STRES di tempat kerja bisa terjadi karena beberapa faktor. Anda harus bisa mengenali dan mengatasinya agar tidak mengganggu produktivitas kerja dan kesehatan jiwa.

Masalah stres di tepat kerja memang selalu muncul di mana pun. Umumnya, stres tersebut muncul karena tingginya tuntutan di dalam pekerjaaan. Begitu tingginya tingkat stres para pekerja, hingga di Amerika Serikat saja 80 persen masalah kesehatan warganya berhubungan dengan masalah stres.

Berdasarkan penelusuran yang dilakukan CNN-Money.com pada 2002, Amerika bahkan menghabiskan lebih dari USD17 miliar untuk obat antidepresi dan penahanan rasa sakit. Angka ini naik 10 persen dari tahun sebelumnya, dan 30 persen dari dua tahun sebelumnya.

The Institute for Management Excelence juga melansir penelitiannya, yang menunjukkan bahwa negara ini menghabiskan dana lebih dari USD26 miliar pertahun untuk biaya kesehatan dan tambahan USD10 miliar lagi untuk para pekerja yang sakit dan tidak masuk kerja serta kematian lebih awal.

Khusus untuk masalah stres, The Global Business and Economic Roundtable on Addiction and Mental Health mengemukakan, ada sepuluh penyebab stres di tempat kerja.

Tentu saja, ada cara untuk mengatasi berbagai macam stres ini, seperti diutarakan Dale Collie, professional speaker dan penulis buku Winning Under Fire, seperti dikutip dari EzineArticles.

Beban kerja terlalu berat

Karyawan umumnya akan merasa stres jika beban pekerjaan mereka terlalu sedikit atau terlalu berat. Di sinilah manajer harus bisa membagi-bagi pekerjaan dan tanggung jawab serta memberikan prioritas, pekerjaan mana yang harus diselesaikan terlebih dahulu. Jika ingin menyerahkan atau mengalihkan pekerjaan, pastikan dulu bahwa itu tidak memiliki banyak pekerjaan.

Interupsi berkali-kali

Supervisor yang selalu menelepon dan menjunjungi meja karyawannya saat dia bekerja, juga berkontribusi pada stres karyawan. Untuk mengatasinya, lakukan manajemen waktu yang baik, pendelegasian yang benar, dan perintah yang jelas kepada karyawan.

Atasi masalah dengan masalah

Tingkat stres juga bisa meningkat jika masalah yang dihadapi karyawan ditanggapi dengan peraturan baru yang kontraproduktif. Untuk mengatasinya, berikan penjelasan yang detail soal peraturan tersebut agar mereka bisa memahaminya.

Ketidakpercayaan dan ketidakadilan

Situasi ini bisa menurunkan produktivitas karyawan dan membuat mereka berperilaku buruk. Jika hal ini terjadi, buka komunikasi yang baik dengan karyawan dan jelaskan mengapa putusan tersebut diambil. Setelah itu, bangun lagi kepercayaan karyawan dan selalu bertindak adil kepada mereka.

Peraturan dan perintah yang tidak jelas

Hal ini juga bisa menurunkan kredibilitas manajemen di mata karyawan. Pihak manajemen tak cukup hanya mengeluarkan peraturan dan perintah di atas kertas. Dibutuhkan juga komunikasi yang jelas dan berkesinambungan. Untuk memastikan bahwa semua karyawan mengerti maksud dari pesan yang disampaikan, gunakan berbagai cara yang berbeda dalam menyampaikannya, misalnya lewat memo, bulletin board, rapat, atau diskusi kecil. Respons positif dari karyawan sangat penting untuk memastikan bahwa peraturan ini akan berjalan lancar.

Karier yang ambigu

Jika karyawan tidak bisa mendapatkan kepastian tentang pekerjaan atau karier di tempat itu, mereka akan merasa kecewa dan tidak berdaya. Berita  tentang merger, konsolidasi, atau restrukturisasi yang tidak jelas kepastiannya akan membuat mereka bertanya-tanya. Karena itulah, para karyawan perlu diberi informasi tentang masalah atau kabar tersebut hingga mereka bisa memperkirakan bagaimana masa depan karier mereka di perusahaan tersebut.

Tidak ada tanggapan

Karyawan tentunya ingin mengetahui bagaimana hasil kerja mereka, apakah baik atau buruk. Jika atasan tidak pernah memberikan umpan balik atau respons, baik tertulis maupun verbal, tentu akan menjadi tanda tanya  bagi mereka. Padahal dengan memberi respons, karyawan bisa memperbaiki atau meningkatkan kinerjanya.

Tidak ada penghargaan

Tidak adanya penghargaan terhadap karyawan bisa menurunkan produktivitas kerja mereka. Sebenarnya, banyak cara yang bisa ditempuh untuk menunjukkan penghargaan tersebut. Yang paling efektif ialah, mengatakan dengan tulus bahwa mereka sangat berarti bagi Anda dan perusahaan.

Komunikasi yang buntu

Komunikasi yang minim bisa meningkatkan stres dan menurunkan kinerja. Komunikasi yang dimaksud di sini tentu saja adalah komunikasi dua arah agar masing-masing bisa menyampaikan ide dan memberikan masukan hingga mampu mengurangi keluhan dan mereduksi stres.

Ketidak berdayaan

Ini adalah tingkat stres yang paling tinggi, yaitu saat karyawan tidak mampu atau tidak bisa berkata apa-apa terhadap kebijakan yang menimpa mereka. Seharusnya, karyawan diberi kesempatan untuk terlibat dalam hal yang berkaitan dengan pekerjaan mereka. Mereka juga seharusnya diberi kesempatan untuk memberi masukan sebelum ada putusan yang diambil. Mendengarkan apa yang diinginkan karyawan bisa menurunkan tingkat stres dan meningkatkan produktivitas.

Dalam hal ini, manajer yang baik adalah mereka yang menyadari bahwa masalah stres di tempat kerja adalah tanggung jawab para pemimpin. Jika masalah ini diatasi dengan serius, bisa dilihat bahwa efeknya akan sangat positif bagi karyawan di tingkat bawah.

Iklan