Judul                           : Marketing Communication Orchestra
Penulis                       : Hifni Alifahmi
Penerbit                     : Sygma
Cetakan                     : Pertama
Jumlah hal                  : 288 (termasuk indeks/pengantar)
Jenis Cover               : Soft cover
Dimensi (Lx P)          : 20,8 x 14,5 cm
Kategori                     : Bisnis dan Manajemen Pemasaran
Text Bahasa              : Indonesia

Garis batas antara dunia pemasaran dan komunikasi kini semakin menipis. Definisi pemasaran terkini yang terfokus pada hubungan pelanggan mirip sekali dengan esensi PR yang berupaya memelihara hubungan baik dengan para pemangku kepentingan dalam jangka panjang. Oleh karena itu, muncul istilah jalan tengah antara pemasaran dan PR: relationship marketing yang berupaya menawarkan manfaat timbal balik.

Esensi komunikasi pemasaran menggabungkan tiga disiplin ilmu dan profesi: strategi, pemasaran, dan komunikasi. Titik sentralnya komunikasi pemasaran stategik, perpaduan antara konsep manajemen strategic sebagai payung dengan pemasaran dan komunikasi yang membentuk Segitiga Emas Komunikasi Pemasaran sebagai model dalam buku milik Hifni Alifahmi ini.

Dua kata kunci dalam buku ini, yaitu orkestra dan harmonisasi menjadi esensinya. Marketing Communications Orchestra: Harmonisasi Iklan, Promosi, dan Marketing Public Relations. Pemakaian istilah Orchestra sudah lama menjadi pertimbangan. Alasan penambahan Marketing Public Relations – selain iklan dan promosi menjadi sub judul – karena buku ini berupaya menyajikan harmonisasi antara ketiganya dengan menampilkan contoh praktis atau kisah sukses yang dikaitkan dengan konsep seputar IMC dan MPR. IMC meracik beragam teknik komunikasi pemasaran sehingga dapat menghasilkan sinergi, Kolaborasi yang diciptakan IMC mewujudkan konsekwensi. Spirit orkestra sangat cocok diadopsi para profesional komunikasi pemasaran, karena kita (pembaca) bisa belajar dari tujuh dimensi orkestra, yakni: astu dirijen atau komando, harmonisasi dengan mengupayakan keselarasan, tematik untuk menghasilkan kesan dan pesan tunggal, berirama, spesifik membidik segmen tertentu, keterpaduan sikap rendah hati dan tidak menonjolkan diri serta apresiasi kepada penonton atau konsumen. Spirit harmonisasi inilah yang mestinya mendorong insan periklanan, pemasaran, dan komunikasi atau PR untuk berkolaborasi, bersikap rendah hati, dan belajar dari konfigurasi pentas orkestra. Buku ini disajikan untuk komunikator dan penting juga untuk mahasiswa komunikasi, seperti saya.

Kelebihan yang ada pada buku Marketing Communication Orchestra ini, ada pada cover yang menggugah, ya walaupun dalam cover gambar tersebut terlihat sosok laki-laki yang sedang memainkan orchestra, tetapi bagian mukanya hanya bibir yang terlihat. Aneh tapi menurut saya itu menarik. Jika dalam pembahasannya, sebenarnya buku ini bagus, tetapi karena saya bukan mahasiswi Public Relation, membaca ½ nya saja sudah menjenuhkan, dan jika berbicara soal kekurangan ya itu tadi, karena saya tidak membaca full (semuanya) jadi saya kurang memahami isi buku ini.