PENDAHULUAN

Ternyata dalam berbisnis, kehebatan dalam membuat produk berkualitas sama sekali belum cukup. Untuk mengembangkan dan mempertahankan bisnis , kita juga piawai dalam memasarkan  produk tersebut. Bukan hanya menjual, tapi memasarkan.

Untuk mencapai kebebasan berbisnis (business freedom), setiap pengusaha biasanya mengalami beberapa tahap,

1.    Tahap mencipta/membangun (Creation) , biasanya terjadi pada satu atau dua tahun pertama.

2.    Tahap kekacauan ( Disorder). Meski sudah direncanakan dengan matang dengan sokongan  berbagai  hal, tetap saja, perusahaan baru pasti akan mengalami kekacauan pada masa-masa tertentu. Berbagai hal macer dan tidak jalan seperti yang diharapkan , dan banyak pengusaha yang gugur pada fase ini, karena tidak mampu menemukan solusi yang benar.

3.    Tahap pengawasan ( Control). Nah pada tahap ini pengusaha harus melakukan control yang ketat terhadap bisnisnya. Tanpa tahapan ini , disorder yang terjadi akan menuju ambang kehancuran.

4.    Tahap kemakmuran (Prosperity). Barulah kita memasuki tahapan kemakmuran, ketika perusahaan sudah mendapatkan profit seperti yang direncanakan.

5.    Tahap kebebasan( Freedom). Inilah tahap terakhir seorang pengusaha , ketika dia mengalami saat-saat kebebasan. Dia tak perlu lagi tergantung dengan kewajiban untuk selalu berada diperusahaannya. Ada atau tidak ada dirinya, perusahaan akan tetap berjalan dengan baik dan menguntungkan.

Problemnya  adalah Marketing

Masalah terbesar `pada perusahaan menengah kecil adalah marketing. Mereka pintar membuat produk, tapi tidak paham system pemasaran yang efektif. Sangat sulit mengharapkan sebuah perusahaan mencapai tahapan kemakmuran, tanpa system pemasaran yang efektif.

TRADISIONAL VS MAGNETIC MARKETING

A.   Push Marketing ( Tradisional)

Para pengguna strategi push meyakini bahwa produk adalah segalanya. Dialah sumber dari segala kekuatan untuk mendapatkan respon positif dari para konsumen. Padahal sebagus apapun produk itu tidaka akan berarti apa-apa selama konsumen tidak membutuhkannya. Seperti contoh berikut,perusahaan perbankan khususnya produk KTA dan Kartu Kredit atau Asuransi. Jika mereka merasa cocok dengan strategi ini , tentu tidak ada masalah . anda pun jika cocok memanfaatkan strategi marketing tradional ini, silahkan saja.

Namun perlu diingat bahwa pendekatan strategi push marketing, cendrung mengabaikan kepentingan konsumen, sehingga sering dianggap sebagai egois pada produknya sendiri (product driven). Buktinya kebanyakan dari mereka menciptakan produknya terlebih dahulu, baru mencaari pangsa pasar.

B.   Magnetic Marketing

Berbeda dengan push yang menekan , maka strategi  pull focus pada upaya bagaimana agar konsumen tertarik terhadap produk kita. Cara terbaik  untuk memasarkan produk , bukan pada produknya melainkan siapa calon konsumennya, itulah sebabnya focus dari strategi ini bukan pada produk tapi pada ‘problem’ calon konsumen.

Jadi, sebelum menciptakan produk (barang atau jasa) maka perusahaan akan mencari tahu dulu, apa yang dibutuhkan konsumen (problem) setelah tahu apa kebutuhan mereka, barulah diciptakan produknya sebagai solusi.Contoh magnetic marketing adalah Kijang.

Toyota pada tahun 1980-an, mereka melakukan riset terhadap masyarakat Indonesia. Hasilnya, sebagian besar dari mereka suka bepergian bersama-sama. Itu tandanya, orang Indonesia butuh kendaraan yang cukup basar. Problemnya saat itu belum ada kendaraan yang cocok untuk kebutuhan tersebut. Maka, diciptakanlah model Kijang , yang dinegara asalnya tidak ada.

KESALAHAN MENDASAR DALAM MARKETING

Hasil riset

Sebagian besar pebisnis merasa tahu banyak tentang marketing, tapi kenyataan menunjukkan fakta sebaliknya. 80% pebisnis tidak tahu ilmu marketing,sehingga banyak melakukan kesalahan mendasar dan mengakibatkan bisnisnya tidak bias berkembang dengan baik.

Dibawah ini terdapat 5 kesalahan mendasar marketing, yang biasa dilakukan oleh pengusaha menengah kecil.

1.    Pemasaran mengingatkan ( Image Base)

Strategi yang hanya mengandalkan citra perusahaan kurang cocok dilakukan pengusaha menengah kecil yang omzet dibawah Rp 100 miliar/tahun strategi ini hanya cocok buat perusahaan besar  yaitu korporasi yang mereknya sudah mapan, seperti Nike, Marcedes Benz, Mc Donald dan lain-lain.

Strategi semacam ini tidak cocok dan tidak akan efektif. Dalam konteks memperbesar size pasar, kita sebaiknya menggunakan strategi yang langsung mendapatkan respon dari konsumen (direct response) bukan mengingatkan (image base).Strategi  pembangunan citra membutuhkan dana besar , dan jangka waktu yang panjang. Itulah sebabnya hanya cocok untuk perusahaan besar. Kalau perusahaan menengah kecil menggunakan strategi ini , maka akan kehilangan banyak uang dan waktu sehingga membuat pemasarannya tidak berjalan dengan baik.

2.    Product Oriented ( menonjolkan fitur Produk)

Marketing ini berkaitan dengan emosi dan perasaan  (feeling). Emosi dan perasaan itulah inti dari marketing, kita akan berhasil memasarkan sebuah produk kepada konsumen, jika emosi dan perasaan konsumen tersebut bias kita kuasai. Nah, marketing anda tidak akan berjalan dengan efektif, jika mengabaikan emosi dan perasaan.Salah satu pengabaian emosi dan perasaan itu salah satunya adalah terlalu menonjolkan produk (product oriented). Kita hanya menampilkan fitur-fitur keunggulan dan kehebatan produk. Atau mengedepankan  kehebatan pendiri perusahaan, para pembuat produk, dan orang-orang yang berada dibelakang produksi. Kita seolah-olah tidak peduli pada emosi dan perasaan konsumen (egois).

3.    Tidak Pernah Mengukur dan Menguji

Sebagian dari kita sering mengabaikan “mengukur dan menguji”. Kealpaan melakukan uji dan ukur inilah yang seringkali menjadikan marketing  sebagai ajang menghambur-hamburkan uang. Para pemilik usaha mengeluhkan bagian pemasarannya yang lebih banyak menghabiskan uang ketimbang memberikan pemasukan. Akibatnya , marketing berada pada posisi pos biaya bukan investasi.

4.    Kurangnya Pengetahuan tentang Sistem Marketing yang Efektif

Berbagai kondisi kesalahan tersebut di atas diperparah dengan enggannya kita belajar tentang marketing yang efektik, atau belajar kepada pihak yang salah. Jika kondisi ini yang terjadi maka akan semakin banyaj kesalahan marketing, sehingga berefek pada kegagalan .Akibatnya, lambat laun akan membuat kita frustasi dan kehabisan modal. Hal ini berakibat pada anggapan bahwa marketing adalah biaya. Paradigm ini sesuai dengan pengalaman sehari-hari mereka, yang  melibatkan kegiatan marketing selalu membutuhkan biaya besar. Jika mau belajar marketing, carilah orang yang benar-benar paham tentang marketing . belajarlah kepada mentor yang tepat!

5.    Do Nothing (Tidak melakukan apapun )

Kesalahan inilah yang paling berbahaya dalam marketing, yaitu tidak melakukan strategi marketing apapun. Kenapa bias terjadi? Karena sudah melakukan banyak strategi yang salah, kehabisan waktu dan uang, sehingga putus asa.

Sejumlah factor yang membuat banyak pengusaha (SME) terperangkap dalam kesalahan ini adalah:

a.    Banyak pengusaha pemula yang kebingungan dalam menerapkan strategi marketing, karena mungkin karena mbanyak masukan yang diterima. Mereka tak tahu mana yang paling tepat diterapkan. Saking bingungnya, akhirnya mereka tidak melakukan strategi apapun!

b.    Kehabisan ‘peluru’. Ya, salah satu penyebab utama kenapa banyak pengusaha tidak melakukan strategi marketing, karena kehabisan dana. Karena sudah berkali-kali salah dalam menerapkan strategi. Ujung-ujungnya, pemilik usaha memutuskan tidak lagi melakukan stratgegi marketing.

Jika tak lagi melakukan strategi marketing, maka perusahaan kemungkinan besar tidak akan berkembang dengan baik dan sulit membuka pasar baru.

PRODUCT DRIVEN VS MARKET DRIVEN

Mc Donald Brother, pemilik perusahaan Mc Donald menjual seluruh sahamnya kepada seseorang bernama Ray Kroc, penjual milkshaker yang sukses. Ray Kroc melihat Mc D memiliki potensi untuk dikembangkan. Salah satu kelebihan Kroc yang tidak dimiliki pemilik lama adalah kemampuan marketingnya.

Kray kroc terbukti  mengerti marketing yang efektif sehingga sukses menarik orang untuk dating dan dating lagi ke Mc D, tanpa henti tanpa bosan. Bahkan rela untuk mengantre. Perusahaan ini mewaralabakan gerai keseluruh dunia dan mencapai jumlah fantastis lebih dari 25 ribu gerai! Jadi, mereka bukan hanya sukses menarik calon pelanggan, tapi juga menarik para investor untuk berinvestasi bersama mereka sebagai franchisee.

Mc D telah melakukan riset terhadap problem masyarakat local, “ Think global act local”. Itulah apa yang dilakukan Mc D di Indonesia.

Bandingkan dengan Burger XYZ!

Perusahaan ini juga menawarkan burger sebagai salah satu produk utama. Bahkan secara kualitas rasa, banyak pihak yang mengklaim bahwa rasa burger di Burger XYZ lebih nikmat dibanding di Mc D. tapi kenapa Mc D jauh lebih sukses disbanding gerai Burger itu? Ternyata Mc D tidak focus pada produk melainkan pada diri konsumen. Sedangkan XYZ cendrung focus pada produk. Pada inti dari marketing adalah focus pada problem konsumen (market driven), bukan pada produk (product driven ).

Kalau Anda tidak mengerti Magnetic Marketing, hasil pemasaran perusahaan Anda tidak akan optimal. Bahkan sebagus apapun produk anda , selama tidak menerapkan Magnetic Marketing, maka perusahaan Anda tidak akan menjadi besar.

Anda Lakukan atau Anda Pasarkan?

Anda bukan dibisnis yang Anda lakukan tapi Anda dibisnis untuk memasarkan apa yang Anda lakukan.

Kebanyakan orang berpikir bahwa berbisnis itu adalah apa yang dilakukan. Missal, jika saya seorang insinyur maka pasti akan sukses jika berbisnis dibidang kontruksi sebagai kontraktor. Bagaimana faktanya? Ternyata tidak! Belum tentu Anda yang piawai di satu bidang , akan sukses jika berbisnis dibidang itu. Jika kita masih berpikir bahwa berada dibisnis untuk melakukan proses menciptakan produk (teknisi), maka kita masih terbelenggu dalam apa yang disebut sebagai pekerja. Bedanya dengan buruh, Anda mempekerjakan diri sendiri (self employee).

Yang tepat adalah Anda dibisnis untuk memasarkan apa yang Anda buat ( produk/jasa). Ingat hasil survey atau riset menggambarkan betapa besarnya peran marketing dalam kesuksesan sebuah bisnis yaitu sekitar 80%. Tanpa ada marketing yang efektif tidak akan ada omzet apalagi profit. Dengan system marketing yang efektif yaitu Magnetic Marketing, maka Anda akan terbebas dari belenggu waktu dan juga belenggu uang. Focus bisnis adalah mendapatkan pasif income,yaitu perusahaan tetap menghasilkan profit meskipun tidak berada diperusahaan itu, dan melakukan kegiatan rutin. Ada atau tidak ada kita , bisnis tetap berjalan dan memberikan profit.

PAHAMI PSIKOLOGI KONSUMEN

“Orang berbelanja berdasarkan emosi.”

“ Mau yang tidak dibutuhkan dan butuh yang tidak diinginkan”.

Dua kalimat diatas adalah kunci dalam pemasaran.

Statistik:

88% orang berbelanja berdasarkan emosi 12% karena logika.

Cara membuktikannya;

Silahkan barang-barang dirumah Anda. Buatlan dua daftar terpisah. Satu adalah barang dibeli karena kebutuhan, dan satu lagi adalah barang dibeli karena keinginan (emosi). Silahkan hitung mana yang lebih banyak.

Hukum-hukum Psikologi dalam Magnetic Marketing Formula

1.    Hukum Resiprositas

Penggunaan pesan sensasional dalam Magnetic Marketing Formula, yang tidak bias ditolak karena sesuai dengan kebutuhan konsumen, diperkuat dengan hokum alam yang berlaku dan tidak bias dibantah. Robert Chialdini dalam bukunya “Influence – Psychology of Persuasion” menyebutkan sebuah hokum yang disebut Hukum Resiprositas.

Inti dari hokum ini sangat klop dengan Pull Marketing, khususnya tentang pesan yang disampaikan pada bagian ini.

“ Setiap orang akan membalas budi terhadap apa yang diterimanya.” Secara tegas, hokum ini mengatakan bahwa  manusia mempunyai kecendrungan untuk membalas (mungkin juga secara spontan) sesuai dengan apa yang diperolehnya. Kalau positif dibalas positif , begitu pula jika negative. Silahkan Anda coba sendiri pembuktian hokum ini. Berikan senyum kepada oranglain, maka balasannya kemungkinan besar adalah senyuman pula.

Kita berikan waktu , pikiran, dan tenaga kita untuk mereka, dengan mencarikan solusi untuk problem mereka. Hokum Resiprositas mengatakan, mereka pasti akan membalasnya dengan positif. Tanpa terasa, tanpa merasa dipaksa, maka mereka akan menjadi konsumen kita, atau bahkan menjadi konsumen setia kita ( Raving fun ).

2.    Hukum Sosial Proof

Pengaruh lingkungan seringkali lebih besar dibanding pengaruh yang lain terhadap kehidupan seseorang. Untuk membuat keputusan membeli atau tidak misalnya, seseorang suka menjadikannya sebagai pertimbangan.

Hukum ini menyebutkan bahwa;

“ Seorang manusia selalu membutuhkan pengakuan dari lingkungannya. Dia selalu mau diterima oleh lingkungannya atau tidak mau merasa dikucilkan atau berbeda. Dia selalu menjadikan lingkungannya sebagai role model sebelum membuat keputusan tertentu.

3.    Hukum Scarcity ( Keterbatasan)

Hukum ini menyebutkan bahwa;

“ Ketika pilihannya(termasuk suplai) sedikit atau terbatas, maka kecendrungannya adalah orang justru akan tertarik. Konsumen akan lebih tertarik pada barang-barang yang stoknya terbatas disbanding yang melimpah. Makin eksklusif, orang kian tertarik. Daya tarik naik signifikan.

Itulah sebabnya dalam formula, menyarankan;

a.    Segmen market yang focus, sempit dan terbatas

b.    Memberikan penawaran yang juga terbatas, baik jumlah atau waktunya.

Salah satu contohnya, Pia Legong di Bali, selalu menjadi rebutan konsumen, karena hanya membolehkan setiap orang membeli 2 boks saja per harinya.

4.    Hukum Contras (Perbandingan)

Hokum ini menyebutkan bahwa;

, “ Setiap orang punya kecendrungan untuk membanding-bandingkan sesuatu dengan yang lain,sesuai dengan kebutuhannya dan kondisinya. Dalam marketing , jika ada dua atau lebih pilihan pasti akan memudahkan pelanggan karena mereka bias membandingkan pilihan-pilihan tersebut sebelum membuat keputusan.

Contohnya, di hotel-hotel. Mereka jarang sekali hanya menawarkan satu jenis kamar, minimal ada dua jenis, standar atau deluxe atau superior dan standar. Tujuannya agar konsumen bias membandingkan mana yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisinya.

5.    Hukum Ekspektasi

Ketika memanfaatkan sebuah maskapai penerbangan, pasti harapan kita akan cepat sampai tujuan dan nyaman selama diperjalanan.

Itulah inti dari hokum ekspektasi.

“ Setiap orang akan mengharapkan sesuatu dari barang yang dipakainya. Mengharapkan sesuatu dari suatu hal yang dialaminya. Orang akan kecewa jika hasilnya dibawah harapannya.

MARKET

Market harus jelas

Untuk memudahkan marketing, maka penentuan market yang spesialis dan jelas, menjadi pilihan utama. Itulah sebabnya sejumlah perusahaan raksasa , mendirikan perusahaan-perusahaan kecil dibawahnya, agar focus pada market tertentu. Perusahaan raksasa hanya sebagai holding company saja. Sedangkan strategi yang khusus dijalankan oleh anak perusahaan.

Kenapa masih banyak yang pilih market generalis?

a.    Scarcity (fear/ketakutan)

Penyebab kenapa msih banyak perusahaan yang tidak spesialis, melainkan generalis adalah ketakutan. Takut tidak mampu memenuhi keinginan konsumen, takut kalah bersaing, takut tidak menjadi pilihan consumen, dan  takut akan banyak hal lainnya. Tapi ketakutan ini luar biasa juga dampaknya. Psikologis seseorang akan sangat terpengaruh, karena takut. Emosinya tidak stabil, dan perasaan bahwa spesialis hanya membidik segmen yang sempit dan kecil, selalu membayangi. Dengan begitu omzet pun akan sempit dan kecil. Pahadal pemikiran itu keliru.

b.    Factor Ego (product driven)

Berdasarkan data statistic, 80% pengusaha mendirikan bisnisnya bukan berdasarkan market , melainkan produk (produk driven). Dengan dasar ini , maka basisnya adalah ego,kepentingan diri sendiri.

Setelah mengerti tentang magnetic marketing,khususnya dalam menentukan target market,maka;

          Produk berubah. Berdasarkan/melihat kebutuhan (problem) pasar.

          System berubah. Harus terukur dan standar

Spesialis Lebih Menguntungkan

Niche=Rich. Dalam bahasa Inggris, market yang sempit itu disebut sebagai NICHE, dibaca niich. Cara membaca kata itu mirip dengan kata rich. Maka muncul istilah ,NICH=RICH. Percaya tidak percaya, bukti sekarang bias dilihat dimana-mana. Perusahaan spesialis mulai mengusai berbagai bidang. Mulai dari perusahaan ritel, media massa, perusahaan manufaktur, otomotif dan sebagainya.

Dampak Market Generalis

1.    Nothing to Nobody.

2.    Model bisnis akan gemuk. Artinya jika kita memiliki banyak sekali lini usaha, yang otomatis akan mengurus biaya lebih banyak.

3.    Masyarakat akan mencari solusi untuk problem yang semakin spesifik.

4.    Biasanya akan terjadi perang harga dengan kompetitor. Karena bisnis kita dan tetangga sama, maka mau tidak mau yang membedakan adalah harga, perang diskon, mana yang lebih murah itu yang dicari konsumen.

Gejala Salah Market

Kesalahan pemilihan market bukan hanya karena generalis dan tidak spesialis. Untuk mengetahui market yang kita garap sekarang tepat atau tidak, perhatikan beberapa gajalanya.

1.    Sulit memasarkan dan menjual produk.

2.    Konsumen maunya diskon terus.

3.    Selalu terperangkap perang harga.

4.    Omzet tak pernah membesar.

5.    Profit tetap kecil.

Tips Menentukan Target Market Spesialis (Niche)

1.    Fokuslah terhadap target market yang bias memberikan profit yang Anda mau. Lupakan yang lain.

2.    Analisis konsumen yang Anda miliki saat ini. Siapa yang memberikan profit lebih banyak dan apa saja persamaan mereka.

3.    Anda mau spesialisasi di mana? Ingat Niche=Rich!

4.    Miliki mindset yang abundance (kelimpahan) kebalikan dari scarcity( kekurangan )

5.    Apakah target market Anda mudah dijangkau? Atau berda dalam satu kategori tertentu?jika Ya, lanjutkan.

6.    Analisis prospek kedepan. Bagaimana potensi dan prospek target market kita, 5 tahun, 10 tahun, atau 20 tahun kedepan?

 

MESSAGE

Message bararti pesan. Pesan yang salah akan menimbulkan persepsi keliru. Persepsi keliru akan menimbulkan reaksi yang tdak diharapkan. Demikian ilmu komunikasi mengajarkan kita tentang pentingnya pesan.

Ilmu marketing mengartikan pesan sebagai” Bagaimana kita berkomunikasi dengan target market.” Tujuannya sangat jelas , yaitu agar mereka tertarik berbisnis dengan kita.

Pleasure vs Pain

Dua hal penting yang akan berpengaruh terhadap psikologi konsumen.

1.    Menyukai kesenangan ( Pleasure). Hampir semua konsumen mencari kesenangan terkait dengan produk yang diinginkan atau dibutuhkannya.

2.    Menghindari kesengsaraan (Pain). Motivator kelas dunia , Anthoni Robbin mengatakan, secara psikologis 80% manusia lebih termotivasi karena upaya menghindari kesengsaraan. Dalam istilah lain, pain atau kesengsaraan ini adalah problem konsumen.

Jadi element ‘Pain’ dan “pleasure” harus menjadi pertimbangan kita sebelummembuat pesan. Dalam menyampaikan pesan terhadap konsumen, kita sebaiknya focus terhadap ‘Pain’ tadi, jangan ke ‘pleasure’nya. Missal, ketika kita mempromosikan wisata ke Bali , jangan pancing calon konsumen dengan kenikmatan dan keindahan Bali . pancinglah mereka dengan pesan tentang kesengsaraan mereka saat ini yang terlalu sibuk bekerja, kurang istirahat, stress dan sebagainya. Setelah itu barulah , berikan tawaran  pleasure tentang paket wisatanya, sebagai solusi untuk problem mereka.

Jangan Egois

Hal-hal yang harus diperhatikan;

1.    Jangan terlalu menonjolkan fitur produk.

2.    Carilah apaproblem mereka.

3.    Setelah ditemukan, buatlah pesan menyangkut hal tersebut.

4.    Berikan tawaran sensasional yang sulit mereka tolak.

Pesan Spesialis (Personalize)

Kerugian generalis;

1.    Pesan tidak cukup hanya satu tapi beragam.

2.    Pesan menjadi tidak focus dan berbeda-beda.

3.    Perlu waktu dan energy yang lebih banyak.

4.    Butuh biaya yang lebih besar, sehingga memboroskan anggaran.

Keuntungan spesialis;

1.    Lebih personal karena hanya membidik satu segmen market.

2.    Pesan menjadi focus hanya untuk satu market.

3.    Efisiensi waktu, tenaga dan pikiran.

4.    Biaya menjadi lebih hemat.

Gejala Salah Pesan

Hati-hati , kadang tanpa disadari kita sudah membuat pesan yang salah.

Beberapa gejala salah pesan;

1.    Respon dari konsumen minim.

2.    Feedback (reaksi) dari konsumen negatif.

3.    Omzet stagnan.

Segera lakukan evaluasi, atau seperti yang sudah disarankan berkali-kali, bahwa setiap kali menyampaikan pesan maka semuanya harus diuji dan diukur.

Dampak Salah Pesan

Gejala-gejala yang tampak sebelumnya tidak boleh dibiarkan. Dampak salah pesan ini, cukup signifikan dalam menguras dan menggrogoti profit.

1.    Sulit menjual.

2.    Penawaran kita sering ditolak calon konsumen.

3.    Terjebak pada fush marketing.

4.    Terpaksa membanting harga agar produk terjual.

Tips Membuat Pesan Magnetic;

1.    Analisis apakah pesan sudah sesuai dengan market?jika kita sudah mengerti  ttentang perbedaan product driven dan market driven, maka hal ini tidak sulit untuk dilakukan.

2.    Apakah pesan sudah menjawab problem market?kuncinya terletak pada market, bukan produk.

3.    Atau sbaliknya, terlalu berorientasi pada keunggulan produk.

4.    Lakukan pengujian terhadap seluruh penyampaian pesan Anda kepada market.

5.    Lakukan pengukuran yang akurat terhadap penyebaran berbagai pesan kepada market.

6.    Tambah ilmu marketing agar lebih paham terhapap masalah pesan dan market.

Tips Membuat Magnetic Flyer;

1.    Problem –base bukan products-base. Ingat, kita harus focus pada problem konsumen, yaitu pain mereka.

2.    Bikin headline. Seperti juga berita dimedia massa yang menarik pembaca dengan judul, maka flyer juga begitu, kita harus bikin headline yang memikat.

3.    Harus ada penawaran sensasional. Sebuah penawaran yang tidak bias ditolak konsumen. Missal beli satu gratis dua.

4.    Tetapkan deadline ( batas waktu). Biasakan membuat program penawaran yang ada batas waktunya, plus konsekuensinya.

5.    Buat limit lainnya. Missal, batasan jumlah konsumen, “hanya untuk 25 konsumen pertama” dan sejenisnya.

6.    Call to action. Percuma flyer disebar kemna-mana jika tidak ada ajakan kepada konsumen untuk segera bertindak seperti menghubungi kita.

7.    Lengkapi dengan ilustrasi menarik, seperti gambar, karikatur, foto atau disain yang cantik.

MEDIA

Banyak pengusaha yang hanya ikut-ikutan dalam memilih media. Berbeda dengan perusahaan-perusahaan besar, yang memilih media berdasarkan hasil konsultasi dengan biro iklan, yang sudah berpengalaman. Tapi pada perusahaan menengah kecil, berhubungan dengan biro iklan bukan perkara mudah, karena cost-nya lumayan tinggi.

          Salah satu penguras biaya marketing adalah kesalahan dalam menggunakan media. Kita harus sangat jeli dalam memanfaatkan media.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum kita menggunakan media.

  1. Pertimbangkan factor kali (leverage)
  2. Tentukan jumlah medianya.
  3. Perhatikan biayanya.
  4. Uji dan ukur hasilnya.

Factor Kali ( daya ungkit “leverage”)

Intinya, ketika kita memanfatkan media sebagai penyampai pesan, kita harus ingat satu hal, yaitu factor kali. Kita hanya melakukan sekali, tapi efeknya bias berkali-kali lipat.

          Media bias menjadi factor kali kalau tepat dalam penggunaan dan pemilihannya. Sebaliknya akan menjadi beban , ketika kita keliru dalam memilih.

Jumlah Media

Selain pertimbangan factor kali, kita juga jangan hanya menggunakan satu media saja. Idealnya media yang dipakai berjumlah antara 5 sampai 7 buah,dari berbagai jenis media. Jumlah media tergantung dari jenis usaha dan target market kita, kalau target market kita homogeny, tentu akan lebih mudah memilih media.

Biaya Media

Pertimbangan berikut sangat sensitive terhadap perusahaan menengah kecil, yaitu biaya. Bagaimanapun penggunaan media membutuhkan biaya. Dari segi biaya , media bias dibagi dalam 3 kategori besar;

1.    Media high cost. Jenis media ini sangat mahal dan menguras biaya. Missal media televise pada jam prime time, atau dikoran nasional dihalaman depan, atau halaman belakang dan tengah, berwarna.
2.    Media no cost. Pasti ada media yang tidak membutuhkan biaya. Missalnya lewat publikasi. Sering kali tidak sesuai untuk pola marketing direct respon.
3.    Media low cost. Media lainnya yang masih membutuhkan biaya tapi kecil. Media ini adalah yang disarankan dipakai oleh pengusaha menengah kecil. Contoh, SMS

Media Internet

Salah satu media yang menjadi idola saat ini adalah internet. Media ini termasuk low cost. Diluar website, perusahaan juga bias memanfatkan sejumlah saluran lain diinternet. Misal, e-mail dan mailing list (grup e-mail) atau jejaring social.

Perlu dicatat juga bahwa pertumbuhan pengguna internet di Indonesia-mungkin juga target market Anda termasuk didalamnya- Adalah yang tertinggi di Asia Tenggara.

Kelebihan Media Internet

  1.  Low cost. Bahkan beberapa media internet, termasuk kategori gratis!
  2. Daya jangkau yang teramat luas. Internet tidak dibatasi oleh apapun. Di lintas Negara, wilayah, dan segala pembatas lain yang biasanya menjadi kendala media lain.
  3. Tidak perlu tenaga penjual trampil.
  4.  Interaktif.
  5. Non stop.

Publikasi

Pesan juga disampaikan lewat media dengan berbagai cara;

  1.  Iklan /promosi. Adalah cara kita menyampaikan pesan lewat media, dengan mengeluarkan biaya.
  2. Liputan, adalah pemuatan kegiatan kita oleh media massa.
  3. Publikasi, sebuah cara menyampaikan pesan lewat media, dengan muatan yang kita siasati.

Publikasi Lewat Buku

Jika kita menulis buku dan diterbitkan oleh penerbit professional, maka kita mendapatkan royalty dari penjualan buku tersebut. Ini namanya sekali mengayuh, dua sampai tiga pulau terlewati. Banyak perusahaan besar yang telah memanfaatkan buku sebagai media publikasi, terutama meningkatkan citra mereka. Tapi tergantung kita bentuk pemanfaatkannya, mau untuk peningkatan citra boleh untuk direct-respon juga sangat memungkinkan.

Uji dan Ukur Hasilnya

Jangan pernah lupa untuk melakukan dua hal ini setiap hari kita menyampaikan pesan lewat media, yaitu uji dan ukur. Jangan pernal bosan untuk melakukan langkah-langkah ini karena sangat fundamental.

– Marketing bukan ilmu pasti, melainkan proses tahap demi tahap yang harus selalu melakukan perubahan. Lakukan, revisi, tambah atau kurangi, dengan proses uji dan ukur.

Jangan Lupa Tim Sales Kita

Tim sales adalah media juga buat kita dalam menyampaikan pesan kepada konsumen. Bahkan, merekalah sebagai ujung tombak dan menjadi media paling utama. Oleh karena itu, kita harus benar-benar memperhatikan seberapa bagus kualitas tim sales.

Tugas timsales adalah berjualan.tapi mereka tidak bias berjualan dngan baik tanpa dukungan perusahaan lewat system marketing yang baik.

Tips Memilih Media yang Tepat

  1. Tanya konsumen Anda, media apa yang mereka pakai? Tentu saja untuk mengetahui dengan cara survey dan riset, agar datanya valid.
  2. Ketahui kebiasaan konsumen.
  3.  Cobalah untuk beraliansi atau berkolaborasi dengan perusahaan lain ( tidak sejenis dan bukan pesaing ) tapi punya konsumen yang sama.
  4. Jangan lupa isinya. Percuma juga medianya tepat tapi isinya tidak tepat.

MONEY

Money (uang) dalam pembahasan ini berarti bahwa apa yang kita keluarkan ( investasikan) seharusnya menghasilkan lebih banyak. Kalau hasilnya kurang , maka bukan lagi investasi , melainkan pengeluaran. Hal inilah yang seringkali menjadi salah kaprah diperusahaan, yang menganggap marketing sebagai pengeluaran bukan investasi. Biasanya cara pandang, orang-orang keuangan yang beranggapan demikian.

Marketing Uji dan Ukur

Untuk mengetahui efektifitas strategi marketing perusahaan harus melakukan uji dan ukur. Missal, jika kita mencetak 1 juta lembar flyer dan menyebarkannya kepada calon konsumen selama 1-3 bulan, apakah efektif?. Kita bias mengetahui dengan pasti angka-angka yang bias dijadikan tolak ukur.

Magnetic Marketing Engine

Investor kelas dunia, Warren Buffet, mengatakan bahwa untuk menghasilkan profit, sebuah perusahaan tidak perlu melakukan tindakan luar biasa, hal itu sudah dibuktikan sendiri, ketika investasinya menghasilkan profit hanya dengan melakukan tindakan-tindakan fundamental.

6 langkah magnetic marketing;

  1. Size database ( jumlah database). Setiap perusahaan harus memiliki database konsumen dan calon konsumen.
  2. Growth database (pertumbuhan database ).ketika kita sudah punya database, maka jangan biarkan database itu berlumut, tambah terus jumlahnya agar makin banyak.
  3. Ubah calon konsumen menjadi konsumen. Berdasarkan database yang dimiliki, maka perusahaan punya tolak ukur yang jelas, untuk mengubah calon konsumen menjadi konsumen.
  4. Genjot pembelian per konsumen. Setelah ada yang membeli, maka langkah berikutnya bagaimana meningkatkan angka pembelian dari setiap konsumen. Kita tidak boleh puas, ketika melihat konsumen hanya membeli satu atau dua saja.
  5. Tingkatkan kunjungan konsumen. Ini juga salah satu tolak ukur yang sangat fundamental dalam bisnis. Karena jika kita tak melakukan hal ini, maka mereka akan pergi ke pesaing.
  6. Naikkan margin profit. Kkunci dari marketing adalah profit. Tak terlalu penting berapa besar omzet, karena omzet tidak selalu seiring sejalan dengan profit.

Dari 6 langkah ini, setiap langkah akan menghasilkan beberapa kondisi, yaitu;

  • jumlah database X (diksli) pertumbuhan database = total prospek
  • ubah calon konsumen X pembelian X kedatangan = omzet
  • omzet X margin profit

Hati-hati kebanyaka dari kita terlalu focus pada total prospek, omzet dan profit ( dari 6 langkah). Pahadal yang penting bukan hasilnya, melainkan pembentuk hasinya. Kita seharusnya focus pada setiap langkah sehingga akan memberikan hasil optimal.

Hal hal yang Mempengaruhi Magnetic Marketing Engine

1.    Kualitas Konsumen

Agar magnetic marketing berjalan dengan maksimal, kita juga harus memperhatikan target market.

Tahapan konsumen

  1. Suspect , ketika konsumen masih berstatus sebagai calon.
  2. Prospect, kita telah memilah dari target market kita, manakah diantara mereka yang sangat potensial menjadi konsumen.
  3. Client, mereka adalah sudah konsumen kita, yang sudah menggunakan produk/jasa kita.
  4. Raving fan, semakin banyak jumlah konsumen yang masuk tahapan ini, maka semakin nyaman bisnis tersebut. Raving fan adalah konsumen yang sudah nyandu, ngefans dan addited terhadap produk/jasa kita.

1. Salah Target Market Salah Strategi dan Taktik

Kesalahan kita dalam memilih target market akan berakibat fatal dalam keseluruhan strategi marketing. Missal ,database bertambah, jumlah konsumen meningkat, penjualan naik dan omzet melonjak, tapi kenapa margin keuntungan malah berkuranng? Ternyata, dalam melonjaknya omzet kita terlalu banyak memberikan diskon. Sudah pasti margin keuntungan menurun akibat diskon tersebut. Ingat, yang penting adalah menaikkan profit bukan sekedar omzet jadi strategi marketing yang salah, bias saja menggerus profit tanpa kita sadari.

2.    Model Bisnis Menentukan Profit

Model bisnis akan menentukan bagaimana kita meraih profit. Namun, model bisnis ini juga ditentukan oleh strategi marketing yang dipilih.

MODEL

Terdapat dua model marketing yang biasa dipakai;

  1. Manual labour marketing.
  2. Automated marketing.

Manual labour marketing

Manual labour marketing adalah sebuah model marketing yang masih mengandalkan dirinya sendiri sebagai  kekuatan utama, menguras banyak waktu sang pemilik, melakukan ‘cold-callng dari database’, dan ‘sales pitches’ yang seringkali prospek mencari alasan untuk tidak menemui Anda ataupun setuju menemui Anda, penolakan demi penolakan akan dilontarkan.

Manual labour marketing hanya cocok untuk dilakukan pada wal-awal membangun bisnis. Ketika Anda masih tertatih-tatih, belum mandiri 100%, masih membangun tim, maka model ini boleh digunakan.

Cirri-ciri manual labour marketing;

  1. Masih melibatkan kita ( pemilik bisnis) dalam kegiatan marketing secara langsung.
  2. Menggunakan pola tradisional (push marketing), yang cendrung mengganggu calon konsumen. Seperti yang dilakukan sales kartu kredit atau KTA.

Penyebab terjebak pada model manual labour marketing;

  1. Karena EGO. Lagi-lagi karena ego ,” Nobody-can-do-it-better-than-me-attitude”.
  2. FEAR (ketakutan). Sering mereka bertanya “ Kalau saya delegasikan kepada pihak lain, apakah mereka akan mampu.”
  3.  Keyakinan yang kurang memberdayakan. “ jika ingin sukses harus melakukannya sendiri”

Automasi Sistem

Untuk membuat sebuah model marketing yang baik, terdapat beberapa cara, dengan pola dasar adalah dengan automasi system (automatisasi). Ada atau tidak kita sebagai pebisnis, perusahaan tetap bias berjalan dengan baik.

Beberapa strategi mengotomasi marketing;

  1. Memakai konsep magnetig marketing.
  2. Membangun marketing dan tim sales yang solid.
  3. Menciptakan SOP (standard operating procedure ).
  4. Mempunyai marketing plan.
  5. Gunakan teknologi seperti internet untuk mendapatkan prospek baru, menindaklanjutinya dan membangun hubungan dengan pelanggan.
  6. Tidak ikut berjualan tetapi lebih menekankan delegasi ke tim Anda.
  7. Menjadwalkan pelatihan-pelatihan yang rutin sehingga mereka cakap menjalankan tugas.
  8. Mempunyai system referensi yang efektif sehingga pelanggan juga berjualan untuk Anda.

Biarkan Tim Marketing yang Bekerja untuk Anda

Membiarkan tim bekerja akan lebih baik dibandingkan si pengusaha sendiri yang turun tangan. Contoh, dengan merekrut seorang  marketing yang digaji misalkan Rp 10 juta ( atau mungkin lebih rendah). Dengan jam kerja yang sama maka dia hanya dibayar Rp 62.000/jam. Jauh sekali bukan bedanya? Mana yang lebih menguntungkan buat perusahaan, memperkerjakan seorang manager marketing atau Anda sendiri?

Internet Marketing

Berbagai perangkat teknologi memungkinkan kita untuk berinovasi dengan lebih mudah,yaitu dengan internet marketing. Bikinlah website untuk perusahaan Anda, dan jadikan media untuk berkomunikasi dengan konsumen Anda. Contoh, hampir semua maskapai penerbangan nasional sudah memanfaatkan teknologi ini untuk pemesanan tiket, prosesnya menjadi lebih mudah, murah dan efisien.

Model Marketing Tentukan Profit

Model marketing merupakan tingkatan paling akhir dalam Magnetig marketing formula. Karena model marketing yang efektif akan menciptakan produktifitas yang tinggi sehingga meningkatkan profitalitas.

Otomasi Marketing Keuntungan;

  1. Focus bukan pada pemilik tapi kerja sama tim.
  2. Ada atau tidak ada kehadiran pebisnis, pemasaran tetap berjalan.
  3. Profit bias lebih optimal, karena pemasaran lebih tersistemasi dan konsisten.
  4. Pebisnis bisa focus pada pengembangan usaha.

Model marketing tradional yang cenderung human labour, lebih banyak melakukan pola marketing dengan cara push. Menekan orang, merayu, mengajak dengan cara agak memaksa. Cara seperti ini tentu akan mengganggu konsumen.

Sedangkan cara magnetig marketing, membiarkan system bekerja dan memberikan kesempatan kepada konsumen untuk menentukan sendiri keinginannya. Tak ada pemaksaan, tekanan, atau ajakan yang cendrung memaksa.bahkan konsumen tidak merasa bahwa mereka sedang menerima penawaran dari kita. Missal dengan memberikan audio cd dan report secara gratis kepada prospek, mereka akan satu langkah lebih dekat ke arah closing dan akhirnya mereka yang akan memutuskan untuk menjadi8 klien pada waktu yang tepat.

Ingat

  1. Bagaimana memasarkan agar orang yang mendatangi kita, bukan kita yang mendatangi mereka.
  2. Bagaimana menambah database secara otomatis, melalui penawaran sensasional. Bukan dengan menelponmereka.
  3. Push marketing= selalu meminta kepada konsumen.
  4. Pull marketing= memberikan sesuatu terlebih dahulu

DOUBLE PROFIT IN ACTION

            Ada pepatah yang mengatakan orang yang gagal merencanakan adalah orang yang meencanakan untuk gagal. One page marketing paln template yang bias anda download dari www.benabadi.com . hal yang tidak kalah penting dalam menerapkan ide baru atau strategi baru adalah dengan mempunyai pikiran yang terbuka dan berusaha untuk mencari, merevisi, mengimprovisasi strategi dan ide di buku ini agar bias diterapkan di bisnis anda.

 

 

 

 

 

                                       

Iklan