Posts from the ‘RESENSI BUKU’ Category

SIKAP KEKAYAAN ANDA YANG PALING BERHARGA


APAKAH SIKAP POSITIF ITU

Secara sederhana, sikap positif adalah cara anda mengkomunikasikan suasana hati ( mood ) anda kepada orang lain. Bila anda merasa optimistik dan memperkirakan akan mengalami pertemuan yang berhasil, anda memancarkan sikap positif dan orang-orang biasanya akan menganggapinya dengan baik. Bila anda merasa pesimistik dan menduga hal-hal yang buruk, sikap anda seringkali negatif, dan orang-orang cenderung menjauhi anda.

Sikap adalah cara anda melihat sesuatu secara mental. Anggaplah sikap sebagai fokus mental anda dalam memandang duniu luar. Seperti menggunakan kamera, anda dapat memfokuskan atau mengarahkan pikiran anda pada sesuatu yang menarik bagi anda.

Sikap itu tidak pernah statis. Sikap merupakan proses perseptual yang dinamis dan sensitif. Kecuali anda selalu waspada, faktor-faktor negatif dapat saja menyelusup ke dalam perspektif anda. Bagaimana pun, sikap positif bukanlah akting, sikap positif harus tulus.

Para pemenang adalah mereka yang mampu memulihkan kembali sikap positif mereka dengan segera. Orang-orang yang tidak mampu memulihkan dirinya dan menarik diri atau tenggelam dalam kesialan, akan kehilangan kesempatan.

Wawasan yang positif memberikan keberanian untuk menghadapi masalah dan mengambil tindakan guna memecahkan sebelum itu berkembang menjadi terlalu besar. Meskipun seandainya tidak tercapai penyelesaian yang ideal, sikap anda untuk hidup dengan masalah secara lebih ihklas yang akan membantu menetralkan dampak negatifnya.

Rahasia keberhasilan atlit, wiraniaga, manajer dan artis-artis panggung adalah kemampuan untuk menggabungkan pengharapan yang tinggi dengan pemulihan diri yang cepat bila terjadi kegagalan. Ada orang yang mendefinisikan sukses sebagai kemampuan untuk bangkit satu kali lebih banyak ketimbang jatuh.

Sikap positif adalah keadaan jiwa hanya dapat dipertahankan melalui usaha-usaha secara sadar. Bila sesuatu terjadi sehingga membelokkan fokus mental seseorang ke arah yang negatif, mereka yang positif mengetahui bahwa guna memulihkan dirinya, penyesuaian harus dilakukan!

  1. Sikap anda adalah isyarat yang ada pancarkan kepada orang lain. Ia juga merupakan cara anda melihat sesuatu secara mental dari dalam
  2. Makin anda memusatkan perhatian pada faktor-faktor positif dari lingkungan, makin mudah untuk tetap bersikap positif
  3. Setiap orang menjumpai kejadian-kejadian yang dapat menggoncangkan sikap anda ke arah yang negatif. Nila ini terjadi dan sikap anda menjadi negatif, tantangannya adalah secar cepat menerepkan teknik penyesuaian sikap yang memungkinkan anda pulih kembali dan mengembalikan wawasan yang positif.

KEPRIBADIAN DAN SIKAP

Kepribadian seringkali diartikan sebagai bauran yang unik dari ciri-ciri fisik dan mental yang ada dalam diri seseorang. Misalnya, jika anda mengambil karektiristik-karekteristik fisik ( mata, senyum, sosok tubuh, dan sebagainya ) dan karekteristik-karekteristik mental ( kebijaksanaan, toleransi, ketekunan, dan sebagainya ) kemudian menggabungkannya, kombinasi yang muncul merupakan kepribadian seseorang.

Kepribadian seseorang ada dalam benak orang-orang lain. Bagaimana orang lain menafsirkan kepribadian anda merupakan kunci untuk untuk mengetahui bagaimana sebenarnya kepribadian anda sendiri. Kepribadian anda lebih terletak pada apa yang anda tampilkan dan bukan pada bagaimana anda memandang  diri anda sendiri.

Kadang-kadang kita mendengar istilah kepribadian yang karismatik. Bebrapa tokoh olahraga atau panggung dianggap memiliki karisma. Sikap begitu pentingnya sehingga dapat menjadi lebih penting daripada karekteristik-karekteristik fisik dan mental dalam suatu kepribadian. Sikap yang positif begitu kuatnya sehingga dapat memperkuat ciri-ciri kepribadian. Sebaliknya, sikap yang negatif dapat meminimalkan atau meniadakan karekteristik yang seyogyanya menarik. Kita tentu saja tidak dapat mengatakan bahwa sikap yang positif dapat menciptakan karisma tetapi sikap ini dapat mendekatinya!

  1. Seseorang yang mempunyai sikap positif dapat mengubah kepribadian yang membosankan menjadi kepribadian yang dipandang orang sebagai menarik.
  2. Sikap yang positif dapat membuat orang cantik menjadi dua kali lebih cantik
  3. Sikap yang positif dapat menarik perhatina kepada ciri-ciri istimewa dalam suatu kepribadian yang biasanya tidak menonjol.
  4. Beberapa sikap positif tampaknya mencemerlangkan karekteristik kepribadian yang lain dan dalam proses ini cerita keseluruhan orang yang bersangkutan menjadi lebih bersinar dan lebih menarik bagi orang lain.

Kebanyakan di antaraharus belajar untuk hidup nyaman dengan ciri dan karekteristik bawaan kita. Kita dapat meningkatkan diri dengan menata rambut secara lebih rapi, mengikuti program-program kebugaran, bahkan dengan menjalani bedah plastik. Tetapi setelah ini dilakukanpun, kita perlu menyadari bahwa semua perbaikan haruslah memancarkan apa yang sudah kita miliki secara lebih baik.

KEAMPUHAN SIKAP POSITIF

Menggunakan kata ampuh untuk menekankan kekuatan dari sikap positif mungkin terasa berlebihan. Tetapi, jika anda pernah secara teliti mengamati perilaku manusia, anda barangkali pernah melihat melihat adanya sikap yang berbalik begitu drastisnya, sehingga kata ampuh rasanya merupakan satu-satunya.

Bacalah manfat-manfaat sikap yang positif berikut ini:

  1. SIKAP POSITIF MEMICU SEMANGAT

Saya belum pernah membaca tulisan dari ahli psikologi atau psikiatri manapun yang dapat secara klinis menjelaskan mengapa ini terjadi. Tetapi, pengamatan sederhana mengungkapkan bahwa mereka yang terjerumus kedalam sikap negatif dan mengalami depresi kehilangan banyak enerji. Mereka seringkali menghambat diri sendiri seakan-akan mereka diselimuti kabut tebal. Sebaliknya, orang-orang positif, cadangan enerji mereka tampaknya tidak ada habis-habisnya.

  1. SIKAP POSITIF MENDORONG KREATIVITAS

Bersikap positif akan membantu pikiran anda berpikir secara bebas. Gagasan dan pemecahan muncul ke permukaan. Sebaliknya, sikap negatif mempunyai efek mencekik dan menghambat kreativitas. Ketika mulai masuk kerja, sikap positifnya membantunya menjadi kreatif. Saat ini susi sangat membutuhkan perubahan sikap untuk memulihkan kembali kreativitasnya.

  1. SIKAP YANG TANGGUH DAPAT MENCIPTAKANHAL-HAL YANG BAI

Banyak yang percaya bahwa bilamana seseorang sedang merasa riang, peristiwa-peristiwa yang kebetulan cenderung terjadi dalam hidupnya. Kata tangguh dapat ditafsirkan bermacam-macam, tetapi dibaliknya tersembunyi konsep yang indah bahwa sikap itu sendiri dapat mengangkat seseorang menjadi diatas normal. Keajaiban akan terjadi bila kita menyadari bahwa pendekatan kita yang lebih ceria dapat menciptakan hal-hal yang baik dan yang tidak diduga-duga akan terjadi.

SIKAP DAN LINGKUNGAN PEKERJAAN

Sikap positif sangat dihargai dalam lingkungan kerja. Ada 4 sebabnya:

  1. Bagi banyak orang, pekerjaan bukanlah suatu yang sangat mereka sukai. Bekerja didekat orang yang positif membuat pekerjaan terasa lebih ternikmat.
  1. Beberapa rekan sekerja mungkin mempunyai masalah-masalh pribadi di rumah. Tempat kerja mungkin merupakan satu-satunya tempat dimana mereka dapat menjumpai orang-orang positif dan melupakan sebagian masalah mereka.
  1. Para penyelia mengandalkan sikap positif dari bawahan guna membina semangat kelompok sikap positif membuat pekerjaan setiap orang sedikit lebih mudah.
  1. Hampir separuh dari waktu jaga seseorang dihabiskan ditempat kerja. Tanpa sikap yang positif, waktu itu akan terasa sangat panjang. Baik sikap positif maupun sikap negatif sangat cepat menular ditempat kerja. Bekerja di dekat orang yang sikapnya positif merupakan pengalaman yang menggembirakan.ia dapat membuat anda merasa lebih yakin terhadap diri sendiri. Bekerja di dekat orang yang negatif adalah seperti pergi kepesta dengan orang yang terkucil. Ia dapat membuat anda ketularan bersikap negatif.

Orang luar biasanya dapat merasakan bila suatu lingkungan pekerjaan nyaman, efisien dan produktif dengan mengamati sikap para karyawan. Selalu terdengar tawa riang. Para karyawan saling bertoleransi. Pekerjaan dipandang lebih sebagai tantangan daripada sebagai rangkaian tugas-tugas yang menjemukan. Tetapi hati-hati satu saja sikap negatif dapat menyuramkan suasana hati.

Sangatlah mudah mengenali mereka yang bersikap positif atau negatif bilamana mereka sedang menjalani masa cuti. Karyawan yang positif selalu dirindukan dan disambut dengan senang hati ketika masa cutinya sudah berlalu. Karyawan yang negatif selalu ditunggu-tunggu kapan ia menjalani masa cutinya. Artinya, jelas, sikap positif anda bukan hanya berharga bagi anda tetapi juga dihargai orang lain.

PERLUNYA SERING-SERING MEREMAJAKAN SIKAP

Setiap orang, karyawan, pelajar, ibu rumah tangga, pensiunan pasti memrlukan pembaruan peremajaan sikap atau penyesuaian sikap. Tak seorangpun dapat menghindarinyaa.

Peremajaan berarti membarui atau menyegarkan kembali pandangan anda, meremajakan kembali ancangan anda, memantapkan kembali fokus positif anda, dan atau memperbaiki kemunduran dan keusanfan sikap anda. Masa-masa ini diperlukan untuk mengatasi hal-hal berikut.

  1. Kejutan Lingkungan. Seperti halnya alat seismograf mencatat intensitas dan lama suatu gempa bumi, sikap anda mencerminkan goncangan-goncangan yang disebabkan oleh kerugian, keuangan, kekecewaan pribadi, masalah keluarga, masalah kesehatan dan sebagainya
  2. Masalah Citra Pribadi. Kita seringkali lelah memikirkan diri sendiri. Mungkin berat badan kita bertambah beberapa kilo atau kita tidak setampan sebelumnya. Ini menimbulkan citra pribadi yang negatif sejenis lensa buram yang menghalangi kita memandang diri sendiri secara positif.
  3. Arus Negatif. Tak seorangpun dapat menjelaskan mengapa ini terjadi, tetapi adakalanya , meskipun suasana lingkungan tenang dan anda sendiri memiliki citra pribadi yang positif, biasa saja ada dorongan untuk bersikap negatif.

Apapun alasannya kejutan lingkungan, masalah citra pribadi  atau arus negatif setiap orang sewaktu-waktu  perlu menyesuaikan sikapnya. Peremajaan sikap pada tingkat pertama merupakan peoses sehari-hari. Bagi sementara orang, meditasi sejenak merupakan jawabannya. Banyak diantara orang-orang seperti ini akhirnya menyadari bahwa upaya penyesuaian sikap yang tidak merusak dan bersifat lebih permanen akan lebih baik.

Masalah ini terjadi bila seseorang menjalankani pola perilaku negatif yang tetap selama beberapa waktu. Walaupun ada hari-hari yang lebih baik daripada hari-hari lainnya, tampaknya fokus perhatian lebih condong pada sisi negatif.

Mungkin saja kita berada dalam keadaan ini tanpa menyadarinya. Bila nad sakit fisik, misalnya, tubuh anda biasanya akan mengirimkan tanda-tanda tertentu, sakit kepala, demam, atau rasa nyeri, isyarat ini mendorong anda untuk melakukan sesuatu guna untuk mengatasinya. Tetapi bila anda terjerumus kedalam masalah sikap seperti diatas, pikiran anda mungkin tidak mampu mengirimkan isyarat, atau mungkin anda tidak mau menerimanya. Kawan-kawan anda mungkin ingin mengatakannya  tetapi kemudian membatalkannya karena khawatir hal ini akan memancing kemarahan anda.

SIKAP DAN SUKSES DALAM BERKARIR

Dalam kehidupan pekerjaan, seperti dalam kehidupan pribadi anda, sikap andalah yang menentukan. Membina dan memelihara hubungan yang sehat diantara para atasan dan rekan kerja merupakan kunci keberhasilan dalam setiap organisasi. Tidak ada yang lebih membantu terhadap proses ini selain sikap positif.

Sikap positif akan memperluas jaringan kerja anda. Bila anda bersikap positif, anda memancarkan isyarat-isyarat yang bersahabat. Pelanggan, rekan-rekan, dan atasan akan lebih terbuka kepada anda. Sikap anda terlihat dari cara andang memandang, berdiri, berjalan, dan berbicara. Jika anda ceria dan positif, sikap anada bekerja seperti magnit. Anda tidak saja menarik orang lain, melainkan mereka juga akan merasa lebih bersahabat dengan anda akrena mereka segera merasakan bahwa anda menyukai mereka.

Sementara orang memandang rendah perlunya pembinaan dan pemeliharan hubungan antar manusia yang baik. Mereka lebih mementingkan kemampuan teknis dan mengabaikan penting aspek manusia. Sebagai akibatnya, mereka sulit memahami mengapa ada orang yang tidak bergairah terhadap pekerjaannya padahal secara teknis tidak ada salah salah.

Dalam dunia kerja, sangatlah penting untuk mencoba membedakan anatar hubungan pribadi didasarkan pada perasaan psikologis antar dua orang. Karena anda tidak dapat melihat atau merabanya, ada orang yang hanya melihat kepribadiannya.

Akibatnya, orang seringkali kehilangan obyektivitas mereka. Mereka tidak lagi berusaha melakukan sesuatu untuk meningkatkan atau memperbaiki hubungan pribadi, melainkan malah mengutak-atik kepribadian dan terjadilah konflik. Mereka yang mampu menyadari pentingnya hubungan cenderung lebih dapat menerima adanya perbedaan-perbedaan dengan orang-orang lain. Dengan lebih memusatkan pada kebutuhan pekerjaan, hambatan-hambatan dapat diatasi yang pada akhirnya akan memungkinkan seseorang lebih dapat menerima rekan kerjanya secara lebih baik.

Ada orang yang lebih suka membina hubungan baru ketimbang memperbaiki yang sudah ada. Ditempat kerja, ini dapat berarti menciptakan klik-klik dalam suatu kelompok, atau sering berpindah-pindah pekerjaan. Mereka yang ingin membina karir dengan lebih baik menyadari pentingnya memelihara hubungan yang positif. Bila diperlukan perbaikan hubungan, karyawan yang cerdas akan melakukannya secara cepat. Mereka akan bertindak terlepas dari apakah mereka sebenarnya bertanggung jawab atas masalah ini atau tidak. Mereka menganggap bahwa hubungan, jauh lebih penting daripada insiden yang merusakkannya.

Bersikap positif di tempat kerja memberikan manfaat ganda. Pertama, ini membantu anda menciptakan hubungan antar manusia yang sehat yang tidak hanya mendatangkan kawan-kawan baru, melainkan juga sukse dalam karir. Kedua, setiap hubungan bermutu yang anda ciptakan memberikan kekuatan baru bagi sikap yang selalu anda butuhkan.

SIKAP DAN KEPEMIMPINAN

Lebih banyak keberhasilan usaha yang disebabkan oleh pencapaian dalam hal sikap ketimbang pencapaian dalam hal teknis.

Manajer-manejer yang tahu bagaimana membina sikap positif dikalangan para karyawan dapat memimpin tim yang kurang berpengalaman untuk meningkatkan produktivitas dan sukses. Ini terjadi tidaklah berarti bahwa pengembangan keterampilan-keterampilan khusus dapat diabaikan. Gloria selalu memikirkan pelatihan-pelatihan yang dapat meingkatkan anak buahnya. Ia menyelanggarakan bimbingan-bimbingan baik secara perorangan maupun kelompok. Penekanan gloria pada pengembangan sikap yang positif tidaklah berarti bahwa ia menganggap perencanaan strategis tidak penting. Berikut ini ada 5 prinsip yang dapat anda perimbnagkan

  1. Sikap itu ditularkan, bukan diajarkan.

prinsip ini berarti bahwa sikap pengikut merupakan cerminan sikap pemimpin mereka. Tanggung jawab setiap pemimpin adalah memelihara sikap positifnya sendiri

  1. Kebijakan hubungan antar manusia yang layak.

prinsip hubungan antar manusia yang selayaknya, seperti memperlakkan setiap orang sebagai manusia dengan menggunakan prinsip penghargaan yang saling menguntungkan, dan peka terhadap kebutuhan orang lain, haruslah ditaati. Pemimpin yang menggunakan teknik-teknik yang tidak manusiawi, misalkan mempermalukan seseorang di depan kelompoknya, dapat merusak moral.

  1. Prinsip apel busuk.

Setelah beberapa lama, sebutir apel yang busuk dalam keranjang dapat merusak apel-apel lainnya. Setelah beberapa lama, sesorang anggota kelompok yang negatif dapat merusak sikap positif anggota kelompok yang lain. Untuk memecahkan persoalan ini, anggota yang negatif perlu diajak bicara oleh pemimpinnya agar ia mau memperbaiki sikapnya, atau, tindakan lain harus diambil.

  1. Hubungan sikap / rasa percaya diri.

Prinsip dasar ini mengatakan bahwa anggota kelompok yang mempunyai pandangan positif memiliki rasa percaya diri pribadi yang lebih besar. Yang tidak percaya diri tidak akan pernah berprestasi.

  1. Prinsip umpan balik.

Seorang pengumpan dalam sepak bola seringkali memberi umpan kepada yang baru saja gagal menyelesaikan umpan sebelumnya. Dengan baik. Hal ini dimaksudkan untuk membantu memulihkan rasa percaya diri si penerima umpan.

Resume :

Attitude: Your Most Princeless Possession-Sikap: Kekayaan Anda Yang Paling Berharga, Elwood N.Chapman, Alih Bahasa Ir. Agus Maulana, Editor Dr. Lyndon Saputra, Binarupa Aksara,Batam, 2003.

Belajar goblog dari Bob Sadino


Sejak lama Bob Sadino meyakini bahwa, sekolah formal tidak mampu mendukung potensi seseorang untuk menjadi wirausahawan tangguh.Menurutnya seorang pengusaha tidak memerlukan sekolah formal. Yang diperlukan hanyalah segera melangkah, dan belajar dari proses kehidupan. Dan itu semua harus dilakukan secara terus-menerus dan berulang-ulang sehingga menjadi terampil.Sebab repetisi atau pengulangan jauh lebih penting daripada teori di sekolah formal.

1004971_222550534603057_1862754251_nBAGI Bob Sadino sekolah hanya menjadikan seseorang memperoleh informasi, sementara informasi itu sifatnya sudah terjadi.Untuk menjadi wirausaha, seseorang tidak perlu menjejali otaknya hanya dengan informasi melainkan perlu adanya sebuah tindakan.Bahkan Om Bob dengan berani bisa mengatakan bahwa para sarjana sebagian besar otaknya hanyalah ‘sampah’.Bagi sebagian orang jelas bahwa konotasi ‘sampah’ tersebut bernada negatif, tapi memang seperti itulah Om Bob menyatakannya.

