<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>&#34;RINGKASAN PERKULIAHAN MANAJEMEN&#34;</title>
	<atom:link href="http://elqorni.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://elqorni.wordpress.com</link>
	<description>Teori, Artikel, Resensi Buku, Motivasi, kisah sukses, dan Mozaik sekitar ilmu manajemen</description>
	<lastBuildDate>Sat, 21 Jan 2012 07:34:01 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='elqorni.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f893acdb2f8029878f08d8ca1928ca63?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>&#34;RINGKASAN PERKULIAHAN MANAJEMEN&#34;</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://elqorni.wordpress.com/osd.xml" title="&#34;RINGKASAN PERKULIAHAN MANAJEMEN&#34;" />
	<atom:link rel='hub' href='http://elqorni.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Menjadi Penulis Artikel, Buku &amp; Cerita, Mudahkah?</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/21/menjadi-penulis-artikel-buku-cerita-mudahkah/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/21/menjadi-penulis-artikel-buku-cerita-mudahkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 07:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[TIP DAN TRIK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3137</guid>
		<description><![CDATA[Onno W. Purbo Mengarang barangkali merupakan pelajaran yang paling membosankan pada masa SD. Pernahkan kita berfikir bahwa pekerjaan mengarang, menulis merupakan pekerjaan yang sebetulnya paling menyenangkan di dunia ini? Bayangkan, berbeda dengan pekerjaan lainnya yang harus datang ke kantor tepat waktu; pulang kadang malam hari; kekurangan waktu untuk keluarga karena harus pergi bekerja; persaingan yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3137&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Onno W. Purbo</p>
<p>Mengarang barangkali merupakan pelajaran yang paling membosankan pada masa SD. Pernahkan kita berfikir bahwa pekerjaan mengarang, menulis merupakan pekerjaan yang sebetulnya paling menyenangkan di dunia ini? Bayangkan, berbeda dengan pekerjaan lainnya yang harus datang ke kantor tepat waktu; pulang kadang malam hari; kekurangan waktu untuk keluarga karena harus pergi bekerja; persaingan yang ketat &amp; membuat kita stress sukur-sukur tidak jantungan &amp; mati karena terserang stroke. Dalam dunia menulis, mengarang ternyata kejadian-kejadian di atas tidak terjadi. Bahkan yang membuat dunia ini menjadi lebih ceria lagi adalah tidak adanya (sangat kurang) persaingan dalam pekerjaan sebagai penulis. Betul di Indonesia jarang sekali orang yang mendedikasikan hidup-nya untuk menulis saja, artinya persaingan sebagai penulis amat sangat tidak seru &amp; hampir tidak perlu bersaing untuk menjadi penulis lepas. Bisa di maklumi karena bangsa Indonesia bukan bangsa yang suka menulis, mereka lebih suka berbicara, berdebat &amp; berteriak bahkan mungkin berkelahi – bisa kita lihat contohnya pada kelakuan para elit politik.</p>
<p>Asiknya menulis, sebagian besar waktu kerja anda dapat dilakukan di rumah, atau jika anda memiliki laptop dapat dilakukan dimana saja. Artinya, waktu untuk keluarga praktis menjadi lebih banyak, hampir setiap hari jika anda menghendaki dapat hidup bersama keluarga anda di rumah. Hidupkah anda dari menulis saja? Insya Allah anda akan hidup – bayangkan satu tulisan kadang di hargai Rp. 250.000 s/d Rp. 1 juta untuk panjang 6000-15000 huruf yang dapat dilakukan dalam waktu sekitar 2 jam saja. Rasanya membutuhkan waktu kerja satu bulan bagi sarjana yang baru lulus untuk memperoleh uang sebanyak itu, belum lagi biaya transportasi yang demikian tinggi. Jika anda sanggup menulis buku agak lumayan hasilnya sekitar Rp. 3-4 juta / buku (untuk 10000 eksemplar). Yang paling mengasyikan sebagai penulis adalah undangan memberikan ceramah, sekali ceramah 1-2 jam bukan mustahil akan memperoleh antara Rp. 250.000 s/d Rp. 6 juta / ceramah tergantung penyelenggaranya. Kalau saya perhatikan semua ini sangat tergantung pada tingkat produktifitas anda dalam menulis &amp; menyebarkan ilmu pengetahuan. Pada sisi ekstrim, semakin banyak pengetahuan anda menyebar ke masyarakat melalui berbagai media (bahkan yang gratis sekalipun seperti melalui Web), maka Insya Allah rizki akan datang kepada anda berlipat ganda, sesuai janji Sang Pencipta.</p>
<p>Pada saat ini, kebetulan sekali dunia teknologi informasi tampaknya sedang sangat booming, kebutuhan akan informasi tentang teknologi informasi menjadi demikian besar. Banyak sekali majalah, koran, surat kabar, tabloid yang berkaitan dengan Teknologi Informasi, mulai dari Koran Tempo, Telset, Infokomputer, NeoTek, Chip, Majalah Internet, infolinux, dotcom, dotnet, majalah teknologi, KOMPAS, Republika, Bisnis Indonesia, Jakarta Post banyak sekali. Di samping itu, ada beberapa penerbit buku yang mempunyai fokus ke Teknologi Informasi, seperti Elexmedia Komputindo, Penerbit ITB, Gramedia. Belum lagi berbagai media online seperti detik.com, astaga.com dll yang akan dengan senang hati menerima penerbitan tulisan / artikel anda. Jelas kebutuhan akan berbagai tulisan khususnya bidang teknologi informasi menjadi sangat banyak, dengan jumlah penulis yang demikian sedikit – betapa nikmatnya hidup hampir tanpa saingan &amp; rizki yang melimpah.</p>
<p>Apa yang perlu kita lakukan dalam memulai karir sebagai penulis ini? Sebetulnya tidak banyak, sudah tentu bekal pengetahuan yang cukup tentang bidang yang akan kita tulis akan sangat membantu. Khususnya untuk dunia Teknologi Informasi, sebetulnya anda cukup beruntung karena ilmu di teknologi informasi berkembang terus dengan sangat pesat sehingga dari bidang apapun anda dapat menulis tentang berbagai aspek teknologi informasi. Kunci utamanya adalah kemauan untuk membaca berbagai tulisan, artikel tentang teknologi informasi yang sebetulnya banyak sekali &amp; dapat di ambil secara gratis di Internet, seperti <a href="http://www.linuxdoc.org/">http://www.linuxdoc.org</a>, <a href="http://pandu.dhs.org/">http://pandu.dhs.org</a>, <a href="http://ecommerce.internet.com/">http://ecommerce.internet.com</a>, <a href="http://www.infolinux.web.id/">http://www.infolinux.web.id</a> dsb. Jika kita perhatikan di berbagai tulisan yang ada, sebetulnya latar belakang ekonomi, sosial, hukum dsb. juga dibutuhkan di dunia teknologi informasi.</p>
<p>Tentunya bergabung &amp; berdiskusi dengan rekan penulis teknologi informasi lainnya juga akan sangat membantu. Salah satu pangkalan bagi penulis teknologi informasi Indonesia adalah <a href="mailto:penulis-ti@yahoogroups.com">penulis-ti@yahoogroups.com</a> yang saat ini beranggotakan hampir seratusan penulis TI &amp; sebagian sudah menulis beberapa buku tentang TI.</p>
<p>Bagi pemula yang ingin mencoba mendalami dunia tulis menulis, alangkah baiknya jika dapat dilakukan sejak dini bahkan kalau mungkin sejak SD. Ada beberapa situs di Internet yang akan dapat membantu kita sebagai penulis, saya coba fokuskan justru ke situs-situs yang memberikan inspirasi bagi anak-anak dalam mencoba menulis sejak dini. Bagi yang ingin serius sebagai penulis, ada baiknya search di <a href="http://www.google.com/">http://www.google.com</a> dengan menggunakan keyword “technical writer” atau “technical writing”. Memang sebagian besar informasi masih berbahasa Inggris, tapi paling tidak akan memberikan inspirasi proses menjadi seorang penulis yang baik. Situs tersebut antara lain adalah:</p>
<ul>
<li>Aaron Shepard&#8217;s Young Author Page <a href="http://www.aaronshep.com/youngauthor/">http://www.aaronshep.com/youngauthor/</a> &#8211; situs untuk penulis anak-anak yang di kelola oleh Aaron Shepard.</li>
</ul>
<ul>
<li>Arthur: Letter Writer Helper <a href="http://www.pbs.org/wgbh/arthur/arthur/postcards/letterwriter_helper.html">http://www.pbs.org/wgbh/arthur/arthur/postcards/letterwriter_helper.html</a> &#8211; tempat Arthur memberikan pelajaran bagaimana menulis surat yang baik &amp; “cool” dan beberapa fakta tentang surat menyurat &amp; e-mail.</li>
</ul>
<ul>
<li>Buddy&#8217;s Bearded Collie Literacy Notebook <a href="http://www.skylinc.net/%7Escarfone/buddy.htm">http://www.skylinc.net/~scarfone/buddy.htm</a> Buddy, a Bearded Collie, menolong anak-anak untuk menulis &amp; membaca. Untuk mendapat berbagai ide untuk menulis, bahkan memasukan ceRita sendiri.</li>
</ul>
<ul>
<li>Candlelight Stories <a href="http://www.candlelightstories.com/">http://www.candlelightstories.com/</a> &#8211; tempat banyak e-book di simpan. Beberapa di antara di tulis oleh anak-anak. Jika anda masuk ke writing area, anda akan mengetahui bagaimana cara mempublikasi tulisan anda.</li>
</ul>
<ul>
<li>CBC 4 Kids: Words <a href="http://www.cbc4kids.ca/general/words/default.html">http://www.cbc4kids.ca/general/words/default.html</a> &#8211; anda dapat mengikuti perlombaan menulis, berpartisipasi dalam cerita yang tak pernah berhenti (never ending story), mencek buku &amp; pengarang yang baik, mendengarkan drama radio dll.</li>
</ul>
<ul>
<li>Children&#8217;s Book Guy <a href="http://members.home.net/komalley/">http://members.home.net/komalley/</a> &#8211; menerangkan bagaimana cara menulis &amp; mempublikasikan buku.</li>
</ul>
<ul>
<li>Elements of Style <a href="http://www.bartleby.com/141/">http://www.bartleby.com/141/</a> -  tata bahasa, penggunaan kata, bentuk &amp; ekspresi dalam bahasa Inggris tentunya.</li>
</ul>
<ul>
<li>HP Student Center <a href="http://www.hpstudentcenter.com/">http://www.hpstudentcenter.com/</a> &#8211; berbagai resensi buku, proyek, game, aktifitas, dan workshop tentang menulis untuk anak-anak di tingkat SMP.</li>
</ul>
<ul>
<li>Incredible Story Studio <a href="http://www.storystudio.com/">http://www.storystudio.com/</a> &#8211; Untuk anak-anak muda (10-14 tahun) yang ingin menulis cerita untuk televisi.</li>
</ul>
<ul>
<li>Online Literacy <a href="http://www.nexus.edu.au/teachstud/onlit/index.html">http://www.nexus.edu.au/teachstud/onlit/index.html</a> &#8211; berbagai tip yang “cool” untuk berbicara, mendengarkan, menulis &amp; membaca di kelas.</li>
</ul>
<ul>
<li>Page by Page: Creating a Children&#8217;s Book <a href="http://www.nlc-bnc.ca/pagebypage/">http://www.nlc-bnc.ca/pagebypage/</a> &#8211; Tour step-by-step proses pembuatan buku menggunakan buku dari Tim Wynne-Jones yang berjudul Zoom Upstream sebagai contoh.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>The Write Site <a href="http://www.writesite.org/">http://www.writesite.org/</a> &#8211; untuk mengeksplorasi dunia jurnalistik, termasuk informasi bagaimana cara melakukan penelitian dan membangun gaya anda sendiri.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<ul>
<li>Young Writers&#8217; Clubhouse <a href="http://www.realkids.com/club.shtml">http://www.realkids.com/club.shtml</a> &#8211; untuk memperoleh ide &amp; saran untuk tulisan anda.</li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/tip-dan-trik/'>TIP DAN TRIK</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3137/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3137/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3137/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3137&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/21/menjadi-penulis-artikel-buku-cerita-mudahkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Harga Boleh Dipangkas, Tidak Dengan Kualitas</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/07/harga-boleh-dipangkas-tidak-dengan-kualitas/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/07/harga-boleh-dipangkas-tidak-dengan-kualitas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 11:32:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Harga & Produk]]></category>
		<category><![CDATA[MANAJEMEN PEMASARAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3132</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa perusahaan menerapkan pelayanan istimewa kepada “konsumen pareto”. Bagi perusahaan seperti ini, meski jumlahnya kecil, namun sumbangan mereka pada pendapatan perusahaan jauh lebih besar daripada konsumen kebanyakan. Lantas, bagaimana dengan konsumen kebanyakan? Jika kini Sari Husada dikenal dengan produk-produk yang terjangkau oleh kalangan menengah-bawah, ada sejarah yang melatarinya. Saat didirikan lima puluh tahun yang lalu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3132&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Beberapa perusahaan menerapkan pelayanan istimewa kepada “konsumen pareto”. Bagi perusahaan seperti ini, meski jumlahnya kecil, namun sumbangan mereka pada pendapatan perusahaan jauh lebih besar daripada konsumen kebanyakan. Lantas, bagaimana dengan konsumen kebanyakan?</strong></p>
<p>Jika kini Sari Husada dikenal dengan produk-produk yang terjangkau oleh kalangan menengah-bawah, ada sejarah yang melatarinya. Saat didirikan lima puluh tahun yang lalu di Yogyakarta, perusahaan ini memang didedikasikan pemerintah dengan dukungan Unicef untuk membantu masyarakat Indonesia keluar dari masalah kekurangan gizi. Misi awal perusahaan itu terbawa hingga kini.</p>
<p>Tonggak kedua adalah ketika krisis mulai menghajar negeri ini. Gara-gara harga kebutuhan pokok melejit, daya beli masyarakat anjlok drastis. Jangankan beli susu, untuk mendapatkan beras saja mereka mesti kerja keras. Banyak ibu menyusui yang tidak lagi mampu memberikan susu pada bayinya. Kalau pun mampu, ibu-ibu itu memperbanyak air sehingga susu menjadi encer. Tragisnya, malah ada yang terpaksa menggantikan susu itu dengan air hasil mencuci beras. Padahal, bayi mereka amat membutuhkan asupan ASI.</p>
<p>Tergerak oleh situasi seperti itulah Sari Husada melakukan kebijakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Tindakan nyata itu berupa penurunan harga produk-produknya. “Itu merupakan komitmen kami terhadap perkembangan anak dan ibu hamil,” cetus Jenny Go, <a class="zem_slink" title="Chief marketing officer" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chief_marketing_officer" rel="wikipedia">Marketing Director</a> PT Sari Husada Tbk kepada MARKETING.</p>
<p>Komitmen itu dipegang sampai sekarang, bahkan ketika kondisi ekonomi mulai sedikit membaik. Saat kompetitor menaikkan harganya, kata Jenny, tidak demikian dengan Sari Husada. Kalau pun naik, harga yang baru ini hanya “mengembalikan” harga sebelum pemotongan.</p>
<p>Diakui Jenny, sejatinya penurunan harga tersebut tidak menyelesaikan masalah lesunya daya beli masyarakat. Strategi ini hanya sebentuk upaya untuk membantu masyarakat menjangkau produk yang memang mereka butuhkan. Ada yang lebih penting, yakni bahwa kendati pun harga turun, tidak demikian dengan kualitas.</p>
<p>“Memang, masyarakat kalangan ini tidak terlalu menuntut macam-macam pada produk yang mereka beli. Yang penting mereka mampu menjangkau. Namun, kami tetap harus memperhatikan kualitas,” tegas Jenny. Ia perlu menegaskan pernyataan itu mengingat acap terdengar tudingan bahwa produk murah seringkali tidak berkualitas. Penghasil SGM, Lactamil, dan Vitalac ini ingin membuktikan sebaliknya. Bahwa kendati murah, untuk kalangan kebanyakan, kualitas tetap diutamakan. Lima sertifikasi internasional dikantonginya sebagai sebentuk pengakuan atas kualitas tersebut. Di luar itu, beberapa organisasi seperti IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), POGI (Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia), dan IBI (Ikatan Bidan Indonesia), mereka ajak bekerja sama sebagai semacam “key-spoke person” kualitas produk yang akan dikonsumsi masyarakat.</p>
<p>Bentuk lain pelayanan mereka adalah lewat <em><a class="zem_slink" title="Call centre" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Call_centre" rel="wikipedia">call center</a></em>. <a class="zem_slink" title="Mystery shopping" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mystery_shopping" rel="wikipedia">Mystery Shopping</a> MARKETING, pada awal tahun ini pernah menguji <em>call center</em> mereka. Dan memang petugas penerima telepon menjelaskan dengan baik pertanyaan dan keluhan yang diajukan. Namun, mengingat persebaran konsumen Sari Husada yang merata di seluruh Tanah Air, tidak semua dilayani lewat <em>call center</em>. Sebab, sebagian besar masyarakat belum dijangkau layanan sambungan telepon. Nah, kepada mereka ini ditawarkan media lain, yakni surat-menyurat atau kunjungan berupa seminar dan simposium.</p>
<p>Secara keseluruhan, papar Jenny, setiap maksimal tiga tahun sekali diadakan “penyegaran” terhadap setiap produk. Bukan hanya pembaruan <em>packaging</em> atau pemunculan produk baru –sesuai tuntutan <em>life cycle</em> produk jenis ini, melainkan juga penyesuaian formula atas kebutuhan masyarakat seiring perkembangan ilmu pengetahuan. Semua ini menunjukkan, kendati bukan “konsumen pareto”, konsumen seperti ini tetap membutuhkan pelayanan yang baik.(AA Kunto A, Marketing edisi Agustus 04)</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-pemasaran/harga-produk/'>Harga &amp; Produk</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-pemasaran/'>MANAJEMEN PEMASARAN</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3132/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3132/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3132/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3132&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/07/harga-boleh-dipangkas-tidak-dengan-kualitas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Motivasi dalam manajemen</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/07/motivasi-dalam-manajemen/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/07/motivasi-dalam-manajemen/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 11:20:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[MANAJEMEN SDM]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi kerja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3130</guid>
		<description><![CDATA[Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia., dan merupakan suatu proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan. Seorang karyawan mungkin menjalankan pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan baik, mungkin pula tidak. Maka dari itu hal tersebut merupakan salah satu tugas dari seorang pimpinan untuk bias memberikan motivasi (dorongan0kepada bawahannya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3130&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Motivasi merupakan kegiatan yang mengakibatkan, menyalurkan dan memelihara perilaku manusia., dan merupakan suatu proses untuk mencoba mempengaruhi seseorang agar melakukan sesuatu yang kita inginkan. Seorang karyawan mungkin menjalankan pekerjaan yang dibebankan kepadanya dengan baik, mungkin pula tidak. Maka dari itu hal tersebut merupakan salah satu tugas dari seorang pimpinan untuk bias memberikan motivasi (dorongan0kepada bawahannya agar bias bekerja sesuai dengan arahan yang diberikan.</p>
<p><strong>Content Theory</strong></p>
<p><a class="zem_slink" title="Content theory" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Content_theory" rel="wikipedia">Content theory</a> berkaitan dengan beberapa nama seperti <a class="zem_slink" title="Abraham Maslow" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Abraham_Maslow" rel="wikipedia">Maslow</a>, Mc, Gregor, Herzberg, Atkinson dan McCelland.</p>
<p>1.<em> Teori Hierarki Kebutuhan</em>, menurut maslow didalam diri setiap manusia ada lima jenjang kebutuhan, yaitu:</p>
<ul>
<li>faali (fisiologis)</li>
<li>Keamanan, keselamatan dan perlindungan</li>
<li>Sosial, kasih saying, rasa dimiliki</li>
<li>Penghargaan, rasa hormat internal seperti harga diri, prestasi</li>
<li>Aktualisasi-diri, dorongan untuk menjadi apa yang mampu ia menjadi.</li>
</ul>
<p>Jadi jika seorang pimpinan ingin memotivasi seseorang, menurut maslow, pimpinan perlu memahami sedang berada pada anak tangga manakah bawahan dan memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan-kebutuhan itu atau kebutuhan dia atas tingkat itu.</p>
<p>2. <em>Teori X dan Y</em> , teori yang dikemukakan oleh <a class="zem_slink" title="Douglas McGregor" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Douglas_McGregor" rel="wikipedia">Douglas McGregor</a> yang menyatakan bahwa dua pandangan yang jelas berbeda mengenai manusia, pada dasarnya satu negative (teori X) yang mengandaikan bahwa kebutuhan order rendah mendominasi individu, dan yang lain positif (teori Y) bahwa kebutuhan order tinggi mendominasi individu.</p>
<p>3. <em>Teori Motivasi – Higiene</em>, dikemukakan oleh psikolog <a class="zem_slink" title="Frederick Herzberg" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Frederick_Herzberg" rel="wikipedia">Frederick Herzberg</a>, yang mengembangkan teori kepuasan yang disebut teori dua faktor tentang motivasi. Dua factor itu dinamakan factor yang membuat orang merasa tidak puas atau factor-faktor motvator iklim baik atau ekstrinsik-intrinsik tergantung dari orang yang membahas teori tersebut. Faktor-faktor dari rangkaian ini disebut pemuas atau motivator yang meliputi:</p>
<ul>
<li>Prestasi (achievement)</li>
<li>Pengakuan (recognition)</li>
<li>Tanggung Jawab (responsibility)</li>
<li>Kemajuan (advancement)</li>
<li>Pekerjaan itu sendiri ( the work itself)</li>
<li>Kemungkinan berkembang (the possibility of growth)</li>
</ul>
<p>4. <em>Teori kebutuhan McClelland</em>, teori ini memfokuskan pada tiga kebutuhan</p>
<ul>
<li>Prestasi (achievement)</li>
<li>Kekuasaan (power)</li>
<li>Afiliasi (pertalian)</li>
</ul>
<p>5. <em>Teori Harapan – <a class="zem_slink" title="Victor Vroom" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Victor_Vroom" rel="wikipedia">Victor Vroom</a>,</em> teori ini beragumen bahwa kekuatan dari suatu kecenderungan untuk bertindak dengan suatu cara tertentu bergantung pada kekuatan dari suatu pengharapan bahwa tindakan itu akan diikuti oleh suatu keluaran tertentu dan pada daya tarik dari keluaran tersebut bagi individu tersebut. Teori pengharapan mengatakan seorang karyawan dimotivasi untuk menjalankan tingkat upaya yang tinggi bila ia meyakini upaya akan menghantar kesuatu penilaian kinerja yang baik, suatu penilaian yang baik akan mendorong ganjaran-ganjaran organisasional, seperti bonus, kenaikan gaji, atau promosi dan ganjaran itu akan memuaskan tujuan pribadi karyawan tersebut.</p>
<p>6. <em>Teori Keadilan</em>, teori motivasi ini didasarkan pada asumsi bahwa orang-orang dimotivasi oleh keinginan untuk diperlakukan secara adil dalam pekerjaan, individu bekerja untuk mendapat tukaran imbalan dari organisasi</p>
<p>7.<em> Reinforcement theory</em>, Teori ini tidak menggunakan konsep suatu motive atau proses motivasi. Sebaliknya teori ini menjelaskan bagaimana konsekuensi perilaku dimasa yang lalu mempengaruhi tindakan dimasa yang akan dating dalam proses pembelajaran.</p>
<p><strong>Berbagai pandangan tentang motivasi dalam organisasi</strong></p>
<p>1. Model Tradisional, alat motivasi ini didasarkan atas anggapan bahwa para pekerja sebenarnya adalah pemalas dan bisa didorong hanya dengan imbalan keuangan.</p>
<p>2. Model sumber Daya Manusia, para ahli berpendapat bahwa para karyawan sebenernya mempunyai motivasi yang sangat beranweka ragam, bukan hanya motivasi karen auang ataupun keinginan akan kepuasan, tetapi juga kebutuhan untuk berprestasi dan emmpunyai artidalam bekerja. Mereka berpendpat bahwa sebagian besar individu sudah mempunyai dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan dengan baik, dan tidak selalu para karyawan memandang pekerjaan sebagai sesuatu hal yang tidak menyenagkan.</p>
<p><strong>Jenis-jenis Motivasi</strong></p>
<p>Motivasi positif dan motivasi negatif, motivasi positif adalah proses untuk mencoba mempengaruhi orang lain agar menjalankan sesuatu yang kita inginkan dengan cara memberikan kemungkinan untuk mendapatkan hadiah. Motivasi negatif adalah proses untuk mempengaruhi seseorang agar mau melakukan sesuatu yang kita inginkan tetapi teknik dasar yang digunakan adalah lewat kekuatan ketakutan.</p>
<p>Bukti yang paling dasar terhadap keberhasilan suatu bentuk motivasi adalah hasil yang diperoleh dari pelaksanaan suatu pekerjaan.</p>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-sdm/'>MANAJEMEN SDM</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-sdm/motivasi-kerja/'>Motivasi kerja</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3130&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/07/motivasi-dalam-manajemen/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WEWENANG DAN KEKUASAAN</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/07/3124/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/07/3124/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 07 Jan 2012 11:00:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Konsep dasar manajemen]]></category>
		<category><![CDATA[MANAJEMEN UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Chester Barnard]]></category>
		<category><![CDATA[David McClelland]]></category>
		<category><![CDATA[wewenang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3124</guid>
		<description><![CDATA[Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Ada dua pandangan yang saling berlawanan mengenai sumber wewenang, yaitu teori formal (atau sering disebut pandangan klasik )dan teori penerimaan. Teori formal berpendapat bahwa wewenang ad karna seseorang di beri atau di limpahi atau [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3124&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:center;"><em>Wewenang (authority) adalah hak untuk melakukan sesuatu atau memerintah orang lain untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu agar tercapai tujuan tertentu. Ada dua pandangan yang saling berlawanan mengenai sumber wewenang, yaitu teori formal (atau sering disebut pandangan klasik )dan teori penerimaan.</em></p>
</div>
<p><a href="http://elqorni.files.wordpress.com/2012/01/nxqnelykie.jpg"><img class="alignleft" style="border:0 none;" src="http://elqorni.files.wordpress.com/2012/01/nxqnelykie.jpg?w=250&#038;h=258" alt="" width="250" height="258" border="0" /></a>Teori formal berpendapat bahwa wewenang ad karna seseorang di beri atau di limpahi atau diwarisi hal tersebut. Pandangan teori penerimaan bahwa wewenang seseorang timbul hanya bila hal itu di terima oleh kelompok atau individu kepada siapa wewenang tersebut di jalankan. <a class="zem_slink" title="Chester Barnard" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Chester_Barnard" rel="wikipedia">Chester Barnard</a> menyatakan: “ bila suatu komunikasi direktif diterima seseorang kepada siapa hal itu ditunjukan wewenang untuknya tercipta atau di tegaskan”.Barnard menyebut penerima wewenang dengan sebutan “ zone of indifference”, dan Herbert A . Simon menyebut dengan “ area of acceptance”.</p>
<div>
<p>Kekuasaan(power) sering di campur adukan dengan wewenang. Bila wewenang adalah hak untuk melakukan sesuatu, kekuasaan adalah kemampuan untuk melakukan hal tersebut. Kekuasaan posisi (position power) di dapat dari wewenang formal suatu organisasi. Kekuasaan pribadi (personal power) di dapatkan dari para pengikut dan didasarkan atas seberapa besar pengikut dan di dasarkan atas seberapa besar para pengikut mengagumi dan respeck pada seorang pemimpin.</p>
<p>Ada 6 sumber kekuasaan , empat pertama berhubungan dengan kekuasaan posisi dan dua lain nya kekuasaan pribadi, sebagai berikut:</p>
<p>1. Kekuasaan balas jasa (reward power)</p>
<p>2. Kekuasaan paksaan (coercive power)</p>
<p>3. Kekuasaan sah (legimate power)</p>
<p>4. Kekuasaan pengendalian informasi (control of information power)</p>
<p>5. Kekuasaan panutan (refrent power)</p>
<p>6. Kekuasaan ahli (expert power)</p>
<p><a class="zem_slink" title="David McClelland" href="http://en.wikipedia.org/wiki/David_McClelland" rel="wikipedia">David McClelland</a> mengemukakan ada “dua muka dari kekuasaan “, yaitu sisi negative dan sisi positif. Sisi negative mengandung arti bahwa memiliki kekuasaan berarti menguasai orang lain yang lebih lemah. Sisi positif ditandai dengan perhatian pada pencapaian tujuan kelompok.</p>
<p>Tanggung jawab dan akunbilitas. Tanggung jawab (responbility)</p>
<p>Adalah kewajiban untuk melakukan sesuatu yang timbul bila seorang bawahan menerima wewenang manager untuk mendelegasikan tugas atau funsi tertentu. Akunbilitas adalah factor di luar individu dan perasaan pribadinya.</p>
<p>Pengaruh (influence) adalh suatu transaksi sosial dimana seseorang atau kelompok di bujuk oleh seorang atau kelompok lain untuk melakukan kegiatan sesuai dengan harapan mereka yang mempengaruhi.</p>
</div>
<div>
<p><strong>STRUKTUR LINI DAN STAF</strong></p>
<p>Organisasi lini dan Staf, semua organisasi mempunyai sejumlah fungsi-fungsi dasar yang harus dilaksanakan. Staf merupakan individu atau kelompok dalam struktur organisasi yang fungsi utamanya memberikan saran dan pelayanan kepada fungsi lini. Beberapa alas an mengapa organisasi perlu membedakan antara kegiatan-kegiatan lini dan staf. Pertama, karena kegiatan-kegiatan lini mencerminkan pekerjaan pokok organisasi. Kedua, pengetatan yang harus di buat organisasi dalam waktu krisis sangat di tentukan oleh pilihan terhadap departemen lini atau staf.</p>
<p>Ada dua tipe staf yaitu staf pribadi dan staf spesialis. Staf pribadi di bentuk untuk memberikan saran, bantuan, dan jasa kepada seorang manager. Staf spesialis memberikan saran, konsultasi, bantuan dan melayani seluruh lini dan unsure organisasi.</p>
<p><strong>WEWENANG LINI, STAF, DAN FUNGSIONAL</strong></p>
<p>Wewenang lini adalah wewenang dimana atasan melakukannya atas bawahannya langsung. Wewenang staf adalah hak yang dipunyai oleh satu-satuan staf atau para spesialis untuk menyarankan, memberi rekomendasi atau konsultasi kepada personalia lini. Wewenang staf fungsional adalah hubungan terkuat yang dapat di miliki staf dengan satuan-satuan lini.</p>
<p>Beberapa factor dapat menimbulkan berbagai konflik di antara departemen dan orang-orang lini dan staf, yaitu:</p>
<p>1. Perbedaan umur dan pendidikan</p>
<p>2. Perbedaan tugas</p>
<p>3. Perbedaan sikap</p>
<p>4. Perbedaan posisi</p>
<p><strong>DELEGASI WEWENANG</strong></p>
<p>Delegasi wewenang adalah proses dimana para manajer mengalokasikan wewenang ke bawah kepada orang-orang yang melapor padanya. Efektifitas delegasi merupakan factor utama yang membedakan manajer sukses dan manajer tidak sukses.</p>
<p>Prinsip- prinsip klasik yang dapat dijadikan dasar untuk delegasi yang efektif adalah:</p>
<p>1. Prinsip scalar</p>
<p>2. Prinsip kesatuan perintah</p>
<p>3. Tanggung jawab. Wewenang, dan akunbilitas</p>
<p>Delegasi adalah factor krisis bagi manajemen yang efektif, tetapi banyak manajer gagal untuk mendelegasikan atau mendelegasikan dengan lemah.</p>
</div>
<div>
<p>Louis Allen mengemukakan beberapa teknik khusus untuk membantu manajer melakukan delegasidengan efektif.</p>
<p>1. Tetapkan tujuan</p>
<p>2. Tegaskan tanggung jawab dan wewenang</p>
<p>3. Berikan motivasi kepada bawahan</p>
<p>4. Meminta penyelesaian kerja</p>
<p>5. Berikan latihan</p>
<p>6. Adakan pengawasan yang memadai</p>
</div>
<div>
<p><strong>SENTRALISASI VERSUS DESENTRALISASI</strong></p>
<p>Sentralisasi adalah pemusatan kekuasaan dan wewenang pada tingkatan atas suatu organisasi. Desentralisasi adalah penyebaran atau pelimpahan secara meluas kekuasaan dan pembuatan keputusan ketingkatan-tingkatan organisasi yang lebih rendah.</p>
</div>
<div>
<p>Factor-faktor yang mempengaruhi Derajat Desentralisasi sebagai berikut:</p>
<p>1. Filsafat manajemen</p>
<p>2. Ukuran dan tingkatan pertumbuhan organisasi</p>
<p>3. Strategi dan lingkungan organisasi</p>
<p>4. Penyebaran Geografis organisasi</p>
<p>5. Tersediannya peralatan pengawasan yang efektif</p>
<p>6. kualitas manajer</p>
<p>7. keanekaragaman produk dan jasa</p>
<p>8. Karakteristik- karakteristik organisasi lainnya</p>
<p>Jadi, pendekatan paling logic yang dapat digunakan organisasi adalah mengamati segala kemungkinan yang terjadi (contingency approach).</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-umum/konsep-dasar-manajemen-manajemen-umum/'>Konsep dasar manajemen</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-umum/'>MANAJEMEN UMUM</a> Tagged: <a href='http://elqorni.wordpress.com/tag/chester-barnard/'>Chester Barnard</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/tag/david-mcclelland/'>David McClelland</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/tag/wewenang/'>wewenang</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3124&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2012/01/07/3124/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://elqorni.files.wordpress.com/2012/01/nxqnelykie.jpg?w=250" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Menata Organisasi Penjualan Gaya Militer</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/menata-organisasi-penjualan-gaya-militer/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/menata-organisasi-penjualan-gaya-militer/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 09:28:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[MANAJEMEN PEMASARAN]]></category>
		<category><![CDATA[Salesmanshift]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3122</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Mindiarto Djugorahardjo, MBA* Dari sekian banyak pengalaman sebagai konsultan yang fokus di bidang distribusi dan penjualan, permasalahan yang selalu timbul dan dibahas dalam selalu itu-itu juga. Intinya terletak pada tidak adanya sistem yang disusun dan dibakukan sebagai standar corporate plan maupun operational plan bagi cabang dan divisi penjualan dari suatu perusahaan. Pengelolaan divisi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3122&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Oleh<strong> : Mindiarto Djugorahardjo, MBA*</strong></p>
<p>Dari sekian banyak pengalaman sebagai konsultan yang fokus di bidang distribusi dan penjualan, permasalahan yang selalu timbul dan dibahas dalam selalu itu-itu juga. Intinya terletak pada tidak adanya sistem yang disusun dan dibakukan sebagai standar corporate plan maupun operational plan bagi cabang dan divisi penjualan dari suatu perusahaan.</p>
</div>
<div>
<p>Pengelolaan divisi penjualan seutuhnya diserahkan kepada tiap kepala cabang dan pimpinan penjualan, yang direkrut dari perusahaan-perusahaan lain, yang “katanya” siap pakai dan punya kompetensi unggul. Bisa dibayangkan, bagaimana jadinya jika setiap pimpinan wilayah dengan berbagai macam latar belakang tadi membawa pengalaman masa lampaunya masing-masing. Mulai dari pengetahuan yang berbeda, pola manajemen, macam produk yang dipasarkan berlainan pula.</p>
</div>
<div>
<p>Tidak terlihat adanya pola terpadu dan tersusun khusus untuk mengelola suatu wilayah tertentu. Dan inilah cikal bakal ”malapetaka” yang terjadi, yaitu perubahan berdasarkan selera. Perubahan ini berlangsung tanpa henti sehingga konsistensi tidak pernah terjadi. Hasilnya, ”memble” sepanjang masa!</p>
</div>
<div>
<p><strong>Kerangka kerja militer </strong></p>
</div>
<div>
<p>Militer memiliki pola kerja yang cukup baik, solid dan berhasil. Ambil contoh di Angkatan Darat. Satu wilayah dibagi ke dalam beberapa daerah yang lebih kecil, dan di tiap daerah tersebut ditugaskan seorang perwira. Sebagai contoh, Indonesia dibagi ke dalam beberapa daerah militer: daerah provinsi dipimpin Pangdam, resort dipimpin Danrem, distrik dipimpin Dandim, kecamatan dipimpin Danramil, dan kelurahan dipimpin Babinsa. Di mana pun bertugas, masing-masing pejabat militer harus mengikuti suatu pola yang telah tersusun dan dibakukan. Soal masih terjadi penyimpangan itu adalah karena adanya oknum.</p>
</div>
<div>
<p>Sementara, dalam manajemen penjualan dan distribusi juga dikenal suatu pola komprehensif, di mana setiap wilayah dapat mengikuti sistem terpadu yang disusun untuk kepentingan dan keperluan perusahaan induk. Tujuannya untuk menggarap wilayah-wilayah itu secara efisien dan efektif. Pola ini dikenal dengan nama Manajemen Wilayah Efektif (Effective Territory Management). Namun, sangat disayangkan, banyak perusahaan distribusi dan penjualan yang belum mau menyusun suatu pola penggarapan yang tersusun rapi dan dibakukan di tiap wilayah.</p>
</div>
<div>
<p>Apa yang dimaksud dengan Manajemen Teritori? “Teritori penjualan adalah suatu susunan dari pelanggan-pelanggan yang saat ini terdaftar dan aktif, di mana seorang eksekutif penjualan ditugaskan khusus untuk melakukan penjualan secara optimal dan berkesinambungan.” Eksekutif penjualan ini bisa seorang kepala cabang, manajer penjualan, penyelia penjualan, atau wiraniaga yang ditempatkan di suatu wilayah.</p>
</div>
<div>
<p>Setiap eksekutif penjualan harus bertanggungjawab atas penggarapan wilayahnya dan mampu mencapai tujuan yang diharapkan oleh kantor pusat. Mulai dari wiraniaga yang kecil wilayahnya, manajer distrik, sampai kepala cabang yang menguasai seluruh wilayah; harus mampu membuat rencana terpadu, mengikuti pola yang telah ditetapkan perusahaan induk.</p>
</div>
<div>
<p>Untuk wilayah terkecil, tanggung jawab diserahkan pada seorang wiraniaga dan atasan langsungnya, yaitu seorang penyelia. Di samping itu, manajer distrik serta kepala cabang juga harus waspada dan cepat tanggap atas segala kejadian di wilayahnya. Dari hal-hal di atas, maka peran dan pola kerja baku masing-masing armada penjual dapat dikategorikan menjadi: mengelola wilayah/rayon, mengembangkan pasar, mendapatkan pelanggan baru, serta pengembangan dan penetrasi produk yang telah eksis maupun produk baru.</p>
</div>
<div>
<p>Bagi perusahaan yang masih belum membentuk cabang-cabangnya sesuai dengan pola manajemen wilayah yang rapi, ada baiknya untuk mengkaji dulu segala persiapan dan perencanaannya dengan lebih matang guna mendapatkan hasil optimal, dengan filosofi ringan 4AT, yaitu: sasaran harus tepAT, biaya harus hemAT, waktu harus singkAT, dan risiko harus selamAT.</p>
<p>Selamat mencoba. Semoga tulisan yang singkat ini dapat menjadi wacana dan membantu Anda dalam memanajemeni wilayah penjualan Anda!<strong> </strong></p>
</div>
<div>
<p><strong><br />
</strong></p>
<p>*<em>Managing Partner FORCE ONE – Selling &amp;  Distribution Consultants</em></p>
<p>&nbsp;</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-pemasaran/'>MANAJEMEN PEMASARAN</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-pemasaran/salesmanshift-manajemen-pemasaran/'>Salesmanshift</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3122/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3122/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3122/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3122&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/menata-organisasi-penjualan-gaya-militer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>New Business Model, Bisnis yang Tidak Pernah Merugi?</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/new-business-model-bisnis-yang-tidak-pernah-merugi/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/new-business-model-bisnis-yang-tidak-pernah-merugi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 09:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[MANAJEMEN BISNIS]]></category>
		<category><![CDATA[Strategi bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3120</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Muhaimin Iqbal* Di dunia bisnis modern, sukses tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan produk, baik berupa barang atau jasa. Sukses bisnis bisa dilahirkan dari produk barang atau jasa yang ‘biasa-biasa’ saja, tetapi yang dibawakan secara luar biasa. Di masa kecil saya sampai SMA misalnya, tidak terbayang minum air putih harus beli. Di kantin sekolah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3120&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : <em><strong>Muhaimin Iqbal*</strong></em></p>
<p>Di dunia bisnis modern, sukses tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan produk, baik berupa barang atau jasa. Sukses bisnis bisa dilahirkan dari produk barang atau jasa yang ‘biasa-biasa’ saja, tetapi yang dibawakan secara luar biasa.</p>
<p>Di masa kecil saya sampai SMA misalnya, tidak terbayang minum air putih harus beli. Di kantin sekolah yang harus beli, kalau kita minum cendol, dawet, es sirup, dan sejenisnya. Tetapi sejak air putih dikemas dalam botol dan kemudian juga dalam gelas, maka air putih yang biasanya gratis ini kini menjadi barang dagangan yang laris manis, lebih laris dari kacang goreng.</p>
<p>Contoh lain<em> business mode</em>l yang dekat dengan kita adalah koin emas. Di pusat-pusat perdagangan emas di Jakarta, di Melawai, Cikini, dan lain sebagainya, Anda bisa jumpai banyak koin emas dari berbagi model di toko-toko. Kalau Anda tanya si engkoh yang jaga toko, apakah koin-koin emas tersebut laris dibeli orang ? Jawabannya pasti tidak.</p>
<p>Terkadang kolektor datang mencari koin tertentu, tetapi ini sangat jarang. Jadi tempatnya sudah berada di pusat perdagangan emas yang mudah dijangkau, produknya indah dengan kadar yang bagus, tetapi jarang dibeli orang.</p>
<p>Sebaliknya, kami tidak memajang barang dagangan kami berupa koin emas yang sama. Lokasi kami pun ‘ngumpet’ di Depok yang tidak mudah dijangkau oleh pasar utama kami &#8211;penduduk menengah atas Jakarta, tetapi koin emas kami laris dibeli orang. Mengapa? Karena koin emas yang sama ini kami bawakan secara berbeda. Koin emas kami istilah bisnisnya, memiliki <em>Value Proposition</em> yang <em>fit</em> dengan kebutuhan pasar kami.</p>
<p>Kebutuhan tersebut adalah kebutuhan akan instrumen investasi alternatif, yang juga berperan sekaligus sebagai <em><a class="zem_slink" title="Store of value" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Store_of_value" rel="wikipedia">store of value</a></em> yang sempurna, yang tidak dimiliki oleh instrumen investasi lainnya selain bisnis sektor riil. Kita semua kenal ada instrumen investasi tabungan, deposito, reksadana, dlsb, yang semuanya berperan sebagai instrumen investasi tetapi tidak dapat berperan sebagai proteksi nilai –<em>store of value</em>– karena hasilnya akan tergerus inflasi.</p>
<p>Model bisnis yang tidak biasa, seperti mengemas air dalam botol atau gelas, memperkenalkan koin emas sebagai instrumen investasi dan proteksi nilai, dlsb, awalnya kelihatan ‘konyol’. Tetapi setelah pasar bisa menerimanya, hasilnya insya Allah akan luar biasa. Dalam dunia saya yang dulu, saya banyak sekali mengenal ahli-ahli investasi yang mentertawakan ide Gerai Dinar saya.</p>
<p>Di benak mereka saya akan membuka toko emas, tetapi tidak di pusat perdagangan emas. Dagangannya cuma satu pula, koin emas yang diberi nama Dinar. Apa menariknya? Hal yang sama saya pikir juga terjadi ketika seorang pengusaha brillian mengungkapkan idenya akan mengemas air dalam botol dan menjualnya, apa menariknya?</p>
<p>Dua contoh <a class="zem_slink" title="Business model" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Business_model" rel="wikipedia">business model</a> tersebut di atas sudah luar biasa, namun keduanya masih bisa saja merugi. Sekarang maukah Anda saya bawa ke <em>business model </em>yang lebih luar biasa lagi? <em>Business model</em> yang tidak akan pernah merugi, yaitu berbisnis dengan Allah, <em>business model</em> amal saleh namanya.</p>
<p>Berbeda dengan bisnis duniawi yang hanya berjalan dua arah; si pengusaha dengan <em>value proposition</em>-nya mencari untung langsung dari pembeli barang atau jasanya; dalam bisnis model amal saleh ada pembeli lain yang Dia tidak memerlukan barang atau jasa yang kita tawarkan, tetapi Dia pula yang akan membayar dengan sangat mahal. Siapa pembeli ini? Dialah Allah yang Maha Pemurah.</p>
<p>Barang dagangan apa yang Dia tertarik membeli dengan harga yang luar biasa ini? Harta dan jiwa kita yang kita pergunakan untuk berjuang di jalanNya. Untuk dua barang dagangan ini, bahkan dalam Al-Quran, Allah benar-benar menggunakan istilah ‘membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka, dengan memberi mereka surga…’ (QS 9:111). Di tempat lain Allah menggunakan istilah perniagaan (atau bisnis),<em> “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu Aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkan kamu dari azab yang pedih ?”</em> (QS 61:10).</p>
<p>Memang barang dagangan luar biasa yang ditawarkan Allah tersebut dalam konteks jihad, dalam arti perang di jalan Allah. Namun kalau jihad ini belum menjadi kesempatan kita, maka kini juga sangat banyak ‘pasar’ lain yang memerlukan inovasi kita untuk melayaninya; pasar ini mungkin tidak sedang memiliki daya beli untuk membeli barang dan jasa yang akan kita tawarkan; tetapi yang akan membeli tetap Dia yang Maha Kaya, yang Maha Benar janjiNya ?.</p>
<p>Melayani orang-orang miskin, menciptakan lapangan kerja untuk mereka, membantu saudara-saudara kita yang lagi terkena musibah, membela saudara-saudara kita yang lagi dizalimi, memperjuangkan keadilan dan kedaulatan ekonomi yang kini masih ‘terjajah’, dan masih banyak lagi pasar-pasar amal yang insya Allah pembelinya tidak pernah mengingkari janji.</p>
<p>Inilah model bisnis baru, yang di dunia Barat dicoba dilahirkan dengan istilah <em>social business</em>. Kita menyebutnya busnis amal saleh, bisnis yang tidak akan pernah merugi sebagaimana janji Allah berikut:</p>
<p><em>“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi.”</em> (QS 35 :29).</p>
<p>Jadi bila kita ingin bisnis yang tidak pernah merugi, jawabannya hanya satu, yaitu berbisnis dengan Allah. Mau? Insya Allah.<br />
<em><br />
*Penulis adalah Direktur <strong>Gerai Dinar</strong> dan kolomnis <a href="http://www.hidayatullah.com%20/">www.hidayatullah.com </a></em></p>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-bisnis/'>MANAJEMEN BISNIS</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-bisnis/strategi-bisnis/'>Strategi bisnis</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3120&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/new-business-model-bisnis-yang-tidak-pernah-merugi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Arti, peran dan jenis pasar</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/arti-peran-dan-jenis-pasar/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/arti-peran-dan-jenis-pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 09:05:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Distribusi & Retailing]]></category>
		<category><![CDATA[MANAJEMEN PEMASARAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3117</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian Pasar Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan ada ketergantungan sesamanya. Demikian pula dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sandang, pangan, papan, harus mencari dan berkomunikasi dengan orang lain karena mereka tidak dapat membuat dan menghasilkan sendiri barang dan jasa yang diperlukan dalam hidupnya. Sebagai manusia memiliki keterbatasan dalam berbagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3117&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4>Pengertian Pasar</h4>
<p>Manusia adalah makhluk sosial. Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri melainkan ada ketergantungan sesamanya. Demikian pula dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sandang, pangan, papan, harus mencari dan berkomunikasi dengan orang lain karena mereka tidak dapat membuat dan menghasilkan sendiri barang dan jasa yang diperlukan dalam hidupnya. Sebagai manusia memiliki keterbatasan dalam berbagai hal seperti permodalan, keterampilan, kesempatan dan sebagainya. Sebagai contoh seorang petani dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari tidak cukup dengan hasil panennya semata. Untuk menghasilkan barang yang lain, mereka memiliki keterbatasan. Untuk itu ia menjual sebagian hasil panennya agar memperoleh uang guna membeli keperluan lain. Seorang nelayanpun harus menjual sebagian ikannya untuk membeli gula, kopi, minyak goreng, obat-obatan, pakaian, kendaraan dan keperluan lainnya. Dengan demikian mereka memerlukan pasar yaitu tempat untuk menjual hasil panen dan kerjanya serta membeli kebutuhan lainnya. Secara lebih formal, pasar adalah suatu institusi atau badan yang menjalankan aktivitasnya jual-beli barang dan jasa. Dengan kata lain bahwa setiap hubungan yang terjadi antara pembeli dan penjual suatu komoditi dalam jangka waktu tertentu telah dapat disebut pasar walaupun komunikasi tersebut dilakukan melalui alat komunikasi telepon, HP ataupun internet.</p>
<p>Sejarah terbentuknya pasar melalui evolusi yang panjang, yakni bermula dari upaya memenuhi kebutuhan sendiri. Hal ini dapat dilakukan karena saat itu kebutuhan manusia sangat terbatas pada masalah pangan saja, sehingga dapat dipenuhi sendiri. Seandainya terdapat pertukaran barang sebatas lingkungannya saja. Pada tahap berikutnya dimana kebutuhan mulai berkembang, mereka mengadakan pertukaran barang yang lebih luas lingkungannya dengan mencari/menemui pihak-pihak yang saling membutuhkan. Pada tahap selanjutnya dimana kebutuhan sudah semakin berkembang, maka mereka yang saling membutuhkan barang tersebut saling bertemu pada suatu tempat yang rindang dan teduh. Tempat yang disepakati untuk bertemu tersebut dikenal dengan nama pasar.</p>
<p>Pada saat sekarang peranan pasar masa kini sangatlah penting. Untuk menekan harga pokok, perusahaan industri menghasilkan barang secara massal karena dalam proses produksinya menggunakan mesin- mesin sehingga dapat menghasilkan barang dalam jumlah banyak yang mungkin lebih banyak dari yang dibutuhkan dengan waktu yang relatif singkat. Adanya pasar bagi barang-barang hasil produksinya sangatlah berkaitan dengan kelangsungan hidup perusahaan. Pada pasar tersebut produsen dan konsumen bertemu dan berkomunikasi. Melalui mekanisme pasar produsen mengajukan penawaran (supply) atas produknya dan melalui mekanisme pasar pula konsumen mengajukan permintaan (demand). Adanya tindakan penawaran dan permintaan akan dapat menimbulkan harga dan kesesuaian harga akan menimbulkan jual beli. Transaksi jual beli akan menimbulkan keuntungan yang akan dapat menutupi biaya produksi serta menambah modal perusahaan.</p>
<p>Melalui keuntungan yang diperoleh di pasar, perusahan dapat menjaga kontinyuitas usahanya. Sebaliknya didalam pasar pula perusahaan mengalami kegagalan. Kemampuan hidup perusahaan bukan ditentukan oleh besarnya modal semata, melainkan ditentukan oleh tersedianya pasar untuk produk yang dihasilkan. Perkembangan pasar akan selalu sejalan dengan perkembangan masyarakatnya. Di Ibu kota misalnya pasar tradisional secara perlahan dan pasti sudah mulai tergusur dan diganti dengan pasar-pasar modern. Pada gambar di bawah ini terlihat contoh situasi pada pasar tradisional serta pasar Modern.</p>
<p>Dengan gambaran tersebut pengertian pasar adalah keseluruhan permintaan dan penawaran akan sesuatu barang dan jasa. Pengertian ini dapat diperluas lagi menjadi pasar konkrit dan pasar abstrak. Pasar konkrit adalah suatu tempat yang tertentu dimana penjual dan pembeli bertemu untuk saling menawar. Pasar abstrak ialah setiap kegiatan pertemuan dimanapun baik langsung maupun tidak langsung yang turut menentukan terjadinya harga. Penggunaan istilah pasar saat ini menjadi lebih luas tanpa mengurangi maknanya yakni tempat pertemuan antara penjual dan pembeli. Pada gambar berikut perhatikan penggunaan kata Hero pasar swalayan, Tip Top pasar swalayan, <a class="zem_slink" title="Hypermart USA" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hypermart_USA" rel="wikipedia">Hypermart</a>, Indomart, dan lainnya. Mart artinya adalah pasar. Secara lebih luas lagi dalam pembahasan ilmu <a title="" href="http://marketing%3ca%20href=/">business</a>.cc”title=”&#8221; &gt;pemasaran, kata pasar dapat diartikan juga sebagai pasar konsumen.</p>
<h4>Jenis-jenis Pasar</h4>
<p>Mengingat luasnya ruang lingkup pasar, maka pembagian pasar didasarkan atas berbagai ukuran sebagai berikut; Berdasarkan ukuran luas geografis, dibedakan menjadi:</p>
<p><strong>• Pasar lokal </strong></p>
<p>Yang dimaksud pasar lokal adalah pertemuan penawaran dan permintaan akan barang dan jasa sebatas daerah setempat. Produk yang ada di pasar umumnya sangat terbatas dan untuk memenuhi kebutuhan lokal.</p>
<p><strong>• Pasar regional</strong></p>
<p>Yang dimaksud pasar regional adalah penawaran dan permintaan akan barang dan jasa dimana produk yang ada di pasar untuk memenuhi kebutuhan daerah/wilayah regional. Sebagai contoh permintaan dan penawaran tepung sagu sebagai makanan pokok sebagian besar terdapat pada daerah Maluku. Oleh sebab itu pasar regional sagu terdapat di wilayah Maluku dan sekitarnya.</p>
<p><strong>• Pasar internasional </strong></p>
<p>Pasar internasional atau pasar dunia adalah permintaan dan penawaran berbagai produk dan jasa yang dihasilkan oleh suatu negara untuk dipasarkan ke negara lain. Contoh Indonesia menghasilkan rempah-rempah, minyak, ukir- ukiran dan banyak ditawarkan ke negara lain. Sebaliknya Indonesia banyak membeli barang elektronik dan mesin-mesin untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.</p>
<p>Berdasarkan ukuran waktu, dibedakan menjadi:</p>
<p><strong>• Pasar harian </strong></p>
<p>Pada pasar jenis ini, keseimbangan antara permintaan dan penawaran bersifat sementara dan jangka pendek, sehingga jumlah barang yang tersedia sedikit dan terbatas pada hari itu saja. Pada pasar ini tidak ada kesempatan untuk memperbanyak jumlah barang di pasar.</p>
<p><strong>• Pasar jangka pendek (<a class="zem_slink" title="Long run and short run" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Long_run_and_short_run" rel="wikipedia">short run</a> market) </strong></p>
<p>Dalam pasar ini terdapat kesempatan untuk memperbesar jumlah barang yang diperdagangkan. Akan tetapi hanya sebatas faktor produksi yang tersedia.</p>
<p><strong>• Pasar jangka panjang (long run market) </strong></p>
<p>Pada pasar jangka panjang perusahaan dapat menghadapi penambahan permintaan karena dapat mengubah produksinya dengan mengubah jumlah alat produksi untuk memenuhi permintaan pasar.</p>
<p>Berdasarkan kegiatannya:</p>
<p><strong>• Pasar barang </strong></p>
<p>Yang dimaksud pasar barang adalah tempat pertemuan permintaan dan penawaran barang. Dengan berkembangnya jumlah penduduk dan alat pemuas kebutuhan maka pasar barang menjadi sangat beragam, misalnya pasar buah, pasar sayuran, pasar buku, pasar barang elektronik dan sebagainya.</p>
<p><strong>• Pasar tenaga </strong></p>
<p>Yang dimaksud pasar tenaga adalah permintaan dan penawaran tenaga kerja. Seperti diketahui permintaan tenaga kerja Indonesia ke Timur Tengah sangat tinggi, sehingga banyak perusahaan yang bergerak dalam penyaluran tenaga kerja luar negeri. Transaksi antara penyalur tenaga kerja di Indonesia dengan perusahaan penyalur tenaga kerja di Timur tengah adalah pasar tenaga kerja.</p>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-pemasaran/distribusi-retailing/'>Distribusi &amp; Retailing</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-pemasaran/'>MANAJEMEN PEMASARAN</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3117&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/arti-peran-dan-jenis-pasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jenis-Jenis Pedagang Grosir – Wholesaler</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/jenis-jenis-pedagang-grosir-wholesaler/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/jenis-jenis-pedagang-grosir-wholesaler/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 09:03:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Distribusi & Retailing]]></category>
		<category><![CDATA[MANAJEMEN PEMASARAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3115</guid>
		<description><![CDATA[Pedagang grosir secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu merchant wholesaler, broker dan agent, serta kantor pusat dan kantor cabang produsen. Merchant Wholesaler Merchant wholesaler adalah perusahaan independen yang mempunyai hak kepemilikan atas barang dagangan yang mereka jual (mereka membelinya terlebih dahulu) dan melakukan hampir semua fungsi wholesaling. Mereka ini juga kadang kala [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3115&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p>Pedagang grosir secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi tiga kategori, yaitu merchant wholesaler, broker dan agent, serta kantor pusat dan kantor cabang produsen.</p>
</div>
<h4>Merchant Wholesaler</h4>
<div>
<p>Merchant wholesaler adalah perusahaan independen yang mempunyai hak kepemilikan atas barang dagangan yang mereka jual (mereka membelinya terlebih dahulu) dan melakukan hampir semua fungsi wholesaling. Mereka ini juga kadang kala disebut distributor, jobber, atau mill supply house. Sebagian besar perusahaan yang terjun dalam bisnis wholesaling tergolong dalam merchant wholesaler.</p>
</div>
<div>
<p>Berdasarkan jumlah fungsi wholesaling yang dilakukan, merchant wholesaler ini dapat diklasifikasikan lebih lanjut menjadi:</p>
</div>
<div>
<p><strong>Full-Service Wholesaler</strong></p>
</div>
<div>
<p>Merchant wholesaler yang memberikan jasa penyimpanan, memiliki armada penjual, menjual secara kredit, rnengirimkan barang, dan bantuan manajemen. Ada dua jenis full-service wholesaler, yaitu:</p>
</div>
<ul>
<li>Merchant wholesaler yang menjual terutama kepada para pengecer dan memberikan full range service. Merchant wholesaler ini pun dapat dipecah lagi menjadi:</li>
<li>General merchandising wholesaler, menjual sejumlah besar lini produk dan melaksanakan semua fungsi wholesaler Tipe ini banyak dijumpai dalam industri hardware, obat-obatan, dan pakaian.</li>
<li>General line wholesaler hanya menjual beberapa lini produk, namun dengan jumlah produk yang sangat bervariasi pada setiap lini.</li>
<li>Specialty wholesaler (limited line wholesaler), berspesialisasi pada sebagian produk dalam suatu lini produk tertentu. Tipe ini banyak dijumpai dalam industri makanan bernutrisi, komponen-komponen otomotif, dan seafood.</li>
<li>Industrial distributor, yaitu marchant wholesaler yang menjual terutama kepada pemanufaktur. Mereka dapat</li>
</ul>
<div>
<p>menjual berbagai barang dagangan, bahkan berspesialisasi pada lini-lini tertentu. Misalnya berkonsentrasi pada produk produk perawatan, perbaikan, dan perlengkapan operasi, suku cadang produk asli, dan peralatan lain-lainnya.</p>
</div>
<h4>Limited-Service Wholesales</h4>
<div>
<p>Adalah merchant wholesaler yang hanya menawarkan beberapa jasa kepada pemasok dan pelanggannya. Ada beberapa jenis limited-service wholesaler, yaitu:</p>
</div>
<ul>
<li>Truck wholesaler, yaitu pedagang grosir yang kegiatan utamanya pada fungsi penjualan dan pengiriman barang. Umumnya mereka menjual produk-produk tertentu (sepertl roti dan tembakau) ke supermarket, rumah sakit, hotel, restoran, kafetaria, dan lain-lain.</li>
<li>Cash and cany wholesaler, yaitu pedagang grosir yang menjual barang-barang yang cepat laku secara tunai. tidak mengantarkan barang yang telah dibeli pelanggan, dan hanya melayani pesanan-pesanan dari pembeli.</li>
<li>Drop shipper (desk jobber) yaitu pedagang grosir yang hanya rnenerima pesanan dari pelanggan, menghubungi produsen yang dimaksudkan pelanggan, namun tidak menangani pengiriman barang pesanan itu<br />
ke pelanggan tersebut. Jadi, mereka hanya bertanggung jawab atas barang pesanan sejak pesanan itu diterima sampai barang pesanan dikirim oleh produsen. Drop shipper dibutuhkan untuk menangani produk-produk yang ukurannya besar dan biasanya dijual dalam kuantitas sangat besar, misalnya batu bara, kayu, dan bahan-bahan kimia.</li>
<li>Rack jobber, yaitu pedagang grosir yang berspesialisasi pada produk-produk non makanan. Mereka menyalurkan produknya dengan truk ke toko-toko dan jasa yang mereka tawarkan hanyalah mengantar barang, menata rak etalase, menyimpan barang, dan menjual secara kredit. Biasanya rack jobber menjual produk bermerek yang sering diiklankan, seperti mainan anak -anak, alat-alat penunjang kesehatan dan kecantikan.</li>
<li>Producer’s cooperative yang berspesialisasi dalam memasarkan produk-produk pertanian. Anggota-anggotanya berupaya untuk meningkatkan kualitas produknya, memberi merek pada produknya, dan mempromosikan baik produk maupun koperasinya itu.</li>
<li>Mail Order Wholesaler: Pedagang grosir yang mengirimkan katalog barang dagangannya kepada pelanggan institusi atau pengecer dan melayani pesanan mereka lewat pos atau sarana lain yang efisien. Produk produk yang dijual biasanya berupa perhiasan, makanan khusus, kosmetik, buku, dan lain-lain. Pelanggannya banyak terdapat di daerah-daerah kecil dan pedagang grosir ini tidak menggunakan armada penjual untuk mendatangi mereka.</li>
</ul>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-pemasaran/distribusi-retailing/'>Distribusi &amp; Retailing</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-pemasaran/'>MANAJEMEN PEMASARAN</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3115&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/jenis-jenis-pedagang-grosir-wholesaler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Saluran distribusi : Definisi, fungsi dan jenis saluran distribusi</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/saluran-distribusi-definisi-fungsi-dan-jenis-saluran-distribusi/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/saluran-distribusi-definisi-fungsi-dan-jenis-saluran-distribusi/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 30 Dec 2011 08:57:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Distribusi & Retailing]]></category>
		<category><![CDATA[MANAJEMEN PEMASARAN]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3113</guid>
		<description><![CDATA[Menurut Nitisemito (1993, p.102), Saluran Distribusi adalah lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau jasa-jasa dari produsen ke konsumen. Menurut Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi adalah saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri. Menurut Assauri (1990 : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3113&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Menurut Nitisemito (1993, p.102), Saluran Distribusi adalah</span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> lembaga-lembaga distributor atau lembaga-lembaga penyalur yang mempunyai kegiatan untuk menyalurkan atau menyampaikan barang-barang atau </span><a title="Produk jasa : Pengertian, Karakteristik dan Jenisnya" href="http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/produk-jasa-pengertian-karakteristik.html">jasa-jasa</a><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> dari produsen ke konsumen.</span></p>
</div>
<div>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Menurut Warren J. Keegan (2003) Saluran Distribusi adalah</span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> saluran yang digunakan oleh produsen untuk menyalurkan barang tersebut dari produsen sampai ke konsumen atau pemakai industri.</span></p>
</div>
<div>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Menurut Assauri (1990 : 3) Saluran distribusi merupakan</span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> lembaga-lembaga yang memasarkan </span><a title="Definisi, Klasifikasi, Dimensi Kualitas, dan Tingkatan Produk" href="http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/07/produk-definisi-klasifikasi-dimensi_30.html">produk</a><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">, yang berupa barang atau jasa dari produsen ke konsumen.</span></p>
</div>
<div>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Menurut Kotler (1991 : 279) Saluran distribusi adalah</span><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;"> sekelompok perusahaan atau perseorangan yang memiliki hak pemilikan atas produk atau membantu memindahkan hak pemilikan produk atau jasa ketika akan dipindahkan dari produsen ke konsumen.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Faktor yang mendorong suatu perusahaan menggunakan distributor, adalah:</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Para produsen atau perusahaan kecil dengan sumber keuangan terbatas tidak mampu mengembangkan organisasi penjualan langsung.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Para distributor nampaknya lebih efektif dalam penjualan partai besar karena skala operasi mereka dengan pengecer dan keahlian khususnya.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Para pengusaha pabrik yang cukup model lebih senang menggunakan dana mereka untuk ekspansi daripada untuk melakukan </span><a title="Promosi : Pengertian dan Tujuannya" href="http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/promosi-pengertian-dan-tujuannya.html">kegiatan promosi</a><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Pengecer yang menjual banyak sering lebih senang membeli macam-macam barang dari seorang grosir daripada membeli langsung dari masing-masing pabriknya.</span></li>
</ul>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Fungsi Saluran Distribusi</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Fungsi utama saluran distribusi adalah menyalurkan barang dari produsen ke konsumen, maka perusahaan dalam melaksanakan dan menentukan saluran distribusi harus melakukan pertimbangan yang baik.</span></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Adapun fungsi-fungsi saluran distribusi menurut Kotler (1997 : 531-532) adalah :</span></p>
<ul>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Information, yaitu mengumpulkan informasi penting tentang konsumen dan pesaing untuk merencanakan dan membantu pertukaran.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Promotion, yaitu pengembangan dan penyebaran <a title="Faktor-Faktor Yang Berkaitan Dengan Komunikasi Yang Efektif Dengan Karyawan" href="http://jurnal-sdm.blogspot.com/2007/12/faktor-faktor-yang-berkaitan-dengan.html">komunikasi persuasif</a> tentang produk yang ditawarkan.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Negotiation, yaitu mencoba untuk menyepakati harga dan syarat-syarat lain, sehingga memungkinkan perpindahan hak pemilikan.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Ordering, yaitu pihak distributor memesan barang kepada perusahaan.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Payment, yaitu pembeli membayar tagihan kepada penjual melalui <a title="Kelembagaan Perbankan" href="http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/04/kelembagaan-perbankan.html">bank atau lembaga keuangan lainnya.</a></span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Title, yaitu perpindahan kepemilikan barang dari suatu organisasi atau orang kepada organisasi / orang lain.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Physical Possesion, yaitu mengangkut dan menyimpan barang-barang dari bahan mentah hingga barang jadi dan akhirnya sampai ke <a title="Perilaku Konsumen : Definisi dan Tipe, Sifat dan Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen" href="http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/perilaku-konsumen-definisi-dan-tipe.html">konsumen</a> akhir.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Financing, yaitu meminta dan memanfaatkan dana untuk <a title="Pengertian dan Penggolongan Biaya" href="http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/03/pengertian-dan-penggolongan-biaya.html">biaya-biaya</a> dalam pekerjaan saluran distribusi.</span></li>
<li><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Risk Taking, yaitu menanggung resiko sehubungan dengan pelaksanaan pekerjaan saluran distribusi.</span></li>
</ul>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Macam Saluran Distribusi</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Terdapat berbagai macam saluran distribusi barang konsumsi, diantaranya :</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">1. Produsen – Konsumen</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Bentuk saluran distribusi ini merupakan yang paling pendek dan sederhana karena tanpa menggunakan perantara. Produsen dapat menjual barang yang dihasilkannya melalui pos atau langsung mendatangi rumah konsumen (dari rumah ke rumah). Oleh karena itu saluran ini disebut saluran distribusi langsung.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">2. Produsen – Pengecer – Konsumen</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani oleh pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">3. Produsen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Saluran distribusi ini banyak digunakan oleh produsen, dan dinamakan saluran distribusi tradisional. Di sini, produsen hanya melayani penjualan dalam jumlah besar kepada pedagang besar saja, tidak menjual kepada pengecer. Pembelian oleh pengecer dilayani pedagang besar, dan pembelian oleh konsumen dilayani pengecer saja.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">4. Produsen – Agen – Pengecer – Konsumen</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Di sini, produsen memilih agen sebagai penyalurnya. Ia menjalankan kegiatan perdagangan besar dalam saluran distribusi yang ada. Sasaran penjualannya terutama ditujukan kepada para pengecer besar.</span></p>
<p><strong><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">5. Produsen – Agen – Pedagang Besar – Pengecer – Konsumen</span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial,Helvetica,sans-serif;">Dalam saluran distribusi, produsen sering menggunakan agen sebagai perantara untuk menyalurkan barangnya kepada pedagang besar yang kemudian menjualnya kepada toko-toko kecil. Agen yang terlihat dalam saluran distribusi ini terutama agen <a title="Strategi Promosi Penjualan : Definisi, Tujuan dan Jenis Kegiatan Promosi Penjualan" href="http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/08/strategi-promosi-penjualan-definisi.html">penjualan</a>. (Swastha dan Irawan, 1997, p.295-297)</span></p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-pemasaran/distribusi-retailing/'>Distribusi &amp; Retailing</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-pemasaran/'>MANAJEMEN PEMASARAN</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3113/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3113/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3113/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3113&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/30/saluran-distribusi-definisi-fungsi-dan-jenis-saluran-distribusi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PANDUAN SPSS :  “Statistik Inferensi”(II)</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/23/panduan-spss-statistik-inferensiii/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/23/panduan-spss-statistik-inferensiii/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 07:02:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[MANAJEMEN PENELITIAN]]></category>
		<category><![CDATA[Panduan SPSS]]></category>
		<category><![CDATA[statistik inferensi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3097</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Setelah dilakukan uji terhadap distribusi data dan terbukti bahwa data yang diuji berditribusi normal atau mendekatai distribusi normal, maka selanjutnya dengan data tersebut bisa dilakukan berbagai inferensi atau pengambilan keputusan dengan metode statistic parametric. Jika terbukti data tidak berdistribusi normal atau jauh dari kriteria distribusi normal, metode parametric tidak bisa digunakan dan untuk inferensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3097&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<div class="mceTemp">
<dl class="wp-caption alignleft">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://commons.wikipedia.org/wiki/File:SPSS_logo.svg"><img class="zemanta-img-inserted zemanta-img-configured " title="The logo of SPSS (in use until December 2009) ..." src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ea/SPSS_logo.svg/300px-SPSS_logo.svg.png" alt="The logo of SPSS (in use until December 2009) ..." width="210" height="210" /></a></dt>
</dl>
</div>
<p>Setelah dilakukan uji terhadap distribusi data dan terbukti bahwa data yang diuji berditribusi normal atau mendekatai distribusi normal, maka selanjutnya dengan data tersebut bisa dilakukan berbagai <em>inferensi</em> atau pengambilan keputusan dengan metode <em><a class="zem_slink" title="Statistic" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Statistic" rel="wikipedia">statistic</a> parametric</em>. Jika terbukti data tidak berdistribusi normal atau jauh dari kriteria distribusi normal, metode parametric tidak bisa digunakan dan untuk inferensi digunakan metode sttasitik nonparametric.</p>
<p><strong>Statistic inferensi dalam <a class="zem_slink" title="SPSS" href="http://www.spss.com/" rel="homepage">SPSS</a></strong></p>
<p>SPSS enyediakan berbagai metode parametric suntuk melakukan inferensi terhadap data statistic, karena terlalu luasnya cakupan parametric, maka inferensi parametric akan dibagi dalam berbagai menu pada SPSS yaitu <strong><em>COMPARE MEANS, GEERAL <a class="zem_slink" title="Linear model" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Linear_model" rel="wikipedia">LINEAR MODEL</a>, CORELATION DAN REGRESION.</em></strong></p>
<p><strong>A.COMPARE MEANS</strong> terdiri dari MEANS (Memabahas hal yang sama pada statistic dsekripstif dengan penyajian subgroup dan ditambah dengan uji linearitas), t TEST (membahas uji t yang terdiri dari uji t satu sampel, uji t dua sampel independen dan uji t untuk dua sampel berpasangan (paired)), <a class="zem_slink" title="One-way ANOVA" href="http://en.wikipedia.org/wiki/One-way_ANOVA" rel="wikipedia">ONE WAY ANOVA</a> (Kalau uji t untuk dua sampel, sedang <a class="zem_slink" title="Analysis of variance" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Analysis_of_variance" rel="wikipedia">ANOVA</a> digunakan untuk menguji lebi dari dua sampel).</p>
<p><strong>Uji t untuk dua sampel berpasangan (paired).</strong></p>
<p>Dua sampel berpasangan artinya sebagai sebuah sampe dengan subjek yang sama namun mengalami dua perlakukan atau pengukuran yang berbeda.contoh kasus ( tes kemampuan bahasa jepang setelah menonton animasi jepang,  Untuk itu sebuah sampel diukur terdiri dari 10 responden yang masing-masing disuruh menonton film animasi berbahasa jepang, kemudian setelah satu bulan menonton, kembali diukur kemampuan berbicara melalui tes. Hasilnya sebagai berikut ;</p>
<p>Table 1.1</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>no</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>Sebelum menonton</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>Sesudah menonton</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>1.</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>65</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>72</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>2.</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>75</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>79</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>3.</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>76</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>82</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>4.</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>55</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>75</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>5</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>70</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>73</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>6</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>80</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>80</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>7</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>72</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>75</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>8</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>85</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>88</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>9</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>73</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>70</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="84">
<p align="center"><strong>10</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="270">
<p align="center"><strong>90</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="264">
<p align="center"><strong>89</strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Langkah-langkah :</strong></p>
<p>Tentukan variable view dari sebelum dan sesudah menonton. Adapun langkah-langkah penyusunan varibel sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><strong></strong>Buat file baru, klik <strong>File</strong>, klik <strong>New </strong>dan klik <strong>Data</strong></li>
<li><strong> </strong>Terlihat lembar kerja baru, posisi pada <strong>Data View</strong></li>
<li><strong></strong>Klik <strong>Variable view.(</strong>ada tampilan nama, type, widh, <a class="zem_slink" title="Decimal" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Decimal" rel="wikipedia">decimals</a>, label, values, missing, columns, align dan measure<strong>)</strong></li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Name </strong>: Kemudian ketik <strong>sebelum</strong></li>
<li><strong>Type :</strong> Klik<strong> Type </strong>(klik pojok yang berwarna abu-abu,”<strong>Variable Type</strong>” klik<strong> “numeric”</strong></li>
<li><strong>Widh : </strong><a class="zem_slink" title="Default (finance)" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Default_%28finance%29" rel="wikipedia">default</a> 8</li>
<li><strong>Decimals : </strong>default 2</li>
<li><strong>Label : </strong>ketik nama subjek</li>
</ul>
<p>kemudian</p>
<ul>
<li><strong>Name </strong>: ketik <strong>sesudah</strong> dibawah <strong>sebelum</strong></li>
<li><strong>Type</strong> : biarkan <strong>numeric </strong></li>
<li><strong>Widh : </strong>default 8</li>
<li><strong>Decimals : </strong>default 2</li>
<li><strong>Label</strong> : ketik <strong>sesudah nonton</strong></li>
</ul>
<p>Kemudian buka data view, masukan data diatas (table 1.1)<strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>Sebelum: </strong>Ketik nama subjek pada varibel<strong> “nama”. </strong>Contoh : <strong>65</strong>, 75, 76…seterusnya.</li>
<li><strong>Sesudah :</strong> Ketik nama subjek pada varibel<strong> “nama” ketik. </strong>Contoh : <strong>72,79, 82</strong>…seterusnya.</li>
<li>Setelah entry data selesai kemudian buka <strong>Analyze</strong> <strong>à</strong><strong>Compare Means</strong><strong>à</strong><strong>Paired-Samples T Test…</strong></li>
<li>Klikvariabel  <strong>sebelum dan sesudah</strong> secara bersamaan,(<em>kalau tidak, spss tidak bisa mengimput dalam kolom paired variables dengan tidak aktifnya tanda </em><strong><em>à</em></strong><strong><em>),</em></strong><strong> </strong>sehingga terlihat pada kolom current selection dibawah terdapat keterangan untuk variable 1 dan 2, klik<strong>à</strong><strong>maka pada paired variables terlihat tanda sebelum…sesudah</strong></li>
<li>Klik<strong> Option </strong>dan pilih<strong> Confidence Interval..95%, </strong>kemudian biarkan default<strong> Exclude Cases Analysis By Analysis</strong>. Klik<strong> Continue </strong>dan klik<strong> ok.</strong></li>
</ul>
<p><strong>One Sample T Test</strong></p>
<ul>
<li>Buka file atau kembali ke <strong>Data View</strong> buka <strong>Analyze</strong> <strong>à</strong><strong>compare means</strong><strong>à</strong><strong>one-samples T test…</strong></li>
<li>Klik variabel  <strong>sebelum </strong><strong>à</strong><strong> Test Variables,  </strong>klik di <strong>Tes  Value</strong> (untuk mennetukan nilai yang akan diuji hipotesa..nilai 90, ketik 90,  Klik<strong> Option </strong>dan pilih<strong> confidence interval..95%, kemudian biarkan default exclude cases analysis by analysis</strong>. Klik<strong> continue </strong>dan klik<strong> ok.</strong></li>
</ul>
<p><strong>B. GENERAL LINEAR MODEL</strong> (merupakan kelanjutan dari ANOVA, dimana dalam GLM dibahas satu variable dependen namun mempunyai satu atau lebih factor)</p>
<p><strong>KASUS ; </strong>Sebuah pabrik yang selama ini mempekrjakan karyawannya dalam 4 shift (tiap shift mempekerjakan atas kelompok pekerja berlainan). Manajer pabrik ingin mengetahui apakah ada perbedaan produktiftas yang nyata antara 4 kelompok shift. Selama ini setiap kelompok kerja terdiri atas wanita semua atau pria semua dan setelah kelompok kerja pria bekerja dua hari berturut-turut, ganti kelompok wanita, demikian seterusnya, dua hari untuk pria dan sehari untuk wanita. Hasil pengamatan angaka dalam unit sebagai berikut :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="110"><strong>Hari</strong></td>
<td valign="top" width="110"><strong>Shift 1</strong></td>
<td valign="top" width="110"><strong>Shift2</strong></td>
<td valign="top" width="110"><strong>Shift3</strong></td>
<td valign="top" width="110"><strong>Shift4</strong></td>
<td valign="top" width="110"><strong>Gender</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">1.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">38</td>
<td valign="top" width="110">45</td>
<td valign="top" width="110">45</td>
<td valign="top" width="110">58</td>
<td valign="top" width="110">Pria</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">2.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">36</td>
<td valign="top" width="110">48</td>
<td valign="top" width="110">48</td>
<td valign="top" width="110">25</td>
<td valign="top" width="110">Pria</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">3.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">39</td>
<td valign="top" width="110">42</td>
<td valign="top" width="110">42</td>
<td valign="top" width="110">34</td>
<td valign="top" width="110">Wanita</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">4.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">34</td>
<td valign="top" width="110">46</td>
<td valign="top" width="110">46</td>
<td valign="top" width="110">26</td>
<td valign="top" width="110">Pria</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">5.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">35</td>
<td valign="top" width="110">41</td>
<td valign="top" width="110">41</td>
<td valign="top" width="110">39</td>
<td valign="top" width="110">Pria</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">6.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">32</td>
<td valign="top" width="110">45</td>
<td valign="top" width="110">45</td>
<td valign="top" width="110">44</td>
<td valign="top" width="110">Wanita</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">7.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">39</td>
<td valign="top" width="110">48</td>
<td valign="top" width="110">48</td>
<td valign="top" width="110">32</td>
<td valign="top" width="110">Pria</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">8.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">34</td>
<td valign="top" width="110">47</td>
<td valign="top" width="110">47</td>
<td valign="top" width="110">38</td>
<td valign="top" width="110">pria</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">9.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">32</td>
<td valign="top" width="110">42</td>
<td valign="top" width="110">42</td>
<td valign="top" width="110">39</td>
<td valign="top" width="110">Wanita</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">10.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">36</td>
<td valign="top" width="110">41</td>
<td valign="top" width="110">41</td>
<td valign="top" width="110">43</td>
<td valign="top" width="110">Pria</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">11.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">33</td>
<td valign="top" width="110">39</td>
<td valign="top" width="110">39</td>
<td valign="top" width="110">44</td>
<td valign="top" width="110">pria</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">
<p align="center">12.</p>
</td>
<td valign="top" width="110">39</td>
<td valign="top" width="110">33</td>
<td valign="top" width="110">33</td>
<td valign="top" width="110">62</td>
<td valign="top" width="110">wanita</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="110">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="110">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="110">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="110">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="110">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="110">&nbsp;</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kasus diatas terdiri atas empat sampel yang bebas satu dengan yang lain, yaitu kelompok shift 1 berbeda orang dan waktunya dengan kelompok shift yang lain. Ada dua factor yang mempengaruhi produktiftas kerja yaitu kelompok kerja dan gender.</p>
<p><strong>Langkah-langkah :</strong></p>
<p><strong>Table diatas harus dirubah format jika mengggunakan anova sebagai berikut ;</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>PRODUK </strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>SHIFT</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>GENDER</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>38</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>36</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>39</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>34</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>35</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>32</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>39</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>34</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>32</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>36</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>33</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>39</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>satu</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>45</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>48</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>42</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>46</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>41</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>45</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua </strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>48</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>47</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>42</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>41</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>39</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>33</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Dua </strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>45</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>48</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>42</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>46</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>41</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>45</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>48</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>47</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>42</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>41</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>39</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>33</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Tiga</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>28</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>25</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>24</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>26</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>29</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>14</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>32</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>18</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>29</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>33</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>24</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>pria</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>22</strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>Empat</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>Wanita</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong> Langkah-langkah :</strong></p>
<ul>
<li><strong>Buat variabel</strong></li>
</ul>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="164"><strong>PRODUK </strong></td>
<td valign="top" width="142"><strong>SHIFT</strong></td>
<td valign="top" width="192"><strong>GENDER</strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<ul>
<li>Tentukan <strong>Value Label</strong> untuk <strong>Shift</strong> dn <strong>Gender</strong>nya. Untuk analisa <strong>Anova,</strong> pilh menu <strong>Analyze</strong>, kemudian pilih sub menu <strong>General Linear Model</strong>. Pilihan tes klik <strong>Univariate</strong>…untuk dependent yang akan diuji (produktifitas) masukan variabel <strong>Produk.</strong> <strong>Fixed Factors</strong> atau group, masukan variable <strong>Shift </strong>dan <strong>Gender</strong>. Abaikan yang lain, klik <strong>Ok.</strong></li>
</ul>
<p><strong>C. UJI KORELASI DAN REGRESI</strong></p>
<p><strong>Menu Korelasi</strong></p>
<p>Uji korelasi dalam spsss dapat dilihat dalam menu <strong>Correlate </strong>dengan sub menu :</p>
<ul>
<li><strong>Bivariat  (</strong><em>besar hubungan diantara dua variable : koefisien korelasi bivariate/product moment pearson untuk mengukur keeratan hubungan antara peringkat-peringkat dibandingkan hasil pengamatan itu sendiri dengan mengasyaratkan bahwa populasi asal sampel mempunyai dua varians dan berdistribusi normal, korelasi pearson untuk mengukur data interval atau rasio) dan korelasi peringkat spearman dan kendall (untuk mengukur keeratan hubungan antara peringkat-peringkat dibandingkan hasil pengamtan itu sndiri dan bisa digunakan untuk menghitung data ordinal dan pengunaan asoisasi pada sttsistik nonparametric)</em></li>
</ul>
<p><strong><em>Diketahui Kasus</em></strong></p>
<ul>
<li><strong>Partial</strong> (<em>perubahan mengenai hubungan linier antara dua variable dengan melakukan control terhadap satu atau lebih variable tambahan)</em></li>
</ul>
<p><strong>Kasus : </strong><em>dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kemampuan grammer (X) terhadap kemampuan conversation (Y)  yang dilakukan terhadap 20 mahasiswa yang diambil secara random, didapatkan nilai </em></p>
<p><strong>X :</strong><em> </em>70, 80, 72, 67, 64, 70, 71, 76, 90, 96, 54, 52, 65, 71, 66, 89, 80, 64, 60, 74</p>
<p><strong>Y :</strong> 70, 67, 74, 58, 73, 79, 57, 58, 71, 66, 72, 55, 76, 65, 81, 75, 76, 77, 69, 70</p>
<p><strong>Langkah-langkah :</strong></p>
<ol>
<li>Buat Variable dengan mengklik<strong> Variable View</strong> untuk X dan Y, isikan di …<strong></strong></li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Name </strong>:  ketik <strong>X, untuk Type </strong>(klik pojok yang berwarna abu-abu,”<strong>Variable Type</strong>” klik<strong> “numeric”</strong></li>
<li><strong>Widh : </strong>default 8</li>
<li><strong>Decimals : </strong>default 2</li>
<li><strong>Label : </strong>ketik <strong>Grammer</strong></li>
<li>Terus dibawah name <strong>X,</strong> ketik <strong>Y</strong> untuk type : <strong>Numeric</strong><strong> </strong></li>
<li><strong>Widh : </strong>default 8</li>
<li><strong>Decimals : </strong>default 2</li>
<li><strong>Label : </strong>ketik <strong>Conversation</strong></li>
</ul>
<p>2.Masukan data dengan mengklik<strong> Data View </strong>divariabel <strong>X</strong> dan <strong>Y</strong></p>
<p>3.Kemudian buka<strong> Analyze </strong><strong>à</strong><strong>Correlate </strong>(sesuai kasus) klik<strong> Bivariate, </strong>pindahkan ke variable <strong>X </strong>dan <strong>Y </strong>untuk kolom<strong> Correlation Coefficient, </strong>pilih <strong>Pearson </strong>dan abaikan alat hitung yang lain. Untuk kolom test of significance, karena akan diuji dua sisi, maka pilih two-tailed. Untuk pilihan <strong>Flag Significant Correlation, </strong>kemuian klik<strong> option, </strong>pada pilihan statistic abaikan saja.pada pilihan missing values ada dua pilihan <strong>Exclude Cases Pairwise </strong>dan<strong> Exclude Cases Listwise,</strong> untuk keseragaman ambil <strong>Exclude Cases Pairwise, </strong>tekan<strong> Continue </strong>kemudian<strong> Ok</strong></p>
<p><strong>Korelasi rank spearman dan kendall</strong></p>
<p><strong>Menu regresi</strong></p>
<p><em>dilakukan penelitian untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara kemampuan <strong>Grammer </strong>(X<sub>1</sub>)dan <strong>Vocabulary</strong> (X<sub>2</sub>) terhadap kemampuan <strong>Conversation</strong> (Y)  yang dilakukan terhadap 20 mahasiswa yang diambil secara random, didapatkan nilai </em></p>
<p><strong>X1 :</strong><em> </em>70, 80, 72, 67, 64, 70, 71, 76, 90, 96, 54, 52, 65, 71, 66, 89, 80, 64, 60, 74</p>
<p><strong>X2 :</strong> 72, 82, 75, 65, 67,70, 73, 75, 86, 90, 95, 56, 55, 71, 67, 88, 80,66, 60, 70</p>
<p><strong>Y :</strong> 70, 67, 74, 58, 73, 79, 57, 58, 71, 66, 72, 55, 76, 65, 81, 75, 76, 77, 69, 70</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Buat Variable dengan mengklik<strong> Variable View</strong> untuk X1, X2  dan Y, isikan di …<strong></strong></p>
<ul>
<li><strong>Name </strong>:  ketik <strong>X1</strong><strong>à</strong><strong> untuk Type </strong>(klik pojok yang berwarna abu-abu,”<strong>Variable Type</strong>” klik<strong> “numeric”</strong></li>
<li><strong>Widh : </strong>default 8</li>
<li><strong>Decimals : </strong>default 2</li>
<li><strong>Label : </strong>ketik <strong>Grammer</strong></li>
<li>Dibawah X1 ketik <strong>X2</strong><strong>à</strong><strong>, untuk Type </strong>(klik pojok yang berwarna abu-abu,”<strong>Variable Type</strong>” klik<strong> “numeric”</strong></li>
<li><strong>Widh : </strong>default 8</li>
<li><strong>Decimals : </strong>default 2</li>
<li><strong>Label : </strong>ketik <strong>Vocabulary </strong></li>
</ul>
<ul>
<li>Kemudian ketik <strong>Y</strong> untuk type : <strong>Numeric</strong><strong> </strong></li>
<li><strong>Widh : </strong>default 8</li>
<li><strong>Decimals : </strong>default 2</li>
<li><strong>Label : </strong>ketik <strong>Conversation</strong></li>
</ul>
<ol>
<li>Masukan data dengan mengklik<strong> Data View </strong>divariabel <strong>X1, X2</strong> dan <strong>Y</strong></li>
<li>Kemudian buka<strong> Analyze </strong><strong>à</strong><strong>Regression </strong>(sesuai kasus) klik<strong> Linear, </strong>kemudian<strong> </strong>tampak layar<strong> Linear Regression, lalu </strong>pindahkan variable <strong>Y </strong>ke kotak<strong> Dependent dan masukan variable X1 dan X2 </strong>ke kotak <strong>Independent, Case Label : </strong>biarkan, kemudian<strong> Method : </strong>klik<strong> Enter. </strong><strong></strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Kemudian pilih <strong>option </strong>à<strong>Stepping method criteria, </strong>klik <strong>Use Probability Of F, </strong>klik<strong> Entry .05, </strong>kemudian pilihan default<strong> Include Constant In Equation, </strong>sedang <strong>Missing Value </strong>dengan klik<strong> Exclude Cases Listwise, </strong>klik<strong> Continue…</strong><strong></strong></li>
<li><strong>Pilih kolom statistic, </strong>à<strong>Regression Coefficient</strong>, aktifkan <strong>Estimate. </strong>Pilih<strong> descriptive </strong>pada kolom sebelah kanan<strong>, </strong>tetap aktifkan<strong> Model Fit, </strong>residual klik mouse pada <strong>Casewise Diagnostics </strong>lalu pilih<strong> All Cases, </strong>klik<strong> Continue.</strong></li>
</ul>
<ul>
<li>Pilih<strong> Plot (</strong><em>berhubungan dengan gambar/grafik untuk regresi). Klik pilihan <strong>SDRESID </strong>masukan ke pilihan </em><strong><em>Y</em></strong><em>, lalu pilihan </em><strong><em>ZPRED</em></strong><em> dan masukan ke pilihan </em><strong><em>X, </em></strong><em>klik <strong>Next </strong></em>isikan plot ke dua…(tampak variable <strong>Y</strong> dan <strong>X</strong> kosong), kemudian klik <strong>ZPRED </strong>dan masukan ke pilihan y, kemudian pilihan pilihan <strong>DEPENDNT</strong> dan masukan pilihan x, klik tombol next untuk pengisian plot ke tiga, PILIHAN Standardized Residual Plots, Klik Mouse<strong> </strong>Pada<strong> Normal Probability Plot, </strong>Klik<strong> Continue..OK.</strong><strong><br />
</strong></li>
</ul>
<p><strong>STATISTIK NON PARAMETRIK.</strong></p>
<p><strong>Uji Chi-Squre.</strong></p>
<p>Diketahui pemasaran PT permen enak menjual permen dengan empat macam warna ingin mengetahui apakah konsumen menyukai keempat warna permen, untuk itu dalam waktu satu minggu diamati pembelian permen disuatu outlet dan berikut hasilnya dalam pembelian 100 permen.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="258">
<p align="center"><strong>WARNA</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="306">
<p align="center"><strong>JUMLAH</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="258">Merah</td>
<td valign="top" width="306">
<p align="center">35</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="258">Hijau</td>
<td valign="top" width="306">
<p align="center">28</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="258">Kuning</td>
<td valign="top" width="306">
<p align="center">10</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="258">Putih</td>
<td valign="top" width="306">
<p align="center">27</p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Langkah-langkah :</strong></p>
<p>Tentukan variable view. <strong>Name</strong> : ketik <strong>WARNA</strong>. <strong>Width</strong> : 1. <strong>Decimal</strong> : 0, <strong>Values</strong> (tik : 1, kemudian  di <strong>Value Label</strong> tik <strong>Merah, </strong>lalu <strong>Add, </strong>lanjut. 2..<strong>Value Label</strong> : hijau, <strong>Add, </strong>dst….dibawahnya<strong>, Name : </strong>ketik<strong> JUMLAH,  Width</strong> : 1. <strong>Decimal </strong>: 0, abaikan yang lain.</p>
<p><strong>Masukan data view.(</strong><em>terlihat</em> <em>datas varibel warna dan jumlah</em>)</p>
<p>Masukan data dengan melihat value <strong>Label</strong>(sebelah kiri warna biru)<strong> </strong>kemudian ketik jumlah <strong>35,28,…</strong>dan seterusnya. Kemudian proses <strong>Weigh Cases. (</strong><em>variable warna yang telah dikodifikasi kemduian dilauakn proses weight cases untuk menghubungan dengan variable jumlah) </em>caranya :</p>
<p>Letakan pointer pada kolom variable <strong>Warna</strong>, dari menu SPSS, pilih menu <strong>Data</strong>, kemudian pilih sub menu <strong>Weight Cases</strong>..klik <strong>Weight Cases By</strong> (karena akan melakukan pembobotan pada kasus), kemudian tanpak pilihan <strong>Frequency Variable,</strong> pindahkan variabel <strong>Jumlah</strong> ke varibel <strong>Frequency.</strong> Setelah selesai <strong>OK,</strong> lalu kembali ke <strong>Data View.</strong></p>
<p>Kemudian mulai buka <strong>Analyze</strong>, pilih menu <strong>Statistic,</strong> kemudian sub menu <strong>Nonparametric</strong>, sesuai kasus pilih <strong>Chi Square</strong>…masukan varibel <strong>Warna</strong> ke <strong>Test Variable List.</strong> Untuk <strong>Expected Range</strong>,(<em>karena dihitung dari data kasus maka klik </em><strong>Get From Data</strong><em>. </em>Untuk kolom<em> </em><strong>Expected Value</strong><em> </em>karena distribusinya adalah uniform (semua kemungkina warna sama) maka klik <strong>All Categories Equal</strong>.kemudian <strong>Ok. (bersambung)<br />
</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-penelitian/'>MANAJEMEN PENELITIAN</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-penelitian/panduan-spss/'>Panduan SPSS</a> Tagged: <a href='http://elqorni.wordpress.com/tag/statistik-inferensi/'>statistik inferensi</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3097/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3097/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3097/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3097&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/23/panduan-spss-statistik-inferensiii/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ea/SPSS_logo.svg/300px-SPSS_logo.svg.png" medium="image">
			<media:title type="html">The logo of SPSS (in use until December 2009) ...</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Panduan Dasar : Pengantar Dasar SPSS (I)&#8221;</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/23/panduan-dasar-pengantar-dasar-spss-i/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/23/panduan-dasar-pengantar-dasar-spss-i/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2011 06:30:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[MANAJEMEN PENELITIAN]]></category>
		<category><![CDATA[Panduan SPSS]]></category>
		<category><![CDATA[dasar spss]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3093</guid>
		<description><![CDATA[Semula SPSS hanya digunakan untuk ilmu social saja “statistical package for the social science” tapi perkembangan berikutnya digunakan untuk berbagai disiplin ilmu sehingga kepanjangannya berubah menjadi “statistical product and service solution Program ini pertama dikembangkan oleh Norman H. Nie, C. Hadley dan Dale Bent dari Stanford university tahun 1960, tahun selanjutnya keluar SPSS/PC+ untuk personal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3093&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semula SPSS hanya digunakan untuk ilmu social saja “<a class="zem_slink" title="List of statistical packages" href="http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_statistical_packages" rel="wikipedia">statistical package</a> for the <a class="zem_slink" title="Social sciences" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_sciences" rel="wikipedia">social science</a>” tapi perkembangan berikutnya digunakan untuk berbagai disiplin ilmu sehingga kepanjangannya berubah menjadi “statistical product and service solution</p>
<p>Program ini pertama dikembangkan oleh <strong><em><a class="zem_slink" title="Norman H. Nie" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Norman_H._Nie" rel="wikipedia">Norman H. Nie</a>, C. Hadley</em></strong> dan <strong>Dale Bent</strong> dari <a class="zem_slink" title="Stanford University" href="http://maps.google.com/maps?ll=37.43,-122.17&amp;spn=0.01,0.01&amp;q=37.43,-122.17%20%28Stanford%20University%29&amp;t=h" rel="geolocation">Stanford university</a> tahun 1960, tahun selanjutnya keluar SPSS/PC+ untuk personal computer, sedang  untuk versi windows dirilis tahun 1992.</p>
<p><strong>1.</strong><strong>Membuka Program</strong></p>
<ul>
<li>Klik <strong>Start </strong>dan klik <strong>All program</strong></li>
<li>Klik <strong>SPSS for Windows</strong> dan klik <strong>SPSS 13,00 for Windows</strong></li>
</ul>
<p><strong>2.</strong><strong>Cara Input Data</strong></p>
<p><strong>2.1.    </strong><strong>Variable Data</strong></p>
<p>Sebelum menginput data Langkah-langkah pertama kita membuat variable data dulu dengan ketentuan antara lain (<em>nama varabel harus diawali dengan huruf dan selanjutnya boleh huruf, angka atau symbol seperti #, $, &amp;, nama variable tidak boleh diakhiri dengan tanda titik dan tidak dieprkenankan memakai spasi, tidak boleh sama persis antara satu varibel dan variable lainnya, diperbolehkan menggunakan huruf capital/ besar maupun huruf kecil, tidak diperkenankan menggunakan kata-kata yang sudah ada pada system atau bahasa pemrograman SPSS, seperti ALL, AND, BY, EQ, GE, GT, LE, LT, NE, NOT, OR, TO DAN WITH</em>)</p>
<p>Diketahui data sebagai berikut :</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="26"><strong>No</strong></td>
<td valign="top" width="150"><strong>Nama</strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong>Gender</strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong>Program</strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong>Usia</strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong>Tinggi</strong></td>
<td valign="top" width="91"><strong>Berat</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="26">1.</td>
<td valign="top" width="150">Niken</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">2</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">1</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">18</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">172</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">55</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="26">2.</td>
<td valign="top" width="150">gayus</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">1</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">2</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">20</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">180</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">75</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="26">3.</td>
<td valign="top" width="150">Vina</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">2</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">3</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">22</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">155</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">65</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="26">4.</td>
<td valign="top" width="150">sumanto</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">1</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">2</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">25</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">170</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">80</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="26">5.</td>
<td valign="top" width="150">Agnes</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">2</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">1</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">16</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">176</p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">66</p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="26">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="150">&nbsp;</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center">
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Adapun langkah-langkah penyusunan varibel sebagai berikut:</p>
<ol>
<li><strong></strong>Buat file baru, klik <strong>File</strong>, klik <strong>New </strong>dan klik <strong>Data</strong></li>
<li><strong> </strong>Terlihat lembar kerja baru, posisi pada <strong>Data View</strong></li>
<li><strong> </strong>Klik <strong>Variable view.(</strong>ada tampilan nama, type, widh, decimals, label, values, missing, columns, align dan measure<strong>)</strong></li>
</ol>
<ul>
<li><strong>Name </strong>: Kemudian ketik <strong>Nama</strong></li>
<li><strong>Type :</strong> Klik<strong> Type </strong>(klik pojok yang berwarna abu-abu,”<strong>Variable Type</strong>” klik<strong> “String”</strong></li>
<li><strong>Widh : </strong>default 8</li>
<li><strong>Decimals : </strong>default 2</li>
<li><strong>Label : </strong>ketik nama subjek</li>
<li><strong>Value (</strong>untuk Nama value-nya “None<strong>”untuk selanjutnya </strong>Misalkan kita akan membuat value untuk <a class="zem_slink" title="Gender" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Gender" rel="wikipedia">gender</a>dan program)
<ul>
<li><strong>Name </strong>: ketik <strong>gender</strong> dibawah <strong>nama</strong></li>
<li><strong>Type</strong> : biarkan <strong>numeric</strong></li>
<li><strong>Label</strong> : ketik <strong>jenis kelamin</strong></li>
<li><strong>Value </strong>: klik, maka akan  muncul <strong>Value Labels, </strong>kemudian ketik <strong>“1”</strong> di <strong><em>value </em></strong>dan “<strong>pria”</strong> di <strong><em>label </em></strong>kemudian “<strong>Add”</strong>, kemudian ketik <strong>“2”</strong> di <strong>value</strong> dan tik “<strong><em>wanita</em></strong>” di <strong>label</strong>) sedangkan untuk program :</li>
<li><strong>Name </strong>: ketik program dibawah gender</li>
<li><strong>Type </strong>: biarkan numeric</li>
<li><strong>Label </strong>: ketik program jurusan</li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>Value </strong>: klik, akan muncul <strong>Value Labels</strong>, kemudian tik di <strong>value</strong>:”1”, <strong>Label </strong>: tik <strong>Bahasa Jepang</strong>, dan <strong>Add</strong>. <strong>Value</strong> : tik “2”, <strong>Label</strong> : tik <strong>Bahasa Inggeris</strong> dan klik <strong>Add</strong>; <strong>value</strong> : tik “3”, <strong>label</strong> : tik <strong>Bahasa Mandarin</strong> dan klik <strong>Add</strong>)</li>
<li>Kemudian <strong>Name </strong>ketik<strong> “usia”, </strong>Enter. Ketik <strong>Tinggi,</strong> enter. Ketik <strong>Berat</strong>, enter, kemudian <strong>Label </strong>: ketik usia, tinggi badan dan berat badan.</li>
</ul>
<p><strong>2.2.    </strong><strong>Input Data</strong></p>
<ul>
<li><strong>Nama : </strong>Ketik nama subjek pada varibel<strong> “nama”. </strong>Contoh : Niken, gayus, vina…seterusnya.</li>
<li><strong>Gender :</strong> ketik angka “1” pada kolom gender dan enter (terjadi perubahan dimana hasil ketikan angka 1 akan berubah menjadi pria, kemudian ketik 2 pada kolom gender, kemudian enter angka 2 pada kolom gender dan ( terjadi perubahan dimana hasil ketikan angka 2 akan berubah menjadi wanita, dst)</li>
<li><strong>Program :</strong> ketik angka 1 pada kolom program dan enter (terjadi perubahan dimana hasil ketikan angka 1 akan berubah menjadi bahasa jepang, ketik angka 2, enter, angka 3, enter…dans eterusnya)</li>
<li><strong>Usia :</strong> ketika 18 pada variable usia, ketik 20, enter. Ketik 22, enter…</li>
<li><strong>Tinggi :</strong> ketik 172 dan angka-angka seterusnya pada kolom tinggi, ketik 180, enter. Ketik 155, enter….seterusnya.</li>
<li><strong>Berat :</strong> ketik 55, enter..ketika 75, enter..ketik 65, enter…seterusnya.</li>
</ul>
<p><strong>3. Cara Menyimpan Data.</strong></p>
<ul>
<li>Klik <strong>Save</strong>, pada <strong>File Name</strong>, ketik <strong>lat. JPN1</strong></li>
<li><strong>Save In</strong> : pilih my document ( pilihan menyimpan file tergantung keinginan anda, file juga bisa dismpan di SPSS evaluation, local disk, klik <strong>Save</strong>.</li>
</ul>
<p><strong>4</strong>.<strong>Menghapus Kolom.</strong></p>
<p>Klik pada <strong>heading kolom/nama variable</strong> yang akan dihapus (contoh : akan dihapus varibel berat), letakan pointer persis pada tulisan berat, akan terlihat tanda panah kearah bawah. Klik, akan terlihat variable berat berubah menjadi hitam, klik <strong>Edit</strong>, klik <strong>Cut/Clear/Delete</strong>. Akan terlihat varibel <strong>berat</strong> sudah tidak ada dalam rekaman data.</p>
<p style="text-align:left;" align="center"><strong>STATISTIK DESKRIPTIF </strong></p>
<p><strong>FUNGSI :</strong> pengumpulan, peringkasan data dan penyajian hasil peringkasan data (summary statistic)</p>
<p>Ada dua kelompok ukuran staistik yang sering digunakan dalam pengambilan keputusan adalah : mencari kecenderungan terpusat (<em>Central Tendency) </em>seperti <em>mean, median, modus </em>dan<em> </em>mencari ukuran<em> dispersi (standar deviasi </em>dan<em> varians</em>), sedang untuk mengetahui kemiringan data ukuran yang dipakai dengan<em> skewness </em>dan<em> kurtosis.</em></p>
<ol>
<li><strong>A.   </strong><strong>Dasar Statistic Deskriptif:</strong></li>
</ol>
<ul>
<li>Frequencies</li>
<li>Descriptive</li>
<li>Explore</li>
<li>Crosstabs</li>
</ul>
<p>Berikut data nilai UTS, nilai UAS dan nilai tugas 30 mahasiswa.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="43">
<p align="center"><strong>No</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="152">
<p align="center"><strong>Nama</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>Gender*</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>Angkatan*</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>Nilai Uts</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>Nilai Uas</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="82">
<p align="center"><strong>tugas</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>1</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Iwan</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>72</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>78</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>76</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>2</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Anton</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>63</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>77</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>78</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>3</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Koko</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>88</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>90</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>80</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>4</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Dine</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>66</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>73</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>70</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>5</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Memed</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>76</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>81</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>75</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>6</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Cecep</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>66</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>72</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>65</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>7</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Apep</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>71</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>78</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>77</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>8</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Tini</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>52</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>80</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>72</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>9</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Agness</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>59</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>60</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>60</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>10</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Diah</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>72</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>70</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>70</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>11</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Susi</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>63</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>70</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>70</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>12</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Rosy</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>57</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>60</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>66</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>13</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Shinta</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>86</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>90</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>90</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>14</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Dewi</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>94</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>88</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>85</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>15</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Fery</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>90</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>82</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>78</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>16</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Marko</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>70</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>70</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>70</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>17</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Gayus</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>88</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>85</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>88</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>18</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Boncel</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>84</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>80</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>80</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>19</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Linda</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>74</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>79</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>76</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>20</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Krisna</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>57</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>60</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>60</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>21</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Yosep</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>78</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>75</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>75</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>22</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Haris</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>84</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>80</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>80</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>23</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Roy</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>70</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>67</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>76</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>24</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Nazar</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>54</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>70</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>70</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>25</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Henki</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>81</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>80</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>80</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>26</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>kodok</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>78</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>76</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>77</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>27</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>siska</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>65</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>60</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>65</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>28</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>andik</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>4</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>81</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>78</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>80</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>29</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Bambang </strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>3</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>67</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>65</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>66</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong>30</strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong>Sumanto</strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong>1</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong>2</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong>70</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong>70</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>70</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="43"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="152"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="79">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="101">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="91"><strong> </strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong> </strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>*Gender (jenis kelamin) : 1. Pria   2. Wanita</p>
<p>**Angkatan : 1. Angkatan 2008, 2. Angkatan 2009 3. Angkatan 2010, 4. Angkatan 2011</p>
<p><strong>Frequencies :</strong></p>
<ul>
<li>Buat variable diatas yang terdiri dari nama, gender, angkatan, nilai UTS, nilai UAS dan tugas, kemduian simpan dengan file <strong>latspss2.</strong></li>
<li>Buka file diatas, klik <strong>Analyze</strong>, klik <strong>Descriptive Statistics</strong> dan klik <strong>Frequencies.</strong></li>
<li>Klik <strong>Nilai Uts</strong> dan pindahkan <strong>Nilai Uts kekotak variables dengan mengklik tanda “◄” </strong>kemudian klik<strong> statistics, </strong>untuk<strong> dispersion : </strong>pilih semua pilihan yang ada. <strong>Central tendency : </strong>pilih<strong> mean </strong>dan <strong>median, distribution : </strong>pilih <strong>skewness </strong>dan <strong>kurtosis. Percentile values : </strong>pilih <strong>percentile (</strong>pada kotak disebelah kananya ketik <strong>25</strong> dan klik <strong>Add,</strong> kemduian ketik lagi <strong>50 </strong>dan klik <strong>Add</strong>, ketik <strong>75 </strong>dan klik <strong>Add</strong>. Hal ini dilakukan untuk membuat nilai persenstil antara <strong>25, 50 </strong>dan <strong>75) </strong>klik <strong>continue. </strong>Kemudian klik <strong>Chart : </strong>pilih<strong> histograms </strong>dan pilih juga<strong> With Normal Curve (</strong>pilihan pada chart menggunakan histogram karena jenis datanya interval atau rasio), klik <strong>Continue</strong> dan klik <strong>Ok</strong></li>
</ul>
<p><strong>Descriptive (</strong>fasilitas ini untuk menampilkan ukuran statistic (mean, sum, standard deviation, variance, range, minimum, maximum, SE mean, kurtosis dan skewness selain fasilitas pilihan save <strong><em>Standardized Values As Varibales pilihan ini akan menghasilkan variable baru berupa nilai Z skor (nilai baku</em></strong>), nilai Z skor akan sangat berguna ketika kita akan membandingkan nilai suatu variable dengan nnilai variable lainnya, terlebih nilai yang dibandingkan diambil dari skala pengukuran yang berbeda.) langka-langkahnya :</p>
<ul>
<li>Buka file diatas, klik analyze, klik descriptive statistics, klik descriptive</li>
<li>Klik <strong>Nilai_ tgs</strong> dan pindahkan ke kotak <strong>variable(s) </strong>dengan mengklik tanda<strong> “◄”</strong>klik<strong> Ok.</strong>berlaku untuk melihat nilai UTS dan UAS<strong>…</strong></li>
<li>Untuk mencari nilai baku (nilai Z) dari nilai tugas, uts dan uas tinggal,  klik <strong>Analyze</strong>, klik <strong>Descriptive Statistics</strong> dan klik <strong>Descriptive.</strong> Klik <strong>nilai_tugas, nilai_uts </strong>dan<strong> nilai_uas</strong>, pindahkan kekotak <strong>Variables</strong>, kemudian klik <strong>Save Standardized</strong>.klik <strong>Ok</strong></li>
<li>Pada<strong> Data View </strong>akan terlihat nilai Z</li>
</ul>
<p><strong>Explore </strong></p>
<ul>
<li>untuk mengexplore data lebih lengkap dibandingkan fasilitas frequencies dan descriptive)</li>
<li>pada <strong>Explore Statistics</strong> dapat ditampilkan pilihan : <strong>Descriptive, M-Estimators,</strong> <strong>Outliers</strong> dan <strong>Percentiles</strong>, sedang pada <strong>Explore Plots</strong> dapat ditampilkan : <strong>Descriptive (Stem-Ang-Leal</strong> dan <strong>Histogram</strong>) dan tampilan untuk <strong>Normality Plots With Test.</strong></li>
</ul>
<p>Langkah-langkahnya :</p>
<ul>
<li>Buka <strong>File Data,</strong> klik <strong>Descriptive Statistics</strong> dan klik <strong>Explore. </strong>klik <strong>nilai_tgs,</strong> kemudian pindahkan ke <strong>Dependent List</strong> dengan mengklik tanda►, kemudian pindahkan <strong>angkatan_thn</strong> ke <strong>Factor List</strong> dengan mengklik tanda►, klik <strong>Ok.</strong></li>
</ul>
<p><strong>Crosstabs (table silang)</strong></p>
<ul>
<li>tabel silang yang terdiri atas satu baris atau lebih atau satu kolom dan sekedar emnampilkan kaitan antara dua ata lebih variable dengan menghitung apakah ada hubungan antara baris dan kolom.</li>
<li>Alat uji yang dipakai antara <em>chi-square,  kendall, kappa</em>, dsb.</li>
</ul>
<p>Langkah-langkah :</p>
<ol>
<li>Crosstabs antara nilai uas dan tahun angkatan.</li>
</ol>
<ul>
<li>Buka file data, klik <strong>Analyze</strong>, klik <strong>Descriptive Statistics,</strong> klik <strong>Crosstabs.</strong></li>
<li>Pindahkan <strong>nilai_uas</strong> ke <strong>Row(s)</strong>, Pindahakan <strong>jenis_kela</strong>min ke <strong>Column (S)</strong></li>
<li>Klik <strong>Cells, Percentages</strong>: klik <strong>Total.</strong></li>
</ul>
<p>2.Mencari hubungan jenis kelamin dengan nilai uts (nominal dengan interval atau rasio)</p>
<ul>
<li>Klik anayze, klik descriptive staistitics dan klik crosstabs.</li>
<li>Pindahkan nilai_uts ke row(s), pidnahkan jenis_kelamin ke column(s)</li>
</ul>
<ul>
<li>Klik statistics dan pilih chi-square, klik continue, klik cells. Count: observed dan expected, percentages : total. Klik continue, klik ok.</li>
</ul>
<p><strong>B.   </strong><strong>UJI ASUMSI DASAR</strong></p>
<p>Teknik statistic parametric data diperoleh dari random sampling, kemudian harus memenuhi beberapa asumsi dasar.</p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="83"><strong>Teknik Statistik</strong></td>
<td valign="top" width="80"><strong>Normal</strong></td>
<td valign="top" width="76"><strong>Linier</strong></td>
<td valign="top" width="86"><strong>Homogen</strong></td>
<td valign="top" width="90"><strong>Multi Kolinieritas</strong></td>
<td valign="top" width="82"><strong>Auto Korelasi</strong></td>
<td valign="top" width="93"><strong>Heteros Kedastisitas</strong></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="83"><strong>Korelasi</strong></td>
<td valign="top" width="80">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="76">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="86">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="90">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="82">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="93">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="83"><strong>Regresi</strong></td>
<td valign="top" width="80">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="76">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="86">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="90">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="82">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="93">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="83"><strong>T test</strong></td>
<td valign="top" width="80">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="76">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="86">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="90">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="82">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="93">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="83"><strong>Anava</strong></td>
<td valign="top" width="80">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="76">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="86">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="90">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="82">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
<td valign="top" width="93">
<p align="center"><strong> </strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="83"><strong>Anakova </strong></td>
<td valign="top" width="80">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="76">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="86">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="90">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="82">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
<td valign="top" width="93">
<p align="center"><strong>v</strong></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><strong>Uji normalitas data</strong></p>
<p>Dilakukan untuk mengetahui apakah distribusi sebuah data yang didapatkan mengikuti atau mendekati hokum sebaran normal baku dari Gauss yang digambarkan dengan grafik polygon menyerupai bell, lonceng atau genta. Data tersebut tidak positively skewed (miring ke kiri) : memeliki frekuensi yang relative lebih bayak disebelah kiri dan ujung kurva cenderung meruncing kekanan. Negative skewed (miring kekanan), memiliki frekuensi yang relative lebih banyak disebelah kanan dan ujung kurva cendrung meruncing kekiri.</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<ul>
<li><strong>Menggunakan menu 1-samples K-S</strong></li>
</ul>
<p><strong>a)      </strong>Buka file, klik <strong>Analyze</strong>à<strong>Nonparametric Test</strong>à<strong>1-Samples K-S</strong></p>
<p><strong>b)      </strong>Klik dan masukan <strong>nilai_tugas </strong>ke<strong> Test variables list</strong></p>
<p><strong>c)      </strong><strong>Klik Ok</strong></p>
<p>Criteria : Data normal bila nilai sig (p)&gt;0.05 dan data tidak normal bila nilai sig (p) &lt; 0.05.</p>
<ul>
<li><strong>Menggunakan menu explore.</strong></li>
</ul>
<p>a)    Buka file, klik <strong>Analyze</strong><strong>à</strong><strong>Descriptive Statistics</strong><strong>à</strong><strong>Explore</strong></p>
<p>b)    Klik dan masukan<strong> nilai_uts </strong>ke<strong> dependent list. </strong>Klik<strong> plot. </strong>Pada<strong> descriptive : </strong>nonaktifkan<strong> stem-and-leaf </strong>dan aktifkan :<strong> normality plots with test. </strong>Klik <strong>continue </strong>dan klik<strong> Ok.</strong></p>
<p>Hasil uji normalitas data dengan menu explore dapat dilihat dari perbandingan nilai rasio skewness dan rasio kurtosis (sebaran normal bila : nilai berada antara nilai -2 sampai dengan +2), nilai sig (p) dari kolmogorov-smirnov dan Shapiro-wilk (sebaran normal bila : p&gt;0.05 dans ebaran tidak normal bila p&lt;0.05.)</p>
<p><strong>Uji homogenitas data</strong></p>
<p>Uji ini dilakukan untuk mengetahui apakah variansi antara kelompok yang diuji berbeda atau tidak, variansinya homogeny atau heterogen dan data yang diharapkan adalah homogen.</p>
<p>Langkah-langkah :</p>
<p>Menggunakan ANOVA.</p>
<ul>
<li>Buka file</li>
<li>Klik analyze<strong>à</strong><strong>compare means</strong><strong>à</strong><strong>one-way ANOVA.</strong></li>
<li>Klik <strong>nilai_uts</strong> dan pindahkan ke <strong>Dependent List</strong>, klik <strong>jenis_ kelamin</strong> dan pindahkan ke <strong>Factor.</strong></li>
<li>Klik<strong> Option </strong>dan pilih<strong> Homogeneity Of Variance Test</strong>. Klik<strong> continue </strong>dan klik<strong> ok.</strong></li>
<li><strong>Data homogeny bila : p&gt;0.05 dan tidak homogeny bila : p&lt;0.05</strong></li>
</ul>
<p><strong>Uji lienieritas data</strong></p>
<p>Uji ini dialkuakn untuk mengetahui apakah hubungan antara variable independen dengan variable dependen bersifat linier (garis lurus). Jika hubungannya tidak linier dan tetap dianalisis dengan statistic parametric, maka korelasi yang didapatkan bisa sangat rendah, meskipun sebenarnya korelasinya bisa tinggi kalau teknik parametriknya diganti dengan sttatistik non-parametrik.</p>
<p><strong>Langkah-langkah</strong></p>
<p>a)    Menu graphs: data linier.</p>
<ul>
<li>Buka file,  klik <strong>Graphs</strong><strong>à</strong><strong>Interactive</strong><strong>à</strong><strong>Acatterplot</strong></li>
<li>Klik <strong>nilai_uas </strong>dan pindahkan</li>
<li>Klik<strong> nilai_uts </strong>dan pindahkan</li>
<li>Klik <strong>Fit. </strong><strong>à</strong><strong>Method</strong> : pilih <strong>Regression.</strong>klik<strong> Ok.</strong></li>
</ul>
<p>b)    Menu graphs : data tidak linier.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-penelitian/'>MANAJEMEN PENELITIAN</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-penelitian/panduan-spss/'>Panduan SPSS</a> Tagged: <a href='http://elqorni.wordpress.com/tag/dasar-spss/'>dasar spss</a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3093/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3093/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3093/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3093/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3093/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3093/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3093/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3093/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3093/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3093/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3093/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3093/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3093/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3093/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3093&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/23/panduan-dasar-pengantar-dasar-spss-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>&#8220;Pengertian Pemimpin dan Kepemimpinan&#8221;(2)</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/13/pengertian-pemimpin-dan-kepemimpinan2/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/13/pengertian-pemimpin-dan-kepemimpinan2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 09:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[MANAJEMEN ORGANISASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3088</guid>
		<description><![CDATA[Dalam bahasa Indonesia &#8220;pemimpin&#8221; sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara. Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama &#8220;pimpin&#8221;. Namun [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3088&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>Dalam bahasa Indonesia &#8220;pemimpin&#8221; sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.</em></p>
<div>Istilah pemimpin, kemimpinan, dan memimpin pada mulanya berasal dari kata dasar yang sama &#8220;pimpin&#8221;. Namun demikian ketiganya digunakan dalam konteks yang berbeda.Pemimpin adalah suatu lakon/peran dalam sistem tertentu; karenanya seseorang dalam peran formal belum tentu memiliki ketrampilan kepemimpinan dan belum tentu mampu memimpin. Istilah Kepemimpinan pada dasarnya berhubungan dengan ketrampilan, kecakapan, dan tingkat pengaruh yang dimiliki seseorang; oleh sebab itu kepemimpinan bisa dimiliki oleh orang yang bukan &#8220;pemimpin&#8221;.</p>
<p>Arti pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan &#8211; khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang , sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (<strong>Kartini Kartono, 1994 : 181).</strong></p>
<p>Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi &#8220;LEADER&#8221;, yang mempunyai tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya. Sedangkan makna LEAD adalah :</p>
<ul>
<li>Loyality, seorang pemimpin harus mampu membagnkitkan loyalitas rekan kerjanya danmemberikan loyalitasnya dalam kebaikan.</li>
<li>Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskantacit knowledge pada rekan-rekannya.</li>
<li>Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada</li>
<li>Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan dalam setiap aktivitasnya.</li>
</ul>
<p><strong>Tugas Pemimpin</strong><br />
Menurut <em><strong>James A.F Stonen,</strong></em>tugas utama seorang pemimpin adalah:</p>
<ol>
<li>Pemimpin bekerja dengan orang lain : Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi.</li>
<li>Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan (akontabilitas): Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas,mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggungjawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan.</li>
<li>Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas : Proses kepemimpinandibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukanprioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secaraefektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.</li>
<li>Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual : Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain.</li>
<li>Manajer adalah forcing mediator : Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).</li>
<li>Pemimpin adalah politisi dan diplomat: Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.</li>
<li>Pemimpin membuat keputusan yang sulit : Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.</li>
</ol>
</div>
<div>Menurut <em><strong>Henry Mintzberg</strong></em>, Peran Pemimpin adalah :<br />
1. Peran huhungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.<br />
2. Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara.<br />
3. Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan, sumber alokasi, dan negosiator.<strong>Kriteria Seorang Pemimpin</strong><br />
Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa kriteria,yaitu :</p>
</div>
<div></div>
<div>1. <strong><em>Pengaruh :</em></strong> Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apa yang dikatakan sang pemimpin. <a class="zem_slink" title="John C. Maxwell" href="http://www.johnmaxwell.com/" rel="homepage">John C. Maxwell</a>, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata: Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal pengaruh). <a class="zem_slink" title="Mother Teresa" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Mother_Teresa" rel="wikipedia">Mother Teresa</a> dan <a class="zem_slink" title="Diana, Princess of Wales" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Diana%2C_Princess_of_Wales" rel="wikipedia">Lady Diana</a> adalah contoh kriteria seorang pemimpin yang punya pengaruh.</div>
<div></div>
<div>2. <strong><em>Kekuasaan/power</em></strong> : Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin, tentunya tidak ada orang yang mau menjadi pendukungnya. Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.</div>
<div></div>
<div>3. <strong><em>Wewenang</em></strong> : Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin untuk fnenetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan. Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan oleh pimpinan apabila sang pemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.</div>
<div></div>
<div>4. <strong><em>Pengikut :</em></strong>Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di belakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.<strong>Pemimpin Sejati</strong></p>
</div>
<div></div>
<div>Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu:</div>
<div></div>
<div>1. <em>Visioner</em>: Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup Anda. <a class="zem_slink" title="Andy Stanley" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Andy_Stanley" rel="wikipedia">Andy Stanley</a> dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.</div>
<div></div>
<div>2. <em>Sukses Bersama</em>: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya. Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bag) dirinya sendiri, namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.</div>
<div></div>
<div>3. <em>Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar</em> (<a class="zem_slink" title="Teachable" href="http://teachable.net/" rel="homepage">Teachable</a> and Learn continuous): Banyak hal yang harus dipela ari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman-diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat.</div>
<div></div>
<div>4. <em>Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa depan:</em>Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya.<strong>Persyaratan Pemimpin</strong><br />
Di dalam Islam seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat:<br />
1. S1DDIQ artinya jujur, benar, berintegritas tinggi dan terjaga dari kesalahan<br />
2. FATHONAH artinya jerdas, memiliki intelektualitas tinggi dan professional<br />
3. AMANAH artinya dapat dipercaya, memiliki legitimasi dan akuntabel<br />
4. TABLIGH artinya senantiasa menyammpaikan risalah kebenaran, tidak pernah menyembunyikan apa yang wajib disampaikan, dan komunikatif.</p>
<p>Di dalam Alkitab peminipin harus mempunya sifat dasar :<br />
Bertanggung jawab, Berorientasi pada sasaran, Tegas, Cakap, Bertumbuh, Memberi Teladan, Dapat membangkitkan semangat, Jujur, Setia, Murah hati, Rendah hati, Efisien, Memperhatikan, Mampu berkomunikasi, Dapat mempersatukan, serta Dapat mengajak.</p>
<p>Pada ajaran Budha di kenal dengan DASA RAJA DHAMMA yang terdiri dari :<br />
• DHANA (suka menolong, tidak kikir dan ramah tamah),<br />
• SILA (bermoralitas tinggi),<br />
• PARICAGA Imengorban segala sesuatu demi rakyat),<br />
• AJJAVA (jujur dan bersih),<br />
• MADDAVA (ramah tamah dan sopan santun),<br />
• TAPA (sederhana dalam penghidupan),<br />
• AKKHODA (bebas dari kebencian dan permusuhan),<br />
• AVIHIMSA (tanpa kekerasan)<br />
• KHANTI (sabar, rendah hati, dan pemaaf),<br />
• AVIRODHA (tidak menentang dan tidak menghalang-halangi).</p>
<p>Pada ajaran Hindu, falsafah kepemimpinan dijelaskan dengan istilah-istilah:<br />
• PANCA STITI DHARMENG PRABHU yang artinya lima ajaran seorang pemimpin,<br />
• CATUR KOTAMANING NREPATI yang artinya empat sifat utama seorang pemimpin<br />
• ASTA BRATlA yang artinya delapan sifat mulia para dewa,</p>
<p>CATUR NAYA SANDHI yang artinya empat tindakan seorang pemimpin, Dalam<br />
Catur Naya Shandi pemimpin harus mempunyai sifat yaitu :<br />
- SAMA /dapat menandingi kekuatan musuh<br />
- BHEDA /dapat melaksanakan tata tertib dan disiplin kerja<br />
- DHANA /dapat mengutamakan sandang dan papan untuk rakyat<br />
- DANDHA / dapat menghukum dengan adil mereka yang bersalah.</p>
<p><strong>Trait Theory (Keith Davis)</strong><br />
Ciri Utama Pemimpin Yang Berhasil<br />
• Intelegensia<br />
• Kematangan Sosial<br />
• Inner Motivation<br />
• Human Relation Attitude</p>
<p><strong>Ciri-Ciri Pemimpin Sukses ( Stogdill; 1974)</strong><br />
• Adaptable To Situations<br />
• Alert To Social Environment<br />
• Ambitious And Achievement Oriented<br />
• Assertive<br />
• Cooperative<br />
• Decisive<br />
• Dependable<br />
• Dominant (Desire To Influence Others)<br />
• Energetic (High Activity Level)<br />
• Persistent<br />
. Self-Confident<br />
• Tolerant Of Stress<br />
• Willing To Assujne Responsibility</p>
<p><strong>Skills Pemimpin Sukses (Stogdill; 1974)</strong><br />
. Clever<br />
. Conceptually Skilled<br />
• Creative<br />
• Diplomatic And Tactful<br />
• Fluent In Speaking<br />
• Knowledgeable About Group Task<br />
• Organized (Administrative Ability)<br />
• Persuasive<br />
• Socially Skilled</p>
<p><strong>Pengertian Kepemimpinan</strong><br />
Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu <strong>(Thoha, 1983:123)</strong>. Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.</p>
<p>Dari pengertian diatas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:<br />
1) kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,<br />
2) di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan<br />
3) adanya tujuan bersama yang harus dicapai.</p>
<p>Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.</p>
<p><strong>Beberapa pendapat ahli mengenai Kepemimipinan :</strong></p>
</div>
<div></div>
<div>1. Menurut <strong><em>John Piffner</em></strong>, Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki (<strong>H. Abu Ahmadi, 1999:124-125)</strong></div>
<div></div>
<div>2. Kepemimpinan adalah <em>pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu</em><br />
(<strong>Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).</strong></div>
<div></div>
<div>3. Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan (<strong>Jacobs &amp; Jacques, 1990, 281)</strong></div>
<div></div>
<div>4. Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu. <strong>(Slamet, 2002: 29)</strong></div>
<div></div>
<div>5. Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. <strong>(Shared Goal, Hemhiel &amp; Coons, 1957, 7)</strong></div>
<div></div>
<div>6. Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu<br />
<strong>(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 29)</strong></div>
<div></div>
<div>7. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu <strong>(Thoha, 1983:123).</strong></div>
<div></div>
<div>8. Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.<strong>( Ngalim Purwanto ,1991:26)</strong>Dari uraian diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku Aeseorang atau sekelompok orang untuk meneapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengafuhi, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.</p>
<p><strong>Faktor-faktor penting yang terdapat dalam pengertian kepemimpinan</strong>:<br />
1. Pendayagunaan Pengaruh<br />
2. Hubungan Antar Manusia<br />
3. Proses Komunikasi dan<br />
4. Pencapaian Suatu Tujuan.</p>
<p><strong>Unsur-Unsur Mendasar</strong><br />
Unsur-unsur yang mendasari kepemimpinan dari defmisi-defmisi yang dikemukakan di atas, adalah:<br />
1. Kemampuan mempengaruhi orang lain (kelompok/bawahan).<br />
2. Kemampuan mengarahkan atau memotivasi tingkah laku orang lain atau kelompok.<br />
3. Adanya unsur kerja sama untuk mencapai tujuan yang diinginkan.</p>
<p><strong>Prinsip-Prinsip Dasar Kepemimpinan</strong><br />
Karakteristik seorang pemimpin didasarkan kepada prinsip-prinsip (Stephen R. Coney) sebagai berikut:</p>
</div>
<div></div>
<div>1. <em>Seorang yang belajar seumur hidup</em> : Tidak hanya melalui pendidikan formal, tetapi juga diluar sekolah. Contohnya, beJajar melalui membaca, menulis, observasi, dan mendengar. Mempunyai pengalaman yang baik maupun yang buruk sebagai sumber belajar.</div>
<div></div>
<div>2. <em>Berorientasi pada pelayanan</em> : Seorang pemimpin tidak dilayani tetapi melayani, sebab prinsip pemimpjn dengan prinsip melayani berdasarkan karir sebagai tujuan utama. Dalam memberi pelayanan, pemimpin seharusnya lebih berprinsip pada pelayanan yang baik.</div>
<div></div>
<div>3. <em>Membawa energi yang positif</em>: Setiap orang mempunyai energi dan semangat. Menggunakan energi yang positif didasarkan pada keikhlasan dan keinginan mendukung kesuksesan orang lain. Untuk itu dibutuhkan energi positif untuk membangun hubungan baik. Seorang pemimpin hams dapat dan mau bekerja untuk jangka waktu yang lama dan kondisi tidak ditentukan. Oleh karena itu, seorang pemimpin haras dapat menunjukkan energi yang positif, seperti;a. <em>Percaya pada orang lain</em> : Seorang pemimpin mempercayai orang lain termasuk staf bawahannya, sehingga mereka mempunyai motivasi dan mempertahankan pekerjaan yang baik. Oleh karena itu, kepercayaan harus diikuti dengan kepedulian.</p>
</div>
<div></div>
<div>b. <em>Keseimbangan dalam kehidupan</em> : Seorang pemimpin haras dapat menyeimbangkan tugasnya. Berorientasi kepada prinsip kemanusiaan dan keseimbangan diri antara kerja dan olah raga, istirahat dan rekreasi. Keseimbangan juga berarti seimbang antara kehidupan dunia dan akherat.</div>
<div></div>
<div>c. <em>Melihat kehidupan sebagai tantangan</em> : Kata &#8216;tantangan&#8217; sering diinterpretasikan negatif. Dalam hal ini tantangan berarti kemampuan untuk menikmati hidup dan segala konsekuensinya. Sebab kehidupan adalah suatu tantangan yang dibutuhkan, mempunyai rasa aman yang datang dari dalam diri sendiri. Rasa aman tergantung pada inisiatif, ketrampilan, kreatifitas, kemauan, keberanian, dinamisasi dan kebebasan.</div>
<div></div>
<div>d. <em>Sinergi :</em> Orang yang berprinsip senantiasa hidup dalam sinergi dan satu katalis perubahan, Mereka selalu mengatasi kelemahannya sendiri dan lainnya. Sinergi<br />
adalah kerja kelompok dan memberi keuntungan kedua belah pihak. Menurut The New Brolier Webster International Dictionary, Sinergi adalah satu kerja<br />
kelompok, yang mana memberi hasil lebih efektif dari pada bekerja secara perorangan. Seorang pemimpin harus dapat bersinergis dengan setiap orang,<br />
atasan, staf, teman sekerja.</div>
<div></div>
<div>e. <em>Latihan mengembangkan diri sendiri</em> : Seorang pemimpin harus dapat memperbaharui diri sendiri untuk mencapai keberhasilan yang tinggi. Jadi dia tidak hanya berorientasi pada proses. Proses dalam mengembangkan diri terdiri dari beberapa komponen yang berhubungan dengan:<br />
1) pemahaman materi;<br />
2) memperluas materi melalui belajar dan pengalaman;<br />
3) mengajar materi kepada orang lain;<br />
4) mengaplikasikan prinsip-prinsip;<br />
5) memonitoring hasil;<br />
6) merefleksikan kepada hasil;<br />
7) menambahkan pengetahuan baru yang diperlukan materi;<br />
8) pemahaman baru; dan<br />
9) kembali menjadi diri sendiri lagi.<strong>Referensi:</strong><br />
Purwanto, M. Ngalim. 1991. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya. Robbins, Stephen P. 2002. Prinsip-prinsip Perilaku Organisasi. Jakarta: Erlangga.Thoha, Miftah. 1983. Kepemimpinan dalam Manajemen. Jakarta: Rajawali Pers.<br />
Servant Leadeship atau Kepemimpinan Hamba oleh Meme Mery, SE, Trainer di PT PHILLIPS, Inc JKT.</p>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-organisasi/kepemimpinan/'>Kepemimpinan</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-organisasi/'>MANAJEMEN ORGANISASI</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3088/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3088/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3088/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3088/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3088/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3088/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3088/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3088/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3088/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3088/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3088/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3088/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3088/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3088/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3088&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/13/pengertian-pemimpin-dan-kepemimpinan2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seni Memimpin</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/13/seni-memimpin/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/13/seni-memimpin/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 09:13:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[MANAJEMEN ORGANISASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3086</guid>
		<description><![CDATA[ Makna kepemimpinan adalah : 1. Kepemimpinan sejati adalah yang suportif, bukan memaksakan 2. Pemimpin sejati berupaya memimpin orang lain, bukan mendorong-dorong dari belakang. 3. Kepemimpinan berarti melibatkan orang lain 4. Kepemimpinan berarti mendahulukan dan mengutamakan visi, bukan aksi. 5. Kepemimpinan berarti pemahaman bahwa orang lebih penting ketimbang benda-benda mati. 6. Kepemimpinan adalah seni, yang mesti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3086&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div> Makna kepemimpinan adalah :<br />
1. Kepemimpinan sejati adalah yang suportif, bukan memaksakan<br />
2. Pemimpin sejati berupaya memimpin orang lain, bukan mendorong-dorong dari belakang.<br />
3. Kepemimpinan berarti melibatkan orang lain<br />
4. Kepemimpinan berarti mendahulukan dan mengutamakan visi, bukan aksi.<br />
5. Kepemimpinan berarti pemahaman bahwa orang lebih penting ketimbang benda-benda mati.<br />
6. Kepemimpinan adalah seni, yang mesti dipelajari dan diterapkan dengan hati-hati. Jangan disalah artikan sebagai sekedar posisi.</p>
<p><strong>KEPEMIMPINAN BUKANLAH PERMAINAN EGO</strong><br />
1. Pementingan diri sendiri sebagai seorang pemimpin adalah pembunuhan terhadap diri sendiri.</p>
<p>2. Semangat sebuah kelompok mencerminkan semangat kepemimpinannya.<br />
3. Ego bisa menjadi penghalang, bisa pula menjadi pelancar kreatifitas. Ego bisa membantu jika aliran energinya mengarah ke pekerjaan yang mesti dirampungkan, bukan mengarah ke dalam diri sendiri.<br />
4. Ingat, Kepemimpinan bukanlah permainan Ego!!</p>
<p><strong>KEPEMIMPINAN BERARTI TANGGUNG JAWAB</strong><br />
1. Pandanglah kepemimpinan bukan sebagai keglamoran, melainkan tanggung jawab<br />
2. Jangan terlampau memikirkan opini orang lain, sebagaimana memikirkan kenyataan.<br />
3. Jangan terpengaruh pujian atau hujatan orang lain, tidak juga reaksi personal anda; pikirkan tindakan (aksi) Anda, bagaimana menyelesaikan sebuah pekerjaan.<br />
4. Pusatkan perhatian pada ritme-ritme yang panjang dalam sebuah proyek, bukan yang naik turun secara temporer<br />
5. Siaplah memikul tanggung jawab baik terhadap keberhasilan maupun kegagalan<br />
6. Menerima tanggung jawab berarti mau menerima tugas mencari jawaban-jawaban kreatif kendati konvensi mengatakan sudah tak ada lagi.</p>
<p><strong>KEPEMIMPINAN BERARTI MENGESAMPINGKAN BERBAGAI KEINGINAN PRIBADI</strong><br />
1. Pemimpin sejati menempatkan keinginan-keinginan pribadinya di urutan paling belakang, bukan pertama<br />
2. Pemimpin sejati tak pernah sekalipun bertanya “Apa yang saya suka?” dalam setiap kesempatan, melainkan, “Apa yang saya rasa diperlukan ?” dan apa yang tepat?”<br />
3. Pendekatan terbaik terhadap setiap masalah adalah, “Apa yang sepertinya bakal terjadi di sini?” Kecakapan sebagai pemimpin ditunjukkan lewat kemampuannya menyesuaikan Ketidakpersonalan (impersonally)-nya dengan rangkaian kejadian yang sedang mengalir.<br />
4. Kepemimpinan membutuhkan keterbukaan terhadap perasaan orang lain dan bukan mengesampingkannya demi alasan “lebih mementingkan tugas”. Dalam cakup yang luas, kesejahteraan merekalah yang menjadi tugasnya.</p>
<p><strong>KEPEMIMPINAN BERARTI MELAYANI</strong><br />
1. Pandanglah kepemimpinan sebagai sekedar pekerjaan, sebagaimana orang-orang lain.<br />
2. Kepemimpinan berarti memberikan layanan, bukan menerimanya.<br />
3. Kesahajaan lebih penting buat seorang pemimpin, ketimbang medali pencapaian apapun.<br />
4. Kesahajaan adalah kejujuran terhadap diri sendiri<br />
5. Jika Anda orang yang taat beragama, pandanglah Tuhan sebagai yang menentukan segalanya; Jadikan karya anda sebagai persembahan untuk-Nya.</p>
<p><strong>KEPEMIMPINAN BERARTI LOYALITAS</strong><br />
1. Bekerjasamalah dengan orang lain menurut keadaan mereka, bukan mau anda atas diri mereka.<br />
2. Bekerjasamalah dengan segala sesuatunya sebagaimana lazim, bukan semau-mau anda.<br />
3. Bersabarlah. Pahamilah bahwa memberikan sudut pandang baru kepada orang lain itu membutuhkan waktu.<br />
4. Untuk mendapatkan loyalitas anak buah, lebih dulu curahkanlah perhatian pada loyalitas Anda sendiri.<br />
5. Untuk memenangi cinta, berikanlah cinta, cinta anda, terlebih dulu.<br />
6. Saat mengoreksi orang lain, pikirkan kesiapan dia untuk mendengarnya.<br />
7. Lebih dahulu, bersikalah loyal kepada diri anda sendiri.</p>
<p><strong>KEPEMIMPINAN ADALAH INTUISI YANG DIBIMBING OLEH AKAL SEHAT</strong><br />
1. Pemimpin bijak lebih menaruh perhatian pada apa yang memang terjadi ketimbang apa yang dia inginkan.<br />
2. Dia lebih mementingkan apa yang bisa memberikan hasil, bukan sekedar opini-opini, atau bahkan opininya sendiri.<br />
3. Dia lebih menghargai kebenaran daripada apa yang dia pikir tepat.<br />
4. Seorang pemimpin yang bijak bisa meyakinkan orang lain dengan alasan yang masuk akal, atau dengan daya tarik keyakinannya sendiri, dan tak pernah menggunakan “otoritas keluar (outward authority)” dari posisinya ataupun pengalamannya masa lalu.<br />
5. Pendukung yang diskriminatif (dalam arti positif, red) perlu ditumbuhkembangkan, bukan sekedar dibuat yakin.<br />
6. Waspadalah ketika mendasarkan alasan pengajuan rencana anda cuma pada pijakan intuisi. Cobalah untuk menyampaikan ide-ide anda dengan cara yang mengundang tanggapan cerdas.<br />
7. Gunakan selalu akal sehat sebagai panduan.<br />
8. Akal sehat adalah kemauan untuk belajar dari pengalaman.<br />
9. Akal sehat dan intuisi bisa digunakan seiring dan sejalan, masing-masing saling memberikan kejernihannya. Akal sehat menelaah intuisi. Dan, intuisi mengilhami akal sehat agar selalu meraba-raba dibalik apa yang telah dikenali menuju ladang terbuka yang belum dikenali.</p>
<p><strong>PENTINGNYA KELUWESAN DALAM KEPEMIMPINAN</strong><br />
1. Terbukalah untuk mengakui kekeliruan Anda. Ingat, hanya kebenaran yang akhirnya akan menang.<br />
2. Biarkan ide-ide anda mengalir lancar. Camkanlah bahwa kesempurnaan bukanlah hal yang mesti diutamakan, melainkan arah.<br />
3. Adaptasikan tindakan anda dengan kenyataan.<br />
4. Hadapi setiap situasi yang muncul dengan cara yang segar. Pandanglah sebagaimana adanya.<br />
5. Jangan terlalu banyak membikin aturan, karena aturan yang terlampau banyak justru bisa menghancurkan upaya anda.<br />
6. Terbukalah terhadap sudut pandang otang lain; mungkin mereka lebih baik dari sudut pandang anda sendiri<br />
7. Berusahalah untuk memusatkan pada diri anda yang lebih dalam, dan bersandarlah disitu.</p>
<p><strong>PERLUNYA BERTINDAK BUKAN BICARA DALAM KEPEMIMPINAN</strong><br />
1. Kepemimpinan berarti tindakan atau aksi, bukan sekedar ide-ide bagus untuk bertindak<br />
2. Jangan menghabiskan begitu banyak energi untuk membuat rencana, sehingga tak tersisa lagi untuk melaksanakan rencana itu.<br />
3. Tindakan munculnya kreatifitas.<br />
4. Hampir semua tindakan jauh lebih baik ketimbang diam berlama-lama, akibat tak ada keputusan yang pasti</p>
<p><strong>KEPEMIMPINAN BERATI MEMBERIKAN DUKUNGAN</strong><br />
1. Berusahalah untuk memperbesar kemampuan anak buah anda, dalam soal kreatifitas, dan juga kualitas kepemimpinan mereka.<br />
2. Beri dorongan kepada mereka dalam proyek yang mereka jalankan.<br />
3. Biarkan mereka belajar dari kesalahan mereka sendiri.<br />
4. Terbukalah untuk kompromi. Jangan mengharap lebih dari apa yang bisa mereka berikan. Jika terpaksa, perluas cakrawala pandang mereka sedikit demi sedikit.<br />
5. Ajaklah mereka untuk mendukung, bukan untuk memerintahkan.<br />
6. Terima saja otoritas anda sebagaimana yang mereka berikan.<br />
7. Jangan pernah melimpahkan pekerjaan yang anda sendiri tidak mau mengerjakannya.</p>
<p><strong>MANFAATKAN KEKUATAN ANAK BUAH DALAM KEPEMIMPINAN</strong><br />
1. Berusahalah menambah tinggi kualitas terbaik anak buah, bukan mengeluhkesahkan kualitas terburuk mereka. Anda akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik dengan memberikan semangat kepada orang lain, ketimbang dengan mengecilkannya.<br />
2. Manfaatkan berbagai kekuatan organisasi anda, bukan justru kelemahannya. Curahkan lebih banyak energi kepada orang-orang yang idenya sejalan dengan anda, ketimbang mengurusi mereka yang berkecenderungan menolak anda.<br />
3. Jangan terlalu banyak menghamburkan energi untuk menghadapi berbagai situasi negatif. Kuatkan sisi positifnya, dan segala pusaran negatif pun akan pudar, atau menyingkir dengan sendirinya dari hadapan anda.<br />
4. Jangan biarkan anak buah hanya melontarkan kritik negatif. Ajari mereka bahwa mereka punya hak bicara asalkan bisa memberikan solusi saat mereka menunjuk persoalan.<br />
5. Berikan dorongan kepada mereka yang mau mengerjakan, bukan cuma bicara.<br />
6. Jangan pernah memburu popularitas. Curahkan perhatian lebih besar pada berbagai isu, perkembangan, dan prinsip-prinsip yang dipegang.<br />
7. Jangan pernah bicara suka atau tidak suka secara pribadi, melainkan senantiasa menuruti rasa keadilan, kejujuran (fairness), dan kebenaran.</div>
<div></div>
<div><strong>Sumber </strong>: http://referensi-kepemimpinan.blogspot.com/</div>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-organisasi/kepemimpinan/'>Kepemimpinan</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-organisasi/'>MANAJEMEN ORGANISASI</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3086/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3086/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3086/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3086&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/13/seni-memimpin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Definisi Pemimpin dan Kepemimpinan</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/13/definisi-pemimpin-dan-kepemimpinan/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/13/definisi-pemimpin-dan-kepemimpinan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 13 Dec 2011 09:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepemimpinan]]></category>
		<category><![CDATA[MANAJEMEN ORGANISASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3083</guid>
		<description><![CDATA[Definisi Pemimpin. Definisi pemimpin menurut para ahli dan dalam beberapa kamus modern diantaranya : 1. Ahmad Rusli dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999) Menyatakan pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan. 2. Miftha Thoha dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983 : 255) Pemimpin adalah seseorang yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3083&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Definisi Pemimpin.</strong></p>
<div>Definisi pemimpin menurut para ahli dan dalam beberapa kamus modern diantaranya :</div>
<div>
1.<strong> Ahmad Rusli</strong> dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999)<br />
Menyatakan pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.</p>
<p>2.<strong> Miftha Thoha</strong> dalam bukunya Prilaku Organisasi (1983 : 255)<br />
Pemimpin adalah seseorang yang memiliki kemampuan memimpin, artinya memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain atau kelompok tanpa mengindahkan bentuk alasannya.</p>
<p><strong>3. Kartini Kartono</strong> (1994 . 33)<br />
Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan khususnya kecakapan dan kclebihan disatu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu, demi pencapaian satu atau beberapa tujuan.</p>
<p><strong>4. C. N. Cooley</strong> (1902)<br />
Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan pada kesempatan lain, semua gerakan sosial kalau diamati secara cermat akan akan ditemukan kecenderungan yang memiliki titik pusat.</p>
<p><strong>5. Henry Pratt Faiechild dalam Kartini Kartono</strong> (1994 : 33)<br />
Pemimpin dalam pengertian ialah seorang yang dengan jalan memprakarsai tingkah laku sosial dengan mengatur, mengarahkan, mengorganisir atau mengontrol usaha/upaya orang lain atau melalui prestise, kekuasaan dan posisi. Dalam pengertian yang terbatas, pemimpin ialah seorang yang membimbing, memimpin dengan bantuan kualitas-kualitas persuasifnya dan akseptansi/ penerimaan secara sukarela oleh para pengikutnya.</p>
<p><strong>6. <a class="zem_slink" title="Sam Walton" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sam_Walton" rel="wikipedia">Sam Walton</a></strong><br />
Pemimpin besar akan berusaha menanamkan rasa percaya diri pada para pendukung. Jika orang memiliki percaya diri tinggi, maka kita akan terkejut pada hasil luar biasa yang akan mereka raih.</p>
<p><strong>7. Ahmad Rusli</strong> dalam kertas kerjanya Pemimpin Dalam Kepimpinan Pendidikan (1999)<br />
Pemimpin adalah individu manusia yang diamanahkan memimpin subordinat (pengikutnya) ke arah mencapai matlamat yang ditetapkan.</p>
<p><strong>8. <a class="zem_slink" title="Rosalynn Carter" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Rosalynn_Carter" rel="wikipedia">Rosalynn Carter</a></strong><br />
“Seorang pemimpin biasa membawa orang lain ke tempat yang ingin mereka tuju”. Seorang pemimpin yang luar biasa membawa para pendukung ke tempat yang mungkin tidak ingin mereka tuju, tetapi yang harus mereka tuju.</p>
<p><strong>9. John Gage Allee</strong><br />
Leader…a guide;a conductor; a commander” (pemimpin itu ialah pemandu, penunjuk, penuntun; komandan).</p>
<p><strong>10. Jim Collin</strong><br />
Mendefinisikan pemimpin memiliki beberapa tingkatan, terendah adalah pemimipin yang andal, kemudian pemimpin yang menjadi bagian dalam tim, lalu pemimpin yang memiliki visi, tingkat yang paling tinggi adalah pemimpin yang bekerja bukan berdasarkan ego pribadi, tetapi untuk kebaikan organisasi dan bawahannya.</p>
<p><strong>11. Modern Dictionary Of Sociology</strong> (1996)Pemimpin (leader) adalah seseorang yang menempati peranan sentral atau posisi dominan dan pengaruh dalam kelompok (a person who occupies a central role or position of dominance and influence in a group).</p>
<p><strong>12. C.N. Cooley</strong> dalam “ The Man Nature and the <a class="zem_slink" title="Social order" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Social_order" rel="wikipedia">Social Order</a>’<br />
Pemimpin itu selalu merupakan titik pusat dari suatu kecenderungan, dan sebaliknya, semua gerakan sosial, kalau diamat-amati secara cermat, akan ditemukan didalamnya kecenderungan-kecenderungan yang mempunyai titik pusat.</p>
<p><strong>13. I. Redl</strong> dalam “Group Emotion and Leadership”.<br />
Pemimpin adalah seorang yang menjadi titik pusat yang mengintegrasikan kelompok.</p>
<p><strong>14. J.I. Brown</strong> dalam “ Psychology and the Social Order”.<br />
Pemimpin tidak dapat dipisahkan dengan kelompok, tetapi dapat dipandang sebagai suatu posisi yang memiliki potensi yang tinggi dibidangnya.</p>
<p><strong>15. Kenry Pratt Fairchild</strong> dalam “Dictionary of Sociologi and Related Sciences”.<br />
Pemimpin dapat dibedakan dalam 2 arti :<br />
- Pemimpin arti luas, seorang yang memimpin dengan cara mengambil inisiatif tingkah laku masyarakat secara mengarahkan, mengorganisir atau mengawasi usaha-usaha orang lain baik atas dasar prestasi, kekuasaan atau kedudukan.<br />
- Pemimpin arti sempit, seseorang yang memimpin dengan alat-alat yang menyakinkan, sehingga para pengikut menerimanya secara suka rela.</p>
<p><strong>16.</strong> <a class="zem_slink" title="Doctor of Philosophy" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Doctor_of_Philosophy" rel="wikipedia">Dr. Phil.</a> Astrid S. Susanto<br />
Pemimpin adalah orang yang dianggap mempunyai pengaruh terhadap sekelompok orang banyak.</p>
<p><strong>17. Ensiklopedia Administrasi (</strong>disusun oleh staf Dosen Balai Pembinaan Administrasi Universitas Gadjah Mada)<br />
Pemimpin (Leader) adalah orang yang melakukan kegiatan atau proses mempengaruhi orang lain dalam suatu situasi tertentu, melalui proses komunikasi, yang diarahkan guna mencapai tujuan/tujuan-tujuan tertentu.</p>
<p>Kita dapat saja berbeda dari beberapa pandangan di atas dalam memaknai konsep pemimpin, namun yang dapat penulis simpulkan bahwa dari rumusan diatas secara umum, pemimpin adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi individu dan/atau sekelompok orang lain untuk bekerja sama mencapai tujuan yang telah ditentukan.</p></div>
<div></div>
<div><strong>Definisi kepemimpinan. </strong></div>
<div></div>
<div>Berikut ini pendapat para ahli tentang kepemimpinan</div>
<div><strong>1. George R. Terry (kutipan Sutarto, 1998:17)</strong></div>
<div>Kepemimpinan adlah hubungan yang ada pada diri pada seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lai untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang dinginkan.</div>
<div><strong>2. Ordway  Tead (1929)</strong></div>
<div>Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.</div>
<div></div>
<div><strong>3. Rauch &amp; Behling (1984)</strong><br />
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.</div>
<div></div>
<div><strong>4. Katz &amp; Kahn (1978)</strong><br />
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.</p>
<p><strong>5. Hemhill &amp; Coon (1995)</strong><br />
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).</p>
<p><strong>6. William G.Scott (1962)</strong><br />
Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.</p>
<p>7. <strong>Stephen J.Carrol &amp; Henry L.Tosj (1977)</strong><br />
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang-orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan dari mereka untuk mengerjakannya.</p>
<p><strong>8. <a href="http://kepemimpinan-fisipuh.blogspot.com/2009/03/dr-thomas-gordon-1918-2002.html">Dr. Thomas Gordon</a> “</strong> Group Centered Leadership”. A way of releasing creative power of groups.<br />
Kepemimpinan dapat dikonsepsualisasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok setiap peserta didalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.</p>
<p>9. <strong>Tannenbaum, Weschler,&amp; Massarik (1961)</strong><br />
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu.</p>
<p>10. <strong>P. Pigors (1935)</strong><br />
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong melalui keberhasilan interaksi dari perbedaan perbedaan individu, mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama.</p>
<p>11. <strong>Kartini Kartono (1994 : 48)</strong><br />
Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, khas, diperlukan bagi satu situasi khusus. Sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktivitas¬aktivitas tertentu, dan mempunyai suatu tujuan serta peralatan¬peralatan yang khusus. Pemimpin kelompok dengan ciri-ciri karakteristik itu merupakan fungsi dari situasi khusus.</p>
<p><strong>12. G. U. Cleeton dan C.W Mason (1934)</strong><br />
Kepemimpinan menunjukan kemampuan mempengaruhi orang-orang dan mencapai hasil melalui himbauan emosional dan ini lebih baik dibandingkan dengan penggunaan kekuasaan.</p>
<p><strong>13. Locke &amp; Associates (1997)</strong><br />
Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses membujuk (inducing) orang-orang lain untuk mengambil langkah menuju sasaran bersama .</p>
<p><strong>14. John W. Gardner (1990)</strong><br />
Kepimpinan sebagai proses Pemujukan di mana individu-individu meransang kumpulannya meneruskan objektif yang ditetapkan oleh pemimpin dan dikongsi bersama oleh pemimpin dan pengikutnya.</p>
<p><strong>15. Theo Haiman &amp; William G.Scott (1974)</strong><br />
Kepemimpinan adalah proses orang-orang diarahkan ,dipimpin, dan dipengaruhi dalam pemilihan dan pencapaian tujuan.</p>
<p><strong>16. Duben (1954)</strong><br />
Kepemimpinan adalah aktifitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan.</p>
<p><strong>17. F.A.Nigro(1965)</strong><br />
Inti kepemimpinan adalah mempengaruhi kegiatan orang-orang lain.</p>
<p><strong>18. Reed (1976)</strong><br />
Kepimpinan adalah cara mempengaruhi tingkah laku manusia supaya perjuangan itu dapat dilaksanakan mengikut kehendak pemimpin.</p>
<p><strong>19. G.L.Feman &amp; E.K.aylor (1950)</strong><br />
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu.</p>
<p><strong>20. James M. Black (1961)</strong><br />
Kepemimpinan adalah kemampuan yang sanggup meyakinkan orang lain supaya bekerjasama dibawah pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu.</p>
<p><strong>21. Harold Koontz (1989)</strong><br />
Pengaruh, seni,atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusiasme.</p>
<p><strong>22. R.K. Merton</strong> “ <em>The Social Nature of Leadership</em>”, American Journal of Nuns, 1969.<br />
Kepemimpinan sebagai suatu hubungan antar pribadi dalam mana pihak lain mengadakan penyesuaian karena mereka berkeinginan untuk itu, bukannya karena mereka harus berbuat demikian.</p>
<p><strong>23. P. Pigors “</strong>Ledearship and Domination”<br />
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong yang mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama, melalui interaksi yang berhasil dari perbedaan-perbedaan individual.</p>
<p>24. <strong>Keth Davis</strong> “Human Relations at Work”<br />
Kepemimpinan sebagai faktor manusiawi yang mengikat suatu kelompok menjadi satu dengan memotivasinya kearah tujuan-tujuan.</p>
<p><strong>25. Ordway Tead</strong> “ The Technigue of Creative Leadershif in Human Nature and Management”.<br />
Kepemimpinan sebagai kombinasi perangai-perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong orang-orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu.</p>
<p><strong>26. E.S. Bogardus</strong> “Leader and Leadership”.<br />
Kepemimpinan sebagai kepribadian yang beraksi dalam kondisi-kondisi kelompok.<br />
Tidak saja kepemimpinan itu suatu kepribadian dan suatu gejala kelompok; ia juga merupakan suatu proses sosial yang melibatkan sejumlah orang dalam kontak mental dalam mana seseorang mendominasi orang-orang lain.</p>
<p><strong>27. F.I. Munson</strong> “ The Management of Man”.<br />
Kepemimpinan sebagai kemampuan/kesanggupan untuk menangani atau menggarap orang-orang sedemikian rupa untuk mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan sekecilnya mungkin pergesekan dan sebesar-besarnya (sebesar mungkin) kerja sama.</p>
<p><strong>28. C.M. Bundel</strong> “Is Leadership losing its importance ?”<br />
Kepemimpinan seorang seni mendorong/mempengaruhi orang-orang lain untuk mengerjakan apa yang dikehendaki seseorang pemimpin untuk dikerjakannya.</p>
<p><strong>29. W.G. Bennis</strong> “Leadership Theory and Administration Behavior”<br />
Kepemimpinan sebagai proses dengan mana pemimpin mendorong, mempengaruhi bawahan untuk berprilaku seperti yang dikehendaki.</p>
<p><strong>30. J.B. NASH</strong> “Leadership”<br />
Kepemimpinan mencakup kegiatan mempengaruhi perubahan dalam perbuatan orang-orang.</p>
<p><strong>31. Ordway Tead</strong> “ The Art of Leadership”<br />
Kepemimpinan sebagai kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan yang dikehendaki.</p>
<p><strong>32. H.H. Jennings</strong> “Leadership – a dynamic redefinition”, Journal Education School, 1944.<br />
Kepemimpinan muncul sebagai suatu hasil interaksi yang melibatkan prilaku yang memuat seseorang terangkat keperanan sebagai pemimpin oleh individu-individu lain.</p>
<p><strong>33. J.K. Hemphill-</strong> Dalam “ The Leader and his Group”.<br />
Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu sementara ia terlibat dalam pengerahan kegiatan-kegiatan kelompok.</p>
<p>- Dalam “ A Propossed Theory of leadership in small groups; Technical report”.<br />
Memimpin berarti terlibat dalam suatu tindakan memulai pembentukan struktur dalam interaksi sebagai bagian dari proses pemecahan masalah-masalah bersama.</p>
<p><strong>34. R. C. Davis</strong> “ The Fundamentals of Top Management”<br />
Kepemimpinan sebagai kekuatan dinamika yang pokok yang mendorong memotivasi, dan mengkoordinasikan organisasi dalam pencapaian tujuan-tujuannya.</p>
<p><strong>35. C. Schenk</strong> “Leadership” : Infantry Journal. 1928.<br />
Kepemimpinan adalah manajemen mengenal manusia dengan jalan persuasi dan inspirasi dan bukannya dengan pengarahan atau semacamnya, atau ancaman, paksaan yang terselubung.</p>
<p><strong>36. C.V. Cleeton &amp; C.W. Mason</strong> “Executive Ability its Discovery and Development&#8221;<br />
Kepemimpinan menunjukkan kemampuan mempengaruhi orang-orang dalam mencapai hasil-hasil melalui himbauan emosional dan bukannya melalui penggunaan kekerasan/wewenang.</p>
<p><strong>37. N. Copeland</strong> “Psychology and the Soldier”<br />
Kepemimpinan adalah seni perlakuan terhadap manusia. Ini adalah seni mempengaruhi sejumlah orang dengan persuasi atau dengan teladan untuk mengikuti serangkaian tindakan.</p>
<p><strong>38. H. Kootz &amp; O’ Donnel</strong> “ Principles of Management”<br />
Kepemimpinan adalah kegiatan mempersuasi orang-orang untuk bekerjasama dalam pencapaian suatu tujuan bersama.</p>
<p><strong>39. C. K. Warriner</strong> “ Leadership in the small Group”, American Journal Soc, 1955<br />
Kepemimpinan sebagai suatu bentuk hubungan diantara orang-orang, dimana mengharuskan seseorang atau lebih bertindak sesuai dengan permintaan pihak lain.</p>
<p><strong>40. H. Gerth &amp; C.W. Mills</strong> “Character and Social Structure”<br />
Kepemimpinan dalam arti luas adalah suatu hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam mana pemimpin lebih banyak mempengaruhi dari pada dipengaruhi; disebabkan karena pemimpin menghendaki yang dipimpin berbuat seperti dia dan tidak berbuat lain yang dimaui sendiri.</p>
<p><strong>41. R. M. Bellows</strong> “Creative Leadership”<br />
Kepemimpinan sebagai proses pengaturan suatu situasi sedemikian rupa, sehingga anggota-anggota kelompok termasuk si pemimpin, dapat mencapai tujuan bersama dengan hasil maksimum dan dengan waktu dan kerja minimum.</p>
<p><strong>42</strong>. <strong>Ralp M. Stogdill (1950)</strong><br />
Is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement (proses mempengaruhi kegiatan kelompok, menuju kearah penentuan tujuan dan mencapai tujuan).</p>
<p>- Dalam “Individual Behavior and Group Achievement”<br />
Kepemimpinan adalah permulaan pembentukan struktur dan memeliharanya dalam harapan dan interaksi.</p>
<p>- Dalam “<em><strong>A Handbook of Leadership”</strong></em> yang dikutip oleh Prof. Drs. S. Pamuji, MPA,<br />
a.<em> Leadership As A Focus Of Group Process</em><br />
(Kepemimpinan sebagai titik pusat proses kelompok)<br />
b. <em>Leadership As Personality And Its Effects</em><br />
(Kepemimpinan sebagai kepribadian seseorang yang memiliki sejumlah perangai (Traits) dan watak (Character) yang memadai dari suatu kepribadian)<br />
c. <em>Leadership As The Art Of Inducing Comliance</em><br />
(Kepemimpinan sebagai seni untuk menciptakan kesesuaian paham, kesepakatan)<br />
d. Leadership As The Exercise Of Its Influence<br />
(Kepemimpinan sebagai pelaksanaan pengaruh)<br />
e. Leadership As Act Or Behavior<br />
(Kepemimpinan sebagai tindakan atau prilaku)<br />
f. <em>Leadership As A From Of Persuasion</em><br />
(Kepemimpinan adalah bentuk persuasi)<br />
g. <em>Leadership As A Power Relation</em><br />
(Kepemimpinan sebagai suatu hubungan kekuasaan/kekuatan)<br />
h. <em>Leadership Is An Instrumental Of Goal Achievement</em><br />
(Kepemimpinan adalah sarana pencapaian tujuan)<br />
i. <em>Leadership As An Effect Of Interaction</em><br />
(Kepemimpinan adalah suatu hasil dari interaksi)<br />
j. <em>Leadership As A Deferentiated Role</em><br />
(Kepemimpinan adalah peranan yang dipilahkan)<br />
k. <em>Leadership As The Initiation Of Structur</em><br />
(Kepemimpinan sebagai awal dari pada struktur)</div>
<div></div>
<div><strong>Sumber</strong> :  http://referensi-kepemimpinan.blogspot.com</div>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-organisasi/kepemimpinan/'>Kepemimpinan</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-organisasi/'>MANAJEMEN ORGANISASI</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3083/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3083/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3083/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3083&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/12/13/definisi-pemimpin-dan-kepemimpinan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Analisa hermeneutika</title>
		<link>http://elqorni.wordpress.com/2011/11/29/analisa-hermeneutika/</link>
		<comments>http://elqorni.wordpress.com/2011/11/29/analisa-hermeneutika/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Nov 2011 08:58:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ahmad Elqorni</dc:creator>
				<category><![CDATA[MANAJEMEN PENELITIAN]]></category>
		<category><![CDATA[Metodologi penelitian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://elqorni.wordpress.com/?p=3070</guid>
		<description><![CDATA[Metode adalah cara atau strategi menyeluruh untuk menemukan atau memperoleh data yang diperlukan. Menurut Bogdan dan Taylor, metodologi adalah suatu proses, prinsip, dan prosedur yang kita gunakan, untuk mendekati problem dan mencari jawaban. Dan sebenarnya metodologi dipengaruhi atau berdasarkan perspektif teoretis yang kita gunakan untuk melakukan penelitian, sementara perspektif teoretis itu sendiri adalah suatu kerangka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3070&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><em>Metode adalah cara atau strategi menyeluruh untuk menemukan atau memperoleh data yang diperlukan. Menurut Bogdan dan Taylor, metodologi adalah suatu proses, prinsip, dan prosedur yang kita gunakan, untuk mendekati problem dan mencari jawaban. Dan sebenarnya metodologi dipengaruhi atau berdasarkan perspektif teoretis yang kita gunakan untuk melakukan penelitian, sementara perspektif teoretis itu sendiri adalah suatu kerangka penjelasan atau interpretasi yang memungkinkan peneliti memahami data dan menghubungkan data yang rumit dengan peristiwa dan situasi lain <a title="" href="#_ftn1">[1]</a>.</em></p>
<p>SEPERTI teori, metodologi juga diukur berdasarkan kemanfaatannya, dan tidak bisa dinilai apakah suatu metode benar atau salah. Untuk menelaah hasil penelitian secara benar, kita tidak cukup sekadar melihat apa yang ditemukan peneliti, tetapi juga bagaimana peneliti sampai pada temuannya berdasarkan kelebihan dan keterbatasan metode yang digunakannya.</p>
<p>Adapun pengertian dari metode penelitian adalah teknik-teknik spesifik dalam penelitian (Mulyana, 2001:146). Sebagian orang menganggap bahwa metode penelitian terdiri dari berbagai teknik penelitian, dan sebagian lagi menyamakan metode penelitian dengan teknik penelitian. Tetapi yang jelas, metode atau teknik penelitian apa pun yang kita gunakan, baik kuantitatif ataupun kualitatif, haruslah sesuai dengan kerangka teoretis yang kita asumsikan.</p>
<p>Sebelum penulis menggambarkan dan menjelaskan lebih jauh tentang pendekatan Hermeneutika dan juga pemetaan ideologi peneliti yang diambil oleh penulis  yakni teori hermeneutika dari <a class="zem_slink" title="Paul Ricœur" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Paul_Ric%C5%93ur" rel="wikipedia">Paul Ricoeur</a>, maka ada baiknya terlebih dahulu diulas karakteristik dari metodologi kualitatif dalam presfektif hermeneutika. Banyak alasan ketika penulis harus menggunakan metodologi penelitian kualitatif untuk penelitian bahasa sebagai sebuah pendekatan. Salah satu aspek terpenting dari pendekatan ini adalah lebih mementingkan proses, yaitu sebuah keniscayaan dari komunikasi sebagai suatu proses yang diterima dari luar.</p>
<p>Lalu metode kualitatif  juga mempermudah untuk berhadapan dengan kenyataan ganda, dan metode ini menyajikan secara langsung hakikat hubungan  antara peneliti dan responden dan selanjutnya kualitatif lebih peka  dan lebih dapat menyesuaikan diri dengan banyak penajaman pengaruh bersama dan terhadap pola-pola nilai yang dihadapi. Oleh sebab itu, diharapkan dapat menganalisis lebih mendalam  dan menginterpretasikan kondisi atau hubungan yang ada, proses yang sedang berlangsung, akibat yang sedang terjadi atau fenomena yang sedang berkembang. Penelitian dilakukan dengan menganalisis dan menginterpretasikan  data yang tersedia. Pada dasarnya penelitian ini meletakkan penekanan pada subyektifitas untuk melakukan interpretasi terhadap suatu persoalan yang dikajinya.</p>
<p>Seperti yang ditegaskan Deddy Mulyana dalam bukunya <em>Metodologi Penelitian Kualitatif</em>, penelitian ini mencari respon subyektif individual. Hasil penelitian dari metodologi penelitian kualitatif selalu terbuka untuk persoalan baru. Ini sesuai dengan pandangan subyektif mengenai realitas sosial bahwa: fenomena sosial senantiasa bersifat sementara, bahkan bersifat <em>polisemik </em>(multimakna), dan tetap diasumsikan demikian hingga terjadi negosiasi berikutnya untuk menetapkan status realitas tersebut.</p>
<p>Lalu Denzim dan Lincoln (1987) mendefinisikan penelitian kualitatif yakni  penelitian yang menggunakan latar alamiah, dengan maksud menafsirkan fenomena yang terjadi dan dilakukan dengan jalan melibatkan berbagai metode yang ada. Dan bersifat multimetoda, dalam fokusnya menggunakan pendekatan naturalistik interpretatif kepada subyek yang diteliti (Rakhmat, 2004:4). Menurut Miles dan Huberman, penelitian kualitatif berusaha menelaah secara intensif kehidupan sehari-hari, selain itu juga bersifat holistik, berujung pada <em><a class="zem_slink" title="Verstehen" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Verstehen" rel="wikipedia">Verstehen</a></em> (pemahaman), menghasilkan tema dan pernyataan dalam bentuknya yang asli, dan menjelaskan cara pandang orang dalam <em>setting</em> tertentu, mengungkapkan berbagai penafsiran, dengan instrumentasi yang tidak baku, juga menganalisis dalam bentuk kata (Rakhmat, 2004:2).</p>
<p>Penulis juga menyadari bahwa apapun metodologinya tetap memiliki keterbatasan, seperti yang dinyatakan Dedy Mulyana bahwa Suatu persepektif bersifat terbatas, dan mengandung bias, karena hanya memungkinkan manusia melihat satu sisi saja dari realitas “di luar sana”<a title="" href="#_ftn2">[2]</a>.  Dengan kata lain, tidak ada perspektif yang memungkinkan manusia dapat melihat semua aspek realitas secara simultan.</p>
<p>Dengan demikian penelitian kualitatif dengan menggunakan konsep cara kerja ideologi pun dapat mengalami pembiasan. Karena bagaimanapun suatu persepektif tak bisa lepas dari suatu tendensi, maksud, tujuan dan sebagainya. Dalam penelitian ini, yang menjadikan cara kerja ideologi seperti yang akan dibahas penulis yakni sebagai peran utama tak terkecuali mengalami pembiasan ketika meneliti suatu fenomena ilmiah, biasanya seorang peneliti menggunakan suatu perspektif yang ia anggap secara akurat menjelaskan fenomena yang ia teliti. Tentu saja dalam dunia keilmuan, penjelasan yang akurat merupakan tujuan dari suatu perspektif yang baik. Perspektif yang baik mengambarkan realitas secara jelas, dan membantu kita menemukan kebenaran.</p>
<p>Namun kebenaran itu berada di luar manusia, dengan suatu perspektif, realitas itu tidak pernah benar-benar hadir sempurna pada manusia. Sehingga dalam penelitian ini perspektif ini hanyalah mendekatkan pada kenyataan bukan pada kenyataan sebenarnya. Mengutip Stuart Hall, kenyataan atau kebenaran itu merupakan representasi dari teks-teks yang kita baca, pelajari kemudian kita terjemahkan dan tafsirkan lagi. Bahwa kenyataan mengandung distorsi atau dalam bahasa Dedy Mulyana kenyataan itu mengandung bias.</p>
<p>Namun pemilihan penelitian kualitatif dengan paradigma atau metodologi cara kerja ideologi menyediakan beberapa “kemudahan” yang signifikan dalam penelitian bahasa ini. Sebagai peneliti penulis lebih dimudahkan untuk memahami realitas-realitas ganda dalam proses penelitian, adanya interaksi yang intim antara peneliti dan diteliti, subyek penelitian juga merespon sistematika penelitian yang disusun, dan sebagainya.</p>
<p><strong>Asal Usul Hermeneutika</strong></p>
<p>Disepanjang sejarahnya, hermeneutika secara sporadis muncul dan berkembang sebagai teori interpretasi. Ketika setiap orang menuntut kebutuhan akan kepuasan fungsi otaknya dalam mencapai sesuatu yang ada disekelilingnya, ini berarti bahwa otak selalu bertanya-tanya dan aktif menafsirkan apa yang diterimanya, termasuk interaksi sesama manusia lewat bahasa yang memerlukan penafsiran plural. Proses tafsir dalam diri manusia akan terus berlangsung selama ia hidup. Melalui bahasalah pengalaman itu bisa digeneralisasikan ke setiap manusia. Ini arti penting dalam penelitian bahasa bisa dilihat dari sudut interpretasi yang mendalam.</p>
<p>Secara etimologis, akar kata hermeneutika berasal dari bahasa Yunani <em>hermeneuein</em><em> </em>yang berarti ‘menafsirkan’. Maka, kata benda <em>hermeneia</em> secara harfiah dapat diartikan sebagai “penafsiran” atau interpretasi (Sumaryono,1999:23). Di dalam istilah itu secara langsung terkandung unsur-unsur penting yaitu: mengungkapkan, menjelaskan, dan menerjemahkan. Adapun asal-usul  hermeneutika sendiri yakni ketika <a class="zem_slink" title="Hermes" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hermes" rel="wikipedia">Hermes</a>  menyampaikan pesan para  dewa kepada manusia. Dan hermeneutika pada akhirnya diartikan sebagai ‘proses mengubah sesuatu atau situasi ketidaktahuan menjadi mengerti’.</p>
<p>Richard Palmer (2003:15-36) menyatakan ada tiga bentuk arti dari <em>hermeneuein </em>yaitu <em>hermeneuein </em>sebagai “mengatakan”, yang merupakan signifikansi teologis hermeneutika merupakan etimologi yang berbeda yang mencatat bahwa bentuk dari <em>herme</em> berasal dari bahasa Latin <em>sermo</em>, <em>“to say”</em> (menyatakan), dan bahasa Latin lainnya <em>verbum, “word”</em> (kata). Ini mengasumsikan  bahwa utusan, didalam memberitakan kata, adalah “mengumumkan” dan “menyatakan”. Lalu <em>hermeneuein </em>sebagai “<em>to explain”,</em> interpretasi sebagai penjelasan menekankan aspek pemahaman diskursif, ia menitikberatkan pada penjelasan ketimbang dimensi interpretasi akspresif. Dan terakhir <em>hermeneuein </em>sebagai “<em>to translate</em>”, yang mempunyai dimensi  “<em>to interpret”</em> (menafsirkan) bermakna “<em>to translate</em>” (menerjemahkan), yang merupakan bentuk khusus dari proses interpretatif dasar “membawa sesuatu untuk dipahami”. Jadi ketika suatu teks berada dalam bahasa pembaca, benturan antara dunia teks dengan pembaca itu sendiri dapat menjauhkan perhatian.</p>
<p><strong> Definisi Hermeneutika</strong></p>
<p>Hermeneutika dapat didefinisikan secara longgar sebagai suatu teori atau filsafat interpretasi makna. Kesadaran bahwa ekspresi-ekspresi manusia berisi sebuah komponen penuh makna, yang harus disadari sedemikian rupa oleh subjek dan yang diubah menjadi system nilai dan maknanya sendiri, telah memunculkan persoalan-persoalan hermeneutika. Dalam pandangan klasik, hermeneutik mengingatkan kita pada apa yang ditulis Aristoteles dalam <em>Peri Hermeneias</em> atau <em>De Interpretatione.</em> Yaitu bahwa kata-kata yang kita ucapkan adalah simbol dari pengalaman mental kita, dan kata-kata yang kita tulis adalah simbol dari kata-kata yang kita ucapkan itu. Bahasa tidak boleh kita pikirkan sebagai yang mengalami perubahan. Menurut Gadamer bahasa harus kita pahami sebagai sesuatu yang memiliki ketertujuan (<em>teleologi</em>) di dalam dirinya. Karena kata-kata ataupun ungkapan mempunyai tujuan (<em>telos</em>) tersendiri atau penuh dengan maksud, demikian dikatakan Wilhelm Dilthey. Setiap kata tidak pernah tidak bermakna.</p>
<p>Disiplin ilmu pertama yang banyak menggunakan hermeneutika adalah ilmu tafsir kitab suci. Sebab semua karya yang mendapatkan inspirasi ilahi seperti Al-Quran, kitab Taurat, kitab-kitab Veda; dan Upanishad supaya dapat dimengerti memerlukan interpretasi atau hermeneutika. Tapi dalam bukunya <em>Hermeneutika, teori baru mengenai interpretasi</em>, Richard Palmer mengemukakan enam definisi modern hermeneutika:</p>
<p><em>“Pertama</em> hermeneutika sebagai teori eksegesis Bibel yakni merujuk pada prinsip-prinsip interpretasi Bibel, dan hal tersebut memasuki penggunaan modern sebagai suatu kebutuhan yang muncul dalam buku-buku yang menginformasikan kaidah-kaidah eksegesis kitab suci (skriptur). Yang <em>kedua</em> hermeneutika sebagai metodelogis filogogis yang menyatakan bahwa metode interpretasi yang diaplikasikan terhadap Bibel juga dapat diaplikasikan terhadap buku yang lain, selalnjutnya yang <em>ketiga </em>hermeneutik sebagai ilmu pemahaman linguistik, schleiermacher punya distingsi tentang pemahaman kembali hermeneutika sebagai “ilmu” atau “seni” pemahaman, dan hermeneutik sebagai sejumlah kaidah  dan berupaya membuat hermeneutika sistematis-koheren, sebagai ilmu yang mendeskripsikan konsdisi-kondisi pemahaman dalam suatu dialog<em>. Keempat, </em>hermeneutika sebagai fondasi metodologi bagi g<em>eisteswissenschaften</em> yang melihat inti disiplin yang dapat melayani sebagai fondasi bagi g<em>eisteswissenschaften </em>(yaitu, semua disiplin yang memfokuskan pada pemahamn seni, aksi, dan tulisan manusia).<em> Kelima, </em>hermeneutika sebagai fenomenologi <em>dasein</em> dan pemahaman eksistensial, dalam konteks ini tidak mengacu pada ilmu atau kaidah interpretasi teks atau pada metodologi bagi g<em>eisteswissenschaften, </em>tetapi pada penjelasan fenomenologisnya tentang keberadaan manusia itu sendiri. Yang terakhir hermeneutika  sebagai sistem interpretasi:menemukan makna vs <em>ikonoklasme</em> yakni sebuah interpretasi teks partikular atau kumpulan potensi tanda-tanda keberadaan yang dipandang sebagai teks”<a title="" href="#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Hermeneutika adalah kata yang sering didengar dalam bidang teologi, filsafat, bahkan sastra. Dalam <em>Webster’s Third New Internasional Dictionary</em> dijelaskan bahwa hermeneutika adalah studi tentang prinsip-prinsip metodelogis interpretasi dan eksplanasi. Pada dasarnya hermeneutika adalah landasan filosofi dan merupakan juga modus  analisis data. Sebagaimana filosofi pada pemahaman manusia, hal itu menyediakan landasan filosofi untuk interpretativisme. Sebagai modus analisis hal itu berkaitan dengan pengertian data tekstual. Hermeneutika terutama berkaitan dengan pemaknaan suatu analog teks, seperti yang didefinisikan Palmer dalam salah satu definisi hermenutika modernnya. Pertanyaan dasar apa teks itu?, teks seperti apa yang dipahami hermeneutika? Artinya apa dasarnya sebagian para peneliti berpendapat kalau analisa penelitian kuantitatif lebih akurat tingkat kebenarannya sehingga menjadi kiblat utama dalam penelitian.</p>
<p>Menurut Ricouer (Bleicher,2003:357), teks yang dipahami Hermeneutika adalah adanya otonomi teks, konteks sosio cultural dan alamat aslinya mengijinkan prakondisi bagi penjarakan interpretor dari teks. Dalam memahami teks, maka antara teks, pengarang dan pengkaji harus dihubungkan dengan realitas masyarakat yang kontemporer, jadi ketiga unsur tersebut harus bersinergi, meskipun ada pemutusan antara teks dan pengarangnya dalam hal subjeknya.</p>
<p>Sebuah teks pada dasarnya bersifat otonom, untuk melakukan ‘dekonstekstualisasi’ , baik dari sudut pandang sosiologis, maupun psikologis, serta untuk melakukan ‘rekonstekstualisasi’ secara berbeda didalam tindakan membaca (‘dekontekstualisasi’ = proses ‘pembebasan’ diri dari konteks; ‘rekonstekstualisasi’ = proses masuk kembali kedalam konteks). Otonomi teks sendiri menurut Ricour ada tiga macam: intensi atau maksud pengarang, situasi kultural dan kondisi sosial pengadaan teks, dan untuk siapa teks itu dimaksudkan. Atas dasar otonomi  ini,  maka yang dimaksudkan dengan “dekonstekstualisasi” adalah bahwa materi teks “melepaskan diri” dari cakrawala intensi yang terbatas dari pengarangnya.</p>
<p>Mengutip pernyataan Paul  Ricoeur dalam buku <em>Filsafat Wacana, </em> <em>Membedah Makna dalam Anatomi Bahasa</em> (2002:217) yang secara mendasar mengatakan  bahwa teks adalah  <em>any discourse fixed by writing</em>. Pertama Ricouer memahami arti <em>discourse </em>sendiri, merujuk kepada  bahasa sebagai <em>event</em> yaitu bahasa yang membicarakan sesuatu. Dalam hal ini  ada dua jenis artikulasi <em>discourse</em> yaitu bahasa lisan dan bahasa tulis atau teks. Jenis yang kedua dari artikulasi ini memperlihatkan  bahwa teks adalah  korpus yang otonom, mandiri dan totalitas, yang dicirikan dalam empat hal. Pertama, dalam sebuah teks terdapat makna dari apa yang dikatakan (<em>what is said</em>) terlepas dari proses pengungkapannya (<em>the  act  of saying</em>), kedua makna sebuah teks  tidak lagi terikat kepada pembicara atau tidak terkait dengan apa yang  dimaksudkan oleh penulisnya. Bukan berarti penulis tidak diperlukan, meskipun Ricouer sempat mengatakan  tentang “kematian penulis” yang maksudnya  kematian bukan dalam arti sebenarnya atau transidental tetapi maksudnya si penulis terhalang oleh teks  yang sudah membaku. Seperti juga yang dikatakan oleh Barthes bahwa “pengarang sudah mati”, ini tentunya hanya sebuah metafora untuk menggambarkan bahwa tidak lagi semangat dan jiwa pengarang dalam karyanta. Pengarang tidak lagi bicara. Menurut Barthes,</p>
<p>…adalah bahasa yang bicara, bukan pengarang; menulis, melalui prasyarat-prasyarat impersonalitasnya (jangan dikacaukan dengan objektivitas kebiri para novelis realis), adalah proses mencapai satu titik dimana hanya bahasa yang beraksi, memainkan peran, dan bukan saya (Piliang, 1999:119)</p>
<p>Matinya sang pengarang dalam era postmodern diiringi dengan lahirnya para pembaca (<em>reader</em>), dan berkembangnya model <em>writerly text</em>, yaitu teks yang menjadikan pembaca/ teks-teks sebagai pusat penciptaan , ketimbang pengarangnya sendiri. Matinya sang pengarang, juga diikuti dengan  dengan munculnya apa yang disebut oleh Catherine Belsey sebagai kekuatan pembaca (<em>reader’s power</em>). Dalam model ini, para pembaca dibebaskan dari tirani pengarang , dan mereka berpeluang untuk berpartisipasi dalam menghasilkan pluralitas makna dan diskursus. Ketiga makna tidak terikat lagi pada sebuah sistem dialog, maka sebuah teks  tidak lagi terikat pada sistem semula (<em>ostensive reference</em>), ia tidak terikat pada konteks asli dari pembicaraan. Apa yang ditunjuk sebuah teks , adalah dunia imajiner yang dibangun oleh teks itu sendiri, yang terakhir dengan demikian teks juga tidak terikat  kepada <em>audience </em>awal, sebuah teks ditulis bukan untuk pembaca tertentu tetapi siapapapun yang bisa membaca dan tidak terbatas oleh ruang dan waktu.</p>
<p><strong>Cara Kerja Hermeneutika</strong></p>
<p>Dalam buku <em>Hermeneutik sebuah Metode Filsafat</em> (Sumaryono,1993:30-33) menjelaskan bahwa dasar dari semua objek itu netral, sebab objek adalah objek. Sebuah meja di sini atau bintang di angkasa berada begitu saja. Benda-benda itu tidak bermakna pada dirinya sendiri. Hanya subjeklah yang kemudian memberi ‘pakaian’ arti pada objek. Arti atau makna diberikan kepada objek oleh subjek, sesuai dengan cara pandang subjek. Jika tidak demikian, maka objek menjadi tidak bermakna sama sekali. Husserl menyatakan bahwa objek dan makna tidak pernah terjadi secara serentak atau bersama-sama, sebab pada mulanya objek itu netral. Meskipun arti atau makna muncul sesudah objek atau objek menurunkan maknanya atas dasar situasi objek, semuanya adalah sama saja. Dari sinilah kita lihat keunggulan hermeneutika.</p>
<p>Semua lingkup interpretasi mencakup pada pemahaman. Namun pemahaman itu sangat kompleks di dalam diri manusia sehingga para pemikir ulung maupun psikolog tidak pernah mampu untuk menetapkan kapan sebenarnya seseorang itu mengerti. Sebagai contoh misalnya: Kapan seseorang dinyatakan mengetahui adanya bahaya laten? Kapan saatnya seorang anak dinyatakan sudah memahami matematika? Dapatkah kita melihat tepatnya waktu seseorang menangkap arti sebuah kalimat yang diucapkan?</p>
<p>Untuk dapat membuat interpretasi, orang lebih dahulu harus mengerti atau memahami. Namun keadaan ‘lebih dahulu mengerti’ ini bukan didasarkan atas penentuan waktu, melainkan bersifat alamiah. Sebab, menurut kenyataannya, bila seseorang mengerti, ia sebenarnya telah melakukan interpretasi, dan juga sebaliknya. Ada kesertamertaan antara mengerti dan membuat interpretasi antara mengerti dan membuat interpretasi. Keduanya bukan dua momen dalam satu proses. Mengerti dan interpretasi menimbulkan ‘lingkaran hermeneutik’.</p>
<p>Kegiatan interpretatif adalah proses yang bersifat ‘triadik’ (mempunyai tiga segi yang paling berhubungan). Dalam proses ini terdapat pertentangan antara pikiran yang diarahkan pada objek dan pikiran penafsir itu sendiri. Orang yang melakukan interpretasi harus mengenal pesan atau kecondongan sebuah teks, lalu ia harus meresapi isi teks sehingga pada mulanya ‘yang lain’ kini menjadi ‘aku’ penafsir itu sendiri. Oleh karena itulah, dapat ia pahami bahwa mengerti secara sungguh-sungguh hanya kan dapat berkembang bila didasarkan atas pengetahuan yang benar (<em>correct</em>). Sesuatu arti tidak akan  kita kenal jika tidak kita rekonstruksi.</p>
<p>Bila kita jabarkan lebih lanjut argumentasi tentang hermeneutika ke ruang lingkup yang lebih luas, akan kita dapatkan bahwa setiap objek tampil dalam konteks ruang dan waktu yang sama, atau sebagaimana yang disebut Karl Jaspers dengan istilah <em>das Umgreifende</em> atau cakrawala ruang dan waktu. Pada kenyataannya, tidak ada objek yang berada dalam keadaan terisolir, setiap objek berada dalam ruang. Selalu ada kerangka referensi, dimensi, sesuatu batas, nyata atau semu, yang semuanya memberi ciri khusus pada objek. Kita harus kembali kepada pengalaman orisinal dari para penulis (teks) dengan maksud untuk menemukan ‘kunci’ makna kata-kata atau ungkapan.</p>
<p>Kita harus kembali kepada pengalaman orisinal dari para penulis (teks) dengan maksud untuk menemukan ‘kunci’ makna kata-kata atau ungkapan. Kita mengungkapkan diri kita sendiri melalui  bahasa sehari-hari. Meskipun hermeneutika atau interpretasi termuat dalam kesusastraan dan linguisti, hukum, agama, dan disiplin ilmu yang lainnya yang berhubungan dengan teks, namun akarnya tetap filsafat.</p>
<p><strong>Paul Ricoeur  Eksistensi dan Hermeneutika</strong></p>
<p><strong>Latar Belakang Pemikiran tentang Hermeneutika</strong></p>
<p><strong>            </strong>Paul Ricoeur adalah seorang filsuf, dalam karya-karyanya sepertinya ia memiliki persfektif kefilsafatan yang beralih dari analisis eksistensial kemudian ke analisis eidetik (pengamatan yang semakin mendetail), fenomenologis, historis, hermeneutika hingga pada akhirnya semantik. Dengan mengutif Nietzsche, ia mengatakan bahwa hidup itu sendiri adalah interpretasi (Ricoeur,1974:12). Bilamana terdapat pluralitas makna, maka disitu interpretasi dibutuhkan. Apalagi jika simbol-simbol dilibatkan. Interpretasi menjadi penting, sebab disini makna mempunyai multi lapisan.</p>
<p>Hermeneutika sendiri yaitu mengupas tentang makna tersembunyi dalam teks yang kelihatan mengandung makna, karena setiap interpretasi adalah usaha untuk “membongkar” makna-makna yang masih terselubung atau usaha membuka lipatan-lipatan dari tingkat-tingkat makna yang terkandung dalam makna kesusastraan. Menurut Ricoeur kata-kata adalah simbol, karena menggambarkan makna lain yang sifatnya ‘tidak langsung, tidak begitu penting serta figuratif (berupa kiasan) dan hanya dapat dimengerti melalui simbol-simbol tersebut’. Jadi, simbol-simbol dan interpretasi merupakan konsep-konsep yang mempunyai pluralitas makna yang terkandung di dalam simbol-simbol atau kata-kata.</p>
<p>Tampaknya, yang hendak dikatakan oleh Ricoeur adalah bahwa terdapat kebutuhan laten dalam bahasa untuk mengungkapkan konsep-konsep melalui kata-kata. Kebutuhan laten tersebut adalah kebutuhan akan hermeneutik. Namun Ricoeur kiranya berpikir jauh lagi. Setiap kata adalah sebuah simbol. Oleh karenanya, maka kata-kata penuh dengan makna dan intensi yang tersembunyi sehingga hermeneutika  bertujuan  menghilangkan misteri yang terdapat dalam sebuah simbol dengan  membuka selubung  daya-daya yang belum diketahui dan tersembunyi didalam simbol-simbol tersebut.</p>
<p>Jika kemudian Ricoeur kemudian memberikan kesan bahwa berbicara dengan menggunakan sesuatu bahasa adalah masalah jaket dan belati yang tersembunyi dibaliknya. Adanya simbol, mengundang kita untuk berpikir sehingga simbol itu  sendiri itu menjadi kaya akan makna dan kembali kepada maknanya yang asli. Hermeneutika membuka makna yang sesungguhnya, sehingga dapat mengurangi makna yang sesungguhnya, sehingga dapat mengurangi makna dari simbol-simbol.</p>
<p><strong>Ruang Lingkup Hermeneutika Paul Ricoeur</strong></p>
<p>Hermeneutika sebagai sistem interpretasi dalam menemukan makna vs ikonoklasme, dimana disini Paul Ricoeur mendefinisikan hermeneutika yang mengacu balik pada fokus eksegesis tekstual sebagai elemen distingtif dan sentral dalam hermeneutika. Maksudnya disini hermeneutika merupakan teori tentang kaidah-kaidah yang menata sebuah eksegesis, dengan kata lain, sebuah interpretasi teks partikular atau kumpulan potensi tanda-tanda keberadaan yang dipandang sebagai sebuah teks. Hermeneutika adalah proses penguraian yang beranjak dari isi dan makna yang nampak ke arah makna terpendam dan tersembunyi. Objeknya sendiri berupa simbol atau bahkan mitos-mitos dari simbol dalam masyarakat dan sastra.</p>
<p>Selanjutnya, Ricoeur  memperluas definisi kata sebagai simbolnya dengan menambahkan ‘perhatian kepada teks’. Teks sebagai penghubung bahasa isyarat dan simbol-simbol dapat membatasi ruang lingkup  hermeneutik karena budaya oral (ucapan) dapat dipersempit. Apa yang kita ungkapkan atau yang kita tulis mempunyai makna lebih dari satu bila kita hubungkan dengan konteks yang berbeda atau disebut ‘polisemi’. Dengan bahasa kita memahami sesuatu atau juga dengan bahasa kita juga bisa salah paham atau salah mengerti sehingga, memungkinkan kita salah persepsi dan dengan hermeneutika semua problem filsafat bahasa diatas dapat dijawab.</p>
<p>Dalam hal ini penulis mengikuti definisi yang diajukan oleh Ricoeur tentang hermeneutika ialah “teori pengoperasian pemahaman dalam hubungannya dengan interpretasi terhadap teks” (Ricoeur,1985:43). Apa yang kita ucapkan dan kita tulis mempunyai makna lebih dari satu bila kita hubungkan dengan konteks yang berbeda, yang disebut istilah “polisemi” yaitu ciri khas yang menyebabkan kata-kata mempunyai makna lebih dari satu. Dan manusia merupakan bahasa (Ricoeur,1967:350).</p>
<p>Selanjutnya Ricoeur menguraikan tentang proses pencangkokan hermeneutika ke fenomenologis kedalam tiga tahapan, yang <em>pertama </em>adalah level semantik bahwa bahasa merupakan wahana utama bagi ekspresi ontology oleh sebab itu kajiannya tidak dapat terlepas dari struktur bahasa dan kebahasaan yang tercakup dalam simbolisme. <em>Kedua</em> adalah level refleksi yaitu mengangkat lebih tinggi lagi posisi hermeneutika pada level filosofis. Proses ini dapat dilakukan melalui proses ulang balik antara pemahaman teks dengan pemahaman diri dan berlangsung seperti <em>hermeneutika cycle</em> yang telah penulis jelaskan. Tahap terakhir adalah level eksistensial, dalam tahap ini akan tersingkap bahwa pemahaman dan makna, bagi manusia ternyata berakar dari dorongan-dorongan yang bersifat instingtif.</p>
<p><strong>Beberapa Kondisi Hermeneutik Penelitian bahasa  </strong></p>
<p>Pada bagian ini penulis akan membahas tentang perkembangan sebuah kerangka metodologis yang diambil dari tradisi hermeneutika. Thompson mengatakan bahwa tradisi ini berawal dari perdebatan tentang kesusastraan pada masa Yunani kuno. Sejak pemunculannya telah mengalami beberapa perubahan dua milenia yang lalu. Dalam perkembangan ini dikaitkan dengan karya para filsof hermeneutik abad sembilanbelas dan duapuluh- terutama Dilthey, Heidegger, Gadamer dan Ricoeur. Pada tempat pertama, para filsof itu mengingatkan kita bahwa studi tentang bentuk-bentuk simbol secara mendasar dan mutlak merupakan pemahaman dan interpretasi.</p>
<p>Bentuk-bentuk simbol adalah konstruksi makna yang diinterpretasikan, ia dapat berupa tindakan, ucapan, teks yang—<em>qua</em> konstruksi makna—dapat dipahami. Penekanan mendasar pada proses memahami dan interpretasi yang tetap memiliki nilai (lebih) hingga saat ini. Oleh karena itu  dalam ilmu-ilmu sosial dan dalam disiplin yang <em>concern</em> dengan analisa bentuk-bentuk simbol dan warisan positivisme sangat kuat yang pada akhirnya akan persoalan pemahaman dan interpretasi. Oleh karena itu tradisi hermeneutika mengingatkan kita bahwa dalam kasus penelitian social, konstelasi persoalannya secara signifikan berbeda dari konstelasi persoalan yang terdapat dalam ilmu alam, karena dalam sosial objek penelitian kita adalah domain pra-tafsir.</p>
<p>Menurut Thompson bahwa dunia sosial-historis tidak sekadar domain obyek yang dapat diamati; ia juga domain subyek yang, sebagiannya, dibangun oleh subyek-subyek yang dalam rutinitas kehidupan sehari-harinya secara konstan melakukan pemahaman terhadap dirinya dan orang lain serta menafsirkan tindakan, ucapan dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Seperti Heidegger, yang telah menunjukkan  pentingnya melihat proses pemahaman, bukan sebagai prosedur khusus yang digunakan oleh para analis dalam ruang social histories, tetapi sebagai karakteristik umat manusia memahami (understanding) bukan prosedur interpretasi  yang lebih khusus digunakan oleh para analis social yang mengambil apa adanya (<em>taken for granted</em>) dan dasar pemahaman sehari-hari yang belum tersusun (<em>pre-establised</em>).</p>
<p>Jadi ketika seorang interpreter bahasa berusaha menginterpretasikan sebentuk simbol, maka dia berusaha menginterpretasikan sebuah objek yang ia sendiri dapat menjadi sebuah interpretasi. Seorang interpreter menawarkan interpretasi atas interpretasi, dia melakukan re-interpretasi terhadap domain pra-tafsir. Maka, menurut Thompson  hermeneutika mengingatkan  kita bahwa subyek yang membangun domain subyek-obyek, seperti para analisis sosial sendiri, merupakan subyek yang mampu memahami, memikirkan dan bertindak pada dasar pemahaman dan pemikiran.</p>
<p>Terdapat hal lebih lanjut yang berkaitan dengan hermeneutika yang masih relevan hingga saat ini, Thompson mengatakan bahwa subyek yang membangun dunia sosialnya selalu berada dalam tradisi sejarah. Manusia adalah bagian dari sejarah, dan bukan hanya pengamat atau penonton sejarah. Gadamer salah satunya telah membantu menyoroti apa yang kita sebut  historisitas pengalaman manusia, yang artinya pengalaman yang baru selalu mengasimilasi  bayangan masa lalu, dengan kata lain bahwa dalam upaya memahami sesuatu yang baru kita selalu dan perlu membangun sesuatu yang sudah ada. Jadi dari beberapa penjelasan yang thompson bangun mengindikasikan bahwa hermenutika  dapat dibenarkan ketika menekankan kenyataan bahwa manusia selalu terlibat dalam tradisi sejarah, hal ini dapat membantu menciptakan ruang bagi sebuah pendekatan yang dilakukan secara hermenutika terhadap analisa ideologi.</p>
<p><strong>Kerangka Metodologis Hermeneutika-Mendalam</strong></p>
<p>Setelah penulis menguraikan beberapa kondisi hermeneutika penelitian sosial historis, lalu selanjutnya penulis akan menjelaskan kerangka metodologi dengan karakter yang lebih kongkrit bagi studi bentuk-bentuk simbol pada umumnya, dan bagi analisa ideologi pada khususnya. Seperti karya Ricoeur yang memiliki perhatian khusus yang secara eksplisit dan sistematis menunjukkan bahwa hermeneutika menawarkan baik refleksi filosofis akan kehidupan dan pemahaman, maupun refleksi metodologis tentang sifat dan tugas interpretasi dalam penelitian sosial dengan kunci dari arah refleksi yang Ricoeur sebut dengan ‘hermeneutika-mendalam (<em>dept hermenetics</em>).</p>
<p>Hermeneutika mendalam dapat memberikan kerangka metodologis bagi arah pelaksanaan analisa budaya dalam konteks pemahaman. Selain itu juga dapat digunakan oleh Thompson dalam analisa ideologi seperti yang Thompson definisikan, juga memperhatikan bentuk-bentuk simbol hubungannya dengan konteks sosial-historis; karena itu analisa ideologi secara metodologis dapat dianggap sebagai bentuk partikular dari hermeneutika-mendalam. Tapi, dengan memfokuskan perhatian kita pada interelasi antara makna dan kekuasaan. Pada cara-cara bagaimana bentuk-bentuk simbol digunakan untuk membangun dan mempertahankan relasi dominasi, maka analisa ideologi mengasumsikan sesuatu yang berbeda, yang memiliki karakter kritis. Ia memunculkan pertanyaan baru tentang penggunaan bentuk-bentuk simbol dan keterkaitan antara interpretasi, refleksi-diri dan kritik.</p>
<p>Penulis akan memulai pembicaraan hermeneutika-mendalam dengan sebuah pendahuluan tapi merupakan pengamatan yang fundamental: sepanjang obyek penelitian kita adalah wilayah pra-tafsir, maka, pendekatan hermeneutika-mendalam harus mengakui dan memahami cara bentuk-bentuk simbol itu diinterpretasikan oleh subyek yang terdiri dari domain subyek-obyek. Dengan kata lain, hermeneutika kehidupan sehari-hari merupakan titik permulaan primordial dan tidak dapat dihindari dalam pendekatan hermeneutika-mendalam.</p>
<p>Karena itu, pendekatan hermeneutika mendalam harus didasarkan pada upaya penjelasan bentuk-bentuk simbol itu diinterpretasikan dan dipahami oleh individu-individu yang memproduksi dan menerimanya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Tentu, rekonstruksi itu sendiri merupakan proses interpretasi; ia adalah interpretasi terhadap pemahaman sehari-hari, atau—Thompson menyebutnya dengan ‘<em>interpretasi doksa</em>’ (<em>interpretation of doxa</em>), yaitu interpretasi terhadap pandangan, keyakinan, dan pemahaman yang dipegang dan diakui bersama oleh individu yang menempati dunia sosial tertentu.</p>
<p>Hermeneutika-mendalam versi Thompson merupakan kerangka metodologi luas yang memuat tiga fase dasar atau prosedur.  Fase tersebut tidak akan dilihat sebagai tahapan khusus dari rentetan sebuah metode, tapi secara analistis sebagai dimensi yang berlainan dari sebuah proses yang kompleks. Dibawah ini penulis menggambarkan kesimpulan dari berbagai fase pendekatan hermeneutika-mendalam, dengan menempatkan pendekatan ini hubungannya dengan hermeneutika kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Fase pertama dari pendekatan hermeneutika-mendalam apa yang disebut dengan <em>analisa sosial-historis</em>. Bentuk-bentuk simbol tidak berada dalam suasana yang vakum: ia dibuat, lalu ditransmisikan dan diterima dalam kondisi sosial dan historis tertentu. Tujuan analisa sosial-historis adalah untuk mengkonstruksi kondisi sosial dan historis dari produksi, sirkulasi, dan resepsi bentuk-bentuk simbol.</p>
<p>Pada urutan pertama, <em>setting ruang-waktu</em> menempatkan bentuk-bentuk simbol diproduksi (diucapkan, diperankan, dituliskan) dan diterima (dilihat, didengarkan, dibaca) oleh individu yang berada dalam lokal tertentu. Bentuk-bentuk simbol secara tipikal juga berada dalam <em>bidang interaksi</em> tertentu. Dalam menyoroti tindakan dalam suatu bidang interaksi, individu menggunakan berbagai jenis dari jumlah sumber daya atau ‘kapital’ yang tersedia bagi mereka, demikian juga berbagai aturan, konvensi dan ‘skemata’ yang fleksibel. Skemata tersebut bukan aturan yang sudah sangat mapan, tapi sebagai garis pedoman yang implisit dan kasar (<em>unformulated</em>).</p>
<p>Tingkatan analisa sosial-historis ketiga adalah <em>institusi sosial</em>. Institusi sosial dapat dianggap sebagai kumpulan aturan dan sumber daya yang relatif mapan, dengan relasi sosial yang terbangun di dalamnya. Menganalisa institusi sosial berarti merekonstruksi kumpulan aturan, sumber daya dan relasi yang menjadi landasannya, mengikuti perkembangannya dalam guliran waktu dan mengamati praktik dan sikap individu yang betindak untuk dan dengan institusi tersebut.</p>
<p>Pada tingkatan selanjutnya Thompson menggunakan istilah <em>struktur sosial</em> untuk mengacu pada asimetri dan perbedaan tetap yang menjadi karakter institusi sosial dan bidang interaksi sosial. Menganalisa struktur sosial berarti memfokuskan pada aspek asimetri, perbedaan dan pembagian. Hal ini untuk menunjukkan bahwa asimetri itu bersifat sistematis dan relatif mapan, yaitu manifestasinya tidak sekadar menunjukkan perbedaan individual, tapi juga perbedaan kolektif dan berlangsung lama bergantung pada distribusi, atau akses kepada, sumber daya, kekuasaan, peluang, dan kesempatan hidup.</p>
<p>Pada tingkatan terakhir dari analisa sosial-historis yaitu <em>media teknik transmisi</em>, sebagai bahan dasar dilakukannya produksi dan transmisi bentuk-bentuk simbol. Media teknik memberkati bentuk-bentuk simbol dengan karakteristik tertentu: yaitu tingkat fiksasi, reproduksi, dan lingkup partisipasi tertentu di antara para subyek yang menggunakan media tersebut.</p>
<p>Menurut Thompson media teknik tidak mewujud dalam keterasingan. Ia selalu menempati konteks sosial-historis tertentu; selalu mensyaratkan jenis keterampilan, aturan dan sumber daya untuk menulis (<em>encode</em>) dan menguraikan (<em>decode</em>) kode pesan, atribusi yang tersebar secara tidak merata di antara individu; ia selalu disebarkan dengan menggunakan sarana kelembagaan yang banyak memperhatikan upaya pengaturan (<em>regulating</em>) produksi dan penyebaran bentuk-bentuk simbol.</p>
<p>Tugas pada fase pertama pendekatan hermeneutika-mendalam menurut Thompson adalah untuk merekonstruksi kondisi dan konteks sosial-historis produksi; sirkulasi dan resepsi bentuk-bentuk simbol, serta untuk mengamati aturan dan konvensi, relasi dan institusi sosial, juga distribusi kekuasaan, sumber daya dan peluang yang mendasari suatu konteks dalam membentuk bidang struktur sosial yang berbeda-beda.</p>
<p>Obyek dan ekspresi makna yang beredar dalam bidang sosial juga merupakan konstruksi simbol yang kompleks yang menunjukkan struktur artikulasinya. Karakteristik inilah yang memerlukan fase analisa yang kedua, fase yang oleh Thompson sebut analisa <em>formal atau diskursif</em>. Bentuk-bentuk simbol menurutnya adalah produk tindakan tertentu yang menggunakan aturan, sumber daya, dll., yang tersedia bagi produser; tapi bentuk-bentuk simbol juga dapat berupa sesuatu yang berbeda, karena ia merupakan konstruksi simbol yang kompleks yang dari situ sesuatu itu diekspresikan dan dikatakan.</p>
<p>Thompson ingin mengatakan bahwa bentuk-bentuk simbol adalah produk yang dikonstekstualisasikan dan merupakan sesuatu yang lebih; karena itu, berdasarkan ciri strukturalnya ia adalah produk yang mampu, dan menegaskan untuk, mengatakan sesuatu tentang sesuatu. Di antara bentuk yang paling terkenal dan paling praktis dari analisa formal atau diskursif apa yang disebut, secara luas dikatakan, <em>analisa semiotik</em>. Analisis semiotik umumnya mencakup abstraksi metodologis dari kondisi sosial-historis produksi dan resepsi bentuk-bentuk simbol. Ia memfokuskan pada bentuk-bentuk simbol itu sendiri dan berusaha menganalisa ciri struktur internalnya, elemen pembentuknya serta inter-relasinya, dan semuanya dihubungkan dengan sistem dan kode yang menjadi bagiannya.</p>
<p>Ciri-ciri struktur suatu bahasa juga dapat dianalisa secara formal. Dalam konteks tersebut, kita dapat membahas ‘analisa wacana, yaitu analisa terhadap ciri-ciri struktur dan relasi wacana. Thompson menggunakan istilah ‘wacana’ (<em>discourse</em>) secara umum untuk mengacu pada terjadinya <em>komunikasi secara aktual. </em>Dasar metodologi utama analisa percakapan adalah untuk mempelajari contoh-contoh interaksi bahasa dalam <em>setting</em> aktual terjadinya tindakan tersebut; dan untuk menyoroti beberapa ciri-ciri ‘struktur’ interaksi bahasa dengan cara memperhatikan secara cermat susunannya. Interaksi tersebut digunakan oleh para partisipan untuk melahirkan interaksi yang rapi. Artinya, keteraturan interaksi bahasa sendiri merupakan hasil dari proses yang sedang berlangsung yang di dalamnya partisipan memproduksi susunan (<em>produce order</em>) melalui rutinitas dan perulangan aturan dan alat percakapan.</p>
<p>Contoh-contoh wacana juga dapat dipelajari berdasarkan apa yang kita sebut <em>analisis sintaksis</em>. Karakteristik gramatikal penting lainnya dari wacana adalah sarana modalitas, yang dengan menggunakan saran modalitas itu seorang yang berbicara (<em>speaker</em>) dapat menunjukkan tingkat kepastian atau realitas yang dikaitkan dengan suatu pernyataan (misalnya kata-kata yang semuanya bermakna mungkin). Juga sistem penggunaan kata ganti (<em>pronouns</em>) yang menyiratkan perbedaan berdasarkan kekuasaan dan keakraban (terutama dalam bahasa yang memiliki dua bentuk kata ganti untuk orang kedua tunggal). Selain itu sarana yang dikaitkan dengan perbedaan gender, dimana gender gramatikal dari ungkapan bahasa dapat menjadi alat untuk membawa asumsi tentang seks (misalnya penggunaan ‘man’ (laki-laki) atau kata ganti maskulin secara umum).</p>
<p>Bentuk analisa terakhir yang Thompson pertimbangkan di sini adalah apa yang disebut<em> analisa argumentatif</em>. Bentuk-bentuk wacana, sebagai konstruksi bahasa supra-kalimat, memuat rangkaian pemikiran yang dapat direkonstruksi dengan cara yang berbeda-beda. Tujuan analisa ini adalah untuk merekonstruksi dan membuat jelas bentuk-bentuk kesimpulan yang menjadi karakter wacana. Metodenya bisa dimulai dengan mengaitkan cara kerja logika, atau kuasi logika tertentu (implikasi, kontradiksi, perkiraan, pengeluaran, dll.).</p>
<p>Fase terakhir yang merupakan fase ketiga dari pendekatan hermeneutika-mendalam adalah <em>interpretasi/re-interpretasi</em>. Metode ini diawali dengan <em>analisa</em>: metode tersebut merinci, membagi-bagi, mendekonstruksi, berupaya menyingkap bentuk dan alat yang membentuk, dan bekerja dengan, sebuah simbol atau bentuk wacana. Interpretasi membangun analisa tersebut serta hasil-hasil dari analisa sosial-historis.</p>
<p>Dalam mengembangkan sebuah interpretasi yang dimediasi melalui metode pendekatan hermeneutika-mendalam, berarti kita melakukan re-interpretasi terhadap domain pra-tafsir; ia sudah ditafsirkan oleh subyek yang membangun dunia sosial-historisnya. Kita mengangankan sebuah makna yang mungkin berbeda dari makna yang dipahami oleh subyek yang membangun dunia sosial-historisnya. Sebagai re-interpretasi terhadap domain pra-tafsir kata Thompson, maka proses interpretasi mengandung resiko, memuat konflik, dan terbuka untuk diperselisihkan. Adanya konflik interpretasi merupakan unsur instrinsik dalam setiap proses interpretasi.</p>
<p><strong>Interpretasi Ideologi sebuah Pendekatan Menuju Hermeneutika Kritis</strong></p>
<p><strong>            </strong>Mengelaborasi pendekatan interpretatif dan kritis terhadap studi ideologi merupakan kontribusi terhadap pengembangan ‘hermeneutika kritis’. Hermeneutika menisyaratkan satu hal kritis sebab kita memiliki budaya dan tradisi pada kondisi tertentu yang membatasi jarak kita pada masa lalu, jarak yang diekspresikan semuanya berada dalam distansi yang dialami teks. Kondisi distansi inilah yang mengarahkan hermeneutik pada kritik ideologi.</p>
<p>Lebih dari itu, dunia yang diproyeksikan melalui teks bergantung pada bagaimana teks itu ditafsirkan, sedangkan teks dapat ditafsirkan dengan cara yang bermacam-macam. Oleh karena wajar saja muncul pertanyaan di benak kita, dapatkah kita mengambil apa adanya standar-standar bukti—kriteria superioritas relatif yang secara mudah dapat diturunkan dari kemungkinan unsur subjektif?</p>
<p>Thompson bersikukuh bahwa dalam menginterpretasikan ideologi berarti masuk ke dalam proses metodologi yang kompleks dan berusaha menunjukkan bagaimana makna membenarkan relasi dominasi. Dapat dicatat bahwa sebuah interpretasi merupakan konstruksi makna dan formulasi dari apa yang dikatakan dalam wacana, memunculkan klaim kebenaran yang menuntut pengakuan.</p>
<p>Interpretasi melahirkan sebuah klaim yaitu untuk dapat diterima atau dibenarkan dengan segala cara. Karena itu kita dapat mengatakan bahwa klaim kebenaran akan dibenarkan jika interpretasi itu dapat dijustifikasi di bawah kondisi yang memasukkan penangguhan relasi kekuasan yang asimetris. Penangguhan ini akan berusaha mencari pembenaran suatu klaim.</p>
<p>Namun begitu, dalam menafsirkan ideologi, Thompson ingin menetapkan bahwa kriteria itu diatur dalam proses penolakan, yang disebut dengan <em>prinsip refleksi diri</em>.<em> </em>Karena itu, interpretasi yang dilahirkan dari hermeneutika-mendalam versi Thompson adalah tentang wilayah objek yang berisi subjek yang mampu melakukan refleksi; dan karena itu klaim kebenaran terus dipertahankan, dan interpretasinya harus dibenarkan melalui bukti apapun yang dibutuhkan untuk kondisi formal justifikasi—di mata subjek yang menjadi objek.</p>
<p><strong>Interpretasi Ideologi</strong></p>
<p>Untuk mencapai tujuan interpretasi ideology, kerangka metodologi hermeneutika-mendalam yang telah penulis jelaskan diatas, dapat juga  diterapkan. Interpretasi ideologi menerapkan fase yang berbeda yang terdapat dalam pendekatan hermeneutika-mendalam selain menganalisa kontekstualisasi sosial dan pembentukan makna bentuk-bentuk simbol; dan dengan memfokuskan pada aspek ideologis bentuk-bentuk simbol pendekatan tersebut memiliki sesuatu yang berbeda, yaitu perubahan kritis.</p>
<p>Interpretasi ideologi menerapkan masing-masing fase yang terdapat dalam pendekatan hermeneutika-mendalam, namun fase tersebut digunakan dengan cara tertentu, dengan maksud menyoroti kondisi makna yang diarahkan untuk membangun dan mempertahankan relasi dominasi. Seperti yang Thompson tegaskan, interpretasi ideologi merupakan interpretasi terhadap bentuk-bentuk simbol yang berusaha menjelaskan inter-relasi antara makna dan kekuasaan, yang berusaha menunjukkan bagaimana dalam kondisi tertentu makna yang dikerahkan oleh bentuk-bentuk simbol cenderung memlihara dan mempertahankan kepemilikan dan penerapan kekuasaan.</p>
<p>Pada tingkatan analisis sosial-historis, pengamatan terhadap ideologi dapat mengarahkan perhatian kita pada <em>relasi dominasi</em> yang menjadi karakter konteks produksi dan penerimaan bentuk-bentuk simbol. Seperti yang Thompson jelaskan sebelumnya, relasi dominasi merupakan bentuk khusus relasi kekuasaan; relasi kekuasaan yang secara sistematis bersifat asimetris dan relatif bertahan lama.</p>
<p>Jika <em>concern </em>ideologi akan mengarahkan analisa sosial-historis pada studi tentang relasi dominasi, maka pada analisa formal atau diskursif ia akan memfokuskan pada ciri struktur bentuk-bentuk simbol yang memfasilitasi mobilisasi makna. Thompson mengembangkan ciri struktur bentuk-bentuk simbol di satu sisi, dan interpretasi ideologi di sisi lain, dengan mengacu pada skema <em>modus operandi</em> umum ideologi (seperti yang telah penulis buat dalam bab II di tabel 1.1). Ia membedakan lima model umum cara kerja ideologi—legitimasi, <em>dissimulation</em> (penipuan), unifikasi, fragmentasi, dan <em>reification </em>(konkritisasi).</p>
<p>Lalu masih menurut Thompson sebuah interpretasi ideologi harus melampaui fase analisa formal atau diskursif dan melanjutkan pada apa yang ia sebut dengan interpretasi (atau re-interpretasi). Menginterpretasikan ideologi lanjut Thompson, berarti menjelaskan keterkaitan antara makna yang dimobilisir oleh bentuk-bentuk simbol dengan relasi dominasi yang di situ makna cenderung membangun dan mempertahankan relasi dominasi. Interpretasi ideologi merupakan proses sintesa kreatif. Kreatif dalam artian bahwa ia meliputi konstruksi makna yang aktif terhadap sesuatu yang dikatakan atau direpresentasikan. Dengan demikian dikatakan Thompson, interpretasi ideologi mengemban tugas ganda: penjelasan kreatif terhadap makna, dan penampakan sintesis bagaimana makna tersebut cenderung membangun dan mempertahankan relasi dominasi.</p>
<div>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref1">[1]</a> Mulyana, Deddy; <em>Metodologi Penelitian Kualitatif</em>, PT Remaja Rosda Karya, Bandung; 2001:145</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref2">[2]</a> Ibid, dedy mulyana, 2000:18</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="#_ftnref3">[3]</a> Palmer, E. Richard; <em>Hermeneutika Teori Baru Mengenai Interpretasi</em>, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2003, hal.38-49.</p>
<p><strong>Daftar pustaka :</strong></p>
<p>Bleicher, Josef, <em>Hermeneutika Kontemporer</em>, Pajar Pustaka, Yogyakarta, 2003.<br />
Moleong, J. Lexy; <em>Metode Penelitian Kualitatif</em>, Remaja Rosdakarya, Bandung, 2004.<br />
Mulyana, Deddy; <em>Metodologi Penelitian Kualitatif</em>, PT Remaja Rosda Karya, Bandung; 2001<br />
Palmer, E. Richard; <em>Hermeneutika Teori Baru Mengenai Interpretasi</em>, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2003.<br />
Ricoeur, Paul, <em>The Interpretation Theory, Filsafat Wacana Membedah Makna dalam Anatomi Bahasa</em>, IRCiSoD, Yogyakarta, 2002.<br />
Sumaryono E.,  <em>Hermeneutika Sebuah Metode Filsafat,</em> Kanisius, Yogyakarta, 1999.<br />
Thompson, Jhon B; <em>Analisis Ideologi Kritik Wacana Ideologi-ideologi Dunia</em>, IRCiSoD, Yogyakarta, 2003.<br />
Thompson, Jhon B, <em>Kritik Ideologi Global</em>, <em>Teori Sosial Kritis tentang Relasi Ideologi dan Komunikasi Massa</em>, IRCiSoD, Yogyakarta, 2004.<br />
Takwin, Bagus, <em>Akar-Akar Ideologi: Pengantar Kajian Konsep Ideologi dari Plato hingga Bourdieu</em>, Jalasutra, Yogyakarta, 2003.</p>
</div>
</div>
<br />Filed under: <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-penelitian/'>MANAJEMEN PENELITIAN</a>, <a href='http://elqorni.wordpress.com/category/manajemen-penelitian/metodologi-penelitian/'>Metodologi penelitian</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/elqorni.wordpress.com/3070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/elqorni.wordpress.com/3070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/elqorni.wordpress.com/3070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/elqorni.wordpress.com/3070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/elqorni.wordpress.com/3070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/elqorni.wordpress.com/3070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/elqorni.wordpress.com/3070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/elqorni.wordpress.com/3070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/elqorni.wordpress.com/3070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/elqorni.wordpress.com/3070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/elqorni.wordpress.com/3070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/elqorni.wordpress.com/3070/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/elqorni.wordpress.com/3070/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/elqorni.wordpress.com/3070/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=elqorni.wordpress.com&amp;blog=2086573&amp;post=3070&amp;subd=elqorni&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://elqorni.wordpress.com/2011/11/29/analisa-hermeneutika/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<georss:point>-6.247447 107.148452</georss:point>
		<geo:lat>-6.247447</geo:lat>
		<geo:long>107.148452</geo:long>
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/5a5af2b98900e04ab04d923296bfa84d?s=96&#38;d=&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ahmad Elqorni</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
