Posts from the ‘RESENSI BUKU’ Category

Toko online professional


Untuk membuat situsweb atau toko online professional anda memiliki dua pilihan yaitu  mendesain sendiri (jika anda menguasai Photoshop dan web program) atau anda bisa menyewa jasa desainer untuk merancang situsweb tersebut. Karena tampilan serta fiturnya mendukung untuk berjualan produk secara online maka minisite lebih cocok untuk toko online. Sederhana tapi professional.

Dalam membuat situs web professional anda perlu memperhatikan hal-hal berikut:

Nama Domain. Menentukan nama domain bagi minisite merupakan keharusan yang tidak boleh disepelekan, karena domain ini yang membuat user mengunjungi situweb anda. Jangan memberi nama domain anda terlalu panjang, tidak familiar serta terkesan “ ngawur”. Misalnya “ apaapanyadong.com, tentu saja web ini tidak akan dikunjungi orang karena terlalu panjang.

Strategi memberi nama domain:

  1. Beri nama yang pendek dan mudah diingat. Berilah nama minisite anda sesederhana mungkin tetapi mudah diingat oleh user atau pelanggan. Contoh : www.bukubekas.com untuk berjualan buku bekas.
  2. Pilih selalu .com (dot com). Hal ini perlu dilakukan karena masyarakat awam atau user lebih familiar dengan .com dibandingkan .net, .org atau co.id.
  3. Keyword. Gunakan keyword yang senama dengan domain sehingga memudahkan user untuk mengingat nama domain minisite anda.

Webhosting. Pada saat anda sudah mempunyai domain berbayar berarti situsweb anda sudah menjelma menjadi situsweb professional karena sudah tidak gratisan lagi. Agar mini site anda memiliki konten banyak maka diperlukan hosting yang berfungsi untuk menyediakan space tambahan bagi situweb anda. Hosting menjadikan suatu situweb berkapasitas besar hingga beberapa halaman ( page web). Akan tetapi hosting ini memiliki masa kadaluarsa seperti domain. Sehingga anda harus membayar iuran supaya domain dan hosting situweb anda terus aktif. Contoh penjual domain dan hosting: www.kedaihost.com

Mendesain minisite

  1. Komputer anda harus sudah disertai windows 10 dan Microsoft Office 2016. Bukalah Microsoft Publisher
  2. Pilih dan buka folder “web sites”. Selanjutnya anda tinggal memilih tampilan (template) desain seperti yang anda inginkan.
  3. Jika sudah memilih salah satu template yang telah disediakan, anda harus memberi tanda silang pada semua kolom site goal untuk melengkapi fitur Homepage anda.
  4. Kemudian klik ok. Template situweb anda pun sudah jadi. Anda tinggal mengedit sesuai kreasi anda dengan tools yang disediakan di Microsoft Publisher.
  5. Preview desain minisite setelah online.
  6. Kalau anda ingin memiliki minisite dalam waktu singkat, anda dapat download melalui situweb yang menawarkan gratis. Salah satu web tersebut yaitu http://www.nvu.com

Strategi Menulis Sales Letter. Sales letter  merupakan bahasa komersial untuk menjual produk anda. Anda bisa membuat sales letter sendiri atau menggunakan jasa copywriter. Contoh sales letter yaitu:  “ Beli  1 Gratis 1, Pesan Arloji Nonex Sekarang!!! Hanya $250.000,- Saja. Free Ongkos Kirim.”

Jika anda ingin membuat sales letter sendiri maka anda harus memperhatikan hal-hal berikut ini:

a). Headline dan subline. Dasar  utama  dalam  menuliskan sales letter adalah menentukan headline beserta sub headline. Ini sangat penting karena ketika user membuka situweb anda, perhatiannya akan tertuju pada headline situweb. Jika kalimat headline situweb anda kurang menarik maka user tidak akan melanjutkan melanjutkan browsing ke seluruh konten situweb anda.

b). Menawarkan solusi. Sales letter yang bagus juga memberikan solusi bagi user atau konsumen. Contoh: “Mobil anda rusak berat? Kami beli dengan harga sehat!!”. Menawarkan  solusi bagi pelanggan bisa menjadi selling point produk anda.

c). Mengenalkan Produk Anda. Anda harus menuliskan  secara lengkap spesifikasi dan keunggulan produk yang anda jual, sehigga pelanggan tidak ragu untuk memenuhi kebutuhan mereka terhadap produk tersebut.

d). Tuliskan Testimoni Pelanggan. Menuliskan testimony dari pelanggan lain yang puas terhadap produk anda bisa meyakinkan calon pelanggan berikutnya. Jenis-jenis testimoni ada 5 yaitu:

  1. Testimoni berupa tulisan: tulisan pelanggan.
  2. Testimoni berupa tulisan dan foto: tulisan dan foto pelanggan
  3. Testimoni berupa suara: suara pelanggan terekam dalam audio clip.
  4. Testimoni berupa suara dan foto pelanggan
  5. Testimoni berupa video

e). Berilah Bonus. Semua orang tentu akan senang jika diberi bonus. Peran dari sales letter adalah menuliskan bonus menjadi menarik sehingga pelanggan merasa nyaman dengan produk yang berbonus. Dan menghilangkan anggapan bahwa produk yang berbonus merupakan produk yang jelek karena dijual dengan imbalan bonus.

f). Memberi Garansi, bukan uang kembali. Berikanlah garansi lain selain garansi uang kembali. Misalnya garansi service selama setahun atau ganti dengan produk sejenis jika produk yang dibeli bermasalah. Jangan pernah memberikan garansi uang kembali karena akan merugikan anda sendiri.

g). Proses Pembelian. Sales letter harus jelas menuliskan proses pembelian agar pelanggan tidak kesulitan melakukan transaksi dan mereka bisa mendapatkan produk anda secepatnya.

h). Proses Pembayaran. Setelah sales letter anda menghasilkan penjualan langkah selanjutnya yaitu menentukan proses pembayaran. Pembayaran secara elektronik sangat memudahkan anda berbisnis online karena anda tidak perlu repot datang ke bank untuk mencairkan uang dari pelanggan. System pembayaran elektronik ini biasa disebut dengan e-banking. Pembayaran online meliputi:

1). Transfer ATM. Anda harus memiliki rekening bank agar pelanggan anda dapat membayar via transfer ATM ke rekening anda. Anda dapat menampilkan nama dan nomor rekening bank dalam situweb anda. Hal ini akan memudahkan pelanggan anda melakukan pembayaran terhadap produk yang sudah dibeli. Pembayaran via ATM ini khusus untuk transaksi dalam negeri.

2). Internet Banking. Pembayaran melalui internet banking lebih global. Pembayaran transaksi dalam negeri bisa langsung dilakukan antara rekening konsumen dan rekening anda, sedangkan pembayaran online dari transaksi bank luar negeri harus melalui perantara karena bank-bank nasional belum mengadakan kerjasama dengan bank luar negeri. Untuk transaksi lintas dunia, yang paling popular di Indonesia mungkin hanya PayPal.

3). Sistem pembayaran PayPal

  1. Bank luar negeri termasuk kartu kredit akan membayarkan sejumlah uang ke account PayPal
  2. PayPal lalu memberi verifikasi sah terhadap pembayaran itu.
  3. Kemudian PayPal baru membayarkannya ke rekening atau kartu kredit anda.
  4. Jika pembayaran melalui kartu kredit maka untuk menarik tunai anda harus mentransfer lagi ke rekening bank anda.

 Cara membuka account PayPal

  1. Buka Paypal.com lalu pilih menu “ create your Paypal account
  2. Masukkan Negara Indonesia dalam menu “select your country or region”. Pilih juga Bahasa Indonesia untuk memudahkan anda memahami petunjuk pengisian formulir pendaftaran.
  3. Pilih jenis kelembagaan usaha yang akan menerima withdraw dari PayPal. Terdapat 3 pilihan yaitu personal, premier dan business.
  4. Mengisi semua data yang diperlukan
  5. Cek sekali lagi bahwa data telah anda isi dengan benar, kemudian klik “agree and create account
  6. Tunggu beberapa saat (biasanya 2-3 hari) PayPal akan memberi verifikasi kode pengaktifan akun PayPal anda.

Sumber :

Kurnia, Ahmad. 2019. Marketing untuk UKM, ReconiaScript literacy, Bekasi., hh.195-199.

Strategi bercerita pada anak


  • 9786025448263_Strategi-Bercerita-Kepada-Anak__w414_hautoPenulis            : Wahyu Madya Gunawan
  • Editor               : Odilia Melisa
  • Layout             : Rustam Setting
  • Desain Cover  : Ndaru
  • penerbitkan     : C-Klik Media
  • tahun  : 2018

A. Anak-Anak Yang Menakjubkan

Seringkali kita melihat betapa marahnya para orang tua kepada anak-anaknya hanya karena apa yang dilakukan anak tidak sesuai dengan apa yang diinginkan orang tua. Sering pula kita saksikan betapa jengkelnya para orang tua mendapati anak-anaknya tidak menuruti perintah yang di berikan. Para orang tua juga sering di buat kesal akibat ulah anak-anaknya yang memebuat berantakan isi kamar dengan mainannya. Padahal hal itu adalah hal yang lazim yang kita temui di dalam dinamika dunia anak. Di sisi lain, para orang tua juga sering di buat takjub dengan aksi anak-anak yang berbicara kepada mainannya, dan bertingkah leku seperti tokoh tertentu yang mereka suka. Seolah-olah mereka mempunyai dunianya sendiri yang tidak dapat kita masuki.

Banyak sekali hal yang menakjubkan pada diri anak yang selama ini jarang kita perhatikan. Salah satunya dimana saat mereka memanipulasi benda yang ada disekitarnya menjadi seperti teman yang nyata dalam benak mereka. Manipulasi semacam ini sering terjadi kepada mereka yang relative tidak memiliki banyak teman, jadi mereka membuat teman imajiner yang berasal dari mainan-mainan kesukaan mereka dan memberikan nama-nama kepada mainan tersebut. Hal ini sering terjadi kepada semua anak yang tidak mendapatkan teman yang didambakannya di dunia nyata, sehingga mereka menciptakan teman imajiner yang sesuai dengan apa yang mereka dambakan.

Jadi, ketika kita melihat kamar anak kita berantakan dan berbicara dengan mainannya yang di anggap sebagai teman imajinernya, kita tididak perlu marah dan menyuruh mereka membereskannya. Karena hal ini merupakan salah satu proses pengembangan sifat simpati dan empati anak dalam lingkungan pergaulan mereka. Dengan demikian, sosok teman imajiner bagi anak-anak kita adalah teman nyata mereka. Hal lain yang menakjubkan lagi adalah sifat mereka yang cenderung meniru perilaku orang tertentu dan situasi tertentu. Kita tidak perlu merisaukan tentang perilaku ini, karena periaku ini cenderung menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

Pada perkembangan berikutnya, anak-anak akan berusaha menciptakan tokoh dan jenis permainannya sendiri (produktif) dengan mainannya yang dapat menimbulkan kesenangan tersendiri untuk mereka. Lalu, mereka memberikan kekuatan kepda salah satu maianan kesukaannya untuk melibas habis maianan yang lainnya. Ini adalah ekspresi egosentrisnya yang tidak terima diperlakukan kasar atau tidak adil oleh orang lain atau orang tuanya.

Pada umumnya, anak-anak lebih memenuhi keinginan mereka sendiri di bandingkan kepada orang lain, disinilah sifat egosentris lebih dominan, dimana mereka tidak perduli dengan perasaan orang lain, dan lebih sukaperduli dengan kebutuhannya diri sendiri. Sisi lain yang menakjubkan pada diri anak adalah kecendrungannya melamunkan sesuatu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupannya. Biasanya lamunan itu tentang tokoh pahlawan yang punya kekuatan super namun memiliki keterbatasan fisik.

Pada perkembangan berikutnya, di masa puber, anak-anak yang rendah diri karena masalah fisik yang kurang sempurna dan merasa bodoh akan semakin memuja tokoh-tokoh pahlawan.Anak-anak kita memang menakjubkan, terutama saat memasuki yahap peniruan-peniruan mencari jati diri pertamanya. Namun, ketika mereka sudah menemukan peniruan untuk jati dirinya, lalu ada yang mengejeknya dengan peniruan tersebut, maka ia akan mengurungkan keinginannya dan mencari tokoh lain yang bisa diterima teman pergaulannya. Akan tetapi, identifikasi pencarian jati diri itu akan terus berkembang, dan konsep diri pun akan cepat berubah.

  • Fantasi yang memesona

Kita pernah menyaksikan anak-anak kita menyusun permainannya sendiri dengan property seadanya, untuk memerankan tokoh kesukaan mereka. Bagi mereka semua benda yang ada di sekitar bisa saja di jadikan mainan. Membuat yang tidak ada menjadi ada. Hal ini bisa disebut sebuah fantasi. Begitu pentingnya fantasi dalam kehidupan anak, sehingga begitu perlunya upaya membangkitkan dan mengembangkan fantasinya. Fantasi, imajinasi, dan kreativitas memang bagian yang tak bisa lepas dari kehidupan anak dan sangat dibutuhkan bagi perkembangan jiwanya. Bila fantasi anak tidak bisa dikendalikan, maka fantasi itu akan berkembang menjadi fantasi yang liar. Hal ini akan merugikan bagi anak karena akan menghantui kondisi psikis mereka.

Dengan demikian daya fantasi dan imajinasi anak yang meruopakan bagian dari kognasi, ikut berperan serta dalam menentukan kekuatan jiwa anak. Fantasi pada anak juga berkaitan dengan intelegensi atau kecerdasan yang dimilikinya. Namun nyatanya, timgkat kecerdasan yang dimiliki setiap anak berbeda-beda. Banyak orang tua yang terjebak dalam mengambil keputusan yang salah, akibat tergesa-gesa mengambil keputusan tentang potensi kecerdasan anak mereka. Akibatnya, terjadi pemaksaan yang berdampak buruk kepada  kepribadian anak mereka.

  • Kecerdasan yang Memukau

Betapa terenyuhnya hati kita ketika melihat orang tua atau guru memarahi anak-anak yang tampaknya sedang tidak memperhatikan pelajaran yang sedang di berikan. Apalagi ketika tahu penyebab kemarahannya hanya berdasarkan nilai raport anak yang jelek. Memang pada dasarnya setiap anak memiliki kapasitas dalam semua kecerdasan yang berfungsi bersamaan tetapi dengan cara yang berbeda. Namun, ada pula yang memiliki kekurangan hampir pada semua jenis kecerdasan itu seperti pada anak-anak dengan keterbelakangan mental.

Pada umumnya, kecerdasan-kecerdasan ini bisa dikembangkan sampai batas yang memadai atau sampai pada tingkat tertinggi. Hanya saja hal ini sangat bergantung kepada perkembangan jiwanya.

  • Emosional yang Unik

Kita pernah mendapati berbagai penolakan anak atas apa yang kita berikan kepadanya. Itu karena anak adalah sosok individu yang utuh, dimana ia juga memiliki kemauan untuk mengekspresikan dirinya. Namun reaksi anak-anak bermacam-macam, tergantung apa yang kita berikan kepada mereka, terutama yang berbentuk reaksi penolakan. Bila reaksinya ekstrim, kita biasa menyebutnya reaksi emosianal. Reaksi anak-anak sering di ekspresikan melalu gerakan mimik dan pantomimik . Namun tingkat emosional yang ada pada anak berbeda-beda. Jadi, walaupun mereka adalah saudara sekandung, mereka bisa memberikan reaksi yang berbeda jika di berikan suatu cerita yang sama.

  • Temperamen yang Majemuk

Bisa kita bayangkan betapa sulitnya kita memberikan pembelajaran melalui cerita kepada anak yang memiliki temperamen yang berbeda-beda. Walaupun tipologi salah satu dari sekian banyak upaya mengenali jati diri anak dan tidak bersifat mutlak, namun mengenali anak-anak dari pola perilaku yang tampak secara lahiriah, tidaklah buruk.

  • Kecerdasan yang Memukau

Kita sering menyebut bahwa anak itu sangat berminat pada apa yang begitu menarik perhatiannya.minat anak adalah sumber motivasi yang mendorong ana melakukan apa yang mereka inginkan. Minat dan bakat anak berkaitan erat. Hanya saja kalau minat mudah diketahui dari perilaku lahiriah sang anak dan kecenderungan  terhadap sesuatu. Sedangkan bakat bersifat herediter. Bakat merupakan satu keahlian atau kecakapan khusus yang di bawa sejak lahir.

B.Cerita Anak-Anak Yang Memukau Perhatian

Yang di maksud disini adalah cerita yang materinya disusun dengan kebutuhan dan perkembangan jiwa anak, dan memang di tujukan untuk konsumsi anak, walaupun tidak menutup kemungkinan para pelaku cerita itu adalah orang dewasa. Anak-anak sebenarnya sangan dimanjakan oleh banyaknya cerita dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jiwanya, baik dari ranah tanah air sendiri maupun dari luar negeri.

Semua orang tua tahu bahwa cerita sangat penting bagi anak-anak, sayangnya tidak semua dari kita bisa memahami seberapa pentingnya cerita iru dapat mempengaruhi perkembangan kejiwaan anak.

Hal ini buka berearti dengan cara bercerita kita bisa mengubah karakter anak. Namun, setidaknya kita berharap cerita-cerita yang kita sampaikan mempunyai potensiuuntuk mempakaya jiwa anak

  • Fungsi Cerita yang Menjanjikan

Keberadaan cerita merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan dunia anak. Bagi anak, mendengarkan cerita tidak sama dengan orang dewasa yang tengah menonton film. Artinya, cerita film adalah cerita film, yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan pribadi penontonnya sehari-hari. Seperti yang kita ketahui kejiwaan anak-anak pra sekolah sampai usia sekolah dasar (4-10 tahun), sangat menarik perhatian perkembangan yang sangat cepat dimulai dari masa kanak-kanak sampai masa prasekolah.

Demikian juga pada masa-masa awal di sekolah dasar (6-8 tahun), dimana ia masih begitu dikuasai imajinasi yang hebat, dan gandrung dengan fantasi-fantasi yang memukau, serta sering menjadikan cerita itu sebagai bagian dari kehidupannya. Bahkan pada masa-masa akhir sekolah dasar (9-11 tahun), di mana kesadarannya akan realitas sosial semaki baik, ia juga masih merasa menjadi pelaku utama pada setiap cerita yang dibaca atau didengarnya, terutama untuk peran protagonist.

  • Karakter yang Tak Terlupakan

Selain memiliki tema yang sederhana, cerita anak-anak mempunyai karakter yang kuat dan konsisten, sehingga kepribadian tokoh tersebut melekat erat secara permanen dalam kegiatan anak-anak.Cerita-cerita binatang (fabel) ini sangat sesuai untuk anak-anak pra sekolah dasar (4-5 tahun) yang memang dalam relasi sosialnya masih begitu sederhana.

C. Strategi Bercerita yang Mengasyikkan

Agar kita bisa mencapai tujuan penceritaan yang kita inginkan, diperlukan satu factor lagi, yaitu strategi penceritaan. Strategi ini berkaitan dengan ‘cara’ bagaimana sebuah cerita itu bisa disampaikan dengan tepat sasaran. Dengan kata lain, mengenal jati diri anak, mengenal matericerita yang dibutuhkan anak, dan mempunyai strategi yang tepat untuk menyampaikannya pada anak.

  • Tujuan yang Didambakan

Saat kita dibuat kesal oleh perilaku anak-anak yang acuh tak acuh dan sibuk dengan mainannya sendiri padahal kida sedang menyampaikan cerita, kita tak perlu tergesa-gesa bertindak memarahinya atau memaksanya untuk mendengarkannya.

Ada empat tujuan yang bisa kita lakukan dalam proses penyampaian

  1. Menanamkan Budi Pekerti
  2. Mengurangi Ketegangan
  3. Memperbaiki Sikap
  4. Menumbuhkan Motivasi
  • Pendekatan yang Menyenangkan

Sebelum kita mulai bercerita, kita harus memastikan dulu bahwa pendekatan yang kita pergunakan sudah benar. Berikut adalah beberapa pendekatan.

  1. Suasana Hati. Pastikan Suasan Hati Sang Anak Sedang Dalam Kondisi Baik Untuk Mendengarkan Cerita Kita.
  2. Waktu Yang Tepat. Pastikan Kita Bercerita Kepada Anak Di Waktu Yang Tepat.
  3. Usia Yang Ideal. Pastikan Cerita Yang Akan Kita Ceritakan Sesuai Dengan Usia Anak Kita.
  4. Jenis Kelamin. Pastikan Apa Yang Akan Kita Ceritakan Sesuai Dengan Jenis Kelamin Anak Kita.
  5. Lingkungan Dan Kultur Budaya. Pastikan Cerita Yang Akan Kita Ceritakan Berlatar Lingkungan Yang Baik Dan Mempunyai Kultur Budaya Yang Baik.
  6. Sifat Layanan. Pastikan Kita Bisa Memberikan Cerita Yang Baik Dari Pelayanan Atau Penyampaian Cerita

Daftar situs pencarian jurnal ilmiah


1. E-resources.perpusnas.go.ig

Situs web Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI) ini sudah menjadi langganan akademisi untuk berburu jurnal. Untuk cara masuknya, anda harus menjadi anggota perpus secara online supaya bisa mengakses dimanapun.

2. LIPI.go.id

Ini dia referensi untuk kamu yang suka pusing baca jurnal Bahasa Inggris. LIPI atau Lembaga Imu Pengetahuan Indonesia merupakan lembaga pemerintah non kementerian tapi koordinatormya adalah Kemenristekdikti. Hampir semua jurnal disini bisa diunduh gratis dan berbahasa Indonesia.

3. ijern.com

International Journal of Education and Research mereview jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Kontemporer Research Center (CRC Publications). Situs ini adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa berbagi ilmu pengetahuan.

4. doaj.org

Directory of Open Access Journal (DOAJ)
Direktori khusus untuk jurnal berstatus open access, menyediakan fasilitas pencarian link menuju laman jurnal internasional gratis. Tinggal ketik saja jurnal yang dikehendaki, doaj.org akan memberikan jurnal lewat data yang dimiliki.

5. sciencedirect.com

Yang ini adalah situs penyedia artikel, jurnal, dan buku. Meskipun ada yang berbayar, tapi yang gratis bisa dicari pada bagian open access.

Baca Juga: Cara Mudah Membuat Jurnal Ilmiah yang Benar dan Baik

6. Researchgate.net

Ini adalah situs tempat berkumpulnya komunitas online peneliti, peneliti bisa mengupload jurnal atau saling request jurnal secara gratis. Untuk mendaftar menggunakan email institusi atau kampus. Kamu bisa ke IPTIK atau ICT kampus masing-masing untuk meminta email student atau email khusus mahasiswa

7. Google Scholar

Seperti mesin pencari pada umumnya, hanya saja dikhususkan untuk jurnal ilmiah maupun skripsi. Tinggal ketik scholar.google.com dan cari kata kunci yang sesuai dengan yang kamu inginkan.

8. Freefullpdf.com

Pencarian khusus untuk menemukan paper atau publikasi.

9. libgen.org

Library Genesis menyediakan jurnal lama sampai baru, bisa diakses secara gratis juga lho. Tetapi situs ini ilegal, kata teman-teman.

(bersambung)

Mengenal Roadmap (Peta jalan) penelitian


Peta jalan penelitian memberikan gambaran yang jelas tentang sPETA+JALAN+(ROADMAP)+PENELITIANtatus kegiatan yang diusulkan oleh ketua tim, terhadap hasil kegiatan sebelumnya (dari pustaka dan karya sendiri) dan terhadap kemungkinan pengembangan kegiatan tersebut di masa depan dan diakhiri dengan tujuan yang ingin dicapai.  Rekam jejak kerjasama penelitian yang sudah berlangsung selama ini dan hasilnya (bila sudah ada) serta peta jalan (road map) penelitian kerjasama tersebut secara garis besar.

A.Definisi Roadmap .

Peta pemikiran dan hasil penelitian yang ada terkait tema penelitian (jurnal) (state of the art), hasil penelitian yang telah dilakukan peneliti sebelumnya dan posisinya dalam peta pemikiran, rencana pengembangan luaran ke depan, rencana dan tahapan riset yang akan dialakukan mendukung luaran yang akan dicapai

B. Isi dari Roadmap Penelitian.

Roadmap mencakup kegiatan penelitian yang telah dilakukan pengusul beberapa tahun sebelumnya dalam topik ini, penelitian yang direncanakan dalam usulan ini, serta rencana arah penelitian setelah kegiatan yang diusulkan ini selesai. Road map penelitian atau peta jalan penelitian memiliki tiga komponen penting yang harus saling terkait satu dengan yang lainnya.  Ketiga komponen tersebut adalah:

  1. Aktifitas penelitian yang telah dilakukan,
  2. Aktifitas penelitian yang pada periode ini akan dilakukan, dan
  3. Aktifitas penelitian pada periode berikutnya yang akan menuntun seorang peneliti mencapai tujuan akhirnya.

Dengan demikian jelas bahwa peta jalan akan dapat memperlihatkan keterkaitan antara aktifitas penelitian yang telah, sedang dan akan dilakukan oleh seorang peneliti. sedangkan berdasarkan Standar kemenristekdikti tentang roadmap adalah :

  1. Mile stones kegiatan penelitian dalam ruang waktu tertentu (5-20 tahun) yang dilakukan oleh peneliti (mono disiplin) dan atau kelompok peneliti baik secara multidispliner atau intra/inter disiplin atau industri R&D
  2. Peta jalan R & D (Research & pengembangan), peta jalan teknologi dan peta jalan produk.
  3. Satu peta jalan penelitian dapat mencakup 3 bagian sekaligus: risetdasar (R & D), riset terapan (Teknologi) dan riset pengembangan (produk).
  4. Peta jalan sebaiknya ditampilkan sebagai bentuk grafik (sumbu x sebagai waktu, dan sumbu y (sumbu kegiatan penelitian) atau diagram fishbone. Atau bentuk lain diagram, dengan tujuan untuk memudahkan dalam visualisasi peta jalan
  5. Peta jalan penelitian bukan alur penelitian atau metoda
  6. Luaran (outcome) peta jalan dapat berupa hak Kekayaan intelektual (HKI)

Salah satu kekeliruan yang umum terjadi adalah pada saat seorang peneliti membangun road map penelitiannya maka seringkali yang diletakkan pada bagian penelitian terdahulu adalah milik peneliti lain. Hal ini kurang tepat, karena sepatutnya road map penelitian memang menggambarkan aktifitas perseorangan dari seorang peneliti. Road map penelitian dapat dibuat dalam berbagai bentuk diagram seperti misalnya fishbone diagram ataupun diagram dalam bentuk lainnya selama substansinya tetap tersampaikan.

C. Unsur-unsur dalam penyusunan roadmap.

Roadmap  harus menampilkan dalam rencana penelitian antara lain berhubungan dengan unsur-unsur :

  1. Data SDM, judul, fokus, tema/topik, luaran dan hilirisasi
  2. Proyeksi tantangan dan peluang swot
  3. Pemilihan keunggulan
  4. Proyeksi tahun dan tahapan
  5. Alokasi anggaran, sarana, dan organsiasi
  6. Penetapan tinjauan mutu

Demikianlah semoga bermanfaat bagi semua.

Menyembuhkan masalah depresi


MEMAHAMI MASALAH ANDA

Ada empat kasus dengan permasalahan mengenai depresi. Ben yang depresi karena tidak ingin menjadi tua, Marissa yang mudah marah dan tidak bias mengontrol diri, Vic yang merasa dirinya tidak berharga, dan Linda yang selalu mengalami kecemasan. Untuk memahami masalah-masalah mereka, para ahli terapi mereka melakukan hal yang sama yaitu mengajukan pertanyaan-pertanyaan dengan lima aspek kehidupan: 1) Pikiran(Keyakinan, bayangan, kenangan), 2) suasana hati, 3) perilaku, 4) reaksi fisik, dan 5) lingkungan(yang dulu maupun yang saat ini).  Setelah memberikan pertanyaan-pertanyaan tersebut, para pasien yang mengalami depresi jadi mengetahui apa yang menyebabkan mereka depresi, selain itu ahli terapi pun jadi mengetahui apa tindakan yang harus dilakukannya.

Lima aspek yang telah disebutkan tersebut lebih dikenal dengan lima komponen untuk setiap yang masalah yang saling berpengaruh dan berkaitan satu sama lain. Dan jika sedikit saja perubahan terjadi pada salah satu dari lima komponen tersebut dapat menyebakan perubahan pada komponen yang lainnya. Jika terjadi perubahan maka dapat menimbulkan stres, dengan mengetahui ada perubahan yang terjadi dalam pikiran, kita bisa menciptakan peningkatan yang positif yang dapat berlangsung lama.

YANG PENTING ADALAH PEMIKIRAN

Pemikiran membantu menentukan suasana hati yang kita alami. Selain itu pemikiran juga memengaruhi bagaimana kita berperilaku, apa yang akan kita lakukan dan yang tidak akan kita lakukan, dan kualitas kinerja kita. Bahkan respon biologis kita pun dipengaruhi oleh pemikiran dan keyakinan. Karena pada bab ini kita belajar bagaimana pemikiran memengaruhi suasana hati yang kita alami, tentu kita bertanya-tanya mengapa sebagian orang cenderung memiliki pemikiran dan suasana hati tertentu, hal ini bisa dikarenakan faktor biologis atau genetis, tetapi sebenarnya pengaruh faktor lingkungan juga membantu menentukan sikap, keyakinan, dan pemikiran yang berkembang selama masa kanak-kanak dan sering terus berlangsung hingga masa dewasa.

Mengubah cara berfikir kita agar merasa lebih baik bisa diidentifikasikan dan mengubah pemikiran merupakan bagian penting dari terapi kognitif. Terapi ini bisa membantu kita melihat semua informasi yang tersedia, jadi bukan semata-mata hanya pemikiran positif saja. Meskipun perubahan pemikiran sering kali sangat penting, banyak persoalan memerlukan perubahan perilaku, fungsi fisik, dan lingkungan.

MENGIDENTIFIKASI DAN MEMERINGKAT SUASANA HATI

Suasana hati yang kuat akan menunjukkan bahwa sesuatu yang penting sedang terjadi dalam hidup kita. Biasanya, suasana hati bisa digambarkan dalam satu kata, misalnya senang. Dengan mengidentifikasi suasana hati tertentu bisa membantu kita nenentukan dan mencatat tujuan, serta membuat kita mampu memilih intervensi yang dimaksudkan untuk mengurangi suasana hati tertentu. Tetapi penting sekali untuk bisa membedakan antara situasi, suasana hati dan pemikiran karena ketiganya merupakan hal yang berbeda. Di samping mengidentifikasi suasana hati, penting juga untuk belajar memeringkat intensitas suasana hati yang sedang kita alami. Dengan memeringkat suasana hati kita, membuat kita mampu mengevaluasi kekuatan dan catatan fluktuasi reaksi emosi kita. Mengidentifikasi dan memeringkat suasana hati merupaka  keterampilan yang penting. Semakin kita mengetahui suasana hati, semakin mudah bagi kita untuk mengenali dan memberinya nama.

SITUASI, SUASANA HATI, DAN PEMIKIRAN

Dengan catatan pemikiran, membantu kita mengembangkan seperangkat keterampilan yang bisa memperbaiki suasana hati dan hubungan kita, dan juga menyebabkan terjadinya perubahan perilaku yang positif. Tiga kolom dari catatan pemikiran membedakan satu situasi dari perasaan dan pemikiran yang kita miliki dalam situasi tersebut. Selain itu, catatan pemikiran juga berisi daftar bukti, baik yang mendukung maupun yang tidak mendukung pemikiran yang kita identifikasi.Dari catatan pemikiran, kita diberikan peluang untuk mengembangkan cara-cara berfikir yang baru yang bisa membuat kita merasa lebih baik. Seperti halnya dalam mengembangkan setiap keterampilan baru, kita harus banyak berlatih mengisi banyak catatan pemikiran sebelum mencapai hasil yang konsisten.

PEMIKIRAN OTOMATIS

Pemikiran otomatis adalah pemikiran yang muncul dibenak kita secara spontan pada suatu saat tertentu dalam sehari. Pemikirian otomatis selalu ada setiap kali kita memiliki suasana hati yang kuat, karena pemikiran otomatis merupakan kunci untuk memahami reaksi emosional kita. Pemikiran otomatis ini bisa berupa kata-kata, bayangan, atau memori. Kita juga bisa mengidentifikasi pemikiran otomatis. Untuk mengidentifikasinya, perhatikan apa yang terlintas dalam benak Anda ketika Anda memiliki suasana hati tertentu yang kuat. Mengidentifikasi pemikiran otomatis kita merupakan satu langkah penting untuk merasa lebih baik dan mengatasi masalah dengan lebih baik. Selain itu ada juga yang disebut dengan pemikiran panas. Pemikiran panas ini juga merupakan pemikiran otomatis hanya saja mengandung muatan emosional yang paling kuat.

DIMANAKAH BUKTI ITU?

Saat kita memiliki pemikiran otomatis negatif, biasanya kita berpegang pada data yang menegaskan kesimpulan kita. Tetapi meskipun begitu, penting sekali untuk mempertimbangkan pemikiran panas kita juga sebagai hipotesis atau kesimpulan. Dengan mengumpulkan bukti yang mendukung atau tidak mendukung pemikiran panas kita, bisa membantu mengklarifikasi pemikiran kita dan bisa mengurangi intensitas suasana hati yang menimbulkan stres. Bukti-bukti tersebut terdiri atas data, informasi, dan fakta bukan interpretasi. Penting sekali untuk menuliskan semua bukti yang menunjukkan bahwa pemikiran panas kita ini tidaklah 100% benar. Dengan mempertimbangkan informasi yang tidak sesuai dengan pemikiran panas kita, hal ini bisa membantu kita agar merasa lebih baik.

PEMIKIRAN ALTERNATIF ATAU SEIMBANG

Pada Catatan Pemikiran kolom 6, terdapat “Pemikiran Alternatif atau Seimbang”, kolom ini merupakan ringkasan bukti-bukti penting yang dikumpulkan dan ditulis pada kolom 4 (Bukti yang mendukung pemikiran panas) dan kolom 5(Bukti yang tidak mendukung pemikiran panas). Jika bukti pada kolom 4 dan 5 tidak mendukung pemikiran panas awal, tuliskan pandangan alternatif pada kolom 6. Dan jika hanya sedikit yang mendukung pemikiran panas awal, maka tuliskan pemikiran seimbang yang merupakan ringkasan, baik yang mendukung maupun tidak memdukung pemikiran awal. Pemikiran alternatif atau seimbang bukanlah semata-mata pemikiran positif atau rasionalisasi. Justru kebalikannya, semua itu mencermikankan makna baru dari berbagai situasi yang ada berdasarkan semua bukti yang ada. Perubahan respons emosional terhadap suatu situasi sering kali berkaitan dengan besarnya tingkat kepercayaan kita pada pemikiran alternarif atau seimbang yang kita tuliskan.

Semakin banyak Catatan Pemikiran yang kita isi, akan semakin mudah bagi kita untuk berfikir secara fleksibel tentang berbagai macam situasi dan mulai mempertimbangkan penjelasan alternatif atau seimbang berbagai peristiwa secara otomatis tanpa harus menuliskan bukti-bukti yang sudah ada.

EKSPERIMEN DAN RENCANA TINDAKAN

Pada awalnya mungkin kita tidak akan langsung percaya sepenuhnya pada pemikiran alternatif atau seimbang kita. Tapi kita bisa melakukan eksperimen untuk mengujinya, eksperimen ini bisamembantu meningkatkan keyakinan kita terhadap pemikiran baru. Saat kepercayaan kita pada pemikiran alternarif atau seimbang meningkat. Suasana hati kita yang semakin baik akan menjadi stabil. Tapi apabila eksperimen tadi tidak mendukung kepercayaan baru kita, kita bisa mempergunakan informasi ini untuk membangun berbagai keyakinan yang berbeda yang mencerminkan pengalaman kita. Lakukanlah eksperimen dalam langkah-langkah kecil agar mudah dilaksanakan, dari langkah kecil ini membantu kita membuat langkah-langkah besar kemudian. Selain itu, penting untuk mencatat eksperimen kita guna mengetahui hasilnya di kemudian hari. Sedangkan rencana tindakan bisa membantu kita mengatasi masalah yang telah kita antisipasi sebelumnya. Rencana tindakan haruslah spesifik, artinya mencakup rencana-rencana untuk mengatasi masalah yang mungkin timbul, menentukan waktu untuk mulai, dan mencatat kemajuan yang dicapai.

ASUMSI DAN KEYAKINAN INTI

Asumsi dan keyakinan inti merupakan akar pemikiran otomatis kita. Asumsi bisa dinyatakan dalam kalimat “Jika.. maka…,” sementara keyakinan inti merupakan pernyataan absolut atau mutlak. Asumsi dan keyakinan yang merusak bisa diperlemah pada saat asumsi baru bisa diidentifikasi dan diperkuat. Sedangkan keyakinan inti bisa diidentifikasi dengan mencari tema-tema dalam Catatan

Pemikiran dan/atau dengan teknik anak panah menurun. Keyakinan inti ini bisa tentang diri sendiri, orang lain, atau dunia. Agar keyakinan itu benar 100% atau tidak, bisa diuji dengan mencari berbagai bukti. keyakinan inti yang baru bisa diperkuat dengan mencatat berbagai pengalaman yang sesuai dengan keyakinan baru tersebut, memberi peringkat tingkat kepercayaan baru kita, melakukan eksperimen untuk mengujinya, lalu melakukan uji historis pada keyakinan baru tersebut. Keyakinan inti sering kali berubah dengan sangat lambat, tetapi lama-lama akan menjadi kuat dan lebih stabil juga memberikan pengaruh yang kuat terhadap cara berfikir dan berperilaku kita serta pada perasaan kita.

MEMAHAMI DEPRESI

Depresi tidak hanya menggambarkan suasana hati, tetapi juga meliputi perubahan dalam pemikiran, perilaku, dan biologis kita. Inventaris Depresi Manajemen Pikiran bisa digunakan untuk memeringkat gejala-gejala depresi. Skor mingguan dalam inventaris tersebut bisa dituliskan untuk mencatat berbagai perubahan depresi. Belajar untuk mengubah cara berfikir kita merupakan fokus utama terapi kognitif terhadap depresi. Sebenarnya pengobatan juga bisa membantu, terutama untukorang yang mengalami depresi yang intens atau depresi jangka panjang. Jangan lupa untuk memeringkat suasana hati kita selama melakukan berbagai aktifitas, tuliskan pada jadwal mingguan. Hal tersebut dapat membantu kita menemukan hubungan antara perilaku dan depresi. Selain itu, melakukan analisis Jadwal Aktifitas Mingguan bisa menunjukkan perubahan perilaku untuk membantu kita merasa lebih baik. Dengan melakukan berbagai aktifitas menyenangkan yang membuat kita menyelesaikan sesuatu, membantu kita merasa lebih baik ketika kita sedang mengalami depresi.

MEMAHAMI KECEMASAN

Gangguan kecemasan ada beberapa, yaitu fobia, gangguan stres pascatrauma, obsesi, tekanan (compulsion), dan kecemasan secara umum.

Sedangkan gejala-gejala kecemasan, meliputi otot tegang, detak jantung cepat, pusing-pusing, menghindar, dan gugup. Lalu ada juga komponen kognitif kecemasan yangmeliputi persepsi terhadap bahaya, daya tahan yang rentan, atau ancaman.

Pemikiran yang menyertai kecemasan sering dimulai dengan “Bagaimana kalau…,” dan mengandung tema bahwa “sesuatu yang buruk akan terjadi”. Sebenarnya panik juga merupakan kecemasan, hanya saja panik merupakan kecemasan ekstrem yang disertai dengan misinterpretasi yang sifatnya kastatrofik terhadap sensasi fisik atau mental, misalnya”Aku mendapat serangan jantung,””Aku akan mati,” atau “Aku gila.”Kecemasan bisa dikurangi atau dihilangkan dengan restrukturisasi kognitif, latihan relaksasi, dan mengatasi kebiasaan menghindar.

MEMAHAMI KEMARAHAN, RASA BERSALAH DAN RASA MALU

Kemarahan ditandai oleh otot tegang, meningkatnya detak jantung, meningkatnya tekanan darah, dan sikap bertahan atau menyerang. Sedangkan komponen kognitif kemarahan meliputi persepsi karena diperlakukan tidak adil atau tidak semestinya atau menganggap orang lain berbahaya atau tidak adil. Kemarahan bisa berkisar mulai dari sedikit jengkel hingga sangat marah. Agardapat mengontrol kemarahan, ada metode-metode yang efektif untuk dilakukan, yaitu restrukturisasi kognitif, mempersiapkan diri untuk menghadap berbagai peristiwa yang beresiko tinggi membuat kita marah, imajinasi, mengenali tanda-tanda kemarahan sejak dini, mengambil waktu sejenak (timeout), latihan mengungkapkan isi hati dengan tegas,  dan terapi pasangan.

Rasa bersalah adalah saat kita merasa bersalah ketika kita percaya bahwa kita telah melakukan sesuatu yang salah. Rasa bersalah ini sering kali disertai oleh pemikiran yang mengandung kata-kata “mestinya” dan “harusnya”.

Sedangkan rasa malu meliputi persepsi bahwa kita telah melakukan kesalahan, bahwa kita perlu menyimpannya sebagai rahasia, dan bahwa apa yang pernah kita lakukan berarti sesuatu yang buruk tentang kita.

Rasa bersalah dan malu bisa dikurangi atau dihilangkan dengan cara menilai keseriusan tindakan-tindakan kita, menimbang tanggung jawab pribadi, mengakhiri sikap diam, memaafkandiri sendiri, dan membuat perbaikan.

SUMBERDennis Greenberger, Ph.D., Christine A.Padesky, Ph.D. (2004) Manajemen Pikiran: Metode Ampuh Menata Pikiran Untuk Mengatasi Despresi, Kemarahan, kecemasan, dan Perasaan Merusak Lainnya, Terj. Yosep Bambang Margono, Kaifa, Jakarta.

 “Revolusi Membuat Anak Candu Membaca”


A. Perkembangan Bahasa Bayi

Perkembangan Bahasa merupakan sebuah proses dari motoric otak kiri manusia. Kemampuan tersebut meliputi pengucapan kalimat, memahami pembicaraan orang, Kemampuan berhitung, dan menulis. Sedangkan fungsi otak kananmencangkup Bahasa nonverbal seperti penekanan dan irama, pengenalan situasi dan kondisi, pengendalian emosi, kesenian dan kreativitas.

Dalam perkembangannya, kedua otak anak akan mengalami spesialisasi. Kemudian, apa yang terjadi pada tahun pertama? Kemampuan anak akan mengalami perkembangan yang pesat. Namun, tahap itu harus tetap menjadi perhatian khusus bagi orang tua. Sebab tahapan itu dapat dijadikanparameter ada atau tidaknya gangguan perkembangan pada bayi.

Menjadi orang tua harus jeli terhadap segala perubahan pada anaknya. Perkembangan Bahasa dan bicara pada anak biasanya digambarkan sebagai berikut:

  1. Masa Preliguistik, 0-3 Bulan.

Pada periode ini, bayi belum bias menggabungkan elemen Bahasa, baik secara isi, bentuk, atau dari pemakaian Bahasa.

  1. Masa Transisi, 3-9 Bulan.

Salah satu perkembangan Bahasa utama milestone pada bayi ialah pengucapan kata kata pertama yang terjadi pada akhir tahun pertama.

  1. Masa Perkembangan Kosakata, 9-18 Bulan.

Inilah masa dimulainya produksi kalimat. Perkembangan komprehensif secara produksi kata-kata berlangsug cepat pada usia sekitar 18 bulan. Ia mulai dapat berbicara menggunakan kata kata yang tersimpan dalam memorinya.

  1. Masa Prasekolah, 18-36 bulan.

Pada masa ini, bayi akan memiliki mobilitas yang tinggi, sehingga mempunyai akses ke jaringan social yang lebih luas. Hal itu akan membuat perkembangan kognisinya menjadi semakin tajam. Anak mulai berpikir tentang konsep, jenis dan peristiwa.

Anda harus mengetahui tahap tahap perkembangan kemampuan bicara bayi. Sehingga, anda menjadi peka dan bisa secara menangkap pesan-pesan darinya.

Anda pun perlu mengetahui bahwa perkembangan Bahasa bayi dan tangisan pertama sampai mampu bertutur kata terbagi atas dua periode besar.  Periode linguistic terbagi dalam tiga fase besar, yaitu sebagai berikut:

  1. Fase Satu Kata atau Holofrase

Dalam fase ini, bayi menggunakan satu kata guna menyatakan pemikirannya yang kompleks, baik yang berupa keinginan maupun perasaan.

  1. Fase Lebih dari Satu Kata

Fase dua kata muncul ketika bayi berusia sekitar 18 bulan. Pada fase itu, ia sudah bisa membuat kalimat sederhana yang terdiri dari dua kata.

  1. Fase Diferensiasi

Periode ini berlangsung pada bayi yang berusia 2,5-5 tahun. Pada fase yang lain, saat usia bayi sekitar 15-18 bulan, perkembangan bahasanya menunjukan ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Tanggap terhadap kata-kata tanpa gerak
  2. Mulai ikut bernyanyi
  3. Menggerakan tangan
  4. Bayi berinteraksi dengan ucapan
  5. Orang tua mulai menyesuaikan diri

B. Perkembangan Bicara

Perkembangan awal bicara pada bayi biasa disebut dengan reflexive vocalization, yaitu terjadi pada usia 0-3 minggu. Pada tahap tersebut, bayi masih menyuarakan tangisan yang berupa reflex belaka atau tanpa disadari.

Tahap kedua ialah babbling, yaitu terjadi saat bayi berusia 3 minggu sampai 2 bulan. Sekarang, ia sudah mengeluarkan suara, tetapi terdengar tidak jelas.

Lalling merupakan tahap ketiga, terjadi pada bayi berusia sekitar 2-7 bulan. Saat tersebut, ia sudah dapat mendengar dan mengulang suku kata, seperti ba, pa, ma, mik dan sebagainya.

Saat berusia 10 bulan, Bayi dapat mendengar suara suara disekitarnya. Kemudian ia meniru suara suara yang terekam diotaknya menggunakan ekspresi wajah dan isyarat tangan.

Selanjutnya ialah tahap true speech atau berbicara dengan benar, terjadi pada bayi berusia 18 Bulan. Alhasil, ia akan lebih terampil berbicarih terampil berbicara pada umur 5-6 tahun.

Bayi merupakan “penyerap” yang konstruktif. Bayi mempelajari bBayi mempelajari Bahasa dan konsep-konsep pentingahasa dan konsep-konsep penting tanpa melalui pengajaran yang terencana sectanpa melalui pengajaran yang terencana secara khusus.

Setiap bayi memiliki perkembangan Bahasa lisan yang berbeda beda. Hal itu terjadi Karena muatan informasi yang dikumpulkan oleh setiap bayi berbeda.

Masing masing bayi belajar mendapatkan informasi yang tersedia dengan cara sendiri. Beberapa bayi berinteraksi degan dunia menggunakan sentuhan, sedangkan yang lain mungkin lebih bergantung pada pengelihatan dan pendengaran.

C. Perkembangan Awal Bahasa

Sebelum mampu berbicara, biasanya bayi memiliki kebiasaan mengeluarkan kebiasaan mengeluarkan suara suara yang bersifat sederhana, kemudian berkembang menjadi kompleks dan memiliki arti.

  1. Kematangan Fisiologis

Setiap bayi dibekali kemampuan berkomunikasi menggunakan Bahasa sejak dalam kandungan (innate). Tetapi, kemampuan ini tidak dapat langsung digunakan. Masih dibutuhkan sebuah proses perubahaan evolutive yang panjang, sampai seorang bayi bisa berbahasa kepada orang tua dan lingkungan sekitarnya.

2. Perkembangan system saraf dalam otak

Sistem perkembangan saraf pada janin pada masa prenatal tergolong sederana. Bahkan dapat dikatakan jika perkembangan yang dimaksud terjadi Bersamaan dengan pembentukan organ organ eksternal pada masa triwulan pertama. Menginjak akhir triwulan kedua proses perkembangan organ organ tubuh internal maupun ekstenal pada janin  berkembang pesat, yang salah satunya adalah otak.

Setelah berkembangan, otak mempu bekerja guna menerima rangsangan eksternal yang diberikan oleh lingkungannya.

Setiap rangsangan eksternal yang diterima akan menjadi bahan bahan jejak ingatan dalam otak janin. Janin akan merasakan getaran getaran sebagai tanda dirinya memperoleh perhatian dan kasih saying ketika orang tuanya memberikan rangsangan berupa cerita, nyanyian, atau Bahasa. Setelah lahir bayi yang pernah memperoleh pengalaman berkomunikasi dengan orang tuanya saat masih janin akan bekembang dengan baik.

D. Kesiapan anak dalam belajar membaca

Selama ini, teori psikologi perkembangan yang dimotori oleh Jean Piaget menjadi rujukan utama bagi kurikulum taman kanak kanak. Akibatnya, pelajaran membaca, menulis, dan berhitung secara tidak langsung dilarang diperkenalkan kepada anak dibawah usia 7 tahun. Sebab, Piaget beranggapan bahwa anak berusia dibawah 7 tahun dianggap belum mencapai fase oprasional konkret. Fase yang dimaksud ialah saat anak dianggap sudah bisa berfikir secara terstruktur.

Sehingga, calistung didefinisikan sebagai kegiatan yang memerlukan cara berpikir secara berpola. Hal inilah yang membuat calistung tidak cocok diajarkan kepada anak TK.

Banyak ahli yang menngeluarkan berbagai teori gna menemukan cara agar anak mendapatkan pelajaran membaca sejak dini, salah satunya Glenn Doman. Ia menjadi pelopor dalam pengembangan metode belajar membaca dan matematika pada anak sejak dini. Ia merupakan prndobrak dari teori yang dicetuskan oleh Piaget.

Doman bukan praktisi pendidikan. Ia adalah seorang bedah otak yang berhasil menyembukan orang-orang yang mengalami cedra otak lewat metode flash card. Ia membuat kartu berisi kata yang ditulis dedngan tinta berwarna merah pada karton tebal. Kartu-kartu tersebut ditampilkan dihadapan pasien dalam waktu cepat, hanya satu detik per kartu. Karena singkatnya waktu yang diberikan, maka akan membuat otak bereaksi terhadap kata yang ditampilkan.

Bagi sebagian orang, metode Falsh card dinilai mustahil. Sebab, bisa saja anak-anak telah menghafal kata-kata yang diperkenalkan

Sesuatu yang dilakukan doman tentu menghadirkan berbagai macam kritik, termasuk dari beberapa ahli psikologo. Hal itu dikarenakan metode flash card dianggap sebagai cara yang kurang rasional serta bisa merusak pembelajaran nalar dan logika. Metode flash card berbasis hafalan, sedangkan menurut para psikolog dan orang umum, kemampuan membaca harus diproses melalui tahapan-tahapanfonemik dan fonetiik. Anak terlebih dulu harus mengenal huruf dan mampu membedakan bunyi, sampai akhirnya bisa menggabungkan huruf-huruf tersebut menjadi sebuah kata.

E. Tahapan Perkembangan Kemampuan Membaca Anak

Pada saat mengajarkan calistung kepada anak TK atau prasekolah, guru wajib mengetahui kemampuan membaca pada anak. Menurut seorang pakar yang bernama Cochrane Efal, perkembangan dasar kemampuan membaca pada anak berusia 4-6 tahun berlangsung dalam lima tahap berikut:

  1. Fantasi

Tahap ini merupakan saat anak belajar menggunakan buku. Anak mulai berpikir tentang pentingnya sebuah buku.

  1. Pembentukan Konsep Diri

Anak sudah memposisikan diri sebagai pembaca dan mulai sibuk dalam kegiatan membaca atau “pura-pura membaca buku”. Orang tua wajib memberikan rangsangan dengan cara membacakan buku terhadap anak.

  1. Membaca gambar

Anak sudah menyadari tulisan yang tampak dan menemukan kata yang dikenal

  1. Pengenalan Bacaan

Pada tahap ini, anak sudah menggunakan tiga sistem isyarat, yaitu Graphoponic, semantik, dan sintaksis secara bersama-sama. Anak sudah tertarik pada bacaan dan mulai membaca tanda-tanda yang ada di lingkungan.

  1. Membaca Lancar

Ini merupakan masa pada anak yang dapat membaca berbagai jenis buku secara bebas. Adapun orang tua dan guru tetap wajib membacakan buku kepada anak.

F. Dinamika Kemampuan Membaca

Seorang pengamat pendidikan, Jeanne Chall, mengemukakan bahwa belajar membaca mencangkup rangkuman kecakapan yang dibangun pada keterampilan sebelumnya.Guna mencapai hal ini, ada lima tahap perkembangan kemampuan membaca. Berikut kelima tahapan tersebut:

  1. Tahap Dasar

Tahap dasr bermula saat anak mulai menguasai prasyarat membaca. Setelah masuk sekolah, anak bisa membedakan huruf dalam alfabet.

  1. Tahap 1

Ini merupakan tahun pertama sekolah. Pada masa tersebut, anak sedang belajar mengenai kemampuan “merekam” fonologi.

  1. Tahap 2

Selanjutnya, di kelas dua dan tiga, anak sudah membaca dengan fasih.

  1. Tahap 3

Pada tahamp tersebut anak sudah mendapatkan informasi dan materi tertulis.

  1. Tahap 4

Tahap ini bermula di sekolah tinggi, saat kemampuan baca yang fasih sudah dikuasai. Anak gampang memahami beragam materi bacaan dan menarik kesimpulan dari bacaan.

G. Kemampuan Membaca dan Perkembangan Daya Pikir

Ada istilah yang disebut phonemic awareness, ini merupakan salah satu kemampuan yang dapat dimiliki siapa pun. Sederhananya, merupakan pengetahuan tentang huruf yang dapat dipisahkan dari suara. Kemampun tersebut biasanya belum muncul pada anak usia prasekolah.

Selain itu ada juga istilah yang dikenal dengan nama phonologic recording. Istilah tersebut ialah kesadaran terhadap fonologis dalam kemampuan awal membaca. Aanak-anak diajarkan mendengar huruf, kemudian mencoba mencocokan antara huruf huruf dan suara.

Selain beberapa istilah tersebut, guna memperkenalkan membaca kepada anak, orang tua dan guru harus memahami apa dan bagaimana konsep membaca. Sebab membaca merupakan salah satu fungsi tertinggi dalam otak manusia.

H. Cara mengajarkan Membaca Kepada Anak Usia Dini

Banyak pendekatan yang bisa dilakukan guna mengajarkan membaca kepada anak sejak usia dini. Selengkapnya sebagai berikut:

  1. Menitikberatkan pada Pemahaman Simbol atau Huruf.

Pendekatan ini dilakukan guna mengenalkan sistem simbol bunyi kepada anak sejak dini.Cara tersebut dapat dilakukan dengan cara memperkenalkan nama alfabet serta bunyinya. Proses yang akan berjalan dimulai huruf yang paling sederhana dan paling tinggi intensitas penggunaannya, seperti huruf vokal.

  1. Menekankan Belajae Membaca Kata dan Kalimat secara Utuh

Dengan pendekatan ini, anak diharapkan dapat mencari sendiri sitem huruf serta bunyi yang berlaku.

Singkat kata, orang tua hanya mengajarkan cara membaca, tanpa menjelaskan hukum-hukumnya.

  1. Cara membangkitkan Minat Baca pada Anak
  2. Banyak cara yang dapat ditempuh guna menumbuhkan serta membangkitkan minat baca pada anak, di antaranya adalah sebagai berikut:
  3. Semakin sering Anda membacakan cerita atau hal yang menarik, semakin sering pula anak belajar membaca.
  4. Biarkan anak menyaksikan serta memperhatikan cara kita membaca. Dengan sendirinya, ia akan berpikir bahwa kita menikmati buku.
  5. Ikut sertakan anak dalam kegiatan berbahasa yang berbeda-beda
  6. Berikan referensi tentang buku, majalah anak, serta gambar-gambaryang sesuai dengat minat dan kesukaan anak.
  7. Biasakan anak untuk pergi ke perpustakaan dan toko buku.
  8. Jika ada kesempatan, izinkan anak membaca bersama orang-orang yang lebih tua.
  9. Pujilah anak saat membaca, apalagi bila berhasil mengeja bacaanya. Sebab, pada umumnya semua anak suka dipuji.

I. Berbagi Metode Guna Mengajarkan Anak membaca

Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, diketahui bahwa meningkatkan kecerdasan anak bisa dilakukan sejak dalam kandungan. Selama proseskehamilan, janin akan menyerap segala bentuk latihann yang Anda berikan, sehingga berpengaruh terhadap perkembangan otaknya dikemudian hari.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mendukung perkembangan otak janin. Dalam penelitiannya, Rene van De Carr dan Marc Lehre membahas mengenai metode yang mengajarkan membaca kepada anak-anak sejak dalam kandungan.

(a)  Metode Rene van De Carr dan Marc Lehreh

Metode ini dikembangkan dari sebuah penelitian yang dimulai pada tahun1979 oleh Dr. Rene van De Carr, seorang ahli kebidanan yang bekerja sama dengan seorang psikolog bernama Marc Lehrer guna mengembangkan stimulasi pralahir. Pendidikan pralahir pertama kali diterbitkan pada tahun 1992, setelah melewati proses penelitian semenjak 1979. Dari penelitian itu diyakini bahwa di dalam rahim, janin dapat melakukan banyak hal, seperti belajar serta merasakan perbedanna terang dan gelap.

Saat kandungan berusia 20 minggu, kemampuan janin berkembang pesat. Pada masa ini, biasanya para ibu melakukan stimulasi berupa permainan permainan belajar. Pada prinsipnya, janin dalam kandungan mendengarberbagai bunyi yang ada di lingkungannya. Tetapi, kebanyakan bunyi tersebut tidak beraturan. Jadi, langkah -langkah yang dapat Anda lakukan ialah sebagai berikut:

  1. Dirangsang menggunakan Selo atau Alat Musik Lainnya
  2. Berilah Tanggapan terhadap segala Aktivitas Bayi Anda
  3. Berbicara dengan Nada Teratur

(b)  Metode Gelnn Doman

Ada dua faktor yang sangat penting dalam mengajar anak. Pertama, sikap dan pendekatan orang tua. Kedua, mwmbatasi waktu dalam melakukan permainan, sehingga betul betul singkat. Hentikan permainan tersebut sebelum anak yang ingin menghentikannya.

(c)  Mendongeng menggunakan Alat peraga

Bercerita menggunakan Alat peraga sangat efektif bila digunakan oleh orang tua kepada anaknya. Aalat peraga yang digunakan berupagambar dan huruf yang ditulis berwarna warni pada kertas karton.

(d)  Bermain Gambar sambil Mengenal Huruf

Banyak orang tua yang tidak tahu bahwa melihat gambar termasuk salah satu bentuk membaca. Salah satu tugas orang tua dalam mempersiapkan nama depan anak ialah memastikan saat berusia 3-5 tahun sudah memiliki ketertarikan terhadap kegiatan “membaca” gambar, simbol, dan logo disekitarnya.

(e)  Metode Role Play

Metode ini sederhana, caranya ialah anak diajak bermain menggunakan berbagai macam permainan yang sudah ada atau kreasi sendiri. Anak bisa diajak bermain mencari huruf yang hilang, dan lainnya. Beri anak pujian setiap berhasil menebak huruf dengan benar.

(f)  Belajar Membaca dan Cerita

Bercerita di waktu santai juga bagus dalam rangka melatih kemampuan anak guna membaca keras. Membaca keras sangat penting bagi anak, karena membantu perkembangan daya serap serta konsentrasi.

Selain itu, Anda bisa melakukan beberapa kegiatan pendukung. Diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Selalu Membaca
  2. Perkenalkan Media Cetak
  3. Jadilah pendengar yang Baik
  4. Mengobrol dengan anak

(g)  Beberapa Metode Sederhana Lainnya

  1. Huruf dinding
  2. Memperkenalkan Alfabet melalui Komputer
  3. Memperkenalkan Alfabet dengan Bermain
  4. Metode Mengeja
  5. Metode Bertahap
  6. Metode Suku Kata
  7. Metode Games

Karya:

Aulia Revolusi pembuat Anak Candu Membaca, Aulia, Penerbit  DIVA Press, www.diovapress-onlie.com, No ISBN 978-602-7723-33-7

Kiat-Kiat Membesarkan Anak Yang Memiliki Kecerdasan Emosional


 

fatherSeperti kebanyakan orang tua, mereka ingin memperlakukan anak mereka dengan adil, dengan sabar, dan dengan rasa hormat. Mereka tahu bahwa dunia menghadapkan anak-anak dengan banyak tantangan, dan mereka ingin mendampingi anak-anak mereka, memberi ilham dan dukungan. Mereka ingin mengajarkan anak mereka bagaimana menangani masalah secara efektif dan ingin menjalin hubungan yang kuat dan sehat.

Para orang tua yang gagal mengajarkan kecerdasan emosional kepada anak-anak mereka itu, peneliti telah mengidentifikasinya menjadi tiga tipe :

  1. Orangtua yang mengabaikan, yang tidak menghiraukan, menganggap sepi, atau meremehkan emosi-emosi negatif anak mereka.
  2. Orangtua yang tidak menyetujui, yang bersifat krisi terhadap ungkapan perasaan-perasaan negative anak mereka dan barangkali memarahi atau menghukum mereka karena mengungkapkan emosinya,
  3. Orangtua Laissez-Faire, yang menerima emosinya anak mereka dan berempati dengan mereka, tetapi tidak memberikan bimbingan atau menentukan batas-batas pada tingkah laku anak mereka.

Proses pelayihan emosi yang ditemukan para peneliti dalam kajian-kajian terhadap interaksi-interaksi yang sukses antara orangtua dengan anak. Proses tersebut biasanya terjadi dalam lima langkah. Orangtua :

  1. Menyadari emosi anaknya,
  2. Mengakui emosi itu sebgai peluang untuk kedekatan dan mengajar,
  3. Mendengarkan dengan penuh empati dan meneguhkan perasaan anak tersebut,
  4. Menolong anaknya menemukan kata-kata untuk memberi nama emosi yang sedang didalaminya, dan
  5. Menentukan batas-batas sambil membantu anak memecahkan masalah yang dihadapi.

Pelatihan emosi membutuhkan keterlibatan dan kesabaran yang cukup besar. Seandainya kita ingin menyaksikan anak-anak kita mengatasi perasaan-perasaan, menangani stres, dan membina hubugan-hubungan sehat, kita tidak akan menutup diri atau mengabaikan ungkapan-ungkapan perasaan negatif, kita berhubungan dengan anak kita dan memberi bimbingan.

Meskipun kakek-nenek, guru, dan orang dewasa lainnya dapat berfungsi sebagai pelatih emosi dalam kehidupan seorang anak, sebagai orangtua, kita berada dalam posisi yang terbaik untuk tugas itu.

Hasil-hasil kajian tindak lanjut ini memperlihatkan kepada kami bahwa anak-anak dengan orangtua yang melatih emosi itu menjadi lebih baik dalam bidang-bidang unjuk kerja akademis, keterampilan bergaul, kesejahteraan emosional, dan kesehatan jasmaniah. Bahkan sewaktu menguji IQ-nya, perolehan matematika dan mambacanya lebih bagus.

Pengalaman itu menolong mereka untuk menanggapi satu sama lain dengan cara yang cerdas secara emosional. Langkah pertama yang diambil orangtua kea rah mendidik anak-anak yang secara emosional cerdas adalah memahami gaya mereka sendiri dalam menghadapi emosi dan bagaimana hal itu mempengaruhi anak-anak mereka.

Menilai Gaya Kita Sebagai Orangtua

Banyak keluarga mempunyai falsafah campur aduk tentang emosi, artinya sikap mereka terhadap ungkapan emosional barangkali berbeda-beda tergantung pada emosi yang diungkapkan. Orangtua barangkali berpendapat, misalnya, bahwa boleh-boleh saja kadang-kadang merasa sedih, tetapi ungkapan-ungkapan amarah itu dianggap tidak pantas atau berbahaya. Sebaliknya, mereka boleh jadi sangat menghargai amarah dalam diri anak mereka karena mereka melihatnya sebagai sikap tegas, tetapi mereka menganggap rasa takut atau rasa sedih sebagai pengecut atau kekanak-kanakan. Selain itu, masing-masing keluarga menerapkan pedoman yang berbeda-beda terhadap anggota-anggota keluarga.

Ada 4 gaya sebagai orangtua :

  1. Orangtua yang mengabaikan, akibat terhadap anak : mereka belajar bahwa perasaan-perasaan mereka itu keliru, tidak tepat, atau tidak sah.
  2. Orangtua yang tidak menyetujui, akibat terhadap anak : sama dengan gaya orangtua yang mengabaikan.
  3. Orangtua yang Laissez-Faire, akibatnya : mereka tidak belajar mengatur emosi mereka, mereka menghadapi kesulitan berkonsentrasi, menjalin persahabatan, bergaul dengan anak lain.
  4. Orangtua yang pelatih emosi, akibatnya : mereka belajar mempercayai perasaan-perasaan mereka, mengatur emosi-emosi mereka sendiri, dan menyelesaikan masalah-masalahnya. Mereka mempunyai harga diri yang tinggi, belajar dengan baik, dan bergaul dengan orang lain secara baik-baik.

Sifat orangtua yang mengabaikan, lama kelamaan mulai menganggap semua ungkapan kesedihan atau amarah anak-anak mereka sebagai tuntutan yang mustahil. Karena merasa frustasi atau dimanfaatkan, orangtua –orangtua ini bereaksi dengan meremehkan atau memperkecil kesedihan anak-anak mereka. Mereka mencoba memperkecil permasalahannya, membungkusnya, dan membuangnya sehingga dapat dilupakan.

Sebagai anak-anak, semacam orangtua seperti ini hanya mendapat sedikit bantuan sewaktu belajar mengatur emosi mereka sendiri. Oleh karena itu, sebagai orang dewasa, ketika mereka merasa sedih, mereka khawatir bahwa mereka akan tergelincir masuk ke dalam depresi yang tiada akhir. Atau, mereka merasa marah, mereka takut bahwa mereka akan menjadi marah besar dan melukai seseorang.

Sifat orangtua yang tidak menyetujui hampir sama dengan orangtua yang mengabaikan dengan berberapa perbedaan :secara mencolok orangtua tersebut kritis dan tidak tisak berempati saat mereka menggambarkan pengalaman-pengalaman emosional anaknya. Mereka bukan sekedar mengabaikan, menyangkal, atau meremehkan emosi-emosi negatif anaknya, mereka tidak menyetujui. Oleh karena itu, anak-anak mereka sering kali dimarahi, ditertibkan, atau dihukum karena mengungkapkan kesedihan, amarah, dan ketakutan.

Orangtua Laissez-Faire adalah orangtua yang penuh dengan empati bagi anak-anak mereka dan mereka memberitahukan kepada anak-anak itu bahwa apa pun yang mereka alami, ayah dan ibu akan memperbolehkannya. Masalahnya adalah, orangtua ini sering kali cenderung tidak terampil dan tidak bersedia memberikan bimbingan kepada anak-anak mereka tentang bagaimana cara mengatasi emosi-emosi mereka.

Orangtua pelatih berfungsi sebagai pemandu anak-anak mereka menempuh dunia emosi. Kajian-kajiannya memperlihatkan bahwa orangtua pelatih emosi mempunyai kesadaran yang kuat akan emosi-emosi mereka sendiri maupun emosi-emosi yang mereka kasihi.

Lima Langkah Penting Untuk Melatih Emosi

Langkah no. 1 menyadari emosi-emosi anak

Orangtua yang sadar terhadap emosi-emosi mereka sendiri dapat menggunakan kepekaan mereka untuk menyelaraskan diri dengan perasaan-perasaan anak mereka, tanpa memperhatikan betapa halus atau hebatnya. Namun, menjadi seorang yang peka dan sadar secara emosional bukan berarti kita selalu merasa mudah memahami perasaan-perasaan anak. Sering kali anak-anak mengungkapkan emosi mereka secara tidak langsung dan dengan cara membingungkan bagi orang dewasa. Bagaimanapun, jika kita mendengarkan secara seksama dan dengan hati yang terbuka, kita dapat memecahkan isyarat pesan yang secara tidak sadar tersembunyi oleh anak-anak dalam pergaulan mereka, permainan mereka, tingkah laku sehari-hari mereka.

Seandainya kita menduga bahwa anak sedang merasa sedih, marah, atau takut, ada baiknya mencoba meletakkan diri sendiri dalam posisi mereka, untuk melihat dunia dari sudut pandang mereka. Dan setiap kali kita merasa bahwa hati kita berpihak pada anak kita, maka kita tahu kita sedang merasakan apa yang dirasakan anak itu, kita sedang mengalami empati, yang merupakan landasan pelatihan emosi.

Langkah no. 2 mengakui emosi sebagai peluang untuk kedekatan dan mengajar

Bagi banyak orangtua, mengenali emosi negatif anak-anak mereka sebagai peluang untuk menjalin ikatan dan mengajar muncul sebagai suatu kelegaan, suatu pembebasan, suatu pengalaman besar “ini dia”. Menangani perasaan-perasaan yang rendah intensitasnya sebelum perasaan-perasaan itu meningkat memberikan pula suatu peluang kepada keluarga untuk melatih keterampilan mendengarkan dan menyelesaikan masalah sementara taruhannya masih kecil. Bila kita mengungkapkan minat dan keprihatinan terhadap mainan anak yang rusak atau ada goresan kecil, pengalaman itu merupakan batu-batu pembangun. Anak kita belajar kalau kita adalah sekutunya dan kita berdua memikirkan cara berkerja sama.

Langkah no. 3 mendengarkan dengan empati dan meneguhkan perasaan anak

Sewaktu mendengarkan anak pada saat-saat emosional, sadarlah bahwa menyampaikan pengamatan-pengamatan sederhana biasanya jauh lebih bermanfaat daripada mengajukan pertanyaan-pertanyaan menyelidik. Sebagai seorang anak kecil, mereka tidak memiliki keunggulan (atau kerugian) mawas diri bertahun-tahun, jadi barangkali mereka tidak siap memberikan jawabannya. Hindarilah pertanyaan-pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya.

Langkah no. 4 menolong anak memberi nama emosi dengan kata-kata

Memberi nama emosi berjalan berdampingan dengan empati. Oleh karena itu, bagi para orangtua bantulah anak-anak menemukan kata-kata untuk melukiskan apa yang sedang mereka rasakan. Bukan berarti memberitahu anak-anak bagaimana seharusnya mereka merasa. Ini berarti membantu mereka menyusun kosakata yang dapat mereka gunakan untuk mengungkapkan emosi mereka. Orangtua dapat membantu dalam suatu situasi dengan membimbing anak menjajaki rangkaian emosinya, dan dengan meyakinkannya bahwa sering kali wajar-wajar saja merasakan dua perasaan sekaligus.

Langkah no. 5 menentukan batas-batas sambil membantu anak memecahkan masalah

Keluarga-keluarga lebih baik menggunakan metode-metode mematok batas sehingga memungkin anak-anak untuk tetap mempertahankan rasa harga diri, martabat diri, dan kekuasaannya. Jika anak-anak diberitahukan aturan-aturannya dan pengendalian diri, mereka cenderung tidak nakal. Apabila anak-anak memilih suatu pemecahan terhadap sebuah masalah yang tidak berhasil, tolonglah mereka menganalisis mengapa hal itu gagal. Kemudian kita dapat memecahkan itu dengan cara baru.

STRATEGI MELATIH EMOSI

Hindari anak kita dari kritik yang berlebihan, komentar yang menghina, atau mengolok-olok. Jika orangtua melakukan hal tersebut anak mereka tidak akan mempercayai orangtuanya. Gunakan “anjang-anjang” dan pujian untuk melatih anak. Abaikan “agenda mengasuh anak”. Lalu ciptakan sebuah denah mental tentang kehidupan sehari-hari. Jangan “berpihak kepada musuh”. Jangan mencoba memaksakan pemecahan orantua dengan anak. Bagilah mimpi-mimpi dan khayalan anak. Bersikap jujur pada anak. Bacalah buku bersama-sama. Bersabarlah dengan prosesnya. Memahami basis kekuasaan sebagai orangtua. Percayalah pada kodrat baik perkembangan manusia.

Semua itu tidak tepat apabila orangtua tidak memiliki waktu yang banyak. Apabila orangtua terlalu marah dan terlalu lelah sehingga latihan emosi tidak berguna. Apabila harus menangani kenakalan berat. Apabila anak “berpura-pura” mengalami emosi untuk menipu.

PERKAWINAN, PERCERAIAN, DAN KESEHATAN EMOSIONAL ANAK

Tetap bersama-sama dalam sebuah perkawinan yang bermasalah dan bercerai dapat sama-sama memiliki pengaruh buruk bagi anak-anak. Karena secara tidak langsung hal itu membuat psikis anak terganggu.

Hal itu dapat dikurangi dengan beberapa metode. Yang pertama melatih emosi dalam perkawinan orangtua. Hindarilah empat pelari estafet yang menghancurkan. Pelari No. 1 kecaman, No.2 penghinaan, No. 3 sikap bertahan, No.4 diam seribu bahasa. Mengelola konflik perkawinan.

PERAN PENTING SANG AYAH

Terlibatlah dalam perawatan anak sejak kehamilan. Tetaplah peka terhadap kebutuhan sehari-hari anak sewaktu tumbuh. Usakanlah keseimbangan antara kehidupan kerja dengan kehidupan keluarga. Tetaplah terlibat dalam kehidupan anak tanpa mengingat status pernikahan. Ingatlah bahwa dengan mendengarkan secara penuh empati, dengan menolong anak memberi label pada perasaan mereka, dan membimbing mereka dalam cara menangani amarah dan kesedihan mereka, para ayah dapat menjadi semakin dekat dengan anak mereka dalam saat-saat krisis emosional.

PELATIHAN EMOSI SEWAKTU ANAK TUMBUH

Saat bayi kurang lebih tiga tahun dimana bayi berminat dalam interaksi social tatap muka. Bersemangatlah dan gunakanlah perasaan bila orangtua bermain dengan anaknya, dengan mengulangi ungkapan-ungkapan aneh dan tindakan-tindakan yang lembut dan berirama. Jika itu berhasil, bayi akan belajar menyampaikan rasa senangnya dengan tersenyum, tertawa terkekeh, menendang-nendang kegirangan, dan berteriak-teriak. Tanggapan semacam itu mendorong orangtua untuk menjadi lebih suka bermain, sambil menciptakan suatu lingkaran interaksi yang penuh kasih, penuh suka cita, dan bergerak ke atas, yang lebih lanjut memperkuat ikatan emosional antara anak bayi dengan orangtuanya.

Umur enam sampai delapan bulan merupakan penjajakan luarbiasa bagi bayi, suatu masa saat mereka menemukan dunia benda-benda, manusia-manusia, dan tempat-tempat. Secara serentak, mereka juga menemukan cara-cara baru untuk mengungkapkan dan menyampaikan perasaan-perasaan seperti  gembira, rasa ingin tahu, rasa takut, dan kecewa dengan dunia di sekitar mereka. Kesadaran yang mekar semacam itu berlanjut sampai membuka peluang-peluang baru untuk pelatihan emosi.

Umur Sembilan sampai dua belas bulan merupaka periode di mana bayi mulai memahami bahwa manusi dapat membagi gagasan-gagasan dan emosi-emosi mereka satu sama lain. Pada umur Sembilan bulan, bayi mulai memahami bahwa orangtuanya tahu perasaan hatinya.

Masa satu atau dua tahun merupakan saat yang menyenangkan dan menggairahkan sewaktu anak mengembangkan makna tentang dirinya sendiri dan mulai menajajki kemandiriannya. Tetapi, ada alasan yang baik bahwa periode ini pun diberi nama dua tahun yang mengerikan. Inilah saatnya anak-anak menjadi jauh lebih menonjol diri dan untuk pertama kalinya, mereka membangkang.

Terkadang umur dua sampai tiga tahun, anak-anak mulai mewujudkan tingkah laku yang mereka amati terlebih dahulu pada anggota-anggota keluarga lainnya. Kemampuan si anak untuk menyimpan ingatan tentang tindakan-tindakan dan peristiwa-peristiwa di benaknya dan kemudian mengambilnya kembali untuk ditirukan di kemudian hari.

Masa kanak-kanak awal (umur empat sampai tujuh tahun). Pada umur empat tahun, anak-anak lazimnya sudah keluar dan pergi ke mana-mana, bertemu teman baru, menghabiskan waktu dalam berbagai macam lingkungan.

Permainan khayalan digemari saat periode ini mungkin ada kaitannya dengan manfaatnya untuk menolong anak-anak mengatasi sejumlah besar rasa cemas yang cenderung memuncak pada awal taman kanak-kanak. Faktor dasar ketakutan adalah rasa takut akan ketidakberdayaan, takut ditinggalkan, takut akan kegelapan, takut akan mimpi-mimpi buruk, rasa takut akan pertengkaran orangtua, takut mati.

Periode pertengahan usia anak-anak (umur delapan sampai dua belas tahun) ini, anak-anak mulai berhubungan dengan suatu kelompok sosial yang lebih luas dan memahami pengaruh sosial. Mereka mungkin menjadi orang yang masuk atau keluar diantara rekan-rekan sebayanya. Pada waktu yang sama, anak-anak mulai tumbuh secara kognitif, dengan mempelajari kekuatan intelek atas emosi.

Karena semakin besar kesadarab anak terhadap pengaruh rekan sebayanya, mungkin kita mulai membedakan salah satu motivasinya yang utama dalam hidupnya adalah, bagaimanapun, menghindari rasa malu. Anak-anak seusia ini perlu merasa dekat secara emosional dengan orangtua mereka dan mereka membutuhkan bimbingan penuh kasih saying yang ditimbulkan oleh kedekatan tersebut.

Masa remaja merupakan periode yang ditandai oleh keprihatinan besar terhadap pertanyaan-pertanyaan identitas : Siapakah aku? Aku ini sedang menjadi apa? Aku ini harus menjadi apa? Oleh karena itu, jangan terperanjat bila anak tampaknya menjadi benar-benar terserap pada dirinya sendiri pada salah satu tahap di masa remaja itu.

Inilah beberapa nasihat dari seorang ahli psikologi :

Terimalah bahwa remaja merupakan masa bagi anak-anak untuk memisahkan diri dari orangtua mereka. Tunjukkanlah rasa hormat kepada anak kita yang sudah remaja. Doronglah pengambilan keputusan secara mandiri sementara tetap menjadi pelatih emosi bagi anak.

Kita harus awas terhadap apa yang terjadi dalam kehidupan anak. Terimalah dan teguhkanlah pengalaman-pengalaman emosional anak. Apabial timbul masalah, dengarkanlah dan dengarkanlah dengan penuh empati, tanpa mengadili. Dan jadilah sekutu bila ia datang kepada kita untuk minta pertolongan akan suatu masalah. Meskipun langkah-langkah ini sederhana, sekarang kita tahu bahwa langkah-angkah itu merupakan basis dukungan emosional seumur hidup antara orangtua dengan anak.

Sumber :John Gottman,Ph. D. & Joan Declaire Kiat-Kiat Membesarkan Anak Yang Memiliki Kecerdesan Emosional Pt. Gramedia Pustaka Utama: 1997

 

%d blogger menyukai ini: