By : Ahmad Kurnia, SPd,MM.*          

Pertanyaan yang sering kita tanyakan kenapa kita perlu berubah? Banyak jawaban yang sebenarnya anda sendiri sudah tahu jawabannnya ketika anda tahu ada sesuatu yang lain pada pribadi anda ataupun ada masalah tapi anda tidak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada dirinya disitulah mulai ada keinginan ataupun peruabhan yang terjadi karena ada tekanan hidup yang jauh lebih kuat sehingga anda harus bekerja ekstra.

            INTINYA  Geano seathon – Kenalilalah diri anda ? begitu Socrates selalu menegur siapapun yang ingin berubah dan banyak hal yang belum ada ketahui tentang diri dan kehidupan anda yang sebenarnya. Tentu saja hal ini bukan  masalah materi, pekerjaan dan masalah wanita yang selalu jadi focus perhatian anda selama ini, bahkan saat kita lari dari masalah dengan melibatkan mereka justru bukan memecahkan masalah anda tapi menambah masalah baru dan jadilah hidup itu beban derita yang tak pernah berhenti, padahal kehidupan anda dari segi materi berkecukupan. Sehingga jasad anda yang capek dengan kehidupan dan pekerjaan butuh adanya pencerahan rohani dan berbagai cara anda lakukan, jangan kaget banyak para eksekutif dan para manajer yang belajar tasawuf yang dulu mungkin anda anggap hanya untuk para raib dan theology dan para pencari ilmu hikmah yang cenderung menjauhi kehidupan material, kita kenal juga beberapa program ESQ yang dikembangkan dikalangan pemimpin perusahaan dengan basic keagamaan. Apa semuanya cukup mencerahkan jiwa dan rasa haus kita terhadap kebutuhan ruhaniah kita yang selama ini anda telantarkan, karena anggapan kebutuhan ini tidak begitu penting bagi hidup manusia, kenyataannya kita butuh makanan ruhani, tapi bingung kemana kita mencarinya.

Dari permsalahan diatas jelas kita membutuhkan adanya penataan ulang konsep hidup kita sehingga kita perlu manajemen diri dan terasa asing ditelinga kita, kenapa diri kita perlu kita tata dan kelola dengan baik seperti layaknya perusahaan, tubuh kita butuh adanya control manajerial, dimana didalam nya ada sebuah rencana hidup, penataaan hidup ini dengan baik dan seluruh rencana inipun perlu diwujudkan dalam sebuah aktifitas yang bisa memperkokoh pribadi kita jauh lebih baik dan mapan dan control diri sebagai bentuk perhitungan arah tujuan kita melangkah sehingga ada batas terminal yang mengantarkan kita kekehidupan yang jauh lebih sehat dan salah satunya kita berupaya  memaksimalkan potensi panca indera kita jauh lebih bermanfaat bagi peningkatan rasa percaya diri kita dan mengasah kepekaan hati nurani kita.

Manajemen diri ini banyak lebih berorientasi pada pemberdayaan pola fakir dan dzikir kita kepada Allah SWT yang aplikasinya dapat kita lihat bagaimana meningkatkan potensi berfikir kita, melihat, mendengar, berbicara, membaca dan memaksimalkan potensi diri dalam bergaul dan bermasyarakat . Suatu hal yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menata diri kita dengan baik dengan pemahaman individual terhadap permasalahan hidup.

Setiap orang memilki masalah yang sama, tapi berbeda dalam mengsikapinya. Ada yang menjadikan masalah sebagai masalah besar, ada juga yang menganggap masalah bukan masalah dan ada juga yang menjadikan suatu yang bukan masalah menjadi sebuah masalah. Sehingga pemecahan masalah adalah kunci dalam membenahinya. Masalah teratasi karena kita sering mengalami masalah dan punya catatan pengalaman yang dijadikan sebagai alternatif terhadap masalah ini yang tidak menjadikan sebagai ahli tasawuf atau filosof tapi cukup bisa memahami cara memaksimalkan panca indera kita yang telah diberikan kepada manusia dan kitalah satu-satunya makhluk yang dipercaya memiliki akal yang sangat luar biasa sehingga bisa memberikan sebuah pencerahan akan makna hidup yang semakin ditinggalkan kita sebagai masyarakat yang cukup memberikan solusitersebut sebagai sebuah pengalaman yang tidak perlu terulang kembali. (Bersambung)

Jenis keterampilan diri yang harus kita kuasai antara lain :

  1. Bagaimana caranya kita berfikir
  2. bagaimana caranya kita berkomunikasi
  3. bagaimana caranya kita mendengar
  4. bagaimana caranya kita melihat
  5. bagaimana caranya kita merasakan

(Tulisan ini pengantar tentang manajemen diri yang akan diulas dalam beberapa tulisan).

* Penulis dosen Manajemen STBA JIA Bekasi dan STIE Swadaya Cikarang


Iklan