Dengan sekolah formal, setiap orang hanya dituntut kepintaran. Padahal menurut Bob Sadino kepintaran itu hanya akan membuat orang terbelenggu. Menurutnya belenggu tersebut mencengkram banyak orang, khususnya orang pintar.

Misalnya, orang pintar terbelenggu oleh rasa takut.Hal ini membuat seseorang tidak mampu berbuat apapun.Mau jadi pengusaha takut gagal.Ingin bepergian jauh, takut naik pesawat.Hendak melaut, khawatir tenggelam.Habislah semuanya gara-gara belenggu rasa takut.Jika ingin bergerak maka belenggu rasa takut itu harus dihilangkan.

Selanjutnya orang pintar selalu banyak berharap.Hal ini memang sering tidak disadari, karena dalam ilmu manajemen modern justru harapan ini diwajibkan.Namun, banyak mengharap justru makin membuat tidak berdaya.Sebab, sebagian besar dari harapan tersebut biasanya lebih banyak yang tidak terkabul.Maka bebaskanlah diri dari harapan.

Terakhir, belenggu pikiran sendiri.Banyak orang yang tidak menyadari ketika dirinya dibelenggu oleh pikiran sendiri. Kadang belenggu itu datang dari pikiran orang lain, tapi kemudian mengendap dalam pikirin diri sendiri. Salah satu belenggu semacam ini misalnya ‘tujuan’.Jangan mau dibelenggu oleh tujuan. Sebab dengan tidak memiliki tujuan Bob Sadino menyampaikan bahwa otak akan lebih bebas tanpa tekanan.

Itulah belenggu kehidupan yang antara lain disumbang oleh ilmu manajemen modern. Seorang Bob Sadino bukan berarti anti dengan ilmu manajemen, tapi ia mencoba mengubah pandangannya terhadap ilmu tersebut sebagai sebuah seni. Sangat bagus bagi seseorang mengetahui teori manajemen, tapi yang tidak tahu teorinya pun belum tentu jelek.Bahkan bisa saja lebih bagus dari yang mengetahui teori.

Anak Guru

Bob Sadino memiliki nama lengkap Bambang Mustari Sadino, dilahirkan di Tanjung Karang Lampung pada 9 Maret 1933, dari pasangan Jawa yang hijrah ke Sumatera. Bob Sadino hanya satu tahun menikmati udara Sumatera, karena pada 1934 dia harus mengikuti orang tuanya ke Jakarta.Bapaknya, Sadino adalah seorang guru dan kemudian menjadi kepala sekolah. Saat itu Sadino termasuk  amtenaar atau pegawai negeri pemerintahan Hindia Belanda.

Bob kecil hidup dalam kecukupan, tidak seperti bocah Hindia Belanda yang kebanyakan masih kurang makan dan kasih sayang. Pendidikan pun ia dapatkan dengan leluasa mulai SR (sekolah rakyat setingkat SD) sampai SMA. Orang tuanya sebagai guru membuat Bob kecil memperoleh pelajaran yang memadai.

Sejak kecil Bob Sadino sudah bergaul dengan orang-orang berada, terutama dengan anak-anak keturunan Cina.Sehari-hari, Bob biasa bercengkrama dengan mereka dan melakukan banyak hal bersama.Berkat pergaulan masa kecilnya itu pula yang membuat Bob menjadi pria yang hebat dalam menjalin hubungan dengan banyak pihak.Sebuah pengalaman yang mendukungnya menjalani hidup sebagai pengusaha yang harus punya jaringan luas.

Selepas SMA pada 1953, Bob memulai kariernya sebagai pekerja di Unilever. Namun, karena ikut-ikutan temannya kuliah, ia pun sempat mencicipi bangku kuliah di Universitas Indonesia di Fakultas Hukum, tetapi Bob hanya bertahan beberapa bulan saja di FH UI karena merasa tidak betah akhirnya ia berhenti kuliah dan bekerja kembali.

Melanglang Buana ke Eropa

Setelah bertahun-tahun di Unilever Bob memutuskan untuk memperbaiki kariernya dengan pindah kerja ke McLain and Watson Coy (Djakarta Llyod), sebuah perusahaan pelayaran dan ekspedisi.Pekerjaan barunya mengharuskan Bob berkelana ke mancanegara khusus Eropa. Dua kota yang paling lam disinggahinya adalah Amsterdam dan Hamburg. Disana Bob menghabiskan waktu sampai 9 tahun, sehingga tak heran ia fasih berbahasa Inggris, Belanda, Jerman, dan belakangan juga fasih berbahasa Jepang. Selain itu, ia pun memiliki pergaulan yang sngat luas dan jaringan pertemanan di berbagai Negara.

Pada tahun 1967, Bob memutuskan kembali ke Jakarta, setelah bosan terus-menerus menjadi bawahan dan berkali-kali ia mengatakan stress karena tekanan atasan. Bersama Soelami Soejoed, karyawan Bank Indonesia di Amerika Serikat, Bob pulang ke Indonesia untuk menikah. Kehidupan yang mapan dan gaji yang besar mereka tinggalkan.Ia hanya membawa oleh-oleh dua sedang Mercedes sebagai hasil jerih payahnya selama bertahun-tahun di Eropa. Satu dijual, uangnya dibelikan sebidang tanah di kemang, sedangkan satu lagi dijadikan taksi gelap tetapi kadang-kadang taksinya disewakan kepada pihak lain.

Hidup Penuh Peluh dan Air Mata

Awalnya semua berjalan lancer, kehidupan Bob bersama istrinya pun tercukupi dari hasil taksinya, tetapi belum genap setahun taksinya mengalami tabrakan karena Bob tidak memiliki dana untuk memperbaikinya sehingga ia harus rela taksinya hanya menjadi seonggok sampah. Bob pun merasa sangat hancur dengan kejadian tersebut. Maka untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Bob muda menjalani profesi sebagai tukang bangunan walupun belum punya keahlian di bidang itu. Setiap minggu ia mendapatkan upah Rp 100 dari pekerjaannya itu. Kurang lebih ia menjalankan profesi sebagai tukang bangunan selama setahun.

Mulai Berternak Ayam

Kondisi Bob pun terdengar oleh kawannya baik yang dulu bekerja di Jakarta maupun Eropa. Mereka ikut prihatin dengan keadaan Bob, sampai akhirnya datanglah pertolongan dari kawannya yang bernama Sri Mulyono Herlambang yang menyarannkan untuk berternak ayam, dan bob pun setuju dengan usulan kawannya itu. Mulailah Bob berternak ayamm dengan 50 ekor ayam Broiler yang didatangkan dari Belanda oleh temannya. Bob kemudian belajar berternak dari berbagai sumber bacaan salah satunya majalah-majalah terbitan Belanda.

Ayam memberikan pelajaran barharga bagi Bob dalam menjalani hidup. Ketika pertama kali memelihara ayam, ia berpikir “ayam yang hanya diberi paruh dan kaki saja bisa hidup dan mencari makan sendiri, kenapa manusia tidak?” dari situlah motivasi Bob bertambah berlipat-lipat, sehingga ia serius memelihara ayam, sampai akhirnya menjajakan telur di Kemang dan dikenal senagai Bandar telur.  Ayam pula yang membuat Bob terus mencari ilmu melalui majalah-majalah Belanda yang berisi segala macamhal berkaitan dengan peternakan dan perkebunan.Isinya memang luar biasa karena banyak hal yang belum ada di Indonesia. Bob menjadi pihak pertama di Indonesia yang mengetahui berbagai temuan baru ilmuan mancanegara di bidang peternakan dan perkebunan. Sehingga tak jarang ia diundang oleh IPB untuk mendiskusikan masalah peternakan, perkebunan, dan pertanian.

 

BIODATA

  • Nama        : Bob (Bambang Mustari) Sadino
  • Lahir         : Tanjung Karang, 9 Maret 1933
  • Agama      : Islam
  • Istri           : Soelami Soejoed
  • Anak        : Myra Andiani dan Shanti Dwi Ratih
  • Kegemaran: Mendengarkan music jazz dan klasik
  • Kenangan terindah: saat salat berjamaah dengan istri dan dua putrinya.

Pendidikan:

  • SD, Yogyakarta (1947)
  • SMP, Jakarta (1950)
  • SMA, Jakarta (1953)

Pekerjaan:

  •  Karyawan Unilever (1954-1955)
  • Karyawan Djakarta Llyod, Amsterdam dan Humburg (1950-1967)
  • Pemilik tunggal supermarket Kem Chicks
  • Dirut PT Boga Catur Rata (Bidang Retail)
  • PT Kem Foods

Dagang Telur dengan Sekuntum Anggrek

Bob Sadino yang sekarang menjadi buruan bnayak orang, ternyata mengawali usahanya dengan berjualan telur secara eceran.Ia bersama istrinya menjajakan telur hasil peternakannya sendiri di kawasan kemang. Beragam tanggapan dari konsumen, ada yang menolak, ada yang mau beli, bahkan ada yang komentar tentang kualitas telurnya.

Saat itu sekitar tahun 1970, telur ayam negeri belum popular di Indonesia, masyarakat pribumi hanya mengkonsumsi telur ayam kampong.Sehingga sulit memasarkan hal baru, kata ilmu manajemen perlu adanya edukasi pasar. Tetapi Bob tidak mengenal kata edukasi pasar, yang ia lakukan hanya terus menjajakan telur hasil ternaknya bersama istrinya di kawasan Kemang.

Beruntunglah Bob, karena di kawasan Kemang sudah banyak orang asing, dan mereka pun sudah familiar dengan telur ayam broiler dibandingkan dengan masyarakat pribumi. Untuk menambah greget dagangannya, Bob memasukan setangkai bunga anggrek ke dalam plastic telur dagangannya itu.Benar saja, telur dagangannya laku dan orang asing tersebut lambat laun menjadi pelanggan setia Bob Sadino.

Penambahan bunga anggrek merupakan ide yang tidak direncanakan tetapi bernilai luar biasa. Ide tersebut berawal dari pengalaman Bob yang tinggal di Eropa bertahun-tahun, sehingga ia tahu bunga anggrek dinilai istimewa bagi orang asing karena harganya mahal, padahal di Indonesia bisa didapatkan dengan gratis. Ini sebuah strategi dagang yang dahsyat.

Street Smart vs Pintar Sekolahan (Bisa vs Tahu)

       Dalam buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino”, Bob menguraikan bahwa orang sekolahan diajari tahu, sedangkan orang jalanan diajarkan bisa. Sehingga orang bisa tentu berada beberapa langkah di depan orang yang hanya tahu. Lebih parah lagi, orang sekolahan biasanya hanya tahu dan belum tentu mengerti, sehingga dalam melangkah banyak ragu-ragunya.Takut begini, takut begitu, karena terlalu banyak rambu. Pintar jalanan hanya mengajarkan lakukan saja! Tidak ada teori dan pikiran negative. Orang yang pintar dijalanan berani melawan ketakutan yang biasanya membisikan terror: “bagaimana nanti kalau gagal,” “jangan-jangan nanti rugi” dan lain-lain.

Bob Sadino Memulai segalanya dari jalanan, bukan dari sekolahan.Dia memulai dengan berjualan telur, lalu daging ayam kemudian sayur-mayur dan buah-buahan.Dia tidak menghadapi segala masalah dengan senjata teori, melainkan dengan praktik dan praktik.

Manajemen Gila “Ala Bob Sadino”

Tidak ada satu pun perusahaan besar di muka bumi ini, yang menerapkan manajemen seperti Bob Sadino. Dalam banyak kesempatan, pria yang masih terlihat segar dalam usia lewat 70 tahun ini, selalu mengatakan tidak pernah punya perencanaan dan tidak pernah mau membuatnya. Pernyataan ini dibuktikan dengan tindak tanduknya yang memang tidak pernah punya rencana di atas kertas.Rencana cukup di kepalanya saja, dan sangat mungkin berubah-ubah sesuai dengan situasi dan kondisi.

Tentu sangat berbeda dengan perencanaan dalam manajemen modern. Bahkan sejumlah pakar manajemen mengatakan tidak mungkin seseorang akan berhasil tanpa perencanaan. Bob sadino dengan segala keunikannya, sukses menjungkirbalikan teori para pakar. Tidak ada plan A, plan B, plan C dan seterusnya. Yang ada adalah sejuta kemungkinan.

Sama seperti perencanaan, salah satu unsur manajemen yaitu pengorganisasian juga dilanggar oleh Bob Sadino.Dia tidak mau memiliki organisasi seperti yang dijabarkan dalam buku-buku teori manajemen.

Bob Sadino mempunyai cara unik dalam melakukan pengawasan. Dengan cara ikut bekerja bersama para karyawannya. Bahkan Bob Sadino akan“nongkrong” seharian di kantor ikut bekerja, dan tidak jarang dia juga mengajak serta istri dan anaknya berada di tempat kerja.

Bob Sadino tidak ragu-ragu bergaul dengan para karyawan mulai dari top level sampai pegawai paling rendah seperti tukang sapu atau “office boy”. Dan cara dia memperlakukan para bawahannya tidak seperti seekor singa yang sedang mengawasi mangsanya. Bob Sadino justru memosisikan diri seperti rekan kerja, teman, sahabat dan keluarga.Itulah sebabnya semua karyawan rela diangkat menjadi anak oleh Bob Sadino.

Tidak ada seorang pun anggota keluarga Bob Sadino yang sedarah, baik keluarga dekat maupun keluarga jauh yang bekerja di perusahaannya. Semua pekerjanya adalah orang lain yang tidak ada hubungan darah sedikitpun. Bob Sadino sengaja membatasi keluarganya ikut campur dalam perusahaan, apalagi menjadi bagian dari perusahaan. Dia berkeyakinan, manajemen semacam itu akan menghindarkan keluarga dari keretakan.

Sebagian besar perusahaan melakukan perekrutan pegawai dengan prosedur dan sistem yang sangat profesional.Tetapi tidak demikian dengan Bob Sadino.Dia tidak pernah membuka pengumuman lowongan pekerjaan. Dia merekrut pegawai dengan cara jalanan. Dia tidak peduli latar belakang calon pegawainya.Mau sarjana S1 atau Master, mau lulusan SMA/SMP, bekas pegawai hebat atau bahkan gelandangan. Mereka bisa bekerja di sana dengan satu syarat, mau bekerja dan belajar.

Bob Sadino membagi perjalanan bisnisnya ke dalam tiga bagian waktu:

  1. 10 tahun pertama, sebagai masa penjajakan antara bos dengan para anak buah.Pada masa ini, bos yang melakukan dan memimpin semua hal sendirian. Pada masa ini, bos mulai mencari tahu kemampuan anak buah dan anak buah mencari tahu gaya kepemimpinan dan apa yang diinginkan bos.
  2. 10 tahun kedua, sebagai masa tahu sama tahu. Bos sudah sangat mengetahui kemampuan para anak buahnya, sedangkan anak buah sudah mengerti apa yang diinginkan bos. Anak buah juga paham gaya kepemimpinan bos, sehingga bisa menjalankannya sendirian.
  3. 10 tahun ketiga, sebagai masa desentralisasi penuh.Bos mulai meninggalkan segala urusan perusahaan dan memutuskan untuk tidak ikut ambil bagian dalam segala urusan perusahaan. Bos mempercayakan sepenuhnya segala urusan kepada para anak buah, dan membiarkan mereka berbuat apa yang dianggapnya benar.

Jika percaya kepada anak buah, maka berikanlah kepercayaan sepenuhnya.Termasuk membiarkan dia berbuat kesalahan dan memperbaikinya sendiri. Bob Sadino sangat percaya diri mundur dari operasional perusahaannya karena beberapa alasan sebagai berikut:

  1. Dia membangun usaha mulai dari nol. Dia tahu betul bagaimana beratnya memulai usaha dari nol.
  2. Dia pantau para karyawannya sejak pertama kali masuk perusahaan. Akibatnya, dia tahu betul kualitas mereka.
  3. Bob Sadino mengembangkan sikap selau terbuka dalam banyak hal kepada anak buah.Salah satu dampaknya, anak buah sangat hormat dan percaya kepadanya.Demikian pula sebaliknya.
  4. Tidak segan-segan mengajarkan anak  buah cara berbisnis. Dia sama sekali tidak khawatir, ketika anak buahnya makin pintar bisnis, mereka akan kabur dan membuka usaha sendiri.
  5. Menerapkan sikap saling percaya kepada anak buah.

Sebagai entrepreneur, Bob justru menggunakan ilmu manajemen sebagai seni bukan ilmu dan memanfaatkannya lebih daripada yang dilakukan orang lain. Manajemen itu sesungguhnya adalah memanfaatkan kemampuan orang lain untuk mencapai sesuatu. Bob Sadino tidak mengenal istilah kerja keras atau kerja cerdas.Yang ada adalah lakukan saja lalu nikmati.Jika seseorang sudah menikmati sebuah pekerjaan, tidak ada kata kerja keras atau cerdas.Yang ada hanyalah menikmati pekerjaannya. Kalau sudah begitu tidak ada lagi kata capek, malas dan kata sifat sejenisnya, karena seseorang sudah menikmatinya. Menikmati berbeda dengan malas.Kalau, malas berarti tidak mengerjakan sesuatu.

Ada tiga langkah atau alternatif  Bob Sadino dalam menciptakan pasar, yaitu:

  1. Jadilah yang pertama

Dengan menjadi yang pertama di bidang tertentu, kita pasti akan mendapatkan perhatian konsumen. Ketika orang lain mengikuti, kita sudah lebih dulu mantap sebagai yang pertama.

  1. Jadilah yang berbeda

Jangan pernah memilih bisnis yang sama dengan orang lain. Kalau kita meniru bisnis orang lain, kita tidak akan memiliki nilai tambah apa-apa, sehingga pasti kalah bersaing dengan pebisnis lain. Konsep yang bisa dipakai adalah ATM (Amati,Tiru,Modifikasi). Jadi, boleh-boleh saja meniru asal ada modifikasi di dalamnya.

  1. Menjadi yang terbaik

Jika kita sudah mampu menjalankan dua langkah di atas, pasti kita mampu menjadi yang terbaik.

Konsumen adalah Paspor Saya

Dalam menjalankan usahanya, Bob Sadino sangat mengapresiasi peran konsumen. Baginya tanpa mereka Ia bukan apa-apa dan tentu saja usahanya tidak akan menjadi seperti sekarang ini.

Untuk urusan kualitas barang dagangannya, Ia tidak pernah benar-benar mengerti apa itu kualitas. Yang Ia tahu hanya berusaha menyediakan apa yang dibutuhkan oleh konsumennya. Apa yang diminta oleh konsumen maka itulah yang akan disediakan oleh seorang Bob Sadino.

Kenapa Kem Chick Tidak Mau Buka Cabang?

Jawabannya karena 2 hal.Pertama, konsisten dan kedua adalah konsep Kem Chick ‘Kembali ke Rumah’.Terkait alasan pertama, Bob Sadino berusaha konsisten untuk fokus mengembangkan satu Kem Chick.Hal ini dilakukan untuk menjaga pelayanan agar tetap prima dan menjaga kualitas produk agar tetap sesuai dengan harapan konsumen. Bisa Anda bayangkan jika Kem Chick bercabang, fokus pengembangan akan pecah dan tidak terkonsentrasi.

Untuk alasan kedua, hal ini berkaitan dengan perlakuan istimewa Bob Sadino terhadap konsumen.Ia ingin ketika konsumen datang ke Kem Chick mereka merasakan nuansa kekeluargaan. Tak jarang Ia dan istrinya turun langsung untuk melayani konsumen dan bercengkrama dengan pelanggan. Kesan itulah yang ingin dipertahankan oleh Bob Sadino.Dengan konsep ‘kembali ke rumah’ tersebut, nampaknya agak rumit jika Kem Chick harus bercabang.Pada teirinya saja rumah itu biasanya hanya satu atau dua. Jika lebih apa bedanya dengan hotel atau appartment? Yang pasti sudah sangat minim rasa kekeluargaannya.

