Resume : “Marketing Executive”

AWAS MARKETING NGANGGUR

Dalam majalah selling, TJ Becker mengamati, banyak sales person menganggap masa-masa menganggur sebagai kesempatan untuk cuti atau pergi berlibur. Lainnya malah terserang kekhawatiran lalu beraksi dengan cara mencoba bekerja lebih keras. Tapi, menurutnya, dua-duanya bukan langkah tepat. Sebaiknya gunakan masa-masa kering untuk merencanakan strategi. Sales people yang bekerja sangat keras tak punya waktu untuk berinterospeksi diri. Jadi, masa-masa menganggur bagus bagi Anda untuk meihat ke belakang dan mengkaji ulang bagaimana produk atau jasa yang Anda sampaikan kepada pelanggan. Lalu jika perlu lakukan regroup.

BILA PEREMPUAN MENJADI TERGET MARKET

Wanita merupakan pasar bisnis yang cukup menggiurkan bagi kalangan pemasaran. Namun, banyak produk yang di tawarkan tidak akan berati bila tidak di dukung dengan strategi pemasaran yang tepat. Sering kali pemasaran gagal karena si penjual tidak memahami keingingan wanita.

Judith Tingley, seorang psikolog bisnis melalui How to Sell to the Oposite Sex, seperti yang di kutip Martha Barletta dalam bukunya Marketing to woman, menyampaikan beberapa tips bagi professional pria agar bisa menjual produk keperluan wanita.

1. Luangkan waktu lebih banyak dalam menangai proses pembelian, jangan terburu-buru.

2. Perlakukan wanita dengan seriius sebagai orang yang berpengetahuan dan memiliki kemampuan keuangan.

3. Dengarkan keinginan dan kebutuhan yang akan di penuhi melalui pembelian , bukan hanya menjual dan menjual saja.

BRAND MILIK BERSAMA

Brand kuat yang di miliki oleh perusahaan besar tentu bukan sesuatu yang asing lagi. Brand mencoba membangun image dirinya melalui komunitas juga bukan merupakan hal yang baru. Simaklah bagaimana Unilever, pelan tetapi pasti membangun kekuatan brand perusahaan dengan pengembangan lini produk mereka. Lihat pula bagaimana McDonalds, dalam waktu yang tidak singkat dan uang yang tidak sedikit akhirnya berhasil membuat sebuah brand yang paling mendunia ( mungkin hanya dapat di saingi oleh Coca- Cola atau Pepsi ).

Kita lihat pula Harley Davidson sukses “ menggarap “ kalangan berduit untuk loyal membeli motor beasr mereka yang tidak memiliki keunggulan lain selain prestise, derum mesin, dan sebuah keunikan- rem mesin.

Bila jalan yang di tempuh adalah ‘jalan biasa’ , sama seperti jalan yang di tempuh oleh banyak perusahaan besar lainnya, maka dapat di pastikan bahwa perusahaan dengan modal paling besar-lah yang akan memenangkan pertarungan brand image tersebut.

Program kampanye marketing yang terjadi selama ini selalu melibatkan banyak uang dan juga sumber daya manusia yang terampil yang tentunya akan memberatkan payroll gaji perusahaan anda. Tantangan yang akan di hadapi bagi brand- brand ‘ tradisional’ ( dengan tradisional artinya brand yang di kembangkan dengan cara-cara yang biasa dilakukan pada perusahaan-perusahaan profeiional) semakin besar lagi bila kita melihat persaingan yang semakin sengit .

Hal utama yang merupakan burden terbesar dalam pengembangan sebuah brand bagi perusahaan start-up ataupun perusahaan kecil adalah:

1. Kesulitan kapitalisasi modal. Hal ini berkenaan dengan penggunaan modal yang tepat guna dalam pupaya untuk melakukan riset pasar , ataupun pengembangna brand agar mendapatkan mind-share dari customer..

2. Ketiadaan sumber daya manusia. Pengembangan sebuah brand tentu saja tidak dapat di lakukan dengan cara yang membabi buta. Di perlukan riset yang mendalam dan juga usaha yang tidak kenal lelah untuk memperkenalkan dan memperluas kekuatan merk tersebut.

3. banyaknya competitor. Dunia usaha yang sudah semakin kompetitif dengan beragam keunikan yang sebenarnya hanya memiliki sedikit perbedaan akan lebih mempersulit pemain-pemain kecil dalam mengembangkan brand produk mereka. Lebih parah lagi bila pemain-pemain kecil ini adalah challenger bagi sebuah brand yang telah mapanyang di-back-up oleh perusahaan raksasa.

Sehingga metode pengembangan brand alternative sekurang-kurangnya harus dapat menetralisir ketiga elemen negative tersebut. Disinilah bagaimana metode konseptual Brand Komunal dapat memainkan peranannya.

DUNIA MAYA, PASAR DUNIA YANG MENJANJIKAN

Pada masa kini banyak pihak melakkukan bisnis melalui media online. Selain lebih hemat, aneka bentuk informasi bisa di akses secara cepat. Sehingga transaksi bisanis bisa di lakukan dengan lebih cepat. Namun, berbisnis melalui media online seringkali kurang menarik karena banyak hal. Bob Julius Onggo, pemerhati masalah pemasaran dan bisnis online melalui website BJOConsulting.com menawarkan 8 tips yang perlu di perhatikan untuk meningkatkan penjualan.

1. Tunjukan kepada calon pelanggan anda , bahwa anda begitu antusias terhadap produk dan bisnis anda. Jika anda antusias , maka calon konsumen pun juga akan antusias, maka calon konsumen pun juga akan antusia karena antusias itu bersifat menular.

2. Pada akhir tulisan di e-mail anda , sisipkan kata penutup yang mengundang minat. Seperti bonus tambahan, potongan harga , pengingat praktis, dan sebagainya.

3. Tenangkan pelanggan anda yang komplain karena suatu hal atau bonus.. Cara lain adalah memberikan solusi pada persoalan yang di hadapi.

4. Buat desain website dan sedemikian rupa agar konsumen tertarik sehingga mereka akan menceritakan kepada orang lain. Jangan lupa untuk menyertakan hadiah serta bonus.

5. Tumbuhkan keyakinan pada prospek anda sehingga mereka akan kelak membeli produk anda.Gunakan referensi yang baik dari orang-orang yang telah memakai produk anda , sehingga mereka bias melihat siapa saja yang telah menjadi pelanggan anda. Berikan juga jaminan atau garansi kepada pelanggan anda.

6. Cantumkan pada situs web Anda opt-in list sehingga pengunjung situs dapat mendaftrakan diri untuk mendapatkan diri untuk mendapatkan e-books, software, kontes atau sesuatu yang gratis dapat di tukar dengan alamat e-mail mereka. Karena secara psikologis mereka lebih suka mendapat sesuatu yang bagus gratis walaupun mereka sanggup membelinya..

7. Jangan lupa prinsip aturan 80-20 persen . Artinya 80 persen dari situs anda harus berisi informasi atau hal-hal yang di sukai secara umum bagi para pengunjung. Siisanya 20 persen atau kurang isian dengan profil perussahaan anda dan produk atau jasa yang anda pasarkan.

8. Apabila pelanggan anda membeli sesuatu dari anda upayakan mereka mendapatkan sebagian atau sedikit dari apa yang mereka pesan. Itu bias dalam bentuk sesuatu yang mereka bias dapatkan secara online.

HOUSE FOR SALE

Sering kali kita kesulitan menjual rumah kita sendiri. Soldbyower .com menyampaikan beberapa tips menjual rimah sendiri tanpa bantuan makelar. Caranya adalah dengan membersihkan atau mengganti beberapa bagian penting, rumah anda akan mampu menarik perhatian orang. Tahapannya sebagai berikut ini.

1. Bersihkan bagian luar.

Memotong rumput , membersihkan kaca, jendela, atap rumah, pagar tentunys akan memancing perhatian orang untuk melihat rumah anda.

2. Bersihkan bagian dalam rumah.

3. Membersihkan perlengkapan furniture, lantai, karpet, dan beberapa perabotan interior lainnya agar terlihat bersih dan rapi. Bila sudah terlihat rusak, ganti segera dengan yang baru.

4. Bersihkan kamar mandi.

5. Kamar mandi juga menjadi bagian yang penting untuk di bersihkan. Kebersihan kamar mandi menjadi bagian dari cerminan sang pemilik rumah.

6. Hilangkan berbagai jenis bau yang mengganggu.

7. Bau kurang sedap yang biasa ada di rumah sebaliknya harus cepat di hilangkan, separti bau rokok, binatang , kamar mandi atau lainny yang dapat mengganggu kesehatan sehingga membuat kurang nyaman.

KALIMAT CERMAT, HASILNYAPUN MANTAP

KOMUNIKASI menjadi persoalan penting dalam organisasi. Seringkali organisasi gagal karena tidak mengindahkan etika atau tata cara berkomunikasi yang benar dan efektif. Mari simak apa saran Roger dan Becky Tirabassi dalam buku Let Love Change Your Life yang di muat dalam WWW. Newlife. Com.

1. Jangan salahkan atau permalukan orang lain.

2. Gunakan kata ‘ saya ‘ daripada ‘ kamu ‘.

3. Jangan gunakan kata ‘ tidak pernah ‘ dan ‘ selalu ‘.

4. Carilah waktu untuk beristirahat

5. Jangan menarik diri.

6. Jangan menginterupsi dan mengancam.

LOGO MANTAP OMSETPUN TERDONGKRAK

Bagi perusahaan, logo adalah identitas dan dapat pula dianggap sebagai tolak ukur merk bisnis anda. Seperti pada nama, inilah titik kontak pertama antara pembeli dan penjual. Untuk merancang logo perlu adatahapan tertentu.

1. Sebelum mendesain logo, anda harus tahu apa yang ingin anda katakan tentang perusahaan anda. Berdasarkan jawaban itu dan target audiens yang di bidik, barulah logo dapat di desain.

2. Biarkan future branding memainkan peranan penting dalam proses desain sejak awal Logo akan berlaku selama bertahun-tahun karena itu investasikan waktu dan sumber daya untuk mendesain serta hindari tampilan yang berlebihan.

3. Sesuaikan warna dengan citra dan audiens . Misalnya , logo untuk perusahaan telekomunikasi. Logonya menggunakan warna dasar merah dan kuning untuk menghadirkan kesan penerobosan hambatan komunikasi.

4. Untuk mendesain logo , gunakan perusahaan yang memang khusus mendesain logo. “ Perusahaan anda mengeluarkan produk dan jasa, serahkan pada perusahaan lain yang memang berbisnis merancang logo..

MAAF…..SIAPA NAMA ANDA DAN PELUANG PUN MELAYANG

Menurut Kent Davies dalam tulisannya High Technology, seni mengingat nama tak Cuma proses belajar sosialisasi juga sekaligus memberikan nilai tambah kompetitif pada karier anda.” Kesan positif sangat tak ternilai harganya. Pada dasarnya orang selalu senang tertarik dengan orang lain. Maka, melupakan nama akan berkesan sebaliknya,”’ tukas Davies.

Jangan khawatir bila anda sering mengalami hal demikian. Ada strategi untuk mengatasinya. Cara-cara yang di tawarkan Davies berikut ini cukup gampang di ikuti.

§ Dengarlah baik-baik saat klien atau pasangan memperkenalkan diri.

§ Jika itu nama yang tak biasa anda dengar, mintalah dia mengejanya.

§ Ucapkan nama tersebut . Buatah hubungan dengan nama itu. Hubungan nama kenalan baru anda dengan aktifitas atau objek yang mudah di ingat.

§ Perkuat ingatan anda pada nama itu. Gunakan sesering mungkin nama itu dalam percakapan anda.

MANFAATKAN SEMUA SALURAN PEMASARAN

Bila anda memiliki usaha kecil atau yang di jalankan dari rumah, anda akan menghemat waktu dan tenaga. Namun, tetap perlu upaya promosi yang intensif agar produk anda di ketahui orang dan penjualan meningkat. Yvonne Buchaman, seorang konsultan PR melalui situs WWW.Learnpr.com menyampaikan sarannya sebagai berikut.

1. Siaran pers.

2. Penasihat professional.

3. Buatlah website.

4. Special event.

5. Iklan.

6. Jaringan.

MEMBIDIK KONSUMEN PRIA

Telah banyak buku atau informasi di internet yang membahas potensi wanita sebagai pasar yang menggiurkan . Namun, belum banyak yang membahas pria sebagai pasar yang juga potensial. Klub kebugaran menjadi salah satu tempat yang di sukai kaum pria. Bia anda tertarik untuk menjadikan pria sebagai pasar yang juga potensial. Klub kebugaran menjadi salah satu tempat yang di sukai kaum pria sebagai potensi pasar sebesar kaum Hawa, maka inilah saran yang di berikan di situs fitnessbusiness.pro.com.

1. Seorang tenaga penjualan perlu membina hubungan dengan calon konsumen pria.

2. Seorang tenaga penjualan harus meluangkan waktu bagi calon prospeknya dengan membahas kegemarannya bergabung dalam sebuah club dan menunjukan dan menunjukan produk yang di tawarkan. Perkenalkan juga teknologi terbaru yang bias di miliki dan berilah kesempatan mencobanya.

3. Pria lebih toleran terhadap tenaga penjualan kerena mereka menghargai kerja keras sang salesperson.

4. Berilah kesanggupan bahwa sebagai tenaga penjualan, anda bias memenuhi keinginan dari calon konsumen pria.

PAHAMI KONSUMEN ANDA SEKARANG

Menurut Arnold Snow , menurutnya ada delapan kunci pokok untuk dapat sukses dalam penjualan.

1. Terlebih dahulu, tentukan apa saja yang menjadi keinginan dan kebutuhan kosumen.

2. Cari tahu apa saja yang membuat konsumen membeli produk atau pelayanan anda.

3. Berikan nilai tambah pada setiap pertemuan dengan konsumen..

4. Fleksibel.

5. Perhatikan penampilan anda.

6. Fokuskan perhatian pada kemenangan di setiap jualan.

7. Jadilah sumber informasi bagi klien.

8. Jangan terlalu banyak menawarkan berbagai macam produk atau jasa kepada konsumen.

PELAYANAN PELANGGAN PERHITUNGKAN PENAMPILAN

Penampilan dan kerapian karyawan ternyata berpengaruh juga untuk mempertahankan pelanggan. Seperti dilansir oleh Communication Briefing tentang kiat seorang pemilik bengkel perbaikan mobil berikut ini. Sang pemilik memberikan bonus kepada para karyawannya. Pada saat yang sama ia memonta mereka untuk memperbaiki penampilan pakaian dan menentukan standar kerapian. Kessepakatan lainnya, mereka harus memotong pendek rambut mereka, mencukur kumis dan jenggot setiap hari, dan senantiasa berpakaian seragam yang bersih.

PEMASARAN BAGIAN KECIL DARI SEBUAH KERJA BESAR PERENCANAAN STRATEGIS

Produk dan layanan ide tampaknya berasal dari orang yang salah, pada saat yang salah, di jalan yang salah, dan dari segalanya untuk alasan yang salah. Kerap kali mereka di kembangkan dengan budgettipis atau dengan berdasarkan filosofi” bikin sedikit, jual sedikit, bikin sedikit lagi.” Kendati tak sempurna , namun pelanggan bisa cukup terlayani, kepemimpinan produk bisa di tetapkan, dan di pasaran kunci, dapat di capai dominasi.Profesor manajemen dari McGill University, Henry Mintzberg , dia menyimpulkan bahwa alasan terbesar dari” kesalahan terbesar sekolah perencanaan: Karena analisa bukanlah sintesa, maka perencanaan strategis bukanlah formula strategis ( penekanan darinya)… seutuhnya istilah perencanaan strategis terbukti menjadi kegagalan.”

Formula strategi diperlakukan sebagai tugas yang terpisah. Padahal tidak. Tidak peduli berapa banyak waktu dan analisa yang kita berikan, tidak akan ada komisi, staf pendukung professional, konsultan, atau ahli strategi yang brilian yang dapat mengembangkan rencana strategi yang efektif jika rencana iu terisolasi. Strategi adalah proses interaktif. Ia mungkun di pisahkan dari manajemen sehari-hari, tapi ia tidak dapat di pisahkan dari kepemimpinan. Ia adalah kepemimpinan.

Perencanaan yang efektif adalah factor sukses yang penting. Tapi focus dan jenis perencanaan adalah yang terpenting. Di perlukan dua jenis. Pertama, perencanaan pribadi, team dan organisasi harus focus terutama pada peningkatan. Perencanaan yang penting ini menentukan system dan proses agar terus membangun dan meningkatkan pemahaman, keterampilan, dan kompetensi. Sehingga ketika peluang yang tidak di harapkan telah muncul dan sesuai dengan visi, nilai , dan tujuan anda., maka anda pum mampu mengkapittalisasikan peluang tersebut..

Jenis perencanaan yang kedua adalah implementasi atau perencanaan tindakan. Ia bersifat disiplin, jangka pendek ( hari ini, perencanaan mendetail lainnya melampaui dua tahun di anggap menggelikan ) dan terpusat pada saran tahunan, bulanan, atau prioritas mingguan.

PEMASARAN MEMBUAT IKLAN UNTUK KONSUMEN PRIA

MARKETING TO MEN IN THE MILLENIUM yang di terbitkan lembaga riset internasional manyampaikan beberapa hal yang perlu di ingat dalam membuat iklan bagi kaum pria.

1. Gunakan keaslian, kreativitas, dan humor. Unsur kejutan dan hasil yang tidak terduga banyak di sukai pria.

2. Tampilkan kesan keayahan, khususnya yang menampilkan kesenangan dan bias membagi waktu yang cukup bersama anak-anak.

3. Bernostalgia dan waktu yang terus berubah juga menjadi kegemaran pria.

TUJUH JURUS PUSAKA DIRECT SELLING

Alan Rosenpan, penulis buku 101 Ways to improve Response , mengungkap sejumlah strategi bagi pelaku pemasaran langsung ( Direct marketing ). Menurutnya, strategi itu berasal dari hasil praktik bertahun-tahun termasuk kesalahan yang di lakukan oleh seorang pemasar. “ Sebenarnya ini pribadi tapi saya ungkap juga agara anda dapat menghindari kesalahan yang sama.” Inilah tujuh rahasia itu:

1. Hormati audiens anda.

Mereka manusia juga seperti anda. Tujuan anda seharusnya bukan untuk membodohi mereka atau menipu.

2. Hormati klien anda.

Klien yang mewujudkan keinginan kita untuk membeli sesuatu berjalan-jalan dan menikmati hidup.

3. Hormati pengetahuan para klien.

Bila anda terus berfikir bahwa klien anda bodoh, anda akan kehilangan satu persatu klien.

4. Jangan pernah menjanjkan hasil apapun.

Setiap hasil penmasaran langsung pasti berbeda , dengan tujuan dan keinginan yang berbeda.

5. Laksanakan apa yang telah anda katakan.

Reputasi anda di pertaruhkan disini. Anda akan menjadi lebih berhati-hati bila membuat komitmen dan menyetujui sesuatu.

6. Jangan bias terhadap media.

Hanya karena anda menyukai satu media, jangan lupakan media yang lain yang mungkin saja lebih efektif.

7. Kenali kemampuan anda.Ketika klien datang pada anda, itu berati mereka datang pada seorang pakar. Sebagai seorang pemasar yang professional.

KELUHAN! NO WAY

Hentikan keluhan pelanggan sebelum mulai mengeluh. Jawablah semua pertanyaan dengan tuntas dan semangat. Ketika seseorang bertanya soal produk atau jasa anda, itu berati ia sedang mengungkapkan mintanya yang sangat untuk membeli apa yang anda tawarkan. Jangan memaksanya uangnya terbang ke tempat lain dengan memberi jawaban-jawaban yang tidak lengkap atau tidak perlu berhari-hari hanya untuk menjawab e-mail-nya.

Namun jangan lupa. Walaupun anda telah berusaha hati-hati mencegah agar tidak ada keluhan dari pelanggan, ingatlah bahwa keluhan pasti tdak terhindarkan lagi. Bukan beratikarena tidak dapat di hindari, lantas tidak dapat diselesaikan.

SENANTIASA KREATIF SEBUAH KENISCAYAAN.

Gagasan itu langka. Ia tidak akan muncul sampai anda menciptakannya. Ia dapat di jiplak, tapi hanya setelah yang asli menonjol di pasar. Karena tak ada yang menandinginya, harga gagasan asli di tentukan oleh nilai yang di persepsikan. Sebenarnya tidak ada tawaran atau harga kompetitif yang menggerogoti pangsa pasar. Yang ada adalah kemampuan untuk mencipatkan nilai yang di persepsikan dengan cara menampilkan gagasan sebagai solusi pada kebutuhan pembeli.

Dan, menurut entrepreneur. Com, dengan menawarkan gagasan yang belum pernah di lihat klien sebelumnya, para penjual kreatif akan menciptakan keuntungan taktis yang lain. Para penjual tradisioanal akan membuat presentasi penuh informasi tentang produk atau jasa mereka sendiri.

Tapi, ketika berbicara tentang keunikan gagasan kepada calon pembeli, mereka akan berbicara bagaimana menerapkan gagasan anda pada bisnis mereka. Inilah yang sebenarnya ingin anda dengar, yakni calon pembeli berbicara mengenai kebutuhan-kebutuhan mereka. Semakin banyak mereka berbicara tentang kebutuhan itu, semakin bagus anda dapat mencocokan ide anda agar sesuai dan memenuhi kebutuhan tersebut. Dan, ketika anda diketahui sebagai “ penjual gagasan “, calon pembeli akan membuka pintunya.

PINTU-PINTU MENUJU SUKSES

Agar sukses tim bias di raih, pelajari strategi penting memimpin sebuah tim sebagai berikut ini :

a. Berikan insruksi dengan jelas.

b. Buat rencana kerja.

c. Jangan hambat komunikasi.

d. Ekspresikan perasaan anda secara tepat.

e. Beri contoh.

10 SKAK MAT DALAM CATUR UKM

Jebakan atau kesalahan ini adalah biasa bagi banyak usahawan:

1) Menerapkan suatu gagasan dan terlalu lama setia kepada gagasan itu.

2) Tidak ada rencana pemasaran.

3) Tidak mengenali pelanggan.

4) Mengabaikan keadaan uang tunai anda.

5) Mnegabaikan karyawan.

6) Mengacaukan antara kemungkinan dengan kenyataan.

7) Tidak ada rencana penjualan.

8) Menjadi prajurit tunggal.

9) Tidak ada dalang.

10) Mneyerah.

KONTAK TERUS, REZEKI TERUS

Menjual produk seringkali gagal karena kurangnya orientasi kepada pelanggan. Padahal, bisa jadi pelanggan itu membutuhkan produk yang di tawarkan. Adrain Miller, seorang konsultan bisnis dan penjualan melalui situs www. Businesswhow. Com. Menyampaikan beberapa hal yang perlu di ketahui dalam menjual produk.

a. Tanyai apa yang menjadi kebutuhan pelanggan.

b. Jangan terlalu banyak diskusi dengan konsumen. Yang di perlukan adalah bagaiman produk itu bermanfaat baginya.

c. Jangan remehkan mesin fex, atau e-mail. Penggunaan sarana ini akan memudahkan tugas anda memasarkan.

d. Tindaklanjuti apa yang sudah di lakukan. Apabila hubungan dengan calon konsumen anda tidak di teruskan, target anda tidak akan tercapai.

e. Tambahlah daftar nama orang yang bias menjadi prospek anda secara teratur.

f. Tetaplah tersenyum.

TIPS KAMPANYE MARKETING UNTUK MEREK KONTEMPORER.

Anda pasti setuju denganbhukum publisitas, bahwa publisitas adalah sarana yang paling kuat dalam membangun merek, sedangkan iklan adalah sarana pengingat merek apabila publisitas telah menurun. Karena itu buatlah rencana publisitas lain, mingguan, atau bulanan. Lakukan paling tidak satu hal setiap hari untuk meningkatkan publisitas anda. Jika anda tidak melakukan hal tersebut setiap hari, lakukan paling tidak beberapa hal setiap minggu atau setiap bulan. Yang paling penting dalam hal ini adalah konsistensi. Jika anda melakukannya setiap hari, kebniasaan itu akan menjadi bagian dari anda lebih cepat dan anda tidak akan menganggap hal itu sebagai suatu pekerjaan yang berat .

Namun sebelum anda melakukannya, pikirkan terlebih dahulu apa yang akan menjadi sasaran anda baru ssetelah itu tuangkan dalam sebuah rencana , sehingga publisitas itu akan menarik calon customer ke anda ataupun penjualan , janji demo atau presentasi atau kredibilitas yang anda inginkan. Karena itu berikut ini adalah saran bagi anda

a. Bicara.

Bicarakanlah ke mana-mana tentang gagasan, filosofi, atau pekerjaan anda. Dengungkan itu ke komunitas anda. Bicaralah di tempat-tempat yang sesuai dengan target pasar anda , atau di majalah-majalah yang target pembacanya sesuai dengan industri anda.

b. Kirimkan artikel tulisan anda.

Anda bisa perhatikan bahwa dengan melakukan ini, target pasar anda akan melihat dan memperhatikan bahwa anda memang kompeten di industri anda .

c. Hubungi bagian redaksi atau editor penerbit.

Dalam hal ini, yang harus anda kirimkan adalah artikel yang berisi gagasan atau ide-ide yang berlian atau actual.

d. Jadilah pembacanya dahulu.

Sebelum mengirimkan artikel, maka jadilah pembaca dahulu Dari tabloid, majalah, Koran., enzine.

e. Ikuti forum online

Dengan demikian itu akan membawa publisitas anda melayang dengan cepat.

f. Publisitaskan melaui enzine ini.

Memiliki enzine sendiri adalah keharusan apabila publisitas anda akan tampil dan berbicara tentang industri anda sekaligus kredebalitas anda. (Resumer : Siti Munawaroh, STBA-JIA, 200 8)

Resume : Marketing executive, Doddi A.Fauzi, Edsa mahkota, Jakartam 2007 .

Bagaimanakah cara meningkatkan jumlah pelanggan

Sosok pelanggan.

Pelanggan berbeda denga pembeli. Pembeli membeli barang atau jasa yang di hasilhan perusahaan. Sedangkan pelanggan (yang puas akan manfaat produk) membeli produk perusahaan dan membeli lagi setiap saat membutuhkannya kembali. Sehingga Pelanggan yang bermutu dapat dilihat dari sikap dan prilaku terhadap produk dan frekuesni pembeliannya antara lain, apabila :

  • Mereka mengulang pembelian produk setiap saat membutuhkan lagi. Jumlah produk yang mereka beli secara kontinyu bertambah.
  • Apabila penjualan di lakukan secara kredit, mereka membayar kredit itu sesuai dengan jadual pembayaran yang telah di setujui bersama.
  • Apabila perjualan dilakukan secara konsinasi, mereka membayar produk yan gberhasil di jual kembali sesuai dengan jumlah sebenarnya berlaku.
  • Mereka memberi tahu manfaat produk yang mereka beli kepada orang atau instasi lain.bagi perusahaan produsen kesediaan pelanggan menceritakan manfaat produk mereka kepada orang lain merupakan sarana promosi penjualan yang sangat efektif dan murah.
  • Mereka menganjurkan orang atau instansi lain membeli produk yang mereka beli.

Salah satu syarat yang wajib di penuhi perusahaan agar dapat tetap bertahan dan berkembang adalah memiliki pelanggan yang bermutu. Pelanggan mempunyai peranan penting bagi perusahaan. Mereka adalah penyetor dana yang setia, sehingga perusahaan dapat mendanai biaya operasional sehari-hari, perluasan usaha, pelunasan pinjaman, pembagian deviden, dan kesejahteraan karyawan.

Setiap pengusaha wajib mencari tahu siapa saja pelanggan bermutu mereka. Hubungan dengan pelanggan bermutu itu wajib di pelihara dan di pupuk kalau tidak mereka menghadapi resiko pelanggannya di rebut perusahaan saingan.

Pelanggan di golongkan menjadi pelanggan bermutu dan kurang bermutu. Pelanggan juga dapat di bagi menjadi konsumen dan pembeli institusional. Setiap orang pengusaha wajib memahami perilaku dan motifasi pembelian pelanggan mereka, apakah mereka konsumen akhir, pembeli institutional atau kedua-duanya. Dengan demikian mereka dapat menyesuaikan srategi pemasaran produk sesuai dengan kondisi dan perkembangan perilaku dan motivasi pembelian mayoritas pelanggan. Manfaat yang diperoleh pengusaha dengan strategi bisnis tersebut adalah mereka dapat tetap bertahan dalam suasana ekonomi bagaimanapun dan mempunyai harapan untuk berkembang.

Cara meningkatkan jumlah pelanggan kita

Pembeli tidak membeli fisik produk semata-mata melainkan paket manfaat produk. Paket manfaat tersebut terdiri dari tiga elemen yaitu manfaat untuk memenuhi kebutuhan utama, manfaat untuk memenuhi kebutuhan tambahan dan manfaat untuk memenuhi keinginan pembeli. Semakin banyak manfaat disajikan oleh suatu produk semakin besar kemungkinan produk itu disukai pembeli dan pelanggan.

Manfaat produk untuk memenuhi kebutuhan utama pembeli di sebut manfaat inti. Kewajiban pertama produsen agar produknya laku di pasar adalah menciptakan manfaat inti secara optimal dan kompetitip. Kemampuan perusahaan menyajikan manfaat tambhan produk secara substansial akan memperkuat daya saing mereka. Sebagian manfaat yang di inginkan pembeli terdiri dari berbagai macam atribut penjualan yang melekat pada produk.

Menyajikan manfaat produk seringkali membutuhkan biaya operasional tambahan. Walaupun demikian selama dapat meningkatkan jumlah hasil penjualan produk dan keuntungan, perusahaan wajib melakukan hal itu. Apalagi kalau hal itu di perlukan untuk mempertahankan atau meningkatkan jumlah pelanggan yang bermutu.

Kebanyakan pembeli suka mendapat insentif pembelian untuk menambah jumlah pelanggan di sarankan perusahaan mengadakan insentif pembelian. Insentif tersebut dapat di bagi menjadi enam kelompok, yaitu hadiah cuma-cuma, bonus pembelian, kupon dan potongan rabat, penjualan obral, pembayaran di belakan dan kontes.

Perlakuan bagi pelanggan istimewa, perlukah ?

Tidak semua pelanggan mempunyai kontribusi yang sama terhadap jumlah hasil penjualan dan keuntungan yang di terima perusahaan. Ada pelanggan yang istimewa ada yang sedang-sedang saja dan tidak sedikit pula yang kecil kontribusinya. Berdasarkan sumbangan mereka terhadap biaya pembinaan, partisipasi penjualan dan keuntungan serta jangka waktu berlangganan Prof. Reinhartz dan V. Kumar mengajukan dua kelompok pelanggan yang mereka anggap istimewa. Kelompok pelanggan tersebut adalah [a] Mereka yang biaya pelanggannya rendah, dan [b] Mereka yang ikut mempromosikan produk dan merk dagang perusahaan.

Pelanggan yang bersedia membayar harga produk lebih tinggi mempunyai kedudukan yang istimewa di mata produsen. Mereka dapat menyumbang keuntungan dalam jumlah yang berarti. Dengan keuntungan tersebut perusahaan dapat membiayai perawatan dan renovasi peralatan produksi. Mereka juga dapat mensubsidi pelanggan lain yang kurang berduit dan mengatasi krisis keuangan yang sedang di hadapi. Oleh karena peranan penting tersebut pelanggan yang bersedia membayar lebih tinggi perlu mendapatkan perlakuan istimewa.

Perlakuan yang istimewa terhadap pelanggan yang istimewa dapat di berikan dalam berbagai bentuk. Beberapa bentuk perlakuan istimewa tersebut antara lain adalah sikap ysng positif, hadiah khusus, hadiah berbelanja ulang, dan undangan menjadi klub elit.

Bangunlah kepercayaan pelanggan.

Kepercayaan adalah dasar untuk menjalin hubungan bisnis yang menguntungkan dengan pelanggan sampai bertahun tahun. Kepercayaan pelanggan tumbuh bila mana mereka yakin setiap kali melakukan transaksi dengan perusahaan langganannya, pimpinan dan kariyawan yang melayani mereka bertindak adil, kompeten, etis dan dapat dipercaya.

Jaminan bahwa perusahaan akan selalu menepati janji yang telah mereka berikan kepada pelanggan merupakan salah satu faktor penentu tumbuhnya kepercayaan. Berbagai macam jaminan yang diberikan perusahaan dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu jaminan produk dan jaminan harga. Termasuk dalam kategori jaminan produk adalah servis dan reparasi kerusakan produk yang dibeli pelanggan selama masa tertentu atau selama umur teknis produk. Jenis jaminan produk yang lain adalah menukar barang yang telah dibeli pelanggan dengan produk lain yang dihasilkan perusahaan.

Contoh jaminan harga dan syarat pembayaran adalah jaminan pembayaran kembali uang yang dipergunakan pelanggan untuk membeli produk. Pembayaran kembali uang tersebut dilakukan bilamana pelanggan merasa tidak puas atas produk yang mereka beli.

Tuntutan ganti rugi oleh pelanggan karena sesuatu yang dijanjikan perusahaan tidak terpenuhi wajib ditangani secara serius. Salah satu syarat agar dapat menangani segala tuntutan pelanggan secara profesional adalah adanya sikap mental yang positif pada setiap orang karyawan perusahaan yang ditugaskan melayani pelanggan. Selama menangani tuntutan para karyawan yang menjalankan tugas itu wajib menjadi pendengar yang efektif. Disamping itu perusahaan tidak menganggap sepele kekuatan pelanggan. Seorang pelanggan yang kecewa terhadap perlakuan perusahaan dapat bertindak sebagai sales promotor yang buruk.

Pelanggan bisa menginspirasi pengembangan produk

Kalau ingin dapat bertahan di pasar dan berkembang perusahaan wajib tekun mengembangkan produksinya. Mereka diharapkan menghasilkan produk-produk baru. Produk-produk lama dimodifikasi hingga tetap kompetitif. Hal itu disebabkan karena perilaku para pelanggan berkembang terus menerus. Disamping itu teknologi di kebanyakan sektor usaha juga berkembang pesat dan menghasilkan berbagai macam produk dengan berbagai macam manfaat baru.

Menghasilkan produk baru dapat dilakukan dengan tiga macam cara yaitu downward streetching, upward streetching dan two-ways streetching. Tujuan utama ketiga macam cara produksi produk baru tersebut adalah memasuki segmen pasar baru sehingga dapat meningkatkan jumlah pelanggan.

Agar dapat menciptakan produk baru atau meningkatkan nilai produk lama secara berhasil, perusahaan dihimbau untuk mencari bahan masukkan dari pelanggan. Walaupun demikian dalam mencari bahan masukan itu perusahaan dihimbau untuk berhati-hati dan selektif. Hal itu disebabkan karena tidak semua bahan masukkan yang berhasil dikumpulkan perusahaan sama nilainya. Selama melakukan riset pasar dalam rangka merencanakan produk baru seyogyanya perusahaan membatasi jumlah pelanggan yang disurvey. Kemudian mereka menyaring pendapat dan saran yang berhasil dikumpulkan. Selanjutnya pendapat dan saran yang berguna dipertimbangkan untuk dituangkan dalam elemen prototype produk.

Ikatlah pelanggan kita

Pelanggan adalah sumber keuntungan transaksi bisnis yang sudah berjalan. Disamping itu bagi perusahaan yang jeli mata bisnisnya pelanggan juga merupakan sumber transaksi bisnis baru. Mereka adalah calon kuat pembeli produk baru yang sedang direncanakan perusahaan. Pelanggan juga calon kuat pembeli produk lain yang dihasilkan perusahaan tetapi belum mereka ketahui. Oleh karena itu hubungan pelanggan wajib dibina dan dikembangkan.

Faktor kepercayaan (yang bertahun dibina) menjadi sebab perusahaan lebih mudah melakukan transaksi bisnis dengan pelanggan dibandingkan dengan calon pembeli baru yang belum mereka kenal sebelumnya. Memelihara hubungan baik dengan pelanggan dapat dilakukan secara langsung maupun melalui media. Kontak langsung dengan pelanggan dapat dilakukan dengan jalan menugaskan tenaga penjualan untuk mengunjungi pelanggan. Kunjungan tenaga penjualan (secara reguler atau tidak reguler) lebih diperlukan untuk mengikat hubungan dengan pelanggan institusional.

Kontak langsung juga dapat dilakukan dengan jalan mengundang pelanggan menghadiri seminar tentang produk, menyelenggarakan pameran atau mengundang pelanggan menghadiri demonstrasi penggunaan produk. Kontak dengan pelanggan melalui media utama dilakukan dengan jalan memasnag iklan di media massa (televisi, radio, niaga, koran, majalah, billboard atau point of sales ads). Kontak dengan pelanggan melaui media juga dapat diselenggarakan dengan jalan mengirim surat khusus.

Prontline peoples

Di setiap perusahaan ada segolongan karyawan yang bertugas menjaga pembeli atau pelanggan merasa mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan ingikan dari produk yang mereka beli. Karyawan itu disebut frontline people.

Dalam kebanyak kasus kepuasan pembeli dan pelanggan dipengaruhi oleh keserasian hubungan mereka dengan frontline people yang meladeninya. Disamping menjaga kepuasan pelanggan, sebagian frontline people mempunyai tugas-tugas yang bersangkutan dengan seni dan teknik menjual produk. Kepribadian unggul perlu dimilki para frontline people agar dapat berhasil menjalankan tugasnya. Kepribadian unggul yang perlu mereka miliki adalah merah merak ati, meyakinkan, berwibawa dan dinamis.

Disamping itu mereka juga wajib memiliki sikap mental yang positif. Sikap mental yang positif ditandai oleh rasa bangga terhadap diri sendiri. Produk yang mereka sajikan, pekerjaan dan rasa bangga terhadap perusaan dimana mereka bekerja. Selain itu sikap mental yang positif juga nampak dari kegembiraan tata krama yang tinggi. Frontline people mempunyai peranan besar dalam membantu perusahaan mencapai tujuan strategi penjualan. Di lain pihak sebagai manusia biasa mereka membutuhkan pekerjaan terhormat dengan penghasilan yang adil dan lebih dari cukup untuk menghidupi dirinya sendiri dan keluarganya.

Oleh karena itu menjadi kewajiban setiap perusahaan untuk menyusun sistim balas jasa frontline people yang efektif. Sistem balas jasa dapat di katakan efektif bilamana memungkinkan perusahaan memperkerjakan frontline people dengan kualifikasi yang mereka tetapkan. Sistem balas jasa juga dikatakan juga efektif bilamana memungkinkan frontline people menerima penghasilan lebih dari cukup, menjaga prinsip keadilan, masih dalam rangka anggaran penjualan, cukup kompetitif dan mengandung dua unsur yaitu balas jasa finansial dan non-finansial.

Penyusun balas jasa frontline people yang efektif di lakukan melalui lima tahap berurutan yaitu (a) Menentukan tujuan strategi penjualan, (b) Memilih metode balas jasa, (c) Menentukan tingkat balas jasa, (d) Menentukan jenis jaminan sosial dan (e) Menyusun peraturan balas jasa.

Metode pemberian balas jasa finansial frontline people yang banyak di pergunakan perusahaan terdiri dari lima macam pilihan, yaitu (a) Gaji saja, (b) Komisi penjualan saja, (c) Gaji ditambah komisi penjualan, (d) Gaji di tambah bonus, dan (e) Kombinasi antara gaji komisi penjualan dan bonus. Di samping gaji, komisi penjualan dan bonus perusahaan yang profesional juga menyediakan jaminan sosial. Jenis jaminan sosial yang sering di berikan perusahaan adalah (a) Tunjangan hari raya (b) Pengobatan, (c) Asuransi, (d) Pemberian jaminan dan (e) Sumbangan providen fund.

Secara singkat balas jasa non-finansial dapat di berikan dengan jalan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan bagi frontline people. Suasana yang menyenangkan tersebut dapat diciptakan dengan pemberian perhatian dari atasan langsung. Disamping itu juga memberikan pendidikan yang di perlukan, pengembangan karier yang jelas, penetapan standar kinerja yang dapat di jangkau dan pemberian teladan yang baik dari atasan.

Mengefektifkan salesmanship

Agar berhasil menjalankan tugasnya field frontline people perlu membekali diri dengan ilmu menjual yang efektif atau effective salesmanship. Ilmu menjual yang perlu mereka kuasai terdiri dari dua bagian, yaitu hal-hal yang bersangkutan dengan persiapan penjualan dan hal-hal yang bersangkutan dengan pelaksanaan penjualan.

Persiapan penjualan mencakup tiga hal yaitu (a) Membangun kepribadian unggul dan sikap mental yang positip, (b) Menguasai pengetahuan tentang produk dan manfaatnya, (c) Penampilan diri yang profesional. Sedangkan ilmu yang bersangkutan dengan pelaksanaan penjualan mencakup lima hal, yaitu (a) Teknik menemukan calon pembeli, (b) Persiapan persentasi penjualan, (c) Presentasi penjualan, (d) Menanggapi argumen yang di kemukakan prospect atau pelanggan, dan (e) Penutup transaksi penjualan.

15 Langkah Mengambil Keputusan Tepat & Akurat

Foto: Corbis

SETIAP hari kita dihadapkan pada keadaan yang menuntut kita untuk mengambil keputusan. Pengambilan keputusan tidak bisa dilakukan asal-asalan sebab keputusan kita saat ini akan mempengaruhi hidup kita di waktu yang akan datang.

Memutuskan sesuatu yang penting bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika keputusan tersebut merupakan keputusan yang menentukan gerak bisnis perusahaan. Anda butuh waktu lama untuk mengambil keputusan yang terbaik. Tak jarang Anda dilanda “pusing tujuh keliling” karena ketika masih berpikir, Anda sudah dipaksa membuat keputusan secepatnya.

Untuk Anda yang sedang berpikir untuk mengambil keputusan, coba deh tips singkat berikut:

1. Jangan takut mengambil keputusan. Beberapa orang takut mengambil keputusan. Akibatnya bukan kita yang mengambil keputusan tapi keadaanlah yang memberikan keputusan kepada kita.

2. Jangan mengambil keputusan secara emosional, tapi gunakanlah pertimbangan yang matang. Dengan demikian kita mampu berpikir secara rasional dan menghitung plus minus dari setiap keputusan yang hendak kita ambil.

3. Untuk menghasilkan keputusan yang cepat, Anda tidak perlu menunda-nunda waktu karena keputusan tidak bisa hanya melalui proses satu malam saja. Awasi setiap perkembangan yang mungkin akan mengubah keputusan Anda sewaktu-waktu.

4. Gunakan analisa yang tajam dalam mengolah data yang sudah susah payah Anda kumpulkan. Ambil keputusan yang paling bijaksana dan memiliki risiko paling kecil. Anda juga masih perlu mengawasi pelaksanaan keputusan tersebut satu demi satu.

5. Pastikan Anda mengetahui batas terakhir (deadline), kapan keputusan itu harus ditetapkan. Setelah itu tentukan deadline untuk diri sendiri, kapan keputusan tersebut sudah harus Anda buat. Catat tanggal yang Anda tentukan sebagai batas deadline.

6. Tetapkan dengan jelas kriteria atau kualifikasi keputusan yang harus Anda ambil. Misalnya keputusan tersebut harus menguntungkan karyawan dan perusahaan atau keputusan tersebut tidak memberatkan semua pihak.

7. Kumpulkan informasi dan data penting yang mempengaruhi hasil keputusan. Karena siapa tahu informasi tersebut diperlukan untuk bahan argumentasi. Jangan lupa menentukan batas waktu pengumpulan informasi.

8. Buatlah beberapa alternatif keputusan dari data dan informasi yang telah terkumpul. Pelajari dan pertimbangkan nilai atau bobot masing-masing alternatif tersebut, mana yang paling pas dan tepat.

9. Jangan sekalipun berlaku subjektif dalam mengambil keputusan. Artinya jangan memilih keputusan yang menguntungkan Anda atau sekelompok orang semata.

10. Ketika Anda telah mempelajari dan mempertimbangkan dengan matang alternatif keputusan tersebut, jangan ragu menentukan keputusan terbaik dari beberapa alternatif keputusan yang ada. Ingat, keragu-raguan hanya akan membuat keputusan yang sudah Anda ambil “mentah” kembali.

11. Umumkan keputusan yang Anda buat pada waktu yang tepat dan telah ditentukan. Pada saat mengumumkan keputusan ini pastikan bahwa Anda didukung oleh data yang kuat, akurat, dan relevan. Kalau perlu saat menyampaikannya, katakan bahwa keputusan ini dibuat atas pertimbangan dan pemikiran yang matang dan rasional.

12. Jangan takut memaparkan argumen Anda, seandainya ada pihak yang merasa keberatan. Jangan sampai komplain atau protes dari penerima keputusan membuat Anda berpikir untuk merubah keputusan yang telah Anda buat.

13. Dalam membuat keputusan, Anda memilih dari beberapa alternatif, bukan memilih mana yang salah atau mana yang benar. Jadi, tidak ada keputusan yang salah atau benar. Tapi keputusan yang diambil bisa saja hasilnya tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Jadi, Anda tidak perlu menyesali keputusan yang telah diambil. Apa lagi terpaku pada penyesalan yang berlarut-larut ketika keputusan yang Anda ambil ternyata tidak memberikan hasil yang kita harapkan.

14. Setelah mengambil sebuah keputusan, apa pun hasilnya, Anda harus memantau terus, dan memfokuskan usaha Anda untuk melakukan yang terbaik dari apa yang telah diputuskan. Anda juga bisa melakukan berbagai penyesuaian agar hasilnya bisa diarahkan untuk pencapaian tujuan yang telah ditetapkan bersama.

15. Dalam mengambil keputusan cepat, sedapat mungkin libatkan orang-orang yang terkait dengan keputusan yang diambil. Dengan melibatkan mereka, Anda bisa mendapat masukan yang berharga, selain itu, Anda bisa mengundang komitmen mereka untuk mendukung keputusan yang telah diambil. Yang bisa Anda lakukan antara lain adalah menanyakan pendapat dan usulan mereka. Informasi ini bisa dijadikan acuan untuk mengambil keputusan.

Nah, kalau keputusan itu sudah bulat, jangan sampai Anda sebagai pembuat keputusan mencemari konsekuensi keputusan yang telah ditetapkan bersama. Selamat mengambil keputusan!

Sumber : www.okezone.com

Struktur Jabatan Pengaruhi Skala Prioritas

TERNYATA dalam menentukan jabatan dan jenis pekerjaan yang akan dilakoni di sebuah perusahaan, dilihat pada pelaku dan nonpelaku. Artinya, bicara mengenai level staf ke bawah maka akan membahas tentang level pelaku yang menerima intruksi. Jadi hanya kemampuan motorik saja yang diandalkan oleh mereka.

Berbeda dengan level atas seperti staf karyawan hingga CEO (Chief Executive Officer), mereka menggunakan thinking dalam menjalankan job decriptionnya.

Di negara berkembang seperti Indonesia, struktur jabatan banyak mengadopsi negara maju Amerika dan Eropa. Di mana dalam penentuan jabatan dilihat dari level jabatan mulai dari tingkat terendah yaitu office boy hingga pemikir (thinker) dan pelaksana (pelaku)-nya.

“Dalam menentukan struktur jabatan di sebuah perusahaan, maka tingkat pendidikan sangat berpengaruh kuat. Karena tingkat pendidikan memengaruhi pikiran, sikap, dan perilaku seseorang,” kata psikolog Bondan Seno Prasetyadi, saat dihubungi okezone melalui telepon selulernya, Senin (25/5/2998).

Dijelaskan oleh almamater Universitas Guna Dharma ini, tingkat pendidikan yang akan memengaruhi seseorang tersebut dapat dibedakan dari cara pikir mahasiswa dan tukang parkir saat menghadapi kenaikan BBM.

“Misalnya saat seorang tukang parkir dan mahasiswa ditanyakan mengenai kenaikan BBM, maka cara pandang dan sikap yang ditunjukkan pasti akan berbeda. Hal-hal kecil seperti inilah yang membedakan seseorang ketika masuk dalam dunia kerja,” ungkap staf pengajar di Fakultas Hukum di sebuah perguruan tinggi swasta di Jakarta itu.

Di Amerika dan Eropa, sambungnya, ada aturan baku yang menjelaskan mengenai struktur jabatan dan skala upah yang akan diterima seluruh pegawainya. Sementara di Indonesia, masih menurut Bondan, struktur jabatan dan skala upah baru dimulai sejak Kepmen Nomor 49/2004 tentang teknis penyusunan sebuah perusahaan diberlakukan.

“Dari kepmen tersebut, akhirnya booming perusahaan-perusahaan yang menyusun struktur, golongan, jabatan, dan skala upah pegawainya,” jelas konsultan untuk SDM di beberapa perusahaan itu.

Dengan adanya kepastian tersebut, lanjut Bondan, maka akan menguntungkan kedua belah pihak. Baik dari perusahaan maupun karyawan yang bersangkutan, karena akan memperjelas jenjang karier seseorang.

Dalam hal ini, pegawai terendah setingkat office boy pasti mengalami kondisi yang sulit. Sebab mereka sulit untuk mendapat posisi tinggi bila tidak didukung oleh jenjang pendidikan dan kinerja yang baik.

“Adanya peraturan yang menguatkan bahwa level bawah memang mudah untuk dicari, membuat perusahaan tak menjadikan bagian tersebut sebagai skala prioritas. Sebab job description mereka tidak strategis sehingga mudah untuk digantikan sewaktu-waktu,” tukasnya. (nsa)

Sumber : www.okezone.com

Prospek Jualan Online

Jika ada orang yang menanyakan ke Anda, apakah Anda memiliki alamat e-mail, apa yang Anda rasakan saat itu? apakah Anda dengan enteng langsung menyebut, “oh, di sini… pokoknya @anu.com lah”, dengan enteng. Atau anda hanya mengernyitkan dahi sambil tersenyum pasrah,”… wah maaf saya tidak punya alamat email…”

Kepemilikan alamat email saat ini terdengar sebagai sesuatu yang generik, sudah lumrah, terutama bagi generasi yang lahir tahun 70-an dan sesudahnya. Kadang-kadang sampai kita merasa aneh jika ?hare gene’ ada orang yang belum punya alamat email.

Dalam tingkat yang sangat sederhana, kondisi ini menunjukan betapa teknologi internet mulai berpengaruh terhadap cara hidup dan trend yang ada di sekitar kita. Walaupun demikian, penggunaan teknologi internet belum banyak berpengaruh terhadap perilaku belanja konsumen, terutama dalam hal memanfaatkan fitur-fitur belanja online. Alasannya memang macam-macam, tetapi yang utama karena takut kartu kredit atau rekening bank-nya dibobol oleh hacker, atau takut menjadi korban penipuan. Maklum, transaksi online hanya mempertemukan pedagang dan pembeli dalam dunia maya.

Tetapi ada suatu pertanyaan menarik yang diajukan kepada saya baru-baru ini oleh kawan-kawan dari sebuah jaringan retail, yaitu manfaat apa yang kita dapatkan apabila kita sebagai penjual menyediakan fitur penjualan on-line?

Terus terang ini pertanyaan sederhana tapi visinya cukup jauh ke depan. Jujur saja, kalau secara kasat mata saja, paling tinggi manfaat yang kita dapatkan melalui fitur penjualan online paling banyak kita terlihat lebih modern dan trendy. Mengikuti perkembangan jaman istilahnya. Tetapi yang repot, memang kalau kita ingin menghubungkan antara investasi untuk fitur penjualan secara online dengan peningkatan penjualan. Apalagi omzet, wah memang masing jauh untuk rata-rata bisnis retail di Indonesia. Bahkan juga untuk ukuran kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya sekalipun.

Jika demikian datanya, apakah artinya di Indonesia menawarkan jasa via internet ini kurang bermanfaat? Apakah kita sebaiknya melupakan fasilitas internet bagi usaha kita? Ternyata tidak, karena masih banyak manfaat yang bisa kita dapat, misalnya seperti kemampuan mengenal pelanggan dengan lebih jauh.
Jadi apakah dengan fitur ini kita sama sekali tidak bisa mendapatkan manfaat lebih?

Nah, di sini yang lebih menarik. Apabila kita melihat dari sudut pandang marketing yang lebih luas, ternyata ada manfaat lain yang bias kita peroleh, selain hanya berharap pada peningkatan sales. Yang pertama, dengan menjual secara online, anda justru bisa mengetahui secara lebih detail siapa pelanggan anda. Loh, kok bisa?

Ya, karena fitur penjualan secara online ini memungkinkan kita untuk mensyaratkan calon pelanggan untuk mengisi data diri selengkap mungkin. Dan enaknya lagi, pelanggan sendiri yang memasukkan datanya ke dalam database kita, sementara kita hanya menyediakan infrastrukturnya. Hemat waktu dan tenaga, walaupun tetap perlu modal.

Yang kedua, selain data identitas pelanggan, kita bisa langsung mengintegrasikan data tersebut dengan kebutuhan dan jenis produk atau layanan yang dibeli oleh pelanggan. Sehingga kita memiliki gambaran profil pelanggan kita, yaitu siapa mereka, apa yang dibutuhkan dan kapan mereka membelinya.

Manfaatnya dengan memiliki data-data ini adalah kita bisa lebih cepat melakukan analisa pasar dan membuat rencana pemasaran ke depan.

Masalahnya sekarang, kita kan sudah tadi barier yang menyebabkan pelanggan tidak mau atau ragu-ragu memanfaatkan fitur penjualan secara online. Tentunya, bagaimana caranya supaya mereka mau menggunakan fitur tersebut? Jawabannya sederhana: mereka harus dipaksa! Cara memaksanya dapat dengan melakukan penjualan produk atau layanan-layanan yang paling diminati secara eksklusif hanya melalui penjualan online. Atau memberikan insentif berupa bonus atau discount misalnya.

Maskapai penerbangan Air Asia misalnya, dapat menjadi salah satu contoh “pemaksa” yang berhasil melakukan penjualan produknya melalui jalur online. Bertentangan dengan kebiasaan maskapai penerbangan yang memperluas jaringan penjualan melalui agen-agen, tiket Air Asia justru hanya dapat dipesan melalui internet, atau call centre.

Nah sebagai tambahan, hal yang tidak boleh dilupakan adalah sebelum membuka fitur penjualan secara online, kita harus mengkaji kesesuaian antara karakter produk dengan habit penggunaan internet konsumen kita. Agar tidak terjadi gap yang terlalu menyulitkan konsumen untuk mengakses produk kita. Demikian diskusi kita kali ini, jadi untuk saat ini kita sebenarnya dapat memanfaatkan fitur penjualan online tidak hanya sebagai sales tool semata, melainkan juga sebagai data base tool.

Inu Machfud R
BMI Research Jakarta�

(//mbs)

Gosip yang Makin Sip Buat Produk Anda

Apakah Anda termasuk orang yang sering menonton acara gosip di televisi? Ya atau tidak bukanlah masalah. Tetapi memang harus diakui, daya tarik gosip ini memang luar biasa, menonton dari televisi saja sudah seperti apa rasanya, puas kita mengetahui secara komplit sisi-sisi informasi yang selama ini tidak pernah kita ketahui. Apalagi melakukannya secara live, ditambah dengan teman bicara yang Oke. Hmmmm… mantap, pembicaraan pasti berlangsung seru sampai lupa waktu.

Saya tidak ingin menuduh perempuan sebagai pelaku utama dari aktivitas ini, tetapi harus diakui bergosip memang asik, baik bagi laki-laki ataupun perempuan. Hanya intensitas bergosipnya saja yang berbeda.
Nah, tetapi dari sisi lain, bagaimana rasanya bila kita yang menjadi bahan gosip. Waaaahh, dunia bisa serasa berakhir. Makan gak enak, tidur tidak nyenyak. Mumet berat lah pokoknya. Ternyata tidak hanya orang atau artis saja yang bisa jadi korban gosip. Produk dan merek kita juga bisa menjadi korban gosip. Istilahnya “black campaign”.

Akhir-akhir ini beredar kabar bahwa salah satu merek obat antinyamuk “Hit”, ditemukan mengandung pestisida diklorvos yang berbahaya bagi lambung dan dapat memicu kanker hati. Kabar yang memang dibenarkan oleh pihak berwenang ini dalam jangka waktu yang singkat dimanfaatkan oleh beberapa kompetitior obat antinyamuk untuk mengambil konsumen merek tersebut, melalui iklan-iklan yang bernada memojokkan.

Selain kasus ini, mungkin masih ingat beberapa tahun lalu saat beberapa obat diare disinyalir memiliki kandungan yang membahayakan kesehatan. Saat itu “korbannya” tidak tanggung-tanggung, salah satunya adalah Entrostop yang merupakan market leader.

Yang menarik untuk dipelajari dari kasus ini adalah, apa yang harus kita lakukan saat produk kita yang terkena kasus seperti itu, dan dimanfaatkan oleh kompetitor untuk menyerang produk kita dengan black campaign. Dalam beberapa kasus, black campaign bisa dilakukan tanpa dasar kenyataan. Alias murni gosip semata. Walaupun dapat berpengaruh terhadap image produk dan merek kita, gosip yang tidak terbukti seperti ini sebenanya dapat berfungsi sebagai ‘reminder’ gratis bagi merek kita. Masalahnya adalah apabila kasus digosipkan tersebut benar-benar terbukti atau terjadi bukan?

Reminder, adalah pengingat, atau dengan kata lain, sesuatu yang bisa membuat masyarakat kembali mengingat akan keberadaan produk kita. Jadi sebenarnya, tidak perlu terlalu khawatir menghadapi gosip karena sebenarnya komunikasi ini bisa diolah untuk berbalik menjadi kepentingan kita.

Yang pertama harus kita lakukan adalah jangan bersikap panik serta reaktif untuk mengcounter isu tersebut. Kita tidak perlu fokus kepada pembuat isu atau kompetitor, tetapi kita harus fokus untuk memberikan image positif terhadap konsumen guna mengcounter penurunan brand image kita, atau lebih buruk lagi adalah hilangnya kepercayaan dari konsumen.

Memperbaiki kekurangan yang ada pada produk kita dan kemudian mempublikasikannya kepada konsumen adalah cara paling produktif untuk menghadapi situasi ini. Untuk dapat melakukannya, kita harus memiliki kemampuan untuk melakukan perubahan pada saat genting yang kita hadapi.

Entrostop misalnya, pascakasus tersebut langsung merespons dengan mengganti kandungan yang dilarang tersebut kemudian mengomunikasikan image baru dengan merek “Neo Entrostop”.

Satu hal yang perlu kita pahami dalam hal ini, opini publik itu sifatnya seperti aliran air yang kuat. Kita dapat bertahan melaluinya bukan dengan melawan aliran tersebut, tetapi justru dengan berjalan searah dengan aliran tersebut. Pada umumnya, bila sebuah produk tersangkut dengan permasalahan atau kasus dan hal itu dimanfaatkan oleh kompetitornya, audience tidak ingin melihat pembuat produk tersebut ngotot merasa tidak bersalah, atau justru cuek saja dengan kasus yang terjadi.

Publik menginginkan respons positif yang menunjukkan tanggung jawab, serta niat baik produsen untuk memberikan yang terbaik bagi konsumen. Dengan cara seperti itulah, black campaign dapat kita atasi dan kita ubah untuk semakin memperkuat image produk kita.

Team BMI Research Jakarta

Fungsi Packaging dan Informasi Produk

Dalam mendesain packaging, fungsi juga merupakan salah satu pertimbangan utama yang menentukan bentuk yang spesifik dari kemasan produk. Fungsi packaging seringkali juga dapat dijadikan Unique Selling Point, karena berpengaruh langsung terhadap pemakaian produk. Misalnya seperti tutup yang lebih mudah dibuka, botol yang lebih enak digenggam, dan lain sebagainya.

Walaupun demikian, tidak semua produk yang melakukan inovasi desain packaging produk mengomunikasikannya sebagai USP. Contohnya adalah desain botol sebuah merek minyak goreng yang bentuknya mengambil format angka 8, sehingga di daerah leher tekukannya sebenarnya lebih mudah untuk digenggam. Desain tersebut tidak pernah dikomunikasikan sebagai USP.

Jika desain perwajahan produk lebih berpengaruh secara emosional kepada konsumen, maka fungsi lebih berpengaruh secara rasional. Kesalahan dalam mendesain fungsi packaging dapat berakibat konsumen enggan untuk membeli produk karena mereka merasa kesulitan atau risih untuk menggunakan produk tersebut.

Permasalahan yang menarik, pada saat sebuah desain packaging menuntut agar salah satu aspek dikorbankan, manakah yang harus dijadikan prioritas? dari contoh kasus survei yang pernah kami lakukan terhadap produk shampo kecantikan lokal yang cukup terkenal, di mana produk tersebut memiliki ciri khas dalam desain tutup botol kemasannya, yaitu “koin” yang digrafir logo merek kosmetik tersebut.

Setelah hadir selama belasan tahun dengan desain tersebut, tim produk shampoo tersebut ingin melakukan perubahan terhadap desain tutup botolnya. Intinya adalah perubahan dari tutup model putar menjadi model pop-up yang diperkirakan lebih praktis bagi konsumen. Namun fungsi pop-up tersebut harus mengorbankan “koin” klasik tersebut.

Saat perubahan desain tersebut ditanyakan kepada konsumen melalui survei, ternyata mayoritas konsumen justru menyukai inovasi pada fungsi tutup botol tersebut walaupun harus mengorbankan desain koinnya yang klasik.

Selanjutnya kita berbicara mengenai faktor Informasi produk yang dapat kita ketahui melalui packaging. Secara gamblang, informasi yang dimaksud dapat kita artikan dengan keterangan-keterangan mengenai produk yang tertulis di bidang packaging produk.

Bagi sebagian produk seperti obat-obatan atau makanan, mencantumkan keterangan mengenai kandungan yang terdapat dalam produk adalah suatu keharusan. Namun pernahkah Anda bayangkan, bahwa sebenarnya banyak dari konsumen Anda, terutama kalangan ibu rumah tangga, yang ternyata benar-benar mencoba membaca keterangan tersebut. Kemudian membandingkannya satu dengan yang lain, untuk kemudian mereka memilih produk yang menurut mereka paling banyak mengandung bahan-bahan yang bermanfaat.

Seringkali sebenarnya mereka tidak sepenuhnya mengetahui arti dan fungsi kandungan-kandungan seperti DHA, Omega 3 maupun AA. Namun mereka percaya bahwa bahan tersebut baik untuk dikonsumsi oleh anggota keluarganya. Naluri memberikan manfaat yang lebih itulah yang mendorong mereka untuk memperhatikan keterangan pada packaging produk.

Informasi pada packaging produk juga dapat berupa ilustrasi produk. Ilustrasi produk pada packaging ternyata cukup bermanfaat untuk menuntun konsumen kepada produk kita. Terutama pada kondisi yang crowded, seperti jajaran produk sejenis berbagai merek di dalam rak hipermarket. Mungkin hal ini sepertinya sepele, namun adakalanya ternyata konsumen memerlukan “tanda penuntun” yang lebih jelas dan meyakinkan kepada merek yang diinginkannya.

Kini kita telah mengetahui bahwa fungsi memiliki prioritas yang lebih tinggi pada konsumen dibandingkan dengan faktor estetika semata pada desain packaging produk. Dan bahwa konsumen terutama, ibu rumah tangga, cukup megapresiasi keterangan-keterangan yang tertera dalam packaging, sehingga Anda dapat memanfatkannya untuk mengekspos kelebihan-kelebihan produk Anda.

Disain Packaging: Bagaimana Bila Harus Berubah?

SEBAGAI seorang pemasar kita tentu mengetahui pentingnya arti packaging atau kemasan bagi sebuah produk. Konsep kemasan yang telah “dipatenkan” oleh ahli-ahli pemasaran dalam rumus klasik bauran pemasaran produk 4P, adalah salah satu komponen utama ang wajib dikonsepkan dengan seksama untuk menciptakan sebuah produk yang mampu bersaing di pasaran.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, kami telah menyaksikan bagaimana rekan-rekan dari kalangan produsen (product manager & marketing manager dan tim mereka), dan juga dari agency telah mencurahkan perhatian mereka untuk menciptakan produk dengan kemasan-kemasan yang menarik dan berkualitas.

Namun ada satu hal yang menarik perhatian kami, yaitu manakala produsen ingin mengganti desain packaging. Banyak faktor yang menjadi perhatian produsen saat memutuskan untuk mengganti desain packaging produk, namun pertimbangan yang biasanya menjadi permasalahan adalah: “Apakah konsumen akan menyukai desain kemasan baru?”

Memang banyak sekali faktor yang mempengaruhi konsumen untuk menyukai packaging sebuah produk. Dalam beberapa survei dan Focus Group Discussion yang telah kami lakukan, kami mencatat ada beberapa hal penting yang mempengaruhi konsumen untuk menyukai sebuah desain packaging. Hal-hal tersebut antara lain adalah disain perwajahan, fungsi, dan informasi yang diberikan melalui packaging.

Faktor disain perwajahan biasanya menyangkut wilayah estetika, seperti pemilihan warna, font huruf yang digunakan dan tata grafis. Kadangkala pemasar bisa terjebak dengan selera pribadinya, karena faktor estetika sangat erat hubungannya dengan selera individu.

Untuk menghindari hal tersebut, ada beberapa hal yang dapat dijadikan patokan bagi pemasar dalam menentukan desain perwajahan yang tepat bagi produknya:
1. Segmentasi konsumen. Disain perwajahan erat hubungannya dengan selera individu. Oleh karena itu, melalui desain perwajahan produsen dapat mengomunikasikan dengan tepat, bagi siapa produk ini layak digunakan. Apakah pria-wanita, tua-muda, dan lain sebagainya.

2. Karakteristik produk. Dari segi fungsi dan pengkategorian, sebuah produk memiliki kategori yang khas. Apakah itu produk lokal yang ingin dicitrakan sebagai produk impor, ataukah produk perawatan kulit yang bersifat medicated namun ingin dicitrakan sebagai produk kosmetik.

Kekeliruan dalam menterjemahkan segmentasi konsumen dan karakteristik produk ke dalam disain perwajahan kemasan, dapat membuat konsumen ragu-ragu untuk menjatuhkan pilihan mereka dalam membeli produk kita.

Namun apabila kita telah menerjemahkan faktor-faktor tersebut secara tepat, perubahan desain dalam rangka re-juvinating tidak akan berpengaruh terhadap preferensi konsumen. Tentu saja hal ini berlaku selama tidak ada perubahan mendasar terhadap konsep segmentasi dan karakteristik produk.

Apabila Anda merasakan ingin melakukan sesuatu terhadap disain perwajahan packaging produk Anda, jangan ragu untuk melakukan perubahan. Selama konsep Anda sesuai segmen konsumen dan karakteristik produk yang bersangkutan.
Inu Machfud R
BMI Research Jakarta

The ‘Ijon’ Marketing

Pernah dengar istilah tengkulak? Ya, mereka itu pedagang komoditi pertanian yang masuk sampai ke pelosok kampung untuk mencari petani yang menanam komoditi-komoditi pertanian yang laku dijual ke kota-kota besar. Ada praktek bisnis yang unik dalam cara mereka membeli hasil tanaman petani, yaitu sistem ijon.

Para tengkulak ‘hunting’ ke daerah-daerah di mana mereka tahu ada petani yang menanam tanaman yang mereka inginkan, nah setelah mereka mendapatkan lalu dilakukanlah tawar menawar harga. Tetapi, transaksi ini utamanya dilakukan sebelum tanaman itu menghasilkan. Jadi istilahnya, hasil tanaman si petani di-booking lebih dahulu oleh para tengkulak dengan sistem ijon. Keuntungan dari tengkulak adalah, mereka sudah mendapatkan kepastian pasokan untuk masa panen mendatang. Dan tentunya mereka mendapatkan harga lebih murah, karena mereka membayar jauh di depan sebelum waktunya mereka mendapatkan hasil tanaman tersebut.

Biasanya kalau mendengar kata “ijon” maka yang terbayang oleh kita memang komoditas pertanian. Walaupun istilah “tengkulak” itu sendiri berarti “pedagang”. Yang menarik dari menjalankan sistem ini adalah bagaimana kita memprediksikan hasil yang akan kita dapat di masa yang akan datang dengan berinvestasi pada suplier kita di masa sekarang. Dalam konteks marketing, prinsip sistem ijon ini sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk menciptakan future market yang sekaligus juga adalah pelanggan loyal di masa yang akan datang.

Saya punya seorang teman yang pertama kali saya kenal pada saat kami berusia 24 tahun. Istimewanya kawan yang satu ini, dia hobi sekali melakukan “PDKT” (flirting) kepada cewek-cewek ABG yang usianya antara 14 sampai dengan 17 tahun. Karena kebiasaan itu, saya dan teman-teman yang lain sepakat menyebutnya “ahli pacaran dengan sistem ijon”. Kalau kita lihat memang sepertinya pasangan dengan usia yang cukup jauh tidak begitu pantas untuk disandingkan. Namun tentunya ada alasan-alasan tertentu yang menyebabkan ke duanya bisa cocok.

Nah ternyata hal seperti ini bisa terjadi dalam relasi antara positioning produk dengan segmen konsumen. Pasar anak muda, seperti yang pernah kita bahas di Ruang Bisnis terdahulu, adalah pasar yang sangat terbuka untuk berbagai macam produk. Banyak sekali podusen berinvestasi dalam jumlah yang tidak sedikit di segmen ini, dalam bentuk komunikasi maupun promosi. Padahal jamaknya kita tahu, pasar ini memiliki daya beli yang tidak terlalu tinggi bukan? wajar saja karena usia remaja antara 12 sampai 24 tahun memang rata-rata belum memiliki penghasilan sendiri. Kalau begitu apa yang dicari oleh para produsen dengan menyasar pada segmen ini, padahal banyak dari produk mereka yang tidak secara spesifik menyasar pada segmen remaja.

Contoh kasus yang paling kuat adalah pada produk rokok. Hampir semua merek rokok lokal memiliki merek yang menyasar pada segmen anak muda atau remaja. Kenyataannya, produsen rokok memang mengetahui betul bahwa loyalitas terhadap merek daa cita rasa rokok harus dimulai dan dibangun paling tidak sejak usia 14 tahun (usia rata-rata konsumen mulai mengenal rokok). Di luar kontroversi mengenai perokok di bawah umur, dari pola ini terlihat bahwa pabrikan rokok sadar betul pentingnya untuk “mengijon” target marketnya sejak usia 14 tahun. Mereka berupaya menciptakan ‘future market’ bagi produk-produk yang mereka ciptakan saat ini. Secara bersamaan, loyalitas terhadap merek dan produk juga akan terbina secara terus-menerus.
Jadi, “ijon marketing” diperlukan untuk menciptakan keuntungan yang akan kita nikmati di masa yang akan datang. Seperti “mengijon” tanaman, “mengijon” konsumen juga memerlukan kepekaan dan kemampuan analisa dan memperkirakan tren pasar di masa kini dan masa mendatang. (//mbs)

Terobosan Finansial

Pada suatu pagi hari yang cerah, saya menemui dengan salah satu jurnalis hebat dari surat kabar terkemuka di negeri ini. Saya ingin belajar banyak tentang keahlian menulis darinya. Perbincangan saya dengan jurnalis hebat itu sangat mengasyikkan. Dia menceritakan pengalamannya bertemu banyak orang penting dan terkenal, yang sempat memancing saya bertanya dalam hati, “Sebenarnya dia tidak kalah hebat dengan orang-orang yang pernah dia wawancarai. Tapi mengapa dia sendiri tidak terkenal dan malah hidup kurang berkecukupan dalam hal keuangan?”

Saya juga melihat bahwa kadang-kadang bakat yang hebat serta kemampuan yang luar biasa, bila tanpa disertai pengetahuan tentang menjual bakat dan keterampilan yang baik, adalah suatu “kesia-siaan”.

Ada begitu banyak kita temukan orang-orang pandai, pintar, hebat, dan bahkan memiliki kemampuan luar biasa dibandingkan orang-orang pada umumnya. Dalam bidang keuangan, mereka masih belum berhasil mencapai kebebasan finansial. Dan banyak terjadi, orang-orang seperti itu mengalami kekurangan dalam hal finansial, bahkan terjerat dalam kemiskinan.

Sama halnya dengan jurnalis hebat yang saya temui itu. Tiap bulan dia masih harus bergelut untuk bisa bebas dari belenggu ekonomi yang pas-pasan. Saya menyarankan kepada dia untuk belajar tentang penjualan dan marketing. Tetapi, dia malah marah pada saya. “Kenapa saya harus belajar jualan? Saya kan bukan lulusan fakultas ekonomi atau sekolah bisnis, tetapi lulusan sekolah jurnalistik!”

Lalu, saya menanggapi ucapannya dengan berkata, “Lho, apa yang salah? Apakah berdosa jika lulusan jurnalistik mempelajari ilmu penjualan dan marketing?”

Coba Anda perhatikan Robert T Kiyosaki. Dia sebenarnya bukan penulis hebat seperti kebanyakan penulis di Indonesia. Kiyosaki hanya seorang penjual yang baik. Namun, dia mampu menjual ide atau gagasannya kepada orang banyak. Dia juga mampu mengomunikasikan bakat dan kelebihannya dengan cara yang tepat, orang yang tepat, dan waktu yang tepat. Maka, tidak heran bila bukunya Rich Dad Poor Dad menjadi bestseller di seluruh dunia. Dia menjadi penulis bestseller, bukan menjadi best writer.

Buku pertama yang ditulis Kiyosaki berjudul If You Want To Be Rich And Happy, Don’t Go To School. Penerbitnya mengusulkan untuk mengganti judulnya menjadi “The Economics of Education”. Kiyosaki mengatakan, kalau judulnya diganti seperti itu, kemungkinan bukunya hanya dibeli dua orang saja. Pertama adalah anggota kelurganya, dan kedua adalah sahabatnya. Dan, kedua orang tersebut pasti mengharapkan mendapat bukunya secara gratis.

Kiyosaki bukan anti terhadap pendidikan ekonomi di negaranya. Dia malah mendukung usaha peningkatan pendidikan finansial di Amerika Serikat. Tetapi, apa yang akan terjadi jika dia tidak dapat menjual ide atau gagasan dalam bukunya? Jika dia tidak belajar tentang penjulan dan marketing, mana mungkin bukunya menjadi bestseller di seluruh dunia? Bahkan, mungkin juga kita menemui Kiyosaki di pinggir jalan sebagai pengemis karena dia tidak bisa membiayai kebutuhan keluarganya.

Contoh lain adalah artis dunia yang terkenal dan memiliki bakat maupun keterampilan yang hebat, Vincent Van Gogh. Dia adalah sosok penjual yang payah. Dalam hidupnya dia tidak menjual satu pun karyanya kepada orang lain. Bahkan, untuk membiayai pernikahannya pun ia tidak mampu. Dan sampai akhir hidupnya dia tidak menikah dan hidup miskin.

Van Gogh hidup dari pemberian saudaranya. Bahkan, saudaranya menjadi jauh lebih kaya dari sebelumnya karena dia memberi penghidupan kepada Van Gogh. Inilah letak kekuatan memberi. Memberi pasti menerima.

Belajar dari kedua tokoh terkenal tadi, Kiyosaki dan Van Gogh, serta teman saya yang jurnalis hebat itu, ada beberapa hal yang bisa kita pelajarai supaya bisa mencapai terobosan finansial (financial breakthrough):

1. Manage Your Financial Cash Flow

Pengaturan arus kas yang baik dapat menghindari Anda dalam kesulitan keuangan. Baik keuangan secara global (perusahaan dan bisnis) atau keuangan keluarga.

Pribadi yang bijak adalah pribadi yang mampu mengendalikan arus kas dalam kehidupan keuangannya sehari-hari. Kita harus mampu memiliki uang kas yang cukup untuk kehidupan kita minimal tiga bulan ke depan, tanpa mengurangi gaya hidup kita. Maka, kita sudah bisa dikatakan bebas secara finansial.

Ada banyak pandangan yang mengatakan bahwa pengeluran kita harus ditekan semaksimal mungkin. Sebenarnya, ini merupakan kesalahan yang sangat fatal. Sebab, bukan pengeluarannya yang kita irit-irit sampai kita tidak bisa menikmati hidup ini. Dan, bahkan menyembah-nyembah uang bak dewa karena kita membutuhkannya. Yang betul ialah kita harus meningkatkan pendapatan kita semaksimal mungkin tanpa mengurangi gaya hidup kita sehari-hari. Jika Anda sudah mampu menerapkan hal ini, maka terobosan finansial dalam kehidupan keluarga Anda akan tercapai.

2. Manage Your System
Orang yang kaya raya dan sukses adalah orang yang pandai mengatur sistem. Karena, alam semesta bergerak menggunakan sistem. Sama seperti kehidupan ini. Orang yang pandai mengatur sistem dan belajar kepada alam semesta adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menjadi kaya raya dan sukses. Adapun sistem yang harus kita kontrol untuk mencapai kesuksesan -baik di organisasi ataupun keluarga- ialah sistem operasional, sistem keuangan, dan sistem penjualan atau marketing.

Baik sebagai pebisnis atau karyawan biasa, Anda harus mampu mengatur ketiga sistem tersebut. Karena, tanpa adanya sistem maka segala sesuatu akan berjalan dengan kacau dan tidak teratur. Jika Anda mampu mengatur ketiga sistem tadi, maka perusahaan/bisnis serta keluarga Anda akan dapat mencapai terobosan finansial secara optimal.

3. Manage Your Relationship

Hubungan yang baik dengan siapa saja dapat menjadikan Anda pribadi yang kaya raya dan sukses. Begitu juga dengan perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mampu menjaga hubungan yang harmonis antara supplier dan pembeli. Jika kedua hal ini berjalan dengan lancar maka keuntungan perusahaan akan meningkat.

Sama halnya dengan diri Anda, baik sebagai pekerja atau karyawan. Pekerja yang bisa kaya raya dan sukses adalah pekerja yang bisa menjaga hubungan yang baik dan harmonis dengan sesama rekan kerja dan atasan. Selain itu, Anda harus bisa berperilaku yang menyenangkan kepada semua orang di kantor atau lingkungan kerja.

Begitu pula dengan kehidupan pribadi keluarga Anda. Keluarga yang harmonis dan sukses adalah keluarga yang dapat menjaga hubungan yang erat dan saling terbuka di antara semua anggota keluarga. Tanpa ada sesuatu yang ditutup-tutupi dan saling mengasihi sesama anggota keluarga. Selain itu, keluarga yang sukses dapat kita rasakan melalui adanya kerinduan untuk cepat-cepat pulang ke rumah dan bertemu dengan seisi keluarga (karena sudah kangen dengan anak-anak, kakak, adik, ataupun orangtua kita).

Apa pun pekerjaan atau posisi Anda sekarang, sebagai karyawan, tukang parkir, penulis, petani, penjual jamu, tukang becak, presiden direktur, CEO, owner perusahaan, pejabat, menteri, bahkan presiden sekalipun, Anda harus memiliki terobosan finansial. Karena, dengan memiliki spirit ini maka kebebasan keuangan akan mengantarkan Anda menjadi pribadi yang bukan hanya menang dalam kehidupan ini, tetapi juga pribadi yang lebih dari pada pemenang, beyond the champion.

Bagaimana pendapat Anda?

Sumber : Mario Einstain, http://economy.okezone.com

Strategi pemasaran jasa

Definisi jasa

Pengetian Jasa Jasa adalah semua tindakan atau kegiatan yang dapat tawarkan oleh satu pihak kepada pihak lainnya yang tidak berwujud dan tidak menyebabkan kepemilikan apapun. Beberapa hal berikut merupakan karakteristik dari jasa, yaitu intangible atau tidak terlihat. Tidak terpisahkan, antara jasa yang disediakan dengan penyedia jasa. Kemudian bervariasi, dalam hal ini adalah standar nilai dari suatu jasa terhadap pelanggan adalah berbeda-beda. Dan yang terakhir adalah Mudah lenyap, karena jasa hanya ada ketika proses transaksi antara penyedia jasa dan pelanggan berlangsung. Setelah itu jasa akan hilang. Berbeda halnya dengan produk yang dapat dimiliki setelah transaksi terjadi. Kualitas jasa atau layanan merupakan tingkat kesenjangan antara harapan atau keinginan pelanggan dengan persepsi atau performansi yang telah mereka rasakan.

Sifat dan klasifikasi Jasa Penawaran jasa dibedakan dalam lima kategori, yaitu :

  1. Penawaran barang berwujud murni, contohnya adalah sabun, shampo.
  2. Penawaran barang berwujud disertai jasa, contohnya penjualan produk komputer dimana pelanggan membutuhkan instaasi atau servis komputer yang sudah dibelinya.
  3. Campuran, dimana porsi antara produk dan jasanya seimbang, contohnya adalah penawaran makan direstaurant dimana pelanggan memesan makan disertai dengan kebutuhan pelayanan yang memuaskan.
  4. Jasa Utama disertai barang tambahan, contohnya adalah perusahaan jasa travel yang menjual jasa transportasi disertai produk tambahan misalnya makanan yag disajikan dengan merek tertentu.
  5. Penawaran Jasa murni, contoh yang sering ditemui adalah pelayanan jasa cukur rambut ( salon kecantikan ).

Selain itu Jasa dapat dibedakan dalam empat kategori. pertama berbasis orang / peralatan, contohnya adalah jasa pencucian mobil yang menggunakan tenaga orang juga mesin. Kedua adalah jasa yang menghadirkan klien, dalam arti bahwa penjualan jasa tidak dapat dilakukan tanpa kehadiran klien, misalnya saja jasa cukur rambut.  ketiga adalah jasa yang memiliki porsi berbeda-beda dalam penjualannya sesuai dengan kebutuhan, contohnya adalah akan brbeda pelayanan antara dokter pribadi dan dokter umum ditinjau dari kekhususan pelayanannya. Dan yang terakhir adalah Jasa yang berbeda dalam tujuan dan kepemilikannya.

Strategi Pemasaran Perusahan Jasa salah satunya dapat dilihat dari bauran pemasaran yaitu product, price, place atau distribution dan promotion sangat membantu dalam pemasaran suatu produk. Namun dalam pemasaran jasa yang sebagian besar berhubngan langsung dengan manusia sehingga membuat perbedaan atas hasil kepuasan pelanggan. Untuk itu pemasaran jasa perlu memperhatikan unsur lainnya  yaitu people, physical evidence dan process.

Pelayanan yang baik dari penyedia jasa ( people ) akan membentuk suatu physical evidence pada pelanggan akibat process pemberian jasa yang dilakukan sangat baik. Dari physical evidence yang telah terbentuk memungkinkan untuk peningkatan jumlah pelanggan yang ingin menggunakan jasa layanan yang sama. Mengelola Mutu Jasa Terdapat suatu strategi yang dapat ditempuh dalam memenangkan persaingan dengan pesaing usaha yaitu dengan cara menyampaikan layanan yang bermutu tinggi secara konsisten dibanding para pesaing dan lebih tinggi daripada harapan pelanggan. Untuk menghindari kegagalan dalam penyampaian jasa, perlu diperhatikan kesenjangan-kesenjangan yang mungkin terjadi, diantaranya sebagai berikut :

  1. Kesenjangan terjadi antara harapan konsumen dan persepsi manajemen. Contoh, manajemen rumah sakit menganggap pasien menginginkan menu makanan yang disajikan enak, padahal pasien menginginkan pelayanan perawat yang baik.
  2. Kesenjangan terjadi antara persepsi manajemen dan spesifikasi mutu jasa.
  3. Kesenjangan terjadi antara spesifikasi mutu dengan cara penyampaian jasa
  4. Kesenjangan terjadi antara penyampaian jasa dan komunikasi internal.
  5. Kesenjangan yang terjadi antara jasa yng dialami dengan jasa yang diharapkan (persepsi konsumen).

Selain kesenjangan ternyata   perubahan faktor lingkungan juga mempengaruhi perkembangan sektor jasa. antara lain adalah:konsumen, pesaing, teknologi-inovasi, globalisasi, ekonomi, pemerintah dan sosial budaya. Diantara faktor lingkungan tersebut, maka perkembangan teknologi (informasi dan komunikasi) oleh banyak kalangan dikatakan sebagai faktor lingkungan yang paling banyak mempengaruhi sektor jasa. Teknologi ini sangat membantu sektor jasa untuk mengelola bisnisnya secara efisien sesuai dengan semangat cost cutting. Selain itu meningkatnya sektor jasa juga dipicu beberapa faktor pendorong yaitu: meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas, pengurangan biaya, pelayanan jasa, konsumen internal, peningkatan produksi dan berkembangnya organisasi Nirlaba.

Perkembangan sektor jasa kedepan akan menunjukkan pertumbuhan signifikan karena adanya perkembangan teknologi internet, digitalisasi dan komunikasi sehingga jarak bukan merupakan ken