Perfume

Perfume (Photo credit: macieklew)

Parfum bagi kebanyakan orang sudah menjadi kebutuhan yang vital sebagai syarat untuk menambah kepercayaan diri. Selain menambah wangi, bisnis parfum pun bisa membuat kantong Anda semakin ‘percaya diri’.

 

Salah satu yang bisa dijajal adalah bisnis parfum isi ulang yang cukup menggiurkan. Di beberapa wilayah parfum isi ulang diminati konsumen karena selain harganya lebih kompetitif, para konsumen juga bisa dimanjakan dengan bebas memilih ratusan aroma parfum yang bisa mengundang selera masing-masing.

Salah satu seorang penjual parfum, sebut saja Albab di wilayah Tanah Abang mengatakan  kelebihan dari menjual parfum isu ulang selain harganya murah, konsumen dimanjakan ratusan jenis minyak parfum yang bisa diracik dalam jumlah pembelian kecil maupun dalam jumlah besar, termasuk untuk jenis oles maupun semprot.

Menjelang lebaran ini, Albab mengaku permintaan parfum cukup tinggi. Di tokonya, ia mengaku mampu menjual hingga ribuan mili liter atau hingga kiloan liter parfum isu ulang dengan kemasan semprot maupun oles per harinya dengan omset jutaan rupiah per hari. Peminatnya pun mulai dari banyak kalangan mulai dari pembeli ritel sampai pembeli partai besar yang akan dijual kembali.

“Memang ada kenaikan 20% semenjak 3 hari setelah  puasa,” katanya kepada detikFinance

Khusus untuk parfum yang laris manis pada saat puasa dan  lebaran ini adalah jenis parfum yang biasa dipakai untuk kegiatan shalat bagi muslim  seperti jenis parfum cendana dan produk Timur Tengah yang bebas alkohol.

“Yang di jual disini jumlahnya bisa sampai 300 jenis aroma parfum lebih,” katanya.

Dikatakannya secara garis besar parfum terbagi menjadi dua yaitu untuk parfum pria dan wanita. Umumnya karakter aroma jenis parfum untuk wanita lebih beraroma  lembut (soft) sedangkan untuk pria relatif lebih keras aromanya. Beberapa jenis dan merek parfum antara lain jenis Delmar, Euphoria, Eternity, Escada, Escape, Hugo Boss dan lain-lain.

“Harga yang paling murah  kita jual Rp 1500 per ml sampai Rp 3000 per  ml, dari ukuran untuk oles paling kecil 5 ml sampai semprot yang berkuran puluhan mililiter,” imbuhnya.

Sementara itu, pedagang lainnya yang masih berlokasi di Tanah Abang bernama Azis mengatakan bisnis parfum bisa dijalankan dalam skala lebih kecil dengan menyasar para pelanggan di areal kompleks perumahan saja. Modalnya pun hanya beberapa juta juta rupiah termasuk untuk menyiapkan beberapa etalase dan wadah botol alumunium tempat menaruh bibit parfum.

Ia mengaku dalam sehari mampu menjual hingga setengah kilo mili parfurm  dengan omset rata-rata setidaknya bisa mencapai Rp 300.000-500.000 per hari.

“Karena skala kecil, pembelinya sebatas orang-orang kompleks. Biasanya mereka kalau sudah langganan akan terus tetap beli dengan kita,” ujarnya.

Para penjual itu mengaku mendapat pasokan dari seorang supplier  di wilayah Tanah Abang bernama Abdul Rachim Syafi’i. Setidaknya Abdul Rachim sendiri sedikitnya memiliki 7 gerai parfum yang tersebar di beberapa lokasi di wilayah Jakarta Barat termasuk di Tanah Abang dan sekitarnya dan satu buah toko utama di wilayah Petamburan. Anda berminat?

 

Sumber : //www.detikfinance.com

Iklan