GambarPenelitian  adalah “suatu kegiatan yang menghasilkan pengetahuan. Berpikir Kesisteman merupakan pendekatan holistik untuk penyelidikan. Hal ini dapat dipahami sebagai filsafat kontemporer. Kadang-kadang para pendukungnya merujuk kepada sistem berpikir sebagai “paradigma baru pemikiran kontemporer. Dalam menerangkan Struktur revolusi pengetahuan, Kunn mendefinisikan paradigma sebagai apa yang anggota komunitas ilmiah terdiri dari orang-orang yang berbagi paradigma 3) jika sistem pemikiran filosofis milik masyarakat, wajar pertanyaan harus ditujukan pada masalah: Apakah filsafat berpikir sistem?

Domain Filsafat dalam Berpikir Sistem

Berpikir  sistem menurut DC Philiphs adalah Pemikiran sistem dilabeli sebagai “filsafat mendiskreditkan” 4) Di sisi lain, Fenwick Inggris menyatakan berpikir  kesisteman akan jatuh ke dalam filsafat yang dikenal sebagai realisme ilmiah. Yang tidak diragukan lagi bahwa berpikir sistem menggunakan metode ilmiah sebagai inquiry, tapi ini tidak berarti bahwa berpikir sistem ini identik dengan metode ilmiah dalam hal ini adalah kira-kira analog dengan kasus pragmatisme dan ilmiah. Sebagai soal fakta, pemikiran sistem adalah “sebuah counter untuk saintisme, 7) di mana saintisme dalam perwujudan konkrit dari filsafat realisme ilmiah. 8) Dua ciri khas dari berpikir kesisteman  sungguh bertentangan  dengan label realisme ilmiah, yaitu pendekatan holistik dan pandangan  metafisika. Holisme seperti kita akan dijelaskan lebih lanjut, tidak hanya ontologis, tetapi epistemologis dan aksiologis juga. Pandangan holistik ini menyediakan dasar metafisik berpikir sistem. Metafisik ini sistem domain yang ciri berpikir sebagai “meta-ilmu” perceraian dari realisme ilmiah, serta holistik dari ontologis, epistemologis, dan aksiologis. Realisme ilmiah metafisika membenci dan menolak gagasan holisme sebagai sesuatu yang unik dan asli yang tidak setuju konvensional analisis ilmiah. Di sisi lain, pendukung berpikir sistem berbicara blak-blakan sebagai “antitesis generik ke Realisme ilmiah memiliki banyak nama lain, antara lain  adalah positivisme logis, Konsep berpikir sistem  itu sendiri masih dalam proses pendewasaan dan perkembangan. Pada saat ini, yang terbaik yang bisa diusahakan adalah memberi label Thinking System sebagai”seorang maverick (orang/ organisasi yang tidak profesional) dari pandangan filosofis dalam upaya ilmiah

Sifat-sifat Berpikir Sistem

Setiap aliran pemikiran tertuju pada  tiga pertanyaan dasar filosofis dan dibangun dengan jawaban filsafat. Setiap filosofis utama dapat dibedakan dengan menelusuri tiga kali lipat pembukaan filosofis, Pertanyaan pertama adalah: apa dan berapa banyak yang ingin kita ketahui? Jawaban atas pertanyaan ini tergantung pada ontologi, yaitu, dengan teori yang ada. Kedua, metode apa yang lakukan untuk  kita memperoleh pengetahuan? Jawaban atas pertanyaan ini tergantung pada epistemologi, atau teori pengetahuan. Akhirnya, apa gunanya  pengetahuan bagi manusia? Pertanyaan ini dijawab oleh aksiologi.

Inti utama dari pemikiran sistem, consepts Teori Sistem Umum, atau salah satu anggota yang berbeda dari serangkaian konsep-konsep yang terkandung dalam Teori Sistem Umum, adalah teori sistem terbuka. Konsep sistem terbuka telah banyak digunakan dan diterapkan pada berbagai bidang dan subject matter. Sepanjang penelitian kami, pandangan dasar penyelidikan ini, kita berurusan dengan sistem terbuka. Atau diungkapkan secara berbeda, kita melihat masalah dari sudut pandang berpikir sistem.

Aspek Ontologis dalam Berpikir Sistem

Masalah ontologis dapat dimasukkan ke dalam tiga kata: “ What is there?”(Apa yang ada?). Para ahli teori sistem menjawab: system adalah setiap eksistensi tidak dapat berdiri sendiri tetapi berkaitan dengan dengan eksistensi lain secara tertib dan teratur. Para ahli teori sistem mempunyai nilai pengandaian tertentu, yaitu keteraturan, dan non-keacakan .Oleh karena itu, tujuan dari penyelidikan untuk membawa ke permukaan menjadi pola ini. Pertanyaan tentang ” Apa dan berapa banyak yang kita ingin tahu?.  Berapa banyak yang kita ingin tahu? Kita ingin tahu tentang sifat-sifat yang berada di bawah penyelidikan, tidak hanya properti milik sendiri, tetapi lingkungan hidup serta dampak lingkungan pada manusia.

Berpikir  Sistem  

menyelidiki kesamaan bentuk dari konsep-konsep, hukum-hukum, dan model-model dalam berbagai bidang, dan membantu dalam pengalihan dari satu bidang ke lainnya;

(1)   mendorong pengembangan model-model teori yang memadai dalam bidang-bidang yang tidak memilikinya;

(2)   memperkecil penggandaan upaya-upaya teori dalam bidang-bidang berbeda;

(3)   menggalakan kesatuan sains melalui peningkatan komunikasi di antara spesialis.

