RESENSI BUKU
Penulis                :    M. Luthfi Hamidi, MA
Kata Pengantar:    Dr. Mustofa Edwin Nasution
Penerbit             :    Senayan Abadi Publishing
Cetakan              :    1, Februari 2007
Tebal                   : xxv + 221 halaman

Ingin tau kenapa Amerika Serikat bisa kaya raya..???

Negara manakah pengutang No.1 didunia??? Indonesia….??
Cina??

salah….

Pengutang No.1 didunia adalah Amerika Serikat…
Utang USA lebih besar dari pada utang semua negar berkembang dijadikan satu.

Akhir tahun 2005, nilai defisit perdagangan AS mencapai titik tertinggi lebih dari 724 miliar dolar AS. Setiap jamnya nilai defisit perdagangan AS mencapai 82,4 juta dolar! Status AS pun bergeser dari pemberi utang menjadi pengutang terbesar.
Bingung khan

Lalu dari mana AS mendanai defisitnya? Membiayai mesin perangnya? Inilah ironi terbesar abad ini. Sebuah negara yang secara akuntansi kolaps, tapi karena uang kertasnya digunakan oleh 60 persen penduduk bumi, mereka terus mendapatkan free lunch.

The Fed terus mencetak dolar. Sementara dunia ketiga membayar inflasi yang ditimbulkannya dengan menyerahkan kopi, emas, tuna, kayu hutan, dan kekayaan alam lainnya.

Buku ini disusun berdasarkan thesis dari pengarang sehingga agak ilmiah banget.

Buku Gold Dinar, Sistem Moneter yang Stabil dan Berkeadilan, yang ditulis oleh M. Luthfi Hamidi, ini mengurai carut-marut wajah moneter dunia sejak sistem mata uang kertas diperkenalkan lalu diterima masyarakat dunia sebagai alat traksaksi yang final. Berbekal data dan kajian mendalam, Luthfi memapar sejumlah potret ketimpangan ekonomi yang melanda negara-negara dunia ketiga akibat penerimaan mereka terhadap sistem mata uang kertas (fiat money) itu. Fiat money adalah penggunaan mata uang berbasis kertas yang diterbitkan pemerintah suatu negara tanpa disokong logam mulia (emas dan perak).

Menurut Luthfi, penggunaan uang kertas sebagai alat transaksi moneter internasional itu telah membuka ruang bagi munculnya penjajahan baru dan salah satu biang ketidakadilan moneter di dunia. Melalui mata uang kertas, sebuah negara dapat menjajah, menguasai, bahkan melucuti kekayaan negara lain. Negara yang memiliki nilai mata uang kertas lebih kuat menekan negara lain yang mata uang kertasnya lebih lemah.

Dulu negara mengusai negara lain / menjajah untuk menarik pajak bagi kemakmuran negaranya.
sekarang tidak perlu untuk menjajah, cukup mencetak uang kertas dollar saja maka USA bisa
mendapat pajak dari negara negara berkembang.

Dalam  buku ini di jelaskan kenapa Mahathir bekas PM. Malaysia berniat untuk menggunakan Gold Dinar sebagai basis perdagangan internasional.

Iklan