Posts from the ‘Pengusaha Dunia’ Category

Liliane Bettencourt, Pewaris Kerajaan Kosmetik Loreal


MILIARDER Prancis Liliane Bettencourt termasuk salah satu orang terkaya di dunia. Perempuan berusia 88 tahun ini, ditaksir memiliki kekayaan senilai US$23,5 miliar berkat perusahaan kosmetik Loreal yang diwarisinya.

Liliane adalah putri tunggal dari pendiri Loreal, Eugene Schueller. Ibunya meninggal dunia ketika ia masih seorang bocah berusia lima tahun. Kondisi tersebut tentu sulit bagi seorang gadis muda yang sedang tumbuh dewasa. Namun, berkat bimbingan sang ayah, dia berhasil menjalani hidup dengan baik hingga meraih sukses.

Meski menjadi anak semata wayang, Liliane tidak dimanja oleh sang ayah. Ketika usianya menginjak 15 tahun, dia bergabung dengan perusahaan ayahnya sebagai karyawan magang. Tugasnya, mencampur kosmetik dan memasang label pada botol sampo.

Pada 1950, Liliane menikah dengan seorang politisi Prancis, Andre Bettencourt. Tak lama setelahnya, pasangan itu dikaruniai seorang putri bernama Francoise Bettencourt Meyers.

Tujuh tahun kemudian, Eugene Schueller wafat. Sebagai ahli waris tunggal, Liliane pun mewarisi bisnis Loreal dan menjadi pemegang saham utama. Pada 1963, perusahaan tersebut go public, meski pun dirinya tetap memiliki saham mayoritas.

Bettencourt Schueller Foundation

Perempuan kelahiran 21 Oktober 1922 ini, dikenal sebagai individualis yang selalu menjaga kehidupan pribadinya jauh dari sorotan publik. Meski demikian, dia memiliki sifat murah hati.

Hal itu terbukti dari Bettencourt Schueller Foundation yang didirikan olehnya. Yayasan tersebut dibangun Liliane untuk mengenang almarhum sang ayah. Misinya antara lain membantu dukungan awal dan mengembangkan proyek-proyek di bidang medis, kebudayaan, dan kemanusiaan.

Bettencourt Schueller Foundation mencurahkan sekitar 60 persen dari anggarannya untuk mendukung penelitian medis, terutama untuk mengobati HIV dan AIDS. Selain itu, yayasan ini juga memberikan penghargaan di arena medis. Liliane Bettencourt Life Sciences Award diberikan kepada peneliti Eropa berusia minimal 45 tahun, yang terkenal di bidangnya dan menunjukkan hal menjanjikan dan penting dalam proyek penelitiannya.

Di bidang kebudayaan, yayasan itu mendukung para artis berbakat atau pengrajin dalam upaya membuat karya mereka dikenal dan diakui. Sebagai bentuk kecintaannya terhadap musik paduan suara, yasangan ini juga memberikan penghargaan tahunan untuk paduan suara. Sebuah penghargaan juga diberikan kepada pengrajin manual yang terampil, sebagai pengakuan atas karyanya.

Sementara itu, sebagai bentuk dukungannya terhadap kemanusiaan, Liliane mengembangkan berbagai program untuk membantu anak-anak termasuk orang tua mereka, dalam belajar membaca dan upaya lainnya untuk mendorong kehidupan produktif.

Evan Williams Rancang Berjuta Cara Twitter Hasilkan Uang


Logo TwitterPendiri Twitter, Evan Williams, pekan lalu menutup Web 2.0 Summitdi San Francisco dengan berbicara terus terang tentang bisnisnya. Secara tegas dia mengatakan layanan microblogging memiliki rencana masa depan yang menguntungkan.

Tahun ini Williams memang berbicara banyak di forum tahunan itu, berbeda dengan tahun sebelumnya yang pelit ngomong. Sampai- sampai,moderator pada konferensi tersebut,John Battelle,menggarisbawahi bahwa Williams “telah memulai menjawab setiap pertanyaan yang muncul”.

Williams mengakui, dirinya butuh waktu untuk mengenal dan mempromosikan tren tweet, yang berfungsi sebagai iklan. Selain itu, dia menganggap perusahaan-perusahaan memiliki alasan untuk berhati- hati jika akan melakukannya.

”Kita tidak bisa meletakkan sesuatu di hadapan seseorang jika mereka tidak peduli dengan hal itu karena tidak semua hal akan bekerja sebagaimana promosinya.Tapi sekarang, tren kenaikan percakapan tentang sebuah topik mencapai 3–6 kali,”ujar Williams seperti dikutip CNNMoney.

Namun, pria kelahiran 31 Maret 1972 itu tidak mau berkomentar banyak mengenai angka-angka atau nilai dolar secara spesifik terkait proyeknya di masa mendatang. Dia hanya menegaskan bahwa perhitungannya cukup baik pada produk yang dipromosikan dan membuat sebagian besar pengiklan kembali menggunakan medianya.

”Ada berjuta cara untuk menghasilkan uang lewat Twitter. Saya yakin kami akan mencobanya lagi,” ujar William.

William sadar, untuk bersaing di bisnis internet, pihaknya harus selalu membuat inovasi.Maka,dia pun bersama timnya melakukan pengembangan berupa peluncuran ”New Twitter” pada musim panas lalu.

Salah satu inovasi yang diusungnya adalah dengan membuat tata letak dan fitur sosial seperti ”Who to Follow”.

”Kami sedang berada pada periode transisi sebelumnya, kami menghabiskan sangat sedikit waktu untuk melakukan peningkatan produk. Itulah mengapa kami harus menggunakan semua waktu yang kami miliki,”ujar Williams.

Dia menambahkan, sudah memperoleh poin bahwa perusahaannya memiliki waktu dan sumber daya untuk melakukan sejumlah peningkatan tahun ini. Williams yang sebelumnya bekerja pada perusahaan pengelolasoftware, Pyra Labs,mengakui jika dia sendiri sudah mengalami masa transisi di Twitter.

Hal itu ditunjukkan dengan diserahkannya jabatan chief executive officer (CEO) di Twitter kepada mantan chief operation officer (COO)-nya Dick Costolo. Ini dilakukan dengan alasan agar dia lebih fokus pada produk dan desain Twitter.

“Menjadi CEO di perusahaan swasta, lalu mengambil sesuatu yang berisiko bagi perusahaan adalah pekerjaan yang tidak menyenangkan,” ujarnya.

Transisi Twitter juga melibatkan kemitraan dengan perusahaan teknologi lainnya. Tahun lalu, Twitter membuat kesepakatan untuk memasukkan alirannya ke mesin pencari Google dan Bing dari Microsoft. Williams menuturkan, seiring dengan semakin banyaknya permintaan untuk data, Twitter diklaim telah melebihi kapasitas. Akhirnya, Twitter pun menandatangani kesepakatan dengan Gnip untuk menjual sebagian dari data ”firehose”di Twitter. (economy.okezone.com)

Li Ka-Shing Sang ‘Superman’ Bisnis


Li Ka-ShingImage Majalah Forbes menempatkan Li Ka-Shing (79) sebagai orang kesembilan terkaya di dunia dengan harta senilai USD32 miliar atau setara Rp302 triliun.

Tidak terbantahkan lagi, kekayaannya tersebut menahbiskan Li sebagai orang paling kaya di Hong Kong. Dialah raja di antara sekitar 40 konglomerat di kota bekas koloni Inggris itu.

Forbes melaporkan, membumbungnya harga-harga properti dan kedekatan dengan ekonomi China menjadi beberapa faktor penyebab mengapa banyak penduduk Hong Kong semakin kaya.

Tidak heran jika melihat mobil-mobil mewah semacam Rolls Royce dan Porsche hilir mudik di jalanan Hong Kong. “Fenomena ini membuktikan bahwa Hong Kong tetap menjadi salah satu wahana kondusif untuk bisnis dan investasi. Tampaknya hal ini sulit untuk diubah,” kata Redaktur Senior Forbes Russell Flannery.

Tahun 2007 ini pun menjadi tahun emas bagi Li. Penobatan Forbes menjadi sebuah bukti betapa CEO Cheung Kong Holdings dan perusahaan telepon genggam Hutchison Whampoa itu adalah perunding andal dalam transaksi bisnis.

Betapa tidak, dengan nalar bisnis Li, Hutchison sukses menyuntikkan saham ke perusahaan telekomunikasi Vodafone dengan muatan dana segar senilai USD11 miliar (Rp103 triliun). Hal inilah yang membuat Li sukses mengalahkan konglomerat-konglomerat Hong Kong lainnya.

Sebagai orang terkaya, sudah pasti pengaruh Li begitu mengakar di Hong Kong. Li mengaku tidak terbiasa menghabiskan waktu seharian tanpa memperkaya keluarganya yang kini menjalankan perusahaan properti, energi, telekomunikasi, dan bisnis ritel.

Wajar jika pada 2007 lalu, kekayaan Li bertambah hingga 42 persen alias meningkat USD10 miliar dari tahun sebelumnya. Anaknya, Richard, 41, duduk di pos ke-24 orang terkaya Hong Kong dengan kekayaan USD1,52 miliar (Rp14 triliun).

Atribut konglomerat yang disandang Li merupakan buah manis dari jerih payahnya. Kesuksesan pengusaha yang meninggalkan China pada 1940 ini bermula dari kepiawaiannya membangun bisnis hiasan bunga plastik menjadi sebuah kerajaan bisnis global, dengan diversifikasi anak perusahaan yang beragam.

Li mengaku, kesuksesannya terletak pada keyakinan yang kuat terhadap sinergitas dan kerja sama.”Idealitas masyarakat hanya dapat diperoleh jika setiap anggotanya siap dan mau mengemban tugas masing-masing,” katanya suatu saat. Cheung Kong Limited merupakan gerbong utama Cheung Kong Group yang memiliki operasi bisnis di 55 negara di dunia dan mempekerjakan sekitar 260 ribu staf personalia. Di Hong Kong, grup tersebut mempunyai delapan perusahaan yang terdaftar dengan kapitalisasi pasar gabungan.

Li dilahirkan pada 1928 di Chiu Chow, sebuah kota pantai di sebelah tenggara China.Pada 1940, dia menyeberang ke Hong Kong bersama seluruh keluarganya untuk menjauhi risiko perang. Ayahnya menderita tuberkulosis dan meninggal dunia di Hong Kong.

Sepeninggal ayahnya, tanggung jawab ekonomi dan mata pencaharian keluarga terbebani di pundaknya.Keinginan kuat untuk menghidupi ibu dan adik-adiknya membuat Li nekat meninggalkan sekolah pada usia 15 tahun demi bekerja.

Li berhasil mendapatkan pekerjaan di perusahaan perdagangan plastik tempat dia bekerja selama 16 jam per hari. Berkat kerja keras, ketangguhan mental, dan semangat tinggi, pada 1950 Li memberanikan diri mendirikan perusahaan sendiri dengan bendera Cheung Kong Industries.

Modal untuk mendirikan perusahaan didapatkan Li dengan meminjam dari keluarga dan kerabat. Karena keberaniannya dalam berbisnis, Li di Hong Kong sering dijuluki sebagai “Superman”.

Dari pabrik plastik inilah, sayap bisnis Li semakin berkembang, dengan mendirikan anak perusahaan yang bergerak di bidang investasi real estat.

Perusahaannya berhasil tercatat di Hong Kong Stock Exchange pada 1972. Semakin berkibarnya imperium bisnis Cheung Kong membuat Li percaya diri mengakuisisi Hutchison Whampoa pada 1975 dan Hongkong Electric Holdings Limited pada 1985.

Sekarang, bisnis Cheung Kong Group telah merambah berbagai area,di antaranya pengembangan properti dan investasi, agen dan manajemen real estat, perhotelan, telekomunikasi dan e-commerce, keuangan, ritel, kegiatan pelabuhan, energi, proyek infrastruktur dan bahan bangunan, media dan bioteknologi. Seperti kebanyakan pengusaha lainnya yang memiliki kesadaran sosial tinggi, Li juga tidak ingin kesuksesannya dinikmati sendirian.

