Menetapkan tujuan bersama karyawan merupakan unsur penting di dalam manajemen sumberdaya manusia yang efektif.

Ada berbagai macam alasan untuk menetapkan tujuan karyawan. Tujuan itu dapat berupa: memfokuskan karyawan ke maksud pendirian bisnis Anda; meningkatkan peluang keberhasilan dengan menerapkan upaya karyawan ke keberhasilan jangka panjang dan jangka pendek perusahaan; dan memotivasi karyawan. Penetapan tujuan karyawan juga merupakan bagian penting dari penilaian kis atau program bonus karena tanpa tujuan, prestasi tidak mudah diukur.

Agar efektif, tujuan karyawan harus jelas dan dapat dimengerti. Setiap tujuan ini harus konkret, dapat dicapai, dan penting bagi pertumbuhan bisnis Anda. Tips di bawah ini akan membantu Anda menetapkan tujuan yang baik:

Tetapkan tujuan bersama Karyawan

Karyawan seringkali merupakan sumber informasi terbaik tentang tujuan khusus di dalam pekerjaan, yang akan memberikan sumbangsih ke peningkatan produktivitas, ketanggapan, atau tujuan bisnis lain secara keseluruhan. Melibatkan karyawan dalam menetapkan tujuan juga dapat mengurangi potensi kebencian yang dapat muncul ketika tujuan dipaksakan.

Lakukan evaluasi ulang tujuan sesering mungkin

Lakukan evaluasi, sekurangnya di pertengahan tahun untuk memastikan bahwa tujuan masih layak dan bahwa karyawan sudah berjalan pada jalur yang benar.

Buatlah tujuan yang bersifat khusus dan dapat diukur

Jangan menetapkan seperti “Melakukan pekerjaan yang lebih baik”, karena tujuan umum tidak memberi petunjuk tentang langkah apa yang harus diambil karyawan. Contoh tujuan yang konstruktif adalah “Meningkatkan waktu respons ke panggilan pelanggan hingga 30%” atau “Memotong jumlah keluhan pelanggan hingga separuhnya”.

Tujuan tidak harus dikaitkan dengan penjualan

Jangan secara otomatis beranggapan bahwa bonus harus dikaitkan dengan kenaikan penjualan atau bahkan keuntungan. Misalnya, mungkin akan lebih penting pada suatu tahun tertentu pada bisnis Anda untuk memotong biaya atau meningkatkan visibilitas. Kaitkan bonus ke tujuan penting daripada tujuan tradisional.

Pastikan tujuan karyawan dapat dicapai

Banyak orang yang cenderung menetapkan tujuan terlalu tinggi. Tujuan yang tidak dapat dicapai dapat membuat karyawan merasa frustrasi dan kehilangan motivasi, dan merupakan tugas Anda untuk memastikan bahwa tujuan karyawan cukup realistis.

Tetaplah konsisten

Jangan menetapkan tujuan yang berbeda bagi karyawan yang memiliki tanggung jawab sama. Ini tidak hanya akan memunculkan rasa dendam, namun ini berarti Anda akan menciptakan diskriminasi.

Perhatikan waktu Anda

Umum dijumpai di bisnis untuk menetapkan tujuan tahunan karyawan di awal tahun. Lainnya mungkin melakukannya sebelum musim sibuk, atau di pertemuan tahunan perusahaan. Berhati-hatilah untuk menetapkan tujuan karyawan dan melakukan evaluasi sesuai tahun kalender, bukan pada saat ulang tahun karyawan. Dengan cara ini, akan lebih mudah bagi Anda untuk membandingkan performa mereka yang memiliki tugas sama.

Hindari persaingan

Anda ingin karyawan Anda bekerja untuk bersaing dengan pesaing, bukan antarkaryawan. Hindari hal-hal seperti kontes sebagai bagian dari penetapan tujuan Anda. Lebih baik Anda mengajak karyawan berjuang keras untuk memenuhi target tertentu dalam jangka waktu tertentu, dan memberi penghargaan bagi mereka yang mencapainya. Dengan melakukannya, Anda menyediakan insentif bagi semua karyawan untuk berbagi informasi dan saling membantu.

Tetapkan tujuan yang mengikat karyawan untuk turut berhasil di dalam perusahaan

Anda mungkin ingin mendasarkan insentif keuangan terhadap tujuan keseluruhan perusahaan. Ini dapat digunakan untuk mendorong kerja tim, dan bagi siapa pun di dalam perusahaan sehingga dapat diketahui siapa saja yang terlibat di dalam pertumbuhan perusahaan. Sebagai contoh, Levi Strauss telah menetapkan tujuan keuangan perusahaan untuk tahun 2001; apabila perusahaan mencapai tujuan keuangan, sangat mungkin bahwa setiap karyawan akan menerima bonus yang setara dengan gaji tahun 1996 mereka!!!

Iklan