Prinsip-Prinsip Sosial Marketing ( Pemasaran )

Marketing menyentuh kehidupan setiap orang. Melalui sarana pemasaran ini, produk mau­pun jasa yang menciptakan standar hidup, dikembangkan dan dilontarkan kepada masyara­kat. Marketing mencakup banyak kegiatan, termasuk riset pemasaran, pengembangan pro­duk, distribusi, penetapan harga, iklan dan penjualan personal. Banyak orang mengacau­kan marketing dengan penjualan. Sebenarnya pemasaran memadukan beberapa kegiatan yang dirancang untuk merasakan, melayani dan memenuhi kebutuhan konsumen dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Marketing terjadi jauh sebelum dan sesudah penjualan.

Pemasaran adalah kegiatan manusia yang dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Konsep penting dalam studi marketing adalah ke­butuhan, keinginan, permintaan, produk, pertukaran, transaksi dan pasar.

Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian gram yang, disusun untuk menciptakan, membangun dan menangani pertukaran yang meng untungkan dengan pembeli sasaran, dengan maksud untuk meraih tujuan perusahaan. Pemasar harus pandai dalam hal mengatur tingkat, saat, dan komposisi permintaan, karena permintaan bisa sangat berbeda dengan apa yang diinginkan perusahaan.

Manajemen marketing bisa dilaksanakan berdasarkan lima falsafah pemasaran yang berbeda – beda. Konsep produksi mengatakan bahwa konsumen akan, mendukung pengada­an produk dengan biaya rendah, oleh karena itu tujuan manajemen adalah memperbaiki efisiensi produksi dan menekan harga. Konsep produk berpendapat bahwa konsumen men­dukung kualitas produk, dan oleh, karena itu hanya diperlukan sedikit usaha prornosi. Konsep penjualan beranggapan bahwa konsumen tidak akan membeli cukup produk per­usahaan jika mereka tidak dirangsang lewat usaha penjualan dan promosi. Konsep pemasaran mengajarkan bahwa perusahasn harus meneliti, kebutuhan dan keinginan pasar sa­saran yang telah ditentukan dengan jelas, dan memberikan kepuasan sesuai keinginan me­reka. Konsep marketing kemasyarakatan mengatakan bahwa perusahaan harus membang­kitkan kepuasan dan kesejahteraan konsumen maupun masyarakat dalam jangka panjang sebagai kunci untuk meraih tujuan perusahaan.

Praktek-praktek pemasaran punya pengaruh penting terhadap orang sesuai peran me­reka sebsgai pembeli, penjual., dan pejabat. Demi sistem marketing, berbagai tujuan telah  disusun, misalnya, memperbesar konsumsi, menambah kepuasan konsumen, memperbanyak pilihan atau menaikkan kwalitas hidup. Banyak orang beranggapan bahwa tujuan pemasaran hanyalah meningkatkan kualitas hidup,dan den gan demikian sesuai dengan konsep marketing kemasyatakatan.

Minat terhadap pemasaran semakin intensif karena lebih: banyak perusahaan & dalam sektor usaha dalam sektor internasional, dar dalam sektor nir-laba mengetahui benar  bagaimana pemasaran ikut meningkatkan prestasi.di pasaran. 


Proses Manajemen Marketing


Setiap perusahaan perlu mengelola kegiatan pemasaranya secara efektif. Secara khusus, perusahaan perlu mengetahui bagaimana menganalisis kesempatan – kesempatan pasarnya, menyeleksi pasar – pasar sasaran, mengmbangkan bauran pemasaran yang efektif. Langkah-langkah ini menentukan proses manajemen pemasaran.


Menganalisis kesempatan pasar merupakan awal dari kegiatan pemasaran. Manajemen perlu mengetahui bagaimana cara mengidentifikasikan dan mengevaluasi kesempatan pasar. Manajemen bisa mengetahui kesempatan pasar dan menyusun jaringan perluasan pasar / produk dan memperhatikan industri-industri baru yang menarik. Setiap kesempatan harus di evaluasi apakah sesuai dengan tujuan-tujuan perusahaan dan bisa ditangani dengan sum­berdaya perusahaan.


