Memulai karirnya setelah tamat dari salah satu universitas di negeri kangguru, Herrin menjadi seorang sekretaris disebuah perusahaan textile dan kemudian  guru bahasa Inggris di Sekolah Mahatma Gandhi selama  4 tahun. Sambil menyelam minum air, Herrin pun rajin mengikuti kegiatan yoga dan meditasi yang mana pada akhirnya ia bertemu dengan seseorang yang membawanya berkarir saat ini.
Ditemui di kantornya saat ini di bilangan Kebon Sirih, Herrin memang adalah sosok yang sangat menyenangkan. Dengan senyum hangat ia menjabat tangan kami seraya menjelaskan sedikit profile dari perusahaan di tempatnya bekerja. “ Saat ini saya bekerja di sebuah perusahaan future bernama Monex Investindo Futures sebagai seorang kepala CSR atau Corporate System Responsibility”, ujarnya. Awalnya kami agak sedikit terkejut karena baru kali ini sebuah perusahaan future memiliki divisi yang peduli akan masalah sosial. Herrin kembali menjelaskan bahwa divisi ini adalah divisi yang baru dibuat sekitar 6 bulan lalu, berkat kebaikan hati sang owner yang juga memiliki jiwa sosial yang sangat tinggi. Sehingga dari situ lah Herrin merasa tertantang untuk dapat mengembangkan divisi ini. Bekerja sebagai seorang manager CSR bukan lah hal yang bisa dianggap sebelah mata. Berbekal pengalaman kerjanya terdahulu yang menuntut kesabaran, posisinya saat ini juga memerlukan ketulusan hati dalam melaksanakannya. Bagaimana tidak jika manager – manager divisi lain lebih kerap menghabiskan waktunya di kantor atau bertemu dengan orang – orang penting. Sebaliknya dengan Herrin. Seringkali Herrin harus turun ke lapangan dan terkadang membutuhkan mental yang kuat untuk dapat melakukan pendekatan dengan kalangan masyarakat kelas bawah yang memiliki kehidupan keras. Wah, kamipun terkesima mendengar pengalamannya ketika kala itu iaActive Image sedang seorang kepala anak jalanan yang terkenal sangat tidak bersahabat. Dan dengan penuh kesabaran Herrin melakukan pendekatan kepada mereka agar dapat diajak bekerjasama. “ Saat saya terjun ke lapangan, hal yang dilakukan ternyata tak semudah yang dilihat!”, ungkap Herrin dengan mata berbinar. Namun berkat niatnya yang tulus untuk membantu masyarakat sosial, sampai saat ini Herrin selalu dapat melewati tantangannya tersebut. Sejauh ini divisi CSR yang dipimpinya telah memiliki berbagai program sosial baik internal maupun eksternal. Diantaranya dalam program internal dan eksternalnya yaitu, bantuan sekolah untuk anak – anak office boy, kunjungan ke panti asuhan, kerjasama dengan beberapa yayasan dan juga student company untuk mengembangkan potensi para karyawannya. Hal apa yang membuatmu tertarik dalam bidang ini? Tanya kami. “ Saya termasuk orang yang epduli akan lingkungan sosial dan selain itu saya senang berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai kalangan, banyak hal yang saya dapat dan tentunya saya menjadi lebih tahu perkembangan sosial” jawab gadis yang memiliki kulit putih ini.
Ketika kami menanyakan tentang persaingan bisnis perusahaan future yang mana pada saat ini sedang tumbuh bak jamur di musim hujan Herrin tetap optimis bahwa Monex akan tetap berdiri. Hal ini bukan hanya ucapan berharap, karena kenyataannya Monex Investindo Future telah berdiri selama delapan tahun. Herrin menjelaskan bahwa didalamnya, Monex memiliki SDM yang berkualitas, loyal dan juga selalu menerapkan pola stick by the rule sehingga perusahaan ini tetap dapat bertahan sampai saat ini. Mengenai sisi leadership wanita bermata bundar ini rupaya mengidolakan sosok atasannya yaitu owner dari Monex itu sendiri. Dengan senyumnya yang sangat manis, Herrin menjelaskan bahwa beliau adalah sosok yang selama ini telah banyak menuntunnya dan memiliki personality yang sangat baik. “Bagi saya modal penting seorang leader adalah memiliki sikap yang jujur! Itu prioritasnya”, ungkap Herrin dengan nada tegas. Lantas apakah dengan adanya krisis global yang saat ini sedang melanda tidak berpengaruh pada Monex? “ Jujur hal ini cukup memberikan pengaruh dan ini bukan hanya terjadi pada Monex melainkan di seluruh sector usaha. Namun intinya adalah disini saya akan tetap berusaha agar divisi yang saya pimpin ini tetap dapat menjalankan visi misinya bagi kehidupan sosial dan saya optimis!”, sanggah Herrin sambil menautkan jari – jarinya yang lentik itu.
Lajang kelahiran 25 tahun silam ini juga memiliki hobby yang mungkin jarang Anda jumpai yaitu yoga dan meditasi. Baginya ada kenikmatan tersendiri ketika ia melakukan hobby tersebut. “ Awalnya saya hanya melakukan yoga dan meditasi karena sekedar ingin tahu, namun setelah saya merasakan manfaatnya saya malah merasa addicted!”, jelasnya dengan tawa lepas. Seketika rasa penat dan stress yang ia miliki dapat hilang begitu saja dan tentunya Herrin selalu dapat berpikir dari sudut pandang yang positif serta membantunya dalam menjalani hidup. Mmmm, sepertinya wanita ini memang suka menerawangkan pikirannya bukan?
Ya dalam menjalani hidup sepertinya Herrin memang selalu berusaha untuk berpikir positif. Bahkan ketika dirinya di hadapi oleh kegagalan, menurutnya justru itu adalah hal yang harus terjadi. Bagi Herrin segala sesuatu memang biasanya diawali dari kegagalan.  Karena dengan melalui kegagalan maka kita menjadi tahu harus berbuat apa setelahnya. Kegagalan adalah sebuah pelajaran untuk mencapai sesuatu. Bungsu dari tiga bersaudara ini juga menceritakan bahwa cita – citanya kedepan adalah ingin mendirikan sekolah yang diperuntukan bagi orang – orang miskin sehingga mereka memiliki kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang layak. Wah, sungguh mulia cita – citamu Herrin. Rasa sosialnya yang tinggi awalnya tumbuh dari lingkungan keluarganya yang berdarah melayu India. Lahir sebagai anak bungsu tidak menjadikan dirinya menjadi anak manja. Justru Herrin dengan tangan dan pikiran terbuka selalu siap dalam menerima kritikan atau masukan dari keluarganya.
Dengan rasa passion yang tinggi, Herrin akan terus berusaha untuk mengembangkan divisinya. Saya ingin divisi ini menjadi besar dan menjadi pioneer bagi perusahaan future – future lain agar lebih peduli dengan lingkungan sosial. “Oh ya Herrin, apa yang dapat membuatmu selalu dapat berpikir positif ? Tanya kami dengan penuh rasa ingin tahu. “ Its simply, just make your smile cheap and your anger expensive ” ungkapnya sembari mengulas senyum. Ya baginya senyum dan selalu berpikir positif adalah suatu kunci kepribadian. Hal ini bukanlah hal yang berlebihan karena salah seorang tim dari divisi ini juga menyebutkan bahwa Herrin adalah sosok yang murah senyum, pantang mengeluh dan tak pernah memilih dalam melaksanakan tugasnya. Tetap dengan rendah hati Herrin tersenyum dan mengulas senyum manisnya sekali lagi. Herrin, semoga cita – cita muliamu tercapai.  (Dya)
Kutipan atas artikel ini
Favorit
Cetak
Kirim ke teman
Link Terkait
Simpan artikel
Iklan