Mengapa terus-terusan jadi anak buah

Dunia sangat terbuka lebar untuk segala kemungkinan. Anda bebas menjadi apa pun yang anda inginkan. Proyeksi hidup anda saat ini dan ke depan sepenuhnya berada dalam genggaman anda sendiri. Anda mau menjadi orang biasa saja atau orang hebat, bahkan super hebat, semua bias dan sangat mungkin. Termasuk ketika anda ingin menjadi jutawan,miliader, atau trilyuner sekali pun ,anda bisamencapainya. Memangnya, ada yang melarang? Tidak, bukan?

1. Pasrah pada takdir

Harus diakui memang ,adanya kesalahan terkait dengan takdir yang selama ini di pahami banyak orang. Takdir hanya diartikan sebagai apa yang diterima seseorang sebagaimana adanya tanpa pernah ada usaha. Padahal, takdir sebenarnya adalah apa yang kita terima setelah segenap daya dan upaya kita kerahkan . jadi, artinya ialah ada korelasi positif dan jelas bahwa adanya hasil sangat ditentukan oleh usaha yang mendahuluinya. Tanpa itu, banyak diyakini hampir semua orang . jadinya , kemiskinan da keterpurukan sepenuhnya dianggapsebagai takdir yang harus di terima. Beegghhh…menyedihkan?

2. Merasa tak punya bakat

Masalah yang terkait dengan bakat juga kerap menjadi alas an megapa seseorang enggan atau tak juga memulai sebuah usaha. Mereka tetap saja membiarkan dirinya dalam kebimbingan dan kebingungan ,yang sebenarnya kebibangan dan kebingungan itu mereka sendirilah yang menciptakannya . sebenarnya , dengan segera memulai mereka akan menemukannya banyak kemudahan .

3. Tak ada keterampilan

Keterampilan dalam dunia usaha memang sangat dibutuhkan. Tetapi, hal ini jangan sampai membuat anda mengurungkan diri menggelutinya karena anda merasa tidak memiliki ketermapilan tersebut. Tak perlu terlalu risau dan pusing karena jika tekad sudah bulat, segera saja langkahkan kaki anda. Soal keterampilan dapat anda pelajari sambil berjalan. Banyak bukti, cara demikian lebih efektif dan berhasil dari pada melulu mempelajari keterampilan secara teori dan teori tanpa memiliki keberanianuntuk praktik. Dengan metode seperti itu, anda lebih memiliki kesempatan untuk memperaktikan secara langsungteori-teori yang mengendap dipikiran anda menjadi usaha nyata. Lebih lanjut, anda bahkan bisa melakukan anlisis dan perbandingan tentang teori mana yang paling cocok untuk anda terapkan. Atau, anda melakukan penambahan dan penyampurnaan teori-teori tersebut. Ada inovasi yang bias anda lakukan. Pastinya, dengan cara ini anda semakin memiliki keterampilan yang lebih komplit dan mantap.

4. Belum memiliki modal

Modal juga sangat penting dalam memulai sebuah usaha. Tetapi, anda jangan mengartikan dan memahami bahwa modal semata-mata adalah uang. Ketika anda belum cukup memilikinya atau bahkan tidak memiliki sama sekali. Anda lantas tak berani memulai rencana usaha dan mewujudkannya.

Memang, buka hanya anda sendiri yang menerjemahkan modal sekedar berupa uang. Tetapi, masih banyak lagi bahkan hampir kebanyakan orang didunia ini mengartikan modal sebagai yang anda pahami. Coba bayangkan saja. Adndai modal diartikan sekedar berupa uang dengan kepemilikan mutlak seorang individu, maka boleh jadi hanya sedikit mereka yang betul-betul memulai langkah untuk menjadi bos dan pengusaha sukses. Terlebih lagi untuk mereka yang pemula dan betul-betul memulainya dari titik bawah.

5. Takut menjalani kerugian.

Takut rugi, itu salah satu alas an lain mengpa seseorang enggan mewujudkan impianna utuk memiliki usaha sendiri dan menjadi bos bagi perusahannya. Apakah anda termasuk salah satu dari orang yang semacam ini? Saya berharap anda bukan golongan dari mereka. Anda harus tahu baha kerugian atau kegagalan merupakanhal yang wajar dala, proses mewujudkan impian. Jika salah prinsip untung yang anda pegang, maka ketika anda mengalami keugian. Anda akan merasa sangat terpuruk. Tetapi, jika prinsip berani gagal yang anda kedepankan, maka ketka anda benar-benar mengalami kerugian atau kegagalan, anda tidak akan pernah kaget dan terguncang. Untuk menjadi seorang pengusaha yang tangguh anda harus berpegang teguh pada prinisp.

6. Tak ada dukungan keluarga.

Dalam hal apapun, termasuk dalam membuka sebuah usaha baru, dukungan keluarga memang sangt perlu dan dibutuhkan untuk menambah kemantapan hati dan kepercayaan diri. Tetapi, bagaimanapun, anda tidak dapat selamanya menggantungkan setiap apa yang anda inginkan dan lakukan berdasrkan factor ada ataupun tidak adanya dukungan dari keluarga. Jangan sekali-kali anda menerapkan pola seperti ini “jika ada dukungan dari keluarga maka anda meneruskan rencana anda teapi jika tidak ada lalu menghentikannya. Bagaimana anda dapat mengatakan bahwa tanpa dkungan keluarga hanya akan berujung pada kesialan? Usaha anda berujung pada kebangkrutan? Padahal. Itu hanya keyakinan semu yang anda miliki. Belum terbukti kebenarannya.

Saatnya tampil beda

1. Apakah harus selamanya menjadi karyawan

Anda ingin kaya dengan penghasilan tak terbatas? Kalau iya, berhentilah menjadi karyawan. Jangan bekerja kepada orang lain. Bekerjalah untuk diri anda sendiri. Segera miliki usaha pribadi, dan pekerjaan banyak orang. Namun, untuk memlainya memang tidak mudah. Terlebih untuk seorang karyawan yan telah sekian tahun terbiasa berada dalam “zona nyaman” yang sesungguhnya tidak sratus persen nyaman. Anda jaminan hidup berupa gaji bulanan kerap menjadikan seseorang enggan melangkah menuju kemajuan, mewujudkan potensi besar dirinya dan tegas berdiri di atas kreativitas pribadi, serta meraih sesuatu yang lebih tinggi lagi.

2. Ingin kaya? Ubah karakter anda

Jangan hanya berhenti pada euphoria meninggalkan ‘dunia lama’ dan bersenang-senang di dunia baru. Lanjutkan langkah anda. Ternyata untuk meraih kesuksesan dan pendapatan yang besar, ada syarat yang harus anda penuhi, yaitu perubahan. Perubahan dalam hal apa? Yang paling utama adalah perubahan sikap mental atau karakter.

Sedemikian perlu dan pentingkah perubahan ini. Tentu saja, bahkan harus. Ingat, pada posisi yang baru ini anda tidak lagi seorang karyawan, yang meski kerja asal-asalan tetap mendapatkan gaji bulanan. Di medan karya hidup yang baru ini, tak ada yang dapat anda andalkan kecuali diri anda sendiri. Tak ada jaminan sama sekali akan nasib keuangan anda dan kenyamanan hidup anda, kecuali semua berpulang pada langkah nyata anda untuk menangkap sinyal positif dari setiap arus ekonomi yang akan anda ubah menjadi sumber pundi-pundi ekonomi.

3. Ledakan potensial tersembunyi anda.

Menjadi karyawan dan menikmati fasilitas yang diberikan, entah itu gaji bulanan, bonus perjalanan dan hiburan, itu dapat melenakan anda. Dengan semua ini, banyak orang yang seumur hidupnya diabadikan sebaai karyawan. Padahal, sebenarnya mereka memiliki potensi besar untuk hanya sekedar menjadi seorang karyawan, menjadi anak buah yang terus menerus diperintah dan terikat dengan aturan-aturan. Anda perlu merenungkan ini. Seperti pepatah kuno yang menyatakan.”kalau bias terbang, mengpa mesti hanya berjalan. Pastinya, sangat mendesakbagi anda untuk segera mengenali potensi anda.

4. Kejar mimpi anda dan nikmatilah.

Potensi diri yang anda lalui, sbenarnya fase yang paling menentukan. Karena ini terkait erat dengan jadi atau tidaknya, langkah pertama yang anda ambil. Memang setiap langkah permulaan akan tersa lebih berat jika dibandingkan dengan langkah permulaan akan terasa lebih berat jika dibandingkan dengan langkah berikutnya. Apalagi dalam hal memulai sebuah usaha. Kendalikan tidak hanya soal permodalan dan hal teknis lainnya, tetapi juga halangan dari dalam diri sendiri.

JADI ORANG GAJIAN TERNYATA TIDAK ENAK

Posisi antara orang gajian alias anak buah, pegawai, atau karyawan dengan seorang bos tentu berbeda. Dari sudut mana pun, setiap orang jika ditawari menjadi bos pasti akan memilihnya.

Posisi bos dengan konsekuwensi dan tanggung jawab yang di emban, berpengaruh juga terhadap pendapatan kondisi financial sehari-hari, dan juga gaya hidup. Namun, untuk yang tersebut terakhir mutlak, karena tidak sedikit pula bos yang hidup secara sederhana walaupun sebetulnya bias saja dia hidup serba mewah. Penggabarannya seperti sebuah tombol, kapan dia mau hidup sederhana, kapan dia mau hidup mewah, dia tinggal pencet tombol. Tetapi garis besarnya di antara dua posisi di atas sangatlah berbeda orang gajian vs menjadi bos, sangat menentukan nasib anda kedepan.

1. Datang harus tepat waktu

Di mana dan di perusahaan apapun anda bekerja, sebagai seorang anak buah, karyawan atau pegawai, hal terpenting yang perlu anda taati dan tidak bias tidak adalah menyangkut jam bekerja. Anda harus datang tepat waktu sesuai peraturan perusahaan. Menyimpang dari ketentuan ini, berlaku seenaknya tanpa mengindahkan disiplin waktu ang berlaku, anda harus rela dan selalu bersiap bila suatu saat ditegur atau bahkan akhirnya diberhentikan dari pekerjaan.

2. Jika berhalangan harus ada pemberiahuan.

Karena anda hanyalah seorang anak buah, dipastikan anda tidak akan punya cukup alas an untuk merasionalisasi tindakan sekecil apa pun yang anda lakukan, baik disengaja ataupun tidak.

Hal pokok yang diinginkan bos anda adalah anda mentaati setiap peraturan perusahaan, bekerja secara professional, disiplin yang tinggi, dan loyal. Perusahaan tak akan mau tahu bagaimana urusan anda dan kesibukan anda lainnya di luar jam kerja. Maka sengan sendirinya anda dituntut cerdas menyikapinya segala kententuan dari bos anda tau perusahaan dimana anda bekerja.

3. Tidak boleh tidur ketika jamkerja

Tak ada yang menyangkal, dunia kerja adalah dunia yang sangat seruis, cepat dan kadang kelewat batas, penuh trik dan intrik, serta persaingan yang sengit. Di tengah persaingan itu, bukan bos yang diperas keringatnya, tetai anak buah, karyawanlah yang dituntut memiliki tenaga dan daya produksi yang prima. Andalah sebagai anak buah yang harus bekerja mati-matian untuk memenangkan persaingan, membawa perusahaan ketingkat kesuksesan, sekaligus menyingkirkan perusahan-perusahaan lawan.

4. Hormat kepada si bos.

Bagaimanapu, karena anda hanyalah seorang anak buah, maka anda harus tahu diri untuk tidak melakukan hal-hal yang di anggap urang ajar dimata bos. Anda harus memiliki kepekaan untuk tidak menyinggung perasaan dan harga diri bos anda tersebut. Intinya, kapan dan dimanapun anda bertemu dengannya, anda harus menunjukan sikap hormat.

5. Patuh kepada si bos

Pernahkah andabekerja disuatu tempat yang sering mengalami pergantian peratusan seirng dengan datangna bos baru menggantikan bos lama karena sudah pension. Jika iya, tentu hal ini cukup membuat para karyawan gusar. Terlebih, jka peraturan baru yang diterapkan berakitan langsung dengan pengurangan dengan kesejahteraan para karyawan. Apa yang anda akan lakukan sebagai karyawan dalam kasus ini? Hanya ada dua kemungkinan : kalau tidak keluar setelah terlebih dahulu melalui serangkaian demo atu tetap bertahan meski terpaksa karena takut menjadi pengangguran. Dan selamanya harus tetap taat kepada bos.

6. Kerja harus selalu benar

Bagi perusahaan, ketelitian, ketepatan dan kecepatan kerja merupakan harga mati yang tidak dapat ditawar. Hal ini dengan sendirinya, mengharuskan setiap orang terlibat dalam kinerja perusahaan memiliki standar dan keahlian tinggi dalam menguasai dan menangani bidang-bidang yang menjadi tigasnya. Pokoknya, semua bekerja harus dengan benar tidak boleh melakukan kesalahan. Saat itulah anda tak ubahnya seperti mesin produksi yang harus menghasilkan produk setiap saat.

7. Potong gajian jika salah

Begitu banyak macam kebijakan berbeda yang diterapkan pada setiap perusahaan. Yang tentunya memiliki keunikan sendiri-sendiri. Memiliki landasan filosofi sendiri, termasuk dalam hal ini adalah tentang kebijakan potong gaji bagi karyawan yang melakukan kesalahan.

8. Siap dimarahi

Di dunia ini rasanya tak ada seorang pun yang tidak pernah mendapatkan omelan. Atau menjadi objek dari kemarahan pihak lain. Saya yakin semua orang pernah mengalaminya.

Termasuk anda, bahkan mereka konon disebut orang besar , kau bermartabat dan para pengusaha sekalipun pernah menjadi objek penderitaan ini. Bagaimana nasib seorang anak buah, tentu tidak lepas dari omelan si bos, karena anda sebagai anak buah tidak dapat membalas kemarahan itu, sehingga harus selalu siap kapan anda dimarahi.

9. Tak berdaya ketika di PHK

PHK alias pemutusan hubungan kerja adalah mimpi buruk yang paling dibenci oleh setiap karyawan. Termasuk anda, wajar saja setiap orang merisaukan hal tersebut karena hidup tanpa memiliki pekerjaan akan sangat sulit. Siapa pun tahu hidup tanpa pekerjaan secara umum berarti hidup tanpa memiliki sumber penghasilan. Kejadian PHK secara sepihak dipecat dengan tibatiba kadang sering terjadi untuk itu anda harus selalu siap apabila suatu saat nanti PHK menimpa diri anda.

Tunggu apalagi segeralah menjadi bos

Jika telah menekadkan diri untuk keluar dari hidup yang pas-pasan menuju hidup yang gemilang secara ekonomi, maka tak ada kata lain kecuali anda harus segera mengorbitkan diri anda sendiri. Tak perlu menunggu orang lain untuk mengangkat diri anda pada puncak kejayaan seperti apa yang anda bayangkan.

1. Bertekadlah sekuat baja

Sebagaimana lazimnya suatu perubahan besar pada diri seseorang, maka hal pertama yang perlu anda miliki adalah niat yang teguh.dan tekad yang membaja dalam dada. Jika dalam hal ini jika tidak anda miliki, maka kedepannya langkah dan usaha anda hanya akan berbuah sia-sia. Karean tidak memiliki tekad yang membaja.

2. Cermatilah, peluang usaha ada dimana-mana

Sungguh, tidak ada keberuntungan atau nasib baik yang berpihak kepada orang malas. Karena keberuntungan hanya akan menyertai orang-orang yang rajin dan mengerahkan segala daya upaya untuk meraih apa yang mereka impikan. Perbedaan keduanya sangatlah jelas. Orang malas menutup hati dan mata mereka pada kesempatan, terhadap peluang yangsedang terbuka selebar-lebarnya di depan mata mereka. Sementara mereka yang rajin dan sungguh-sungguh mampu melihat setiap yang mereka lihat dalam dinamika hidup sebagai peluang besar dalam mengembangkan usaha.

 

3. Belajarlah kepada ahlinya

Mencari posisi yang ideal, jalan yang mulus dan pencapaian yang memusakan sebagai seorang bos tentunya menjadi impian atau idaman bagi banyak orang. Namun sayang tidak sedikit harapan besar itu akhirnya kandas di tengah jalan oleh karena beberapa alasan. Diantaranya adalah salah memilih guru sebagai calon bos. Belajar adalah kuncinya. Terutama mengenai bidang yang akan anda tekuni menjadi lahan garapan anda.

4. Rumusan ide unik usaha anda

Kalau anda melangkah secara setengah-setengah dalam usaha yang anda geluti, maka lupakanlah mimpi anda untuk dapat menuju puncak kesuksesan. Dalam dunia usaha tak boleh ada kata setengah-setengah atau keraguan. Dalam banyak hal justru penampilan berbeda itulah menjadi keharusan, dicari dan dipraktikan, anda harus mampu tampil beda. Buatlah perbedaanperbedaan dengan para pesaing anda dalam bidang yang sama, keunikan usaha anda adalah menjadi ciri khas.

5. Resiko selalu ada.

Tak dapat dipungkiri, faktor risiko selalu ada saja menjadi membuat banyak orang mengurungkan segala macam rencana majunya. Faktor inilah yang kerap menjadi pencegah seseorang untuk segera bertindak dan mengambil langkah pertama untuk membuka usaha atau membangun bisnis. Faktor resiko benar-benar harus diperhitungkan ingat dimanapun resiko selalu ada dalam dunia usaha.

6. Wujudkan ide usaha anda

Setelah pencarian ide usaha,pertimbangkan dan perhitungkan resiko yang mesti anda kelola, kini saatnya anda mewujudkan ide usaha anda yang paling nyata. Jangan menunggu terlalu lamakarena anda akan kelihatan kesempatan. Pada saat semangat anda tengah membungbung tinggi itulah waktu yang tepat untuk segera mewujudkan usaha anda.

7. Kini anda adalah sang bos. Pada akhirnya, andda menjadi saksi dari kebulatan tekad, kegigihan dan kemaun keras diri anda sendiri. Anda telah menjadi bos perusahaan sendiri. Cobalah sesekali anda bayangkan kiranya anda tidak jadi mewujudkan ide usaha tersebut pastilah anda sangat menyesal. Tetapi, apapun yang terjadi pada masa lalu tak perlu anda sesali. Ambil saja hikmahnya ambil setiap

periode, baik yang menyenangkan dan yang tidak sebagai pelajaran untuk menjalani hidup dimasa depan. Dan agar anda mawas diri dan dewasa ketika nanti menghadapi cobaan. Yang terpenting kini adalah memikirkan hari ini dan besok. Memikirkan langkah selanjutnya dari apa yang baru anda muali tersebut.

DAFTAR PUSTAKA

Jona Abdillah, Saatnya Anda Menjadi Boss, Penerbit Tjap Djempol, 2011

 

 

 

Iklan