RESENSI BUKU

Judul Buku   :   Hanya 2 Menit Anda Bisa Tahu Potensi Rezeki Anda.

Pengarang    : Ippho ‘Right’ Santosa

Penerbit         : PT Elex Media Komputindo, Gramedia Jakarta 2012

Halaman       : 109 halaman

Keunggulan & Kelemahan Buku ini

hanya-2-menit-andaSecara keseluruhan buku ini sangat bagus, dan hampir mendekati sempurna. Walaupun ada sedikit tanda baca yang salah atau kalimat yang kurang pantas atau bersifat menyindir. Berdasarkan struktur kalimat atau pun gaya bahasa yang digunakan buku ini sangat unik dan mudah dipahami. Sehingga, memberikan kesan positif bagi para pembacanya. Selain itu, pembahasan atau isi dari buku ini juga membuat penasaran para pembacanya. Sehingga, para pembaca pasti tertarik untuk membaca atau memahami isi buku ini dari awal sampai akhir. Dari satu pembahasan ke pembahasan berikutnya.Buku ini sangat menarik dan aplikatif, khususnya bagi para pengusaha atau entrepreneur dalam meningkatkan usahanya. Karena isi buku ini sangat inspiratif dan mengedepankan nilai-nilai emosional, spiritual dan aplikasi otak kanan orang-orang sukses. Tapi pada umumnya, buku ini ditujukkan kepada para pembaca yang ingin mengetahui potensi rezeki yang ada pada diri kita sebagai para pembaca. Dan tujuan dari buku ini adalah agar para pembaca dapat mengembangkan potensi rezeki yang ada tersebut secara maksimal dengan menerapkan prinsip-prinsip atau tips pada buku ini

’’ Hanya 2 Menit ”

Anda Bisa Tahu Potensi Rezeki Anda 

Begitu membaca judul buku ini, mungkin sebagian dari pembaca langsung menuduh penulis atau pengarang buku adalah orang yang sombong dan takabur. Padahal sama sekali tidak. Buku ini berisi tentang Bagaimana kita bisa mengetahui personality plus agar bisa jadi sebuah potensi untuk mendapatkan rezeki. Pengarang buku ini berperan sebagai pelaku/ tokoh utama. Sehingga,dia menggunakan kata pengganti “Saya” dalam buku ini.

Saya tahu Waktu anda sangat berharga. Sungguh,saya tidak mau membuang-buang waktu anda. Begini :

“Salah satu bentuk rezeki adalah kekayaan.” Dan itulah isi buku ini.

Sekiranya,kekayaan itu adalah bangunan, maka fondasinya adalah :

  1. Mindset alias pola piker yang benar.
  2. Passion alias gairah yang kuat.
  3. Value alias manfaat yang besar.
  4. Model alias teladan yang dekat.

Dan tiang – tiangnya adalah

  1. Bisnis
  2. Investasi
  3. Properti
  4. Emas

Karena mustahil berdiri sebuah bangunan yang indah dan menjulang, jika anda mengabaikan fondasi dan tiang – tiangnya. Maka sungguh – sungguhlah anda pada fondasi dan tiang – tiangnya.

Dalam buku ini akan dipaparkan secara jelas tentang mindset yang menjadi fondasi utama membangun kekayaan. Bahkan, dibuku ini banyak sekali model atau contoh/ teladan yang bisa menberikan gambaran secara langsung. Kekayaan akan lebih mudah untuk di raih jika ada contohnya. Semakin dekat, semakin baik.

Satu Menit Yang Menentukan!

Masih ingat buku klasik One-Minute Manager? Terilhami oleh buku itu, maka inilah yang saya anjurkan dan ajarkan, One-Minute Dream. Dalam satu menit anda mesti mampu menuliskan impian anda untuk satu tahun ke depan dengan sangat jelas. Jika anda tidak mampu menuliskan dengan sangat jelas, berarti anda tidak serius dengan impian anda. Paham? Nah, Sekarang silakan tulis tiga impian anda. Cukup tiga saja, berikut ini tiga impian Muhammad Kamaludin di tahun 2013 :

  1. Berkurban pada saat Hari Raya Idul Adha 1434 H
  2. Mempunyai Notebook/Laptop ASUS
  3. Mempunyai Handphone Baru (Samsung Galaxy)

Dua Menit Yang Menentukan!

Sesungguhnya bila engkau meninggalkan ahli waris dalam keadaan berkecukupan, itu lebih baik dari pada engkau meninggalkan mereka dalam keadaan berkekurangan sehingga mereka meminta-minta kepada manusia.”

Langsung saja. Seringkah anda membatinkan kalimat-kalimat ini?

  • Biar miskin asal bahagia.
  • Orang kaya itu tidak bahagia.
  • Orang kaya identik dengan pelit,sombong, dan serakah. Juga sulit masuk surga.
  • Uang adalah akar dari segala kejahatan.
  • Saya memang kurang beruntung.
  • Saya orang biasa-biasa saja, mustahil bisa kaya.

Jika anda sering membatinkan dan membenarkan kalimat-kalimat tersebut, jelas sudah, anda tidak berpotensi kaya! Saya ulang, anda tidak berpotensi kaya! Sungguh, anda telah membatasi potensi rezeki anda! Karena keyakinan dan pemahaman adalah kuncinya.

Maka dari itu, ingatlah :

  • Bercita-cita kaya, berarti percaya pada kekayaan Allah.
  • Bermimpi besar, berarti percaya pada kebesaran Allah.
  • Hanya menginginkan hal yang remeh-remeh, berarti meremehkan kemampuan Allah.

Saya yakin, anda pasti pernah mengalaminya, seperti : doa, harapan, impian, ibadah, ikhtiar. Jika tanpa keyakinan,sampai dimana semua itu? Ingat, ragu-ragu berarti yakin untuk gagal! Contoh,seperti kalimat “ Biar miskin asal bahagia.” Hati-hati, kalimat ini kayaknya mulia padahal beracun. Serius !!! Karena setiap kalimat adalah doa. Anda bisa miskin seumur hidup ! Apa mau, hah? Bukankah lebih baik kaya dan bahagia ? Ngapain pilih salah satu ? kalau bisa dapat dua-duanya. Right ?

Memang, kekayaan bukan segalanya. Kekayaan pun tak dapat menjamin kebahagiaan. Namun kekayaan adalah alat bantu yang memudahakan anda dan keluarga anda untuk lebih bahagia. Bahkan, dalam sebuah hadits Nabi Muhammad SAW pernah berdoa, “ Ya Allah, dan berilah aku kekayaan dengan anugerah-Mu.” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Hakim, Baihaqi, dan lain-lain).

Terlepas ada orang kayayang tinggi hati dan rendah hati, pada kenyataannya hampir semua rumah ibadah, rumah sakit, dan sekolah dibangun oleh orang kaya. Sejenak, tarik nafas anda dan bandingkan ini :

~ Si miskin bisa umrah. Si kaya bisa umrah dan mengumrahkan.

~ Si miskin bisa sekolah. Si kaya bisa sekolah dan membangun sekolah.

~ Si miskin bisa ke masjid. Si kaya bisa ke masjid dan membangun masjid.

~ Si miskin bisa hafal Al-Quran. Si kaya bisa hafal Al-Quran dan membangun rumah tahfidz.

~ Si miskin bisa berdzikir. Si kaya bisa berdzikir dan membiayai majelis dzikir.

Lihatlah, dengan kekayaan, kita akan lebih mudah untuk melaksanakan zakat, sedekah, akikah, kurban, haji, umrah, syiar, dakwah, dan ekonomi syariah.

Menit – menit Berikutnya…

Miskin perlu bersabar. Kaya? Juga perlu bersabar. Karena godaan itu tiada henti.

Kaya perlu bersyukur. Miskin ? juga perlu bersyukur. Karena nikmat-Nya itu tiada henti.

Bukankah dengan syukur, kita akan dikayakan?

v    Paradoks Orang Kaya

Di buku ini anda akan berkenalan dengan tokoh-tokoh sukses dan kaya dengan berbagai latar belakang. Nah, inilah ciri-ciri mereka dan uniknya muncullah sederet paradoks :

  • Paradoks # 1. Adalah benar, mereka memiliki impian yang besar (imajinatif), namun mau memulai dari yang kecil dan segera.
  • Paradoks # 2. Di satu sisi mereka memang tahan banting dan ‘keras’. Namun, di sisi lainnya mereka luwes dan mampu beradaptasi.
  • Paradoks # 3. Dalam berproses menuju sukses dan kaya yang terkesan duniawi, ternyata mereka tetap sederhana dan memelihara amalan-amalan.

v    Menyikapi Orang Kaya

Apakah yang benar-benar anda inginkan? Berlimpah atau sekadar cukup? Menurut saya, cukup saja tidaklah cukup. Karena banyak perbuatan baik yang perlu uang banyak, seperti haji,umrah, membangun masjid dan rumah tahfidz atau sekolah, sedekah, dan menegakkan ekonomi syariah. Dengan harta yang banyak, anda bisa berbuat banyak untuk orang banyak. Dengan berkelimpahan, anda juga bisa mencukupi keluarga, sesame, dan agama.

Celakanya, begitu melihat orang kaya, sebagian kita malah berburuk sangka, dendam, dengki, dongkol, curigaan, dan menuduh sombong. Ini semua keliru! Sikap-sikap tersebut hanya akan menghalangi potensi rezeki kita. Mestinya?

  1. Kita berbaik sangka terhadap mereka.
  2. Kita membuka hati, merendahkan hati, dan siap belajar dari mereka.
  3. Kita ambil sisi positif mereka, karena kita tahu tidak ada manusia yang sempurna. Ingatlah, berbaik sangka akan membaikkan keadaan. Dan berburuk sangka akan memburukkan keadaan.

v    Menyikapi Dendam

Perlu anda ketahui, ada 3D yang menghalangi rezeki : dendam, dengki, dongkol. Coba anda bayangkan. Anda dendam, mikirin dia terus. Sementara dia tidak pernah mikirin anda. Yang blo’on siapa coba? Tolong dijawab!! Hehe…

Kalau anda tidak pendendam anda pasti lebih sukses, lebih sehat, dan lebih bahagia. Pasti begitu, karena memaafkan itu menguatkan. Sebaliknya, dendam itu malah melemahkan. Jadi apabila orang lain dendam kepada anda, jangan sampai anda dendam kepada orang lain. Karena bukan musuh yang menghalangi potensi rezeki anda, melainkan dendam anda terhadap musuhlah yang menghalangi potensi rezeki anda. Ingatlah hal ini dalam karier, bisnis, pertandingan dan lain-lain.

v    Menyikapi Dengki

Tahukah anda, dengki itu bagaikan, “anda minum racun, terus anda berharap orang lain yang mati.” Yang goblok siapa coba? Bahkan, 3D ini bukan saja jadi penyakit hati, namun juga dapat menjadi penyakit bagi tubuh! Pun menghanguskan amal! Ngeri! Tolong renungkan ini : “ Agar naik pangkat atau menang bersaing, anda tidak perlu orang lain dipecat atau bangkrut.

Jadi milikilah sikap yang membuat orang lain dengki terhadap anda. Misalkan anda menjadi orang yang kaya dan orang yang berkarya. Adapun untuk menyikapi orang yang dengki adalah dengan introspeksi, bersyukur dan teruslah berprestasi dalam hidup anda.Yang penting, jangan mentang-mentang kaya, lalu anda merasa diri superior. Sombong tuh! Takabur tuh! Jangan sampai! Karena orang yang hina menurut kita,bisa jadi lebih mulia di hadapan Allah.

v    Menyikapi Perdebatan

Hindari debat! Energi positif kita akan terhalang bahkan hilang, karena debat. Memang debat ada manfaatnya, namun lebih besar mudharatnya. Mu-dha-rat! Ingatlah,salah satu ciri pecundang itu lebih mengutamakan omongan daripada tindakan.

v    Menyikapi Buruk Sangka

Hendaknya kita menghindari berburuk sangka terhadap orang lain, diri sendiri dan Yang Maha Kuasa. Sebaliknya, berbaik sangkalah terhadap tiga pihak ini, atau istilah nya Positivity triangle. Karena sayang banget jika kita telah berusaha, berdoa, dan beramal dengan sungguh-sungguh, namun hati masih membatin. Kalau anda masih suka membatin, berarti anda belum bersyukur dan berbaik sangka  pada-Nya.

v    Menyikapi Impian

Di buku 10 Jurus Terlarang saya menganjurkan dan mengajarkan untuk bermimpi besar. Namun jauh lebih dari itu, saya juga mengajak untuk bertawakal jauh lebih besar. Saya yakin, Sandiaga Uno pernah berpikir dan bermimpi untuk kaya. Namun ia sendiri tidak pernah menyangka dirinya akan sekaya ini. Dan begitu juga Tukul Arwana, pasti pernah berpikir dan bermimpi untuk tenar. Namun, ia sendiri tidak pernah menyangka dirinya akan setenar ini.

Jujur, saya pernah menduga buku-buku saya bakal laris, namun saya sendiri tidak pernah menyangka buku-buku saya akan selaris ini. Nah, inilah yang saya maksud dengan, “ Mimpi boleh besar, namun tawakalnya harus jauh lebih besar.” Nanti, hasilnya malah menakjubkan dan mengejutkan!!!

v    Menyikapi Barang Mahal

Ngomong-ngomong, emang ada barang yang mahal???

Sebenarnya, hampir-hampir tidak ada barang yang maha. Mungkin kitanya saja yang belum terlalu kaya. Daripada mendiskon harga diri anda dengan bertanya, “kok mahal ya?” Kalimat tersebut membuat pikiran bawah sadar anda menegaskan. “Saya tidak pantas memiliki barang itu.”

Lebih baik anda bertanya dalam hati, “Bagaimana caranya ya, supaya saya bisa membeli barang itu?” Dan anda pertegas dalam hati, “Insya Allah 6 bulan lagi, barang itu murah bagi saya. Aamiin.”

v    Standar Kekayaan

Terakhir. Sungguh, ukuran sukses dan kaya itu bukanlah ditetapkan dari luar, melainkan ditetapkan dari dalam. Dari diri anda sendiri. Inilah sejatinya. Jadi jangan membanding-bandingkan diri anda dengan orang lain, terutama orang yang di atas anda. Lha,kapan bersyukurnya? Jadi, bandingkanlah diri anda yang sekarang dengan diri anda yang dahulu.Apa pun progresnya, disyukuri. Cuma punya motor butut. Cuma punya ponsel lama. Cuma punya TV cembung. Yah tetap saja, semuanya wajib disyukuri. Justru dengan bersyukur :

ü  Energi akan positif

ü  Pikiran akan jernih

ü  Perasaan akan teduh

ü  Potensi rezeki akan terbuka

ü  Nikmat-nikmat akan ditambah

ü  Ujung-ujungnya, kita akan dikayakan. Right?

Rahasia Saya Sebagai Motivator

“ Sedekah yang paling utama adalah sedekah yang engkau berikan ketika engkau dalam keadaan sehat lagi kikir, takut terhadap kemiskinan dan menginginkan kekayaan.” (H.R Bukhari)

Pada saat saya berada di Macau, sebagian orang berpikir sukses dan kaya itu seperti pertaruhan (judi). Padahal tidak. Karena, kalau kita tahu ilmunya, sukses dan kaya itu hampir-hampir menjadi sesuatu yang pasti. Ini serius! Saran saya, dengan menyisihkan uang dan waktu untuk belajar. Misalnya, belajar melalui buku dan seminar. Soalnya, dengan pembelajaran akan terjadi percepatan. Siapapun tahu, sukses itu perlu pengorbanan! Catat itu!

Para peserta seminar rela jauh-jauh untuk belajar dan mengikuti pelatihan dari orang yang telah teruji sukses. Banyak juga yang datang demi mengikuti seminar saya. Misalnya, ada yang datang dari Malaysia, Singapura, Brunei dan Mesir. Sudah jelas, harga tiket pesawat mereka lebih mahal daripada harga tiket seminar saya. Pada saat seminar, ternyata sangat banyak peserta seminar yang tertarik untuk menjadi motivator. Mereka pun bertanya tentang berbagai hal kepada saya. Dan kerendahan hati, saya pun sharing kepada mereka.

Mungkin inilah rahasia sukses saya sebagai motivator. Terutama soal membangun nama (Personal Branding). Pada awalnya, saya menulis di bulletin di sebuah kantor. Terus, tulisan itu saya poles dan saya munculkan di Koran setempat, Batam Pos yang merupakan bagian dari Jawa Pos Group. Yang koran-korannya tersebar di berbagai kota di seluruh Indonesia. Dan berhasil! Sekitar 20-an koran di berbagai kota memuat tulisan saya, rutin setiap minggunya. Otomatis, orang-orang di berbagai kota mulai mengenal saya.

Tidak cukup sampai di situ, tulisan-tulisan tersebut saya himpun dan dijadikan sebuah buku. Dan terbitlah buku pertama saya tahun 2005, melalui Gramedia Pustaka Utama yang mengalami cetak ulang sampai tiga kali. Bestseller, istilahnya. Tak terelakkan, Indonesia  makin mengenal saya. Dan saya pun diundang ke berbagai kota untuk berseminar. Titik baliknya terjadi, ketika saya menulis buku 10 Jurus Terlarang, diikuti dengan 7 Keajaiban Rezeki dan Percepatan Rezeki, terbitan Elex Media Komputindo.

Karena buku-buku itu, saya pun diidentikkan dengan biangnya otak kanan. Dan Alhamdulillah, buku 7 Keajaiban Rezeki menjadi buku non-fiksi terlaris sepanjang 2010-2011. Atau istilahnya Mega Bestseller. Dalam waktu singkat, mencapai ratusan ribu peserta seminar.

SUKSES BESAR = PEMBEDA ABADI x DAYA UNGKIT x KESESUAIAN MOMENTUM.

Di sini, terlihat jelas saya berkali-kali memanfaatkan daya ungkit (leverage). Yaitu media besar dan penerbit besar seperti Batam Pos, Jawa Pos Group, Tribun, Gramedia Pustaka Utama, dan Elex Media Komputindo. Selain itu saya juga memanfaatkan daya ungkit radio, majalah, dan televisi. Baik local maupun nasional. Terkait uang, daya ungkitnya adalah bank, property, dan emas. Dan daya ungkit terkait spiritualnya adalah niat, kebersamaan, sedekah, dhuha, dan ikhlas. Bayangkan, kalau semua daya ungkit ini benar-benar diupayakan dan diberdayakan. Wah, wah, dampaknya pasti sangat dahsyat dan bisa melampaui akal sehat. (Sebagai motivator, saya telah membuktikanya. Sekarang, giliran Anda!!)

Rahasia Saya Sebagai Entrepreneur

Sesungguhnya Nabi Allah Daud AS, ia makan dari hasil kerjanya. “ (HR. Bukhari)

Soal bisnis nih, bagi teman-teman yang tengah berjuang dari nol bahkan minus, jangan pusingin pendapat orang. Pusingin saja pendapatan anda, hehehehe…. Dan satu hal yang ingin saya sampaikan. Hormat saya untuk anda. Ingin rasanya saya menjabat tangan anda. Kenapa? Karena tidak semua orang mau dan mampu ‘membeli’ dunia ini dengan perjuangan. Anda beda! Anda melakukannya! Itu kan hebat ! Yang penting, luruskan saja niat anda dan sempurnakan saja ikhtiar anda. Tahan Banting! Saran lagi nih, kalau mau sukses, buang tuh gengsi. Kalau sudah sukses, hidup bisa bergengsi! Lagian, hidup kok buat gengsi-gengsian? Yang diperbanyak itu aksi, bukan gengsi. Right?

Ketika SMA, saya pernah berjualan ikat pinggang. Dan jadi bisnis pertama saya. Ketika kuliah di Malaysia, saya jualan air, batik dan burger. Yah, lumaya lama. Untuk burger, saya melakukannya hampir 3 tahun, dari jam 6 sore sampai jam 1 malam,setiap harinya.

Dan ketika tamat kuliah, tiba di Batam, saya bekerja di beberapa perusahaan. Nyambi jadi dosen. Bisnis sampingan saya adalah terjemahan. Yah, kebetulan saya bisa Bahasa Inggris sedikit-sedikit. Bermodalkan Rp500 ribu, saya pun take action. Uang itu saya gunakan untuk pasang iklan di Batam Pos, tentang jasa terjemahan saya. Eng-ing-eng! Lumayan, dapat order jutaan rupiah. Bahkan, saya sempat dapat proyek terjemahan dari ILO-PBB. (Terlihat jelas tidak perlu modal besar untuk memulai bisnis. Jadi, apabila mengeluh tentang modal hanya menunjukkan betapa tidak kreatifnya anda). Berusaha untuk tahan banting, maka bersama mitra, saya menjajal bisnis makanan : donat, gado-gado, soto, dan bakso. Satu per satu. Alhamdulillah, semuanya tutup juga satu per satu, hehehe. Tutup dengan sukses! Nah, enaknya berbisnis makanan di Batam, saya sudah punya karyawan. Hehehe

Rahasia Kekayaan Donald Trump & Robert Kiyosaki

Upgrade-lah computer. Jika tidak, itu akan menuju downgrade. Asahlah kecerdasan.  Jika tidak, anda akan menuju kebodohan. Bangunlah kekayaan. Jika tidak, anda akan menuju kemiskinan.

Pada pertengahan September 2011, saya mengikuti sebuah kongres Akbar yang langka di Sydney, Australia. Kok langka? Yah pembicaranya, papan atas semua! Sebut saja Donald Trump (salah satu selebriti terkaya di dunia), Tony Robbins (pelatih sukses nomor satu di dunia), Robert Kiyosaki (guru kekayaan nomor satu di dunia), Kim Kiyosaki (penulis Rich Woman), dan Harv Eker (penulis Secrets of the Milionaire Mind). Tak diragukan lagi, pemikiran mereka telah mempengaruhi secara mendalam pemikiran para motivator di seluruh dunia.

Setelah kongres, saya dipersilakan makan siang dan diskusi langsung dengan para pembicara. Saya sempat menanyakan satu hal yang agak pribadi kepada pasangan Robert Kiyosaki dan Kim Kiyosaki. Mereka menjawab dengan panjang lebar dan penuh antusias. Nah, salah satu pesan mereka kepada saya adalah, “make money and have fun!” Tentu saja, bukan semata-mata bersenang-senang sendirian. Tapi, juga bermanfaat pada sesama. Ya berkah, ya berlimpah.

Pada malam hari setelah kongres, saya berkesempatan makan malam dengan Donald Trump. Kebetulan saya adalah orang pertama yang berdiskusi dengan beliau malam itu. Ada satu hal yang apik dan menarik. Mencermati pertanyaan dan gerakan saya, Donald Trump berkomentar, “Look at him, He’s aggressive. He’s an entrepreneur.” Mendengar komentar ini, tamu-tamu VIP lainnya langsung riuh bertepuk tangan. Menurutnya, hanya mereka yang tahan  banting dan agresif saja yang layak menjadi entrepreneur.

Dalam buku anyarnya, Donald Trump dan Robert Kiyosaki memaparkan tentang Midas Touch (Seolah-olah apa-apa yang disentuh akan berubah menjadi emas). Menurut penulisnya, Midas Touch itu terdiri dari lima jari. Ibu jari mewakili kekuatan karakter. Jari telunjuk mewakili kekuatan focus. Jari tengah mewakili kekuatan merek. Jari tengah mewakili kekuatan hubungan. Terakhir, jari kelingking mewakili hal-hal kecil namun berdampak besar. Dan saran saya, sengajalah membangun kekayaan. Jika tidak, anda sengaja  menuju kemiskinan.

Rahasia Sukses Chairul Tanjung & Muhammad Yunus

“ Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kekufuran , kefakiran,dan azab kubur. Tiada Tuhan selain Engkau. “ (HR. Abu Dawud & Ahmad)

Chairul Tanjung lahir di Jakarta, 16 Juni 1962. Pada tahun 1981, Chairul menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo. Dan lulus dari Universitas Indonesia tahun 1987, Ia mengambil jurusan Kedokteran Gigi. Pada tahun 1984-1985, ia sempat di anugerahi penghargaan sebagai “Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional.” Pada saat kuliah ia mulai menceburi dunia bisnis. Bahkan, demi memenuhi kebutuhan sehari-hari dan kuliah, ia berjualan buku kuliah dan stensilan, kaos, dan lain-lain di kampus. Ia juga membuka bisnis fotokopi di kampus.

Lalu, ia mendirikan took peralatan kedokteran dan laboratorium di daerah Senen, Jakarta Pusat. Tapi, toko tersebut kemudian bangkrut. Dan pengalaman jatuh bangun ini sama sekali tidak menyurutkan langkahnya. Selepas kuliah, Chairul mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya pada tahun 1987. Dengan bermodalkan 150 juta dari Bank Exim, mereka membesut sepatu anak-anak untuk tujuan ekspor. Akan tetapi, karena perbedaan visi bisnis, Chairul memilih untuk berpisah dan mendirikan bisnis sendiri.

Kesabaran Chairul Tanjung pun berbuah. Bisnisnya menggurita. Seiring perjalanan waktu, inilah tiga bisnis intinya: keuangan, property dan multimedia. Di bidang keuangan, ia mengambil alih Bank Karman yang kini dinamai Bank Mega. Di bawah CT Corp (dulunya Para Group) miliknya, terdapat Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan investasi) dan Para Inti Propertindo (property). Bisnis-bisnis yang tersohor adalah Trans TV, Trans 7, Trans Studio, Bandung SuperMall, dan 40 persen saham Carrefour. Terakhir, ia juga memborong saham detik.com. Menurut majalah Forbes- Majalah yang sering merilis daftar orang terkaya dunia- Chairul Tanjung adalah salah satu orang terkaya dunia selama beberapa tahun terakhir.

Inilah rahasia di balik kesuksesan Chairul Tanjung. Menurutnya, modal memang penting dalam membangun bisnis. Tapi, kesabaran itu jauh lebih penting. Karena membangun bisnis, tidak seperti membalikkan telapak tangan. Selain relasi dan integritas, ia juga menyarankan agar generasi muda mau bersabar dalam berbisnis. Pantang menyerah, tahan banting, dan tidak mudah tergoda dengan jalan instan. Kata-kata ini telah ia buktikan.

Kita beralih ke Muhammad Yunus di Bangladesh. Ia menyelesaikan pendidikan S1 dan S2 di Chittagong, kemudian mendapatkan beasiswa untuk S3 dari Vanderbilt University, Amerika. Sejak awal 1970-an, selama 30 tahun, ia selalu berjuang untuk mengentaskan kemiskinan. Setidaknya, di negaranya. Ilmu-ilmu akademis yang ia pelajari tak  mampu menjawab resah dan gelisahnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk terjun langsung ke lapangan dan belajar langsung dari orang-orang miskin.

Sepanjang tahun 1975 hingga 1976, dengan sabar, ia mengajak mahasiswa-mahasiswanya berkeliling di desa Jobra. Ia menemukan setitik pencerahan ketika bertemu dengan seorang wanita pembuat bangku dari bambu. Karena ketidaan modal, wanita tersebut terpaksa meminjam uang kepada rentenir dengan bunga 10 persen. Uang tersebut digunakan untuk membeli bambu sebagai bahan baku. Ia pun menyimpulkan system ekonomi seperti ini, membuat orang-orang miskin tidak bisa menabung atau berinvestasi untuk pertumbuhan usahanya. Bahkan, amat sulit untuk keluar dari garis kemiskinan. Sungguh ironis.

Nah, kiprah nya pun dimulai dengan memberikan kredit dari kantongnya sendiri sejumlah 17 dolar kepada 42 orang miskin. Jadi, pinjaman yang dikucurkan kurang dari 1 dolar untuk setiap orangnya. Walaupun jumlah pinjaman itu kecil, tapi karena tanpa agunan, ianya berhasil meningkatkan omset pembuat bangku. Kemudian, pelan-pelan Muhammad Yunus berhasil meyakinkan pihak bank, bahwa orang-orang desa sanggup mengembalikan pinjaman. Dan ternyata benar, berkat kesabaranya mendampingi orang-orang desa. Jumlah itu terus berkembang menjadi ratusan orang. Dan berkembang lagi dari satu desa jadi ratusan desa. Itulah cikal bakal berdirinya sebuah bank sekitar 25 tahun kemudian. Tepatnya pada 2 Oktober 1983, dengan nama Grameen Bank.

Hingga saat ini Grameen Bank telah melayani hampir 50 persen penduduk miskin di Bangladesh. Karena tujuan utama bank tersebut adalah menyalurkan kredit mikro bagi orang-orang miskin, namun tidak memberikan ikan melainkan memberikan pancing. Ini luar biasa, karena total kredit yang dikembalikan sekitar 99 persen. Pada tahun 2003, Muhammad Yunus meluncurkan program “The Struggling Members”. Dimana melalui program ini, sekitar 47000 pengemis di Bangladesh berhasil terbantu. Mereka menjadi pengusaha kecil, tanpa perlu lagi meminta-minta. Pantaslah pada tahun 2006 Muhammad Yunus dianugerahi Nobel Perdamaian, walaupun ia bukan politisi, bukan pula penemu.

Rahasia Sukses Azim Premji & Ahmadinejad

Tidak ada yang salah dengan kata ‘pecundang’ dan ‘miskin’.
Hanya orang bermental pecundang
Yang tersinggung dengan kata ‘pecundang’.
Hanya orang bermental miskin
Yang tersinggung dengan kata ‘miskin’.
Kaya atau belum kaya, tetaplah bermental kaya.

Lahir di India dari keluarga yang minoritas, Azim Premzi yang menganut agama Islam dan merutinkan shalat dhuha, sebenarnya menjadi pengusaha karena factor keterdesakan. Ayahnya yang memiliki bisnis minyak goring, meninggal saat Azim Premzi masih berusia 21 tahun. Saat itu, ia tengah belajar di Universitas Stanford Amerika. Segera dipanggil pulang ke India,untuk menggantikan posisi ayahnya. Dan di usia semuda itu, ia langsung di uji untuk meneruskan bisnis keluarganya. Namun, usia muda membuat sejumlah orang meragukan kerja dan kinerjanya. Pada saat itulah, ia menunjukkan kecerdasannya.Dengan tangan dingin, ia membeli saham orang-orang yang meragukannya, lalu mengganti mereka dengan yang lain.Kemudian, ia juga memutar haluan core business  dari minyak goring menjadi teknologi computer. Sebab, dari ilmu yang ia pelajari di Amerika, ia menemukan teknologi computer akan menjadi bisnis yang sangat menguntungkan di masa mendatang. Ternyata, perubahan ini menjadi titik balik bagi perusahaannya.

Sehari-hari, seperti apakah Azim Premzi? Jika berrtemu dengannya di jalan, pastilah kita tidak akan menyangka bagaimana penampilannya. Kadang, ia naik kendaraan umum. Bahkan,di kantornya ia tidak mempunyai parker khusus layaknya CEO lainnya. Sederhana, bersahaja. Padahal, ia salah satu oramg terkaya dunia versi majalah Forbes dan salah satu orang paling berpengaruh di dunia versi majalah Time. Terkait resep sukses, ia pernah wanti-wanti, “ Ketika menginginkan kesuksesan, anda harus merasa tertantang akan sesuatu. Lalu setelah itu, anda memiliki ketepatan hati untuk menghadapinya.  Pada kenyataannya, orang-orang menjadi pengusaha dikarenakan tantangan-tantangan yang menarik. Misalkan, ingin mengubah dunia, ingin menemukan sesuatu,dan lain-lain.

Walaupun umur saya sudah tua, saya tetap menyelesaikan kuliah saya di bidang teknik elektro.”Gigih adalah salah satu resepnya”. “Nilai-nilai adalah prioritas yang mendahului segalanya dan pastilah bisnis yang sukses akan mengikuti di belakangnya.” Selain merutinkan shalat dhuha (orang yang merutinkan shalat dhuha adalah orang yang paling dekat dengan kejayaan), ia juga menunjukkan kepeduliaannya kepada sesama, terutama di dunia pendidikan. Karena itulah, ia mendirikan Yayasan Azim Premji, yang menyekolahkan 1,8 juta siswa. Di Indonesia, tokoh yang mirip dengan Azim Premji adalah Sandiaga Uno, salah satu orang terkaya Indonesia yang juga sederhana, merutinkan shalat dhuha, dan peduli kepada sesama.

Pada 24 Juni 2005, di Iran ada seorang tokoh yang menjadi buah bibir karena keberhasilannya menjadi Presiden, yang hampir-hampir tanpa kampanye. Siapakah dia? Dialah Ahmadinejad. Bukan karena dia tidak sanggup berkampanye, tetapi karena sebelumnya seluruh gajinya sebagai walikota ia sumbangkan dan ia hidup dari gajinya sebagai dosen. Ia lahir di pedesaan, sekitar 120 kilometer dari Teheran. Orang tuanya, seorang tukang besi, Ahmad Saborjihan, memberinya nama ‘Mahmud Saborjihan’ lalu mengubahnya menjadi ‘Mahmud Ahmadinejad’. Ras yang unggul, itulah makna nama Ahmadinejad.

Ketika masih menjabat sebagai walikota Teheran periode 2003-2005, yang memiliki populasi lebih besar daripada Jakarta, ia sering menyapu jalan-jalan di Teheran. Ia juga menyetir sendiri mobilnya ke kantor dan bekerja hingga larut malam. Tidak cukup sampai disitu, ia pun mengambil kebijakan yang bersifat religious, seperti memisahkan lift bagi laki-laki dan perempuan, melipatgandakan pinjaman bagi pasangan muda yang hendak menikah, membagi-bagikan sup gratis bagi orang miskin setiap pecan.dan menjadikan rumah dinas sebagai museum publik. Ia sendiri tinggal di rumah pribadinya di kawasan miskin berukuran 170 meter persegi. Salah satu pencapaiannya adalah secara dramatis menekan tingkat kemacetan. Setelah dua tahun menjabat, ia pun masuk dalam finalis walikota-walikota terbaik dunia, World Major 2005. Ia bukan ulama, bukan pula tokoh revolusi. Akan tetapi dia mampu memenangkan  pemilu dengan 61 persen suara.

Ketika memenangkan pemilu lalu menjadi Presiden, inilah yang ia lakukan:

ü    Menyumbangkan seluruh karpet istana yang sangat mahal pada masjid-masjid di Teheran dan menggantinya dengan karpet biasa.

ü    Meminta menteri-menteri untuk selalu hidup sederhana dan ditegaskan bahwa rekening pribadi mereka akan selalu diawasi.

ü    Tidak mengambil gajinya sebagai Presiden. Ia hanya mengambil gajinya sebagai dosen, sejumlah 250 dolar.

ü    Ketika azan berkumandang, ia pun langsung mendirikan sholat dimanapun ia berada.

Di sini terlihat jelas, Ahmadinejad memilih hidup sederhana. Meskipun memiliki kehidupan yang hebat, dahsyat, dan luar biasa! Bertabur prestasi di sana sini. Ia juga menunjukkan kepeduliannya kepada sesama.

Rahasia Kekayaan Abdurrahman Bin Auf & Usman bin Affan

“ Kenal orang-orang hebat, tidak perlu nge-fans.
Cukup belajar saja dari mereka
Kalaupun harus nge-fans, nge-fans-lah kepada Nabi dan sahabat-sahabatnya.

Abdurrahman bin Auf lahir 10 tahun setelah Tahun Gajah. Berasal dari Bani Zuhrah, ia berkerabat dengan Usman bin Affan dan Sa’ad bin Abi Waqqas. Setelah hijrah ke Madinah, ia dipersaudarakan dengan Sa’ad bin Rabi. Ketika dijanjikan harta oleh saudara barunya, ia malah bertanya, “ Dimanakah pasar?” Ia hanya meminta saudara barunya itu membeli sepetak tanah yang kurang berharga yang terletak di samping pasar. Kemudian tanah itu ia tawar-tawarkan kepada khalayak. Siapa saja boleh berdagang di tanah itu secara cuma-cuma, tanpa perlu membayar sewa. Hanya saja, apabila memperoleh keuntungan, ia menghimbau agar diberikan bagi hasil seikhlasnya. Para pedagang menyambut gembira tawaran itu.Tatkala terjadi peristiwa Tabuk dan membutuhkan banyak perbekalan, ia pun menyedekahkan hampir seluruh hartanya. Lihatlah, betapa dermawannya dia.

Suatu hari, Nabi bertanya kepada Abdurrahman, “Wahai Abdurrahman, apa yang engkau tinggalkan untuk keluargamu?” Dijawablah oleh Abdurrahman, “ Wahai Nabi, aku telah meninggalkan untuk mereka lebih banyak dan lebih baik daripada yang telah aku sedekahkan.” Kembali Nabi bertanya, “Berapakah yang engkau tinggalkan?” Dijawab lagi oleh Abdurrahman, “sebanyak rezeki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah.” Mari kita amati jasa-jasa Abdurrahman bin Auf:

  • Ia adalah satu dari delapan orang pertama yang memeluk agama Islam. Tepat dua hari setelah Abu Bakar. Ia dan Abu Bakar adalah segelintir sahabat Nabi yang berani sedekah 100%.
  • Ia berpakaian sederhana,sampai-sampai tiada bedanya dengan budaknya.
  • Ia hampir selalu menemani perjuangan-perjuangan Nabi di lapangan. Bahkan kaki dan mulutnya sampai terluka. Ia menyantuni istri-istri Nabi setelah Nabi wafat, juga menyantuni veteran-veteran  perang.
  • Karena kesolehannya, ia pernah ditawari menjadi Khalifah, juga ditawari dimakamkan di sebelah makam Nabi. Namun, ia menolaknya, merasa tidak pantas.
  • Ulama-ulama sedunia sepakat, ia adalah satu diantara sepuluh orang yang dijamin masuk surga.

Usman bin Affan lahir pada 574 Masehi dari golongan Bani Umayyah. Usman adalah sahabat dekat Nabi Muhammad SAW, yang juga khalifah ketiga dalam Khulafaur Rasyidin. Ia disebut-sebut pemalu, yang juga disebut ‘Dzunnurain’ (memiliki dua cahaya). Ia diakui sebagai hartawan, yang juga diakui sebagai Dermawan. Saat peristiwa Tabuk, Usman menyedekahkan 1000 ekor unta dan 70 ekor kuda, ditambah 1000 dirham. Yang nilainya sama dengan sepertiga biaya yang diperlukan untuk peristiwa tersebut. Pernah juga ia membeli sumur dari kaum lain seharga 200.000 dirham yang kemudian sumur itu ia sedekahkan untuk kepentingan khalayak.

Suatu ketika, Madinah mengalami paceklik. Amat sulit untuk memperoleh bahan-bahan makanan. Maka datanglah Kafilah dagang Usman dari Negeri Syam. Kafilah itu terdiri dari 1000 ekor unta yang membawa gandum, minyak zaitun, kismis dan lain sebagainya. Penduduk Madinah pun menyambutnya dengan penuh sukacita. Para pedagang berebut mendekati Usman. Semua barang dagangan dan bahan-bahan makanan yang dibawa Kafilah Usman dari Negeri Syam disedekahkan kepada fakir miskin dan penduduk Madinah yang membutuhkan. Ia melakukannya karena Allah semata. Terbukti, betapa dermawannya Usman.

Setelah Khalifah kedua Umar bin Khatab wafat, maka digelarlah musyawarah untuk memilih Khalifah selanjutnya. Ada beberapa kandidat khalifah yang diusulkan, diantaranya, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, dan Abdurrahman bin Auf. Pada saat itu, kelompok cenderung memilih Usman. Maka diangkatlah Usman yang berumur 70 tahun, menjadi khalifah ketiga sekaligus khalifah tertua. Jasanya yang terbesar adalah kebijakan untuk mengumpulkan Al Quran dalam satu kitab.

Dengan kekayaan dan kekuasaanya, Usman tiada henti berbuat kebaikan demi kebaikan. Walaupun sebagian besar hartanya telah ia sedekahkan untuk membantu umat, namun hartanya tidak pernah berkurang melainkan bertambah, bertambah, dan bertambah.

ü  Ia memiliki tabungan sebanyak 150 ribu dinar dan 1000 dirham, juga mewariskan beberapa sumur senilai 200 ribu dinar (setara dengan ratusan miliar rupiah).

ü  Ia mewariskan lading (property) sepanjang wilayah Aris dan Khaibar.

ü  Maka benarlah sedekah itu mengayakan.

Menit – menit Terakhir…

Jika bersua orang Hebat, maka tanyalah dua hal,
“ Apa saja action-nya? Apa saja amalnya?”

# Cara Pandang Yang Positif

Saat ini, anda telah belajar dari para model atau tokoh-tokoh sukses dengan berbagai latar belakang. Semoga anda bisa memetik banyak pelajaran dari mereka.

  • Donald Trump dan Chairul Tanjung yang identik dengan istilah “tahan banting”.
  • Azim Premji, Muhammad Yunus, dan Ahamdinejad yang identik dengan istilah “sederhana”.
  •  Abdurrahman bin Auf, dan Usman bin Affan yang identik dengan istilah “dermawan”.

Dari tokoh-tokoh tersebut, sangat bertolak belakang dengan definisi sukses dan derivative sukses selama ini. Nah, kisah-kisah tadi mempositifkan pandangan Anda terhadap konsep sukses. Lebih jauh lagi, kesuksesan hendaknya melalui proses. Sehingga,ianya bisa tahan lama, bisa diajarkan, dan bisa ditiru (duplikasi). Intinya, Sukses itu adalah singkatan dari Suka Proses. Misalkan, mau menjadi seorang Direktur? Anda mesti melalui proses dengan menjadi staff terlebih dahulu. Karena kalau kita tumbuh melalui proses, ketika sukses, kita akan menghargai orang-orang yang tengah berproses. Mudah-mudahan kita terhindar dari sifat sombong dan zalim seperti Firaun dan Abu Lahab.

# Cara Pikir Yang Memberdayakan

Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam sebaik-baik bentuk.”

Dari kutipan ayat di atas, manusia disebut dengan kata ‘ahsan’ yang berarti ‘terbaik’. Jadi, manusia adalah ciptaan-Nya yang terbaik, bukan sekadar baik. Salah satu buktinya adalah manusia dianugerahi kemampuan untuk bermimpi. Tepatnya, memiliki impian atau imajinasi. Bahkan, malaikat pun tidak dianugerahi kemampuan ini. Bukankah imajinasi lebih penting daripada ilmu pengetahuan? Ini pesan Albert Einstein.

Bukti lain manusia sebagai mahluk yang terbaik adalah adanya anugerah untuk percaya atau tidak percaya. Karena percaya (yakin) itu sangat penting dalam kehidupan manusia. Dan menjadi fondasi untuk action, amal, dan doa kita.

Begitu anda percaya (yakin), artinya anda telah menyelesaikan setengah pekerjaan. Sungguh seperti itulah adanya. Jadi kesimpulannya, beberapa cara pikir yang memberdayakan dan mengayakan adalah sebagai berikut :

ü  Kita adalah mahluk-Nya yang terbaik, melebihi mahluk manapun.

ü  Apabila Dia telah ridha, dengan imajinasi, kita bisa mencapai prestasi apapun.

ü  Apabila Dia telah ridha, dengan percaya, kita bisa menjemput keajaiban apapun.

# Cara Pikir Yang Melemahkan

Dan sebagai pembanding, adapun beberapa cara pikir yang melemahkan dan memiskinkan. Karena tidak sedikit orang-orang yang berpikir seperti ini :

ü  Melarat, lalu menyalah-nyalahkan pemerintah.

ü  Goblok, lalu menyalah-nyalahkan sekolah.

ü  Bengal, lalu menyalah-menyalahkan pergaulan.

ü  Tidak Soleh, lalu menyalah-nyalahkan keluarga.

Mengapa kita harus menyalahkan pihak lain, padahal cara pikir kita sendiri yang salah. “Bukankah kita adalah penanggung jawab atas diri kita?” Di dalam kitab suci Al Quran, Allah memuji Nabi Sulaiman dan Nabi Ayub, sebagai sebaik-baiknya hamba dan dianggap taat. (QS 38:30&44). Jadi, “Manakah yang lebih utama, orang kaya yang bersyukur ataukah orang miskin yang bersabar?”.

# Cara Pikir ‘Dan’ Bukan ‘Atau’

Mohon maaf, orang miskin sering berpikir pakai ‘atau’. Misalnya, “Menabung atau berlibur ya?” Sebenarnya tidak ada yang salah dengan pemikiran ini. Karena kondisi keuanganlah yang mengharuskan demikian. Memilih salah satunya. Yang salah adalah kalau pemikiran-pemikiran ini diterapkan dalam cakupan kehidupan yang lebih luas. Inilah disebut dengan mental miskin. Misalnya :

ü  Pilih kaya atau bahagia ya?

ü  Pilih uang atau kesehatan ya?

ü  Pilih bisnis atau keluarga ya?

ü  Pilih dunia atau akhirat ya?

Bukankah kita bisa memilih kedua-duanya? Bukankah keduanya pula yang dianjurkan dan diajarkan oleh agama? Maka berpikirlah pakai ‘dan’ :

  • Kaya dan bahagia
  • Uang dan kesehatan
  • Bisnis dan keluarga
  • Dunia dan akhirat

Nah, tercapai atau belum tercapai, tetap niatkan dan ikhtiarkan seperti itu. Kalau diniatkan, sungguh, ini akan mendekatkan kita pada kenyataan!

# Menyederhanakan Kekayaan

Ada pesan yang begitu penting dari buku ini. Ini dia. “Hidup tidak boleh sederhana”. Lho kok gitu?

Karena menurut saya, hidup itu mesti hebat, mesti dahsyat, dan mesti luar biasa! Nah, sederhana itu dalam bersikap. Sekali lagi, sederhana itu dalam bersikap. Right?

Di buku ini, saya bolak-balik berbicara soal kekayaan. Blak-blakan. Apakah itu berarti saya mengajak anda untuk tergila-gila dan menuhankan kekayaan? Sama sekali tidak. Justru saya ingin anda memaknai ulang konsep kekayaan. Tepatnya, menyederhanakan kekayaan. Dimana anda dan keluarga anda menikmati harta sekedarnya saja. Selebihnya biarlah sesame dan agama yang menikmatinya. Dengan kata lain, konsumsi secukupnya, distribusikan sebanyaknya. Karena sejatinya kekayaan itu bukan soal mengumpulkan, melainkan soal membagikan.

Dengan segala kerendahan hati, saya beritahukan bahwa saya dan keluarga saya berusaha menikmati harta sekadarnya, secukupnya. Walau teramat jauh dari sempurna, tapi saya senang-senang saja menjalani gaya hidup seperti ini.Hm, anda beda pendapat dengan saya? Yah, nggak apa-apa. Beda pendapatan saja wajar, apalagi beda pendapat. Hehehehe….

Yang terakhir, buat anda :

v    Kalau belum kaya? Janganlah rendah hati.

v    Kalau sudah kaya? Tetaplah rendah hati.

v    Kalau nggak kaya-kaya? Janganlah makan hati. Heheheheee…..