Pada 2002, Universitas Manajemen Singapura mengabadikan perpustakaannya dengan nama Perpustakaan Li Ka Shing setelah ayah Richard Li itu mendonasikan dana sebesar USD11,5 juta untuk pengembangan pendidikan tinggi. Pada 2005,Li mengumumkan donasi sejumlah USD128 miliar untuk Fakultas Kedokteran Universitas Hong Kong.

Bahkan pada 9 Maret 2007 lalu, Li menyisihkan uangnya sebesar 100 juta dolar Singapura, untuk kemudian diberikan kepada Lee Kuan Yew School of Public Policy di Universitas Nasional Singapura. (economy.okezone.com)

Kisah Sukses Robin Li Pendiri Baidu.com


Robin LiDari 10 website ranking teratas dunia versi Alexa.com, terselip dua website dari Asia, yaitu Baidu.com (urutan keenam) dan Qq.com (urutan kesembilan). Kedua website yang merupakan website search engine ini, khususnya Baidu, dianggap akan menjadi ancaman serius bagi Google dan Yahoo!.

Menariknya, baik Baidu maupun Qq keduanya berasal dari negeri yang sama yaitu China. Dan pendiri Baidu, Robin Li, baru-baru ini banyak diperbincangkan karena selain memelopori dan merajai search engine di China juga secara pribadi masuk dalam 10 orang terkaya China 2010. Tepatnya, di urutan ke-5 dengan kekayaan US$ 7,2 miliar (sekitar Rp 84 triliun).

Anak Buruh

Robin Li (Li Yanhong) lahir pada 17 November 1968, di Yangquan, Shanxi, China. Kedua orangtuanya adalah buruh pabrik. Ia memiliki empat saudara dan merupakan satu-satunya anak lelaki di keluarga. Ia masih ingat pesan ibunya agar bisa meraih masa depan lebih baik: “Keluarga kita bukanlah keluarga kaya, karena itu kalau kamu ingin memiliki pekerjaan yang bagus kamu harus belajar keras dan sekolah sampai ke perguruan tinggi!”

Karena itulah sejak kecil ia belajar keras. Hasilnya terlihat ketika ia akan melanjutkan sekolah ke SMA. Dari seleksi yang diselenggarakan di kotanya, ia meraih nilai terbaik kedua dari seluruh peserta seleksi.Lulus SMA pada tahun 1987, ia mengkuti seleksi mahasiswa negeri National Higher Education Entrance Examnination dan meraih nilai terbaik dari semua peserta dari Yangquan. Prestasi itu membawanya kuliah di Peking University dengan mengambil bidang studi manajemen informatika perpustakaan dan lulus empat tahun kemudian.

Pergi ke Amerika

Selepas kuliah tahun 1991, Li sempat kerja serabutan sambil menunggu lamarannya diterima di universitas di Amerika Serikat. “Saya memang mendambakan bisa melanjutkan pendidikan ke Amerika karena di China saat itu situasinya sedang kurang baik (akibat peristiwa demo berdarah mahasiswa tahun 1989 di Tiananmen),” katanya.

Ia mengajukan berpuluh-puluh lamaran ke berbagai universitas di AS dengan harapan salah satunya bisa menerimanya. Akhirnya di penghujung tahun 1991 sebuah panggilan datang dari State University of New York, Buffalo. Di sanalah ia menempuh pendidikan ilmu komputer yang ia selesaikan tahun 1994 dengan meraih gelar master.

Kemudian, Li bekerja sebagai konsultan IDD Information Services di Dow Jones and Company. Sambil bekerja, ia membantu mengembangkan edisi online The Wall Street Journal (mulai tahun 1996). Ia juga mengembangkan search engine dengan sistem algoritma. Setahun kemudian, ia pindah ke Infoseek, sebuah perusahaan search engine milik Disney. Sayangnya di sini ia malah merasa frustrasi karena komitmen Disney untuk mengembang Infoseek kemudian memudar!

Di tengah ketidakyakinan itu, pada tahun 1998 ia mengunjungi Silicon Valley untuk menyelesaikan bukunya berjudul Silicon Valley Business War (tentang persaingan bisnis di industri Internet terutama dalam hal pengembangan dan komersialisasi “pencarian di Internet”).

Dari penelusuran itu, timbul keinginan Li untuk membangun website search engine sendiri. Lalu ia mencari pendanaannya di Amerika dan pulang ke China pada tahun 1999 untuk mewujudkan mimpinya itu.

Li yang Jeli

Li adalah pengusaha yang jeli. Ia tahu benar, China memiliki penduduk 1,3 miliar dan sepertiganya adalah pengguna internet. Jadi, potensi pasar dalam negerinya sangat besar.

Untuk website search engine yang dibangunnya, ia memberi nama “Baidu”. Nama ini terinspirasi oleh sebuah puisi yang ditulis lebih dari 800 tahun silam di China, tepatnya pada masa Dinasti Song (960-1279 Masehi).

Nama “Baidu”, yang secara literal berarti “ratusan kali”, bagi Li memiliki makna “pencarian yang gigih terhadap apa yang dicita-citakan”.

“Secara garis besar, misi kami adalah memberikan cara-cara terbaik bagi orang banyak untuk mendapatkan informasi. Untuk melakukan ini, kami terlebih dahulu mendengarkan dengan cermat setiap kebutuhan dan keinginan para pengguna,” sebut Li dalam sebuah kesempatan.

Sebagai layanan bagi para pengguna Baidu, Li dan timnya terus melakukan perbaikan produk dan layanannya. “Sebagai contoh, kami memperkenalkan pencarian yang memungkinkan para pengguna Baidu untuk mengetik kata kunci dalam bahasa China, namun menggunakan abjad Inggris (pin yin),” paparnya.

“Hingga kini, Baidu telah bekerja dengan baik. Traffic/lalu lintasnya juga terus meningkat,” pungkas Li bangga. “Sekarang Baidu adalah mesin pencari nomor satu di China. Dari 420 juta pengguna internet di China, 70 persen di antaranya adalah para pengunjung Baidu! Nilai pasar Baidu telah mencapai 3 miliar dollar AS.”

Sungguh, melalui kisah Robin Li di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa sifat-sifat kaya mental seperti kreatif, inovatif, dan kerja keraslah yang bisa membawa kita menuju puncak kesuksesan.

Semoga menginspirasi. (andriewongso.com)

Robin Li, Taipan Muda Terkaya Kedua Penantang Raksasa Google

Forbes baru saja merilis 400 orang kaya dari negeri China. Total kekayaan ke-400 orang tersebut mencapai US$423 miliar atau melonjak dibandingkan tahun sebelumnya US$314 miliar.

Orang terkaya nomor satu China dipegang oleh Zong Qinghiu, seorang pengusaha makanan Wahaha Group. Total kekayaan pengusaha berusia 65 tahun ini mencapai US$8 miliar.

Yang menarik justru posisi nomor dua. Peringkat ini malah dipegang oleh pengusaha muda yang namanya melejit di industri teknologi informasi. Dialah Robin Li, pendiri mesin pencari Baidu Inc., sang penantang raksasa Google.

Maklum, selain usianya paling muda yakni 42 tahun, Robin juga dinilai mendapatkan keuntungan dari hengkangnya mesin pencari raksasa Google dari China. Kondisi ini berbuah positif bagi pendapatan Baidu sehingga tidak mengherankan jika kekayaan pribadi Robin terkerek dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

Baidu bahkan diperkirakan terus tumbuh setelah mereka berencana mengambil alih situs belanja online Taobao. Seperti tahun-tahun sebelumnya, Hurun Rich List yang melakukan survei sejak 1993 memasukkan orang terkaya di China mulai usia 34 tahun. Angka ini 15 tahun lebih muda dibanding usia orang terkaya yang disurvei di Eropa dan Amerika Serikat.

Kekayaan Robin Li melejit US$4 miliar dalam setahun menjadi US$7,2 miliar. Lonjakan kekayaan pengusaha berusia 42 tahun ini didorong oleh pesatnya pertumbuhan pengguna internet di China. Saham Baidu melonjak 143 persen dalam setahun ini.

Robin Li memang bukan kali ini saja masuk daftar pengusaha kaya versi Forbes. Bahkan, tahun lalu dia masuk dalam daftar orang terkaya dunia di urutan ke 258.

Kekayaan Li bersama istrinya Melissa Ma, naik dua kali lipat dalam setahun. Harga saham Baidu terus melejit, berkat kinerjanya yang kinclong, serta sukses menghadapi persaingan ketat melawan Google.

Li dikenal bukan saja sebagai pendiri, kini ia juga menjadi chairman dan chief executive officer Baidu, Inc. Dia menjadi sosok pengendali perusahaan internet asal negeri Tirai Bambu ini secara menyeluruh, termasuk soal strategi dan operasi bisnis.

Dalam tempo sembilan tahun sejak Baidu berdiri pada Januari 2000, Li telah sukses membawa Baidu menjadi mesin pencari terbesar di China, yang menguasai lebih dari 70 persen pangsa pasar. Baidu juga menjadi mesin pencari independen terbesar ketiga di dunia.

Pada 2005, Baidu berhasil menyelesaikan IPO di bursa NASDAQ. Pada 2007 pula, Baidu menjadi perusahaan China pertama yang masuk jajaran NASDAQ-100 Indeks.

Sebelum mendirikan Baidu, Li merupakan salah satu pakar mesin pencari di dunia. Analisis hyperlink miliknya yang dipatenkan pada 1996, merupakan salah satu temuan yang menjadi dasar pembentukan Baidu teknologi mesin pencari.

Awalnya, dia bekerja sebagai staf insinyur untuk Infoseek di Silicon Valley, pelopor perusahaan mesin pencari internet, dari Juli 1997 hingga Desember 1999, kemudian sebagai konsultan senior untuk Layanan Informasi IDD dari Mei 1994 sampai Juni 1997.

Li meraih gelar Bachelor of Science Degree dalam bidang Manajemen Informasi dari Peking University pada 1991, serta memperoleh gelar Master of Science Degree di bidang Computer Science dari State University of New York pada 1994.

“China bisa jadi kini memiliki jumlah orang terkaya terbanyak di dunia,”ujar Hoogwerf. Berdasarkan data yang diberitakan dari situs Hurun Report,orang terkaya di China terbanyak bermarga Wang (103), Zhang (95), Li (92), Chen (89), Liu (59), Huang 47, dan Wu (40). (suaramedia.com)

Kisah Sukses Lakshmi Mittal


Lakshmi MittalTahukah Anda perusahaan baja terbesar dunia saat ini? Pemiliknya, konon adalah salah satu dari orang terkaya di dunia. Beberapa kali, ia masuk lima besar orang terkaya dengan nilai miliaran dolar Amerika. Orang tersebut adalah Lakshmi Mittal atau juga dikenal sebagai Lakshmi Niwas Mittal. Pria asli India namun kini bermukin di London Inggris ini bahkan mendapat predikat sebagai orang terkaya di daratan Inggris. Simbolisasi kesuksesan Lakshmi dalam bisnis tercatat melalui kisahnya saat membeli rumah termahal dalam sejarah, Kensington Mansion, yakni senilai US$128 juta. Ia juga menikahkan putrinya, Vanisha, dengan sebuah pesta pernikahan paling mewah di abad 20. Konon untuk pesta itu, ia menghabiskan dana US$50 juta lebih.

Nilai kekayaan Lakshmi memang sangat menyilaukan. Tapi, sebenarnya, itu semua didapatnya dari perjuangan keras puluhan tahun. Sebab, awalnya, ia yang terlahir di Sadulpur, Churu, sebuah bagian dari Rajashtan India, adalah seorang yang sangat miskin. Saat kecil, ia dan keluarganya tinggal di sebuah rumah yang dihuni oleh 20 orang. Mereka hanya tidur di lantai, yang kadang beralaskan rotan. Untuk memasak, mereka membuat perapian dari tumpukan batu bata di belakang rumah yang dibangun oleh kakeknya.