Sebagaimana kita melihatnya, Riset Sistem Umum adalah kegiatan menyempurnakan Teori Sistem Umum pada dasarnya adalah logika sistem-sistem, yang memberikan suatu kerangka a priori untuk diterapkan pada beragam disiplin dan riset ilmiah. Arah kedua dari gerakan sistem-sistem adalah menyangkut aplikasi logika sistem-sistem. Ada dua cara logika sistem-sistem diterapkan: Pertama, diterapkan langsung pada suatu disiplin atau riset ilmiah tertentu, misalnya ancangan sistem-sistem terhadap teori pemasaran. Dalam penerapan ini, teori pemasaran menerapkan konsep holisme untuk menjelaskan kesalingterkaitan di antara komponen-komponennya. Tidak ada hal baru apa pun dalam arti teori, kecuali penjelasan teorinya menjadi lebih tertib ketika ia disajikan dalam kerangka sistem-sistem. Hampir semua ilmu perilaku dan sosial bisa memanfaatkan penerapan logika sistem-sistem dalam menjelaskan dan menampilkan teori-teori mereka secara lebih tertib. Penerapan macam ini akan disebut ancangan atau pendekatan sistem. Ancangan sistem bisa diartikan sebagai penerapan logika sistem-sistem pada bidang-bidang atau riset ilmiah khusus dengan maksud menjelaskan atau menampilkan kesalingterkaitan di antara komponen-komponen dari teori disiplin itu, atau komponen-komponen dari masalah risetnya.

Penerapan lain dari logika sistem berhubungan dengan metode-metode penelitian tertentu, atau dalam perkataan “strategi riset.” Contoh-contoh dari penerapan macam ini adalah analisis sistem dan riset operasi. Analisis sistem pada dasarnya adalah suatu metode penyelidikan atau strategi riset dalam menghadapi masalah-masalah pilihan di dalam ketidakpastian. Lebih spesifiknya, analisis sistem adalah suatu analisis ekonomi yang berkaitan dengan pemilihan alternatif dalam mencapai sasaran tertentu. Jelas, pendekatan sistem dan analisis sistem sangat berbeda dalam proses-proses dan sasaran-sasaran mereka. Hasil dari penerapan ancangan system terhadap masalah adalah penjelasan dan penampilan yang tertib dari kesalingterkaitan antara komponen-komponen masalah itu. Ancangan system tidak menghasilkan solusi apa pun dalam memecahkan masalah itu. Di sisi lain, analisis sistem memang menyelesaikan masalah itu, yaitu dengan memilih jalur tindakan yang terbaik. Dalam hal ini, sebagaimana kita akan jabarkan lebih lanjut, analisis sistem memiliki suatu nilai prediktif.

D.C Phillips secara sengit menyerang buku karya Philip H. Coombs berjudul The World Educational Crisis: A Systems Analysis sebagai suatu prototipe penerapan analisis sistem yang tidak menghasilkan solusi sama sekali. Sebenarnya, Coombs menerapkan ancangan sistem terhadap analisisnya, di mana dia menggunakan logika sistem dalam menggambarkan dan menampilkan kesalingterkaitan antara komponen-komponen dari permasalahan pendidikan. Dipandang dari segi ini, The World Educational Crisis adalah sebuah buku yang tanpa tandingan tentang sifat permasalahan pendidikan. Namun, penyalahgunaan istilah analisis sistem bukannya pendekatan sistem, telah membawa buku ini ke fokus kontroversi.

Analisis sistem dan riset operasi bisa dikategorikan sebagai metode-metode penyelidikan. Metode, meminjam batasan dari Paul Tillich, adalah cara sistematis melakukan sesuatu, khususnya dalam memperoleh pengetahuan. Metode terkait dengan teknik-teknik, di mana kita bisa membayangkan metode sebagai strategi penyelidikan, dan juga teknik-teknik adalah taktik-taktiknya. Teknik-teknik, mengikuti Abraham Kaplan, adalah prosedur-prosedur khusus yang digunakan dalam suatu ilmu tertentu, khususnya tautan-tautan penyelidikan dalam ilmu itu.

Analisis sistem dan riset operasi sebagai metode-metode penyelidikan terkait dengan beberapa teknik. Analisis system menggunakan teknik-teknik analisis manfaat-biaya dan keefektifan-biaya. Riset operasi berkaitan dengan teknik-teknik teori permainan, pemrograman linier, teori mengantri, dan simulasi Monte Carlo. Teknik-teknik ini sama sekali tidak baru. Teknik analisis manfaat-biaya yang dipuji sebagai “salah satu tulisan terobosan paling orisinal dalam seluruh sejarah ilmu ekonomi” diperkenalkan oleh Dupuit seawall 1844. Teori mengantri dikembangkan oleh Johannsen pada 1907. Teknik-teknik ini diletakkan di bawah payung pemikiran sistem tidak berdasarkan pada asal mereka tetapi pada kaitan mereka dengan metode-metode khusus yang dikembangkan di bawah pengaruh konsep sistem. Tentu, ada juga teknik-teknik baru yang diluncurkan oleh berpikir seperti PERT dan CPM. Bahkan, disiplin-disiplin ilmiah baru muncul di bawah bendera holism. Cybernetics diciptakan oleh Norbert Wiener pada 1948. Dalam tahun yang sama Claude Shannon menerbitkan sebuah artikel berjudul “A Mathematical Theory of Communication” yang menandai permulaan teori informasi.

PPBS adalah penerapan para analis system terhadap manajemen modern. Pokok bahasan PPBS adalah bidang manajemen, khususnya mengenai fungsi-fungsi perencanaan, pemrograman, dan penganggaran. Metode penyelidikan dalam hal ini adalah analisis system, dan di bawah payung pemikiran system, PPBS juga menerapkan ancangan system. Fungsi perencanaan, pemrograman, dan penganggaran, dipandang di bawah wawasan system ini, sehingga menjadi saling terkait sehingga membentuk suatu system terpadu.

Tipologi pemikiran system yang sedang dikemukakan tidaklah lengkap. Ia tidak dimaksudkan sebagai suatu daftar, melainkan memberikan kerangka, anggota-anggota mana dari himpunan kategori tertentu dari nomenklatur system kita bisa dilekatkan. Paling tidak, ia bermaksud untuk memperjelas perbedaan antara pendekatan system, analisis system, analisis keefektivan-biaya, analisis manfaat-biaya, PPBS dan sebagainya

fungsi dari teori dari sistem yang terbuka sebagai sebuah penelitian logis. Dalam pengerjaannya banyak perdebatan dialamatkan pada Sistem Teori Umum dapat menjadi jelas. Sebuah teori dalam bidang ilmu pengetahuan dapat didefinisikan sebagai “sekumpulan gagasan (konsep) yang saling berhubungan, definisi-devinisi, dan dalil-dalil yang memberikan sebuah gambaran fenomena yang sistematis dengan ketentuan yang berhubungan antar variabel, dengan tujuan untuk menjelaskan dan memprediksi/meramalkan fenomena, jika Sistem Teori Umum itu adalah sebuah teori ilmu pengetahuan kemudian Sistem Teori Umum ini seharusnya memiliki sebuah kemampuan untuk memprediksi. Sistem Teori Umum adalah ilmu pengetahuan faktanya bahwa penelitian dalam membangun konsep dari Sistem Teori Umum diperlakukan dalam gaya ilmu pengetahuan. Dalil diperoleh dari Sistem Teori Umum, sebagai contoh milik sistem terbuka, menyajikan sebuah penelitian logis dan bukan sebuah dasar pengambilan kesimpulan, sebagai latihan secara umum dalam penelitian ilmiah. Jadi, percobaan Philips untuk mencemarkan Sistem Teori Umum sebagai sebuah filsafat yang tidak dipercaya karena caranya tidak terprediksi dari sistem teori dirinya sendiri bertentangan. Tentu, seseorang mungkin berargumen, bagaimana bisa kita membuat prediksi dari sebuah penelitian yang logis, penelitian yang logis itu sendiri, adalah sebuah alat dari penelitian yang tidak memiliki subjek masalah dari dirinya sendiri. Itu adalah hal yang sama dengan pendekatan sistem, yang menunjukkan cara melihat kedalam penyelidikan, yang mendasari sebuah sudut pandang logika. Pendekatan sistem adalah pokok yang membingungkan dengan sistem analisis, yang dalam pertentangan memiliki kemampuan untuk memprediksi, meskipun memiliki pengertian yang terbatas.

Sejarah Kejadian Penting dalam berpikir sistem

   Berfikir sistem mempunyai sebuah sejarah panjang, hal itu telah di dikelompokkan dari Ibn Khaldun kepada Kepala putih. Bagaimanapun, kita akan membatasi diri kita hanya pada sudut pandang sejarah dari sistem pemikiran modern, perpindahan yang dianut pada Sistem Teori Umum dan Sistem Penelitian Umum.

            Sejarah berawal pada seminar filsafat Charles Morris di Universitas Chicago tahun 1937, dimana Ludwig von Bertalanffy mengenalkan untuk pertama kalinya konsep Sistem Teori Umum. Konsep tersebut telah di publikasikan sebagai Sistem Teori Umum: Pondasi, Pembangunan, Penerapan  dan menjadi Alkitab dari pergerakan berpikir sistem  modern. Untuk sambutan pertama kali tidak ada keberanian, sebagai penampakan Bertalanffy, dan semenjak dia takut pada apa yang Gauss sebut dengan “Teriakan Boetician” konsep tersebut kemudian diletakkan dalam lukisannya. Pecahnya perang dunia ke II mendorong berkembangnya berpikir sistem.

Pada tahun 1939, pada pecahnya perang Eropa, dimana awal dari sebuah organisasi penelitian operasional Inggris Menghadapi pecahnya perang, menejemen Militer Inggris menyebut atas ilmuwan mereka untuk menerapkan ilmu pengetahuan ilmiah dalam alokasi penelitian yang langka untuk operasi militer yang berbeda. Tim ilmuwan ini adalah tim penelitian operasional itu terdiri dari sejumlah pengacara, ahli sosial,  ahli matematika, ahli astronomi, dan juga pertahanan. Meskipun perbedaan latar belakang mereka mucul sebuah pola yang umum: adalah ketaatan terhadap konsep sistem dan penelitian ilmiah, yang memperagakan bahwa mesin dan manusia menerima untuk anilisis yang rasional Operasi penelitian telah dipuji untuk menjadi pemenang perang di negeri Inggris, dan pada akhirnya setelah Amerika serikat mengikuti pinangannya, kampanye pulau di Pasific. Peperangan di utara Atlantik dan yang lain Menurut dugaan orang operasi penelitian menyebrangi Atlantik mengikuti James Bryant Connant, kemudian juru bicara dari Komite Pertahanan Nasional, yang menjadi sadar dengan operasi penelitian selama dia mengunjungi Inggris  pada musim gugur tahun 1940

            Pendekatan khusus sebagai Masyarakat Penelitian Operasional dari Negeri Inggris meletakkan definisi operasi penelitian untuk membangun sebuah model ilmiah dari sistem, faktor undang-undang tidak berbadan hukum seperti kesempatan dan resiko, dengan yang untuk memprediksikan dan membandingkan hasil dari pilihan keputusan, strategi dan kontrol, Beberapa orang Saudara kandung kemudian tangkai dari pendekatan yang asli, telah diterapkan pada bidang yang berbeda, dan dikoinkan dengan nama baru. PPBS telah diinisialkan oleh Papan Produksi Perang di akhir 1942, tentu tanpa tehnik orang yang berpengalaman  Analisis sistem, yang menyediakan dasar analitik dari PPBS, yang akhirnya sempurna oleh ilmuwan RAND, sekitar 1950 Jaringan dunia maya telah diperkenalkan oleh Norbert Wiener pada tahun 1948

Tipologi berpikir sistem

            Pergerakan sistem dapat dikenali dengan dua bagian: (1) Penelitian lebih lanjut dalam sistem alam dalam berkaitan dengan kesempurnaan Sistem Teori Umum yang paling mewah menghasilkan sistem yang logis, dan (2) Penerapan dari Sistem logis untuk disiplin ilmiah yang berbeda dan  penelitian. Sistem logika diterapkan pada bidang ekonomi, pemasaran, sosiologi, psikologi, pendidikan, sampai pada topik kontroversial seperti “ Bagaimana Analisis sistem diterapkan untuk memilih seorang suami?” dalam David Reuben Buku penjualan terbaik “ Setiap Wanita Bisa Disiplin ilmiah baru seperti Cybernetik dan Teori Informasi telah dikembangkan dalam sistem kerangka kerja. Strategi penelitian baru, sebagai contoh sistem analisis dan operasi penelitian  sebagus beberapa tehnik seperti PERT   dibangkitkan dalam payung kerangka berpikir. Secara pemahaman, itu sering terjadi pada sekolah yang baru muncul dari pemikiran, banyak kekacauan yang telah muncul pada alam kesatuan ilmiah. Efektivitas harga terkadang dikacaukan dengan sistem analisis. Pendekatan sistem dikacaukan dengan sistem analisis. Lebih samarnya adalah hubungan diantara pendekatan sistem, sistem analisis, dan PPBS. Apa perbedaan antara operasi penelitian dan sistem analisis?

            Untuk menyelesaikan masalah, kita telah mencoba untuk mengembangkan sebuah tipologi dari berpikir sistem; sebuah permintaan dari sistem konsep dan penerapannya. Sebagai sentuhan lebih cepat, pergerakan sistem dapat dikategorikan kedalam dua arah. Pertama adalah penelitian lebih lanjut dalam sistem alam, simpelnya disebut Sistem Penelitian Umum. Masyarkat untuk Sistem Penelitian Umum telah dilembagakan pada tahun 1954  Objektifitas terbesar dari masyarakat ini adalah pada:

Logika Metafisika Berpikir Sistem

Ciri dasar yang membedakan pemikiran sistem dari pemikiran sejaman lainnya adalah logika metafisikanya. Holism, yang memberikan dasar ontologi dan epistemologinya, menghasilkan logika sistem sebagai landasan metafisikanya. Sangat menarik menyejajarkan logika metafisika. Hegel dan logika pemikiran sistem, sebenarnya tidak hanya berasal dari konsep holism yang sama, tetapi juga sangat analog dalam sifat dengan logika dialektik Hegel. Dari sudut pandang ini, pemikiran sistem bisa dipandang sebagai suatu meta-sains, suatu titik tolak yang sama dimiliki oleh para pembela pemikiran sistem.

Sebelum berlanjut menjabarkan sifat dari logika sistem, perlu untuk menjelaskan kedudukan metafisika dalam ranah ilmiah. Metafisika ilmiah adalah suatu masalah abadi terhadap filsafat ilmu. Awal abad ke-19, misalnya dalam karya Auguste Comte, sampai para pemikir modern seperti Karl Popper, Arthur Eddington, dan James Jean, gagasan metafisika menyiratkan mengejar suatu tempat yang diakui dalam penyelidikan ilmiah. Bertrand Russell mengatakannya : ada suatu paradoks yang solusi intelektualnya mungkin ditemukan kelak, atau sama mungkinnya, tiada solusi mungkin ada. Faktanya adalah bahwa sains memainkan dua peran sangat berbeda: di satu sisi sebagai metafisika, di sisi lain sebagai akal sehat terdidik.”

Pertanyaan dasarnya: Apakah suatu metafisika ilmiah? Pearson berdalil bahwa ini tidak hanya mungkin tapi juga sah. Dia menerangkan bahwa: Tidak boleh disangka bahwa sains untuk sejenak menyangkal keberadaan sejumlah masalah yang hingga kini telah digolongkan sebagai filsafat atau metafisik. Sebaliknya, ia mengakui bahwa beragam fenomena fisika dan biologi mengarah langsung pada permasalahan ini. Tetapi ia menegaskan bahwa metode-metode yang hingga kini diterapkan pada masalah-masalah ini telah sia-sia, karena mereka tidak ilmiah.

Mengingat pernyataan ini, akar masalahnya terletak pada sifat dari bagaimana penyelidikan metafisika itu dilakukan. Jika masalah metafisika itu dipecahkan secara ilmiah, yakni, jika metode-metode ilmiah secara ketat diterapkan dalam penyelidikan itu, maka hasil-hasil temuan itu secara ilmiah terabsahkan. Dan inilah dalil dasar dari para teoriwan sistem. Bahkan, kata mereka, holism sesuai dengan penyelidikan ilmiah. Teori Sistem Umum, tegas Bertalanffy, adalah penjelajahan ilmiah atas keseluruhan-keseluruhan dan kesatuan yang, belum begitu lama silam, dianggap pemikiran-pemikiran metafisik yang melampaui batas-batas sains.

Sebagaimana disinggung sebelumnya, dasar metafisik dari pemikiran sistem adalah logika sistem. Boulding telah mendaftar sembilan tingkat sistem mulai yang paling sederhana sampai pada fenomena sistem paling kompleks. Jenjang sistem menurut Boulding adalah sbb.:

  1. Struktur statis—penataan planet-planet dalam tatasurya
  2. Sistem dinamis sederhana—kebanyakan mesin dan kebanyakan fisika Newton
  3. Sistem cybernetic—mekanisme control, seperti thermostat
  4. Sistem terbuka—struktur yang berlangsung-sendiri, seperti sebuah sel
  5. Sistem sosial genetic—pembagian kerja, termasuk subsistem, seperti sebuah tumbuhan
  6. Sistem hewan—mencakup kesadaran-diri dan mobilitas, juga subsistem-subsistem terkhusus untuk menerima dan mengolah informasi dari dunia luar
  7. Sistem manusia—mencakup kapasitas bagi kesadaran-diri, dan penggunaan simbolisme untuk menyampaikan ide-ide
  8. Organisasi-organisasi social—manusia sebagai subsistem di dalam organisasi yang lebih besar, atau sistem
  9. Sistem-sistem transendental—alternatif dan hal yang tak bisa diketahui yang masih perluk ditemukan.

Ciri-ciri sistem memberikan dasar logis dari sistem itu. Para teoriwan sistem percaya bahwa logika sistem bisa digunakan sebagai suatu logika penyelidikan. Ada pola-pola serupa di antara makhluk-makhluk hidup yang hidup, tumbuh, matang, dan akhirnya mati. Para teoriwan sistem, menurut Boulding, bersukacita mengetahui, misalnya, bahwa dalam semua pola pertumbuhan ada unsur-unsur sama yang penting, seperti nukleasi (pembentukan inti), penyesuaian struktur dalam bagian-bagian sistemnya, hasil yang berkurang terhadap skala, dan kurva-kurva ogive. Sebaliknya, para pemikir nonsistem, mengesampingkan fakta-fakta ini. Namun, dari kesembilan tingkat sistem itu hanya beberapa telah sesuai dengan penyelidikan ilmiah. Salah satu arah dari gerakan pemikiran sistem adalah berurusan dengan kajian-kajian sistem-sistem ini. Boulding menyatakan bahwa pengetahuan kita saat ini umumnya tidak memadai untuk membangun model-model ilmiah melebihi tingkat sistem dinamis (tingkat 2). Usaha-usaha baru difokuskan kepada kajian tingkat 3 dan 4, dan melebihi tingkat keempat bahkan benih-benih dari model-model teoritis belum ditemukan. Salah satu ciri penting dari teori sistem umum adalah logika sistem terbuka.

 Logika sistem terbuka sangat banyak gunanya dan terbukti berguna dalam penerapannya pada berbagai organisme hidup. Bahkan, logika sistem terbuka berguna sebagai suatu dasar penyelidikan kita dalam kajian ini. Sudut-sudut pandang kita atas teori-teori organisasi modern, metode-metode Pengembangan Organisasi, dan PPBS, pada dasarnya gagasan sistem terbuka. Berbeda dari suatu sistem tertutup, sebuah sistem terbuka berinteraksi dengan lingkungannya. Kita akan lebih dulu menilik sifat-sifat sistem terbuka dan melangkah lebih jauh pada penjabaran logika sistem terbuka sebagai suatu logika penyelidikan.

Ciri-Ciri Sistem Terbuka

Sistem terbuka bisa ditandai oleh sifat-sifat berikut ini:

(1)   masukan: sistem terbuka memasukkan energi dari lingkungan luar;

(2)   ubahan (through-put): proses mengubah energi yang tersedia bagi sistem itu;

(3)   keluaran: energi yang dikeluarkan ke lingkungan setelah masukan diolah menjadi keluaran;

(4)   siklus peristiwa-peristiwa: kegiatan-kegiatan bertukar energy mempunyai pola siklus. Dalam mengubah masukan menjadi keluaran proses itu sendiri mengalami beberapa tahap siklus keluaran seketika sebelum mencapai bentuk akhir keluaran. Misalnya, dalam sistem pendidikan di sekolah dasar, siswa barunya diubah ke kelas dua dalam tahun pertama, yang kemudian diubah ke kelas tiga dalam tahun berikutnya, dan seterusnya. Di sisi lain, siswa baru itu memasuki sistem pendidikan itu setiap tahun ajaran yang memungkinkan kelangsungan proses perubahan di dalam sistem itu.

(5)   entropi negatif: proses menetralkan proses entropi untuk bertahan hidup. Proses entropi adalah hukum universal yang berlaku pada semua makhluk hidup yang bergerak ke arah kekacauan atau kematian. Sistem terbuka menyimpan energi dengan mengimpor energi lebih daripada yang perlu untuk dikeluarkan, dan memakai energi ini dalam masa krisis

(6)   cybernetic dan teleologis (kajian maksud): ciri-ciri perilaku bermakna dari sistemnya dan mekanisme umpan-balik data untuk mengontrol perilaku ini dari sistemnya selama waktu krisis. Suatu keadaan tetap bukanlah suatu kesetimbangan sejati, suatu pertukaran energi terus-menerus berjalan dalam suatu macam kesetimbangan dinamis yang berbeda;

(7)   diferensiasi: adalah ciri yang, selama proses pertumbuhan, bergerak ke arah diferensiasi dan pengembangan; dan

(8)   equifinality (ekuifinalitas): adalah kemampuan sistem itu untuk mencapai keadaan akhir dari kondisi-kondisi awal berbeda dan dengan beragam jalan.

Tak diragukan, hubungan masukan-keluaran telah terbukti sangat berguna sebagai suatu alat untuk memandang dan menganalisis fenomena kompleks. Logika sistem terbukalah, harus saya katakan, yang membawa perhatian pada kegunaan pemikiran sistem di dalam ranah ilmiah masa ini.

Sistem Analisis dan Metode Ilmiah

Banyak kontroversi telah muncul apakah analisis sistem tidak ilmiah. untuk memenuhi predikat ilmiah, suatu kegiatan di quiry harus menerapkan metode ilmiah dan kemampuan untuk memprediksi. Analisis sistem, sangat erat terkait dengan ilmu-ilmu sosial. Ini membawa kita ke kontroversi lain yang menyangkut metode ilmu-ilmu sosial. Atau lebih tepatnya metode ilmu-ilmu sosial: pengakuan dan domain pluralitas.

Analisis sistem pengetahuan ilmiah yang berlaku dalam proses dalam menghasilkan alternatif, menentukan hubungan sebab dan akibat, dan mendefinisikan kriteria untuk memilih tindakan. Penelitian ilmiah diterapkan  menghasilkan dua alternatif mengenai rasio murid guru, daripada untuk tujuan membandingkan efektivitas kedua alternatif harus mengukur kinerja murid, dan percobaan yang berkaitan dengan hasil pengukuran. Ilmiah diterapkan pada analisis langkah-langkah lain juga. Dalam menentukan kriteria efektivitas menggunakan matriks multi dimensi misalnya politik, ekonomi, sosiologis, pendidikan, setiap dampak harus didasarkan pada bukti ilmiah. Dalam analisis sistem umum dapat digambarkan sebagai penyelidikan ilmiah dalam terang kepatuhan terhadap pengetahuan ilmiah dan penelitian ilmiah.

Namun kepatuhan terhadap metode ilmiah adalah prototipe ideal analisis sistem. Praktis, banyak penyimpangan terjadi, hasil yang tidak terlalu luarbiasa dalam berurusan dengan fenomena sosial, seperti yang berhubungan dengan masalah measurment, menunjukkan bahwa proposisi yang berkaitan dengan efek menyebabkan fenomena sosial negara “berorientasi pernyataan”. Misalnya teori marqian menegaskan bahwa organisasi dari alat-alat produksi menentukan fitur masyarakat. Tapi tekad macam apa? Macam apa yang tepat hubungan sebab dan akibat tidak ada? Tak perlu dikatakan, hubungan ini tidak dapat dinyatakan dalam linear, persamaan kuadrat atau eksponensial kebajikan yang beruntung prosessed oleh ilmu alam.

Selain itu kepatuhan terhadap metode ilmiah, apakah analisis sistem membuat prediksi? Seperti sebelumnya, analisis sistem adalah strategi penelitian atau metode penyelidikan. Ini masalah alokasi sumber daya. Hasil dari proses analisis sistem adalah solusi untuk masalah masing-masing. Fungsi prediksi teori ilmiah pada dasarnya adalah hal yang sama, Pertanyaan yang ditujukan oleh analisis sistem sebagai berikut: bagaimana kita dapat mengembangkan tindakan saja untuk mencapai tujuan tertentu yang paling ekonomis? Jelas bahwa dari analisis sistem mengharapkan jawaban yang pasti, dalam pengertian ini, analisis sistem tidak menghasilkan prediksi.

Analisis sistem berbeda dari pendekatan sistem dalam hal ini: kasus pendekatan sistem, proses berkaitan dengan penerapan sistem logika dalam menggambarkan fenomena. Harus ada pendekatan sistem bukan merupakan ramalan tetapi deskripsi materi subjek yang diteliti. Ini adalah cara sistematis fokus pada keterkaitan antara bagian-bagian itu yang merupakan keseluruhan yang utuh.

Metode ilmiah adalah proses verifikasi. Sebuah proposisi demikian diterima sebagai secara ilmiah benar hanya setelah telah diverifikasi. Atau dengan kata lain, kebenaran ilmiah diverifikasi sinonim dengan kebenaran. Pertanyaannya adalah: Apakah perlu bahwa sistem prediksi analisis ilmiah dapat diverifikasi sebagai sah? Jawaban alasan berikut. Pertama-tama kita bisa kembali ke historial perdebatan tentang filsafat matematika antara pandangan Kant dan pandangan positivis logis. Kant menyatakan bahwa matematika adalah “pengetahuan sintetik apriori, yang menyiratkan bahwa matematika tergantung pada fenomena, dan dengan demikian, proposisi 2 + 2 = 4 jika itu benar, harus didasarkan pada verifikasi. Di sisi lain, positivis logis berpendapat bahwa matematika adalah analitis. Wittgenstein menegaskan bahwa logika proposisi kebenaran atau kepalsuan dapat ditentukan tanpa mempelajari dunia luar.

Setuju dengan sudut pandang positivis logis yang berkaitan dengan analisis sistem. Prediksi yang diberikan oleh sistem proses analisis. Kebajikan dari derivasi logis dan karena itu tidak perlu verifikasi. Berbicara secara numerik, misalnya kita tidak perlu membuktikan dengan temuan empiris untuk membuktikan bahwa 1 / 3 kurang dari 1 / 2. Oleh karena itu, jika menurut definisi tentang efektivitas dinyatakan bahwa alternatif yang memiliki paling tidak rasio effectivenes biaya yang paling efektif, maka alternatif dengan ratio 1 / 3 lebih efektif daripada alternatif lain dengan rasio 1 / 2. Tak perlu dikatakan, para tautologi berlaku secara sah kriteria kualitatif juga, seperti kasus pengukuran multidimensi program-program sosial. Matematika oleh itu sangat alam, hanyalah sebuah bentuk sifat lebih logika.

Kritik Berpikir Sistem

Abraham Kaplan, yang conceives ilmiah empirism sebagai bracing, antiseptik udara, dan dari diharapkan kelonggaran, berpikir sistem untuk melakukan dosa reifikasi. yang paling serius datang dari sudut pandang methological, PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU

  •  Perencanaan PSB
  •  Pelaksanaan PSB
  •  Pengelompokan dan

   penempatan peserta

   didik di kelas  

. Ernest-Nagel panji menuduh berpikir sistem, “keseluruhan lebih daripada jumlah bagian-bagian itu”, menjadi ambigu, metaforis, dan samar-samar. Richard Von Mises menganggapnya sebagai pseudo kalimat yang akan berarti dan sepele. Baik Nagel dan Von Mises berpendapat bahwa meskipun ada alasan-alasan praktis atau psikologis untuk penggunaan holisme di berbagai bidang pengetahuan, tetapi “perluasan cakupan masalah tidak mengarah di luar sains positif”. Rollo Handy serangan pemikiran sistem di dalamnya adalah metode analogi.

Penemuan suatu analogi antara perilaku manusia dan perilaku beberapa sistem lainnya (baik komputer, sistem tata surya, sistem meteorologi, dll). Membuat beberapa inquirers cukup yakin bahwa langkah maju yang revolusioner baik telah diambil atau kira-kira yang akan diambil. Namun, seperti yang sering terjadi, enthousiasm awal saya diikuti oleh kekecewaan.

Ida. R. hoos mempertimbangkan tidak hanya isomorphisms daripada lelah aksioma tentang penerapan universal matematika; sehingga 2 + 2 = 4 berlaku apakah anak ayam, keju soat atau tata surya ar dalam pertimbangan. Camouflages analogi dangkal ini perbedaan-perbedaan penting yang dapat mengakibatkan kesimpulan yang salah. Selain itu, kepatuhan terhadap gagasan analitik irreducibility dapat menghambat kemajuan.

DC Phillips sistem Biaya memikirkan kekurangan historycism, tuduhan yang sama disuarakan oleh Frederick C. Mosher pada perkembangan PPBS. Phillips menunjukkan lebih lanjut kekurangan sistem pemikiran dalam kegagalan untuk mendefinisikan dengan tepat apa yang dimaksud dengan sistem, dalam ketidakjelasan atas apa yang akan dimasukkan dalam teori sistem, dan dalam kegagalan Teori Sistem Umum sebagai teori ilmiah karena ini tidak memiliki kemampuan prediktif.

C. gerejawan Barat – salah satu pendukung sistem dibedakan menambahkan beberapa titik lain diartikulasikan oleh pemikiran sistem debat. Pertama-tama, mereka mengklaim bahwa pendekatan sistem untuk pemecahan masalah tidak efisien, pendekatan terbaik adalah untuk mengidentifikasi masalah secara langsung titik-titik. Kedua, keberatan lain yang diajukan oleh para humanis yang mengklaim bahwa sistem yang adalah orang-orang dan dengan demikian pendekatan mendasar pada sistem terdiri dari pertama melihat nilai-nilai kemanusiaan, seperti kebebasan, martabat, privasi. Ketiga, anti-perencana menantang aksiologis sudut pandang sistem pemikiran untuk perencanaan sistem masa depan. Anti-perencana percaya bahwa setiap upaya untuk menghasilkan perencanaan rasional masa depan entah bodoh atau berbahaya atau benar-benar jahat. Pendekatan yang benar pada sistem adalah hidup dalam sistem, untuk mengalami dan tidak pernah mengubahnya dengan beberapa megah skema atau model matematika.

KESIMPULAN:

Tidak bisa didebat bahwa berpikir sistem telah sangat populer dan diterima secara luas. Bagaimanapun penggunaanya masih membingungkan, jika kita menerima ajaran ini tanpa mengetahui dasarnya, dan yang penting jika kita menerapkan konsep tanpa menyadari kebaikannya dan kekurangannya. kemudian setelah melakukan survei perspektif tentang berpikir kesisteman kita dihadapkan pada pertanyaan mendasar dimana sudut pandang kita?.

Mengarah pada masalah ini kita akan membatasi diri  pada isu filosofi berpikir sistem,alasan-alasan teknis berpikir kesisteman dan asal usulnya seperti analisis sistem dan PBBS telah dieksplorasi dimana-mana. Dengan penuh harapan setelah beberapa isu filosofi diklarifikasi kita akan megapresiasi lebih baik tentang berpikir kesisteman dan aplikasinya.

Pertama, Berpikir sistem adalah sitem ligika, meskipun logika ini menyerap metafisika sejauh ini ditujukan untuk penelitian yang cermat dari ilmu pengetahuan untuk tidak ada alasan menolak keberadaannya dalam ranah ilmiah, logika dari sistem sebagai suatu metateori atau logika apriori harus divalidasi secara empiris sebelum diterima secara ilmu pengetahuan ilmiah yang benar. Selanjutnya verifikasi harus dilakukan dalam penerapan konsep umum sampai aplikasi secara khusus. Bukan hal  mendasar sebagai jaminan seluruh sistem terbuka mempunyai karakteristik yang sama berpengaruh nyata. Katz dan Khan menyatakan fakta bahwa diskusi tentang karakteristik umum dari sistem terbuka tidak membutakan pada perbedaan antara sistem biologi dan sosial.

Kedua, aplikasi dari konsep sistem akan dibuktikan berguna jika dikombinasi dengan usaha-usaha menganalisa melalui investigasi. Sistem Logika memberikan kerangka yang berguna sebagai usaha-usaha analisis dilakukan pada basis parsial  yang dianggap perlu. Pendekatan otomistik tidak bisa diacuhkan, tetapi hasil analis sebagai kerangka dalam konteks sistemik akan memberikan gambaran seluruh masalah.

Ketiga, Philips dan Mosher bahwa berpikir sistem kekurangan dilihat dari sejarah. Usaha yang serius pada prosedur dan pengembangan konseptualnya dalam perspektif sebagai kondisi untuk berpikir sistem ilmiah, yang lebih penting berpikir sistem sebagai sudut pandang  harus didefinisikan dengan jelas untuk mengklarifikasi persamaan persamaan dan perbedaan perbedaan pola berpikir yang memilki proses fitur yang sama, sebagai contoh strukturalisme. Selanjutnya ketidakjelasan dalam berpikir sistem,

Keempat, Berpikir sistem gagal sebagai teori ilmiah karena gagal menetapkan secara tepat apa yang dimaksud dengan sistem.sekali lagi harus ditekankan bahwa berpikir sistemtidak mempunyai masalah pokok pada dirinya sendiri, teori sistem general bukan teori ilmiah pada hal biasa  berarti menyimpulkan hipotesis yang digunakan dan memvalidasi prediksi termasuk sistem logika. Pendekatan sistem dari aplikasi logika suatu sistem menjadi masalah pokok yang spesifik dibawah investigasi. Sistem dapat didefinisikan tujuan dari investigasi. Sistem dapat didefinisikan secara khusus, misalnya sistem pendidikan dilihat dari managerial, pembelajaran, dalam beberapa pandangan sistem dapat dipakai sebagai dasar kebutuhan untuk menganalisa, membangun model, memecahkan masalah dan sebagainya. Secara  sederhana definisi sistem  dari Webter’s Dictionary” Sistem is an agregation assemblage of object united by some form or regular interaction or interdependence.(Sistem adalah kumpulan dari kesatuan objek yang membentuk interaksi regular atau saling ketergantungan)

 

 

Kelima, pendekatan sistem tidak efesien karena berkenaan dengan masalah untuk mengidentifikasi secara lansung pokok masalah. Jawaban dari tuduhan ini tergantung pada masalah-masalah yang alami, jika masalah ini adalah ruang dan kita ingin memecahkannya pada masalah basis tambahan mungkin pendekatan kesisteman yang tidak dipertimbangkan bisa digunakan.Tetapi jika masalahnya mendasar dan saling berhubungan, cara yang sepakat dengan masalah tidak hanya menghasilkan pengukuran remedial untuk menyembuhkan gejala sehingga pendekatan kesisteman mungkin bermanfaat.

Keenam, model kesisteman humanis bisa diakomodasi sebagai kerangka berpikir kesisteman. Teori modern  organisasi misal sistesa manajemen ilmiah dan teori hubungan manusia, keduanya dibawah payung berpikir kesisteman, bisa dilakukan dengan menghargai nilai-nilai kemanusiaan dalam membangun kesisteman. Variabel kemanusiaan seperti: kebebasan, kemuliaan, privasi, bisa didasarkan sebagai input kesisteman atau lingkungan kesisteman. Dan variabel non kemanusiaan.

Ketujuh, masalah determinis dan non determinis sama tuanya dengan kewarganagaraan manusia, dan tidak ada jawaban tunggal dari suatu pertanyaan, adalah teka-teki kehidupan alam, bagaimanapun usaha-usaha merencanakan kesisteman ke depan dikendalikan secara ilmiah. Tidak ada alasan mengabaikan masalah manusia, misalnya masalah yang ditimbulkan oleh pengutuban teknologi dan humanis. Segalanya harus untuk keselamatan manusia dari pembusukan, tetapi usaha determinis yang ekstrim.

Akhirnya, menurut James Schelesinger menandai analisis sistem, dalam memorandom untuk subcommitee on National Security and internatioanl Operation, april 1968, dia menyatakan satu dari dua setengahnya adalah (sorak sorai) analisis sitem.

Dia mengenali dan menekankan keterbatasan analisis sistem ini, dengan mengatakan sikapnya tentang analisis sistem, dengan penuh harapan, perubahan sistem akan memberikan proses menuju sikap ilmiah sehingga pada saatnya untuk merevisi  the cheer upward sementara mengakui adanya lingkaran kebenaran, tuduhan Rollo Handy tentang berpikir sistem yang mempunyai tendensi imperialistik meliputi bidang-bidang yang sangat besar.

Sikap yang ditunjukkan Earnest Nagel-dibedakan antara positivist logis yang menantang legalitas dari berpikir kesisteman: sikap menyeluruh sebagai dasar berpikir kesisteman dalam komunitas ilmiah mungkin terjamin. Berpikir kesisteman saat ini masih sudut pandang dari satu doktrin meskipun di masa depan mungkin berkembang menjadi sebuah doktrin. Kenyataannya konsep kesisteman masih tahapan embrio menjadi batasan ilmu pengetahuan, ungkapan berbahaya oleh Von Mises: Bahwa meskipun tidak ada kekurangan dari motif psikologi dan alasan yang bijaksana untuk penggunaan konsep secara keseluruhan dari berbagai ilmu pengetahuan tapi dilihat sebagai sebuah model misalnya dalil metafisika. Konsep tambahan yaitu berguna dalam berbagai tempat, sebagai ide valid yang absolut sebagai sumber yang mendasari ilmu pengetahuan. Dengan penuh harapan, doktrin berpikir kesisteman akan menjadi dasar dari latar belakang ilmu pengetahuan  dari metafisika. Asas ontologi, epistemologi, dan aksiologi dalam berpikir kesisteman akan bertahan dalam komunitas ilmu pengetahuan.

 

 

About these ads