Posts from the ‘Pengusaha Dunia’ Category

Liliane Bettencourt, Pewaris Kerajaan Kosmetik Loreal


MILIARDER Prancis Liliane Bettencourt termasuk salah satu orang terkaya di dunia. Perempuan berusia 88 tahun ini, ditaksir memiliki kekayaan senilai US$23,5 miliar berkat perusahaan kosmetik Loreal yang diwarisinya.

Liliane adalah putri tunggal dari pendiri Loreal, Eugene Schueller. Ibunya meninggal dunia ketika ia masih seorang bocah berusia lima tahun. Kondisi tersebut tentu sulit bagi seorang gadis muda yang sedang tumbuh dewasa. Namun, berkat bimbingan sang ayah, dia berhasil menjalani hidup dengan baik hingga meraih sukses.

Meski menjadi anak semata wayang, Liliane tidak dimanja oleh sang ayah. Ketika usianya menginjak 15 tahun, dia bergabung dengan perusahaan ayahnya sebagai karyawan magang. Tugasnya, mencampur kosmetik dan memasang label pada botol sampo.

Pada 1950, Liliane menikah dengan seorang politisi Prancis, Andre Bettencourt. Tak lama setelahnya, pasangan itu dikaruniai seorang putri bernama Francoise Bettencourt Meyers.

Tujuh tahun kemudian, Eugene Schueller wafat. Sebagai ahli waris tunggal, Liliane pun mewarisi bisnis Loreal dan menjadi pemegang saham utama. Pada 1963, perusahaan tersebut go public, meski pun dirinya tetap memiliki saham mayoritas.

Bettencourt Schueller Foundation

Perempuan kelahiran 21 Oktober 1922 ini, dikenal sebagai individualis yang selalu menjaga kehidupan pribadinya jauh dari sorotan publik. Meski demikian, dia memiliki sifat murah hati.

Hal itu terbukti dari Bettencourt Schueller Foundation yang didirikan olehnya. Yayasan tersebut dibangun Liliane untuk mengenang almarhum sang ayah. Misinya antara lain membantu dukungan awal dan mengembangkan proyek-proyek di bidang medis, kebudayaan, dan kemanusiaan.

Bettencourt Schueller Foundation mencurahkan sekitar 60 persen dari anggarannya untuk mendukung penelitian medis, terutama untuk mengobati HIV dan AIDS. Selain itu, yayasan ini juga memberikan penghargaan di arena medis. Liliane Bettencourt Life Sciences Award diberikan kepada peneliti Eropa berusia minimal 45 tahun, yang terkenal di bidangnya dan menunjukkan hal menjanjikan dan penting dalam proyek penelitiannya.

Di bidang kebudayaan, yayasan itu mendukung para artis berbakat atau pengrajin dalam upaya membuat karya mereka dikenal dan diakui. Sebagai bentuk kecintaannya terhadap musik paduan suara, yasangan ini juga memberikan penghargaan tahunan untuk paduan suara. Sebuah penghargaan juga diberikan kepada pengrajin manual yang terampil, sebagai pengakuan atas karyanya.

Sementara itu, sebagai bentuk dukungannya terhadap kemanusiaan, Liliane mengembangkan berbagai program untuk membantu anak-anak termasuk orang tua mereka, dalam belajar membaca dan upaya lainnya untuk mendorong kehidupan produktif.

Evan Williams Rancang Berjuta Cara Twitter Hasilkan Uang


Logo TwitterPendiri Twitter, Evan Williams, pekan lalu menutup Web 2.0 Summitdi San Francisco dengan berbicara terus terang tentang bisnisnya. Secara tegas dia mengatakan layanan microblogging memiliki rencana masa depan yang menguntungkan.

Tahun ini Williams memang berbicara banyak di forum tahunan itu, berbeda dengan tahun sebelumnya yang pelit ngomong. Sampai- sampai,moderator pada konferensi tersebut,John Battelle,menggarisbawahi bahwa Williams “telah memulai menjawab setiap pertanyaan yang muncul”.

Williams mengakui, dirinya butuh waktu untuk mengenal dan mempromosikan tren tweet, yang berfungsi sebagai iklan. Selain itu, dia menganggap perusahaan-perusahaan memiliki alasan untuk berhati- hati jika akan melakukannya.

”Kita tidak bisa meletakkan sesuatu di hadapan seseorang jika mereka tidak peduli dengan hal itu karena tidak semua hal akan bekerja sebagaimana promosinya.Tapi sekarang, tren kenaikan percakapan tentang sebuah topik mencapai 3–6 kali,”ujar Williams seperti dikutip CNNMoney.

Namun, pria kelahiran 31 Maret 1972 itu tidak mau berkomentar banyak mengenai angka-angka atau nilai dolar secara spesifik terkait proyeknya di masa mendatang. Dia hanya menegaskan bahwa perhitungannya cukup baik pada produk yang dipromosikan dan membuat sebagian besar pengiklan kembali menggunakan medianya.

”Ada berjuta cara untuk menghasilkan uang lewat Twitter. Saya yakin kami akan mencobanya lagi,” ujar William.

William sadar, untuk bersaing di bisnis internet, pihaknya harus selalu membuat inovasi.Maka,dia pun bersama timnya melakukan pengembangan berupa peluncuran ”New Twitter” pada musim panas lalu.

Salah satu inovasi yang diusungnya adalah dengan membuat tata letak dan fitur sosial seperti ”Who to Follow”.

”Kami sedang berada pada periode transisi sebelumnya, kami menghabiskan sangat sedikit waktu untuk melakukan peningkatan produk. Itulah mengapa kami harus menggunakan semua waktu yang kami miliki,”ujar Williams.

Dia menambahkan, sudah memperoleh poin bahwa perusahaannya memiliki waktu dan sumber daya untuk melakukan sejumlah peningkatan tahun ini. Williams yang sebelumnya bekerja pada perusahaan pengelolasoftware, Pyra Labs,mengakui jika dia sendiri sudah mengalami masa transisi di Twitter.

Hal itu ditunjukkan dengan diserahkannya jabatan chief executive officer (CEO) di Twitter kepada mantan chief operation officer (COO)-nya Dick Costolo. Ini dilakukan dengan alasan agar dia lebih fokus pada produk dan desain Twitter.

“Menjadi CEO di perusahaan swasta, lalu mengambil sesuatu yang berisiko bagi perusahaan adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan,” ujarnya.

Transisi Twitter juga melibatkan kemitraan dengan perusahaan teknologi lainnya. Tahun lalu, Twitter membuat kesepakatan untuk memasukkan alirannya ke mesin pencari Google dan Bing dari Microsoft. Williams menuturkan, seiring dengan semakin banyaknya permintaan untuk data, Twitter diklaim telah melebihi kapasitas. Akhirnya, Twitter pun menandatangani kesepakatan dengan Gnip untuk menjual sebagian dari data ”firehose”di Twitter. (economy.okezone.com)

Li Ka-Shing Sang ‘Superman’ Bisnis


Li Ka-ShingImage Majalah Forbes menempatkan Li Ka-Shing (79) sebagai orang kesembilan terkaya di dunia dengan harta senilai USD32 miliar atau setara Rp302 triliun.

Tidak terbantahkan lagi, kekayaannya tersebut menahbiskan Li sebagai orang paling kaya di Hong Kong. Dialah raja di antara sekitar 40 konglomerat di kota bekas koloni Inggris itu.

Forbes melaporkan, membumbungnya harga-harga properti dan kedekatan dengan ekonomi China menjadi beberapa faktor penyebab mengapa banyak penduduk Hong Kong semakin kaya.

Tidak heran jika melihat mobil-mobil mewah semacam Rolls Royce dan Porsche hilir mudik di jalanan Hong Kong. “Fenomena ini membuktikan bahwa Hong Kong tetap menjadi salah satu wahana kondusif untuk bisnis dan investasi. Tampaknya hal ini sulit untuk diubah,” kata Redaktur Senior Forbes Russell Flannery.

Tahun 2007 ini pun menjadi tahun emas bagi Li. Penobatan Forbes menjadi sebuah bukti betapa CEO Cheung Kong Holdings dan perusahaan telepon genggam Hutchison Whampoa itu adalah perunding andal dalam transaksi bisnis.

Betapa tidak, dengan nalar bisnis Li, Hutchison sukses menyuntikkan saham ke perusahaan telekomunikasi Vodafone dengan muatan dana segar senilai USD11 miliar (Rp103 triliun). Hal inilah yang membuat Li sukses mengalahkan konglomerat-konglomerat Hong Kong lainnya.

Sebagai orang terkaya, sudah pasti pengaruh Li begitu mengakar di Hong Kong. Li mengaku tidak terbiasa menghabiskan waktu seharian tanpa memperkaya keluarganya yang kini menjalankan perusahaan properti, energi, telekomunikasi, dan bisnis ritel.

Wajar jika pada 2007 lalu, kekayaan Li bertambah hingga 42 persen alias meningkat USD10 miliar dari tahun sebelumnya. Anaknya, Richard, 41, duduk di pos ke-24 orang terkaya Hong Kong dengan kekayaan USD1,52 miliar (Rp14 triliun).

Atribut konglomerat yang disandang Li merupakan buah manis dari jerih payahnya. Kesuksesan pengusaha yang meninggalkan China pada 1940 ini bermula dari kepiawaiannya membangun bisnis hiasan bunga plastik menjadi sebuah kerajaan bisnis global, dengan diversifikasi anak perusahaan yang beragam.

Li mengaku, kesuksesannya terletak pada keyakinan yang kuat terhadap sinergitas dan kerja sama.”Idealitas masyarakat hanya dapat diperoleh jika setiap anggotanya siap dan mau mengemban tugas masing-masing,” katanya suatu saat. Cheung Kong Limited merupakan gerbong utama Cheung Kong Group yang memiliki operasi bisnis di 55 negara di dunia dan mempekerjakan sekitar 260 ribu staf personalia. Di Hong Kong, grup tersebut mempunyai delapan perusahaan yang terdaftar dengan kapitalisasi pasar gabungan.

