HUKUM-HUKUM DASAR BERBISNIS

Dalam dunia usaha terdapat hukum dasar, tak lain karena dunia usaha ibaratnya sebuah perlombaan. Terdapat aturan-aturan tidak tertulis yang berlaku dan diyakini benar sekali untuk menentukan apakah sebuah perusahaan akan berhasil atau tidak. Unvisibile laws ini jika kita langgar, pasti usaha kita akan gagal. Jangankan melanggar, meski Anda tidak melanggarnya, belum menjadi jaminan kalau Anda bertarung di segmen (tempat) yang sama, Anda akan berhasil.

  1. SIAPA CEPAT DIA DAPAT

Sebuah perusahaan memiliki keunggulan yang tidak kelihatan jika perusahaan tersebut hadir duluan. Jadi sangat sulit mengalahkan mereka yang pertama kali hadir dalam sebuah bisnis. Bukan tidak mungkin tetapi sulit sekali. Mungkin inilah alasannya mengapa senagian dari antara kita gagal membangun usaha karena ada orang lain yang terlebih dahulu terjun kedalamnya sebelum kita.

Pengertian cepat disini adalah mereka yang terlebih dulu terjun kedalam bisnis. Entah itu dalam hal product atau placement. Product merupakan apa yang akan dijual dan di produksi, sedangkan placement merupakan lokasi penjualan dalam kerangka acuan sistem distribusi. Pada kenyataannya, meskipun produk yang kita jual bukanlah produk pertama yang dikenal masyarakat atau yang dihasilkan pertama kali, tetap saja produk tersebut bisa sukses di pasar asal lokasi pemasarannya belum pernah tersentuh produk lain yang sejenis bahkan yang bersifat substitusi. Dengan demikian produk tersebut menjadi produk pertama yang dikenal. Inilah yang dimaksudkan juga dengan siapa yang cepat dia yang dapat. Bukan semata-mata produk yang pertama kali sampai ke sebuah pasar.

Jadi, hukum pertama yang harus diingat baik-baik jika kita ingin berhasil dalam berusaha adalah sebisa mungkin jadilah yang pertama. Sebab dalam kehidupan ini siapa yang cepat pasti dia yang dapat, dan mereka yang cepat akan benar-benar sulit untuk dikalahkan.

  1. MANUSIA MAKHLUK HIDUP YANG CENDERUNG MENIRU

Dalam berbagai kesempatan berwiratsaha, sudah dipastikan kita tidak akan pernah bisa menjadi yang pertama. Kebanyakan dari kita membuka sebuah usaha memang terinspirai oleh kesuksesan usaha yang sama di tempat lain yang barangkali pernah kita dengar, baca, lihat, atau alami sendiri sebagai konsumen. Denagn demikian kita pun berencana terjun ke dunia yang sama. Jarang sekali ada usahawan yang memulainya dengan ide brilian mereka sendiri sejak awal. Kalaupun ada, biasanya campuran dari ide pribadi dan pengalaman yang mereka ketahui atau alami dan itulah unsur inovasi yang kita punya.

 Kenyataan di sekitar kita akhir-akhir ini juga menguatkan asumsi bahwa memang kita mendirikan usaha lebih karena obsesi pernah melihat usaha sejenis yang sukses di tempat lain. Karena itulah kita digempur habis-habisan oleh berbagai tawaran bisnis dalam bentuk franchise. Mulai dari bisnis makanan, minuman, perlengkapan mobil dan rumah tangga, kesehatan, entertainment, hingga perkantoran.

  1. BERANI TAMPIL BEDA

Percuma melakukan apa yang sudah dilakukan orang lain tanpa adanya inovasi. Justru semakin orang bingung dengan ide-ide Anda, justru semakin berpeluang Anda mencetak hal-hal yang spektakuler karena orang lain pasti belum pernah melakukannya. Karenanya jangan putus asa atau kecewa ketika orang justru tidak mengatakan hal-hal yang bagus tetapi malah hal-hal yang jelek. Itu tanda usaha Anda akan berhasil. Tidak berhasil menjadi yang pertama bukanlah masalah, asal Anda bisa tampil beda. Jangan pernah takut meski harus menjadi yang kedua, ketiga, atau yang kedua puluh sekalipun. Istilahnya bukan menjadi yang tercepat.

Untuk berhasil jika bukan yang pertama, kita harus memberikan nilia tambah. Nilai tambah ini mungkin lebih terasa jika diberikan dalam bentuk service sebab ada kemungkinan produk yang kita pasarkan sudah sedemikian rupa sama dari sananya. Contoh nilai tambah ini misalnya jangka waktu kredit yang lebih panjang, harga yang lebih bersaing, pelayanan yang lebih prima, delivery sevice, program-program marketing yang lebih menarik, dan tempat yang lebih nyaman dan menarik. Bisa apa saja sesuai keahlian atau feeling Anda, yang jelas harus berbeda dengan yang diberikan pesaing Anda, tentu dalam kerangka hal-hal yang positif.

Untuk bisa tampil beda ini, minimal kita harus mengetahui apa yang dilakukan oleh para pesaing. Amati semua tingkah laku mereka. Bagaimana mereka melayani, berapa harga yang diberikan, bagaimana dengan diskonnya, siapa saja supplier mereka berapa jumlah tenaga kerja mereka, siapa sales manager mereka, dan sebagainya. Dari data atau informasi tersebut, kita mulai menyusun rencana dan strategi bersaing.

  1. SEMUA PERUSAHAAN MENJUAL

Guru pemasaran Philip Kotler pernah berkata, “Jika marketing kita diibaratkan sebuah gunung es, maka puncak dari gunung es tersebut adalah sales (penjualan)”. Marketing memang bukan sales tetapi sales merupakan bagian akhir dari serangkaian strategi marketing. Dan marketing yang baik harus memikirkan bagaimana mencapai sales yang optimal.

Tanpa adanya transaksi penjualan maka sia-sialah strategi marketing yang dijalankan, sebuah perusahaan beroperasi, dan juga sia-sialah kita memikirkan segala hal berkaitan dengan bisnis yang kita jalanin. Darimana perusahaan kita akan membiayai karyawan dan menutup biaya-biaya operasional lainnya, kalau bukan dari penjualan. Jadi betapa pentingnya penjualan ini dan semua unit usaha melakukan penjualan. Tidak ada yang tidak. Ini merupakan hukum yang berlaku di dunia usaha.

Jangan pernah sekali-kali kita mempunyai pandangan bahwa perusahan kita maju atau tetap eksis bukan karena faktor penjualan. Dalam arti kita memandang remeh masalah penjualan ini karena dengan begitu kita meremehkan konsumen, supplier, bahkan pesaing kita. Cukup mudah cara ynag dilakukan masyarakat untuk mematikan sebuah perusahaan yakni dengan membelanjakan uangnya di tempat lain.

  1. SEMUA PERUSAHAAN MEMILIKI PESAING

Kita perlu mempelajari seni menjual dan segala trik-trik yang selalu diciptakan para penjual. Tak lain karena di dunia nyata ini bukan diri kita sendiri yang melakukan penjualan. Ada banyak orang yang melakukan hal yang sama dari para konsumen. Dan persaingan seperti ini bukannya tidak baik melainkan sangat baik untuk semua kalangan. Entah itu untuk pengusaha sehingga mereka bisa terus berinovasi atau konsumen yang akan mendapatkan produk terbaik dengan harga terbaik.

Tapi sayangnya sebagian orang masih memandang pesaing sebagai sosok yang merugikan usaha mereka. Padahal kalau kita mau berpikir lebih dewasa, justru adanya pesaing inilah kita bisa mancapai tingkat operasional usaha sedemikian rupa. Atau bagi perusahaan yang beroperasi belum sempurna bisa bercermin dari perusahaan lainnya yang lebih mapan.

Beberapa BUMN yang dikuasai pemerintah yang melakukan praktik monopoli pun memiliki pesaing atau produk substitusi.

  1. TERSENYUMLAH

Senyum itu penting dan bukan hanya penting di saat menjual. Dalam kehidupan yang penuh tekanan seperti saat ini, senyum bisa menjadi penyejuk yang menutup atau menjembatani jurang dari semua kesalahan, kemarahan, kecurigaan, dan prasangka yang buruk. Dengan hanya melemparkan sebuah senyum maka dunia akan terasa lebih indah. Tetapi sayangnya tidak semua orang tahu bagaimana caranya untuk tersenyum secara wajar, apalagi di tegah dunia yang begitu kasar dan unhelpful ini.

Milikilah sikap santai dan lemparkan apa adanya. Yang pasti senyuman yang berpura-pura atau ikhlas akan terlihat sedemikian rupa oleh orang lain. Dengan senyuman yang ikhlas niscaya jalan untuk merangkai bisnis akan terasa begitu mudah dengan sendirinya.

  1. GAGAL BUKANLAH AKHIR SEGALANYA MELAINKAN MASALAH BIASA

Kegagalan itu hal yang biasa. Ada yang berhasil pasti ada yang gagal. Sebab tidak semua orang akan berhasil! Kalau semua orang berhasil maka tentu tidak akan ada yang gagal. Jadi kalau tidak ada yang gagal berarti tidak akan ada yang berhasil.

Kata orang kegagalan adalah sukses yang tertunda. Kegagalan baru disebut kegagalan jika kita tidak mendapatkan manfaat atau pelajaran apapun. “Anda tidak akan gagal ketika Anda mempelajari sesuatu dari kegagalan itu”, begitu kata Billi P.S. Lim.            

“ Manusia belajar dari kegagalan bukan dari kesuksesan”, kata Thomas Alfa Edison. Ketika kita gagal menjual, kita akan tahu banyak hal dan belajar banyak hal. Justru orang yang dari awal takut gagal maka mereka bisa saja gagal. Alasannya karena mereka ragu-ragu dan tidak berani bertindak apa-apa. Dalam dunia bisnis tidak boleh ada kata ragu. Takut merupakan hal yang biasa, misalnya takut modal tidak kembali dan sebagainya. Tetapi kalau sudah takut gagal itu justru tidak biasa. Kegagalan itu hal yang sangat wajar sekali. Jadi jangan pernah menyerah. Kegagalan akan menunjukkan kepada kita bagaimana harus bertindak di masa akan datang.

 

KONSEP DASAR MARKETING YANG PERLU DIKETAHUI

Pembahasan marketing adalah untuk membuat kita bisa mengetahui keberadaan diri (perusahaan) kita sendiri. Era informasi semakin menambah rumit proses penjualan. Kemajuan teknologi telekomunikasi berdampak pada semakin intensnya pengaruh iklan pada keputusan penjualan atau pembelian. Produk-produk yang paling sering lebih berpeluang untuk berhasil dalam arti lebih mudah dipasarkan daripada yang tidak sama sekali, sehingga cost bagi perusahaan semakin tinggi.

  1. MARKETING MIX

Marketing mix atau biasa disebut juga bauran pemasaran biasanya dikenal dengan istilah 4p (Product, Price, Promotion dan Place). Ini konsep yang paling mendasar yang harus diketahui dan tidak boleh dipisahkan.

Produk

Apa yang kita jual itu harus kita pastikan dulu apakah dibutuhkan orang lain atau tidak. Adakah benefit yang diberikan produk tersebut kepada orang lain. Kalau tidak, sebaiknya jangan dijual. Namun produk yang tidak dibutuhkan tetapi bila di promosikan sedemikian apik, akan menjadi kebutuhan dan dicari-cari konsumen. Dan kebutuhan itu harus diciptakan. Inilah yang disebut sebagai ajang edukasi pasar. Contohnya seperti produk asuransi.

Tetapi sebagai langkah awal, minimal produk itu memiliki peluang untuk dibutuhkan atau dipergunakan. Meski apa yang kita jual itu dibutuhkan orang lain, kita juga harus mengemasnya secara baik dan menarik. Anda harus memberikan (nama) merk kepada produk Anda supaya bisa dikenal dan diingat oleh para konsumen. Merk pun harus dipikirkan sedemikian rupa agar tidak bercitra negative. Kemudian Anda harus mengemas produk tersebut dalam arti packaging. Dalam packaging harus ada merk, warnanya juga harus menjual serta berbagai atribut yang menempel terus dalam kemasannya. Meski belum trentu ada keputusan membeli. Yang pasti jika produk yang kita hasilkan atau jual sedah demikian menarik maka peluannya untuk berhasil sudah sangat menjajikan. Toko yang mempunyai nama akan lebih mudah diingat orang daripada yang tidak memiliki nama.

Harga

Banyak hal yang harus dipertimbangkan. Meski produk yang yang kita hasilkan atau pasarkan itu bagus dan banyak diminati tetapi kalau harganya tinggi, tentu akan gagal juga. Alasannya orang lain tak mampu membeli. Terlalu murah justru tidak untung tidak rugi. Sia-sia saja Anda terjun ke dunia bisnis.

Setidaknya ada enam cara menetapkan harga jika kita bingung harus menetapkan harga jual atas produk yang kita pasarkan. Keenam cara tersebut adalah:

  • Penetapan harga atas biaya produksi

Artinya penetapan harga jual yang kita kenakan atas produk tergantung kepada sebesar biaya yang telah kita keluarkan dalam memproduksi atau mendapatkan produk tersebut. Untuk mendapatkan perhitungan cost yang benar-benar tepat perlu kejelian. Sebab dalam dunia bisnis dikenal overhead cost yaitu segala biaya yang terjadi atas pengadaan sebuah produk. Tetapi biaya ini tidak termasuk ke dalam komponen produk.

  • Penetapan harga mark up

Penetapan harga mark up ini, tidak perlu lagi menghitung secara detail komponen biaya atas pengadaan atau pembuatan sebuah produk dan mengitung overhead cost. Yang perlu dilakukan adalah menetapkan harga margin keuntungan yang Anda ingin peroleh. Disini yang menjadi patokan adalah margin keuntungan. Meski memang tetap memperhitungkan cost tetapi keuntungan lebih kepada persentase. 10%, 15%, atau 20%

  • Penetapan harga mengikuti pasar

Disebut juga penetapan harga berdasarkan pesaing (market). Kita bisa jual berdasarkan harga rata-rata yang ada di pasaran atau bisa saja kita mengambil harga diantaranya. Tak tetutup kermungkinan juga bisa lebih tinggi atau malah lebih rendah. Semuanya tergantung kepada Anda dan pasar yang Anda amati.

Agar strategi ini menjadi efektif mungkin perlu menyesuaikannya dengan usaha Anda. Apakah termasuk pendatang baru, pemimpin pasar (market leader), penantang pasar (market challenger), atau malah relung pasar.

  • Penetapan harga di atas pasar

Banyak orang yang mengatakan “Harga mencerminkan kualitas”. Strategi ini berdasarkan kata-kata tersebut. Untuk produk-produk tertentu seperti obat-obatan, multivitamin, dan susu ada kecendrungan konsumen menganggap semakin tinggi harganya mutunya semakin baik.

  • Penetapan harga skimming

Penetapan harga skimming berarti ketika pertama kali memaasarkan produk, dikenakan biaya tinggi. Tinggi disini tidak berarti harus lebih tinggi dari pesaing lainnya. Bisa saja harga normal atau sama dengan yang lain. Tinggi maksudnya adalah harga pertama pasti lebih tinggi dari harga selanjutnya.

Harga yang tinggi ini merupakan strategi agar mendapat persepsi dari masyarakat bahwa produk mereka bagus. Setelah itu produk selanjutnya dikeluarkan dan dijual dengan harga yang lebih murah. Namun mutunya pun kalah jauh dari produk yang pertama.

  • Penetapan harga imbal hasil

Penetapan harga imbal hasil artinya memperhitungkan seberapa lama modal yang dibutuhkan bisa kembali. Setelah kembali mungkin harga jualnya bisa diturunkan perlahan-lahan.

Promotion

Promosi tidak semata-mata berbicara mengenai iklan di televisi atau radio tetapi masih banyak alternatife lainnya. Ada yang disebut bauran promosi (promotion mix). Apa saja yang bisa kitra lakukan agar orang lain mengetahui produk atau perusahaan kita, itu bisa dikategorikan sebagai unsur promosi. Ini berarti bisa saja spanduk, balon, reklame di jalan raya, internet, iklan di koran, public relation (PR), kunjungan sales, pameran sponsor acara-acara tertentu, dans ebgaainya.

Promosi bersifat wajib. Diperlukan usaha promosi minimal di awal produk tersebut diperkenalkan pasar.

Place

Place bisa berarti dua hal. Pertama tempat berjualan dan kedua saluran distribusi. Lebih spesifik bisa diartikan display, yaitu usaha pemajangan produk di suatu wilayah atu toko.

Pengertian place untuk tempat berjualan ini mungkin lebih cocok untuk perusahaan kecil. Sehingga lokasi perusahan Anda harus bisa dijangkau oleh konsumen yang memerlukan produk (barang jasa) yang Anda pasarkan.

Sedangkan place untuk saluran distribusi lebih cocok untuk perusahaan besar seperti pabrik-pabrik. Untuk sukses di sebuah pasar, sebisa mungkin produk tersebut juga harus bisa dijangkau semua konsumen.

Membangun salu\ran distribusi merupakan kendala tersendiri. Diperlukan armada yang besar (modal) untuk bisa menjangkau konsumen diseluruh penjuru nusantara. Tetapi kalau kita mau melakukan kerjasama dengan perusahaan yang khusus menangani pendistribusian seperti ini, distribusi yang merata bisa saja dilakukan. Selalu ada perusahaan yang berspesialisasi dalam usahanya. Inilah yang disebut dengan outsourching.

Kemudian display, yaitu cara Anda menata dan menyusun produk Anda, termasuk juga tata dekorasi tempat berjualan agar telihat lebih nyaman dan menarik.

  1. SEGMENTATION, TARGETTING, POSITIONING

Segmentation berbicara mengenai target umum dari produk atau perusahaan kita. Kalau kita ingin menjual sebuah sepeda motor, maka kita harus menentukan motor jenis apa. Pada saat kita menetukan salah satunya itu misalnya Yamaha, maka kita sudah melakukan segmentasi. Mungkin alas annya karena Yamaha paling banyak peminatnya.

Semakin baik (jelas dan terarah) segmentasi yang kita tentukan semakin bagus bagi karena kita bisa fokus pada satu titik dan harus jelas pula sasaran konsumennya.

Targetting berbicara mengenai semakin spesifik sasaran kita. Kalau kita memutuskan menjual motor Yamaha, kira-kira akan fokus pada motor jenis apa. Memang kita bisa saja memajang berbagai tipe Yamaha, tetapi kita harus fokus pada salah satunya sebagai sasaran kita. Dengan fokus kepada salah satunya, maka kita telah melakukan targeting.

Targeting ini mungkin dampak dari kejelian kita melihat peluang pasar yang sedemikian luas. Kita harus memutuskannya agar kita bisa focus dan merancang situasi. Kita juga harus menemukan target konsumen yang paling spesifik, dan itulah target atau sasaran yang harus kita capai sehingga kita bisa lebih tepat menentukan merk, model, corak, feature, harga, promosi mengenai produk atau perusahaan kita.

Positioning adalah usaha yang kita lakukan untuk membuat konsumen berpikir mengenai produk atu perusahan kita. Ini penting karena pada dasarnya setiap konsumen akan memiliki pemikiran tertentu terhadap sebuah produk atau perusahaan. Kita harus membuat satu citra dan biasanya dilakukan secara terintegrasi antara iklan dengan kenyataan yang ada. Intinya, Anda ingin dikenal seperti apa, usahakanlah untuk meraihnya. Itulah Positioning.

  1. MARKET DAN POTENSIAL MARKET

Market berbeda sekali dengan potensial market. Market adalah konsumen yang sudah pasti membutuhkan produk (barang jasa) yang kita tawarkan, sedangkan potensial market adalah mereka yang membutuhkan produk sekaligus memiliki kondisi keunagan yang memadai untuk membeli produk yang kita jual. Semakin jelas potensial market, semakin baik kita bisa menetapkan harga. Tentu hal ini tidak bisa dilepaskan dari masalah segmentasi, targeting dan positioning.

  1. POSISI PERUSAHAAN

Setiap perusahan memiliki ciri khasnya tersendiri di pasar. Ciri khas yang kita maksudkan di sini bukan image, pruduk yang dipasarkan, atau positioning yang berhasil diraih. Kita berbicara mengenai “kekuasaan”. Dalam hal ini keberhasilan meraih pasar.

Untuk mengetahui perusahaan atau produk yang sudah memimpin pasar, kita bisa melakukan survei sederhana. Namun sebelumnya kita juga harus memutuskan segmen dan target dari produk yang ingin kita survei atau yang ingin di terjuni. Perhatikan juga iklan produk tersebut di semua media cetak maupun visual. Dari sinilah kita bisa menyusun stategi pemasaran dan penjualan jitu untuk bertarung dan meraih posisi. Langkah-langkah itu dilakukan kalau kita baru ingin terjun ke dalamnya. Tetapi jika sudah terjun bermain dan banyak pesaing maka bisa diukur posisi perusahaannya. Apapun bentuk perusahaan Anda, apapun produk yang Anda pasarkan, sudah berapa lama didirikan, perusahaan Anda berada dalam salah satu dari keempat posisi ini yakni market leader, market challenger, market follower atau market nicher. Masing-masing posisi perusahaan memiliki dan seharusnya memang memiliki srategi bersaing yang berbeda-beda.

Market Leader

Market leader adalah perusahaan yang produknya paling banyak yang dikonsumsi konsumen. Market leader adalah perusahaan yang menguasai pangsa pasar paling besar. Mereka yang bisa menggoyang pasar dan menentukan harga. Banyak penjual atau perusahaan lain yang mengikuti gerak-gerik mereka. Market leader adalah perusahaan yang paling banyak di tiru, ditakuti, atau bahkan dihindari perusahaan lainnya.

Market leader tidak terjadi jika di tempat Anda berjualan hanya ada Anda seorang. Inilah artinya mengapa perusahaan atau penjual monopoli tidak bisa dikategorikan sebagai market leader seperti perusahaan BUMN tertentu berapapun pangsa pasar yang mereka kuasai. Alasannya adalah karena merekalah yang takut disaingi oleh orang lain, bukan membuat orang lain takut manghadapi mereka. Karena itulah kita melihat hampir semua BUMN berlindung di balik kebijakan pemerintah agar tetap menjadi monopoli.

Market Challenger

Market challenger adalah perusahaan yang produknya menempati urutan kedua paling banyak dikonsumsi konsumen. Dalam pengertian umum, market challenger adalah perusahaan yang selalu berusaha mengalahkan market leader. Jika market leader melakukan promosi gencar di televisi maka sudah dipastikan market challenger akan mengikutinya. Keduanya akan selalu bersaing. Bagi market leader, market challenger adalah pesaing potensial utama mereka, lawan yang paling ditakuti.

Market Follower

Bagi market follower yang penting ada untung dan tak perlu secara serius melakukan gebrakan pasar, cukup banyak konsumen dan Anda tidak berniat menjadi pemenang.

Market Nicher

Market nicher bisa dikatakan sebagai perusahaan yang meraih pangsa pasar tertentu dari pangsa pasar yang terabaikan lainnya. Mereka melakukan spesialisasi.

  1. BENCHMARKING

Secara sederhana, benchmarking dapat kita sebut sebagai tolak ukur atau pokok banding. Kita juga harus memiliki tolak ukur mengenai kondisi perusahaan kita. Benchmark  bukan saja berbicara mengenai berapa unit produk yang berhasil dijual dan harus kita samakan, tetapi juga berapa margin keuntungan yang mereka dapatkan. Karena setiap industri memiliki satu perusahaan yang memimpin di pasar, maka biasanya perusahaan tersebutlah yang menjadi benchmark bagi perusahaan lainnya untuk ditiru dan diikuti gerak geriknya di bisnis yang sama. Peniruan ini bisa dalam berbagai hal. Pada dasarnya adalah mengambil hal-hal yang baik dan positif untuk memajukan usaha kita.

  1. OUTSOURCING

Outsourcing alias alih daya dalam dunia usaha. Untuk benar-benar membesarkan usaha kita, kita tidak perlu melakukan segala sesuatunya sendiri seperti kata orang one man show. Kita bisa mengalih dayakan kepada pihak lain yang memang jauh lebih hebat dan berspealisasi dalam menangani pekerjaan tersebut.

Anda punya produk, untuk masalah distribusi serahkan pada perusahaan yang secara khusus menangani hal ini dan sudah berpengalaman. Tak perlu lagi Anda bangun divisi distribusi tersendiri yang repot sekali dan perlu modal. Anda ingin memasarkan produk dengan merekrut karyawan baru (sales). Serahkan pada perusahaan yang secara khusus menangani hal ini.mereka memiliki armada sales yang sudah dikenal. Dengan begitu anda tidak perlu lagi menyeleksi, membayar gaji, dan mengurus semuanya.

Di Indonesia kita mengenal beberapa perusahaan outsourcing dalam dunia pemasaran misalnya KPSG, BSS dan GDS. Kalau kita membangun sendiri divisi ini rasanya membuang waktu dan dana. Kecuali jika perusahaan tersebut memang sudah tidak bisa diandalkan lagi. Dengan demikian anda bisa fokus pada bisnis utama Anda dan langkah-langkah ini jauh lebih efisien. Yang perlu dilakukan hanya pemberi fee atas kerja atau nilai kontrak mereka.

G.   CO-BRANDING

Co-branding adalah kerja sama antar merk. Dalam dunia bisnis, kadang diperlukan juga kerja sama merk untuk mendongkrak penjualan. Co-branding bukanlah peleburan perusahaan menjadi satu. Dalam co-branding, masing-masing perusahaan tetap eksis dan mengembangkan produk serta usahanya masing-masing. Hanya untuk mendongkrak penjualan saja mereka bekerja sama.

 

KESALAHAN UMUM YANG SERING DILAKUKAN PARA USAHAWAN

Mengapa bisnis anda bisa gagal. Hanya ada satu alasan mengapa kita bisa gagal. Karena ada orang lain yang melakukannya lebih baik dari kita. Mereka mengetahui caranya dan mau menerapkannya. Itulah alasannya.

Menjalankan bisnis secara baik dituntut banyak persyaratan. Selain pengetahuan yang berhubungan dengan akal, dituntut juga untuk pandai beradaptasi denagn lingkungan bisnis itu sendiri. Harus peka mengenai pasar dan segala sesuatu yang berhubungan dengan pasar.

Berikut ini merupakan kesalahan-kesalahan umum yang sering dilakukan para usahawan yang tanpa mereka sadari telah membuat usaha mereka gagal.

  1. TIDAK MEMINTA MAAF

Untuk dapat melakukan bisnis lebih baik, kita harus meminta maaf. Sekecil apapun kelalaian atau kesalahan kita, jangan anggap remeh kesalahan kecil karena bisa jadi bagi kita kecil tapi bagi konsumen merupakan perkara besar. Jangan biarkan ada kabar negatif merebak ke konsumen apalagi sampai ke telinga pesaing Anda yang sudah pasti peka. Jangan biarkan ada peluang bagi orang lain untuk menyaingi usaha Anda.

Jadi, meminta maaf adalah wajib dan harus.

  1. FEEDBACK

Feedback adalah umpan balik. cara selanjutnya untuk dapat melakukan bisnis lebih baik adalh menberi konsumen kesempatan untuk melakukan umpan balik mengenai usaha atau produk kita. Bila perlu berikan reward atau hadiah atas saran-saran serta keluhan mereka. Ini penting sekali tetapi banyak orang yang melupakannya.

Perusahaan yang dijalankan dengan baik selalu menyediakan kotak saran, email atau saluran telepon khusus untuk menangani keluhan. Tetapi semua ini bukan hanya sekedar formalitas saja melainkan benar-benar dimanfaatkan sesuai misinya. Kita harus menyadari meski semua sarana mendapatkan masukan sudah tersedia, ternyata tidak semua konsumen akan dan mau memanfaatkannya. Jika mereka tidak mau memanfaatkannya, berarti usaha Anda bukan menjadi bagian dari hidup mereka. Mereka bisa dengan mudah pindah ke pesaing lainnya.

Tanpa adanya feedback dari konsumen, kita tidak bisa meningkatkan citra, pelayanan, atau produk kita. Bukankah perusahaan kita didirikan untuk memberikan yang terbaik untuk konsumen, menarik mereka untuk kembali dan kembali serta mengajak rekan-rekan mereka. Oleh karena itu, keluhan atau kritik merupakan sebuah input positif.

  1. TERLALU MENDENGARKAN KONSUMEN

Ada satu pengecualian disini. Semua keluhan atau komplain harus kita dengarkan sebaik mungkin tetapi terlalu mendengarkan konsumen justru kontraproduktif, karena kita tidak bisa menyenangkan semua konsumen. Kita harus menetapkan standar organisasi perusahaan termasuk standar pelayanan. Kita harus membuka duri dan tidak bisa memutlakkan standar yang sudah kita tetapkan. Kita harus bersedia untuk berbenah yang berarti bersedia menerima masukan dari konsumen, tetapi kita tidak wajib memenuhi semua keinginan konsumen.

  1. KARYAWAN TIDAK KOMPETEN

 Mungkin ini yang paling sulit dilakukan. Karyawan merupakan aset perusahaan. Karyawan sebenarnya lebih penting daripada modal bahkan konsumen jika harus diurutkan, urutannya: karyawan, modal baru konsumen. Kepuasan konsumen tidak akan terjadi tanpa kepuasan karyawan yang bekerja di tempat Anda.

Karena karyawan merupakan aset berharga , sudah tentu kita harus menjaganya baik-baik dengan memberikan gaji dan lingkungan kerja yang layak. Tanpa mereka sebagai pengusaha kita tidak bisa berbuat apa-apa. Namun demikian, untuk mendapatkan karyawan yang benar-benar kompeten memang sulit sekali.

Yang berpenampilan menarik banyak, yang berpendidikan cukup banyak, yang pandai di bidangnya banyak, tetapi yang jujur dan berintegritas ini yang sulit didapat. Jangan biarkan karyawan Anda menjadi sumber malapetaka usaha Anda, mereka justru  membobol usaha Anda. Karena itu jika Anda gagal mendapatkan karyawan yang kompeten sedenikian rupa sesuai dengan usaha Anda, Anda tidak bisa melakukan lebih baik dari pesaing Anda.

  1. PARADIGMA PRODUCER ORIENTED

Setiap orang pasti mengelola usahanya sendiri, namun mengelola perusahaan sendiri disini artinya bukan membiarkan Anda menjadi pengusaha yang berparadigma producer oriented.

Paradigma producer oriented inilah yang sering menggagalkan banyak usahawan. Kita berpikir apa yang kita pikirkan itu, sudah pasti akan dipikirkan orang lain. Akan tetapi pemikiran kita itu tidak disertai penelitian atau survei pasar, kita mian hantam saja bahkan keras kepala.

Produk yang cocok bagi satu orang belum tentu cocok bagi orang lain dan cara melayani konsumen yang satu dengan yang lainnya bisa saja berbeda. Karena itu jangan menjadi pengusaha yang berpikiran producer oriented melainkan pikirkan apa yang dipikirkan dan diinginkan konsumen atau dibutuhkan konsumen bukan apa yang Anda pikirkan atau inginkan sebagai penjual. 

 

PERSPEKTIF BISNIS YANG AKAN MENINGKATKAN SKILL MENJUAL ANDA

Konsep-konsep seperti ini bukan dibuat-buat tetapi menjadi sebuah rule yang berlaku bahkan menggerakkan dunia bisnis itu sendiri dalam segala bentuk, apapun bentuk bisnis dan skala usahanya.

  1. HUKUM PERMINTAAN DAN PENAWARAN

Jika penawaran lebih besar daripada permintaan maka harga barang cenderung turun. Akan selalu ada perusahaan yang bersaing dalam harga dengan cara menurunkan harga jual produknya. Sebab, jika tidak diturunkan mungkin tidak akan laku.

Sebaliknya, ketika permmintaan lebih besar daripada penawaran maka harga akan naik. Alasannya karena yang cari banyak sedangkan yang menjual sedikit. Meskipun penjual menaikkan harganya tetap akan dicari karena jumlahnya sangat terbatas. Bahkan bisa jadi pembeli akan menawar dengan harga diatas pasar. Dengan demikian harga akan terus membumbung tinggi.

Inilah hukum permintaan dan penawaran. Banyak pesaing tentu akan menyulitkan kita. Karena itu strategi paling cerdik adalah bagaimana caranya mematikan pesaing yang ada. Dengan begitu hukum ini bisa diminimalisasi efeknya. Sebab jika tidak, pertarungan akan menjadi sangat sengit. Bagi mereka yang mempunyai modal kuat, cenderung untuk menang.

  1. COMPETITOR MYOPIA

Sebuah perusahaan bisa berada di atas atau di bawah karena dipengaruhi faktor tertentu. Posisi tidak menentukan karena yang menentukan adalah apakah sedang meluncur naik atau turun. Atas bawah sama saja jika meluncur turun. Karena itu jangan membangga-banggakan usaha kita sebelum memastikan kita tidak sedang meluncur ke bawah.

Myopia adalah istilah kedokteran yang artinya bisa melihat dari jarak dekat tetapi tidak untuk jarak jauh. Kalau diadaptasikan dalam dunia bisnis ini berarti bisa meramalkan hal-hal yang terjadi di depan mata tetapi tidak untuk hal-hal yang belum terjadi.

Sebagai usahawan yang baik, kita tidak boleh meremehkan sesama rekan bisnis atau partner. Jika kita sama-sama sedang merintis usaha, jangan saling menjelekkkan karena begitu turun kita saling berjumpa.

Jangan menyombongkan diri terlebih dulu dan perhatikan arah perkembangan bisnis di masa yang akan datang. Tangkaplah yang menjadi tren di kemudian hari. Sebab perusahan yang baik itu meluncur ke atas bukan ke bawah.

  1. PERSAINGAN ALA PORTER

Michael Porter mengenai persaingan usaha mengatakan bahwa “Sebuah perusahaan dalam skala Industri apapun akan menghadapi sejumlah persaingan yang saling berinteraksi”. Menurut Michael Porter sebuah usaha dihadapkan oleh berbagai faktor yang akhirnya menentukan kelangsungan usaha itu sendiri. Ada lima faktor yang akan menentukan kelangsungan sebuah usaha. Kelima faktor tersebut adalah:

Tingkat rivalitas yang sudah terjadi

Sebagai usahawan, tentu kita dituntut untuk memiliki startegi yang paling baik dan strategi tersebut hanya memiliki dua unsur pertimbangan yakni yang berkaitan dengan bagaimana caranya meningkatkan laba (penjualan) serta bagaimana menghemat biaya.

Semakin prospektif sebuah usaha, akan semakin banyak pemain didalamnya dan hukum permintaan dan penawaran pun tak bisa dielakkan. Permainan harga bisa berdampak serius bagi mereka yang modalnya pas-pasa.

Ancaman pendatang baru

Tak ada usahawan yang bisa memastikan bahwa tidak akan muncul pendatang baru. Pendatang baru ini juga bisa mempengaruhi hukum permintaan dan penawaran.

Ada beberapa cara agar pemain yang sudah ada sedemikian ketat dalam bersaing tidak ditambah lagi dengan pemain baru, diantaranya misalnya menguasai jalur distribusi produk mereka, kemudian dengan menguasai industri tersebut dari hulu ke hilir atau memasuki industri yang perlu modal besar untuk menjalannya. Dengan begitu hanya mereka yang memiliki modal besar bisa terjun ke dalamnya.

Ancaman produk substitusi

Perusahaan monopoli bisa jadi tidak memiliki pesaing dalam lini bisnis yang sama. Tetapi belum menjadi jaminan tidak akan memiliki ancaman produk substitusi. Sebab hampir semua produk barang dan jasa ada sustitusinya dan tanpa adanya peningkatan pada kepuasaan konsumen sudah dipastikan lama kelamaan monopoli tersebut akan tergeser. Karena itu meski monopoli bisa menjajikan untuk berhasil dalam bisnis, tetapi tetap saja bukan jaminan akan terus bisa bertahan.

Sedangkan bagi perusahaan yang bukan monopoli diperlukan strategi yang baik agar konsumen tidak pindah ke produk substitusi.

Kekuatan tawar menawar pembeli

Konsumen memiliki hak yang penuh atas pembelanjaan uang mereka. Seorang konsumen pun memiliki kuasa untuk memailitkan perusahaan. Oleh karena itu, konsumen sudah harus diperhatikan dengan baik. Berikan kepuasan dan nilai tambah. Jangan biarkan mereka berpindah ke pesaing lain atau produk substitusi.

Kekuatan tawar menawar pemasok

Tanpa ada pemasok maka tak ada satu pun perusahaan yang bisa terus menjalankan roda bisnisnya. Jadi, kekuatan supplier ini juga menentukan masa depan sebuah usaha. Tanpa ada supplier, usaha kita tak akan berjalan. Namun banyak juga perusahaan yang mencoba menguasai industri mereka dari hulu ke hilir. Hal ini untuk mencegah jangan sampai nanti ulah pemasok justru mengkandaskan perusahan mereka.

  1. PREDATORY PRICING

Sebenarnya bukan pesaing yang mematikan sebuah unit usaha melainkan konsumen. Predatory pricing merupakan strategi membuat konsumen untuk datang terus berbelanja di tempat kita atau terus membeli produk kita

Terdapat dua prinsip dasar yang harus dimiliki untuk menjalankan strategi ini. Pertama, harus punya modal yang besar. Kalau modal kita pas-pasan, kita tidak akan bisa efektif menjalankan strategi ini. Kedua, harus siap menanggung resiko rugi dalam jangka waktu tertentu hingga semua pemain keluar dari pasar. Meski mempunyai modal besar tetapi jika kita tidak tahan karena melihat perusahan terus merugi, maka akan sia-sia usaha kita.

Tetapi ada kecendrungan strategi ini bisa dijalankan karena perkembangan kemajuan teknologi dan dunia internet. Kemajuan teknologi bisa menghemat cost operasional perusahaan. Dengan demikian harga jual produk kita pun bisa lebih bersaing. Sebab pada dasarnya Predatory pricing adalah menjual produk dengan harga yang lebih murah dari pesaing. Pada saat ada pesaing mengikuti kita, kita turunkan lagi harganya. Kalau mereka terus mengikuti, kita turunkan lagi hingga mereka sudah tidak akan mampu bertahan. Begitu mereka sudah jera dan keluar dari pasar, kita naikan lagi ke harga normal. Dan pada saat itu ada satu pemain yaitu kita sendiri.

  1. TIGA MACAM PENGUASA PASAR

Ketika usaha kita maju dan berkembang. Kita perlu melihat apakah benar-benar usaha kita tersebut sudah meraih hati bahkan pikiran konsumen atau belum. Tidak cukup hanya berdasarkan banyak yang datang berbelanja atau menguasai uang konsumen saja.

Share of market

Share of market ini berbicara mengenai keberhasilan kita menguasai uang konsumen. Bagian ini berbicara seberapa besar produk yang kita jual laris di pasaran atau seberapa ramainya toko Anda. Semakin besar pangsa pasar yang Anda kuasai maka semakin baik. Namun larisnya produk yang kita jual atau ramainya toko kita dikunjungi orang bukanlah patokan bahwa bisnis tersebut telah kita lakukan sebaik-baiknya. Bisa jadi juga karena tidak ada pesaing atau toko yang memenuhi harapan mereka. Dengan demikian konsumen terpaksa harus mengkonsumsi produk kita atau datang ke toko kita.

Share of heart

Anda harus mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan oleh konsumen. Share of heart berbicara mengenai menguasai hati konsumen. Ini jauh lebih penting dari menguasai uang mereka.

Share of mind

Share of mind berbicara mengenai apa yang sebenarnya ada di pikiran konsumen mengenai pruduk atau usaha yang kita jalankan. Disini yang dikuasai adalah pikiran. Dalam share of mind ini kita menanyakan apa yang terlintas di pikiran mereka pertama kali berkaitan dengan sebuah produk.

Biasanya produk yang pertama kali terlintas di pikiran konsumen, produk tersebutlah yang bakal sukses di pasaran. Orang-orang akan mengingat dan selalu mengingat apa yang menurut mereka memberikan manfaat terbaik. Orang-orang akan selalu mengingat apa yang dirasakan berharga.

 

LIMA STRATEGI PENJUALAN YANG PALING SERING DIPERGUNAKAN

Pengusaha yang pasif  biasanya hanya menunggu konsumen datang berbelanja di tempat mereka. Tak ada usaha apapun yang dilakukan kecuali hanya buka tutup toko seperti biasanya sambil menunggu pembeli. Menjalankan usaha secara reaktif artinya hanya menunggu apa yang terjadi di pihak lain misalnya yang dilakukan konsumen atau pesaing. Setelah itu baru menyusaikan dini (bereaksi). Aktif selalu bersaha menjalankan usaha sebaik mungkin. Ada energi untuk menang bagi usahawan seperti ini. Tetapi tidak bisa mendahului pesaing dalam segala sesuatunya. Proaktif adalah berusaha menjalankan perusahaan dengan berbagai cara sebelum pesaing mendahului. Dinamis yakni selalu berubah-ubah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang terjadi atau bakal terjadi. Proaktif berusaha mendahului tetapi belum tentu mau menyesuaikan diri dengan kenyataan yang ada. Perusahaan akan berusaha untuk menyesuaikan diri sebaik mungkin dengan lingkungannya.

  1. PENJUALAN KOVENSIONAL

Penjualan konvensional adalah penjualan yang terjadi di mana setiap tangan (reseller) akan meraih untung dari produk yang mereka jual. Di samping itu dikatakan konvensional adalah karena belum menggunakan fasilitas komunikasi lainnya secara efektif dalam menjual misalnya telepon atau internet. Jadi hampir dapat dikatakan bahwa dari dulu tetap begitu-begitu saja proses penjualannya.

Minimal  terdapat dua pengertian tentang penjualan konvesional, pertama para pembeli mengambil produk kepada penjual yang lebih besar (misalnya pengecer yang lebih tinggi) untuk mendapatkan potongan harga lalu dijual kembali kepada pengecer dibawahnya. Jadi setiap tangan meraih keuntungan sedikit demi sedikit. Dengan kata lain konsumen paling akhir (sasaran) tentu membeli produk dengan harag yang lebih mahal. Kedua, perusahaan memilih karyawan baru, menugaskannya menawarkan produk atau jasa kepada konsumen secara langsung. Ini biasanya dikenal dengan istilah sales.

Dalam penjualan konvesional, produsen tidak melakukan apa-apa terhadap penjualan produk mereka. Mereka hanya mengantar pesanan yang ada. Urusan selanjutnya kepada yang menjual (reseller). Begitu juga untuk jenjang-jenjang berikutnya. Dan penjualan seperti ini biasanya sasaran akhirnya bersifat korporat (reseller) bukan konsumen individual.

  1. KONSINYASI

Konsinyasi istilahnya titip jual. Konsinyasi menguntungkan kedua belah pihak. Produsen merasa ada tempat menampung (place) bagi produk mereka untuk dipasarkan bagi konsumen. Sedangkan penjual (reseller) merasa untung karena ada supplier. Mereka mengambil untung dari margin harga teretentu. Tentu pembayaaran hasil penjualna tergantung kepada kesepakatan bersama karena memang benar-benar titip jual.

  1. DIRECT SELLING

Direct selling adalah strategi penjualan yang memanfaatkan tenaga penjual untuk memasarkan produk secara langsung kepada konsumen. Jadi, tidak lagi melewati tangan pertangan. Kalau pun masih ada tentu jauh lebih pendek jenjangnya daripada penjualan konvesional. Direct selling berbeda dengan sales dari strategi penjualannya.

Ada kalanya juga strategi ini dipakai seraya melakukan pameran-pameran di berbagai tempat yang ramai seperti di pusat-pusat perbelanjaan. Dengan demikian bisa langsung menjumpai user (konsumen) misalnya penawaran kartu kredit, asuransi, membership card, produk bank, dan sebagainya.

  1. TELEMARKETING

Telemarketing adalah menjual jarak jauh. Karena jarak jauh, sudah pasti dalam proses menjualnya tidak bertemu konsumen secara langsung dalam arti tatap muka. Tetapi ini tidak menutup kemungkinan dalam proses eksekusi penjualan si tenaga penjual tersebut harus menemui konsumen namun dalam taraf awal biasanya pendekatan penjualan telemarketing selalu dalam jarak jauh dan menggunakan fasilitas telepon.

Telemarketing biasanya menitik beratkan penjualan melalui suara. Karena itulah biasanya tenaga telemarketer selalu wanita dengan suara-suara yang menggoda serta harus pandai berbicara dan menjual.

Telemarketing digunakan sebagai ujung tombak penjualan karena berbagai pertimbangan. Diantaranya untuk menghemat cost, kemudian letak geografis yang tidak menguntungkan jika memang tenaga penjual harus menemui konsumen secara langsung.

  1. MEMBER GET MEMBER

Member get member (MGM) adalah strategi penjualan yang memanfaatkan konsumen yang ada untuk meraih konsumen baru. Ujung tombaknya bukan tenaga penjual tetapi konsumen.

Untuk menggunakan MGM ini Anda harus memberikan bonus atau reward kepada kedua belah pihak. Yakni ko nsumen lama (yang berhasil mengajak teman atau relasinya untuk berbelanja di perusahaan atau produk Anda) dan juga konsumen baru (yang berhasil diajak). Banyak perusahaan hanya memberikan bonus kepada konsumen lama. Maka itu jarang berhasil.

Contoh program MGM yang baik tentunya yang diadopsi Citibank. Kalau kita memegang kartu kredit Citibank selama lebih dari 2 tahun dan bagus pembayarannya, kita akan ditawari program MGM ini. Konsumen lama statusnya sebagai konsumen harus bagus. Kalau tidak, Anda menghadapi resiko berbahaya.

STRATEGI-STRATEGI PENJUALAN LAINNYA

  1. CROSS SELLING

Cross selling atau penjualan siang adalah menjual sebuah produk yang lain kepada konsumen yang sama secara langsung. Produk langsung diberikan tanpa kita duga sebelumnya sebagai konsumen. Tetapi jika keberatan dan menolak tentu saja produk tersebut bisa kita kembalikan dan perusahaan akan menerimanya dengan baik. Untuk menggunakan strategi ini pastikan konsumen tersebut memiliki integritas yang baik dalam arti mampu dan akan membayar.

  1. TAKE ONE BOXES

Strategi penjualan Take One Boxes (TOB) adalah dengan mencetak brosur-brosur atau form aplikasi yang menawarkan secara langsung kepada konsumen produk yang dijual. Form demikian bukan sekedar brosur promosi sebab berisi penawaran langsung yang memiliki kolom-kolom untuk diisi konsumen yang berminat lalu bisa dikirimkan kembali (bebas biaya perangko) atau penjual yang datang mengambilnya. Berbeda dengan brosur promosi, kalau brosur promosi isinya hanya promosi saja tidak ada penawaran apapun.

  1. TV SHOPPING

Penjualan melaui media televisi. Jadi perusahaan bukan saja melakukan promosi melainkan langsung menjual. Strategi penjualan ini mungkin memerlukan biaya yang besar karena harus membeli jam tayang di sebuah stasiun televisi. Tetapi kalau srategi penjualan seperti ini di atur dengan baik untuk berbagai produk pasti perusahaan akan meraih untung yang besar. Contoh perusahaan yang melakukan srategi ini adalah DRTV.

  1. MAIL ORDER

Mail order adalah penjualan melalui pos atau kiriman surat. Program mail order yang lebih cerdik juga sering memanfaatkan media massa (media cetak) dengan menyelipkan form-form penawaran yang ada.

Satu hal yang membuat strategi penjualan mail order ini berhasil adalah ketepatan waktu pengiriman dan produk yang dikirim tidak berbeda dengan yang diperlihatkan di barang cetakaj tersebut. Keefektifan penjualan mail order ini adalah bisa menjangkau seluruh pelosok daerah selama pos masih bisa melayani.

  1. TELEPON SHOPPING

Telepon shopping merupakan media telepon sebagai ujung tombak penjualan. Dalam telepon shopping tidak ada tenaga pemasar langsung. Yang ada hanyalah tenaga penjual yang menerima telepon.

Dalam telepon shoping biasanya mempromosikan pruduknya melalui barang cetakan atau sarana promosi lainnya. Begitu konsumen berminat, mereka membuat call menghubungi perusahaan dan produk baru dikirimkan. Pembayaran bisa melalui cash (barang diterima), transfer, atau kartu kredit.

Dalam pengiriman barang cetakan mungkin sama dengan mail order tetapi telepon shopping tidak menjangkau semua pelosok. Kalau targetnya Jakarta maka hanya di Jakarta. Sebab kalau sampai luar kota temtu tidak akan efektif karena konsumen harus membayar biaya interlokal (SLJJ).

  1. COMPANY REFERRAL

Company Referral adalah strategi penjualan yang memanfaatkan perusahaan lain yang produknya berbeda tetapi masih ada kaitannya dengan produk kita. Biasanya dalam strategi ini perusahaan saling bekerja sama dengan keuntungan yang disepakati. Namun demikian, strategi pemasaran ini bukan penjualan konvensional atau titip jual.

Dalam kenyataan yang ada, sebenarnya tak ada satu pun perusahaan yang murni menerapkan satu strategi penjualan saja. Biasanya kombinasi antara strategi penjualan yang ada, dan sebenarnya kombinasi ini sah-sah saja malah sangat dianjurkan.

 

TUJUH KALIMAT AJAIB YANG BISA MEBANTU ANDA DALAM MENJUAL

Penjualan adalah pendekatan personal. Untuk mensukseskan penjualan, kita harus menarik dan mempengaruhi konsumen untuk membeli di tempat kita atau membeli produk kita. Menjual itu masalah yang rumit dan sulit sekali. Bisnis itu begitu kompleks dan semangat untuk menjual saja tidak cukup karena konsumen memiliki pilihan.

Namun demikian, ternyata ada beberapa kalimat yang bisa membantu kita dalam mensukseskan penjualan. Tentunya perhatikan situasi dan kondisinya juga ketika proses penjualan itu sedang berlangsung. Sesuaikan dengan produk yang sedang Anda jual.

  1. JALIN KERJASAMA BISNIS

Ketika menjual atau menawarkan prosduk jangan pernah mengatakan menjual atau menawarkan karena kemungkinan benar 99% pasti akan ditolak. Tetapi, datanglah dengan tersenyum sambil mengatakan “penawaran atau penjajakan kerjasama bisnis”. Kerjasama bisnis memiliki implikasi win-win solution. “Kita untung mereka juga untung dan semua orang suka melakukan kerjasama bisnis”.

Dengan kalimat seperti itulah akhirnya bisa membuka pembicaran lebih lanjut dan banyak terjadi penjualan. Sebab memang pada dasarnya datang untuk menjual dan menawarkan produk perusahaan yang diwakilinya dan kerjasama bisnis pun pada dasarnya adalah bentuk lain dari penjualan.

  1. ADA DAN TUNGGU SEBENTAR

Maksud tunggu sebentar ini berarti penjual mencari di tempat lain atau mungkin ada yang mengatakan “sedang ada di gudang” atau “di toko satunya lagi” sebenarnya bisa saja mereka mengambil di toko lain (penjual lain). Dengan demikian mereka sudah mengambil untung sekian persen.

Kalimat ini bisa meyakinkan konsumen untuk tetap betah membeli dan tidak akan berpindah. Seolah-olah toko kita sangatlah lengkap padahal bisa jadi kita mengambilnya di tempat lain.

  1. YANG LAIN JUGA AMBIL

Kalimat ini digunakan oleh seorang penjual supaya seolah-olah membuat kesan bahwa produk yang dijualnya itu adalah barang yang banyak dicari oleh orang-orang dan laku keras padahal pada kenyataannya belum tentu seperti itu.

Sedangkan terdapat dua kemungkinan bagi konsumen yang membeli produk tersebut. Pertama karena tidak mau kalah dengan orang lain atau tidak mau ketinggalan. Padahal orang lain pun belum tentu membeli. Kedua karena memang konsumen tersebut sudah sejak dulu ingin memesan produk tersebut.

  1. MUMPUNG MASIH PROMOSI

Membeli produk di masa pameran jauh lebih tepat dibandingkan jika tidak ada pameran. Karena harganya pasti lebih murah karena merupakan harga promosi. Oleh sebab itu kita melihat dalam pameran atau masa promosi kalimat ini begitu menyedot kita untuk membeli.

  1. MUMPUNG PERSEDIAAN MASIH ADA

“Selama persediaan masih ada,” seolah olah membuat konsumen untuk segera bertindak memutuskan untuk membeli karena telambat sedikit saja bisa kedahuluan orang lain, meski sebenarnya produk yang tersedia itu masih banyak sekali.

  1. SEKIAN PERSEN SUDAH TERJUAL

“Sekian persen sudah terjual,” paling sering kita jumpai dalam pemasaran unit-unit property. Seolah-olah ingin meyakinkan pembeli bahwa untit properti yang ditawarkan benar-benar laris, padahal bisa saja belum laris sama sekali.

  1. ADA HADIAHNYA LHO

Banyak orang yang suka diberi hadiah, jangankan anak kecil orang dewasa juga suka diberi hadiah. Karena itulah kita melihat ada produk-produk yang dikemas dengan hadiah tertentu justru menjadi laris padahal nilainya tidak seberapa. Sebenarnya bisa jadi bukan hadiahnya yang menarik pembeli tetapi penekanan suara dari si penjual yang akhirnya menekukkan hati si konsumen untuk memutuskan membeli. Seolah-olah ingin menunjukkan bahwa membeli saat ini akan mendapatkan keuntungan tambahan.

TRIK-TRIK PENJUALAN YANG PALING SERING DIPERGUNAKAN

Di dalam proses menjual selain strategi penjualan dan kalimat-kalimat aneh yang bisa membantu dalam menjual dibutuhkan juga trik-trik.

Perusahaan yang dikelola secara professional biasanya selalu menggabungkan trik-trik ini dalam strategi penjualan mereka. Mungkin trik ini cocok di satu perusahaan dalam kondisi tertentu sebaliknya di lain pihak mungkin trik tersebut tidak cocok. 

Di bawah ini merupakan trik-trik yang paling sering digunakan oleh para penjual.

  1. DISKON! DISKON! DISKON!

Diskon alias potongan harga. Tidak ada praktik penjualan yang lebih cepat mencapai sasarannya selain pemberian diskon dan praktik penjualan seperti ini merupakan yang paling banyak dan paling mudah diterapkan semua pelaku bisnis dalam berbagai bidang usaha. Jadi kalau Anda ingin menaikkan omset penjualan, Anda bisa menggunakan trik pemberian diskon ini. Sebab semua orang suka membeli produk yang diberi diskon.

Macam-macam diskon:

Diskon yang diberikan untuk momen-momen tertentu.

Biasanya menjelang hari-hari tertentu misalnya hari raya seperti Natal, Idul Fitri, Tahun baru, dan sebagainya.

Hal ini ditempuh untuk menyemarakkan hari raya tersebut dimana akan ada banyak orang yang membelanjakan uangnya untuk menyambut hari perayaan tersebut. Dengan adanya diskon ini diharapkan konsumen akan tertarik untuk membelanjakan uangnya.

Diskon untuk produk-produk yang tidak laku (out of fashion)

Produk-produk yang mulai ketinggalan zaman atau tidak lagi dilirik dan digandrungi konsumen karena berbagai alasan misalnya ketinggalan model, teknologi atau semata-mata muncul produk saingan yang lebih oke dari berbagai sdudut pandang, kita bisa berikan diskon.

Diskon tutup usaha

Perusahhan  atau toko yang bangkrut atau rugi biasanya akan memberikan diskon untuk produk-produknya. Daripada rugi total lebih baik sisa stok produk dijual murah untuk mendatangkan pemasukan seperlunya.

Diskon dengan menaikkan harga jual terlebih dahulu

Ini bisa saja dilakukan dan banyak pengusaha yang menggunakan trik ini. Harga produk dinaikkan dulu sekian persen baru kemudian diberikan diskon sekian persen. Sebenarnya ini sama saja dan sah-sah saja.

Diskon untuk produk baru

Produk yang baru di luncurkan ke pasar seringkali diberikan diskon. Ini sangat baik untuk promosi dan menarik minat pembeli.

Diskon yang sebagian

Anda punya toko yang menjual 100 macam produk. Untuk menarik pembeli Anda mendiskonkan 30 item. Tetapi dalam promosinya dibuat seolah-olah semua produk juga mengalami diskon. Dengan demikian banyak orang yang terpancing ikut membeli.

Diskon tunai

Artinya perusahaan memberikan diskon lebih kepada mereka yang membayar cash atau jangka waktu pembayaran yang lebih cepat.

Diskon kuantitas

Besar kecilnya diskon tergantung besar kecilnya kuantitas pembelian dari konsumen itu sendiri. Semakin besar pemesanannya maka semakin besar diskon yang diberikan.

Diskon musiman

Yang dimaksud diskon musiman misalnya tarif yang diberlakukan maskapai penerbangan di luar musim liburan. Dengan adanya diskon ini diharapkan konsumen bisa terus menggunakan maskapai penerbangan tersebut. Sebaliknya ketika musim liburan tiba yang ramai, diskon justru tidak diberlakukan.

  1. BELI SATU DAPAT DUA

Ini bukan trik pemberian diskon melainkan benar-benar penjualan yang memberikan produk yang sama jika konsumen membeli produk tersebut lebih dari satu. Jadi, konsumen dibuat seolah-olah sebagai orang yang sedang beruntung. Dan kenyataannya memang bisa beruntung.

  1. UNDIAN BERHADIAH

Undian berhadiah adalah trik penjualan. Harapannya agar orang-orang akan tetarik untuk untuk membelanjakan uangnya. Undian berhadiah ini sama dengan trik rewards program dimana diharapkan akan ada efek yang lebih hebat dalam penjualan. Kekuatannya dalam menarik minat konsumen untuk membeli sangat besar, apalagi jika undian tersebut bisa memenangkan hadiah-hadiah spektakuler misalnya mobil mewah, rumah megah, liburan ke mancanegara, dan sebagainya. Undian berhadiah paling sering dipergunakan sesering trik pemberian diskon atau penjualan kredit. Semakin besar tawaran hadiah yang diberikan maka efeknya semakin hebat.

  1. VOUCHER BELANJA

Trik voucher belanja juga paling banyak dipraktikkan oleh sejumlah perusahaan terutama perusahaan retail besar seperti supermarket, hypermarket, department store bahkan restoran fastfood ada yang melakukan trik ini.

Voucher belanja ini ada yang bisa dibelanjakan sesuai nilai yang tercantum di voucher, atau bisa juga hanya merupakan voucher diskon sekian persen. Voucher belanja bisa menjadi trik yang amat menarik jika distrategikan sedemikian rupa dan untuk menerapkan trik ini mungkin voucher diberikan tenggang masa berlaku. 

  1. HADIAH LANGSUNG

Hadiah langsung ini rata-rata berupa cinderamata yang harganya tidak seberapa, tentu ada juga yang nilainya besar. Merupakan bonus bagi konsumen ketika mengetahui bahwa hanya membeli produk tertentu atau sekian harganya di sebuah tempat bisa mendapatkan haidah langsung tanpa diundi. Hal ini dapat dilakukan menjelang akhir tahun misalnya memberikan kalender cantik yang sudah dicetakkan nama perusahaan Anda. Dengan demikian bisa dijadikan alat untuk berpromosi.

  1. PENJUALAN KREDIT

Penjualan kredit juga merupakan trik penjualan. Sebab kalau dijual kontan (cash) mungkin banyak yang keberatan dan tidak mau berbelanja. Apalagi pesaing banyak. Karena itulah sekarang hampir semua perusahan menjual produknya degan sistem kredit. Bisa satu bulan, dua bulan, atau enam bulan tergantung produk yang dipasarkan. Untuk pemberian kredit ini mungkin bisa melakukan kerjasama dengan bank atau perusahaan leasing.

  1.  REWARD PROGRAM

Yang dimaksud degan trik reward program ini adalah jika seorang konsumen membelanjakan uangnya di perusahan kita maka total nilai pembelanjaannya akan diberikan poin yang bisa ditukarkan dengan hadiah langsung atau voucher belanja tanpa diundi. Tanpa diundi ini harus diperhatikan dengan baik sebab jika harus diundi maka sudah merupakan trik undian berhadiah bukan rewards program. Trik ini banyak dipergunakan oleh bank yang bergerak di bisnis kartu kredit.

Dengan adanya rewards program ini, konsumen akan merasa diuntungkan karena selain mendapatkan produk kesukaan mereka, mereka masih bisa mendapatkan haidah tanpa diundi. Yang perlu kita lakukan sebagai pengusaha adalah mendesain kira-kira seperti apa reward ini akan diperhitungkan dari nilai belanja dan apa yang akan diberikan sebagai reward.

  1.  TRADE IN

Trik tukar tambah. Biasanya dipraktikkan produsen atau perusahaan yang memasarkan mesin-mesin atau alat-alat berat yang masa penggunaannya relatif lama. Degan adanya trik trade in ini, diharapkan sebelum sebuah produk menjadi aus atau out of fashion, konsumen sudah menggantiknannya. Atau untuk membuat konsumen berpindah ke produk kita padahal mereka sudah menggunakan produk yang lain. Produk second yang sedang dipergunakan konsumen itulah yang kita tawarkan dengan trade in ini, yaitu kita ganti produk lama mereka dengan produk baru dimana konsumen cukup membayar harga sekian untuk produk kita.

TRIK-TRIK PENJUALAN LAINNYA

Di luar trik-trik yang telah kita bahas, ada beberapa trik lainnya yang memang jarang dipergunakan tetapi cukup efektif.

A.   TRIK SATU HARGA

Toko yang memberikan satu harga untuk berbagai macam produk yang dijualnya adalah untuk mempermudah konsumen dalam menaksir produk yang ingin mereka beli. Jadi, tak perlu lagi mereka dipusing-pusingkan oleh berbagai macam perbedaan harga yang terjadi entah itu dari satu toko yang sama atau harga antara toko-toko lainnya. Dengan adanya satu harga, konsumen lebih praktis dalam membeli dan kelihatan produk yang dijual lebih murah. Penerapan satu harga seperti ini baru efektif jika produk yang kita jual ada berbagai macam jenis. Semakin banyak jenisnya maka semakin baik dan mendukung trik ini. Sebab dengan “keramaian” sedemikian rupa, konsumen sudah merasa senang karena tak perlu lagi mencari produk ke tempat lain yang harus dipusingkan dengan mengingat harga. Selain itu jika memang harga yang dipasang itu murah maka akan ada bayak pengunjung.

B.   HARGA PSIKOLOGIS

Sebenarnya trik penjualan dengan penetapan satu harga dapat digolongkan ke dalam penetapan harga psikologis. Tetapi berhubung pengaruh psikologisnya bukanlah alasan utama dan harapan satu-satunya maka harga psikologis lebih cocok ditujukan kepada mereka yang melakukan penjualan dengan penetapan harga yang berakhiran 900, 980, 890,  999 dan sebagainya sesuai keinginan si penjual. Intinya harga dimainkan sebagai faktor penentu untuk merayu dan mempengaruhi konsumen untuk datang mengunjungi, menelpon, atau melakukan transakasi penjualan. Dan harga demikian ditetapkan untuk mem-positioning-kan produk bahwa produk tersebut tidaklah mahal karena mencapai harga tertentu. Yang diserang adalah benak konsumen (psikologis).

C.   TRANSFER BALANCE

Trik transfer balance ini muncul karena adanya edukasi pasar. Edukasi pasar maksudnya adalah bahwa pasar harus dididik agar tertarik dan membeli produk yang kita pasarkan. Inilah alasan mengapa semua produsen dan perusahaan ternama selalu gencar menayangkan iklannya di sebuah media massa. Melalui iklan tersebut edukasi pasar dilakukan dan memang biasanya iklan dipergunakan sebagai ujung tombak dalam mendidik pasar. Namun, masalahnya terkadang ada satu perusahaan berusaha mendidik pasar tetapi justru produk dari pesaing lainnya yang laku.

Sasaran dari trik ini adalah mereka yang sudah menjadi pelanggan dari pesaing kita.

Trik ini semakin mencuat ketika pasar sudah jenuh dan tidak mungkin lagi ditambah dan akhirnya saling memakan pangsa pasar yang ada. Kalau perusahaan mau mengadakan edukasi pasar untuk memperluas pasar justru tidak efektif karena akan menguntungkan pihak lain, jadi lebih baik meraih konsumen dari pesaing lain dengan memberikan tawaran yang menarik.

D.   PERTAMA GRATIS TERAKIR GRATIS

Maksud dari trik ini adalah apabila seorang pembeli yang memesan atau membeli yang pertama akan mendapatkan gratis dan begitu juga bagi pembeli atau pemesan terakhir akan gratis juga. Trik pemesan pertama dan terakhir gratis akan mendongkrak penjualan Anda apalagi jika itu restoran dan bisa Anda desain sesuai kebutuhan organisasi perusahaan Anda.

E.   TUTUP LEBIH AWAL

Ini mengenai trik penjualan seputar bisnis makanan. Trik ini berjalan ketika seorang pedagang makanan menutup jualannya lebih pagi dari biasanya. Misalnya biasa tutup jam 14.00 wib maka sekarang tutup jam 12.00 wib. Lalu lebih pagi lagi hingga jam 11.00 wib. Alhasil jualannnya ini begitu laku. Hal ini terjadi karena biassanya orang datang jam 13.00 wib masih ada makanan, sekarang jam 12.00 wib saja sudah habis. Jadi, konsumen berlomba-lomba datang semakin pagi. Banyaknya pembeli menarik minat pembeli lainnya. Akhirnya benar-benar habis sekitar jam 11.00 wib. Namun, hal ini harus disertai pula dengan rasa makanan yang enak pula.

F.    BOOKING DULU

Kita masih berbicara mengenai trik penjualan di bisnis makanan. Kita bisa melihat ada sebagian restoran yang sebelum kita masuk, kita harus memesan terlebih dahulu. Jadi si pramusaji memberikan daftar menu untuk memesan. Trik seperti ini hanya inghin menunjukkan kepada konsumen bahwa restoran tersebut sangatlah ramai. Masalahnya seringkali trik ini tidak eefktif karena urusan makan adalah urusan perut yang harus segera diisi. Kalau tidak, tentu orang akan segera pindah. Namun demikian trik ini masih sering dipergunakan.

G.   MENJUAL MENGGUNAKAN KAMERA   

Di Amerika ada sebuah toko besar ternama yang memanfaatkan kamera dalam proses penjualannya. Dan kamera ini setiap saat akan disiarkan kepada banyak orang untuk dipertontonkan entah sebagai berita atau sekedar promosi penjualan. Dan dengan adanya shooting kamera seperti ini membuat banyak orang yang ragu-ragu membeli menjadi membeli karena adanya perasaan “kurang sreg jika tidak membeli” atau “gengsi karena akan diiklankan di televisi”. Dengan demikian banyak orang yang datrang ke toko tersebut tanpa sadar akhirnya melakukan pembelian.

Trik ini memang sulit diterapkan tetapi perusahaan besar yang sering berpromosi melalui media televisi bisa menerapkan trik ini. Denagn demikian akan ada banyak orang yang ingin belanja disana. Entah supaya terkenal atau memang membutuhkan produk tersebut.

TRIK-TRIK HEBAT YANG CENDERUNG MANIPULATIF

  1. YANG SATU DIJUAL MURAH BAHKAN RUGI

Trik penjualan seperti ini dengan perbandingan misalnya 30:30:40 maka 30% produk dijual dengan harga yang murah atau rugi dari para pesaing, 30% lainnya dijual dengan harga yang lebih tinggi dan sisanya 40% dijual dengan harga yang sama seperti dijual oleh orang lain. Dan mungkin pen-display-an produk diatur sedemikian rupa agar benar-benar mendukung trik penjualan seperti ini. Misalnya untuk produk yang dijual murah (rugi) dipajang di atas atau di depan supaya konsumen bisa segera mengadakan perbandingan harga atau diatur berselang-seling sedemikian rupa.

Trik ini dilakukan agar konsumen merasa di tempat itulah produk dijual dengan harga murah. Tetapi sebenarnya itu hanyalah trik penjualan. Besar kemungkinan produk yang dijual mahal keuntungannya untuk menutupi yang dijual murah tersebut. Jadi, sebenarnya sama saja.

  1. JUAL MURAH PRODUK YANG TIDAK DIMILIKI

Trik penjualan seperti ini bisa kita temui dengan syarat jika kita rajin membandingkan harga dan produk dari banyak pebisnis alias banyak penjual. Penjualan yang terjadi bukan pada produk yang tidak dimiliki dan ini sudah pasti karena bagaimana mungkin menjual sesuatu yang tidak kita miliki kecuali praktik short selling dalam dunia perdagangan saham. Trik ini dipergunakan untuk menunjukkan kepada pembeli bahwa toko atau perusahaan kitalah yang menjual produk dengan harga yang lebih murah dibandingkan yang lainnya. Jadi, trik ini menjual barang yang sebenarnya tidak ada tetapi tetap dijual dengan harga yang murah agar konsumen tertarik untuk membeli.  Trik ini bisa ditemui di pusat perbelanjaan yang ramai yakni ada begitu banyak penjual yang menjual produk yang sama. Apapun itu yang dijual.

  1. MENJUAL SAMBIL “BERTERIAK”

Trik menjual sambil “berteriak” ini bisa di temui di sebuah restoran cepat saji yang ramai sekali. Mungkin kita tak menyadarinya. Dan memang dibuat sedemikian rupa seolah-olah itu adalah hal yang sangat wajar sehingga semua konsumen tidak menyadari bahwa sebuah trik penjualan telah diterapkan di sana. Atau barangkali si penjual yang dalam tugas ini adalah karyawan itu sendiri yang tidak menyadarinya.

Maksud “berteriak” disini bukanlah berteriak benar-benar sampai memekakkan telinga. Tetapi, dalam arti ucapan-ucapan yang keluar dari mulut si penjual (biasanya pramusaji) cenderung lebih keras untuk dapat didengarkan juga oleh orang lain dan bukan hanya kita yang memesan. Dan sasarannya adalah untuk menyerang ego dari pengunjungnya.

Karena itu kita sebagai konsumen apalagi mengunjungi restoran yang punya “high class” atau “restoran kelas atas” cenderung memiliki sifat jangan sampai malu-maluin. Dan inilah yang dijadikan peluang untuk meningkatkan penjualan.

Inilah yang dimaksud berteriak. Dengan demikian restoran atau perusahaan tersebut mendapatkan omset penjualan yang lebih tinggi.

  1. MENGGANTI LABEL

Trik ini setidaknya telah menjebak bahkan menipu para konsumennya untuk membeli dan si penjual mendapatkan keuntunagn dari penjualan yang terjadi, dan bagi yang mengalami bukan korban juga sehingga kita dapat menggolongkan ini sebagai trik penjualan.

Jadi, trik ini mengganti label yang ada. Misalnya di sebuah toko sepatu ada seorang konsumen yang ingin membeli sepatu dengan ukuran 39, sayangnya ukuran sepatu tersebut sudah habis terjual tetapi penjual tetap mengatakan ada dan akhirnya si penjual mengambil ukuran sepatu nomor 38 dan 40 yang kemudian diganti labelnya dengan nomor 39. walaupun si konsumen merasa kurang nyaman tapi karena faktor label tersebut konsumen tetap membeli barang tersebut.

Sasaran dari trik ini adalah mengelabui minat konsumen yang telah sedemikian ambisius untuk mebeli produk tersebut tetapi hanya terbentur masalah selera atu hal-hal sepele lainnya seperti label. Dan trik ini bukan hanya di tempat sepatu, bahkan toko busana, perabot rumah tangga atau yang lainnya pun ada trik semacam ini.

  1. MEMBERIKAN PESANAN YANG TIDAK DIPESAN KONSUMEN

Hanya penjual yang berani serta berjiwa spekulatif yang nekat melakukannya. Penerapan trik penjualan ini tentu memperhitungkan sikap, sifat, serta reaksi dari pelanggan sebelumnya.

Trik ini dilakukan ketika jika Anda menjadi penjual dan memiliki pelanggan setia yang memesan dalam jumlah yang banyak baik itu dari jenis pesanan atau kuantitas pesanan, Anda bisa mencoba trik ini. Meski produk sebelumnya yang rutin dipesan tidak dipesan, Anda tetap mengirimkan pesanan tersebut. Ini juga berlaku untuk produk terbaru atau sejenis yang tidak dipesan konsumen. Spekulasinya kalau dikembalikan juga tidak apa-apa. Tetapi, jika tidak Anda telah meningkatkan omset penjualan. Lagi pula ada kalanya karena banyaknya pesanan yang dipesan atau sudah terlalu sering memesan dan percaya kepada si penjual, konsumen tidak menaruh curiga atau komplain yang terlalu berlebihan sampai pindah ke tempat lain. Apalagi jika pelayanan yang kita berikan selama ini baik di mata konsumen.

  1. MENJUAL ALA LELANG

Beberapa perusahaan ternama dunia dalam bidang lelang-melelang menggunakan trik ini. Dan keuntungan yang bisa diperoleh adalah selisih harga yang seharusnya terjadi dengan harga yang ditawar oleh konsumen  dan selisih harga seperti ini besar sekali. Belum lagi jika si penjual memainkan trik ini  dengan sengaja menempatkan orangnya untuk ikut melakukan bid (penawaran), jadi perusahaan pasti akan untung atau minimal tidak rugi.

Praktik penjualan lelang juga sering kita jumpai ketika sebuah perusahaan ingin memperkenalkan produknya pertama kali. Biasanya diselenggarakan sedemikian besar dan dipromosikan seantusias mungkin agar banyak calon konsumen yang datang dan harga pertama yang ditawarkan biasanya sangat rendah bahkan hampir tak masuk akal. Dengan begitu konsumen mulai menawar sesuai keinginan dan kemampuan mereka. Penawaran terakhir biasanya melebihi harga penawaran sebelumnya dan memang seharusnya demikian. Berapa pun selisihnya entah Rp.1000,- atau Rp.10000,- tak menjadi soal yang penting lebih tinggi. Tapi sering juga si pelelang menetapkan harga kelipatan minimum, misalnya dalam ratussan ribu atau puluhan ribu tergantung produknya.

  1. MENJUAL MURAH UNTUK PENGGIRAN

Menjual murah untuk pinggiran maksudnya sedikit mirip dengan trik dumping perdagangan luar negeri. Menjual lebih murah untuk pasar ekspor daripada pasar domestik. Denagn demikian diharapkan akan menimbulkan minat yang besar kepada pasar lainnya untuk membeli produk tersebut sebab harganya lebih murah secara makro (lingkup besar).

Sedangkan untuk trik ini biasa digunakan oleh pengusaha restoran. Apabila ada pengunjung memesan makanan dengan harga tertentu dan porsi yang telah disesuaikan dengan harganya kemudian pengunjung tersebut duduk di dekat jendela atau di bagian luar restoran maka pengunjung tersebut akan mendapatkan bonus yaitu porsi yang lebih, namun jika tidak duduk di dekat jendela atau di luar tidak akan mendapat bonus. Dan bonus ini merupakan program bonus yang tidak tertulis.

Trik ini dijalankan sebagai sarana promosi agar orang yang lalu lalang tergiur untuk memesan karena melihat menu yang disajikan.

  1. MENJUAL PORSI DUA ORANG UNTUK SATU ORANG

Trik ini adalah trik bagi mereka yang berani. Risikonya si penjual bisa dijauhi konsumen karena merasa telah teripu. Seperti kata pepatah cina “memotong ayam untuk dimakan satu kali saja”. Jadi hanya bisa menipu konsumen satu kali dan setelah semua orang tahu maka siaplah bangkrut usaha tersebut. Sekali ketahuan sebagai pengusaha penipu maka orang lain tidak akan mau percaya lagi meski si penjual sudah bertobat sekalipun.

Jadi, trik ini bisa dilakukan oleh restoran-restoran yang mulai sepi karena pesaing lainnya. Restoran ini menyediakan daftar menu namun tidak mencamtumkan harganya karena ternyata restoran ini menjual makanan untuk porsi dua orang namun disajikan hanya untuk satu orang kemudian konsumen harus membayar makanan tersebut seharga dua porsi makanan yang tidak diketahui sebelumnya oleh konsumen. Dengan begitu konsumen akan merasa dirugikan dan tertipu.

Banyak juga perusahaan yang menerapkan hal yang sama karena ingin mendapatkan untung yang besar, namun risikonya juga besar.

  1. TANYAKAN DAN BERIKAN

Trik ini sangat berbahaya dan setiap orang seharusnya berwaspada. Bagi seseorang mungkin saat ini dirinya adalah penjual, tetapi pada waktu yang lain, orang tersebut bisa saja menjadi pembeli untuk produk-produk lainnya dan orang lain menerapkan trik yang demikian juga. Jadi semua orang, baik sebagai konsumen atau penjual harus waspada.

Trik ini bekerja dimana seorang penjual berpura-pura menjadi seorang pembeli. Kemudian dia mencari barang di sebuah toko yang memang barang tersebut tidak ada di toko tersebut kemudian dia datang terus dan tetap mencari barang yang sama, bahkan dia berjanji akan membeli banyak jika barang tersebut ada. Setelah itu di lain pihak, datang seorang penjual (sales) yang menawarakan barang-barang tersebut dan pemilik toko pun membeli barang-barang terebut dalam jumlah yang besar. Namun setelah itu pembeli yang waktu itu mencari-cari barang-barang tersebut tak kunjung datang dan akhirnya barang tersebut hanya menumpuk di gudang dan rugilah si pemilik toko tersebut. Ternyata pembeli yang waktu datang merupakan teman dari si penjual (sales). Mereka menggunakan cara ini agar produk mereka laku karena produk mereka kurang laku di pasaran.

  1.  KIRIMAN SURAT

Ini trik manipulatif lainnya banyak korban yang telah terkecoh. Yang dimaksud trik kiriman surat ini adalah si penjual mengirimkan surat kepada konsumen, memberitahukan bahwa mereka mendapatkan hadiah, memenangkan hadiah atau apapun namanya dengan syarat si konsumen bersedia datang mengunjungi mereka. Dan biasanya mereka berada di mal-mal atau shopping center terkenal. Dengan demikian si konsumen tidak ragu untuk datang.

Begitu si konsumen datang sambil menunjukkan surat undangan tersebut, buru-buru si pelayan toko memberikan hadiah hiburan yang tak seberapa nilainya seraya mempromosikan produk bertubi-tubi. Karena sudah terpengaruh rayuan si penjual atau kaget melihat lokasi yang wah belum lagi produk yang dipajang, beberapa konsumen akhirnya memberikan kartu kredit untuk digesek dan terjadilah transaksi penjualan. Transaksi ini sedemikian cepat dan harus cepat dijalankan kalau ingin berhasil.

Trik ini juga digunakan dengan menempatkan sales mereka hilir mudik mencari mangsa dengan menawarkan hadiah jam tangan, voucher, dan sebagainya. Begitu orang berminat mereka cepat-cepat mempersilahkan duduk dan mulailah merayu konsumen hingga menyerahkan kartu kredit atau kartu debit. Mereka lebih suka meminta pembayaran melalui kartu daripada uang kontan karena mereka takut si konsumen menjadi sadar bahwa telah tertipu lalu meminta uang mereka kembali. Faktur pembelian mereka cetak tebak-tebal dengan tulisan “barang yang sudah dibeli tidak dapat ditukar atau dikembalikan”. Jadi jika kita tuntut dari sisi hukum kita sudah pasti kalah.

Trik ini menjadi manipulatif karena harga produk terlalu mahal dan produknya aneh yang tidak pernah dikenal. Tetapi tidak semua perusahaan yang melakukan trik ini menipu. Dan untuk memastikannya, kita bisa menanyakan dari mana mereka mengetahui nama serta alamat kita. Jika tidak jelas dan jawabannya aneh-aneh maka itu adalah penipuan