RESENSI

Marketing in Crisis, Rhenald Kasali, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2009

ISBN : 978-979-22-4435-9, Jumlah Halaman : 206

……………………………………………………………………

Tak dapat dipungkiri ada rasa was-was setiap kali kita mendengar kata krisis. Ia bisa berupa terompet peringatan yang gelombangnya mudah dilihat dari kejauhan, atau sesuatu yang sudah kasat mata di depan kita. Terhadap gelombang yang masih jauh saja tak semua orang mampu memahaminya. Biasanya orang mendiamkannya beberapa saat, mungkin dua hingga empat bulan, sampai gelombang itu benar-bena jelas polanya dan menghantam siapa saja.Mendiamkan bisa juga berarti mengabaikan.

Mengapa harus diabaikan?

Buku ini ditulis untuk membantu para pemilik usaha dan professional agar mampumengambil manfaat dari ancaman krisis. Sebab saat krisis dating, segala sesuatu berubah, demikian juga dengan pasar, perilaku pembali, daya beli,pola hubungan, dan sebagainya. Berbeda dengan pandangan kebanyakan pengamat yang sering menakut-nakuti dunia usaha bahwa krisis menghilangkan daya beli dan pasar, buku ini justru memperlihatkan adanya pasar yang tiba-tiba muncul dari krisis.

Namun, menemukan dan mendapatkan pasar itu jelas tidak semudah kala semua kondisi berjalan normal dan baik. Bukan hanya kejelian dan kreativitas. Yang dibutuhkan, tetapi yang tidak kalah penting adalah marketing therapy, yaitu terapi terhadap fungsi pemasaran agar tim pemasaran memiliki keyakinan bukan hanya untuk survive di tengah kompetisi, tetapi juga untuk menemukan dan menciptakan pasar baru sehingga perusahaan bisa tetap tumbuh bahkan di waktu krisis. Disisni diuraikan beberapa teknik untuk membentuk kemenangan dan tentu saja hukum-hukum pemasaran pada masa krisis. Semua itu dibutuhkan untuk menghadapi medan yang benar-benar baru agar kitqa tidak terperangkap dalam ketidak-tahuan, ketidak-pedulian, dan ketidak-pastian.

 

Awan Itu Terlalu Gelap

Awan gelap itu tentu berada di Amerika Serikat, sebagian Negara Eropa,dan tentu saja di Negara-negara yang menggantungkan sebagian besar hidupnya pada kedua benua tersebut. Mengapa disebut awan gelap? Menurut catatan George Soros (2008), total kerugian sector keuangan AS dari bisnis derivative saja minimal telah mencapai nilai sebesar US$42.6 Triliun. Pada saat angka kerugian itu diumumkan, nilai kapitalisasi seluruh saham di AS saja kurang separuh dari nilai itu, yaitu hanya sekitar US$18.5 Triliun. Kerugian sebesar US$42.6 Triliun itu mencapai enam kali lipat dari seluruh penghasilan pariwisata dunia yang bergelimang uang. Ini belum termasuk kerugian-kerugian lain yang baru diketahui belakangan.

Besarnya pengaruh ekonomi AS sangat terasa di masa krisis. Kerugian yang terjadi di sector keuangan dengan cepat melanda berbagai sector ekonomi lainnya. Sebelum berakhir masa jabatannya, pemerintah George Bush Jr mengucurkan dana sebesar US$13 miliar untuk menyelamatkan dua industry otomotifnya, yaitu General Motor dan Chrysler.

Kala ekonomi pasar terguncang, masyarakat sudah terlanjur hidup konsumtif dan materialistis, dan mereka kehilangan harapan. Akibat krisis, secara keseluruhan, sekitar 65.000 pabrik untuk pengusaha-pengusaha Cina dalam industry mainan anak-anak, garmen, dan alas kaki yang melakukan ekspor ke AS diduga akan bangkrut tahun 2008 (CNN, 10 Desember 2008).

Kegusaran, ketakutan, dan ancaman-ancaman riil menyebar begitu cepat ke seluruh dunia termasuk ke Singapura, Malaysia, Australia, dan Indonesia. Tentu saja ada ketakuta-ketakutan riil dan ada ketakutan perceptual yang belum tentu benar adanya. Semua pesan itu seakan-akan ditujukan ke satu titik, yaitu kepada setiap pemerintah yang berkuasa: Cepat lakukan sesuatu, saatnya melakukan perubahan dan bertindak agar selamat.

Di Luar Awan Nan Gelap, Ada Matahari

Mashab awan gelap percaya dunia itu datar dan matahari punya waktu kerja dan waktu istirahat yang sama. Jadi, pada saat matahari bekerja, dunia akan terang benderang, produktif, bergairah, dan mempesona. Itulah saat yang dinanti-nanti orang bisnis, orang keuangan, pekerja, dan para professional. Ekonom menyebutnya sebagai growth (pertumbuhan) atau peak (puncak). Kalangan di pasar modal menyebutnya bullish dan yang lain mengatakan star (bintang). Mashab Awan Gelap sangat percaya bahwa awan gelap di tempat lain adalah pertanda akan datangnya gelap disini. Karena itu, kemampuan “membaca gejala/tanda-tanda” akan sangat penting, seperti seorang weather forecaster yang menunjukkan arah angin, putaran bumi, gempa bumi, dan sebagainya.

Mashab terang gelap membaca krisis dengan cara yang berbeda dengan mashab Terang-Gelap. Mashab Terang-Gelap percaya bahwa Tuhan Yang Maha Esa telah menciptakan alam semesta ini bulat (tidak datar) dengan berpasang-pasangan. Jadi, pada saat yang bersamaan selalu ada bumi yang terang dan ada bagian lain yang gelap. Tidaklah benar bila persoalan ekonomi hanya berada di kawasan yang sedang dilanda kegelapan dan badai. Karena di kawasan yang terang benderang pun selalu ada pihak yang sehat dan ada pihak yang sakit, sedang yang sehat sekalipun dapat saja menjadi sakit.

Marketing Therapy

Marketing therapy yaitu pendekatan terapi yang diarahkan pada pasukan pemasaran dengan tujuan membentuk sikap mental positif dalam menghadapi kesulitan-kesulitan ekonomi (krisis). Marketing therapy diarahkan pada akar persoalan krisis yaitu keyakinan untuk menang. Keyakinan ini berada pada core-belief manusia yang akhirnya membentuk sikap dalam bekerja. Ada banyak hal yang perlu diterapi untuk membentuk pasukan elite yang tangguh dan punya kepercayaan bahw mereka akan menang.

  1. Terapi “harta” (asset) dan “beban” (liabilities)
  2. Terapi kepercayaan (belief)
  3. Terapi kegigihan
  4. Terapi teammates (anggota tim)
  5. Terapi sasaran (focus)
  6. Terapi mental
  7. Terapi kemembalan
  8. Terapi emosi
  9. Terapi stress (tekanan)

10. Terapi lingkungan

11. Terapi keseimbangan

12. Terapi percaya diri dan rasa saling percaya

 

Belief dan Confidence

Belief adalah suatu kepercayaan yang bersifat fundamental dan general. Ia menyangkut apa yang anda percayai dalam hidup ini. Confidence adalah kepercayaan pada diri anda sehingga sering disatukan menjadi kata self confidence. Kalau anda tidak yakin dengan kemampuan anda atau tim anda, dikatakan anda kehilangan confidence. Trust adalah kepercayaan yang anda berikan kepada orang lain atau suatu kelompok.

Downshifting

Downshifting is a person who reduces his or her level of consumption. Jadi downshifter adalah orang-orang yang mengurangi jumlah atau tingkat konsumsinya. Perubahan ini meliputi beberapa dimensi, yaitu jumlah (kuantitas atau frekuensi), kualitas (kandungan fisik, fungsi, kelengkapan, fitur), atau harga (lebih murah).

Iklan