1. MIND SHARE
  • Segmentasi

marketing-muhammad Segmentasi adalah cara membagi pasar berdasarkan variabel-variabel tertentu seperti geografi, demografi, psikologi, perilaku dan pada akhirnya ke variabel terkecil yaitu individu. Segmentasi yang berkesinambungan dapat terus memenuhi kebutuhan ( need ) dan keinginan ( want ) pasar yang selalu berubah-ubah. Kesalahan memilih tempat ketika meluncurkan sebuah produk sering kali menjadi kendala perusahaan meraih kesuksesan yang diiginkan.

Pembagian pasar berdasarkan faktor geografis meliputi wilayah, kota, provinsi, atau negara. Dengan adanya otonomi daerah yang dibuat oleh pemerintah akan menjadi salah satu dasar segmentasi pasar yang baik. Sedangkan, pembagian secara demografi dilihat berdasarkan jenis kelamin, usia, tingkat pendidikan, pekerjaan dan agama. Dua hal tersebut dikelompokan dalam static-atibut segmentation, karena bersifat statis dan cenderung tidak berubah.             Terakhir, pembagian pasar berdasarkan psikologis yang harus diperhatikan adalah kebiasaan, gaya hidup, dan personality (karakter). Faktor ini adalah faktor yang dinamis dan selalu berubah . Sehingga sulit diduga, segmentasi ini dikenal sebagai segmentasi dynamic-atribute segmentation.

  • Nabi dalam Segmentasi

Sebelum melakukan perdagagan, Nabi terbiasa melakukan perlawatan terlebih dahulu kedaerah-daerah atau wilayah dimana beliau akan menjalankan bisnisnya. Beragkat dari pegetahuan yang cermat dan teliti tentang kebiasaan masyarakat, cara hidup mereka, cara makan dan minum, akan membuat Nabi dapat menjual barang dagangannya dengan baik dan mampu meraih keuntungan yang lebih besar dibandingkan pengusaha lain ketika itu.

Namun, hal yang perlu diperhatikan adalah sebelum Nabi melakukan segmentasi, beliau terbiasa melakukan pengenalan market. Setelah megetahui marketing barulah beliau melakukan segementasi secara individu ( segment of one )  atau sekarag dikenal dengan istilah (market identifying ). Dengan begitu Nabi mengetahui tipe pendekatan yang harus dilakukan. Akhirnya, beliau akan dapat memasuki semua segmen yang ada seperti: tingkatan usia, status sosial, dan kebiasaan hidup mereka. Pola fikir yang sama sekali belum terlintas dipikira pengusaha-pengusaha lain saat itu.

  • Targeting

Targetting adalah proses pemilihan target dan mencocokan reaksi pasar dengan kebutuhan dasar, kemampuan daya beli dan keterbatasan yang dimiliki. Pemilihan target setelah segmentasi adalah suatu keharusan sebelum produk di luncurkan. Apalagi dengan kondisi bahwa produk baru tersebut belum memiliki pesaing. Sebuah produk atau jasa tidak dapat memasuki semua segmentasi di masyarakat. Karena itu, diperlukan sebuah proses targeting. Kejeliaan pemilihan target market yang tepat akan mempermudah masuknya sebuah produk baru.

  • Nabi dalam Targeting

Nabi telah melakukan targeting yang luar biasa, berbeda dengan teori targeting yang memfokuskan pada satu segmen atau komunitas. Beliau dapat melakukan targerting mulai dari kalangan raja-raja hingga budak belian.

Awalnya beliau memang melakukan prinsip targeting, namun tetap mengarah pada semua segmen yang ada, bahkan mampu melakukan one on one marketing yang merupakan segmen terkecil. Beliau mampu menjadi sosok yang dihormati dikalangan pengusaha saat itu. Semua ucapan dan perbuatannya selalu diteladani dan dijadikan contoh bagi orang lain. Beliau melakukan itu tidak hanya dengan niatan bisnis, tetapi juga personal.

Langkah ini menghasilkan customer life time value ( nilai yang bisa didapatkan oleh perusahaan dalam jangka waktu tertentu selama pelanggan tersebut menggunakan produk perusahaan ) dan berujung pada long term relationship ( hubungan jangka panjang )

  • Positioning

Positioningbukan hanya bagaimana cara menempatkan produk suatu perusahaan secara luas dipasar agar diminati banyak customer. Melainkan, lebih kepada bagaimana menempatkan produk di benak customer sehingga tertanam bahwa perusahaan anda adalah definisi dari kategori produk yang anda jual.

Biasanya, para manager  pemasaran dalam  positioning mereka menjelaskan produknya seluas mungkin pada semua orang. Penanaman pengertian bahwa produk kami dapat digunakan oleh sipapun dan dalam kondisi apapun menjadi pemikiran utama. Padahal penanaman positioning yang sempit lebih efektif hingga produk yang ditawarkan dipercaya sebagai solusi bagi satu permasalahan dan solusi segmen di market.

  • Nabi dalam Positioning

Positioning  yang dilakukan Nabi lebih condong pada pembentukan personal branding pada diri beliau. Saat itu sosok beliau sangat disegani dan dihormati, karena kejujuran dan keadilannya. Beliau menyadari bahwa image yang dibangun akan menjadi referensi bagi orang-orang yang belum mengenalnya.

Reputasi beliau sebagai pedagang yang jujur dan terpercaya telah terbina sejak remaja. Baik dikalangan pengusaha saat itu sampai kalangan investor yang merupakan orang-orang kaya di Mekkah. Ia selalu memperlihatkan rasa tanggung jawab dan integritas yang besar dalam berurusan dengan orang lain. Positioning itulah yang ditanamkan secara terus –menerus sehingga mengakar dengan baik dalam benak para pengusaha.

Positioning beliau sampe sekarang masih sangat terasa dengan banyak orang yang mengidolakan, mengagumi  dan mengikuti semua contoh yang telah ia berikan. Sangat tidak heran jika nama beliau menjadi orang nomi 1 pada daftar 100 orang paling berpengaruh didunia.

2. MARKET SHARE

  • Diferensiasi

Diferensia dalah pembeda atau bagaimana caranya agar menjadi berbeda dengan produk perusahaan lain. Salah satu cara diferensiasai adalah dengan konten ( content ) konteks ( context ) dan infrastruksur ( infrastucture ) yang kita miliki hingga menjadi nilai lebih yang dapat kita tawarkan kepada pelanggan. Sedangkan tujuan esensinya adalah agar lebih dikenal sehingga menjadi identitas diri.

  • Nabi dalam Diferensiasi

Sejak muda nabi Muhammad melakukan diferensiasi hingga ia dikenal bukan sebagai salah satu pengusaha melainkan satu-satunya pengusaha muda dengan hasil perniagaan yang luar biasa. Cara berdagang beliau dengan konvensional tidak membuatnya diasingkan, tetapi justru meraih keuntungan yang lebih baik. Dia melakukan istilah baru yang diangkat tahun2002 oleh Sam Hill dan Glenn Rifkin yaitu Radical Marketing. Bukan dalam artian yang negatif atau bahkan deskriptif tetapi dalam artian lain yang dengan cara perdagangan konvensional dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang sering timbul saat itu.

Apabila dasar-dasar dari Radical Marketing yang diungkapkan Sam Hill dan Glenn Rifkin kita sematkan pada diri nabi, maka kita akan menemukan kesamaan. Uniknya ini dilakukan seorang diri jauh sebelum dasar tersebut diangkat kepermukaan.

Sebagai contoh kita bandingkan dua ciri utama pemasaran radikal menurut mereka dengan dua pemikiran Nabi.

Pertama para pemasar radikal mempunyai ikatan-ikatan kuat dengan target market tertentu dengan tujuan menciptakan komunitas pelanggan dan mengetahui apa-apa yang sebenarnya diinginkan konsumen.

Nabi bersabda: “siapa yang ingin rezekinya dilapangkan dan umurnya dipanjangkan, maka hendaklah ia menyambungkan silaturrahmi”. (HR. Muslim dari Anas bin Malik)

Kedua, pemasar radikal cenderung mengarahkan fokus pada pertumbuhan dan ekspansi daripada upaya pengambilan keuntungan. Mereka menggunakan data pasar dengan sangat hati-hati dan melakukan tinjauan kembali pada teori bauran pemasarn. Dalam berdagang, Nabi tidak hanya fokus dikota Mekkah. Tetapi, melakukan ekpsor sampai ke negeri syam seperti palestina, syiria, libanon, dan yordania. Beliau menganjurkan selalu bermurah hati, menjauhi sumpah palsu dalam promosi dan tidak menyaingi harga jual orang lain serta tidak memotong jalur distribusi. Beliau menggunakan kebiasaan orang-orang untuk menciptakan batasan-batasan perilaku yang akan mendukung pada praktek perdagangan.

  • Bauran Pemasaran ( Marketing Mix )

Sebuah tingkatan yang menggabungkan element penting pemasaran barang atau jasa. Seperti keunggulan produk, penetapan harga, pengemasan produk, periklanan, persediaan barang, distribusi dan anggaran pemasaran dalam usaha memasarkan sebuah produk menjadi gambaran yang jelas mengenai bauran pemasaran.

Pada tingkatan tersebut terdapat perincian product, price, place, dan promotion  the p4 in marketing. Salah jika kita hanya mengganggap marketing hanya sebatas marketing mix atau yang lebih jauh lagi mengangaggap marketing hanya sebatas promosi.

  • Nabi dalam Melakukan Marketing Mix

Ketika Nabi menjual suatu produk beliau menggunakan konsep yang apabila konsep-konsep dagangnya dikembangkan. Maka, akan menjadi Marketing Mix  yang kita kenal sekarang.

Nabi yang hidup pada masa ke 7 masehi sudah mencanangkan kewajiban bagi pengusaha untuk tidak membingungkan konsumen dan tegas dalam menentukan harga. Dalam jual-beli harga harus sesuai dengan nilai suatu barang yang akhirnya akan menguntungkan pengusaha karena kepercayaan konsumen akan dapat diraih dengan sendirinya.  

  • Konsep Promosi yang Digunakan oleh Muhammad

Beliau selalu menjelaskan kelebihan dan kekurangan produk yang ia jual dengan baik. Sekali lagi kejujuran memegang peranan penting dalam perniagaan beliau. Dengan begitu, pelanggan tidak akan merasa dibohongi. Beliau tidak pernah melebih-lebihkan produk dengan maksud memikat pembeli. Beliau menekankan agar tidak melakukan sumpah palsu.

Sumpah yang berlebihan tidak akan menumbuhkan kepercayaan ( trust ) pelanggan. Sesaat sumpah yang berlebihan mendatangkan keuntungan, namun ketika konsumen menyadari kebohongan mereka tidak akan membeli lagi. Muhammad telah melihat jauh kedepan bahwa sumpah yang berlebihan akan mengancam kelangsungan usaha sang pedagang.

Sebuah survei mengenai persepsi publik yang terdapat pada buku The Fall of Advertising and The Rise of PR, di Amerika menunjukan data menarik.

Data diatas menunjukan betapa konsumen memiliki tingkat kepercayaan yang buruk terhadap beberapa produsen. Hal ini tidak akan terjadi jika sejak awal produsen menanamkan sikap jujur dan menjauhi sumpah palsu dengan tujuan melariskan dagangan. Iklan atau promosi yang tidak sesuai dengan kenyataanpun termasuk dalam kategori sumpah palsu.  Selain itu, hal-hal yang dilarang nabi dala promosi adalah hanya memberitahukan keunggulan produk tanpa memberitahukan efek samping karena sama dengan pembodohan konsumen. Mengeksploitasi wanitapun dalam rangka melariskan produk tidak dibenarkan.

  • Konsep Harga yang Digunakan Nabi MuhammaD

The war of price (perang harga) tidak diperkenankan oleh Rasulullah sampai-sampai beliau bersabda : Janganlah kamu menjual menyaingi penjualan saudaramu (H.R Bukhari) . Namun, jika persaingan dalam hal kualitas, layanan, dan nilai tambahan beliau menganjurkannya. Meskipun beliau hidup di abad ke.7 namun beliau sudah mencanangkan kepada pengusaha agar tidak membingungkan konsumen dalam hal menentukan harga. Beliau bersabda: penjual harus tegas terhadap takaran dan timbangan. Menukar emas dengan emas perak dengan perak, gandum dengan gandum, jelai dengan jelai, kurma dengan kurma, dan garam dengan garam. Apbila penukaran dilakukan dengan berlainan jenis lakukan sesukamu asal dengan tunai.

  • Konsep Distribusi /Lokasi yang Digunakan oleh nabi Muhammad

Nabi melarang pemotongan jalur distribusi sebelum pedagang tiba di pasar dan melarang orang kota membeli barang kepada orang desa dengan tujuan agar tidak ada tengkulak. Hal lain yang menjadi perhatian adalah adanya orang lain yang menjadi pelantara perniagaan dengan maksud mendapatkan keuntungan (calo). Larangan ini berlaku jika petani tidak tahu harga pasaran barang, sehingga tengkulak menawar barang dengan harga serendah-rendahnya, akhirnya para petani mengalami kerugian. Nabi Beliau bersabda: Tidak boleh orang kota menjadi pelantara niaga orang desa. Biarkanlah orang memperoleh rezeki Alloh lewat  satu dari yang lainnya. (HR. Muslim)

  • Selling

Adalah sebuah tekhnik dalam membujuk atau meyakinkan konsumen bahwa dalam produk yang dijual terdapat solusi atau keuntungan yang lebih bagi mereka. Tekhnik komunikasi terfokus pada nilai yang terkandung pada barang atau jasa. Jika memiliki ide atau konsep, tetapi tidak direalisasikan maka akan percuma saja (useless)

Memproduksi suatu produk cenderung lebih mudah dari pada memasarkannya. Hal-hal yang seharusnya menjadi pengetahuan ketika menjual adalah: need (kebutuhan), want (keinginan), dan budget (kemampuan). Dengan begitu, kita akan dapat menjual solusi atau jawaban permasalahan konsumen. Sebagai hasilnya akan mampu meraih kepercayaan konsumen dan mereka akan merasa tidak dirugikan. Mereka akan menganggap kita sebagai orang yang mengerti kubutuhan dan keinginan kita. Diiringi dengan sikap empati yang selalu kita tunjukan kepada mereka saat bertransaksi.

Tiga tahapan yang sering terjadi pada konsumen:

1)      Pertama akan mempelajari produk yang kita tawarkan. Dengan mengetahui kebutuhan, keinginan dan kemampuan pembeli bukan berarti kita dapat dengan mudah memasukan produk kita dalam benak konsumen. Proses knowing ini melibatkan banyak hal. Konsumen akan mencari tahu keunggulan produk kita bukan dari kita, tetapi dari orang lain.

2)      Kedua Merasakan Suatu Produk,

Merasakan suatu produk bisa melalui orang lain atau merasakannya langsung. Tetapi, Cara terbaik mengetahui manfaat suatu produk adalah dengan merasakannya sendiri.

3)      Ketiga Proses Transaksi

Dalam proses transaksi ini, kemampuan bernegosiasi sangat diperlukan terutama untuk produk dengan harga yang masih bisa berubah atau kalaupun harga sudah tidak  berubah  bisa bernegosiasi dari sisi nilai tambah. Tetapi, dengan catatan tidak ada pihak yang dirugikan.

  • Nabi dalam Menjual

Nabi tidak sekedar menjual produk demi mengeruk keuntungan secara finansial, tetapi lebih pada kenyamanan bertransaksi dan pelayanan yang diberikan saat bertransaksi. Beliau berpegang teguh pada prinsip-prinsip yang ia miliki sehingga akhirnya dapat membawa keuntungan berlipat ganda. Keuntungan yang tidak hanya berupa materi, tetapi juga hubungan baik dan kepercayaan pembeli terhadap beliau. Sehingga ini akan menjadi aset yang dimasa saat itu dan yang akan datang terhadap citra bisnis beliau. Prinsip-prinsip yang beliau pegang teguh ketika berjualan adalah sebagai berikut:

Pertama, penjual tidak boleh mempraktekan kebohongan dan penipuan mengenai barang-barang yang dijual pada pembeli. Hanya untuk mendapatkan keuntungan, sebaliknya itu akan membuat pebisnis mendapatkan  kerugian besar.

Kedua, penjual harus menjauhkan diri dari sumpah yang berlebihan dalam menjual suatu barang.

Ketiga, hanya dengan sebuah kesepakatan bersama atau dengan suatu usulan dan penerimaan suatu penjualan akan sempurna. Dilarang ada paksaan antara penjual dan pembeli, keduanya harus dalam sukarela ketika menjual atau membeli suatu produk.

Keempat, Penjual harus tegas terhadap timbangan dan takaran. Penjual tidak boleh mengurangi timbangan, karena Alloh melarang hal yang demikian itu dalam QS. Al-Muthoffifin.

Kelima, orang yang membayar dimuka suatu barang tidak boleh menjualnya sebelum barang terebut menjadi miliknya. Sebab belum adanya kepastian apakah barang tersebut akan sampai pada pembeli untuk dijual kembali atau tidak. Sebab, hal-hal yang ghaib hanyalah milik Alloh swt.

Keenam, Nabi dengan tegas melarang adanya monopoli. Dengan memonopoli pasar secara tidak langsung kita akan menghambat oranglain untuk mengais rizki mereka.

Ketujuh, tidak boleh harga komoditi yang melebihi batas. Hal ini akan mempersulit para penjual kecil dengan modal terbatas membeli barang untuk dijual kembali kepada konsumen.

3. HEART SHARE

  • Brand

Brand adalah nama, istilah atau simbol yang dapat menjadi identitas dari sebuah produk atau jasa suatau perusahaan. Brand bisa di ambil dari nama pemilik produk atau apa yang lainnya terganrunng pemilik perusahaan.

Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa untuk memperkuat merek tidak hanya dilakukan dengan aktiv memasarkan secara gencar-gencaran dengan tujuan membentuk brand awarnesess. Tetapi, dengan menunjukan kualitas yang tinggi, memproses dengan cara yang bersih serta kemampuan men-deliver-kan pada pelanggan inilah langkah yang utama.

  • Nabi dalam Melakukan Branding

Dalam hal branding Nabi tidak menggunakan merek untuk menamai produknya, melainkan karakteristik atau kepribadian diri Nabi sendirilah yang menjadi brand. Dengan karakter yang kuat, meskipun musuh-musuh beliau ketika itu berkumpul dan mencari-cari cara untuk menghancurkan nama baik beliau lewat world of mouth ( fiitnah )  mereka tetap tidak dapat melakukannya. Karena, kepribadian luhur yang melekat pada diri beliau memang telah dijamin oleh Alloh. Sebab, beliau adalah contoh atau suri teladan bagi umat manusia muslim dan non-muslim.

  • Process

Process adalah langkah-langkah atau cara-cara yang dilakukan suatu perusahaan mulai dari produksi, distribusi  hingga pemasaran suatu produk dengan cara yang mulus. Sebuah perusahaan yang memiliki strategi yang baik tanpa proses yang mendukung tidak akan menghasilkan apa-apa.

Pertama, mengetahui jaringan pemasok untuk meminimalisir biaya perusahaan dalam proses produksi. Jika tidak, maka perusahaan harus mengeluarkan biaya lebih banyak.

Kedua, manajemen aset perusahaan yang berdasarkan atau menyesuaikan pada kondisi atau kebutuhan  pasar dapat mengoptimalkan semua komponen aset perusahaan.

Ketiga, Pengetahuan tentang bisnis yang up to date merupakan salah satu langkah yang harus dilakukan. Jika tidak memiliki pengetahuan yang mumpuni bisa dipastikan pengusaha akan ketinggalan atau gagal, sebab tidak meimiliki informasi mengenai kabar tentang barang apa yang diinginkan dan dibutuhkan pasar, sehingga akan memproduksi barang atau jasa yang tidak laris dipasaran.

  • Nabi dalam process

Dalam berbisnis beliau benar-benar memulai semuanya dari nol dengan hanya bermodalkan kepercayaan bukan materi beliau mampu mendapatkan keuntungan yang luar biasa melebihi pengusaha-pengusaha lain yang bermodalkan besar. Dengan Langkah-langkah atau proses : rmengetahui tempat-tempat pemasok barang ( suplier ), mengetahui menjual ( market ), serta pengetahuan yang penuh tentang kebutuhan dan keinginan masyarakat pasar serta hubungan baik dengan konsumen.

Dalam QS. Al-Baqoroh: 282 Alloh berfirman: Apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang yang tidak ditentukan, hendaklah kamu menulisnya. Dan hendaklah seorang penulis diantara kamu menulisnya dengan adil.

  • Service

Pernahkah anda mendengar keluhan konsumen mengenai pelayanan? Ini merupakan hal yang lumrah ditengah-tengah masyarakat kita. Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa service tidak hanya dilakukan saat barang atau jasa dihantarka, tetapi service terdiri dari tiga tahapan, yaitu: before sales service, after sales service dan during sales service. Before sales service menekankan kepada pelayanan yang dilakukan sebelum terjadinya transaksi, after sales service adalah pelayanan yang diberikan setelah terjadinya transaksi sedangkan  during sales service adalah pelayanan yang diberikan kepada konsumen pada saat terjadinya transaksi jual-beli.

  • Nabi dalam Men- Service

Nabi yang dikenal senantiasa ikhlas dalam setiap tutur kata dan perbuatannya, apalagi ketika beliau memberikan pelayanan saat  bertransaksi beliau benar-benar menghargai pelanggannya lebih dari dirinya sendiri. Hal ini merupakan cara yang efektif untuk mempertahankan pelanggan. Sehingga yang terbina adalah hubungan baik antara penjual dan pembeli. Bahkan beliau memandang bahwa service tidak hanya dilakukan saat menjual, tetapi juga membeli.

Paradigma “pembeli adalah raja” seringkali dijadikan alasan para pembeli bahwa mereka bisa bersikap seenaknya terhadap penjual. Padahal beliau mengajarkan bahwa penjual juga hanya manusia biasa yang memiliki emosi.

4. SOUL SHARE

  • Jujur

Nabi menyadari bahwa pelanggan tidak hanya butuh sebuah service atau produk dengan kualitas tinggi, tetapi juga sebuah nilai tambah secara emosi yang terkandung didalamnya. Sikap jujur yang dimiliki beliau adalah nilai tambah sekaligus  pengalaman baik yang memiliki nilai lebih. Sebaik apapun nilai yang ditawarkan oleh pengusaha jika tidak diiringi oleh sikap jujur, maka hasilnya akan sia-sia. Sikap jujur disetiap perkataan dan perbuatan beliau membuahkan hasil kepercayaan jangka panjang.

Sikap jujur merupakan kunci utama dari kepercayaan pelanggan. Kepercayaan bukan sesuatu hal yang diciptkan, melainkan sesuatu hal yang dilahirkan, timbul secara alami tanpa paksaan.

Disamping sikap jujur beliau juga memiliki sikap ikhlas, meskipun sebenarnya kekayaannya melimpah, namun beliau lebih memilih hidup bersahaja atau sederhana dengan perasaan ikhlas untuk  mendapatkan ketenangan bathin. Perlu ditekankan bahwa sikap ikhlas yang dimiliki beliau bukan berarti menerima apa adanya tidak mau berusaha, tidak mau bersusah payah atau bekerja sungguh-sungguh.

  • Profesional

Selain sikap ikhlas beliau juga menekankan sikap profesional diantaranya pentingnya penempatan seseorang pada pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya (The Right Man on The Right Job) ini merupakan salah satu sikap profesional yang dimiliki beliau. Sebab, jika seorang pimpinan  menempatkan anggota diposisi yang salah maka dia harus bersiap-siap menunggu kehancuran. Orang yang tidak kompeten dalam menjalankan tugasnya hanya akan memperburuk keadaan.

Profesional dan ikhlas adalah dua hal yang saling berkaitan dan saling menyeimbangkan. Ikhlas menjaga seseorang dari melakukan sesuatu dengan terpaksa dan mengajarkan seseorang berlapang dada menerima sesuatu setelah usaha yang optimal. Profesionalisme menjaga seseorang dari sikap malas dan hanya menerima sesuatu dengan apa adanya tanpa usaha maksimal.

  •  Silaturahmi

Pada dasarnya silaturahmi adalah rumus untuk menjaga hubungan baik antar sesama manusia dan lingkungan. Dengan silaturahmi kita menjaga hubungan baik atas dasar kasih sayang.

Nabi menjadikan silaturahmi sebagai salah satu seni dalam berdagang untuk mengetahui customer insight juga secara tidak langsung akan menaikan omzet perdagangan.

Dengan silaturahmi kita dapat membangun jaringan kerja ( networking ) yang tidak terbatas. Silaturahmi memiliki arti yang jauh lebih dalam daripada hanya sebatas hubungan bisnis.

  • Murah Hati

Murah hati adalah konsep marketing yang dilakukan oleh Nabi. Namun, terkadang setelah mendapatkan kesetiaan pelanggan, pedagang nakal suka memanjakan mereka dengan produk-produk yang bertujuan untuk mendapatkan keuntungan besar. Berbeda dengan murah hati yang Nabi ajarkan menjaga siapapun dari melakukan pembodohan dan pemanfaatan konsumen.

Kejujuran menghasilkan kepercayaan, keikhlasan menghasilkan ketenangan dalam bekerja, profesionalisme menghasilkan kesungguhan dan dedikasi yang tinggi serta silaturahmi membentuk jaringan kerja dan keuntungan moril serta materil yang tidak terbatas. Dengan didasari sikap murah hati dan cara kerja dari keempat elemen tersebut yang berkesinambungan akan membentuk sebuah pola pikir  yang ideal, sebuah paradigma baru yang berpusat pada sikap murah hati.

Ini adalah the real solution dalam marketing yang dilakukan oleh Nabi.  Formula sederhananya ini telah menyentuh hati jiwa setiap yang berinteraksi dengannya dengan efek yang luar biasa.