Posts from the ‘MANAJEMEN BISNIS’ Category

Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa


GambarAda  sebuah cerita tentang dua orang pria yang bersahabat yang bernama A Coan dan Untung.Mereka harus hidup sederhana dan harus bekerja keras untuk menyambung hidup. Mereka mencari-cari informasi berkaitan dengan hal yang bias dilakukan agar masa depan mereka lebih terjamin. Mereka melamar kerja dari satu tempat ketempat yang lain.

NAMUN, mereka tidak mendapat pekerjaan seperti yang mereka idamkan karna pendidikan mereka sangat rendah.Menghadpi kenyataan bahwa mencari pekerjaan sangat sulit mereka memutuskan utuk berwiraswata. Mereka kemudian mengumpulkan uang yang masih mereka miliki dan membangun usaha tambal ban di suatu tempat.

Usaha mereka perlahan-lahan menjadi lancar dan membuahkan keuntungan yang cukup besar untuk ukuran mereka.Setiap bulannya mereka selalu membagi hasil keuntungan. Keuntungan yang diterima A Coan selalu ditabung dengan sangat disiplin hingga suatu hari A Coan mendapat tawaran menyewa sebuah tempat untuk bisnis tambal bannya yang lebih dekat dengan pusat keramaian, meskipun keadaannya tidak lebih baik dari pada tempat yang digunakannya saat ini. Setelah menghitung masak-masak, A Coan dan Untung sepakat untuk berpisah.A Coan mengeluarkan modal tambahan untuk menempati lokasi yang baru, sedangkan untung masih berbisnis ditempat yang lama.

Dua bisnis tersebut masing-masing berjalan lancar hingga singkat cerita tiapuluh tahun telah berlalu.A Coan dan Untung masing- masing telah memiliki keluarga dan siap memberikan tongkat kepemimpinana bisnis kepada putranya. A coan meyerahkan kepada putranya sebuah bisnis karoseri mobil yang cukup besar dan memiliki aset puluhan miliar, sedang untung menyerahkan kepada putranya sebuah bisnis bengkel motor yang bertempat di sebuah kios berukuran 3 x 4 meter yang hanya memiliki aset puluhan juta rupiah.

Bukankah A Coan dan Untung sama-sama merintis usaha dari nol? Bukankah usaha yang mereka geluti adalah bidang usaha yang sama?.Timbul pertanyaan di benak kita tentang hal-hal yang dilakuakan oleh A Coan selama 30tahun sehingga menimbulkan perbedaan ekonomi yang cukup drastis jika dibandingkan dengan keadaan ekonomi Untung.Apakah A Coan lebih pintar dari pada Untung?Toh, baik A Coan dan Untung sama-sama tidak memiliki pendidikan yang tinggi.Ternyata bukan itu masalahnya. Orang Tionghoa di Indonesia tidak semuanya kaya-raya, tetapi sebagian besar dari mereka memiliki prinsip-prinsip yang mereka jalankan secara disiplin sehingga kemudian hari membuahkan hasil yang sangat luar biasa.

Tiga Pilar Utama
Ada banyak prinsip yang diajarkan oleh orangtua Tionghoa kepada putra-putrinya.Namun, jika ditarik benang merahnya ada tiga pilar utama dari sekian banyak prinsip tersebut yang telah berhasil membawa orang Tionghoa menuju kesuksesan finansil.Ketiga pilar tersebuat adalah KERJA KERAS, HIDUP HEMAT, dan PUTARKAN UANG YANG ADA.

1. Kerja keras
Orang tionghoa di indonesia dikenal dengan memiliki sifat kerja keras dan tak kenal lelah. Prinsip ini adalah hal utama yang membuat mereka lebih sukses secara finansial dibandingkan dengan orang (etnis) lain. Kita bias melihat pebedaan bengkel milik A Coan dan Untung. A Coan sangat tau betul ketika berbisnis dengan cara yang sama yang dilakuan oleh orang lain, bisnisnya tidak akan memiliki nilai lebih. Jika tidak ada nilai lebih, maka penghasilannya juga tidak melebihi bengkel lain. Cara yang paling bias dilakukan A Coan dalam bisnisnya adalah memberikan jam buka yang melebihi jam buka bengkel lain.

2. Hidup Hemat
Saya masih ingat ktika sekolah dasar di kelas dua. Saat itu, saya selalu diberi uang saku Rp200. Ketika memberi uang saku tersebut, papa saya berpesan saya hanya boleh mempergunakannnya utuk uang jajan sebesar Rp100, sedangkan Rp100 lagi harus saya tabung secara disiplin. “Mengapa harus menabung?” Papa saya menjawab dengan sabar, “Agar kalau sewaktu-waktu papa tidak bias memberi uang saku, kamu masih tetap mempunyai uang jajan sebesar Rp100 dari tabunganmu”. Hal tersebut memaksa saya untuk selalu hidup hemat dan memaksa saya selalu hidup di bawah kemampuan finansial saya. Banyak orang yang paham prinsip hemat, tetapi sedikit yang bias mengikuti prinsip Tioghoa karna mereka sudah merasa tidak cukup dengan penghasilannya. Mereka merasa penghasilannya tidak pernah cukup tetapi sebetulnya hanya disebabkan mereka tidak dapat mengekang kinginan-keinginannya.

3. Putar Uang Yang Ada
Prinsip kerja keras dan hidup hemat adalah prinsip yang memberikan peluang lebih besar bagi siapapun untuk memiliki dana cadangan dalam hidupnya. Dana cadangan tersebut harus dikelola dengan sebaik-baiknya agar suatu saat jika dibutuhkan dapat di gunakan.Orang Tionghoa tidak terlalu tertarik menyimpan rupiah dalam jumlah besar karena mereka harus berjuang mengalahkan inflasi. Orang Tionghoa akan berfikir sedemikian rupa untuk mengelola dana cadangannya dengan dua buah tujuan, yaitu mengalahkan inflasi dan mengembangkan dana cadangan.

25 Prinsip Penunjang

1. Prinsip Harus Bisa
Prinsip “Harus bisa” ini selalu tertanam dalam diri orang Tionghoa. Mereka selalu berfikir jika orng lain bisa, kita juga harus bisa. Mereka tidak pernah berpuas diri ketika mencapai suatu tingkat tertentu, tetapi selalu melihat hal yang ada di atas mereka.Hal ini yang membuat orang Tionghoa selalu terpacu untuk meraih kesuksesan.

2. Prinsip Wirausaha
Selain nama, apa pertannyaan yang paling umum diajukan oleh dua orang Tionghoa ketika baru saja bertemu dan berkenalan? Pertanyaan tersebut bukanlah mengenai pekerjaan, tapi “Apa Usaha Anda”? Orang Tionghoa akan jauh lebih bangga jika memiliki usaha sendiri, mekipin usaha yang dirintis masih sangat kecil. Dengan Mereka berfikir dengan menjadi seorang wirausaha atau pengusaha, mereka akan memiliki peluang jauh lebih luas untuk mendapatkan kesuksesan finansial. Hal ini sangat bertolak belakang dengan pemikiran banyak orang Indonesia yang saling bereput pekerjaan selepas kuliah.

3. Prinsip Memulai dari Kecil
Dalam hal memulai segala sesuatu dari yang kecil tampaknya orang Tionghoa jagonya.Pada saat memulai tersebut mungkin mereka tidak mendapatkan keuntungan sesuai dengan yang mereka harapkan, tetapi mereka selalu berfikir tentang peningkatan yang bisa dicapai setiap harinya.

4. Prinsip Harus Bisa Dipercaya
Orang Tionghoa selalu mengajarkan kepada putra-putrinya sebuah prinsip yang sangat penting dalam kehidupan, yaitu prinsip dapat dipercaya. Ketika kita bisa dipercaya oleh orang lain, akan muncul banyak peluang dan kesempatan baru dihadapan kita.

5. Prinsip Tidak Mudah Percaya
Ketika ada tawaran yang seakan-akan bisa mendatangkan keuntungan dengan sangat mudah, orang Tionghoa cendrung tidak percaya.Hal ini yang menyebabkan banyak orang Tionghoa selamat dari praktik kecurangan di masyarakat. Mereka sangat berhati-hati sekali kerja sama dengan orang baru. Pada umumnya ada tahapan ketika orang baru itu harus berjuang menunjukkan bahwa dirinya dapat dipercaya.

6. Prinsip Pinjam Orang Dalam
Tidak setiap orang Tionghoa selalu bergelimang dana tunai, ada saatnya sebagian dari mereka juga membutuhkan dana tunai, entah untuk keperluan sehari-hari atau menambah modal usaha. Pada saat seperti itu terjadi, biasanya mereka tidak tergiur oleh berbagai macam tawaran kartu kredit.Mereka justru cendring menghindari kartu kredit dari luar.Mereka sangat paham betul ketika meminjam dari pihak luar, ada beban bunga yang harus dibayar, dan itu berarti kita harus membayar lebih mahal untuk sebuah manfaat.Untuk mengatasi kesulitan keuangannya, yang biasa dilakuakn orang Tionghoa adalah mencari pinjaman dari orang dalam.Orang dalam disini terutama adalah keluarga.

Umumnya mereka saling meminkan uang yang dihitung dalam bentuk emas. Misalnya, saya membutuhkan dana Rp100 juta untuk memulai usaha, saya akan meminjam uang kepada kakak saya yang dikonversi dalam bentuk emas. Saya akan menggunakan dana tersebut dan suatu saat nanti bisa tahun depan atau dua tahun lagi, saya harus mengembalikan uang tersebut dengan harga sebesar emas yang dikoversikan tadi.

7. Prinsip Tidak Mudah Membuka Diri
Pada umumnya orang Tionghoa akan mengambil sikap merendah tentang keadaan dirinya jika ditanya oleh orang asing. Mereka tidak mudah membeberkan apa yang mereka miliki. Selain mereka tidak suka pamer, hal tersebut juga untuk keamanan diri mereka. Mereka Tahu betul jika orang lain mendapakan semua informasi berkaitan dengan yang dimilikinya, keamanan mereka sangat rentan sekali.

8. Prinsip Modal Bergulir
Pada umumnya orang Tionghoa tidak mudah menggunakan keuntungan usahanya. Ketika mendapatkan keuntungan, orang-orang Tionghoa akan cepat-cepat membelikan barang dagangan untuk melengkapi toko atau bisnisnya. Mereka hanya mengambil sebagian kecil keuntungan untuk kebtuhan sehari-hari. Prinsip ini tidak dilakukan oleh orang lain. Pebisnis lain biasanya ketika mendapatkan keuntungan akan cepat-cepat membelikan barang-barang komsumtif sehingga bisnisnya selama bertahun-tahun hanya berjalan di tempat.

9. Prinsip Beli Dalam Jumlah Partai
Salah satu ciri orang Tionghoa dalam melakukan bisnis perdagangan adalah keberaniannya mengambil resiko. Pada umumnya mereka akan bergerak maju untuk pemain partai. Pemain partai adalah mereka akan membeli produk dalam jumlah besar kemudian menjualnya kepada pedagang atau pengecer.

10. Prinsip Buang Sial
Orang Tionghoa pada umumnya tidak menyukai masalah.Mereka menginginkan semua berjalan dan terkendali. Hal itu menyebabkan jika mereka menghadapi masalah yang menuntut pengorbanan waktu, energi, dan pemikiran, mereka cenderung menggunakan sebagian kecil uangnya untuk menyelesaikan masalahnya dan terlepas dai masalah tersebut sesegera mungkin. Mereka menganggap dana-dana tersebut sebagai buang sial.Prinsip buang sial ini hanya berlaku sekali. Jika mereka mengalami hal ini berkali-kali, mereka akan mencari jalan yang lebih aman untuk menghindari kejadian seperti ini berulang kembali.

11. Prinsip Simpan Receh
Orang Tionghoa merasakan betul sulitnya mencari uang sehingga kepingan recehpun mereka hargai. Mereka memiliki pemikiran bahwa uang satu juta tidak bisa di sebut dengan satu juta tanpa ada uang seratus rupiah.

12. Prinsip Paling Lengkap
Tentu kita pernah berkunjung ke counter hanpone yang di miliki oleh orang Tionghoa. Apa yang kita alami ketika mencari suatu barang? Apapun yang kita Tanya mereka selalu menjawab kami ada barang sehingga kita memiliki kesan bahwa toko itu lengkap.Bila kita cermati lebih jauh, toko orang Tionghoa itu tidak selengkap kesan yang ditimbulkannya. Mereka akan selalu berusaha melengkappi toko mereka selengkap mungkin, tetapi jika kemampun mereka belum mencukupi, mereka akan berkolaborasi dengan toko lain. Inilah salah satu prinsip yang menunjang berkembangnya toko-toko milik orang Tionghoa.

13. Prinsip hulu-Hilir
Prinsip yang menguasai dari hulu kehilir ini yang membuat bisnis yang dimiliki oleh orang Tionghoa berkembang dengan sangat cepat.Contohnya, seorang pengusaha yang memiliki bisnis utama di bidang tepung gandum. Pada mulanya mereka akan berbisnis dengan sekala kecil. Ketika bisnis berkembang pesat, mereka akan membeli dengan partai besar, dan seterunya hingga mereka menguasai seluruh alur bisnis gandum. Dengan menguasai dari hulu sampai kehilir, keuntungan melipah dengan sendirinyapun dating.

14. Prinsip Pandai Berhitug
Bagi kebanyakan orang Tionghoa, kesuksesan tidak didasarkan pada pandainya seseorang di sekolah atau deretan gelar yang sangat panjang.Mereka lebih banyak menekankan kesuksesan pada seberapa banyak uang yang didapat ketika berbisnis.Orang Tionghoa lebih berprinsip sekolah untuk belajar pengetahuan yang bisa di manfaatkan untuk bisnis dan bisa mendatangkan keeuntungan pribadi.

15. Prinsip Investasi
Orang Tionghoa tidak begitu suka menabung.Mereka lebih suka berinvestasi sehingga uang yang mereka miliki berputar dan dapat menghasilkan keuntungan dikemudian hari.

16. Prinsip Tampil Seadanya
Jika kita berkunjung ke Plaza Senayan yang banyak menjual berbagai macam pakaian yang berkelas dengan harga yang mahal, kita hanya sedikit menemukan orang Tionghoa di tempat itu.Hal ini terjadi bukan karna orang Tionghoa tidak punya uang, tetapi mereka memilih untuk tampl seadanya.Mereka tidak terlalu peduli dengan merek dan prestise, mereka hanya memedulikan fungsi dan kenyamanan pakaian.

17. Prinsip Lokasi Strategis
Ketika kita membangun sebuah bisnis, akan jauh lebih baik jika kita memiliki lokasi yang sangat strategis, dalam arti mudah dijangkau dan dekat dengan pusat keramaian. Jika memiliki lokasi strategis dan dekat dengan keramaian, mereka tidak perlu lagi mengeluarkan anggaran untuk promosi.

18. Prinsip Membina Relasi
Orang Tionghoa sangat paham bahwa dirinya tidak bisa hidup sendiri.Sehingga mereka menekankan kepada putra-putrinya untuk dapat membina relasi dengan siapapun.Membina relasi tidak hanya bermanfaat ketika kita mendapat sebuah masalah, tetapi berguna juga untuk kemajuan bisnis yang kita lakukan.

19. Prinsip Makan Harus Dihabiskan
Orangtua saya mengatakan bahwa perlu beberapa bulan untuk menghasilkan satu butir nasi.Jadi, jangan pernah membuangnya dan setiap kali makan kita harus menghabiskannya.Hal ini membuat orang Tionghoa selalu menyediakan atau membeli makanan secukupnya. Berbeda dengan orang lain yang biasa membeli makanan yang berlebihan dan pada akhirnya tidak habis.

20. Prinsip Mencari Yang Terbaik
Prinsip mencari yang terbaik ini diterapkan ketika kita hendak membeli sesuatu untuk dipergunakan dalam jangka panjang. Misalnya, dalam sebuah membeli mobil pada umumnya orang Tionghoa akan membeli mobil terbaik yang mampu dibeli sesuai dengan kebutuhannya.

21. Prinsip Menahan Diri
Orang Tionghoa sangat jago dalam hal menahan diri.Mereka tidak mudah untuk mengigini sesuatu hal yang baru. Mereka lebih peduli dengan hal-hal yyang berkaitan dengan bagaimana cara semakin memperbesar pundi-pundi keuangannya.

22. Prinsip Tidak Menyakiti Hati Orang Lain
Dalam banyak hal prinsip ini membuat kita lebih rendah hati.Tentunya, hal ini adalah hal yang sangat positip untuk kita terapkan.

23. Prinsip Menghormati Leluhur
Orang Tionghoa sangat menekankan prinsip menghormati leluhur.Mereka berprisip jika tidak ada orangtua kita juga tidak ada.

24. Prinsip Orang Lain Sebagai Saudara
Saya pernah diajarkan untuk melakukan bisnis dengan memperlakukan orang lain sebagai saudara dan saudara seperti orang lain. Maksudnya, ketika kita melakukan bisis dengan orang lain, kita harus memperlakukan mereka dengan berbagai macam toleransi yang wajar, dan ketika ada hubungan bisnis dengan saudara, kita harus memperlakukan mereka seperti orang lain.

25. Prinsip Mengutamakan Keluarga
Orang Tionghoa memiliki pemikiran bahwa keluargalah yang paling utama.Mereka bekerja untuk keluarga sehingga ketika keluarga lebih membutuhkan kehadiran mereka, dengan sangat mudah mereka menomor duakan pekerjaan.

INVESTASI EMAS
Disini kita akan membahas bebagai macam sarana investasi yang dilakukan oleh orang Tionghoa dalam memutarkan dana cadangannya sehingga kemudian hari peningkatan dana tersebut dapat mengalahkan inflasi, bahkan dapat mendatangkan keuntungan dalam jumlah besar. Investasi yang kita bahas dalam bab ini adalah investasi emas.
Emas adalah logam mulia yang sangat diminati oleh siapapun. Emas menjadi sesatu yang menarik untuk diinvestasikan karena harga emas dalam rupiah telah terbukti naik secara terus-menerus dan mengikuti alur inflasi.

Bentuk Investasi Emas
1. Investasi Emas Perhiasan
Perhiasan emas sngat dikenaluas oleh semua orang karena selain dapat digunakan untuk sarana investasi, juga dapat digunakan untuk mempercantik penampilan.Harga emas perhiasan ditentukan oleh beberapa macam factor. Diantaranya warna, kadar, dan bentuknya. Selain berdasarkan warna da karat, emas perhiasan juga dinilai dari bentuk dan keunikan sehingga sangat sering dijumpai seebuah gelang yang sama dan kadar karat yang sama, harga jah berbeda. Biasanya semakin unik sebuah bentuk perhiasan akan semakin mahal harga untuk pembuatannya. Dalam perhitungan harga emas, biaya keunikan tersebut biasanya dikenal dengan ongkos pembuatan.

2. Investasi Emas Lantakan
Jenis emas yang kedua adalah emas latakan. Emas ini hanya tersedia dalam kadar 24 karat. Emas ini sering disebut dengan emas batangan atau dengan istilah fine gold. Bentuk emas latakan atau batangan inilah yang menjadi incaran orang Tionghoa untuk diinvestasikan karena kandungan emas 24 karat dapat meminimalisasi permainan harga oleh pedagang, tidak ada ppn, dan ongkos pembuatannya relatif kecil. Untu emas latakan tidak dikenai pajak.Hal inilah yang membuat investasi dalam bentuk emas menjadi semakin menarik.

3. Investasi Emas Koin
Pada prinsipnya emas koin sama dengan emas latakan. Hanya bentuknya berupa koin.Bentuk koin emas ini berupa koin emas cetakan, koin emas mata uang, dan koin emas kuno. Investasi dalam bentuk koin emas biasanya dilakukan oleh orang-orang yang cukup memiliki dana cadangan yang banyak karena investasi dalam bidang ini dapat dikategorikan investasi benda seni. Biasanya orang yang berinvestasi dalam bentuk koin emas kuno sudah lebih dulu membangun fondasi ivestasi dalam bentuk emas latakan.

INVESTASI MATA UANG ASING
Ada Apa Dengan Mata Uang Asing?
Masing-masing negara memiliki mata uang yang berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Perbedaan mata uang ini mengakibatkan munculnya sebuah harga mata uang suatu Negara jika dibeli dengan mata uang Negara lain. Harga tersebut bisa berubah-ubah setiap waktu yang disebabkan oleh begitu banyak factor, diantaranya permintaan dan penawaran yang berkaitan dengan masalah ekspor, tingkat pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, serta tindakan-tindakan spekulasi.Orang Tionghoa di Indonesia sangat tau betul bahwa rupiah sangat rentan mengalami pelemahan dari waktu ke waktu dibandingkan dengan mata uang Negara-negara maju. Berdasarkan hal tersebut, investasi dalam bentuk penyimpanan mata uang asing menjadi salah satu investasi yang diminati orang Tionghoa. Jenis transaksi mata uang asing dapat di uraikan sebagai berikut.

1. Transaksi Forward
Transaksi forward merupakan transaksi pembelian dan penjualan mata uang asing yang harganya ditentukan saat ini dan berlaku untuk beberapa waktu kedepan. Misalnya, tiga bulan atau enam bulan kedepan.

2. Transaksi Dual Currecy Deposite
Merupakan transaksi untuk membeli atau menjual satu mata uang asing dengan mata uang asing lainnya.Misalnya, GBP/USD.