Beruntung, ia dan keluarganya tak mau selamanya menderita. Mereka bertekad untuk bisa mengubah nasibnya. Karena itu, ia kemudian ikut ayah dan keluarganya pindah ke Calcutta India. Di sana – ayahnya – Mohan, mendapat peluang mengubah nasib setelah bermitra dengan salah satu rekan membuat sebuah usaha di bidang baja. Dan, inilah, rupanya awal Lakshmi berhubungan dengan sebuah usaha yang kini membesarkan namanya.

Ia pun kemudian berkesempatan untuk menyelesaikan pendidikan Bachelor of Commerce degree di St. Xavier’s College Calcutta. Di sinilah, kemudian Lakshmi berupaya membuktikan bahwa pendidikannya tak sekadar teori. Ia pun lantas terlibat lebih jauh dengan usaha keluarganya di bisnis baja. Dengan pengetahuan dan pergaulannya yang luas, ia pun berupaya mengembangkan usaha keluarganya bukan hanya di India, melainkan menjangkau wilayah internasional.

Pada tahun 1976, Lakshmi kemudian mencoba membeli sebuah perusahaan yang nyaris bangkrut di Indonesia. Dari sini, tangan dinginnya mampu membuat usahanya terus berkembang. Sayang, pada tahun 1994, saat di mana usaha keluarga itu makin menanjak, sebuah perbedaan, membuat usaha itu pecah. Lakshmi lantas memilih jalan membesarkan usahanya sendiri, tanpa melibatkan keluarga. Ia kemudian dibantu oleh istrinya, Usha.

Terbukti, larinya justru makin kencang. Ia berhasil mengembangkan Mittal Steel hingga merambah belasan negara dan empat benua. Ia juga menemukan sejumlah inovasi pengembangan usaha baja yang membuat pabriknya menjadi yang terbesar di dunia dengan jutaan ton produksi. Karena itu, tak heran jika ia kemudian dianugerahi berbagai predikat dari berbagai lembaga dan media di dunia. Dari Majalah Fortune Eropa, ia diberi predikat European Businessman of the Year 2004. Selain itu, ia juga digelari the Willy Korf Steel Vision Award di 1998 oleh American Metal Market and PaineWeber’s World Steel Dynamics atas dedikasinya dalam industri baja.

Saat ditanya kunci suksesnya, Lakhsmi hanya mengatakan bahwa itu semua adalah hasil sebuah kerja keras. “Banyak orang bekerja keras. Karena itu, jika ingin sukses kita harus bekerja lebih keras dan mendedikasikan diri pada tujuan yang ingin kita capai,” sebut Lakshmi.

Dengan kekayaan itu, Lakshmi tak lupa pada masa-masa sulitnya. Karena itu, meski tinggal di Inggris, ia tak lupa pada negaranya. Salah satu bentuk kepeduliannya yaitu dengan mengembangkan olahragawan di India agar bisa berprestasi internasional. Ia membuat Mittal Champions Trust dan menghibahkan dana US$9 juta untuk mendukung sejumlah atlet India agar bisa berprestasi dan mengharumkan nama bangsa. Selain itu, ia juga mengembangkan kepedulian pada negara tertinggal, seperti Kazahkstan dan Afrika Selatan, dengan menanamkan investasi di sana.

***Sukses memang hak siapa saja yang mau berjuang meraihnya. Lakhsmi Mittal adalah salah satu contoh orang yang mampu merubah nasib dengan perjuangan keras dalam hidupnya. Namun, setelah sukses, ia pun tak melupakan negaranya. Tak hanya itu, ia pun peduli pada negara lain yang tertinggal. Sebuah kesuksesan, memang akan jauh lebih bermakna, jika kita bisa berbagi kepada sesama.

Sumber : andriewongso.com

Sameer Gehlaut dari Kantor Kecil dan Dua Komputer


Sameer GehlautSameer Gehlaut, 35, dinobatkan sebagai pengusaha kaya dan termuda di India, yang diperolehnya melalui keringatnya sendiri.

Dalam kiprahnya sebagai pebisnis, Sameer menggebrak bisnis di India dengan menelurkan Indiabulls, sebuah perusahaan layanan finansial online pertama di India.

Gebrakannya itu menjadikan dirinya sebagai pengusaha muda serta mendatangkan banyak keuntungan baginya. Ameer, panggilan akrab Sameer, banyak disebut sebagai pengusaha yang memiliki tampang bak aktor Bollywood.Wajahnya tampan, gayanya yang percaya diri, langkahnya tegap ke depan, tidak ketinggalan kekayaan melimpah, menjadikan dia selalu dipandang dan dihormati.

Majalah Forbes pada tahun ini menempatkannya pada peringkat ke-962 sebagai pengusaha terkaya di dunia. Di India,Sameer menjadi pengusaha terkaya dengan peringkat ke-45. Dalam hitungan Forbes, kekayaan Sameer mencapai USD1,2 miliar (Rp11,16 triliun). Indiabulls makin menggeliat dari tahun ke tahun.

Perusahaan yang didirikan pada 2000 ketika Sameer berusia 26 tahun, kini telah menjadi perusahaan yang sangat dipertimbangkan dalam bisnis keuangan di India. Padahal, awalnya perusahaannya bisnis keuangan online di India. Berkat kejelian dan pandai melihat peluang, Indiabulls makin melebarkan sayapnya di berbagai sektor bisnis.

Awalnya, perusahaan itu didirikan setelah mengakuisisi perusahaan Inorbit Sekuritas, sebuah perusahaan broker saham di New Delhi. Hanya dengan memiliki kantor di sebuah ruko kecil di dekat Terminal Bus Hauz Khas, New Delhi, Sameer tetap percaya diri menjalankan bisnis. Ketika itu, kantornya hanya memiliki dua buah komputer.

Pada 2004, perusahaannya terus melebarkan sayapnya serta menyediakan layanan kredit bagi masyarakat. Pada 2005, sektor bisnis pegadaian juga diincarnya.

Pada 2008 ini, dia berinvestasi pada bisnis pembangkit listrik. Bukan sampai di situ saja, Indiabulls yang memiliki Indiabulls Wholesale Service mengakuisisi 63,92 persen saham Piramyd Retail, perusahaan ritel yang memiliki 35 gerai dan tujuh toko yang menyediakan perlengkapan gaya hidup, seperti pakaian dan fesyen. Dengan akuisisi itu, tidak mengherankan, Indiabulls Wholesale pun memiliki konsep bisnis hypermarkets, lifestyle, dan toko kebutuhan rumah tangga.

Bisnis asuransi pun diliriknya. Sameer bekerja sama dengan perusahaan asuransi Sogecap. Bisnis properti pun tetap digeber. Salah satu anak perusahaannya, Indiabulls Real Estate, mengembangkan 50.000 apartemen di seluruh India. Saat ini dia membangun Indiabulls Centre One seluas 130.000 m2.

“Semua bisnis yang menguntungkan akan saya geluti,” tuturnya dikutip Indiatoday. Dapat diprediksi, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Indiabulls mampu menjadi perusahaan pelayanan finansial terdepan dan perusahaan properti terdepan.

Pada 2005, Indiabulls berhasil mengumpulkan keuntungan sebesar USD2 miliar (Rp18,5 triliun) dengan saham senilai USD2 juta (Rp1,8 triliun). “Kita sudah mengidentifikasi bahwa bisnis pembiayaan keuangan, properti, dan ritel perusahaan kita telah tumbuh 50 kali lipat dibandingkan bisnis broker,” ujarnya dikutip Businesstoday.

Cengkeraman bisnis Indiabulls bukan di India semata. Berkat tangan dingin Sameer, bisnisnya pun mampu mendapatkan kepercayaan dari perusahaan investasi kelas dunia.

Merrill Lynch dan Goldman Sac, salah satu bank investasi telah meningkatkan kepemilikan sahamnya pada Indiabulls. Bahkan,salah satu perusahaan investasi paling prestisius di dunia,Morgan Stanley Capital International Index (MSCI), juga menanamkan sahamnya pada Indiabulls. Pengaruh perusahaan investasi itu menjadikan Indiabulls memegang 31persen bisnis perdagangan saham online.

Pengusaha kaya dunia LN Mittal dengan LNM India Internet Venture Ltd juga memiliki 8,2 persen saham di Indiabulls Credit Service, salah satu anak perusahaan Indiabulls.Ditambah dengan kepemilikan saham Farallon Capital pada Indiabulls Financial Services.

“Saya selalu membuka kesempatan pada perusahaan asing untuk terus menanamkan sahamnya pada bisnis saya,” paparnya. Sameer dengan Indiabullsnya mendapatkan penghargaan dari pemerintah India.

Penghargaan tertinggi bagi perusahaan-perusahaan di India,yang mengembangkan multiproduk pada bisnisnya. Pemerintah India menilai bahwa Indiabulls mengembangkan bisnis yang beragam dan inovatif.

“Jangan ragu untuk terbuka dengan investasi asing. Jika investor asing tertarik dengan bisnis Anda, itu merupakan kelebihan dan keberuntungan. Perusahaan Anda akan semakin besar, dan berkembang,” tuturnya. Kadang,memang pekerjaan dan bidang bisnis sangat jauh dengan ilmu di kampus yang digelutinya.

Sameer mengambil kuliah jurusan teknik mesin di Institut Teknologi India di New Delhi. Dia mendapatkan gelar sarjana pada 1995. Setelah lulus, dia langsung ke AS bekerja di Halliburton, salah satu perusahaan minyak. Walaupun sudah bergelimang uang dengan jaminan pendapatan yang tinggi ketika itu, tetap saja Sameer merupakan orang yang nasionalis.

Misi idealismenya untuk membangun negara tercinta, India, menjadikan dirinya kembali pulang. Bagi Sameer, berbisnis juga membangun negaranya. Apa yang dilakukannya tidak terlepas dari kebutuhan negaranya untuk terus berkembang menjadi negara maju. Menurut dia, kontribusi para pengusaha pada negara sangatlah besar. Negara juga bergantung pada para pengusaha.Tanpa pengusaha, penguasa tidak akan berkutik membangun negaranya.

“Kekuatan ekonomi suatu negara bukan berada di tangan pemerintah, melainkan di tangan pengusaha,” paparnya dikutip Indiatimes. Sameer juga menuturkan bahwa untuk membangun bangsa yang kuat diperlukan pemuda-pemudi yang memiliki jiwa entrepreneur,dan kemampuan untuk terus berinovasi. “Tidaklah salah jika masa depan suatu negara berada di tangan generasi muda.Pasalnya, kebanyakan negara-negara memiliki energi yang berlebih, dan kebanyakan energi itu dimiliki para pemuda dan pemudi.

Toh, rata-rata negara-negara memiliki 40 persen populasi penduduk merupakan anak muda,”paparnya. Untuk bisa maju,menurut Sameer, pemuda jangan hanya bisa beretorika, tetapi mampu mengaktualisasikan kepeduliannya pada lingkungan dan sosial.Paling mudah, dalam pandangan Sameer, adalah menuangkan ide dengan berbisnis. “Pertama, pengusaha butuh inovasi, modal nomor kedua,” katanya.

Sumber : economic.okezone.com

Akio Toyoda, Pekerja Keras yang Kaya Inovasi


Akio Toyoda

Akio Toyoda, 52, berpeluang menggantikan Katsuaki Watanabe sebagai Presiden/CEO Toyota Motor Corp.

Akio diharapkan mampu mengatasi keterpurukan Toyota akibat krisis global. Akio diyakini dapat meningkatkan penjualan produk-produk Toyota di dunia. Akio juga diharapkan mampu membawa Toyota mengungguli rival utamanya di pasar mobil Amerika Serikat (AS), General Motors Corp.

Sejak 21 Januari 2005, Akio merupakan salah satu dari lima Wakil Presiden Toyota Motor Corp.Dia bertanggung jawab mengawasi operasional perusahaan tersebut di kawasan Amerika Utara. Akio yang akan bersaing dengan kandidat lainnya, Mitsuo Kinoshita, merupakan cucu dari salah seorang pendiri Toyota pada 1937, Kiichiro Toyoda.

Ayahnya, Shoichiro Toyoda, juga pernah menjabat sebagai Presiden Toyota Motor Corp selama periode 1982-1992. Meski berita pencalonannya santer diperbincangkan, sebagian kalangan masih meragukan kemampuan Akio. Dengan umur 52 tahun, Akio masih dianggap terlalu muda untuk memimpin perusahaan besar menurut standar perusahaan di Jepang.

Namun, Akio yang menjadi “bintang” di perusahaan itu dinilai mempunyai perhatian lebih besar bagi perkembangan Toyota. Jika Akio diangkat sebagai presiden/ CEO,Toyota akan tetap dianggap sebagai perusahaan mobil paling konservatif di Jepang. Pada era 1960-an, kepemimpinan di Toyota didominasi keluarga Kiichiro Toyoda.

Eiji Toyoda, keponakan Kiichiro, juga pernah menduduki jabatan presiden di Toyota pada era tersebut. Akio mendapat gelar MBA dari Babson College di Wellesley, Massachusetts, AS. Akio yang fasih berbahasa Inggris mengawali kariernya di dunia bisnis sebagai konsultan manajemen di New York.

Akio kemudian menghabiskan waktu bertahuntahun untuk mempelajari operasional Toyota.Akio mulai bergabung dengan Toyota pada 1984.Pada 2001 lalu dia terpilih sebagai direktur di Toyota Motor Corp bagian Guangqi Toyota Engine Ltd. Sejak 2003 lalu, dia menduduki posisi sebagai Kepala Operasional Toyota di Asia dan China.

Selama memegang kendali di kawasan Asia dan China, Akio berhasil membawa kemajuan signifikan. Penjualan mobil Toyota di kawasan tersebut meningkat. Peningkatan itu sebanding dengan peningkatan penjualan mobil di AS. Keberhasilan Akio tersebut bukan datang begitu saja.Akio merupakan sosok pekerja keras, ulet,sekaligus inovatif.

Dia juga mengaku sangat total dengan pekerjaannya. “Kalau saya menduduki jabatan tertinggi di perusahaan mobil, saya ingin menjadi ‘pembuatnya’ sendiri sehingga saya tahu bukan sekadar tentang kendaraan, tetapi juga bahan bakunya,” ujar Akio ketika diwawancarai pada Februari lalu.

Suksesi di Toyota terjadi setelah Watanabe disarankan untuk mengundurkan diri sebagai presiden perusahaan tersebut.Watanabe dinilai gagal mengantisipasi penurunan penjualan di tengah krisis finansial global yang bermula dari AS. Penjualan produk Toyota di AS pada bulan lalu anjlok hingga 34%.

Toyota bahkan diperkirakanmembukukanrugi operasional sebesar USD1,7 miliar pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2009. Kalau Akio terpilih, dia tentu akan menghadapi tantangan berat di masa mendatang. Dia harus mampu mendongkrak kembali penjualan Toyota di tengah krisis ekonomi global dan isu perubahan iklim.

Akio dituntut lebih inovatif lagi dalam mengeluarkan produk-produk terbaru yang ramah lingkungan. Pekan lalu,Toyota menegaskan komitmennya untuk bergabung dalam kampanye antiperusakan lingkungan. Perusahaan tersebut sangat berambisi mengembangkan mesin dan kendaraan baru yang ramah lingkungan.

Akio juga diharapkan akan melanjutkan ambisi perusahaan yang ingin mengembangkan mobil hibrida. Toyota telah membangun departemen riset untuk mendukung pengembangan konsep mobil hibrida.

Sumber : economy.okezone.com

Kisah Sukses Carlos Slim Helu


Carlos Slim HeluMiliuner bidang telekomunikasi asal Meksiko, Carlos Slim Helú, memiliki kekayaan hampir 60 miliar dolar dan mengalahkan pendiri Microsoft, Bill Gates, sebagai orang terkaya di dunia versi majalah Fortune.

Kinerja yang kuat dari perusahaan milik Slim di bursa saham Meksiko pada bulan-bulan ini telah mendorong Gates ke urutan kedua, setelah tokoh terkemuka bidang perangkat lunak itu menduduki peringkat pertama orang terkaya sedunia selama sedikit-dikitnya satu dasawarsa.

“Berdasarkan perhitungan kami, Slim (67), pada akhir Juli sudah mengumpulkan kekayaan sebesar 59 milyar dolar dari perusahaan-perusahaannya yang go public,” ungkap Fortune dalam edisi terbaru yang beredar pekan ini.

“Jumlah ini membuat dia ada di atas pendiri Microsoft, Bill Gates, yang selama ini terus menerus di peringkat pertama dengan taksiran kekayaan bersih sedikit-dikitnya 58 milyar dolar.”

Situs keuangan Meksiko, Sentido Comun, bulan lalu melaporkan bahwa Slim telah menyalip Gates dan kekayaan pribadinya hampir 68 miliar dolar.

Slim terus memperluas bisnis Ponselnya maupun bisnis lain di seantero Amerika Latin, sedangkan Gates berkonsentrasi untuk Bill and Melinda Gates Foundation, organisasi nirlaba yang dia dirikan pada tahun 2000 dan bergerak di bidang kesehatan, pendidikan dan masalah buta huruf di seluruh dunia.

“Gates menjual saham Microsoft, satu-satunya sumber kekayaannya, untuk mendanai yayasannya, sedangkan kekayaan Slim terus bertambah besar secara mencengangkan. Kekayaan bersihnya tahun ini saja naik 12 miliar dolar,” tulis Fortune.

Perusahaan-perusahaan keluarga Slim setara lebih dari lima persen produk domestrik bruto Meksiko tahun lalu, dan sepertiga perusahaan yang terdaftar di bursa saham Meksiko adalah perusahaan-perusahaan di bawah kendalinya.

Fortune menjulukinya John D Rockefeller masa kini, merujuk industrialis AS yang meraih kekayaan sangat besar pada awal abad 20.

Perusahaan milik Slim meliputi perbankan, otomotif dan telekomunikasi. Teléfonos de México (Telmex) mengendalikan 92 persen saluran telefon di negara itu.

Dia lebih dikenal sebagai seorang yang cermat daripada seorang flamboyan.

Layanan nirkabel América Móvil miliknya, yang menguasai 70 persen pasar, awalnya adalah pabrik ban. Dia dikenal selalu mengenakan arloji plastik.

Ayahnya adalah seorang imigran asal Lebanon yang membuka toko di Mexico City pada 1902 dan selanjutnya membeli real estat komersial saat revolusi pada 1910.

Slim kuliah insinyur pada dasawarsa 60-an sebelum memulai karir sebagai pialang saham. Selanjutnya dia mulai mengambilalih berbagai perusahaan semasa krisis ekonomi di Amerika Latin pada dasawarsa 80-an.

“Kalau anda hidup berdasarkan pendapat-pendapat orang, sama saja anda mati. Saya tidak mau hidup sambil memikirkan bagaimana orang akan mengenang saya,” kata Slim pada awal tahun ini. Terdapat kritik bahwa Telmex sebenarnya memonopoli.

Dia mencemooh Gates dan para dermawan lain seperti maha guru bidang investasi, Warren Buffett, karena mendermakan banyak harta mereka.

“Kemiskinan tidak diatasi dengan pemberian sumbangan. Membangun usaha adalah lebih berguna bagi masyarakat, dibanding berkeliling seperti Sinterklas,” konon katanya.

Sumber : Gatra

=========================================

Orang Terkaya di Dunia Peroleh Website Gratis dari Indonesia

Orang terkaya peringkat kedua di dunia, Carlos Slim Helu, hartawan Meksiko di bidang telekomunikasi, telah memenangkan alamat web secara gratis atas namanya, Rabu lalu, yang telah dijual oleh orang Indonesia kepadanya seharga $55 juta. Agen pengamat hak cipta United Nations, WIPO yang menjadi wasit sengketa perebutan alamat website dari pihak Slim dan orang Indonesia, tersebut mengatakan bahwa situs http://www.carlosslimhelu.com telah teregister dengan tidak benar dan harus ditransfer ke pengusaha sesungguhnya.

Dokumen mengenai situs tersebut dipresentasikan oleh pengacara Slim, seperti yang telah disebutkan oleh WIPO, menunjukkan bahwa pemilik website sesungguhnya diidentifikasi bernama Ahmad Rusli dari Jakarta, Indonesia. Ahmad Rusli juga mengancam akan meletakkan link dalam website yang mengarah ke situs pornografi, kecuali pihaknya mendapatkan kompensasi uang sesuai permintaan.

Rusli, yang memiliki situs Rusli.Cyber.com tersebut, mengatakan kepada WIPO melalui email bahwa dirinya ingin melindungi alamat web tersebut untuk Slim dan ancaman tersebut digunakan untuk menarik perhatian Slim kepada permintaan uang Rusli. Di Meksiko sendiri, Slim memiliki trademark hanya Carlos Slim, diambil dari nama awal dan nama ayahnya, untuk mengembangkan operasi bisnisnya di Amerika Latin dan United States.

Sedangkan Helu merupakan nama ibunya dari bahasa Spanyol. Slim sendiri dikenal dengan pekerja philanthropic, sekaligus menjadi pemilik perusahaan telepon di Meksiko, Telefonos de Mexico dan dua perusahaan besar, termasuk konglomerat financial besar, Grupo Financiero Inbursa. Menurut majalah bisnis Forbes, Slim menempati peringkat kedua orang terkaya di dunia dengan harta senilai $68 miliar, di bawah Warren Buffett, ahli keuangan Amerika, dan di atas founder Microsoft, Bill Gates.

Sumber : beritanet.com

Kisah Sukses Jeff Bezos Sang Raja Bisnis Online


Jeff BezosSiapa yang tidak kenal dengan Jeffry Preston Bezos atau yang lebih dikenal sebagai Jeff Bezos saat ini? Seorang pengusaha kaya raya yang terkenal berkat usaha Amazon.com yang dirintisnya. Toko online yang dibuatnya membuat dirinya bertengger di deretan pengusaha terkaya di dunia. Berkat kerja keras, semangat, kecerdasan, dan ketekunannya membangun usaha, kini Amazon.com menjadi toko online yang konon terlengkap yang mendunia.

Kecerdasan dan ketekunan pria kelahiran Albuquerque, New Mexico, 12 Januari 1964 ini sudah terlihat sejak ia  berusia tiga tahun. Pada usia itu, Jeff meminta tempat tidur biasa, bukan tempat tidur dalam bentuk boks. Namun karena tidak diberikan tempat tidur biasa maka Jeff membongkar boksnya dengan obeng. Di sekolah pun, para guru Jeff mengalami kesulitan untuk menghentikan dari tugas yang dilakukannya. Untuk memindahkan ke tugas berikutnya, mereka harus memindahkan Jeff dengan mengangkat bangku yang sedang didudukinya.

Kakek Jeff, Preston Gise merupakan pengelola wilayah barat dari Komisi Energi Atom dimana ia bertanggung jawab untuk laboratorium di Sandia, Lawrence Livermore, dan Los Almos. Pada saat Jeff berusia sepuluh tahun, Jeff bersama kakeknya menghabiskan musim panas di barat daya Texas. Preston melihat cucunya merupakan seorang ilmuwan muda seperti dirinya dulu. Lantas, dia membantu cucunya membuat radio amatir Heatkit dan membantu Jeff dalam mengoleksi berbagai macam benda yang—kadang—sering merusak garasi rumah orangtua Bezos. Sebab, di garasi itulah, Jeff mempunyai laboratoriumnya sendiri untuk berbagai eksperimen ilmiah.

Pada saat SMU, Jeff memenangkan suatu perlombaan yang disponsori oleh NASA dengan menulis makalah mengenai dampak ketiadaan gravitasi pada usia rata-rata lalat. Kemudian pada musim panas tahun 1981, Jeff bekerja sebagai juru masak McDonald’s di Miami. Di sinilah dia mulai mengenal pentingnya melayani pelanggan.

Setelah lulus SMU, Jeff kuliah di Universitas Princeton. Ia mengambil jurusan fisika namun kemudian ia pindah fakultas untuk mendalami komputer sehingga ia lulus dengan gelar di bidang ilmu komputer dan teknik listrik. Setelah lulus kuliah, Jeff bekerja di Wall Street. Ia membangun sebuah jaringan komputer di sebuah gedung perusahaan Fitel. Kemudian Jeff pun bekerja sebagai di D.E. Shaw & Co sebagai wakil presiden direktur, padahal kala itu usianya baru menginjak 28 tahun. Bosnya kala itu, David Shaw, meminta Jeff untuk meneliti tidak hanya bisnis baru, tetapi juga peluang bisnis internet baru.

Jeff pun memikirkan hal yang dapat dijual di internet. Dia membuat daftar 20 barang terlaris yang dijual lewat surat. Ia pun mempelajari daftar tersebut dan ternyata buku berada di peringkat teratas. Menurutnya bisnis buku adalah bisnis raksasa, namun tidak ada yang mendominasinya. Ia menyadari tidak ada bank data pesanan melalui surat yang dapat memuat semua judul buku yang tersedia dalam satu tahun. Menurutnya, bank data yang terkomputerisasi dapat mengorganisasikannya dan dapat menjadi toko buku online yang bisa diakses melalui internet. Namun saat Jeff memberitahukan, bosnya Shaw tidak tertarik.

Jeff pun mendiskusikan hal ini dengan rekannya, MacKenzie. Mereka pun lantas ingin mencobanya sendiri. Jeff pun memikirkan nama yang cocok untuk usahanya. Ia mulai mencari dengan nama depan “A”. Akhirnya dia menemukan nama yang cocok yaitu Amazon.com. Menurutnya Amazon adalah sungai terbesar, yang melambangkan koleksi terbesar di dunia. Pada bulan November 1994, Jeff dan beberapa rekannya, MacKenzie, Shel, dan Paul mulai bekerja di garasi sempit yang digunakannya sebagai kantor.

Pada saat itu ia mengalami dua masalah. Masalah yang pertama adalah uang. Amazon.com harus mampu membayar orang-orang yang membuat usahanya berjalan. Maka, Jeff membentuk perusahaan dan ia menyandang jabatan sebagai pendiri, CEO, dewan direksi, dan presiden direktur. Yang kedua adalah perangkat lunak. Satu-satunya perangkat lunak yang tersedia adalah untuk mengelola inventaris dan memproses untuk pesanan disain untuk bisnis pesanan via surat biasa. Namun berkat kegigihan mereka, semua itu bisa diatasi.

Amazon.com mengalami sukses yang sangat cepat karena usaha mereka sangat memudahkan bagi pengguna untuk mencari buku yang diinginkan. Selain itu, Amazon.com menjual produk mereka dengan harga yang lebih murah daripada toko. Kesuksesan mereka berlanjut hingga kini, dimana mereka kini juga menjual aneka barang selain buku.

Berkat kerja keras, semangat, kecerdasan, dan ketekunan, Jeff Bezos berhasil membangun toko online Amazon.com menjadi mendunia. Tentu saja hasil yang dipetiknya sekarang bukanlah hal yang mudah. Jeff dapat melihat peluang untuk membuka bisnis baru. Kepiawaiannya tersebut membawanya menjadi pengusaha sukses. Sebuah pengalaman hidup yang dapat diteladani dari seorang Jeff Bezos. (andriewongso.com)

Eike Batista, Orang Terkaya di Dunia 2010 Urutan 8 Versi Forbes


Eike BatistaEike Batista-dikenal sebagai pengusaha swashbuckling dan tidak asing dengan kolom gosip-sudah dikatakan sebagai orang terkaya di Brasil. Karena kepemilikan minyak dan kepentingan dalam sejumlah besar bisnis lain, ia mungkin menjadi orang terkaya di dunia. Batista, salah satu dari tujuh anak-anak dari pejabat pemerintah tingkat tinggi, masuk ke emas pada usia dini dan akhirnya dikendalikan tambang dari Chile ke Rusia. Selain itu, ia telah terlibat dalam energi, air, dan perusahaan baja. Sekarang Batista adalah bertaruh bahwa Brasil akan menjadi kekuatan minyak utama.

CHARLIE ROSE

Lima belas tahun dari sekarang, apa yang Anda ingin dicapai?

EIKE BATISTA

Kami percaya bahwa dalam lima tahun Brasil akan menjadi ekonomi kelima terbesar di dunia. Dan kami hanya salah satu dari banyak perusahaan membantu Brasil tumbuh.Jelas, penemuan minyak akan [membawa perubahan besar]. Kita bicara tentang 100 milyar barel minyak diperoleh kembali.

Ayahmu yang sangat dibedakan Brasil.
Apa yang saya pelajari dari ayah saya adalah berpikir besar. Ada sebuah film berjudul Brazil Engineer , dan ini tentang dia karena ia membangun bagian dari negara] infrastruktur [-rel kereta api, pelabuhan super untuk kapal bijih besi ke Asia. Tapi aku dididik oleh ibu saya karena ayah saya sangat sibuk. Dia Jerman, dari Hamburg, dan dia mengajari saya disiplin dan peduli untuk orang lain.

Anda telah dididik di Jerman?
Pada dasarnya, sampai dengan tahun ke-12 saya, saya menempuh pendidikan di Brazil. Lalu aku tinggal di Eropa, setelah ayah saya, yang internasionalisasi CVRD [Companhia Vale do Rio Doce, sekarang Vale, salah satu perusahaan pertambangan terbesar di dunia].

Pada usia 23 Anda kembali ke Brazil dan mulai keluar dengan tambang emas di Amazon.
Awalnya, saya mendirikan perusahaan perdagangan untuk membeli emas dan menjualnya. Setelah setengah tahun, di sana saya berada di 23 dengan $ 6 juta di tangan saya.Dan margin yang akan turun karena kompetisi mulai masuk aku berkata, “Aku harus menemukan kembali diriku Mengapa tidak membeli satu dari tambang ini pick-dan-sekop kaya dan mekanisasi itu?.” Tahun 1983, saya telah saya pertama Brasil emas aluvial mekanisasi berjalan di hutan Amazon. Saya meremehkan cuaca, kondisi teknis, penyakit, logistik-tapi akhirnya tambang itu begitu kaya, itu idiot-bukti karena selamat semua kesalahan saya.

Jadi moral, jika Anda akan mengambil risiko, pastikan hasil akhir sudah cukup untuk membenarkan masalah. Apakah prinsip yang sama ketika Anda tawaran untuk situs eksplorasi minyak di lepas pantai Brazil dan mengambil risiko besar?
Prinsip yang sama. Tapi kau tahu, dari waktu ke waktu anda belajar bahwa pengetahuan adalah penting. Jadi saya menyewa sebuah tim eksekutif dari [perusahaan minyak negara Brazil] Petrobras yang memiliki pengetahuan yang besar. Mencari minyak adalah ilmu multidisiplin. Anda perlu banyak orang-statistik, insinyur, dan ahli geologi, tentu saja. Dan apa yang saya pelajari dalam 30 tahun terakhir adalah yang saya baca orang yang lebih baik daripada aku membaca buku. Jadi mereka menunjukkan aku bisa memiliki rasio keberhasilan 60%: Jika saya menyiapkan dana sebesar $ 1 milyar dollar, setidaknya $ 600.000.000 berpotensi akan menemukan kekayaan. Apa yang saya lakukan adalah memasang $ 1300000000 untuk berpartisipasi dalam pelelangan dan … pada hari ini, kami memiliki 100% sukses. Setiap baik kita mengebor sejak Agustus lalu adalah hit. Brasil akan memproduksi 5 juta atau 6 juta barel minyak per hari.

Ada periode dalam hidup Anda ketika Anda adalah seorang pembalap speedboat. Apa itu tentang?
Aku ingin judul internasional, dan menyadari aku tidak bisa berlari lebih cepat Ben Johnson di 100 meter, jadi aku berkata biarkan aku menaruh beberapa mesin di belakangku. Saya memenangkan kejuaraan Brasil, maka kejuaraan dunia dan kejuaraan Amerika. Aku punya semua judul yang saya inginkan dan keluar. Aku tidak ingin mati, dan anak saya tertua lahir.Anda mengubah profil risiko Anda.

Lakukan sedikit psikologi untuk saya. Anda memiliki ayah yang terkenal, Anda menikah dengan seorang-yang dikenal juga womana mantan Playboy model sampul.Apakah ada sedikit dari Anda yang berkata, “Aku harus mencari cara untuk membuat tanda saya, dan saya akan menjadi orang terkaya di Brazil”?
Ya, itu bagian dari psikologi, tidak diragukan lagi. Saya dididik untuk berpikir mungkin Brasil bekerja, mungkin tidak. Tapi aku memutuskan aku akan membuat negara ini bekerja untuk anak-anak saya. Saya berinvestasi semua usaha saya sekarang dalam membuat Brasil negara besar.

Apa yang bisa kekayaan bersih Anda berada dalam 10 tahun mendatang?
$ 100 milyar. Tapi yang penting adalah bahwa Brasil adalah jalan raya untuk itu. Apakah Anda tahu Cina telah melampaui Amerika Serikat sebagai mitra dagang terbesar kita? Cina memiliki permintaan tak terbatas untuk minyak, makanan, dan bijih besi. Sebagian besar hal Cina perlu kita miliki dalam kelimpahan dan bisa ekspor. Pada 800 AD, Cina setengah dari PDB dunia.Pada tahun-tahun berikutnya 20 atau 30, saya pikir mereka sudah kembali ke 50% dari PDB dunia.

Dalam tata ekonomi dunia baru, apa masa depan Amerika Serikat?
Dari luar, saya melihat kemacetan politik. Anda harus mulai berpikir di luar kotak. Saya percaya pada demokrasi, tetapi biarkan saya mengatakan sesuatu yang sedikit orang menyadari: Di Brazil, presiden kita dapat menerapkan langkah-langkah darurat selama enam bulan. Itulah yang ia lakukan ketika dunia mendapat masalah pada tahun 2008, dan itulah sebabnya Brazil keluar [dari krisis keuangan] jauh lebih cepat daripada orang lain.

Ketika Anda melihat Amerika, apa keprihatinan Anda, apa yang mendorong Anda?
Anda sekarang dililit hutang seperti Brasil sebelumnya. Anda harus sedikit lebih Spartan.Dalam 20 tahun terakhir Anda telah berfokus terlalu banyak pada perbankan dan keuangan.Para siswa terbaik pergi ke bank atau firma hukum. Dimana insinyur? Amerika harus mengemudi mobil listrik, dan Anda tidak.

(www.businessweek.com)

Kisah Sukses Lawrence Ellison Pendiri Oracle


Lawrence EllisonLawrence (Larry) Ellison adalah pendiri Oracle, perusahaan pembuat software terbesar kedua dunia saat ini. Seperti pengusaha di bidang teknologi informasi lainnya yang kebanyakan drop-out perguruan tinggi, Larry pun demikian.

Ia keluar dari University of Illinois pada tahun kedua kuliah. Setelah itu ia membangun kariernya sebagai ahli data system. Ia tertarik mendirikan Oracle pada tahun 1977 setelah terinspirasi dari paper karya Edgar F. Codd mengenai database system berjudul “Relational Model of Data for Large Shared Data Banks.”

Ketika pertama kali mengetahui bahwa kedua orang tuanya bukanlah orang tua kandungnya, Larry merasa hidup terlalu kejam padanya. Layaknya bocah 12 tahun lainnya, ia menanggapinya dengan perasaan kecewa yang mendalam. Kehidupannya, yang bisa dibilang jauh dari memuaskan, membuat jiwa pemberontak tumbuh di dalam dirinya. Larry tidak sadar, bahwa kerasnya kehidupan yang ia rasakan kelak akan menempanya menjadi salah satu orang paling sukses didunia.

Dibesarkan Orangtua Angkat

Berdarah Yahudi, Lawrence Joseph Ellison lahir pada 17 Agustus 1944 di Bronx, New York. Ibunya, Florence Spellman, saat itu baru berusia 19 tahun dan belum menikah. Siapa ayahnya hingga kini masih menjadi misteri. Pada usia 9 bulan, Larry terkena penyakit pneumonia. Ia lalu diserahkan pada bibinya di Chigago untuk diadopsi.

Maka sejak saat itu, Larry dibesarkan oleh Lilian Spellman Ellison dan suaminya, Louis Ellison. Dari kedua orang tua angkatnya inilah Larry memperoleh nama Ellison. Mereka tinggal disebuah apartemen sederhana di South Shore, Chigago, di mana banyak keturunan Yahudi kelas menengah ke bawah tinggal.

Larry kecil, meskipun menyimpan jiwa pemberontak didalam dirinya, dia adalah anak yang cerdas. Ia terutama sekali menyukai pelajaran matematika dan ilmu pasti. Ketika berumur 12 tahun, ia baru mengetahui bahwa ia bukanlah anak kandung keluarga Ellison. Hal ini cukup membuatnya menyerah, tapi ia tidak menyerah.

Drop Out Kuliah Karena Kurang Biaya

Setelah lulus SMA, Larry melanjutkan kuliah di fakultas Fisika Universita Illinois, Urbana, Champaign. Larry mengingat ibu angkatnya sebagai sosok yang hangat dan penuh cinta. Sebaliknya, ayah angkatnya memiliki sifat yang keras, kurang mendukung dan tidak ramah. Peruntungan Larry berubah ketika ibu angkatnya meninggal. Selama ini, ibu angkatnya inilah yang menjadi sandaran ekonomi keluarga mereka. Akibatnya, Larry terpaksa berhenti kuliah pada akhir tahun kedua masa studinya. Meski begitu ia sempat menyabet penghargaan sebagai Science Student of The Year.

Larry Ellison lalu memutuskan untuk mencari pekerjaan untuk kehidupan dia dan ayahnya. Segala macam pekerjaan dilakoninya. Sisa dari penghasilan, sedikit demi sedikit ditabungnya. Ia memiliki impian, suatu waktu nanti dapat melanjutkan kuliahnya dengan biaya sendiri.

Setelah tabungannya terkumpul agak banyak, Larry mendaftar pada Univeritas Chigago. Hanya satu semester ia kuliah. Rupanya dana yang dimiliki Larry tidak cukup untuk membiayai semua kebutuhan pendidikannya. Ia pun lalu keluar dari tempat itu, lagi-lagi karena terkendala masalah dana.

Menerjuni Dunia Komputer

Ayahnya yang memang dikenal sebagai sosok yang kurang mendukung, meyakinkan Larry bahwa ia tidak dapat berbuat apapun untuk hidupnya. Larry tidak putus asa. Kata-kata ayahnya ini justru dijadikannya cambuk untuk memilih nasibnya sendiri. Larry ingin memberikan bukti pada ayahnya bahwa ia bukanlah seperti yang ayahnya kira.

Sebagai pengganti kuliahnya, Larry memilih mengambil kursus komputer dengan biaya relative murah. Ia bekerja di departemen store untuk membiayai hidupnya dan juga kursusnya. Di tempat kursus inilah ia mulai menumbuhkan kecintaannya terhadap dunia komputer.

Membangun Oracle

Setelah selesai kursus, Larry memutuskan pindah ke Berkeley California. Dengan membawa sedikit uang, hanya cukup untuk membeli fast food, ia bertekad memperoleh penghidupan yang lebih layak, Bermodalkan ijasah kursusnya, selama delapan tahun berikutnya Larry terus berpindah-pindah kerja. Awalnya, ia bekerja sebagai teknisi computer di Fireman’s Fund. lalu bekerja di Bank Wells Fargo, juga sebagai teknisi komputer.

Karier Larry baru benar benar berkembang setelah ia bekerja di Ampex sebagai programmer. Ketika bekerja ditempat ini, Larry menciptakan sebuah system database canggih yang dinamakan Oracle. Oracle diciptakan setelah Larry membaca makalah yang ditulis oleh Edgar F Codd berjudul “A Relational Model of data for Large Shared Data Bank”. Atasan Codd di IBM mungkin gagal melihat nilai komersil dari pemikirannya, namun tidak dengan Larry. Jiwa bisnis larry berkata bahwa konsep Structured Query Language (SQL) hasil pemikiran Codd jika dikembangkan dengan tepat akan mendatangkan banyak uang.

Maka pada tahun 1977, bersama dengan CEO Ampex, Robet Miner dan rekannya Ed Oates, Larry mendirikan perusahaan miliknya sendiri dengan nama Software Development Labs. Modal yang digunakan hanya sebesar $2000 USD. Tahun 1979, nama perusahaan ini berganti menjadi Relational Software Incorporation sebelum berubah lagi menjadi Oracle Corporation di tahun 1983.

Perusahaan ini berhasil memenangkan kontrak membangun system manajemen database relational milik Central Intelligent Agency (CIA). Sukses dengan pekerjaan pertamanya, Oracle kebanjiran pesanan. Perusahaan-perusahaan besar macam Wright Patterson Air Force Base dan IBM telah menanti untuk digarap. Nama Oracle pun menanti untuk berkibar.

Pelajaran dari larry Ellison : Totalitas Bisa Berarti Segalanya!

Dengan serangkaian strategy akuisisinya, Larry Ellison berhasil menambah market sharenya dari Oracle. Larry juga pernah menjabat sebagai direktur di Apple Computer Inc, berjasa membawa Oracle menjadi perusahaan software terbesar kedua didunia setelah Microsoft. Ia dikabarkan getol mengobarkan perang menjadi yang pertama. Persaingan keduanya ramai dibicarakan di Silicon Valley.

Larry menolak jika ia selalu dikait-kaitkan dengan ambisi untuk menjatuhkan Microsoft dari puncak. “Percaya atau tidak, saya menghabiskan sebagian besar waktuku untuk memikirkan rangkaian e-bussiness kami”, server aplikasi kami, server database kami…” ucap larry meluruskan. Maksudnya, ia tetap tidak terganggu dengan keberadaan pesaingnya itu. Semua hal yang dilakukannya semata untuk kepentingan Oracle. Justru totalitas yang matang ditempa kerasnya kehidupan semacam inilah yang menjadikan Larry Ellison sebagai musuh yang paling diamati oleh Bill Gates.

Sumber : http://bisnis.cc/

Kisah Sukses Pendiri Alibaba.com


Jack MaJack Ma adalah pendiri dan pemilik Alibaba.com. Ia orang Asia yang sukses berbisnis internet dengan tetap mempertahankan domisili bisnis di negaranya sendiri. Untuk sukses, ia tak hanya harus berjuang keras mengembangkan usahanya, tetapi juga benar-benar harus ikut membangun pondasi tradisi berinternet di China yang pada saat itu infrastruktur internetnya masih seadanya.

Guru bahasa Inggris
Meski saat ini nama Jack Ma dikenal sebagai pengusaha muda yang sukses, awal karier lelaki kelahiran Hangzhou, Zhejiang, China, tahun 1964 ini justru guru bahasa Inggris. Ia belajar bahasa asing itu secara autodidak.
Ma memang sudah tertarik pada bahasa Inggris sejak kecil. Saat usianya 12 tahun ia sudah mulai belajar bahasa Inggris bukan dari kursus melainkan dari turis-turis. Setiap hari ia harus mengayuh sepedanya selama 40-an menit ke sebuah distrik yang banyak turisnya. Di sana ia bisa berinteraksi dengan turis. Setelah agak lancar, ia bekerja sebagai guide.

Tahun 1979, ia bertemu dengan satu keluarga asal Australia yang memiliki dua orang anak dan tengah berkunjung ke China. Ia kemudian jadi guide mereka dan tinggal bersama selama tiga hari. Persahabatan Ma dengan keluarga ini begitu lekat. Sampai-sampai ia mendapat undangan ke Australia pada tahun 1985. “Pada saat itu dalam pikiran saya China adalah negeri terkaya dan terindah di dunia,” ujarnya. Namun begitu sampai di Australia, ia terkaget-kaget dengan apa yang ditemuinya. “Pikiran saya berubah setelah tinggal 31 hari di Australia,” paparnya.

Ma mulai merajut masa depan. Ia melanjutkan sekolah ke perguruan tinggi namun dua kali gagal lulus seleksi. Akhirnya ia bisa diterima di Hangzhou Teachers University yang ia selesaikan dalam waktu lima tahun. Selama jadi mahasiswa ia aktif berorganisasi dan menjadi ketua federasi mahasiswa di kota itu. Selesai kuliah ia bekerja sebagai dosen bahasa Inggris di almamaternya.

Sebenarnya saat itu ia sudah punya mimpi. “Jika selesai kuliah saya tak mau mengajar namun mau bekerja di hotel atau sejenisnya,” kata Ma. Namun pekerjaan sulit ia dapatkan meski sudah melamar ke sana sini. “Tak satupun yang mau menerima saya,” ujarnya. Meski begitu akhirnya ia dapat juga pekerjaan ketika ada tawaran menjadi sekretaris general manager Kentucky Fried Chicken.

Kerja serabutan membawanya kembali ke luar negeri. Pada tahun 1995 ia menjadi penerjemah delegasi perdagangan China yang berangkat ke Seattle. “Seorang teman menunjukkan apa itu internet di sana. Itulah pertama kalinya saya mengenal internet,” ujar Ma. “Kami search kata ‘beer’ di Yahoo namun tak satu pun link yang berhubungan dengan China,” kata Ma. Ia tediam. Namun saat itu muncullah gagasannya membuat website sendiri bernama China Pages agar produk-produk China bisa dicari di internet.

Untuk membangun usahanya itu, ia meminjam uang sebesar 2.000 dolar AS. “Saya tak punya pengetahuan tentang PC (personal computer) atau e-mail. Saya bahkan baru pertama kali itu menyentuh keyboard. Itulah kenapa saya menyebut diri saya sebagai ‘blind man riding on the back of a blind tiger’,” ujarnya.

Rupanya usaha kecil Ma dilirik China Telecom. Lucunya, selama setahun sebelumnya China Pages bersaing dengan China Telekom di internet. Persaingan itu berujung pada keputusan China Telecom untuk bekerja sama. Malah perusahaan itu bersedia menanamkan investasi sebesar US$ 185.000 di China Pages. “Itu uang terbesar yang pernah saya lihat dalam hidup saya,” ujar Ma terkaget-kaget. Hanya saja kolaborasi itu menghasilkan kursi komisaris yang timpang. China Telecom mendapat lima kursi sedang Ma cuma dua kursi. Akibatnya semua gagasan Ma selalu mentok karena kalah suara. Gara-gara inilah akhirnya Ma hengkang dari perkongsian itu.

Mimpi e-commerce

Ma kemudian mendapat tawaran dari pemerintahan Beijing untuk mempromosikan e-commerce. Namun ia punya mimpi bahwa suatu saat ia harus punya perusahaan e-commerce sendiri. Tahun 1999 ia mencari-cari nama yang cocok. “Saya ingin memiliki perusahaan global sehingga saya harus memilih nama yang global pula,” katanya. Saat di Amerika ia mendengar banyak orang menyebutnya Ali Baba. Dan ketika menyebut nama itu, mereka menggambarkannya sebagai pengusaha China yang sukses. Tak pikir panjang ia pun mengambil domain Alibaba.com.

Rencana memiliki usaha sendiri itu ia kemukakan pada sejumlah rekannya. Ma mengumpulkan 18 orang rekannya di apartemennya. Ia paparkan proyeknya dalam diskusi selama dua jam. Usai diskusi masing-masing peserta diminta urunan modal usaha. Lalu terkumpullah US$ 60.000 di atas meja. Modal itulah yang digunakan untuk membangun Alibaba.com, portal e-commerce dari China yang terus berkembang secara menakjubkan.

“Kenapa kami survive, karena kami tak punya uang, kami tak punya teknologi, bahkan kami pun tak punya rencana. Untuk itu kami gunakan dana dengan sangat hati-hati,” paparnya. Kehati-hatian itu antara lain dengan menggunakan apartemennya sebagai kantor. Kantornya mulai pindah ketika Alibaba.com mendapat bayaran dari Goldman Sach pada tahun 1999 dan dari Softbank Corporation tahun berikutnya.

Konsep usaha Alibaba.com, kata Ma, sebenarnya sederhana. Ia memfokuskan bisnisnya untuk membantu kalangan UKM berjualan. Ia tak meniru perusahaan-perusahaan internet China lainnya yang mengopi konsepnya dari perusahaan-perusahaan internet sukses di AS dan Eropa. “Kami jalan sendiri dengan semangat mengemukakan kualitas,” ujarnya. Website-nya menawarkan produk-produk UKM yang berkualitas ke seluruh dunia. Dari sanalah bisnisnya berkembang pesat.

Namun perkembangan yang begitu pesat sempat juga hampir merontokkan usahanya. Pada tahun 2002 cashflow bisnisnya hanya cukup untuk operasional 18 bulan akibat terlalu menggebu berekspansi. Saat itu, Ma menyebutkan, ia memiliki terlalu banyak member Alibaba.com yang bergabung dengan fee gratis. Ia tak tahu bagaimana mencari uang dari internet. Dari situlah timbul ide untuk mempertemukan eksportir China agar bisa bertemu pembelinya dari AS dengan imbalan komisi. Sejak itulah bisnisnya berkembang pesat.

Saat Alibaba.com go public tahun 2007, perusahaan ini meraih dana 1,7 miliar dolar AS (sekitar Rp 15,3 triliun) dari pasar modal. Tahun 2009 lalu omsetnya mencapai 352 juta dolar AS atau sekitar Rp 3,1 triliun setahun.

Apa rahasia sukses Ma? “When you are small, you have to be very focused and rely on your brain, not your strength,” katanya. Jika kita kecil kita harus fokus dan bergantung pada otak, bukan pada kekuatan. Jika Jack Ma bisa melakukannya dengan ketekunan, keberanian, dan inovasi, kita pun seharusnya bisa melakukan gebrakan yang sama, terutama pada bidang yang kita tekuni saat ini, Bagaimana, sudah siapkah Anda dengan gebrakan nyata? (andriewongso.com)

Kisah Sukses Mukesh Ambani dan Anil Ambani


Kakak beradik Ambani meraup untung dari pertumbuhan ekonomi India. Ayah mereka, Dhirubai, membangun pondasi kekayaan keluarga dengan keberhasilan perusahaan petrokimia mereka, Reliance. Kini kedua anaknya bergelimang harta. Kakak beradik Mukesh dan Anil Ambani menempati posisi lima dan enam dalam daftar orang terkaya Forbes. Jika kekayaan kedua kakak beradik tersebut digabungkan, akan melebihi kekayaan Warren Buffett, yang menempati posisi pertama daftar Forbes.

Saat ini Anil Ambani yang berusia 48 tahun mengembangkan usahanya di bidang telekomunikasi, pasar modal dan energi. Sementara kakaknya Mukesh Ambani yang berusia 50 tahun mengelola perusahaan terbesar di India warisan ayahnya, Reliance Industries. Mukesh Ambani menilai perkembangan ekonomi India yang pesat sebagai kesempatan dan sekaligus tantangan.

“Tantangan yang harus dihadapi India adalah bagaimana menciptakan 100 juta lapangan kerja dalam waktu 15 tahun ke depan? Menurut saya, itu adalah kesempatan yang besar bagi peningkatan pemasukan dan konsumsi. Tapi dalam waktu yang sama, itu merupakan tantangan.“ Ungkap Ambani.

Hampir 300 juta warga India hidup dalam kemiskinan. Tapi menurut banyak pengusaha, termasuk Mukesh Ambani, dalam jangka waktu panjang, tidak hanya kalangan ekonomi atas dan menengah yang menikmati hasil perkembangan ekonomi India yang pesat. Lebih lanjut Mukes Ambani:

“Yang penting adalah model pembangunan yang dikembangkan India. Saya yakin itu memiliki kesempatan yang nyata untuk mengentaskan kemiskinan dalam 20 tahun mendatang.”

Tentu saja mereka tidak pernah berhubungan dengan kemiskinan. Mukesh Ambani menunjukkan apa yang dia miliki. Setidaknya satu miliar Dollar dihabiskannya untuk membangun apartemen tingkat 27 di kota metropolitan India, Mumbai dan 600 karyawan Mukesh Ambani bekerja menangani bisnis industri keluarganya.

Sumber : http://bisnis.cc

Kisah Sukses Ingvar Kamprad


Ingvar KampradAnda pernah mendengar nama mebel IKEA? Itu adalah merek mebel berkelas dunia yang sudah dikenal sejak lama. Nah, dari bisnis mebel tersebut, sang empunya merek ternyata pernah menjadi pengusaha terkaya-yang konon-bahkan pernah mengalahkan kekayaan sang taipan raja software, Bill Gates.

Nama IKEA ternyata adalah kepanjangan dari sang pemilik, Ingvar Kamprad, alias IK. Sedangkan nama EA adalah kepanjangan dari Elmtaryd-Agunaryd. Kedua kepanjangan yang disebut terakhir berasal dari nama tanah pertanian tempat Kampard dilahirkan, sedangkan Agunaryd merupakan nama desa terdekat tempat ia dilahirkan.

Merek IKEA kini memang seakan telah menjadi raja mebel dunia. Saat orang menyebut nama mebel, satu nama yang selalu ada di benak adalah IKEA. Namanya bahkan dianggap setara dengan merek ritel lain, seperti McDonald untuk fastfood dan Coca Cola untuk minuman bersoda.

Karena itu, tak heran jika  Ingvar Kamprad kini dinobatkan sebagai orang terkaya ketujuh di dunia dengan total kekayaan US$ 31 Milyar oleh majalah Forbes 2008. Sebuah jumlah yang sangat fantastis mengingat ia-konon-hanya berbisnis di bidang mebel tersebut.

Bakat bisnis pria kelahiran 30 Maret 1926 di Swedia ini memang terlihat sejak usia belia. Pada usia dimana anak-anak sedang asyik bersekolah, Kampard sudah berdagang korek api. Ia menjajakannya ke teman-teman dan tetangganya dengan bersepeda. Dengan tekad yang kuat untuk menjadi orang besar, Kampard semakin gigih menjajakan korek apinya. Kemudian setelah labanya terkumpul, Kampard mencoba bisnis baru. Ia merambah bisnis lain, di antaranya yaitu berjualan ikan, dekorasi pohon natal, benih, pena, dan pensil.

Meski rajin berbisnis, ia tak lupa pendidikannya. Kampard merupakan siswa yang berprestasi. Karena prestasinya yang memuaskan, pada usia 17 tahun, sang ayah memberikan hadiah uang padanya. Alih-alih untuk bersenang-senang, ia pun memilih menggunakan uangnya untuk berbisnis.

Pemberian ayahnya dimanfaatkannya untuk membuka IKEA. Namun, kala itu ia lebih banyak menjual berbagai barang kelontongan seperti pulpen, dompet, maupun bingkai foto. Melalui IKEA, Kampard terus menuai keuntungan. Usahanya semakin maju. Kemudian, keinginannya mengembangkan usaha mengantarkan pada usaha yang membesarkan IKEA hingga mendunia, yakni berbisnis mebel.

Namun, awalnya ia sebenarnya bukan hanya ingin berbisnis mebel. Hanya karena keterbatasan modallah yang membuat ia akhirnya memutuskan fokus pada penjualan mebel. Sebuah keputusan yang ternyata menjadi pilihan tepat sebagai penentu masa depannya.

Dalam bisnis tersebut, Kampard sempat jatuh bangun. Sebab, pesaing di bisnis itu sangatlah banyak. Tetapi jiwa bisnis yang telah dipupuk sejak belia membuatnya terus bertahan. Ia menggunakan strategi mempertahankan harga murah dengan kualitas yang prima. Untuk melebihi pesaingnya, Kampard membuat ruang pamer mebel dimana pelanggan dapat melihat-lihat kualitas produk yang diinginkannya dan desain-desain baru yang selalu dihadirkannya.

Strateginya sukses. Kesuksesan itu membuat Kampard mampu memperluas usahanya hingga keluar Swedia. Demi kemajuan usahanya, Kampard juga selalu berusaha menyediakan berbagai jenis desain dari banyak, seperti dari China, Vietnam, dan lain-lain. Berkat strategi penjualannya, IKEA menjadi sebuah perusahaan mebel raksasa yang memiliki lebih dari 200 outlet di 31 negara dan memiliki lebih dari 75 ribu pekerja.

Desain indah nan inovatif tersebut rupanya didukung oleh keberadaan yayasan sosial yang dibentuknya, Stichting INGKA Foundation. Di yayasan itu, ia mengembangkan pendidikan yang utamanya berhubungan dengan desain dan arsitek. Konon, dana yayasan tersebut melebihi kekayaannya sendiri. Bahkan, inilah yayasan yang disebut-sebut sebagai yayasan dengan dana terbesar di dunia, yakni mencapai US$ 36 miliar. Satu hal yang pasti, meski memiliki yayasan dan perusahaan mebel terbesar di dunia, Kampard dikenal sangat sederhana. Mobilnya hanyalah Volvo yang sudah berusia di atas 15 tahun dan saat bepergian pun ia hanya memilih menggunakan pesawat kelas ekonomi.

Berkat kegigihan dan keyakinannya untuk membangun usaha, IKEA yang dirintis Ingvar Kampard, menjadi perusahaan mebel raksasa dunia. Ia berhasil membuktikan segala usaha yang ditempuh dengan kerja keras pasti akan membuahkan hasil yang memuaskan. Mahir dalam menciptakan peluang dan menentukan strategi penjualan merupakan kunci utama kesuksesan Kampard. Sebuah perjalanan hidup yang patut diacungi jempol dan layak untuk diteladani.

Sumber : andriewongso.com

Kisah Sukses Bernard Arnault


Bernard ArnaultBernard Arnault lahir 5 Maret 1949. Dia adalah orang terkaya ke-7 di dunia dan orang terkaya Perancis dengan perkiraan kekayaan bersih $ 26 miliar dolar AS, menurut Forbes melaporkan pada Maret 2007.

Arnault terkenal untuk memutar LVMH, sudah menjadi raksasa barang-barang mewah ketika dia memenangkan kontrol pada tahun 1989, menjadi kerajaan global melalui akuisisi, pemasaran cerdas, dan desain tebal.

Bernard Arnault adalah penduduk asli Roubaix, dan lulus dengan gelar teknik dari École Polytechnique pada tahun 1971. Pada tahun 2007, Arnault telah terdaftar di antara 100 Time Magazine Orang Paling Berpengaruh di Dunia. Dia juga Said menjadi seorang pianis terampil.

Pada 35, menggunakan kombinasi uang keluarga dan pinjaman, dia membeli Boussac, kelompok tekstil bangkrut Prancis yang telah dibiayai rumah mode Christian Dior asli di 1946. Arnault dilucuti Boussac ke Dior dan menggunakannya sebagai kendaraan untuk menciptakan LVMH, yang lahir dari penggabungan 1987 antara Louis Vuitton Moet Hennessy dan. Setelah di kontrol, Arnault dipecat eksekutif dari kedua perusahaan, dimasukkan ke dalam tim sendiri, lalu menghabiskan 90-an merek-merek mewah menyambar masih lebih, termasuk shirtmaker Thomas Pink, perhiasan Chaumet, barang kulit Fendi, yang Pucci dan Donna Karan garis fashion, Krug sampanye, dan TAG Heuer jam tangan. Dengan ayahnya, Jean, ia masih menguasai 47% saham LVMH dan 63% hak suara, sementara secara terpisah yang memiliki 68% dari Christian Dior Couture, sisi fashion Dior.

Louis Vuitton diciptakan pada 1854 oleh seorang pengrajin Paris yang mengembangkan batang datar pertama ditutupi oleh kanvas tahan air. Kemudian, pada tahun 1896, ia menemukan logo LV yang terkenal dengan mencetak inisial di atas kanvas. Usahanya berkembang dengan pertumbuhan perjalanan dengan kereta api dan kapal. Pada akhir 1980-an, meskipun, Louis Vuitton telah menjadi tas ibumu dibeli. Mahal dan dibuat dengan baik, tapi membosankan.

Yang mulai berubah pada tahun 1990 ketika Arnault dibawa Yves Carcelle untuk menjalankan Louis Vuitton. Kemudian, pada tahun 1997, Arnault disewa Marc Jacobs, seorang, hip desainer muda dari New York, sebagai direktur kreatif. Jacobs mempelajari sejarah Vuitton dan mengembangkan serangkaian liku modern di atasnya. Yang pertama adalah grafiti tas, yang melahirkan seorang tertulis Louis Vuitton tanda tangan. Yang kedua adalah tas Murakami, yang dirancang bekerja sama dengan seniman Jepang Takashi Murakami, yang diberikan inisial LV yang terkenal dalam kaleidoskop warna pada latar belakang putih. “Marc membawa bahwa semangat modernitas dengan produk,” ujar Arnault. Tapi dia tetap fokus kuat merek pada kualitas. Pada bagian belakang pabrik Vuitton di Ducey, Perancis, duduk mesin memotong-motong untuk menghancurkan kantong yang tidak sampai tembakau. Inspektur penghitungan jumlah jahitan pada tas tangan tali. Jika tidak aktif oleh bahkan satu stitch, ke dalam mesin penghancur ia pergi. “Hitungan Jepang jahitan,” kata direktur pabrik Stephen Fallon. “Jika mereka menghitung empat di satu sisi dan lima di sisi lain, mereka membawa tas kembali.”

Sebagai tas mendapat edgier, Carcelle bekerja untuk menciptakan buzz penting melalui kombinasi PR stunts, dukungan selebriti, dan yang paling efektif, kelangkaan buatan. Mereka menghabiskan $ 1.500.000 mendirikan perancah dalam bentuk dua koper Vuitton raksasa di sekitar renovasi toko Paris Louis Vuitton’s.

Sejak tahun 2000, Arnault dan tim manajemennya telah menjual sekelompok dari mereka daripada mencoba. Gone adalah Bliss spa dan kosmetik, Michael Kors fashion, jam tangan Ebel, sampanye Pommery, rumah lelang Tajan, dan cognac Hine. (LVMH dapat menjual merek lain setengah lusin, tapi eksekutif tidak akan nama mereka.) Sebaliknya, Arnault telah memfokuskan diri pada underperformers yang paling menjanjikan, yang meliputi mengenakan garis perempuan Celine, jam tangan Zenith, fashion Pucci, dan sampanye Ruinart. Dan dia punya beberapa keberhasilan terkemuka sejauh ini.

Mungkin contoh terbaik adalah Celine. Empat tahun lalu, penjualan Celine’s telah jatuh, dan kerugian mencapai $ 16 juta. Jadi Arnault bernama Jean-Marc Loubier, No 2 di Louis Vuitton, Celine ke kepala. Loubier ditambang masa lalu merek, seperti Jacobs telah dilakukan di Vuitton. Ia menemukan bahwa mereka telah dimulai sebagai pedagang sepatu kelas tinggi pada tahun 1945 di Paris. “Saya pikir kita bisa menggunakan tanggal ini sebagai aktiva, memungkinkan kita untuk menampilkan Celine sebagai salah satu merek mewah modern pertama, simbol kebangkitan Paris dan Eropa,” kata Loubier. Jadi, dengan desainer Michael Kors – seperti Jacobs berbakat Amerika – ia dibuat ulang Celine menjadi gambaran wanita, jalan-smart Paris kosmopolitan. Persembahan – termasuk hal-hal seperti anggun gaun sarung merah-boucle, bermuka dua camel’s-rambut pensil rok, dan syal mink – menarik pembeli dari Chicago ke Tokyo.

Loubier juga mengubah bauran produk. Para Celine ia diwarisi telah menghasilkan sebagian besar pakaian dan hanya beberapa tas. Tapi dia tahu bahwa tas adalah profitmakers besar di Louis Vuitton. Jadi Kors pergi bekerja menciptakan tas lebih, seperti Boogie, tas klasik berbentuk persegi dengan kulit ganda linting menangani, tersedia dalam lima warna dan eksotis seperti kulit buaya. Tas itu merupakan hit instan: Madonna, Gwyneth Paltrow, dan Sarah Jessica Parker semua luka Facebook membawanya. (Celine mengirim beberapa selebriti kantong gratis, tetapi tidak membayar apapun untuk membawa mereka.) Loubier mengambil lain isyarat dari Vuitton dengan harga kantong awal pada curam $ 1.150 untuk model kulit anak sapi. Celine kemudian keluar dengan versi $ 580 dalam denim, dihitung dengan hati-hati bergerak: Pembeli yang pernah melihat model $ 1,150 pikir mereka tampak seperti kesepakatan.

Sementara itu, Loubier meningkatkan kualitas produk dan waktu pengiriman dipersingkat dari bulan ke minggu – membuat kedua pedagang dan pelanggan senang. Hasil dari semua perubahan: Celine penjualan tahun lalu naik 40% dari tahun 2000, menjadi $ 203,000,000, dan keuntungan berguling di untuk pertama kalinya dalam sepuluh tahun. Laba tahun ini akan menjadi sepuluh kali apa yang mereka pada tahun 2003, memprediksi Loubier. jatuh Celine’s 2004 line, tiba di toko sekarang, tampak kuat. Tapi ada tanda tanya di depan: musim Itu adalah yang terakhir bagi Kors, yang berangkat ini musim semi lalu untuk fokus pada garis eponymous nya. Arnault dipilih Roberto Menichetti, sebelumnya di Burberry, untuk menggantikan dia – tapi itu terlalu dini untuk mengatakan apa yang ia mungkin lakukan.

Jam tangan Zenith, Arnault melakukan transplantasi bakat lain. Pada tahun 2001 ia dibawa Thierry Nataf, yang pernah berhasil Veuve Clicquot, salah satu merek yang paling sukses LVMH’s sampanye. Ada Nataf telah mendesain ulang jam tangan, memperlihatkan mekanisme dan menggunakan tangan dijahit band untuk menyoroti sejarah merek Swiss gerakan kualitas. Perusahaan ini telah 120 tahun kemuliaan besar dan kemudian dilupakan dalam 30 tahun terakhir. Ini benar-benar merupakan berlian dalam bentuk kasar. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, merek juga menjual jam tangan wanita dalam warna pink, hijau limau, bayi biru, merah cerah, dan mutiara abu-abu, serta hitam. Dan sekarang ada logo, sama seperti di Louis Vuitton: bintang pada mahkota menonton. Zenith penjualan tumbuh dengan digit tunggal ketika Nataf tiba, sekarang mereka tumbuh dua digit.

Pucci juga, telah diuntungkan dari perawatan Vuitton. Garis pakaian Italia dikenal dengan mod ’60 yang semarak cetakan itu ke mana-mana sampai Arnault meminta Christian Lacroix untuk merancang ulang di awal 2002. Lacroix diperpanjang ikon Pucci sidik jari segala sesuatu mulai dari sepatu ke karpet dan mebel. Dalam contoh yang Vuittonesque sinergi, Lacroix telah merancang sebuah kotak Pucci untuk edisi terbatas sebesar $ 200 botol-a-, 1996 Veuve Clicquot sampanye. Pucci merayakannya di pesta bertabur selebriti dari Florence ke LA Dan seperti Louis Vuitton, Pucci membuka toko utama di Manhattan’s Fifth Avenue, kiblat belanja mewah. Penjualan memiliki lebih dari dua kali lipat sejak tahun 2002.

Bahkan di sampanye, formula tampaknya bekerja. Pada Ruinart, sebuah sampanye eksklusif dengan harga di bawah Dom Perignon, Arnault adalah membangun cerita sejarah yang kaya untuk menjual, seperti yang ia lakukan untuk Louis Vuitton. Untuk melakukan itu, ia menyewa sejarawan untuk menemukan fakta-fakta kecil tentang latar belakang merek. Mereka menemukan bahwa Ruinart dikembangkan pada tahun 1729, diminum oleh Marie Antoinette, dan diekspor ke royalti Eropa lainnya. Ruinart identitas adalah elitis, aristokratis, global. Jadi, meminjam teknik buzz dari Vuitton, pada musim semi 2004 LVMH memulai serangkaian promosi, seperti makan malam sampanye $ 220 di Hotel Ritz di London, untuk posisi Ruinart seperti itu. Ini terlalu cepat untuk melihat seberapa baik positioning baru bekerja.

Arnault masih berkutat dengan label tertentu. Empat bulan setelah pertemuan London, misalnya, ia masih belum menemukan desainer memakai perempuan yang baru untuk Givenchy. Donna Karan, Loewe, dan Kenzo adalah karya dalam penyelesaian. Tetapi dengan keuntungan lemak bergulir dalam dari Louis Vuitton, Hennessy, dan Dom Perignon, Arnault memiliki kemewahan waktu.

Arnault juga membentuk dana investasi dengan teman baik nya Albert Frere pada tahun 2006; pasangan memiliki dua perkebunan anggur bersama. LVMH baru-baru ini menyewa Frank Gehry untuk merancang sebuah museum $ 127.000.000 swasta di Paris. Pada bulan Desember membuka empat-star hotel Le Cheval Blanc di resor ski Courcheval, Perancis, di mana ia sering menghabiskan malam Tahun Baru.

Pada bulan Januari 2007 Kathryn Blair, putri Perdana Menteri Inggris Tony Blair, menyelesaikan bahasa Perancis intensif dan program budaya di Perancis Sorbonne University. Tony Blair telah dikritik untuk menerima undangan atas nama dia dari Bernard Arnault. Selama kursus Kathryn Blair, yang berlangsung dari 12 Oktober 2006 hingga 26 Januari 2007, ia diduga telah dilengkapi dengan keamanan, akomodasi dan transportasi paket bernilai sekitar £ 80.000.

Pada Maret 2007, Arnault memiliki pluralitas 47,5% dari LVMH (Moet Hennessy Louis Vuitton), bersama dengan Christian Dior SA. Arnault adalah Ketua dan CEO kedua perusahaan. Anak Antoine, 27, bergabung dengan adik Delphine, 31, di kapal LVMH pada tahun 2006.

pesaing utama Arnault adalah:. Perancis pengusaha François-Henri Pinault, yang memegang perusahaan PPR memiliki Gucci, Yves Saint Laurent, Alexander McQueen, Stella McCartney, Sergio Rossi, Bottega Veneta, Boucheron, Roger & Gallet, Bédat & Co dan Christie Swiss berbasis Richemont, yang memiliki Cartier, Van Cleef & Arpels, Piaget, Baume et Mercier, IWC, Jaeger LeCoultre, A. Lange & Söhne, Officine Panerai, Vacheron Constantin, Dunhill, Lancel, Montblanc, Montegrappa, Old Inggris, Purdey, Chloé, dan Shanghai Tang.

pengaruh Arnault’s mencapai jauh melampaui couture dan sampanye. Dia teman dekat Presiden Prancis Nicolas Sarkozy, seorang baron koran yang saat ini menjual satu bisnis sehari-hari, La Tribune, dan memperoleh saingan, Les Echos, dan pelindung seni yang kuat: Arnault mendapat lampu hijau musim gugur yang lalu untuk membangun pusat untuk LVMH’s seni yayasan di Bois de Boulogne.

Rumus, dirancang oleh Arnault, berjalan seperti ini: Tajam menentukan identitas merek – atau “DNA,” seperti yang ia katakan – oleh pertambangan sejarah merek dan menemukan desainer yang tepat untuk mengekspresikannya; ketat pengawasan mutu dan distribusi; dan menciptakan buzz ahli pemasaran. (billionaires-blog)

Sumber :http://bisnis.cc/kisah-sukses-bernard-arnault.html

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 495 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: