• Judul : Industrial Management
  • Penulis : KS YON,KK LEE,PL KWAI,OT POON & CL LEE
  • Tahun terbit : 2001
  • Cetakan : ke -7

Ini adalah resensi terhadap buku yang sudah lama sekali saya miliki, kalau tidak salah saya beli di pertengahan tahun 2002, saat masih bekerja di pabrik. Judulnya Industrial Management, terbitan Longman Singapore, cetakan ke-7 tahun 2001, berupa kumpulan tulisan hasil kolaborasi lima orang akademisi dari Ngee Ann Polytechnic.

Membacanya seperti membuka rangkuman seluruh pelajaran yang berkaitan dengan mata kuliah manajemen industri. Tidak tebal, hanya 261 + x halaman (termasuk indeks), namun benar-benar padat dengan pokok-pokok obyek studi yang ditulis oleh tim dosen yang masing-masing punya pengalaman di bidang industri sebagai engineer, supervisor dan manager.

Dimulai dengan penjabaran “The Role of The Supervisor”, salah satu dari bagian bab ini mengingatkan saya bahwa program manajemen yang efisien menuntut seorang supervisor untuk memiliki kemampuan teknis, kemampuan administratif, pengetahuan mengenai sumber daya manusia (terutama pengenalan terhadap human behaviour), dan kemampuan konseptual dalam memahami ide/rencana kerja beserta penerapannya dibarengi pemahaman terhadap pengaruhnya terhadap organisasi secara keseluruhan.

Dilanjutkan dengan bab-bab yang menjelaskan pokok-pokok pikiran mengenai Planning, Organising, Staffing, Leading and Controlling, buku ini akan sangat komprehensif bagi pembaca yang bekerja di perusahaan bersertifikasi ISO 9000 seperti saya dulu (sehingga sangat akrab dengan istilah PDCA = Plan, Do, Control, Act).

Dari Bab 5 yang bertajuk “Motivation”, saya mendapatkan bahwa teori The Hierarchy of Needs bisa diterapkan oleh para pemimpin dalam perusahaan untuk memotivasi bawahan masing-masing.

Maslow membangun teori mengenai lima tingkat kebutuhan manusia, dari yang paling dasar (physiological needs untuk mendapatkan penghasilan dalam memenuhi kebutuhan primer dan sekunder) hingga tingkat self-actualisation needs (saat jumlah penghasilan sudah tidak menjadi masalah karena nilainya sudah jauh di atas yang diperlukan untuk kebutuhan tertier sekalipun). Teori tersebut disandingkan dengan Herzberg’s Motivation-Maintenance Theory, Skinner’s Operant Conditioning, dll sehingga sangat membantu pembaca untuk memahami teknik-teknik pemotivasian bawahan untuk meningkatkan produktivitas mereka.

Tipe-tipe kepemimpinan dijelaskan secara detail dalam bab berikutnya. Ternyata gaya memimpin mesti disesuaikan dengan tingkat kemamouan bawahan masing-masing. Contohnya, directive style akan cocok untuk supervisor yang memiliki staf dengan kemampuan terbatas dalam pengambilan keputusan, sehingga mesti dibantu dengan penugasan yang jelas dibarengi pemberian peraturan dan prosedur kerja yang baku. Gaya yang lain adalah coaching style, supporting style, delegating style, untuk tingkat kemampuan bawahan yang lebih tinggi.

Proses komunikasi juga menjadi hal yang penting sebagai management tool, buku ini mengingatkan tentang hambatan-hambatan yang mungkin timbul beserta alternatif model penyampaian informasi yang bisa diaplikasikan sesuai situasi kerja.

Bab mengenai industrial relations membuat saya ingin membuat “versi Indonesia” buku ini supaya bisa memasukkan hal-hal yang sekiranya berguna dalam menyelesaikan permasalahan hubungan industrial sesuai dengan peraturan yang berlaku di negara kita.

Bab 9 hingga yang terakhir (Bab 15) menjelaskan secara detail mengenai berbagai teori (lengkap dengan banyak sekali diagram, tabel, rumus, ditambah contoh-contoh perhitungan) bagi yang tertarik untuk memahami pendekatan sistematis dalam meningkatkan produktivitas kerja sehingga mendapatkan hasil optimal dalam waktu paling singkat dengan biaya produksi paling rendah.

Dalam setiap bab, buku ini dibuka dengan “Learning Objectives” dan ditutup dengan “Review and Discussion Questions”. Menarik sekali, sangat disarankan untuk dibaca oleh mereka yang sudah memiliki pengetahuan praktis mengenai manajemen industri namun masih ingin menambah pengetahuan teoritis.

Iklan