3. Transaksi Margin
Transaksi margin mirip dengan transaksi dual currecy deposite, tetapi menggunakan margin jaminan. Artinya, ketika kita membeli suatu mata uang asing, kita hanya mengeluarkan dana jaminan sebesar sekian persen.

4. Transaksi Spot
Transaksi spot merupakan transaksi yang dilakukan di bank dengan penyerahan secara fisik mata uang asing atau yang kita beli. Mata uang tesebut dapat juga kita simpan di bank dengan aturan yang berbeda untuk setiap bank dan setiap mata uang.
Komponen Perhitungan Transaksi

Perhitungan transaksi mata uang asing secara fisik di money charger lebih sederhana jika dibandinkan dengan perhitungan transaksi emas latakan karena dalam transaksi mata uang asing tidak dikenal adanya biaya ongkos pembuatan, sehingga cara perhitungan transaksipun hanya berdasarkan pada harga jual dan harga beli. Berikut ini adalah komponen-komponen perhitungan transaksi mata uang asing di money charger.

1. Harga Bid dan Ask
Harga bid adalah harga beli pihak bank di money charger. Artinya, ketika kita akan menjual mata uang asing yang kita miliki, perhitungannya didasarkan pada harga bid. Harga ask adalah harga jual pihak bank sehingga ketika kita membeli suatu mata uang asing, yang menjadi perhitungan adalah harga ask.

2. Kurs Tengah
Kita melakukan penjualan atau pembelian mata uang asing lebih banyak melalui bank atau money charger sehingga kita harus mengetahui kurs yang berlaku di bank atau money charger tersebut. Contohnya, seandainya kita akan melakukan transaksi pembeelian atau penjualan mata uang asing melalui BCA, kurs yang berlaku adalah kurs yang dikeluarkan dari BCA.

3. Yield
Perhitngan yield dalam investasi mata uang asing sangat mudah, yaitu dengan mengurangkan hasil penjualan dengan harga perolehan.

Investasi Saham
Saham menjadi salah satu alternative selanjudnya yang diminati oleh orang Tionghoa setelah mereka mempangn fondasi investasi dalam bentuk emas dan mata uang. Dibanding investasi dalam bentuk emas atau mata uang, dapat dikatakan saham lebih beresiko besar.Pertumbuhan ekonomi dan pengelolaan perusahaan menjadi factor penentu naik-turunnya harga saham.

Hal-Hal Seputar Saham

1. Saham dan Emiten
Saham merupakan bukti keikut sertaan dalam modal perusahaan.Perusahaan yang mengeluarkan saham tempat saham tersebut dicatat dan diperdagangkan melalui bursa efek disebut dengan emiten.Ketika kita membeli dapat diartikan pula bahwa kita membeli kinerja perusahaan. Kinerja perusahaan ini berfungsi untuk memprediksi tingkat keuntungan perusahaan pada masa yang akan datang. Laba yang akan diterima masih dalam bentuk prediksi sehinga setiap orang meemberikan prediksi yang bermacam-macam.

2. Broker
Dalam transaksi saham, kita tidak bisa menjual atau membeli langsung kepada perusahaan yang menerbitkan saham.Kita harus melakukan transaksi melalui jasa broker.Atas jasanya sebagai perantara, umumnya broker mengenakan komisi untuk setiap transaksi, baik beli maupun jual.

3. Lot
Lot merupakan satuan transaksi saham.Di Indonesia satu lot saham sebanyak 500 lembar.Setiap kali melakukan transaksi, jumlah minimum yang kita transaksikan adalah satu lot.

4. Harga Beli (Bid) dan Harga Jual (Offer)
Harga beli adalah harga yang berlaku sebagai dasar perhitungan saat kita melakukan transaksi jual.Harga jual adalah harga yang berlaku sebagai dasar perhitungan saat kita melakukan transaksi beli.

5. Mekanisme Transaksi
Mekanisme transaksi adalah menggunakan system antrian dan masing-masing penjual dan pembeli bebas menentukan harga jual atau harga beli yang di inginkan. Setiap penawaran tersebut diurutkan sesuai dengan waktu masuknya dan dipertemukannya antara penawaran harga beli tertinggi dan penawaran harga jual terendah.

6. Waktu Transaksi
Kita dapat melakukan transaksi jual-beli saham pada hari bursa dan jam bursa.

Komponen Perhitungan Transaksi Saham
1. Harga saham
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam transaksi saham kita mengenal ada harga beli dan harga jual yang digunakan sebagai dasar perhitungan transaksi.
2. Komisi ini selalu kita bayarkan kepada broker setiap kali kita melakuan transaksi jual dan beli.
3. Pajak Atas Komisiadalah biaya yang selalu kita keluarkan setiap melakukan transaksi yang
besarnya 10% dari komisi yang kita bayarkan kepada broker
4. Levyadalah biaya yang kita keluarkan untuk bursa efek, besarnya 0,0043% dari nilai transaksi
5. Pph adalah pajak yang harus kita keluarkan untuk pemerintah setiap kita melakukan transaksi jual.
6. Capital GainKeuntungan yang kita peroleh dari selisih harga perolehan dan hasil penjualan.

 Investasi Properti
Seiring dengan bertambahnya dana cadangan yang dimilikinya, pada umumnya orang Tionghoa akan mulai melirik investasi dibidan properti. Properti yang dimaksud di sini adalah bangunan rumah, rumah toko, dan apartemen.Dalam memilih sebuah investasi properti ada hal yang paling utama diperhatikan oleh orang Tionghoa yaitu lokasi.Kita dapat melihat bahwa lokasi sangatlah penting ketika memutuskan untuk melakukan investasi property.

Faktor-Faktor Yang Harus Diperhatikan
Dalam membeli sebuah rumah, selain pprinsip yang diajarkan orang Tionghoa diatas, kita juga perlu mengetahui beberapa factor yang harus kita perhatikan. Yaitu, faktor lokasi, faktor bangunan, faktor harga, faktor pengembang, faktor fasilita, faktor prospek, faktor dokumen, dan faktor investasi.

Komponen Perhitungan Investasi Properti
Ketika memutuskan untuk melakukan investasi property, kita harus mengetahui biaya-biaya yang muncul akibat investasi tersebut. Biaya-biaya tersebut ialah, pajak bumi dan bangunan, biaya perolehan hak atas tanah atau bangunan, pajak penghasilan, biaya balik nama, biaya notaris,komisi agen, dan biaya perawatan.

 Investasi Tanah
Jika sudah terbiasa melakukan investasi property, umumnya orang akan mencoba investasi tanah. Investasi tanah secara umum memiliki resiko lebih besar dibandingkan dengan investasi rumah atau property.Namun yeal yang dihasilkanpun cukup besar.Disebabkan resikonya yang relative besar itulah umumnya orang yang melakukan investasi tanah adalah orang yang memiliki kemampuan finansil berlebih.

Tips Sebelum Melakukan Investasi Tanah

1. Faktor Lokasi
Sepertihalnya ketika kita melakukan investasi rumah, factor lokasi merupakan factor penting yng harus diperhatikan pertama kali.

2. Faktor Peruntukan
Faktor peruntukan sangat penting untuk kita ketahuisebelum membeli tanah.Kita harus mengetaui rencana pemerintah untuk pembangunan atas tanah yang kita beli, jangan sampai kita membeli tanah yang kecil, padahal peruntukan untuk gudang. Suatu saat nanti kita akan kesulitan menjual tanah tersebut karna pada umumnya perusahaan yang membangun gudang akan membeli tanah yang dengan ukuran luas.

3. Faktor Harga
Dalam investasi tanah usahakan kita mendapatkan harga dibawah pasaran karena pada umumnya kita membeli ukuran yang sangat luas dan keadaan wilayah yang belum berkembang.
4. Faktor Legalitas

Kita harus mengetahui pengetahuan status hukum atas tanah yang akan kita investasikan.

5. Faktor Keamanan
Seperti yang telah kita singgung sebelumnya, jika kita membeli tanah untuk investasi, berarti kita akan mengeluarkan biaya tambahan untuk membangun pagar sekeliling tanah yang kita miliki dan melakukan pengawasan secara berkala.

6. Faktor Pematangan
Ada baiknya ketika melakukan investasi tanah, kita melakukan usaha pematangan.Misalnya, membangun pondasi keliling.

Investasi Bangunan Gedung
Pada prinsipnya investasi bangunan gedung ini dilakukan oleh orang Tionghoa ketika tingkat kekayaan semakin meningkat.Karenanya, tidak semua orang bisa memulai melakukan investasi bangunan.Investasi bangunan intinya adalah membeli atau membangun sebuah bangunan dan menyewakannya secara retail. Investasi bangunan ini bisa dikatakan hampir menyerupai sebuah bisnis sehingga perlu ada alokasi dana yang dimannfaatkan untuk biaya operasional

Investasi Barang Produktif
Banyak orang berfikir bahwa untuk menikmati keuntungan dari perusahaan taksi harus menanamkan modal yang sangat besar, terutama untuk membangun system dan produser operasional yang sangat komplek, sehingga orang-orang yang tergolong kaya yang bisa melakukannya.

Orang Tionghoa tidak berfikir seperti itu.Orang Tionghoa juga berfikir bahwa namanya investasi seharusnya hannya membutuhkan campurtangan seminimal mungkin.Yang dilakukan orang Tionghoa untuk ikut serta menikmati dari sebuah perusahaan taksi adalah ikut menanamkan modalnya dalam bentuk mobil.Mereka membeli sebuah mobil yang sesuai dengan kriteria perusahaan taksi, kemudian menyewakannya untuk digunakan kendaraan operasional perusahaan taksi tersebut.Sebagai imbalannya, setiap bulannya mereka mendapatkan biaya sewa dari perusahaan tersebut.

Jadi, mulai sekarang marilah memikirkan hal-hal yang bisa dilakukan untuk menambah yield investasi kita.Masih ada banyak hal yang bisa kita lakukan dengan prinsip investasi terhadap barang produktif ini.Kuncinya adalah kita harus selalu awas melihat kebutuhan disekitar kita.

Investasi Pabrik
Prinsip investasi pabrik disi tidak selalu harus berwujud pabrik yang besar, melainkan focus pada mengelola sesuatu secara global kemudian menjualnya secara retal. Mengelola secara global artinya membuat sesuatu atau membeli sesuatu dalam jumlah yang banyak kemudian menjual sebagian demi sebagian dengan harga yang lebih mahal.Konsep pabrik bagi kalangan orang Tionghoa di dasarkan pada prinsip menguasi bisnis dari hulu hingga hilir.

Jika kita memiliki sebuah perusahaan, misalnya penerbitan buku, selain mengmbangkannya kearah toko buku, kita juga harus memikirkan bagaimana bisa membeli percetkan buku beserta seluruh mesin dan sistemnya. Jika ha itu terjadi , kita akan mendapatkan keuntungan ganda, yaitu dari penjualan buku dan sekaligus jasa percetakan buku. Tentu prinsip tersebut sangat berbeda dengan prinsip kebanyakan orang yang sudah cukup merasa puas ketika sudah mencapai suatu pencapaian tertentu sehingga tidak memikirkan langkah selanjutnya untuk maju.

Investasi Pendidikan

Motivasi dan Kemampuan
Setiap dari kita pernah mendengar kata kursus, training, atau pelatihan.Ada banyak macam kursus dan pelatihan, ada yang hanya menyampaikan hal baru tentang sebuah penggunaan teknologi, ada kursus yang mengajarkan suatu keterampilan, ada juga kursus yang hanya berisi pendapat ahli dan diskusi.Ada beberapa hal yang dapat kita cermati ketertarikan orang Tionghoa terhadap masalah kursus ini.

Pada dasarnya sebagian besar orang Tionghoa bahwa biaya yang digunakan untuk membeli tiket seminar atau kursus adalah biaya investasi. Artinya, biaya investasi adalah biaya tersebut harus kembali berkali-kali lipat setelah kursus selesai.Orang Tionghoa sangat sadar bahwa untuk meraih kesuksesan setidaknya harus ada dua hal, yaitu motivasi dan kemampuan.Sangat disarankan bagi kita untuk mengikuti berbagai macam seminar motivasi, tetapi kita juga harus melengkapi diri untuk menambah kemampuan.

Franchise Sebagai Bisnis Sampingan

Bisnis Tanpa Campur Tangan
Suatu ketika saya pernah tergiur untuk membeli franchise (waralaba) murah di bidang makanan kecil. Awal ketertarikan saya terhadap franchise tersebut adalah ketika saya membaca sebuah majalah yang mengatakan jika kita membeli franchise P, dana investasi kita akan kembali dalam sebulan. Singkat cerita saya memutuskan untuk joint sebagai mitra franchise P.

Pada awalnya semua berjalan lancar dan segala fasilitas yang dijanjikan diberikan kepada saya. Namun, hasil investasi tidak pernah kembali.Mengapa terjadi hal seperti itu?Karena baru mengetahui bahwa ternyata saya harus menutup biaya operasional yang cukup besar dari kantong saya sendiri, serta mencari dan mengelola karyawan sendiri. Fungsi dari franchise P ternya hanya sebagai penjual gerobak dan penyedia bahan baku.

Saya menjadi pemikir, saya benar-benar merasakan mengeluarkan uang secara terus-menerus, sedang pemilik franchise mendapatkan uang dari saya secara terus menerus karna setiap bahan baku yang ada harus saya beli darinya, sementara bahan baku yang sama juga tersedia dipasaran dengan harga yang lebih murah.

Dari kegagalan tersebut, saya mulai merenungkan apa penyebab banyak orang Tionghoa tidak tertarik dengan penawaran franchise murah. Salah satu penyebab utama adalah bagi orang Tionghoa yang disebut dengan investasi adalah bisnis sampingan yang tidak menuntut campur tangan kita lagi.

Prediksi Bisnis Lancar Pada Masa Krisis
Pada saat ini dunia sedang menghadapi masa yang tidak pasti dalam bidang finansial. Bermula dari kejatuhan pasar saham di amerika serikat yang mengakibatkan kejatuhan seluruh pasar saham di Negara-negara lain, termasuk Indonesia. Melihat kenyataan yang akan kita hadapi pada tahun-tahun mendatang, kita memiliki dua pilihan, yaitu hidup dalam kekhwatiran dan ketakutan atau melihat semua ini dengan cara yang lebih kreatif dan menjadikannya sebagai peluang.

Kita harus memiliki fikiran terbuka bahwa dalam bisnis apa pun setidaknya ada satu orang kaya di sana. Hal tersebut cukup menegaskan bahwa semua bisnis sebetulnya adalah baik dan layak dikerjakan. Permasalahan utama adalah saat ini kita cocok melakukan bisnis di bidang apa. Jika itu menjawab, akan sangat mudah bagi siapapun mengembangkan bisnis dan menguasainya dari hulu hingga hilir.

Kursus
Salah satu bisnis yang diminati oleh orang Tionghoa adalah menyelenggarakan kursus.Bisnis ini di prediksikan akan tetap eksis pada masa krisis. Tentunya hal tersebut harus diimbangi dengan kreativitas para tenaga pemasaran dan pemberian materi latihan yang beragam.

Event Organizer Job Fair
Masih berkaitan dengan banyaknya pengangguran selama masa krisis, bisnis event organizer fair akan tetap berjalan, bahkan akan menuai keuntungan yang besar.

Creative Marketing
Bisnis selanjutnya yang di prediksikan eksis pada masa krisis adalah bisnis creative marketing. Apapun bisnisnya, tentunya pada masa krisis sangat dibutuhkan cara-cara pemasaran yang creative mengingat pada masa tersebut daya beli konsumen akan menurun tajam.

Bisnis Makanan
Bisnis makanan ini diprediksikan akan tetap eksis pada masa mendatang asalkan pengelolanya dapat menyajikan sesuatu hal yang unik dengan harga wajar dan tentunya dengan pelayanan yang baik.

Investasi

1. Emas
Bagaimana dengan investasi?Infestasi dalam bentuk emas latakan masih tetap diprediksikan menjadi investasi yang aman.Investasi emas di Indonesia telah terbukti bertahan ditengah gejolak finansial dunia. Pada saat harga minyak dunia mencapai lever tertinggi, yaitu di atas 140 dolar as perbarel, harga emas menju level harga 1000 dolar as per troy once. Setelah terjadi gejolak finansial, hrga minyak turun hingga mencapai 40 dolar as perbarer.Sementara harga emas hanya turun hingga kisaran 750 dolar as per troy once.

2. Saham
Berbicara masalah saham, pada masa krisis di predisikan harga saham di perusahaan yang bergerak dibidang Consumer good akan tetap eksis. Penjelasannya sama dengan penjelasan bisnis makanan. Apapun keadaan ekonominya, setiap orang akan tetap menggunakan barang-barang konsumtif, seperti sabun, sampo, atau pasta gigi. Akan ada saatnyaa setelah melewati krisis, ekonomi akan berangsur membaik, pembangunan mulai normal, dan pasar mulai bergairah. Saat itulah saat yang tepat bagi kita untuk mengoleksi saham-saham yang berbasis komoditif karena harganya akan naik tinggi dalam waktu yang singkat.

Kesimpulan

Dalam mengikuti system bisnis orang Tionghoa ada banyak hal yang menjadi pembelajaran di dalam diri kita baik itu dalam bentuk saham, usaha, bahkan investasi.Dalam hal kedisplinan, usaha, pengturan keuanga yang bagus dapat di jadikan contoh.Serta pengambilan keputusan yang penuh pertimbangan walau beresiko orang tionghoa tetap berupaya bertahan.Startegi yang bagus dan pemilihan bisnis yang bijaksana sesuai dengan skill masing – masing.
Dan orang Indonesia serng kali kalah terhadap orang Tionghoa karna orang Tionghoa belajar untuk menemukanskill mereka dan mengembangkannya, namun orang Indonesia hanya mengejar kursi dan tanpa disadari kursi yang dikejar bukanlah hal yang membuat kita lebih maju. Namun tetap pada titik yang sama yaitu di bawah kepemimpina. Bukan menjadi pemimpin.

Sumber : Mengikuti Jejak Bisnis Menggiurkan Orang Tionghoa, Liem You Tjwan, Visimedia, Jakarta, 2008.

Kewirausahaan


  1. Pengertian Kewirausahaan

organisasi3Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin  ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis, menurut ThomasW. Zimmerer (1996), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.Dahulu, kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. Sebab itu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir, sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Sekarang kewirausahaan bukan hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan lapangan, tapi juga dapat dipelajari dan diajarkan.

Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradigma pertumbuhan yang wajar dan perubahan ke arah globalisasi yang menuntut adanya keunggulan, pemerataan, dan persaingan, maka dewasa sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan. Pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu displin ilmu tersendiri yang independen.[1] Hal itu menurut Soeharto Prawirokusuma (1997) dikarenakan,

  1. Kewirausahaan berisi “body of knowledge” yang utuh dan nyata (distinctive), yaitu ada teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.
  2. Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu posisi “venture start-up” dan “venture-growth”, ini tidak jelas masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.
  3. Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri
  4. Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan.

Disiplin ilmukewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat, yaitu berkembang bukan hanya pada dunia usaha semata melainkan juga pada berbagai bidang seperti bidang industri, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan institusi- institusi lainnya, misalnya birokrasi pemerintah, perguruan tinggi, dan swadaya lainnya. Pada mulanya, kewirausahaan berkembang  dalam bidang perdagangan. Dalam bidang-bidang tertentu, kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti dalam menciptakan perubahan, pembaharuan, dan kemajuan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum yang berjangka panjang untuk menciptakan peluang.

Secara harfiah Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ked an akhiran an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Sedangkan wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau non-komersial, Sehingga kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis.

Dalam bahasa Inggris wirausaha adalah enterpenuer, istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Richard Cantillon, seorang ekonom Prancis. Menurutnya, entrepreneur adalah “agent who buys means of production at certain prices in order to combine them”. Dalam waktu yang tidak terlalu lama, ekonom Perancis lainnya- Jean Baptista Say menambahkan definisi Cantillon dengan konsep entrepreneur sebagai pemimpin. Secara umum banyak sekali definisi yang dikemukakan oleh para ahli, mengenai kewirausahaan, dibawah ini akan saya kemukakan beberapa pendapat tersebut, yang diambil dari berbagai sumber :

Harvey Leibenstein (1968, 1979), mengemukakan, kewirausahaan mencakup kegiatan-kegiatann yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.

Penrose (1963) : Kegiatan kewirausahaan mencakup indentifikasi peluang-peluang di dalam sistem ekonomi. Kapasitas atau kemampuan manajerial berbeda dengan kapasitas kewirausahaan.

Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan.

 B. Tujuan Kewirausahaan

Seorang sosiolog bernama David McCleland mengemukakan bahwa, apabila sebuah negara ingin menjadi makmur, minimal sejumlah 2% dari prosetase keseluruhan penduduk di negara tersebut menjadi wirausahawan, Indonesia sendiri sampai saat ini menurut sebuah riset jumlah penduduk yang menjadi wirausaha baru sekitar 0,18%, menurut informasi yang saya baca di internet hari ini tanggal 5 Maret 2012 jumlahnya telah melonjak tajam menjadi  maka tidaklah mengherankan apabila saat ini, kondisi pereekonomian Indonesia tertinggal jauh dari negera tetangga yaitu Singapura yang memiliki prosentase wirausaha sebesar 7%, Malaysia 5%, China 10%, apalagi jika harus dibandingkan dengan negara adidaya Amerika Serikat yang hampir 13%  penduduknya menjadi wirausahawan.

Maka dari itu, dengan ditumbuh kembangkanya pengetahuan seputar kewirausahaan, akan membangkitkan semangat masyarakat Indonesia khusunya generasi muda atau mahasiswa, untuk ikut menciptakan lapangan kerja dengan berwirausaha, tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeking). Dengan dilandasi semangat nasionalisme bahwa bangsa Indonesia harus mampu bersaing dikancah percaturan perekonomian dunia, maka akan banyak mahasiswa yang termotivasi untuk meningktakan kualitas dirinya dan mencetuskan ide-ide kretaif dalam bidang kewirausahaan yang berdaya saing tinggi.

Mengapa dengan semakin banyak wirausahawan disuatu negara akan meningkatkan daya saing negara tersebut ?, jawabanya saya kira cukup jelas. Pertama, sebuah negara yang memiliki wirausahawan banyak tentunya akan mendapatkan penghasilan yang besar dari sektor pajak, atas kegiatan ekonomi yang mereka lakukan, coba bayangkan apabila suatu negara terlalu banyak pegawai negeri sipil yang kurang atau bahkan tidak produktif, maka mereka setiap bulan memakan anggaran negara untuk menggaji mereka, namun sumbangsih mereka pada perekonimian nasional sangat minim baik dari segi pajak maupun tingkat konsumsi.

Mari kita lihat contoh lainya, dengan semakin banyak penduduk menjadi wirausaha, maka ekonomi mereka akan mandiri, tidak akan bergantung pada sistem ekonomi kapitalis, dalam hal ini pemerintah harus pro aktif menyediakan modal bagi para pengusaha agar benar-benar produktif dengan bunga yang kompetitif, dan tidak menghancurkan pengusaha maupun pemerintah, hasil keuntungan usaha mereka akan disimpan di bank-bank dalam negeri, sehingga perputaran uang semakin lancar, dengan hal tersebut modal mereka akan bertambah sehingga mampu menembus pangsa pasar global, yang nantinya menaikkan neraca ekspor-impor dan akan menambah devisa negara secara signifakan, maka dengan hal tersebut sangatlah jelas, bahwa kewirausahaan memiliki peran yang sangat penting untuk menaikkan harkat martabat suatu bangsa dikancah internasional.

Selanjutnya ditinjau dari segi GNP (Gross National Product), apabila semakin banyak uang yang dihasilkan oleh putra-putri bangsa Indonesia, karena berwirausaha maka uang yang dihasilkan berpeluang semakin besar, berbeda dengan gaji yang nominalnya relatif tetap. Akan meningkatkan GNP yaitu keseluruhan barang dan jasa yang diproduksi warga negara penduduk tersebut dimanapun berada (di dalam dan luar negeri), dengan meningkatkan GNP ini akan semakin memperkuat ekonomi nasional secara makro, dan mempercepat roda pembangunan nasional, karena ketersediaan anggaran semakin meningkat.

Dari beberapa dampak positif kewirausahaan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara, dengan pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara Indonesia khusunya mahasiswa yang terjun dalam dunia usaha, namun perlu diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan kejujuran, sehingga apa yang dihasilkan dapat bermanfa’at bagi masyarakat luas

TEORI DASAR KEWIRAUSAHAAN

Seiring berjalanya waktu, kewirausahaan semakin berkembang, maka lahirlah berbagai macam teori tentang kewirausahaan, akan coba saya uraikan berbagai teori kewirausahaan, diantaranya adalah sebagai berikut :

1. Neo Klasik

Teori ini memandang perusahaan sebagai sebuah istilah teknologis, dimana manajemen (individu-individu) hanya mengetahui biaya dan penerimaan perusahaan dan sekedar melakukan kalkulasi matematis untuk menentukan nilai optimal dari variabel keputusan. Jadi pendekatan neoklasik tidak cukup mampu untuk menjelaskan isu mengenai kewirausahaan. Dalam teori ini kemandirian sangat tidak terlihat, wajar saja, karena ini memang pada masa lampau dimana belum begitu urgen masalah kemandirian, namun cukup bisa menjadi teori awal untuk melahirkan teori-teori berikutnya.

2. Kirzerian Entrepreneur

Dalam teori Kirzer menyoroti tentang kinerja manusia, keuletanya, keseriusanya, kesungguhanya, untuk swa(mandiri), dalam berusaha, sehingga maju mundurnya suatu usaha tergantung pada upaya dan keuletan sang pengusaha.

Dari berbagai disiplin ilmu, lahirlah teori kewirausahaan yang dipandang dari sudut pandang mereka masing-masing, Teori ekonomi memandang bahwa lahirnya wirausaha disebabkan karena adanya peluang, dan ketidakpastian masa depanlah yang akan melahirkan peluang untuk dimaksimalkan, hal ini berkaitan dengan keberanian mengambil peluang, berspekulasi, menata organisasi, dan melahirkan berbagai macam inovasi. Teori Sosiologi lebih mempelajari tentang, asal-usul budaya dan nilai-nilai sosial disuatu masyarakat, yang akan berdampak pada kemampuanya menanggapi peluang usaha dan mengolah usaha, sebagai contoh orang etnis cina dan padang dikenal sebagai orang yang ulet berusaha, maka fakta dilapangan menunjukkan, bahwa banyak sekali orang cina dan padang yang meraih kesuksesan dalam berwirausaha. Selanjutnya teori psikologi, menurut saya teori ini lebih menekankan pada motif individu yang melatarbelakangi dirinya untuk berwirausaha, apabila sejak kecil ditanamkan untuk berprestasi, maka lebih besar kemungkinan seorang individu lebih berani dalam menanggapi peluang usaha yang diperolehnya.

Yang terakhir adalah teori perilaku, bagaimana seorang wirausahawan harus memiliki kecakapan dalam mengorganisasikan suatu usaha, memanajen keuangan dan hal-hal terkait, membangun jaringan, dan memasarkan produk, dibutuhkan pribadi yang supel dan pandai bergaul untuk memajukan suatu usaha.

Disiplin Ilmu Kewirausahaan

Ilmu kewirausahaan merupakan suatu disiplin  ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup untuk memperoleh peluang dengan berbagai resiko yang mungkin dihadapinya. Dalam konteks bisnis, menurut ThomasW. Zimmerer (1996), kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memenuhi kebutuhan dan peluang di pasar.

Dahulu, kewirausahaan adalah urusan pengalaman langsung di lapangan. Sebab itu kewirausahaan merupakan bakat bawaan sejak lahir, sehingga kewirausahaan tidak dapat dipelajari dan diajarkan. Sekarang kewirausahaan bukan hanya bakat bawaan sejak lahir atau urusan lapangan, tapi juga dapat dipelajari dan diajarkan.

Sejalan dengan tuntutan perubahan yang cepat pada paradigma pertumbuhan yang wajar dan perubahan ke arah globalisasi yang menuntut adanya keunggulan, pemerataan, dan persaingan, maka dewasa sedang terjadi perubahan paradigma pendidikan. Pendidikan kewirausahaan telah diajarkan sebagai suatu displin ilmu tersendiri yang independen.[1] Hal itu menurut Soeharto Prawirokusuma (1997) dikarenakan,

1)      Kewirausahaan berisi “body of knowledge” yang utuh dan nyata (distinctive), yaitu ada teori, konsep, dan metode ilmiah yang lengkap.

2)      Kewirausahaan memiliki dua konsep, yaitu posisi “venture start-up” dan “venture-growth”, ini tidak jelas masuk dalam kerangka pendidikan manajemen umum yang memisahkan antara manajemen dan kepemilikan usaha.

3)      Kewirausahaan merupakan disiplin ilmu yang memiliki objek tersendiri

4)      Kewirausahaan merupakan alat untuk menciptakan pemerataan berusaha dan pemerataan pendapatan.[2]

Disiplin ilmukewirausahaan dalam perkembangannya mengalami evolusi yang pesat, yaitu berkembang bukan hanya pada dunia usaha semata melainkan juga pada berbagai bidang seperti bidang industri, perdagangan, pendidikan, kesehatan, dan institusi- institusi lainnya, misalnya birokrasi pemerintah, perguruan tinggi, dan swadaya lainnya. Pada mulanya, kewirausahaan berkembang  dalam bidang perdagangan. Dalam bidang-bidang tertentu, kewirausahaan telah dijadikan kompetensi inti dalam menciptakan perubahan, pembaharuan, dan kemajuan. Kewirausahaan tidak hanya dapat digunakan sebagai kiat-kiat bisnis jangka pendek tapi juga sebagai kiat kehidupan secara umum yang berjangka panjang untuk menciptakan peluang.

B.  Objek Studi Kewirausahaan

Objek studi kewirausahaan adalah  nilai-nilai dan kemampuan (ability) seseorang yang diwujudkan dalam bentuk perilaku. Menurut Soemahamidjaja (1997:14-15), kemampuan seseorang yang menjadi objek kewirausahaan meliputi;[3]

  1. Kemampuan merumuskan tujuan hidup/ usaha
  2. Kemampuan memotivasi diri untuk melahirkan suatu tekad kemauan yang menyala-nyala.
  3. Kemampuan untuk berinisiatif
  4. Kemampuan berinovasi, yang melahirkan kreativitas(daya cipta)setelah dibiasakan berulang-ulang akan melahirkan motivasi.
  5. Kemampuan untuk membentuk modal uang atau barang modal
  6. Kemampuan untuk mengatur waktu dan membiasakan diri untuk selalu tepat waktu dalam segala tindakan melalui kebiasaan yangselalu tidak menundak pekerjaan.
  7. Kemampuan mental yang dilandasi dengan agama
  8. Kemampuan untuk membiasakan diri dalam mengambil hikmah dari pengalaman yang baik maupun menyakitkan.

C.  Hakikat Kewirausahaan

Secara sederhana arti wirausahawan(entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan. Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti.

Ada dua pendapat tentang pengertian kewirausahaan, yaitu Peter F. Drucker mengatakan bahwa kewirausahaan merupakan kemampuan dalam menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda. Pengertian ini mengandung maksud bahwa seorang wirausahawan adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, atau mampu menciptakan sesuatu yang berbeda dengan sesuatu yang sudah ada sebelumnya. Sementara itu Zimmerer mengartian kewirausahaan sebagai suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha).[4] 

Dari kedua pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa kewirausahaan merupakan suatu kemampuan dalam hal menciptakan kegiatan usaha. Seorang wirausahawan harus memilki kemampuan yang kreatif dan inovatif dalam menemukan dan menciptakan berbagai ide.

Kegiatan wirausaha dapat dijalankan sesorangatau sekelompok orang. Dengan kata lain seseorang baik secara pribadi maupun bergabung dengan orang lain dapat menjalankan kegiatan usaha atau membuka usaha. Secara pribadi artinya membuka perusahaan dengan inisiatif dan modal serang diri. Sementara itu berkelompok adalah secara bersama- sama dua orang atau lebih dengan cara masing- masing menyetor modal dalam bentuk uang atau keahliannya. Jadi, untuk berwirausaha dapat dilakukan dengan cara

  1. Memiliki modal sekaligus menjadi pengelola
  2. Menyetor modal dan pengelolaan ditangani pihak mitra
  3. Hanya menyerahkan tenaga namun dikonversikan ke dalam bentuk saham sebagai bukti kepemilikan usaha.

Dewasa ini belum ada terminologi yang persis sama tentang kewirausahaan. Kewirausahaan pada hakikatnya adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif. Kewirausahaan merupakan gabungan dari kreativitas, keinovasian,dan keberanian menghadapi resiko yang dilakukan dengan cara kerja keras untuk membentuk dan memelihara usaha baru. Dari beberapa konsep kewirausahaan, ada enam hakikat penting kewirausahaan, yaitu:

  1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Ahmad Sanusi, 1994).
  2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (Drucker, 1959).
  3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan keinovasian dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (usaha) (Zimmerer,1996).
  4. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (verture growth) (Soeharto Prawiro, 1997)
  5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (innovative) yang bermanfaat memberikan nilai lebih.
  6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melalui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan.

Berdasarkan keenam konsep di atas, secara ringkas kewirausahaan dapat definisikan sebagai suatu kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses, dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi resiko.

D.  Karakteristik dan Nilai-nilai Hakiki Kewirausahaan

1.    Karakteristik kewirausahaan

Banyak para ahli yang mengemukakan karakteristik kewirausahaan dengan berbagai konsep yang berbeda-beda. Dalam Islam karakteristik wirausaha antara lain[5]:

  • Sifat takwa, tawakkal, zikir dan syukur.
  • Jujur.
  • Bangun Subuh dan bekerja.
  • Toleransi.
  • Berzakat dan berinfaq.

2.    Nilai-nilai hakiki kewirausahaan

Masing-masing karakteristik kewirausahaan memiliki makna dan perangai tersendiri yang disebut nilai. Nilai-nilai kewirausahaan identik dengan sistem nilai yang melekat pada sistem nilai manajer. Ada empat nilai dengan orientasi dan ciri masing-masing sebagai berikut:

  1. Wirausaha yang berorientasi kemajuan untuk memperoleh materi, ciri-cirinya pengambilan risiko, terbuka terhadap teknologi, dan mengutamakan materi.
  2. Wirausaha yang berorientasi padab kemajuan tetapi bukan untuk mengejar materi. Wirausaha ini hanya ingin mewujudkan rasa tanggung jawab, pelayanan, sikap positiv dan kreativitas.
  3. Wirausaha yang berorientasi pada materi, dengan berpatokan pada kebiasaan yang sudah ada, misalnya dalam perhitungan usaha dengan kira-kira, sering menhadap ke arah tertentu(aliran fengshui)supaya berhasil.
  4. Wirausaha yang berorientasi pada non meteri, dengan bekerja berdasarkan kebiasaan, wirausaha model ini biasanya tergantung pada pengalaman, berhitung dengan mengunakan mistik, paham etnosentris, dan taat pada tata cara leluhur.

D.  Berfikir Kreatif dalam Kewiraussahaan

Menurut Zimmerer tujuh langkah proses kreatif yaitu dengan menggunakan otak sebelah kiri yaitu[6]:

  1. Persiapan (preparation), yaitu menyangkut kesiapan kita untuk berpikir kreatif.
  2. Penyelidikan (investigation) dalam penyelidikan diperlukan individu yang dapat mengembangkan pemahaman yang mendalam tentang masalah atau keputusan.
  3. Transformasi (transformation), yaitu menyangkut kesamaan dan perbedaan pandangan diantara informasi yang terkumpul.
  4. Penetasan (incubation), yaitu menyiapkan pikiran bawah sadar untuk merenungkan informasi yang terkumpul.
  5. Penerangan (illimination), yaitu ketika ada pemecahan spontan yang menyebabkan adanya titik terang yang terus-menerus.
  6. Pengujian (verivication), yaitu menyangkut ketepatan ide-ide seakurat mungkin dan semanfaat mungkin.
  7. Implementasi  (implemetation), yaitu mentransformasikan ide-ide ke dalanm praktek bisnis

E.  Sikap dan Kepribadian Wirausaha

Alex Inkeles dan David H.Smith (1974:19-24) adalah salah satu diantara ahli yang mengemukakan tentang kualitas dan sikap orang modern.Menurut Inkeles (1974:24) kualitas manusia modern tercermin pada orang yang berpartisipasi dalam produksi modern yang dimanifestasikan dalam bentuk sikap, nilai, dan tingkah laku dalam kehidupan sosial. Ciri-cirinya meliputi keterbukaan terhadap pengalaman baru, selalu membaca perubahan sosial, lebih realistis terhadap fakta dan pendapat, berorientasi pada masa kini daan masa yang akan datang bukan pada masa lalu, berencana, percaya diri, memiliki aspirasi, berpendidikan dan mempunyai keahlian, respek, hati-hati, dan memahami produksi.

Ciri-ciri orang modern tersebut hampir sama dengan yang dikemukakan oleh Gunar Myrdal,yaitu:

  1. Kesiapan diri dan keterbukaan terhadap inovasi
  2. Kebebasan yang besar dari tokoh-tokoh tradisional
  3. Selalu berencana dalam segala kegiatan
  4. Berorientasi pada masa sekarang dan yang akan datang
  5. Sadar dan menghormati orang lain (Siagian,1972)

Menurut Harsojo (1978:5),modernisasi sebagai sikap yang menggambarkan[7]:

  1. Sikap terbuka bagi pembaharuan dan perubahan
  2. Meyakini kemampuan sendiri
  3. Berorientasi pada masa kini dan masa depan
  4. Meyakini kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi
  5. Kesanggupan membentuk pendapat secara demokratis

Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk menanggapi segala peluang, tantangan dan perubahan sosial, misalnya dalam mengubah standar hidupnya. Orang-orang yang terbuka terhadap ide-ide baru ini merupakan wirausaha yang inovatif dan kreatif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan. Dalam konteks ini,juga dijumpai perpaduan yang nyata antara kesempatan-kesempatan yang didasari keberanian berusaha. Wirausaha adalah kepribadian unggul yang mencerminkan budi yang luhur dan suatu sifat yang pantas diteladani, karena atas dasar kemampuannya sendiri dapat melahirkan suatu sumbangsih dan karya untuk kemajuan kemanusiaan yang berlandaskan kebenaran dan kebaikan.

Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikianrupa yang kemudian terbukti benar, mempunyai semangat dan kemampuan serta pikiran untuk menaklukkan cara berpikir yang tidak berubah,dan mempunyai kemampuan untuk bertahan terhadap oposisi sosial (Heijrachman Ranupandoyo,1982:1). Wirausaha berperan dalam mencari kombinasi-kombinasi baru yang merupakan gabungan dari lima proses inovasi yaitu menemukan pasar-pasar baru, pengenalan barang-barang baru,  metode produksi baru,  sumber-sumber penyediaan bahan-bahan mentah baru,  serta organisasi industri baru. Wirausaha merupakan inovator yang dapat menggunakan kemampuan untuk mencari kreasi-kreasi baru.

Dalam perusahaan, wirausaha adalah seorang inisiator atau organisator penting suatu perusahaan. Menurut Dusselman (1989:16),seseorang yang memiliki jiwa kewirausahaan ditandai oleh pola-pola tingkah laku sebagai berikut:

  1. Inovasi, yaitu usaha untuk menciptakan, menemukan dan menerima ide-ide baru
  2. Keberanian untuk menghadapi risiko, yaitu usaha untuk menimbang dan menerima risiko dalam pengambilan keputusan dan dalam menghadapi ketidakpastian
  3. Kemampuan manajerial, yaitu usaha-usaha yang dilakukan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajemen, meliputi:
  • Usaha perencanaan
  • Usaha untuk mengkoordinir
  • Usaha untuk menjaga kelancaran usaha
  • Usaha untuk mengawasi dan mengevaluasi usaha

4.    Kepemimpinan, yaitu usaha memotivasi,melaksanakan,dan mengarahkan tujuan usaha.

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor baik eksternal maupun internal. Menurut Sujuti Jahja (1977),faktor internal yang berpengaruh adalah kemauan,kemampuan,dan kelemahan. Sedangkan faktor yang berasal dari eksternal diri perilaku adalah kesempatan atau peluang.

Sikap kewirausahaan meliputi keterbukaan, kebebasan, pandangan yang luas, berorietasi pada masa depan, berencana, berkeyakinan, sadar, menghormati orang lain dan menghargai pendapat orang lain.

Orang yang terbuka terhadap pengalaman-pengalaman baru akan lebih siap untuk merespons segala peluang, dan tanggap terhadap tantangan dan perubahan sosial. Orang yang terbuka terhadap ide-ide inilah merupakan wirausaha yang inovatif dan kratif yang ditemukan dalam jiwa kewirausahaan.

Menurut Kathlen L. Hawkins dan Peter A. Turla(1986) pola tingkah laku kewirausahaan akan terggambar dalam kepribadian, kemampuan hubungan, kemampuan pemasaran, keahlian mengatur dan sikap terhadap uang. Kepribadian wirausaha tercermin dalam kretivitas, disiplin, kepercayaan diri, keberanian menghadapi risiko, dan dorongan dari kemauan diri yang kuat.

Motif Berprestasi Kewirausahaan

Menurut Lerry Farel, untuk maju atau prestatif seorang pengusaha harus memiliki motifasi yang tinggi, inovatif, dan memiliki ambisi untuk maju/berkembang. Syarat lain untuk maju (prestatif) antara lain:

  1. Memiliki komitmen dan tanggungjawab yang tinggi terhadap karir
  2. Bersemangat terhadap masukkan dari berbagai pihak
  3. Memiliki orientasi kedepan
  4. Memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi superior.
  5.  Motif berprestasi adalah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi(Gede Anggan Suhandana, 1980:55).

Kebutuhan berprestasi wirausaha terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibandingg sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi memiliki ciri-ciri:

  1. Mengatasi sendiri kesulitan yang terjadi pada dirinya.
  2. Selalu memerlukan umpan balik yang segera.
  3. Memiliki tanggung jawab personal yan tinggi.
  4. Berani menghadapi risiko dan penuh perhitungan.
  5. Menyukai tantangan.

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu,yaitu motif berprestasi (achievement motive). Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi (Gede Anggan Suhandana,1980:55). Factor dasarnya adalah adanya kebutuhan yang harus dipenuhi.

Teori Maslow kemudian oleh Clayton Alderfer dikelompokkan menjadi tiga kelompok,yang dikenal dengan  teori existence,relatedness,and growth (ERG).

Pertama, kebutuhan akan eksistensi (existence) yaitu menyangkut keperluan material yang harus ada (termasuk  physiological need and security need dari Maslow).

Kedua, ketergantungan (relatedness), yaitu kebutuhan untuk mempertahankan hubungan interpersonal (termasuk social and esteem need dari Maslow)

Ketiga, kebutuhan perkembangan (growth), yaitu kebutuhan intrinsik untuk perkembangan personal (termasuk self-actualization and esteem need dari Maslow).

Kebutuhan berprestasi wirausaha (n’Ach) terlihat dalam bentuk tindakan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik dan lebih efisien dibanding sebelumnya. Wirausaha yang memiliki motif berprestasi tinggi pada umumnya memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Ingin mengatasi sendiri kesulitan dan persoalan-persoalan yang timbul pada dirinya.
  2. Memiliki tanggung jawab personal yang tinggi.
  3. Berani menghadapi risiko dengan penuh perhitungan.
  4. Selalu memerlukan umpan balik yang segera untuk melihat keberhasilan dan kegagalan.

Kebutuhan akan kekuasaan (n’Pow), yaitu hasrat untuk mempengaruhi, mengendalikan,dan menguasai orang lain. Ciri umumnya adalah senang bersaing, berorientasi pada status, dan cenderung lebih berorientasi pada status dan ingin mempengaruhi orang lain.

Kebutuhan untuk berafiliasi (n’Aff), yaitu hasrat untuk diterima dan disukai oleh orang lain. Wirausaha yang memiliki motivasi berafiliasi tinggi lebih menyukai persahabatan,bekerja sama daripada persaingan,dan saling pengertian. Menurut Stephen P.Robbins (1993:214),kebutuhan yang kedua dan ketigalah yang erat kaitannya dengan keberhasilan manajer saat ini.

Menurut Nasution (1982:26), Louis Allen (1986:70),ada tiga fungsi motif, yaitu[10]:

  1. Mendorong manusia untuk menjadi penggerak atau sebagai motor yang melepaskan energy
  2. Menentukan arah perbuatan ke tujuan tertentu
  3. Menyeleksi perbuatan,yakni menentukan perbuatan-perbuatan apa yang harus dijalankan untuk mencapai suatu tujuan dengan menghindari perbuatan yang tidak bermanfaat bagi pencapaian tujuan itu

Dalam “Entrepreneur’s Handbook”,yang dikutip oleh Yuyun Wirasasmita (1994:8),dikemukakan beberapa alasan mengapa seseorang berwirausaha,yakni:

  1. Alasan keuangan.
  2. Alasan sosial.
  3. Alasan pelayanan.
  4. Alasan pemenuhan diri.

 APLIKASI KEWIRAUSAHAAN

Rencana usaha atau business plan hadir sebagai pedoman bagi sebagian orang sebelum memulai bisnis. Segala rincian target pasar, apa yang hendak dijual, sampai bagaimana mengembalikan modal bisa dituliskan dalam rencana usaha.

Tak semua orang memilki waktu yang cukup untuk membuat business plan ini. Namun, ada beberapa aplikasi yang bisa digunakan untuk membantu seseorang dalam menguraikan ide bisnis di dalam otak ke dalam sebuah rencana usaha. Seseorang hanya perlu menyediakan informasi kemudian aplikasi ini akan menjadikannya sebuah rencana.

  • Business Plan Premiere

Aplikasi ini disediakan untuk para pengguna perangkat iPad. Tidak hanya membantu untuk membuatkan rencana bisnis dalam rincian yang mendalam, Business Plan Premiere juga menyediakan layanan untuk membantu penggunanya memperkenalkan rencana bisnisnya ke 3.000 investor yang tergabung dalam firma Ben Stein & Accredited Members Inc. Aplikasi ini juga membantu penggunanya untuk menuliskan pernyataan visi dan misi, deskripsi produk dan rencana pemasaran, analisis SWOT, serta mendefinisikan target pasar.

  • Enloop

Ketika seseorang memasukkan informasi tentang bisnis yang akan dijalankan, aplikasi Enloop secara otomatis akan memperlihatkan kemungkinan potensi penjualan, keuntungan, kerugian, serta cash flow. Selain informasi-informasi tersebut, Enloop juga menawarkan grafik penjelasan dengan elemen visual. Selain itu, hasil dari rencana bisnis tersebut bisa diunduh dalam bentuk PDF. Enloop merupakan aplikasi berbasis website dan belum tersedia untuk format mobile.

  • MyBizPlan

Aplikasi ini juga bisa dijalankan pada gadget berbasis Android dan juga produk Apple. MyBizPlan menyediakan berbagai template untuk membuat rencana usaha yang resmi. Penjual yang menggunakan aplikasi ini bisa dibantu untuk mendefinisikan apa tujuan dari bisnis yang dijalankan secara sistematis. Selain itu, aplikasi MyBizPlan juga dapat membantu seseorang mengelola finansial bisnisnya.

  • Plan & Startup Small Business

Aplikasi keluaran Google PlayStore ini membantu calon penjual untuk memikirkan rencana usahanya secara personal. Mulai dari fondasi-fondasi atau sumber ide dari bisnis yang dijalankan hingga motivasi-motivasi dari tokoh bisnis ternama. Selain itu, pengguna aplikasi ini bisa membaca berbagai artikel yang berkaitan dengan mendirikan sebuah usaha di internet. Fitur to do list juga melengkapi aplikasi Plan & Startup Small Business ini.

  • StratPad

StratPad merupakan aplikasi yang membantu entrepreneur untuk berpikir dan mengambil keputuskan saat menjalankan sebuah bisnis. Hal tersebut diungkapkan oleh Alex Glassey, orang yang mendesain aplikasi StratPad. Dalam aplikasi ini, Alex menyediakan fitur how-to untuk menyediakan informasi tentang hal-hal yang sering ditanyakan seseorang saat pertama kali akan menjalankan sebuah bisnis.

KESIMPULAN

Keberhasilan atau kegagalan wirausaha sangat dipengaruhi oleh sifat dan kepribadian seseorang. The officer of Advocacy of Small Business Administration. bahwa kewirausahaan yang berhasil pada umumnya memiliki sifat-sifat kepribadian.

Seperti telah diungkapkan bahwa wirausaha sebenarnya adalah seorang inovator atau individu yang mempunyai kemampuan naluriah untuk melihat benda-benda materi sedemikian rupa yang kemudian terbukti benar, mempunyai semangat.

Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya suatu motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi.

Kewirausahaan menuntut pula kesadaran individu yang dimotivasi oleh potensi usaha yang lebih besar; bahwa keberhasilan lebih baik daripada kegagalan hanya dapat dikendalikan dan diperoleh orang-orang yang selalu mencari bentuk-bentuk peluang yang superior. Kesadaran ini akan merupakan modal yang kuat untuk mendorong kewirausahaan dan wirausahawan menimisasi resiko wirausaha.

Disarankan mahasiswa yang menkaji tentang Ilmu Ekonomi Islam mampu memiliki sifat-sifat seperti yang dikemukakan di atas, agar mnejadi seorang Ekonom yang handal di bidang wirausaha, seperti yang diharapkan

DAFTAR PUSTAKA

Hendro. Dasar-dasar Kewirausahaan. Jakarta : Penerbit Erlangga. 2011.
Kasali Rhenald. Modul Kewirausahaan. Jakarta Selatan : PT Mizan Publika. 2010.
Justin G Longecker, Kewirausahaan, Manajemen Usaha Kecil. Yogyakarta : Salemba Empat. 2000.
Mas’ud Machfoedz, Kewirausahaan, Suatu Pendekatan Kontemporer, Yogyakarta : UPP AMP YKPN. 2004.

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Costumer Oriented Business


Di era persaingan bisnis yang sangat ketat dan kejam, kualitas produk, hatrga dan agresifitas distribusi kadangkal tidak lagi menjamin kemengan kita dalam merebut pasar. sehingga organisasi-organisasi /perusahaan bukan hanya selangkah didepan, melainkan juga mampu merebut hati konsumen anda dan mengubah mereka menjadi marketing-marketing setia, ada 21 ide dahsyat untuk menciptakan budaya Customer Oriented tanpa khawatir terlalu dikendalikan oleh konsumen.

Ide yang ke 1 : “ cepat atau lambat”

jika anda tidak bias mengurus konsumen anda, maka cepat atau lambat orang lain yang akan mengurusnya. Pelanggan setia dan rela berulang-ulang dating ke suatu tempat penjualan adalah kualitas produk yang sangat bagus, harga menjadi alasan kedua dan service menjadi alas an ke3, banyak orang yang rela mengantri dan merogoh kocek dalam-dalm demi sebuah produk tertentu.tetapi banyak orang atau perusahaan yang arogan kepada konsumen karena merasa produk mereka dibutuhkan. Tetapi hal itu yang bias membuat suatu perusahaan jatuh karena mereka merasa produknya yang terbaik dan selalu dibutuhkan.

Ide yang ke 2 “kenapa tidak?”

Kesalahan kebanyakan perusahaan adalah mereka hanya berlari disaat mereka seharusnya bias sprint. Menyadari betapa pentingnya “merawat” dan mempertahankan kepuasaan konsumen barulah stngh keberhasilan. Costumer ke2 ini adalah orang-orang didalam itu lebih ampuh daripada konsumen itu sendiri.

Ide yang ke 3 “its in your heart”

Seseorang tidak terkesan oleh apa yang anda ucapkan atau lakukan melainkan oleh bagaimana anda mengatakan dan melakukannya. Semua kalimat indah, perlakuan persuasive dan fasilitas ekstra untuk konsumen akan menjadi hilang efeknya jika or-orang yang menyampaikn tidak menunjukan kesungguhan hati dan antusias didalamnya. Customer Oriented bukan hanya sekedar metode atau strategi tetapi lebih dari adalah spirit sebuah semangat yang menyala dari dalam hati.

Ide yang ke 4 “smart battle”

Untuk memenangkan sebuah peperangan anda tidak perlu memenangkan semua pertempuran. Kadangkala dengan sedikit mengalah kepada konsumen, kita justru bias memenangkan hati mereka. Daripada ngotot mempertahankan sedikit keuntungan namum kehilangan proyek berikutnya, bukankah lebih baik kita sedikit mengalah tapi mendapatkan keuntungan jangka panjang.

Ide yang ke 6 “ Moment of truth”

Bisa jadi konsumen terbaik anda adalah konsumen yang paling sering complain. Sudah jelas bahwa kita harus menjadikan testimony positif dan negative konsumen sebagai salah satu energy tambahan dan motivasi untuk kita terus melakukan yang terbaik dan mengembangkan diri. Biil gates mengeluarkan statement bahwa kadangkal justru konsumen yang sering complain kepada kita yang bias menjadi konsumen terbaik kita.

Ide yang ke 7 “kondisi suportif”

Anda harus mengambil hati seseorang sebelum meminta tanganya. Customer Oriented adalah sebuah semangat yang lahir dari hati sebuah antusiasme dan kehangatan yang muncul dari dalam diri kita. Ketika seseorang karyawan tidak nyaman dengan lingkungan kerjanya, tidak puas dengan reward yang ia terima, bingung dengan visi pemimpin yang tidak jelas dll. Tentu saja motivasinya untuk bekerja akan turun dan akan sangat sulit baginya untuk berfokus.

Ide yang ke 8 “pencitraan”

Isi sebuah buku tidak ditentukan dari bagus tidak sampulnya, tetapi minat kita untuk mengambil sebuah buku sangat ditentukan olehnya. Pencitraan adalah unsure penting dalam bisnis. Dasar dari semua bisnis adalah kepercayaan. Cutomer Oriented bukan hanya berbicara mengenai mengakomodasikan kebutuhan konsumen, ia juga berbicara mengenai bagaimana membaca persepsi mereka mengenai produk dan perusahaan kita.

Ide yang ke 9 “itu lagi, itu lagi”

Berikan kepada konsumen lebih dari yang mereka harapkan, memberikan kejutan-kejutan menyenangkan yang melebihi harapan mereka.

Ide yang ke 10 “lebay”

Kualitas tidak dilihat dari apa yang anda taruh diproduk atau jasa melainkan dari manfaat apa yang diperoleh konsumen. Kadangkala meski inovasi yang kita anggap baik dan menguntungkan belum tentu baik bagi konsumen.

Ide yang ke 11 “ saatnya peka “

Orang akan rela mengeluarkan berapapun untuk sesuatu yang sania butuhkan. Cobalah mulai peka dengan kebutuhan konsumen anda. Bukan hanya sekedar kebutuhan fisik, tetapi peka juga dengan budaya hidup, kebutuhan social, kebutuhan harga diri dan kebutuhan yang lainnya.

Ide yang ke 12 “check mate”

Konsumen tidak akan suka dengan kualitas produk dan layanan anda yang buruk, tetapi competitor sangat menyukainya. Seringkali ada banyak perusahaan yang kehilangan konsumen besar mereka hanya karena mereka menyepelekan dan meremehkan.

Idde yang  ke 13 “siapa yang butuh”

Bukan anda yang membeli produk anda, tetapi konsumen anda. Mulainya berfikir apa yang mereka inginkan dan harapakan.

Ide yang ke 14 “respon ability”

Jika anda tidak bias mempertanggung jawabkan produk anda jangan menjualnya. Jangan pernah menetapkan harga yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Jika sudah berani menjual, maka harus berani bertanggung jawab. Jangan biarkan harga produk yang menentukankualitas perusahaan anda. Justru kualitas yang harus menentukan harga produk dan jasa anda.

Ide yang ke 15 “ terlalu baik “

Tugas anda adalah merawat konsumen untuk membesarkan bisnis, bukan untuk menghancurkannya. Memang salah satu strategi untuk menjaga dan meningkatkan profit adalah dengan membuat konsumen puas dan merawat mereka. Tetapi apa gunanya jika anda merawat konsumen anda sampai anda menghasilkan semua sumber daya anda dan berakhir pada kerugian? Kadang-kadang kita mudah terjebak pada indahnya pencapaian kata-kata kepuasan konsumen.

Ide yang ke 16 “air terjun”

Costumer Oriented bukanlah metode atau teknik. Ia adalah semangat dan budaya yang ada di dalam hati. Sebelum melakukan customer oriented kepada konsumen , cobalah untuk melakukan kepada bawahan, rekan dan atasan anda. Pahamilah anda, ketahuilah kebutuhan tim anda, cobalah memberikan yang terbaik kepada tim anda. Belajarlah sebuah budaya customer oriented didalam tim anda.

Ide yang ke 17 “isi rotinya apa?”

Penampilan membuat konsumen membeli, tetapi kualitas isi membuat mereka membeli lagi dan lagi. Mencoba memperkenalkan sebuah produk baru atau produk yang nilai jualnya cukup tinggi, maka anda memerlukan orang-orang yang bukan hanya meyakinkan penampilannya, tetapi juga harus piawai menjelaskan keunggulan produk tersebut dan mampu merayu calon pembeli dengan cerdas dan halus. Penampilan menarik memiliki daya hipnotis 50% apabila ditunjang product knowledge lebih memukau dan meyakinkan.

Ide yang ke 18 “ front liner “

Jika bawahan anda mampu melakukan tugas anda lebih baik maka seharusnya dialah yang menjadi atasan anda. Pemimpin adalah orang yang paling efektif untuk membangun budaya costumer oriented yang baik. Ketika sang pemimpin tidak bisa memberikan contoh dan tidak semangat, maka setiap anggota tim akan kesulitan juga untuk mempraktekkannya. Selain itu, jika anda sendiri tidak tahu bagaimana cara menghadapi klien-klien tertentu, apalagi dengan bawahan anda?inilah pentingnya untuk setiap kita melatih dan mengasah kemampuan personal kita. Meskipun mungkin bawahan kita yang menjadi front liner dalam struktur pekerjaan, tetap dalam hal antusiasme, pengembangan diri dan membangun budaya CO, pemimpin yang harus menjadi front liner.

Ide yang ke 19 “ update status “

Untuk memahami apa yang akan dilakukan konsumen, anda harus berlari lebih cepat dan berada didepan mereka. Jika anda tidak mengikuti perkembangan gaya hidup dan buday konsumen anda, maka anda tidak akan pernah mengerti apa harapan dan kebutuhan mereka. Penting sekali untuk melakukan update terhadap diri anda dan perusahaan anda. Bahkan, pebisnis handal sudah bisa memperkirakan apa kebutuhan konsumen mereka beberapa tahun mendatang.

Ide yang ke 20 “ babi buta “

Manusia menjadi puas bukan karena apa yang mereka raih melainkan bagaimana mereka meraihnya. Bagaimanapun, yang membedakan manusia dari binatang adalah kita memiliki etika, moral, hati nurani, dan integritas, jangan sampai kita menjadi binatang ekonomi yang mencari buruan dengan membabi buta dan menhalalkan segala cara.

Ide yang ke 21 “  paham benar  ”

Anda tidak akan bisa mencapai sesuatu yang anda tidak ketahui. Bagaiamna cara kita mengukur kepuasaan konsumen? Kepuasan bagi seseorang belum tentu menjadi kepuasa orang lain.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan.

  1. Kegunaan produk
  2. Kualitas produk
  3. Harga dan nilai investasi
  4. Ketersediaan
  5. Dan lain-lain ( system pembayaran)

 

KARYAWAN JUGA BISA KAYA


PENDAHULUAN

Buku bagaimana caranya seorang karyawan karya Safir Senduk ini dapat memberikan motivasi dan merubah cara berpikir kita tentang bagaimana mengelola keuangan kita. Bagaimana caranya seorang karyawan   bisa mencapai kekayaan, banyak orang yang menyamakan kata “kaya” dengan “penghasilan tinggi”. Kalau orang mengatakan bahwa “Jika Anda mau kaya, jangan jadi karyawan”, maksud sebenarnya adalah bahwa “Kalau anda mau penghasilan tinggi, ya jangan jadi karyawan karena penghasilan anda biasanya terbatas dan dijatah oleh orang lain.

“Karyawan memang memiliki keterbatasan dalam hal penghasilan. Namun, untuk

menjadi kaya, tidak perlu harus menunggu sampai punya penghasilan besar. Anda tetap bisa kaya berapa pun penghasilan Anda karena kemampuan Anda mengumpulkan kekayaan tidak dilihat dari berapa besarnya penghasilan, tapi dari bagaimana Anda mengelola penghasilan itu.”

Ada 3 pemikiran yang harus Anda miliki sebagai seorang karyawan:

  •  Berapa pun gaji yang diberikan perusahaan kepada Anda, tidak─sekali lagi tidak─menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan.

Kalau penghasilan Anda sekarang Rp.2 juta per bulan, Anda pikir hidup Anda akan lebih baik dan Anda bisa menumpuk kekayaan kalau perusahaan Anda memberikan gaji Rp.5 juta per bulan? No way, Maan … Belum tentu. Anda sering dengar nggak: ada banyak orang yang bolak-balik pindah perusahaan hanya karena mengejar gaji yang lebih tinggi? Kenyataannya,setelah ia pindah dan punya gaji yang lebih besar, gajinya teteeeeup saja habis tanpa ada kekayaan yang bisa ditumpuk. Ini karena berapa pun gaji yang Anda dapat, tidak menjamin apakah Anda bisa menumpuk kekayaan, yang menjamin adalah bagaimana cara Anda mengelola gaji tersebut, termasuk kalau gaji itu benar memang ngepas dengan kondisi Anda sekarang.

  • Jangan selalu menjadikan kondisi Anda di rumah─entah Anda banyak tanggungan, banyak utang, atau boros─sebagai alasan untuk selalu minta naik gaji.                      

Perusahaan tidak akan memberi Anda gaji yang juga lebih besar hanya karena Anda belum punya rumah, belum punya motor, dan selalu kehabisan uang di tengah bulan.

Perusahaan hanya akan memberi Anda gaji sesuai dengan job description Anda, bukan disesuaikan dengan situasi dan kondisi di rumah Anda. Artinya, kalau anda merasa bahwa gaji Anda koq sepertinya nggak cukup untuk membiayai keluarga Anda yang anaknya banyak, yah, itu bukan salah perusahaan Anda. Toh ketika anda menambah anak, Anda nggak minta izin dulu ‘kan ke perusahaan?

  • Menjadi kaya bergantung 100% pada apa yang Anda lakukan terhadap keuangan Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda.    Menjadi kaya bergantung pada apa yang Anda lakukan, dan tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda. Memang akan enak memang kalau perusahaan memberikan banyak hal kepada Anda sebagai karyawannya. Akan tetapi, kalau Anda mau kaya, itu semua bergantung pada apa yang Anda lakukan terhadap penghasilan dan fasilitas yang Anda dapatkan. Saya sering kali melihat ada banyak orang yang pindah kerja, berharap gaji yang lebih besar dengan harapan untuk jadi kaya, tapi ia sendiri tidak melakukan apaapa untuk bisa menjadi kaya. Ia tidak berusaha untuk jadi lebih hemat, ia tidak berusaha untuk menambah pengetahuannya agar bisa jadi kaya, ia tidak berusaha mengetahui apa cara yang baik dalam mengelola gajinya, dan tidak berusaha untuk berubah. Ia hanya meloncat dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk mendapatkan gaji yang lebih besar agar bisa jadi kaya. Kenyataannya, untuk menjadi kaya sepenuhnya bergantung pada Anda, tidak selalu pada apa yang diberikan perusahaan kepada Anda.

3 TRIK UNTUK BISA MENYISIHKAN PENGHASILAN

1.       Menabunglah dimuka, jangan dibelakang.

Coba lihat, apakah selama ini Anda selalu menabung di belakang setelah membelanjakan semua penghasilan Anda? Bila ya, pantas saja Anda jarang bisa menabung. Kenapa? Oleh karena, uang Anda selalu habis tak berbekas. Maklum, uang memang lebih enak dipakai daripada ditabung. Ya, kan? Jadi, daripada ditabung di belakang setelah membelanjakan semua penghasilan Anda, kenapa tidak mencoba untuk menabung di muka segera setelah Anda mendapatkan penghasilan? Katakan saja Anda dapat penghasilan tiap tanggal 26 setiap bulan. Cobalah menabung setiap tanggal 26, 27, atau 28 sebelum Anda memakai penghasilan itu. “Loh, nanti penghasilan saya habis dong?” begitu mungkin kata Anda. Ya biar saja, toh Anda sudah sisihkan dulu sebelum penghasilan itu dipakai, kan? “Lho, nanti uang untuk biaya hidup saya dan keluarga berkurang dong?”

2.       Minta tolong kantor yang memotongnya untuk Anda.

Pada beberapa kasus, Anda mungkin bisa minta tolong kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda dan melakukan proses menabungnya buat Anda. Saya kasih contoh, kalau Anda punya investasi di reksadana, pembelian reksadana tersebut harus dilakukan dengan mentransfer uang ke rekening bank custodian mereka. Nantinya uang itu oleh mereka dibelikan unit reksadana. Disini, Anda bisa meminta kantor Anda untuk memotong penghasilan Anda di muka dan melakukan proses transfer itu sehingga Anda tidak perlu lagi repot-repot melakukan proses menabung. Toh, Anda tetap menabung di muka, kan? Pertanyaannya sekarang, memang bisa kantor melakukannya? Bisa dong. Cuma, Anda harus ngomong dulu ke mereka. Wong kalau anda punya utang ke kantor saja cara pengembalian yang mereka minta adalah dengan sistem potong gaji, kan? Kalau mereka bisa memotong gaji Anda untuk menutupi utang yang mereka berikan buat Anda, apalagi kalau Anda cuma minta kantor melakukan proses menabung buat Anda? All you have to do is just ask ….

Pakai celengan.

Eit, jangan kaget, yang namanya celengan itu tidak selalu buat anak kecil, tapi juga untuk orang dewasa. Bedanya adalah apa yang Anda celeng. Kalau anak kecil nyeleng koin, entah seratus, lima ratus, atau seribu, Anda bisa nyeleng─katakan─lembaran dua puluh ribu rupiah. Lho, bagaimana caranya? Gampang: setiap kali Anda mendapatkan lembaran uang dua puluh ribu rupiah, tetapkan tekad: JANGAN PERNAH MENGGUNAKAN UANG ITU UNTUKBELANJA. Langsung saja masukkan ke celengan. Jadi, setiap kali bertemu lembaran uang dua puluh ribu, langsung dicelengin.Setiap kali bertemu lembaran dua puluh ribu, celeng lagi. Begitu seterusnya. Andaakan kaget begitu tahu berapa jumlah yang bisa Anda kumpulkan di akhir bulan. Misalnya, Anda belanja barang senilai Rp.15.000,- dengan menggunakan lembaran uang Rp.50.000,-. Berarti, Anda akan punya kembalian sebesar Rp.35.000,-, yang terdiri atas selembar dua puluh ribu dan tiga lembar lima ribu.Nah, celengin deh uang dua puluh ribu Anda. Anda toh sudah menetapkan tekadsebelumnya untuk tidak memakai lembaran dua puluh ribu itu, kan?

Sekarang, untuk membentuk aset dan bisa menjadi kaya, apakah semuanya harusbergantung pada kemampuan Anda dalam menyisihkan penghasilan? Sebenarnya, adalagi yang menentukan, yaitu seberapa bergunanya harta yang sudah Anda kumpulkan dan miliki sepanjang hidup Anda.

Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif

Yang harus Anda lakukan adalah memiliki sebanyak mungkin Harta Produktif. Bahkan, inilah langkah pertama yang harus Anda lakukan setelah mendapatkan gaji: menyisihkan sebagian untuk dibelikan Harta Produktif. Jangan mengira Harta Produktif itu sesuatu yang sangat mahal dan hanya bisa dimiliki dengan uang sangat banyak. Jangan lupa, produk tabungan di bank pun tergolong Harta Produktif kalau Anda memakainya untuk investasi dan tidak pernah diambil, biarpun pada saat ini bunganya kecil. Apa saja yang bisa yang digolongkan Harta Produktif atau harta yang bisa memberikan penghasilan untuk Anda? Prinsipnya, hanya ada empat kelompok besar Harta produktif yang bisa Anda miliki.

a. Produk Investasi

Produk investasi adalah salah satu jenis harta yang bisa memberikan penghasilan kepada Anda, baik penghasilan rutin maupun penghasilan yang hanya sesekali atau bahkan hanya sekali saja. Produk investasi yang bisa memberikan penghasilan rutin biasanya berbentuk Produk Investasi Pendapatan Tetap. Produk ini biasanya memberikan bunga dan jumlah nominal uang yang investasikan tidak akan berkurang. Contohnya, deposito di bank.

Selain Produk Investasi Pendapatan Tetap, jenis produk investasi kedua adalah produk investasi yang memberikan keuntungan dari pertumbuhan, di mana penghasilan yang Anda dapatkan bukan berasal dari bunga, tapi dari pertumbuhan nilainya. Artinya, penghasilan yang Anda peroleh dari harta tersebut baru bisa Anda dapatkan kalau Anda menjualnya. Jadi, penghasilan yang Anda dapatkan cuma sekali. Contohnya reksadana, emas, saham, tanah, produk-produk investasi yang sifatnya jual beli.

b. Bisnis

Bisnis adalah salah satu Harta Produktif yang bisa Anda miliki. Masalahnya sekarang, ada banyak orang bisa menyisihkan gaji untuk modal bisnis, tapi masih saja takut memulai. Saran saya sederhana: mulai saja. Anda tidak akan pernah tahu bagaimana sebuah bisnis bisa berjalan kecuali Anda memulainya. Anda mempunyai kendala waktu? Ya, jangan lakukan saat jam kerja. Banyak orang bisa memulai bisnis dengan berpartner atau menyerahkan pengelolaannya kepada orang lain. Orang lain itulah yang menjalankan bisnisnya, sementara orang yang mempunyai modal bisa tetap mencurahkan waktu untuk pekerjaannya. Sekali lagi, ini memang bukan pekerjaan gampang, tapi Anda tidak akan tahu kalau tidak mencoba.

c. Harta yang Disewakan

Sebuah Harta Konsumtif, bila Anda menyewakannya dan bisa mendapatkan uang dari situ, maka bisa disebut Harta Produktif. Harta apa saja yang bisa Anda sewakan? Banyak. Sebuah rumah bisa disewakan kepada keluarga muda yang belum mampu membeli rumah sendiri. Mobil Kijang Anda bisa disewakan kepada tamu hotel yang ingin melakukan perjalanan dalam kota dan membutuhkan transportasi.

Apa yang bisa Anda lakukan sekarang dengan gaji Anda adalah mencoba menyisihkannya sedikit demi sedikit agar dapat memiliki harta yang kelak bisa Anda sewakan. Bahkan, kalau mau, jika beberapa dari harta tersebut sudah Anda miliki di rumah dan kebetulan tidak terlalu sering dipakai, Anda bisa menyewakannya.

d. Barang Ciptaan

Barang Ciptaan adalah salah satu Harta Produktif yang bisa Anda buat sendiri. Banyak orang bisa membuat sesuatu, memproduksinya secara massal (entah dengan modal sendiri atau modal orang lain), menjualnya dan mendapatkan royalti. Royalti adalah penghasilan yang umumnya diterima terus-menerus dari penjualan barang atau sesuatu yang sifatnya ciptaan.  Contoh sederhana Barang Ciptaan adalah buku yang sedang Anda baca sekarang. Saya menulis buku ini selama beberapa minggu, kemudian saya datang ke

penerbit. Penerbitlah yang akan memproduksinya secara massal dengan uang mereka. Sebagai pengarang, saya akan menerima royalti yang besarnya sekian persen dari setiap buku yang terjual. Artinya, begitu Anda membeli buku ini, Saatnya Anda berpikir dan menciptakan sendiri Barang Ciptaan yang tepat untuk

Anda. Prinsip-prinsipnya, Barang Ciptaan umumnya dibuat dengan keahlian tertentu dan biasanya hanya membutuhkan sedikit dari gaji Anda tiap bulan.

Atur Pengeluaran Anda

1. Bedakan kebutuhan dan keinginan

Kalau dua keluarga memiliki penghasilan kurang lebih sama, usia sama, semua profilnya sama, tapi yang satu selalu bisa hidup berkecukupan sementara keluarga yang satu lagi tidak, biasanya keadaan ini disebabkan oleh perbedaan keinginan. Sekali lagi, perbedaan keinginan, bukan perbedaan kebutuhan. Ya, kebutuhan dua keluarga tersebut kurang lebih sama. Sembako, transportasi, telepon, pulsa HP, dan seterusnya, pasti sama. Perbedaannya adalah keinginan. Keluarga yang satu mungkin memiliki keinginan yang tidak ada batasnya, sementara keluarga yag satu lagi tidak. Bisa juga dua keluarga tersebut memiliki keinginan yang sama banyaknya, tapi keluarga yang satu bisa mengendalikannya sehingga bisa memiliki tabungan dan deposito. Sebaliknya, keluarga yang satunya lagi tidak bisa mengendalikan keinginan sehingga tidak bisa memiliki tabungan dan deposito.

Apa beda kebutuhan dan keinginan?

Dari segi bahasa, “butuh adalah kata sifat yang menunjukkan bahwa Anda memang harus melakukan satu hal (apa pun itu) karena memang di-“butuh”-kan. Misalnya, membayar ini atau membayar itu yang memang menjadi kebutuhan. Sebaliknya, “ingin” menunjukkan bahwa tindakan yang Anda lakukan lebih karena Anda memang meng-“ingin”-kannya. Pada kenyataannya, “butuh” dan “ingin” juga memiliki perbedaan-perbedaan lain yang sering kali tidak kita sadari sehingga kita sering melanggarnya. Pertama, “butuh” adalah satu hal yang harus kita prioritaskan, sementara “ingin” bisa

dilakukan dilakukan setelah yang “butuh” terpenuhi. Namun faktanya, kebanyakan kita sering kali memakai gaji untuk hal-hal yang memang kita “inginkan” terlebih dahulu sebelum membeli hal-hal yang kita “butuhkan”. Jadi, pantas saja banyak orang yang sudah kehabisan uang bahkan sebelum mereka membeli kebutuhan-kebutuhannya. Ini terjadi karena mereka mendahulukan keinginan daripada kebutuhan.

Kedua, “butuh” umumnya ada batasnya, tapi “ingin” biasanya tidak. Kebutuhan membeli sembako, membayar transportasi, pulsa HP, pasti ada batasan rupiahnya, jumlahnya pasti segitu-gitu saja. Akan tetapi, “ingin”, biasanya tidak ada batasnya. Apa pun yang Anda lihat di toko atau mal saat ini bisa jadi Anda inginkan. Bahkan setiap kali Anda datang ke toko atau ke mal, setiap kali itu juga biasanya keinginan Anda untuk membeli jadi besar. Tidak ada jaminan bahwa keinginan Anda csetiap bulan akan terus sama jumlahnya kalau dilihat dari rupiahnya. Bisa jadi lebih besar pada bulan tertentu, menurun di bulan depannya, tapi meningkat dua kali dibanding bulan pertama pada bulan ketiga. Jadi, kenapa gaji Anda sering kali habis?

Pada beberapa kasus adalah karena kita, selain mendahulukan keinginan daripada kebutuhan, juga memiliki keinginan tidak terbatas. Padahal, kalau hanya difokuskan pada kebutuhan, biasanya gaji Anda cukup.

Ketiga, “butuh” biasanya tidak selalu Anda “inginkan” dan “ingin” biasanya tidak selalu Anda “butuhkan”. Apa pun yang Anda beli karena Anda butuhkan seperti sembako, pulsa HP, membayar telepon, listrik, dan seterusnya tidak selalu Anda inginkan. Beberapa di antaranya bahkan tidak Anda inginkan sama sekali, tapi karena Anda butuh, ya Anda beli. Sebaliknya, barang-barang yang Anda beli karena memang “ingin”, kadang-kadang tidak selalu Anda butuhkan, tapi toh Anda beli juga karena memang Anda ingin.

2. Pilihlah prioritas terlebih dahulu.

Biaya Hidup adalah semua pos pengeluaran yang biasa Anda lakukan agar Anda, keluarga Anda, serta rumah Anda bisa tetap hidup. Contohnya sembako (agar Anda dan keluarga bisa tetap hidup), telepon, listrik, dan air (agar rumah Anda bisa tetap hidup), SPP anak dan semacam itu (agar anak Anda bisa menjalani hidupnya), dan seterusnya.

Cicilan Utang adalah semua pos pembayaran utang yang biasa Anda lakukan setiap bulan, seperti pembayaran cicilan rumah, cicilan kendaraan, cicilan kartu kredit, dan seterusnya.

Premi Asuransi adalah semua pengeluaran yang Anda lakukan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran asuransi Anda, seperti asuransi jiwa, asuransi kesehatan, atau asuransi kerugian.

Jadi, urutan prioritas yang saya sarankan ialah Cicilan Utang, kemudian Premi Asuransi, dan terakhir Biaya Hidup.

3. Ketahui cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran

Cara yang baik dalam mengeluarkan uang untuk setiap pos pengeluaran, lakukan satu kata yang sudah sering kita dengar selama hidup kita. Apa itu? Penghematan.

Selama bertahun-tahun, saya mempunyai pemahaman yang salah dengan kata “berhemat”. Kenapa? Buat saya, berhemat sering kali identik dengan hidup menderita.

Beberapa tahun terakhir, saya baru menyadari bahwa pemahaman saya terhadap kata “hemat” tenyata nggak benar. Hemat, adalah mencari cara agar Anda bisa mengeluarkan uang yang lebih sedikit untuk bisa mencapai tujuan yang sama. Penghematan bisa juga Anda lakukan dengan mencari alternatif lain, yang bisa memberikan harga lebih murah. Jadi, Dari sinilah saya lalu membuat kalimat sederhana yang sering saya munculkan ketika saya seminar: “Ketika Anda berhemat, berhematlah secara kreatif, bukan menderita …”. Jadi, berhematlah. Dengan mengetahui cara berhemat, Anda bisa mengetahui dan mencari tip mengeluarkan uang secara bijak untuk setiap pos pengeluaran.

Hati-hati dengan Utang

Tahukah Anda perbedaan ngutang dan nabung?

Menabung berarti bersusah-susah dulu, bersantai-santai kemudian. Artinya, Anda bekerja keras di depan, setelah itu merasakan nikmatnya di belakang. Kalau ngutang, berarti Anda bersantai-santai dulu, baru merasakan susahnya di belakang. Sekali lagi, nabung berarti Anda bekerja keras dulu, baru mendapatkan nikmatnya di belakang, sedangkan ngutang berarti Anda menikmati nikmatnya di depan, setelah itu melakukan kerja keras.

Kebanyakan orang Indonesia lebih senang ngutang daripada nabung.

“Ketahui Kapan Boleh Berutang dan Kapan Tidak ….”

A. Kapan BOLEH Berutang

1. Ketika utang itu akan digunakan untuk sesuatu yang produktif.

Misalnya, untuk bisnis. Bisnis jelas produktif, biarpun hasilnya kadang tidak selalu bisa langsung dinikmati. Harapannya hasil bisnis bisa lebih besar dibandingkan dengan bunga dan cicilan yang Anda bayar.

2. Ketika utang itu akan dibelikan barang yang nilainya hampir pasti akan naik.

Contohnya, rumah. Rumah adalah tanah dan bangunan yang berdiri di atasnya.

Nilai bangunan biasanya akan menurun dalam jangka waktu 10─15 tahun. Sebaliknya, nilai tanah justru akan naik dari tahun ke tahun. Bahkan, kenaikan harga tanah ini sering kali jauh lebih besar daripada penurunan nilai bangunan.

3. Ketika Anda tidak punya cukup uang tunai untuk membeli barang-barang yang benar-benar Anda butuhkan, walaupun nilai barang itu menurun.

Misalnya, barang elektronik. Kulkas deh. Kulkas nilainya cenderung menurun dari tahun ke tahun. Akan tetapi, barang ini penting dan pembeliannya sering kali tidak bisa ditunda. Bahasa kerennya: urgent. Nah, kalau tidak punya uang tunai yang cukup untuk membelinya, Anda bisa memanfaatkan fasilitas utang yang ada di sekitar Anda.

B. Kapan Sebaiknya TIDAK Berutang

Ketika barang yang Anda beli nilainya menurun dan Anda punya uang untuk membelinya secara tunai.

Kembali ke contoh kulkas yang urgent itu. Kalau Anda memiliki uang tunai, lebih baik beli cash. Kenapa? Membeli secara kredit akan lebih mahal dibanding kalau Anda membeli secara tunai. Bagaimana dengan rumah? Apa harus tunai juga? Memang, membeli rumah secara tunai akan lebih murah. Akan tetapi, khusus untuk rumah, tidak apa-apa kalau Anda membelinya secara kredit. Berbeda dengan kendaraan atau barang elektronik yang nilainya menurun, nilai rumah biasanya naik sehingga kalaupun Anda membayar lebih mahal dalam bentuk pembelian secara kredit, toh persentase kenaikan nilai rumah Anda biasanya lebih besar daripada persentase suku bunga KPR.

C. Buat Anda yang ingin Mengambil Utang

Berikut sejumlah tip bila Anda ingin membeli sesuatu dengan cara berutang.

1. Pilih dengan siapa Anda berutang

Ketika ingin berutang atau membeli sesuatu dengan cara kredit, pikiran kita sering kali lebih terfokus pada bagaimana caranya agar permohonan utang kita disetujui. Kadang-kadang hanya agar permohonan itu disetujui, kita melakukan kebohongan-kebohongan kecil, seperti jumlah penghasilan, lama bekerja, atau halhal semacam itu. Padahal, kita sering kali lupa bahwa ada perjuangan baru yang harus dilakukan segera setelah mendapatkan utangan itu, yaitu bagaimana cara kita untuk bisa membayarnya kembali.

Banyak orang yang kadang-kadang tidak bisa lancar saat membayar kembali utang-utangnya. Penyebabnya macam-macam, bisa karena jumlah cicilannya yang terlalu besar dan tidak sebanding dengan penghasilannya yang kecil, bisa karena penghasilannya tiba-tiba harus hilang karena di-PHK, dan seterusnya.

Nah, repotnya, pihak Anda utangi sering kali tidak mau tahu problem Anda. Mereka ingin utang-utang yang mereka berikan dibayar. Bahkan, tidak semua pihak yang Anda utangi itu bisa bernegosiasi, dan juga bahkan terlalu sulit untuk menegosiasikan perpanjangan masa pengembaliannya  Oleh karena itu, tip dari saya untuk Anda ketika ingin berutang atau membeli sesuatu secara kredit: pilihlah pada siapa Anda ingin berutang atau membeli sesuatu secara kredit. Carilah pihak yang yang bisa fleksibel bernegosiasi kalau Anda sedang tidak mampu membayar (padahal Anda benar bermaksud ingin membayar).

Siapa saja pihak-pihak yang sulit diajak bernegosiasi dan siapa pula yang fleksibel? Berikut urutan-urutannya; mulai dari pihak yang sulit diajak bernegosiasi sampai pihak yang paling fleksibel.

a. Rentenir

b. Perusahaan Pembiayaan (leasing & leaseback)

c. Bank

d. Pegadaian

e. Kantor atau Koperasi Kantor

f. Teman atau Saudara

g. Orang Tua atau Mertua

h. Pasangan

Jadi, ingatlah, dengan siapa Anda berutang akan menentukan bagaimana “nasib” keuangan Anda bila kelak Anda sedang tidak bisa membayar kembali utang-utang Anda.

2. Ambil cicilan utang yang sesuai dengan penghasilan Anda.

Bukan satu dua kali saya mendengar bahwa hanya karena ingin mendapatkan utangan, seseorang menyanggupi jumlah cicilan yang besar. Mungkin orang itu lupa bahwa jumlah cicilan yang besar sering kali bisa memberatkan keuangannya sendiri. Usahakan total cicilan utang Anda hanya mencapai 30% dari penghasilan Anda.

Kenapa sih harus memakai aturan 30%? Kalau Anda menggunakan sekitar─katakan─60% dari penghasilan bulan Anda hanya untuk membayar cicilan, utang Anda memang akan cepat habis, tapi Anda tidak bisa membayar semua pengeluaran Anda yang lain. Akibatnya, kalau kebutuhan di rumah tidak bisa terpenuhi, konsentrasi kerja Anda terganggu. Bayangin aja, gaji lumayan, tapi Anda tidak bisa menikmatinya karena sebagian besar digunakan untuk membayar cicilan.

3. Perhatikan prosedur pembayaran utang Anda

Pernahkah Anda melihat orang yang sering kesulitan membayar cicilan utang? Bukan karena orang itu tidak sanggup membayar, bukan juga karena cicilan utangnya jauh melebihi aturan kita yang 30% dari penghasilan. Jadi, lebih pada prosedur pembayarannya. Anggap saja Anda mendapat gaji sekitar tanggal 25 setiap bulan. Anda kebetulan mempunyai utang yang cicilannya wajib dibayar setiap tanggal 20. Katakan saja pada periode tanggal 15─20 setiap bulan. Kira-kira, apa yang akan terjadi? Banyak orang bukannya membayar cicilan tersebut, tapi keburu menghabiskan uangnya untuk dibelanjakan. Kalau dapat gaji tanggal 25, sementara bayar utangnya tanggal 15─20 bulan depannya, wajar saja kalau Anda tergoda untuk memakainya terlebih dahulu. Akhirnya, uang Anda habis. Jadi, kalau gaji Anda didapat setiap tanggal 25, kenapa Anda tidak mencoba “menawar” agar periode pembayaran utang itu bisa diubah ke tanggal 27─30? Atau 1─5? Ingat, keterlambatan pembayaran utang sering berakibat denda yang sebenarnya tidak perlu.

D. Buat Anda yang Sudah Memiliki Utang.

Bagaimana kalau pada saat ini Anda sudah terlanjur memiliki utang? Banyak di antara karyawan yang memiliki utang, malah terpuruk dengan utang-utang tersebut. Suatu kali, saya pernah melihat sebuah iklan teve yang menggambarkan tentang bagaimana seorang karyawan yang bekerja dengan sangat baik di kantornya dan memiliki gaji cukup baik, tapi gara-gara utangnya banyak, ia hampir menghabiskan seluruh gajinya untuk membayar utang. Dengan demikian, ia tidak sempat lagi merasakan besarnya gaji yang ia peroleh.  Nah, kalau Anda tidak ingin seperti orang yang ada di iklan itu, bagaimana kalau Anda simak tip-tip berikut

1. Tinjau kembali kemampuan Anda dalam membayar cicilan

Total cicilan utang Anda sebaiknya tidak lebih dari 30% penghasilan Anda. Namun, bagaimana kalau setelah dihitung-hitung, total cicilan Anda mencapai 50% dari penghasilan Anda? Coba ubah ke 30%. Bagaimana caranya? Negosiasi. Misalnya saja, penghasilan Anda per bulan mencapai Rp.3,5 juta. Kebetulan Anda memiliki tiga utang sebagai berikut:

a. Motor, sebesar Rp.300 ribu per bulan, dibayar ke sebuah perusahaan leasing.

b. Rumah, sebesar Rp.500 ribu per bulan, dibayar ke bank.

c. Uang tunai, sebesar Rp.600 ribu per bulan, dibayar ke seorang teman yang

pernah berbaik hati meminjamkan uang. Total cicilan Rp.1.400.000,- per bulan. Berarti, sama dengan 40% dari penghasilan Anda. Jadikan total cicilan Anda 30% saja dari penghasilan Anda. Dalam hitungan saya, ini berarti sama dengan Rp.1.050.000,- per bulan. Bagaimana caranya? Lakukan negosiasi kepada salah satu di antara pemberi utang, dan minta agar jumlah cicilannya bisa dikurangi. Diharapkan total cicilan Anda bisa hanya sekitar 30% dari penghasilan atau berkurang sebesar Rp.350 ribu per bulan. Siapakah yang bisa dinegosiasi? Di antara ketiga pihak (leasing, bank, dan teman), yang paling fleksibel adalah teman. Jadi, cobalah datang ke teman Anda, siapa tahu Anda bisa melakukan negosiasi dengan mengubah cicilan yang tadinya Rp.600 ribu per bulan menjadi hanya Rp.250 ribu per bulan. Konsekuensinya, paling-paling Anda harus bersedia memperpanjang jangka waktu pembayaran. Nggak apa-apa, yang penting cicilan tersebut tidak memberatkan Anda setiap bulan.

2. Jalin hubungan dengan si pemberi utang.

Jalinlah hubungan dengan si pemberi utang untuk memudahkan Anda agar bisa melakukan negosiasi apabila kelak Anda bermasalah dengan pembayaran utang Anda.”

Menjalin hubungan dengan banyak orang bisa sangat banyak berguna untuk pekerjaan dan usaha kita. Selain itu, menjalin hubungan bisa sangat bermanfaat kalau suatu saat Anda mengalami kesulitan membayar utang. Hubungan yang erat dengan si pemberi utang kadang-kadang memang bisa membantu dalam memudahkan negosiasi kalau kelak Anda sedang tidak bisa membayar utang. Ini memang tidak selalu mudah dilakukan, tapi cobalah sekalisekali mengajak pemberi kredit Anda di bank untuk makan bersama. Atau, kalau Anda meminjam dari teman, sering-seringlah melakukan kegiatan bersama denganmya kalau waktu Anda memang senggang. Bayangkan kalau Anda tidak menjalin hubungan!

3. Kadang-kadang, tidak apa-apa melakukan gali lubang tutup lubang

Maksud saya, kalau kita sedang mempunyai utang dan sudah waktunya membayar kembali, kadang-kadang kita tergoda untuk meminjam fresh money dari pihak lain untuk menutup utang yang lama. Nah, ketika sudah waktunya membayar kembali, kadang kita tergoda juga untuk mengambil utangan baru guna menutup utang lama. Begitu seterusnya. Inilah yang disebut gali lubang tutup lubang. Gali lubang tutup lubang bisa dilakukan dengan kondisi berikut.

a. Bunga dari Pihak Baru yang Anda ambil utangannya (jauh) lebih kecil daripada Pihak Lama yang Anda utangi. Sebagai contoh, Anda berutang ke teman sebesar Rp.5 juta dengan bunga 2% sebulan. Tidak apa-apa kalau Anda mengambil utang baru untuk menutup utang lama kalau memang bunganya hanya 1% sebulan.

b. Terjadi perpindahan kreditor, dari yang “kaku untuk dinegosiasikan” ke menjadi pihak yang “lebih fleksibel untuk dinegosiasikan”. Contohnya, Anda meminjam uang ke orang tua untuk membayar utang-utang Anda ke bank. Orang tua jelas lebih fleksibel daripada bank kalau Anda sedang tidak bisa membayar utang-utang Anda.

c. Sudah waktunya Anda membayar utang tapi Anda tidak mempunyai uang sama sekali, dan bila tidak dibayar, Anda akan kena denda yang cukup besar. Nah, boleh deh Anda melakukan gali lubang tutup lubang sepanjang utang yang baru tersebut kelak tidak dibayar lagi dari lubang yang baru. Jangan sampai Anda terus-menerus gali lubang tutup lubang dalam membayar utangutang hanya gara-gara tidak mempunyai uang. Cukup sekali saja!

Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa yang Akan Datang

Anda pasti pernah mendengar nama PT Pegadaian. Pegadaian adalah salah satu tempat yang bisa menerima barang yang Anda gadaikan. Arti gadai disini adalah Anda bisa “menjaminkan” barang Anda dan mendapatkan pinjaman uang yang besarnya mungkin sekitar 70─80% dari nilai barang yang Anda gadaikan. Setelah satu waktu tertentu, Anda diberi hak menebus kembali barang yang Anda gadaikan. Tentunya setelah ditambah bunga. Salah satu masa puncak yang dialami pegadaian setiap tahunnya adalah ketika akan memasuki tahun ajaran baru di sekolah. Artinya, setiap menjelang tahun ajaran baru yang biasanya jatuh di bulan Juni atau Juli. Nah, pada bulan Mei, pegadaian sudahramai dikunjungi orang yang ingin menggadaikan barang. Ini karena setiap kali memasuki tahun ajaran baru, banyak orang tua yang tidak memiliki dana cukup untuk biaya pendidikan yang biasanya harus dibayar─kalau bisa─jauh sebelum si anak masuk sekolah. Padahal, itu terjadi bukan karena Anda “tidak punya” uang, tapi karena Anda “tidak mempersiapkan”-nya.

Ada empat alasan mengapa orang tidak mempersiapkan dana sejak sekarang untuk membayar pos-pos pengeluaran yang penting di masa depan.

1. Merasa belum urgent, toh masih lama.

Banyak orang tidak mau mempersiapkan dana sejak sekarang untuk semua pengeluarannya di masa depan hanya karena merasa belum urgent. Toh masih lama, katanya. Contohnya, anak Anda sekarang masih berusia 5 tahun. Anda merasa belum perlu mempersiapkan dana untuk si anak agar bisa masuk kuliah di usia 17 tahun nanti. Toh masi 12 tahun lagi. Justru karena masih memiliki kesempatan 12 tahun lagi, Anda bisa menyisihkan uang sedikit-sedikit saja dari sekarang. Sekadar info, kalau Anda terlambat menpersiapkan dana kuliah dan baru mempersiapkannya ketika si anak berusia 14 tahun, Anda akan merasa jauh lebih berat. Waktu Anda untuk mempersiapkannya bukan 12 tahun lagi, tapi hanya tiga tahun.

Jadi, tidak ada waktu yang terlalu dini untuk mempersiapkannya. Dalam mempersiapkan dana untuk masa depan, time is your ally … waktu adalah sekutu. Artinya, semakin lama waktu yang Anda miliki, semakin ringan beban Anda untuk mempersiapkannya dari sekarang.

2. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang sudah punya cukup dana.

Dalam sebuah seminar di Bandung, ketika saya memberikan kesempatan kepada peserta untuk saling sharing, ada seorang peserta wanita yang maju ke depan. Sambil memegang mik, dengan antusias ia mulai bercerita ….

“Pak Safir, saya pengusaha dengan dua anak. Beberapa tahun lalu, saya sempat meremehkan arti sebuah persiapan. Waktu anak pertama saya masuk SD, saya bisa membayar biaya pendidikannya dari dana yang saya miliki. Maklumlah, Pak, bisnis saya waktu itu lagi bagus-bagusnya ….”

Hmm, boleh juga … pikir saya.

Ia melanjutkan. “Lantas, ada teman yang menawari saya untuk mengambil asuransi pendidikan untuk anak kedua saya. Saya pikir, aah … buat apa sih ambil asuransi. Toh dana saya untuk membayar sekolah anak kedua pasti cukup nanti. Apalagi saya pengusaha. Nggak mungkin nggak cukup. Tapi, karena kasihan pada teman saya yang bolak-balik terus menawari saya, saya akhirnya mengambil asuransi pendidikan itu.”

Peserta seminar kelihatan mulai tertarik dengan ceritanya. Mereka menunggu klimaks apa yang akan ia berikan pada akhir cerita.

“Tapi Pak Safir, tahu nggak, ketika anak saya yang kedua akan masuk SD, bisnis saya mengalami krisis. Toko yang saya buka sejak lama dan sangat laris dengan sangat terpaksa saya tutup karena digusur oleh pemilik gedung. Walaupun saya punya pemasukan dari bisnis saya yang lain, tapi toko itulah yang memberikan pemasukan terbesar buat saya. Akhirnya, asuransi pendidikan yang saya ambil itulah yang justru menyelamatkan sekolah anak saya. Padahal asuransi pendidikan itu saya ambil hanya karena kasihan … eh, ketika toko saya ditutup, malah saya yang harus dikasihani. Untung ada asuransi pendidikan itu.” Intinya, jangan terlena dengan kekayaan atau dana besar yang Anda punyai sekarang. Bagaimana pun, itu bukan jaminan bahwa Anda bisa membayar pengeluaran-pengeluaran di masa depan. Jaminan Anda adalah berapa banyak darikekayaan yang Anda sekarang yang Anda sisihkan untuk pengeluaran di masa depan.

3. Merasa sudah tidak perlu lagi, toh sekarang penghasilan saya sudah cukup besar.

Dengan penghasilan besar yang didapat sekarang, kebanyakan orang berpikir bahwa dalam lima tahun mereka pasti akan memiliki penghasilan yang lebih besar lagi. Nah, karena ada penghasilan yang lebih besar dalam lima tahun mendatang, pasti rumah itu bisa kebeli. Belum tentu! Penghasilan besar Anda sekarang bukan jaminan bahwa Anda akan mendapatkan penghasilan yang lebih besar lagi pada beberapa tahun mendatang. PHK, resesi ekonomi, pengambilalihan perusahaan, bahkan pengurangan pegawaibesar-besaran, bisa membuat penghasilan Anda yang besar sekarang menjadi stagnan atau lebih kecil dibanding sebelumnya. Bahkan, kalaupun betul penghasilan Anda naik terus, jangan lupa bahwa kenaikan harga barang dan jasa sering kali malah lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan gaji Anda. Kalau gaji Anda hanya naik 10% per tahun, harga barang dan jasa ─termasuk harga-harga dari pos-pos pengeluaran Anda di masa depan─bisa jadi naik hingga 20% per tahun.

Jadi, jangan andalkan penghasilan besar Anda sekarang karena itu bukan jaminan bahwa Anda bisa mempersiapkan dana untuk pos-pos di masa depan. Lebih aman, sisihkan deh dari sekarang.

4. Pasrah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, toh nanti uangnya pasti akan datang sendiri.

“Jangan pernah memiliki prinsip membiarkan hidup mengalir bagaikan air. Anda punya pos-pos pengeluaran di masa depan yang dananya harus dipersiapkan sejak sekarang.” Ini alasan paling “antik” yang sudah sering saya dengar. Ratusan kali saya mendengar kata-kata seperti ini: “Persiapan? Aaah, gak usahlah. Biarkan saja hidup ini mengalir seperti air, nanti juga uangnya pasti ada …. Saya kan selalu beruntung ….”

Air memang mengalir, tapi Anda ‘kan bukan air. Anda manusia yang mempunyai hak untuk menentukan ke mana Anda dan keluarga yang Anda bawa akan “mengalir”.

Ratusan kali pula saya melihat “orang-orang air” ini menyesal ketika waktunya tiba. Di usia 40 atau 50 misalnya, mereka tidak bisa pergi haji seperti yang mereka inginkan, tidak bisa pensiun sesuai dengan standar yang mereka mau, tidak bisa liburan dengan keluarga ke tempat-tempat yang mereka impikan sejak dulu, danyang paling nyesek, mereka sadar bahwa umur mereka tidak bisa diulang agar mereka bisa memperbaiki kesalahan mereka. Jangan heran kalau saya tahu ceritacerita seperti itu karena banyak di antara mereka yang akhirnya jadi klien di kantor saya.

A.Pos-pos Pengeluaran di Masa Depan yang Umumnya Harus Dipersiapkan Sejak Sekarang

1. Pendidikan Anak

Asuransi pendidikan, misalnya, adalah produk persiapan dana pendidikan yang paling popular saat ini di Indonesia. Selain asuransi pendidikan, pilihan lain yang juga mulai populer ialah tabungan pendidikan. Pada tabungan pendidikan, Anda seperti membuka tabungan biasa, tapi uang Anda dikunci. Nanti ketika anak Anda masuk TK, SD, SMP, dan seterusnya, tabungan Anda baru bisa diambil. Kalau Anda menyisihkan uang untuk biaya pendidikan dari penghasilan Anda, semetara penghasilan Anda didapat dari bekerja secara fisik, Anda harus mempertimbangkan untuk mengambil proteksi, seperti asuransi, agar bisa berjaga-aga kalau terjadi risiko kematian. Ingat, kalau Anda meninggal, penghasilan Anda pasti akan berhenti. Kalau penghasilan Anda berhenti, siapa yang akan eneruskan tabungan Anda? Dengan mengambil proteksi berupa asuransi, entah yang berdiri sendiri atau langsung dalam bentuk asuransi pendidikan atau asuransi pada tabungan pendidikan, risiko hilangnya penghasilan karena kematian bisa iantisipasi.

2. Pensiun

Pensiun adalah salah satu pos yang juga harus dipersiapkan supaya kelak Anda bisa hidup dengan standar yang Anda inginkan. Hal pertama yang harus diperhatikan ialah sumber penghasilan macam apa yang Anda inginkan ketika pensiun? Apakah cukup hanya dari jamsostek (hmm nggak begitu cukup kaliya), penghasilan pensiun bulanan dari kantor (paling hanya 70% dari gaji terakhir), atau dana pensiun lump sum (sekali bayar) yang diberikan di akhir masakerja Anda?

Bagaimana kalau Anda memcoba mempertimbangkan alternatif sumber lain untuk mmpersiapkan masa pensiun? Pertama-tama, Anda bisa mengikuti Program pensiun seperti DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan) dan mengambil hasil ananya pada usia yang bisa Anda pilih sendiri. Katakan saja di usia 55 tahun. ada DPLK, Anda menyetor uang setiap bulan yang diambil dari gaji Anda, kemudian uang itu akan diputar oleh Manajer Investasi yang bekerja Perusahaan DPLK Anda.

Alternatif lain ialah melakukan investasi sendiri dan menikmati hasilnya ketika pensiun. Jadi, Anda tidak perlu lagi menyetor ke Perusahaan DPLK karena di sini Andalah yang akan memutar serta menginvestasikan sendiri dana Anda setiap bulan yang diambil secara rutin dari gaji Anda. Kalau ingin melakukan cara ini, pastikan Anda menguasai dan mau belajar tentang kiat yang baik dalam investasi. Alternatif lain yang banyak juga dipilih orang untuk masa pensiun ialah membuka bisnis sejak sekarang. Ketika Anda pensiun, diharapkan bisnis itu sudah berjalan dengan baik dan hasilnya bisa dinikmati dan digunakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran di masa pensiun. Memang tidak gampang membuka bisnis sendiri. Perlu mental yang cukup baik untuk bisa berhasil. Kalau Anda merasa belum mempunyai mental yang cukup baik, saya rasa tidak ada salahnya Anda memulai dari sekarang. Mumpung pensiun Anda masih jauh. Anda pun memiliki kesempatan untuk jatuh bangun terlebih dahulu di bisnis tersebut.

3. Properti dan kepemilikan lain

Tanah, rumah, dan kendaraan kadang-kadang menjadi tujuan di masa datang yang harus disiapkan. Bila tujuan ini merupakan salah satu pos pengeluaran di masadatang yang juga menjadi keinginan Anda, ada dua alternatif dalam mempersiapkannya.

Pertama, dengan menabung sendiri. Dengan gaji saat ini, Anda bisa menabung sedikit demi sedikit supaya bisa membeli properti itu dalam beberapa tahun mendatang.

Anda bisa menggunakan alternatif kedua memanfaatkan fasilitas pinjaman. Fasilitas pinjaman dari siapa? Pertama-tama bisa dari bank. Pada saat ini hampirsemua bank memberikan fasilitas pinjaman untuk pembelian rumah ataukendaraan yang bisa Anda manfaatkan.

4. Bisnis

Beberapa di antara Anda yang sekarang bekerja sebagai karyawan pasti pernah berpikir untuk membuka bisnis sendiri. Namun, dikarenakan alasan klise: modal,akhirnya bisnis tersebut nggak jadi dibuka.Padahal, membuka bisnis sendiri, selama tidak mengganggu waktu kerja atautidak berada di bidang yang sama dengan perusahaan tempat bekerja sekarang,sering kali menjadi impian banyak karyawan. Cuma ya itu, mentok-mentoknya

masalah modal.

Apakah bisnis Anda nggak bisa jalan karena alasan modal? Jangan lupa, bila Anda pada saat ini bekerja sebagai karyawan, bisnis yang Anda buka sekarang pasti skalanya masih sangat kecil. Dengan skala yang sangat kecil, apakah modal yangdibutuhkan harus betul-betul besar? Cobalah hitung lagi berapa sebenarnya modaluang yang Anda butuhkan untuk memulai bisnis, siapa tahu bisa lebih kecil.

Pertanyaannya, dari mana modalnya? Lebih baik dari menabung sendiri. Boleh saja Anda langsung meminjam uanguntuk membuka bisnis Anda sekarang. Saran saya, pinjamlah kalau memang Andabetul-betul kepepet. Kalau tidak, saya menyarankan Anda untuk menabungsendiri. Jangan lupa, kalau Anda meminjam, toh Anda harus mengembalikannyajuga. Sama seperti menabung sendiri, kan?

5. Liburan dan perjalanan ibadah

Liburan dan perjalanan ibadah juga merupakan tujuan di masa datang yang seringkali diinginkan banyak keluarga. Jangan lupa, liburan dan perjalanan ibadah juga membutuhkan dana yang cukup besar.

Bagaimana dengan liburan? Ini juga bisa besar. Jangan lupa, biaya liburanbiasanya sangat bergantung pada lima hal: transportasi, akomodasi, makan danminum, rekreasi di objek wisata, dan oleh-oleh. Semua itu umumnya cukupmahal. Kalau Anda ingin mempersiapkan dananya, pesan saya: jangan terlalumengandalkan utang. Tabung saja uangnya. Saya sering melihat seseorang yangmemutuskan pergi berlibur ke luar negeri dengan memanfaatkan fasilitas utang,entah fasilitas utang di kartu kredit atau dari kantor. 

Miliki Proteksi

Apa yang dimaksud dengan proteksi? Proteksi adalah perlindungan bila terjadi satu risiko pada keluarga Anda. Apa yang dilindungi?Keuangannya!

Risiko-risiko yang Mungkin Terjadi pada Kehidupan Anda

Bayangkan Anda adalah pria berusia 37 tahun, memiliki istri dan tiga orang anakyang masih dibiayai secara bulanan, baik hidupnya maupun sekolahnya. Di rumah,hanya Anda yang bekerja, sementara istri Anda seorang ibu rumah tangga. Simpananuang di keluarga kebetulan tidak banyak-banyak amat, hanya sekitar Rp.32 juta. Andakebetulan juga tidak memiliki produk-produk investasi lain. Ya, ada sih. Bentuknyadeposito sekitar Rp.12 juta, di luar yang Rp.32 juta tadi. Anda bekerja di kantor yangsekarang sudah 10 tahun, dengan penghasilan sekitar Rp.4,7 juta per bulan.Pertanyaannya sederhana:

“Apa yang terjadi kalau Anda meninggal dunia?”

Secara keuangan, sudah jelas, gaji Anda berhenti. Mungkin kantor Anda akan berbaikhati memberikan pesangon, tapi berapa sih pesangonnya? Anggap saja ada pesangonyang jumlahnya enam bulan gaji terakhir. Sekarang, siapa yang akan membiayaihidup orang-orang yang Anda tinggalkan?

“Oh, bisa Pak Safir,” kata Anda, “dari simpanan tadi.”

Keluarga Anda mungkin akan memakai uang pesangon plus mencairkan depositonya.Akan tetapi, sampai kapan uang itu bertahan? Cepat atau lambat pasti habis. Nah,disinilah pentingnya melakukan proteksi sehingga kalau terjadi satu risiko, apapunrisiko itu, orang yang Anda tinggalkan tidak perlu lagi “menderita” secara keuangan.

Risiko lain, Anda sakit. Ada biaya dokter yang harus dibayar. Belum lagi biaya rumah sakit. Nginep di rumah sakit itu mahal. Per malam bisa ratusan ribu. Belum kalau

operasi. Belum obatnya. Bisa puluhan juta!

Kesimpulannya, risiko-risiko yang mungkin bisa terjadi pada kehidupan antara lain adalah:

1. Kematian

2. Kecelakaan

3. Sakit

4. Musibah pada rumah

5. Musibah pada kendaraan

6. Pemutusan Hubungan Kerja

Apa yang bisa Anda Lakukan untuk memproteksi risiko-risiko tersebut? Jawabnya ada tiga, yaitu:

1. Asuransi

Kata asuransi mungkin akan lewat di kepala Anda bila mendengar kata “proteksi”.Ya, kata “proteksi” memang selalu dikaitkan dengan asuransi. Dengan memilikiasuransi, akibat-akibat yang muncul bila terjadi risiko pada keluarga Anda bisadiantisipasi.

Ada tiga jenis jasa asuransi yang umumnya dikenal.

Pertama, Asuransi Jiwa. Dengan asuransi ini, bila terjadi risiko kematian pada diri Anda, perusahaan asuransi akan memberikan sejumlah uang yang biasa disebut Uang Pertanggungan kepada ahli waris Anda. Uang Pertanggungan inilahyang nanti diharapkan bisa dikelola oleh ahli waris Anda.

Kedua, Asuransi Kesehatan. Asuransi kesehatan adalah program asuransi yangmemberikan penggantian biaya kesehatan yang sifatnya untuk penyembuhan(sekali lagi, penyembuhan, bukan pemeliharaan). Biaya kesehatan itu terbagi atas:

a. Perawatan, dan

b. Penyembuhan Sakit.

Ketiga, Asuransi Kerugian. Asuransi ini biasanya memberikan uangpertanggungan kalau-kalau properti atau barang-barang Anda (seperti rumah ataukendaraan) kena musibah.

2. Dana cadangan

Sebagai seorang karyawan, apakah Anda terus-menerus tidak pernah memilikiuang tunai di rekening tabungan Anda?

Kalau jawabannya IYA, then you’re in a dangerous situation.

Suatu hari saya pernah memberikan pelatihan di sebuah perusahaan yang sangatbesar. Topiknya menarik: Kiat Mengelola Uang Pesangon. Pesertanya, orangorangyang ternyata SUDAH di-PHK, tetapi belum menerima uang pesangon.

Ngomong-ngomong tentang pelatihan untuk orang-orang yang di-PHK, kalau Anda kebetulan orang di divisi HRD, saran saya, jangan mengadakan pelatihanatau seminar Mengelola Uang Pesangon setelah peserta mendapatkan uangpesangonnya. Dijamin nggak bakal banyak yang datang. Kalau mau, berikan pelatihan atau seminar tentang pengelolaan uang pesangon sebelum mereka benarbenarmenerimanya. Biasanya, lebih banyak yang datang!Dalam pelatihan Mengelola Uang Pesangon yang saya berikan, saya menemukanbanyak sekali peserta yang ternyata tidak pernah bisa memiliki uang cukup di

tabungannya. Bukan karena penghasilan mereka tidak besar, tapi masalahnya,tidak banyak di antara mereka yang bisa menyisakan cukup uang di rekeningtabungan. Selalu saja habis. Alasannya macam-macam, terlalu banyak pengeluaranlah, harga-harga naiklah, selalu tekorlah, anaknya banyaklah, dan seterusnya.

Nah, ketika PHK itu datang, paniklah mereka. Kenapa? Oleh karena, ketika PHK,gaji mereka akan berhenti. Selama belum bekerja lagi, mereka mau hidup darimana? Kan nggak ada tabungan? Itulah kenapa ada uang pesangon.Untuk seorang yang mengalami PHK, perusahaan wajib memberikan uangpesangon. Ada undang-undangnya. Namun, apakah hanya karena ada undang-undangnya,perusahaan Anda akan tetap memberikan uang pesangon? Kenyataannya, uang pesangon itu nggak selalu ada. Kebanyakan kasus itu terjadidi perusahaan yang organisasinya tidak besar-besar amat. Banyak perusahaan yang lingkupnya sangat kekeluargaan, yang jumlah orang di organisasinyamungkin hanya sekitar 15 orang bahkan kurang, sering kali menyelesaikanmasalah PHK ini tanpa uang pesangon. Kalaupun ada, mungkin jumlahnya hanyasekitar 2─3 bulan gaji. Alasan tidak adanya (atau kecilnya) uang pesangon inibermacam-macam. Namun, kebanyakan alasannya seragam: kondisi perusahaansedang sakit.

“Miliki dana cadangan untuk membayar pengeluaran-pengeluarankeluarga selama beberapa bulan ke depan kalau-kalauterjadi sesuatu pada sumber penghasilan Anda.”

Jadi, apa yang harus dilakukan? Sederhana sekali: miliki dana cadangan! Gunadana cadangan adalah untuk membayar pengeluaran-pengeluaran Anda selamabelum mendapatkan pekerjaan.Seberapa besar jumlah dana cadangan yang sebaiknya dimiliki? Ya, sebesarpengeluaran keluarga selama beberapa bulan. Anggap saja bila Anda di-PHK,

Anda akan hidup dari dana cadangan untuk beberapa bulan sebelum akhirnyamendapatkan pekerjaan kembali. Berapa jumlahnya? Idealnya sih sekitar 3, 6hingga 12 bulan pengeluaran keluarga Anda Jadi, kalau pengeluaran keluarga Anda saat ini Rp.1 juta per bulan, berarti Anda harus mempunyai dana cadangan sebesar Rp. 3, 6 hingga 12 juta. Anggap saja Rp.6 juta. Ini berarti, kalau Anda di-PHK hari ini juga dan tidak mendapatkan uang pesangon, Anda masih mempunyai uang untuk membayar pengeluaranpengeluarankeluarga selama 6 bulan ke depan walaupun Anda tidak digaji lagi. Jadi, tunggu apa lagi? Miliki dana cadangan sekarang juga! Jangan sampai Anda harus di-PHK dan tidak mendapatkan uang pesangon, Anda sengsara.

3. Miliki sumber penghasilan di luar gaji yang kalau bisa didapat secara terusmenerus

Sumber penghasilan lain seperti apa yang bisa didapatkan secara terus-menerus? Pertama, tentu saja bisnis. Oleh karena, pada saat masih bekerja, Anda bisa mencari peluang bisnis yang mungkin dapat dijalankan tanpa mengganggu waktu kerja Anda, Memang, untuk awalnya, penghasilan dari sumber itu mungkin nggak besar-besar amat. Akan tetapi, yang penting harapan Anda ‘kan mereka bisa terus-menerus ngasih penghasilan.

Alternatif kedua, kalau Anda menginginkan sumber penghasilan yang bisa memberikan hasil secara terus-menerus, milikilah produk-produk investasi yang bisa memberikan Pendapatan Tetap untuk Anda, seperti deposito yang memberikan pendapatan tetap berupa bunga, atau rumah yang bisa juga memberikan pendapatan tetap berupa uang sewa secara periodik. Fokuskan diri Anda terus-menerus untuk memiliki produk-produk investasi seperti ini sehingga kelak, jumlah pendapatan tetap yang masuk dari investasi ini bisa menyamai pendapatan Anda sekarang.

Kesimpulan

keberhasilan sering kali sangat membutuhkan pengorbanan. Salah satunya, mengubah cara berpikir, dan yang paling penting, bertindak. Nah, kalau Anda ingat, sekali lagi ada lima kiat dalam mengelola gaji agar Anda bisa kaya:

BAB I             : “Beli dan Miliki Sebanyak Mungkin Harta Produktif”

BAB II            : “Atur Pengeluaran Anda”

BAB III          : “Hati-hati dengan Utang”

BAB IV          : “Sisihkan untuk Pos-pos Pengeluaran di Masa yang Akan Datang”

BAB V            : “Miliki Proteksi”

Selamat mengelola gaji Anda!” Selanjutnya, bila Anda pelan-pelan telah berhasilmenabung dan menyisihkan sedikit demi sedikit penghasilan Anda dalam bentuktabungan, deposito, reksadana, atau dalam bentuk aset-aset lain, mari dengan lantan kita katakan kepada orang-orang di luar sana … “Siapa bilang jadi karyawan nggak bisa kaya?”

Money games : “Cari untung dengan mudah dan cepat dengan investasi”


Suatu harapan yang sedang trend saat ini lupa kalau semuanya hanya semu. Itu yang terjadi saat ini ketika maraknya penipuan berkedok investasi, bahkan ini menimpa orang pintar yang punya modal dan malas untuk investasi yang untung lama.

Padahal sebenarnya semua orang dituntut bekerja keras dan ini menyangku harta dan secara gamblang dalam al-qur’an sebanyak 25 kali kata Maal (uang) diungkapkan dalam bentuk tunggal dan Anwaal dalam bentuk jamak sebanyak 61 kali (dalam Mu’jam Almufaras oleh Fuad Abdul Faqi) dan harta yang kita cari hal yang baik dan didapatkan dengan cara yang baik pula.

Trend semu dengan kedok investasi kita kenal dengan money game, banyak korban dari mulai orang biasa yang tidak paham bisnis, ataupun para intelektual yang silap mata dengan iming-iming keuntungan yang luar biasa sampai orang yang secara intelektual memahami bisnis.

DEFINISI

Money game adalah kegiatan penghimpunan dana  masyrakat atau penggnadan uang dengan praktik memberikan komisi, margin atau profit dengan besaran tertnetu kepada investor atau hasil dari pendaftaran mitra usaha yang bergabung kemudian dan bukan dari hasil penjualan produk. Produk yang dijual tersebut hanya sebaai kamuflase atau tidak mempunyai mutu/kualitas dan volume yang dapat di[ertanggungjawabkan. Salah satu daya pikat money game adalah janji-janji mendapatkan keuntungan besar dalam waktu singkat dengan usaha yang amat minimal. Investor cukup menanamkan dananya saja kepada pengelola usaha (praktisi money game) dan akan menerima margin rutin secara berkalas ecara tetap, besarannya atraktif dan nyaris tanpa resiko, semacam passive incomes tetapi tidak diperoleh daru suatu usaha bisnis yang benar.

Pada titik tertentu dana akan habis atau tidak cukup untuk member margin yang disepakati, bahkan untuk mengembalikan investasi pokok sekalipun. Hal ini dikarenakan dana tersebut pada dasarnya tidak tumbuh dari perputaran bisnis yang normal, melainkan dari perekrutan anggota atau investor baru. Kemudian dana pokok tersebut digunakan untuk membayar margin investor, membiayai operasional bahkan tentu saja memperkaya pengelola utamanya secara dramatis.

Kalaupun ada perputaran bisnis yang real, volume bisnisnya dan marginnya amat jauh memadai untuk menutupi kewajibannya. Pada saat dana semakin besar terkumpul dan semakin banyak anggota bergabung, namun pada saat yang sama tergerus untuk memenuhi kewajiban margin sekaligus penyimpangan sebagaimana disebut diatas, maka biasanya terjadi krisis likuiditas dan pada puncaknya dana pokok investor macet dan tidak dapat dikembalikan. Kejadian ini berlangusng lama bahakn bertahun-tahun,berjalan dengan manis tanpa ada gejolak. Semakin lama berlangsung, biasanya ledakan kasusnya juga semakin besar dan komplikasi maslah yang ditimbulkan semakin berat.

SEJARAH

Money games sering kali dinamakan modus / skema ponzi yang diambil dari seorang penipu yang bernama Charles Ponzi yang tinggal di Boston, AS yang menawarkan investasi berupa transaksi spekulasi prangko AS terhadap prangko asing di era tahun 1919-1920. Ponzi mendirikan The Security Exchange Company pada tanggal 26 Desember 1919 yang menjanjikan investasi dengan balas jasa 40% dalam 90 hari.

Padahal kala itu bunga bank hanya 5% pertahun. Tidak sampai satu tahun, diperkirakan sekitar 40.000-an orang mempercayakan sekitar US$15 juta atau sekarang senilai US$140 juta dalam perusahaannya. Untung yang dijanjikan ponzi ternyata hasil tambal sulam. Pada pertengahan agustus 1920, audit oleh pemerintah terhadap usaha ponzi menemukan bahwa ponzi sudah bangkrut. Total asset yang dimilikinya sekitar US$1,6 juta, jauh dibawah nilai uangnya kepada investor.

CIRI-CIRI BISNIS

1)    Pola penawaran : peluang investasi

Pada awalnya, penawaran bisnis yang diberikan berupa peluang investasi untuk suatu kegiatan usaha, nyaris sama dengan penawaran bisnis yang normal pada umumnya. Calon investor akan didekati dan ditawarkan keuntungan dari suatu prospek bisnis. Objek bisnis yang ditawarkan biasanya satu jenis, misalnya bisnis sapi. Intan, voucher pulsa, peternakan ayam, dsb. Pola investasinya-pun biasanya menawarkan satu margin yang flat (tetap). System pelaksanaan dan prosedurnya biasanya juga distandardisasikan dan seragam karena dirancang untuk menjaring volume nasabah yang banyak.

2)    Margin : atraktif dan tetap (flat)

Pesona lain dari money games ini adala margin keuntungan yang atraktif, besar dan tetap (flat) serta dianggap nyaris tanpa resiko dan berkeringat. Misalnya dijanjikan margin 10% perbulan dari dana yang ditanamkan atau 120% pertahun. Bandingkan dengan bunga deposito yang hanya 6-8% pertahun, obligasi 10-14% pertahun, saham 12-50% pertahun yang itupun sangat fluktuatif dan besar resikonya. Jadi kalau ada yang menjanjikan keuntungan 120-180%, palagi sampai 800% pertahun, hamper dipastikan money games. Apalagi bersifat flat atau tetap. Selain itu margin tersebut umumnya bersifat flat/tetap. Ada pengelola money games yang terang-terangan menawarkan margin flat persis seprti bunga bank, ada pula yang menawarkan pola bagi hasil namun pada dasarnya sama yaitu member margin yang flat. Ketidak logisan diri ini adalah dari segi : margin yang besar (hamper tidak mungkin member margin yang amat bear mengingat produk yang diperdagngkan umumnya komoditi umum yang memiliki persaingan ketat dan dengan demikian marginnya harus kompetitif. Besaran margin ini belum tentu 10% perbulan, bisa saja lebih kecl dari itu apalagi kalau lebih besar. Margin falt/tetap (hamper tidak mungkin sautu bisnis sellau memiliki keuntungan yang tetap sepanjang waktu, selama bertahun-tahun. Pasti fluktuatf, bahkan sekali merugi. Selain itu, margin flat secara nyata bernuansa transaksi ribawi yang sudah jelas hukumnya.)

3)    Bisnis : size riil kecil, spekulatif dan manipulative

Bisa saja produk bisnis yang akan dikelola dari dana investor tersebut adalah sesuatu yang riil namun dipastikan volume perputaran tersebut tidak seimbang dengan volume dana yang terkumpul atau bahkan hanya sebagai kulit atau kamuflase belaka. Misalnya penawaran investasi terhadap bisnis voucher pulsa. Dana digunakan utuk transaksi real perdagangan pulsa jauh lebih sedikit dibandingkan volume dana keseluruhan yang dapat mengakibatkan moral hazard dan penyimpangan.

4)    Tranparansi : minim.

Umunya ara investor tidak diberi akses untuk mengetahui, mengawasi palagi mengaudit secara mendalam operasinal bisnis tersebut. Ummnya hanya diberi informasi permukaan saja, mislanya fisik beberapa sample dokumen, fisik tempat usaha, inipun hanya bersifat sekadar showcase atau etalase saja yang bagi orang awam dirasa memadai, aplagi bila setoran margin bulanan yang janjkan lancar diberikan, maka sangat mungkin mengurangi kewaspadaan, kehati-hatian dan daya kritis dari investor. Bagi investor yang jeli, ia kaan segera mengetahui kejangglan dengan melihat secara fisik bisnis tersebut dan apalagi bila dilengkapi dengan logika dan bukti-bukti trasaksinya dan segera keluar dan menarik dananya sebelum segalanya menjadi terlambat.

5)    Anggota

Pada dasarnya sumber dana dari uang/investasi para anggota. Karena dana harus tumbuh terus dengan pesat untuk memenuhi kewajiban dan penyimpangan tanpa diiringi perputaran usaha yang memadai, maka jalan satu-satunya adalah meekrut secara terus menerus anggota baru. Maka aktiftas yangs angat menonjol adalah kegitan merekrut anggota baru yang jauh lebih dominan ketimbang membicarakan bisnis realnya itu sendiri. Seringkali biaya bergabung menjadi anggota jauh lebih tinggi dibadning umumnya bergabung kesuatu jaringan MLM yang baik dan wajar. Terkadang dirancang dengan pola MLM secara terttup dimana investor sangat boleh jadi tidak mengerti aliran dananya akan mengalir dan terhenti kemana. Pola ini klai dipilih ileh oknum pengelola money games, selain sebagai teknis pemasara yang murah dan efektif adalah juga untuk mendistribusikan tanggungajawab dan resiko bila dikemudian hari kepada para jejaringnya yang juga bertugas mencari dana.sering kali pola ini sengaja tidak diiringi dengan akd perjanjian yang memadai atau bahan tidak ada sama sekali.

6)    Tenik

Berbagai cover biasa dijalankan oleh para pelaku.  Bisa perorangan tanpa badan hokum (man to man), menggunakan cover PT/perusahaan, pemasaran jaringan (multi level marketing)

7)    Legalitas

Umunya pebgelola bisnis ini tidak memiliki izin yang memenuhi persyaratan UU alias illegal. Dalam hal investasi ada  aturan dari bapepam dan hal kegiatan penghimpuna dana dari masyrakat diatur dalam UU no 10 tahu 1998 tentang perbankan, khsuusnya pasal 46 ayat 1 yang menjelaskan ancaman pidana dan denda bagi siapa yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpana   tanpa ijin usaha dari pimpinan bank indoensia.

  TINJAUAN SYARI’AH

a)    Setiap transaksi yang mengandung unsure ketidaktransparanan atau ketidak jelasan maka termasuk jual beli gharar yang dilarang oleh syara’ berdasarkan hadis ; “ Rsululah SAW melarang jual beli gharar (HR. Muslim). bentuk gharar (ketidakjelasan) yaitu : jahalatul-‘aqidain (setiap bentuk bisnis yang tdiak jelas para phak yang terlibat dalam aqad (al aqidain-antara investor dan pengelola) seperti muncul operator seolah-olah sebagai pengelola atau kolektor, seolah-olah sebagai manajer, hali itu tidak memenuhi syarat wudhuh al aqidain (kejelasan pelaku transaksi yang memiliki hak dan kewajiban), jahalatul-ma’qud ‘alaih (setiap bentuk bisnis yang tidak jelas objek transaksinya (ma’qud alaih) atau objeknya ada tetapi tidak sepadan dengan harga yangdialokasikan yang merupakan dua substitusi (‘iawadhain) termasuk juga aqad yang jelas namanya tetapi tidak jelas karakteristik (muwashofat) turunannya.

b)    Setiap bentuk bisnis yang menawarkan keuntungan yang tidak wajar seperti saah satu substitusinya tidak jelas atau tidak wajar nilai ekonomisnya adalah tidak syar’I termasuk kategori akli amwaalinnaas bil baathil.

c)    Setiap bentuk jual beli yang menawarkan fixed return/ flat/ tetap adalah tidak syar’I sebab bertentangan dengan kaidah syar’iyyah al g ghunmu bil ghurmi

AKIBAT

a)    Harta pribadi terkuras.

b)    Asset ludes dan terjerat hutang yang amat besar

c)    Menyuburkan mentalitas malas berusaha

d)    Mengurangi perputaran sector dan memperburuk ekonomi bangsa

e)    Resiko bagi para pelaku hanya penjara 4-5 tahun dan sita asset yang terdeteksi sementara para korban mengikin harus menderita seumur hidupnya bahkan hingga turunannya.

KESIMPULAN

BISNIS yang bersifat money game adalah haram karena merupakan bisnis spekulatf yang mengnadung unsure ketidak wajaran, penipuan, pendhaliman dan merugikan masyarakat.

Sumber :

Disesuaikan dan disarikan dari Tadzkiroh DPP PKS Bidang Pengembangan Ekonomi Dan Kewirausahaan


FAJAR KEWIRAUSAHAAN


Tahukah Anda, ditaksir, populasi dunia mencapai enam miliar di akhir 1999 dan tahun 2020, angkanya melonjak menjadi delapan miliar! Apakah pemerintah bisa menyediakan pekerjaan untuk sedemikian banyak orang? Faktanya, ’privatisasi’ menjadi begitu populer pada dekade lalu, menunjukkan bahwa mereka ”mencuci tangan” dari tugas menciptakan pekerjaan yang mengerikan itu.

Fakta lainnya, merger, akuisisi, dan restrukturisasi dalam sektor swasta lebih sering membuahkan PHK masal. Lalu siapa yang mendapat beban menciptakan lapangan kerja? beban itu harus dipikul INDIVIDU-nya sendiri. Setiap orang, menciptakan sendiri pekerjaannya! Setiap orang, siap atau tidak, kondisi mendorongnya menjadi wirausaha.

Mau pilih yang mana: segera menyiapkan mental dan ketramplan kewirausahaan atau, saatnya nanti, terpaksa serabutan, mencoba-cobamenjadi wirausahawan setelah ”terdepak” dari posisi ”orang gajian”!

Saran kami, dan itu tugas buku ini pula, segeralah belajar mengambil inisiatif, inovatif, berani dan kreatif. Mulailah mempromosikan dan menampilkan ide Anda. Anda harus mulai hidup ”sedikit bersusah-payah”, jangan menunggu gaji bulanan Anda, dan mulai menunda kepuasan Anda.

Sadarilah, fenomena ini. Bahwa kewirausahaan, yang tidak dikenali seperempat abad lalu, saat ini diajarkan sebagai mata kuliah di universitas di seluruh dunia. Di Amerika Serikat saja, ratusan perguruan tinggi mengajarkan itu. Apakah ini benar-benar fenomena baru?

Tidak persis demikian. Kita sebenarnya dilahirkan sebagai wiirausaha. Keberanian, kreativitas, dan inisiatif – semuanya adalah sifat yang dimiliki seseorang sejak lahir. Itu alami, melekat dalam diri Anda! Tinggal masalahnya, buatlah kemampuan itu muncul dan bekerja optimal! Bayi manapun di dunia ini, sebelum mereka dibanjiri nilai-nilai dan peraturan masyarakat, tanpa perlu ikut seminar tentang ”berjalan”, ia belajar berjalan sampai bisa. Anda, pembaca, dulu juga bayi yang merangkak pun belum bisa. Setiap kali si bayi yang belajar berjalan itu tersandung, ia bangkit lagi. Bayi itu pun belajar berbicara tanpa perlu menghadiri kelas bahasa. Sayangnya, semua kelebihan itu hilang ketika ia memasuki institusi yang kita sebut sekolah.

Cobalah jawab pertanyaan kami.

Adakah institusi di dunia ini, tempat Anda bisa mempelajari cara menjalankan bisnis Anda sendiri?

Saya yakin Anda mulai menyebut beberapa kursus atau jurusan bisnis dengan nama-nama tetentu yang ditawarkan oleh universitas atau sebuah lembaga kursus. Terus terang, itu semua tidak mengajarkan Anda bagaimana menjalankan bisnis untuk diri Anda sendiri. Mereka hanya mengajarkan Anda bagaimana menjalankan bisnis untuk orang lain! Kalau Anda mengikuti kursus akuntansi, yang diajarkan adalah bagaimana Anda menghitung uang orang lain.

Bukan masanya bicara tentang kelebihan teknologi. Mari, kita bicara kelebihan kewirausahaan. Kita memerlukan wirausaha untuk menciptakan perusahaan yang besar dengan teknologi temuan terbaru!

Sejumlah pakar, praktisi, orang sukses, Anda yakini bakal mengatasi tugas menciptakan pekerjaan untuk orang banyak. Mengapa harus orang lain? Mengapa harus mereka, bukan Anda sendiri? Bukankah mereka yang sukses, sudah tak punya masalah lagi dalam menciptakan lapangan kerja, karena mereka sudah di sana, sementara Anda, mungkin masih mencari terus bisnis apa yang pas Anda jalankan sendiri.

Mari kita amati tren 1000 tahun terakhir. Di sana kita lihat perpindahan kekuasaan pada kelompok orang atau individu tertentu .

Tahun 1000 Kekuasaan berada di tangan kaum rohaniwan yang secara kebetulan adalah beberapa orang yang mampu membaca dan menulis
Tahun 1455 Penemuan mesin cetak yang memungkinkan pengetahuan lebih bisa disebarkan kepada lebih banyak orang. Dengan demikian kekuasaan bergeser dari agama ke politik
Tahun 1555 Politisi mulai lebih berkuasa dan untuk mempertahankan kekuasaan itu, birokrasi dibuat
Tahun 1970 Penemuan microchip memungkinkan informasi lebih tersebar kepada keompok orang yang lebih besar. Kekuasaan bergeser perlahan dari politik ke ekonomi
Tahun 1995 Ekonomi sekarang begitu penting sehingga menjadi sebab jatuhnya banyak pimpinan politik (mis.Presiden Soeharto dari Indonesia, Perdana Menteri Chavalit Yongchaiyudh dari Thailand) selama masa yang sangat singkat
Tahun 2020 Keseimbangan kekuasaan bergeser perlahan dari birokrasi menjadi kewirausahaan. (Bill Gates dipilih sebagai orang paling berkuasa di Inggris)

Telah diramalkan bahwa selama 25 tahun, individu birokrat akan bersikap defensive, mencari cara untuk mempertahankan status keamanan yang sudah ada dari standar hidup mereka, sedangkan individu yang berjiwa wirausaha akan bersikap ofensif, mencari cara memperbesar kesempatan mereka, kemampuan mereka dan kualitas hidup mereka yang meningkat.

“Karena perkembangan dinamis bakat kewirausahaan, Amerika Serikat mampu mewujudkan lebih dari 15 juta pekerjaan dalam tempo 7 tahun.”

Sumber : Dare to Fail by Billi P.S. Lim

Telah diramalkan bahwa selama 25 tahun, individu birokrat akan bersikap defensif, mencari cara untuk mempertahankan status keamanan yang sudah ada dari standar hidup mereka, sedangkan individu yang berjiwa wirausaha akan bersikap ofensif, mencari cara memperbesar kesempatan mereka, kemampuan mereka dan kualitas hidup mereka yang meningkat.

“Karena perkembangan dinamis bakat kewirausahaan, Amerika Serikat mampu mewujudkan lebih dari 15 juta pekerjaan dalam tempo 7 tahun.”

Benar, pembaca. Sekilas angka dan fakta ini, adalah fenomena merekahnya fajar baru kewirausahaan. Anda, mungkin sedang menapaki jalan di dalam terangnya fajar ini.

 

 

KEBERHASILAN USAHA


Apa yang membuat sebuah perusahaan berhasil?

Pengumpulan pendapat terbaru mengenai manajemen menghasilkan rating berikut :

  1. Sebuah prasangka terhadap tindakan lakukan, perbaikan, coba
  2. Bentuk sederhana dan staf sedikit
  3. Kontak yang berkesinambungan dengan konsumen
  4. Otonomi operasional untnk mendorong semangat usaha
  5. Tekanan pada nilai bisnis kunci
  6. Sikap BISA DILAKUKAN
  7. Komitmen untuk mencapai kepuasan konsumen
  8. Fleksibilitas dalam memenuhi permintaan khusus (dapatkah Anda mengirimkan hari ini’—“ya”, -“tidak”- “maaf”, truknya telah berangkat, terlalu sibuk”, dsb.)
  9. Tanggapan pada permintaan khusus
  10. Hal-hal yang amat baik (outsome) jika diperlukan
  11. Tempatkan hadiah pada jasa
  12. Memonitor aktivitas pesaing
  13. Menapak teknologi terbaru
  14. Menjadi yang terbaik
  15. Berpusat pada pelayanan konsumen

Mereka mungkin bisa juga akan menambahkan-‘tetaplah pada tema dasar’ atau ‘bisnis inti’ Jadilah yang paling lengkap

Buatlah bisnis Anda sebagai yang :

  • Paling seksama
  • Memiliki persediaan terbaik
  • Memliki profil tertinggi
  • Merupakan benchmark yang menjadi ukuran untuk bisnis saingan lain

Juga:

  • Jangan hidup mengikuti kriteria—ciptakan kriteria itu!
  • Desain produk Anda dengan lebih baik
  • Tampilkan dengan lebih baik
  • Sediakan instruksi yang lebih baik
  • Sediakan pendukung penjualan yang lebih baik

Manajemen Waktu

“Saya harap saya memperoleh waktu, untuk mengikuti Kursus Ma­najemen Waktu”

1. Manajemen waktu memiliki tiga komponen—kebutuhan untuk :

  • Prioritas yang mapan
  • Menggunakan penjadwalan atau pemrograman yang realitas
  • Belajar membuat keputusan dasar dan bertindak sesuai keputasan tersebut

2. Manajemen waktu yang efektif mengenai :

  • Merencanakan dan menyusun prioritas
  • Apa hal paling penting untuk dilakukan hari ini?
  • Apa yang harus dikerjakan hari ini?
  • Daftarkan sesuai urutannya dalam agenda harian atau selembar kertas
  • Dan kerjakan sesuai urutannya

3. Mengelola prioritas

Klasifikasikan tugas-tugas dalam kelompok, seperti :

  • Kategori A—prioritas utama, memerlukan perhatian pribadi Anda
  • Kategori B—penting, namun bukan prioritas utama
  • Kategori Cdapat dikerjakan setelah selesai dengan kategori A dan B
  • Kategori D—delegasikan pada orang lain

4. Banyak manajer bisnis kecil menganggap penting hal-hal :

  • Membuka surat
  • Mengerjakan pekerjaan sehubungan dengan kegiatan perbankan sehari-hari
  • Hal-hal ini merupakan bagian dari hal-hal biasa yang dapat dan sebaiknya didelegasikan pada seorang yang bertanggung jawab mengenai administrasi

5. Alokasikan waktu rutin setiap hari untuk tugas-tugas tertentu, contohnya :

  • Rapat-rapat
  • Wawancara
  • Korespondensi
  • Percakapan telepon—masuk dan keluar

6. Apakah Anda proaktif atau reaktif?

  • Apakah Anda menghabiskan waktu memadamkan api? (reaktif)
  • Atau mengisi waktu merencanakan dan mencapai target? (proaktif)

7. Tetap terfokus

Tataplah pada tugas yang menjadi prioritas- jangan terkecoh menger­jakan hal lain

  • Tangani dokumen-dokumen sekali saja
  • Putuskan tindakan yang diminta dan bertindaklah menurut keputusan itu
  • Jangan menangani dokumen setiap hari selama berminggu-minggu

Keberhasilan adalah Mengenai Pengembangan Kualitas Pelayanan. Ini menyangkut:

  • Dapat dipercaya (dapat diandalkan dan konsisten)
  • Responsif (berkemauan dan sigap)
  • Kompeten (keterampilan dan pengetahuan)
  • Akses (mudah dicapai)
  • Sopan santun (sopan, penuh perhatian, hormat , bersahabat)
  • Komunikasi (mudah dimengerti dan dihubungi)
  • Kredibilitas (jujur, dapat dan layak dipercaya)
  • Keamanan (tidak berbahaya, berisiko, atau meragukan)
  • Pemahaman (pengertian kebutuhan konsumen)
  • Nyata (bukti dari pelayanan)
  • Fokus, Fokus, Fokus
  • Memenuhi Standar Kualitas Manajamen Total atau direncanakan untuk Memenuhi Tuntutan Tersebut

Resiko

  1. Tertawa berisiko tampak bodoh.
  2. Mengisak berisiko tampak sentimentil.
  3. Merggapai orang lain berisiko keterlibatan.
  4. Mengekspersikan perasaan beresiko menampilkan diri Anda yang sebenarnnya.
  5. Hidup berisiko kematian
  6. Berharap beresiko patah harapan
  7. Mencoba berisiko gagal
  8. Namun resiko harus diambil karena bahaya terbesar dalam hidup adalah tidak memiliki resiko
  9. Dirantai oleh kepastiannya, ia adalah seorang budak : ia telah mengorbankan kebebasannya.
  10. Hanya orang yang memiliki resikolah yang bebas.

Bagaimana Jika Kita Menaikkan Harga?

Banyak perusahaan menggunakan harga sebagai taktilk keberhasil­an. Mereka menurunkan harga untuk menyaingi harga pesaing. Ini dapat menjadi siklus ganas yang mengurangi margin keutungan semua perusahaan.

Bagaimana jika perusahaan menaikkan harganya?

Staf penjalan mungkin akan memprotes betapa banyak bisnis akan dirugikan secara nyata hanya dalam semalam karena tidak menggunakan harga yang mengikuti pola ‘saya juga’

Bayangkan sebuah kasus hipotesis saat produk dijual $100 dengan variabel biaya $75 dan dengan demikian memiliki kontribusi margin 25%. Manajemen ingin menaikkan harga sebanyak 15%, melawan protes keras seluruh staf penjualan yang meyakinkan bahwa volume penjualan akan jatuh. Manajer penjualan dipanggil oleh manajemen untuk menghitung berapa banyak bisnis yang hilang dengan kenaikan harga yang diajukan, dan kemudian meminta tim penjualannya untuk menyediakan laporan perkiraan angkanya.

Pada saatnya, manajer penjualan menyampaikan manajemen bahwa rata-rata, volume penjualan akan jatuh sebanyak 22% dengan 15% kenaikan. Manajer memiliki angka untuk melakukan prakiraan sederhana.

Ia mengalikan harga (100). Dengan persentasi kenaikan harga (15) untuk hasil 1500. Ini dibagi persentase kontribusi (25). Ditambah persentase kenaikan harga (15), menghasilkan kenaikan harga hingga 40. Bagi 1500 dengan 40 dan hasilnya merupakan volume kehilangan kritis sebanyak 37,5%.

Jadi, penjualan akan turun sebesar 37,5% ; lebih dari perkiraan para staf penjualan, sebelum keuntungan dari kenaikan harga ini mencapai titik impas.

Ini berarti, penjualan perusahaan akan turun 37,5% sebelum keuntungan kenaikan harga itu mencapai titik impas.

RUMUSNYA ADALAH :

X = Penurunan atau kenaikan harga dalam persentase

C = Persentase kontribusi

100 kali X dibagi X + C = CVL ( critical volume loss = volume kehilangan kritis)

sebagai persamaan untuk mengukur kapan Anda ingin memotong harga,

100 kali X dibagi C – X = CVG ( volume perolehan kritis)
Citra diri

Kesan pertama sangat penting dan benar-benar diperhitungkan. Citra macam apa yang telah atau akan diproyeksikan oleh perusahaan atau produk baru Anda? Cara penampilan dan citrra perusahaan dan pro­duk Anda dapat dan mungkin akan, memiliki efek yang penting dalam peningkatan penjualan.

  • Apakah toko atau kios Anda memiliki KONSEP TOTAL?
  • Bagaimana produk Anda dikemas?
  • Dapatkah kemasan produk Anda diperbaiki
  • Apakah bisnis anda memiliki brosur perusahaan yang menarik, yang dapat Anda berikan pada prospektif klien Anda?
  • Apakah itu memaparkan pengalaman, ketrampilan, kualifikasi, produk, jasa, garansi, spesialisasi, fitur, keuntungan perusahaan Anda?

Pertimbangkan ini!

Saat-saat serang konsumen membuka surat atau menerima literaturr promosi dari perushaan Anda :

  • Apakah itu ditampilkan secara baik pada kertas berkualitas dan tercetak baik?
  • Apakah perusahaan dan produk Anda terwakili secara baik?

Saat seorang konsumen menerima invoice dari perusahaan Anda :

  • Apakah mudah dibaca dan dimengerti?
  • Apakah itu mudah dikenali di timbunan invoice lainnya?
  • Apakah tampilannya mendorong konsumen untuk membayar?

Apakah Anda menggunakan daerah penerima tamu untuk :

  • Menonjolkan dan memajang produk perusahaan Anda
  • Memamerkan kualifikasi khusus
  • Memamerkan penghargaan perdagangan dan industri
  • Memajang literatur perusahaan
  • Apa yang Anda dapat dengan menghadirkan citra yang lebih baik?
  • Berapa yang harus Anda keluarkan untuk menghadirkan citra yangl ebih baik?

Pelajaran Dari Masa Lalu

Ini tahun 2008, apa yang akan Anda investasikan? Maukah penanam modal mendukung ide Anda?

  • Toko komputer pribadi
  • Tempat sampah plastik beroda
  • Minuman botol
  • Warung telekomunikasi
  • Bengkel
  • Bengkel spesialis
  • Bisnis franchise

Mengapa ide-ide di atas berhasil?

  • Fokus, nengidentifikasi kebutuhan pasar, da menyediakan kebutuhan itu dalam bentuk yang diterima konsumen
  • Benang merah semua bisnis ini adalah beroperasi dalam produk spesialis yang dihantarkan dengan baik dan mudah diakses

Audit Pemasaran

  1. Kuesioner awal
  2. Anda sebenarnya ada dalam bisnis apa?
  • Apa sasaran bisnis Anda?
  • Apa sasaran pribadi Anda?
  • Aria kekuatan bisnis Anda’
  • Apa kelemahannya?
  • Apa kesempatan yang dimilikinya?
  • Apa ancaman yang ada sekarang dan di masa depan?
  • Apakah bisnis Anda musiman?
  • Apakah Anda menindaklanjuti konsumen dengan menanyakan apakah mereka cukup puas?
  • Berapa penjualan rata-rata Anda sehari-hari?
  • Apakah ada produk yang secara menonjol lebih mengun­tungkan dari yang lain?
  • Apakah ada produk yang secara menonjol kurang mengun­tungkan?
  • Apa isu kritis yang sekarang ini mempengaruhi bisnis Anda?
  • Periklanan?
  • Promosi?
  • Distribusi?
  • Pelayanan apa yang akan menjadi keuntungan khusus?
  • Apa yang membuat Anda kompetitif?
  • Posisi?
  • Harga?
  • Perhatian?
  • Kualitas?
  • Keunikan?
  • Pengalaman?
  • Kontak?
  • Jangka waktu pembayaran?
  • Garansi?

Pertimbangan lain :

  • Apa yang mernbuat para pesaing Anda menonjol?
  • Siapa yang memerlukan Anda?
  • Bagaimana konsumen menilai Anda?
  • Bagaimana konsumen menilai para pesaing Anda?
  • Apakah Anda menawarkan potongan harga?
  • Apakah produk baru yang dapat Anda tawarkan?

Periklanan —10 butir Kiat

  • Apa yang Anda iklankan?
  • Apa yang seharusnya menjadi pesan sentral?
  • Apakah iklan kooperatifnya sesuai?
  • Haruskah anda menggunakan iklan yang sama di semua media?
  • Apakah iklan itu menarik dan menahan perhatian?
  • Apakah iklan itu memiliki headline yang menarik?
  • BARU, GRATIS adalah kak-kata yang bagus untuk digu­nakan pada salinan Anda.
  • Beberapa foto dan garnhar menambah daya tarik.
  • Pemilihan media sangat penting.
  • Promosi integral apa yang dapat Anda lakukan sabagai pendukung?

Aturan lama
Kontak terbaik dengan pembeli potensial adalah kontak personal.
Aturan Baru
Kontak terbaik dengan pembeli adalah kontak yang efektif.

Inovasi

Inovasi yang membuat perubahan pada struktur industri efektif khususnya jika industri jika industri dan pasarnya di’dominasi oleh satu pro­dusen atau supplier yang sangat besar, atau oleh hanya sedikit produsen saja. Bahkan jika bukan benar-benar merupakan monopoli, produsen dan supplier besar dan dominan ini telah mengalami sukses dan tak tertandingi selama bertahun-tahun, cenderung menjadi arogan.

Di mana Anda Akan Bertemu?

Anda akan pergi ke kota yang asing dan baru untuk menemui orang­-orang, untuk pertama kalinya, yang tertarik untuk berbisnis dengan Anda.

Sebagai seorang pengusaha, seperti biasa, Anda memiliki sedikit uang dan tidak mampu menginap di hotel bintang lima—tingga Anda menginap di sebuah motel murah di daerah pinggiran.

Orang-orang yang akan Anda temuii untuk pertama kalinya bisa jadi sangat penting untuk bisnis Anda dan merupakan keharusan bagi Anda untuk membawakan ‘kesan yang tepat’ pada pertemuan ini. Jelaslah bahwa orang-orang yang akan Anda temui juga akan meng­ukur Anda, dan akan meninggalkan pertemuan kali ini dengan me­nyimpan kesan yang baru saja didapat.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 520 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: