I. CASH IN VS CASH OUT

A. Mengenal Lebih Dekat dengan Cash In – Cash Out
Cash in dan cash out adalah istilah lain dari pemasukan dan pengeluaran. Bila diibaratkan dengan keran, cash in dan cash out adalah keran air. Bila keran itu dibuka lebar, maka seluruh air akan tumpah dan kita akan basah. Namun, apabila keran sama sekali tidak dibuka, kita akan kering dan kehausan.

Oleh karena itu, sebaiknya kita membuka keran di waktu yang tepat serta dalam porsi yang secukupnya, tidak terlalu lebar dan tidak terlalu sempit. Sama dengan penghasilan, jika tidak digunakan sama sekali maka kita tidak bisa memenuhi kebutuhan hidup. Namun, bila menggunakannya untuk membeli barang-barang yang tidak bemanfaat, hal itu sama saja dengan membuang uang di sepanjang jalan, walaupun sebenarnya uang tersebut masih dibutuhkan.

B. Kebutuhan Real Vs Kebutuhan yang Direncanakan
Tujuan dari perencanaan keuangan pribadi adalah untuk mengetahui total kebutuhan hidup kita, serta membandingkannya dengan yang sesungguhnya terjadi. Dengan begitu, kita bisa mengetahui mengapa bisa terjadi selisih dan bagaimana memperbaikinya.

Beberapa alasan yang menyebabkan pengeluaran sesungguhnya melenceng dari perencanaan :
1. Tidak mengetahui persis harga di pasaran ( harga sesungguhnya).
2. Pengaruh lingkungan
3. Kebutuhan yang tak terduga
4. Peristiwa di luar rencana

C. Kebutuhan Vs Keinginan
Keinginan merupakan dorongan emosional, sedangkan kebutuhan merupakan dorongan logika. Banyak di antara kita yang membeli karena faktor keinginan (dengan dorongan emosional) dan bukan karena faktor kebutuhan (dengan dorongan logika).

D. Sumber-Sumber Cash on Hand
Cash on Hand adalah istilah dalam akuntansi yang berarti meminjam. Atau dapat diartikan dengan uang yang berhasil didapat atau dihasilkan. Mendata dan mencatat dari mana saja sumber pemasukan yang diterima akan membantu mengetahui kemampuan diri selama ini. Seberapa besar kemampuan diri dalam menghasilkan uang.

Sumber-sumber cash on hand dibedakan menjadi 2 :

1. Sumber rutin.Adalah sumber yang setiap bulan pasti kita terima dengan jumlah yang relatif sama. Contohnya : diri sendiri dan orang lain.

2. Sumber tidak rutin. Adalah sumber yang diperoleh sekali-sekali saja dan jumlahnya tidak tetap. Contohnya : bonus dari perusahaan, royalti menulis buku, hasil usaha sampingan dll.

Manfaat dari mendata sumber-sumber pemasukan adalah :

  1. Bisa mengetahui secara terperinci dari mana saja sumber penghasilan selama ini.
  2. Bisa mengetahui sumber-sumber penghasilan yang paling banyak memberikan kontribusi dalam kehidupan kita.
  3. Bisa mengetahui apakah kita sudah memberdayakan seluruh kemampuan untuk mendatangkan sumber-sumber penghasilan tersebut.
  4. Bisa menemukan cata atau strategi bagaimana cara meningkatkan pendapatan yang dapat diterima.

E. Cash In dan Cash Out adalah Dua Hal yang Saling “Meniadakan”
Cash in dan cash out adalah unsur berbeda yang bersaing satu sama lain. Cash in adalah unsur yang membuat kita memiliki keinginan untuk mendapatkan sumber-sumber pemasukan yang sebesar-besarnya. Selain itu, cash in juga merupakan salah satu ukuran apakah kita dikatakan makmur atau tidak.

Beberapa faktor yang membuat pengeluaran lebih besar daripada pemasukan :

  1. Godaan gaya hidup
  2. Adanya kebutuhan tidak terduga yang tidak disiapkan sebelumnya
  3. Faktor alamiah. Adalah faktor asli penyebab tidak cukupnya pendapatan akibat harga kebutuhan yang tinggi, sedangkan pendapatan tidak terlalu tinggi. Misalnya : penghasilan di bawah UMR atau bisa saja penghasilan sama dengan UMR namun tanggungan/beban yang dimiliki sangat banyak.
  4. Adanya peristiwa tidak terduga
  5. Faktor lain. Adalah memang beban hidup yang lebih besar daripada kemampuan yang seharusnya.

II. PENGARUH CASH FLOW MANAGEMENT TERHADAP MASA DEPAN
Pada dasarnya, manajemen arus kas untuk keuangan pribadi adalah cara-cara yang digunakan untuk membuat arus kas pribadi menjadi sehat , yaitu pengeluaran bisa ditekan dan pemasukan bisa dioptimalkan.

A. Pentingnya Cash Flow Management

Pentingnya cash flow management adalah :

1. Nilai uang akan semakin turun dari waktu ke waktu karena adanya inflasi.
Inflasi merupakan alasan yang membuat daya beli uang turun. Sebelum terjadi inflasi, sebaiknya kita menyisihkan uang untuk disimpan. Simpanan uang tersebut dapat digunakan sebagai dana ketika inflasi terjadi.

2. Kenaikan pemasukan kadang tidak sebanding dengan kenaikan inflasi.
Sebagian besar masyarakat hanya memiliki pemasukan sebesar UMR, sedangkan pengeluarannya jauh lebih besar dari penghasilan tersebut. Namun, banyak di antara kita yang tidak mengetahui berapa penghasilan dan pengeluaran pasti yang dimiliki. Tanpa mengetahui pos-pos yang membuat keuangan menjadi demikian rumit.

3. Uang adalah sesuatu yang riskan atau elastis atau sensitif.
Uang selain mendatangkan berkah, juga dapat mendatangkan musibah. Tidak heran jika ada ungkapan bahwa uang adalah sesuatu yang sensitif. Biasanya kita akan lebih “care” dan berhati-hati dalam memperlakukan sesuatu yang sensitif.

4. Tidak ada sesuatu di dunia ini yang bisa berhasil tanpa adanya pengaturan yang baik.
Tujuan tidak akan tercapai bila tidak ada perencanaan yang baik. Begitu pula dengan masalah keuangan.

5. Manusia adalah makhluk yang mudah terlena.
Tidak bisa dipungkiri, manusia adalah makhluk yang mudah terlena terhadap kondisi yang sedang dialami. Terlebih bila kondisi tersebut tergolong “comfort zone” atau zona nyaman. Kenyamanan tersebut biasanya membuat kita kurang berhati-hati dalam membelanjakan uang. Oleh karena itu, buatlah perencanaan keuangan apapun kondisinya.

B. Pengaruh Cash Flow Management terhadap Masa Depan
Cash flow management berpengaruh terhadap masa depan dan pada kondisi kita dalam jangka panjang. Perencanaan keuangan serta pengaturan cash in dan cash out akan membuat kita memiliki persiapan dan tujuan keuangan yang matang dan terstruktur.

Pengaruh cash flow management terhadap masa depan :

1. Cash flow management membantu kita untuk memetakan tujuan jangka panjang.
Pengaturan kas masuk dan kas keluar bisa memetakan tujuan jangka panjang. Dengan adanya arus kas yang terjadi pada masa sekarang, kita bisa memetakan kondisi kita lima tahun ke depan. Misalnya, bila cash out selalu lebih besar dari pada cash in, maka kita bisa memprediksi apa yang akan terjadi bila terus menerus mempertahankan kondisi seperti itu.

2. Cash flow management memandu apa yang harus dilakukan pada masa sekarang demi tujuan tertentu di masa depan.
Dengan manajemen yang baik, kita dapat mengatur keuangan seberapapun penghasilan yang diperoleh. Dapat memenuhi kebutuhan saat ini dan tujuan masa depannyapun tercapai dengan baik. Besar atau kecilnya penghasilan bergantung pada sudut pandang dan cara mengelola pemasukan tersebut. Dengan pencatatan arus kas masuk dan keluar, kita akan mengetahui kemampuan serta probabilitas untuk mewujudkan rencana jangka panjang.

3. Mengetahui kemampuan keuangan kita adalah sangat penting.
Dengan mengetahui rasio keuangan pribadi, kita dapat mengetahui kemampuan keuangan kita.

4. Cash flow management akan mengantarkan kita untuk membuat strategi keuangan yang tepat.

5. Manajemen arus kas akan membuat kita bisa memutuskan strategi yang tepat dalam merencanakan keuangan.

Dengan jumlah penghasilan tertentu, maka kita bisa memutuskan beberapa hal :

  • Berapa yang akan ditabung
  • Berapa persen pendapatan yang digunakan untuk investasi
  • Kapan kita akan mengambil asuransi.
  • Bagaimana cara meningkatkan pendapatan.
  • Bagaimana cara mengoptimalkan pendapatan dan pengeluaran.Dll.

C. Inflasi dan Turunnya Nilai Uang
Inflasi adalah salah satu alasan mengapa kita harus melakukan manajemen arus kas. Inflasi merupakan kenaikan harga barang secara terus menerus yang diakibatkan oleh beberapa hal. Akibatnya inflasi dapat menurunkan nilai mata uang.

Ada beberapa sebab terjadinya inflasi :
a) Kenaikan permintaan
b) Kenaikan harga bahan baku
c) Berkurangnya penawaran
d) Faktor-faktor lain
Contohnya : kondisi perekonomian suatu negara

D. Hubungan Inflasi dengan Perencanaan Keuangan dan Cash Flow Management
Inflasi merupakan masalah bagi sebagian besar masyarakat. Untuk itu, kita harus mengalokasikan pendapatan untuk menutupi kebutuhan kebutuhan kita jika terjadi inflasi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk menentukan besarnya presentase pendapatan yang sebaiknya disisihkan untuk cadangan jika terjadi inflasi :

1. Jumlah inflasi rata-rata per tahun
Misalnya prediksi inflasi tahun depan adalah 6%. Dengan demikian, pada akhir tahun ini hingga tahun depan kita harus menyisihkan pendapatan sebesar 5%-7% untuk cadangan inflasi. Jumlah cadangan inflasi yang dialokasikan harus selalu menyesuaikan dengan rata-rata inflasi per tahun. Dengan demikian, jumlah cadangan inflasi yang kita buat selalu berubah atau bersifat fluktuatif. Saat inflasi tinggi, cadangan yang dialokasikanpun tinggi, begitu juga sebaliknya.

2. Jumlah pendapatan
jumlah cadangan inflasi dapat pula diambil berdasarkan jumlah pendapatan per bulan. Misalnya, kita menyisihkan 10% penghasilan untuk cadangan inflasi. Dengan demikian setiap bulan kita akan memotong penghasilan kita sebesar 10% untuk cadangan inflasi.

III. CASH FLOW MANAGEMENT UNTUK BERBAGAI JENJANG

A. Pengelolaan Cash Flow untuk Pelajar dan Mahasiswa

1. Ubahlah mindset terlebih dahulu
Pelajar atau mahasiswa adalah subjek aktif yang menentukan sehat tidaknya keuangan pribadi

2. Mencatat sumber pemasukan
Dengan mencatat sumber pemasukan, dapat membantu memberi gambaran sejauh mana kita tergantung pada pihak ketiga, dalam hal ini adalah orang tua.

3. Mencatat pengeluaran
Berikut ini adalah cara-cara yang bisa dilakukan ketika membuat daftar rencana pengeluaran dari berbagai jenjang, yaitu :

• SD. Pengeluaran yang harus dicatat : Pengeluaran rutin; Pengeluaran Tetap : bayar SPP, Pengeluaran Tidak Tetap : naik angkot, jajan, dan pengeluaran lain;Pengeluaran Tidak Rutin ( Pengeluaran yang hanya terjadi secara berkala) : rekreasi kelas, santunan, dll.

• SMP. Pengeluaran yang harus dicatat :
a. Pengeluaran rutin : SPP, Transport dan uang makan, Uang ekstrakulikuler, Biaya kesehatan, Infak, Membeli buku,Menabung.
b. Pegeluaran tidak rutin : Nonton, Membeli puls, Membeli majalah remaja.

Oleh karena pengeluaran pada waktu SMP lebih banyak dari pada ketika SD, maka sebaiknya kita sudah mulai memikirkan untuk mencari uang tambahan. tetapi pekerjaan sampingan yang dilakukan tidak boleh mengganggu kegiatan utama pelajar yaitu “belajar”. Namun, bila belum berniat untuk mecari uang tambahan, maka kita bisa melakukan tindakan penghematan yaitu dengan memangkas pengeluaran untuk bisa menabung.

• SMA. Saat SMA, sudah harus mulai memikirkan cara mencari uang tambahan. Selain untuk meringankan beban orang tua, kita harus mulai memikirkan cara mencari uang. Memikirkan cara mencari uang akan membuat otak kanan bekerja, oleh karena itu kita akan terbentuk menjadi orang yang kreatif. Gunakankah kreatifitas untuk mendapatkan uang, misalnya  Aktif mencari beasiswa, Membuka les privat, Memiliki toko online, Berjualan pada waktu luang, Dll.

Kuliah
a. Lulus SMA langsung kuliah
Sudah seharusnya kita mencari uang tambahan yaitu dengan cara : Mencari beasiswa, Mengajar di bimbel, Menjadi asisten dose, Ikut MLM, Bisnis kecil-kecilan, Dll.

b• Kerja Dulu Baru Kuliah
Oleh karena sudah mendapatkan pekerjaan yang pasti, maka kita sudah mulai untuk memikirkan membentuk passive income melalui kergiatan investasi.

B. Pengelolaan Cash Flow Management untuk Pekerja yang Belum Menikah. Hal-hal yang harus dilakukan :
1. Memperlakukan gaji pertama
a. Menyimpannya sebagai kenang-kenangan
b. Mengalokasikan untuk kegiatan hiburan
c. Mengalokasikan untuk beragam kebutuhan

2. Mengalokasikan gaji kedua dan seterusnya. Gaji kedua dan seterusnya bukan untuk dihambur-hamburkan.

3. Mengalokasikan gaji untuk investasi dan rencana masa depan
Beberapa rencana yang biasanya dimiliki sebagai seorang lajang ;
o Menikah
o Memiliki rumah
o Memiliki kendaraan
o Sekolah lagi
o Dll
Selain hal-hal tersebut, satu hal lagi yang tidak boleh terlupakan, yaitu investasi.

4. Masalah yang biasanya dihadapi

a. Bila gaji jauh di bawah standar
Cara yang bisa dilakukan untuk menanggulangi masalah ini adalah dengan memiliki side job atau pekerjaan sampingan.

b. Perlukah memiliki kartu kredit?
Beberapa cara yang bisa digunakan agar tidak terjebak kartu kredit :

  • Menganggap kartu kredit sebagai ATM.
  • Menyimpannya dan hanya membawanya saat diperlukan.
  • Mangalokasikan pengeluaran rutin untuk kartu kredit.
  • Berpikir ulang sebelum kita mengajukan pembuatan kartu kredit dengan menganalisa cost dan benefitnya.
  • Membayar kartu kredit tepat waktu agar tidak kena denda.
  • Jangan terlalu banyak memiliki kartu kredit.
  • Jangan mudah tergiur dengan berbagai tawaran dan kemudahan yang diberikan oleh bank untuk menerbitkan kartu kredit.
  • Bila kita orang yang mudah tergiur, menghindarlah ketika ada sales CS bank yang menawarkan kartu kredit.
    c. Cara memperlakukan bonus akhir tahun dan Tunjangan Hari Raya (THR).
    -THR
    o Meningkatkan porsi untuk infak
    o Mengalokasikan untuk mudik dan keperluan hari raya dengan porsi yang tidak terlalu berlebihan.
    o Alokasikan untuk dana cadangan.
    -Bonus Tahunan
    o Segera lunasi hutang jika kita berhutang.
    o Alokasikan untuk investasi.
    o Memperbesar infak.

C. Pengelolaan Cash Flow untuk Pasangan Muda

Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan bersama pasangan :

a. Perlukah suami-istri sama-sama bekerja?
Bekerja bukan sarana untuk mengumpulkan materi. Bisa jadi dari sisi finansial suami sudah bisa memenuhi kebutuhan rumah tangga. Namun dari sisi psikologis, bekerja adalah sarana untuk mengaktualisasikan diri bagi istri.

b. Bekerja tak harus ke luar rumah atau ke kantor setiap hari.
Jika suami tidak mengijinkan seorang istri untuk bekerja dengan alasan keamanan atau dan lain sebagainya, seorang istri bisa bekerja di rumah.

c. Bila belum memiliki momongan
Ketika belum memiliki momongan, tetap alokasikan dana untuk menabung.

d. Siapa yang menjadi freelancer.
Pekerjaan seorang freelancer banyak dilakukan di rumah asal ada teknologi pendukung seperti komputer dan internet. Sebaiknya salah satu saja yang menjadi freelancer. Jangan dua-duanya. Jika keduanya menjadi freelancer, pikirkan dulu masak masak untung ruginya.

e. Bila kedua belah pihak ingin sekolah lagi.
Bila kedua belah pihak ingin kuliah lagi, sebaiknya pelaksanaannya secara bergantian, suami atau istri telebih dahulu.

f. Mengambil kredit rumah, perlukah?
Haruskah kita mengkredit rumah atau menyewa saja? Sebelum memutuskan ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan :

  • Apakah kita berada dalam jangka waktu lama di kota tersebut?
  • Bila hanya tinggal sementara, kemungkinan untuk pindah sangat besar, maka kita tidak perlu membeli rumah di kota tersebut.
  • Yakinkan kemampuan diri sendiri dan pasangan ketika akan membeli rumah.
  • Pada intinya membeli rumah bukanlah sebuah kerugian namun sebaliknya.

g. Menangkal ego dari masing-masing pihak. Sudah seharusnya suami istri adalah satu sinergi yang harus saling mendukung. Masalah-masalah yang timbul biasanya akan berkurang seiring dengan bertambahnya usia pernikahan.

D. Pengelolaan Cash Flow untuk Ibu Rumah Tangga.

1. Ibu rumah tangga yang bekerja
Bagi ibu rumah tangga yang memiliki usaha, sebaiknya pencatatan transaksi keuangan dipisahkan antara keuangan “perusahaan” dan keuangan keluarga demi alasan profesionalisme.
2. Ibu rumah tangga yang sama sekali tidak bekerja
Karena ibu rumah tangga ini tidak memiliki keuangan pribadi, maka haruslah pintar-pintar dalam mengelola keuangan.

Beberapa hal yang harus diperhatikan oleh semua golongan ibu rumah tangga terhadap penerimaan dan pengeluaran keluarga :

  1. Setelah menerima pemasukan, segeralah alokasikan ke dalam pos-pos primer.
  2. Jangan menunda untuk mengaolokasikan pendapatan ke dalam pos-pos yang sudah ditentukan.
  3. Bila uang bulanan tidak diberikan dalam bentuk tunai melainkan dalam bentuk rekening, maka sarana kita untuk bertransaksi adalah melalui ATM.
  4. Ambil uang yang ada di ATM satu minggu sekali. Jangan diambil sekaligus.
  5. Pos-pos yang biasanya harus diwaspadai adalah pos untuk berbrlanja.
  6. Jangan lupa untuk selalu mencatat pengeluaran dan pemasukan yang terjadi.
  7. Simpan bukti transaksi. Supaya bisa membandingkan harga di tempat mana yang lebih murah.
  8. Belanjalah di beberapa tempat, jangan hanya di satu tempat. Saat akhir tahun biasanya pelanggan setia akan mendapatkan bonus dari penjual.
  9. Manfaatkan momen diskon.
  10. Memiliki rekening di beberapa bank bisa menjadi alternatif bila kondisi keuangan sudah stabil.

E. Pengelolaan Cash Flow untuk Keluarga.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan keluarga :
1. Memberikan uang saku pada anak. Sebelum memutuskan cara memberikan uang saku pada anak, kita harus memperhatikan kondisi, karakter, serta jenjang setiap anak. Memberikan uang saku per bulan akan mengajarkan anak bertanggung jawab pada diri sendiri. Terlalu memberikan kelonggaran pada keuangan anak juga bukan sikap yang tepat. Karena anak akan menganggap bahwa mendapatkan uang itu mudah.
2. Sejak kapan anak diajarkan untuk menghasilkan uang?
Beberapa cara mengajarkan anak akan arti pentingnya uang di antaranya mengajak anak bergabung dalam proyek yang kita miliki kemudian memberinya upah, mengarahkan hobi anak agar menghasilkan uang, dan mengajari cara-cara mencari uang dengan kreativitas.
3. Setiap angota keluarga memiliki rekening.
Tujuan setiap keluarga memiliki rekening di bank adalah agar setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab.
4. Setiap anggota keluarga hendaknya membuat laporan keuangan pribadi mengenai pemasukan dan pengeluaran keluarga.
5. Membuat bisnis yang bisa dikelola oleh semua anggota keluarga.
Bisnis yang dikelola keluarga bisa mempererat hubungan keluarga dan bisa untuk investasi jangka panjang.

F. Pengelolaan Cash Flow untuk Freelancer

Yang harus diperhatikan oleh seorang freelancer :
1. Catat pemberi kerja dan jenis pekerjaan yang kita lakukan.
Tujuan dari pencatatan ini adalah melihat dan mengukur seberapa besar kemampuan kita untuk “hidup” dengan mengandalkan hasil seorang freelancer.
2. Catat setiap tanggal kapan kita menerima honor.
3. Mencatat klien potensial dan non potensial.
Kita harus memiliki catatan tersendiri tentang karakteristik dari setiap pemberi kerja.
4. Investasi menjadi hal yang wajib.
Di saat kita sedang di puncak dengan penghasilan yang besar maka porsi untuk investasi juga seharusnya besar.
5. Penghasilan sebagai freelancer bersifat variable sedangkan pengeluaran bersifat fixed.
Untuk mengantisipasi saat ketika tidak punya pekerjaan dan tentu tidak punya penghasilan, sebaiknya kita membuat pos baru. Pos yang diisi dengan menyisakan honor setiap bulannya.
6. Passive Income adalah hal yang sangat penting.
Passive incame bisa kita ciptakan melalui kegiatan : investasi dan menabung.

IV. MENINGKATKAN CASH IN DAN MENEKAN CASH OUT

A. Meningkatkan Cash In
1. Pelajar dan Mahasiswa
Apa saja yang bisa dilakukan sebagai pelajar untuk menambah penghasilan?
a. Membuka bisnis tanpa modal atau dengan modal minimal. Bisnis online bisa menjadi pilihan dalam menjalankan bisnis dengan modal minimal.
b. Meraup keuntungan dengan blogging.
c. Menjadi pengajar privat.
d. Menjadi asisten dosen.
e. Berinvestasi.
f. Mengikuti lomba atau kuis-kuis berhadiah yang sesuai dengan kemampuan kita.
g. Mengikuti lomba karya tulis.

2. Pekerja baik freelance maupun tetap
Apa saja yang dilakukan untuk meningkatkan pendapatan ?
a. Membuka bisnis online.
b. Merintis usaha.
c. Berinvestasi.
d. Menjalin relasi dengan banyak orang.
e. Meningkatkan kinerja agar mendapatkan promosi jabatan.

3. Ibu rumah tangga
Selain mengurus keluarga, ibu rumah tangga juga bisa menghasilkan uang, yaitu dengan cara : Berbisnis onlin; Membuka usaha yang sesuai dengan minat dan bakat.Contoh : konveksi, catering, les privat, dll;Menjadi freelancer.

Terlepas dari usaha untuk meningkatkan pandapatan dari berbagai jenjang, ada beberapa cara untuk meningkatkan pendapatan yang bisa dilakukan oleh siapa saja, di antaranya :
1. Investasi
Meliputi investasi jangka panjang, investasi jangka menengah, dan investasi jangka panjang. Disesuaikan dengan rencana dan kemampuan keuangan keluarga. Adapun beberapa jenis investasi yang bisa kita pilih, antara lain : Saham, Obligasi, Forex (foreign exchange) atau pertukaran mata uang asing, Reksadana.
Reksandana hampir sama dengan arisan:Tanah, Properti, Emas.
2. Mencari pekerjaan yang lebih baik
3. Berbisnis

B. Menekan Cash Out
Meningkatkan pendapatan adalah hal yang tidak mudah. Namun, lebih tidak mudah lagi menekan pengeluaran. Agar terhindar dari pengeluaran yang sia-sia, bisa diterapkan hal-hal di bawah ini :

  1. Tentukan pos wajib dan tidak wajib
  2. Kebutuhan lebih penting dari keinginan
  3. Alokasikan dana untuk infak di awal
  4. Jangan membawa banyak uang tunai ketika bepergian terutama ber belanja
  5. Jangan membawa semua ATM dan kartu kredit
  6. Jika berbelanja, sebaiknya ditemani dengan orang yang memiliki karakter berbeda dengan kita
  7. Jangan meletakkan uang pada dompet yang sama
  8. Waspada terhadap hal-hal yang membuat kita tergoda
  9. Jangan terlalu sering makan di luar
  10. Sebisa mungkin hindari berhutang pada pos lain untuk memenuhi pos lainnya

V. MEMBUAT LAPORAN KEUANGAN SEDERHANA

A. Fungsi Laporan Keuangan Sederhana
Tujuan perusahan membuat laporan keuangan adalah untuk pihak-pihak yang berkepentingan. Pihak-pihak yang berkepentingan tersebut terdiri atas pihak internal (pemilik perusahaan, karyawan, dan menajemen perusahaan) dan pihak eksternal (kreditur, investor, masyarakat, dan pemerintah). Manfaat laporan keuangan untuk pemilik perusahaan adalah untuk menilai perusahaan tersebut maju atau tidak. Sedangkan untuk kreditur adalah untuk menilai apakah perusahaan tersebut pantas atau tidak diberikan kredit.

Adapun jenis-jenis laporan keuangan secara umum :
1. Neraca
Dalam neraca disebutkan berapa jumlah aktiva, jumlah hutang, dan jumlah modal perusahaan yang merupakan selisih antara harta dan utang.
2. Laporan Laba Rugi
Adalah catatan mengenai aktivitas pemasukan dan pengeluaran perusahaan.
3. Laporan Perubahan Modal
Adalah catatan mengenai modal awal ditambah dengan laba dikurangi laba yang dibagikan atau prive (pengambilan untuk kepentingan pribadi).
4. Catatan atas Laporan Keuangan
Menggambarkan tentang keterangan-keterangan yang membutuhkan penjelasan atas transaksi yang dilakukan perusahaan.

Adapun pentingnya membuat laporan keuangan keluarga atau pribadi adalah :
1. Mengetahui pisisi keuangan kita
Sama halnya dengan perusahaan yang akan memutuskan mengembangkan usaha atau menghentikan usaha setelah melihat posisi keuangan perusahaan. Kita juga dapat memutuskan sesuatu setelah mengetahui kondisi keuangan kita.
2. Mengetahui tingkat produktivitas kita dalam bulan atau periode tersebut.
Selisih antara pemasukan dan pengeluaran disebut dengan laba atau selisih positif. Semakin besar selisih positif maka keuntungan yang didapatkan semakin besar.
3. Mengetahui kenaikan pendapatan, biaya, aset, utang dan selisih positif dari tahun ke tahun.

Untuk mengetahui apakah dari tahun ke tahun pendapatan mengalami kenaikan atau tetap sama. Selain itu, bisa mengukur sejauh mana kemampuan dalam menghasilkan uang dan strategi-strategi untuk meningkatkan pendapatan.

VI. CASH FLOW MANAGEMENT DI MASA KRISIS

Krisis di sini bisa diartikan dengan krisis negara dan krisis keuangan pribadi.

Beberapa langkah yang harus dilakukan di masa-masa krisis :
1. Mencari sebab-sebab kita mengalami krisis
Beberapa sebab di antaranya adalah :
o Gaya hidup yang terlewat konsumtif.
o Terkena PHK
o Tak ada job buat kita lagi (bila kita adalah seorang full time freelancer)
o Kedua orang tua mengalami kebangkrutan
o Memiliki banyak utang
o Bertambahnya beban hidup yang tidak disertai dengan bertambahnya kemampuan untuk survive.
o Bisnis bangkrut
o Suami meninggal

2. Melakukan tindakan kuratif
Tindakan kuratif atau tindakan “pengobatan” adalah hal-hal yang dilakukan ketika sesuatu yang tidak kita inginkan terjadi.

Hal-hal apa saja yang akan dilakukan saat krisis keuangan melanda :
a. Mencari pekerjaan lagi bila sebab krisis adalah karena kehilangan pekerjaan.
b. Menekan biaya hidup dan memangkas hal-hal yang tidak penting.
3. Menggunakan keuntungan investasi untuk memulai usaha lagi.
4. Berhutang kepada pihak ketiga.

Evaluasi

Evaluasi dilakukan di akhir periode. Alasan melakukan evaluasi adalah :
1. Evaluasi adalah sarana untuk membandingkan rencana dengan realisasi.
2. Untuk mengetahui sebab ketidak samaan antara rencana dan realisasi.
3. Evaluasi adalah sarana untuk memperbaiki strategi keuangan di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

Ariefiansyah, Miyoshi. 2011. Sim Salabim! Jago Investasi. Bekasi: Laskar Askara.
P. Pratomo, Eko & Tim Hijrah Institue. 2007. Membangun Kecerdasan Finansial dengan Nilai-Nilai Spiritual. Jakarta: Arga Publishing.
Rini, Mike. 2006. 120 Solusi Mengelola Keuangan Pribadi. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Senduk, Safir. 2000. Mengelola Keuangan Keluarga. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Hidayat, Taufik, S.E., M.Si. 2010. Mengelola & Merencanakan Keuangan Pribadi dan Keluarga. Jakarta: Mediakita.

http://www.perencanaankeuangan.com
http://www.perencanaankeuangan123.com
http://www.tipsoke.com
http://www.bi.go.id
http://id.wikipedia.org
http://www.bps.go.id/
http://ilmumanajemen.com/
http://keluargacerdas.com
http://manajemenusaha.com/?p=259