Siapa bilang ekspor itu( tidak) susah?

Anda pintar berkreasi dan menghasilkan karya yang berkualitas,khas,serta bernilai jual? Anda ingin produk anda merambah seantero dunia? Anda ingin mejajal mengekspor produk anda?

            Jika jawabannya adalah “ya”,yang disusul dengan “tapi”, saya tidak tahu caranya mencari pembeli luar negeri dan tidak paham regulasi ekspor.Saya juga bukan lulusan sekolah bisnis onternasional,marketing, atau ekonomi,anda harus melanjutkan membaca buku ini.

            Saya boleh saja bertahun-tahun menekuni bidang ekspor (khususnya mebel) dan bisa jadi darah tenaga marketing ekspor sudah begitu kental mengalir di dalam darah saya. Namun, percaya atau tidak, saya sama sekali tidak berbakat membuat produk atau kerajinan tangan apapun. Saya cuma bisa menjual. Kadang-kadang  saya ingin begitu punya tangan yang terampil dan kreatif yang bisa menghasilkan karya yang “saya banget” dan bisa saya ekspor. Tetapi,ya itulah,saya ini cuma bisa jualan. Dalam dunia ekspor,orang seperti saya ini biasa disebut marketing ekspor.

            Sebelum masuk kedunia ini saya sama sekali tidak menyangka dengan industry ekspor ini. Hal yang saya kulik dari bangku kuliah malah karya-karya William Shakespeare, Jane Austen, Ernest Hemingway, Sara Teasdale, Bronte Sisters, Charles Dickens, dan bannyak lagi sastrwan kelas dunia lainnya. Yup, karena saya dididik di Sastra Inggris.Kemudian saya kecemplung ke Sasta ekspor. Cukup aneh, but trust me it is best to learn by doing.

            Jadi kalau anda mampu menghasilkan produk yang berkualitas, dan bernilai jual,Anda pasti bisa mengekspor lebih baiik daripada saya (apalagi,kalau Anda mengecap sekolahan yang berbau bisnis semacam marketing,ekonomi,bahkakn internasional bisnis.Tapi jangan kaget jika kenyataan in the  real work mungkin beda dengan pelajara-pelajaran pada masa kuliah).

            Lalu Anda mungkin akan berkata lagi,”Tapi,ekspor kan butuh modal yang besar?” Bisa jadi.Tapi banyak celah yang bisa ditembus kalau anda tatu bagaimana cara untuk “nyalip”,dan ikut unjuk gigi dengan produk anda,jangan khawatit dengan status usaha anda yang masih skala rumahan. Mind set bahwa bisnis ekspor adalah bisnis besar yang tak terjangkau,itulah kali pertama yang harus diluruskan.

Why Don’t We sell Ourselves?

            Kita tentu menyadari bahwa banyak orang Indonesia yang tangannya “hidup” dan mampu menghasilkan karya yang berkualitas.Namun,sayangnya, segala bakat alam nan hebat itu rupanya belum cukup untuk membuat pamor negara kita bergabung di dunia internasional. Terbukti, masih terlalu banyak orang asing yang tahu keberadaan Indonesia hanya sebatas Jakarta dan Bali.

            Padahal,Indonesia sangat indah dan dan kaya akan seniman hebat tempaan alam.Sudah banyak  produk Indonesia yang menembus pasar ekspor hampir keseluruh penjuru dunia.Orang asing saja bisa menyadari betapa kayanya Indonesia dan betapa tinggi daya jualnya,tapi kita sendiri kadang malah kebingungan “menjual” diri.

            Lebih ironis lagi,orang Indonesia malah lebih seru memburu produk impor semacam sofa kulit dari Italia. Well, let me tell you. Once upon a time, disebuah kota bernama Solo, ada sebuah perusahaan yang khusus menerima order berbagai produk seperti box,laundry basket,bowl,sampai berbagai mebel yang terbuat dari rotan secar eklusif dari IKea.

            Karena itu saya Cuma senyam-senyum kalau ada teman yang dengan bangga memamerkan pernak-pernik Ikea yang dibeli dari luar negeri. Itu bicara produk rilisan luar negeri yang ternyata produksi Indonesia,belum lagi bicara harga,diluar negeri sana,Ikea terkenal sebagai merek mebel dan perlengkapan rukah berharga murah dan sudah pasti menjadi incaran mahasiswa atau keluarga yang ber-budget mepet.

            Namun harga produk ikea yang ada diluar negeri itu,bahkan, membuat saya tertawa geli meski untuk ukuran orang buke berduit dolar atau poundsterling,harga itu sangat tidak seberapa. Bagaiman di pabrik produksinya di Solo saja harga yang ditetapkan Ikea bisa jadi hanya seperlima dari harga jual mereka. Mepet sekali keuntungan bagi mereka perajinnyayang orang-orang Indonesia itu. Namyn daripada memikirkan sisi negatifnya,lebih baik kita berbangga hati saja karena hasil karya tangan terampil orang Indonesia bahkan diakui oleh brand internasional. Jadi,kenapa kita tidak menjual diri saja?masa sih perusahaan asing yang bisa “menjual” kita.

We Are Marketers for Ourselves

            Tidak berbeda dengan usaha lain,yang namanya marketing pastinya kerjanya berjualan. Namun,untuk sebagian orang, jualan sampai ke ujung dunia rasanya terlalu pusing untuk dipikirkan,apalgi diwujudkan. Walhasil, niat dan impian hanya berhenti sampai di titik kepusingan itu.Begini,supaya seorang tenaga marketing ekspor tidak terlalu absurd dalam imajinasi Anda,ada baiknya Anda pergi ke pasar malam terdekat dan mengamati orang yang berjualan jammu disana.Umumnya,mereka berkoar-koar menawarkan jamu dagangannya melalui load speaker yang membahana memenuhi seantero pasar malam atau alun-alun kota,kadang-kadang diiringi dengan music dangdut. Mereka begitu fasih menawarkan berbagai jamu.Kalau ada jamu tahan malu,ada baiknya anda beli kalau ingin serius merambah pasar ekspor. Anda banyak butuh adrenalin yang pastinya harus minim malu.

            Intinya,tenaga marketing ekspor itu hampir sama kok dengan pedagang jamu yang berjualan di alun-alun,kerjanya ya jualan. Kalau penjual jamu yang dijual,ya jamu.Kalau tenaga marketing ekspor (yang mayoritas didominasi ekspor furniture,garmen serta tekstil,serta handicraft). Tukang obat mencari perhatian lewat loud speaker,sesekali dengan iringan lagu dangdut heboh.Sementara itu,tenaga marketing menarik hati buyer lewat produk yang khas,berkualitas,bernilai ekspor yang terdisplay lewat website sebagai sarana pemasaran paling mudah dan mmurah,tetapi bisa menjangkau ke ujung dunia.

            Selain media website,ada beberapa cara lain yang bisa dilakukan untuk menembus pasar mancanegara,misalnya dengan mengikuti pameran yang potensial dihadiri oleh buyer internasional,baik yang diselenggarakan diluar negeri ataupun didalam negeri.namun,hal itu baru bisa dilakukan jika usaha ekspor anda sudah lebih menjanjikan,mengingat biaya yang tidak bisa dibilang murah dan persiapan yang tentu cukup rumit.

            Jika Anda adalah seorang pemula,media website adalah sarana jualan yang paling mungkin dilakukan dan minim budget.Namun,ternyata membuat website yang baik dan benar pun tidak bisa sembarangan dilakukan.Asal membuat website hanya akan membuang uang Anda melayang sia-sia karena kecil kemungkinannya website Anda bisa ter-listing dengan baik di berbagi search engine seperti Google atau Yahoo. Hal ini membuat website Anda tidak mudah ditemukan oleh buyer.Lebih lanjut mengenai how to build your export business by website,akan dibahas pada bab berikutnya.

            Secara umum,persyaratan yang biasanya diminta oleh perusahaan berskala ekspor adalah mampu berbahasa inggris dengan baik,mahir komputer dan internet,serta mampu bekerja dibawah tekanan.Tidak bisa diungkiri,tanpa kemampuan bahasa asing,minimal bahasa inggris,rasanya tak mungkin jika Anda bisa membangun networking dengan pembeli mancanegara.Kemampuan andal dalam bidang komputer dan Internet Anda perlukan sebagai sarana untuk berjualan.

            Selain itu, tanpa mental seperti yang saya sebutkan sebelumnya tahun malu dan tahan banting,rasanya anda bisa merana saat beradaptasi dengan lingkungan kerja yang memang penuh tekanan.Pekerjaan tenaga marketing ekspor memang tidak sepopuler pekerjaan di bidang kreatif yang sedang happening seperti creative director di perusahaan advertising atau berbagai pekerjaan lain di bidang tour and travel.semua bidang kerja popular tu banyak dijadikan topic pekerjaan di novel-novel yang berkisah tentang dunia orang modern dan rasanya saya belum pernah membaca satu novel pun yang bercerita tentang  pekerjaan tenaga marketing  sebagai salah satu elemen plot cerita.

            Padahal lewat pekerjaan yang tidak beken inilah,kita bisa menemukan peluang mendulang dolar,menghasilkakn devisa negara,dan merasakan pengalaman yang out of the box.Apalagi yang bisa kita dapatkan

 Dari pekerjaan ini ? bertemu banyak orang dari berbagai negara dengan segala tingkah laku mereka nan ajaib.Kemunkinan mengikuti pameran smapai keluar negeri (jualan sambil jalan-jalan atau jalan-jalan sampai jualan,itu bisa diatur) Membagun net working yang kuat dengan penjuru dunia,mengenal dan mengetahui proses produksi produk berkualitas ekspor sehingga kelak bisa mencobe usaha sendiri.

            Seorang tenaga marketing ekspor dengan jam terbang yang sudah cukup tinggi  akan “laku’ dimana-mana karena dalam industry ekspor,sang tenaga marketing lah yang menjadi ujung tombak. Bahkakn,jika memutuskan bersolo karir pun,dia bisa hidup dengan mejual hasil karya bernilai ekspor milik orang yang belum melek ekspor.

How To Get It Started

            Seorang tenaga marketing ekspor adalah ujung tombak perusahaan ekspor,penyaring dollar,negosiator andal hingga jadi “bemper” perusahaan jika sewkatu-waktu terkena complain atau claim dari buyer.Pendek kata seorang tenaga marketing ekspor adalah “nyawa” pemegang katu As, dan pemilik posisi kerja paling dinamis sekaligus paling under pressure di sebuah perusahaan ekspor.

            Jika sebelumnya Anda belum pernah punya pengalaan jadi tenaga kerja marketing ekspor,Anda bisa mengawalinya dengan menjadi seorang asisten seorang asisten tenga kerja marketing ekspor.Pada umumnya,perusahaan ekspor tidak terlalu menekankan pada latar belakang pendidikan formal.Kalaupun di iklan lowongan kerja disebutkan yang dicari adalah lulusan marketing atau ekonomi,tak ada salahnya Anda sedikit nekat untuk mengirimkan lamaran.Patut diingat, syarat yang tidak bisa ditawar adalah harus menguasai bahasa asing, minimal bahasa inggris dengan lancer,mahir computer dan internet serta bermental baja.Pada dasarnya,tidak dimiliki semua orang.Jadi,janagn khawatir belum tentu yang berlatar belakang marketing bisa menjadi marketing jempolan.Belum tentu juga orang yang menguasai 7 bahasa asing bisa menjadi marketing andal. Jika naluri jualan Anda sudah ada, yang diperlukan hanyalah sedikit polesan untuk membuat Anda menjadi tenaga marketing ekpsor yang hebat.

            Sekali lagi, believe in yourself, bekerja di perusahaan kecil bisa jadi adalah blessing in disguise alias berkat yang tersembunyi.Saya memulai karir saya bukan di perusahaan besar ,apalagi perusahaan multinasioal.Ketika kali pertama mengenal dunia marketing ekspor,saya malah mencoba di perusahaan yang baru merintis usaha ekspor furniture rotan.namun,saya memutuskan go on. Meski dengan kondisi perusahaan yang belum mapan,saya malah bisa menyederhanakan system,mempelajari hal-hal dasar tentang ekspor dengan cepat.Bayangkan jika Anda bekerja di perusahaan yang sudah besar,yang sudha pasti mempunyai devisi yang terpisah.Jejaring Anda hanya sebatas sesame tenaga marketing dan buyer.Kalau anda memiliki usaha ekspor sendiri kelak,tidak mungkin terjadi kalau Anda tidak memiliki link pengrajin yang luas.

How To Get Buyers?

            Berikut ini upaya yang bisa Anda persiapkan dan lakukan untuk menjaring buyer yang ada di sebrang lautan sana.

1.      Selidikilah Captive Market Anda

Bak Sherlock Holmes menyelidik,Anda bisa mengadakan riset dan pengamatan.Dengan demikian,Anda makin memiliki gambaran konkret tentang Negara tujuan dan ekspor yang banyak diperlukan disana.

2.      Bikin website yang Menarik

Buatlah website perusahaan yang serepresentatif mungkin.Biaya yang dibutuhkan untuk pembuatan website apalagi jika disertai dengan layanan SOE ( Search Engine Optimizer) agar website Anda bisa masuk peringkat bagus di mesin pencari Google,Yahoo,atau yang alainnya walauupun tidak murah.Sangat penting untuk menampilan produk-produk anda dengan penataan yang mudah dicari browser. Variasi flash,3D, atau penarik perhatian lainnya bisa diaplikasikan.Hanya saja,jangan sampai malah membuat visi dan misi web

Site sebagai virtual product showroom malah terabaikan.Jangan lupa,tampilan website anda haruslah imformatif dan menarik.Tampilkan gambar-gambar produk yang difoto dengan profesioanal sehingga tidak berkesan asal upload.Sebagai contoh, jika produk Anda adalah furniture segala jenis.anda bisa membagi website dalam living roo,bedroom,dining room,miscellaneous.

            Agar website anda bisa meraih peringkat yang baik di search engine,sebaiknya Anda menggunakan nama website yang spesifik sesuai dengan bidang usaha Anda,bukan nama perusahaan.Untuk mencari nama website yang tepat,bagus dan belum digunakan oleh orang lain,Anda bisa mencarinya melalui website www.whois.net. Sementara itu,keywords yang banyak dicari browser bisa Anda lacak melalui www.wordtracker.com

            Yang penting,Anda mengusahakan sebaik dan secepat mungkin merespon segala enquiry dan email yang masuk.Dalam bisnis ekspor menunda pekerjaan terutama prihal merespon ini bisa menghambat dan mempengaruhi banyak hal karena berkaitan dengan sifat bisnis ekspor yang cendrung urgent dan perbedaan waktu antara negara kita dengan negara klien.

3.      Pelajari Semua Hal yang Berkaitan dengan Product Knowledge

Pelajarilah produk yang anda pasarkan,termasuk proses produksi,karakter pada produk Anda,serta apa kelemahan dan kelebihan produk anda.Tidak  mungkin anda berjualan tanpa memiliki product knowledge yang memadai,kan?

            Banyak-banyaklah belajar tentang alur produksi,kualitas,dan bahkan kelemahan produk anda.Tak tertutup kemungkinan juga,Anda bisa memperluas jejaring pada para pengrajin anda secara personal.

4.      Pahami seluk beluk regulasi dan dokumentasi ekspor     

Setelah mengenal baik seluk beluk produk yang hendak u,kini waktunya mempelajari regulasi ekspor.Salah satu caranya adalah mempelajari dokumen ekspor dasar yang mutlak diperlukan dalam bisnis ekspor,yang biasanya terdiri dari invoice, packing list, bill of loading (B/L), certificate of origin, dan certificate of fumigation.

 

5.      Pelajari jurus-jurus rayuan pulau kelapa

Pelajari cara bernegoisasi dengan buyer,membalas enquiry yan masuk melalui email,dan menjawab berbagai pertanyaan buyaer  tentang produk Anda.Anda juga perlu mengetahui bagaimana cara untuk mengakomodasi rencana kunjungan langsung buyer.Dalam bisnis ekspor,hal yang hasrus anda ingat adalahselain menyajikan produk yang berkualitas ,keberhasilan terbesar dalam bisnis ekspor juga aditunjang oleh kepercayaan yang tinggi dari buyer Anda.Karena itu, seorang tenaga marketing ekspor  harus menjadi orang yang adaptatif,gambang menyusuaikan diri dengan berbagai tipikal dan kareakter manusia dari belahan dunia manapun. Jangan lupa untuk selalu berkepala dingin. Anda adalah ujung tombak yang sekali waktu mendapat pujian,lain kali menjadi bemper complain.Jadi, Anda tentu paham kenapa saya bilang instuisi ekspor tidak selalu identik dengan hal yang kaku dan formal terhadap buyernya,seorang tenaga marketing ekspor malah harus bisa fun to work with and fun to be with.

6.      Selarskan kondisi-kondnisi ekdpor yang disayaratkan perusahaan anda

Pelajari terms dan condition yang berlaku di perusahaan Anda.Saat anda melakukan deal atau negoisasi dengan buyer, terms dan condition ini harus dikemukakan sejak awal. Dengan demikian tidak terjadi kesimpangsiuran yang rumit antara buyer dengan perusahaan anda.Jika terms dan condition kurang disetujui buyer pada poin-poin tertentu,diskusikan untuk mendapatkan solusi yang terbaik. Saat negoisasi sudah goal dan anda membuat sales contract yang tentunya berisi segala macam order untuk buyer,jangan lupa cantumkan terms dan condition yang sudah disetujui bersama

7.      Jika diperlukan sewalah exportlicense

           Seperti yang telah disebutkan,menjual prosuk hingga ke mancanegara itu ibaratnnya menjual jamu di alun-alun atau pasar malam. Termasuk juga dalam hal perizinan,jualan jamu di a lun-alun saja membutuhkan izin.Apalagi, untuk ekspor,lalu bagaimana cara mendapatkan izin tersebut?

           Untuk UKM atau bahkan perusahan ekspor yang sudah mapan sekalipun,meminjam export license bukanlah hal yang aneh. Hal yang penting adalah cara ini legal.Biasanya agen-agen pelayaran memiliki export license yang disewakan kepada eksportir dengan meminjam  segala perizinan telah ditanggung oleh pemilik export license tesebut.

           Ada baiknya, sebelum memulai usaha ekspor,terlebih dahulu kumpulkan informasi tentang export license yang diperlakukan oleh produk Anda (karena tiap produk mempunyai izin ekspor yang berlainan dan siapa yang biasa menyewakan izin ekspor ini.Informasi tersebut krusial karena saat anda membuat sales contract yang harus dicantumkan adalah nama perusahaan pemilik export license

           Dalam pengiriman produk sebaiknya anda menggunakan jasa perusahaan pelayaran atau freight forwarding tempat anda menyewa export license. Denag demikian regulasi akan lebih sederhana karena dari pihak pelayaran lah yang yang akan bergerak membuat original documents.Anda hanya perlu menyediakan Invoice dan packing list,untuk diberikan kepada pihak freight forwarding sebagai dasar pembuatan original documents.

           Sebaiknya, pilihlah forwarder yang memiliki kantor cabang terdekat dengan kota anda sehingga jalur komunikasi akan lebih mudag,cepat, dan hemat. Biasanya, kantor pusat freight forwarding berada di kota-kota pelabuan.

8.      Pelajari cara-cara penentuan harga

            Berikut ini beberapa jenis harga yang biasa dipergunakan dalam bisnis ekspor.

a.       Ex factory/Ex work price

           Ex-factory /Ex-work price merupakan harga barang yang ditetappkan hingga barang tersebut tersedia di pabrik atau di gudang Anda.Jenis harga ini adalah perhitunagn yang paling gampang kaarena tidak meliputi komponan lain.

b.      FOB (Free on Board) Price

           Free on Board artinyaharga yang Anda tetapkan sudah meliputi harga barang sehingga barang tersebut diserahkan ke pelabuhan dalam kondisi full container load/FCL ataupun Less Container Load/LCL.

9.      Pelajari cara bernegosiasi dengan buyer pluscara menangani claim dan order-order khusus

           Cara-cara untuk melakukan ini bisa dibaca di bab sebelumnya karena secara umum,hampir sama dengan tenga marketing ekspor. Jangan lupa,kuasai bahasa inggris yang baik dan benar agar korespondensi anda dengan buyer berlangsung dengan professional.apalagi,jika ada buyer berkunjung,jangan sampai mati gaya.

 

Resume buku :  

Sukses Ekspor: Cara Jitu Tembus Pasar Dunia, Teresa Soetaryo, Visi media, jakart