Salah satu teknik pemasaran yang sekarang berkembang pesat adalah pemasaran viral. Ia menjadi alternatif dengan terjadinya kebosanan dan imunitas konsumen terhadap gencarnya berbagai alat promosi yang dilakukan oleh perusahaan melalui majalah, koran, televisi, media luar ruang, dan sebagainya.

Pemasaran viral merupakan salah satu metode pemasaran online yang murah dan efektif. Tujuannya, menciptakan awareness tentang produk atau jasa yang ditawarkan. Pemasaran ini ditujukan pada beberapa pihak, yang diharapkan pihak tersebut akan menyebarkannya ke rekan-rekannya, demikian seterusnya, sehingga jumlahnya meningkat terus secara eksponensial.

Contoh bagaimana sebuah viral marketing bekerja:

Misalnya anda memliki sebuah presentasi tentang sebuah tema yang menarik dan dibuat dalam format powerpoint (ppt). Ketika anda mengirim presentasi ini ke 15 teman anda maka jika setiap temen anda mengirimkan ke minimal 5 teman lainnya, dan seterusnya, maka sangat mungkin dalam waktu singkat email yang berisi presentasi powerpoint anda akan tersebar ke ratusan atau bahkan ribuan email.

Bagaimana pemasaran viral bekerja?

Tentunya menjadi pertanyaan yang menarik. Dalam penyebaran informasi memiliki beberapa cara yang berbeda dan bersifat dinamis. Setiap pemakai jaringan Internet dapat dipastikan memiliki suatu identitas. Apakah dalam bentuk e-mail, user name, atau alamat (address) yang memungkinkan untuk penyampaian, penyimpanan, dan menyortir pesan baik untuk kepentingan pribadi maupun bisnis. Semua bentuk identitas (ID) tersebut diberikan secara cuma-cuma oleh penyedia jasa internet (Internet Provider).

Bagaimana perusahaan memulai melakukan pemasaran viral?

Pemasaran viral bisa dianalogikan dengan word of mouth (dari mulut ke mulut) di dunia pemasaran umum. Di dunia online penyebarannya umumnya melalui e-mail. Bentuknya bisa beragam. Yang paling sederhana berupa newsletter berisikan artikel menarik. Biasanya di bawah newsletter tersebut disertakan tautan ke website tertentu untuk pembaca e-mail mencari informasi lebih lanjut tentang jasa atau produk yang ditawarkan.

Bentuk lainnya berupa media interaktif. Di US, dimana bandwidth bukan menjadi kendala, penyebaran video pendek sudah biasa. Namun di Indonesia hal ini belum dimungkinkan. Penyebaran viral dibatasi oleh besarnya ukuran file. Biasanya masih bisa ditolerir bila ukuran e-mail tidak lebih daripada 400 Kbyte. Di Indonesia, umumnya viral berupa aplikasi interaktif sederhana.

Viral juga bisa berupa teaser dari aplikasi interaktif sebenarnya. E-mail yang diterima hanya berisikan sedikit cuplikan. Untuk memainkan aplikasi interaktif sebenarnya (biasanya berupa advergame), pembaca harus mengklik tautan di e-mail untuk masuk ke suatu website dan memainkan atau men-download aplikasi interaktif dari website tersebut

Bagaimana agar tersebar dengan cepat?

Terlepas dari bentuknya newsletter atau media interaktif, yang paling krusial adalah desain konten viral itu sendiri. Desain konten viral harus membuat seseorang tertarik untuk membaca dan menyebarkannya ke rekan-rekannya. Kuncinya, viral tersebut harus lucu, sangat menarik, atau sangat menggugah emosi pembacanya.

Yang sulit saat mengirim viral pertama kali adalah menemukan target penerima e-mail yang memang sesuai dengan karakteristik jasa atau produk yang ditawarkan. Biasanya hal ini didapat dengan menelusuri anggota mailing list yang relevan, atau dengan menyebarkannya ke beberapa relasi yang dikenal. Jangan sampai viral yang disebar malah berkesan spam, yang sebetulnya bisa dihindari bila e-mail tersebut diterima oleh relasi yang memang dikenal.

Pemasaran viral untuk berikutnya akan lebih mudah bila pengirim viral itu sudah memiliki database e-mail. Hal ini bisa didapat saat penerima e-mail diminta (secara sukarela) untuk memasukkan data dirinya di website, saat menerima viral pertama. Hal ini terutama terjadi saat pengunjung tertarik dengan produk atau jasa yang disebarkan via viral, memasuki website, dan mengisi data diri melalui form serta bersedia menerima informasi lebih lanjut tentang produk atau jasa tersebut.

Jadi, kuncinya adalah membuat desain viral yang menarik, target konsumen yang tepat, dan jangan lupa selalu sisipkan website kita agar calon konsumen dapat menelusuri profil perusahaan/produk kita lebih jauh lagi.

Iklan