Fokus Di Agribisnis

Untuk mendiversifikasi usaha bukan sesuatu yang mustahil dilakukan oleh seorang Bob sadino, tapi nampaknya hal itu sangat dihindari.Baginya dunia agribisnis saja belum sepenuhnya tergrap. Dengan berpegang teguh pada prinsipnya itu  Bob sadino menjelma menjadi pebisnis agri yang sangat paham akan seluk beluk dunia dunia agribisnis.

Bob bersikukuh bergerak di bidang agribisnisdengan mengoptimalkan =nya secara maksimal. Fokus pada bidang ini dan terus mempertajam kemampuannya mengembangkan produk sekaligus meninggikan nilai jual.

Tidak Mau Berpartner

Keyakinan Bob Sadino akan hal-hal yang mungkin terjadi bila berpartner dalm bisnis:

  1. Merusak hubungan yang baik menjadi buruk akibat urusna bisnis.
  2. Kerja sama selevel pasti berakhir dengan kata bubar.
  3. Memancing sifat serakah di salah satu pihak.
  4. Saling curiga satu sama lain.

Sekolah=Racun

Dalam konteks untuk menjadi seorang pengusaha, sekolah hanya mewariskan sejumlah ketakutan.Sekolah hanya menghambat seseorang untuk bertindak bebas dan melakukan sesuatu.Di sekolah, diajarkan sebelum memulai suatu usaha harus menentukan tujuan, punya rencana jangka panjang dan jrencana jangka pendek.Diajarkan marketing dan menejemen, tapi bagi Bob Sadino itu semua hanya racun.Semua itu bisa lebih sederhana dalam kacamata seorang Bob Sadino. Misalnya dalam hal marketing, sebenarnya yang diperlukan hanyalah menyediakan apa yang dibutuhkan konsumen. Ketika konsumen meminta A, maka berikanlah A.

Memilih Tidak Punya Tujuan

Pendirian Bob Sadino memang berbeda dengan banyak orang. Tidak heran bila ia disebut unik atau aneh. Namun keunikan dan keanehannya itu mampu membuatnya berhasil menjalani hidup. Hampi semua pemikiran, ucapan, tindak-tanduknya sama seklai berbeda dengan kebanyakan orang. Tapi bukan berarti dia gila, karena keunikannya menjadi sangat masuk akal bagi orang yang mau berpikir panjang.

Salah satu keanehan Bob Sadino adalah, sebagai seorang pebisnis dia sama sekali tidak memiliki tujuan dalam hidupnya. Hal sangat bertentangan dengan beragam ilmu manajemen yang selalu mengajarkan tujuan dalam menjalani sebuah bisnis atau usaha.Namun menurut Bob Sadino tujuan justru hanya membelenggu.Sebab dengan tujuan seseorang hanya tertuju pada satu titik yang namanya tujuan itu. Orang tersebut tidak akan berusaha untuk mendapatkan hasil, yang melebihi titik tersebut. Padahal potensi setiap orang sangat mungkin bisa melampaui titik itu.

Bob Sadino memilih tidak memiliki tujuan, karena dia yakin bisa mencapai apapun melebihi tujuan banyak orang.Sejak memulai bisnisnya puluhan tahun silam, Bob tidak menentukan tujuan untuk mendapatkan apapun.Ia tidak pernah membiarkan dirinya ditekan oleh tujuan.

“Kalau saya punya tujuan, bagaimana mungkin bisa sampai sekarang ini.Masa Bob yang memulai dengan dagang telur keliling punya tujuan bisnis sebesar sekarang?Jalani aja lah, kalau anda melakukan dengan terus menerus pasti akan ada hasilnya”.

Rencana Sama dengan Bencana

Rencana itu buat orang yang belajar manajemen. Menurut orang-orang manajemen, rencana itu linier dari A sampai Z. Sedangkan dalam hidup atau bisnis, jalannya berkelok-kelok, tidak ada yang lurus dan berurutan. Sayangnya rencana itulah yang diajarkan sekolah.Menurut Bob hanya orang goblok yang membuat rencana matang, persiapan yang lama, dan rencana-rencana cadangan lainnya. Padahal jika sudah memiliki perencanaan yang matang, maka buat apa membuat rencana cadangan.

Sebab biasanya, rencana yang dibuat sangat matang pelaksanaannya akan tertunda lama. Belum lagi jika harus meyiapkan rencana cadangan. Waktu yang tersita akan lebih lama lagi. Maka akan kalah cepat nantinya dengan orang-orang yang sama sekali tidak membuat perencanaan.

Sebenarnya, alternatif dalam hidup itu akan mengalir apa adanya tanpa harus dituangkan dalam rencana. Semua itu sudah ada dengan sendirinya.Lagi pula, dalam hidup ini semua sudah terencana degan baik.Semua rencana sudah diatur dengan baik oleh Tuhan Yang Maha Esa. Jadi buat apa punya rencana, karena Tuhan yang akan menetukan semuanya. Maka ikuti saja semua perencanaan Tuhan.

Menurut Bob Sadino orang yang berpikir lateral tidak memerlukan rencana yang sangat matang. Orang lateral akan berjalan, segera melakukan, dan menuai hasil yang mungkin diluar dugaan orang kebanyakan.

“Buat saya rencana justru sama saja dengan bencana.Karena rencana membuat seseorang lambat bertindak, dan membuat orang banyak harapan”.

Tidak Pernah Berharap

Dalam ilmu manajemen, setiap manusia dianjurkan agar memiliki mimpi atau harapan. Dengan harapan, seseorang dianggap akan memiliki motivasi untuk mencapai sebuah titik yang dinamakan tujuan. Mereka meyakini benar, bahwa tanpa harapan seorang anak manusia bagaikan anak panah yang lepas dari busurnya, tanpa bidikan yang jelas.

Namun menurut Bob Sadini harapan justru membuat seseorang akan nampak goblok. Betapa tidak, karena sebagian harapan tidak pernah terwujud 100 persen tapi tetap saja terus berharap.

Beberapa efek negatif dari mengharap:

  1. Menimbulkan mimpi dan keinginan yang terlalu banyak, padahal sebagian besar belum tentu tercapai.
  2. Kian banyak berharap, maka bersiaplah untuk kecewa.
  3. Menutup alternatif lain dalam memotivasi diri untuk menggapai sesuatu.

Dengan tanpa harapan. Bob Sadino menjalani saja seluruh proses hidupnya. Sehingga terlihat tanpa beban.Memang itu menjadi salah satu kunci kenapa Bob Sadino begitu santai menjalani hidup.Tanpa kerja keras, tanpa tujuan, dan bahkan tanpa rencana melainkan mengalir saja seperti air.

Jangan Memfotokopi Saya!

Bob Sadino mau membuka seluruh hidupnya untuk kemanfaatan banyak orang. Tapi ia sama sekali tidak mau orang lain meniru atau bahkan menjiplak jalan hidupnya. Dia menilai kebanyakn orang mau instan mendapatkan kesuksesan sehingga maunya enak saja menjiplak orang lain yang dianggapnya sudah sukses. Padahal itu keliru dan tidak mungkin.

Semua karena belenggu yang sangat kuat mencengkeram kebanyakan orang Indonesia, yang sudah ada sejak kecil. Ketika seseorang hanya meniru orang lain yang telah terlebih dahulu sukses, maka ia tidak jauh hanya seperti mesin fotokopi. Alami saja setiap pengalaman yang dialami.

Sekali lagi, Bob Sadino meminta semua orang tidak meniru jejak langkahnya, apalagi memfotokopinya. Bob sangat sebal terhadap orang yang tidak mau berproses untuk mencapai sesuatu. Padahal hidup ini proses. Keberhasilan hanyalah sebuah titik kecil di puncak proses yang dipenuhi kegagalan dan kesalahan.

Modal Intangible Jauh Lebih Penting

Jika mendengar kata modal, biasanya yang terlintas pertama kali adalah uang. Sebab modal sama dengan uang. Tanpa uang maka tidak akan ada modal. Namun apa kata Bob Sadino? Ia sangat tidak sepaham dengan pernytaan tersebut. Karena terlalu sempit memandang arti modal.Di mata Bob modal utama itu bukan uang.Menurutnya modal intangible justru jauh lebih penting. Dari modal intangible itulah nantinya modal tangible akan mengikuti.

Modal intangible bagi seorang calon pengusaha terdiri dari:

  1. Kemauan jadi pengusaha. Untuk hidup mandiri, butuh niat dan kemauan menjadi pengusaha.Tidak ada keterpaksaan, melainkan sukarela karena adanya kemauan. Tanpa kemauan modal uang yang setimpuk tidak akan berarti apa-apa.
  2. Dengan komitmen untuk tetap menjadi pengusaha, maka cobaan seperti apapun tidak akan menggoyahkan pendirian.
  3. Berani mengambil peluang. Sebenarnya peluang di muka bumi ini sangat banyak, bahkan teramat banyak bahkan masih ada yang belum tersentuh.Tinggal berani atau tidak dalam mengambil peluang tersebut.Sering kali seseorang ragu untuk mengambil peluang.Padahal, seorang pengusaha harus berani untuk mengambil peluang. Urusan lain belakangan.
  4. Tahan banting dan tidak cengeng. Seorang pengusaha akan mengalami banyak sekali kegagalan dan tantangan. Maka dari itu jika tidak bisa menghadapi kegagalan, seseorang tidak layak dikatakan seorang pengusaha.
  5. Bersyukur pada Yang Maha Kuasa. Ini penting untuk membuat sikap mental yang sempurna.Karena semua hal yang didapatkan seorang manusia di bumi ini, tidak lepas dari campur tangan Tuhan.

Kenapa modal tak terlihat begitu penting sehingga mengalahkan modal uang?Sebab kemampuan tak terlihat sebagai modal menjadi pengusaha tidak bisa dibeli, karena harus melekat pada diri.Sedangkan uang, bisa dicari setelah modal tak terlihat itu melekat di dalam diri.Sudah banyak pengusaha yang memulai bisnisnya hanya dengan modal seadanya, modal konsep dan lain-lain.Mereka sukses menjalaninya, karena puny modal intangible yang kuat.

Emang Gue Pikirin

Dalam beberapa kesempatan, setiap selesai mengatakan sesuatu Om Bob selalu mengakhirinya dengan kalimat “emang gue pikirin”.Ucapan itu seringkali menyinggung perasaan lawan bicaranya, atau mendapat ketidaksepahaman. Sebenarnya maksud dari ucapannya tersebut, bahwa ia tidak peduli apakah ucapannya akan mendapat prsetujuan atau tidak dari orang lain. Dia juga tidak perduli apakah orang lain akan menjadi positif atau negatif akibat dari ucapannya. Yang dia yakini, apa yang diucapkannya adalah benar, tidak bohong.

Namun ada juga sebagian orang yang menganggap ucapan “emang gue pikirin” Om Bob justru bermakna sangat dalam.Provokator enterpreneur asal Batam-Jaya, menganggap ucapan itu sebagai bentuk kedalaman jiwa seorang Bob Sadino.

Dalam beberapa kesempatan, Bob Sadino selalu mengungkapkan keikhlasannya dalam bertindak.Inti dari perjalanan hidupnya sekarang sebagai seorang pengusaha yang ikhlas.

Dalam kesehariannya, Bob Sadino selalu ceplas-ceplos dalam berbicara. Kata-kata yang mungkin bagi orang lain tidak patut, buat Om Bob pantas-pantas saja. Dan sekali lagi, dia tidak peduli tanggapan orang lain terhadap perkataannya. Apakah akan bersimpati atau malah menjadi benci. Seperti kataGoblok, yang berulang kali diungkapkannya untuk menyebut seseorang yang belum faham jalan hidup enterpreneur ala Bob Sadino.

Kosongkan Diri Sebelum Belajar ‘Goblok’

Jika anda ingin mendapatkan sebanyak mungkin ilmu dan pengalaman dari Bob Sadino, maka anda harus mengosongkan seluruh gelas ilmu anda.Anda mesti membuat diri anda “goblok” dulu, dan jangan pernah menjadi sok tahu. Begitu mulai sok tahu, maka ilmu yang mengalir dari Om Bob atau dari siapa pun, akan tumpah ruah dan tidak tertampung di gelas ilmu yang dimiliki.

Ternyata itulah makna kata “goblok” yang sering dilontarkan Om Bob, ketika membalas pertanyaan atau pernyataan lawan bicara.Kesannya memang kasar dan menyakitkan hati, namun bagi seseorang yang membutuhkan ilmu kata tersebut menjadi semacam refleksi. Om Bob selalu mengajak lawan bicaranya agar selalu merasa goblok bila belajar dari orang lain. Dan itulah yang dilakukan Om Bob dalam setiap kesempatan.

Banyak yang sudah merasa pintar tidak mau mengosongkan gelas ilmunya.Gelas itu terisi penuh, sehingga ketika diminta untuk mengosongkan diri mereka menolak. Mereka tidak sadar bahwa sedang berlaku goblok dalam arti sesungguhnya karena tidak mau menerima ilmu baru dari orang lain. Padahal setiap orang serendah apapun memiliki pengalaman dan ilmu.

Tidak Pernah Pelit Bagi Ilmu

Semakin banyak kita memberi, kian banyak pula kita menerima. Memberi dalam arti memberi apapun kepada orang lain. Apakah memberi dalam bentuk materi, harta benda, pertolongan dalam bentuk tenaga, semangat, inspirasi atau motivasi, dan tentu saja menyebarkan ilmu kepada orang lain. Semua akan berdampak yang sama kepada si pemberi.

Sama halnya seperti Om Bob, ia tidak pernah pelit dalam berbagi ilmu. Untuk sebagian pengusaha mungkin akan sayang untuk membagi ilmunya, namun Om Bob tidak berpikir dengan demikian. Dia justru menyebarkan seluruh ilmu bisnisnya kepada orang lain. Misalnya ilmu peternakan ayam, dia bagikan kebanyak peternak.Makin banyak justru makin baik baginya. Lalu ilmu bercocok tanaman juga ia sebarkan ke ribuan petani. Semua ilmu tidak dikunyah sendiri, melainkan mengalir ke banyak orang.

“Kalau saya membagi ilmu kepada orang lain, lalu orang lain itu menjadi lebih pintar dari kita, wah itu sangat bagus. Kita pun terpacu untuk lebih pintar lagi..”

Aliran ilmu Om Bob tidak berhenti sampai disitu saja.Banyak pihak yang mengundangnya sebagai pembicara.Dan Om Bob selalu memenuhi undangan tersebut, asalkan waktunya tepat. Dia juga tidak pernah mempermasalahkan honor seperi yang diterapkan oleh sejumlah pembicara lain.

Mau Berhasil? Cari Kegagalan Sebanyak-banyaknya

“Buat saya kalu mau berhasil, carilah kegagalan sebanyak-banyaknya.Karena sukses itu hanyalah sebuah titik puncak segunung kegagalan”.

Kebanyakan orang menghindari kegagalan.Sekolah mengajarkan agar semua muridnya menjauhi kegagalan. Hukum ekonomi pun  meyebutkan, risiko sekecil-kecilnya untuk mendaptkan keuntungan sebesar-besarnya. Padahal semakin banyak kegagalan kemungkinan untuk berhasil akan semakin besar. Tanpa kegagalan tidak mungkin ada keberhasilan.

Setelah kegagalan itu jangan baca depannya, tapi baca belakangnya.Kenapa gagal?Itulah yang merupakan hal luar biasa.Maka dari itu, memandang segala sesuatu itu harus positif. Buat Om Bob kian banyak kegagalan, akan semakin banyak pertanyaan muncul darinya. “kenapa gagal?”. Tentu karena makin banyak pertanyaan, akan makin banyak jawaban. Jawaban itu menjadi input baru, dalam melangkah lebih jauh. Ingat, setelah gagal harus terus melangkah dan jangan pernah berhenti.Karena kegagalan yang sesungguhnya adalah ketika berhenti. Itu sebabnya Om Bob sangat senang dengan kegagalan, karena akan banyak mendapat input.

Untung Masih Pake Celana

Ciri khas Bob Sadino dari dulu adalah celana pendeknya.Dengan celana pendeknya itu dia pergi kemanapun dan menemui siapapun, bahkan menemui orang nomor satu di Indonesia yaitu Presiden. Bob penah bertemu dengan beberapa Presiden Negara ini hanya dengan menggunakan celana pendek. Tapi bukan tidak ada kisah pahit dengan celana pendeknya itu.Bob pernah ditolak masuk ke DPR karena dia menggunakan celana pendek, padahal pada saat itu dia diundang untuk mengikuti rapat dengar pendapat di DPR. Dengan kenyentrikannya itu, banyak orang bertanya-tanya akan penampilan Bob yang sering menggunakan celana pendek. Ternyata dulu saat Bob bekerja di Eropa, dia melihat orang-orang Eropa sangat menghargai matahari, karena di Eropa mengganggap cahaya matahari sangat mahal dan berharga.Bahkan banyak dari mereka berlomba-lomba menjemur kulitnya sampai ada yang tanpa menggunakan sehelai kain ditubuhnya.Setelah kembali ke Indonesia, kebiasaan Bob itu dia tanamkan, karena menurutnya dengan menggunakan celana pendek, dia lebih leluasa menikmati cahaya matahari yang merupakan karunia Sang Pencipta.Jika ingin melihat Bob tanpa celana pendeknya yaitu ketikan menghadiri keluarganya yang meninggal dan juga ketika menjalankan solat.

Keluarga Adalah Segalanya

Bob sadino adalah orang yang sangat menjaga betul hubungan dengan keluarganya, harmonis adalah kunci utama, dimana dia menjaga betul hubungan dengan istri dan anak-anaknya. Menurut Bob, dampak dari hubungan segitiga suami-istri dan anak akan berpengaruh ke semua bidang, termasuk urusan bisnis. Waktu makan dapat dirasakan sebagai rahmat Sang Pencipta, dimana seluruh anggota keluarganya berkumpul, akan terasa kenikmatannya. Maka meskipun dalam keluarga Bob Sadino terjadi pertentangan atau pertengkaran kecil, waktu makan dan berkumpul bersama, semua pertentangan tersebut haruslah hilang, itu semua yang ditanamkan oleh Bob pada keluarganya. Dan tanpa dukungan istrinya Bob berkata dia tidak akan pernah sukses seperti sekarang ini.

Mendidik Anak? Biarkan Saja

Dalam mendidik anak-anaknya Bob tidak pernah membimbing anaknya untuk menjadi apapun.Dia memberikan kebebasan secara utuh kepada semua anaknya. Dia hanya menyediakan yang terbaik apa yang diinginkan anak-anaknya karena  anaknya beruntung memiliki orang tua yang kaya. Bob membebaskan betul apa yang anak-anaknya lakukan, dia hanya berpesan pada anaknya silahkan berbuat apa saja semau kalian, tapi kalau saya sudah mati, rasain luh! Hanya itu saja yang Bob katakan.Contohnya anak pertama Bob yang ingin melanjutkan kuliah dijurusan perhotelan, maka Bob mencarikan universitas terbaik, anaknya itu berkuliah di Universitas Perhotelan terbaik di Swiss. Setelah anaknya lulus, dia tidak memaksakan anaknya untuk meneruskan usahanya, dia membiarkan anaknya untuk memilih apa yang diinginkannya. Ketika anaknya memilih untuk menjadi pedagang pecel lele dipinggir jalan, Bob tidak melarang sama sekali.

