Posts from the ‘RESENSI BUKU’ Category

Penilaian Kinerja


bussines-people-vectorA. Pengertian Evaluasi/Penilaian kinerja
Evaluasi kinerja atau penilaian prestasi karyawan yang dikemukakan Leon C. Menggison (1981:310) dalam Mangkunegara (2000:69) adalah sebagai berikut: ”penilaian prestasi kerja (Performance Appraisal) adalah suatu proses yang digunakan pimpinan untuk menentukkan apakah seorang karyawan melakukan pekerjaannya sesuai dengan tugas dan tanggng jawabnya”.

Selanjutnya Andrew E. Sikula (1981:2005) yang dikutip oleh Mangkunegara (2000:69) mengemukakan bahwa ”penilaian pegawai merupakan evaluasi yang sistematis dari pekerjaan pegawai dan potensi yang dapat dikembangkan. Penilaian dalam proses penafsiran atau penentuan nilai, kualitas atau status dari beberapa obyek orang ataupun sesuatu (barang)”.
Selanjutnya Menurut Siswanto (2001:35) penilaian kinerja adalah: ” suatu kegiatan yang dilakukan oleh Manajemen/penyelia penilai untuk menilai kinerja tenaga kerja dengan cara membandingkan kinerja atas kinerja dengan uraian / deskripsi pekerjaan dalam suatu periode tertentu biasanya setiap akhir tahun.”

Anderson dan Clancy (1991) sendiri mendefinisikan pengukuran kinerja sebagai: “Feedback from the accountant to management that provides information about how well the actions represent the plans; it also identifies where managers may need to make corrections or adjustments in future planning andcontrolling activities”

Sedangkan Anthony, Banker, Kaplan, dan Young (1997) mendefinisikan pengukuran kinerja sebagai: “the activity of measuring the performance of an activity or the value chain”.
Dari kedua definisi terakhir Mangkunegara (2005:47) menyimpulkan bahwa pengukuran atau penilaian kinerja adalah tindakan pengukuran yang dilakukan terhadap berbagai aktivitas dalam rantai nilai yang ada pada peruisahaan. Hasil pengukuran tersebut digunakan sebagai umpan balik yang memberikan informasi tentang prestasi, pelaksanaan suatu rencana dan apa yang diperlukan perusahaan dalam penyesuaian-penyesuaian dan pengendalian.

Dari beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi kinerja adalah penilaian yang dilakukan secara sistematis untuk mengetahui hasil pekerjaan karyawan dan kinerja organisasi. Disamping itu, juga untuk menentukan kebutuhan pelatihan kerja secara tepat, memberikan tanggung jawab yang sesuai kepada karyawan sehingga dapat melaksanakan pekerjaan yang lebih baik di masa mendatang dan sebagai dasar untuk menentukan kebijakan dalam hal promosi jabatan atau penentuan imbalan.

B. Tujuan Penilaian/Evaluasi Kinerja
Tujuan evaluasi kinerja adalah untuk memperbaiki atau meningkatkan kinerja organisasi melalui peningkatan kinerja dari SDM organisasi. Secara lebih spesifik, tujuan dari evaluasi kinerja sebagaimana dikemukakan Sunyoto (1999:1) yang dikutip oleh Mangkunegara (2005:10) adalah:

  1. Meningkatkan Saling pengertian antara karyawan tentang persyaratan kinerja.
    Mencatat dan mengakui hasil kerja seorang karyawan, sehingga mereka termotivasi untuk berbuat yang lebih baik, atau sekurang-kurangnya berprestasi sama dengan prestasi yang terdahulu.
  2. Memberikan peluang kepada karyawan untuk mendiskusikan keinginan dan aspirasinya dan meningkatkan kepedulian terhadap karier atau pekerjaan yang di embannya sekarang.
  3. Mendefinisikan atau merumuskan kembali sasaran masa depan, sehingga karyawan termotivasi untuk berprestasi sesuai dengan potensinya.
  4. Memeriksa rencana pelaksanaan dan pengembangan yang sesuai dengan kebutuhan pelatihan, khusus rencana diklat, dan kemudian menyetujui rencana itu jika tidak ada hal-hal yang perlu diubah.

Kegiatan penilaian kinerja sendiri dimaksudkan untuk mengukur kinerja masing-masing tenaga kerja dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas kerja, sehingga dapat diambil tindakan yang efektif semisal pembinaan berkelanjutan maupun tindakan koreksi atau perbaikan atas pekerjaan yang dirasa kurang sesuai dengan deskripsi pekerjaan. Penilaian kinerja terhadap tenaga kerja biasanya dilakukan oleh pihak manajemen atau pegawai yang berwenang untuk memberikan penilaian terhadap tenaga kerja yang bersangkutan dan biasanya merupakan atasan langsung secara hierarkis atau juga bisa dari pihak lain yang diberikan wewenang atau ditunjuk langsung untuk memberikan penilaian. Hasil penilaian kinerja tersebut disampaikan kepada pihak manajemen tenaga kerja untuk mendapatkan kajian dalam rangka keperluan selanjutnya, baik yang berhubungan dengan pribadi tenaga kerja yang bersangkutan maupun yang berhubungan dengan perusahaan.

Dalam melakukan penilaian kinerja terhadap seorang tenaga kerja, pihak yang berwenang dalam memberikan penilaian seringkali menghadapi dua alternatif pilihan yang harus diambil: pertama, dengan cara memberikan penilaian kinerja berdasarkan deskripsi pekerjaan yang telah ditetapkan sebelumnya; kedua, dengan cara menilai kinerja berdasarkan harapan-harapan pribadinya mengenai pekerjaan tersebut. Kedua alternatif diatas seringkali membingungkan pihak yang berwenang dalam memberikan penilaian karena besarnya kesenjangan yang ada diantara kedua alternatif tersebut sehingga besar kemungkinan hanya satu pilihan alternatif yang bisa dipergunakan oleh pihak yang berwenang dalam melakukan penilaian

Penentuan pilihan yang sederhana adalah menilai kinerja yang dihasilkan tenaga kerja berdasarkan deskripsi pekerjaan yang telah ditetapkan pada saat melaksanakan kegiatan analisis pekerjaan. Meskipun kenyataannya, cara ini jarang diperoleh kepastian antara pekerjaan yang telah dilaksanakan oleh seorang tenaga kerja dengan deskripsi pekerjaan yang telah ditetapkan. Karena seringkali deskripsi pekerjaan yang etrtulis dalam perusahaan kurang mencerminkan karakteristik seluruh persoalan yang ada.

Kebiasaan yang sering dialami tenaga kerja adalah meskipun penilaian kinerja telah selesai dilakukan oleh pihak yang berwenang dalam melakukan penilaian, tenaga kerja yang bersangkutan tetap kurang mengetahui seberapa jauh mereka telah memenuhi apa yang mereka harapkan. Seluruh proses tersebut (penilaian kinerja) analisis dan perencanaan diliputi oleh kondisi yang tidak realistis semisal permaian, improvisasi, dan sebagainya. Jalan yang lebih berat bagi pihak yang berwenang dalam melakukan penilaian adalah menentukan hal-hal yang sebenarnya diharapkan tenaga kerja dalam pekerjaan saat itu.

Cara menghindarkan hal tersebut biasa dilakukan manajemen adalah dengan cara menanyakan pada masing-masing tenaga kerja untuk merumuskan pekerjaanya. Meskipun cara ini sebenarnya agak bertentangan dengan literatur ketenaga kerjaan yang ada. Dengan alasan para tenaga kerja cenderung merumuskan pekerjaan mereka dalam arti apa yang telah mereka kerjakan, bukannya apa yang diperlukan oleh perusahaan. Hal ini bukan berarti tenaga kerja tidak memiliki hak suara dalam merumuskan deskripsi pekerjaan mereka. Mereka juga membantu merumuskan pekerjaan secara konstruktif, karena kesalahan bukan karena tenaga kerja tidak diminta untuk membantu merumuskan pekerjaan, tetapi karena seluruh beban pekerjaan dilimpahkan diatas pundak mereka.

C. Tujuan dan Manfaat Penilaian Kinerja
Mani (2002) dalam penelitiannya menyatakan bahwa penilaian kinerja penting dalam rangka pengembangan karyawan yang berkinerja tinggi maupun rendah. Penilaian kinerja dapat menjadi sumber informasi bagi karyawan maupun organisasi dalam rangka mengembangkan kinerja. Ghorpade dan Chen (1995) menyatakan ada 3 alasan yang membuat fungsi penilaian kinerja begitu penting kedudukannya dalam organisasi.

Pertama, karena fungsi penilaian kinerja merupakan sesuatu yang inherent dan tak terelakkan dalam setiap jenis organisasi. Pada kondisi ini, (1) organisasi mengetahui prestasi para pekerjanya melalui penilaian kinerja yang dilakukannya, (2) Penilaian diperlukan untuk menghitung kontribusi masing-masing individu terhadap kemajuan organisasi, dan (3) Penilaian kinerja formal dapat melindungi organisasi dari tindakan-tindakan negatif para anggota organisasi.

Kedua, Fungsi penilaian kinerja merupakan kegiatan yang penuh dengan konsekuensi-konsekuensi, baik terhadap individu-individu dalam organisasi maupun bagi organisasi itu sendiri. Dari perspektif organisasi, kelemahan-kelemahan sistem dan kesalahan-kesalahan praktik penilaian kinerja akan berakibat terhadap ketidak-efektifan pelaksanaan fingsi-fungsi SDM yang lainnya, seperti fungsi kompensasi, fungsi pelatihan dan pengembangan dan sebagainya.

Ketiga, kegiatan penilaian kinerja merupakan suatu kegiatan yang menghadapkan penilai pada kondisi yang mengharuskannya untuk mendapatkan hasil penilaian yang bersih, akurat dan peringkat yang berdasarkan pada jasa individual. Pada titik ini, fungsi penilaian kinerja bersama-sama dengan variabel lainnya, menentukan tingkat pencapaian kinerja organisasi.
George dan Jones (2002) menyatakan manfaat penilaian kinerja adalah untuk penyesuaian kompensasi, keputusan penempatan dan pengembangan karir dan memberikan kesempatan kerja yang adil, sehingga karyawan dapat memperbaiki kinerjanya. Hal ini akan berdampak pada perbaikan perencanaan dan pengembangan organisasi untuk menghadapi tantangan masa depan.

Pentingnya penilaian unjuk kerja atau penilaian kinerja menurut Hariandja (2007) adalah:

  1. Penilaian unjuk kerja memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengambil tindakan-tindakan perbaikan untuk meningkatkan kinerja melalui feedback yang diberikan oleh organisasi
  2. Penyesuaian gaji, yaitu penilaian kinerja dapat dipakai sebagai informasi dalam menentukan kompensasi secara layak sehingga dapat memotivasi pegawai.
  3. Keputusan untuk penempatan, yaitu dapat dilakukannya penempatan sesuai dengan keahliannya.
  4. Pelatihan dan pengembangan, yaitu melalui penilaian akan diketahui kelamahan-kelemahan dari pegawai sehingga dapat ditentukan program pelatihan dan pengembangan yang lebih efektif.
  5. Perencanaan karier, yaitu organisasi dapat memberikan bantuan perencanaan karir bagi pegawai dan menyelaraskannya dengan kepentingan organisasi.
  6. Mengidentifikasi kelemahan-kelemahan dalam proses penempatan, yaitu unjuk kerja yang tidak baik menunjukkan adanya kelemahan dalam penempatan sehingga dapat dilakukan tindakan perbaikan.
  7. Mengidentifikasi adanya kekurangan dalam desain pekerjaan, yaitu kekurangan kinerja akan menunjukkan adanya kekurangan dalam perancangan pekerjaan.
  8. Meningkatkan adanya perlakuan yang sama terhadap semua pegawai, yaitu dengan dilakukannya penilaian yang obyektif.
  9. Membantu pegawai mengatasi masalah eksternal, yaitu dengan penilaian unjuk kerja, atasan akan mengetahui apa yang menyebebkan terjadinya unjuk kerja yang jelek, sehingga atasn dapat membantu mengatasinya.
  10. Umpan balik pada pelaksanaan fungsi manajemen sumber daya manusia, yaitu dengan diketahuinya unjuk kerja pegawai secara keseluruhan dapat menjadi informasi sejauh mana fungsi sumber daya manusia berjalan baik atau buruk.

Penilaian kinerja menurut Werther dan Davis (1996) mempunyai beberapa tujuan dan manfaat bagi organisasi dan pegawai yang dinilai, yaitu:

  1. Performance Improvement. Yaitu memungkinkan pegawai dan manajer untuk mengambil tindakan yang berhubungan dengan peningkatan kinerjaan
  2. Compensation adjustment. Membantu para pengambil keputusan untuk menentukan siapa saja yang berhak menerima kenaikan gaji atau sebaliknya.
  3. Placement decision. Menentukan promosi, transfer, dan demotion.
  4. Training and development needs mengevaluasi kebutuhan pelatihan dan pengembangan bagi pegawai agar kinerja mereka lebih optimal.
  5. Carrer planning and development. Memandu untuk menentukan jenis karir dan potensi karir yang dapat dicapai.
  6. Staffing process deficiencies. Mempengaruhi prosedur perekrutan pegawai.
  7. Informational inaccuracies and job-design errors. Membantu menjelaskan apa saja kesalahan yang telah terjadi dalam manajemen sumber daya manusia terutama di bidang informasi job-analysis, job-design, dan sistem informasi manajemen sumber daya manusia.
  8. Equal employment opportunity. Menunjukkan bahwa placement decision tidak diskriminatif
  9. External challenges. Kadang-kadang kinerja pegawai dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti keluarga, keuangan pribadi, kesehatan, dan lain-lainnya. Biasanya faktor ini tidak terlalu kelihatan, namun dengan melakukan penilaian kinerja, faktor-faktor eksternal ini akan kelihatan sehingga membantu departemen sumber daya manusia untuk memberikan bantuan bagi peningkatan kinerja pegawai.
  10. Feedback. Memberikan umpan balik bagi urusan kepegawaian maupun bagi pegawai itu sendiri.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dan manfaat penilaian kinerja adalah sebagai sumber informasi bagi penentuan kebijakan strategi SDM perusahaan di masa depan, sebagai suatu alat evaluasi kinerja serta sebagai alat untuk memetakan potensi dari pegawai perusahaan.

Tindakan yang Tepat dan Kepemimpinan Kewirausahaan.


Semakin sedikit kita melakukan sesuatu, semakin kita tidak menyukai untuk berupaya melakukannya, bahkan apabila apa yang kita harus lakukan tersebut itu hal yang menyenangkan. Saya tahu bahwa sekalipun saya menikmati menulis, setiap saat saya mengambil istirahat panjang, lebih sulit untuk memulainya kembali.

Lebih mudah untuk tetap sibuk dalam kebingungan yang bagaimanapun juga telah didedikasikan untuk menulis. Namun demikian, ketika terlibat secara penuh dalam suatu pro¬yek yang membutuhkan perhatian teratur, saya tidak suka mengalami gangguan apa pun walau itu menyenangkan atau penting. Prinsip bekerja dengan baik ketika dipraktikkan secara teratur dan sungguh-sungguh me¬ngalahkan kebiasaan buruk dan menggantinya dengan yang baik. Mem— praktikkan prinsip saya yang berguna tentang menulis sebagai suatu tujuan yang sesungguhnya, sebagai contoh, mengalahkan kebiasaan buruk berupa penundaan dengan kebiasaan baik yaitu menindaklanjuti pekerjaan hingga selesai.

Tujuan jangka panjang saya adalah untuk memiliki sebuah Harley-Davidson. Setelah mengalami suatu kecelakaan motor yang sangat serius sekitar tiga puluh tahun yang lalu, Anda dapat membayangkan bahwa tujuan ini tidak ada dalam daftar prioritas saya. Daripada melupakan semuanya, saya mengubahnya dengan berkehendak untuk memilikinya hanya apabila saya tinggal di suatu tempat yang hangat dan kering seperti di Cote d’Azur. Rasionalisasi semacam ini mungkin menghindarkan saya dan perasaan buruk karena tidak mencapai tujuan. Beberapa tahun kemudian, ketika saya mempertimbangkan untuk pindah ke Lembah Silikon Eropa Saya merefleksikan kembali tujuan lama saya. Rasionalisasinya kemudian, apakah saya harus mengalami menopause laki-laki! Mengendarai sebuah sepeda motor 1350cc adalah sesuatu yang gila dan pasti ada cara lain untuk mengekspresikan kemudaan saya. Tidak tahukah saya bahwa pada ‘kelompok umur’ saya, adalah suatu hal yang sangat benisiko untuk melakukan hal tersebut? Untungnya, keluarga saya membenikan dukungan karena mereka tahu saya tidak akan berbuat bodoh untuk sekadar naik motor dan pergi. Prinsip tanggung jawab berarti bahwa pertama-tama kita harus bertanggung jawab terhadap din kita sendini. Jika saya telah memilih untuk memenuhi suatu tujuan, saya haruslah mempelajari prinsip-prinsipnya dan berlatih, berlatih, berlatih.

Ketika Anda tahu apa yang Anda inginkan, Anda akan senantiasa ter-tank untuk memenuhinya. Sebelum pindah, saya menemukan di Internet bahwa terdapat sebuah Akademi khusus Harley Davidson tidak jauh dan tempat saya tinggal. Saya menghubungi mereka dan menjelaskan bahwa sudah lama sekali saya tidak pernah mengendarai motor. Layanan dan perhatian yang dibenikan sungguh sangat baik, dan pelatih saya, seorang mantan polisi pelatih sepeda motor dengan pengalaman selama 20 tahun, mengajar saya dengan penuh keyakinan. Latihan intensif perorangan ini dimulai dengan mempelajani semua prinsip. Kemudian, setelah mema¬hami apa saja yang terlibat, praktik prinsip-prinsip tersebut menyusul. Dimulai dengan sepeda motor kecil di area latihan saya telah mampu untuk menguasai pninsip-pninsip, dan meningkat ke peningkat Heritage Classic Springer, model 1350cc yang sebenarnya yang selama beberapa minggu telah menjadi screensaver saya untuk membantu visualisasi dan tujuan saya.

Pada akhir kursus instruktur saya mengingatkan untuk tidak pernah berhenti berlatih. Pada hari saya mengambil Harley saya, model yang sama dengan yang saya gunakan pada saat berlatih, saya sangat gugup. Semakin Anda menjadi tua, Anda menjadi lebih sadar akan ke¬rentanan Anda. Dan sungguh suatu hal yang tidak membantu bahwa di dekat perbatasan Italia di mana saya mengambil motor tersebut, setiap orang menganggap dirinya sebagai kembaran Michael Schumacher na¬mun tanpa pengetahuan akan pninsip-pninsip berkendara.

Dengan membawa keluar motor saya setiap hari untuk latihan, keper-cayaan diri saya mulai terbangun. Pada suatu titik yang membahayakan dijalanan, konsentrasi membuat saya bahkan seperti dapat mendengar di telinga saya suara instruktur membenikan saran, membenikan dukungan maupun memuji tindakan saya. Sening kali kita berkendara untuk beker¬ja atau pulang ke rumah, dan karena kita telah diserap oleh apa yang kita pikirkan, radio atau yang lebih umum pada masa sekarang, panggilan tele-pon, kita tiba di tempat tujuan hampir-hampir tanpa menyadari per¬jalanan kita. Ini hampir seolah-olah kita berkendara dengan sistem ken¬dali otomatis (auto-pilot). Mayoritas penyebab kecelakaan yang terjadi dapat dirunut kembali adalah kurangnya konsentrasi atau kewaspadaan, dan sering kali kita belajar lebih waspada karena suatu kecelakaan. Saya sepenuhnya merasa yakin bahwa jika saya telah cukup banyak melatih prinsip-prinsip yang saya telah pelajani kemudian, kecelakaan yang saya alami bertahun—tahun lalu tersebut akan dapat dihindari. Kapan pun sesuatu menjadi penting bagi kita, kita seharusnya lebih waspada, namun ini jarang terjadi. Terlalu sering kita terlalu bersikap buru-buru dan sibuk dalam bisnis, sehingga tidak memiliki waktu untuk melatih pninsip-pninsip yang kita tahu merupakan sesuatu yang masuk akal dan membawa keberhasilan. Berjanji suatu hari nanti kita akan meluangkan waktu tidaklah cukup. Dunia kewirausahaan dapat diumpa¬makan seperti mengendarai sesuatu yang kita tidak terbiasa di dalam suatu lingkungan yang tiba-tiba tampak lebih berbahaya danipada yang kita perkirakan pada awalnya. Kebiasaan kita adalah untuk menanik din kepada kenyamanan di dalam kepompong, sesuatu yang kita percayai lebih aman, di mana kita dapat bersantai sejenak tanpa perlu berkonsentrasi, dan mendapatkan sesuatu tanpa tenlalu memildrkan bagaimana kita melakukannya. Kebiasaan semacam ini harus digantikan dengan memahami pninsip-pninsip yang akan memastikan bahwa kita dapat mencapai tujuan kita dan berlatih dengan disiplin sampai kita bisa melakukannya.
ORANG-ORANG (People) yang Tepat

‘Orang-orang membuat perubahan’ telah menjadi slogan dan banyak konferensi organisasi yang saya hadiri, namun itu menjadi terlalu jelas, bukan? Tak ada yang lebih bertenaga daripada suatu ide yang telah tiba waktunya, namun tanpa diterapkan, ide tersebut menjadi tidak berharga.

Perulangan yang umum dan winausahawan yang berhasil adalah: ‘hanya jika saya dapat menemukan seseorang seperti saya.’ Pemimpin konponasi mengalami kepedihan yang mendalam untuk menemukan orang yang tepat untuk menggantikan dirinya. Politisi gemar melingkupi diri mereka dengan onang-orang yang tepat. Mereka semua ingin menggandakan dirinya karena menemukan orang yang tepat mu sungguh mendekati mus¬tahil. Namun demikian ini bisa dilakukan, namun kegiatan menemukan mereka, kemudian mengembangkan mereka, kemudian mempertahankan meneka karena mereka ingin untuk dipertahankan, membutuhkan me¬tode yang pnaktis namun tidak konvensional.

Hakikat dan petualangannya menuntut Sir Ernest Shacldeton meneknut hanya orang-orang yang tepat. Fakta bahwa dia dan 27 orang-orangnya bertahan hidup terdampar 1.200 mil dan peradaban di daerah buangan yang membeku di Antantika selama dua tahun, 1914 sampai dengan 1916, dan meneka mengadakan perjalanan sejauh 800 mil untuk menye¬lamatkan diri dan keretakan es dengan peralatan yang tidak lebih canggih dan perahu dayung. Mereka tiba dengan kondisi kesehatan dan kejiwaan yang baik, mengkonfirmasikan bahwa metode rekrutmen yang dilakukan¬nya sungguh benhasil. Kriterianya menempatkan karakter tersebut untuk mengawalinya, bukan sekadar tertarik dengan status menjadi petu-alang. Mereka harus saling cocok satu dengan yang lain dan loyal; mereka harus bersikap optimistik dan memiliki selera humor, dan mereka harus¬lah seorang pekerja keras dan benar-benar menginginkan pekerjaan ter¬sebut. Karakter dan watak tidaklah ditemukan dalam resume karier atau di dalam formulir aplikasi yang padat. Pertanyaan mengenai kompetensi dan pengalaman tidak akan dapat memastikan apakah seseorang berbagi visi Anda. Memeriksa referensi tidak akan memastikan loyalitas, kesesuaian dan optimisme. Wawancara tradisional tidak akan memberikan penuntun sebagaimana keinginan kuat untuk posisi tersebut atau seberapa keras Se-seorang akan bekerja. Ilmu pengetahuan satu-satunya dalam memilih orang adalah kimia. Ini benar untuk setiap hubungan, namun khususnya pada kewirausahaan, karena setiap orang memiliki kemauan untuk bekerja, mengambil risiko, membentuk, mengimplementasikan, mendo¬rong, dan menindaklanjuti bersama. Anda harus menyukai orang-orang yang akan bekerja bersama Anda. Semakin Anda mengenal seseorang, semakin mungkin mereka menjadi lebih balk.. Namun realitasnya sung¬guh berbeda. Pemimpmn wirausaha seharusnya hanya merekrut orang-¬orang yang memiliki chemistry yang cocok dengan mereka.

Karena bersikap obyektif akan berakibat pada menemukan orang yang salah, Anda harus bersikap subjektif. Kita akan selalu peka secara intuitif terhadap orang lain; sepenti halnya terhadap sifat dan kemampuan mere¬ka, namun kepekaan semacam ini sering kali tidak terdeteksi dalam pro¬ses seleksi yang formal. Dalam melakukan rekrutmen krunya, Shackleton mula-mula memastikan bahwa dia menemukan orang yang tepat untuk membantunya merekrut.

Dengan mengambil waktu untuk menjelaskan secana tepat kualitas semacam apa yang dibutuhkan, letnannya kemudian akan dapat mengidentifikasi dan memilih dan natusan aplikasi mereka yang dia tahu Shacldeton berkenan untuk mewawancara. Oleh karena itu, Shackleton tabu bahwa kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkannya telah ada. Ini adalah suatu hal yang baik karena pertanyaan yang akan di-ajukannya tidaklah terkait dengan hal-hal semacam itu. Dia akan mencani tanda-tanda antusiasme dan kemampuannya sebagai anggota tim. ‘Dapat-kah Anda bernyanyi?’ dia akan bertanya, ‘Menjaga semangat tetap tinggi merupakan suatu faktor yang sangat penting dalam bertahan hidup.’

Orang akan menjadi lebih baik dengan mengenal mereka lebih
baik, namun ini jarang terjadi. Pemimpin wirausaha haruslah hanya
merekrut orang-orang yang memiliki chemistry
yang cocok dengan mereka

Secara penting, Shackleton melihat hasrat sebenarnya dan para calon yang direkrutnya. Sebagai contoh, setelah mengirimkan tiga telegram untuk ketiga calon terpilih untuk wawancara akbar di keesokan harinya, ia menerima satu balasan meminta hari lain yang lebih cocok, dan satu lagi mengajukan jaminan untuk pekerjaan mu sebelum melakukan perjalanan yang panjang. Tidak ada jawaban dan yang ketiga, ia beranjak meninggal-kan kantornya saat sebuah pesan berantakan datang menanggapi tele-gramnya. Walaupun ia sedang dalam perjalanan sejauh 250 mil, telegram itu disampaikan ke tempatnya menginap. Ia segera benangkat ke London naik kereta apa pun yang ia dapat. Shacldeton langsung mempekerjakan-nya saat itu juga karena komitmennya yang jelas.

Mengidentifikasi dan Membina

Akan cukup membantu untuk menerima bahwa dalam mengidentifikasi orang yang tepat terdapat tiga kategori yang dapat digunakan untuk me-ngelompokkan mereka. Apakah mereka orang yang bekerja melawan Anda, untuk Anda, atau dengan Anda. Demi kejelasan, jika orang bekerja melawan Anda, maka kemudian mereka sebaiknya tidak bekerja untuk Anda. Hanya ada satu pilihan yaitu menyingkirkan mereka. Sering terjadi klien tidak menyingkirkan koleganya dalam tindak nasionalisasi sebelum benar-benar terpaksa, yaitu setelah masalahnya menjadi terlalu besan dan organisasinya demikian menderita. Tanpa melihat situasinya, Anda akan tahu ketika orang lain bekerja tidak sesuai dengan keinginan Anda dan saya tidak bicara tentang politik atau pengumpulan nilai. Ketika perubahan diusulkan, contohnya, muncul karena dalam agenda tensem¬bunyi tendapat penbedaan antara kritik membangun dan taktik gerilya. Orang-orang jenis ‘bekerja melawan’ harus pergi.

Orang-orang jenis ‘bekerja untuk’ menerima apa yang harus mereka lakukan namun tidak akan memberikan tanda pada Anda bila terjadi kesulitan, apalagi jika mereka merasa tidak senang. Meneka akan mem-biarkan semua orang lain tahu dan selalu menyediakan telinga bagi mere¬ka yang juga tidak senang. Mereka memiliki suatu bentuk kesetiaan walau sering kali mereka sendiri tidak yakin untuk apa atau untuk siapa, yang jelas mereka masih memiliki peran fungsional dalam suatu organisasi. Me¬neka hampir tidak pernah mengatakan apa pun tentang masalah-masalah yang ada kanena mereka tidak suka terlibat, mereka hanya mau melakukan apa yang harus mereka kerjakan. Orang-orang jenis ‘bekerja dengan’ melakukan apa yang harus mereka kerjakan karena mereka ingin, dan karena mereka memahami mengapa hal itu penting.

Dengan memahami misi organisasi mereka merasa berke¬wajiban membantu pencapaian misi tersebut. Orang-orang yang bekerja dalam sebuah kepemimpinan kewirausahaan (entrepreneurial) harus dan jenis ‘bekenja dengan’. Mereka akan benbagi berbagai pemikiran dan ide kemudian menanganinya dengan efektif. Memperlakukan para ‘pekerja untuk’ seperti ‘pekenja dengan’ dapat membingungkan mereka. Sebalik¬nya, Anda seolah-olah menyerang para ‘pekerja dengan’ jika memperlakukan mereka seperti ‘pekerja untuk’. Keduanya sama-sama berharga, namun Anda perlu mengidentifikasi dan membina para ‘pekerja dengan’ karena mereka akan membangun atribut kewirausahaan di bawah kepemimpinan Anda. Sepuluh karakter besar untuk mengidentifikasi dalam pembinaan orang yang tepat ada dalam daftar berikut:

  1. Hubungan Anda merasa senang bekerja dengan orang tersebut.
  2. Optimisme mereka meningkatkan semangat bisnis Anda.
  3. Dedikasi : mereka membantu sepenuhnya pencapaian misi Anda.
  4. Antusiasme : ini akan tumbuh menjadi keinginan kuat pada apa yang mere-
    ka kerjakan.
  5. Kecocokan : ini akan menjamin keharmonisan dan kekuatan kelompok.
  6. Karakter : tak kenal takut dalam bekerja apapun tuntutannya.
  7. Kesetiaan : tetap bekerja sama Anda dalam susah dan senang.
  8. Humor : kemampuan menjaga setiap hal dalam perspektif.
  9. Rajin : kelimpahan energi fisik dan mental.
  10. Hasrat : tenaga mereka bersumber dari komitmen yang mereka miliki.

Saat mengidentifikasi orang yang tepat, penting untuk mengembang-kan model mental yang jelas dan calon yang berhasil. Ketahui dengan tepat jenis orang macam apakah yang Anda cari. Terlalu banyak orang yang mengandalkan mitos hubungan bahwa Anda akan mengetahui orang yang tepat saat Anda bertemu mereka. Nyatanya, Anda harus mengenali mereka karena Anda tahu apa yang Anda cari. Terlalu sering Anda menanyakan pada orang lain apa yang mereka inginkan dan suatu hubungan dan segera mereka mengungkapkan apa yang tidak mereka inginkan. Serupa dengan hal itu, Anda tanyakan pada orang lain apa yang mereka cari dalam suatu pekerjaan dan mereka bersikeras pada apa yang tidak mereka inginkan. Apa gunanya? Jadilah sungguh yakin pada jenis orang seperti apa yang Anda cari dan kemudian segera pastikan bahwa mereka adalah orang-orang yang tepat.

Ingat, jangan pernah mengandalkan resume  karier namun ajukan pertanyaan-pertanyaan yang lebih pribadi untuk membantu mengenal orangmu lebih baik. Pertanyaan-pertanyaan semacam itu akan membantu Anda untuk lebih mengandalkan intuisi lebih dari logika Anda. Ingat untuk menjadi lebih subjektif, bukannya objektif dalam menentukan pilihan Anda. Tujuan akhirnya, Anda ingin bekerja dengan orang yang tepat. Siapa pun dapat mengembangkan keterampilan dan pengalaman yang tepat bila mendapat dukungan yang tepat, namun mereka harus memiliki sifat awal yang tepat.

Ada satu titik akhir yang saya yakin pasti membawa saya untuk bekerja dengan orang yang tepat. Keharmonisan, seperti rumusan Carl Jung, atau terjadinya kebetulan yang penuh makna. Atas dasar bahwa kita tentang pada apa yang secara dominan telah kita miliki di pikiran kita, maka kita harus memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang kita inginkan dan apa yang kita can, kemudian orang-orang yang tepat akan datang dalam hidup kita di saat yang tepat. Tidak penting untuk memahami secara intelektual bagaimana kebetulan-kebetulan semacam itu terjadi, namun mengharapkan hal itu secara emosional cukup berguna. Kita semua memiliki pengalaman bertemu orang yang tepat pada waktu yang tepat namun kebanyakan dan kita melewatkan kesempatan itu. Fakta bahwa hal itu berhasil, bukan berarti kita harus memahaminya. Kita semua menggunakan listrik walau hanya sedikit yang memahami listrik. Kita hanya menerima saja, yang penting adalah perannya dalam hidup kita.
PERAN (Role) yang Tepat

Sering kali saya diminta membantu memperjelas peran orang. Saya selalu terkejut betapa orang tidak mengetahui dengan jelas fungsi posisi dan tanggung jawabnya, baik pada saat mereka memulai peran mereka mau¬pun saat mereka akan melaksanakan tugasnya. Lebih lanjut, sering kali berhentinya dan suatu posisi disebabkan peran yang tidak dijalankan sesuai dengan yang diharapkan. Jelas, penting bagi setiap orang untuk memahami apa yang harus mereka lakukan dan apa yang diharapkan dan mereka. Aneh bahwa seorang eksekutif berpendidikan yang diharapkan memiliki rasa tanggung jawab pribadi tidak memiliki kejelasan peran dan tidak juga mampu menjelaskan apa yang ia harapkan dari orang-orang lain. Yang sangat penting adalah mendapat orang yang tepat pada peran yang tepat dengan pemahaman yang tepat di saat awal, namun ini merupakan jalan dua jalur.

Jika para eksekutif, misalnya, mulai dalam posisi baru dan tidak jelas pada fungsinya kemudian mereka harus meminta klarifikasi yang jelas. Klarifikasi macam ini harus disediakan sejak awal mula. Jika tidak segera muncul, eksekutif yang baru masuk harus menerima bahwa klarifikasi itu mungkin tidak akan pernah ada, sehingga ia perlu menyiapkan rincian gambaran tugasnya sendiri dan memastikan bahwa semua orang yang berkepentingan mengerti rincian tersebut. Menjalankan peran atas dasar ‘kita lihat bagaimana nanti’ bukanlah awal yang baik. Inilah rute janji yang keliru, harapan yang salah arah atau kesalahpahaman. Mengembangkan dokumen terinci mengenai tugas tidak berarti menggantikan fleksibilitas dengan sistem yang kaku. Keberatan macam itu hanyalah alasan untuk tidak adanya perencanaan, karena rangkuman mendetail harus mencakup sasaran-sasaran primer, sekunder dan tambahan. Shackleton menjelaskan, sebagai tambahan pada peran spesifik orang¬orangnya dalam ekspedisi, terdapat harapan untuk membantu pada pekerjaan umum dan apa pun yang dituntut dalam keadaan mendesak. Disebutkan, bahkan dengan segala ketidakpastian yang terbentang di depan, ia tetap menyediakan brief tertulis yang menetapkan tugas mereka dan apa yang diharapkan dan masing-masing krunya. Ia tahu bahwa banyak hubungan kerja gagal karena kesalahpahaman dan kurangnya komunikasi. Sebenarnya, rasa tidak aman dalam kerja berhubungan de¬ngan kurangnya klarifikasi peran.

Setiap orang terhubung dengan sebuah organisasi baik meningkatkan atau mengurangi keuntungan. Beberapa orang mungkin tidak tampak berpengaruh pada keuntungan, namun tidak memiliki pengaruh diterjemahkan sebagai kerugian karena bisnis berarti menciptakan laba, bukannya sekadar bertahan hidup. Setiap orang harus mengetahui apa yang diharapkan dan mereka. Jika Anda sedang berusaha merekrut, mengembangkan dan mempertahankan orang yang tepat maka Anda harus memperlakukan mereka secara tepat dan mengawali sebagaimana Anda mau mereka melanjutkan. Kebanyakan keluarga memahami peran mereka karena komunikasi yang tinggi. mi, tentu saja, relatif mudah mempertahankan lingkungan seperti keluarga bila perusahaannya kecil. Dengan bertambahnya jumlah pegawai, bagaimana pun, dalam organisasi cenderung terbentuk birokrasi dan hubungan antar manusia menjadi Iebih formal. Para ahli sosial menggambarkan perubahan semacam mi sebagai per-pindahan dan grup primer ke sebuah grup sekunder di mana alasan dan bukannya emosi yang menguasai tingkah laku manusia. Tetap mungkin, bagaimana pun, untuk menciptakan grup sekunder yang terdiri dan banyak sub grup primer dan mempertahankan ikatan komunikasi dalam kesatuan fungsional. Kuncinya adalah hubungan antarpribadi berdasarkan peran tertentu yang ditampilkan orang dengan kepercayaan dan penghargaan yang saling menguntungkan.

Kepemimpinan kewirausahaan (entrepreneurial) Sam Raynor telah mengubah suatu usaha keluarga, Lakeland, menjadi salah satu organisasi home shopping besar di inggris. Bekerja dengan dua saudara laki-lakinya, Martin dan Julian, Sam membawa perusahaannya melampaui $100 juta pertamanya dan membuka 24 toko yang menguasai pasar sebagai tambahan inti usahanya, yaitu order melalui pos, dengan menerapkan hubungan antarpri¬badi berdasarkan kepercayaan dan penghargaan saling menguntungkan dan memastikan bahwa setiap anggota memiliki peran yang terinci. Sebagai penghargaan kemenangan atas pelayanan pelanggan, sukses mereka berdasar pada in-house training yang berkelanjutan untuk menjamin klarifikasi apa yang diharapkan. Walaupun pertumbuhan mereka dan supplier lokal tas plastik menjadi bisnis nasional dengan ratusan produk kualitas tinggi yang ekslusif, keakraban antar mereka merefleksikan atmosfir kekeluargaan yang hangat.

Pemimpin wirausaha besar itu,  Konosuke Matsushita,  menerapkan filosofi yang sama pada organisasi raksasanya yang terkenal untuk mendapat lebih banyak lagi pelanggan. Dia percaya bahwa pemahaman atas tang-gung jawab fungsional dan saling percaya sangat vital untuk menjaga keharmonisan dan mempertahankan orangnya. Tentu saja, harus terdapat insentif dan penghargaan namun tanpa kepercayaan dan pemahaman, kedua elemen itu tidak berharga. Untuk mempertahankan subgrup primer ia mengembangkan unit-unit usaha dengan orang yang, walaupun setiap unit diperlakukan sebagai perusahaan yang terpisah, mereka saling mengenal satu dengan yang lain. Melalui transfer secara berkala dan unit ke unit, komunikasi yang akrab ditumbuhkan bersama dengan solidaritas menyeluruh dalam organisasi.

Sebagai seorang pemimpin wirausaha, Anda harus memperlakukan orang-orang Anda sebagaimana mereka layak diperlakukan. Jika Anda merasa tidak yakin pada peran mereka, minta mereka menentukan harapan dan target mereka sendiri. Jika merupakan sesuatu yang tidak tentu untuk tujuan target yang jenius, maka tentukan demikian. Contohnya Bernard Arnault dan LVMH (Moet Hennessy Louis Vuitton), supplier barang-barang mewah yang berhasil yang telah mendesentralisasikan organisa¬sinya sehingga setiap merek menjalankan usahanya sendiri di bawah pim¬pinan seorang direktur artistik masing-masing. Peran John Galliano, yang mengepalai Dior, adalah menjadi dirinya send in sepanjang waktu. Peran lain yang tertentu akan membatasi talenta kreatifnya. Baginya, peran ini mengingatkan dirinya untuk tetap menampilkan fungsi yang membuat organisasinya berhasil.  orang yang tepat pada peran yang tepat, hingga dapat dipastikan bahwa sikapnya terhadap bagaimana ia menampilkan perannya akan tetap tepat. Selalu mantapkan peran Anda, pahami apa yang diharapkan dan Anda namun jangan batasi diri sendiri dengan harapan-harapan Anda.
SIKAP (Attitude) yang Tepat

Pendekatan yang telah teruji lama dalam menemukan orang yang tepat pada peran yang tepat adalah untuk lebih menghargai sikap sebelum kecakapan. Selalu mungkin untuk melatih orang dengan kecakapan yang diperlukan namun merupakan tugas berat untuk menanamkan sikap yang tepat. Seseorang dengan sikap yang tepat menyenangkan untuk diajari dan seberapa banyak yang mereka ketahui tentang organisasi tidaklah penting.

Sebaliknya, andaikan seseorang mengetahui bisnis Anda lebih baik dari din Anda sendiri, memahami industri secara luar biasa baiknya dan datang pada Anda dengan resume yang menandakan bahwa mereka mampu melakukan secara tepat apa yang Anda inginkan, namun mereka sangatahui dalam melihat kenegatifan, tidak dapat bergaul baik dengan siapa pun, dan lekas mengeluhkan segala hal.

Dengan mengabaikan nilai-nilai lebihnya, mereka akan dengan sangat cepat memberikan pengaruh buruk pada rekan-rekan kerja Anda, pelanggan, calon pelanggan dari keseluruhan jaringan kerja, sama seperti sebuah apel busuk yang kemu-dian menulari keseluruhan tumpukan apel. Diperlukan satu saja orang dengan sikap buruk untuk menghentikan kesenangan kerja dan pertumbuhan yang sukses. Ingat, definisi dari kepemimpinan kewirausahaan mencakup penanaman kepercayaan diri untuk berpikir, bertingkah laku dan bertindak dengan keberanian mengambil risiko dalam rangka merealisasikan sepenuhnya tujuan yang digariskan oleh organisasi untuk pertumbuhan yang menguntungkan bagi semua penanam modal yang terlibat. Tugas yang sedemikian berharga dan pen¬ting seharusnya tidak dikacaukan oleh sikap yang salah. Bagaimana pun, sikap dapat ditingkatkan secara dramatis dengan mengikuti pengembang¬an diri dan evaluasi pribadi dan jika intuisi Anda merasa bahwa seseorang dengan sikap buruk itu pantas dihadapi, maka Anda harus lakukan de¬mikian karena cara terbaik untuk belajar adalah dengan mengajar. Namun hati-hatilah karena satu kesalahan terbesar manajer adalah mempeker¬jakan orang yang kurang memiliki sikap positif.

Memiliki sikap yang tepat memastikan bahwa peran terpenting pemim-pin wirausaha, yaitu mengembangkan kemampuan melihat tantangan sebagai kesempatan dan kemunduran sebagai ketidaknyamanan sementara, dikembangkan sepenuhnya. Pemimpin wirausaha Herbert Kelleher membangun Southwest Airlines dan kegiatan pengisi waktu menjadi bisnis penerbangan paling sukses yang pernah ada, dengan modal lebih besar dan penggabungan modal American, United dan Continental. Secara konsisten disebut sebagai tempat kerja terbaik di Arnerika Serikat, organisasl ini menikmati tingkat tertinggi dalam mempertahankan pegawai.

Namun hal yang paling mengherankan pada Southwest adalah sejak 1973, saat perta¬ma menghasilkan laba, perusahaan belum pernah kehilangan satu sen pun. Dalam sebuah industri yang bertubi-tubi terkena dampak biaya perang, resesi, krisis minyak, dan berbagai bencana lain, mi adalah prestasi yang luar biasa. Tak ada perusahaan penerbangan lain yang mampu menya¬mainya. Kelleher meyakinkan bahwa sukses mereka adalah hasil menem¬patkan orang yang tepat pada peran yang tepat dengan sikap yang tepat. ‘Siapa pun yang melihat hal-hal hanya dengan satu faktor saja yang dapat dengan mudah menentukan hasilnya’, ujar Kelleher ‘kehilangan inti dan bisnis, yaitu memiliki orang yang tepat dengan sikap yang tepat.

Sikap Kelleher sebagai chairman dan Jim Parker sebagai CEO yang berkembang menjadi penggandaan besar-besaran terhadap cash reserve da¬lam rangka tetap memampukan din menghadapi kemerosotan dan tidak terpaksa mengurangi tenaga kerja. Keduanya setuju bahwa mereka telah menemukan orang-orang dengan sikap yang tepat maka mereka tidak ingin kehilangan orang-orang mi. Filosofi semacam mi terbayar saat industri penerbangan hancur menyusul serangan teroris di Menara World Trade Center, New York. Sejarah akan mencatat han menyedihkan itu sebagai satu perubahan monumental di abad ke-21. Pada saat kebrutalan itu terjadi, Southwest memiliki $1 miliar dalam cash reserve. Pagi berikutnya mereka mengamankan lebih lanjut $475 juta kredit dengan bank dan telah memanggil Boeing Co. untuk menunda pe¬nambahan 11 pesawat 737, senilai sekitar $30 juta sebuah, termasuk salah satunya yang dijadwalkan akan dikirim 11 September. Saat perusahaan lain mengumumkan 100.000 pemutusan hubungan kerja, Southwest menghindari pemecatan dan menyiapkan $180 juta untuk program pen¬siun karyawan yang dijadwalkan 14 September. Walaupun sikap terbaik ditantang sepanjang masa krisis, jelas bahwa sikap yang tepat akan main-Pu mengatasinya.
KOMUNIKASI (Communication) yang Tepat

Telah saya jelaskan sebelumya bahwa seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi. Apa pun sikap mereka, akan terkomunikasikan sebanyak apa yang tidak mereka katakan, dengan apa yang mereka katakan, karena komunikasi lebih dan sekadar kata-kata. Diikuti fakta bahwa memiliki sikap yang tepat memastikan komunikasi yang tepat. Kepemimpinan wirausaha tidak dapat berfungsi tanpa garis komunikasi yang terbuka baik dan jelas. Di kebanyakan organisasi, bagaimana pun, survei secara bervariasi menunjukkan dengan jelas adanya komunikasi yang buruk, tertutup dan penuh rahasia. Salah satu penghalang fundamental untuk pertumbuhan yang sukses adalah mayoritas orang tidak memahami dan karenanya tidak menjalankan, komunikasi.

Beberapa tahun lalu saya terlibat dalam sebuah tim yang mengembangkan Talk Works. Klien saya, yang sekarang teman saya, BT Executive Adrian Hosford, membantu terbentuknya slogan ‘senang untuk berbicara’ yang kemudian menjadi sangat terkenal di Jnggris. La mengunjungi saya dengan pandangan untuk mengembangkan misi yang berharga walau penuh tantangan, untuk meningkatkan budaya berbicara di Inggris. Mungkin merupakan warisan Irlandianya yang memungkinkan Ia menja¬di komunikator yang fasih, namun Adrian mendahului waktunya saat harus mempraktikkan kepemimpinan wirausaha dalam sebuah organisasi semapan British Telecom. Lnvestasi BT, dengan Adrian dan timnya, memungkinkan terlaksananya program riset dan pengembangan yang me-runtuhkan penghalang dan secara dramatis meningkatkan praktik komu-nikasi. Talk Works disebarluaskan pada jutaan pelanggan dan membuatnya sebagai buku yang paling banyak dibaca dan jenisnya yang pernah diter-bitkan di Inggris. Ltu merupakan buku interaksi yang unik karena mendedikasikan sejumlah jalur ‘freefone’ bagi pelanggan untuk benar-benar mendengarkan baik komunikasi yang baik maupun yang buruk. Keberhasilannya jelas karena penerapan ilustrasi praktis prinsip-prinsip seder-hana, karena Adrian memahami bahwa berkomunikasi pada pendengar seluas para pelanggannya sama saja dengan berkomunikasi dengan rekan kerja maupun teman dekatnya. Ia membuat mereka merasa berharga.

Kebanyakan organisasi di Barat menggunakan gaya komunikasi yang berakar pada tradisi debat dan argumentasi. Dalam tradisi semacam itu keterampilan advokasi dipertimbangkan sebagai yang terpenting. Namun seperangkat keterampilan lain sering diminta karena debat dan advokasi semacam itu dapat menghambat aliran ide-ide. Tuntutannya adalah keterampilan menginvestigasi yang mendukung hasil yang terbaik untuk semua yang terlibat dan didasarkan bahwa setiap orang adalah sumber ide yang berharga. Adrian akan menciptakan sebuah proposal, ketimbang suatu bentuk advokasi, dengan menggunakan visi dan nilai untuk meng¬arahkan bimbingan dan karenanya ide dapat terus mengalir.

Pusat rahasia untuk mempratekkan komunikasi yang tepat
adalah dengan membuat orang yang Anda ajak bicara merasa
dihargai

Dalam mengirimkan komunikasi Adrian akan memastikan bahwa Anda menerima sekaligus memahami pesan dengan balk dengan cara meminta interpretasi Anda terhadap pesan dan pandangan Anda terhadap penerapan dan implementasinya. mi bertentangan dengan mayoritas komunikasi ‘tak diakui’ yang dipandang pengirim sebagai hal yang telah diterima, disetujui dan dipahami penerima. Terlalu banyak komunikasi organisasional yang berdasarkan kesalahpahaman. Riser Talk Works meng-indikasikan bahwa saat orang berkomunikasi dengan orang lain, kesalah-pahaman itu sering sekali terjadi. Mungkin orang tidak mendengarkan, atau mengasumsikan sendiri apa yang ada dalam pikiran orang lain. Eve mengatakan pada Adam, sebagai contoh, bahwa ia tidak akan dapat menghadiri suatu training eksekutif karena Ia harus bertemu klien pen¬ting. Eve menyesal tidak dapat mengikuti training tersebut, namun klien haruslah mendapat prioritas. Belakangan Adam bicara pada rekan lain, Ruth, menyebutkan bahwa Eve telah ‘menemukan jalan keluar’ dan ke¬harusan menghadiri acara training. Saat Ruth bicara pada Eve, ia menye¬butkan bahwa ia ‘terkejut’ pada ‘sikap’ Eve. Eve merasa tersengat dengan penyataan itu.

Sebelum menawarkan nasihat sebebas yang biasa kita lakukan sebelum¬nya, kita perlu belajar mendengarkan apa yang dikatakan orang lain tanpa asumsi, praduga dan opini yang kita bawa sendiri sebagai kesempatan menyerang yang klta nanti-nantikan. Ini termasuk belajar mendengarkan din kita sendiri, bertindak dalam peran yang benar, ketimbang peran yang kita ambil untuk menyenangkan semua orang. Dengan jalan mi klta dapat belajar untuk menghargai dan mana asal seseorang. Karena, tanpa di¬ragukan lagi, pusat rahasia untuk menjalankan komunikasi yang tepat adalah membuat lawan bicara Anda merasa berharga.

Kewirausahaan menuntut tingkat kesadaran yang tinggi. Dalam hal mi ide-ide dan banyak kesempatan ‘disesuaikan’ ke dalamnya. Maka sebagai pemimpin wirausaha, Anda harus menjalankan kemampuan berkomu¬nikasi karena tanpa memandang betapa cemerlang berbagai ide dan kesempatan, mereka pasti akan hilang atau tak lagi berharga tanpa semua komunikasi yang berhubungan dengannya dijalankan dengan cara tepat.
KERJA TIM (Teamwork) yang Tepat

Komunikasi yang tepat penting untuk kerja tim yang tepat. Bayangkan, seorang pengintai pendahulu (advance scout) yang dikirim oleh sekelom¬pok perintis menemukan tempat perkemahan musuh. Jika si pengintai tidak suka terpilih, tidak menyukai pemimpin perintis (pioneer leader) dan kebanyakan anggota kelompok, ia mungkin saja memutuskan untuk menghindari perkemahan dan membiarkan kelompok tersebut menjaga diri mereka sendiri. Ia dapat saja, tentunya, memilih untuk kembali pada kelompok dan memperingatkan mereka, namun jika si pemimpin penntis (pioneering leader) tidak memiliki keyakinan pada si pengintai, mengapa ia harus menunjukkan tindakan defensif. Jika mungkin sang pemimpin yakin pada si pengintai, namun tidak mampu mengorganisasi orang¬orangnya pada saat tindakan yang perlu harus dilaksanakan, maka kelom¬pok akan menjadi sangat rentan terhadap pemusnahan.

Tentunya, jika laporan pengintai langsung ditenima pimpinan dan dijalankan oleh selu¬ruh kelompok, suatu rute alternatif akan dapat dijalani dengan sukses. Sangat jelaslah bahwa agar suatu kelompok dapat bekerja sebagaimana mestinya, kelompok harus bekerja sebagai suatu tim. Terdapat tiga elemen utama untuk sebuah tim agar dapat berfungsi baik.

Pertama, keseluruhan tim bekerja bersama-sama harus lebih besar dan jumlah yang dapat dikerjakan anggota per individu. Setiap anggota harus dipilih karena kekuatan dan perbedaan cara pikirnya yang akan melengkapi anggota-anggota yang lain, bukan karena mereka terbaik di bidang¬nya. Seorang spesialis ahli yang lebih suka bekerja sendirian tidak akan mampu menjadi anggota tim yang baik. Orang semacam mi dapat sangat berharga dalam menyajikan ide pada tim yang akan mengarahkan pada tingkat efektivitas lebih tinggi, namun ‘penyendiri’ dalam kelompok mengurangi keefektifannya sendiri sekaligus kelompoknya.

Kedua, tujuan bersama untuk keberadaan tim haruslah dibawakan secara unanonim dan antusias. Setiap anggota tim memahami bahwa ‘Se-cara bersama-sama setiap orang mencapai lebih’ saat bekerja saat bekenja menuju tujuan yang sama. Cukup mengkhawatirkan betapa banyak tim organisatoris yang tidak memiliki ide jelas mengenai apa yang menjadi kesamaan tujuan mereka atau apa sesungguhnya fungsi dan tujuan mereka. Keberadaan tim adalah untuk menyajikan yang terbaik yang dapat mereka lakukan dengan mempergunakan kombinasi segenap talenta mereka atas nama organisasi tempat mereka mengambil bagian dan mengabdi.

Sebuah tim kewirausahaan dengan tujuan spesifik untuk menciptakan nilai dan kesempatan harusnya melakukan hal itu saja. Jika ia tidak mencapai tujuan mi maka kerja tim yang salah telah menimpa. Bukan orang-orangnya yang keliru, ini lebih merupakan tim-tim yang secara salah ditempatkan bersama-sama. Tim-tim wirausaha harus tepat, atau cukup menyederhanakan proses kreatif dan mendukung mereka sehingga organisasi berjalan lancar.
Ketiga, pengembangan yang berkesinambungan dan penghargaan dan pengakuan yang berulang-ulang merupakan hal penting bagi tim yang memiliki motivasi dan efektivitas tinggi.

Kelompok orang yang bertemu secara periodik hanya untuk membicarakan apa yang ada dalam agenda bukanlah merupakan suatu tim. Kerja tim yang tepat melibatkan juga kerja keras dan komitmen dan setiap anggota. Dengan demikian, kepercayaan dan penghargaan satu pada yang lain secara simultan diperkuat dan kekeliruan didiskusikan secara terbuka karena mereka dilihat sebagai kesempatan untuk belajar dan berkembang. Melalui penghargaan dan pengakuan yang berulang-ulang, diciptakan oleh setiap anggota dan didukung organisasi, tim menjadi suatu unit yang penuh gairah yang kondusif untuk inovasi.

Bukan orang-orangnya yang keliru, ini lebih merupakan
timnya yang secara keliru dipersatukan

Tim-tim terbaik di bidang olahraga memiliki para pelatih yang secara konsisten memastikan bahwa ketiga elemen di atas tetap terjaga. Kebanyakan tim dalam organisasi, bagaimana pun, secara konsisten lebih dijalankan sebagai komite yang tampak tidak memiliki kehendak untuk bertindak sebagai tim. Satu pembangun tim yang sangat saya kagumi adalah Chris Cowdray. Pertama kali saya bekerja dengannya, ia baru saja ditunjuk oleh InterContinental Group untuk mengembangkan Churchill menjadi salah satu hotel bintang lima terkemuka di kota London. Itu merupakan tantangan yang luar biasa besar mengingat reputasi hotel ini telah menurun drastis selama bentahun-tahun. Walau telah melalui reno-vasi total yang menghabiskan sejumlah besar dana, tetap saja tidak mampu membuatnya menjadi hotel bintang lima. Yang diperlukan adalah tim yang luar biasa.

Pertama Chris memilih para eksekutif yang diinginkannya. Orang¬-orang penting semacam ini sulit diperoleh namun Chris menggunakan jaringan kerja internasionalnya untuk menempatkan onang-orang yang memiliki pengalaman atau kemampuan di atas rata-rata di bidang ini. Setelah tim terbentuk, ia menginvestasikan waktu dan energinya untuk membuat meneka benpikin sebagai tim dengan membuat setiap anggota memiliki pemahaman dan penenimaan penuh pada apa yang diharapkan. Tim ini kemudian mulai membentuk seluruh karyawan hotel menjadi suatu tim besar yang tendini dan bebenapa unit departemen. Bagian house-keeping akan bekerja dengan engineering sebelum bicara, banqueting ber-hubungan erat dengan kitchen dan security dengan reception, pada intinya seluruh anggota tim menuju ke satu anah yang sama.
Tanpa memperhatikan dengan departemen mana berurusan, mudah dirasakan bahwa semangat tim yang dimiliki Chris telah perlahan namun pasti berkembang. Hotel itu mencapai sukses seperti yang diharapkan Intercontinental dan Tim Churchill, dan Chris beralih mengepalai Clanidges, milik Group Savoy jewel. Filosofi Chris Cowdnay dalam mem¬bangun timnya melekat pada urutan ide serupa dalam bab mi: mene¬mukan orang-orang yang tepat, menjelaskan penan mereka, menampil¬kannya dengan sikap yang tepat dan mengkomunikasikan pesan yang tepat. Dengan tim semacam itu ia mampu mengembangkan inovasi tepat yang mampu menarik pelanggan dan memastikan reputasi baik hotelnya.

 
INOVASI (Innovation) yang Tepat

Inovasi wirausaha; ‘memberi kenyamanan’ pada wirausaha yang tidak memiliki. Kebutuhan adalah induk dan penemuan dan semakin dirasakan tidak nyaman, semakin besar inovasi dan peningkatan yang dicari. Rasa frustasi dan ketidaknyamanan yang disebabkan pemogokan pegawai pos dan berbagai keterlambatan memunculkan pengembangan mesin fax.
Penggunaan kertas fax yang tipis, mudah rusak dan tidak praktis men-dorong munculnya inovasi penggunaan kertas yang lebih praktis, dapat diisi atau diteruskan. Beralih dan mesin fax menuju e-mail dengan lampir¬an elektronik, kemudian dokumen-dokumen besar, kemudian kecepatan yang lebih tinggi untuk perpindahan data ke suara dan data dengan kom¬pleksitas lebih besar dan terus berlanjut berpindah dan apa yang semula nyaman menjadi tidak nyaman kanena yang lebih nyaman lagi kemudian muncul mengatasinya. Wirausahawan yang pertama kali memulai suatu bisnis berada pada suatu kondisi ketidaknyamanan yang sehat. Seining dengan perkembang¬an organisasi yang tidak terhindarkan menuju suatu posisi yang lebih nyaman di pasar, secara perlahan-lahan dia kehilangan kemampuannya untuk berinovasi. Oleh karena itu merupakan peran dan pemimpin wira¬usaha untuk memastikan rasa puas diri tensebut digantikan dengan strate¬gi yang menupakan rangkaian kesatuan dan kondisi tidak nyaman men¬jadi kondisi nyaman.
Inilah paradoks dalam menerapkan inovasi yang tepat. Inovasi mem-perbaiki kenyamanan hidup, namun bisa dengan efektif terpelihara dalam ketidaknyamanan hidup. Derajat sampai di mana seorang individu maupun organisasi menjadi nyaman adalah berbanding lurus dengan keti-dakmampuan mereka untuk beninovasi. Pemikmnan di luar kotak (out-of-box) lebih berhasil ketika individu berada jauh dan zona kenyamanan mereka. Saya pnibadi berpendapat bahwa saya telah mengalami masa pa-ling inovatifketika masa depan terlihat suram. Dengan mengambil waktu untuk mengevaluasi peniode pentumbuhan dan kemandekan, saya mene-mukan suatu hubungan yang nyaris linier yang berkaitan dengan zona kenyamanan dan ketidaknyamanan saya, kapan pun saya merasakan kreativitas saya menunun. Alam memiliki lingkaran pertumbuhan, ke-mandekan, penurunan, dan pembaruan. Manusia, sekalipun demikian, mengejar pentumbuhan lalu berhenti ketika mencapai suatu kenyamanan, kemudian mengalami kemandekan di dalam rasa kepuasan din sementana merasa heran mengenai apa yang tenjadi ketika sesuatu berjalan tidak semestinya. Setelah sembuh dan nasa kaget akibat kehilangan rasa nya-mannya, dia kemudian ‘memiliki ketetapan hari’ untuk berbuat sesuatu mengenainya.

Inovasi meningkatkan kenyamanan hidup, namun ia terpelihara
karena ketidaknyamanan

Ide paling baik sangat jarang ditelurkan di lingkungan kantor. Memba-yangkan bahwa dia sedang menunggang suatu pancanan cahaya saat mela¬mun di bawah sinar matahani, Einstein menelurkan teoni relativitas, yang membawa dunia melampaui fisika Newton, yang merupakan suatu hal yang sangat inovatif. Insinyur Swiss George de Mestnal ketika berjalan¬jalan di luan menemukan keterkaitan antana aksen lagu (burrs) yang me¬nempel di bajunya dengan cana banu untuk mengaitkan sesuatu, dan ten¬ciptalah Velcro. Suatu ide baru sangatlah nentan pada masa-masa awal kehidupan. Pada suatu hubungan yang penting, satu komentar negatif sebanding dengan sepuluh ungkapan positif. Dapatkah Anda bayangkan bila keduanya mengalami kilasan inovasi di kantor mereka? Mereka mungkin akan telah diserang habis-habisan dalam perdebatan sengit.
Ketika menghadini retret kreatif para eksekutif, saya selalu merasa frus-trasi melihat bagaimana ruang telah ditata sedemikian rupa di tempat yang nanti akan digunakan. Hotel atau pusat konferensi telah memastikan bahwa ‘Anda membuat diri Anda merasa tidak di rumah, tapi di kantor’. Suasana lingkungan kantor dengan susunan ruang sidang telah ditiru. Dengan ruang e-mail dan atau komunikasi seluler yang diperbolehkan selama waktu istirahat, saya sungguh heran inovasi apa yang akan didis¬kusikan. Dengan delegasi yang hanya hadin ‘tubuhnya’, sangatlah tidak mengherankan jika inovasi sangatlah kurang di dalam organisasi. Sifat inovatif ditelurkan ketika Anda berada di luar nasa nyaman Anda. Sebelum menjadi fasilitator sebuah grup manajer senior Akzo Nobel di Cannes untuk inovasi pasar dan kewirausahaan, saya mengatur perjalanan dengan minibus untuk membawa peserta keluar dan rasa nyaman meneka ke suatu pasar tnadisional Perancis. Saya membenikan kepada setiap orang 15 dolan Euro, saya menganjunkan meneka untuk pergi masing-masing dan membelanjakan sesuai keinginan mereka. Saya kemudian bertemu mereka untuk sebuah sesi Socratic di amphiteater di Theseus di mana tingkat energi dan masukan dan semua pesenta sangatlah tinggi dan banyak ide-ide yang berharga muncul.
Pada kesempatan lain, saya membawa dewan dinektur eksekutif keluar ke lingkungan yang jauh dan kanton dengan menggunakan helikopten ke hutan tropis di Brazil, di tempat tanpa ada komunikasi yang tenjadi. Strategi inovatif yang ditelurkan kemudian diterapkan. Di kesempatan yang lain, ketika bekerja untuk Bull System, kami mengunjungi ranch pelatihan pentarungan banteng. Saya sungguh-sungguh melompat ke da¬lam ring untuk bertarung dengan banteng sungguhan untuk menjelaskan bagaimana keluar dan rasa nyaman kita. Untungnya, baik saya dan ide yang dihasilkan, keduanya selamat. Mengingat bahwa apa yang benan-benan diinginkan onang dapat ten¬konsentrasikan hanya pada perasaan nyaman dan solusi yang tepat, suatu inovasi yang sungguh merupakan perbaikan apa pun yang memenuhi kri¬teria tersebut. Pemimpin wirausaha memiliki tugas untuk merangsang setiap orang di dalam organisasi untuk memenuhi kriteria semacam itu lepas dan pasar di mana mereka terlibat. Hanya ada maju ke depan atau jatuh ke belakang, tidak bisa bersikap netral. Perusahaan yang berdiam diri sebenannya terjatuh ke belakang. Inovasi adalah dasar bagi kemak¬muran ekonomi dan kewinausahaan berarti bersikap inovatif. Organisasi wirausaha harus secara berkelanjutan memperbaiki diri melalui penerapan cara berpikir keluar-dari-rasa-nyaman, dan membentuk kembali iklim yang pada awalnya menelurkan mereka. Memastikan inovasi secara teratur dan tepat memastikan bahwa suatu organisasi mampu untuk melayani konsumen sasaran yang tepat.

PELANGGAN/KONSUMEN (Customer) yang Tepat

Bagi pemimpin wirausaha saat ini konsumen yang tepat adalah setiap orang yang mereka kembangkan dalam rangka membentuk organisasi wirausaha. Untuk pemimpin wirrrausaha yang aspiratif konsumen yang tepat adalah mereka yang penting untuk menciptakan nilai dengan memaksimalkan pilihan peluang menjadi fokusnya. Dengan cara yang sama bahwa kita tidak dapat memfokuskan diri pada setiap kesempatan, demikian juga terhadap konsumen. Oleh karena itu sangatlah penting untuk memilih konsumen di mana kita dapat memprioritaskan energi kita.
Setiap konsumen memiliki bentukan emosi yang berbeda sebagai mdi-vidu, dan setiap organisasi memiliki strategi yang didorong oleh nilai yang berbeda, dan kesemuanya memiliki masalah yang berbeda yang harus dipecahkan. Anda memenangkan dan mempertahankan konsumen de¬ngan memberikan apa yang mereka inginkan, bukan apa yang Anda pilcix mereka inginkan. Mendefinisikan konsumen yang sesunguhnya dengan demikian memenlukan pendefinisian profil dan orang yang sungguh-sungguh akan memperoleh manfaat dan nilai tambah yang diperoleh dan inovasi yang tepat. Secara sederhana, kenalilah konsumen Anda. J.W Mariott, Jr., pimpinan dan presiden grup hotel yang berfokuskan pada layanan konsumen, tahu bahwa konsumen meneka yang pertama adalah orang-orang mereka sendiri: ‘kita tahu bahwa jika kita memper¬lakukan orang-orang kita dengan tepat, mereka akan memperlakukan konsumen dengan tepat pula. Dan jika konsumen diperlakukan dengan tepat, mereka akan kembali.’ Memiliki orang yang tepat di posisi yang tepat dengan sikap yang tepat, menyampaikan komunikasi yang tepat dengan kerja sama tim yang tepat, untuk memastikan inovasi yang tepat akan sama sekali tidak ada artinya kecuali jika Anda memperlakukan orang dengan tepat pula. Memperlakukan onang dengan salah mengha¬langi kreativitas, kepercayan diri, harga diri, dan biasanya memberikan tanda yang salah dan menimbulkan sikap yang salah yang pada akhinnya merembes ke seluruh organisasi. Pemimpin yang tidak memiliki waktu bagi orang-orangnya bukanlah seorang pemimpin. Setiap onang yang terlalu sibuk untuk mendengarkan seseorang, seperti kata Disnaeli, adalah:‘dimabukkan dengan pembicaraan yang bertele-tele dengan kegembiraan yang berlebihan dari diri mereka sendiri.’
Konsumen yang tepat adalah orang-orang yang Anda layani karena mereka membawa raison d’etre (alasan keberadaan) organisasi. Satu-satu-nya cara untuk mempenlakukan mereka adalah mempenlakukan dengan baik dan tepat. Biasanya orang akan cenderung untuk memperlakukan orang lain dengan suatu cara di mana mereka sudah ‘terkondisi’ dengan perlakuan yang mereka terima dari orang lain. Inilah mengapa progam pelatihan dan insentif jangka pendek untuk meningkatkan manajemen atau inovasi dalam berhubungan dengan konsumen demikian keliru. Setiap strategi hubungan haruslah konsisten dan bertahan dalam kata-kata maupun penerapannya sehari-hari. Jika tidak, suatu ‘budaya konsumen yang tepat’ yang dibangun dalam waktu bertahun-tahun dapat membu¬ruk dalam waktu singkat. Sebagai contoh, waktu bertahun-tahun yang dihabiskan untuk memahami dan memperlakukan dengan tepat kon¬sumen internal dan ekstennal di Bnitish Airways hancur begitu saja karena kepemimpinan yang mengubah fokus strategi kepada pengurangan biaya. Bukan maksudnya untuk melupakan konsumen, namun dengan perha¬tian yang bergeser kepada pengurangan biaya, mereka segera melakukan¬nya. Ketika perhatian berpindah, maksud menjadi tidak berarti. Maksud dan perhatian merupakan pasangan pengantin dari suatu hubungan yang tepat.
‘Serikat Indeks mengenai Tempat yang Hebat untuk Bekerja’ (The Great Place to Work Trust Index) yang dikembangkan oleh Milton Moskowitz dan Robert Layering setiap tahun melakukan survei ‘Perusa¬haan Terbaik untuk Bekerja’. Tidak peduli apakah organisasi itu meru¬pakan bisnis kecil, atau perusahaan multimiliar dolar, benang peng¬hubung utama dalam survei ini menggambarkan bahwa pana pemimpin dan ‘penusahaan-perusahaan tenbaik’ secara konsisten mengkomunikasikan pendiriannya bahwa kontnibusi dan setiap individu adalah bernilai. Pemimpin wirausaha memunculkan yang terbaik dan orang-orangnya dan memfasilitasi pertumbuhan mereka dan kekaryawanan menjadi kewirausahaan pada saat mereka mengenali dan memperlakukan mereka seolah-olah mereka konsumen yang sempurna. Dengan melakukan hal ini meneka mampu memastikan bahwa tingkatan enengi yang tinggi dan penuh gairah menesap ke selunuh organisasi.
ENERGI (Energy) yang Tepat

Bagaimana kita diperlakukan secara langsung benpenganuh pada energi kita. Setiap hari kita memiliki sejumlah tertentu energi: fisik, emosi, men¬tal, dan psikis, dengan urutan naik sehingga energi psikis kita adalah yang paling berharga. Sebagaimana pikiran kita biasanya berakar pada mem-perbaiki apa yang salah, namun demikian penekanan energi kita ditu¬jukan untuk area tersebut. Ketika fokus perhatian kita ditujukan pada apa yang tidak bisa kita lakukan, bukan pada apa yang bisa, kita me¬ngosongkan energi psikis yang ada dalam diri kita sendiri. Mengajak diri kita secara mental untuk merasa buruk terhadap sesuatu, contohnya, akan menyebabkan din kita merasa bingung secara mental, frustrasi secara emosi, dan letih secara fisik. Sebaliknya, memuji diri kita sendiri untuk pencapaian sesuatu akan menyebabkan diri kita tenangsang secara mental, perasaan bahagia jasmani dan rohani secara emosional, dan secara fisik berenergi.
Satu hal yang kita semua miliki secara umum adalah sejumlah waktu yang kita punyai dalam satu jam: enam puluh menit. Bergantung pada prioritas individu, cara penggunaan jumlah menit yang sama ini sepenuh-nya bergantung pada pilihan yang tak terbatas. Satu hal yang pasti, bagai-manapun juga, lepas dan manajemen waktu yang efisien, sebagian besar pencapaian kita mengambil bagian yang sangat kecil dan waktu kita. Dengan menggunakan satuan satu jam sebagai referensi, sepuluh menit digunakan untuk menyalurkan energi kita secara proaktif; dan lima belas menit terbuang dalam menyalurkan energi kita secara reaktif. Dengan sebagian besar energi kita telah tenbuang, tidaklah mengherankan jika ter-dapat begitu banyak kelelahan dan depresi. Setiap waktu kita bangun membawa kita semakin dekat kepada penca¬paian tujuan kita atau semakin menjauh darinya. Tidak ada yang netral, hanya ada maju atau mundur. Menyalurkan energi kita tidak ada kaitan¬nya dengan menjaganya dalam keseimbangan, yang lebih terkait degan mengembalikan energi yang telah terbuang. Ketika kita menyalurkan energi kita dengan tepat kita sebenarnya menghasilkan energi. Sebaliknya, ketika kita tidak melakukannya, energi tersebut dialihkan menjadi frus¬trasi, penundaan dan sesuatu yang menyakitkan hati. Berada dalam kese¬imbangan berarti memiliki kendali sepenuhnya terhadap penggunaan enengi kita. Ini membutuhkan penyediaan waktu kita hanya pada aktivi¬tas yang kita telah putuskan memberikan nilai tinggi bagi kita. Me¬nerapkan aturan: bukan waktu yang dapat kita sesuaikan, kitalah yang harus menyesuaikan diri dengan waktu, dan mengakui bahwa waktu terkait dengan energi yang dihabiskan, dengan mempertimbangkan bagai¬mana Anda menggunakan waktu terjaga Anda:
1. Berapa banyak waktu Anda habiskan untuk memikirkan apa yang seharusnya
Anda lakukan?
2. Berapa banyak waktu Anda habiskan untuk mengkhawatirkan apa yang se-
harusnya Anda lakukan?
3. Berapa banyak waktu anda habiskan untuk melamun tentang apa yang ingin
Anda lakukan?
Berargumen bahwa menghabiskan waktu atau energi untuk apa yang Anda inginkan tidak memungkinkan, sama sekali tidak dapat diterima. Bagaimanapun Anda merasionalisasikannya Anda tidak akan dapat meng-ingkari kenyataan bagaimana cara Anda memberdayakan enengi Anda saat ini, menjadi pemimpin wirausaha membutuhkan lebih dari sekadar melihat. Ia membutuhkan ‘kekejaman’ untuk berkata tidak terhadap apa pun yang Anda rasakan secara intuitif menghabiskan enengi Anda. Ini tentu saja membutuhkan kejujuran terhadap diri Anda sendiri tentang apa yang penting bagi hidup Anda, karena hanya dengan kejujuran macam ini Anda juga dapat bersikap jujur terhadap orang lain. Memperlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan melibatkan pemikiran mengenai apa yang pertama-tama tepat bagi Anda, karena pada saat Anda berada pada jalur, meningkatnya energi Anda berguna bagi orang lain. Tidak ada yang lebih memotivasi secara pribadi, lebih membangun energi, lebih memuaskan dan lebih layak daripada mengetahui bahwa apa yang Anda lakukan adalah apa yang penting bagi Anda, memberi makna pada diri Anda, adalah apa yang Anda inginkan untuk Anda lakukan, dan di atas semuanya itu adalah Anda memiliki kecenderungan untuk melakukannya. Setiap dan kita adalah energi yang murni dan adalah tang¬gung jawab pribadi kita untuk mengetahui bagaimana kita mengarahkan energi kita. Jika kita mengizinkan onang lain untuk menghabiskan energi kita, maka kita harus menerima tanggung jawab untuk mcmbiarkan hal itu tenjadi. Sama halnya, ketika kita melibatkan diri kita pada sesuatu yang tidak menanik bagi kita, kita hanus waspada bahwa kita tidak menyalurkan energi kita dengan efektif.
Wirausahawan memiliki tingkatan energi yang tinggi sebab mereka mengejar gairah mereka dan mereka harus menyalurkan secana efektif untuk dapat berhasil. Pemimpin wirausaha secara alamiah meningkatkan tingkatan energi orang-orang di dalam organisasinya karena mereka me¬rasa yakin bahwa orang-orang mampu berfokus pada apa yang dapat mereka lakukan dengan baik.
Kita harus menerima tanggung jawab untuk membolehkan
orang lain menghabiskan energi kita

Sebagai contoh, Presiden The Carrier Corporation, Geraud Dannis, secara konsisten memastikan bahwa orang yang tepat mengerjakan apa yang mereka bisa kerjakan dengan baik. Dia melakukannya karena per¬caya bahwa kebijakan semacam itu akan memastikan bahwa energi yang tepat dengan kekuatan yang tinggi akan memancar ke selunuh Perusahaan The Carrier, sebagai perusahaan yang meningkatkan secara tcnukur kua¬litas hidup manusia. Mulai pada saat wirausahawan pendirinya, Willis Carrier, menemukan dasar penyejuk udara (AC) modern pada tahun 1902, Carrier telah menjadi pemimpin kelas dunia pembuat AC, pema¬nas, dan penalatan lemani pendingin untuk keperluan komersial, peru¬mahan, dan transpontasi.
Ketika Anda membeli makanan dan unit pendingin di supermarket, atau masuk ke hotel, kantor, perpustakaan, atau museum yang berpenye¬juk udara, Carrier berperan sangat penting dalam menyediakan ling¬kungan yang tepat tersebut. Dengan lebih dan 45.000 orang di lebih dan 170 negara memastikan inovasi yang tepat menghasilkan produk dan layanan yang tepat, pcnting memiliki energi yang tepat, terutama pada tingkat pimpinan. Bekerja dengan Geraud merupakan suatu hal yang menyenangkan karena selain kemampuannya yang menjalani apa yang dikatakannya, dia telah belajar untuk mengenal dengan tepat di mana dan kapan menyalurkan energi dengan paling efektif. Pada satu di antara pens¬tiwa kepemimpinannya, dia membagikan kepada saya bagaimana dia telah belajar bahwa mungkin bagi kita untuk mencapai Iebih dengan waktu yang lebih singkat melalui fokus yang lebih besar. Dia mengatakan: ‘mengetahui apa yang menjadi tujuan Anda dan mengapa mereka harus Anda capai, dibarengi dengan menginginkan sungguh-sungguh dan berharap mencapainya, akan merangsang energi Anda’.
Energi selalu lebih tinggi ketika apa yang harus Anda kerjakan adalah apa yang ingin Anda kerjakan. Dalam membuka jalan bagi energi yang tepat Anda memiliki kemampuan untuk menangkis gangguan yang menghabiskan energi Anda. Orang-orang akan condong kepada Anda karena energi Anda yang besar. Banyak yang menginginkan Anda untuk mendukung mereka dalam usaha keras mereka karena energi Anda. Pada gilirannya, ketika dukungan Anda merupakan harmoni dengan nilai dan tujuan Anda sendiri, energi bertambah lebih banyak lagi. Sama halnya, ketika orang lain yang percaya pada tujuan Anda mendukung, energi bertambah. Oleh karena itu penting untuk melihat apa yang merupakan dukungan yang tepat dan berlatihlah memberikan dan menerimanya.

 

 

 

DUKUNGAN (Support) yang Tepat

Latihan memberikan dan menerima dukungan merupakan suatu hal yang fundamental bagi kewirausahaan. Tanpa adanya dukungan yang tepat semua usaha dan petualangan akan jatuh. Tanpa dukungan moral dan istri dan anak-anak, saya tidak akan mempertimbangkan untuk melaku¬kan apa yang telah saya lalui di masa Ialu atau akan berbuat sesuatu di masa mendatang. Segera setelah memulai bisnis pertama saya, pengajan yang memberikan dukungan menolong saya melalui waktu-waktu yang tak terhindarkan ketika kepercayaan diri saya rendah. Tanpa adanya dukungan dan sumber pendanaan, baik bank maupun broker investasi, saya tidak akan memiliki kemampuan untuk mengembangkan bisnis saya yang mana pun. Tanpa dukungan jaringan kerja konsumen, supplier dan asosiasi, hanya akan ada sedikit keberhasilan. Saya juga yakin bahwa dukungan yang saya peroleh pada gilirannya baik dalam sisi moral, nasi¬hat atau dukungan finansial telah menjadi suatu bentuk dukungan yang tepat pada waktunya.
Tanpa dukungan dan orang tua, guru dan penasihat karier, anak-anak menghadapi masa yang sulit—sesuatu yang tidak diinginkan oleh orang¬tua mana pun. Harus selalu terdapat dukungan yang tepat untuk memas¬tikan bahwa potensi individu diselaraskan sepenuhnya. Demikian pula harus selalu terdapat sistem pendukung yang tepat untuk menciptakan organisasi wirausaha. Karakteristik yang pertama dari enam karakteristik inti yang sangat penting untuk dikembangkan oleh organisasi, sebagaimana telah didis¬kusikan , adalah: Strategi Persetujuan Dukungan (Agreed Support Strategy). Mempelajari prinsip dan menerapkan praktik kepemimpinan wirausaha dalam rangka mengembangkan atribut wirausaha, mengejar peluang yang terpilih, dan memajukan usaha, akan menjadi malapetaka kegagalan jika kita memulainya tanpa strategi dukungan yang benar. Menggalang sponsor pendukung, kelompok pendukung, dan sistem pen-dukung merupakah suatu hal yang menyatu untuk menciptakan budaya organisasi winausaha. Ini membawa kita kepada bagian selanjutnya dan buku ini: ‘Layanan vs. Struktur.’

 

FILSAFAT CINA : The Origins of Chinese Philosophy by Chung Ying Cheng


A. Pendahuluan
Filsafat Cina merupakan salah satu filasafat tertua di dunia, selain filsafat India dan filsafat Barat, dan dipercaya menjadi salah satu filsafat dasar yang mempengaruhi sejarah perkembangan filsafat dunia. Filsafat Cina sebagaimana filsafat lainnya dipengaruhi oleh kebudayaan yang berkembang dari masa ke masa.

Ada tiga tema pokok sepanjang sejarah filsafat cina, yakni harmoni, toleransi dan perikemanusiaan. Harmoni antara manusia dan sesama, manusia dengan alam, manusia dengan surga. Selalu dicari keseimbangan antara keduanya. Toleransi terlihat dalam keterbukaan terhadap pendapat-pendapat pribadi, suatu sikap perdamaian yang memungkinkan suatu pluriformitas yang luar biasa, juga dalam bidang agama. Perikemanusiaan, karena selalu manusia-lah yang merupakan pusat filsafat Cina, manusia yang pada hakikatnya baik dan yang harus mencari kebahagiaannya di dunia ini dengan memperkembangkan dirinya sendiri dalam interaksi dengan alam dan sesama manusia.

Selalu dicarikan keseimbangan, harmoni, suatu jalan tengah antara dua ekstrem: antara manusia dan sesama, antara manusia dan alam, antara manusia dan surga. Toleransi kelihatan dalam keterbukaan untuk pendapat-pendapat yang sama sekali berbeda dari pendapat-pendapat pribadi, suatu sikap perdamaian yang memungkinkan pluralitas yang luar biasa, juga dalam bidang agama. Kemudian, perikemanusiaan. Pemikiran Cina lebih antroposentris daripada filsafat India dan filsafat Barat. Manusialah yang selalu merupakan pusat filsafat Cina.

B. Perkembangan Awal Filsafat Cina
Dalam memahami asal mula Filsafat Cina, ada 3 hal yang perlu diketahui. Pertama, filsafat adalah sebuah usaha sadar untuk memformulasikan pandangan-pandangan dan nilai-nilai sebagai ekspresi dari keyakinan fundamental sekelompok orang. Karenanya filsafat tidak dapat dilepaskan dari latar belakang budaya dan tradisi kelompok tersebut. Dalam hal ini adalah bahasa, seni, literatur, dan agama. Yang kedua, filsafat sebagai sebuah aktivitas yang berkelanjutan haruslah dipandang sebagai sesuatu yang muncul dari aktivitas praktis kehidupan yang berfokus pada pemecahan masalah tentang pengetahuan yang benar, pemahaman asli, dan penghargaan yang wajar atas berbagai masalah kehidupan, entah secara individu ataupun sosial. Yang ketiga adalah lebih berupa konstruksi-konstruksi teoretis sebagai hasil pemikiran filosofis ataupun kegiatan kultural dari suatu kelompok orang/masyarakat.
Pengertian “asal mula’ ini haruslah dilihat dalam konteks pandangan yang multi dimensi dan plural. Karenanya untuk memahami asal mula filsafat cinapun, orang perlu mengacu pada permasalahan tatanan yang dimunculkan, yakni historisitas, praktis, dan teoretis. Ketiga hal ini harus dilihat dalam satu kesatuan. Selain itu perlu dipahami pula bahwa pengalaman historis dan kultural ini memberi konteks bagi munculnya metodologi dan kosmologi, yang kemudian dapat menerangkan pula tentang lahirnya bahasa dan konstruksi filsafat. Pada akhirnya, filsafat itu kemudian memberi dampak bagi perkembangan sosial dan kultural masyarakat. Dengan demikian, filsafat menjadi sebuah sebuah self-refining, self-criticizing, dan juga sebagai proses pemenuhan diri atas tradisi kultural.
Berdasarkan penemuan arkeologis, Cina Kuno itu sudah ada sebelum periode Neolitik (5000 SM) baik di sebelah timur laut dan barat laut. Pada periode tersebut, kehidupan komunitas suku berpusat pada penyembahan dewa-dewa leluhur dan dewa-dewa alam. Yang dikenal pada periode ini adalah budaya Yangshao, Dawenko, Liangche, Hungsan, benda-benda yang dikeramatkan dan tempat penyembahan.

Pada masa budaya Lungshan (2600 SM-2100 SM), yakni pada saat Raja Yao dan Shun memerintah, kebudayaan Cina yang berpusat pada pengorbanan yang ditujukan bagi roh-roh alam dan nenek moyang tersebar ke daerah Henan, Shandong dan Hubei. Mereka terintegrasi dalam sebuah keadaan politis yang tersatukan, Xia. Ada juga tentang praktek li (ritual) dalam bentuk penghormatan kepada nenek moyang sejak awal sebagaimana diterangkan dalam Period of Jade.

Tradisi pemikiran filsafat di Cina bermula sekitar abad ke-6 SM pada masa pemerintahan Dinasti Chou di Utara. Kon Fu Tze, Lao Tze, Meng Tze dan Chuang Tze dianggap sebagai peletak dasar dan pengasas filsafat Cina. Pemikiran mereka sangat berpengaruh dan membentuk ciri-ciri khusus yang membedakannya dari filsafat India dan Yunani. Pada masa hidup mereka, negeri Cina dilanda kekacauan yang nyaris tidak pernah berhenti. Pemerintahan Dinasti Chou mengalami perpecahan dan perang berkecamuk di antara raja-raja kecil yang menguasai wilayah yang berbeda-beda. Sebagai akibatnya rakyat sengsara, dihantui kelaparan dan ratusan ribu meninggal dunia disebabkan peperangan dan pemberontakan yang bertubi-tubi melanda negeri. Tiadanya pemerintahan pusat yang kuat dan degradasi moral di kalangan pejabat pemerintahan mendorong sejumlah kaum terpelajar bangkit dan mulai memikirkan bagaimana mendorong masyarakat berusaha menata kembali kehidupan sosial dan moral mereka dengan baik.

Kaum bangsawan terpelajar ini telah tersingkir dari kehidupan politik dan pemerintahan, karena pada saat negeri dilanda kekacauan dan perang yang diperlukan ialah para jenderal dan pengambil kebijakan politik. Dinasti Chou sendiri telah lebih satu abad memerintah negeri Cina. Pemerintahan mereka semula berjalan baik, tindakan hukum berjalan sebagaimana diharapkan dan ketertiban telah terbangun dengan baik. Dinasti Chou berhasil membangun tradisi pemikiran Cina yang selama berabad-abad mempengaruhi pemikiran orang Cina. Misalnya kebiasaan menghormati leluhur dengan melaksanakan berbagai upacara keagamaan dan kegemaran akan sejarah masa lalu.

Dalam upaya untuk mendapat legitimasi atas kekuasaannya Dinasti Chou menafsirkan kembali sejarah Cina. Misalnya saja penaklukan yang dilakukannya atas dinasti sebelumnya, Shang, dikatakan sebagai amanat dari dewa-dewa yang bersemayam di Kayangan. Penguasa dinasti Shang dikatakan telah banyak melakukan kejahatan di bumi sehingga tidak direstui oleh leluhur mereka, dan dewa-dewa di Kayangan membencinya serta memberikan mandat kepada penguasa Dinasti Chou untuk menggantikannya sebagai pemegang tampuk pemerintahan.

Dalam perkembangan selanjutnya ternyata penyelenggaraan upacara-upacara menghormati leluhur itu lebih merupakan pemborosan. Sering sebuah upacara dilakukan secara berlebihan untuk memamerkan kekayaan dari keluarga yang menyelenggarakannya. Pemerintah pusat dan penguasa wilayah berlomba-lomba memungut pajak yang tinggi, memeras rakyat dan menggiring mereka melakukan kerja paksa. Para bangsawan, jenderal dan pejabat berlomba-lomba melakukan korupsi dan penyelewengan, menimbun harta dan kekuasaan. Mereka saling menghasut sehingga perpecahan tidak bisa dihindari lagi dan peperangan silih berganti muncul antara penguasa wilayah yang satu dengan penguasa yang lain.

Dilatarbelakangi keadaan seperti itu filsafat Cina lebih banyak memusatkan perhatian pada persoalan politik, kenegaraan dan etika. Kecenderungan inilah yang membuat filsafat Cina memiliki ciri yang berbeda dari filsafat India, Yunani dan Islam.
Berbeda dengan filsafat Yunani, filsafat Cina Kuno memandang soal perubahan dan transformasi sebagai sebuah sifat dunia yang tidak bisa direduksikan lagi, termasuk di dalamnya benda-benda dan manusia itu sendiri. Ada perbedaan yang mencolok antara Filsafat Cina dengan filsafat Barat. Filsafat Cina menekankan pada perubahan waktu dan temporalitas, dan tidak hanya membedakan metafisika Cina tentang realitas dan alam dari trend utama tradisi filsafat Barat tetapi juga dari orientasi filsafat India.
Bagi para filsuf Cina, pengalaman akan perubahan dalam dunia justru membuat mereka masuk dalam alam dunia yang sejati dan dalam diri manusia sendiri. Di dalamnya, ada kemungkinan bagi terjadinya perkembangan, transformasi, interaksi dan integrasi.
Dalam tradisi Zhou Yi, pengalaman akan perubahan dalam alam pada masa Cina Kuno menjadi terorganisasi dan terartikulasi ke dalam sebuah sistem pemikiran dan penjelasan tentang realitas. Pengorgansiasian dan pengartikulasian inipun tidak hanya memberikan sebuah pandangan kosmologis mengenai dunia dimana manusia dapat menemukan tempatnya yang layak dan peran yang layak, tetapi juga mengembangkan sebuah cara pemikiran menuju dunia yang berintegrasi dan the self, dan perluasan makna fakta-fakta dan penentuan nilai pemahaman. Karenanya, Zhou Yi sebagai sebuah pemikiran filsafat Cina, memberikan sebuah cara pencapaian keseimbangan, sentralitas, harmoni dan komprehensi seperti halnya dalam sebuah perkembangan transformatif, usaha kembali ke sumber akhir mereka.

Berikut ini adalah beberapa aspek penting dari Zhou Yi sebagai sebuah cara pemikiran dan juga tentang dampaknya terhadap filsafat Cina:
1. Zhou Yi berfokus pada totalitas dari realitas dan hal-hal yang mengembangkan sebuah sistem realitas yang lengkap/komplit. Kelengkapan (complitness) ini dimulai dari observasi dasar terhadap oposisi komplementer ataupun terhadap polaritas sebagai penentu keseluruhan.
2. Zhou Yi berfokus pada harmoni sebagai suatu keadaan inseptif atas kreativitas (sheng) dan pada harmonisasi sebagai the natural end state dari realitas dalam sebuah proses perubahan dan transformasi.
3. sudut pandang kosmologis ini juga memampukan kita untuk melihat dunia sebagai ceaseless activity terhadap realisasi harmoni dan pada saat yang sama sebagai suatu harmoni dalam beberapa tingkatan yang disiapkan bagi perkembangan kreativitas selanjutnya.
Zhou Yi ini dapat menjadi hal praktis dalam menuntun keputusan dan tindakan manusia. Salah satu tugas terpenting dari keputusan manusia dan tindakannya adalah untuk mengetahui dan menguasai masa depan. Namun yang jadi permasalahannya adalah bahwa karena masa depan itu belum terbentuk, lalu bagimana kita dapat berharap untuk bisa mengetahuinya? Zhao Yi mengatakan bahwa kita boleh menggambarkan masa depan dalam pengertian model onto-cosmological dari pemahaman yang berdasarkan pada totalitas yin-yang dan kecenderungan kreatifnya ke arah harmonisasi dan harmoni.

C. Ciri-Ciri Filsafat Cina
Pertama-tama karena masalah politik dan pemerintahan merupakan masalah sehari-hari yang tidak dapat dihindarkan, maka filsafat Cina berkecendrungan mengutamakan pemikiran praktis berkenaan masalah dan kehidupan sehari-hari. Dengan perkataan lain ia cenderung mengarahkan dirinya pada persoalan-persoalan dunia. Para ahli sejarah, mengemukakan beberapa ciri yang muncul akibat kecenderungan tersebut, adalah:
1. Dalam pemikiran kebanyakan orang Cina antara teori dan pelaksanaannya tidak dapat dipisahkan. Dengan demikian pemikiran spekulatif kurang mendapat tempat dalam tradisi filsafat Cina, sebab filsafat justru lahir karena adanya berbagai persoalan yang muncul dari kehidupan yang aktual.
2. Secara umum filsafat Cina bertolak dari semacam ‘humanisme’. Tekanannya pada persoalannya kemanusiaan melebihi filsafat Yunani dan India. Manusia dan perilakunya dalam masyarakat dan peristiwa-peristiwa kemanusiaan menjadi perhatian utama sebagian besar filosof Cina.
3. Dalam pemikiran filosof Cina etika dan spiritualitas (masalah keruhanian) menyatu secara padu. Etika dianggap sebagai intipati kehidupan manusia dan sekaligus tujuan hidupnya. Di lain hal konsep keruhanian diungkapkan melalui perkembangan jiwa seseorang yang menjunjung tinggi etika. Artinya spiritualitas seseorang dinilai melalui moral dan etikanya dalam kehidupan sosial, kenegaraan dan politik. Sedangkan inti etika dan kehidupan sosial ialah kesalehan dan kearifan.
4. Meskipun menekankan pada persoalan manusia sebagai makhluk sosial, persoalan yang bersangkut paut dengan pribadi atau individualitas tidak dikesampingkan. Namun demikian secara umum filsafat Cina dapat diartikan sebagaoi ‘Seni hidup bermasyarakat secara bijak dan cerdas’. Kesetaraan, persamaan dan kesederajatan manusia mendapat perhatian besar. Menurut para filosof Cina keselerasan dalam kehidupan sosial hanya bisa dicapai dengan menjunjung tinggi persamaan, kesetaraan dan kesederajatan itu.
5. Filsafat Cina secara umum mengajarkan sikap optimistis dan demokratis. Filosof Cina pada umumnya yakin bahwa manusia dapat mengatasi persoalan-persoalan hidupnya dengan menata dirinya melalui berbagai kebijakan praktis serta menghargai kemanusiaan. Sikap demokratis membuat bangsa Cina toleran terhadap pemikiran yang anekaragam dan tidak cenderung memandang sesuatu secara hitam putih.
6. Agama dipandang tidak terlalu penting dibanding kebijakan berfilsafat. Mereka menganjurkan masyarakat mengurangi pemborosan dalam penyelenggaraan upacara keagamaan atau penghormatan pada leluhur.
7. Penghormatan terhadap kemanusiaan dan individu tampak dalam filsafat hukum dan politik. Pribadi dianggap lebih tinggi nilainya dibanding aturan-aturan formal yang abstrak dari hukum, undang-undang dan etika. Dalam memandang sesuatu tidak berdasarkan mutlak benar dan mutlak salah, jadi berpedoman pada relativisme nilai-nilai.
8. Dilihat dari sudut pandang intelektual, Para filosof Cina berhasil membangun etos masyarakat Cina seperti mencintai belajar dan mendorong orang gemar melakukan penelitian mendalam atas segala sesuatu sebelum memecahkan dan melakukan sesuatu. Demikianlah pengetahuan dan integritas pribadi merupakan tekanan utama filsafat Cina. Aliran pemikiran, teori dan metodologi apa saja hanya bisa mencapai sasaran apabila dilaksanakan oleh seseorang yang memiliki pengetahuan luas dan integratitas pribadi yang kokoh.

D. Periodisasi Filsafat Cina
Pokok pemikiran dari filsafat dan kebudayaan Cina adalah perikemanusiaan. Filsafat Cina lebih pragmatis dengan mengajarkan bagaimana harus bertindak supaya keseimbangan antara dunia dan surga tercapai. Ketika kebudayaan Yunani masih berpendapat bahwa semua makhluk dikuasai oleh suatu nasib buta (Moira), dan ketika kebudayaan India masih mengajarkan bahwa kita di dunia ini tertahan dalam roda reinkarnasi yang terus-menerus, maka di Cina sudah diajarkan bahwa manusia sendiri dapat menentukan nasib dan tujuannya.

Pada perkembangan melewati rentan waktu panjang yang dilalui Filsafat di Cina, disini Filsafat Cina dapat dikategorikan ke dalam empat periode besar, yaitu: Zaman Klasik (600 – 200 SM), zaman Neo-taoisme dan Buddhisme (200 SM – 1000 M), zaman Neo-konfusianisme (1000 – 1900 M) dan zaman Modern (setelah 1900)
1. Zaman Klasik (600 – 200 SM)
Menurut tradisi, periode ini ditandai oleh seratus sekolah filsafat, seratus aliran yang semuanya mempunyai ajaran yang berbeda. Namun, kelihatan juga sejumlah konsep yang dipentingkan secara umum, misalnya “tao” (jalan), “te” (keutamaan atau seni hidup), “yen” (perikemanusiaan), “i” (keadilan), “t’ien” (surga) dan “yin-yang” (harmoni kedua prinsip induk, prinsip aktif-laki-laki dan prinsip pasif-perempuan). Sekolah-sekolah terpenting dalam jaman klasik adalah: Konfusianisme
a. Konfusianisme
Kong Hu Cu merupakan seorang filosof besar Cina. Dialah orang pertama pengembang sistem yang memadukan alam fikiran dan kepercayaan orang Cina yang paling besar filosofinya menyangkut moralitas orang perorang dan konsepsi suatu pemerintahan tentang cara-cara melayani rakyat dan memerintahnya lewat tingkah laku teladan yang sekarang telah menyerap dalam kehidupan dan kebudayaan orang Cina selama lebih dari dua ribu tahun. Dari pengaruh pemikiran inilah Confusianisme banyak menghasilkan para intelektual di Cina, dan pengaruh intelektualnya ini berpengaruh terhadap sebagian penduduk di dunia.
Confusius (bentuk Latin dari nama Kong-Fu-Tse, “guru dari suku Kung”) hidup antara 551 dan 497 SM di daerah Lu,di Shantung. Ia mengajarkan bahwa Tao (“jalan” sebagai prinsip utama dari kenyataan) adalah “jalan manusia”. Artinya: manusia sendirilah yang dapat menjadikan Tao luhur dan mulia, kalau ia hidup dengan baik. Keutamaan merupakan jalan yang dibutuhkan. Kebaikan hidup dapat dicapai melalui perikemanusiaan (“yen”), yang merupakan model untuk semua orang. Secara hakiki semua orang sama walaupun tindakan mereka berbeda.. Dalam bahasa Mandarin aliran ini disebut 儒家 Rujia. Rujia memang sering diartikan sebagai filsafat Khonghucu. Sebenarnya Rujia berarti filsafat cendikiawan, 儒 Ru sendiri berarti cendikiawan atau sarjana.
Pada usia muda, yakni 17 tahun, Confusius diangkat menjadi pengawas kerajaan, sebagai pemilik ladang gandum umum dan lumbung pangeran, kemudian menjadi Kepala Peternakan. Ia seorang yang suka belajar. Pada usia 22 tahun ia mulai mengajar. Setahun kemudian ia ditinggalkan ibunya. Menurut adat, ia harus mengundurkan diri dari keramaian untuk berduka cita selama tiga tahun. Keadaan kacau pada masa itu menyebabkan ia tidak taat pada adat. Sikap Confusius sangat dihormati, terutama oleh murid-muridnya yang setia. Selama berduka cita, yaitu selama tiga tahun itulah ia mendalami kesusastraan, sejarah, dan adat istiadat dari zaman Wen sampai Mu yang tersimpan dalam perpustakaan kerajaan.

Confusius yakin bahwa untuk mengamankan keadaan, maka harus kembali pada jalan yang telah ditempuh oleh yao dan Shun,yaitu dengan jalan berbakti dan setia. Ia belajar lagi dari semua buku-buku yang ada tentang agama, adat, sastra, sejarah, musik, dan lain-lain. Kemudian semuanya itu digubah dan disadur sehingga berbentuk pedoman hidup bangsa Cina. Setelah habis masa duka citanya ia mengunjungi loyang yang dibangun oleh Pangeran Chou. Ia mulai lagi mengajarkan pada murid-muridnya tentang sejarah, kesusastraan, perihal upacara, musik syair, dan terus mencatat segala hal yang berarti dan diketahuinya dalam tulisan yang berjudul “The Books of History (Shang Shu), The pring and Autum Annals, The Books of Rites, dan The Book of Song.

Filsafat Confusianisme dan Pengaruhnya
Pemikiran Confusianisme yang didasarkan atas prinsip keseimbangan yin dan yang. Prinsip keseimbangan menjadi hal utama yang dibahas sehingga keseimbangan yang mengatur hidup kita juga seimbang. Dengan aturan keseimbangan ini memberikan dampak yang begitu besar khususnya bagi masyarakat Cina.

Confusius menganjurkan agar orang belajar dan mempraktekan apa yang dipelajari sehingga menjadi seorang intelektual yang lengkap, orang seperti ini beliau sebut sebagai Qun Zi atau seorang intelektual-bijaksana,selain itu dia harus tatap tenag dalam segala situasi agar dapat menyelesaikan persoalan-persoalan penghidupan dengan rasional. Ajaran Confusianisme mengajarkan bahwa kita harus bisa mengatur harta yang baik terutama pendidikan anak-anak. Unsur pendidikan ini dalam Confusianisme karena para cendikiawan dihormati jauh lebih tinggi dibandingkan kekayaan.

Itulah sebabnya di Amerika saat ini kebanyakan mahasiswa peringkat atas diduduki oleh orang-orang dari Hong Kong, Cina, Taiwan, Singapore, Korea, dan Jepang yang ternyata negara-negara tersebut dipengaruhi ajaran Confusianisme.

Kemudian ajaran Confusianisme berdampak pula pada ekonomi Cina itu sendiri. Dengan adanya konsep kerja keras dan kekerabatan yanmg dijunjung tinggi, merupakan jaminan link keberhasilan ekonomi masyarakat Cina secara keseluruhan. Selain itu faktor kecintaan terhadap negara induk (RRC), menjadi sebuah motivasi besar bagi mereka, untuk berusaha seoptimal mungkin agar mampu memberikan kontribusi bagi negaranya tersebut, sekalipun mereka hidup di negara orang lain.

Secara ekonomi Cina memang mempunyai kompeten yang besar, bahkan Amerika sekalipun segai sebuah negara super power merasa riskan dengan keberadaan Cina tersebut. Selain faktor kerja keras, kekerabatan, faktor jumlah penduduk yang besar dan tersebar dimana-mana mempunya andil besar dalam roda perekonomian Cina. Kemudian daripada itu, tradisi kultural yang lekat dengan kehidupan orang Cina, merupakan faktor penetralisir, serta pendorong upaya pencerahan bagi kehidupan yang jauh lebih baik.

Bagi orang Cina sendiri keberadaan faktor ekonomi secara otomatis merupakan faktor pendukung majunya pendidikan (kemajuan intelektual). Filsafat Timur dianggap lebih magis dan bersifat irasional. Namun, ajaran Confusianisme yang termasuk filsafat Cina ini yang sebenarnya bukan aliran agama, tetapi aliran falsafah hidup yang tidak mengesampingkan dasar-dasar kepercayaan lama, sehingga mampu memelihara kerukunan dan kesejahteraan dalam negeri Cina dalam waktu tak kurang dari dua ribu tahun.
Orang Barat mengangap filsafat pemikiran Timur terutama Cina tidak selalu bersifat rasio (irasional), namun dari uraian pengaruh confusianisme di atas terlihat jelas bahwa pemikiran confusianisme ini bersifat nalar rasional karena pemikiran ini sesuai dengan kehidupan sehari-hari orang Cina.

Namun, pendapat tersebut bisa dibantah ternyata pada masa kejayaan Eropa 300 tahun yang lalu, banyak sarjana dan kaum intelektual terinspirasi oleh ajaran Khonghucu. salah satu diantara mereka adalah Gottfried Wilhelm Von Leibniz, bahkan mengusulkan pada tahun1689 suatu program pertukaran budaya Timur-Barat, mungkin usul pertukaran budaya ini merupakan pertukaran pertama internasional. dari pertukaran budaya diatas terlihat bahwa sekarang ini filsafat cina tidak lagi magis dan Irrasional, malahan filsafat Confusianisme ini bisa mempengaruhi perkembangan pemikiran di dunia.

b. Taoisme
Taoisme diajarkan oleh Lao Tse (“guru tua”) yang hidup sekitar 550 S.M. Lao Tse melawan Konfusius. Menurut Lao Tse, bukan “jalan manusia” melainkan “jalan alam”lah yang merupakan Tao. Tao menurut Lao Tse adalah prinsip kenyataan objektif, substansi abadi yang bersifat tunggal, mutlak dan tak ternamai. Ajaran Lao Tse lebih-lebih metafisika, sedangkan ajaran Konfusius lebih-lebih etika. Puncak metafisika Taoisme adalah kesadaran bahwa kita tidak tahu apa-apa tentang Tao. Kesadaran ini juga dipentingkan di India (ajaran “neti”, “na-itu”: “tidak begitu”) dan dalam filsafat Barat (di mana kesadaran ini disebut “docta ignorantia”, “ketidaktahuan yang berilmu”).

Taoisme di sini adalah 道家 Daojia (=filsafat Jalan/Tao). Mula-mula oleh Sima Tan aliran ini disebut 道德家 Daodejia (filsafat jalan dan kebajikan), belakangan disebut Daojia. Harap dibedakan pengertiannya dengan 道教 Daojiao (agama Tao). Umumnya keduanya sama2 ditulis dalam bahasa Inggris sebagai Taoism. Daojia juga harus dibedakan dengan 道學 Daoxue, yang merupakan aliran kebangkitan Rujia baru yang muncul ketika Dinasti Song. Oleh orang Barat Daoxue disebut Neo-Confucianism.
Sebagai suatu ajaran filosofis, Taoisme terus berkembang sampai abad kedua sebelum Masehi. Filsafat Taoisme juga terdiri dari aliran Chuang Tzu dan Huang Lao. Di dalam ajaran-ajaran awal tentang Taoisme ini, Tao dipandang sebagai “sumber yang unik dari alam semesta dan menentukan semua hal; bahwa semua hal di dunia terdiri dari bagian yang positif dan bagian yang negatif; dan bahwa semua yang berlawanan selalu mengubah satu sama lain; dan bahwa orang tidak boleh melakukan tindakan yang tidak alami tetapi mengikuti hukum kodratnya.” Sikap pasrah terhadap hukum kodrat dan hukum alam ini disebut juga sebagai wu-wei.
Di dalam masyarakat Cina kuno, filsafat dan agama belumlah dibedakan secara tegas. Sejak Taoisme mulai dikenal di dalam dunia berbahasa Inggris, pembedaan antara Taoisme sebagai filsafat dan Taoisme sebagai agama belumlah ada. Pada pertengahan 1950, para ahli sejarah dan Filsafat Cina berpendapat bahwa ada perbedaan tegas di antara keduanya, walaupun memang keduanya berdiri di atas tradisi yang sama. Marcel dan Granet dan Henri Maspero adalah orang-orang yang melakukan penelitian mendalam di bidang ini.
Memang, ada keterkaitan erat antara filsafat Taoisme dan agama Taoisme. Para filsuf Tao sendiri dianggap sebagai pendiri Taoisme, baik sebagai filsafat maupun sebagai agama. Buku paling awal yang memuat ajaran Tao ini berjudul Classic of Great Peace (T’ai-p’ing Ching) yang dianggap merupakan tulisan tangan langsung dari Lao Tzu. Dalam arti tertentu, Lao Tzu sendiri seringkali dianggap sebagai „dewa“. Ia punya beberapa julukan, seperti „Saint Ancestor Great Tao Mysterious Primary Emperor“, dan „Yang memiliki status sebagai Dewa“ (The Divine) itu sendiri.
Perbedaan dasar antara filsafat Taoisme dan agama Taoisme juga terletak pemahaman tentang tujuan dari keberadaan manusia itu sendiri. Para filsuf Taois berpendapat bahwa tujuan setiap orang adalah mencapai transendensi spiritual. Oleh sebab itu, mereka perlu menekuni ajaran Tao secara konsisten. Sementara, para pemuka agama Taoisme berpendapat bahwa tujuan setiap manusia adalah untuk mencapai keabadian, terutama keabadian tubuh fisik (physical immortality) yang dapat dicapai dengan hidup sehat, sehingga bisa berusia panjang. Pada titik ini, kedua ajaran Taoisme ini berbeda secara tajam. Para filsuf Taoisme berpendapat bahwa usia panjang itu tidaklah penting. “Hanya orang-orang yang tidak mencari kehidupan setelah mati”, demikian tulis Lao Tzu di dalam Tao Te Ching pada bagian ke-13, “yang lebih bijaksana di dalam memaknai hidup.” Di dalam beberapa tulisannya, Chuang Tzu menyatakan, “Orang-orang Benar pada masa kuno tidak mengetahui apapun tentang mencintai kehidupan, dan mereka juga tidak mengetahui apapun tentang membenci kematian.” Lao Tzu juga menambahkan, “Hidup dan mati sudah ditakdirkan – sama konstannya dengan terjadinya malam dan subuh… manusia tidak dapat berbuat apapun tentangnya.”
Jelaslah bahwa para filsuf besar Taoisme menyatakan bahwa orang tidaklah perlu untuk memilih antara kehidupan atau kematian. Alih-alih hidup di dalam keresahan di antara keduanya, orang harus melampaui perbedaan di antara keduanya. “Sikap transenden dari filsafat Taoisme terhadap hidup dan kematian”, demikian tulis Xiaogan, “…..adalah mengikuti alam dan tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak alamiah”. Sikap mengikuti alam disebut juga sebagai tzu-jan, dan sikap pasif dengan tidak melakukan tindakan-tindakan yang tidak alami disebut juga sebagai wu-wei. Kontras dengan itu, Taoisme sebagai agama justru menekankan pentingnya keabadian jiwa sebagai prinsip utama.
Filsafat Taoisme dan agama Taoisme juga berbeda pendapat tentang bagaimana seharusnya orang bersikap di hadapan penguasa politik. Filsafat Taoisme menolak tradisi (antitraditional) dan berupaya melampaui nilai-nilai yang diakui bersama. Lao Tzu dan Chuang Tzu bersikap kritis terhadap penguasa pada jamannya, dan juga terhadap nilai-nilai Konfusianisme tradisional. Mereka berdua berpendapat bahwa masyarakat akan jauh lebih baik, jika semua bentuk aturan, moralitas, hukum, dan penguasa dihapuskan. Di sisi lain, para pemuka agama Taoisme sangat menghormati penguasa dan aturan-aturan Konfusianisme. “Orang-orang yang hendak memiliki keabadian”, demikian tulis Ko Hung (284-343), seorang pemuka agama Taoisme, “haruslah menempatkan kesetiaan kepada penguasa dan kesalehan yang tulus kepada orang tua mereka… sebagai prinsip dasar.” K’ou Ch’ien Chih, seorang pemuka agama Toaisme lainnya, juga berpendapat bahwa setiap orang haruslah mempelajari Konfusianisme, serta secara aktif membantu kaisar di dalam mengatur dunia.
Agama Taoisme memang memberikan perhatian besar pada kepentingan-kepentingan praktis yang bersifat temporal. Jika filsafat Taoisme lebih bersifat individualistik dan kritis, maka agama Taoisme dapat dipandang sebagai ajaran yang lebih bersifat sosial dan praktis. Dalam arti ini, para filsuf Taoisme memiliki pengertian-pengertian yang agak berbeda tentang konsep-konsep dasar Taoisme, seperti wu-wei, Tao, dan te, jika dibandingkan dengan pengertian para pemuka agama Taoisme.

c. Yin-Yang
“Yin” dan “Yang” adalah dua prinsip induk dari seluruh kenyataan. “Yin” itu bersifat pasif, prinsip ketenangan, surga, bulan, air dan perempuan, simbol untuk kematian dan untuk yang dingin. “Yang” itu prinsip aktif, prinsip gerak, bumi, matahari, api, dan laki-laki, simbol untuk hidup dan untuk yang panas. Segala sesuatu dalam kenyataan kita merupakan sintesis harmonis dari derajat Yin tertentu dan derajat Yang tertentu.

d. Moisme
Aliran Moisme didirikan oleh Mo Tse, antara 500-400 S.M. Mo Tse mengajarkan bahwa yang terpenting adalah “cinta universal”, kemakmuran untuk semua orang, dan perjuangan bersama-sama untuk memusnahkan kejahatan. Filsafat Moisme sangat pragmatis, langsung terarah kepada yang berguna. Segala sesuatu yang tidak berguna dianggap jahat. Bahwa perang itu jahat serta menghambat kemakmuran umum tidak sukar untuk dimengerti. Tetapi Mo Tse juga melawan musik sebagai sesuatu yang tidak berguna, dan oleh karenanya dianggap jelek. Etika Mo Tse mengenal prinsip yang antara lain dalam agama kristen disebut kaidah emas: setiap orang harus memperlakukan negara-negara asing seperti tanah air sendiri, keluaga lain seperti keluarga sendiri, orang lain seperti dirinya sendiri. Perintah ini cukup untuk mencapai kebahagiaan dan kemakmuran umum.

Sekolah Mo berakar dari para pendekar yang kehilangan posisi/jabatannya di kerajaan dan kemudian menjadi pengembara (游侠/ yóuxiá). Adapun perbedaan pendapat anatara konfusianis dan mohis adalah sebagai berikut: Para Konfusianis mementingkan relasi yang tepat (Lǐ, tanpa memikirkan keberuntungan. Dari segi moral atau pendirian, para Konfusianis mengutamakan kebenaran dan kemurnian, tanpa menghitung keberhasilannya. Penganut Mo Tzŭ lebih pragmatis. Mereka mengutamakan secara khusus keberuntungan (Lì) dan pencapaian (Kung). Dari bab ke-35 Mo Tzŭ mengatakan:
“penilaian standar harus dilakukan… Tanpa standar ini, pembedaan antara betul salah, keberuntungan (li) dan keburukan, tidak bisa dilakukan. Maka setiap penilaian harus diverifikasi… tentang dasarnya (adakah ia berdasarkan pola tindakan raja-raja kuno yang bijaksana), pembuktiannya (adakah ia terbukti penting lewat keberuntungan bagi rakyat jelata), dan aplikasinya (apakah memberi keberuntungan pada negara dan rakyat…”

Dengan demikian, tolok ukur kebenaran sebuah prinsip menurut Mo Tzŭ adalah seberapa besar keberuntungan yang diberikan kepada negara dan rakyat jelata. Segala sesuatu harus berguna, dan semua prinsip harus bisa diaplikasikan supaya menyumbang sesuatu nilai secara mandiri. Maka sesuatu prinsip yang tidak bisa diejawantahkan nilainya, ataupun tidak bisa diajarkan secara efektif kepada manusia lain untuk mengejawantahkan nilainya, hanya rasio belaka. Tetapi pendirian Mo Tzŭ ini bertabrakan dengan idealisme Konfusianis, yang mengutamakan pembentukan moralitas yang mendukung tindakan seseorang, supaya bertindak mengikut apa yang benar, dan bukan mengikut apa yang lebih bermanfaat.

e. Ming Chia
Ming Chia atau “sekolah nama-nama”, menyibukkan diri dengan analisis istilah-istilah dan perkataan-perkataan. Ming Chia, yang juga disebut “sekolah dialektik”, dapat dibandingkan dengan aliran sofisme dalam filsafat Yunani. Ajaran mereka penting sebagai analisis dan kritik yang mempertajam perhatian untuk pemakaian bahasa yang tepat, dan yang memperkembangkan logika dan tatabahasa. Selain itu dalam Ming Chia juga terdapat khayalan tentang hal-hal seperti “eksistensi”, “relativitas”, “kausalitas”, “ruang” dan “waktu”.

f. Fa Chia
Fa Chia atau “sekolah hukum”, cukup berbeda dari semua aliran klasik lain. Sekolah hukum tidak berpikir tentang manusia, surga atau dunia, melainkan tentang soal-soal praktis dan politik. Fa Chia mengajarkan bahwa kekuasaan politik tidak harus mulai dari contoh baik yang diberikan oleh kaisar atau pembesar-pembesar lain, melainkan dari suatu sistem undang-undang yang keras sekali.

g. Mencius dan Xunzi
Konfusianisme bermula dari ajaran Konfusius, tetapi kemudian dibangun dan dikembangkan oleh Mencius dan Xunzi. Seperti Konfusius, Mencius mendasarkan ajarannya pada Ren, tapi ia menyatakan bahwa untuk membina Ren harus dikembangkan yi atau kebaikan. “Yang disimpan dalam hati adalah ren, yang dipakai dalam tindakan adalah yi.” Jadi, ren adalah prinsip tepat untuk mengawasi gerak internal, sedangkan yi adalah cara tepat untuk membimbing tindak eksternal.

Mencius mengritik Mohisme mengenai tata hubungan relasi. Mo Tzu mengabaikan hierarki ini dengan menekankan kesamaan kedudukan dalam relasi. Yang Tzu lebih menekankan diri sendiri. Ia menunjukkan bahwa karna tidak adanya hierarki ini dan menekankan diri sendiri, Yang Tzu telah menentang rasa kemanusiaan dan keadilan yang arah nyatanya peduli pada orang lain. Pada Mo Tzu tidak ada gradasi cinta (no gradations of greater or lesser love). Lebih lanjut lagi, Ia menekankan Sistem Keluarga yang diungkap Confusius; yaitu sistim masyarakat Tionghoa, ada 5 jenis hubungan yaitu Raja-Menteri, Ayah-Anak, Suami-Istri, Kakak-Adik, teman-teman.

Penggalang Konfusianis lainnya adalah Xunzi. Dia adalah eksponen prinsip prinsip Konfusius, tapi pengkritik Mencius. Bila Mencius dapat dikatakan sebagai wakil dari sayap idealistic, maka Xunzi merupakan wakil dari sayap realistic, karena ia menekankan control social dan kodrat manusia itu buruk.

h. Daoisme
Lao Zi dan pengikutnya menduga bahwa ada yang salah dalam hakekat masyarakat dan peradabannya. Mereka menganjurkan rakyat Cina untuk membuang semua pranata dan konvensi yang ada. Mereka percaya bahwa manusia yang dulu mempunyai suatu sorga kemudian hilang karena kekeliruannya sendiri, yaitu karna ia mengembangkan peradaban. Menurut Lao Zi dan pengikut pengikutnya, cara terbaik untuk hidup adalah menarik diri dari peradaban dan kembali kepada alam, dari keadaan beradab ke keadaan alami. Inilah jalur pemikiran naturalistic yang dikenal sebagai Daoisme yang menjunjung tinggi Dao dan alam.

Para penganut Daois memandang alam sebagai tempat mereka menarik diri, mencita citakan hidup sederhana, dengan wu wei sebagai inti ajaran mereka. Tetapi karena diantara mereka ada perbedaan dalam hal menafsirkan konsep Dao, muncullah dua anak aliran. Yang satu dipelopori oleh Zhuang Zi, yang lainnya dipelopori oleh Yang Zhu.

Sementara itu, Chuang Tzu memandang Dao sebagai totalitas dari spontanitas segala sesuatu di alam semesta ini. Semua hal harus dibiarkan berkembang sendiri, secara alami dan spontan, Akan tetapi Yang Tzu berpendapat bahwa Dao adalah suatu kekuatan fisis yang buta. Dao menghasilkan dunia tidak atas dasar perencanaan atau kehendak, tetapi atas dasar keniscayaan atau kebetulan. Pendapat ini merupakan pendapat yang mewakili kaum materialistic Daoisme. Apapun perbedaannya, ajaran ajaran mereka menekankan bahwa manusia harus cocok dan serasi dengan kodratnya dan puas dengan apa adanya.

i. Han Fei Zi
Dalam Kitab han Fei Zi kita temukan suatu sintesa bulat dari gagasan kaum Legalis berasal dari ajaran shi menurut Shen Dao, ajaran shu menurut Shen Buhai, dan fa menurut Shang Yang. Han Fei memakai teori Xunzi tentang kodrat manusia dalam upayanya mempertahankan bahwa hukum dan peraturan itu esensial dalam menjaga tatanan social dan perdamaian .Han Fei juga memakai doktrin wu wei dari Laozi bagi prinsip politiknya bahwa roda pemerintahan yang memakai hukum yang terperinci harus berfungsi sendiri, tidak perlu ada campur tangan penguasa. Dengan demikian menandakan bahwa mereka bertentangan langsung dengan kaum konfusianis, yang menekankan nilai nilai etis dan pengaruh manusia.

Menurut Sima Tan (meninggal tahun 110 SM), keenam sekolah klasik tersebut kadang dikatakan mereka berasal dari keenam golongan dalam masyarakat Cina, yang terdiri dari:
a. Rujia: kaum ilmuwan
b. Daojia: kaum pertapa
c. Yinyangjia: para ahli ilmu gaib
d. Mojia: kaum ksatria
e. Mingjia: para pendebat
f. Fajia: ahli-ahli politik

2. Zaman Neo-Taoisme dan Buddhisme (200 S.M.-1000 M.)
Bersama dengan perkembangan Buddhisme di Cina, konsep Tao mendapat arti baru. Tao sekarang dibandingkan dengan “Nirwana” dari ajaran Buddha, yaitu “transendensi di seberang segala nama dan konsep”, “di seberang adanya”. Transendensi merupakan dasar dari dua unsurnya yang lain. Transendensi hendak menjadikan nilai-nilai transendental (keimanan) sebagai bagian penting dari proses membangun peradaban. Transendensi menempatkan agama pada kedudukan yang sangat sentral.

3. Zaman Neo-Konfusianisme (1000-1900)
Dari tahun 1000 M. Konfusianisme klasik kembali menjadi ajaran filsafat terpenting. Buddhisme ternyata memuat unsur-unsur yang bertentangan dengan corak berpikir Cina. Kepentingan dunia ini, kepentingan hidup berkeluarga dan kemakmuran material, yang merupakan nilai-nilai tradisional di Cina, sema sekali dilalaikan, bahkan disangkal dalam Buddhisme, sehingga ajaran ini oleh orang dianggap sebagai sesuatu yang sama sekali asing.

Neo-Konfusianisme adalah bentuk Konfusianisme yang terutama dikembangkan selama Dinasti Song, tetapi aliran ini mulai nampak ke permukaan sudah sejak zaman dinasti Tang lewat Han Yu dan Li ao. Mereka membuka cakrawala baru Neo-Konfusianisme, yaitu dimensi kosmologis dalam refleksi mereka. Zhou Dunyi merupakan tokoh yang tak boleh dilupakan. Kosmologi Zhou Dunyi merupakan pengembangan butir-butir ajaran Apendiks dari Kitab Yi Jing dan dia memakai diagram daois untuk ilustrasi dan membentuk ‘Tai Ji Tu dan Tai JI Shuo-nya. Selain Zhou Dunyi masih ada Shao Yong (kosmologis lain yang mengembangkan ajarannya berdasar juga Apendiks dari Kitab Yi Jing. Bedanya dengan Zhuo dia memakai 64 hexagram Yi Jing). Sementara Zhang Zhai (kosmologis lain yang juga mengembangkan ajarannya berdasar juga Apendiks dari Kitab Yi Jing. Namun dia menekankankan dan mengolah lebih jaug gagasan Qi). Mewarisi ‘ke-satu-an’ dari segala dari Zhang Cai, itu yang dikembangkan Cheng Hao menjadi filsafatnya. Ren = rangkuman dari: Yi, Li, Zhi dan Xin, pahami itu dan tempa-tumbuhkan dengan ketulusan dan kecermatan, itulah segalanya. Secara metafisis ada kesatuan antara semua yang ada. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan lebih lanjut oleh Lu Jiuyuan dan Wang Yangming yang pada akhirnya membentuk sekolah Lu wang.

4. Zaman Modern (setelah 1900)
Sejarah modern mulai di Cina sekitar tahun 1900. Pada permulaaan abad kedua puluh pengaruh filsafat Barat cukup besar. Banyak tulisan pemikir-pemikir Barat diterjemahkan ke dalam bahasa Cina. Aliran filsafat yang terpopuler adalah pragmatisme, jenis filsafat yang lahir di Amerika Serikat. Setelah pengaruh Barat ini mulailah suatu reaksi, kecenderungan kembali ke tradisi pribumi. Terutama sejak 1950, filsafat Cina dikuasai pemikiran Marx, Lenin dan Mao Tse Tung.

Inilah sejarah perkembangan filsafat China, yang merupakan filsafat Timur. Yang termasuk kepada filsafat Barat misalnya filsafat Yunani, filsafat Helenisme, “filsafat Kristiani”, filsafat Islam, filsafat jaman renaissance, jaman modern dan masa kini.

E. Pemikir-Pemikir Aksial dan Formasi Sekolah-Sekolah Filsafat
Perkembangan filsafat Cina pada periode dari tahun 475-221 SM merupakan sebuah proses kreatif dimana dua tradisi kebudayaan muncul sebagai respons atas perubahan sosial dan politik saat itu. Humanisme politis dan naturalisme organik adalah dua posisi tipikal sebagaimana lebih lanjut dikembangkan dalam konfusianisme dan Daoisme.

Mencius mengindentifikasikan persoalan sentral waktu sebagai stabilitas politis dan sosial (ding). Persepsinya dan wawasannya dalam persoalan ini adalah bahwa dunia ini akan “distabilisasikan oleh being unified” (ding-yu-yi). Persoalannya adalah bagaimana dunia ini disatukan dan ditata menurut sebuah sistem prinsip-prinsip, contohnya: tatanan Zhou atau Li.

Selain itu, dikatakan pula bahwa legalisme berkembang dari penyatuan dan perbandingan berbagai sekolah filsafat pada awal-awalnya, seperti konfusianisme, Mohisme, Daoisme. Dari konfusianisme berupa pengontrolan massa dengan otoritas dan doktrin tentang alam jahat manusia (Hsun Tzu), dari Mohisme berupa prinsip kesamaan dan utilirianisme, dari Daoisme berupa prinsip-prinsip non-aksi (wu-mei). Faktor terpenting dari pemikiran legalis adalah pertimbangan dari kebutuhan mendesak untuk pemerintahan yang tersentralisasi dan tersatukan. Selain empat sekolah tersebut, dalam periode Cina klasik juga muncul nama-nama sekolah, seperti sekolah Yin-Yang Wu-Xing, sekolah strategi Militer (Bing Jia), sekolah agronomi (Nung Jia) dan sekolah Diplomatik (Zong Heng Jia).

Sekolah-sekolah filsafat ini mengetengahkan sebuah transformasi nilai-nilai dan sebuah rekonstruksi tradisional, penciptaan standard baru ataupun paradigma baru. Karl Jaspers menyebutnya sebagai abad aksial. Para filsuf yang dikenal berpengaruh pada periode klasik sejarah cina ini adalah para pemikir aksial. Mereka menanggapi secara kritis abad mereka dan terhadap dunia waktu mereka, dan yang mengembangkan arah-arah dan visi-visi pada sebuah transformasi nilai untuk seluruh kemanusiaan. Ini adalah sebuah integrasi kreatif dari li dan tradisi zhi. Apa yang disebut kreatif dalam wawasan mereka itu ditarik dari keterlibatan eksistensial mereka dalam dunia dan kemnausiaan.

Beberapa ciri dari “pemikir aksial”:
1. Mereka disebut pemikir aksial apabila mereka memikirkan bagi dunia, sebuah keseluruhan masyarakat, kelas sosial, sebuah lokalitas khusus dan dirinya.
2. Mereka mampu untuk menancapkan pengaruhnya pada generasinya dan generasi sesudahnya dalam sebuah cara yang alami dan spontan. Tidak ada manuver politik dalam mempengaruhi masyarakat. Pengaruh tersebut muncul melalui jalur sosial dan kultural seperti: mengajar, lecturing dan percakapan atau dialog dalam sebuah lingkungan intelektual ataupun yang berbasiskan akademis.

Ada beberapa macam tanggapan kritis di antara para filosof, yang mana masing-masing mempresentasikan sebuah tindakan kritik dan evaluasi atas realitas sosial dan politik.
1. Tipe pertama tanggapan kritis adalah melepaskan realitas sosial dan politik dan dalam pengertian untuk mengatasi realitas sosial politik untuk sesuatu yang sungguh memang bersifat utopia
2. Tipe kedua adalah tanggapan konfusian atas rekonstruksi. Dalam basis pengalaman kulturalnya dan refleksi historisnya, konfusius melihat adanya nilai yang menekankan kembali tradisi li. Konfusius juga menekankan soal eksistensi dan kekuatan ren, kekuatan dari transformasi moral atas individu manusia dalam relasinya dan transaksi dengan yang lainnya. Ren dalam filsafat konfusius berarti kualitas yang menegaskan kemanusiaan yang mempunyai kekuatan untuk mengembangkan kemanusiaan dari pusat seorang individu ke sebuah komunitas melalui hubungan manusia yang tertata dengan baik dan atas pertemanan yang harmonis.

Konfusius mengubah political ren ke dalam suatu moral and human ren. Ada 3 point yang ditunjukkan. Yang pertama, belas kasih dan kebajikan terhadap orang-orang secara umum diperluas dengan melibatkan unsur perasaan dan tindakan pribadi individu dalam masyarakat. Yang kedua, bukanlah penguasa itu sendiri yang mampu untuk mempraktekan ren atau yang harus mempraktikannya. Semua manusia mampu mempraktekkannya dan harus mempraktekannya supaya lebih manusiawi dan dimanusiakan. Yang ketiga, ren harus dipandang sebagai kekuatan batin dari seorang pribadi manusia, yang dapat dilatihkan dan yang membutuhkan adanya perhatian yang konstan supaya dapat tumbuh ke dalam sebuah kesempurnaan.

Terkait dengan li (praktek), yi adalah esensi dari tindakan li. Dalam relasinya dengan yi, li adalah realisasi dari pemikiran akan yi. Dalam relasinya dengan ren, yi adalah objektivikasi dari ren. Dalam relasinya dengan yi, ren adalah kekuatan yi yang memotivasi. Dengan demikian, ren adalah bentuk yang paling konkret dan sempurna dari semua nilai keutamaan dan merupakan integrasi dari semua keutamaan

F. Penutup
Demikianlah perjalanan sejarah Filsafat Cina yang coba dirunut. Begitu banyak kelemahan serta (mungkin) kesalahpahaman dalam memahami sejarah filsafat ini yang memang tidak mudah apalagi begitu banyak istilah asing yang digunakan. Namun penulis mencoba semaksimal mungkin untuk menguraikan dengan baik bagaimana perjalanan ini mulai dari abstraksi dinasti Zhou hingga Neo konfusianisme. Pengaruh ajaran mereka memainkan peranan penting sepanjang sejarah Cina bahkan hingga sekarang. Meski terdapat sikap saling kritik antara filsuf satu dengan lainnya hal tersebut nyatanya telah membentuk suatu atmosfer pemikiran Cina secara keseluruhan.

Daftar Pustaka
1. Creel, H. G. Chinese Thought from Confusius to Mao Tse tung. 1953. Chicago: The University of Chicago Press.
2. Yu-Lan, Fung. A History of Chinese Philosophy, vol. I & II. 1952. Princeton: Princeton University Press.
3. ———. Short History of Chinese Philosophy. 1948. New York: The Free Press.
4. Liu, JeeLoo. An Introduction to Chinese Philosophy – From Ancient Philosophy to Chinese Buddhism. 2006. Blackwell Publishing.

SUKSES MENANGGULANGI KESALAHAN MANAJEMEN


  • SIKAP YANG BENAR

Belajar dari kesalahan hanya dapat dimulai dari cara berfikir yang positif. Cara mengubah kesalahan menjadi sesuatu yang benar dengan cara:
1. Sikap yang tidak menyalahkan
Apabila terdapat suatu masalah di dalam suatu manajemen perusahaan bukan berarti perusahaan tersebut melakukan hal yang gagal, justru dengan tim dari perusahaan tersebut melakukan kesalahan, sejujurnya itu merupakan pembelajaran. Sehingga masing masing anggota tahu bahwa hal tersebut tidak harus menyalahkan satu sama lain, karena tidak ada sistem yang di buat manusia yang terbebas dari kesalahan. Dari hal tersebut kita dapat mengira hal hal yang menyebabkan suatu masalah, di antaranya:
1. Selalu menganggap gampang
2. Karena rapat yang salah
3. Kesalahan yang bukan disebabkan karena rapat
4. Karena ada dari partai luar
5. Kesalahan mekanik
6. Mis-komunikasi
7. Kehendak tuhan.
Hal tersebut bisa digunakan sebagai alat untuk menganalisa suatu permasalahan. Dalam hal ini manajer akan mengambil tindakan yang sesuai prosedur yang berlaku, tidak juga mengambil pintas, tapi membutuhkan pelajaran yang expert  di bidang ini. Seorang menejer bisa mengambil langkah yang tepat untuk karyawannya ini:
• Di latih
• Di kompensasi
• Di  toleransi
• Di netralisir.

2. Sisi yang cemerelang

Dengan selalu menggunakan uang apabila mendapati masalah adalah hal yang tidak patut untuk dilakukan, serta membiarkan kebencian antar karyawan karena apa yang diduga keras kadang kali yang benar benar salah karena terjadinya hal yang tidak benar. Kadang kali tidak adanya transfaransi dalam menyampaikan suatu berita yang terjadi sehingga akan berujung negative thinking di antara para pegawai. Selain itu adanya rasa pesimis, ini yang kadang kala sulit diatasi karena rasa ini sulit untuk dicadangi.
3.Tindakan yang menyerang
Menjadi penyerang dapat dilakukan dengan mudah oleh kebanyakan orang, demikian juga untuk bertahan. Apabila seorang manajer tidak adil terhadap bawahannya, tidak menutup kemungkinan adanya penyerangan dari bawahan.
4. Biarkan berlalu
Apabila ada seorang melakukan kesalahan, maka tidak harus di judge secara terus terus an, maksudnya diperlakukan berbeda, maka ini akan menyebabkan stress nya seorang karyawan tersebut, hokum lah ia lalu perlakuakan seperti hal nya sebelumnya.
5.Buatlah pengecualian
Manajemen dengan pengecualian mengansumsikan sebagian tugas dilakukan dengan benar dan tepat waktu, menejer hanya boleh cemas dengan sesuatu yang tidak dan tidak akan. Ini merupakan prinsip yang sederhana dan efektif.
6.Lama dan pendeknya
Salah satu perbedaan menyolok antara menejer dengan pegawai yang lain adalah menejer dibayar untuk melihat hasil jauh kedepan dan memiliki pandangan lebih luas terhadap kegiatan perusahaan.
7.Keberuntungan
Pemimpin sering disebut orang yang beruntung, ada kecendurungan yang sama dalam industry. Pegawai, pers, dan pemilik saham mengembangkan perasaan yang hangat terhadap menejer senior dan direktur yang secara konsisten memiliki sikap menyenakngkan, biasanya menereka menampilkan sikap yang merasa orang beruntung.
8.Meja yang bersih
Pernyataan dari meja bersih ini maksudnya, pencerminan pada pendekatan yang meningkatkan gairah kerja.

  • ORANG YANG TEPAT

Bisnis melibatkan uang dan orang, sumber daya manusia biasanya sama pentingnya dengan keuangan, dan menejer perlu untuk memiliki keahlian untuk mengatur orang juga keahlian menangani keuangan.
Mengatur orang memang ada dan nyata, banyak yang dituntut di sini. Memahami kebutuhan sudah merupakan lebih dari separuh pertarungan.dengan memiliki orang orang yang tepat berarti memiliki pendekatan yang tepat dalam penyeleksian staf.

Hasil penelitian tentang penyeleksian terhadap sebuah organisasi, dan mereka mendapatkan rata rata kesalahan yang paling buruk diantara perusahaan yang profesional.

  • Hindari seleksi

1. Anggap saja lowongan ada tanpa beban kerja yang akan datang yang mungkin akan merusak.
2. Pilihlah pegawai tetap di saat puncak beban kerja sedang tidak tetap dan dapat diduga sebelumnya.
3. Kegagalan dalam memeriksa sepenuhnya .
4. Kegagalan bahwa setiap orang sesungguhnya butuh pekerjaan,

  • Analisa pekerjaan

1. Kesalahan untuk memperoleh keseimbangan yang benar antara timbal balik calon yang dibutuhkan dan daya muat pekerjaan
2. Kelompokan calon yang ideal daripada kebutuhan minimum
3. Kegagalan untuk mengenali pada langkah ini bahwa kompromi dari keidealan memang perlu.

  •  Iklan, dan sejenisnya

1. penulisan iklan yang menggugah minat yang tidak dapat didukung dalam wawancara.
2. Keyakinan sepenuhnya bahwa hokum alam tidak menempatkan iklan menjadi milik seseorang.
3. Rubahlah iklan , melawan nasehat dan kemudian salahkan penasehat akan kesalahannya.
4. Catat dalam media lawan nasehat dan menyalahkan penasehat
5. Menuntut kelengkapan dari bentuk aplikasi ketika daftar riwayat hidup yang baik tersedia.

  • Pemilihan dan penggunaan sumber

1. Pemberian nomor kontak tanpa memberikan informasi yang cukup bagi calon yang potensial untuk mengetahui mereka tidak sedang menulis untuk dirinya sendiri,
2. Penggunaan sumber saingan tanpa menasehatkan bahwa mereka sedang bersaing.
3. Menjalankan pasar dengan iklan yang buruk.
4. Penggantian konsultan penyelidik dalam bidang khusus yang erat hubungannya.
5. Pemansangan iklan suatu pekerjaan yang dapat di identifikasi untuk mengetes pasar.

  • Orang yang di proses wawancara penutupan penjualan

Langsung
1. Jawaban yang lambat dari suatu lamaran berarti kehilangan calon pegawai
2. Inisiatif yang lambat dari program wawancara berarti akan kehilangan orang
3. Waktu wawancara yang tidak tepat akan mengakibatkan kehilangan orang
4. Menganggap bahwa calon tidak tertarik jika mereka tidak datang pada saat wawancara.
Melalui konsultan
1. Tolaklah orang yang disarankan untuk wawancara tanpa berbicara dengan sumbernya.
2. Penolakan orang dari agen ya g berada dalam jajaran penggambaran agen yang berasal dari agen lain.

  • Wawancara

1. Pertanyaan bagi jawaban yang berbelit belit untuk mengesahkan pertanyaan calon
2. Datang terlambat, mabok, atau pemarah dalam wawancara
3. Menggunakan pewawancara pengganti yang tidak ada kaitannya,
4. Gagal untuk mengecek pada akhir wwancara apakah calon masih berminat
5. Menganggap calon yang diajukan oleh konsultan kurang memuaskan
6. Lupa menjelaskan bahwa bungalow indah yang ditawarkan telah dilengkapi dengan pelindung dari peluru
7. Memberikan data dan menawarkan data.
8. Menggambarkan keadaan gaji.

  • Penutupan penjualan

1. Anggaplah bahwa karena calon mengatakan suka pada anda, pekerjaan dan perusahaan, mereka akan menunggu dengan waktu yang tak tentu, bagi penawaran tersebut.
2. Tawaran yang dingin, acuh dan formal akan kehilangan calon sering untk mrreka yang kurang cerdas .
3. Penawaran dibuat tanpa pemikiran atau pembicaraan, yang cukup mengenai gaji,
4. Menjadi gusar untuk pertanyaan pertanyaan terakhir
5. Gagal dalam mengecek izin pekerjaan cukuo tepat,
6. Mengenali bahwa calon yang lebih dulu dapat melakukan pekerjaan namun mennggu dan mengharapkan yang lebih.

  • Pelantikan

Pelamar datang menemukan:
1. Ruangan tidak ada
2. Meja, mobil, pegawai, pekerjaan dsb tdk ada
3. Tidak ada lowongan
4. Yang mendahului msh ada disana
5. Boss/susunan/lokasi/perusahaan induk yang baru
6. Tak seorangpun yang mengharapkannya
7. Tidak ada bayaran
8. Tidak ada program induksi
9. Tidak ada perusahaan

  •  Persewaan untuk mendapatkan keuntungan

Terlalu banyak keputusan menyewa dilakukan tanpa memperhitungkan keuntungan yang ppotensial untuk dicapai dari penampilan pekerjaan, lebih buruk lagi biaya yang potensial juga di abaikan, mungkindi sebabkan beberapa masalah seperti apakah kedepannya akan terus berguna, memikirkan keuntungan dan tanggung jawab akan baliknya suatu modal, maka untuk permasalahan ini harus di adakan anggran biaya ektra,

  • Menjaga pegawai

Pengerahan tenaga adalah mahal, bahkan bila mengurangi biaya langsung sampai yng terendahpun biaya yang tak langsung dan lain sebgainya. Ada salasatu alternative yaitu dengan berusaha lebih keras dalam menjaga pegawai. Menjalankan bisnis dengan pegawai yang memiliki masa jabatan rata rata lima tahun, maka perusahaan bisa menghemat seperlima dari biaya pengerahan tenaga yang diperlukan untuk tiap tahun.

  • Calon adalah pelanggan

perusahaan harus benar benar selektif dalam memilih pegawai baru, ini berlaku bagi perekrutan dalam posisi bawah sampai posisi atas dalam perusahaan.

  • Penandaan

Perusahaan harus memiiki dokumentasi bagi setiap keputusan atau aksi yang dilakukan perusahaan, entah aksi yang biasa aja, semacam olahraga bareng antar pegawai atau lain lain nya.

  • Keberhasilan melalui pergantian

Setiap perusahaan mempunyai rules rules tersendiri, tetapi kadang kala ada rules yang mungkin dilupakan dan tidak tertulis di SOP perusahaan, sehingga rules tersebut sebenarnya berjalan tetapi tidak tertulis, ini biasa nya rules yang di anggap sepele oleh setiap anggota pegawai. Makanyua di adakan training khusus bagi pekerja baru, seperti pengenalan lingkungan dan cara kerja.

  • Angan-angan untuk menduduki jabatan direktur

Setiap perusahaan mempunyai tujuan yang pasti ingin menjadi perusahaan yang maju, begitupun dengan para pegawainya, mereka ingin menapaki karirnya, adakala seorang yang dari posisi bawah bisa menduduki seorang manajer. Atau kadang kala ada yang sudah menduduki posisi atas, dan melakukan kesalahan sehingga perusahaan tidak memecatnya tapi di down grade, atau penurunan level jabatan.

  • Anggaran yang paling penting

Manajer yang baik yaitu manajer yang dapat melihat secara menyeluruh dari bawahan sampai atasan, dalam hal ini pun manajer harus memperhatikan bagian personalia, yang merekrut pekerja baru, biasa nya ada manajer yang tidak mau tahu masalah pembiayaan perekrutan karyawan baru, padahal SDM bukan sepenuhnya tanggung jawab personalia,
 sekretaris
bagi kebanyakan orang menganggap bahwa keberhasilan seorang manajer di sebabkan adanya sekretaris yang membantu kerja sang manajer, padahal ini tidak sepenuhya benar, karena manajer yang mengendalikan sekretaris juga.

MENDATANGKAN UANG
Pekerjaan yang dapat menciptakan keuangan
Tanggung jawab dan kewajiban utama dari pegawai adalah untuk memaksimalkan keuntungan dan kefisienan perusahaan, sebagai alat untuk mencapai tujuan, pegawai ini tentu saja juga termasuk dalam pendanaan, dsb. Tidak ada keuntungan otomatis dalam menjamin keselamatan, kesanggupan melunasi utang, kelangsungan hidup pekerjaan, kelangsungan hidup perusahaan, hubungan industrial yang baikterhadap pelanggan, produk yang baik, informasi menejemen yang baik dan menurut aturan hokum. Semua itu merupakan bagian dari alat untuk mencapai tujuan. Kesnggupan melunasi utang adalah penting namun ini bukan tujuan akhir, atau bisa memberikan injeksi modal.
Ungkapan semua
Apabila ada permasalahan dalam perusahaan hendaknya semua tahu dari kalangan bawahan hingga atasan, contoh permasalahan nya yang harus di ungkapkan antara lain:
1. berapa banyak pengeluaran yang tidak di izinkan untuk tujuan pajak dan dimana kepentingannya.
2. Bagaimana rata rata perusahaan dibandingkan dengan yang harus dicapai didalam pasar uang periode tersebut.
3. Bagaimana hubungannya dengan gerakan harga dibanding indeks FT.
4. Gaji rata rata untuk setiap pegawai dan upah rata rata nasional
5. Pergantian pada laba tiap tiap pegawai.
6. Presentasi pergantian dilakukan oleh 10% pelanggan
Obsesi penetrasi
Beberapa dari manajer yang terbaik terobsesi dengan penetrasi pasar. Mereka tahu ukuran pasar dari tiap tiap produk mereka. Mereka tahu penetrasi mereka terhadap pasar. Terkadang mereka tahu juga figure pesaing yang lain. Staff Penjual sering beranggapan bahwa kebutuhan untuk meningkatkan penjualan didalam pasar yang agak terbatas adalah masalah mereka ya g terbesar. Dalam hal ini ada tiga kasus yang perlu diperhatikan:
1. Juallah kepada orang yang tidak membeli produk atau jasa tersebut sebelumnya.
2. Eksporlah yang lebih banyak
3. Jual kepada mereka dimana penjualan ini tidak di anggap bagian dari pasar resmi.
Pertahanan harga
Masalah harga merupakan persoalan yang buta bagi banyak menejer keuangan dan sebagainya, sebagian besar takut terhadap kolega penjual mereka dan pandangan nya terhadap sensitif ke pasar. Staf keuangan biasanya ingin meningkatkan harga dan staff penjual bilang bahwa ini tidak mungkin karena perhitungan kunci akan dihilangkan.
Banyak manajer yang membayangkan bahwa mereka sudah terlibat dalam latihan pemberian harga produk di saat mereka adalah:
1. Bertahan secara acak ditingkat batas kasar
2. Menjaga proposal pemotongan harga yang di ajukan oleh staf penjual
3. Pemberian harga, melawan harga yang dilakukan oleh pesaing yang produknya tidak menyeluruh atau bahkan tidak kompetitif.
Factor penting yang mempengaruhi keputusan harga meliputi:
1. Tersedianya kapasitas
2. Biaya produksi
3. Harga yang bersaing
4. Penerimaan persaingan pasar
5. Pengaruh pasar yang ada
6. Kebutuhan pasar dalam hal kualitas.

Pergantian kerugian pembayaran
Ada hal yang dapat dilakukan agar bisa bersikap manis terhadap pelanggan. Di dalam bisnis terdapat batas kasar, bagus dan persaingan berapi api, sehingga harus mengumpulkan pelanggan dengan penilaian sangat ketat.

Penderitaan yang timbul
Akusisi adalah pembelian bisnis lain, perusahaan firma atau asset, hak, hak paten, peralatan dan merk dan sebagainya. Dorongan tersebut sebaiknya dilakukan dengan beberapa pertimbangan yang tidak emosional, misalnya:
1. Biaya investigasi sekalipun gagal dapat di pertimbangkan, baik di ukur secara ekternal maupun internal.
2. Aliran uang tunai jangka pendek tidak sesuai dengan anggaran.
3. Kerugian yang tidak diharapkan melebihi keuntungan yang tidak diduga
4. Masalah integrasi selalu di sepelekan
5. Orang yang di inginkan pergi dan orang yang tidak di inginkan tetap bekerja.
6. Penyimpangan antara kedua asset keuntungan pegawai merupakan masalah IR dan menambah biaya
7. Pemegang saham, pers dan perubahan stock biasanya salah mengerti.
8. Masalah kesatuan

Tetap jauhkan perusahaan
Bila muncul keadaan yang berlawanan dengan keinginan untuk tetap tumbuh, hal itu merupakan situasi yang membutuhkan adanya doctor perusahaan. Ini dibutuhkan saat situasi:
1. Situasi kas yang kritis
2. Situasi keuntungan yang kritis
3. Kebutuhan akan adanya penyusunan kembali ataupun rasionalisasi, sering untuk membangunkan tawaran untuk mencegah tawaran yang akan datang.

Manajemen didalam kerugian.
kondisi rugi memiliki keuntungan, mereka menuntut dan mendesak tindakan manajemen dengan cara sama bagusnya dengan kehadirannya, memberikan catatan ancaman. Lebih jelasnya bahwa kebanyakan menejer disaat perusahaan nya mulai goyah, lebih baik melakukan langkah langkah ini:
o Berkonsentrasi
o Menanggulangi bersama
o Janji poliitik
o Taksiran prioritas
o Mencari tujuan kunci
o Melakukan pengorbanan
o Singkirkan hal hal yang sepele
o Membuat keputusan yang tidak menyenangkan
Jika mengerjakan langkah langkah di atas dapat menciptakan ancaman kerugian sebagai senjata taktik didalam gudang menejemen perusahaan.

Panik
Panik potensial melahirkan dorongan untuk bertindak, dan harus bersiap untuk mengambil keputusan dan mengambil keuntungan dari situasi seperti itu, dan menjadikannya sebagai alat untuk membantu langkah berikutnya. Tugas menejer adalah mengambil analisa maslah bawahan yang bimbang dan memanggil mereka kemudian memberikan pengarahan meyakinkan solusi maupun jalan keluar yang meringankan.

Terlalu banyak melakukannya
Apabila seorang menejer melakukan tindakan yang berlebihan , maka akan menyebabkan:

  • Mengambil tindakan terhadap harga
  • Mengambil tidakan terhadap produk
  • Meningkatkan pemasaran.

Ketidakharusan suatu kebutuhan
Proyek berdasarkan pada kebutuhan yang biasanya sudah diduga sebelumnya. Dengan suatu pembatasan menejer dapat memutuskan tujuan alternative dan alat alternative. Menejer yang baik harus mempertegas langkah berjuang keras dan siap menentukan alternative yang membahayakan sekalipun.

Praktek yang terbaik
Bila ada syarat untuk praktek modal yang berdasarkan pada kebutuhan maka aka nada maslah serupa dengan semua pengeluaran berdasarkan pada tujuan yang diduaga keras sebagai praktek modern terbaik. Praktek yang terbaik dapat digunakan sebagai batasan utama yang benar. Bila semuanya baik, praktek yang terbaik seharusnya sebagian besar akan membawa keberhasilan. Namun dua keuntungan ekstra akan didapatkan dari disiplin dan pembatasan yang lebih penuh.

Pelaksanaan tanpa perhitungan
Manajemen modern adalah untuk menjadikan banyak kebutuhan agar lebih baik. Produk dan jasa baru tetap menjaga perusahaan untuk sehat dan antusias, prinsip nya kita harus setuju dengan hal itu. Masalah nya adalah bahwa perubahan dapat menjadi lebih menarik untuk tujuan tertentu. perusahaan harus terus membuat inovasi agar terus bisa bersaing dengan kompetitor yang yang terus mengembangkan inovasi juga.

Perencanaan yang negative
Ada satu alternative bila menejer tidak dapat memutuskan apa yang sedang terjadi, menejer akan mampu merencanakan untuk menghindarinya. Latihan ini dapat menjadi sangat berguna dalam studi akusisi. Jumah waktu yang dihabiskan untuk mencapai akusisi yang mungkin diperoleh berubah menjadi tidak diharapkan bagi d ewan pengurus bila aslasan lama diketahui dan tidak pernah di kodifikasi. Satu analogi yang datang segera untuk menanganinya adalah kawat arus uang. Kawat ini dalam terowongan menyembunyikan alarm ketika ia menyentuh dinding terowongan. Ini untuk mengetahui apakah konsep rencana yang negative melakukan untuk masalah keuntungan untuk bersiul ketika area yng tidak di inginkan justru berhasil di capai.s

Kelambanan
Alternative paling jarang mempertimbangkan rencana untuk tidak melakukan apapun, sekali suasana hati berubah telah mencekam menejemen akan sangat sulit menjadi seseorang yang mengatakan “siapa disana?” dan mulai ragu bagaimana status quo dapat diserasikan dari pada menghabiskan semua uang itu.

Pensiunan polisi dan seekor anjing
Jika perusahaan telah mengembangkan pendekatan yang benar untuk mendapatkan uang, maka seharusnya tidak lalu dibuang semua. Adakala nya sebagian perusahaan berada dalam kondisi tidak aman. Apa yangi belum berubah adalah penerimaan manajemen keamanan sebagai salah satu kunci dari fungsi dalam perusahaan umum. Beban resiko dan keputusan untuk tujuan berjaga jaga yang total adalah menyalahkan asuransi plus, asuransi diri dan mengendalikan kepanikan.
Kerugian langsung

  • Pemindahan kas
  • Produk
  • Asset tetap
  • Simpanan yang bisa dikonsumsi
  • Harta milik pegawai
  • Data rahasia

 

Kerugian lain
a) Spionase industry
b) Penculikan
c) Penutupan tiba tiba data rahasia
d) Serangan kepada pegawai atau bahkan pelanggan
e) Radiasi
f) Keracunan
g) Sesak nafas
h) Luka bakar
i) banjir

Kejahatan yang sempurna
Manajemen yang buruk adalah penyebab adanya kejahatan murni dan banyak perusahaan besar telah melahirkannya. Criteria dari perfeksionis yang harus ditemui adalah:

  • Tak seorang pun yang merasa menjadi korban
  • Tidak ada bukti
  • Kejahatan tidak ditemukan
  • Tidak ada penyelesaian
  • Jumlah yang terlibat cukup kacau untuk membatasi usaha dan resiko.

ATURAN KOMUNIKASI
OK
Dengan sikap tepat, orang tepat dan pendekatan yang tepat dalam mendatangkan uang, komunikasi yang baik adalah kebutuhan terakhir yang diperlukan dalam manajemen yang baik. Namun masalah diagnosa komunikasi tidak akan menjamin perbaikan, untuk tiga alasan
1. Beberapa manajer tidak cukup memiliki pemahaman dan tidak mampu mempraktekkan komunikasi yang baik, karena mereka telah menghabiskan seluruh kehidupannya dengan langkah langkah yang salah.
2. Beberapa manajer dapat memahami komunikasi yang baik namun mereka memutuskan ada alasan yang baik untuk menghindarinya, pada semua pembiayaan atau mereka tidak punya waktu.
3. Banyak manajer yang kompeten dan ingin dapat berkomunikasi dengan baik, namun mereka bekerja untuk manajer yang tidak faham.

Gosip membenci kekosongan
Di beberapa kasus sering digunakan bahasa inisiatif, perhitungan atau analisa mereka mengenai apa yang sedang terjadi dan mengapa terjadi. Dalam suatu perusahaan saat ini walaupun sudah melakukan pekerjaan yang dapat dipertanggungjawabkan untuk berkomunikasi dengan tim menejernya yang di undang menghadiri rapat tetap diharuskan mendengar rencana perusahaan , maka semua ada komunikasi satu sama lain.

Tulisan yang efektif
Setiap orang yang telah dihadapkan pada perhitungan masa dari daftar riwayat hidup, bahkan untuk tingkat senior akan merasa heran mengapa orang tidak memberikan persiapan data profesinya namun ambilah pandangan yang lebih dekat kita mungkin memberikan standar yang sama terhadap daftar riwayat hidup yang kita tempatkan untuk dokumen lain itulah sebabnya keduanya sering mempunyai nama buruk, aturan dasar yang sama harus menerapkan semua dokumentasi.

Keringkasan adalah segalanya
Pelajaran dasar komunikasi yang perlu diperhatikan adalah kesalahan komunikasi meningkatkan proporsi lagsung terhadap volume bahan yang dikomunikasikan, mungkin setiap manajer tahu fungsi dari komunikasi, contoh penjelasan sederhana komunikasi:
• Kata kata biasanya lebih memaksa daripada sederet angka
• Sebuah ungkapan kata yang kuat dan meyakinkan lebih baik dari pada beberapa paragrap
• Sebuah gambar diduga keras lebih berharga dari pada seribu kata.

Empat kata huruf
Kata kata singkat akan selalu jelas , yang panjang cenderung kurang jelas, banyak dari mereka yang ingin cepat memahami secara jelas dan enggan membaca, contohnya baca The Times, mereka baca The sun. bila terlalu banyak kata yang panjang lebar, mereka tidak akan membaca pengumuman /memo/ iklan perusahaan.
Contohnya pengumuman laporan tahunan biasanya :

  • Menjemukan
  • Memakan banyak biaya
  • Tidak dapat dimegerti
  • Mencemooh
  • Tujuan yang salah

Sebaiknya seorang manajer memperhatikan:

  • Bahasa
  • Sikap
  • Laporan penjualan
  • Sampah yang menurut undang undang
  • Laporan berkala
  • Bantuan

MIS (management information system)
Merupakan sintem informasi minimum yang di berikan oleh manajer kepada bawahannya, jadi perusahaan pun harus memiliki sistem informasi yang jelas, karena terkadang seorang manajer tidak bisa memanggil satu persatu dalam hal kenaikan gaji misalnya, maka di adakan MIS ini.
Pos kelas tiga
Tujuan ini bertujuan untuk:
a) Mengelompokan alamat
b) Disusun menurut namanya
c) Mendorong mereka untuk segera membuka informasi
d) Merangsang mereka untuk mau baca situasi
e) Mendorong mereka agar mau bertindak
f) Agar mudah dalam bertindak

Bentuk yang buruk
Satu cara untuk mengetes manajemen yang buruk di dalam organisasi  adalah dengan melihat pada bentuk yang di terbitkan untuk orang lain. Bentuk internal hampir sama baiknya dengan suatu indikator namun memiliki lebih banyak kelonggaran untuk ketidak cakapan mereka, bentuk ekternal yang baik adalah PR yang berhasil.

Gangguan telepon
Untuk menangani masalah telepon di perusahaan atau percakapan dan kadang sebagai orang kantor tidak dapat menghapal percakapan yang penting di telepon atau tidak dapat menghafal angka, maka bagi menejer yang baik kesalahan tersebut adalah fatal dan tidak professional. Setiap deringan telepon dapat memiliki keindahan susunan tertentu yang dapat bekerja bagi pekerja kantor nya. Secara teoritis ini suatu yang sederhana. Masing masing kelompok berhubungan, menentukan diri mereka sendiri, pokok permasalahan, mendiskusikan, mencari penyeleseian atau meminta informasi lebih jauh, kesalahan muncul karena orang tidak memelihara aturannya.
Untuk memulainya sangat sederhana, bisa memutar nomor orang yang dituju dan tunggulah telepon itu dijawab, jika kita sedang menjawab telepon jawab dengan nama kita, dan nama perusahaan, bisa juga dengan menyebut nomor telepon, jangan sampai ada nada yang mencemooh penelpon, lalu giliran penelpon yang menyebut namanya, jati diri yang lebih lengkap, tanyakan siapa yang di tuju dan untuk urusan apa.

Kata penutup
Akhirnya pesan yang paling konstruktif, buku ini tempat belajar dari kesalahan, walaupun bukan konsep yang negative tetapi buku ini telah memaksa kita untuk meerima pandangan yang agak banyak dan berlebihan mengenai contoh contoh kesalahan.
Bila komunikasi menjadi titik perhatian yang utama, hal ini tentu tidak cukup. Bagi menejer yang sukses “bravo”
Sebagai menejer komunikator yang berhasilseharusnya mencapai dan melewati penghalang penghalang ketidak jelasan dan ketidak mengertian. Jembatanilah jurang pemisah tersebut, sambutlah dan cari jalan keluar. Berilah pada tanda nama atau masalah tertentu untuk menjamin bahwa pesan yang masuk ke perusahaan adalah benar.

11 CARA MENJADI KAYA MELALUI BISNIS FRANCHISE


1. Langkah Kaya Melalui Franchise

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menemui seorang pekerja yang bermimpi, keluar dari rutinitas hariannya mulai jam 9 pagi sampai jam 5 sore, untuk menjadi self employee atau membangun bisnis.

Pertanyaannya, bisnis apa yang dapat dengan cepat merubah Anda menjadi kaya?
Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kyosaki mengatakan, ada 4 bisnis yang bisa mengantarkan Anda menjadi kaya. Keempat bisnis itu adalah, bisnis properti, saham,multi level marketing, dan franchise (waralaba). Bisnis waralaba direkomendasikan Robert Kyosaki karena menguntungkan dan pasti relatif lebih rendah resiko. Melalui waralaba, Anda berinvestasi dalam sebuah sistem yang mapan, teruji dan bahkan terbukti keberhasilannya. Akan tetapi, sebelum Anda berinvestasi dibisnis waralaba, alangkah baiknnya mengerti dengan baik konsep bisnis waralaba.

Secara sederhana, business oppertunity (BO) merupakan cikal bakal usaha waralaba. Umumnya BO adalah usaha yang baru berjalan dibawah 3 tahun tetapi sudah menggunakan konsep franchise dalam ekspansi usahanya.

Dari sisi hukum formal, waralaba di Indonesia diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) No. 42 Tahun 2007. Dalam PP tersebut, usaha franchise wajib memenuhi 6 kriteria waralaba, yaitu:
1. Memiliki ciri khas usaha
2. Terbukti sudah memberikan keuntungan
3. Memiliki standard atas pelayanan dan barang atau jasa yang di tawarkan dan dibuat secara tertulis
4. Mudah diajarkan dan diaplikasikan
5. Adanya dukungan yang berkesinambungan
6. Hak Kekayaan Intelektual yang telah terdaftar

2. Alasan Membeli Franchise
Membeli waralaba menjadi pilihan bisnis yang menarik dibanding membuka usaha sendiri. Dalam bisnis franchise, resiko kegagalan dapat ditekan sebab pemilik merek (franchisor) sudah menyiapkan segala sesuatu. Mulai dari survei lokasi, produk, pemakaian merek, promosi, perizinan, SOP, dan lain segalanya.

Ada 6 keuntungan ketika Anda membeli usaha waralaba.
1. Anda berhak menggunakan merek yang sudah dikenal oleh publik.
2. Sistem bisnis yang sudah teruji
3. Adanya support berkelanjutan
4. Sharing experience franchisor
5. Promosi bersama
6. Suplai produk

3. Investigasi Sebelum Membeli
Kejelian dalam menentukan usaha waralaba yang akan dipilih perlu dimiliki oleh calon franchisee. Secara instan, ada dua hal yang perlu menjadi perhatian para franchisee sebelum membeli sebuah usaha franchise. Pertama, usaha yang difranchisekan harus sudah terbukti sukses, dibuktikan secara kasat mata lewat jumlah customer. Kedua, pastikan bahwa usaha tersebut memiliki keunikan (differensiasi)

Terdapat beberapa point penting dalam melakukan investigasi bisnis franchise, yaitu:
 Kesatu, kredibilitas dan akuntabilitas franchisor serta bisnis franchisernya
 Kedua, franchisee juga perlu mengetahui secara jeli struktur organisasi dari perusahaan franchise dan fungsi dari masing-masing bidang.
 Ketiga, jangan hanya mengendalkan investigasi dari luar, tapi lakukan juga dari dalam perusahaan franchisor.
 Keempat, cari tahu siapa saja para franchisee usaha franchise tersebut, kemudian lakukan dialog dengan mereka.
 Kelima, bandingkan dengan dua atau tiga usaha franchise sejenis atau kompetitornya guna mendapatkan perbandingan yang lebih objektif.
 Terakhir, cari second opinion dari para ahli atau pakar franchise sebelum memutuskan membeli waralaba.

Melakukan invetigasi sebelum berinvestasi (investigate before investing) merupakan langkah awal kesuksesan Anda sebagai franchisee.

4. Menguji Kesiapan Sebelum Membeli Franchise

Beberapa point penting untuk menilai kesiapan Anda sebelum membeli franchise, antara lain :
 Apakah Anda siap menjadi seorang wirausaha?
 Apakah Anda menyukai cara berbisnis dengan sistem waralaba?
 Apakah Anda mampu membina hubungan dan berinteraksi dengan banyak orang?
 Apakah Anda memiliki kemampuan leadership untuk mengelola karyawan dengan berbagai latar belakang?
 Apakah Anda memiliki modal yang cukup untuk membeli hak waralaba?
 Apakah Anda sudah mendapat persetujuan dari keluarga untuk berbisnis franchise?

5. Tips Memilih Franchise & Lokasi Usaha
Membeli franchise bukan hanya sekedar membeli sistem, tetapi juga merek dan pengalaman. Dengan membeli franchise, berarti Anda menduplikasi secara keseluruhan bisnis yang sudah terbukti berhasil milik franchisor.
Pastikan juga bahwa franchise yang Anda minati telah mempunyai proven system berbentuk manual SOP (standard operational procedure) maupun manual training.

Selain itu, siapa dibalik (pemilik) nama franchise yang dijual juga penting. Kemudian yang juga harus di perhatikan, lokasi usaha kita pilih. Lokasi usaha mutlak harus strategis, ramai, dan mudah diakses dari mana saja.

Pastikan Anda melihat peluang pada bidang bisnis yang akan di jalankan. Pastikan waralaba tersebut memiliki bimbingan berkelanjutan dalam pengelolaan merek, pengawasan mutu, manajemen kepegawaian, bimbingan administrasi, dan petunjuk teknis lainnya.

Hindari memilih waralaba karena faktor trend semata. Yang tidak kalah penting, pastikan bahwa Anda tidak kekurangan modal usaha.

Adapun beberepa hal penting yang dapat menjadi pertimbangan Anda dalam memilih lokasi usaha, antara lain :
1. Kepadatan penduduk disekitar wilayah tersebut.
2. Penghasilan penduduk
3. Jumlah usaha
4. Jenis tempat usaha
5. Kepadatan traffic
6. Akses karyawan
7. Zona wilayah
8. Kompetisi
9. Lingkungan

6. Beberapa Mitos Sebelum Membeli Franchise
Terry O. Powell, seorang veteran dalam industri waralaba selama 25 tahun pada berbagai merek franchisor, dalam tulisannya di entrepreneur.com menyampaikan delapan mitos terkait bisnis franchise sebelum menjadi mitra franchise.
 Saya akan berhasil jika menemukan bisnis yang tepat
 Saya hanya dapat berhasil jika saya melakukan sesuatu yang saya cintai
 Saya akan mengetahui kesempatan yang tepat ketika saya melihat
 Saya tidak bisa masuk ke dalam bisnis yang saya tidak tahu
 Tidak ada kebebasan dalam franchise
 Bisnis franchise lumpuhkan kreativitas
 Saya tidak mampu berbisnis franchise
 Saya harus keluar dari pekerjaan saya untuk menjadi franchisee

7. Menjadi Franchisee Sukses

Sejumlah faktor umum yang terdapat pada franchisee sukses menjalankan bisnisnya antara lain sebagai berikut :
 Memiliki semangat belajar
 Mau bekerja keras
 Punya kemampuan menjua
 Tahan stres
 Mau menerima arahan, dan
 Memiliki sumber keuangan yang baik

8. Menjadi Franchisee Idaman Franchisor

Dalam pandangan franchisor, franchisee yang hebat dan bisa meraih sukses adalah mereka yang fokus menjalankan unit bisnis franchisenya, atau setidaknya mampu mendelegasikan kepada seseorang yang mampu menjalankannya dan dapat dipercaya.

Intinya, Franchisee yang diharapkan oleh franchisor adalah mereka yang mau all out menjalankan bisnis franchisenya.

9. Kesalahan Umum yang Dilakukan Franchisee

Ada 4 kesalahan besar yang umum dilakukan dan bisa berbahaya bagi franchisee.
1. Kurangnya Informasi Bisnis
2. Semuanya Diserahkan ke Franchisor
3. Terlalu Mengikuti Perasaan
4. Tidak Ada Kemampuandi Kategori yang Dipilih

Persaingan ketat yang terus memburu tiap pemain untuk saling berlomba menguasai pasar serta pelanggan. Terkait hal itu, ada beberapa poin yang berguna untuk menghindari sebuah kesalahan.
a. Cermat Memilih Lokasi
b. Belajar Dari Pengalaman Franchisor
c. Cermat Memilih Unit Usaha
d. Fokus, Disiplin, dan Berpihak Kepada Pelanggan
e. Tidak Menyerahkan Nasib Bisnis Kepada Franchisor
f. Hindari Konflik Dengan Franchisor
g. Cermat Meneliti Perjanjian Waralaba (Franchise Agreement)

10. Faktor Kepuasan Franchisor

Faktor kepuasan dalam bisnin franchise harus dimulai dari kesadaran franchisor – franchisee sebagai sebuah tim ynag saling melengkapi.
Harapan ideal franchisor terhadap franchiseenya adalah sebagai berikut:
1. Franchisor mengharapkan franchisee yang tidak pasif.
2. Mengikuti sistem
3. Sales yang terus meningkat
4. Ketetapan membayar royalti dan piutang lainnya
5. Tidak menyimpang dari perjanjian yang ada

11. Kunci Sukses Franchisee

Berikut ini adalah kunci sukses bagi franchisee dalam menjalankan bisnis franchisenya:
1. Menyukai bisnis yang dipilihnya
2. Mengerti karakteristik pasar (konsumen)
3. Memiliki kemampuan leadership yang baik
4. Memiliki kemampuan managerial
5. Fokus dan konsentrasi terhadap usaha
6. Memiliki komitmen yang tinggi terhadap usahanya
7. Menekuni usahanya dengan serius
8. Terlibat secara penuh
9. Punya semangat belajar
10. Punya kesabaran
11. Aktif melakukan kontrol langsung
12. Tidak bergantung sepenuhnya kepada franchisor
13. Kreatif menciptakan inovasi
14. Mengerti bisnis yang digeluti
15. Mampu mengelola SDM
16. Mau menuruti panduan yang diberikan franchisor
17. Patuh dan disiplin
18. Mau bekerja keras
19. Punya kemampuan menjual
20. Punya hubungan baik dengan franchisor

TIPS SUKSES

1. Tips Menghindari Kegagalan
Ada hal-hal lain yang dapat Anda lakukan guna menghindari kegagalan dalam menjalankan bisnis franchise sebagai franchisee, yaitu:
1. Buang jauh-jauh paradigma bahwa, memiliki bisnis franchise berarti Anda sebagai franchisee tinggal ongkang-ongkang kaki, kemudian dengan sendirinya gerai franchisee Anda mendapatkan keuntungan.
2. Sebagai franchisee Anda harus memiliki jiwa seorang entrepreneur.
3. Franchisee harus menghormati perjanjian waralaba (franchise agreement) dengan franchisor.
4. Lakukan promosi untuk meningkatkan penjualan perusahaan Anda.
5. Buatlah suatu program serta undang semua teman, relasi, kenalan, saudara bahkanlingkungan di sekitar gerai Anda ketika grand opening.
6. Ingat, pelanggan adalah raja.
7. Buat pelanggan selalu ingat dengan perusahaan Anda melalui berbagai macam cara.
8. Didik karyawan Anda agar cakap dalam melayani konsumen.
9. Bila terjadi komplain, selesaikan dengan cara kekeluargaan.
10. Karyawan adalah aset berharga dari perusahaan Anda.
11. Ikuti SOP dari franchisor dengan sebaik baiknya terutama dalam hal kontrol keuangan perusahaan Anda.
12. Relasi dengan franchisor sangat penting dalam rangaka mendukung keberlanjutan perusahaan Anda.
13. Relasi

2. Tips Pemasaran
Berikut beberapa tips marketing franchisee yang perlu Anda simak:
1. Menyebarkan brosur ke target market Anda di dalam wilayah pemasaran franchise Anda.
2. Melakukan pemasangan iklan di media masa khususnya media kawasan.
3. Memasang beberapa titik spanduk di tempat-tempat yang strategis.
4. Buatlah penawaran untuk menggarap pasar corporate atau perkantoran.
5. Mengikuti berbagai bazar
6. Informasikan kepada pelanggan Anda terkait produk-produk atau layanan terkini.
7. Memberikan program yang menarik.
8. Ikuti program-program dari franchisor untuk meningkatkan penjualan.
9. Pengguna member card juga penting
10. Pemberian hadiah khusus kepada pelanggan.
11. Buat design iklan baliho semenarik mungkin.
12. Anda juga bisa melakukan karnaval
13. Melakukkan customer call harian
14. Lakukan promosi di gerai Anda
15. Lakukan promosi online secara rutin.

3. Tips Umum
a. Harus paham kriteria kelayakan berita dan segmen medianya.
b. Harus paham segmen pembaca media yang bersangkutan

4. Tips Khusus
a. Harus bisa membuat berita yang unik untuk menarik perhatian media.
b. Menggandeng artis
c. Membuat surat undangan ke pemimpin redaksi sebanyak-banyaknya
d. Undangan sebaiknya di fax ke kantor redaksi
e. Anda juga bisa membuat press release
f. Jalin relationship dengan wartawan.

5. Tips Mengelola Pelanggan
Berikut ini beberapa tips untuk mengelola customer :
1. Anda harus ingat bahwa pembeli adalah raja.
2. Bertemu langsung dengan pelanggan bila ada komplain.
3. Melakukan komunikasi secara langsung denga pelanggan.
4. Menggali dan mengerti permasalahan konsumen dan cari win-win solution bila terjadi komplain.
5. Pahami kebutuhan konsumen dan berikan rekomendasi terbaik.
6. Pelayanan adalah segalanya dalam bidang jasa.
7. Segera respon keluhan pelanggan dengan baik.
8. Jadalah mutu produk Anda.
9. Outlet Anda harus bersih.
10. Konsisten pada pelayanan konsumen.
11. Komplain adalah feedback bahwa konsumen memberi tahu kita untuk bekerja lebih baik lagi.
12. Selalu memotivasi karyawan.
13. Meningkatkan penampilan.
14. Pelayanan yang ramah
15. Andah harus memiliki data pelanggan yang real.
16. Membantu customer baru dalam memilih produk Anda

6. Tips Khusus

Tahap pertama

Pertama, Kelayakan bisnis yang akan dipilihnya untuk terus tumbuh, salah satu kriteria usaha layak franchise adalah, bisnis tersebut sudah berjalan sekitar 4 – 5 tahun sebelum difranchisekan.

Sebuah bisnis mengalami ketidakberhasilan di tahun pertama sangat besar. Dari 100 bisnis yang muncul, 80% mengalami kegagalan di tahun pertama. Sisanya pun (20%) tidak 100% akan berhasil.
Kedua, lakukan pengamatan terhadap outlet franchisor sehari penuh.
Ketiga, perhatikan juga sistem marketingnya

Tahap kedua
Tahap kedua yaitu setelah Anda terlanjur membeli franchise. Dalam melaukan marketing revolution ini pelaku usaha harus fokus pada tida hal yang di sederhanakan menjadi USP, yakni:
a. Unlimited advanted (nilai tambah). Nilai tambah bisa berupa harga murah.
b. Sensational offer. Yakni tawaran yang lebih menggiurkan kepada konsumen.
c. Powerful promise. Misalnya dengan memberikan garansi yang luar biasa.

7. Tips Mengelola SDM

Selain pelanggan, karyawan (sumber daya manusia) yang Anda miliki merupakan aset perusahaan Anda. Jangan abaikan SDM.

Karyawan harus diapresiasi dengan penggajian yang adil sesuai dengan standar UMP atau standar yang sudah tertuang dalam SOP franchisor.
Berikut ini beberapa tips untuk mengelola SDM :
1. Sistem pengupahan biasanya mengikuti standar UMP serta SOP franchisor.
2. Perhatikan juga pembinaan, arahan, serta penjelasan terhadap karyawan.
3. Jika ada masalah dengan karyawan Anda, bicarakan dengan baik sehingga tercapai win-win solution.
4. Berikan hak karyawan yang seadil-adilnya.
5. Penguatan team work bagi karyawan merupakan hal penting dalam rangka mencapai tujuan bersama di perusahaan.
6. Anda sudah siap berjalan denga karyawan yang memang sudah memiliki skill.
7. Pendidikan (training) karyawan tidak melulu pada peningkatan skill
8. Jangan lupa mengikuti saran dan kebijakan franchisor dalam mendidik karyawan anda.
9. Anda juga perlu mencatat perkembangan kinerja karyawan.
10. Menyediakan sarana dan prasarana demi kenyamanan kerja karyawan.
11. Menanamkan rasa memiliki bisnis anda dalam diri karyawan.
12. Anda juga harus intensif memotivasi dan memberikan passion kepada karyawan.

8. Langkah Sukses Sang Juara

Sejak tahun 2007, Indonesia telah memiliki awarding bagi franchisee terbaik dari berbagai merek franchise. Ajang kompetisi franchisee indonesia tersebut
beranama Indonesiaberanama Indonesia Franchisee of The Year (IFO).

IFO merupakan potret keberhasilan industri franchise di Indonesia. Dari ajang ini diharapkan muncul pola pikir baru (new mind set) terkait kesuksesan di bisnis franchise khususnya bagi franchisee.

Ada 8 kesamaan yang dilakukan finalis IFO dalam mengelola gerai bisnis franchisenya.
1. Mencurahkan perhation total terhadap bisnisnya, mengontrol serta memonitoring gerai semaksimal mungkin dan dilakukan secara berkala.
2. Memandang karyawan sebagai aset perusahaan.
3. Besikap positif dalam menghadapi kompetisi
4. Melakukan creative promotion dengan biaya yang ringan
5. Mengenal dan menguasai target market
6. Mengedepankan pelayanan prima bagi pelanggan
7. Memastikan dan menjaga kualitas produk / jasa yang dijual sesuai standarisasi franchisor
8. Menekankan efisiensi dan mengatur keuangan secara profesional.

SIMPULAN

Penulis buku kenamaan Robert Kyosaki menyebut bisnis franchise merupakan salah satu dari empat bisnis yang bisa mengantarkan Anda menjadi kaya. Risikonya juga lebih rendah dibanding dengan membuka bisnis secara mandiri.

Booming bisnis franchise juga membuat para pengusaha tertarik memfranchisekan bisnisnya, karena memang tidak ada batasan bagi bidang bisnis tertentu untuk dapat di franchisekan. Pada dasarnya, semua bisnis dapat di franchisekan. Seorang calon franchise harus jeli dalam memilih bisnis yang dapat memberikan keuntungan dan tahan lama. Investigate before investing! Menjadi sebuah keharusan bagi calon franchise.

Akhirnya, semoga setelah membaca buku ini Anda dapat menjadi lebih cermat dalam memilih bisnis franchise yang di minati. Selain itu, wawasan Anda terhadap dunia franchise juga akan semakin bertambah.
.

Kewirausahaan


 
“9 dari 10 pintu rizki ummatku  ada diperdagangan” (Sabda Rasululloh Muhammad SAW)
 
Mulailah dengan mengerjakan apa yang perlu ; lalu kerjakanlah apa yang mungkin ; maka tiba-tiba anda mengerjakan yang mustahi ; (St. Francis dari assisi)
 
“Seorang Pengusaha yang paling sukses adalah dia yang berpegang pada hal-hal lama selama hal itu masih baik dan merebut hal hal baru begitu terbukti hal itu lebih baik” (Robert P Vanderpoel)
 

Mahasiswa sukses adalah mahasiswa yang selalu mempunyai dan menemukan ide/gagasan untuk pengembangan karirnya. Terlebih-lebih jika mahasiswa tersebut mempersiapkan diri untuk menjadi seorang entrepreneur sukses, maka kreatifitas dan inovasi adalah kata kuncinya. Beberapa ide wirausaha dibawah ini yang mungkin sederhana namun ”membumi” dapat dijadikan sebagai pedoman dalam memulai menjadi seorang Entrepreneur Sukses.

 
Ide ke-1 : Jual keunikan
Jika anda tergolong mahasiswa kreatif dan inovatif, pasti banyak ide atau hal baru yang dapat Anda jadikan peluang usaha. Tidak sedikit usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi, sistem, dan program baru. Jika berhasil menciptakan sebuah keunikan, segera anda ambil hak paten dan menjualnya. Penemuan baru biasanya sangat berpeluang untuk menembus pasar, apalagi khas, unik, dan dibutuhkan orang banyak.
Contoh nyata, teman-teman saya membuat kaos-kaos unik dengan kata-kata yang penuh motivasi. Kaos tersebut memang biasa saja kalau dilihat sepintas, tapi karena ada keunikannya dengan kata-kata yang penuh inovasinya, bisa menambah nilai jual. Tentunya keuntungan bisa jauh lebih besar dengan keunikan yang mereka jual.
 
Ide Ke- 2 :  Duplikasi Usaha Lain
Bagi Anda yang merasa kurang kreatif dan inovatif, jangan putus asa. Percayalah, ide usaha tersebar dimana-mana, bahkan di depan mata. Anda harus selalu perlu membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil resiko. Misalnya, di sekitar Anda ada rumah makan bakmi yang cukup laris. Apa salahnya Anda bersaing secara sehat di tenpat yang sama dengan produk yang sama. Anda cukup menduplkikasi usaha tersebut, tapi harus memberikan nilai tambah kepada konsumen, seperti pelayanan, harga, kecepatan, keramahan. Contoh pelayanan yang lebih memuaskan kepada konsumen adalah memberikan air teh gratis kepada konsumen atau memberikan porsi daging yang lebih banyak di banding pesaing anda.
 
Ide Ke-3 : Usaha Fasilitas tambahan
Selain menduplikasi, Anda juga bisa membuka usaha dengan memberikan usaha fasilitas tambahan, tapi ini harus dengan sedikit sentuhan kreatifitas. Misalnya, tetangga membuka warnet, maka anda masih bisa menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran yang ada. Anda bisa mendirikan warnet di lokasi sama.
Hampir setiap waktu ada saja jenis usaha yang trend, seperti sekarang ini zamannya penyewaan komputer untuk bermain game(game zone). Dengan sedikit fasilitas tambahan, anda pun bisa memiliki usaha dan siap untuk berhasil. Misalnya, Anda bisa menyewa tempat di sekitar tempat penyewaan game zone tersebut dengan menjual minuman yang lagi trend sekarang ini, Bubble Tea. Itu sangat cocok dengan pangsa pasar Bubble Tea dan game zone untuk pangsa pasar  anak sekolah.
 
Ide Ke-4 : Jual Keterampilan
Anda sendiri pun dapat menjual keterampilan yang dimiliki. Jika bisa menggunting rambut, Anda bisa membuka salon. Dengan sedikit sentuhan yang berbeda dengan salon-salon lainnya, pasti salon Anda akan ramai di kunjungi konsumen. Bagi Anda yang mahir mengetik 10 jari, tidak ada salahnya membuka usaha jasa pengetikan, seperti skripsi, naskah, makalah, dan lain-lain yang kemudian bisa Anda kembangkan dengan menerima jasa penerjemahan (translate).
Ada banyak usaha yang bisa anda  buka berdasarkan keterampilan anda, yakinlah anda punya potensi, punya keterampilan dan punya harapan besar untuk sukses menjadi seorang entrepreneur, meskipun sebagai entrepreneur pemula..mulailah belajar menghasilkan income melalui keterampilan sendiri semisal memberikan privat bahasa  inggris, komputer, matematika, musik, menyanyi atau jasa pengetikan seperti yang disampaikan diatas.
 
Ide Ke-5 : Menjadi Agen
Anda bisa membuka kantor keagenan, baik suatu produk maupun jasa. Banyak sekali produk dan jasa yang sangat memerlukan agen. Selain menjadi agen suatu produk, Anda juga bisa menjadi agen yang menyediakan jasa, seperti agen isi ulang air, isi ulang pulsa,  penyalur pembantu rumah tangga, agen modeling/foto model, agen iklan, dan lain-lain.
 
Ide Ke-6 : Jual Barang Bekas (second)
Masih sedikit orang yang peka dengan usaha ini. Barang second, terutama dengan nilai historis yang sangat tinggi, biasanya punya harga yang sangat tinggi pula. Namun, menjual barang bekas (second) ini harus di lakukan dengan teratur dan terencana. Anda bisa membeli suatu barang disuatu tempat dengan harga murah dan menjualnya ditempat lain dengan harga yang lebih tinggi. Anda juga bisa menjual barang bekas khusus komputer dengan cara membeli komputer rusak dengan harga murah. Kemudian dengan menggunakan orang yang mengerti perbaikan komputer, Anda bisa menjual komputer yang sudah di perbaiki itu dengan harga yang lebih tinggi. Demikian pula dengan barang bekas, seperti kamera, motor, dan lain-lain.

Ide Ke-7 : Buka Kantor
Bagi anda yang memiliki keterampilan/keahlian segera buka kantor sendiri. Jangan takut masalah modal dan SDM. Anda bisa mengajak kolega atau teman seprofesi untuk patungan modal dan membuka kantor tersebut. Juallah skill dan pengalaman anda. Jika reputasi bagus dan relasi banyak (network), jangan kuatir kekurangan klien. Anda bisa memulai mendirikan kantor dari rumah atau lebih dikenal dengan sebutan home office. Cukup dengan menyediakan satu komputer, satu telepon, faxs, meja, dan kursi tamu.

 
Ide Ke-8 : Beli Usaha Pola Waralaba
Bagi anda yang memiliki modal besar, tapi tidak mau repot untuk memikirikan sesuatu usaha yang baru, alternatif waralaba (franchise) dapat dipilih. Waralaba adala jenis usaha yang relatif terstandartisasi dengan baik. Memang butuh kejelian yang tinggi untuk menilai waralaba mana yang bagus dan cocok untuk Anda. Saran saya, carilah usaha waralaba yang memiliki track record yang baik dan sudah teruji di lapangan. Kini semakin banyak bermunculan waralaba, dari yang membutuhkan modal besar hingga yang membutuhkan modal kecil.
 
Ide Ke-9 :Usaha Bersama
Kadang usaha akan lebih bagus jika didirikan dan di kelola bersama-sama. Misalnya Anda pintar pemrograman komputer, tapi anda memiliki sedikit teman, sementara teman anda memiliki banyak teman dan punya relasi yang luas dan membutuhkan jasa pemrograman, anda bisa saja membuka usaha jasa pemrograman (software house). Anda yang mengerjakan pekerjaannya, sedangkan teman anda yang mencari order. Dari kelebihan masing-masing inilah bisa memperkuat suatu usaha baru sekaligus membesarkannya.
 
Ide Ke-10 : Jalankan Direct Selling/Multi Level Marketing
Usaha ini menurut saya cukup prospektif. Modalnya murah meriah. Selain itu didukung pula oleh produk yang bagus, sistem pemasaran, pelatihan, dan jenjang karir. Memang kita tidak menutup mata banyak sekali orang yang alergi atau anti terhadap Multi Level Marketing (MLM). Biasanya trauma oleh kegagalan, seperti uangnya habis di MLM. Itu biasanya di sebabkan bisnis MLM dengan skema piramid atau money game yang berkedok MLM. Waspadalah dan hindari bisnis dengan skema piramid atau money game yang mengaku-aku MLM. Menurut saya, MLM (sering juga di sebut dengan people franchise) yang murni sangat menarik. Bahkan sebagai perusahaan MLM memberikan kesempatan kepada kita untuk mendirikan perusahaan sendiri (authorized distributor atau stockist). Kita tidak perlu terlalu alergi dengan informasi mengenai MLM, kadang-kadang informasi yang di berikan oleh MLM sangatlah menarik. Bukankah untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses harus selalu belajar, belajar dan belajar serta memiliki banyak teman.
Itulah sedikit ide-ide usaha yang dapat digunakkan untuk membuka usaha. Namun, tidak menutup kemugkinan ada ide-ide lain yang dimiliki teman-teman semua. Yang perlu disadari, sebuah ide hanyalah merupakan suatu ide, Ide akan berhasil jika Anda berani merealisasikannya, buanglah ketakutan dan kata gagal dari dalam diri anda. Anda harus selalu ingat, jika anda mengalami kegagalan, katakan dengan keras, ”Saya hanya sedang melakukan pembelajaran yang sangat luar biasa berharganya bagi diri saya sendiri”, Jangan putus asa. Segeralah bangkit dan belajar dari kegagalan.
Dalam bukunya, Robert T. Kiyosaki menjawab pertanyaan berikut, ”Kenapa Anda tetap menganjurkan orang untuk menjadi usahawan, padahal catatan statistik yang berhasil hanya sekitar 10% ?” Lalu ia menjawab, ”Saya percaya dengan statistik di bawah 10%, maka untuk sukses usaha, Anda harus siap untuk setidaknya berpeluang 9 kali gagal sebelum mungkin mendapatkan 1 keberhasilan”. Itu bukan ’gagal’, melainkan ’belum berhasil’ dan menurut Abraham Lincoln ”Itu Cuma terpeleset dan aku bukan jatuh”.
 

Kesimpulan
Dibelahan negara manapun didunia ini terbukti makmur dan sejahtera rakyatnya manakala pemerintah memprioritaskan kewirausahaan sebagai agenda utama dalam pembangunannya, sebagai contoh negara-negara seperti amerika, inggris, jerman, kanada, jepang, korea plus tetangga dekat kita yaitu singapur dan malaysia, menjadi negara maju dan rakyatnya makmur berkat kesungguhannya dalam membangun dan mengembangkan kewirausahaan.
Begitupun  negara kita,  jika ingin keluar dari berbagai masalah terutama masalah kemiskinan dan pengangguran maka solusi yang paling tepat adalah menciptakan banyak entrepreneur sukses. Anda sebagai generasi muda sekaligus sebagai agen pembaharu bangsa ini, tentunya mempunyai tanggungjawab yang besar untuk menentukan nasib bangsa ini kedepan. Mulailah  detik ini rubah mind set anda bahwa sekolah/kuliah yang anda jalani ini bukan hanya semata untuk mencari pekerjaan namun ada pilihan lebih mulia dari pada sekedar bekerja yaitu membuka peluang usaha (berwirausaha), dengan wirausaha selain akan melatih kemandirian dan kebebasan mengexplorasi potensi juga dapat membantu membuka peluang pekerjaan bagi orang lain.
Mulialah detik ini anda action untuk berwirausaha, apapun itu jenis usahanya baik barang maupun jasa, yakinlah pada diri anda sendiri bahwa anda itu mempunyai kelebihan dan potensi yang maha dahsyat yang tersimpan didalam alam bawah sadar anda. Yang harus anda lakukan adalah kenali dan gali potensi anda tersebut, implementasikan dengan membuka usaha apapun itu yang sesuai dengan minat atau bakat anda. Jangan belenggu potensi minat dan bakat anda, mulailah membuka usaha dari hal yang mungkin terlihat kecil dan sepele namun percayalah dengan kesungguhan dan tekad yang kuat anda akan menjadi pengusaha besar, pengusaha sukses, pengusaha yang dapat mengangkat harkat martabat bangsa ini dari berbagai keterpurukan. *Kepala Pusat Persiapan dan Pengembangan Karir BSI (BSI Career Center/BCC).

 
Daftar Bacaan :
  1. Buku  berjudul “Motivation For Success For An Entrepreneur”, Penerbit : Elex Media Komputindo, Johanes Arifin Wijaya Tahun, 2007
  2. Buku berjudul ”BeYoung (baca : biang) Success detik ini!”, Penerbit : Andi, Heri Kuswara & Johanes arifin Wijaya Tahun 2010
  3. Buku berjudul ”Ngapain kuliah Kalau Nggak Bisa Sukses ?”, Penerbit : Kaifa, Heri Kuswara Tahun 2010
  4. Jurnal Sosial dan Humaniora, “Cakrawala” (ISSN 1411-8629), Vol. VII No.1  Januari 2007  Yang diterbitkan Oleh : LPPM BSI dengan Judul  :”Manajemen Pikiran Bawah Sadar Sbg Solusi Usaha Tanpa Gagal”, Penulis Heri Kuswara

KONSEP PRILAKU INDIVIDU DALAM ORGANISASI


PENDAHULUAN

Setiap usaha untuk mengetahui mengapa orang berperilaku seperti yang dilakukannya dalam organisasi, memerlukan pemahaman tentang perbedaan individu. Manajer memerlukan waktu untuk mengambil keputusan tentang kecocokan antara individu, tugas pekerjaan, dan efektifitas. Penilaian seperti itu lazimnya dipengaruhi oleh karakteristik manajer dan bawahannya. Pengambilan keputusan tentang siapa akan melaksanakan tugas apa dengan cara tertentu tanpa mengetahui perilaku dapat menimbulkan persoalan jangka panjang yang tak dapat diubah lagi.Setiap pegawai mempunyai perbedaan dalam banyak hal. Seorang manajer harus mengetahui perbedaan tersebut mempengaruhi perilaku dan prestasi bawahannya.

Dennan begitu para menejer harus mampu memuaskan kebutuhan individu untuk proses pemberian motivasi (dorongan) kepada para pegawai agar mereka mau dan suka bekerja sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Menjadi seorang pemimpin harus bersiap terjun dalam setiap masalah yang ada dalam organisasi,sehingga setiap masalah dapat terencana dan mampu diselesaikan dengan baik.

Menejer dikategorikan sebagai pemecah masalah dalam organisasinya dengan itu menejer hatus mampu mengambil keputusan secara tepat dan akurat,sehingga menghasilkan keputusan yang berbobot yang bisa diterima dan diakui bawahan. Ini biasanya merupakan keseimbangan antara disiplin yang harus ditegakkan dan sikap manusiawi terhadap bawahan. Keputusan yang demikian ini juga dinamakan keputusan yang mendasarkan diri pada relasi sesama.

Menejer berperan penting dalam terbentuknya tim yang kokoh pada organisasi yang akan memajukan organisasi tersebut sehinggan tujuan organisasi dapat tercapai dengan hasil yang direncanakan.Terbetuknya tim yang kokoh harus memiliki dasar yang penting dalam setiap anggota organisasi yaitu kepercayaan yang harus di bangun dalam sebuah tim yang bersumber dari beberapa arah.kesepakatan dibuat untuk mengatur perilaku seseorang maupun sekelompok orang agar tercipta harmoni dalam rangka mencapai tujuan bersama. Kerja sama dan dukungan untuk membangun komitment di dalam sebuah tim kerja, karena kita semua percaya bahwa tidak ada satupun manusia yang sempurna.

Untuk menggenggam tugas dalam memahami variabel individu,memotivasi,pengambilan keputusan dan membangun tim yang kokoh diperlukan seorang menejer yang memiliki kecerdasan transformasional yang menguasai kecerdasan intelektual,kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual yang tinggi agar organisai tersebut terus berkembang dan menghasilkan perencanaan baru serta karya yang baru.

 MEMAHAMI  INDIVIDU DALAM ORGANISASI

Homo homini socius bahwa manusia adalah makhluk sosial. Psikologi adalah studi tentang perilaku manusia. Psikologi sosial membahas bagaimana individu/kelompok dapat mempengaruhi dan mengubah perilaku orang lain. Psikologi keorganisasian secara khusus membahas perilaku manusia dalam lingkungan keorganisasian dan meneliti pengaruh organisasi terhadap individu dan pengaruh individu terhadap organisasi. Sosiologi berusaha memberikan arti dan menguraikan perilaku kelompok dan berusaha keras mengembangkan perumusan tentang sikap manusia, interaksi sosialnya, dan kebudayaannya. Antropologi memberikan pengetahuan dan konsep yang luas tentang kebudayaan manusia, bagaimana perilaku sosial, teknis, dan keluarga. 

Keith Davis dan John W Newstrom (1993) : empat asumsi dasar memahami  manusia :

  1. Perbedaan individu, manusia dilahirkan membawa keunikan masing-masing. Dengan memahami perilaku tertentu seseorang, kita akan memahami dan mencari variable penyebab perbedaan prestasi individu. Variabel yang mempengaruhi perilaku individu a.l. : a)variable fisiologis (fisik dan mental), b)variable psikologis (persepsi, sikap, kepribadian, belajar, motivasi), c)variable lingkungan (keluarga, kebudayaan, kelas sosial). Gibson, dkk tentang perilaku individu : (a)perilaku timbul karena ada stimulus atau motivasi, (b)perilaku diarahkan kepada tujuan, (c)perilaku yang terarah pada tujuan dapat terganggu oleh frustasi, konflik, dan kecemasan.
  2. Orang seutuhnya, seorang manusia perlu dilihat secara utuh, bukan sepotong-sepotong, karena dapat menyesatkan pandangan orang terhadapnya.
  3. Perilaku termotivasi, sebab mengapa seorang karyawan bekerja lebih baik daripada karyawan lain? Gibson, dkk : a.l. sebab beda kemampuan, naluri, imbalan intrinsik, dan ekstrinsik, tingkat aspirasi dan latar belakang seseorang. Campbell dkk (1970) : motivasi berkaitan dengan (a)arah perilaku, (b)kekuatan respon, setelah memilih mengikuti tindakan tertentu, (c)ketahanan perilaku, berapa lama terus-menerus berperilaku tertentu.
  4. Martabat/nilai manusia, unsur manusia perlu dibedakan dari unsur lain. Miftah Thoha : perbedaan karakteristik manusia, beda pengetahuan, kemampuan, kebutuhan, kepercayaan, pengalaman, pengharapan, dll.

Masalah yang paling vital dalam organisasi yang menjadi tantangan manajer adalah : manusia dan perilakunya. Tiga pendekatan dalam memahami terjadinya perilaku :

1.      Pendekatan Kognitif

Pengenalan cenderung bersifat individual. Sumber teori = Psikologi. Littlejohn (1992)  : kaitan antara stimuli (S) yang berfungsi sebagai masukan (input) dan jawaban/respon (R) berupa perilaku yang berfungsi sebagai keluaran (output), ada pemrosesan informasi. Miftah Thoha (1983) :  perilaku tersusun secara teratur. Ada rangsangan/pemrosesan untuk mengetahui/mengenal (cognition), lalu dijawab dengan perilaku.

2.  Pendekatan Kepuasan

Adanya faktor dalam diri yang menguatkan (energize), mengarahkan (direct), mendukung (sustain), dan menghentikan (stop) perilaku.

Abraham H. Maslow, teori hierarki kebutuhan : a)manusia mempunyai kebutuhan yang berbeda yang ingin dipenuhinya, b)kebutuhan yang mendesak dipenuhi lebih dulu, itulah yang menyebabkan orang berperilaku, c)kebutuhan yang sudah terpenuhi tidak lagi menjadi pendorong perilaku. Dikenal dengan 5 jenjang kebutuhan :

  1. kebutuhan fisiologis (makan, minum, tempat tinggal, seks, dll)
  2. keselamatan dan keamanan  
  3. afiliasi, sosial, dan cinta
  4. Penghargaan/status
  5. Aktualisasi diri.

Catatan penting dalam teori ini : a)asumsi, manusia mempunyai kebutuhan untuk berkembang dan maju, b)adanya kebutuhan tingkat tinggi, yaitu Penghargaan dan Aktualisasi Diri, c)kebutuhan yang belum dipenuhi sama sekali dapat menimbulkan kesulitan bagi manajer, berupa frustasi, konflik, dan tekanan intern.

3.  Pendekatan Psikoanalitik

Pendekatan ini menunjukkan bahwa perilaku manusia dikuasai kepribadian dan personalianya.

a. Einstein : mengapa dasar pembawaan halus dan gerak hati manusia dapat menimbulkan perilaku agresif?  karena keterbatasan pengendalian dirinya?

b. Sigmund Freud (pelopor psiko-analis) : menjawab surat Einstein : manusia mempunyai naluri/instict yang mudah menyulut semangat berperang, naluri untuk menghancurkan, ada 2 pendorong kehidupan manusia : (1)Eros = naluri untuk hidup, kecenderungan untuk bersatu, penjagaan diri, seks, dan cinta. (2)Thanatos = harapan kematian yang menghimpun manusia ke arah kehancuran. Ada mekanisme pertahanan untuk menyesuaikan keinginan sebagai kenyataan eksternal dan nilai-nilai internal (kesadaran). 3 unsur yang menimbulkan konflik (a)id (das-es) : mendasarkan pada kesenangan, tidak rasional, impulsive, condong pada apa yang dirasa baik, (b)ego (das-ich) : logika, yang mungkin/tak mungkin, patut/tidak, jalan tengah, (c)superego (das-uberich) : alam ketidaksadaran manusia, hati nurani, moral, nilai-nilai individu, condong pada yang dirasa benar.

c. Gibson dkk : sikap adalah kesiap-siagaan mental yang diorganisasi dengan pengalaman, tanggapan orang lain, objek dan lain-lain yang bersifat tetap dan berubah, tergantung tingkat pemahaman terhadap lingkungan. Sikap menentukan perilaku sebab sikap berhubungan dengan persepsi, kepribadian, belajar, dan motivasi. Kepribadian dipengaruhi faktor budaya dan sosial; (1)kepribadian adalah keseluruhan yang terorganisasi bila tidak maka individu tidak mempunyai arti, (2)pola-pola kepribadian dapat diamati dan diukur, (3)kepribadian memiliki dasar biologis yang berkembang dan berubah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan budaya, (4)kepribadian punya segi-segi yang dangkal (ingin menguasai) dan inti yang lebih dalam (sentimen, perasaan wewenang), (5)kepribadian mencakup ciri yang umum dan khas, tiap orang berbeda tapi ada hal-hal yang sama.

d. Porter / Samovar : isi dan pengembangan sikap dipengaruhi kepercayaan & nilai-nilai yang dianut.

e. Solomon E Asch : semua sikap bersumber pada organisasi kognitif, yaitu informasi dan pengetahuan yang dimiliki seseorang. Sikap pada seseorang/sesuatu tergantung “citra” kita pada itu. Citra diperoleh dari sumber-sumber informasi.

f. Leon Festinger : Disonansi Kognitif : suatu keadaan bila terjadi ketidaksesuaian antara komponen kognitif dan komponen perilaku, yaitu suatu bentuk yang tidak konsisten dan tidak disenangi sehingga orang itu mengurangi disonansi untuk mengembalikan ke keadaan semula. Kesenjangan antara sikap dan perilaku adalah karena tidak ada konsistensi antara sikap yang tersembunyi dan perilaku yang  terbuka.

g. Russel G Geen (1976) ingin menjawab, bagaimana orang bereaksi terhadap tekanan hidup, mengatasi, dan apa yang terjadi bila penyelesaian itu tidak efektif. Kepribadian adalah seperangkat perilaku yang membentuk karakter respon seseorang terhadap situasi dan waktu tertentu.

h. Salvatore R Maddi (1980) : Kepribadian adalah ciri yang relatif mantap, kecenderungan dan perangai yang dibentuk dari faktor keturunan, lingkungan, sos-bud. Kekuatan-kekuatan yang membentuk kepribadian :

  1. keturunan
  2. kebudayaan
  3. hubungan keluarga
  4. kelas sosial, kelompok dll.

Tiga pendekatan Teori Kepribadian :

a)  Pendekatan Ciri (Traits)

Gordon Allport (1966), ciri (traits) adalah kecenderungan yang dapat diduga, mengarahkan perilaku individu pada konsistensi dan khas, sifat menetap dengan jangkauan umum dan luas, bagian yang membentuk kepribadian, petunjuk jalan tindakan, dan sumber keunikan. 3 asumsi ciri : (1)membuat berbagai stimulus (S) berfungsi sama, (2)penyebab perilaku dan alat menjelaskan/mengurai perilaku, (3)pembentukan ciri terpisah secara kultural

b)   Pendekatan Psikodinamik

yaitu teori Sigmund Freud tentang id, ego, dan superego. Kepribadian dibentuk dari pengalaman ketika kecil, proses mental sehingga 3 unsur itu menyusun. Konflik membentuk 3 unsur itu maka konflik membentuk kepribadian.

c)   Pendekatan Humanistik

Carl Rogers (1977) : harus mendengar apa yang dikatakan orang lain mengenai diri kita, mempersepsikan dunia dan kekuatan yang mempengaruhi, kemudian mengaktualisasi diri sebagai usaha terus-menerus mewujudkan potensi dengan cara berpusat pada masalah, kreatif, demokratis, mengadakan hubungan pribadi, dan menerima orang lain apa adanya. Kelemahannya : condong ke individualis.

Dua faktor penghubung kepribadian dan perilaku:

1. Locus of control (tempat pengendalian)

Rotter : seseorang menguasai nasib diri sendiri, dikendalikan oleh kekuatan dalam diri sendiri disebut : orang internalizer. Mereka yang dikendalikan dari luar disebut : externalizer. Sifat orang internalizer lahir karena : tidak merasa ditekan orang lain, perilaku berpusat pada pekerjaan, berprestasi tinggi, tidak emosional.

2. Androginy  (konsep kejantanan & kewanitaan)

Sandra L Bem (1974) : sifat jantan = ambisi, percaya diri, dll. Sifat wanita = kasih sayang, lemah lembut dll. Sifat netral =jujur, bahagia, dll. Androgini adalah mereka yang mendapat nilai tinggi secara bersamaan pada dimensi jantan/wanita. Sifat orang androgini : lebih bebas, mengenali dirinya, suka membantu.

Spence dan Helmreich (1978) : orang androgini = harga diri tinggi, pandai bergaul, orientasi pada hasil tinggi.Sedang Davis & Newstrom : peran adalah pola tindakan yang diharapkan dari budaya tsb seseorang atau pola perilaku yang diharapkan pada posisi tertentu yang mencerminkan hak, kewajiban, dan tanggung jawab posisi.

Role set = pelbagai peran yang berbeda-beda. Role conflict = konflik peran yang menyebabkan emosi dan keraguan dalam melangkah. Szilagyi (1977) : ketepatan persepsi peran dapat mempengaruhi penentuan hasil karya dalam organisasi.

 MOTIVASI INDIVIDU

Berbagai pendapat dari para ahli mengenai motivasi yang dapat disimpulkan sebagai berikut; Motivasi adalah dorongan untuk berbuat sesuatu (drive) didalam memenuhi kebutuhan. Keinginan pencapaian dalam memenuhi kebutuhan tersebut tergantung dari kekuatan motifnya. Motif dengan kekuatan yang besar akan menentukan perilaku individu. Dengan kata lain motif adalah kebutuhan, dorongan, atau impuls yang menentukan perilaku seseorang.Disadari bahwa tingkat kepuasan individu manusia berbeda-beda, begitu pula  dengan tingkat kebutuhan manusia juga berlainan, hal ini perlu dipahami oleh seorang wirausaha didalam memotivasi pekerjanya. Disamping itupula seorang wirausaha perlu mengenali kekuatan motif diri sendiri sehingga dapat menjaga kesimbangan dalam mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Dari penjelasan dan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa seorang wirausaha sebagai pemimpin dalam usahanya, harus memahami tentang motivasi. Pekerjaan seorang pemimpin yang paling penting antarlain adalah, bagaimana dia bisa memotivasi  orang yang dipimpin untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Pencapaian tujuan inilah yang menjadi patokan atau ukuran keberhasilan bagi seorang wirausaha.

Seorang wirausaha harus memahami betul bagaimana cara memotivasi pekerja dan mengenal motivasi diri sendiri sehingga menghasilkan perilaku positif yang membuahkan output/hasil kerja meningkat yang pada akhirnya tujuan yang ditetapkan tercapai.

Dikalangan para praktisi manajemen telah lama diketahui bahwa masalah motivasi bukanlah masalah yang mudah, baik memahami apalagi menerapkannya. Karena berbagai alasan dan pertimbangan. Akan tetapi yang jelas bahwa dengan motivasi yang tepat para individu bawahan atau pengikut akan terdorong untuk berbuat semaksimal mungkin dalam pekejaannya. Inilah inti pekerjaan seorang wirausaha sebenarnya, selain memahami bisnis yang dilakukannya,  Iapun harus memahami perlakuan motivasi apa yang tepat bagi   para pengikutnya sehingga kinerja dapat meningkat

Suatu hal penting dalam motivasi  yang perlu diperhatikan   bagi seorang wirausaha yaitu model motivasi yang mengkaitkan antara imbalan dan prestasi. Model tersebut didasari atas berbagai model motivasi yang mempunyai kelebihan dan kekurangan. Kelebihan-kelebihan dari model yang ada oleh para ilmuwan digabungkan menjadi satu model.

Menurut Sondang P. Siagian (2005: hal. 293-294). Tampaknya ada kesepakatan dikalangan para pakar, bahwa model tersebut ialah apa yang tercakup dalam teori yang mengkaitkan imbalan dengan prestasi kerja seorang karyawan.

Model ini menggambarkan bahwa motivasi seseorang  dipengaruhi berbagai faktor , baik bersifat internal maupun eksternal sebagai berikut;

1.  Faktor Internal

Bagi seorang wirausaha faktor ini merupakan pengenal motivasi diri pribadi, bagaimana individu tersebut mempunyai dorongan untuk usaha lalu motif apa yang dominan dalam memilih untuk menjadi wirausaha.

Dalam teori ini dkenalkan  2 kebutuhan atau motif yang perlu diketahui yaitu:

1.Fisiologis.

Kebutuhan fisiologis merupakan kebutuhan dasar manusia berupa; sandang, pangan dan papan. Kebutuhan ini merupakan faktor yang paling mendasar, bahwa seseorang yang memilih menjadi wirausaha atau pekerja pertama kali adalah didorong oleh kebutuhan dasar yang menjadi tuntutan hidupnya. Tinggal bagaimana tuntutan kualitas dari kebutuhan tersebut terpenuhi, karena masing-masing individu berbeda dalam memenuhi kebutuhan dasar itu.

Ada individu cukup puas dengan apa yang dihasilkan dan menerima dengan kualitas minimum, namun banyak individu lainnya tidak puas  dengan kualitas kebutuhan dasar yang diterimanya dan menginginkan peningkatan dan perubahan. Banyak penelitian dari para ahli perilaku menunjukkan bahwa, tingginya tujuan yang ingin dicapai berkorelasi secara signifikan dengan kebutuhan dasar yang ingin dicapai. Kita sering melihat dalam kehidupan sehari-hari yang ditemui, bahwa  seaorang pekerja atau wirausaha yang cukup puas dengan apa yang diterimanya maka orang tersebut tidak mempunyai keinginan untuk menetapkan tujuan hidup yang lebih tinggi. Tidak ada keinginan untuk meningkatkan kemampuan, tidak mempunyai  kreatifitas dan inovasi yang tinggi dalam bekerja atau berusaha.

2. Psikologis

Selain kebutuhan fsiologis, seorang wirausaha juga perlu mengenal kebutuhan psikologis yang menjadi penyebab meningkatnya prestasi individu. Yang pada dasarnya bahwa individu setelah terpenuhi akan kebutuhan fsiologis maka seseorang akan menuntut akan kebutuhan yang lain  dalam hal ini kebutuhan psiologis seperti;

  • Kebutuhan akan kasih sayang, seseorang yang sudah terpenuhi akan kebutuhan dasar diatas, maka individu tersebut membutuhkan jalinan kasih sayang dengan keluarga maupun membentuk keluarga bagi yang belum berkeluarga.
  • Kebutuhan mempertahankan diri,  tuntutan kebutuhan ini berkaitan dengan mempertahankan harga diri seperti  untuk tidak dipermalukan, kehilangan muka serta mempertahankan prestise.
  • Kebutuhan memperkuat diri, kebutuhan ini berkaitan dengan tuntutan individu akan pengembangan diri, menaikan prestise dan mendapat pengakuan diri, serta memuaskan diri dengan dapat menguasai orang lain.

Kebutuhan-kebutuhan yang diuraikan diatas harus dipahami benar bagi seorang manajer atau wirausaha, hal ini berguna dalam motivasi diri sendiri maupun memotivasi orang lain.

2.   Faktor Eksternal.

Teori ini menjelaskan faktor-faktor yang dikendalikan melalui pengaruh yang dipunyai oleh seorang manajer atau wirausaha yang berupa imbalan-imbalan sebagai berikut:

  • Gaji
  • Kondisi kerja
  • Penghargaan
  • Jenjang karier
  • Tanggung jawab

Bahwa seseorang pekerja termotivasi untuk bekerja lebih baik tergantung dari faktor yang dikendalikan oleh seorang pemimpin perusahaan atau seorang wirausaha dan interaksi positif antar dua faktor tersebut yang pada umumnya menghasilkan tingkat motivasi yang tinggi.

Teori motivasi eksternal tidak mengabaikan teori motivasi internal, tetapi justru mengembangkannya. Teori motivasi eksternal menjelaskan kekuatan yang ada didalam individu yang dipengaruhi factor-faktor intern yang dikendalikan oleh manajer atau seorang wirausaha berupa imbalan-imbalan seperti diuraikan diatas.

Manajer perlu memahami dan mengenal motivasi eksternal untuk mendapat tanggapan positif dari karyawannya. Tanggapan yang positif ini menunjukkan bahwa bawahan-bawahannya sedang bekerja demi kemajuan organisasi. Seorang manajer dapat mempergunakan motivasi eksternal yang positif maupun yang negatif. Motivasi posiif memberikan imbalan-imbalan berupa penghargaan untuk pelaksanaan kerja yang baik. Motivasi negatif memperlakukan hukuman bila pelaksanaan kerja tidak baik. Keduanya dapat dilakukakan oleh pimpinan perusahaan. Teori McGregor dan Herzberg akan membantu menjelaskan teori motivasi eksternal berikut ini.

Teori X dan teori Y McGregor

Teori motivasi yang menggabungkan motivasi internal dan motivasi eksternal dikembangkan oleh Douglas McGregor, Ia seorang psikolog sosial Amerika, dalam proyek risertnya meneliti tentang motivasi dan perilaku umum tentang anggota organisasi, telah merumuskan perbedaan dua teori dasar mengenai perilaku manusia. Kedua teori itu disebut dengan nama teori X dan teori Y.

Teori tradisional mengenai kehidupan organisasi banyak diarahkan dan dikendalikan atas dasar teori X adalah:

  1. Rata-rata para pekerja itu malas, tidak suka bekerja dan akan menghindar bila dapat.
  2. Karena pada dasarnya tidak suka bekerja, maka harus dipaksa, dkendalikan, diperlakukan dengan hukuman, dan diarahkan untuk pencapaian tujuan organisasi
  3. Rata-rata pekerja lebih senang dibimbing, berusaha menghindari tanggung jawab, mempunyai ambisi yang kecil, keamanan drnya diatas segala-galanya.

Teori X ini masih banyak digunakan dalam organisasi-organisasi, karena para manajer percaya bahwa anggapan-anggapan itu benar, dan banyak sifat-sifat yang dapat diamati dari perilaku manusia sesuai dengan anggapa-anggapan tersebut. Namun teori X tidak dapat menjawab seluruh fakta yang ada yang terjadi dalam organisasi. Oleh karena itu McGregor  menjawabnya dengan teori Y, yang dinyatakan lebih realistis. Menurut teori Y  kodrat perilaku manusia tidak sesuai dengan anggapan teori X. Mereka berperilaku seperti anggapan teori X karena mereka memperoleh perlakuan tertentu dalam oganisasi.

Angapan-anggapan teori Y adalah:

  1. Usaha phisik dan mental yang dilakukan manusia dalam bekerja adalah kodrat manusia, sama halnya dengan bermain atau beristrirahat.
  2. Rata-rata manusia bersedia belajar, dalam kondisi yang layak , tidak hanya menerima tetapi mencari tanggung jawab.
  3. Ada kemampuan yang besar dalam kecerdikan, kreatifitas, dan daya imajinasi dalam memecahkan masalah-maslah dalam organisasi yang secara luas tersebar pasa seluruh karyawan.
  4. Pengendalian ekstern dan hukuman bukan satu-satunya untuk mengerahkan usaha pencapaian tujuan organisasi.
  5. keterikatan pada tujuan organisasi adalah fungsi pengharagaan yang diterima karena prestasinya dalam pencapaian tujuan tersebut.
  6. organisasi seharusnya memberikan kemungkinan orang untuk mewujudkan potensinya, dan tidak digunakan sebagian.

Anggapan-anggapan  teori Y ini dapat lebih mengarahkan tercapainya  motivasi yang lebih tinggi dan menaikkan kemungkinan kebutuhan individu dan tercapainya tujuan organisasi. Dasar utama teori Y adalah integrasi dan kerjasama. Dengan integrasi, para karyawan dapat mencapai tujuan mereka sendiri melalui sumbangannya dalam pencapaian tujuan organisasi dimana dia mengikat diri.

Perlu dipahami, bahwa motivasi eksternal seharusnya cukup fleksibel untuk menyesuaikan diri dengan setiap keunikan orang dalam organisasi. Para karyawan seharusnya tidak untuk cocok dengan satu teori yang kaku atau pandangan manajer atau pimpinan perusahaan. Hal ini belaku juga pada penerapan teori X dan teori Y yang dicetuskan McGregor.

Pendekatan-pendekatan terhadap Motivasi.

Motivasi dapat dipandang sebagai suatu proses psikologi dasar yang terdiri atas berbagai kebutuhan, dorongan dan tujuan. Pendekatan hubungan manusia tradisional pada umumnya tidak menyadari pentingnya proses hubungan ini. Pandangan tersebut didasarkan pada 3 asumsi berikut ini:

  1. Personalia terutama dimotivasi secara ekonomis, perasaan aman serta kondisi kerja yang baik.
  2. Pemenuhan ketiga hal itu akan mempunyai pengaruh positif pada semangat kerja mereka.
  3. Ada korelasi positif antara semangat kerja dan produktivitas.

Dengan tiga asumsi ini, masalah motivasional yang dihadapi manajer relatif mudah dipecahkan dan diselesaikan. Semua hal yang harus dilakukan manajemen menyangkut rencana-rencana insentif moneter, jaminan keamanan, dan pengaturan kondisi kerja secara baik; semangat kerja akan meningkat dan produktivitas maksimum akan tercapai. Banyak ahli hubungan manusia, psikologi industri dan teknisi industri mendukung pendekatan ini, dan kemudian para personalia manajer mengimplementasikan dalam praktek.

Dalam kenyataannya, pendekatan hubungan manusia tradisional tidak sepenuhnya berjalan dalam praktek. Telah terbukti pendekatan ini terlalu sederhana untuk dapat memecahkan masalah masalah motivasional yang kompleks yang dihadapi manajemen. Ketiga asumsi menjadi tidak valid atas dasar pembuktian melalui pengalaman dan penelitian. Motivasi manusia jauh lebih kompleks dan berbeda dari pendekatan ekonomik, keamanan dan kondisi kerja yang disarankan. Pendekatan tradisional hanya mengungkapkan permukaan masalah motivasi yang sangat kompleks. Ada sejumlah variabel-variabel internal dan lingkungan yang mempengaruhi motivasi untuk bekerja.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 501 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: