Perusahaan yang bergerak dibidang teknologi tinggi umumnya senantiasa mengusahakan perubahan teknologi tinggi dan peningkatan kompetnsi yang membutuhkan motivasi, pengembangan serta mempertahankan teknisi terbaiknya. Namun teknisi terampilnya yang kebingungan dalam meniti kariernya, sebab organisasi perusahaan mereka umnya nyaris tidak memberi peluang karyawan untuk memperoleh kemajuan, penghargaan dan pengaruh. Untuk mencari hal tersebut terpaksa para teknisi itu menyeberang ke manajemen sekedar untuk mencari-cari pengalaman dan menghindari konflik. Sistem jenjang karier ganda ternyata tidak efektif dalam proses seleksi peningkatan karier karyawan. Bahkan Zandy Leibowitz, Beverly Kaye dan Caela Farreb dalam bukunya “the multiple career-path solution” mencap sistem itu gagal dalam menyediakan cara-cara agar para teknisi ikut andil dalam pengambilan keputusan. dan sekarang sistem ini banyak ditinggalkan perusahaan yang bergeak dalam teknologi tinggi. Mereka menggunakan jurus : “Sistem jalur karier majemuk (SJKM)”

Kendala utama Ada tiga kendala saat perusahaan menerapkan SJKM yaitu kendala teknis dapat diatasi dengan penyediaan jalur karier yang menawarkan imbalan yang berarti. kendala politis, harus mengubah kekuatan dasar yang mengijinkan para teknisi ikut andil dalam pengambilan keputusan. dan untuk menyelesaikan kendala kultural, perusahaan harus megdakan sistem sistem baru yakni sebuah jenjang karier yang prestisius.