Selagi berbicara tentang bagaimanakah memanage uang, seseorang selalu mengatakan, “Uang saya masih pas-pasan..bagaimanakah mau memanagenya?” lain lagi pendapat para pakar, walau belum mempunyai banyak uang, sudah mesti mempunyai sikap tertentu terhadap uang sehingga dianjurkan jauh sebelum mempunyai uang, sudah dijadikan gaya hidup berorientasi pada kesejahteraan :

  1. Buatlah janji dengan diri sendiri bahwa jika mau menjadi orang yang makmur, katakanlah punya uang. Lakukan usaha untuk mempunyai uang dengan berbagai cara dan kombinasi yang tepat.
  2. Menabung terlebih dahulu, barulah menggunakan apa yang tersisa itu. Sedangkan mereka yang tidak berbakat untukmemiliki uang, melakukan yang sebaliknya, membelanjakan terlebih dahulu barulah yang sisa itu ditabung. Karena kemakmuran adalah semata-mata perencanaan dan tetap teguh pada perencanaan itu.
  3. Perhatikan bagaimana orang-orang kaya berinteraksi, gaya dan cara maupun sikap hidup mereka. Carilah apa yang membuat kita berbeda dari mereka, bukan hanya mereka mempunyai banyak uang. Tapi perbedaan yang lain pasti ada. Terapkan sikap hidup mereka yang positif, kita harus objektif tentunya. Kemudian pelajarilah kualitas hidup mereka, apa yang membuat mereka sedemikian bergaya. Pelajarilah lebih banyak lagi tentang kiat hidup yang membuat orang-orang ini penuh dinamika.
  4. Mintalah bantuan, bukan minta uang melainkan petunjuk. Orang-orang yang makmur, seringkali kaya juga dalam gaya dan cara dalam arti kata, mau memberikan pertolongan untuk mereka yang bersungguh-sungguh ingin maju.
  5. Camkanlah dalam hati anda benar-benar sudah sepantasnyalah menjadi orang sukses, makmur dan berjaya.
  6. Mulailah juga memanjakan diri sendiri, sehingga tampil juga bergaya dengan uang sendiri. Karena tatkala anda pun mulai menyukai memanjakan diri sendiri, ini akan membuat anda rajin dan meningkatkan kualitas diri sehingga menjadi orang yang sukses.
  7. Buatlah perencanaan dan pastikan satu target. Manusia harus mempunyai tujan hidup.
  8. Jangan berhenti, maju terus memperbaiki kualitas diri dengan menambah pengetahuan. Ini bisa dilakukan dengan berbagai kursus ataupun banyak membaca buku yang dapat memberikan nilai tambah. Banyaklah mempelajari hal-hal yang memberikan motivasi, inspirasi sehingga anda tidak akan kehabisan ide.
  9. Biasakanlah membawa uang, jangan dihabiskan sehingga dompet anda kosong. Karena kebiasaan selalu mempunyai uang dikantong atau dompet, melatih diri untuk tidak menghabiskan semua uang yang ada. Lalu sikap hidup berhati-hati, hemat dan cermat akan terus terpatri. Karena merasa tidak enak, malu apabila satu rupiahpun tidak ada dikantong. Mengapa kita harus selalu mempunyai uang dikantong ?
  • anda akan merasa kaya, perasaan ini akan memacu untuk menjadi kaya.Anda akan terbiasa mempunyai uang, sedangkan seseorang yang dompetnya selalu kosong akan terbiasa dengan gaya hidup kantong kosong. Dengan sendirinya dia tidak mau menghemat dan berpendapat, bagaimana saja nanti . . . .
  • Dengan melatih diri serupa ini,selalu mempunyai uang dikantong kitapun mulai percaya pada kemampuan kita untuk tidak membelanjakan uang seenaknya. Kitapun akan lebih berhati-hati dengan pembelanjaan. Karena mereka yang selalu tidak mempunyai uang, mereka sebenarnya memang hemat mengatakan, ”Saya tidak bisa simpan uang deh,pasti habis dalam sekejap.”

10. Janganlah menyalahkan orang tua, lingkungan, masa lalu, pekerjaan, boss atau siapa saja apabila anda tidak mempunyai uang, ataupun ketika menghadapi krisis keuangan dan masalah hidup lainnya.

11. Hadapilah semua tantangan dengan optimisme dan antusiasme. Aneh orang yang mempunyai uang, semula berusaha mereka tidak semata-mata memikirkan berapa banyak akan mereka peroleh, melainkan bagaimana cara yang paling tepat untuk mendapatkan uang tapi setelah mereka bekerja merekapun terbenam dalam usaha sehingga uang tidak terpikirkan lagi, karena saat itupun uang memang berdatangan.

12. Kemiskinan adalah penyakit mental. Tidak ubah seperti penyakit lain, penyakit kemiskinan dapat diobati. Untuk menyembuhkan penyakit badaniah dibutuhkan usaha dan ketekunan, ada juga berbagai pantangan, begitu juga dengan penyakit kemiskinan. Banyak orang kaya yang dapat berbicara bagaiman mereka mengatasi penyakit kemiskinan ini, apabila mereka dapat melakukannya, siapapun pasti dapat berbuat yang sama, asalkan jangan mau lantas menjadi konglomerat tentunya apalagi dengan jalan pintas.

Iklan