Tulisan dari ‘MANAJEMEN BISNIS’ Kategori

Kewirausahaan


  1. Pengertian Kewirausahaan

organisasi3Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin  ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis, menurut ThomasW. Zimmerer (1996), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.Dahulu, kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. Sebab itu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir, sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Sekarang kewirausahaan bukan hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan lapangan, tapi juga dapat dipelajari dan diajarkan.

Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradigma pertumbuhan yang wajar dan perubahan ke arah globalisasi yang menuntut adanya keunggulan, pemerataan, dan persaingan, maka dewasa sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan. Pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu displin ilmu tersendiri yang independen.[1] Hal itu menurut Soeharto Prawirokusuma (1997) dikarenakan,

  1. Kewirausahaan berisi “body of knowledge” yang utuh dan nyata (distinctive), yaitu ada teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.
  2. Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu posisi “venture start-up” dan “venture-growth”, ini tidak jelas masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.
  3. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri
  4. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan.

Disiplin ilmukewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat, yaitu berkembang bukan hanya pada dunia usaha semata melainkan juga pada berbagai bidang seperti bidang industri, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan institusi- institusi lainnya, misalnya birokrasi pemerintah, perguruan tinggi, dan swadaya lainnya. Pada mulanya, kewirausahaan berkembang  dalam bidang perdagangan. Dalam bidang-bidang tertentu, kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti dalam menciptakan perubahan, pembaharuan, dan kemajuan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum yang berjangka panjang untuk menciptakan peluang.

Secara harfiah Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ked an akhiran an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis.

Dalam bahasa Inggris wirausaha adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang diambil dari berbagai sumber :

Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.

 B. Tujuan Kewirausahaan

Seorang sosiolog bernama David McCleland mengemukakan bahwa, apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari prosetase keseluruhan penduduk di negara tersebut menjadi wirausahawan, Indonesia sendiri sampai saat ini menurut sebuah riset jumlah penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar 0,18%, menurut informasi yang saya baca di internet hari ini tanggal 5 Maret 2012 jumlahnya telah melonjak tajam menjadi  maka tidaklah mengherankan apabila saat ini, kondisi pereekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negera tetangga yaitu Singapura yang memiliki prosentase wirausaha sebesar 7%, Malaysia 5%, China 10%, apalagi jika harus dibandingkan dengan negara adidaya Amerika Serikat yang hampir 13%  penduduknya menjadi wirausahawan.

Maka dari itu, dengan ditumbuh kembangkanya pengetahuan seputar kewirausahaan, akan membangkitkan semangat masyarakat Indonesia khusunya generasi muda atau mahasiswa, untuk ikut menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha, tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeking). Dengan dilandasi semangat nasionalisme bahwa bangsa Indonesia harus mampu bersaing dikancah percaturan perekonomian dunia, maka akan banyak mahasiswa yang termotivasi untuk meningktakan kualitas dirinya dan mencetuskan ide-ide kretaif dalam bidang kewirausahaan yang berdaya saing tinggi.

Mengapa dengan semakin banyak wirausahawan disuatu negara akan meningkatkan daya saing negara tersebut ?, jawabanya saya kira cukup jelas. Pertama, sebuah negara yang memiliki wirausahawan banyak tentunya akan mendapatkan penghasilan yang besar dari sektor pajak, atas kegiatan ekonomi yang mereka lakukan, coba bayangkan apabila suatu negara terlalu banyak pegawai negeri sipil yang kurang atau bahkan tidak produktif, maka mereka setiap bulan memakan anggaran negara untuk menggaji mereka, namun sumbangsih mereka pada perekonimian nasional sangat minim baik dari segi pajak maupun tingkat konsumsi.

Mari kita lihat contoh lainya, dengan semakin banyak penduduk menjadi wirausaha, maka ekonomi mereka akan mandiri, tidak akan bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam hal ini pemerintah harus pro aktif menyediakan modal bagi para pengusaha agar benar-benar produktif dengan bunga yang kompetitif, dan tidak menghancurkan pengusaha maupun pemerintah, hasil keuntungan usaha mereka akan disimpan di bank-bank dalam negeri, sehingga perputaran uang semakin lancar, dengan hal tersebut modal mereka akan bertambah sehingga mampu menembus pangsa pasar global, yang nantinya menaikkan neraca ekspor-impor dan akan menambah devisa negara secara signifakan, maka dengan hal tersebut sangatlah jelas, bahwa kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting untuk menaikkan harkat martabat suatu bangsa dikancah internasional.

Selanjutnya ditinjau dari segi GNP (Gross National Product), apabila semakin banyak uang yang dihasilkan oleh putra-putri bangsa Indonesia, karena berwirausaha maka uang yang dihasilkan berpeluang semakin besar, berbeda dengan gaji yang nominalnya relatif tetap. Akan meningkatkan GNP yaitu keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi warga negara penduduk tersebut dimanapun berada (di dalam dan luar negeri), dengan meningkatkan GNP ini akan semakin memperkuat ekonomi nasional secara makro, dan mempercepat roda pembangunan nasional, karena ketersediaan anggaran semakin meningkat.

Dari beberapa dampak positif kewirausahaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara, dengan pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara Indonesia khusunya mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha, namun perlu diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan kejujuran, sehingga apa yang dihasilkan dapat bermanfa’at bagi masyarakat luas

TEORI DASAR KEWIRAUSAHAAN

Seiring berjalanya waktu, kewirausahaan semakin berkembang, maka lahirlah berbagai macam teori tentang kewirausahaan, akan coba saya uraikan berbagai teori kewirausahaan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Neo Klasik

Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian sangat tidak terlihat, wajar saja, karena ini memang pada masa lampau dimana belum begitu urgen masalah kemandirian, namun cukup bisa menjadi teori awal untuk melahirkan teori-teori berikutnya.

2. Kirzerian Entrepreneur

Dalam teori Kirzer menyoroti tentang kinerja manusia, keuletanya, keseriusanya, kesungguhanya, untuk swa(mandiri), dalam berusaha, sehingga maju mundurnya suatu usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang pengusaha.

Dari berbagai disiplin ilmu, lahirlah teori kewirausahaan yang dipandang dari sudut pandang mereka masing-masing, Teori ekonomi memandang bahwa lahirnya wirausaha disebabkan karena adanya peluang, dan ketidakpastian masa depanlah yang akan melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini berkaitan dengan keberanian mengambil peluang, berspekulasi, menata organisasi, dan melahirkan berbagai macam inovasi. Teori Sosiologi lebih mempelajari tentang, asal-usul budaya dan nilai-nilai sosial disuatu masyarakat, yang akan berdampak pada kemampuanya menanggapi peluang usaha dan mengolah usaha, sebagai contoh orang etnis cina dan padang dikenal sebagai orang yang ulet berusaha, maka fakta dilapangan menunjukkan, bahwa banyak sekali orang cina dan padang yang meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Selanjutnya teori psikologi, menurut saya teori ini lebih menekankan pada motif individu yang melatarbelakangi dirinya untuk berwirausaha, apabila sejak kecil ditanamkan untuk berprestasi, maka lebih besar kemungkinan seorang individu lebih berani dalam menanggapi peluang usaha yang diperolehnya.

Yang terakhir adalah teori perilaku, bagaimana seorang wirausahawan harus memiliki kecakapan dalam mengorganisasikan suatu usaha, memanajen keuangan dan hal-hal terkait, membangun jaringan, dan memasarkan produk, dibutuhkan pribadi yang supel dan pandai bergaul untuk memajukan suatu usaha.

Disiplin Ilmu Kewirausahaan

Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin  ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis, menurut ThomasW. Zimmerer (1996), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.

Dahulu, kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. Sebab itu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir, sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Sekarang kewirausahaan bukan hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan lapangan, tapi juga dapat dipelajari dan diajarkan.

Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradigma pertumbuhan yang wajar dan perubahan ke arah globalisasi yang menuntut adanya keunggulan, pemerataan, dan persaingan, maka dewasa sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan. Pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu displin ilmu tersendiri yang independen.[1] Hal itu menurut Soeharto Prawirokusuma (1997) dikarenakan,

1)      Kewirausahaan berisi “body of knowledge” yang utuh dan nyata (distinctive), yaitu ada teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.

2)      Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu posisi “venture start-up” dan “venture-growth”, ini tidak jelas masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.

3)      Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri

4)      Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan.[2]

Disiplin ilmukewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat, yaitu berkembang bukan hanya pada dunia usaha semata melainkan juga pada berbagai bidang seperti bidang industri, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan institusi- institusi lainnya, misalnya birokrasi pemerintah, perguruan tinggi, dan swadaya lainnya. Pada mulanya, kewirausahaan berkembang  dalam bidang perdagangan. Dalam bidang-bidang tertentu, kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti dalam menciptakan perubahan, pembaharuan, dan kemajuan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum yang berjangka panjang untuk menciptakan peluang.

B.  Objek Studi Kewirausahaan

Objek studi kewirausahaan adalah  nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut Soemahamidjaja (1997:14-15), kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausahaan meliputi;[3]

  1. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha
  2. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala.
  3. Kemampuan untuk berinisiatif
  4. Kemampuan berinovasi, yang melahirkan kreativitas(daya cipta)setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi.
  5. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal
  6. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yangselalu tidak menundak pekerjaan.
  7. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama
  8. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.

C.  Hakikat Kewirausahaan

Secara sederhana arti wirausahawan(entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti.

Ada dua pendapat tentang pengertian kewirausahaan, yaitu Peter F. Drucker mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Sementara itu Zimmerer mengartian kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).[4] 

Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Seorang wirausahawan harus memilki kemampuan yang kreatif dan inovatif dalam menemukan dan menciptakan berbagai ide.

Kegiatan wirausaha dapat dijalankan sesorangatau sekelompok orang. Dengan kata lain seseorang baik secara pribadi maupun bergabung dengan orang lain dapat menjalankan kegiatan usaha atau membuka usaha. Secara pribadi artinya membuka perusahaan dengan inisiatif dan modal serang diri. Sementara itu berkelompok adalah secara bersama- sama dua orang atau lebih dengan cara masing- masing menyetor modal dalam bentuk uang atau keahliannya. Jadi, untuk berwirausaha dapat dilakukan dengan cara

  1. Memiliki modal sekaligus menjadi pengelola
  2. Menyetor modal dan pengelolaan ditangani pihak mitra
  3. Hanya menyerahkan tenaga namun dikonversikan ke dalam bentuk saham sebagai bukti kepemilikan usaha.

Dewasa ini belum ada terminologi yang persis sama tentang kewirausahaan. Kewirausahaan pada hakikatnya adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, keinovasian,dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Dari beberapa konsep kewirausahaan, ada enam hakikat penting kewirausahaan, yaitu:

  1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994).
  2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959).
  3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer,1996).
  4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (verture growth) (Soeharto Prawiro, 1997)
  5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih.
  6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

Berdasarkan keenam konsep di atas, secara ringkas kewirausahaan dapat definisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses, dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko.

D.  Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan

1.    Karakteristik kewirausahaan

Banyak para ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan berbagai konsep yang berbeda-beda. Dalam Islam karakteristik wirausaha antara lain[5]:

  • Sifat takwa, tawakkal, zikir dan syukur.
  • Jujur.
  • Bangun Subuh dan bekerja.
  • Toleransi.
  • Berzakat dan berinfaq.

2.    Nilai-nilai hakiki kewirausahaan

Masing-masing karakteristik kewirausahaan memiliki makna dan perangai tersendiri yang disebut nilai. Nilai-nilai kewirausahaan identik dengan sistem nilai yang melekat pada sistem nilai manajer. Ada empat nilai dengan orientasi dan ciri masing-masing sebagai berikut:

  1. Wirausaha yang berorientasi kemajuan untuk memperoleh materi, ciri-cirinya pengambilan risiko, terbuka terhadap teknologi, dan mengutamakan materi.
  2. Wirausaha yang berorientasi padab kemajuan tetapi bukan untuk mengejar materi. Wirausaha ini hanya ingin mewujudkan rasa tanggung jawab, pelayanan, sikap positiv dan kreativitas.
  3. Wirausaha yang berorientasi pada materi, dengan berpatokan pada kebiasaan yang sudah ada, misalnya dalam perhitungan usaha dengan kira-kira, sering menhadap ke arah tertentu(aliran fengshui)supaya berhasil.
  4. Wirausaha yang berorientasi pada non meteri, dengan bekerja berdasarkan kebiasaan, wirausaha model ini biasanya tergantung pada pengalaman, berhitung dengan mengunakan mistik, paham etnosentris, dan taat pada tata cara leluhur.

D.  Berfikir Kreatif dalam Kewiraussahaan

Menurut Zimmerer tujuh langkah proses kreatif yaitu dengan menggunakan otak sebelah kiri yaitu[6]:

  1. Persiapan (preparation), yaitu menyangkut kesiapan kita untuk berpikir kreatif.
  2. Penyelidikan (investigation) dalam penyelidikan diperlukan individu yang dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang masalah atau keputusan.
  3. Transformasi (transformation), yaitu menyangkut kesamaan dan perbedaan pandangan diantara informasi yang terkumpul.
  4. Penetasan (incubation), yaitu menyiapkan pikiran bawah sadar untuk merenungkan informasi yang terkumpul.
  5. Penerangan (illimination), yaitu ketika ada pemecahan spontan yang menyebabkan adanya titik terang yang terus-menerus.
  6. Pengujian (verivication), yaitu menyangkut ketepatan ide-ide seakurat mungkin dan semanfaat mungkin.
  7. Implementasi  (implemetation), yaitu mentransformasikan ide-ide ke dalanm praktek bisnis

E.  Sikap dan Kepribadian Wirausaha

Alex Inkeles dan David H.Smith (1974:19-24) adalah salah satu diantara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern.Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap, nilai, dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru, selalu membaca perubahan sosial, lebih realistis terhadap fakta dan pendapat, berorientasi pada masa kini daan masa yang akan datang bukan pada masa lalu, berencana, percaya diri, memiliki aspirasi, berpendidikan dan mempunyai keahlian, respek, hati-hati, dan memahami produksi.

Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Gunar Myrdal,yaitu:

  1. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi
  2. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional
  3. Selalu berencana dalam segala kegiatan
  4. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang
  5. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian,1972)

Menurut Harsojo (1978:5),modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan[7]:

  1. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan
  2. Meyakini kemampuan sendiri
  3. Berorientasi pada masa kini dan masa depan
  4. Meyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis

Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang, tantangan dan perubahan sosial, misalnya dalam mengubah standar hidupnya. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Dalam konteks ini,juga dijumpai perpaduan yang nyata antara kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani, karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan.

Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikianrupa yang kemudian terbukti benar, mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah,dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo,1982:1). Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi yaitu menemukan pasar-pasar baru, pengenalan barang-barang baru,  metode produksi baru,  sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru,  serta organisasi industri baru. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru.

Dalam perusahaan, wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. Menurut Dusselman (1989:16),seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut:

  1. Inovasi, yaitu usaha untuk menciptakan, menemukan dan menerima ide-ide baru
  2. Keberanian untuk menghadapi risiko, yaitu usaha untuk menimbang dan menerima risiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian
  3. Kemampuan manajerial, yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, meliputi:
  • Usaha perencanaan
  • Usaha untuk mengkoordinir
  • Usaha untuk menjaga kelancaran usaha
  • Usaha untuk mengawasi dan mengevaluasi usaha

4.    Kepemimpinan, yaitu usaha memotivasi,melaksanakan,dan mengarahkan tujuan usaha.

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. Menurut Sujuti Jahja (1977),faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan,kemampuan,dan kelemahan. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perilaku adalah kesempatan atau peluang.

Sikap kewirausahaan meliputi keterbukaan, kebebasan, pandangan yang luas, berorietasi pada masa depan, berencana, berkeyakinan, sadar, menghormati orang lain dan menghargai pendapat orang lain.

Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk merespons segala peluang, dan tanggap terhadap tantangan dan perubahan sosial. Orang yang terbuka terhadap ide-ide inilah merupakan wirausaha yang inovatif dan kratif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan.

Menurut Kathlen L. Hawkins dan Peter A. Turla(1986) pola tingkah laku kewirausahaan akan terggambar dalam kepribadian, kemampuan hubungan, kemampuan pemasaran, keahlian mengatur dan sikap terhadap uang. Kepribadian wirausaha tercermin dalam kretivitas, disiplin, kepercayaan diri, keberanian menghadapi risiko, dan dorongan dari kemauan diri yang kuat.

Motif Berprestasi Kewirausahaan

Menurut Lerry Farel, untuk maju atau prestatif seorang pengusaha harus memiliki motifasi yang tinggi, inovatif, dan memiliki ambisi untuk maju/berkembang. Syarat lain untuk maju (prestatif) antara lain:

  1. Memiliki komitmen dan tanggungjawab yang tinggi terhadap karir
  2. Bersemangat terhadap masukkan dari berbagai pihak
  3. Memiliki orientasi kedepan
  4. Memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi superior.
  5.  Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi(Gede Anggan Suhandana, 1980:55).

Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingg sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi memiliki ciri-ciri:

  1. Mengatasi sendiri kesulitan yang terjadi pada dirinya.
  2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera.
  3. Memiliki tanggung jawab personal yan tinggi.
  4. Berani menghadapi risiko dan penuh perhitungan.
  5. Menyukai tantangan.

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu,yaitu motif berprestasi (achievement motive). Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana,1980:55). Factor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.

Teori Maslow kemudian oleh Clayton Alderfer dikelompokkan menjadi tiga kelompok,yang dikenal dengan  teori existence,relatedness,and growth (ERG).

Pertama, kebutuhan akan eksistensi (existence) yaitu menyangkut keperluan material yang harus ada (termasuk  physiological need and security need dari Maslow).

Kedua, ketergantungan (relatedness), yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hubungan interpersonal (termasuk social and esteem need dari Maslow)

Ketiga, kebutuhan perkembangan (growth), yaitu kebutuhan intrinsik untuk perkembangan personal (termasuk self-actualization and esteem need dari Maslow).

Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
  2. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.
  3. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan.
  4. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.

Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow), yaitu hasrat untuk mempengaruhi, mengendalikan,dan menguasai orang lain. Ciri umumnya adalah senang bersaing, berorientasi pada status, dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain.

Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff), yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan,bekerja sama daripada persaingan,dan saling pengertian. Menurut Stephen P.Robbins (1993:214),kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini.

Menurut Nasution (1982:26), Louis Allen (1986:70),ada tiga fungsi motif, yaitu[10]:

  1. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energy
  2. Menentukan arah perbuatan ke tujuan tertentu
  3. Menyeleksi perbuatan,yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu

Dalam “Entrepreneur’s Handbook”,yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8),dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwirausaha,yakni:

  1. Alasan keuangan.
  2. Alasan sosial.
  3. Alasan pelayanan.
  4. Alasan pemenuhan diri.

 APLIKASI KEWIRAUSAHAAN

Rencana usaha atau business plan hadir sebagai pedoman bagi sebagian orang sebelum memulai bisnis. Segala rincian target pasar, apa yang hendak dijual, sampai bagaimana mengembalikan modal bisa dituliskan dalam rencana usaha.

Tak semua orang memilki waktu yang cukup untuk membuat business plan ini. Namun, ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk membantu seseorang dalam menguraikan ide bisnis di dalam otak ke dalam sebuah rencana usaha. Seseorang hanya perlu menyediakan informasi kemudian aplikasi ini akan menjadikannya sebuah rencana.

  • Business Plan Premiere

Aplikasi ini disediakan untuk para pengguna perangkat iPad. Tidak hanya membantu untuk membuatkan rencana bisnis dalam rincian yang mendalam, Business Plan Premiere juga menyediakan layanan untuk membantu penggunanya memperkenalkan rencana bisnisnya ke 3.000 investor yang tergabung dalam firma Ben Stein & Accredited Members Inc. Aplikasi ini juga membantu penggunanya untuk menuliskan pernyataan visi dan misi, deskripsi produk dan rencana pemasaran, analisis SWOT, serta mendefinisikan target pasar.

  • Enloop

Ketika seseorang memasukkan informasi tentang bisnis yang akan dijalankan, aplikasi Enloop secara otomatis akan memperlihatkan kemungkinan potensi penjualan, keuntungan, kerugian, serta cash flow. Selain informasi-informasi tersebut, Enloop juga menawarkan grafik penjelasan dengan elemen visual. Selain itu, hasil dari rencana bisnis tersebut bisa diunduh dalam bentuk PDF. Enloop merupakan aplikasi berbasis website dan belum tersedia untuk format mobile.

  • MyBizPlan

Aplikasi ini juga bisa dijalankan pada gadget berbasis Android dan juga produk Apple. MyBizPlan menyediakan berbagai template untuk membuat rencana usaha yang resmi. Penjual yang menggunakan aplikasi ini bisa dibantu untuk mendefinisikan apa tujuan dari bisnis yang dijalankan secara sistematis. Selain itu, aplikasi MyBizPlan juga dapat membantu seseorang mengelola finansial bisnisnya.

  • Plan & Startup Small Business

Aplikasi keluaran Google PlayStore ini membantu calon penjual untuk memikirkan rencana usahanya secara personal. Mulai dari fondasi-fondasi atau sumber ide dari bisnis yang dijalankan hingga motivasi-motivasi dari tokoh bisnis ternama. Selain itu, pengguna aplikasi ini bisa membaca berbagai artikel yang berkaitan dengan mendirikan sebuah usaha di internet. Fitur to do list juga melengkapi aplikasi Plan & Startup Small Business ini.

  • StratPad

StratPad merupakan aplikasi yang membantu entrepreneur untuk berpikir dan mengambil keputuskan saat menjalankan sebuah bisnis. Hal tersebut diungkapkan oleh Alex Glassey, orang yang mendesain aplikasi StratPad. Dalam aplikasi ini, Alex menyediakan fitur how-to untuk menyediakan informasi tentang hal-hal yang sering ditanyakan seseorang saat pertama kali akan menjalankan sebuah bisnis.

KESIMPULAN

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh sifat dan kepribadian seseorang. The officer of Advocacy of Small Business Administration. bahwa kewirausahaan yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian.

Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar, mempunyai semangat.

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi.

Kewirausahaan menuntut pula kesadaran individu yang dimotivasi oleh potensi usaha yang lebih besar; bahwa keberhasilan lebih baik daripada kegagalan hanya dapat dikendalikan dan diperoleh orang-orang yang selalu mencari bentuk-bentuk peluang yang superior. Kesadaran ini akan merupakan modal yang kuat untuk mendorong kewirausahaan dan wirausahawan menimisasi resiko wirausaha.

Disarankan mahasiswa yang menkaji tentang Ilmu Ekonomi Islam mampu memiliki sifat-sifat seperti yang dikemukakan di atas, agar mnejadi seorang Ekonom yang handal di bidang wirausaha, seperti yang diharapkan

DAFTAR PUSTAKA

Hendro. Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta : Penerbit Erlangga. 2011.
Kasali Rhenald. Modul Kewirausahaan. Jakarta Selatan : PT Mizan Publika. 2010.
Justin G Longecker, Kewirausahaan, Manajemen Usaha Kecil. Yogyakarta : Salemba Empat. 2000.
Mas’ud Machfoedz, Kewirausahaan, Suatu Pendekatan Kontemporer, Yogyakarta : UPP AMP YKPN. 2004.

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Costumer Oriented Business


Di era persaingan bisnis yang sangat ketat dan kejam, kualitas produk, hatrga dan agresifitas distribusi kadangkal tidak lagi menjamin kemengan kita dalam merebut pasar. sehingga organisasi-organisasi /perusahaan bukan hanya selangkah didepan, melainkan juga mampu merebut hati konsumen anda dan mengubah mereka menjadi marketing-marketing setia, ada 21 ide dahsyat untuk menciptakan budaya Customer Oriented tanpa khawatir terlalu dikendalikan oleh konsumen.

Ide yang ke 1 : “ cepat atau lambat”

jika anda tidak bias mengurus konsumen anda, maka cepat atau lambat orang lain yang akan mengurusnya. Pelanggan setia dan rela berulang-ulang dating ke suatu tempat penjualan adalah kualitas produk yang sangat bagus, harga menjadi alasan kedua dan service menjadi alas an ke3, banyak orang yang rela mengantri dan merogoh kocek dalam-dalm demi sebuah produk tertentu.tetapi banyak orang atau perusahaan yang arogan kepada konsumen karena merasa produk mereka dibutuhkan. Tetapi hal itu yang bias membuat suatu perusahaan jatuh karena mereka merasa produknya yang terbaik dan selalu dibutuhkan.

Ide yang ke 2 “kenapa tidak?”

Kesalahan kebanyakan perusahaan adalah mereka hanya berlari disaat mereka seharusnya bias sprint. Menyadari betapa pentingnya “merawat” dan mempertahankan kepuasaan konsumen barulah stngh keberhasilan. Costumer ke2 ini adalah orang-orang didalam itu lebih ampuh daripada konsumen itu sendiri.

Ide yang ke 3 “its in your heart”

Seseorang tidak terkesan oleh apa yang anda ucapkan atau lakukan melainkan oleh bagaimana anda mengatakan dan melakukannya. Semua kalimat indah, perlakuan persuasive dan fasilitas ekstra untuk konsumen akan menjadi hilang efeknya jika or-orang yang menyampaikn tidak menunjukan kesungguhan hati dan antusias didalamnya. Customer Oriented bukan hanya sekedar metode atau strategi tetapi lebih dari adalah spirit sebuah semangat yang menyala dari dalam hati.

Ide yang ke 4 “smart battle”

Untuk memenangkan sebuah peperangan anda tidak perlu memenangkan semua pertempuran. Kadangkala dengan sedikit mengalah kepada konsumen, kita justru bias memenangkan hati mereka. Daripada ngotot mempertahankan sedikit keuntungan namum kehilangan proyek berikutnya, bukankah lebih baik kita sedikit mengalah tapi mendapatkan keuntungan jangka panjang.

Ide yang ke 6 “ Moment of truth”

Bisa jadi konsumen terbaik anda adalah konsumen yang paling sering complain. Sudah jelas bahwa kita harus menjadikan testimony positif dan negative konsumen sebagai salah satu energy tambahan dan motivasi untuk kita terus melakukan yang terbaik dan mengembangkan diri. Biil gates mengeluarkan statement bahwa kadangkal justru konsumen yang sering complain kepada kita yang bias menjadi konsumen terbaik kita.

Ide yang ke 7 “kondisi suportif”

Anda harus mengambil hati seseorang sebelum meminta tanganya. Customer Oriented adalah sebuah semangat yang lahir dari hati sebuah antusiasme dan kehangatan yang muncul dari dalam diri kita. Ketika seseorang karyawan tidak nyaman dengan lingkungan kerjanya, tidak puas dengan reward yang ia terima, bingung dengan visi pemimpin yang tidak jelas dll. Tentu saja motivasinya untuk bekerja akan turun dan akan sangat sulit baginya untuk berfokus.

Ide yang ke 8 “pencitraan”

Isi sebuah buku tidak ditentukan dari bagus tidak sampulnya, tetapi minat kita untuk mengambil sebuah buku sangat ditentukan olehnya. Pencitraan adalah unsure penting dalam bisnis. Dasar dari semua bisnis adalah kepercayaan. Cutomer Oriented bukan hanya berbicara mengenai mengakomodasikan kebutuhan konsumen, ia juga berbicara mengenai bagaimana membaca persepsi mereka mengenai produk dan perusahaan kita.

Ide yang ke 9 “itu lagi, itu lagi”

Berikan kepada konsumen lebih dari yang mereka harapkan, memberikan kejutan-kejutan menyenangkan yang melebihi harapan mereka.

Ide yang ke 10 “lebay”

Kualitas tidak dilihat dari apa yang anda taruh diproduk atau jasa melainkan dari manfaat apa yang diperoleh konsumen. Kadangkala meski inovasi yang kita anggap baik dan menguntungkan belum tentu baik bagi konsumen.

Ide yang ke 11 “ saatnya peka “

Orang akan rela mengeluarkan berapapun untuk sesuatu yang sania butuhkan. Cobalah mulai peka dengan kebutuhan konsumen anda. Bukan hanya sekedar kebutuhan fisik, tetapi peka juga dengan budaya hidup, kebutuhan social, kebutuhan harga diri dan kebutuhan yang lainnya.

Ide yang ke 12 “check mate”

Konsumen tidak akan suka dengan kualitas produk dan layanan anda yang buruk, tetapi competitor sangat menyukainya. Seringkali ada banyak perusahaan yang kehilangan konsumen besar mereka hanya karena mereka menyepelekan dan meremehkan.

Idde yang  ke 13 “siapa yang butuh”

Bukan anda yang membeli produk anda, tetapi konsumen anda. Mulainya berfikir apa yang mereka inginkan dan harapakan.

Ide yang ke 14 “respon ability”

Jika anda tidak bias mempertanggung jawabkan produk anda jangan menjualnya. Jangan pernah menetapkan harga yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Jika sudah berani menjual, maka harus berani bertanggung jawab. Jangan biarkan harga produk yang menentukankualitas perusahaan anda. Justru kualitas yang harus menentukan harga produk dan jasa anda.

Ide yang ke 15 “ terlalu baik “

Tugas anda adalah merawat konsumen untuk membesarkan bisnis, bukan untuk menghancurkannya. Memang salah satu strategi untuk menjaga dan meningkatkan profit adalah dengan membuat konsumen puas dan merawat mereka. Tetapi apa gunanya jika anda merawat konsumen anda sampai anda menghasilkan semua sumber daya anda dan berakhir pada kerugian? Kadang-kadang kita mudah terjebak pada indahnya pencapaian kata-kata kepuasan konsumen.

Ide yang ke 16 “air terjun”

Costumer Oriented bukanlah metode atau teknik. Ia adalah semangat dan budaya yang ada di dalam hati. Sebelum melakukan customer oriented kepada konsumen , cobalah untuk melakukan kepada bawahan, rekan dan atasan anda. Pahamilah anda, ketahuilah kebutuhan tim anda, cobalah memberikan yang terbaik kepada tim anda. Belajarlah sebuah budaya customer oriented didalam tim anda.

Ide yang ke 17 “isi rotinya apa?”

Penampilan membuat konsumen membeli, tetapi kualitas isi membuat mereka membeli lagi dan lagi. Mencoba memperkenalkan sebuah produk baru atau produk yang nilai jualnya cukup tinggi, maka anda memerlukan orang-orang yang bukan hanya meyakinkan penampilannya, tetapi juga harus piawai menjelaskan keunggulan produk tersebut dan mampu merayu calon pembeli dengan cerdas dan halus. Penampilan menarik memiliki daya hipnotis 50% apabila ditunjang product knowledge lebih memukau dan meyakinkan.

Ide yang ke 18 “ front liner “

Jika bawahan anda mampu melakukan tugas anda lebih baik maka seharusnya dialah yang menjadi atasan anda. Pemimpin adalah orang yang paling efektif untuk membangun budaya costumer oriented yang baik. Ketika sang pemimpin tidak bisa memberikan contoh dan tidak semangat, maka setiap anggota tim akan kesulitan juga untuk mempraktekkannya. Selain itu, jika anda sendiri tidak tahu bagaimana cara menghadapi klien-klien tertentu, apalagi dengan bawahan anda?inilah pentingnya untuk setiap kita melatih dan mengasah kemampuan personal kita. Meskipun mungkin bawahan kita yang menjadi front liner dalam struktur pekerjaan, tetap dalam hal antusiasme, pengembangan diri dan membangun budaya CO, pemimpin yang harus menjadi front liner.

Ide yang ke 19 “ update status “

Untuk memahami apa yang akan dilakukan konsumen, anda harus berlari lebih cepat dan berada didepan mereka. Jika anda tidak mengikuti perkembangan gaya hidup dan buday konsumen anda, maka anda tidak akan pernah mengerti apa harapan dan kebutuhan mereka. Penting sekali untuk melakukan update terhadap diri anda dan perusahaan anda. Bahkan, pebisnis handal sudah bisa memperkirakan apa kebutuhan konsumen mereka beberapa tahun mendatang.

Ide yang ke 20 “ babi buta “

Manusia menjadi puas bukan karena apa yang mereka raih melainkan bagaimana mereka meraihnya. Bagaimanapun, yang membedakan manusia dari binatang adalah kita memiliki etika, moral, hati nurani, dan integritas, jangan sampai kita menjadi binatang ekonomi yang mencari buruan dengan membabi buta dan menhalalkan segala cara.

Ide yang ke 21 “  paham benar  ”

Anda tidak akan bisa mencapai sesuatu yang anda tidak ketahui. Bagaiamna cara kita mengukur kepuasaan konsumen? Kepuasan bagi seseorang belum tentu menjadi kepuasa orang lain.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

  1. Kegunaan produk
  2. Kualitas produk
  3. Harga dan nilai investasi
  4. Ketersediaan
  5. Dan lain-lain ( system pembayaran)

 

KARYAWAN JUGA BISA KAYA


PENDAHULUAN

Buku bagaimana caranya seorang karyawan karya Safir Senduk ini dapat memberikan motivasi dan merubah cara berpikir kita tentang bagaimana mengelola keuangan kita. Bagaimana caranya seorang karyawan   bisa mencapai kekayaan, banyak orang yang menyamakan kata “kaya” dengan “penghasilan tinggi”. Kalau orang mengatakan bahwa “Jika Anda mau kaya, jangan jadi karyawan”, maksud sebenarnya adalah bahwa “Kalau anda mau penghasilan tinggi, ya jangan jadi karyawan karena penghasilan anda biasanya terbatas dan dijatah oleh orang lain.

“Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam hal penghasilan. Namun, untuk

menjadi kaya, tidak perlu harus menunggu sampai punya penghasilan besar. Anda tetap bisa kaya berapa pun penghasilan Anda karena kemampuan Anda mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari bagaimana Anda mengelola penghasilan itu.”

Ada 3 pemikiran yang harus Anda miliki sebagai seorang karyawan:

  •  Berapa pun gaji yang diberikan perusahaan kepada Anda, tidak─sekali lagi tidak─menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan.

Kalau penghasilan Anda sekarang Rp.2 juta per bulan, Anda pikir hidup Anda akan lebih baik dan Anda bisa menumpuk kekayaan kalau perusahaan Anda memberikan gaji Rp.5 juta per bulan? No way, Maan … Belum tentu. Anda sering dengar nggak: ada banyak orang yang bolak-balik pindah perusahaan hanya karena mengejar gaji yang lebih tinggi? Kenyataannya,setelah ia pindah dan punya gaji yang lebih besar, gajinya teteeeeup saja habis tanpa ada kekayaan yang bisa ditumpuk. Ini karena berapa pun gaji yang Anda dapat, tidak menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan, yang menjamin adalah bagaimana cara Anda mengelola gaji tersebut, termasuk kalau gaji itu benar memang ngepas dengan kondisi Anda sekarang.

  • Jangan selalu menjadikan kondisi Anda di rumah─entah Anda banyak tanggungan, banyak utang, atau boros─sebagai alasan untuk selalu minta naik gaji.                      

Perusahaan tidak akan memberi Anda gaji yang juga lebih besar hanya karena Anda belum punya rumah, belum punya motor, dan selalu kehabisan uang di tengah bulan.

Perusahaan hanya akan memberi Anda gaji sesuai dengan job description Anda, bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. Artinya, kalau anda merasa bahwa gaji Anda koq sepertinya nggak cukup untuk membiayai keluarga Anda yang anaknya banyak, yah, itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika anda menambah anak, Anda nggak minta izin dulu ‘kan ke perusahaan?

  • Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda.    Menjadi kaya bergantung pada apa yang Anda lakukan, dan tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. Memang akan enak memang kalau perusahaan memberikan banyak hal kepada Anda sebagai karyawannya. Akan tetapi, kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang Anda dapatkan. Saya sering kali melihat ada banyak orang yang pindah kerja, berharap gaji yang lebih besar dengan harapan untuk jadi kaya, tapi ia sendiri tidak melakukan apaapa untuk bisa menjadi kaya. Ia tidak berusaha untuk jadi lebih hemat, ia tidak berusaha untuk menambah pengetahuannya agar bisa jadi kaya, ia tidak berusaha mengetahui apa cara yang baik dalam mengelola gajinya, dan tidak berusaha untuk berubah. Ia hanya meloncat dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk mendapatkan gaji yang lebih besar agar bisa jadi kaya. Kenyataannya, untuk menjadi kaya sepenuhnya bergantung pada Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda.

3 TRIK UNTUK BISA MENYISIHKAN PENGHASILAN

1.       Menabunglah dimuka, jangan dibelakang.

Coba lihat, apakah selama ini Anda selalu menabung di belakang setelah membelanjakan semua penghasilan Anda? Bila ya, pantas saja Anda jarang bisa menabung. Kenapa? Oleh karena, uang Anda selalu habis tak berbekas. Maklum, uang memang lebih enak dipakai daripada ditabung. Ya, kan? Jadi, daripada ditabung di belakang setelah membelanjakan semua penghasilan Anda, kenapa tidak mencoba untuk menabung di muka segera setelah Anda mendapatkan penghasilan? Katakan saja Anda dapat penghasilan tiap tanggal 26 setiap bulan. Cobalah menabung setiap tanggal 26, 27, atau 28 sebelum Anda memakai penghasilan itu. “Loh, nanti penghasilan saya habis dong?” begitu mungkin kata Anda. Ya biar saja, toh Anda sudah sisihkan dulu sebelum penghasilan itu dipakai, kan? “Lho, nanti uang untuk biaya hidup saya dan keluarga berkurang dong?”

2.       Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda.

Pada beberapa kasus, Anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda dan melakukan proses menabungnya buat Anda. Saya kasih contoh, kalau Anda punya investasi di reksadana, pembelian reksadana tersebut harus dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening bank custodian mereka. Nantinya uang itu oleh mereka dibelikan unit reksadana. Disini, Anda bisa meminta kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda di muka dan melakukan proses transfer itu sehingga Anda tidak perlu lagi repot-repot melakukan proses menabung. Toh, Anda tetap menabung di muka, kan? Pertanyaannya sekarang, memang bisa kantor melakukannya? Bisa dong. Cuma, Anda harus ngomong dulu ke mereka. Wong kalau anda punya utang ke kantor saja cara pengembalian yang mereka minta adalah dengan sistem potong gaji, kan? Kalau mereka bisa memotong gaji Anda untuk menutupi utang yang mereka berikan buat Anda, apalagi kalau Anda cuma minta kantor melakukan proses menabung buat Anda? All you have to do is just ask ….

Pakai celengan.

Eit, jangan kaget, yang namanya celengan itu tidak selalu buat anak kecil, tapi juga untuk orang dewasa. Bedanya adalah apa yang Anda celeng. Kalau anak kecil nyeleng koin, entah seratus, lima ratus, atau seribu, Anda bisa nyeleng─katakan─lembaran dua puluh ribu rupiah. Lho, bagaimana caranya? Gampang: setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah, tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUKBELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan. Jadi, setiap kali bertemu lembaran uang dua puluh ribu, langsung dicelengin.Setiap kali bertemu lembaran dua puluh ribu, celeng lagi. Begitu seterusnya. Andaakan kaget begitu tahu berapa jumlah yang bisa Anda kumpulkan di akhir bulan. Misalnya, Anda belanja barang senilai Rp.15.000,- dengan menggunakan lembaran uang Rp.50.000,-. Berarti, Anda akan punya kembalian sebesar Rp.35.000,-, yang terdiri atas selembar dua puluh ribu dan tiga lembar lima ribu.Nah, celengin deh uang dua puluh ribu Anda. Anda toh sudah menetapkan tekadsebelumnya untuk tidak memakai lembaran dua puluh ribu itu, kan?

Sekarang, untuk membentuk aset dan bisa menjadi kaya, apakah semuanya harusbergantung pada kemampuan Anda dalam menyisihkan penghasilan? Sebenarnya, adalagi yang menentukan, yaitu seberapa bergunanya harta yang sudah Anda kumpulkan dan miliki sepanjang hidup Anda.

Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif

Yang harus Anda lakukan adalah memiliki sebanyak mungkin Harta Produktif. Bahkan, inilah langkah pertama yang harus Anda lakukan setelah mendapatkan gaji: menyisihkan sebagian untuk dibelikan Harta Produktif. Jangan mengira Harta Produktif itu sesuatu yang sangat mahal dan hanya bisa dimiliki dengan uang sangat banyak. Jangan lupa, produk tabungan di bank pun tergolong Harta Produktif kalau Anda memakainya untuk investasi dan tidak pernah diambil, biarpun pada saat ini bunganya kecil. Apa saja yang bisa yang digolongkan Harta Produktif atau harta yang bisa memberikan penghasilan untuk Anda? Prinsipnya, hanya ada empat kelompok besar Harta produktif yang bisa Anda miliki.

a. Produk Investasi

Produk investasi adalah salah satu jenis harta yang bisa memberikan penghasilan kepada Anda, baik penghasilan rutin maupun penghasilan yang hanya sesekali atau bahkan hanya sekali saja. Produk investasi yang bisa memberikan penghasilan rutin biasanya berbentuk Produk Investasi Pendapatan Tetap. Produk ini biasanya memberikan bunga dan jumlah nominal uang yang investasikan tidak akan berkurang. Contohnya, deposito di bank.

Selain Produk Investasi Pendapatan Tetap, jenis produk investasi kedua adalah produk investasi yang memberikan keuntungan dari pertumbuhan, di mana penghasilan yang Anda dapatkan bukan berasal dari bunga, tapi dari pertumbuhan nilainya. Artinya, penghasilan yang Anda peroleh dari harta tersebut baru bisa Anda dapatkan kalau Anda menjualnya. Jadi, penghasilan yang Anda dapatkan cuma sekali. Contohnya reksadana, emas, saham, tanah, produk-produk investasi yang sifatnya jual beli.

b. Bisnis

Bisnis adalah salah satu Harta Produktif yang bisa Anda miliki. Masalahnya sekarang, ada banyak orang bisa menyisihkan gaji untuk modal bisnis, tapi masih saja takut memulai. Saran saya sederhana: mulai saja. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan kecuali Anda memulainya. Anda mempunyai kendala waktu? Ya, jangan lakukan saat jam kerja. Banyak orang bisa memulai bisnis dengan berpartner atau menyerahkan pengelolaannya kepada orang lain. Orang lain itulah yang menjalankan bisnisnya, sementara orang yang mempunyai modal bisa tetap mencurahkan waktu untuk pekerjaannya. Sekali lagi, ini memang bukan pekerjaan gampang, tapi Anda tidak akan tahu kalau tidak mencoba.

c. Harta yang Disewakan

Sebuah Harta Konsumtif, bila Anda menyewakannya dan bisa mendapatkan uang dari situ, maka bisa disebut Harta Produktif. Harta apa saja yang bisa Anda sewakan? Banyak. Sebuah rumah bisa disewakan kepada keluarga muda yang belum mampu membeli rumah sendiri. Mobil Kijang Anda bisa disewakan kepada tamu hotel yang ingin melakukan perjalanan dalam kota dan membutuhkan transportasi.

Apa yang bisa Anda lakukan sekarang dengan gaji Anda adalah mencoba menyisihkannya sedikit demi sedikit agar dapat memiliki harta yang kelak bisa Anda sewakan. Bahkan, kalau mau, jika beberapa dari harta tersebut sudah Anda miliki di rumah dan kebetulan tidak terlalu sering dipakai, Anda bisa menyewakannya.

d. Barang Ciptaan

Barang Ciptaan adalah salah satu Harta Produktif yang bisa Anda buat sendiri. Banyak orang bisa membuat sesuatu, memproduksinya secara massal (entah dengan modal sendiri atau modal orang lain), menjualnya dan mendapatkan royalti. Royalti adalah penghasilan yang umumnya diterima terus-menerus dari penjualan barang atau sesuatu yang sifatnya ciptaan.  Contoh sederhana Barang Ciptaan adalah buku yang sedang Anda baca sekarang. Saya menulis buku ini selama beberapa minggu, kemudian saya datang ke

penerbit. Penerbitlah yang akan memproduksinya secara massal dengan uang mereka. Sebagai pengarang, saya akan menerima royalti yang besarnya sekian persen dari setiap buku yang terjual. Artinya, begitu Anda membeli buku ini, Saatnya Anda berpikir dan menciptakan sendiri Barang Ciptaan yang tepat untuk

Anda. Prinsip-prinsipnya, Barang Ciptaan umumnya dibuat dengan keahlian tertentu dan biasanya hanya membutuhkan sedikit dari gaji Anda tiap bulan.

Atur Pengeluaran Anda

1. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Kalau dua keluarga memiliki penghasilan kurang lebih sama, usia sama, semua profilnya sama, tapi yang satu selalu bisa hidup berkecukupan sementara keluarga yang satu lagi tidak, biasanya keadaan ini disebabkan oleh perbedaan keinginan. Sekali lagi, perbedaan keinginan, bukan perbedaan kebutuhan. Ya, kebutuhan dua keluarga tersebut kurang lebih sama. Sembako, transportasi, telepon, pulsa HP, dan seterusnya, pasti sama. Perbedaannya adalah keinginan. Keluarga yang satu mungkin memiliki keinginan yang tidak ada batasnya, sementara keluarga yag satu lagi tidak. Bisa juga dua keluarga tersebut memiliki keinginan yang sama banyaknya, tapi keluarga yang satu bisa mengendalikannya sehingga bisa memiliki tabungan dan deposito. Sebaliknya, keluarga yang satunya lagi tidak bisa mengendalikan keinginan sehingga tidak bisa memiliki tabungan dan deposito.

Apa beda kebutuhan dan keinginan?

Dari segi bahasa, “butuh adalah kata sifat yang menunjukkan bahwa Anda memang harus melakukan satu hal (apa pun itu) karena memang di-“butuh”-kan. Misalnya, membayar ini atau membayar itu yang memang menjadi kebutuhan. Sebaliknya, “ingin” menunjukkan bahwa tindakan yang Anda lakukan lebih karena Anda memang meng-“ingin”-kannya. Pada kenyataannya, “butuh” dan “ingin” juga memiliki perbedaan-perbedaan lain yang sering kali tidak kita sadari sehingga kita sering melanggarnya. Pertama, “butuh” adalah satu hal yang harus kita prioritaskan, sementara “ingin” bisa

dilakukan dilakukan setelah yang “butuh” terpenuhi. Namun faktanya, kebanyakan kita sering kali memakai gaji untuk hal-hal yang memang kita “inginkan” terlebih dahulu sebelum membeli hal-hal yang kita “butuhkan”. Jadi, pantas saja banyak orang yang sudah kehabisan uang bahkan sebelum mereka membeli kebutuhan-kebutuhannya. Ini terjadi karena mereka mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.

Kedua, “butuh” umumnya ada batasnya, tapi “ingin” biasanya tidak. Kebutuhan membeli sembako, membayar transportasi, pulsa HP, pasti ada batasan rupiahnya, jumlahnya pasti segitu-gitu saja. Akan tetapi, “ingin”, biasanya tidak ada batasnya. Apa pun yang Anda lihat di toko atau mal saat ini bisa jadi Anda inginkan. Bahkan setiap kali Anda datang ke toko atau ke mal, setiap kali itu juga biasanya keinginan Anda untuk membeli jadi besar. Tidak ada jaminan bahwa keinginan Anda csetiap bulan akan terus sama jumlahnya kalau dilihat dari rupiahnya. Bisa jadi lebih besar pada bulan tertentu, menurun di bulan depannya, tapi meningkat dua kali dibanding bulan pertama pada bulan ketiga. Jadi, kenapa gaji Anda sering kali habis?

Pada beberapa kasus adalah karena kita, selain mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, juga memiliki keinginan tidak terbatas. Padahal, kalau hanya difokuskan pada kebutuhan, biasanya gaji Anda cukup.

Ketiga, “butuh” biasanya tidak selalu Anda “inginkan” dan “ingin” biasanya tidak selalu Anda “butuhkan”. Apa pun yang Anda beli karena Anda butuhkan seperti sembako, pulsa HP, membayar telepon, listrik, dan seterusnya tidak selalu Anda inginkan. Beberapa di antaranya bahkan tidak Anda inginkan sama sekali, tapi karena Anda butuh, ya Anda beli. Sebaliknya, barang-barang yang Anda beli karena memang “ingin”, kadang-kadang tidak selalu Anda butuhkan, tapi toh Anda beli juga karena memang Anda ingin.

2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu.

Biaya Hidup adalah semua pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan agar Anda, keluarga Anda, serta rumah Anda bisa tetap hidup. Contohnya sembako (agar Anda dan keluarga bisa tetap hidup), telepon, listrik, dan air (agar rumah Anda bisa tetap hidup), SPP anak dan semacam itu (agar anak Anda bisa menjalani hidupnya), dan seterusnya.

Cicilan Utang adalah semua pos pembayaran utang yang biasa Anda lakukan setiap bulan, seperti pembayaran cicilan rumah, cicilan kendaraan, cicilan kartu kredit, dan seterusnya.

Premi Asuransi adalah semua pengeluaran yang Anda lakukan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran asuransi Anda, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian.

Jadi, urutan prioritas yang saya sarankan ialah Cicilan Utang, kemudian Premi Asuransi, dan terakhir Biaya Hidup.

3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran

Cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran, lakukan satu kata yang sudah sering kita dengar selama hidup kita. Apa itu? Penghematan.

Selama bertahun-tahun, saya mempunyai pemahaman yang salah dengan kata “berhemat”. Kenapa? Buat saya, berhemat sering kali identik dengan hidup menderita.

Beberapa tahun terakhir, saya baru menyadari bahwa pemahaman saya terhadap kata “hemat” tenyata nggak benar. Hemat, adalah mencari cara agar Anda bisa mengeluarkan uang yang lebih sedikit untuk bisa mencapai tujuan yang sama. Penghematan bisa juga Anda lakukan dengan mencari alternatif lain, yang bisa memberikan harga lebih murah. Jadi, Dari sinilah saya lalu membuat kalimat sederhana yang sering saya munculkan ketika saya seminar: “Ketika Anda berhemat, berhematlah secara kreatif, bukan menderita …”. Jadi, berhematlah. Dengan mengetahui cara berhemat, Anda bisa mengetahui dan mencari tip mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.

Hati-hati dengan Utang

Tahukah Anda perbedaan ngutang dan nabung?

Menabung berarti bersusah-susah dulu, bersantai-santai kemudian. Artinya, Anda bekerja keras di depan, setelah itu merasakan nikmatnya di belakang. Kalau ngutang, berarti Anda bersantai-santai dulu, baru merasakan susahnya di belakang. Sekali lagi, nabung berarti Anda bekerja keras dulu, baru mendapatkan nikmatnya di belakang, sedangkan ngutang berarti Anda menikmati nikmatnya di depan, setelah itu melakukan kerja keras.

Kebanyakan orang Indonesia lebih senang ngutang daripada nabung.

“Ketahui Kapan Boleh Berutang dan Kapan Tidak ….”

A. Kapan BOLEH Berutang

1. Ketika utang itu akan digunakan untuk sesuatu yang produktif.

Misalnya, untuk bisnis. Bisnis jelas produktif, biarpun hasilnya kadang tidak selalu bisa langsung dinikmati. Harapannya hasil bisnis bisa lebih besar dibandingkan dengan bunga dan cicilan yang Anda bayar.

2. Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik.

Contohnya, rumah. Rumah adalah tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya.

Nilai bangunan biasanya akan menurun dalam jangka waktu 10─15 tahun. Sebaliknya, nilai tanah justru akan naik dari tahun ke tahun. Bahkan, kenaikan harga tanah ini sering kali jauh lebih besar daripada penurunan nilai bangunan.

3. Ketika Anda tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan, walaupun nilai barang itu menurun.

Misalnya, barang elektronik. Kulkas deh. Kulkas nilainya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi, barang ini penting dan pembeliannya sering kali tidak bisa ditunda. Bahasa kerennya: urgent. Nah, kalau tidak punya uang tunai yang cukup untuk membelinya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas utang yang ada di sekitar Anda.

B. Kapan Sebaiknya TIDAK Berutang

Ketika barang yang Anda beli nilainya menurun dan Anda punya uang untuk membelinya secara tunai.

Kembali ke contoh kulkas yang urgent itu. Kalau Anda memiliki uang tunai, lebih baik beli cash. Kenapa? Membeli secara kredit akan lebih mahal dibanding kalau Anda membeli secara tunai. Bagaimana dengan rumah? Apa harus tunai juga? Memang, membeli rumah secara tunai akan lebih murah. Akan tetapi, khusus untuk rumah, tidak apa-apa kalau Anda membelinya secara kredit. Berbeda dengan kendaraan atau barang elektronik yang nilainya menurun, nilai rumah biasanya naik sehingga kalaupun Anda membayar lebih mahal dalam bentuk pembelian secara kredit, toh persentase kenaikan nilai rumah Anda biasanya lebih besar daripada persentase suku bunga KPR.

C. Buat Anda yang ingin Mengambil Utang

Berikut sejumlah tip bila Anda ingin membeli sesuatu dengan cara berutang.

1. Pilih dengan siapa Anda berutang

Ketika ingin berutang atau membeli sesuatu dengan cara kredit, pikiran kita sering kali lebih terfokus pada bagaimana caranya agar permohonan utang kita disetujui. Kadang-kadang hanya agar permohonan itu disetujui, kita melakukan kebohongan-kebohongan kecil, seperti jumlah penghasilan, lama bekerja, atau halhal semacam itu. Padahal, kita sering kali lupa bahwa ada perjuangan baru yang harus dilakukan segera setelah mendapatkan utangan itu, yaitu bagaimana cara kita untuk bisa membayarnya kembali.

Banyak orang yang kadang-kadang tidak bisa lancar saat membayar kembali utang-utangnya. Penyebabnya macam-macam, bisa karena jumlah cicilannya yang terlalu besar dan tidak sebanding dengan penghasilannya yang kecil, bisa karena penghasilannya tiba-tiba harus hilang karena di-PHK, dan seterusnya.

Nah, repotnya, pihak Anda utangi sering kali tidak mau tahu problem Anda. Mereka ingin utang-utang yang mereka berikan dibayar. Bahkan, tidak semua pihak yang Anda utangi itu bisa bernegosiasi, dan juga bahkan terlalu sulit untuk menegosiasikan perpanjangan masa pengembaliannya  Oleh karena itu, tip dari saya untuk Anda ketika ingin berutang atau membeli sesuatu secara kredit: pilihlah pada siapa Anda ingin berutang atau membeli sesuatu secara kredit. Carilah pihak yang yang bisa fleksibel bernegosiasi kalau Anda sedang tidak mampu membayar (padahal Anda benar bermaksud ingin membayar).

Siapa saja pihak-pihak yang sulit diajak bernegosiasi dan siapa pula yang fleksibel? Berikut urutan-urutannya; mulai dari pihak yang sulit diajak bernegosiasi sampai pihak yang paling fleksibel.

a. Rentenir

b. Perusahaan Pembiayaan (leasing & leaseback)

c. Bank

d. Pegadaian

e. Kantor atau Koperasi Kantor

f. Teman atau Saudara

g. Orang Tua atau Mertua

h. Pasangan

Jadi, ingatlah, dengan siapa Anda berutang akan menentukan bagaimana “nasib” keuangan Anda bila kelak Anda sedang tidak bisa membayar kembali utang-utang Anda.

2. Ambil cicilan utang yang sesuai dengan penghasilan Anda.

Bukan satu dua kali saya mendengar bahwa hanya karena ingin mendapatkan utangan, seseorang menyanggupi jumlah cicilan yang besar. Mungkin orang itu lupa bahwa jumlah cicilan yang besar sering kali bisa memberatkan keuangannya sendiri. Usahakan total cicilan utang Anda hanya mencapai 30% dari penghasilan Anda.

Kenapa sih harus memakai aturan 30%? Kalau Anda menggunakan sekitar─katakan─60% dari penghasilan bulan Anda hanya untuk membayar cicilan, utang Anda memang akan cepat habis, tapi Anda tidak bisa membayar semua pengeluaran Anda yang lain. Akibatnya, kalau kebutuhan di rumah tidak bisa terpenuhi, konsentrasi kerja Anda terganggu. Bayangin aja, gaji lumayan, tapi Anda tidak bisa menikmatinya karena sebagian besar digunakan untuk membayar cicilan.

3. Perhatikan prosedur pembayaran utang Anda

Pernahkah Anda melihat orang yang sering kesulitan membayar cicilan utang? Bukan karena orang itu tidak sanggup membayar, bukan juga karena cicilan utangnya jauh melebihi aturan kita yang 30% dari penghasilan. Jadi, lebih pada prosedur pembayarannya. Anggap saja Anda mendapat gaji sekitar tanggal 25 setiap bulan. Anda kebetulan mempunyai utang yang cicilannya wajib dibayar setiap tanggal 20. Katakan saja pada periode tanggal 15─20 setiap bulan. Kira-kira, apa yang akan terjadi? Banyak orang bukannya membayar cicilan tersebut, tapi keburu menghabiskan uangnya untuk dibelanjakan. Kalau dapat gaji tanggal 25, sementara bayar utangnya tanggal 15─20 bulan depannya, wajar saja kalau Anda tergoda untuk memakainya terlebih dahulu. Akhirnya, uang Anda habis. Jadi, kalau gaji Anda didapat setiap tanggal 25, kenapa Anda tidak mencoba “menawar” agar periode pembayaran utang itu bisa diubah ke tanggal 27─30? Atau 1─5? Ingat, keterlambatan pembayaran utang sering berakibat denda yang sebenarnya tidak perlu.

D. Buat Anda yang Sudah Memiliki Utang.

Bagaimana kalau pada saat ini Anda sudah terlanjur memiliki utang? Banyak di antara karyawan yang memiliki utang, malah terpuruk dengan utang-utang tersebut. Suatu kali, saya pernah melihat sebuah iklan teve yang menggambarkan tentang bagaimana seorang karyawan yang bekerja dengan sangat baik di kantornya dan memiliki gaji cukup baik, tapi gara-gara utangnya banyak, ia hampir menghabiskan seluruh gajinya untuk membayar utang. Dengan demikian, ia tidak sempat lagi merasakan besarnya gaji yang ia peroleh.  Nah, kalau Anda tidak ingin seperti orang yang ada di iklan itu, bagaimana kalau Anda simak tip-tip berikut

1. Tinjau kembali kemampuan Anda dalam membayar cicilan

Total cicilan utang Anda sebaiknya tidak lebih dari 30% penghasilan Anda. Namun, bagaimana kalau setelah dihitung-hitung, total cicilan Anda mencapai 50% dari penghasilan Anda? Coba ubah ke 30%. Bagaimana caranya? Negosiasi. Misalnya saja, penghasilan Anda per bulan mencapai Rp.3,5 juta. Kebetulan Anda memiliki tiga utang sebagai berikut:

a. Motor, sebesar Rp.300 ribu per bulan, dibayar ke sebuah perusahaan leasing.

b. Rumah, sebesar Rp.500 ribu per bulan, dibayar ke bank.

c. Uang tunai, sebesar Rp.600 ribu per bulan, dibayar ke seorang teman yang

pernah berbaik hati meminjamkan uang. Total cicilan Rp.1.400.000,- per bulan. Berarti, sama dengan 40% dari penghasilan Anda. Jadikan total cicilan Anda 30% saja dari penghasilan Anda. Dalam hitungan saya, ini berarti sama dengan Rp.1.050.000,- per bulan. Bagaimana caranya? Lakukan negosiasi kepada salah satu di antara pemberi utang, dan minta agar jumlah cicilannya bisa dikurangi. Diharapkan total cicilan Anda bisa hanya sekitar 30% dari penghasilan atau berkurang sebesar Rp.350 ribu per bulan. Siapakah yang bisa dinegosiasi? Di antara ketiga pihak (leasing, bank, dan teman), yang paling fleksibel adalah teman. Jadi, cobalah datang ke teman Anda, siapa tahu Anda bisa melakukan negosiasi dengan mengubah cicilan yang tadinya Rp.600 ribu per bulan menjadi hanya Rp.250 ribu per bulan. Konsekuensinya, paling-paling Anda harus bersedia memperpanjang jangka waktu pembayaran. Nggak apa-apa, yang penting cicilan tersebut tidak memberatkan Anda setiap bulan.

2. Jalin hubungan dengan si pemberi utang.

Jalinlah hubungan dengan si pemberi utang untuk memudahkan Anda agar bisa melakukan negosiasi apabila kelak Anda bermasalah dengan pembayaran utang Anda.”

Menjalin hubungan dengan banyak orang bisa sangat banyak berguna untuk pekerjaan dan usaha kita. Selain itu, menjalin hubungan bisa sangat bermanfaat kalau suatu saat Anda mengalami kesulitan membayar utang. Hubungan yang erat dengan si pemberi utang kadang-kadang memang bisa membantu dalam memudahkan negosiasi kalau kelak Anda sedang tidak bisa membayar utang. Ini memang tidak selalu mudah dilakukan, tapi cobalah sekalisekali mengajak pemberi kredit Anda di bank untuk makan bersama. Atau, kalau Anda meminjam dari teman, sering-seringlah melakukan kegiatan bersama denganmya kalau waktu Anda memang senggang. Bayangkan kalau Anda tidak menjalin hubungan!

3. Kadang-kadang, tidak apa-apa melakukan gali lubang tutup lubang

Maksud saya, kalau kita sedang mempunyai utang dan sudah waktunya membayar kembali, kadang-kadang kita tergoda untuk meminjam fresh money dari pihak lain untuk menutup utang yang lama. Nah, ketika sudah waktunya membayar kembali, kadang kita tergoda juga untuk mengambil utangan baru guna menutup utang lama. Begitu seterusnya. Inilah yang disebut gali lubang tutup lubang. Gali lubang tutup lubang bisa dilakukan dengan kondisi berikut.

a. Bunga dari Pihak Baru yang Anda ambil utangannya (jauh) lebih kecil daripada Pihak Lama yang Anda utangi. Sebagai contoh, Anda berutang ke teman sebesar Rp.5 juta dengan bunga 2% sebulan. Tidak apa-apa kalau Anda mengambil utang baru untuk menutup utang lama kalau memang bunganya hanya 1% sebulan.

b. Terjadi perpindahan kreditor, dari yang “kaku untuk dinegosiasikan” ke menjadi pihak yang “lebih fleksibel untuk dinegosiasikan”. Contohnya, Anda meminjam uang ke orang tua untuk membayar utang-utang Anda ke bank. Orang tua jelas lebih fleksibel daripada bank kalau Anda sedang tidak bisa membayar utang-utang Anda.

c. Sudah waktunya Anda membayar utang tapi Anda tidak mempunyai uang sama sekali, dan bila tidak dibayar, Anda akan kena denda yang cukup besar. Nah, boleh deh Anda melakukan gali lubang tutup lubang sepanjang utang yang baru tersebut kelak tidak dibayar lagi dari lubang yang baru. Jangan sampai Anda terus-menerus gali lubang tutup lubang dalam membayar utangutang hanya gara-gara tidak mempunyai uang. Cukup sekali saja!

Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa yang Akan Datang

Anda pasti pernah mendengar nama PT Pegadaian. Pegadaian adalah salah satu tempat yang bisa menerima barang yang Anda gadaikan. Arti gadai disini adalah Anda bisa “menjaminkan” barang Anda dan mendapatkan pinjaman uang yang besarnya mungkin sekitar 70─80% dari nilai barang yang Anda gadaikan. Setelah satu waktu tertentu, Anda diberi hak menebus kembali barang yang Anda gadaikan. Tentunya setelah ditambah bunga. Salah satu masa puncak yang dialami pegadaian setiap tahunnya adalah ketika akan memasuki tahun ajaran baru di sekolah. Artinya, setiap menjelang tahun ajaran baru yang biasanya jatuh di bulan Juni atau Juli. Nah, pada bulan Mei, pegadaian sudahramai dikunjungi orang yang ingin menggadaikan barang. Ini karena setiap kali memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua yang tidak memiliki dana cukup untuk biaya pendidikan yang biasanya harus dibayar─kalau bisa─jauh sebelum si anak masuk sekolah. Padahal, itu terjadi bukan karena Anda “tidak punya” uang, tapi karena Anda “tidak mempersiapkan”-nya.

Ada empat alasan mengapa orang tidak mempersiapkan dana sejak sekarang untuk membayar pos-pos pengeluaran yang penting di masa depan.

1. Merasa belum urgent, toh masih lama.

Banyak orang tidak mau mempersiapkan dana sejak sekarang untuk semua pengeluarannya di masa depan hanya karena merasa belum urgent. Toh masih lama, katanya. Contohnya, anak Anda sekarang masih berusia 5 tahun. Anda merasa belum perlu mempersiapkan dana untuk si anak agar bisa masuk kuliah di usia 17 tahun nanti. Toh masi 12 tahun lagi. Justru karena masih memiliki kesempatan 12 tahun lagi, Anda bisa menyisihkan uang sedikit-sedikit saja dari sekarang. Sekadar info, kalau Anda terlambat menpersiapkan dana kuliah dan baru mempersiapkannya ketika si anak berusia 14 tahun, Anda akan merasa jauh lebih berat. Waktu Anda untuk mempersiapkannya bukan 12 tahun lagi, tapi hanya tiga tahun.

Jadi, tidak ada waktu yang terlalu dini untuk mempersiapkannya. Dalam mempersiapkan dana untuk masa depan, time is your ally … waktu adalah sekutu. Artinya, semakin lama waktu yang Anda miliki, semakin ringan beban Anda untuk mempersiapkannya dari sekarang.

2. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang sudah punya cukup dana.

Dalam sebuah seminar di Bandung, ketika saya memberikan kesempatan kepada peserta untuk saling sharing, ada seorang peserta wanita yang maju ke depan. Sambil memegang mik, dengan antusias ia mulai bercerita ….

“Pak Safir, saya pengusaha dengan dua anak. Beberapa tahun lalu, saya sempat meremehkan arti sebuah persiapan. Waktu anak pertama saya masuk SD, saya bisa membayar biaya pendidikannya dari dana yang saya miliki. Maklumlah, Pak, bisnis saya waktu itu lagi bagus-bagusnya ….”

Hmm, boleh juga … pikir saya.

Ia melanjutkan. “Lantas, ada teman yang menawari saya untuk mengambil asuransi pendidikan untuk anak kedua saya. Saya pikir, aah … buat apa sih ambil asuransi. Toh dana saya untuk membayar sekolah anak kedua pasti cukup nanti. Apalagi saya pengusaha. Nggak mungkin nggak cukup. Tapi, karena kasihan pada teman saya yang bolak-balik terus menawari saya, saya akhirnya mengambil asuransi pendidikan itu.”

Peserta seminar kelihatan mulai tertarik dengan ceritanya. Mereka menunggu klimaks apa yang akan ia berikan pada akhir cerita.

“Tapi Pak Safir, tahu nggak, ketika anak saya yang kedua akan masuk SD, bisnis saya mengalami krisis. Toko yang saya buka sejak lama dan sangat laris dengan sangat terpaksa saya tutup karena digusur oleh pemilik gedung. Walaupun saya punya pemasukan dari bisnis saya yang lain, tapi toko itulah yang memberikan pemasukan terbesar buat saya. Akhirnya, asuransi pendidikan yang saya ambil itulah yang justru menyelamatkan sekolah anak saya. Padahal asuransi pendidikan itu saya ambil hanya karena kasihan … eh, ketika toko saya ditutup, malah saya yang harus dikasihani. Untung ada asuransi pendidikan itu.” Intinya, jangan terlena dengan kekayaan atau dana besar yang Anda punyai sekarang. Bagaimana pun, itu bukan jaminan bahwa Anda bisa membayar pengeluaran-pengeluaran di masa depan. Jaminan Anda adalah berapa banyak darikekayaan yang Anda sekarang yang Anda sisihkan untuk pengeluaran di masa depan.

3. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang penghasilan saya sudah cukup besar.

Dengan penghasilan besar yang didapat sekarang, kebanyakan orang berpikir bahwa dalam lima tahun mereka pasti akan memiliki penghasilan yang lebih besar lagi. Nah, karena ada penghasilan yang lebih besar dalam lima tahun mendatang, pasti rumah itu bisa kebeli. Belum tentu! Penghasilan besar Anda sekarang bukan jaminan bahwa Anda akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi pada beberapa tahun mendatang. PHK, resesi ekonomi, pengambilalihan perusahaan, bahkan pengurangan pegawaibesar-besaran, bisa membuat penghasilan Anda yang besar sekarang menjadi stagnan atau lebih kecil dibanding sebelumnya. Bahkan, kalaupun betul penghasilan Anda naik terus, jangan lupa bahwa kenaikan harga barang dan jasa sering kali malah lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan gaji Anda. Kalau gaji Anda hanya naik 10% per tahun, harga barang dan jasa ─termasuk harga-harga dari pos-pos pengeluaran Anda di masa depan─bisa jadi naik hingga 20% per tahun.

Jadi, jangan andalkan penghasilan besar Anda sekarang karena itu bukan jaminan bahwa Anda bisa mempersiapkan dana untuk pos-pos di masa depan. Lebih aman, sisihkan deh dari sekarang.

4. Pasrah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, toh nanti uangnya pasti akan datang sendiri.

“Jangan pernah memiliki prinsip membiarkan hidup mengalir bagaikan air. Anda punya pos-pos pengeluaran di masa depan yang dananya harus dipersiapkan sejak sekarang.” Ini alasan paling “antik” yang sudah sering saya dengar. Ratusan kali saya mendengar kata-kata seperti ini: “Persiapan? Aaah, gak usahlah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, nanti juga uangnya pasti ada …. Saya kan selalu beruntung ….”

Air memang mengalir, tapi Anda ‘kan bukan air. Anda manusia yang mempunyai hak untuk menentukan ke mana Anda dan keluarga yang Anda bawa akan “mengalir”.

Ratusan kali pula saya melihat “orang-orang air” ini menyesal ketika waktunya tiba. Di usia 40 atau 50 misalnya, mereka tidak bisa pergi haji seperti yang mereka inginkan, tidak bisa pensiun sesuai dengan standar yang mereka mau, tidak bisa liburan dengan keluarga ke tempat-tempat yang mereka impikan sejak dulu, danyang paling nyesek, mereka sadar bahwa umur mereka tidak bisa diulang agar mereka bisa memperbaiki kesalahan mereka. Jangan heran kalau saya tahu ceritacerita seperti itu karena banyak di antara mereka yang akhirnya jadi klien di kantor saya.

A.Pos-pos Pengeluaran di Masa Depan yang Umumnya Harus Dipersiapkan Sejak Sekarang

1. Pendidikan Anak

Asuransi pendidikan, misalnya, adalah produk persiapan dana pendidikan yang paling popular saat ini di Indonesia. Selain asuransi pendidikan, pilihan lain yang juga mulai populer ialah tabungan pendidikan. Pada tabungan pendidikan, Anda seperti membuka tabungan biasa, tapi uang Anda dikunci. Nanti ketika anak Anda masuk TK, SD, SMP, dan seterusnya, tabungan Anda baru bisa diambil. Kalau Anda menyisihkan uang untuk biaya pendidikan dari penghasilan Anda, semetara penghasilan Anda didapat dari bekerja secara fisik, Anda harus mempertimbangkan untuk mengambil proteksi, seperti asuransi, agar bisa berjaga-aga kalau terjadi risiko kematian. Ingat, kalau Anda meninggal, penghasilan Anda pasti akan berhenti. Kalau penghasilan Anda berhenti, siapa yang akan eneruskan tabungan Anda? Dengan mengambil proteksi berupa asuransi, entah yang berdiri sendiri atau langsung dalam bentuk asuransi pendidikan atau asuransi pada tabungan pendidikan, risiko hilangnya penghasilan karena kematian bisa iantisipasi.

2. Pensiun

Pensiun adalah salah satu pos yang juga harus dipersiapkan supaya kelak Anda bisa hidup dengan standar yang Anda inginkan. Hal pertama yang harus diperhatikan ialah sumber penghasilan macam apa yang Anda inginkan ketika pensiun? Apakah cukup hanya dari jamsostek (hmm nggak begitu cukup kaliya), penghasilan pensiun bulanan dari kantor (paling hanya 70% dari gaji terakhir), atau dana pensiun lump sum (sekali bayar) yang diberikan di akhir masakerja Anda?

Bagaimana kalau Anda memcoba mempertimbangkan alternatif sumber lain untuk mmpersiapkan masa pensiun? Pertama-tama, Anda bisa mengikuti Program pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan mengambil hasil ananya pada usia yang bisa Anda pilih sendiri. Katakan saja di usia 55 tahun. ada DPLK, Anda menyetor uang setiap bulan yang diambil dari gaji Anda, kemudian uang itu akan diputar oleh Manajer Investasi yang bekerja Perusahaan DPLK Anda.

Alternatif lain ialah melakukan investasi sendiri dan menikmati hasilnya ketika pensiun. Jadi, Anda tidak perlu lagi menyetor ke Perusahaan DPLK karena di sini Andalah yang akan memutar serta menginvestasikan sendiri dana Anda setiap bulan yang diambil secara rutin dari gaji Anda. Kalau ingin melakukan cara ini, pastikan Anda menguasai dan mau belajar tentang kiat yang baik dalam investasi. Alternatif lain yang banyak juga dipilih orang untuk masa pensiun ialah membuka bisnis sejak sekarang. Ketika Anda pensiun, diharapkan bisnis itu sudah berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dinikmati dan digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran di masa pensiun. Memang tidak gampang membuka bisnis sendiri. Perlu mental yang cukup baik untuk bisa berhasil. Kalau Anda merasa belum mempunyai mental yang cukup baik, saya rasa tidak ada salahnya Anda memulai dari sekarang. Mumpung pensiun Anda masih jauh. Anda pun memiliki kesempatan untuk jatuh bangun terlebih dahulu di bisnis tersebut.

3. Properti dan kepemilikan lain

Tanah, rumah, dan kendaraan kadang-kadang menjadi tujuan di masa datang yang harus disiapkan. Bila tujuan ini merupakan salah satu pos pengeluaran di masadatang yang juga menjadi keinginan Anda, ada dua alternatif dalam mempersiapkannya.

Pertama, dengan menabung sendiri. Dengan gaji saat ini, Anda bisa menabung sedikit demi sedikit supaya bisa membeli properti itu dalam beberapa tahun mendatang.

Anda bisa menggunakan alternatif kedua memanfaatkan fasilitas pinjaman. Fasilitas pinjaman dari siapa? Pertama-tama bisa dari bank. Pada saat ini hampirsemua bank memberikan fasilitas pinjaman untuk pembelian rumah ataukendaraan yang bisa Anda manfaatkan.

4. Bisnis

Beberapa di antara Anda yang sekarang bekerja sebagai karyawan pasti pernah berpikir untuk membuka bisnis sendiri. Namun, dikarenakan alasan klise: modal,akhirnya bisnis tersebut nggak jadi dibuka.Padahal, membuka bisnis sendiri, selama tidak mengganggu waktu kerja atautidak berada di bidang yang sama dengan perusahaan tempat bekerja sekarang,sering kali menjadi impian banyak karyawan. Cuma ya itu, mentok-mentoknya

masalah modal.

Apakah bisnis Anda nggak bisa jalan karena alasan modal? Jangan lupa, bila Anda pada saat ini bekerja sebagai karyawan, bisnis yang Anda buka sekarang pasti skalanya masih sangat kecil. Dengan skala yang sangat kecil, apakah modal yangdibutuhkan harus betul-betul besar? Cobalah hitung lagi berapa sebenarnya modaluang yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis, siapa tahu bisa lebih kecil.

Pertanyaannya, dari mana modalnya? Lebih baik dari menabung sendiri. Boleh saja Anda langsung meminjam uanguntuk membuka bisnis Anda sekarang. Saran saya, pinjamlah kalau memang Andabetul-betul kepepet. Kalau tidak, saya menyarankan Anda untuk menabungsendiri. Jangan lupa, kalau Anda meminjam, toh Anda harus mengembalikannyajuga. Sama seperti menabung sendiri, kan?

5. Liburan dan perjalanan ibadah

Liburan dan perjalanan ibadah juga merupakan tujuan di masa datang yang seringkali diinginkan banyak keluarga. Jangan lupa, liburan dan perjalanan ibadah juga membutuhkan dana yang cukup besar.

Bagaimana dengan liburan? Ini juga bisa besar. Jangan lupa, biaya liburanbiasanya sangat bergantung pada lima hal: transportasi, akomodasi, makan danminum, rekreasi di objek wisata, dan oleh-oleh. Semua itu umumnya cukupmahal. Kalau Anda ingin mempersiapkan dananya, pesan saya: jangan terlalumengandalkan utang. Tabung saja uangnya. Saya sering melihat seseorang yangmemutuskan pergi berlibur ke luar negeri dengan memanfaatkan fasilitas utang,entah fasilitas utang di kartu kredit atau dari kantor. 

Miliki Proteksi

Apa yang dimaksud dengan proteksi? Proteksi adalah perlindungan bila terjadi satu risiko pada keluarga Anda. Apa yang dilindungi?Keuangannya!

Risiko-risiko yang Mungkin Terjadi pada Kehidupan Anda

Bayangkan Anda adalah pria berusia 37 tahun, memiliki istri dan tiga orang anakyang masih dibiayai secara bulanan, baik hidupnya maupun sekolahnya. Di rumah,hanya Anda yang bekerja, sementara istri Anda seorang ibu rumah tangga. Simpananuang di keluarga kebetulan tidak banyak-banyak amat, hanya sekitar Rp.32 juta. Andakebetulan juga tidak memiliki produk-produk investasi lain. Ya, ada sih. Bentuknyadeposito sekitar Rp.12 juta, di luar yang Rp.32 juta tadi. Anda bekerja di kantor yangsekarang sudah 10 tahun, dengan penghasilan sekitar Rp.4,7 juta per bulan.Pertanyaannya sederhana:

“Apa yang terjadi kalau Anda meninggal dunia?”

Secara keuangan, sudah jelas, gaji Anda berhenti. Mungkin kantor Anda akan berbaikhati memberikan pesangon, tapi berapa sih pesangonnya? Anggap saja ada pesangonyang jumlahnya enam bulan gaji terakhir. Sekarang, siapa yang akan membiayaihidup orang-orang yang Anda tinggalkan?

“Oh, bisa Pak Safir,” kata Anda, “dari simpanan tadi.”

Keluarga Anda mungkin akan memakai uang pesangon plus mencairkan depositonya.Akan tetapi, sampai kapan uang itu bertahan? Cepat atau lambat pasti habis. Nah,disinilah pentingnya melakukan proteksi sehingga kalau terjadi satu risiko, apapunrisiko itu, orang yang Anda tinggalkan tidak perlu lagi “menderita” secara keuangan.

Risiko lain, Anda sakit. Ada biaya dokter yang harus dibayar. Belum lagi biaya rumah sakit. Nginep di rumah sakit itu mahal. Per malam bisa ratusan ribu. Belum kalau

operasi. Belum obatnya. Bisa puluhan juta!

Kesimpulannya, risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan antara lain adalah:

1. Kematian

2. Kecelakaan

3. Sakit

4. Musibah pada rumah

5. Musibah pada kendaraan

6. Pemutusan Hubungan Kerja

Apa yang bisa Anda Lakukan untuk memproteksi risiko-risiko tersebut? Jawabnya ada tiga, yaitu:

1. Asuransi

Kata asuransi mungkin akan lewat di kepala Anda bila mendengar kata “proteksi”.Ya, kata “proteksi” memang selalu dikaitkan dengan asuransi. Dengan memilikiasuransi, akibat-akibat yang muncul bila terjadi risiko pada keluarga Anda bisadiantisipasi.

Ada tiga jenis jasa asuransi yang umumnya dikenal.

Pertama, Asuransi Jiwa. Dengan asuransi ini, bila terjadi risiko kematian pada diri Anda, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang yang biasa disebut Uang Pertanggungan kepada ahli waris Anda. Uang Pertanggungan inilahyang nanti diharapkan bisa dikelola oleh ahli waris Anda.

Kedua, Asuransi Kesehatan. Asuransi kesehatan adalah program asuransi yangmemberikan penggantian biaya kesehatan yang sifatnya untuk penyembuhan(sekali lagi, penyembuhan, bukan pemeliharaan). Biaya kesehatan itu terbagi atas:

a. Perawatan, dan

b. Penyembuhan Sakit.

Ketiga, Asuransi Kerugian. Asuransi ini biasanya memberikan uangpertanggungan kalau-kalau properti atau barang-barang Anda (seperti rumah ataukendaraan) kena musibah.

2. Dana cadangan

Sebagai seorang karyawan, apakah Anda terus-menerus tidak pernah memilikiuang tunai di rekening tabungan Anda?

Kalau jawabannya IYA, then you’re in a dangerous situation.

Suatu hari saya pernah memberikan pelatihan di sebuah perusahaan yang sangatbesar. Topiknya menarik: Kiat Mengelola Uang Pesangon. Pesertanya, orangorangyang ternyata SUDAH di-PHK, tetapi belum menerima uang pesangon.

Ngomong-ngomong tentang pelatihan untuk orang-orang yang di-PHK, kalau Anda kebetulan orang di divisi HRD, saran saya, jangan mengadakan pelatihanatau seminar Mengelola Uang Pesangon setelah peserta mendapatkan uangpesangonnya. Dijamin nggak bakal banyak yang datang. Kalau mau, berikan pelatihan atau seminar tentang pengelolaan uang pesangon sebelum mereka benarbenarmenerimanya. Biasanya, lebih banyak yang datang!Dalam pelatihan Mengelola Uang Pesangon yang saya berikan, saya menemukanbanyak sekali peserta yang ternyata tidak pernah bisa memiliki uang cukup di

tabungannya. Bukan karena penghasilan mereka tidak besar, tapi masalahnya,tidak banyak di antara mereka yang bisa menyisakan cukup uang di rekeningtabungan. Selalu saja habis. Alasannya macam-macam, terlalu banyak pengeluaranlah, harga-harga naiklah, selalu tekorlah, anaknya banyaklah, dan seterusnya.

Nah, ketika PHK itu datang, paniklah mereka. Kenapa? Oleh karena, ketika PHK,gaji mereka akan berhenti. Selama belum bekerja lagi, mereka mau hidup darimana? Kan nggak ada tabungan? Itulah kenapa ada uang pesangon.Untuk seorang yang mengalami PHK, perusahaan wajib memberikan uangpesangon. Ada undang-undangnya. Namun, apakah hanya karena ada undang-undangnya,perusahaan Anda akan tetap memberikan uang pesangon? Kenyataannya, uang pesangon itu nggak selalu ada. Kebanyakan kasus itu terjadidi perusahaan yang organisasinya tidak besar-besar amat. Banyak perusahaan yang lingkupnya sangat kekeluargaan, yang jumlah orang di organisasinyamungkin hanya sekitar 15 orang bahkan kurang, sering kali menyelesaikanmasalah PHK ini tanpa uang pesangon. Kalaupun ada, mungkin jumlahnya hanyasekitar 2─3 bulan gaji. Alasan tidak adanya (atau kecilnya) uang pesangon inibermacam-macam. Namun, kebanyakan alasannya seragam: kondisi perusahaansedang sakit.

“Miliki dana cadangan untuk membayar pengeluaran-pengeluarankeluarga selama beberapa bulan ke depan kalau-kalauterjadi sesuatu pada sumber penghasilan Anda.”

Jadi, apa yang harus dilakukan? Sederhana sekali: miliki dana cadangan! Gunadana cadangan adalah untuk membayar pengeluaran-pengeluaran Anda selamabelum mendapatkan pekerjaan.Seberapa besar jumlah dana cadangan yang sebaiknya dimiliki? Ya, sebesarpengeluaran keluarga selama beberapa bulan. Anggap saja bila Anda di-PHK,

Anda akan hidup dari dana cadangan untuk beberapa bulan sebelum akhirnyamendapatkan pekerjaan kembali. Berapa jumlahnya? Idealnya sih sekitar 3, 6hingga 12 bulan pengeluaran keluarga Anda Jadi, kalau pengeluaran keluarga Anda saat ini Rp.1 juta per bulan, berarti Anda harus mempunyai dana cadangan sebesar Rp. 3, 6 hingga 12 juta. Anggap saja Rp.6 juta. Ini berarti, kalau Anda di-PHK hari ini juga dan tidak mendapatkan uang pesangon, Anda masih mempunyai uang untuk membayar pengeluaranpengeluarankeluarga selama 6 bulan ke depan walaupun Anda tidak digaji lagi. Jadi, tunggu apa lagi? Miliki dana cadangan sekarang juga! Jangan sampai Anda harus di-PHK dan tidak mendapatkan uang pesangon, Anda sengsara.

3. Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terusmenerus

Sumber penghasilan lain seperti apa yang bisa didapatkan secara terus-menerus? Pertama, tentu saja bisnis. Oleh karena, pada saat masih bekerja, Anda bisa mencari peluang bisnis yang mungkin dapat dijalankan tanpa mengganggu waktu kerja Anda, Memang, untuk awalnya, penghasilan dari sumber itu mungkin nggak besar-besar amat. Akan tetapi, yang penting harapan Anda ‘kan mereka bisa terus-menerus ngasih penghasilan.

Alternatif kedua, kalau Anda menginginkan sumber penghasilan yang bisa memberikan hasil secara terus-menerus, milikilah produk-produk investasi yang bisa memberikan Pendapatan Tetap untuk Anda, seperti deposito yang memberikan pendapatan tetap berupa bunga, atau rumah yang bisa juga memberikan pendapatan tetap berupa uang sewa secara periodik. Fokuskan diri Anda terus-menerus untuk memiliki produk-produk investasi seperti ini sehingga kelak, jumlah pendapatan tetap yang masuk dari investasi ini bisa menyamai pendapatan Anda sekarang.

Kesimpulan

keberhasilan sering kali sangat membutuhkan pengorbanan. Salah satunya, mengubah cara berpikir, dan yang paling penting, bertindak. Nah, kalau Anda ingat, sekali lagi ada lima kiat dalam mengelola gaji agar Anda bisa kaya:

BAB I             : “Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif”

BAB II            : “Atur Pengeluaran Anda”

BAB III          : “Hati-hati dengan Utang”

BAB IV          : “Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa yang Akan Datang”

BAB V            : “Miliki Proteksi”

Selamat mengelola gaji Anda!” Selanjutnya, bila Anda pelan-pelan telah berhasilmenabung dan menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan Anda dalam bentuktabungan, deposito, reksadana, atau dalam bentuk aset-aset lain, mari dengan lantan kita katakan kepada orang-orang di luar sana … “Siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?”

Money games : “Cari untung dengan mudah dan cepat dengan investasi”


Suatu harapan yang sedang trend saat ini lupa kalau semuanya hanya semu. Itu yang terjadi saat ini ketika maraknya penipuan berkedok investasi, bahkan ini menimpa orang pintar yang punya modal dan malas untuk investasi yang untung lama.

Padahal sebenarnya semua orang dituntut bekerja keras dan ini menyangku harta dan secara gamblang dalam al-qur’an sebanyak 25 kali kata Maal (uang) diungkapkan dalam bentuk tunggal dan Anwaal dalam bentuk jamak sebanyak 61 kali (dalam Mu’jam Almufaras oleh Fuad Abdul Faqi) dan harta yang kita cari hal yang baik dan didapatkan dengan cara yang baik pula.

Trend semu dengan kedok investasi kita kenal dengan money game, banyak korban dari mulai orang biasa yang tidak paham bisnis, ataupun para intelektual yang silap mata dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa sampai orang yang secara intelektual memahami bisnis.

DEFINISI

Money game adalah kegiatan penghimpunan dana  masyrakat atau penggnadan uang dengan praktik memberikan komisi, margin atau profit dengan besaran tertnetu kepada investor atau hasil dari pendaftaran mitra usaha yang bergabung kemudian dan bukan dari hasil penjualan produk. Produk yang dijual tersebut hanya sebaai kamuflase atau tidak mempunyai mutu/kualitas dan volume yang dapat di[ertanggungjawabkan. Salah satu daya pikat money game adalah janji-janji mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan usaha yang amat minimal. Investor cukup menanamkan dananya saja kepada pengelola usaha (praktisi money game) dan akan menerima margin rutin secara berkalas ecara tetap, besarannya atraktif dan nyaris tanpa resiko, semacam passive incomes tetapi tidak diperoleh daru suatu usaha bisnis yang benar.

Pada titik tertentu dana akan habis atau tidak cukup untuk member margin yang disepakati, bahkan untuk mengembalikan investasi pokok sekalipun. Hal ini dikarenakan dana tersebut pada dasarnya tidak tumbuh dari perputaran bisnis yang normal, melainkan dari perekrutan anggota atau investor baru. Kemudian dana pokok tersebut digunakan untuk membayar margin investor, membiayai operasional bahkan tentu saja memperkaya pengelola utamanya secara dramatis.

Kalaupun ada perputaran bisnis yang real, volume bisnisnya dan marginnya amat jauh memadai untuk menutupi kewajibannya. Pada saat dana semakin besar terkumpul dan semakin banyak anggota bergabung, namun pada saat yang sama tergerus untuk memenuhi kewajiban margin sekaligus penyimpangan sebagaimana disebut diatas, maka biasanya terjadi krisis likuiditas dan pada puncaknya dana pokok investor macet dan tidak dapat dikembalikan. Kejadian ini berlangusng lama bahakn bertahun-tahun,berjalan dengan manis tanpa ada gejolak. Semakin lama berlangsung, biasanya ledakan kasusnya juga semakin besar dan komplikasi maslah yang ditimbulkan semakin berat.

SEJARAH

Money games sering kali dinamakan modus / skema ponzi yang diambil dari seorang penipu yang bernama Charles Ponzi yang tinggal di Boston, AS yang menawarkan investasi berupa transaksi spekulasi prangko AS terhadap prangko asing di era tahun 1919-1920. Ponzi mendirikan The Security Exchange Company pada tanggal 26 Desember 1919 yang menjanjikan investasi dengan balas jasa 40% dalam 90 hari.

Padahal kala itu bunga bank hanya 5% pertahun. Tidak sampai satu tahun, diperkirakan sekitar 40.000-an orang mempercayakan sekitar US$15 juta atau sekarang senilai US$140 juta dalam perusahaannya. Untung yang dijanjikan ponzi ternyata hasil tambal sulam. Pada pertengahan agustus 1920, audit oleh pemerintah terhadap usaha ponzi menemukan bahwa ponzi sudah bangkrut. Total asset yang dimilikinya sekitar US$1,6 juta, jauh dibawah nilai uangnya kepada investor.

CIRI-CIRI BISNIS

1)    Pola penawaran : peluang investasi

Pada awalnya, penawaran bisnis yang diberikan berupa peluang investasi untuk suatu kegiatan usaha, nyaris sama dengan penawaran bisnis yang normal pada umumnya. Calon investor akan didekati dan ditawarkan keuntungan dari suatu prospek bisnis. Objek bisnis yang ditawarkan biasanya satu jenis, misalnya bisnis sapi. Intan, voucher pulsa, peternakan ayam, dsb. Pola investasinya-pun biasanya menawarkan satu margin yang flat (tetap). System pelaksanaan dan prosedurnya biasanya juga distandardisasikan dan seragam karena dirancang untuk menjaring volume nasabah yang banyak.

2)    Margin : atraktif dan tetap (flat)

Pesona lain dari money games ini adala margin keuntungan yang atraktif, besar dan tetap (flat) serta dianggap nyaris tanpa resiko dan berkeringat. Misalnya dijanjikan margin 10% perbulan dari dana yang ditanamkan atau 120% pertahun. Bandingkan dengan bunga deposito yang hanya 6-8% pertahun, obligasi 10-14% pertahun, saham 12-50% pertahun yang itupun sangat fluktuatif dan besar resikonya. Jadi kalau ada yang menjanjikan keuntungan 120-180%, palagi sampai 800% pertahun, hamper dipastikan money games. Apalagi bersifat flat atau tetap. Selain itu margin tersebut umumnya bersifat flat/tetap. Ada pengelola money games yang terang-terangan menawarkan margin flat persis seprti bunga bank, ada pula yang menawarkan pola bagi hasil namun pada dasarnya sama yaitu member margin yang flat. Ketidak logisan diri ini adalah dari segi : margin yang besar (hamper tidak mungkin member margin yang amat bear mengingat produk yang diperdagngkan umumnya komoditi umum yang memiliki persaingan ketat dan dengan demikian marginnya harus kompetitif. Besaran margin ini belum tentu 10% perbulan, bisa saja lebih kecl dari itu apalagi kalau lebih besar. Margin falt/tetap (hamper tidak mungkin sautu bisnis sellau memiliki keuntungan yang tetap sepanjang waktu, selama bertahun-tahun. Pasti fluktuatf, bahkan sekali merugi. Selain itu, margin flat secara nyata bernuansa transaksi ribawi yang sudah jelas hukumnya.)

3)    Bisnis : size riil kecil, spekulatif dan manipulative

Bisa saja produk bisnis yang akan dikelola dari dana investor tersebut adalah sesuatu yang riil namun dipastikan volume perputaran tersebut tidak seimbang dengan volume dana yang terkumpul atau bahkan hanya sebagai kulit atau kamuflase belaka. Misalnya penawaran investasi terhadap bisnis voucher pulsa. Dana digunakan utuk transaksi real perdagangan pulsa jauh lebih sedikit dibandingkan volume dana keseluruhan yang dapat mengakibatkan moral hazard dan penyimpangan.

4)    Tranparansi : minim.

Umunya ara investor tidak diberi akses untuk mengetahui, mengawasi palagi mengaudit secara mendalam operasinal bisnis tersebut. Ummnya hanya diberi informasi permukaan saja, mislanya fisik beberapa sample dokumen, fisik tempat usaha, inipun hanya bersifat sekadar showcase atau etalase saja yang bagi orang awam dirasa memadai, aplagi bila setoran margin bulanan yang janjkan lancar diberikan, maka sangat mungkin mengurangi kewaspadaan, kehati-hatian dan daya kritis dari investor. Bagi investor yang jeli, ia kaan segera mengetahui kejangglan dengan melihat secara fisik bisnis tersebut dan apalagi bila dilengkapi dengan logika dan bukti-bukti trasaksinya dan segera keluar dan menarik dananya sebelum segalanya menjadi terlambat.

5)    Anggota

Pada dasarnya sumber dana dari uang/investasi para anggota. Karena dana harus tumbuh terus dengan pesat untuk memenuhi kewajiban dan penyimpangan tanpa diiringi perputaran usaha yang memadai, maka jalan satu-satunya adalah meekrut secara terus menerus anggota baru. Maka aktiftas yangs angat menonjol adalah kegitan merekrut anggota baru yang jauh lebih dominan ketimbang membicarakan bisnis realnya itu sendiri. Seringkali biaya bergabung menjadi anggota jauh lebih tinggi dibadning umumnya bergabung kesuatu jaringan MLM yang baik dan wajar. Terkadang dirancang dengan pola MLM secara terttup dimana investor sangat boleh jadi tidak mengerti aliran dananya akan mengalir dan terhenti kemana. Pola ini klai dipilih ileh oknum pengelola money games, selain sebagai teknis pemasara yang murah dan efektif adalah juga untuk mendistribusikan tanggungajawab dan resiko bila dikemudian hari kepada para jejaringnya yang juga bertugas mencari dana.sering kali pola ini sengaja tidak diiringi dengan akd perjanjian yang memadai atau bahan tidak ada sama sekali.

6)    Tenik

Berbagai cover biasa dijalankan oleh para pelaku.  Bisa perorangan tanpa badan hokum (man to man), menggunakan cover PT/perusahaan, pemasaran jaringan (multi level marketing)

7)    Legalitas

Umunya pebgelola bisnis ini tidak memiliki izin yang memenuhi persyaratan UU alias illegal. Dalam hal investasi ada  aturan dari bapepam dan hal kegiatan penghimpuna dana dari masyrakat diatur dalam UU no 10 tahu 1998 tentang perbankan, khsuusnya pasal 46 ayat 1 yang menjelaskan ancaman pidana dan denda bagi siapa yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpana   tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indoensia.

  TINJAUAN SYARI’AH

a)    Setiap transaksi yang mengandung unsure ketidaktransparanan atau ketidak jelasan maka termasuk jual beli gharar yang dilarang oleh syara’ berdasarkan hadis ; “ Rsululah SAW melarang jual beli gharar (HR. Muslim). bentuk gharar (ketidakjelasan) yaitu : jahalatul-‘aqidain (setiap bentuk bisnis yang tdiak jelas para phak yang terlibat dalam aqad (al aqidain-antara investor dan pengelola) seperti muncul operator seolah-olah sebagai pengelola atau kolektor, seolah-olah sebagai manajer, hali itu tidak memenuhi syarat wudhuh al aqidain (kejelasan pelaku transaksi yang memiliki hak dan kewajiban), jahalatul-ma’qud ‘alaih (setiap bentuk bisnis yang tidak jelas objek transaksinya (ma’qud alaih) atau objeknya ada tetapi tidak sepadan dengan harga yangdialokasikan yang merupakan dua substitusi (‘iawadhain) termasuk juga aqad yang jelas namanya tetapi tidak jelas karakteristik (muwashofat) turunannya.

b)    Setiap bentuk bisnis yang menawarkan keuntungan yang tidak wajar seperti saah satu substitusinya tidak jelas atau tidak wajar nilai ekonomisnya adalah tidak syar’I termasuk kategori akli amwaalinnaas bil baathil.

c)    Setiap bentuk jual beli yang menawarkan fixed return/ flat/ tetap adalah tidak syar’I sebab bertentangan dengan kaidah syar’iyyah al g ghunmu bil ghurmi

AKIBAT

a)    Harta pribadi terkuras.

b)    Asset ludes dan terjerat hutang yang amat besar

c)    Menyuburkan mentalitas malas berusaha

d)    Mengurangi perputaran sector dan memperburuk ekonomi bangsa

e)    Resiko bagi para pelaku hanya penjara 4-5 tahun dan sita asset yang terdeteksi sementara para korban mengikin harus menderita seumur hidupnya bahkan hingga turunannya.

KESIMPULAN

BISNIS yang bersifat money game adalah haram karena merupakan bisnis spekulatf yang mengnadung unsure ketidak wajaran, penipuan, pendhaliman dan merugikan masyarakat.

Sumber :

Disesuaikan dan disarikan dari Tadzkiroh DPP PKS Bidang Pengembangan Ekonomi Dan Kewirausahaan


FAJAR KEWIRAUSAHAAN


Tahukah Anda, ditaksir, populasi dunia mencapai enam miliar di akhir 1999 dan tahun 2020, angkanya melonjak menjadi delapan miliar! Apakah pemerintah bisa menyediakan pekerjaan untuk sedemikian banyak orang? Faktanya, ’privatisasi’ menjadi begitu populer pada dekade lalu, menunjukkan bahwa mereka ”mencuci tangan” dari tugas menciptakan pekerjaan yang mengerikan itu.

Fakta lainnya, merger, akuisisi, dan restrukturisasi dalam sektor swasta lebih sering membuahkan PHK masal. Lalu siapa yang mendapat beban menciptakan lapangan kerja? beban itu harus dipikul INDIVIDU-nya sendiri. Setiap orang, menciptakan sendiri pekerjaannya! Setiap orang, siap atau tidak, kondisi mendorongnya menjadi wirausaha.

Mau pilih yang mana: segera menyiapkan mental dan ketramplan kewirausahaan atau, saatnya nanti, terpaksa serabutan, mencoba-cobamenjadi wirausahawan setelah ”terdepak” dari posisi ”orang gajian”!

Saran kami, dan itu tugas buku ini pula, segeralah belajar mengambil inisiatif, inovatif, berani dan kreatif. Mulailah mempromosikan dan menampilkan ide Anda. Anda harus mulai hidup ”sedikit bersusah-payah”, jangan menunggu gaji bulanan Anda, dan mulai menunda kepuasan Anda.

Sadarilah, fenomena ini. Bahwa kewirausahaan, yang tidak dikenali seperempat abad lalu, saat ini diajarkan sebagai mata kuliah di universitas di seluruh dunia. Di Amerika Serikat saja, ratusan perguruan tinggi mengajarkan itu. Apakah ini benar-benar fenomena baru?

Tidak persis demikian. Kita sebenarnya dilahirkan sebagai wiirausaha. Keberanian, kreativitas, dan inisiatif – semuanya adalah sifat yang dimiliki seseorang sejak lahir. Itu alami, melekat dalam diri Anda! Tinggal masalahnya, buatlah kemampuan itu muncul dan bekerja optimal! Bayi manapun di dunia ini, sebelum mereka dibanjiri nilai-nilai dan peraturan masyarakat, tanpa perlu ikut seminar tentang ”berjalan”, ia belajar berjalan sampai bisa. Anda, pembaca, dulu juga bayi yang merangkak pun belum bisa. Setiap kali si bayi yang belajar berjalan itu tersandung, ia bangkit lagi. Bayi itu pun belajar berbicara tanpa perlu menghadiri kelas bahasa. Sayangnya, semua kelebihan itu hilang ketika ia memasuki institusi yang kita sebut sekolah.

Cobalah jawab pertanyaan kami.

Adakah institusi di dunia ini, tempat Anda bisa mempelajari cara menjalankan bisnis Anda sendiri?

Saya yakin Anda mulai menyebut beberapa kursus atau jurusan bisnis dengan nama-nama tetentu yang ditawarkan oleh universitas atau sebuah lembaga kursus. Terus terang, itu semua tidak mengajarkan Anda bagaimana menjalankan bisnis untuk diri Anda sendiri. Mereka hanya mengajarkan Anda bagaimana menjalankan bisnis untuk orang lain! Kalau Anda mengikuti kursus akuntansi, yang diajarkan adalah bagaimana Anda menghitung uang orang lain.

Bukan masanya bicara tentang kelebihan teknologi. Mari, kita bicara kelebihan kewirausahaan. Kita memerlukan wirausaha untuk menciptakan perusahaan yang besar dengan teknologi temuan terbaru!

Sejumlah pakar, praktisi, orang sukses, Anda yakini bakal mengatasi tugas menciptakan pekerjaan untuk orang banyak. Mengapa harus orang lain? Mengapa harus mereka, bukan Anda sendiri? Bukankah mereka yang sukses, sudah tak punya masalah lagi dalam menciptakan lapangan kerja, karena mereka sudah di sana, sementara Anda, mungkin masih mencari terus bisnis apa yang pas Anda jalankan sendiri.

Mari kita amati tren 1000 tahun terakhir. Di sana kita lihat perpindahan kekuasaan pada kelompok orang atau individu tertentu .

Tahun 1000 Kekuasaan berada di tangan kaum rohaniwan yang secara kebetulan adalah beberapa orang yang mampu membaca dan menulis
Tahun 1455 Penemuan mesin cetak yang memungkinkan pengetahuan lebih bisa disebarkan kepada lebih banyak orang. Dengan demikian kekuasaan bergeser dari agama ke politik
Tahun 1555 Politisi mulai lebih berkuasa dan untuk mempertahankan kekuasaan itu, birokrasi dibuat
Tahun 1970 Penemuan microchip memungkinkan informasi lebih tersebar kepada keompok orang yang lebih besar. Kekuasaan bergeser perlahan dari politik ke ekonomi
Tahun 1995 Ekonomi sekarang begitu penting sehingga menjadi sebab jatuhnya banyak pimpinan politik (mis.Presiden Soeharto dari Indonesia, Perdana Menteri Chavalit Yongchaiyudh dari Thailand) selama masa yang sangat singkat
Tahun 2020 Keseimbangan kekuasaan bergeser perlahan dari birokrasi menjadi kewirausahaan. (Bill Gates dipilih sebagai orang paling berkuasa di Inggris)

Telah diramalkan bahwa selama 25 tahun, individu birokrat akan bersikap defensive, mencari cara untuk mempertahankan status keamanan yang sudah ada dari standar hidup mereka, sedangkan individu yang berjiwa wirausaha akan bersikap ofensif, mencari cara memperbesar kesempatan mereka, kemampuan mereka dan kualitas hidup mereka yang meningkat.

“Karena perkembangan dinamis bakat kewirausahaan, Amerika Serikat mampu mewujudkan lebih dari 15 juta pekerjaan dalam tempo 7 tahun.”

Sumber : Dare to Fail by Billi P.S. Lim

Telah diramalkan bahwa selama 25 tahun, individu birokrat akan bersikap defensif, mencari cara untuk mempertahankan status keamanan yang sudah ada dari standar hidup mereka, sedangkan individu yang berjiwa wirausaha akan bersikap ofensif, mencari cara memperbesar kesempatan mereka, kemampuan mereka dan kualitas hidup mereka yang meningkat.

“Karena perkembangan dinamis bakat kewirausahaan, Amerika Serikat mampu mewujudkan lebih dari 15 juta pekerjaan dalam tempo 7 tahun.”

Benar, pembaca. Sekilas angka dan fakta ini, adalah fenomena merekahnya fajar baru kewirausahaan. Anda, mungkin sedang menapaki jalan di dalam terangnya fajar ini.

 

 

KEBERHASILAN USAHA


Apa yang membuat sebuah perusahaan berhasil?

Pengumpulan pendapat terbaru mengenai manajemen menghasilkan rating berikut :

  1. Sebuah prasangka terhadap tindakan lakukan, perbaikan, coba
  2. Bentuk sederhana dan staf sedikit
  3. Kontak yang berkesinambungan dengan konsumen
  4. Otonomi operasional untnk mendorong semangat usaha
  5. Tekanan pada nilai bisnis kunci
  6. Sikap BISA DILAKUKAN
  7. Komitmen untuk mencapai kepuasan konsumen
  8. Fleksibilitas dalam memenuhi permintaan khusus (dapatkah Anda mengirimkan hari ini’—“ya”, -“tidak”- “maaf”, truknya telah berangkat, terlalu sibuk”, dsb.)
  9. Tanggapan pada permintaan khusus
  10. Hal-hal yang amat baik (outsome) jika diperlukan
  11. Tempatkan hadiah pada jasa
  12. Memonitor aktivitas pesaing
  13. Menapak teknologi terbaru
  14. Menjadi yang terbaik
  15. Berpusat pada pelayanan konsumen

Mereka mungkin bisa juga akan menambahkan-‘tetaplah pada tema dasar’ atau ‘bisnis inti’ Jadilah yang paling lengkap

Buatlah bisnis Anda sebagai yang :

  • Paling seksama
  • Memiliki persediaan terbaik
  • Memliki profil tertinggi
  • Merupakan benchmark yang menjadi ukuran untuk bisnis saingan lain

Juga:

  • Jangan hidup mengikuti kriteria—ciptakan kriteria itu!
  • Desain produk Anda dengan lebih baik
  • Tampilkan dengan lebih baik
  • Sediakan instruksi yang lebih baik
  • Sediakan pendukung penjualan yang lebih baik

Manajemen Waktu

“Saya harap saya memperoleh waktu, untuk mengikuti Kursus Ma­najemen Waktu”

1. Manajemen waktu memiliki tiga komponen—kebutuhan untuk :

  • Prioritas yang mapan
  • Menggunakan penjadwalan atau pemrograman yang realitas
  • Belajar membuat keputusan dasar dan bertindak sesuai keputasan tersebut

2. Manajemen waktu yang efektif mengenai :

  • Merencanakan dan menyusun prioritas
  • Apa hal paling penting untuk dilakukan hari ini?
  • Apa yang harus dikerjakan hari ini?
  • Daftarkan sesuai urutannya dalam agenda harian atau selembar kertas
  • Dan kerjakan sesuai urutannya

3. Mengelola prioritas

Klasifikasikan tugas-tugas dalam kelompok, seperti :

  • Kategori A—prioritas utama, memerlukan perhatian pribadi Anda
  • Kategori B—penting, namun bukan prioritas utama
  • Kategori Cdapat dikerjakan setelah selesai dengan kategori A dan B
  • Kategori D—delegasikan pada orang lain

4. Banyak manajer bisnis kecil menganggap penting hal-hal :

  • Membuka surat
  • Mengerjakan pekerjaan sehubungan dengan kegiatan perbankan sehari-hari
  • Hal-hal ini merupakan bagian dari hal-hal biasa yang dapat dan sebaiknya didelegasikan pada seorang yang bertanggung jawab mengenai administrasi

5. Alokasikan waktu rutin setiap hari untuk tugas-tugas tertentu, contohnya :

  • Rapat-rapat
  • Wawancara
  • Korespondensi
  • Percakapan telepon—masuk dan keluar

6. Apakah Anda proaktif atau reaktif?

  • Apakah Anda menghabiskan waktu memadamkan api? (reaktif)
  • Atau mengisi waktu merencanakan dan mencapai target? (proaktif)

7. Tetap terfokus

Tataplah pada tugas yang menjadi prioritas- jangan terkecoh menger­jakan hal lain

  • Tangani dokumen-dokumen sekali saja
  • Putuskan tindakan yang diminta dan bertindaklah menurut keputusan itu
  • Jangan menangani dokumen setiap hari selama berminggu-minggu

Keberhasilan adalah Mengenai Pengembangan Kualitas Pelayanan. Ini menyangkut:

  • Dapat dipercaya (dapat diandalkan dan konsisten)
  • Responsif (berkemauan dan sigap)
  • Kompeten (keterampilan dan pengetahuan)
  • Akses (mudah dicapai)
  • Sopan santun (sopan, penuh perhatian, hormat , bersahabat)
  • Komunikasi (mudah dimengerti dan dihubungi)
  • Kredibilitas (jujur, dapat dan layak dipercaya)
  • Keamanan (tidak berbahaya, berisiko, atau meragukan)
  • Pemahaman (pengertian kebutuhan konsumen)
  • Nyata (bukti dari pelayanan)
  • Fokus, Fokus, Fokus
  • Memenuhi Standar Kualitas Manajamen Total atau direncanakan untuk Memenuhi Tuntutan Tersebut

Resiko

  1. Tertawa berisiko tampak bodoh.
  2. Mengisak berisiko tampak sentimentil.
  3. Merggapai orang lain berisiko keterlibatan.
  4. Mengekspersikan perasaan beresiko menampilkan diri Anda yang sebenarnnya.
  5. Hidup berisiko kematian
  6. Berharap beresiko patah harapan
  7. Mencoba berisiko gagal
  8. Namun resiko harus diambil karena bahaya terbesar dalam hidup adalah tidak memiliki resiko
  9. Dirantai oleh kepastiannya, ia adalah seorang budak : ia telah mengorbankan kebebasannya.
  10. Hanya orang yang memiliki resikolah yang bebas.

Bagaimana Jika Kita Menaikkan Harga?

Banyak perusahaan menggunakan harga sebagai taktilk keberhasil­an. Mereka menurunkan harga untuk menyaingi harga pesaing. Ini dapat menjadi siklus ganas yang mengurangi margin keutungan semua perusahaan.

Bagaimana jika perusahaan menaikkan harganya?

Staf penjalan mungkin akan memprotes betapa banyak bisnis akan dirugikan secara nyata hanya dalam semalam karena tidak menggunakan harga yang mengikuti pola ‘saya juga’

Bayangkan sebuah kasus hipotesis saat produk dijual $100 dengan variabel biaya $75 dan dengan demikian memiliki kontribusi margin 25%. Manajemen ingin menaikkan harga sebanyak 15%, melawan protes keras seluruh staf penjualan yang meyakinkan bahwa volume penjualan akan jatuh. Manajer penjualan dipanggil oleh manajemen untuk menghitung berapa banyak bisnis yang hilang dengan kenaikan harga yang diajukan, dan kemudian meminta tim penjualannya untuk menyediakan laporan perkiraan angkanya.

Pada saatnya, manajer penjualan menyampaikan manajemen bahwa rata-rata, volume penjualan akan jatuh sebanyak 22% dengan 15% kenaikan. Manajer memiliki angka untuk melakukan prakiraan sederhana.

Ia mengalikan harga (100). Dengan persentasi kenaikan harga (15) untuk hasil 1500. Ini dibagi persentase kontribusi (25). Ditambah persentase kenaikan harga (15), menghasilkan kenaikan harga hingga 40. Bagi 1500 dengan 40 dan hasilnya merupakan volume kehilangan kritis sebanyak 37,5%.

Jadi, penjualan akan turun sebesar 37,5% ; lebih dari perkiraan para staf penjualan, sebelum keuntungan dari kenaikan harga ini mencapai titik impas.

Ini berarti, penjualan perusahaan akan turun 37,5% sebelum keuntungan kenaikan harga itu mencapai titik impas.

RUMUSNYA ADALAH :

X = Penurunan atau kenaikan harga dalam persentase

C = Persentase kontribusi

100 kali X dibagi X + C = CVL ( critical volume loss = volume kehilangan kritis)

sebagai persamaan untuk mengukur kapan Anda ingin memotong harga,

100 kali X dibagi C – X = CVG ( volume perolehan kritis)
Citra diri

Kesan pertama sangat penting dan benar-benar diperhitungkan. Citra macam apa yang telah atau akan diproyeksikan oleh perusahaan atau produk baru Anda? Cara penampilan dan citrra perusahaan dan pro­duk Anda dapat dan mungkin akan, memiliki efek yang penting dalam peningkatan penjualan.

  • Apakah toko atau kios Anda memiliki KONSEP TOTAL?
  • Bagaimana produk Anda dikemas?
  • Dapatkah kemasan produk Anda diperbaiki
  • Apakah bisnis anda memiliki brosur perusahaan yang menarik, yang dapat Anda berikan pada prospektif klien Anda?
  • Apakah itu memaparkan pengalaman, ketrampilan, kualifikasi, produk, jasa, garansi, spesialisasi, fitur, keuntungan perusahaan Anda?

Pertimbangkan ini!

Saat-saat serang konsumen membuka surat atau menerima literaturr promosi dari perushaan Anda :

  • Apakah itu ditampilkan secara baik pada kertas berkualitas dan tercetak baik?
  • Apakah perusahaan dan produk Anda terwakili secara baik?

Saat seorang konsumen menerima invoice dari perusahaan Anda :

  • Apakah mudah dibaca dan dimengerti?
  • Apakah itu mudah dikenali di timbunan invoice lainnya?
  • Apakah tampilannya mendorong konsumen untuk membayar?

Apakah Anda menggunakan daerah penerima tamu untuk :

  • Menonjolkan dan memajang produk perusahaan Anda
  • Memamerkan kualifikasi khusus
  • Memamerkan penghargaan perdagangan dan industri
  • Memajang literatur perusahaan
  • Apa yang Anda dapat dengan menghadirkan citra yang lebih baik?
  • Berapa yang harus Anda keluarkan untuk menghadirkan citra yangl ebih baik?

Pelajaran Dari Masa Lalu

Ini tahun 2008, apa yang akan Anda investasikan? Maukah penanam modal mendukung ide Anda?

  • Toko komputer pribadi
  • Tempat sampah plastik beroda
  • Minuman botol
  • Warung telekomunikasi
  • Bengkel
  • Bengkel spesialis
  • Bisnis franchise

Mengapa ide-ide di atas berhasil?

  • Fokus, nengidentifikasi kebutuhan pasar, da menyediakan kebutuhan itu dalam bentuk yang diterima konsumen
  • Benang merah semua bisnis ini adalah beroperasi dalam produk spesialis yang dihantarkan dengan baik dan mudah diakses

Audit Pemasaran

  1. Kuesioner awal
  2. Anda sebenarnya ada dalam bisnis apa?
  • Apa sasaran bisnis Anda?
  • Apa sasaran pribadi Anda?
  • Aria kekuatan bisnis Anda’
  • Apa kelemahannya?
  • Apa kesempatan yang dimilikinya?
  • Apa ancaman yang ada sekarang dan di masa depan?
  • Apakah bisnis Anda musiman?
  • Apakah Anda menindaklanjuti konsumen dengan menanyakan apakah mereka cukup puas?
  • Berapa penjualan rata-rata Anda sehari-hari?
  • Apakah ada produk yang secara menonjol lebih mengun­tungkan dari yang lain?
  • Apakah ada produk yang secara menonjol kurang mengun­tungkan?
  • Apa isu kritis yang sekarang ini mempengaruhi bisnis Anda?
  • Periklanan?
  • Promosi?
  • Distribusi?
  • Pelayanan apa yang akan menjadi keuntungan khusus?
  • Apa yang membuat Anda kompetitif?
  • Posisi?
  • Harga?
  • Perhatian?
  • Kualitas?
  • Keunikan?
  • Pengalaman?
  • Kontak?
  • Jangka waktu pembayaran?
  • Garansi?

Pertimbangan lain :

  • Apa yang mernbuat para pesaing Anda menonjol?
  • Siapa yang memerlukan Anda?
  • Bagaimana konsumen menilai Anda?
  • Bagaimana konsumen menilai para pesaing Anda?
  • Apakah Anda menawarkan potongan harga?
  • Apakah produk baru yang dapat Anda tawarkan?

Periklanan —10 butir Kiat

  • Apa yang Anda iklankan?
  • Apa yang seharusnya menjadi pesan sentral?
  • Apakah iklan kooperatifnya sesuai?
  • Haruskah anda menggunakan iklan yang sama di semua media?
  • Apakah iklan itu menarik dan menahan perhatian?
  • Apakah iklan itu memiliki headline yang menarik?
  • BARU, GRATIS adalah kak-kata yang bagus untuk digu­nakan pada salinan Anda.
  • Beberapa foto dan garnhar menambah daya tarik.
  • Pemilihan media sangat penting.
  • Promosi integral apa yang dapat Anda lakukan sabagai pendukung?

Aturan lama
Kontak terbaik dengan pembeli potensial adalah kontak personal.
Aturan Baru
Kontak terbaik dengan pembeli adalah kontak yang efektif.

Inovasi

Inovasi yang membuat perubahan pada struktur industri efektif khususnya jika industri jika industri dan pasarnya di’dominasi oleh satu pro­dusen atau supplier yang sangat besar, atau oleh hanya sedikit produsen saja. Bahkan jika bukan benar-benar merupakan monopoli, produsen dan supplier besar dan dominan ini telah mengalami sukses dan tak tertandingi selama bertahun-tahun, cenderung menjadi arogan.

Di mana Anda Akan Bertemu?

Anda akan pergi ke kota yang asing dan baru untuk menemui orang­-orang, untuk pertama kalinya, yang tertarik untuk berbisnis dengan Anda.

Sebagai seorang pengusaha, seperti biasa, Anda memiliki sedikit uang dan tidak mampu menginap di hotel bintang lima—tingga Anda menginap di sebuah motel murah di daerah pinggiran.

Orang-orang yang akan Anda temuii untuk pertama kalinya bisa jadi sangat penting untuk bisnis Anda dan merupakan keharusan bagi Anda untuk membawakan ‘kesan yang tepat’ pada pertemuan ini. Jelaslah bahwa orang-orang yang akan Anda temui juga akan meng­ukur Anda, dan akan meninggalkan pertemuan kali ini dengan me­nyimpan kesan yang baru saja didapat.

10 TIPS MENDONGKRAK BISNIS ANDA


Setelah seseorang memutuskan untuk menjadi pelanggan dari produk dan jasa Anda, apa yang Anda lakukan selanjutnya? Apakah Anda akan berjabat tangan dengan pelanggan baru Anda tersebut dan mengantarnya keluar dari ruangan Anda karena tujuan Anda telah tercapai atau… Apakah Anda akan duduk dengan tenang bersama pelanggan baru Anda tersebut dan menyempatkan diri selama beberapa menit untuk meyakinkannya bahwa ia telah melakukan hal yang benar?

Saya harap Anda mengambil keputusan yang terakhir…

Ada suatu pendapat di industri pemasaran bahwa Anda tidak seharusnya menjual setelah pembelian terjadi . Dengan kata lain, ketika seseorang telah memutuskan untuk membeli produk dan jasa Anda, berhentilah menjual. Saya sependapat. Namun demikian, jangan pernah berhenti untuk kembali meyakinkan keputusan pembelian yang telah dilakukan oleh pelanggan baru Anda.

Segera setelah transaksi pembelian dilakukan, pekerjaan Anda sebagai customer support dimulai dan hal tersebut tidak akan pernah berakhir.

Ketika suatu keputusan pembelian telah dibuat, yakinkan kembali pelanggan baru Anda bahwa ia tidak akan pernah menyesali keputusan tersebut. Kekecewaan pelanggan setelah melakukan keputusan pembelian terkadang adalah hal yang wajar dan Anda tentu saja tidak mau membiarkan hal tersebut berkepanjangan sehingga mereka akan kabur dari daftar pelanggan setia Anda hanya karena Anda lupa menyisihkan sedikit dari waktu Anda untuk meyakinkan mereka kembali. Bila Anda bisa menciptakan suatu kondisi dimana pelanggan Anda sangat paham mengenai produk dan jasa yang mereka beli, maka hubungan bisnis yang sebenarnya pun baru bisa dimulai.

Berikut adalah 10 cara untuk mengukuhkan keputusan pembelian yang telah dibuat dan memulai hubungan bisnis jangka panjang dengan pelanggan baru Anda:

Tips 1:

Hubungi kembali pelanggan-pelanggan baru Anda tersebut sehari setelah pembelian produk dan jasa Anda. Ungkapkan kembali betapa senangnya Anda bahwa mereka sekarang adalah pelanggan dari produk dan jasa Anda dan betapa Anda mengharapkankan bahwa produk dan jasa tersebut memang benar menguntungkan bagi mereka. Anda bisa menghubungi pelanggan-pelanggan baru Anda tersebut dengan telepon atau e-mail tergantung dari jenis bisnis Anda dan mungkin produk dan jasa yang dibeli.

Tips 2:

Ceritakan mengenai pelanggan lainnya yang telah membeli produk dan jasa Anda dan betapa puasnya mereka saat ini.

Tips 3:

Kirim ucapan kartu terima kasih karena telah menjadi pelanggan Anda.

Tips 4:

Ajari pelanggan baru Anda perihal prospek dari produk dan jasa Anda di masa yang akan datang. Berikan kepada mereka penjelasan yang singkat, jelas, dan padat perihal apa yang seharusnya mereka lakukan paska pembelian dan apa yang akan Anda lakukan sebagai penjual untuk menjamin kenyamanan mereka terhadapa produk dan jasa Anda.

Tips 5:

Beritahukan kepada pelanggan baru Anda bagaimana caranya untuk mendapatkan informasi dan bantuan teknis andaikan mereka memiliki pertanyaan atau mendapatkan masalah dari produk dan jasa yang telah mereka beli dari Anda di kemudian hari.

Tips 6:

Apabila Anda sedang mengirimkan produk melalui jasa pihak ketiga (kurir), beritahukan kapan persisnya produk tersebut diberangkatkan dari tempat Anda. Anda pun harus proaktif untuk menanyakan kepada kurir Anda untuk memastikan produk tersebut selamat sampai di tujuan. Apabila bisnis Anda tidak menggunakan telepon sebagai media untuk menghubungkan Anda dengan pelanggan-pelanggan Anda, Anda bisa kirimkan e-mail automatis kepada mereka.

Tips 7:

Sehubungan dengan tip di atas, sediakan suatu sistem dimana pelanggan Anda dapat melacak status pengiriman dari produk Anda tersebut.

Tips 8:

Hubungi kembali pelanggan Anda tersebut seminggu setelah pembelian atau pengiriman untuk memastikan produk tersebut sesuai dengan apa yang mereka harapkan. Lakukan hal yang sama sebulan setelahnya.

Tips 9:

Simpan e-mail pelanggan-pelanggan Anda dan secara periodik, kirim berita perkembangan seputar bisnis Anda (atau mungkin produk dan jasa baru dari Anda). Lanjutkan hubungan baik Anda dengan pelanggan-pelanggan Anda setelah pembelian dilakukan dan jangan pernah berhenti.

Tips 10:

Beritahukan kepada pelanggan-pelanggan Anda saat ini seputar penawaran terbaru dan diskon special dari waktu ke waktu. Biarkan mereka tahu bahwa ada sesuatu yang spesial dengan menjadi pelanggan Anda. Pelanggan-pelanggan Anda saat ini seperti orang dalam dengan akses khusus dan ketika mereka puas dengan kinerja Anda, mereka tak akan segan-segan memberitahukan hal tersebut kepada yang lainnya.

Itulah 10 tips dari penulis kepada pebisnis lainnya yang saat ini sedang menjalankan usaha mereka dengan gigih. Ingatlah selalu bahwa kesan pertama memegang peranan penting dalam sebuah bisnis, sama pentingnya di kehidupan sosial kita. Dan memastikan bahwa pelanggan-pelanggan Anda terintegrasi dengan sistem pendukung penjualan yang telah Anda buat dan meyakinkan mereka perihal keputusan pembelian yang telah dilakukan sangatlah penting untuk kesuksesan bisnis Anda di masa yang akan datang. Salam sukses!

Tanri Abeng Bocorkan Kiat Suksesnya


Oleh : Rifa Nadia Nurfuadah 

Tanri Abeng. (Foto: Koran SI)

JAKARTA – Sekira dua ratus pelajar sekolah menengah umum (SMU) dan yang sederajat berdialog dengan mantan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (Meneg BUMN) Tanri Abeng. Para pelajar dari seluruh Indonesia ini merupakan peserta Forum Pelajar Indonesia II.

Pada kesempatan ini, Tanri berbagi cerita suksesnya memimpin berbagai perusahaan besar baik skala nasional maupun internasional.

“Kunci utama menggapai sukses dalam bidang apapun adalah motivasi,” papar pria yang dijuluki Manajer Satu Miliar ini, di Auditorium Radio Republik Indonesia (RRI), Jakarta, Selasa (6/7/2010).

Menurut Tanri, dengan motivasi, seseorang bisa melakukan berbagai hal yang mustahil sekalipun. Dia mencontohkan, pada usia 29 tahun dia sudah diangkat menjadi direktur keuangan sebuah perusahaan multinasional.

Saat itu, untuk mencapai jabatan tersebut, seseorang harus memiliki pengalaman kerja minimal 30 tahun, sementara dia baru bekerja di bidang keuangan selama tiga tahun.

“Waktu itu, bos saya yang berkebangsaan Inggris berhalangan. Dengan motivasi dan tekad yang kuat, saya mengambil alih semua tugasnya. Dengan demikian, saya membuktikan saya bisa memenuhi tanggung jawab besar,” jelas bungsu dari lima bersaudara ini.

Peserta dialog terlihat antusias mengikuti acara. Salah satu peserta bertanya bagaimana membangkitkan kembali motivasi setelah mengalami kejatuhan.

“Intinya, dari awal kita harus siap dengan segala risiko dalam semua pekerjaan. Jadi, ketika kita mengalami kegagalan, kita akan mampu bangkit dengan cepat,” jawab Tanri.

Dia juga mengingatkan, kesalahan akan menjadi sebuah kerugian jika kita tidak belajar dari kesalahan tersebut.

Selain motivasi, Tanri menekankan pentingnya mengatur waktu dengan baik, salah satunya dengan membuat perencanaan. Dengan perencanaan, kita bisa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin timbul.

“Waktu adalah kekayaan yang paling mahal yang harus kita atur sebaik-baiknya. Jika kita mengatur waktu dengan baik, maka kita akan menjadi pribadi yang efektif,” pungkasnya.

 

Sumber : http://kampus.okezone.com

“Siapa Bilang Jadi Karyawan Nggak Bisa Kaya?”


 5 Kiat Praktis Mengelola Gaji agar Bisa KaYA,  Safir Senduk, PT Elex Media Komputindo

Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam hal penghasilan. Namun, untuk menjadi kaya seorang karyawan tidak perlu harus menunggu sampai punya penghasilan besar. Seorang karyawan tetap bisa kaya berapa pun penghasilannya karena mempunyai kemampuan mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari bagaimana mengelola penghasilan itu.

Rahasia menjadi karyawan yang kaya adalah dengan memaksimalkan penghasilan yang didapatkan, diputar sedemikian rupa sehingga nantinya bisa menjadi aset. Aset di sini maksudnya tentu saja aset yang kelak nantinya bisa memberikan penghasilan pasif, yaitu penghasilan yang bisa didapatkan walaupun diam dan tidak lagi bekerja.

Kiat no.1

Beli dan miliki sebanyak mungkin harta produktif

Harta produktif adalah harta yang bisa memberikan penghasilan. Ada 4 kelompok yang tergolong ke dalam harta produktif, yaitu :

  1. Produk investasi, yaitu salah satu jenis harta yang bisa memberikan penghasilan, baik penghasilan rutin maupun penghasilan yang hanya sesekali atau bahkan sekali saja memberikan keuntungan. Contoh : deposito dan emas.
  2. Bisnis, dengan menyisihkan sebagian gaji setiap bulan untuk dijadikan modal bisnis. Bisnis jasa tidak begitu membutuhkan modal besar, yang menjadi permasalahan adalah waktu memulai bisnis. Seseorang tidak akan pernah tahu bagaimana sebuah bisa bisa berjalan kecuali dengan memulainya.
  3. Harta yang disewakan, yaitu sebuah harta konsumtif bila kita menyewakannya bisa mendapatkan penghasilan dari harta tersebut. Contoh : sepeda motor yang bisa disewakan harian, mingguan atau bulanan untuk diojek.
  4. Barang ciptaan, yaitu salah satu harta produktif yang bisa dibuat sendiri. Contoh : menulis buku untuk diproduksi secara massal, menjualnya dan mendapatkan royalty dari penjualan buku tersebut.

Kiat no.2

Atur pengeluaran Anda

Ada 3 hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur pengeluaran, yaitu :

  1. Bedakan kebutuhan dan keinginan, kebutuhan adalah sesuatu yang harus dilakukan karena memang ‘”dibutuhkan” sedangkan keinginan lebih kearah tindakan menginginkan sesuatu walaupun tidak membutuhkannya.
  2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu. Prioritaskan untuk pembayaran utang, lalu premi asuransi, kemudian biaya hidup.
  3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran.

Kiat no.3

Hati-hati dengan utanG

Perbedaan nabung dengan ngutang, menabung berarti bersusah-susah dahulu, bersantai-santai kemudian, artinya bekerja keras di depan setelah itu merasakan nikmatnya di belakang. Kalau ngutang berarti berarti bersantai-santai dahulu, barumerasakn susahnya dibelakang.Seseorang baru boleh berutang jika memenuhi kriteria berikut ini :

  1. Ketika utang itu digunakan untuk sesuatu yang produktif, misalnya untuk modal bisnis.
  2. Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya  hampir pasti akan naik, misalnya Kredit Pembelian Rumah.
  3. Ketika tidak punya cukup uangtunai untuk membeli barang-barang yang benar-benar dibutuhkan, walaupun nilai barang itu menurun.

Ada beberapa tip bila ingin membeli sesuatu dengan cara berutang :

  1. Pilih dengan siapa Anda berutang
  2. Ambil cicilan utang yang sesuai dengan penghasilan
  3. Perhatikan prosedur pembayaran utang

Kiat no.4

Sisihkan untuk pos-pos pengeluaran di masa yang akan dating

Ada 5 pos pengeluaran yang paling sering dibutuhkan, antara lain :

  1. Pendidikan anak
  2. Pensiun
  3. Properti dan Kepemilikan lain
  4. Bisnis
  5. Liburan dan perjalanan ibadah

Cara melakukan penyisihan pos-pos pengeluaran antara lain :

  1. Tulis pos pengeluaran yang pelu dipersiapkan untuk masa yang akan datang.
  2. Tulis alternative yang akan ditempuh agar bisa mempersiapkan dana untuk masing-masing pos pengeluaran.
  3. Sisihkan gaji dan bonus-bonus mulai dari sekarang.

Kiat no.5

Miliki proteksi

Proteksi adalah perlindungan keuangan bila terjadi satu risiko pada diri maupun keluarga. Ada 3 proteksi untuk melindungi diri dan keluarga dari risiko-risiko, yaitu:

  1. Miliki asuransi, baik asuransi jiwa, asuransi kesehatan maupun asuransi kerugian.
  2. Miliki dana cadangan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran selama belum mendapatkan pekerjaan.
  3. Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terus menerus sebagai proteksi jangka panjang dari gaji yang sewaktu-waktu bisa saja terancam berhenti.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Peluang Bisnis Warnet (3) : “Lokasi Warnet”


Memilih lokasi untuk berusaha adalah salah satu point yang paling sulit. Utamanya bagi mereka yang belum memiliki tempat berusaha milik sendiri dan berencana menyewa tempat untuk membuka usaha warnet. Lain halnya jika lokasi tersebut adalah milik sendiri dimana tidak ada pilihan selain menggunakan lokasi yang sudah ada.

Berdasarkan diskusi-diskusi yang sering saya lakukan bersama teman-teman di Awari, maka beberapa point berikut bisa menjadi patokan dalam memilih lokasi.

  • Jangan memilih lokasi yang sudah banyak warnet kecuali warnet yang akan anda dirikan memiliki kelebihan khusus yang membedakan dengan warnet lain disekitarnya.
  • Tempat yang paling cocok untuk warnet adalah dekat Kampus/Sekolah adalah mitos. Warnet-warnet yang saya dapati berhasil justru lokasinya tidak dekat kampus/sekolah. Malah lokasi dekat kampus/sekolah adalah saksi dari hidup matinya banyak warnet dalam kurun waktu yang singkat.
  • Tingkat kepadatan penduduk yang cukup dan demografi-nya sesuai dengan target pemasaran warnet. Pelanggan warnet terbesar adalah mereka yang berumur 16thn hingga 30-an thn. Jadi buka warnet di sebuah komplek perumahan yang isinya pensiunan tidak di sarankan ;) .
  • Lihat di sekitar lokasi apakah ada mini market. Ini adalah salah satu saran dari teman sesama pengusaha warnet. Alasannya sederhana, mereka yang berbelanja di mini market memiliki kemiripan demografi dengan pelanggan di warnet.
  • Tempat parkir yang cukup untuk minimal 10 sepeda motor dan atau 2 mobil. Ini berdasarkan pengalaman, warnet yang tidak memiliki tempat parkir yang cukup akan menyulitkan pelanggan dan tidak menarik untuk di kunjungi

Point-point di atas masih perlu di kombinasikan lagi dengan kemampuan investasi dan target dari pemasaran warnet. Juga bukan merupakan harga mati sebuah lokasi, sebab masih ada faktor kreativitas dari promosi dan tingkat pelayanan dari warnet itu sendiri.

Sumber : http://irwinday.web.id

PELUANG USAHA WARNET(2) : Software, Hardware, & Billing System Wanet


 A. Software Internet

Perangkat Lunak apa saja yang diperlukan di warnet? Pertanyaan seperti ini gampang-gampang susah.   Meskipun demikian, kita bisa menyederhanakan perangkat-perangkat lunak tersebut ke dalam beberapa kategori untuk memudahkan kita dalam menyusun daftar perangkat lunak apa saja yang diperlukan.

Sebagai awal, saya membagi dua kebutuhan perangkat lunak, yaitu untuk di Server dan di Komputer Pengguna.   Kemudian dari pembagian tersebut saya susun lagi menjadi beberapa kategori perangkat lunak yaitu:

  • Sistem Operasi
  • Internet
  • Perkantoran
  • Multimedia
  • Grafis
  • Tools dan Security
  • Billing System

Secara umum baik komputer server maupun di komputer pengguna bisa terdapat perangkat lunak yang sama.  Dengan pertimbangan tertentu, ada perangkat lunak yang cuma berada di server atau di pengguna dan sebaliknya.

Demi mudahnya mari kita susun Perangkat Lunak untuk pengguna terlebih dahulu:

Sistem Operasi.

Pilihan untuk sistem operasi adalah:

  • Berbasis Windows
  • Berbasis Linux

Keduanya memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing.  Windows adalah sistem operasi yang populer dan dikenal oleh banyak orang namun harga dan model lisensinya termasuk mahal dan merepotkan.  Belum terhitung kerepotan yang ditimbulkan oleh gangguan Virus dan Malware.   Sementara sistem Operasi Linux, walaupun terkenal sebagai sistem operasi yang tangguh, aman dari virus, lisensi yang memberikan kebebasan bagi penggunanya, namun tidak semua pengguna familiar dengan penggunannnya sehingga membutuhkan perhatian dan layanan lebih ke pengguna.

Kecuali jika anda berniat memberikan layanan Game Center, maka pilihan satu-satunyanya adalah menggunakan Sistem Operasi berbasis Windows.  Dari sisi bisnis, keduanya mampu menopang usaha warnet.  Sebab dari pengamatan terhadap pelaku bisnis warnet, pemilihan sistem operasi tidak selalu menentukan kesuksesan sebuah warnet.

B. Hardware  Internet

Perangkat Lunak yang utama tentunya adalah browser.  dengan browser-lah sebagian besar aktifitas di internet dilakukan.  Pilihan untuk browser adalah:

  • Internet Explorer ( Windows )
  • Mozilla Firefox ( Windows dan Linux )
  • Opera (Windows dan Linux )
  • Google Chrome ( saat ini baru tersedia versi Windows)
  • Apple Safari ( Windows )

Dari berbagi pilihan browser di atas, yang paling populer saat ini di warnet adalah: Mozilla Firefox.  Penulis juga menyarankan agar warnet menggunakan Browser ini dan menjadikan browser lain sebagai cadangan.  Internet Explorer tidak di sarankan, banyaknya masalah keamanan yang ditimbulkan oleh Internet Explorer membuat banyak warnet lebih memilih browser lain.

Perangkat Lunak berikutnya dalam kategori Internet adalah perangkat lunak Messaging, kegunaan perangkat lunak ini adalah untuk saling bertukar pesan pendek.  Layanan yang populer adalah: Yahoo Mesengger (Yahoo IM), MSN, Gtalk.   Baik Yahoo IM, MSN maupun Gtalk memiliki perangkat lunaknya masing-masing dan dapat di install ke komputer pengguna.  Kita juga dapat memanfaatkan perangkat lunak messaging yang dapat terkoneksi ke beberapa layanan sekaligus seperti Pidgin. Selain diakses melalui perangkat lunak tersendiri, layanan Yahoo IM, MSN dan Gtalk juga dapat di akses melalui web seperti Meebo.

Diluar kedua jenis perangkat lunak di atas, ada baiknya di komputer pengguna juga di install beberapa perangkat lunak kategori internet, misalnya:  FTP Client, namun hal ini bukanlah prioritas.  Yang prioritas adalah: Browser dan Messaging.

Perangkat Lunak Perkantoran

Biasanya masyarakat umum lebih familiar dengan istilah office software. Perangkat lunak perkantoran merupakan perangkat lunak yang diperlukan untuk melakukan pengetikan (word processing), lembar kerja (spreadsheet), dan penyusunan presentasi.  Yang populer di masyarakat adalah Microsoft Office, namun harga lisensinya yang tinggi menjadikan perangkat lunak ini tidak ekonomis untuk di sediakan di komputer pengguna.   Selain itu,  Microsoft Office cuma bisa berjalan di Sistem Operasi Windows.   Untuk Warnet, solusinya adalah menggunakan perangkat lunak perkantoran Open Office.

Open Office adalah perangkat lunak perkantoran open source yang populer.   Tampilan dan fasilitas yang disediakan oleh Open Office cukup lengkap dan dapat di jalankan di sistem operasi Windows dan Linux.  Tidak ada perbedaan menjalankan OpenOffice di sistem operasi Windows maupun Linux.  Open Office juga mampu membaca berbagai format dokumen yang ada.

Bagaimana dengan Microsoft Office? Jika memang diperlukan bisa saja warnet membeli satu lisensi untuk dipergunakan di komputer Operator bagi kepentingan pencetakan.  Hal ini karena untuk format dokumen yang rumit tidak di bisa di konversi dengan tepat oleh Open Office.

posting mengenai perbandingan harga beberapa perangkat lunak perkantoran dapat dibaca di sini.

Perangkat Lunak Multimedia

Perangkat lunak multimedia sifatnya adalah pilihan.   Kita bisa memilih apakah perlu memasangnya di komputer pengguna atau tidak.  Ini bergantung kepada kebijakan warnet tersebut.   Jika hendak memberikan akses ke berkas berkas multimedia (audio, video), maka perangkat lunak yang populer adalah:

  • WinAMP (windows)
  • Windows Media Player (windows)
  • K-Lite Code Pack (windows)
  • Amarok ( Linux )
  • VLC Media Player (linux, windows)

Perangkat Lunak Grafis

Perangkat lunak grafis yang diperlukan di warnet adalah perangkat lunak untuk melihat (preview) berkas berkas grafis/foto dan melakukan modifikasi dasar.  Karenanya dengan menggunakan perangkat lunak berbasis Open Source seperti GIMP (linux/Windows) sudah cukup memenuhi kebutuhan tersebut.  Kita juga bisa menggunakan perangkat lunak lainnya seperti GQView (linux), Gwenview (linux), IrfanView (windows)  untuk sekedar melihat (preview) berkas grafis.  Untuk Windows, sebenarnya sudah ada fasilitas untuk preview berkas grafis tanpa harus menginstall perangkat lunak tambahan sementara untuk pengguna Linux, default-nya juga sudah tersedia perangkat lunak untuk hal tersebut.

Tools dan Security

  • linux
  • windows

C. Billing System

Billing System adalah Perangkat Lunak yang harus ada di warnet.  Tanpa billing system, kita akan kesulitan melakukan pengawasan, analisa dan pencatatan terhadap segala kegiatan yang berlangsung di Warnet.   Banyak sekali pilihan Billing System yang bisa kita gunakan namun sebaiknya sebelum memutuskan menggunakan Billing System mana, pelajari dan coba cari tahu dulu segala sesuatu tentang Perangkat Lunak yang tersedia.

 Hardware internet

Perangkat keras apa saja yang dibutuhkan di warnet?  Saya membaginya atas beberapa kategori, yaitu:

  1. Perangkat Komputer
  2. Perangkat Jaringan
  3. Perangkat Kelistrikan
  4. Perangkat Tambahan

Perangkat Komputer.

Secara sederhana, perangkat komputer yang diperlukan sebuah warnet adalah komputer yang dipergunakan oleh pengguna dan komputer yang digunakan untuk pencatatan (billing).  Dalam prakteknya, sering komputer yang digunakan untuk pencatatan digunakan juga sebagai komputer untuk melayani proses pencetakan (print server) dan penyimpanan berkas (file server), bahkan kadang berfungsi juga sebagai komputer untuk melakukan pelayanan lainnya ( pengetikan, pemindaian, edit foto dst-nya)

Untuk komputer pengguna sebaiknya digunakan spesifikasi yang “cukup”.  Cukup disini dalam pengertian spesifikasi tersebut cukup nyaman untuk menjalankan aplikasi-aplikasi internet yang umum dilakukan seperti browsing dan messaging (dan sekali-kali menggunakan aplikasi perkantoran/office application).  sebuah PC dengan Memory 512MB (saat tulisan ini dibuat sudah merupakan spesifikasi umum) dan harddisk 80GB mustinya cukup.  Jenis VGA yang dibutuhkan tidaklah terlalu tinggi.  Sebuah VGA dengan memory 32-64MB sudah mencukupi.  Untuk tipe layar, penulis menyarankan penggunaan jenis LCD dengan lebar minimum 15 inci.  Tipe layar LCD selain menghemat penggunaan listrik dan menghasilkan tidak menghasilkan panas seperti layar CRT, juga harganya sudah cukup terjangkau.  Pada saat tulisan ini dibuat sebuah layar LCD bermerek terkenal dengan lebar 17 inci bisa didapatkan dengan harga Rp 1,5j juta, sementara yang berukuran 15 inci seharga Rp 1,3 juta.

Penulis sengaja tidak memberikan saran mengenai CPU, sebab tipe CPU terendah yang bisa didapatkan dipasaran saat ini pun sudah sangat cukup untuk menjalankan aplikasi-aplikasi internet.  Sehingga pemilihan CPU adalah bergantung kesediaan tipe CPU di pasaran. Mengenai ukuran casing, sebaiknya Casing dari Komputer pelanggan jangan terlalu besar.  Jika tersedia casing berukuran kecil dan hemat tempat akan sangat membantu tingkat kenyamanan dari pengguna.

Bagaimana dengan perangkat input output seperti CD-ROM, WebCam, USB Port?  Ini bergantung dengan kondisi pasar setempat.  Beberapa warnet tidak memasang CD-ROM di komputer pelanggan dengan alasan tidak banyak digunakan dan lebih praktis menggunakan USB Flashdisk sebagai media simpan.  WebCam tidak selalu dibutuhkan, karena cenderung memboroskan bandwidth.  Namun jika permintaan dari pelanggan cukup banyak, tidak ada salahnya menyediakan webcam dengan biaya tambahan.

Perangkat Jaringan

Perangkat jaringan apa saja yang diperlukan di warnet? Minimum perangkat yang kita perlukan adalah Switch dengan jumlah port yang cukup untuk semua komputer, kabel jaringan dan router/modem.  Umumnya switch tersedia dengan jumlah port 4, 8, 12, 16, 24, hingga 32.  Apa bedanya hub dengan switch? dari sisi fungsi keduanya sama, dari unjuk kerja tentu switch diatas hub.  Saat ini hub sudah hampir tidak ada dipasaran.  Harga Switch saat ini pun sudah cukup terjangkau bahkan sama dengan hub.   Beberapa switch memiliki fitur “manageable”, namun tipe ini biasanya harganya cukup mahal dan nyaris tidak diperlukan di sebuah jaringan warnet berukuran kecil (4 s/d 24 pc)

Bagi pengguna ADSL, pilihlah Modem/Router ADSL yang berkualitas bagus.  Modem standar dari Provider kadang tidak mampu dipergunakan terus menerus, atau cepat rusak.  Ini bisa dimengerti, sebab modem standar dirancang untuk penggunaan dirumah sementara Warnet menggunakannnya seharian penuh setiap harinya.  Cobalah bertanya dahulu ke toko-toko tempat anda membeli modem ataupun ke forum-forum yang membahas mengenai warnet/internet untuk mencari tahu modem apa yang cukup tahan digunakan terus menerus.

Perangkat Kelistrikan

Saya memisahkan perangkat seperti UPS, Stabilizer dan AC ke kategori perangkat kelistrikan untuk memudahkan pengelompokan saja.  Termasuk didalam perangkat kelistrikan adalah Grounding yang kadang dilupakan saat instalasi listrik.  Grounding diperlukan agar perangkat-perangkat yang kita gunakan tidak nyetrum pada saat tersentuh.  UPS juga akan lebih awet jika grounding dari sistem kelistrikan kita bagus.

Ada baiknya jalur kelistrikan dirancang menjadi beberapa bagian yang terpisah dan memiliki rangkaian pemutus/sekering tersendiri. Misalnya: jalur listrik untuk komputer client, jaringan listrik untuk komputer billing dan perangkat lainnya, jaringan listrik untuk perangkat Pendingin Ruangan, Lemari Pendingin (jika ada).  Hal ini dimaksudkan jika terjadi kelebihan beban maupun hubungan singkat dapat lebih mudah ditelusuri dan lebih aman dalam pengoperasioan sehari-hari.

Perangkat Tambahan

  1. Pencetak/Printer
  2. Pemindai/Scanner
  3. CD/DVD Burner

Pencetak/Printer adalah perangkat tambahan yang wajib ada di Warnet.   Hal ini sebenarnya telah di bahas di Bab 3 – Layanan Warnet.  Namun kali ini penulis menegaskan sekali lagi bahwa jika dana investasi tersedia, sebaiknya warnet memiliki minimal 2 macam alat pencetak.  Dimana 1 pencetak jenis laser dan 1 lagi berjenis inkjet.  Pencetak Laser di khususkan untuk pencetakan hitam putih berkualitas dan berkecepatan tinggi.   Sedang Pencetak inkjet dimaksud untuk melayani pencetakan berwarna/foto dan berkecepatan sedang.  Mengingat penghasilan dari pencetakan adalah salah satu penghasilan yang dengan persentasi tinggi, rawatlah perangkat cetak anda sebaik mungkin.

Carilah perangkat pencetak yang didukung atau dapat bekerja di OS Linux.  Printer jenis ini akan sangat membantu jika dikemudian hari warnet berniat untuk bermigrasi ke OS Linux.   Memiliki pencetak yang hanya berjalan di satu jenis OS sebenarnya merugikan.

Pemindai/Scanner sendiri adalah perangkat yang disarankan ada.   Pemindai di warnet tidak perlu yang berkemampuan tinggi.  Bahkan sebuah perangkat pemindai yang masuk dalam entry level pun sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan pemindaian di warnet.  Banyak jenis pemindai di pasar, namun seperti halnya perangkat pencetak, carilah pemindai yang bisa dipasangkan dengan OS Linux untuk mengantisipasi migrasi ke OS Linux.

Walaupun USB Flash DIsk berkapasitas tinggi (kapasitas > 4GB) mulai menjadi Umum, namun media CD/DVD tetap menjadi pilihan media simpan.   Karenanya, memiliki sebuah CD/DVD Burner adalah kewajiban.  Gunakanlah perangkat yang mampu membakar CD-R, CD-RW, DVD-R dan DVD Double Density (kapasitas 8GB).  Dengan harga yang tidak terlalu berbeda, sayang rasanya jika burner anda cuma mampu menulis di CD-R dan DVD-R.

Tempatkanlah CD/DVD Burner ini di area kerja Operator/Kasir agar penggunaannya dapat dipantau.  Jangan memasangnya di komputer client sebab akan menyulitkan pengawasan dan bisa mengganggu client jika komputer tersebut sedang digunakan.

Perlu diperhatikan adalah: jagalah agar file-file yang dibakar ke dalam CD/DVD tersebut bukan file-file yang melanggar UU/Hukum yang berlaku.   Walaupun sebenarnya tanggung jawab bukanlah dari sisi warnet, tapi mencegah lebih baik daripada bermasalah dikemudian hari.

Perangkat lainnya.

Selain ke-empat perangkat yang penulis sampaikan di atas, masih ada beberapa perangkat lainnya seperti speaker, headset, webcam yang dapat di optimalkan untuk menambah penghasilan warnet.  Namun semuanya tergantung kepada pasar yang dituju dan tingkat layanan yang ingin diberikan.

Billing System Warnet

Billing system adalah aplikasi yang digunakan dalam membantu manajemen warnet. Fungsinya antara lain:

  • Mencatat pemakaian pengguna Warnet
  • Membantu pencatatan layanan lainnya (Print Out, Makanan, Minuman dll)
  • Sarana pencatatan keuangan
  • Fungsi monitoring kondisi PC Client (aktifitas, status on/off)

Pilihan aplikasi Billing system yang tersedia cukup banyak dari yang hanya berfasilitas dasar hingga memiliki kemampuan untuk melakukan report dan monitoring via internet. Baik yang berbasis Windows maupun yang berbasis Linux.

Daftar Aplikasi Billing System basis Windows diurut alfabetis:

Daftar Aplikasi Billing System basis Linux/Open Source diurut alfabetis:

PELUANG USAHA WARNET-1


 A. Dasar Usaha.

Konsep Dasar sebuah warung internet (warnet) adalah sebuah tempat yang menyediakan akses infrastruktur internet dengan mode berbagi koneksi (shared) dan perangkat akses (PC) sehingga pengguna bisa mengakses internet dengan biaya yang lebih murah. Konsep dasar inilah yang bisa dikembangkan sesuai dengan kondisi masing-masing tempat.

Hampir tidak ada warnet yang identik, kecuali warnet tersebut adalah bagian dari sebuah jaringan usaha. Snappy dan Multiplus adalah jaringan warnet yang cenderung identik dan tidak berbeda antara satu outlet dan outlet lainnya.  Kedua jaringan warnet tersebut memposisikan dirinya sebagai business center. Karena itulah, pengembangan konsep dasar warnet harus disesuaikan dengan karakter masing-masing tempat. Jika anda berkeinginan mendirikan usaha warnet, lakukanlah studi kecil-kecilan terlebih dahulu untuk mengetahui prospek usaha warnet anda.

Catatan penting yang harus diingat adalah: keberhasilan sebuah usaha tidak ditentukan oleh satu faktor saja, namun merupakan gabungan beberapa faktor. Faktor faktor yang menentukan tersebut terdiri dari faktor teknis, pelayanan, manajemen dan sosial budaya. Jangan mengecilkan ataupun terlalu menonjolkan salah satu faktor dan tidak memperhitungkan faktor lainnya. Kadang terjadi sebuah warnet didukung oleh faktor teknis yang mumpuni namun faktor pelayanan yang kurang dan manajemen yang tidak teratur akhirnya malah dijauhi oleh pelanggan.

Di bagian akhir buku akan diberikan profil pengusaha-pengusaha warnet yang berhasil dalam menjalankan bisnis-nya.  Pembaca sekalian nanti bisa melihat bahwa walaupun berangkat dari teknologi yang sama (komputer dan internet) namun dengan konsep bisnis berbeda dan disesuaikan dengan kondisi setempat.  Perlu di ingat bahwa keberhasilan sebuah konsep di satu tempat tidak menjamin keberhasilannya di tempat lain, pelajari keinginan pelanggan agar dapat mencapai keberhasilan bisnis warnet anda.

B. Layanan Usaha.

Layanan Utama warnet tentunya adalah: akses internet.  Tanpa akses internet maka namanya bukan warnet lagi   Karena itu agar layanan warnet terjaga maka usahakanlah akses internet ter-optimal yang bisa anda dapatkan.

Namun, jangan menyampingkan layanan lain untuk menunjang layanan internet, sebab bisa jadi justru layanan penunjang ini akan sangat membantu keberhasilan warnet anda.  Dalam beberapa kasus, beberapa warnet malah mendapatkan hasil yang lebih dari layanan penunjang tersebut dibanding layanan utamanya (akses internet).  Beberapa layanan penunjang tersebut adalah:

Pelayanan Penunjang Dasar.

  1. Pengetikan
  2. Pencetakan
  3. Pemindaian
  4. Edit Foto Sederhana
  5. Peng-unduhan berkas
  6. Pembakaran berkas ke CD/DVD

Pelayanan di atas termasuk layanan penunjang yang cukup mendasar dan bukan sesuatu yang rumit hingga membutuhkan keahlian khusus, seorang operator lulusan SMA/STM tentunya akan mampu melakukannya dengan baik.   Meskipun demikian, Operator warnet tetap membutuhkan pelatihan untuk dapat melakukan layanan penunjang tersebut dengan baik.

Pengetikan

Perlu dicatat adalah: layanan pengetikan biasanya membutuhkan perhatian khusus dari Operator sehingga dapat mengganggu tugas operator lainnya.   Pertimbangkan memiliki operator khusus pengetikan jika warnet anda sering mendapatkan pemesanan pengetikan dalam jumlah halaman yang banyak.

Pencetakan

Layanan pencetakan juga adalah layanan penunjang yang bisa memberikan penghasilan yang cukup.  Pengalaman penulis dalam memberikan layanan pencetakan sampai pada kesimpulan bahwa kombinasi perangkat cetak yang digunakan sebaiknya terdiri dari perangkat cetak Laser untuk layanan cetak hitam putih cepat berkualitas tinggi serta perangkat cetak inkjet untuk layanan cetak berwarna.

Pemindaian

Harga pemindai yang layak pakai saat ini cukup murah, berkisar Rp 500.000-an sudah mendapatkan perangkat pemindai yang cukup untuk digunakan sehari-hari di warnet.  Mengerti teknik memindai yang baik dan menyesuaikan tipe dokumen yang dipindai ( teks, foto hitam putih, foto warna, majalah ) akan membantu menghasilkan berkas pindai yang efisien dan sesuai kebutuhan.  Tidak semua hasil pindai harus dengan kerapatan DPI tinggi.  beberapa berkas cukup dengan 100dpi.  DPI tinggi akan meningkatkan ukuran berkas sehingga menggunakan kerapatan DPI tinggi akan menyulitkan peng-unggahan berkas tersebut ke internet.

Edit Foto Sederhana

Layanan ini adalah keturunan dari layanan pemindaian atau kadang sudah termasuk didalam layanan pemindaian itu sendiri.  Tetapi perlu dipertimbangkan untuk layanan ini jika pelanggan warnet anda membawa berkas foto-nya sendiri untuk diminta di edit bukanlah berkas hasil pemindaian di warnet.  Bagi mereka yang memindai di warnet sebaiknya layanan edit foto ini sudah termasuk didalamnya.

Pengunduhan Berkas

Ingat dengan Buku Sekolah Elektronik (BSE)? Situs BSE adalah salah satu situs yang memberikan warnet peluang memberikan layanan pengunduhan berkas.  Berkas yang di unduh dari situs BSE dapat dikemas dalam satu keping CD dan bisa dijual kepada pelanggan warnet yang berminat menghemat waktu dan uang yang dibutuhkan untuk mengunduh.  Warnet dapat menggunakan jam tutup warnet dimana bandwidth tersedia tanpa mengganggu pelanggan warnet.

Pembakaran berkas ke CD/DVD

Layanan ini juga merupakan turunan dari layanan pengunduhan berkas.  harga CD/DVD yang murah dan kapasitas besar adalah hal yang menarik untuk dimanfaatkan.  Pisahkan antara layanan Pembakaran berkas ke CD/DVD dengan layanan Pengunduhan berkas agar pelanggan warnet dapat memilih apakah menggunakan CD/DVD sebagai media simpan atau menggunakan FlashDisk yang saat ini sudah menggantikan floppy disk sebagai media simpan. 

C. Perencanaan dan Studi Usaha

Perencanaan dan studi lapangan selalu diperlukan setiap kali kita ingin menjalankan sebuah usaha. Tidak peduli seberapa besar atau kecil sebuah usaha, perencanaan dan studi lapangan adalah sebuah hal yang mutlak. Hal yang sering terjadi adalah kegagalan sebuah usaha karena lemah pada perencanaan dan studi lapangan. Warnet, adalah sebuah usaha yang terlihat sederhana namun kenyataannya mulai dari perencanaan hingga pengelolaan warnet ternyata menuntut konsentrasi yang tinggi dari pelaku usaha warnet.

Studi Lapangan

Yang mana duluan, Perencanaan atau studi lapangan? Saya menyarankan supaya yang dilakukan adalah studi lapangan. Kita mulai dengan lokasi. Kita harus menentukan kriteria sebuah lokasi yang memenuhi syarat sebagai tempat yang sesuai untuk mendirikan sebuah warnet. mis:

  1. Carilah lokasi yang mudah diakses oleh calon pelanggan anda. Lokasi yang dilewati kendaraan umum atau tidak jauh dari akses kendaraan umum.
  2. Perhatikan di sekitar lokasi tersebut apakah terdapat komplek pemukiman penduduk, sekolah/universitas, Bank, Perkantoran, mini market. Kemampuan ekonomi adalah faktor yang menentukan. Sebuah lokasi yang terdapat faktor-faktor yang disebutkan di atas menunjukkan potensi sebuah lokasi untuk mendirikan warnet.
  3. Tersedia tempat parkir minimal bagi mereka yang menggunakan kendaraan sepeda motor. Jika tersedia tempat untuk parkir mobil akan lebih bagus.
  4. Bagaimana kondisi lokasi ketika malam hari? Apakah cukup terang? Ingatlah bahwa warnet umumnya beroperasi hingga malam hari, lokasi yang gelap akan membuat warnet anda tidak menarik dikunjungi.
  5. Cobalah mencari informasi tentang kondisi keamanan lokasi tersebut, jika tingkat keamanan lokasi tersebut rendah kemungkinan anda perlu biaya tambahan untuk faktor keamanan dan biaya asuransi.

Bagaimana jika di lokasi tersebut sudah ada atau banyak warnet? Jika sudah banyak warnet di lokasi tersebut, maka sebaiknya carilah lokasi lain. Kecuali warnet yang anda dirikan memiliki sebuah keunggulan dibanding warnet lain, maka mendirikan sebuah warnet di lokasi dimana sudah banyak terdapat warnet (bahkan hingga berderet-deret warnet semua) cenderung akan memancing persaingan yang tidak sehat.

Jika lokasi ideal (atau mendekati ideal) sudah didapatkan, maka kita lanjutkan dengan melakukan perencanaan usaha.

Perencanaan Usaha / Business Plan

Apa saja yang perlu direncanakan? Jawaban sederhana: semua :) Jangan melakukan apapun tanpa perencanaan yang baik. Supaya bisa merencanakan dengan baik, maka harus ada studi lapangan yang cukup. Setelah studi lapangan selesai dan sudah terbayang model usaha yang sesuai, maka rencanakanlah besar investasi yang diperlukan, jangka waktu investasi akan kembali, perkiraan besar keuntungan, biaya operasional, tenaga kerja, hingga model promosi. Semuanya harus dengan perencanaan terlebih dahulu.

Rumusan umum dalam melakukan perencanaan usaha adalah sesederhana menghitung biaya investasi (capex), biaya operasional (opex), prediksi penghasilan kotor(bruto) dan bersih (netto), Waktu Titik Impas Investasi (Break Even Point) . Misalkan titik impas direncanakan adalah 2 tahun (=24 bulan) , maka rumusannya adalah sbb:

Bruto – (Opex + (capex/24)) = Netto

disini

  • Bruto = penghasilan kotor selama 24 bulan
  • Opex = biaya operasional bulanan (rata-rata)
  • capex = biaya investasi
  • netto = penghasilan bersih.

Ini adalah rumusan yang paling sederhana. Jika ingin rumusan yang lebih rumit kita bisa melakukan apa yang dikenal sebagai menghitung IRR (investment return ratio) untuk mengetahui apakah investasi yang kita lakukan termasuk yang menguntungkan atau tidak. Sebuah perhitungan yang rumit sudah memasukkan faktor-faktor seperti bunga bank, depresiasi dan inflasi. Perhitungan yang rumit ini dianjurkan jika investasi yang dilakukan sudah bernilai besar dan melibatkan pihak bank.

Ada dua pendekatan yang bisa kita gunakan dalam melakukan perencanaan usaha, yaitu berdasarkan nilai investasi atau berdasarkan kapasitas usaha yang diinginkan. Berdasarkan nilai investasi biasanya dilakukan jika modal yang tersedia sudah dipatok pada nilai tertentu. Mis: si A memiliki uang senilai Rp 70 juta dan dia ingin membuat warnet berdasarkan uang yang dimilikinya. Sedang berdasarkan kapasitas, si A merencanakan untuk membuat warnet dengan kapasitas 20 PC di sebuah lokasi yang sesuai dengan keinginannya. Kedua cara ini sah-sah saja digunakan tergantung modal ataupun keinginan anda. Tentu saja, sesuaikan rencana dengan konsep dan pasar yang dituju.

Tabel Perhitungan investasi dan biaya operasional

Ini adalah bagian yang menarik dalam panduan ini. Banyak sekali yang bertanya soal bagaimana menghitung investasi dan biaya operasional sebuah warnet. Dalam banyak hal, setiap lokasi memiliki keunikan tersendiri dalam perhitungan investasi dan operasional. Anda masih harus menyesuaikan lagi nilai-nilai yang dituliskan disini dengan kondisi di daerah anda.

Dibawah ini adalah contoh tabel investasi:

No Item Qty unit Harga Total
1 Sewa Tempat 3 tahun Rp10,000,000.00 $30,000,000.00
2 Meja Client 10 Buah Rp350,000.00 Rp3,500,000.00
3 Kursi Client 10 Buah Rp200,000.00 Rp2,000,000.00
4 Kursi extra 10 Buah Rp80,000.00 Rp800,000.00
5 Meja Kasir 1 Buah Rp700,000.00 Rp700,000.00
6 Kursi Kasir 1 Buah Rp200,000.00 Rp200,000.00
7 PC Client 10 unit Rp4,999,000.00 Rp49,990,000.00
8 PC Billing 1 unit Rp4,999,000.00 Rp4,999,000.00
9 Printer Billing 1 Buah Rp1,500,000.00 Rp1,500,000.00
10 Printer Client 1 Buah Rp2,000,000.00 Rp2,000,000.00
11 Scanner 1 Buah Rp600,000.00 Rp600,000.00
12 LAN (perangkat + Instalasi) 1 unit Rp4,000,000.00 Rp4,000,000.00
13 Modem ADSL 1 unit Rp1,500,000.00 Rp1,500,000.00
14 Interior 1 unit Rp5,000,000.00 Rp5,000,000.00
15 Kelistrikan 1 unit Rp3,000,000.00 Rp3,000,000.00
16 Legal Formal (Ijin,bdn hukum) 1 unit Rp2,000,000.00 Rp2,000,000.00




Total Investasi Rp 111.789.000,00

Tabel Biaya Investasi

Tabel investasi ini adalah contoh investasi untuk sebuah warnet dengan 10 client + 1 Billing.  Kondisinya bisa berbeda untuk setiap daerah, karena itu sesuaikan kuantitas dan kualitas tabel sesuai dengan kondisi yang anda hadapi.

Untuk biaya operasional, contohnya adalah sbb:

No Item Qty unit Harga Total
1 ISP 1 unit Rp1,750,000.00 $1,750,000.00
2 SDM 3 orang Rp800,000.00 Rp2,400,000.00
3 PLN 1 unit Rp1,250,000.00 Rp1,250,000.00
4 Perawatan 1 unit Rp150,000.00 Rp150,000.00
5 Telepon 1 unit Rp100,000.00 Rp100,000.00
6 ATK 1 unit Rp200,000.00 Rp200,000.00
7 Amortisasi 1 unit Rp3,105,250.00 Rp3,105,250.00
8 Promosi 1 unit Rp200,000.00 Rp200,000.00




Biaya Operasional Rp9.155.250,00

Tabel Biaya Operasional

Perhatikan tabel di atas, pada baris no. 7 ada biaya Amortisasi.  Biaya amortisasi adalah angka yang dihasilkan dari membagi total investasi dengan lama (bulan) pengembalian modal.  dalam contoh di atas, amortisasi dihitung dengan membagi Rp 111.789.000,- dengan 36 bulan (masa kontrak 3 tahun) sehingga memunculkan angka Rp 3,105,250/bulan.  Biaya Operasional riilnya adalah: Rp 9.155.250 – Rp 3.105.250 = Rp 6.050.000

Artinya, batas paling bawah/minimum penghasilan bulanan warnet tersebut adalah Rp 6.050.000, namun minimum disini berarti masih merugi.  Agar tidak merugi, maka batas bawah penghasil perbulannya haruslah minimal di Rp 9.155.250.  Jika penghasilan bulanannya di atas angka Rp 9.150.250, barulah warnet tersebut dikatakan meraih keuntungan.

Perhitungan ini sangat penting, sebab akan menentukan nasib warnet anda di akhir masa kontrak.  Anda dituntut agar investasi yang telah ditanamkan (minimal) dapat kembali ( BEP/Impas).  Jika anda ingin masa kontrak anda diperpanjang atau pun memperbaharui investasi (mis: pengadaan PC baru) maka uang yang digunakan adalah uang simpanan dari amortisasi tersebut di invest ulang.

Investasi telah kita susun, biaya operasional juga telah di perkirakan.  Terakhir adalah menentukan harga modal.  Harga modal disini, berarti batas dimana harga tersebut belum memiliki keuntungan.  Dengan perhitungan yang tepat kita dapat mengetahui harga modal kita, contoh nya sebagai berikut:

Variabel yang kita miliki adalah:

1 Total Investasi / Capex Rp111,789,000.00
2 Biaya Operasional / Opex Rp9,155,250.00
3 Masa Sewa 36
4 Hari Operasional / bln 29
5 Efisiensi 8
6 Jumlah PC 10

catatan: Hari operasional adalah perkiraan rata-rata hari beroperasi dalam 1 bulan, sedang efisiensi adalah angka dalam jam yang menunjukkan jumlah jam dimana penggunaan PC mencapai 100%.  Efisiensi sebuah warnet biasanya berkisar antara 7 hingga 10 jam.

rumus mendapatkan nilai harga modal adalah:

(( Investasi/Masa Sewa )+ Biaya Operasi Riil )/(Masa Operasi x Efisiensi x jumlah PC) = harga modal

Untuk contoh kasus di atas, maka perhitungannya adalah:

((Rp 111.789.000/36)+ Rp 6.050.000)/(29x 8 x 10 ) = Rp 5.285,-

Jika margin yang ingin diperoleh adalah 20% maka harga jualnya adalah: Rp 6.350/jam

Banyak pertanyaan tentang sekitar peluang usaha Warnet

  • Berapa kira-kira biaya listrik /bln?
  • Biaya koneksi per bulan?
  • Apa usaha warnet kalian akan bertahan hingga 5 tahun kedepan?
  • Dibandingkan dengan jasa internet khusus game on line, apa lebih menguntungkan?
  • Kalau dirata-ratakan, 1 PC bisa berapa jam seharinya di pakai pelanggan?

1. Biaya Listrik

Biaya listrik per bulan ditentukan oleh kebutuhan listrik dari warnet tersebut. Untuk memperkirakan biaya listrik yang wajar tentu harus di analisa dulu seberapa besar kebutuhan daya listrik. Sebagai contoh kasus kita coba menghitung berapa besar daya listrik yang diperlukan oleh warnet dengan konfigurasi berikut:

  • PC : 11 unit @ 200 watt
  • Monitor: 11 unit CRT 15″ @ 90 watt
  • Printer: 1 unit inkjet @ 40 watt
  • Scanner: 1 unit @45watt
  • Lampu indoor: 4 buah TL @ 25watt
  • Lampu outdoor: 2 buah TL @ 50watt
  • AC: 2 buah @ 1,5 PK ( 1 pk = 746 watt, 1,5 pk = 1119 )
  • Cooler: 1 unit @ 90 watt

Total kebutuhan daya adalah:

  • PC = 11 x 200 = 2200 watt
  • Monitor = 11 x 90 = 990 watt
  • Printer = 1 x 40 = 40 watt
  • Scanner = 1 x 45 = 45 watt
  • Lampu indoor = 4 x 25 = 100 watt
  • Lampu outdoor = 2 x 50 = 100 watt
  • AC = 2 x 1119 = 2238 watt
  • Cooler = 1 x 90 = 90 watt
  • Total kebutuhan daya = 5803 watt

Dilihat dari paparan di atas maka daya listrik terpasang yang disarankan adalah minimal 6600 watt. Biaya listrik untuk daya sebesar itu biasanya berada di kisaran Rp 900.000 s/d Rp 1.500.000 per bulan. Banyak cara (yang halal) untuk menurunkan pemakaian daya listrik. Misalnya: menggunakan monitor LCD, mematikan pc/monitor yang tidak digunakan, mengatur suhu AC pada suhu yang tidak terlalu dingin ( 22 – 25 derajat celcius ).


2. Biaya koneksi per bulan.

Berbicara biaya koneksi, maka pilihannya beragam dan bergantung kepada lebar bandwidth, media koneksi, kualitas dll.

Hal paling utama direncanakan setelah penyiapan sarana adalah koneksi. Sedapat mungkin koneksi di kelola dengan baik. Jika koneksi internet cepat, maka pengunjung warnet akan selalu datang kembali dalam beraktivitas di internet. Kelancaran koneksi internet, sangat berpengaruh terhadap besar jalur koneksi atau Bandwith yang disediakan oleh Internet Service Provider (ISP).

Seterusnya, kebutuhan bandwith sangat bergantung banyak terminal yang terkoneksi dalam jaringan internal. Koneksi internet yang efisien berkisar antara 6 hingga 16 Kbps per PC. Tetapi jika penggunaan bandwith berganti dan saling mengisi, maka tidak diperlukan perhitungan kebutuhan bandwith setiap terminal.

Hal ini harus disikapi secara pintar oleh pemilik warnet, karena harga bandwith ini tidak murah bergantung dari rasio penggunaan, apakah sharing atau leased-line. Panduan mengatur kebutuhan bandwith berdasarkan jumlah terminal PC dalam warnet sbb:

Jumlah PC Kebutuhan bandwidth
1-12 64 – 128 Kbps
12-24 128 – 256 Kbps
24-40 256 – 512 Kbps
40-60 512 – 1024 Kbps/1 Mbps
60-80 1 Mbps – 1,5 Mbps
80-100 1,5 mbps – ~

Teknologi Akses

Selain besaran Bandwith, jenis pilihan teknologi koneksi juga mempengaruhi kecepatan akses internet. Beberapa jenis teknologi koneksi internet yang patut difahami adalah:

Koneksi Kabel

Koneksi Tanpa Kabel

Saran saya, tentukan dulu kebutuhan bandwidth anda baru berbicara biaya koneksi. Untuk biaya dapat dilihat dari situs-situs ISP di Indonesia.


3. Apakah usaha warnet bisa bertahan hingga 5 tahun ke depan?

Tentu bisa. Yang menentukan adalah kemampuan manajemen warnet tersebut apakah bisa bertahan menghadapi persaingan. Persaingan di sini harus dilihat secara general. Saingan warnet bukan cuma warnet tetangganya. ISP juga saingan warnet, sebab ada produk-produk layanan mereka yang bersaingan langsung dengan warnet. PC/Notebook murah juga saingan warnet. Kombinasi antara PC/Notebook murah dan Produk ISP yang murah atau akses Wifi gratis adalah ancaman yang nyata bagi keberadaan Warnet. Karena itu, warnet harus bisa menempatkan target pasar dan pelayanannya dengan tepat jika tidak ingin tersingkir dari persaingan.


Analisa Prospek Warnet

Jika dipelajari lebih jauh, munculnya warnet di Indonesia disebabkan dua faktor:

  1. Terbatas dan mahalnya akses internet
  2. PC sebagai alat akses utama internet juga masih terhitung mahal bagi mayoritas penduduk di Indonesia.

Melihat kenyataan itu, maka bermunculan warnet-warnet yang memberikan solusi kepada kebutuhan akses internet yang terjangkau. Kedua faktor inilah yang sebenarnya harus diperhatikan oleh pebisnis warnet dalam melihat prospek usaha warnet.


Pertanyaan berikutnya adalah: apakah akses internet dan pc saat ini sudah terhitung murah? Untuk Indonesia yang (sangat) luas ini, maka jawabannya bisa ya bisa tidak. Bagi mereka yang tinggal di kota-kota besar (ex: Jakarta) harga berlangganan internet sudah sampai pada harga Rp 99.000/bulan/384Kbps/unlimited akses. Namun bagi mereka yang berada di ujung Papua sana bisa senilai 3 juta rupiah untuk 64kbps via VSAT.

Sehingga kesimpulan akhirnya adalah: harga akses internet belum terhitung murah untuk seluruh daerah di Indonesia.


Bagaimana dengan PC? Ini pun masih bisa menjadi perdebatan panjang. Namun harga PC masih berkutat di atas Rp2,5 juta yang menurut saya masih cukup mahal untuk mayoritas masyarakat Indonesia. Melihat dari jumlah kepemilikan PC dibanding jumlah penduduk pun terlihat jelas kenyataan ini. Kesimpulannya: PC juga belum terhitung murah bagi sebagian besar penduduk Indonesia.


Apakah ini berarti bisnis warnet masih prospek? Untuk menjawab ini, mari kita lihat lagi beberapa faktor yang bisa berpengaruh pada warnet:

  • Mulai tersedianya akses Free Wifi/hotspot dimana-mana
  • Penyediaan akses internet di Kampus
  • Penyediaan akses internet di Kantor-kantor
  • Mulai beroperasinya Jardiknas (Jaringan Pendidikan Nasional)

Faktor-faktor di atas jika dilihat secara pesimistis bisa dianggap sebagai faktor yang akan menurunkan prospek bisnis warnet. Tapi bagi mereka yang optimis, hal-hal di atas justru memperkuat keberadaan prospek warnet sebagai bisnis. Mereka yang optimis ini menyadari keterbatasan dari akses internet di free wifi, kantor, kampus maupun sekolah (jardiknas) sehingga keterbatasan tersebut bisa dijadikan warnet sebagai daya tarik tersendiri agar pengakses tetap memilih warnet sebagai tempat akses internet. Berita di detikinet tentang ratusan hotspot yang ternyata tidak mampu memikat pengguna bisa menjadi acuan. Walau gratis, hotspot, akses di kantor, Kampus dan sekolah toh tidak bisa digunakan setiap saat, hanya pada jam tertentu saja.


Kembali ke laptop eh..warnet; bagaimana jadinya prospek bisnis warnet ini? Saya melihat musuh utama Warnet adalah dirinya sendiri. Kurangnya visi dalam mengelola bisnis dan terjebak kepada asumsi-asumsi dan akhirnya terjebak ke lemahnya daya saing yang berujung ke bangkrut/tutupnya warnet. Lemahnya visi bisa dilihat dari tidak berubahnya model bisnis warnet dari tahun ke tahun. Sejak mulai kita mengenal warnet hingga sekarang, model bisnisnya tidak lebih dari menjual kembali/reseller akses internet.


Dari sisi pelayanan pun tidak berubah, bahkan cenderung statis. Ini tentu kontras dengan kenyataan bahwa internet sendiri adalah tempat dimana individu-individu saling terhubung, berinteraksi, berkolaborasi dan menghasilkan sesuatu layanan yang sulit dikerjakan secara individualistis. Kata “net” yang berarti jaringan tidak dihayati oleh warnet-warnet, mereka asik dengan keterkungkungan di tempat mereka (secara tidak sadar) justru terhubung dengan mudahnya.

Prospek atau tidak warnet bukanlah dari bisnis warnet itu sendiri, tapi bagaimana mengelola dan membawa bisnis itu menjadi sebuah layanan yang tetap dibutuhkan masyarakat. Inilah yang kurang digali oleh warnet-warnet. Sekali warnet mampu memberikan layanan (berbasis IP) yang bagus dan dibutuhkan oleh masyarakat maka prospek bisnis pun akan cerah.

4. Mana lebih menguntungkan Warnet atau game online?

Pertanyaan ini sulit dijawab tanpa adanya data akurat. Pengalaman setiap orang bisa berbeda tetapi kita bisa menganalisanya sebagai berikut: Warnet biasanya tidak perlu spesifikasi komputer setinggi game center. Dari sisi harga, Warnet umumnya di atas game center yang justru membutuhkan spesifikasi komputer yang lebih tinggi. Namun, secara kasat mata, game center lebih ramai dari Warnet. Beberapa warnet juga menyediakan game online sebagai bagian dari pelayanan mereka. Saya kira inilah jalan tengah terbaik dengan catatan bahwa pengguna game dan warnet dipisahkan mengingat karakter keduanya sangat berbeda.

5. Tingkat Okupansi.

Tingkat okupansi yang umum adalah 7 – 9 jam. Di bawah 7 jam maka warnet itu terhitung sepi. Sementara di atas 9 jam warnet tersebut terhitung ramai (sekali). Jarang sekali ada warnet yang memiliki tingkat okupansi di atas 9 jam. Sebenarnya tidak terlalu sulit menghitung okupansi. Kebetulan dulu billing sistem saya punya fasilitas untuk itu. Cara lain adalah: kita hitung keaktifkan setiap PC ( berdasar data billing tentunya) dalam satu hari. contoh sebuah warnet 5 PC.
- PC 01 terpakai: 5 jam
- PC 02 terpakai: 8 jam
- PC 03 terpakai: 7 jam
- PC 04 terpakai: 1 jam
- PC 05 terpakai: 6 jam

sehingga rata-rata okupansinya pada hari tersebut adalah: (5+8+7+1+6)/5 = 5,4 jam

Berdasar pengalaman, okupansi yang wajar adalah di kisaran 7 hingga 9 jam, di bawah itu terhitung sepi, di atas itu termasuk warnet yang rame (sekali).

Bagi saya variabel utama adalah jumlah PC dan jam aktif user. Jam operasional tidak besar pengaruh-nya, kecuali lingkungan setempat memiliki tuntutan untuk warnet 24 jam. Makanya untuk memutuskan buka 24 jam harus berhitung secara hati-hati, jangan sampai isinya cuma 1-2 user tapi ongkos AC sama biaya tambahan OP malah lebih besar. Kecuali setelah beberapa percobaan ternyata user malam cukup signifikan untuk menghasilkan keuntungan.

Mengenai sewa ruko, PASTI dimasukkan ke OPEX!! bukan investasi, kenapa? karena biaya itu bersifat rutin (dibayar setiap tahun selama masa waktu operasi, misalnya per tahun) dan masuk kategori biaya variabel bukan biaya tetap. Kenapa sih harus ada pemilahan ke biaya tetap dan biaya variabel? Karena karakternya berbeda, maka implikasinya berbeda terhadap informasi perhitungan bisnis. Jika informsai salah, maka pengambilan keputusan pun salah atau bias. “Garbage In Garbage Out…”Logikanya begini, jika dimasukkan sebagai investasi, berarti ruko itu kepemilikannya milik kita? jelas aja yang punya ruko bakal ngamuk he.he.he. Investasi itu adalah barang-barang yang menjadi milik kita dalam jangka waktu lama (lebih dari satu tahun).

Sebagai rujukan, silahkan menggunakan literatur-literatur ilmu akuntansi, yang sudah tidak diragukan keampuhannya. Buktinya sudah berpuluh-puluh tahun, berjuta-juta perusahaan yang menggunakannya.

Mengenai Pendapatan burning, minuman, makanan, print (kita sebut pendapatan lain-lain), sebaiknya dalam perhitungannya dipisahkan dengan perhitungan pemasukan internet, karena komponen biaya pendapatan lain-lain tidak berhubungan langsung dengan pendapatan akses internet. Prinsip dasar begini nya, antara biaya dengan pendapatan yang dihasilkan dari pengeluaran harus terkait langung atau saling berhubungan. Dari situ kita mengetahui informasi berapa keuntungan bersih dari satu produk.

Di susunan laporan keuangan: laba rugi pun dikelompokkan pendapatan-biaya produk A, pendapatan-biaya produk B sehingga ketemu laba kotor (informasi laba kotor digunakan untuk mengukur prestasi produk tersebut). Kemudian kita juga perlu informasi laba bersih (sebelum pajak, dan pendapatan/biaya lain-lain) untuk mengukur prestasi bisnis kita. Beda lho yah prestasi bisnis dan prestasi produk. informasi laba bersih diperoleh dari laba kotor dikurangi data biaya-biaya operasional.

Kembali lagi ke masalah OPEK CAPEX, setelah kita menghitung biaya-biaya yang diperlukan, kemudian dibagi oleh tingkat akupansi. nahh… ini dia, kalau data biaya2 mudah didapat, bagaimana dengan data tingkat akupansi, apa dasar menerapkan angka akupansi tsb.? Misalnya dengan biaya yg tersebut kita hitung misalnya akupansi kita tentukan 7 jam misalnya ketemu tarif Rp. 6.500. Bagaimana jika kita tentukan 8 jam (optimistik)? bagaimana jika kita tentukan 6 jam (pesimistik)?

 

Sumber :http://irwinday.web.id

Budaya Dagang Etnis Tionghoa :


”Dapat keuntungan sepuluh rupiah, yang digunakan dua rupiah”

Benarkah keberhasilan sebagian besar para pengusaha etnis Tionghoa lantaran dekat dengan penguasa?. Bisa benar dan bisa juga salah, karena ada juga yang berjuang tanpa dekat dengan kekuasaan bahkan sangat prihatin sekali, terkadang malah ada diskriminasi ras.

Ada juga yang mengatakan kehidupan mereka maju karena etos kerjanya yang luar biasa, selain itu sejak kecil warga keturunan selalu diajarkan untuk tahu diri. Mereka merasa sebagai kaum minoritas termasuk dalam bertindak tidak boleh terlalu menonjol atau berlebihan dan gampang minta bantuan pada orang lain, sebab kalau minta bantuan biasanya orang yang mau bantu jadi sungkan. Beda kalau bantuan itu diberikan karena kemauan yang membantu, biasanya lebih tulus.

Dalam kehidupan sehari-hari kalau memiliki penghasilan Rp10, hanya Rp 2 yang biasa digunakan selebihnya mereka tabung. semuanya sudah disosialisasikan sejak kecil dilingkungan keluarga. Sedang dalam kerja, orang tionghoa selalu diajarkan agar tidak tergantung pada orang lain dan harus mampu menguasai jenis pekerjaan dari yang paling mudah sampai yang sulit. Bahkan beranggapan kalau pekerjaan itu tidak permanen seperti layaknya roda berputar, suatu saat diatas, lain waktu dibawah.

Maka modal yang paling penting bagi etnis tionghoa adalah sikap dapat dipercaya. Berapapun uang yang diberikan kalau tidak bisa dipercaya, ya tidak akan berhasil. Begitu juga kalau memiliki usaha sendiri.

Bisnis bagian dari budaya

Prinsip orang Tionghoa, ”Apa yang kami lakukan hari ini, bukan untuk hari ini saja, tapi untuk kedepan” Jadi kedepan untuk apa ? Sehingga perlu modal, modal bukan hanya uang saja, tapi bisa juga keterampilan, semangat dan kepercayaan sehingga harus pandai bergaul serta berkomunikasi. Nah, perdagangan adalah lahan satu-satunya yang paling memungkinkan untuk saling berkomunikasi dan bergaul, saling kenal dan membangun relasi.

Begitu juga menjadi pedagang bukan karena faktor keturunan. Ini lebih berkaitan dengan pendidikan awal di lingkungan keluarga sebagai akar budaya khas, dengan alasan keluarga Tionghoa tidak semudah suku lain sehingga mereka bekerja keras. Lalu kenapa banyak orang Tionghoa jarang menekuni profesi lain? Sebagai kaum minoritas, mereka menyadari akan keterbatasan peluang bagi mereka. Namun setelah reformasi politik sejak mulai priode Gusdur sedikit banyak perubahan paradigma perubahan profesi, banyak orang Tionghoa yang terjun ke dunia politik dan birokrasi. Banyak dari keturunan Tionghoa yang terjun ke politik, kita kenal Kwiek Kian Gie, Alvin Lie, dll. Mungkin yang belum terdengar kalau mereka masuk ABRI atau birokrat, mereka beranggapan masih sulit. Keterbatasan dan diskriminasi inilah yang menyebabkan mereka harus memaksakan diri memilih wiraswasta atau perdagangan. Dan disektor inilah mereka leluasa mengatur hidup. Itulah sebabnya ilmu berdagang ditanamkan dilingkungan keluarga sejak kecil yang akhirnya menjadi bagian dari budaya khas dan mereka jauh lebih survival hidupnya dibandingkan dengan penduduk peribumi. “Janganlah kebencian kepada suatu kaum menyebabkan kita berlaku tidak adil terhadap kaum tersebut”, mungkin kata yang pantas kita ungkapkan pada kita.

 

Ramalan Robert T. Kyiosaki


Dalam Bukunya “Rich Dad’s The Business School For People Who Like Helping PeopleRobert T. Kyiosaki meramalkan adanya tren perbuhan tatanan ekonomi dunia yang digerakan oleh industri pemasraan jaringan. Mengapa demikian? Berikut ini alasannya:

1. Orang menginginkan kebebasan. Hilanglah sudah masa di mana orang mulai bekerja pada usia 25 dan tetap di situ seumur hidup…melakukan seperti apa yang diperintahkan untuk dilakukan guna mempertahankan pekerjaan mereka. Kini orang ingin lebih bergerak, memiliki lebih banyak pilihan, dan lebih banyak kebebasan untuk menjalankan hidup sesuai dengan persyaratan mereka. Bisnis pemasaran jaringan paruh waktu memungkinkan orang lebih dapat mengendalikan hidup mereka dan akhirnya lebih banyak kebebasan. Ia memberikan biaya masuk yang rendah dan sistem siap pakai bagi orang-orang yang ingin sekali melakukan perubahan.

2. Orang ingin menjadi kaya. Pada generasi orang tua kita aturanya mengatakan kalau anda bekerja keras, semakin anda tua, semakin banyak anda dibayar. Anda mendapatkan uang lebih banyak melalui kenaikan gaji. Dan ketika anda mendekati akhir hidup anda, anda akan berkata, “Ketika saya pensiun, penghasilan saya akan menurun.” Dengan kata lain, asumsi bagi orang tua kita adalah anda bekerja keras seumur hidup dan pensiun miskin.

Sekarang ada orang berumur 25 tahun yang tidak pernah mempunyai pekerjaan tetapi telah menjadi milyader dengan membangun piranti lunak komputer. Pada saat yang sama, ada orang yang berumur 50 tahun sedang mencari pekerjaan dengan berharap mendapatkan penghasilan $50.000/tahun. Yang lebih buruk lagi, orang yang berumur 50 tahun ini hanya mempunyai sedikit atau tidak mempunyai uang sama sekali yang dapat disisihkan untuk pensiun dan mungkin tidak bisa pensiun. Orang berumur 50 tahun ini tidak memerlukan pekerjaan. Orang ini memerlukan cara untuk menjadi kaya dan memperoleh tingkat penghasilan yang terus-menerus sepanjang sisa hidupnya. Perusahaan pemasaran jaringan memberikan kesempatan ini dengan memberikan pendidikan, pembimbingan, dan sistem bisnis untuk membantu orang berumur 50 tahun ini membangun bisnis B-nya sendiri.

Pada tahun 2010, yang tidak terlalu lama lagi, orang pertama dari 75 juta baby-boomers (orang yang lahir pada masa ledakan bayi setelah PD II) di Amerika akan mencapai usia 65. Banyak yang akan masuk ke pemasaran jaringan sebagai cara untuk membangun jaminan seumur hidup yang tidak diberikan oleh pekerjaan mereka. Disamping itu, seseorang yang dengan sukses membangun bisnis pemasaran jaringan mempunyai potensi untuk masuk dalam peringkat ultrakaya di dunia…jauh lebih kaya dibanding para profesional yang berpendidikan tinggi seperti dokter, pengacara, insinyur…dan jauh lebih kaya dibanding banyak bintang olah raga, bintang film, dan bintak rock. Dengan semakin dekatnya tahun 2010, banyak orang yang sudah berada dalam bisnis pemasaran jaringan akan sangat beruntung ketika jutaan baby-boomer bergabung.

3. Portofolio pensiun pribadi akan dihapuskan. Belum pernah terjadi dalam sejarah dunia begitu banyak orang mempertaruhkan masa pensiunya pada pasar saham. Ini adalah resep bagi bencana finansial. Pada tahun 2010, juga ada kemungkinan kuat bahwa pasar saham AS akan kolaps, kalau tidak terjadi cepat. Kalau hal ini terjadi jutaan orang yang mengadalakan pasar saham dan sejenisnya tidak akan menikmati masa pensiun menyenangkan yang mereka impikan.

Kalau hal ini pernah terjadi, jutaan orang akan mencari jaminan finansial lainya, seperti membangun bisnis B yang dapat diberikan oleh bisnis pemasaran jaringan.

4. Lebih banyak orang akan sadar. Dengan semakin dekatnya tahun 2010, lebih banyak orang akan sadar bahwa Era Industri sudah berlalu dan aturan main sudah berubah untuk selama-lamanya.

Pada tahun 1989, ketika tembok Berlin runtuh dan World Wide Web dibangun, aturan dunia berubah. Banyak sejarawan menyatakan bahwa Era Industri sudah berakhir dan Era Informasi dimulai. Pada Era Industri, aturanya adalah anda bekerja keras dan perusahaanserta pemerintah akan mengurus anda. Pada Era Informasi, aturanya adalah anda akan mendapatkan yang terbaik dengan mengurus diri sendiri.

5. Kesadaran dunia. Pada tahun 2010, saat baby-boomer Amerika mengakhiri peningkatan pesat ekonomi, sekelompok lain baby-boomer aka menjadi sadar di Asia. Ketika akhir peningkatan ekonomi bergeser dari Amerika ke Asia, orang-orang di perusahaan pemasaran jaringan internasional akan berada dalam posisi bergerak mengikuti tren ini saat teman-teman dan para tentangga mereka takut diberhentikan dari pekerjaan. Dengan kata lain, di Era Informasi, orang yang bersaing mendapatkan pekerjaan anda mungkin tidak tinggal di kota atau di negara anda. Dalam Era Informasi orang yang mencari pekerjaan anda mungkin tinggal di Pakistan dan merasa senang dengan gaji $20 per hari, bukanya $20 per jam dengan tunjangan.

“Ketika orang mendapat banyak uang, mereka sering berpikir IQ mereka meningkat. Saat orang mendapat uang, mereka berpikir bahwa mereka lebih cerdas tetapi mereka mulai melakukan hal-hal yang bodoh. Bukannya IQ mereka meningkat, IQ mereka sebenarnya menurun dan kesombongan mereka naik dengan cepat.” Kalau anda melihat apa yang terjadi dengan pemenang undian atau bintang olahraga yang tiba-tiba mendapat banyak uang, anda akan mengetahui bahwa pernyataan ayah kaya saya memiliki validitas.

Bebicara tentang kesombongan versus kecerdasan. Dengan kata lain, banyak orang Amerika mabuk dan berpesta hingga jauh malam karena peningkatan pesat ekonomi ini. Saat saya menulis, kebocoran gelembung ekonomi mulai terlihat. Perusahaan-perusahaan dot com mulai kolaps daninvestor saham yang melambung tinggi mulai mencari tempat berlindung pada saham yang lebih bernilai tradisional. Ketidaksetabilan pasar saham saat ini sedang diamati amat cermat. Bila peningkatan pesat ini berakhir, banyak orang bijaksana dalam merencanakan masa depan akan mulai menyadari betapa pandainya mereka memasuki bisnis pemasaran jaringan sebelum peningkata pesat berakhir.

6. Kebangkrutan mungkin tak pernah datang. Mungkin Sejarah tidak berulang sendiri. Mungkin kesetabilan saat ini akan menjadi stabil dan peningkatan pesat ekonomi akan berlangsung selamanya. Mungkin orang-orang yang melihat kebijaksanaan bisnis pemasaran jaringan akan salah. Mungkin secara pribadi bertanggung jawab atas hidup dan kesejahteraan seseorang adalah salah. Mungkin mengharapkan pekerjaan anda, pemerintah, dan pasar saham yang akan menguras anda adalah hal yang benar untuk dilakukan. Mungkin cara terbaik untuk mendapatkan jaminan finansial adalam meminjam uang dan mempertaruhkan masa depan finansial anda pada pasar saham. Mungkin mempertaruhkan masa depan anda pada keberuntungan bukannya pendidikan yang terus-menerus adalah sesuatu yang pandai dilakukan…tetapi saya kira tidak.

Sebagai orang Amerika yang bepergian ke seluruh dunia, saya melihat persoalan dengan orang Amerika adalah bahwa kita cenderung untuk hidup dalam akuarium ikan. Dunai dapat melihat ke dalam tetapi banyak orang Amerika memilih untuk tidak melihat keluar. Dunia menonton acara TV Amerika. Tetapi berapa banyak di antara kita yang pernah menonton acara TV dai India, Cina, atau Korea? Sangat banyak orang Amerika tidak melihat betapa cepatnya bagian duni yang lain mengerti Ide Kapitalisme…bahkan orang Komunis sedang menjadi Kapitalis saat ini. Sangat banyak orang Amerika menjadi lemah, malas dan mengharapkan bahwa hidup dengan pekerjaan bergaji tinggi dan uang yang mudah diperoleh akan berlangsung terus…dan mudah-mudahaan bagi mereka akan demikian…tetapi saya rasa tidak.

Sepanjang sejarah, kebangkrutan mengikuti semua peningkatan pesat. Berita itu mungkin berita buruk banyak orang. Namun itu juga menjadi berita baik bagi yang lain. Salah satu keunggulan beberapa bisnis pemasar jaringan adalah bahwa dunia adalah wilayah kita. Kalau anda mempunyai bisnis pemasaran jaringan internasional, kebangkrutan ekonomi bisa menjadi berita baik bagi anda sebagaimana halnya dengan peningkatan pesat ekonomi. Dan jika anda dapat melihat semua peningkatan dan semua kebangkrutan sebagai berita baik, itu adalah berita baik bagi jiwa anda dan bagi masa depan finansial anda.

Ini hanyalah beberap alasan mengapa saya melihat masa depan industri pemasaran jaringan semakin cerah.

 

Bisnis Keluarga, Banyak Kisah Sukses Bermula dari Garasi Mobil


Menjalani bisnis keluarga dan sukses, kadang kala tak pernah terbayangkan oleh seseorang. Para pengusaha keluarga yang sukses itu memang tak pernah membayangkan usahanya akan menggurita karena mereka memulai bisnisnya dari skala yang sangat kecil.

Menurut pendiri dan pemilik PT Kalbe Farma Tbk Boenyamin Setiawan keberhasilannya merintis bisnis keluarga farmasi hingga menjadi perusahaan terbuka saat ini berawal dari banyak kebetulan.

Membangun Kalbe Farma yang saat ini sudah begitu besar diakuinya tidak mudah, namun semuanya berjalan mengalir begitu saja meski pada awalnya berjalan banyak dengan trial and error.

Ia mengaku sudah berapa kali gagal untuk membangun industri farmasi sepulangnya ia dari kuliah di AS dengan beasiswa. Mulai dari meniru produk Cap Elang menjadi Cap Beo, Obat Kina dan lain-lain semuanya gagal.

Ditengah rentetannya kegagalannya, ia berencana akan bekerja ke Belanda, namun urung ia lakukan karena dihadang oleh kakaknya yang seorang dokter. Dari sinilah nasibnya berubah, setelah melalui kenalan kakaknya yang mimiliki bengkel di Tanjung Priok ia mendapatkan lokasi calon pabrik yang merupakan sebuah garasi mobil.

“Itu perusahaan bekas garasi. Kalau mau memulai usaha dari garasi, ini dialami oleh pengusaha dunia lainnya, kenyataannya berhasil,” jelasnya di acara seminar Bisnis Keluarga di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (11/11/2010).

Bisnis pertama Kalbe Farma, menurutnya diawali dengan membuat produk obat cacing. Dari keuntungan bisnis itu, ia putar lagi menjadi investasi dan seterusnya hingga besar seperti sekarang ini.

Ia menuturkan sebagai perusahaan keluarga, sejak dua tahun berdiri Kalbe Farma sudah menyusun falsafah bisnis perusahaan yang menjadi dasar bisnis Kalbe Farma. Profesionalisme menurutnya hal yang penting agar perusahaan keluarga tetap berjalan.

Yaitu pertama perusahaan harus tumbuh terus layaknya tumbuhan, pengembangan ilmu dan teknologi harus kuat, manajemen yang mengedepankan profesionalisme, dan mengedepankan kebersamaan diantara 5 saudaranya yang lain.

Cerita yang sama kurang lebih dialami oleh pendiri dan pemilik PT Mustika Ratu Tbk Mooryati Soedibyo yang mengaku tak pernah berpikir menjadi pengusaha kosmetik. Kisah suksesnya pun berawal dari sebuah garasi mobil rumahnya yang menjadi pabrik kecil-kecilan saat awal menjalani bisnis.

“Usaha berawal dari beras kencur, dimulai juga dari garasi,” katanya.

Mooryati menuturkan menjalani bisnis keluarga diakuinya memiliki tantangan terutama pada saat adanya suksesi kepemimpinan kegenerasi berikutnya. Mustika Ratu sendiri sudah masuk tahap generasi kedua.

Dikatakannya dari perusahaan keluarga yang ada hanya 40% yang bisa bertahan, sementara yang bisa tumbuh menjadi besar dan multinasional hanya 5% saja.

“Human resource penting sekali dalam menjalani bisnis keluarga,” katanya.

Menurutnya soal suksesi kepemimpinan tidak semuanya bisa dipukul rata, dalam beberapa kasus seperti Bosowa Group suksesi diambil oleh anak tertua Aksa Mahmud, sementara Garuda Food justru suksesi jatuh ke tangan anak yang ke-12, sementara pemilik Lippo James Riady merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara.

“Jadi anak pertama belum tentu mau,” katanya.

Sementara itu pendiri dan pemilik Bosowa Group Aksa Mahmud mengatakan kisah awalnya membangun kerajaan bisnis Bosowa Group hanya dari niat untuk menciptakan hidup yang lebih baik.

Mengenai proses regenerasi di bisnis keluarga, biasanya akan terjadi masalah ketika mulai terjadi suksesi ke generasi kedua dan berikutnya karena adanya perbedaan cara pandang. Sehingga kata dia, cara yang paling tepat adalah membangun bisnis keluarga menjadi perusahaan publik dan porsi pembagian saham harus sama rata antara anggota keluarga.

“Dengan masuk ke pasar modal, interpensi keluarga bisa diatasi,” jelas Aksa.

Ia juga mengatakan regenerasi bisa diambil dari anak maupun karyawan profesional. Meski ia lebih condong agar bisnis keluarga mengutamakan regenerasi pada anak si pemilik perusahaan keluarga tersebut.

“Bagaimana menyiapkan pengganti dari pada pendiri. Apakah mengambil dari keluarga dari anak atau karyawan. Kalau ada anak yang mampu itu yang terbaik,” ucapnya.

(hen/qom)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 477 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: