Kesuksesan seseorang dalam berinvestasi tidak harus mengandalkan kepandaian atau staf ahli. Namun kesuksesan seperti kata Warren Buffet dalam bukunya yang berjudul 24 Strategi Investasi Sederhana dari Investor Nilai Terbaik Dunia karya James Pardoe, terletak pada diri sendiri. Dalam buku ini Buffet menguraikan kiat-kiat sukses berinvestasi di pasar saham, yang dinilai banyak orang merupakan bisnis rumit dan penuh resiko.

Buffet menjungkirbalikkan pendapat kebanyakan orang dimana pasar saham diisi oleh orang-orang profesional yang mengerti tentang dunia saham. Pendapat tersebut dianggap mitos oleh Buffet. Semua orang dengan kecerdasan yang dimilikinya dapat menjadi investor sukses tanpa bantuan dari profesional. Buffet telah menemukan cara sukses untuk berinvestasi dalam pasar saham yang tidak rumit. Buffet hanya akan berinvestasi pada bisnis-bisnis yang mudah dipahami, solid, dan bertahan lama.

Buku yang diterbitkan PT Erlangga ini menulis bagaimana esensi dan keindahan filosofi investasi Buffet yang terletak pada kesederhanaan. Filosofi Buffet itu tidak memerlukan kemampuan matematis yang rumit, latar belakang pendidikan finansial, atau pengetahuan mengenai bagaimana perekonomian. Buffet yakin bahwa investor tidak melakukan usaha yang cukup berarti saat mereka mengandalkan hal-hal seperti rumus matematika.

Pada bisnis saham ini Buffet menekankan prinsip kesederhanaan. Prinsip ini harus dipertahankan oleh para pelaku bisnis yang ingin sukses. Dengan menggunakan prinsip kesederhanaan ini maka Anda tidak akan terjebak oleh iming-iming saham yang menggiurkan. Buffet menyarankan agar pelaku bisnis membeli saham dari perusahaan yang dikelola oleh orang-orang jujur dan kompeten. Kemudian pertahankan saham tersebut untuk masa datang. Janganlah membuat investasi menjadi sesuatu yang sulit. Tetaplah berpedoman pada apa yang Anda ketahui. Dengan prinsip yang diuraikan Buffet tersebut maka setidaknya Anda tidak memerlukan para profesional di pasar saham. Anda dapat membuat keputusan investasi sendiri.

Sekilas prinsip kesederhanaan Buffet ini nampak sederhana. Namun, seperti yang tertulis dalam buku ini, prinsip ini tidaklah mudah dilaksanakan. Hal terpenting disini adalah Anda harus memiliki temperamen yang tepat untuk menjadi investor andal. Temperamen yang dimaksud Buffet tidak lain adalah mempertahankan akal sehat Anda setiap saat. Maksudnya, memiliki pola pikir yang tepat saat Anda harus menghadapi berita buruk yang mengancam saham Anda. Dalam keadaan demikian, Buffet menyarankan agar bersikap tenang meskipun dalam situasi buruk sekalipun. Begitu juga dengan pikiran jernih tetap diperlukan.

Jika Anda termasuk orang yang cenderung frustasi maka Anda tidak seharusnya berada di dunia saham. Anda harus mempunyai keterampilan untuk berinvestasi di perusahaan-perusahaan yang sehat. Yang tidak kalah pentingnya dan harus dimiliki pelaku bisnis saham adalah kesabaran. Faktor kesabaran ini juga menjadi filosofi Buffet selama menjalankan bisnisnya. Buffet dikenal sebagai pelaku transaksi perdekade bukan pelaku transaksi harian.

Kesabaran ini diperlukan untuk meraih sukses dalam berinvestasi nilai. Faktor ini pernah menjadi pelajaran Buffet ketika ia merasa tidak sabar saat membeli saham Disney seharga 31 sen per lembar dan menjualnya setahun kemudian. Selama perjalanan bisnisnya Buffet telah memiliki sejumlah saham besar di Berkshire Hathaway selama 40 tahun. Dia tidak pernah menjual selembar pun.

Keberhasilan Buffet tidak lain karena kesabarannya. Lihat saja bagaimana dia memegang saham Washington Post tersebut dalam jangka waktu yang lama. Meskipun saat itu Washington Post mengalami situasi buruk, namun Buffet tetap tidak menjual sahamnya selembarpun. Pasalnya, dia memiliki gambaran besar yang ada dalam pikirannya. Kesabarannya benar-benar berbuah manis, dimana modal awalnya kembali setiap tahun melalui dividen tahunan dari Washington Post senilai 10 juta dolar.

Belilah Bisnis, Bukan Saham

Buffet berpendapat salah satu faktor penting dalam sukses berinvestasi adalah mengingatkan diri bahwa Anda membeli sebagian andil dari bisnis yang benar-benar ada. Menurut Buffet, lembaran saham itu tidak ada artinya. Saham hanya representasi dari perusahaan yang riil. Dengan kata lain, membeli saham bukan berarti “menggoreng pasar”, tapi membeli bisnis yang tepat.

Karena itu hal terpenting untuk dilakukan sebelum membeli saham adalah berpikir matang-matang mengenai bisnis yang mendasarinya juga masa depannya. Dalam hal investasi ini, Buffet menekankan pentingnya kinerja dari bisnis di balik investasi. Karenanya Buffet menganjurkan Anda hendaknya melakukan bisnis yang mudah dipahami dengan alasan bisnis tersebut lebih pasti dan arus kasnya mudah diprediksi. Buffet selalu menghindari perusahaan yang kompleks yang sekiranya akan mengalami perubahan dramatis karena masa depannya tidak pasti.

Buku yang diterbitkan oleh PT Erlangga ini merupakan terjemahan dari buku aslinya yang berjudul How Buffet Does It 24 Simple Investing Strategies from the World’s Greatest Value Investor sangat menarik dan menjadi salah satu bacaan terlaris di dunia. Bagi para pemula bisnis saham, tentunya buku ini sangat layak dibaca dan dapat menjadi panduan dalam berbisnis. (Satria Ari Wibowo)

Sumber : http://majalahimagine.com/content/view/56/55/

Iklan