TAK selamanya orang bisa menerima kritikan. Padahal, kritikan adalah penilaian langsung mengenai apa yang ada pada hasil karya kita. Pernahkah Anda mendengar sebuah pernyataan, “kalau mau maju harus bisa terbuka”? Ya, sikap terbuka yang dimaksud adalah sikap sabar dan berjiwa besar untuk menerima setiap kritikan yang masuk.

Umumnya, kritikan kurang bisa diterima. Tapi sadarkah Anda kalau orang sudah memberikan kritikan atas hasil karya kita, itu artinya ada sesuatu yang kurang pada hasil karya tersebut.

Dan satu lagi, dengan adanya kritikan, bukan berarti hasil karya Anda jelek. Sebaliknya, kritikan menunjukkan hasil karya Anda mendapat perhatian dari orang lain. Lantas, bagaimana caranya agar kita bisa menerima kritikan? Bagaimana pula cara menyikapinya. Berikut hadirkan beberapa tip menyikapi kritikan:

Rindu kritik

Tidak mudah untuk menerapkan poin yang satu ini. Kebanyakan orang justru enggen menerima kritikan. Apalagi kalau sudah punya perasaan egois dalam dirinya. Pasti akan selalu merasa paling benar dan tak mengindahkan kritik dari orang lain. Nah, bagaimana caranya?

Agar kita bisa bijaksana menerima kritikan kita harus bisa memposisikan diri menjadi orang yang rindu dikoreksi, juga rindu dinasehati. Kritik adalah kunci kesuksesan dan kemajuan, kritik membuka prestasi, derajat, dan merupakan jalan untuk menjadi lebih baik.

Gambaran yang lebih nyata adalah pada tayangan program televisi. Pernahkan Anda memperhatikan saat presenter menutup acara? Tak jarang ia akan meminta saran dan kritik. Hal ini tak lain adalah demi perbaikan dan menuju kesempurnaan di waktu yang akan datang.

Cari tahu

Jangan malu ketika Anda tidak tahu. Beranikah diri Anda untuk bertanya dan cobalah untuk berjiwa besar menerima saran yang diberikan orang lain. Untuk mendukung poin yang kedua ini, sebaiknya Anda mencari teman yang mau untuk saling mengoreksi. Percayalah, hal ini tidak akan mengurangi kemuliaan Anda sedikitpun.

Sikap terbuka

Ketika Anda siap untuk menghasilkan suatu karya, siapkan pula diri Anda untuk menerima kritikan. Terimalah apapun itu bentuknya. Jangan terlalu berharap kalau ada yang mengkritik, usahakan dengar sampai tuntas dan jangan pernah Anda memotong pembicaraan. Apalagi sampai Anda membantahnya. Cobalah menjadi pendiam dan pendengar yang baik.

Bersyukur

Setelah anda mendengarkan kritikan tersebut, apa yang harus Anda lakukan? Yang pertama Anda patut bersyukur. Karena dengan adanya kritikan, berarti masih banyak orang yang memperhatikan Anda. Kedua, ucapkan terima kasih atas kritikan atau komentar yang Anda terima. Berikutnya, jangan melempar komentar apapun. Jangan pula Anda menampakkan raut muka yang tidak enak meskipun kritikan tersebut tidak sesuai menurut Anda.

Evaluasi diri

Langkah ini tidak semudah yang dibayangkan. Namun juga bukan hal yang terlalu sulit. Interospeksi diri atau berkaca pada diri sendiri menjadi cara terbaik dalam menyikapi kritikan. Usahakan Anda jujur pada diri sendiri. Apakah benar yang dikatakan oleh pengkritik tersebut? Janganlah Anda berbalik menyalahkan pengkritik lantaran tidak terima dengan kritik yang dilontarkan.

Perbaiki diri

Hasil dari evaluasi tersebut nantinya akan sangat berguna untuk perbaikan diri. Jadikan kekurangan sebagai sisi yang harus Anda tingkatkan. Selanjutnya, hal yang sudah benar Anda lakukan di masa lampau, hendaknya dipertahankan dan kalau bisa ditingkatkan. Jangan lupa untuk selalu berdoa kepada Tuhan karena tanpa ridho-Nya perubahan tidak akan terjadi pada diri Anda.

Ucapan terima kasih

Kalau ternyata keberhasilan berpihak pada Anda setelah melakukan perubahan atas kritikan tersebut, jangan lupa untuk memberikan balas budi sebagai rasa terima kasih. Tidak ada aturan khusus tentang balas budi. Terserah pada itikad Anda. Misalnya, dengan memberikan kartu ucapan terima kasih, jamuan makan malam, dan lain sebagainya