Li dilahirkan pada 1928 di Chiu Chow, sebuah kota pantai di sebelah tenggara China.Pada 1940, dia menyeberang ke Hong Kong bersama seluruh keluarganya untuk menjauhi risiko perang. Ayahnya menderita tuberkulosis dan meninggal dunia di Hong Kong.

Sepeninggal ayahnya, tanggung jawab ekonomi dan mata pencaharian keluarga terbebani di pundaknya.Keinginan kuat untuk menghidupi ibu dan adik-adiknya membuat Li nekat meninggalkan sekolah pada usia 15 tahun demi bekerja.

Li berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan perdagangan plastik tempat dia bekerja selama 16 jam per hari. Berkat kerja keras, ketangguhan mental, dan semangat tinggi, pada 1950 Li memberanikan diri mendirikan perusahaan sendiri dengan bendera Cheung Kong Industries.

Modal untuk mendirikan perusahaan didapatkan Li dengan meminjam dari keluarga dan kerabat. Karena keberaniannya dalam berbisnis, Li di Hong Kong sering dijuluki sebagai “Superman”.

Dari pabrik plastik inilah, sayap bisnis Li semakin berkembang, dengan mendirikan anak perusahaan yang bergerak di bidang investasi real estat.

Perusahaannya berhasil tercatat di Hong Kong Stock Exchange pada 1972. Semakin berkibarnya imperium bisnis Cheung Kong membuat Li percaya diri mengakuisisi Hutchison Whampoa pada 1975 dan Hongkong Electric Holdings Limited pada 1985.

Sekarang, bisnis Cheung Kong Group telah merambah berbagai area,di antaranya pengembangan properti dan investasi, agen dan manajemen real estat, perhotelan, telekomunikasi dan e-commerce, keuangan, ritel, kegiatan pelabuhan, energi, proyek infrastruktur dan bahan bangunan, media dan bioteknologi. Seperti kebanyakan pengusaha lainnya yang memiliki kesadaran sosial tinggi, Li juga tidak ingin kesuksesannya dinikmati sendirian.

Pada 2002, Universitas Manajemen Singapura mengabadikan perpustakaannya dengan nama Perpustakaan Li Ka Shing setelah ayah Richard Li itu mendonasikan dana sebesar USD11,5 juta untuk pengembangan pendidikan tinggi. Pada 2005,Li mengumumkan donasi sejumlah USD128 miliar untuk Fakultas Kedokteran Universitas Hong Kong.

Bahkan pada 9 Maret 2007 lalu, Li menyisihkan uangnya sebesar 100 juta dolar Singapura, untuk kemudian diberikan kepada Lee Kuan Yew School of Public Policy di Universitas Nasional Singapura. (economy.okezone.com)

Kisah Sukses Robin Li Pendiri Baidu.com


Robin LiDari 10 website ranking teratas dunia versi Alexa.com, terselip dua website dari Asia, yaitu Baidu.com (urutan keenam) dan Qq.com (urutan kesembilan). Kedua website yang merupakan website search engine ini, khususnya Baidu, dianggap akan menjadi ancaman serius bagi Google dan Yahoo!.

Menariknya, baik Baidu maupun Qq keduanya berasal dari negeri yang sama yaitu China. Dan pendiri Baidu, Robin Li, baru-baru ini banyak diperbincangkan karena selain memelopori dan merajai search engine di China juga secara pribadi masuk dalam 10 orang terkaya China 2010. Tepatnya, di urutan ke-5 dengan kekayaan US$ 7,2 miliar (sekitar Rp 84 triliun).

Anak Buruh

Robin Li (Li Yanhong) lahir pada 17 November 1968, di Yangquan, Shanxi, China. Kedua orangtuanya adalah buruh pabrik. Ia memiliki empat saudara dan merupakan satu-satunya anak lelaki di keluarga. Ia masih ingat pesan ibunya agar bisa meraih masa depan lebih baik: “Keluarga kita bukanlah keluarga kaya, karena itu kalau kamu ingin memiliki pekerjaan yang bagus kamu harus belajar keras dan sekolah sampai ke perguruan tinggi!”

Karena itulah sejak kecil ia belajar keras. Hasilnya terlihat ketika ia akan melanjutkan sekolah ke SMA. Dari seleksi yang diselenggarakan di kotanya, ia meraih nilai terbaik kedua dari seluruh peserta seleksi.Lulus SMA pada tahun 1987, ia mengkuti seleksi mahasiswa negeri National Higher Education Entrance Examnination dan meraih nilai terbaik dari semua peserta dari Yangquan. Prestasi itu membawanya kuliah di Peking University dengan mengambil bidang studi manajemen informatika perpustakaan dan lulus empat tahun kemudian.

Pergi ke Amerika

Selepas kuliah tahun 1991, Li sempat kerja serabutan sambil menunggu lamarannya diterima di universitas di Amerika Serikat. “Saya memang mendambakan bisa melanjutkan pendidikan ke Amerika karena di China saat itu situasinya sedang kurang baik (akibat peristiwa demo berdarah mahasiswa tahun 1989 di Tiananmen),” katanya.

Ia mengajukan berpuluh-puluh lamaran ke berbagai universitas di AS dengan harapan salah satunya bisa menerimanya. Akhirnya di penghujung tahun 1991 sebuah panggilan datang dari State University of New York, Buffalo. Di sanalah ia menempuh pendidikan ilmu komputer yang ia selesaikan tahun 1994 dengan meraih gelar master.

Kemudian, Li bekerja sebagai konsultan IDD Information Services di Dow Jones and Company. Sambil bekerja, ia membantu mengembangkan edisi online The Wall Street Journal (mulai tahun 1996). Ia juga mengembangkan search engine dengan sistem algoritma. Setahun kemudian, ia pindah ke Infoseek, sebuah perusahaan search engine milik Disney. Sayangnya di sini ia malah merasa frustrasi karena komitmen Disney untuk mengembang Infoseek kemudian memudar!

Di tengah ketidakyakinan itu, pada tahun 1998 ia mengunjungi Silicon Valley untuk menyelesaikan bukunya berjudul Silicon Valley Business War (tentang persaingan bisnis di industri Internet terutama dalam hal pengembangan dan komersialisasi “pencarian di Internet”).

Dari penelusuran itu, timbul keinginan Li untuk membangun website search engine sendiri. Lalu ia mencari pendanaannya di Amerika dan pulang ke China pada tahun 1999 untuk mewujudkan mimpinya itu.

Li yang Jeli

Li adalah pengusaha yang jeli. Ia tahu benar, China memiliki penduduk 1,3 miliar dan sepertiganya adalah pengguna internet. Jadi, potensi pasar dalam negerinya sangat besar.

Untuk website search engine yang dibangunnya, ia memberi nama “Baidu”. Nama ini terinspirasi oleh sebuah puisi yang ditulis lebih dari 800 tahun silam di China, tepatnya pada masa Dinasti Song (960-1279 Masehi).

Nama “Baidu”, yang secara literal berarti “ratusan kali”, bagi Li memiliki makna “pencarian yang gigih terhadap apa yang dicita-citakan”.

“Secara garis besar, misi kami adalah memberikan cara-cara terbaik bagi orang banyak untuk mendapatkan informasi. Untuk melakukan ini, kami terlebih dahulu mendengarkan dengan cermat setiap kebutuhan dan keinginan para pengguna,” sebut Li dalam sebuah kesempatan.

Sebagai layanan bagi para pengguna Baidu, Li dan timnya terus melakukan perbaikan produk dan layanannya. “Sebagai contoh, kami memperkenalkan pencarian yang memungkinkan para pengguna Baidu untuk mengetik kata kunci dalam bahasa China, namun menggunakan abjad Inggris (pin yin),” paparnya.

“Hingga kini, Baidu telah bekerja dengan baik. Traffic/lalu lintasnya juga terus meningkat,” pungkas Li bangga. “Sekarang Baidu adalah mesin pencari nomor satu di China. Dari 420 juta pengguna internet di China, 70 persen di antaranya adalah para pengunjung Baidu! Nilai pasar Baidu telah mencapai 3 miliar dollar AS.”

Sungguh, melalui kisah Robin Li di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa sifat-sifat kaya mental seperti kreatif, inovatif, dan kerja keraslah yang bisa membawa kita menuju puncak kesuksesan.

Semoga menginspirasi. (andriewongso.com)

Robin Li, Taipan Muda Terkaya Kedua Penantang Raksasa Google

Forbes baru saja merilis 400 orang kaya dari negeri China. Total kekayaan ke-400 orang tersebut mencapai US$423 miliar atau melonjak dibandingkan tahun sebelumnya US$314 miliar.

Orang terkaya nomor satu China dipegang oleh Zong Qinghiu, seorang pengusaha makanan Wahaha Group. Total kekayaan pengusaha berusia 65 tahun ini mencapai US$8 miliar.

Yang menarik justru posisi nomor dua. Peringkat ini malah dipegang oleh pengusaha muda yang namanya melejit di industri teknologi informasi. Dialah Robin Li, pendiri mesin pencari Baidu Inc., sang penantang raksasa Google.

Maklum, selain usianya paling muda yakni 42 tahun, Robin juga dinilai mendapatkan keuntungan dari hengkangnya mesin pencari raksasa Google dari China. Kondisi ini berbuah positif bagi pendapatan Baidu sehingga tidak mengherankan jika kekayaan pribadi Robin terkerek dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Baidu bahkan diperkirakan terus tumbuh setelah mereka berencana mengambil alih situs belanja online Taobao. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Hurun Rich List yang melakukan survei sejak 1993 memasukkan orang terkaya di China mulai usia 34 tahun. Angka ini 15 tahun lebih muda dibanding usia orang terkaya yang disurvei di Eropa dan Amerika Serikat.

Kekayaan Robin Li melejit US$4 miliar dalam setahun menjadi US$7,2 miliar. Lonjakan kekayaan pengusaha berusia 42 tahun ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan pengguna internet di China. Saham Baidu melonjak 143 persen dalam setahun ini.

Robin Li memang bukan kali ini saja masuk daftar pengusaha kaya versi Forbes. Bahkan, tahun lalu dia masuk dalam daftar orang terkaya dunia di urutan ke 258.

Kekayaan Li bersama istrinya Melissa Ma, naik dua kali lipat dalam setahun. Harga saham Baidu terus melejit, berkat kinerjanya yang kinclong, serta sukses menghadapi persaingan ketat melawan Google.

Li dikenal bukan saja sebagai pendiri, kini ia juga menjadi chairman dan chief executive officer Baidu, Inc. Dia menjadi sosok pengendali perusahaan internet asal negeri Tirai Bambu ini secara menyeluruh, termasuk soal strategi dan operasi bisnis.

Dalam tempo sembilan tahun sejak Baidu berdiri pada Januari 2000, Li telah sukses membawa Baidu menjadi mesin pencari terbesar di China, yang menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar. Baidu juga menjadi mesin pencari independen terbesar ketiga di dunia.

Pada 2005, Baidu berhasil menyelesaikan IPO di bursa NASDAQ. Pada 2007 pula, Baidu menjadi perusahaan China pertama yang masuk jajaran NASDAQ-100 Indeks.

Sebelum mendirikan Baidu, Li merupakan salah satu pakar mesin pencari di dunia. Analisis hyperlink miliknya yang dipatenkan pada 1996, merupakan salah satu temuan yang menjadi dasar pembentukan Baidu teknologi mesin pencari.

Awalnya, dia bekerja sebagai staf insinyur untuk Infoseek di Silicon Valley, pelopor perusahaan mesin pencari internet, dari Juli 1997 hingga Desember 1999, kemudian sebagai konsultan senior untuk Layanan Informasi IDD dari Mei 1994 sampai Juni 1997.

Li meraih gelar Bachelor of Science Degree dalam bidang Manajemen Informasi dari Peking University pada 1991, serta memperoleh gelar Master of Science Degree di bidang Computer Science dari State University of New York pada 1994.

“China bisa jadi kini memiliki jumlah orang terkaya terbanyak di dunia,”ujar Hoogwerf. Berdasarkan data yang diberitakan dari situs Hurun Report,orang terkaya di China terbanyak bermarga Wang (103), Zhang (95), Li (92), Chen (89), Liu (59), Huang 47, dan Wu (40). (suaramedia.com)

Kisah Sukses Lakshmi Mittal


Lakshmi MittalTahukah Anda perusahaan baja terbesar dunia saat ini? Pemiliknya, konon adalah salah satu dari orang terkaya di dunia. Beberapa kali, ia masuk lima besar orang terkaya dengan nilai miliaran dolar Amerika. Orang tersebut adalah Lakshmi Mittal atau juga dikenal sebagai Lakshmi Niwas Mittal. Pria asli India namun kini bermukin di London Inggris ini bahkan mendapat predikat sebagai orang terkaya di daratan Inggris. Simbolisasi kesuksesan Lakshmi dalam bisnis tercatat melalui kisahnya saat membeli rumah termahal dalam sejarah, Kensington Mansion, yakni senilai US$128 juta. Ia juga menikahkan putrinya, Vanisha, dengan sebuah pesta pernikahan paling mewah di abad 20. Konon untuk pesta itu, ia menghabiskan dana US$50 juta lebih.

Nilai kekayaan Lakshmi memang sangat menyilaukan. Tapi, sebenarnya, itu semua didapatnya dari perjuangan keras puluhan tahun. Sebab, awalnya, ia yang terlahir di Sadulpur, Churu, sebuah bagian dari Rajashtan India, adalah seorang yang sangat miskin. Saat kecil, ia dan keluarganya tinggal di sebuah rumah yang dihuni oleh 20 orang. Mereka hanya tidur di lantai, yang kadang beralaskan rotan. Untuk memasak, mereka membuat perapian dari tumpukan batu bata di belakang rumah yang dibangun oleh kakeknya.

Beruntung, ia dan keluarganya tak mau selamanya menderita. Mereka bertekad untuk bisa mengubah nasibnya. Karena itu, ia kemudian ikut ayah dan keluarganya pindah ke Calcutta India. Di sana – ayahnya – Mohan, mendapat peluang mengubah nasib setelah bermitra dengan salah satu rekan membuat sebuah usaha di bidang baja. Dan, inilah, rupanya awal Lakshmi berhubungan dengan sebuah usaha yang kini membesarkan namanya.

Ia pun kemudian berkesempatan untuk menyelesaikan pendidikan Bachelor of Commerce degree di St. Xavier’s College Calcutta. Di sinilah, kemudian Lakshmi berupaya membuktikan bahwa pendidikannya tak sekadar teori. Ia pun lantas terlibat lebih jauh dengan usaha keluarganya di bisnis baja. Dengan pengetahuan dan pergaulannya yang luas, ia pun berupaya mengembangkan usaha keluarganya bukan hanya di India, melainkan menjangkau wilayah internasional.

Pada tahun 1976, Lakshmi kemudian mencoba membeli sebuah perusahaan yang nyaris bangkrut di Indonesia. Dari sini, tangan dinginnya mampu membuat usahanya terus berkembang. Sayang, pada tahun 1994, saat di mana usaha keluarga itu makin menanjak, sebuah perbedaan, membuat usaha itu pecah. Lakshmi lantas memilih jalan membesarkan usahanya sendiri, tanpa melibatkan keluarga. Ia kemudian dibantu oleh istrinya, Usha.

Terbukti, larinya justru makin kencang. Ia berhasil mengembangkan Mittal Steel hingga merambah belasan negara dan empat benua. Ia juga menemukan sejumlah inovasi pengembangan usaha baja yang membuat pabriknya menjadi yang terbesar di dunia dengan jutaan ton produksi. Karena itu, tak heran jika ia kemudian dianugerahi berbagai predikat dari berbagai lembaga dan media di dunia. Dari Majalah Fortune Eropa, ia diberi predikat European Businessman of the Year 2004. Selain itu, ia juga digelari the Willy Korf Steel Vision Award di 1998 oleh American Metal Market and PaineWeber’s World Steel Dynamics atas dedikasinya dalam industri baja.

Saat ditanya kunci suksesnya, Lakhsmi hanya mengatakan bahwa itu semua adalah hasil sebuah kerja keras. “Banyak orang bekerja keras. Karena itu, jika ingin sukses kita harus bekerja lebih keras dan mendedikasikan diri pada tujuan yang ingin kita capai,” sebut Lakshmi.

Dengan kekayaan itu, Lakshmi tak lupa pada masa-masa sulitnya. Karena itu, meski tinggal di Inggris, ia tak lupa pada negaranya. Salah satu bentuk kepeduliannya yaitu dengan mengembangkan olahragawan di India agar bisa berprestasi internasional. Ia membuat Mittal Champions Trust dan menghibahkan dana US$9 juta untuk mendukung sejumlah atlet India agar bisa berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Selain itu, ia juga mengembangkan kepedulian pada negara tertinggal, seperti Kazahkstan dan Afrika Selatan, dengan menanamkan investasi di sana.

***Sukses memang hak siapa saja yang mau berjuang meraihnya. Lakhsmi Mittal adalah salah satu contoh orang yang mampu merubah nasib dengan perjuangan keras dalam hidupnya. Namun, setelah sukses, ia pun tak melupakan negaranya. Tak hanya itu, ia pun peduli pada negara lain yang tertinggal. Sebuah kesuksesan, memang akan jauh lebih bermakna, jika kita bisa berbagi kepada sesama.

Sumber : andriewongso.com

Sameer Gehlaut dari Kantor Kecil dan Dua Komputer


Sameer GehlautSameer Gehlaut, 35, dinobatkan sebagai pengusaha kaya dan termuda di India, yang diperolehnya melalui keringatnya sendiri.

Dalam kiprahnya sebagai pebisnis, Sameer menggebrak bisnis di India dengan menelurkan Indiabulls, sebuah perusahaan layanan finansial online pertama di India.

Gebrakannya itu menjadikan dirinya sebagai pengusaha muda serta mendatangkan banyak keuntungan baginya. Ameer, panggilan akrab Sameer, banyak disebut sebagai pengusaha yang memiliki tampang bak aktor Bollywood.Wajahnya tampan, gayanya yang percaya diri, langkahnya tegap ke depan, tidak ketinggalan kekayaan melimpah, menjadikan dia selalu dipandang dan dihormati.

Majalah Forbes pada tahun ini menempatkannya pada peringkat ke-962 sebagai pengusaha terkaya di dunia. Di India,Sameer menjadi pengusaha terkaya dengan peringkat ke-45. Dalam hitungan Forbes, kekayaan Sameer mencapai USD1,2 miliar (Rp11,16 triliun). Indiabulls makin menggeliat dari tahun ke tahun.

Perusahaan yang didirikan pada 2000 ketika Sameer berusia 26 tahun, kini telah menjadi perusahaan yang sangat dipertimbangkan dalam bisnis keuangan di India. Padahal, awalnya perusahaannya bisnis keuangan online di India. Berkat kejelian dan pandai melihat peluang, Indiabulls makin melebarkan sayapnya di berbagai sektor bisnis.

Awalnya, perusahaan itu didirikan setelah mengakuisisi perusahaan Inorbit Sekuritas, sebuah perusahaan broker saham di New Delhi. Hanya dengan memiliki kantor di sebuah ruko kecil di dekat Terminal Bus Hauz Khas, New Delhi, Sameer tetap percaya diri menjalankan bisnis. Ketika itu, kantornya hanya memiliki dua buah komputer.

Pada 2004, perusahaannya terus melebarkan sayapnya serta menyediakan layanan kredit bagi masyarakat. Pada 2005, sektor bisnis pegadaian juga diincarnya.

Pada 2008 ini, dia berinvestasi pada bisnis pembangkit listrik. Bukan sampai di situ saja, Indiabulls yang memiliki Indiabulls Wholesale Service mengakuisisi 63,92 persen saham Piramyd Retail, perusahaan ritel yang memiliki 35 gerai dan tujuh toko yang menyediakan perlengkapan gaya hidup, seperti pakaian dan fesyen. Dengan akuisisi itu, tidak mengherankan, Indiabulls Wholesale pun memiliki konsep bisnis hypermarkets, lifestyle, dan toko kebutuhan rumah tangga.

Bisnis asuransi pun diliriknya. Sameer bekerja sama dengan perusahaan asuransi Sogecap. Bisnis properti pun tetap digeber. Salah satu anak perusahaannya, Indiabulls Real Estate, mengembangkan 50.000 apartemen di seluruh India. Saat ini dia membangun Indiabulls Centre One seluas 130.000 m2.

“Semua bisnis yang menguntungkan akan saya geluti,” tuturnya dikutip Indiatoday. Dapat diprediksi, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Indiabulls mampu menjadi perusahaan pelayanan finansial terdepan dan perusahaan properti terdepan.

Pada 2005, Indiabulls berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar USD2 miliar (Rp18,5 triliun) dengan saham senilai USD2 juta (Rp1,8 triliun). “Kita sudah mengidentifikasi bahwa bisnis pembiayaan keuangan, properti, dan ritel perusahaan kita telah tumbuh 50 kali lipat dibandingkan bisnis broker,” ujarnya dikutip Businesstoday.

Cengkeraman bisnis Indiabulls bukan di India semata. Berkat tangan dingin Sameer, bisnisnya pun mampu mendapatkan kepercayaan dari perusahaan investasi kelas dunia.

Merrill Lynch dan Goldman Sac, salah satu bank investasi telah meningkatkan kepemilikan sahamnya pada Indiabulls. Bahkan,salah satu perusahaan investasi paling prestisius di dunia,Morgan Stanley Capital International Index (MSCI), juga menanamkan sahamnya pada Indiabulls. Pengaruh perusahaan investasi itu menjadikan Indiabulls memegang 31persen bisnis perdagangan saham online.

Pengusaha kaya dunia LN Mittal dengan LNM India Internet Venture Ltd juga memiliki 8,2 persen saham di Indiabulls Credit Service, salah satu anak perusahaan Indiabulls.Ditambah dengan kepemilikan saham Farallon Capital pada Indiabulls Financial Services.

“Saya selalu membuka kesempatan pada perusahaan asing untuk terus menanamkan sahamnya pada bisnis saya,” paparnya. Sameer dengan Indiabullsnya mendapatkan penghargaan dari pemerintah India.

Penghargaan tertinggi bagi perusahaan-perusahaan di India,yang mengembangkan multiproduk pada bisnisnya. Pemerintah India menilai bahwa Indiabulls mengembangkan bisnis yang beragam dan inovatif.

“Jangan ragu untuk terbuka dengan investasi asing. Jika investor asing tertarik dengan bisnis Anda, itu merupakan kelebihan dan keberuntungan. Perusahaan Anda akan semakin besar, dan berkembang,” tuturnya. Kadang,memang pekerjaan dan bidang bisnis sangat jauh dengan ilmu di kampus yang digelutinya.

Sameer mengambil kuliah jurusan teknik mesin di Institut Teknologi India di New Delhi. Dia mendapatkan gelar sarjana pada 1995. Setelah lulus, dia langsung ke AS bekerja di Halliburton, salah satu perusahaan minyak. Walaupun sudah bergelimang uang dengan jaminan pendapatan yang tinggi ketika itu, tetap saja Sameer merupakan orang yang nasionalis.

Misi idealismenya untuk membangun negara tercinta, India, menjadikan dirinya kembali pulang. Bagi Sameer, berbisnis juga membangun negaranya. Apa yang dilakukannya tidak terlepas dari kebutuhan negaranya untuk terus berkembang menjadi negara maju. Menurut dia, kontribusi para pengusaha pada negara sangatlah besar. Negara juga bergantung pada para pengusaha.Tanpa pengusaha, penguasa tidak akan berkutik membangun negaranya.

“Kekuatan ekonomi suatu negara bukan berada di tangan pemerintah, melainkan di tangan pengusaha,” paparnya dikutip Indiatimes. Sameer juga menuturkan bahwa untuk membangun bangsa yang kuat diperlukan pemuda-pemudi yang memiliki jiwa entrepreneur,dan kemampuan untuk terus berinovasi. “Tidaklah salah jika masa depan suatu negara berada di tangan generasi muda.Pasalnya, kebanyakan negara-negara memiliki energi yang berlebih, dan kebanyakan energi itu dimiliki para pemuda dan pemudi.

Toh, rata-rata negara-negara memiliki 40 persen populasi penduduk merupakan anak muda,”paparnya. Untuk bisa maju,menurut Sameer, pemuda jangan hanya bisa beretorika, tetapi mampu mengaktualisasikan kepeduliannya pada lingkungan dan sosial.Paling mudah, dalam pandangan Sameer, adalah menuangkan ide dengan berbisnis. “Pertama, pengusaha butuh inovasi, modal nomor kedua,” katanya.

Sumber : economic.okezone.com

Akio Toyoda, Pekerja Keras yang Kaya Inovasi


Akio Toyoda

Akio Toyoda, 52, berpeluang menggantikan Katsuaki Watanabe sebagai Presiden/CEO Toyota Motor Corp.

Akio diharapkan mampu mengatasi keterpurukan Toyota akibat krisis global. Akio diyakini dapat meningkatkan penjualan produk-produk Toyota di dunia. Akio juga diharapkan mampu membawa Toyota mengungguli rival utamanya di pasar mobil Amerika Serikat (AS), General Motors Corp.

Sejak 21 Januari 2005, Akio merupakan salah satu dari lima Wakil Presiden Toyota Motor Corp.Dia bertanggung jawab mengawasi operasional perusahaan tersebut di kawasan Amerika Utara. Akio yang akan bersaing dengan kandidat lainnya, Mitsuo Kinoshita, merupakan cucu dari salah seorang pendiri Toyota pada 1937, Kiichiro Toyoda.

Ayahnya, Shoichiro Toyoda, juga pernah menjabat sebagai Presiden Toyota Motor Corp selama periode 1982-1992. Meski berita pencalonannya santer diperbincangkan, sebagian kalangan masih meragukan kemampuan Akio. Dengan umur 52 tahun, Akio masih dianggap terlalu muda untuk memimpin perusahaan besar menurut standar perusahaan di Jepang.

Namun, Akio yang menjadi “bintang” di perusahaan itu dinilai mempunyai perhatian lebih besar bagi perkembangan Toyota. Jika Akio diangkat sebagai presiden/ CEO,Toyota akan tetap dianggap sebagai perusahaan mobil paling konservatif di Jepang. Pada era 1960-an, kepemimpinan di Toyota didominasi keluarga Kiichiro Toyoda.

Eiji Toyoda, keponakan Kiichiro, juga pernah menduduki jabatan presiden di Toyota pada era tersebut. Akio mendapat gelar MBA dari Babson College di Wellesley, Massachusetts, AS. Akio yang fasih berbahasa Inggris mengawali kariernya di dunia bisnis sebagai konsultan manajemen di New York.

Akio kemudian menghabiskan waktu bertahuntahun untuk mempelajari operasional Toyota.Akio mulai bergabung dengan Toyota pada 1984.Pada 2001 lalu dia terpilih sebagai direktur di Toyota Motor Corp bagian Guangqi Toyota Engine Ltd. Sejak 2003 lalu, dia menduduki posisi sebagai Kepala Operasional Toyota di Asia dan China.

Selama memegang kendali di kawasan Asia dan China, Akio berhasil membawa kemajuan signifikan. Penjualan mobil Toyota di kawasan tersebut meningkat. Peningkatan itu sebanding dengan peningkatan penjualan mobil di AS. Keberhasilan Akio tersebut bukan datang begitu saja.Akio merupakan sosok pekerja keras, ulet,sekaligus inovatif.

Dia juga mengaku sangat total dengan pekerjaannya. “Kalau saya menduduki jabatan tertinggi di perusahaan mobil, saya ingin menjadi ‘pembuatnya’ sendiri sehingga saya tahu bukan sekadar tentang kendaraan, tetapi juga bahan bakunya,” ujar Akio ketika diwawancarai pada Februari lalu.

Suksesi di Toyota terjadi setelah Watanabe disarankan untuk mengundurkan diri sebagai presiden perusahaan tersebut.Watanabe dinilai gagal mengantisipasi penurunan penjualan di tengah krisis finansial global yang bermula dari AS. Penjualan produk Toyota di AS pada bulan lalu anjlok hingga 34%.

Toyota bahkan diperkirakanmembukukanrugi operasional sebesar USD1,7 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2009. Kalau Akio terpilih, dia tentu akan menghadapi tantangan berat di masa mendatang. Dia harus mampu mendongkrak kembali penjualan Toyota di tengah krisis ekonomi global dan isu perubahan iklim.

Akio dituntut lebih inovatif lagi dalam mengeluarkan produk-produk terbaru yang ramah lingkungan. Pekan lalu,Toyota menegaskan komitmennya untuk bergabung dalam kampanye antiperusakan lingkungan. Perusahaan tersebut sangat berambisi mengembangkan mesin dan kendaraan baru yang ramah lingkungan.

Akio juga diharapkan akan melanjutkan ambisi perusahaan yang ingin mengembangkan mobil hibrida. Toyota telah membangun departemen riset untuk mendukung pengembangan konsep mobil hibrida.

Sumber : economy.okezone.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 520 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: