MENDEFINISIKAN Suatu merk (brand) adalah satu hal. Bagaimana membangun merk adalah hal lain.

Secara lugas dapat dikatakan Brand is…..,‘you’…., You are what you wear, You are what read, You are what you eat, You are what you drive, You are what you dream of, You are what you believe, You are what you promise.

Kalimat sederhana tersebut mengartikan bahwa Anda adalah sebuah merk. Diri Anda adalah sebuah merk yang melekat secara fisik maupun emosional.

Kemanapun Anda pergi, apapun yang Anda pakai, apapun yang Anda baca, apapun yang Anda makan, apapun yang Anda impikan, apapun yang Anda yakini, serta apapun yang Anda janjikan, semuanya adalah merk, merk, merk dan merk.

Jadi, merk bukan sekedar nama, bukan pula logo atau symbol atau bukan juga sekedar visualisasi, namun sudah menjadi jiwa yang melebur dalam produk-produk itu, sehingga nilai-nilai yang terpancarkan dari sebuah produk itu bisa sangat berbeda-beda pada setiap orang.

Anda yang memakai jam tangan Rolex, umpamanya akan memperoleh penilaian berbeda dengan pemakai jam Seiko yang kuno dan klasik. People is a Brand and Brand is a people. Jadi jelas, dalam kompetisi bisnis yang saat ini kita harus menyadari bahwa brand itu penting dan dia tidak jauh kemana-mana.

Brand berada di tengah-tengah kita. Brand adalah value indicator dari apa yang anda tawarkan. Brand adalah payung yang melingkupi produk atau pelayanan, perusahaan, pribadi, atau bahkan Negara..

Brand adalah sebuah ekuitas perusahaan yang menambahkan value pada produk dan pelayanan yang ditawarkan.

Sebagai sebuah asset, brand menciptakan value bagi para konsumen melalui kualitas produk dan kepuasan konsumen. Jadi, apapun yang kita tawarkan perlu kesadaran bahwa merk bukan lagi kata yang hanya di hubungkan dengan produk atau sekumpulan barang. Tetapi juga dengan proses yang meliputi pelayanan dan strategi bisnis kunci.

Merk (Brand) telah menjadi salah satu kata paling populer yang digunakan dalam dunia bisnis saat ini. Merk bukan hanya domain bagi pemilik merk perusahaan besar saja. Untuk menang dalam persaingan, perusahaan besar, menengah, dan kecil harus merubah cara strategi dalam membangun citra merk bagi corporate-nya.

Ada sebuah article yang pernah saya baca “ Membesarkan sebuah produk menjadi Superbrand” merupakan tema yang sangat tepat dan sangat penting dalam menerapkan kemampuan untuk bersaing secara effektif, global, dan local dalam kondisi persaingan bisnis saat ini.

Dalam inti marketing, merk (brand) juga merupakan salah satu dari sembilan element penting selain segmentasi, targeting, positioning, diferensiasi, marketing mix, selling, service and process.

Dan tentunya suatu merk itu bisa berhasil jika perusahaan mampu membangun kesembilan element pemasaran tersebut.

Jika saya bertanya kepada anda, adakah hubungannya antara merk dan pelayanan yang diberikan kepada pelanggan? Tak mudah menjawab pertanyaan ini. Kebanyakan orang menganggap branding hanya berkaitan dengan masalah penanaman produk dan aktifitas promosi.

Aktifitas branding pun seringkali akhirnya hanya berkisar di kedua hal itu. Padahal branding juga menyangkut hal lain. Banyak orang melakukan branding cukup dengan melakukan aktifitas marketing secara rutin saja, atau memasang iklan atau reklame dalam ukuran yang besar dan menonjol, produk yang baik, atau sesuatu yang prestise semata, sementara sisi lain seperti “pelayanan” terlupakan.

Padahal merk sebaiknya harus di cerminkan dalam setiap aspek budaya organisasi perusahaan, terutama ketika terjadi interaksi antar manusia (antara karyawan & pelanggan), yaitu dalam hal pelayanan. Layanan yang di berikan kepada pelanggan harus mampu mendukung dan meningkatkan merk perusahaan atau produk. Dengan menjalankan pelayanan yang baik kepada konsumen merk pun akan menjadi hidup. ***

 

Ringkasan dari diskusi menarik dengan Mr. Jadi Rajagukguk (Marketorial leader di hotel Sahid Pakanbaru tgl : 14 April 2007 jam 10.15 WIB)

Iklan