Iqro Itu Bukan Hanya Membaca

Meski Bob tidak memiliki pendalaman agama yang memadai, tapi bebrapa pandangan Bob dari sisi spiritual jauh melebihi kebanyakan orang.Seperti kketika dia memaknai ayat pertama yang diturunkan Tuhan yaitu Iqra, yang arti harfiahnya adalah membaca.Mungkin semua orang sepakat membaca yang dimaksud bukan hanya membaca deretan huruf dalam kitab suci atau buku.Membaca bisa bermakna melihat segala sesuatu yang terhampar dimuka bumi, dan yang terbentang di angkasa.Semua harus dibaca, dimaknai, serta dimengerti sebagai maha karya Tuhan.Tapi menurut Bob membaca bukan hanya seperti itu, Bob memaknai Iqra sebagai perintah Tuhan untuk bertanya. Karena dengan banyak bertanya manusia akan terus terpacu untuk mendapatkan jawabannya saja, tetapi jika hanya membaca saja manusia hany punya dua pilihan yaitu menolak atau menerima. Membaca merupakan kunci kesuksesan, oleh karena itu baca apa yang bisa kamu baca, bukan hanya sekedar buku teori tapi juga gerak-gerik menusia beserta alam semesta, maka nanti kalian akan temukan apa itu sukses.

Doa Saya: “Semoga Masuk Neraka”

Tidak banyak yang tahu bagaimana kehidupan spiritual Bob Sadino. Sebuah jawaban yang membuat orang terkejut ketika Bob menjawab bahwa doa yang setiap hari dia panjatkan adalah semoga masuk neraka. Tapi jika menelisik dan mendengarkan penjelasan dari Bob Sadino, maka tentu penjelasan itu akan bisa diterima. “Saya menyadari sudah berlumuran banyak dosa. Maka saya malu sama Tuhan jika meminta masuk surga,”  Yang terbaik yang bisa dilakukan yaitu memperbaiki hidup anda, jangan lagi berbuat terlalu banyak dosa dan perbanyaklah berbuat kebaikan. Tanpa minta masuk surge pun tuhan pasti akan menempatkan anda kesana.

Di Depan Ka’bah Hanya Bisa Tersenyum

Bob sadino mengku beragama Islam sejak lahir, tapi sampai tahun 1982 dia tidak mengerti agama dan tidak pula menjalankan kewajibannya seperti solat. Sampai suatu hari di tahun 1982, pertanyaan keluar dari mulut putri pertamanya,”Pa, koq aku ga pernah liat papah solat?” kontan pertanyaan itu terus terpikirkan.Setelah itu dia mengajak istrinya untuk pergi Umroh. Ketika berada didepan ka’bah Bob hanya bisa tersenyum karena dia yang tidak bisa gerakan solat, belum bisa menghapal surat dalam al-quran bahkan Al Fatihah pun sulit dihapalkannya masih dipanggil untuk hadir ke Ka’bah. Setelah kejadian itu Bob langsung dapat menghafal Al Fatihah dan menjalankan solat dengan lancar.

Bob Sadino Itu, Menyebalkan tapi Menarik

Untuk orang yang baru mengenal Bob, sosok kontroversi ini memang menyebalkan.Semua gerak-gerik serta perkataannya terkadang kurang mengenakan.Tapi ketika beberapa saat berbincang dengannya, maka banyak hal dari ucapannya yang bisa kita amini. Lama kelamaan akan telihat bahwa Bob seorang yang low profile.

Beberapa kisah yang bisa mengambarkan rendah hatinya seorang bob. Suatu hari Bob sedang mengendarai sepeda motor besarnya, dia melihat seorang pemuda lalu tanpa sungkan menghampiri dan mengajak ngobrol pemuda itu, setelah beberapa lama berbincang, Bob mengajak pemuda yang baru dikenalnya itu masuk kedalam rumahnya. Betapa kaget pemuda itu mengetahui bahwa Bob Sadino yang sering dia lihat di televise atau media cetak ternyata seorang yang supel dalam bergaul. Lalu ketika Bob dikerjai dalam sebuah acara reality show. Saat itu Bob hendak bertemu dengan rekan bisnisnya, tetapi ketika Bob hendak keluar rumah, sebuah mobil menghalangi didepan rumahnya, dengan santai Bob meminta pemilik mobil itu untuk menjalankan mobilnya. Setelah itu kembali sebuah mobil menghalangi dengan  alasan ban kempes, jika itu terjadi bukan pada Bob mungkin kata kasar sudah keluar, tapi ketika itu Bob dengan santai menghadapi sebuah masalah padahal bisnis puluhan miliar dipertaruhkan.

Main Film dan Sinetron

Bob Sadino pernah bermain film dan sinetron, kemunculannya bukan didasarkan atas kebutuhan karena Bob memang seorang miliyarder.Selain film dan sinetron, Bob juga membintangi beberapa produk iklan. Hebat, seorang pengusaha mau membintangi iklan produk orang lain. padahal bisnisnya sendiri tidak pernah dia iklankan di media cetak maupun elektronik. Akan tetapi nama dan perusahaannya melejit serta selalu diliput oleh media, karena kenyentrikan Bob Sadino.

Kepada siapapun media masaa, Bob selalu terbuka, tidak pernah menolak diwawancara, bahkan ketika dia sedang berada diluar negri sekalipun. Sebenarnya apa yang dilakukan Bob Sadino merupakan kategori publikasi. Dia tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk mempromosikan produknya karena media selalu menjadikan dirinya sebagai sumber berita.

KESIMPULAN

Hal-hal yang bisa dipetik dari buku “Belajar Goblok dari Bob Sadino” adalah “Ilmu berserak di mana-mana di seluruh muka bumi, jauh lebih banyak dibandingkan yang ada di dalam gedung sekolah atau kampus.Bahkan, seekor ayam pun bisa memberikan ilmu (inspirasi) yang sangat berharga.”

Kutipan diatas mengajarkan kita bahwa mencari ilmu itu tidak hanya di sekolah, kampus, atau lembaga pendidikan lainnya, tapi hal-hal disekitar kita adalah ilmu yang berharga, asalkan kita mau belajar dan berusaha.

“Cukup satu langkah awal.Ada kerikil saya singkirkan.Melangkah lagi.Bertemu duri saya sibakkan.Melangkah lagi.Bertemu lubang saya lompati. Berjumpa api saya mundur. Melangkah lagi.Berjalan terus dan mengatasi masalah.” (Bob Sadino)

Kutipan di atas merupakan kegigihan dari seorang Bob Sadino dalam menjalani hidupnya sampai menjadi pengusaha sukses.Ia tak butuh banyak teori yang penting lakukan saja! Dan menghadapi segala rintangan dan mengatasinya.

Resume :

Marwadi, Dodi. 2009. Belajar Goblok dari Bob Sadino. Jakarta: Kintamani Publishing.

 

Begini Seharusnya Menjadi Guru


Karakter-Karakter Yang Mesti Dimiliki Seorang Pengajar

  1. Bercanda Bersama Anak Didiknya

Canda adalah berdendau gurau dengan orang lain tanpa mencela dan menghinanya. Pengaruh positif yang ditimbulkan oleh canda dalam mengakrabkan suasana belajar dan menghilangkan rasa bosan yang dialami siswa. Selain itu guru juga harus memperhatikan diri agar tidak terlalu memperbanyak canda supaya tidak mengeluarkan proses belajar dari jalurnya dan faidah yang diharapkan darinya hilang. Dampak buruk juga ada pada banyak bercanda yakni dapat menghilangkan wibawa dan harga diri. Terdapat aturan yang harus dilakukan saat ingin bercanda yaitu tidak boleh bercanda kecuali dalam perkara yang haq (Benar), dan tidak boleh menyakiti atau menghinakan salah satu anak didik dengan candaan tersebut.

2. Menghindari Perkataan Keji yang Tidak Pantas

Berkata keji, mencaci, dan merendahkan orang lain merupakan sifat tercela yang ditentang oleh jiwa, dienggani oleh tabiat, dan dijauhi oleh orang-orang yang mulia. Guru seharusnya menjadi teladan yang diikuti jejaknyadan dititi jalan (hidup) nya. Jika guru berperangai dengan beberapa sifat-sifat ini, maka merupakan akhlak yang paling buruk. Dan jika sifat-sifat ini terkumpul pada seorang guru, maka itu merupakan bencana besar, karena siswa akan terpengaruh dengan gurunya, baik itu negatif maupun positif. Beberapa jenis perkataan keji yang wajib dihindari oleh seorang guru adalah : Ejekan, Laknat dan Caci maki, dan kata kotor atau perkataan yang sia-sia.

Tugas Dan Kewajiban Guru

  1. Memberikan Nasihat Kepada Anak Didik

Nasihat dan Pengarahan tidak kalah penting dari Ta’lim, maka seorang siswa berhak untuk mendapatkan nasihat yang sudah menjadi haknya. Nasihat adalah tuntutan syar’i sebelum menjadi tuntutan pendidikan dan pengajaran. Jadi utamakanlah memberikan nasihat kepada para siswa. Mengarahkan siswa dengan arahan yang benar, menuntunnya kepadaq apa yang berguna baginya, meluruskannya jika dia menyimpang dari jalan yang lurus, dan perkara-perkara lainnya; itu merupakan tugas dan kewajiban guru. Cobalah memberikan nasihat secara empat mata, hal itu dilakukan karena dengan empat mata nasihat kita akan cepat direspon oleh orang yang kita nasehati.

2. Tidak Menyebutkan Nama Secara Langsung Ketika Memberikan Teguran

Menjelaskna kesalahan bukan bermaksud menjelekkan pelaku kesalahan tersebut, melainkan sebagai peringatan dan penjelasan terhadap kelakuan dan ucapan yang buruk, dan agar orang tidak terjerumus kedalamnya. Tidak menyebutkan nama secara langsung ketika menjelaskan kesalahan, walaupun pelaku kesalahan tersebut diketahui oleh sebagian orang. Jika orang yang melakukan sengaja dan mengetahuinya, maka guru berhak untuk berijtihad dalam menciptakan cara yang paling tepat dalam menangani dan meluruskan pelaku kesalahan. Yang terpenting ialah kepiawaian guru terletak pada bagaimana dia membenahi kesalahan tanpa menyebutkan langsung nama orang yang bersalah.

Sistem Dan Metode Mengajar

  1. Kontak Pendengaran dan Penglihatan Antara Guru dan Siswa

            Metode menyampaikan pada saat mengajar, atau metode menyajikan materi pelajaran –menjelaskan- adalah media paling efektif di dalam kontak antara guru dan muridnya, yakni suara guru memiliki keistimewaan kontak lebih banyak daripada yang lainnya. Beberapa hal yang harus dilatih oleh seorang guru dalam mendidik anak muridnya yaitu berupa : Kontak Pendengaran dan Kontak Penglihatan / Pandangan. Berikut adalah penjelasannya.

Petama : Kontak Pendengaran

  1. Metode ceramah

Menyajikan materi pelajaran dengan cepat bisa membingungkan siswa, membuat pikirannya tidak karuan, dan menghalanginya ntuk mengambil manfaat dari berbagai faidah dan permasalahan, yang berlaku secara cepat dan tidak sempat dan tidak sempat ditangkap oleh otak. Cara yang paling tepat adalah memberikan jeda antara satu kata dengan kata yang lain, dimana antara kata yang satu dengan kata lain yang dipisahkan, tidak saling tumpang tindih supaya tidak merepotkan dan menyulitkan siswa. Begitu juga harus pertengahan dalam pembicaraan; tidak terlalu cepat dan tidak juga terlalu lambat.

2. Tidak Tasyadduq dalam ucapan dan tidak pula memaksakan bersajak

Tasyadduq adalah berbicara nagolr ngidul tanpa disertai kehati-hatian dan berjaga-jaga. Barangkali hadits Jabir radhiyallahu ‘anhu mencukupkan kita dari memperluas kata dalam bab ini.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu  Bahwa Rasulullah shallaLlahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَ

“Sesungguhnya orang yang paling aku cintai di antara kalian dan yang paling dekat kedudukannya denganku di hari kiamat kelak adalah orang yang terbaik akhlaqnya. Dan orang yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat kelak adalah ats-tsartsarun, al-mutasyaddiqun dan al-mutafaihiqun.” Sahabat berkata: “Ya Rasulallah, kami sudah tahu arti ats-tsartsarun dan al-mutasyaddiqun, lalu apa arti al-mutafaihiqun?” Beliau menjawab, “Orang yang sombong.” (HR. Tirmidzi).

  1. Sikap terus-menerus guru didalam menyampaikan dan tidak memutusnya

Sebagian siswa kadang terpaksa menghentikan penjelasan guru untuk memperjelas sebuah poin yang rumit atau mengulangi penjelasan yang telah lewat. Adakalanya guru mengabulkan permintaan ini dan kadangkala tidak mengabulkannya. Sikap pengabulan guru ini mengandung beberapa bahaya :

  1. Mengedapankan keehendak satu atau dua siswa dengan mengorbankan sekelompok besar siswa.
  2. Memutus pembicaraan sebagian dari sebagiannya yang lain, padahal seharusnya disampaikan secara berkesinambungan.
  3. Mengacaukan pikiran siswa dengan adanya pemotongan yang muncul ini.
  4. Menggangu pikiran guru sendiri dan memutuskan rantai pikirannya

4. Diam di tengah-tengah menyampaikan (penjelasan)

Diam ditengah-tengah penjelasan guru memiliki bebrapa faidah yang sangat baik untuk kita renungkan sebentar. Pertama, bahwa hal itu dapat menarik perhatian siswa, dimana seorang guru berbicara pada tema tertentu kemudian berhenti secara tiba-tiba, maka hal ini tidak diragukan lagi akan menarik perhatian orang yang mendengar. Kedua, bahwa hal itu memberikaqn kesempatan bagi guru untuk menarik nafas dan mengambil sedikit relaks. Ketiga, hal itu memberikan guru kesempatan menata idenya, dan itu adalah aktivitas otak yang tidak akan menghabiskan waktu kecuali beberapa detik saja.

Kedua : Kontak Pandangan

  1. Kontak pandangan yang berkesinambungan antara guru dan siswa

Memelihara kontak pandangan antara guru dan muridnya bermanfaat sekali bagi guru dan anak didik. Guru mempertahankan para siswanya tetap tinggal dibawah kekuasaannya melalui pengawasan terhadap mereka dengn pandangannya, dari sana dia bisa memperhatikan yang malas lalu mengingatkannya, yang mengantuk lalu membangunkannya, yang bermain lalu mencegahnya, dan seterusnya. Karena itu, seyogyanya bagi guru agar mengarahkan pandangannya keseluruh siswanya sehingga masing-masing siswa meyakini bahwa dialah yang dimaksudkan dengan pembicaraan. Jangan sampai dia lalai memperhatikan siswa-siswanya pada saat menjelaskan. Sebagian guru mengarahkan pandangannya hanya ke satu arah tertentu pada saat mengajar, tindakan ini salah, karena dapat menyebabj=kan hilangnya penguasaan terhadap para siswanya, dan dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk sibuk tidak mendengar dan menyimak pelajaran.

2. Menggunakan ekpresi wajah

Cara ini sangat efektif dipraktikkan kepada sekelompok orang, karena ada orang-orang yang cukup menegurnya dengan pandangan tajam dan tidak membutuhkan dengan menghardiknya dan mengomelinya, dan ada orang-orang yang lebih terpengaruh dengan senyuman dan muka manis daripada anda katakan kepadanya “bagus kamu” atau, “Ini bagus”, tanpa diiringi dengan ekspresi wajah yang menunjukkan terhadap perasaan lega dan suka.

3. Metode Dialog dan Pendekatan Logika

Menggunakan metode pendekatan logika adalah sarana bagus yang menjamin sampainya pelajaran kepada otak pendengar sesuai dengan yang dikehendaki pembicara. Selain itu perhatikanlah kesederhanaan dalam dialog rasional dan mengikutsertakan murid dalam dialog tersebut agar terjadi reaksi balik. Walaupun dialog mempunyai kesan menggunakan bahasa yang rumit dan sulit dicerna, akan tetapi sebisa mungkin guru harus mendekatkan dialog rasional agar mudah dipahami oleh anak didiknya. Akan tetapi janganlah memaksakan metode dialog kepada semua anak didik karena tidak semua anak didik mampu dengan mudah mencerna isi atau kesimpulan dari sebuah dialog.

4. Menggunakan isyarat (gerakan tangan dan kepala) dalam mengajar

Memfungsikan isyarat kedua tangan dan kepala untuk kemashlahatan mengajar menjadi salah satu cara untuk para anak didik merasa nyaman saat belajar bersama gurunya. Isyarat dapat membantru guru untuk menyingkat, atau memberi penekanan terhadap ucapan, atau melakukan pendalaman dengan kokoh dan menguatkan sebagian dari perkara-perkara yang penting, atau menarik perhatian pendengar, atau membantu guru mengungkapkan sebagian makna yang kadang tidak bisa diungkapkan oleh lisan dan lainnya. Masih banyak lagi fungsi isyarat yang sudah diketahui oleh khalayak, dan ia dikenal oleh kita dengan hukum adat kebiasaan. Seperti isyarat meminta untuk diam, isyarat yang menunjukkan tidak ada, isyarat untuk meminta dating dan pergi, dan yang lainnya. Akan tetapi berlebihan dalam mengerakkan tangan dapat menggangu siswa, dan sebaliknya menonaktifkan sarana ini akan menghilangkan sebagian sarana yang dapat membantu guru dalam menerangkan sebagian materi yang harus dijelaskan. Kedua tujuan perkara yang berlawanan ini tercela.

5. Menggunakan gambar untuk menjelaskan dan menerangkan

Mendukung penjelasan dengan gambar dan tulisan akan menambah kuat penjelasan. Selain itu menggabungkan antara gambar dan tulisan dengan penjelasan (Metode Ceramah) itu dapat membantu untuk menyampaikan pelajaran dengan mudah dan cepat. Sehingga tulisan dan gambar haruslah jelas, dapat dilihat oleh semua siswa dengan memperhatikan tidak adanya penghalang-penghalang yang bisa menghalangi penglihatan siswa kepadanya.

6. Menggunakan metode tanya jawab pada saat mengajar

Metode pertanyaan adalah metode yang sangat efektif untuk menarik perhatian pendengar dan mempersiapkannya untuk menerima apa yang disampaikan padanya. Adakalanya pertanyaan dilontarkan diawal pelajaran dan bisa juga ditengah-tengahnya, sesuai dengan tuntunan dan kebutuhan. Hendaknya guru melontarkan pertanyaan kepada para siswanya secara umum kemudian memberikan waktu yang cukup untuk menghadirkan jawaban, kemudian baru menentukan siswa yang akan menjawab pertanyaan tersebut. Guru juga tidak boleh menunjuk siswa tertentu sebelum melontarkan pertanyaan, karena itu akan menghilangkan keikutsertaan aktifitas otak siswa-siswa yang lain karena mencukupkan diri dengan teman mereka yang ditunjuk. Dan yang terpenting adalah guru hendaknya menunjuk siswa tertentu sebelum melontarkan pertanyaan berdasarkan kondisi-kondisi tertentu, seperti ketika guru hendak mengetahui kemampuan siswa menjawab dengan cepat, atau mengingatkan siswa dari kelalaian atau tidur dajn semisalnya, akan tetapi jangan sampai guru menjadikan cara ini sebagai kebiasannya.

7. Guru memotivasi siswanya untuk mengajukan pertanyaan

Bagi sebagian besar orang, pepatah “Malu bertanya sesat dijalan” sudah sangat populer di Indonesia. Bertanya akan menghilangkan selimut kehajilan dan meluruskan makna dan pemahaman. Dorongan dan motivasi guru kepada muridnya agar mengajukan pertanyaan itu mengandung banyak faidah, diantaranya :

  • Menilai kondisi siswanya dari segi daya paham
  • Mendorong dan memberanikan siswa yang pemalu untuk mengajukan pertanyaan
  • Siswa yang lain dapat memperoleh manfaat ketika mendegar jawaban
  • Penawaran guru (kepada murid) untuk (Bertanya kepada) dirinya di awal pertemuan, dan peninjauan kembali terhadap cara penyampaian materi pelajarannya, ketika tampak baginya ketidakpahaman siswa sebagaimana yang seharusnya dari sela-sela pertanyaan

Selain itu guru harus pandai menolak pertanyaan-pertanyaan yang bertujuan menampakkan kelemahan guru atau pertanyaan-pertanyaan yang mengolok serta mengecam, dan harus menegur pelakunya.

8. Ucapan guru “saya tidak tahu” pada apa yang tidak diketahuinya, adalah bagian dari ilmu

Ketika Allah bertanya kepada para rasulNya pada hari kiamat,

يَوْمَ يَجْمَعُ اللَّهُ الرُّسُلَ فَيَقُولُ مَاذَا أُجِبْتُمْ قَالُوا لا عِلْمَ لَنَا إِنَّكَ أَنْتَ عَلامُ الْغُيُوبِ (١٠٩

  1. (Ingatlah), pada hari ketika Allah mengumpulkan para rasul[26], lalu Dia bertanya (kepada mereka), “Apa jawaban (kaummu) terhadap (seruan)mu?” Mereka menjawab, “Kami tidak tahu (tentang itu). Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib”

Saat ini banyak orang yang sombong dengan cara mengatakan apapun baik jujur atau bohong untuk menutupi kebodohannya. Akan tetapi orang yang berbicara tanpa dasar ilmu selamanya tercela di dalam kitab Allah dan melalui lisan RasulNya SAW.

Orang yang berbicara tanpa dasar ilmu adalah merusak, tidak memperbaiki. Tidak tahu bukanlah aib, dan bukan pula cacat bagi guru. Perasaan tidak enak dan malu (takut) dari mengatakan “saya tidak tahu” bukanlah sebab yang bisa diterima untuk terus menyampaikan pengetahuan yang salah kepada murid. Hendaknya guru wajib menanamkan prinsip ini pada jiwa anak didiknya dan menekankannya. Selain itu “ucapan tidak tahu” adalah bagian dari ilmu, bahkan Abu ad-Darda berkata tentangnya bahwa ia adalah setengah dari ilmu.

Fu’ad bin Abdul Aziz asy-Syalhub,  Begini Seharusnya Menjadi Guru (Panduan Lengkap Metodologi Pengajaran Cara Rasulullah SAW) Darul Haq,  Jakarta, 2015

 

Playing to win


Customer Rule

  1. Tak Cukup Hanya Kepuasan Pelanggan.

Menurut Frederich Reichheld,survey tentang kepuasaan konsumen mempunyai 2 masalah Utama yaitu satu Skor kepuasan konsumen hanyalah sarana dan cenderung tidak berarti sejauh kepuasan yang ditunjukkan melalui skor tersebut mampu diterjemahkan ke dalam penjualan maupun profit. Dua, Survey kepuasan konsumen sering kali digunakan secara kurang hati-hati sehinga memberikan hasil yang keliru. Suatu hal bahwa pengukuran kepuasan konsumen tidak dapat dipakai sebagai predictor yang dapat diandalkan untuk repeat purchase apalagi loyalitas konsumen. Pengukuran kepuasan konsumen menimbulkan banyak silang pendapat. Berbagai penelitian ternyata banyak temuan yang memprlihatkan bahwa kepuasan konsumen hanyalah mitos jika dikaitkan dengan kinerja bisnis

  1. 2. Pahami Benak Konsumen

Ada 6 kesalahan yang sering dibuat seorang pemasar dalam menafsirkan perilaku konsumen :

  1. Pemasar sering beranggapan bahwa konsumen berpikir secara linier. Kenyataannya emosi sangat bertalian dengan proes penalaran konsumen.
  2. Pemasar sering beranggapan bahwa konsumen mampu menjelaskan pikiran dan perilakunya.
  3. Pemasar cenderung berpikir bahwa otak konsumen ibaratnya kamera memotret segala hal dan mampu menyimpan begitu banyak ingatan.
  4. Pemasar meyakini bahwa pikiran konsumen terbentuk melalui kata-kata
  5. Keyakinan pemasar bahwa konsumen hanya berpikir dengan kata-kata,membuat pemasar berasumsi ia leluasa memasukkan pesan apa saja yan diinginkan—baik merek maupun positioning—ke dalam benak konsumen.
  6. Banya pemasar beranggapan pengalaman konsumen seakan-akan terisolasi dan lepas dari konteks
  7. 3. Cerdas Memilih Konsumen Yang Menguntungkan

Dalam suatu kondisi yang sulit,seharusnya perusahaan mulai secara cermat melakukan langkah proaktif dan bukannya wait and see sambl tetap mengulang pola pemasran lama. Strategi apapun yang bakal dilakukan oleh setiap perusahaan dalam memberikan respons terhadap situas eksternal,tergantung pada sejauh mana perusahaan melihat realita yang ada. Tetapi sudah saatnya setiap perusahaan,entah itu masa sulit maupun booming, mulai secara kritis melihat bahwa ‘’tidak semua konsumennya memberikan manfaat yang sama perusahaan’’.

Adagium lama yang selalu didengungkan oleh peruahaan bahwa ‘’the customer is always right’’ sudah saatnya mulai dikaji secara kritis. Adagium itu seharusnya berbunyi ’’the customer may not always be profitable’’.

Dapat disimpulkan ‘’semua konsumen itu penting bagi bisnis,tetapi ada yang paling penting daripada yang lain.’’ Gagasan itu memberi suatu perspektif bahwa perusahaan harus mampu membuat service discrimination untuk dapat mencapai pertumbuhan jangka panjangnya .

Dreamketing

  1. Pemasaran Pada Konsumen

Selling Dreams sudah menjadi paradigma baru pemasaran,cara pandang baru dari konsumen untuk mempersepsikan dan menafsirkan suatu objek. Rolf Jensen dari Copenhagen Institute for Future Studies menyebut masyarakat dewasa ini dengan istilah dream society, sosok pasar dimana orang tidak lagi membeli produk semata karena fungsinya, tetapi membeli sejumlah mimpi yang dikemas dalam produk itu. Produk itu dipersepsikan sebagai inspirasi yang dapat meralisasikan mimpi konumen.

Mimpi,bagi Gian Luigi Buitoni akan membuat sesorang menemukan kembali berbagai dimensi yang lain dari dirinya, menciptakan suatu mooddimana segala sesuatunya menjadi mungkin. Era konsumtifisme saat ini, yang oleh para penggagas postmodernisme disebut sebagai logika kapitalisme, keputusan konsumen bukan lagi didasarkan pada‘’pemilihan atas barang’’, melainkan pada ‘’pemilihan atas hubungan’’ yakni relasi-relasi social yang melekat pada barang yang hendak dipilih.

Seorang dreamketer yang kreatif harus menjadi seorang story-teller ,mampu menafsirkan berbagai motif pembelian konsumen agar dapat membangun suatu mimp yang meyakinkan dan dapat memprovokasi emosi konsumen yang terdalam.

  1. Manfaatkan Gaya Hidup Hedonis Konsumen

Untuk bisa memahami perilaku konsumen tidaklah hanya cukup dengan mengandalkan paradigm decision-oriented approach yang selama ini lazim dgunakan oleh para pemasar. Konsumen dilihat sebagai sosok yang secara sistematis mempertimbangkan pro dan kontra dari sejumlah pilhan merk yang ada di setiap keputusan yang dibuat.

Holbrook, menggunakan istilah ‘’fantasi,feeling,dan fun’’ untuk menjeaskan tentang hal-hal yang luput dari pemahaman perilaku konsumen secara rasional. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap keputusan pembelian terkandung unsure fun. Dalam paradigma ‘’ decision-oriented approach’’ para peneliti hanya mengukur kepuasan konsumen sebagai hasil akhir dari suatu proses pembelian. Jka konsumen puas,biasanya akan mendorong pembelian yang berulang dan menimbulkan loyalitas. Fenomena yang mencoba mengeksplotasi dalam bentuk fantasi,mimpi,fundan feeling tdak sebatas pada jenis industry yang sifatnya lifestyle, prestisiusm atau yang serba mewah akan tetapi juga pada industri yang sangat rasional dan scientific,seperti halnya farmasi.

  1. Menjual Mimpi Siapa Takut.. ?

Gian Luigi, setiap perusahaan yang menjual mimpi,sebaiknya janganlah membatasi dirinya pada semata menjual produk atau jasa, tetapi ia harus menjual sebuah pengalaman. Untuk itu, perusahaan harus mempraktikkan dreamketing, kemampuan untuk menginterprestasikan spririt dan keinginan dari suatu masa,dan menciptakan produk yang betul-betul dapat memuaskan mimpi para Konsumennya dengan memperhatikan aspek estitika,orsinilitas,dan inovatif. Bagi para perusahaan yang akan menjual fantasi yang dikemas dalam produknya,dbutuhkan innovator yang pragmatis,yakni para pemasar yang cerdas mengemas dan menciptakan fantasi yang dapat menggelitik emosi konsumen dan mampu meraup profit.

Strategi Harga

  1. Bijak dan Cerdas Tentukan Strategi Harga

Selagi bisnis booming,kekeliruan dalam penetapan harga sering kali di abaikan dan masih bisa di manfaatkan. Tetapi,di saat bisnis sedang lesu,strategi penetapan harga yang keliru dapat menggerogoti profit,bahkan bisa terjadi merek produk tersebut akan rusak. Tidak jarang terjadi,bila bisnis lagi lesu para pemasar lebih sering memberikan respons otomatis melakukan penurunan haraga (price cuts) dengan harapan bahwa hal ini akan memberikan dampak positif pada penjualan. Buka hal yg mengejutkan bahwa banyak perusahaan yg telalu sibuk memberikan dan memberi terlalu banyak perhatian pada sejumlah hal seperti downsizig, benchmarking, reengineering sampai dengan cut costs,ketimbang meluangkan waktu yang cukup untuk memikirkan strategi harga yang terbaik. Menurut pandangan dua orang profesor dari Wharton Business school,profesor Raju & Zhang mereka menyimpulkan bahwa seharusnya perusahaan lebih berhati-hati dan memberikan perhatian yang besar terhadap strategi harga dalam persaingan karena dampak penurunan maupun kenaikan harga ternyata berpengaruh signifikan bagi profit perusahaan.Bahkan di bayak perusahaan,harga sering kali hanya di lihat sebagai ad ho approach,artinya penetapan harga hanya diperlakukan setelah produk ada . Padahal seharusnya strategi harga sudah harus mulai dipikirkan ketika sebuah produk masih dalam taraf pengembangan dan bukanya setelah produk itu ada ada seakan diterima begitu saja tanpa keberanian untuk melihat mengapa hal ini sampai terjadi.Strategi penetapan harga seharusnya diletakan kedalam perspektif jangka panjang.Strategi yang tepat bukan hanya akan memperkuat kesehatan perusahaan,tetapi juga menjadi sarana penting pertumbuhan perusahan.Banyak perusahaan gagal memperhitingkan dampak harga terhadap volume maupun terhadap biaya. Bahkan price cutsyag tidak di barengi penguragan biaya sering kali akan menjadi kontraproduktif karena akan menguragi profit. Apabila hal ini terjadi,industri secara keseluruhan akan terkena dampaknya.

Agar perusahaan tidak terjebak ke dalam strategi harga –price cuts-yang bersifat jangka pendek,ada sejumlah aspek strategis yang perlu dikaji dengan cermat.

Pertama,coba lakukan penyesuaian pada tujuan penjualan. Alternatif lain agar tidak terjebak pada strategis harga jangka pendek,ubalah basis penetapan harga.Banyak pakar meilai bahwa penetapan harga yang berbasis pada value-entah itu manfaat ekonomis atau psikologis dari produk maupun jasa-jauh lebih efektif ketimang berbasis pada pesaing,costs ataupun customer-driven pricing strategies.Penetapan harga yang berbasis pada value akan berubah seiring dengan perubahan kondisi ekonomi.

Kedua,pahami keungulan kompetitif produk anda.Kalau keunggulan kompetitif itu berasal dari struktur biaya rendah maka cost-cutting akan dapat meningkatkan pangsa pasar.

Ketiga,cermati strategi segmentasi,terutama kalau perusahaan anda mempunyai fixed costs yang tinggi.Segmentasi seperti yang selama ini dipraktikan perusahaan peneberangan dangan first class,business class, dan economy class cukup efektif untuk menghasilkan revenue.

Keempat,manjakalah konsumen yang loyal. Ini adalah salah satu menghidari perusahaan dari jebakan price cuts yag tidak perlu.Dengan loyalty programs yang tertata denan apik,konsumen loyal ini akan membentuk fondasi yang kokoh bagi perusahaan.

Satu hal yang perlu di perhatikan,dalam kondisi ekonomi yang sedang menurun sekalipun,janganlah terjebak untuk melakukan price-cuts tanpa pertimbangan yang tepat karena bisa berdampak negatif

  1. 2. Yang Membuat Produk anda Berharga

Business is about making money not measuring macho. Kenyataanya,masih saja banyak pemasar yang lebih senang menurunkan harga untuk meraih pangsa pasar.Memang relita pasar saat ini semakin menyudutkan perusahaaan ke arah penggunaan taktik kuno: menurukan harga.Sejumlah kondisi seakan menggiring perusahaan pada pilihan ini,antara lain,ketatnya pesaingan,semakin kuatnya posisi tawar dari konsumen,pemasok mauou pengecer dalam neoisasi denan produsen sehiga emaksa terjadinya “price war”.Semua tahu bahwa peran araga bukanlah solusi karena tidak perna ada pihak yang meraup keutungan di tengah genarnya perang harga.Perang harga justru menghancurkan profitabilitas pasar secara keseluruhan.Tetapi dengan menelusuri sejumlah gagasan yang di kemukakan oleh profesor Benson P.Shapiro dari Harvard Business schol terdapat sekurang-kurangnya tujuh langkah strategis dan taktis yag bisa di tempuh perusahaan untuk tetap berada dijalur untuk menjadi price makers.

Langkah pertama,ciptakanlah customer value,dalam hal ini perusahaaan perlu fokus pada empat nilai pokok:kenyamanan,fungsional,avalaility dan relationship.

Langkah kedua,tentukanlah target konsumen,pada tahap ini perusahaan perlu realistis menyesuaikan kapability dengan ekspektasi dari target pasarnya.Fokus pada terget pasar yang benar-benar menilai value yang ada,tawarkan dan jangan segan-segan untuk mengabaikan terget pasar yang tidak sesuai dengan kapabilitas anda .

Langkah ketiga,buatlah penawaran anda berbeda dari pesaing. Ini merupakan langkah taktis untuk membuat penawaran anda sungguh berbeda di mata konsumen.Jangan tergoda melakukan imitasi karena untuk menjadi price makers,anda harus benar-benar berbeda dan tidak hanya sekedar berbeda.

 

Langkah keempat,keep it simple”,Jangan bingungkan konsemen dengan berbagai variasi produk maupun servise yang tidak perlu.

Langkah kelima,tentukan harga sesuai dengan value yang anda tawarkan (price-value).Pada tahap ini,Anda harus fokus pada basis penetapa harga.

 

Langkah keenam,eksekusi. Apabila Anda mampu membuktikan apa yang anda janjikan sebelumya kepada konsumen ada kecendrunga konsumen tidak terlalu memusigkan harga.

 

Langkah ketujuh,harus ada keberanian untuk tidak menurunkan harga,terutama pada saat-saat kritis bilamana ada tekanan yang begitu kuat dari konsumen atau pesaing untuk menurunkan harga.

Menjadi price maker memang tidak mudah karena di tuntut ketegaran dan keberanian di tengah hiruk- pikuk persaingan yang sering kali mengoda sekarang ini. Setiap langkah di atas menuntut keberaian untuk mengambil keputusan,apa pun konsekuensinya.

Strategi Merek

  1. Ukuran Kekuatan Merek Anda

Pada tangal 2 April 1993 atau yang di kenal sebagai “marlboro Friday” adalah hari bersejarah bagi produsen raksasa rokok di dunia. Ketika itu,Philps Maorries,Produsen rokok Merlboro,mengagetkan publik dengan pemberitahuan sepanjang 3 halaman mengumumkan penurunan harga jual rokoknya agar dapat tetap kompentitif. Langkah ini disebut sebagai perubahan besar dalam strategi bisnisya.Sasaran yang di tujunya untuk meninkatkan pangsa pasar dan pertubumhan jangka panjang.Langkah Marlboro ini langsung mendapat tanggapan sinis dari para analis wallstreet bahwa brand image bukanlah strategi bersaing yang baik di bandingkan dengan harga.

Hal ini berbeda degan Nike yang tidak perna berhenti melakukan reinventing produk maupun pemasarannya.Sementara itu,iklan-iklan Nike tetap segar dan imajinatif serta kreatifitas. Nike pun tidak berhenti–henti mengintroduksi produk baru dan berbagai kampanye pemasaran yang memperpendek life cycle produknya dari 1 tahun menjadi 3-4 bulan.

Dua contoh di kasus di atas memperlihatkan ada perbedaan yang cukup signifikan antara brand awareness dan brend strength.Marlboro mempresentasikan awarness yang kuat tapi kehilangan daya cengkaramnya,sebaliknya Nike,memenhi unsur baik awareness maupun kekuatanya.Nike memberikan contoh bagaimana membagu brand strenght melalui brand relevance dan brand resonance.Kedua aspek ini bahkan jauh lebih penting ketimbang awareness.Menjadi relevan artinya bahwa merek tadi sesuai dengan kebutuhan dan keinginan konsumen dan selalu bergerak mengikuti perubahan yang terjadi pada konsumen.

  1. Pertimbangkan Emosi Konsumen dalam Merek

Apa artinya sebuah nama ? deikian kata Shakespeare. Ya, apa sih makna sebuah nama ? Ternyata nama atau merek mempunyai nilai strategis yang sangat besar bagi perusahaan. Siapa yang tidak kenal dengan merk Coca Cola, McDonalds, Microsoft, Malboro, KFC, dan sejumlah merek yang disebut sebagai Global Brand.

Merek telah menjadi aset yang sangat bernilai bagi perusahaan dalam era hypercompetition dan hyperfragmented market dewasa ini. Sebagai contoh, peringkat merek yang dibuat oleh Business Week dan Interbrand tahun 2003 memperlihatkan sejumlah merek yang mempunyai nilai tinggi antara lain Coca Cola US$ 70,45 miliar, Microsoft US$ 65,17 miliar, Disney US$ 28,04 miliar, McDonalds US$ 24,70 miliar, Nokia US$ 29,44 miliar dan Mercedes US$ 21,37 miliar.

Konsep ekuitas merek (brand equity) memang telah menjadi parameter yang sangat akrab di kalangan para pemasar dan perusahaan dalam upayanya untuk meningkatkan kinerja perusahaannya. Salah satu cara untuk meningkatkan ekuitas merek, menurut Aaker, adalah melakukan leverage (pengungkitan) terhadap merek. Mengapa merek-merek tertentu seperti Starbucks, Nike, McDonalds, Coca Cola, dan Harley Davidson mempunyai penerimaan yang begitu luas dan mempunyai daya pikat tersendiri dalam benak konsumen.

Bagi Scott Bedbury, mantan Senior VP of Marketing dari Starbucks dan Nike, serta penulis buku inspiratif tentang merek A New Brand World, kekuatan sebuah merek terletak pada dua aspek, yakni resonansi dan relevansi. Kehadiran sosok merek dengan kapasitas resonansi dan relevansi yang kuat ini antara lain karena multivalence, yakni kemampuannya untuk memberikan ragam manfaat (multiple benefits) kepada beragam konsumen dalam sebuah pasar.

Untuk dapat mengelola merek secara multidimensi, ada 2 karakteristik yang perlu diperhatikan. Pertama, merek dengan multidimensi harus diarahkan pada konsumen yang beragam. Merek tadi harus mampu memenuhiharapan dan keinginan dari beragam target psar dan relevan dengan pasar tersebut. Selain itu, merek tersebut harus mampu menyampaikan nilai di antara berbagai segmen yang berbeda tadi.

Kedua, strategi merek multidimensi biasanya mempunyai arsitektur merek yang kaya akan manfaat fungsional maupun emosional. Dalam kasus Coca Cola misalnya, gaya komunikasi yang dibangun selalu diarahkan kepada beragam khalayak dengan menekankan pada manfaat fungsional sebagai minuman yang menyegarkan dengan cita rasanya dan menfaat emosional yang selalu didengungkan sebagai sebuah pengalaman penuh keceriaan setiap saat dan lifestyle.

Konsekuensinya, merek multidimensi ini akan mampu meningkatkan frekuensi pembelian ketimbang merek yang tidak memiliki unsure tersebut karena merek multidimensi memang diarahkan pada beragam segmen dengan beragam kebutuhannya.

Bagi perusahaan (pemasar) yang ingin membangun merek multidimensi, pertama-tama pihak perusahaan perlu mendesain arsitektur merek yang mampu mengakomodasi dan mengomunikasikan secara baik manfaat fungsional dan emosional dengan target konsumen yang tepat, pada tempat yang tepat dan waktu yang tepat. Untuk dapat melakukan hal ini, perlu pemahaman tentang peran yang dibebankan pada merek tersebut dan pemahaman komprehensif tentang demand-based segmentation.

Iklan tidak bisa lepas dari selebritis. Dalam budaya posmo (consumer culture) dewasa ini, dimana barang yang dibeli lebih banyak didasarkan pada hubungan atau relasi social yang melekat pada barang yang dipilih, bukan aneh lagi kalau selebriti sebagai sebuah symbol atau ikon dalam relasi social mendapat porsi yang cukup signifikan dalam bisnis era pemasaran postmandernism saat ini.

  1. Jika Model Iklan Seorang Selebriti

Sebagai gambaran, misalnya kita bias lihat bagaimana derasnya gelentoran dolar ke dalam kocek para selebriti mancanegara seperti Britney Spears, Tiger Woods, Naomi Campbell, Maria Sharapova, Madonna, David Beckham, bahkan mantan petinju yang sudah gaek seperti George Foreman pun tidak luput dari rezeki nomplok ini dengan menjadi endorsement dari Lean Mean Fat reducing Grilling machine yang di tahun 2003 lalu mencatat rekor penjualan diatas $375 juta atau diatas rata-rta penjualan industry. Itu adalah contoh dari para selebritis kelas global. Boleh dikatakan bahwa selebritis sering kali diasosiasikan dengan kelompok masyarakat tertentu dan mempunyai derajat public awareness yang tinggi, seperti misalnya beberapa selebriti mancanegara : actor (Pierce Brosnan, Meg Ryan), model (Naomi Campabell), atlet (Anna Koutnikova, Beckham), entertainers (Oprah winfrey), dan pop stars (Madonna), juga dari kalangan pebisnis seperti Bill Gates. Supaya iklan tadi juga efektif dalam penyampaian pesannya, factor daya tarik menjadi penting. Nah, disini perlunya mempertimbangkan karakter sang selebritis, misalnya : penampilan fisik, personalitas, dan kesesuaina dengan nilai-nilai social dari target audience.

Strategi dan Taktik Bersaing

  1. 7 Prinsip jadi “Pemberontak” dalam Bisnis

Persaingan bisnis saat ini menuntut tingkat kecerdasan yang tinggi untuk menyiasatinya. Sebenarnya, kalau kita telusuri lebih jauh ada banyak contoh yang menunjukkan bahwa kehadiran suatu produk baru yang impresif bukan monopoli inkumben, melainkan lahir dari para insurgents(pemain baru). Para insurgents ini mempunyai taktik bersaing yang mengacu pada tujuh prinsip pemberontak (insurgents) yang diyakini ampuh dalam realita bisnis saat ini. Ketujuh prinsip ini menjadi pilar dari model bisnis yang disebut Underdog Advantage.

Prinsip pertama, perusahaan harus fokus pada tujuan yang bisa dicapai tanpa kompromi, tidak ada kata hampir tercapai karena hal itu berarti gagal. Mao dalam bukunya Little Red Bookmengingatkan satu hal yang inspiratif. Letakkan kaki Anda selangkah di depan yang lain, tahap demi tahap. Dengan cara ini, karyawan pun terlatih untuk mencapai sasaran serta tahan banting menghadapi setiap kesulitan sekaligus akan membangun sebuah budaya keberhailan di dalam perusahaan.

Prinsip kedua, move the movable, fokus pada strategi yang dapat dilakukan untuk mencapai sasaran. Lakukan dtrategi dan taktik pemasaran yang mampu menggerakkanearly adopters (kelompok konsumen yang paling konsumerist) untuk memenangi pertarungan perebutan kekuasaan pasar.

Prinsip ketiga, play offense, rumuskan keberhasilan dan siapa musuh Anda.Kenyataan memperlihatkan bahwa musuh yang baik selalu akan memberi peluang bagi munculnya sejumlah inovasi selain perusahaan semakin pandai dalam mendeteksi keinginan konsumen.

Prinsip keempat, komunikasi inside-out, segala ide harus dijual terlebih dahulu kepada karyawan sebelum melangkah keluar. Ini adalah prinsip yang selalu dilupakan banyak perusahaan yang begitu terampil dalam merancang strategi tetapi lupa bahwa pada akhirnya yang akan mengimplementasikan adalah karyawan.

Prinsip kelima, lupakan realitas. Saat ini adalah era persepsi konsumen, dunia konsumen, jadi segala bentuk komunikasi pemasaran harus interaktif, memikat, dan merupakan percakapan yang hidup.

Prinsip keenam, perhatikan detail. Segala hal yang dikomunikasikan bisa menambah atau mengurangi nilai di mata konsumen.

Prinsip ketujuh, perlakukan krisis sebagai suatu Standard Operating Procedure (SOP). Jangan “manage”krisis, tapi “solving”. Yang berbahaya bukanlah krisis itu sendiri, melainkan reaksi terhadap krisis itulah yang membuatnya menjadi besar.

  1. Tak Bisa Inovasi, Cukup Renovasi

Ungkapan“innovate or die” telah menjadi semacam mantra dikalangan industry, konsultan, pebisnis maupun penulis buku. Di Amazon.com saja terdapat kurang lebih 2.000 judul buku tentang inovasi. Menurut Sergio Zyman, Chairman dari Zyman Group, salah satu perusahaan konsultan terkemuka di Amerika Serikat, innovation culture bahkan telah menjadi gerbong paling akhir dari rangkaian business fads. Inovasi sendiri sesungguhnya sangat dibutuhkan. Bahkan dalam banyak situasi bisnis justru memperlihatkan bahwa inovasi sangat esensial bagi pertumbuhan bisnis. Tetapi pada sisi lain, dibanyak perusahaan risiko inovasi justru jauh lebih besar ketimbang hasil yang diperoleh. Mitos bahwa inovasi adalah segala-galanya. Ada cara yang lebih elegan apabila perusahaan ingin tumbuh secara organik, yakni dengan aplikasi strategi renovasi Dengan renovasi perusahaan tidak perlu harus melakukan suatu perubahan besar yang sangat berbeda layaknya inovasi, tetapi cukup melakukan sesuatu secara lebih baik dengan aset dan kompetensi yang telah dimiliki.

 

Secara sederhana, renovasi dimulai dengan apa saja yang telah dimiliki oleh perusahaan. Apakah itu bisnis, merek, konsumen, kompetensi dan bagaimana membuatnya menjadi lebih baik. Untuk renovasi berlaku filosofi “let’s find out what we can sell and see whether we can make”. Hal ini sangat berbeda dari filosofi inovasi : “let’s start with what we can build and then see whether we can sell it”. Dari kedua filosofi ini sangat jelas bahwa kedua konsep ini berbeda bukan pada hasil yang dicapai, tetapi pada pendekatan atau cara yang dipakai untuk mencapai hasil tersebut. Dengan stretegi renovasi, perusahaan sebenarnya akan menjadi jauh lebih aman karena relasi yang telah terbentuk dengan pelanggannya yang memberi kemungkinan peluang untuk sukses lebih besar ketimbang dengan inovasi yang tantangannya akan jauh lebih besar karena harus melakukan persuasi pada konsumen baru untuk membeli produk.

 

Jauh lebih sulit mempengaruhi konsumen untuk membeli sesuatu yang baru daripada membuat sesuatu yang Anda tahu bahwa konsumen akan membelinya. Sayangnya banyak perusahaan cenderung memilih untuk melakukan inovasi yang ternyata gagal karena tidak menangkap esensi dari inovasi itu sendiri. Salah satu contoh sederhana adalah inovasi dalam rear spoilers yang dapat meningkatkan laju kendaraan dan kemudian mereka mengembangkan pengguna automatic transmission, yang justru mengurangi kenyamanan para loyalist Porsche yang lebih mendambakan shifting gears sebagai bagian integral dari pengalaman berkendara. Atau bagaimana respons dari penggemarnya saat Porsche meluncurkan Minivan. Minivan Porsche bukanlah merupakan karakter utama mengapa penggemar mobil memilih Porsche. Ternyata inovasi bukanlah segala-galanya. Bagi kebanyakan perusahaan terapi yang pas mungkin cukup dengan renovasi. Kini saatnya mempertimbangkan untuk beralih ke renovasi. Strategi yang lebih rill, yang tidak seeksotis inovasi. Tapi, mudah dilakukan dan hasilnya nyata ketimbang kita hanya berpuas diri dengan jargon-jargon inovasi tanpa hasil nyata.

  1. Bersaing Sambil Bekerjasama

Persaingan dalam dunia bisnis sering kali dianalogikan sebagai perang. Agar suatu perusahaan dapat berhasil, perusahaan harus merespon setiap tindak tanduk para pesaingnya. Apabila kita mencermati lanskap persaingan pada saat ini, ternyata banyak keberhasilan bisnis terjadi justru karena adanya kooperasi di antara para pelaku bisnis itu. Contoh klasiknya bias dicermati pada sejumlah industri, misalnya komplementarisasi yang terjadi di industry high-tech (komputer) antara intel dan sejumlah produsen komputer ataupun pada industry otomotif dalam bentuk pola network. Semuanya menggambarkan suatu pola persaingan yang tidak lagi melihat bisnis sebagai suatu perang yang harus mematikan salah satu pihak (win-lose). Pola persaingan yang melihat business is a war pada akhirnya akan memberikan efek dekstruktif yang tidak menguntungkan bagi semua pihak.

 

Apabila bisnis dianggap sebagai ekosistem, dimana setiap unsur yang ada di dalamnya saling mendukung, lalu salah satu unsure itu terganggu, maka akan timbul ketidakseimbangan. Berkembangnya fenomena network competition ini membawa paradoks tersendiri bagi para pelaku bisnis dalam menyikapi hal ini. Berfikir secara komplementer, yaitu berfikir dengan cara yang berbeda tentang suatu bisnis. “Intel Inside” adalah contoh menarik dari konsep komplementaritas ini. Baik Microsoft maupun Intel sama-sama memperoleh manfaat dari adanya komplementaritas ini. Microsoft memperoleh manfaat dari kapasitas yang tinggi dan cepat dari intel, sementara pada sisi yang lain, Microsoft pun dipaksa untuk terus menerus meningkatkan kapasitasnya dalam pengembangan software-nya. Konsep komplementaritas ini juga menjadi salah satu strategi merek bagi para pemain dalam lanskap persaingan dewasa ini.

 

Suatu strategi untuk menciptakan entitas bisnis yang lebih besar dan lebih kuat ditempuh dengan cara me-leveragemerek. Ada banyak cara untuk melakukan hal ini, antara lain yang cukup popular dilakukan adalah dengan cara co-branding.Co-branding adalah merek di- leverage (diungkit) dengan masuk ke dalam suatu kelas produk tertentu, apakah pada ingredient, seperti pada kasus Intel Inside ; ataukah dengan composite, dimana dua merek dikemas ke dalam suatu composite brand untuk memberikan manfaat yang lebih besar bagi konsumen. Misalnya seperti apa yang bisa kita lihat pada industry kartu kredit, antara Visa Card atau Master Card dengan sejumlah bank dan lembaga ataupun aspartame dengan sejumlah produsen minuman dan makanan.

 

Pada dasarnya, strategi co-branding yang mencerminkan prinsip komplementaritas tersebut bertujuan untuk mencari sinergi antara dua merek, baik dalam memperbesar pasar yang ada maupun memperkuat bisnisnya dengan cara menciptakan point of differentiation. Diferensiasi perlu dilakukan karena suatu produk kemungkinan akan terjebak pada persaingan harga dan jebakan ini sangat tidak menguntungkan karena berdampak negatif bukan hanya pada produk tapi juga pada industry. Untuk dapat bersaing secara efektif dipasar, pemain lapis, kedua, ketiga, dan seterusnya membutuhkan suatu strategi yang efektif. Mantan CEO Coca-Cola “Robert Goizueta”mengatakan bahwa dalam suatu bisnis, strategi tidak lain adalah diferensiasi. Dan dalam pentas pasar dimana persepsi adalah realitas, penggunaan strategi difernsiasi adalah prasyarat utama.

 

Diferensiasi haruslah di lihat dalam konsep competitive mental angel, artinya harus ada unsure yang membedakan (point of differentiation) dari setiap penawaran kita, entah itu dalam bentuk atribut, ingredients, tradisi, keunggulan tekhnologi dan lain sebagainya. Dan untuk mencapai semua ini, opsi yang dilakukan oleh pelaku bisnis antara lain melakukan co-branding atau networking baik dengan pesaing maupun dengan mitra pendukung bisnisnya. Dengan demikian, pentas bisnis saat ini menurut sikap dan strategi yang cerdas dan perubahan paradigma bahwa persaingan bukanlah untuk saling mematikan, tetapi menjadi arena untuk co-copetition, dengan cara yang elegan dan tidak destruktif.

  1. Halo Effect

Strategi merek telah menjadi source of value bagi perusahaan. Oleh karena itu, tidak mengherankan kalau begitu banyak perusahaan pada saat ini berlomba-lomba untuk mengembangkan mereknya. Merek telah menjadi berhala bagi perusahaan saat ini. Segala sesuatu dilakukan semata untuk membuat mereknya menjadi semakin kokoh. Namun demikian, dalam urusan membuat sebuah merek menjadi terkenal atau paling tidak menjadi perhatian dari khalayak konsumen, pemasar perlu memahami bahwa antara pemasaran dan psikologi terdapat hubungan yang sangat erat. Kalau psikolog adalah “sebuah studi yang sistematis tentang perilaku manusia”, sedangkan pemasaranadalah “sebuah studi tentang perilaku manusia di pasar”. Kalau kita suatu saat melihat seseorang yang berpenampilan menarik, dari penampilan orang tersebut kita mempersepsikan dia sebagai orang cerdas, sukses, dan popular. Inilah yang disebut dengan “the halo effect”dalam Psikologi. The halo effect juga berlaku dalam pemasaran. Mari kita lihat bagaimana bekerjanya halo effectdibalik sukses yang fenomenal dari Appel iPod belakangan ini.

 

Di tahun fiskal 2005, penjualan dari Apple Computer meningkat 68 % dibandingkan dengn tahun sebelumnya. Profit pun meningkat tajam sebesar 384 %, dan harga saham juga meningkat tajam menjadi 177 %. Net profit margin naik dari 3,3 % menjadi 9,6 %. Sebuah lompatan yang mengagumkan. Keberhasilan iPod justru meningkatkan penjualan Apple Computer. Di tahun fiskal 2005, iPod dan iTunes hanya mempunyai kontribusi penjualan 39 % dari total penjualan Apple. Selebihnya, 61 % penjualan komputer, perangkat lunak (software), dan service. Sepanjang tahun, Apple memborbardir publik dengan iklan melalui televisi, media cetak, dan billboard untuk produk iPod-nya. Merek iPod menjadi begitu dominan dan menguasai pangsa pasar musik digital sebesar7,39 %. Sementara itu, dukungan pemasaran bagi lini produk komputer Apple praktis tidak banyak kalau dikatakan bahwa hamper tidak ada. Namun, yang terjadi dengan limpahan dana yang begitu besar untuk iPod, justru telah menciptakanhalo effect untuk keseluruhan lini produk Apple, termasuk computer Macintosh.

 

Yang menarik dari fenomena halo effect ini adalah ditengah begitu berlimpahnya arus informasi yang saat ini masih diperlukan strategi yang cerdas untuk menyiasatinya. Salah satu caranya adalah dengan mengalokasikan budget pemasaran pada salah satu produk yang dianggap terbaik (best horse), kemudian biarkanlah produk (service) tersebut menciptakanhalo effect bagi keseluruhan produk yang ada. Halo effect mampu menjadi stimulans bagi konsumen untuk melakukan suatu tindakan pembelian dan mampu mempengaruhi perilaku konsumen terhadap sebuah merek tertentu yang ada di pasar.

Marketing Strategy JYAKUSYA NO SENRYAKU


Negara Jepang kondisinya semakin sulit karena jumlah penduduknya berkurang dan hal ini membuat negara-negara lain yang baru mulai maju mengambil pasaran jepang. Berpedoman pada ilmu Budha bahwa semua tidak ada yang abadi baik itu kesusahan, kegembiraan, kesuksesan, kegagalan, semua itu tidak akan berlangsung selamanya suatu saat akan hilang juga.

Berdasarkan pada hal ini dikaitkan pula bahwa tidak ada 1% pun perusahaan yang bisa berjalan dan bertahan 100 tahun lebih. Jika ingin hidup harus menang dari yang lainnya dan menjatuhkan yang lainnya hal ini alam karena kalau membuat seseorang menang pasti ada yang kala

Ada kiat cara meraih sukses yang memungkinkan orang lemah menang

Strategi bisnis adalah bagaiman memenangkan persaingan dalam bisnis. Ada peribahasa “ Tidak bisa hidup bila tidak kuat”. Tidak berhak hidup kalau tidak baik dengan orang lain. Kita harus kuat dan menang dahulu “ Small can eat big”. Ini adalah strategi orang lemah dalam konsultan bisnis dan Pengusaha yang menggunakan strategi ini adalah Mr Masayoshi Son Soft Bank, Mr Sawada Ketua H.I.S,  Seven Eleven, Tully’s Kopi, Kao, Asahi Bir dll. Dan dari semua itu ketika di tanya keberhasilannya beliau mengungkapkan Strategi Lanchester lah yang paling berguna bagi mereka.

Strategi Si lemah versi Lanchester

Mr Frederick. W. Lanchester adalah pengusaha pabrik mobil dan ahli untuk pesawat terbang dan orang yang mengungkapkan ilmu strategi perangnya pada perang dunia Pertama 1914 yang kemudian digunakan Oleh Amerika pada perang dunia kedua. Kemudian ilmu ini diterjemahkan kedalam bahasa jepang dan dimanfaatkan untuk bisnis.Di Jepang hanya 1% dari 7 juta direktur yang mempunyai pekerja lebih dari 100 orang yang 99%nya adalah perusahaan kecil dengan kata lain perusahaan orang lemah. Perusahaan lemah tidak boleh meniru perusahaan yang besar meskipun kontek kenyataannya banyak sekali perusahaan yang kecil meniru perusahaan besar.

Strategi manajemen dibagi menjadi seperti berikut ;

  1. Produk : Apa produk unggulannya?Apa jenis servisnya?
  2. Area :Dimana anda berjuang?
  3. Customer zonet/Target : Siapa pelanggannya untuk melawan pesaing?
  4. Sales/marketing :Bagaimana cara mencari pelanggannya?
  5. Organisasi : Bagaimana caranya untuk membuat pelanggan setia?
  6. Finance/keuangan :Bagaimana dengan sistem staf, latihan dan pendidikan, Keinginan kerja dan evaluasinya?
  7. Time/waktu :Bagaimana caranya mengggunakan uang?
  8. Strategi waktu : Bagaimana caranya untuk berhasil?

Dan yang paling penting adalah point 1,2,dan 3 jangan pernah memulai usaha tanpa menjelaskan ke-3 hal ini. Karena jika tidak bisa menjelaskannya pasti akan gagal.Yang disebut Strategi orang lemah adalah Cara untuk membedakan diri sendiri dari orang yang kuat atau first runner dari segi 1. Produk, 2. Daerah, 3. Target, dan orang lemah harus mengambil “satu titik konsentrasi” sebagai straegi orang lemah.

Contoh konsultan konsultan yang berkonsentrasi pada satu titik adalah : Mr Takezawa konsentrasi “Mail Magazine” dengan judul Ganbare sacho=Semangat Boss”, Mr Oka, direktur “Hard Ring” hanya menargetkan pada konsumen yang kaya yang mau renovasi rumah mewah,  Mr Kazuhiko Okubo yang berkonsentrasi pada restorannya yang unik dan dikhususkan untuk konsumen tertentu, Mr. Kagiyama dari Yellow Hut membicarakan tentang kebersihan atau clean up di restoran, dan masih banyak yang lainnya. Orang orang ini sebenarnya bisa saja membimbing untuk marketing dan manajemen atau sistem personalia maupun sdm, tetapi dari segi produk dan lapisan konsumen selalu dibatasi secara ideal dari ketiga faktor itu yaitu Produk, Area, dan Lapisan konsumen.

Contoh sukses adalah sebuah terobosan satu titik prinsip dasar

Restoran Udon Satoya di Hiroshima yang didirikan oleh Satoya sejak 2002 yang kini sudah mempunyai 4 restoran terkenal didaerahnya dengan strategi manajemen

  1. Produk : Dia belajar cara membuat udon dan kini membuatnya sendiri setiap hari mulai dari jam 3 pagi yang disesuaikan dengan cuaca dan suasana.
  2. Daerah : Dikota Hiroshima saja dan di situ tidak ada banyak Udon Hand made.
  3. Target : Orang yang suka rasa natural dan dia buat kuah supnya sendiri tanpa ada barang campuran zat kimia.
  4. Marketing : Memberikan brosur brosur ke perkantoran dengan sopan.
  5. Pelanggan : Membuat berita selebaran koran/monthly news letter dan membuka sekolah cara membuat udon agar keluarga bisa ikut bersama.
  6. Organisasi : Pemilik sendiri yang menjaga restoran
  7. Keuangan : Kehidupan pribadinya tidak mewah.
  8. Waktu : tanpa berhenti bekerja mulai dari jam 3 pagi sampai malam.

Kesimpulannya restoran tersebut adalah mempunyai produk yang hanya satu dan small production yang Hand made dari sisi daerah meghindari area yang berat saingannya dengan target pelanggan tertentu yang mengedepankan rasa natural. Marketing melakukan direct approach yang tidak dilakukan oleh perusahaan besar dan pelanggan selalu mengingatnya karena caranya yang selalu mengirimkan post card, direct mail, news letter, dll. Untuk organisasi pemilik perusahaan kecil lama.

Yang hebat adalah sekolah untuk membuat udon dengan biaya sebesar 500 yen dan sudah dibuka sebanyak 300 kali dengan kuota peserta 2 ~ 5 orang bagi Satoya untuk promosi hal ini kurang efisien tetapi bagi tamu menjadikan pengalaman yang sangat berharga dan dari sini Satoya mendapatkan pelanggan setia sebanyak 1000 orang dan palanggannya selalu mengucapkan “terimakasih” sehingga menggembirakan untuk bisnis ini dan hal ini membuat pemilik berkata “ tidak bisa menghentikan sekolah ini” meskipun persiapannya sangat repot.

Inilah strategi orang lemah yang bisa mendapatkan 3 burung dengan 1 batu.Sensasi contoh sukses besar dengan “Strategi orang lemah” ( Interview by Mr Yasomi Kodoma, freelance writer )

  • Belajar dari paling bawah
  • Peninjauan kembali bisnis dengan “Strategi orang lemah”
  • Area bisnis, jarak terbatas 500meter saja dari kantornya
  • Membuat seminar bertema kiat-kiat membuat toko ramai
  • Perlu keberanian “membuang” dan Keputusan tegas
  • Pengusaha toko sake yang bahagia dengan omzet setengah

Apa ilmu atau cara bagi orang lemah untuk memenangkan persaingan? (interview dilakukan dan ditulis oleh Mr Yasomi Kodama, freelance writer)

  • Menyenangkan “cara berhadapan langsung dengan konsumen” atau “cara perang gerilya”
  • Usaha keras jadi sia-sia kalau tidak ada strategi.

Penyebab kesuksesannya adalah karena dia  membuat “terbalik” pada pengetahuan umum atau pola pikiran perusahaan kuat atau perusahaan terlebih dahulu.

 

  • Sukses sebagai “konsultan hukum”.
  • Post Card bisa menjadi alat yang sangat berguna.
  • Menulis blog dan meluncurkan buku.
  • Ide unik untuk kartu nama yang bisa menjual diri sendiri, sambil membuka diri sendiri.
  • Kiat sukses dengan melakukan pergaulan diantara berbagai bisnis / industri

Yang paling bagus adalah “ Jangan menjual langsung “. Tetapi “Pikirkanlah dahulu bagaimana keuntungan dan manfaatnya untuk konsumen “. Sebaiknya jangan terlalu banyak berfikir mengenai untung ruginya tetapi bertemanlah seperti dengan keluarga sendiri. Memang tidak akan langsung untung, tetapi pasti akan ada yang melihat dan memuji. Pada akhirnya, kita bisa mendapatkan pelanggan yang akan setia menemani seumur hidup.

Mari kita belajar dari Yazuya tentang ilmu sukses Venture kecil dan menengah.

(diawali dari cerita tentang Mr Noboyu Yazu yang memulai Yazuya o.,Ltd. Mr Yasomi Kodama (freelance writer) menulis ini atas dasar wawancara dengan Mr Yazu).

Pertemuan pertama “Kejutan” dengan orang  yang memulai Yazuya. Yazuya Co.,Ltd adalah perusahaan direct sale untuk produk makanan bersifat alami omzetnya pada tahun 2008 mencapai 40 Milyar yen lebih dalam 14tahun dari yang awalnya hanya 1.5 milyar yen. Ada 6 kiat yang menjadi yazuya sukses

  1. Kejururan dan kesetiaan
  2. Belajar dan sadar terhadap jaringan kenalan
  3. Manajemen plan dibuat dan dipraktekkan
  4. Plan untuk kehidupan seseorang harus dibuat dan melaksanakannya
  5. Berterimakasih kepada karyawan / karyawati dan supplier
  6. Jujur dan sikap mendengar, tidak minta-minta, berbicara mimpi

 

Sukses kehidupan adalah “cita-cita” X “strategi” X “rasa berterimakasih”

Semua orang sudah menerima surat dari Tuhan

  • Kekuatan pekerjaan dari Tuhan dan kekuatan rencana manajemen kehidupan.
  • Kata “Arigatou” adalah pekerjaan saya dari Tuhan.
  • Efek yang hebat setelah “Give Up”
  • Jiwa muda = Cita-cita X semangat (Passion)

Ini pekerjaan saya, saya hanya bisa begini

Harus berubah, agar tidak berubah, apa artinya?

Salah satu filosofi Budha ada  kata Yuukou dan Shogyou Mujou. Shogyou Mujou adalah di dunia ini selalu berubah dan Yuukou adalah selalu tidak ada perubahan kedua hal ini jika dihubungkan dengan bisnis contohnya restoran ramen Ippudo semua Tamu mengatakan “ rasa ramen ippudo tidak berubah dan enak terus “ hal ini akan mengakibatkan Ippudo bangkrut karena tidak ada perubahan karena para pesaingya terus belajar dan menganalisa untuk mendapatkan rasa yang paling enak dimata konsumen dan konsumen akan mencari rasa yang paling enak dan hal ini tidak disadari oleh para pengusaha. Sedangkan sikap atau selera konsumen selalu berubah-ubah dengan Shogyo mujou. Restoran yang ramai bisa saja mendadak menjadi sepi dan restoran ippudo selalu memeriksa reaksi dari para pelanggannya dengan cara memeriksa sisa makannya setiap hari. Kalau sisanya 1/5 boleh dikatakan OK tetapi bila sisanya lebih dari 1/3 itu tidak baik. Dan mereka akan menganalisanya, kenapa?. Bukan hanya Ippudo saja, restoran/perusahaan yang baik akan selalu berubah, Mereka berubah terus agar tidak berubah…

  • Kegagalan dalam kehidupan, dibelakang hari, baru berbunga “ membuat orang terharu“
  • Menulis itu akan menjadi tenaga
  • Efek dari perencanaan manajemen kehidupan
  • Ide yang sederhana untuk membuat rencana manajemen kehidupan
  • Cita-cita kehidupan anda (terlalu besar, tidak apa-apa)
  • Cita-cita dan target tahun ini

Kita harus membuat target yang realistis untuk jadwal sebagai berikut Pekerjaan apa yang di targetkan, Ekonomi targetkan penghasilan, Sosial target jam kerja yang diinginkan, Mental tergetnya membiasakan untuk selalu mengucapkan teriamakasih, Kesehatan targetnya jogging dan tidak makan cup noodles, Kehidupan targetnya setiap hari membantu istri cuci piring dan membersihkan rumah.

Membuat rencana bagaimana mempraktekkan pekerjaan dan lebih baik memanfaatkan  ke 8 strategi “ orang lemah “

  1. Strategi produk
  2. Srategi daerah
  3. Strategi target
  4. Strategi marketing
  5. Strategi pelanggan
  6. Strategi organisasi
  7. Strategi keuangan
  8. Strategi waktu
  • Rencana aksi atau praktek

Untuk mencapai target tahunan kita harus membuat rencana bulanan, mingguan, harian contoh membaca 4buku perulan/menambah 4 pelanggan perbulan dan untuk mingguan membaca 1 buku perminggu/menambah 1 pelanggan perminggu, dan untuk harian tulis 5surat setiap hari membersihkan depan kantor setiap hari.

  • Harus ditinjau kembali cita-cita atau rencana harian. Sejarah “Jatuh 7kali, Bangun 8kali”

Sampai berusia 40 tahun saya tidak menemukan pekerjaan yang Tuhan berikan

Dulu saya benar benar seorang pekerja yang tidak baik saya suka berhenti cepat dari satu perusahaan ke perusahaan lain dan pada suatu saat ketika dua bulan saya sebelum rencana pernikahan dan sudah menyebar undangan ke teman teman, saya membuat kesalahan besar di perusahaan yang membuat saya ingin bunuh diri pada waktu itu saya mencoba apa saja yang sering dilakukan oleh orang yang jiwanya lemah banyak buku-buku dan CD motivasi saya baca. Saya ingin mengetahui bagaimana caranya saya bisa muncul dari dasar ke atas.

Kelihatannya seorang direktur akan tetapi saya seorang Part-Time yang miskin

Dulu saya berfikir kesuksesan adalah lulus dari sekolah yang terkemuka dan bekerja untuk perusahaan yang terkenal serta naik pangkat. Saya menyelesaikan kuliah saya di Universitas Ritsumeikan yang relatif bagus.  Setelah lulus saya bekerja diperusahaan yang paling terkenal yaitu Yamaha. Saya tidak pernah berfikir apakah saya cocok atau tidak diperusahaan itu hingga suatu hari saya mengalami stree berat karena tekanan pekerjaan yang tidak cocok. Lalu saya pindah ke perusahaan Recruit  Co.ltd sebagai part time dan kemuadian saya pindah lagi ke perusahaan “Lease” IBM. Diawal tahun ke-2 saya pura-pura menjadi pandai namun saya telah gagal melakukan pekerjaan yang sulit dan latar belakang saya yang gagal untuk menikah serta keluar masuk perusahaan dan hal itu membuat saya stress  saya berfikir untuk “bunuh diri” tapi takut juga. Benar-benar sial waktu itu.

Saya lari ke Tokyo dan menjadi penangguran selama 6 bulan

Setelah banyak melamar ke perusahaan besar yang banyak mengalami kegagalan dan masuk  perusahaan kecil menengah dan venture yang berpindah-pindah di 4 Perusahaan, saya putuskan bahwa saya berdikari saja untuk menjadi pengusaha besar dan saya mulai dengan “Konsultasi untuk mencari kerja dan recruiting dengan gratis” di gedung “lions Mansion” di Shinjuku Higashi yang berada di Shinjuku 7 Chrome. Pekerjaan ini membantu orang orang yang sakit dan stress karena kesulitan mendapatkan pekerjaan. Karena tidak mendapat komisi akhirnya saya tidak kuat bayar sewa kantor akhirnya pindah ke apartement yang lebih murah dan mandi dengan air dapur serta makan cari gratisan di test food corner. Akhirnya saya mengambil pekerjaan dari perusahaan edisi buku sebagai penulis lepas yang terlihat seperti direktur namun kenyataannya hanya par time yang susah makan.

Dari situ ternyata ada baiknya karena saya menemukan buku bisnis yang di tulis oleh Mr. Yoichi Takeda yang mana buku itu tentang Strategi Lanchester dan Strategi Son shi (SunTsu) Cina.

Mengembalikan pinjaman sebesar 100 juta yen

Pada bulan Juni 1992 setelah saya berdikari ibu saya di fukuoka harus bertanggungjawab membayar hutang sebesar 100 juta yen yang ditinggalkan ayah saya seorang direktur yang telah meninggal sejak saya SMA kelas 2.Jika hutang tidak dibayar dengan buka yang bertambah terus maka 2 rumah dan tanah di daerah pusat kota tenjin seharga 500 juta yen akan disita. Pada masa itu saya hampir “jobless” namu saya masih mendapat penghailan beberapa yen dari perusahaan edisi penerbitan buku.

Pertemuan dengan orang kaya yang membayar pajak tinggi

  • Bukan advertisement tetapi artikel yang berguna
  • Berdikari yang kedua, tetapi…
  • Suka mampir instansi agama atau seminar
  • Mencoba membuka seminar tapi gagal
  • Challenge mengeluarkan buku
  • Mendekati 40 perusahaan dan menjadi mustahil
  • Ada tawaran untuk mengeluarkan buku ke-2
  • Best seller dengan strategi orang lemah
  • Kenapa pengusaha kecil memakai blog
  • Saya terbuka mata di seminar
  • Saya juga bisa berguna untuk orang lain

Sukses kehidupan adalah mimpi x Strategi x Rasa terimakasih

Ada berbagai macam pengertian tentang sukses kehidupan dan kali ini akan membicarakan khususnya untuk kehidupan enterpreuneur.Setelah “bubble economy” di Jepang hancur “memnita maaf dan Ok” “memberikan sauatu” “terimakasih” telah menjadi kata kunci untuk merasa bahagia. Dalam dunia konsultan , “starategi” “taktik” dan “marketing” menjadi hal penting. Memang semuanya penting.

Sukses kehidupan bisnis bisa dibagi 3 menjadi:

  • Aliran “mimpi” = kemauan, cita cita, kesadaran untuk bekerja dan lain-lain.
  • Aliran “Strategi x Taktik” = Business Strategy, Marketing, Methode dan lain-lain.
  • Aliran “terimakasih” = selalu mempunyai rasa “terimakasih” berjasa dan lain-lain.

Saya katakan, “sukses kehidupan itu adalah : Mimpi x Strategi x Rasa terimakasih”. Dalam bahas Jepangnya adalah “ Yume x Sen Ryaku x Kansa” singkatnya Yume Sen Kan.

Mengapa mimpi sendiri tidak jelas?

Kebanyak orang tidak bisa menceritakan mimpinya karena malu. 90% pekerja di Jepang bekerja untuk perusahaan dan mimpi dan target ditentukan oleh perusahaan. Jadi tidak perlu mempunyai mimpi secara perorangan degan catatan mereka mempunyai manager yang baik. Ada draft dari pemerintah yang menyatakan bahwa hanya 10% saja dari pengusaha itu yang mempunyai mimpi dan cita-cita/rencana yang jelas. Dan struktur industri di Jepang terdiri dari Perusahaan besar + perusahaan kecil dan menengah (anak) + perusahaan yang lebih kecil lagi (cucu). Oleh karena itu perusahaan kecil selalu bergantung pada pada yang lebih besar, tanpa mimpi, seperti industri bangunan, home industri dll. Ketika saya berdikari untuk yang kedua kalinya saya mengambil alih pelanggan dari perusahaan tempat saya pernah bekerja dan harus mengembalikan uang pinjaman ini menjadi rencana utama. Setelah 8 tahun saya berdikari di usia ke-44 tahun, saya baru merasa mendapat mimpi, cita-cita yang jelas  dan bisa makan.

Negara Jepang tempat kita masih hidup tanpa mimpi

Di Jepang meskipun dalam kondisi sulit jobless hanya 5% meskipun masih rendah dibanding dengan negara negara lain yang kisarannya sekitar puluhn %. Di Jepang meskipun demikian pekerjaan apa pun ada kalau kita tidak memilih milih minimal ada bantuan dari Negara. Jadi bagaimanapun kita mash bisa hidup. Tanpa kemauan atau mimpi masih bisa makan dan bekerja meskipun perusahaannya bangkrut. Tetapi menurut Maslows Hierarchy of needs “Yokkkyu 5 dankai setsu” (setiap saat manusia mempunyai cita-cita) semua orang baru akan puas bila sudah merealisasikan dirinya kepada lingkungannya.

Tidak tahu apakah sesuatu yang kita kerjakan itu merupakan hal biasa?

Pada usia kanak-kanak orang bermimpi untuk menjadi atlet olah raga, penyanyi, artis TV dll akhirnya kondisi itu dibayangkan tanpa ada melhat kondisi yang sebenarnya maka dari itu ketika sudah mulai bekerja akhirnya mencari yang sesuai dengan keinginannya yang menyebabkan banyaknya berpindah berpindah. Kalau kebetulan anda masuk kerja dan tidak cocok dengan pekerjaaan itu silahkan berpindah . Kalau pasangan pernikahan atau pekerjaan tidak cocok tetapi anda bertahan sama halnya tinggal di Neraka.

Mengapa mimpi kanak-kanak anda hilang?

99% orang biasa tidak mempunyai tujuan

Turning point “ Di usia 44 tahun”

Bagaimana cara mencari pekerjaan yang paling cocok

Mr. Yoichi Takeda berkata, “ sulit menemukan pekerjaan yang paling cocok. Lebih baik anda berkonsentrasi pada bidang yang anda sukai, belajar sungguh-sungguh dalam waktu yang paling lama. Paling sedikit selama 3 tahun, dengan demikian anda bisa menemukan suatu kelebihan dari yang lain. Anda bisa menjadi nomor satu dari yang kecil. Kecil pun tidak apa apa. Ada yang memuji anda. Kalau dipuji, anda senang dan merasa percaya diri. Anda disebut sebagai nomor satu dibidang tertentu ditempat kerja itu. Dengan demikian anda mendapat pekerjaan yang Tuhan berikan”

STRATEGI ORANG LEMAH ITU ALAMI

Ada strategi orang lemah dalam kehidupan kita atau pelajaran kita.

Strategi Orang lemah dapat dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari. Orang pandai sudah pasti mempergnakannya.

Nilai sekolah guru saya Mr. Yoichi Takeda sangat jelek kecuali teori science. Dia menemukan ilmu Lanchester yang mirip dengan ilmu energi di bidang science dan rajin belajar manajemen. Mengapa saya tidak menyukai ilmu yang menggunakan angka? Karena saya suka pusing maka saya gunakan feeling atau perasaan dan semangat. Saya menghapus ilmu-ilmu asli itu dalam buku “ perusahaan kecil dan perturan untuk mendapatkan keuntungan”. Oleh karenanya buku itu laku keras.

 Strategi orang lemah baik juga untuk pendidikan.

Mr.Takahasi Harada, yang aktif di sekolah sebagai guru berhasil buat klub olahraga di sekolah SMP, Matsumushi di Osaka menjadikan juara Jepang 13 kali, selama 7 tahun. Klub itu tadinya tidak terkenal sama sekali. Mengapa dia bisa begitu? Karena dia mempunyai daya pemimpin, tujuan jelas dan ketelitian. Dia membuka rahasianya dalam buku “Guru kharisma dan cara latihan untuk menang”. Ada peribahasa, lebih baik menjadi mulut ayam dari pada ekor sapi yang artinya lebih baik nomor satu di dunia kecil daripada nomor bawah di organissi besar.

Mendapat pekerjaan dan berganti pekerjaan juga bisa menjadi strategi

Setelah berdikari pun meggunakan strategi orang lemah saja.

Lebih baik membuka usaha sendiri untuk kehidupan sendiri. Sedikit banyak, anda gagal tetepi anda tidak mati, selama anda memegang prinsip orang lemah. Sejelek-jeleknya anda masih bisa bekerja paruh waktu di tengah malam atau pagi-pagi.

Kelaparan dan kemiskinan adalah sumber kesempatan.

Pada masa Jepang keilangan gairah dan semangat dari segi ekonomi dan keamanan negara Jepang mustahil miracle country. Ini dibuat oleh orang tua yang kini usianya 60 tahun keatas. Mereka sedikit banyak mengalami kesulitan selama perang dunia ke 2 dan pahitnya kekalahan perang. Mereka bangkit kembali dari Nol dan kelaparan. Di negara negara lain yang kini majunya sama sepeti negara Jepang seperti Shanghai, San paulo meskipun maju namun masi ada daerah miskin yang mereka kelaparan tetapi mereka mempunyai kekuatan karena mereka melihat kawan-kawan mereka mendapat sukses dan mereka pun berharap saya juga bisa sukses.Saya menonton film “3 Chrome No Yuhi” yang mengingatkan Jepang lama sekitar tahun 1958, masih banyak yang miskin tetapi bintang film pemeran utama yang miskin menyebutkan “Negara ini pasti bisa maju!”.

Apakah anda tipenya menyala sendiri atau tidak bisa menyala?

Mr. Nagamori, direktur Nihon Desan yang membuat produk nomor satu di dunia, dibidang mikro motor untuk personal computer, mengatakan: Manusia bisa dibagi dalam 3 jenis , Bisa menyalakan diri sendiri, Bisa menyala kalau kawan-kawannya menyala dan Tidak bisa menyala, bagaimanapun juga dia berkata, orang-orang seperti (1) tidak banyak, tidak sampai 10%, orang-orang seperti (2) antara 60-70%, orang seperti (3) 20-30%. Sepertinya analisa ini benar. Kebanyakan kehidupan saya (2) atau (3).

Jepang adalah negara miracle

Jepang adalah negara mustahil yang paling jeleknya kita masih bisa makan dengan bekerja apapun sebagai part time dan haken (kontak). Ada asuransi yang di proteksi dari pemerintah ketika tidak bekerja. Sistem ini yang masih jarang dimilik oleh negara-negara lainya. Saya terharu dengan dengan apa adanya yang Jepang miliki sekarang. Memang Jepang hebat, perbedaannya dengan negara lain yaitu, sebenarnya hidup keseharian orang Jepang luar biasa dan mustahil. Saya selalu berterimakasih, karena saya orang Jepang yang hidup di Jepang.

Orang sukses yang hebat memulai dengan strategi orang lemah

Strategi orang lemah itu alami. Kalau orang lemah ingin berbuat sesuatu, mereka harus memegang prinsip strategi:

  1. Product ( hasil / barang yang dijual )
  2. Area ( daerah )
  3. Customer zone ( target )
  4. Sales / marketing ( cara penjualan )
  5. Customer ( pelanggan )
  6. Organization ( organisasi )
  7. Finance ( keuangan )
  8. Time ( waktu )

Ini adalah teori dasar.

Anak bisa sukses, karena kegagalan orang tua

Orang enterpreuneur selalu lahir hanya dari lingkungan orang susah. Oleh karena itulah, orang yang mengambil alih perusahaan dari orang tuanya yang kaya cenderung menjadi orang baik yang tidak berjuang. Dan akhirnya kebanyaka generasi kedua atau generasi ketiga cenderung habis. Mr. Watanabe dari Watami telah berhasil, karena orang tuanya gagal.

Kegagalan orang lain adalah rasa madu. Dale carnegie juga mengambil strategi orang lemah. Sukses terdiri dari kepandaian asli dan kerajinan. Dengan cara apa manusia dapat dibuat ? Memang awalnya dari DNA. Dan terpengaruh dari orng tua, lingkungan keluarga atau daerah, sekolah, guru, kawan-kawan, kenalan, pesaing, pacar, pelajaran, olahraga, hobi, TV, manga(komik), mesin permainan, buku, perjalanan, tempat kerja, langganan, partner bisnis, pertemuan dengan orang yang bekrja di bidang lain, agama, insiden, adat dan lain-lain.

Ada apa lagi? Secara lebih sederhana:

  1. Kepandaian asli
  2. Keluarga
  3. Sekolah
  4. Tempat kerja
  5. Pernikahan
  6. Berdikari

Saya kira ada faktor sukses. Memang situasi berubah-ubah tergantung pada pelajaran, pekerjaan, pertemuan orang, adat, insiden, kebetulan, nasib dan lain-lain.

Faktor asli x faktor pengalaman = orang sukses

Mimpi menjadi kenyataan

Keliling dunia bersama keluarga

Sejak November 2002, kehidupan saya mendadak berubah dan cerah. Permintaan seminar 100 kali seminar pertahun. Buku saya pun laku terus. Saya mendapat 10 juta yen dari pajak buku. Dengan pendapat ini, saya berkeliling dunia bersama keluarga, selama April 2006 ~ Maret 2007.Saya meninjau kembali kehidupan saya dulu, sebelum menjadi usia 44 tahun. Saya pikir, saya berbahagia sekali. Tidak mungkin lebih baik lagi.Kita belum tahu apa yang terjadi besok. Kehidupan kita hanya sekali saja.

Dari perkumpulan pelajar, mimpi keliling dunia menjadi kenyataan

Negara kita Jepang, paling baik, aman, bahagia, kaya di dunia. Tidak ada jaminan sosial, asuransi sosial di kebanyakan negara-negara yang maju pun.Orang cacat, pengangguran, orang sakit mental, orang homeless juga berjalan-jalan di jalanan dan tidur di jalanan. Kekuatan ini juga hebat. Sedangkan saya juga baru sadar hebatnya Jepang.

  • Energi negara-negara berkembang yang harus maju cepat
  • Orang jepang jarang terlihat di dunia
  • Saya disambut baik dimana-mana karena saya orang Jepang
  • Di dunia selalu ada kesempataN

 

 

POOR PEOPLE


jackmaJack Ma, founder of Alibaba berkata:

“Orang yg paling buruk untuk dilayani adalah Poor people:

  • Dikasih gratis, dipikir mau nipu
  • Dikasih tau investasi nya kecil, bilangnya hasilnya kecil
  • Dikasih yg inves nya besar, eh bilangnya ga ada uang….Dikasih tau untuk coba hal baru, bilang nya ga punya pengalaman
  • Dikasih tau bisnis tradisional, dibilang susah
  • Dikasi tau buka toko, dibilang ga bebas
  • Dikasih tau buka bisnis, bilangnya ga ada pengalaman

Poor people punya kesamaan..Mereka suka bertanya ke google. Mendengarkan teman yg sama susahnya dgn mereka. Mereka berpikir lebih banyak dari profesor dan bertindak lebih sedikit dari orang buta. Coba tanya mereka, “apa yg bisa mereka lakukan”. Mereka tidak akan bisa menjawab..

Kesimpulan saya : Daripada jantung Anda berdetak lebih kencang, kenapa bukan mengambil lebih banyak tindakan. Daripada cuman dipikirin terus, kenapa tidak mencoba sesuatu. Poor people gagal karena punya 1 sifat yang sama : Hidup mereka selalu menunggu. “Broke is temporary, Poor is state of mind”

Kiat Sukses Seleksi Pelanggan Paling Berpotensi


PETER CHEVERTONADA kenyataan bahwa anda tidak dapat menerapkan manajemen pelanggan paling berpotensi (Key Account Management) pada seorang pelanggan, si pelanggan harus menghendaki dan bersikap sukarela terhadap tujuan ekstra anda. Praktik manajemen pelanggan paling berpontensi (Key Account Management) menuntut kesepahaman antara pemasok dan pelanggan-dan pada tingkatan ini pelanggan memiliki kesempatam besar untuk memilih.

Ada 2 masalah dengan pendekatan pelanggan mana yang akan ‘memanggil anda untuk maju’, keduanya cukup serius sehingga dapat menimbulkan fatalisme yang tak termaafkan. Pertama, para pelanggan mungkin tidak sekedar berkeliling untuk memanggil anda. Kedua, mereka yang memang memanggil mungkin bukan yang anda inginkan.

Langkah 1 : Ketahui objektif anda
Langkah 2 : Pahami sumber daya anda
Langkah 3 : Bentuk tim seleksi
Langkah 4 : Petakan kesempatan yang nyata
Langkah 5 : Bentuk rencana segmentasi dan pemasaran
Langkah 6 : Gunakan matriks seleksi pelanggan paling berpotensi
Langkah 7 : Identidikasi faktor ketertarikan pelanggan
Langkah 8 : Ketahui kekuatan relatif anda
Langkah 9 : Fokuskan pada seleksi dan komunikasi
Langkah 10 : Kaji ulang

LANGKAH 1 :
“OBJEKTIF ANDA”

Langkah 1, melibatkan pertanyaan apa yang paling anda kehendaki dari Manajemen Pelanggan Paling Berpotensi- Key Account Management (KAM).
Key Account adalah pelanggan tempat kita menanamkan sejumlah investasi sumber daya perusahaan yang signifikan (investasi waktu dan sumber daya bisnis anda) dengan keyakinan bahwa pelanggan tersebut merupakan jalur terbaik untuk memenuhi ambisi jangka panjang kita.

Mengapa KAM penting dan mengapa sekarang?
1. Kematangan pasar, kompetisi semakin panas, dan ada kecenderungan para suplier meningkatkan komoditasnya.
2. Mendapatkan keuntungan kompetitif melalui produk atau teknologi menjadi semakin sulit, dan bagi banyak perusahaan hal tersebut tidak lagi menjadi pilihan.
3. Pelanggan tumbuh menjadi lebih besar, lebih mengglobal, lebih kompleks, dan lebih menuntut.
4. Makin tumbuhnya kecanggihan peran pembelian, terutama adanya perangkat elektronik.

Objektif anda sendiri tentu saja unik bagi lengkungan bisnis anda sendiri, dan jika tidak, mungkin objektif anda terlalu samar. Seperti semua objektif yang baik, objektif harus mengandung akronim SMART.
Spesific (khusus)
Measurable (terukur)
Achievable (dapat dicapai)
Relevant (berkaitan)
Timed (terjadwal)

Ada 6 objektif tertentu untuk KAM, yaitu :
1. Mempertahankan atau meretensi bisnis.
2. Bertumbuh dengan cara memenangkan jalan masuk ke pelanggan baru.
3. Mengelola pelanggan global atau regional dengan gaya yang konsisten dan penempatan yang layak.
4. Mengelola layanan pelanggan melalui multipel unit bisnis.
5. Membentuk suatu bisnis yang akrab pelanggan.
6. Pencapaian keandalan operasional

LANGKAH 2 :
“SUMBER DAYA ANDA”

Di bagian ini, hanya menjelaskan bagaimana cara mengelolanya guna membantu dalam proses pemilihan.
Ada 3 mode penjualan, yaitu :
1. The Milk Round
Intinya adalah bahwa dunia bertumbuh dari keteraturan dan efisiensi, yang lebih mudah dicapai dengan cara lain-memasuki pudat layanan, tim telesales, dan sistem e-commerce.
2. The Hunter

3. The Farmer
Ini merupakan penjualan yang bertujuan untuk mengembangkan potensi pelanggan selang beberapa waktu.

LANGKAH 3
MERAKIT TIM PEMILIH

Pertemuan untuk menyelesaikan sesuatu berarti mempertemukan tim yang terdiri atas menusia yang tepat untuk mendiskusikan dan menyepakati salah satu keputusan yang paling penting yang harus di buat dalam bisnis.
1. Tim Ideal
Tim ini hanya akan ideal untul tujuan mengapa tim itu dibentuk, yaitu :
a. Untuk mengidentifikasi dan memilih key account.
b. Untuk memberikan kekuasaan yang sepantasnya kepada tim tersebut agar tim memiliki arti dalam bisnis.
2. Tim dalam praktik
Tugasnya adalah sebagai berikut :
a. Sebagai koordinator
b. Sebagai investigator sumber daya
c. Sebagai monitor evaluator
d. Sebagai implementer

LANGKAH 4
MEMETAKAN KESEMPATAN
Ada satu bahaya besar saat bisnis memilih key account-nya verdasarkan pelanggan yang paling sukses belakangan ini saja. Oleh karena itu, kita akan menggunakan analisis pemasaran, yaitu peta pasar.

Gunakan peta pasar untuk melihat kesempatan mendatang. Alat ini berupa diagram yang menunjukkan saluran (channel) ke pasar bagi produk atau jasa anda. Di sini membahas semua saluran dan semua pengaruh yang berakitan dengan saluran tersebut.

LANGKAH 5
RENCANA PEMASARAN dan SEGMENTASI PASAR

Segmen pasar adalah pengelompokan pelanggan yang memiliki kebutuhan, sikap dan perilaku membeli yang sama. Tentu saja, ada lusinan segmen karena di luar sekedar kebutuhan kita menunjukkan banyak bentuk sikap yang menakjubkan pada barang dan mempertontonkannya banyak cara untuk membeli dan menggunakannya. Setiap bentuk perilaku dan sikap tersebut menggambarkan segmen pasar potensial. Kita harus mencari jalan untuk menyatukan semua segmen mikro tersbut, untuk mendapatkan apa yang disebut sebagai segmen yang ‘viable’ -yang dapat hidup.

Segmentasi terdiri atas 3 proses, yaitu :
1. Menentukan apa dasar ‘potongan’ pasar segmen tersebut.
2. Memilih segmen yang ingin anda masuki.
3. Menetapkan sasaran pada setiap segmen yang aktif dengan bauran pemasaran yang unik.

Tujuan dari segmentasi adalah meletakkan fokus sumber daya yang terbatas pada kesempatan yang akan membawa anda ke tempat tujuan bisnis yang anda inginkan dan menggambarkan kesempatan terbaik untuk mendapatkan keunggulan kompetitif. Segmentasi dan KAM berjalan berdampingan. Tanpa segmentasi, pemilihan key account akan cenderung salah dalam ‘ukuran’, dan kebanyakan pasar terlalu besar dan terlalu beragam sehingga sulit digarap. 20% pelanggan yang memasok 80% kebutuhan bisnis merupakan key acccount (hukum pareto, 20:80)

LANGKAH 6
MATRIKS PENYELEKSI dan PENGIDENTIFIKASI PELANGGAN PALING BERPOTENSI

Tujuan dari matriks penyeleksi dan pengidentifikasi key account-KAISM adalah untuk memberikan suatu proses guna menangani 2 dilema berikut-‘demi hari ini atau esok’ dan ‘siapa memilih siapa?’.

Tujuan dan manfaat KAISM adalah :
1. Untuk mengindikasikan di mana kemungkinan terletak key account anda.
2. Untuk menimbulkan perdebatan mengenai kriteria dalam mengidentifikasikan key account.
3. Untuk mengidentifikasikan kriteria yang berkaitan dengan ambisi bisnis jangka panjang.
4. Untuk mendapatkan persetujuan bisnis yang luas atas kriteria tersebut.
5. Untuk mengidentifikasikan pelanggan potensial sebagaimana saat ‘mengkategorikan’ yang ada sekarang.
6. Untuk memahami persepsi pelanggan mengenai kekuatan kompetitif anda.
7. Untuk mengidentifikasi riset apa yang dibutuhkan tentang kekuatan pesaing.
8. Untuk mengidentifikasikan penelitian apa yang diperlukan pada kebutuhan dan persepsi pelanggan.
9. Untuk mendapatkan dukungan bisnis yang luas atas mereka yang dikategorikan sebagai key account, dan masih banyak tujuan yang lainnya.

LANGKAH 7
MENARIK PELANGGAN

Ada banyak faktor daya tarik, dan mungkin dapat terbantu mencarinya dengan mendekati daya tarik tersebut melalui 5 pertimbangan yang berbeda namun saling berkaitan, yaitu :
a. Mewakili daya tarik yang ‘murni’
b. Mengindikasikan kemungkinan sukses yang besar
c. Berkaitan dengan objektif jangka panjang bisnis anda
d. Membantu mengindikasikan peluang tertentu
e. Berdasarkan pendekatan realistis sumber daya dan kemampuan kita
Langkah 6 akan membawa kita pada prosedur berikut :
1. Idenfikasikan serangkaian kriteria daya tarik pelanggan
2. Ringkas menjadi 6 faktor daya tarik pelanggan
3. Beri bobot faktor tersebut untuk mengindikasikan tingkat kepentingannya
4. Beri peringkat semua pelanggan berdasarkan faktor-faktor tersebut
5. Lipat gandakan peringkatnya dengan pemberian bobot untuk mengidentifikasikan peringkat relatif dari daya tarik pelanggan
6. Posisikan pelanggan di sepanjang sumbu vertikal KAISM, berdasarkan daya tarik mereka

LANGKAH 8
KEKUATAN RELATIF

Sekarang anda harus melengkapi sumbu horisontal KAISM dan menentukan apa yang pelanggan pikirkan tentang anda. Langkah 8 akan membawa kita melalui prosedur berikut :
1. Mengidentifikasi serangkaian faktor rating suplier yang biasa digunakan untuk membandingkan kekuatan relatif dari para supplier.
2. Mengidentifikasikan seperangkat faktor peringkat supplier yang unik dan khusus yang digunakan sebagai dasar pertimbanagn pelanggan.
3. Memberikan bobot pada faktor tersebut untuk mengindikasikan tingkat kepentingannya.
4. Untuk setiap faktor memposisikan diri kita di antara pesaing berdasarkan pemahaman terbaik kita mengenai persepsi pelanggan.
5. Mengalikan peringkat itu dengan bobotnya untuk mengidentifikasikan kekuatan relatif para supplier.
6. Menempatkan pelanggan di sepanjang sumbu horisontal KAISM, yang mengindikasikan kekuatan kompetitif relatif kita dibandingkan yang lain.

LANGKAH 9
PEMILIHAN dan KOMUNIKASI
Pengalaman menunjukkan, bahwa hubungan paling baik dengan key account akan terjadi jika pelanggan amat terbuka dengan konsep hubungan tersebut. Anda tidak dapat memaksakan suatu hubungan dengan pelanggan.

Semakin banyak bobot yang anda berikan pada faktor daya tarik yang mengungkapkan kemungkinan yang realistis, dan semakin sedikit pada apa yang kita sebut sebagai daya tarik ‘murni’, semakin besar pilihan akhir mengemudikan anda ke arah rute pragmatis.

LANGKAH 10
REVIEW, REVIEW, REVIEW
Waktu terus berubah, demikian pula dengan analisis KAISM. Salah satu hal yang tersulit untuk dilakukan ketika waktu berlelu adalah mulai mengurangi jumlah sumber daya yang diberikan kepada konsumen yang dulu pernah memenuhi kriteria sebagai key account namun karena suatu alasan harus dilepaskan.

Perusahaan dibeli dan dijual. Kemudian tentu saja ada nama-nama baru perusahaan yang muncul. Namun benar adanya bahwa seseorang memilih pelanggan tersebut ketika itu karena mereka pikir bahwa pelanggan tersebut mewakili masa depan. Tanpa review atau kaji ulang secara berkelanjutan, banyak kerja keras dan prestasi baik yang akan menjadi tidak berarti dan bahkan, lebih buruk lagi, mulai merusak bisnis anda. Membuat rencana dengan pebgetahuan lama dan usang sering kali menjadikan segala sesuatu lebih buruk daripada apabila membuat rencana tanpa pengetahuan sama sekali.

Sumber :

Peter Cheverton, If You’re So Briliant… How Come You Can’t Identify Your Key Customers?, PT. Elex Media Komputindo, Jakarta, 2003.

 

%d blogger menyukai ini: