• 9786025448263_Strategi-Bercerita-Kepada-Anak__w414_hautoPenulis            : Wahyu Madya Gunawan
  • Editor               : Odilia Melisa
  • Layout             : Rustam Setting
  • Desain Cover  : Ndaru
  • penerbitkan     : C-Klik Media
  • tahun  : 2018

A. Anak-Anak Yang Menakjubkan

Seringkali kita melihat betapa marahnya para orang tua kepada anak-anaknya hanya karena apa yang dilakukan anak tidak sesuai dengan apa yang diinginkan orang tua. Sering pula kita saksikan betapa jengkelnya para orang tua mendapati anak-anaknya tidak menuruti perintah yang di berikan. Para orang tua juga sering di buat kesal akibat ulah anak-anaknya yang memebuat berantakan isi kamar dengan mainannya. Padahal hal itu adalah hal yang lazim yang kita temui di dalam dinamika dunia anak. Di sisi lain, para orang tua juga sering di buat takjub dengan aksi anak-anak yang berbicara kepada mainannya, dan bertingkah leku seperti tokoh tertentu yang mereka suka. Seolah-olah mereka mempunyai dunianya sendiri yang tidak dapat kita masuki.

Banyak sekali hal yang menakjubkan pada diri anak yang selama ini jarang kita perhatikan. Salah satunya dimana saat mereka memanipulasi benda yang ada disekitarnya menjadi seperti teman yang nyata dalam benak mereka. Manipulasi semacam ini sering terjadi kepada mereka yang relative tidak memiliki banyak teman, jadi mereka membuat teman imajiner yang berasal dari mainan-mainan kesukaan mereka dan memberikan nama-nama kepada mainan tersebut. Hal ini sering terjadi kepada semua anak yang tidak mendapatkan teman yang didambakannya di dunia nyata, sehingga mereka menciptakan teman imajiner yang sesuai dengan apa yang mereka dambakan.

Jadi, ketika kita melihat kamar anak kita berantakan dan berbicara dengan mainannya yang di anggap sebagai teman imajinernya, kita tididak perlu marah dan menyuruh mereka membereskannya. Karena hal ini merupakan salah satu proses pengembangan sifat simpati dan empati anak dalam lingkungan pergaulan mereka. Dengan demikian, sosok teman imajiner bagi anak-anak kita adalah teman nyata mereka. Hal lain yang menakjubkan lagi adalah sifat mereka yang cenderung meniru perilaku orang tertentu dan situasi tertentu. Kita tidak perlu merisaukan tentang perilaku ini, karena periaku ini cenderung menghilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia.

Pada perkembangan berikutnya, anak-anak akan berusaha menciptakan tokoh dan jenis permainannya sendiri (produktif) dengan mainannya yang dapat menimbulkan kesenangan tersendiri untuk mereka. Lalu, mereka memberikan kekuatan kepda salah satu maianan kesukaannya untuk melibas habis maianan yang lainnya. Ini adalah ekspresi egosentrisnya yang tidak terima diperlakukan kasar atau tidak adil oleh orang lain atau orang tuanya.

Pada umumnya, anak-anak lebih memenuhi keinginan mereka sendiri di bandingkan kepada orang lain, disinilah sifat egosentris lebih dominan, dimana mereka tidak perduli dengan perasaan orang lain, dan lebih sukaperduli dengan kebutuhannya diri sendiri. Sisi lain yang menakjubkan pada diri anak adalah kecendrungannya melamunkan sesuatu untuk menyesuaikan diri dengan kehidupannya. Biasanya lamunan itu tentang tokoh pahlawan yang punya kekuatan super namun memiliki keterbatasan fisik.

Pada perkembangan berikutnya, di masa puber, anak-anak yang rendah diri karena masalah fisik yang kurang sempurna dan merasa bodoh akan semakin memuja tokoh-tokoh pahlawan.Anak-anak kita memang menakjubkan, terutama saat memasuki yahap peniruan-peniruan mencari jati diri pertamanya. Namun, ketika mereka sudah menemukan peniruan untuk jati dirinya, lalu ada yang mengejeknya dengan peniruan tersebut, maka ia akan mengurungkan keinginannya dan mencari tokoh lain yang bisa diterima teman pergaulannya. Akan tetapi, identifikasi pencarian jati diri itu akan terus berkembang, dan konsep diri pun akan cepat berubah.

  • Fantasi yang memesona

Kita pernah menyaksikan anak-anak kita menyusun permainannya sendiri dengan property seadanya, untuk memerankan tokoh kesukaan mereka. Bagi mereka semua benda yang ada di sekitar bisa saja di jadikan mainan. Membuat yang tidak ada menjadi ada. Hal ini bisa disebut sebuah fantasi. Begitu pentingnya fantasi dalam kehidupan anak, sehingga begitu perlunya upaya membangkitkan dan mengembangkan fantasinya. Fantasi, imajinasi, dan kreativitas memang bagian yang tak bisa lepas dari kehidupan anak dan sangat dibutuhkan bagi perkembangan jiwanya. Bila fantasi anak tidak bisa dikendalikan, maka fantasi itu akan berkembang menjadi fantasi yang liar. Hal ini akan merugikan bagi anak karena akan menghantui kondisi psikis mereka.

Dengan demikian daya fantasi dan imajinasi anak yang meruopakan bagian dari kognasi, ikut berperan serta dalam menentukan kekuatan jiwa anak. Fantasi pada anak juga berkaitan dengan intelegensi atau kecerdasan yang dimilikinya. Namun nyatanya, timgkat kecerdasan yang dimiliki setiap anak berbeda-beda. Banyak orang tua yang terjebak dalam mengambil keputusan yang salah, akibat tergesa-gesa mengambil keputusan tentang potensi kecerdasan anak mereka. Akibatnya, terjadi pemaksaan yang berdampak buruk kepada  kepribadian anak mereka.

  • Kecerdasan yang Memukau

Betapa terenyuhnya hati kita ketika melihat orang tua atau guru memarahi anak-anak yang tampaknya sedang tidak memperhatikan pelajaran yang sedang di berikan. Apalagi ketika tahu penyebab kemarahannya hanya berdasarkan nilai raport anak yang jelek. Memang pada dasarnya setiap anak memiliki kapasitas dalam semua kecerdasan yang berfungsi bersamaan tetapi dengan cara yang berbeda. Namun, ada pula yang memiliki kekurangan hampir pada semua jenis kecerdasan itu seperti pada anak-anak dengan keterbelakangan mental.

Pada umumnya, kecerdasan-kecerdasan ini bisa dikembangkan sampai batas yang memadai atau sampai pada tingkat tertinggi. Hanya saja hal ini sangat bergantung kepada perkembangan jiwanya.

  • Emosional yang Unik

Kita pernah mendapati berbagai penolakan anak atas apa yang kita berikan kepadanya. Itu karena anak adalah sosok individu yang utuh, dimana ia juga memiliki kemauan untuk mengekspresikan dirinya. Namun reaksi anak-anak bermacam-macam, tergantung apa yang kita berikan kepada mereka, terutama yang berbentuk reaksi penolakan. Bila reaksinya ekstrim, kita biasa menyebutnya reaksi emosianal. Reaksi anak-anak sering di ekspresikan melalu gerakan mimik dan pantomimik . Namun tingkat emosional yang ada pada anak berbeda-beda. Jadi, walaupun mereka adalah saudara sekandung, mereka bisa memberikan reaksi yang berbeda jika di berikan suatu cerita yang sama.

  • Temperamen yang Majemuk

Bisa kita bayangkan betapa sulitnya kita memberikan pembelajaran melalui cerita kepada anak yang memiliki temperamen yang berbeda-beda. Walaupun tipologi salah satu dari sekian banyak upaya mengenali jati diri anak dan tidak bersifat mutlak, namun mengenali anak-anak dari pola perilaku yang tampak secara lahiriah, tidaklah buruk.

  • Kecerdasan yang Memukau

Kita sering menyebut bahwa anak itu sangat berminat pada apa yang begitu menarik perhatiannya.minat anak adalah sumber motivasi yang mendorong ana melakukan apa yang mereka inginkan. Minat dan bakat anak berkaitan erat. Hanya saja kalau minat mudah diketahui dari perilaku lahiriah sang anak dan kecenderungan  terhadap sesuatu. Sedangkan bakat bersifat herediter. Bakat merupakan satu keahlian atau kecakapan khusus yang di bawa sejak lahir.

B.Cerita Anak-Anak Yang Memukau Perhatian

Yang di maksud disini adalah cerita yang materinya disusun dengan kebutuhan dan perkembangan jiwa anak, dan memang di tujukan untuk konsumsi anak, walaupun tidak menutup kemungkinan para pelaku cerita itu adalah orang dewasa. Anak-anak sebenarnya sangan dimanjakan oleh banyaknya cerita dan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan jiwanya, baik dari ranah tanah air sendiri maupun dari luar negeri.

Semua orang tua tahu bahwa cerita sangat penting bagi anak-anak, sayangnya tidak semua dari kita bisa memahami seberapa pentingnya cerita iru dapat mempengaruhi perkembangan kejiwaan anak.

Hal ini buka berearti dengan cara bercerita kita bisa mengubah karakter anak. Namun, setidaknya kita berharap cerita-cerita yang kita sampaikan mempunyai potensiuuntuk mempakaya jiwa anak

  • Fungsi Cerita yang Menjanjikan

Keberadaan cerita merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan dunia anak. Bagi anak, mendengarkan cerita tidak sama dengan orang dewasa yang tengah menonton film. Artinya, cerita film adalah cerita film, yang tidak ada kaitannya dengan kehidupan pribadi penontonnya sehari-hari. Seperti yang kita ketahui kejiwaan anak-anak pra sekolah sampai usia sekolah dasar (4-10 tahun), sangat menarik perhatian perkembangan yang sangat cepat dimulai dari masa kanak-kanak sampai masa prasekolah.

Demikian juga pada masa-masa awal di sekolah dasar (6-8 tahun), dimana ia masih begitu dikuasai imajinasi yang hebat, dan gandrung dengan fantasi-fantasi yang memukau, serta sering menjadikan cerita itu sebagai bagian dari kehidupannya. Bahkan pada masa-masa akhir sekolah dasar (9-11 tahun), di mana kesadarannya akan realitas sosial semaki baik, ia juga masih merasa menjadi pelaku utama pada setiap cerita yang dibaca atau didengarnya, terutama untuk peran protagonist.

  • Karakter yang Tak Terlupakan

Selain memiliki tema yang sederhana, cerita anak-anak mempunyai karakter yang kuat dan konsisten, sehingga kepribadian tokoh tersebut melekat erat secara permanen dalam kegiatan anak-anak.Cerita-cerita binatang (fabel) ini sangat sesuai untuk anak-anak pra sekolah dasar (4-5 tahun) yang memang dalam relasi sosialnya masih begitu sederhana.

C. Strategi Bercerita yang Mengasyikkan

Agar kita bisa mencapai tujuan penceritaan yang kita inginkan, diperlukan satu factor lagi, yaitu strategi penceritaan. Strategi ini berkaitan dengan ‘cara’ bagaimana sebuah cerita itu bisa disampaikan dengan tepat sasaran. Dengan kata lain, mengenal jati diri anak, mengenal matericerita yang dibutuhkan anak, dan mempunyai strategi yang tepat untuk menyampaikannya pada anak.

  • Tujuan yang Didambakan

Saat kita dibuat kesal oleh perilaku anak-anak yang acuh tak acuh dan sibuk dengan mainannya sendiri padahal kida sedang menyampaikan cerita, kita tak perlu tergesa-gesa bertindak memarahinya atau memaksanya untuk mendengarkannya.

Ada empat tujuan yang bisa kita lakukan dalam proses penyampaian

  1. Menanamkan Budi Pekerti
  2. Mengurangi Ketegangan
  3. Memperbaiki Sikap
  4. Menumbuhkan Motivasi
  • Pendekatan yang Menyenangkan

Sebelum kita mulai bercerita, kita harus memastikan dulu bahwa pendekatan yang kita pergunakan sudah benar. Berikut adalah beberapa pendekatan.

  1. Suasana Hati. Pastikan Suasan Hati Sang Anak Sedang Dalam Kondisi Baik Untuk Mendengarkan Cerita Kita.
  2. Waktu Yang Tepat. Pastikan Kita Bercerita Kepada Anak Di Waktu Yang Tepat.
  3. Usia Yang Ideal. Pastikan Cerita Yang Akan Kita Ceritakan Sesuai Dengan Usia Anak Kita.
  4. Jenis Kelamin. Pastikan Apa Yang Akan Kita Ceritakan Sesuai Dengan Jenis Kelamin Anak Kita.
  5. Lingkungan Dan Kultur Budaya. Pastikan Cerita Yang Akan Kita Ceritakan Berlatar Lingkungan Yang Baik Dan Mempunyai Kultur Budaya Yang Baik.
  6. Sifat Layanan. Pastikan Kita Bisa Memberikan Cerita Yang Baik Dari Pelayanan Atau Penyampaian Cerita