Analisis kesempatan pasar harus mengungkapkan sejumlah kesempatan pasar yang me­narik. Setiap kesempatan pasar memerlukan studi yang lebih mendalam sebelum dipilih sebagai pasar sasaran. Perusahaan berkeinginan untuk membuat taksiran yang lebih teliti mengenai permintaan saat ini dan permintaan masa depan, supaya perusahaan berkeyakinan bahwa kesempatan itu benar-benar menarik. Bila menarik, langkah selanjutnya adalah., melibatkan segmentasi pasar untuk mengetahui kelompok-kelompok konsumen dan kebutuhannya agar bisa dilayani sebaik mungkin oleh perusahaan.


Segmen pasar terdiri dari konsumen-konsumen yang sama-sama bereaksi ketika dihadapkan pada serangkaian rang­sangan pemasaran. Perusahaan bisa memilih untuk memenuhi satu atau beberapa segmen pasar. Untuk setiap segmen pasar sasaran, perusahaan harus menentukan posisi apa yang di­iginkan dalam segmen tersebut. Perusahaan harus menyelidiki posisi-posisi, produk pesaing di pasar sasaran dengan memperhatikan atribut-atribut yang dianggap penting oleh kon­sumen. Perusahaan juga harus menyelidiki jumlah permintaan, terhadap bermacam-macam kombinasi atribut produk. Kemudian perusahaan harus menentukan apakah perusahaan ingin membuat produk untuk memenuhi kebutuhan Yang belum terpenuhi, atau untuk memrnbuat produk yang mirip dengan produk-produk yang sudah ada. Kalau alternative terakhir yang dipilih, perusahaan harus bersiap – siap menyaingi produk pesaing dengan menciptakan beberapa hal yang istimewa untuk mempengaruhi benak konsumen.


Segera setelah, perusahaan menentukan posisi pasarnya, perusahaan mengembangkan bauran pemasaran untuk mendukung posisinya. Bauran pemasaran ialah campuran keem­pat P– produk, harga (price), tempat (place), dan promosi. Perusahaan harusmenentukan jwnlah anggaran pemasaran, bagaimana anggaran itu dialokasikari pada kategori bauran pe­masaran yang penting, dan bagaimana anggaran di dalam setiap kategori pemasaran itu dialokasikan.


Untuk melaksanakan usaha pemasaran, perusahaan harus membentuk sistem informasi pemasaran, sistem perencanaan pemasaran, sistem organisasi pemasaran dan sistem pengendalian pemasaran. Sistem perencanaan pemasaran terdiri dari sistem perencanaan stra­tegi dan sistem perencanaan pemasaran. Sistem perencanaan strategis memusatkan per­hatian untuk merancang sebuah perusahaan yang kuat yang paling tidak terbentuk dari beberapa usaha yang sedang berkembang untuk menutup beberapa usaha yang mungkin sedang lesu. Sistem perencanaan pernasaran mengembangkan rencana pemasaran tahunan dan rencana pemasaran jangka panjang untuk usaha khusus, produk dan merk yang mem­bawa misi yang menentukan hasil dari rencana strategis.


Bagian-bagian pemasaran modern diorganisasi dalam beberapa cara. Bentuknya yang paling umum ialah organisasi fungsional, di mana fungsi – fungsi pernasaran dikepalai oleh beberapa manajer tersendiri yang bertanggungjawab kepada wakil direktur pemasaran. Dalam organisasi geografis, wiraniaga bisa memusatkan perhatian pada pasar geografis khusus. Bentuk lain ialah organisasi manajemen produk, di mana produk-produk ditangani oleh para manajer produk yang bekerja sarna dengan ahli – ahli fungsional untuk mengem­bangkan dan melaksanakan rencana mereka, Bentuk lainnya lagi ialah organisasi manajemen pasar yang mana pasar – pasar utamanya ditentukan oleh manajer – manajer pasar yang bekerja sama dengan ahli – ahli fungsional untuk meagembangkan dan melaksanakan rencana mereka. Beberapa perusahaan besar menggunakan organisasi manajemen produk/ manajemen pasar.


 

 Riset Marketing dan Sistem Informasi


Dalam melaksanakan tugas – tugas pemasaran, manajer pemasaran memerlukan banyak informasi. Seringkali, informasi-informasi yang dibutuhkan itu tidak tersedia, terlambat datangnya atau tidak bisa dipercaya. Banyak perusahaan yang jumlahnya kini semakin meningkat me­nyadari kelemahan – kelemahan informasi ini dan mengambil tindakan untuk memperbaiki sistem informasi pemasaran mereka.


Sebuah sistem informasi yang dirancang baik terdiri dari empat sub – sistem.

·         Sistem laporan internal, yang memberi data mengenai penjualan, biaya, inventaros, arus kas, utang dan piutang. Banyak perusahaan telah mengembangkan sistem laporan yang berdasarkan jasa komputer mutakhir, sehingga mereka bisa memperoleh informasi yang lebih komprehensif dan lebih cepat pula.

·         Sistem penyidikan pemasaran yang setiap harinya memberi informasi kepada pimpinan pemasaran mengenai perkembangan lingkungan dagang. Di sini wiraniaga yang terlatih baik, karyawan khusus penyi­dikan pemasaran, membeli data dari sindikat sumberdaya. Di samping itu, sebuah organisasi penyidikan profesional bisa menyediakan informasi hasil penyidikan bagi pimpinanpema­saran.

·         Sistem riset pemasaran yang melibatkah usaha pengumpulan informasi yang relevan dengan masalah pemasaran khusus yang sedang dihadapi perusahaan. Tiga  perempat dari semua perusahaan besar mempunyai bagian riset pemasaran tersendiri.

·         Sistem pemasaran analitis yang terdiri dari prosedur dan model statis­tik lanjutan untuk membantu pemasar mengambil keputusan yang lebih baik. Semakin ba­nyak perusahaan yang membuat bank statistik dan model – model untuk meningkatkan keterampilan analitis mereka. Para manajer pemasaran akan bekerjasama dengan para peneliti pemasaran professional untuk merancang riset – riset yang diperlukan.


Riset pemasaran terdiri dari prosedur lima langkah, yaitu :

·         Merumuskan masalah seeara hati – hati dan menetapkan tujuan riset.

·         Menyusun rencana untuk mengumpulkan data dari sumber-sumber primer dan sekunder. Pengumpulan data primer memerlukan pemilihan pendekatan riset ( observasi, eksperimen,survai ), menentukan alat-alat rlset ( kuesioner, alat­alat mekanik ), menetapkan rencana sampel ( unit, ukuran, prosedur sample ), dan memilih metode pelaksanaan (telepon, pos, tatap – muka).

·         Mengumpulkan in­formasi melalui pekerjaan lapangan atau pekerjaan laboratorium.

·         Menganalisis informasi untuk mengetahui rata rata variabel, dan berbagai hubungan dalam data. Langkah kelima merupakan penyajian penemuan-penemuan penting bagi manajer pemasaran sehingga mereka bisa mengambil keputusan lebih baik .


 

 Lingkungan Marketing


Lingkungan pemasaran meliputi tempat tempat di mana perusahaan harus mulai meneliti kesempatan – kesempatan dan memantau ancaman-ancaman. Lingkungan pemasaran terdiri dari semua kekuatan yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk mengembangkan dan memperoleh transaksi dengan pasar sasaran. Lingkungan perpasaran perusahaan terdiri dari lingkungan mikro dan makro.


Kekuatan di dalam lingkungan mikro ialah

·         Kekuatan perusahaan itu sendiri  berbagai bagian dan tingkat manajemennya, karena hal itu mampu mempengaruhi pengambilan, keputusan manajemen pemasaran.

·         Kekuatan perusahaan dan perorangan, yang menghasilkan barang serta jasa yang dibutuhkan perusahaan, khususnya pemasok.

·         Ke­kuatan terdiri dari perantara pemasaran (Broker, firma distribusi fisik, biro jasa pe­masaran, dan lembaga keuangan).

·         Kekuatan terdiri dari kelima jenis pasar konsu­men, pasar konsumen, pasar produsen, pasar penjual-ulang, pasar pemerintah, dan pasar in­ternasional.

·         Kekuatan terdiri dari serangkaian pesaing yang dihadapi perusahaan, pesaing hasrat, pesaing umum, pesaing bentuk produk, dan pesaing merk.

·         Kekuatan terdiri dari semua publik yang mempunyai dampak atau minat sungguh-sungguh lagi kuat terhadap kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan; publik finansial publik ,media, publik pemerintah, publik aksi massa, publik lokal, publik umum dan publik intern. Lingkungan makno mencakup kekuatan – kekuatan penting yang mempengaruhi perusahaan yaitu, lingkungan demografi, lingkungan ekonomi, lingkungan alam, lingkungan teknalogi, lingkungan politik, serta lingkungan budaya.


Lingkungan demografis menunjukkan perkembangan ledakan penduduk di seluruh dunia, penurunan angka kelahiran di Indonesia, usia penduduk lndonesia, keluarga Indonesia, yang sedang berubah, pergeseran populasi seeara geografis, penduduk berpendidikan serta peningkatan populasi karyawan. Lingkungan ekonomi menunjukkan bahwa karena kondisi seperti resesi, angka pengangguran tinggi, dan suku bunga tinggi maka banyak orang Amerika yang mempertimbangkan semua pembelian mereka. Lingkungan alam menunjukkan berkurangnya bahan mentah tertentu, meningkatnya biaya bahan bakar, meningkatnya tingkat polusi, dan meningkatnya campur – tangan pemerintah dalam manajemen sumbe daya alam.Lingkungan teknologi menunjukkan laju perubahan teknologi semakin cepa­t kesempatan tak terbatas, anggaran riset dan pengembangan tinggi, pemusatan perhatian terhadap perbaikan kecil, peningkatan perudang-undangan mengenai teknologi. Lingkungan politik menunjukkan perundang – undangan yang mengatur usaha dagang, pelaksanaan undang- undang oleh lembaga pemerintah yang berubah – ubah, dan perkembangan kelompok pembela kepentingan publik. Lingkungan budaya menunjukkan kecenderungan jangka panjang pada pemuasan diri, kepuasan langsung, hidup santai, hubungan informal, serta oriertasi yang lebih sekularis.


Pasar Konsumen dan Tingkah Laku Pembeli


Pasar – pasar harus lebih dahulu dipahami sebelum rencana pemasaran disusun. Pasar konsumen membeli barang-barang dan jasa untuk konsumsi pribadi. Pasar terdiri dari bayak sub – pasar, misalnya: konsumen cina, konsumen orang muda dan konsumen dewasa.

Tingkah – laku konsumen dipengaruhi oleh empat faktor penting: budaya (kebudayaan, kebudayaan khusus, dan kelas sosial), social (kelompok acuan, keluarga, peranan dan status), pribadi (usia dan tahap daur hidup, pekerjaan, keadaan ekonomi, gaya hidup kepribadian dan konsep diri), dan psikologi (motivasi, persepsi, belajar, kepercayaan dari semua ini memberi kunci untuk bagaimana mencapai dan melayani pembeli dengan efektif.


Sebelum menyusun rencana pemasaran, perusahaan perlu mengidentifikasi konsumen sasaran dan jenis proses pengambilan keputusan yang harus mereka tempuh. Ketika membeli sesuatu, pembeli harus melewati proses pengambilan keputusan yang terdiri dari pengenalan masalah pencarian informasi, evaluasi alternatif, keputusan pembelian dan tingkah laku setela pembelian. Tugas pemasar adalah memahami para peserta. proses permbelian yang beraneka-ragam, dan pengaruh – pengaruh penting terhadap tingkah-laku pembeli,  pemahami ini memungkinkan pemasar menyusun program pemasaran yang efektif dan signifikan bagi pasarsasaran.


Dalam hubungannya dengan produk baru, para konsumen memberi tanggapan dalam laju kecepatan, yang berbeda – beda, tergantung pada sifat – sifat konsumen dan sifat – siffat produk. Perusahaan mencoba menawarkan produknya sedemikian rupa agar menarik perhatian calon, pemakai awal, khususnya mereka yang menjadi panutan masyarakat.


Pasar – Pasar Organisasi dan Tingkah Laku Pembeli Organisasi


Pasar organisasi terdiri dari semua orang dan organisasi, yang membeli barang maksud untuk memproduksi, menjual – ulang atau distribusi – ulang. Organisasi – organisasi merupakan pasar untuk bahan-baku, komponen pabrik, instalasi, peralatan tambahan, perbekalan dan jasa.


Pasar industri terdiri dari semua orang dari organisasi yang membeli barang – barang jasa dengan maksud meningkatkan penjualan, mengurangi biaya, atau memenuhi permintaan sosial dan hukum. Bila dibandingkan dengan pasar konsumen, pasar industri terdiri dari pembeli yang jumlahnya lebih sedikit, pembelian lebih besar dan para pembeli, geografis lebih terpusat : permintaan berdasarkan pada permintaan konsumen, sifat tidak luwes dan berubah dengan cepat, pembelian dilaksanakan oleh para ahli profesional Pasar industri mengambil keputusan bervariasi tergantung situasi pembelian.


Ada tiga jenis situasi pembelian yang penting; pembelian – ulang langsung, pembelian – ulang yang disarankan, dan pembelian baru. Unit pengambilan keputusan organisasi pembelian, pusat pembelian terdiri dari orang-orang yang memegang, peranan dalam proses keputusan pembelian: Mereka antara lain termasuk pemakai produk, mereka yang mempengaruhi keputusan pembelian; agen pembeliaan, pengambil keputusan, dan mereka yang menangani informasi tentang penjualan. Pemasar industri perlu mengetahui: siapa peserta yang paling penting dalam pengambilan keputusan? Dalam keputusan apa saja mereka sangat berperan. Seberapa jauh tingkat pengaruh mereka? Kriteria evaluasi apa saja yang digunakan: setiap peserta pengambilan keputusan? Pemasar industri juga perlu memahami faktor lingkungan, organisasi, antarpribadi, dan perseorangan, yang muncul dalam proses pembelian. Proses pembelianny sendiri terdiri dari delapan tahap: pengenalan masalah, deskripsi kebutuhan umum, spesifakasi produk, pencarian pemasok, usulan penawaran, seleksi pemasok , spesifikasi pesanan rutin, peninjauan prestasi. Karena pembeli industri menjadi semakin canggih, para pemasar industri harus meningkatkan kemampuan pemasaran mereka.


Para, penjual – ulang terdiri dari orang-orang dan organisasi yang memperoleh dan menjual ulang barang – barang yang diproduksi oleh orang lain. Para penjual – ulang harus mempertimbangkan, para pemasok, harga, syarat-syarat, dan asortimen. Dalam organisasi grosir atau pengecer kecil, pembelian mungkin dilaksanakan oleh satu atau beberapa orang, dalam organisasi besar, oleh sebuah bagian pembelian.

Untuk barang-barang baru, penjual- ulang menempuh proses pembelian serupa dengan, gambaran proses – pembelian untuk para  pembeli industri. Untuk barang-barahg standar, proses pembelian terdiri dari pemesanan ulang rutin dan melakukan negosiasi kontrak ulang.


Pasar pemerintah sangatlah luas sehingga setiap tahunnya mencapai belanja lebih dari 476 milyar dolar untuk produk dan jasa bagi sektor – pertahanan, pendidikan, kesejahteraan rakyat, dan kebutuhan rakyat lainnya. Praktek praktek pembelian, pemerintah. khusus dan rumit. Jenis tawaran terbuka dan / atau kontrak yang, bisa dirundingkan merupakan ciri-ciri dari kebanyakan pembelian pemerintah. Para pembeli pemerintah menjalankan tugas, di bawah pengawasan kongres, Kantor Belanja Negara, dan berbagai pengawas swasta lainnya. Oleh karena itu pejabat pembelian pemerintah cenderung memerlukan pengisian banyak formulir, banyak tandatangan dan memberi jawaban yang lebih lambat ketika mengajukan pesanan.


Segmentasi, Pertargetan dan Penempatan Pasar


Para penjual bisa menggunakan tiga pendekatan terhadap sebuah, pasar. Pemasaran massal merupakan keputusan untuk memproduksi dan mendistribusikan sebuah produk secara massal dan berupaya untuk menarik semua jenis konsumen. Pembedaan produk merupa­kan putusan untuk memproduksi dua produk atau lebih yang memiliki bentuk, gaya, kualitas, ukuran yang berbeda dan sebagainya, dengan maksud untuk menawarkan variasi kepada pasar dan membedakan antara produk penjual itu dengan produk pesaingnya. Pe­masaran sasaran merupakan keputusan untuk membedakan kelompok – kelompok yang berbed­a yang membentuk sebuah pasar dan untuk mengembangkan produk yang memadai bauran pemasaran bagi masing – masing pasar sasaran. Para penjual saat ini sedang beralih pemasaran massal dan pembedaan produk ke pemasaran sasaran, karena yang disebut belakangan lebih membantu untuk melihat kesempatan pasar dan mengembangkan produk bauran pemasaran dengan lebih efisien.


Langkah, langkah penting dalam pemasaran sasaran adalah segmentasi pasar, pentargetan pasar, dan penempatan pasar. Segmentasi pasar adalah tindakan membagi sebuah pasar menjadi kelompok-kelompok konsumen yang berbeda yang mungkin membutuhkan pro­­duk – produk dan / atau bauran pemasaran tersendiri. Pemasar mencoba cara-cara yang ben­ar untuk mendapatkan kesempatan segmentasi terbaik. Untuk pemasaran konsumen,  variable – variabel segmentasi yang penting adalah geografi, demografi, psikografi, dan beavioristik. Pasar industri bisa, dibagi menjadi segmen-segmen berdasarkan pemakai akhir, jumlah konsumen, dan lokasi geografi. Efektivitas dari analisis segmentasi tergantung pada , segmen – segmen yang bisa diukur, bisa diperoleh, bisa dilaksanakan dan yang sangat mendasar.


Selanjutnya penjual harus mentargetkan segmen – segmen pasar terbaik. Keputusan pertama adalah berapa banyak segmen yang dicakup. Penjual bisa mengabaikan perbedaan ­perbedaan segmen (pemasaran tak – berbeda), mengembangkan tawaran-tawaran pasar yang berbeda untuk beberapa segmen (pemasaran berbeda), atau mencari satu atau beberapa semenn pasar (pemasaran terpusat). Banyak hal tergantung pada sumberdaya perusahaan, homogenitas produk dan pasar, tingkat daur hidup produk, dan strategi pemasaran pesaing.


Jika perusahaan itu memutuskan untuk memasuki satu segmen – segmen mana yang se­harusnya dipilih?  Segmen-segmen pasar bisa dievaluasi, berdasarkan daya tariknya yang hakiki dan kekuatan usaha perusahaan yang diperlukan agar sukses dalam segmen pasar itu.


Kemudian seleksi pasar merumuskan para pesaing perusahaan dan kemungkinan pe­ndapatannya. Perusahaan itu meneliti posisi pesaing dan memutuskan untuk mengambil posisi setaraf dengan posisi pesaing atau mencari kesempatan dalam pasar. Jika posisi perusahaan itu sendiri dekat dengan pesaing lainnya perusahaan itu harus mencari pembedaan lebih lanjut melalui perbedaan bentuk dan harga / kualitas produk. Kemudian keputusan pe­nempatan akan memungkinkan perusahaan mengambil langkah berikutnya, yaitu merencakan rincian bauran pemasaran.     


Produk dan pengembangannya.

A. Rancangan Produk: Produk, Merk, Kemasan dan Pelayanan


Produk adalah elemen pertama dan penting dalam bauran pemasaran. Strategi produk memerlukan pengambilan keputusan yang terkoordinasi sehubungan dengan jenis produk, lini produk dan bauran produk.


Setiap produk yang ditawarkan kepada konsumen bisa dilihat dalam tiga tingkat. Produk inti adalah layanan penting yang benar – benar dibeli para pembeli. Produk nyata mencakup ciri, gaya, tingkat kualitas, nama merk dan kemasan produk yang akan dijual. Produk tambahan adalah produk nyata ditambah berbagai jasa yang menyertainya, misalnya garansi, instalasi, jasa perawatan, dan pengiriman gratis.


Beberapa skema talah diusulkan untuk mengklasifikasi produk. Misalnya, semua produk bisa dikualifikasikan menurut keawetan / durability (barang tak-tahan lama, bahan tahan lama, dan jasa). Barang-barang konsunen (barang kemudahan, barang toko, barang khusus, dan barang tak-menarik). Barang-barang industri (bahan-baku dan komponen, barang modal, serta alat-alat dan jasa).


Perudahaan harus menyusun kebijakan merk untuk jenis produk sesuai lininya. Mereka harus memutuskan apakah memberi merk pada semua produk, apakah menggunakan nama merk kelompok atau nama merk masing-masing produk, apakah memperluas nama merk untuk produk-produk baru, dan apakah menghapus beberapa merk yang sedang bersaing.


Produk fisik memerlukan keputusan mengenai kemasan yang harus mempertimbangkan pula proteksi, ekonomi, kemudahan, dan promosi. Produk fisik juga membutuh kan label untuk isentifikasi dan kemungkinan pemahaman penjelasan dan promosi produk. Hukum amerika serikat membuat para penjual memberikan informasi minimum tertentu tentang label untuk menjelaskan dan melindungi para konsumen.


Perusahaan harus menyediakan layanan konsumen yang diinginkan oleh para konsumen dan secara efektif melawan para pesaing. Perusahaan harus menentukan layanan penting yang akan dtawarkan, tingkat di mana setiap layanan harus diberikan, dan bentuk dari setiap layanan. Bauran servis bisa dikoordinasi oleh sebuah bagian layanan konsumen yang menangani pengaduan dan penesuaian, kredit, perawatan, jasa teknik, dan informasi.


Banyak perusahaan memproduksi tidak hanya satu macam produk tetapi sebuah lini produk. Lini produk adalah sekelompok produk yang bersama-sama mempunyai fungsi, konsumen atau saluran distribusi. Setiap lini produk memerlukan strategi pemasaran. Perentangan lini menimbulkan pertanyaan tentang lini tertentu apa saja yang harus direntangkan ke atas, ke bawah atau kedua-duanya. Pengisian lini menimbulkan pertanyaan apakah tambahan barang harus ditambahkan pada jangkauan lini produk yang ada saat ini. Penetapan cirri-cii lini menimbulkan pertanyaan tentang ciri apa saja yang harus ditonjolkan didalam mempromosikan lini.


Bauran produk menggandakan serangkaian lini produk dan barang-barang yang ditawarkan kepada konsumen oleh penjual tertentu. Bauran produk bisa digambarkan sebagai suatu yang mempunyai lebar, panjang, keadaan dan konsistensi  tertentu. Keempat dimensi bauran produk ini merupakan alat untuk menyususn strategi produk perusahaan.


B. Merancang Produk: Pengembangan Produk Baru dan Strategi Daur Hidup Produk


Perusahaan makinmnyadari keuntungan serta prlunya pengembangkan produk dan jasa baru. Produknya yang ada sekarang menghadapi jangka hidup pendek dan harus digantikan produk baru.


Namun, produk barupun bisa gagal. Resiko inovasi sama besarnya dengan manfaatnya. Kunci untuk mencapai inovasai yangt berhasil terletak pada cara membuat perusahaan mampu mengelola gagasan produk baru serta membuat prosedur keputusan dan riset pada setiap tingkat proses pengemvbangan produk baru.


Proses pengembangan produk baru terdiri dari 8 tahap : pengumpulan gagasan, penyaringan, pengembangan dan pengujian konsep, pengujian konsep, pengembangan strategi pemasaran, analisis usaha, pengembangan produk, pengujian pasar, dan komersialisasi. Tujuan setiap tahap ialah untuk menentukan apakah gagasan itu harus lebih dikembangkan atau dihentikan. Perusahaan ingin membatasi kemungkinan terpakainya gagasan yang jelek dan tersisihnya gagasan yang baik.


Setiap produk komersial mempunyai daur hidup yang ditandai dengan perubahan serangkaian maasalah dan kesempatan. Riwayat penjualan produk khusus melewati kurva yang melewati empat tahap. Tahap perkenalan ditandai dengan pertumbuhan lambat dan laba minimal pada saat produk dilempar ke dalam distribusi. Bila berhasil, produk memasuki tahap pertumbuhan yang ditandai dengan perkembangan pesat penjualan dan meningkatnya laba. Pada tahap ini, perusahaan mencoba meningkatkan produk, memasuki segmen pasar baru dan saluran distribusi, serta mengurangi harga sedikit demi sedikit. Kemudian diikuti dengan tahap kematangan, saat perkembangan penjualan menurun dan laba stabil. Perusahaan mencari strategi baru untuk memperbaharui perkembangan penjualan, termasuk pasar, produk dan modifikasi bauran pemasaran. Akhirnya, produk memasuki tahap keusangan, pada saat ini penjualan dan laba merosot. Tugas perusahaan ditingkat ini ialah mengidentifikasi produk yang sedang merosot dan dalam setiap kasus perusahaan harus menentukan apakah akan bertahan, mengadakan pengurangan atau menghentikannya. Jalan keluar terakhir, produk bisa dijual ke perusahaan lain atau diohentikan produksinya.


STRATEGI PRODUK

A. Penetapan Harga Produk: Tujuan dan Kebijakan Penetapan Harga


Meskipun peranan faktor-faktor non-harga semakin meningkat dalam proses pemasaran modern, harga tetap merupakan elemen penting an tahap penting dalam pemasaran yang diwarnai dengan persaingan monopoli atau olgopoli.


Dalam menetapkan harga pada sebuah produk, perusahaan mengikuti prosedur enam langkah, Yaitu:

·         Perusahaan dengan hati-hati menyususn tujuan-tujuan pemasarannya, misalnya mempertahankan hidup, meningkatkan laba saat itu, ingin memenangkan bagian pasar, atau kualitas produk.

·         Perusahaan menentukan kurva permintaan yang memperlihatkan kemungkinan jumlah produk yang akan terjual per periode, padaa tingkat-tingkat harga alternatif. Permintaan yang semakin tidak-elastis, semakin tinggi pula harga yang bisa dipasang oleh perusahaan.

·         Perusahaan memperkirakan bagai mana biaya akan bervariasi pada tingkat produksi yang berbeda-beda.

·         Perusahaan mengamati harga-harga para pesaing sebagai dasar untuk meneapkan harga mereka sendiri. Kelima, perusahaan memilih salahsatu dari metoda penetapan harga berikut ini: penetapan harga biaya-plus, analis pulang-pokok dan penetapan laba sasaran, penetapan harga nilai yang diperoleh, penetapan harga yang sesuai dengan laju perkembangan dan penetapan harga dalam sampul tertutup.

·         Perusahaan memiliki harga final, menyatakannya dalam cara psikologis yang paling efektif dan mengeceknya untuk menyakinkan bahwa harga tersebut sesuai dengan kebijakan penetapan harga perudahaan serta sesuai pula dengan para penyalur, grosir, wiraniaga perusahaan, pesaing, pemasok dan pemerintah.


B. Penetapan Harga Produk: Strategi Penetapan Harga

Perusahaan menerapkan bermacam-macam strategi penetapan harga atas harga dasar:

1.         penetapan harga geografis, dimana perusahaan tersebut memutuskan bagai mana memasang harga bagi pembeli yang jauh, dengan memilih salah satu dari berbagai alternatif seperti penetapan harga FOB, penetapan harga pengiriman seragam, penetapan harga wilayah, penetapan harga titik-pangkalan, dan penetapan harga absorsi angkutan

2.         Penetapan harga potongan dan hadiah, dimana perusahaan tersebut memberi potongan tunai, potongan jumlah, potongan fungsional, potongan musiman, dan hadiah.

3.         Penetapan harga promosi, dimana perusahaan tersebut memutuskan untuk memasang hrga barang yang dirugikan, penetapan harga kesempatan-khusus dan potongan tunai.

4.         Penetapan harga diskriminasi dimana perusahaan memasang harga yang berlainan berdasarkan pertimbangan pembeli, bentuk produk, tempat, dan waktu yang berbeda-beda.

5.         Penetapan harga produk baru, dimana perusahaan tersebut memutuskan antara memperkenalkan sebuah inovasi produk yang dilindungi hak paten dengan harga lintas pasar dan harga tembus pasar. Perusahaan itu menentukan salahsatu dari sembilan strategi harga/kualitas untuk memperkenalkan sebuah produk tiruan.

6.         Penetapan harga bauran produk, di mana perusahaan itu menentukan tingkat harga untuk beberapa produk dalam satu lini produk, dan penetapkan harga produk-produk pilihan, produk penawan, dan produk sampingan.

Bila sebuah perusahaan mempertimbangkan untuk memulai perubahan harga, perusahaan itu harus secara hati-hati mempertimbangkan reaksi-reaksi pembeli dan pesaing. Reaksi pembeli dipengaruhi oleh mekna yang diliha pembeli sehubungan dengan perubahan harga. Reaksi-reaksi pesaing berasal baik dari seperangkat kebijakan reaksi atau dari tafsiran baru teerhadap setiap situasi. Perusahaan yang memprakasai perubahan harga juga harus meramalkan reaksi yang mungkin timbul dari para grosir, penyalur, dan pemerintah.


Perusahaan yang menghadapi perubahan harga yang diprakasai oleh seorang pesaing harus mencoba memahami maksud pesaing tersebut dan jangka waktu perubahan. Jika dibutuhkan kecepatan reaksi, perusahaan itu harus merencanakan lebih dahulu reaksi-reaksinya atas berbagai kemungkinan tindakan harga yang dilakukan.

Iklan