Posts from the ‘RESENSI BUKU’ Category

POOR PEOPLE


jackmaJack Ma, founder of Alibaba berkata:

“Orang yg paling buruk untuk dilayani adalah Poor people:

  • Dikasih gratis, dipikir mau nipu
  • Dikasih tau investasi nya kecil, bilangnya hasilnya kecil
  • Dikasih yg inves nya besar, eh bilangnya ga ada uang….Dikasih tau untuk coba hal baru, bilang nya ga punya pengalaman
  • Dikasih tau bisnis tradisional, dibilang susah
  • Dikasi tau buka toko, dibilang ga bebas
  • Dikasih tau buka bisnis, bilangnya ga ada pengalaman

Poor people punya kesamaan..Mereka suka bertanya ke google. Mendengarkan teman yg sama susahnya dgn mereka. Mereka berpikir lebih banyak dari profesor dan bertindak lebih sedikit dari orang buta. Coba tanya mereka, “apa yg bisa mereka lakukan”. Mereka tidak akan bisa menjawab..

Kesimpulan saya : Daripada jantung Anda berdetak lebih kencang, kenapa bukan mengambil lebih banyak tindakan. Daripada cuman dipikirin terus, kenapa tidak mencoba sesuatu. Poor people gagal karena punya 1 sifat yang sama : Hidup mereka selalu menunggu. “Broke is temporary, Poor is state of mind”

Kiat Sukses Seleksi Pelanggan Paling Berpotensi


PETER CHEVERTONADA kenyataan bahwa anda tidak dapat menerapkan manajemen pelanggan paling berpotensi (Key Account Management) pada seorang pelanggan, si pelanggan harus menghendaki dan bersikap sukarela terhadap tujuan ekstra anda. Praktik manajemen pelanggan paling berpontensi (Key Account Management) menuntut kesepahaman antara pemasok dan pelanggan-dan pada tingkatan ini pelanggan memiliki kesempatam besar untuk memilih.

Ada 2 masalah dengan pendekatan pelanggan mana yang akan ‘memanggil anda untuk maju’, keduanya cukup serius sehingga dapat menimbulkan fatalisme yang tak termaafkan. Pertama, para pelanggan mungkin tidak sekedar berkeliling untuk memanggil anda. Kedua, mereka yang memang memanggil mungkin bukan yang anda inginkan.

Langkah 1 : Ketahui objektif anda
Langkah 2 : Pahami sumber daya anda
Langkah 3 : Bentuk tim seleksi
Langkah 4 : Petakan kesempatan yang nyata
Langkah 5 : Bentuk rencana segmentasi dan pemasaran
Langkah 6 : Gunakan matriks seleksi pelanggan paling berpotensi
Langkah 7 : Identidikasi faktor ketertarikan pelanggan
Langkah 8 : Ketahui kekuatan relatif anda
Langkah 9 : Fokuskan pada seleksi dan komunikasi
Langkah 10 : Kaji ulang

LANGKAH 1 :
“OBJEKTIF ANDA”

Langkah 1, melibatkan pertanyaan apa yang paling anda kehendaki dari Manajemen Pelanggan Paling Berpotensi- Key Account Management (KAM).
Key Account adalah pelanggan tempat kita menanamkan sejumlah investasi sumber daya perusahaan yang signifikan (investasi waktu dan sumber daya bisnis anda) dengan keyakinan bahwa pelanggan tersebut merupakan jalur terbaik untuk memenuhi ambisi jangka panjang kita.

Mengapa KAM penting dan mengapa sekarang?
1. Kematangan pasar, kompetisi semakin panas, dan ada kecenderungan para suplier meningkatkan komoditasnya.
2. Mendapatkan keuntungan kompetitif melalui produk atau teknologi menjadi semakin sulit, dan bagi banyak perusahaan hal tersebut tidak lagi menjadi pilihan.
3. Pelanggan tumbuh menjadi lebih besar, lebih mengglobal, lebih kompleks, dan lebih menuntut.
4. Makin tumbuhnya kecanggihan peran pembelian, terutama adanya perangkat elektronik.

Objektif anda sendiri tentu saja unik bagi lengkungan bisnis anda sendiri, dan jika tidak, mungkin objektif anda terlalu samar. Seperti semua objektif yang baik, objektif harus mengandung akronim SMART.
Spesific (khusus)
Measurable (terukur)
Achievable (dapat dicapai)
Relevant (berkaitan)
Timed (terjadwal)

Ada 6 objektif tertentu untuk KAM, yaitu :
1. Mempertahankan atau meretensi bisnis.
2. Bertumbuh dengan cara memenangkan jalan masuk ke pelanggan baru.
3. Mengelola pelanggan global atau regional dengan gaya yang konsisten dan penempatan yang layak.
4. Mengelola layanan pelanggan melalui multipel unit bisnis.
5. Membentuk suatu bisnis yang akrab pelanggan.
6. Pencapaian keandalan operasional

LANGKAH 2 :
“SUMBER DAYA ANDA”

Di bagian ini, hanya menjelaskan bagaimana cara mengelolanya guna membantu dalam proses pemilihan.
Ada 3 mode penjualan, yaitu :
1. The Milk Round
Intinya adalah bahwa dunia bertumbuh dari keteraturan dan efisiensi, yang lebih mudah dicapai dengan cara lain-memasuki pudat layanan, tim telesales, dan sistem e-commerce.
2. The Hunter

3. The Farmer
Ini merupakan penjualan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi pelanggan selang beberapa waktu.

LANGKAH 3
MERAKIT TIM PEMILIH

Pertemuan untuk menyelesaikan sesuatu berarti mempertemukan tim yang terdiri atas menusia yang tepat untuk mendiskusikan dan menyepakati salah satu keputusan yang paling penting yang harus di buat dalam bisnis.
1. Tim Ideal
Tim ini hanya akan ideal untul tujuan mengapa tim itu dibentuk, yaitu :
a. Untuk mengidentifikasi dan memilih key account.
b. Untuk memberikan kekuasaan yang sepantasnya kepada tim tersebut agar tim memiliki arti dalam bisnis.
2. Tim dalam praktik
Tugasnya adalah sebagai berikut :
a. Sebagai koordinator
b. Sebagai investigator sumber daya
c. Sebagai monitor evaluator
d. Sebagai implementer

LANGKAH 4
MEMETAKAN KESEMPATAN
Ada satu bahaya besar saat bisnis memilih key account-nya verdasarkan pelanggan yang paling sukses belakangan ini saja. Oleh karena itu, kita akan menggunakan analisis pemasaran, yaitu peta pasar.

Gunakan peta pasar untuk melihat kesempatan mendatang. Alat ini berupa diagram yang menunjukkan saluran (channel) ke pasar bagi produk atau jasa anda. Di sini membahas semua saluran dan semua pengaruh yang berakitan dengan saluran tersebut.

LANGKAH 5
RENCANA PEMASARAN dan SEGMENTASI PASAR

Segmen pasar adalah pengelompokan pelanggan yang memiliki kebutuhan, sikap dan perilaku membeli yang sama. Tentu saja, ada lusinan segmen karena di luar sekedar kebutuhan kita menunjukkan banyak bentuk sikap yang menakjubkan pada barang dan mempertontonkannya banyak cara untuk membeli dan menggunakannya. Setiap bentuk perilaku dan sikap tersebut menggambarkan segmen pasar potensial. Kita harus mencari jalan untuk menyatukan semua segmen mikro tersbut, untuk mendapatkan apa yang disebut sebagai segmen yang ‘viable’ -yang dapat hidup.

Segmentasi terdiri atas 3 proses, yaitu :
1. Menentukan apa dasar ‘potongan’ pasar segmen tersebut.
2. Memilih segmen yang ingin anda masuki.
3. Menetapkan sasaran pada setiap segmen yang aktif dengan bauran pemasaran yang unik.

Tujuan dari segmentasi adalah meletakkan fokus sumber daya yang terbatas pada kesempatan yang akan membawa anda ke tempat tujuan bisnis yang anda inginkan dan menggambarkan kesempatan terbaik untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Segmentasi dan KAM berjalan berdampingan. Tanpa segmentasi, pemilihan key account akan cenderung salah dalam ‘ukuran’, dan kebanyakan pasar terlalu besar dan terlalu beragam sehingga sulit digarap. 20% pelanggan yang memasok 80% kebutuhan bisnis merupakan key acccount (hukum pareto, 20:80)

LANGKAH 6
MATRIKS PENYELEKSI dan PENGIDENTIFIKASI PELANGGAN PALING BERPOTENSI

Tujuan dari matriks penyeleksi dan pengidentifikasi key account-KAISM adalah untuk memberikan suatu proses guna menangani 2 dilema berikut-‘demi hari ini atau esok’ dan ‘siapa memilih siapa?’.

Tujuan dan manfaat KAISM adalah :
1. Untuk mengindikasikan di mana kemungkinan terletak key account anda.
2. Untuk menimbulkan perdebatan mengenai kriteria dalam mengidentifikasikan key account.
3. Untuk mengidentifikasikan kriteria yang berkaitan dengan ambisi bisnis jangka panjang.
4. Untuk mendapatkan persetujuan bisnis yang luas atas kriteria tersebut.
5. Untuk mengidentifikasikan pelanggan potensial sebagaimana saat ‘mengkategorikan’ yang ada sekarang.
6. Untuk memahami persepsi pelanggan mengenai kekuatan kompetitif anda.
7. Untuk mengidentifikasi riset apa yang dibutuhkan tentang kekuatan pesaing.
8. Untuk mengidentifikasikan penelitian apa yang diperlukan pada kebutuhan dan persepsi pelanggan.
9. Untuk mendapatkan dukungan bisnis yang luas atas mereka yang dikategorikan sebagai key account, dan masih banyak tujuan yang lainnya.

LANGKAH 7
MENARIK PELANGGAN

Ada banyak faktor daya tarik, dan mungkin dapat terbantu mencarinya dengan mendekati daya tarik tersebut melalui 5 pertimbangan yang berbeda namun saling berkaitan, yaitu :
a. Mewakili daya tarik yang ‘murni’
b. Mengindikasikan kemungkinan sukses yang besar
c. Berkaitan dengan objektif jangka panjang bisnis anda
d. Membantu mengindikasikan peluang tertentu
e. Berdasarkan pendekatan realistis sumber daya dan kemampuan kita
Langkah 6 akan membawa kita pada prosedur berikut :
1. Idenfikasikan serangkaian kriteria daya tarik pelanggan
2. Ringkas menjadi 6 faktor daya tarik pelanggan
3. Beri bobot faktor tersebut untuk mengindikasikan tingkat kepentingannya
4. Beri peringkat semua pelanggan berdasarkan faktor-faktor tersebut
5. Lipat gandakan peringkatnya dengan pemberian bobot untuk mengidentifikasikan peringkat relatif dari daya tarik pelanggan
6. Posisikan pelanggan di sepanjang sumbu vertikal KAISM, berdasarkan daya tarik mereka

LANGKAH 8
KEKUATAN RELATIF

Sekarang anda harus melengkapi sumbu horisontal KAISM dan menentukan apa yang pelanggan pikirkan tentang anda. Langkah 8 akan membawa kita melalui prosedur berikut :
1. Mengidentifikasi serangkaian faktor rating suplier yang biasa digunakan untuk membandingkan kekuatan relatif dari para supplier.
2. Mengidentifikasikan seperangkat faktor peringkat supplier yang unik dan khusus yang digunakan sebagai dasar pertimbanagn pelanggan.
3. Memberikan bobot pada faktor tersebut untuk mengindikasikan tingkat kepentingannya.
4. Untuk setiap faktor memposisikan diri kita di antara pesaing berdasarkan pemahaman terbaik kita mengenai persepsi pelanggan.
5. Mengalikan peringkat itu dengan bobotnya untuk mengidentifikasikan kekuatan relatif para supplier.
6. Menempatkan pelanggan di sepanjang sumbu horisontal KAISM, yang mengindikasikan kekuatan kompetitif relatif kita dibandingkan yang lain.

LANGKAH 9
PEMILIHAN dan KOMUNIKASI
Pengalaman menunjukkan, bahwa hubungan paling baik dengan key account akan terjadi jika pelanggan amat terbuka dengan konsep hubungan tersebut. Anda tidak dapat memaksakan suatu hubungan dengan pelanggan.

Semakin banyak bobot yang anda berikan pada faktor daya tarik yang mengungkapkan kemungkinan yang realistis, dan semakin sedikit pada apa yang kita sebut sebagai daya tarik ‘murni’, semakin besar pilihan akhir mengemudikan anda ke arah rute pragmatis.

LANGKAH 10
REVIEW, REVIEW, REVIEW
Waktu terus berubah, demikian pula dengan analisis KAISM. Salah satu hal yang tersulit untuk dilakukan ketika waktu berlelu adalah mulai mengurangi jumlah sumber daya yang diberikan kepada konsumen yang dulu pernah memenuhi kriteria sebagai key account namun karena suatu alasan harus dilepaskan.

Perusahaan dibeli dan dijual. Kemudian tentu saja ada nama-nama baru perusahaan yang muncul. Namun benar adanya bahwa seseorang memilih pelanggan tersebut ketika itu karena mereka pikir bahwa pelanggan tersebut mewakili masa depan. Tanpa review atau kaji ulang secara berkelanjutan, banyak kerja keras dan prestasi baik yang akan menjadi tidak berarti dan bahkan, lebih buruk lagi, mulai merusak bisnis anda. Membuat rencana dengan pebgetahuan lama dan usang sering kali menjadikan segala sesuatu lebih buruk daripada apabila membuat rencana tanpa pengetahuan sama sekali.

Sumber :

Peter Cheverton, If You’re So Briliant… How Come You Can’t Identify Your Key Customers?, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 2003.

 

KIAT-KIAT PEMASARAN DARI REGIS McKENNA


REGIS MCKENNASELAMA dua puluh tahun terakhir ini, saya telah belajar di suatu sekolah bisnis terbaik dunia. Namanya Lembah Silikon (Silicon Valley). Bila orang mendengar Lembah Silikon, yang terbayang adalah teknologi maju. Bits dan bytes, chips dan RAMs. Tetapi untuk diri saya, kehebatan dan pentingnya Lembah Silikon bukan sekedar pada teknologi-teknologi barunya. Bagi diri saya, Lembah Silikon adalah sebuah laboratorium bagi gagasan-gagasan baru tentang bisnis dan pemasaran.

Pada saat saya pindah dari Pennsylvania ke California pada tahun 1963, orang belum mengenal Lembah Silikon. Tetapi daerah itu sudah tampak kekhasannya. Sekelompok insinyur berada disana. Mereka melakukan percobaan-percobaan dengan teknologi-teknologi baru dan menciptakan industri-industri baru. Laju perubahan di situ sungguh luar biasa. Tampaknya setiap hari terjadi penemuan baru, produk baru, dan perusahaan baru. Walau teknologi maju dengan sangat cepat, tampaknya cara orang melakukan bisnis di Lembah Silikon tak banyak berubah. Perusahaan-perusahaan disana masih juga memasarkan hasil-hasilnya dengan cara tradisional. Para insinyur menjual kepada para insinyur. Para penjual menekankan komunikasinya pada perincian teknis dan harga. Pendeknya, bisnis disana berorientasi pada teknologi dan penjualan.

Tak lama kemudian, menjadi jelas bagi saya bahwa pendekatan-pendekatan tradisional itu tidaklah sesuai dengan dunia yang pasarnya berubah sangat cepat dan produknya kompleks. Perusahaan-perusahaan di Lembah Silikon itu memerlukan strategi-strategi pemasaran semutakhir dan seinovatif produk-produk mereka. Karena itu, sementra para insinyur bereksperimen dengan teknolog-teknologi baru, saya memulai bereksperimen dengan gagasan baru tentang pemasaran dan komunikasi.

Pada tahun 1970 saya mendirikan perusahaan yang saya beri nama Regis McKenna. Inc. Perusahaan ini saya gunakan sebagai sarana dalam menguji-coba gagasan-gagasan saya. Bertahun-bertahun saya dan kawan-kawan telah bekerja bersama dengan beberapa perusahaan yang dikenal paling inovatif dan dinamis di dunia bisnis Amerika. Lebih dari satu dasawarsa kami telah bertindak selaku konsultan bagi manajemen puncak pada Intel, raja inovasi industri semikonduktor. Kami sudah membantu Apple Computer pada saat pendirinya, yaitu Steve Jobs masih bekerja di bengkelnya dengan modal di bank kurang dari $ 1.000. Secara keseluruhan kami sudah bekerja dengan lebih dari 150 perusahaan teknologi tinggi. Berdasar pengalaman-pengalaman itu, kami telah mengembangkan suatu ancangan baru terhadap pemasaran. Suatu ancangan yang memperhitungkan perubahan-perubahan dinamis dari industri dan pasar.

Suatu ancangan yang menekankan pada upaya membangun hubungan ketimbang sekedar promosi produk. Mengkonsumsikan konsep-konsep ketimbang sekedar informasi yang bercerai-cerai, dan menciptakan pasar-pasar baru ketimbang sekedar berbagi pangsa pasar yang sudah ada. Walaupun gagasan-gagasan pemasaran ini diuji-coba dan disempurnaka melalui perusahaan-perusahaan teknologi tinggi, mereka dapat pula diterapkan di banyak perusahaan lain. Kenyataannya memang semakin banyak perusahaan yang meninggalkan kaidah-kaidah tradisional dalam pemasaran. Dunia bisnis berubah dengan cepat, sementara gagasan-gagasan pemasaran tertinggal di belakang.

Dalam banyak hal, pengalaman-pengalaman Lembah Silikon dapat digunakan sebagai petunjuk yang berharga bagi industri lain. Lembah silikon, yang duduk di singgasana panglma perubahan, memberikan suatu cara bagi industri Amerika untuk memandang ke masa depan. Masalah-masalah pemasaran dan manajemen yang dihadapi perusahaan-perusahaan Lembah Silikon kemarin, hari ini akan dijumpai oleh dunia bisnis lain. Sedangkan masalah-masalah yang dihadapi Lembah Silikon hari ini, besok akan mengunjungi perusahaan-perusahaan lain.

Ada beberapa faktor penting yang mendorong munculnya kebutuhan akan ancangan-ancangan baru pemasaran. Yang terpenting adalah meningkatnya laju perubahan. Kaidah-kaidah pemasaran tradisional dirumuskan bagi pasar-pasar dan industri-industri yang statis. Kaidah-kaidah itu dilandasi asumsi bahwa teknologi dan pasar hanya berubah secara lambat. Tetapi dunia bisnis modern tidak mengenal istilah statis. Kemajuan-kemajuan teknologi menyebabkan produk-produk dan perusahaan-perusahaan berubah dengan lebih cepat. Strategi-strategi bisnis yang suatu hari tampak meyakinkan, di hari berikutnya segera saja tampak ketinggaln jaman.

Di masa lampau, perubahan teknologi memang berlangsung setahap demi setahap. Untuk membawa antibiotika dari sebuah konsep di dunia penelitian ke kenyataan di dunia bisnis diperlukan tiga puluh tahun. Juga diperlukan waktu yang sama untuk mengkomersilkan ritsleting (zipper). Namun kini segalanya berbeda. Produk-produk yang berlandaskan rekombinan DNA mencapai pasar dalam waktu kurang dari satu dasawarsa sejak dari dibelahnya genes yang pertama.

Alvin Troffler adalah orang yang pertama kali mencatat peningkatan laju perubahan ini. Dalam bukunya yang berjudul Future Shock ia menjelaskan :

“Di bidang apapun kita menyaksikan kecenderungan percepatan – semakin jauh jarak dapat kita tempuh, semakin tinggi tempat dapat kita capai, semakin banyak mineral dapat kita tambang, atau semakin hebat tenaga dapat kita peroleh. Polanya begitu jelas dan tak diragukan. Beribu dan beratus tahun berlalu, dan kini, pada jaman kita ini, kita saksikan kejutan-kejutan, perubahan-perubahan di luar dugaan suatu loncatan ke depan yang sungguh fantastis”.

Percepatan ini tampak saling menonjol pada industri-industri teknologi tinggi. Satu tahun umur anjing setara dengan tujuh tahun umur manusia. Demikian pula kiranya, satu tahun dalam bisnis teknologi tinggi setara dengan tujuh tahun dalam bisnis bidang lain. Menurut perhitungan, dalam setiap tiga puluh detik terjadi satu inovasi di Lembah Silikon. Produk-produk serasa berpindah dari meja disain ke pasaran dalam kecepatan cahaya. Gagasan baru yang muncul hari ini, besok sudah dapat anda temui sebagai produk baru di pasaran.

Laju perubahan kini meningkat juga di industri-industri jalur lama, dan ini membuat para manajer disana menjadi pusing tujuh keliling. Teknologi-teknologi yang telah mendorong terbentuknya Lembah Silikon, akhirnya mulai merayah pula industri-industri dewasa. Pemroses mikro, komputer baru, paket piranti lunak baru dapat secara serius mempengaruhi arah dan laju perubahan di industri-industri lain.

Corak dan mode baru akan sampai ke pasar dalam waktu yang lebih cepat. Bila seorang perancang mode pada suatu hari menyelesaikan desainnya, maka pada hari itu juga baju-baju rancangannya sudah akan terpasang di took-toko. Sinyal-sinyal elektronis dari computer milik si perancang akan mengirim instruksi-istruksi kepada computer milik pabrik. Sesudah itu, sinar laser akan mengambil alih proses kerja berikutnya.

Sistem jenis ini akan memungkinkan pabrik-pabrik pakaian jadi mendapat keluwasan yang luar biasa. Biasanya, baju-baju dibuat dalam mode dan ukuran-ukuran yang terbatas. Kini, keterbatasan itu tak aka ada lagi. Bukankah untuk mengubah ukuran atau mode sebuah baju misalnya, orang cukup memprogram kembali lasernya? Mesin yang memproduksi baju ukuran 6 kini juga akan mampu menghasilkan baju ukuran 16. Kini, kita telah bergeser dari jaman barang-barang kodian ke jaman barang sesuai pesanan. Dulu Henry Ford menghasilkan mobil-mobil hitamnya yang anggun. Kini, mobil akan keluar dari pabrik setiap saat dengan beragam bentuk, ukuran, warna dan kekhasan. KIni, keanekaragaman tidaklah lebih mahal disbanding dengan keseragaman.

Dalam lingkungan baru ini, manajer-manajer pemasaran harus belajar untuk menghadapi setiap pelanggan sebagai perorangan (individu). Semakin lama, para pelanggan akan menuntut semakin banyak keanekaragaman produk. Setiap orang ingin sedikit berbeda dengan yang lain. Mengapa banyak orang yang menginginkan boneka-boneka Cabbage Patch? Tak lain karena setiap boneka itu unik, memliki perbedaan dengan yang lain, walau sedikit. Petumbuhan keanekaragaman produk-produk industri ini tampak nyata terjadi di sekitar kita. Anda dapat membuktikannya dengan menyaksikan kehadiran berbagai model mobil di jalan raya. Atau berbagai model baju yang dikenakan orang. Di Amerika serikat sebuah toserba yang sedang besarnya, menjajakan tidak kurang dari 10.000 produk atau merek. Menurut sebuah artikel pada Wall Street Journal, setiap hari diperkenalkan tujuh jenis produk makanan baru. Dalam 8 bulan pertama di tahun 1984, misalnya, tak kurang dari Sembilan produk granola-bar(sejenis permen coklat) memasuki pasar.

Jelasnya, para manajer banyak disibukkan untuk berpacu dengan laju perubahan-perubahan ini. Majalah Business Week mengungkapkan hal ini pada saat mengevaluasi kembali sejumlah perusahaan yang telah diamati dan dipuji dalam buku terlaris tahun 1982 In Searchof Excellent. Artikel Business Week mengungkapkan tentang banyaknya perusahaan “hebat” yang telah tergelincir. Penyebab utamanya: kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dalam pasar.

Sebuah artikel yang terbit tahun 1981 dalam Journal of Marketting juga sampai pada kesimpulan yang sama. Dalam mempersiapkan artikel yang berjudul “Top Managements Conserns About Marketing: Issues for the 1980’s” itu, Frederick Webster, Jr. mewawancara eksekutif puncak dari dua puluh satu perusahaan, termasuk Kodak, General Electric, General Foods, IBM, dan Mobil. Hampir semua dari mereka setuju bahwa perubahan mendasar memang diperlukan. Mereka mengeluh bahwa para manajer pemasaran “kurang inovatif dan berjiwa wiraswasta dalam berfikir dan membuat keputusan.”

Dalam kegiatan ini kami sebagai konsultan, melalui Regis McKenna, Inc, kami membantu perusahaan-perusahaan mengatasi masalah-masalah tersebut. Dengan setiap klien, kami mempelajari kelemahan-kelemahan, harapan-harapan dan tujuan-tujuan dari perusahaannya. Kemudian kami bandingkan tujuan-tujuan dari peusahaannya. Kemudian kami bandingkan tujuan-tujuan perusahaan itu dengan sikap-sikap, persepsi-persepsi, dan kecenderungan-kecenderungan pasar. Dalam kerangka ini, kami membantu perusahaan mengembangkan strategi pencapaian posisi, yaitu suatu rencana agar perusahaan dapat menunjukkan dan mempertahankan kehadirannya di arena pasar.

Di atas semuanya itu, para manajer harus bersedia mengubah rencananya bila pasar berubah. Perusahaan-perusahaan, teknologi dan produk-produk adalah sesuatu yang selalu berubah. Karena itu strategi pemasaran pun harus pula selalu berubah. Memasarkan suatu produk adalah suatu eksperimen terus-menerus. Tak satupun yang pasti. Para manajer harus selalu memantau, mengubah, memantau dan mengubah.

Pencapaian Posisi Secara Dinamis: Tulang Punggung Pemasaran Baru

Berpikir secara dinamis
Jika anda mengatakan “foto kilat” kepada seseorang, mungkin ia akan segera teringat Polaroid. Jika anda berkata “komputer inovatif” barangkali pikirannya akan segera melayangkan kepada Apple. Dan jika anda berbicara kepada beberapa rekan tentang “fotokopi yang bagus”, mungkin sekali mereka akan segera berpikir tentang Xerox.

Perusahaan-perusahaan tersebut memang perusahaan yang telah berhasil menempatkan dirinya dalam kancah pasar. Masing-masing mereka telah membangun citra keberadaan diri dan citra produknya yang khas. Citra keberadaan dir yang telah sampai pada taraf demikian itu, sungguh merupakan kekuatan yang ampuh pemasaran. Memang, inti dari setiap strategi pemasaran yang baik tak lain adalah suatu strategi pencapaian posisi secara tepat. Pemasaran gaya baru adalah, dalam arti luas, suatu pertempuran untuk merebut posisi.

Pendekatan-pendekatan standard terhadap pencapaian posisi tidak dapat dijamin selalu berhasil. Sebuah perusahaan yang hari ini No. 1 tak dapat dijamin untuk tetap menduduki No. 1 besok pagi. Teknologi-teknologi yang tampaknya menduduki posisi kokoh dapat berubah menjadi rawan hanya dalam tempo semalam. Tak ada iklan, berapapun banyaknya, yang dapat mencegah kejadian itu. Walau dengan slogan-slogan terbaik sekalipun, sebuah perusahaan dapat saja kehilangan posisinya dalam pasar.

Tulang Punggung Baru
Inti dari proses pencapaian posisi secara dinamis mengandung beberapa gagasan penting. Gagasan-gagasan itu juga mempengaruhi setiap tahap dari proses pencapaian posisi. Dan karena itu, mereka sangat menentukan keberhasilan dari suatu strategi pemasaran.

Gagasan kunci ini dapat dianggap sebagai tulang punggung bagi proses penentuan posisi secara dinamis. Mereka merupakan penopang dan kerangka bagi proses itu. Tanpa mereka, proses itu akan berantakan.

Meraih Posisi Produk: Empat Kaidah Berharga

(1). Memahami Lingkungan
Mari kita bayangkan tentang dua buah merk anggur. Keduanya dibuat dari buah anggur yang sama kualitasnya, ditempatkan dalam botol-botol yang sama jenisnya, dan disimpan (diperam) dalam ruang penyimpanan yang sama. Pokoknya, segalanya sama. Sulit untuk membedakan satu dengan lainnya. Tetapi marilah kita bayangkan bahwa salah satu dari kedua merek itu dipajang di rak sebuah toko serba ada. Sedangkan yang lain hanya dapat dijumpai di restoran-restoran mewah. Nah, kini keduanya jadi berbeda. Anggur yang berderet di rak toko serba ada tadi segera saja akan mengesankan minuman kualitas menengah. Sedang merek yang satu lagi, yang berderet di lemari dingin restoran mewah akan memberikan citra minuan kualitas istimewa.

Contoh diatas menunjukkan betapa besarnya pengaruh lingkungan. Sebagaimana saya utarakan di muka, lingkunganlah yang menentukan citr suatu produk. Suatu produk tak akan dipandang secara tersendiri. Unsur-unsur dari lingkungan, yaitu kecenderungan teknologis, dinamika pasar, persaingan, kecenderungan-kecenderungan social dan ekonomi, semuanya berpengaruh terhadap cara masyarakatpembeli memandang produk itu.

(2). Memusatkan Diri Pada Hal-hal Tak Tampak
Perusahaan pada umumnya senang membandingkan produk. Sudah jamak bila ada sebuah perusahaan mengunggul-unggulka produknya sebagai yang berharga paling murah atau 25 persen lebih kuat dibandingkan produk lain. Jadi, sebagian besar perusahaan tampaknya memusatkan strategi meraih posisi produknya pada harga dan “specsmanship” (yaitu mempromosikan suatu produk melalui keandalan spesifikasi teknisnya, atau “specs”).

(3). Mendapatkan Sasaran Yang Tepat
Upaya meraih posisi produk tidak melulu bersandar pada ciri-ciri produk, baik itu tampak ataupun tak tampak. Ia juga ditentukan oleh bagaimana mengarahkan produk itu ke sasaran. Perusahaan dapat memperoleh posisi produk yang kuat dengan memusatkan diri pada pangsa atau segmen pasar tertentu. Pemain-pemain baseball tempo dulu kerap berujar: “Pukul mereka selagi lengah.” Perusahaan-perusahaanpun dapat berlaku serupa. Mereka dapat mengambil segmen pasar yang diabaikan oleh perusahaan-perusahaan lain.

Jarang perusahaan yang telah berhasil memilih sasaran pasar sebaik yang dicapai Metaphor Computer System. Didirikan pada tahun 1983 oleh sekelompok usahawan dari Xerox, Metaphor mengembangkan suatu sistem komputer yang memungkinkan para manajer dan analis mendapatkan akses yang cepat dan mudah ke data bisnis. Sistem itu menghimpun angka-angka statistik dari computer besar (mainframe) perusahaan-perusahaan itu sendiri dan data dari sumber-sumber luar, kemudia menggabungkan semua informasi yang terhimpun menjadi bentuk yang mudah digunakan oleh para manajer di meja kerjanya.

(4). Bereksperimen dan Berubah
Upaya meraih posisi produk bukanlah upaya yang cukup dilakukan sekali saja. Ia adalah sebuah proses yang tak pernah ada akhirnya. Seorang presiden direktur sebuah perusahaan pernah berkata kepada saya begini: “Bagaimana kita bias meraih posisi dalam kancah pasar yang selalu berubah setiap tiga bulan?” Pertanyaan ini bagus sekali. Pencapaian posisi secara dinamis adalah suatu proses yang rumit. Satu-satunya cara untuk dapat bertahan hidup dalam kancah-kancah pasar yang dinamis adalah dengan memelihara agar proses pencapaian posisi tetap luwes (flexible). Perusahaan harus mau bereksperimen dan belajar serta berubah. Taka da benar dan salah. Dalam kenyataan, jalan menuju sukses kerap kali bahkan penuh dengan kegagalan.

Mengapa Rencana-rencana Pemasaran Gagal: Sepuluh Pesaing

Persaingan Tak Tampak

Para pesaing tak tampak ini merupakan penyebab utama kegagalan rencana-rencana pemasaran. Jika perusahaan dapat mengatasi para pesaing ini, maka ia akan mencapai sukses tak peduli apapun yang dilakukan perusahaan-perusahaan lain sejenis. Berikut sepuluh pesaing tak tampak yang umumnya dihadapi perusahaan-perusahaan tak peduli di industri apapun.

Mereka itu adalah:
1. Perubahan
2. Penolakan terhadap perubahan
3. Pengetahuan masyarakat tentang produk
4. Jalan pikiran para pembeli
5. Mentalitas kebesaran
6. Mentalitas Komoditi
7. Rantai-rantai putus
8. Konsep tentang produk
9. Guncangan di malam hari
10. Anda sendiri

Pesaing Ke-1: Perubahan

Masyarakat kita perubahan berada dalam keadaan berubah terus menerus. Segala sesuatu berubah. Perubahan-perubahan berubah. Suatu hari sebuah surat kabar memberitakan tentang sebuah perusahaan komputer yang mencapai penjualan $ 100 juta. Beberapa minggu kemudian, surat kabar yang sama memberitakan bahwa perusahaan yang sama sedang mengalami kebangkrutan. Perubahan telah menjadi bagian dari kehidupan kita. Sesuatu akan selalu menggeser yang lain.Kita menghancurkan yang lama dan menciptakan baru.

Di semua industry, perubahan-perubahan merupakan pesaing yang tangguh. Apa yang dapat dilakukan para manajer pemasaran untuk mengatasi pesaing ini? Ada dua hal. Pertama, para manajer pemasaran harus terus-menurus meninjau kembali asumsi mereka. Mereka harus selalu bertanya terhadap diri sendiri. Kedua, para manajer pemasaran harus selalu menempelkan telinganya ke tanah. Mereka harus bias menangkap gejolak perubahan pada saat awal dia muncul. Mereka harus memantau pasar, hidup bersama pasar, bekerja bersama pasar. Kerapkali, perubahan tidak menempakkan sosoknya dalam bentuk angka-angka dan statistik sebelum ia lewat. Karena itu orang-orang pemasaran harus mengembangkan kemampuannya intuisinya terhadap pasar. Mereka harus rajin menemui para agenatau penyalur dan mendengar pendapat-pendapatnya. Danmereka harus benar-benar mendengarkan. Inilah cara satu-satunya untuk mengenali perubahan sehingga dapat bereaksi tepat pada waktunya.

Pesaing Ke-2: Penolakan Terhadap Perubahan

Kadangkala perusahaan-perusahaan menyadari bahwa perubahan sedang terjadi, tetapi mereka tetap bereaksi. Bagi perusahaan-perusahaan semacam ini, pesaingnya adalah penolakan (resistensi) terhadap perubahan. Menolak perubahan dapat saa parah akibatnya dengan mengabaikan perubahan. Perusahaan dapat tertinggal oleh laju perkembangan ekonomi.

Apa yang menyebabkan perusahaan-perusahaan resisiten terhadap perubahan? Kadangkala birokrasilah yang menjadi kambing hitam. Kadangkala hanya karena orang takut dan ngeri terhadap hal-hal baru. Orang cenderung untuk tidak sreg (klop) dengan gagasan-gagasan. Mereka lebih suka memandang ke masa lampau, ketimbang ke masa depan. Hantu resistensi terhadap perubahan jarang mencengkam perusahaan-perusahaan wirausaha muda. Para wirausaha tumbuh sumbuh diatas lahan inovasi dan perubahan. Mereka selalu dengan senang hati bereksperimen dengan gagasan-gagasan dan teknologi-teknologi baru.

Resistensi terhadap perubahan adalah sesuatu yang terkutuk bagi para wirausaha.
Namun demikian, pada saat perusahaan-perusahaan wirausaha tumbuh menjadi besar, mereka lambat laun menjadi resisten terhadap perubahan. Mereka mulai lebih banyak memikirkan tentang produksi skala besar. Mereka menanam modal dalam peralatan yang bersifat khusus yang menyebabkan mereka harus memproduksi barang-barang tertentu secara berulang-ulang. Mereka mulai mempertanyakan hal-hal seperti: “Bagaimana mempertahankan pabrik-pabrik saya tetap berjalan?” dan “Bagaimanan mengusahakan agar dapat mempertahankan laju penjualan produk saya setiap bulan?”.

Pesaing Ke-3: Pengetahuan Masyarakat Tentang Produk

Seorang pembeli yang kurang informasi memang mudah merasa puas. Tetapi dewasa ini tak banyak pembeli yang kurang informasi. Masyarakat pembeli dewasa ini memiliki akses lebih besar terhadap informasi tentang produk. Mereka juga memelajari informasi itu dengan cermat. Dengan produk-produk teknologi, pembeli tak bisa lagi diabaikan. Mereka kini telah “melek teknologi”.

Kemelekan teknologi jelas merupakan tantangan bagi pabrik-pabrik. Para pembeli tidak lagi bisa dibohongi. Mereka ingin mengetahui lebih banyak. Mereka skeptis dan kritis, serta lebih sering merasa tidak puas. Pabrik-pabrik dituntut untuk dapat memenuhi harapan-harapan yang lebih tinggi.Perhatikan betapa banyak informasi tentang komputer yang sampai ke masyarakat dewasa ini. Beberapa tahun yang lalu baru ada beberapa majalahtentang komputer. Kini jumlahnya telah mencapai ratusan.

Untuk berhasil, perusahaan-perusahaan harus dapat mengubah peningkatan pengetahuan masyarakat terhadap produk-produk mereka dari hambatan menjadi modal. Daripada menentang masyarakat yang skeptis dan kritis tadi, lebih baik belajar dari mereka. Mereka harus mau menampung umpan balikdari masyarakat, kemudian menyesuaikan produk dan strateginya untuk memenuhi kebutuhan pasar. Perusahaam-perusahaan yang berbasis teknologi harus belajar dari kenyataan ini. Karena pembeli menjadi semakin luas pengetahuannya dan semakin kritis terhadap produk-produk teknologi. Perusahaan-perusahaan pun harus semakin sensitive terhadap kebutuhan para pembeli itu. Filsuf John Stuart Mill pernah berkata begini: “Lebih baik menjadi Aristoteles yang kecewa ketimbang menjadi si dungu yang puas.” Para pembeli produk-produk teknologi tampaknya mengikuti nasihat Mill ini. Mengapa perusahaan-perusahaan tidak mengikuti juga?

Pesaing Ke-4: Jalan Fikiran Pembeli

Orang-orang yang bergerak di bisnis berbasis teknologi cenderung menganggap bahwa pengambilan keputusan adalah proses yang sederhana dan rasional. Mereka keliru. Kenyataannya, pada saat seseorang mempertimbangkan untuk membeli sesuatu, proses pengambilan keputusannya tidaklah sederhana dan rasional. Segala bentuk rasa khawatir, curiga, dan factor-faktor psikolois lain memainkan perannya.

Memenangkan dan menguasai jalan pikiran pembeli adalah tantangan utama bagi pemasaran. Jalan pikiran pembeli dapat dilihat baik sebagai pesaing atau alat yang kompetitif. Kadang kala jalan pikiran pembeli dapat bertindak sebagai halangan bagi keberhasilan. Tetapi bila perusahaan dapat memahami jaln pikiran pembeli, mereka dapat memanfaatkan faktor-faktor psikologis yang ada.

Sikap pembeli terhadap sebuah produk tidaklah timbul akibat satu kejadian atau satu iklan. Sikap mereka berkembang sedikit demi sedikit. Secara terus-menerus berubah dan berputar mengikuti proses pengambilan keputusan dan akan tetap berkembang setelah keputusan diambil. “Citra produk” adalah sekedar himpunan dari semua sikap ini. Jalan pikiran pembeli dapat dipengaruhi pada dipengaruhi pada setiap tahap proses pengambilan keputusan. Mula-mula, orang menjadi maklum akan adanya sesuatu produk. Kemudian, mereka menyadari akan kebutuhan produk itu. Pada fase itu mereka akan mencoba mencari informasi lebih banyak tentang produk itu. Mereka mengharap memperoleh kepuasan selama menggunakan produk tersebut. Bila kepuasan itu ternyata kurang dari harapannya, sikap mereka akan berubah menjadi negative.

Untuk memenangkan pertempuran melawan jalan pikiran pembeli ini, perusahaan harus bertempur dengan para hantu psikologis tadi. Mereka harus dapat menyediakan “faktor-faktor penyenang” yang dapat membuat pembeli merasa tenang dan aman. Faktor penyenang ini amat penting, apalagi bagi produk-produk yang secara teknis bersifat rumit. Perusahaan juga harus menunjukan kepada pembeli bahwa ia cukup kuat secara finansial maupun teknis untuk memenuhi semua kebutuhan pembeli di masa mendatang.

Untuk berhasil di pasar, perusahaan-perusahaan juga harus bergiat untuk memahami jalan pikiran pembeli. Tidaklah cukup sekedar mengetahui apa saja produk pesaing yang ada di pasar dan siapa saja pemakainya. Para pemasar harus memahami hantu-hantu psikologis dan faktor-faktor penyenang yang mempengaruhi jalan pikiran pembeli. Kemudian berupaya memanfaatkan faktor-faktor penyenang itu untuk kepentingan mereka.

Pesaing Ke-5: Mentalitas Komoditi

Apa yang baik bagi proses pembuat produk tidak selalu baik bagi pemasaran. Untuk efisiensi, rendahnya biaya produksi, tak ada yang mengalahkan komoditi. Dengan mebuat produk komoditi, yang sama dari waktu ke waktu, perusahaan dapat menghalau hambatan-hambatan proses produksi. Dengan meningkatnya volume produksi, perusahaan akan bergerak menuruni apa yang disebut kurva belajar, dan biaya produksipun akan semakin menurun dan menurun.

Perusahaan-perusahaan yang memandang produk-produknya sebagai komuditi, akan menghadapi kesulitan dalam bersaing, yang semakin lama semakn meningkat. Khusunya pada pasar-pasar yang terus berkembang. Bagaimana cara perusahaan menghindari dari perangkap komuditi ini? Mengawinkan kepentingan yang berbeda antara proses produksi dan pemasaran tidak selamanya mudah. Tetapi itu dapat dilakukan. Kuncinya adalah dengan memandang produk tidak sekedar sebagai sesuatu yang bersifat fisik. Walaupun sebuah perusahaan menjual produk-produk komoditi, ia toh tetap dapat membuat produk-produknya berbeda melalui layanan, dukungan, atau pemasaran bertarget. Ia dapat meninggalkan mentalitas komoditinya di pabrik, dan membawa mentalitas keanekaragaman ke kancah pasar.

Pesaing Ke-6: Mentalitas Kebesaran
Memang, berbagai penelitian yang dilakukan selalu menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan kecil lebih inovatif dan lebih produktif di banding perusahaan-perusahaan besar. Sayangnya, begitu perusahaan kecil tumbuh menjadi besar, sebagian besar terjebak pada masalah yang dialami perusahaan-perusahaan besar. Mereka menjadi kurang kreatif dan kurang dinamis. Mereka mulai kejangkit penyakit mentalitas kebesaran.

Unsur utama dari mentalitas kebesaran ini adalah keengganan mengambil resiko. Perusahaan-perusahaan kecil memang tak mampu untuk bermewah-mewah dijalan mulus. Mereka tak mungkin bersaing dengan perusahaan-perusahaan besar dibidang ini. Karena itu mereka harus selalu berfikir, mencari gagasan-gagasan baru, bereksperimen dengan pendekatan-pendekatan baru, dan mencoba hal-hal baru. Mereka dihadapkan pada jalan simbang: berinovasi atau mati konyol.

Pesaing Ke-7: Rantai-rantai Putus
Dunia bisnis penuh dengan rantai-rantai dan hubungan-hubungan. Proses-proses dan produk-produk dihubungkan satu sama lain dalam rantai besar yang pada akhirnya akan menjembatani perusahaan-perusahaan dengan masyarakat pembeli. Untuk lebih jelasnya lagi, marilah kita simak rantai yang paling penting: Rantai produk-pembeli. Rantai ini menghubungkan segala sesuatu yang terdapat dalam proses pembuatan produk dan proses pemasaran. Ia bermula dari desain produk dan perencanaan produk. Kemudian menjalar ke pengembangan produk, pembuatan, pemasaran, penjualan, distribusi, dukungan terhadap produk, dan pelayanan. Mata rantai ujungnya adalah pembeli.

Mata rantai penting lain dalam pemasaran adalah apa yang kita kenal dengan “pola-pola konsumsi”. Pola-pola ini pada hakikatnya adalah rantai-rantai produk ke produk. Mereka meranglaikan penjualan berbagai jenis produk dalam satu untaian. Rantai lain yang juga penting adalah rantai antara berbagai pasar. Penjualan suatu produk ke suatu pasar mempengaruhi penjualan produ yang sama ke pasar-pasar lain. Dalam bisnis komputer pribadi misalnya, pasar rumah tangga dan pasar perkantoran erat berkaitan. Orang yang menggunakan komputer pribadi di kantornya, cenderung ingin membelinya untuk di rumah. Demikian juga sebaliknya, orang yang memiliki komputer pribadi dirumahnya cenderung untuk mempengaruhi kantornya agar menggunakan komputer.

Pesaing ke-8: Konsep Tentang Produk
Perusahaan-perusahaan tak akan bisa bertahan dengan memandang produk-produk mereka secara sempit. Mereka harus mencari peluang dan mengantisipasi persaingan ke setiap arah. Sebuah perusahaan dengan komsep tentang produk yang sempit akan melangkah ke pasar dengan mata setengah buta. Pasti ia ia akan segera dihadang kesulitan. Konsep tentang produk itu sendiri akan menjadi pesaing bagi dirinya.

Pesaing Ke-9: Guncangan
Tak peduli betapa hebatnya kepahaman sebuah perusahaan terhadap pasar, kadang kala ia masih kena pukul secara tiba-tiba. Teknologi-teknologi baru, perusahaan-perusahaan baru, aplikasi-aplikasi baru, semuanya dapat mengguncangkan sebuah industry dalam tempo yang tak terduga. Saya namakan kejadian-kejadian yang tak dapat diantisipasi ini sebagai “guncangan di malam hari”. Perusahaan-perusahaan tak melihat kedatangan mereka. Secara mendadak, seperti guncangan es yang mengkandaskan Titanic, mereka dapat mengakibatkan kerusakan hebat.

Pesaing Ke-10: Anda Sendiri
Inilah pesaing yang paling bandel. Mesin-mesin tak mungkin melakukan persaingan. Tetapi manusia gemar sekali melakukan itu. Mereka bersaing mengincar peluang-peluang di pasar untuk dapat memanfaatkannya. Tetapi manusia juga bersaing dengan dirinya sendiri. Banyak hal yang membawa seseorang melakukan hal itu. Pada saat seseorang meremehkan gagasannya sendiri hanya karena gagasan-gagasan itu belum pernah di coba, ia sedang bersaing dengan diri sendiri. Pada saat seseorang, di pihak lain, menganggap dirinya amat kuat sehingga tak mungkin pernah gagal, ia pun sedang bersaing dengan diri sendiri. Demikian pun bila seseorang tak mau mendengar omongan orang lain, enggan terhadap perubahan, dan tak suka bereksperimen.

Kita harus membiarkan diri kita terbuka agar dapat berfikir secara kreatif. Dengan pasar-pasar yang berubah begitu cepatnya, para manajer harus dapat menganalisa situsi-situasi baru dan melakukan pendekatan-pendekatan kreatif. Pendekatan- pendekatan lama tak akan efektif bagi persoalan-persoalan baru.

Sumber : Regis Mckenna, Kiat Pemasaran, Pustaka Binaman Pressindo Jakarta, 1996

IDE PENJUALAN DOSIS TINGGI


hp1A. Maanfaatkan Tim Penjualan anda
Dalam sebuah bisnis, penghubung yang paling penting antara anda dengan konsumen adalah tim penjualan. Tim penjualan merupakan garda terdepan yang bisa menghasilkan keuntungan bagi bisnis anda. Tim penjualan tidak hanya menjual produk atau jasa anda, namum mereka juga mempunyai akses informasi penjualan yang penting bagi perusahaan. Entah mengenai kebutuhan konsumen, minat konsumen atau kebiasaan membeli konsumen.

Oleh karena itu penting bagi anda untuk mengetahui struktur tenaga penjualan anda. Karena struktur penjualan anda tersebut akan menggambarkan bentuk atau metode penjualan anda. Tim penjualan bisa dalam bentuk berbeda-beda dan banyak ragamnya. Tetapi tanggung jawab mereka pada umumnya hanya terbagi menjadi tiga kategori.

  1. Penjualan di dalam. Mereka melakukan penjualan saat berada di kantor. Telemarketer dan staf penjualan toko eceran termasuk dalam kategori ini.
  2. Penjualan di luar. Mereka mengunjungi konsumen untuk memberikan penawaran dan sering kali memelihara hubungan profesional yang berkelanjutan dengan konsumen. Agen farmasi yang mengunjungi dokter dan rumah sakit serta karyawan yang menjual produk secara pribadi ke klien termasuk dalam kategori ini.
  3. Agen penjualan independen. Yang termasuk dalam kategori ini adalah karyawan kontrak independen (bukan pegawai) yang menjual produk atu jasa anda pada suatu wilayah atau konsumen tertentu. Bisa jadi mereka mungkin hanya mewakili perusahaan anda. Tetapi sering kali mereka juga menjual produk dari beberapa perusahaan sekaligus.

Dengan ulasan di atas, kita harus mendeskripsikan dengan tepat kebutuhan kita. Garis bawahi selalu tim penjualan anda. Selain sebagai penghubung antara anda dengan konsumen, tim penjualan adalah orang yang pertama kali anda tanya mengenai informasi konsumen anda.

B. Membangun Hubungan lewat Kepuasan, Nilai dan Mutu
Dewasa ini pemasaran menghadapi persaingan paling sengit dalam banyak dasawarsa dan segalanya akan semakin sengit di tahun-tahun mendatang. Agar sukses dalam pasar dengan persaingan ketat, perusahaan harus beralih dari falsafah produk dan penjualan menjadi falsafah pelanggan dan pemasaran. Perusahaan ini harus bekerja lebih giat lagi dengan konsep pemasaran mereka guna memenuhi dan memuaskan kebutuhan pelanggan. Berbeda dengan sekarang, beberapa dasawarsa lalu pasar di dunia lebih dikuasai oleh pasar penjual. Pasar penjual bercirikan dengan sedikitnya barang dan nyaris monopoli dari perusahaan. Perusahaan tidak melakukan usaha khusus untuk memuaskan pelanggan. Pada saat ini pasar penjual hanya terjadi di negara-negara terbelakang dan miskin.

Agar sukses atau hanya sekedar bertahan, perusahaan perlu memiliki falsafah baru. Agar unggul di pasar dewasa ini, perusahaan harus berpusat pada pelanggan. Mereka harus memberikan nilai superior kepada pelanggan sasaran dan harus ahli dalam membangun pelanggan, bukan hanya sekedar membangun produk. Bagian pemasaran terbaik di dunia tidak dapat sukses menjual produk yang dibuat sembarangan , yang tidak memenuhi kebutuhan pelanggan. Bagian pemasaran hanya dapat efektif dalam perusahaan yang semua bagian dan karyawannya bersatu padu membentuk sistem penyerahan nilai bagi pelanggan yang unggul dalam bersaing. Dengan memberikan yang terbaik, di setiap segi dalam perusahaan, dipercaya bisa meningkatkan mutu dan kualitas perusahaan sehingga menciptakan kepausan dari masyarakat dan mau menjadikan produk kita sebagai produk unggulan mereka.

Perhatikan McDonalds. Orang berduyun-duyun datang ke resoran McDonalds bukan hanya karena mereka menyukai hamburger yang dijual. Banyak restoran lain membuat hamburger yang lebih enak. Konsumen mencari sistem McDonalds bukan hanya produk makanannya. Di seluruh dunia, McDonalds menyesuaikan sistem yang memberikan standar tinggi dari apa yang disebut QSCV quality, service, cleanliness dan value (mutu, pelayanan, kebersihan dan nilai). Sistem ini meliputi banyak komponen, internal dan eksternal. McDonalds hanya efektif sejauh perusahaan sukses bermitra dengan karyawan, waralaba, pemasok dan lain-lain untuk bersama-sama menyerahkan nilai yang tinggi kepada pelanggan.

Dengan menjaga mutu, kualitas dan kepuasan pelanggan, perusahaan bisa menjadi sosok besar yang akan menguasai market yang ditargetkannya. Ketiga hal ini merupakan hal pokok yang harus diketahui, dipatuhi dan diamalkan dalam setiap kegiatan yang dilakukan perusahaan dalam mencapai kesuksesan.

C. Bentuk Aliansi Bisnis
Dalam bahasa sederhana, aliansi bisnis dapat diartikan sebagai sebuah perkongsian yang melibatkan beberapa bidang dalam satu bisnis line yang masih sama, namun spesifikasi produk atau jasanya berbeda. Beberapa aliansi bisnis ternyata dapat bertahan hingga sekarang dan ini sangat menguntungkan konsumen sebab nilai produk yang mereka terima bisa lebih besar dari jumlah yang dibayar. Setidaknya ada beberapa poin manfaat yang bisa diperoleh jika melakukan aliansi bisnis dengan beberapa rekan yang punya integritas yang tinggi dalam menjalankan bisnis berkelanjutan

  1. Meningkatkan kualitas tenaga pemasaran. Disadari atau tidak sebenarnya ketika aliansi bisnis telah memungkinkan bertambahnya tenaga pemasaran. Ini terkait erat dengan dengan besaran nilai produk yang ditawarkan kepada konsumen. Sehingga investasi yang tertanam bisa lebh efisien dikelola dan tidak dihamburkan di kegiatan promosi dan hardselling saja.
  2. Membuka pasar lebih luas. Perhatikan, ketika sebuah bisnis travel beraliansi dengan sebuah maskapai penerbangan, akan memungkinkan konsumen membeli tiket pesawat sekaligus membeli paket tour dalam satu atap, bukankah ini sekaligus membuka pasar yang lebih luas? Bisa jadi calon konsumen awalnya hanya bermaksud membeli tiket pesawat saja. Namun karena penawaran paket tour-nya juga menatik maka ia akan membeli keduanya.
  3. Lebih produktif. Produktivitas sebuah bisnis merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Aliansi bisnis memungkinkan beberapa unit bisnis tersebut tumbuh terus dalam kurva produktivitas yang baik sebab hampir selalu saja ada next action yang harus dilakukan.
  4. Lebih mudah menemukan solusi. Aliansi bisnis memungkinkan partner bisnis anda untuk turut serta memberi penilaian. Sehingga solusi yang dihasilkan bisa jadi lebih baik dan komprehensif memecahkan masalah-masalah bisnis tersebut.
  5. Pertukaran informasi dan testimoni. Aliansi dalam sebuah bisnis juga memungkinkan pertukaran informasi pasar perilaku konsumen dan mungkin juga informasi penting mengenai gerak-gerik pesaing yang bisa diantisipasi secepatnya.
  6. Bangun relasi pemasaran. Setiap orang yang ingin mencapai kesuksesan dalam pemasaran membutuhkan relasi atau hubungan yang baik dengan banyak pihak.

Bagaimana anda menjalin hubungan dengan orang lain, baik itu klien atau pelanggan sangat menentukan keberhasilan anda. Berikut adalah beberapa hal yang dapat menjadi pedoman anda.

  1. Kepercayaan diri. Jika anda ingin membangun hubungan dengan orang lain, anda harus menunjukkan kepercayaan diri dengan mengenal jati diri anda yang sesungguhnya.
  2. Jujur dan tulus. Anda harus menyampaikan pujian yang jujur, menolong dengan tulus, dan menjaga agar hubungan anda dengan pelanggan dengan penuh kasih.
  3. Beradaptasi. Robohkanlah tembok pemisah. Bicaralah dengan bahasa lawan bicara, sesuaikan diri anda dengan budaya, latar belakang, pendidikan, dan sebagainya.
  4. Pusatkan perhatian kepada mereka. Setiap orang senang menjadi pusat perhatian, dilayani dan diperhatikan.
  5. Beri kepercayaan. Dengan mempercayai, kita dapat membantu orang tersebut menunjukkan potensi yang ada dalam dirinya. Rasa percaya anda, dapat membantu orang tersebut semakin memaksimalkan kehidupannya.
  6. Tawarkan bantuan dan harapan. Tawarkan pertolongan kepada pelanggan anda. Berilah mereka harapan. Dengan menawarkan harapan, anda memberikan mereka masa depan. Pada prinsipnya dalam membangun relasi, hampir semua bidang usaha melakukan cara yang sama, yaitu memberikan pelayanan yang baik. Jika pelanggan merasa puas, mereka akan melakukan repeat order dan juga pasti akan merekomendasikannya kepada yang lainnya. Sehingga anda kan menambah relasi varu dan pasti akan mendatangkan keuntungan bagi anda sendiri.

D. Komunikasi efektif dalam penjualan
Tujuan komunikasi menjual, selain untuk mendapatkan hasil yang maksimal yang lebih penting lagi sebetulnya adalah meningkatkan keyakinan pada diri sendiri. Dengan berbekal keyakinan pada diri sendiri, maka kita kan dapat menterjemahkan kemampuannya di dalam persentasi penjualan. Komunikasi penjualan yang baik akan memberikan citra yang positif bagi diri sendiri maupun perusahaan. Komunikasi penjualan juga mempermudah pemahaman dan menemukan dominant buying motive dari konsumen yang dihadapinya.

Kriteria komunikasi efektif
Komunikasi dalam menjual, yang meliputi kemampuan berbicatra dan mendengar memerlukan beberapa kriteria yang wajib dimiliki oleh para armada penjual. Yaitu:

  1. Jelas atau transparan. Sudah menjadi kewajiban bagi jajaran penjual untuk menyampaikan segala kegiatan maupun program promosi dan penjualannya kepada konsumen konsumen dan pelanggannya secara jelas, transparan, tidak memberikan interpretasi dari orang-orang yang dihadapinya dengan makna yang berbeda serta fair dalam menjalankan program-programnya.
  2. Konten atau isi. Misi presentasi penjualan yang ingin disampaikan mempunyai manfaat bagi berbagai pihak (penjual, pembeli dan konsumen akhir). Karena itu, konten dari informasi produk atau jasa dan manfaat yang diterima dapat menjadi kesatuan dalam meneruskan setiap program dan manfaat ke pihak yang dituju.
  3. Cara atau metode penyampaian. Keterampilan di dalam mengemas informasi yang ingin disampaikan memperhatikan situasi pada saat berkomunikasi, karakter pelanggan yang dituju serta teknik dan taktik yang paling soft namun tepat sasaran, sehingga konsumen yang dibidik dapat menerima penjual karena caranya yang tidak terkesan memaksa.
  4. Konsisten. Konsisten adalah sikap yang perlu dimiliki oleh jajaran penjual maupun perusahaanya atas setiap yang telah dikomunikasikan ke pelanggan.
  5. Klarifikasi. Adalah menguji keterampilan penjual dalam berkomunikasi sehingga setiap percakapan, harapan maupun keberatan perlu diklarifikasikan.
  6. Klasifikasi. Hal ini perlu dilakukan agar dapat memilah-milah dan mengklasifikasi setiap harapan maupun hambatan di dalam proses klasifikasi setiap harapan maupun hambatan di dalam proses komunikasi.

Dengan demikian, tentunya akan sangat membantu tingkat efektivitas komunikasi penjualan sekaligus menjawab setiap solusi yang perlu dikemukakan lebih terarah.

Berbekal enam kriteria di atas, kembangkanlah komunikasi pemasaran atau penjualan anda dengan baik dan tentunya efektif. Komunikasi yang anda sampaikan dengan efektif akan membawa kebaikan pada produk yang dijual. Dengan demikian, kriteria komunikasi efektif di atas sangat diperlukan jika anda menginginkan produk yang anda jual laris manis.

E. Strategi Penjualan yang Indah

a. Perhatikan selera dan trend pasar
Pemasaran tidak boleh berjalan terlalu jauh dari fenomena sekitar kita. Yang disebut dengan pasar adalah sekumpulan orang yang mempunyai keinginan, kebutuhan dan daya beli. Tanpa satu hal ini, maka belum bisa dikatakan sebagai pasar. Maka sudah tugas kita untuk terus membaca dan mempelajari trend pasar yang sedang berkembang saat ini. Setelah itu bangun sebuah mindset yang menakjubkan. Orientasikan tujuan pemasaran anda pada meraih sebanyak-banyaknya kebaikan yang bisa dirasakan manfaatnya oleh banyak orang.

b. Perluas jangkauan distribusi
Kalau mau menjangkau pasar yang lebih luas, maka tidak ada pilihan yang lain kecuali memperluas jaringan distribusi. Banyak produk hebat yang kemudian menjadi slowmoving karena jaringan distribusinya tidak luas dan kurang menjangkau pasar terluar. Akibatnya konsumen harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan produk tersebut.

c. Private label
Setelah semua tahapan terpenuhi, maka tugas anda selanjutnya adalah melakukan branding. Sebuah tugas marketing yang tidak pernah selesai adalah branding. Hal ini terkait dengan wajah bisnis anda di mata konsumen, pesaing di mata calon pasar yang tertarik dengan produk-produk anda. Apalagi sekarang pertukaran informasi sangat cepat dan realtime, brand bisa saja dibangun dengan cepat. Pemasaran yang indah adalah sebuah gagasan menarik tentang bagaimana kolaborasi dalam takran yang tepat tentang bagaimana membangun sebuah bisnis yang berkarakter baik, mengsejahterakan dan yang paling penting adalah fair.

d. Menghasilkan lebih banyak penjualan
Dalam bisnis, pemasaran menjadi ujung tombak. Tanpa pemasaran yang bagus, bisnis sulit untuk berkembang baik. Sebagus apapun produknya, namun bila tidak dibarengi dengan kemampuan memasarkan secara efektif, bisnis hanya kan jalan di tempat saja. Untuk itulah kita perlu strategi pemasaran yang jitu untuk menerobos ketatnya persaingan. Lalu strategi pemasaran seperti apakah yang harus dilakukan ketika anda merasa buntu untuk memasarkan semua produk.

  1. Coba pendekatan baru. Ketika satu cara pemasaran yang anda lakukan kurang efektif, anda harus siapkan cara pemasaran baru. Anda butuh pendekatan untuk memasarkan produk anda. Namun ada satu hal yang tak berubah dalam dunia pemasaran, yaitu anda harus selalu berbicara tentang nilai manfaat produk atau layanan anda.
  2. Lakukan tes. Selalu upayakan untuk melakukan tes dalam setiap aktivitas pemasaran yang dilakukan. Sebab dengan hanya demikian, anda bisa tahu seperti apa strategi pemasaran paling efektif untuk produk anda. Dengan melakukan tes, anda juga juga menghemat waktu dan biaya
  3. Berikan deal terbaik. Anda sudah memberikan penawaran terhadap prospek anda, namun ternyata sambutannya dingin saja. Penyebabnya bisa jadi prospek penawaran anda bukanlah deal terbaik. Cobalah lihat kembali penawaran anda. Cari di bagian mana yang bisa anda tingkatkan sehingga menjadi nilai jual yang diinginkan konsumen. Mungkin soal keuntungan yang anda berikan atau bisa juga soal harga.

F. Tepat mengukur efektivitas pemasaran
Setiap perusahaan beroperasi dalam batas-batas yang berbeda. Ini ditentukan oleh ukuran mereka, anggaran mereka dan kemampuan mereka untuk melakukan perubahan organisasi. Dengan adanya keterbatasan ini, pelaku pemasaran menjalankan enam buah faktor, yaitu:

  1. Kompetitif. Setiap perusahaan dalam menjalankan kerangka kerja pemasaran tharus menjalankan kategori ini. Pada masa yang ideal, pemasar harus memiliki informasi yang sempurna tentang bagaimana langkah pesaing mereka. Anda bisa mendapatkan banyak informasi mengenai hal ini dari berbagai sumber.
  2. Memahami pelanggan atau konsumen. Memahami bagaimana cara konsumen membuat keputusan pembelian dapat membantu pemasar meningkatkan efektivitas pemasaran mereka. Konsumen percaya pada merek melalui informasi. Informasi yang diterima melalui berbagai sumber, seperti iklan, mulut ke mulut dan dari saluran (distribusi) sering ditandai dengan pembelian saluran.
  3. Faktor-faktor exogenus. Ada banyak faktor yang tidak dapat kita kendalikan sehingga dapat memberikan dampak terhadap aktivitas pemasaran. Hal ini seperti cuaca, tingkat bunga, peraturan pemerintah dan bayak hal lainnya.
  4. Strategi pemasaran. Peningkatan efektivitas pemasaran bisa dicapai dengan menggunakan strategi pemasaran yang mutakhir. Dengan menempatkan produk atau brand dengan tepat, produk atau brand tersebut bisa lebih berhasil di pasar dibandingkan produk atau layanan dari pesaing. Meskpun dengan menggunakan strategi yang paling bagus, tenaga pemasar harus menjalankan program mereka dengan benar untuk dapat mencapai hasil yang luar biasa.
  5. Kreativitas pemasaran. Meski tanpa adanya perubahan strategi, kreativitas yang baik dapat meningkatkan hasil yang ada. Dengan menggunakan konsep kreatif baru, tingkat pertumbuhan perusahaan meningkat pesat dari 12% menjadi 28%.
  6. Menjalankan pemasaran. Dengan meningkatkan cara pemasar masuk ke pasar, mereka dapat mencapai hasil yang yang signifikan tanpa perlu melakukan perubahan strategi atau usaha menjalankan kreasi. Pda tingkat pemasaran dengan berbagai level, tenaga pemasaran dapat meningkatkan usaha menjalankannya dengan membuat perubahan kecil di beberapa atau keseluruhan dari 4P (product, price, place dan promotion).

G.Jangan Remehkan Promosi
Promosi adalah suatu penawaran atau cara untuk mengajak serta mempengaruhi konsumen agar dapat terlibat di dalamnya, sehingga konsumen tertarik dan berminat dengan apa yang ditawarkan oleh pihak yang melakukan promosi. Promosi juga bisa diartikan sebagai metode komunikasi yang dilakukan oleh pihak tertentu yang ditujukan kepada target sasaran dalam kegiatan memperkenalkan atau menawarkan sebuah produk, barang atau jasa.

Promosi biasanya dilakukan untuk memperkenalkan atau menawarkan suatu produk, barang atau jasa kepada konsumen dengan target sasaran yang berbeda-beda sesuai dengan produk, barang atau jasa yang ditawarkan. Promosi bisa dilakukan oleh perorangan bahkan perusahaan yang memproduksi suatu barang atau produk. Promosi juga bisa dilakukan oleh berbagai instansi-instansi tertentu seperti pemerintahan atau perusahaan yang bergerak di bidang jasa.

Semua yang dilakukan dalam melakukan promosi hanya memiliki satu tujuan, yaitu dapat mempengaruhi target sasaran yang dimaksud, sehingga konsumen tertarik dengan penawaran tersebut. Peran utama dari promosi adalah penyampaian komunikasi yang bersifat bujukan atau ajakan kepada pihak yang dituju, biasanya bujukan atau ajakan tersebut berhubungan dengan informasi mengenai barang atau jasa.

Fungsi promosi
1. Media komunikasi. Fungsi promosi adalah sebagai media komunikasi untuk meningkatkan, memperkenalkan, menawarkan, mengajak dan memberikan informasi kepada target sasaran agar dapat mengetahui dan memahami dari semua pesan-pesan yang disampaikan baik mengenai sebuah produk, barang atau jasa melalui berbagai macam media promosi.
2. Media informasi. Promosi juga dapat berfungsi sebagai media informasi yang dapat mempengaruhi target sasaran untuk dapat menarik massa agar berminat dengan mengenal dan memahami terhadap apa yang telah disampaikan melalui media promosi yang telah dibuat.

Media promosi
Terdapat dua macam media promosi yang biasa dilakukan dalam melakukan berpromosi, di antaranya adalah sebagai berikut:
1. Media promosi berbasis cetak. Media promosi berbasis cetak adalah media promosi yang dilakukan atau dibuat dengan menggunakan bantuan jasa percetakan dalam pembuatan media-media atau alat yang dipakai dalam berpromosi dan hasil akhir yang dijadikan sebagai media promosi tersebut adalah hasil dari proses percetakan.
2. Media promosi berbasis elektronik atau digital. Media promosi atau digital adalah media yang digunakan dalam sebagai alat penyampaian informasi dengan menggunakan jasa media elektronik atau digital. Media promosi ini biasanya digunakan untuk promosi yang penyebaran informasinya cukup luas.

Selain dengan menggunakan media-media promosi yang tercantum di atas, promosi juga bisa dilakukan dengan berbagai macam cara penyebaran dan penyampaiannya dilakukan secara langsung. Seperti penyelenggaraan berbagai macam event, talk show, pameran dan pembuatan outlet.

Fungsi komunikasi dalam promosi
Promosi tidak lepas dari penyampaian sebuah pesan kepada pihak yang dituju agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti dan dipahami tentunya harus menggunakan cara berkomunikasi yang baik dalam penyampaiannya.
1. Ajakan untuk dapat menarik minat terhadap suatu hal baik produk, barang atau jasa.
2. Ajakan untuk dapat menilai suatu hal dari segi baik dan buruknya.
3. Ajakan untuk merubah perilaku yang mengarah kepada hal yang lebih baik.

Peranan dari fungsi komunikasi dalam berpromosi sangatlah penting karena salah satu yang dapat mempengaruhi keberhasilan dalam melakukan promosi adalah mengenai cara komunikasi yang digunakan dalam penyampaian pesan. Pesan yang disampaikan pada promosi akan sangat tergantung dari cara komunikasi itu sendiri apakah mudah dipahami atau dimengerti oleh pihak yang dituju sebagai target sasaran informasi

H. Manajemen Pemasaran dan Iklan yang Jelas
Manajemen pemasaran merupakan bidang ilmu dan praktek manajemen yang bertujuan untuk mengkomunikasikan produk dan jasa agar bisa terjual di pasaran atau kepada pelanggan. Manajemen pemasaran mengenal adanya empat aspek utama dalam pemasaran yaitu aspek produk, aspek harga, aspek komunikasi pemasaran dan aspek saluran distribusi.

Pemasaran dimulai dengan adanya produk yang bagus mutunya dan kemudian dikomunikasikan dengan baik sehingga mampu menciptakan citra produk yang bagus. Contohnya, produk mobil Toyota atau AC merek Samsung. Dua produk ini merupakan marketleader dalam bidangnya masing-masing dan dianggap sebagai produk bagus untuk dua kategori tersebut. Selain produk harus bagus, maka ia juga harus diiklankan atau dikomunikasikan secara intensif kepada para calon pelanggan. Iklan berfungsi untuk membuat produk perusahaan dikenal oleh para pelanggan. Maksud dari iklan itu tentu saja adalah membuat brand image yang bagus di mata konsumen. Manajemen pemasaran dan iklan merupakan dua hal yang berkaitan untuk sukses dalam menjual produk.

Di dalam setiap promosi pemasaran, anda harus mengembangkan rencana dan strategi untuk dapat mengenali hal-hal berikut:
1. Tujuan kuantitatif dan kualitatif
2. Anggaran promosi
3. Strategi untuk menindak lanjuti
4. Observasi dan pengujian kriteria promosi anda

Tergantung kepada objeknya, kebanyakan tujuan dapat diukur dengan menggunakan salah satu dari ketiga metode berikut ini:
1. Biaya setiap penjualan
2. Biaya untuk setiap angka yang berkualitas
3. Biaya per promosi

Dengan menggunakan formula di atas, dan dengan mengembangkan rencana untuk setiap promosi, maka akan memberikan anda informasi yang anda perlukan untuk memutuskan apakah promosi tersebut efektif untuk bisnis anda.

I. Pemasaran Gerilya
Trend dunia yang semakin kecil dan daya informasi masyarakat yang semakin besar menantang para pebisnis untuk bisa mengembangkan teknik promosi yang lebih baik untuk bisa menggaet pembeli dengan lebih maksimal dan lebih terfokus, Menghadapi persaingan pasar yang semakin brutal, setiap pebisnis ditantang untuk dapat berkompetisi dengan lebih baik untuk menciptakan marketshare yang lebih baik. Beberapa perusahaan berhasil melakukan promosi untuk merebut pelanggan dengan cara yang tidak biasa dan sedikit aneh. Mari kita telusuri lebih lanjut mengenai pemasaran gerilya.

Dalam bukunya the Guirella Marketing Book, Jay C. Levinson mengatakan konsep marketing gerilya adalah sebuah proses membangun hubungan dengan pelanggan, proses membangun kepercayaan dan motivasi dan sebuah proses mempelajari apa yang sebenarnya diinginkan oleh pembeli itu sendiri.

Adapun beberapa kriteria dari pemasaran gerilya adalah sebagai berikut:

  1. Kreatif
  2. Lebih terspesifik pada bisnis kecil menengah dan enterpreteur namun tidak tertutup pada bisnis besar yang mau mencoba teknik ini.
  3. Lebih mendasar pada kebutuhan human psychology daripada analisis dan kebutuhan pasar yang sebenarnya.
  4. Dibandingkan dengan uang, pemasaran gerilya lebih mementingkan pada sumber daya yang besar, energi, imajinasi dan kreasi.
  5. Statistik utama dalam perhitungan sukses dalam konsep ini lebih terfokus pada keuntungan, bukan penjualan
  6. Menggunakan teknologi dalam proses promosi
  7. Targetting lebih terfokus pada small group, the smaller dan the better

Berikut ini adalah beberapa macam dari teknik pemasaran gerilya:

  1. Viral marketing. Adalah marketing dengan menggunakan social networking sebagai media promosi.
  2. Buzz marketing. Adalah promosi dengan menitikberatkan pada kekuatan word of mouth yakni memberikan isu-isu yang menatik pada pengunjung dan pembeli sehingga mereka akan bercerita tentang produk kita.
  3. Live in marketing. Adalah memberikan produk yang dipasarkan dipakai oleh artis, olahragawan sampai politikus untuk mendapatkan popularitas produk
  4. Wait marketing. Adalah proses promosi dengan meletakkan dan membuat media promosi yang kreatif dan inovatif di tempat-tempat yang ramai seperti halte bus stasiun kereta dan tempat-tempat ramai lainnya dengan memasang iklan yang lucu, menarik dan kreatif.

Dengan proses yang kreatif dan maksimal, sebuah promosi dipercaya akan memberikan sebuah nilai yang baru. Dengan konsep pemasaran gerilya, sebuah perusahaan diharapkan menggunakan pelurunya dengan lebih efektif dan efisien. Setiap pebisnis bisa mempraktekkan atau minimal mengadopsi informasi dari konsep ini.

J. New wave marketing
Di era horisontal ini, elemen-elemen ini bergeser. Intinya, pasar tidak lagi menjadi objek, melainkan subjek karena penciptaan nilai pemasaran akan bertambah kalau kita mau melibatkan pelanggannya. Pergeseran itu misalnya dari segmentasi ke komunitisasi, targetting ke confirmation, positoning ke clarfication dan differentation ke codification. Sementara, bauran marketing 4p (product, price, place dan promotion) bergeser menjadi co-creation, currency communal activation dan conversation Berikut ringkasan pengertiannya:

  1. Communitization. Di sini, pemasar harus bisa membentuk suatu komuniats maupun memanfaatkan komunitas untuk mendukung aktivitas pemasaran. Dalam komunitas, ada ikatan antara anggota komunitas karena mereka memiliki faktor pengikat. Seperti kesamaan hobi, nilai dan sebagainya.
  2. Confirming. Proses ini sejalan dengan langkah awal komunitasasi di atas. Setelah kita mengidentifikasi sejumlah komunitas, kita akan mengkonfirmasi ke komunitas mana kita akan bergabung.
  3. Clarification. Klarifikasi dilakukan dengan menjelaskan persona maupun karakter kita kepada komunitas yang sudah kita konfirmasi sebelumnya dengan memberikan jawaban siapa diri kita sebenarnya.
  4. Codification. Kodifikasi merupakan proses memasukkan diferensiasi ke dalam DNA merek apapun pelanggannya.
  5. Co-creation. Langkah ini merupakan proses menciptakan produk dengan menjalin kemitraan dengan para pelanggan. Pelanggan dilibatkan dalam proses penciptaan produk.
  6. Currency. Harga biasanya dimakan secara tetap, sementara currency itu lebih fleksibel.
  7. Communal Activation. Ini merupakan upaya meningkatkan komunitas melaui pemimpin maupun akitifis komunitas sebagai pihak yang mampu memasarkan produk kepada para pelanggan komunitas lainnya.
  8. Conversation. Ini merupakan upaya menciptakan percakapan, baik antara produsen dengan konsumennya maupun konsumen dengan konsumen lainnya. Dalam percakapan, semua pihak yang terlibat adalah sejajar.
  9. Commercialization. Proses ini bersifat dua arah dimana terjadi pertukaran nilai antara perusahaan dan pelanggan. Proses ini tidak dilakukan secara langsung. Ada pengoptimalan peran rekomendasi antaranggota komunitas itu sendiri maupun pelanggan.

K. Ide pemasaran holistik
Ide pemasaran holistik adalah ide pemasaran yang sering dipakai pada akhir dekade ini. Komponen dalam orientasi ada 4, yaitu:

  1. Relationship marketing. Relationship marketing adalah pendekatan pemasaran pada pelanggannya yang meningkatkan pertumbuhan jangka panjang perusahaan dan kepuasan maksimum pelanggan. Relationship marketing berkembang dalam dunia bisnis karena para pelaku bisnis menyadari bahwa untuk mengembangkan dan mempertahankan suatu bisnis, tidak hanya dengan mendapat pelanggan yang banyak tetapi juga bagaimana caranya mendapatkan pelanggan, memeliharanya dan mempertahankan pelanggan tersebut. Relationship marketing juga merupakan suatu praktik membagun hubungan jangka panjang yang memuasakan dengan pihak-pihak kunci meliputi pelanggan, pemasik dan penyalur guan mempertahankan preferensi dan bisnis jangka panjang.
  2. Integrated marketing atau pemasaran terpadu akan menimbulkan dua pemikiran yang hadir menyertainya. Pemikiran pertama tantang koordinasi dalam fungsi pemasaran itu sendiri dan pemikiran kedua mengenai keterkaitan antara fungsi. Ini berarti semua tugas dalam fungsi pemasaran dan fungsi bisnis lainnya mengarah serta berkomitmen memberikan kekuasaan kepada pelanggan. Keterpaduan antara tugas dan antara fungsi diukur melalui kemampuan memberikan kepuasan terhadap pelanggan yang dalam keberadaannya membentuk hirarki dan ordinal.
  3. Internal marketing atau pemasaran internal adalah proses yang terjadi dalam suatu perusahaan atau organisasi dimana proses fungsional sejajar, memotivasi dan memberdayakan karyawan di semua tingkat manajemen untuk memberikan pengalaman pelanggan yang memuaskan.
  4. Social Responbility. Social Responbility atau tanggung jawab sosial adalah ideologi atau teori bahwa entitas, baik itu organisasi atau individu memiliki kewajiban untuk bertindak menguntungkan masyarakat pada umumnya. Tanggung jawab ini dapat pasif, dengan menghindari terlibat dalam tindakan sosial berbahaya atau aktif dengan melakukan kegiatan yang secara langsung memajukan tujuan sosial.

L. Memahami karakter Konsumen
Indonesia memiliki lebih dari 220 juta penduduk dengan ratusan suku besar yang tersebar di berbagai pulau. Sekalipun berbeda-beda suku dan bahasa, namum pasti ada persamaan karakter yang bisa dijadikan patokan bagi para marketer atau penjual untuk menjalankan strategi marketing. 10 karakter konsumen Indonesia berikut ini bisa dijadikan referensi yang pas untuk itu. Namun anda harus meyelami karakter ini. Inilah karakter-karakter konsumen Indonesia yang harus dipahami agar lebih muda menyusun strategi pemasaran.

  1. Berpikir jangka pendek. Sebagian besar konsumen Indonesia hanya berpikir jangka pendek dan sulit diajak berpikir jangka panjang. Salah satu caranya adalah dengan mencari barang yang serba instan. Produk instan tersebut sangat laris manis di Indonesia. Hal ini tentu akan menyulitkan untuk memasarkan asuransi pada sebagian besar penduduk Indonesia karena konsumen cenderung enggan melakukan investasi. Salah satu strategi yang masih ampuh untuk konsumen berpikiran pendek adalah dengan memberikan diskon dan hadiah langsung pada produk yang tidak instan.
  2. Tidak terencana dalam membeli barang. Konsumen Indonesia termasuk konsumen yang tidak terbiasa merencanakan sesuatu. Sekalipun sudah, tapi mereka akan mengambil keputusan di saat-saat terakhir. Kebiasaan ini mirip dengan kebiasaan konsumen kelas satu. Namun jika kebiasaan pertama tidak melihat jauh ke depan, kebiasaan kedua ini tidak menyiapkan sesuatu jauh di belakang. Salah satu bentuk perilaku konsumen yang tidak punya rencana adalah terjadinya impulse buying (membeli tanpa rencana atau spontan membeli ketika tertarik pada sebuah produk). Strategi yang paling baik untuk karakter ini adalah dengan membuat display semenarik mungkin dan strategis tempatnya atau bisa juga dibantu dengan SPG.
  3. Suka berkumpul. Kebiasaan suka berkumpul sudah melekat dalam budaya konsumen kita. Strategi paling aktif untuk karakter ini adalah strategi komunikasi dari mulut ke mulut. Hal ini terbukti dari riset para pembeli rumah lewat KPR. Awareness tertinggi konsumen terhadap produk KPR bukanlah berasal dari iklan atau brosur tetapi justru datang dari teman atau relasi. Kata kunci dari strategi mulut ke mulut ini adalah terletak pada opini leader dari komunitas yang ada. Sebab jika sang pemimpin bisa diyakinkan pada sebuah merek, maka dia akan memberikan rekomendasi kepada komunitasnya.
  4. Gagap teknologi. Rendahnya penetrasi teknologi tinggi di Indonesia menunjukkan bahwa mayoritas konsumen kita relatif masih gaptek sehingga adopsi terhadap suatu teknologi relatif jauh lebih lambat. Hal ioni tampak dalam survei frontier tentang alasan konsumen tidak menggunakan mobile banking, 32,66% meyatakan tidak tahu mengoperasikannya dan 16,75% menganggapnya tidak aman. Rendahnya tingkat penetrasi produk teknologi tinggi berhubungan erat dengan tingkat pendidikan masyarakat kita. Namun jangan pesimis dulu. Untuk mengatasi masalah daya beli ini, pemasar bisa mengusung strategi price bundling, seperti yang dilakukan Fren, Exia, Flexi dan yang lainnya.
  5. Orientasi pada konteks. Konsumen kita cenderung menilai dan memilih sesuatu dari tampilan luarnya. Tiga ciri spesifik konsumen kita dalam menyerap informasi adalah memiliki minat baca yang rendah, memilih segala sesuatu baik dari membaca atau meninton yang ringan dan menghibur dan mudah diubah persepsinya. Dampak dari ciri tersebut terhadap perilaku konsumsi orang Indonesi dibutuhkan dengan layanan informasi SMS yang didominsai layanan ringtones dan musik. Keengganan membaca juga menyebabkan konsumen kurang memperhatikan informasi yang terdapat pada suatu produk.
  6. Suka merek luar negeri. Penjajahan selama berabad-abad, mau tidak mau membuat bangsa Indonesia sering memandang inferior terhada diri sendiri atau bisa juga karena sifat gengsi sehingga membuat merek-merek dari luar negeri begitu mendominasi pasar Indonesia dibandingkan merek lokal.
  7. Religius. Konsumen Indonesia sangat peduli terhadap isu agama. Inilah salah satu karakter khas konsumen Indonesia yang percaya pada ajaran agamanya. Konsumen akan lebih percaya jika perkataan itu dikemukakan oleh seorang tokoh agama. Sudah lama para pelaku bisnis memanfaatkan simbol-simbol agama dalam melakukan strategi pemasarannya. Promag adalah contoh sukses yang memanfaatkan hal itu. Kepedulian konsumen soal agama juga tercermin dari perilaku mereka dalam memilih produk yang berlabel halal walaupun kadang harus membayar lebih mahal.
  8. Gengsi. Konsumen Indonesia amat getol dengan gengsi. Banyak yang ingin cepat naik status walaupun belum waktunya. Saking pentingnya urusan gengsi ini, mobil-mobil mewah pun tetap laris terjual di negeri kita pada saat krisi ekonomi sekalipun.
  9. Kuat di subkultur. Sekalipun konsumen Indonesia gengsi dan menyukai produk luar negeri, namun unsur fanatisme kedaerahannya ternyata cukup tinggi. Ini bukan berarti bertentangan dengan hukum perilaku yang lain. Pada produk-produk tertentu, ada hal yang bersifat lokal yang memang harus diperhatikan. Contohnya, orang jawa suka manis, orang padang suka yang pedas dan lain sebagainya. Strategi pemasaran yang bisa dipakai adalah dengan membuat konten-konten lokal untuk kegiatan komunikasi atau dengan memperkuat aktivitas below the line di daerah dengan mengadopsi budaya lokal sehingga lebih mudah diterima konsumen setempat.
  10. Kurang peduli pada lingkungan. Salah satu karakter konsumen Indonesia yang unik adalah kekurang pedualian mereka terhadap isu lingkungan. Tetapi jika melihat  prospek ke depan kepedulian konsumen terhadap lingkungan akan semakin meningkat, terutama mereka yang tinggal di perkotaan begitu pula dengan kalangan menengah yang relatif lebih mudah paham dengan isu lingkungan. Lagi pula mereka pun memiliki daya beli terhadap harga premium sehingga lebih mudah memasarkan priodik dengan tema ramah lingkungan terhadap mereka. Sebaliknya akan susah sekali memasarkan produk dengan tema remah lingkungan untuk kalangan bawah.

Mengerti jelas Tipe konsumen
Tipe-tipe konsumen sebaiknya dipelajari oleh penjual. Hal ini erkaitan dengan perilaku konsumen dengan memutuskan pembelian barang dan jasa serta untuk mempelajati tentang beberapa sebab atau faktor-faktor mengapa seseorang membeli barang dan jasa tertentu dengan merek tertentu pula. Beberapa cara yang paling tepat dalam memahami konsumen adalah dengan mempelajari faktor-faktor yang menjadi pendorong bagi seseorang serta respon mereka terhadap faktor tersebut. Terdapat dua kekuatan dari faktor-faktor yang mempengaruhi konsumen, yaitu:

  1. Kekuatan sosial budaya. Perilaku konsumen yang dipengaruhi oleh faktor budaya dan sikapnya sangat luas seperti sikap, pendapat, agama, bahasa dan lain-lain. Panutan masyarakat yang merupakan kelompok orang yang mempengaruhi sikap, pendapat, norma dan perilaku konsumen. Bentuknya berupa kumpulan keluarga atau kelompok organisasi tertentu. Faktor keluarga juga merupakan kelompok terkecil yang mampu mempengaruhi dan menentukan sikap dalam mengambil keputusan
  2. Kekuatan faktor psikologis. Kepribadian konsumen sangat dipengaruhi oleh faktor internal seperti motif, IQ,cara berpikir, persepsi serta faktor eksternal seperti lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat san lain-lain. Sikap dan keyakinan sangat berpengaruh salam menentukan suatu produk, merek dan pelayanan.

Tipe Konsumen

  1. Tipe konsumen piknis. Tipe konsumen ini menunjukkan bentuk badan bulat, anggota badan berbentuk pendek dan wajahnya bulat dan lebar. Menunjukkan sifat peramah, suka berbicara, tenang, suka humor dan pendiam.
  2. Tipe konsumen Leptosom. Tipe ini menunjukkan tipe konsumen dengan tubuh yang agak kecil dan lemah, bahu tampak kecil. Menunjukkan orang yang angkuh dan idealis.
  3. Tipe konsumen atletis. Tipe konsumen ini dengan bentuk badan kokoh, pundak tampak lebar dan pinggul yang berisi. Menunjukkan karakter sifat konsumen yang banyak bergerak, penampilannya kalem dan jarang humor serta kaku.

Tipe-tipe di atas dapat menjadi referensi agar anda mudah dalam menjual barang. Dengan mengenali tipe-tipe konsumen, maka anda tentu dapat menerapkan beberapa trik yang ada dalam buku ini untuk mengembangkannya sendiri.

M. Pelayanan Prima
Banyak cara yang bisa dilakukan untuk merebut hati pelanggan. Di antaranya adalah dengan memberikan pelayanan prima. Ada beberapa tingkatan model pelayanan pelanggan yang dapat diterapkan oleh pemasar, yaitu:

  1. Pemberian pelayanan standar . Pemberian pelayanan standar merupakan tingkat pelayanan yang paling dasar. Pda level ini, pelanggan tidak perlu membeda-bedakan bagaimana cara melayani pelanggan antara yang satu dengan yang lainnya dengan asumsi mereka memiliki common needs dan interest yang relatif samaatau paling tidak bisa dianggap sama. Hal itu banyak diterpkan pemasar untuk melayani pelanggan segmen massa.
  2. Branded service. Yaitu pelayanan yang tidak hanya menonjolkan aspek excellence namun juga harus unik atau berbeda dengan para pesaing serta disesuaikan dengan brand promise yang dijanjikan pemasar kepada target pemasarnya. Dengan demikian, pada level ini model pelayanan setiap pemasar tidak harus sama dengan model pelayanan dari bank lain.
  3. Service with care. Merupakan pelayanan yang paling tinggi. Care dalam model pelayanan ini bukannya sekedar care dalam arti berempati kepada pelanggan seperti dalam konsep dasar dalam pelayanan service excellence. Namun di sini lebih mengutamakan esensi dari sebuah pelayanan yaitu mengutamakan pemberian solusi kepada pelanggan. Pada model pelayanan ini, care baru dapat diberikan kepda pelanggan jika pemasar memilliki budaya pelayanan kuat yang didukung dengan SDM yang memiliki karakter. Karakter yang dimaksud adalah trustworthiness, fairness, responbilit, respect, corporate citizenship dan caring.

Pelayanan penuh cinta
Persaingan dalam dunia pemasaran dewasa ini semakin dekat, apa lagi dengan berubahnya perilaku konsumen secara terus-menerus yang mengikuti perkembangan teknologi, ditambah dengan semakin cerdasnya konsumen dalam mengambil keputusan pembelian. Oleh karena itu diperlukan pendekatan baru agar perusahaan dapat menghadapi tantangan-tantangan tersebut. Kecendrungan yang dilakuakn oleh pelanggan dalam mengambil keputusan pembelian dewasa ini lebih cenderung dipengaruhi oleh hati (emosional) pelanggan.

Oleh karena itu layanilah pelanggan dengan penuh cinta. Gagasan ini cukup sederhana, yaitu suatu cara agar pelanggan mencintai produk dan pemasaran yang dilakukan oleh pemasar. Karakteristik pelanggan adalah sangat mencintai produk dan layanan pemasaran, memiliki kesetiaan yang tinggi terhadap produk perusahaan, adanya rasa memiliki dan bangga terhadap perusahaan, memiliki kepedulian yang tinggi terhadap perkembangan produk, perbaikan produk, kesempurnaan produk dan lain-lain. Agar pelanggan yang kita miliki menjadi pelanggan utama maka kita harus benar-benar mencintai pelanggan kita.

Hal-hal yang perlu pemasar lakukan adalah sebagai berikut:
1. Mencintai pelanggan dengan hati. Rasa cinta terhadap pelanggan bisa kita lakukan dengan menjadikan pelanggan sebagai bagian dari perusahaan kemudian mengkomunikasikannya. Dengan begitu hubungan timbal balik akan dirasakan. Ketika perusahaan dan pelanggan telah menjadi keluarga besar, maka harus ada sebuah komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan bersama. Pemasar harus memiliki komitemen untuk bisa meningkatkan kesejahteraan pelanggan dengan cara seperti: Melayani pelanggan dengan penuh kasih sayang, memberikan perhatian yang optimal kepda pelanggan, memberikan kepuasan optimal, memberikan kepedulian dan dorongan kepada pelanggan untuk bisa selalu sukses dalam hal-hal tertentu dan lain-lain. Pemasar harus mengetahui kondisi kepuasan pelanggannya setiap waktunya, mengetahui dan memnuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan setiap waktu dan terus melakukan perbaikan secara terus menerus. Dengan begitu pelanggan pun akan mencintai perusahaan.
2. Menjadi pemasar yang dipercaya. Pemasar harus memiliki citra yang baik di mata pelanggannya agar pelanggan mencintai dan merasa bangga dalam mengonsumsi produk perusahaan. Pemasar harus terkenal dengan kejujurannya dengan memberikan informasi apa adanya, memberitahukan kekurangan dan kelebihan produk. Dari situlah pelanggan akan menilai kejujuran dari pemasar. Jika ternyata apa yang dikatakan pemasar tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, maka pelanggan akan kecewa dan mereka akan cenderung menceritakan pengalaman kekecewaannya kepada lingkungannya akibat pemasar tidak dipercaya lagi oleh pelanggan dan orang banyak. Pemasar pun harus mampu memberikan layanan prima kepada pelanggannya misalnya mampu melayani 24 jam sehari atau siap mengantarkan produk kepda konsumen dengan segera.

Intinya adalah pemasar yang mencintai pelanggannya tidak rela jika pelanggannya merasa kecewa. Oleh karena itu mereka harus mengetahui kondisi kepuasan pelanggannya setiap waktu, mengetahui dan memenuhi keinginan dan kebutuhan pelanggan dan terus menerus melakukan perbaikan. Perusahaan terus berupaya meningkatkan kesejahteraan pelanggannya. Dengan begitu, pelangganpun akan mencintai perusahaan dan pelayanan pemasar.

Layanan harus oke
Saat ini kualitas produk yang dijual oleh semua pemasar, rata-rata mendekati sama. Artinya pelanggan membeli produk apapun, tipis sekali perbedaanya. Kalau sudah begini, hanya perusahaan yang bisa melayani pelanggan dengan baik akan dipilih oleh pelanggan. Pelayanan berkualitas belum tentu mahal.

Untuk menciptakan layanan yang berkualitas, harus mempertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  1. Keandalan. Pemasar diharapkan menjual produk yang andal dan jangan mudah rusak. Selain itu, pemasar harus bertindak jujur dalam melayani pelanggan dan tepat janji. Janji yang diberikan bukan hanya sekedar janji, namun harus ditepati.
  2. Cepat tanggap. Restoran cepat saji MC Donald’s menggunakan jam pengukur sebagai komitmen untuk melayani pelanggan dengan dengan layanan yang cepat. Bila layanan lebih dari satu menit, maka pelanggan akan menerima bonus menu lain secara gratis. Staf perusahaan juga harus memperhatikan janji spesifik kepada pelanggan. Unsur lain yang penting adalah siap membantu pelanggan. Apapun posisi seseorang di dalam perusahaan, hendaknya selalu siap membantu pelanggan yang datang

N. Blog sebaga personal branding
Bagi kita semua blog adalah sesuatu yang biasa. Tempat kita semua menumpahkan unek-unek, tempat kita berbagi atau bahkan banyak juga yang menggunakan blog sebagai tempat menggunakan blog sebagai tempat menjalankan uasaha. Ya, sosial media itu bak kertas putih bersih dan kita sebagai pengguna dibebaskan untuk menggunakan sesuai dengan apa yang kita inginkan. Beberapa blogger yang tekenal memulai aktivitas mereka pada saat mereka ada dalam situasi in between jobs dan menjadikan masa-masa tersebut sebagai waktu untuk melatih dan memposisikan mereka di dunia online sesuai dengan passion dan expertise yang mereka miliki.

Intinya dengan blog, anda bisa menciptakan kesempatan untuk membangun online personal brand anda. Anda tinggal melihat blogger-blogger yang berhasil menorehkan personal brand mereka di dunia online. Seperti: Rama Mamuaya (Daily social), Budi Putra (budiputra.com) dan lain sebagainya.

Jadi tiap orang dengan blog mereka bisa memposisikan diri mereka sesuai dengan apa yang mereka minati. Misalnya Dan Schwabel yang dikenal sebagai ekspert di bidang personal branding menggunakan blognya yang dikenal sebagai ekspert di bidang personal branding untuk memposisikan dirinya sebagai ahli di bidang tersebut.

Di bawah ini adalah cara-cara dasar blogging untuk membangun personal brand yang bisa membantu anda ditemukan di dunia online untuk mendapatkan pekerjaan atau karir baru.

  1. Gunakan domain sendiri dengan nama anda atau brand yang ingin anda angkat dan tetapbisa diasosiasikan dengan anda.
  2. Pilihlah hosting yang baik dalam hal SEO
  3. Selalu gunakan judul atau headline news yang menarik. Ini adalah faktor yang bisa menarik pengunjung untuk membaca lebih jauh.
  4. Gunakan sosial media lainnya untuk memperpanjang jangkauan blog anda ke jaringan yang lebih luas. Misalnya buka akun facebook atau twitter.
  5. Promosikan blog anda di social media yang punya banyak pengguna seperti twitter ataupun facebook.
  6. Jika perlu gunakan imafe untuk memperindah tampilan blog anda. Patikan anda menggunakan image yang legal bukan mengambil tanpa ijin di internet.
  7. Content. Gunakan bullet points daripada menulis blog dengan gaya bercerita. Ini akan memudahkan pembaca untuk mendapatkan poin-poin penting yang ingi anda sampaikan.
  8. Bergaul. Mengunjungi blog-blog lain yang sama fokusnya dan ikuta berkomentar pada posting-posting mereka.

Kini bagi anda yang merasa kesulitan untuk menentukan pilihan, dengan blogging anda bisa mulai melatih, belajar dan membangun passion anda sekaligus menaikka personal branding anda di mata dunia.

N. Atasi Rasa takut saat presentase penjualan

  1. Kenali sumber rasa takut. Perasaan takut pada saat menjual muncul dengan beraga pola. Umnya yang terjadi, takut salah menjelaskan seluk-beluk produk dan jasa dan senantiasa dihantui penolakan. Oleh karena itu, mengenal sumber rasa takut merupakan bagian terpenting ketika ingin menaklukkan rasa takut.
  2. Bertindak. Mendalami pengetahuan tantang produk atau jasa amat sangat diperlukan. Itu bisa dilakukan setelah mengetahui respons konsumen, atau mencari gaya tersenditri agar penyampaian terkesan asli dan lebih alami. Di tahap ini, seorang penjual tidak menilai kata tidak dari prospek atau calon pembeli secara pribadi.
  3. Antusias terhadap produk dan jasa. Salah satu teknik terbaik menanggulangi rasa takut adalah dengan mengubanhnya menjadi sifat antusias. Buat daftar sejumlah konsumen yang telah berhasil memetik keuntungan dari produk atau jasa yang pernah anda tawarkan. Simpan daftar tersebut di tempat yang mudah dilihat setiap hari, agar rasa percaya diri semakin terbentuk.
  4. Mengubah sudut pandang. Apakah anda menilai apa yang sedang anda kerjakan hanya berbagi informasi? Atau menunjukkan benefit dan Cuma berbagi sifat antusias? Jika anda tidak nyaman dengan kata menjual maka ubah sudut pandang tersebut lebih dari sekedar meyakinkan konsumen agar membeli.
  5. Mulai dari yang kecil. Pebisnis cenderung memilih proyek lebih besar dari yang bisa diselesaikan. Cara lain yang bisa ditempuh untuk mengatasi rasa takut saat menjual adalah dengan menjual produk atau jasa kepada teman-teman dekat , lalu relasi-relasi mereka dan seterusnya. Sebagai tambahan, penjual yang sukses senantiasa berinteraksi secara alami, bersemangat menciptakan suasana nyaman kepada prospek.
  6. Menjaga prestasi yang telah diraih. Kalau kita termasuk sukses dalam melakukan presentasi maka perlu menjaga posisi tersebut dan mencatatnya setiap hari. Hal sepele itu akan membantu meningkatkan rasa percaya diri betapa beban yang anda pikul terlepas secara istimewa.
  7. Menikmati pekerjaan. Jadikan tugas-tugas suatu aktivitas yang menyenangkan dan menarik, bukan sekedar sesuatu yang wajib. Contohnya dengan mengadakan acara yang menghibur saat berjualan, membagikan souvenir gratis, menyumbangkan produk atau jasa kepada yayasan sosial dan sebaginya.
  8. Fokus. Pelaku bisnis yang sukses meraih cita-cita dikarenakan mereka selalu fokus. Mereka mengingat keinginan, mengapa melakukannya, sehingga mereka mudah memiliki langkah selanjutnya.
  9. Memutuskan tindakan yang akan diambil. Sering kali kita menilai kata menjual adalah sesuatu yang sangat menekan konsumen. Lakukan penjualan melalui sikap “aku akan menawarkannya dengan cara menyenagkan dan penuh hasrat.” Pernyataan itu lebih baik dibanding “mereka pasti akan membeli dalam jumlah yang besar.”
  10. Selalu berlatih. Layaknya di bisnis konvesional, “menjual” akan semakin terasa ringan jika sering dilakukan. Mulailah dari yang kecil, ketakutan bagaimanapun meski dihadapi, kemudian berlatih menghadapinya setiap hari.

Angkringan Nasi Kucing


Ada banyak alasan dan analisa, kenapa Saya lebih aman memilih usaha angkringan nasi kucing, antara lain karena :

  1. Usaha kuliner Angkringan nasi kucing ini sudah dijalankan sejak lama dimulai dari daerah Klaten, Solo &  Jogjakarta sekitar tahun 1960, sehingga sudah terbukti bahwa usaha ini kebal akan berbagai krisis. Penjual nasi kucing yang dianggap pionir sebagai penjual nasi adalah Pak Man atau Lik Man. Pak Man biasa mangkal di dekat Stasiun Kereta api Tugu Jogja. Hingga kini angkringan Pak Man masih ramai dikunjungi orang.
  2. Saat ini Usaha angkringan nasi kucing sangat populer di jawa tengah ; Jogjakarta,hampir di setiap gang kota selalu ada angkringan nasi kucing, salah satu faktornya adalah karena makanan & minumannya lezat ; nikmat serta dibandrol denganharga yang murah. Sebagian besar penikmat sajian angkringan nasi kucing adalah kalangan mahasiswa.
  3. Angkringan nasi kucing menampilkan beragam menu makanan dan minuman, dari nasi yang disajikan dengan berbagai aneka lauk seperti : teri, ikan asin, ikan bandeng, orek tempe, bakmi, dll. Berbagai jenis sajian gorengan seperti ; tempe mendoan, bakwan, tape goreng, pisang goreng. Berbagai jenis sate ; baceman, antara lain : tahu, tempe, tempe gembus, sate telor puyuh, sate ampela ati, sate usus ayam, sate kerang, sate cakar ayam, sate kulit ayam, sate paru sapi, kepala ayam. Aneka menu wedang : Teh hangat, es teh, Jeruk hangat, es jeruk, kopi hitam, kopi instan, kopi jos, jahe susu, jahe original, teh jahe, wedang uwuh, wedang sekoteng, dll. Dengan beraneka ragam pilihan menu ini, customer akan bebas leluasa menyalurkan hasrat kulinernya.
  4. Angkringan nasi kucing, mengedepankan keramah tamahan, kebersamaan, tidak memandang golongan, suku, agama maupun ras, di Angkringan nasi kucing semua orang memiliki kedudukan dan strata yang sama.
  5. Angkringan nasi kucing adalah tempat berkumpulnya para intelektual, para pegawai, para mahasiswa bahkan sampai tukang becak. Berbagai informasi dan pengetahuan bahkan teman barupun bisa didapatkan ketika kita makan & nongkrong di angkringan nasi kucing.
  6. Saat ini usaha angkringan nasi kucing sudah mulai merambah kota-kota besar di Indonesia, salah satunya adalah JABODETABEK. Tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian warga Jabodetabek berasal dari komunitas suku Jawa, sehingga memudahkan usaha angkringan nasi kucing untuk diterima pada kalangan masyarakat umum. Sajian makanan & minuman yang disajikan juga halal & sehat dan disukai dari kalangan muda sampai tua.
  7. Usaha Angkringan nasi kucing tidak memerlukan investasi atau modal usaha yang besar, sehingga mayoritas masyarakat bisa memulai usaha ini. Lokasi jualannya pun hanya tempat di pinggir jalan atau emperan ruko di lokasi jalan yang ramai sampai tengah malam. Namun apabila Anda memiliki dana yang cukup besar, Anda pun bias menyewa kios atau ruko untuk berjualan angkringan.
  8. Resiko rugi usaha angkringan nasi kucing tetap ada, namun resiko ini bisa disiasati dengan berbagai tekhnik promosi, kematangan skill penjual angkringan & kerahaman penjual, serta kualitas & keanekaragaman makanan & minuman yang harus selalu ditingkatkan.
  9. Angkringan nasi kucing adalah tempat makan & minum yang tidak akan pernah mengusir pelanggannya berbeda dengan tempat makan lain pada umumnya. Ciri khas angkringan nasi kucing adalah tempat nongkrong, ngobrol panjang lebar sampai dengan larut malam bahkan dini hari.
  10. Usaha angkringan nasi kucing bisa membawa usaha lain seperti jualan rokok eceran, jualan bensin eceran, jualan pulsa elektrik, jual cemilan, jadi profit yang dihasilkan bersumber tidak hanya dari penjualan produk angkringan nasi kucing saja.

Bagaimana memulai bisnis Angkringan Nasi Kucing dengan menerapkan prinsip 4P (Product,Price,Placement,Promotion)

1) Product

Dalam usaha ini produk  yang di jual yaitu :

  • Beragam menu makanan dari nasi yang disajikan dengan berbagai aneka lauk seperti : teri, ikan asin, ikan bandeng, orek tempe, bakmi, dll.
  • Berbagai jenis sajian gorengan seperti ; tempe mendoan, bakwan, tape goreng, pisang goreng.
  • Berbagai jenis sate & baceman, antara lain : tahu, tempe, tempe gembus, sate telor puyuh, sate ampela ati, sate usus ayam, sate kerang, sate cakar ayam, sate kulit ayam, sate paru sapi, kepala ayam .
  • Aneka menu wedang : Teh hangat, es teh, Jeruk hangat, es jeruk, kopi hitam, kopi instan, kopi jos, jahe susu, jahe original, teh jahe, wedang uwuh, wedang sekoteng.

2)  Price

Harga yang diterapkan untuk berbagai menu di antara lain :

ANEKA MINUMAN :
Wedang Jahe Susu  Rp      4.000
Wedang Jahe Original  Rp      3.000
Wedang Teh Jahe  Rp      3.000
Teh Anget Manis  Rp      2.000
Jeruk Anget  Rp      3.500
Kopi Instan  Rp      2.000
Wedang Uwuh  Rp      3.500
Susu Putih Anget  Rp      3.000
Es Teh  Rp      2.500
Es Jeruk  Rp      3.500
ES Kopi  Rp      3.500
Es Extra Joss  Rp      3.500
Nasi Kucing + Lauk :  Rp      2.000
Mie Rebus + Telur  Rp      3.500
Mie Goreng + Telur  Rp      4.500
ANEKA SATE
Sate Usus  Rp      2.000
Sate Ceker Ayam  Rp      2.000
Sate Kikil  Rp      2.000
Kepala Ayam  Rp      2.000
Sate Telor Puyuh  Rp      2.500
Sate Sosis  Rp      2.500
Sate Sayap Ayam  Rp      3.000
Sate Ampela Ati  Rp      3.000
Aneka Gorengan  Rp         500

3) Placement

Untuk memecahkan permasalahan mencari lokasi, berikut ini Tekhnik yang bisa diterapkan dalam mencari dan menetukan lokasi berjualan :

  • Mencaari tahu dan menentukan daerah-daerah yang potensial untuk berjualan Angkringan nasi kucing, misalnya pinggir jalan utama, dekat rumah sakit, dekat kampus dan kos-kosan mahasiswa, dekat mal, dekat perkantoran, di depan atau di dalam kompleks perumahan, dekat tempat wisata, dan sebagainya. Apabila kita menentukan lokasi di dekat atau di dalam kompleks  perumahan, silahkan pilih lokasi yang berada disisi jalan “orang pulang kerja”, bukan di sisi  jalan “orang berangkat kerja “.
  • Memilih lokasi pinggir jalan dengan karakter pengendara yang berkendara dengan kecepatan sedang maupun pelan.  Ketika pengendara berkendara cepat, maka tidak akan sempat melihat lokasi jualan kita.
  • Lokasi di dekat kampus yang banyak kos-kosan mahasiswa adalah lokasi ideal sekali untuk berjualan Angkringan nasi kucing,
  • Untuk lokasi outdoor, dapat memilih lokasi yang strategis, bisa di emperan ruko atau emperan kios, parkiran mal, pintu masuk kampus, area rumah sakit, pusat kuliner di dalam perumahan, alun-alun, dll.
  • Memastikan lokasi outdoor  representatif, kondisi tanahnya tidak becek, tidak dekat tempat sampah, tidak dekat selokan yang bau.
  • Mencari dan memilih lokasi berjualan harus dilakukan dengan survey beberapa kali di hari yang berbeda dan jam yang berbeda pula. Jam survey yang perlu di lakukan adalah jam 16.00, jam 18.00, jam 20.00, jam 22.00 dan diatas jam 00.00, karena Angkringan nasi kucing biasanya buka sampai melewati tengah malam. Dari survey berbeda hari dan jam tadi kita akan mendapatkan hasil : jumlah kendaraan yang berlalu lalang di sekitar lokasi yang Anda pilih, sifat orang disekitar lokasi apakah suka belanja kuliner atau lebih cenderung suka makan dirumah, kondisi lapangan di jam malam ( jangan pilih lokasi yang sudah sepi orang lalu lalang diatas jam 22.00 ), apakah sudah ada pelaku bisnis yang sama, kalau sudah ada dan ternyata ramai, maka kita harus siapkan segala sesuatunya bersifat”lebih” daripada kompetitor.

4)  Promotion

Dalam menjalankan bisnis diperlukan beberapa media promosi, hal ini sangat berguna agar dengan sesegera mungkin dapat memperkenalkan usaha angkringan kepada masyarakat. Adapun beberapa tekhnik promosi yang dapat di terapkan untuk mengembangkan usaha Angkringan Nasi Kucing, antara lain adalah sebagai berikut :

  • Membuat flyer special discount. Flyer ini nanti berisikan informasi mengenai nama angkringan kita, berikut beberapa menu special, misal : nasi kucing, sate kerang, jahe susu, dll. Tidak lupa juga kita berikan alamat lokasi berjualan & jam buka. Agar lebih menarik calon customer, dalam flyer kita cantumkan discount atau potongan harga, misalnya, dengan menukar flyer akan mendapatkan gratis teh hangat manis, gratis 1 bakwan, dll. Selain discount sebaiknya kita cantumkan juga tanggal dan jam berlakunya discount, hal ini akan membawa dampak pada setiap jam kita akan kedatangan pengunjung, sehingga di mata orang-orang angkringan kita ramai. Flyer ini bisa disebar di perumahan-perumahan, titip di counter pulsa HP, ditaruh di atas mesin ATM, dibagikan kepada yg lewat, bekerjasama dengan loper koran untuk menyisipkan flyer kita kedalam koran.
  • Membuat account jejaring social seperti account di facebook , twitter, dll. Jejaring sosial adalah media promosi yang murah biayanya namun hasilnya sungguh dasyat. Melalui jejaring sosial kita dengan enaknya bisa menambah teman, untuk itu secepatnya kita berupaya menambah sebanyak-banyaknya teman kita di jejaring sosial sehingga proses promosinya akan semakin mudah & murah. Ketika account jejaring kita sudah memiliki banyak teman atau follower, maka kita tinggal sering2 bikin status yang bersifat promosi & informatif, misalnya kita bisa bikin status : “malam minggu daripada bingung nongkrong, lebih enak nongkrong di angkringan nasi kucing“, “Bagi rekan-rekan yang sering kehujanan & sedangmasuk angin, atasi masalahmu dengan minim jahe susu di angkringan Kami “ .Jangan lupa juga bagi para pengunjung yang sudah akrab dengan kita, kita minta untuk bikin status di account jejaring mereka pribadi, misal “gue lg nongkrong diangkringan.. ngumpul di sini aja coy.. “, “sate usus memang josss.. mau??? Aku tunggu di angkringan.. ga aku habisin kok satenya “, dll
  • Membuat neon box yang menarik. Neon box berfungsi sebagai alat petunjuk usaha kita, atau bisa dikatakan papan nama usaha kita. Kebanyakan bentuk neon bos adalah persegi panjang dan didalamnya diberi lampu neon sehingga akan terang dimalam hari. Sebagai penjual yang kreatif, sudah saatnya kita memikirkan sebuah neonbos yang menarik atau bagaimana neonbox kita memberikan nilai lebih dan tidak hanya berfungsi sebagai papan nama saja. Berikut ini neon box yang kami buat dan kami fungsikan sebagai pengingat bagi orang yang lewat didepan lokasi angkringan kita. Menambahkan jam dinding diatasnya, sehingga akan memberikan nilai lebih untuk neon box kita. Orang-orang yang berlalu lalang didepan lokasi angkringan kita akan merasa terbantu dengan adanya jam di neon box kita, mau tidak mau mereka setiap hari atau setiap lewat akan menoleh ke arah neon box kita.Sebuah neon box yang menarik akan dibicarakan terus menerus di kalangan masyarakat, hal ini akan memudahkan kita untuk mempromosikan usaha kita.
  • Mengundang berbagai macam komunitas, Cara ini sangat efektif kita terapkan ketika pertamakali buka angkringan, komunitas yang kita undang bisa beragam, dari komunitas anak muda seperti komunitas anak klub motor, klub mobil, anak music, dll, Komunitas orang dewasa & orang tua misalnya, klub badminton, klub arisan, dll. Dalam mengundang komunitas, ada baiknya dalam kurun waktu 1 bulan kita atur jadwal kedatangan mereka, misalnya untuk malam sabtu adalah komunitas orang dewasa & orang tua, sedangkan untuk malam minggu adalah komunitas anak muda. Untuk memberikan penghargaan atas para tamu dari komunitas ini, sebaiknya kita berikan discount khusus, misalnya, gratis es teh, gratis kopi manis, dll
  • Mengadakan live music sederhana, Teknik promosi ini bisa diterapkan ketika malam hari libur, seperti malam minggu ataupun malam libur tanggal merah. Peralatan music yang kita sediakan pun ala kadarnya saja karena kita tidak memerlukan suara yang keras maupun suasana yang hingar bingar, namun yang kita cari adalah suasana kekeluargaan dan kebersamaan. Untuk pengisi acara bisa kita tawarkan kepada komunitas-komonutas yang sebelumnya sudah kita undang.
  • Mengadakan lomba catur atau sejenisnya, Perlombaan ini bisa kita lakukan kapan saja tidak tergantung event misalnya event 17 Agustus, hanya saja lebih bagus kalau kita adakan pada malam hari libur, seperti malam sabtu atau malam minggu. Peserta yang kita undang pun bisa berasal dari beberapa wilayah atau daerah, maupun dari golongan orang dengan ekonomimampu maupun tukang ojeg.Untuk hadian bisa kita bikin hadiah yang lucu, misalnya hadiah utama adalah 1 ekor ayam jago, atau 1 tandan pisang, dll
  • Memasang Wifi, Dengan memasang wifi akan membuat para pengunjung angkringan Anda akan semakin betah untuk nongkrong. Dengan berlama-lama nongkrong secara otomatis mereka akan melakukan request untuk minuman berikutnya, atau beli rokok eceran. Hal lain yang didapatkan adalah, angkringan  akan terlihat selalu ramai, sehingga akan mengunadang pengunjung lain untuk mampir .
  • Memasang banner promosi di jalan, Banner ini adalah baner digital printing yang biasanya kita pasang di pohon atau tiang listrik disekitar lokasi angkringan kita. Fungsi dari banner ini adlah sebagai pengingat dan papan informasi bagi mereka yang aklan melintasi lokasi angkringan kita. Teknik promosi ini banyak diterapkan oleh beberapa rumah makan di Pantura, misalnya RM. Pring Sewu. Apabila bapak Ibu pernah melintasi jalan Pantura atau jalur selatan Jawa, pasti tidak asing lagi dengan papan nama RM. Pring Sewu, dari jarak 100KM, RM.Pring Sewu sudah memasang plang pengingat.
  • Menampilkan suasana lesehan, Suasana lesehan adalah suasana yang paling ideal bagi usaha angkringan nasi kucing. Dengan suasana lesehan, maka pembeli akan merasa nyaman, leluasa, bebas bergerak, bebas ngobrol sepuasnya tanpa khawatir akan diusir oleh penjual angkringan. Dengan hadirnya suasana lesehan dan penerangan yang cukup ( tidak terlalu terang namun tidak terlalu gelap ), maka kita harapkan customer akan melakukan pembelian ulang, misalnya nambah nasi, nambah gorengan ataupun nambah wedang. Dengan melakukan repeat order berarti akan menambah omzet penjualan kita.
  • Bekerjasama dengan pihak lain diluar jenis usaha angkringan. Kerjasama yang dimaksud adalah melakukan kerjasama dengan beberapa unit usaha yang belainan dengan angkringan, misalnya, bengkel mobil, warnet, pengelola lapangan futsal, dealer motor, bimbingan belajar, tukang service AC, dll. Teknis kerjasama ini adalah dengan cara kita membuat voucher discount yang kita berikan kepada pihak yang kita ajak kerjasama, misalnya adalah, “ Bagi yang melakukan service mobil, akan mendapatkan voucher makan 1 nasi kucing + 1 gorengan di angkringan kita”, “ dengan membeli motor di dealer motor “X”, akan mendapatkan voucher discount makan di angkringan “, dll. Sebaiknya kita menyiapkan sebuah surat resmi yang kita tujukan kepada pihak yang akan kita ajak bekerjasama, dengan memberikan surat resmi, akan mencerminkan bahwa usaha angkringan kita adalah usaha yang profesional dan memang pantas untuk diajak kerjasama pada waktu mendatang.
  • Mencari orang-orang di daerah kita yang merupakan “ artis ” di jejaring sosial. Banyak orang-orang awam yang menjadi artis di dunia maya khususnya jejaring sosial. Cara untuk mengetahuinya adalah kita harus rajin-rajin mencari di jejaring sosial, siapa saja yang mempunyai teman yang banyak di facebook, dan siapa yang mempunyai follower yang banyak di twitter. Apabila sudah menemukan, langkah selanjutnya adalah mengirimkan email kerjasama, kirim proposal sederhana ke inbox facebook yang bersangkutan, mengirim DM ke “artis” twitter tersebut. Proposal yang kita ajukan adalah berisi permintaan kepada yang bersangkutan untuk membuat status pada account jejaringsoaial mereka, dengan status-status yang mereka buat, maka ada ribuan orang yang akan melihat dan membacanya, dan akan tergerak untuk mengikuti apa yang ditulisoleh “artis” jejaring sosial tersebut. Sebagai imbalan kepada “artis” jejaring sosial ini, ada baiknya kita berikan voucher makan 1 x dalam 1 minggu sebesar Rp.20.000,-, Coba kita hitung antara biaya dalam 1 bulan untuk “artis” jejaring sosial ini, Rp.20.000 x 4 minggu = Rp.80.000, sedangkan yang bersangkutan kita minta minimal dalam 1 minggu sekali harus menulis status mengenai angkringan kita, bayangkan kalau teman atau followernya sebanyak 2.000 orang dan yang datang ke angkringan kita hanya 1% saja = 20 orang perminggu dari efek promosi “artis” jejaring soaial tersebut. 20 Orang dengan rata-rata satu orang beli di angkringan kita sebesar Rp.10.000,- maka akan berbuah omzet = 20 x Rp.10.000 = Rp.200.000 – Rp.20.000 ( voucer makan gratis “artis “ ) = Rp.180.000,-, lumayan untuk menambah omzet bulanan angkringan kita.
  • Membuat spanduk gerakan sosial. Pembuatan spanduk jalan ini harus bekerjasama dengan pihak-pihak terkait yang Anda ajak bekerjasama. Biasanya spanduk sosial spt ini jarang diturunkan paksa oleh Satpol PP.
  • Membuat kartu nama yang menarik
  • Promosi melalui permen gratis yang Anda sediakan di antara sajian makanan. Apabila dalam 1 malam anda menghabiskan 2 bungkus perms isi tiap bungkusnya adalah 40pcs, berarti anda mengeluarkan budget sekitar 9rb u/ 2 bungkus. Biaya ini bisa anda gantikan dengan untung penjualan 3 gelas jahe susu.
  • Membuat sticker, Dengan media promosi sticker motor atau sticker mobil, maka angkringan Anda akan dipromosikan oleh para pelanggan Anda ke berbagai penjuru. Semakin banyak sticker yang berhasil ditempelkan, maka semakin cepat pula proses branding angkringan Anda.
  • Membuat kaos untuk komunitas angkringan Anda. Dengan media kaos yang bertuliskan nama angkringan Anda dan bisa juga disertai oleh beberapa sponsor, maka angkringan Anda akan semakin banyak dikenal oleh masyarakat luas.
  • Bekerja sama dengan bloger yang berdomisili di daerah Anda. Adalah langkah tepat, apabila Anda berani berkomunikasi dan bekerjasama dengan beberapa bloger kondang di daerah Anda. Ajukan saja permintaan kepada sang bloger untuk membahas usaha angkringan Anda di laman Blognya.
  • Promosi melalui radio, Ada beberapa cara untuk berpromosi dengan pihak radio, diantaranya adalah request lagu, mensponsori kuis di radio dengan hadiah makan gratis, ikut mensponsori acara-acara yang diprakarsai oleh managament radio, misalnya donor darah, bakti sosial.
  • Pemberian discount khusus untuk rombongan 1 keluarga Pemberian potongan harga kepada pembeli yang datang 1 keluarga, akan sangat membuat mereka berkesan, bercerita kepada teman-temannya, dan mengajak teman-teman mereka untuk mampir ke angkringan Anda.
  • Promosi gratis makan bagi pengunjung yang ulang tahun. Diskon gratis makan bagi yang ulang tahun merupakan service yang kita berikan bagi pengunjung, apalagi kalau yang ulang Tahun mengajak teman-temannya u/ nongkrong di angkringan Anda, yg gratis 1 orang yang bayar 5 orang….. mantab kan ?
  • SMS massal, teknik promosi ini mulai banyak digunakan oleh beberapa jenis usaha, sms masal ini bisa menggunakan software sms massal ataupun sms manual. Untuk melakukan promosi ini silahkan cari operator yang biasanya memberikan gratisan sms, sehingga bisa mengurangi biaya pengeluaran.
  • Pengunjung fiktif, Teknik promosi ini sangat umum dilakukan oleh beberapa usaha kuliner khususnya restoran, dalam masa pembukaan atau masa awal berjualan, mereka selalu mengajak atau meminta teman atau saudara u/ datang dan memarkirkan kendaraan baik motor maupun mobil di parkiran restoran atau warung makannya. Hal ini akan memberikan kesan bahwa usaha kita di hari-hari pembukaan usaha sudah ramai dikunjungi orang, secara psikologis orang lain akan tertarik untuk pengen tau dan pengen mencoba menu sajian usaha kita.Skema sederhana bisnis angkringan nasi kucing.  Berikut ini skema sederhana bisnis Angkringan Nasi Kucing:

Perhitungan omset harian :

Misalkan pengunjung per hari ( tamu ) 35 orang rata2 belanja tiap tamu Rp. 10.000 (makan ditempat + bungkus ) Maka :

  • Omset brutto harian  35 x Rp 10.000                                   Rp.     350.000
  • Omzet bulanan 30 x Rp 350.000                                           Rp 10.500.000

Pengeluaran :

  • biaya masak + minuman / bulan *                Rp.  6.000.000 ( 200.000/ hari )
  • karyawan 2 orang                                              Rp.  1.800.000
  • sewa tempat                                                       Rp.    400.000
  • listrik + keamanan                                            Rp.    100.000
  • biaya lain-lain                                                    Rp.    150.000

Total                                                                      Rp 8.450.000

  • Nett profit bulanan                                                                    Rp  2.050.000
  • Investasi awal 4.000.000
  • Pembelian perlengkapan tambahan 2.000.000
  • Nett profit bulanan 2.050.000
  • ROI 3 bulan

Perhitungan belanja harian sebesar 200.000 adalah perhitungan apabila kita memasak sendiri, ada solusi yang lebih efektif adalah apabila kita bisa mengajak tetangga untuk menjadi supplier makanannya , dan menerapkan sistem konsinyasi / titip jual, jadi kita  hanya membayarkan titipan makanan yang laku terjual.

MARKETING INSTANT


BAURAN pemasaran atau marketing mix,seperti apa yang dikemukakan oleh Philip Kotler yakni: harga (price), promosi (promotion),  distribusi(place), dan produk(product) menjadi faktor dominan di dalam menuju pangsa pasar (target market). Maka pemasaran (markrting) secara sederhana dapat di ilustrasikan sebagai wadah atau tempat memproses yang mengaplikasikan atau meramu bumbu-bumbu dan bahan baku secara khas untuk membuat produk atau jasa yang dapat menarik konsumen.

Adanya unsur keras dalam bauran pemasaran cenderung bersifat kuantitatif, dan merupakan unsur yang mahal jika dibandingkan dengan unsur lunak yang bersifat kualitatif (unsur kreatifitas, unsur pikologis, unsur perasaan, dan unsur keterampilan).Dalam himpitan persaingan bisnis yang semakin kompetitif, masing-masing  organisasi/perusahaan saling berlomba dan dituntut pandai melakukan kiat-kiat membidik pasar secara akurat agar memperoleh bagian pasar. Peran strategi yang ketat ini tampak dirasakan oleh industri fastfood.

Manusia yang telah terikat dalam suatu sistem organisasi tidak dapat melakukan suatu kegiatan dalam konteks sendiri-sendiri. Melainkan  harus  terintegrasi secara menyaluruh utuk mencapai tujuan. Karena  tujuan  organisasi  dapat  terwujud  manakala masing-masing bagian bekerja sama dalam suasana yang hamonis, tanpa memaksakan kehendak masing-masing. Dalam dunia pemasaran, aspek gaya atau trik yang dapat meyakinkan pembeli sangat mutlak diperlukan. Salah satu trik tersebut adalah apa yang disebut dengan salesmanship atau seni menjual. Dalam seni menjual, sangat terkait dengan “skill”.

13  Unsur Borden’s  Mix.

Tahun 1929, Niel Borden dari Harvard Business Research sudah menentukan bahwa tersedianya jenis resep yang tidak terbatas untuk  menciptakan nilai tambah dalam pasar. Kita banyak mengenal konsep marketing mix  seperti yang dipaparkan oleh Philip Kotler dengan konsep The Four P’s, yaitu : product, promotion, place, and price, dan konsep marketig mix yang lain, yakni The Three R’s (Relationship, Reability, and Reserch).

Dari berbagai mix tersebut di atas, ternyata Borden’s mix yang terdiri dari 13 unsur sampai saat ini masih relevan keberadaannya, namun kurang mendapat perhatian yang serius dari pelaku bisnis. Artinya di dalam melakukan proses marketing sebenarnya kita tidak hanya menentukan bumbunya,akan tetapi bagaimana cara memasak bumbu tersebut dan mencampurnya.Ke-13 unsur tersebut meliputi :

  1. Arsitektur produk. Dari segi lunaknya, arsitektur memberikan perasaan kerasan (at home) dan kecocokan dengan kebutuhan pelanggan.              
  2. Assortmen (pilihan). Dengan adanya tambahan pilihan produk, maka pelanggan akan lebih tertarik karena dengan tambahan assortmen, harga produksi relatif lebih  ringan.  
  3. Package (kemasan). Package merupupakan faktor ekonomis, yaitu terkait dengan faktor mengurangi resiko supaya  dalam pengiriman lebih aman.
  4. Brand name. Bila hanya terdapat satu produk saja, maka tidak perlu dipikirkan adanya brand name, karena merk dan produk menjadi identik.  Dulu orang membeli Philip selalu mendapatkan lampu tanpa komentar, sekarang perlu menjelaskan lebih lanjut.  
  5. Design. Integrasi dari faktor-faktor mix menciptakan kepribadian dari segiproduk yang relevan pada design. Sebagai contoh, Pabrik Olivetti untuk produk komputer menjadi leadingdalam hal design. 
  6. Harga. Adanya prinsip bahwa harga murah lebih laku dari pada harga mahal belum tentu berlaku. Di bidang kosmetik orang tidak membeli barangnya, akan  tetapi lebih pada membeli kecantikan atau cita-cita (dream) supaya awet muda.  
  7.  Distribusi. Distribusi merupakan faktor yang dari segi kerasmenentukan keuntungan dan volume, karena dapat menciptakan nilai tambah, sebab distribusi dapat meningkatkan pelayanan pada pelanggan. Dengan demikian distribusi merupakan strategi yang paling efektif.
  8.  Penjualan. Penjualan merupakan puncak dari proses marketing, sehingga dari segi keras, penjualan terkait dengan pendidikan dan keterlibatan pada company.
  9.  Reklame. Reklame merupakan pembawa message, kepuasan dan selera yang terkait dengan media, design serta pengaruh psikologis.
  10. Merchandising. Kegiatan yang terkait dengan  merchandising adalah melakukan seleksi, kombinasi,presentasi serta memberikan informasi dari sebuah produk tertentu agar supaya barangnya laku terjual.   
  11. Promosi. Kegiatan ini merupakan usaha untuk menarik pelanggan, caranya dapat dilakukan dengan cara memberi kesempatan untuk mencoba produknya. Hal yang sangat penting dalam promosi adalah menciptakan tawaran yang atraktif , misalnya dengan hadiah, kupon, penjualan di bawah harga umum dan sebagainya. 
  12.  Client servis. Perlu disadari bahwa seorang marketing  tidak hanya menjual barang,akan tetapi menjual nilai. Selam pelanggan belum bisa menikmati nilai tambah dari barang tersebut, maka marketing belum berhasil. Dengan demikian hubungan secara personal dengan pelanggan sangat dominan.  
  13. Public relations. Tidak semua stockholder mendapat perhatian secara maksimal, oleh karena peran public relations adalah menjaga agar kepuasan semua stakholder benar-benar dapat terpenuhi, yakni stocholder benefit. Itulah unsur-unsur dari borden’s mix yang masih terlupakan.

Public  Relations, mempunyai falsafah yang sangat mulia, yakni mengangkat martabat manusia, masyarakat tidak daoat dianggap bodoh, masyarakat perlu diberi informasi secara benar dan  jujur  serta masyarakat perlu dihormati dan ditingkatkan pendidikannya. Dalam konteks ini jelas bahwa public relations merupakan suatu pendekatan yang paling strategis, karena teknik yang digunakan sangat terkait dengan konsep komunikasi multi arah.

Public Relation sebagai sebuah fungsi manajemen yang memfokuskan diri pada membangun/mengembangkan relasi serta komunikasi yang dilakukan individual maupun organisasi terhadap public guna menciptakan hubungan yang saling menguntungkan. Publick yang dimaksud ada tujuh kategori publik, yaitu para Employees-Stocholders-Communities-Media-Government-Investment-Community-Cutomers. Dari pengertian tersebut tampak bahwa aktifitas Public Relations berada pada kata manajemen relasi dan komunikasi yang berujung pada terciptanya hubungan baik dengan berbagai pihak demi meningkatkan pencitraan individu atauperusahaan tersebut. Pencitraan yang terbentuk dengan baik akan memberikan dampak yang baik pula demi terciptanya tujuan-tujuan yang ditetapkan individu atau pun organisasi.

Ada 5 (lima) M peran dan tugas seorang pemasar. Pertama, meningkatkan kepuasan pelanggan. Ketua, menciptakan pembeli potensial. Ketiga, meningkatkan permintaan. Keempat, menjadikan permintaan inalistik. Kelima, menyesuaikan diri dengan lingkungan. Kelima aspek tersebut dapat tercapai apabila kita mampu memahami adanya konsep dasar dari pemasaran, yakni: adanya, kebutuhan, keinginan, permintaan, produk, nilai, pertukaran, transaksi, dan pasar.

Sumber : Bambang Darmadi, Marketing instans, Universitas Atma Jaya,  Yogyakarta, 2010.

 

Integralitas Etika Bisnis


salesETIKA berasal dari kata ethos diartikan sebagai adat istiadat atau kebiasaan. Etika dihubungkan dengan filsafat moral, ilmu yang membahas nilai dan norma yang diberikan oleh moralitas dan etika dalam pengertian pertama di atas.Nietzsche berpendapat Etika sebagai ilmu menghimbau orang untuk memiliki moralitas tuan dan bukan moralitas hamba.

Etika berusaha menggugah kesadaran manusia untuk bertindak secara otonom dan bukan secara heteronom. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Depdibud)[1] : Etika adalah : a. ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk, b. tentang hak dan kewajiban moral (akhlak), c. nilai mengenai benar dan salah yang dianut oleh suatu golongan atau masyarkat umum.  Etika bermaksud membantu manusia untuk bertindak secara bebas dan bertanggungjawab.

Etika (Ethics) dapat  diartikan sebagai berikut : (a). dasar moral yaitu nilai-nilai tentang apa yang baik dan apa yang buruk, dan berkaitan dengan hak dan kewajiban. (b). Sebagai pedoman perilaku, sikap atau tindakan yang diterima dan diakui sehubungan dengan kegiatan manusia atau  kelompok tertentu. (c). Merupakan persoalan pendidikan, memberikan contoh yang benar dan pelayanan untuk mempraktekan perilaku moral dengan dialog yang jujur. Dalam hal ini, etika merupakan proses pembelajaran mengenai benar dan salah dan kemudian melakukan hal yang benar. (d). Etika dipandang sebagai ilmu tentang berperilaku mencakup aturan dasar yang dianut dalam hidup dan kehidupan.

Pada prinsipnya etika (ethics) mengacu  pada; a). Norma moral. Moral berhubungan dengan suatu tindakan antara yang benar dan salah dan  mengacu pada standar yang diakui tentang sikap yang benar dan baik. Tindakan yang sesuai norma disebut tindakan bermoral  baik, dan sebaliknya yang tidak sesuai dengan norma tersebut bermoral buruk atau immoral. b). Sikap dari kelompok tertentu atau seprofesi. C). Rambu-rambu prinsip moral yang menyeluruh, terutama rambu-rambu profesi tertentu.

Arti Bisnis dari yang telah dijelaskan di BAB 1 diatas adalah “keseluruhan kegiatan usaha yang dijalankan oleh orang atau badan secara teratur dan terus menerus yaitu berupa kegiatan mengadakan barang-barang atau jasa-jasa maupun fasilitas-fasilitas untuk diperjualbelikan, dipertukarakan, atau  disewakan dengan  tujuan mendapatkan keuntungan.  Menurut Kamus Besar Indonesia :  “Bisnis adalah usaha dagang, usaha komersial dalam dunia perdagangan”

Etika Bisnis

Dalam Etika Bisnis diterapkan secara khusus prinsip-prinsip dan norma-norma moral di bidang bisnis. The World Book Encyclopedia (2008), mengungkapkan etika mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang benar dan salah dengan menggunakan metode “reasoning”, bukan benar-salah menurut kepercayaan atau tradisi.

Oleh karena itu, selalu ada ”reason” (alasan) mengapa kita harus memegang teguh etika. Perhatikanlah pernyataan-pernyataan berikut ini dan lihatlah apa yang Anda akan dapatkan kalau Anda konsisten menjalankan apa yang Anda katakan (Maxwell, 1982):

Apa yang Saya Katakan Apa yang Saya Lakukan Apa Yang Mereka Kerjakan
Saya bilang pada karyawan: “Datanglah ke kantor tepat waktu.” Saya  tiba tepat waktu Mereka datang tepat waktu
Saya katakan pada karyawan: “Bersikaplah positif” Saya menunjukkan sikap positif Mereka akan berperilaku positif
Saya katakan pada karyawan: “Utamakan pelanggan” Saya mendahulukan konsumen Mereka mengutamakan konsumen

Boone and Curtz (2002:44) mengartikan etika bisnis sebagai standar perilaku dan nilai-nilai moral yang mengontrol tindakan serta keputusan pelaku bisnis sedangkan Bertens (2000) mengartikannya sebagai sebuah pemikiran atau refleksi tentang moralitas dalam ekonomi dan bisnis Responsibility- Consequences of management actions and decision.  Kant mengungkapkan kalau Kebebasan dan tanggung jawab adalah unsur pokok dari otonomi moral yang merupakan salah satu prinsip utama moralitas, termasuk etika bisnis.

Etika Bisnis merupakan salah satu bentuk dari Etika Terapan. Sehingga kenapa berbisnis perlu menggunakan etika antara lain :

  1. Bisnis tidak hanya bertujuan untuk profit melainkan perlu mempertimbangkan nilai-nilai manusiawi, nilai-nilai kejujuran dan nilai hokum positif apabila tidak akan mengorbankan hidup banyak orang, sehingga masyarakat pun berkepentingan agar bisnis dilaksanakan secara etis;
  2. Bisnis dilakukan diantara manusia yang satu dengan manusia yang lainnya, sehingga membutuhkan etika sebagai pedoman dan orientasi bagi pengambilan keputusan, kegiatan, dan tindak tanduk manusia dalam berhubungan (bisnis) satu dengan lainnya;
  3. Bisnis saat ini dilakukan dalam persaingan yang sangat ketat, maka dalam persaingan bisnis tersebut, orang yang bersaing dengan tetap memperhatikan norma-norma etis pada iklim yang semakin profesional justru akan menang.
  4. Etika dalam berbisnis ternyata diperlukan sebagai kontrol akan kebijakan, demi kepentingan perusahaan itu sendiri. Perkembangan dunia usaha untuk kemajuan teknologi perusahaan yang berskala produksi besar dan menyerap banyak tenaga kerja. khususnya dengan adanya perubahan perusahaan tersebut  harus menyadari bahwa dalam beroperasi harus memperhatikan kelestarian lingkungan hidup.
  5. Dunia usaha berperan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang sehat denga mempertimbangkan pula faktor lingkungan hidup. Dunia usaha tidak lagi hanya memperhatikan catatan keuangan perusahaan semata (single bottom line), melainkan sudah meliputi aspek keuangan, aspek sosial, dan aspek lingkungan yang biasa disebut triple bottom line.  Lingkungan hidup dan permasalahan sosial yang ditimbulkan semakin tegas, juga standar dan hukum yang akan berlaku. Beberapa investor dan perusahaam manajemen investasi telah mulai memperhatikan kebijakan CSR (Corporate Social Responsibility)

Berbisnis dengan Etis?

Berperilaku jujur dalam menjalankan aktivitas bisnis. Ini meliputi seluruh aspek dalam menjalankan usaha. Misalnya dalam aspek produksi berarti kita menghasilkan produksi sesuai dengan standar kualitas, aman dikonsumsi orang lain, dan memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan oleh hukum maupun pembeli. Jujur berarti terbuka, menyebutkan segala kekurangan dan bahaya yang timbul dari produk anda. Jujur dalam berproduksi, memasarkan dan jujur dalam membayar pajak.

Perusahaan yang tumbuh menjadi besar didirikan oleh:

  1. Orang-orang biasa yang sedari awal memegang teguh nilai-nilai moral dan etika.
  2. Menjaga kepercayaan dan tidak sembarangan dalam berkata-kata, apalagi dalam bertindak.
  3. Bekerja dengan tata nilai, dan merekrut orang dengan melihat nilai-nilai yang dianutnya. Mereka menanamkan nilai-nilai yang sehat sedari awal.

Peter Koestenbaum (2002) memberikan formula untuk memahami etika sebagai “melayani sesama”.  Karena keberadaan kita ditentukan oleh adanya orang lain, maka janganlah melakukan sesuatu pada   orang lain atas apa yang kita sendiri tidak senang menerimanya. Misalnya, anda tak senang tertipu, maka janganlah melakukan penipuan pada orang lain. Melayani sesama juga berarti Anda mau melihat dari kacamata orang lain. Masuklah ke dalam alam berpikir orang lain (another person’s point of view) dan lihatlah apakah perbuatan Anda menyenangkan atau tidak.

Seringkali orang tidak menyadari perbuatannya akan mencelakakan orang lain sebelum waktunya tiba “Melayani sesama” juga berarti Anda menjadi seorang yang lebih dari orang yang mengembangkan orang lain (karyawan)

Anda berarti menjadi mentor/ guru yang membantu karyawan – karyawan anda menemukan hidupnya, melepaskan belenggu – belenggu mereka dan membuat hidup mereka lebih bermakna, lebih bernilai.

  1. Jangan masuk ke dalam bisnis yang tidak riil, apalagi yang menjanjikan kekayaan dalam waktu cepat (instant). Hindarilah membaca buku-buku yang menjanjikan cara-cara cepat, instan dan memotong kompas.
  2. Yakinkan dan ucapkan terus dalam diri Anda bahwa Anda mampu bekerja keras dan kerja keras selalu berakhir baik.
  3. Berbisnislah dengan nilai-nilai kejujuran, keadilan, persamaan, keterbukaan, win-win, melayani dan tanamkanlah nilai-nilai itu di usaha yang Anda bangun.
  4. Jangan tergoda untuk cepat berhasil. Ingatlah semua ada waktunya. Waktu yang terlalu cepat dipacu dapat beresiko negatif.
  5. Rekrutlah karyawan yang jujur dan jalankan apa yang Anda ucapkan.

PERAN ETIKA DALAM BISNIS

Cutlip,et.al (1007:141) berpendapat etika dan pemberlakuan aturan perilaku ini penting untuk melindungi orang-orang yang mempercayakan dirinya kepada kalangan professional yaitu antara lain : a). privelese profesi yaitu tinjauan berdasarkan pada kepercayaa public terhadap keahlian dan kebenaran tindakan profesional b). Status profesi. C). Otoritas profesi.

Untuk lebih lengkap lagi, Peran etika dalam bisnis begitu penting antara lain :

  1. Untuk membangun kultur bisnis yang sehat, idealnya dimulai dari perumusan etika yang akan digunakan sebagai norma perilaku sebelum aturan (hukum) perilaku dibuat dan laksanakan, atau aturan (norma) etika tersebut diwujudkan dalam bentuk aturan hukum.
  2. Sebagai kontrol terhadap individu.pelaku dalam bisnis yaitu melalui penerapan kebiasaan atau budaya moral atas pemahaman dan penghayatan nilai-nilai dalam prinsip moral sebagai inti kekuatan suatu perusahaan dengan mengutamakan kejujuran, bertanggung jawab, disiplin, berperilaku tanpa diskriminasi.
  3. Etika bisnis hanya bisa berperan dalam suatu komunitas moral, tidak merupakan komitmen individual saja, tetapi tercantum dalam suatu kerangka sosial;
  4. Etika bisnis menjamin bergulirnya kegiatan bisnis dalam jangka panjang, tidak terfokus pada keuntungan jangka pendek saja;
  5. Etika bisnis akan meningkatkan kepuasan pegawai yang merupakan stakeholders yang penting untuk diperhatikan.
  6. Etika bisnis membawa pelaku bisnis untuk masuk dalam bisnis internasional.
  7. Pengelolaan bisnis secara profesional ; berdasarkan keahlian dan ketrampilan khusus, mempunyai komitmen moral yang tinggi, menjalankan usahanya berdasarkan profesi/keahlian

TEORI ETIKA DAN ALIRAN FILSAFAT

Etika ditinjau dari segi filsafat : Etika sebagai ilmu yang menyelidiki mana yang baik dan mana yang buruk sebagai pedoman sikap dan  tingkah laku manusia sejauh berkaitan dengan norma-norma.

  1. Etika Utilitarian

Etika utilitarian menitik beratkan pada utilitas atau hasil yang diharapkan daris etiap keputusan untuk menentukan apa yang Baik atau buruk dan setiap tindakan diukur dari apakah tindakan itu menghasilkan tingkat kesenangan atau kebahagian dan kemanfaatan yang terbanyak dengan pengorbanan yang sedikit. Filsafat ini dipelopori oleh Jeremy bentham (1780) dan john stuart mills (1861) yang berusaha memaksimalkan manfaat dari keputusan untuk orang sebanyak-banyaknya dan meminimalkan konsekuensi negative bagi orang lain.[2]

  1. Etika Deontologi

Etika Deontologi berasal dari kata Yunani Deon artinya kewajiban. penekanan pada kewajiban manusia untuk bertindak secara baik. “baik atau buruk setiap tindakan tidak diukur dari hasil nya, tetapi merupakan kewajiban moral /tugas yang bersumber dari kehendak secara mandiri.

Suatu tindakan itu baik  dinilai berdasarkan tindakan itu sendiri sebagai baik pada dirinya sendiri bukan pada akibat atau tujuan baik dari tindakan itu Tindakan itu bernilai moral karena tindakan itu dilaksanakan berdasarkan kewajiban yang memang  harus dilaksanakan terlepas dari tujuan atau akibat tindakan itu. Menekankan motivasi, kemauan baik dari pelaku bisnis. Filsafat etika ini dipelopori oleh imanuel kant (1724-1804) yang mengungkapkan etika harus dipandu oleh kewajiban ketimbang konsekuensi.

Tiga prinsip supaya tindakan itu mempunyai nilai moral:

  1. Tindakan itu harus dijalankan berdasarkan kewajiban;
  2. Tidak tergantung pada tercapainya tujuan dari tindakan itu, melainkan tergantung pada kemauan baik yang mendorong seseorang untuk melakukan tindakan itu;
  3. Dilakukan berdasarkan sikap hormat pada hukum moral universal.

3. EtikaTeleologi.

Etika yang mengukur  baik  buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan  yang hendak  dicapai,  atau berdasarkan   akibat  yang    ditimbulkan   oleh tindakan tersebut.

PRINSIP DAN LANDASAN ETIKA BISNIS

Prinsip etika bisnis pada umumnya melihat juga bagaimana budaya yang ada disekitarnya atau lingkungannya turut mewarisi budaya perusahaan. Seperti halnya pada bangsa Jepang dengan budaya “Bushido” dan bisnis yang bermula/berasal dari team work  keluarga yang terus melekat pada budaya perusahaan. Semangat” Bushido” dilandasi; kejujuran, keberanian, keadilan, kesetiaan, kedermawanan dan pengendalian diri.

Permasalahan yang sering kita temukan dalam kehidupan bisnis yaitu apabila terjadi penyimpangan etika bisnis yang sudah mendarah daging, sangat sulit diatasi dalam waktu singkat, seperti halnya budaya sogok, suap, dan sebagainya.

Oleh karena itu peranan dan penegakkan hukum sangat penting dan diperlukan,  sebagai sarana  yang tepat untuk mendorong ditaatinya nilai etis tertentu dalam bisnis. Ada beberapa prinsip dasar dalam etika bisnis antara lain :

  1. Prinsip Otonomi yaitu kemampuan untuk mengambil keputusan dan bertindak berdasarkan keselarasan tentang apa yang baik untuk dilakukan dan bertanggung jawab secara moral atas keputusan yang diambil.
  2. Prinsip Kejujuran; dalam hal ini kejujuran adalah merupakan kunci keberhasilan suatu bisnis, kejujuran dalam pelaksanaan kontrol terhadap konsumen, dalam hubungan kerja, dan sebagainya.
  3. Prinsip Keadilan bahwa setiap orang dalam berbisnis diperlakukan sesuai dengan haknya masing-masing dan tidak ada yang boleh dirugikan.
  4. Prinsip Saling menguntungkan; juga dalam bisnis yang kompetitif.
  5. Prinsip integritas moral; ini merupakan dasar dalam berbisnis, harus menjaga nama baik perusahaan tetap dipercaya dan merupakan perusahaan terbaik.
  6. Prinsip berbagi; saling membantu dan saling menjaga antara produsen dan konsumen.

Dalam pengelolaan perusahaan yang baik dikenal prinsip “GCG”( Good Corporate Governance) , dengan memperhatikan prinsip-prinsip bisnis : prinsip fairness, prinsip transparancy, prinsip accountability, prinsip responsibility.

1)     Transparansi: yaitu ketebukaan dalam melaksanakan prosespengambilan keputusan dalam mengemukakan informasi materriil dan relevan mengenai perusahaan.

2)     Kemandirian, yaitu suatu keadaan dimana perusahaan dikelola secara profesional tanpa bentruran kepentingan dan pengaruh/tekanan dari pihak ,manapun yang i manapun yang tidak sesuai denag peraturan perundan-undangan yang berlaku.

3)     Akuntabilitas yaitu kejelasan fungsi,pelaksanaan dan pertanggungjawaban organ sehingga pengelola perusahaan terlaksana secara efektif.

4)     Pertanggungjawaban, yaitu kesesuain di dalam pengelolaan prsh terhadap peraturan per-uu-an yang berlaku.

5)     Kewajaran, yaitu keadilan dan kesetaraan di dalam memenuhi hak-hak stakeholder yang timbul berdasarkan perjanjian dan peratutan per-uu-an yang berlaku.

PELANGGARAN ETIKA BISNIS

Masalah yang sering terjadi dalam kegiatan berbisnis misalnya :

1)     Bidang Periklanan.

yang dilihat dari persepektif etika bisnis : iklan tidak ada unsur kebohongan/penipuan; Pernyataan yang     menyesatkan; bertentangan dengan moral/etika; serta menghina ras dan agama.

2)     Pelanggaran Terhadap Haki.

Pelanggaran, penjiplakan terhadap hak Cipta, Merk, Paten, Disain Industri, Rahasia Dagang, dan sebagainya.

3)     Menjalin usaha yang ilegal.

Berhubungan dengan bisnis illegal seperti memperjual belikan minuman keras, rokok, narkoba atau bisnis malah meningkatkan rusaknya kehidupan masyarakat konsumen.

4)     Persaingan tidak sehat.

Persaingan menunjukan adanya dinamisasi dan bsia meningkatkan sehatnya suatu organisasi bisnis, tetapi akan berubah kalau dilakukan dengan tidak sehat, seperti monopoli, duopoly, oligopoly.

5)     Moralitas.

  1. Membangun bisnis untuk usaha besar, tanpa memperhitungkan faktor/dampak lingkungan (fisik, non fisik) dan tanpa prosedur yang benar
  2. Untuk memperbesar keuntungan sehingga menurunkan kualitas produksinya.
  3. Bisnis yang hanya memfokuskan pada bagian efisiensi (biaya/cost, overhead) dan rasionalisasi tanpa memperhatikan unsur moral.

6).  Penegakan Hukum dan Etika.

Reformasi moral melalui pemberdayaan hukum dan upaya-upaya yang dapat dilaksanakan di bidang hukum antara lain pemberian atau penegakan sanksi, perlindungan di bidang HAKI  (Hak Atas Kekayaan Intelektual seperti Hak Cipta, hak Paten, Merk, Perlidungan Tahasia Dagang, Desain Industri), perlindungan  hukum bagi tenaga kerja di bidang hukum ketenagakerjaan, perlindungan  konsumen dan persaingan usaha tidak  sehat, dan sebagainya).

Midian Simanjuntak (Kompas, 16 Sepetember 1989, h.5) membagi Prilaku bisnis yang tidak etis kedalam 5 kelompok objek atau sasaran pengusaha : pembeli dan penjual, kompetitor, pejabat government, assets dan lingkungan.

Pembeli dan penjual

Berbagai prilaku yang dapat dianggap tidak etis terhadap customers (pihak pembeli maupun penjual terhadap suatu perusahaan) adalah sebagai berikut :

  1. Diskriminsasi harga (Price discrimination)
  2. Penjualan suatu barang yang dikaitkan dengan penjualan barang lain yang sebenarnya tidak termasuk suatu kesatuan (Tying arrangement/contract)
  3. Mengenakan persyaratan perjanjian dengan pembeli yang menyatakan bahwa pembeli tidak akan membeli barang yang serupa dari kompetitor penjual. (Exclusive dealing)
  4. Penetapan harga eceran minimm oleh produsen kepada pengecer (Price fixing) atau penetapan harga jual kembali kepada pembelinya (Resale price maintenance) atau produsen membatasi daerah penjualan penyalurnya sehingga diantara sesama penyalurnya tdiak erjadi kompetisi (Territorial restriction)
  5. Praktik dagang yang menyesatkan atau menipu pembeli (Deceptive trade practices)

Kompetitor

perusahaan dengan monopoli akan mendapatkan keuntungan yang abnormal tinggi dengan harga jual tinggi dibanding dengan adanya kompetitor, kemampuan mendikte pasar yang dilakukan sekelompok atau satu perusahaan, keinginan untuk menguasai pasar dengan fair competition bukan free competition, selain prilaku tidak etis untuk menghancurkan kompetitor seperti :

  1. Dumping. Tindakan dumping dimaksudkan untuk merebut pasangsa pasar melalui penjualan dengan harga yang sangat rendah, biasanya dibawah biaya pokok. Perusahaan seperti ini bersedia menderita rugi untuk periode tertentu sampai mendapat pangsa pasar, akibatnya kompetitor lemah akan terdepak dari arena bisnis, setelah kompetitor hilang barulah meningkatkan harga yang abnormal.
  2. Concerted activities by competitors yaitu aksi bersama dari beberapa perusahaan yang sebanarnya konpetitor. Misalnya pertukaran informasi harga. Prilaku ini semodel dengan group boycott yakni kelompok pembeli/penjual bersepakat untuk menolak untuk menuual kepada atau mebeli dari seseorang atau kelompok orang. Bentuk ekstrim lainnya seperti kartel.
  3. Interlocking directorates. Seseorang menjadi anggota direksi dari dua atau lebih perushaan besar yang merupakan kompetitor, besar sekali kemungkinan perushaan itu secara bersama memiliimkemampuan berprilaku seperti monopolis/monopsonis.

Pejabat  government

Perilaku tidak etis terhadap para perilaku pejabat government ini ialah penyogokan dan kolaborasi.

ETIKA BISNIS TINJAUAN HUKUM DAN AGAMA

1). Hukum Dan Etika

Etika dipandang sebagai “state of the art” hukum yaitu dimana pedoman perilaku yang ada saat ini ditafsirkan ke dalam hukum dan digunakan sebagai pedoman selanjutnya untuk masa yang akan datang.

Hukum akan mengkodifikasi harapan dari etika dalam melaksanakan kegiatan bisnis. Meskipun disadari tidak semua harapan etika tersebut dapat dipenuhi oleh hukum. Norma etika memang bersifat dinamis, tetapi begitu ia dituangkan dalam ketentuan hukum sifat dinamisnya menjadi berkurang/bahkan mungkin menjadi statis. Maka di sini hukum tentunya harus memperhatikan pula apabila adanya perubahan-perubahan.

2).  Landasan Hukum Bisnis

  1. a) Landasan Ideal : Pancasila
  2. b) Landasan Konstitusional : UUD 1945 è Pasal 33, Pasal 26 ayat 2

Ketentuan hukum lainnya  :

  1. Hukum Perdata (KUH Perdata, KUH dagang)
  2. Hukum Pidana
  3. UU Perpajakan dan Peraturan Pelaksanaanya
  4. UU Perseroan Terbatas (UU No. 1/1995)
  5. UU Anti-Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat (UU No.5/1999
  6. UU Perlindungan Konsumen (UU No. 8/1999)
  7. Hukum dagang
  8. Hukum Ketenagakerjaan dan Peraturan pelaksanaanya
  9. UU HAKI : UU No. 14/2001 tentang paten, UU No. 15 tahun 2001 tentang Merek, UU No. 19/2002 tentang Hak Cipta
  10. UU tentang Rahasua Dagang (UU No. 30/2000)
  11. UU Kepailitan dan Peniadaan Kewajiban Pembayaran Utang (UU No. 37/2004)
  12. UU Perkoperasian (UU No. 25/1992)
  13. UU Tindak Pidana Pencucian Utang (UU No. 15/2002 dan UU No. 25/2003)
  14. Peraturan Daerah.

3). Bisnis Dalam Tinjuan Agama

Etika bisnis dalam tinjauan agama sudah tertata dengan baik sebagaimana diungkapkan dalam tinjauan Islam. Pengertian “Akhlak” berasal dari bahasa Arab, jamak dari “ khuluqun”, artinya budi pekerti, tingkah laku. Akhlak sebagai ilmu menurut Islam adalah mengajarkan mana yang baik dan mana yang buruk berdasarkan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, yang berlakunya universal dan komprehensif bagi seluruh umat manusia disegala waktu dan tempat. Apakah dalam bisnis diperlukan etika atau moral? Jawabannya sangat diperlukan dalam rangka untuk melangsungkan bisnis secara teratur, terarah dan bermartabat. Bukanlah manusia adalah makhluk yang bermartabat?

Islam sebagai agama yang telah sempurna sudah barang tentu memberikan rambu-rambu dalam melakukan transaksi, istilah al-tijarah, al-baiu, tadayantum dan isytara (Muhammad dan Lukman Fauroni, 2002: 29) yang disebutkan dalam al-Qur’an sebagai pertanda bahwa Islam memiliki perhatian yang serius tentang dunia usaha atau perdagangan.

Dalam menjalankan usaha dagangnya tetap harus berada dalam rambu-rambu tersebut. Rasulullah Saw telah memberikan contoh yang dapat diteladani dalam berbisnis, misalnya:

  1.   Kejujuran.

Sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang, baik harta, ilmu pengetahuan, dan hal-hal yang bersifat rahasia yang wajib diperlihara atau disampaikan kepada yang berhak menerima, harus disampaikan apa adanya tidak dikurangi atau ditambah-tambahi (Barmawie Umary, 1988: 44).

يأيها الذين امنوا اتقوا الله وكونوا مع الصادقين #

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan  hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur(Q.S. al-Taubah: 119)

والذين هم لأماناتهم وعهدهم راعون #

Dan orang-orang yang memelihara amanat-amant (yang dipikulnya) dan janjinya(Q.S. al-Mu’minun: 8)

Rasulullah Saw pada suatu hari melewati pasar, dimana dijual seonggok makanan. Beliau masukkan tangannya keonggokan itu, dan jari-jarinya menemukannya basah. Beliau bertanya: “Apakah ini hai penjual”? Dia berkata “Itu meletakannya di atas agar orang melihatnya? Siapa yang menipu kami, maka bukan dia kelompok kami” (Quraish Shihab, Ibid.: 8).

  1. Keadilan

Islam sangat mengajurkan untuk berbuat adil dalam berbisnis, dan melarang berbuat curang atau berlaku dzalim. Rasulullah diutus Allah untuk membangun keadilan.   Kecelakaan besar bagi orang yang berbuat curang, yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain meminta untuk dipenuhi, sementara kalau menakar atau menimbang untuk orang selalu dikurangi.

واوفوا الكيل اذا كلتم وزنوا بالقسطاس المستقيم ذالك خير وأحسن تأويلا

(الإسراء:35)

Dan sempurnakanlah takaran apabila kamu menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar. Itulah yang lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

(Q.S. al-Isra’: 35)

Dalam ayat lain yakni Q.S. al-Muthaffifin: 1-3 yang artinya:

“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang (dalam menakar dan menimbang), yaitu orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi, dan apabila mereka menakar  atau menimbang untuk orang lain, mereka mengurangi”

Dari ayat di atas jelas bahwa berbuat curang dalam berbisnis sangat dibenci oleh Allah, maka mereka termasuk orang-orang yang celaka (wail). Kata ini menggambarkan kesedihan, kecelakaan dan kenistaan. Berbisnis dengan cara yang curang menunjukkan suatu tindakan yang nista, dan hal ini menghilangkan nilai kemartabatan manusia yang luhur dan mulia.

  1. Barang atau produk yang dijual haruslah barang yang halal, baik dari segi dzatnya maupun cara mendapatkannya. Berbisnis dalam Islam boleh dengan siapapun dengan tidak melihat agama dan keyakinan dari mitra bisnisnya, karena ini persoalan mu’amalah dunyawiyah, yang penting barangnya halal. Halal dan haram adalah persoalan prinsipil. Memperdagangkan atau melakukan transaksi barang yang haram, misalnya alkohol, obat-obatan terlarang, dan barang yang gharar dilarang dalam Islam (Muhammad dan R.Lukman F, op.cit.: 136-138). Di bawah ini tabel tentang prinsip-prinsip halal dan haram dalam Islam, adalah sebagai berikut:

Tabel 2.1

Prinsip Halal dan Haram

No. Prinsip Halal dan Haram
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

Prinsip dasarnya adalah diperbolehkan segala sesuatu.

Untuk membuat absah dan untuk melarang adalah hak Allah semata.

Melarang yang halal dan menbolehkan yang haram sama dengan syirik.

Larangan atas segala sesuatu didasarkan atas sifat najis dan melukai.

Apa yang halal adalah yang diperbolehkan, dan yang haram adalah yang dilarang.

Apa yang mendorong pada yang haram adalah juga haram.

Menganggap yang haram sebagai halal adalah dilarang.

Niat yang baik tidak membuat yang haram bisa diterima.

Hal-hal yang meragukan sebaiknya dihindari.

Yang haram terlarang bagi siapapun.

Keharusan menetukan adanya pengecualian.

 

Sumber: Lihat Muhammad dan R. Luman Faurani, Visi Al-Quran Tentang Etika dan Bisnis, Jakarta: Salemba Diniyah, 2002, hlm. 132. Lihat juga Choril Fuad Yusuf, “Etika Bisnis Islam: Sebuah Perspektif Lingkungan Global”, dalam Ulumul Quran, No. 3/V/1997, hlm. 16.

Secara umum Islam menawarkan nilai-nilai dasar atau prinsip-prinsip umum yang penerapannya dalam bisnis disesuaikan dengan perkembangan zaman dan mempertimbangkan dimensi ruang dan waktu. Nilai-nilai dasar etika bisnis dalam Islam adalah tauhid, khilafah, ibadah, tazkiyah dan ihsan. Dari nilai dasar ini dapat diangkat ke prinsip umum tentang keadilan, kejujuran, keterbukaan (transparansi), kebersamaan, kebebasan, tanggungjawab dan akuntabilitas. Semua ini akan lebih mudah dipahami dalam bentuk tabel berikut ini:

Tabel 2.2

Nilai Dasar dan Prinsip Umum Etika Bisnis Islami

Nilai Dasar Prinsip Umum Pemaknaan
Tauhid Kesatuan dan Integrasi

Kesamaan

1.   Integrasi antar semua bidang kehidupan, agama, ekonomi, dan sosial-politik-budaya.

2.   Kesatuan antara kegiatan bisnis dengan moralitas dan pencarian ridha Allah.

3.   Kesatuan pemilikan manusia dengan pemilikan Tuhan. Kekayaan (sebagai hasil bisnis) merupakan amanah Allah, oleh karena itu didalam kekayaan terkandung kewajiban sosial.

4.   Tidak ada diskriminasi diantara pelaku bisnis atas dasar pertimbangan ras, warna kulit, jenis kelamin, atau agama.

 Sumber: M.A. Fattah Santoso, “Etika Bisnis: Perspektif Islam”, dalam Maryadi dan Syamsuddin (ed.)., Agama Spiritualisme dalam Dinamika Ekonomi Politik. Surakarta: Muhammadiyah University Press, 2001, hlm. 213-214.

  1.  Tidak Ada Unsur Penipuan

Penipuan atau al-tadlis / al-ghabn sangat dibenci oleh Islam, karena hanya akan merugikan orang lain, dan sesungguhnya juga merugikan dirinya sendiri. Apabila seseorang menjual sesuatu barang, dikatakan bahwa barang tersebut kualitasnya sangat baik, kecacatan yang ada dalam barang disembunyikan, dengan maksud agar transaksi dapat berjalan lancar. Tetapi setelah terjadi transaksi, barang sudah pindah ke tangan pembeli, ternyata ada cacat dalam barang tersebut. Berbisnis yang mengandung penipuan sebagai titik awal kehancuran bisnis tersebut.

Sedangkan menurut ajaran konghucu budaya kerja ditinjau dari budaya Ren yang terdiri dari lima sifat mulia manusia antara lain :

  1. Ren (hubungan industrial supaya mengutamakan keterbatasan, kebutuhan dan kualitas hidup manusia)
  2. Yi (tipu muslihat, timbangan yang tidak benar, kualitas barang dan jasa supaya disingkirkan atau dibenarkan agar tidak merugikan para stakehoulder)
  3. Li (Instruksi kerja, penilaian unjuk kerja, peranan manajemen harus dilandaskan pada kesopanan dan kesantunan)
  4. Zhi (kearifan dan kebijaksanaan dituntut dalam perencanaan, pengambilan keputusan dan ketatalaksanaan kerja, khususnya dalam perencanaan strategi dan kebijakan)
  5. Xing (setiap manajer dan karyawan harus saling dapat dipercaya)

REFERENSI

    • Keraf, Sonny, Etika Bisnis, Tuntutan dan Relevansinya
    • John Pieris c.s, Etika Bisnis & Good Corporate Governance
    • Peter Pratley, The Essence of Business Ethic/ Etika Bisnis
    • Chaeruman Pasaribu, Surahwadi, Hukum Perjanjian Dalam Islam
    • Tom Gunadi, Ekonomi dan Sistem Ekonomi menurut Pancasila dan UUD 1945, Dasar Falsafah dan Hukum Corporate Governance, Tantangan dan Kesempatan bagi Komunitas Bisnis
    • Abdullah, Taufik (ed.),. 1982. Agama, Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi. Jakarta: LP3ES.
    • Ahmad, Mustaq. 2001. Etika Bisnis dalam Islam. Jakarta: Pustaka Al-Kautsar.
    • Ebenstein, W. 1980. Todays Ism. New Jersey: Prentice Hall.
    • Kunio, Yoshihara. 1990. Kapitalisme Semu Asia Tenggara. Jakarta: LP3ES.
    • Maryadi dan Syamsuddin, (ed.),. 2001. Agama Spiritualisme dalam Dinamika Ekonomi Politik. Surakarta: Muhamamdiyah University Press.

[1] Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2010.

[2] Scott M. Cutliff.2007. Effective Public Relations, prenada media, Jakarta, h.138

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

Bergabunglah dengan 5.612 pengikut lainnya

%d blogger menyukai ini: