Oleh: Rhenald Kasali

“Bagaikan membeli kucing dalam karung”

Bila dikaitkan dengan bisnis, pepatah di atas berarti sebuah produk yang belum jelas spesifikasinya. Seperti apa produk yang ditawarkan, juga kurang jelas. Bisa juga kita beri istilah produk semacam ini sebagai “produk abu-abu”. Jika Anda banyak uang, dan ingin sedikit melepas keinginan tahuan, boleh juga iseng-iseng membeli sebuah produk yang Anda belum mempunyai data pasti tentang produk tersebut. Jika beruntung, harga yang Anda bayar sesuai dengan manfaat yang didapat. Jika kurang beruntung, anggap saja uang hangus.

Produk yang ditawarkan oleh Gee Cosmos (PT Gee Cosmos Indonesia), bolehlah disamakan dengan produk abu-abu tersebut, jika hanya membaca iklannya saja, yang muncul hampir setiap hari selama empat bulan terakhir. Mengapa demikian?

1. Tidak ada penjelasan lebih detil tentang produk yang ditawarkan. Iklannya hanya memuat informasi peluang usaha yang menjanjikan keuntungan.

2. Pendapatan rata-rata per bulan Rp 6 juta sampai Rp 10 juta. Apa maksudnya? Apakah pendapatan minimal per bulan Rp 6 juta dan pendapatan maksimal Rp 10 juta? Bagaimana mengukur pendapatan rata-rata seperti ini, jika bisnis ini baru muncul di Indonesia?

3. Apakah pendapatan di atas berarti laba atau penjualan?

4. Tidak dijelaskan apa, bagaimana, dan siapa pemili PT Gee Cosmos tersebut? Informasi ini penting untuk menetahui reputasi pemilik bisnis. Hanya disebutkan dalam iklan itu sebuah foto pria dengan keterangan chairman Genta Ogami. Siapa gerangan orang ini, tidak ada keterangan lebih lanjut.

5. Tidak jelas juga dari mana keuntungan bagi peminat bisnis ini mendapat keuntungan.

Masih ada beberapa point lagi yang bisa dipertanyakan dari iklan Gee Cosmos itu. Barangkali semua keraguan di atas, bisa terjawab dari brosur gratis yang dijanjikan dikirimkan oleh penyelenggaranya bagi yang mengirimkan data diri ke mereka.

Persoalannya adalah apakah informasi tersebut bisa dipercaya? Sebab, informasi tersebut datang secara sepihak dari mereka. Tidak ada pembanding.

Jalan lain untuk menghilangkan keraguan terhadap produk abu-abu tersebut adalah membaca ulasan atau laporan oleh pers tentang produk tersebut. Sayangnya, sampai sekarang mereka tidak pernah berbicara kepada pers, tanpa sebab yang jelas.

Sikap ini bisa diterjemahkan bahwa mereka menyembunyikan sesuatu yang belum bisa dikemukakan kepada pers. Apa itu? Hanya mereka yang tahu.

Kalau ada orang bertanya kepada saya, apakah harus atau boleh mengikuti program yang ditawarkan? Atau membeli produk yang diiklankan melalui iklan yang gencar ini? Jawabannya jelas: tidak, selama belum ada keterangan yang obyektif tentang usaha atau produk ini.

Alasan tambahannya adalah: dari mana mereka mendapat untung, dan kemudian membagikannya lagi kepada peserta, jika setiap hari mereka membelanjakan uang banyak sekali untuk iklan di Kompas dan media besar lain. Sementara itu, tidak jelas apa sebenarnya yang mereka jual.