Posts from the ‘Strategi Pemasaran’ Category

Kasus Manajemen : Ulasan Analisa Efektivitas Strategi Produk Telkom Speedy


Hal menarik dari jasa akses internet broadband Speedy milik Telkom ini, terletak pada varian paket layanan yang ditawarkan ke konsumen beserta tingkat harganya yang jadi lebih beragam. Pada saat ini, Speedy di tawarkan oleh Telkom dengan rentang harga dan kualitas yang cukup lebar, dengan menggunakan uses sebagai basis offeringnya. Ini adalah kreativitas baru, dimana sebelumnya differensiasi layanan biasanya didasarkan pada user type. Namun intinya, perusahaan ingin melayani konsumen dari mulai yang terendah sampai dengan yang tertinggi. Ini adalah menebar jala yang diharapkan dapat menangkap berbagai ukuran ikan. Buat yang terbatas anggarannya, dapat mencoba paket mail sedangkan yang punya dana besar dapat menggunakan paket biz.

Pertanyaan yang menggelitik saya adalah apakah strategi product proliferation (dimana produk dibuat berkembang biak menjadi lebih banyak) ini cukup efektif untuk meningkatkan revenue dan pertumbuhan Telkom yang sudah mulai redup? Saya termasuk orang yang menyangsikan efektivitas strategi ini. Argumen saya adalah efektivitas strategi tidak hanya tergantung pada substansi, profil, dan kontur dari strateginya, namun dipengaruhi juga oleh magnituge dan timing dalam mengeksekusinya. Strategi yang bagus secara substansi, belum tentu berhasil jika dieksekusi pada waktu dan tempat yang salah. Dengan kata lain, efektivitas strategi akan sangat tergantung pada momentumnya. Apabila momentumnya tepat, maka kinerja strategi dijamin akan maksimal. Dalam kasus speedy, saya menduga bahwa, gempuran speedy ke pasar jasa akses internet ini sudah kehilangan momentum! Khususnya untuk masuk ke pasar individual.

Momentum masuk ke pasar sangat ditentukan oleh mood (suasana hati konsumen) yang terjadi dipasar. Jika mood pasar baik, maka tingkat penerimaan (market acceptance) terhadap produk akan bagus. Namun jika mood pasar sedang jelek, maka produk tidak akan dapat mendarat mulus di hati konsumen, malah minimal akan dicuekin, kalaupun tidak sampai dicemooh konsumen. Masalahnya, ada beberapa hal yang dapat membuat mood pasar menjadi tidak kondusif untuk memasarkan produk. Apa saja yang mempengaruhi mood konsumen? Setidaknya ada 3 hal yang sangat mempengaruhi mood pasar, antara lain yaitu :

  • Tingkat kepuasan pasar terhadap customer value dari produk eksisting yang ditawarkan perusahaan
  • Tingkat preferensi pasar terhadap produk kompetitor yang muncul belakangan (atau lebih baru), termasuk juga produk substitusinya
  • Tingkat resiko yang akan dihadapi konsumen dari adanya gejolak lingkungan makro, yang dikhawatirkan akan menggerus customer value secar sistematis

Untuk kasus Speedy, saya melihat bahwa mood pasar pada saat ini sedang tidak kondusif. Oleh karena itu, strategi poliferasi produk Telkom Speedy saat ini, tidak akan berpengaruh banyak pada peningkatan kinerja Telkom, khususnya di wilayah-wilayah dimana pasar disana sudah dimasuki oleh layanan mobile internet access dari operator seluler. Ada beberapa alasan, mengapa saya menyangsikan keberhasilan Speedy (khususnya di pasar individual), antara lain:

  • Kita tidak bisa menutup mata bahwa kondisi Speedy eksisting belum sesempurna yang diharapkan konsumen. Speedy masih sarat dengan kasus dan keluhan, khususnya yang terkait dengan konsistensi kualitas (tidak sesuai dengan yang dijanjikan), dan yang terkait dengan billing (khususnya yang terkait dengan paket volume dan time based). Kawan saya yang pegawai Telkom pun masih sering terkaget-kaget dapet tagihan jutaan rupiah untuk bayar konsumsi speedy nya (yang mungkin dijual dedet). Kondisi ini membuat pelanggan worry/ khawatir dan terancam. Apalagi bagi pelanggan potensial, ini adalah sesuatu yang akan cenderung menakutkan.
  • Fakta sekarang menunjukkan bahwa mobile internet access, lebih representatif buat para internet user. Paket-paket penawaran akses internet dari operator seluler, jelas lebih dekat dengan kebutuhan, keinginan, dan harapan pelanggan. Trend mengakses internet dari gadget mobile adalah gaya hidup yang sedang bertransformasi menjadi sub kultur, bahkan kultur dari generasi internet (post 1980 birth decade), yang berpotensi menjadi kohort internet addicted. Bersusah payah mengakses internet dengan infrastruktur fixed, merupakan masa lalu yang sudah mulai ditinggalkan, dalam perjalanan sejarah yang linier. Akses fixed itu hanya akan menjadi kebiasaan cadangan (untuk bernostalgia) ketika Telkomsel Flash, Indosat IM2, dan produk-produk sejenis dari Excelcom, 3, dan Axis tidak bisa berfungsi secara optimal.
  • Kompetisi memang tempat bergantungnya pelanggan untuk mendapatkan value produk yang sesuai harapan. Perbedaan harga antar operator dalam jasa akses internet pada saat ini tidak signifikan, Price doesn’t matter! Ada point of parity yang semakin besar dibandingkan dengan point of difference nya. Ini merupakan lubang galian kuburan yang menganga lebar, dan siap mengubur hidup-hidup produk lama yang kalah bersaing, karena kurang kosmetik dan tidak mau operasi plastik. Produk yang tidak bahenol dan tidak perez akan ditinggal konsumen yang sangat meterialistis dan duniawi. Jadi kalau tidak ada gap harga yang bikin ngiler pelanggan, jangan harap produk akan dibeli konsumen. Konsumen sekarang memang sangat pragmatis dan hedonis.

Dengan 3 kondisi di atas, cukup buat saya untuk berhipotesis bahwa strategi Speedy pada saat ini tidak akan efektif. Sebagai pemain pioneer dalam jasa akses internet, saya melihat bahwa Telkom terlalu lamban dalam menyiapkan strategi bersaingnya. Sebagai incumbent yang selalu dikeroyok pemain baru, seharusnya ada pre-emptive move yang dibangun di atas kewaspadaan dan kreativitas. Paling tidak, beberapa hal dibawah ini harus disiapkan:

  • Strategi harga yang makin menurun untuk menggarap 5 segmen konsumen berdasarkan prilaku adopsinya (dari mulai innovator sampai dengan laggard). Di bisnis ini karena terjadi percepatan dalam perkembangan teknologi baru maka scenario penurunan harga harus disiapkan untuk 3-5 tahun mendatang. Namun perhitungan price – volumenya harus dilakukan secara akurat agar tetap dapat mengcover fixed cost dan initial investment yang sudah dikeluarkan. Jangan sekali-sekali bermimpi ada kenaikan harga atau ada harga yg tetap.
  • Inovasi produk harus dilakukan, baik pada tatanan inovasi teknologi, pada tatanan (kosmetik) feature & service, maupun pada innovasi proses bisnis. Ini diperlukan untuk membangun perbedaan yang signifikan antara Speedy dengan para pesaingnya. Kalau perlu ADSL sebagai anchor technologinya harus di innovasi atau dikombinasikan dengan teknologi lain yang lebih maju (misalnya mengkonvergensikannya dengan mobile technology)
  • Strategi untuk menggarap pasar late majority dan laggard harus disiapkan secara sangat fokus. Jika perlu untuk memperluas efek komoditisasi dan membangun kemassalan produk, mungkin harus dilakukan juga reformulasi dan repositioning termasuk melakukan perubahan bisnis proses.

Semoga ada angin dan nasib baik buat Telkom Speedy … terutama untuk menggarap pasar individual yang ukurannya masih seksi dan menggiurkan !!! Selamat bertarung sampai titik darah penghabisan Telkom …

Blackberry, facebook dan hancurnya peradaban membaca


Hari-hari ini masyarakat kelas menengah di tanah air – terutama di kota-kota besar – tengah menggandrungi dua digital medium yang amat populer : Blackberry dan Facebook. Dua medium ini tampaknya kian merasuk menjadi life style baru bagi para generasi digital kota metropolitan. Barangkali ia juga sekaligus menjadi simbol kemutakhiran masa kini.

Namun bagi para pecandu buku seperti saya, kehadiran gadget semacam Blackberry dan media semacam Facebook selalu merupakan sebuah distraction. Kehadiran medium digital semacam itu selalu “memaksa” kita untuk always on dan always connected, dan diam-diam itu artinya merasampas waktu berharga kita untuk melakukan “permenungan”, melakukan kontemplasi, melakukan proses membaca buku yang membutuhkan kedalaman dan keheningan.

Kehadiran gadget keren semacam Blackberry dan sejenisnya pada akhirnya mungkin tergelincir hanya menjadi sekedar simbol status. Ia menjadi penanda penting yang mencoba menjelaskan status sosial kita. Tak lebih tak kurang. Di negara yang peradaban pengetahuannya lebih maju, pendanda status sosial itu adalah buku. You ARE what you READ. Buku dan tradisi membaca yang kuat selalu menjadi elemen penting bagi hadirnya sebuah peradaban yang digdaya. Disini, kredibilitas orang dilihat dari seberapa luas pengetahuan mereka, sebapa banyak buku yang telah direngkuh, dan seberapa mendalam wawasan berpikir mereka.

Di tanah air yang terjadi adalah parodi : kredibilitas kita acap ditentukan oleh seberapa canggih gadget yang kita miliki, dan seberapa keren merek smartphone yang kita tenteng. Bagi saya ini adalah sebuah parodi yang penuh petaka. Sebab anak muda yang selalu menenteng Blackberry-nya kemana-mana sebagai simbol status, namun hampir tak pernah mau membaca buku, bagi saya sama primitifnya dengan orang udik di pedalaman nun jauh disana. Secara fisik mereka mungkin lebih keren (iya sih, pake Blackberry kan keren!), namun tanpa disertai dengan budaya membaca membaca yang kuat, level pengetahuan dan wawasan mereka mungkin sama dangkalnya dengan penjual kambing di pinggir jalananan…..

Facebook juga sama. Oke, mungkin disini kita bisa menjalin silaturahmi dengan teman-teman lama kita (atau mungkin juga dengan bekas pacar semasa kita sekolah SMA dulu). Tapi selebihnya, yang ada di Facebook adalah kedangkalan. Yang ada melulu celotehan-celotehan pendek nan dangkal dan bising. Disana kita jarang menemukan kedalaman yang bisa mendorong kita untuk melakukan proses berpikir secara kontemplatif (karena itu bagi Anda yang belum memiliki akun di FB, silakan untuk tidak mendaftarnya; kecuali jika Anda hanya ingin wasting your time).

Pada akhirnya, Facebook mungkin sama sekali tak berbeda dengan kerumunan di pasar Gunungkidul atau terminal bis Pulogadung : sebuah tempat dimana orang saling ngobrol ngalor ngidul tanpa jelas juntrungannya. Medianya saja kelihatannya keren (wah hari gini, di jaman digital begini, elo belum jadi member facebook, begitu kata seorang teman), namun esensi Facebook sebenarnya tak lebih beda dengan terminal bis Pulogadung : bising, penuh celoteh dangkal, dan disana kita kita tak menemukan keheningan yang mengajak kita berpikir secara mendalam.

Begitulah, kehadiran dua media digital ini – Blackberry dan Facebook – mungkin diam-diam telah merampas waktu berharga kita untuk membaca buku dengan penuh ketekunan. Tanpa terasa kita mungkin telah menjadi addicted dengan kedua medium itu. Kita rela menghabiskan berjam-jam waktu kita untuk ber-blackberry atau ber-facebook-ria. Kita mencurahkan begitu banyak waktu untuk mengulik gadget Blackberry kesayangan kita, atau juga berceloteh dengan friends kita di belantara Facebook. Dan diam-diam, kita kian lupa dengan buku-buku bermutu yang teronggok tak berdaya…..

Kebesaran sebuah bangsa selalu ditopang oleh peradaban membaca yang kuat dan tekun. Ikhtiar kita untuk membangun tradisi membaca yang kokoh seperti pecah berkeping-keping dihempas oleh kehadiran “blackberry and facebook culture” yang penuh kedangkalan. Kedua medium ini telah merenggut waktu dan gairah dari jutaan kaum muda di tanah air untuk tekun membaca deretan buku bermutu.

Dan dengan itu, Blackberry dan Facebook sejatinya telah melakukan apa yang saya sebut sebagai “digital colonization” : diam-diam mereka telah menjajah pikiran kita, dan secara perlahan mereka telah membunuh gairah masyarakat tanah air untuk membangun tradisi membaca yang tangguh dan penuh ketekunan.

Sumber : http://strategimanajemen.net/

Strategi Layanan Pelanggan Progresif


Pelanggan terkadang bertindak lucu. Mereka jarang mengatakan apa kekurangan Anda, mereka langsung meninggalkan Anda! Berikut beberapa praktek sederhana yang bisa Anda pertimbangkan untuk ditambahkan dalam rutinitas layanan pelanggan:

Berikut adalah beberapa praktek sederhana yang bisa ditambahkan pada rutinitas layanan pelanggan.

Pelanggan terkadang bertindak lucu. Mereka jarang mengatakan apa kekurangan Anda, mereka langsung meninggalkan Anda!

Terlepas dari ukuran perusahaan Anda, ada beberapa cara untuk menelaah masalah ini.

Hubungi, Berbicara, Mengirim surat pada mereka.

Jangan hanya mengambil order lalu pergi. Ingatlah, jauh lebih mudah dan menguntungkan berbisnis dengan klien yang sudah Anda miliki daripada menemukan klien baru. Jadi, lakukan apapun yang dibutuhkan untuk memastikan klien tersebut senang.

Berikut beberapa praktek sederhana yang bisa Anda pertimbangkan untuk ditambahkan dalam rutinitas layanan pelanggan:

1. Seminggu setelah klien membeli produk atau jasa, lakukan follow-up. Tanyakan apakah berfungsi dengan baik, dan mana yang tidak.

Sebuah kenyataan bisnis yang menarik, tapi terkadang, selma orang memiliki peluang untuk menceritakan pada Anda apa yang salah dan apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki, bisa saja mereka adalah sebagian dari pelanggan loyal Anda.

2. Mengirim kartu pos, surat, artikel, note, apapun, sesering mungkin. Dengan tetap berkomunikasi Anda menciptakan ikatan yang  akan menguntungkan Anda saat meluncurkan produk atau fitur baru.

3. Riset yang paling powerful tapi termurah yang bisa Anda dapatkan. Berbicara dengan pelanggan Anda tentang apa yang bisa dikerjakan dan apa yang tidak adalah cara terbaik untuk menemukan ladang emas di industri Anda. Memahami dengan spesifik mengapa orang memilih untuk membeli dari Anda daripada ke orang lain adalah rahasia pemasaran.

Berhati-hati dalam menggunakan frase tertentu seperti….. “Seperti itulah kami biasa melakukannya atau kami tidak menyukainya tapi kami terpaksa menggunakannya.”

4. Menjadwalkan perawatan rutin atau menghubungi klien Anda

Seringkali setelah klien Anda mendapatkan produk atau jasa, Anda melupakan sulitnya menarik mereka. Temukan cara untuk membangun pertemuan teratur dengan klien terkait servis Anda. Gunakan waktu untuk mengedukasi mereka, apa yang sudah Anda lakukan untuk mereka. (Seberapa besar masalah yang sudah dihilangkan, jumlah uang yang bisa mereka hemat, seberapa efisien, berapa banyak bisnis yang mereka miliki saat ini)

Mereka akan menghargai waktu dan ini merupakan cara yang baik untuk mengenalkan produk baru dan meminta testimoni dan referal.

5. Mencari tahu apapun yang bisa Anda temukan tentang klien Anda.

Jangan hanya berhenti pada sebuah nama, urutan dan nomor seri.  Merancang metode untuk mengumpulkan informasi personal mengenai klien Anda. Informasi mengenai pasangan klien, anak, hobi, sekolah, keterlibatan dalam komunitas  bisa merupakan cara yang besar untuk hubungan yang lebih jauh dan menawarkan petunjuk untuk jaringan dan referal.

Anda tidak harus memaksakan atau tahu segala hal agar strategi ini bisa berjalan, terkadang Anda hanya mengamati saja. Banyak orang  meletakkan kepercayaan pada bawahannya. Setiap trainer sales akan mengatakan pada Anda untuk mencari cara untuk membuat ikatan dengan prospek sebagai sarana menjual, saya menemukan sebagai sarana layanan pelanggan Anda hanya mencari cara untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam terhadap kebutuhan klien untuk menemukan cara agar bisa membantu mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan.

***

John Jantsch adalah seorang coach marketing dan pencipta sistem Duct Tape Marketing
Sumber: http://www.DuctTapeMarketing.com.

7 Hal yang Harus Diketahui Customer Service


Sekarang, hampir setiap produk dan jasa di luar sana telah menjadi ‘komoditas’ sehingga sulit untuk menentukan siapa yang sebenarnya menawarkan nilai terbaik. Di saat yang penuh tantangan ini penting melakukan layanan pelanggan yang BAIK. Berikut 7 hal yang perlu diketahui oleh setiap layanan pelanggan agar bisa melakukan pekerjaannya dengan baik.

Ada saat ketika layanan pelanggan menjadi masalah yang besar daripada saat ini. Ekonomi tengah terguncang, kepercayaan pelanggan menurun, dan pelanggan yang membeli memiliki skor pilihan membeli dimana dan bagaimana membelinya. Dan sekarang, hampir setiap produk dan jasa di luar sana telah menjadi ‘komoditas’ sehingga sulit untuk menentukan siapa yang sebenarnya menawarkan nilai terbaik (serta, banyak orang yang berbelanja hanya karena berdasarkan harga).

Jika Anda mencari agar tetap kompetitif (dan siapa yang tidak?) ini lebih penting daripada membedakan perusahaan Anda dari yang lainnya. Ini hal penting untuk memastikan bahwa keseluruhan proposisi nilai jelas dan dilakukan secara konsisten untuk menyenangkan dan memberikan kejutan pada pelanggan.

Hal ini dilakukan dengan dua cara:

Pertama dilakukan melalui budaya perusahaan yang secara positif fokus pada pelanggan yang menilai, mendukung, dan memelihara hubungan. Yang kedua adalah dari komitmen personal dan penentuan orang yang bertanggung jawab dalam memelihara pelanggan setiap harinya.

Saat pelanggan memilih untuk berhadapan dengan seseorang di setiap transaksi untuk memberikan tingkat kepedulian yang besar, mereka membangun “akun bank emosional” dengan pelanggan yang membuat mereka terhubung dengan perusahaan (meski jika mereka hari ini tidak bisa membeli sebanyak kemarin).

Ketika layanan pelanggan menjadi bisnis setiap orang dan harus menjadi bagian dari deskripsi kerja, menghadapi pelanggan dengan tanggung jawab untuk menjadi “perusahaan” di mata pelanggan.

Di saat yang penuh tantangan ini penting melakukan layanan pelanggan yang BAIK. Berikut 7 hal yang perlu diketahui oleh setiap layanan pelanggan agar bisa melakukan pekerjaannya dengan baik. Pastikan Anda membagi artikel ini ke setiap orang yang bertanggung jawab atas layanan pelanggan di organisasi Anda. Jika Anda berhubungan dengan pelanggan, dengan cara apapun, Saya berbicara langsung dengan Anda.

1. Anda memilih pekerjaan ini, atau pekerjaan ini memilih Anda. Apapun itu, ini adalah minat terbaik Anda dan minat terbaik klien pada Anda untuk menunjukkan dan melakukan pekerjaan yang Anda geluti saat ini. Tetapkan setiap harinya untuk melakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan. Buatlah poin untuk belajar menjadi lebih baik setiap harinya.  Semakin banyak Anda berlatih, semakin baik Anda melakukannya. Temukan kenikmatan dengan melakukan pekerjaan Anda dengan baik. Mengenali dan mengakui diri Anda atas “kemenangan” yang Anda raih pada hari itu (Meskipun, boss Anda tidak cukup memberikan perhatian)

2. Bangga dengan apa yang Anda kerjakan. Anda memiliki peran penting dalam kesuksesan perusahaan. Saya mengingatkan Anda bahwa pengalaman yang Anda berikan pada pelanggan bisa menjalin atau memutuskan hubungan dengan perusahaan.  Meski jika bagian-bagian proses tersebut rusak, sekalipun waktu menunggu yang lama, meski pelanggan kesal dengan beberapa aspek perusahaan, pengalaman menghadapi konsumen adalah hal besar yang bisa membawa banyak perubahan. Anda memiliki peluang untuk menyimpan di akun bank emosional pelanggan dan membuat pelanggan senang, kembali, dan mereferensikan teman.

3. Anda jenius secara emosional. Melakukan hal yang baik untuk layanan pelanggan membutuhkan kepandaian emosional yang tinggi. Kenyataannya, dalam pekerjaan Anda, EQ sangat penting – dan seringkali lebih penting – daripada IQ. Hal berikut yang perlu diperhatikan – dalam posisi yang berorientasi pada orang memberikan Anda kesempatan yang unik untuk mempraktekkan dan menyempurnakan ketrampilan EQ. Ini akan membantu di setiap hubungan yang Anda miliki dalam kehidupan. Saat Anda menjadi lebih baik dalam pekerjaan, kehidupan Anda juga akan menjadi lebih baik. Ini adalah bonus!

4. Pelanggan tidak selalu benar. Saya tahu Anda mungkin mendapatkan kartu kecil dari kantor korporat yang menggambarkan mereka, tapi saya katakan apa yang sudah Anda ketahui bisa saja benar. Mereka tidak selalu benar. Terkadang mereka salah, jahat, berbohong, dan mengesalkan Anda. Tapi menjadi benar atau salah bukanlah tujuannya. Pekerjaan Anda adalah menjadi terampil, meski mereka salah, marah, mengesalkan, atau sedang mengalami hari yang buruk, Anda memiliki kemampuan untuk merubah situasi yang buruk menjadi situasi yang lebih baik. Seorang customer servis dengan ketrampilan yang tinggi seperti seorang pesulap, mampu merubah dan  melebur situasi sulit menjadi situasi yang lebih baik.

5. Anda bekerja di pentas seni. Service tidak seperti barang pabrikan. Tidak bisa dibuat menurut jadwal waktu dan ditempatkan di rak. Terjadi pada momen, ketika dibutuhkan, dan semua ini mengenai performa. Ini yang membuat Anda seorang penampil. Layaknya seorang aktor (atau public speaker atau trainer) ada hari-hari tertentu dimana Anda merasa tidak sanggup melakukannya dan bertindak “seolah-olah” Anda ada. Ini merupakan ajang pelatihan yang baik bagi Anda. Latih dan visualisasikan pekerjaan untuk membantu Anda mempersiapkan kinerja yang bagus setiap kali. Pikirkan diri Anda sebagai artis yang berkembang.

6. Anda bekerja di bawah tekanan, tapi jumlah stress yang Anda bawa pulang setiap harinya ada di tangan Anda. Bagaimana Anda memandang pekerjaan Anda sama pentingnya bagaimana melakukan pekerjaan Anda. Jika Anda membuat diri Anda mendramatisir, defensif, dan menganggap semua hal secara pribadi, Anda berada di waktu yang berat. Tubuh Anda bereaksi pada persepsi bahaya dengan naluri melawan atau melarikan diri  – keduanya melibatkan zat stress yang bisa merusak tubuh Anda. Anda memiliki kekuatan untuk  merubah padangan Anda pada situasi apapun – termasuk pekerjaan Anda. Temukan “kerangka” yang mengurangi tekanan dan lebih menyenangkan.

7. Anda memiliki peluang menjadikan dunia sebagai tempat yang lebih baik setiap hari. Apakah Anda menangani 10 atau 200 pelanggan setiap harinya, Anda memiliki kekuatan untuk  menciptakan pengalaman positif dengan mereka semua. Ketika Anda melakukan upaya terbaik sebagai tambahan perhatian yang tulus dan penghargaan di setiap interaksi, Anda memasukkan energi positif. Ketika pelanggan meninggalkan interaksi dengan Anda, dengan perasaan nyaman, mereka akan membagi emosi positif tersebut.  Emosi mudah menular – baik yang negatif maupun yang positif.

Anda memiliki kekuatan untuk menyebarkan hal positif dan membuat dunia tempat yang lebih baik untuk ditinggali. Kita semua tahu pentingnya kontribusi tersebut saat ini. Lakukan dengan serius dan Anda bisa membuat perbedaan yang serius dalam kehidupan pelanggan Anda dan setiap orang yang berhubungan dengan mereka. Biarkan diri Anda melihat riak niat baik dan keberadaan Anda di dunia. Tebarkan kebahagiaan dan penghargaan dan Anda akan merasa memiliki energi dan membangun kesehatan Anda. Orang optimis hidup tujuh hingga sembilan tahun lebih lama daripada orang pesimis.

Gunakan daftar “7 hal” ini untuk memulai pembicaraan dalam organisasi Anda. Sebarkan artikel ini. Diskusikan masing-masing poin, tambahkan hal baru yang Anda tahu, pikirkan hal-hal yang positif sebagai customer service. Hargai kekuatan dan peluang yang Anda miliki. Buatlah komitmen untuk menjadi yang terbaik. Bersenang-senang dan bekerjalah dengan baik.

Kepedulian adalah hal yang menular – lakukan, dan sebarluaskan.

***

Joanna Brandi adalah seorang  workshop leader, konsultan, Happiness Coach dan penulis tiga buku. Dia menerbitkan Customer Care Coach® dan Monday Morning Motivation – Positive Self Talk for People Who Care About Customers

Sumber: http://www.customercarecoach.com/public/quiz.asp.

Media Iklan, Enamel


Iklan atau reklame adalah pesan persuasif kepada khalayak ramai tentang benda dan jasa yang ditawarkan melalui suatu media. Iklan juga merupakan jenis komunikasi yang memanipulasi fungsi utopis dan khayal dengan idiom-idiom tertentu yang mengekploitasi nilai guna dasar manusia, sekaligus menjadi status pencitraan bagi konsumen yang menganutnya. Beriklan juga dianggap sebagai ujung tombak dalam menginformasikan pesan melalui pendekatan bahasa visual sekaligus berperan sebagai elemen yang mampu merekfleksikan semangat zamannya.

Kehadiran iklan enamel pada paruh akhir abad XIX menjadi bagian dari perubahan sektor perekonomian sekaligus seni visual yang terjadi pada masyarakat secara global. Istilah ‘enamel’ adalah suatu teknik dekorasi yang meleburkan (to smelt) bubuk kaca diatas lempengan besi-baja bermutu tinggi pada sebuah oven dengan temperatur tinggi. Bubuk tersebut kemudian mengurai hingga menyatu dan menjadi keras.

Pembuatan iklan enamel harus dilakukan secara khusus, diawali dengan pengaplikasian desain menjadi stensil (alat merekam) atau screen per-warna (disesuaikan oleh desain) kemudian disablon ke lempengan besi dengan penggunaan cat bakar atau cat khusus enamel (berbentuk butiran atau cairan) dan dipanaskan dengan temperatur tinggi antara 760°C – 850°C. Proses sablon dan pemanasan dilakukan berulang-ulang menurut desain (warna) yang ingin dihasilkan, diawali dari warna cerah / kuat karena paling banyak menerima pembakaran dan diakhiri dengan warna lembut untuk menghindari warna akan pudar atau hilang.

Iklan enamel memiliki ketebalan 2-3 milimeter, dengan karakteristik warna yang sangat kuat serta tahan lama. Pada banyak iklan enamel, warna pada desain ditandai dengan adanya tekstur yang menonjol dan jika dipegang atau diraba akan terasa pembedaan warnanya.

Sejarah Enamel

Adalah pria Inggris bernama Benjamin Baugh yang pada tahun 1889 mendirikan perusahaan pertama pembuat papan enamel bernama “Patent Enamel Company Limited” di Inggris. Ia memprakarsai teknik enamel lempengan besi untuk menjadikannya sebagai media beriklan dari produk-produk industri yang banyak muncul saat itu.

Awal kehadiran enamel memang masih sangat terbatas bahkan termarjinalkan secara konteks peradabannya, hal ini terjadi karena bahan baku serta proses pembuatan yang rumit membuatnya tidak banyak dilirik sebagai jenis usaha yang mudah dikeluti. Terjadinya revolusi industri yang dinamis, menuntut perbaikan media komunikasi agar dapat mendorong tumbuh kembangnya industri tersebut. Proses enamel Kemudian diaplikasikan untuk membuat lempengan iklan karena dianggap dapat menjawab tantangan akan keawetan serta kekuatan beriklan modern, dalam hal ini media iklan luar ruang. Selain juga karena pada saat itu produk-produk masih sedikit jenisnya atau belum terjadi kompetisi produk sejenis, hingga keawetan dan kekuatan iklan enamel dibuat agar dapat bertahan lama tanpa harus mempertimbankan kebaruan desain.

Pada awal keberadaannya, desain iklan enamel hanya berupa pesan tekstual yang terdiri dari deretan tiporgafi yang disusun dengan menggunakan satu jenis type face dan lebih berisi informasi akurat saja, bahkan beberapa diantaranya terasa kurang memperhatikan estetika desain. Seiring dengan kemajuan teknologi pembuatannya, iklan enamel makin marak dengan menampilkan ilustrasi baik produk maupun model pendukung. Visualisasi iklan enamel berkembang menurut apropriasi imajiner perubahan gaya hidup dan pembentukan identitas bagi target audiencenya. Hampir seluruh desain iklan enamel dilakukan secara manual, olah karenanya iklan ini menjadi simbol ketrampilan para desainer saat itu.

Selain pesegi panjang, juga terdapat iklan enamel beraneka bentuk seperti lingkaran, segi tiga, kombinasi berbagai bentuk dan bahkan dibentuk sesuai dengan ciri khas produk yang diiklankan.

Di beberapa negara yang memiliki pengalaman dengan iklan enamel, memiliki sebutan bagi jenis iklan ini. Kebanyakan negara di benua Eropa dan benua Amerika disebut porcelain enamel advertising signs; Di Perancis disebut plaqué emailleé; Di Denmark disebut emaljeskilt; Di Jerman disebut emailschild; Di Belanda dan Belgia disebut emaille reclamebord; Di United Kingdom atau Kerajaan Inggris disebut enamel advertising sign; Di Amerika Serikat disebut porcelain sign; sedangkan di Indonesia disebut iklan enamel, papan reklame atau disebut enamel saja.

Belanda, Inggris, Belgia, Perancis dan Jerman menjadi pusat produksi iklan enamel yang banyak menyelesaikan pesanan dari Asia hingga Amerika. Keberadaan iklan enamel di Indonesia sendiri tidak terlepas dari pengaruh Belanda yang saat itu menjadi pemegang otoriatas pemerintahan di tanah jajahannya tersebut. Begitu juga ketika Jepang yang kemudian menjajah Indonesia, iklan enamel didatangkan dari Jepang yang saat itu telah berhasil mengadopsi teknik pembuatan Enamel dari Eropa.

Ledakan enamel ditandai dengan ekspansi atau pengembangan industri berskala besar. Kereta api yang menjadi public transportation sekaligus digunakan untuk menempel iklan enamel pada sisi-sisi badannya. Iklan enamel pada akhirnya dipasang pada dinding-dinding bangunan besar, sudut toko, stasiun kereta api dan pada tiang-tiang yang berada di jalan raya atau pusat kota.

Penempatan iklan-iklan enamel umumnya dilakukan di beberapa kota besar di Hindia pada beberapa wilayah dan sektor perdagangan utama seperti ‘Weltevreden’ di Batavia (kini Jakarta), ‘Bojong Raya’ di Semarang, ‘Malioboro’ di Yogyakarta, ‘Tunjungan’ di Surabaya, ‘Braga’ di Bandung.

Iklan enamel dengan penempatan pada tiang dilakukan untuk mengoptimalisasi ruang karena memiliki dua sisi atau bolak-balik, umumnya tiap sisi memiliki kesamaan bentuk visual, namun tak jarang jenis produk yang diiklankan tiap sisinya berbeda satu sama lain.

Perkembangan selanjutnya adalah munculnya gagasan-gagasan baru dalam membuat alternatif iklan berbahan dasar enamel, seperti pada kemasan produk makanan (packaging), asbak, nampan atau baki, sandaran tempat duduk, sandaran kalender, sandaran memo, jam, giant thermometer dan sebagainya yang dibuat dengan desain yang menarik.

Perkembangan iklan enamel di Indonesia

Indonesia yang kala itu menjadi daerah koloni Belanda menjadi pasar tersendiri untuk dikembangkan sektor industrinya oleh pemerintah Belanda. Hasrat industrialisasi diwujudkan ketika stabilitas keamanan di Hindia mulai meningkat paska penangkapan Diponegoro dan berakhirnya gejolak tanam paksa (culture stelsel). Tahun 1870-an diterapkan sistem ekonomi liberal di Hindia Belanda, banyak pengusaha asing berdatangan dan menanamkan modal untuk memperluas jaringan niagannya. Industrialisasi massal modern juga mulai dibangun dengan mendatangkan mesin-mesin berat dari Eropa.

Dibangunnya berbagai infrastruktur seperti pasar, toko-toko, bank, gedung-gedung perkantoran hingga transportasi menandai peradaban baru wilayah perkotaan sekaligus membawa perubahan dari segi perekonomian yang memungkinkan penduduk baik pendatang dan pribumi menengah atas untuk berniaga. Hal tersebut membawa dampak pada persaingan perdagangan antar berbagai produk dan jasa yang dihadirkan, maka dibutuhkan media komunikasi persuasif yang meluas dan efektif berupa iklan.

Produk industri Eropa yang hadir di Hindia dengan menggunakan iklan enamel sebagai wahana promosi, karena saat itu di negeri asal barang atau jasa yang ditawarkan tersebut telah banyak menggunakan lempengan enamel untuk beriklan. Oleh karenanya awal kehadiran iklan enamel di Hindia sangat tampak budaya dan idiom barat. Iklan enamel didominasi oleh pesan penawaran produk-produk asal Belanda. Hal ini karena awalnya produk-produk yang dipromosikan tersebut ditujukan bagi pangsa pasar masyarakat Belanda dan Eropa yang banyak menjadi masyarakat pendatang terutama di kota-kota besar Hindia. Kehadiran pendatang dari kalangan Eropa mulai marak terutama sejak dibukanya terusan Suez (1870) yang memudahkan pelancong untuk datang dan pergi dari Hindia.

Produk-produk industri barat diimport ke Indonesia awalnya memang untuk memenuhi kebutuhan orang Belanda saja, namun kemudian juga menyentuh masyarakat luas, selain penduduk Cina dan Arab, penduduk pribumi menengah atas kemudian juga menerima masuknya produk-produk tersebut sebagai bagian dari modernitas secara global yang terjadi saat itu. Beberapa iklan enamel dari produk-produk industri barat kemudian banyak yang menggabungkan bahkan menggunakan impresi selera lokal untuk lebih mendekatkan dengan konsumen pribumi. Momen ini dianggap sebagai simbolisasi pengukuhan kemakmuran dan moderintas dan menjadi obsesi tersendiri bagi masyarakat pribumi.

Adanya diferensiasi pekerjaan secara umum membuat masyarakat pribumi dapat terlibat dalam pengembangan serta pemanfaatan industri modern. Pendirian industri yang melibatkan pengusaha pribumi sebagai pemilik perusahaan bermunculan, bahkan beberapa diantaranya juga mengiklankan produk mereka dengan iklan enamel yang menggunakan idiom khas lokal. Adanya keterlibatan industri berbagai jenis oleh masyarakat, meningkatkan ketersediaan sumber dana dan peningkatan kemampuan daya beli. Kejadian tersebut pada akhirnya menciptakan golongan masyarakat konsumtif baru di kota-kota besar.

Terbentuknya budaya konsumtif modernis yang terdokumentasi dari berbagai varian iklan enamel, menjadi bukti adanya perubahan pola masyarakat pribumi yang awalnya berhaluan feodal tradisional bergeser menjadi masyarakat modern. Kesejahteraan dan meningkatnya status seseorang kemudian menuntut gaya hidup baru antara lain berupa penggunaan bahasa, cara berpakaian, cara makan, kelengkapan alat perabotan rumah tangga, kelengkapan jasa, kesenian, dan sebagainya.

Agen Iklan Enamel

Jika pengorganisasian iklan enamel di Eropa tergolong sangat baik yakni dengan adanya tanggung jawab perusahaan pembuatan iklan dalam pendistribusian atau pemasangan serta perawatan berkala iklan-iklan enamel, maka tidak demikian yang terjadi di Hindia Belanda. Teknologi dan seluruh kelengkapan pembutan iklan enamel yang beredar di Hindia dibuat di Eropa, hal tersebut terjadi karena tidak mencukupinya sumber daya manusia yang menguasai teknik pembuatan enamel yang rumit dan menuntut kecakapan tinggi dalam pengerjaannya.

Maka jika pengiklan ingin memesan iklan enamel biasa mendatangi agen atau cabang perusahaan pembuatan enamel dari Eropa yang banyak didirikan di kota-kota besar. Agen tersebut biasa melayani pemesanan sekaligus membuatkan desainnya, kemudian mengirimkan desain yang disepakati untuk dibuat di perusahaan mereka di Eropa. Beberapa perusahaan pembuatan enamel asal Belanda yang beroperasi di Hindia seperti Langcat Bussum, ‘T Raedhuys Amsterdam, Posta Amsterdam, Verenigde Blik Fabrieken Amsterdam Verblifa. Semua perusahaan tersebut sudah tidak lagi beroperasi.

Proses pemesanan via agen ini membutuhkan biaya serta pengiriman melalui transportasi laut yang tidak murah serta memakan waktu lama, beberapa sumber menyebutkan perlu waktu berbulan-bulan untuk pemesanan hingga kemudian dapat disebarkan di berbagai wilayah di Nusantara.

Tidak adanya perusahaan pembuatan iklan enamel untuk memenuhi ketersediaan di Hindia dirasa tidak begitu bermasalah, sebab saat itu produk-produk yang beredar masih sedikit jenisnya, atau beberapa diantaranya telah memiliki segmentasi pasar yang kuat sehingga memudahkan perhitungan pembuatan dan penyebaran iklan.

Beberapa perusahaan memilih iklan enamel sebagai media beriklan mereka karena kuat dan tahan terhadap segala kondisi cuaca, maka iklan jenis ini sangat cocok diaplikasikan di negara tropis yang memiliki ketidakteraturan cuaca seperti Indonesia.

Berakhirnya Kejayaan Iklan Enamel

Berakhirnya Perang Dunia II, membawa perubahan baru dari sektor perekonomian terutama dari sektor industrinya. Keterpurukan industri di Eropa yang biasa mensuplay kebutuhan di banyak negara akibat perang memunculkan Amerika Serikat sebagai pemain tunggal yang mampu menghasilkan produk-produk inovatif yang modern.

Perusahaan-perusahaan pembuatan enamel Eropa yang sebelumnya menjadi pemasok iklan enamel ke berbagai negara menjadi lesu bahkan beberapa diantara bangkrut karena sepi orderan sebagai akibat dari macetnya produksi industri Eropa. Namun yang menjadi pokok permasalahan mengapa industri iklan enamel diseluruh dunia berakhir tahun 1965-an lebih disebabkan karena munculnya teknologi cetak baru yang memudahkan penggarapan iklan dengan mesin cetak seperti poster, iklan koran, leafleat, brosure dan lainnya.

Teknologi cetak membuat produksi iklan dirasa lebih cepat, mudah, murah dan terbarukan sesuai dengan kebutuhan penetrasi komunikasi visual bagi masyarakatnya.

Penutup

Iklan enamel hadir sebagai bagian dari fenomena media komunikasi di dunia periklanan yang dibuat dengan teknik reproduksi yang rumit serta memiliki ciri khas yang membedakannya dengan media iklan lain. Faktor visual yang mempengaruhi isi pesan dalam khasanah perkembangan iklan enamel di Indonesia, berkembang seiring dengan kemajuan terutama di bidang perekonomian, sekaligus sebagai usaha penetrasi dengan idiom – idiom yang sesuai dengan target pasarnya.

Diselenggarakannya industrialisasi modern di Indonesia pada tahun 1870, berpengaruh pada pendirian industri berskala besar serta masuknya produk-produk industri modern dari Eropa. Adanya peningkatan perekonomian juga membuka kegiatan perdagangan bagi masyarakat pribumi, hal tersebut kemudian mengakibatkan terjadinya perubahan stratanisasi sosial kemasyarakatan di Hindia yang awalnya menganut paham feodal tradisional yang kental, bergeser menjadi masyarakat modern yang konsumtif.

Puncaknya adalah dengan adanya pendidikan modern barat (Politik Etis) memegang peranan penting pada perubahan pola masyarakat di Hindia, khususnya bagi para priyayi terpelajar yang kemudian menjadi agen of change penerapan gaya hidup barat khususnya di Jawa, mereka sekaligus menjadi role model bagi kelompok sosial masyarakat baru.

Desain adalah produk kebudayaan hasil dari dinamika sosial, teknologi, ekonomi, kepercayaan, perilaku dan nilai-nilai tangible (berwujud-pen) dan intangible (tidak berwujud-pen) yang ada di masyarakat dalam kurun waktu tertentu. Dengan demikian iklan enamel merefleksikan kehidupan sosial atau artefak sosial dalam ruang lingkup Desain Komunikasi Visual dimana unsur-unsur visual dalam iklan enamel adalah cermin dari relasi dan interaksi makna serta nilai-nilai dalam suatu sistem sosial kemasyarakatan.

Power up Your Marketing Strategy with Facebook Engagement


facebook

Power up Your Marketing Strategy with Facebook Engagement Ads

Bagikan

Melanjutkan tulisan saya terdahulu mengenai “Marketing Our Brand or Products through the Facebook Network”, kali ini saya akan mengajak anda mendalami lebih jauh tentang bagaimana memperkuat engagement anda dalam jejaring Facebook. Berbeda dengan fasilitas page yang sebelumnya dapat anda manfaatkan secara gratis, kali ini anda harus mengalokasikan sejumlah budget tertentu guna memperkuat strategi pemasaran anda di situs ini.

Tidak gratis memang, tapi Facebook advertising solutions akan mampu memberikan manfaat signifikan bagi pengembangan bisnis anda kedepan. Anda juga tidak perlu khawatir tentang besarnya biaya yang harus anda spend di Facebook, karena anda dapat menentukan sendiri berapa besar budget yang akan anda alokasikan disini. Logikanya semakin besar budget anda maka akan semakin gencar pula program pemasaran anda, tentukan besarnya budget dengan memperhitungkan goals yang ingin anda capai dan besarnya audience yang ingin anda raih. Facebook menawarkan dua pilihan charge, yaitu pay per click (CPC) dan cost per impression (CPM).

From Keyword Targeting to People Targeting

Dalam sebuah interview bersama Justin Smith, founder InsightFacebook.com, Tim Kendall, Facebook’s Director of Monetization and performance advertising head menjelaskan bahwa dalam dunia Facebook, para advertisers mempunyai keleluasaan yang lebih untuk mengoptimalkan strategi pemasaran mereka dengan menggunakan berbagai macam parameter efektif. Jika selama ini keywords targeting via Google Adwords menjadi andalan utama, saat ini Facebook hadir menawarkan beragam customer base targeting yang lebih efektif dalam mencapai sasaran dan efisien dalam alokasi biaya. Semua fasilitas itu hadir agar para performance marketer dapat mengirimkan campaign yang lebih tepat dan relevan kepada target market dibanding sebelumnya. Untuk lebih jelas mengenai parameter yang ditawarkan, mari kita bahas satu-persatu!

1. Location Targeting

Facebook memberi kuasa penuh kepada advertisers untuk membidik sasaran berdasarkan lokasi, meliputi Negara, state/province, bahkan kota sekalipun. Ini adalah cara yg ampuh bagi bisnis berskala nasional, multinational maupun local guna men-deliver campaign tepat kepada target market yg diincarnya. Anda dengan mudah dapat men-setup sebuah iklan agar tampil sampai dengan 25 pilihan parameter lokasi, jadi anda tidak perlu lagi khawatir iklan anda menjadi “mubazir”, karena iklan menu of the week di restoran anda yg seharusnya tampil di area Semarang justru tampil di Jayapura misalnya.

Untuk memperdalam kemampuan filtrasi Location Targeting, Facebook juga melengkapi fasilitas ini dengan Radius Targeting. Yaitu kemampuan untuk menentukan target audience berdasar pada kedekatan dengan lokasi utama yg dipilih. Misal anda men-setting Jakarta sebagai lokasi utama, anda juga dapat menambahkan radius kilometer daerah mana saja yang dijadikan target tambahan munculnya iklan anda. Facebook akan menentukan users profile mana saja sbagai tempat munculnya iklan berdasar IP address dan current location yang tertera di profile users.

2. Workplace Targeting

Ini adalah cara paling powerful bagi anda para B2B marketers untuk meraih target audience anda di Facebook. Mengapa? Karena fasilitas ini memungkinkan anda untuk men-set destinasi munculnya iklan hanya kepada user profile yang tergabung dalam sebuah perusahaan atau networks secara lebih spesifik.

Anda punya banyak target pelanggan corporate bagi produk asuransi atau IT solution anda? Manfaatkan layana ini and see that workplace targeting is fantastic for reaching an industry audience and headhunting.

3. Keyword Targeting

Jika anda sering memanfaatkan layanan Google Adwords, anda pastinya sudah tidak asing dengan konsep yang satu ini. Yup,.. keyword targeting masih merupakan the most powerful ads base targeting concept yg pernah ada. Anda dengan mudah dapat mengatur munculnya iklan anda berdasarkan kata kunci/keywords yang anda pilih. Misalnya keyword Muslim untuk destinasi iklan butik baju Muslim anda, atau mungkin Transformer untuk rental DVD anda dan masih banyak lagi pilihan lainya.

Facebook keywords akan mencari informasi relevan berdasarkan interests, activities, favorite books, TV shows, movies dan job titles yang tertera dalam profile, serta nama pages/group tempat users terdaftar sebagai fans. Selain itu Facebook juga akan memberikan suggestion keyword yg umumnya dipakai pada item tertentu.

4. Relationship Targeting

Relationship targeting memungkinkan advertisers membidik target dengan melihat status percintaan users, seperti single, in a relationship, engaged, atau married. Selain itu advertisers juga dapat mentargetkan iklanya berdasar kepada gender pilihan users pada kolom “Interested In”. Bagaimana konsep ini dapat bermanfaat bagi strategi marketing kita? Let say anda memiliki bisnis di wedding industry, fitur ini akan sangat bermanfaat bagi campaign anda untuk membidik para pasangan, terutama mrk yg termasuk ke dalam list in a relationship dan engaged. Bidang lain seperti fashion, elektronik dan bisnis seputar lifestyle juga akan merasakan powerful-nya kemampuan konsep yg satu ini.

5. Education Targeting

Fitur ini menawarkan keleluasaan bagi advertisers untuk menentukan target audience berdasarkan tingkat pendidikan, biasanya konsep seperti ini digunakan untuk campaign product ataupun service yang memiliki differensiasi market berdasarkan stage of life. Lebih jauh lagi, misalnya anda menentukan parameter “in college” maka anda juga mampu mem-filter target anda berdasarkan program study dan tahun kelulusan. Sangat bermanfaat jika anda memiliki bisnis yang berkaitan dengan pengembangan karir ataupun SDM.

6. Connection Targeting

Dengan fitur ini anda dapat menentukan target penetrasi campaign berdasarkan atas:

• Fans dari Pages anda

• Users dari Applikasi yang anda buat

• Members dari Groups anda

• Serta users yang menyatakan hadir dalam Events Invitation yang anda kirimkan

7. Sex Targeting

Hmm,..untuk yang satu ini saya rasa tidak perlu menjelaskan panjang lebar tentang apa yang ditawarkan. Banyak sekali product, brand atau service diluar sana yang dipetakan berdasar jenis kelamin target marketnya. Jika anda memiliki produk-produk atau layanan seperti itu, inilah cara yang paling efektif untuk anda meraih target audience sesuai dengan differensiasi jenis kelamin target produk anda.

8. Age Targeting

Ini adalah salah satu cara untuk mengefektfikan destinasi munculnya iklan anda berdasarkan rentang usia Facebook users. Di Indonesia sendiri pengguna Facebook terbanyak adalah berusia 18-24 th, kemudian disusul 25-34 th, serta 14-17 th dibelakangnya, sedangkan selebihnya adalah berusia 35 th keatas. Hal ini berarti advertisers dapat menyesuaikan target audience dengan produk yang akan dipasarkan, berdasarkan tingkat kestabilan income yang dapat dilihat dari rentang usia tersebut.

9. Birthday Targeting

Apa moment berharga bagi kita saat online di Facebook? Dapat kenalan baru, ditawari pekerjaan atau yang lain? Banyak sekali jawabanya dan tiap individu pasti memiliki jawaban yang berbeda pula. Tapi jika ditanya apakah ulang tahun adalah moment berharga dan berkesan bagi kita? Saya yakin hampir semua akan menjawab “Iya”.

Nah opportunity semacam ini tidak di sia-siakan oleh Facebook, user yang memiliki banyak teman, biasanya akan menerima banyak sekali ucapan “Happy Birthday” dari teman-temanya baik melalui media wall, private mssg maupun virtual gift. Disinilah kesempatan bagi advertisers untuk mengiklankan special offers atau promotion kepada users disaat mereka berulang tahun. Secara global, dengan sekitar 250 juta pengguna aktif, dalam sehari ada sekitar 700,000 users yang berulang tahun, dan ini angka cukup lumayan untuk anda manfaatkan.

10. Language Targeting

Language targeting memungkinkan anda meraih seluruh audience yang menggunakan bahasa tertentu, ini sangat bermanfaat bagi perusahaan yang mengelola specific brands dengan market yang terpetakan secara specific pula.

Go Big with Facebook Engagement Ads

Setelah anda memahami konsep Facebook Advertising Solution yang ditawarkan, sekarang saatnya anda menyiapkan kocek anda dan memilih jenis iklan yang tepat bagi products atau brand anda. Pada dasarnya Facebook menawarkan 5 buah tipe iklan kombinasi text dan images yang dapat anda manfaatkan.

1. Page Ad

Type iklan ini di desain untuk men-generate lebih banyak fans dalam Facebook page anda melalui jaringan fans anda yang telah terdaftar lebih dulu. Ketika seorang user terdaftar sebagi fans page anda, maka nama user tersebut akan tampil dibawah iklan page anda sehingga teman-teman user tersebut dapat melihatnya dan tertarik untuk menjadi fans di page anda pula.

2. Event Ad

Event Ad di desain terintergasi dengan Facebook Event dan disertai dengan “RSVP”/ call to action. Ketika RSVP di click oleh user, maka informasi detail tentang event tersebut akan tersajikan dengan lengkap. Meliputi jumlah user yang di invite, jumlah yang confirm buat attending, not attending dan lainya. Respon dari users tersebut dapat dilihat oleh teman-teman jaringanya dalam kolom event yang terletak di right sidebar home page kita.

3. Video Ad

Type iklan yang satu ini terintegrasi dengan Facebook video. Sama seperti wall, comment dari user akan visible oleh teman-temanya yang lain.

4. Gifts Ad

Gifts Ad terintegrasi dengan Facebook Gifts, ketika seorang user mengirim atau menerima sebuah gifts, maka teman dari user tersebut akan mampu melihat apa yang telah dilakukan user tersebut, tampil dibawah iklan yang muncul.

5. Website Ad

Type ini sama seperti web advertisement yang biasa kita jumpai di situs lainya, ketika seseorang melakukan click pada banner, maka dia akan di bawa ke situs produk tersebut.

Satu yang harus selalu anda ingat dan perhatikan dalam “Marketing Our Brand or Products through the Facebook Network” adalah anda melakukan engagement dalam sebuah ruang social yang mempunyai karakter dan culture berbeda dari situs-situs kebanyakan, anda tidak bisa hanya meng-kopi paste strategi pemasaran yang selama ini anda pakai melalui web portal, Adwords atau yg lainya. Tapi anda perlu melakukan re-design banner dan message dalam text iklan anda untuk dapat meng-grab sebanyak mungkin audience dan mencapai marketing goals anda.

Perpaduan antara Facebook advertising solution dengan Facebook page dan Icon ambassador yang saya jelaskan pada tulisan sebelumnya, kiranya akan mampu men-develop bisnis anda jika anda melakukanya secara benar, terkonsep dan tentu saja serius dalam melakukanya. Mumpung Facebook masih berjaya dan akan terus berkembang dalam tahun-tahun mendatang, mengapa kita tidak memanfaatkanya? Next topic yang akan saya tulis adalah tentang Twitter Marketing. So, I’ll see you on the next topic. Semoga bermanfaat!

Sumber : http://al-mansur.info

Thnx to Justin Smith

Book Images by technologynews.com.au

Prinsip-Prinsip Sosial Marketing ( Pemasaran )


Marketing menyentuh kehidupan setiap orang. Melalui sarana pemasaran ini, produk mau­pun jasa yang menciptakan standar hidup, dikembangkan dan dilontarkan kepada masyara­kat. Marketing mencakup banyak kegiatan, termasuk riset pemasaran, pengembangan pro­duk, distribusi, penetapan harga, iklan dan penjualan personal.

Banyak orang mengacau­kan marketing dengan penjualan. Sebenarnya pemasaran memadukan beberapa kegiatan yang dirancang untuk merasakan, melayani dan memenuhi kebutuhan konsumen dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Marketing terjadi jauh sebelum dan sesudah penjualan.

Pemasaran adalah kegiatan manusia yang dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Konsep penting dalam studi marketing adalah ke­butuhan, keinginan, permintaan, produk, pertukaran, transaksi dan pasar.

Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian gram yang, disusun untuk menciptakan, membangun dan menangani pertukaran yang meng untungkan dengan pembeli sasaran, dengan maksud untuk meraih tujuan perusahaan. Pemasar harus pandai dalam hal mengatur tingkat, saat, dan komposisi permintaan, karena permintaan bisa sangat berbeda dengan apa yang diinginkan perusahaan.

Manajemen marketing bisa dilaksanakan berdasarkan lima falsafah pemasaran yang berbeda – beda. Konsep produksi mengatakan bahwa konsumen akan, mendukung pengada­an produk dengan biaya rendah, oleh karena itu tujuan manajemen adalah memperbaiki efisiensi produksi dan menekan harga. Konsep produk berpendapat bahwa konsumen men­dukung kualitas produk, dan oleh, karena itu hanya diperlukan sedikit usaha prornosi. Konsep penjualan beranggapan bahwa konsumen tidak akan membeli cukup produk per­usahaan jika mereka tidak dirangsang lewat usaha penjualan dan promosi. Konsep pemasaran mengajarkan bahwa perusahasn harus meneliti, kebutuhan dan keinginan pasar sa­saran yang telah ditentukan dengan jelas, dan memberikan kepuasan sesuai keinginan me­reka. Konsep marketing kemasyarakatan mengatakan bahwa perusahaan harus membang­kitkan kepuasan dan kesejahteraan konsumen maupun masyarakat dalam jangka panjang sebagai kunci untuk meraih tujuan perusahaan.

Praktek-praktek pemasaran punya pengaruh penting terhadap orang sesuai peran me­reka sebsgai pembeli, penjual., dan pejabat. Demi sistem marketing, berbagai tujuan telah  disusun, misalnya, memperbesar konsumsi, menambah kepuasan konsumen, memperbanyak pilihan atau menaikkan kwalitas hidup. Banyak orang beranggapan bahwa tujuan pemasaran hanyalah meningkatkan kualitas hidup,dan den gan demikian sesuai dengan konsep marketing kemasyatakatan.

Minat terhadap pemasaran semakin intensif karena lebih: banyak perusahaan & dalam sektor usaha dalam sektor internasional, dar dalam sektor nir-laba mengetahui benar  bagaimana pemasaran ikut meningkatkan prestasi.di pasaran.

Proses Manajemen Marketing

Setiap perusahaan perlu mengelola kegiatan pemasaranya secara efektif. Secara khusus, perusahaan perlu mengetahui bagaimana menganalisis kesempatan – kesempatan pasarnya, menyeleksi pasar – pasar sasaran, mengmbangkan bauran pemasaran yang efektif. Langkah-langkah ini menentukan proses manajemen pemasaran.

Menganalisis kesempatan pasar merupakan awal dari kegiatan pemasaran. Manajemen perlu mengetahui bagaimana cara mengidentifikasikan dan mengevaluasi kesempatan pasar. Manajemen bisa mengetahui kesempatan pasar dan menyusun jaringan perluasan pasar / produk dan memperhatikan industri-industri baru yang menarik. Setiap kesempatan harus di evaluasi apakah sesuai dengan tujuan-tujuan perusahaan dan bisa ditangani dengan sum­berdaya perusahaan.

Analisis kesempatan pasar harus mengungkapkan sejumlah kesempatan pasar yang me­narik. Setiap kesempatan pasar memerlukan studi yang lebih mendalam sebelum dipilih sebagai pasar sasaran. Perusahaan berkeinginan untuk membuat taksiran yang lebih teliti mengenai permintaan saat ini dan permintaan masa depan, supaya perusahaan berkeyakinan bahwa kesempatan itu benar-benar menarik. Bila menarik, langkah selanjutnya adalah., melibatkan segmentasi pasar untuk mengetahui kelompok-kelompok konsumen dan kebutuhannya agar bisa dilayani sebaik mungkin oleh perusahaan.

Segmen pasar terdiri dari konsumen-konsumen yang sama-sama bereaksi ketika dihadapkan pada serangkaian rang­sangan pemasaran. Perusahaan bisa memilih untuk memenuhi satu atau beberapa segmen pasar. Untuk setiap segmen pasar sasaran, perusahaan harus menentukan posisi apa yang di­iginkan dalam segmen tersebut. Perusahaan harus menyelidiki posisi-posisi, produk pesaing di pasar sasaran dengan memperhatikan atribut-atribut yang dianggap penting oleh kon­sumen. Perusahaan juga harus menyelidiki jumlah permintaan, terhadap bermacam-macam kombinasi atribut produk. Kemudian perusahaan harus menentukan apakah perusahaan ingin membuat produk untuk memenuhi kebutuhan Yang belum terpenuhi, atau untuk memrnbuat produk yang mirip dengan produk-produk yang sudah ada. Kalau alternative terakhir yang dipilih, perusahaan harus bersiap – siap menyaingi produk pesaing dengan menciptakan beberapa hal yang istimewa untuk mempengaruhi benak konsumen.

Segera setelah, perusahaan menentukan posisi pasarnya, perusahaan mengembangkan bauran pemasaran untuk mendukung posisinya. Bauran pemasaran ialah campuran keem­pat P- produk, harga (price), tempat (place), dan promosi. Perusahaan harusmenentukan jwnlah anggaran pemasaran, bagaimana anggaran itu dialokasikari pada kategor-i bauran pe­masaran yang penting, dan bagaimana anggaran di dalam setiap kategori pemasaran itu dialokasikan.

Untuk melaksanakan usaha pemasaran, perusahaan harus membentuk sistem informasi pemasaran, sistem perencanaan pemasaran, sistem organisasi pemasaran dan sistem pengendalian pemasaran. Sistem perencanaan pemasaran terdiri dari sistem perencanaan stra­tegi dan sistem perencanaan pemasaran. Sistem perencanaan strategis memusatkan per­hatian untuk merancang sebuah perusahaan yang kuat yang paling tidak terbentuk dari beberapa usaha yang sedang berkembang untuk menutup beberapa usaha yang mungkin sedang lesu. Sistem perencanaan pernasaran mengembangkan rencana pemasaran tahunan dan rencana pemasaran jangka panjang untuk usaha khusus, produk dan merk yang mem­bawa misi yang menentukan hasil dari rencana strategis.

Bagian-bagian pemasaran modern diorganisasi dalam beberapa cara. Bentuknya yang paling umum ialah organisasi fungsional, di mana fungsi – fungsi pernasaran dikepalai oleh beberapa manajer tersendiri yang bertanggungjawab kepada wakil direktur pemasaran. Dalam organisasi geografis, wiraniaga bisa memusatkan perhatian pada pasar geografis khusus. Bentuk lain ialah organisasi manajemen produk, di mana produk-produk ditangani oleh para manajer produk yang bekerja sarna dengan ahli – ahli fungsional untuk mengem­bangkan dan melaksanakan- rencana mereka, Bentuk lainnya lagi ialah organisasi manajemen pasar yang mana pasar – pasar utamanya ditentukan oleh manajer – manajer pasar yang bekerja sama dengan ahli – ahli fungsional untuk meagembangkan dan melaksanakan rencana mereka. Beberapa perusahaan besar menggunakan organisasi manajemen produk/ manajemen pasar.

Prinsip-Prinsip Sosial Marketing ( Pemasaran )


Prinsip-Prinsip Sosial Marketing ( Pemasaran )
Marketing menyentuh kehidupan setiap orang. Melalui sarana pemasaran ini, produk mau¬pun jasa yang menciptakan standar hidup, dikembangkan dan dilontarkan kepada masyara¬kat. Marketing mencakup banyak kegiatan, termasuk riset pemasaran, pengembangan pro¬duk, distribusi, penetapan harga, iklan dan penjualan personal. Banyak orang mengacau¬kan marketing dengan penjualan. Sebenarnya pemasaran memadukan beberapa kegiatan yang dirancang untuk merasakan, melayani dan memenuhi kebutuhan konsumen dalam usaha mencapai tujuan perusahaan. Marketing terjadi jauh sebelum dan sesudah penjualan.
Pemasaran adalah kegiatan manusia yang dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Konsep penting dalam studi marketing adalah ke¬butuhan, keinginan, permintaan, produk, pertukaran, transaksi dan pasar.
Manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian gram yang, disusun untuk menciptakan, membangun dan menangani pertukaran yang meng untungkan dengan pembeli sasaran, dengan maksud untuk meraih tujuan perusahaan. Pemasar harus pandai dalam hal mengatur tingkat, saat, dan komposisi permintaan, karena permintaan bisa sangat berbeda dengan apa yang diinginkan perusahaan.
Manajemen marketing bisa dilaksanakan berdasarkan lima falsafah pemasaran yang berbeda – beda. Konsep produksi mengatakan bahwa konsumen akan, mendukung pengada¬an produk dengan biaya rendah, oleh karena itu tujuan manajemen adalah memperbaiki efisiensi produksi dan menekan harga. Konsep produk berpendapat bahwa konsumen men¬dukung kualitas produk, dan oleh, karena itu hanya diperlukan sedikit usaha prornosi. Konsep penjualan beranggapan bahwa konsumen tidak akan membeli cukup produk per¬usahaan jika mereka tidak dirangsang lewat usaha penjualan dan promosi. Konsep pemasaran mengajarkan bahwa perusahasn harus meneliti, kebutuhan dan keinginan pasar sa¬saran yang telah ditentukan dengan jelas, dan memberikan kepuasan sesuai keinginan me¬reka. Konsep marketing kemasyarakatan mengatakan bahwa perusahaan harus membang¬kitkan kepuasan dan kesejahteraan konsumen maupun masyarakat dalam jangka panjang sebagai kunci untuk meraih tujuan perusahaan.
Praktek-praktek pemasaran punya pengaruh penting terhadap orang sesuai peran me¬reka sebsgai pembeli, penjual., dan pejabat. Demi sistem marketing, berbagai tujuan telah disusun, misalnya, memperbesar konsumsi, menambah kepuasan konsumen, memperbanyak pilihan atau menaikkan kwalitas hidup. Banyak orang beranggapan bahwa tujuan pemasaran hanyalah meningkatkan kualitas hidup,dan den gan demikian sesuai dengan konsep marketing kemasyatakatan.
Minat terhadap pemasaran semakin intensif karena lebih: banyak perusahaan & dalam sektor usaha dalam sektor internasional, dar dalam sektor nir-laba mengetahui benar bagaimana pemasaran ikut meningkatkan prestasi.di pasaran.

Facebook Bisnis yang menciptakan bisnis baru


Salah satu fenomena online dua tahun terakhir ini adalah Facebook. Situs jejaring sosial ini mengharubirukan rakyat AS dalam kampanye Obama, kemudian mewabah di seluruh dunia.

Kalau mau, Facebook bisa mendirikan negara online mengingat anggotanya mencapai 200 juta jiwa, setara sebuah negara besar. Sebentar lagi masyarakat Facebookiah akan mengalahkan jumlah rakyat Indonesia. Sungguh fenomelan. Tapi fenomena Facebook kini merambah ke bidang lain: bisnis.

Soal sang pencipta Facebook, Mark Zuckerberg, yang tahun lalu menjadi pengusaha terkaya di dunia paling muda versi Forbes, sudah banyak yang tahu. Pada saat yang sama, barangkali juga banyak yang sudah tahu, meski jumlah penggunanya melesat tajam, Facebook kesulitan menemukan model bisnis untuk meningkatkan income perusahaan. Namun, di kala krisis finansial melanda seluruh dunia tahun lalu, dan berdampak buruk ke hampir semua perusahaan, Facebook justru tumbuh. Perusahaan yang menaungi 800 karyawana tersebut membukukan nilai penjualan sekitar US$ 300 juta tahun lalu.  ”Kami sedikit dari perusahaan dunia yang masih bisa tumbuh di tengah resesi,” kata Mark Zuckerberg.

Tahun ini, pertumbuhan akan semakin tinggi. Jumlah karyawan Facebook akan mencapai angka seribu orang tahun ini. Pada saat yang sama, nilai penjualan Facebook pada tutup tahun 2009 nanti diperkirakan mencapai US$ 500 juta alias lima triliun rupiah dengan kurs 1 USD = Rp 10 ribu. Kenaikan 40% di tengah resesi jelas prestasi yang fenomenal.

Namun, ada yang tidak kalah fenomenalnya. Facebook berhasil menciptakan sebuah lingkungan bisnis bagi pihak lain dengan nilai yang juga luar biasa besar. Facebook mempersilahkan siapa saja untuk membangun aplikasi dan game di Facebookasal memenuhi standarnya. Tahukah anda berapa nilai bisnis yang berhasil diraup oleh para pembuat aplikasi di Facebook? Venturebeat memperkirakan, uang senilai USD 500 juta akan masuk ke kantong para pembuat aplikasi Facebook tahun ini. USD 500 juta? Ya, betul. Itu artinya sama dengan income yang diraih Facebook pada tahun yang sama.

Bahkan ada yang berani meramalkan pasar aplikasi Facebook itu akan melampai angka tersebut. “Saya tidak akan heran jika pendapatan para pembuat aplikasi Facebook akan lebih besar ketimbang pendapatan Facebook tahun ini,” kata Tim O’Shaughnessy, CEO LivingSocial, salah satu pembangun aplikasi terpopuler di Facebook.

Apa artinya?

Facebook berhasil membuat penciptanya kaya raya …

Facebook berhasil menentramkan para investornya dengan pertumbuhan salesnya ….

Facebook telah membuka lapangan kerja begitu banyak dengan prospek karir yang cerah ….

Bahkan Facebook membuka bisnis baru untuk pihak lain — para pembuat aplikasi, pembuat game, dan sejenisnya yang memanfaafkan platfrom Facebook — dengan skala bisnis yang lebih besar dari Facebook sendiri….

Sumber : Nukman Luthfi, http://sudutpandang.com

Segmentasi, Targeting dan Positioning


Segmentasi

Menurut Kotler (2003 ):
“Market segmentation is the process of breaking a heterogeneous group of potential buyer into smaller homogeneous groups of buyer, that is with relatively similar buying characteristics or needs”
Dengan kata lain segmentasi pasar merupakan suatu aktivitas membagi atau mengelompokkan pasar yang heterogen menjadi pasar yang homogen atau memiliki kesamaan dalam hal minat, daya beli, geografi, perilaku pembelian maupun gaya hidup.

Selanjutnya Kotler, kartajaya, Huan dan liu (2003) menyatakan bahwa segmentasi adalah melihat pasar secara kreatif, segmentasi merupakan seni mengidentifikasi dan memanfaatkan peluang-peluang yang muncul di pasar. Pada saat yang sama segmentasi merupakan ilmu (science) untuk memandang pasar berdasarkan variabel geografis, demografis, psikografis dan perilaku.

Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa segmentasi memiliki peran penting dalam sebuah perusahaan karena beberapa alasan; pertama, segmentasi memungkin perusahaan untuk lebih fokus dalam mengalokasikan sumber daya. Dengan membagi pasar menjadi segmen-segmen akan memberikan gambaran bagi perusahaan untuk menetapkan segmen mana yang akan dilayani. Selain itu segmentasi memungkin perusahaan mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peta kompetisi serta menentukan posisi pasar perusahaan.

Kedua, segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuan positioning. Ketiga, segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing, dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing.

Tingkatan Segmentasi Pasar
Menurut Thompson (2000) segmentasi pasar dimulai dari mengidentifikasi mass market (pemasaran massal). Mass market ini terlalu beragam dan sulit untuk menetapkan target market dengan program pemasaran tunggal, dengan demikian pasar tersebut perlu disegmen menjadi kelompok-kelompok yang homogen.

Starting point dari segmentasi adalah mass marketing. Didalam mass marketing program pemasaran dilakukan secara massal seperti distribusi massal, promosi massal dan lainnya atau dengan kata lain satu produk untuk semua. Akan tetapi mass marketing tidak selalu sukses dalam melayani pasarnya karena satu program pemasaran tidak bisa melayani pasar yang heterogen sehingga pelu dilakukan segmentasi, niche marketing (relung pasar) dan pasar individu (Kotler, 2003).

Segmentasi pasar terdiri dari usaha untuk mengidentifikasi sebuah kelompok menjadi sebuah kelompok yang memiliki kesamaan. Segmentasi merupakan cara tengah antara mass marketing dengan individu. Dalam segmentasi pasar orang yang berada dalam satu segmen diasumsikan benar-benar memiliki persamaan, padahal tidak ada dua orang yang benar-benar memiliki persamaan dalam suatu hal (Kotler, 2003). Namun demikian segmentasi pasar memiliki beberapa keuntungan dibandingkan mass market antara lain perusahaan dapat menciptakan produk dan layanan yang cocok atau sesuai dengan target market. Perusahaan juga akan lebih mudah dalam menetapkan canel distribusi dan dalam menetapkan komunikasi pemasaran.

Pada niche marketing lebih fokus terhadap ceruk-ceruk pasar yang belum dilayani dengan baik. Hal ini dilakukan dengan mengidentifikasi segmen yang sudah ada menjadi sub segmen yang lebih kecil. Dengan adanya niche market perusahaan dapat memahami konsumen dengan baik. Ciri yang menarik dari niche market adalah konsumen pada niche market mempunyai kebutuhan yang kuat, konsumen ini mau membayar dengan harga yang premium kepada perusahaan yang dapat memuaskan mereka dengan baik. Nice market memiliki pertumbuhan yang potensial dan profitable sehingga perusahaan dapat melayani segmen ini.

Sementara itu pada pasar individu merupakan bagian terakhir dalam segmen, setiap individu memiliki keunikan masing-masing. Pasar individu dikenal juga dengan custumized marketing atau one to one marketing dimana konsumen dilayani secara individu. Perusahaan dapat melayani pasar individu secara customize sehingga dapat memenuhi kebutuhan konsumen seperti yang mereka harapkan.

Pola Segmentasi Pasar
Menurut Kotler (2003) terdapat tiga pola segmentasi pasar. Pola ini digunakan untuk mengidentifikasai preferensi segmen. Pola tersebut adalah:
• Homogeneus preference (preferensi homogen)
Homogeneus preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang sama terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.
• Diffused preference (preferensi yang menyebar)
Diffused preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang beragam terhadap suatu produk atau jasa yang ditawarkan
• Clustered preference (preferensi yang mengelompok)
Clustered preference merupakan pola yang menunjukkan bahwa konsumen memiliki preferensi yang berkelompok-kelompok. Dimana konsumen yang berada dalam satu kelompok memiliki kesamaan preferensi.

Prosedur Dan Proses Segmentasi Pasar
Menurut Kotler (2003) bahwa prosedur segmentasi ada tiga tahap yaitu:
1. Survey Stage
Survey Stage merupakan tahap melakukan eksplorasi baik melalui focus group discussion atau dengan wawancara terhadap beberapa kelompok konsumen untuk memperoleh keterangan mengenai motivasi, sikap dan perilaku mahasiswa Program Magister Manajemen (MM) . Dengan adanya gambaran awal tentang preferensi konsumen peneliti dapat menggali lebih lanjut dengan menggunakan kuesioner.
2. Analysis Stage
Analysis Stage merupakan tahap analisis terhadap informasi yang telah diperoleh melalui survey. Analisis dapat dilakukan dengan menerapkan analisis faktor untuk menelaah variabel-variabel mana yang berkolerasi tinggi kemudian menerapkan analisis cluster untuk menciptakan atau mengetahui kelompok-kelompok pasar yang secara signifikan memiliki perbedaan karakteristik.
3. Profiling Stage
Profiling Stage merupakan tahap untuk mengidentifikasi frofil masing-masing cluster yang terbentuk. Dengan ini akan teridentifikasi perbedaan masing-masing cluster berdasarkan sikap dan perilaku, demografi, psikografi, manfaat atau value yang diharapkan dari sebuah program MM, kemudian masing-masing cluster diberi nama berdasarkan karakteristik yang menonjol (Fanggidae, 2006).

Dasar Segmentasi
Menurut Kotler (2003) ada dua cara yang dapat dijadikan dasar dalam segementasi pasar, yaitu pertama consumen characteristic (karakteristik konsumen) yang merupakan variabel utama dalam segementasi yang terdiri dari :
• Segmentasi Geografi
Pada segmentasi georafi pengelompokan dilakukan berdasarkan faktor geografinya, seperti berdasarkan daerah asal atau tempat tinggal mahasiswa dimana dapat dikelompokkan menjadi kelompok mahasiswa yang berasal dari dalam kota Padang, luar kota Padang dalam propinsi Sumatera Barat dan luar kota Padang luar Propinsi Sumatera Barat.
• Demografi Segmentasi
Pada segementasi demografi pengelompokan dilakukan berdasarkan variabel usia, jenis kelamin dan pekerjaan mahasiswa program MM.
• Psychographic segmentation
Pada Psychographic segemtation pengelompokan didasarkan pada karakteristik setiap konsumen, seperti motivasi, kepribadian, persepsi, interest, minat dan sikap.
Kedua yaitu, consumer responses (respon konsumen) yang terdiri dari Benefit segmentation (segmentasi manfaat) yaitu pengelompokan yang di dasarkan kepada manfaat yang diharapkan konsumen dari suatu produk atau jasa, use occasion (saat pemakaian) dan Brand atau merek. Dengan ini konsumen akan dikelompokkan berdasarkan respon mereka terhadap produk atau jasa, seperti ada konsumen yang mementingkan kualitas dan ada konsumen yang mementingkan harga yang murah.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) mengelompokkan pendekatan dalam melakukan segmentasi pasar menjadi tiga, yaitu :
• Static Atribut Segmentation
Static Atribut Segmentation mengelompokkan pasar berdasarkan atribut-atribut statis yang serupa, yang tidak selalu mencerminkan perilaku pembelian atau penggunaan dan tidak secara langsung mempengaruhi keputusan konsumen dalam membeli. Jenis atribut ini mencakup variabel geografi dan demografi.
• Dynamic Atribut Segmentation
Dynamic Atribut Segmentation mengelompokkan pasar berdasarkan atribut dinamis yang serupa, atau atribut-atribut yang mencerminkan karakteristik konsumen. Atribut ini mencakup variabel psikografis dan behavioral.
• Individual Segmentation
Individual Segmentation mengelompokkan pasar atas unit terkecil atau individu.

Menentukan Dasar Segmentasi
Dalam menentukan dasar segmentasi yang akan digunakan dapat disesuaikan dengan kondisi yang paling relevan. Sebagaimana diketahui konsumen berbeda dalam banyak hal dan masing – masing berpotensi membentuk segmen, namun kenyataan tidak semua variabel ini akan bermanfaat untuk semua situasi. Dengan demikian perlu kehati-hatian dalam memilih variabel segmentasi agar sesuai dengan perusahaan.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan bahwa agar strategi segmentasi tersebut tepat perusahaan harus pertama, memandang pasar dari sudut yang unik dan dengan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing. Kedua metode segmentasi yang digunakan harus sejauh mungkin mencerminkan perilaku pembelian atau penggunaan serta menentukan alasan pelanggan untuk membeli. Karena alasan inilah dynamic atribut segmentation lebih unggul dibandingkan static atribut segmentation, sebab atribut ini lebih mengarah kepada perilaku pembelian, metode ini dapat memberikan informasi yang berharga bagi perumusan strategi pemasaran yang cocok untuk mempengaruhi perilaku konsumen tersebut.

Segmentasi geografis dan demografis lebih mudah dilakukan, karena data yang akurat dan tepat sudah tersedia. Namun metode ini tidak memberikan gambaran yang yang jelas tentang bagaimana konsumen memilih dan membeli suatu produk. Sehingga akan sulit untuk membangun strategi yang lengkap yang menyertakan perumusan positioning, marketing mix, penjualan, pelayanan, proses dan membangun brand dengan keakuratan yang baik.

Syarat Segmentasi Yang Efektif
Menurut Kotler (2003) syarat segmentasi yang efektif adalah:
1. Measurable (terukur)
Measurable berarti segmen pasar harus dapat membantu perusahaan dalam mengukur potensi pasar, daya beli konsumen serta ukuran alokasi sumberdaya.
2. Substansial (banyak)
Substansial berarti segmen tersebut harus besar dan profitable untuk dilayani.
3. Accessible (dapat diakses)
Accessible berarti segemen tersebut harus mudah dijangkau untuk dilayani.
4. Differentiable (dapat dibedakan)
Differentiabel berarti segmen tersebut dapat dibedakan dengan jelas.
5. Actionable (dapat dilayani)
Actionable berarti segmen tersebut dapat dijangkau atau dilayani dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Manfaat Segmentasi
Menurut Weinstein, 1994 dalam Ariwibowo, 2003, secara umum segmentasi bermanfaat untuk meningkatkan posisi kompetisi perusahaan dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada konsumen. Lebih lanjut Weinstein (1994) mengemukan secara terperinci tentang 4 manfaat segmentasi, yaitu:
1. Designing responsive products to meet the needs of the marketplace. Melalui penelitian preferensi konsumen, perusahaan berjalan ke arah penyelesaian konsep marketing yaitu kepuasan konsumen yang akan membawa keuntungan. Perusahaan menempatkan konsumen sebagai yang utama, kemudian mendisain dan menyeleksi produk untuk kepuasan konsumen.
2. Determining effective and cost efficient promosional strategies. Segmentasi sebagai alat perencanaan merupakan alat identifikasi dan analisa yang berharga untuk mengembangkan communication mix, sehingga dapat dipilih alat promosi yang sesuai untuk menargetkan pada media yang tepat.
3. Evaluating market competition in partikular the companys market position. Riset segmentasi menyediakan a competitive intelegence mechanism untuk mengakses dan membandingkan perusahaan agar sesuai dengan standar.
4. Providing insight on present marketing strategies. Segmentasi sangat penting untuk melakukan evaluasi secara periodik terhadap marketing strategi perusahaan saat ini dengan cara memanfaatkan peluang baru dan menghindarkan dari adanya potensi terhadap ancaman.

Target Market
Evaluasi Segmentasi Pasar

Setelah perusahaan mengidentifikasi peluang segmen pasar, selanjutnya adalah mengevaluasi beragam segmen tersebut untuk memutuskan segmen mana yang menjadi target market. Dalam mengevaluasi segmen pasar yang berbeda perusahaan harus melihat dua faktor yaitu daya tarik pasar secara keseluruhan serta tujuan dan resource perusahaan (Kotler, 2003). Perusahaan harus melihat apakah suatu segmen potensial memiliki karakteristik yang secara umum menarik seperti ukuran, pertumbuhan, profitabilitas, skala ekonomi, resiko yang rendah dan lain-lain. Perusahan juga perlu mempertimbangkan apakah berinvestasi dalam segmen tersebut masuk akal dengan mempertimbangkan tujuan dan sumber daya perusahaan.

Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu (2003) menyatakan ada tiga kriteria yang harus dipenuhi perusahaan pada saat mengevaluasi dan menentukan segmen mana yang akan dijadikan target. Pertama, perusahaan harus memastikan bahwa segmen pasar yang dibidik itu cukup besar dan akan cukup menguntungkan bagi perusahaan. Perusahaan dapat saja memilih segmen yang kecil pada saat sekarang namun segmen itu mempunyai prospek menguntungkan dimasa datang. Sehubungan dengan hal ini perusahaan harus menelaah kompetisi yang ada di sektor tersebut dan potensinya untuk tumbuh karena akan berkaitan juga dengan ukuran dan pertumbuhan target segmen perusahaan.

Kedua adalah bahwa strategi targeting itu harus didasarkan pada keunggulan kompetitif perusahaan yang bersangkutan. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah perusahaan memiliki kekuatan dan keahlian yang memadai untuk menguasai segmen pasar yang dipilih sehingga memberikan value bagi konsumen. Untuk menghasilkan value yang unggul tidak cukup hanya memiliki sumber daya yang memadai tetapi harus didukung dengan kapabilitas, kompetensi inti, dan keunggulan kompetitif untuk melaksanakan diferensiasi yang ditujukan untuk memenangkan kompetisi tersebut. Perusahaan juga harus menganalisis dari dekat apakah segmen pasar yang dipilih telah sejalan dan mendukung tujuan jangka panjang perusahaan.

Ketiga adalah bahwa segmen pasar yang dibidik harus didasarkan pada situasi persaingannya. Perusahaan harus mempertimbangkan situasi persaingan yang secara langsung atau tidak langsung mempengaruhi daya tarik targeting perusahaan. Beberapa faktor yang dipertimbangkan disini antara lain intensitas persaingan segmen, potensi masuknya pemain baru, hambatan masuk industri, keberadaan produk-produk pengganti, kehadiran produk-produk komplementer serta pertumbuhan kekuatan tawar menawar pembeli maupun pemasok.
Dengan menggunakan beberapa kriteria diatas perusahaan dapat menemukan kesesuaian perusahaan dengan segmen pasar yang tepat.

Menentukan Target Market
Menurut Kotler, 2003, dalam menetapkan target market perusahaan dapat mempertimbangkan lima pola
Product specialization
Berdasarkan gambar diatas dapat dijelaskan sebagai Berikut :
1. Single Segment Concentration.
Single Segment Concentration maksudnya adalah perusahaan dapat memilih satu segmen saja. Perusahaan lebih bisa mencapai posisi yang kuat disatu segmen, dengan pengetahuan yang baik terhadap kebutuhan segmen sehingga bisa diperoleh keuntungan. Namun, konsentrasi di satu segmen mempunyai potensi resiko yang cukup besar, sehingga alasan inilah yang mendasari perusahaan untuk memilih lebih dari satu segmen.

2. Selective Specialization.
Selective Specialization maksudnya adalah perusahaan menyeleksi beberapa segmen. Segmen yang dipilih mungkin tidak saling berhubungan atau membentuk sinergi, tetapi masing – masing segmen menjanjikan uang. Strategi ini lebih dipilih oleh perusahaan untuk menghindari kerugian, walaupun salah satu segmennya tidak produktif, tetapi perusahaan tetap memperoleh pendapatan dari segmen yang lain.
3. Product Specialization.
Product Specialization maksudnya perusahaan berkonsentrasi membuat produk khusus atau tertentu. Melalui cara ini, perusahaan membangun reputasi yang kuat di produk yang spesifik. Namun resikonya tetap ada, yaitu apabila terjadi kekurangan bahan untuk pembuatan produknya atau keterlambatan melakukan perubahan teknologi.
4. Market Specialization.
Market Specialization maksudnya adalah perusahaan berkonsentrasi melayani berbagai kebutuhan dalam kelompok tertentu. Perusahaan memperoleh reputasi yang kuat dan menjadi channel untuk semua produk baru yang dibutuhkan dan dipergunakan oleh kelompok tersebut. Resiko akan kerugian akan timbul apabila kelompok tadi mengurangi pembelian atau kebutuhannya.

5. Full Market Coverage.
Full Market Coverage maksudnya adalah perusahaan berusaha melayani semua kelompok dengan produk yang dibutuhkan. Namun, hanya perusahaan besar yang bisa melakukannya. Untuk menciptakan kepuasan konsumen, pemasar dapat melakukan diferensiasi dan menghasilkan lebih banyak penjualan daripada tidak melakukan diferensiasi, namun diferensiasi dapat meningkatkan biaya perusahaan. Secara umum, hal ini tetap akan bermanfaat khususnya apabila dikaitkan dengan strategy profitability, namun demikian perusahaan sebaiknya berhati – hati agar tidak terjadi over segmenting. Biaya yang diperkirakan adalah Product modification cost, manufacturing cost, administrative cost, inventory cost, dan promotion cost.
Selain itu menurut Kotler, 2003 ada pertimbangan tambahan yang perlu diperhatikan perusahaan dalam mengevaluasi dan memilih segmen yaitu:

• Pilihan etika atas pasar sasaran. Dalam menetapkan target market perusahaan hendaknya tidak menimbulkan pertentangan, seperti mngambil keuntungan dari kelompok yang rapuh seperti anak-anak atau mempromosikan produk yang berbahaya. Karena dalam pasar sasaran masalahnya bukanlah siapa yang dipilih sebagai target tapi bagaimana dan untuk apa. Pasar yang memiliki tanggungjawab sosial mengharuskan segmentasi dan target pasar yang melayani tidak hanya untuk kepentingan industri saja tetapi juga kepentingan mereka yang dijadikan sasaran.
• Interelasi dan segmen super. Segmen super adalah sekumpulan segmen yang memiliki kesamaan yang dapat dieksploitasi, sehingga perusahaan akan bijaksana jika memilih segmen super daripada segmen di dalam segmen super karena perusahaan tidak memiliki keunggulan kompetitif terhadap industri-industri yang telah berada dalam segmen super.
• Rencana serangan segmen per segmen. Pesaing tidak boleh tahu segmen mana yang dituju oleh perusahaan. Jika diketahui maka perusahaan harus mencari jalan keluar untuk menerobos yakni dengan cara menyerang pasar tertutup dengan pendekatan mega marketing artinya koordinasi strategis keahlian ekonomi, psikologis, politik dan hubungan masyarakat untuk memasuki atau beroperasi dalam pasar tertentu.
• Kerjasama antar segmen. Cara terbaik untuk mengelola segmen adalah kerjasama antara SDM di dalam perusahaan untuk membangun bisnis segmen perusahaan.

Positioning
Menurut Milton M. Presley et al dalam Advertising procedure:
“Positioning product is the place your product occupies in consumers’ minds relative to competing products. Think brand image, benefit promise, and competitive advantage. It’s how you plan to compete in the marketplace. It’s the reasons customers should buy your product, and not the competitors”.
Dengan kata lain posititioning adalah bagaimana sebuah produk dimata konsumen yang membedakannya dengan produk pesaing. Dalam hal ini termasuk barnd image, manfaat yang dijanjikan serta competitive advantage. Inilah alasan kenapa konsumen memilih produk suatu perusahaan bukan produk pesaing.
Menurut Fanggidae, 2006, positioning adalah suatu strategi dalam kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk menciptakan perbedaan (differents), keuntungan (advantages), manfaat (benefit) yang membuat konsumen selalu ingat dengan suatu produk. Dengan kata lain sebagai usaha menempatkan sesuatu dalam pikiran orang dengan terlebih dahulu memberikan informasi tentang segala sesuatu seperti fasilitas, program yang diberikan, dosen yang dimiliki dengan cara penyuguhan kualitas pelayanan dan bagaimana mempresentasikannya.

Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan liu, 2003 menyatakan positioning sebagai ”the strategy for leading your cutomers credibly” yaitu suatu strategi untuk membangun kepercayaan, keyakinan dan kompetensi bagi konsumen. Positioning adalah mengenai bagaimana perusahaan mendapatkan kepercayaan pelanggan untuk dengan sukarela mengikuti perusahaan.
Selanjutnya Yoram Wind, dalam Kotler et all 2003 menyatakan positioning sebagai reason for being yaitu bagaimana mendefinisikan identitas dan kepribadian perusahaan di benak konsumen. Perusahaan harus mempunyai kredibilitas di benak konsumen untuk itu konsumen perlu dibimbing. Positioning tidak sekedar membujuk dan menciptakan citra dalam benak pelanggan, tetapi juga bagaimana merebut kepercayaan pelanggan. Positioning menyangkut menciptakan being dalam benak konsumen dan membimbing mereka dengan penuh kredibilitas. Selanjutnya positioning merupakan sebuah janji yang dibuat perusahaan kepada konsumen. Janji tersebut harus ditepati dan kemampuan perusahaan untuk menepati janji merupakan bagian yang vital dan strategi. Karena alasan inilah, positioning yang tepat merupakan hal yang krusial bagi keberhasilan akhir perusahaan.

Cara Menentukan Positioning
Dalam menentukan positionig ada empat tahap yaitu: identifikasi target, menentukan frame of reference pelanggan (siapa diri), merumuskan point of differentiation — Mengapa konsumen memilih perusahaan, menetapkan keunggulan kompetitif produk — bisa dinikmati sebagai sesuatu yang beda (Kotler, 2003)

Menurut Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu, 2003 ada empat kriteria yang dapat dilakukan perusahaan untuk menentukan positioning. Pertama adalah kajian terhadap konsumen (cutomer). Disini positioning harus mendeskripsikan value bagi konsumen karena positioning mendeskripsikan value yang unggul. Selain itu positiong merupakan penentu penting bagi konsumen pada saat memutuskan untuk membeli.

Kriteria kedua didasarkan atas kajian pada kapabilitas perusahaan (company). Disini positioning harus mencerminkan kekuatan dan keunggulan kompetitif perusahaan. Seperti lokasi yang strategis.
Kriteria ketiga didasarkan atas kajian pada pesaing (competitor). Disini positioning harus bersifat unik, sehingga dengan mudah dapat mendiferensiasikan diri dari para pesaing.

Kriteria keempat didasarkan atas kajian terhadap perubahan yang terjadi dalam lingkungan bisnis (change). Dikatakan bahwa positioning harus berkelanjutan dan selalu relevan dengan berbagai perubahan lingkungan bisnis. Positioning pada hakikatnya adalah menanamkan sebuah persepsi, identitas dan kepribadian di dalam benak konsumen. Untuk itu agar positioning kuat maka perusahaan harus selalu konsisten dan tidak berubah. Karena persepsi, identitas dan kepribadian yang terus menerus berubah akan menimbulkan kebingungan di benak konsumen dan pemahaman mereka akan tawaran perusahaan akan kehilangan fokus.

Dalam menetapkan penentuan positioning perusahaan dapat memperhatikan faktor-faktor di bawah ini sebagai basis atau landasan penentuan positioning:
• Proposisi nilai dan manfaat yang dapat diberikan perusahaan
• Capaian yang telah dihasilkan perusahaan
• Segmen pasar dan pelanggan yang ditargetkan
• Atribut yang jadi keunggulan produk dan merk perusahaan
• Bisnis baru yang dimasuki
• Originalitas dan posisi sebagai perusahaan atau merk baru di pasar
Dalam mengkomunikasikan positionig sebuah produk perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor di bawah ini:
• Be creative
Be craetif maksudnya adalah bahwa perusahaan harus kreatif untuk mencuri perhatian konsumen atau target market.
• Simplicity
Simplicity maksudnya adalah komunikasi yang disampaikan harus sesederhana dan sejelas mungkin
• Consistent yet flexible
Consistent yet flexible maksudnya adalah perusahaan harus konsisten dan melihat kondisi.
• Own, dominate, protect
Own, dominate, protect maksudnya adalah dalam komunikasi perusahaan harus memiliki satu atau beberapa kata ampuh di benak pelanggan
• User their language
User their language maksudnya adalah dalam mengkomunikasikan positioning perusahaan harus menggunakan bahasa pelanggan.

Diferensiasi
Menurut Porter dalam Kotler et all, 2003, hakikat dari positioning adalah penciptaan posisi yang unik dan bernilai, yang melibatkan sekumpulan aktifitas yang berbeda dari yang dipilih pesaing.
Selanjutnya Kotler, Kartajaya, Huan dan Liu, 2003, menyatakan diferensiasi merupakan tindakan merancang seperangkat perbedaan yang bermakna dalam tawaran perusahaan. Tawaran tersebut harus dipersepsikan oleh konsumen sebagai hal yang berbeda, namun harus benar-benar berbeda dalam hal content, context dan infrastrukturnya.

Content adalah dimensi diferensiasi yang menunjukkan value yang ditawarkan kepada pelanggan. Ini merupakan bagian tangible dari diferensiasi. Contex merupakan dimensi yang menunjuk pada cara perusahaan menawarkan produk. Ini berhubungan dengan usaha-usaha perusahaan untuk membantu konsumen mempersepsikan tawaran perusahaan dengan cara berbeda dari tawaran pesaing. Dimensi terakhir menunjuk pada infrastruktur seperti teknologi, SDM dan fasilitas yang digunakan untuk menciptakan diferensiasi content dan context.

Proses diferensiasi dapat dilakukan dalam tiga tahap (Kotler, 2000): pertama dengan menemukan model nilai konsumen. Perusahaan harus membuat semua daftar produk dan jasa yang mempengaruhi persepsi konsumen yang menjadi target market terhadap value. Kedua dengan membangun hirarki nilai pelanggan, perusahaan harus menyusun setiap faktor kedalam satu kelompok dari empat kelompok yaitu: Basic (dasar), expected (harapan), desired (keinginan) dan unanticipated (kejutan). Yang ketiga adalah menemukan sepaket nilai konsumen. Perusahaan harus memilih kombinasi antara faktor yang intangible dan tangible untuk membedakan dengan pesaing dan menciptakan konsumen yang loyal.

Dalam membangun positioning di benak konsumen perusahaan harus mengembangkan unique selling proposition (USP) yang merupakan competitive advantage (Kotler, 2003). Dimana produk atau jasa yang dihasilkan harus unik atau hanya dimiliki perusahaan dan dibutuhkan oleh konsumen. Sebuah produk atau merek harus mengkomunikasikan dirinya sebagai yang nomor satu pada manfaat yang dicari konsumen.

Alat Diferensiasi
Perusahaan dapat melakukan diferensiasi pada lima dimensi (Kotler, 2003) yaitu: produk, services, personel, chanel dan image.
1. Diferensiasi Produk

Diferensiasi produk adalah kegiatan memodifikasi produk agar menjadi lebih menarik. Diferensiasi ini memerlukan penelitian pasar yang cukup serius karena agar bisa benar-benar berbeda, diperlukan pengetahuan tentang produk pesaing. Diferensiasi produk ini biasanya hanya mengubah sedikit karakter produk, antara lain kemasan dan tema promosi tanpa mengubah spesifikasi fisik produk, meskipun itu diperbolehkan.

Tujuan dari strategi diferensiasi adalah mengembangkan positioning yang tepat sesuai keinginan konsumen potensial yang ingin dituju. Jika pasar melihat perbedaan produk perusahan dibanding produk pesaing maka akan lebih mudah mengembangkan marketing mix untuk produk tersebut.

Diferensiasi produk dapat dilakukan pada form (bentuk) seperti ukuran, bentuk dan bentuk fisik lainnya dari produk, features (corak) dengan memvariasikan fungsi dasar produk, performance (kinerja), durability (daya tahan), reliability (kehandalan), style (Mode) dan design (Disain).

Menurut Macmillan dalam Aaker, 1992 dalam Sukowatai, 2003 perusahaan jasa dapat melakukan diferensiasi melalui inovasi yang bersifat pre-emptive dalam jangka panjang. Pre-emptive di sini maksudnya adalah implementasi suatu strategi yang baru bagi suatu bisnis tertentu. Karena merupakan yang pertama, maka dapat menghasilkan keterampilan atau aset yang dapat merintangi, mencegah, atau menghalangi para pesaing untuk melakukan duplikasi atau membuat tandingannya.

Perusahaan jasa dapat mendeferensiasikan dirinya melalui citra di mata pelanggan, misalnya melalui simbol-simbol dan merek yang digunakan. Selain itu, perusahaan dapat melakukan diferensiasi produk dalam penyampaian jasa (service delivery) melalui tiga aspek yang juga dikenal sebagai 3P dalam pemasaran jasa, yaitu orang (people), lingkungan fisik (physical environment)dan proses (process)
Keunggulan bersaing yang berkesinambungan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk menciptakan suatu produk yang pada saat pesaing berusaha untuk menirunya akan selalu mengalami kegagalan secara signifikan. Di samping faktor keunikan produk, perusahaan yang memiliki keunggulan bersaing juga menerapkan strategi marketing mix yang meliputi harga yang mampu bersaing, tempat atau lokasi strategis, dan promosi yang memadai.

Keunggulan bersaing melalui diferensiasi produk adalah bagaimana perusahaan dapat menciptakan produk unik yang memberikan tingkat keuntungan di atas rata-rata yang mampu diraih oleh industri melalui kombinasi manusia, lingkungan, dan proses.
2. Diferensiasi Jasa
Menurut Kotler (2003) ketika produk tidak mudah untuk di diferensiasi maka perusahaan perlu menambah nilai pelayanan serta meningkatkan kualitasnya. Kreativitas yang tinggi mengharmonisasikan unsur-unsur marketing mix : product, place, price, promotion, people, packaging, programming patnership sehingga kualitas jasa yang dirasakan oleh konsumen melebihi harapan.

Menurut Tjiptono dalam Sukawati, 2003, cara lain untuk melakukan diferensiasi adalah secara konsisten memberikan kualitas pelayanan yang lebih baik daripada para pesaing. Hal ini dapat dicapai dengan memenuhi atau bahkan melampaui kualitas jasa yang diharapkan para pelanggan. Kualitas jasa sendiri dipengaruhi oleh dua variabel, yaitu jasa yang dirasakan (perceived service) dan jasa yang diharapkan (expexted service). Bila jasa yang dirasakan lebih kecil daripada yang diharapkan, maka para pelanggan menjadi tidak tertarik lagi pada penyedia jasa yang bersangkutan. Bila yang terjadi adalah sebaliknya (perceived expexted), maka ada kemungkinan para pelanggan akan menggunakan penyedia jasa itu lagi.
Menurut Kotler (2003), diferinsiasi jasa dapat dilakukan pada delivery yaitu bagaimana produk dan jasa sampai kepada konsumen. Disini termasuk kecepatan dan keakuratannya. Instalation yaitu bagaimana sebuah produk terpasang dengan baik di tempat konsumen. Customer training dan customer consulting yaitu bagaimana perusahaan memberikan pengarahan dan mendengarkan keluhan dari konsumen.
3. Diferensiasi Personal

Diferensiasi personal adalah diferensiasi lewat keunggulan personal. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kompetensi karyawan melalui peningkatan pengetahuan, courtesy atau keramah tamahan, sopan santun dan bersahabat, credibility yaiu dapat dipercaya dan jujur serta responsiveness yaitu cepat tanggap menghadapi pelanggan.
4. Diferensiasi Image (Citra)

Menurut Zyman, S, 2000 dalam Sukawati, 2003 citra identik dengan atribut adalah sebuah karakteristik, yang khusus atau pembeda dari penampilan seseorang atau benda. Diferensiasi citra adalah bauran yang tepat dari elemen pencitraan, yang menciptakan citra sebuah merek. Proses pencitraan harus membangun, memaksimalkan, memanfaatkan, dan mengekploitasikan kekuatan dan kelemahan setiap elemen citra untuk memastikan bahwa merek itu memiliki prospek yang baik secara terus- menerus.
Perusahaan yang tidak menciptakan hubungan antara penciptaan citra dan penjualan produk sering kali tidak melakukan pekerjaan yang baik. Menurut Sergio Zyman (200) dalam Sukawati, 2003, banyak perusahaan yang sukses dalam menjual produk karena produk mereka memiliki citra jelas yang menentukan posisi mereka di titik yang secara potensial menarik dalam pilihan konsumen yang begitu banyak.

Menurut Trout, J. (2000), kebanyakan perusahaan yang sukses adalah perusahaan yang “memiliki kata” yang menempati tempat spesial dalam benak konsumen. Berbagai konsep yang berkembang saat ini menyiratkan bahwa pentingnya citra sebagai sarana atau alat untuk meraih keunggulan bersaing di pasar. Begitu perusahaan telah secara jelas mendefinisikan citranya kepada pelanggan, maka langkah berikutnya adalah mengkomunikasikan citra tersebut agar elemen ini menjadi sumber keunggulan bersaing yang Anda miliki dalam jangka panjang (Sukowati, 2003). Melalui investasi pada proses pencitraan yang dilakukan secara terus-menerus, perusahaan akan menikmati tingkat pengembalian pasar dalam konsep pemasaran, yang lebih tinggi daripada yang dapat diraih oleh pesaing dalam industri yang sama.

Sumber : http://priyo.datautama.net.id

Sekali lagi dengan positioning?


Milestone dari konsep marketing adalah pemahaman Segmentasi, penentuan Targeting, dan perumusan Positioning. Perumusan positioning adalah end-result dari kesimpulan kita dalam memandang pasar, dan memilih target yang potensial (* segmentasi dan targeting akan dibahas selanjutnya) sekaligus sesuai dengan sumber daya yang kita miliki. Contoh di atas adalah salah satu end-result dari pemahaman seorang marketer tentang “pasar mobil” dengan membagi menurut dua kategori yakni harga mobil (price) dan konsumsi BBM. Anda pun bisa membuat positioning map berdasarkan kreatifitas Anda dalam melihat pasar misalnya dengan membagi brand berdasarkan harga (price) dan teknologi; harga dan desain; desain dan durability, dan lain sebagainya. Dari positioning map itu Anda bisa melihat dimana posisi brand Anda sekarang dan kemana Anda ingin mengarahkan positioning brand Anda di masa depan.

Secara umum Anda ada dua hal yang harus diperhatikan ketika kita menyusun positioning baru atau merubah positioning yang sudah ada, yakni: manfaat utama yang akan kita tawarkan (apakah benefit leadership, value leadership, ataukah cost leadership) dan point perbandingan yang akan kita pakai (apakah comparative-membandingkan dengan pesaing dalam hal kesamaan ataukah perbedaannya, ataukah noncomparative-hanya berdasarkan kebutuhan dan ketegori).

Contoh jika Anda sekarang brand managernya Chery Tiggo kemungkinan positioning adalah cost leadership (SUV paling murah di kelasnya-hanya 140 jutaan) atau value leadership (murah sekaligus fiturnya lengkap: mesin 2.0 EMI, ABS-EBD-BA, flexible seating configuration), Kalau benefit leadership tidak mungkin karena secara reliability belum teruji sebagai brand baru.

Kemudian ketika menyusun kalimat positioning, brand manager bisa memilih apakah akan menggunakan kalimat bernada comparative (paling dekat adalah Daihatsu Terios) ataukah non comparative, misalnya dengan mengambil angle kalimat dari kebutuhan SUV murah yang menunjang kebutuhan masyarakat akan kendaraan anti banjir.

sumber : <!– /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-parent:””; margin:0in; margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:12.0pt; font-family:”Times New Roman”; mso-fareast-font-family:”Times New Roman”;} @page Section1 {size:8.5in 11.0in; margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in; mso-header-margin:.5in; mso-footer-margin:.5in; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:”Times New Roman”;
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}

http://talkcommunication.blogspot.com

Teori Social Marketing


Definisi Social Marketing

Berdasarkan definisi dari para ahli, social marketing pada dasarnya merupakan aplikasi strategi pemasaran komersil untuk “menjual” gagasan dalam rangka mengubah sebuah masyarakat, terutama dalam manajemen yang mencakup analisa, perencanaan, implementasi dan pengawasan.

Marketing menurut Hermawan Kertajaya adalah sesuatu yang sederhana. Ia mengumpamakannya sebagai seni “menjual” diri (selling self) atau organisasi. Apabila seseorang atau organisasi mempraktikkan prinsip-prinsip: promosi tanpa memaksa, memahami dan menerapkan positioning secara tepat, memahami branding dan diferensiasi berarti lembaga atau seseorang perusahaan telah menjalankan marketing dengan benar.

Hermawan mengistilahkan dasar-dasar marketing sebagai “3i Marketing Triangle”, yaitu positioning (cara sasaran/publik yang hendak diubah perilakunya mendefinisikan perusahaan/organisasi dengan kompetitor), differentiation (perbedaan ) dan brand (keunikan, ketajaman, dan fokus sebuah produk dibandingkan dengan produk lainnya, bisa berupa logo dan bentuk unik). Telah dikenal 9 elemen marketing (segmentasi pasar, target, positioning, diferensiasi, marketing mix, selling, brand, service dan process).

Proses Social Marketing:

1. Terapkan SWOT (Strenght Weakness Opportunity Threat) pada analisa kondisi awal

2. Pilih kelompok sasaran yang perilakunya hendak diubah

3. Tetapkan perubahan perilaku yang diinginkan

4. Identifikasi manfaat atau hambatan dalam mengubah perilaku

5. Terapkan strategi social marketing yang beranekaragam untuk mengelakkan hambatan dan mengejar manfaat

6. Perubahan perilaku memakan waktu sehingga strategi social marketing harus diusahakan secara gigih dalam waktu lama dengan indikator prestasi yang terukur

Penerapan social marketing merupakan salah satu bagian dari sebuah framework yang disebut “doing great by doing good” (Philip Kotler & Nancy Lee, “Corporate Social”). 6 pilihan untuk berbuat baik tersebut adalah cause promotions, cause related marketing, social marketing, corporate philantropy, community volunteering. Social marketing merupakan upaya untuk mendukung implementasi dan/atau mengubah perilaku masyarakat.

Hermawan berpendapat bahwa pemasaran di masa kini menjadi lebih berhasil apabila memperbanyak strategi marketing horisontal (dari individu ke individu). Misalnya, dengan membuat situs web. Cara-cara vertikal seperti menggunakan metode komunikasi satu arah kini kurang efektif. Hal serupa menurut, Hermawan berlaku untuk social marketing. Marketing seharusnya tidak dipandang hanya sebagai sebuah alat atau seolah anggota tubuh. Pandanglah marketing sebagai sebuah keseluruhan (the whole), sesuatu yang menyeluruh. Menurut Hermawan, di masa kini visi, misi dan nilai-nilai organisasi tidak hanya melibatkan intelektualitas (mind) dan hati (heart),melainkan juga ruh (spirit). Penjabaran dapat dilihat pada bagan “3² Values-BasedMatrix”.

Praktik pemasaran sosial tak ada artinya apabila kemitraan tidak dijadikan tujuan organisasi. Menurut Andreason, penekanannya adalah padamasyarakat luas, langsung mempengaruhi perilaku dan kebutuhan atau kepentingan target sasaran sebagai dasar pertimbangan. Demikian pula, social marketing tak ada artinya apabila tidak diikuti atau dilanjutkan dengan upaya mendorong tersusunnyasebuah kebijakan. Salah satu contoh pembentukan sistem kebijakan adalah adanya tax eduction (pemotongan pajak) bagi lembaga atau korproasi yang menyumbang. Pajak yang jumlahnya reduksi ini bisa menjadi bagian dari advokasi organisasi nirlaba sehingga pada akhirnya organisasi tidak tergantung semata-mata kepada donor.

Sumber :luzman-interisti.blogspot.com

Crowd: Sebuah Pengantar Bagi Revolusi Dunia Pemasaran


Apakah Anda sudah membaca buku “Crowd”, yang ditulis oleh Yuswohady? Sebagai pemasar Indonesia mungkin banyak dari Anda yang sudah membacanya. Buku ini berdasarkan klaim penulisnya langsung ludes saat pertama kali diluncurkan saat Marplus Conference 2008 di Ritz Carlton Pacific Place. Buku ini layak untuk dicermati dan dibaca, sebagai pengantar bagi Anda yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai konsep New Wave Marketing yang didengungkan oleh Hermawan Kertajaya. Intinya adalah saat ini pemasaran itu harus bersifat horisontal. Pemasar harus lebih banyak berdialog dan berinteraksi dengan konsumennya. Konsumen tidak bisa lagi disegmentasi dan dipaksa mengikuti segmentasi itu. Tapi justru pemasar yang harus bisa menciptakan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen, yang terbentuk dalam komunitas-komunitas tertentu. Pemasar harus lebih pintar memanfaatkan komunitas sebagai mesin word of mouth yang menjadi pendorong meningkatkan penjualan. Banyak kasus-kasus menarik yang diangkat dalam buku ini, misalnya KFC, Polygon, kemudian Yaris dll. Lalu yang dari luar negeri misalnya bagaimana Strabucks dan juga Mountain Dew melibatkan konsumennya untuk memilih dan memberikan ide apa tha sebenarnya yang inginkan dari sebuah produk. Kata Yuswohady, konsumen sekarang sudah benar-benar emosional. Sebuah produk bukan hanya harus menawarkan kualitas terbaik, tetapi juga harus menyentuh sisi emosional mereka. Ini sangat masuk akal, ketika pilihan semakin banyak, akses informasi begitu berlimpah. Maka hanya produk-produk yang menawarkan sebuah pengalaman yang mengesankan bagi konsumen yang akan menarik minat, kalo istilah ABG sekarang, pokoknya yang “gue banget” deh…. Satu lagi catatan menarik dari buku ini. Buku ini bukan hanya menandai revolusi dalam dunia pemasaran, dengan new wave marketing yang lebih banyak menggunakan aktivitas di dunia online. Pengaruh gaya menulis di dunia online pun, telah mewabah dalam penulisan buku ini. Coba Anda rasakan sendiri, bagaimana gaya menulisnya menjadi lebih gaul dan centil. Sesuatu yang tidak mengherankan, karena sekarang orang terbiasa dengan membaca tulisan di blog, yang lebih kasual, dan menggunakan bahasa percakapan sehari-hari. Kalau Anda membaca buku Beyond Buzz, maka Anda akan mengerti mengapa Yiuswohady pun tampak harus belajar menjadi lebih genit dalam menulis.

Sumber : http://www.marketing.co.id/

Bisnis Online,”promosi tanpa Sales”


Mungkin pernah dengan Anna fahira yang luar biasa suksesnya dalam bisnis online atau pernah dtayang dalam acara Kick Andy seorang yang cacat berhasil sukses dalam bisnis online dengan penghasilan sepuluh juta perbulan.  Bahkan Bob Julius Onggo (2007) berpendapat bahwa iklan melalui  cyber online ini  bukan media iklan tapi dapat menjadi media iklan yang efektif, karena para pengguna situs sedang mengais-ngais informasi atau produk yang akan mrereka sewa atau beli, secara umum sudah terinformasi dan teredukasi akan fungsi, kebutuhan dan kegunaan produk yang mereka cari. Bahkan mereka dalam posisi buying mood, siap untuk mengeluarkan koceknya.

Sitem pemasaran cyber ini tidak lepas dari jasa Google dan Yahoo sebagai mesin pencari yang bisa memberikan steady income secara terus-menerus lewat  incoming buyers. Perkembangan berikut Seiring dengan perkembangan weblog seperti multiply.com, blogger.com, wordpress.com yang secara gratis dan semua orang bisa melakukan dengan mudah termasuk dalam hal menata theme yang menarik dengan hanya memiliki e-mail kita bisa memiliki blog online atau kalau sedikit lebih formal dengan menyewa hosting orang lain bisa menjadi toko cyber yang lebih menguntungkan.
Konsep cyber marketing inilah ada kemungkinan jauh lebih menarik perkembangannya dan jangkauannya yang luar biasa. Karena ada kesan profesional apalagi dengan domain sendiri, ada image yang luar biasa, ‘terkesan sukses dan profesional’, lebih kredibel, bila dibandingkan promosi melalui media lainnya seperti televisi atau majalah, termasuk komunikasi dengan customer jauh lebih mudah. Konsep Aida’s dalam promosi suatu produk jauh lebih hidup.

Anda ingin lebih kredibel dan memiliki produk menarik apa salahnya dipromosikan lewat blog atau situs internet sebagai toko online seperti yang dilakukan toko buku Amazone yang omzetnya berkembang pesat setelah memasarkan melalui situs online, termasuk yang dilakukan Mr onggo yang memasarkan rental alat-alat presentasi ataupun promosi yang dilakukan lembaga pendidikan dengan memiliki situs yang menarik termasuk yang dilakukan para Aleg, calon bupati, gubernur, termasuk calon kandidat presiden beberapa partai yang memaasarkan dirinya melalui situs dan branch image-nya berkembang sangat baik. Tapi sayang customer kita menengah keatas karena internet di kita masih sangat mahal bila dibadningkan dengan negara tetangga kita seperti Malaysia dan singapura, tapi jumlah penduduk kita sangat besar dan sangat prosppektif untuk produk apapun tinggal kita menyesuaikan dengan need dan want konsumen kita yang sangat cerdas.

Lakukan Segmentasi Terhadap Calon pelanggan Anda


Melakukan segmentasi nasabah adalah memahami segala karakteristik dan tingkah laku nasabah Anda sehingga Anda dapat menciptakan pesan pemasaran yang secara efektif dapat berkomunikasi dengan mereka. Ini juga membantu Anda membelanjakan dolar Anda secara bijak, hanya menggunakan wahana yang dapat menjangkau semua segmen yang sudah Anda kenali.

Lakukan evaluasi nasabah Anda terhadap kelima kriteria ini untuk memastikan bahwa Anda telah melakukan segmentasi yang jelas dari hadirin Anda.

1. Jenis nasabah

Barangkali cara yang paling mendasar untuk melakukan segmentasi dari hadirin Anda adalah dengan memutuskan apakah Anda berencana menetapkan nasabah sasaran atau bisnis sasaran lainnya. Hanya sedikit perusahaan kecil yang berhasil menetapkan dua-duanya sebagai sasaran, dan meskipun ada beberapa tumpang tindih, Anda kemungkinan besar perlu menciptakan perbedaan yang lebih nyata untuk mengasah pesan pemasaran Anda.

2. Geografi

Lokasi geografis dasar nasabah Anda adalah penting sekali untuk menetapkan metode pemasaran yang akan digunakan oleh bisnis Anda. Nasabah bisa datang dari kalangan lokal, wilayah, nasional, atau internasional. Untuk beberapa bisnis, sasarannya sudah jelas – hadirin sasaran jasa cuci kering mungkin hanya beberapa mil dari lokasi bisnisnya. Dalam hal seperti ini, mungkin adalah ide yang bagus untuk memecah lokasi geografis lebih jauh – misalnya, dengan kode pos atau lingkungan tempat tinggal. Demikian pula, penjual berskala nasional atau internasional mungkin ingin menelusuri kota atau negara dimana mayoritas nasabah mereka berada untuk membantu mempertajam fokus mereka.

3. Demografi

Demografi adalah “statistik vital” mendasar dari landasan nasabah Anda. Dengan melakukan segmentasi demografis, Anda dapat menentukan karakteristik statistik khusus yang membedakan semua nasabah Anda.

Jika bisnis Anda sedang menetapkan nasabah sasaran, maka segmentasi demografis bisa meliput segala karakteristik seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, golongan pekerjaan (pekerja kantor atau pekerja pabrik), pendapatan, status pernikahan, dan latar belakang etnis atau agama. Mungkin Anda tidak perlu menggunakan semua kriteria ini; melainkan, Anda ingin memusatkan perhatian kepada riset terhadap nasabah-nasabah yang paling tepat untuk produk atau jasa Anda.

Demografi bisnis, di sisi lain, berbeda dalam pembagiannya. Mulailah dengan melihat industri dimana nasabah sasaran Anda berada. Anda juga dapat melakukan segmentasi sasaran Anda menurut ukuran bisnis berdasarkan jumlah karyawan atau jumlah penjualan. Akhirnya, pertimbangkan siapa yang mengambil keputusan membeli produk atau jasa seperti milik Anda – apa jabatan pekerjaan orang itu dan dalam departemen mana orang ini bekerja?

4. Psikografi

Psikografi mengacu kepada kepribadian dan tingkah laku emosional yang mempengaruhi pembelian. Dengan kata lain, bagaimana kebiasaan membeli dari nasabah Anda? Misalnya, apakah nasabah bersifat menurutkan kata hati atau menolak risiko? Ada kisaran variabel yang luas yang Anda dapat pertimbangkan dan mereka seringkali saling mempengaruhi, akan tetapi sebagian komponen psikografi yang paling umum mencakup:
Kecenderungan nasabah untuk membeli produk atau jasa baru kalau dibandingkan dengan yang lain

  • Pengaruh atas kebiasaan membeli nasabah (seperti tekanan dari teman atau pendidikan)
  • Perlengkapan dari produk atau jasa yang mungkin penting untuk nasabah bersangkutan
  • Kesetiaan merek atau reputasi
  • Kriteria keputusan membeli, seperti, apa pembelian akan didasarkan kepada harga atau nilai

5. Keyakinan dan gaya hidup

Bidang-bidang ini pada umumnya mengacu pada cara konsumen memandang diri mereka sendiri. Keyakinan bisa mencakup agama, politik, kebangsaan, atau nilai-nilai kebudayaan dan sikap. Segmen gaya hidup bisa berhubungan dengan cara nasabah menggunakan waktu diluar pekerjaan mereka untuk segala keperluan seperti hobi, rekreasi, hiburan dan kegemaran lainnya. Segmen-segmen ini bisa penting, karena segala variabel ini sering dapat digunakan untuk meramalkan tingkah laku pembelian masa depan.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 500 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: