Posts from the ‘Komunikasi pemasaran’ Category

Manajemen Komunikasi Pemasaran


PUBLICity

PUBLICity (Photo credit: spDuchamp)

Kehadiran media cetak dan elektronik telah menimbulkan sikap keseriusan bagi para pengusaha,untuk selalu memperbaiki kualitas produk;Stategi komunikasi pemasaran (marketing communition) yang dapat menghindari perusahaan kerugian yang disebabkan oleh promosi.yang tidak efisen dapat dimasukkan sebagai bagian dari konsep bauran komunikasi pemasaran(marketing communication mix)

Adapun pemasaran didefinisikan sebagai “Asocietal process by which individual and grup, dapat dikatakan bahwa proses yang membentuk hubungan antara komunikasi induvidu atau grup dalam menyanpaikan jenis-jenis produk;barang dan jasa.

Inti Dari Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran membahas beberapa masalah yang memiliki kaitan erat dengan komunikasi dalam pemasaran, pokok kajian pembahasan komunikasi pemasaran antara lain

  • Strategi Komunikasi
  • Segmentasi Potensial
  • Perencanaan Media
  • Kreatif pesan dan Visual
  • Biaya Komunikasi dan Belanja Iklan
  • Riset Komunikasi Pemasaran
  • Konsep Bisnis Masa Depan

Proses Perencanan Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran dapat diidentifikasikan sebagai hal berikut:

  1. Mengidentifikasikan pasar dan kebutuhan konsuman atau persepsi konsumen.
  2. menggambarkan dan mengoperasionalkan gambar atau persepsi tujuan target group.
  3. Mengvaluasikan sejumlah perilaku yamh tergambar diyakini dapat mencapai tujuan.

Strategi mempromosikan sebuah produk atau perusahan merupakan strategi pembangunanatribut yang akan dan terus dikenal oleh konsumen.

Analis Situasi ,Taktik,dan Strategi

Perusahaan yang memikili dia atau lebih konsep strategi ,memungkinkan perusaahn tersebut bertahan dalam persaingan yang semakin keras.Perusahan yang tidak memiliki kerangak dan strategi cadangan dalam menghadapi para pesaing naru justeru akan mengacam posisi produk mereka yang telah ada.

Tujuan lain dari analis situasi,teknik dan strategi dalam komunikasi pemasaran adalah untuk memperoleh dari konsumen (sebagai sumber utama).dimana pespon tersebut merupakan langkah awal yang perusahan untuk bersikap positif.

Perencanaan Komunikasi Penasaran

Perencanaan komunikasi dalam komunikasi pemasran merupakan panduan mendasr yang penting untuk membentuk kita dalam menyusun sebuah perencanaan strategi berdasarkan pandangan komunikasi pemasaran. Perencanaan mungkin lebih penting dari sebuah dokumen yang kita miliki. Setiap perencanaan dan eksekusi periklanan memilikinilai yang kecil jika kita tidak menjaga di hadapan konsumen .

PEMASARAN DAN PROMOSI

Pemasaran Pada Era Informasi.

Kondisi saat ini menempatkan kita ke dalam sebuah persaingan diantara dua paradikma yang saling tarik menarik,yaitu era industeri disnis dan era informasi bisnis.

Terdapat tujuh Aspek Dasar yang harus dicapai oleh organisai bisnis agar dapat bartahan dalam kompetisi yang ketat saat ini:

  1. Konsumen tepat sasaran
  2. Kualitas penciptaan produk yang terbaik melalui perusahan teknologi terbaru
  3. Adanya diferentasi produk yang ditawarkan dengan pesaing .
  4. Positioning produk dan perusahaan sebagai penggerak pasar .
  5. Kacapatan dalam penetrasi pasr (local maupun interlokal)
  6. Sumbrt daya manusia dengan kualitas tertinggi dan mampu bekerja secara tim
  7. Kepentingan yang mamapu beradap tasi dalam kondisi yang selalu berubah –ubah

Perusahaan yang memliki ke tujuh aspek tersebut dapat digolongkan kepada perusahan yang memiliki kemampuan untuk bertahan pada masa saat ini.

Dukungan Media (Media Support

Dukungan media (Media support) selalu dihubungkan dengan peluang keberhasialan bisnis,biaya dan audience.dukungan media dapat juga disebut sebagai media alternative,media yang tidak dapat diukur serta merupakan non traditional media .dukungan media –media tersebut antara lain:

  • Out Of Home Media
  • Promotional Product marketing
  • Yellow Pages
  • Produt Placement
  • Inflight Adertising dan
  • Miscellaneous Media.

Publicity dan Corporate Advertising

Publicity

Publicity (publisitas) merupakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam program publicity relation,karena mampu menjangkau opini public yang dapat mendukung produk/jasa serta membentuk suatu perceived quality dalam benak konsumen.

Untuk mempromosikan produk special yang dapat membangkitkan kepercayaan terhadap produk ,dan memperkuat imagenilai dari suatu produk kepada pelangan khusus.publicity itu sendiri pada dasrnya merupakan pengembangan dari konsep berita, yaitu:5 W +1 H(Who,What,Where,Why,What,dan How) hanya dalam pemasarannya saja yang berbeda .penulisan berita 5W dijabarkan secara singkat maka dalam publicity cenderung disajiakn lebih kompeleks dan detil.

Diret Marketing adalah :bagian dari program komunikasi pemasran .pasar tidak dapat dicapai apabila kita hanya menggunakan salah satu cara atau medium saja. Kehadiran media masssa dalam memenuhi keinginan industeri perlu diperoleh kesempatan untuk meraih targert market sebesar-besarnya.dan menjangkau target yang tidak terjangkau melalui metode atau teknuk markering.

Personnel Selling

Personnel selling adalah:improvisiasi dari penjualan dengan menggunakan komunikasi a person to person communicatiom.Dalam marketing communication,personal selling merupakan mitra penting dan tidak dapat digantiakn dengan elemen promosi lainnya.

STRATEGI KOMUNIKASI

Kehidupan manusia tidak terlepas dari ruang lingkup komunikasi,manusia sebagai mahluk social,maka dengan komunikasi tidak saja sebagai alat untuk kontak hubungan dengan antara individu,namun komunikasi juga merupakan alat bagi manusia untuk bertahan hidup.komunikasi memiliki kekuatan untuk melakukan seleksi terhadap berbagai stimuli yang ada disekitarnya,stimuli yang akan dipilih dan stimuli tersebut dapat memberikan rangsangan yang labih kuat.

Bentuk –Bentuk Komunikasi

Komunikasi pemasaran mix antara lain adalah:

Dalam komunikasi dibagi menjadi tiga bagian yaitu:Massa,Kelompok,dan Personal .masing –masing kimunikasi dalam lingkup massa tersebut dianggap tidak saling mengenal satu sama lainnya.sedangkan karekteritis personal adalh: pribadi dari satu orang komunikasi yang langsung dan berinteraksi dengan komunikasi.komunikasi dibagi menjadi dua bagian yaitu:

  • Komunikasi massa
  • Komunikasi kekompok

Bentuk –Bentuk Media Komunikasi

Media Komunikasi Antar personal

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah memunculkan jenis media komunikasi yang mempu berinteraksi secara personal atau kelompol.komunikasi dapat melakuakanpenelusuran berbagai informasi yang menarik .

Tujuan Komunikasi

Perubahan Pengetahuan

Setiap tindakan yang kita lakuakan diasdari atau tidak disadari memiliki tujuan tertentu dalam ari adanya keinginan untuk memperoleh kepuasan yang ingin segeran dicapai secepatnya.

Otak manusia bekerja dan berkembang sesuai rangsangan (stimuli) dari luar yang dihubungkan dengan kebutuhan yang ada dalam diri seseorang.pentingnya perubahan pengetahuan dalam strategi komunikasi pada tahap awal merupakan langkah positif dari sebuah presesuntuk mengubah pengetahuan konsumen dimaksudkan untuk mengubah pengetahuan komsumen yang yang dimaksud adalah:

  • Mempekenalkan adanya penemuan baru.
  • Mengiformasikan cara baru dalam memenuhi kebutuhan.
  • Menggambarkan bagimana kepuasan tersebut dapat terpenuhi.

Tujuan Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran bertujuan untuk mencapai tiga tahap perubahan yang ditunjukan kapada konsumen.tahap pertama yang ingin dicapai dari strategi komunikasi pemasaran adalah tapan perubahan khowledge(pengetahuan),dalam perubahan ini konsumen mengetahui adanya keberadaan sebuah produk,tahapan kedua adalah perubahan sikap dalam consumer behavior perubahan sikap ini ditentukan oleh tiga unsure yang disebut oleh Sciffman dan Kanuk menunjukkan bahwa tahapan perubahan sikap ditentukan dan conation(perilaku),jika tiga komponen ini menunjukkan adanya kecenderungan terhadap sebuah perubahan (kognitif,afektif,dan konatif)

Konsemen Indonesia setip saat berubah sedikit dengan sedit menuju sebuh tahapan yang disebut”knowledge social”lebih berbahaya lagi setip perancang iklan yang bermaksud membodoh-bodohi konsumen.perlu disadari bahwa batas-batasan etika ini sebenarnya tidak bermaksud membatasi keratifitas ide,bankan memotivasi terjadinya inovasi dan kreatifitas iklan yang lebih tinggi dan memantu para kteatif untuk memberikan sebuah iklan.

STRATEGI DAN PERENCANAAN KOMUNIKASI PEMASARAN

Segmentasi Potensial

Sebuah produk diciptakan untuk memenuhi sebuah kebutuhan atau mungkin mengangkat sebuah keinginan menjadi sebuah kebutuhan baru.Beberapa perusahaan ,mengalami kegagalan ketika menetapkan strategi segmentasi pasar,yang disebabkan oleh tidak adanya hubungan yang cukup kuat antara produk yang ditawarkan dengan sasaran produk (konsumen).

Fase Kegiatan Komunikasi Pemasaran

Fase-fase kegiatan komunikasi pemasaran merupakan acuan penting dalam menyusun strategi promosi,terhadap tiga tahapan dari markering komunikasi yaitu:

  • Pertama:segmentasi pasar
  • Kedua:menentukan segmentasi (satu atau lebih) dengan produk yang spesifikasi atau bentuk promosi.
  • Ketiga :Menentukan posisi produk sebagai suatau produk yang mampu memuasakan konsumen dengan cara yang berbeda (diferensasi)dari competitor yang diwujudkan dalam bentuk pesan yang khusus.

Segmentasi

Segmentasi pasar dihubungkan bagi pengembang sebuah market melalui cara pemuasan yang berbeda,kemampuan komunikasi pemasaran dalam pembagian segmentasi berpengaruh terhadap media yang memiliki kedekatan.segmentasi diperoleh beberapa asumsi-asumsi penting.khususnya dalam mementukan bentuk stimulasi yang kuat.

Sciffman dan Knuk membagi komunikasi pemasaran dalam berbagai segmen ,yaitu sebagai berikut:

  • Geografis
  • Demografis
  • Psikologi

Hubungan Antara Asumsi Komunikasi dengan Kebutuhan ,Keinginan,dan Permintaan.

Need(keburuhan)

Needs, Maslow menyebutkan adanya hirarki kebituhan yang terdiri dari lima tingkatan yang dimulai dari kebutuhan yang paling utama,yaitu:kebutuhan phisik seperti:makan,minum,pakaian dan tempat tinggal,kebutuhan yang harus dipenuhi segara.kebutuhan lanjutan yangbterdiri dari kebutuhan akan rasa aman ,bersosalisasi,penghargaan diri,dan cinta,hingga pada kebutuhan yang terakhir yaitu:akualisasi diri.

Wants(keinginan)

Wants adalah:sebuah kebutuhan yang dijadikan referensi bagi konsumen.karena produk tersebut memilik padanan produk pengganti,sebagai contoh:nasi merupakan cara orang Indonesia menyelesaikan kebutuhan akan rasa lapar dan orang Amerika makan burger untuk menyelesaikan rasa laper dan karean orang Amerika dan orang Indonesia ,maka burger pun dapat dijadiaknan alat penyelesaian rasa laper.

Demand (Permintaan)

Daya beli ternyata bagian terkhir dari sebuah strategi marketing,mampun sebuah produk didapakan sangat kuat,namun jika tidak didukung daya beli,produk tersebut seperti mengawang-awang,tentunya hal ini telah dipertimbangkan oleh perusahaan .

PELUANG PROMOSI DI MEDIA

Teori-teori Media

Harlod D.Laswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan who says what,in which channel to whom,whit what effect,and in which,channel,menunjukkan sebuah kegiatan komunikasi yang menggunakan saluran –saluran komunikasi.Dalam proses komunikasi primer,komunikator dan komunikan berharap langsung tanpa disela oleh objek lainnya atau tanpa media ,dan efek dari komunikasi dapat dengan diperoleh secara langsung.

Komunikasi Non Media

Komunikasi non media merupakan kegiatan komunikasi yang dijalankan oleh personal selling yaitu antara sales dengan konsumen yang biasa terjadi secara tatap muka.komunikasi non media merupakan proses komunikasi yang bersifat primer yang berlangsung secara tatap muka komunikator dengan komunikakan.dalam konumikasi pemasaran yang perlu diamati adalah sejuuh mana komunikasi primer ini memberikan efek secara langsung atau tidak langsung terhadap tujuan dari markerting.

Komunikasi Bermedia

Komunikasi bermedia dalam lingkup komunikasi pemasaran seperti yang telah diungkapkan sebelum nya bahwa media terbagi atas dua jenis media yaitu media massa dan nirmassa.kegiata komuniksai membagi pengelompokan media atas tiga bagian yang ditunjukan kepada massa,kelompok dan personal yaitu:

  • Media massa:yang kemudian dibagi menjadi media massa elektonik dan media cetak
  • Media Kelompok,dan
  • Media Antar personal

Karakteritis Media

  • Mesia massa
  • Media Elektronik
  • Media Cetak
  • Media Out of Home
  • Media Komunikasi Kelompok
  • Media Komunikasi personal

Dukungan Biaya Promosi

Kaitannya dengan efesiensi biaya marketing communication bahwa harus dperhatikan ,jika perencanaan komunikasi pemasaran hanya terfokus kepada prioritas penggunaan media sebagai saran promosi utama.perencanaan sebuah aktifitas komunikasi pemasaran harus disesuakan dengan kemampun pembiayaan dan anggran yang disediakan.anggaran komunikasi pemasaran akan menentukan apa saj yang akan dibiayakan,segmentasi mana saja yang akan dituju.

Marketing Information System (MIS) Data Base

Sumber informasi lain yang berguana bagi seorang manaer dalam melakukan perencanaan kegiatan dan biata mengacu kepada marketing information system(MSI) masalah penyebab turunyan penjualan yang disebabkan oleh factor internal,aksesibilitas,kualitas,produk,dan pesaing perusahaan.

Sales Report,merupakan data penting yang harus diolah dengan melakukan suatau perbandingan kegitan kimunikasi pemasaran yang dilakuakan sebelumnya.

MANAJEMEN BRAND

Pengertian Dari Brand

Brand dapat kita sebut dengan pelabelan,brand memiliki kekuatan untuk membentuk penjualan.istilah brand muncul ketika persaingan produk semakin tajam menyebabkan perlunya pengutan peran labek untuk mengelompokan produk-produk dan jasa yang memiliki nya dalam satu kesatuan.

Brand dan Mitos kepuasa

Tidak semua merek-merek terkenal diluar negari mamapu menguasai pasar Indonesia,khususnya di Indonesia bahwa setip produk yang memikili label berbahasa asing dengan tulisan MADE IN…..selalu dinggap merek yang mampu memberikan jaminan kepuasan dengan alas an produk rumit dan hati-hati sehinga memberiakan hasil yang lebih baik dan lebih kuat.

Manajemen Brand

  • Brand Campaign
  • Brand Recognition
  • Brand Preference
  • Brand Insistance
  • Lovely Brand/Brand Satift.

Kreatifitas pesan dan visual

Aplikasi Komunikasi Pemasaran

Dengan menggunakan media inti bahwa (below the line) maupun lini atas (above the line)ditentukan oleh strategi pesan dan visual yang disajiakn .Tujuan promosi ditunjukan untuk:

  • Awareness,merupakan kesadaran keberadaan sebuah produk atau jasa baru.
  • Khowledge,memberikan informasi yang dibutuhkan atas pengguanaan sebuah produk atau jasa.
  • Likeability,menumbuhkan kesatuan terhadap penampilan pesan

Proses penyanpaian pesan dalam komunikasi kedelapan tujuan promosi dibagi dalam tiga tahapan perubahan sikap,yaitu:

  • Conative(awareness,dan knowledge)
  • Attitude(likeability ,beriveing,dan image)
  • Cognitive(motivation,remembering,dan loyality)

Keberadaan sebuah produk atau jasa dan juga fungsi sebuah produk /jasa perubahaan sikap ditunjukan untuk merubah sikap.

Stimulasi Pesan

Stimulasi pesan dibagi menjadi beberapa karakter yaitu:

  • Like or Dislike
  • Sensation
  • Intensity
  • Absolut Threshold dan Differentisl Threshold(J. N.D)
  • Perceptual Selection

Strategi Menarik Perhatian Konsumen dan Persepsi Konsumen Terhadap Sajian Iklan

Seperti dikatakan sebelumnya bahwa sebuah iklan yang efektif memiliki kemungkinan terbesar terjadi sebuah pembelian ,stimulasi yang akan direncanakan dengan melakukan berbagai penelaahan dan pemilihan bentuk advertising seperti:

  • Pesan Verbal dan non verbal
  • Bahasa dalam Periklanan
  • Soun Efek dan Visual Efek
  • Habituate
  • Teknik membangkitkan Motivikasi Konsumen

Simbol warna Dalam Visual Komunikasi

Dalam beberapa kasus ,sebuah produk atau brand diasosiasiakn ke dalam warna spesifikai dalam kerangak konotasi kesukaan individi/pribadi.maka tidak heran jika warna ini akan berbeda antara sat kelompok dengan kelompok lainnya.namun juga memberikan cirri-ciri kemakmuran atau harapan akan munculnya rezeki yang berlimpah.negitu banyak persepsi individu terhadap asosiasi warna menyebabkan penggunaan warna pada elemen visual menjadi penting.

PERENCANAAN BIAYA KOMUNIKASI PEMASARAN

Biaya Komunikasi

Dalam kegiatan bisnis sebagaimana kegiatan ekonomi dikenal adanya konsep biaya operasioanal (opportunity cost).konsep tersebut menjelaskan bahwa terdapat lebih dari satu penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya perusahaan.

Sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan antara lain:uang(money),manusia (man),kemapuan manajemen (managerial skill) ,dan waktu(time).artinya bila sumberdaya unang dipakai untuk kegiatan x (promosi ,misalnya)maka uang tersebtu sesungguhnya dapt dimafaatkan tidak hanya ditunjukan bagi kegiatan promosi saja.

Inti dari konsep biaya opportunitas adalh pemanfaatan secara optimal,efektif dan efisien dari seluruh sumber daya perusahaan.

Strategi Penentuan Komunikasi Pemasaran Budget

Jenis–jenis Anggaran

Dalam penetapan anggaran biaya promosi ,beberapa item yang harus tersedia adalah:

  • Personal
  • Aktifitas
  • Quality Control

Strategi Kampanye

Perencanaan Kampanya Periklanan

Tujuan penyampaian pesan pada strategi kampanye dalam komunikasi pemasaran adalah untuk memberikan informasi mengenai new performance,new service,new product dan benefit.penyampaian pesan informasi tersebut diharapkan dapat merubah pengetahuan dan refensi public terhadap produk dan perusahaan.

RISET KOMUNIKASI PEMASARAN

Riset Pemasaran Sebagai Dasara Dari Perencanaan Komunikasi Pemasaran

Sebuah perusahaan besar biasanya memilki departemen yang menangani riset marketing.mereka bertugas untuk memeperoleh sejumlah informasi penting yang dibutuhkan seperti riset pasar yang meliputi informasi tentang tingkat kepentingan konsumen terhadap produk,

Riset Dalam Komunikasi Pemasaran

Perencanaan riset dalam komunikasi pemasaran ditujikan untuk memberikan gambaran atau sebuah proyeksi mengenai sesuatu kejadian atau ramalan terhadap suatu perubahaan yang akan muncul pada massa yang akan datang .Dalam Komunikasi pemasaran ,riset yang dibutuhkan terbagi dalam empat kelompok riset yaitu:

  1. Riset Perilaku
  2. Riset Media
  3. Riset Efektifikasi Iklan ,dan
  4. Riset Kompetitif

Competitive Intellignt dalam Strategi Memposisikan Brand

Fungsi intelijen adalah mengkaji kekuatan para pesaing dan kekuatan ekstetnal dengan maksud untuk menyampaikan perusahaan menghadapi keadaan dan kondisi dikemudian hari.strategi pesan merupakan penciptaan pontensi keuntungan masa dapan (igon anshoff)pentingnya intelijen kompetitif ini adalah untuk membentuk komunikasi pemasran untuk menganalisa perkembangan lingkungan bisnis yang ada disekitarnya.

Monitoring Kegiatan Direct Selling Dan Event Management

Monitoring Kegiatan Promosi

Ketika manajer,komunikasi pemasran ,wajib melaksanakan kegiatan monitoring terhadap berbagai kegiatan promosi yang telah dijalankan .monitoring direct selling khususnya dalam penggunaan media-media komunikasi personal (marketing kits)ditunjikan untuk memperoleh informasi dari salesengenai kendala-kendala dalam menjelaskan produk kepada konsumen atau ada beberapa informasi yang dibutuhkan oleh konsumen.pengambilan keputusan atas beberapa masalh yang dihadapi tersebut,biasanya disediakan anggaran 10% hingga 20%untuk mengatasi berbagai masalah atau kendala,perusahaan maupun oleh pesaing ,dan jika dana anggaran cadangan tidak tersedia atau tidak teranggarakan,hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan bias terjadi ka[pan saja,ketidaktanggapan manajer berakibatkan fatal yaitu kehilangan sebagian pangsa pasarnya.

KOMUNIKASI PEMASARAN MASA DEPAN

Dampak Promosi Terhadap Pengembangan Pasar

Strategi pengembangan pasar dan penciptan peluang pasar membutuhkan sedikit pemikiran yang berbeda.Konsemen sangat tertarik pada harga dan kualitas barang.sterategi pencipta peluang pasr merupakan strategi yang berbeda. Hubungan timbal Balik antara komunikasi

 Pemasaran dan Relationship Marketing

Perlunya penerapan konsep relationship marketing yang dipadukan dengan konsep marketing communication ditunjukan untuk memperkuat pemposisian perusahaan dan produk/servis yang dimiliki oleh perusahaan dengan grup-grup bisnis.Relationship marketing commucation hanya dapat berjalan mulus jika dengan standarilasi product,behavior dan atmosphere dalam lingkungan perusahaan lebih baik .untuk membangun posisi tertinggi dipasar ,pertama:perusahaan harus membanguan hubungan yang kuat,kedua mereka harus mendapatkan keuntungan dari industeri infastruktur dimana kuncinya adalah orang-orang dan perusahaan yang telah menjadikan industeri itu menjadi lebih kuat.

Tujuan dari relationship Marketing ini adalah untuk membangun infrastuktur pasar yang kuat,membangun suasana keakrapan dan terjalinnya hubungan yang lebih luas, menstransfer pengetahuan tentang produk dan perusahaan (positioning a product and corporate),pemasaran yang lebih sederhan (simple)untuk mempermudah pendistribusian,efesien,dan konsentarasi pemasaran yang lebih efektif.

Hubungan Masyarakat (Public Relations)

Setiap individu memiliki needs and wants,untuk memenuhinya dibutuhkan sebuah interaksi ,dan interaksi ini pun dipenuhi oleh berbagai kepentingan yang mungkin berbeda.jika hal ini berlaku pada hubungan antara dua individu maka akibat yang dihasilkannya (baik positif dan negatif)berpengaruh pada dua individu dan jika hubungan ini berlaku pada individu dengan organisasi atau antara organisasi maka akibat yang dihasilakn akan mempengaruhi individu lainnya.

Dukungan Publisitas Terhadap Penguatan Citra Brand

Publisitas (publicity)merupakan alat komunikasi milik profesi public relations karena awal berdirinya profesi profesi public relations diawali oleh publicity.untuk menjatuhkan profile dari produk pesaing yang tanpa disadari dapat mengiring konsumen lain untuk meninggalkan produkpesaing dan beralih kepada produk yang kita milik.

Sumber : http://catatan-malam3.blogspot.com

 

CREATING EFFECTIVE MARKETING COMMUNICATIONS


Kreatifitas penggunaan komunikasi pemasaran merupakan kunci untuk semua kesuksesan kampanye pemasaran. Anda harus tepat dalam hal penulisan pesan dan pilihan media penyampaiannya atau Anda akan rugi waktu dan biaya. 

Teknik-teknik ini memang sangat penting untuk Anda entah Anda tengah memasarkan merek, produk, jasa atau ide.Dilengkapi dengan teknik-teknik yang terbukti andal, buku ini merupakan pedoman langkah demi langkah untuk meningkatkan keterampilan Anda di bidang:

  •  Perencanaan dan teknik-teknik brifing
  • Penciptaan dampak
  • Penulisan teks untuk media pers, cetak, dan penyiaran
  • Penulisan judul dan teks isi
  • Teknik-teknik desain
  • Persiapan news release dan foto
  • Penilaian karya kreatif

Daniel L. Yadin mengetuai sebuah tim spesialis kreatif yang menulis, mendesain, dan memproduksi kampanye-kampanye dan bahan-bahan untuk semua jenis kegiatan pemasaran. Ia mengajar di banyak tempat dan menjabat sebagai Course Director di The Chartered Institute of Marketing.

TEKNIK-TEKNIK PERENCANAAN PRAKTIS

Teknik-teknik Perencanaan Kreatif

Perencanaan kreatif adalah tahap yang selalu Anda perlukan namun masalahnya Anda hampir-hampir tak punya waktu untuk melakukannya.

Inspirasi memang terkadang muncul ke dalam marketing creatives (kreatif pemasaran) namun ini tidak dapat diandalkan. Mungkin merupakan kebohongan kalau ada seseorang yang berkata kepada Anda bahwa serangkaian kampanye yang besar dapat digagas di dalam kamar mandi. Untuk memenuhi dead-line, Anda memerlukan perencanaan yang lebih profesional, lebih tersusun, dan sistematis.

Perencanaan kreatif dimulai dengan rencana pemasaran. Ini merupakan dokumen kerja yang komprehensif, yang merinci pendekatan total tim pemasaran bagi kampanye yang akan datang. Perhatikan dan kuasailah isinya. Banyak inspirasi dapat ditemukan di dalamnya. Dengan mempelajari sedikit saja, gagasan-gagasan dapat langsung bermunculan.

Apabila tim pemasaran telah melaksanakan tugasnya dengan baik, dan biasanya demikian, perencanaan kreatif dapat menghemat waktu sekaligus mengorganisasi kreatifitas Anda.

Manajemen merek merupakan posisi ideal untuk menganalisis rencana pemasaran. Seorang manajer merek akan mendalami rencana tersebut dan akan mengabstraksikan elemen-elemen yang diperlukan untuk mempersiapkan usulan-usulan kreatif secara terintegrasi. Para account manager biro iklan biasanya melakukan hal ini untuk tim kreatif mereka.

Jika Anda bekerja di bagian pemasaran dan dilimpahi tugas kreatif, Anda harus dapat memanfaatkan elemen-elemen kreatif dari rencana pemasaran untuk diri Anda sendiri.

URAIAN PEDOMAN

Uraian pedoman merupakan daftar periksa (check-list) praktis, yang membantu pengorganisasian pikiran Anda bagi komunikasi pemasaran yang efektif, dan menjadi model untuk menilai hasil-hasilnya.

Ini bukan pengganti pemikiran, melainkan suatu alat bantu yang penting untuk perencanaan yang terorganisasi dengan lebih baik guna memenuhi tujuan-tujuan komunikasi secara lebih cepat dan cermat.

Berikut daftar pedoman tersebut:

1.    Siapa yang menjadi sasaran komunikasi?

2.    Media dan metode penyampaian apa yang digunakan?

3.    Apa tujuan khusus komunikasi?

4.    Informasi apa yang akan disampaikan?

5.    Manfaat utama apa yang akan diperoleh?

6.    Seberapa jauh kepuasan yang harus dicapai? Bagaimana cara memenuhinya?

7.    Respons bagaiamana yang dikehendaki dari komunikasi ini?

8.    Tujuan komunikasi akan tercapai jika pelanggan berpikir, percaya, atau yakin bahwa .

Brifing Kreatif

Daftar brifing di bawah ini merupakan daftar brifing praktis yang kita gunakan dalam bisnis sehari-hari. Daftar ini tidak ditujukan untuk menggantikan proses pemikiran kreatif tetapi untuk membantu agar proses pemikiran kreatif tetapi untuk membantu agar proses tersebut dapat berjalan lebih teratur. Ini juga merupakan pedoman penting bagi Anda dalam memberikan brifing kepada rekan-rekan Anda atau, sebaliknya, bagi mereka yang memberikan brifing kepada Anda.

Pedoman ini membantu Anda untuk merumuskan pesan-pesan yang tepat, dengan penyempurnaan seperlunya, dan mengurangi waktu yang terbuang untuk hal-hal yang keliru.

Yang dimuat di sini hanyalah keperluan minimal Anda dalam memulai penyusunan suatu teks. Sudah barang tentu, Anda dapat menambhkan unsur-unsur pilihan Anda sendiri sebagai hasil pengalaman profesional Anda. Suatu cara belajar yang sulit.

Berikut daftar brifing tersebut:

1.    Nomor pekerjaan, tanggal, dan nama merek

2.    Latar Belakang

3.    Sikap konsumen

4.    Khalayak sasaran

a.    Pemakai baru

b.    Pemakai lama

c.    Pemakai berganti-ganti

5.    Sasaran

6.    Proposisi pokok

7.    Janji judul dan manfaatnya

8.    Keistimewaan dan manfaat

9.    Manfaat terkait dan manfaat tambahan

10.Pesan-pesan lain, motivasi, penawaran, dan proposisi lainnya yang perlu dipertimbangkan.

11.Merek yang digunakan

12.Mengapa konsumen harus mencoba dan membeli merek ini?

13.Nada suara: misalnya hangat dan ramah, konservatif dan resmi

14.Tindakan konsumen yang diharapkan

15.Unsur-unsur tindakan/jawaban

16.Hal-hal yang wajib dicantumkan

17.Respons yang diinginkan. Tujuan kreatif (iklan) saya akan tercapai apabila, setelah membaca teks ini, khalayak sasaran saya yakin bahwa…

18.Media: Lihat brifing dan jadwal media terlampir

19.Waktu: Tanggal teks, visual, presentasi, revisi, artwork.

MENINGKATKAN KETRAMPILAN KREATIF ANDA

Teknik Penulisan Teks untuk Iklan dan Cetak yang Unggul Jual

Sampai di sini Anda harus sudah mempelajari rencana promosi untuk kampanye yang akan Anda ciptakan. Pastikan juga bahwa semua informasi yang Anda perlukan sudah Anda peroleh.Anda harus sudah menentukan tujuan-tujuan komunikasi, dengan menggunakan daftar periksa di Bab I, dan sudah mempelajari brifing kreatif, berdasarkan daftar periksa di Bab 2.

Anda juga harus sudah mengidentifikasi khalayak sasaran Anda dan menentukan bentuk teks Anda — apa yang akan Anda sampaikan.Saat ini yang perlu Anda lakukan ialah mulai menulis dan merancang. Untuk itu, Anda memerlukan sebuah piranti penting lainnya: disiplin kreatif.

Ada beberapa teknik yang terkenal. Salah satu di antaranya yang telah kami gunakan dengan sukses selama ini ialah AIDA. Kalau Anda pernah menjadi wiraniaga, AIDA merupakan suatu disiplin yang terdiri dari rangkaian langkah dalam proses penjualan.

AIDA adalah sebuah disiplin komunikasi, sebuah piranti intelektual yang membantu Anda untuk mencapai:

1.    Tingkat-tingkat pemahaman yang Anda perlukan dalam menulis teks yang efektif.

2.    Tingkat pemahaman yang Anda inginkan dari khalayak sasaran agar dapat memberikan respons sesuai dengan harapan Anda.

AIDA adalah singkatan dari

Attension (perhatian)

Interest (minat)

Desire (keinginan)

Action (tindakan)

Ini merupakan urutan yang masuk akal dan berlaku dalam seluruh aspek komunikasi pemasaran:

  •  Pertama-tama Anda harus merebut perhatian pembaca Anda.
  • Beritahukan kepadanya hal-hal yang menarik bagi kepentingan pribadinya.
  • Timbulkan keinginan yang kuat untuk mencoba, membeli, atau mencermati produk Anda, untuk meminta brosur, atau minta dihubungi oleh bagian penjualan.
  • Desak pembaca Anda untuk bertindak sesuai dengan yang Anda inginkan.

MEREBUT PERHATIAN

Cara menarik / merebut perhatian : berikan janji yang meyakinkan

MEMBANGKITKAN MINAT

Hasil karya kreatif Anda dalam memproduksi iklan dan cetak harus memenuhi tiga kriteria sebagai berikut:

1.    Harus menarik bagi pembaca

2.    Harus tampak menarik

3.    Harus mudah dibaca dan dimengerti

MEMBUAT TEKS TAMPAK MENARIK

  • Bagilah teks Anda dalam paragraf-paragraf yang pendek dan mudah dimengerti, namun jangan terlalu pendek.
  •  Buatlah panjang paragraf bervariasi.
  • Batasilah isi setiap paragraf dengan dua atau tiga gagasan yang berkaitan.
  • Tandailah teks Anda dengan sub-subjudul dan judul-judul silang, yang akan mempermudah dan mempercepat pelacakan suatu hal dalam teks.
  • Gunakan tipografi yang baik.

MEMBUAT TEKS MUDAH DIMENGERTI

  • Kalimat-kalimat yang pendek biasanya lebih mudah dicerna daripada yang panjang. Jangan memuat lebih dari satu gagasan dalam satu kalimat.
  • Gunakan kata-kata dan ungkapan-ungkapan yang sederhana.
  • Panjang paragraf: gunakan prinsip-prinsip yang sama.

MEMBANGKITKAN KEINGINAN PEMBACA

Anda perlu berbuat lebih daripada sekadar menciptakan keinginan akan merek Anda.

  • Sebelum ada tindakan, selalu ada keputusan.
  • Sasaran Anda harus tergerak untuk mempunyai keinginan yang sangat besar, hasrat yang sangat tinggi terhadap merek Anda, dan rasa ketidaksabaran untuk memilikinya, untuk mengujinya, untuk dapat mencobanya.
  • Untuk melakukannya, Anda harus menanamkan gagasan dalam diri sasaran Anda untuk menggunakan dan memetik keuntungan produk Anda.
  • Yakinkan bahwa merek Andalah yang diperlukan oleh pembaca.

Bagaimana Menulis Judul yang Efektif

Apa yang menjadikan sebuah judul efektif? Tergantung siapa Anda. Apabila Anda seorang manajer produk, sarana promosilah yang akan membantu penjualan merek Anda. Bagi Anda yang menjabat direktur pemasaran, judul yang efektiflah yang Anda anggap akan membantu mempercepat produk Anda keluar dari pabrik. Sebagai seorang akuntan perusahaan, Anda mungkin menganggap judul sebagai sesuatu yang dapat memperbesar laba bersih setelah pajak.

Sebaliknya, apabila Anda seorang penulis teks, judul yang efektif adalah sebaris teks motivatif yang Anda ciptakan dengan sungguh-sungguh. Dalam iklan, judul ditempatkan pada posisi paling atas dan dibuat mencolok sehingga melalui pandangan sekilas, mata dapat langsung tertuju pada iklan tersebut. Judul membantu Anda karena dapat mendorong calon pelanggan untuk mengambil keputusan yang menguntungkan merek Anda.

Jika Anda seorang calon pelanggan, apakah judul merupakan sesuatu yang mendorong Anda untuk berpikir “saya suka ini, saya akan mencobanya?”Kontroversi lebih banyak terjadi dalam pembahasan mengenai judul daripada aspek-aspek komunikasi pemasaran lainnya.

David Ogilvy dan beberapa orang lainnya berpesan agar jangan menulis judul yang berwarna putih dengan latar belakang hitam. Mereke juga menganjurkan agar judul tidak seluruhnya ditulis dalam huruf-huruf kapital karena akan mengganggu pelanggan untuk membacanya.

Pedoman praktis dibawah ini dapat digunakan sebagai acuan untuk memecahkan masalah apapun yang berkaitan dengan judul:

  • Cantumkan janji dalam judul Anda. Buat konsumen agar merasa memiliki manfaat ata keuntungan bila membeli produk Anda.
  • Gunakan merek yang kuat.
  • Bedakan merek Anda dengan merek lainnya. Tunjukkan keunikannya.
  • Gunakan proposisi yang positif. Tawarkan solusi.
  •  Tarik minat pribadi pembaca Anda. Gunakan bahasanya.
  • Buatlah judul Anda relevan.
  • Jangan sekali-sekali menggunakan lelucon yang tidak ada hubungannya.
  •  Jangan membesar-besarkan secara berlebihan. Hindarkan hal-hal yang superlatif, kecuali jika memang benar-benar demikian adanya.
  • Visualisasikan. Timbulkan gambar visual dalam pikiran pembaca Anda.
  • Gunakan kata-kata pencetus, yang menyentuh perasaan, yang menarik, yang memotivasi.
  •  Hindarkan penggunaan kata-kata yang panjang apabila ada kata-kata pendek dengan arti sama.
  • Jagalah keringkasan judul
  •  Pikat, bujuk, dan arahkan agar pelanggan membaca terus. Sering gunakan kata “Anda”
  • Libatkan pembaca Anda.

Cara Menulis Teks yang Efektif

Pedoman praktis dibawah ini dapat digunakan sebagai acuan:

  •  Kalimat dan paragraf pertama teks Anda harus berkaitan erat dengan judulnya.
  • Apabila judul Anda mengandung pertanyaan, jawablah segera.
  •  Bangkitkan minat pribadi pelanggan Anda.
  • Tonjolkan manfaat atau keuntungan, fakta, maupun keistimewaannya.
  • Pertahankan kekuatan tema merek.
  • Nyatakanlah gagasan-gagasan Anda dalam kalimat-kalimat yang saling berhubungan secara logis dan mengalir secara lancar.
  • Gunakan bahasan pembaca Anda.
  • Tulislah dengan jelas, gunakan untuk membujuk.
  • Jagalah keringkasan teks Anda. Jangan memboroskan kata-kata.
  • Hindari pengulangan, kecuali untuk penekanan.
  • Gunakan kata-kata yang pendek, kecuali apabila yang panjang lebih berdampak positif dan baku.
  • Gunakan subjudul, judul silang, huruf miring, huruf tebal, huruf kecil, dan tipografi lainnya.
  • Cantumkan setiap gagasan yang berbeda dalam kalimat yang terpisah.
  •  Desaklah pelanggan untuk merespons secara aktif.

Menulis Direct Mail yang Efektif

Karena direct mail sangat selektif, Anda dapat menggunakannya sebagai sarana komunikasi personal. Keuntungan yang bisa diperoleh dari sarana ini antara lain adalah langsungnya (directness) dan keakrabannya (intimacy).

Hampir segala sesuatu yang berhubungan dengan direct mail dapat Anda atur. Misalnya:

Warna                        Amplop                      Ukuran

Isi                       Frekuensi                             Cap

Daftar isi           Daftar alamat                       Waktu

Teks                  Teknik produksi                   Tipografi

Kreativitas        Unsur jawaban                     Volume

Desain              Sampel                                 Bobot

Memang terdapat keterbatasan di bidang kreatif. Namun, selain yang menyangkut hukum, kejujuran, dan kesopanan, tidak ada pembatasan dalam hal panjang teks dan desain.

Prinsip-prinsip dalam membuat surat penawaran, liflet, dan brosur sama dengan prinsip-prinsip yang berlaku untuk iklan di surat kabar.

  • Rebut perhatian pembaca Anda.
  • Dorong ia untuk membuka halaman pertama.
  •   Tunjukkan manfaat merek Anda baginya.
  • Pengaruhi keinginannya untuk mencoba, membeli, atau memiliki.
  •    Laksanakan.

Apabila Anda mengirimkan brosur Anda tanpa kesungguhan, sudah hampir pasti demikian pulalah respons yang akan Anda terima. Kotak-kotak sampah di seluruh penjuru kota akan penuh dengan mail yang tidak memperoleh perhatian.

Sebaliknya, brosur yang Anda susun secara profesional, yang menggoda penerima surat dengan pesan yang bersifat personal, akan membawa pengaruh kuat dan positif untuk meningkatkan respons.

Meningkatkan Mutu Brosur dan Liflet Anda

Berikut pedoman yang dapat dipakai untuk meningkatkan mutu brosur dan liflet Anda:

UMUM

  •  Buatlah brosur Anda informatif, motivatif, dan atraktif.
  • Buatlah brosur Anda menarik, tampak menarik, serta mudah dibaca dan dipahami.
  • Tunjukkan bahwa merek Anda memberikan manfaat dan sesuai dengan minat pribadi pembaca Anda.
  •  Perlihatkan kinerja merek Anda.
  • Bangkitkan keinginan pembaca Anda untuk membaca, membeli, atau mempelajari merek Anda. 
  • Berilah contoh.

SAMPUL DEPAN

  • Rebut perhatian pembaca Anda.
  • Buatlah sampul depan terbuka — buatlah ini sebagai tujuan utama.
  •  Janjikan sesuai: tunjukkan manfaatnya.
  • Dorong pembaca Anda agar membaca halaman-halaman selanjutnya.

HALAMAN ISI

  • Tulislah judul yang berhubungan langsung dengan janji yang dimuat pada sampul depan.
  • Gunakan AIDA.
  • Sebagaimana biasanya, sesuaikan teknik dengan sasaran.
  •  Alirkan teks dan rancangan Anda secara logis sampai kepada kesimpulan yang Anda inginkan.
  • Yakini bahwa teks Anda mudah dibawa dan dimengerti.
  •  Gunakan sub-subjudul dan judul-judul silang.
  • Selang-selingkan panjang kalimat dan paragraf.
  • Gunakan sarana visual.
  •  Untuk menekankan sesuatu, gunakan huruf tebal, huruf miring, huruf kecil, warna.
  • Gunakan tipografi secara kreatif, tanpa menjadi aneh.
  • Jangan terlalu banyak menggunakan jenis dan ukuran huruf.
  • Buatlah rancangan tampak ramai, atraktif, menarik, tetapi tanpa mengurangi kejelasannya.
  • Apabila menggunakan format 6 halaman, jadikan halaman 5 yang paling efektif.

UNSUR JAWABAN

  • Usahakan agar tampak jelas.
  • Tulis dan rancanglah sebagaimana layaknya sebuah promosi.
  •  Ciptakan judul: masukkan janji ke dalamnya.
  • Muatlah intisari penawaran, pemenuhan janji, dan bujukan untuk bertindak.
  • Buatlah menarik, tampak menarik, dan mudah dibaca serta dimengerti.
  • Apabila mungkin, alamatkan secara langsung: yakini bahwa informasinya akurat.

Cara Penulisan News Release yang Efektif

Dalam menciptakan teks berita untuk press release, Anda perlu memusatkan pikiran Anda pada hal-hal sebagai berikut:

  • Tujuan
  • Format
  •  Isi
  • Cara Penyajian
  •   Pemeriksaan akhir

TUJUAN

Tujuan Anda menyusun press release ialah untuk mensuplai berita dan informasi untuk media dengan mana Anda mempublikasikan berita dan informasi itu.

Khalayak sasaran khusus Humas Anda bukanlah masyarakat secara umum tetapi para redaktur dan wartawan. Mereka adalah orang-orang yang dapat menjembatani Anda untuk masuk ke dalam berbagai macam publik. Anda harus memenuhi kebutuhan-kebutuhan profesional mereka.

FORMAT

Teks harus dapat bersaing dengan teks yang dipublikasikan oleh perusahaan-perusahaan lain. Dengan demikian, berita anda harus Anda sajikan dalam format yang profesional dan dapat diterima.

ISI

  •  Beri judul untuk teks Anda.
  • Mulailah dengan paragraf pembuka yang singkat; padatilah dengan seluruh poin utama isi teks Anda.
  • Lanjutkan paragraf pertama ini dengan berita yang lengkap dalam paragraf-paragraf selanjutnya.
  • Masukkan kutipan-kutipan secara efektif tetapi hemat.
  • Akhiri dengan memberitahukan sumber yang dapat dihubunig.

CARA PENYAJIAN

  • Tentukan jenis teks yang akan Anda tulis
  • Terapkan teknik W6H: What? Who? When? Where? Why? Which? dan How?
  •   Sesuaikan panjang teks dengan bobot berita
  • Gunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh para redaktur
  • Tulislah secara ringkas, dalam bahasa yang jelas dan sederhana
  •  Tentukan panjang kalimat dan paragraf secara wajar
  • Jagalah fakta yang telah Anda tentukan
  •  Sajikan penekanan secara hemat dan hanya pada bagian yang benar-benar memerlukan.
  •  Gunakan ejaan dan tanda baca yang benar
  • Hindari penilain pribadi dan pernyataan yang berlebihan

PEMERIKSAAN AKHIR

  •  Periksalah ejaan, tanda baca, dan tata bahasa
  • Hilangkan pemborosan dan pengulangan kata serta ungkapan
  • Periksalah akurasi fakta dan pernyataan Anda
  •  Bacalah kembali dan rasakan alur berita Anda secara keseluruhan
  • Yakini bahwa gambar dan caption-nya relevan

Meningkatkan Citra Foto dan Ilustrasi Anda

  •  Usahakan agar gambar/foto dalam publikasi Anda hidup

Orang-orang yang dimuat dalam foto harus tampak hidup dan aktif, kecuali apabila Anda memang sedang mempromosikan manekin untuk memeragakan pakaian.

Hakikat teknik penyajian foto (baik untuk periklanan maupun humas) ialah menyajikan foto yang menampilkan:

  1.  sesuatu yang akan terjadi; atau
  2. sesuatu yang benar-benar sedang terjadi; atau
  3.   sesuatu yang baru saja terjadi.
  •   Usahakan agar foto publikasi Anda memotivasi.

Setiap foto dan gambar ilustrasi yang Anda siapkan dan gunakan mempunyai tujuan untuk mempromosikan apa yang tengah Anda ciptakan. Saya terperangah dengan banyaknya brosur mahal yang dikirimkan kepada saya menggunakan fotografi hanya untuk desain – bukannya untuk mempromosikan dan memotivasi.

Konsentrasikan diri Anda untuk menarik minat pribadi pembaca – lagi-lagi, ini berkaitan dengan unsur daya tarik. Apa yang Anda tunjukkan harus relevan, relevan dengan apa yang dibeli pelanggan maupun dengan apa yang Anda promosikan. Harus selalu Anda ingat bahwa motif seseorang dengan yang lainnya mungkin tidak sama.

Foto-foto yang dimuat dalam press release harus menarik baik bagi para redaktur maupun para pembaca mereka. Redaktur tidak tertarik pada fotografi periklanan; mereka akan membuang foto yang berbau iklan.

  •   Lengkapilah gambar/foto Anda dengan caption yang efektif

Walaupun menunjukkan sesuatu yang memikat, foto dalam iklan surat kabar dan brosur akan membosankan kalau tidak dilengkapi dengan caption. Membuat pelanggan bosan pasti bukanlah keinginan Anda.

Dalam keredaksian humas, sebuah foto tanpa caption akan langsung mati di tangan redaktur.

  • Optimalkan reproduksinya

Ada dua pertimbangan pokok, yaitu:

a.    Apakah foto tersebut untuk periklanan, foto cetak, atau humas

b.    Apakah foto tersebut harus dicetak hitam-putih atau berwarna

  • Hindari pemuatan foto-foto yang bermasalah dan meragukan.

Bicarakanlah bersama dengan para pemasok Anda: fotografer, penata ulang, pembuat pelat, pencetak. Mereka adalah sekutu Anda yang terbaik; jelaskan dengan hati-hati dan dengarkan nasihat mereka.

Cara Membaca dan Mengoreksi Proof

Berikut pedoman-pedoman yang dapat dipakai menurut buku ini:

  • Pastikan bahwa seluruh halaman sudah ada

Untuk jangka panjang hal ini menghemat waktu; tidak ada alasan untuk menundanya sampai pada akhir proses. Anda dapat kehilangan jejak sampai di mana Anda sudah membaca proof bila Anda menunggu lengkapnya halaman-halaman yang hilang, dan akan ada sesuatu yang hilang bila Anda kembali membaca. Proof harus disertai dengan teks asli, bersama dengan tataletaknya yang jelas, apabila ada.

  • Teliti apakah semua petunjuk Anda sudah dilaksanakan

Apabila belum, segera hubungi percetakan.

  • Pakailah bolpoin/pena merah untuk mengoreksi

Setiap korektor memiliki warna koreksian tersendiri. Penulis teks biasanya memakai warna merah; percetakan pada umumnya hijau. Ini bukanlah ketentuan yang ketat, hanya konvensi. Klien biasanya menggunakan darah.

  • Gunakan sistem yang diterapkan oleh industri percetakan dan penerbitan

Ada standard Inggris untuk koreksi proof: BS5216: Bagian 2, 1976. Para penulis teks, pengarang, pencetak, dan penerbit dianjurkan untuk menggunakan simbol-simbol dalam sistem ini.

Sistem ini sedikit-banyak merupakan standard internasional, sebab tidak menggunakan kata-kata dalam menggambarkan koreksian yang harus dilakukan. Apabila Anda lebih menyukai perintah dengan kata-kata, Anda dapat menggunakan standard sebelumnya, BS1219; hasilnya kurang-lebih sama.

  • Tandailah kesalahan-kesalahan dalam teks dari kiri ke kanan

Gunakan sistem tertentu: tandailah kesalahan-kesalahan dalam teks sesuai dengan alur pembacaan Anda.

  •  Bubuhkan koreksian dalam margin, juga dari kiri ke kanan

Apabila hanya ada satu koreksi dalam satu baris teks, gunakan margin kiri untuk menunjukkan koreksian tersebut. Apabila ada beberapa koreksian dalam satu baris, gunakan urutan dari kiri ke kanan. Apabila margin kiri penuh, gunakan margin kanan.

  • Setidaknya proof dibaca dan dikoreksi setidak-tidaknya oleh dua orang

Ajaklah seorang rekan yang dapat diandalkan. Apabila proof dibaca oleh dua orang hasilnya pasti lebih baik.

Apabila Anda terpaksa membaca proof sendiri, lakukan dengan perlahan-lahan dan berhati-hati.

  • Telitilah ejaan, tanda baca, nama-nama, dan nomor-nomor

Cara yng paling aman ialah dengan melafalkan apa pun yang ada pada proof tersebut, termasuk huruf kapital, koma, titik, dan tanda hubung. Perhatikan juga pengucapan kata-kata yang dicetak tebal, miring, dan huruf kecil.

Secara khusus, perhatikan penulisan nama, eja secara hati-hati – demikian juga nomor telepon.

  • Jangan mencampuradukkan antara huruf ‘O’ dan angka ‘0’

Bedakah huruf ‘O’ dan angka ‘0’, yang diucapkan ‘nol’ atau ‘kosong’.

  • Untuk sisipan teks yang panjang buatlah dalam lembar terpisah

Jangan menjejalkn koreksian yang panjang, terutama teks baru atau yang hilang ke dalam margin karena akan sulit dibaca. Koreksiann yang tidak terbaca dapat menimbulkan kesalahan lagi, yang kemudian akan Anda koreksi dan kembalikan kepada pencetak.

  • Teliti dan koreksi pemotongan kata (hyphenation) dan rata tepi (justification)

Apabila pemotongan kata pada akhir baris tampak tidak sedap atau indah dilihat, atau tidak dapat diterima karena berbagai alasan, koreksilah segera.

Concise Oxford Dictionary dan Kamus Besar Bahasa Indonesia menyajikan cara-cara pemotongan kata yang baku; inilah sahabat-sahabat terbaik Anda untuk mengoreksi proof.

  • Teliti tataletak, spasi, widow dan orphan

Widow adalah sebuah kata yang pindah ke halaman atau kolom berikutnya, berada di sana sendirian terpisah dengan paragraf induknya. Hal ini selalu tidak diinginkan.

Orphan adalah satu baris awal suatu paragraf yang tertahan di kaki halaman, sedangkan paragraf induknya berada pada halaman berikutnya. Hal ini biasanya tidak diinginkan, tetapi tidak selalu. Apabila Anda menginginkan orphan tetap ada, yakini bahwa hal ini memang disengaja dan bukan merupakan kesalahan saat membaca proof.

  • Biasakanlah menggunakan simbol atau tanda baku untuk koreksi proof

Dibuku ini di sajikan pemilihan tanda atau simbol baku koreksi proof.  Rincian mendetail mengenai simbol atau tanda baku dan alamat BSI bisa Anda temukan dalam Bab 15.

Menulis Iklan Televisi yang Efektif

Menciptakan iklan televisi merupakan subjek yang luas, tidak cukup hanya dibahas dalam buku-buku dan media khusus.

Bab ini merupakan tonggak awal bagi Anda. Secara garis besar, akan disampaikan uraian mengenai situasi persaingan iklan yang akan Anda masuki dan teknikteknik pembuatan pesan penjualan untuk medium yang mengagumkan dan kuat ini.

Berikut uraian pedoman untuk :

A.   Lingkungan TV:

-          Pesan Anda cepat berlalu

Kedipkan mata dua kali, iklan Anda akan selesai dan lenyap. Apabila para pemirsa Anda tidak sempat melihatnya, uang Anda hilang percuma.

Usaha Anda terutama harus Anda tujukan untuk memperoleh dampak maksimum sejak awal iklan muncul, lalu mempertahankan perhatian para pemirsa sampai selesai, dan merampungkannya dengan pesan yang demikian menarik sehingga para pemirsa akan mengingat dan bermaksud untuk melakukan suatu tindakan.

-          Pertimbangkan biaya produksi TV yang tinggi

Apabila Anda memang sungguh-sungguh memerlukan televisi untuk mengiklankan merek Anda, pertimbangkan dengan saksama, termasuk anggaran yang tersedia untuk itu.

-          Ingatlah ukuran layar

Layar TV sangat jauh lebih kecil daripada kehidupan nyata. Tujuan Anda harus Anda tekankan pada pemanfaatan layar TV, walaupun kecil, untuk memasukkan gambar-gambar dan gagasan-gagasan yang lebih luas daripada kenyataannya ke dalam benak para pelanggan Anda. Jika Anda tidak bisa melakukannya, silakan mencari medium yang lain.

-          Manfaatkan lingkungan program

Televisi merupakan medium yang menyampaikan hiburan, berita, dan bahan-bahan serta aspek-aspek tentang pendidikan di bidang khusus tertentu. Dalam merencanakan sebuah iklan, pertimbangkanlah kondisi program yang cocok untuk iklan Anda, dan para pemirsa yang akan melihat penayangannya pada waktunya.

-          Jangan menulis teks yang mendetail dan berat untuk TV

Karena pesan-pesan TV bergerak dengan cepat, dan muncul silih berganti secara cepat di antara  iklan-iklan yang berbeda, Anda tidak dapat memaksakan konsentrasi para pemirsa kepada iklan Anda. Disamping itu, penyiaran iklan sangat mahal, Anda harus mempunyai kesempatan yang benar-benar singkat untuk sejumlah uang yang Anda bayarkan.

-          Usahakan memperoleh dampak yang besar sejak awal

Orang menonton TV bukan hanya untuk melihat iklan-iklan. Iklan Anda akan berada di antara hiburan, berita, orang-orang terkenal, dan iklan-iklan lain yang agresif serta bersaing. Sewaktu iklan Anda muncul di layar, segeralah beraksi.

-          Perubahan adegan yang terlalu banyak akan membingungkan dan mengganggu

Pada saat melihat sesuatu secara pasif, seperti menonton TV, otak manusia cukup lamban dalam menerjemahkan apa yang dilihat oleh mata. Perubahan-perubahan adegan yang berlangsung cepat cenderung membingungkan pemirsa, yang mungkin akan mengubah minat terhadap pesan-pesan Anda. Jagalah agar adegan-adegan dalam iklan Anda hanya berubah sesedikit mungkin.

-          Jangan terlalu memampatkan teks sehingga terlalu pendek untuk masa siarannya

Pada umumnya, Anda tidak dapat meminta tambahan masa siaran tanpa memusingkan staf anggaran iklan Anda. Anggaran untuk media biasanya sudah ditentukan. Dari sebab itu, dalam menulis sebuah iklan, Anda harus menaati jadwal media Anda; mengubahnya menurut kehendak Anda dapat mengurangi sesuatu di tempat lain. Setiap jadwal media memang dapat diatur bersama, tetapi adanya perubahan mencerminkan perencanaan kampanye promosi yang kurang baik.

Di pihak lain, apa yang dapat Anda lakukan apabila direktur pemasaran Anda ingin agar segala sesuatu dimuat dalam sebuah iklan tetapi terlalu panjang untuk waktu yang tersedia? Dalam buku ini dijelaskan langkah-langkah yang dapat ditempuh untuk mengatasi hal tersebut.

-          Hitunglah waktu iklan Anda secara akurat

Bukan hanya setiap kata dalam skrip yang harus dihitung tetapi juga waktu jeda antara kata-kata dan ungkapan-ungkapan. Efek suara juga memakan waktu, termasuk juga jeda di antaranya.

Jangan sampai tergoda untuk menjejalkan kata-kata atau suara masing-masing, dan Anda harus berusaha mencapainya. Pengaturan kecepatan juga harus memperhitungkan waktu.

-          Teks dan produksi Anda harus aman

Anda wajib mengirimkan semua skrip dan teks iklan Anda ke biro periklanan negara untuk diperiksa apakah dalam iklan Anda mengandung materi-materi yang mengandung pelanggaran terhadap Undang-Undang yang berlaku. Biro ini adalah pelindung terkuat Anda apabila terjadi pelanggaran hukum, khususnya Undang-undang Siaran.

B.   Menciptakan Iklan

-          Pertama-tama, tulislah kata-kata yang sederhana untuk suatu tindakan.

-          Tulislah skrip awal dalam format dua kolom yang sederhana.

-          Ciptakan gambar-gambar yang mudah diingat.

-          Gunakan daya tarik emosi yang tinggi.

-          Awali dengan penangkap perhatian.

-          Usahakan untuk tampak dan terdengar unik.

-          Tinggalkan bayangan promosi penjualan yang unik.

-          Gunakan gerakan, warna, suara, pertunjukan, hiburan, humor.

-          Manfaatkan teknik-teknik televisi dan film.

-          Bekerjalah cepat dalam waktu yang terbatas.

-          Gunakan orang yang dikenal oleh para pemirsa Anda.

-          Orang-orang yang Anda gunakan harus relean dengan produk dan proporsi Anda.

-          Gunakan sajak (jingles) untuk menjual merek Anda.

-          Sinkronisasikan gerakan dengan suara atau lagu pengiring.

-          Respons yang Anda inginkan harus benar-benar jelas.

-          Sajikan sebuah paket adegan.

-          Berikan waktu jeda pada setiap akhir adegan.

-          Ulangi/diamkan gambar (freeze-frame) selama sepuluh detik menjelang penutupan iklan.

-          Hubungi ahli storyboard Anda.

Menulis Iklan Radio yang Efektif

Berikut pedoman dalam menulis iklan radio yang efekif:

  •       Tuangkan gambar iklan Anda ke dalam kata-kata

Ajukan gagasan yang baru kepada direktur Anda mengenai wujud yang seharusnya akan tercetak dalam benak pendengar Anda setelah mendengar iklan merek Anda.

  •       Sajikan uraian singkat mengenai setiap peran.

Uraian ini membantu para aktor untuk menyadari peran yang mereka mainkan. Jangan melupakan peran pengisi suara. Kalau memang akan membantu, berilah nama pada setiap peran.

  •       Jagalah kesederhanaan teks

Kekacaubalauan akan merusak telinga dan konsentrasi para pendengar, yang mendorong mereka untuk segera memindahkan gelombang atau mematikan radio.

      Apabila mungkin, gunakan hanya satu suara; paling banyak dua

  •       Sajikan dialog yang benar

Untuk mengadakan wawancara diperlukan alasan-alasan yang jelas. Kemudian, sajikan teks Anda sebagaimana dialog yang nyata, daripada monolog untuk dua peran. Adalah tidak meyakinkan kalau ada dua aktor yang berlagak sebagai kawan lama tetapi cara mereka bercakap-cakap seperti dua orang baru saja bertemu.

  •       Sajikan dialog yang nyata

Cara para pendengar Anda berbicara mungkin tidak sama dengan Anda. Pelajarilah sasaran Anda dan sajikan teks Anda untuk mereka, bukan untuk diri Anda sendiri.

  •       Ciptakan hubungan antar-peran yang jelas

Dalam menyusun teks untuk mempengaruhi mitra dagang atau yang berhubungan dengan rumah tangga, pelajarilah cara orang-orang tersebut berbicara antara yang satu dengan yang lainnya. Agar tugas Anda sukses, Anda harus mengutarakan hubungan antar-peran yang jelas kepada para pendengarnya.

  •       Hindarkan pergantian adegan yang terlalu banyak

Pergantian adegan yang terlalu banyak akan membingunkan dan merusak konsentrasi pendengar sehingga mereka akan merasa bosan dan segera memindahkan gelombang radio sebelum Anda sempat mengungkapkan keistimewaan merek Anda.

  •       Sediakan waktu sesaat yang netral pada setiap akhir iklan

Waktu sesat ini dapat berisi efek suara untuk mengambil perhatian, misalnya beberapa penggal musik, sesuatu yang remeh tetapi menyegarkan suasana.

      Jangan memotong teks sehingga menjadi terlalu pendek untuk waktu penyiarannya

  •       Amankan teks melalu biro iklan negara

Penyiaran teks harus mendapat persetujuan dari biro iklan negara. Dengan demikian Anda yakin bahwa siaran Anda resmi dan aman dari pelanggaran Undang-undang penyiaran.

Teknik-teknik Desain untuk Pers dan Cetak

Selain bidang-bidang pengetahuan yang telah saya sajikan di muka, bidang ini termasuk bidang yang sangat luas dan telah dibahs di sejumlah besar literatur.

Perlu selalu Anda ingat bahwa teknologi komunikasi terus berubah dengan sangat cepat. Bila Anda tidak mengikutinya dalam beberapa bulan saja, Anda telah ketinggalan zaman. Oleh sebab itu, Anda harus selalu beusaha untuk mengikuti informasi setiap saat.

Bab ini mencakup seluruh bidang pengetahuan desain dan tipografi dalam komunikasi pemasaran. Yang diuraikan hanya garis besar teknik yang Anda perlukan sebagai permulaan. Ini juga membantu Anda untuk membina hubungan dengan para art director, ahli visual, perancang, penerbit, dan pencetak.

SIAPKAN BRIFING DESAIN YANG EFEKTIF

  •       Tujuan

Sebelum memberikan brifing kepada perancang, terlebih dahulu Anda harus benar-benar yakin akan segala sesuatu yang Anda kehendaki. Seluruh peserta brifing harus mempunyai pandangan yang sama. Perbedaan pendapat akan membuang waktu dan uang.

  •       Ruang lingkup tugas

Susunlah ruang lingkup dasar, batasan-batasan, dan fakta mengenai tugas-tugas yang ada. Hal ini berlaku baik untuk pers maupun cetak.

  •       Daftar pelaksanaan

Siapkan daftar pelaksanaan yang mencakup semua kegiatan; jangan sampai ada yang terlewatkan. Sangat bijaksana apabila seluruh tugas yang ada dapat Anda sampaikan dalam brifing tersebut.

  •       Rencana kerja

Susunlah rencana kerja untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut. Rencana kerja harus memuat setiap tahap pelaksanaan tugas, sejak pertemuan awal sampai dengan penyerahan hasil akhir. Di dalamnya harus tercatat siapa yang terlibat dalam setiap kegiatan. Jangan lupa menyediakan waktu untuk pengurusan persetujuan dari yang berwenang. Edarkan rencana kerja tersebut kepada setiap orang yang terlibat. Jangan sampai ada keragu-raguan mengenai tugas masing-masing, siapa melakukan apa, dan kapan.

RANCANGLAH DAFTAR PELAKSANAAN

  •       Lakukan segala sesuatunya secara tertulis

Catatan ini ditujukan untuk mengurangi resiko adanya kesalahan dan kesalahpahaman. Jangan bekerja hanya berdasarkan ingatan, baik ingatan Anda sendiri maupun orang lain. Jangan segera mempercayai dan mengikuti erintah untuk melakukan perubahan.

  •       Nomor tugas

Dari tahap ke tahap, nomor tugas harus selalu menempel pada tugasnya. Dengan demikian, anggaran, pembayaran, dan kegiatan-kegiatan administrasi hanya dapat dilaksanakan secara efisien. Perencanaan, penghubungan, dan penulisan teks yang sudah selesai harus segera mempunyai lembartugas (job sheet) dan nomor tugas.

  •       Uraian tugas

Uraian tugas sangat diperlukan; mesti dicantumkan pada setiap kepala lembar tugas. Diperlukan adanya judul tugas (tag-line).

  •       Anggaran dan pembiayaan

Setelah anggaran produksi disetujui, Anda dapat mengabstraksikan dan menyajikan desain. Kalau belum, susunlah sekarang juga. Perancangnya hendaknya tidak terikat kerja dengan Anda (freelance), tentukan harga dan tunjukkan. Lebihkan anggaran untuk cadangan apabila ada perubahan dalam spesifikasi tugas.

  •       Tahap-tahap desain

Apabila mungkin, tahap-tahap desain yang ingin Anda laksanakan harus sudah Anda putuskan sejak awal. Ini akan menghemat waktu dan uang serta mempermudah pemberi keputusan untuk mengatur pembatasan-pembatasannya.

Ada empat tahap dasar dalam pembuatan desain, yaitu:

a.    Seadanya. Sketsa-sketsa dasar di atas kertas tataletak.

b.    Kasar. Gambar dengan kualitas yang lebih baik tetapi masih dikerjakan secara kasar.

c.    Kasar jadi. Sudah cukup baik untuk disajikan kepada pengambil keputusan.

d.    Visual presentasi. Bagi para pengambil keputusan setingkat direksi, atau mereka yang membaca teks tanpa imaginasi, bahan kasar jadi sudah dianggap sebagai produksi yang sudah siap.

  •       Fotografi dan ilustrasi

Dua hal ini dapat mengurangi anggaran dalam jumlah yang besar. Tempatkan di sini baik daftar gambar maupun ilustrasi yang telah disetujui maupun pedoman untuk pengembangan selanjutnya.

  •       Proses pencetakan

Tetapkan proses-proses yang akan diperlukan. Hal ini biasanya ditentukan oleh kualitas hasil pekerjaan dan lamanya pelaksanaan pencetakan. Daripada membiarkannya sampai percetakan diminta mengajukan biaya, lebih baik konsultasikan dengan perancang, manajer produksi, dan percetakan pada tahap ini.

Mintalah formulir spesifikasi cetak; ini akan membantu Anda untuk memberitahukan semua informasi yang diperlukan kepada atasan Anda. Siapa tahu dia perlu menambahkan atau memperkirakan sesuatu.

HALAMAN CETAK

  •       Paragraf

Paragraf-paragraf merupakan sarana yang sangat penting untuk membantu pemahaman. Hindarkan penulisan paragaraf yang panjang dan seragam; tekas akan tampak membosankan dan melelahkan bila dibaca. Dalam keadaan yang paling jelek, paragraf-paragraf yang seragam tampak bagaikan tembok batu bata yang terdiri dari kata-kata. Mengapa membuat pembaca bosan sebelum Anda sempat menyampaikan sesuatu kepadanya?

  •       Kalimat-kalimat

Susunlah teks Anda dengan panjang kalimat yang mudah dibaca. Riset menunjukkan bahwa agar mudah dibaca, sebuah kalimat sebaiknya hanya memuat antara 12 sampai 17 kata. Ketentuan ini memang masih sangat mungkin untuk diperdebatkan. Walaupun demikian, ketentuan ini dapat digunakan sebagai pedoman praktis.

Selang-selingkan panjang kalimat-kalimat Anda, untuk menghindarkan monotonitas, baik dalam penyusunan maupun pembacaannya. Apabila semua kalimat Anda pendek, isi halaman akan tampak acak-acakan.

Ketentuan-ketentuan penulisan kalimat:

a.    Jagalah agar satu kalimat memuat hanya satu gagasan. Memadatkan beberapa gagasan ke dalam satu kalimat berarti menciptakan sebuah jalan buntu dalam benak pembaca. Tulisan Anda menjadi sulit dibaca. Jangan memaksa pembaca Anda  untuk melakukan sesuatu yang seharusnya tidak ia lakukan.

b.    Satu kalimat yang memiliki lebih dari dua tanda baca koma adalah terlalu panjang. Anda tidak akan menemukannya dalam buku ini.

      Sub-subjudul dan judul-judul silang

Sebuah subjudul menandai pemisahan di antara dua paragraf. Penulisan subjudul untuk iklan pers dan cetak memiliki empat tujuan sebagai berikut:

a.    Untuk memberitahukan kepada pembaca Anda bahwa sekelompok gagasan lain akan datang.

b.    Untuk memikat pembaca agar terus membaca teks Anda.

c.    Untuk memberitahukan bahwa yang dibacanya akan memberikan keuntungan di kemudian hari.

d.    Untuk mempermudah pembaca memasuki teks dari arah manapun yang ia pilih. Dengan pecahnya tembok kata-kata, usaha masuk ke dalam teks Anda akan menjadi lebih mudah.

      Ukuran (measure)

Di dunia percetakan, yang dimaksud dengan ukuran adalah lebar/panjang sebuah garis cetak atau sebuah kolom.

Desain sebuah halaman iklan atau cetak biasanya ditentukan bersama. Apabila ukuran terlalu lebar, pembaca merasa tidak ada gunanya membaca ulang baris-baris yang telah dibacanya. Apabila terlalu pendek, pembaca barangkali harus membacanya kembali maju-mundur dengan cepat. Kedua-duanya sulit dibaca; kedua-duanya mematikan minat pembaca.

Sewaktu mendesain pastikan dapat dibaca dengan mudah.

      Penspasian (leading)

Hal-hal yang perlu diingat:

a.    Susunan cetakan tanpa spasi di antara baris-baris disebut ‘set solid’. Ketebalan spasi di antara baris-baris diukur dalam ‘poin’ (salah satu peninggalan sejarah percetakan).

b.    Jarak antara puncak huruf kecil ‘x’ dan kakinya disebut ‘x-height’.

c.    Sebagai ketentuan kasar: Semakin lebar ukuran, semakin besar huruf, semakin tinggi x-height, semakin lebih spasi yang diperlukan oleh teks Anda.

d.    Semakin lebar ukuran lebih baik menggunakan huruf yang semakin besar.

      Pengaturan tepi dan indensi (justification & indention)

Agar tulisan Anda mudah dibaca, dan untuk menghindarikan efek temobk bata, pertimbangkan penampilan tepi teks Anda.

Pertimbangan-pertimbangan untuk pengaturan tepi dan indensi:

a.    Tepi kanan yang tidak diluruskan mempermudah mata pembaca untuk melompat dari satu baris ke baris yang lain.

b.    Baris pendek di akhir paragraf membantu mata untuk melompati sela-sela ke paragraf berikutnya.

c.    Indensi membantu mata untuk masuk ke dalam suatu paragraf.

      Tipografi

Dewasa ini typographer memiliki puluhan ribu pilihan jenis huruf cetak. Jenis-jenis huruf dikelompokkan ke dalam empat klasifikasi utama, yaitu dengan serif, tanpa serif, banyak hiasan, dan desain khusus.

Bantulah pembaca Anda untuk mencerna dan memahami komunikasi pemasaran Anda dengan mudah dan cepat. Anda beberapa pedoman sebagai berikut:

a.    Untuk huruf-huruf yang besarnya sampai dengan 12 pt, jenis huruf berserif lebih mudah dibaca daripada yang tanpa serif.

b.    Huruf-huruf tanpa serif yang kecil-kecil sulit dibaca. Yang terbaik untuk jenis huruf ini ialah yang berukuran display 18 pt atau lebih besar.

c.    Untuk meningkatkan daya baca suatu huruf, cocokkan jenis huruf dengan kertas dan cara pencetakannya.

d.    Dalam hal pencetakan terbalik (putih di atas hitam atau berwarna), ukuran huruf harus cukup besar dan cukup padat/tebal agar mudah dibaca.

e.    Ukuran huruf yang kecil-kecil apabila dicetak di atas 4 colour halftone background dapat menjadi malapetaka. Perbedaan kecil dalam registrasi warna dapat merusak daya bacanya.

Menilai Karya Kreatif

Inilah pedoman yang sangat praktis untuk menganalisis hasil kreatif. Pedoman ini memiliki tiga kegunaan, yaitu:

a.    Sebagai sarana untuk menguji perkembangan, akurasi, dan kekuatan karya kreatif Anda sendiri.

b.    Sebagai sarana untuk menilai hasil karya kolega, agen, dan pemasok Anda.

c.    Sebagai senjata untuk menghadapi penilaian kritis atas karya Anda oleh atasan dan kolega Anda.

Jangan meremehkan kemampuan analisis Anda sendiri. Pengujian harus dilaksanakan tidak hanya pada saat proses kreatif berakhir tetapi juga pada saat masih berlangsung, dengan penuh kejujuran dan intelektualitas.

Berikut pedoman-pedomannya:

PESAN

a.    Apakah pesan menjawab brifing kreatif?

b.    Apakah pesan berkembang melalui AIDA?

c.    Adakah pesan memberi janji dalam judulnya? Apakah janji itu?

d.    Adakah manfaat bagi konsumen di dalamnya? Apakah manfaat itu?

e.    Apakah pesan dapat merebut perhatian?

f.     Apa yang membuat pesan dapat merebut perhatian?

g.    Apakah pesan mendorong pembaca untuk masuk ke dalam teks?

h.    Jangan sampai ada keragu-raguan mengenai tawaran.

i.      Dalam bentuk apakah USP-nya?

j.      Apakah pesan jelas dan tidak membingungkan?

k.    Apakah pesan meninggalkan gambaran yang dapat diingat?

l.      Apakah teks berbicara terlalu banyak? Tidak cukup?

m.  Apakah pesan meyakinkan?

n.    Apakah pesan menarik minat pribadi pembaca?

o.    Di mana letak daya tarik tersebut secara tepat dalam teks Anda?

p.    Apakah daya tarik mendesak pembaca untuk mengambil keputusan yang menguntungkan merek Anda?

q.    Apakah daya tarik jelas-jelas mengarahkan pembaca untuk bertindak?

r.     Apakah ilustrasinya dilengkapi dengan caption?

s.    Apakah merek dan manfaat bagi konsumen mudah diingat?

t.      Bagaimana pelanggan dapat menghubungi kalau memerlukan, apakah pesan dapat menciptakan jembatan yang kuat antara pelanggan dan perusahaan Anda?

GAYA

a.    Apakah tulisan padat dan langsung kepada pokok masalah?

b.    Apakah teknik kreatif memburamkan merek?

c.    Apakah gaya membuat merek cerah?

d.    Apakah gagasan kreatif melekat kuat pada merek?

e.    Apakah gaya mengandung ‘gagasan yang besar’?

f.     Apakah tipografinya membuat teks lebih mudah dibaca?

g.    Ataukah tipografi bahkan membuat teks lebih sulit dipahami?

h.    Apakah tipografi memiliki karakter yang sama dengan merek?

i.      Apakah tataletak jelas atau berantakan?

j.      Apakah semua ilustrasi menjalankan peranan mereka secara penuh dalam proses penjualan?

k.    Apakah ilustrasi dilengkapi dengan caption yang efektif?

l.      Apakah ada keseimbangan yang baik antara teks dan ilustrasi, dengan benar-benar memanfaatkan keistimewaan media?

Dengan demikian, Anda telah memanfaatkan waktu Anda dengan baik. Sangat banyak waktu, pekerjaan, dan ketegangan perasaan yang akan dapat Anda hemat. Ia dapat pula membantu Anda untuk menghindari perbaikan pesan-pesan yang salah.

Ada tiga manfaat penting, yaitu:

  1.  Membantu Anda untuk menciptakan pesan yang benar dan menghindarkan yang salah.
  2. Menghindarkan rasa frustasi dalam menyempurnakan pesan yang salah dan, dengan demikian,…
  3. Menghindarkan agar Anda tidak memulainya lagi dari awal.

Sumber :

 CREATING EFFECTIVE MARKETING COMMUNICATIONS MENCIPTAKAN KOMUNIKASI PEMASARAN YANG EFEKTIF, Daniel L Yadin, PT Gramedia Pustaka Utama Jakarta, Cetakan  I, 1999.

CHAOTICS : “Resep Jitu Bertahan di Abad Prahara dari Pakar Pemasaran dunia”,


  1. Dunia telah memasuki babak perekonomian baru, Dari Kondisi Normal ke Turbulensi

Kesejahteraan adalah guru yang hebat; kesengsaraan lebih hebat.

William Hazlitt (1778 – 1830)

 Dunia telah memasuki babak perekonomian baru. Secara ekonomi, negar – Negara semakin erat berhubungan dan tergantung satu sama lain. Perdagangan dilakukan dengan arius informasi yang bergerak secepat cahaya lewat internet dan telepon seluler. Babak baru ini menawarkan peluang luar biasa dalam bentuk penghematan biaya dan percepatan proses produksi serta penyerahan barang dan jasa. Akan tetapi, ada juga sisi gelapnya, sisi yang secara substansial menaikkan ambang resiko dan ketidakpastian yang menghadang produsen serta konsumen. Kejadian atau perubahan keadaan di suatu Negara tertentu _ entah itu kegagalan perbankan atau pasar modal, rontoknya pasar perumahan, pembunuhan politis, atau gagal bayar utang luar negeri _ dapat menular cepat ke Negara lain dan menciptakan turbulensi besar, yang membawa seluiruh sistem ke akibat – akibat yang sama sekali tidak teramalkan.

Turbulensi selalu berarti meningkatnya resiko dan ketidakpastian. Resiko dipakai untuk menggambarkan ketdakpastian yang dapat diprakirakan dan oleh karena itu dilindungi dengan asuransi. Akan tetapi, selalu ada resiko yang tidak dapat diasuransikan, ketidakpastian nyata yang harus dihadapi para pengambil keputusan dalam perusahaan.

Apa Itu Turbulensi Pasar?

Turbulensi yang terjadi di alam dicirikan oleh perilaku kekerasan atau agitasi. Topan, badai angin, tornado, siklon, dan tsunami. Ciri khas semua kejadian tersebut adalah kekerasan, keacakan, dan ke-takterdugaan.

Turbulensi selalu membuat fisikawan khawatir karena begitu sulit dicari polnya dan diramalkan, meski sekarang sudah ada super computer canggih serta mutakhir dengan kemampuan mencengangkan. Ilmuwan telah mengembangkan Teori Kaos untuk meneliti bagaimana suatu peristiwa terjadi berdasrkan kondisi awal dan asumsi deterministic. Mereka dapat membuktikan bahwa dampak awal tak berarti dapat memicu berkembangnya kekacauan secara luar biasa. Perilaku sistem dinamis – sistem yang selalu berubah bersama waktu – terlihat acak meski keacakan tidak didesain ke dalam sistem tersebut.

Tahun 1972, Edward Lorenz, bapak Teori Kaos, dalam salah satu pidatonya mengajukan pertanyaan, “Apakah kepakan sayap seekor kupu – kupu di Brazil memicu terjadinya tornado di Texas?”

Frasa pengaruh kupu – kupu (butterfly effect) merujuk pada pemahaman bahwa sayap seekor kupu – kupu menyebabkan perubahan kecil di udara yang dapat saja mengubah jalur sistem badai tertentu seperti tornado atau memperlambat, mempercepat, atau bahkan mencegah terjkadinya tornado di tempat – tempat tertentu.

Jadi, turbulensi adalah perubahan tak terduga dan cepat dalam lingkungan eksternal serta internal sebuah organisasi yang mempengaruhi kinerjanya. “pengaruh kupu – kupu” terjadi karena dunia kita sekarang ini saling terhubung, saling tergantung, yang mempercepat “peng – global- annya”.semua orang, pemerintah, bidang usaha _ setiap orang dan entitas di dunia _ sekarang berhubungan serta saling terhubung pada tingkatan tertentu, dan dampak turbulensi yang mereka masing – masing alami akan dirasakan juga oleh yang lain di dalam lingkungan yang terhubung secara global ini.

Ketika berbicara tentang turbulensi dalam konteks perekonomian normal versus perekonomian dengan kondisi normal baru, kita perlu mendefinisikan dengan lebih baik apa sebenarnya perekonomian normal itu. Sepanjang sejarah dunia usaha, ada berbagai tingkatan turbulensi pada level makro (perekonomian secara umum, baik local, regioanal, maupun global) juga pada level mikro, yakni pada perusahaan individu. Pemilik dan kalangan usaha selalu hidup bersama turbulensi pada tingkatan tertentu dalam dunia usaha.

Faktor – faktor yang Dapat Memicu Kaos

  1. 1.      Kemajuan Teknologi dan Revolusi informasi

Teknologi informasi (TI) adalah salah satu faktor kunci pendorong proses globalisasi. Kemajuan sejak 1990-an yang terjadi dalam teknologi perangkat keras, peranti lunak komputer, telekomunikasi, dan digitalisasi semakin mempercepat perpindahan data serta pengetahuan di seluruh dunia. Revolusi informasi mungkin merupakan satu – satunya kontributor terbesar pembentuk perekonomian global yang baru.

Tantangan lain terkait dunia usaha pada umumnya – khusus perusahaan besar atau keluarga – adalah eksekutif mereka umumnya lahir selama revolusi industry, tetapi memimpin perusahaan  selama revolusi digital.

Internet telah mengubah dan mengglobalkan perdagangan, menciptakan cara – cara yang sepenuhnya baru bagi pembeli serta penjual untuk bertransaksi, bagi perusahaan untuk mengelola arus masukan bagi produksi dan memasrkan produk mereka, serta bagi penyedia pekerjaan dan pencari kerja untuk saling berhubungan. Media baru bermunculan _ situs Web, e-mail, instant messaging, chatroom, electronic bulletin board, blog, podcast, webinar _ menciptakan sistem global yang semakin mempermudah orang dan perusahaan dengan kepentingan sama saling menemukan, bertukar informasi, serta bekerjasama.

Setelah teknologi informasi merangkul “awan” Internet global, semakin banyak aktivitas komputasi bergerak kea rah pusat data yang dapat diakses dari mana saja. TI sekali lagi menjadi semakin terpusat. Akan tetapi, bagaimana hal ini berpengaruh terhadap cara orang bertransaksi bisnis?

Karena bersifat global, komputasi awan akan menghasilkan ketegangan politis mengenai bagaimana sebaiknya hal tersebut diatur. Komputasi awan melibatkan sistem komputer dan layanan elektronik super maya yang tidak lagi mengenal batas. Pemerintah akan berusaha semaksimal mungkin menghindari hilangnya kendali lebih besar atas internet, yang pada gilirannya malah akan menghasilkan lebih banyak peluang terjadinya turbulensi dan kaos bagi sektor usaha yang semakin mengandalkan komputasi awan sebagai basis strategi IT.

  1. 2.      Teknologi dan Inovasi Pengganggu

Istilah teknologi pengganggu (disruptive technology) pertama kali diciptakan oleh Clayton M. Christensen, guru besar Harvard Business School dalam tulisan untuk Harvard Business Review pada tahun 1995.

Teknologi pengganggu, atau inovasi pengganggu, adalah istilah untuk menggambarkan inovasi, produk, atau layanan teknologi yang menggunakan strategi “tiba – tiba”, bukan strategi yang “evolusioner” atau “berkelanjutan”, untuk mendongkel teknologi teknologi lama yang dominan atau produk yang ada saat ini di pasar. Komunitas penelitian sudah lama secara sistematis mengatahui bahwa secara umum inovasi pengganggu tiodak seberapa diabnding inovasi evolusioner, yang memperkenalkan inovasi dalam bentuk kinerja lebih tinggi kepada pasar. Contoh inovasi pengganggu sejati sangat langka.

Inti inovasi pengganggu adalah terciptanya perubahan dramatis pada pasar yang menyebabkan teknologi saat ini segera dianggap ketinggalan zaman. Peristiwa semacam itu menimbulkan turbulensi yang cukup signifikan bagi semua pemain yang terlibat dalam teknologi lama (pre – existing) dan baru (changed) tersebut.dalam lima tahun ke depan, beberapa teknologi yang bersifat disruptif antara lain adalah komputasi awan dan tak kenal tempat (ubiquitous), komputasi kontekstual, kokputasi pemayaan dan fabrikasi, realitas augmentif, dan jejaring social serta peranti lunak social.

  1. 3.      Bangkitnya Kekuatan Baru

Yang oertama adalah bangkitnya dunia Barat, pada sekitar abad ke-15, yang menghasilkan dunia seperti saat ini _ ilmu pebgetahuan dan teknologi, perdagangan dan kapitalisme, revolusi industry dan pertanian. Kebangkitan ini juga bermuara pada dominasi politik berkepanjangan oleh bangsa Barat. Pergeseran kedua, pada penghujung abad ke-19, adalah bangkitnya Amerika Serikat. Setelah mengalami industrialisasi, Amerika menjadi Negara terkuat sedunia, lebih kuat disbanding semua Negara lain digabung. Sela 20 tahun terakhir, status adidaya Amerika serikat di setiap bidang kehidupan tak terkalahkan _ sesuatu yang belum pernah terjadi sepanjang sejarah, sejak Kekaisaran roma mendominasi dunia 2.000 tahun lalu. Selama “Pax Americana” ini, perekonomian dunia ber-akselerasi secara dramatis. Nah, ekspansi adalah motor di balik pergeseran kekuatan besar ketiga ini _ bangkitnya kekuatan baru.

Perusahaan – perusahaan super ambisius dan agresif akan melakukan apa sajayang perlu untuk mengalahkan para pesaing dari Negara maju, karena di Negara – Negara majulah laba terbesar berada. Perusahaan – perusahaan baru dari Negari jauh yang sedang menanjak membidik pasar global ini akan berbuat apapun untuk menimbulkan kaos yang diperlukan guna menyerimpung atau membeli pemain lama dari Negara maju untk menyeimbangkan arena permainan.

  1. 4.      Hiperkompetisi

Hiperkompetisi terjadi ketika teknlogi atau penawaran begitu baru sehuingga standard an aturan begitu cair sehingga menghasilkan keunggulan kompetitif yang tidak bertahan lama. Cirri khasnya adalah maneuver – maneuver kompetisi yang intens dan cepat, yaitu pemain mesti bergerak cepat untuk mengembangkan keunggulan kompetitif baru dan menghapus keunggulan – kenggulan para pesaing. Kecepatan turbulensi disruptif yang diakibatkan oleh hiperkompetisi disokong oleh globalisasi, produk baru yang lebih menarik, selera konsumen yang lebih ter-fragmentasi, deregulasi, dan penemuan model bisnis baru _ semua berperan menyebabkan ketidakseimbangan struktural, merobohkan penghalang untuk memasuki pasar, dan penggulingan para pemimpin industri.

Strategi hiperkompetisi untuk mencuiptakan Gangguan:

  1. Kepuasan konsumen, adalah kunci memenangi semua interaksi dinamis dengan kompetitor
  2. Ramalan Strategis, adalah proses mencari informasi baru untuk mem-prediksi apa yang konsumen inginkan di masa mendatang
  3. Kecepatan, sangat penting untuk memanfaatkan peluang dan merespons serangan balik kompetitor
  4. Kejutan, dapat meningkatkan kemampuan perusahaan untuk menyengat kompetitor, membangun posisi menang sebelum kompetitor menyeranbg balik.

Taktik Hiperkompetisi untuk Menciptakan Gangguan :

  1. Kirim Sinyal akan kepuasan konsumen mengumumkan niat strategis untuk mendominasi pasar, atau ramalan strategis memanipulasi strategi kompetitor di masa mendatang
  2. Goyang Aturan pasar untuk menciptakan gangguan luar biasa terhadap kompetitor
  3. Terobosan sekaligus atau bertahap lewat beberapa strategi untuk menyesatkan atau membingungkan kompetitor.
  1. 5.      Sovereign Wealth Funds

Sovereign Wealth Funds (SWF) adalah dana investasi milik pemerintah berbentuk asset finansial, seperti saham, obligasi, properti, logam mulia, atau instrumen keuangan lain. SWF sebenarnya sudah ada selama beberapa dasawarsa, tapi baru meningkat jumlahnya secara dramatis sejak 2000. Sebagian hanya dikuasai oleh bank sentral yang mengakumulasi dana tersebut dalam rangka mengelola sistem perbankan nasional. Dana jenis ini umumhnya memiliki nilai ekonomi dan fiskal yang penting. SWF lain hanya berupa tabungan pemerintah yang dibeli oleh beragam entitas.

  1. 6.      Lingkungan

Bagi banyak pemimpin bisnis, pembicaraan tentang lingkungan selalu bersinggungan dengan resiko dan peluang. Dalam mengelola resiko, sering kali tujuan utama sebuah perusahaan adalah menghindarai ongkos, yang berhubungan dengan kecelakaan industry, boikot konsumen, atau gugatan lingkungan _ yang kesemuanya telah menhjadi sesuatu yang sangat mungkin terjadi ketika iklim usaha semakin ber-turbulensi. Dalam mengelola peluang, perusahaan mesti mengutamakan imbal investasi dari berbagai peluang yang mereka lihat setiap hari.

Semua perusahaan terus – menerus ditekan untuk menghemat sumber daya alam yang semakin langka dan mengurangi polusi guna mencegah pemanasan global agar kehidupan di atas planet ini selamat dari kehancuran. Ketentuan – ketentuan ini meningkatkan ongkos bisnis secara umum, berapa pun imbal investasinya. “Gerakan Hijau” terus tumbuh, memperoleh momentumnya. Warga Negara dan perusahaan diimbau untuk mengerem konsumsi dan lebih memilih peralatan yang mampu menghemat udara, air, serta energi. Di samping dukungan yang diberikan sebagian besar perusahaan terhadap gerakan hijau, berkat kemajuan teknologi, semakin mudah saja membuktikan bahwa investasi pada program – program pelestarian lingkungan memang mendatangkan hasil, khususnya bagi para pemegang saham.

  1. 7.      Pemberdayaan Konsumen dan Pemangku Kepentingan

Di masa lalu, perusahaan mendominasi media informasi. Mereka menyiarkan ber-ton – ton pesan merek secara kuat lewat radio, TV, baliho, Koran, dan majalah. Ketika ingin mencari informasi lebih lengkap tentang sebuah merek atau produsen, konsumen hanya mengandalkan pengalaman atau sahabat dekat atau anggota keluarga. Informasi “Asimetris” semacam itu cenderung lebih menguntungkanprodusen.

Selama satu dasawarsa terakhir ini, sebuah revolusi terjadi. Saat ini, konsumen memang tetap menerima iklan dari produsen, tetapi juga dapat men-survei ratusan “sahabat” mereka di Twitter, Facebook, atau MySpace. Mereka dapat membaca laporan online lewat Angie’s List atau Zagat dan mengetahui apa pendapat perusahaan serta orang – orang atas produk atau layanan sebuah perusahaan. Setiap kawasan atau Negara di seluruh dunia kini memilki lebih banyak kelompok situs online interaktif yang menghubungkan perusahaan dan konsumen untuk berbagi pengalaman.

Economic intelligence Unit (EIU) melakukan sebuah studi pada tahun 2008 atas masukan dari lebih 650 eksekutif perusahaan, lebih dari separuhnya menyandang posisi C-suite. Studi ini menunjukkan bahwa kunci pendorong utama perubahan adalah interaksi yang dipermudah oleh teknologi antara karyawan, pemasok, investor, dan yang paling penting, konsumen. Data juga menunjukkan bahwa dalam lima tahun mendatang, e-mail lewat perangkat tak bergerak dan bergerak akan memantapkan posisi sebagai saluran komunikasi paling penting untuk membangun serta mempertahankan interaksi bisnis yang kuat lewat internet dengan audiens ini. Beberapa yanbg diosorot oleh studi EIU, yaitu:

  1. E-mail (menurut 93 % responden) serta World Wide Web (81%) akan terus memimpin sebagai saluran komunikasi bisnis yang paling disukai, dan akan terus begitu sampai 2013.
  2. Penggunaan di semua saluran “terjejaring” lain pada tahun 2013 secara umum akan meningkat untuk membantu perusahaan mengembangkan kompetensi baru secara internal dan berkolaborasi dengan mitra eksternal.
  3. Pemberdayaan konsumen lewat teknologi akan berdampak nyata dan positif terhadap dunia usaha. Lebih dari 76% responden percaya pemberdayaan ini akan berdampak positif terhadap pengembangan produk serta layanan baru, dan 73% lainnya berharap program ini berdampak positif terhadap penghasilan mereka.
  4. Organisasi percaya bahwa dampak paling penting terhadap model bisnis mereka antara sekarang sampai 2013 merupakan hasil perubahan operasional berbasis teknologi.
  5. Eksekutif menduga perubahan teknologi akan secara nyata mempengaruhi layanan pelanggan (40% responden) dan program penjualan serta pemasaran perusahaan (24%), yang sangat mengandalkan komunikasi lewat E-mail dan Web.
  1. Respons salah dari manajemen terhadap turbulensi sekarang menjadi berbahaya

Takutlah ketika orang lain serakah, dan serakahlah ketika orang lain takut.

Warren E. Buffett, CEO, Bershire Hathaway, Inc

Beberapa kekeliruan paling umum yang dilakukan para pemimpin bisnis ketika turbulensi melanda:

  1. 1.      Keputusan alokasi sumber daya yang menghancurkan strategi dan budaya inti

Setiap perusahaan menghadapi pilihan – pilhan sulit, khusunya ketika perekonomian mengetat, atau lebih buruk, macet. Akan tetapi, selama periode turbulensi, keputusan yang diambil seorang pemimpin akan berdampak lebih luas. Dampaknya tidak hanya berlangsung lama dan nyata terhadap keuntungan, tapi juga terhadap karyawan, moral, budaya, dan nilai inti perusahaan, khususnya jika keputusan tersebut merusak fundamental perusahaan dan gagal memenuhi harapan konsumen.

Pesan Moral : Jangan pernah menyepelekan nilai – nilai inti perusahaan Anda. Merusak budaya dan mengalokasi ulang sumber daya dapat menimbulkan efek jangka panjang yang merusak. Tindakan itu tidak hanya memperlemah fundamental perusahaan, tapi juga _ seperti kasus Home Depot _ mencoreng merek.

Kenyataan pahitnya adalah perusahaan akan perlu memangkas anggaran pada pos – pos tertentu ketika perekonomian melesu, dan adakalanya agar selamat perusahaan mutlak dipaksa melakukan penghematan secara dramatis. Akan tetapi, intinya adalah jangan sampai tindakan menghemat biaya semacam itu mengurangi kemampuan unik (unique quotient) perusahaan, membuat perusahaan gagal memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan, atau membahayakan budaya serta nilai perusahaan. Akhirnya, kalimat bijak dari Shakespeare, “Jujurlah kepada diri sendiri,” berlaku bagi perusahaan – perusahaan modern yang sedang mengalami turbulensi.

  1. 2.      Penghematan di semua lini versus tindakan terfokus dan terukur

Semua orang mencari jawaban tunggal atas pertanyaan yang sebetulnya punya banyak sekali jawaban. Kami sebenarnya telah melakukan sejumlah riset atas topik (terkait). Sangat tergantung. Perusahaan yang memiliki apa yang saya sebut sebagai “kemampuan, kemauan, dan sumber dana” (the skill, the will, and the till) memang sebaiknya meningktakan belanja dan berfokus memperoleh pelanggan baru sambil mempertahankan pelanggan lama. “Kemampuan”, artinya mereka mempunyai keterampilan pemasaran. “Kemauan” artinya mereka punya budaya yang tampaknya menentang arus. Nah, “sumber dana” berarti mereka punya sumber daya sehingga mampu melakukan investasi. Analoginya adalah, atlet terbaik sering menyerang pada saat tak terduga. Bagaimana jika Anda tidak punya asset semacam itu? Sekarang saatnya berfokus mempertahankan pelanggan lama.

Sekali lagi, perusahaan perlu memandang diri semata sebagai penyedia layanan. Layanan sebuah perusahaan adalah kombinasi identitas perusahaan bersangkutan _ yakni merek, organisasi, dan produk itu sendiri. Jika salah satu dari ketiga identitas tersebut rusak, layanan juga rusak begitu pula proposisi nilai perusahaan. Jadi, ketika mempertimbangkan penghematan terukur dan terfokus, perusahaan perlu memperhatikan betapa setiap penghematan yang dilakukan mempengaruhi beragam aspek bisnis agar proposisi nilai tidak rusak.

Sekali lagi, semua berpulang pada kemauan manajemen untuk mengajukan pertanyaan sulit berikut : Kita ingin berada di posisi seperti apa saat perekonomian membaik? Apakah kita ingin masuk empat besar yang terus tumbuh dan meningkat pangsa pasarnya? Atau menjadi salah satu korban _ perusahaan macet dan berkinerja rendah yang mengambil semua keputusan salah?

  1. 3.      Trik cepat untuk mempertahankan arus kas sehingga membahayakanb para pemangku kepentingan

Kesalahan fatal dalam strategi mahal harganya ketika perusahaan memilih trik cepat untuk mempertahankan arus kas. Profitabilitas adalah tujuan permainan; efek setiap keputusan terhadap arus kas mesti dipertimbangkan. Akan tetapi, jika trik – trik cepat diambil untuk memecahkan masalah di sini dan sekarang juga, manajemen beresiko mengacaukan pertumbuhan masa depan perusahaan.

Mengurangi karyawan, tergesa – gesa menjuali asset, mengurangi aktivitas pemasaran dan iklan, dan memangkas investasi pada Riset dan Pengembangan dapat memaksa perusahaan mendarat darurat.

Mengurangi karyawan pada semua lini selalu merupakan kesalahan. Akibat UU akuntansi AS investasi pada bakat dianggap sebagian pengeluaran, bukan modal, jadi mengurangi jumlah orang, khususnya karyawan yang cerdas dan bergaji mahal adalah salah satu cara cepat untuk menghemat pengeluaran. Peraturan akuntansi ini hanya melukai perusahaan yang mematuhinya. Bakat adalah satu – satunya variabel paling penting dalam inovasi.

Ketika perusahaan memecat bakat, kemungkinan besar pesaing akan mempekerjakan bakat tersebut untuk membantu mereka mencari posisi ketika kondisi keuangan membaik dan sambil mendorong inovasi.

Ketika pemulihan tiba, sumber daya yang paling sulit ditemukan perusahaan adalah bakat, bukan modal. Banyak tim manajemen menganggap mereka dapat memenangi perang memperebutkan bakat selama booming perekonomian tahun 1990-an dengan menawarkan opsi saham dan fasilitas – fasilitas kepada karyawan serta membolehkan mereka ber-jins ke kantor. Ketika resesi datang, perubahan sikap mendadak terjadi dan, “Kami menghargai bakat” menjadi “ Anda adalah beban”. Opsi menguap, fasilitas dicabut, dan segera terjadi pemutusan hubungan kerja _ dalam kasus tertentu, secara brutal. Tindakan ini mengoyak jalinan sosial banyak perusahaan dan membuat karyawan bersikap sinis.

  1. 4.      Mengurangi anggaran pemasaran, merek, dan pengembangan produk baru

Selama periode turbulensi, yang paling perlu dilakukan adalah tetap waspada dan berfokus. Hindari tiga kesalahan terbesar dalam pemasaran yang sering dilakukan perusahaan pada umumnya :

  1. Berusaha keras menarik pelanggan baru sebelum sebelum mengamankan produk inti
  2. Memangkas anggaran pemasaran
  3. Mengabaikan gorilla seberat 900 pon

10 kesalahan terbesar dalam inovasi yang dilakukan perusahaan selama turbulensi perekonomian :

  1. Memecat bakat
  2. Memangkas anggaran teknologi
  3. Mengurangi resiko
  4. Menghentikan pengembangan produk
  5. Membiarkan direksi mengganti CEO berorientasi pertumbuhan dengan CEO yang mampu menghemat biaya
  6. Menarik diri dari globalisasi
  7. Membiarkan CEO mengganti inovasi sebagai strategi kunci
  8. Mengubah ukuran kinerja
  9. Lebih menekankan hirarki dibanding kolaborasi
  10. Mundur ke benteng
  1. 5.      Mengurangi rabat penjualan dan harga

Paradoks harga adalah salah satu perangkap terbesar yang harus dihadapi manajemen ketika perekonomian sedang berada pada puncak kinerja. Akan tetapi, penentuan harga dapat menjadi mimpi paling buruk bagi manajemen saat perekonomian memburuk dan penjualan mulai turun. Rabat / diskon harga adalah peluang, tapi jika dilakukan secara keliru dapat menghasilkan dampak yang mengancam dan melumpuhkan terhadap perusahaan

  1. 6.      Menjauhkan diri dari pelanggan dengan  mengurangi anggaran penjualan

Ketika turbulensi begitu labil, manajemen yang tidak secara terus – menerus mengavaluasi ulang biaya dan profitabilitas konsumen sesaat (transactional customer) akan mengalami rugi dan akhirnya kehilangan pangsa pasar.

Penelitian menunjukkan saat ini hanya 2 sampai 4 % dari populasi yang benar – benar membeli barang atau jasa yang ditawarkan di pasar. Artinya, 96 sampai 98 % tidak membeli apa pun sekarang, tapi pada akhirnya akan membeli juga.

Pada saat sulit,  wajar melayani konsumen sesaat yang siap melakukan pembelian saat ini. Akan tetapi, ingatlah bahwa konsumen sesaat yang mencari penawaran terbaik akan kembali karena harga murah yang Anda tawarkan; mereka juga meninggalkan Anda, dan dengan begitu cepat pula ke orang lain yang menawarkan harga lebih rendah.

  1. 7.      Menghilangkan anggaran pelatihan dan pengembangan selama krisis ekonomi

Ketika manajemen sedang berusaha bertahan dari badai, investasi pada pelatihan dan pengembangan bukanlah prioritas. Pelatihan dan pengembangan sering dianggap sebagai pengeluaran. Akan tetapi, memangkas aspek utama pertumbuhan ini juga dapat memangkas pangsa pasar Anda yang sudah mengecil.

Pelatihan memang tidak mempengaruhi laba perusahaan. Pelatihan memberi perusahaan peluang unbtuk menemukan kelemahan atas area – area yang perlu ditingkatkan sebelum karat di baju zirah terlihat oleh pesaing dan mengancam pertumbuhan. Dengan kata lain, pelatihan dan pengembangan membantu perusahaan mempertahankan para karyawan tetap siaga.

  1. 8.      Meremehkan pemasok dan distributor

Pemasok dan distributor membantu perusahaan memperoleh kemampuan menggerakkan inovasi. Manajemen yang tidak menyadari arti penting pemasok dan distributor sebenarnya membuat perusahaan kehilangan uang lebih banyak. Pemasok dan distributor dapat membantu menurunkan pengeluaran jangka pendek serta memperkuat kuda – kuda perusahaan ketika turbulensi mendera. Kaos selalu berusha merusak hubungan ini.

Model chaotics : “mengelola kerawanan dan peluang”

Membuang ilusi bahwa Anda dapat meramal masa depan adalah saat – saat yang membebaskan. Yang Anda lakukan adalah memberi diri Anda sendiri kemampuan merespons satu – satunya hal yang pasti dalam kehidupan yakni, ketidakpastian. Menciptakan kemampuan seperti itu adalah tujuan sebuah strategi.

Lord John Browne, Group Chief Executive BP

Sekarang dan kelak, menanyakan apa yang perusahaan miliki serta hasilkan tidak sepenting menanyakan kemampuan mereka mendeteksi turbulensi, mengantisipasi kaos, dan mengelola resiko. Mengidentifikasi dan mengelola resiko bukanlah sesuatu yang kaku. Para pemimpin bisnis perlu terlebih dulu membudayakan perilaku strategis dan disiplin baru dalam organisasi mereka untuk dapat menyusun skenario serta strategi mengatasi resiko terduga, dan sekaligus, memanfaatkan peluang yang muncul.

Setelah sikap baru dan perlu ini membudaya dalam proses pengambilan keputusan sehari – hari, terciptalah momentum dan budaya yang secara sistematis menjinakkan kaos yang ditimbulkan oleh turbulensi serta secara rutin mengalahkan para pesaing. Perusahaan semacam itu akan sukses di Era Turbulensi, tak peduli betapa kuat embusan angin badai yang menerpa.

Sistem manajemen kaotis tersusun atas tiga komponen berikut :

  1. Mendeteksi sumber turbulensi dengan mengembangkan sistem peringatan dini

Kita tahu turbulensi bisa datang kapan saja atau dari mana saja, dan beberapa bisa dideteksi sementara yang lain tidak. Turbulensi yang dapat dideteksi sebaiknya di-analisis dan direspons secepat mungkin agar kita mampu menemukan :

  1. Peluang yang mungkin terungkap dan dapat dimanfaatkan
  2. Kerawanan sehingga dapat diminimalkan atau dibuang sama sekali
  3. Menyusun Skenario Kunci

Mc Kinsey membagi ketidakpastian ke dalam 4 tingkatan, dengan cirri khas masing – masing:

Tingkatan I: Masa Depan yang cukup jelas dapat ter-identifikasi, saat ketidakpastian tidak berarti apa-apa terhadap pengambilan keputusan strategis sehingga para manajer dapat mengembangkan ramalan tunggal yang menjadi landasan akurat bagi strategi mereka. Oleh karena itu, hanya satu skenario yang disusun. Untuk mempermudah membuat ramalan masa depan seperti ini, manajer dapat menggunakan perkakas starategi standar seperti riset pasar, analisis atas biaya dan kapasitas pesaing, analisis rantai nilai, serta kerangka lima kekuatan ala Michael Porter.

Tingkatan II: masa depan alternative teridentifikasi, saat masa depan digambarkan sebagai satu dari bebrapa scenario terpisah. Analisis tidak dapat menentukan konsekuensi mana yang akhirnya akan muncul, tapi membantu memantapkan probabilitas, sebagian atau semua elemen strategi kunci akan berubah jika salah satu konsekuensi yang diramlkan terwujud. Di sini, para manajer menyusun sejumlah scenario dan memprakirakan probabilitas terwujudnya masing – masing scenario tersebut. Nilai suatu strategi sangat ditentukan oleh strategi pesaing, yang masih belum dapat diamati atau diprediksi.

Tingkatan III: Serangkaian masa depan yang mungkin dapat di-identifikasi dengan sejumlah variabel kunci saja. Tidak ada scenario yang saling terpisah dari sananya, dan sejumlah atau semua elemen strategi akan berubah bersama setiap scenario.

3 aturan umum dipakai untuk mempermudah perencanaan scenario:

  1. Kembangkan scenario alternative secara terbatas saja – tingkat kesulitan mengolah lebih dari 4 atau 5 skenario cenderung menghalangi pengambilan keputusan
  2. Hindari mengembangkan scenario berlebihan yang tidak membantu proses pengambilan keputusan strategis
  3. Kembangkan seperangkat scenario yang secara bersama – sama menjelaskan rangkaian masa depan yang agak mungkin dan tidak harus seluruh rangkaian yang mungkin terjadi

Tingkatan IV: Ambiguitas selalu ada, saat sejumlah dimensi ketidakpastian saling berinteraksi untuk menciptakan lingkungan yang sama sekali tidak mungkin diprediksi. Di sini, sama sekali tidak mungkin menyusun cukup banyak scenario untuk melakukan analisis secara akurat, jadi keputusan diambil secara intuitif dan saat itu juga.

  1. Memilih Skenario dan Strategi

Setelah menyusun scenario, para pemimpin bisnis perlu mencari dan memilih yang paling mungkin. Untuk setiap scenario, mereka harus menyusun respons strategi yang paling cocok. Akan tetapi, bukan berarti mereka harus memilihsatu dari tiga scenario dan strategi ini.

Mendesain sistem manajemen  untuk meningkatkan daya tahan

 

Mereka bukan tidak melihat adanya solusinya. Masalahnya yang tidak mereka lihat.

G.K. Chesterton, The Scandal of Father Brown

10 langkah agar perusahaan berhasil melewati turbulensi perekonomian dengan selamat :

  1. Bergerak cepat untuk menghemat biaya dan mengendalikan belanja dengan mempersempit fokus bisnis.
  2. Hindari melakukan pemangksan besar – besaran di semua lini.
  3. Pikirkan alternatif selain PHK
  4. Ber-investasi pada peluang
  5. Pertahankan dan kembangkan bakat utama
  6. Pastikan setiap orang ada di halaman yang sama
  7. Dorong pertanyaan dan ide baru
  8. Dinginkan keadaan
  9. Berkomunikasi secara tulus
  10. Ciptakan visi yang positif dan sikap yang mengakui realitas

Tujuan Chaotics adalah memberi pemimpin bisnis pedoman yang jelas untuk mewujudkan organisasi yang responsif, kokoh, dan tahan banting. Organisasi semacam ini memiliki kemampuan bereaksi secara cepat terhadap lingkungan yang terus – menerus berubah. Organisasi semacam ini mampu menahan tekanan dan impitan besar dengan kerusakan minimal. Mereka dapat menyesuaikan diri terhadap perubahan yang tidak dapat diramalkan di dalam lingkungan dan mampu melenting saat masa – masa sulit lewat dan keadaan membaik. Perusahaan – perusahaan seperti itu akan sukses di lingkungan baru, dan di lingkungan apa pun.

Dengan secara gagah menerapkan perlindungan pencegahan, yakni, perilaku strategis kaotis, bagian per bagian, eksekutif bisnis akan bergerak maju untuk mengamankan masa depan perusahaan dari lingkungan yang makin tidak dapat diramalkan pada masa mendatang. Selain itu, penerapan perilaku strategis semacam itu akan mengawali proses panjang dan lama untuk menciptakan budaya baru, budaya saat semua anggota akan lebih selaras dengan lingkungan dan memiliki perkakas untuk menggapai kesuksesan di masa depan yang belum pasti, melindungi bisnis dari ancaman – ancaman di dalam lingkungan, serta memaksimalkan peluang baru yang mungkin muncul. Akhirnya, organisasi semacam itu akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan kolektif untuk menciptakan budaya positif yang kuat mengakar guna mewujudkan Kesinambungan Usaha jangka apanjang pada masa mendatang.

Mendesain sistem pemasaran  untuk meningkatkan daya tahan

Mereka yang cukup gila menganggap diri mereka mampu mengubah dunia benar – benar akan mengubah dunia.

Steve Jobs, Rekan Pendiri, Chairman, dan CEO, Apple, Inc

Kami sudah menunjukkan bahwa periode turbulensi mengharuskan banyak perubahan – strategis serta taktis – dalam usaha pemasaran perusahaan. Yang paling buruk adalah sekadar memangkas anggaran pemasaran di semua lini. Kepala pemasaran dapat berusaha mempertahankan anggaran lama, khususnya sebagai cara terbaik untuk mempertahankan penjualan, tapi mungkin gagal meyakinkan CEO dan CFO. Bahkan CEO dan CFO cenderung akan mendorong pengurangan anggaran, khususnya belanja besar pada iklan 30 detik.

Dari perspektif strategis, perusahaan mesti tetap berfokus memuaskan konsumen target dengan memberi perhatian khusus pada konsumen terbaik. Di banyak sektor, persentase kecil pelanggan dapat menimbulkan kesenjangan persentase penjualan.

Perusahaan tidak dapat mulai memangkas anggaran sampai tahu apa yang sedang terjadi pada konsumen, pesaing, dealer dan pemasok. Apa masalah yang mereka hadapi? Langkah – langkah apa yang diambil konsumen tersebut? Apa yang dilakukan pesaing? Peluang apa yang terbuka saat ini? Seberapa besar resiko yang ingin perusahaan ambil? Tiap perusahaan mesti mengambil langkah terbaik yang akan mengamankan konsumen, kekuatan merek, dan tujuan jangka panjang.

Kita sudah mengkaji aktivitas utama pemasaran yang perlu ditinjau ulang dan potensi penghematan, seperti riset pemasaran, kombinasi produk, layanan, harga, serta distribusi. Semua aktivitas tersebut saling berinteraksi, dan oleh sebab itu, pemangkasan di satu area akan berdampak terhadap area lain. Yang jelas, perusahaan perlu mengembangkan visi tentang respons strategis dan taktis apa yang tersedia selama krisis – khususnya selam krisis yang lama dan berlarut – larut. Terakhir, perusahaan mesti mengembangkan ketajaman akan potensi skenario dan menyusun rencana respons yang tepat untuk menghadapi masing – masing skenario tersebut.

Tumbuh dan berkembang pada abad turbulensi Mewujudkan Kesinambungan Usaha

Pasukan yang bertahan mesti selalu berusaha menyerang balik; segera setelah pertahanannya mantap.

Carl Phillip Gottfried Von Clausewitz, On War

Harris Interactive menggunakan enam factor spesifik untuk menetukan rating reputasi perusahaan yang mereka survey setiap tahun, yakni :

  1. Daya tarik emosional
  2. Produk dan layanan
  3. Lingkungan kerja
  4. Kinerja financial
  5. Visi dan kepemimpinan
  6. Tanggung jawab sosial

6 prinsip Reinhheld untuk membangun loyalitas dapat diringkas sebagai berikut :

  1. Selalu bermain agar pemangku kepentingan serta perusahaan sama – sama menang
  2. Selektif dengan karyawan dan konsumen yang perusahaan ambil sera dorong untuk tetap bersama perusahaan sehingga meningkatkan system kerja sama perusahaan
  3. Mematuhi pendekatan perusahaan dalam bersikap loyal (dan memperoleh loyalitas sebagai timbale baliknya). Misalnya, “Lakukan dengan benar menurut konsumen” adalah motto yang dijalankan produsen lunak Intuit ketika peranti lunak pajak mereka penuh dengan masalah.
  4. Mengganjar hasil – hasil yang benar
  5. Menyimak, memahami, melaksanakan, dan menjelaskan (komunikasi adalah dialog; bukan monolog)
  6. Mulai dengan seperti apa perusahaan ingin dikenang, saat memutuskan apa yang harus dikatakan dan dilakukan hari ini, selanjutnya berkhotbah dengan kata-kata serta tindakan untuk mendukung tujuan tersebut

Kesamaan Ciri Perusahaan Kesayangan

  1. Mereka menyelaraskan kepentingan semua kelompok pemangku kepentingan
  2. Gaji eksekutif mereka tidak terlalu wah
  3. Mereka menerapkan kebijakan pintu terbuka yang memungkinkan akses ke manajemen puncak
  4. Kompensasi dan tunjangan karyawan mereka tinggi untuk kategori yang bersangkutan; pelatihan karyawan mereka lebih lama; dan keluar – masuk karyawan mereka rendah
  5. Mereka merekrut orang yang antusias terhadap konsumen
  6. Mereka memandang pemasok sebagai mitra sejati yang bekerja sama meningkatkan produktivitas dan kualitas serta menurunkan biaya
  7. Mereka percaya budaya perusahaan adalah keuntungan terbesar dan sumber utama keuntungan kompetitif mereka
  8. Anggaran pemasaran mereka relative rendah dibanding perusahaan sejenis lainnya, sementara kepuasan konsumen dan kemampuan mempertahankan konsumen tinggi

4 ciri khas perusahaan yang naik ke status “Perusahaan Hidup”:

  1. Kepekaaan terhadap dunia sekeliling. Perusahaan panjang umur meniru, belajar, dan beradaptasi dengan apa yang terjadi di sekitarnya
  2. Kesadaran akan identitasnya. Perusahaan sangan kohesif dan memiliki rasa identitas yang kuat berkat kemampuan membangun masyarakat bersama
  3. Toleransi terhadap ide – ide baru. Perusahaan sabar, umumnya tidak ter-sentralisir, dengan otoritas mengambil keputusan yang merata serta toleran terhadap aktivitas                                      “ non inti” di wilayahnya (yang besok mungkin saja menjadi inti)
  4. Konservatif dalam keuangan. Perusahaan konservatif dengan uangnya, yang digunakan untuk mengatur pertumbuhannya sendiri dan memberinya pilihan.

Perusahaan mesti menyeimbangkan pertimbangan jangka pendek dan jangka panjang dalam mengembangkan strategi; betapa perusahaan mesti mempertahankan dan meningkatkan faktor – faktor utama yang mempengaruhi reputasi; bagaimana mereka dapat mewujudkan perusahaan yang sangat disayangi serta dirindukan konsumen jika tidak ada; dan bagaimana menciptakan konsumen penyambung pesan adalah salah satu cara yang mantap untuk menyebarkan pesan positif dari mulut ke mulut yang akan menarik serta merangkul konsumen baru.

Andai tujuan yang kami sebutkan telah tercapai, Chaotics saat ini memberi pemimpin bisnis alat dan perkakas yang tepat untuk sukses melayari perairan tak menentu yang akan terus menghadang semua bisnis mereka pada era ini, Abad Turbulensi.

Sumber :

Chaotics : “Resep Jitu Bertahan di Abad Prahara dari Pakar Pemasaran dunia”, Philip Kotler & John A. Kaslione, Gramedia, Jakarta, 2011

WASPADAI TWITTER


Tidak disangka-sangak kehadiran microblogging Twitter yang setiap pesannya terbats 140 karakter menjadi momok yang menakutkan bagi industri media arus utama (mianstream), baik media cetak, elektronik, maupun online. Mengapa menakutkan?

Alan Rusbridder, kolumnis teknologi Guardian.co.uk, pada 19 november merilis sebuah artikel mengenai 15 alasan mengapa twitter bisa menjadi masalah bagi organisasi media, opininya ini tidak dimaksudkan untuk menakut-nakuti pemilik dan penggita media, melainkan lebih sekadar peringatan semata. Rusbridger justru menyarankan pemilik media berdamai dan tidak ahrus malu mengadopsi kelebihan Twitter dalam mendistribusikan kontennya.

Bagi warga dunia maya(netizen), twitter yang mulai online sejak 15 juli 2006 adalah sebuah keniscayaan. Dengan tekanan waktu dan kesibukan, warga didunia maya ini tidak lagi ngeblog dengan membuat postingan yang panjang lebar. cukup berkicau seperti burung tentang apa yang terjadi dan menginformasikan peristiwa yang menimpanya atau orang lain, pesan sudah smapai secara berantai.

Twitter dikembangkan Jack Dorsey adalah pesan singkat (SMS) virtual yang bekerja di internet. Twitter tidak lebih dari SMS di internet. Sebagaimana sebuah pesan singkat, ia dibatasi hanya 140 karakter. Lantas pesan (tweet) apa yang bisa disampaikan para tweep (penyampai tweet) lewat batasan 140 karakter? Bagaimana mungkin industri media bisa terganggu oleh pesan 140 karakter itu?

Sebelum menjawab serenceng pertanyaan ini, baiknya simak dulu 15 pikiran Rusbridger mengapa media arus utama perlu mewaspadai Twitter :

  1. Distribusi mengagumkan. Benar pesan hanya dibatasi 140 karakter, tetapi didalamnya tersimpan tautan yang mengantarkan siapapun kesebuah situs yang alamat domainnya sudah dipendekan. Lewat pesan viralnya, pesan bisa tersebar. Tidak heran setiap situs yang sadar media sosial melengkapi fiturnya dengan “share on twitter”.
  2. Menempatkan peristiwa lebih dahulu. Meski tidak selalu, banyak berita pertama muncul di twitter sebelum jurnalis menuliskannya. Bahkan breaking news bisa langsung diperoleh di twitter.
  3. Sebagai mesin pencari. Twitter adalah saingan Google. Pengguna twitter yang jumlahnya mendekati angka 200 juta tidak lagi mencari informasi dari google, tetapi langsung memperolehnya dari jutaan tweet yang mengalir setiap saat.
  4. Agregat yang tangguh. Tweeter adalah feed berita pribadi sesuai keinginan penggunanya. tautan dimana berita itu tersimpan bisa langsung di buka.
  5. Bentuk pemasaran yang pantastis. Postingan yang ditulis di web akan lebih cepat tersebar apabila di di-share di twitter karena viral message yang memungkinkan sebuah pesan terus bergulir.
  6. Alat reportase yang hebat. Tidak bisa dipungkiri, sekarang banyak wartawan mencari informasi atau ide berita dari twitter.
  7. Rangkaian percakapan. Twitter memungkinkan penggunanya berinteraksi aktif mengenai topik yang dibicarakan.
  8. Lebih beragam. Pada media tradisional hanya segelintir pembaca/pemirsa yang bisa memberikan umpan balik, di twitter setiap orang bisa “berkicau” sesukanya.
  9. Mengubah “nada” tulisan. Banyak keberanian menulis/bersuara muncul di Twitter. Orang yang semula aktif mendengarkan menjadi aktif berbicara menuangkan gagasannya.
  10. Hilangnya hieraki lapangan. Tidak semata orang terkenal yang didengar, orang biasapun memungkinkan berinteraksi secara intens.
  11. Memiliki nilai berbeda. Untuk informasi, orang tidak lagi bergantung kepada jurnalis profesional sebab jutaan tweep adalah jurnalis itu sendiri yang siap berbagi informasi.
  12. Memiliki rentang perhatian yang panjang. Twitter adalah bentuk “kesadaran” baru, bahkan dengan menggunakan TweetDeck, pengguna bisa mengatur informasi yang dikehendaki berdasarkan subyek atau pertemanannya.
  13. Menciptakan komunitas. Dimungkinkan terbentuknya masyarakat global berdasarkan kepentingan dan minat.
  14. Mengubah pengertian tentang kewenangan. Daripada menunggu pendapat pakar yang dimuat/ditayangkan media, Tweeter mengeser keseimbangan yang disebut kewenangan “peer to peer”
  15. Agen perubahan. Isu yang diciptakan akan mempengaruhi orang lain atau lembaga pemegang kewenangan. Ini yang disebut sebagai kolaborasi kekuatan media.

Bagi pemilik media massa, khususnya media cetak yang jauh dri kultur web, tidak ada alasan untuk takut karena pembaca media cetak punya kulture sendiri. Akan tetapi, kecenderungan orang mengakses informasi secara cepat harus menjadi pertimbangan. Persoalanya Tweeter menghadirkan kecepatan itu.

Cepat tidak identik dengan tepat. Bagaimana jika Tweter mampu mengadopsi jargon kelasik jurnalistik “Get it first, but first get it right”? Ini menjadi persoalan, khususnya bagi media online yang berburu kecepatan, tetapi kadang mengabaikan ketepatan. Kultur Tweeter terbentuk secara alamiah sebab Tweep cenderung mencari Tweet berkualifikasi “right” selain “first“. Bukan semata sebagai konsumen penelan informasi, tetapi menjadi produsen yang memberi feed kepada Tweep lainnya.

Sumber : KOMPAS, 26 November 2010, hal.29.

TAKTIK DAN STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN


Masyarakat kita pada saat ini telah membangun sejumlah tata nilai yang berlandaskan atas revolusi Industri. Bangun kehidupan bahkan tertata rapi oleh sejumlah ide yang berangkat dari paradigma industri. Para pelaku bisnis dengan demikian mengonsentrasikan kegiatan pada tiga strategi : peningkatan efisiensi produksi yang tinggi ( high production efficiency ),biaya murah ( low cost ) dan distribusi masal atas produk ( mass distribution ). Asumsi dasar yang mereka bangun adalah konsumen hanya senang pada produk yang tersedia dalam jumlah banyak dengan harga murah.

Menyadari kegagalan konsep produksi, maka para pelaku bisnis mengembangkan konsep produk ( the product concept). Premis yang dibangun untuk konsep ini menerangkan bahwa konsumen akan menyukai produk yang memiliki kualitas tertingggi ( the highest quality ), kinerja terunggul ( the most qualified performance ),atau menawarkan fitur-fitur yang inovatif  ( innovative features ). Para pelaku bisnis yang mengadopsi konsep ini memfokuskan pembuatan produk yang superior, serta mereka terus menerus memperbaiki kualitas ( improving quality ) dari produk tersebut.

Definisi Komunikasi

Definisi komunikasi adalah suatu proses social yang terjadi antara sedikitnya dua orang,dimana salah seorang mengirimkan sejumlah symbol tertentu pada orang lain. Komunikasi terjadi jika kedua pihak sama-sama dapat mengolah dengan baik symbol yang disampaikan. Simbol itu dapat disebut sebagai pesan, dimana proses penyampainnya dilakukan dengan media, dan terjadi perubahan atau respon terhadap pesan yang disampaikan. Komunikasi tidak selalau dilakukan secara tatap muka tetapi dapat pula dengan menggunakan media, baik dalam konteks komunikasi antar persona atau komunikasi massa.

Inti Marketing Comunication

Marketing communication membahas sejumlah masalah yang saling berkaitan dengan erat, dan mempengaruhi strategi serta aplikasi komunikasi dalam pemasaran. Pokok kajian pembahasan marketing communication adalah berikut ini.

  • Strategi Marketing Comunication

Langkah atau jenis kegiatan pemasaran ditentukan oleh teknik-teknik semisal direct marketing,support media,personal selling,dan promosi penjualan. Selain teknik pemasaran itu, perlu juga diperhatikan dan dipertimbangkan bahwa penggunaan visual dan pesan yang tepat adalah syarat utama dari keberhasilan sebuah progam promosi.

  • Perencanaan dan Segmentasi Potensial

Segmentasi memiliki ciri khusus yang dibatasi oleh ; usia, jenis kelamin, pekerjaan, pendidikan, dan batasan geografis. Dari beberapa segmentasi yang dituju,perlu ditetapkan segmentasi yang dianggap potensial. Dalam hal ini segmentasi yang dimaksud memiliki demand yang tinggi

  • Perencanaan Media

Media masa dianggap sebagai media yang dapat menjangkau sasaran secara lebih luas. Media masa elektronik dan cetak memiliki karasteristik yang berbeda-beda, dan tentunya masing-masing media memiliki kelebihan dan kekurangan. Sekalipun penyewaan ruang dimedia masa membutuhkan biaya yang lebih besar tetapi media ini tetap menjadi media acuan dalam penetapan strategi marketing communication.

  • Kreatif  Pesan dan Visual

Pada media masa seperti media televise,maka efek suara,efek visual,dan isi cerita harus dirancang secara kreatif sehingga memiliki tingkat diferensasi dan daya tarik yang tinggi. Kretivitas dapat menghasilkan suatu karya yang dimiliki karateristik pesan yang kuat. Tujuan menghasilkan pesan yang kuat adalah agar pesan yang disampaikan melalui media itu dapat menarik perhatian khalayak.

  • Biaya Komunikasi dan Belanja Iklan

Pada umumnya,anggaran yang dibutuhkan akan berada pada kisaran diatas rata-rata belanja iklan sebelumnya. Hal ini bertujuan untuk mempertahankan brand position dan memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk yang dimiliki.

  • Riset Marketing Comunication

Keberhasilan sebuah strategi marketing communication dapat diukur dengan seberapa besar penjualan sebuah produk atau penghasilan dari pemanfaatan jasa oleh konsumen. Dalam riset marketing communication,tingkat keberhasilan diukur berdasrkan sejauh mana iklan atau kegiatan dapat mempengaruhi tingkat penjualan sebuah produk atau penggunaan sebuah jasa.

  • Konsep Bisnis Masa Depan

Pada konteks masa depan akan terjadinya persingggungan antara dua kajian ilmu manajemen yaitu relationship marketing dan markting communication,yang memiliki beberapa unsure yang saling bertolak belakang.


Pemasaran di Era Informasi

Pemasaran adalah sekumpulan rancangan kegiatan yang saling terkait untuk mengenali kebutuhan konsumen dan mengembangkan,mendistribusikan,mempromosikan, serta menetapkan harga yang tepat dari sebuah produk dan layanan untuk mencapai kepuasan dari konsumen yang bertujuan untuk menghasilkan keuntungan.

Terdapat tujuh aspek dasar yang harus dicapai oleh sebuah organisasi bisnis agar dapat bertahan dalam kompetisi yang ketat saat ini, yaitu:

  1. Konsumen tepat sasaran
  2. Kualitas produk dan layanan terbaik melalui penguasaan teknologi terbaru
  3. Adanya diferensiasi produk dan layanan dengan pesaing
  4. Positioning produk dan perusahaan sebagai penggerak pasar
  5. Kecepatan penetrasi pasar (local maupun internasional)
  6. SDM dengan kualitas tertinggi dan dapat bekerja secara tim
  7. Kepemimpinan yang dapat beradaptasi dalam kondisi yang selalu berubah-ubah.

DIRECT MARKETING

Direct marketing adalah bagian dari marketing communication. Direct marketing juga dapat disimpulkan bahwa cara ini dilaksanakan sebagai cara untuk bertemu dengan konsumen setelah muncul respon dari pasar atas informasi produk yang telah disebarkan pada konsumen.

FOLLW UP PROCESS

Beberapa bentuk pendekatan direct marketing adalah melalui direct mail atau melalui telemarketing. Yang dimaksud telemarketing dan direct marketing adalah dengan penggunaan fasilitas teknologi tinggi dengan dua jenis pasar sasaran,yaitu;

  1. Personal Target
  2. Group Target

Strategi komunikasi

Kehidupan manusia tidak terlepas dari lingkup komunikasi. Dalam konteks manusia sebagai makhluk sosial, komunikasi tidak saja digunakan sebagai alat melakukan kontak antarindividu, tetapi juga merupakan alat manusia untuk bertahan hidup. Kendala komunikasi akan mempengaruhi keberhasilan proses komunikasi. Luasnya lingkup pengalaman dan pengetahuan dari pelaku komunikasi dapat mempengaruhi proses penyampaian symbol. Dapat saja sebuah pesan yang disampaikan, diartikan secara berbeda sehingga menimbulkan efek atau tindakan yang berbeda pula.

Bentuk-bentuk Komunikasi

Bauran komunikasi pemasaran terdiri dari advertising, promosi penjualan, publicity, personal selling, dan direct selling. Bentuk-bentuk komunikasi pada tiap kegiatan tersebut akan berbeda satu dengan yang lainnya.Dalam komunikasi,komunikasi dibagi menjadi tiga,yaitu; masa, kelompok dan persona.

  • Komunikasi masa

Komunikasi yang luas dan menyebar,dimana tiap komunikan dalam lingkup masa itu dianggap tidak saling kenal.

  • Komunikasi Kelompok

Komunikasi beberapa orang yang terdapat disatu tempat dimana tiap komunikan saling berinteraksi karena saling kenal.

  • Komunikasi Antar PersonaKomunikasi pribadi dari satu orang komuikan yang langsung berinteraksi dengan komunikator.

Efek komunikasi Atas Penggunaan Media Komunikasi

Efek komunikasi dipengaruhi oleh daya tarik yang dihasilkan dari durasi pesan visual dan materi pesan. Pada penggunaan media masa, efek komunikasi bersifat tidak langsung dan sulit diukur,kerena bisa saja terjadi penundaan dari khalayak. Pada umumnya hal itu terjadi karena khalayak membutuhkan pengulangan informasi, dimana informasi sebelumnya dibatasi oleh ruang dan waktu. Dengan demikian khalayak sulit melakukan pencernaan pesan secara cepat.

Tujuan Marketing Communication

Marketing communication bertujuan untuk mencapai tiga tahap perubahan yang ditujukan bagi konsumen.

Tahap pertama yang ingin dicapai dari strategi marketing communication adalah tahap perubahan pengetahuan.

Tahap kedua adalah tahap perubahan sikap,yang ditentukan oleh tiga unsure yaitu; cognition (pengetahuan),affection (perasaan), dan conation (perilaku).

Tahap ketiga yaitu tahap perubahan perilaku,dimaksudkan agar konsumen tidak beralin pada produk lain, dan terbiasa menggunakannya.

Strategi perencanaan

  • Proses Perencanaan Marketing Communication

Ketepatan strategi yang anda susun ditentukan oleh bagaimana strategi dijabarkan dalam sebuah perencanaan kegiatan. Sebelum perencanaan ini dibuat, asumsi atas keputusan yang anada ambil akan didasarkan pada analisis anda. Analisis yang dibutuhkan untuk membantu menyusun perencanan marketing communication adalah;

  • Analisis Peluang Pasar
  • Analisis Pesaing
  • Menetapkan Pasar Sasaran
  • Segmentasi Potensial

Produk diciptakan untuk memenuhi suatu kebutuhan atau mungkin mengangkat suatu keinginan menjadi kebutuhan baru, konsumen sebagai individu memiliki beragam kebutuhan dan keinginan yang menjadi acuan bagi perusahaan,sehingga setiap produk menempatkan dirinya pada segmentasi tertentu. Segmentasi merupakan hal pertama yang dilakukan oleh seorang praktisi marketing communication dalam melakukan analisis dan perencanaan. Strategi dibangun berdasarkan informasi penting yang mengangkat data-data factual yang diperoleh dari berbagai sumber. Pertimbangan akan perlunya segmentasi ini adalah ntuk membantu penyususnan strategi yang berhubungan dengan jangka waktu kegiatan,tahap-tahap komunikasi, dan jenis-jenis pesan yang akan dipilih,yang kesemuanya bertujuan untuk mencapai suatu perencanaan komunikasi yang efektif dan efisien.

  • Penentuan Segmentasi Dalam Marketing Communication

Cara Menggunakan Segmentasi. Studi segmentasi ini didesain untuk mencari kebutuhan dan keinginan dari kelompok konsumen yang lebih spesifik. Dengan demikian, produk dan layanan dapat dikembangkan dan di promosikan untuk memenuhi kebutuhan setiap kelompok. Proses penentuan pasar potensial ke dalam sebuah subsistem dari beberapa konsumen dengan kesamaan kebutuhan atau karasteristik, dan pemilihan salah satu atau lebih segmen, dilakukan dalam kegiatan marketing communication.

Segmentasi konsumen didasarkan pada :

  1. Kesamaan kebutuhan – kesamaan latar belakang
  2. Kesamaan keinginan – kesamaan pendidikan
  3. Kesamaan hasrat – kesamaan pengalaman

KONSUMEN SAAT INI DAN KONSUMEN GENERASI BERIKUT

Hubungan Antara Asumsi Konsumen dengan Kebutuhan, Keinginan, Permintaan, dan Daya Beli

Kebutuhan

Maslow menyatakan adanya harkiki kebutuhan yang terdiri dari lima tingkatan, yang dimulai dari kebutuhan yang paling utama, yaitu kebutuhan fisik seperti makan,minum, pakaian dan tempat tinggal sebagai kebutuhan yang harus dipenuhi segera, dan kebutuhan lanjutan yang terdiri dari kebutuhan akan rasa aman, kebutuhan untuk bersosialisasi, kebutuhan akan penghargaan diri dan cinta, hingga kebutuhan akan aktualisasi diri.

Kebutuhan dibagi dua :

  1. Utama              : Kebutuhan yang di akui benar-benar ada dan harus segera di dapatkan, yang ditunjukan oleh gejala-gejala
  2. Lanjutan           : Setelah kebutuhan utama terpenuhi, maka kebutuhan lainnya menjadi pertimbangan.

Peluang promosi di Media

Teori -  teori  Media

Dalam proses komunikasi primer, komunikator dan komunikan berhadapan langsung tanpa disela oleh objek lainnya atau media, sehingga efek dari komunikasi dapat diperoleh secara langsung. Sedangkan dalam komunikasi skunder, proses komunikasi yang terjadi antara komunikator dan komunikan terjadi melalui penggunaan alat atau media. Media-media itu dikategorikan sebagai media masa karena memiliki sifat massif atau masal. Adapun contoh media nonmassa adalah : surat, telepon, telegram, poster, spanduk, papan pengumuman, buletin, folder, majalah organisasi, radio amatir,CCTV, dan film dokumenter  dengan jumlah khalayak yang cukup sedikit. Jika klasifikasi pada proses komunikasi skunder ini hanya terdiri dari media massa dan media nonmassa, maka dalam konteks marketing communication, pembagian media promosi dibagi menjadi dua: komunikasi bermedia dan komunikasi nonmedia.

Karasteristik Media

Media Massa

Pemilihan media yang tepat sangat membantu perusahaan dalam melakukan prediksi peluang promosi setelah penetapan biaya promosi, sehingga kegiatan promosi dapat berjalan secara efektif dan efisien. Media-media itu merupakan media yang dapat berinteraksi secara langsung atau tidak langsung dengan konsumen. Strategi pemilihan media membantu perusahaan dalam menentukan besar  biaya promosi dengan prediksi pendapatan dalam kurun waktu tertentu. Pemahaman segmentasi pasar sangat penting untuk menetapkan penggunaan media, bentuk visual, dan pesan iklan, karena tiga hal itu sangat menetukan efektivitas penyampaian pesan pada khalayak.

Manajemen “Brand”

Brand dapat disebut “pelabelan”. Brand dapat membantu penjualan. Brand berkaitan dengan kepercayaan konsumen terhadap suatu produk dan layanan, yang diyakini tidak saja dapat memenuhi kebutuhan mereka, tetapi dapat memberikan kepuasan yang lebih baik dan terjamin. Istilah “brand” muncul ketika persaingan produk semakin tajam dan menyebabkan perlunya penguatan peran label untuk mengelompokan produk dan layanan yang dimiliki dalam satu kesatuan guna membedakan produk itu dengan produk pesaing.

Brand is name, symbol, design or combination of them that indentifies the good or serviceof a company”. ( straub and attner,1994:391)

Brand mengandung nilai kualitas sebuah barang atau jasa yang diperoleh dari pengalaman penggunaan satu produk atau lebih. Kualitas produk juga dipengaruhi oleh kemasan, model, dan garansi.

Straub and attner membagi brand menjadi tiga :

  • Nama  : Bentuk kata,huruf, atau gabungan keduanya yang digabungkan untuk memberi cirri khas.
  • Tanda  : Simbol atau design yang digunakan untuk memberikan cirri dan membedakanya.
  • Karakter : Simbol yang menunjukan kualitas manusia.

Kreatifitas pesan dan Visual

Aplikasi Marketing Communication

Penggunaan media lini-bawah maupun lini-atas sangat ditentukan oleh strategi pesan dan visual yang disajikan. Tujuan promosi adalah :

  1. Awarness : menumbuhkan kesadaran keberadaan sebuah produk dan layanan baru.
  2. Knowledge: memberikan informasi yang dibutuhkan atas penggunaan sebuah produk dan layanan
  3. Likeability: menumbuhkan kesukaan terhadap penampilan pesan
  4. Motivation: mengajak konsumen untuk melakukan apa yang diinginkan oleh iklan atau produk dan layanan yang disampaikan.
  5. Believing : menumbuhkan kepercayaan terhadap kelebihan produk dan layanan
  6. Image       : memperkuat kredibilitas perusahaan atau produk dan layanan jasa.
  7. Remembering: mengingatkan kembali tentang keberadaan produk
  8. Loyality   : mengajak konsumen untuk tetap menggunakan produk dan layanan yang dipublikasikan

Proses penyampaiian pesan dari kedelapan tujuan promosi diatas dibagi menjadi tiga tahap perubahan sikap, yaitu :

  1. Conative  (awarness dan knowledge)
  2. Attitude   ( likeability,believing,dan image)
  3. Cognitive ( motivation,remembering, dan loyality)

Strategi Penulisan Pesan

Menulis adalah keahlian penting untuk memperkuat strategi komunikasi. Praktisi marketing communication yang sukses adalah mereka yang dapat mengommunikasikan gagasan, informasi, dan emosi. Kita harus dapat menulis dengan jelas, singkat, akurat, dan kredibel dalam berbagai gaya, karena momen bertemu dengan khalayak sasaran sulit didapatkan kembali. Jadi, akurasi anda dalam menyampaikan informasi sangat berpengaruh pada hasil yang akan diperoleh.

Bentuk-bentuk Tulisan Dalam Marketing Communication

Jenis tulisan yang sering dibuat dalam kegiatan marketing communication adalah:

  1. Factsheet
  2. Siaran pers
  3. Surat bisnis atau penawaran produk
  4. Faksimili
  5. Publicity
  6. Advertorial
  7. Brosur
  8. Profil perusahaan

Perencanaan biaya komunikasi

Besar biaya yang dikeluarkan ditentukan oleh seberapa besar cakupan pasar yang ingin didapatkan. Efektivitas komunikasi tidak bertujuan untuk membtasi biaya,tetapi untuk melakukan perencanaan yang lebih berkualitas dengan hasil yang lebih besar dari pengeluaran biaya pada kegiatan komunikasi sebelumnya. Dalam kegiatn bisnis,dikenal konsep biaya oportunitas ( opportunity cost ). Konsep ini menjelaskan bahwa ada lebih dari satu pemanfaatan sumberdaya perusahaan. Sumberdaya perusahaan itu adalah uang,SDM,kemampuan manajerial,dan waktu.

Konsep Biaya Komunikasi

Dari kenyataan diatas disimpulkan bahwa ada dua hal yang saling bertolak belakang. Disatu sisi, penurunan anggaran promosi mempengaruhi penjualan, tetapi di sisi lain, penentuan anggaran yang besar ternyata tidak dapat mempengaruhi tingkat penjualan produk secara signifikan. Dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa “ besar-kecilnya biaya yang dikeluarkan terkadang tidak berhubungan erat terhadap peningkatan dan penurunan penjualan, tetapi kegiatan komunikasi yang lebih efisien dan efektif dapat mempengaruhi peningkatan penjualan ,dan hal inilah yang kami maksud sebagai pengertian dari Konsep Biaya Komunikasi”.

Pendekatan Perencanaan Keuangan

Dalam pendekatan perencanaan keuangan, dikenal dua metode, yaitu :

  1. Top-down approach
  2. Bottom-up approach

A. Top-Down approach

Top-down approach adalah cara dimana suatu perencanaan keuangan telah diatur oleh pemilik atau manajemen puncak, yang kemudian diturunkan untuk digunakan oleh departemen-departemen dibawahnya, termasuk departemen pemasaran. Pendekatan ini tidak didasarkan oleh teori. Metode top-down approach mencakup :

  1. Affordable method
  2. Arbitary allocation
  3. Percentages of sales
  4. Competitive parity
  5. Return of Investment (ROI)

B. Bottom-up approach

Setelah melihat Top-down Approach, diketahui kelebihan dan kekurangan metode-metodenya. Bottom-up Approach menekankan bahwa penetapan strategi pembiayaan perlu disesuaikan dengan tujuan dan pencapain komunikasi.

Riset Marketing Sebagai Dasar Perencanaan Marketing Communication

Perusahaan besar biasanya memiliki departemen yang menangani riset pemasaran. Mereka bertugas memperoleh informasi penting yag dibutuhkan, seperti riset pasar meliputi informasi tentang tingkat kepentingan konsumen terhadap produk, termasuk data kegiatan pesaing.

Perusahaan kecil yang tidak memiliki departemen riset cenderung mencari informasi dari:

  1. Riset oleh universitas (mahasiswa dan professor) atau membiayai sebuah penelitian yang berhubungan dengan data yang dibutuhkan perusahaan
  2. Penelusuran informasi di internet. Biayanya lebih murah, tetapi biasanya informasi penting yang memiliki kedekatan dengan masalah sulit didapat, karena hasil riset yang diperoleh bersifat umum
  3. Kunjungan pada pesaing secara diam-diam dan memperoleh informasi yang dibutuhkan

Sebagaimana Kotler jelaskan, proses riset pemasaran memiliki beberapa tahap :

  1. Mendefinisikan masalah dan tujuan penelitian
  2. Mengembangkan perencanaan riset
  3. Mengumpulkan informasi
  4. Menganalisis informasi yang terkumpul
  5. Menarik kesimpulan dan memberikan saran perubahan

Riset Marketing Communication

Perencanaan Riset Marketing Communication bertujuan untuk memberikan gambaran atau proyeksi mengenai suatu kejadian atau perubahan yang akan muncul di masa mendatang. Data atau hasil riset digunakan sebagai acuan dalam menetapkan langkah dan stretegi marketing communication.

Dalam marketing communication, riset terbagi menjadi empat kelompok :

  1. Riset perilaku Konsumen
  2. Riset media
  3. Riset efektivitas iklan
  4. Riset kompetitif

Monitoring Kegiatan Direct Selling dan Event Management

Monitoring dilaksanakan untuk melakukan perbaikan penting pada saat kegiatan berlangsung dan untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan bagi perencanaan stretegi mendatang. Monitoring kegiatan direct selling, khusunya dalam penggunaan media komunikasi persona (marketing kit), bertujuan untuk memperoleh data atau informasi dari sales mengenai kendala yang di alami dalam menjelaskan produk pada konsumen yang tidak tersedia. Jika hal ini terjadi, manajer perlu mengambil tindakan untuk menyiapkan data atau informasi yang dibutuhkan.

Dampak Promosi terhadap Pengembangan Pasar

Strategi pengembangan pasar dan pencipta peluang pasar membutuhkan sedikit pemikiran yang berbeda.Strategi pengembangan pasar biasanya digunakan dalam industri barang konsumtif yang sudah mapan seperti Industri minuman ringan dan rental mobil. Penekanan dalam strategi ini adalah pada iklan, promosi, harga dan pemasaran produk. Konsumen sangat tertarik pada harga dan kualitas barang. Perbedaan produk terdapat pada industri kosmetik. Dimana penyalur (supplier) dengan sumber penghasilan tersebar sepertinya akan menfaatkan pangsa pasar yang besar.

Sepuluh perintah manajemen


Biasanya manajemen menggabungkan beberapa ketrampilan, pendekatan, dan pemahaman baik itu profesi artis, penjual, penemu, pemimpi, jurubicara, wiraswastawan, perencana, konselor, pengkotbah, pendekar, diplomat, operator, negosiator, pemimpin, dan filsuf. Manajer adalah bos, kolega, teman sejawat, bawahan, guru, siswa, mentor, model peran, dan murid.

Berikut 10 perintah manajemen yang berkaitan dengan individu dan perusahaan serta hubungan dengan individu lainnya. Simak deh…!

Laba (profit) dan laba atas modal (return on investment)
Baik jangka pendek dan jangka panjang manajemen adalah dewa yang mengantarkan Anda dari tanah gersang mediokritas, kebangkrutan, dan pembubaran, untuk keluar dari kegagalan.

Ingatlah pilar-pilar tinggi dalam manajemen unggul
Perlunya perencanaan yang seksama, pertimbangan dan pengambilan keputusan yang sehat, implementasi dan pemantauan keputusan dan pengoperasian yang hati-hati dan kreatif, serta kepedulian terhadap karyawan dan hasilnya, yang didasarkan pada ketrampilan manajemen serta gaya manajemen kelas satu. Ketrampilan ini mencakup perencanaan, pengorganisasian, penyusunan staff, pembuatan keputusan, penganggaran, inovasi, komunikasi, representasi, pengendalian, pengarahan dan pemberian motivasi, hubungan personal.

Menjadi sosok yang diteladani
Untuk menjadi teladan, Anda tidak boleh bersumpah palsu, harus loyal, dan jangan curang kepada kolega Anda, apalagi kepada perusahaan atau profesi.

Hormati atasan dan rekan
Hormatilah mereka, baik itu mentor Anda, atasan Anda, sejawat Anda, bawahan Anda, dan kolega-kolegas Anda. Sehingga Anda akan lebih awet dalam perusahaan, pangkat, maupun jabatan eksekutif. Anda pun akan dihormati sebagai individu yang loyal.

Tidak boleh iri hati
Anda tidak boleh iri hati terhadap jabatan, gaji, perusahaan, kantor, staf, atau sumber daya kolega atau pesaing Anda. Tetapi belajarlah dari mereka dan dari keadaan sehingga Anda dapat maju dan menang dalam pergulatan untuk naik lebih cepat.

Jangan mengajukan saksi palsu
Jangan sekali-sekali mengajukan saksi palsu terhadap mereka di dalam atau di luar perusahaan. Anda juga tidak boleh menfitnah, mencemarkan, memutarbalikan fakta–intregitas pribadi, profesional. Organisasional juga harus dijunjung tinggi.

Tidak boleh mencuri, menyuap, atau disuap
Artinya, Anda tidak boleh menerima berbagai hadiah yang diberikan sebagai antisipasi pertolongan sekarang atau di masa datang, tidak boleh memalsukan catatan pengeluaran, hasil atau fakta atau menyembunyikan angka-angka maupun tes pengamanan atau tes kinerja. Sekali Anda melakukannya, tamatlah riwayat Anda.

Jangan membunuh gagasan baru
Jika Anda membunuh gagasan baru, berarti Anda juga membunuh pendekatan inovatif atau pendekatan tidak biasa, membunuh tindakan meninggalkan status quo atau mempertanyakan status quo, tetapi mestinya mendorong sikap mempertanyakan, sikap kreatif, sikap berani mengambil risiko, dan sikap inovatif.

Tidak boleh meninggalkan perasaan kemanusiaan
Anda juga dituntut peka dan peduli terhadap orang lain, organisasi, masyarakat, dan bangsa. Apapun tingkat sukses Anda dalam organisasi, Anda harus dapat melihat diri Anda di cermin dalam hubungan Anda dengan peran utama sebagai manusia.

Jangan berhenti berjuang
Sampai kapanpun Anda jangan pernah berhenti berjuang. Hal ini berguna untuk mencapai kesempurnaan diri Anda sendiri, kolega-kolega Anda, dan organisasi Anda dalam berbagai aspek seni dan ilmu manajemen.

Nah, ke-10 perintah tersebut di atas bisa diinterprestasikan dan diterapkan secara sempit atau luas tergantung dari situasi, organisasi, dan individu yang terlibat. Perintah-perintah tersebut memberikan pedoman dan rambu-rambu dalam menghadapi kompleksitas serta tantangan, peluang, dan kepuasaan yang terkandung dalam manajemen modern masa kini. Nah jika Anda ingin sukses, tak ada salahnya taati 10 perintah manajemen di atas. Atau Anda punya kiat lain…?

komunikasi pemasaran


Pesatnya perkembangan bisnis mempengaruhi perkembangan komunikasi yang cukup signifikan. Salah satunya adalah marketing communication. Komunikasi memegang peranan penting dalam keberhasilan suatu perusahaan. Pesatnya perkembangan bisnis mempengaruhi perkembangan komunikasi yang cukup signifikan. Salah satunya adalah marketing communication.

Marketing Communication mendukung strategi marketing perusahaan. Saat ini, semakin banyak perusahaan pentingnya sebuah komunikasi marketing, namun sayangnya, tak semua punya bujet atau SDM yang sesuai untuk menjalankan strategi yang diharapkan. Dengan pemikiran ini, Visual Communications Laboratory muncul menitahkan diri sebagai organisasi bisnis yang bergerak di bidang marketing communication services. Kehadirannya diharapkan mampu mendukung bisnis Anda dalam penyediaan jasa layanan konsultasi dan penciptaan beragam material marketing communication support.

Misalnya media internal, buletin, newsletter, brosur, company profile, dll, yang sesuai dengan kebutuhan dan bujet bisnis Anda.Bukan hanya sebagai alat/ fasilitas pendukung penjualan (marketing), berbagai format marketing support juga bisa difungsikan sebagai sosialisasi kebijakan/ peraturan atau penyebarluasan brand image.

Manfaat marketing support:

1. Sarana komunikasi efektif antar karyawan.

2. Media sosialisasi kebijakan perusahaan maupun budaya perusahaan

3. Sebagai media aspirasi karyawan

4. Pusat informasi mengenai hal-hal atau peristiwa yang terjadi seputar perusahaan 5. Media untuk evaluasi

6. Salah satu media promosi/ alat marketing yang efektif, dll What is Visual CommLabs? Visual Communications Laboratory (Visual CommLabs) adalah sebuah marketing communication services yang memposisikan diri sebagai marketing support agency.

Tujuannya menjadi mediator/ jembatan untuk terbangunnya sebuah komunikasi internal dan eksternal dalam sebuah perusahaan. Caranya dengan melalui pembuatan berbagai bentuk media/ material marketing, diantaranya majalah, bulletin, newsletter, brosur dan company profile.

 Our Mission Sebagai perusahaan yang memfokuskan diri pada jasa layanan komunikasi perusahaan, Visual CommLabs menawarkan kreasi terbaik dengan tujuan membantu menciptakan komunikasi efektif sekaligus media promosi perusahaan. Tujuan tersebut tertuang dalam visi dan misinya, To Build Effective Marketing Communication Trough Best Creation. Who we are Sebagai realisasi dalam memberikan pelayanan maksimal kepada klien, Visual ComLabs yang didirikan sejak pertengahan tahun 2005 ini didukung sederet team creative profesional berpengalaman yang memiliki komitmen dan motivasi untuk menciptakan kreasi terbaik. Our Commitment Customer oriented adalah komitmen kami.

Kami memberikan support marketing terbaik bagi para klien sesuai kebutuhan, tujuan dan misi yang hendak dicapai dengan tidak mengabaikan prinsip-prinsip dan kesepakatan bersama. (Put/ gambar: Gettyimages.com) Sumber : http://hadisugito.fadla.or.id (Pusat Pengembangan Bisnis & Manajemen (P2BM) RIAU)

KOMUNIKASI PEMASARAN


Kehadiran media cetak dan elektronik telah menimbulkan sikap keseriusan bagi para pengusaha,untuk selalu memperbaiki kualitas produk;Stategi komunikasi pemasran (marketing communition) yang dapat menghindari perusahaan kerugian yang disebabkan oleh promosi.yang tidak efisen dapat dimasukkan sebagai bagian dari konsep bauran komunikasi pemasaran(marketing communication mix).

000833pAdapun pemasaran didefinisikan sebagai “Asocietal process by which individual and grup, dapat dikatakan bahwa proses yang membentuk hubungan antara komunikasi induvidu atau grup dalam menyanpaikan jenis-jenis produk;barang dan jasa.

Inti Dari Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran membahas beberapa masalah yang memiliki kaitan erat dengan komunikasi dalam pemasaran, pokok kajian pembahasan komunikasi pemasaran antara lain

  • Strategi Komunikasi
  • Segmentasi Potensial
  • Perencanaan Media
  • Kreatif pesan dan Visual
  • Biaya Komunikasi dan Belanja Iklan
  • Riset Komunikasi Pemasaran
  • Konsep Bisnis Masa Depan

Proses Perencanan Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran dapat diidentifikasikan sebagai hal berikut:

  1. Mengidentifikasikan pasar dan kebutuhan konsuman atau persepsi konsumen.
  2. menggambarkan dan mengoperasionalkan gambar atau persepsi tujuan target group.
  3. Mengvaluasikan sejumlah perilaku yamh tergambar diyakini dapat mencapai tujuan.

Strategi mempromosikan sebuah produk atau perusahan merupakan strategi pembangunanatribut yang akan dan terus dikenal oleh konsumen.

Analis Situasi ,Taktik,dan Strategi

Perusahaan yang memikili dia atau lebih konsep strategi ,memungkinkan perusaahn tersebut bertahan dalam persaingan yang semakin keras.Perusahan yang tidak memiliki kerangak dan strategi cadangan dalam menghadapi para pesaing naru justeru akan mengacam posisi produk mereka yang telah ada.

Tujuan lain dari analis situasi,teknik dan strategi dalam komunikasi pemasaran adalah untuk memperoleh dari konsumen (sebagai sumber utama).dimana pespon tersebut merupakan langkah awal yang perusahan untuk bersikap positif.

Perencanaan Komunikasi Penasaran

Perencanaan komunikasi dalam komunikasi pemasran merupakan panduan mendasr yang penting untuk membentuk kita dalam menyusun sebuah perencanaan strategi berdasarkan pandangan komunikasi pemasaran. Perencanaan mungkin lebih penting dari sebuah dokumen yang kita miliki. Setiap perencanaan dan eksekusi periklanan memilikinilai yang kecil jika kita tidak menjaga di hadapan konsumen .

PEMASARAN DAN PROMOSI

Pemasaran Pada Era Informasi.

Kondisi saat ini menempatkan kita ke dalam sebuah persaingan diantara dua paradikma yang saling tarik menarik,yaitu era industeri disnis dan era informasi bisnis.

Terdapat tujuh Aspek Dasar yang harus dicapai oleh organisai bisnis agar dapat bartahan dalam kompetisi yang ketat saat ini:

  1. Konsumen tepat sasaran
  2. Kualitas penciptaan produk yang terbaik melalui perusahan teknologi terbaru
  3. Adanya diferentasi produk yang ditawarkan dengan pesaing .
  4. Positioning produk dan perusahaan sebagai penggerak pasar .
  5. Kacapatan dalam penetrasi pasr (local maupun interlokal)
  6. Sumbrt daya manusia dengan kualitas tertinggi dan mampu bekerja secara tim
  7. Kepentingan yang mamapu beradap tasi dalam kondisi yang selalu berubah –ubah

Perusahaan yang memliki ke tujuh aspek tersebut dapat digolongkan kepada perusahan yang memiliki kemampuan untuk bertahan pada masa saat ini.

Dukungan Media (Media Support)

Dukungan media (Media support) selalu dihubungkan dengan peluang keberhasialan bisnis,biaya dan audience.dukungan media dapat juga disebut sebagai media alternative,media yang tidak dapat diukur serta merupakan non traditional media .dukungan media –media tersebut antara lain:

  • Out Of Home Media
  • Promotional Product marketing
  • Yellow Pages
  • Produt Placement
  • Inflight Adertising dan
  • Miscellaneous Media.

Publicity dan Corporate Advertising

Publicity

Publicity (publisitas) merupakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam program publicity relation,karena mampu menjangkau opini public yang dapat mendukung produk/jasa serta membentuk suatu perceived quality dalam benak konsumen.

Untuk mempromosikan produk special yang dapat membangkitkan kepercayaan terhadap produk ,dan memperkuat imagenilai dari suatu produk kepada pelangan khusus.publicity itu sendiri pada dasrnya merupakan pengembangan dari konsep berita, yaitu:5 W +1 H(Who,What,Where,Why,What,dan How) hanya dalam pemasarannya saja yang berbeda .penulisan berita 5W dijabarkan secara singkat maka dalam publicity cenderung disajiakn lebih kompeleks dan detil.

Direct Marketing

Diret Marketing adalah :bagian dari program komunikasi pemasran .pasar tidak dapat dicapai apabila kita hanya menggunakan salah satu cara atau medium saja. Kehadiran media masssa dalam memenuhi keinginan industeri perlu diperoleh kesempatan untuk meraih targert market sebesar-besarnya.dan menjangkau target yang tidak terjangkau melalui metode atau teknuk markering.

Personnel Selling

Personnel selling adalah:improvisiasi dari penjualan dengan menggunakan komunikasi a person to person communicatiom.Dalam marketing communication,personal selling merupakan mitra penting dan tidak dapat digantiakn dengan elemen promosi lainnya.

STRATEGI KOMUNIKSI

Kehidupan manusia tidak terlepas dari ruang lingkup komunikasi,manusia sebagai mahluk social,maka dengan komunikasi tidak saja sebagai alat untuk kontak hubungan dengan antara individu,namun komunikasi juga merupakan alat bagi manusia untuk bertahan hidup.komunikasi memiliki kekuatan untuk melakukan seleksi terhadap berbagai stimuli yang ada disekitarnya,stimuli yang akan dipilih dan stimuli tersebut dapat memberikan rangsangan yang labih kuat.

Bentuk –Bentuk Komunikasi

Komunikasi pemasran mix antara lain adalah:

  • Advertising
  • Sales Promotion
  • Publicity
  • Personal selling dan
  • Direct Selling

Dalam komunikasi dibagi menjadi tiga bagian yaitu:Massa,Kelompok,dan Personal .masing –masing kimunikasi dalam lingkup massa tersebut dianggap tidak saling mengenal satu sama lainnya.sedangkan karekteritis personal adalh: pribadi dari satu orang komunikasi yang langsung dan berinteraksi dengan komunikasi.komunikasi dibagi menjadi dua bagian yaitu:

  • Komunikasi massa
  • Komunikasi kekompok

Bentuk –Bentuk Media Komunikasi

Media Komunikasi Antar personal

Perkembangan teknologi komunikasi dan informasi telah memunculkan jenis media komunikasi yang mempu berinteraksi secara personal atau kelompol.komunikasi dapat melakuakanpenelusuran berbagai informasi yang menarik .

Tujuan Komunikasi

Perubahan Pengetahuan

Setiap tindakan yang kita lakuakan diasdari atau tidak disadari memiliki tujuan tertentu dalam ari adanya keinginan untuk memperoleh kepuasan yang ingin segeran dicapai secepatnya.

Otak manusia bekerja dan berkembang sesuai rangsangan (stimuli) dari luar yang dihubungkan dengan kebutuhan yang ada dalam diri seseorang.pentingnya perubahan pengetahuan dalam strategi komunikasi pada tahap awal merupakan langkah positif dari sebuah presesuntuk mengubah pengetahuan konsumen dimaksudkan untuk mengubah pengetahuan komsumen yang yang dimaksud adalah:

  • Mempekenalkan adanya penemuan baru.
  • Mengiformasikan cara baru dalam memenuhi kebutuhan.
  • Menggambarkan bagimana kepuasan tersebut dapat terpenuhi.

Tujuan Komunikasi Pemasaran

Komunikasi pemasaran bertujuan untuk mencapai tiga tahap perubahan yang ditunjukan kapada konsumen.tahap pertama yang ingin dicapai dari strategi komunikasi pemasaran adalah tapan perubahan khowledge(pengetahuan),dalam perubahan ini konsumen mengetahui adanya keberadaan sebuah produk,tahapan kedua adalah perubahan sikap dalam consumer behavior perubahan sikap ini ditentukan oleh tiga unsure yang disebut oleh Sciffman dan Kanuk menunjukkan bahwa tahapan perubahan sikap ditentukan dan conation(perilaku),jika tiga komponen ini menunjukkan adanya kecenderungan terhadap sebuah perubahan (kognitif,afektif,dan konatif)

Konsemen Indonesia setip saat berubah sedikit dengan sedit menuju sebuh tahapan yang disebut”knowledge social”lebih berbahaya lagi setip perancang iklan yang bermaksud membodoh-bodohi konsumen.perlu disadari bahwa batas-batasan etika ini sebenarnya tidak bermaksud membatasi keratifitas ide,bankan memotivasi terjadinya inovasi dan kreatifitas iklan yang lebih tinggi dan memantu para kteatif untuk memberikan sebuah iklan.

STRATEGI DAN PERENCANAAN KOMUNIKASI PEMASARAN

Segmentasi Potensial

Sebuah produk diciptakan untuk memenuhi sebuah kebutuhan atau mungkin mengangkat sebuah keinginan menjadi sebuah kebutuhan baru.Beberapa perusahaan ,mengalami kegagalan ketika menetapkan strategi segmentasi pasar,yang disebabkan oleh tidak adanya hubungan yang cukup kuat antara produk yang ditawarkan dengan sasaran produk (konsumen).

Fase Kegiatan Komunikasi Pemasaran

Fase-fase kegiatan komunikasi pemasaran merupakan acuan penting dalam menyusun strategi promosi,terhadap tiga tahapan dari markering komunikasi yaitu:

  • Pertama:segmentasi pasar
  • Kedua:menentukan segmentasi (satu atau lebih) dengan produk yang spesifikasi atau bentuk promosi.
  • Ketiga :Menentukan posisi produk sebagai suatau produk yang mampu memuasakan konsumen dengan cara yang berbeda (diferensasi)dari competitor yang diwujudkan dalam bentuk pesan yang khusus.

Segmentasi

Segmentasi pasar dihubungkan bagi pengembang sebuah market melalui cara pemuasan yang berbeda,kemampuan komunikasi pemasaran dalam pembagian segmentasi berpengaruh terhadap media yang memiliki kedekatan.segmentasi diperoleh beberapa asumsi-asumsi penting.khususnya dalam mementukan bentuk stimulasi yang kuat.

Sciffman dan Knuk membagi komunikasi pemasaran dalam berbagai segmen ,yaitu sebagai berikut:

  • Geografis
  • Demografis
  • Psikologi

Hubungan Antara Asumsi Komunikasi dengan Kebutuhan ,Keinginan,dan Permintaan.

Need(keburuhan)

Needs, Maslow menyebutkan adanya hirarki kebituhan yang terdiri dari lima tingkatan yang dimulai dari kebutuhan yang paling utama,yaitu:kebutuhan phisik seperti:makan,minum,pakaian dan tempat tinggal,kebutuhan yang harus dipenuhi segara.kebutuhan lanjutan yangbterdiri dari kebutuhan akan rasa aman ,bersosalisasi,penghargaan diri,dan cinta,hingga pada kebutuhan yang terakhir yaitu:akualisasi diri.

Wants(keinginan)

Wants adalah:sebuah kebutuhan yang dijadikan referensi bagi konsumen.karena produk tersebut memilik padanan produk pengganti,sebagai contoh:nasi merupakan cara orang Indonesia menyelesaikan kebutuhan akan rasa lapar dan orang Amerika makan burger untuk menyelesaikan rasa laper dan karean orang Amerika dan orang Indonesia ,maka burger pun dapat dijadiaknan alat penyelesaian rasa laper.

Demand (Permintaan)

Daya beli ternyata bagian terkhir dari sebuah strategi marketing,mampun sebuah produk didapakan sangat kuat,namun jika tidak didukung daya beli,produk tersebut seperti mengawang-awang,tentunya hal ini telah dipertimbangkan oleh perusahaan .

PELUANG PROMOSI DI MEDIA

Teori-teori Media

Harlod D.Laswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan who says what,in which channel to whom,whit what effect,and in which,channel,menunjukkan sebuah kegiatan komunikasi yang menggunakan saluran –saluran komunikasi.Dalam proses komunikasi primer,komunikator dan komunikan berharap langsung tanpa disela oleh objek lainnya atau tanpa media ,dan efek dari komunikasi dapat dengan diperoleh secara langsung.

Komunikasi Non Media

Komunikasi non media merupakan kegiatan komunikasi yang dijalankan oleh personal selling yaitu antara sales dengan konsumen yang biasa terjadi secara tatap muka.komunikasi non media merupakan proses komunikasi yang bersifat primer yang berlangsung secara tatap muka komunikator dengan komunikakan.dalam konumikasi pemasaran yang perlu diamati adalah sejuuh mana komunikasi primer ini memberikan efek secara langsung atau tidak langsung terhadap tujuan dari markerting.

Komunikasi Bermedia

Komunikasi bermedia dalam lingkup komunikasi pemasaran seperti yang telah diungkapkan sebelum nya bahwa media terbagi atas dua jenis media yaitu media massa dan nirmassa.kegiata komuniksai membagi pengelompokan media atas tiga bagian yang ditunjukan kepada massa,kelompok dan personal yaitu:

  • Media massa:yang kemudian dibagi menjadi media massa elektonik dan media cetak
  • Media Kelompok,dan
  • Media Antar personal

Karakteritis Media

  • Mesia massa
  • Media Elektronik
  1. Radio
  2. Tv
  • Media Cetak
  • Media Out of Home
  • Media Komunikasi Kelompok
  • Media Komunikasi personal

Dukungan Biaya Promosi

Kaitannya dengan efesiensi biaya marketing communication bahwa harus dperhatikan ,jika perencanaan komunikasi pemasaran hanya terfokus kepada prioritas penggunaan media sebagai saran promosi utama.perencanaan sebuah aktifitas komunikasi pemasaran harus disesuakan dengan kemampun pembiayaan dan anggran yang disediakan.anggaran komunikasi pemasaran akan menentukan apa saj yang akan dibiayakan,segmentasi mana saja yang akan dituju.

Marketing Information System (MIS) Data Base

Sumber informasi lain yang berguana bagi seorang manaer dalam melakukan perencanaan kegiatan dan biata mengacu kepada marketing information system(MSI) masalah penyebab turunyan penjualan yang disebabkan oleh factor internal,aksesibilitas,kualitas,produk,dan pesaing perusahaan.

Sales Report,merupakan data penting yang harus diolah dengan melakukan suatau perbandingan kegitan kimunikasi pemasaran yang dilakuakan sebelumnya.

MANAJEMEN BRAND

Pengertian Dari Brand

Brand dapat kita sebut dengan pelabelan,brand memiliki kekuatan untuk membentuk penjualan.istilah brand muncul ketika persaingan produk semakin tajam menyebabkan perlunya pengutan peran labek untuk mengelompokan produk-produk dan jasa yang memiliki nya dalam satu kesatuan.

Brand dan Mitos kepuasa

Tidak semua merek-merek terkenal diluar negari mamapu menguasai pasar Indonesia,khususnya di Indonesia bahwa setip produk yang memikili label berbahasa asing dengan tulisan MADE IN…..selalu dinggap merek yang mampu memberikan jaminan kepuasan dengan alas an produk rumit dan hati-hati sehinga memberiakan hasil yang lebih baik dan lebih kuat.

Manajemen Brand

  • Brand Campaign
  • Brand Recognition
  • Brand Preference
  • Brand Insistance
  • Lovely Brand/Brand Satift.

Kreatifitas pesan dan visual

Aplikasi Komunikasi Pemasaran

Dengan menggunakan media inti bahwa (below the line) maupun lini atas (above the line)ditentukan oleh strategi pesan dan visual yang disajiakn .Tujuan promosi ditunjukan untuk:

  • Awareness,merupakan kesadaran keberadaan sebuah produk atau jasa baru.
  • Khowledge,memberikan informasi yang dibutuhkan atas pengguanaan sebuah produk atau jasa.
  • Likeability,menumbuhkan kesatuan terhadap penampilan pesan

Proses penyanpaian pesan dalam komunikasi kedelapan tujuan promosi dibagi dalam tiga tahapan perubahan sikap,yaitu:

  • Conative(awareness,dan knowledge)
  • Attitude(likeability ,beriveing,dan image)
  • Cognitive(motivation,remembering,dan loyality)

Keberadaan sebuah produk atau jasa dan juga fungsi sebuah produk /jasa perubahaan sikap ditunjukan untuk merubah sikap.

Stimulasi Pesan

Stimulasi pesan dibagi menjadi beberapa karakter yaitu:

  • Like or Dislike
  • Sensation
  • Intensity
  • Absolut Threshold dan Differentisl Threshold(J. N.D)
  • Perceptual Selection

Strategi Menarik Perhatian Konsumen dan Persepsi Konsumen Terhadap Sajian Iklan

Seperti dikatakan sebelumnya bahwa sebuah iklan yang efektif memiliki kemungkinan terbesar terjadi sebuah pembelian ,stimulasi yang akan direncanakan dengan melakukan berbagai penelaahan dan pemilihan bentuk advertising seperti:

  • Pesan Verbal dan non verbal
  • Bahasa dalam Periklanan
  • Soun Efek dan Visual Efek
  • Habituate
  • Teknik membangkitkan Motivikasi Konsumen

Simbol warna Dalam Visual Komunikasi

Dalam beberapa kasus ,sebuah produk atau brand diasosiasiakn ke dalam warna spesifikai dalam kerangak konotasi kesukaan individi/pribadi.maka tidak heran jika warna ini akan berbeda antara sat kelompok dengan kelompok lainnya.namun juga memberikan cirri-ciri kemakmuran atau harapan akan munculnya rezeki yang berlimpah.negitu banyak persepsi individu terhadap asosiasi warna menyebabkan penggunaan warna pada elemen visual menjadi penting.

PERENCANAAN BIAYA KOMUNIKASI PEMASARAN

Biaya Komunikasi

Dalam kegiatan bisnis sebagaimana kegiatan ekonomi dikenal adanya konsep biaya operasioanal (opportunity cost).konsep tersebut menjelaskan bahwa terdapat lebih dari satu penggunaan atau pemanfaatan sumberdaya perusahaan.

Sumberdaya yang dimiliki oleh perusahaan antara lain:uang(money),manusia (man),kemapuan manajemen (managerial skill) ,dan waktu(time).artinya bila sumberdaya unang dipakai untuk kegiatan x (promosi ,misalnya)maka uang tersebtu sesungguhnya dapt dimafaatkan tidak hanya ditunjukan bagi kegiatan promosi saja.

Inti dari konsep biaya opportunitas adalh pemanfaatan secara optimal,efektif dan efisien dari seluruh sumber daya perusahaan.

Strategi Penentuan Komunikasi Pemasaran Budget

Jenis–jenis Anggaran

Dalam penetapan anggaran biaya promosi ,beberapa item yang harus tersedia adalah:

  • Personal
  • Aktifitas
  • Quality Control

Strategi Kampanye

Perencanaan Kampanya Periklanan

Tujuan penyampaian pesan pada strategi kampanye dalam komunikasi pemasaran adalah untuk memberikan informasi mengenai new performance,new service,new product dan benefit.penyampaian pesan informasi tersebut diharapkan dapat merubah pengetahuan dan refensi public terhadap produk dan perusahaan.

RISET KOMUNIKASI PEMASARAN

Riset Pemasaran Sebagai Dasara Dari Perencanaan Komunikasi Pemasaran

Sebuah perusahaan besar biasanya memilki departemen yang menangani riset marketing.mereka bertugas untuk memeperoleh sejumlah informasi penting yang dibutuhkan seperti riset pasar yang meliputi informasi tentang tingkat kepentingan konsumen terhadap produk,

Riset Dalam Komunikasi Pemasaran

Perencanaan riset dalam komunikasi pemasaran ditujikan untuk memberikan gambaran atau sebuah proyeksi mengenai sesuatu kejadian atau ramalan terhadap suatu perubahaan yang akan muncul pada massa yang akan datang .Dalam Komunikasi pemasaran ,riset yang dibutuhkan terbagi dalam empat kelompok riset yaitu:

  1. Riset Perilaku
  2. Riset Media
  3. Riset Efektifikasi Iklan ,dan
  4. Riset Kompetitif

Competitive Intellignt dalam Strategi Memposisikan Brand

Fungsi intelijen adalah mengkaji kekuatan para pesaing dan kekuatan ekstetnal dengan maksud untuk menyampaikan perusahaan menghadapi keadaan dan kondisi dikemudian hari.strategi pesan merupakan penciptaan pontensi keuntungan masa dapan (igon anshoff)pentingnya intelijen kompetitif ini adalah untuk membentuk komunikasi pemasran untuk menganalisa perkembangan lingkungan bisnis yang ada disekitarnya.

Monitoring Kegiatan Direct Selling Dan Event Management

Monitoring Kegiatan Promosi

Ketika manajer,komunikasi pemasran ,wajib melaksanakan kegiatan monitoring terhadap berbagai kegiatan promosi yang telah dijalankan .monitoring direct selling khususnya dalam penggunaan media-media komunikasi personal (marketing kits)ditunjikan untuk memperoleh informasi dari salesengenai kendala-kendala dalam menjelaskan produk kepada konsumen atau ada beberapa informasi yang dibutuhkan oleh konsumen.pengambilan keputusan atas beberapa masalh yang dihadapi tersebut,biasanya disediakan anggaran 10% hingga 20%untuk mengatasi berbagai masalah atau kendala,perusahaan maupun oleh pesaing ,dan jika dana anggaran cadangan tidak tersedia atau tidak teranggarakan,hal ini tidak dapat dipungkiri bahwa perusahaan bias terjadi ka[pan saja,ketidaktanggapan manajer berakibatkan fatal yaitu kehilangan sebagian pangsa pasarnya.

KOMUNIKASI PEMASARAN MASA DEPAN

Dampak Promosi Terhadap Pengembangan Pasar

Strategi pengembangan pasar dan penciptan peluang pasar membutuhkan sedikit pemikiran yang berbeda.Konsemen sangat tertarik pada harga dan kualitas barang.sterategi pencipta peluang pasr merupakan strategi yang berbeda. Hubungan timbal Balik antara komuniksai Pemasaran dan Relationship Marketing

Perlunya penerapan konsep relationship marketing yang dipadukan dengan konsep marketing communication ditunjukan untuk memperkuat pemposisian perusahaan dan produk/servis yang dimiliki oleh perusahaan dengan grup-grup bisnis.Relationship marketing commucation hanya dapat berjalan mulus jika dengan standarilasi product,behavior dan atmosphere dalam lingkungan perusahaan lebih baik .untuk membangun posisi tertinggi dipasar ,pertama:perusahaan harus membanguan hubungan yang kuat,kedua mereka harus mendapatkan keuntungan dari industeri infastruktur dimana kuncinya adalah orang-orang dan perusahaan yang telah menjadikan industeri itu menjadi lebih kuat.

Tujuan dari relationship Marketing ini adalah untuk membangun infrastuktur pasar yang kuat,membangun suasana keakrapan dan terjalinnya hubungan yang lebih luas, menstransfer pengetahuan tentang produk dan perusahaan (positioning a product and corporate),pemasaran yang lebih sederhan (simple)untuk mempermudah pendistribusian,efesien,dan konsentarasi pemasaran yang lebih efektif.

Hubungan Masyarakat (Public Relations)

Setiap individu memiliki needs and wants,untuk memenuhinya dibutuhkan sebuah interaksi ,dan interaksi ini pun dipenuhi oleh berbagai kepentingan yang mungkin berbeda.jika hal ini berlaku pada hubungan antara dua individu maka akibat yang dihasilkannya (baik positif dan negatif)berpengaruh pada dua individu dan jika hubungan ini berlaku pada individu dengan organisasi atau antara organisasi maka akibat yang dihasilakn akan mempengaruhi individu lainnya.

Dukungan Publisitas Terhadap Penguatan Citra Brand

Publisitas (publicity)merupakan alat komunikasi milik profesi public relations karena awal berdirinya profesi profesi public relations diawali oleh publicity.untuk menjatuhkan profile dari produk pesaing yang tanpa disadari dapat mengiring konsumen lain untuk meninggalkan produkpesaing dan beralih kepada produk yang kita milik.

Manajemen Pemasaran Diri


Konsep pemasaran pada awalnya hanya merupakan upaya-upaya untuk menjual produk kepada konsumen. Selanjutnya konsep ini berkembang menjadi upaya sistematis untuk meningkatkan nilai
tambah suatu produk sebelum sampai ke tangan konsumen melalui apa yang disebut marketing mix yaitu memberi nilai tambah dengan 4P: product, price, place, promotion.

Dalam perkembangannya konsep 4P ini oleh mahaguru marketing, Phillip Kotler, ditambah dengan 2P lagi yaitu: power dan public relations. Keenam P inilah yang kemudian dirumuskan oleh Kotler sebagai megamarketing. Selanjutnya perkembangan konsep pemasaran bergerak dari sudut pandang produsen atau penjual kepada sudut pandang konsumen sehingga pemasaran lebih merupakan upaya untuk memenuhi dan memuaskan kebutuhan atau keinginan konsumen. Pemasaran bukan lagi sekedar move atau drive the products tetapi bagaimana suatu produk dapat memuaskan hasrat, keinginan bahkan impian dan harapan konsumennya. Dengan demikian, aktivitas pemasaran dimulai dari upaya mengenali kebutuhan atau keinginan konsumen, perancangan produk, produksi dan sosialisasi produk (iklan dan promosi), distribusi atau hampir dikatakan seluruh aspek bisnis merupakan kegiatan pemasaran itu sendiri.

Bagaimana hal ini dikaitkan dengan ManDiri? Pemasaran dalam ManDiri adalah upaya-upaya seorang individu agar gagasannya, kecerdasannya, kemampuannya (dalam seluruh aspek dirinya), pemikirannya, pandangan hidupnya dapat dikenali dan dimanfaatkan oleh orang lain ataupun oleh organisasi (perusahaan, komunitas, pemerintah, dll.) bahkan masyarakat pada umumnya, yang pada gilirannya dapat membawa individu tersebut kepada pencapaian sasaran kehidupannya. Setiap orang sesungguhnya adalah seorang “penjual” — Everybody is a sales person, selling themselves and their ideas continually.

Esensi dari pemasaran diri kita dapat kita tinjau dari 6P megamarketing Philip Kotler, yaitu pertama: product. Produk adalah diri anda sendiri. Untuk memudahkan pemasaran maka kita harus memberi nilai tambah kepada produk yaitu anda. Bagaimana caranya? Inilah yang kami sebut lifetime improvements atau memakai istilah Stephen Covey penulis 7 Habits of Highly Effective People sebagai upaya terus menerus “mengasah gergaji anda” baik secara fisik (kesehatan fisik), mental, intelektual, emosi, maupun spiritual. Keseluruhan upaya ini merupakan upaya untuk meningkatkan nilai tambah pribadi anda.

Setelah anda meningkatkan nilai tambah pribadi dan anda merasa sudah saatnya anda memasarkan diri anda, hal kedua yang perlu kita perhatikan adalah: price. Berapakah nilai anda sebenarnya? Hal ini sangat ditentukan oleh citra diri (self-image) anda. Kalau citra diri anda positif dan baik, maka akan lebih mudah bagi anda untuk memasarkan diri anda. Kalau anda dihinggapi kompleks inferioritas atau rasa rendah diri yang berlebihan bagaimana anda dapat menghargai diri anda dengan baik? Sebelum kita mengharap orang lain mempercayai kita, maka kita harus terlebih dulu mempercayai dan memberi niai yang tinggi terhadap diri kita sendiri. Citra diri yang baik seperti sebuah price tag yang kita tempelkan pada wajah kita. Orang akan membeli dengan terlebih dulu melihat label harga yang kita pasang. Citra diri yang jelek akan menyebabkan orang membeli anda dengan murah atau kurang menghargai diri dan kreatifitas anda.

Hal ketiga adalah: place atau dikenal dengan sistem distribusi yang efisien. Dalam konsep pemasaran ManDiri hal ini adalah kita harus berusaha “dekat” dengan mereka yang kita harapkan akan “membeli” gagasan, pemikiran dan hasil kreatifitas kita. Banyak cara untuk mendekatkan diri atau memasarkan diri, gagasan ataupun kreativitas kita. Hal yang dapat kita lakukan antara lain adalah menulis buku dan/atau artikel di media massa serta menyediakan situs web di Internet tentang gagasan-gagasan kita, sehingga banyak orang akhirnya dapat mengakses dan memahami pemikiran dan mengapresiasi kreativitas kita. Seorang pemusik akan berusaha masuk dapur rekaman, sehingga lagu-lagunya dikenal publik, seorang pakar akan banyak melakukan seminar publik atau melalui program di radio dan televisi. Jadi sebenarnya banyak sekali saluran distribusi (distribution channel) yang bisa kita manfaatkan agar publik atau orang lain dapat mengetahui kemampuan dan kreativitas kita.

P berikutnya adalah promotion, yang berkaitan dengan upaya yang kita lakukan untuk mempromosikan diri, gagasan atau kreatifitas kita (produk) dengan harga yang tepat (citra diri yang positif), dan melalui saluran distribusi yang kita pilih. Sebagai contoh misalnya kita menulis buku, maka yang bertanggung jawab penuh untuk mempromosikan buku dan pemikiran kita adalah kita sendiri bukan penerbit atau pihak lain. Kita harus secara proaktif melakukan kegiatan promosi. Sebagai contoh berikut adalah hal-hal yang dilakukan oleh penulis buku Chicken Soup for The Soul, yaitu Jack Canfield dan Mark Victor Hansen selama 2 tahun penuh sebelum buku mereka akhirnya terjual sebagai best seller dan laku sebanyak lebih dari 10 juta kopi dan diterjemahkan lebih dari 30 bahasa.

Inilah strategi mereka:

Menghubungi dan berkonsultasi dengan sebanyak mungkin para penulis buku best seller dunia.
Minimal satu wawancara di radio setiap hari, tujuh hari seminggu selama 2 tahun.
Secara aktif melakukan publikasi sendiri baik melalui media cetak maupun media elektronik.
Mengirim sedikitnya 5 buku setiap hari kepada para kritikus atau peresensi buku dan tokoh-tokoh pembangun opini masyarakat.
Mengirim buku gratis kepada redaksi koran, majalah, maupun media elektronik.
Aktif berbicara dalam seminar, pertemuan organisasi kemasyarakatan, di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi.
Aktif menulis artikel yang berkaitan dengan buku mereka.

Dengan cara tersebut maka akhirnya buku mereka menjadi buku terlaris, bahkan mereka menjadi lebih produktif dengan menerbitkan banyak sekali seri Chicken Soup yang juga menjadi buku terlaris.
Aspek yang paling mendekati promotion adalah public relations (humas). Disinilah kadang-kadang seseorang memerlukan bantuan konsultan humas. Seperti misalnya seorang figur publik atau tokoh masyarakat (pemimpin politik, pengusaha besar, selebritis) sering memerlukan konsultan humas agar dalam pemasaran dirinya dapat dikemas dengan cara yang lebih profesional. Bahkan di Amerika sudah dikenal profesi seorang image consultant yang membantu klien mereka memperoleh citra diri yang positif dalam masyarakat.

P yang terakhir dalam megamarketing adalah power. Jika hal ini diterapkan dalam ManDiri sesungguhnya dapat diartikan sebagai suatu jejaring (network) yang dimiliki seseorang untuk membantu mencapai upayanya memasarkan diri. Network inilah yang membantu dan memberi akses (jalan) bagi seseorang untuk berhubungan dengan publik atau individu lain atau organisasi yang diperlukan untuk memasarkan diri, gagasan dan kreativitasnya. Oleh karena itu dalam ManDiri (baca buku SELF MANAGEMENT) bagian ketiga yang penting adalah membangun jejaring kehidupan seseorang.

Dengan memahami konsep megamarketing dikaitkan dengan ManDiri, maka diharapkan para praktisi manajemen diri dapat lebih proaktif memasarkan diri, kemampuan, gagasan dan kreatifitasnya, sehingga banyak talenta atau bibit bibit unggul dapat ditemukenali dan didorong untuk lebih berkembang dalam rangka pembangunan bangsa dan upaya-upaya mengatasi krisis multidimensi yang melanda bangsa kita.

Demikian pula kita sebagai bangsa dapat menerapkan konsep pemasaran ManDiri dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga citra bangsa, prinsip perjuangan kebangsaan, budaya, pandangan hidup, maupun daya saing kita dapat dikenali dan dipahami oleh dunia internasional. Semoga.

Sumber :http://www.sinarharapan.co.id

Spirit Orkestra Komunikasi Pemasaran


Buku ini ditulis sebagai kelanjutan dari buku saya terdahulu, Sinergi Komunikasi Pemasaran: Integrasi Iklan, Public Relations, dan Promosi (2005). Konsep dasarnya sama yakni Integrated Marketing Communications (IMC). Namun, kini diperkuat sejumlah konsep yang memperkaya buku ini seperti Marketing Public Relations (MPR), Cause-Related Marketing, Reputation Marketing dan Corporate Reputation Quotient di era interaktif yang ditandai kepesatan penggunaan internet dan mobile media khususnya SMS dan teknologi 3G.

Kata Sinergi dan Integrasi dalam judul buku tersebut digunakan karena perlu integrasi atau sinkronisasi beragam komponen atau bauran komunikasi pemasaran seperti iklan, PR, promosi penjualan, pemasaran langsung, pemasaran interaktif melalui internet, pemasaran getok-tular, penjualan personal, hingga pelayanan pelanggan untuk menghasilkan sinergi, terutama dari sisi konsistensi pesan dan keterkaitan media yang digunakan untuk merebut hati dan menarik perhatian di benak pelanggan serta memenangkan pertempuran di pasar.

Kini juga dipakai dua kata kunci yaitu Orkestra dan Harmonisasi sehingga judul buku menjadi Marketing Communications Orchestra: Harmonisasi Iklan, Promosi, dan Marketing Public Relations. Pemakaian istilah Orkestra sudah cukup lama menjadi pertimbangan, apalagi melalui perusahaan saya, Spirit Marketing Communications yang bergerak di pelatihan dan konsultasi bidang PR dan komunikasi pemasaran, nama pelatihan yang ditawarkan kepada publik adalah Creating Marketing Communications Orchestra.

Alasan penambahan Marketing Public Relations, selain Iklan dan Promosi menjadi sub-judul, karena buku ini berupaya menyajikan harmonisasi antara ketiganya dengan menampilkan contoh praktis atau kisah sukses, dikaitkan konsep seputar IMC dan MPR. Spirit harmonisasi inilah yang mestinya mendorong insan periklanan, pemasaran dan komunikasi atau PR untuk berkolaborasi, bersikap rendah hati dan belajar dari konfigurasi pentas orkestra.

Seperti saya tulis di majalah SWA No. 26/11-20 Desember 2006 mengenai “Kolaborasi Pemasaran dan PR” memang kini tak terelakkan dan memunculkan konsep MPR. Kita bisa juga menyimak tulisan Edison Lestari pada SWA No. 10/10-23 Mei 2007, halaman 78 (Karena “Kita” Lebih Pintar daripada “Saya”) tentang kolaborasi komunitas untuk saling berbagi dan berkontribusi yang kini semakin menguat dan menjadi fenomena baru.

Inti tulisan Edison itu memaparkan tentang spirit “We are Smarter than Me” dengan beberapa contoh seperti membuat buku dari hasil kontribusi komunitas, bukan dari para pakar; melibatkan pembaca untuk berbagi kisah, informasi dan dokumen seperti dilakukan surat kabar USA Today; milis sebagai kekuatan komunitas dunia yang dahsyat; gaya open source yang sempat menggerogoti penjualan Microsoft dan Wikipedia sebagai alternatif pengganti ensiklopedia; hingga contoh dari tanah air yakni Sunlight yang menggunakan 1.000 agen untuk promosi atau P&G yang merekrut 600 ribu ibu rumah tangga sebagai wujud strategi pemasaran berbasis komunitas (community-based marketing).

Spirit Harmonisasi

Fenomena kolaborasi komunitas itu sebenarnya berkembang juga lebih spesifik dalam konteks komunikasi pemasaran terpadu atau IMC. Bila kita cermati, kini terjadi kolaborasi di antara insan IMC dari beragam profesi serumpun seperti iklan, public relations, event organizer, pengelola internet, below the line, brand activation, direct marketing, personal selling, customer service, promosi penjualan, hingga publisitas.

Wujud kolaborasi insan IMC sangat jelas terlihat dalam bentuk advertorial (advertising dan editorial), iklan yang dikemas dalam gaya jurnalistik. Untuk menghasilkan advertorial yang bagus, penulis naskah iklan tentu harus memiliki gaya penulisan seperti wartawan. Guna memperkuat dan memperjelas iklan display, kini banyak disandingkan dengan advertorial atau disisipkan dalam suplemen media cetak yang mengangkat tema terkait. Media besar seperti Kompas kini menyediakan Suplemen atau Inspiratorial, selain Seremonia. Media Indonesia memiliki Suplemen, Lensa Bisnis, dan Pesona (sisipan khusus dalam ukuran lebih kecil dari koran yang terbit regular, misalnya mengulas pariwisata dan kiprah perusahaan).

Bentuk lain kolaborasi insan iklan atau pemasaran dan Humas (PR) adalah publitising (publication dan advertising), iklan kreatif yang memperoleh liputan berita di media massa secara luas karena memiliki nilai berita (news value). Ada juga konsep Marketing PR (MPR), aktivitas pemasaran yang turut membantu mengharumkan citra produk/perusahaan, atau program PR yang berkontribusi terhadap promosi produk. Kolaborasi Toyota-Daihatsu dalam dua episode melalui Avanza dan Xenia akhir 2003 serta Rush dan Terios pada 2007 terbantu karena liputan berita yang bagus, selain iklan dan promosi yang gencar.

Terkait erat dengan MPR, ada konsep CRM (cause-related marketing) yakni program pemasaran yang menyertakan dimensi sosial, baik karena alasan tanggungjawab moral, membangun citra positif, atau mendorong penjualan produk. Cara pemasaran berdimensi sosial ini melibatkan konsumen untuk menggunakan produk/jasa, lalu perusahaan menyisihkan sebagian dari keuntungan atau penjualan untuk disumbangkan guna membantu mengatasi masalah sosial seperti pendidikan, kesehatan, seni budaya hingga olahraga.

Kolaborasi komunitas di dunia IMC berkembang pesat sejalan dengan gaya baru pendekatan pelanggan seumur hidup (life-time customer) dan pemasaran persahabatan (relationship marketing) yang menekankan hubungan jangka panjang atau keterlibatan pelanggan (customer involvement) seperti merespon balik, memberikan masukan, atau membentuk komunitas/klub.

Kolaborasi yang menuntut kreativitas lebih tinggi dari insan IMC adalah menyisipkan logo, nama atau pesan produk pada program televisi seperti perbincangan dan sinetron (built-in branding). Ini menuntut kejelian mengaitkan skenario cerita dan acara TV dengan karakter dan kepentingan produk. Program tersebut berbeda dengan membeli jam tayang (blocking-time) seperti Gebyar BCA dan Panasonic Awards yang telah memasuki tahun kesebelas.

Berapa contoh di atas memperlihatkan spirit harmonisasi atau sinergi komunikasi pemasaran (IMC). Untuk memaksimalkan sinergi, perlu kesiapan organisasi dan komitmen eksekutif puncak, misal melalui pembentukan Komite Komunikasi Pemasaran/Strategik. Komite ini memudahkan kolaborasi antara mereka yang menangani desain grafis, iklan, PR, event/sponsorship, promosi atau pemasaran, hingga penanganan customer service. Namun, perlu ada satu kolaborator dari internal atau konsultan eksternal sebagai lead agency untuk menjaga sinkronisasi dan konsistensi pesan kampanye dari berbagai elemen itu.

Contoh kasus komunikasi pemasaran Indonesia yang ditampilkan atau diulas dalam buku ini sebagian besar berasal dari liputan berita yang telah muncul di empat media yang saya gunakan sebagai barometer sukses publikasi suatu produk atau perusahaan, yaitu Majalah Cakram, Cakramfokus, SWA, Marketing, dan Mix periode 2004-2007. Liputan di majalah-majalah inilah yang selama empat tahun terakhir bisa dijadikan rujukan untuk melihat potret dan praktik komunikasi pemasaran di Indonesia.

Segitiga Emas Komunikasi Pemasaran

Garis batas antara dunia pemasaran dan komunikasi kini semakin menipis. George E. Belch dan Michael A. Belch, dalam buku Advertising & Promotion: an IMC Perspective, 2007:8 mengemukakan definisi konsep pemasaran sebagai fungsi organisasi dan seperangkat proses untuk kreasi, komunikasi dan penyampaian nilai kepada para pelanggan dan mengelola hubungan pelanggan yang memberikan manfaat bagi organisasi dan para pemangku kepentingan (stakeholders) yang memiliki hubungan erat dengan organisasi.

Marketing is organizational function and a set of process for creating, communicating and delivering value to customers and for managing customer relationship in ways that benefit the organization and its stakeholders. The focus on customer relationships and value has led many companies to emphasize relationship marketing, which involves creating, maintaining, and enhancing long-term relationships with individual customers as well as other stakeholders for mutual benefit.

Definisi pemasaran yang terfokus para hubungan pelanggan itu mirip sekali dengan esensi PR yang berupaya memelihara hubungan baik dengan para pemangku kepentingan dalam jangka panjang. Karena itu muncul istilah jalan tengah antara pemasaran dan PR: relationship marketing yang berupaya memperkuat hubungan jangka panjang dengan para pelanggan dan pemangku kepentingan untuk memberikan manfaat timbal-balik.

Lalu apa bedanya dengan komunikasi pemasaran terpadu (IMC)? Menurut Belch & Belch, IMC hanya mengkoordinasikan berbagai elemen promosi dan aktivitas pemasaran yang terkait komunikasi dengan pelanggan perusahaan (IMC involves coordinating the various promotional elements and other marketing activities that communicate with a firm’s customers).

Belch & Belch (2007:11) mengutip definisi dari Don E. Schultz, sang pelopor IMC: Integrated Marketing Communications is a strategic business process used to plan, develop, execute and evaluate coordinated, measurable, persuasive brand communications programs over time with consumers, customers, prospects, employees, associates and other target relevant external and internal audiences. The goal is to generate both short-term financial returns and build long-term brand and shareholder value.

Dari definisi Schultz, beberapa hal yang perlu digaris-bawahi terkait IMC adalah sebagai fungsi manajemen strategis atau bisnis strategis (perencanaan atau formulasi, implementasi hingga evaluasi strategi), program komunikasi merek yang persuasif dalam jangka panjang (iklan, PR, promosi, hingga pelayanan pelanggan), menjangkau khalayak internal dan eksternal (stakeholders), serta mencapai tujuan finansial jangka pendek dan membangun nilai jangka panjang bagi suatu merek dan pemegang saham.

Sementara Tom Duncan dalam buku Principles of Advertising & IMC (2005:7, 17, 21) memperjelas pengertian IMC dan komunikasi pemasaran dengan delapan tekniknya seperti iklan, PR, promosi penjualan, pemasaran langsung, kemasan, event dan sponsorship, serta pelayanan pelanggan. IMC sendiri dipandang sebagai fungsi strategis dalam menebar pesan-pesan merek (perencanaan, implementasi hingga evaluasi) untuk menciptakan kedekatan hubungan dengan pelanggan, melakukan integrasi untuk menghasilkan sinergi.

Marketing Communications is a collective term for all the various types of planned messages used to build a brand -advertising, public relations, sales promotion, direct marketing, personal selling, packaging, events and sponsorships, and customer service.

Integrated Marketing Communications (IMC) is a process for planning, executing, and monitoring the brand messages that create customer relationships.

IMC is about synergy and creativity, integration, and communication…One outcome of integration is synergy.

Berdasarkan beberapa definisi tersebut, esensi komunikasi pemasaran mengabungkan tiga disiplin ilmu dan profesi yakni: ahli strategi, pemasaran, dan komunikasi seperti pada gambar Segitiga Emas Strategic Marketing Communications yang saya paparkan juga dalam buku Spiritual Marketing Communications: Meramu Kampanye Pemasaran Berbasis Naluri, Nalar, dan Nurani (Arga Publishing: 2008). Titik sentralnya adalah komunikasi pemasaran strategik (strategic marketing communications), yakni perpaduan antara konsep manajemen strategik (strategic management) sebagai payung dengan pemasaran dan komunikasi.

Untuk aspek strategik, biasanya terkait dengan ilmu manajemen strategik (strategic management) yang berurusan dengan strategi bisnis atau korporat. Jadi, praktisi Marketing Communications perlu memahami ilmu strategi bisnis, memiliki sense of urgency dan sense of direction. Inilah ciri atau spirit yang dimiliki oleh seorang pemimpin.

Terkait fungsi pemasaran strategik (strategic marketing) dan komunikasi strategik (strategic communications) diharapkan mampu menjabarkan visi, misi, nilai-nilai budaya perusahaan, dan strategi korporat ke dalam strategi fungsional hingga operasional agar konsisten dengan strategi korporat. Implementasi pemasaran strategik yang menyertakan visi dan misi sebagai basis strategi pemasaran, memunculkan istilah Mission Marketing. Sementara pengelolaan komunikasi strategik menggunakan konsep Corporate Communications atau Corporate Reputation.

Segitiga Emas Strategic Marketing Commications

Segitiga Emas Strategic Marketing Commications

Konsep Strategic Marketing Communications sebagai titik sentral yang menjadi irisan (dalam segitiga terbalik) sebenarnya identik dengan Komunikasi Pemasaran Terpadu (Integrated Marketing Communications) seperti definisi yang dipaparkan oleh Tom Duncan (2005) dan Don E. Shultz dalam buku Belch & Belch (2007) di atas. Untuk memudahkan kolaborasi segitiga: ahli strategi, pemasaran, dan komunikasi, maka masing-masing perlu memiliki sense of strategy, sense of marketing, dan sense of communications, sehingga akhirnya menjadi spirit yang terus bergerak dan berputar seperti ditunjukkan dengan arah panah mengitari segitiga emas.

Belajar dari Orkestra

Penerapan spirit kolaborasi di dunia komunkasi pemasaran terpadu (IMC) bukan hanya memerlukan kepiawaian individu di masing-masing bidang profesi terutama iklan, public relations, event organizer, internet, below the line, direct marketing, promosi penjualan, hingga customer service, namun yang lebih penting adalah keselarasan, seperti orkestrasi musik yang menghasilkan harmoni dan keindahan irama.

Spirit orkestra sangat cocok diadopsi para profesional komunikasi pemasaran, karena kita bisa belajar sedikitnya mengenai tujuh dimensi orkestra, yakni satu dirijen, harmonisasi, tematik, berirama, spesifik, keterpaduan, dan apresiasi.

  1. Satu dirijen. Satu nada komando dan tujuan bersama. Tidak ada pemimpin kembar dalam sebuah orkestra. Demikian juga seharusnya dalam kampanye IMC.
  2. Harmonisasi. Kesatuan dan keselarasan nada dan irama. Dalam kampanye pemasaran atau PR, idealnya tercipta simponi antara komunikasi korporat dan promosi produk, minimal dalam tujuan, strategi, kemasan pesan dan keterkaitan media yang digunakan.
  3. Tematik. Orkestra bisa menyuguhkan musik klasik atau modern, bahkan menyisipkan unsur etnik. Sama seperti kampanye IMC dengan tema tertentu untuk menghasilkan kesan dan pesan tunggal (one look, one voice), lalu berganti tema dalam periode tertentu.
  4. Berirama. Tempo orkestra terkadang melambat dan tiba-tiba cepat, lalu lembut atau keras. Tidak berbeda dengan kampanye korporat atau produk. Satu waktu membangun citra, namun pada kesempatan lain berbentuk promosi untuk mendongkrak penjualan.
  5. Spesifik. Penggemar orkestra memang dari kalangan tertentu, seperti juga segmen khalayak yang dibidik produk di wilayah atau area tertentu.
  6. Keterpaduan. Sikap tidak menonjolkan diri dan rendah hati sangat terasa di antara para pemain orkestra. Bila para insan IMC bersekutu dalam dalam program yang mereka jalankan, tentu terjadi sinergi komunikasi pemasaran.
  7. Apresiasi. Ucapan terima kasih biasanya diucapkan sang konduktor/dirijen sebagai respon atas partisipasi dan tepuk tangan penonton. Pemasar juga memiliki program customer rewards atau bagi-bagi hadiah sebagai bentuk penghargaan atas loyalitas pelanggan atau mitra kerja.

Secara konseptual, Orkestra Komunikasi Pemasaran memiliki padanan istilah selain dengan IMC, yakni Synergistic, Holistic, dan 360° Marketing Communications. Jadi, para profesional IMC tidak perlu canggung untuk belajar dari penyiapan hingga pementasan orkestra yang prima, karena orkestra komunikasi pemasaran yang harmonis berawal dari kolaborasi komunitas satu rumpun profesi.

Sumber : Buku karya Hifmi Ali fahmi,  Januari 2008 

Kolaborasi pemasaran dan Public relations


Tahun 1991 muncul konsep baru Marketing Public Relations (MPR), ketika Thomas L. Harris meluncurkan buku The Marketer’s Guide to Public Relations. Sewindu kemudian, Tom Harris mengenalkan Value Added Public Relations: The Secret Weapon of Integrated Marketing (1998). Buku kedua ini memperlihatkan kedahsyatan peran public relations (PR) dalam konteks pemasaran terpadu.

Kini lima belas tahun kemudian, Harris yang telah berusia 75 tahun menulis lagi topik yang sama bersama Patricia T. Whalen, The Marketer’s Guide to Public Relations in the 21st Century (2006), namun disertai perkembangan peta bisnis abad 21 yang sangat berbeda karena dampak yang luar biasa akibat kehadiran media interaktif digital seperti internet dan mobile media.

Perubahan lansekap bisnis itu semakin menguatkan peran PR dibanding periklanan massal yang mulai memudar. Daniel J. Edelman, pendiri dan Chairman Edelman berkomentar dalam buku ini dengan menyatakan bahwa PR adalah elemen terpenting dalam kampanye merek. Al Ries pencetus konsep positioning dan penulis The Fall of Advertising and the Rise of PR (2003) yang mendapat sorotan tajam malah berpendapat, iklan adalah pilihan karir abad 20, sementara PR adalah pilihan karir abad 21.

Don E. Schultz, konseptor IMC (Integrated Marketing Communications) mengakui sejumlah kasus dan ilustrasi yang ditampilkan Harris dan Whalen mampu memadukan komunikasi pemasaran ke jenjang yang lebih canggih. Bahkan pakar sekaliber Philip Kotler, sang guru pemasaran dalam pengantar buku ini mengakui semakin tidak efektifnya iklan massal, berbarengan dengan pemunculan media baru. Fenomena yang ditemukan justru kekuatan baru berupa pemberitaan media, event, program berbasis komunitas, penciptaan atmosfir dan kekuatan komunikasi.

Peran Strategis PR

Ditilik dari daftar isi, esensi buku terbitan 1991 dan 2006 ini memang mirip, namun isi dan contoh kasus yang ditampilkan benar-benar baru. Sebut saja ulasan mengenai publikasi Toyota Cadillac 2004 yang membidik pasar baru berusia lebih muda, perayaan seratus tahun Harley Davidson yang diikuti 250 ribu pengendara motor gede tahun 2003, liputan mengenai mobil ramah lingkungan Toyota Hybrid, serta heboh berita tentang laris-manis buku dan film Harry Potter baru-baru ini.

Buku ini menunjukkan penguatan peran strategis PR di era multimedia karena pesan-pesan kehumasan yang muncul di media dianggap lebih kredibel ketimbang iklan. Daya tembus pesan PR itu lebih kuat karena pendekatan yang diterapkan bukan cuma dua macam strategi promosi konvensional, yakni push-pull strategy.

Upaya mendorong pergerakan produk melalui pemberian insentif dan bonus kepada distributor hingga pengecer dan armada penjualan (push-strategy); atau menarik perhatian konsumen melalui jor-joran iklan dan insentif promosi agar mereka membeli produk (pull-strategy) dianggap sudah biasa. Strategi ketiga yang kerap dipakai praktisi PR adalah pass-strategy untuk menjangkau konsumen yang makin kebal iklan, juga menembus opini kritis kalangan pengamat, pembentuk opini, hingga aktivis dan pemimpin informal untuk memberikan dukungan positif.

Ketiga strategi (mendorong-menarik-menembus) itu diungkap dalam buku ini melalui beberapa contoh. MPR bisa diterapkan melalui push-strategy dengan menggelar pameran dagang serta publikasi para distributor dan pengecer; atau pull-strategy melalui ajang pameran untuk menjangkau konsumen massal, bagi-bagi sampel, publikasi berita produk atau iklan layanan masyarakat, website, dan mengundang media mengunjungi lokasi usaha; serta pass-strategy melalui kerjasama dengan aktivis atau pemuka masyarakat, program peduli, menggelar event dan sponsorship.

Special Event Marketing

Sisi penting lain dari buku ini adalah penciptaan ajang khusus pemasaran (special event marketing) agar menjadi liputan berita media massa. Ini bukan hanya tugas insan periklanan atau pemasaran. Mereka perlu kolaborasi dengan orang-orang yang berlatar-belakang PR atau jurnalistik. Pemberitaan media inilah yang menjadi karya sejati insan PR, karena mereka memahami prinsip keseimbangan (balancing) dalam jurnalistik untuk meliput dari berbagai sudut pandang atau kepentingan (cover both sides) agar berita obyektif dan kredibel.

Harris dan Whalen menyebut delapan kriteria umum yang menjadi nilai berita (news values), yakni: timelines (kejadian terkini dan tidak cepat basi), prominence (mengutip pernyataan tokoh, pejabat teras atau selebriti), proximity (kedekatan lokasi atau isu di hati publik), significance (nilai yang cukup besar atau dampak yang luas), unusualness (terbesar, terkecil, terluas, dan sejenisnya), human interest (menyentuh hati atau sisi kemanusiaan), conflict (kontroversial, perdebatan, atau perseteruan), dan newness (penemuan teknologi, aplikasi atau cara baru yang inovatif).

Sejumlah kiat dipaparkan dalam buku ini untuk mencuri perhatian media, misal terkait gaya hidup agar bernilai berita (newsworthy): sesuaikan dengan misi atau kebijakan editorial media, siapkan gambar atau visual yang menarik, berikan lebih dari sekadar fakta agar berita lebih eksklusif, bukalah akses yang luas guna memberi kesempatan kepada jurnalis untuk menggali lebih mendalam, dan sajikan berita dalam piramida terbalik dengan gagasan terpenting dimunculkan di awal secara padat (hlm. 133-134).

Bila dikaitkan dengan konteks Indonesia, contoh sukses kolaborasi insan iklan, pemasaran dan kehumasan dapat kita saksikan dalam semarak publikasi berita produk kembar Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia, disusul Suzuki APV di kategori mobil sekelas. Contoh aksi Marketing PR lain adalah peluncuran Manhattan Card dari Bank Permata yang mengukir rekor catwalk terpanjang, Lifebuoy Berbagi Sehat, dan jemuran terpanjang Rinso yang marak liputan berita media.

Buku ini sangat relevan untuk akademisi dan praktisi periklanan, pemasaran dan kehumasan Indonesia karena citra bangsa kita yang masih terpuruk dan belum juga lepas dari himpitan akibat krisis moneter, politik dan moral. Pembaharuan di ketiga bidang ini tidak cukup hanya dengan komunikasi melalui iklan dan promosi, namun perlu dibarengi dengan upaya kehumasan untuk membangun kembali kredibilitas dan kepercayaan publik, menata lagi perusahaan dan pemerintahan sesuai good corporate governance (GCG), memperbaiki kualitas produk dan layanan, sampai konteks mikro berupa citra diri (personal image) insan Indonesia, sehingga secara makro bermuara pada pemulihan citra dan reputasi produk, perusahaan, pemerintahan dan bangsa di pentas global.

Sumber : Hifni Ali Fahmi,  majalah SWA edisi 26/Desember 2006.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 495 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: