah, dengan jelas dan dengan tanpa ragu-ragu dia akan melakukannya. Dan dalam berbisnis, kejelasan tujuan yang hendak dicapai sangat penting. Jangan seperti kapal berlayar di tengah lautan yang tak tentu pulau hendak dituju. Begitu sauh diangkat, begitu tali dilepaskan, begitu kapal bergerak dari dermaga, harus jelas pulau yang hendak dituju. Kalau tak demikian, anda akan terkatung-katung di tengah lautan lepas. Lapangan dunia usaha adalah bagaikan lautan luas yang sulit sekali menentukan di mana tepinya.

Lima hal pokok keuletan orang Padang ini sangat penting artinya dalam
mengembangkan usaha bagi siapa saja. Karena itu, tak salah kalau anda mempedomani pula kelima hal ini. *

(13)  SEMANGAT MEMBANGKIT BATANG TERENDAM DALAM MEMBANGUN USAHA
Membangkit batang terendam merupakan kalimat sakti orang Padang dalam memperjuangkan hidupnya. Khusus dalam membangun usaha, kalimat pendek ini sangat besar artinya bagi orang Padang.

Batang atau pohon kayu terendam adalah tamsilan dari suatu kehidupan yang terbenam, yang terpuruk, miskin. Jadi, seseorang yang berjuang bangkit dari keterpurukan itu, disebutlah membangkit batang terendam.
Bayangkan, betapa sulitnya mengangkat pohon kayu yang telah terbenam di dasar air, seperti di dasar sungai yang deras atau di dasar lautan yang demikian dalam. Untuk membangkitnya membutuhkan semangat yang tinggi, membutuhkan mental yang kuat, membutuhkan kemauan keras yang bukan main. Namun kalau terangkat nanti, betapa tingginya rasa puas yang dimiliki si pembangkit batang terendam tersebut. Dan semangat inilah yang dipatrikan orang Padang kepada anak-anaknya mulai sejak kecil, mulai semenjak dari buayaian, mulai semenjak si bayi dibuai disenandungkan ibunya.

Semangat membangkit batang terendam ini pulalah yang diterapkan orang Padang dalam membangun usahanya. Seorang yang tengah membangun usaha, baik saat memulai, mengembangkan atau melanjutkannya, disebut membangkit batang terendam. Semangat ini sungguh sama seperti suntikan motivasi yang sangat kuat bagi orang Padang dalam berbisnis.
Mungkin banyak yang bertanya selama ini, kenapa orang Padang itu dalam membangun usaha seperti tak kenal lelah, seperti tak kenal putus asa dan ada-ada saja ide yang muncul di benaknya untuk membangun kerajaan bisnisnya. Rahasianya adalah dia punya suplemen penguat yang disebut dengan membangkit batang terendam.

Bagi orang Padang, daripada membawa kegagalan pulang, lebih baik larek (larut atau tak pulang-pulang), dan tetap saja di rantau sampai mati. Sebab, kegagalan berjuang mengubah nasib di rantau orang, sama saja dengan tak mampu membangkit batang terendam.

Jika diperhatikan, semangat membangkit batang terendam ini sangat besar artinya dalam mencapai kesuksesan bagi orang Padang dalam membangun usaha. Tak berlebihan agaknya jika dikatakan sama dengan semangat ara kiri orang Jepang.Orang Padang akan merasa tak ada gunanya hidup di dunia ini kalau tidak akan terbangkit batang terendam. Tak ada gunanya pulang kampung dari rantau kalau tak akan terbangkit batang terendam.

Dengan kesuksesan membangun usaha, dengan kesuksesan jadi konglomerat, akan mengangkat harkat dan martabat diri sendiri, keluarga dan kaum yang yang sebelumnya mungkin tak begitu dipandang orang di kampung.

Semangat ini sungguh sangat besar artinya bagi orang Padang di dalam memicu semangatnya memperjuangkan hidup melalui membangun usaha. Dengan semangat ini orang Padang mau berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu untuk bersenang-senang kemudian.Keberhasilan seseorang dalam sisi apa saja, terutama dalam sisi bisnis, sangat tergantung kepada motivasi yang ada pada dirinya. Kalau motivasi dirinya dalam berbisnis lemah, maka usahanya akan lemah pula. Kalau motivasi dirinya kuat, maka bisnisnya akan sukses pula. Karena itu, dalam berbisnis motivasi sangat diperlukan. Mustahil seorang pengusaha akan sukses dalam meniti kariernya kalau dia tidak termotivasi untuk menjalankan bisnisnya. Karena motivasi adalah daya dorong yang dimiliki seseorang untuk mencapai apa yang diinginkannya. Seperti saya katakan tadi, orang Padang punya motivasi yang sangat ampuh, yaitu membangkit batang terendam.

Anda sebagai pengusaha, orang yang berencana memulai usaha atau yang sudah dalam tahap mengembangkan usaha, sangat memerlukan motivasi seperti yang dmiliki pengusaha Padang ini. Anda boleh saja mengambil motivasi orang Padang ini untuk anda jadikan pemotivasi diri anda.
Tidaklah benar kalau hanya orang Padang yang boleh memanfaatkannya. Sebab, semangat membangkit batang terendam ini boleh dimiliki oleh siapa saja yang mau maju dalam menjalankan usahanya. Rasa malu gagal, rasa terhina kalau tak sukses, harus anda jadikan pemicu semangat untuk lebih giat lagi berusaha dalam membangun dan mengembangkan usaha anda. Semoga anda menjadi seorang pengusaha sukses yang disegani di mana saja anda berada. Amin…!

(14)  BERANI BERUSAHA CARA ORANG PADANG
Agaknya, cara orang Padang berusaha tak jauh berbeda dengan cara orang lain. Namun seperti dikatakan pada bab terdahulu, orang Padang itu punya motivasi yang kuat, sehingga dia berani seperti tentara di medan perang, pantang menyerah sebelum berhasil. Lebih dari itu, yang membuat orang Padang itu sukses berusaha, dia tak pernah mengharapkan modal usaha berupa uang yang banyak dalam memulai usaha. Dia pun seakan-akan tak peduli dengan modal usaha uang tersebut sama sekali.

Bagi orang Padang, modalnya dalam memulai dan menjalankan usaha, cukup hanya dengan bermodalkan kesabaran saja. Dia bisa sabar bertahun-tahun hidup menderita untuk memperjuangkan sebuah mimpi besar yang ingin dicapainya. Tak banyak orang yang bisa sabar seperti itu, tetapi dalam kenyataannya orang Padang bisa.

Bagi orang Padang yang telah menjadi pengusaha sukses di rantau orang, kalau ada sanak familinya dari kampung mendatanginya untuk mencari penghidupan, dia tak langsung mengambilnya sebagai pekerja atau pegawai di perusahaannya. Dia hanya akan mempersilakan menginap di rumahnya. Setelah beberapa hari, dia akan memberinya modal untuk berdagang asongan, seperti berdagang asongan rokok di jalanan.

Untuk diingat, dia hanya satu kali itu saja akan memberi. Ketika modal itu diserahkannya, dia akan menekankan bahwa hanya sekali itu akan memberi. Kalau bisa hidup berkelanjutan oleh modal yang diberikannya itu, silakan berlanjut terus sampai besar dan menjadi pengusaha sukses. Sebaliknya kalau tak bisa mengembangkan usaha tersebut, tak akan pernah lagi diberinya. Malah dia akan memberinya ongkos pulang kampung. Gaya seperti ini rata-rata diberikan pengusaha sukses asal Padang kepada familinya yang coba mendatanginya dari kampung untuk berusaha.
Maksudnya memperlakukan seperti ini, supaya dia sadar bahwa hidup ini tidak gampang. Karena hidup tak gampang, dia tak boleh menjadi orang yang bertangan di bawah terus. Sekali diberi modal usaha, besoknya diberi lagi. Akhirnya dia akan menjadi peminta-minta, akan menjadi pengemis. Kalau diberi terus menerus, semangat juangnya untuk mencapai keberhasilan tak akan muncul. Orang Padang tak menginginkan sanak familinya menjadi pengemis. Daripada menjadi pengemis, daripada menjadi peminta-minta terus menerus dengan alasan untuk modal, lebih baik pulang saja ke kampung. Mungkin dia lebih baik menokak tanah menjadi petani di kampung. Mungkin itu kerja yang cocok untuk dia.
Dengan ini, seorang yang sepenakut apa pun, akan berani melakukan usaha. Sebab, kalau sempat modal yang diberikan familinya yang pengusaha sukses itu habis, tak bakalan ditambahnya lagi. Malahan hanya akan diberinya ongkos pulang kampung. Kalau sempat ini terjadi, bukan main beratnya rasa malu yang akan berada di pundaknya. Dia akan diledek orang kampung dengan mengatakan,”Sudah jelas bodoh, merantau pula. Bikin malu saja”.

Jadi, karena dia harus bisa mengembangkan usaha dengan modal yang diberikan padanya tadi, dia harus berani bertarung di pasar dengan sesama penjaja rokok asongan lainnya. Dia harus menang. Dia tak boleh kalah. Kalah berarti pulang miskin ke kampung. Kalau itu terjadi, malunya bukan main. Berani bertarung ini bukan berkelahi, tetapi berani mengadu strategi dan taktik di antara sesama pedagang asongan.

Untuk keberanian berkelahi, sulit terdengar orang Padang tawuran di rantau orang. Ini dikarenakan orang Padang selalu memegang prinsip bahwa merantau bukan mencari lawan tetapi mencari uang.Lagi pula, karena demikian beratnya beban moral sebagai orang yang ingin mencapai mimpi besar di rantau orang, membuat dia tak sempat lagi memikirkan yang lain-lain selain memikirkan bagaimana agar usahanya berhasil. Tak ada lagi waktu baginya untuk memikirkan yang tak penting, yang di luar jalur usahanya. Dia berhenti memikirkan usahanya kalau telah tertidur. Namun begitu tersentak tengah malam atau terbangun di pagi hari, langsung dia teringat pada usahanya, langsung dia teringat kepada modal usahanya yang hanya segitu banyaknya, ingat dia bahwa jika sempat tak berujung dagangannya, dia akan pulang kampung dengan miskin. Dia akan pulang dengan menyandang rasa malu yang bukan main beratnya.
Orang Padang akan sangat malu kalau baru beberapa bulan merantau lantas pulang. Semakin lama merantau, semakin menambah kewibawaannya setiba di kampung. Apalagi kalau perantau yang sudah lama tak pulang-pulang itu pulang kampung membawa keberhasilan.
Keberanian orang Padang dalam berusaha, toh disebabkan pula oleh kekuatan agama dan adat yang dipakainya dalam kehidupan sehari-hari semenjak kecil. Semenjak kecil, semenjak masih tidur di surau bagi yang lelaki, dia telah diajarkan hidup dalam ikatan agama dan adat yang kuat. Adat Minang yang sangat terkenal ke mana-mana itu sendinya adalah syarak(agama). Sedangkan syarak yang menjadi pegangan hidup dan mati baginya itu sendinya adalah kitabullah(kitab Allah swt, yakni Al-Qur’an). Bagi orang Padang sangat dikenal sebutan,”Adat bersendi syarak, syarak bersendi kitabullah. Syarak mengatakan, adat memakaikan”.

Ke mana pun dan langkah apa pun yang dilakukan orang Padang dalam menjalankan usaha, taklah pernah dia merasa takut. Sebab, untuk apa dia takut karena dia yakini bahwa Allah swt selalu bersamanya. Bisnis yang dijalankan orang Padang selalu berpedoman kepada adat dan agama. Etika yang diajarkan oleh adat dan agama, menjadi pedoman bagi orang Padang dalam berbisnis, dalam menjalankan usaha.

Menurut keyakinan orang Padang, kalau sudah bersandar kepada ketentuan Allah swt dan Rasul, tak ada lagi gunanya ragu, khawatir dan takut berbuat dalam menjalankan usaha.

Bisnis yang dilandasi adat dan agama, tak akan keluar dari ketentuan etika dan moral. Orang yang mematuhi ketentuan adat dan agama tidak akan mau menipu dalam berbisnis, tidak akan mau mangkir dalam berjanji dan tidak akan mau merugikan orang lain untuk mendapatkan keuntungan besar.

Dalam adat Minang dan agama Islam diajarkan, bahwa janji binasa mangkir, titian binasa lapuk. Apabila dipercaya dilarang berkhianat. Berani karena benar, takut karena salah. Seseorang yang merasa berada di garis kebenaran, dia akan berani. Sebaliknya seseorang yang dalam hati nuraninya merasa bersalah, dia akan merasa takut. Semua ini sangat penting artinya bagi seorang pebisnis.*

(15)  MODAL SATU GEROBAK DAPAT UANG SEGEROBAK
Kalau anda berjalan-jalan pada malam hari di kota-kota besar, seperti Jakarta, Surabaya, Medan, Semarang dan lain sebagainya, anda akan menemukan para pedagang sate dengan sebuah gerobak dorong.
Pada umumnya hanya dua saja asal orang ini, kalau tak berasal dari Padang berarti dia berasal dari Madura. Sate yang terkenal pun dua itu pula, sate Padang dan sate Madura.

Apabila dilakukan investigasi secara mendalam dengan teknik investigasi atau dengan teknik wawancara yang bagus, pada umumnya orang Padang yang berjualan sate itu akan mengatakan bahwa dia berjualan sate ini menginginkan suatu waktu nanti jadi bos sate. Atau, dia akan mengatakan dagang sate ini sebagai batu loncatan untuk menjadi pengusaha sukses. Apalagi kalau anda menanyakan kepada pedagang sate yang masih bujangan atau lajang.Apa yang tersirat dapat diambil dari sini? Sekecil apa pun profesi yang sedang dijalani orang Padang, dia tak akan mau berpikir hanya sampai di situ. Dia tetap akan berpikir bagaimana agar bisa lebih baik kehidupannya dari waktu ke waktu.

Seperti berjualan sate ini, misalnya. Seorang pedagang sate yang berkeliling dari lorong ke lorong menjajakan dagangannya dengan satu gerobak sate akan bisa suatu waktu nanti menjadi bos atau juragan sate.
Caranya, si pedagang sate dengan satu gerobak ini harus memutar otak, bagaimana agar dapat menyisihkan keuntungan berjualan sate ini sedikit demi sedikit setiap malam sepulang berjualan. Setelah sampai uangnya untuk membuat satu gerobak sate, dia buat satu gerobak lagi. Bagaimana menjalankan usaha berjualan sate karena tenaga tak ada lagi? Dia cari orang yang bisa dipercaya, dan dia buat perjanjian bagi hasil dengan pedagang sate tersebut. Untung dari hasil penjualan dua gerobak sate tersebut dia sisihkan lagi untuk membuat satu lagi gerobak sate berikutnya. Begitu selanjutnya. Akhirnya nanti si penjaja sate yang pada awalnya hanya punya satu gerobak sate tersebut akan memiliki banyak gerobak sate nanti. Kalau sudah banyak, uang yang masuk dari setiap gerobak sate tersebut tentu makin banyak pula. Mungkin saja gerobak satenya yang beroperasi setiap malam bisa mencapai 5, 10, 20, 30, 50 dan begitu selanjutnya. Apabila dia memiliki 20 gerobak sate yang berjualan setiap malam, dan satu gerobak sate bisa menghasilkan untung Rp 100.000,- saja, berarti dalam satu malam dia berhasil mengumpulkan uang Rp 2.000.000,- Sesuai informasi yang saya dapatkan dari pedagang sate gerobak itu di Jakarta, Semarang, Surabaya dan Medan, rata-rata mereka yang saya tanya mengaku bisa memperoleh untung Rp 200.000 sampai Rp 250.000 setiap malam. Dengan memutar otak cara begini, dia akan bisa terus berupaya untuk menambah gerobak sate miliknya setiap bulan, setiap tiga bulan, setiap enam bulan dan seterusnya.

Inilah cara orang Padang menjalankan usahanya, sehingga dari usaha yang teramat kecil sekalipun pada suatu saat nanti dia bisa menjadi bos, menjadi pengusaha sukses. Dia tak mau cukup saja dengan yang sudah ada. Dia tak mau cepat puas. Selalu ingin bertambah, ingin bertambah dan bertambah.
Kalau tidak dengan jiwa bisnis, besar kemungkinan si tukang sate tersebut akan begitu saja keadaan hidupnya sampai mati. Dia akan puas dengan satu gerobak sate saja. Sebab dengan mendapatkan uang Rp 100.000,- atau Rp 200.000,- satu malam menurutnya sudah besar karena sudah bisa menghidupi keluarganya. Padahal apabila dia berpikir lebih jauh lagi, kalau dia tak puas dengan yang sudah didapatkannya itu, tentu akan selalu dia berjuang untuk menambah gerobak sate dengan memakai orang lain untuk menjalankannya. Kita dapat mengambil pelajaran dari seorang Rangga Utama. Seperti diuraikannya pada majalah Elshinta, edisi Februari 2011, bahwa dengan uang pesangon PHK(Pemutusan Hubungan Kerja) di tempat dia bekerja sebesar Rp 3.000.000,- pada awalnya, lelaki masih muda ini akhirnya bisa menjadi bos kuliner Pecel Lele Lela. Dari usaha yang benar-benar dari bawah ini, Rangga pada bulan Februari 2011 telah bisa memiliki 27 cabang kuliner Pecel Lele Lela dengan omset telah mencapai Rp 1,8 milyar. Bayangkan, pasaran hidangannya hanya berkisar Rp 12.000,-/porsi.

Jadi, sebenarnya tidak saja orang Padang yang harus bisa bermodalkan satu buah gerobak untuk mendapatkan uang segerobak. Siapa pun bisa. Namun tentu harus punya kemauan keras. Di sinilah berlakunya pendapat, bahwa anda adalah apa yang anda pikirkan. Kalau anda berpikir kecil, maka hasil yang akan anda dapatkan kecil pula. Sebaliknya kalau anda berpikir besar yang akan anda peroleh besar pula. Untuk itu, anda harus berpikir besar. Anda harus punya mimpi besar untuk kesuksesan usaha anda.Anda jangan sampai mengatakan tidak bisa, tidak mungkin, tidak mampu, pada hal usaha anda belum apa-apa dibandingkan usaha orang yuang sudah sekian jauh sebelum anda. Orang yang anda lihat sukses itu, yakinilah bahwa bukanlah karena dia santai, bukanlah karena dia malas berusaha dan bukan pula karena dia tak bersemangat. Dia berhasil karena berusaha keras, karena memutar otak, karena tak kenal lelah, karena tak kenal siang dan malam dalam berusaha untuk mencapai impiannya.Kalau dengan modal besar mendapatkan untung besar, sudah biasa. Kalau anda menginginkan yang luar biasa, harus anda capai untung besar dengan modal seadanya. Yang paling menggelikan sekali, sudahlah modal besar, untung kecil pula. Bahkan bangkrut pula.

Mulai hari ini, saya sarankan kepada anda agar meniru cara berbisnis orang Padang, karena cara berbisnis orang Padang itu benar-benar menakjubkan, benar-benar luar biasa. Bahkan saya sarankan kepada anda, termasuk kepada diri saya sendiri, agar meniru siapa pun dia kalau anda pandang dia punya kelebihan, punya keistimewaan dalam melakukan usaha, dalam berbisnis. Sebab dalam berbisnis tidak dilarang meniru. Apa salahnya meniru kepada orang yang telah berhasil berbisnis dibandingkan kita yang belum lagi berhasil mau mencoba.

Jangan anda cepat-cepat mengatakan tak mungkin mendapatkan uang segerobak dengan modal hanya satu gerobak sate, es tebak dan lain sebagainya. Kuncinya, anda harus berpikir besar, bermimpi besar, dan anda selalu mengejar pikiran dan mimpi anda itu terus menerus tanpa kenal lelah, tanpa kenal putus asa. Sebab, itu merupakan bahagian dari rahasia orang Padang untuk mencapai kesuksesan dalam berbisnis. *

(16)  ADAT DAN SYARAK KUNCI KEKUATAN BISNIS ORANG PADANG
Mungkin anda bertanya-tanya, apa sih kekuatan bisnis orang Padang itu? Kunci kekuatan bisnis orang Padang terletak pada adatnya yang bersendikan syarak, syaraknya yang bersendikan kepada kitabullah.
Yang dimaksudkan dengan adat adalah kebiasaan yang sudah turun temurun diwarisinya dari generasi ke generasi, yang dikenal dengan adat Minangkabau. Yang dimaksud dengan syarak adalah agama. Sendi adalah dasar atau landasan. Sedangkan yang dimaksudkan dengan kitabullah adalah kitab Al-Qur’an, yakni kitab suci umat Islam.

Dengan demikian, yang menjadi pegangan bagi orang Padang itu dalam berbisnis adalah adatnya yang bersendikan kepada agama, dan agamanya bersendikan kepada Al-Qur’an dan ditambah lagi dengan hadist Nabi Muhammad saw.Kekuatan adat dan agama yang antara satu dengan yang lain tidak bisa dilepaspisahkan, merupakan kunci kekuatan bisnis orang Padang. Adat dan agama orang Padang itu tidak membolehkan berkhianat kalau dipercaya. Seorang pengusaha, seorang pebisnis harus jujur. Jujur kepada pelanggan atau konsumen, sehingga barang yang jelek dikatakan jelek dan barang yang bagus dikatakan bagus. Jujur kepada sesama pengusaha, sehingga tidak boleh menipu teman sesama pengusaha, seperti menohok teman seiring. Jujur kepada anak buah atau pegawai, tidak boleh mengatakan usaha rugi kalau memang beruntung. Jangan gara-gara enggan menaikkan gaji pegawai, setiap mendapatkan untung dikatakan juga rugi. Apalagi kalau sempat tidak membayar gaji pegawai sesuai ketentuan yang sudah ada. Jujur kepada Allah swt, harus mau membayar zakat sesuai ketentuan agama. Dan jujur kepada negara, harus taat membayar pajak sesuai ketentuan yang ada. Jadi, curang dilarang agama. Selanjutnya disiplin. Agama memerintahkan agar setiap orang disiplin. Dalam agama sudah diatur, bahwa shalat isya 4 rakaat, shalat subuh 2 rakaat, shalat magrib 3 rakaat, shalat zuhur 4 rakaat dan shalat asyar 4 rakaat. Waktu shalat itu sudah ditentukan pula. Shalat magrib harus senja hari, syalat isya harus malam hari, shalat subuh harus benar-benar diwaktu subuh dan shalat asyar harus antara shalat zuhur dengan shalat magrib. Karena harus dilakukan dengan displin, tak boleh shalat subuh 4 rakaat atau shalat magrib 2 rakaat. Kalau dua rakaat ya 2 rakaat. Jangan sampai ditambah dan dikurangi.

Dalam berbisnis pun demikian pula. Orang bisnis harus disiplin. Kalau berjanji menyetor uang tanggal 12 Januari, jangan disetor tanggal 20 Januari. Harus tanggal 12 Januari. Kalau menjual jeruk 2 kg, harus benar-benar 2 kg. Jangan sampai yang dibayar konsumen 2 kg tetapi berat jeruknya hanya 1,5 kg. Dalam agama perbuatan ini merupakan dosa.
Dalam agama tidak diperbolehkan hidup boros atau berfoya-foya. Dalam berbisnis pun tidak diperbolehkan pula hidup berfoya-foya. Seorang pebisnis atau pengusaha yang hidupnya berfoya-foya, usahanya ada harapan akan segera bangkrut.

Adat dan agama melarang orang sombong. Seorang pebisnis atau pengusaha yang sombong, biasanya tak akan bisa bertahan lama menjadi pengusaha sukses. Biasanya orang sombong sangat mudah jatuhnya. Orang sombong senang sekali menyepelekan orang lain, menganggap enteng orang lain. Seorang pembeli atau seorang konsumen yang merasa sakit hatinya atau jengkel perasaannya melihat kesombongan pebisnis atau pengusaha, dia tak akan mau berhubungan dengan pebisnis sombong itu. Kalau saja dalam sehari ada 1 orang pembeli atau pelanggan menghilang karena kesombongan pebisnis atau pengusaha tersebut, dalam jangka waktu yang tak terlalu lama, usaha si sombong itu pastilah akan bangkrut.
Dengan demikian, kunci sukses usaha orang Padang itu sangat ditentukan oleh kekuatannya dalam menaati adat dan agama yang dianutnya, yang diamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Anda bisa memperhatikan, setiap orang Padang yang kaya raya, pastilah dia dekat dengan Tuhan, taat terhadap adat dan agamanya. Sebagai bukti, orang Padang yang sudah kaya raya di rantau orang, kalau dia pulang banyak sekali yang mau diangkat menjadi datuk oleh kaumnya. Datuk di Minangkabau merupakan gelar pusaka yang sangat tinggi nilainya dalam sebuah kaum. Dia merupakan pimpinan adat di kaumnya. Kalau saja orang Padang yang kaya raya itu enggan dengan adat dan agamanya, pastilah dia akan menolak diberi gelar datuk.

Demikian pula, setiap orang Padang yang sukses di rantau orang, ketika pulang ke kampungnya, dia bersicepat membangun rumah ibadah, baik surau maupun masjid. Bahkan tidak sedikit orang kaya perantau Padang yang ketika pulang kampung langsung membangun sebuah surau atau masjid dengan uang pribadinya sendiri. Ini menunjukkan bahwa orang Padang selalu memegang teguh adat dan agamanya.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa kekuatan bisnis orang Padang terletak pada komitmennya yang demikian kuat terhadap adat dan agamanya. Dia tak mau bermanja-manja, bermalas-malasan, karena agama menyuruhnya bekerja keras, berusaha maksimal. Bahkan, begitu selesai shalat subuh, tak boleh lagi melakukan shalat sunat, karena harus langsung bertebar di muka bumi ini untuk berusaha sesuai dengan profesi masing-masing.

Dalam agama diajarkan untuk tidak mudah lupa daratan. Ingatlah selalu bahwa rezeki yang dinikmati manusia itu merupakan pemberian dari Allah swt yang diberikan-Nya melalui perantaraan usaha umat-Nya. Karena itu, semakin sukses orang Padang, biasanya dia akan semakin rendah hati. Sebab, kesuksesannya itu disadarinya dalah karena dia semakin merasakan banyaknya pemberian Yang Maha Kuasa. Seorang mamak atau paman biasanya akan mengajarkan kepada keponakannya yang berumur menjelang remaja, bahwa dalam hidup hendaklah memakai sifat padi, semakin berisi semakin merunduk. Maksudnya, semakin sukses, semakin kaya raya haruslah makin rendah hati, dan harus pula makin pandai bersyukur kepada Yang Maha Kuasa. Orang yang tidak pandai bersyukur kepada Allah swt, rezekinya akan dikurangi-Nya. Sebaliknya orang yang pandai bersyukur kepada Allah swt, rezekinya akan ditambah-Nya. Jadi, inilah kekuatan bisnis orang Padang. *

(17)  FALSAFAH HIDUP ORANG PADANG DALAM BERBISNIS
Semenjak dari kecil, semenjak beberapa hari baru lahir, sebenarnya orang Padang sudah diajari oleh orangtuanya menghadapi kehidupan yang garang. Hidup yang garang adalah kehidupan seorang pebisnis.Akan mudah terjungkal, kalau seorang pebisnis senang bermanja-manja, suka hidup santai. Dengan disuguhi cabe dan garam ketika acara turun mandi terhadap seorang bayi yang baru saja lahir sekitar 2 bulan, menunjukkan bahwa orang Padang menginginkan anaknya kelak bisa hidup mandiri. Kalau hendak merasakan pedasnya cabe, berusahalah!

Demikian pula, jika ingin merasakan asinnya garam, haruslah dengan berusaha pula! Jangan cengeng. Jangan sok manja. Berjuanglah, bekerja keraslah, dan rasakanlah garangnya dunia ini !Setelah tumbuh remaja, pergilah merantau. Rasakanlah hidup sendirian di rantau orang. Kalau ingin berhasil hidup di rantau orang, berusahalah. Kalau bermalas-malasan, akan mati tertelungkup di kolong jembatan. Tak akan ada sanak saudara mengirimi uang dari kampung.Apa yang ditanamkan kepada orang Padang mulai sejak bayi hingga remaja dan seterusnya itu tadi, adalah sebagai wujud nyata dari falsafah hidup orang Padang dalam berbisnis.

Bagi orang Padang, berbisnis bukanlah pelarian, bukanlah pekerjaan sampingan dan bukan pula sebagai perintang-rintang hari, menunggu penerimaan pegawai negeri dibuka. Berbisnis bagi orang Padang adalah garis kehidupannya, yang harus dia turuti dari waktu ke waktu.
Orang Padang berbisnis benar-benar untuk bisa mengangkat harkat dan martabatnya di mata masyarakat banyak. Orang Padang berbisnis untuk mencapai kejayaan hidupnya.

Sesuai ajaran agama, orang Padang mengajarkan kepada anak cucunya dari generasi ke generasi, bahwa kalau ingin kaya berdaganglah. Sebab, dengan berdagang, dengan berbisnis, dengan meniti karier di dunia usaha, terbuka lebar jalan menuju kaya raya tanpa harus korupsi.

Seorang pengusaha tidak dibatasi penghasilannya. Dia boleh memperoleh uang sebanyak-banyaknya dari hasil kerja kerasnya. Pegawai kantoran sudah punya plafon gaji dan tambahan dari gaji, sehingga apabila melambung di atas itu patut dicurigai.Seorang pengusaha memiliki rumah sepuluh buah dengan berpuluh-puluh tingkat dengan bangunan yang sangat mewah sekalipun tak ada yang mencurigai. Sebab rezeki pengusaha itu tak ada batasannya. Tetapi kalau seorang pegawai kantoran, terutama pegawai negeri, membangun rumah mewah, memiliki mobil mewah tahun terbaru, menyekolahkan anak-anaknya pula ke luar negeri, akan janggal kelihatannya. Orang akan bertanya, duit dari mana dia pergunakan untuk semua itu?Sebagai orang yang hidup di lingkungan masyarakat egaliter, orang Padang tak ingin dicurigai kekayaannya. Itulah sebabnya orang Padang sebahagian besar memilih jalan hidupnya di dunia usaha.

Bagi orang Padang menjadi pejabat negara atau pemerintah taklah merupakan suatu hal yang mencengangkan. Sebab bagi orang Padang, pemimpin itu hanya ditinggikan seranting didahulukan selangkah. Maksudnya, pemimpin bagi orang Padang bukanlah segala-galanya. Dia hanya memiliki sedikit(selangkah) di depan dan sedikit(seranting) di atas masyarakat banyak lainnya. Kalau dia salah akan dengan mudah ditarik atau direnggutkan yang dipimpinnya.

Bagi orang Padang sangat tabu merunduk-runduk, menyembah-nyembah kepada pemimpinnya, baik kepada pemimpin pemerintahan maupun kepada pemimpin yang ada di kaumnya sendiri.

Bagi orang Padang, kalau akan menginjak-injak harga dirinya, apa pun resiko akan dia hadapi, seperti resiko dipecat dan lain sebagainya. Dalam pepatah dikatakan, ”Raja benar raja disembah, raja tak benar raja disanggah”. Maksudnya, siapa pun, meskipun dia pemimpin, kalau benar dihargai, tetapi kalau tak benar harus diprotes, harus ditantang. Sebab menurut keyakinan orang Padang, kebenaran adalah di atas segala-galanya. Seperti dikatakan dalam pepatah, ”Kemenakan beraja kepada mamak(pamam), mamak beraja kepada penghulu(datuk dalam kaum), penghulu beraja kepada yang benar, dan kebenaran berdiri sendiri”.

Falsafah hidup seperti inilah yang membuat orang Padang memilih jalan hidup di jalur bisnis. Sebab prinsip-prinsip orang Padang itu tadi, mencerminkan bahwa dia suka berada dalam kerangka berpikir yang merdeka, tanpa ada tekanan. Orang yang bisa dalam meniti kariernya berpikir merdeka, merdeka bertindak, merdeka berkreativitas dan merdeka berinovasi, adalah yang meniti karier di dunia usaha. Seorang pengusaha tak diatur-atur kapan harus masuk kantor, kapan harus pulang kantor, dan kapan harus istirahat. Seorang pengusaha tak apa berkeliling dunia tanpa diatur-atur oleh siapa pun. Baginya yang penting, ke mana pun dia pergi, usahanya tetap jalan, uang tetap mengalir melalui berbagai perusahaan yang dimilikinya.

Kalau seorang pejabat pemerintahan, semakin tinggi jabatan akan semakin sibuk, semakin pusing, semakin cepat pergi ke kantor dan semakin lambat pulang kantor. Sebaliknya seorang pengusaha, semakin banyak perusahaannya, semakin tinggi jabatannya di perusahaan, seperti menjadi seorang Presiden Komisaris(Preskom) atau Komisaris Utama(Komut), dia semakin bisa santai. Sebab dia hanya tinggal menggaji orang-orang pintar untuk menjalankan perusahaannya. Berbeda sekali pemimpin di pemerintahan dengan pemimpin di perusahaan.

Dengan demikian, kalau anda ingin benar-benar merdeka dalam meniti karier, jalanilah karier di jalur bisnis. Dan jangan segan-segan memulai karier dari bawah, dari nol, supaya anda dapat merasakan kenikmatan dari hasil usaha anda itu. Kesuksesan tanpa didahului oleh penderitaan tak memiliki makna.

Jadi, falsafah hidup orang Padang ini bukan saja bisa berlaku semata untuk orang Padang. Namun lebih luas dari itu, bisa berlaku untuk siapa saja yang ingin hidup di jalur bisnis.Dan yakinlah anda, bahwa semakin maju perkembangan dunia, karier sebagai pengusaha akan semakin mendapat tempat yang terhormat di tengah-tengah masyarakat. Akan jauh mengalahkan tempat karier seorang pekerja, seperti pegawai kantoran.
Di negara-negara maju telah lama orang menempatkan posisi pengusaha sebagai posisi yang terhormat, yang sangat dihargai, jauh di atas posisi orang kerja kantoran, yang makan gaji.

Pengusaha merupakan pembayar pajak terbesar. Pemerintah di negara maju sangat menyadari peranan pengusaha dalam menjadikan negaranya makmur, karena pengusaha merupakan pemasok uang yang sangat besar untuk membiayai pembangunan di negaranya. *

(18)  ORANG PADANG BERBISNIS MEMAKAI FALSAFAH BERSILAT
Orang Padang terkenal pandai bersilat. Karenanya, sejak dahulu hingga kini sangat terkenal orang Padang sebagai pendekar. Semenjak kecil, semenjak masih berumur beranjak remaja, mereka telah diajari bersilat.
Malam hari di surau, sebelum tidur mereka akan diajari oleh para pendekar bersilat, setelah selesai belajar mengaji (membaca kitab suci Al-Quran). Setelah belajar bersilat, mereka diajari lagi berpidato adat. Maka tak hayal lagi kalau orang Padang terkenal sebagai orang yang jago berdiplomasi atau bernegosiasi. Anda tentu ingat dengan Agus Salim, Mr. Muhammad Yamin, M. Natsir, Sutan Syahrir dan sederet nama lainnya, yang merupakan orang-orang jago berdiplomasi. Kepiawaian berdiplomasi sangat penting dalam pemerintahan. Sedangkan negosiasi sungguh sangat penting dalam berbisnis.

Bagi orang Padang, dalam berbisnis mereka memakai falsafah bersilat yang disejalankannya dengan kemampuan bernegosiasi. Di mana, dalam bersilat mata harus liar, tangan dan kaki harus lincah, dan mata hati harus mampu menembus rasa yang mungkin mengungkap kemungkinan-kemungkinan di luar dugaan bisa terjadi.

Dalam berbisnis, falsafah bersilat ini sangat penting. Harus lincah, harus punya feeling yang tajam, sehingga mampu mempergunakan mata hati yang bisa menelusup ke mana-mana secara tajam. Dengan demikian, ibaratkan sebuah peperangan, kalau hal ini sudah mampu bergerak secara maksimal, persaingan bisnis akan bisa dimenangkan.

Dalam falsafah bersilat orang Padang, beradu kekuatan secara pisyik harus dihindari. Karena itu, dalam bersilat orang Padang sangat mahir dengan gerak dan gerik. Artinya, mereka tak akan menyerang duluan, tetapi setiap lawan datang menyerang akan terpental dengan sendirinya. Di sinilah lahirnya pepatah, ” Lawan tidak dicari, tetapi kalau datang tidak akan dielakkan”. Orang Padang tidak akan mencari lawan. Namun kalau datang juga, toh tak akan pernah orang Padang lari.

Falafah ini sangat penting artinya dalam berbisnis. Dalam berbisnis tidak boleh menganggap siapa pun sebagai lawan bisnis. Semua orang haruslah dianggap teman bisnis. Malahan semakin banyak teman bisnis tentu akan semakin baik, semakin bagus dan akan membuat jaringan bisnis semakin luas.

Dan dengan memakai falsafah bersilat, dalam menjalankan usaha, seorang pengusaha harus selalu siap menghadapi berbagai tantangan, rintangan dan hambatan yang mungkin saja sewaktu-waktu bisa terjadi.
Artinya, seorang pengusaha tidak boleh lalai, lengah, apalagi terlena atau lupa daratan karena suatu keberhasilan yang dia dapatkan. Dia harus selalu ingat dengan berbagai kemungkinan yang bisa saja sewaktu-waktu menghantamnya.

Kalau kita mau mengingat kembali ke belakang, siapa menyangka pada tahun 1997-’98 akan terjadi badai krisis besar yang melanda para pengusaha Indonesia. Betapa banyak perusahaan-perusahaan besar yang rontok berjatuhan waktu itu. Namun yang bisa bertahan dari terpaan badai besar itu adalah pengusaha yang selalu waspada, yang tak pernah lengah dari berbagai kemungkinan yang bisa saja sewaktu-waktu terjadi di luar dugaan. Mereka ini, walaupun sedikit goncang, tetapi cepat bisa stabil kembali. Mereka tak sampai rontok atau gulung tikar. Ibaratkan orang yang sedang bersilat, hanya sedikit sempoyongan ketika terkena tendangan lawan, namun kemudian bisa cepat kembali berdiri kokoh.

Dalam falsafah bersilat orang Padang, setiap ada gerakan di ujung sana, di sini kita harus tahu, sehingga bisa secepat kilat mengambil langkah. Kalau tak cepat tahu, ketika nanti serangan datang kita akan kelabakan, kita akan dengan mudah jatuh. Kalau anda melihat orang Padang bersilat, mereka sulit beradu fisyik, mereka jarang beradu kekuatan. Namun mereka akan jatuh karena gerakan lawan dari jauh. Hanya karena gerakan ujung jari lawan bisa tumbang. Bahkan bisa menyembur darah dari hidung, telinga dan mulut seketika.

Di dunia usaha, semakin halus permainan dalam bernisnis maka akan semakin cantik kelihatannya seorang pebisnis dalam mencapai kesuksesannya. Seorang pebisnis yang hebat, sedikit saja terjadi perubahan di belahan dunia sana, dia di sini sudah bisa mengambil sikap. Tidak perlu pula dia harus pergi ke sana dulu.

Dengan memakai falsafah bersilat, orang Padang dalam berbisnis mampu menggerakkan seluruh kekuatan yang ada, sehingga tidak ada yang tak berfungsi dari seluruh jenis kemampuan yang dimilikinya.

Apabila disejalankan dengan kemampuannya dalam bernegosiasi, maka kemampuan negosiasi dalam berbisnis sangat menentukan sukses atau tidaknya seseorang dalam menjalankan bisnisnya.Kemampuan negosiasi sangat penting bagi siapa pun dalam menjalankan usahanya. Apa pun jenis usaha yang dijalankan seorang pengusaha, negosiasi amat menentukan kesuksesannya. Dalam berjualan memerlukan negosiasi, dalam berjanji perlu negosiasi, dalam membuat kontrak memerlukan negosiasi, dalam kerja sama dengan pihak kedua atau ketiga memerlukan negosiasi. Karena itu, negosiasi amat penting bagi seorang pengusaha. Kemampuan bersilat dan bernegosiasi inilah yang dipelajari orang Padang semenjak mereka masih kecil, ketika masih tidur di surau.

Setelah lengkap kemampuan bersilat dan bernegosiasi, barulah mereka pergi merantau, mengadu nasib di negeri orang, jauh dari sanak saudara, jauh dari kaum kerabat, hidup mandiri meniti karier menuju masa depan yang lebih baik dengan penuh suka dan duka.Anda tak perlu belajar bersilat dan belajar berpidato adat pula ke Padang. Atau, bagi anda orang Padang yang sudah lahir dan besar di rantau orang, tak perlu pula harus pulang ke kampung belajar bersilat dan belajar berpidato adat agar campin bernegosiasi. Namun yang penting, anda harus memahami falsafah bersilat dalam berbisnis.Maksudnya, dalam berbisnis, dalam menjalankan usaha, dalam meniti karier sebagai seorang pengusaha anda jangan sekali-kali pernah lengah, terlena apalagi sampai lupa daratan. Anda harus selalu waspada terhadap berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi sewaktu-waktu tanpa anda duga. Di tengah-tengah kesuksesan yang sedang anda nikmati, bukan mustahil akan datang dengan tiba-tiba badai krisis menerpa bisnis anda. Kalau anda sudah hati-hati, waspada dan tak lupa daratan, sekiranya datang badai dengan tiba-tiba, anda akan dengan sikap bisa berdiri kokoh, tak hilang keseimbangan.

Berbisnis tak ubahnya dengan bersilat, yang mengharuskan seorang pebisnis selalu hati-hati, selalu arief dengan gerak gerik yang terjadi di sekitarnya, dan di samping itu harus selalu memperluas sasaran silat, sehingga semakin hari daerah sasaran silat semakin luas, semakin luas dan semakin luas. Kalau dalam bisnis, inilah yang dikenal dengan jaringan bisnis. Semakin luas jaringan bisnis seorang pengusaha akan semakin sukses seorang pengusaha dalam meniti kariernya di dunia usaha.
Seorang pebisnis, seorang pengusaha harus punya keinginan mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya, harus punya keinginan memperluas kerajaan bisnisnya seluas-luasnya, tanpa ada batasan dan tanpa dibatas-batasi.

Ada beberapa hal yang harus dipersiapkan untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang datang tidak diduga dalam berbisnis :

1) Persiapkan Uang di Bank. Untuk menghadapi berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi tanpa diduga sebelumnya, salah satunya adalah dengan mempersiapkan uang tabungan di bank. Anda jangan terlena dengan usaha anda yang sedang sukses. Anda harus menabung di bank dengan jumlah yang banyak. Dengan demikian, seandainya ada hantaman badai seperti kerugian usaha, anda masih punya simpanan yang merupakan cadangan modal untuk melanjutkan usaha atau untuk membuka usaha lain. Kalau tidak ada simpanan di bank, anda bisa kalang kabut karena hanya berharap bisa mendapatkan pinjaman dari bank. Bank biasanya tidak semudah yang dibayangkan meminjamkan uang kepada seorang pengusaha yang usahanya sedang jatuh.

2) Buat Jaringan Bisnis Seluas-luasnya. Selagi anda punya kesempatan, buatlah jaringan bisnis seluas-luasnya. Jaringan bisnis bisa melalui kerja sama bisnis sejenis atau dengan jalan memasuki organisasi bisnis. Dengan ini, seandainya terjadi hal-hal yang tak diinginkan dalam tubuh perusahaan anda, anda masih punya banyak teman, punya banyak jaringan yang bisa minta dibantu mencarikan solusi tentang permasalahan yang sedang dihadapi perusahaan anda. Kalau anda berdiri sendiri saja, tanpa ada jaringan atau tanpa memasuki organisasi usaha, anda akan menanggungkan sendiri tanpa bisa menggapai ke kiri dan ke kanan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Semakin luas jaringan bisnis anda, semakin banyak organisasi bisnis yang anda masuki, anda akan semakin punya banyak kesempatan untuk berbagi apabila terjadi hal-hal yang tak diinginkan dalam perusahaan anda.

3) Perbanyak Jenis Usaha. Ketika usaha anda telah mulai berkembang, berusahalah memperbanyak jenis usaha, sehingga usaha anda tidak hanya satu jenis saja. Kalau jenis usaha anda banyak, apabila terkena masalah satu, seperti mengalami kerugian, yang lainnya bisa mengimbangi. Tetapi kalau hanya satu jenis usaha saja, apabila kolap satu, maka gelaplah dunia ini bagi anda. Selagi ada kesempatan, bukalah usaha sebanyak-banyaknya. Di sinilah pentingnya kemampuan anda menjalankan usaha dengan mempergunakan orang lain.

4) Jadilah Yang Terbaik Dari Yang Lain. Anda harus menjadi yang terbaik dari pengusaha lain dari berbagai sisi, seperti dari sisi pelayanan, dari sisi kualitas produk, dari sisi kedisiplinan dan lain sebagainya. Apabila anda yang terbaik, ketika datang badai krisis menghantam pengusaha di sekitar anda, anda tetap akan bisa berdiri karena kepercayaan masyarakat akan tetap berpihak kepada anda. Kalau ada orang lain yang baik atau terbaik, anda harus lebih baik dan lebih terbaik dari semua itu.
Dengan mempedomani keempat hal ini, diharapkan seorang pebisnis akan mampu bertahan apabila ada terjadi berbagai kemungkinan yang tidak diinginkan dalam tubuh perusahaan.Memang harus diakui, bahwa tidak mudah bertahan dalam gelombang atau badai yang menimpa perusahaan, seperti krisis moneter dan lain sebagainya. Akan tetapi harus bisa bertahan. Biasanya pengusaha asal Padang, di sinilah dia piawai memainkan langkah seperti seorang pendekar sedang bersilat.*

(19)  1001 AKAL BERBISNIS ORANG PADANG
Sebenarnya, kelebihan orang Padang dalam berbisnis adalah terletak pada akalnya yang 1001. Akal pengusaha Padang yang 1001 inilah yang membuat mereka tak kehabisan akal apabila mengalami permasalahan dalam berbisnis.

Begitu orang Padang memulai usaha, sekecil apa pun usaha yang mulai dijalankannya, dia akan menekuninya. Dia akan menjalankannya dengan serius, tanpa merasa gengsi, tanpa merasa berkecil hati dan tanpa berpikir suatu saat nanti akan menyerah. Mengapa demikian? Sebab dengan akalnya yang 1001 tersebut, dia selalu mampu memikirkan apa yang akan dialaminya sekian tahun, sekian belas tahun atau sekian puluh tahun ke depan, dengan usaha yang sekarang sangat kecil dilakukannya ini.Ketika dia sedang menjual sisir dan ikat pinggang di pinggir jalan, ketika dia sedang mencuci piring untuk penyambung hidup, dia tak pernah kehabisan akal. Dia selalu akan berpikir bagaimana supaya bisa nanti jadi pengusaha sukses.

Banyak orang tak habis pikir, kenapa orang Padang kok begitu banyak akalnya dalam berbisnis? Kenapa kok ada-ada saja yang bisa dijadikannya sebagai objek bisnis. Bagi orang lain tak masuk akal, tetapi ternyata baginya bisa maju, berkembang dan menjadikannya sebagai seorang pengusaha sukses.Banyak pula orang heran dan bertanya-tanya, kenapa kok orang Padang itu pergi merantau rata-rata dalam kondisi sangat sederhana atau bisa disebut sangat miskin, tetapi bisa menjadi orang kaya raya di rantau orang, sehingga mencengangkan tatkala pulang kampung.
Bagi orang Padang, membawa harta pusaka atau harta peninggalan nenek moyang ke rantau orang untuk modal usaha dan lain sejenisnya merupakan malu besar yang bukan kepalang.

Orang Padang merantau akan merasa percaya diri kalau pergi apa adanya. rantau orang atau di mana saja. Sebab dengan itulah mereka akan bisa mencapai sukses dalam meniti kariernya sebagai seorang pedagang, pebisnis atau pengusaha.Karena itu, tak pernah orang Padang pusing karena tak punya modal uang yang banyak untuk memulai usaha. Tetapi bagi orang Padang yang menakutkan adalah apabila kehilangan akal dalam memulai usaha. Berapa pun banyaknya modal usaha berupa uang di kantong, kalau sudah kehilangan akal, taklah akan bisa usaha dijalankan dengan baik.Karena itu, orang Padang dulunya, kalau akan pergi merantau bukanlah dibekali dengan uang banyak. Namun dia akan dibekali dengan kemampuan bersilat dan kemampuan mengaji. Kemampuan bersilat sangat berguna untuk bisa berusaha dengan 1001 akal. Sedangkan kemampua mengaji atau memahami agama, supaya di rantau orang tidak tergelincir kepada hal-hal yang dilarang oleh agama.

Banyak uang saja bagi orang Padang belumlah cukup. Akan menjadi lengkap apabila uang yang banyak diiringi dengan akhlak yang baik. Akhlak yang baik akan sangat bergantung kepada sejauh mana dia bisa mendalami dan mengamalkan agamanya. Dan sejauh mana pula dia mampu memahami dan mengimplementasikan adatnya dalam kehidupan sehari-hari.Kalau seseorang yang sudah kaya raya lantas taat pula beragama dan berbudi luhur pula, itu namanya adalah sudah bisa disebut seseorang yang hidup bahagia berakhlak mulia.

Bagi orang Padang belum lengkap kalau seseorang hanya baru berada pada sebatas kaya raya, tetapi sama sekali tidak berbudi, tidak berakhlak mulia. Karena itu, seseorang yang kaya raya haruslah bisa menjaga diri, sesuai dengan adat dan agama.

Di sinilah perlunya 1001 akal tadi, sehingga tidak saja akal itu semata-mata untuk kepentingan mendapatkan uang saja, melainkan juga bisa dipergunakan untuk bisa hidupnya bermanfaat bagi orang lain, bisa tempat mengadukan nasib oleh orang lain, bisa pula tempat berguru oleh orang lain dan bisa menjadi teladan dalam berbagai aspek kehidupan oleh orang lain.

Dengan 1001 akal ini, membuat seorang pengusaha tidak kapok kalau mengalami kegagalan, tidak menyerah kalau mengalami kesulitan dan tidak pula merasa takut memulai usaha. Apabila mengalami semua itu tadi, dia bisa mempergunakan akalnya tersebut untuk bangkit lagi dari kegagalan, bisa berpikir dengan berbagai ide apabila mengalami kesulitan dan tak pernah merasa gentar memulai usaha karena akalnya yang banyak. Tertumbuk biduk dikelokkan, tetrumbuk akal dipikirkan. Dalam berbisnis, jangan pernah anda kehilangan akal.*

(20)  POLITIK BISNIS ORANG PADANG
Orang Padang terkenal piawai berpolitik. Semenjak dari era sebelum kemerdekaan, era kemerdekaan sampai ke era setelah kemerdekaan, banyak sekali tokoh-tokoh dari Padang yang tampil dalam perpolitikan nasional. Kita sebut sajalah nama Muhammad Hatta, Sutan Syahrir, Agus Salim, Mr. Muhammad Yamin dan sederet nama yang lainnya hingga hari ini.

Dalam hal ini saya tak akan bercerita tentang dunia perpoolitikan kenegaraan tersebut. Saya akan mengemukakan dalam kesempatan ini menyangkut politik bisnis orang Padang.

Politik bisnis orang Padang sudah terbukti mampu membuat orang Padang itu sukses dalam dunia bisnis di mana pun mereka berada. Di kota-kota besar seperti Jakarta, Medan dan lain sebagainya, orang Padang banyak yang sukses berbisnis dalam berbagai jenis usaha. Keberhasilannya ini taklah terlepas dari kepiawaiannya menjalankan politik bisnis.
Dalam menjalankan politik bisnisnya, orang Padang mencapai kesuksesan dikarenakan kemampuannya menyesuaikan diri dengan kondisi di mana dia menjalankan usaha.

Demikian pula, dikaitkan dengan dunia politik, orang Padang dalam menjalankan usahanya mampu menyesuaikan dengan kondisi perpolitikan yang sedang terjadi di tempat dia menjalankan usaha tersebut.
Karena itu, dia tak pernah terkesan melawan arus, yang bisa membuat tersendat usaha yang sedang dijalankannya gara-gara ketidakmampuannya menyesuaikan diri dengan kondisi politik yang ada di sekitarnya.

Pengusaha Padang tak mau masuk mencampuri perpolitikan yang sedang terjadi di tempat dia berusaha. Dia tak mau terpengaruh oleh dunia perpoltikan yang ada di tempatnya berusaha. Akan tetapi dia tidak pula berarti tidak mengerti dengan perpolitikan di mana dia menjalankan usaha. Orang Padang diam-diam selalu memahami perpolitikan yang sedang berjalan di mana dia menjalankan usaha.

Dengan demikian, dalam politik bisnis orang Padang, dia selalu mampu mengembangkan usahanya, dengan mendapatkan dukungan dari pemerintahan di mana dia menjalankan usaha.

Dalam hal ini, ada beberapa hal yang dilakukan pebisnis asal Padang agar politik bisnis bisa menjadikan usahanya berjalan dan berkembang sesuai dengan perkembangan politik yang terjadi di tempatnya menjalankan usaha:

1) Taati Aturan Perundang-undangan Yang Berlaku. Dalam menjalankan usaha, dalam berbisnis, haruslah taat terhadap aturan perundang-undangan yang berlaku di mana saja usaha sedang berjalan. Jangan sekali-kali dalam berbisnis, dalam menjalankan usaha, melakukan hal-hal yang bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang berlaku di daerah setempat. Karena itu, seorang pengusaha harus memahami perkembangan di tempat dia berusaha. Jangan hanya terpaku kepada usahanya saja, tanpa mau tahu dengan kondisi di sekitarnya.

2) Pahami Perkembangan Politik Di Tempat Menjalankan Usaha. Sebagai seorang pengusaha, haruslah selalu bisa membaca perkembangan politik di tempat menjalankan usaha. Memahami bukan berarti harus masuk ke dalamnya, bukan berarti harus terlibat di dalamnya. Tetapi harus mampu memahami, sehingga berdampak positif kepada kelancaran usaha. Suatu contoh, kalau berusaha atau berbisnis di satu tempat yang mendominasi masyarakatnya partai ”A”, atau di suatu negara yang sedang berkuasa partai ”A”, jangan sampai berlawanan dengan partai tersebut. Contoh berlawanan di sini, di suatu negara yang sedang berkuasa partai ”A” anda jangan sampai mengumumkan telah membantu partai ”B”. Atau, jangan anda ikut-ikutan berbicara kian kemari turut pula membenci partai ”B” jika mendengar orang sedang mempergunjingkannya. Mungkin saja orang itu oposisi dari partai tersebut dan mungkin juga dia intelijen dari partai tersebut. Kalau bisa, upayakanlah mendekati partai sedang berkuasa tersebut. Kegunaannya bukan untuk kepentingan politik bagi anda, tetapi semata-mata untuk kelancaran usaha anda. Paling tidak, dengan memahami perkembangan politik di tempat anda menjalankan usaha tersebut, anda akan mampu tidak menjadi pengusaha yang dibenci oleh partai yang berkuasa atau partai oposisi. Kalau sempat anda dibenci partai sedang berkuasa, apa pun alasannya, kelancaran usaha anda akan terpengaruh olehnya.

3) Dekati Pihak Mana pun. Sebagai seorang pengusaha, haruslah berusaha dekat dengan pihak mana pun, terutama tentu dengan pihak yang sedang berkuasa. Apalagi kalau anda berada di negara kerajaan. Di negara kerajaan anda harus mampu mendekati pihak kerajaan. Dan jangan sekali-kali anda berlawanan dengan pihak kerajaan. Mendekati di sini bukan dalam artian negatif, tetapi dalam artian positif. Mungkin anda bisa melakukan pendekatan melalui menjalin hubungan baik secara pribadi dengan orang-orang kerajaan yang dibangun secara beransur-ansur, mungkin juga dengan cara turun tangan dalam masalah kemanusiaan, dalam masalah sosial dan lain sebagainya.

4) Jaga Profesionalitas. Jagalah selalu profesionalitas sebagai seorang pengusaha. Maksudnya, hindari terlibat ke dalam salah satu pihak, ke dalam salah satu partai. Kecuali kalau anda memang telah memutuskan untuk terjun ke dunia politik. Tetapi kalau hanya sebatas ingin melanggengkan usaha, sebaiknya tidak terlibat langsung secara praktis dalam salah satu partai mana pun. Selalulah berada di jalur bisnis yang sedang anda geluti. Bagi orang Padang, di sinilah berlakunya pepatah,”Di mana bumi dipijak, di sana langit dijunjung. Di mana ranting dipatah, di sana sumur disauk. Di mana negeri dihuni, di sana ketentuan dipatuhi. Jangan ingin pula menjadi raja di negeri raja, dan jangan pula ingin menjadi sultan di negeri sultan”.

Jadi, politik bisnis orang Padang itu sebenarnya terletak pada kemampuannya menempatkan diri sesuai dengan perkembangan politik yang sedang terjadi pada tempat-tempat dia menjalankan usaha.
Politik bisnis orang Padang bukan masuk ke dunia politik praktis untuk melanggengkan usahanya. Tetapi berusaha memahami perkembangan politik yang sedang terjadi, dan berusaha menyesuaikan diri dengan perkembangan politik yang sedang terjadi tersebut untuk kelancaran usaha yang sedang dijalankannya. *

(21)  RAHASIA BISNIS ORANG PADANG
Adalah merupakan sebuah pertanyaan yang selalu muncul dari waktu ke waktu, tentang apa sesungguhnya yang menjadi rahasia bagi orang Padang, sehingga dia sukses dalam berbisnis, yang hanya orang Cina sebagai tandingan utamanya di negeri ini?

Selaku pengusaha pribumi, kepiawaian orang Padang dalam berbisnis sulit sekali ditandingi. Suatu bukti, usaha restoran yang sangat dikenal di seantero bumi persada Indonesia, adalah restoran Padang. Di mana-mana kita akan menemukan restoran Padang. Sebutlah Bundo Sati, Sari Bundo, Sederhana, Sri Ratu dan banyak sekali nama restoran Padang lainnya. Bahkan tak saja di Indonesia, di negara lainnya seperti di Malaysia, Singapura dan sederet negara lainnya di dunia, restoran Padang pun tumbuh bagaikan cendawan di musim hujan.

Pada jenis usaha lainnya, orang Padang pun banyak sekali yang menonjol, yang menggambaran kesuksesan bisnis orang Padang. Seperti telah disinggung juga pada bab terdahulu, sebutlah pada jenis usaha travel biro. Siapa yang tak kenal dengan travel biro Natrabu, usaha travel biro yang sudah sangat melegenda di tanah air ini. Usaha penerbitan demikian pula. Siapa yang tak kenal dengan penerbit dan toko buku Gunung Agung yang berpusat di Bandung, dan lain sebagainya. Dalam bisnis hotel, sebutlah jaringan hotel Grand Menteng di Jakarta, hotel Grand Mahakam dan banyak lagi. Di dunia perbankan pun bukan sedikit pula pengusaha Padang yang sukses. Mungkin anda masih ingat dengan Bank Nasional yang didirikan Anwar Sutan Saidi tahun 1930. Inilah beberapa contoh kesuksesan orang Padang di dunia usaha.

Apabila kita perhatikan satu persatu dari setiap orang Padang yang mengalami kesuksesan di dunia usaha ini, pada umumnya mereka bukanlah terdiri dari orang kaya turun temurun. Artinya, bukanlah mereka kaya karena harta bawaan atau harta turunan dari nenek moyangnya tempo dulu.
Bahkan rata-rata bisa dikatakan mereka berasal dari orang miskin sebelumnya. Kebanyakan dari mereka, pergi merantau dari kampung dengan pakaian hanya sekadar terpasang di badan. Namun setelah lama berjuang dengan berbagai kekerasan hidup yang mereka alami di negeri orang, mereka menjadi orang sukses di dunia usaha.

Banyak orang mengatakan, bahwa kemauan merantau-lah yang membuat orang Padang menjadi orang sukses, menjadi orang kaya raya. Kenapa demikian? Sebab, menurut adat Minang, harta pusaka turunnya kepada perempuan, sesuai dengan garis keturunan dalam adat Minang yang matrilineal(garis keturunan pada ibu). Kaum lelaki sama sekali tidak dapat apa-apa dari harta pusaka, seperti sawah dan ladang, rumah dan lain sebagainya. Laki-laki hanya pihak yang berwenang mengawasi. Sebagai pemegang hak memiliki adalah kaum perempuan.Mungkin mengingat tak punya hak apa-apa dari harta pusaka dalam kaumnya inilah, maka kaum lelakinya memilih hidup berjuang di rantau orang untuk mendapatkan kekayaan milik pribadi. Begitu sampai di rantau, mereka selalu bekerja keras untuk mencapai cita-citanya menjadi orang sukses, menjadi orang yang bisa mengumpulkan harta sebanyak-banyaknya. Dalam berjuang di rantau orang mereka selalu ingat bahwa jika sempat gagal mengubah nasib di rantau orang, kalau pulang nanti bisa-bisa tidur di surau menghabiskan sisa umur dengan mengharapkan nasi pemberian famili perempuan sepiring pagi – sepiring petang. Lebih dari itu, seperti rumah, sawah dan ladang tak bakalan dapat. Seperti dikatakan tadi, semuanya menjadi hak milik perempuan.

Boleh jadi hal ini yang membuat kaum lelaki Padang sukses hidup di rantau orang menjadi pebisnis ulung di mana mereka berada. Ketentuan adat mereka yang menetapkan bahwa kaum lelaki tidak mendapat bagian sama sekali dalam harta pusaka yang sifatnya turun temurun dalam kaumnya, membuat mereka termotivasi untuk mendapatkan harta sendiri sebanyak-banyaknya. Mereka dengan sendirinya termotivasi untuk bekerja keras, untuk menjadi pengusaha, meskipun memulainya dari bawah.
Seiring dengan ketentuan adat Minang yang mengharuskan laki-laki beranjak ke rumah perempuan apabila dia sudah menikah, sehingga semua harta milik orangtua mereka harus ditinggalkan untuk famili perempuannya, otomatis membuat kaum laki-lakinya selalu berpikir bagaimana agar bisa menjadi orang yang ulet berusaha. Sebab, kepergiannya yang tanpa modal apa-apa ke rumah istrinya begitu menikah, tak mungkin akan menjadi orang kaya raya nanti kalau tidak ulet berusaha.
Kondisi adatnya inilah agaknya yang membuat orang Padang itu ulet berbisnis, punya motivasi tinggi dalam berusaha, dan tak mengenal menyerah, tak mengenal putus asa saat berusaha mencapai kesuksesan dalam hidupnya.

Di sini dapat diambil hikmahnya, bahwa orang yang terlahir dari sebuah lingkungan tidak banyak harapan akan mendapatkan kebahagiaan dari pemberian orang lain atau lingkungan keluarganya sendiri, mempunyai semangat yang kuat dan motivasi yang tinggi untuk mengubah nasibnya sendiri kepada yang lebih baik.Sebaliknya, orang yang punya banyak harapan akan mendapatkan kebahagiaan dari pemberian orang atau lingkungannya sendiri, cenderung mempunyai semangat agak rendah dan suka hidup santai.

Mungkin ini pulalah yang menyebabkan adakalanya anak orang kaya raya atau anak seorang pejabat tinggi yang kehidupannya semenjak kecil bergelimang kemewahan, masa depannya kurang beruntung. Setelah orangtuanya meninggal dunia, setelah harta orangtuanya yang berlimpah ruah tinggal bersamanya, lama kelamaan habis satu persatu. Akhirnya dia hidup dalam penderitaan yang sebelumnya mungkin tak pernah ia bayangkan. Namun sebaliknya, bagi mereka yang tak terlena oleh kesuksesan orangtuanya itu, dia jauh-jauh hari mempersiapkan diri dengan semangat dan motivasi diri yang tinggi untu menjadi seorang yang mau bekerja keras, guna melanjutkan dan meningkatkan kesuksesan orangtuanya.Kembali kepada pokok pembicaraan pada bab ini. Keberhasilan orang Padang dalam berbisnis bukanlah karena dia mampu mengelola harta kekayaan orangtuanya, bukanlah karena dia pandai mengendalikan harta pusaka turunan dari nenek moyangnya. Sama sekali bukan demikian.

Keberhasilan yang dia capai adalah dikarenakan ketekunannya dalam menjalankan usaha yang dia mulai dari bawah. Selama bertahun-tahun, bahkan rata-rata berpuluh-puluh tahun menekuni dunia usaha merangkak lambat-lambat dari bawah, dengan segala pahit, getir dan penuh penderitaan yang dialaminya tanpa diketahui banyak orang, barulah dia mencapai kesuksesan.

Di samping yang mencapai sukses, yang berhasil pulang kampung membawa kesuksesan, tidak sedikit pula dari mereka yang hilang lenyap saja di rantau orang. Tak tahu kabar beritanya sampai mati. Namun karena demikian kuatnya motivasi yang tertanam dalam dirinya, karena demikian bulatnya tekadnya dalam memperjuangkan hidup, dia malah lebih memilih hilang lenyap di rantau orang daripada pulang membawa kegagalan. Seperti ada sebuah sumpah dalam diri orang Padang yang merantau memperjuangkan kehidupan. Yakni,” Asa(satu) hilang dua terbilang, ketiga nyawa berpulang”. Maksudnya, dalam berjuang mencapai kesuksesan hidup bagi orang Padang, pertama hilang dari kampung, pergi merantau. Kedua, setelah merantau memperoleh kesuksesan dan menjadi orang terkenal. Kalau nyampang gagal, telah bersedia nyawa berpulang ke haribaan-Nya. Itulah bentuk kebulatan tekad orang Padang dalam memperjuangkan kesuksesan dalam hidupnya. Bukan main-main.
Tekad ini pulalah yang membuat orang Padang dalam berusaha, dalam berbisnis atau berdagang, benar-benar tekun, sabar dan tak mementingkan menjadi orang kaya mendadak atau kaya raya secara instan. Menurut keyakinan orang Padang, setiap yang mudah mendapatkannya, mudah pula perginya. Setiap yang dicapai secara instan atau secara cepat, akan cepat pula habisnya. Sebaliknya setiap yang dengan susah payah mendapatkannya, sulit pula perginya. Setiap yang dengan lambat atau berlama-lama mendapatkannya, lama pula bertahannya.
Jadi rahasia bisnis orang Padang, antara lain adalah mereka bisa tekun, sabar dan bekerja keras tanpa kenal lelah selama berpuluh-puluh tahun, jatuh bangun, tanpa mengenal putus asa dalam berjuang untuk mencapai keinginan menjadi orang sukses dalam meniti karier sebagai seorang pebisnis, pedagang atau pengusaha. *

(22)  FALSAFAH BERAKIT KE HULU BERENANG KE TEPIAN DALAM BISNIS ORANG PADANG
Orang Padang seringkali mengatakan dalam pepatahnya,”Berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenag-senang kemudian”. Pepatah ini seakan-akan telah mendarah daging di tengah-tengah kehidupan bisnis orang Padang.Pepatah ini pulalah yang membuat orang Padang lebih memilih hidup susah dahulu untuk mencapai kesenangan kemudian. Orang Padang pun sangat meyakini, bahwa sejauh-jauh mendaki, pasti akan bertemu dengan penurunan. Selama-lama menderita akan bertemu nantinya dengan kesenangan. Tinggal lagi, apakah kita sabar atau tidak. Kalau tak sabar, bisa jadi tak ketemu penurunan tersebut nantinya, karena baru setengah pendakian telah berbalik ke belakang. Atau, bisa jadi di saat-saat akan sampai kepada penurunan, lantas balik kanan karena tak sabar lagi menelusuri pendakian yang membikin bosan dan sangat melelahkan.

Di sinilah dituntut seseorang sabar. Di sini pulalah dikehendaki seseorang menekuni pekerjaannya. Kesabaran dan ketekunan-lah yang bisa menjadikan seseorang terhindar dari jiwa putus asa. Orang yang tak mengenal putus asa, tak akan mengenal berhenti berjuang untuk mencapai yang diimpikannya.

Seorang pebisnis, seorang pedagang atau pengusaha yang tak mengenal putus asa, yang tak mengenal lelah, yang mau menghadapi tantangan, rintangan, hambatan bahkan kegagalan sekalipun, akan berjibaku terhadap impian yang dicita-citakannya. Dia akan menjadikan semua itu tadi sebagai suplemen, sebagai penambah kekuatan, sebagai penambah tenaga dan semangat di dalam mengarungi berbagai suka dan duka, guna menuju kesuksesan yang dicita-citakannya.

Seseorang yang memiliki prinsip hidup bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, adalah orang yang telah memiliki target dalam perjuangan hidupnya. Karena telah memiliki target capaian, dia tak meraba-raba, dia pun tak sekadar menunggu nasib yang datangnya dengan tiba-tiba. Dia benar-benar mengejarnya, dia benar-benar memperjuangkannya, dan dia benar-benar merebutnya dengan segala kekuatan, kemampuan dan semangat yang ada.

Itulah yang menyebabkan orang Padang pada umumnya memiliki semangat tak pernah pudar dalam mencapai kesuksesanya berbisnis. Bayangkan, dari berjualan peniti, dari berjualan sisir dan ikat pinggang di pinggir jalan, dari mengosong-osong kotak berisi rokok, permen dan tisu di pasar-pasar tradisional, dari berjualan sumbu kompor di emperan-emperan toko, setelah sekian puluh tahun kemudian dia bisa menjadi pengusaha sukses. Dia bisa memiliki sejumlah perusahaan, baik berupa hotel, restoran, bank dan lain sebagainya.

Orang yang punya target capaian dalam hidupnya, taklah akan pernah mengenal putus asa, taklah akan pernah mengenal berhenti dalam memperjuangkan hidupnya sebelum tercapai apa yang telah ditargetkannya itu. Seorang yang ingin meniti karier di dunia bisnis, haruslah memiliki target capaian dalam kariernya. Seseorang yang tidak punya target capaian, dia akan mudah terombang ambing, dia akan mudah berputus asa, dan dia tidak akan tahan banting apabila diterpa badai dan gelombang hidup ketika meniti kariernya. Jadi, target capaian itu sama dengan impian, sama pula dengan garis finish yang hendak dicapai oleh seorang pelari. Seorang pelari yang tidak punya garis finish yang hendak ditujunya, pastilah tak akan memiliki semangat untuk berlari kencang. Sebab, apalah gunanya berlari kencang, sementara garis finish yang hendak dicapai tidak ada. Sama pula jadinya dengan sebuah kapal yang tengah berlayar di tengah lautan lepas, yang tidak punya pantai hendak dituju.

Karena itu, bagi orang Padang, sebelum dia melangkah, sebelum dia terjun ke rantau, dia telah menetapkan target yang hendak dicapainya dalam meniti karier sebagai seorang yang ingin hidup di dunia bisnis, di dunia perdagangan dan di dunia usaha. Setelah mulai bergerak, dia tak pernah berputus asa, tetapi sebaliknya selalu bersemangat karena ada harapan kesuksesan yang dalam bayangannya, yang dalam mimpi besarnya telah menanti di sana. Dia tidak berjalan tanpa tujuan.

Jadi, ketika memilih bersakit-sakit dahulu dalam menelusuri jalan hidupnya sebagai orang yang tidak akan menjadi tenaga gajian pada puncak kariernya nanti, dia telah menargetkan kesenangan atau kesuksesan yang ia inginkan nanti nun di sana. Dia kejar itu terus, dia kejar terus dengan semangat yang selalu menyala-nyala. Bukan dengan semangat hangat-hangat tahi ayam. Dia berikhtiar dengan segala daya dan upaya. Dia berdoa serta berserah diri kepada Yang Maha Kuasa agar mimpi besarnya, agar cita-cita kesuksesannya, agar target capaian yang telah ditetapkannya bisa diraihnya dengan gemilang pada saatnya nanti.

Dalam bisnis orang Padang tidak dikenal menampungkan tangan saja, tidak dikenal berusaha tanpa ada target yang hendak dicapai, tidak dikenal berusaha seperti kapal berlayar di tengaha lautan tanpa tahu pantai tujuan yang hendak dicapai.

Dalam berusaha, penetapan awal jenis usaha yang menjadi titik fokus, sungguh perlu pula. Dengan demikian, tidak menjadi orang yang tiap sebentar bertukar jenis usaha. Suatu contoh, sebulan belakangan berjualan mangga. Baru saja beberapa orang langganan didapatkan, bulan berikutnya pindah lagi berjualan ikan. Baru dikenal oleh beberapa pelanggan sebagai pedagang ikan, bulan berikutnya pindah lagi berjualan es tebak. Akhirnya tak satu pun usaha yang fokus.

Pada awal-awal berusaha memang pasti akan ditemukan kesulitan, hambatan dan rintangan yang disebabkan oleh banyak hal, seperti pengalaman yang kurang, pelanggan yang belum ada dan lain sebagainya. Tetapi jangan dijadikan hal itu sebagai penyebab tiap sebentar berubah jenis usaha. Sebab, apa pun jenis usaha yang dilakoni, kalau baru digeluti pastilah akan mengalami kekurangan pengalaman. Karena itu, haruslah bisa bertahan, sehingga makin lama akan semakin memahami jenis usaha tersebut.Terhadap seorang pengusaha, yang bagus adalah memperbanyak jenis usaha, tapi bukan menukar tiap sebentar jenis usaha. Memperbanyak jenis usaha, sama dengan memperbanyak sumber uang masuk. Tetapi kalau menukar tiap sebentar jenis usaha, sama dengan menjadikan diri selalu pada status pengusaha pemula.

Orang yang tiap sebentar menukar jenis usaha, bisa diindikasikan sebagai orang yang tak mampu bertahan ketika datang kesulitan atau goncangan. Orang ini tidak punya daya tahan yang kuat untuk menghadapi tantangan yang makin besar usahanya akan semakin besar pula tantangan yang menghadang di depannya.

Anda cobalah menyaksikan pohon kayu di hutan. Pohon kayu yang mampu menjulang tinggi, rimbun dan besar, adalah yang telah lolos dari berbagai terpaan angin dan badai. Bagaimana dengan yang masih kecil sudah bertumbangan? Itulah yang tidak lolos, yang tidak tahan terhadap terpaan angin, serangan badai dan topan. Seorang pengusaha sukses adalah yang telah berhasil lolos dari segala bentuk terpaan gelombang hidup selama dia meniti karier di dunia usaha yang digelutinya. Bagaimana dengan yang tidak tahan terhadap segala tantangan itu tadi? Itulah yang bertumbangan ketika masih menjadi pengusaha pemula.

Apabila dikaitkan dengan falsafah bisnis orang Padang yang dikenal dengan bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian, pengusaha pemula yang bertumbangan tadi, atau pengusaha pemula yang tiap sebentar menukar jenis usaha ini adalah termasuk kepada jenis pengusaha pemula yang tidak tahan bersakit-sakit dahulu untuk bersenang-senang kemudian. Sebab, sesuatu yang baru, apalagi menjadi pengusaha, pebinis atau pedagang, sudah barang tentu yang lebih banyak ditemuinya adalah kesulitan. Jarang sekali yang menemui kemudahan begitu terjun mengawali karier di dunia usaha. Saya belum pernah mendengar ada orang yang begitu mengawali karier sebagai pengusaha, pedagang atau pebisnis, langsung sukses. Kecuali mungkin orang yang melanjutkan usaha warisan dari orangtuanya. Itu pun belum bisa dipastikan langsung sukses tanpa ada kesulitan atau rintangan sedikit pun.Karena itu, bagi anda yang mau bersakit-sakit dahulu untuk mengharapkan bisa bersenang-senang kemudian, janganlah takut menghadapi tantangan atau kesulitan, dan jadilah anda bagaikan pohon kayu menjulang tinggi yang berhasil lolos dari terpaan angin, topan dan badai.*

(23)  JANJI BISNIS ORANG PADANG
Di dunia bisnis, baik sebagai seorang pedagang biasa, pengusaha pemula atau pengusaha sukses, janji merupakan suatu hal yang sangat penting artinya bagi kelanjutan perkembangan suatu usaha.

Bagi orang Padang, janji merupakan kekayaan yang bisa dijadikan modal utama dalam menjalankan usaha. Biarlah modal berupa uang kurang atau seadanya, asalkan modal kepercayaan banyak atau kuat.

Kenapa dalam hal ini saya sebutkan bagi orang Padang? Sebab, menurut adat Minang, janji merupakan hal yang amat penting. Seseorang akan dapat dilihat baik atau buruk budi pekertinya, ketika melihat komitmennya dalam berjanji.Bahkan dalam pepatah orang Padang dikatakan, ” Titian(jembatan) binasa lapuk, janji binasa mangkir. Kalau hujan bertudung destar, kalau licin bertongkat keris, namun janji harus ditepati”.

Jadi, melihat kepada pepatah ini, orang Padang sungguh sangat menganggap penting artinya janji. Dalam pepatah lain dikatakan, ” Sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tak akan percaya”. Maksudnya, sekali saja seseorang ketahuan tak menepati janji atau tak lolos ujian dalam berjanji, selama hidup orang tak akan percaya kepadanya. Janji bagi orang Padang adalah utang yang sulit sekali bisa dibayar apabila telah sempat satu kali mangkir.

Apabila dikaitkan dengan dunia bisnis, janji di dunia bisnis sungguh sangat penting artinya. Modal utama bagi seorang pebisnis, pedagang atau pengusaha adalah kepercayaan yang diwujudkan dengan janji.
Kalaulah seorang pelaku bisnis suka mangkir janji, tak bisa dipercaya, alamat yang bersangkutan akan menemui kegagalan dalam maniti kariernya di dunia bisnis. Mustahil seorang pebisnis akan mampu berkembang bisnisnya jika orang tidak percaya kepadanya. Apalagi dalam agama sangat dilarang apabila berjanji mangkir dan dipercaya khianat.
Ketika seorang anak akan pergi merantau, orangtua dan pamannya biasanya akan memberikan nasehat atau wejangan, yang antara lain yang sangat menjadi penekanan bagi mereka adalah, jangan sampai tak bisa dipercaya. Sebab kepercayaan merupakan modal utama dalam merenangi alam kehidupan di mana saja berada.

Dalam menjalankan usaha, seperti telah kita singgung juga pada pembicaraan sebelumnya, modal kepercayaan merupakan modal yang paling utama dan mutlak harus dimiliki.Kendati pun modal uang berlimpah, jika modal kepercayaan tak dimiliki, taklah bakalan berkembang usaha yang sedang dijalankan tersebut. Karena itu, modal kepercayaan sungguh sangat melebihi pentingnya modal dari sisi lain. Apalah artinya modal usaha berupa uang berlimpah ruah, jika setiap konsumen tak percaya kepada si pengusaha tersebut. Pembeli hasil produk adalah konsumen. Uang banyak tersebut lama kelamaan akan ludes, jika setiap usaha yang dibuat tak pernah mendapat kepercayaan dari masyarakat.

Apalah artinya modal usaha berupa uang banyak, kalau tak seorang pun masyarakat mempercayai janji yang dikemukakan si pengusaha tersebut. Suatu contoh, si pengusaha tadi berjanji akan menyerahkan barang produknya setiap tanggal 25 sebanyak 35 ton. Tapi tak ada orang yang percaya dikarenakan sebelumnya janji pengusaha tersebut tak ada yang tepat waktu. Bahkan lebih banyak yang mangkir dibandingkan yang menepati janji. Berjanji tanggal 25, sudah tanggal 29 atau 31 belum juga tentu ujung pangkalnya.

Demikian pula, kalau berjanji akan menyetorkan uang setiap tanggal 15, setelah tanggal 25 atau setelah ditagih berulang kali belum juga ada setoran tersebut. Selalu berjanji dan berjanji lagi.Karena itu, di dunia bisnis, janji benar-benar modal utama yang jauh melebihi modal uang dan yang lainnya. Apabila kepercayaan orang sudah hilang, jangan harap usaha yang dilakukan akan bisa berkembang.

Itulah sebabnya, orang Padang terutama yang terjun ke dunia usaha, benar-benar memegang teguh janji. Kalau kita ingin dipercaya, tepatilah janji, jauhi kebohongan dan anggaplah kebohongan tersebut malapetaka yang bisa menghancurluluhkan usaha yang dibangun dengan susah payah sebelumnya. Belum ada hingga hari ini saya mendapat informasi, ada pengusaha yang sukses atau menjadi orang kaya raya karena suka berbohong atau karena suka mangkir janji.

Jangan sekali-kali menganggap janji itu hal sepele. Sekecil apa pun janji, haruslah ditepati, kalau kita ingin mendapatkan kepercayaan dari semua orang. Dan jangan sekali-kali membiasakan diri mangkir janji, karena kebiasaan itu sangatlah tidak baik.Bayangkan, kalau bank yang sedianya akan mengucurkan kredit kepada perusahaan anda Rp 20 milyar tiba-tiba batal gara-gara anda tidak dipercaya, karena ketika diberinya kredit Rp 250 juta dulunya tidak anda bayar sesuai perjanjian.

Demikian pula, dapat anda bayangkan, betapa ruginya anda ketika uang kontan akan dipinjamkan seorang rekan bisnis anda Rp 10 milyar tiba-tiba batal, hanya gara-gara seorang rekan bisnisnya memperlihatkan kwitansi pinjaman anda yang tidak anda bayar kepadanya sesuai perjanjian sebesar Rp 100 juta.Karena itu, latihlah diri anda untuk bisa menepati janji, untuk bisa tidak mangkir janji. Kalau sudah terbiasa, enak sekali rasanya. Dunia ini terasa lapang apabila semua orang bisa mempercayai kita. Jangan sampai ada sekali saja anda lancung ke ujian, karena seumur hidup anda orang tak bakalan percaya lagi.

Adat Minang benar-benar menekankan pada pentingnya menepati janji. Orang yang tak menepati janji dianggap orang rendah budi, orang yang tak berakhlak karena dia sudah tidak lagi bisa dipercaya.

Ada beberapa hal yang bisa dipedomani, agar selalu bisa dipercaya orang:
1) Berjanjilah Sesuai Kemampuan Untuk Bisa Menepati. Agar anda bisa dipercaya orang, ketika berjanji, buatlah janji yang sudah dipertimbangkan akan bisa ditepai. Jangan sekali-kali membuat janji yang sudah diperkirakan tidak akan bisa ditepati. Bukan tak ada orang yang membuat janji di luar kemampuannya untuk menepati. Suatu contoh, anda sangat memerlukan uang. Ada orang yang bisa meminjamkannya kepada anda, dengan catatan harus anda bayar kembali pada tanggal yang ditentukannya. Di satu sisi anda sangat memerlukan uang tersebut. Namun di sisi lain anda merasa tidak akan mampu membayar sesuai tenggat waktu yang ditentukan pemiliknya tersebut. Dalam kemelut ini, anda lantas mengatakan akan membayarnya sesuai waktu yang sudah ditentukannya itu. Padahal dalam hati anda sudah dapat anda pastikan tidak akan mampu membayarnya sesuai janji tersebut. Ini memang sangat dilematis. Akan tetapi tak ada salahnya anda berterus terang mengatakan tidak bisa mengembalikan uang tersebut sesuai jadwal yang sudah ditentukannya. Namun anda harus pula terus terang mengatakan sangat membutuhkannya. Mungkin anda katakan terus terang, agar diundur satu minggu, dua mingggu atau satu bulan dari jadwal yang ditentukannya itu. Yakinlah anda, bahwa keterusterangan anda akan membuat hatinya lentur. Tetapi dengan catatan anda harus benar-benar menepati janji.

2) Jangan Biasakan Mangkir Janji. Mangkir janji itu apabila dibiasakan memang akan terasa indah. Apalagi mangkir terhadap utang. Tetapi anda harus ingat, jangan sampai membiasakan diri mangkir janji. Mangkir janji adalah kebiasaan buruk, kebiasaan tak terpuji. Apabila kebiasaan tersebut anda turuti, anda akan dinilai masyarakat sebagai seorang yang memiliki prilaku tak terpuji. Dapat tentunya anda bayangkan, betapa rendahnya nilai anda dari mata sesama manusia, kalau sudah memperoleh prediket sebagai orang yang berprilaku tak terpuji. Ingatlah, bahwa janji bukanlah biasa mangkir. Sebaliknya, janji adalah binasa kalau sempat mangkir. Sama seperti titian, bukanlah biasa lapuk. Tetapi adalah binasa lapuk.

3) Jauhi Sifat Pembohong. Seseorang yang punya kebiasaan pembohong, sama artinya dengan mangkir janji. Karena itu, anda harus bisa dipercaya, agar anda selalu bisa dianggap sebagai orang yang punya komitmen teguh dalam menepati janji. Apabila anda mendapat cap sebagai seorang pembohong, sepanjang apa pun titel anda, sebanyak apa pun uang anda dan setinggi apa pun pangkat anda, di mata orang banyak anda adalah orang yang memiliki derajat jauh di kulit tanah. Anda akan dipandang hina oleh semua orang. Karena itu, jauhilah sifat pembohong dan dekatilah sifat jujur atau berterus terang.

4) Jadikan Kepercayaan Modal Utama. Kalau anda ingin sukses dalam berbisnis, jadikanlah kepercayaan sebagai modal utama. Dengan menjadikan kepercayaan sebagai modal utama, anda tidak akan mau menyia-nyiakan kepercayaan orang. Sebab sebagai seorang pebisnis, sebagai seorang pedagang atau pengusaha, sudah barang tentu anda tidak akan mau kehilangan modal dalam menjalankan usaha. Apalagi kalau sampai modal utama yang hilang. Karena itu, jadikanlah kepercayaan sebagai modal utama, agar bisa selalu dipercaya orang.

Memang harus diakui, bahwa tidaklah mudah menjadi orang yang bisa dipercaya.Akan tetapi anda akan kehilangan segala-galanya, apabila tidak bisa lagi dipercayai orang.Sesungguhnya kekayaan yang paling tinggi nilainya yang melekat pada diri seseorang adalah kepercayaan. Tidak akan ada lagi arti seseorang, kalau tidak bisa dipercaya oleh orang lain. Dengan demikian, jadilah anda seorang yang bisa dipercaya orang. *

(24) CARA CERDIK PANDAI ORANG PADANG DALAM BERBISNIS
Dalam kehidupan sehari-hari orang Padang, ada yang dikenal dengan, ”Cerdik pandai”. Menurut Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, penerbit Lintas Media Jombang, yang ditulis Indrawan WS, ”cerdik” berarti: punya akal pintar, mampu/pandai memecahkan persoalan, cepat memahami situasi yang sulit dan menemukan pemecahannya, banyak akal. Sedangkan ”pandai” berarti: pintar, cerdik. Dengan demikian, orang cerdik pandai bisa diartikan orang yang arief bijaksana.

Kearifan dan kebijaksanaan ini sangatlah penting artinya bagi orang Padang dalam menggeluti dunia usaha. Seorang pebisnis, seorang pedagang atau pengusaha, bagi orang Padang adalah orang yang arief bijaksana. Dengan kata lain, dia adalah orang yang pintar, cerdas, cepat memahami situasi sulit, dan bisa pula dengan segera menemukan pemecahan malasah atau solusinya.

Seorang yang arief bijaksana, dalam pepatah Minang dikatakan, ”Cedpat tangan tidak melukai, cepat kaki tidak memecah”. Maksudnya, benar-benar bisa mengambil langkah dengan cepat dan tepat, baik dalam situasi sulit maupun dalam kondisi normal.

Bagi orang Padang, dalam meniti karier di dunia usaha, cerdik saja belum cukup dan pandai saja belum pula lengkap. Karenanya, sangat diperlukan seorang yang cerdik dan pandai.Orang yang cerdik dan pandai, setahun orang akan ditimpa musibah kelaparan, dia sudah tahu. Jauh-jauh hari harga gabah akan naik atau turun, dia sudah bisa membaca, dia sudah dapat memahami.

Jadi, orang Padang berdagang tidak hanya sekadar berdagang saja, melainkan melengkapi diri dengan kearifan dan kebijaksanaan. Setiap langkah yang diambilnya selalu ada pertimbangan. Tetapi bukan berarti terlalu lama baru bisa mengambil keputusan. Atau terlalu cepat pula dalam mengambil keputusan.Seorang pengusaha kalau terelalu gegabah mengambil keputusan, bisa-bisa mengalami kerugian. Sebaliknya, terlalu lambat pula dalam mengambil keputusan, bisa pula rugi besar. Karena itu, kecepatan dan ketepatan dalam mengambil keputusan atau langkah sangatlah penting.

Bagaimana agar bisa dengan cepat dan tepat mengambil keputusan atau langkah dalam berbisnis? Di sinilah perlunya keberanian mencoba. Dengan ini akan muncul yang disebut dengan kemahiran. Orang yang sudah terasah otaknya oleh keberanian mencoba, tingkat kecerdasannya akan tinggi. Orang yang telah memiliki tingkat kecerdasan tinggi karena selalu diasah otaknya, dia akan arief dan bijaksana.

Dalam berbisnis, suatu langkah atau keputusan untuk melangkah apabila diambil dengan arief dan bijaksana, tingkat keberuntungannya akan sangat tinggi dan tingkat kerugiannya akan sangat rendah.Seorang pengusaha selalu dituntut bertindak cepat dan tepat dalam menangkap sebuah peluang usaha. Untuk ini, sangat diperlukan kemahiran dalam mengambil langkah atau keputusan tadi, sehinga bisa diambil langkah atau keputusan yang tepat, yang membawa untung besar terhadap perusahaan.Orang Padang membagi masyarakat kepada tiga golongan. Pertama alim ulama, kedua cerdik pandai dan ketiga bundo kanduang. Alim ulama adalah tergolong kepada orang yang memahami atau yang ditokohkan di bidang agama. Cerdik pandai adalah orang yang tergolong kepada pemimpin formal dan non formal termasuk di dalamnya pengusaha, seperti tokoh atau pemimpin dari segi pemerintahan, tokoh atau pemimpin dari segi adat dan swasta lainnya, termasuk di dalamnya pengusaha. Sedangkan bundo kanduang adalah tokoh atau pemimpin dari golongan kaum perempuan.

Seorang pengusaha atau seorang yang meniti karier di dunia usaha, sungguh sangat dituntut arief dan bijaksana, agar usahanya sukses. Kalau tidak demikian, besar kemungkinan tidak tahan hempasan badai dan gelombang.Cerdik pandai di sini bukan pula harus berpendidikan tinggi. Akan tetapi dia harus memiliki pengalaman hidup yang banyak, tingkat kecerdasan yang tinggi, sehingga mampu cepat menyesuaikan diri dengan situasi di mana dia menjalankan usaha.
Banyak sekali orang Padang yang berhasil menjadi pengusaha sukses, yang bukan seorang yang berpendidikan tinggi. Namun dia sudah kaya pengalaman, sudah banyak asam garam kehidupan di dunia bisnis yang dia alami.

Dalam berbisnis, dalam menjalankan usaha, pendidikan formal sangat perlu. Tetapi bukan berarti pendidikan formal itu segala-galanya bagi seseorang untuk sukses dalam menjalankan usahanya. Ini dapat dibuktikan, banyak sekali pengusaha yang berhasil sukses, terutama pengusaha asal Padang, yang bukan memiliki pendidikan formal tinggi. Banyak sekali di antara mereka yang ketika memulai usaha hanya mengantongi ijazah pendidikan seadanya. Jangankan untuk mendapatkan ijazah tamatan perguruan tinggi, untuk mendapatkan pakaian seadanya saja orangtua mereka susah. Jangankan untuk menempuh pendidikan sampai ke jenjang S2 atau S3, untuk makan pagi dan petang saja susah orangtuanya memenuhi. Tetapi toh akhirnya mereka bisa menjadi pengusaha sukses.

Kalau demikian, apa sesungguhnya yang dimilikinya? Jawabnya adalah, mereka itu merupakan orang cerdik pandai. Orang yang punya kearifan dan kebijaksanaan yang demikian tinggi. Hal ini mereka peroleh, antara lain dari pengalaman yang sudah demikian banyak mereka alami selama meniti karier sebagai pebisnis, pedagang atau pengusaha dari bawah.
Pengalaman panjang dipenuhi oleh lika-liku kehidupan yang berbumbu suka dan duka selama berpuluh-puluh tahun-lah yang membuat mereka para pengusaha sukses itu bisa menjadi bintang, bisa menggapai mimpi besarnya.Memang benar pendapat pengusaha sukses Bob Sadino yang mengatakan, bahwa kematangan seorang pengusaha itu dalam meniti kariernya sebagai seorang pengusaha memakan waktu sekitar 30 tahun.
Kematangan di sini, mungkin lebih mendekati pada pengertian kemampuan seseorang menjadi pengusaha yang tergolong kepada taraf tingkatan masyarakat cerdik pandai tadi.

Dari itu, seorang yang berkeinginan menjadi pengusaha sukses, sekali lagi, sungguh sangat memerlukan ketabahan, kesabaran, ketekunan, ketelatenan, keuletan, dan lain sebagainya. Sebab waktu yang diperlukan untuk mencapai kesuksesan itu bukanlah singkat. Bayangkan, mencapai sekitar 30 tahun. Para pengusaha Padang yang menikmati kesuksesan sekarang ini, rata-rata telah mencapai waktu selama itu dalam meniti kariernya. Bahkan banyak yang lebih dari 30 tahun.

Anda harus bisa mencapai puncak kematangan yang berbuah kesuksesan itu. Karena itu, anda harus tabah, anda harus sabar, anda harus ulet, anda harus telaten, dan anda harus punya motivasi yang kuat untuk bisa mencapai tingkatan sebagai seorang pengusaha sukses. Jauhilah sifat putus asa, jauhi rasa takut mencoba memulai usaha. Dunia usaha bukanlah dunia angan-angan, tetapi dunia nyata yang harus dijalani dengan melakukannya. Lakukanlah! Mulailah segera! Dan jalani terus!*

(25) ORIENTASI ORANG PADANG DALAM BERBISNIS
Mungkin ada benarnya, kalau ada orang berpendapat, bahwa orang Padang dalam berbisnis benar-benar tak peduli siang dan malam, tak hirau terhadap lawan dan kawan. Seakan-akan tiada hari baginya selain untuk mengurus bisnisnya.

Kalau anda berjalan-jalan di Tanah Abang Jakarta, di Pasar Sukaramai Medan, di Pasar Pusat Pekan Baru, di Pasar Angso Duo Jambi, di samping di tempat-tempat lainnya, anda akan melihat betapa pedagang, pebisnis atau pengusaha asal Padang disibukkan oleh usahanya dengan kesibukan yang bukan main tinggi intensitasnya.Memang benar, mereka seperti tak peduli dengan apa pun yang terjadi di sekelilingnya. Mereka benar-benar sibuk dengan usahanya. Semua ini adalah menujukkan bahwa orang Padang itu benar-benar tekun dalam berbisnis.

Orang Padang dalam berbisnis memiliki orientasi jauh ke kesuksesan hari depan atau jangka panjang. Karena itu, usaha yang dilakukannya bukan acak-acakan, bukan hanya untuk kepentingan hidup jangka pendek.
Bagi orang Padang yang menekuni dunia bisnis sebagai jalan hidupnya, dia mengharapkan anak cucunya nanti bisa mewarisi usaha yang sedang ia jalankan sekarang. Jangan sampai usaha yang sedang ia jalankan itu turut pula mati ketika dia dijemput kelak oleh Yang Maha Kuasa.

Kalau dibilang menjanjikan, jauh lebih menjanjikan perusahaan untuk diwariskan kepada anak cucu nanti dibandingkan jabatan di pemerintahan. Suatu contoh, kalau sekarang seseorang menjadi bupati, walikota, gubernur, menteri, kepala dinas, anggota DPR dan lain sebagainya, ketika dia meninggal nanti, semua itu taklah bisa diwariskannya kepada anak dan cucunya. Akan tetapi kalau perusahaan, jika kelak dia meninggal dunia, anak cucunya akan bisa mewarisinya. Tinggal lagi bagaimana dia mempersiapkan anak cucunya tersebut untuk sebagai pelanjutnya. Suatu contoh, mantan Presiden Soeharto begitu meninggal, sama sekali tidak bisa mewariskan jabatan Presiden kepada anaknya. Di saat dia hidup saja sudah diambil alih oleh orang lain. Namun Rachmat Gobel bisa mewarisi kepemimpinan ayahnya sebagai generasi kedua dari kerajaan bisnis milik orangtuanya, H. Thayeb Mohammad Gobel(alm) sebagai perintis dan pemimpin kerajaan bisnis elektronik Indonesia di bawah bendera Panasonic-Gobel.

Karena itu, orang Padang tidak terlalu terkejut terhadap seseorang yang memperoleh pangkat tinggi di pemerintahan. Namun dia lebih mengagumi seseorang yang sukses di dunia usaha. Ini mungkin juga dipengaruhi oleh sifat orang Padang yang hidup di lingkungan masyarakat egaliter.
Orang egaliter lebih memilih hidup di alam merdeka, dalam artian tidak berada pada tatananan diperintah-perintah, disuruh-suruh, apalagi dibentak-bentak. Mereka lebih memilih pada kehidupan yang setara. Seperti pepatah Minang mengatakan,”Berselang kayu talam tungku, di sana api baru bisa hidup”. Maksudnya, untuk mengambil suatu keputusan haruslah melalui perdebatan, pembicaraan dalam tatanan kehidupan masyarakat yang setara, tidak ada yang terlalu tinggi dan terlalu rendah. Tidak ada yang terlalu dahulu dan terlalu di belakang. Perselangan pendapatlah yang membuat lahirnya kesepakatan yang bernas. Di lingkungan pemerintah sulit sekali menemukan hal ini.

Jadi, orang Padang dalam berbisnis, dalam menelusuri karier di dunia usaha, pun lebih berorientasi kepada eksistensi diri. Posisi seorang pengusaha cukup dihargai di tengah-tengah masyarakat.Profesi sebagai pengusaha cukup terhormat di tengah-tengah masyarakat. Bahkan orang Padang memandang pengusaha itu sebagai sebuah profesi yang mengagumkan karena mereka lahir dari jerih payahnya sendiri, disebabkan hasil keringatnya sendiri. Sulit terdengar pengusaha yang lahir karena dikarbit. Namun tak jarang kita mendengar pejabat karbitan.

Orang Padang memandang kesuksesan seorang pengusaha tak bisa disamakan dengan kesuksesan seorang pejabat pemerintahan. Kesuksesan seorang pengusaha pasti melalui proses yang panjang, yang penuh dengan suka duka dan penuh dengan pengalaman cukup berarti. Sedangkan kesuksesan seorang pejabat pemerintahan, adakalanya bagaikan simsalabim. Tanpa proses yang panjang dan penuh pengalaman pahit dan getir, seseorang bisa saja menjadi pejabat negara, seperti anggota DPRD, DPR, MPR, DPD, Gubernur, Bupati dan Walikota. Kadangkala untuk pejabat karier di pemerintah pun sudah terbawa-bawa pula gaya perjalanan karier pada lingkungan pejabat negara itu.Karena itu, orang Padang memandang kesuksesan di dunia usaha sungguh sangat besar artinya dalam kehidupan di tengah-tengah masyarakat. Apalagi bagi seseorang yang sebelumnya benar-benar hidup dalam kondisi kemiskinan yang amat memprihatinkan. Nilai perjuangannya, nilai ketekunan, ketabahan, keuletan dan kesabaran yang dimiliki seorang pengusaha sukses, mendapat tempat tersendiri di tengah orang Padang.

Seandainya eksistensi pengusaha sudah sama di seluruh wilayah Republik Indonesia seperti di tengah-tengah orang Padang, tentu perkembangan dunia usaha di negeri ini akan semakin maju pesat. Keinginan menjadikan 2 % dari seluruh penduduk suatu negara menjadi pengusaha untuk bisa menjadikan negara tersebut makmur, mungkin segera akan tercapai di negeri ini. *

(26) KEYAKINAN BISNIS ORANG PADANG
Banyak orang merasa heran, dari mana datangnya keyakinan orang Padang itu dalam berbisnis, sehingga dia mau memulai karier dari kondisi yang benar-benar dari bawah, dari nol dan dari kemiskinan yang benar-benar miskin.Kalau kebanyakan seseorang dikatakan miskin apabila dia tidur di atas rumah belantai tanah, makan dengan nasi dan sambal seadanya, baju sekadar yang terpakai di badan. Kemiskinan kebanyakan orang Padang yang pada akhirnya menjadi seorang yang kaya raya itu, melebihi kondisi si miskin yang disebutkan itu tadi.

Kemiskinan orang Padang yang setelah sekian puluh tahun didera penderitaan muncul menjadi seorang pengusaha sukses itu, tidak saja sekadar tidur di rumah berlantai tanah, tetapi sama sekali tidak punya rumah tempat tinggal. Kemiskinannya tidak sebatas berbaju hanya sekadar yang terpakai di badan, tetapi baju yang dia pakai itu pun pinjaman dari temannya pula. Tidak saja sekadar nasi dan sambal seadanya untuk makan, tetapi sampai-sampai tidak punya nasi dan sambal sama sekali berhari-hari, sehingga terpaksa menahan tak makan.

Kalau demikian, bisakah dia dikatakan lebih miskin dari pengemis yang sedang menadahkan tangan di pinggiran jalan menunggu belas kasihan orang? Bisa jadi. Dan memang demikianlah adanya mereka.
Lantas, keyakinan apa yang membuat orang Padang itu tidak pernah putus asa dan selalu punya harapan akan bisa suatu saat nanti menggapai mimpi besarnya nun sekarang sedang menanti jauh di sana?

Inilah yang patut dikagumi dari keteguhan hati, kekuatan mental dan ketabahan serta kesabaran orang Padang itu dalam menahan penderitaan, demi sebuah mimpi besar menjadi pengusaha sukses.Bukan tak pernah dia menangis setelah didera terus menerus oleh penderitaan hidup. Akan tetapi tangisnya bukanlah tangis keputusasaan. Sebaliknya, tetesan air matanya yang keluar itu adalah air mata motivasi, air mata pendorong semangatnya untuk selalu berjuang, berjuang dan berjuang sampai tercapai kesuksesan sesuai dengan impian yang sedang bergelayut di kepalanya.Seberat apa pun kesulitan hidup yang dia alami, semangatnya tak pernah kendur, apalagi menyerah. Malahan sebaliknya, setiap tetesan keringatnya yang keluar, selalu berisikan dorongan semangat untuk lebih gesit lagi berusaha, untuk lebih ulet lagi bekerja, sehingga cepat tercapai yang dicita-citakannya.

Lagi pula, semangat orang Padang dalam berbisnis, sama seperti air yang dibungkus dengan plastik. Semakin dipencet plastiknya, tekanan airnya semakin kuat hendak menembus plastik tersebut.Semakin kuat tekanan penderitaan hidup menderanya, semakin kuat pula semangatnya untuk bangkit, semakin kuat dorongan dari dalam dirinya untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik, dan semakin kokoh keyakinannya mengatakan bahwa di balik penderitaan ini akan ada kesuksesan. Keyakinanya pun mengatakan bahwa keputusasaan hanya akan menjadikan kegagalan. Karena itu, dalam sebuah perjuangan harus dijauhi keputusasaan. Sebab, keputusasaan hanya akan menggagalkan keinginan.

Keyakinan orang Padang dalam berbisnis, ternyata telah mampu membuatnya menjadi orang yang sukses dalam berbisnis. Kalaulah tidak karena kekuatan keyakinannya, mustahil akan mampu mereka menjadi bintang dunia bisnis di pentas nasional bahkan internasional.
Keyakinan telah membuat orang Padang menjadi percaya diri, menjadi berjiwa optimis, menjadi berpikiran jernih dan jujur, menjadi seorang yang dekat dengan agamanya dan menjadi orang yang mampu menggapai cita-cita sebagai seorang pengusaha sukses.Tidak mudah menanamkan keyakinan diri pada seseorang, karena membutuhkan ketangguhan prinsip, membutuhkan keteguhan pendirian, sehingga tidak mudah goyah ketika rintangan, halangan dan hambatan silih berganti datang dari kiri dan kanan, depan dan belakang, atas dan bawah.

Dengan demikian, keyakinan sungguh sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam memperjuangkan keinginannya untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Tanpa keyakinan yang benar-benar kuat, berat sekali melanjutkan usaha keras ketika kesulitan datang menghadang.Orang yang memiliki keyakinan terhadap sesuatu yang diinginkannya bisa dia capai, dia akan tetap fokus kepada usahanya untuk mencapai yang diinginkannya itu, tanpa mempedulikan apa pun rintangan dan hambatan. Demikian pula dengan seseorang yang punya keyakinan terhadap keberhasilannya dalam mencapai keinginan untuk menjadi seorang pengusaha sukses. Dia akan tetap fokus dalam berusaha untuk mencapainya, tanpa mempedulikan hambatan dan rintangan apa pun juga. Setiap ada hambatan dan rintangan, dia anggap sebagai pendorong semangatnya untuk lebih bekerja keras lagi, untuk lebih ulet lagi dalam menjalankan usaha.

Dengan keyakinan yang tinggi, tidak ada kesulitan yang tidak bisa teratasi, tidak ada kepahitan hidup yang tidak bisa terlewati, dan tidak ada pula mimpi kesuksesan yang tidak bisa dicapai. Karena itu, dalam meniti karier di dunia usaha, keyakinan sungguh sangat penting dan sungguh sangat menentukan keberhasilan seseorang dalam kariernya.

Dalam menjalankan usaha, keyakinan akan menjadikan cara berpikir seseorang jauh ke depan, akan menjadikan seseorang berwawasan luas. Semua ini akan sangat besar dampaknya terhadap perluasan jaringan bisnisnya atau akan berdampak positif sangat besar terhadap perkembangan usaha yang sedang ia jalankan.

Ada beberapa hal yang bisa dijadikan untuk memperkuat keyakinan dalam menjalankan usaha atau dalam menggeluti dunia bisnis yang rata-rata dilakukan pengusaha asal Padang :
1) Tentukan Keinginan Yang Hendak Dicapai. Dengan telah adanya keinginan yang hendak dicapai dalam meniti karier di dunia usaha atau dunia bisnis, anda akan memperoleh keyakinan yang kuat dalam berjuang habis-habisan untuk mencapainya. Anda belum akan berhenti berusaha sebelum yang anda inginkan itu tercapai.
2) Tentukan Target Berapa Lama Keinginan Anda Itu Baru Akan Bisa Dicapai. Untuk memperkuat keyakinan anda, haruslah anda tentukan target berapa lama anda harus berusaha, bekerja keras, berjuang tanpa kenal lelah, baru yang anda inginkan itu bisa dicapai. Anda harus meyakinkan diri anda, bahwa usaha anda akan bisa berhasil. Kekuatan keyakinan anda itu akan sangat menetukan keberhasilan anda mencapai keinginan anda.

3) Dekatkan Diri Kepada Yang Maha Kuasa. Dalam upaya memperkuat keyakinan anda untuk mencapai kesuksesan dalam menjalankan usaha, dekatkanlah diri anda selalu kepada Yang Maha Kuasa. Dengan demikian, anda akan rajin berdo’a kepada-Nya, anda akan rajin berserah diri kepada-Nya. Selanjutnya, anda akan semakin yakin bahwa Yang Maha Kuasa akan menolong dalam mencapai keinginan anda. Keyakinan yang dilandasi oleh kedekatan diri kepada Yang Maha Kuasa, akan menjadikan anda memiliki keyakinan yang hakiki, yakni keyakinan yang tidak mendahului kekuasaan-Nya, tetapi keyakinan yang anda miliki itu adalah keyakinan yang berada dalam ridha-Nya.

Dengan anda miliki tiga hal ini sebagai untuk memperkuat keyakinan anda dalam menjalankan usaha, anda akan merasa mendapatkan kekuatan tersendiri, yang merupakan kekuatan dalam lindungan-Nya.Percayalah anda, bahwa keyakinan yang anda miliki itu akan mampu menjadi kekuatan yang amat berarti bagi anda dalam meniti karier sebagai seorang pebisnis, pedagang atau pengusaha. Orang Padang dalam menggeluti dunia usahnya memakai hal ini.*

(27)  KEBAIKAN MEMBERI DALAM BISNIS ORANG PADANG
Dalam kepercayaan orang Padang sesuai dengan agama dan adat yang dianutnya, bahwa semakin banyak memberikan kelebihan harta kekayaan yang dimiliki, baik berupa uang atau sejenis yang lainnya kepada orang lain, baik untuk perorangan maupun untuk kepentingan umum, akan semakin banyak pula kembalinya sebagai wujud dari pembalasan dari Yang Maha Kuasa.

Sangat dipercayainya bahwa seseorang yang suka memberi, sama dengan seseorang itu suka menaburkan kebaikan. Setiap kebaikan yang ditaburkan, maka dia akan menerima kebaikan pula yang jauh lebih besar dari kebaikan yang ditaburkannya itu.

Dengan demikian, kalau dibawakan kepada prinsip bisnis, memberikan bantuan, pertolongan atau sumbangan itu tidak ada ruginya. Sebaliknya hanya akan semakin menambah besar keuntungan yang akan didapat.
Sebagai implementasi dari kepercayaan orang Padang itu, betapa banyaknya bantuan baik untuk perorangan maupun untuk kepentingan orang banyak dari hasil pemberian orang Padang di kampung halamannya, setelah dia sukses.

Orang Padang setelah menjadi orang sukses tidak segan-segan mengeluarkan uang pribadinya puluhan milyar untuk pembangunan masjid, surau, rumah sekolah, jalan umum dan lain sebagainya.
Banyak sekali masjid yang dibangun seseorang dengan uang pribadinya, yang nilai bangunannya memakan biaya puluhan milyar berdiri di Sumtra Barat sekarang. Tidak jarang pula orang Padang yang telah sukses berani mengeluarkan uang pribadinya puluhan milyar untuk membangun jalan umum, membangun gedung sekolah dan lain sebagainya. Sangat banyak pula orang Padang yang telah sukses memberikan bantuan untuk orang miskin di kampung halamannya.

Semua ini dia lakukan tak lain adalah karena dia meyakini bahwa kebaikan memberi itu sangat tinggi dinilainya di mata sesama manusia dan dalam pandangan Yang Maha Kuasa.

Jadi, dalam prinsip bisnis orang Padang, uang yang didapat bukanlah harus untuk dia semuanya. Dalam harta kekayaan yang dimilikinya, ada hak orang lain, seperti anak yatim, fakir miskin, orang terlantar, dan orang banyak lainnya yang harus dikeluarkan melalui zakat, infak, sedakah dan sumbangan lainnya. Kalau disimpan bukannya akan membuat uang atau harta kekayaannya bertambah banyak, tetapi hanya akan membuat berkurang tanpa diduga-duga.

Apabila diperhatikan, memang harus diakui bahwa orang yang suka memberi, kekayaannya selalu bertambah-tambah. Artinya, tak ada kurangnya harta kekayaan atau uang yang ia miliki karena kesukaannya memberi.

Pada berbagai kabupaten dan kota di Sumatra Barat, anda akan dapat membuktikan bahwa di daerah yang banyak orang sukses, daerahnya atau kampungnya akan terlihat lebih maju dibandingkan dengan di daerah atau di kampung yang kurang orang suksesnya.

Jadi, salah satu dari sekian banyak rahasia kesuksesan bisnis orang Padang itu, termasuk di dalamnya dilatarbelakangi keyakinan yang dia miliki bahwa memberi itu bukanlah merugikan tetapi melipatgandakan harta kekayaan.
Keinginan memberi ini pun salah satu dari sekian banyak daya dorong bagi orang Padang dalam berusaha keras untuk memperjuangkan hidupnya berubah kepada yang lebih baik dari waktu ke waktu.Sebab, semakin sukses dia dalam menjalankan usaha, semakin tercapai prediket kaya raya bagi seseorang, dengan sendirinya akan semakin terbuka peluang baginya untuk memberi lebih banyak.

Dalam berusaha terbayang di benaknya, bahwa jika suatu saat nanti dia menjadi seorang yang kaya raya, dia akan bisa membangun masjid, surau, rumah adat, jalan kampung, memberi bantuan kepada fakir miskin, anak yatim dan lain sebagainya. Bayangan itu membuat dia semakin bersemangat menjalankan usaha.Ukuran kesuksesan seseorang bagi orang Padang, dapat dilihat dari seberapa besar dia mampu memberi kepada orang atau pihak lain. Orang yang sama sekali belum mampu memberi, berarti belum sedikit pun berhasil. Bagi yang sudah memberi, berarti sudah mulai ada keberhasilan. Selanjutnya, bagi yang sudah bisa memberi dengan jumlah besar, seperti kemampuannya dalam membangun rumah ibadah berupa masjid dan surau sendirian, membangun rumah adat sendirian, membangun jalan kampung sendirian, membangung gedung sekolah sendirian, berarti yang bersangkutan sudah masuk kategori orang sukses.
Seseorang yang berhasil sukses dalam hidupnya, dia akan pulang dengan segala persiapan memberi. Namun bagi yang belum sukses, biasanya dia enggan pulang sebelum berhasil sukses.

Pada setiap lebaran tiba, banyak orang Padang yang pulang ke kampungnya dari rantau secara bersama-sama, yang disebutnya ”Pulang Basamo(pulang bersama)”. Dalam pulang basamo ini, akan terlihat mana yang sukses, mana yang hampir sukses dan mana pula yang belum sukses. Hal ini dapat dilihat dari besar kecilnya dia memberi kepada orang atau pihak lain di kampungnya.

Dan ini pun secara tak langsung sekaligus membuat ketokohan seseorang bisa diukur. Dalam hal ini bukan berarti orang Padang itu mata duitan atau materialistis. Tetapi memperlihatkan bahwa orang Padang itu telah memandang bisnis atau usaha adalah suatu posisi yang sangat mampu mendongkrak harkat dan martabat seseorang. Orang Padang sudah sejak lama tidak hanya memberikan posisi yang istimewa dalam masyarakat kepada pegawai, pejabat pemerintah atau pejabat negara. Tetapi sudah sejak lama sangat memberi tempat terhormat pula kepada posisi seorang pengusaha di tengah-tengah masyarakat.Karena demikian tinggi penilaian masyarakat kepada seorang pengusaha, orang Padang sudah sejak lama berpacu, berlomba-lomba terjun ke dunia usaha, dan berusaha keras selalu untuk bisa mencapai posisi pengusaha sukses.

Orang Padang yakin benar bahwa semakin sukses seseorang dalam menjalankan usahanya, akan semakin suka pula dia memberi. Semakin suka seseorang memberi, akan semakin maju kampung halamannya. Begitulah guliran rangkaian rantai kesuksesan orang Padang, sehingga menjadi seorang yang sukses di dunia usaha adalah impian bagi orang Padang.

Orang yang sukses di dunia usaha, seseorang yang berhasil mencapai anak tangga pengusaha sukses, menurut orang Padang sangat berpeluang untuk menjadi seorang orang kaya raya yang penuh berkah. Alasannya cukup tepat. Orang yang kaya raya karena menjadi seorang pengusaha, dia kaya benar-benar karena hasil kerja kerasnya, karena kucuran keringatnya. Bukan karena hasil korupsi. Uang yang dia cari dengan usahanya sendiri sambil berdoa kepada Yang Maha Kuasa, apabila dia berikan pula sebahagian dengan ikhlas kepada orang lain atau untuk kepentingan umum dan agama, sudah barang tentu akan beroleh berkah dari-Nya. Seseorang yang kaya raya dan beroleh berkah dari-Nya, sesungguhnya dialah orang yang memperoleh kebahagiaan yang sesungguhnya. Kita semua tentu mengharapkannya. Semoga!*

(28)   KISAH-KISAH INSPIRATIF PENGUSAHA PADANG

Apabila ditelusuri satu persatu perjalanan karier orang Padang yang sukses di dunia usaha, sungguh sangat menarik. Banyak sekali yang dapat diambil pelajaran dari mereka. Antara lain; kegigihannya, kesabarannya, keuletannya dan kemauannya yang demikian keras untuk mengubah nasib kepada yang lebih baik.

Tidak mudah melengkapi diri dengan semua ini. Namun dengan kebulatan tekadnya, dengan keyakinannya, orang Padang yang telah memilih menerjunkan dirinya ke dunia usaha, ternyata mampu. Inilah di antara mereka:

BASRIZAL KOTO “PERNAH MAKAN SEKALI SEHARI KARENA MISKIN”
Sosok pengusaha Basrizal Koto, memberikan inspirasi kepada siapa saja yang mengenal lebih jauh tentang dirinya. Dia adalah seorang yang gigih, ulet dan sekaligus juga seorang yang sabar.

Kehidupannya sejak kecil sungguh sangat menyedihkan. Bayangkan, untuk makan sekali sehari saja, si ibunya harus meminjam beras ke tetangga di kampung kelahirannya, Kampung Ladang, Pariaman, Sumatra Barat.
Ayah Basko, begitu dia akrab dipanggil, hanyalah seorang petani kecil di Kampung Ladang. Karena kesusahan hidup yang tak terperikan lagi, ayahnya pak Ali Absyar pergi merantau ke Provinsi Riau. Ketabahan ibu Djaninar, orang tua Basko yang dipanggilnya amak, dalam menghadapi segala kegetiran hidup yang selalu membekas di hati Basko, sungguh telah menjadi kekuatan tersendiri baginya untuk bangkit, untuk bekerja keras, untuk berusaha dengan segala kemampuan yang ada padanya, tanpa kenal lelah dan putus asa.

Ketika telah duduk di bangku kelas lima SD, Basko mengambil kesimpulan, bahwa kemiskinan harus dilawan dan bukan hanya dinikmati. Bertolak dari pikiran demikian, mengingat kondisi kehidupan orangtuanya yang begitu susah, Basko mohon izin pada amak-nya pergi merantau. Dia memilih merantau ke Pekan Baru.Walau dengan berat hati, ibu Djaninar melepas anaknya juga pergi. Namun sebelum Basko pergi, si amak ini meminta kepada Basko agar di rantau orang nanti menerapkan K3. Maksud dari K3 tersebut; pandai-pandai berkomunikasi, manfaatkan peluang dan kesempatan, dan bekerjalah dengan komitmen tinggi.

Ketiga pesan amaknya ini benar-benar diamalkan Basko. Dia jadikan bagaikan tongkat untuk berjalan di siang hari dan bagaikan bantal untuk tidur di malam hari. Dia jadikan pakaian hidupnya sehari-hari.
Dalam berbisnis, Basko merasakan prinsip yang ada dalam tiga pesan amaknya ini sangat penting. Bahkan dia merasakan ketiga pesan ini benar-benar sangat berpengaruh dalam kesuksesan usahanya.

Setiba di Pekan Baru, dengan bermodalkan tiga pesan amaknya tadi, si kecil Basko setelah subuh berangkat ke terminal bus. Maksudnya mencari pekerjaan sebagai kernet. Berkat kemampuannya berkomunikasi, pada hari pertama datang ke terminal dia langsung dapat pekerjaan membantu supir oplet. Ketika pertama bisa menjadi kernet, Basko bekerja siang malam tanpa kenal lelah. Dia berpikir sambil bekerja, bagaimana agar bisa mendapatkan uang untuk penyewa rumah kontrakan, guna menampung keluarganya dari Kampung Ladang. Beranjak dari seorang kernet oplet, dasar seorang yang visioner, ulet dan berpikir jauh ke depan, Basko mengawali buka usaha dengan berjualan pete. Kendati tak punya uang, namun karena dasar kepercayaan, pete yang belum dibayarnya itu bisa dibawanya, dan dijualnya ke restoran Padang dengan keuntungan lumayan.

Lelaki yang pernah juga menjadi tukang jahit ini semakin hari semakin memperlihatkan kemauannya yang demikian keras dalam menggeluti dunia usaha. Dengan tetap memegang teguh prinsip bijak berkomunikasi, mampu membangun jaringan, taat menepati janji dan bisa menjaga kepercayaan, makin hari bisnisnya semakin lancar. Kian lama jaringan bisnisnya semakin luas.

Lama kelamaan Basko ternyata mampu membangun kerajaan bisnis yang mengagumkan semua orang yang mengenalnya. Usahanya merambah kian kemari, seperti air bah yang tak terbendung. Terakhir perusahaan yang dikelolanya mencapai 15 perusahaan. Sejak tahun 2006, usaha Basko pun telah menggurita ke jasa Televisi kabel dan internet di kawasan Sumtra.

Sejumlah perusahaan Basko yang masuk ke dalam MCB Group miliknya adalah PT. Bako Minang Plaza yang bergerak di bidang usaha perbelanjaan dan hotel. PT. Cerya Riau Mandiri Printing bergerak di bidang percetakan. PT. Cerya Zico Utama bergerak di bidang properti. PT. Bastara Jaya Muda bergerak di dunia tambang batu bara. PT. Riau Agro Mandiri bergerak di bidang usaha penggemukan, impor dan eskpor ternak. PT. Riau Agro Mandiri Perkasa bergerak di bidang usaha pembibitan, pengalengan gading. PT. Indonesia Mesh Network bergerak di bidang usaha TV kabel dan internet. Selanjutnya ada PT. Best Western Hotel yang bergerak di dunia perhotelan.

MUHAMMAD ARBIE : “MEMBELI AL QURAN DI SINGAPURA MENJUALNYA DI MEDAN”
Muhammad Arbie lahir dari pasangan pak L. Sidi Marah(ayah) dan ibu Rafiah(ibu), berasal dari Bayur, Kabupaten Agam, Sumatra Barat. Di kampung kelahirannya, keluarga Arbie, begitu laki-laki kelahiran tahun 1920 ini akrab dipanggil, hidup dalam serba kurang berkecukupan.
Namun semenjak kecil Arbi telah menampakkan jiwa bisnisnya.

Sehari-hari di Bayur, Arbie rajin sekali membantu berjualan di kedai kelontong milik orangtuanya. Namun kegiatannya membantu orangtua berjualan terhenti ketika Arbie pindah ke Sigli mengikuti kakeknya. Di rantau Sigli, Arbie memasuki pendidikan di Holland Indians School(HIS) sambil sekolah di sekolah agama Diniyah selama tiga tahun.

Perjalanan bisnis Arbie, bermula dari membuka usaha pakaian jadi. Ini dijalaninya jauh sebelum zaman kemerdekaan atau di era penjajahan. Usaha ini dia jalani dengan tekun, sehingga makin hari semakin menampakkan perkembangan yang cukup menggembirakan.
Namun setelah berada di era kemerdekaan, Arbie beralih ke usaha penjualan kitab suci Al Quran. Dia membeli Al Quran di Singapura seharga SIN$ 3 dan menjualnya di Medan seharga $ 20.

Arbie sungguh merasa enjoi dengan usaha barunya ini. Keuntungan penjualan Al Quran dia dapatkan berlipat-lipat. Di samping untung secara materi, Arbie pun merasa memperoleh keuntungan berupa pahala. Karena demikian berkembangnya usaha Arbie, dalam waktu satu bulan dia berhasil mampu melunasi kreditnya di bank.

Arbie sebenarnya bisa saja belum melunasi kredit bank dalam tempo satu bulan. Tetapi karena tingkat kejujuran yang demikian tinggi, begitu dapat uang langsung dilunasinya. Menurut prinsip Arbie, kalau bisa melunasi kredit lebih cepat kenapa harus diperlambat.

Arbie tak puas hanya dengan kesuksesannya di dunia usaha yang satu ini saja. Dari keuntungan yang cukup besar dia peroleh dalam usaha berjualan Al Quran, tahun 1949 Arbie membeli mesin cetak letter press. Arbie ingin mengembangkan usaha ke bidang percetakan. Seiring dengan ini, dia pun mendirikan toko buku kecil bernama Pustaka Madju.

Usaha Arbie makin hari semakin menampakkan kesuksesan. Selanjutnya toko buku dia ubah menjadi usaha penerbitan, dan selanjutnya dia jadikan perusahaan PT. Madju Medan Cipta. Akhirnya, perusahaan ini berkembang pesat menjadi perusahaan penerbitan sekaligus percetakan. Usaha penerbitan dan percetakan buku-buku pelajaran yang dijalankan Arbie sangat laris dan berkembang pesat.

Perjalanan karier Arbi di dunia usaha semakin menggurita. Pada tahun 1985 dia berekspansi dengan membuka percetakan baru di kawasan Pulogadung, Jakarta. Percetakan ini bergerak pada usaha mencetak buku-buku pesanan pemerintah untuk program SD Inpres di seluruh Indonesia.

Pengembangan kerajaan bisnis Arbie belum berakhir. Selanjutnya dia membuka usaha baru di bidang perhotelan. Dia membangun dua buah hotel dengan nama Hotel Garuda Plaza dan Hotel Garuda Citra. Belum puas juga dengan kerajaan bisnis yang sudah dia miliki, kemudian Arbie merambah ke dunia usaha bidang kesehatan. Dia mendirikan usaha rumah sakit Permata Bunda dan klinik Bunda.

FAHMI IDRIS : “PENGUSAHA YANG SANGAT MENGHARGAI WAKTU”
Kita di sini tak akan bercerita tentang sepak terjang Fahmi Idris di dunia politik atau sebagai seorang aktivis. Namun hanya tentang dirinya sebagai seorang pengusaha. Orang Padang yang ”gadang” di rantau ini adalah putra dari pak Idris Marah Bagindo. Dalam buku ”101 Orang Minang di Pentas Sejarah”, yang ditulis Hsril Chaniago”, dikatakan bahwa Fahmi Idris menyebut ayahnya bergaya spartan dalam menanamkan disiplin pribadi kepadanya.

Namun akhirnya, si bungsu dari lima orang bersaudara ini, menyadari benar betapa pentingnya penerapan disiplin oleh ayahnya itu baginya setelah dewasa, terutama dalam segi menghargai waktu.Darah bisnis mengalir dari ayahnya. Pak Idris Marah Bagindo adalah seorang pebisnis. Dia punya toko sepatu di Pasar Senen, Jakarta. Dia dan kakaknya pernah diberi tugas oleh ayahnya menjaga toko.

Semasa di SMA, Fahmi yang sempat menjadi Menteri di era Orde Baru dan era reformasi ini telah mulai menggeluti dunia usaha. Contohnya, dia berjualan baju kaos. Saat itu kebetulan sedang marak-maraknya anak-anak muda mencelup baju kaos dengan wantex. Fahmi sengaja membikinnya dua warna. Alasannya, kalau dibikin berbeda-beda warna, jualannya akan lebih laris karena pembeli bisa memilih.

Setiba di perguruan tinggi, aktivis Himpunan Mahasiswa Islam(HMI) yang sekaligus dipercaya sebagai Ketua Senat Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia(FE-UI) di tempat Fahmi kuliah ini pada tahun 1967, dia bersama teman sekampusnya Muchtar Mandala yang pernah menjadi Dirut Bank Bukopin, mendirikan bursa buku. Kemudian bursa buku FE-UI yang didirikannya ini berkembang pesat menjadi bursa buku terbesar.
Fahmi mulai menceburkan diri secara serius ke dunia bisnis pada tahun 1969, merinstis usaha bersama rekan-rekannya Adi Sasono dan Sugeng Saryadi, dengan mendirikan Firma Kwarta Daya.

Dari mendirikan Firma Kwarta Daya ini, akhirnya muncullah Fahmi sebagai seorang pengusaha nasional terkemuka. Malahan menurut Fahmi, hidup menjadi pengusaha sangat menyenangkan, karena lebih merdeka menentukan jalan hidup.

Perhatian Fahmi ke kampung halamannya Sumatra Barat sangat besar, baik selaku dia seorang pengusaha maupun selaku dia seorang tokoh nasional di bidang politik dan lain sebagainya.

Apabila diamati, kesuksesan Fahmi di dunia usaha tak terlepas dari kedisiplinannya dalam menghargai waktu, di samping kedisiplinannya dalam bidang yang lain.Fahmi terkesan seorang yang keras dalam berprinsip. Dia tak mau terkena bujuk rayu siapa pun apabila telah menetapkan sebuah keputusan yang akan diturutinya. Dia pun tak takut dengan resiko apa pun kalau sudah mengambil suatu langkah yang menurutnya benar.

Dalam berbisnis, ternyata prinsip seperti ini sangat penting. Kalau tidak kuat prinsip, bisa saja tiap sebentar berubah pendirian terhadap suatu usaha yang akan dijalankan. Kalau tak kuat dengan prinsip, bisa sebentar berjualan es tebak, sebentar lagi bertukar pada berjualan cabe, besok pagi pindah pula berjualan kain dan begitu seterusnya, sehingga tidak ada satu pun usaha yang matang. Kalau ada orang mengatakan usaha ini bagus, itu pula yang dijalankan. Kalau ada pula orang mengatakan usaha ini yang bagus, pindah pula ke usaha itu. Jadi, berpegang teguh pada prinsip yang diyakini akan berhasil, sangat penting di dunia usaha.

RAHIMI SUTAN : “DEKAT DENGAN ORANG TERKENAL MALAYSIA
KARENA RENDANG DAN DENDENG”

Pada awalnya Rahimi Sutan adalah seorang polisi. Dia aktif bertugas di kepolisian RI semasa Pemerintahan Presiden Soekarno. Namun akhirnya, Rahimi muda yang sudah aktif di kepolisian sejak tahun 1951 itu, tahun 1958 banting stir dari profesi polisi pada profesi pengusaha. Dia merintis berdirinya Natrabu yang kepanjangannya adalah,”National Travel Bureau”. Hengkangnya Rahimi dari dunia kepolisian pada dunia bisnis, kemungkinan karena pengaruh jiwa bisnis yang bergelora dalam tubuhnya, sebagai seorang putra asal Padang.

Usaha yang dirintis Rahimi Sutan ini bergerak pada biro perjalanan dan restoran Padang. Semasa jayanya, kantor Natrabu sebagai biro perjalanan tidak saja tersebar di berbagai pelosok tanah air, tetapi juga menyambangi berbagai pelosok dunia. Antara lain berdiri kantor Natrabu di Jepang, San Frasco, New York dan sejumlah negara lainnya di dunia.

Dalam usaha restoran Padang, Natrabu merupakan restoran Padang papan atas yang telah merambah ke berbagai kota besar di tanah air di samping ke sejumlah negara di dunia.

Semenjak usaha travel biro Natrabu berdiri tahun 1958, usaha nasi Padang sudah mendampinginya sebagai usaha sampingan. Namun dalam perjalanan waktu, sampai kini usaha nasi Padang ini pulalah yang tak hanya sekadar bertahan, tetapi malah semakin maju dengan pesat.

Dalam rentang waktu usaha nasi Padang yang dijalankan pria kelahiran Payakumbuh, Sumatra Barat tanggal 17 Juli 1927 ini, dia bisa menempati tempat di Jalan Haji Agus Salim, Jakarta pada sekitar tahun 1965. Tempat berjualan sekaligus dijadikannya sebagai tempat tinggal. Sebelum di sini, usaha nasi Padang milik Rahimi Sutan di Taman Tanah Abang III Nomor 14. Selanjutnya pindah ke Tanah Abang III Nomor 29. Selanjutnya, barulah dia pindah ke Jalan Haji Agus Salim ini, yang nomornya juga 29.

Untuk nasi Padang Natrabu, unggulannya adalah rendang dan dendeng. Dan tak salah lagi kalau dikatakan ibunda Rahimi Sutan, Amay Rokayah sangat berperan penting dalam kesuksesan usaha nasi Padang milik Rahimi Sutan.
Bayangkan, pada awal-awal usaha nasi Padang dia buka, ibunya turut serta dalam urusan meracik bumbu hingga cita rasanya tidak tersaingi oleh nasi Padang lainnya. Amay tak segan-segan menegur karyawan berkaitan dengan makanan yang tidak enak. Ibu Rokayah kelihatan sangat disiplin tentang cita rasa makanan. Gara-gara dendeng, rendang dan ayam goreng berbumbu pedas ini pulalah rumah makan/restoran Padang Natrabu mampu menjadikan mantan Perdana Menteri Malaysia Doktor Mahathir Muhammad sebagai pelanggan setianya.

Setiap Doktor Mahathir Muhammad ke Jakarta, dia tak akan melupakan makan ke restoran Padang Natrabu. Bahkan Doktor Mahathir tak lagi sekadar pelanggan biasa oleh Rahimi Sutan, tetapi sudah menjadi kerabat dekat. Hubungan dekat antara keluarga Dokor Mahathir Muhammad dengan keluarga Rahimi Sutan sudah terjalin akrab karena selera.
Diakui Rahimi Sutan, bahwa anak perempuannya yang melanjutkan usaha ini, yang pernah ia sekolahkan ke swiss untuk belajar tentang restoran dan perhotelan, sudah sangat dekat dengan putri Mahathir Muhammad.

Sebagai seorang pengusaha, tampak sekali keuletan usaha cara Padang pada Rahimi Sutan. Dia mampu menjalin hubungan baik dengan siapa pun, seperti dengan Doktor Mahathir Muhammad. Ini merupakan salah satu kunci kesuksesan usaha yang sangat tinggi nilainya.
Karena itu, sungguh teramat penting belajar kepada para orang Padang yang telah berhasil menjadi pengusaha sukses, karena banyak sekali rahasia kesuksesan seorang pengusaha yang tersimpan pada mereka.

ABDUL LATIEF : PERNAH BERJUALAN TELUR BUSUK
Abdul Latief merupakan salah seorang pengusaha nasional yang mampu menginspirasi banyak orang dalam menjalani karier di dunia bisnis. Dia berbadan kecil, tetapi sangat lincah, pintar, cerdas dan ulet. Buktinya, ketika Indonesia dilanda krisis tahun 1997 yang menyebabkan banyak perusahaan bertumbangan gulung tikar, perusahaan Abdul Latief seperti biasa-biasa saja. Terkesan tak terpengaruh.

Kerajaan bisnis Abdul Latief dia bangun dari bawah. Seperti diungkapkan dalam buku ”101 Orang Minang di Pentas Sejarah” yang ditulis Hasril Chaniago, naluri dagang Abdul Latief sudah tampak semenjak berusia muda.

Semenjak masih kuliah di Akademi Pimpinan Perusahaan misalnya, Latief demikian dia akrab dipanggil, sudah menjadi pedagang bawang dan telur. Bahkan pernah malah kala itu dia kena tipu oleh pemasok telur. Setengah truk telur dari Krawang yang dibelinya ternyata busuk. Namun dasar seorang yang pintar, cerdas dan ulet, dia menjual telur busuk itu kepada panitia perpeloncoan mahasiswa, buat dijadikannya untuk melempar peserta pelonco atau mahasiswa.

Ide Latief ternyata jitu. Telur busuk tersebut laku. Para mahasiswa membelinya. Ketimbang membeli telur bagus yang harganya tentu jauh lebih mahal dari telur busuk, para mahasiswa menerima tawaran Latief.
Abdul Latief yang berasal dari Pasa Gadang, Kota Padang ini, punya ayah Mohammad Latief dan ibu Sitti Rahmah yang merantau ke Aceh. Ayahnya merantau ke Aceh sejak berumur 19 tahun, sehingga Abdul Latief lahir di Kampung Baru, Kota Raja( sekarang bernama Banda Aceh), 27 April 1940.
Latief yang merupakan anak ke enam dari sembilan bersaudara, ketika berusia empat tahun dan adik bungsunya masih bayi, ayahnya meninggal dunia. Kemudian dia diasuh neneknya. Namun dua tahun kemudian nenek Latief pun meninggal dunia pula. Tahun 1950, ketika usia Latief 10 tahun, ibu Sitti Rahmah memboyong anak-anaknya ke Jakarta. Dia asuh dan besarkan anak-anaknya dengan sabar, dengan segala suka dan duka yang bukan main.

Setamat kuliah di Akademi Pimpinan Perusahaan, Latief bekerja di PT. Sarinah Departement Store sambil melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi Universitas Krisna Dwipayana, Jakarta.

Setelah mengikuti latihan manajemen tentang toserba di Seribu Group Departemen Store Tokyo Jepang selama lima bulan pada tahun 1966 yang dikirim perusahaan tempat Latief bekerja, dan sebelumnya telah pula melakukan studi lapangan keliling negara Eropa, yakni ke Swiss, Jerman, Prancis, Belanda dan Australia, mengenai pengembangan industri kecil dan teknik pemasaran barang-barang kerajinan yang disponsori UNDP dan ILO, dia membuat suatu konsepk baru dan menyodorkan ke atasannya.
Namun apa yang terjadi? Konsep Latief ditolak. Meskipun pimpinannya menganggap konsep itu sangat ideal, tetapi pimpinan beralasan belum bisa dilaksanakan karena pertimbangan kondisi yang belum memungkinkan. Latief merasa buntu karena gagasannya tersebut merasa terhambat. Dasar orang Padang yang cerdas dan pintar, Latief tak tinggal diam. Dia memilih mengambil kemungkinan resiko yang bukan main besarnya. Dia keluar dari perusahaan yang telah memberinya jabatan strategis sebagai pimpinan bagian promosi dan penjualan itu. Begitu keluar, Latief memberanikan diri mendirikan perusahaan sendiri.

Untuk menopang perusahaan yang baru didirikannya itu, Latief lagi-lagi memberanikan diri mengambil pilihan sangat sulit, yakni menjual mobilnya untuk membeli sebuah toko kecil di daerah Grogol Jakarta.
Berawal dari toko kecil di Grogol inilah Latief menanjak naik. Tahun 1972 Latief mendirikan PT. Latief Marda Corporation. Makin berkembang pesat saja usahanya, sehinga dua tahun kemudian Latief mendirikan PT. Indonesia Product Centre(IPC) Sarinah Jaya. Perusahaan yang disebutkan terakhir ini bergerak di bidang usaha barang kerajinan dan garmen. Selanjutnya, perkembangan kerajaan bisnis Latief semakin meluas dan terus meluas. Kerajaan bisnisnya itu kemudian dia satukan dalam holding company raksasa, dengan nama Latief Corporation. Nama ini kemudian ia cantumkan pada dinding pesawat jet pribadinya yang dibelinya tahun 1990-an.

Usaha Latief yang pernah menjadi Menteri Kebudayaan dan Pariwisata dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi di era Orde Baru ini tidak saja sekadar di Jakarta. Malahan sampai ke luar negeri, seperti Sarinah Jaya Singapore PTE Ltd yang didirikannya di Singapure. Usahanya berkecambah bagaikan pohon yang rindang dengan tidak sedikit cabangnya. Ada usaha tambak udang, hotel, media televisi dan lain sebagainya, yang sangat sulit untuk dihitung satu persatu.

IRMAN GUSMAN : SUKSES MEMBENAHI USAHA KELUARGA YANG TERLILIT UTANG

Seakan tak ada yang kurang dianugerahkan Tuhan kepada pengusaha sukses yang satu ini. Ganteng, masih muda dan energik, cerdas, pintar, pengusaha sukses, pejabat tinggi dan sederet kelebihan lainnya seakan diberikan Tuhan kepada Irman Gusman, laki-laki kelahiran Kota Serambi Mekah Padang Panjang, Sumtra Barat, 11 Februari 1962 ini.

Namun, semudah yang dibayangkankah dia peroleh semua kesuksesan ini, terutama menyangkut kesuksesan dalam menjalankan usahanya? Jelaslah bukan. Penuh perjuangan, tantangan, hambatan dan rintangan pula.
Tetapi, seperti diungkapkan salah seorang bekas karyawannya yang sekarang telah beroleh gelar Doktor, yakni Dr. Ir. H. Prima Ananda, Irman Gusman katanya seorang yang disiplin, mudah bergaul dan selalu optimis.
Irman merupakan seorang pengusaha yang beranjak dari seorang pelanjut usaha orangtuanya. Sepulang dari Amerika Serikat, menamatkan pendidikan di School of Business University of Bridgeport, Connecticut, AS dengan meraih gelar (Master of Business Administration(MBA), dia kembali ke Padang mengurus usaha orangtuanya.

Anak kedua dari tiga belas bersaudara hasil perkawinan H. Gusman Gaus dengan Hj. Janimar Kamili ini, sukses merestrukturisasi dan mengembangkan usaha orangtuanya, PT. Khage Lestari Timber yang sedang terlilit utang.

Setelah berhasil membenahi perusahaan orantuanya tersebut, Irman Gusman tak tinggal diam di Padang. Dia mengembangkan sayap terbang merantau ke Jakarta. Bersama-sama dengan teman sesama alumni Amerika, Irman mendirikan PT. Prinavin Prakarsa.

Irman Gusman yang sekarang Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia(DPD-RI) untuk periode tahun 2009-2014 ini semakin hari semakin menampakkan kesuksesannya di ibu kota.

Irman juga mengelola bisnis Teknologi Informasi dengan bendera perusahaannya, Kopitime.com. Banyak lagi jabatan penting di dunia usaha yang pernah ia pegang. Di antaranya, Direktur Utama PT. Prinavin Prakarsa yang bergerak di bidang usaha perdagangan dan investasi. Selanjutnya menjadi Komisaris Utama PT. Padang Industrial Park yang bergerak di bidang usaha kawasan industri, Komisaris Utama PT. Guthrie Pasaman Nusantara yang bergerak di bidang usaha perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, Komisaris Utama PT. Kaghe Lestari Timber bergerak di bidang usaha pengelolaan dan ekspor kayu. Terakhir dia juga sebagai Komisaris Utama PT. Sumtera Korea Motor.

(29)  PENUTUP
Setelah sekian lama kita bertemu, berbincang dan berbagi pengalaman dalam kesempatan ini, tibalah saatnya kini kita berpisah. Namun dengan harapan, kehadiran buku ini ke hadapan anda akan dapat memberi nilai tambah yang sangat besar bagi anda dalam menapak kehidupan ke depan.
Kita semua tentu menyadari, bahwa kehidupan ke depan semakin akan sarat tantangan dan saingan. Akan tetapi orang yang mau berusaha keras, yang mau mandiri, yang ulet, lincah, optimis dan pantang menyerah, akan menang dan akan sukses.

Memang harus diakui, bahwa hidup ini tak semudah yang dibayangkan orang-orang berjiwa terlalu optimis. Namun sebaliknya, hidup ini tidak pula sesulit yang dibayangkan orang-orang yang berjiwa terlalu pesimis.
Karena itu, jika anda dihadapkan pada dua pilihan, antara terlalu otomis dengan terlalu pesimis, saya ajak anda untuk memilih hidup terlalu optimis. Namun kalau saja bisa memilih empat pilihan; terlalu otimis, optimis, terlalu pesimis dan pesimis, saya ajak anda untuk menjatuhkan pilihan kepada optimis. Jauhilah terlalu pesimis dan pesimis. Sebab kedua-duanya tak ada yang baik dibandingkan dengan terlalu otimis dengan optimis.

Marilah sama-sama kita hadapi kehidupan ke depan dengan penuh semangat, dengan penuh keyakinan bahwa hari esok akan jauh lebih baik dibandingkan dengan hari kemarin atau hari yang sudah berlalu.
Banyak angkatan perang memenangkan peperangan tidak hanya semata-mata karena kemampuannya berperang, tetapi karena semangat otimismenya dalam memenangkan peperangan yang sangat tinggi.
Banyak pengusaha pemula yang berjatuhan dalam membangun usahanya bukan dikarenakan kemampuannya yang kurang, tetapi hanya karena semangat atau jiwa optimisnya yang kurang.

Orang Padang memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan usahanya mulai dari bawah, mulai dari bersorak-sorak di kaki lima sebagai penjual sisir rambut, ikat pinggang dan sumbu kompor. Inilah rahasia bisnis orang Padang yang membuat dia mampu mencapai puncak keberhasilan sebagai seorang pengusaha sukses. Orang Padang tak enggan mendorong gerobak sate dari lorong-lorong sempit di malam hari, dan tak pula malu berjualan pisang goreng di pinggir-pinggir jalan dari sore hingga dinihari.

Sebab di balik kondisi kehidupannya yang demikian pahit, dia punya mimpi besar, ingin menjadi seorang yang kaya raya dengan prediket seorang pengusaha sukses. Dia selalu mengejar mimpi besarnya itu dengan penuh semangat dan jiwa optimis. Rasa enggan dan rasa malunya tertutupi oleh mimpinya yang demikian besar untuk menjadi orang sukses di dunia usaha.
Mengakhiri kesempatan ini, saya kemukakan kepada anda pendapat Jason Jennings dalam bukunya,”Think Big ACT Small”, yang mengatakan bahwa setiap tahun jutaan bisnis baru dimulai di dunia. Ada yang memulai dengan berkantor di rumah. Ada juga yang mengumpulkan modal dari mitra dan teman untuk mencapai mimpinya. Orang lain mendirikan perusahaan manufaktur atau penyedia jasa yang memperjakan ribuan orang. Namun menurut Jason, dalam setiap bisnis baru terdapat dua hal yang pasti: Pertama, ada pemikiran besar sebelum membuat keputusan besar. Kedua, tidak ada satu bisnis pun yang didirikan untuk gagal.

Kedua hal ini jelaslah mengharuskan seseorang berusaha keras, berjiwa optimis, berdo’a kepada Yang Maha Kuasa, supaya menjadi pengusaha sukses yang tangguh dan tahan banting. Selamat memulai, menjalankan dan mengembangkan usaha ! **

DAFTAR PUSTAKA
Akbar Kaelola, Power of Mimpi, PT. Suka Buku, 2011
Bardiatul R, Potret Orang-Orang Luar Biasa, Buku Biri, 2010
Farrah Gray&Fran Harris, Reallionaire, Daras Books, 2009
Hasril Chaniago, 101 Orang Minang Di Pentas Sejarah, Citra Budaya Indonesia, 2010
Indrawan WS, Kamus Lengkap Bahasa Indonesia, Lintas Media, Jombang
Jason Jennings, Think Big ACT Small, PT. Bhuana Ilmu Populer, 2007
Majalah Elshinta, edisi Februari 2011, Tahun 3

Wibsite :

http://www.tokohindonesia.com/ensiklopedi/a/abdul-latief/index.shtml
http:id.wikipedia.org/wiki/Basrizal-Koto
http:/id.wikipedia.org/wiki/Muhammad_Arbie
http://www.pelaminanminang.com/dapur_minang.html
Kompas.com

*Seorang wartawan, kolumnis dan penulis buku.

MENGENAL BISNIS TIONGHOA


Benarkah keberhasilan sebagian besar para pengusaha etnis Tionghoa lantaran dekat dengan penguasa?. Bisa benar dan bisa juga salah, karena ada juga yang berjuang tanpa dekat dengan kekuasaan bahkan sangat prihatin sekali, terkadang malah ada diskriminasi ras.

Ada juga yang mengatakan kehidupan mereka maju karena etos kerjanya yang luar biasa, selain itu sejak kecil warga keturunan selalu diajarkan untuk tahu diri. Mereka merasa sebagai kaum minoritas termasuk dalam bertindak tidak boleh terlalu menonjol atau berlebihan dan gampang minta bantuan pada orang lain, sebab kalau minta bantuan biasanya orang yang mau bantu jadi sungkan. Beda kalau bantuan itu diberikan karena kemauan yang membantu, biasanya lebih tulus.

Dalam kehidupan sehari-hari kalau memiliki penghasilan Rp10, hanya Rp 2 yang biasa digunakan selebihnya mereka tabung. semuanya sudah disosialisasikan sejak kecil dilingkungan keluarga. Sedang dalam kerja, orang tionghoa selalu diajarkan agar tidak tergantung pada orang lain dan harus mampu menguasai jenis pekerjaan dari yang paling mudah sampai yang sulit. Bahkan beranggapan kalau pekerjaan itu tidak permanen seperti layaknya roda berputar, suatu saat diatas, lain waktu dibawah.Maka modal yang paling penting bagi etnis tionghoa adalah sikap dapat dipercaya. Berapapun uang yang diberikan kalau tidak bisa dipercaya, ya tidak akan berhasil. Begitu juga kalau memiliki usaha sendiri.

Bisnis bagian dari budaya

Prinsip orang Tionghoa, ”Apa yang kami lakukan hari ini, bukan untuk hari ini saja, tapi untuk kedepan” Jadi kedepan untuk apa ? Sehingga perlu modal, modal bukan hanya uang saja, tapi bisa juga keterampilan, semangat dan kepercayaan sehingga harus pandai bergaul serta berkomunikasi. Nah, perdagangan adalah lahan satu-satunya yang paling memungkinkan untuk saling berkomunikasi dan bergaul, saling kenal dan membangun relasi.

Begitu juga menjadi pedagang bukan karena faktor keturunan. Ini lebih berkaitan dengan pendidikan awal di lingkungan keluarga sebagai akar budaya khas, dengan alasan keluarga Tionghoa tidak semudah suku lain sehingga mereka bekerja keras. Lalu kenapa banyak orang Tionghoa jarang menekuni profesi lain? Sebagai kaum minoritas, mereka menyadari akan keterbatasan peluang bagi mereka. Namun setelah reformasi politik sejak mulai priode Gusdur sedikit banyak perubahan paradigma perubahan profesi, banyak orang Tionghoa yang terjun ke dunia politik dan birokrasi. Banyak dari keturunan Tionghoa yang terjun ke politik, kita kenal Kwiek Kian Gie, Alvin Lie, dll. Mungkin yang belum terdengar kalau mereka masuk ABRI atau birokrat, mereka beranggapan masih sulit. Keterbatasan dan diskriminasi inilah yang menyebabkan mereka harus memaksakan diri memilih wiraswasta atau perdagangan. Dan disektor inilah mereka leluasa mengatur hidup. Itulah sebabnya ilmu berdagang ditanamkan dilingkungan keluarga sejak kecil yang akhirnya menjadi bagian dari budaya khas dan mereka jauh lebih survival hidupnya dibandingkan dengan penduduk peribumi. “Janganlah kebencian kepada suatu kaum menyebabkan kita berlaku tidak adil terhadap kaum tersebut”, mungkin kata yang pantas kita ungkapkan pada kita.

Kesimpulan

Dalam mengikuti system bisnis orang Tionghoa ada banyak hal yang menjadi pembelajaran di dalam diri kita baik itu dalam bentuk saham, usaha, bahkan investasi.Dalam hal kedisplinan, usaha, pengturan keuanga yang bagus dapat di jadikan contoh.Serta pengambilan keputusan yang penuh pertimbangan walau beresiko orang tionghoa tetap berupaya bertahan.Startegi yang bagus dan pemilihan bisnis yang bijaksana sesuai dengan skill masing – masing.

Dan orang Indonesia serng kali kalah terhadap orang Tionghoa karna orang Tionghoa belajar untuk menemukanskill mereka dan mengembangkannya, namun orang Indonesia hanya mengejar kursi dan tanpa disadari kursi yang dikejar bukanlah hal yang membuat kita lebih maju. Namun tetap pada titik yang sama yaitu di bawah kepemimpina. Bukan menjadi pemimpin.

Sumber : Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa, Liem You Tjwan, Visimedia, Jakarta, 2008.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 5.611 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: