RESENSI BUKU

Pengarang   : Robert T. Kiyosaki bersama Sharon L. Lechter C.P.A.
Penerbit       : PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta,2007
Tebak buku : 232 Halaman hvs

Apakah sekolah menyiapkan kita untuk menghadapi dunia yang riil?

Salah satu alasan mengapa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin, dan kelas menengah terjerat hutang adalah karena masalah uang diajarkan dirumah, dan tidak disekolah. Kita kebanyakan belajar soal uang dari orang tua kita. artinya apa yang dapat diajarkan oleh orang tua yang miskin kepada anak-anak mereka? mereka hanya mengatakan ,”Teruslah sekolah dan belajarlah yang giat” Sianak mungkin lulus dengan peringkat yang mengagumkan, tetapi dengan sikap mental dan program finansial orang miskin. bukan pada keterampilan finansial. Ini menjelaskan bagaimana Bankir, Dokter, dan Akuntan yang pandai dan memperoleh nilai yang tinggi di sekolah masih harus berjuang secara finansial sepanjang hidup mereka. Utang nasional kita yang menggunung sebagian besar disebabkan karena para politikus dan pejabat pemerintah yang berpendidikan tinggi membuat keputusan finansial dengan sedikit atau bahkan sama sekali tanpa latihan mengenai masalah uang.

Uang tidak diajarkan disekolah, sekolah berfokus pada keterampilan dibidang pelajaran dan keterampilan professional, dan akhirnya jutaan orang terdidik mengejar profesi mereka secara sukses, tetapi mendapati diri mereka berjuang setengah mati dalam hal finansial. Mereka bekerja keras tetapi tidak maju-maju juga. apa yang hilang dari pendidikan mereka bukanlah cara menghasilkan uang, tetapi bagaimana membelanjakan atau menghabiskan uang–apa yang anda lakukan setelah mendapatkan uang. ini disebut kecerdasan atau bakat finansial–apa yang anda lakukan dengan uang setelah anda mendapatkannya, bagaimana meyimpannya agar tidak di”ambil”orang?

Setiap orang tentu saja sangat memimpikan menjadi seorang yang kaya mempunyai berton-ton uang, mobil mewah, rumah yang indah dan juga kehidupan kelas atas yang dapat mereka beli dengan uang. namun kenyataannya adalah menjadi kaya tidaklah memecahkan masalah.

Banyak orang kaya sesungguhnya lebih menjerit keras karena jiwa mereka lebih miskin. Ketakutan menjadi miskin mendorong mereka untuk menjadi kaya semakin buruk contoh, seorang dokter, karena menginginkan uang lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan keluarganya dengan lebih baik menaikkan tarifnya. Dengan menaikkan tarifnya membuat biaya kesehatan menjadi lebih mahal bagi setiap orang. Hal itu paling menyakiti orang miskin, maka orang miskin kesehatannya lebih buruk daripada orang yang mempunyai uang. Ketakutan kehilangan uang adalah riil, setiap orang punya rasa takut itu, tetapi bukan ketakutan itu yang menjadi persoalan. Masalahnya adalah bagaimana menangani atau mengatasi ketakutan itu,

Banyak yang secara emosional sangat merana, sedih dan neurotis, meskipun mereka kelihatan kaya dan mempunyai uang lebih. tetapi uang yang lebih banyak kerap kali tidak memecahkan masalah kenyataannya hal itu malah mempercepat masalah. Uang kerap memperjelas kekurangan atau kelemahan manusiawi kita yang tragis kebanyakan orang tidak bisa menyadari bahwa yang penting dalam hidup ini bukanlah berapa banyak uang yang bisa kita hasilkan, akan tetapi berapa banyak uang yang bisa kita simpan. Emosi adalah hal yang membuat kita manusiawi, membuat kita riil. Kebanyakan orang tidak mengetahui bahwa emosi merekalah yang berpikir, dan mengunakan ketakutan dan ketamakan melawan diri mereka sendiri itulah awal dari kebodohan. Kebanyakan orang menjalani hidup mereka dengan mengejar upah, membayar kenaikan, dan keterjaminan kerja karena emosi keinginan dan ketakutan tidak sungguh-sungguh mempertanyakan kemana pikiran yang digerakan emosi itu menuntun mereka. Itu mirip gambar seekor keledai yang menarik sebuah gerobak, dengan si pemilik yang menjuntaikan sebuah wortel persis di depan hidung si keledai. Sipemilik keledai mungkin bisa pergi kemana saja ia suka, tetapi si keledai hanya mengejar sebuah ilusi besok hanya ada wortel lain untuk si keledai. Apa yang mengintensifkan ketakutan dan keinginan adalah kebodohan. Itu sebabnya orang kaya dengan banyak uang sering mempunyai ketakutan lebih besar bila mereka semakin kaya. Uang adalah wortel.

Lalu apakah orang miskin lebih bahagia ?

Jelas tidak, karena menghindari uang itu sama gilanya dengan terikat pada uang. Sebab utama kemiskinan atau masalah financial adalah ketakutan dan kebodohan atau ketidaktahuan, bukan soal ekonomi, pemerintah, atau orang kaya. Contohnya begitu sering seseorang yang tiba-tiba kejatuhan rezeki nomplok misalnya saja warisan, kenaikan upah yang drastis atau menang lotere segera kembali kekesulitan finansial yang sama, bahkan terkadang lebih buruk daripada keadaan sebelum mereka menerima uang itu.

Uang hanya menegaskan pola arus kas yang mengalir dalam kepala kita jika pola kita adalah menghabiskan segala sesuatu yang kita peroleh, kemungkinan sangat besar dalam uang kas akan berbuntut pada kenaikan dalam pengeluaran. karna itu ada perumpamaan, “orang bodoh dan uangnya adalah suatu pesta yang besar”.

Kita semua memiliki potensi yang luar biasa, dan kita juga diberikan ribuan anugerah. Namun satu hal yang menahan kita semua adalah suatu tingkat keraguan diri. Bukan karena terlalu kurangnya informasi teknis yang menahan kita, tetapi karena kurangnya keyakinan diri. kebanyakan dari kita tahu bahwa yang banyak diperhitungkan bukanlah gelar perguruan tinggi atau ranking yang baik. dalam dunia nyata diluar dunia akademis, sesuatu yang lebih dari sekedar gelar jelas dituntut, Yaitu: keberanian, bernyali, pintar, terampil, cerdik, gigih, dan juga lihai dan factor inilah yang akhirnya menentukan masa depan seseorang ketimbang gelar akademis. Perbedaan utama antara orang kaya dan orang miskin adalah cara mereka mengatasi ketakutan itu. kegagalan memberi inspirasi kepada para pemenang. Dan kegagalan mengalahkan para pecundang, ini adalah rahasia terbesar pemenang inilah rahasia yang tidak diketahui oleh para pecundang rahasia terbesar para pemenang adalah bahwa memberi inspirasi untuk menang
kesimpulan.

Sekolah bukanlah jaminan agar mendapatkan kehidupan yang lebih baik dari segi finansial akan tetapi sekolah adalah alat untuk mencapai suatu keberhasilan, sekolah tidak menjamin seseorang menjadi kaya sekolah hanyalah sebatas sarana untuk mencapai kekayaan. Dan hal terpenting yang harus dimiliki oleh setiap orang adalah kecerdasan finansial yaitu mengetahui dengan cermat apa, bagaimana, untuk apa uang itu digunakan dan seberapa bergunanya uang itu, karena menjadi seseorang yang kaya bukanlah jawaban dari segala pergolakan permasalahan, menjadi kaya bukanlah jawaban dari keresahan hati karena kekayaan biasanya malah akan menambah permasalahan baru kalau kita tidak bisa menaggulangi setiap keinginan manusiawi kita. Dan itulah sebabnya sangat dibutuhkan nya kecerdasan finasial karena kita sangat membutuhkan sekali mengelola uang kita sendiri agar dapat menjadikannya sebuah aset bukan liabilitas, karena seseorang yang tidak dapat memanagemen keuangannya akan membuatnya terjerat dengan berbagai permasalahan finansial yang akhirnya akan membuatnya menjadi seseorang yang miskin dan kemiskinan akan membawanya kepada kebodohan dan kebodohan akan membawanya kepada kehancuran karena sekali lagi permasalahan ekonomi bukanlah soal pemerintah,politikus,maupun orang kaya akan tetapi permasalahan ekonomi adalah permasalan individu.

Iklan