Pricing proses manual dari penetapan harga untuk perintah membeli dan menjual, yang didasarkan pada factor seperti jumlah yang ditetapkan, kuantitas, promosi,dan pengiriman.

  • Harga Efektif : harga yang diterima perusahaan setelah perhitungan untuk potongan, promosi, dan insentif lainnya.
  • Price Lining (Garis Harga) : pengunaan jumlah harga yang terbatas untuk semua penawaran produk.
  • Loss Leader (Harga Umpan) : suatu produk yang mempunyai harga yang ditetapkan dibawah marjin operasi.
  • Penetapan Harga Premium  (Prestise) : strategi penetapan harga pada titik mutakhir dari kisaran harga yang mungkin.

Tujuan dan Kebijakan Penetapan Harga

Meskipun peranan faktor-faktor non-harga semakin meningkat dalam proses pemasaran modern, harga tetap merupakan elemen penting an tahap penting dalam pemasaran yang diwarnai dengan persaingan monopoli atau olgopoli.

Dalam menetapkan harga pada sebuah produk, perusahaan mengikuti prosedur enam langkah, Yaitu:

  • Perusahaan dengan hati-hati menyususn tujuan-tujuan pemasarannya, misalnya mempertahankan hidup, meningkatkan laba saat itu, ingin memenangkan bagian pasar, atau kualitas produk.
  • Perusahaan menentukan kurva permintaan yang memperlihatkan kemungkinan jumlah produk yang akan terjual per periode, padaa tingkat-tingkat harga alternatif. Permintaan yang semakin tidak-elastis, semakin tinggi pula harga yang bisa dipasang oleh perusahaan.
  • Perusahaan memperkirakan bagai mana biaya akan bervariasi pada tingkat produksi yang berbeda-beda.
  • Perusahaan mengamati harga-harga para pesaing sebagai dasar untuk meneapkan harga mereka sendiri. Kelima, perusahaan memilih salahsatu dari metoda penetapan harga berikut ini: penetapan harga biaya-plus, analis pulang-pokok dan penetapan laba sasaran, penetapan harga nilai yang diperoleh, penetapan harga yang sesuai dengan laju perkembangan dan penetapan harga dalam sampul tertutup.
  • Perusahaan memiliki harga final, menyatakannya dalam cara psikologis yang paling efektif dan mengeceknya untuk menyakinkan bahwa harga tersebut sesuai dengan kebijakan penetapan harga perudahaan serta sesuai pula dengan para penyalur, grosir, wiraniaga perusahaan, pesaing, pemasok dan pemerintah.

Tipe penetapan harga

Penetapan ahrga bisa dilihat dari kacamata produsen (pabrik/pembuat produk), wholesaler (pedagang besar)dan retailer (pengecer).

Perusahaan menerapkan bermacam-macam strategi penetapan harga atas harga dasar:

  1. penetapan harga geografis, dimana perusahaan tersebut memutuskan bagai mana memasang harga bagi pembeli yang jauh, dengan memilih salah satu dari berbagai alternatif seperti penetapan harga FOB, penetapan harga pengiriman seragam, penetapan harga wilayah, penetapan harga titik-pangkalan, dan penetapan harga absorsi angkutan
  2. Penetapan harga potongan dan hadiah, dimana perusahaan tersebut memberi potongan tunai, potongan jumlah, potongan fungsional, potongan musiman, dan hadiah.
  3. Penetapan harga promosi, dimana perusahaan tersebut memutuskan untuk memasang hrga barang yang dirugikan, penetapan harga kesempatan-khusus dan potongan tunai.
  4. Penetapan harga diskriminasi dimana perusahaan memasang harga yang berlainan berdasarkan pertimbangan pembeli, bentuk produk, tempat, dan waktu yang berbeda-beda.
  5. Penetapan harga produk baru, dimana perusahaan tersebut memutuskan antara memperkenalkan sebuah inovasi produk yang dilindungi hak paten dengan harga lintas pasar dan harga tembus pasar. Perusahaan itu menentukan salahsatu dari sembilan strategi harga/kualitas untuk memperkenalkan sebuah produk tiruan.
  6. Penetapan harga bauran produk, di mana perusahaan itu menentukan tingkat harga untuk beberapa produk dalam satu lini produk, dan penetapkan harga produk-produk pilihan, produk penawan, dan produk sampingan.

Bila sebuah perusahaan mempertimbangkan untuk memulai perubahan harga, perusahaan itu harus secara hati-hati mempertimbangkan reaksi-reaksi pembeli dan pesaing.

Reaksi pembeli dipengaruhi oleh mekna yang diliha pembeli sehubungan dengan perubahan harga. Reaksi-reaksi pesaing berasal baik dari seperangkat kebijakan reaksi atau dari tafsiran baru teerhadap setiap situasi. Perusahaan yang memprakasai perubahan harga juga harus meramalkan reaksi yang mungkin timbul dari para grosir, penyalur, dan pemerintah.

Perusahaan yang menghadapi perubahan harga yang diprakasai oleh seorang pesaing harus mencoba memahami maksud pesaing tersebut dan jangka waktu perubahan. Jika dibutuhkan kecepatan reaksi, perusahaan itu harus merencanakan lebih dahulu reaksi-reaksinya atas berbagai kemungkinan tindakan harga yang dilakukan oleh para pesaing.

Harga produsen.

Para produsen berkepentingan untuk mengetahui harga penjualan eseran dari produknya, karena sukses marketing produknya tergantung dari harga penawaran kepada konsumen. para produsen yang memeprhatikan harga yang ditawrakan oleh retailer sebelum menetapkan harga jualnya disebut “inverted pricing” kebijakan produsen dalam meentapkan harga bisa dilihat dari prosesnya antara lain :

  1. Skiming price, menetapkan harga setinggi-tingginya dengan alasan permintaan bersifat in elastis pada waktu barang dipasarkan dan pasaran ditujukan kepada konsumen highclass. Selain untuk mengembalikan modal yang telah di investasikan dalam waktu singkat serta tidak dikhawatirkan masuknya pesaing baru.
  2. Penetrasi price, ini kebailkan dari skiming price aitu memasang harga yang rendah pada permulaan pemasaran kemudian dinaikan secara bertahap dengan alasan permintaan bersifat elastis, volume produksi yang tinggi sehingga biaya bisa ditekan dan ketakutan ada pesaing yang masuk dalam pasar kita.
  3. Competitor price, penetapan harga yang mengikuti harga pesaing.
  4. cost of goods, harga menjadi pedoman dalam penetapan harga.bila biaya produksi perusahaan lebih rendah dari biaya prouksi perusahaan lainnya ada beberapa pendapat dalam hal policy
  5. harga pokok lebih rendah dari saingan. produsen yang bekerja secara efisien dan efektif akan meperoleh banyak keuntungan karena penghematan.

Harga Whole saler.

para produsen bsia juga menggunakan harga yang biasa dipakai wholesaler seeprti

  1. Geographical price quotation, produsen menetapkan harga berbeda sesuai dengan ongkos angkut karena perbedaan geografis.
  2. Price adjusted to buyers position, masing-masing golongan pembelian diberi harga yang berbeda, yang penting disini adalah berapa besar perbedaan harganya untk masing-masing pembeli.
  3. Price based on quantity purchased, harga-harga disesuaikan dengan besarnya jumlah pembelian. makin esar pembelian harga bisa lebih rendah karena dapat korting khusus.
  4. Dumping, menjual barang ke luar negeri dengan harga lebih murah dari harga dalam negeri.
  5. Discount methodes of quoting prices, biasanya perusahaan mempunyai price policy yang sama tetapi berbeda dalam pemberian discount. Perbedaan ini disebabkan
  • Trade position discount, diskon yang diberikan kepada toko-toko karena posiisnya ada dalam rantai perdagangan.
  • Quantty discount, diskon diberikan karena jumlah pembelian.
  • functional discount, diskon diberikan karena si pembeli telah melakukan jasa yang diinginan oleh penjual.
  • cash discount, potongan karena pembelian tunai.
  • chain discount, ptongan diberikan dalam sautu seri atau rangkaian.
  • consistency discount structure and purpose, digunakan dua/lebih discount yang penting pokoknya asal tercapai tujuan perhitungan diskon yang tepat supaya jangan sampai rugi.

Harga Retailer.

  1. Margin pricing
  2. price lining
  3. competitor price
  4. discount house
  5. judgement price
  6. customary prices
  7. odd prices
  8. combinatin offers

Variable Penetapan Harga.

  • Bayangan Harga : Penjual Diberikan otoritas untuk menukar harga dengan jumlah persentase tertentu.
  1. Melelang : Para pembeli potensial mempunyai pilhan menawarkan pada suatu produk dengan bermacam – macam harga.
  2. Waktu Riil : semua konsumen  dapat memandang perubahan harga segera setelah perubahan harga terjadi seperli Lelang Online.

Sasaran Penetapan Harga

  • Memaksimalkan laba jangka panjang
  • Memaksimal laba jangka pendek.
      1. Meningkatkan volume penjualan.
      2. Meningkatkan penguasaan pasar.
      3. Memelihara kepemimpinan harga.
      4. Sasaran social, etika atau ideology.
      5. Mendapatkan manfaat kompetesi.

      Menghitung Penetapan Harga dengan Menggunakan Metode Kelebihan Biaya.

      P = (AVC + FC%) *( 1 + MK% )

      Jika :

      • P         = harga
      • AVC    = average Variable Cost
      • FC%   = alokasi presentasi dari biaya2 tetap
      • MK%   = kenaikan harga presentase.

      Keuntungan dan Kelebihan Pricing

      Keuntungan Kerugian
      Mudah untuk menkalkulasi Mengabaikan konsumen
      Kebutuhan informal minimal Mengabaikan pesaing
      Mudah untuk mengurus Menggunkan biaya akuntansi bukan nilai ganti
      Menstabilkan pasar Memasukkan biaya hilang bukan biaya tambahan
      Keuntungan etis Mengabaikan biaya alternatif

      Model Penetapan Harga

      • Cost – plus pricing : Menyusun harga pada biaya produksi ( ongkos dan biaya tetap )
      • Target return pricing : Menyusun harga untuk mencapai ROI ( laba modal )
      • Value based : Menetapkan harga berdasarkan nilai.
        1. Penetapan Harga Psikologis : suatu teori didalm pemasaran bahwa harga ini memilki dampak psikologis yang mendorong harga lebih besar dari yang diharapkan seperti harga eceran misalnya Rp. 4990, Rp. 19.850. Konsumen biasanya mengabaikan paling sedikit digit.
        2. Fair pricing : Mentukan harga wajar bagi konsumen sehingga konsumen tidak merasa ditipu.

        Perang Harga : Istilah yang digunkan didlam bisnis untuk menandai  adanya persaingan kompetitif yang keras disertai oleh rangkain multilateral dari pengurangan harga.

        Pertimbangan utama perang harga adalah :

        1. Untuk menggunkan kelebihan kapasitas pabrik.
        2. Kebangkrutan dan ketahanan.
        3. Merespon suatu serangan kompetitif.
        4. Sifat Produk.
        5. Penetapan harga penetrasi.
        6. Oligopoli ( sedikit pesaing )
          Iklan