Setelah berkali-kali menolak, Cadbury akhirnya melunak dan menerima pinangan Kraft Food. Kedua perusahaan makanan itu akan segera bergabung membentuk raksasa produsen makanan dan manisan dunia.

Cadbury sepakat untuk menerima pinangan Kraft, setelah harga tawaran dinaikkan menjadi 11,5 miliar pounds atau sekitar US$ 18,9 miliar yang setara dengan 840 pence per saham. Pemegang saham Cadbury juga akan menerima 10 pence per saham melalui dividen khusus, sehingga total tawaran mencapai 11,9 miliar.

Kraft telah berkali-kali ditolak oleh manajemen Cadbury. Kraft terakhir menawar Cadbury senilai US$ 16,1 miliar atau sekitar 9,9 miliar pounds dalam bentuk tunai dan saham. Angka ini lebih rendah dari tawaran awal sebesar 10,2 miliar pounds.

Kraft saat ini merupakan perusahaan makanan ringan terbesar kedua di dunia setelah Nestle. Sementara Cadbury adalah perusahaan confectionary atau gula-gula terbesar kedua setelah Mars.

Siapa dibalik mega merger bernilia miliaran dolar AS tersebut? Ia tak lain adalah chief executife Kraft Food, Irene Rosenfeld. Keperkasaan Rosenfeld memang telah banyak diakui. Wanita berusia 56 tahun itu pada tahun lalu telah menduduki posisi ke-6 dalam  jajaran 100 wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes.

Majalah Fortune juga menempatkan Rosenfeld di posisi ke-2 dalam jajaran wanita paling berpengaruh dalam bisnis Amerika. Rosenfeld berada di bawah Chairman dan CEO PepsiCo Indra Nooyi.

Ibu 2 anak yang sudah berkarir selama 26 tahun di bisnis makanan dan minuman itu ditunjuk sebagai CEO Kraft pada Juni 2006. Ia menjadi chairman pada Maret 2007 ketika Kraft dipisahkan dari induk konglomerasinya Altria.

Ia memulai karirnya di sebuah agensi iklan Dancer Fitzgerald Sample yang bermarkas di New York. Rosenfeld selanjutnya bergabung dengan General Food yang kemudian merger dengan Kraft pada tahun 1980-an. Di Kraft, Rosenfeld memimpin restrukturisasi dan upaya-upaya pembalikan kunci bisnis di AS, Kanada dan Meksiko sekaligus integrasi akuisisi Nabisco.

Pada tahun 2004, ia ditunjuk menjadi chairman dan chief executive Frito-Lay, sebuah divisi dari PepsiCo. Ia sempat memimpin upaya pengenalan produk kesehatan sebelum akhirnya kembali ke Kraft.

Sebagai orang yang sudah berkarir 20 tahun di Kraft, Rosenfeld pun mengaku memiliki makanan favorit dari produk Kraft yakni makaroni dan keju, dan juga biskuit Oreo. Dalam biografinya, Rosenfeld mengaku ambisi karirnya adalah menjadi presiden AS.

Rosenfeld yang juga menduduki berbagai posisi asosiasi bisnis ini mengaku selalu ‘bergairah’ atas pekerjaannya di Kraft.

“Sangat luar biasa pergi ke pesta Cocktail dimana setiap orang memiliki opini atas apa yang Anda kerjakan. Tapi saya benar-benar menikmati pemikiran kenapa orang berperilaku demikian dan menggunakan pemikiran untuk mengembangkan produk baru atau membangun hubungan yang lebih kuat dengan konsumen kami,” ujar Rosenfeld

menggambarkan pekerjaannya, seperti dikutip dari AFP, Rabu (20/1/2010).

 

Sumber: http://www.detikfinance.com/

Iklan