DI DUNIA bisnis yang semakin berkembang, tempat kerja tidak harus selalu di satu tempat. Kantor yang fleksibel menjadi salah satu kekuatan yang bisa memaksimalkan produktivitas karyawan dan efektivitas perusahaan.

Tempat kerja yang fleksibel, dalam arti bahwa seseorang tidak harus selalu bekerja di satu tempat atau di kantor, kini semakin banyak dibicarakan dan menjadi wacana yang menarik. Terlebih banyak pembicaraan yang mengemukakan bahwa tempat kerja yang fleksibel ternyata memengaruhi kehidupan para pekerja.

Adanya perubahan pandangan tentang tempat kerja, termasuk juga keinginan perusahaan untuk mencapai tujuannya, membuat para karyawan harus bekerja lebih cerdas, lebih produktif, dan lebih efektif. Tak hanya itu, karyawan juga dituntut untuk menyeimbangkan antara kehidupan kerja dan kehidupan pribadi mereka. Jika karyawan bisa memadukan dua kehidupan ini, maka perusahaan secara tidak langsung akan diuntungkan.

Catalyst, perusahaan yang bergerak di bidang penelitian dan konsultasi bisnis, mengaartikan tempat kerja yang fleksibel secara luas. Perusahaan yang berbasis di New York ini menerjemahkannya sebagai “bekerja” di waktu dan tempat yang bervariasi, baik jangka panjang maupun jangka pendek, juga di bisnis yang sifatnya formal maupun informal, demikian seperti yang dikutip dari womensmedia.com.

Perubahan dunia bisnis yang semakin cepat, menurut Catalyst, juga membuat wacana tentang tempat kerja yang fleksibel menjadi agenda utama yang dipikirkan oleh perusahaan. Terlebih lagi, kemajuan teknologi seperti e-mail dan voicemail mambuat siapa pun bisa tetap bekerja di manapun dan kapan pun. Ini artinya, batasan antara bekerja dan kehidupan pribadi pun semakin tipis. Karyawan bisa tetap bekerja saat menikmati kehidupan pribadinya, yang berarti mereka bisa bekerja melebihi waktu yang ditetapkan.

Selain itu, globalisasi juga membuat  hubungan bisnis antar negara berkembang. Akibatnya, banyak terjadi perjalanan bisnis yang dilakukan oleh para karyawan, baik ke luar kota maupun luar negeri. Atas alasan produktivitas pula, banyak karyawan yang akhirnya hanya memiliki waktu libur sedikit.

Ditambah lagi, generasi karyawan di masa ini punya pandangan yang berbeda tentang arti sebuah pekerjaan. Mereka punya harapan sendiri tentang arti pekerjaan yang mereka jalani, peran pekerjaan tersebut dalam kehidupan mereka, dan bagaimana mereka mengartikan arti “kerja” itu sendiri.

Karena itulah, di masa kini fleksibilitas dalam bekerja semakin diperlukan oleh karyawan. Fleksibilitas ini diperlukan oleh karyawan dari berbagai bidang pekerjaan dengan alasan sebagai berikut:

1. Agar mampu menyelesaikan berbagai pekerjaan tanpa harus dibatasi waktu kerja di kantor dan untuk mengantisipasi pekerjaan yang datang tiba-tiba.

2. Agar mampu bertemu dengan rekan kerja dan klien di manapun.

3. Agar bisa tetap bersentuhan dengan hobi atau kegiatan lain dalam kehidupan pribadi di saat pekerjaan sedang menumpuk.

4. Menghindari macet.

5. Agar bisa tetap merawat anak atau anggota keluarga yang sakit.

6. Transisi dari karyawan ke pensiun.